SISTEM SYARAF

April 29, 2007 Written by Iqbal Ali 90 Komentar 15 Votes

Read article below in English (click) Baca artikel berikut dalam bahasa inggris (klik) Bagaimana kita bisa merasakan sakit ketika di cubit?, bagaimana terjadi reflek ketika tangan tersulut api?, bagaimana kita melihat, mendengar dan lain sebagainya??? Nah, mungkin jawabannya ada dalam pembahasan berikut, Artikel ini akanberbicara tentang sistem syaraf. Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistern ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit). Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus

Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. sedangkan bagian korteks berupa materi putih. yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda.selain dilindungi oleh tengkorak dan ruasruas tulang belakang. juga dilindungi oleh 2 lapisan selaput meninges. )Sistem saraf pada Amphibi berdasarkan topografinya dibedakan menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Otak dan medulla spinalis pada amphibi. Berdasarkan struktur dan fungsinya. materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu: 1. sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok. • PEMBAHASAN Untuk item pembahasan ini. yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf. sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. sel saraf motor. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea) 2. Sistem saraf tersusun dari berjuta-juta sel saraf. Kelompok-kelompok serabut saraf. Pada otak. • Sel saraf intermediet Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi. yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat.mielin disebut nodus Ranvier. Dua lapisan meninges pada amphibi dari luar ke dalam adalah duramatar (yang berupa jaringan ikat) dan pia-arakniod yang vascular. Di antara dua lapisan tersebut terdapat spatium subdurale. dan sel saraf intermediet (asosiasi). Sistem saraf pusat Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. yaitu sel saraf sensori. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak. • Sel saraf motor Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Pada otak amphibi terdapat bagian-bagian . dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. sel-sel neuroglia. • Sel saraf sensori Fungsi sel saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba) 3. saya menggunakan contoh kasus pada Amphibi (coz kebetulan buatnya pas praktikum sistem syaraf pada amphibi.

Pada bagian atas (dorsal) otak tengah juga terdapat lobus optikus dan sepasang nervus optikus yang saling bersilangan. e. Selain itu. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. dan juga merupakan pusat pendengaran. misalnya pembiakan dan macam-macam gerak. karena semua nervus optikus bermuara pada lobus ini. Thalamus amphibi terletak di bagian dorsal otak dan merupakan jembatan antara serebrum dan mesenshefalon. Pada kelenjar hypothalamus terdapat sel-sel neurosekretori (sel saraf yang menghasilkan secret). Lobus optikus pada amphibi lebih berkembang daripada lobus olfaktorius. b. dan posisi tubuh. c. Lobus ini merupakan pusat penglihat. Lobus ini juga berfungsi mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata. Otak besar (serebrum) Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan atau gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak. keseimbangan. pada bagian dorsal otak tengah juga terdapat kelenjar epifisis. walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Sedangkan kelenjar hipofisis terletak pada bagian ventral otak yang berfungsi mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Sumsum lanjutan (medulla oblongata) Sumsum lanjutan berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis . Oleh karenanya berbentuk relative kecil dan merupakan penonjolan dari bagian yang disebut hemisperium serebri. berhubungan dengan cara hidupnya yang tidak terlalu banyak membutuhkan peran dari lobus olfaktorius sebagai pusat pembau. selain terdapat kelenjar hipofisis juga terdapat kelenjar hypothalamus dan infundibulum. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis. Kurang berkembangnya lobus olfaktorius yang berperan sebagai pusat pembau pada amphibi. Kelenjar ini disebut juga Badan pineal yang berfungsi ketika terjadi pembentukan pigmen pada permukaan tubuh. Lobus ini tidak terlalu berkembang. Hal ini karena amphibi. karena aktifitas otot relative berkurang. Stimulus yang berupa cahaya dan diterima oleh mata sebagai reseptor diubah menjadi impuls dan disalurkan ke nervus optikus yang akhirnya diterjemahkan pada lobus optikus. Hewan-hewan lokturnal lebih banyak melakukan aktivitas pada malam hari. Sedangkan infundibulum. Pada serebrum memungkinkan terjadinya aktivitas-aktivitas yang kompleks. Serebrum pada amphibi terdiri atas sepasang hemispermiun serebri. Pertemuan atau persilangan antara dua nervus optikus disebut sebagai chiasma. Oleh karenanya dikatakan sebagi Master of Glands. contohnya katak merupakan hewan lokturnal. Otak tengah (mesensefalon) Otak tengah terletak di depan otak kecil. Serebelum pada amphibi mereduksi. sehingga lobus optikus lebih dibutuhkan oleh amphibi. d. sehingga timbul sensasi penglihatan. Lobus olfaktorius Lobus olfaktorius pada amphibi memiliki trunckus bulbus olfaktorius. Pada bagian ventral. Otak kecil (serebelum) Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar.a. merupakan tangkai dari hipofisis yang berfungsi menghubungkan hipofisis dengan hypothalamus. Secret dari sel ini berupa neurohormon yang berfungsi untuk mempercepat penyampaian impuls dari sinapsis yang satu ke sinapsis yang lain.

yaitu saraf nomor 1. Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom. 11. kecuali nervus vagus yang melewati leher ke bawah sampai daerah toraks dan rongga perut. Tiga pasang saraf sensori. dan 12 3. sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu.menuju ke otak. dan satu pasang saraf ekor. Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf gabungan. 1. dan sekresi keringat. Sumsum lanjutan juga mempengaruhi refleks fisiologi seperti detak jantung. 6. 4. 5 pasang saraf pinggul. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. gerak alat pencernaan. volume dan kecepatan respirasi. lima pasang saraf motor. 7. a. gerak saluran pencernaan. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). 5 pasang saraf pinggang. . Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut. Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak yang paling penting. sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung. sumsum lanjutan juga mengatur gerak refleks yang lain Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) Medulla spinalis merupakan lanjutan dari medulla oblongata yang masuk ke dalam kanalis vertebralis. Berdasarkan asalnya. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. saraf sumsum tulang belakang dibedakan atas 8 pasang saraf leher. yaitu saraf nomor 5. yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Selain itu juga merupakan pusat dari refleks. bahu. yaitu saraf nomor 3. dan diafragma. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih. yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak. Medulla spinalis berfungsi menghantarkan impuls sensori dari saraf perifer ke otak dan menyampaikan impuls motoris dari otak ke saraf perifer. Pada amphibi saraf cranial berjumlah 10 pasang 1. Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Pada amphibi. dan 8 2. medulla spinalis mengalami pembesaran di bagian servikalis. Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak. dan 10. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. tekanan darah. Pleksus cervicalis merupakan gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi bagian leher. empat pasang saraf gabungan sensori dan motor. Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher. Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang disebut pleksus.Selain itu. 12 pasang saraf punggung. dan saraf sumsum tulang belakang. Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden. Sistem saraf tepi Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). 9. Sistem Saraf Sadar Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial). dan sekresi kelenjar pencernaan. 2.

di antaranya melalui sel saraf dan sinapsis. kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Kecepatan perjalanan gelombang perbedaan potensial bervariasi antara 1 sampai dengart 120 m per detik. 2. Bila impuls telah lewat maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls. Saraf Otonom Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Pada waktu sel saraf beristirahat. Perubahan potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan sepanjang serabut saraf. Berikut ini akan dibahas secara rinci kedua cara tersebut. karena terjadi perubahan potensial kembali seperti semula (potensial .Pleksus brachialis mempengaruhi bagian tangan. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek.b. c. Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin. Tabel Fungsi Saraf Otonom •Parasimpatik • mengecilkan pupil • menstimulasi aliran ludah • memperlambat denyut jantung • membesarkan bronkus • menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan • mengerutkan kantung kemih •Simpatik • memperbesar pupil • menghambat aliran ludah • mempercepat denyut jantung • mengecilkan bronkus • menghambat sekresi kelenjar pencernaan • menghambat kontraksi kandung kemih • Mekanisme Penghantar Impuls Impuls dapat dihantarkan melalui beberapa cara. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Sistem saraf parasimpatik terdiri dari keseluruhan “nervus vagus” bersama cabang-cabangnya ditambah dengan beberapa saraf otak lain dan saraf sumsum sambung. 1. sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu. Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Pleksus Jumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki. Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis).

ke saraf sensori. misalnya. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. bersin. kemudian hasil olahan oleh otak. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik. ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. berupa tanggapan.istirahat). Prinsip kerjanya sama dengan sinapsis saraf-saraf lainnya. dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak. 2. Bila impuls sampai pada ujung neuron. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang. yaitu dari reseptor. Neurontransmitter ada bermacam-macam misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh. maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Pada gerak refleks. diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor. . atau batuk. impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas. Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Tetapi bila kekuatannya di atas ambang maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung akson. Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold) tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan. Energi yang digunakan berasal dari hasil pemapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter. namun. Gerak pada umumnya terjadi secara sadar. Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis. Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. yaitu otot atau kelenjar. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik. Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls yang lemah. Bagaimanakah penghantaran impuls dari saraf motor ke otot? Antara saraf motor dan otot terdapat sinapsis berbentuk cawan dengan membran pra-sinapsis dan membran post-sinapsis yang terbentuk dari sarkolema yang mengelilingi sel otot. gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. Contoh gerak refleks misalnya berkedip. yang disebut vesikula sinapsis. tanpa memerlukan kontrol dari otak. dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak. dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.

Malang: IKIP Malang Tenzer. A. Jurusan Zoologi UGM Tenzer. Progam animasi anatomi Pratiwi. Biologi 2. 2003. 2006. Malang. DA. Malang: Universitas Negeri Malang .1996. 2003. 1990. Yogyakarta. Petunjuk Praktikum Struktur Hewan II. A.Sumber: Anonim. Jurusan Biologi UM Tim Asistensi. 1998. Diktat Asistensi Anatomi Hewan-Zoologi. Jakarta. Amy. Struktur Hewan II.DKK. Struktur Hewan Bagian I. Erlangga Tenzer. Knowledge Antomi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful