P. 1
Pendekatan Tematik

Pendekatan Tematik

|Views: 101|Likes:
Published by pinkyhoney

More info:

Published by: pinkyhoney on Apr 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

Pendekatan Tematik

y Pendidikan anak pada usia awal merupakan suatu

proses pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak 6 hingga 9 tahun. Pendidikan tersebut dilakukan secara menyeluruh yang mencakupi aspek :
Fizikal Bukan Fizikal

y dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan

untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya. y perkembangannya iaitu jasmani, rohani, motor, akal fikiran, emosional, dan sosial yang tepat dan benar agar anak bersedia dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

y Pada tahap perkembangan tersebut, yang patut

dipertimbangkan adalah setiap murid memiliki struktur kognitif yang berbeza. y Struktur tersebut dikenal sebagai skemata
Skemata sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman objek yang ada dalam lingkungannya

.
y Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung

melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek).

y Kedua proses tersebut jika berlangsung terus

menerus akan membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi serta menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. y Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta,1993).

y Tematik sebagai suatu model pembelajaran di sekolah y

y

y y

dasar kelas awal, memiliki tujuan sebagai berikut: a. Murid-murid mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu kerana bahan atau pembelajaran disajikan dalam konteks tema yang jelas. b. Murid-murid mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antara mata pelajaran dalam tema yang sama. c. Pemahaman terhadap pembelajaran pelajaran lebih mendalam dan berkesan. d. Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik kerana mengaitkan berbagai mata pelajaran dengan pengalaman peribadi dalam situasi nyata yang diikat dalam tema tertentu.

y e. Guru dapat menjimatkan waktu kerana mata

pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dilaksanakan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pengajaran dan pembelajaran, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan pemulihan, pemantapan, atau pengayaan.

Pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini, akan diperoleh beberapa manfaat iaitu: a. Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan menjimatkan masa, sehingga tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan. b. Murid mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperanan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir. c. Pembelajaran menjadi kukuh sehingga murid akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak berpecah

y d. Dengan adanya pemaduan antara mata pelajaran maka

penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat.

kebaikan:
y a. murid mudah memusatkan perhatian pada suatu tema

tertentu. y b. murid mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama. y c. Pemahaman terhadap isi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. y d. Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi murid

y e. Murid mampu lebih merasakan manfaat dan

makna belajar kerana isi pelajaran disajikan dalam konteks tema yang jelas. Murid lebih semangat karena dapat berlomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemmapuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain. y Guru dapat menjimatkan waktu kerana mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga interaksi pengajaran dan pembelajaran, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan pemulihan, pemantapan, atau pengayaaan.

Ciri-Ciri

y Berpusat pada Murid y Pembelajaran tematik berpusat pada murid (student

centered) y hal ini sesuai dengan pendekatan belajar moden yang lebih banyak menempatkan murid sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator iaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada murid untuk melakukan aktiviti belajar.

Memberikan pengalaman langsung y Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada murid(direct experiences). y Dengan pengalaman langsung ini, murid dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.

Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas y Dalam pembelajaran tematik pemisahan antara mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. y Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan murid.

Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran y Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. y Murid mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu murid dalam memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam kehidupan seharihari

Bersifat fleksibel y Pembelajaran tematik bersifat luwes(fleksibel) y guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan di mana sekolah dan murid itu berada.

Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kehendak murid y Murid diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kehendaknya.

Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan y Pembelajaran dapat dilangsungkan dengan berbagai cara diantaranya bermain bermain peranan, perbincangan, dan lain-lain. y Semua konsep pembelajaran dirancang bertujuan agar murid senang dalam belajar. y mempergunakan hubungan sebab akibat, dan memahami konsep

Dalam implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mempunyai pelbagai implikasi yang mencakupi: 1. Implikasi Bagi Guru y Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi murid, juga dalam memilih kompetensi dari pelbagai mata pelajaran dan menyusun aturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.

2. Implikasi bagi murid y a. Murid harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal. y b. Murid harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan perbincangan kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah

3. Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media y a. Pembelajaran tematik pada hakikatnya menekankan pada murid baik secara individual mahupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Oleh kerana itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. y b. Pembelajaran ini perlu memanfaatkan pelbagai sumber belajar baik yang sifatnya direka secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran

y c. Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan

penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu murid dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. y d. Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi.

Implikasi Terhadap Pengaturan Ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu mengadakan susun atur ruang agar suasana belajar menyenangkan. Pengaturan ruang tersebut meliputi: y a. Ruang perlu disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. y b. Susunan bangku murid dapat berubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung. y c. Murid tidak selalu duduk di kerusi tetapi dapat duduk di tikar/karpet

y Pembelajaran tematik memerlukan perencanaan

dan pengorganisasian agar dapat berhasil dengan baik. y Ada enam hal yang perlu diperhatikan dalam merancang pembelajaran tematik, iaitu pemetaan, membuat jaringan tema, penyusunan silabus, membuat rancangan pembelajaran, dan mengimplementasikan kesatuan pelajaran.

A. Pemetaan y Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperolehi gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikasi dari pelbagai mata pelajaran yang disepadukan dalam tema yang dipilih. kegiatan yang dilakukan adalah: 1. Translasi Standard Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam Indikator/petunjuk y Melakukan kegiatan translasi standard kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Indikator dikembangkan sesuai dengan ciri-ciri murid. b. Indikator dikembangkan sesuai dengan ciri-ciri mata pelajaran. c. Dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diamati.

2. Menentukan Tema a. Cara menentuan tema y Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara iaitu: Cara pertama : mempelajari standard kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masingmasing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. Cara kedua : menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat ketersepaduan untuk menentukan tema tersebut, guru dapat bekerjasama dengan murid sehingga sesuai dengan minat dan kehendak murid. Tema untuk pembelajaran tematik dapat berasal dari beberapa sumber.

b. Prinsip penentuan tema y Dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip iaitu: a) Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan murid b) Dari yang termudah kepada yang paling sukar c) Dari yang sederhana menuju yang kompleks d) Dari yang konkrit menuju ke yang abstrak. e) Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berfikir/kognitif pada diri murid f) Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia, karakteristik dan perkembangan murid termasuk minat, kehendak dan kemampuannya.

3. Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi, Kompetensi dasar dan Indikator
Melakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. Setelah tema-tema terbentuk, maka guru menyusun pemetaan Kompetensi Dasar. Kompetensi Dasar mata pelajaran sesuai dengan tema yang sudah ada. Jika ada Kompetensi Dasar yang sulit diintegrasikan ke dalam tema-tema yang telah ditentukan, maka Kompetensi Dasar tersebut diajarkan tersendiri. y Contohnya adalah Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan, karena untuk mengajarkannya membutuhkan guru yang memiliki latar belakang pendidikan khusus
y

y Pendidikan Khas bermakna pengajaran yang direka

khas untuk memenuhi keperluan yang luar biasa seseorang kanak-kanak yang luar biasa. Bahan-bahan dan teknik pengajaran dan kemudahan yang diperlukan bagi memberikan pengajaran dan pembelajaran yang terbaik untuk mereka. Pengajaran yang bercorak individu serta bersifat tematik adalah penting bagi memenugi keperluan-keperluan pendidikan dan berkaitan dengan murid-murid yang bermasalah ini dengan lebih berkesan lagi.

y http://www.washington.edu/doit/Faculty/Strategies/

Disability/LD/ y http://kidshealth.org/teen/diseases_conditions/learni ng/learning_disabilities.html y http://www.scribd.com/doc/6445009/13-ModelPembelajaran-Tematik

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->