IMPLIKASI KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pendidikan Bagi Anak Usia Sekolah Dasar 1.

Karakteristik anak usia SD adalah senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, serta senang merasakan/ melakukan sesuatu secara langsung. Oleh karena itu, guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan, memungkinkan siswa berpindah atau bergerak dan bekerja atau belajar dalam kelompok, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran. 2. Menurut Havighurst tugas perkembangan anak usia SD adalah sebagai berikut: 1. menguasai keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan dan aktivitas fisik, 2. membina hidup sehat, 3. belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok, 4. belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin 5. belajar membaca, menulis, dan menghitung agar mampu berpartisipasi dalam masyarakat, 6. memperoleh sejumlah konsep yang diperlukan untuk berpikir efektif, 7. mengembangkan kata hati, moral, dan nilai-nilai 8. mencapai kemandirian pribadi. Tugas perkembangan tersebut menurut guru untuk: 9. menciptkaan lingkungan teman sebaya yang mengajarkan keterampilan fisik, 10. melaksanakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bergaul dan bekerja dengan teman sebaya sehingga kepribadian sosialnya berkembang, 11. mengembangkan kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman yang konkret atau langsung dalam membangun konsep; serta 12. melaksanakan pembelajaran yang dapat mengembangkan nilai-nilai sehingga siswa mampu menentukan pilihan yang stabil dan menjadi pegangan bagi dirinya. 1. Pendidikan di SD merupakan jenjang pendidikan yang mempunyai peranan sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, pemerintah menetapkan pelaksanaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Program wajib belajar ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan kesempatan bagi setiap anak yang berusia 7 - 15 tahun untuk memperoleh pendidikan serta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia hingga mencapai minimal kelas 3 SLTP. 2. Jenis penyelenggaraan pendidikan pada jenjang sekolah dasar meliputi Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta, SD Kecil, SD Pamong, SD Luar Biasa baik negeri maupun swasta, SD Terpadu, dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta. Pendidikan Bagi Anak Usia Sekolah Menengah Karakteristik yang menonjol pada anak usia sekolah menengah adalah sebagai berikut. 1. Adanya kekurangseimbangan proporsi tinggi dan berat badan.. 2. Mulai timbulnya ciri-ciri sekunder. 3. Timbulnya keinginan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa asing. 4. Kecenderungan ambivalensi antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul dengan orang banyak serta antara keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua. 5. Senang membandingkan kaidah-kaidah, nilai-nilai etika, atau norma dengan kenyataan yang

terjadi dalam kehidupan orang dewasa. 6. Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi (keberadaan) dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan. 7. Reaksi dan ekspresi emosi masih labil. 8. Kepribadiannya sudah menunjukkan pola tetapi belum terpadu. 9. Kecenderungan minat dan pilihan karier sudah relatif lebih jelas. Karakteristik tersebut menuntut guru untuk: 1. Menerapkan model pembelajaran yang memisahkan siswa pria dan wanita ketika membahas topik-topik yang berkenaan dengan anatomi dan fisiologi; 2. Menyalurkan hobi dan minat siswa melalui kegiatan-kegiatan yang positif; 3. Menerapkan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individual atau kelompok kecil; 4. Meningkatkan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat untuk mengembangkan potensi siswa; 5. Menjadi teladan atau contoh, serta 6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bertanggung jawab. Satuan pendidikan pada tingkat SLTP meliputi rumpun SLTP (SLTP negeri dan swasta, Madrasah Tsanawiyah (Mts) negeri dan swasta, SMP Kecil, dan SLTP Terbuka), SLTP Luar Biasa (Sekolah Luar Biasa dan SLTP Terpadu), dan Pendidikan Luar Sekolah (Paket B, Ujian Persamaan SLTP, Diniyah Wustho, dan Pondok Pesantren). Satuan pendidikan pada tingkat SLTA meliputi Sekolah Menengah Umum (SMU), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah negeri dan swasta, serta Pondok Pesantren. Satuan pendidikan pada tingkat SLTP meliputi rumpun SLTP (SLTP negeri dan swasta, Madrasah Tsanawiyah (Mts) negeri dan swasta, SMP Kecil, dan SLTP Terbuka), SLTP Luar Biasa (Sekolah Luar Biasa dan SLTP Terpadu), dan Pendidikan Luar Sekolah (Paket B, Ujian Persamaan SLTP, Diniyah Wustho, dan Pondok Pesantren). Satuan pendidikan pada tingkat SLTA meliputi Sekolah Menengah Umum (SMU), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah negeri dan swasta, serta Pondok Pesantren. Pendidikan Bagi Orang Dewasa Penurunan kemampuan fisik menuntut penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan berbagai media yang mampu memperkuat kelemahan fisik orang dewasa. Menurut Knowles, dalam merancang kegiatan pembelajaran bagi orang dewasa hendaknya memperhatikan: 1. Konsep diri, 2. Pengalaman, 3. Kesiapan untuk belajar, dan 4. Orientasi kegiatan belajar orang dewasa. Dengan memperhatikan perbedaan orang dewasa dengan anak-anak, pembelajaran yang cocok bagi orang dewasa adalah pembelajaran yang menerapkan: 1. Metode penemuan sendiri (discovery method), 2. Belajar pemecahan masalah, dan 3. Belajar konsep. Di samping ketiga model belajar tersebut, model pendidikan yang tepat bagi orang dewasa adalah model pendidikan yang memadukan antara pendidikan formal dengan pendidikan luar sekolah. Ciri khas pendidikan orang dewasa adalah fleksibel dalam pelaksanaannya.

sifat bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan di sekitarnya. Perbedaan individu dalam perkembangan pribadi Faktor keturunan + lingkungan = perbedaan individu 8. Aliran konvergensi 7.Membiasakan hidup sehat dan teratur serta pemanfaatan waktu secara baik. Faktor yang mempengaruhi perkembangan pribadi Faktor pembawaan Faktor lingkungan 6. Aliran nativisme b.Karakteristik peserta didik KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK 1.Melatih cara merespons berbagai masalah yang dihadapi dengan baik . . Kebutuhan pribadi manusia meliputi kebutuhan fisik dan kebutuhan sosiopsikologis. Kebutuhan manusia dalam perkembangannya Primer sekunder 4. . sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan . Makna pertumbuhan dan perkembangan pertumbuhan => perubahan yang bersifat kuantitatif Perkembangan => perubahan yang bersifat kualitatif 3. Karakteristik individu sebagai peserta didik . dan memiliki sifat-sifat sebagai makhluk individu. Upaya pengembangan kehidupan pribadi . Aliran tentang faktor yang mempengaruhi perkembangan a. . Pengaruh perkembangan kehidupan pribadi terhadap tingkah laku Proses perkembangan kehidupan sebelumnya + interaksi dengan lingkungan + kejadian sekarang => kepribadian tingkah laku seseorang 9. 5.Setiap individu memiliki ciri.Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifar tetap (ajeg).Pada hakikatnya manusia merupakan pribadi yang utuh.Membiasakan hidup bermasyarakat. khas.Mengerjakan tugas secara mandiri dengan penuh tanggung jawab. . Pengertian individu sebagai peserta didik Berasal dari kata Indivera = suatu kesatuan organisme yang tak dapat dibagi bagi lagi 2. Aliran empirisme c.

. Pertumbuhan fisik . .masa konkreta praoperasional (7.Visual . 10. Otak sebagai pusat belajar terdiri dari .perkembangan bahasa .nilai.0 tahun) .0 tahun) .pertumbuhan setelah lahir 12. .pertumbuhan fisik .perkembangan sosial .auditorial .Sikap.perbedaan dalam kesiapan belajar 14.masa praoperasional (2.Melaksanakan peran sesuai dengan status dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.0-2. .pertumbuhan sebelum lahir .kinestetik Implikasi Faktor Intelektual Terhadap Penyelengaaraan Pendidikan Ditinjau dari segi pendidikan khususnya dalam segi pembelajaran. .Menciptakan suasana yang kondusif dan keteladanan oleh pihak yang memiliki otoritas.0-7.perbedaan dalam kecakapan bahasa .Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan ketrampilan.perbedaan bakat . .perkembangan emosi .dan moral 11.perkembangan intelek . mengatur bioritme tubuh.Mengikuti dan mematuhi aturan kehidupan keluarga dengan disiplin.5 tahun) . Pertumbuhan dan perkembangan individual . 15. Perbedaan individual peserta didik . Perkembangan intelek .perbedaan dalam latar belakang .perbedaan kognitif .. yang penting adalah bahwa potensi setiap peserta didik (termasuk kemampuan .batang otak yang berfungsi motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari pancaindera.masa operasional (11.0-dewasa) 13.perbedaan dalam kecakapan motor.Sistem limbik yang berfungsi sebagai menyimpan perasaan. Karakteristik cara belajar tiap individu .masa sensori motorik (0.bakat khusus .0-11.neokorteks yang berfungsi sebagai pusat kecerdasan.

dan melihat dari sudut pandang anak. sedangkan pengalaman belajar yang pasif dan hanya menikmati pengalaman orang laian saja akan mempunyai konsekuensi yang minimal terhadap perkembangan kognitif termasuk didalamnya perkembangan intelektual. Menciptakan interksi atau hubungan yang akrab dengan peserta didik. perasaan dan perilaku peserta didik. Pendidik dapat menerima peserta didik sebagaimana adanya tanpa syarat dengan segala kekuatan dan kelemahannnya serta memberi kepercayaan padanya bahwa ia baik dan mampu. 3. sangat erat dan penting hubungannya dengan umur serta perkembangan moral. Conny Semiawan (1994) mengemukakan bahwa dua buah kondisi yaitu keamanan psikologis dan kebebasan psikologis. Pendidik memberi pengertian dalam arti dapat memahami pemikiran. dapat menempatkan diri dalam situasi anak.intelektualnya) harus dipupuk dan dikembangkan. Pengalaman belajar yang aktif cenderung untuk memajukan perkembangan kognitif. Dalam hal ini pendidik handaknya menyadari benar-benar bahwa perkembangan intelektual anak berada ditangannya. Teorri Pieget mengenai perkembangan kognitif. Tetapi sekolahlah yang mengatur lingkungan belajar sedemikan rupa sehingga dapat memberi kemungkinan maksimal pada peserta didik untuk berinteraksi. Menjaga dan meningkatkan pertumbuhan fisik peserta didik baik mlalui kegiatan olah raga . Memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk berdialog dengan orang-orang yang ahli dan berpengalaman dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan akan sangat menunjang perkembangan intelaktual anak. Pendidik mengusahakan suasana dimana peserta didik tidak merasa dinilai oleh orang lain. Dengan lingkungan yang penuh rangsangan untuk belajar tersebut. 2. 3. 2. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain: 1. Peserta didik akan merasa aman secara psikologis apabila: 1. Model Pendidikan yang aktif adalah model yang tidak menunggu sampai peserta didik siap sendiri. Konsep tersebut menunjukan bahwa aktifitas adalah sebagai unsur pokok dalam perkembangan kognitif. proses pembelajaran yang aktif akan terjadi sehingga mampu membawa peserta didik utuk maju ke taraf/tahap berikutnya. Untuk itu sangat diperlukan kondisi-kondisi lingkungan yang memungkinkan berkembangnya kemampuan intelektual tersebut.

Mengurangi pembatasan dan tututan terhadap remaja harus disesuaikan dengan kemampuan mereka. bersuasana hati baik dan penuh pengertian. Implikasi Faktor Sosial-Kultural terhadap Penyelenggaraan Pendidikan . Implikasi Faktor Fisisk Teerhadap Penyelenggaraan Pendidikan Dalam penyelenggaraan pendidikan. sangat penting bagi perkembangan berfikir peserta didik. Sebaiknya memberi tugas yang dapat diselesaikan dan jangan memberi tugas dan peraturan yang tidak mungkin di lakukan. Disamping itu juga perlu diperhatikan waktu istirahat yang cukup. Orang tua dan pendidik harus bersikap tenang. Oleh karena itu perbedaan individual dalam perkembangan emosi sangat dimungkinkan terjadi. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa untuk mengurangi luapan emosi peserta didik perlu dihindari larangan yang tidak terlalu penting. Dalam rangka menghadapi luapan emosi remaja. perubahan pandangan luar (dunia luar) dan perubahan dalam hubungannya dengan sekolah.maupun menyediakan gizi yang cukup. perubahan dalam hubungannya dengan orang tua. Penting juga untuk menjaga supaya fisik tetap sehat adanya jam-jam olah raga bagi peserta didik di luar jam pelajaran. sengat besar pengaruhnya bagi perkembangan intelektual peserta didik. Misalnya: tempat didik yang kurang seuai. Misalnya: merlalui kegiatan ekstra kurikuler kelompok olah raga. bela diri. Orang tua dan pendidik sedapat mungkin tidak memperlihatkan kegelisahannya maupun ikut terbawa emosinya dalam menghadapi emosi remaja. sebaiknya ditangani dengan sikap yang tenang dan santai. ruangan yang gelap dan terlalu sempit yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Implikasi Faktor Emosional terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Perkembangan emosi peserta didik sengat erat kaitannya dengan factor-faktor: perubahan jasmani. perubahan dalam hubungannya dalam teman-teman. 4. perlu diperhatikn sarana dan prasarana yang ada jangan sampai menimbulkan gangguan pada peserta didik. dan sejenisnya. Meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik baik melalui mass-media cetak maupun menyediakan situasi yang memungkinkan peserta didik berpendapat atau mengemukakan ide-idenya. bahkan diramalkan pasti dapat terjadi.

bakat sebagai potensi masih memerlukan latihan dan pendidikan agar ³suatu performance´ dapat dilakukan pada masa yang akan datang (Semiawan. tidak kecil peranannya dalam rangka mengembangkan hubungan sosial peserta didik. Hal ini memberikan pemahaman bahwa bakat khusus sebagai ³potential ability´ untuk dapat terwujud sebagai ³performance´ atau perilaku yang nyata dalam bentuk suatu prestasi yang menonjol masih memerlukan latihan dan pengembangan lebih lanjut. maka sikap sosial atau hubungan sosial anak akan sulit untuk dikembangkan. Untuk itu rambu-rambu berikut dapat digunakan sebagai titik tolak untuk pengembangan hubungan sosial peserta didik: 1. Menganggap dirinya bukan anak-anak lagi. Sekolah harus merupakan dasar untuk perkembangan kepribadian peserta didik. Dikembangkan suatu situasi dan kondisi yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat-bakatnya. Pola pengajaran yang demokratis merupakan alternatif yang sangat bermanfaat bagi guru. 1992). guru dan sebagainya. Jika dalam hal ini guru tetap berpegang sebagai tokoh intelektual dan tokoh otoritas yang memegang kekuasaan penuh sepeerti ketika anak-anak belum menginjak remaja. dengan selalu mengusahakan adanya dukungan . Selanjutnya sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang diserahi tugas untuk mendidik. Lingkunga teman memgang peranan dalam kehidupan remaja.Usia remaja adalah usia yang sedang tumbuh dan berkembang baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. akibatnya mereka melepaskan diri dari orang tau dan mengarahkan perhatiannya pada lingkuan di luar keluarganya untuk bergabung dengan teman sekebudayaannya. Implikasi Faktor Bakat Khusus terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Berbeda dengan kemampuan yang menunjuk pada suatu ³performance´ yang dapat dilakukan sekarang. 2. Munandar. tetapi sekelilingnya menganggap mereka belum dewasa. Saling menghargai merupakan kunci yang dapat digunakan untuk menanggulangi masalah-masalah yang timbul dalam hubungan dengan peserta didik yang bertabiat apapun 3. Dengan beberapa problem yang dialaminya pada masa ini. baik fisik maupun psikisnya. Dalam kaitan ini untuk menunjang perkembangan bakat umum maupun bakat khusus terlebih supaya mencapai titik optimal di kalangan peserta didik usia sekolah menengah perlu dilakukan langkah-langkah antara lain: 1. 1987.

psikologis maupun fisiologis. Dikembangkannya program pendidikan berdiferensi di lingkungan lembaga pendidikan formal (sekolah) guna memberikan pelayanan secara lebih efektif kepada peserta didik yang memiliki bakat khusus menojol. maupun masyarakat oleh semua pihak yang terkait secara terpadu. Memberi penjelasan yang meyakinkan artinya menerangkan hal-hal yang benar dan menghindari penjelasan yang salah baik disengaja maupun tidak. dan mengusahakan berbicara dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta didik. hendaknya: a. 3. Memberi penjelasan Dalam menyampaikan informasi kepada peserta didik (yang berkaitan dengan iptek). tidak pasti dan tidak tegas. sekolah. 2. Memberi penjelasan secara gamblang dan sederhana sehingga sehingga semua peserta didik dapat menangkapnya dengan baik. e. d. b. Menentukan hal-hal pokoknya dan hubungannya satu sama lainnya. Menghindari penggunaan kata-kata yang tidak jelas. Dilakukan usaha menumbuh kembangkan minat dan motivasi berprestasi yang tinggi serta kegigihan dalam melakukanusaha dikalangan anak dan remaja. Persoalannya adalah bagaimana untuk menjadi pendidik yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik ? Beberapa hal dibawah ini dapat digunakan sebagai acuan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan . Implikasi Faktor Komunikasi terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Tiga tingkatan kemampuan peserta didik sebagaimana dikemukakan di atas tentunya akan sangat mempengaruhi aktivitas komunikasi dua arah antara pendidik dengan peserta didik. c. . baik dalam lingkungan keluarga. 1. Menghindari berbicara dengan bahasa yang muluk.

Implikasi Pertumbuhan/Perkembangan/Kematangan Peserta Didik terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Sebagai individu yang sedang tumbuh dan berkembang. sedangkan pertanyaan tingkat rendah adalah pertanyaan yang menyangkut fakta. . yaitu pertanyaan ³tingkat tinggi´ dan pertanyaan ³tingkat rendah´. d.f. Menempatkan pertanyaan peserta didik dalam konteks keseluruhan bahan pelajaran. Mengulangi pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik dengan maksud agar peserta didik yang lain mengetahui secara jelas masalah yang ditanyakan. b. 1. dan penerapan pengertian. c. Mengajukan pertanyaan Pertanyaan yang diajukan oleh pengajar dapat digolongkan dalam dua jenis. Merespon pertanyaan dengan baik. Memeriksa kembali penjelasan apakah semua peserta didik telah mengerti terhadap informasi yang disampaikannya. Memberikan Umpan Balik Dengan umpan balik akan diketahui apakah komunikasi dua arah sudah tercapai dengan baik atau belum. maka proses pertumbuhan dan perkembangan peserta didik tersebut sangat dipengaruhi oleh adanya interaksi antara dua faktor yang sama-sama penting kedudukannya yaitu faktor hereditas dan faktor lingkungan. pengetahuan sederhana. Hal yang perlu diusahakan oleh pendidik dalam kaitannya dengan kegiatan ini adalah : a. Merangsang peserta didik agar mau mengajukan pertanyaan. Umpan balik ini berlaku baik dari pengajar kepada peserta didik atau sebaliknya. 2. Keberadaan dua faktor tersebut tidak bisa dipisakan satu sama lainnya karena kenyataannya kedua faktor tersebut tidak bekerja sendiri-sendiri dalam operasionalnya. Pertanyaan tingkat tinggi adalah pertanyaan yang menuntut pemikiran abstrak.

11. Setelah umur kronologis mencapai lingkungan tertentu. Seorang anak dimana anak sekolah adalah seorang realis yang hendak mengenal kenyataan di sekitarnya menurut keadaan senyatanya atau objektif apa adanya. Iklim emosional yang menjiwai keluarga itu meliputi: hubungan emosional antara keluarga. 8. 4. Hasil-hasil belajar yang mendasari hidup bermasyarakat banyak dicapai oleh anak dalam keluarga terutama semasa masih kanak-kanak. kadar kebebasan menyatakan diri dan tanggung jawab dalam pengambilan keputusan. Interaksi manusia dengan lingkungannya sejak lahir menghendaki penguasaan lingkungan maupun penyesuaian diri pada lingkungan. Dalam interaksi sosial. Atas dasar keterikatan dan kewajiban sosial para pendidik terutama orang tua. 13. 10. manusia sejak lahir telah menjadi anggota kelompok sosial yang dalam hal ini ialah keluarga. anak telah mencapai berbagai tingkat kematangan intelektual. Kematangan emosional melandasi kematangan sosial dan kematangan intelektual. 2. Sedangkan dalam segi ruhani ia mengalami perkembangan . Pendidik yang berkecimpung dalam pengasuhan anak dalam perkembangan di masa kanak-kanak hendaklah memperhatikan keterkaitan antara berbagai segi kematangan jasmani dan rohani anak dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif. 12. 6. serta kemampuan jasmani yang lain. Pertumbuhan dan perkembangan manusia sejak lahir berlangsung dalam lingkungan sosial yang meliputi semua manusia yang berada dalam lingkungan hidup itu. Kematangan sosial merupakan landasan bagi kematangan intelektual. karena perkembangan kecerdasan berlangsung dalam lingkungan sosial tersebut. emosional. maka dapatlah ditarik beberapa butir implikasi pertumbuhan/perkembangan/kematangan peserta didik terhadap penyelenggaraan pendidikan sebagai berikut: 1. Kematangan jasmani merupakan dasar yang melandasi semua kematangan sebagimana dimaksudkan di atas. yaitu sikap dan pola tingkah laku terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain. sosial. karena sebagian besar tingkah laku manusia dikuasai atau ditentukan oleh kondisi perasaannya. serta lingkungan psikis yang sebaik-baiknya bagi proses pertumbuhan dan perkembangannya. Pada umumnya anak masa sekolah dan masa remaja mengalami pertumbuhan jasmani yang semakin kuat dan sehat. 5. 9. lingkungan sosial.Atas dasar sedikit informasi tersebut di atas. 7. maka anak senantiasa berusaha menciptakan lingkungan fisik. 3.

Seorang yang berperan dalam mengatur strategi. STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN Diarsipkan di bawah: Uncategorized ² suaidinmath @ 11:54 am 2 Votes Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. pertentangan. baik tentang siasat peperangan yang harus dilakukan.. ia akan menentukan strategi yang dianggapnya tepat untuk memenangkan suatu pertandingan setelah ia memahami segala potensi yang dimiliki tim-nya. Karakteristik umum pertumbuhan/perkembangan peserta didik ialah ditandai dengan: Kegelisahan. untuk memenangkan peperangan sebelum melakukan suatu tindakan. jumlah dan kekuatan persenjataan. baik ke dalam. taktik dan teknik peperangan. Demikian pula halnya seorang pelatih sepakbola. 14. atau stategi bertahan dengan pola 5-3-2. Dari dua ilustrasi tersebut dapat kita simpulkan. bahwa strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. misalnya kemampuan setiap personal. . Apakah ia akan melakukan strategi menyerang dengan pola 2-3-5 misalnya. Setelah semuanya diketahui. Pemahaman guru terhadap minat dan perhatian peserta didik akan sangat bermanfaat dalam perencanaan program-program pendidikan maupun pengajaran. baru kemudian ia akan menyusun tindakan apa yang harus dilakukannya. baik jumlah prajuritnya maupun keadaan persenjataannya. menghayal dan aktivitas berkelompok. semuanya sangat tergantung kepada kondisi tim yang dimilikinya serta kekuatan tim lawan. keinginan mencoba segala sesuatu. Dengan demikian dalam menyusun strategi perlu memperhitungkan berbagai faktor. Selanjutnya ia juga akan mengumpulkan informasi tentang kekuatan lawan. ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualitas. mendahului merupakan dasar bagi periode berikutnya dan masing-masing periode memiliki karakteristik sendiri-sendiri. maupun waktu yang pas untuk melakukan suatu serangan dan lain sebagainya. 15. motivasi pasukannya dan lain sebagainya. maupun ke luar.pengetahuan dan kemampuan berpikir yang pesat pula karena ditunjang oleh hasrat belajar yang sehat serta ingatan yang kuat.

Sebenarnya pendekatan berbeda baik dengan strategi maupum metode. Selain strategi. . Sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif. yang dapat diukur keberhasilannya. pembelajaran deductif atau pembelajaran ekspositori. 1976). or series of activities designed to achieves a particular educational goal (J. David. Ini berarti.Istilah lain yang juga memiliki kemiripan dengan strategi adalah pendekatan (approach). metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. terdapat juga istilah lain yang kadangkadang sulit dibedakan yaitu teknik dan taktik mengajar. Dengan demikian penyusunan langkah-langkah pembelajaran. Oleh sebab itu sebelum menentukan strategi. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. perlu dirumuskan tujuan yang jelas. Senada dengan pendapat di atas. metode. dan pendekatan pembelajaran. method. Jadi dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didisain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. sedangkan metode adalah a way in achieving something. sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi. Oleh karenanya. Misalnya untuk melaksanakan strategi ekspositori bisa digunakan metode ceramah sekaligus metode tanya jawab atau bahkan diskusi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia termasuk menggunakan media pembelajaran. strategi berbeda dengan metode. ini yang dinamakan dengan metode. Artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu. Dengan kata lain strategi adalah a plan of operation achieving something. Dengan demikian. Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. bisa terjadi satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode. Pertama. Dick and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran.Ada dua hal yang patut kita cermati dari pengertian di atas. strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu.Dalam dunia pendidikan strategi diartikan sebagai a plan. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centred approaches). sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi.Nah. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Kedua. sekarang bagaimana upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Misalnya cara yang bagainana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien? Dengan demikian sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi. Roy Killen (1998) misalnya. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode.R.

Kewajiban siswa adalah menguasainya secara penuh. Strategi semacam ini sering juga dinamakan strategi pembelajaran dari khusus ke umum. Dengan demikian dalam strategi ekspositori guru berfungsi sebagai penyampai informasi. Mengapa dikatakan strategi pembelajaran langsung? Sebab dalam strategi ini. . pada strategi ini bahan yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang konkret atau contoh-contoh yang kemudian secara perlahan siswa dihadapkan pada materi yang kompleks dan sukar. siswa tidak dituntut untuk mengolahnya. Strategi belajar individual dilakukan oleh siswa secara mandiri. Strategi pembelajaran deduktif. Sekelompok siswa diajar oleh seorang atau beberapa orang guru. Strategi ini sering juga dinamakan strategi pembelajaran dari umum ke khusus. adalah strategi pembelajaran yang dilakukan dengan mempelajari konsep-konsep terlebih dahulu untuk kemudian dicari kesimpulan dan ilustrasi-ilustrasi. Contoh dari strategi pembelajaran ini adalah. Bentuk belajar kelompok itu bisa dalam pembelajaran kelompok besar atau pembelajaran klasikal. misalnya dalam taktik mengguanakan ilustrasi atau menggunakan gaya bahasa agar materi yang disampaikan mudah dipahami.Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. maka dapat ditentukan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan.Misalnya berceramah pada siang hari dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas. Strategi kelompok. atau bisa juga siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil semacam buzz group. Roy Killen menyebutnya dengan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). kelambatan dan keberhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh kemampuan individu siswa yang bersangkutan. Bahan pelajaran serta bagaimana mempelajarinya didesain untuk belajar sendiri. sehingga tugas guru lebih banyak sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswanya. atau belajar bahasa melalui kaset audio. Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya strategi pembelajaran juga dapat dibedakan antara strategi pmbelajaran deduktif dan strtategi pembelajaran induktif. Berbeda dengan strategi pembelajaran individual. Karena sifatnya yang demikian strategi ini sering juga dinamakan strategi pembelajaran tidak langsung. Ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan. belajar dalam kelompok dapat terjadi siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan terhambat oleh siswa yang memiliki kemampuan biasa-biasa saja. belajar kelompok dilakukan secara beregu.Dari penjelasan di atas. Dalam strategi exposition. belajar melalui modul. Rowntree (1974) mengelompokkan kedalam strategi penyampaian ± penemuan atau exposition ± discovery Learning dan strategi pembelajaran kelompok dan strategi pembelajaran individual atau Groups ± individual Learning. taktik sifatnya lebih individual. Dengan demikian. tidak memperhatikan kecepatan belajar individual. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran guru dapat menentukan teknik yang dianggapnya relevan dengan metode. kemudian secara perlahanlahan menuju hal yang konkrit. materi pelajaran disajikan begitu saja kepada siswa. dan penggunaan teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dengan yang lain. atau bahan pelajaran yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang abstrak. bahan pelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut. sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan kurang akan merasa tergusur oleh siswa yang memiliki kemampuan tinggi. Oleh karena itu. Kecepatan. Misalnya walaupun dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah dalam situasi dan kondisi yang sama. Sebaliknya dengan strategi induktif. sudah pasti mereka akan melakukannya secara berbeda. Setiap individu dianggap sama. sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Berbeda dengan strategi discovery. Dalam strategi ini bahan pelajaran dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa melalui berbagai aktivitas.

Pertimbangan-pertimbangan lainnya. Prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. konsep. Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan minat. Apakah strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat kematangan siswa? 2. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Killen (1998): ³No teaching strategy is better than others in all circumtances. c. Oleh karena itu sebelum menentukan strategi pembelajaran yang dapat digunakan. Setiap strategi memiliki kekhasan sendiri-sendiri. apakah tingkat tinggi atau rendah? Apakah untuk mencapai tujuan itu memerlukan keterampilan akademis? 1. Ini sangat penting untuk dipahami. Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran: y y y Apakah materi pelajaran itu berupa fakta. b. Demikian juga halnya. Pertimbangan dari sudut siswa. Misalkan untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek kognitif. akan memiliki strategi yang berbeda dengan upaya untuk mencapai tujuan afektif atau psikomotor. so you have to be able to use a variety of teaching strategies. d. 1. afektif atau psikomotor? Bagaimana kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. y y y Apakah untuk mencapai tujuan hanya cukup dengan satu strategi saja? Apakah strategi yang kita tetapkan dianggap satu-satunya strategi yang dapat digunakan? Apakah strategi itu memiliki nilai efektifitas dan efesiensi? Pertanyaan-pertanyaan di atas. bakat dan kondisi siswa? 3. 1.Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampuan baru. dan lain sebagainya Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip dalam bahasan ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan strategi pembelajaran. ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan. Pertanyaanpertanyaan yang dapat diajukan adalah: y y y Apakah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek kognitif. Ketika kita berpikir informasi dan kemampuan apa yang harus dimiliki oleh siswa. . and make rational decisions about when each of the teaching strategies is likely to most effective. maka pada saat itu juga kita semestinya berpikir strategi apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efisien. Pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. hukum atau teori tertentu? Apakah untuk mempelajari materi pembelajaran itu memerlukan prasyarat tertentu atau tidak? Apakah tersedia buku-buku sumber untuk mempelajari materi itu? 1. untuk mempelajari bahan pelajaran yang bersifat fakta akan berbeda dengan mempelajari bahan pembuktian suatu teori. merupakan bahan pertimbangan dalam menetapkan strategi yang ingin diterapkan. sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapainya. Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan gaya belajar siswa? 2.

Walaupun kita mengajar pada sekelompok siswa. akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikhis seperti aktivitas mental. dikatakan guru yang tidak baik atau tidak berhasil manakala ia menangani 50 orang siswa. Apabila kita menginginkan siswa trampil menggunakan alat tertentu katakanlah trampil menggunakan termometer sebagai alat pengukur suhu badan. Ini sangat penting. sebab mengajar adalah proses yang bertujuan. dilihat dari segi jumlah siswa sebaiknya standar keberhasilan guru ditentukan setinggi-tingginya. Berorientasi pada tujuan Dalam sistem pembelajaran tujuan merupakan komponen yang utama. dan sebaliknya. 49 tidak berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan yang demikian. Individualitas Mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu siswa. Banyak guru yang terkecoh oleh sikap siswa yang pura-pura aktif padahal sebenarnya tidak. namun pada hakekatnya yang ingin kita capai adalah perubahan perilaku setiap siswa. Aktivitas tidak dimaksudkan terbatas pada aktivitas fisik. Dikatakan seorang dokter yang jitu dan profesional manakala ia menangani 50 orang pasien. Hal ini sering dilupakan guru. Sama seperti seorang dokter. maka semakin berkualitas proses pembelajaran. Guru sering lupa dengan hal ini. tidak akan efektif kalau menggunakan strategi pemecahan masalah (diskusi). Segala aktivitas guru dan siswa.Apa yang dikemukakan Killen itu jelas. Guru yang senang berceramah. Demikian juga halnya dengam guru. 3. Tujuan pembelajaran dapat menentukan suatu strategi yang harus digunakan guru. memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. seluruhnya berhasil mencapai tujuan. Demikian juga halnya manakala kita menginginkan agar siswa dapat menyebutkan hari dan tanggal proklamasi kemerdekaan suatu negara. dan dikatakan dokter yang tidak baik manakala ia menangani 50 orang pasien. 2. Belajar adalah berbuat. 49 sakitnya bertambah parah atau malah mati. . hampir setiap tujuan menggunakan strategi penyampaian. Oleh karena itu. Oleh karena itu strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas siswa. Aktivitas Belajar bukanlah menghapal sejumlah fakta atau informasi. Hal ini tentu saja keliru. Semakin tinggi standar keberhasilan ditentukan. Untuk mengejar tujuan yang demikian cukup guru menggunakan stratagi bertutur (ceramah) atau pengajaran secara langsung. Oleh karenanya keberhasilan suatu strategi pembelajaran dapat ditentukan dari keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu guru perlu memahami prinsip-prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran sebagai berikut: 1. seakan-akan dia berpikir bahwa segala jenis tujuan dapat dicapai dengan strategi yang demikian. mestilah diupayakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. tidak mungkin menggunakan strategi penyampaian (bertutur). bahwa guru harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan. seluruhnya sembuh. dikatakan guru yang baik dan profesional manakala ia menangani 50 orang siswa. siswa harus berpraktek secara langsung.

dan menegangkan. sebab pengetahuan pada dasarnya bersifat subyektif. menantang.4. minat. antara siswa dan siswa. Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat . 2. Berbagai informasi dan proses pemecahan masalah dalam pembelajran bukan harga mati. Sesuai dengan isi peraturan pemerintah di atas. Inspiratif Proses pembelajaran adalah proses yang inspiratif. Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja. yang bisa dimaknai oleh setiap subyek belajar. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. guru harus dapat merancang strategi pelaksanaan diskusi tidak hanya terbatas pada pengembangan aspek intelektual saja. Bab IV Pasal 19 Peraturan Pemerintah No. Menyenangkan Preoses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa. Oleh karena itu perlu diupayakan agar proses pembelajaran merupakan proses yang menyenangkan (enjoyful learning). contohnya. akan tetapi mengajar dianggap sebagai proses mengatur lingkungan yang dapat merangsang siswa untuk belajar. mesti membuka berbagai kemungkinan yang dapat dikerjakan siswa. akan tetapi juga meliputi pengembangan aspek afektif dan aspek psikomotor. inspiratif. Di samping itu. Oleh karena itu strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa secara terintegrasi. tenggang rasa dan lain sebagainya. mendorong siswa agar berani mengeluarkan gagasan atau ideide yang orisinil. yang bersifat mutlak. akan tetapi merupakan hipotesis yang merangsang siswa untuk mau mencoba dan mengujinya. menyenangkan. dan kemandirian sesuai dengan bakat. bawa mengajar bukan hanya sekedar menyampaikan pengetahuan dari guru ke siswa. Oleh karena itu guru. akan tetapi harus mendorong siswa agar mereka dapat berkembang secara keseluruhan. Melalui proses interaksi. 19 tahun 2005 dikatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. misalkan mendorong agar siswa dapat menghargai pendapat orang lain. Biarkan siswa berbuat dan berpikir sesuai dengan inspirasinya sendiri. Seluruh potensi itu hanya mungkin dapat berkembang manakala siswa terbebas dari rasa takut. memungkinkan kemampuan siswa aka berkembang baik mental maupun intelektual. Integritas Mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan seluruh pribadi siswa. Dengan demikian proses pembelajaran adalah proses interaksi baik antara guru dan siswa. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. maka ada sejumlah prinsip khusus dalam pengelolaan pembelajaran sebagai berikut: 1. 3. Penggunaan metoda diskusi. mendorong siswa untuk bersikap jujur. maupun antara siswa dengan lingkungannya. Interaktif Prinsip interaktif mengandung makna. kreativitas. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. yang memungkinkan siswa untuk mencoba dan melakukan sesuatu.

dengan demikian siswa akan belajar bukan hanya sekedar untuk memperoleh nilai atau pujian akan tetapi didorong oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhanya. dengan menata ruangan yang apik dan menarik. sistem pembelajaran menempatkan siswa sebagai subyek belajar. Kedua. Apapun yang diberikan dan dilakukan guru harus dapat merangsang siswa untuk berpikir (learning how to learn) dan melakukan (learning how to do). media dan sumber belajar yang relevan serta gerakan-gerakan guru yang mampu membangkitkan motivasi belajar siswa. guru harus dapat menunjukkan penting/nya pengalaman dan materi belajar bagi kehidupan siswa. berpikir secara intuitif atau bereksplorasi. Ada beberapa asumsi perlunya pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa. Menantang Proses pembelajaran adalah proses yang menantang siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir. yaitu yang memenuhi unsur kesehatan misalnya dengan pengaturan cahaya. Kedua. 5. Dorongan itu hanya mungkin muncul dalam diri siswa manakala siswa merasa membutuhkan (need). Oleh sebab itu dalam rangka membangkitkan motivasi. akan tetapi mencakup seluruh potensi yang dimiliki anak didik. melalui pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi. hendaknya tidak memberikan informasi yang sudah jadi yang siap ´ditelan´ siswa. yaitu (a) siswa bukanlah manusia . pembelajaran dididsain untuk membelajarkan siswa. bebas dari debu. Siswa yang merasa butuh akan bergerak dengan sendirinya untuk memenuhi kebutuhannya. ventilasi dan sebabaginya. pas bunga dan lain sebagainya. sosial. baik kedewasaan intelektual. untuk memikirkannya sebelum ia ambil kesimpulan. Pertama asumsi filosofis tentang pendidikan. 4. Oleh karena itu. Oleh karena itu maka proses pendidikan bukan hanya mengembangkan intelektual saja. akan tetapi informasi yang mampu membangkitkan siswa untuk mau ´mengunyahnya´. (b) pembinaan dan pengembangan potensi manusia (c) berlangsung sepanjang hayat (d) kesesuaian dengan kemampuan dan tingkat perkembangan siswa (e) keseimbangan antara kebebasan subjek didik dan kewibawaan guru dan (f) peningkatan kualitas hidup manusia. misalnya cat tembok yang segar dan bersih. Motivasi Motivasi adalah aspek yang sangat penting untuk membelajarkan siswa. Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang memungkinkan siswa untuk bertindak atau melakukan sesuatu. yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran. maupun kedewasaan moral. kemudian karena keraguan itulah siswa terangsang untuk membuktikannya. Apabila guru akan memberikan informasi. Dengan demikian maka hakekat pendidikan pada dasarnya adalah (a) interaksi manusia. asumsi tentang siswa sebagai subjek pendidikan. lukisan dan karya-karya siswa yang tertata. serta memenuhi unsur keindahan. Artinya. yakni merangsang kerja otak secara maksimal.dilakukan pertama. Dalam standar proses pendidikan. Tanpa adanya motivasi tidak mungkin siswa memiliki kemauan untuk belajar. Kemampuan tersebut dapat ditumbuhkan dengan cara mengembangkan rasa ingin tahu siswa melalui kegiatan mencobacoba. Pendidikan merupakan usaha sadar mengembangkan manusia menuju kedewasaan. membangkitkan motivasi merupakan salah satu peran dan tugas guru dalam setiap proses pembelajaran. Dengan kata lain pembelajaran ditekankan atau berorientasi pada aktivitas siswa (PBAS). Untuk itu dalam hal-hal tertentu sebaiknya guru memberikan informasi yang ´meragukan´.

misalnya menyimak. akan tetapi peristiwa mental dan proses berpengalaman. Oleh karena itu kadar PBAS tidak hanya dapat dilihat dari aktivitas fisik saja. Sebaliknya. siswa yang sibuk mencatat. akan tetapi mereka adalah subjek yang memiliki potensi dan proses pembelajaran seharusnya diarahkan untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki anak didik itu. Keempat. Seperti yang telah dikemukakan di muka pada bab IV Pasal 19 Peraturan Pemerintah No. tindakan. Asumsi tersebut menggambarkan bahwa anak didik bukanlah objek yang harus dijejali dengan informasi. 1980 : 2). (b) peristiwa belajar akan terjadi manakala anak didik berinteraksi dengan lingkungan yang diatur oleh guru. menganalisis dalam fikirannya dan meng-internalisasi nilai dari setiap infornasi yang disampaikan. Konsep dan Tujuan PBAS PBAS dapat dipandang sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan kepada aktivitas siswa secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif. menantang. artinya PBAS menghendaki keseimbangan antara aktivitas fisik. Dalam pandangan psikologi modern belajar bukan hanya sekedar menghapal sejumlah fakta atau informasi. pemimpin (organisator) dalam belajar yang memungkinkan terciptanya kondisi yang baik bagi siswa dalam belajar. tidak berati memiliki kadar PBAS yang rendah dibandingkan dengan seseorang yang sibuk mencatat. Pertama dipandang dari sisi proses pembelajaran PBAS menekankan kepada aktivitas siswa secara optimal. mental termasuk emosional dan aktivitas intelektual. 19 tahun 2005 dikatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. (b) guru memiliki kemampuan profesional dalam mengajar. kognitif dan sosial).dalam ukuran mini. Oleh karena itu setiap peristiwa pembelajaran menuntut keterlibatan intelektual-emosional siswa melalui asimilasi dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan pengetahuan. (c) guru mempunyai kode etik keguruan. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Ketiga. afektif dan psikomotor secara seimbang. asumsi tentang guru adalah (a) guru bertanggung jawab atas tercapainya hasil belajar peserta didik. serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan (motorik. 1. mungkin saja yang duduk itu secara mental ia aktif. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. (d) guru memiliki peran dalam sebagai sumber belajar. asumsi yang berkaitan dengan proses pengajaran adalah (a) bahwa proses pengajaran direncanakan dan dilaksanakan sebagai suatu sistem. Seorang siswa yang nampaknya hanya mendengarkan saja. inspiratif. tidak bisa dikatakan memiliki kadar PBAS yang tinggi. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. akan tetapi manusia yang sedang dalam tahap perkembangan. menyenangkan. penghayatan serta internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap (Raka Joni. kreativitas. minat. (b) setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda (c) anak didik pada dasarnya adalah insan yang aktif. Dari konsep tersebut ada dua hal yang harus dipahami. Hal ini menunjukkan bahwa mengajar yang didisain guru harus berorientasi pada aktivitas siswa. kalau yang bersangkutan hanya sekedar secara fisik aktif . akan tetapi juga aktivitas mental dan intelektual. (c) proses pengajaran akan lebih aktif apabila menggunakan metode dan teknik yang tepat dan berdaya guna (d) pengajaran memberi tekanan kepada proses dan produk secara seimbang (e) inti proses pengajaran adalah adanya kegiatan belajar siswa secara optimal. kreatif dan dinamis dalam menghadapi lingkungannya (d) anak didik memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhannya. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Sebab.

keterampilan dan sikap yang dapat menunjang terbentuknya kepribadian yang mandiri. sebab walaupun PBAS didesain untuk meningkatkan aktivitas siswa. PBAS menghendaki hasil belajar yang seimbang dan terpadu antara kemampuan intektual (kognitif). untuk pelajaran agama dan PMP yang semestinya diarahkan untuk mengembangkan sikap dan nilai-nilai kehidupan sebagai bekal untuk dapat bertindak dan berperilaku di masyarakat sesuai dengan norma-norma atau sistem nilai yang berlaku. misalnya kemampuan menggeneralisasi. Peran Guru dalam Implementasi PBAS Kekeliruan yang kerap muncul adalah adanya anggapan bahwa dengan PBAS peran guru semakin kurang. Aspek-aspek semacam inilah yang diharapkan dapat dihasilkan dari pendekatan PBAS. mengkomunikasikan hasil penemuan dan lain sebagai-nya. akan tetapi bagaimana memanfaatkan informasi itu untuk kehidupannya. Artinya melalui PBAS diharapkan bukan hanya kemampuan intelektual saja yang berkembang akan tetapi seluruh pribadi siswa termasuk sikap dan mental. apakah siswa dapat menangkap hubungan materi yang dihapal itu dengan pengembangan potensi yang dimilikinya. Dari penjelasan di atas. maka PBAS merupakan pendekatan yang sangat cocok untuk dikembangkan. pertama meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih bermakna. tidak pernah terjadi. bagaiamana menerapkan konsep PBAS ini dalam sistem pembelajaran. manganalisis. Dari konsep di atas. sehingga ia dapat memperoleh pengetahuan. oleh karena peran mereka sama-sama sebagai subjek belajar. Misalnya. Kedua mata pelajaran ini berfungsi sama dengan mata pelajaran lain yaitu mengembangkan intelektual siswa dengan menghapal materi pelajaran. kemampuan mencari data. PBAS tidak menghendaki pembentukan siswa yang secara inteketual cerdas tanpa diimbangi oleh sikap dan ke-terampilan. tidak berarti mengakibatkan kurangnya peran dan tanggung jawab guru. Adapun yang membedakannya hanya terletak pada . Dihubungkan dengan tujuan pendidikan nasional yang ingin dicapai yang bukan hanya membentuk manusia yang cerdas akan tetapi juga yang lebih penting adalah membentuk manusia yang bertaqwa dan memiliki keterampilan di samping memiliki sikap budi pekerti yang luhur. Selama ini proses pembelajaran banyak diarahkan kepada proses menghapalkan informasi yang disajikan guru. Sedangkan. Ukuran keberhasilan pembelajaran adalah sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran. Artinya. Artinya melalui PBAS. mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. dalam PBAS pembetukan siswa secara utuh merupakan tujuan utama dalam proses pembelajaran. 2. Baik guru maupun siswa sama-sama harus berperan secara penuh. kemampuan untuk menemukan. Akan tetapi PBAS bertujuan membentuk siswa yang cerdas sekaligus siswa yang memiliki sikap positif dan secara motorik terampil. Tinggal sekarang. sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor). yang penting siswa dapat mengungkapkan kembali apa yang telah dipelajarinya. secara khusus pendekatan PBAS bertujuan. Anggapan semacam ini tentu saja tidak tepat.mencatat tidak diikuti oeh aktivtas mental dan emosi. Dengan kemampuan itu diharapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang dicita-citakan. maka jelas bahwa pendekatan PBAS berbeda dengan proses pembelajaran yang selama ini banyak berlangsung. kemampuan meng-amati. Kedua. bukan tidak menjadi soal. siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai sejumlah informasi. dipandang dari sisi hasil belajar. Oleh sebab itu tidak heran kalau proses pembelajaran yang selama ini digunakan tidak memperhatikan hakekat mata pelajaran yang disajikan. Kedua. maka PBAS sebagai salah satu bentuk inovasi dalam memperbaiki kualitas proses belajar mengajar bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat belajar mandiri dan kreatif. apakah materi itu dipahami untuk kebutuhan hidup setiap siswa.

tidak berarti guru hanya diam dan duduk di kursi sambil membaca koran. masih banyak tugas lain yang menjadi tanggung jawab guru. 4. Selain peran-peran di atas. guru tidak berperan sebagai satu-satunya sumber belajar yang bertugas menuangkan materi pelajaran kepada siswa. Membantu siswa dalam menarik suatu kesimpulan. tujuan pembelajaran tidak semata-mata ditentukan oleh guru. Menyusun tugas-tugas belajar bersama siswa. Oleh karena keragamannya itulah guru perlu melakukan kontrol kepada siswa untuk melayani setiap siswa terutama siwa yang dianggap lambat dalam belajar. Hal ini penting dilakukan untuk memupuk tanggung jawab siswa. Misalnya manakala siswa memerlukan suatu informasi tertentu. akan tetapi secara aktif guru harus melakukan kontrol dan memberi bantuan kepada siswa yang memerlukannya. Mengemukakan berbagai alternatif tujuan pembelajaran yang harus dicapai sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Memberikan motivasi. Oleh karena itu penerapan PBAS menuntut guru untuk kreatif dan inovatif sehingga mampu menyesuaikan kegiatan mengajarnya dengan gaya dan karakteristik belajar siswa. Guru perlu menyadari bahwa siswa memiliki kemampuan yang sangat beragam. 5. Dengan demikian guru tidak menempatkan diri sebagai sumber informasi akan tetapi berperan sebagai penunjuk dan fasilitator dalam memanfaatkan sumber belajar. 3. sebaiknya diserahkan kepada siswa. Dalam implementasi PBAS. Guru berperan hanya sebagai pembantu dan pengarah dalam merumuskan kesimpulan.tugas apa yang harus dilakukannya. maka siswa akan semakin paham apa yang harus dilakukan. akan tetapi lebih dari itu. . Untuk itu ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan guru. 6. Proses dan kesimpulan apa yang dapat ditarik. Hal ini dapat mendorong siswa untuk belajar lebih aktif dan kreatif. Artinya tugas-tugas apa yang sebaiknya dikerjakan oleh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. 2. Misalnya ketika siswa melaksanakan diskusi kelompok atau mengerjakan tugas. membimbing dan lain sebagainya melalui pengajuan pertanyaan-pertanyaan. Dengan pemberitahuan rencana pembelajaran. Dalam implementasi PBAS. akan tetapi diharapkan siswapun terlibat dalam menentukan dan merumuskannya. Oleh karena itu kemampuan yang berhubungan dengan berbagai keterampilan bertanya harus dimiliki oleh guru. atau melalui pertanyaan pula guru dapat membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif. maka guru berkewajiban untuk menunjukkan dimana informasi itu dapat diperoleh siswa. guru dapat mendorong agar siswa termotivasi untuk belajar. siswa akan lebih bertanggung jawab untuk mengerjakannya. akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana memfasilitasi agar siswa belajar. guru tidak menyimpulkan sendiri pokok bahasan yang telah dipelajarinya. mendorong siswa untuk belajar. tidak hanya ditentukan guru akan tetapi melibatkan siswa. Memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan. Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa yang memerlukannya. Biasanya manakala siswa terlibat dalam menentukan jenis tugas dan batas akhir penyelesaiannya. diantaranya adalah: 1. Dalam PBAS pertanyaan tidak semata-mata berfungsi untuk menguji kemampuan siswa. Melalui pertanyaan. Artinya.

Hal ini dapat dilihat dari tingginya perhatian. o Adanya keinginan siswa untuk menciptaklan iklim belajar yang kondusif. maka kadar PBAS semakin tinggi. dapat kita lihat dari kriteria penerapan PBAS dalam proses pembelajaran. proses pembelajaran maupun dalam mengevaluasi hasil pembelajaran. sedang atau lemah. o Siswa belajar secara langsung (experiential learning). Kadar PBAS tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata. Kriteria tersebut menggambarkan sejauhmana keterlibatan siswa dalam pembelajaran baik dalam perencanaan pembelajaran. mengoperasikan. meraba. konsep dan prinsip diberikan melalui pengalaman nyata seperti merasakan. menyusun laporan. Demikian juga pengalaman itu bisa dilakukan dalam bentuk kerjasama dan interaksi dalam kelompok. o Keterlibatan siswa dalam mencari dan memanfaatkan setiap sumber belajar yang tersedia yang dianggap relevan dengan tujuan pembelajaran. salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk mengetahui Apakah suatu proses pembelajaran memiliki kadar PBAS yang tinggi. Dalam proses pembelajaran secara langsung.3. berdiskusi. Semakin siswa terlibat dalam ketiga aspek tersebut. Adanya keterlibatan siswa dalam menentukan dan mengadakan media pembelajaran yang akan digunakan. akan tetapi juga ada yang tidak bisa diamati. memecahkan masalah dan lain sebagainya. serta motivasi siswa untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Keaktifan siswa itu ada yang secara langsung dapat diamati. akan tetapi juga ditentukan oleh aktifitas non-fisik seperti mental. 1. melakukan sendiri dan lain sebagainya. Adanya keterlibatan siswa dalam menyusun rancangan pembelajaran. Kita tidak dapat memastikan bahwa siswa yang diam mendengarkan penjelasan tidak berarti tidak PBAS. . demikian juga sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula Namun demikian. Oleh sebab itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa dalam belajar hanya siswa yang mengetahuinya secara pasti. mengumpulkan data dan lain sebagai-nya. Penerapan PBAS dalam Proses Pembelajaran Dalam kegiatan belajar mengajar PBAS diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti mendengarkan. Kadar PBAS dilihat dari proses pembelajaran y Adanya keterlibatan siswa baik secara fisik. berdiskusi. mental ± emosional maupun intelektual dalam setiap proses pembelajaran. 2. Adanya keterlibatan siswa dalam menentukan dan memilih sumber belajar yang diperlukan. seperti mengerjakan tugas. memproduksi sesuatu. intelektual dan emosional. Kadar PBAS dilihat dari proses perencanaan: y y y y Adaya keterlibatan siswa dalam merumuskan tujuan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan serta pengalaman dan motivasi yang dimiliki sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kegiatan pembelajaran. seperti kegiatan mendengarkan dan menyimak.

Guru yang memiliki kemampuan yang tinggi akan bersikap kreatif dan inovatif yang selamanya akan mencoba dan mencoba menerapkan berbagai penemuan baru yang dianggap lebih baik untuk membelajarkan siswa. Kemampuan guru itu bukan hanya dalam tataran desain perencanaan pembelajaran. 4. sikap profesionalitas guru. Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan PBAS dipandang dari sudut guru. 1) Kemampuan guru Kemampuan guru merupakan faktor pertama yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran dengan pendekatan PBAS.Adanya ketertlibatan siswa dalam melakukan prakarsa seperti menjawab dan mengajukan pertanyaan. kemampuan menyusun dan menyajikan materi atau pengalaman belajar siswa. latar belakang pendidikan guru dan pengalaman mengajar. Kemauan siswa untuk menyusun laporan baik tertulis maupun secara lisan berkenaan hasil belajar yang diperolehnya. Kadar PBAS ditinjau dari kegiatan evaluasi pembelajaran y y y Adanya keterlibatan siswa untuk mengevaluasi sendiri hasil pembelajaran yang telah dilakukannya. guru merupakan ujung tombak yang sangat menentukan keberhasilan penerapan PBAS. o Terjadinya interaksi yang multi arah baik antara siswa dengan siswa atau antara guru dan siswa. Interaksi ini juga ditandai dengan keterlibatan semua siswa secara merata. Guru Dalam proses pembelajaran dalam kelas. seperti kemampuan merumuskan tujuan pembelajaran. o 3. Dalam aspek perencanaan misalnya. Faktor yang mempengaruhi Keberhasilan PBAS Keberhasilan penerapan PBAS dalam proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: a. berusaha memecahkan masalah yang diajukan atau yang timbul selama proses pembelajaran berlangsung. kemampuan untuk merancang desain pembelajaran yang tepat sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Artinya pembicaraan atau proses tanya jawab tidak didominasi oleh siswa-siswa tertentu. yaitu kemampuan guru. serta kemampuan menentukan alat . Dari ciri-ciri tersebut dapat ditentukan apakah proses pembelajaran yang diciptakan oleh guru memiliki kadar PBAS yang tinggi. sedang atau rendah. akan tetapi juga dalam proses dan evaluasi pembelajaran. Kerterlibatan siswa secara mandiri untuk melaksanakan kegiatan semacam tes dan tugastugas yang harus dikerjakannya. kemampuan menentukan dan memanfaatkan media dan sumber belajar. guru dituntut untuk mampu mendesain perencanaan yang memungkinkan secara terbuka siswa dapat belajar sesuai dengan minat dan bakatnya. karena guru merupakan orang yang berhadapan langsung dengan siswa.

Penerapan PBAS sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang menuntut aktivitas siswa secara penuh dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Discovery. Dengan demikian. PBAS tidak akan berhasil diimplementasikan oleh guru yang memiliki motivasi yang rendah. akan sangat dipengaruhi oleh tingkat preofesional guru. Keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki seperti misalnya. ruang kelas dan setting tempat duduk siswa. Sedangkan keterampilan mengembangkan model pembelajaran contohnya mengembangkan model Inkuiri. radio. Advance organizer dan lain sebagainya.Yang termasuk kepada ketersedian sarana itu meliputi. 3) Latar belakang pendidikan dan Pengalaman Mengajar guru Latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar guru. memungkinkan guru memiliki pandangan dan wawasan yang luas terhadap variabel-variabel pembelajaran seperti pemahaman tentang psikologi anak. mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar. Guru yang profesional selamanya akan berusaha untuk mencapai hasil yang optimal. Dengan latar bela-kang pendidikan yang tinggi. keterampilan variasi stumulus. simposium dan sebagainya. akan tetapi ia akan memandang siswa sebagai subjek belajar yang memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga ia akan mendesain proses pembelajaran yang dapat mendorong siswa aktif dan kreatif dalam proses pengalaman bel-ajar. pemahaman terhadap unsur lingkungan dan gaya belajar siswa. diskusi. Ia tidak akan merasa puas dengan hasil yang telah dicapai. Demikian juga halnya dengan pengalaman mengajar.evasluasi yang tepat untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karenanya ia akan selalu belajar untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan dan meningkatkan kemampuan dan keterampilannya. Kemampuan dalam proses pembelajaran berhubungan erat dengan bagaimana cara guru mengimplementasikan perencanaan pembelajaran. pemahaman tentang berbagai model dan metode pembelajaran. Sarana belajar Keberhasilan implementasi PBAS juga dapat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana belajar . Guru yang memiliki pemahaman tentang psikologi anak akan ditandai oleh perasaan menghargai terhadap seluruh usaha siswa. keterampilan membuka dan menutup pelajaran. akan sangat berpengaruh terhadap implementasi PBAS. b. keterampilan bertanya. Guru yang telah memiliki jam terbang mengajar yang tinggi memungkin ia akan lebih mengenal berbagai hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran. misalnya dengan melacak berbagai sumber belajar melalui kegiatan membaca. Model Keterampilan Proses. media dan sumber belajar. ia tidak akan menempatkan siswa sebagai objek yang harus dijejali dengan materi pembelajaran. serta melacak informasi dengan memanfaatkan hasil-hasil teknologi seperti televisi. Model Pembelajaran Metode Klinis. keterampilan memberikan penguatan (reinforcement) dan lain sebagainya. . 2) Sikap profesional guru Sikap profesional guru berhubungan dengan motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas mengajarnya. komputer sampai kepada internet. yang mencakup kemampuan menerapkan keterampilan dasar mengajar dan keterampilan mengembangkan berbagai model pembelajaran yang dianggap mutakhir.

Yang termasuk kedalam lingkungan fisik ini juga adalah keadaan dan jumlah guru. Oleh karena itu tidak mungkin PBAS dapat diimplementasikan dengan sempurna manakala tidak terjalin hubungan yang baik antara semua pihak yang terlibat. Misalnya keharmonisan hubungan antara guru dengan guru. komputer. Keadaan guru misalnya adalah kesesuaian bidang studi yang melatar belakangi pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diberikannya. juga adalah desain tempat duduk siswa. kamar kecil yang tersedia. tempat duduk didisain agar bisa dipindah-pindah. buletin dan lain sebagainya. Seorang guru lulusan pendidikan teknik. misalnya. tanpa ada gambar yang menyegarkan. atau dari media elektronik seperti radio. c. perpustakaan. atau antara guru dengan kepala sekolah.Benjamin S. Yang harus diperhatikan dalam penataan ruang kelas. atau mungkin dari internet. Lingkungan Belajar Lingkungan belajar merupakan faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan PBAS. misalnya akan mempengaruhi kenyamanan siswa dalam belajar. akan tetapi seharusnya dinamis. DAFTAR BACAAN Blomm. majalah. Yang dimaksud dengan lingkungan fsikologis adalah iklim sosial yang ada di lingkungan sekolah itu. misalnya akan mempengaruhi kinerjanya manakala ia mengajar bidang olah raga. serta dimana lokasi sekolah itu berada. Kelas yang tidak ditata dengan rapi. surat kabar. film slide. sehingga dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. termasuk keharmonisan antara pihak sekolah dengan orang tua. (1964) Taxonomi of Educational Objectives : Cognitive Domain. televisi. 2) Media dan Sumber Belajar PBAS merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan multi metoda dan multi media. Oleh karena itu keberhasilan penerapan PBAS akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dan pemanfaatan media dan sumber belajar. New York : David McKay. Ada dua hal yang termasuk kedalam faktor lingkungan belajar. baik dari media grafis seperti buku. PBAS merupakan pendekatan pembelajaran yang memerlukan usaha dari setiap orang yang terlibat. Demikian juga halnya seorang yang tidak pernah belajar ilmu keguruan tidak akan optimal manakala harus mengajar di depan kelas. Ruang kelas yang terlalu sempit. misalnya jumlah kelas. video. .1) Ruang Kelas Kondisi ruang kelas merupakan faktor yang menentukan keberhasilan penerapan PBAS. Lingkungan fisik meliputi keadaan dan kondisi sekolah. kantin. Apabila sekolah berada di dekat terminal atau pasar yang bising. yaitu lingkungan fisik dan lingklungan psikologis. ventilasi yang kurang memadai dan sebagainya akan membuat siswa cepat lelah dan tidak bergairah dalam belajar. Demikian juga halnya dengan penataan kelas. tentu saja akan mempengaruhi kenyamanan anak dalam belajar. sebaiknya tempat duduk tidak bersifat statis. Artinya melalui PBAS siswa memungkinkan untuk belajar dari berbagai sumber informasi secara mandiri. laboratorium. bagaimanapun hebatnya kualitas orang tersebut. Artinya. PBAS yang menghendaki siswa aktif dalam belajar.

Wilma S. Lexington.J. Allyn & Bacon. Classroom Teaching Skill.. (1977) A Theory of Education: Ithaca. New Jersey : PrenticeHall Inc. W.C. Vikas Publishing House PVT LTD. DirjenPendidikan dasar dan Menengah. New York : Cornel University Press. (1979). dan Briggs. (1993).Brookfield.D. Cooper.Inc. Australia. Massachusetts Toronto: D. (1965). (1979).S. Jakarta: Grasindo Jarolimek. Mac Donald. (ed. Gagne. Grasindo Longstreet. Lesson from research and Practice. Novak. Curriculum for New Millenium. Jakarta. Rakaa (1980). New York: MacMillan Publishing Co. Janess B. Dahar. Lie. Gulo. (2002). (1998). Joni.Jakarta: Erlangga. Costa.D (19900. Joyce. T. (1977). Shane.S. Departemen Pendidikan Nasional. S. New York: Holt Rinehart & Winston. B.)(1985) Developin Minds. Social Science Press.M. Englewood Cliffs.Leslie J. Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development. Strategi Belajar Mengajar. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama (2002) Pendekatan Konstektual (Contextual Teaching And Learning (CTL). Heath And Company. Roy. Ratna Wilis (1989). New York: Centered for Curriculum Research and Service. Trust and Responsiveness in the Classroom. Chauhan. Boston. A Resource Book for Teaching Thinking. Killen. Harold G. Innovations in Teaching ± Learning Process. Effective Teaching Strategies.) (1990). Principles of Instructional Design. Strategi Belajar Mengajar. Second Edition. . Intentionality in Education. Models of Teaching.. Jakarta. James M. Athur L (Ed. Robert M. Anita (2005). (1980). Educational Models for Instruction . Johnson. San Fransisco : Josse-Bass. Mauritz. John (1977). Alexandria Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development. New Delhi. Teori Belajar. Cooperative Learning. The Skillfull teacher :On Technique. Social Studies Competencies and Skills : Learning to Teach as an intern. & Weil. P3G.

dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. (1974). Wina (2007). E. model. Beda Strategi. Psycholgy and Epistemology. Galen.menginsipi rasi. Saylor. Metode. Strategi Pembelajaran Bereorientasi Standar Pross Pendidikan. Dari metode. teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif. Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.langkah. J. Unit 7. metode. E. Teacing Teaching. Jakarta: Prenada Media. Alexander. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. Model. Curriculum Planning fo Better Teaching and Learning.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Wragg. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut. nyata. pendekatan. dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran.J. Guru dapat berganti. Undang-undang No.Milton Keyniess: Ther Open Univercity Press. Piaget.pendekatan. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. New York : The Viking Press. dan Teknik Pembelajaran Posted on 10 Maret 2008 by checep05 Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi. dan teknik pembelajaran. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran.203. Holt-Rinehart and Winston. (1971). Tentang Standar Nasional Pendidikan. Metode pembelajaran adalah prosedur. Sanjaya. urutan. (1981). dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 (2005).ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. . menguatkan.C.langkah. Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi. metode. London: David & Charles. William M. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikansecara khas oleh guru di kelas. dan Lewis Arthur J. dan teknik.

Sebagai sebuah model. Menurut Dick and Carey menyebutkan adanya 5 komponen strategi pembelajaran yakni : 1. 2. warna. 5) Memberi petunjuk belajar (cara mempelajari). dapat dikatakan bahwa sebenarnya aspek yang juga paling penting dalam keberhasilan pembelajaran adalah penguasaan model pembelajaran. saat ini banyak remaja putri menggunakan model celana Jablai yangterinspirasi dari lagu dangdut dan film Jablai. guru dapat berkreasi dengan berbagai model pembelajaran yang khas secara menarik. Perbedaan tersebut terletak pada sajian. Partisipasi siswa Tes. com Dalam menerapkan strategi pembelajaran ada beberapa komponen yang harus diperhatikan agar dalam kegiatan pembelajaran tercapai suatu tujuan yang telah ditentukan. bentuk.klubguru. komponen dalam strategi pembelajaran adalah : 1) Memberikan motivasi atau menarik perhatian. Oleh karena itu. Kegiatan pembelajaran pendahuluan. dan Kegiatan lanjutan Berbeda dengan yang dikemukakan oleh Gagne and Briggs. 3) Mengingatkan kompetensi prasyarat. Sebagai ilustrasi. celana jablai berbeda dengan celana model lain meskipun dibuat berdasarkan pendekatan. metode. konsep). guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai strategi yang di dalamnya terdapat pendekatan. 4. dan bermanfaat bagi siswa. dan disainnya. model. menyenangkan. 4) Memberi stimulus (masalah. Model guru tersebut dapat pula berbeda dengan model guru di sekolah lain meskipun dalam persepsi pendekatan dan metode yang sama. Berdasarkan rumusan komponen strategi pembelajaran yang dikemukakan ahli secara garis besar dapat dikelompokkkan menjadi : 1. Sumber: www. 2) Menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa. dan teknik pembelajarantersebut dinamakan model pembelajaran.Bungkus dari penerapan pendekatan. Kembali ke pembelajaran. Komponen pertama yaitu urutan kegiatan pembelajaran mengurutkan kegiatan pembelajaran dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan kegiatan . topic. Penyampaian informasi. Dari uraian di atas. dan teknik yang sama. 3. dan teknik secara spesifik. 6) Menimbulkan penampilkan siswa 7) Memberi umpan balik 8) Menilai penampilan 9) Menyimpulkan. metode. 5.

merupakan kegiatan awal dalam pembelajaran. Dilaksanakan untuk memberikan penegasan atau kesimpulan dan penilaian terhadap penguasaan materi pelajaran yang telah diberikan. merupakan kegiatan akhir dalam urutan kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran mungkin dapat dikatakan tepat untuk suatu pelajaran tetapi belum tentu tepat untuk pelajaran yang lainnya. dan penjelasan tentang tujuan pembelajaran. Pengajar atau guru harus dapat memilih metode yang tepat yang disesuaikan dengan materi pelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. kegiatan ini merupakan inti dari kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan ini peserta didik akan ditanamkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang telah dimiliki dikembangkan pada tahap ini. Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. alat-alat elektronik. menyajikannya dan menutup pelajaran. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih media adalah : a) Ketepatan dengan tujuan pembelajaran b) Dukungan terhadap isi pelajaran c) Kemudahan memperoleh media .mengajarnya. Tahap-tahapnya adalah menguraikan materi pelajaran. Sponsored Links c) Sub komponen penutup. media cetak. memusatkan perhatian siswa agar siswa bisa mempersiapkan dirinya untuk menerima pelajaran dan juga mengetahui kemampuan siswa atau apa yang telah dikuasai siwa sebelumnya dan berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Komponen kedua yaitu metode pembelajaran Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh pengajar dalam menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. b) Sub komponen penyajian. a) Sub komponen pendahuluan. penjelasan relevansi isis pelajaran baru. Media dapat berbentuk orang/guru. 2. Macam-macam metode pembelajaran adalah : a) Metode ceramah g) Metode pembelajaran terprogram b) Metode demonstrasi h) Metode discovery c) Metode simulasi i) Metode do-look-learn d) Metode diskusi j) Metode praktikum e) Metode studi mandiri k) Metode bermain peran f) Metode studi kasus l) dll. untuk itu guru haruslah pandai dalam memilih dan menggunakan metode-metode pembelajaran mana yang akan digunakan dan disesuaikan dengan materi yang akan diberikan dan karakteristik siswa. memberikan contoh dan memberikan latihan yang disesuaikan dengan materi pelajaran. Komponen ketiga yaitu media yang digunakan.dsb. Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini adalah memberikan gambaran singkat tentang isi pelajaran. 3. guru dapat mengetahui bagaimana ia harus memulainya. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk memberikan motivasi kepada siswa.

dsb. 4. Komponen keempat adalah waktu tatap muka. Pengajar harus tahu alokasi waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan pembelajaran dan waktu yang digunakan pengajar dalam menyampaikan informasi pembelajaran. Kelas adalah ruangan belajar (lingkungan fisik) dan lingkungan sosio-emosional. 5. pengaturan sarana atau alat-alat lain. dan ventilasi dan pengaturan cahaya. keindahan kelas.d) Keterampilan guru dalam menggunakannya e) Ketersediaan waktu menggunakannya f) Sesuai dengan taraf berpikir siswa. Sedangkan lingkungan sosio-emosional meliputi tipe kepemimpinan guru. pembinaan hubungan baik. Sehingga proses pembelajaran berjalan sesuai dengan target yang ingin dicapai. Lingkungan fisik meliputi: ruangan kelas. Komponen kelima adalah pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas menyiapkan kondisi yang optimal agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara lancar . sikap guru. suara guru. pengaturan tempat duduk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful