KELAS 1 A

A. Besaran Dan Satuan 1. Besaran Fisika Besaran fisika adalah sifat atau gejala alam yang dapat diukur. Misalnya, kita mengukur panjang sebuah meja. Panjang disebut dengan besaran karena ia dapat diukur. Besaran fisika di alam sangat banyak sehingga kita sulit menghafalnya. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, ahli fisika mencoba merumuskan beberapa besaran yang ditetapkan sebagai besaran pokok. Besaran pokok merupakan besaran yang ditetapkan lebih dulu dan bukan merupakan turunan dari besaran lain. Besaran pokok sebaiknya memiliki sifat sebagai berikut. Jumlahnya sedikit mungkin Mudah diukur dengan ketelitian yang tinggi Bukan merupakan turunan dari besaran lain Bisa menghasilkan besaran lain. Adapun tujuh macam besaran pokok yang telah disepakati oleh para ahli fisika, yaitu: Besaran pokok Untuk mengukur Panjang Panjang benda Massa Kandungan materi benda Waktu Selang waktu antara dua peristiwa Kuat arus listrik Aliran muatan listrik Suhu Derajat panas benda Intensitas cahaya Terang atau gelapnya cahaya Jumlah zat Jumlah partikel yang menyusun benda Besaran fisika selain besaran pokok disebut besaran turunan. Besaran turunan merupakan kombinasi dari beberapa besaran pokok. Contoh besaran turunan, yaitu: Luas merupakan kombinasi dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar. Oleh karena itu, luas merupakan turunan besaran panjang. Volume merupakan kombinasi tiga besaran panjang, yaitu panjang, lebar, tinggi. Volume juga merupakan turunan besaran panjang.

-

Massa jenis merupakan kombinasi besaran massa dan besaran volume. Jadi massa jenis merupakan turunan dari besaran pokok dan panjang.

2. Pengukuran Dan Satuannya Hasil pengukuran bergantung pada satuan yang dipakai. Untuk satuan yang berbeda, hasil pengukuran akan memberikan hasil yang berbeda pula. Pengukuran adalah membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Perhatika beberapa contoh hasil pengukuran berikut. • • • Tinggi pintu kelas adalah 2 m Massa satu sak semen adalah 40 kg Waktu yang diperlukan untuk membuat PR adalah 1 jam

Pada contoh-contoh tersebut angka 2, 40 dan 1 adalah nilai besaran, sedangkan m, kg dan jam adalah satuan tinggi ( panjang), massa dan waktu.  Pengukuran dengan satuan tidak baku Satuan seperti jengkal, depa, hasta, seumur jagung, dan sebagainya disebut satuan tidak baku. Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak ditetapkan sebagai satuan pengukuran ilmiah.
 Pengukuran dengan satua baku

Satuan seperti meter, liter, kg dan sekon disebut satuan baku. Disebut satuan baku karena satuan –satuan ini telah ditetapkan secara internasional sebagai satuan pengukuran ilmiah. Jadi, satuan ini dapat digunakan di mana saja di seluruh dunia dan nilainya selalu sama. 3. Satuan Sistem Internasional Pada Konferensi Umum tentang Berat dan Pengukuran ke-14 tahun 1971 ditetapkan tujuh besaran pokok dan juga satuan sistem internasional disingkat SI. Masing-masing besaran pokok memiliki satuan internasional. Satuan untuk ketujuh besaran pokok beserta simbolnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Besaran pokok Panjang Massa Satuan Meter Kilogram m kg Simbol

dan S = sekon). Prancis. Laju cahaya dalam ruang hampa adalah 299 792 458 m/s. dan sekon. satuan untuk ketiga besaran tersebut berturut-turut adalah meter.  Penetapan satuan baku Satuan panjang Sebelumnya telah dibahaz bahwa satuan panjang menurut SI adalah meter. Setelah laju cahaya dalam ruang hampa dapat diukur dengan sangat teliti. Satuan untuk Besaran Turunan . G = gram. K = kilogram.Waktu Sekon s Kuat arus listrik Ampere A Suhu Kelvin K Jumlah zat Mol n Intensitas cahaya Candela Cd Cabang fisika yang paling awal berkembang adalah mekanika. dan S = sekon). 1 s. Ketiga satuan ini biasa disebut satuan MKS (M = meter. Satu meter sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa udara selama Satuan massa Satuan massa tidak mengalami perubahan sejak abad ke-19. massa dan waktu. Jika menggunakan sistem internasional. 229792458 - Satuan waktu Satuan baku untuk besaran waktu adalah sekon. Besaran fisika yang digunakan dalam mekanika hanya panjang. Satu sekon adalah waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9 192 631 770 kali. kilogram. Mekanika merupakan cabang fisika yang berkaitan dengan gerak. Satuan lain yang dipakai dalam mekanika adalah satuan CGS (C = centimeter. Massa standar 1 kg adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari campuran platina iridium. maka satuan panjang standar dinyatakan dalam laju cahaya. Pada awalnya satu meter didefinisikan sebagai panjang yang sama dengan sepersepuluh juta jarak dari katulistiwa ke kutub utara bumi sepanjang garis bujur yang melewati kota Paris.

Suhu 1. Aturan untuk menentukan satuan besaran turunan adalah sebagai berikut. b) Alat ukur suhu Manusia dapat merasakan suhu yang rendah maupun suhu yang tinggi. Alat pengukur suhu yang baik harus memenuhi dua hal berikut. Alat buatan Galileo itu disebut termoskop. Nilai suhu yang ditunjukkan tidak dipengaruhi oleh nilai suhu Memberikan pembacaan suhu dengan cepat. Informasi suhu yang diberikan tangan sangat bergantung pada suhu yang dirasakan sebelumnya. Penambahan volume alkohol akibat perubahan suhu zat . maka makin tinggi derajat panas yang dimilikinya. Makin tinggi suhu suatu benda. yang terdiri dari labu kosong yang dilengkapi pipa panjang dengan ujung pipa terbuka. satuan besaran turunan itu juga merupakan pembagian satuan besaran pokok. satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan besaran pokok. Seputar Suhu a) Pengertian suhu Suhu menyatakan derajat panas suatu benda. - B. yang diukur sebelumnya. Selain tidak akurat. Suhu suatu benda berkaitan dengan getaran partikel-partikel benda tersebut. Jika suatu besaran turunan merupakan pembagian besaran pokok. - Jika suatu besaran turunan merupakan perkalian besaran pokok. Prinsip kerja thermometer biasanya menggunakan sifat pemuaian zat cair. Prinsip kerja thermometer buatan Galileo didasarkan pada perubahan volume gas dalam labu. partikel-partikel penyusun benda bergerak dengan kecepatan tinggi. Jika suhu benda benda tinggi. Alat ukur suhu yang tidak dipengaruhi oleh suhu yang diukur sebelumnya adalah thermometer. satuan besaran turunan juga merupakan kombinasi satuan besaran pokok.Karena besaran turunan merupakan kombinasi besaran pokok. pengukuran suhu dengan menggunakan tangan bisa menimbulkan kerusakan pada tangan. Pembuatan thermometer dipelopori oleh Galileo Galilei pada tahun 1595.

ukuran pipa harus dibuat sekecil mungkin (pipa kapiler). Thermometer yang menggunakan raksa disebut thermometer raksa dan yang menggunakan alcohol disebut thermometer alcohol. Sifat naik turunnya permukaan alcohol dalam pipa sebagai akibat pemuaian zat inilah yang digunakan untuk mengukur suhu. Penggunaan alcohol sebagai bahan pembuat thermometer didasarkan pada alasan : • • Alcohol dapat digunakan pada suhu yang sangat rendah Pemuaiannya enam kali lebih besar daripada raksa. raksa merupakan logam beracun. sehingga perubahan volume akbat perubahan suhu sangat teratur. Agar thermometer sensitive. Selain itu. Ruang di atas cairan merupakan ruang hampa udara sehingga cairan dapat dengan mudah bergerak sepanjang pipa. Sayangnya raksa mudah membeku jika digunakan di tempat yang sangat dingin. kita harus berhatihati menggunakan thermometer raksa agar wadhnya tidak pecah. Warna raksa mengkilap dan tidak membasahi dinding pipa kapiler sehingga mudah diamati. thermometer dibedakan menjadi : Thermometer Laboratorium Thermometer ini menggunakan cairan raksa atau alcohol. Sayangnya thermometer alcohol tidak dapat digunakan di tempat-tempat yang sangat panas. Penggunaan raksa sebagai bahan pembuat thermometer didasarkan pada alasan: • • Raksa merupakan penghantar panas yang baik. c) Jenis-jenis thermometer Berdasarkan penggunaannya. cairan akan memuai sepanjang pipa berskala 0C.dinamakan pemuaian. Zat cair yang biasa digunakan dalam thermometer adalah raksa dan alcohol. sehingga pengukuran suhu dapat diamati dengan lebih seksama. Jika cairan bertambah panas. Agar thermometer cepat bereaksi terhadap perubahan suhu. dinding wadah cairan (reservoir) harus dibuat tipis sehingga panas masuk ke cairan secara menyeluruh. Thermometer Klinis . Hal itu karena alcohol mendidih pada suhu yang lebih rendah daripada raksa. Oleh karena itu.

Tunggulah sampai posisi permukaan raksa tidak berubah lagi. 2. suhu badan kita tidak mungkin lebih rendah dari 350C dan tidak mungkin lebih tinggi dari 420C. Skala Celcius merupakan skala thermometer yang paling banyak digunakan. titik tetap ini ditandai 00C. Oleh karena itu. Skala ini dikenal dengan nama skala Celcius. skala thermometer ruang terbatas hanya dari skala . mengusulkan suatu skala sebagai patokan untuk mengukur suhu. Skala Suhu a) Skala Celcius Pada tahun 1742 Anders Celcius (1701-1744). Berikut ini adalah cara menetapkan skala thermometer menurut skala Celcius. Karena thermometer klinis hanya digunakan untuk keperluan mengukur suhu badan manusia. Tujuannya agar tidak terjadi kekeliruan dalam mendiagnosis. skalanya hanya berkisar pada suhu minimum dan suhu maksimum yang mungkin dari badan manusia.Thermometer klinis merupakan thermometer kusus untuk keperluan pengobatan. dokter atau perawat memerlukan thermometer ini yang dapat menunjukkan suhu badan pasien dalam waktu yang agak lama. Menurut skala Celcius. yaitu: - Masukkan bagian bawah thermometer yang belum diberi skala ke dalam wadah berisi es yang sedang mencair. Dalam keadaan sakit atau keadaan tidak normal. Permukaan raksa akan turun. skala thermometer klinis berkisar antara 350C sampai dengan 420C.500C sampai dengan 500C. Skala Celcius memiliki seratus derajat panas yang terbagi rata antara suhu air membeku dan mendidih. Tandailah posisi permukaan raksa sebagai titik tetap bawah. seorang ahli astronomi asal Swedia. Karena suhu ruangan hampir tidak mungkin melebihi 500C dan tidak mungkin kurang dari – 500C. . Suhu rata-rata badan manusia dalam kondisi sehat adalah 370C. - Thermometer Ruang Thermometer ruang berfungsi untuk mengukur suhu ruangan. oleh karena itu. thermometer ini sering kita lihat dipasang pada dinding ruangan.

Lord Kelvin (1824-1907) mengusulkan untuk menggunakan suhu nol mutlak (. molekul-molekul zat bergerak semakin lambat dan akhirnya berhenti bergerak. tC = (tK – 273)0C c) Skala Reamur dan Skala Fahrenheit Pada penetapan skala Reamur. - Bagilah jarak antara titik tetap atas dan titik tetap bawah menjadi 100 bagian yang sama. Jika suhunya terus-menerus didinginkan. - Skala dapat diteruskan untuk suhu di bawah 00C dan untuk suhu di atas 1000C dengan membuat strip-strip yang jaraknya sama dengan skala yang telah dibuat. suhu es mencair diberi nilai 00R dan suhu air mendidih diberi nilai 800R. suhu es mencair diberi nilai 320F dan suhu air mendidih diberi nilai 2120F. Setiap bagian menunjukkan perbedaan satu derajat pada skala Celcius. sedangkan pada penetapan skala Fahrenheit.- Masukkan thermometer ke dalam labu berisi air yang sedang mendidih (thermometer jangan sampai menyentuh air. b) Skala Kelvin Jika suhu suatu zat terus didinginkan. tanpa tanda 0) dan 1000C sama dengan 373 K.2730C ) sebagai skala 0 pada thermometer. Permukaan raksa akan naik dan akhirnya berhenti pada posisi tertentu. zat berupa gas akan mencair dan zat yang berwujud cair akan membeku. ini berarti 00C sama dengan 273 Kelvin (ditulis 273 K. Tandailah permukaan raksa tersebut sebagai titik tetap atas. yaitu – 2730C. namun suhu 00 Kelvin dimulai pada suhu – 2730C. yang disebut suhu nol mutlak (absolut). Ini terjadi pada suhu terendah yang masih mungkin dimiliki oleh zat. . cukup terkena uapnya saja). Cara pembacaan ini disebut skala Kelvin. Perubahan 10 pada skala Kelvin sama dengan perubahan 10 pada skala Celcius. Jadi : tK = (tC + 273) K dengan tK = suhu Kelvin dan tC = suhu dalam derajat Celcius. Dari persamaan di atas didapat persamaan untuk mengubah dari skala Celcius menjadi skala Kelvin.

dapat kita turunkan persamaan-persamaan berikut. Jika suhu dinaikkan satu derajat Reamur. • Untuk perubahan dari skala Celcius menjadi Reamur.Satu skala Reamur menyatakan kenaikan derajat panas yang paling besar. digunakan persamaan: tR : (tF – 32) = 4 : 9 tR = 4/9 (tF – 32) 0R tF = 9/4 tR + 32 0F C. Ini berarti jika suhu dinaikkan satu derajat Fahrenheit. Berdasarkan penetapan titik tetap atas dan titik tetap bawah masing-masing skala. digunakan persamaan: tC : (tF – 32) = 5 : 9 tC = 5/9 ((tF – 32) 0C tF = 9/5 tC + 32 0F • Untuk perubahan dari skala Reamur menjadi Fahrenheit. skala suhu lain menyatakan kenaikan lebih dari satu derajat. kita dapat menyusun persmaan berikut. atau sebaliknya. digunakan persamaan: tC : tR = 5 : 4 tC = (5/4 tR) tR 0C tR = (5/4 tC) tC 0C • Untuk perubahan dari skala Celcius menjadi Fahrenheit. atau sebaliknya. skala suhu yang lain menunjukkan kenaikan suhu kurang dari satu derajat. atau sebaliknya. Pengukuran 1. Sebaliknya skala Fahrenheit menyatakan kenaikan derajat panas paling kecil. tC : tR : (tF – 32) = 100 : 80 : 180 = 5 : 4 : 9 Dari perbandingan di atas. Pengukuran Besaran dan Alat Ukurnya  Pengukuran Panjang .

Misalkan. seperti diameter rongga pipa atau diameter suatu lubang. jangka sorong sanggup mengukur panjang hingga ketelitian 0.Ada tiga macam alat ukur yang sering digunakan dalam pengukuran panjang. Skala terkecil pada mistar kayu adalah 1 cm. yaitu mistar kayu dan mistar plastik.1 mm)).  Tentukan pembacaan skala tetap yang sejajar dengan angka nol pada skala nonius.  Jumlahkan kedua hasil pengukuran. ketelitian mistar kayu adalah 1 cm sedangkan ketelitian mistar plastic adalah 1 mm. Caranya adalah sebagai berikut. Skala pada rahang yang bergerak disebut skala nonius atau skala vernier.5. Jika tidak tepat sejajar. yaitu: • • Mengukur panjang sisi luar suatu benda. Micrometer Sekrup .4 cm. Hasil pengukuran dapat diketahui dengan menggabungkan pembacaan skala tetap dan dan skala nonius.1 mm. (hasil pengukuran x ketelitian jangka sorong (0. Skala ini disebut skala tetap. Besarnya pengukuran yang digunakan adalah 2. Skala pertama tertera pada rahang utama jangka sorong. Jangka Sorong Jangka sorong digunakan untuk mengukur besaran panjang yang kurang dari 1 mm. gunakan pembacaan skala terdekat yang lebih kecil. sedangkan skala terkecil pada mistar plastik adalah 1 mm. dengan kata lain. 4 dan 2. Jangka sorong mempunyai dua fungsi pengukuran. Panjang minimal yang dapat diukur dengan teliti oleh mistar kayu adalah 1 cm. Secara umum jangka sorong memiliki dua jenis skala. panjang minimal yang dapat diukur dengan teliti oleh mistar plastic adalah 1mm. seperti diameter kawat atau tebal pelat logam. yaitu: Mistar Ada dua jenis mistar yang biasa kita jumpai di sekolah. pembacaan skala tetap yang sejajar dengan angka nol pada skala nonius berada diantara 2. Mengukur panjang sisi dalam suatu benda.  Cari garis pada skala nonius yang tepat berimpit dengan salah satu garis pada skala tetap. Skala kedua tertera pada rahang yang bergerak.

 Tentukan pembacaan skala tetap yang dibatasi oleh skala putar. Caranya adalah sebagai berikut. ketelitian. Hasil pengukuran dapat diketahui dengan menggabungkan pembacaan skala tetap dan skala putar. Ketelitian neraca ini mengukur massa ditentukan oleh massa anak timbangan terkecil yang tersedia.  mm)). (hasil pengukuran x ketelitian micrometer sekrup (0. Cari angka pada skala putar yang sejajar dengan garis mendatar pada skala tetap.1 mm dapat dilakukan dengan menggunakan micrometer sekrup. Skala pertama tertera pada gagang utama micrometer yang merupakan skala tetap. gunakan pembacaan skala terdekat yang lebih kecil. dan teknologi yang dipakai di dalamnya. Massa benda sama dengan massa anak timbangan ketika lengan neraca dalam keadaan setimbang. - Neraca Langkah Neraca langkah atau neraca Buchart memiliki cara kerja yang juga sederhana dengan hasil pengukuran yang tidak terlalu tepat. Misalkan pembacaan skala tetap yang dibatasi oleh skala putar lebih dari 8 tetapi belum tepat 9. Neraca ini terdiri dari sebuah .01  Pengukuran Massa Alat ukur massa sering kita sebut neraca atau timbangan. Micrometer sekrup dapat mengukur panjang hingga hingga ketelitian 0.  Jumlahkan kedua hasil pengukuran.Pengukuran besaran panjang yang kurang dari 0. Secara umum. micrometer sekrup memiliki dua jenis skala.01 mm. Besarnya pengukuran yang digunakan adalah 8 mm. Jika tidak tepat berhimpit. Prinsip kerja neraca ini adalah sekedar membandingkan massa benda yang akan diukur dengan massa anak timbangan. Neraca Dua Lengan Neraca ini memiliki dua lengan yang persis sama yang dilengkapi sejumlah anak timbangan. Perbedaan antara neraca yang satu dengan neraca yang lain terletak pada cara kerja. Skala jenis kedua adalah skala putar yang terletak pada silinder yang dapat diputar.

ikan. Anak timbangan dapat digeser menjauhi atau mendekati poros neraca. neraca Ohaus tidak mengalami kesulitan mengenai anak timbangan. Skala nol berada pada ujung bawah. Beberapa arloji ada yang memiliki ketelitian sampai seperatus sekon.  Pengukuran Waktu Alat ukur waktu merupakan alat ukur yang paling sering kita jumpai. Neraca Elektronik Neraca elektronik merupakan neraca yang paling canggih dan sangat mudah digunakan. Neraca Ohaus Prinsip kerja neraca Ohaus serupa dengan neraca dua lengan. dan bahkan kita bawa kemana-mana. Benda yang diukur diletakkan di atasnya dan secara otomatis neraca akan menampilkan angka yang menyatakan massa benda. Neraca Ohaus memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik daripada neraca dua lengan atau neraca langkah. Stopwatch Stopwatch adalah alat ukur waktu yang dapat diaktifkan dan dimatikan. Arloji Arloji atau jam tangan dapat mengukur waktu dengan ketelitian hingga satu sekon. Jika dalam wadah tidak ada beban. lama pengukuran . Anak timbangan neraca Ohaus berada pada neraca itu sendiri. Namun. Neraca ini sering digunakan untuk menimbang surat di kantor pos. Ketika dihentikan jarum stopwatch menunjukkan waktu sesuai dengan selang waktu ia diaktifkan. daging. dan sayuran. Dengan demikian. bukan kembali ke nol. skala menunjukkan angka nol. Massa benda dapat diketahui dari penjumlahan masing-masing posisi anak timbangan sepanjang lengan setelah neraca dalam keadaan setimbang.wadah untuk meletakkan benda yang akan diukur dan skala berupa lengkungan seperempat lingkaran dalam posisi vertical. Tingkat ketelitian pengukuran massa dengan neraca elektronik beragam. Contoh neraca elektronik bisa kita lihat di pasar swalayan pada tempat penjualan buah.

dapat dibaca dengan mudah. panjang serta arah bayangan tongkat berubah-ubah sesuai dengan posisi matahari. stopwatch digital langsung menggunakan angka-angka yang tertera pada badannya untuk menunjukkan lamanya rentang waktu suatu peristiwa. Gerakan jarum panjang pada stopwatch jarum menyatakan rentang waktu dalam detik. Jam Matahari Gerak matahari dari timur ke barat dapat digunakan sebagai penunjuk waktu. Ada dua jenis stopwatch. sedangkan stopwatch digital memiliki ketelitian hingga 0. Alat-alat Laboratorium No 1 2 Alat Mikroskop Gelas arloji Fungsi Untuk mengamati objek mikroskopis Sebagai tempat bahan kimia padat . Prinsip kerjanya dapat digambarkan sebagai berikut. - Jam Air Jam air adalah jam yang menggunakan aliran air sebagai penunjuk waktu. Jika kita tancapkan sebuah tongkat di tempat yang terkena sinar matahari.01 s. Berbeda dengan stopwatch jarum. Dengan menuliskan skala pada wadah. Air yang keluar ditampung dalam wadah. air akan keluar dari lubang tersebut dengan jumlah yang relative sama setiap sekon. Tinggi permukaan air di dalam wadah akan naik dengan jumlah yang sama setiap sekon. Stopwatch jarum memiliki ketelitian 0. Sedangkan jarum pendek menyatakan rentang waktu dalam menit. kita dapat menentukan waktu berdasarkan tinggi air dalam wadah juga dapat digunakan untuk menggerakkan jarum jam air. Selain itu stopwatch digital memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik daripada stopwatch jarum. Jika kita isi sebuah drum yang sangat besar dengan air dan kita buat sebuah lubang kecil di dasarnya. yaitu stopwatch jarum dan stopwatch digital.  Pengukuran Besaran Turunan 2. Ketika melakukan pengukuran kembali. kita cukup menekan tombol untuk mengembalikan jarum ke posisi awal.1 s.

juga untuk menampung gas jika dilakukan pemanasan. juga alat bantu untuk menyaring Untuk membakar atau memanaskan Untuk menjepit bahan padat yang dibakar kasa Untuk mendukung gelas beker atau Erlenmeyer selama pemanasan Untuk menjepit tabung reaksi pemanasan selama 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Thermometer Tabung reaksi Timbangan Gelas beker Pinset Gelas ukur Pipet tetes Pipet ukur Corong 15 16 17 18 Lampu spritus Penjepit logam Kaki tiga dan kawat Penjepit kayu D. Tiga Wujud Zat Semua benda yang ada di sekitar kita.3 4 5 Erlenmeyer Cawan uap Labu ukur Untuk menampung bahan kimia Untuk menguapkan suatu larutan di atas api Untuk menampung dan mencampur bahan kimia dan cairan. Untuk mengukur suhu Untuk menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah sedikit Untuk menimbang bahan kimia Untuk menampung bahan kimia atau larutan Untuk mengambil suatu objek Untuk mengukur volume larutan Untuk mengambil suatu larutan dalam ukuran tetes Untuk mengukur volume larutan (misalnya 10 cm3 atau 25 cm3) sampai ketetapan 0. baik yang tampak maupun yang hanya dirasakan oleh indera adalah zat. Masing-masing wujud zat memiliki sifat tertentu yang dapat kita amati. Mudah dipahami bahwa bentuk dan volume gelas akan tetap seperti semula meskipun dipindah- . Wujud Zat 1. dan gas. misalnya gelas. Untuk memasukkan zat cair ke tempat lain agar tidak tumpah. cair.  Sifat-sifat zat Ambillah salah satu contoh zat padat.1 cm3. Zat yang sangat banyak di alam semesta ini hanya dikategorikan menjadi tiga kelompok. yaitu padat. Pengelompokan tersebut berdasarkan pada wujudnya.

Contohnya. mentega berubah menjadi minyak ketika dmasukkan ke dalam penggorengan yang panas. air menjadi uap air dan spritus menjadi gas.pindahkan. Menyublim Gas Mengemb un Penguapa n Zat Padat Melebu r Zat Cair Membek u . Perubahan dari wujud gas menjadi wujud cair disebut mengembun. air atau zat cair pada umumnya tidak memiliki bentuk yang tetap. air menjadi es dalam lemari es dan Koran besi yang dimasukkan ke dalam cetakan menjadi keras. Ketika berada dalam balon. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud gas disebut menguap. air berbentuk seperti botol. gas mengisi seluruh ruang dalam balon. Ketika berada dalam ban mobil. Semua zat padat bersifat demikian. Jadi sifat gas adalah memiliki bentuk dan volume yang mudah berubah sesuai wadahnya. embun di pagi hari terbentuk karena perubahan dari uap air di udara (wujud gas) menjadi air (wujud cair) di daun dan pencairan gas nitrogen yang didinginkan sampai suhu – 196 0C. Contohnya. gas tidak memiliki bentuk dan volume yang tetap. gas mengisi seluruh ruang dalam ban. sifat zat padat adalah mempunyai bentuk dan volume yang tetap. Jadi. penguapan kapur barus dan penguapan pengharum ruangan. Ketika berada di dalam botol. air berbentuk seperti gelas. Perubahan dari wujud padat menjadi wujud gas ataupun sebaliknya disebut menyublim. Zat dalam wujud gas mempunyai kecenderungan untuk mengisi seluruh ruang. Bentuk zat cair mengikuti bentuk wadahnya. Contohnya. Contohnya. Jadi.  Perubahan wujud zat Perubahan dari wujud padat menjadi wujud zat cair disebut melebur atau meleleh. Ketika berada di dalam gelas. serta perubahan uap air menjadi salju pada suhu yang sangat dingin. Contohnya. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud padat disebut membeku. Bentuk zat cair sulit untuk disebutkan. Dengan demikian.

 Zat Padat Partikel-partikel zat padat memiliki sifat sebagai berikut.  Gas . Susunan dan gerak partikel Susunan dan gerak partikel dalam zat padat. menyebabkan zat cair dapat mengalir. Jika partikel zat padat menempati posisi yang tidak teratur. Jarak antar-partikel yang tetap menyebabkan zat cair mempunyai volume yang tetap. - Jarak antar partikel tetap dan agak berjauhan satu sama lain Gaya tarik antar partikel lebih lemah dibandingkan gaya tarik Gerakan partikel lebih lincah daripada gerakan partikel zat padat antar-partikel zat padat dan partikelnya dapat berpindah-pindah tempat. Gerakan partikel yang lincah dan dapat berpindah posisi. Gerakan partikel yang hanya bergetar di sekitar titik tetapnya menyebabkan zat padat tidak dapat mengalir. maka disebut Kristal. meskipun masih dalam kelompoknya. maka disebut amorf. Jika partikel zat padat menempati posisi yang teratur. Gaya tarik antar-partikel sangat kuat Gerakan partikel hanya berupa getaran di sekitar posisi tetapnya. Partikel-partikel menempati posisi yang tetap.  Zat Cair Partikel-partikel zat cair memiliki sifat sebagai berikut. Posisi partikel-partikel yang relative tetap menyebabkan zat padat memiliki bentuk dan volume yang tetap. Sifat dapat mengalir inilah yang menyebabkan bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk wadahnya. dan gas berbeda-beda. zat cair.

Jika suhu terus dinaikkan. Jarak antar-partikel gas berubah-ubah Hampir tidak ada gaya tarik-menarik antara satu partikel dengan Gerakan partikel gas jauh lebih bebas daripada gerakan partikel partikel yang lain. volume gas mengecil. gerakan partikelnya semakin lincah dan jarak antar-partikel bertambah. Akibatnya. partikel-partikel tersebut dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya. meskipun masih terikat dalam satu kelompoknya. zat padat dan zat cair. Dalam keadaan demikian. Gaya tarik-menarik yang sangat kecil antara partikel gas yang satu dengan partikel gas yang lain menyebabkan gas begitu mudah ditembus. Pada suhu tertentu gaya tarik antar-partikel tidak dapat lagi menahan partikel untuk tetap dalam kelompoknya. Jika suhu zat padat dinaikkan. . Jika jarak antar-partikel diperkecil. gerak partikel semakin lincah. Pada keadaan demikian kita katakan zat telah berubah dari wujud cair ke wujud gas (menguap). Gerakan partikel gas yang sangat bebas menyebabkan gas cenderung mengisi seluruh ruang dan menyebabkan gas sangat mudah mengalir ke seluruh ruangan. pada suhu tertentu gaya tarik antar-partikel tidak dapat menahan partikel untuk tetap pada posisinya.Partikel-partikel gas memiliki sifat sebagai berikut.  Perubahan wujud zat berdasarkan konsep partikel Gerakan partikel zat sangat dipengaruhi oleh suhu. volume gas membesar. Jarak antar-partikel gas yang mudah diubah-ubah menyebabkan volume gas sangat mudah diubah. Jika suhu terus dinaikkan. Pada wujud padat gerakan partikel zat terbatas hanya pada gerakan ditempatnya (bergetar). Akibatnya. jika jarak antar-partikel diperbesar. Makin tinggi suhu maka gerakan partikel suatu zat makin aktif. partikel-partikel dapat bergerak bebas (berpindah) meninggalkan posisinya. kita katakan zat padat telah berubah menjadi zat cair (melebur). Sebaliknya.

Dalam hal ini kita mengenal tiga kondisi berikut. kemudian menumpahkannya kembali.Sebaliknya. air dicampur dengan alcohol. kemudian zat cair. pada suhu tertentu gaya tarik antarpartikel dapat mengatasi kelincahan geraknya. Pada keadaan tersebut kita katakan gas telah berubah menjadi cair (mengembun). Jika suhu zat cair terus diturunkan. jika suhu gas diturunkan. Pada keadaan demikian kita katakan zat cair telah berubah menjadi zat padat (membeku). Contohnya. Gaya tarik antar-partikel yang tidak sejenis disebut adhesi. Kedua partikel tersebut tidak sejenis. gerak partikel gas semakin lambat sehingga gaya tarik antar-partikel mampu mengatasi kelincahan geraknya. air yang dicampur dengan minyak goreng. Gaya kohesi antar-partikel zat padat memiliki kekuatan yang paling besar. gaya tarik adhesi menyebabkan partikel cenderung meninggalkan zat yang sejenis. dan terahir gas. Gaya kohesi yang besar menyebabkan zat padat sulit dipotong. . Gaya tarik antar-partikel zat sejenis disebut kohesi. Gaya tarik kohesi menyebabkan partikel cenderung berkumpul dengan zat yang sejenis. - Jika gaya adhesi antar-partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesi partikel zat yang sama. - Jika gaya kohesi antar-partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya. sehingga partikel-partikel tertahan pada posisinya yang tetap. Pada suhu tertentu gaya tarik ini berhasil menahan partikel untuk tetap bergerak dalam kelompoknya. Sifat campuran dua zat sangat ditentukan oleh gaya kohesi dan gaya adhesi. Misalnya. Sebaliknya. gelas menjadi basah. kedua zat tercampur merata. 2. Kohesi dan Ahesi Partikel-partikel zat padat atau zat cair bisa tetap menyatu membentuk suatu benda karena adanya tarik antar-partikel. Sebagian air menempel pada dinding gelas. jika kita memasukkan air ke dalam gelas yang kering. Air bisa menempel pada dinding gelas karena adanya gaya tarik antara partikel air dengan partikel dinding gelas. Contohnya. kedua zat tidak dapat bercampur.

Akibatnya. Siapkan sebuah mangkok yang diisi air air (sebagian saja. Ada dua bentuk meniscus permukaan zat cair. posisi permukaan air di dinding tabung lebih tinggi daripada posisinya di tengah tabung. Permukaan air seolah-olah menjadi selembar kulit yang diregangkan. Akibatnya. gaya adhesi antara partikel air dan partikel tabung lebih besar daripada gaya kohesi antar-partkel air. misalnya kertas tisu. air yang menempel di kaca. Meniscus cembung juga ditunjukkan dengan memasukkan raksa ke dalam tabung reaksi. letakkan kertas tersebut di atas permukaan air dengan hati-hati. partikel air cenderung meninggalkan kelompoknya. kedua zat saling menempel. tidak penuh). partikel air cenderung menjauhi dinding tabung.  Meniscus permukaan zat cair Peristiwa permukaan zat cair yang melengkung disebut meniscus. Kemudian. • Meniscus Cembung Pada tabung reaksi yang diolesi minyak. Contohnya. . lalu menempel pada dinding tabung. Sebagian partikel ada yang tertarik oleh dinding dan merambat naik ke dinding tabung.  Tegangan permukaan Letakkan sebatang jarum di atas kertas berpori. Oleh karena itu. yaitu: • Meniscus Cekung Pada tabung reaksi yang tidak diolesi minyak. permukaan air di dinding lebih rendah daripada permukaan air ditengahnya. gaya kohesi antar-partikel air lebih besar daripada gaya adhesi antara partikel air dan partikel minyak. Sebagian partikel air ada yang lepas dari ikatan dengan partikel minyak di dinding tabung dan ditarik oleh partikel air yang lain. Oleh karena itu.- Jika gaya adhesi antar-partikel zat yang berbeda lebih besar. Kertas tisu perlahan-lahan akan tenggelam dan meninggalkan jarum mengambang di permukaan air. Partikel air yang bersentuhan dengan dinding lebih tertarik ke dinding.

Hal ini karena tegangan permukaan air akan menjadi berkurang sehingga tidak dapat lagi menopang berat larva. Tanpa menggunakan sabun.  Kapilaritas Peristiwa naiknya air dalam pipa kapiler disebut kapilaritas. Dengan kata lain. Kapilaritas juga menyebabkan air menyebar di kertas penghisap. Larva nyamuk dapat bergerak-gerak di permukaan air berkat tegangan permukaan. tinggi permukaan zat cair bergantung pada ukuran rongga pipa. meskipun air hanya disentuhkan di ujung kertas.Permukaan air teregang akibat adanya gaya tarik antar-molekul air di permukaan. Sebaliknya pada permukaan zat cair yang membentuk meniscus cembung permukaan raksa dalam pipa berongga kecil lebih rendah daripada permukaan raksa dalam pipa berongga besar. . lebih banyak massa zat cair yang harus diangkat oleh gaya adhesi. Pada kapilaritas. permukaan air seolah-olah diselimuti oleh kulit yang tegang. Akibatnya. Efek kapilaritas banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Terjadinya kapilaritas dapat dijelaskan sebagai berikut. Gaya adhesi antara dinding pipa dengan zat cair sanggup mengangkat zat cair dalam pipa beberapa centimeter atau beberapa meter jika rongga pipa sangat kecil. massa zat cair yang ada di dalam pipa juga kecil. ada gaya kohesi pada molekul-molekul air di permukaan. Naiknya air dari akar ke daun tumbuh-tumbuhan juga akibat adanya efek kapilaritas. Oleh karena itu permukaan zat cair han ya naik sedikit. jika ukuran rongga pipa lebar. Kapilaritas menyebabkan naiknya minyak pada sumbu kompor. Namun. air sulit meresap ke dalam serat-serat pakaian. Gaya kohesi ini selalu berusaha untuk memperkecil luas permukaan air. permukaan air dalam pipa berongga kecil lebih tinggi daripada permukaan air dalam pipa berongga besar. Sebaliknya. larva ini akan tenggelam dan mati jika pada air dituangkan sedikit minyak. Kita menggunakan sabun untuk mencuci karena sabun dapat mengurangi tegangan permukaan air. Jika rongga (diameter) pipa sangat kecil. Dengan begitu air dapat dengan mudah meresap ke dalam serat-serat pakaian dan melepaskan partikel-partikel kotoran. Air yang berada dalam keadaan seperti ini dikatakan memiliki tegangan permukaan. Pada zat cair yang membentuk meniscus cekung.

3. Kalor . Massa Jenis  Massa jenis sebagai cirri khas benda  Menentukan massa jenis E. Pemuaian F.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful