BAB I Tabel periodik

Tabel periodik unsur-unsur kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya sehingga sifat kimia unsurunsur tersebut berubah-ubah secara teratur sepanjang tabel. Setiap unsur didaftarkan berdasarkan nomor atom dan lambang unsurnya. Golongan Kolom dalam tabel periodik disebut golongan. Ada 18 golongan dalam tabel periodik baku. Unsur-unsur yang segolongan mempunyai konfigurasi elektron valensi yang mirip, sehingga mempunyai sifat yang mirip pula. Ada tiga sistem pemberian nomor golongan. Sistem pertama memakai angka Arab dan dua sistem lainnya memakai angka Romawi. Nama dengan angka Romawi adalah nama golongan yang asli tradisional. Nama dengan angka Arab adalah sistem tatanama baru yang disarankan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Sistem penamaan tersebut dikembangkan untuk menggantikan kedua sistem lama yang menggunakan angka Romawi karena kedua sistem tersebut membingungkan, menggunakan satu nama untuk beberapa hal yang berbeda.

Sejarah Tabel periodik pada mulanya diciptakan tanpa mengetahui struktur dalam atom: jika unsur-unsur diurutkan berdasarkan massa atom lalu dibuat grafik yang menggambarkan hubungan antara beberapa sifat tertentu dan massa atom unsur-unsur tersebut, akan terlihat suatu perulangan atau periodisitas sifat-sifat tadi sebagai fungsi dari massa atom. Orang pertama yang mengenali keteraturan tersebut adalah ahli kimia Jerman, yaitu Johann Wolfgang Döbereiner, yang pada tahun 1829 memperhatikan adanya beberapa triade unsur-unsur yang hampir sama.

api dan udara.9 0.55 g/cm3 2.5 79.1 Stronsium 87. Akhirnya.Beberapa triade Unsur Klorin Bromin Iodin Massa atom Kepadatan 35. membetulkan kesalahan beberapa nilai massa atom.5 g/cm3 Kalsium 40. air. dan meramalkan keberadaan dan sifat-sifat beberapa unsur baru dalam sel-sel kosong di tabelnya. Usulan-usulan sebelum Mendeleev Konsep unsur merupakan konsep yang sangat tua. yang ia persamakan dengan oktaf musik. materi dibentuk atas empat unsur: tanah. ahli kimia Jerman Lothar Meyer dan ahli kimia Rusia Dmitry Ivanovich Mendeleyev hampir secara bersamaan mengembangkan tabel periodik pertama. Pandangan ini perlahan ditinggalkan.6 Barium 137 Temuan ini kemudian diikuti oleh ahli kimia Inggris. dan akhirnya di abad 17 definisi unsur yang diberikan oleh kimiawan Inggris . Keputusan Mendeleyev itu belakangan terbukti benar dengan ditemukannya struktur elektronik unsur-unsur pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Akan tetapi. Mendeleyev meletakkan beberapa unsur menyimpang dari aturan urutan massa agar unsur-unsur tersebut cocok dengan sifat-sifat tetangganya dalam tabel.9 126. Menurut filsuf Yunani. sejak jaman Yunani. pada tahun 1869. meskipun hukum oktaf-nya diejek oleh rekan sejawatnya.00156 g/cm3 0. yaitu John Alexander Reina Newlands. yang pada tahun 1865 memperhatikan bahwa unsur-unsur yang bersifat mirip ini berulang dalam interval delapan. a.6 g/cm3 3. mengurutkan unsur-unsur berdasarkan massanya.00312 g/cm3 0.00495 g/cm3 1.

teori yang diusulkan oleh kimiawan Rusia Dmitrij Ivanovich Mendeleev (1834-1907). kimiawan Jerman Johann Wolfgang Döbereiner (1780-1849) mencatat kemiripan antara unsur ini dengan unsur yang telah dikenal khlorin dan bromin.1 Triade Döbereiner litium (Li) kalsium (Ca) Khlorin (Cl) Bromin (Br) iodin (I) sulfur (S) selenium (Se) telurium (Te) mangan (Mn) khromium (Cr) Besi (Fe) Natrium (Na) stronsium (Sr) kalium (K) barium (Ba) b. Keduanya mempunyai pandangan sama sebagai berikut: Pandangan Mendeleev dan Meyer 1. Penemuan unsu-unsur baru mengkatalisi diskusi-diskusi semacam ini. Diharapkan sifat unsur bervariasi secara sistematik. Tabel 5. Ia juga mendeteksi trio unsur mirip lain. Inilah yang dikenal dengan teori triade Döbereiner. Namun. Ketika iodin ditemukan di tahun 1826. Jadi sifat unsur yang belum diketahui dapat diprediksi. Boyle menyatakan bahwa unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana. dan secara independen oleh kimiawan Jerman Julius Lothar Meyer (1830-1895) berbeda dengan usulan-usulan lain dan lebih persuasif. Daftar unsur yang ada waktu itu mungkin belum lengkap. 2. .Robert Boyle (16271691) menggantikan definisi lama tadi. Prediksi Mendeleev dan kebenarannya Banyak ide pengelompokan unsur yang lain yang diajukan tetapi tidak memuaskan masyarakat ilmiah waktu itu.

2 Prediksi sifat unsu eka-silikon oleh Mendeleev dan perbandingannya dengan sifat yang kemudian ditemukan. Namun.5 13 4 0.703 86 germanium Titik didih tetrakhlorida <100 (°C) Mendeleev mempublikasikan tabel yang dapat dianggap sebagai asal mula tabel periodik modern. Namun. . Jadi.Awalnya teori Mendeleev gagal menarik perhatian.32 5. sebagaimana pendahulunya. di tahun 1875. Mendeleev awalnya menyusun unsur berdasarkan urutan massa atomnya.076 4.073 4. Tabel 5. ditunjukkan bahwa unsur baru galium ditemukan oleh kimiawan Perancis Paul Emile Lecoq de Boisbaudran (18381912) ternyata bukan lain adalah eka-aluminum yang keberadaan dan sifatnya telah diprediksikan oleh Mendeleev.47 13. Sifat Massa atom relatif Rapat massa Volume atom Valensi Kalor jenis Rapat jenis dioksida 72 5. yang berakibat membalikkan urutan massa atom.7 eka-silicon 72.2 memberikan sifat yang diprediksi oleh Mendeleev untuk unsur yang saat itu belum diketahui ekasilikon dan sifat germanium yang ditemukan oleh kimiawan Jerman Clemens Alexander Winkler (1838-1904). signifikansi teori Mendeleev dan Meyer secara perlahan diterima. Dalam menyiapkan tabelnya. dan kadang menyusun ulang unsur-unsur. Tabel 5. ia menyatakan keperiodikan sifat.22 4 0.

Sementara. Namun. logam alkali (golongan 1) dan unsur negatif yang sangat reaktif.) pertama yang dihadiri oleh Mendeleev. Dalam kesempatan ini Cannizzaro mengenalkan teori Avogadro. Penjelasan tabel periodik dari periode pertama sampai periode ketiga dapat dijelaskan dengan teori konfigurasi elektron yang dipaparkan di bab 4. Pertama. Tujuan kongres ini untuk mendiskusikan masalah penyatuan massa atom. dan kadang kimiawan mungkin menggunakan massa atom yang berbeda untuk unsur yang sama. muncul berbagai masalah. kitab suci kimia. Dengan mendasarkan pada valensi dalam menentukan massa atom. Salah satu masalah penting adalah bagaimana menangani gas mulia. Periode pertama (1H dan 2He) berkaitan dengan proses memasuki orbital 1s. Masalah yang nyata adalah lantanoid. Dilema ini secara perlahan diatasi setelah International Chemical Congress (Kongres ini diadakan di tahun 1860 di Karlsruhe. sangat sukar untuk memutuskan berapa banyak unsur dapat ada di alam. Jerman. Tabel periodik. Teori Bohr dan percobaan Moseley menghasilkan penyelesaian teoritik masalah-masalah ini. situasinya diperumit sebab prosedur menentukan massa atom belum distandarkan. unsur transisi dan unsur tanah jarang. Unsur logam transisi diakomodasi dalam tabel periodik dengan menyisipkan periode panjang walaupun rasionalnya tidak terlalu jelas. Demikian juga periode kedua (dari 3Li sampai . namun kesukaran-kesukaran tetap ada. mengapa unsur ekstra ini ada tidak jelas. c. Golongan baru gas mulia dengan mudah disisipkan di antara unsur positif yang sangat reaktif. Tabel Periodik dan konfigurasi elektron Tabel periodik secara terus menerus bertambah unsurnya setelah tabel periodik diusulkan Mendeleev. Mendeleev sedikit banyak menyelesaikan masalah (Tabel 5. bahkan lebih menjadi teka-teki adalah pertanyaan: apakah ada batas jumlah unsur dalam tabel periodik? Karena ada unsur-unsur yang sangat mirip. Semua masalah ini dengan baik diselesaikan dan membuat tabel periodik lebih bernilai.Lebih lanjut. harus dirujuk secara rutin. halogen (golongan 7). Lantanoid ditangani sebagai unsur ³ekstra´ dan ditempatkan secara marjinal di luar bagian utama tabel periodik.3). sebenarnya prosedur ini tidak menyelesaikan masalah utama.

Energi elektron orbital 4f jauh lebih tinggi dari orbital 4d dan dengan demikian elektron 4f tidak memainkan peran pada unsur periode ke-4. dan periode ke-3 (dari 11Na sampai 18Ar) berkaitan dengan pengisian orbital 1s. Inilah alasan mengapa periode ke-4 mengandung 18 unsur bukan 8.chem-is-try. elektron akan mengisi orbital 4s (19K dan 20Ca) segera setelah pengisian orbital 3s dan 3p. 2s. Kesetimbangan dalam sistem homogen .org/tabel-periodik/ BAB II Kesetimbangan kimia Reaksi yang dapat berlangsung dalam dua arah disebut reaksi dapat balik.10Ne) berkaitan dengan pengisian orbital 1s. Periode panjang dimulai periode ke-4. Secara umum reaksi kesetimbangan dapat dinyatakan sebagai: A + B ® C + D ADA DUA MACAM SISTEM KESETIMBANGAN. Kemudian elektron mulai menempati orbital 3d. Penjelasan atas hal ini adalah karena bentuk orbital d yang berbeda drastis dari lingkaran. Sumber : http://www. 2p. Apabila dalam suatu reaksi kimia. Proses ini berkaitan dengan sepuluh unsur dari 21Sc sampai 30Zn. 3s dan 3p. 2s dan 2p. YAITU : 1. Proses pengisian orbital 4p selanjutnya berkaitan dengan enam unsur dari 31Ga sampai 36Kr. Akibatnya. kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri maka. melompati orbital 3d. dalam periode ke-4. dan jadi energi elektron 3d bahkan lebih tinggi dari 4s. reaksi dikatakan dalam keadaan setimbang.

Pernyataan tersebut juga dikenal sebagai hukum kesetimbangan.a. Kesetimbangan dalam sistem heterogen a. Kesetimbangan sistem padat larutan Contoh: BaSO4(s) « Ba2+(aq) + SO42. BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN Jika zat-zat terdapat dalam kesetimbangan berbentuk padat dan gas yang dimasukkan . maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa dimana masing-masing konsentrasi itu dipangkatkan dengan koefisien reaksinya adalah tetap. Kesetimbangan dalam sistem padat gas Contoh: CaCO3(s) « CaO(s) + CO2(g) b.(aq) c.(aq) 2. Untuk reaksi kesetimbangan: a A + b B « c C + d D maka: Kc = (C)c x (D)d / (A)a x (B)b Kc adalah konstanta kesetimbangan yang harganya tetap selama suhu tetap. Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan Contoh: NH4OH(aq) « NH4+(aq) + OH. Kesetimbangan dalam sistem gas-gas Contoh: 2SO2(g) + O2(g) « 2SO3(g) b. Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas Contoh: Ca(HCO3)2(aq) « CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g) Hukum Guldberg dan Wange: Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap.

dalam. Contoh: C(s) + CO2(g) « 2CO(g) Kc = (CO)2 / (CO2) Jika kesetimbangan antara zat padat dan larutan yang dimasukkan dalam perhitungan Kc hanya konsentrasi zat-zat yang larut saja. Contoh: Zn(s) + Cu2+(aq) « Zn2+(aq) + Cu(s) Kc = (Zn2+) / (CO2+) Untuk kesetimbangan antara zat-zat dalam larutan jika pelarutnya tergolong salah satu reaktan atau hasil reaksinya maka konsentrasi dari pelarut itu tidak dimasukkan dalam perhitungan Kc. Contoh: CH3COO-(aq) + H2O(l) « CH3COOH(aq) + OH-(aq) Kc = (CH3COOH) x (OH-) / (CH3COO-) Contoh soal: 1. persamaan kesetimbangan hanya zat-zat yang berbentuk gas saja sebab konsentrasi zat padat adalah tetap den nilainya telah terhitung dalam harga Kc itu. Satu mol AB direaksikan dengan satu mol CD menurut persamaan reaksi: AB(g) + CD(g) « AD(g) + BC(g) Setelah kesetimbangan tercapai ternyata 3/4 mol senyawa CD berubah menjadi AD dan BC. Kalau volume ruangan 1 liter. tentukan tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini ! Jawab: Perhatikan reaksi kesetimbangan di atas jika ternyata CD berubah (bereaksi) sebanyak 3/4 mol maka AB yang bereaksi juga 3/4 mol (karena koefsiennya sama). Dalam keadaan kesetimbangan: .

(AD) = (BC) = 3/4 mol/l (AB) sisa = (CD) sisa = 1 . Dari kiri ke kanan.Untuk reaksi pertama: K1 = (C)4/[(A) x (B)2] = 0. berarti A bereaksi dengan B memhentuk C dan D. Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan. Bagi reaksi: A + B « C + D KEMUNGKINAN TERJADINYA PERGESERAN 1.Untuk reaksi kedua : K2 = [(A)1/2 x (B)]/(C)2 . berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B.3/4 = 1/4 n mol/l Kc = [(AD) x (BC)]/[(AB) x (CD)] = [(3/4) x (3/4)]/[(1/4) x (1/4)] = 9 2. sehingga jumlah mol A dan Bherkurang. sehingga jumlah mol C . maka sistem akan mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu menjadi sekecil-kecilnya.25 .25.Hubungan antara K1 dan K2 dapat dinyatakan sebagai: K1 = 1 / (K2)2 ® K2 = 2 Azas Le Chatelier menyatakan: Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi. sedangkan C dan D bertambah. 2. maka berapakah besarnya tetapan kesetimbangan bagi reaksi: 2C(g) « 1/2A(g) + B(g) Jawab: . Dari kanan ke kiri. Jika tetapan kesetimbangan untuk reaksi: A(g) + 2B(g) « 4C(g) sama dengan 0.

sedangkan A dan B bertambah. Jika tekanan diperkecil = volume diperbesar. Contoh: 2SO2(g) + O2(g) « 2SO3(g) . maka dalam sistem akan mengadakan berupa pergeseran kesetimbangan. Perubahan volume atau tekanan c. maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri. Sebaliknya. maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan. kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah Koefisien reaksi besar. PERUBAHAN VOLUME ATAU TEKANAN Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan perubahan volume (bersamaan dengan perubahan tekanan).Bila pada sistem kesetimbangan ini ditambahkan gas SO2. Perubahan suhu A. Pada sistem kesetimbangan dimana jumlah koefisien reaksi sebelah kiri = . Jika tekanan diperbesar = volume diperkecil. maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut. PERUBAHAN KONSENTRASI SALAH SATU ZAT Apabila dalam sistem kesetimbangan homogen. kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah Koefisien Reaksi Kecil. Perubahan konsentrasi salah satu zat b.Bila pada sistem kesetimbangan ini dikurangi gas O2. maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut. jika konsentrasi salah satu zat diperkecil. konsentrasi salah satu zat diperbesar.dan Dherkurang. B. . FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENGGESER LETAK KESETIMBANGAN ADALAH : a.

C. PERUBAHAN SUHU Menurut Van't Hoff: .jumlah koefisien sebelah kanan. Contoh: 2NO(g) + O2(g) « 2NO2(g) . maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan. maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm). DH = -216 kJ . .Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan. maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri. maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm). Contoh: N2(g) + 3H2(g) « 2NH3(g) Koefisien reaksi di kanan = 2 Koefisien reaksi di kiri = 4 Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar (= volume diperkecil). Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil (= volume diperbesar). maka perubahan tekanan/volume tidak menggeser letak kesetimbangan.Bila pada sistem kesetimbangan subu dinaikkan.

HUBUNGAN ANTARA HARGA Kc DENGAN Kp Untuk reaksi umum: a A(g) + b B(g) « c C(g) + d D(g) Harga tetapan kesetimbangan: Kc = [(C)c . Kp = (PCO)2 / PCO2 = x2 / (5 .x) = 16 ® x = 4 Jadi tekanan parsial gas CO2 = (5 . harga Kp= 16.x) atm. Contoh: Jika diketahui reaksi kesetimbangan: CO2(g) + C(s) « 2CO(g) Pada suhu 300o C. (B)b] Kp = (PCc x PDd) / (PAa x PBb) dimana: PA. Hitunglah tekanan parsial CO2. Secara matematis. hubungan antara Kc dan Kp dapat diturunkan sebagai: Kp = Kc (RT) Dn dimana Dn adalah selisih (jumlah koefisien gas kanan) dan (jumlah koefisien gas kiri).. (D)d] / [(A)a .4) = 1 atm . maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan. . PENGARUH KATALISATOR TERHADAP KESETIMBANGAN Fungsi katalisator dalam reaksi kesetimbangan adalah mempercepat tercapainya kesetimbangan dan tidak merubah letak kesetimbangan (harga tetapan kesetimbangan Kc tetap). C dan D. maka tekanan parsial gas CO2 = (5 . jika tekanan total dalaun ruang 5 atm! Jawab: Misalkan tekanan parsial gas CO = x atm. hal ini disebabkan katalisator mempercepat reaksi ke kanan dan ke kiri sama besar. maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri. PB. PC dan PD merupakan tekanan parsial masing-masing gas A.Jika suhu dinaikkan.Jika suhu diturunkan. B.

a) mol mol NO2 yang terbentuk = 2 x mol N2O4 yang terurai = 2 a a mol Pada keadaan setimbang: .Disosiasi adalah penguraian suatu zat menjadi beberapa zat lain yang lebih sederhana. Contoh: 2NH3(g) « N2(g) + 3H2(g) besarnya nilai derajat disosiasi (a): a = mol NH3 yang terurai / mol NH3 mula-mula Harga derajat disosiasi terletak antara 0 dan 1. Contoh: Dalam reaksi disosiasi N2O4 berdasarkan persamaan N2O4(g) « 2NO2(g) banyaknya mol N2O4 dan NO2 pada keadaan setimbang adalah sama. Derajat disosiasi adalah perbandingan antara jumlah mol yang terurai dengan jumlah mol mulamula. Pada keadaan ini berapakah harga derajat disosiasinya ? Jawab: Misalkan mol N2O4 mula-mula = a mol mol N2O4 yang terurai = a a mol ® mol N2O4 sisa = a (1 . jika: a = 0 berarti tidak terjadi penguraian a = 1 berarti terjadi penguraian sempurna 0 < a < 1 berarti disosiasi pada reaksi setimbang (disosiasi sebagian).

a = 2 a ® a = 1/3 sumber : http://www. Thomson mengemukakan teorinya" "Atom mempunyai muatan positif yang terbagi merata ke seluruh isi atom.a) = 2a a ® 1 . sehingga dapat menyimpulkan: Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang berputar pada lintasan-lintasan tertentu ® (seperti susunan tata surya).k e²/2r tanda (-) menunjukkan keterikatan terhadap inti (menunjukkan bahwa untuk mengeluarkan elektron diperlukan energi). . TEORI THOMSON Berdasarkan penemuan perbandingan e/m (e = muatan elektron.co.mol N2O4 sisa = mol NO2 yang terbentuk a(1 .susilochem04.cc/2010/10/kesetimbangan-kimia. TEORI ERNST RUTHERFORD Rutherford melakukan percobaannya dengan menembakkan partikel a ke arah lempeng emas. m = massa elektron).html BAB III STRUKTUR ATOM TEORI DALTON Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi. dan dinetralkan oleh elektron yang tersebar di antara muatan listrik positif ® (seperti roti kismis). Bila lintasan elektron dianggap lingkaran. maka energi total elektron: E = Ek + Ep E = .

= bilangan kuantum utama Tingkat-tingkat energi (energi kulit ke-n): . sehingga elektron pada kulit paling luar memiliki energi terbesar.. spektrum atom hidrogen berupa spektrum kontinu (kenyataannya spektrum garis)... Elektron hanya dapat mengelilingi inti atom melalui lintasan-lintasan tertentu saja. ... v . tanpa membebaskan energi. TEORI NEILS BOHR Berdasarkan model atom Rutherford dan teori kuantum.28 x 10-11 n2 meter n = 1. m . 2.m²/cou Jadi jika r membesar maka E juga membesar...... Kelemahan teori Rutherford: 1. h/2p 2. elektron dapat "runtuh" ke inti atom karena dipercepat dan memancarkan energi. dan transisi ke lintasan yang lebih rendah jika memancarkan energi foton. 2. Masing-masing lintasan hanya dapat dilalui elektron yang memiliki momentum anguler kelipatan bulat dari h/2p.r = jari-jari orbit elektron k = 9 x 109 newton... 3. Elektron akan mengalami eksitasi (pindah ke lintasan yang lebih tinggi) atau ionisasi jika menyerap energi. r = n .. Jari-jari lintasan elektron: rn = 5. Neils Bohr mengemukakan teorinya: 1.

Deret Lyman terletak pada daerah ultra ungu nA = 1 . .(1/nB2) ] DE = EB .(k e2/2 r n2)= (-13..097 x 107 m-1 DE = energi yang diserap/dipancarkan pada saat elektron pindah I.6/n2) ev 1 eV= 1.6 x 10-19 joule SPEKTRUM ATOM HIDROGEN (SPEKTRUM GARIS) Menurut Neils Bohr : 1/l = R [ (1/nA2) . nB = 2. c/l EB = energi pada kulit n EA = energi pada kulit nA R = konstanta Rydberg = 1..... . 3..En = . III. Deret Paschen terletak pada daerah infra merah 1 .. 5. . 4..EA = h .. Deret Balmer terletak pada daerah cahaya tampak nA = 2 . nB = 3. II. 4..

6. yaitu setiap garis pada spektrum memiliki intensitas dan panjang gelombang yang berbeda) 3. Tidak dapat menerangkan atom berelektron banyak 2. Deret Pfund terletak pada daerah infra merah 3 nA = 5 . 6. Deret Bracket terletak pada daerah infra merah 2 nA = 4 ... Tidak dapat menerangkan pengaruh medan magnet terhadap spektrum atom (kelemahan ini dapat diperbaiki oleh Zeeman.....7588 x 1011 coul/kg ... Dihitung oleh JJ Thomson: e/m= 1. 5.. V. . IV. nB = 5.. Kelemahan Model Atom Bohr: 1. 8.. nB = 6. 7.. nB = 4.nA=3 . Tidak dapat menerangkan kejadian ikatan kimia LUCUTAN GAS Lucutan gas adalah peristiwa mengalirnya muatan listrik di dalam tabung lucutan gas (tabung Crookes) pada tekanan gas sangat kecil ® menghasilkan berkas sinar katoda PERBANDINGAN MASSA DAN MUATAN ELEKTRON (e/m) 1.. 7..

id/bebas/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Fisika/0348%20Fis-37a.ht .ui. Sehingga massa elektron dapat ditentukan: me = 9.2.ac.1091 x 10-31 Sumber : http://kambing.A.6021 x 10-19 coulomb 3. R. Milikan menghitung besarnya muatan elektron: e = 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful