ARC WELDING

GAS METAL

Gas metal arc welding
Oleh : Andhika Reza / IIA-04 / 09-375

Akademi Teknik Mesin Industri Cikarang GAS METAL ARC WELDING

1

ARC WELDING

GAS METAL

Definisi GMAW Proses penyambungan dua material logam atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan setempat, dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal) dan menggunakan gas pelindung ( inert & active gas ) Gas Shielded Welding
G a s -s h ie ld e d w e ld in g

G a s tu n g s te n -a rc w e ld in g G T A W /T IG

G a s m e ta l-a rc w e ld in g GMAW

M e ta l In e rt g a s w e ld in g M IG

M e ta l a c tiv e g a s w e ld in g MAG

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN GMAW  Proses las MIG sukses dikembangkan oleh Battele Memorial Institute pada tahun 1948 dengan sponsor Air Reduction Company. Las MIG pertama kali dipatenkan pada tahun 1949 di Amerika Serikat untuk pengelasan alumunium. Keunggulannya adalah penggunaan elektroda yang berdiameter lebih kecil dan sumber daya tegangan konstan (constant-voltage power source) yang telah dipatenkan sebelumnya oleh H.E. Kennedy.  Pada tahun 1953, Lyubavskii dan Novoshilov mengumumkan penggunaan proses las MIG menggunakan gas CO2 sebagai gas pelindung. Mereka juga menggunakan gas CO2 untuk mengelas besi karbon. Gas CO2 dicampur dengan Gas Argon yang dikenal sebagai Metal Active Gas (MAG), yang kemudian berkembang menjadi proses las MAG. Skema Peralatan GMAW

2

ARC WELDING

GAS METAL

Mesin Las GMAW Proses pengelasan GMAW pada umumnya menggunakan arus searah (DC/Direct Current) dan menggunakan polaritas terbalik dimana kutub positif pada elektroda dan kutub negatif pada benda kerja. Mesin las GMAW menggunakan jenis mesin yang memiliki karakteristik tegangan konstan. Tegangan konstan ini akan menentukan panjang busur las. Ketika terjadi perubahan perubahan mendadak kecepatan wirefeed, atau terjadi perubahan sementara dari panjang busur las; maka mesin las secara tiba-tiba akan merubah

3

4 .ARC WELDING GAS METAL arus listrik. Sehingga perubahan panjang busur dapat diatur dengan mengatur perubahan tegangan pada mesin las.

yaitu :  Short circuiting  Grobular 5 . Hal ini karena pada polaritas searah. Polaritas Terbalik ELEKTRODA + + + + - - - - BASE METAL Proses pengelasan GMAW beroperasi menggunakan arus searah (DC). panas terletak pada elektroda. Secara umum ada tiga jenis tranfer logam. elektroda akan meleleh kemudian menjadi deposit logam las dan membentuk butiran las (weld beads). Polaritas searah sangat jarang digunakan karena transfer logam yang kurang baik dari elektroda kawat ke benda kerja. Transfer Logam Jenis atau model transfer logam cair dari elektroda ke daerah las (molten weld pool) menentukan hasil dari proses pengelasan. biasanya menggunakan elektroda kawat positif. Ini dikenal sebagai polaritas “terbalik” (reverse polarity). Gas pelindung digunakan untuk mencegah terjadinya oksidasi dan melindungi hasil las selama masa pembekuan (solidification). Selama proses las GMAW.ARC WELDING GAS METAL Proses GMAW Proses pengelasan GMAW. biasanya digunakan untuk tegangan las 15 volt hingga 32 volt. panas dari proses pengelasan ini dihasilkan oleh busur las yang terbentuk diantara elektroda kawat (wire electrode) dengan benda kerja. Proses pengelasan GMAW menggunakan arus sekitar 50 A hingga mencapai 600 A.

1 mm) dan beroperasi pada tegangan rendah. Short Circuiting Arc Cycle Animasi Short Ciscuiting Arc 6 . dan dapat juga untuk menyambung logam yang tebal pada posisi vertikal dan horizontal. Teknik pengelasan ini biasanya digunakan untuk menyambung meterial yang tipis pada semua posisi pengelasan .030 inchi (0. Logam di salurkan dari kawat ke daerah las (molten weld pool) terjadi ketika keduanya melakukan kontak atau saat terjadi short-circuit. Proses pengelasan menggunakan transfer logam short-circuiting digunakan jika membutuhkan distorsi yang minimum.76 mm) hingga 0. sekitar 17 volt (100 A) hingga 22 volt (200 A). Short-circuiting biasanya terjadi pada benda kerja sebanyak 20 hingga 200 kali per detik.045 inchi (1.ARC WELDING GAS METAL  Spray Transfer Short Circuiting Transfer logam short-cicuiting biasanya menggunakan kawat elektroda yang berdiameter antara 0.

89 0.30 0.35 0.ARC WELDING GAS METAL Skema Short Circuiting Arc Short Circuiting Arc Parameters Diameter elektroda Inchi mm 0.45 1.10 Arus Las (A) Minimum Maximum 50 150 75 175 100 225 7 .76 0.

Proses pengelasan ini biasanya dikenal dengan transfer logam globular.ARC WELDING GAS METAL Globular Transfer Saat tegangan dan arus las meningkat hingga diatas batas maksimum yang direkomendasikan untuk transfer logam short-circuiting. transfer logam akan mulai berubah bentuk. Skema Globular Transfer 8 . dengan percikan dan short-cicuiting beberapa kali menjadi hal yang biasa. Model transfer logam ini biasanya dapat menjadi tidak menentu. Biasanya tetesan dari lelehan logam memiliki diameter yang lebih besar dari pada diameter kawat elektroda itu sendiri.

maka kita dapat menggunakan tegangan berkisar mendekati antara 27 volt (250 A) hingga 35 volt (400A). Transfer logam spray dapat menghasilkan deposit logam yang tinggi. Arus pendek sangat jarang terjadi. Teknik pengelasan ini secara umum digunakan untuk menyambung logam dengan ketebalan 3/32 inchi (2.ARC WELDING GAS METAL Transfer Logam Spray Dengan terus menaikan tegangan dan arus las. transfer logam akan menjadi busur las spray (spray arc) sebenarnya. Lelehan yang jatuh dari kawat elektroda sangat kecil. untuk elektroda berukuran 1. busur las spray biasanya terbatas hanya dengan posisi datar (flat position ). Kecuali saat menyambung alumunium dan tembaga.2 mm.4 mm) atau lebih. menghasilkan busur las dengan kestabilan yang baik. 9 . Arus las minimum yang dapat menyebabkan hal ini terjadi disebut arus transisi.

ARC WELDING GAS METAL Skema Spray Transfer Animasi Spray Arc Parameter Spray Arc 10 .

untuk level tinggi berda didalam batas arus dari transfer logam spray. 11 . Logam hanya dapat disalurkan pada setiap pulsa arus tinggi. arusnya berkisar antara arus level rendah dan tinggi. Level rendah terletak dibawah arus transisi.ARC WELDING GAS METAL Pulsed Spray Arc Variasi dari transfer logam spray biasanya dikenal sebagai transfer logam “pulsed” spray.

ARC WELDING GAS METAL Peralatan GMAW Secara umum peralatan yang dibutuhkan untuk proses pengelasan GMAW adalah  Mesin las ( Power Source )  Elektroda ( Wirefeeder )  Welding gun/torch  Tabung gas pelindung  Regulator  Gas mixturer 12 .

 Pada awalnya set-up pengelasan merupakan permulaan yang sulit 13 .layaknya terjadi pada las SMAW  Memiliki angka deposisi (deposition rates) yang lebih tinggi dibandingkan SMAW  Membutuhkan kemampuan operator yang baik  Proses pengelasan GMAW sangat cocok untuk pekerjaan konstruksi  Membutuhkan sedikit pembersihan post-weld Kelemahan GMAW: Pada proses pengelasan GMAW memiliki beberapa kelemahan . yaitu :  Sangat efisien dan proses pengerjaan yang cepat  Dapat digunakan untuk semua posisi pengelasan (welding positif  Tidak menghasilkan slag atau terak. akibat ketrampilan operator yang kurang baik. antara lain :  Wire-feeder yang memerlukan pengontrolan yang kontinou  Sewaktu waktu dapat terjadi Burnback  Cacat las porositi sering terjadi akibat pengunaan kualitas gas pelindung yang tidak baik. Pada umumnya proses pengelasan GMAW memiliki beberapa kelebihan.ARC WELDING GAS METAL Kelebihan GMAW: Proses Pengelasan GMAW memiliki performa dan hasil sangat yang baik.  Busur yang tidak stabil.

Paduan Mangan Mangan juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan deoksidasi logam las. Titanium (Ti).00 % mangan. Terdapat persamaan yang mendasar pada elektroda ferro MAG. Umumnya. setiap elektroda memiliki unsur paduan. Zirconium (Zr) Ketiga elemen ini merupakan elemen deoksidasi yang sangat kuat.2 % silikon. Deoksidasi adalah kombinasi elemen dengan oksigen dari genangan las menghasilkan slag atau formasi kaca (glass formation) pada permukaan. Paduan Silikon (Si) Silikon adalah elemen deoksidasi yang paling sering digunakan untuk paduan elektroda las MAG. Elektroda mild-steel mengandung 1. logam las akan sangat sensitif terhadap retak (crack). Paduan Alumunium (Al).00 hingga 2. silikon menunjukan kemampuan doksidasi yang baik. fungsi utama penambahan unsur paduan pada elektrodanya adalah untuk mengatur deoksidasi genangan las (weld puddle) dan untuk membantu menentukan properti mekaniknya. elektroda mengandung 0. Dalam jangkauan persentase.00 % silikon.ARC WELDING GAS METAL Elektroda Pada dasarnya terdapat lima faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis elektroda pasa proses pengelasan GMAW. Memperbesar banyaknya silikon akan menaikan kekuatan las dengan sedikit penurunan ketangguhan. Dengan menaikan banyaknya mangan akan meningkatkan kekuatan dan akan mengurangi sensitifitas keretakan karena panas dari logam las. Untuk mengelas besi karbon menggunakan proses pengelasan MAG. yaitu :  Komposisi kimia benda kerja  Properti mekanik benda kerja  Jenis gas pelindung  Jenis servis/layanan atau aplikasi yang dibutuhkan  Jenis penyambungan las Elektroda Ferro Pada umumnya yang digunakan untuk proses pengelasan logam ferro adalah las MAG. Tetapi jika diatas 1 hingga 1.40 % hingga 1. Dengan penambahan yang sedikit dari ketiga elemen ini akan sedikit meningkatkan 14 .

titanium dan alumunium deoksidasi dengan jumlah total 0. Biasanya digunakan dengan gas pelindung argon dan terkadang dengan tambahan sedikit oksigen. Untuk kegunaan pengelasan baja karbon.2% dan karbon 0. Standar Penomoran Elektroda Ferro Sesuai dengan klasifikasi elektroda carbon steel menurut AWS A5.2 %.07 % berat. Elektroda ini cocok untuk jenis pengelasan dengan transfer logam arus pendek.12 % karbon.18-93. mengandung kombinasi zirconium. Elektroda ini dirancang untuk proses pengelasan dengan gas pelindung campuran argon dan oksigen 1 hingga 5 % atau dengan gas pelindung CO2. Elemen Paduan Lainnya Nikel. Paduan Karbon Karbon mempengaruhi struktur dan properti mekanik logam las lebih besar dibandingkan dengan elemen paduan lainnya. Dalam jumlah kecil.05 hingga 0. Persentase ini cukup untuk menghasilkan kekuatan logam las yang diinginkan tanpa mempengaruhi ketangguhan dan porositi. mereka dapat digunakan dalam elektroda baja karbon untuk meningkatkan kekuatan dan ketangguhan dari logam deposit.ARC WELDING GAS METAL kekuatan. krom dan molybdenum terkadang ditambahkan untuk meningkatkan properti mekanik dan ketahanan korosi.  ER70S-2 (SPOOLARC 65) Elektroda ini mengandung elemen deoksidasi yang sangat berat. Komposisi jumlah keseluruhan dari ketiga elemen ini tidak lebih dari 0. elektroda mengandung 0. 15 . elektroda carbon steel diberi penomoran sebagai berikut : ELEKTRODA ATAU W ELDING ROD SOLID ATAU ROD E R X X S -X KOMPOSISI KIMIA KEKUATAN TARIK (X 1000 psi) Elektroda Besi Karbon  ER70S-1 Memiliki persentase silikon terkecil diantara elektroda baja padat.

menggunakan gas 16 .  ER70S-4 (SPOOLARC 85) Elektroda ini mengandung lebih banyak mangan (1.5 % hingga 0.ARC WELDING GAS METAL Elektroda Besi Karbon  ER70S-3 (SPOOLARC 29S dan SPOOLARC 82) Eektroda dengan klasifikasi ini paling banyak dipakai.  ER70S-5 Elektroda ini mengandung tambahan mangan dan silikon. digunakan untuk mendapatkan hasil yang berkualitas.50 %) dan silikon (0.15 %) dan mangan yang besar (1.4 hingga 0. Elektroda ini dapat digunakan untuk pengelasan untuk permukan yang telah berkarat. Dapat digunakan untuk berbagai jenis posisi pengelasan. Pada umumnya untuk baja karbon rendah menggunakan gas pelindung CO2 dan arus listrik yang tinggi  ER70S-7 (SPOOLARC 87HP) Elektroda ini multi fungsi dan memiliki performa yang tinggi.85 %) dibandingkan elektroda sebelumnya.000 hingga 85. selain itu juga mengandung alumunium (0. elektroda ini biasanya digunakan pasa proses pengelasan dengan transfer logam spray atau arus pendek.000 psi tergantung dilusi logam dasar dan jenis gas pelindung. Ar-CO2 dan CO2. Kekuatan tarik pada pengelasan single-pass pada baja karbon rendah dan medium akan melebihi dari logam dasarnya (benda kerja). Elektroda ini mengandung skitar 2 % atau lebih mangan.85 %) sebagai elemen doksidasi. Gas plindung yang dapat digunakan adalah CO2. Elektroda ini dapat menggunakan gas pelindung campuran argon-oksigen atau CO2.  ER70S-6 (SPOOLARC 86)Elektroda pada kelas ini memiliki kandungan silikon terbesar (1.9%) yang berfungsi sebagai elemen deoksidasi.6 %) untuk meningkatkan kekuatan. Pada pengelasan multipass kekuatan tarik antara 65.  ER80S-D2 (SPOOLARC 83) Elektroda ini mengandung silikon dan mangan sebagai doksidasi dan molybdnum (0. Gas pelindung yang dapat digunakan adalah Ar-O2. jenis pengelasan ini terbatas hanya pada posisi datar (flat). Dapat menggunakan berbagai jenis gas pelindung.

dapat menghasilkan logam las yang memiliki kekuatan tarisk hingga lebih dari 80.000 psi (552 MPa). Komposisi Kimia Elektroda Besi Karbon 17 .ARC WELDING GAS METAL pelindung Ar-CO2 dan CO2.

ARC WELDING GAS METAL Sifat Mekanik Elektroda Besi Karbon Elektroda Stainless Steel Elektroda stainless steel menggunakan penomoran dengan standar AWS A5.9. ada beberapa faktor yang mmpengaruhinya :  Gas pelindung argon-O2 1 % untuk jenis pengelasan menggunakan transfer logam spray dan A-1025 untuk proses pengelasan menggunakan transfer logam arus pendek  Elektroda yang dipilih harus memiliki kandungan kimia yang hampir sama dengan logam dasar/benda kerja  Batas deoksidasi tidak terlalu penting 18 . Dalam memilih elektroda yang cocok untuk proses pengelasan stainless steel.

04 %. Kandungan karbon kurang dari 0. perbedaannya dengan ER 308L adalah kandungan silikon yang lebih tinggi. Kandungan krom dan nikel hampir sama. 19 . yang akan meningkatkan karakteristik wetting dan logam las (weld metal).ARC WELDING GAS METAL Elektroda Stainless Steel  ER308L (ARCALOY 308/308L) Jenis elektroda ini dapat digunakan untuk mengelas stainless steel 304. Biasanya menggunakan gas pelindung Ar-O2 1 %.  ER308L Si (Arcaloy 308Si/308LSi) Digunakan untuk mengelas stainless steel 304.  ER309l (Arcaloy 309/309L Digunakan untuk mengelas jenis stainless steel 309  ER316L (Arcaloy 316/316L) Digunakan untuk mengelas stainless steel 316. Kandungan karbon kurang dari 0. tambahan molybdenum menjadikan elektroda ini dapat digunakan untuk proses pengelasan yang membutuhkan ketahanan crep. Kandungan karbon yang rendah akan mengurangi kemungkinan korosi pada batas butir.04 %.

elektroda alumunium menggunakan standar penomoran menurut AWS A5. Elektroda yang paling sring digunakan adalah elektroda yang mengandung magnesium 5356 dan mengandung silikon 4043. Alasan utama menambahkan elemen tersebut adalah untuk meningkatkan kekuatan dan logam alumunium murni. Selain itu ketahanan korosi dan weldability juga merupakan alasan penambahan elemen tersebut. seng. mangan. 20 .3.ARC WELDING GAS METAL Komposisi Kimia Elektroda Stainless Steel Elektroda Alumunium Elemen dasar yang digunakan dalam elektroda alumunium adalah magnesium. silikon dan tembaga.

ARC WELDING GAS METAL Komposisi Kimia Elektroda Alumunium 21 .

ARC WELDING GAS METAL Pemilihan Elektroda Alumunium 22 .

MAG Inert gas (MIG) Gas pelindung Argon (Ar) Active gas (MAG) Carbon dioxide (CO2) Argon + CO2 Gampuran gas Argon (Ar) +Helium (He) Argon + O2 Argon + CO2+ O2 Material Proses pengelasan non-ferrous MIG welding Ferous MAG welding Gas Pelindung Argon 23 .ARC WELDING GAS METAL MIG v.s.

properti mekanik. Hampir semua proses pengelasan GMAW dapat menggunakan gas argon atau campuran gas argon untuk mendapatkan mampu las.ARC WELDING GAS METAL Argon adalah jenis gas pelindung yang digunakan secara sendiri atau dicampur dengan gas lainnya untuk mencapai karakteristik busur yang diinginkan pada pross pengelasan logam fero maupun non-fero. Gas argon dapat menghasilkan stabilitas busur yang baik pada pengelasan busur spray. Karbon Dioksida 24 . paduan tembaga. Potensi ionisasi yang rendah dari gas argon. gas argon biasanya dicampur dengan gas lainnya sperti oksigen. karakteristik busur dan produktifitas yang baik. Ketika menggunakan logam fero. Perbandingan Gas Argon Murni dan Gas Argon Campuran Gas Helium Helium adalah gas peliundung yangdigunakan untuk aplikasi pengelasan yang membutuhkan masukan panas (heat input) yang lebih besar untuk meningkatkan bead wetting. dan menghasilkan penetrasi serta bentuk bead weld yang baik. Gas argon digunakan secara sendiri tanpa campuran untuk proses pengelasan logam non-fero. menghasilkan kestabilan busur yang superior. penetrasi yang lebih dalam dan kecepatan pngelasan yang lebih cepat. dan lainnya. paduan nikel. dan helium. seperti alumunium.

Gas karbon dioksida juga dapat dicampur dengan gas pelindung lainnya untuk menambah karakteristik kimia gas tersebut. Kelebihan dari gas pelindung karbon dioksida adalah kecepatan pengelasan yang cepat dan pnetrasi yang lebih dalam. Perbandingan Gas Karbon Dioksida Murni dan Gas Karbon Dioksida Campuran Perbandingan Gas Karbon Dioksida Murni dengan Gas Argon Campuran Pemilihan Gas Pelindung 25 .ARC WELDING GAS METAL Gas karbon dioksida umumnya digunakan untuk proses pengelasan untuk logam fero.

ARC WELDING GAS METAL Penetrasi 26 .

Hasil Penetrasi Hasil Penetrasi Kecepatan Deposisi 27 .ARC WELDING GAS METAL Penetrasi las adalah jarak perpanjangan dari garis peleburan (fusion line) yang terletak dibawah material yang sedang dilas.

feed (m ) x 60 (menit ) menit jam panjangkabelper1 Kg (m ) kg Parameter Kecepatan Deposisi Penampilan Weld Bead Prosedur Pengelasan Prosedur Pengelasan GMAW Secara Umum :  Bersihkan jalur logam yang akan dilas  Pilih elektroda yang akan digunakan. Karena proses pengelasan GMAW memiliki keefisienan yang tinggi. sesui dengan jenis logamnya (ferro atau non ferro)  Setting semua parameter pengelasan pada mesin las 28 . untuk logam yang tipis gunakan diameter yang kecil. sedangkan untuk logam yang tebal gunakan elektroda dan mesin yang lebih besar  Gunakan jenis elektroda yang tepat. maka hanya sedikit dari logam las yang hilang menjadi spatter. sesuai dengan logam dasarnya (base metal) dan posisi pengelasannya  Gunakan jenis gas pelindung yang tepat (lihat bab mengenai gas pelindung). Rumus kecepatan deposisi untuk semua elektroda adalah: angka deposisi(kg )= jam kecepatanwire.ARC WELDING GAS METAL Kecepatan deposisi didefinisikan sebagai banyaknya logam las yang digunakan sebagai deposit selama satu (1) jam pengelasan.

Kurang Fusi Cacat las ini terjadi karena kurang atau tidak terjadi peleburan diantara logam las dan permukaan dari base metal. UnderCut Cacat las ini diakibatkan oleh penggunaan parameter las yang kurang tepat. Dengan mengurangi 29 .ARC WELDING GAS METAL  Nyalakan mesin las  Jaga jarak stickout tetap antara ¼ hingga 3/8 inchi (lihat bab mengenai ekstensi elektroda)  Jaga posisi torch sesuai arah pengelasan  Setelah selesai. Kecepatan pengelasan yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan undercutting terjadi. khususnya kecepatan pengelasan dan tegangan las. Terkadang juga diakibatkan oleh arus las yang rendah. matikan mesin las  Bersihkan jika ada slag Penetrasi Yang Kurang Sempurna Jenis cacat las ini dapat terjadi karena :  Ketika weld bead tidak melakukan penetrasi ke seluruh ketebalan dari logam dasar (base metal)  Ketika dua weld bead yang berhadapan tidak melalukan inter-penetrasi  Ketika weld bead tidak melakukan pnetrasi ke ujung dari fillet weld tetapi hanya menyebranginya. Biasanya diakibatkan oleh kecepatan pengelasan terlalu lambat.

yaitu keretakan-panas dan keretakan-dingin.ARC WELDING GAS METAL kecepatan pengelasan akan dapat mengurangi besarnya undercutting bahkan menghilangkannya. Keretakan lainnya yang dapat terjadi adalah keretakan karena kesalahan dalam penggunaan teknik pengelasan.  Keretakan panas dapat terjadi ketika weld bead berada antara temperatur meleleh dan membeku. crater dibuka.  Keretakan-dingin biasanya terjadi pada saat weld bead membeku. 30 . kurangnya paduan doksidasi pada elektroda. Kontaminasi atmosfir dapat diakibatkan oleh :  Kurangnya aliran gas pelindung  Aliran gas pelindung yang berlebihan  Adanya kerusakan pada peralatan gas plindung  Adanya angin pada tempat kerja Porositi Keretakan Memanjang Keretakan dapat dibagi menjadi dua. Penyebab utama dari porositi adalah kontaminasi atmosfir. Dapat diatasi dengan cara membalikkan arah pengelasan pada akhir pengelasan. Undercutting Porositi Porositi adalah lubang diakibatkan oleh gelembung gas yang ditemukan didalam weld bead yang telah membeku. Keretakan in disebabkan oleh salah memilih jenis dari elektroda. oksidasi yang tinggi pada permukaan benda kerja. Keretakan ini terjadi karena pada saat membeku. Keretakan yang terjadi di ujung hasil pengelasan terjadi karena kesalahan dalam teknik akhir dari pengelasan.

Sarung tangan dan pakaian haruslah tahan terhadap panas dan api. Jenis sarung tangan gauntlet. Jangan menggunakan pelindung 31 .ARC WELDING GAS METAL Keamanan Mata Cahaya yang dihasilkan oleh GMAW adalah sangat terang sekali dan dapat merusak mata secara permanen jika tidak menggunakan pelindung topeng las. Pelindung dari ultra violet dan logam cair Cahaya yang dihasilkan oleh GMAW selain cahaya yang terlihat (Visible Light) terdapat juga cahaya yang tidak terlihat. Untuk itu selalu menggunakan pelindung telinga yang baik. Keamanan Gerinda Ketika mempersiapkan benda kerja las yang tebal kita membutuhkan gerinda. Cahaya ultraviolet ini dapat menyebabkan kanker kulit. sarung tangan yang sebagian terbuat dari besi dan sebagian terbuat dari kulit. Jika pengelasan di luar sbaiknya menggunakan tabir untuk mencegah orang yang lewat melihat busur las. Indikasinya antara lain adalah terbangun ditengah malam dengan sensasi seperti mendapatkan pasir didalam mata dan kehilangan sementara sebagian pengelihatan. Melihat langsung ke cahaya las meskipun hanya beberapa detik dapat menyebabkan mata busur (arc eye). GMAW juga menghasilkan cahaya ultraviolet yang sangat kuat. Untuk itu pastikan semua kulit harus tertutup dan terlindungi. sebaiknya digunakan untuk melindungi tangan dan pergelangan tangan. Serta menggunakan goggle yang baik untuk melindungi mata kita dari percikan saat menggerinda. Pelindung mata yang biasanya digunakan untuk melindungi mata dari sinar las memiliki nomor lensa filter antar 10 hingga 12. Selalu berhati-hati dan memberitahukan pada semua orang yang berapa di sekitar wilayah kerja.

yaitu :  Selalu memeriksa kondisi kabel sebelum mengelas  Selalu grounding semua peralatan listrik  Gunakan ukuran kabel listrik yang benar  Jaga semua peralatan listrik dalam keadaan kering  Gunakan sarung tangan yang terinsulasi (insulated) jika harus memegang peralatan maupun kabel listrik Bahaya Api Selalu waspada terhadap bahaya api.ARC WELDING GAS METAL mata yang memiliki lubang pernafasan secara langsung. Tabung Gas Tabung gas dapat meledak jika tidak digunakan secara benar. 32 . skarang kita harus selalu waspada terhadap sumber panas yang dapat membakar bahan bakar tersebut. bahan bakar. Hal-hal yang harus diprhatikan dalam menangani tabung gas adalah :  Jangan pernah menyentuh tabung gas dengan menggunakan elektroda yang menyala  Jangan memindahkan mesin dengan tabung gas terikat dengannya  Tabung gas harus selalu diberdirikan dan terikat dengan suatu benda yang kokoh Bahaya Listrik Selalu waspada terhadap kabel-kabel dan alat-alat listrik. Bahaya Asap Las dan Gerinda Ketika melakukan pengelasan maupun penggerindaan dapat menimbulkan asap. Hal-hal yang harus dilakukan untuk mncegah terjadinya electrical shock. Untuk menjaga jika terjadi api kita harus menyiapkan pemadam api. Untuk itu selalu mengelas dengan ventilasi yang baik. Kita harus menggunakan pelindung untuk pernafasan kita. kerena dapat menangkap percikan api dari gerinda. Api dapat terjadi jika ada tiga elemen yaitu udara. Asap ini dapat merusak paru-paru kita. dan panas. Udara dan bahan bakar selalu ada disekitar kita.

33 .1 yang telah ditetapkan oleh American National Standard. Standar Keamanan Las Dalam melakukan pekerjaan mengelas.ARC WELDING GAS METAL Tabung pemadam api yang berisi CO2 atau pun jenis bubuk baik untuk pengelasan. Selain itu juga boleh menyiapkan pasir untuk mematikan api. sebaiknya mengikuti standar keamanan Z49. mengenai pemotongan dan pengelasan logam.

ARC WELDING GAS METAL Aplikasi GMAW 34 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful