IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK DALAM PENDIDIKAN POLITIK

Bambang Yuniarto & Winarno Narmoatmojo

BAB I PENDAHULUAN

Sebagai suatu sistem filsafat, Pancasila mempunyai kedudukan dan peran utama sebagai dasar filsafat negara. Dengan kedudukannya seperti, Pancasila mendasari dan menjiwai semua proses penyelenggaraan negara dalam berbagai bidang serta menjadi rujukan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupannya sehari-hari. Pancasila memberikan suatu arah dan kriteria yang jelas mengenai layak atau tidaknya suatu sikap dan tindakan yang dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Proses kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa dilepaskan dari dimensi kehidupan politik Akan tetapi, kehidupan politik di setiap negara tentu saja berbeda. Salah satu penyebabnya adalah faktor perbedaan ideologi. Kehidupan politik orang hidup di negara yang menganut paham liberal, tentu saja berbeda dengan yang hidup di negara sosialis atau komunis. Begitu juga dengan kehidupan politik rakyat Indonesia, pasti berbeda dengan rakyat bangsa lainnya. Kehidupan politik rakyat Indonesia selalu didasari oleh nilai-nilai Pancasila. Pancasila merupakan landasan dan tujuan kehidupan politik bangsa kita. Berkaitan dengan hal tersebut, proses pembangunan politik yang sedang berlangsung di negara kita sekarang ini harus diarahkan
1

pada proses implementasi sistem politik demokrasi Pancasila yang handal, yaitu sistem politik yang tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki kualitas kemandirian yang tinggi yang memungkinkannya untuk membangun atau mengembangkan dirinya secara terus-menerus sesuai dengan tuntutan aspirasi masyarakatnya dan perubahan zaman. Dengan demikian, sistem politik demokrasi Pancasila akan terus berkembang bersamaan dengan perkembangan jati dirinya, sehingga senantiasa mempertahankan, memelihara dan memperkuat relevansinya dalam kehidupan politik. Nilai-nilanya bukan saja dihayati dan dibudayakan, tetapi diamalkan dalam kehidupan politik bangsa dan negara kita yang terus berkembang. Oleh karena, secara langsung Pancasila telah dijadikan etika politik seluruh seluruh komponen bangsa dan negara Indonesia. Proses reformasi yang sedang berjalan di Indonesia merupakan bukti kedinamisan kehidupan politik masyarakat Indonesia. Akan tetapi, kedinamisan itu jangan sampai menanggalkan nilai-nilai Pancasila. Kehidupan politik yang semakin demokratis dengan ditandai olehnya terbukanya saluran aspirasi politik masyarakat, seperti adanya kebebasan mendirikan partai politik, kebebasan berpendapat, pemilihan presiden, wakil presiden, anggota legislatif serta kepala daerah secara langsung, harus selalu didasari oleh nilai-nilai Pancasila. Sehingga pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut selalu mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang ber-Pancasila. Apabila dikaitkan dengan pendidikan politik, pemahaman

terhadap Pancasila sebagai etika politik merupakan salah satu bagian dari tujuan diberikannya pendidikan politik, sebagaimana dikemukakan oleh Pojman (2003:1) yang memandang kajian dan pemikiran tentang falsafah

2

negara menjadi keharusan dalam rangka memahami pertanyaan besar “why I should be obey the state? (mengapa kita mesti menaati negara?). Oleh karena Pendidikan Politik yang diberikan kepada warga negara harus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus sebagai etika politik, sehingga nilai-nilai Pancasila akan selalu hidup dalam berbagai dimensi kehidupan setiap warga negara.

BAB II PERMASALAHAN

Eksistensi sebuah negara salah satunya

tergantung pada

keberadaan ideologinya. Eksistensi negara dalam berbagai urusan baik urusan ke dalam maupun keluar sangat dipengaruhi oleh ideologi yang dimilikinya. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh setiap negara dalam hal ini pemerintahannya selalu berdasarkan kepada ideologi nasional negara yang bersangkutan. Tidak hanya itu, ideologi negara menjadi pandangan dan pedoman hidup aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangga dan bernegara dari setiap warga negaranya. Dalam konteks kehidupan politik, Pancasila harus dijadikan sebagai etika politik oleh setiap warga negara Indonesia. Kebebasan yang diperoleh setiap warga negara dalam aspek, hendaknya selalu

diimplementasikan dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sehingga setiap tindakan politik warga negara selalu mencerminkan tindakan politik yang Pancasilais, yaitu tindakan politik yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusian yang adil dan beradab, menjunjung tinggi persatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah

3

maka penulis merumuskan beberapa sub-permasalahan yaitu: 1. Bagaimana implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai Etika Politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? BAB III KAJIAN TEORI A.kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. bertujuan untuk 4 . Pendidikan Politik 1. serta berkeadilan sosial. Pengertian Pendidikan Politik Pendidikan di Indonesia merupakan upaya untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdasarkan falsafah bangsa dan pandangan hidup bangsa yaitu Pancasila. maka yang permasalahan utama dalam makalah ini adalah bagaimana implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai etika politik dalam pendidikan politik? Untuk lebih memfokuskan pembahasan. Bagaimana proses implementasi Pendidikan Politik yang mencerminkan implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara? 3. fungsi pendidikan di Indonesia adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana materi muatan Pancasila dalam kajian Pendidikan Politik? 2. Selain itu. Berdasarkan uraian yang diatas.

kecerdasan. Dengan demikian. pengendalian diri. akhlak mulia. berakhlak mulia. Brownhill dan Smart (1989:9) mengemukakan bahwa “Pendidikan politik adalah sebagai suatu cara untuk mempertahankan keadaan yang tetap stabil pada suatu saat tertentu. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sesuai dengan hal tersebut upaya pendidikan politik merupakan sarana vital dalam pembentukan warga negara atau individu-individu untuk mendapatkan informasi. Berkaitan dengan hal tersebut. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. kreatif. serta diharapkan dapat memberikan dasar bagi proses demokrasi yang lebih maju”. Dengan demikian pendidikan politik memberikan landasan yang kuat bagi proses demokratisasi. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. sehat. pendidikan diartikan sebagai berikut: Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. masyarakat. cakap. kepribadian.berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. bangsa dan negara. Dalam rumusan pasal 1 UU No. wawasan serta memahami sistem politik yang berimplikasi pada persepsi mengenai politik dan peka terhadap gejala-gejala politik yang terjadi di sekitarnya. Selanjutnya. berilmu. pendidikan politik erat kaitannya dengan mempertahankan keadaan agar tetap stabil pada periode 5 . warga negara diharapkan memiliki keterampilan politik sehingga memiliki sikap yang kritis dan mampu mengambil alternatif pemecahan masalah dari masalahmasalah politik yang ada disekitarnya. mandiri.

6 . sehat. Dari uraian di atas. berilmu. dan menjadi warga negara yang demokatis serta bertanggung jawab. 2. penulis dapat menarik kesimpulan. bahwa pendidikan politik adalah upaya pendidikan yang sistematis. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan fungsi dan tujuan pendidikan nasional sebagai berikut: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Di sini terlihat kentalnya kepentingan kekuasaan melalui pendidikan politik. betujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. memiliki kesadaran politik (political awareness). Hal ini terjadi karena landasan serta tujuan pelaksanaan pendidikan politik disesuaikan dengan dasar dan falsafah bangsa. kreatif. cakap. Indonesia sebagai negara yang demokratis menjalankan proses pendidikan politik sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan warga negara.kekuasaan tertentu. Sehingga tujuan pendidikan politik harus sejalan dengan penjabaran tujuan pendidikan nasional. berakhlak mulia. mandiri. dan berpartisipasi dalam kehidupan politik (political participation) secara cerdas dan bertanggung jawab. Tujuan Pendidikan Politik Pada dasarnya. berkesinambungan dan menyeluruh bagi setiap warganegara dalam rangka membentuk warganegara yang baik (good citizen) yaitu warganegara yang melek politik (political literacy). Dalam rumusan pasal 3 UU No. tujuan pendidikan politik di setiap negara berbedabeda.

2005:24).. Selain itu. Menurut Wahab (Komarudin. Dalam hal ini pendidikan politik di Indonesia diarahkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945. Peningkatan pemahaman akan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara diharapkan mampu meningkatkan partispasi secara aktif untuk membangun bangsa sesuai dengan arah dan cita-cita bangsa. pendidikan politik bertujuan membentuk warga negara yang baik. Pada dasarnya tujuan pendidikan politik adalah membentuk manusia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam rangka memahami situasi sistem politik menuju kesejahteraan hidup bangsa. terwujudnya warga negara yang baik (good citizen) yaitu warga negara yang melek politik. pendidikan politik diharapkan mampu menciptakan warga negara yang memiliki jiwa nasionalis dan egaliter serta kualitas pribadi yang kuat sebagai warga negara. Proses pendidikan politik merupakan suatu proses untuk membina dan mengembangkan warga negara untuk mengenali sistem politik dan reaksi terhadap gejala-gejala politik. memiliki kesadaran politik.Upaya untuk mengembangkan pendidikan yang membentuk watak serta peradaban bangsa serta menjadi warga negara adalah bagian penting dari tujuan pendidikan politik.. dan berpartisipasi dalam kehidupan politik merupakan tujuan utama dari pendidikan politik. yaitu warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan dengan baik hak-hak dan kewajibannya sebagai individu warga negara”. Dengan demikian. “. Pandangan di atas sejalan dengan Sumantri dan Affandi (1986:126) yang menyatakan bahwa: 7 .

Pelaksanaan pendidikan politik harus dilakukan secara sistematis untuk menumbuhkan iklim demokratis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedudukan dan pelaksanaan pendidikan politik dikemukakan oleh Affandi (1996:6) sebagai berikut: Pendidikan politik tidak saja akan menentukan efektifitas sebuah sistem politik karena mampu melibatkan warganya. Selain itu memberikan pemahaman mengenai pengetahuan politik sehingga warga negara berpastisipasi dalam sistem politik yang sedang berjalan. Pendapat ini sejalan dengan Brownhill (1989:4) bahwa The aim of political education should therefore be to develop the professionals interest and to poin them toward their political responsibilities. Generasi muda sebagai pewaris cita-cita bangsa dituntut untuk berpartipasi secara aktif membangun bangsa.Maksud diselenggarakannya pendidikan politik pada dasarnya adalah untuk memberikan pedoman bagi generasi muda Indonesia guna meningkatkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara sejalan dengan arah dan cita-cita bangsa Indonesia. Dengan demikian. tetapi juga memberikan corak pada kehidupan bangsa di waktu yang akan 8 . pendidikan politik bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman serta kemampuan untuk bertanggung jawab sebagai warga negara. Pendidikan politik menjadi sebuah pemahaman dalam setiap warga negara untuk dihayati sehingga membentuk perilaku politik atau melek politik. while at the some time endeavouring togive them the necessary knowledge and skills to carry out those responsibilities. generasi muda harus memiliki pengetahuan serta keterampilan politik sehingga para generasi muda menggunakan pengetahuannya untuk berpolitik secara bertanggung jawab. Oleh sebab itu.

Pendidikan politik ditinjau dari sudut proses merupakan upaya pewarisan nilai-nilai budaya bangsa. yaitu: 9 . proses peningkatan dan pengembangan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. 1989:104) membaginya ke dalam tiga bagian. Sehinggga partisipasi aktif warga negara memberikan konstribusi bagi pembangunan demokrasi Indonesia serta sesuai dengan cita-cita bangsa yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. subtansi kurikulum pendidikan politik menurut Stradling (Brownhill dan Smart. Perubahan tersebut idealnya harus merupakan perubahan yang bernilai positif.dating melalui upaya penerusan nilai-nilai politik yang dianggap relevan dengan pandangan hidup bangsa yang bersangkutan. Untuk mencapai hal tersebut harus dilakukan pembinaan kepada setiap warga negara. kritis dan bertangung jawab. Bentuk-bentuk Pendidikan Politik Kehidupan politik yang dialami oleh setiap warga negara senantiasa mengalami perubahan. supaya dapat bersikap dan berperilaku politik yang cerdas. Pembinaan tersebut dapat melalui penyelengaran pendidikan politik yang dilakukan dengan pengajaran-pengajaran yang mengacu pada substansi dari pendidikan politik tersebut. Dengan pendidikan politik dibentuk dan dikembangkan warga negara yang memiliki kesadaran politik dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara. pendidikan politik memegang peranan yang sangat vital untuk mencapai kehidupan bangsa yang lebih demokratis. Dalam hal ini. 3. Dari penjelasan di atas.

pengetahuan teoritis serta hal-hal yang bersifat informatif dan kognitif. pemahaman. tujuan. Sedangkan dalam aspek psikomotor kurikulum pendidikan politik hendaknya memberikan kemampuan keterampilan kepada individu untuk memiliki keterampilan intelektual. antara lain: isi kurikulum harus didasarkan kepada suatu etika yang dapat diterima oleh semua jenis dan kalangan masyarakat. sikap dan nilai-nilai prosedural. Selain pengetahuan yang bersifat teoritis. akan tetapi mengandung bagaimana bersikap secara politik yang disertai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam masyarakat. keterampilan yang terdiri dari keterampilan intelektual. tindakan dan komunikasi politik secara efektif. Dari pendapat di atas. Ketiga. Dengan demikian isi dari kurikulum pendidikan politik tidak hanya menanamkan pengetahuan dan keterampilan semata. afektif dan psikomotor. secara garis besar kurikulum pendidikan politik menyentuh aspek kognitif. b. Kedua. c. dan pengetahuan praktikal. Kurikulum pendidikan politik secara afektif harus membuat individu menimbulkan sikap politik sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. keterampilan komunikasi.Pertama. Nilai-nilai tersebut nantinya dipakai sebagai bahan untuk menyusun informasi. keterampilan tindakan. Hal senada diungkapkan oleh Brownhill dan Smart (1989:110) yang mengungkapkan bahwa kurikulum pendidikan politik harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a. pengetahuan. Dalam aspek kognitif pendidikan politik memberikan pengetahuan dan pemahaman politik terhadap setiap individu. Nilai-nilai. yang terdiri dari pengetahuan professional. kurikulum pendidikanpolitikharusmengandungseperangkat pengetahuan praktis. etika dasar serta sasaran yang dicapai. Hal ini didasarkan 10 .

Hal ini tercantum dalam misi Pendidikan Kewarganegaraan yang baru yakni sebagai pendidikan politik. sekolah. Dengan demikian. b) jalur formal. Penyelenggaraan pendidikan politik yang terbagi kedalam ketiga jalur tidak menghilangkan esensi dari tujuan pendidikan politik itu sendiri 11 . 12 Tahun 1982 bahwa jalur-jalur terlaksananya pendidikan politik meliputi: a) jalur informal. bentuk-bentuk penyelenggaraan pendidikan politik dapat dilaksanakan baik oleh pemerintah maupun badan non pemerintah melalui partai politik dan organisasi kemasyarakatan.bahwa pendidikan politik merupakan proses pewarisan nilai dan internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam masyarakat ke setiap individu. Sedangkan secara informal pendidikan politik dapat dilakukan dalam keluarga dan lingkungan diantaranya memberikan contoh keteladanan. Dalam bentuk pendidikan nonformal. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki program pendidikan untuk memberikan pengetahuan. maupun masyarakat. sikap dan keterampilan kepada siswa agar mereka mampu hidup sebagai warga negara yang memiliki tingkat kemelekan politik (political literacy) dan kesadaran berpolitik (political awareness). Hal ini sebagaimana yang telah digariskan dalam Inpres No. Di Indonesia pendidikan politik yang diberikan di persekolahan dilakukan melalui pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). dan c) jalur non formal. pendidikan politik dapat dilakukan oleh partai politik dan organisasi-organisasi kemasyarakatan. serta kemampuan berpartisipasi politik (political participation) yang tinggi. sehingga proses pendidikan politik dapat dilakukan di berbagai lingkungan kehidupan baik di lingkungan keluarga.

Setiap golongan berbeda kewajiban moralnya. Panca artinya lima. kesadaran berpolitik serta partisipasi politik yang tinggi. syila dengan vokal i pendek artinya “batu sendi”. Pancasila yang berlaku sekarang adalah Panca Syila dengan vokal i pendek. Pengertian Pancasila secara Etimologis Dilihat dari asal usul katanya (secara etimologis). dalam bahasa Sanskerta perkataan Pancasila memiliki dua macam arti. yakni dasar yang memiliki lima unsur. Adapun istilah Panca Syiila dengan vokal i panjang bermakna lima aturan tingkah laku yang penting. Saptasyiila dan Pancasyiila. B.yakni meningkatkan kemelekan politik. Ajaran Pancasyiila menurut Budha merupakan 12 . Sejak zaman dahulu nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal istilah Pancasila itu. Ajaran moral tersebut meliputi Dasasyiila. syiila dengan vokal i panjang artinya “peraturan tingkah laku yang baik. Panca artinya lima. Dalam ajaran Budha terdapat ajaran moral yang harus dilaksanakan oleh para penganutnya untuk mencapai kesempurnaan hidup. Muhammad Yamin. b. yang penting atau yang senonoh. perkataan Pancasila pada awalnya terdapat dalam kepustakaan Budha dan India. istilah Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta. Oleh karena itu secara etimologis kata Pancasila yang dimaksudkan adalah istilah Panca Syila dengan vokal i pendek memiliki makna “berbatu sendi lima” atau “dasar yang memiliki lima unsur”. Pengertian Pancasila 1. Menurut Mr. atau “dasar”. a. Sebenarnya.

begitu pula upacara-upacara ibadat dan penobatan-penobatan. atau dilarang mencuri. Sura meraya masjja pamada tikana veramani. d. dalam buku Sutasoma dikenal istilah Pancasila Krama. Panatipada veramani sikhapadam samadiyani. Kemudian. atau dilarang meminum minuman keras. Pancasila Krama itu merupakan lima dasar tingkah laku atau perintah kesusilaan yang lima atau sering disingkat Ma Limo. e. atau dilarang berdusta. yang terdiri dari: a. artinya janganlah berhubungan kelamin.aturan yang harus ditaati oleh para penganut biasa atau awam. Dalam buku Nagarakertagama terdapat ketentuan bagi raja yang berbunyi yatnaggegwani pancasyiila kertasangkarbhisekaka krama. artinya jangan mengambil barang yang tidak diberikan. artinya janganlah meminum minuman yang menghilangkan pikiran. Dinna dana veramani skhapadam samadiyani. artinya jangan mencabut nyawa makhluk hidup. Kameshu micchacara veramani skhapadam samadiyani. maka ajaran Pancasyiila pun masuk ke dalam kepustakaan Jawa. Pada masa itu. istilah Pancasila dapat ditemukan dalam buku Nagarakertagama karya Empu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Empu Tantular. artinya janganlah berkata palsu. Pancasyiila berisi lima larangan atau pantangan. atau dilarang membunuh. yang artinya raja menjalankan dengan setia kelima pantangan (Pancasila). c. atau dilarang berzina. yakni: 13 . b. terutama pada masa kerajaan Majapahit di bawah kekuasaan raja Hayam Wuruk dan maha patih Gajah Mada. Musawada veramani skhapadam samadiyani. Dengan masuknya kebudayaan India ke Indonesia melalui penyebaran agama Hindu dan Budha.

maupun sanksi hukum (yang dilakukan oleh negara). Jika mencoba-coba melanggarnya. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenis IV tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut: 1.a. Persatuan Indonesia 4. pengertian Pancasila waktu itu adalah merupakan lima dasar tingkah laku atau lima perintah kesusilaan. b. c. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Dilarang Mateni (membunuh). Dilarang Mabok (minum minuman keras) e. Rumusan Pancasila yang sah dan benar secara konstitusional adalah secara rumusan yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. akan mendapatkan sanksi. b. d. Pada masa itu orang-orang harus berpegang pada lima aturan kesusilaan tersebut. Dilarang Maling (mencuri). Pengertian Pancasila secara Terminologis Pengertian Pancasila secara terminologis berkaitan pengucapan dan penulisan isi rumusan Pancasila yang sah dan benar secara konstitusional. baik sanksi sosial (yang dilakukan oleh masyarakat sendiri). Kemanusian yang adil dan beradab 3. Dengan demikian. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Dilarang Main (berjudi). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 14 . Dilarang Madon (berjinah).

etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjek etika. etika politik berkenaan dengan dimensi politis kehidupan manusia (Magnis-Suseno. Jadi. 15 . bangsa dan negara. etika politik tetap meletakan dasar fundamental manusia sebagai manusia. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pengertian moral selalu menunjuk kepada manusia sebagai subjek etika. etika politik merupakan salah satu bentuk filsafat praktis. Hal ini dikarenakan ruang lingkup kehidupan politik yang mencakup bidang kehidupannya lainnya. yaitu manusia. melainkan seluruh aktivitas hidupnya. Dengan kata lain. C.Rumusan Pancasila yang tercantum dalam alenia IV Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut secara konstitusional sah dan benar sebagai dasar negara Republik Indonesia yang disahkan oleh PPKI mewakili seluruh rakyat Indonesia (Kaelan. bukan sebagai warga masyarakat atau warga negara. Makna Etika Politik Sebagai salah satu cabang etika. Walaupun kedudukan dan sifat manusia selalu berkaitan dengan masyarakat. 2004: 26). Hal in semakin menegaskan bahwa etika politik mendasarkan suatu kebaikan kepada hakekat manusia sebagai makhluk yang beradab dan berbudaya (Magnis-Suseno. Oleh karena itu etika politik berkaitan dengan bidang pembahasan moral. 2001:17). Secara subtantif. Secara sederhana etika politik dapat diartikan sebagai cabang etika yang mempertanyakan tanggung jawab dan kewajiban manusia dalam menjalankan kehidupannya. etika politik tidak hanya mempertanyakan tanggung jawab dan kewajiban manusia sebagai warga negara saja. 2001:19).

Seperti diungkap sebelumnya. hukum harus menunjukkan bahwa dirinya berasal dari 16 . sehingga akan menimbulkan terjadinya penindasan terhadap manusia. Hukum dan kekuasaan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sedangkan kekuasaan negara tanpa hukum. Hukum tanpa kekuasaan negara hanya akan menjadi aturan normatif yang kosong dan tidak bisa berbuat apa-apa atau tidak mempunyai kemampuan untuk bertindak. Dengan kata lain. bahwa hukum dan kekuasaan merupakan aspek yang berkaitan langsung dengan etika politik. melainkan berdasarkan pada aspek rasionalitas. prasangka dan apriori. Etika politik tidak berdasarkan emosi. Etika politik tidak langsung mencampuri politik praktis. hukum dan kekuasaan membutuhkan suatu legitimasi atau pengakuan dan pegesahan secara moral dari masyarakat. Hukum sebagai lembaga penata masyarakat yang normatif dan kekuasaan sebagai lembaga penata masyarakat yang efektif pada dasarnya sesuai dengan struktur sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Akan tetapi etika politik membantu agar pembahasan-pembahasan masalah ideologis dapat dijalankan secara objektif. yaitu hanya berkutat pada peyediaan alat-alat teoritis yang mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik secara bertanggung jawab. objektivitas dan argumentasi.Etika politik mempunyai fungsi yang terbatas dalam masyarakat. akan melahirkan suatu bentuk kekuasaan negara yang absolut. Etika politik dapat memberikan orientasi dan pegangan normatif bagi setiap orang yang mau menilai kualitas tatanan dan kehiduoan politik dengan tolok ukur martabat manusia atau mempertanyakan legitimasi moral sebuah keputusan politik. Oleh karena itu.

serta tujuan yang ingin dicapai dalam implementasi Pancasila dimaksud. Berdasarkan pendapat di atas. terdiri dari: 1) konsep. Dalam kerangka itu pengkajian tentang implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi bagian tidak terpisahkan dalam upaya mendudukkan kembali Pancasila pada peran dan fungsinya semula. paradigma. prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila. kiranya dapat kita gambarkan materi muatan Pancasila sebagai konten kajian pendidikan politik dalam kedudukannya sebagai etika politik. dan 3) nilai yang terkandung dalam Pancasila. 2) prinsip. dalam melaksanakan kekuasaannya harus berdasarkan pada tatanan normatif yang meupakan kehendak bersama warga negaranya. Soeprapto (2006) mengemukakan bahwa upaya untuk mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan bernegara. BAB IV PEMBAHASAN A. pertama-tama harus dipahami konsep. termasuk dalam dimensi kehidupan politik. yang menjadi landasan. pendekatan. Materi Muatan Pancasila dalam Kajian Pendidikan Politik Tantangan era the end of postcolonial society Indonesia adalah bagaimana mendudukkan kembali Pancasila sebagai dasar negara dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara. bukan berasal dari kekuasaan belaka dan merupakan suatu bentuk keputusan bersama.nilai-nilai moral yang berkembang di masyarakat. 17 . Begitu juga dengan negara.

kebebasan. nasionalitas. Mengakui hakekat Tuhan Hakekat Tuhan Yang Maha Esa adalah: a. tidak pernah tidak ada. Sedangkan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Pancasila adalah prinsip Ketuhanan yang maha esa. Causa Prima. c. f. nilai yang terdapat dalam Pancasila adalah nilai-nilai keimanan. kemanusiaa yang adil dan beradab.Konsep yang terdapat dalam Pancasila adalah: Konsep tentang hakikat eksistensi manusia. Maha Baik. persatuan Indonesia. konsep harmoni atau keselarasan. kesatuan. persatuan. Maha Sempurna. Pengatur tata tertib alam. konsep kebangsaan. kesetaraan. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan melalui perilaku yang mencerminkan sikap: 1. b. Pengakuan terhadap hakekat Tuhan ini dapat dikembangkan melalui sikap: 18 . dan sosialitas. e. konsep gotong royong dan kekeluargaan. Sementara itu. kesejahteraan. Maha Esa. Konsep-konsep itu merupakan penjabaran dari konsep dasar religiositas. Selama-lamanya ada. sovereinitas. keadilan. Asal mula segala sesuatu. dan adanya ialah harus (tidak bisa tidak ada). tenggang rasa. konsep integralistik. Wajib disembah melalui kegiatan ibadah. ketakwaan. dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. sebab yang pertama dari segala sesuatu. humanitas. konsep kerakyatan. konsep pluralistik. loyalitas. d. inklusif. Maha Kuasa. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Manusia yang dimaksudkan di sini adalah manusia seutuhnya. Sifat kodrat manusia adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Mengakui hakekat manusia. Hormat-menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup c. Saling menghormati kebebasan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya d.a. Tidak semena-mena kepada orang lain e. Tenggang rasa kepada orang lain d. Pada hakekat nya terdiri atas susunan kodrati yaitu raga dan jiwa/jasmani dan rohani. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. hak dan kewajiban antara sesama manusia b. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian f. Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing b. Mengakui persamaan derajat. Saling mencintai sesama manusia c. Hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain 19 . Berani membela kebenaran dan keadilan g. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain 2. Pengakuan terhadap hakekat manusia ini dapat dikembangkan melalui sikap: a.

dan tidak didasarkan atas perseorangan. Maknanya adalah prinsip untuk tetap utuh. sebagai negara senantiasa menjadi negara kesatuan yang utuh. kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan b.3. bukan negara satu golongan. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia e. 20 . Mengakui hakekat persatuan. Negara didasarkan atas keseluruhan rakyat. kesatuan. Cinta tanah air dan bangsa d. b. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berBhineka Tunggal Ika 4. maka negara Republik Indonesia itu bukan negara untuk satu orang. Kata persatuan berasal dari kata satu. tidak menjadi bagian dari sesuatu yang lain. terpisah dari sesuatu hal yang lain. tak dapat dibagi. pantang untuk terpecah-belah. Diwujudkan dalam kehidupan negara. tidak didasarkan atas golongan. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara c. sebagai bangsa mempunyai kepribadian sendiri. mempunyai bangun-bentuk tersendiri. berdiri sendiri. Hakekat rakyat adalah jumlah keseluruhan warga dalam lingkungan daerah/negara. Mengakui hakekat kerakyatan Perkataan kerakyatan berasal dari kata dasar rakyat. utuh. Pengakuan terhadap hakekat persatuan ini dapat dikembangkan melalui sikap: a. Menempatkan persatuan. Hakekat satu adalah: a.

Mengakui hakekat keadilan Perkataan keadilan berasal dari kata dasar adil. Kekeluargaan dan kegotongroyongan b. Menjauhi sifat boros dan gaya hidup mewah g. Pengakuan terhadap hakekat keadilan ini dapat dikembangkan melalui sikap: a. Mempertanggungjawabkan setiap keputusan musyawarah secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa 5. Kita masing-masing mempunyai hubungan hidup yang kodrat sifatnya antara warga negara dengan warga negara dan warga negara dengan pemerintah negara. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain c. Menghargai hasil karya orang lain 21 . Menghormati hak-hak orang lain d. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat b. Menjauhi sikap pemerasan kepada orang lain f.Pengakuan terhadap hakekat kerakyatan ini dapat dikembangkan melalui sikap: a.setelah memenuhi kewajiban. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama d. Suka memberi pertolongan kepada orang lain e. Menerima dan melaksanakan setiap keputusan musyawarah e. Hakekat adil ialah telah dipenuhinya hak yang ada di dalam hubungan hidup. Rela bekerja keras h.

analitis. Dengan demikian. materi muatan tersebut mencerminkan pula kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh setiap warga negara. Pendekatan pembelajaran yang digunakan harus menempatkan setiap individu sebagai subjek pendidikan. Selain itu. metodologi pembelajaran Pendidikan Politik yang berbasis nilai-nilai Pancasila harus meliputi: 1. kritis. analitis dan dinamis. 2. Oleh karena. mitra dalam proses pembelajaran dan sebagai umat beragama. masyarakat dan warga negara. B. Pendidikan Politik yang berbasis nilai Pancasila harus disampaikan melalui suatu proses pembelajaran yang dapat mencapai visi. Proses pembelajaran yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang sesuai dengan konteks kewarganegaraan. Metode Pembelajaran Pendidikan Politik yang Mencerminkan Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Etika Politik Materi muatan Pancasila dalam kajian Pendidikan Politik yang disebutkan pada bagian sebelumnya mencerminkan visi dan misi dan Pendidikan Politik yang berbasis nilai-nilai Pancasila yang diberikan kepada setiap warga negara. 22 . misi serta kompetensi Pendidikan Politik yang disebutkan tadi.Demikianlah materi muatan Pancasila yang seyogyanya menjadi bagian dari pendidikan politik bangsa dalam rangka meneguhkan kembali komitmen kebangsaan setiap warganegara untuk menjadikan Pancasila sebagai etika dalam kehidupan politik setiap warga negara. deduktif dan reflektif serta melalui dialog kreatif yang bersifat partisipatoris untuk meyakini kebenaran subtansi dasar kajian. induktif.anggota keluarga. Metode pembelajaran yang digunakan harus bersifat kritis.

Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. etika politik menuntut agar kekuasaan dalam negara dijalankan sesuai dengan asas legalitas (legitimasi hukum). disahkan dan dijalankan secara demokrastis (legitimasi demokrasi). yaitu dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku. 4. Oleh karena itu dapat dikatakan kehidupan politik yang meliputi berbagai aktivitas politik dinilai etis. studi kasus. jika selalu berpijak pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Proses pembelajaran dilakukan melalui ceramah. Hal ini mengandung pengertian. kerakyatan yan dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta selalu ditujukan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 3. penugasan mandiri. dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral (legitimasi moral) 23 . dialog interaktif. Implementasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Etika Politik dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Pancasila merupakan dasar etika politik bagi bangsa Indonesia. nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila menjadi sumber etika politik yang harus selalu mewarnai dan diamalkan dalam kehidupan politik bangsa Indonesia baik oleh rakyat ataupun oleh penguasa. C. Proses pembelajaran dilandasi motivasi untuk menumbuhkan kesadaran bahwa proses belajar mengembangkan kepribadian merupakan kebutuhan hidup. kemanusian yang adil dan beradab. persatuan Indonesia.Metode pembelajaran jangan mengarahkan pada terjadi proses pembalajaran indokrinatif yang dapat “mengerdilkan” pemahaman warga negara terhadap nilai-nilai Pancasila. seminar kecil dan evaluasi belajar.

Jadi Pancasila merupakan tolok ukur moralitas suatu penggunaan kekuasaan dan penegakkan hukum. dimana kekuasaan kepala negara bersifat absolut atau mutlak. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki tiga dasar tersebut. terutama dalam hubungannya dengan legitimasi kekuasaan dan hukum. 24 . Akan tetapi harus diingat. 2001:115). Dalam pelaksanaan penyelenggaraan negara. Negara Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya. Dengan demikian. akan kehidupan dan penyelenggaraan negara harus selalu berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan yang Maha Esa. kebijakan umum. Pancasila merupakan sumber moralitas dalam dalam proses penyelenggaraan negara. Dengan kata lain. Dengan demikian sila pertama merupakan legitimasi moral religius bagi bangsa Indonesia. Pelaksanaan kekuasaan dan penegakkan hukum dinilai bermoral jika selalu berdasarkan Pancasila. Sila Ketuhanan yang Maha Esa lebih berkaitan legitimasi moral. negara Indonesia juga harus berkemanusian yang adil dan beradab. Pernyataan tersebut secara normatif merupakan artikulasi sila Ketuhanan yang Maha Esa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. pernyataan tersebut bukan sebuah penegasan bahwa Indonesia adalah negara Teokrasi yang mendasarkan kekuasaan negara dan penyelenggaraan negara berdasarkan legitimasi religius. Selain berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. baik itu yang berhubungan dengan kekuasaan. bukan berdasarkan kepentingan penguasa belaka.(Magnis-Suseno. pembagian serta kewenangan harus berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila. proses penyelenggaraan negara dan kehidupan negara tidak boleh diarahkan pada paham anti-Tuhan dan anti-agama.

Nasionalisme Indonesia mengatasi paham golongan. tetapi paham kebangsaan yang selalu menghargai bangsa lain. suku bangsa serta keturunan. tetapi untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Sila Kemanusian yang adil dan beradab mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh mempunyai kedudukan mutlak dalam kehidupan negara dan hukum. sosial. politik. sehingga jaminan hak asasi manusia harus diberikan kepada setiap warga negara. ekonomi. Proses penyelenggaraan negara harus selalu didasari oleh asas persatuan.kemanusian yang adil dan beradab memberikan legitimasi moral kemanusian dalam penyelenggaraan negara. Negara Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari unsur persatuan. Kedua sila tersebut memberikan legitimasi moral religius (sila Ketuhanan Yang Maha Esa) dan legitimasi moral kemanusian (sila Kemanusian yang adil dan beradab) dalam kehidupan dan proses penyelenggaraan negara. sehingga negara Indonesia terjerumus ke dalam negara kekuasaan (machtsstaats). Negara pada prinsipnya adalah persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. budaya dan keamanan. Sila persatuan Indonesia memberikan suatu penegasan bahwa negara Indonesia merupakan suatu kesatuan dalam hal ideologi. Persatuan Indonesia merupakan perwujudan paham kebangsaan Indonesia yang dijiwai oleh Ketuhanan yang Maha Esa dan Kemanusian yang adil dan beradab. 25 . di mana setiap kebijakan yang ditetapkan oleh penguasa tidak ditujukan untuk memecah belah bangsa. Oleh karena itu paham kebangsaan Indonesia bukanlah paham kebangsaan yang sempit (chauvinistis). Manusia merupakan dasar kehidupan serta pelaksanaan dan karena itu asas-asas kemanusian penyelenggaraan negara.

Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila harus dijadikan patokan bagi setiap penyelenggara negara dan rakyat Indonesia. Pelanggaraan terhadap prinsip-prinsip keadilan dalam kehidupan kenegaraan akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan negara. sosial. pengawasan dan partisipasi harus berdasarkan legitimasi dari rakyat. aktivitas politik praktis yang menyangkut kekuasaan eksekutif. Sila ini menegaskan bahwa negara berasal dari rakyat dan segala kebijakan dan kekuasaan diarahkan senantiasa untuk rakyat. Nilai-nilai tersebut harus dimplementasikan dalam berbagai bidang 26 . Oleh karena itu. legislatif dan yudikatif serta konsep pengambilan keputusan.Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyaratan/perwakilan juga merupakan sumber etika politik bagi bangsa Indonesia. yang menunjukkan setiap warga negara Indonesia mendapatkankan perlakukan adil dalam bidang hukum. dalam proses penyelenggaraan negara. Sila ini memberikan legitimasi demokrasi bagi penyelenggaraan negara. kehidupan dan penyelenggaraan negara harus senantiasa berdasarkan hukum yang berlaku. Dengan demikian. Oleh karena itu. politik. Indonesia merupakan negara hukum yang selalu menjunjung tinggi aspek keadilan sosial. yang bisa mengakibatkan hancurnya tatanan hidup kenegaraan serta terpecahnya persatuan dan kesatuan bangsa. Keadilan sosial merupakan tujuan dalam kehidupan negara. segala kebijakan. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia memberikan legitimasi hukum (legalitas) dalam kehidupan dan penyelenggaraan negara. kewenangan dan kekuasaan harus dikembalikan kepada rakyat. untuk mencapai aspek keadilan tersebut. ekonomi dan kebudayaan.

konsep integralistik. ketakwaan. kesetaraan. 2) prinsip. nilai yang terdapat dalam Pancasila adalah nilai-nilai keimanan. dan sosialitas. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. sehingga pada akhirnya akan terbentuk suatu pemerintahan yang etis serta rakyat yang bermoral pula. Konsepkonsep itu merupakan penjabaran dari konsep dasar religiositas. Materi muatan Pancasila sebagai etika politik dalam kajian pendidikan politik. dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. humanitas. loyalitas. persatuan. dan 3) nilai yang terkandung dalam Pancasila. Konsep yang terdapat dalam Pancasila adalah: Konsep tentang hakikat eksistensi manusia. persatuan Indonesia. konsep kebangsaan.Sedangkan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Pancasila adalah prinsip ketuhanan yang maha esa. nasionalitas. kesatuan. konsep pluralistik. keadilan.kehidupan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. kesejahteraan. Sementara itu. kemanusiaa yang adil dan beradab. konsep kerakyatan. inklusif. konsep gotong royong dan kekeluargaan. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas. konsep harmoni atau keselarasan. tenggang rasa. kebebasan. sovereinitas. penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. 27 . terdiri dari: 1) konsep.

Saran Berdasarkan kesimpulan di atas. jika selalu berpijak pada Ketuhanan Yang Maha Esa. misi serta kompetensi warga negara untuk bersikap dan berperilaku politik secara etis. analitis dan dinamis 3. Pancasila merupakan dasar etika politik bagi bangsa Indonesia. 28 . Oleh karena itu dapat dikatakan kehidupan politik yang meliputi berbagai aktivitas politik dinilai etis.2. kritis. seperti oleh lembaga pendidikan. Implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai etika politik harus selalu menjadi prioritas dalam melaksanakan program Pendidikan Politik oleh setiap subjek pendidikan politik. maka yang menjadi saran atau rekomendasi penulis adalah: 1. Hal ini mengandung pengertian. Proses pembelajaran yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang sesuai dengan konteks kewarganegaraan. kerakyatan yan dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta selalu ditujukan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan Politik yang berbasis nilai Pancasila sebagai etika politik harus disampaikan melalui suatu proses pembelajaran yang dapat mencapai visi. pemerintah dan partai politik. B. kemanusian yang adil dan beradab. nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila menjadi sumber etika politik yang harus selalu mewarnai dan diamalkan dalam kehidupan politik bangsa Indonesia baik oleh rakyat ataupun oleh penguasa. persatuan Indonesia.

Pendidikan politik yang berbasis nilai-nilai Pancasila perlu diberikan kepada setiap warga negara agar mereka dapat berpartisipasi dalam kehidupan politik dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Magnis-Suseno. (1997).T.S. -----------------------------. (2001). C. Jakarta: Balai Pustaka. (1987). Political Education. Rusadi. (1989). Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan. (1986).2.(2004). Perbandingan Sistem Politik. DAFTAR PUSTAKA Affandi. Yogyakarta: Paradigma Kansil. Kantaprawira. Aku Pemuda Indonesia: Pendidikan Politik Generasi Muda. Pendidikan Pancasila. (1996). Model pembelajaran yang dikemukakan dalam pembahasan makalah ini dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran pendidikan politik. 29 . Jakarta: Gramedia Pustaka Pratama Mas’oed. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Sistem Politik Indonesia. Mochtar dan Colin Mac Andrews. Disertasi PPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan. khususnya dalam mengantisipasi berbagai permasalahan bangsa yang kian hari semakin kompleks. Jakarta: Bunda Karya. Brownhill. Robert and Patricia Smart. Franz. Aplikasi Pendekatan Sistem dalam Ilmu-ilmu Sosial. Kepeloporan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dalam Pendidikan Politik. (2002). London: Routledge. Kaelan. Idrus. 3.

30 .Pranarka. Makalah disampaikan dalam Semiloka Pengembangan Buku Pembudayaan Nilai Dasar Pancasila – UUD 1945. A. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (1999). Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Soeprapto. Wahab. “Politik Pendidikan dan Pendidikan Politik: Model Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia menuju Warga Negara Global”. (2002).M. Dalam Irfan Nasution dan Ronny Agustinus (eds).W. Gumilar. Ruslan Somantri. Abdul Azis. (1985). Bandung: Syaamil Cipta Media. Surbakti. Restorasi Pancasila: Mendamaikan Politik Identitas dan Modernitas. (2006). Abu. Ditjen Dikdasmen di Cisarua Bogor. Sejarah Pemikiran tentang Pancasila. Orasi Ilmiah Pengukuhan Jabatan Guru Besar IKIP Bandung: tidak diterbitkan. Jakarta: Centre For Strategic and International Studies Ridha. (1996). Jakarta: Grasindo. Jakarta: Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (PPD). “Implementasi Pancasila Dasar Negara dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. (2006). Ramlan. Pengantar Pendidikan Politik Dalam Islam. Memahami Ilmu Politik. Pancasila dalam Perubahan Sosial Politik Indonesia Modern.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful