KELAS 1 A

A. Besaran Dan Satuan 1. Besaran Fisika Besaran fisika adalah sifat atau gejala alam yang dapat diukur. Misalnya, kita mengukur panjang sebuah meja. Panjang disebut dengan besaran karena ia dapat diukur. Besaran fisika di alam sangat banyak sehingga kita sulit menghafalnya. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, ahli fisika mencoba merumuskan beberapa besaran yang ditetapkan sebagai besaran pokok. Besaran pokok merupakan besaran yang ditetapkan lebih dulu dan bukan merupakan turunan dari besaran lain. Besaran pokok sebaiknya memiliki sifat sebagai berikut. Jumlahnya sedikit mungkin Mudah diukur dengan ketelitian yang tinggi Bukan merupakan turunan dari besaran lain Bisa menghasilkan besaran lain. Adapun tujuh macam besaran pokok yang telah disepakati oleh para ahli fisika, yaitu: Besaran pokok Untuk mengukur Panjang Panjang benda Massa Kandungan materi benda Waktu Selang waktu antara dua peristiwa Kuat arus listrik Aliran muatan listrik Suhu Derajat panas benda Intensitas cahaya Terang atau gelapnya cahaya Jumlah zat Jumlah partikel yang menyusun benda Besaran fisika selain besaran pokok disebut besaran turunan. Besaran turunan merupakan kombinasi dari beberapa besaran pokok. Contoh besaran turunan, yaitu: Luas merupakan kombinasi dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar. Oleh karena itu, luas merupakan turunan besaran panjang. Volume merupakan kombinasi tiga besaran panjang, yaitu panjang, lebar, tinggi. Volume juga merupakan turunan besaran panjang.

-

Massa jenis merupakan kombinasi besaran massa dan besaran volume. Jadi massa jenis merupakan turunan dari besaran pokok dan panjang.

2. Pengukuran Dan Satuannya Hasil pengukuran bergantung pada satuan yang dipakai. Untuk satuan yang berbeda, hasil pengukuran akan memberikan hasil yang berbeda pula. Pengukuran adalah membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Perhatika beberapa contoh hasil pengukuran berikut. • • • Tinggi pintu kelas adalah 2 m Massa satu sak semen adalah 40 kg Waktu yang diperlukan untuk membuat PR adalah 1 jam

Pada contoh-contoh tersebut angka 2, 40 dan 1 adalah nilai besaran, sedangkan m, kg dan jam adalah satuan tinggi ( panjang), massa dan waktu.  Pengukuran dengan satuan tidak baku Satuan seperti jengkal, depa, hasta, seumur jagung, dan sebagainya disebut satuan tidak baku. Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak ditetapkan sebagai satuan pengukuran ilmiah.
 Pengukuran dengan satua baku

Satuan seperti meter, liter, kg dan sekon disebut satuan baku. Disebut satuan baku karena satuan –satuan ini telah ditetapkan secara internasional sebagai satuan pengukuran ilmiah. Jadi, satuan ini dapat digunakan di mana saja di seluruh dunia dan nilainya selalu sama. 3. Satuan Sistem Internasional Pada Konferensi Umum tentang Berat dan Pengukuran ke-14 tahun 1971 ditetapkan tujuh besaran pokok dan juga satuan sistem internasional disingkat SI. Masing-masing besaran pokok memiliki satuan internasional. Satuan untuk ketujuh besaran pokok beserta simbolnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Besaran pokok Panjang Massa Satuan Meter Kilogram m kg Simbol

G = gram. Jika menggunakan sistem internasional. 229792458 - Satuan waktu Satuan baku untuk besaran waktu adalah sekon. Pada awalnya satu meter didefinisikan sebagai panjang yang sama dengan sepersepuluh juta jarak dari katulistiwa ke kutub utara bumi sepanjang garis bujur yang melewati kota Paris. Massa standar 1 kg adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari campuran platina iridium. 1 s. dan S = sekon).Waktu Sekon s Kuat arus listrik Ampere A Suhu Kelvin K Jumlah zat Mol n Intensitas cahaya Candela Cd Cabang fisika yang paling awal berkembang adalah mekanika. dan sekon. Satuan untuk Besaran Turunan . Satu meter sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa udara selama Satuan massa Satuan massa tidak mengalami perubahan sejak abad ke-19. Ketiga satuan ini biasa disebut satuan MKS (M = meter. maka satuan panjang standar dinyatakan dalam laju cahaya. satuan untuk ketiga besaran tersebut berturut-turut adalah meter. Mekanika merupakan cabang fisika yang berkaitan dengan gerak. Besaran fisika yang digunakan dalam mekanika hanya panjang.  Penetapan satuan baku Satuan panjang Sebelumnya telah dibahaz bahwa satuan panjang menurut SI adalah meter. kilogram. Satuan lain yang dipakai dalam mekanika adalah satuan CGS (C = centimeter. K = kilogram. Laju cahaya dalam ruang hampa adalah 299 792 458 m/s. Satu sekon adalah waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9 192 631 770 kali. massa dan waktu. dan S = sekon). Setelah laju cahaya dalam ruang hampa dapat diukur dengan sangat teliti. Prancis.

Selain tidak akurat. Informasi suhu yang diberikan tangan sangat bergantung pada suhu yang dirasakan sebelumnya. Seputar Suhu a) Pengertian suhu Suhu menyatakan derajat panas suatu benda. Alat pengukur suhu yang baik harus memenuhi dua hal berikut. Jika suatu besaran turunan merupakan pembagian besaran pokok. yang terdiri dari labu kosong yang dilengkapi pipa panjang dengan ujung pipa terbuka. Nilai suhu yang ditunjukkan tidak dipengaruhi oleh nilai suhu Memberikan pembacaan suhu dengan cepat. maka makin tinggi derajat panas yang dimilikinya. pengukuran suhu dengan menggunakan tangan bisa menimbulkan kerusakan pada tangan. Penambahan volume alkohol akibat perubahan suhu zat . - B. partikel-partikel penyusun benda bergerak dengan kecepatan tinggi. - Jika suatu besaran turunan merupakan perkalian besaran pokok. b) Alat ukur suhu Manusia dapat merasakan suhu yang rendah maupun suhu yang tinggi. Jika suhu benda benda tinggi. satuan besaran turunan itu juga merupakan pembagian satuan besaran pokok. satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan besaran pokok. Pembuatan thermometer dipelopori oleh Galileo Galilei pada tahun 1595. Prinsip kerja thermometer buatan Galileo didasarkan pada perubahan volume gas dalam labu. Prinsip kerja thermometer biasanya menggunakan sifat pemuaian zat cair. Suhu suatu benda berkaitan dengan getaran partikel-partikel benda tersebut. yang diukur sebelumnya. satuan besaran turunan juga merupakan kombinasi satuan besaran pokok. Makin tinggi suhu suatu benda. Alat ukur suhu yang tidak dipengaruhi oleh suhu yang diukur sebelumnya adalah thermometer. Aturan untuk menentukan satuan besaran turunan adalah sebagai berikut. Alat buatan Galileo itu disebut termoskop.Karena besaran turunan merupakan kombinasi besaran pokok. Suhu 1.

Zat cair yang biasa digunakan dalam thermometer adalah raksa dan alcohol. Sayangnya thermometer alcohol tidak dapat digunakan di tempat-tempat yang sangat panas.dinamakan pemuaian. sehingga perubahan volume akbat perubahan suhu sangat teratur. dinding wadah cairan (reservoir) harus dibuat tipis sehingga panas masuk ke cairan secara menyeluruh. Oleh karena itu. Ruang di atas cairan merupakan ruang hampa udara sehingga cairan dapat dengan mudah bergerak sepanjang pipa. Agar thermometer cepat bereaksi terhadap perubahan suhu. Jika cairan bertambah panas. thermometer dibedakan menjadi : Thermometer Laboratorium Thermometer ini menggunakan cairan raksa atau alcohol. raksa merupakan logam beracun. Warna raksa mengkilap dan tidak membasahi dinding pipa kapiler sehingga mudah diamati. Agar thermometer sensitive. kita harus berhatihati menggunakan thermometer raksa agar wadhnya tidak pecah. Sifat naik turunnya permukaan alcohol dalam pipa sebagai akibat pemuaian zat inilah yang digunakan untuk mengukur suhu. Hal itu karena alcohol mendidih pada suhu yang lebih rendah daripada raksa. c) Jenis-jenis thermometer Berdasarkan penggunaannya. cairan akan memuai sepanjang pipa berskala 0C. Thermometer yang menggunakan raksa disebut thermometer raksa dan yang menggunakan alcohol disebut thermometer alcohol. Sayangnya raksa mudah membeku jika digunakan di tempat yang sangat dingin. Penggunaan raksa sebagai bahan pembuat thermometer didasarkan pada alasan: • • Raksa merupakan penghantar panas yang baik. ukuran pipa harus dibuat sekecil mungkin (pipa kapiler). Penggunaan alcohol sebagai bahan pembuat thermometer didasarkan pada alasan : • • Alcohol dapat digunakan pada suhu yang sangat rendah Pemuaiannya enam kali lebih besar daripada raksa. Thermometer Klinis . sehingga pengukuran suhu dapat diamati dengan lebih seksama. Selain itu.

Skala Celcius memiliki seratus derajat panas yang terbagi rata antara suhu air membeku dan mendidih. skala thermometer ruang terbatas hanya dari skala . Tunggulah sampai posisi permukaan raksa tidak berubah lagi. Dalam keadaan sakit atau keadaan tidak normal. Oleh karena itu. suhu badan kita tidak mungkin lebih rendah dari 350C dan tidak mungkin lebih tinggi dari 420C. Skala ini dikenal dengan nama skala Celcius. Tujuannya agar tidak terjadi kekeliruan dalam mendiagnosis. 2. skalanya hanya berkisar pada suhu minimum dan suhu maksimum yang mungkin dari badan manusia. Berikut ini adalah cara menetapkan skala thermometer menurut skala Celcius. Skala Celcius merupakan skala thermometer yang paling banyak digunakan.500C sampai dengan 500C. oleh karena itu. skala thermometer klinis berkisar antara 350C sampai dengan 420C. seorang ahli astronomi asal Swedia.Thermometer klinis merupakan thermometer kusus untuk keperluan pengobatan. yaitu: - Masukkan bagian bawah thermometer yang belum diberi skala ke dalam wadah berisi es yang sedang mencair. Karena thermometer klinis hanya digunakan untuk keperluan mengukur suhu badan manusia. . Skala Suhu a) Skala Celcius Pada tahun 1742 Anders Celcius (1701-1744). thermometer ini sering kita lihat dipasang pada dinding ruangan. mengusulkan suatu skala sebagai patokan untuk mengukur suhu. titik tetap ini ditandai 00C. Karena suhu ruangan hampir tidak mungkin melebihi 500C dan tidak mungkin kurang dari – 500C. - Thermometer Ruang Thermometer ruang berfungsi untuk mengukur suhu ruangan. dokter atau perawat memerlukan thermometer ini yang dapat menunjukkan suhu badan pasien dalam waktu yang agak lama. Menurut skala Celcius. Permukaan raksa akan turun. Tandailah posisi permukaan raksa sebagai titik tetap bawah. Suhu rata-rata badan manusia dalam kondisi sehat adalah 370C.

Lord Kelvin (1824-1907) mengusulkan untuk menggunakan suhu nol mutlak (. b) Skala Kelvin Jika suhu suatu zat terus didinginkan. ini berarti 00C sama dengan 273 Kelvin (ditulis 273 K. suhu es mencair diberi nilai 00R dan suhu air mendidih diberi nilai 800R. - Bagilah jarak antara titik tetap atas dan titik tetap bawah menjadi 100 bagian yang sama. Tandailah permukaan raksa tersebut sebagai titik tetap atas. tanpa tanda 0) dan 1000C sama dengan 373 K.- Masukkan thermometer ke dalam labu berisi air yang sedang mendidih (thermometer jangan sampai menyentuh air. Permukaan raksa akan naik dan akhirnya berhenti pada posisi tertentu. Jika suhunya terus-menerus didinginkan. molekul-molekul zat bergerak semakin lambat dan akhirnya berhenti bergerak. yaitu – 2730C. suhu es mencair diberi nilai 320F dan suhu air mendidih diberi nilai 2120F. namun suhu 00 Kelvin dimulai pada suhu – 2730C. Perubahan 10 pada skala Kelvin sama dengan perubahan 10 pada skala Celcius.2730C ) sebagai skala 0 pada thermometer. Jadi : tK = (tC + 273) K dengan tK = suhu Kelvin dan tC = suhu dalam derajat Celcius. zat berupa gas akan mencair dan zat yang berwujud cair akan membeku. sedangkan pada penetapan skala Fahrenheit. . Cara pembacaan ini disebut skala Kelvin. Ini terjadi pada suhu terendah yang masih mungkin dimiliki oleh zat. Setiap bagian menunjukkan perbedaan satu derajat pada skala Celcius. - Skala dapat diteruskan untuk suhu di bawah 00C dan untuk suhu di atas 1000C dengan membuat strip-strip yang jaraknya sama dengan skala yang telah dibuat. cukup terkena uapnya saja). tC = (tK – 273)0C c) Skala Reamur dan Skala Fahrenheit Pada penetapan skala Reamur. yang disebut suhu nol mutlak (absolut). Dari persamaan di atas didapat persamaan untuk mengubah dari skala Celcius menjadi skala Kelvin.

atau sebaliknya. digunakan persamaan: tC : tR = 5 : 4 tC = (5/4 tR) tR 0C tR = (5/4 tC) tC 0C • Untuk perubahan dari skala Celcius menjadi Fahrenheit. dapat kita turunkan persamaan-persamaan berikut. Pengukuran 1. skala suhu yang lain menunjukkan kenaikan suhu kurang dari satu derajat. atau sebaliknya. Sebaliknya skala Fahrenheit menyatakan kenaikan derajat panas paling kecil. Pengukuran Besaran dan Alat Ukurnya  Pengukuran Panjang . Ini berarti jika suhu dinaikkan satu derajat Fahrenheit. Berdasarkan penetapan titik tetap atas dan titik tetap bawah masing-masing skala. skala suhu lain menyatakan kenaikan lebih dari satu derajat. atau sebaliknya. • Untuk perubahan dari skala Celcius menjadi Reamur. digunakan persamaan: tC : (tF – 32) = 5 : 9 tC = 5/9 ((tF – 32) 0C tF = 9/5 tC + 32 0F • Untuk perubahan dari skala Reamur menjadi Fahrenheit.Satu skala Reamur menyatakan kenaikan derajat panas yang paling besar. digunakan persamaan: tR : (tF – 32) = 4 : 9 tR = 4/9 (tF – 32) 0R tF = 9/4 tR + 32 0F C. Jika suhu dinaikkan satu derajat Reamur. kita dapat menyusun persmaan berikut. tC : tR : (tF – 32) = 100 : 80 : 180 = 5 : 4 : 9 Dari perbandingan di atas.

Jangka sorong mempunyai dua fungsi pengukuran. seperti diameter kawat atau tebal pelat logam. yaitu: • • Mengukur panjang sisi luar suatu benda. Mengukur panjang sisi dalam suatu benda.1 mm)). ketelitian mistar kayu adalah 1 cm sedangkan ketelitian mistar plastic adalah 1 mm.5. Secara umum jangka sorong memiliki dua jenis skala. jangka sorong sanggup mengukur panjang hingga ketelitian 0. Hasil pengukuran dapat diketahui dengan menggabungkan pembacaan skala tetap dan dan skala nonius. 4 dan 2.  Cari garis pada skala nonius yang tepat berimpit dengan salah satu garis pada skala tetap. Skala pertama tertera pada rahang utama jangka sorong. (hasil pengukuran x ketelitian jangka sorong (0. panjang minimal yang dapat diukur dengan teliti oleh mistar plastic adalah 1mm. Misalkan. sedangkan skala terkecil pada mistar plastik adalah 1 mm. dengan kata lain. yaitu: Mistar Ada dua jenis mistar yang biasa kita jumpai di sekolah. Jika tidak tepat sejajar.1 mm.  Tentukan pembacaan skala tetap yang sejajar dengan angka nol pada skala nonius. Jangka Sorong Jangka sorong digunakan untuk mengukur besaran panjang yang kurang dari 1 mm. yaitu mistar kayu dan mistar plastik. Panjang minimal yang dapat diukur dengan teliti oleh mistar kayu adalah 1 cm. Skala ini disebut skala tetap. Skala pada rahang yang bergerak disebut skala nonius atau skala vernier. Micrometer Sekrup . Caranya adalah sebagai berikut. pembacaan skala tetap yang sejajar dengan angka nol pada skala nonius berada diantara 2. gunakan pembacaan skala terdekat yang lebih kecil.4 cm.Ada tiga macam alat ukur yang sering digunakan dalam pengukuran panjang. seperti diameter rongga pipa atau diameter suatu lubang. Skala terkecil pada mistar kayu adalah 1 cm. Besarnya pengukuran yang digunakan adalah 2.  Jumlahkan kedua hasil pengukuran. Skala kedua tertera pada rahang yang bergerak.

Neraca ini terdiri dari sebuah .  Jumlahkan kedua hasil pengukuran. Skala pertama tertera pada gagang utama micrometer yang merupakan skala tetap. Perbedaan antara neraca yang satu dengan neraca yang lain terletak pada cara kerja.Pengukuran besaran panjang yang kurang dari 0.  Tentukan pembacaan skala tetap yang dibatasi oleh skala putar. micrometer sekrup memiliki dua jenis skala. Caranya adalah sebagai berikut. Cari angka pada skala putar yang sejajar dengan garis mendatar pada skala tetap.1 mm dapat dilakukan dengan menggunakan micrometer sekrup. (hasil pengukuran x ketelitian micrometer sekrup (0. Micrometer sekrup dapat mengukur panjang hingga hingga ketelitian 0.  mm)). Misalkan pembacaan skala tetap yang dibatasi oleh skala putar lebih dari 8 tetapi belum tepat 9. Hasil pengukuran dapat diketahui dengan menggabungkan pembacaan skala tetap dan skala putar. - Neraca Langkah Neraca langkah atau neraca Buchart memiliki cara kerja yang juga sederhana dengan hasil pengukuran yang tidak terlalu tepat. gunakan pembacaan skala terdekat yang lebih kecil. Massa benda sama dengan massa anak timbangan ketika lengan neraca dalam keadaan setimbang. Secara umum. Prinsip kerja neraca ini adalah sekedar membandingkan massa benda yang akan diukur dengan massa anak timbangan.01  Pengukuran Massa Alat ukur massa sering kita sebut neraca atau timbangan. Skala jenis kedua adalah skala putar yang terletak pada silinder yang dapat diputar. Jika tidak tepat berhimpit. Ketelitian neraca ini mengukur massa ditentukan oleh massa anak timbangan terkecil yang tersedia. Neraca Dua Lengan Neraca ini memiliki dua lengan yang persis sama yang dilengkapi sejumlah anak timbangan. dan teknologi yang dipakai di dalamnya. ketelitian.01 mm. Besarnya pengukuran yang digunakan adalah 8 mm.

Neraca Ohaus Prinsip kerja neraca Ohaus serupa dengan neraca dua lengan. Anak timbangan neraca Ohaus berada pada neraca itu sendiri. Neraca ini sering digunakan untuk menimbang surat di kantor pos. Contoh neraca elektronik bisa kita lihat di pasar swalayan pada tempat penjualan buah. Arloji Arloji atau jam tangan dapat mengukur waktu dengan ketelitian hingga satu sekon. Anak timbangan dapat digeser menjauhi atau mendekati poros neraca. Namun. Dengan demikian.wadah untuk meletakkan benda yang akan diukur dan skala berupa lengkungan seperempat lingkaran dalam posisi vertical. Ketika dihentikan jarum stopwatch menunjukkan waktu sesuai dengan selang waktu ia diaktifkan. Jika dalam wadah tidak ada beban. Neraca Elektronik Neraca elektronik merupakan neraca yang paling canggih dan sangat mudah digunakan. skala menunjukkan angka nol. lama pengukuran . Beberapa arloji ada yang memiliki ketelitian sampai seperatus sekon. Massa benda dapat diketahui dari penjumlahan masing-masing posisi anak timbangan sepanjang lengan setelah neraca dalam keadaan setimbang. daging.  Pengukuran Waktu Alat ukur waktu merupakan alat ukur yang paling sering kita jumpai. Stopwatch Stopwatch adalah alat ukur waktu yang dapat diaktifkan dan dimatikan. ikan. Tingkat ketelitian pengukuran massa dengan neraca elektronik beragam. Neraca Ohaus memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik daripada neraca dua lengan atau neraca langkah. bukan kembali ke nol. dan bahkan kita bawa kemana-mana. neraca Ohaus tidak mengalami kesulitan mengenai anak timbangan. Skala nol berada pada ujung bawah. dan sayuran. Benda yang diukur diletakkan di atasnya dan secara otomatis neraca akan menampilkan angka yang menyatakan massa benda.

Tinggi permukaan air di dalam wadah akan naik dengan jumlah yang sama setiap sekon. Berbeda dengan stopwatch jarum. Alat-alat Laboratorium No 1 2 Alat Mikroskop Gelas arloji Fungsi Untuk mengamati objek mikroskopis Sebagai tempat bahan kimia padat .1 s. Stopwatch jarum memiliki ketelitian 0. air akan keluar dari lubang tersebut dengan jumlah yang relative sama setiap sekon. yaitu stopwatch jarum dan stopwatch digital. Selain itu stopwatch digital memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik daripada stopwatch jarum. Dengan menuliskan skala pada wadah. stopwatch digital langsung menggunakan angka-angka yang tertera pada badannya untuk menunjukkan lamanya rentang waktu suatu peristiwa. Jika kita tancapkan sebuah tongkat di tempat yang terkena sinar matahari.dapat dibaca dengan mudah.  Pengukuran Besaran Turunan 2. sedangkan stopwatch digital memiliki ketelitian hingga 0. Sedangkan jarum pendek menyatakan rentang waktu dalam menit. Gerakan jarum panjang pada stopwatch jarum menyatakan rentang waktu dalam detik.01 s. panjang serta arah bayangan tongkat berubah-ubah sesuai dengan posisi matahari. Prinsip kerjanya dapat digambarkan sebagai berikut. kita dapat menentukan waktu berdasarkan tinggi air dalam wadah juga dapat digunakan untuk menggerakkan jarum jam air. - Jam Air Jam air adalah jam yang menggunakan aliran air sebagai penunjuk waktu. kita cukup menekan tombol untuk mengembalikan jarum ke posisi awal. Jam Matahari Gerak matahari dari timur ke barat dapat digunakan sebagai penunjuk waktu. Jika kita isi sebuah drum yang sangat besar dengan air dan kita buat sebuah lubang kecil di dasarnya. Ketika melakukan pengukuran kembali. Ada dua jenis stopwatch. Air yang keluar ditampung dalam wadah.

1 cm3. yaitu padat. Tiga Wujud Zat Semua benda yang ada di sekitar kita. dan gas. baik yang tampak maupun yang hanya dirasakan oleh indera adalah zat. Masing-masing wujud zat memiliki sifat tertentu yang dapat kita amati. misalnya gelas. Zat yang sangat banyak di alam semesta ini hanya dikategorikan menjadi tiga kelompok. Mudah dipahami bahwa bentuk dan volume gelas akan tetap seperti semula meskipun dipindah- .3 4 5 Erlenmeyer Cawan uap Labu ukur Untuk menampung bahan kimia Untuk menguapkan suatu larutan di atas api Untuk menampung dan mencampur bahan kimia dan cairan. juga alat bantu untuk menyaring Untuk membakar atau memanaskan Untuk menjepit bahan padat yang dibakar kasa Untuk mendukung gelas beker atau Erlenmeyer selama pemanasan Untuk menjepit tabung reaksi pemanasan selama 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Thermometer Tabung reaksi Timbangan Gelas beker Pinset Gelas ukur Pipet tetes Pipet ukur Corong 15 16 17 18 Lampu spritus Penjepit logam Kaki tiga dan kawat Penjepit kayu D. Pengelompokan tersebut berdasarkan pada wujudnya. Untuk mengukur suhu Untuk menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah sedikit Untuk menimbang bahan kimia Untuk menampung bahan kimia atau larutan Untuk mengambil suatu objek Untuk mengukur volume larutan Untuk mengambil suatu larutan dalam ukuran tetes Untuk mengukur volume larutan (misalnya 10 cm3 atau 25 cm3) sampai ketetapan 0. Untuk memasukkan zat cair ke tempat lain agar tidak tumpah. Wujud Zat 1. cair. juga untuk menampung gas jika dilakukan pemanasan.  Sifat-sifat zat Ambillah salah satu contoh zat padat.

Jadi. gas tidak memiliki bentuk dan volume yang tetap. Ketika berada dalam balon. Dengan demikian. embun di pagi hari terbentuk karena perubahan dari uap air di udara (wujud gas) menjadi air (wujud cair) di daun dan pencairan gas nitrogen yang didinginkan sampai suhu – 196 0C. Zat dalam wujud gas mempunyai kecenderungan untuk mengisi seluruh ruang. Bentuk zat cair mengikuti bentuk wadahnya. Menyublim Gas Mengemb un Penguapa n Zat Padat Melebu r Zat Cair Membek u . air atau zat cair pada umumnya tidak memiliki bentuk yang tetap. gas mengisi seluruh ruang dalam balon. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud gas disebut menguap. air menjadi es dalam lemari es dan Koran besi yang dimasukkan ke dalam cetakan menjadi keras. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud padat disebut membeku. Jadi sifat gas adalah memiliki bentuk dan volume yang mudah berubah sesuai wadahnya. Contohnya. air berbentuk seperti botol. mentega berubah menjadi minyak ketika dmasukkan ke dalam penggorengan yang panas. serta perubahan uap air menjadi salju pada suhu yang sangat dingin. Contohnya. gas mengisi seluruh ruang dalam ban. Contohnya.pindahkan. Bentuk zat cair sulit untuk disebutkan. Jadi. Ketika berada dalam ban mobil. Semua zat padat bersifat demikian.  Perubahan wujud zat Perubahan dari wujud padat menjadi wujud zat cair disebut melebur atau meleleh. Contohnya. air berbentuk seperti gelas. penguapan kapur barus dan penguapan pengharum ruangan. Contohnya. air menjadi uap air dan spritus menjadi gas. Ketika berada di dalam gelas. Perubahan dari wujud padat menjadi wujud gas ataupun sebaliknya disebut menyublim. Ketika berada di dalam botol. sifat zat padat adalah mempunyai bentuk dan volume yang tetap. Perubahan dari wujud gas menjadi wujud cair disebut mengembun.

Gerakan partikel yang lincah dan dapat berpindah posisi. Jika partikel zat padat menempati posisi yang tidak teratur. - Jarak antar partikel tetap dan agak berjauhan satu sama lain Gaya tarik antar partikel lebih lemah dibandingkan gaya tarik Gerakan partikel lebih lincah daripada gerakan partikel zat padat antar-partikel zat padat dan partikelnya dapat berpindah-pindah tempat. Sifat dapat mengalir inilah yang menyebabkan bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk wadahnya. Susunan dan gerak partikel Susunan dan gerak partikel dalam zat padat. Jarak antar-partikel yang tetap menyebabkan zat cair mempunyai volume yang tetap. Partikel-partikel menempati posisi yang tetap. maka disebut Kristal.  Zat Padat Partikel-partikel zat padat memiliki sifat sebagai berikut.  Gas . Gerakan partikel yang hanya bergetar di sekitar titik tetapnya menyebabkan zat padat tidak dapat mengalir.  Zat Cair Partikel-partikel zat cair memiliki sifat sebagai berikut. Posisi partikel-partikel yang relative tetap menyebabkan zat padat memiliki bentuk dan volume yang tetap. meskipun masih dalam kelompoknya. maka disebut amorf. dan gas berbeda-beda. menyebabkan zat cair dapat mengalir. Jika partikel zat padat menempati posisi yang teratur. zat cair. Gaya tarik antar-partikel sangat kuat Gerakan partikel hanya berupa getaran di sekitar posisi tetapnya.

volume gas membesar. Sebaliknya. meskipun masih terikat dalam satu kelompoknya. gerak partikel semakin lincah. Jarak antar-partikel gas berubah-ubah Hampir tidak ada gaya tarik-menarik antara satu partikel dengan Gerakan partikel gas jauh lebih bebas daripada gerakan partikel partikel yang lain. partikel-partikel tersebut dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya. Jika suhu zat padat dinaikkan. kita katakan zat padat telah berubah menjadi zat cair (melebur). partikel-partikel dapat bergerak bebas (berpindah) meninggalkan posisinya. Pada keadaan demikian kita katakan zat telah berubah dari wujud cair ke wujud gas (menguap). pada suhu tertentu gaya tarik antar-partikel tidak dapat menahan partikel untuk tetap pada posisinya. jika jarak antar-partikel diperbesar. Akibatnya.Partikel-partikel gas memiliki sifat sebagai berikut. Jarak antar-partikel gas yang mudah diubah-ubah menyebabkan volume gas sangat mudah diubah.  Perubahan wujud zat berdasarkan konsep partikel Gerakan partikel zat sangat dipengaruhi oleh suhu. . Jika suhu terus dinaikkan. Pada suhu tertentu gaya tarik antar-partikel tidak dapat lagi menahan partikel untuk tetap dalam kelompoknya. Makin tinggi suhu maka gerakan partikel suatu zat makin aktif. zat padat dan zat cair. Gaya tarik-menarik yang sangat kecil antara partikel gas yang satu dengan partikel gas yang lain menyebabkan gas begitu mudah ditembus. Jika jarak antar-partikel diperkecil. Gerakan partikel gas yang sangat bebas menyebabkan gas cenderung mengisi seluruh ruang dan menyebabkan gas sangat mudah mengalir ke seluruh ruangan. Akibatnya. Pada wujud padat gerakan partikel zat terbatas hanya pada gerakan ditempatnya (bergetar). Dalam keadaan demikian. gerakan partikelnya semakin lincah dan jarak antar-partikel bertambah. Jika suhu terus dinaikkan. volume gas mengecil.

- Jika gaya kohesi antar-partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya. jika kita memasukkan air ke dalam gelas yang kering. Dalam hal ini kita mengenal tiga kondisi berikut.Sebaliknya. Sebaliknya. sehingga partikel-partikel tertahan pada posisinya yang tetap. air dicampur dengan alcohol. Pada keadaan tersebut kita katakan gas telah berubah menjadi cair (mengembun). Kohesi dan Ahesi Partikel-partikel zat padat atau zat cair bisa tetap menyatu membentuk suatu benda karena adanya tarik antar-partikel. jika suhu gas diturunkan. air yang dicampur dengan minyak goreng. Gaya tarik antar-partikel yang tidak sejenis disebut adhesi. - Jika gaya adhesi antar-partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesi partikel zat yang sama. Gaya tarik antar-partikel zat sejenis disebut kohesi. Gaya kohesi antar-partikel zat padat memiliki kekuatan yang paling besar. Gaya tarik kohesi menyebabkan partikel cenderung berkumpul dengan zat yang sejenis. Sifat campuran dua zat sangat ditentukan oleh gaya kohesi dan gaya adhesi. kemudian menumpahkannya kembali. Misalnya. Air bisa menempel pada dinding gelas karena adanya gaya tarik antara partikel air dengan partikel dinding gelas. kedua zat tercampur merata. gerak partikel gas semakin lambat sehingga gaya tarik antar-partikel mampu mengatasi kelincahan geraknya. gaya tarik adhesi menyebabkan partikel cenderung meninggalkan zat yang sejenis. Jika suhu zat cair terus diturunkan. Gaya kohesi yang besar menyebabkan zat padat sulit dipotong. kedua zat tidak dapat bercampur. Pada keadaan demikian kita katakan zat cair telah berubah menjadi zat padat (membeku). gelas menjadi basah. kemudian zat cair. Sebagian air menempel pada dinding gelas. Contohnya. Pada suhu tertentu gaya tarik ini berhasil menahan partikel untuk tetap bergerak dalam kelompoknya. pada suhu tertentu gaya tarik antarpartikel dapat mengatasi kelincahan geraknya. Kedua partikel tersebut tidak sejenis. 2. dan terahir gas. . Contohnya.

kedua zat saling menempel.  Tegangan permukaan Letakkan sebatang jarum di atas kertas berpori. Partikel air yang bersentuhan dengan dinding lebih tertarik ke dinding. posisi permukaan air di dinding tabung lebih tinggi daripada posisinya di tengah tabung. air yang menempel di kaca. Ada dua bentuk meniscus permukaan zat cair. Contohnya. Sebagian partikel ada yang tertarik oleh dinding dan merambat naik ke dinding tabung.- Jika gaya adhesi antar-partikel zat yang berbeda lebih besar. Oleh karena itu. permukaan air di dinding lebih rendah daripada permukaan air ditengahnya. Sebagian partikel air ada yang lepas dari ikatan dengan partikel minyak di dinding tabung dan ditarik oleh partikel air yang lain. • Meniscus Cembung Pada tabung reaksi yang diolesi minyak. Oleh karena itu.  Meniscus permukaan zat cair Peristiwa permukaan zat cair yang melengkung disebut meniscus. lalu menempel pada dinding tabung. partikel air cenderung meninggalkan kelompoknya. . yaitu: • Meniscus Cekung Pada tabung reaksi yang tidak diolesi minyak. Meniscus cembung juga ditunjukkan dengan memasukkan raksa ke dalam tabung reaksi. Kemudian. partikel air cenderung menjauhi dinding tabung. Siapkan sebuah mangkok yang diisi air air (sebagian saja. letakkan kertas tersebut di atas permukaan air dengan hati-hati. gaya kohesi antar-partikel air lebih besar daripada gaya adhesi antara partikel air dan partikel minyak. tidak penuh). misalnya kertas tisu. Akibatnya. Permukaan air seolah-olah menjadi selembar kulit yang diregangkan. gaya adhesi antara partikel air dan partikel tabung lebih besar daripada gaya kohesi antar-partkel air. Kertas tisu perlahan-lahan akan tenggelam dan meninggalkan jarum mengambang di permukaan air. Akibatnya.

Dengan begitu air dapat dengan mudah meresap ke dalam serat-serat pakaian dan melepaskan partikel-partikel kotoran. massa zat cair yang ada di dalam pipa juga kecil. Sebaliknya. Akibatnya. tinggi permukaan zat cair bergantung pada ukuran rongga pipa. Tanpa menggunakan sabun. Larva nyamuk dapat bergerak-gerak di permukaan air berkat tegangan permukaan. Sebaliknya pada permukaan zat cair yang membentuk meniscus cembung permukaan raksa dalam pipa berongga kecil lebih rendah daripada permukaan raksa dalam pipa berongga besar. Naiknya air dari akar ke daun tumbuh-tumbuhan juga akibat adanya efek kapilaritas. Oleh karena itu permukaan zat cair han ya naik sedikit. Pada zat cair yang membentuk meniscus cekung. Namun. Dengan kata lain. Jika rongga (diameter) pipa sangat kecil. Kapilaritas menyebabkan naiknya minyak pada sumbu kompor. Kapilaritas juga menyebabkan air menyebar di kertas penghisap. jika ukuran rongga pipa lebar. Terjadinya kapilaritas dapat dijelaskan sebagai berikut. Hal ini karena tegangan permukaan air akan menjadi berkurang sehingga tidak dapat lagi menopang berat larva. permukaan air dalam pipa berongga kecil lebih tinggi daripada permukaan air dalam pipa berongga besar. Gaya kohesi ini selalu berusaha untuk memperkecil luas permukaan air. larva ini akan tenggelam dan mati jika pada air dituangkan sedikit minyak. Kita menggunakan sabun untuk mencuci karena sabun dapat mengurangi tegangan permukaan air. Efek kapilaritas banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.Permukaan air teregang akibat adanya gaya tarik antar-molekul air di permukaan. ada gaya kohesi pada molekul-molekul air di permukaan. permukaan air seolah-olah diselimuti oleh kulit yang tegang. air sulit meresap ke dalam serat-serat pakaian. meskipun air hanya disentuhkan di ujung kertas.  Kapilaritas Peristiwa naiknya air dalam pipa kapiler disebut kapilaritas. Gaya adhesi antara dinding pipa dengan zat cair sanggup mengangkat zat cair dalam pipa beberapa centimeter atau beberapa meter jika rongga pipa sangat kecil. Pada kapilaritas. lebih banyak massa zat cair yang harus diangkat oleh gaya adhesi. Air yang berada dalam keadaan seperti ini dikatakan memiliki tegangan permukaan. .

3. Massa Jenis  Massa jenis sebagai cirri khas benda  Menentukan massa jenis E. Pemuaian F. Kalor .