Pengaruh Budaya Terhadap Perilaku konsumen Penelitian mengenai budaya menjadi sangat penting karena budaya mempengaruhi keseluruhan

masyarakat itu sendiri. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai konsep dasar dari budaya dengan beberapa penerapan budaya serta pengaruhnya terhadap perilaku konsumen. Apakah Budaya itu? Dalam kaitannya dengan perilaku konsumen, budaya dapat didefinisikan sebagai sejumlah total dari beliefs, values, dan customs yang dipelajari yang ditujukan pada perilaku konsumen dari anggota masyarakat tertentu. Labih luas lagi, baik values maupun beliefs merupakan konstruk mental yang mempengaruhi sikap yang kemudian berpengaruh terhadap kecenderungan seseorang untuk bertindak terhadap perilaku tertentu. Misalnya: seorang konsumen memilih antara mobil Volvo dan Jaguar. Ketika memilih, dia akan menggunakan values dan beliefs yang berupa persepsi terhadap kualitas yang akan didapat dan persepsi mengenai negara penghasil mobil itu sendiri. Berbeda dengan values dan beliefs yang menjadi pedoman berperilaku, customs atau kebiasaan terdiri dari perilaku rutin sehari-hari yang merupakan cara berilaku yang dapat diterima. Contoh dari customs adalah memberikan gula pada minuman. Dengan memahami beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat membantu marketer dalam memprediksi penerimaan konsumen terhadap produk mereka. Pengaruh Budaya yang Tidak Disadari Pengaruh budaya sangat alami dan otomatis sehingga pengaruhnya terhadap perilaku sering diterima begitu saja. Ketika kita ditanya kenapa kita melakukan sesuatu, kita akan otomatis menjawab, “ya karena memang sudah seharusnya seperti itu.”. Jawaban itu sudah berupa jawaban otomatis yang memperlihatkan pengaruh budaya dalam perilaku kita. Barulah ketika kita berhadapan dengan masyarakat yang memiliki budaya, nilai dan kepercayaan yang berbeda dengan kita, kita baru menyadari bagaimana budaya telah membentuk perilaku kita. Kemudian akan muncul apresiasi terhadap budaya kita sendiri bila kita berhadapan dengan budaya yang berbeda. Misalnya, di budaya yang membiasakan menggosok gigi dua kali sehari dengan pasta gigi akan merasa bahwa itu kebiasaan yang baik bila dibandingkan dengan budaya yang tidak mengajarkan menggosok gigi dua kali sehari. Mungkin kalimat dibawah ini akan membantu untuk memahami ilustrasi di atas: Konsumen melihat diri mereka sendiri dan bereaksi terhadap lingkungan mereka berdasarkan cultural framework yang mereka miliki. Setiap individu mempersepsi dunia dengan kacamata budaya mereka sendiri. Budaya dapat Memuaskan Kebutuhan Budaya ada untuk memuaskan kebutuhan masyarakat. Budaya memberikan petunjuk, dan pedoman dalam menyelesaikan masalah dengan menyediakan metode “tried-and-true” dalam memuaskan kebutuhan fisiologis, personal dan sosial. Misalnya: Budaya memberikan peraturan dan standar mengenai kapan. Kapan waktu kita makan, dan apa yang harus dimakan tiap jam-jam makan. Values, beliefs dan customs terus yang dapat memuaskan kebutuhan akan terus diikuti. Dan yang tidak memberikan kepuasan akan digantikan atau dimodifikasi. Budaya dapat Dipelajari

kenapa hal itu dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. pengumuman atau iklan di majalah. Tanpa bahasa. para ahli antropologi memaparkan adanya enkulturasi dan akulturasi. Enkulturasi dan Akulturasi Ketika membahas sifat akuisisi dari budaya. Ritual Ritual adalah aktivitas yang bersifat simbolis yang merupakan serangkaian langkahlangkah (berbagai perilaku) yang muncul dalam rangkaian yang pasti dan terjadi berulang-ulang. marketer sebaiknya menggunakan simbol untuk menyampaikan imej dari produk. belief dan value harus disebarkan kepada masyarakat sehingga kultur secara perlahan dianggap sebagai kebiasaan suatu kelompok yang berhubungan dengan anggota masyarakat.dll. dari lahir hingga mati. Pembelajaran budaya yang baru dinamakan akulturasi. bentuk. akan membutuhkan perhiasan sebagai perlengkapan. Dalam dunia industri. Pengulangan iklan akan membuat values dan beliefs dalam masyarakat. . Culture Is Shared Untuk dipertimbangkan oleh masyarakat sebagai karakteristik cultural maka. Enkulturasi adalah pembelajaran dari budaya asalnya. kita mulai mendapat beliefs. Ritual disampaikan selama kehidupan manusia. Bagaimana Budaya Dipelajari? Para ahli antropologi telah menemukan 3 cara yang berbeda dari cultural learning: Formal Learning: orang dewasa dan teman bermain yang lebih tua mengajari enggota keluarga yang lebih muda tentang bagaimana cara berperilaku. Misalnya: natal.Tidak seperti karakteristik biologis. shared meaning tidak akan ada. perusahaan periklanan cenderung memilih cara informal learning dengan memberikan model untuk ditiru masyarakat. Dan untuk ritual-ritual misalnya pernikahan. values dan customs. namun dapat juga memepengaruhi persepsi generasi mendatang mengenai ekspektansi tentang keuntungan yang akan didapat dari suatu kategori produk tertentu. masyarakat harus dapat berkomunikasi satu dengan yang lain melalui bahasa. dan komunikasi yang sebenarnya juga tidak akan ada. Simbol nonverbal biasanya menggunakan warna. budaya dapat dipelajari. teman atau pahlawan TV Technical Learning: Sekolah yang mengajarkan apa yang harus dilakukan. Informal Learning: Anak belajar dengan meniru perilaku keluarga. Untuk dapat berkomunikasi secara efektif dengan konsumen. Iklan tidak hanya mampu mempengaruhi persepsi sesaat konsumen mengenai keuntungan dari suatu produk. dari lingkungan yang kemudian membentuk budaya kita. Dan tentu saja bahasa adalah komponen yang dapat digunakan untuk menyebarkan value. Simbol ini bisa berarti verbal maupun nonverbal. Hal yang penting dari ritual ini untuk parra marketer adalah fakta bahwa ritual cenderung penuh dengan produk yang berasosiasi dengan ritual itu sendiri. Sejak kita masih kecil. Simbol yang verbal biasanya menggunakan televisi. berasosiasi dengan ohon cemara. Biasanya iklan sebuah produk akan mengulangulang kembali apa yang menjadi keuntungan dan kelebihan dari produk itu sendiri. Namun simol memiliki beberapa arti sehinggan kita harus benar-benar meyakinkan bahwa simbol itu dapat mewakili imej produk. Bahasa dan Simbol Untuk memahami budaya setempat. Ritual ini bisa jadi sangat publik atau bahkan sangat domestik.

institusi lainya yang secara tradisional juga menyebarkan aspek-aspek khusus dari budaya. Dan pemimpin dari berbagai institusi tersebut adalah keluarga yang berperan sebagai agen primer dari enculturation yang memberikan basic cultural belief. Sedangkan agama memberikan kesadaran akan beragama. dan moral training. Yang termasuk di dalamnya adalah arti uang. Tentu saja ini bukanlah tugas yang mudah karena ada berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan masyarakat. petunjuk spiritual. Semakin banyaknya iklan ini karena banyaknya jumlah orang yang melihat dan membaca mass media. banyak wanita Amerika yang meninggalkan peran kewanitaanya karena merasa anak adalah beban baginya. value. Walaupun anak-anak lebih banyak mendapatkan consumer training dari keluarga namun tetap saja sistem pendidikan dan keagamaan juga berperan dalam memperkuat training ini dengan memberikan pelajaran ekonomi dan konsep-konsep etika. bentuk tubuhnya pun menjadi jelek. product taste. fokus dari content analysis ini adalah kandungan pesan dalam komunikasi verbal. Institusi sosial yang berperan besar dalam transfer kultur dalam masyarakat tidak lepas dari peran mass media baik itu mass media cetak maupun elektronik yang memang menyebarkan informasi dalam format yang menarik sehingga tidak mengherankan mass media adalah alat yang tepat dalam memperluas nilai-nilai budaya. Vanity Fair. bagaimana dan dimana mereka dapat tersenth oleh media. Wine Spectator. Perubahan dalam masyarakat ini berarti marketer harus mempertimbangkan kembali mengapa konsumen sekarang melakukan hal yang dilakukannya. The Meeasurement of Culture Content Analysis Sebagaimana namanya. dan habit. siapakah yang menggunakan produknya. dan Martha Steward Living adalah contoh perusahaan yang menyebarkan nilainya lewat majalah. yaitu institusi pendidikan dan agama. dan technical training yang dibutuhkan untuk mempersiapkan peran siswa dalam masyarakat. Pendidikan memberikan siswanya kemampuan dasar. dan kebiasaan. dan berbagai tips lainnya. kapan mereka berbelanja. Dapat kita lihat dalam berbagai mass media baik cetak maupun elektronik terdapat berbagai macam ikalan yang menawarkan sesuatu. yang memudahkan marketer untuk menyebarkan nilai-nilai budaya secara lebih efektif. dan kebiasaan kepada anggota sosial baru. Selain kelaurga. tertulis. Beberapa institusi sosial dalam masyarakat mengirimkan beberapa elemen dari kultur dan menyebarkan realitas budaya. patriotisme. sejarah. dan majalah bergambar. dll. Oleh karena itulah marketer harus memonitor masyarakat secara lebih seksama dalam usaha untuk menjual produk yang ada lebih efektif atau mengembangkan dan memproduksi produk baru. Misalnya. selain itu dengan bekerja ia tidak harus menunggu suaminya untuk dapat membeli barang-barnag mahal yang diingininya. Culture Is Dynamic Karena masyarakat berkembang dan ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat cepat maka kemungkinan keadaan masyarakat pun berubah. kewarganegaraan. pilihan atas sesuatu. Marketer yang memonitor cultural changes juga biasanya mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keuntungan perusahannya. hubungan antara uang denagn kualitas barang. Content analysis dapat digunakan sebagai alat yang relatif objektif dalam menentukan perubahan sosial dan kultural yang . mendekorasi rumah.pengalaman. Mereka memberikan informasi kepada pelanggan tentang bagaimana berpakaian.

dan kebiasaan yang ada dalam masyarakat yang ditelitinya. Perubahan sosial ini disebabkan oleh perkembangan teknologi baru. remaja Amerika cenderung mandiri dan berketetapan hati sedangkan remaja Jepang lebih ceria. ras dan kelompok ekonomi yang masing-masing memiliki interpretasi dan respon tersendiri terhadap kepercayaan dan nilai-nilai sosial. Amerika merupakan Negara dengan banyak perbedaan. Dan didapatkan bahwa ada perbedaan antara remaja Jepang denagn remaja Amerika. belief. Berbagai value instrument yang terkenal adalah Rokeach Value Survey. Misalnya untuk mempelajari cara konsumen memilih computer software maka peneliti berperan menjadi sales di toko komputer. antropolog biasanya masuk dalam lingkungan tersebut dan hal yang sama dapat dilakukan ketika researcher ingin mempelajari perilaku masyarakat dengan berinteraksi langsung dengan konsumen atau masuk dalam dunia konsumen yang biasa disebut dengan consumer fieldwork. the List of Values (LOV). Berdasarkan pengamatannya. suku. Nilai-nilai Inti Budaya Amerika Mengetahui budaya Amerika merupakan pekerjaan yang sulit karena Pertama. peneliti dapat mengambil kesimpulan tentang value. Value Measurement Survey Instrument Peneliti biasanya menggunakan value instrument untuk menanyakan kepada orang tentang perasaannya tentang basic personal dan konsep-konsep sosial seperti kebebasan. senang bermain. imagenya seperti childlike girlish. Karakteristik dari field observation adalah mengambil tempat di setting natural. Bagian pertama berhubungan denagn tujuan akhir sedangkan bagian kedua berhubnbungan denagn alat untuk mencapai tujuannya itu. Content analysis dilakukan pada 263 iklan yang menunjukkan 8 issue dari majalah Seventeen. terdiri dari bermacam-macam subkultur baik agama. Consumer Fieldwork Ketika mempelajari suatu masyarakat. Skala LOV meminta konsumen untuk mengidentifikasi dua value yang dirasa paling penting dari 9 value yang disediakan yang berdasar pada terminal value dari Rokeach Value Survey. ada beberapa petunjuk yang digunakan. keamanan nasional dan perdamaian. dan the Values and Lifestyles (VALS). bagian yang pertama terdiri dari 18 item-item terminal value yang didesain untuk mengukur pentingnya personal goal. Amerika merupakan Negara dengan kehidupan social yang dinamis. Rokeach Value Survey adalah sebuah instrument yang dibagi menjadi dua bagian. 4 issue tentang remaja Jepang dan 4 lagi tentang remaja Amerika.Teknik lain yang biasa dipilih adalah depth interview dan focus group discussion yang biasanya digunakan untuk mendapatkan kesan pertama dari perubahan sosial dan cultural.telah terjadi dalam masyarakat tertentu atau sebagai alat untuk membandingkan aspekaspek dari dua masyarakat yang berbeda. Kedua. sedangkan bagian kedua terdiri dari 18 item instrumental value yang mengukur cara yagn diraih individu untuk mencapai tujuan akhirnya itu. LOV adalah sebuah alat yang juga didesain untuk meneliti personal value dari konsumen. Untuk mengetahui Nilai-nilai Inti budaya Amerika . penelti apat menjadi participant observer yaitu mereka menjadi anggota aktif dari lingkungan yang dipelajarinya. statusnya tidak disadari oleh subjek penelititan. yaitu : . kenyamanan. dan fokusnya adalah pada perilaku konsumen. daerah. Dalam keadaan tertentu.

Harus abadi. dsb. Orang yang berorientasi prestasi sering menikmati konsumsi yang menyolok karena itu merupakan simbol dari prestasinya. (tidak terbatas pada waktu). mempersiapkan makanan ketika mereka sedang dalam perjalanan dari rumah. Seperti kompensasi finansial. Menurut penelitian ”menjadi sibuk” sangat tidak sehat. Ilustrasi dari pentingnya praktis dan efisien adalah prinsip orang Amerika bahwa ’waktu adalah suply yang sedikit’. dengan sejarah yang bisa dilacak dan kepercayaan agama yang masih tradisional pada kerja-kerja etnis protestan. kamu pantas menerimanya. Aktivitas ini memiliki dampak pada konsumsi barang. misalnya dia merasa puas. sangat penting untuk menjadi relax dan santai. Kesuksesan dan Prestasi mempengaruhi perilaku konsumen. Frekuensi orang Amerika melihat jam tangan merupakan salah satu bentuk implementasi dari efisiennya dan praktisnya . Contohnya : Kamu bekerja untuk itu. Sedangkan praktis berhubungan dengan produk baru yang membuat pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan memecahkan masalah. Keinginan untuk memperoleh lebih dan lebih setiap hari seperti membuat diri terpenjara dengan perasaan bahwa kita memperoleh sedikit dan semakin sedikit setiap harinya. banyak orang yang menginginkan untuk dilayani dengan cepat. Dengan berprestasi individu akan memperoleh reward dari diri sendiri. Aktivitas Menjadi sibuk merupakan bagian dari gaya hidup orang-orang Amerika. kenapa orang-orang Amerika selalu ’berlari” dan sepertinya tidak pernah menjadi relax. sehingga membantu untuk memahami perilaku konsumsi penduduk Amerika.Nilai tersebut harus diresapi sebagai petunjuk bagi sikap. Contohnya McDonald’s dan KFC. Pada masa sekarang menjadi berprestasi adalah sangat penting baik bagi wanita maupun pria yang mencari karir bisnis paling puncak. Efisien dan Praktis Efisien merupakan sesuatu yang hemat waktu dan usaha. dll. Dari ketiga kriteria tersebut diatas akan diperoleh ”Karakter Amerika” sebagai berikut : Prestasi dan Kesuksesan Prestasi merupakan nilai utama bagi Amerika. Orang-orang Amerika jarang sarapan pagi karena biasanya mereka terlalu sibuk dipagi hari hanya untuk membuat dan makan sarapan yang lengkap. Perbedaan mendasarnya pada asal penghargaan itu muncul. Produsen sering menawarkan produknya sebagai penghargaan sosial dan moral untuk memperoleh barang dan jasa. Harus berhubungan dengan konsumen. dan memperoleh rewars spiritual. Gaya hidup ini seringkali dikomentari oleh pendatang dari luar negri. yang bergantung pada kerja keras untuk menjadi seseorang yang bermanfaat. Sedangkan kesuksesan reward yang diperoleh berasal dari luar individu tersebut. Individu yang memiliki ”rasa untuk berprestasi” sebagai nilai penting untuk didapatkan maka dia akan berusaha keras untuk menjadi sukses. Penelitian menunjukkan bahwa orientasi berprestasi diasosiasikan dengan adanya perkembangan teknik dan ekonomi di Amerika. Pada dasarnya kesuksesan dan prestasi tidak begitu berbeda. ’waktu adalah uang’. dan status yang meningkat.

seorang produsen akan mengiklankan produknya dengan kalimat ”Hertz saves me time and money. dll. sebagai nilai utama. Pilihan ini direfleksikan dengan kompetisi dari merk dan variasi produk. Mereka mencari pemenuhan dan keseimbangan dalam karir. . namun dalam kenyataannya mereka dapat menerima konformitas. self confidence. self esteem. dan bahkan isi (misalnya isi dari bahan-bahan alami). Pada banyak pilihan produk baik ukuran.orang Amerika. keluarga. dan self fulfillment merupakan ekspresi dari individulisme orang-orang Amerika. Bila mereka berpikir mereka punya lebih dari pada orang lain maka mereka akan cenderung merasa puas. Dalam perilaku konsumen ”progres’ diidentikkan dengan produk baru dan jasa yang melengkapi kebutuhan yang belum terpuaskan. Orang-orang Amerika menerima produk yang mengklaim dirinya ’baru’. Kenyaman materi merupakan hal yang relatif. Tapi ada beberapa orang yang merasa puas bila ia dapat menghabiskan waktu lebih lama bersama keluarganya. kesehatan dan hobi. Perkembangan dari kepercayaan akan kebebasan ini. Pengertian ini merupakan penolakan atas adanya ketergantungan kepada orang lain. Konformitas eksternal merupakan proses penting dalam adaptasi individu di masyarakat Amerika. konsumen dapat memilih yang sesuai dengan kehendaknya. Kehidupan yang mungkin termasuk didalamnya adalah mobil baru. Amerika percaya bahwa mereka punya kebebasan untuk memilih. Produsen menjanjikan bahwa produknya tersebut akan menambah eksklusifitas konsumen dan karakter konsumen yang berbeda dari yang lain. Individual Nilai yang sangat kuat tertanam dalam diri orang-orang Amerika adalah ’menjadi diri sendiri’ baik itu seperti self interest. Kenyamanan dalam Materi Kenyamanan dalam materi merupakan faktor penting untuk memperoleh kehidupan yang baik. Hal ini juga berhubungan dengan aspek-aspek yang telah dijelaskan diatas dan pada kepercayaan utama orang Amerika bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini. warna. individualisme akan meningkatkan ’rasa’ konsumen terhadap identitas produk atau servis yang keduanya merefleksikan identitasnya. External Conformity Meskipun orang-orang Amerika Serikat sangat mengagungkan kemerdekaan untuk menentukan pilihan dan individualisme. Dalam situasi tertentu konsumen menjadi stress ketika dihadapkan pada banyak pilihan dan memilih untuk lari dari situasi yang membuat stress tersebut. Contohnya adalah produk jam tangan citizen yang tidak memerlukan baterai. ’menambah kekuatan’. konsumen cenderung mengidentifikasi kenyamanannya sendiri yang beruhubungan dengan materi dan biasanya mereka bandingkan dengan apa yang mereka miliki dengan apa yang orang lain miliki. kebebasan pers. Ini juga menjelaskan kenapa banyak perusahaan menawarkan konsumen banyak pilihan. thats big” Progress Orang-orang Amerika cenderung merespon sesuatu yang menjanjikan adanya peningkatan/progresivitas. Kebebasan Dalam sejarah seperti kita ketahui Amerika selalu berpendapat bahwa kebebasan berbicara. gaya. Hubungannya dengan perilaku konsumen . ”lebih halus dan dekat’. Contohnya iklan baju dan kosmetik untuk High style. ’lebih cepat’. Contohnya.

sedangkan sesuatu yang tua (old) dianggap sebagai ketinggalan zaman. Mereka sangat memperhatikan orang lain terutama kaum tertindas yang harus menghadapi hambatan untuk kemajuan dirinya. Hal ini sangat . Produkproduk standar itu memungkinkan terjadinya produksi secara masal. Penelitian mengenai konsumen menunjukkan bahwa jenis pakaian yang dipakai oleh sebagian besar pekerja di Amerika adalah tipe pakaian yang kasual. Humanitarism Orang-orang Amerika terkenal dermawan dalam membantu orang lain yang membutuhkan sesuatu. ada sembilan item skala yang digunakan untuk mengukur AHO dan ACO. Salah satu contoh yang menarik adalah penggunaan pakaian yang lebih santai/kasual di tempat kerja. Pada masa sekarang ini sesuatu yang baru (new) sangat ditekankan. www.guidestar. Penekanan pada hal ini merupakan refleksi dari perkembangan teknologi yang sangat cepat di Amerika. Agar penelitian mengenai kemurah-hatian bangsa Amerika mencapai hasil yang baik. Ada sebuah istilah yaitu hubungan “ping-pong” dimana individualitas seseorang berkolaborasi dengan penerimaan terhadap konformitas secara bersamaan. permasalahan sosial lain juga mempunyai dampak pada perilaku konsumen baik dalam apa yang mereka beli maupun dimana mereka berinvestasi. Untuk laki-laki. www.net) berusaha mendirikan dan membangun hubungan baik dengan para profesional (pengacara.org) Selain pemberian amal. Web site Planned Giving Design Center (www. Adanya busana kerja adalah salah satu bentuk konformitas.charityguide. Percaya diri yang lebih meningkat dan penekanan pada perasaan nyaman adalah alasan mengapa para eksekutif tidak menggunakan pakaian formal saat bekerja. biasanya berupa celana jins dan t-shirt sedangkan untuk perempuan biasanya berupa celana panjang yang kasual dan dipasangkan dengan sweater. dan www.charitynavigator. yaitu konsumen yang memilih produk-produk khusus yang tidak dimiliki oleh teman dekat atau orang-orang di sekitarnya. Dalam konteks pembuatan keputusan untuk beramal. Adanya produkproduk yang standar telah menempatkan konsumen pada dua posisi yang unik yaitu: (1) tipe individualistis. peneliti dalam bidang konsumen telah memvalidasikan dua skala pengukuran yaitu attitudes toward helping others (AHO) dan attitudes toward charitable organizations (ACO). Banyak perusahaan mencoba untuk menarik konsumen dengan menekankan perhatian mereka pada lingkungan atau isu-isu sosial. perencana keuangan) untuk memberikan saran pada klien untuk membuat kontribusi amal. Youthfulness Orang-orang Amerika cenderung memberikan nilai yang sakral pada keawetmudaan. Web site lain juga didesain untuk mengumpulkan danadana amal yang berasal dari perseorangan untuk suatu tujuan khusus (misalnya. dan (2) tipe konformis yaitu konsumen yang membeli barang yang serupa atau identik dengan yang dimiliki oleh teman-temannya. konformitas (atau non-konformitas) memancing produsen untuk menghasilkan produk-produk dan pelayanan yang terstandardisasikan. Lebih dari 50 persen pekerja yang diteliti beranggapan bahwa penggunaan pakaian yang kasual saat bekerja akan meningkatkan produktivitas mereka.pgdc. Beberapa investor lebih memilih berinvestasi pada perusahaan yang memberikan perhatian pada bidang sosial misalnya perusahaan yang memperhatikan masalah polusi.org.Pada perilaku konsumen.org. Mereka juga cenderung murah hati dan mau membantu orang-orang yang kurang beruntung dibandingkan mereka.

. Makanan yang diawetkan menjadi lebih bergizi. Meskipun tidak ada yang menyangkal bahwa kebugaran tubuh dan hidup yang sehat telah menjadi suatu trend di Amerika.kontras dengan Negara-negara di Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa makanan rendah lemak dan rendah kolesterol yang diproduksi tidak untuk semua orang dan ada sebuah segmen pasar khusus untuk orang-orang yang sangat memperhatikan bentuk tubuhnya. dan adanya peningkatan dalam penjualan vitamin. namun banyak kejadian nyata menunjukkan bahwa konsumen sulit menjaga kesehatan pribadi mereka. yang kadang-kadang diekspresikan melalui katakata seperti “berjiwa muda”. Perusahaan-perusahaan periklanan diarahkan untuk menciptakan suatu trend di masyarakat mengenai pentingnya menjaga kemudaan dan menanamkan rasa takut akan penuaan. jogging. Nilai inti pada masyarakat Amerika ini tergambarkan melalui berbagai cara misalnya saja olahraga seperti tennis. Fitness and Health Orang-orang Amerika sangat memperhatikan kesehatan dan kebugaran tubuhnya dan ini telah dianggap sebagai suatu nilai inti. Orang Amerika sangat terobsesi untuk terlihat muda dan berperilaku seperti orang yang muda. ada sebuah Web site yang khusus memberikan informasi bagi orang-orang yang sangat memperhatikan kesehatannya (www. Afrika. Tema-tema iklan dibuat dengan mengumbar janji bahwa konsumen akan memperoleh keuntungan bila terlihat awet muda. Berdasarkan trend ini. Trend ini telah mendorong pengusaha makanan tradisional untuk memodifikasi bahan-bahan yang mereka gunakan agar aman bagi kesehatan konsumen. serta produk dan pelayanan yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran tubuh.. dan “berpenampilan muda” sehingga produsen kosmetik menciptakan produk yang menggambarkan wanita yang berperang melawan penuaan dini sebagai contoh adalah produk Olay® Total Effect. Contoh: iklan parfum dan make-up menekankan pada “seksi dan muda” atau “lawanlah umur anda”. selain melalui pikiran-pikiran keawetmudaaan juga terpancarkan dari perilaku mereka.fitnessonline. dan Asia yang memberikan penghormatan pada orang-orang yang lebih tua karena mereka dianggap bijaksana dan lebih berpengalaman. Bagi orang-orang Amerika. dan pembuat makanan sampah (junk food) mencoba menbuatnya lebih sehat. Data dari AC Nielsen menunjukkan bahwa saat ini penjualan keripik kentang bebas lemak turun sebanyak 33 persen. Pengusaha makanan-makanan tersebut biasanya mencantumkan “fat-free”. dan es krim bebas lemak turun sebanyak 22 persen. berkembang suatu pendapat di Amerika yang berbunyi “you are what you eat”. meskipun berlawanan dengan usia mereka sebenarnya. Kesehatan dan kebugaran tubuh telah menjadi suatu pilihan gaya hidup bagi banyak konsumen.com) yang berisi berbagai tips kesehatan. “no-cholesterol”. kue dan margarin bebas lemak turun 12 persen. Badan kesehatan dunia (WHO) telah mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa obesitas adalah sebuah masalah mengenai kesehatan yang berkembang baik di Negara maju maupun di Negara dunia ketiga. . “bersemangat muda”. Bahkan. Keawetmudaan (youthfulness) sangat berbeda dengan pemuda (youth) yang merupakan suatu tingkatan umur. atau ”no-preservative” pada produk makanan yang mereka hasilkan agar konsumen memilih makanan yang lezat namun tetap sehat. informasi nutrisi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful