PENDAHULUAN Latar Belakang Asam askorbat (Vitamin C) adalah suatu heksosa dan diklasifikasikan sebagai karbohidrat yang erat

kaitannya dengan monosakarida.Vitamin C mudah diabsorbsi secara aktif dan mungkin pula secara difusi pada bagian atas usus halus lalu masuk keperedaran darah melalui vena porta.Rata-rata absorpsi adalah 90% untuk konsumsi diantara 20 dan 120 mg sehari.Tubuh dapat menyimpan hingga 1500 mg vitamin C, bila konsumsi mencapai 100 mg sehari.(Sunita Almatsier 2001). Peranan utama vitamin C adalah dalam pembentukan kolagen interseluler.Kolagen merupakan senyawa protein yang banyak terdapat dalam tulang rawan, kulit bagian dalam tulang, dentin, dan vasculair endothelium. Asam askorbat sangat penting peranannya dalam proses hidroksilasi dua asam amino prolin dan lisin menjadi hidroksi prolin dan hidroksilisin. Penetapan kadar Vitamin C dalam suasana asam akan mereduksi larutan dye membentuk larutan yang tidak berwarna. Apabila semua asam askorbat sudah mereduksi larutan dye sedikit saja akan terlihat dengan terjadinya perubahan warna (merah jambu). Metode Titrasi dengan 2,6-dikhlrofenol indofenol atau larutan dye sekarang merupaan metode yang paling banyak digunakan untuk menentukan kadar Vitamin C dalam bahan pangan. Banyak modifikasi telah dilakukan untuk memperbaiki hasil pengukuran yang didasarkan pada penghilangan pengaruh senyawa-senyawa penganggu yang terdapat dalam bahan pangan.Di samping mengoksidasi Vitamin C, pereaksi indofenol juga mengoksidasi senyawa-senyawa lain, misalnya piridium, bentuk tereduksi dari turunan asam nikotinat dan riboflavin. Vitamin C dapat ditentukan dengan titrasi secara langsung menggunakan larutan dye.Tapi untuk bahan pangan yang akan diukur kandungan Vitamin C-nya harus dilarutkan dengan asam kuat terlebih dahulu. Penggunaan asam yang dimaksud untuk mengurangi oksidasi Vitamin C oleh enzim-enzim oksidasi dan pengaruh glutation yang terdapat dalam jaringan tanaman. Titrasi dilakukan dengan segera setelah perlakuan selesai (Andarwulan dan Koswara 1992). Analisis dengan metode ini cukup membutuhkan ketelitian dan kecermatan. Oleh karena itu, praktikum ini dilakukan agar keterampilan dalam melakukan analisis meningkat sehingga tidak akan ada kesalahan yang besar pada analisis selanjutnya. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah mempelajari penerapan metode titrimetri dalam analisis vitamin C, melakukan analisis vitamin C pada berbagai bahan pangan dengan metoda titrasi, dan melatih keterampilan dalam melakukan analisis secara titrimetri. TINJAUAN PUSTAKA Titrimetri Analisa titrimetri atau analisa volumetri adalah analisis kuantitatif dengan mereaksikan suatu zat yang dianalisis dengan larutan baku (standar) yang telah diketahui konsentrasinya secara teliti, dan reaksi antara zat yang dianalisis dan larutan standar tersebut berlangsung secara kuantitatif. Larutan baku (standar) adalah larutan yang telah diketahui konsentrasinya secara teliti, dan konsentrasinya biasa dinyatakan dalam satuan N (normalitas) atau M (molaritas). Indikator adalah zat yang ditambahkan untuk menunjukkan titik akhir titrasi telah di capai. Umumnya indikator yang digunakan adalah indicator azo dengan warna yang spesifik pada berbagai perubahan pH. Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dilakukan analisis volumetri adalah sebagai berikut : 1. Reaksinya harus berlangsung sangat cepat. 2. Reaksinya harus sederhana serta dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi yang kuantitatif/stokiometrik. 3. Harus ada perubahan yang terlihat pada saat titik ekuivalen tercapai, baik secara kimia maupun secara fisika. 4. Harus ada indikator jika reaksi tidak menunjukkan perubahan kimia atau fisika. Indikator potensiometrik dapat pula digunakan.

Asam L-dehidroaskorbat secara kimia sangat labil dan dapat mengalami perubahan lebih lanjut menjadi asam L-diketogulat yang tidak memiliki keaktifan vitamin C lagi (Winarno dan Aman 1981). matriks tulang. Salah satu fungsi utama vitamin C berkaitan dengan sintesis kolagen. terdapat variasi kebutuhan dalam individu yang berbeda (Sweetman 2005). gingivitis. et al. Menurut Apandi (1984). Peranan Vitamin C Salah satu fungsi vitamin C adalah sebagai antioksidan. Beberapa zat dalam makanan.6-diklorofenol indofenol direduksi oleh asam askorbat maka akan menjadi tidak berwarna. Penetapan Kadar Vitamin C Kadar vitamin C ditetapkan berdasarkan titrasi dengan 2. didalam tubuh dihancurkan atau dirusak jika mengalami oksidasi. Asam askorbat sangat mudah teroksidasi menjadi L-dehidroaskorbat yang masih mempunyai keaktifan sebagai vitamin C. Kandungan asam askorbat setelah penyimpanan kira-kira 1/2 sampai 2/3 pada waktu panen (Pantastico 1986). Hal ini disebabkan semakin banyak mendapat cahaya. Kolagen adalah sejenis protein yang merupakan salah satu komponen utama dari jaringan ikat. zat tersebut dihindari dari oksidasi dengan menambahkan antioksidan. baik secara aktif maupun sebagai zat reduktor. yakni dua jenis asam amino yang merupakan komponen utama dari kolagen. Vitamin C Vitamin C adalah vitamin yang tergolong vitamin yang larut dalam air.6-diklorofenol indofenol dalam suasana netral atau basa akan berwarna biru sedang dalam suasana asam akan berwarna merah muda. Namun. dan robeknya pembuluh darah kapiler (Gilman. Larutan 2. Vitamin C. misalnya larutan natrium tiosulfat pada pembakuan larutan iodium (Aisyah 2008). dan kemudian digunakan untuk membakukan larutan standar. tulang-tulang rawan. Vitamin C juga berperan dalam proses penyembuhan luka. dentin.6-diklorofenol indofenol dimana terjadi reaksi reduksi 2.6. yang mungkin disebabkan oleh adanya fungsi spesifik asam askorbat dalam sintesis hemoglobin. Kekurangan dan Kelebihan Vitamin C Kekurangan asupan vitamin C dapat menyebabkan skorbut. Apabila 2.6diklorofenol indofenol maka kelebihan larutan 2. semakin banyak mendapat sinar matahari pada waktu tanaman tumbuh maka semakin banyak pula kandungan asam askorbat. Vitamin C ini bertindak sebagai ko-enzim atau kofaktor pada proses hidroksilasi. karena memiliki daya antioksidan. lapisan endotelium pembuluh darah dan lain-lain. Vitamin C juga disebut asam askorbat dapat disintesis dari D-glukosa atau D-galaktosa merupakan gula heksosa (Winarno dan Aman 1981). 1996). Skorbut dikaitkan dengan gangguan sintesis kolagen yang manifestasinya berupa luka yang sulit sembuh. sering ditambahkan pada makanan untuk mencegah perubahan oksidatif (William and Caliendo 1984). setiap proses fotosintesis akan semakin giat dan gula heksosa akan semakin banyak terbentuk. Vitamin C sangat esensial dalam proses hidroksilasi proline dan lisin. Sering kali. Kandungan asam askorbat akan mengalami penurunan selama penyimpanan terutama pada suhu penyimpanan yang tinggi. Sumber Vitamin C sebagian besar tergolong dari sayur-sayuran dan buah-buahan terutama buah-buahan segar. Baku sekunder adalah bahan yang telah dibakukan sebelumnya oleh baku primer. dan bila semua asam askorbat sudah mereduksi 2.diklorofenol indofenol dengan adanya vitamin C dalam larutan asam (Hashmi 1986). gangguan pembentukan gigi. Bila kelebihan vitamin C akibat penggunaan suplemen dalam jangka waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan batu ginjal Perubahan Vitamin C dalam Buah Buah yang masih mentah mengandung vitamin C yang cukup banyak sehingga semakin tua buah maka semakin berkurang kandungan vitamin C ± nya. Dalam kasus-kasus skorbut spontan. Suatu antioksidan adalah zat yang dapat melindungi zat lain dari oksidasi dimana dirinya sendiri yang teroksidasi. biasanya terjadi gigi mudah tanggal.6-diklorofenol indofenol sedikit saja sudah akan terlihat . Asupan gizi rata-rata sehari sekitar 30 sampai 100 mg vitamin C yang dianjurkan untuk orang dewasa. dan anemia.Baku primer adalah bahan dengan kemurnian tinggi yang digunakan untuk membakukan larutan standar misalnya arsen trioksida pada pembakuan larutan iodium. Sementara kelebihan vitamin C dapat menyebabkan diare.

Kebutuhan vitamin C pada anak-anak 400-450 mg/hari. sehingga kadar vitamin C yang terkandung 250 mg/100 gr. pada wanita 500750mg/hari. wanita dewasa.6-diklorofenol indofenol direduksi oleh asam askorbat maka akan menjadi tidak berwarna. vitamin C memiliki sifat yang mudah rusak dan mudah larut dalam air.725 mg/100 gr dari sampel. Hasil percobaan memiliki nilai yang lebih tinggi dari nilai yang ada di kemasan. Hal ini dapat disebabkan pada saat melakukan praktikum praktikan kurang berhati-hati dalam melakukan percobaan. Fungsi larutan diklorofenol-indofenol ialah pereaksi untuk memperlihatkan jumlah vitamin C yang terdapat dalam sampel menjadi senyawa dehidro askorbat sehingga akan berwarna merah muda karena pereaksi yang berlebih. Apabila 2. Kadar vitamin C Mr.3 0.Jussie yang tertera dalam Nutrition Fact 50 % dari AKG 2000 kkal. Akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya warna merah dari kelebihan diklorofenol-indofenol. sehingga perlu tambahan sumber vitamin C diantaranya berasal dari buah dan sayur seperti jambu biji. Kelebihannya di buang melalui urin (Guthrie 1983).Jussie. ml titran yang digunakan cukup mendekati dari sampel yang di lakukan duplo masing-masing 0. Selain itu.6diklorofenol indofenol maka kelebihan larutan 2. pria dewasa.Jussie yang mengandung 250mg vitamin C belum cukup jika di minum untuk memenuhi kebutuhan baik anak-anak.1103 Percobaan penetapan kadar vitamin C pada praktikum kali ini dengan menggunakan sampel minuman yang mengandung vitamin C yaitu Mr.2 0. dan bila semua asam askorbat sudah mereduksi 2. pada pria 500. Hasil ml titran dari titrasi yang digunakan. Penetapan dengan metode titrimetri merupakan penetapan dengan Metode Prosedur analisis kimia yang didasarkan pada pengukuran jumlah larutan titran yang bereaksi dengan analit. Sebaiknya .2 dengan bobot sampel 0. Pada saat titrasi. Untuk perhitungan maka perlu dilakukan standarisasi larutan dengan vitamin C standar (Sudarmadji 1989).6-diklorofenol indofenol sedikit saja sudah akan terlihat dengan terjadinya pewarnaan. vitamin ini dapat terbentuk sebagai asam L-askorbat dan asam L.900mg/hari. HASIL DAN PEMBAHASAN Vitamin C merupakan vitamin yang mudah rusak. Fungsi duplo ialah untuk meningkatkan ketepatan percobaan kali ini disebabkan oleh penggunaan metode titrasi yang terkadang dalam mentritran sampel. Untuk perhitungan maka perlu dilakukan standarisasi larutan dengan vitamin C standar (Sudarmadji 1989).1103 g. Penetapan kadar vitamin C dalam bahan pangan dapat di analisis dengan berbagai metode.07 mg/100 gr sehingga rata-rata diperloleh 366. dll. Jussie. Sehingga jika lebih hasil yang diperoleh juga akan berbeda yang dapat mempengaruhi hasil yang sesungguhnya. melon. Tabel 1. Nilai yang di peroleh dari percobaan dengan nilai yang ada dikemasan berbeda.38 mg/100 gr dan 440. biasanya digunakan suatu larutan standar. Pada umumnya tubuh menahan vitamin C dapat sangat sedikit. Sampel Ml titran I Ml titran II Bobot sampel (g) Mr.3 dan 0. Vitamin ini banyak disintesis secara alami baik dari hewan.dehidroaskorbat. salah satunya dengan metode titrimetri. warna yang diperoleh adalah pada saat 15 detik pertama. Larutan 2. tomat. kebersihan alat juga berpengaruh dalam mendapatkan nilai yang akurat karena dapat terrkontaminasi dengan zat lain. Sedangkan Larutan standar yaitu larutan yang telah diketahui konsentrasinya.6-diklorofenol indofenol dalam suasana netral atau basa akan berwarna biru sedang dalam suasana asam akan berwarna merah muda. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari percobaan Mr. sehingga mudah teroksidasi. Sampel Mr. Kadar vitamin C setelah perhitungan diperoleh 293. bahkan ibu hamil. jeruk. Jussie 0. Larutan titran merupakan larutan yang digunakan untuk mentitrasi. Prinsip penetapan dengan metode titrimetri ialah asam askorbat dioksidasi oleh diklorofenol-indofenol menjadi senyawa dehidro askorbat. sedangkan pada ibu hamil diperlukan tambahan 100mg/hari dari kebutuhannya. Titrasi dilakukan dengan menambahkan sedikit demi sedikit titran ke dalam analit (Anonim 2010).dengan terjadinya pewarnaan. pereksi diklorofenol-indofenol yang diteteskan berlebih. Vitamin C dapat diserap cepat dari alat pencernaan dan masuk ke dalam saluran darah dialirkan keseluruh tubuh. tanaman dan mudah larut dalam air.

gangguan pembentukan gigi. Issues. Aman. Martin D W. sehingga hasil tidak akan kelebihan. gingivitis. Kelebihan dalam mengkonsumsi vitamin C dapat menimbulkan nausea. London : John Wiley and Sons. 1992. gigi longgar. kesulitan penyembuhan luka. Vitamins in Animal and Human Nutrition. William E. Mosby Company. Kandungan ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Guthrie.. Sudarmadji S. 34 th ed. Saran Sebaiknya dalam melakukan titrasi. kerusakan pembuluh darah. Akan tetapi kelebihan jarang terjadi karena dapat keluar bersama urin. 2010. Winarno R. 2008. dan anemia. Dasar Farmakologi Terapi.wordpress. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penetapan kadar vitamin C ini menggunakan metode titrimetri dengan larutan 2.G. 2005. 2008. www. sebelumnya praktikan telah memastikan kondisi buret seperti mengatur kuat tidaknya keran untuk dibuka atau ditutup. Kekurangan vitamin C juga dapat menyebabkan peradangan dibawah gusi. Edisi I. Assay of Vitamins in Pharmaceutical Preparations. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Titrimetri. Biokimia Harper.H. Kimia Vitamin. 1996. 1986.com [29 November 2010] Almatsier S. Skorbut dikaitkan dengan gangguan sintesis kolagen yang manifestasinya berupa luka yang sulit sembuh.7 mg/100g sampel. Hashmi M. USA : The CV. 1996). 1981. karena jika diteruskan akan dapat mengganggu kesehatan tubuh. Nutrion : principles. dan sering mengalami infeksi. sehingga hasil pengamatan menjadi kurang akurat. yang mungkin disebabkan oleh adanya fungsi spesifik asam askorbat dalam sintesis hemoglobin. an Applications. AS : Iowa State University Press. biasanya terjadi gigi mudah tanggal. gusi membengak dan berdarah. McDowell LR. sendi-sendi melunak. Kesalahan terjadi karena kurang teliti dan kurang terampilnya praktikan melakukan proses titraasi.Jakarta. 2001. kram perut. Fisiologi Pasca Panen. 1735-1737. Koswara S. Hardman J. Jakarta : EGC Hal.mengkonsumsi sumber vitamin C berasal dari makanan segar dan bukan dari suplemen atau minuman serta makanan kemasan. Caliendo M. Vitamin C. Martindale: The Complete Drug Reference.E. 1989. London. 1984. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Andarwulan N. Limbird L. Edisi 20 EGC. sehingga dibutuhkan suplemen atau sumber vitamin C lain. Yogyakarta : Liberty.R. New York: McGrawHill Book Company.1992.. Bila kelebihan vitamin C akibat penggunaan suplemen dalam jangka waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan batu ginjal. Jakarta: Penerbit Sastra Hudaya. Dalam kasus-kasus skorbut spontan. Introductory Nutrtion. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Fisiologi Lepas Panen. http://rgmaisyah. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.digilib. Teknologi Buah dan Sayur. Praktikan juga harus lebih teliti melihat awal dan akhir titrasi. Sweetman SC.G.Jussie rasa jambu) adalah 366. 1986. 1984. dan robeknya pembuluh darah kapiler (Gilman. Bandung: Penerbit Alumni. Anonim. Kekurangan asupan vitamin C terutama dapat menyebabkan skorbut. dkk. Pantastico Er. et al.unimus. Edisi X.B. sementara pada nutrition fact adalah 250 mg/100g sampel.5 diklorofenol indofenol. Ed ke-2. Penerjemah : Tim Alih Bahasa Sekolah Farmasi ITB.1983. Kadar vitamin C pada sampel (minuman sari buah Mr. dan diare. [29 November 2010] Apandi M. DAFTAR PUSTAKA Aisyah.A. kulit kering dan bersisik.. Jakarta : Rajawali.id.ac.G. kegagalan pembentukan tulang. Gilman A. . UK : Pharmaceutical Press.

obat tidur) meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin C. tomat kaya vitamin C dan beta karoten. dan mengatur kolesterol. obat tidur) meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin C. rokok. Untuk mengetahui kadar vitamin C dalam 100 g bahan. dan 1/2 mangkuk bayam mentah = 14 mg. Perokok membutuhkan vitamin C sekitar 100 mg/hari (Anonim. Latar belakang Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Buah melon kaya vitamin a dan c. b. 1/2 mangkuk brokoli mentah = 70 mg. Baik untuk serangan jantung. Tanpa vitamin manusia. Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air. hidung tersumbat. baik untuk membantu menghilangkan kanker paruparu. tomat rendah natrium dan kalori serta kaya akan asam nitrat dan kalium. tapi hal ini bervariasi pada setiap individu. memiliki kandungan vitamin C sebesar 66 mg. kelelahan. pms. bahan pelawan kanker. Buah tomat mengandung lycopene. E. penyakit crohn. 2. obesitas. PENENTUAN KADAR VITAMIN C A. gangguan lambung. Perokok membutuhkan vitamin C sekitar 100 mg/hari. Menentukan kadar vitamin C pada buah pada berbagai stadia kemasakan. Fakultas Pertanian Unversitas Sebelas Maret. Pada 1 buah jeruk yang berukuran sedang. Tinjauan Pustaka Para ahli gizi. lemon. infeksi ragi. Menentukan perbedaan kadar vitamin C pada kulit buah dan daging buah. pada hari Selasa April 2009. telah meneliti besarnya kandungan vitamin C pada setiap buah. dan kegemukan (Anonim. Tujuan Praktikum a. dapat membantu menghilangkan asam urat. kejang otot. rokok. vitamin C perlu dikonsumsi setiap hari untuk mencegah kekurangan yang dapat mengganggu fungsi tubuh normal. B. baik untuk batuk pilek. Karena itulah. dan limau adalah buah-buahan yang menghilangkan lemak. yang kaya akan vitamin C. penggunaan terus-menerus obat-obatan tertentu (termasuk aspirin. gangguan prostat. 2009a). Cabai rawit ternyata mengandung vitamin C tinggi dan betakaroten (provitamin a) mengalahkan buah- . hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita. dan kaya akan senyawa yang mencegah pembentukan kanker. Waktu dan Tempat praktikum Praktikum acara IV. 2009b) Kebutuhan untuk vitamin C adalah 60 mg/hari. Penentuan Kadar Vitamin C. 1/2 cangkir stroberi = 44 mg.IV. Untyk Kebutuhan dari vitamin adalah 60 mg/hari. dan mencegah pembentukan lubang pada gigi. gangguan hati. yaitu Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C dan Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A. Baik untuk malnutrisi dan kulit yang kering. Buah dan sayuran mengandung banyak vitamin C. Vitamin ini tidak disimpan di dalam tubuh. 1 cangkir jus jeruk segar 124 mg. melon oranye kaya akan beta karoten. 1/2 pepaya ukuran sedang = 85 mg. infeksi virus. infeksi. Karena sifatnya larut dalam air. Pendahuluan 1. vitamin C banyak terlibat membantu metabolisme energi. Menurunkan kolesterol sementara meningkatkan karbohidrat. Vitamin C (asam askorbat) penting untuk tubuh manusia. keracunan logam berat. infeksi tenggorokan. jika dikombinasikan dengan lemon. Ada juga anggur yang sangat baik untuk meningkatkan energi tubuh. 2009a). Stres fisik seperti luka bakar. Beberapa buah yang memiliki kandungan vitamin C diantaranya alpukat yang menawarkan asam lemak yang sehat. hipoglikemia. Stres fisik seperti luka bakar. melarutkan lemak. dan K atau disingkat Vitamin ADEK (Anonim. vitamin. D. c. infeksi. Pukul 15. dan mineral seperti kalsium. 1/2 blackberry = 15 mg.00 WIB. kelelahan. penggunaan terus-menerus obat-obatan tertentu (termasuk aspirin. tapi hal ini bervariasi pada setiap individu. dillaksanakan di Laboratorium Ekologi Manajemen dan Produksi Tanaman. tetapi dikeluarkan melalui urin dalam jumlah kecil. Mereka merupakan bahan yang sangat baik untuk ginjal dan hati. Buah Jeruk. 1 cangkir jus anggur segar = 93 mg. baik untuk nafsu makan yang rendah. 3. keracunan logam berat.

tidak bau dan mencair pada suhu 190-192 0C. 1993 ). Contoh lain misalnya dari daun ke bagian akar begitu juga sebaliknya (Dwiseputro dkk. Karena tingginya kandungan vitamin. jeruk besar mempunyai kedudukan ekonomi yang cukup tinggi. tak berwarna. l. D-asam askorbat jarang terdapat di alam dan hanya dimiliki 10% aktivitas vitamin C (Andarwulan N dan Kuswano S. mempunyai sifat asam dan sifat pereduksi yang kuat. sedangkan paprika terutama berwarna merah memiliki kandungan vitamin C dan betakaroten lebih banyak dibandingkan yang hijau (Anonim. terutama kalsium dan fosfornya meng-ungguli ikan segar. Mortir Pisau Neraca Gelas ukur Lampu Gelas 250 Kertas Mikro volume Botol warna dan stainless penumbuknya steel analitis arloji cc spiritus/kompor pengaduk buah) Corong filter buret cc gelap Gelas 50 Erlenmeyer cc (2 Pipet 25 . vitamin C 40 mg. Dalam 100 gr bagian jeruk besar yang dapat dimakan dikandung vitamin C sebanyak 43 mg dan vitamin A sebanyak 20 mg. Buah tomat yang merupakan buah yang mengandung vitamin C. demikian juga dengan cabai hijau. k. Alat. Senyawa ini bersifat reduktor kuat dan mempunyai rasa asam. Vitamin C mempunyai rumus C6H8C6 dalam bentuk murni merupakan kristal putih. Jambu (Psidium guajava) (mentah dan matang) 2. Sebuah buah konsumsi. Bahan. zat besi dan kalsium. 1990) Vitamin berasal dari kata vita(hidup) dan amin (gugusan NH2). terutama vitamin C. m. Sifat tersebut terutama disebabkan adanya struktur eradial yang berkonjugasi dengan gugus karbonil dalam cincin lekton. Alat a. i. Jeruk (Citrus sp) (hijau dan kuning) b. jadi bagian yang kekurangan vitamin akan menerima vitamin dari bagian tanaman yang kelebihan (translokasi vitamin). Karena kandungan vitamin C dan Ayang cukup tinggi. 1980). Vitamin C merupakan senyawa yang sangat mudah larut dalam air. C. j. 1992). kadar mineralnya. 2009a). Contoh yang terjadi pada tanaman adalah apabila daun-daun tua yang kekurangan vitamin. c. buah tomat ini tidak menggemukkan (Tugiyono. h. semangka. Tomat (Lycopersicum esculentum) (merah dan kuning) d. dan Cara Kerja 1. maka jeruk ini mampu mencegah rabun dan sariawan (Setiawan. Bentuk vitamin C yang ada di alam terutama adalah L-asam askorbat. memiliki kandungan vitamin C cukup besar. f. pepaya. ternyata juga banyak mengandung mineral. Cabai (Hijau dan merah) c. Bahan a. Satu buah tomat mengandung 30 kalori. kalsium serta rendahnya lemak dan kalori. Sifat yang paling utama vitamin C adalah kemapuan mereduksi yang kuat dan mudah teroksidasi yang dikatalis oleh beberapa logam terutama Cu dan Ag (Patricia. g. seperti pada vitamin B-komplek yang berfungsi sebagai koenzim dari beberapa enzim tertentu. d. 1983). Vitamin dapat membantu kerja enzim. b.buahan populer seperti mangga. vitamin A 1500 SI. nanas. e. Pada tanaman tingkat tinggi yang berkhlorofil tidak semua bagiannya memproduksi vitamin. Menjadi nilai nutrisi tinggi yaitu beberapa macam vitamin. ia akan mendapat vitamin dari daun-daun muda.

92 6. cabai rawit ternyata mengandung vitamin C tinggi dan betakaroten (provitamin a) mengalahkan buah- .net/id/vita/water.68 5. 1992 ). Pada praktikum ini menggunakan metode titrasi iodine dan bahan yang digunakan jeruk (hijau dan kuning).96 10. diketahui kadar vitamin C rata-rata yang tertinggi adalah cabai merah.85 40. Warna pertama sebelum dititrasi adalah warna merah muda (pink). Senyawa-senyawa tersebut mempunyai warna titik akhir titrasi yang sama dengan titik akhir titrasi askorbat dengan iodine. Membelah buah jambu dan memeras.n.95 18.6 Dichlorophenol-indopenol.77 18.64 14.8 7.001 N.18 38.67.88 dengan iodine yang digunakan untuk titrasi (44ml). kemudian setelah dititrasi dengan iodine 44 ml.2 7.6 ini akan berwarna biru dalam alkali/basa dan netral. Vitamin ini tidak disimpan di dalam tubuh.92 7.67 14. Cara kerja Metode titrasi iodine a. Titrasi dihentikan setelah terjadi perubahan warna.92 40.72 2 19. Menambahkan 20 ml aquadest dan 2 ml larutan amilum 1%.7 48.72 dengan mengalikan 0. Dari data yang dapat dilihat dari tabel rekapan.72 E.61 45. jambu (mentah dan matang) dan cabai (hijau dan merah).44 8. bertujuan untuk menentukan kadar vitamin C pada beberapa komoditas hortikultura.4 13. Penentuan secara titrasi iodine. kemudian menyaringnya. D. Hasil dan Analisis Hasil Pengamatan 1. vitamin C banyak terlibat membantu metabolisme energi.88 Kadar vitamin C pada jambu matang = 44 ml x 0. dititrasi dengan iodine 0.58 20.04 55.88 = 5.36 35. Mengamati perubahan warnanya dengan membandingkan dengan larutan pembanding. o. karena adanya komponen lain selain vitamin C yang juga bersifat pereduksi. c. b.88 untuk mendapatkan nilai dari kadar vitamin C dari bahan-bahan tersebut.72 35. berwarna merah keruh.24 Rata-rata 21. Untuk kelompok 10 bahan yang digunakan yaitu jambu matang (Psidium guajava) Vitamin C (asam askorbat/C6H8O6) penting untuk tubuh manusia.001 N larutan iodine (1 liter larutan mengandumg 16 kg Kj) e. yaitu sebesar 45. Karena sifatnya larut dalam air. Analisis hasil pengamatan Kadar vitamin C = ml iodine x 0.24 7. vitamin C perlu dikonsumsi setiap hari untuk mencegah kekurangan yang dapat mengganggu fungsi tubuh normal (Anonim. Pengukuran vitamin C dengan titrasi menggunakan 2. kemudian diperas diambil sari/cairannya kurang lebih 5 ml dan dimasukkan dalam gelas ukur. tetapi dikeluarkan melalui urin dalam jumlah kecil. Pembahasan Penentuan kadar vitamin C pada acara IV. 2009a) Jambu matang yang telah dibelah kemudian ditumbuh menggunakan mortir dan penumbuknya. tidak efektif untuk mengukur kandungan asam askorbat dalam bahan pangan. Dari literatur yang diperoleh dari www. tomat (merah dan kuning). Dari hasil rekapan. d..18 Sumber : Laporan sementara 2.food-info.68 35. 2. serta berwarna merah jambu (pink) dalam asam (Andarwulan dan Kuswara. Menitrasi dengan 0.984 = 38.22 8.04 10. Mengambil 5 ml cairan buah dengan menggunakan pipet dan memasukkannya ke dalam erlenmeyer.78 9.1 Pengamatan Data Rekapan Kadar Vitamin C pada Beberapa Macam Buah dan Sayur Ulangan Jambu Cabai Tomat Jeruk mentah matang hijau merah merah kuning hijau Kuning 1 36. Setelah ditambahkan 20 ml aquadest. volume iodine yang menyebabkan perubahan warna dikalikan 0.6 3 9. Beaker glass 400 Pipet cc (2 buah) tetes dan 100 1 cc (1 buah) cc 3. Hasil pengamatan Tabel 4.42 45.12 9. untuk kelompok 10 diperoleh data untuk kadar vitamin C pada jambu matang sebesar 38. Karena itulah.

Ketika seseorang mengkonsumsi sejumlah besar vitamin C dalam bentuk suplemen dalam jangka panjang. Jika konsumsi kemudian secara tiba-tiba dikurangi. 2009d) Berdasar hasil praktikum. Vitamin C terdapat pada buah-buahan yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Dari komoditi yang digunakan untuk praktikum. Kekurangan banyak vitamin C berakibat pada sistem syaraf dan ketegangan otot. pada jambu 87 mg dan jeruk 49 mg. kadar vitamin terendah terdapat pada jeruk kuning yaitu sebesar 7. Sedangkan untuk komoditi yang kadar vitamin C nya terendah adalah jeruk kuning yaitu : 7. nanas. d. 0. tairosin. semangka.9 gram protein. terutama kalsium (Ca) dan fosfor(P)nya mengungguli ikan segar. gusi seperti spons. Kadar vitamin C tertinggi kedua setelah cabai merah adalah jambu matang. yaitu Keadaan buah tersebut. F.buahan populer seperti mangga. yaitu kadar vitamin C berturut-turut dari yang terbesar adalah cabai. 2009b). semakin layu/kusut atau tidak segarnya vitamin menyebabkan kadar vitamin C yang terkandung dalam buah tersebut berkurang. menghasilkan pinpoint haemorrhages. Kebutuhan vitamin C orang dewasa mencapai 70-75 mg/ hari (Anonim. . Hal ini juga dapat mengganggu tes medis.2 gram karbohidrat.18. memiliki kandungan vitamin C cukup besar. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otot seperti juga rasa nyeri. Gejala awal kekurangan vitamin C adalah pendarahan disekitar gigi dan merusak pembuluh darah di bawah kulit. tubuh menyesuaikannya dengan menghancurkan dan mengeluarkan kelebihan vitamin C dari pada biasanya. 28 mg posfor.1 mg Besi. kelelahan dan susah tidur. yaitu sebesar 40. diare. 2009c). disusul jambu mentah (21. atau menyebabkan buang air kecil yang berlebihan dan membentuk batu ginjal (anonim. Gejala selanjutnya adalah anemia. kejang perut. Kadar mineralnya. kecenderungan perdarahan kapiler di bawah kulit. Kadar vitamin C dari yang tertinggi sampai yang terendah berturut-turut adalah cabai. 87 mg vitamin C dan 86 gram air. 12. Kandungan vitamin C dari jambu biji. semakin lama waktu mengekstrasi kandungan vitamin C akan semakin berkurang.85) dan jeruk hijau (20. karena itu memiliki kadar vitamin C yang rendah pula. tubuh tidak akan menghentikan proses ini. Fungsi dari vitamin C ialah antioksidan yang diperlukan oleh sekurang-kurangnya 300 fungsi metabolik dalam badan. jambu. dan phenylalanine. termasuklah pertumbuhan dan penggantian tisu. jeruk dan tomat.77. kadar vitamin C tertinggi ditemukan pada cabai merah dengan kadar rata-rata 3 ulangan adalah sebesar 45. jeruk dan tomat.3 gram lemak. sakit kepala.58. Hal tersebut telah sesuai dengan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Dari referensi yang ditulis oleh Tugiyono. b. biasanya terkandung dalam kulit dan daging buah bagian luar yang lunak dan tebal (Anonim. 14 mg kalsium. Kandungan vitamin C pada jambu biji 2x lipat dari jeruk manis yang hanya 49 mg/100 gram buah. dan untuk gusi yang sehat. dijelaskan bahwa kandungan vitamin C pada tomat sebesar 40 mg. kulit kasar dan kegagalan dalam menyembuhkan luka.24). pepaya. tingkat keasamannya rendah. sering terkena infeksi. serta indurasi otot tungkai dan betis. Dalam setiap 100 gram jambu masak. fungsi kilang adrenal. dipengaruhi oleh beberapa faktor. demikian juga dengan cabai hijau. Semakin banyak iodine yang dibutuhkan untuk titrasi semakin tinggi kadar vitamin C suatu bahan. 1. c. jambu. Kesimpulan dan Saran 1.67. gangguan syaraf dan depresi. 18 dan tomat kuning yaitu 8. Waktu dalam mengekstrasi juga mempengaruhi kadar vitamin C. Kadar dari vitamin C. sedangkan tomat dan jeruk yang terlampau matang atau yang telah berwarna kuning. terdapat 0. Gejala keracunan vitamin C adalah mual. Vitamin menolong dalam pengeluaran hormon anti-stress dan interferon. Metode yang digunakan dalam penentuan kadar vitamin C adalah penentuan dengan titrasi iodine. Kandungan vitamin C pada jambu memuncak saat menjelang matang dan jambu biji ini sanggup memenuhi kebutuhan harian anak berusia 13-20 tahun yang mencapai 80-100 mg/hari. Sementara efek samping dari penggunaan dosis besar vitamin C yang umum adalah diare. ditandai dengan anemia. Kesimpulan Dari praktikum ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : a. sejenis protin sistem imuniti yang penting dan diperlukan juga untuk metabolisma folik acid. sehingga menyebabkan penyakit kudisan Penyakit akibat defisiensi vitamin C (scurvy).

00 WIB) Dwijoseputro. herry.72 dan Iodine yang diperlukan untuk titrasi adalah sebanyak 44ml.blogspot. Anonim. Jakarta Patricia. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar vitamin C. Dkk. Canada. Food that Fight Cancer.html . Sutrisno. pada dan jeruk 49 mg.1983.com/2007/11/bicara-vitamin-c.dechacare. diantaranya Keadaan buah tersebut (dalam keadaan segar/kisut). dari hasil penelitian kelompok 10 adalah sebesar 38.food-info.T. DAFTAR PUSTAKA Andarwulan. Mc Clelland dan stewart. umur buah dan waktu dalam mengekstrasi. (diakses tanggal 01 Mei 2009 pukul 16.43k. Usaha Pembudidayaan Jeruk Besar. Nuri. Ltd.00 WIB) ______.htm. Diduga metode titrasi iodine tidak efektif untuk mengukur kandungan asam askorbat/vitamin C dalam bahan pangan/hortikultura. Kadar vitamin C jambu matang (Psidium guajava). Jakarta. www. karena adanya komponen lain selain vitamin C yang juga bersifat pereduksi. 2009a.e.89k (diakses tanggal 30 April 2009 pukul 15. 1992.net/id/vita/water. Rajawali Press. Kandungan Vitamin C pada Daging dan Kulit Buah. Kimia Vitamin. Kandungan vitamin C pada buah jambu secara umum sebesar 87 mg. Kadar Vitamin C pada buah-buahan. Saran Perlu diadakannya penelitian mengenai penentuan kadar iodine dengan titrasi menggunakan 2. 1980. PT Gramedia. f. insidewinme. 2. 2009c.6 Dichlorophenol-indopenol. 2009b. pada tomat 40 mg.00 WIB) ______. Kompas. Tugiyono. Penebar Swadaya. Setiawan. 1990. 2009d.H. Jakarta .A.com/150317. (diakses tanggal 30 April 2009 pukul 15. Jurnal Penelitian Agronomi. www.00 WIB) ______. Sedangkan rata-rata dari ketiga ulangan sebesar 40.77. D. Bertanam Tomat.htm . 1993. 4 (2) : 50-55. g.com-info-kesehatan (diakses tanggal 01 April 2009 pukul 16. K. Pengantar Fisiologi Tumbuhan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful