P. 1
MEKANIKA KEKUATAN MATERIAL1

MEKANIKA KEKUATAN MATERIAL1

|Views: 4,053|Likes:
Published by Loebis Jobbit Sihar

More info:

Published by: Loebis Jobbit Sihar on Apr 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

D
DIKTAT

JURU

M

USAN TE
UN

MEKAN

EKNIK M
IVERSIT

Oleh |

NIKA KE

2008

MESIN F
TAS
 SRI

GUNAW

EKUAT

FAKULT
WIJAYA

WAN

TAN M

TAS TEK
A

ATERI

NIK

AL

Gunawan
MEKANIKA KEKUATAN MATERIAL 1

BAB I

PENGANTAR MEKANIKA KEKUATAN MATERIAL

MEKANIKA adalah cabang ilmu fisika yang mengkaji suatu benda pada

kondisi diam atau bergerak akibat adanya gangguan terhadap benda tersebut.
Gangguan tersebut dapat berupa gaya (force) dan/atau temperatur (thermal). Studi
pada benda yang diam disebut statis (statics) dan studi pada benda bergerak disebut
dinamis (dynamics). Ilmu mekanika memiliki dua cabang yaitu mekanika kekuatan
material dan mekanika fluida, yang masing-masing berhubungan dengan perilaku
benda pejal dan dengan perilaku fluida.
Beberapa istilah asing yang memiliki arti sama dengan mekanika kekuatan
material adalah strength of materials, mechanics of solids, dan mechanics of

deformable bodies.

Pada semua konstruksi Teknik bagian-bagian dari suatu elemen
mesin/struktur harus memiliki ukuran fisik tertentu. Bagian-bagian itu harus
memiliki ukuran-ukuran yang tepat sehingga dapat menahan beban yang
sesungguhnya yang mungkin terjadi. Oleh karena itu pemahaman yang lengkap
mengenai mekanika kekuatan material sangat diperlukan untuk keamanan dan
effisiensi desain. Perhatikan gambar dibawah ini.

Gambar 1.1. Papan loncat indah

Gunawan
MEKANIKA KEKUATAN MATERIAL 2

Dari gambar diatas dapat kita lihat bahwa akibat beban w, papan akan
melendut (deflection) sebesar δC maka kita harus menentukan :
a. Panjang dan luas penampang papan.
b. Panjang l1 dan l2, serta dimensi dari tumpuan A
c. Sifat mekanis papan (modulus elastisitas dan angka poison) sehingga
dapat memberikan lendutan yang aman.
Semua masalah mekanika kekuatan bahan dihadapkan pada dua kategori
masalah, yaitu masalah kekuatan dan masalah kekakuan. Sebuah struktur/elemen
mesin harus cukup kuat untuk menahan beban yang terjadi, dan cukup kaku
sehingga dapat berubah bentuk (deformation) pada batas-batas yang diijinkan.
Tujuan dari analisa mekanika kekauatan bahan pada dasarnya untuk
menentukan tegangan (stress), regangan (strain), dan lendutan (deflection). Jika
harga-harga dari berbagai besaran ini dapat kita ketahui untuk semua harga beban
hingga beban yang menyebabkan kegagalan (failure load), maka kita akan
memperoleh suatu gambaran lengkap mengenai kekuatan mekanik dari benda itu.
Dalam perkembangan selanjutnya, seiring dengan kemajuan yang pesat
dibidang komputerisasi, untuk keperluan desain bentuk yang sangat komplek, ilmu
mekanika kekuatan material dibantu dengan Metode Elemen Hingga, MEH (Finite
Element Methode, FEM).

Dasar-Dasar Persamaan Mekanika Kekuatan Material

Untuk menyelesaikan permasalahan tegangan dan kekakuan pada mekanika
kekuatan material digunakan tiga dasar persamaan, yaitu :
1. Kondisi seimbang harus terpenuhi
2. Geometri dari benda harus terinci secara jelas
3. Sifat mekanik dari material harus ada.
Pada kondisi seimbang, mekanisme/struktur harus memenuhi persamaan :

( )0

0

=

=

o

M

dan

F

1.1

disini pada benda simbang :

-. Jumlah dari gaya-gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, dan

Gunawan
MEKANIKA KEKUATAN MATERIAL 3

-. Jumlah momen-momen, terhadap titik nol, dari semua gaya-gaya yang
bekerja pada benda sama dengan nol.

Gunawan
MEKANIKA KEKUATAN MATERIAL 4

BAB II

TEGANGAN DAN REGANGAN

2.1. Tegangan (Stress)

Untuk dapat memahami konsep tegangan regangan, perhatikan sebuah kasus
batang lurus yang memiliki penampang yang sama pada sluruh batang dan dikenai
gaya aksial (axial force), seperti pada gambar dibawah ini:

Gambar. 2. Batang lurus yang dibebani secara aksial
Beban tarik (tensile load) P, yang bekerja pada salah satu sisi ujung batang,
sedangkan pada sisi ujung yang lainya bekerja gaya reaksi dari gaya P. Gaya-gaya
ini terdistribusi secara terus menerus diseluruh penampang, yang analog dengan
penyebaran kontinyu dari tekanan hidrostatik pada permukaan horizontal dalam zat
cair. Dalam mekanika istilah Tegangan (stress) digunakan untuk menyatakan
distribusi gaya pada seluruh permukaan dimana gaya gaya itu bekerja. Atau dengan
kata lain

)

(

)

(

A

PENAMPANG

LUAS

F

GAYA

TEGANGAN =

2.1

satuan tegangan menurut system SI = N/m2

atau Pascal (Pa)
satuan tegangan menurut USCS (U.S. Customary system of Units) = lb/in2

(pound

per square inch, psi) atau killopound per square inch (ksi).
1 psi = 6895 Pa = 6,895 k Pa
Ada dua tipe tegangan yaitu :
a. Tegangan Normal (normal stress)

Gunawan
MEKANIKA KEKUATAN MATERIAL 5

b. Tegangan Geser (shear stress)

Tegangan Normal

Tegangan normal (normal stress) dilambangkan dengan huruf yunani σ

(sigma), tegangan normal didefinisikan sebagai :

BEKERJA

GAYA

DIMANA

PENAMPANG

LUAS

PERMUKAAN

DENGAN

LURUS

TEGAK

NORMAL

GAYA

)

(

=

σ

………………………………………….. 2.2

Aturan tanda untuk tegangan normal :
a. tanda positif (+) menyatakan bahwa σ merukapan tegangan tarik (Tensile

Stress)

b. tanda negative (-) menyatakan bahwa σ merupakan tegangan tekan

(compressive Stress)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->