1

USULAN PENELITIAN ANALISIS KONTRIBUSI USAHA KECIL DAN MENENGAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN PDRB DI KABUPATEN BANYUMAS

Disusun Oleh : NANSI MARTINA ADISTI C1A003083

Diajukan Untuk Menyusun Skripsi Pada Program Strata Satu Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS EKONOMI JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN PURWOKERTO

2

2008

sebagai bagian dari dinamikanya. 2000). UKM sering mencapai peningkatan produktivitas melalui investasi dan perubahan teknologi. Alasan pertama adalah karena kinerja UKM cenderung lebih baik dalam hal menghasilkan tenaga kerja yang produktif. Terdapat tiga alasan yang mendasari negara berkembang belakangan ini memandang penting keberadaan UKM (Berry. Ketiga adalah karena sering diyakini bahwa UKM memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas ketimbang usaha besar. Di negara-negara berkembang dengan tingkat pendapatan menengah dan rendah. Kuncoro (2000) juga menyebutkan bahwa usaha kecil dan usaha rumah tangga di Indonesia telah memainkan peran penting . 2001). Latar Belakang Masalah Pembangunan dan pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan salah satu motor penggerak yang krusial bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di banyak negara di dunia. Contohnya di beberapa negara kawasan Afrika. dkk. peranan UKM juga sangat penting. perkembangan. PENDAHULUAN A. khususnya di daerah pedesaan dan bagi rumah tangga berpendapatan rendah. dan pertumbuhan UKM sekarang diakui sangat penting untuk menaikkan output agregate dan kesempatan kerja (Tambunan.1 I. Di Indonesia hal itu bisa dilihat dari jumlah unit usahanya yang sangat banyak di semua sektor ekonomi dan kontribusinya yang besar terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan. Kedua.

2 dalam menyerap tenaga kerja.1 persen pertumbuhan PDB nasional .8 persen. .013 triliun atau 56. Apabila melihat data yang dilansir BPS menunjukkan betapa UKM menuju perkembangan yang sangat menjanjikan. Bahkan sumbangan pertumbuhan PDB UKM lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan usaha besar. meningkatkan jumlah unit usaha dan mendukung pendapatan rumah tangga. Sektor Usaha Kecil dan Menengah telah mampu menunjukkan kinerja yang relatif lebih tangguh dalam menghadapi masa krisis yang panjang.1 persen dan 2003 meningkat menjadi 4. UKM mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang tidak bisa lagi dilakukan oleh usaha besar.6 persen.7 persen dari total PDB nasional.4 persen berasal dari UKM (BPS.2003). Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) yang disumbangkan UKM pada 2003 mencapai Rp1.2. Indikator ekonomi makro yang yang merupakan hasil kerjasama Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Kementrian Koperasi dan UKM mengumumkan pertumbuhan UKM yang terus mengalami peningkatan. Pada 2001 terjadi pertumbuhan 3. Tahun 2003 dari 4. tahun 2002 naik menjadi 4.

17 35.54 43.32 7. 2004 (dalam persentase). atau mencapai 68.06 26.28 juta orang. dengan penyerapan tenaga kerja menjadi 79 juta tenaga kerja atau meningkat 15.57 75.49 72.2003). (BPS. Rata-Rata 2001 – 2004 Kecil 85. jumlah tersebut meningkat sebesar 2.42 14.25 37. Berita Statistik Maret 2005.4 46. Sewa & Jasa Jasa-jasa PDB PDB tanpa migas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sumber: Perkembangan Indikator Makro UKM Tahun 2005.95 0. Dibanding dengan kondisi tahun 2002.00 Menenga h 9.3 Tabel 1.7% menjadi 42.72 Jumlah 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 No Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik. . Badan Pusat Statistik dengan Kementerian Koperasi & Usaha Kecil Menengah Kontribusi sektor ini pada perekonomian nasional juga cukup signifikan.12 33.06 89.82 3.78 40.22 15. Menengah dan Besar Terhadap PDB Tahun 2001 s. Pada tahun 2002 jumlah UKM tercatat 41.25 92.75 38.89 7.51 57 43.7% dari jumlah tenaga kerja yang ada.05 3.4 juta unit usaha.27 Besar 5.96 36.09 12. Gas & Air Bangunan Perdagangan.34 22.65 46. Kontribusi Usaha Kecil.35 16.99 % dari keseluruhan unit usaha ekonomi yang ada.39 17.8 7. dengan tingkat penyerapan tenaga kerja sebesar 88.7 %.61 21.19 35.d. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan.3 juta unit atau 99.

Data yang dipublikasikan oleh Kementrian Negara Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa tenaga kerja yang bekerja pada sektor UKM mencapai 96 persen (2000-2006) relatif terhadap total tenaga kerja yang tersebar di sembilan sektor ekonomi Indonesia.42 0. Dalam situasi dan kondisi ekonomi sekarang ini.30 8. Argumentasi ini didasarkan pada kenyataan bahwa.70 juta/TK 38.22 Tenaga Kerja (juta orang) 2003 2004 71.05 0.87 miliar/TK 2. Penyerapan Tenaga Kerja dan Produktivitas Berdasarkan Skala Usaha Tahun 2003 dan 2004 Skala Usaha Jumlah Usaha (juta unit) 2003 2004 42.22 miliar/TK Sumber: Perkembangan Indikator Makro UKM Tahun 2005.06 33.17 2. Berita Statistik Maret 2005 Badan Pusat Statistik dengan Kementerian Koperasi & Usaha Kecil Menengah UKM dapat menjadi motor baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara mereka mampu membantu menciptakan lapangan pekerjaan informal sehingga dapat digunakan sebagai akses untuk menampung bertambahnya jumlah tenaga kerja.92 8. jumlah angkatan kerja di Indonesia sangat berlimpah mengikuti jumlah penduduk yang besar.4 Tabel 2. Ketidaksanggupan usaha besar dalam menciptakan kesempatan kerja yang besar disebabkan karena memang pada umumnya kelompok usaha tersebut . di satu pihak.40 Usaha Besar 2. dan di pihak lain.71 juta/TK Menengah 0.37 juta/TK 11. usaha besar tidak sanggup menyerap semua pencari pekerjaan. walaupun rata-rata produktivitasnya relatif masih cukup rendah.09 70.Jumlah Unit Usaha.25 1. pengembangan kegiatan UKM dianggap sebagai salah satu alternatif yang mampu mengurangi beban berat yang dihadapi perekonomian nasional dan daerah juga dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan.48 43.15 Produktivitas (rupiah/TK) 2003 2004 Usaha Kecil 10.57 juta/TK Usaha 0.

terutama UKM yang berkaitan dengan kegiatan usaha pertanian. Kedua. menemukan bahwa dampak krisis ekonomi ternyata lebih dasyat terjadi di perkotaan dibandingkan dengan di daerah pedesaan. sebaliknya UKM relatif berlokasi di daerah pedesaan. yang menunjukkan bahwa UKM telah memanfaatkan kemampuannya dalam memenuhi permintaan pelanggan. Dan ini berarti dengan adanya pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi sejak awal tahun 2001. khususnya usaha kecil. Ketahanan bisnis UKM terhadap krisis ekonomi tersebut di atas telah diteliti juga oleh Urata (2000). Di Kabupaten Banyumas sendiri. Selain itu pengembangan kegiatan UKM relatif tidak memerlukan modal yang besar dan dalam periode krisis selama ini UKM relatif lebih bisa bertahan. sebagian pekerjanya berpendidikan rendah. pada umumnya usaha besar membutuhkan pekerja dengan pendidikan formal yang tinggi dan pengalaman kerja yang cukup. sedangkan UKM. Hal ini dikarenakan pada umumnya usaha besar berlokasi di daerah perkotaan. secara umum kegiatan produksi UKM telah mencapai suatu kondisi yang cukup baik dengan tingkat produksi lebih dari 80%. sedangkan UKM relatif padat karya.5 relatif padat modal. maka tidak dapat dihindarkan pentingnya peningkatan peran UKM dalam memberdayakan perekonomian daerah.Thee Kian Wie (2001) dan The Asia Foundation (1999). Dengan demikian . UKM merupakan kegiatan usaha dominan yang dimiliki bangsa ini. Untuk usaha menengah dapat dikatakan sudah . UKM dapat diharapkan berperan penting dalam peningkatan pembangunan ekonomi daerah pedesaan. Lebih lanjut studi yang pernah dilakukan Urata (2000).

48 persen. namun secara umum tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi kabupaten banyumas.UKM di kabupaten Banyumas ternyata mampu mendorong lapangan kerja baru karena pertumbuhan penyerapan tenaga kerjanya tinggi beberapa tahun terakhir. pada tahun 2006. sehingga berpengaruh pula terhadap kinerja sektor-sektor ekonomi pada tahun 2005 termasuk sektor UKM. Sedangkan adanya kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada awal Oktober 2005 memberikan efek kenaikan harga di berbagai komoditas.6 memanfaatkan kapasitas produksi secara optimal. mengalami pertumbuhan 4. Dilihat dari aspek ketenagakerjaan. yaitu sebesar 4. dengan laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006. Meskipun pada bulan menjelang akhir tahun 2006 juga terjadi kenaikan harga beras yang cukup signifikan. Selama periode tahun 2003 . masalah ketenagakerjaan yang utama adalah keterampilan tenaga kerja karena dampaknya pada produktivitas. . Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas tahun 2006 lebih tinggi dari pertumbuhan tahun 2005 dikarenakan pada tahun 2006 tidak ada kebijakan pemerintah yang cukup mengganngu perekonomian. namun untuk usaha mikro dan kecil kapasitas produksinya masih belum digunakan secara optimal bahkan sebagian UKM tidak dapat menghitung kapasitas produksi yang dimilikinya.2006 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas berkisar 3 sampai 5 persen.48 persen. Kinerja perekonomian Kabupaten Banyumas dapat dilihat dari PDRB atas dasar harga konstan.

5. Data UKM di Jawa Tengah Untuk Penyusunan Indikator Pencapaian RPJPD di Jawa Tengah Kabupaten Banyumas. namun kebijakan pemerintah . Data jumlah Pengusaha dan Penyerapan Tenaga Kerja UKM di Kabupaten Banyumas. Selama masa krisis UKM terbukti mampu berperan dalam menyediakan alternatif kegiatan ekonomi produktif (sektor riil). 1. No 1.931 2.51 6.021 1. 3.024 3.502 27.7 Tabel 3. 2. 3. 2. Tabel 4. maupun dalam hal penyerapan tenaga kerja. No 1. 4.7 Sumber : Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas. B. Perumusan Masalah Usaha Kecil dan Menengah telah terbukti memberikan peranan kontribusi yang signifikan dalam perekonomian nasional. KEBUTUHAN DATA Jumlah UMKM se-Kabupaten Jumlah UMKM yang memiliki Izin Usaha Volume Produksi UMKM (ton) Nilai Produksi UMKM (Milyar) Nilai Tambah Produksi UMKM (milyar) 2005 536. Meskipun peranan UKM dalam perekonomian Indonesia adalah sentral.962 26.37 2006 538.898 499.462 33. 3.660 549. 2. Jenis Data Jumlah Pengusaha Pengusaha Kecil Pengusaha Menengah Pengusaha Besar Jumlah Penyerapan Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar 2005 261221 85 10 261221 3445 1997 2006 325062 85 10 325062 5857 1998 2007 578564 85 10 578564 9966 1956 Sumber : Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas.85 5.38 5.850 546.43 2007 579.

Padahal UKM masih memiliki banyak permasalahan yang perlu mendapatkan penanganan dari otoritas untuk mengatasi keterbatasan akses ke kredit bank atau umber permodalan lain dan akses pasar.8 maupun pengaturan yang mendukungnya sampai sekarang dirasa kurang maksimal. Pembatasan Masalah . Seberapa besar kontribusi UKM terhadap jumlah PDRB di kabupaten Banyumas? C. Pengetahuan akan potensi dan kontribusi UKM terhadap perekonomian nasional dapat menjadi salah satu upaya dalam mengambil kebijakan yang harus dilakukan dalam pengembangan UKM khususnya di daerah dalam menghadapi perdagangan bebas dan otonomi daerah. Seberapa besar kontribusi UKM terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Banyumas? 2. Demikian juga kebijakan yang diambil yang tidak efektif sehingga kebijakan menjadi kurang komprehensif dan kurang terarah. manajemen. maupun penguasaan teknologi juga perlu dibenahi. Sejalan dengan apa yang diuraikan diatas. Masih banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh UKM membuat kemampuan UKM berkiprah dalam perekonomian nasional tidak dapat maksimal. Selain itu kelemahan dalam organisasi. maka perumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah : 1.

Tujuan Penelitian 1. dan kontribusi sektor UKM terhadap PDRB Kabupaten banyumas.sebagai salah satu alternatif pengembangan ekonomi daerah dalam rangka menghadapi perdagangan bebas dan otonomi daerah. Untuk mengetahui seberapa besar kontibusi sektor UKM terhadap jumlah PDRB Kabupaten Banyumas. 2. PDRB Kabupaten Banyumas. penelitian ini menambah pengetahuan tentang bagaimana kontribusi dan peranan sektor UKM dalam penyerapan tenaga kerja dan PDRB. D. menambah kelengkapan hasil penelitian mahasiswa dan dapat digunakan sebagai bacaan ilmiah untuk penelitian berikutnya. Manfaat Penelitian 1. . Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Bagi peneliti sendiri. kontribusi UKM terhadap penyerapan tenaga kerja. 2.9 Penelitian ini dibatasi pada jumlah UKM di daerah Kabupaten Banyumas. E. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi sektor UKM terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Banyumas. jumlah angkatan kerja.

Kedua.10 3. khususnya usaha kecil sebagian pekerjannya berpendidikan rendah. sedangkan UKM. Kerangka Pemikiran Penelitian ini berangkat dari realitas pasar tenaga kerja di Indonesia dimana jumlah angkatan kerja sangat berlimpah mengikuti jumlah penduduk yang besar. Dan di pihak lain usaha besar tidak sanggup menyerap semua pencari pekerjaan. . Bagi pemerintah diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi khususnya perkembangan UKM. Ketidak sanggupan usaha besar dalam menciptakan lapangan kerja yang besar dikarenakan pada umumnya kelompok kerja tersebut relatif padat modal. sedangkan UKM padat karya. F. pada umumnya usaha besar memerlukan pekerja dengan pendidikan formal yang tinggi dan pengalaman kerja yang cukup.

11 Pasar Tenaga Kerja Sektor Usaha Kecil dan Menengah Pasar Input Lainnya Produksi Barang dan Jasa Pasar Barang jadi Memberi Kontribusi terhadap PDRB. Memperluas kesempatan kerja. Meningkatkan taraf hidup Masyarakat. 1. 3. 2. Mendorong kelancaran Pembangunan. .

3. Hipotesis 1. Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian ini berkaitan dengan kontribusi Usaha Kecil dan Menengah terhadap penyerapan tenaga kerja dan PDRB Kabupaten Banyumas. Kontribusi sektor UKM berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Banyumas. II. Jenis dan Sumber Data . Metode Penelitian 1. Metode Penelitian a.12 G. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Banyumas. METODE PENELITIAN DAN ANALISIS A. 2. Kontribusi sektor UKM berpengaruh signifikan terhadap jumlah PDRB Kabupaten Banyumas. 2.

sehingga dapat diketahui kontribusi rata-rata per tahun selama periode penelitian. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS). b. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DISNAKERTRANS) Kabupaten Banyumas. 5. Tenaga Kerja sektor UKM Pengukuran kontribusi sektor UKM terhadap penyerapan tenaga kerja diukur berdasarkan banyaknya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh sektor UKM. Macam variabel dan pengukuran variabel. a. 1985: 2). yang sedang mencari pekerjaan. Tenaga kerja mencakup penduduk umur kerja yang sudah atau sedang bekerja.13 Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi operasional a) Tenaga Kerja. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG). tenaga kerja adalah orang yang bekerja . PDRB sektor UKM dan PDRB secara keseluruhan Pengukuran kontribusi sektor UKM terhadap PDRB Kabupaten Banyumas diukur berdasarkan besarnya kontribusi sektor UKM yang diberikan terhadap PDRB. Metode Pengumpulan Data Data dikumpulkan dengan cara melakukan pengamatan terhadap data-data dan literatur yang mendukung penelitian ini. 4. b. dan yang melakukan kegiatan lain seperti bersekolah dan mengurus rumah tangga (Simanjuntak.

b) Angkatan Kerja.14 di perusahaan baik yang dibayar maupun yang tidak dibayar (pekerja dan keluaran) yang turut serta secara langsung maupun tidak langsung didalam proses produksi.1993). UKM adalah usaha kecil (termasuk mikro) yang mempunyai jumlah penjualan yang kurang dari Rp. perusahaan kecil yang memiliki 5-19 pekerja. Menurut Depnaker UKM adalah perusahaan mikro atau industri rumah tangga yang memiliki kurang dari 5 pekerja. cuti. 1 Milyar dan Rp. 1 Milyar. dan perusahaan menengah yang memiliki 20-99 pekerja. d) PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Pengertian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dapat didefinisikan menurut tiga sudut pandang yang saling berbeda namun mempunyai pengertian yang sama (BPS. dan usaha menengah yang mempunyai jumlah penjualan antara Rp. dan/atau sedang mencari pekerjaan dinyatakan dalam satuan orang (Biro Pusat Statistik. Menurut Badan Pusat Statistik (2000). mogok ). 50 Milyar. Adalah setiap penduduk usia kerja (10 tahun keatas) yang bekerja atau memiliki pekerjaan namun untuk sementara waktu tidak bekerja (karena sakit. menunggu panen. c) Usaha Kecil dan Menengah (UKM).2004) : .

termasuk didalamnya peningkatan komponen pendapatan ini secara sektoral disebut Nilai Tambah Bruto. sewa tanah. Persewaan dan Jasa Perusahaan 9) Jasa-Jasa Menurut pendekatan pendapatan. PDRB adalah merupakan jumlah nilai produksi netto dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di dalam suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu (satu tahun). . Balas jasa faktor produksi yang dimaksud adalah upah/gaji. PDRB merupakan jumlah balas jasa yang diterima oleh berbagai faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi dalam suatu region atau wilayah dalam jangka waktu tertentu (satu tahun). Dalam pengertian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). kecuali balas jasa faktor produksi di atas. bunga modal dan keuntungan sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya.15 Menurut pendekatan produksi. Unit-unit produksi tersebut dalam penyajian ini dikelompokan menjadi 9 kelompok lapangan usaha yaitu : 1) Pertanian 2) Pertambangan dan penggalian 3) Industri pengolahan 4) Listrik. Hotel dan Restoran 7) Pengangkutan dan Komunikasi 8) Keuangan. Gas dan Air Bersih 5) Konstruksi 6) Perdagangan.

Jika tenaga kerja yang terserap > 3. .7 % maka penyerapan tenaga kerja sektor UKM di Kabupaten Banyumas rendah. 2003) Penyerapan tenaga kerja pada sektor UKM = Jumlah Tenaga Kerja Sektor UKM x 100% Total Angkatan kerja Kriteria pengujian . pengeluaran untuk pembentukan modal tetap domestik bruto. perubahan stok dan ekspor netto di suatu daerah atau wilayah dalam jangka waktu tertentu (satu tahun). Untuk mengetahui besarnya persentase penyerapan tenaga kerja pada sektor UKM di Kabupaten Banyumas digunakan rumus penyerapan tenaga kerja sebagai berikut (Mulyadi. lembaga swasta yang tidak mencari untung dan pemerintahan sebagai konsumsi.7 % maka penyerapan tenaga kerja sektor UKM di Kabupaten Banyumas tinggi. Ekspor netto yang dimaksud adalah jumlah nilai ekspor dikurangi dengan jumlah nilai impor. B. Jika tenaga kerja yang terserap < 3. Metode Analisis data 1. PDRB adalah merupakan jumlah pengeluaran oleh sektor rumah tangga.16 Menurut pendekatan pengeluaran.

S t = PDRB I × 100% PDRBtotal S St r = ∑S N t Keterangan : = Persentase kontribusi UKM pada tahun t. 2. 1998). Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi terhadap PDRB di Kabupaten Banyumas selama periode tahun penelitian digunakan pendekatan berikut (Arsyad. = Pada tahun t. = Jumlah tahun penelitian. PDRBI PDRBtotal Sr t N 3.70. Untuk mengetahui laju pertumbuhan sektor UKM baik dalam kontribusinya untuk PDRB maupun dalam penyerapan tenaga kerja pada sektor UKM . kecil dan menengah. = Besarnya kontribusi sektor UKM terhadap PDRB. dimana sektor UKM dibagi menjadi 3 sektor yaitu : sektor Usaha mikro. Diperoleh dari 100% : 9 : 3 = 3. = Besarnya kontribusi sektor UKM terhadap PDRB. Sektor UKM itu sendiri merupakan salah satu bagian dari ke-9 sektor ekonomi.17 Untuk ukuran penyerapan tenaga kerja diformulasikan dengan sektor ekonomi yang ada di Indonesia. = Persentase kontribusi rata-rata.

= Jumlah tahun penelitian. PDRBit PDRBt-1 = Besarnya kontribusi sektor UKM terhadap PDRB pada tahun t.18 menggunakan rumus laju pertumbuhan (Djarwanto Ps dan Subagyo Pangestu. Lit = Banyaknya tenaga kerja yang terserap sektor UKM pada tahun t. = Besarnya kontribusi sektor UKM terhadap PDRB pada tahun t1 Tit = Laju pertumbuhan sektor UKM dalam penyerapan tenaga kerja pada tahun t. 1984). . G it = PDRB it − PDRB it −1 ×100 PDRB it −1 = Lit − Lit −1 ×100 Lit −1 T it Keterangan: Git = Laju pertumbuhan kontribusi UKM terhadap PDRB pada tahun t. Lt-1 = Banyaknya tenaga kerja yang terserap sektor UKM pada tahun t-1 t N = Pada tahun t.

jika Gr > Tr . jika G r ≤Tr Ditolak.19 Pengujian hipotesis : Diterima.

Adi. Small Business. Adi. . Lembaga Penelitian Universitas Atmajaya. Banks Loan. Pengaruh Bantuan BUMN dan Kredit Perbankan Terhadap Kewirausahaan dan Kinerja Industri Kecil Mebel Kayu Di Jawa Timur. Yogyakarta. 2007. Arsyad. Carunia. . Lincoln. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Yogyakarta.20 Daftar Pustaka : Abduddin. 1. Jurnal Pengkajian Koperasi Dan UKM. 2004. Prospek Bisnis UKM Dalam Era Perdagangan Bebas Dan Otonomi Daerah. no. Jakarta. Aloysius.Ekonomi Pembangunan. Studi Peran Serta Wanita Dalam pengembangan Usaha kecil Menengah Dan Koperasi. 2003. 1. Gunadi Brata. Surabaya. Jakarta. Pengkajian Dukungan Finansial Dan Nonfinansial Dalam Pengembangan Sentra Bisnis UKM. Ernani. Distribusi Spasial UKM Di Masa Krisis Ekonomi. STIE Yayasan Keluarga Pahlawan. Hadiyati. Jurnal Pengkajian Koperasi Dan UKM. 2006. 2006. no. 2002. Jakarta. Mulya Firdaus. Abduddin.

Metode Penelitian Bisnis. Danareksa. Elvira. Statistik Nonparametris Untuk Penelitian. (2004). Alfabeta. Alfabeta. Tulus T. (2002). Tambunan. Jakarta. Siagian. Usaha Kecil dan Menegah di Indonesia Beberapa Isu Penting. Small Business Digital Community. Naomi.21 Sugiyono. 2004. Tjandrawinata. UKM Mampu Menyerap Tenaga Kerja Besar. Jakarta.H.. Bandung. 2006. . Antara Data Statistik Dan Kualitas UKM. Salemba Empat. Jakarta. Bandung Sugiyono. (2003).

22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful