Martapura yang merupakan daerah tambang emas dan hasil kebun lada terletak di sebelah hulu dari Banjarmasin.Š Š Sikap Anti VOC di Masa Sultan Agung Perebutan kekuasaan di Kesultanan Banjar pada abad ke-17 menghasilkan kompromi politik. [5] .Pangeran Ratu/Sultan Rakyatullah/Raden Halit tetap berkuasa di Martapura. sedangkan Sultan Agung/Pangeran Surya Nata II/Raden Kasuma Lalana berkuasa di Banjarmasin. sehingga cara ini dapat mematikan perdagangan Pangeran Ratu/Sultan Rakyatullah saingannya.

Š Mengenai lada VOC tidak perlu khawatir.Sehubungan dengan ini Pangeran Suryanata II/Sultan Agung mengirim dutanya ke Betawi yaitu Souta Nella dan Nala tahun 1665. Kepada VOC disampaikan surat Pangeran Suryanata II yang isinya : Š Supaya VOC memanggil kembali orang orangnya yang berada di Martapura dan menutup lojinya. Š Meminta agar isi kapal Sultan yang dirampas VOC sekembalinya dari Aceh diberikan kembali dengan perantaraan dutanya.000 gantang lada dan dua lembar tikar rotan Š . karena akan dikirim Sultan sendiri dengan kapal ke Batavia. Š Surat ini menyebutkan pula pemberian Sultan Agung/Pangeran Suryanata kepada VOC sebanyak 2.

dan hal ini berartiperjanjian sebelumnya yang dibuat tahun 1664 hanya merupakan kertas kosong belaka.[5] . Sikap ini diperlukan sebab kerajaan lainnya terutama Kesultanan Mataram mengalami kemunduran dalam bidang perdagangan akibat sepak terjang Belanda yang selalu memegangmonopoli perdagangan. diduga atas motivasi dari Kesultanan Mataram. agar Banjarmasin membuka front terbuka sikap anti-VOC. Sikap Sultan Agung ini (Pangeran Suryanata) yang meminta VOC-Belanda keluar dari Banjarmasin.Š Š Utusan yang membawa surat Pangeran Suryanata ini terjadi pada tahun 1665.

Untuk mempertahankan perdagangan bebas ini dan menghapus keinginan VOC-Belanda untuk memperoleh monopoli. Portugis dan Cina. Inggris. Pangeran Suryanata II mengirim utusan ke Kesultanan Banten(Sultan Ageng Tirtayasa).Š Pada bulan Juli 1665 menurut laporan Residen Gerret Lemmes. sedangkan utusanVOC-Belanda sama sekali tidak diberinya kesempatan memperoleh lada. meminta bantuan dan mengakui kekuasan Banten atas Kesultanan Banjarmasin . tiba-tiba Pangeran Suryanata II pergi ke daerah Negara untuk membeli lada secara monopoli dari rakyat penghasil lada dan menjualnya kepada pedagang-pedagang Makassar. Bahkan pelabuhanBanjarmasin dipenuhi dengan pedagangpedagang dari segala bangsa dan perdagangan dilakukan secara bebas.

Dalam setiap perjanjian kontrak dagang. Kemunduran perdagangan di Indonesia Timur ini sebagai akibat dari taktik danstrategi VOC-Belanda yang selalu berusaha memperoleh monopoli perdagangan dengan menerapkanpolitik divide et impera-nya. [5] Sikap Sultan Banjar yang anti VOC-Belanda pada masa tersebut karena beberapa pertimbangan: Hubungan dagang dengan Belanda. Adat istiadat orang-orang Belanda. khususnya yang anti VOC. VOCBelanda terus menerus mencari peluang dan dukungan untuk bercokol di Banjarmasin.[5] Pertimbangan-pertimbangan tersebut. dan tidak memberi peluang terciptanya perdagangan bebas. karena perdagangan VOC-Belanda di Kesultanan Banjarmasin tidak macet. bertentangan dengan adat istiadat orang Banjar. yaitu jatuhnya bandar internasional Makassar dibawah kontrol sesuai Perjanjian Bungaya (18 November 1667).Š Š Š Š Š Š perdagangan Sekitar tahun 1670-an terjadi perubahan besar di Indonesia Timur yang membahayakan bagi bebas Banjarmasin. selalu diakhiri dengan peristiwa pembantaian dan permusuhan di kedua belah pihak. sehingga lambat laun akan timbul konflik budaya. ancaman inilah yang menyebabkan Sultan Agung/Pangeran Suryanata II mengirimkan utusan-utusan ke Batavia untuk memperoleh monopolisenjata dan mesiu.[5] . VOC-Belanda selalu ingin monopoli. didasarkan atas kemungkinan dukungan dan kemufakatanDewan Mahkota. Walau demikian.

Š . Menurut Barra pada tahun 1662 ada 12 jung orang Melayu. Tidak terikat kepada VOC-Belanda.17 Banjarmasin mengalami kemajuan dan kemakmuran yang pesat. karena kontrak perdagangan (monopoli) dengan VOC yang dilakukan tahun sebelumnya hanya merupakan kontrak kosong belaka. [5] Š Kesultanan Banjarmasin tidak terikat terhadap bangsa manapun juga dan lebih mengacu kepada Perdagangan bebas dimana semua bangsa boleh berdagang di Banjarmasin dan orang orang Banjar akan bebas pula melakukan hubungan dagang dengan bangsa bangsa lain. Pelabuhan Banjarmasin dipenuhi lebih dari 1000 perahu layar. Kesultanan Banjar memberikan keleluasaan kepada saudagar untuk berniaga. [5] asalkan sistem sistem yang berlaku saat itu berfungsi. dan dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi kesultanan akan meningkat.Pertengahan abad ke. Inggris. Portugis mengangkut lada dan emas ke Makassar. baik perdagangan interinsuler maupun perdagangan inter-kontinental. EIC-Inggris atau Portugis.

dilihat dari pihak luar negeri. Pelabuhan Banjarmasin dipenuhi lebih dari 1000 perahu layar. Kesultanan Banjar memberikan keleluasaan kepada saudagar untuk berniaga. namun walau begitu. Inggris. dan akibatnya muncul kemelut politik istana seperti pergeseran dan perebutan kekuasaan.[5] Š . asalkan sistem sistem yang berlaku saat itu berfungsi. EIC-Inggris atau Portugis. [5] Š Kesultanan Banjarmasin tidak terikat terhadap bangsa manapun juga dan lebih mengacu kepada Perdagangan bebas dimana semua bangsa boleh berdagang di Banjarmasin dan orang orang Banjar akan bebas pula melakukan hubungan dagang dengan bangsa bangsa lain. Menurut Barra pada tahun 1662 ada 12 jung orang Melayu.Hasil dari perdagangan bebas tersebut.[5] Š Hasil dari perdagangan bebas tersebut. kondisi Kesultanan Banjarmasin tetap utuh.[5] Š Pertengahan abad ke. baik perdagangan interinsuler maupun perdagangan inter-kontinental. Banjarmasin mengalami kemakmuran yang pesat. Banjarmasin mengalami kemakmuran yang pesat.17 Banjarmasin mengalami kemajuan dan kemakmuran yang pesat. dilihat dari pihak luar negeri. kondisi Kesultanan Banjarmasin tetap utuh. Portugis mengangkut lada dan emas ke Makassar. Tidak terikat kepada VOC-Belanda. dan dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi kesultanan akan meningkat. karena kontrak perdagangan (monopoli) dengan VOC yang dilakukan tahun sebelumnya hanya merupakan kontrak kosong belaka. dan akibatnya muncul kemelut politik istana seperti pergeseran dan perebutan kekuasaan. namun walau begitu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful