Teknik Irigasi dan Drainase

Modul Kuliah 1
Dr. Ir. Syahrul, M.Sc. Teknik Pertanian Universitas Syiah Kuala

Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Ir. Syahrul, M.Sc

KEBUTUHAN IRIGASI DAN PENJADWALAN
Pendahuluan Alasan utama irigasi tanaman adalah sebagai supplemen bagi air yang tersedia dari sumber alami seperti curah hujan, embun, banjir dan air tanah yang naik ke zone perakaran. Irigasi dibutuhkan suatu areal pertanian dimana air dari sumber alami hanya cukup untuk memproduksi tanaman di sebagian waktu dalam setahun, atau hanya cukup untuk beberapa tahun tetapi tidak untuk tahun yang lain. Jumlah dan waktu irigasi tergantung pada iklim, tanah dan faktor tanaman. Hubungan Tanaman-Tanah-Atmosfir Hubungan tanaman-tanah-atmosfir adalah sebagai berikut : tanaman membutuhkan air, tanah menyimpan air yang dibutuhkan oleh tanaman, dan atmosfir memberikan energi yang dibutuhkan oleh tanaman untuk mengambil air dari dalam tanah. Peran tanaman, tanah dan atmosfir dijelaskan pada bagian berikut. Tanaman 60 sampai 95% dari tanaman yang aktif secara fisiologis adalah air. dibututuhkan oleh proses didalam tanaman untuk : 1. pencernaan 2. fotosintesis 3. transpor mineral dan fotosintetat 4. pendukung struktural 5. pertumbuhan 6. transpirasi Air

Tanah Tanah menyimpan air yang dibutuhkan tanaman. Gaya adsorpsi dan gaya kapiler (keduanya disebut gaya matric) menahan (menyimpan) sejumlah air 2

Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Ir. Syahrul, M.Sc

yang dapat diambil dan digunakan oleh tanaman, di pori diantara partikel tanah.

3

Ir.Sc 4 .Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Syahrul. M.

M.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Ir. Syahrul.Sc 5 .

2 dibawah. sedangkan titik layu permanen adalah kadar air tanah sebelum kering absolut. M.Sc Air yang tersedia bagi tanaman berada pada kadar air tanah antara kapasitas lapang (field capacity=fc) dan titik layu permanen (permanent wilting point=pwp). Drz = 60 cm Maka : AW = 60 (31 – 14)/100 = 10. Syahrul. 6 . Ir. seperti ditunjukkan pada Figure 1. tetapi laju aktualnya menjadi menurun seiring dengan berkurangnya kadar air tanah.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.2 cm Walaupun. tanaman secara teoritis mampu mengambil air dari tanah pada kadar air diatas titik layu permanen. Jawab : Dari Table 1.2. tekstur tanah lempung (loam) mempunyai fc rata-rata = 31(% v) pwp rata-rata = 14 (% v). Kadar air tanah pada kapasitas lapang adalah kadar air tanah kurang dari keadaan jenuh. Persamaan berikut adalah untuk menghitung air tersedia bagi tanaman (Available Water=AW) AW = Drz (fc – pwp)/100 Contoh : Pertanyaan : Tentukan air tersedia bagi tanaman (AW) jika tekstur tanah adalah lempung (loam) dengan kedalaman perakaran 60 cm.

sehingga produksi . Syahrul.2 juga didefinisikan kadar air tanah kritis. tanaman dapat lebih tinggi pada kisaran kadar ini. dibandingkan antara dan pwp. Pada Figure 1.2 terlihat bahwa laju transpirasi menurun dengan semakin menurunnya kadar air tanah. Persamaan berikut adalah untuk menghitung MAD RAW AW RAW = (MAD)(AW) = (MAD)(Drz) (fc – pwp)/100 7 . dibandingan kadar air pada kisaran antara pwp dan c Irigasi normalnya dijadwalkan agar kadar air tanah selalu berada diatas Kadar air tanah antara fc dan RAW : RAW = Drz (fc c)/100 c disebut Readily Available Water atau Air Tersedia segera bagi tanaman.Sc Dari Figure 1.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. M. c. Jadi kadar air tanah antara c dan fc menunjukan air tersedia segera bagi tanaman. dimana penurunan laju transpirasi sangat curam. Ir. Pada kadar air tanah antara fc dan c c sebagai terlihat bahwa c penurunan laju transpirasi sangat landai.

Syahrul. Ir.Sc MAD c (fc .c ) (fc .pwp) MAD(fc .Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.pwp) fc 8 . M.

Sc 9 . Syahrul. M.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Ir.

Syahrul. M.Sc 10 . Ir.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.

M. radiasi netto yang tersedia bagi tanaman 11 .Sc Atmosfir Atmosfir menyediakan energi yang dibutuhkan oleh tanaman untuk mengambil air dari tanah. Faktor-faktor yang sangat menentukan transpirasi adalah : kelembaban udara (humidity) disekitar tanaman.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. temperatur dan kelembaban udara yang dihembus angin ke tanaman . kondisi di atmosfir yang menentukan laju transpirasi tanaman. Ir. Jika air tanah tidak terbatas dan stomata terbuka penuh. Syahrul.

Pengukuran Langsung Pada umumnya teknik pengukuran langsung didasarkan pada hukum kekekalan massa. Persamaan 1. Penentuan Evapotranspirasi ET tanaman ditentukan dengan pengukuran langsung atau dengan perhitungan melalui data tanaman dan data iklim. Karena selisihnya kurang dari satu persen ( < 1% ). pengangkutan mineral. mendukung struktur dan pertumbuhan tanaman. fotosintesis. Teknik pengukuran langsung dengan jalan isolasi tanaman dari lingkungannya dan menentukan Beberapa persamaan teoritis dan empiris sudah Persamaan-persamaan ini dikembangkan untuk menghitung ET tanaman. M. Inflow – outflow = ∆ S = Drz ( f - i) (1. Jadi jumlah CU melebihi jumlah ET dalam hal penggunaan air untuk pencernaan tanaman. Consumptive Use (CU) adalah sejumlah air yang digunakan untuk semua proses fisiologi tanaman (bukan hanya transpirasi) dan juga termasuk kehilangan air karena evaporasi langsung dari permukaan tanah dan tanaman.6 mendefinisikan hukum kekekalan massa untuk volume terkendali (control volume) dalam Gambar 1. maka ET dan CU biasanya diasumsikan sama (ET ≈ CU). lalu keduanya digabung terminologinya dan disebut sebagai evapotranspirasi (ET). ET dengan pengukuran. Syahrul. Karena kedua proses tersebut. digunakan untuk menduga ET karena pengukuran ET tidak tersedia. masing-masing tidak mudah dipisahkan. Ir.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.6) 12 .6.Sc Consumptive Use dan Evapotranspirasi Air dipindahkan ke atmosfir melalui evaporasi air (padatan dan cairan) dari permukaan tanah dan tanaman dan juga melalui transpirasi tanaman.

in) Outflow ∆S = aliran keluar total dari volume terkendali selama interval waktu tertentu (cm. in) = rembesan air bawah tanah ke volume terkendali (cm. in) = perubahan kelembaban didalam volume terkendali selama interval waktu tertentu (cm. in) = kadar air tanah akhir (desimal) = kadar air tanah awal (desimal) Dari Gambar 1. in) = presipitasi (cm. I P SFI LI GW = irigasi (cm.4 diperoleh : Inflow = I + P + SFI + LI + GW Outflow = ET + RO + LO + L + DP Dimana. in) Drz f i = kedalaman perakaran (dibawah permukaan tanah) (cm. in) = aliran lateral bawah permukaan ke volume terkendali (cm. M. Syahrul. Inflow = aliran masuk total ke volume terkendali selama interval waktu tertentu (cm. in) = aliran permukaan masuk ke volume terkendali (cm. in) 13 .Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.Sc Dimana. Ir.

Drz ( f - i) (1. in) = aliran lateral bawah permukaan keluar dari volume terkendali (cm.7) Lisimeter 14 . in) = perkolasi dalam (pergerakan air kebawah keluar dari volume terkendali ) (cm. Syahrul. Ir. in) = aliran permukaan keluar dari volume terkendali (cm. M.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. in) = kebutuhan pencucian (untuk keseimbangan garam) (cm.Sc ET RO LO L DP = Evapotranspirasi (cm. in) Sehingga. ET = I + P + SFI + LI + GW – (ET + RO + LO + L + DP) .

sementara yang lain hanya membutuhkan temperatur udara rata–rata bulanan. Ir.Sc Perhitungan evapotranspirasi Semua metoda dalam perhitungan evapotranspirasi tanaman melibatkan persamaan berikut : ET = Kc ETo dimana. dapat diambil oleh permukaan tanaman dari tanah. jika tersedia. Beberapa metoda adalah berbasis hukum fisika. serapan permukaan (albedo). karena ET potensial berbeda untuk setiap tanaman yang disebabkan oleh perbedaan kekasaran aerodinamis. radiasi matahari. dimana mendefinisikan untuk tanaman referensi tertentu dan kondisi lingkungan tertentu pula.8) Kc = koefisien tanaman ET potensial adalah laju ET maksimum dimana air. Sedangkan ET tanaman referensi adalah sebaliknya. kecepatan angin dan temperatur udara. ET potensial tergantung pada jumlah energi yang tersedia untuk evaporasi dan berubah dari hari ke hari. Beberapa metoda membutuhkan data harian kelembaban relatif. ET = evapotranspirasi untuk tanaman tertentu ETo = ET potensial atau ET tanaman referensi (1. Metoda aerodinamis 15 . Berbagai metoda perhitungan dengan tingkat kebutuhan data dan tingkat kompleksitas yang berbeda sudah dikembangkan untuk menghitung ETo. Penggunaan ET tanaman referensi lebih disukai daripada penggunaan ET potensial. sementara yang lain ditentukan secara empiris. Metoda perhitungan ETo dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. ET tanaman referensi adalah ET potensial untuk suatu tanaman referensi tertentu (biasanya rumputan atau alfalfa) dan dengan kondisi lingkungan sekitar yang tertentu. Syahrul.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. M. lokasi akibat dari perbedaan panas sensible dan panas laten yang dipindahkan ke areal pertanaman.

serta metoda yang digunakan untuk menghitung ETo. Variasi nilai Kc yang disebabkan lokasi dan metoda perhitungan ETo dapat diminimalkan apabila menggunakan ETo tanaman referensi. lokasi dimana data diperoleh. tingkat penutupan tanah (naungan). radiasi matahari dan panci evaporasi) Koefisien tanaman. Metoda kombinasi 4. Kc menghubungkan laju aktual tanaman menggunakan air (ET) dengan ETo.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Fase 3 Musim pertengahan Mulai penggunaan air Akhir penggunaan air Kc Fase 2 Perkembangan tanaman Waktu (hari) Gambar 1. Nilai Kc untuk tanaman sayur–sayuran umumnya meningkat mulai dari fase awal sampai fase perkembangan dan kemudian menurun sampai fase akhir.7 Variasi nilai koefisien tanaman (Kc) Kc untuk fase 1 ditentukan oleh rumus berikut (Doorenbos and Fruit) : Kc = a ETo b Fase 4 Musim Akhir Fase 1 awal 16 . Metoda empiris (termasuk metoda berbasis temperatur. Ir. M.Sc 2. Koefisien tanaman ini ditentukan secara eksperimental dan menggambarkan fisiologi tanaman. Syahrul. Metoda keseimbangan energi 3.

15 dan 0.455 Penentuan nilai lahan dan tanaman Kc Jagung : Kc fase 1 = 0. Kc = Kc fase 1 a = koefisien dari Tabel 1.15 ( dari Tabel 1.742 0.3.119 – 0.580 0.155 0.60 ( dari Tabel 1.Sc dimana.408 – 0.216 – 0.3 ETo = rata–rata harian ET tanaman referensi selama fase 1 b = eksponen dari Tabel 1.4) 17 .101 inc/hari b – 0.4) Kc fase 3 = 1.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.3 Tabel 1.450 0.714 0. kecepatan angin 3 m/det Ditanya : Nilai Kc untuk tanaman jagung (140 hari) dan gandum (135 hari) Jawab : mm/hari a 1.4) Kc fase 4 antara 1. M.438 b – 0.119 – 9.48 dan 1. Nilai koefisien a dan b untuk menghitung Kc fase 1 Interval irigasi atau curah hujan (hari) 2 4 7 10 20 Contoh 1. Ir.319 – 0.455 a 0.15 ( dari Tabel 1.48 Kc fase 2 antara 0. Syahrul.904 0.216 – 0.1 Diketahui: ETo fase 1 = 4 mm/hari Interval antara irigasi diharapkan 7 hari Lokasi padang pasir (dry desert) (RH min < 20%).408 – 0.319 – 0.264 0.319 = 0.049 0.742 (4 mm/hari) -0.

Sc Gandum : Kc fase 1.4) 18 . 2 dan 3 sama seperti jagung Kc fase 4 antara 1.15 dan 0.20 ( dari Tabel 1. M. Ir.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Syahrul.

es = tekanan uap pada permukaan tanaman (dalam boundary layer disekitar daun) e = tekanan uap pada beberapa ketinggian diatas tanaman f (u) = fungsi kecepatan angin horizontal 19 . Persamaanya adalah : ETo = (es – e) f (u) Dimana. Ir. Metoda Aerodinamis Dalam metoda aerodinamis. Syahrul.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. flux uap adalah berbanding lurus dengan rata-rata kecepatan angin dan perbedaan tekanan uap antara permukaan yang terevaporasi dan udara sekitar permukaan tersebut Persamaan Dalton adalah salah satu persamaan aerodinamis yang tertua untuk menduga evaporasi dari suatu permukaan air. M.Sc Perhitungan ETo 1.

Tetapi untuk periode singkat beberapa jam. adveksi biasanya diabaikan karena tidak ada cara yang mudah untuk mengevaluasinya. M. ET ditentukan oleh ketersediaan energi untuk penguapan (evaporasi) air. Energi yang tersedia untuk ET dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut : ET = Qn + AD – S – A – C – P Dimana. Metoda keseimbangan energi Apabila terdapat gradien tekanan uap dan air cukup tersedia. diabaikan walaupun dapat mencapai 15% Qn . C+P kurang dari 2% Qn.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. karena pada musim pertumbuhan normal. Walaupun adveksi dapat sama dengan Qn di daerah beriklim arid. metoda keseimbangan energi ini paling akurat ketika adveksi kecil. C dan P signifikan. P. S juga biasanya Qn = ET + A 20 . S dan AD diabaikan. Jika C. Adveksi adalah perpindahan panas sensibel dan panas laten dari area yang berbatasan dengan area yang dipertimbangkan. Ir. Qn = radiasi netto AD = adveksi S = flux panas ke tanah A = flux panas ke udara C = tampungan panas pada tanaman P = fotosintesis Qn adalah radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi dikurangi energi yang terrefleksi dan terreradiasi. maka persamaan menjadi : Sehingga. Syahrul. C dan P biasanya diabaikan.Sc 2.

Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Ir.Sc 3. M.3 1615 Pa (1.44 (10) 6 h2 (1. u1) (mm/hari) esa = tekanan uap jenuh pada temperatur udara Ta (mbar) ea = tekanan uap aktual dari udara (mbar) Pa = tekanan udara (mbar) h = ketinggian dari muka laut (m) 21 .14a) esa exp 19.49 (10) 6 2.08 Ta 429.14) 4098 esa Ta 237.14b) 2.14c) Pa 1013 0.13(10) 3 Ta (1.4 Ta 237. ea .14d) = kemiringan (slope) kurva tekanan uap vs. Metoda kombinasi Penman (1948) mengkombinasikan metoda aerodinamis dan metoda keseimbangan energi. sehingga diperoleh : ET p dimana. Syahrul. Qn Ea (1.1152 h 5. temperatur pada suhu udara Ta (mbar/o C) Qn = radiasi netto (mm/hari) = konstanta psychrometric (mbar/oC) Ea = faktor aerodinamis = f (esa .3 2 (1.

1409 u)(esa – ea) 212.2738 – 0. RH dalam % = (es pada temperatur udara maksimum + es pada temperatur udara minimum )/2 Tabel 1.10 berikut menyajikan berbagai rumus perhitungan Qn.27 – 0.1152h 5. Businger (1956) (0. apabila pergukuran langsung tidak tersedia.147 u) (esa – ea) Note : u = kecepatan angin (m/det) Pa = tekanan udara (mbar) Pa 1013 0. Pemilihan rumus Qn yang es digunakan tergantung pada data iklim yang tersedia.44 (10) 6 h2 esa = tekanan uap jenuh pada temperatur udara rata-rata ea = tekanan uap pada temperatur udara rata-rata = esa(RH/100) .Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.197 + 0. Perbedaan utama dari variasi tersebut terletak pada bagaimana menntukan Qn dan Ea .9 Rumus perhitungan Ea yang digunakan dalam Persamaan Penman Ea (0. Tabel 1.10 Rumus Qn yang seing digunakan dalam persamaan Penman 22 .6 u /Pa (esa – ea) Referensi Penman (1948) Van Bavel (1966). Syahrul.2625 + 0. M. Tabel 1.2333 u) (esa – ea) (0.9 berikut menyajikan beberapa metoda dalam menentukan Ea : Tabel 1. Ir.261 u) (esa – es ) Wright and Jensen (1978) Doorenbos and Pruitt (1977) Thom and Oliver (1977) (0.Sc Variasi dari persamaan Penman saat ini banyak digunakan untuk menghitung ET.

44 Rata-rata 10 hari 23 .5 16.0 14.0 23.0 56.30 0.0 58.75 0.37 2.30 2.5 18. M.5 22.08 0.0 61.5 52.01 1.00 0.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.9 RH rata-rata (%) 39.5 16.71 1.25o dan Ketinggian = 275 m Tgl 1/7 2/7 3/7 4/7 5/7 6/7 7/7 8/7 9/7 10/7 hari ke (dari 1/1) 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 Temperatur rata-rata (oC) 21.0 52.10 713 762 796 510 815 773 536 733 796 714 3.5 46.5 17.0 44.5 18. Syahrul.0 14.78 1.0 14.5 55.Sc Contoh : Diketahui : Data iklim harian pada posisi Lintang = 46.1 Radiasi Kecepatan matahari angin rata-rata (Cal/cm2) (m/det) 701 2.0 60.0 48. Ir.

8 ETo 7.65 Ra 17.3 Ea 11.Sc Ditanya : Tentukan ETo harian tanaman referensi rumput (grass) dengan menggunakan rumus Penman versi Doorenbos and Pruitt Jawab : Qn = radiasi netto (mm/hari) Hari 182 esa 25. Parameter-parameter yang sering digunakan adalah temperatur udara. Metoda Jensen-Haise Panci evaporasi Pendekatan Blaney-Criddle Metoda Jensen-Haise 1000 pengukuran 35 tahun 20 lokasi di barat US 24 .6 ea 10.1 ∆ 1. Syahrul. Metoda Empiris Banyak metoda yang lebih mudah sudah dikembangkan untuk menghitung ET yang didasarkan pada satu atau lebih parameter dasar yang mempengaruhi ET. Ir. Metodametoda empiris (i) (ii) (iii) (i) digunakan apabila semua data yang dibutuhkan persamaan Penman tidak tersedia. Secara umum metoda-metoda tersebut cukup simple.2 Qn 6. tetapi tidak seakurat persamaan Penman bila periode perhitungan kurang dari 5 hari. M.57 0.9 4. radiasi matahari dan panci evaporasi.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.

Ir. tempratur harian rata-rata.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.Sc Data yang dibutuhkan : Solar radiasi (mm/hari). Syahrul. M. elevasi dari permukaan laut (dpl) ETo = CT (T – Tx) Rs CT = koefisien temperatur udara untuk suatu lokasi tertentu T = temperatur udara harian rata-rata Tx = konstanta untuk suatu lokasi tertentu Rs = radiasi matahari total selama periode (dalam inchi atau mm) CT K1 h K2 1 K3 e s max e s min Tx K4 K 5 (es max es min ) h K6 (ii) Panci evaporasi ETo = Kp Ep 25 . rata-rata max min tempratur untuk bulan dengan suhu udara rata-rata-nya tertinggi.

1977) . menghasilkan potensi hasil yang optimum pada suatu lingkungan pertumbuhan tertentu (Doorenbos and Pruitt. Memelihara keseimbangan garam di zone perakaran 3.i) (1. f . Kebutuhan irigasi mencakup air yang digunakan untuk : 1.i) (1.23) dapat ditulis sebagai : I = ET – Pe + ROi + DPi + L + Drz( Dimana. irigasi : I = ET – P + RO + DP + L + Drz( f Persamaan berikut adalah sederhana dan sering digunakan untuk menghitung kebutuhan .Sc (iii) Pendekatan Blaney-Criddle ET K SCS Kt N P T K2 K1 Kt K3 T Kebutuhan irigasi Kebutuhan irigasi suatu tanaman adalah jumlah total air yang harus diberikan oleh irigasi untuk tanaman bebas penyakit. Mengatasi ketidak-seragam-an dan ketidak-efisiensi-an irigasi Kebutuhan irigasi (I) dapat dihitung apabila ET diketahui.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. M. maka persamaan (1. Syahrul. tumbuh pada suatu lahan yang luas yang cukup air dan cukup kesuburan tanah.24) 26 . Kebutuhan konsumtif tanaman (consumptive use) 2. Ir.23) Karena DP dan RO pada persamaan diatas dapat dihasilkan dari irigasi dan presipitasi.

ROp = runof karena irigasi dan runoff karena presipitasi (cm. penyaluran dengan pipa dan sitem drainase yang sesuai desain standar Sistem recovery hilir dengan perataan lahan penyaluran dengan pipa dan sistem drainase yang baik.17. DPp = perkolasi dalam karena irigasi dan perkolasi dalam karena presipitasi (cm.Sc Pe = curah hujan efektif = P – ROp – DPp ROi .16 Efisiensi irigasi berbagai sistem irigasi Sistem irigasi Permukaan : Sistem standar. Irigasi sprinkler Irigasi tetes 50 60 70 80 60 – 75 80 – 90 Effisiensi irigasi total (%) 27 . Curah hujan efektif bulanan rata-rata ditentukan dari ET rata-rata bulanan dan curah hujan rata-rata bulanan menggunakan Tabel 1.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. tanpa perlakuan Perlakuan sebagian (perataan lahan atau irigasi pipa) Perataan lahan. Syahrul. in) Apabila kebutuhan irigasi ikut memperhitungkan efisiensi irigasi total (Ei). maka persamaan (1. karena luapan dari saluran terbuka dan dari pipa. Ir.16. M. Tabel 1.25) Dimana. karena evaporasi.24) dapat ditulis : I 100 Drz ( f i ) ET L Ei Pe (1. Ei = Efisiensi irigasi total Efisiensi irigasi total didalamnya termasuk kehilangan karena bocoran (seepage). in) DPi . Efisiensi irigasi total untuk berbagai sistem irigasi disajikan pada Tabel 1.

17 Curah hujan Efektif bulanan rata-rata apabila diketahui curah hujan bulanan rata-rata dan ET bulanan rata-rata. M. 28 .Sc Tabel 1. Ir.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Syahrul.

Ir. 29 Berikut akan dijelaskan Hal ini juga memungkinkan irigasi dapat dikoordinasikan dengan kegiatan usaha tani lain seperti penyiangan dan . Syahrul. energi. strategi penjadwalan irigasi. M. dan faktor produksi lain seperti pupuk secara efisien. Keuntungan penjadwalan yang tepat : (a) Peningkatan hasil tanaman dan peningkatan kualitas (b) Konservasi air dan energi (c) Biaya produksi usaha tani lebih rendah Strategi penjadwalan Penjadwalan irigasi direncanakan untuk memenuhi keseluruhan (fully) atau sebagian (partially) dari kebutuhan irigasi. Penjadwalan yang tepat adalah penting dalam rangka pemakaian air. pemakaian bahan kimia.Sc Penjadwalan irigasi Penjadwalan irigasi adalah proses penentuan kapan irigasi dilakukan dan berapa banyak air diberikan untuk setiap irigasi.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.

secara paraktis disebut irigasi defisit. ditanam yang memberikan keuntungan irigasi maksimum situasi ini.9 . tingkat irigasi. luas lahan yang diirigasi. dan tanaman yang ditentukan.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Disamping itu irigasi penuh meminimalkan kejadian stress tanaman (irigasi penuh mengakibatkan laju transpirasi aktual tidak jatuh dibawah laju potensial) (2) Irigasi defisit Pemberian sebagian dari kebutuhan irigasi.Sc (1) Irigasi penuh (full irrigation) Irigasi penuh adalah pemberian seluruh kebutuhan irigasi dan akan menghasilkan produksi maksimum seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Irigasi penuh secara ekonomi dibenarkan apabila air cukup tersedia dan biaya irigasi rendah. Irigasi defisit juga dilakukan ketika ketesediaan air terbatas. Ir. menyebabkan menurunnya biaya produksi Irigasi defisit secara lebih besar daripada Pada harus ekonomi dibenarkan apabila pengurangan air dibawah irigasi penuh akan penurunan pendapatan. M. 30 . mengurangi hasil karena air. energi dan faktor produksi lain lebih sedikit digunakan dalam irigasi tanaman. Pemberian melebihi irigasi penuh akan mengurangi hasil tanaman karena mengurangi aerasi tanah dan membatasi pertukaran gas antara tanah dan atmosfir. Syahrul.

Indikator tanaman 2. M.Sc Irigasi defisit dilakukan dengan perencanaan kekurangan air (water stress) selama satu periode atau lebih dari fase pertumbuhan tanaman. Teknik neraca air didasarkan pada Persamaan 1. Kapan irigasi Beberapa metoda telah digunakan untuk menentukan kapan waktu irigasi. Indikator tanaman a. Indikator tanah a. Penampakan tanaman dan pertumbuhan Temperatur daun Potensial air di daun Tahanan stomata 2. Fase pertumbuhan kritis beberapa tanaman disajikan pada Tabel 1.i) Dan menggunakan persamaan Penman dan Persamaan 1. Syahrul. b. Teknik neraca air (water budget) Indikator tanaman dan tanah dilakukan melalui monitoring tanaman dan tanah.18. Teknik neraca air 31 . d. e.8 : 1. Indikator tanah 3.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Penampakan tanah dan sentuhan gravimetri tensiometer Blok proros Neutron scattering 3. Metoda tersebut dapat dikatagorikan ke dalam : 1. diberikan selama fase pertumbuhan kritis agar efisiensi pemakaian air menjadi maksimum (maksimum hasil tanaman per unit air yang digunakan). c. Air yang cukup. d. untuk menentukan kapan irigasi.24 : I = ET – Pe + ROi + DPi + L + Drz( ET = Kc ETo Untuk menetukan ET tanaman f . b. Ir. c.

Jumlah Volume irigasi Sekali telah ditentukan kapan waktu irigasi. = kadar air sebelum irigasi (%v) fc = kadar air pada kapasitas lapang 32 . Syahrul. i 1 = kadar air tanah (dalam % v) . dimana ETo ditentukan dengan Metoda Penman atau dengan salah satu metoda lainnya. Ir. kadar air dihitung menggunakan persamaan berikut : i i 1 100 ET Pe Drz (1.25 dengan I = L = 0 .Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Jumlah air (volume) yang dibutuhkan dihitung dengan persamaan berikut : D rz ( f c Ei ) IRRI Dimana. berturut-turut pada akhir hari i dan hari ke i-1 Persamaan 1. ET dihitung dengan persamaan ET =Kc ETo .29 diturunkan dari Persamaan 1. M.29) Dimana.Sc Teknik neraca air untuk menentukan kapan waktu irigasi sama dengan metoda indikator tanaman. i. Sebagai ganti dari pengukuran kadar air. secara praktis irigasi yang diberikan adalah untuk mengisi zone perakaran hingga mencapai kapasitas lapang (fc).

6 %(v) yang berarti kurang dari 16%) Contoh 1.6. Kadar air harus dipertahankan 16 %(v) atau lebih Tanggal 1/6 2/6 3/6 4/6 5/6 6/6 (%) * 21.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.8 20.Sc Contoh 1. berat keringnya adalah 121 gram Ditanya : Kadar air tanah basis berat kering Kadar air tanah basis volume v w 33 .6 *kadar air diukur pada waktu sore hari Ditanya : Tanggal irigasi Jawab : Irigasi diberikan pada tanggal 6/6 pagi ( jika ditunggu sampai 6/6 sore sama dengan 15.4 17.6 18. Menentukan kapan irigasi dengan indikator tanah Diketahui : kadar air tanah seperti tabel dibawah.1 15. M. Ir. Syahrul.7 Analisis gravimetri untuk menentukan kadar air tanah suatu sample tanah akan Diketahui : 100 cm3 tanah basah mempunyai berat 131 gram Setelah di oven.7 19.

26 % v T (8.30 0.32 0. M.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.10 0 * kadar air dalam %(v) diukur pada akhir hari Drz = 24 inchi Kadar air tanah pada pagi 1/7 adalah 23 % (v) c = 14%(v) Ditanya : Tanggal irigasi Jawab: Kadar air tanah pada akhir hari tanggal 1/7 adalah : i i 1 100 ET Pe Drz i 34 .30 Pe 0 0.8.33 0.33 0.23 0. Ir.29 0.05 0 0 0 0 0. Menentukan kapan irigasi dengan teknik neraca air Diketahui : ET harian dan Pe harian pada tabel berikut : Tanggal 1/7 2/7 3/7 4/7 5/7 6/7 7/7 8/7 ET 0.00% (1)(100) Contoh 1.26)(121) 10.Sc Jawab : w W w Wd (100) Wd w Wd 131 121 100 121 8.26 0. Syahrul.

M.32 0.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.05 0 0 0 0 0. Syahrul.29 0.8 fc = 26% Ei = 80% Ditanya : Jumlah air yang diberikan per irigasi 35 .30 Pe 0 0.23 0.Sc 1 23 100 0. Ir.33 0. Menentukan berapa jumlah air yang diberikan setiap irigasi Diketahui : Seperti contoh 1.33 0.63 % 2 21.26 0.9.33 0 24 21.63 20.59 15.22 16.43 18.30 0.05 24 20.51 19.51% Tanggal 1/7 2/7 3/7 4/7 5/7 6/7 7/7 8/7 ET 0.63 100 0.97 15.32 0.05 13.80 * kadar air dalam %(v) dihitung pada akhir hari Irigasi diberikan pada pagi hari tanggal 8/7 Contoh 1.10 0 (%)* 21.

05 ) 80 = 3. 3.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. M. Ir. 36 .29 inchi Jadi. Syahrul.Sc Jawab : IRRI IRRI Drz ( f c Ei ) 24(26 15.29 inchi air harus diberikan pada pagi tanggal 8/7.

Sc Soal-soal PR 1. Lempung c. Diketahui rata-rata kadar air tanah 20 %(v) 2. kentang yang tumbuh pada tanah lempung dengan kedalaman 75 cm 5. Syahrul. Titik layu permanen 3. cengkeh c. Tentukan jumlah air tersedia segera untuk tanaman : a.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr. Tentukan jumlah air tersedia pada tanah dengan kedalaman 100 cm. jagung b. Lempung c. M. Ir. kapasitas lapang c. Diketahui informasi berikut : Tanaman jagung dalam lisimeter ukuran 1 m2 x 3m Tidak ada drainase dan runoff dari lisimeter 10 cm hujan turun selama periode pertumbuhan 66. Tentukan kedalaman air pada tanah dengan kedalaman 100 cm. jenuh b. Pasir b.2 cm air irigasi diberikan kadar air tanah awal lisimeter 20% (v) dan pada akhir periode pertumbuhan 15%(v) 37 . Tentukan kedalaman air (volume/unit area) pada tanah dengan kedalaman 75 cm. Liat Masing-masing untuk kondisi berikut: a. Pasir b. Liat 4. untuk tekstur tanah : a. untuk tekstur : a.

9 5.0 8.Sc ETo rumputan (grass) selama periode pertumbuhan adalah 100 cm Hitung ET selama periode pertumbuhan dan nilai Kc tanaman jagung 6.2 7.9 10.Modul Kuliah Teknik Irigasi dan Drainase by Dr.8 4.9 6. Total irigasi dan perkolasi dalam selama periode 10 hari d. Ir.6 Curah hujan (mm) 0 0 0 0 15. Diketahui informasi berikut : RAW = 30 mm Kedalaman air (volume/area) pada keadaan tanah jenuh = 10 cm Kedalaman air (volume/area) pada keadaan kapasitas lapang = 7 cm Pada pagi hari ke 1. Kapan irigasi perlu diberikan b. M.3 10. Syahrul.0 0 0 0 0 0 Tidak terjadi runoff Tentukan : a.4 3. Berapa jumlah volume irigasi c.4 5. Kedalaman air yang tinggal pada akhir periode 38 . tanah dalam keadaan kapasitas lapang Data iklim seperti tabel berikut : Hari ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ET (mm) 7.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.