P. 1
BAB I-BAB V

BAB I-BAB V

|Views: 6,286|Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on Apr 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

Analisa ini dilakukan untuk memperoleh gambaran atau

deskripsi masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian,

data yang dianalisis berasal dari distribusi frekuensi:

a. Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok adalah aktivitas atau kegiatan

responden yang berhubungan dengan kebiasaan merokok, seperti

banyaknya jumlah rokok yang dihisap dalam sehari.

1) Pernah Mencoba Merokok

Jumlah responden yang pernah mencoba merokok

dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 10.Distribusi kebiasaan merokok anak jalanan di kota

Samarinda tahun 2009 dilihat dari responden yang

pernah mencoba merokok

Pernah mencoba

rokok

Jumlah

Persentase

Ya

Tidak

96

4

96

4

Total

100

100

Jika dilihat dari tabel diatas diketahui bahwa sebagian

besar responden pernah mencoba rokok yaitu sebanyak 96%.

2) Umur saat mencoba merokok

Umur responden saat mencoba merokok dapat dilihat

pada tabel berikut:

56

Tabel 11. Distribusi kebiasaan merokok anak jalanan di kota

Samarinda tahun 2009 dilihat dari umur responden

saat mencoba merokok

Umur saat mencoba

merokok (dalam tahun)

Jumlah

Persentase

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

2

5

5

7

22

11

9

21

4

3

7

2,1

5,2

5,2

7,3

22.9

11,5

9,4

21,9

4,2

3,1

7,3

Total

96

100

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa proporsi

terbanyak responden saat pertama kali mencoba merokok

berada pada usia 9 tahun yaitu sebesar 22,9%.

Tabel 12. Distribusi rata-rata kebiasaan merokok anak jalanan

di kota Samarinda tahun 2009 dilihat dari umur

responden saat pertama kali mencoba rokok

Umur responden saat

pertama kali merokok

Statistik

Rata-rata

95% CI

Minimum

Maksimum

Median

SD

10,30

9,81 sd 10,80

5

15

10

2,446

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa rata-

rata umur responden saat pertama kali mencoba rokok adalah

10,30 tahun, median 10 tahun, dengan standar deviasi 2,446,

umur termuda saat pertama kali mencoba merokok adalah 5

tahun dan umur tertua mencoba merokok adalah 15 tahun.

Dari hasil estimasi interval dapat disimpulkan bahwa 95%

57

diyakini rata-rata umur responden saat pertama kali mencoba

rokok adalah 9,81 tahun sampai dengan 10,80 tahun

3) Dalam satu tahun terakhir jumlah responden yang teratur

menghisap rokok

Jumlah responden yang teratur merokok dalam satu

tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 13. Distribusi kebiasaan merokok anak jalanan di kota

Samarinda tahun 2009 dilihat dari responden yang

merokok dalam satu tahun terakhir

Responden teratur

menghisap rokok

Jumlah

Persentase

Ya

Tidak

92

8

92

8

Total

100

100

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui jumlah

responden yang teratur menghisap rokok selama satu tahun

terakhir sebanyak 92%.

4) Umur mulai teratur menghisap rokok

Umur responden mulai teratur menghisap rokok dapat

dilihat pada tabel berikut

Tabel 14. Distribusi kebiasaan merokok anak jalanan di kota

Samarinda tahun 2009 di lihat umur teratur

menghisap rokok

Umur teratur merokok

Jumlah

Persentase

8

9

10

11

12

13

14
15

6

7

13

5

17

22

13
9

6,5

7,6

14,1

5,4

18,5

23,9

14,1
9,8

Total

92

100

58

Jika dilihat dari tabel diatas diketahui bahwa proporsi

terbanyak responden mulai teratur merokok berada pada usia

13 tahun yaitu sebanyak 23,9%.

Tabel 15. Distribusi rata-rata kebiasaan merokok anak jalanan

di kota Samarinda tahun 2009 dilihat dari umur

teratur menghisap rokok

Umur teratur merokok

Statistik

Rata-rata

95% CI

Minimum
Maksimum

Median

SD

11,99

11,57 sd 12,41

8
15

12

2,019

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa rata-

rata umur responden yang memiliki kebiasaan merokok adalah

11,99 tahun, median 12 tahun, dengan standar deviasi 2,019,

umur termuda saat pertama kali mencoba merokok adalah 8

tahun dan umur tertua mencoba merokok adalah 15 tahun.

Dari hasil estimasi interval dapat disimpulkan bahwa 95%

diyakini rata-rata umur responden saat pertama kali mencoba

rokok adalah 11,57 tahun sampai dengan 12,41 tahun.

5) Jumlah perbatang rokok yang dihisap dalam sehari

Klasifikasi perokok responden dilihat dari jumlah

perbatang rokok yang dihisap dalam sehari dapat dilihat pada

tabel berikut:

59

Tabel 16. Distribusi kebiasaan merokok anak jalanan dikota

Samarinda tahun 2009 dilihat dari jumlah perbatang

rokok yang dihisap dalam sehari

Jumlah batang/hari rokok yang

dihisap

Jumlah Persentase

1-4 batang/hari atau (perokok ringan)

5-14 batang/hari atau (perokok sedang)

• 15 batang/hari atau (perokok berat)

24

28

40

26,1

30,4

43,5

Total

92

100

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa mayoritas

responden adalah perokok berat, dengan jumlah • 15

batang/hari yaitu sebanyak 43,5%.

6) Alasan merokok

Dari 92 responden yang merokok diketahui bahwa

alasan mereka merokok dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 17. Kebiasaan merokok anak jalanan di kota Samarinda

tahun 2009 dilihat dari alasan menghisap rokok

No

Alasan merokok

Jumlah Persentase

1 Untuk relaks, menenangkan perasaan

49

53,2

2 Mengurangi perasaan gugup, malu,
dan tegang

28

30,4

3 Kecanduan

35

38,0

4 Sudah terbiasa

27

29,3

5 Alat pergaulan

33

35,8

6 Lain-lain

4

4,3

Jika dilihat dari tabel diatas diketahui bahwa alasan

terbanyak responden merokok adalah untuk relaks dan

memenangkan perasaan yaitu sebanyak 53,2%.

b. Pengetahuan

Pengetahuan adalah sejauh mana anak jalanan tahu

mengenai sifat dan bahaya merokok bagi diri sendiri dan

60

lingkungan sosial. Pengetahuan anak jalanan dapat dilihat pada

tabel dibawah ini:

Tabel 18. Pengetahuan responden mengenai rokok pada anak

jalanan di kota Samarinda tahun 2009

Pengetahuan

Jumlah Persentase

Kurang

80

80

Baik

20

20

Total

100

100

Berdasarkan tabel diatas diketahui responden memiliki

pengetahuan yang kurang sebanyak 80 orang (80%) mengenai

rokok sedangkan responden yang memiliki pengetahuan baik

sebanyak 20 orang (20%).

Hasil diatas diperoleh berdasarkan jawaban responden

terhadap variabel pengetahuan yang terdiri dari:

Tabel 19. Distribusi pengetahuan responden mengenai rokok

pada anak jalanan dikota Samarinda tahun 2009

No

Pengetahuan

Jumlah Persentase

1. Bahaya merokok

Benar

92

92

Salah

8

8

Total

100

100

2. Rokok menyebabkan

penyakit.

Benar

92

92

Salah

8

8

Total

100

100

Menyebabkan penyakit;

2.1 paru-paru

2.2 jantung

2.3 Impoten
2.4 kanker

2.5 merusak

otak dan

indera

2.6 keguguran

50

39

52
62

3

13

54,3

42,4

56,5
67,4

3,3

14,1

3. Rokok bersifat adiktif

Benar

20

20

Salah

80

80

Total

100

100

4. Mengetahui istilah perokok

aktif dan perokok pasif

Benar

2

2

Salah

98

98

Total

100

100

61

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa responden

memiliki pengetahuan yang kurang mengenai rokok, walaupun

92% responden mengaku mengetahui bahaya merokok dan

mengetahui bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit, namun

proporsi responden yang mengetahui berbagai macam penyakit

yang ditimbulkan akibat kebiasaan merokok tidak ada yang

mencapai 92%, paling tinggi hanya 67,4% yaitu merokok dapat

menyebabkan penyakit kanker.

Responden yang mengetahui bahwa rokok bersifat adiktif

sebanyak 20%, dan responden yang mengetahui istilah perokok

aktif dan perokok pasif sebanyak 2%.

c. Sikap

Sikap adalah pernyataan anak jalanan mengenai setuju

atau tidak setuju terhadap kebiasaan merokok serta respon anak

jalan terhadap kebiasaan merokok. Sikap anak jalanan dapat

dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 20. Sikap responden mengenai kebiasaan merokok anak

jalanan dikota Samarinda tahun 2009

Sikap

Jumlah

Persentase

Kurang

81

81

Baik

19

19

Total

100

100

Jika dilihat dari tabel diatas dapat diketahui bahwa

mayoritas responden memiliki sikap yang kurang terhadap

kebiasaan merokok yaitu sebanyak 81%.

62

Hasil diatas diperoleh berdasarkan jawaban responden

terhadap variabel sikap yang terdiri dari:

Tabel 21. Distribusi sikap responden mengenai kebiasaan

merokok anak jalanan dikota Samarinda tahun 2009

No

Sikap

Jumlah Persentase

1. Merokok berbahaya bagi

kesehatan

Sangat setuju

56

90

Setuju

34

Tidak setuju

8

10

Sangat tidak setuju

2

2. Merokok dapat

menghilangkan perasaan

takut, gugup, cemas

Sangat setuju

39

87

Setuju

48

Tidak setuju

13

13

Sangat tidak setuju

-

3. Merokok menimbulkan

perasaan santai dan

menyenangkan

Sangat setuju

52

93

Setuju

41

Tidak setuju

7

7

Sangat tidak setuju

-

4. Merokok membuat

seseorang terlihat macho

dan gaul

Sangat setuju

30

47

Setuju

17

Tidak setuju

35

53

Sangat tidak setuju

18

5. Merokok ditempat umum

merugikan orang lain

Sangat setuju

43

85

Setuju

42

Tidak setuju

13

15

Sangat tidak setuju

2

6. Orang tua seharusnya

melarang anaknya

merokok

Sangat setuju

39

80

Setuju

41

Tidak setuju

10

20

Sangat tidak setuju

10

7. Saat berkumpul dengan

teman, merokok adalah

suatu kewajiban

Sangat setuju

63

91

Setuju

28

Tidak setuju

4

9

Sangat tidak setuju

5

8. Semakin lama merokok,

makin besar resiko

terkena penyakit

Sangat setuju

30

79

Setuju

49

Tidak setuju

17

21

Sangat tidak setuju

4

9. Semakin dilarang

merokok, semakin besar

keinginan untuk mencoba

Sangat setuju

39

74

Setuju

35

Tidak setuju

26

26

Sangat tidak setuju

-

Berdasarkan tabel diatas diketahui terdapat 90% responden

yang setuju bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan. 87%

responden setuju bahwa rokok dapat menghilangkan perasaan

gugup, takut, atau cemas. Kemudian 93% responden menyatakan

63

setuju jika merokok dapat menimbulkan perasaan santai dan

menyenangkan.

Sebanyak 53% responden menyatakan tidak setuju bahwa

rokok dapat membuat seseorang merasa macho, gaul dan jantan.

Sebanyak 85% responden menyatakan setuju jika merokok

ditempat umum dapat merugikan kesehatan orang lain. Sebanyak

80% responden setuju jika orang tua seharusnya melarang

anaknya merokok.

Sebanyak 91% responden menyatakan saat berkumpul

dengan teman, merokok merupakan suatu kewajiban. Sebanyak

79% responden setuju bahwa semakin lama merokok maka

semakin besar resiko mereka terkena penyakit. Sebanyak 74%

responden setuju bahwa semakin dilarang merokok maka semakin

besar keinginan mereka untuk merokok

d. Lingkungan sosial

Lingkungan sosial adalah orang tua atau teman yang dapat

mempengaruhi perilaku merokok responden. Lingkungan sosial

anak jalanan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 22. Lingkungan sosial mengenai kebiasaan merokok anak

jalanan di kota Samarinda tahun 2009

Lingkungan Sosial

Jumlah

Persentase

Pengaruh negative

82

82

Pengaruh positif

18

18

Total

100

100

64

Jika dilihat dari tabel diatas dapat dikathui bahwa sebagian

besar responden, yaitu sebanyak 82% berada pada lingkungan

social yang kurang bak.

Hasil diatas diperoleh berdasarkan jawaban responden

terhadap variabel lingkungan sosial yang terdiri dari:

Tabel 23. Distribusi lingkungan sosial mengenai kebiasaan

merokok anak jalanan di kota Samarinda tahun 2009

No

Lingkungan social

Jumlah Persentase

1. Tinggal dengan orang tua

Ya

100

100

Tidak

-

-

2. Orang tua seorang perokok

Ya

82

82

Tidak

18

18

3. Teman seorang perokok

Ya

100

100

Tidak

-

-

4. Pernah ditawari rokok oleh

teman

Ya

100

100

Tidak

-

-

5. Pernah mengalami paksaan

atau ejekan ketika tidak

sedang merokok

Ya

54

54

Tidak

46

46

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa seluruh

responden masih tinggal bersama orang tuanya, memiliki teman

perokok dan pernah ditawari rokok oleh temannya. Sebanyak 82%

responden hidup dengan orang tua yang perokok. Sebanyak 54%

responden pernah mengalami paksaan atau ejekan dari teman

ketika temannya merokok sedangkan responden saat itu tidak

merokok.

e. Sumber informasi

Sumber informasi adalah mengenai produk dan pengiklanan

yang memungkinkan anak jalanan memiliki kebiasaan merokok.

Sumber informasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

65

Tabel 24. Sumber informasi responden mengenai kebiasaan

merokok anak jalanan di kota Samarinda tahun 2009

Sumber Informasi

Jumlah

Persentase

Tanggapan kurang

37

37

Tanggapan baik

63

63

Total

100

100

Jika dilihat dari tabel diatas dapat dilihat bahwa sebanyak

63% responden memiliki tanggapan yang baik terhadap sumber

informasi, dalam hal ini mereka tidak tertarik merokok karena

melihat iklan rokok dari berbagai media baik elektronik maupun

media cetak.

Hasil diatas diperoleh berdasarkan jawaban responden

terhadap variabel sumber informasi yang terdiri dari:

Tabel 25. Distribusi sumber informasi responden mengenai

kebiasaan merokok anak jalanan di kota Samarinda

tahun 2009

No

Sumber informasi

Jumlah Persentase

1 Pernah melihat iklan rokok di tv
atau media lainnya

Ya

100

100

tidak

-

-

2 Tertarik merokok karena melihat
iklan rokok

Ya

37

37

tidak

63

63

Berdasarkan tebel diatas diketahui bahwa seluruh

responden pernah melihat iklan rokok di tv atau media lainnya.

Sebanyak 63% responden tidak tertarik merokok karena melihat

iklan rokok.

f. Jumlah Penghasilan

Jumlah penghasilan adalah pendapatan perhari yang

didapatkan serta jumlah yang disisihkan untuk membeli rokok.

Jumlah penghasilan responden terdiri dari tiga hal, yaitu:

66

1) Pendapatan perhari

Jumlah pendapatan perhari yang biasa diterima

responden dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 26. Distribusi penghasilan responden yang biasa

diterima dalam sehari

Pendapatan perhari

(dalam rupiah)

Jumlah

Persentase

5000

10000

150000

20000

25000
30000

35000

2

8

33

26

18
5

8

2

8

33

26

18
5

8

Total

100

100

Jika dilihat dari tabel diatas diketahui sebanyak 33%

responden memiliki penghasilan Rp. 15000 perhari, sebanyak 2%

responden memiliki penghasilan Rp. 5000 perhari. Rata ±rata

penghasilan responden adalah Rp. 19.850,00 (95% CI: Rp.

18.465,10 - Rp. 21.234,90).

2) Menyediakan dana khusus untuk membeli rokok

Responden yang merokok apakah selalu menyediakan

dana khusus untuk membeli rokok dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 27. Distribusi responden yang menyediakan dana

khusus untuk membeli rokok

Menyediakan dana

Jumlah

Persentase

Ya

Tidak

69

31

69

31

Total

100

100

Berdasarkan tabel diatas diketahui sebanyak 69%

responden selalu menyediakan dana khusus untuk membeli

67

rokok, sedangkan 31% responden tidak pernah menyediakan

dana khusus untuk membeli rokok.

3) Dana yang disediakan untuk membeli rokok dalam sehari

Jumlah dana yang biasa disediakan responden untuk

membeli rokok dalam sehari dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 28. Distribusi dana yang disediakan responden untuk

membeli rokok

Dana yang disediakan (dalam rupiah)

Jumlah

Persentase

3000

5000

7000

8000

10000

3

17

1

16

33

4.2

24,3

1,4

22,8

47,1

Total

70

100

Berdasarkan tabel diatas diketahui sebanyak 47,%

responden menyediakan dana sebesar Rp 10.000 perhari untuk

membeli rokok. Rata-rata dana yang disediakan oleh responden

untuk membeli rokok adalah Rp. 8.014,49 (95% CI: Rp. 7,467,17-

Rp.8.561,82)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->