PEMBUATAN ETIL ASETAT Jumat

,

04 Maret 2011

http://alipart.blogspot.com/2011/03/pembuatan-etil-asetat.html RADEN ALIP RAHARJO I. Tujuan dan Prinsip Percobaan A. Tujuan Praktikum Membuat etil asetat (etil etanoat) B. Prinsip Percobaan Etil asetat dibuat dengan melalui esterifikasi etanol dengan asam asetat. etil asetat diperoleh dengan berdasarkan pada titik didihnya melalui proses destilasi, dimana etil asetat diperoleh pada suhu 74-79 oC II. Teori Untuk memberikan bukti yang lebih nyata tentang pengaruh belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap penurunan kadar gula darah, maka dilakukan penelitian terhadap efek penurunan kadar glukosa darah dari ekstrak etil asetat daun belimbing wuluh. Etil asetat adalah senyawa yang berwujud cairan, tak berwarna dengan bau khas (Anonim, 1979). Penggunaan penyari etil asetat diharapkan agar kandungan zat aktif pada daun belimbing wuluh yang bersifat semi polar akan terbawa masuk kedalam ekstrak etil asetat, dengan demikian akan diperoleh senyawa kimia yang bersifat semi polar yang mempunyai aktivitas farmakologi sebagai antidiabetes (yuliatiningrum, 2008) Pembuatan etil asetat secara niaga dari asam asetat dan etanol meliputi penyulingan ester bretitik didih rendah (titik didih= 77oC) begitu ester ini terbentuk dari reaksi. Hasil sulingan sebenarnya adalah merupaka azeotron – tiga (uatu campuran yang tetap mendidih pada suhu tetap) mendidih pada suhu 70oC dan terdiri atas 83% etil asetat, 8% etanol dan air 9%. Kedua komponen yang disebut terakhir mudah diambil dengan proses ekstraksi, dan etanolnya didaur kembali untuk pengesteran lebih lanjut (Pine, 1988) Etil etanoat C4H8O2 merupakan senyawa organik berwujud cair, tidak berwarna dan titik didih 770C, indeks bias 1,372, berbau wangi (aroma), mudah menguap. Dalam kehidupan sehari-hari etil asetat berfungsi sebagai aroma makanan (essence) dan pelarut senyawa organik. Etil etanoat/etil asetat dibuat melalui rekasi esterifikasi senyawa asam asetat dengan alkohol pada suasana asam dan dipanaskan (Abraham, 2010). Senyawaan yang dapat dianggap diturunkan dari asam karboksilat dengan menggantikan hidrogen darigugus hidroksilnya dengan suatu gugus hidrokarbon disebut Ester. Agaknya ester yang paling lazim adalah etil asetat CH3CO2CH2CH3, suatu pelarut yang lazim digunakan dalam banyak pelarut.Etil asetat dan ester lain dengan sepuluh karbon atau kurang merupakan cairan yang mudah menguap dengan bau enak mirip buah-buahan (Hart, 1990) Suatu ester asam karboksilat ialah suatu senyawa yang menggandung gugus –CO2R dengan R dapat berbentuk alkil maupun aril. Suatu ester dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dan suatu alkohol, suatu reaksi yang disebut reaksi esterifikasi. Esterifikasi berkataliskan asam dan meru[akan reaksi yang reversibel (Carey, 1993)

Asam sulfat pekat 10 ml c. Natrium karbonat 30% . Karbon aktif f. Etanol 50 ml b. Erlenmeyer 250 ml f) Corong g) Labu destilasi 100 ml h) Termometer Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah a.III. Alat dan bahan yang digunakan Alat alat yang digunakan pada praktikum ini adalah a) Labu alas bulat 250 ml b) Pendingin air untuk refluks c) Pendingin Liebig d) Corong pisah 250 ml e) Gelas piala 200 ml. Metode Praktikum A. Asam asetat glasial 50 ml d. Kalsium klorida anhidrous 25 gram e.

.

C. Pembahasan .

Dimana pada percobaan ini di gunakan H2SO4 pekat sebagai katalis. Akan tetapi dengan adanya prtonasi pada oksigen karbonil menyebabkan oksigen lebih cenderung memberikan elektron pada H+ sehingga muatan positif dari karbon karbonil meningkat dan menyebabkan keadaan yang baik penyerangan nukleofilik. senyawa ester yaitu etil asetat disintesis dengan berdasarkan reaksi esterifikasi. untuk memperoleh hasil reaksi yang banyak maka diusahakan agar reaksi cenderung bergeser ke arah produk yaitu dengan cara reaktan dibuat berlebih yang dalam percobaan ini etanol dibuat berlebih ketika direaksikan dengan asam asetat. Oleh karena itu. kemudian juga bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (misalnya H2SO4 menguap). dengan wujud berupa cairan tak berwarna dan memiliki aroma khas. Artinya bahwa ester dan air yang terbentuk dapat kembali menghasilkan reaktan-reaktannya yaitu asam asetat maupun etanol. Dimana yang bertindak sebagai gugus nukleofilik di sini adalah gugus OH dari etanol. Pada percobaan pembuatan etil etanoat ini. mengingat bahwa sifat reaksi H2SO4 yang eksoterm. oksigen yang terikat pada C karbonil memiliki keelektornegatifan yang besar sehingga adanya efek imbas indeks dapat menyebabkan C karbonil berkurang keelektronegatifannya karena O akan cenderung memberikan elektoronegatifan. Senyawa etil asetat yang dibuat dalam percobaan ini adalah ester dari etanol dan asam asetat. Karena tanpa adanya H+. Gugus OH merupakan . yaitu dengan mengganti bagian hidroksil dari gugus karboksil dengan macam-macam gugus. Dalam percobaan ini. Esterifikasi pada dasarnya adalah reaksi yang bersifat reversibel (dapat balik) karena ketika asam karboksilat yaitu asam asetat dan alkohol yaitu etanol dipanaskan untuk bereaksi maka akan terjadi reaksi kesetimbangan antara ester dan air. mula-mula gugus karbonil asam asetat diprotonasi oleh katalis asam (gugus H+). Proses protonasi sangat dibutuhkan dalam reaksi ini.Asam karboksilat dapat diubah menjadi turunan-turunannya. Tampak bahwa penambahan katalis dilakukan secara perlahan-lahan sambil didinginkan dan dikocok. Salah satu turunan dari asam karboksilat yang dibahas dalam percobaan ini adalah ester yaitu senyawa yang diturunkan dari asam dengan mengganti gugus OH dengan gugus OR. Reaksi ini merupakan reaksi substitusi nukleofilik bimolekuler (SN2) yaitu suatu reaksi yang serentak karena reaksi pemutusan ikatan yang lama dan pembentukkan ikatan yang baru terjadi secara bersamaan. Penambahan perlahan-lahan asam ini bertujuan agar campuran cepat homogen dan untuk menghindari terjadinya degradasi campuran beraksi (asam asetat dengan etanol). karena dapat menaikan muatan positif pada atom karbon karbonil.

Protonasi ini sangat di butuhkan karena melihat bahwa OH pada gugus asam asetat merupakan gugus pergi yang jelek karna OH memiliki keelektonegatifan sehingga kemampuan untuk terikat pada C yang parsial (+) sangat besar (karena adanya perbedaan momen dipol menyebabkan OH enggan pergi). yakni gugus OH (pada etanol) kemudian terjadi ikatan CO yang baru atau ikatan ester baru. Setelah adisi nukleofilik maka reaksi dilanjutkan dengan deprotonasi/penghilangan gugus H+ pada ikatan ekster yang baru. Untuk itu dibutuhkan protonasi hingga terbentuk +OH2 yang merupakan gugus pergi yang baik. hal ini memberikan peluang untuk terjadinya protonasi. Pada tahap ini terjadi adisi nukloefilik. Deprotonasi ini dilakukan dengan tujuan untuk membentuk ikatan C-O yang stabil Karena digunakan katalis asam dari reaksi akan terbentuk kembali H+. akan tetapi karena reaksi ini merupakan kesetimbangan maka air yang dilepaskan akan menyerang kembali gugus . Pada tahap akhir dari reaksi ini adalah lepasnya air dan putusnya ikatan C-O.gugus masuk yang baik sehingga akan menyerang karbon karbonil pada asam asetat yang telah terprotonasi.

. Dengan kata lain produk etil asetat yang diinginkan dapat diperoleh dalam jumlah besar. dimana garam natrium yang larut dalam air memiliki massa jenis yang lebih besar daripada senyawa organik yang terbentuk. Penambahan ini dimaksudkan untuk mengekstraksi asam sisa dalam larutan etil asetat karena Na2CO3 memiliki kemampuan untuk mengekstrak asam sisa menghasilkan garam natrium yang larut dalam air. Refluks ini adalah proses penambahan panas pada suatu larutan sehingga dapat meningkatkan energi aktivitas.karbonil yang terprotonasi. etanol akan bereaksi dengan katalis asam sangat besar. Sehingga destilat (memiliki titik didih rendah akan keluar terlebih dahulu) adalah etil etanoat (etil asetat). dimana garam natrium dalam air ini bersifat polar sedangkan senyawa-senyawa organik yang dihasilkan (etil asetat dan dietil eter) bersifat non polar. ada efek dari penambahan alkohol berlebih karena reaksi akan mengalami trans-esterifikasi yakni akan menghasilkan hasil samping selain produk induk. kepolaran juga sangat mempengaruhi terjadinya pemisahan lapisan ini. Pembentukan 2 lapisan ini disebabkan oleh adanya perbedaan massa jenis. Ester yang dihasilkan (yang berprotonasi) akan melepaskan protonnya dan membentuk etil asetat/etil etanoat sebagai produk akhir. Pada pembuatan etil asetat ini. Akibatnya. Dari hasil percobaan terlihat bahwa garam natrium yang larut dalam air ini berada pada lapisan bawah sedangkan senyawa-senyawa organik berada pada lapisan atas. campuran (etanol + asam asetat + H2SO4) terlebih dahulu direfluks. Proses destilasi ini bertujuan memisahkan etil etanoat (etil asetat) dengan air atau dengan kata lain untuk mendapatkan etil asetat murni. Setelah direfluks maka dilanjutkan dengan destilasi hingga diperoleh 2/3 dari volume sebelumnya. Hal yang sama juga terjadi pada pembuatan etil etanoat karena kita menggunakan alkohol berlebih maka kemungkinan untuk bereaksi dengan katalis asam sangat besar. Selain itu. Sehingga untuk mendapatkan produk yang besar maka kesetimbangan harus digeser ke kanan. dengan menambahkan alkohol berlebihan. Destilat. kemudian ditambahkan natrium karbonat 30% (Na2CO3). Reaksi di atas merupakan reaksi reversibel atau reaksi kesetimbangan. Berdasarkan sifat kelarutannya. Akibatnya. Selain itu refluks juga berfungsi untuk memutuskan ikatan rangkap dari karbon karbonil dengan oksigen (C–O) sehingga akan memudahkan gugus OH (sebagai Nu-) untuk menyerang karbon karbonil. Proses refluks ini bertujuan menghomogenkan larutan. pelarut polar tidak dapat melarutkan senyawa non polar. senyawa polar tidak akan larut dalam pelarut non polar dan begitu pula sebaliknya. etanol akan bereaksi dengan H2SO4 (sebagai katalis) membentuk hasil samping berupa dietil eter. Akan tetapi. Karena produk lain dari reaksi esterifikasi adalah H2O yang dapat dipisahkan dengan destilat karena antara air dan etil asetat memiliki perbedaan titik didih (air : 1000C sedangkan etil asetat : 770C).

Rendemen etil asetat yang diperoleh sebesar 43. berdasarkan perbedaan titik didih kedua senyawa tersebut. Proses destilasi ini menghasilkan etil asetat murni yang ditampung pada erlenmeyer sedangkan air tetap tertinggal dalam labu alas bulat. Simpulan Etil asetat dapat dibuat dengan mereaksikan asam asetat dengan etanol pada suasana asam dan dipanaskan. mengingat bahwa sifat dari etil asetat adalah mudah menguap.Perlakuan selanjutnya adalah penambahan larutan kalsium klorida (CaCl2) ke dalam larutan yang diperoleh. Penambahan ini bertujuan agar ion-ion karbonat yang masih ada dalam larutan dapat ditarik oleh adanya ion Ca2+. destilat yang diperoleh setelah destilasi adalah sebanyak 20 mL dari 46 mL volume sebelum destilasi. Sedangkan untuk perlakuan. Advanced Organic Chemistry Part B : Reaction a Syntesis. yakni destilat etil asetat (etil etanoat). Rendemen ini diperoleh dengan membandingkan volume destilat dengan volume sampel V. maka ditambahkan kalsium klorida anhidrous. F.5 %. Sehingga diharapkan dengan penambahan CaCl2 anhidrous dapat diperoleh larutan yang benar-benar murni. Penuntun Kimia Organik II. Kemudian setelah lapisan atas dipisahkan. dimana larutan didiamkan dengan tujuan agar mempercepat terbentuknya endapan CaCl2. Penambahan larutan ini bertujuan agar ion Ca2+ dapat menarik ion-ion karbonat yang ditambahkan sebelumnya. Universitas Haluoleo. Karena titik didih dietil eter lebih kecil yakni 350C – 400C sedangkan titik didih etil asetat adalah 740C – 770C. Plenum Press. yang juga dapat dengan mudah dipisahkan dengan produk yang diinginkan karena CaCl2 dan CaCO3 membentuk endapan yang berada di dasar wadah karena memiliki massa jenis yang lebih besar dari produk yang diinginkan. Pada percobaan ini. Untuk itu. 1993. Sehingga diperoleh rendemen sebesar 43.5% Daftar Pustaka Abraham. London . 2010. sehingga yang keluar sebagai destilat yang ditampung sebagai produk yang diinginkan ditampung pada suhu 740C – 770C. sehingga membentuk garam CaCl2 dan CaCO3. Setelah penambahan kalsium klorida anhidrous maka dilanjutkan dengan penutupan larutan. Kendari Carey. dengan reaksi sebagai berikut : Reaksi yang terjadi pada pembuatan etil asetat ini yaitu reaksi esterifikasi. Hal ini dilakukan agar larutan yang kita peroleh tidak banyak menguap. Pada suhu 35 – 400C diperoleh hasil samping berupa etil eter dan pada suhu 74 – 770C diperoleh produk berupa etil asetat (etil etanoat) dengan menggunakan destilasi. dalam percobaan ini proses destilasi digunakan untuk memisahkan dietil eter (sebagai hasil samping) dengan etil asetat yang diinginkan.

H. memiliki aroma khas. Erlangga. Dengan kata lain produk etil asetat yang diinginkan dapat diperoleh dalam jumlah besar. Tuliskan mekanisme reaksi pembuatan etil asetat! 2. 1998. Refluks adalah proses penambahan panas pada suatu campuran sehingga dapat meningkatkan energi aktivasi sehingga mekanisme reaksinya dapat berjalan cepat. Stanley H. dengan Et mewakili gugus etil dan Oac mewakili asetat. mengingat bahwa sifat reaksi asam sulfat yang eksoterm. dan dalam skala besar digunakan sebagai pelarut polar menengah. Mekanisme reaksi pembuatan etil asetat yaitu : 2. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna.M. Etil asetat tidak beracun. Uji Efek Penurunan Kadar Glukosa Darah Ekstrak Etil Asetat Daun Belimbing Wuluh Pada Kelinci Jantan Yang Dibebani Glukosa (Averrhoa bilimbi L. Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus CH3CH2OC(O)CH3. Kimia Organik. Fungsi penambahan asam sulfat yaitu sebagai katalis. kemudian juga bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (misalnya asam sulfat menguap).Hart. Universitas Muhammadiyah Surakarta. . Jakarta. ITB. Surakarta Tugas setelah praktikum 1. Jelaskan fungsi penambahan asam sulfat pekat pada percobaan ini? dan mengapa harus ditambahkan secara perlahan-lahan? 3.). Senyawa ini merupakan ester dari etanol dan asam asetat. L. Campuran homogen harus direfluks tujuannya untuk memutuskan ikatan rangkap dari karbon karbonil dengan oksigen (CO) sehingga akan memudahkan gugus OH (sebagai Nu-:) untuk menyerang karbon karbonil. Kimia Organik II. Jelaskan apa yang dimaksud dengan refluks? Dan mengapa campuran homogen (etanol + asam asetat + asam sulfat) pada percobaan ini harus direfluks? Jawaban 1. Bnadung Yuliantiningrum. tidak higroskopis. Pine. Penambahan perlahan-lahan asam ini bertujuan agar campuran cepat homogen dan untuk menghindari terjadinya degradasi campuran pereaksi (etanol + asam asetat). 1990. 2008. 3. Senyawa ini sering disingkat EtOAc.

maka n-Etil Asetat mudah menguap. reaksi antara metanol dan asam butir menghasilkan ester metil butir .Etil Asetat dibuat melalui reaksi esterifikasi Fischer dari asam asetat dan etanol. Suatu reaksi pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut esterifikasi. Karena itu. dalam hal ini dua gugus OH yang merupakan hasil eliminasi suatu molekul air (Clark. 2003). Penamaan ester hampir menyerupai dengan penamaan basa. Ester dinamai menurut kelompok alkil dari alkohol dan kemudian alkanoat (bagian dari asam karbon). Esterifikasi dapat dikatalis oleh kehadiran ion H+. Ester dapat dibuat oleh suatu reaksi keseimbangan antara suatu alkohol dan suatu asam karbon. Etil asetat murni memiliki densitas 0.1oC. 2002).897 gram/cm3 dan titik didih 77. Sebagai contoh. Ester juga dibentuk dengan asam yang tidak tersusun teratur. dimetil sulfat yang juga disebut “asam belerang. Asam belerang sering digunakan sebagai sebagai suatu katalisator untuk reaksi ini. namun memiliki kemiripan dalam sifat lebih elektropositif dan keelektronegatifan. Selain itu penambahan kedua zat tersebut berfungsi untuk menghilangkan kadar air dalam n-Etil Asetat. Suatu ester dapat dibuat sebagai produk dari suatu reaksi pemadatan pada suatu asam (pada umumnya suatu asam organik) dan suatu alkohol ( atau campuran zat asam karbol). Karena reaksinya banyak menggunakan asam maka dalam prosesnya perlu dilakukan penghilangan asam dengan menambahkan Natrium karbonat dan kalsium klorida. Asam yang digunakan sebagai katalis biasanya adalah asam sulfat. Secara sederhana. Sumber : Laporan Uji Kompetensi SMK Kimia Industri 2008-2009 “Pembuatan Essence n-Etil Asetat” oleh Angga Pratama KULIAH: PEMBUATAN ETIL ASETAT Dalam ilmu kimia. rasio hasil reaksinya akan menjadi rendah jika air yang terbentuk tidak dipisahkan. Reaksi esterifikasi Fischer adalah reaksi pembentukan ester dengan cara merefluks sebuah asam karboksilat bersama sebuah alkohol dengan katalis asam. Pemadatan adalah suatu jenis reaksi kimia di mana dua molekul bekerja sama dan menghapuskan suatu molekul yang kecil. dimethyl ester” (Anonim. Nama ester berasal dari Essig-Äther Jerman. 2006). ester adalah campuran organik dengan simbol R’ yang menggantikan suatu atom hidrogen atau lebih. reaksi pembentukan etil asetat digambarkan sebagai berikut: H3C-COOH + HO-CH2-CH3 <==> H3C-COO-CH2-CH3 + H2O Diagram Proses pembuatan n-Etil Asetat Proses pembuatan n-Etil Asetat merupakan reaksi reversibel dan menghasilkan suatu kesetimbangan kimia. sebuah nama kuno untuk menyebut etil asam cuka ester (asam cuka etil) (Anshory. Karena memiliki titik didih yang rendah. walaupun tidak benar-benar mempunyai kation dan anion. walaupun ada cara-cara lain untuk membentuk ester. sebagai contoh.

dimethyl ester” (Anonim. dalam hal ini dua gugus OH yang merupakan hasil eliminasi suatu molekul air (Clark. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol (Fessenden. . alkana menyebut dengan – oat pada akhiran. Karena ester dari asam yang lebih tinggi. Seperti kebanyakan reaksi aldehida dan keton. Oksigen karbonil diprotonasi. namun memiliki kemiripan dalam sifat lebih elektropositif dan keelektronegatifan. Penamaan ester hampir menyerupai dengan penamaan basa. dimetil sulfat yang juga disebut “asam belerang. sebagai contoh. Kuat asam dari asam karboksilat hanya memainkan peranan kecil dalam laju pembentukkan ester (Fessenden. 1995). Suatu ester asam karboksilat mengandung gugus –CO2R dengan R dapat berbentuk alkil maupun anil (Poedjiadi. Suatu ester dapat dibuat sebagai produk dari suatu reaksi pemadatan pada suatuasam (pada umumnya suatu asam organik) dan suatu alkohol ( atau campuran zat asam karbol). 1982). 2006). 1982). 2003). Pemadatan adalah suatu jenis reaksi kimia di mana dua molekul bekerja sama dan menghapuskan suatu molekul yang kecil. walaupun ada cara-cara lain untuk membentuk ester. 10 Mei 2010 Pembuatan Etil Asetat Dalam ilmu kimia. 1982). esterifikasi suatu asam karboksilat berlangsung melalui serangkaian tahap protonasi dan detonasi. 1994). alkohol nukleofilik menyerang karbon positif dan eliminasi air akan menghasilkan ester yang dimaksud seperti reaksi singkat berikut: H3C-COOH + HO-CH2-CH3 ? H3C-COO-CH2-CH3 + H2O (Fessenden. *Sumber: Senin. 2002).C3H7-COO-CH3 seperti halnya air. Ester juga dibentuk dengan asam yang tidak tersusun teratur. Secara umum Ester dari asam berbau harum meliputi benzoat seperti metil benzoat (Anonim. Yang paling sederhana adalah H-COO-CH3. Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. ester adalah campuran organik dengan simbol R’ yang menggantikan suatu atom hidrogen atau lebih.metil metanoat. Proses esterifikasi dengan asam fosfat yang berlangsung dalam tubuh kita disebut juga proses fosforilasi dengan bantuan enzim esterase yang mampu memecah ikatan ester dengan cara hidrolisis (Anshory. walaupun tidak benar-benar mempunyai kation dan anion.

reaksi antara metanol dan asam butir menghasilkan ester metil butir C3H7-COO-CH3 seperti halnya air. Suatu ester asam karboksilat mengandung gugus –CO2R dengan R dapat berbentuk alkil maupun anil (Poedjiadi. 1994). Proses esterifikasi dengan asam fosfat yang berlangsung dalam tubuh kita disebut juga proses fosforilasi dengan bantuan enzim esterase yang mampu memecah ikatan ester dengan cara hidrolisis (Anshory. Sebagai contoh. Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. Karena ester dari asam yang lebih tinggi. Esterifikasi dapat dikatalis oleh kehadiran ion H+. Farmakope Indonesia Edisi ke IV. 1982). Ester dinamai menurut kelompok alkil dari alkohol dan kemudian alkanoat (bagian dari asam karbon). Oksigen karbonil diprotonasi. 1995). alkohol nukleofilik menyerang karbon positif dan eliminasi air akan menghasilkan ester yang dimaksud seperti reaksi singkat berikut: H3C-COOH + HO-CH2-CH3 ? H3C-COO-CH2-CH3 + H2O (Fessenden. 1982). Asam belerang sering digunakan sebagai sebagai suatu katalisator untuk reaksi ini. alkana menyebut dengan – oat pada akhiran. 2003). Ester dapat dibuat oleh suatu reaksi keseimbangan antara suatu alkohol dan suatu asam karbon. Secara umum Ester dari asam berbau harum meliputi benzoat seperti metil benzoat (Anonim. Nama ester berasal dari EssigÄther Jerman. 1982). Departemen Kesehatan . Kuat asam dari asam karboksilat hanya memainkan peranan kecil dalam laju pembentukkan ester (Fessenden. 2003). 1995.Suatu reaksi pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut esterifikasi. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol (Fessenden. *Sumber: [ad#scribe-300x250-n] Anonim.metil metanoat. sebuah nama kuno untuk menyebut etil asam cuka ester (asam cuka etil) (Anshory. esterifikasi suatu asam karboksilat berlangsung melalui serangkaian tahap protonasi dan detonasi. Seperti kebanyakan reaksi aldehida dan keton. Yang paling sederhana adalah H-COO-CH3.

Kimia Organik. Jim. Etil asetat dapat melarutkan air hingga 3%. Jakarta. Senyawa ini merupakan ester dari etanol dan asam asetat. dan larut dalam air hingga kelarutan 8% pada suhu kamar. Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil (mudah menguap). 1982. Namun demikian. Poedjiadi. Jakarta. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna.DASAR TEORI Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus CH3CH2OC(O)CH3. dan nitrogen. Clark. dengan Et mewakili gugus etil dan OAc mewakili asetat. 1994. Kelarutannya meningkat pada suhu yang lebih tinggi.Republik Indonesia. Irfan. oksigen. 2006. Ester-Wikipidea the Free Encyclopedia. Jakarta.uk/organicprops/estermenu. Anna. Jakarta. Senyawa ini sering disingkat EtOAc.chemguiede. Etil asetat merupakan penerima ikatan hidrogen yang lemah. the Mechanism for the Esterification Reaction. http://www. Dasar-Dasar Biokimia. Universitas Indinesia (UI Press). Diposkan oleh Ilmu Kimia di 19:08 Kamis. Acuan Pelajaran Kimia. H. Ralph J dan Joan S Fessenden.2003. biasanya disertai katalis asam seperti asam sulfat. memiliki aroma khas.TUJUAN Mensintesis Etil Asetat dari etanol dan asam asetat melalui esterifikasi pada skala mikro C. 2002 (modified 2004). dan bukan suatu donor ikatan hidrogen karena tidak adanya proton yang bersifat asam (yaitu hidrogen yang terikat pada atom elektronegatif seperti flor.html1#top Fessenden. tidak beracun.co. 17 Juni 2010 SINTESIS ETIL ASETAT A. GNU Free Documentation License Anshory. Erlangga. Etil asetat disintesis melalui reaksi esterifikasi Fischer dari asam asetat dan etanol. Erlangga. senyawa ini tidak stabil dalam air yang mengandung basa atau asam. dan tidak higroskopis. Etil asetat diproduksi dalam skala besar sebagai pelarut.JUDUL “ SINTESIS ETIL ASETAT” B. . Anonim.

Larutan tersebut boleh membunuh organisme dengan cara mengubah protein dan melarut lipid. Karena itu. biasanya digunakan asam kuat dengan proporsi stoikiometris. rasio hasil dari reaksi diatas menjadi rendah jika air yang terbentuk tidak dipisahkan. dan menghalang kebanyakan bakteria. Reaksi ini menghasilkan etanol dan natrium asetat. 05 Pemerian: cairan jernih tidak berwaarna. tidak berwarna. dan gliserol. Etanol boleh digunakan sebagai pembasmi kuman (70% hingga 85% etanol). Etanol asli ialah cairan jernih yang mudah terbakar dengan titik didih pada 78. etanol.5°C.CH3CH2OH + CH3COOH → CH3COOCH2CH3 + H2O Reaksi diatas merupakan reaksi reversibel dan menghasilkan suatu kesetimbangan kimia. Bau khas dan menyebabkan rasa terbakar pada lidah. Etanol Pemerian cairan mudah menguap. dan tinktur.07. cat. Ketumpatan etanol ialah 789 g/l. Katalis asam seperti asam sulfat dapat menghambat hidrolisis karena berlangsungnya reaksi kebalikan hidrolisis yaitu esterifikasi Fischer. BM 46. Etanol mudah larut dalam air. yaitu kurang 20% daripada ketumpatan air. fungi. jernih. produk etil asetat yang terbentuk dapat dipisahkan dari air dengan menggunakan aparatus Dean-Stark. praktis bercampur dengan semua pelarut organik dan merupakan pelarut yang baik untuk pewangi. .5°C dan titik beku pada . Etanol digunakan sebagai bahan anti-beku dan mempunyai bau vodka.ALAT DAN BAHAN Labu alas bulat Alat destilasi Kompor listrik Gekas kimia Corong pisah Erlenmeyer Thermometer Statif dan klem Batang pengaduk Pengaduk megnet Pendingin liebig BAHAN Asam asetat BM 60. Etil asetat dapat dihidrolisis pada keadaan asam atau basa menghasilkan asam asetat dan etanol kembali. bau khas menusuk.114. Ini membolehkan perisa ditambah ke dalam etanol semasa proses pembaruan (brewing). misalnya natrium hidroksida. Kelarutan : dapat bercampur dengan air.rasa asam yang tajam. yang tidak dapat bereaksi lagi dengan etanol: CH3CO2C2H5 + NaOH → C2H5OH + CH3CO2Na A. Di laboratorium. Untuk memperoleh rasio hasil yang tinggi.

bau sangat tajam dan korosif. tidak berwarna. Pengaduk magnet Digunakan untuk mengaduk larutan pada saat pemanasan.99 Pemerian granul atau serpihan putih.HASIL PENGAMATAN waktu perlakuan Hasil reaksi 09:30 memasukkan 20 ml etanol kedalam labu dasarbulat 250 ml 09:40 Memanaskan minyak kelapa pada penangas air sampai 140ºC. Etanol merupakan asid lemah. etanol boleh disimpan untuk tempo masa yang sangat lama (sebagai minuman alkohol). Bobot jenis lebih kurang 1.campuran 30 ml asam asetat glacial + 20 mletanol . 09:43 Menambahkan 20 ml H2SO4 pekat kedalam labu dasar bulat yang berisi 20 ml etanol kemudian ditambahkan batu didih. 10:05 Memasukkan lewat corong pisah.dan setengah virus. Batu didih Dapat mencegah terjadinya bumping. Namun. 09:50 30 ml asam asetat glasial + 20 ml etanol disiapkan.07 Pemerian sangat jernih seperti minyak. Campuran larutan mengental. keras. etanol tidak efektif terhadap spora bakteria. tidak berbau.larutan dihomogenkan. Disebabkan sifat ini. A. lebih lemah daripada air dan membentuk ion etanoat (C2H5O) H2SO4 pekat BM 98.84. Kelarutan bercampur dengan air dan dengan etanol dengan menimbulkan panas. Na2CO3 CaCl2 jenuh BM 110.

12:20 15 ml larutan CaCl2 jenuh dibuat dengan cara melarutkan serbuk CaCl2 kedalam 15 ml aquades sampai campuran larutan tersebut jenuh. Titik didih 35ºC B. 14. kemudian lapisan bawah dipisahkan dan ditampung pada gelas kimia. Terbentuk destilat etil asetat yang ditampung pada erlenmeyer kemudian diambil destilat sebanyak 30 ml. 11:00 Diambil 15 ml larutan Na2CO3 30 % dan dimasukkan dalam gelas kimia. Setelah itu segera menyiapkan 30 ml asam asetat glasial dan 20 ml etanol.PEMBAHASAN Langkah awal dalam percobaan ini ada memasukkan 20 ml etanol kedalam labu dasar bulat 250 ml lalu memanaskan minyak kelapa pada penangas air sampai 140ºC.campuran 30 ml asam asetat glacial dan 20 ml etanol kemudian didestilasi sambil dibuka kran corong pisah sehingga Terbentuk destilat etil asetat yang ditampung pada erlenmeyer kemudian diambil destilat sebanyak 30 ml.lalu memasukkan lewat corong pisah. 12:00 Dikocok destilat dengan 15 ml Na2CO3 30% dalam corong pisah (untuk menghilangkan asam asetat dan H2SO4 yang bebas .00 Kristal di tentukan kemudian di tentukan titik didih.lalu mengambil 15 ml larutan Na2CO3 30 % dan dimasukkan dalam gelas kimia larutan tersebut dikocok destilat dengan 15 ml Na2CO3 30% dalam corong pisah (untuk menghilangkan asam asetat dan H2SO4 yang bebas )dengan catatan lapisan bawah dipisahkan sehingga Terbentuk dua lapisan yaitu lapisan 1 .kemudian didestilasi sambil dibuka kran corong pisah.penambahan batu didih ini bertujuan mencegah terjadinya bamping atau ledakan-ledakan kecil dalam larutan yang terjadi selama pemanasan lalu larutan dihomogenkan sehingga campuran larutan mengental. Terbentuk 2 lapisan yaitu lapisan atas larutan ester dan larutan bawah adalah lapisan organic yang mengandung air. 12:50 Menambahkan 15 ml larutan CaCl2 jenuh kedalam larutan esterpada corong pisah. ( lapisan bawah dipisahkan ) Terbentuk dua lapisan yaitu lapisan 1 ester dan lapisan 2 organik(lapisan bawah)dipisahkan dan ditampung pada gelas kimia. Larutan CaCl2 jenuh.kemudian menambahkan 20 ml H2SO4 pekat kedalam labu dasar bulat yang berisi 20 ml etanol lalau menambahkan batu didih.

wikipedia.lalu menentukan titik didih sehingga menghasilkan Titik didih 35ºC. Sedangkan pada hasil teoritis titik didihnya 34-36 ºC.ester dan lapisan 2 organik(lapisan bawah)dipisahkan dan ditampung pada gelas kimia.kemudian membuat 15 ml larutan CaCl2 jenuh dengan cara melarutkan serbuk CaCl2 kedalam 15 ml aquades sampai campuran larutan tersebut jenuh. kemudian lapisan bawah dipisahkan dan ditampung pada gelas kimia. Jakarta : Departemen Kesehatan RI Tim Asistensi Kimia Organik II.com/articles. Sedangkan pada teoritis titik didihnya 34-36 ºC. Setelah itu menambahkan 15 ml larutan CaCl2 jenuh kedalam larutan ester pada corong pisah dan terbentuk 2 lapisan yaitu lapisan atas larutan ester dan larutan bawah adalah lapisan organic yang mengandung air. Bandung: Fakultas MIPA Bandung http://id.tabloidnova.org/wiki/Etanol http://www. Daftar pustaka Direktorat Jendral POM. KESIMPULAN Pada percobaan ini kita telah mensintesis Etil Asetat dari etanol dan asam asetat melalui esterifikasi dengan menghasilkan titikdidih 35ºC.dokterkimia. 1995.asp?id=10801 http://www.com/2010/06/sintesis-etil-asetat.org/wiki/Etil_asetat http://ms. 1993. edisi IV.html . Farmakope Indonesia.wikipedia. Penuntun Praktikum Kimia Organik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful