KELAS 1 A

A. Besaran Dan Satuan 1. Besaran Fisika Besaran fisika adalah sifat atau gejala alam yang dapat diukur. Misalnya, kita mengukur panjang sebuah meja. Panjang disebut dengan besaran karena ia dapat diukur. Besaran fisika di alam sangat banyak sehingga kita sulit menghafalnya. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, ahli fisika mencoba merumuskan beberapa besaran yang ditetapkan sebagai besaran pokok. Besaran pokok merupakan besaran yang ditetapkan lebih dulu dan bukan merupakan turunan dari besaran lain. Besaran pokok sebaiknya memiliki sifat sebagai berikut. Jumlahnya sedikit mungkin Mudah diukur dengan ketelitian yang tinggi Bukan merupakan turunan dari besaran lain Bisa menghasilkan besaran lain. Adapun tujuh macam besaran pokok yang telah disepakati oleh para ahli fisika, yaitu: Besaran pokok Untuk mengukur Panjang Panjang benda Massa Kandungan materi benda Waktu Selang waktu antara dua peristiwa Kuat arus listrik Aliran muatan listrik Suhu Derajat panas benda Intensitas cahaya Terang atau gelapnya cahaya Jumlah zat Jumlah partikel yang menyusun benda Besaran fisika selain besaran pokok disebut besaran turunan. Besaran turunan merupakan kombinasi dari beberapa besaran pokok. Contoh besaran turunan, yaitu: Luas merupakan kombinasi dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar. Oleh karena itu, luas merupakan turunan besaran panjang. Volume merupakan kombinasi tiga besaran panjang, yaitu panjang, lebar, tinggi. Volume juga merupakan turunan besaran panjang.

-

Massa jenis merupakan kombinasi besaran massa dan besaran volume. Jadi massa jenis merupakan turunan dari besaran pokok dan panjang.

2. Pengukuran Dan Satuannya Hasil pengukuran bergantung pada satuan yang dipakai. Untuk satuan yang berbeda, hasil pengukuran akan memberikan hasil yang berbeda pula. Pengukuran adalah membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Perhatika beberapa contoh hasil pengukuran berikut. • • • Tinggi pintu kelas adalah 2 m Massa satu sak semen adalah 40 kg Waktu yang diperlukan untuk membuat PR adalah 1 jam

Pada contoh-contoh tersebut angka 2, 40 dan 1 adalah nilai besaran, sedangkan m, kg dan jam adalah satuan tinggi ( panjang), massa dan waktu.  Pengukuran dengan satuan tidak baku Satuan seperti jengkal, depa, hasta, seumur jagung, dan sebagainya disebut satuan tidak baku. Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak ditetapkan sebagai satuan pengukuran ilmiah.
 Pengukuran dengan satua baku

Satuan seperti meter, liter, kg dan sekon disebut satuan baku. Disebut satuan baku karena satuan –satuan ini telah ditetapkan secara internasional sebagai satuan pengukuran ilmiah. Jadi, satuan ini dapat digunakan di mana saja di seluruh dunia dan nilainya selalu sama. 3. Satuan Sistem Internasional Pada Konferensi Umum tentang Berat dan Pengukuran ke-14 tahun 1971 ditetapkan tujuh besaran pokok dan juga satuan sistem internasional disingkat SI. Masing-masing besaran pokok memiliki satuan internasional. Satuan untuk ketujuh besaran pokok beserta simbolnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Besaran pokok Panjang Massa Satuan Meter Kilogram m kg Simbol

1 s. Mekanika merupakan cabang fisika yang berkaitan dengan gerak. Laju cahaya dalam ruang hampa adalah 299 792 458 m/s. Setelah laju cahaya dalam ruang hampa dapat diukur dengan sangat teliti. Besaran fisika yang digunakan dalam mekanika hanya panjang.Waktu Sekon s Kuat arus listrik Ampere A Suhu Kelvin K Jumlah zat Mol n Intensitas cahaya Candela Cd Cabang fisika yang paling awal berkembang adalah mekanika. Satuan lain yang dipakai dalam mekanika adalah satuan CGS (C = centimeter.  Penetapan satuan baku Satuan panjang Sebelumnya telah dibahaz bahwa satuan panjang menurut SI adalah meter. K = kilogram. Pada awalnya satu meter didefinisikan sebagai panjang yang sama dengan sepersepuluh juta jarak dari katulistiwa ke kutub utara bumi sepanjang garis bujur yang melewati kota Paris. satuan untuk ketiga besaran tersebut berturut-turut adalah meter. dan S = sekon). maka satuan panjang standar dinyatakan dalam laju cahaya. massa dan waktu. dan S = sekon). Massa standar 1 kg adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari campuran platina iridium. Ketiga satuan ini biasa disebut satuan MKS (M = meter. Satu meter sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa udara selama Satuan massa Satuan massa tidak mengalami perubahan sejak abad ke-19. Satu sekon adalah waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9 192 631 770 kali. dan sekon. 229792458 - Satuan waktu Satuan baku untuk besaran waktu adalah sekon. kilogram. Jika menggunakan sistem internasional. Satuan untuk Besaran Turunan . G = gram. Prancis.

Alat ukur suhu yang tidak dipengaruhi oleh suhu yang diukur sebelumnya adalah thermometer. - Jika suatu besaran turunan merupakan perkalian besaran pokok. Seputar Suhu a) Pengertian suhu Suhu menyatakan derajat panas suatu benda. Selain tidak akurat. yang diukur sebelumnya. Jika suatu besaran turunan merupakan pembagian besaran pokok. Prinsip kerja thermometer biasanya menggunakan sifat pemuaian zat cair. pengukuran suhu dengan menggunakan tangan bisa menimbulkan kerusakan pada tangan. Makin tinggi suhu suatu benda.Karena besaran turunan merupakan kombinasi besaran pokok. Penambahan volume alkohol akibat perubahan suhu zat . Alat pengukur suhu yang baik harus memenuhi dua hal berikut. Suhu suatu benda berkaitan dengan getaran partikel-partikel benda tersebut. partikel-partikel penyusun benda bergerak dengan kecepatan tinggi. yang terdiri dari labu kosong yang dilengkapi pipa panjang dengan ujung pipa terbuka. satuan besaran turunan juga merupakan kombinasi satuan besaran pokok. maka makin tinggi derajat panas yang dimilikinya. Pembuatan thermometer dipelopori oleh Galileo Galilei pada tahun 1595. b) Alat ukur suhu Manusia dapat merasakan suhu yang rendah maupun suhu yang tinggi. Jika suhu benda benda tinggi. satuan besaran turunan itu juga merupakan pembagian satuan besaran pokok. - B. Prinsip kerja thermometer buatan Galileo didasarkan pada perubahan volume gas dalam labu. Informasi suhu yang diberikan tangan sangat bergantung pada suhu yang dirasakan sebelumnya. Aturan untuk menentukan satuan besaran turunan adalah sebagai berikut. satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan besaran pokok. Alat buatan Galileo itu disebut termoskop. Suhu 1. Nilai suhu yang ditunjukkan tidak dipengaruhi oleh nilai suhu Memberikan pembacaan suhu dengan cepat.

kita harus berhatihati menggunakan thermometer raksa agar wadhnya tidak pecah. Agar thermometer cepat bereaksi terhadap perubahan suhu. Thermometer Klinis . Selain itu. Jika cairan bertambah panas. Penggunaan alcohol sebagai bahan pembuat thermometer didasarkan pada alasan : • • Alcohol dapat digunakan pada suhu yang sangat rendah Pemuaiannya enam kali lebih besar daripada raksa. ukuran pipa harus dibuat sekecil mungkin (pipa kapiler). sehingga pengukuran suhu dapat diamati dengan lebih seksama. Warna raksa mengkilap dan tidak membasahi dinding pipa kapiler sehingga mudah diamati. dinding wadah cairan (reservoir) harus dibuat tipis sehingga panas masuk ke cairan secara menyeluruh. Sayangnya thermometer alcohol tidak dapat digunakan di tempat-tempat yang sangat panas.dinamakan pemuaian. Penggunaan raksa sebagai bahan pembuat thermometer didasarkan pada alasan: • • Raksa merupakan penghantar panas yang baik. Sayangnya raksa mudah membeku jika digunakan di tempat yang sangat dingin. cairan akan memuai sepanjang pipa berskala 0C. Thermometer yang menggunakan raksa disebut thermometer raksa dan yang menggunakan alcohol disebut thermometer alcohol. Hal itu karena alcohol mendidih pada suhu yang lebih rendah daripada raksa. sehingga perubahan volume akbat perubahan suhu sangat teratur. c) Jenis-jenis thermometer Berdasarkan penggunaannya. Oleh karena itu. Zat cair yang biasa digunakan dalam thermometer adalah raksa dan alcohol. raksa merupakan logam beracun. Ruang di atas cairan merupakan ruang hampa udara sehingga cairan dapat dengan mudah bergerak sepanjang pipa. Sifat naik turunnya permukaan alcohol dalam pipa sebagai akibat pemuaian zat inilah yang digunakan untuk mengukur suhu. thermometer dibedakan menjadi : Thermometer Laboratorium Thermometer ini menggunakan cairan raksa atau alcohol. Agar thermometer sensitive.

mengusulkan suatu skala sebagai patokan untuk mengukur suhu. Tunggulah sampai posisi permukaan raksa tidak berubah lagi. Skala Suhu a) Skala Celcius Pada tahun 1742 Anders Celcius (1701-1744).500C sampai dengan 500C. Karena suhu ruangan hampir tidak mungkin melebihi 500C dan tidak mungkin kurang dari – 500C. skala thermometer ruang terbatas hanya dari skala . Dalam keadaan sakit atau keadaan tidak normal. Suhu rata-rata badan manusia dalam kondisi sehat adalah 370C. thermometer ini sering kita lihat dipasang pada dinding ruangan. Skala Celcius merupakan skala thermometer yang paling banyak digunakan. Skala Celcius memiliki seratus derajat panas yang terbagi rata antara suhu air membeku dan mendidih. skalanya hanya berkisar pada suhu minimum dan suhu maksimum yang mungkin dari badan manusia. titik tetap ini ditandai 00C. - Thermometer Ruang Thermometer ruang berfungsi untuk mengukur suhu ruangan. Menurut skala Celcius. oleh karena itu. seorang ahli astronomi asal Swedia. Tandailah posisi permukaan raksa sebagai titik tetap bawah. Berikut ini adalah cara menetapkan skala thermometer menurut skala Celcius. 2. . suhu badan kita tidak mungkin lebih rendah dari 350C dan tidak mungkin lebih tinggi dari 420C. dokter atau perawat memerlukan thermometer ini yang dapat menunjukkan suhu badan pasien dalam waktu yang agak lama.Thermometer klinis merupakan thermometer kusus untuk keperluan pengobatan. Oleh karena itu. Permukaan raksa akan turun. skala thermometer klinis berkisar antara 350C sampai dengan 420C. yaitu: - Masukkan bagian bawah thermometer yang belum diberi skala ke dalam wadah berisi es yang sedang mencair. Karena thermometer klinis hanya digunakan untuk keperluan mengukur suhu badan manusia. Skala ini dikenal dengan nama skala Celcius. Tujuannya agar tidak terjadi kekeliruan dalam mendiagnosis.

- Masukkan thermometer ke dalam labu berisi air yang sedang mendidih (thermometer jangan sampai menyentuh air. suhu es mencair diberi nilai 320F dan suhu air mendidih diberi nilai 2120F. Cara pembacaan ini disebut skala Kelvin. Tandailah permukaan raksa tersebut sebagai titik tetap atas.2730C ) sebagai skala 0 pada thermometer. namun suhu 00 Kelvin dimulai pada suhu – 2730C. tanpa tanda 0) dan 1000C sama dengan 373 K. molekul-molekul zat bergerak semakin lambat dan akhirnya berhenti bergerak. cukup terkena uapnya saja). tC = (tK – 273)0C c) Skala Reamur dan Skala Fahrenheit Pada penetapan skala Reamur. Ini terjadi pada suhu terendah yang masih mungkin dimiliki oleh zat. b) Skala Kelvin Jika suhu suatu zat terus didinginkan. zat berupa gas akan mencair dan zat yang berwujud cair akan membeku. . Lord Kelvin (1824-1907) mengusulkan untuk menggunakan suhu nol mutlak (. suhu es mencair diberi nilai 00R dan suhu air mendidih diberi nilai 800R. Dari persamaan di atas didapat persamaan untuk mengubah dari skala Celcius menjadi skala Kelvin. Jadi : tK = (tC + 273) K dengan tK = suhu Kelvin dan tC = suhu dalam derajat Celcius. Jika suhunya terus-menerus didinginkan. Permukaan raksa akan naik dan akhirnya berhenti pada posisi tertentu. yaitu – 2730C. ini berarti 00C sama dengan 273 Kelvin (ditulis 273 K. - Skala dapat diteruskan untuk suhu di bawah 00C dan untuk suhu di atas 1000C dengan membuat strip-strip yang jaraknya sama dengan skala yang telah dibuat. Perubahan 10 pada skala Kelvin sama dengan perubahan 10 pada skala Celcius. Setiap bagian menunjukkan perbedaan satu derajat pada skala Celcius. yang disebut suhu nol mutlak (absolut). - Bagilah jarak antara titik tetap atas dan titik tetap bawah menjadi 100 bagian yang sama. sedangkan pada penetapan skala Fahrenheit.

atau sebaliknya. atau sebaliknya. skala suhu lain menyatakan kenaikan lebih dari satu derajat. digunakan persamaan: tC : tR = 5 : 4 tC = (5/4 tR) tR 0C tR = (5/4 tC) tC 0C • Untuk perubahan dari skala Celcius menjadi Fahrenheit. Pengukuran 1. Jika suhu dinaikkan satu derajat Reamur. digunakan persamaan: tR : (tF – 32) = 4 : 9 tR = 4/9 (tF – 32) 0R tF = 9/4 tR + 32 0F C. tC : tR : (tF – 32) = 100 : 80 : 180 = 5 : 4 : 9 Dari perbandingan di atas. • Untuk perubahan dari skala Celcius menjadi Reamur. Ini berarti jika suhu dinaikkan satu derajat Fahrenheit.Satu skala Reamur menyatakan kenaikan derajat panas yang paling besar. Berdasarkan penetapan titik tetap atas dan titik tetap bawah masing-masing skala. kita dapat menyusun persmaan berikut. skala suhu yang lain menunjukkan kenaikan suhu kurang dari satu derajat. Sebaliknya skala Fahrenheit menyatakan kenaikan derajat panas paling kecil. digunakan persamaan: tC : (tF – 32) = 5 : 9 tC = 5/9 ((tF – 32) 0C tF = 9/5 tC + 32 0F • Untuk perubahan dari skala Reamur menjadi Fahrenheit. atau sebaliknya. Pengukuran Besaran dan Alat Ukurnya  Pengukuran Panjang . dapat kita turunkan persamaan-persamaan berikut.

(hasil pengukuran x ketelitian jangka sorong (0.Ada tiga macam alat ukur yang sering digunakan dalam pengukuran panjang. yaitu: • • Mengukur panjang sisi luar suatu benda.  Cari garis pada skala nonius yang tepat berimpit dengan salah satu garis pada skala tetap.4 cm. yaitu: Mistar Ada dua jenis mistar yang biasa kita jumpai di sekolah. Caranya adalah sebagai berikut. gunakan pembacaan skala terdekat yang lebih kecil. jangka sorong sanggup mengukur panjang hingga ketelitian 0. Panjang minimal yang dapat diukur dengan teliti oleh mistar kayu adalah 1 cm. Jangka sorong mempunyai dua fungsi pengukuran. dengan kata lain.1 mm. Skala pertama tertera pada rahang utama jangka sorong. ketelitian mistar kayu adalah 1 cm sedangkan ketelitian mistar plastic adalah 1 mm. Micrometer Sekrup . Jika tidak tepat sejajar.  Tentukan pembacaan skala tetap yang sejajar dengan angka nol pada skala nonius. Mengukur panjang sisi dalam suatu benda. Secara umum jangka sorong memiliki dua jenis skala. Misalkan. panjang minimal yang dapat diukur dengan teliti oleh mistar plastic adalah 1mm. Skala kedua tertera pada rahang yang bergerak. Skala terkecil pada mistar kayu adalah 1 cm.  Jumlahkan kedua hasil pengukuran. Jangka Sorong Jangka sorong digunakan untuk mengukur besaran panjang yang kurang dari 1 mm. Skala pada rahang yang bergerak disebut skala nonius atau skala vernier.1 mm)). seperti diameter kawat atau tebal pelat logam. yaitu mistar kayu dan mistar plastik. Besarnya pengukuran yang digunakan adalah 2. pembacaan skala tetap yang sejajar dengan angka nol pada skala nonius berada diantara 2. Hasil pengukuran dapat diketahui dengan menggabungkan pembacaan skala tetap dan dan skala nonius. seperti diameter rongga pipa atau diameter suatu lubang. sedangkan skala terkecil pada mistar plastik adalah 1 mm. 4 dan 2.5. Skala ini disebut skala tetap.

- Neraca Langkah Neraca langkah atau neraca Buchart memiliki cara kerja yang juga sederhana dengan hasil pengukuran yang tidak terlalu tepat. Caranya adalah sebagai berikut. Prinsip kerja neraca ini adalah sekedar membandingkan massa benda yang akan diukur dengan massa anak timbangan. Hasil pengukuran dapat diketahui dengan menggabungkan pembacaan skala tetap dan skala putar. Skala pertama tertera pada gagang utama micrometer yang merupakan skala tetap. ketelitian. Perbedaan antara neraca yang satu dengan neraca yang lain terletak pada cara kerja. Ketelitian neraca ini mengukur massa ditentukan oleh massa anak timbangan terkecil yang tersedia. (hasil pengukuran x ketelitian micrometer sekrup (0. Massa benda sama dengan massa anak timbangan ketika lengan neraca dalam keadaan setimbang. Micrometer sekrup dapat mengukur panjang hingga hingga ketelitian 0.  mm)). Skala jenis kedua adalah skala putar yang terletak pada silinder yang dapat diputar. micrometer sekrup memiliki dua jenis skala.  Tentukan pembacaan skala tetap yang dibatasi oleh skala putar.01  Pengukuran Massa Alat ukur massa sering kita sebut neraca atau timbangan.  Jumlahkan kedua hasil pengukuran. Misalkan pembacaan skala tetap yang dibatasi oleh skala putar lebih dari 8 tetapi belum tepat 9. gunakan pembacaan skala terdekat yang lebih kecil. Neraca ini terdiri dari sebuah .Pengukuran besaran panjang yang kurang dari 0. Jika tidak tepat berhimpit. Cari angka pada skala putar yang sejajar dengan garis mendatar pada skala tetap.1 mm dapat dilakukan dengan menggunakan micrometer sekrup. Secara umum. Besarnya pengukuran yang digunakan adalah 8 mm.01 mm. dan teknologi yang dipakai di dalamnya. Neraca Dua Lengan Neraca ini memiliki dua lengan yang persis sama yang dilengkapi sejumlah anak timbangan.

Neraca Elektronik Neraca elektronik merupakan neraca yang paling canggih dan sangat mudah digunakan. dan bahkan kita bawa kemana-mana. skala menunjukkan angka nol. Benda yang diukur diletakkan di atasnya dan secara otomatis neraca akan menampilkan angka yang menyatakan massa benda. Stopwatch Stopwatch adalah alat ukur waktu yang dapat diaktifkan dan dimatikan.  Pengukuran Waktu Alat ukur waktu merupakan alat ukur yang paling sering kita jumpai. neraca Ohaus tidak mengalami kesulitan mengenai anak timbangan. Anak timbangan dapat digeser menjauhi atau mendekati poros neraca. Massa benda dapat diketahui dari penjumlahan masing-masing posisi anak timbangan sepanjang lengan setelah neraca dalam keadaan setimbang. Dengan demikian. Namun. Neraca Ohaus memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik daripada neraca dua lengan atau neraca langkah. Jika dalam wadah tidak ada beban. Neraca ini sering digunakan untuk menimbang surat di kantor pos. lama pengukuran . Arloji Arloji atau jam tangan dapat mengukur waktu dengan ketelitian hingga satu sekon. Skala nol berada pada ujung bawah. bukan kembali ke nol. Contoh neraca elektronik bisa kita lihat di pasar swalayan pada tempat penjualan buah. Ketika dihentikan jarum stopwatch menunjukkan waktu sesuai dengan selang waktu ia diaktifkan. Anak timbangan neraca Ohaus berada pada neraca itu sendiri. ikan. dan sayuran. Beberapa arloji ada yang memiliki ketelitian sampai seperatus sekon. daging. Tingkat ketelitian pengukuran massa dengan neraca elektronik beragam. Neraca Ohaus Prinsip kerja neraca Ohaus serupa dengan neraca dua lengan.wadah untuk meletakkan benda yang akan diukur dan skala berupa lengkungan seperempat lingkaran dalam posisi vertical.

Ada dua jenis stopwatch. Prinsip kerjanya dapat digambarkan sebagai berikut.dapat dibaca dengan mudah. stopwatch digital langsung menggunakan angka-angka yang tertera pada badannya untuk menunjukkan lamanya rentang waktu suatu peristiwa. - Jam Air Jam air adalah jam yang menggunakan aliran air sebagai penunjuk waktu. Alat-alat Laboratorium No 1 2 Alat Mikroskop Gelas arloji Fungsi Untuk mengamati objek mikroskopis Sebagai tempat bahan kimia padat . Berbeda dengan stopwatch jarum.01 s. Jam Matahari Gerak matahari dari timur ke barat dapat digunakan sebagai penunjuk waktu. Tinggi permukaan air di dalam wadah akan naik dengan jumlah yang sama setiap sekon. sedangkan stopwatch digital memiliki ketelitian hingga 0. yaitu stopwatch jarum dan stopwatch digital. Jika kita tancapkan sebuah tongkat di tempat yang terkena sinar matahari. Air yang keluar ditampung dalam wadah. Stopwatch jarum memiliki ketelitian 0. air akan keluar dari lubang tersebut dengan jumlah yang relative sama setiap sekon. Gerakan jarum panjang pada stopwatch jarum menyatakan rentang waktu dalam detik. Selain itu stopwatch digital memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik daripada stopwatch jarum. Jika kita isi sebuah drum yang sangat besar dengan air dan kita buat sebuah lubang kecil di dasarnya. panjang serta arah bayangan tongkat berubah-ubah sesuai dengan posisi matahari. kita cukup menekan tombol untuk mengembalikan jarum ke posisi awal. Ketika melakukan pengukuran kembali.  Pengukuran Besaran Turunan 2. Dengan menuliskan skala pada wadah. Sedangkan jarum pendek menyatakan rentang waktu dalam menit. kita dapat menentukan waktu berdasarkan tinggi air dalam wadah juga dapat digunakan untuk menggerakkan jarum jam air.1 s.

3 4 5 Erlenmeyer Cawan uap Labu ukur Untuk menampung bahan kimia Untuk menguapkan suatu larutan di atas api Untuk menampung dan mencampur bahan kimia dan cairan. baik yang tampak maupun yang hanya dirasakan oleh indera adalah zat. Untuk mengukur suhu Untuk menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah sedikit Untuk menimbang bahan kimia Untuk menampung bahan kimia atau larutan Untuk mengambil suatu objek Untuk mengukur volume larutan Untuk mengambil suatu larutan dalam ukuran tetes Untuk mengukur volume larutan (misalnya 10 cm3 atau 25 cm3) sampai ketetapan 0. Zat yang sangat banyak di alam semesta ini hanya dikategorikan menjadi tiga kelompok. Pengelompokan tersebut berdasarkan pada wujudnya. Wujud Zat 1.  Sifat-sifat zat Ambillah salah satu contoh zat padat. Untuk memasukkan zat cair ke tempat lain agar tidak tumpah. dan gas. cair.1 cm3. Masing-masing wujud zat memiliki sifat tertentu yang dapat kita amati. Mudah dipahami bahwa bentuk dan volume gelas akan tetap seperti semula meskipun dipindah- . Tiga Wujud Zat Semua benda yang ada di sekitar kita. juga alat bantu untuk menyaring Untuk membakar atau memanaskan Untuk menjepit bahan padat yang dibakar kasa Untuk mendukung gelas beker atau Erlenmeyer selama pemanasan Untuk menjepit tabung reaksi pemanasan selama 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Thermometer Tabung reaksi Timbangan Gelas beker Pinset Gelas ukur Pipet tetes Pipet ukur Corong 15 16 17 18 Lampu spritus Penjepit logam Kaki tiga dan kawat Penjepit kayu D. misalnya gelas. juga untuk menampung gas jika dilakukan pemanasan. yaitu padat.

Ketika berada dalam balon. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud padat disebut membeku. Jadi. mentega berubah menjadi minyak ketika dmasukkan ke dalam penggorengan yang panas. Perubahan dari wujud gas menjadi wujud cair disebut mengembun. Bentuk zat cair sulit untuk disebutkan. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud gas disebut menguap. Contohnya. gas tidak memiliki bentuk dan volume yang tetap. Ketika berada di dalam botol. gas mengisi seluruh ruang dalam ban. Contohnya. sifat zat padat adalah mempunyai bentuk dan volume yang tetap. Perubahan dari wujud padat menjadi wujud gas ataupun sebaliknya disebut menyublim.  Perubahan wujud zat Perubahan dari wujud padat menjadi wujud zat cair disebut melebur atau meleleh. air berbentuk seperti botol. air menjadi es dalam lemari es dan Koran besi yang dimasukkan ke dalam cetakan menjadi keras. Jadi sifat gas adalah memiliki bentuk dan volume yang mudah berubah sesuai wadahnya. Contohnya. penguapan kapur barus dan penguapan pengharum ruangan. gas mengisi seluruh ruang dalam balon. Ketika berada dalam ban mobil. air menjadi uap air dan spritus menjadi gas. Contohnya. Dengan demikian. air atau zat cair pada umumnya tidak memiliki bentuk yang tetap. Ketika berada di dalam gelas. Bentuk zat cair mengikuti bentuk wadahnya. Contohnya. air berbentuk seperti gelas. Semua zat padat bersifat demikian. serta perubahan uap air menjadi salju pada suhu yang sangat dingin.pindahkan. embun di pagi hari terbentuk karena perubahan dari uap air di udara (wujud gas) menjadi air (wujud cair) di daun dan pencairan gas nitrogen yang didinginkan sampai suhu – 196 0C. Zat dalam wujud gas mempunyai kecenderungan untuk mengisi seluruh ruang. Menyublim Gas Mengemb un Penguapa n Zat Padat Melebu r Zat Cair Membek u . Jadi.

 Gas .  Zat Padat Partikel-partikel zat padat memiliki sifat sebagai berikut. Posisi partikel-partikel yang relative tetap menyebabkan zat padat memiliki bentuk dan volume yang tetap. - Jarak antar partikel tetap dan agak berjauhan satu sama lain Gaya tarik antar partikel lebih lemah dibandingkan gaya tarik Gerakan partikel lebih lincah daripada gerakan partikel zat padat antar-partikel zat padat dan partikelnya dapat berpindah-pindah tempat. maka disebut amorf. Gerakan partikel yang hanya bergetar di sekitar titik tetapnya menyebabkan zat padat tidak dapat mengalir. Jarak antar-partikel yang tetap menyebabkan zat cair mempunyai volume yang tetap. Jika partikel zat padat menempati posisi yang teratur. Gerakan partikel yang lincah dan dapat berpindah posisi. maka disebut Kristal. Susunan dan gerak partikel Susunan dan gerak partikel dalam zat padat. dan gas berbeda-beda. Sifat dapat mengalir inilah yang menyebabkan bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk wadahnya. menyebabkan zat cair dapat mengalir. zat cair. Jika partikel zat padat menempati posisi yang tidak teratur. Gaya tarik antar-partikel sangat kuat Gerakan partikel hanya berupa getaran di sekitar posisi tetapnya. Partikel-partikel menempati posisi yang tetap. meskipun masih dalam kelompoknya.  Zat Cair Partikel-partikel zat cair memiliki sifat sebagai berikut.

gerak partikel semakin lincah. volume gas membesar. Dalam keadaan demikian. meskipun masih terikat dalam satu kelompoknya. Jarak antar-partikel gas yang mudah diubah-ubah menyebabkan volume gas sangat mudah diubah. Jika suhu zat padat dinaikkan. gerakan partikelnya semakin lincah dan jarak antar-partikel bertambah. pada suhu tertentu gaya tarik antar-partikel tidak dapat menahan partikel untuk tetap pada posisinya. Jika suhu terus dinaikkan. Pada wujud padat gerakan partikel zat terbatas hanya pada gerakan ditempatnya (bergetar). Gerakan partikel gas yang sangat bebas menyebabkan gas cenderung mengisi seluruh ruang dan menyebabkan gas sangat mudah mengalir ke seluruh ruangan.  Perubahan wujud zat berdasarkan konsep partikel Gerakan partikel zat sangat dipengaruhi oleh suhu. partikel-partikel tersebut dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya. Jika jarak antar-partikel diperkecil. Pada keadaan demikian kita katakan zat telah berubah dari wujud cair ke wujud gas (menguap). zat padat dan zat cair. Akibatnya. . Akibatnya.Partikel-partikel gas memiliki sifat sebagai berikut. Jarak antar-partikel gas berubah-ubah Hampir tidak ada gaya tarik-menarik antara satu partikel dengan Gerakan partikel gas jauh lebih bebas daripada gerakan partikel partikel yang lain. Jika suhu terus dinaikkan. Makin tinggi suhu maka gerakan partikel suatu zat makin aktif. kita katakan zat padat telah berubah menjadi zat cair (melebur). partikel-partikel dapat bergerak bebas (berpindah) meninggalkan posisinya. Sebaliknya. jika jarak antar-partikel diperbesar. Pada suhu tertentu gaya tarik antar-partikel tidak dapat lagi menahan partikel untuk tetap dalam kelompoknya. volume gas mengecil. Gaya tarik-menarik yang sangat kecil antara partikel gas yang satu dengan partikel gas yang lain menyebabkan gas begitu mudah ditembus.

air yang dicampur dengan minyak goreng. Contohnya. kedua zat tidak dapat bercampur. gaya tarik adhesi menyebabkan partikel cenderung meninggalkan zat yang sejenis. kemudian zat cair. sehingga partikel-partikel tertahan pada posisinya yang tetap. . kedua zat tercampur merata. Pada keadaan tersebut kita katakan gas telah berubah menjadi cair (mengembun). Gaya tarik antar-partikel yang tidak sejenis disebut adhesi. jika suhu gas diturunkan. Pada keadaan demikian kita katakan zat cair telah berubah menjadi zat padat (membeku). Misalnya. Sebaliknya. Jika suhu zat cair terus diturunkan. Sifat campuran dua zat sangat ditentukan oleh gaya kohesi dan gaya adhesi. Gaya tarik kohesi menyebabkan partikel cenderung berkumpul dengan zat yang sejenis. Gaya kohesi antar-partikel zat padat memiliki kekuatan yang paling besar. kemudian menumpahkannya kembali. gelas menjadi basah. Dalam hal ini kita mengenal tiga kondisi berikut. air dicampur dengan alcohol. pada suhu tertentu gaya tarik antarpartikel dapat mengatasi kelincahan geraknya. Kohesi dan Ahesi Partikel-partikel zat padat atau zat cair bisa tetap menyatu membentuk suatu benda karena adanya tarik antar-partikel. dan terahir gas.Sebaliknya. Pada suhu tertentu gaya tarik ini berhasil menahan partikel untuk tetap bergerak dalam kelompoknya. Gaya tarik antar-partikel zat sejenis disebut kohesi. gerak partikel gas semakin lambat sehingga gaya tarik antar-partikel mampu mengatasi kelincahan geraknya. Gaya kohesi yang besar menyebabkan zat padat sulit dipotong. jika kita memasukkan air ke dalam gelas yang kering. - Jika gaya adhesi antar-partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesi partikel zat yang sama. 2. Kedua partikel tersebut tidak sejenis. Contohnya. Air bisa menempel pada dinding gelas karena adanya gaya tarik antara partikel air dengan partikel dinding gelas. Sebagian air menempel pada dinding gelas. - Jika gaya kohesi antar-partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya.

tidak penuh). Sebagian partikel air ada yang lepas dari ikatan dengan partikel minyak di dinding tabung dan ditarik oleh partikel air yang lain. Meniscus cembung juga ditunjukkan dengan memasukkan raksa ke dalam tabung reaksi. • Meniscus Cembung Pada tabung reaksi yang diolesi minyak. Permukaan air seolah-olah menjadi selembar kulit yang diregangkan. Contohnya. Oleh karena itu.  Tegangan permukaan Letakkan sebatang jarum di atas kertas berpori. Akibatnya.- Jika gaya adhesi antar-partikel zat yang berbeda lebih besar. partikel air cenderung menjauhi dinding tabung. Akibatnya. gaya kohesi antar-partikel air lebih besar daripada gaya adhesi antara partikel air dan partikel minyak. air yang menempel di kaca. kedua zat saling menempel. Sebagian partikel ada yang tertarik oleh dinding dan merambat naik ke dinding tabung.  Meniscus permukaan zat cair Peristiwa permukaan zat cair yang melengkung disebut meniscus. misalnya kertas tisu. permukaan air di dinding lebih rendah daripada permukaan air ditengahnya. yaitu: • Meniscus Cekung Pada tabung reaksi yang tidak diolesi minyak. letakkan kertas tersebut di atas permukaan air dengan hati-hati. Oleh karena itu. gaya adhesi antara partikel air dan partikel tabung lebih besar daripada gaya kohesi antar-partkel air. Kertas tisu perlahan-lahan akan tenggelam dan meninggalkan jarum mengambang di permukaan air. . Kemudian. partikel air cenderung meninggalkan kelompoknya. lalu menempel pada dinding tabung. posisi permukaan air di dinding tabung lebih tinggi daripada posisinya di tengah tabung. Siapkan sebuah mangkok yang diisi air air (sebagian saja. Partikel air yang bersentuhan dengan dinding lebih tertarik ke dinding. Ada dua bentuk meniscus permukaan zat cair.

Sebaliknya. . Kapilaritas juga menyebabkan air menyebar di kertas penghisap. Hal ini karena tegangan permukaan air akan menjadi berkurang sehingga tidak dapat lagi menopang berat larva. Oleh karena itu permukaan zat cair han ya naik sedikit. jika ukuran rongga pipa lebar. Pada zat cair yang membentuk meniscus cekung. Sebaliknya pada permukaan zat cair yang membentuk meniscus cembung permukaan raksa dalam pipa berongga kecil lebih rendah daripada permukaan raksa dalam pipa berongga besar. meskipun air hanya disentuhkan di ujung kertas. Air yang berada dalam keadaan seperti ini dikatakan memiliki tegangan permukaan. permukaan air dalam pipa berongga kecil lebih tinggi daripada permukaan air dalam pipa berongga besar. Kapilaritas menyebabkan naiknya minyak pada sumbu kompor. Jika rongga (diameter) pipa sangat kecil. Akibatnya. tinggi permukaan zat cair bergantung pada ukuran rongga pipa. massa zat cair yang ada di dalam pipa juga kecil. Efek kapilaritas banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Terjadinya kapilaritas dapat dijelaskan sebagai berikut. Dengan kata lain. Gaya kohesi ini selalu berusaha untuk memperkecil luas permukaan air. Kita menggunakan sabun untuk mencuci karena sabun dapat mengurangi tegangan permukaan air. Pada kapilaritas. permukaan air seolah-olah diselimuti oleh kulit yang tegang. Larva nyamuk dapat bergerak-gerak di permukaan air berkat tegangan permukaan. Namun. larva ini akan tenggelam dan mati jika pada air dituangkan sedikit minyak. Gaya adhesi antara dinding pipa dengan zat cair sanggup mengangkat zat cair dalam pipa beberapa centimeter atau beberapa meter jika rongga pipa sangat kecil.  Kapilaritas Peristiwa naiknya air dalam pipa kapiler disebut kapilaritas.Permukaan air teregang akibat adanya gaya tarik antar-molekul air di permukaan. lebih banyak massa zat cair yang harus diangkat oleh gaya adhesi. Dengan begitu air dapat dengan mudah meresap ke dalam serat-serat pakaian dan melepaskan partikel-partikel kotoran. Tanpa menggunakan sabun. air sulit meresap ke dalam serat-serat pakaian. Naiknya air dari akar ke daun tumbuh-tumbuhan juga akibat adanya efek kapilaritas. ada gaya kohesi pada molekul-molekul air di permukaan.

3. Kalor . Massa Jenis  Massa jenis sebagai cirri khas benda  Menentukan massa jenis E. Pemuaian F.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful