oleh Hafidz Abdurahman M.

A Untuk membaca, apalagi melacak, pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966), seperti kata penulis buku ini, diperlukan kejelian dan kecermatan. Karena itu, ketika menulis

pengantar ini, saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya, agar saya bisa bersikap amanah, setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar, dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub), setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama, “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis, sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”, yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. Tetapi, mungkin saja asumsi ini tidak betul. Sebab, ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas, antara lain, karena tulisan

ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku, tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. Kedua, “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. Asumsi ini juga dapat diterima, sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. Asumsi ini dibenarkan, karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at- Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). Karena itu, berdasarkan perspektif kebahasaan, asumsi yang kedua ini lebih tepat. Cuma persoalannya, jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat, buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid, setidaknya dengan comparatively method, antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. Sekalipun demikian, tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. Paling tidak, buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom yang diurai di dalamnya, setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. Karena itu, saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. Dilahirkan di Qaryah, wilayah Asyuth, tahun 1906, sepuluh tahun kemudian, Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. Dari Qaryah, beliau melanjutkan studi ke Kairo, tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. Sekitar tahun 1926, pada usia 20 tahun, beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad, penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. Kurang lebih 25 tahun, Sayyid Qutub bersamanya, dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah, beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. Dalam rentang inilah, beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. Pada akhirnya beliau keluar, dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah, pecahan Partai al-Wafd, tetapi hanya bertahan dua tahun. Setelah itu, beliau tidak terlibat dengan partai manapun. Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub, dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. Tetapi, sejak tahun 1946, setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an, beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. Selama 25 tahun, antara tahun 1926-1950, Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam, khususnya ketika bersama al-’Aqqad. Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952), disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra, seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933- 1937), konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938), kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan

makalah sosial (1940-1941), kritik terbuka kepada Dr. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943), kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944), kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945), serta uraian tentang krisis di tanah air, peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). Disamping itu, gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan, dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada, kemudian tentang siapa yang disebut penyair, disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. As-Syathi’al-Majhul (1935). Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. Dalam pengantarnya, beliau mengatakan, bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis, ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum, yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin, ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. Sekalipun berisi bantahan, tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam, tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. Thiflun min al-Qariyah (1946). Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein, penulis buku al-Ayyam, yang sangat beliau kagumi. AlMadinah a!-Mashurah (1946). Buku ini berisi kisah fantasi. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). Karya ini ditujukan kepada para sastrawan, penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. Asywak (1947). Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948). Berisi pemandangan kiamat, dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan, yang terbagi dalam delapan puluh surat. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). Buku ini berisi kritik sastra, dasar dan metodenya. Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir, dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme, sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika, dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi, setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh, akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945, setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945), Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). Ketika di Amerika, tahun 1949, beliau menyaksikan Hassan al-Bana, pendiri aI-Ikhwan dibunuh. Dari sini, Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. Setelah kembali ke Mesir, beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana, seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. Saya mendalami perjalanan hidup

Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau. dalam rentang antara tahun 1953-1966. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). Karena itu. beliau bergabung dengan al-Ikhwan. kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. mereka mengatakan: “Bukan itu. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. Dalam jamaah ini. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya. Hadza ad-Din (1953). at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini.” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya. Pada saat inilah. Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. Dirasat Islamiyyah (1950-1953). Sesuatu yang biasanya . “Saya yakin. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. keluar buku beliau. Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. Kemudian secara berurutan. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini.” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah. setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim. antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). seperti al-Bana. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat diwujudkan oleh Islam. ketika berusia 45 tahun.beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din. Dari sini saya tahu.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit. saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. Inilah kitab Sayyid Qutub.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. mereka mengatakan: “Bukan itu. mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub.” Karena itu. Buku yang menekankan.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi. tapi ini.

taqiyuddin . Dalam pertemuan ini. sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. 01/02/2011 Kategori: Siyasah . an. Pemakaian istilah al-wa’yu. WaIlahua’lam bi as-Shawab.wordpress. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh). Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. Akhirnya.sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau. Apa lagi untuk mendapat laporan. Penulis: khilafah trooper http://khilafahtrooper. Tentang masalah yang terakhir ini. dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. sejak pertama kali mendirikan partainya. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya. sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya.com/2011/02/01/perubahan-mendasar-pemikiran-sayyid-qutb-dari-alaqqad-hasan-al-banna-hingga-taqiyudin-an-nabhani/ . dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. Dan buku ini. namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam. yang masih belum sadar. hasan. Yang berkaitan: ral. banna. tahun 1953. nabhani. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid Qutub. apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah. bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini.

dan datanglah Tuhanmu. Dia mengatakan: 'Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. berlawanan dengan nada ketentaraan yang keras itu. Seni.Membantah "Dien. kaidah-kaidah nada secara khusus dan istilah-istilah nada. dikatakan kepada orang-orang yang beriman: "Hai jiwa yang tenang. sedang malaikat berbaris-baris. dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Kadang kita membutuhkan di dalam meletakkan batasan bagi perbedaan-perbedaan ini dan sewaktu menerangkannya. Sekarang kita katakan bahwa sebab pengaruh ketundukan inilah makanya nampak keistimewaankeistimewaan seni itu sendiri yang diperhitungkan pada tinjauan seni tentang kisah (cerita) dalam dunia kesenian yang bebas. Apabila bumi digoncangkan berturut-turut. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. dan masuklah ke dalam surga-Ku. di mana tidak semua pembaca mempunyai kesiapan untuk menerima ilmu tersebut." Dia katakan: "Adapun beragamnya musik." (Al-Fajar : 21-26) Dia katakan: "Di tengah-tengah ketakutan ini yang disebarkan oleh tontonan barisan ketentaraan disertai dengan Jahannam dengan nada (kobaran) barisan ketentaraan yang sangat teratur dan muncul dari bangunan lafazh yang keras bentuknya bersama dengan adzab tunggal tiada duanya dan permisalan ikatan.' Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya. demikian juga dengan kita. Hanya saja kita menilai masalah ini lebih mudah dari hal tersebut. Dua . dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatanNya. Maka di sisi kami ada yang kami pegangi untuk memastikan bahwasanya dia mengikuti aturan khusus dan selaras dengan suasana umum tanpa terkecuali. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam. meletakkannya sesuai dengan ragam bagian yang diilustrasikannya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku.” Dia katakan dalam menafsirkan firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Jangan (berbuat demikian). jikalau kita memilih jenisjenis yang berjauhan dan berbagai bentuk nada yang berbeda pada surat An-Naazi’at.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Judul ini merupakan salah satu pasal yang terdapat dalam At-Tashwirul Fanniy halaman 171 Sayyid Quthb berkata di bawah judul ini: "Dahulu kita katakan bahwa tunduknya 'kisah' kepada maksud keagamaan tidaklah menghalangi terlihatnya kekhususan-kekhususan seni sewaktu ditampilkan." (Al-Fajr : 27-30) Sayyid Quthb pun menafsirkan ayat ini dengan uslub bahasanya. dan Kisah" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5. hingga ucapannya: "Dengan keharmonisan yang memenuhi seluruh ruang udara dengan ridla dan sambutan kelembutan ini: (Maka masuklah dalam kelompok hamba-hamba-Ku) berbaur dengan mereka dan saling mencintai: (Dan masuklah dalam Surga-Ku).21. Disambungkan dengan bunyi 'Lii' beserta suatu jenis nada di sekitar pemandangan yang menentramkan berisi gelombang suka cita yang menghanyutkan.

Kemudian dia menafsirkan surat ini berdasarkan kaidahnya. dilipat oleh ketersembunyian dan kegelapan. Tidak ada dalam penjelasan ini sedikit pun tipu daya. intonasi. Dia katakan di halaman 117: "Bagian-bagian ini tersebar di atas papan dengan selaras berpadu sebagai keterpaduan yang sangat dalam. maka dengan itu meninggilah nilai mu'jizat-nya dibandingkan semua usaha tersebut. dia mempersilakan professor seni Dhiyauddin Muhammad. semuanya mempunyai satu warna. foto. dan pemandangan. namun cukuplah kami katakan: Sesungguhnya kaidah-kaidah dasar seni lukis mengharuskan adanya kesatuan antara tiap-tiap bagian gambar sehingga tidak kacau masing-masing bagiannya. . keserasian. pelan. tindakan yang sangat buruk kepada Rabb alam semesta. serta bahwasanya nada sangat jelas pada sebagian ayat yang membuat tidak butuh lagi mengetahui kaidahkaidah musik (halaman 112-113). dia berbicara tentang visualisasi serta pembauran berbagai gambar dan lukisan. walaupun satu-satunya sarana yang dia gunakan hanyalah lafazh-lafazh. 2 Penyebaran bagian-bagian gambar -setelah penyesuaian. berupa gambar-gambar." Pernah saya menyangka/mengira ada seorang muslim yang mengatakan ucapan seperti ini dalam menafsirkan Al-Qur'an. 3 Warna yang dipakai melukis dengannya dan bertahap dalam bayangan agar merealisasikan iklim kebersamaan yang berpadu dengan ide dan tema. dan perpaduan visual yang ternilai sebagai seni kelas tinggi dalam bidang visual. Ini adalah kemu'jizatan jika diperankan daripada sekedar ungkapan saja. ia adalah hal-hal yang tersembunyi dan menakutkan. Dan ambillah surat Al-Falaq! Suasana apakah yang hendak dibangun di dalamnya? la adalah suasana pengucapan mantera sebab padanya ada suara tersembunyi. dan itulah tipu daya yang sebenarnya. dan penerapan-nya." Saya katakan: Ini adalah tikaman yang sangat mengherankan terhadap kitab Allah subhanahu wa ta’ala. serta bukanlah tujuan ini sebuah hiasan yang fana. Permasalahannya bukanlah persoalan lafazh atau pertemuan perasaan." Sayyid Quthb mengatakan pada halaman 114 dalam buku At-Tashwir. akan tetapi inilah keterlepasan dari aqidah. samar. 4 Penggambaran dengan warna-warna sangat memerhatikan keterpaduan ini. sedangkan suasana umum tegak di atas asas satu kesatuan bagian dan warna. namun ia adalah layar. seorang pengawas lukisan di kementerian ilmu pengetahuan untuk memberikan koreksi atas bagian khusus tentang keserasian visualisasi. dan memberikan khayalan.di atas papan dengan ukuran-ukuran tertentu agar sebagiannya tidak menyerempet bagian yang lain dan ia tidak kehilangan keharmonisan dalam keseluruhannya. tidaklah nilai kedalaman dari semua ketelitian ini kosong tanpa tujuan. di mana seorang pemula dalam kaidahkaidah ini pun memiliki pengetahuan tentang kesatuan ini. Penggambaran dalam Al-Qur'an tegak di atas asas itu. Dia katakan: "Keserasian warna ini adalah kunci jalan menuju keserasian yang kita maksudkan itu sendiri di sini. Sedangkan pada halaman 114-115. sehingga kami tidak berhajat untuk menjelaskannya. suasana. Yang kita maksudkan itu ialah: 1 Apa yang dinamakan 'Kesatuan lukisan'. maka diapun berkata: "Ambillah sebuah surat pendek yang bisa saja disangka oleh sebagian orang serupa dengan mantera dukun atau perkataan sajak.bentuk nada dan pemaduan yang harmonis sempurna…………" (At-Tashwirul Fanniy: 110-111) bersama keadaan keduanya secara Kemudian dia melanjutkan menyebutkan macam-macam nada. sebagaimana hal tersebut diperhatikan pada pembagian peran dalam adegan sandiwara dan film. perpaduan bagian-bagian.

maka kita tidaklah berlebihan dalam memberikan penjelasan tentang keistimewaan-keistimewaan Al-Qur'an secara umum dan juga tidak dengan keistimewaan-keistimewaan visual Al-Qur'an secara khusus. seolah Al-Qur'an tidak menjadi mu'jizat kecuali jika berada di atas metode Sayyid Quthb berikut kaidahnya yang sesat dan rusak yang terlepas dari aqidah. Darinya didapatkan kesesuaian dalam penampilan seni dan darinya pula lahir musik yang muncul dari pemilihan lafazh dan perangkaiannya dalam aturan khusus. Di luar semua ini. tidak naik kepada pencapaian beragam uslub nada. Juga dia katakan "Seni dan Dien dua hal yang setingkat di dalam kedalaman jiwa".Seolah Allah subhanahu wa ta’ala seorang seniman yang tidak mempunyai tujuan selain mengundang decak kagum para seniman dan pelukis. Lalu ketika visualisasi Al-Qur'an adalah perkara yang belum mereka paparkan dengan menjadikannya sebagai asas pengungkapan Qur'ani secara global." Lalu Sayyid Quthb mengemukakan keistimewaan-keistimewaan lain. Sayyid Quthb berkata pada pasal 'Keharmonisan seni' halaman 86: "Ketika kita berkata (sesungguhnya visualisasi adalah kaidah dasar uslub Al-Qur'an. Setelah itu dia katakan di halaman 89: "Bersamaan dengan keistimewaan-keistimewaan yang ia ciptakan secara hakiki dan berkualitas. maka sesungguhnya pembicaraan mereka tentangnya tidaklah melampaui batas pemandangan yang nampak tersebut.-pent) dan mengabarkan bahwa para pembuat gambar adalah orang yang akan mendapatkan adzab yang terberat . masih banyak cakrawala lain yang dicapai oleh keselarasan rangkaian Al-Qur'an serta dengannyalah penyempurnaan. keterpaduan semuanya itu dengan suasana di mana dillustrasikan dengan musik ini. Lantas meremehkan tindakan barbar terhadap kedudukan dan kesucian Al-Qur'an juga terhadap keagungan orang yang berbicara dengannya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan wahyu untuk menunjuki para hamba-Nya. Kami katakan: Andaikan perkaranya seperti yang lelah engkau sebutkan. juga Islam mengharamkan gambar (yang bernyawa. Di belakangnya masih ada banyak cakrawala lain yang belum mereka singgung sama sekali selain pemandangan nada musik yang merupakan salah satu ufuk tinggi tersebut. mereka sebagaimana yang telah saya katakan terhenti pada pemandangan-pemandangan luar. maka tentu Islam tidak akan memisahkan antara Dien dan seni. maka masih tersisa keselarasan seni dalam visualisasi ini yang jauh dari ufuq pembahasan mereka sesuai tabiat keadaan. Lalu karena pemandangan ini terlalu sangat terang dalam Al-Qur'an dan ia teramat sangat dalam membangun seni. serta peranan yang dimainkannya di setiap bentuk kalimat. alat senda gurau yang masuk di dalamnya musik dan gendang. padahal Islam mengharamkan lagu." Saya katakan: Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan mereka semua kesehatan dan keselamatan dan menjauhkan mereka dari bala' yang ditimpakan kepadamu dengan sebab kenekatan dan keberpijakanmu yang tanpa aqidah dalam membuat-buat perkataan terhadap Kitab Allah yang agung yang telah engkau jadikan sebagai medan penerapan seni yang terendah. sesungguhnya ia senantiasa menjadi pemandangan keselarasan terbaik yang dapat disentuh oleh seorang pembahas Al-Qur'an. Apakah para seniman dan manusia lainnya mempunyai hak untuk meluruskan Al-Qur'an secara benar?? Sayyid Quthb berkata dalam pasal 'Kisah di dalam Al-Qur'an' halaman 143-144: "Hakikat Al-Qur'an yang terbesar dalam pengungkapan adalah visualisasi". lalu imajinasi dan mewujudkan secara jasadi adalah pemandangan yang sangat jelas dalam visualisasi ini). Hanya saja.

Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. maka tentu engkau akan mendapatkan sekolah-sekolah seni akan selalu berdampingan dengan sekolah-sekolah Dien. baik setan manusia maupun jin. Maret 2008. shahabat. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb.di hari kiamat serta Islam melaknat para pembuat gambar.html Sayyid Quthb telah membangun perbuatan fatalnya di dalam buku ini dan selainnya di atas dasar-dasar yang rusak lagi menghancurkan. Andaikan masalahnya seperti yang diucapkan oleh Sayyid Quthb. Penerjemah: Muhammad Fuad. Sangat mustahil Dien menilai seni setingkat dengannya. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. Lc. Bagaimanapun ulama umat ini adalah manusia yang terpintar tentangnya. serta sangat jauh orang pilihan umat ini bahkan orang terburuknya pun dari menganggap Dien dan seni sebagai dua hal yang sederajat. dan manusia pilihan umat ini yakni ulama akan menjadi orang yang paling memerhatikan bidang seni.blogspot. Andaikan urusannya sebagaimana yang engkau katakan. yaitu: . Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. maka tentu para nabi. Cetakan: Pertama. namun Allah subhanahu wa ta’ala melindungi mereka dari was-was semua setan.com/2008/05/membantah-dien-seni-dan-kisah.

Keterlepasannya dari aqidah yang dia sendiri menegaskan: "Saya dengan terang-terangan mengatakan hakikat yang terakhir ini. Dari sini jugalah dia berpendapat bolehnya permainan musik dengan ragamnya. 258) Ternyata realitas tidak sama dengan sangkaannya. Keyakinan bahwa Dien dan seni setara. sebagaimana pernyataannya sendiri. Dalam pekerjaannya ini. sedangkan apa saja yang tidak terpisah dan yang baru atau apa saja yang tidak mendahului yang baru. maka dia juga baru)). bahwa dalam hal ini saya tidak tunduk pada aqidah religius yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. Sesungguhnya saya berbangga dengan kalimat singkat yang pasti yang diungkapkan oleh professor peneliti besar ‘Abdul ‘Aziz Fahmi Basya yang menyifati arah pemikirannya ini: 'la memberikan semerbak kebebasan akal yang belum pernah kita dengarkan sebelumnya'." Benarlah. 255) 4. Dia berpegang pada pemikiran dalam apa yang telah dia tetapkan dari Al-Qur'an dan hakikat-hakikat lainnya. lalu dia katakan di dalam Masyahidul Qiyamah fil Qur'an: "Ini bukan sama sekali kalimat yang berasal dari seorang laki-laki yang terkurangi dari kebebasan berpikir." (At-Tashwirul Fanniy hal. (Lihat Minhajus Sunnah 1/112-113 cetakan lama) . drama. dll). Begitu pula dengan rentetan kaidah tersebut. padahal ia diharamkan dan seburuk-buruk alat yang melalaikan (dari mengingat Allah subhanahu wa ta’ala). berupa: pementasan teater. hal. gambar. pertunjukan di mana dia telah menjadikan mayoritas nash-nash Qur'ani sebagai panggung yang luas untuk inovasi Yahudi dan Nasrani. di mana dia katakan dalam bentuk kalimat pembelaan terhadap Al-Qur'an dan semua ketetapan-nya -berdasarkan pemahamannya-: "Saya dalam titik ini bukanlah pria agamis yang diikat oleh aqidah murni sehingga tidak bisa melakukan telaah bebas. Dia beranjak dari pemikiran dasar Jahmiyyah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah 'Dia adalah sumber mata air bid'ah' (yakni argumennya akan barunya (bukan azali) alam dengan barunya jasad dan juga argumennya akan barunya jasad dengan barunya unsur materi): ((Jahmiyah berkata: "Jasmani tidak terpisah dan unsur materi yang baru. tontonan panggung. kertas. Bahkan saya adalah pria pemikir yang menghormati akalnya daripada sifat kufur nikmat dan cerita berhiaskan kebohongan.1. Berpijak dari sini dan dari dasarnya ini. dia berpendapat bolehnya hasil gambar tangan beserta apa yang menyertainya berupa alat lukis/gambar dan medianya (papan. dia tidak dikekang oleh suatu aqidah apapun dalam mempraktikkan kaidahnya yang rusak di atas nash-nash Al-Qur'an." (At-Tashwirul Fanniy. 3. musik dengan beragam jenisnya. Dia mengulang-ulangi pengungkapan kemuliaan yang dirasakannya dengan kebebasan berpikir ini. Dia telah menggunakan pula dalam perkerjaannya ini ahli musik. Dia justru banyak melakukan kekufuran dan membuat cerita berhiaskan kebohongan disebabkan keterlepasannya dari aqidah dan anggapannya akan pemikirannya. 2. 'Abdul 'Aziz Fahmi Basya berkata bahwa dia tidak pernah mendengarkan kebebasan yang semisal (gilanya) kebebasan Sayyid Quthb!! 5. bahkan komunis demi merusak Dien dan akhlak. juga menyatakan dengan gamblang bersamanya. kanvas. Kaidah Tashwirul fanniy (visualisasi seni) dan rentetannya yang bersumber dari kaidah tersebut. Dia telah meminta bantuan ahli gambar (tashwir) dalan pekerjaannya menyusun At-Tashwirul Fanniy Sesungguh-nya itu merupakan gambar yang diharamkan dan telah tersebut riwayat yang berisi laknat dan kecaman keras tentangnya. 6.

" Kemudian." (("Beristiwa' di atas Arsy. dia mengulang-ulangi kata 'ketinggian' dan 'kekuasaan' dalam bentuk kalimat yang menunjukkan bahwa dia tidak mengakui adanya Arsy sebagai makhluk yang Ar-Rahman beristiwa' di atasnya. dan kokoh dengan bahasa yang difahami oleh manusia. (-pent. namun harus berhenti pada lafazhnya. di mana manusia dapat melihatnya hingga kepada keluarbiasaan yang jauh tersembunyi yang tidak sanggup untuk dicapai oleh semua pandangan mata dan pemahaman: . Lalu tergambar dengannya makna-makna sesuai cara Al-Qur'an dalam memberikan gambaran. Sebagaimana yang telah kami rincikan dalam pasal Imajinasi inderawi dan jasadi' dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an. ini diungkapkan dalam bentuk kalimat seperti itu.Beliau juga katakan di tempat lain dalam Minhaj 1/403 cetakan baru: "Berargumen dengan cara ini mengakibatkan penafian sifat yang dimiliki Allah subhanahu wa ta’ala dan menyebabkan munculnya bid'ah Jahmiyyah yang telah dikenal oleh Salaf umat ini. sebagaimana dia telah menyebutkannya berulang-ulang yang sebagiannya kian menegaskan yang lain. ia berkata: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy. kalimat majazi untuk mengungkapkan posisi kekuasaan yang tertinggi. yang nampak ini adalah ungkapan majazi tentang ketinggian.")) (Fi Zhilalil Qur'an 3/1762) Dia katakan dalam Azh-Zhilal sewaktu menafsirkan surat Thaahaa 4/2328: "Beristiwa' di atas 'Arsy adalah ungkapan majazi tentang puncak kekuasaan dan ketinggian." "Beristiwa di atas Arsy: simbol ketinggian-Nya di atas seluruh makhluk. Sedangkan lafazh 'lalu' secara pasti tidak mungkin bermakna berurutannya waktu. Di mana sesungguhnya di belakang itu masih tersisa persoalan yang patut untuk kita pisahkan kedalam pasal khusus. serta memberikan bagi golongan dahriyyah [Golongan yang mengingkari adanya hari kebangkitan. teguh." Dalam tafsir surat Al-Furqan dalam Azh-Zhilal 5/2807. Adapun Arsy itu sendiri maka tidak ada celah untuk mengatakan sesuatu tentangnya. Tafsir surat Ar-Ra'd dalam Zhilalil Qur'an 4/ 2044-2045. Dia katakan pada tafsir surat Yunus dalam Azh-Zhilal 3/1762 di pasal 'Imajinasi inderawi dan jasadi' halaman 71-72: "Ketika kita mengatakan bahwa tashwir (visualisasi) adalah sarana paling diutamakan dalam uslub (metode) Al-Qur'an serta kaidah utama dalam penjelasan. karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengalami keadaan yang berubah-ubah. ia katakan: "Dari pemandangan yang luar biasa ini. Namun yang dimaksudkan di sini hanyalah urutan maknawi: 'Lalu ketinggian adalah derajat di atas makhluk'. tidak mungkin Dia subhanahu wa ta’ala berada dalam suatu keadaan lalu berada pada keadaan yang lain.)] alasan terbesar untuk menyerang ajaran yang dibawa oleh para rasul dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sayyid Quthb telah mengumpulkan kedua dasar yang rusak ini untuk menta'thilkan sifat istiwa' (bersemayam) Allah di atas Arsy-Nya dan sifat ketinggian-Nya di atas para makhluk. Berbeda dengan kata istiwa'. dia katakan: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy." Kemudian dia menyambung menjelaskan pemikirannya yang bathil. maka kita belum lagi selesai berbicara tentang pemandangan universal ini.

dan dasar-dasar berbagai bidang seni perfilman yang telah dia praktikkan atas Al-Qur'an dengan segala kebiadaban/keberanian. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri dan gambaran yang diwahyukannya tentang Dzat Allah subhanahu wa ta’ala juga sifat-sifat-Nya. di mana mereka meneguknya dari buku-buku ahli bid'ah lagi sesat dan filosofi kelompok sufi ekstrem yang telah membawa mereka dan diri Sayyid sendiri sampai kepada ajaran wihdatul wujud [Reinkarnasi atau istilah jawanya 'Manunggaling kawula Gusti'. karena ia tidak bersumber dan ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri."Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. lebih utama kita katakan "la adalah kata kiasan dari kekuasaan". Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. Ini juga merupakan sentuhan keluarbiasaan selanjutnya dari goresan-goresan pensil mu'jizat." Ini perkataan batil. sebagaimana yang telah kita sebutkan. Kemudian dia menguatkan hal itu dengan filosofi barunya yang dia ambil dari peranan bioskop dan panggung sandiwara beserta apa yang mengikuti dan bersumber darinya. Al-Masyahid. At-Tashwirul Fanniy. Lantas dia menguatkannya dengan kaidah yang dia buat dalam 'Visualisasi seni' dan ekornya 'Mengkhayalkan dan melahirkan dalam bentuk jasadi'. Kaidah ini juga merupakan sumber lain dari bid'ah-bid'ah yang buruk dan telah dia ukir dalam bukunya." Hanya saja. pertunjukan. serta teori. (keyakinan yang menyatakan bersatunya Allah dengan makhluk-Nya). Serta dari ketinggian mutlak kepada penundukan/ pengendalian……" Dalam surat Al-Hadiid di dalam Azh-Zhilal 6/ 3480. Pendapat ini tidak menafsirkan: "Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. tontonan. kita beriman kepadanya sebagaimana yang Dia sebutkan sementara kita tidaklah mengetahui hakikatnya. . karena ia tidak bersumber dari ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri. ia katakan: "Dan demikian juga dengan 'Arsy. kaidah-kaidah visualisasi." "Jikalau ia adalah ketinggian maka ini yang tertinggi dan seandainya ia adalah keagungan maka ini yang teragung. (-Penerbit)]. sentuhan tentang ketinggian mutlak di samping sentuhan pertama tentang ketinggian yang dapat dilihat. maka kita sanggup untuk berkata bahwa 'la adalah ungkapan kiasan tentang kekuasaan di atas seluruh makhluk'. Pendapat lain: "Kita beriman kepada istiwa' namun kita tidak mencapai ziyyat (gambaran bagaimana)-nya". Ucapannya: "Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. ia sama sekali tidak bersandar kepada ketentuan-ketentuan Al-Qur'an. berupa. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri. Adapun beristiwa' di atas 'Arsy. Tidak mungkin Allah awalnya tidak beristiwa' di atas 'Arsy lalu setelah itu beristiwa'. keduanya berdampingan dan bersatu di dalam satu ungkapan. Dia juga membangun tafsirnya di atas kaidah Jahmiyyah sang sumber bid'ah. ini berdasarkan apa yang kita ketahui dari Al-Qur'an secara yakin bahwa Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah berubahubah keadaan-Nya. Namun justru bersandar kepada ketentuan-ketentuan sebelumnya yang bersumber dari filosofi Jahmiyyah sesat. yakni ketinggian mutlak yang Dia gambarkan dalam bentuk wujud berdasarkan cara Al-Qur'an di dalam memberikan pendekatan tentang persoalan-persoalan yang mutlak bagi kemampuan pemahaman manusia yang terbatas." Pembaca dapat melihat Sayyid Quthb menakwilkan sifat istiwa' dan ketinggian di manapun letaknya (dalam Al-Qur'an) dengan penafsiran Jahmiyyah ini. dan Azh-Zhilal.

Mereka juga menempuh jalannya dalam memberikan pengakuan palsu dan pengaburan. Dia mengatakan semisal ucapan di atas dan sewaktu dia menghina para shahabat radhiyallahu ‘anhum dia katakan 'Saya bukanlah kaum Syi'ah'. di mana mereka memerangi manhaj dan pembela Salaf. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah meriwayatkan dalam Shahih-nya pada tafsir surat Nuh nomor 4920: "Sesungguhnya Wadd. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. maka apa yang sejalan ia pun bersatu dan apa yang tidak sehati ia pun berselisih. dan ha yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Para pengikut Sayyid Quthb telah mengambil pelajaran darinya berupa cara seperti ini. seni peran." (An-Nahl : 36) Termasuk dari thaghut: gambar (patung) yang diajarkan oleh setan dan dia telah menyesatkan generasi demi generasi dari masa Nuh ‘alaihis sallam hingga hari kita ini. setelah itu mengaku-ngaku sebagai orang-orang salafi. maka setan membisikkan kepada kaum mereka untuk membangun patung (mereka) dan menamakan semuanya dengan nama-nama mereka ditempat majlis-majlis mereka yang dahulu mereka (orang-orang shaleh) duduk ditempat tersebut. Dien Islam dalam semua misi kerasulan merupakan syari'at Allah subhanahu wa ta’ala Rabb alam semesta. sehingga jadilah seni dan Dien sebagai dua hal yang sepadan (sederajat) bagi Sayyid Quthb. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya).Sayyid Quthb dalam hal pengaburan dan menimbulkan kerancuan mempunyai bandingan. menghancurkan. dan musik. Suwa'. Yaghuts. Ya'uq. Sementara tercapainya keindahan seni menjadi rambu adanya kesiapan untuk menerima pengaruh keagamaan [3]." (Asy-Syuura: 13) Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja). ketika dia men-ta'thil [2] sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam keyakinan batil ini ada kedustaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dia telah mensyari’atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. namun saat itu belum disembah. sebagaimana yang dikatakannya dalam Kutub wasy Syakhsiyyat. Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutus para nabi untuk mencampakkan." Yang menjadi saksi dalam hadits ini bahwa penggambaran (makhluk bernyawa) berasal dari bisikan . patung-patung itupun disembah (oleh generasi selanjutnya). dan membersihkan bumi dan akal darinya. Jiwa mereka telah bersimpangan dengan jiwa para salafiyyin. Musa. dan Nasr adalah nama orang-orang Shalih dari kaum Nuh ‘alaihis sallam. serta jiwa mereka telah bersatu dengan jiwa Sayyid Quthb dan lain semisalnya. 7. dan jauhilah Thaghut'. Hati mereka serupa dan arwah itu berkelompok-kelompok. Hingga tatkala mereka semua telah meninggal sedangkan ilmu telah terhapus. ketika seni naik ke tingkat setinggi ini dan ketika jiwa menjadi jernih untuk menerima misi keindahan itu". Sangat berlebihannya dalam memberikan penilaian bagi perfilman. sebagaimana yang dia katakan pada halaman 143-144 dalam buku At-Tashwirul Fanniy dan halaman 231-232 pada AlMasyahid:"Dien dan seni adalah dua hal yang sepadan di kedalaman jiwa dan penegasan indera. Ketika mereka semua telah meninggal. Mereka pun melakukannya.

Syaikh Hammud at-Tuwaijiriy. musik. juga Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para pembuat gambar. Semua itu mengungkapkan perasaan kejiwaan yang ada dari balik tabiat manusia. Silakan merujuk kepada kitab Tahriim Aalaatith Tharbi (Haramnya Alat Musik) karangan AlAllamah Al-Muhaddits Al-Albani. di antaranya Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz. maka cukuplah pasal pertama halaman 36-74. 5950) Dan telah tersebut banyak hadits selain kedua hadits di atas yang menjelaskan kerasnya pengharaman gambar serta penggolongannya ke dalam dosa besar. Termasuk di antaranya: bioskop. banyak hadits shahih yang diriwayatkan berisi pengharamannya. dan seni peran setan. sebagaimana yang akan kami jelaskan di tempat mendiskusikan perkara ini. dan berpendapat itulah metode penafsiran Al-Qur'an yang tertinggi. Mozart.setan. Jika tidak. 3 Laki-laki bisa berperan sebagai perempuan dan perempuan berperan laki-laki. Syaikh Shalih al-Fauzan. menafsirkan dengannya kitab Allah subhanahu wa ta’ala. . Tidaklah diragukan bahwa seni peran/drama itu haram. seperti Beethoven. Oleh sebab itulah banyak dari para ulama yang mengingkarinya dengan sangat tegas. karena dusta adalah salah satu rukunnya yang harus ada. Beliau rahimahullah katakan pada halaman 15: "Di antara hal tersebut. dan Syaikh Shalih al-Luhaidan. Al-Bukhari no. maka ia adalah seburuk-buruk alat musik senda gurau yang melalaikan. bahkan kalangan ahlil bid'ahpun ikut menyusun buku tentang keharamannya semisal Al-Ghummariy. Tersebut padanya: Nada simponi (klasik) sebagai jenis musik kelas tertinggi yang dicapai oleh para musikus. 2 Penyerupaan diri dengan kuffar dan bertaklid buta terhadap mereka. seorang pengawas bidang melukis di Kementrian Ilmu Pengetahuan agar memeriksa bagian khusus tentang kesejiwaan gambar. dan Chicofisky. Adapun seni peran. Juga telah sangat banyak karangan buku Ahlussunnah yang mengharam-kannya. Straub. di mana beliau rahimahullah menyebutkan tujuh hadits dalam pembahasan ini yang menunjukkan diharamkannya lagu dan alat 'senda gurau' (musik). juga para ulama Islam telah mengharamkannya. maka ia berasal dari peribadatan berhala yang diciptakan oleh bangsa Yunani lantas diadopsi bangsa Romawi. Demikianlah tatkala Sayyid Quthb memanfaatkannya diapun terjatuh dalam kedustaan. kolom lain yang juga disiarkan oleh majalah Ikhwanul Muslimun di edisi kelima dalam tema 'Musik Islami'. panggung sandiwara. sebab: 1 Padanya ada kedustaan. lalu ber-ikhtilath (bercampur baur) di dalamnya. setelah itu disebarkan oleh kuffar di negeri-negeri kaum muslimin ketika mereka menjajahnya serta menggunakannya sebagai senjata yang merusak Dien kaum muslimin dan akhlak. Lihat At-Tashwir halaman 114. Sementara Sayyid Quthb menghalalkannya. Beliau mempunyai kalimat sangat bagus tentang musik yang beliau rahimahullah sebutkan di pembukaan kitab tersebut. di dalamnya tergabung para pemusik handal dalam jumlah terbesar dengan alat musik paling modern yang beragam." (HR. Adapun melodi musik (gitar atau piano atau organ????). sementara Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat para pembuat gambar. agar lebih tepat dalam memberikan ungkapan dengan segala kemampuan yang dimiliki. jika engkau mau maka bacalah semuanya. Dia telah meminta bantuan untuk bukunya At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an kepada professor seni Diyauddin Muhammad. Syaikh Al-Albani.

inilah bukti terbesar bahwa anggapan kehalalan alat-alat musik telah tersebar pada kaum muslimin sampai pun oleh sebagian orang-orang yang menyerukan ‘Pengembalian kemuliaan kaum muslimin dan penegakan Daulah Islam'. Inilah sebagian sendi rusak Sayyid Quthb yang dia sebutkan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an dan yang telah dikendarainya dalam menafsirkan ayat-ayat yang mulia. Betapa pantasnya untuk kita menguasai bidang ini. yaitu musik Islami(?!) sebagai pengganti dari musik timur . Sebagaimana dia masih punya kaidah-kaidah lain yang dia praktikkan pada Azh-Zhilal. maka tentu majalah mereka tidak akan mau untuk menyebarkan kalimat yang sangat jelas menghalalkan musik yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini. ayat-ayat yang telah dia jadikan sebagai lapangan praktik untuk kaidah-kaidah sesatnya. lantas menamakannya dengan 'musik Islami' di atas timbangan sosialis "Islam". Hadits ini dikeluarkan dalam Ash-Shahihah halaman 90. Edisi Indonesia: BANTAHAN TERHADAP KITAB ATTASHWIRUL FANNIY FIL QUR'AN karya Sayyid Quthb. Tidak berhenti sekedar itu bahkan mengajak kepadanya. nampaklah sebuah warna tersendiri yang menguasai hati dunia internasional.. juga akan datang di halaman 86.. Cetakan: Pertama. Di saat itu.blogspot." Berakhir kalimat Syaikh Al-Albani rahimahullah. (-pent. dan orang-orang shalih semuanya. mereka dibantu oleh Yayasan Pemuda Kristen(?!) lantas bermain musik di salah satu universitas di Amerika(?!).. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. betapa butuhnya kita kepada semangat baru yang akan menjadi pendobrak blantika musik dan meraih kemajuan internasional dalam bidang ini.) [3] Apakah para nabi.. semisal Ikhwanul Muslimun. Lc. " (An-Najm : 23) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisyaratkan sebagiannya dalam sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Sungguh akan ada umatku yang menghalalkan khamr dengan nama yang mereka sendin membuatnya" pada riwayat yang lain "Mereka menamakannya dengan selain namanya”. Andaikan tidak demikian.Kelompok simponis Mesir yang berjumlah lebih dari 30 orang pemusik telah terbentuk.dan lainnya yang membuat mereka terkena firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya. para shahabat. demokrasi "Islam". Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. ____________________ [2] Ta'thil: menghilangkan makna hakiki. lalu nampak jelas jejaknya pada buku Azh-Zhilal. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani.com/2008/05/membantah-ushul-yang-dipegangi-sayyid. Penerjemah: Muhammad Fuad.html . Al-'Allamah Syaikh Al-Albani mengatakan: "Saya katakan. Dia juga telah mempraktikkan dalam buku Masyahidul Qiyamah fil Qur'an. Begitulah dia melihat bahwa AlQur'an seluruhnya adalah tempat untuk mempraktikkan dasar-dasar tersebut. Maret 2008. . . mempunyai ketergantungan kepada seni laksana ketergantungan Sayyid Quthub beserta sanjungannya itu?! [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb.

" (Al-Qashash :18) Ini adalah sebuah pengungkapan tentang keadaan yang sudah dikenal baik: keadaan gugup. akhirnya menjadi seorang pemuda yang kuat [5]: "Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah. [4] Inilah kisah Qur'ani yang arah utamanya adalah da'wah keagamaan. setelah itu memberikan perincian untuk sebagiannya: 1. yakni ciri seni yang murni. Maka Allah mengampuninya. dan labil. di bawah pendengaran dan penglihatannya. Kami akan menampilkan beberapa kisah secara global. Ia (Al-Qur'an) dengan cerdik memiliki ciri ini dalam perjalanannya lalu tampil jelas dalam semua kisahnya. Dia adalah contoh seorang pemimpin yang temperamental. Kita ambil Musa. pada keduanya ada perumpamaan yang terlihat jelas. walaupun dia telah berjanji untuk tidak membantu para pelaku kejahatan. Inilah dia.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an halaman 200-205: (("Sebelum ini kita telah memaparkan kisah dan pemilik dua kebun dengan temannya dan kisah Musa dengan gurunya. fanatik kesukuan. Dia melukiskan beberapa figur kemanusiaan melalui para pemeran yang melewati batas-batas kepribadian maknawi kepada kepribadian percontohan." (Al-Qashash :15) Di sini tampak sikap fanatik kesukuan dan emosional. maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi. Aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orangorang yang berdosa". Maka dengan segera percikan api fanatik kesukuan menyala membakar jiwanya.Menyoroti Adab Sayyid Quthb dalam Berinteraksi dengan Rasul dan Kalim Allah Musa 'Alahissallam Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5. dan takut akan bahaya yang akan menimpa pada segala tindaktanduknya. Sesungguhnya Aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku’. Dia melihat: . Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya. yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). dibesarkan dalam istana Fir'aun. kehilangan konsentrasi. Ia sendiri menjadi tujuan dari kisah-kisah seni bebas. (Al-Qashash :15-17) "Karena itu. layaknya kebiasaan para ahli fanatik lainnya [6]: “Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhan-nya). Ini juga ciri dari para ahli fanatisme. Musa berkata: ‘Ya Tuhanku. Contoh-contoh berdasarkan visualisasi warna inilah adanya seluruh kisah Al-Qur'an. Walau demikian. namun marilah kita lihat apa yang dilakukannya ………. jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya). Itulah ciri yang nampak pada kisah-kisahnya. dan matilah musuhnya itu. untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya.23. demi nikmat yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku.’ Musa berdo’a: ‘Ya Tuhanku. Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan." (Al-Qashash:18) kamu benar-benar orang sesat yang nyata Akan tetapi dia bermaksud menimpakan kepad laki-laki kedua ini sebagaimana yang telah dilakukannya kemarin. dia berkata: 'Maha Suci Engkau. "Musa berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya (kesesatannya)’. inilah dia yang meminta kepada Rabbnya sebuah permintaan yang sangat mengherankan: "Berkatalah Musa: 'Ya Tuhanku. Andai saja dia telah menjadi seorang yang dewasa!! Bahwa selainnya juga tentu akan takut. nampakkanlah (din Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau'. setelah itu dia pergi untuk memenuhi perjanjian dengan Rabbnya. menyelamatkan bani Israil dengan membawa mereka menye-berangi lautan." (Al-Qashash :19) Maka ketika itulah datang seorang dari pinggiran kota dengan tergopoh-gopoh menasihatinya agar segera pergi. Maka setelah Musa sadar kembali. setelah itu berhenti memikirkan keajaiban yang sangat besar ini. Begitu melihatnya. Tapi kalau saja dia sekedar menjauh. maka tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang bergerak. dia segera loncat berlari terbirit-birit tanpa berbalik …. dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dan orang-orang yang mengadakan perdamaian. ya.[9] Kembali marilah kita meninggalkannya sementara untuk melihat apakah yang diperbuat oleh zaman terhadap urat-urat syarafnya. apakah kamu bermaksud hendak membunuhku.“Maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Ta’ashub (fanatik kesukuan) dan emosionalnya telah membuat dia lupa akan istighfar. sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini). tapi lihatlah ke bukit itu. sehingga diapun teringat dan takut. dan kekhawatiran kemarin. Marilah kita meninggalkannya di sini untuk kita bertemu kembali dalam fase kedua kehidupannya setelah sepuluh tahun. penyesalan. maka diapun pergi sebagaimana yang telah kita ketahui. Barangkali dia sudah tenang dan menjadi seorang yang bertabiat stabil dan berjiwa santun. [7] "Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya. aku . diapun melemparkannya. Namun.." (Al-A'raaf :143) Lalu terjadilah apa yang tidak sanggup dipikul oleh urat syaraf manusia. [8] Tidak demikian! Inilah dia yang diteriaki di sisi kanan bukit Thursina "Lemparkan tongkatmu!". maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku'. serta benar dia adalah seorang nabi. jika saja tidak diingatkan oleh calon korbannya dari tindakannya tersebut. Dia telah menang melawan para penyihir.” (Al-Qashash:18) Yakni kali selanjutnya terhadap laki-laki lain. takut. Musa Berkata kepadanya. Dia masih pemuda yang fanatik itu. Tuhan berfirman: 'Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku. bahkan tidak juga oleh urat syaraf Musa [10]: "Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu. musuhnya berkata: 'Hai Musa.

dan santun: "Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah. sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): Kamu telah memecah antara Bani lsrail dan kamu tidak memelihara amanatku." (Thaahaa : 97) Demikianlah kobaran emosi yang sangat terlihat dan perilaku yang penuh ketegangan [11]. Ini adalah contoh ketenangan." (Al-A'raaf:143) Kembalinya syaraf dan emosi dengan cepat. [12] 2. Kemudian. dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. inilah dia kembali lagi. akhirnya mereka berdua berpisah ………. kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan). kali pertama. maka dia berpaling kepadanya dengan kemurkaan dan bertanya kepadanya dengan nada tinggi. Dia menemui sang lelaki tersebut (Khidhir) yang dimintainya agar sudi untuk diikuti semoga dia mengajarkannya ilmu yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. tatkala telah mengetahui teka-teki di balik patung anak sapi itu: "Berkata Musa: 'Pergilah kamu." (Huud : 75) Inilah dia ketika kecilnya menyendiri dalam proses berpikirnya. maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: 'Janganlah menyentuh (aku)'. dan ketiga.bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman"." (Thaahaa : 94) Ketika dia telah mengetahui bahwasanya Samiri-lah dalang perbuatan tersebut. menurut sangkaan kami dia sudah menjadi seorang tua tatkala berpisah dengan kaumnya. lantas dia mendapatkan kaumnya telah mengambil patung anak sapi sebagai ilah sesembahan. Kita tahu bahwa Musa tidak sanggup bersabar sampai Khidhir memberitahukannya rahasia yang terdapat dalam perbuatan yang Khidhir lakukan. Itulah kepribadian yang menyatu sangat jelas dan contoh kemanusiaan yang terang dalam semua tahapan kisah. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya.. Berlawanannya kepribadian Musa dan Ibrahim …………. kedua." (Al-A'raaf:150) Begitulah dia berlaku emosional menarik rambut dan jenggot saudaranya tanpa mau mendengarkan sepatah katapun darinya: "Harun menjawab: 'Hai putera ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. pemaaf. mencari tentang Ilahnya: . sementara di kedua tangannya ada lembaran-lembaran yang telah Allah subhanahu wa ta’ala wahyukan kepadanya. Kaumnya telah pergi dalam kesesatan. Mari kita meninggalkannya hingga beberapa tahun kemudian. Sesungguhnya kami akan membakarnya. maka tanpa tanggung-tanggung dan tidak pula lemah: "Dan Musapun melemparkan lauh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya.

tetapi setelah bulan itu terbenam. kala mereka telah mengetahui bahwa sesembahan itu tidak sanggup untuk membela diri mereka sendiri. tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam. janganlah kamu menyembah syaitan. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit. Dan dia dibantah oleh kaumnya." (Maryam : 47-48) Lalu. inilah dia yang menghancurkan patung-patung mereka.“Ketika malam telah gelap. "Wahai bapakku. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku"." (Maryam : 46) Sikap kasar itu tidaklah membuat dia keluar dari adab yang tinggi. tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku. Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar. Sesungguhnya Aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. padahal Sesungguhnya Allah Telah memberi petunjuk kepadaku". dan Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. hampir saja mereka benar-benar beriman. niscaya Aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku. Pastilah Aku termasuk orang yang sesat. dia berkata: "Hai kaumku. serta tidak membuatnya bercuci tangan dari ayahnya: "Berkata Ibrahim: 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah. pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku." (Al-Anbiyaa': 64) . dengan cenderung kepada agama yang benar. serta aku akan berdo’a kepada Tuhanku. Maka ikutilah aku. Ini yang lebih besar". (Maryam: 42-45) Hanya saja ayahnya mengingkari perkataannya dan membalas dengan ucapan yang kasar disertai dengan ancaman keras: "Berkata bapaknya: 'Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku. dan Aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. niscaya kamu akan kurajam. dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku. dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama'. tatkala itu: "Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: 'Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orangyang menganiaya (din sendiri)'. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah. dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku". Sesungguhnya Aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi. Memang benar. Mungkin ini satu-satunya tindak kekerasan yang pernah dilakukannya. mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo'a kepada Tuhanku'. hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti. Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah. maka diapun berusaha dengan baik dan penuh rasa kasih sayang menunjuki ayahnya dengan lafazh yang terindah dan paling hidup: “Ingatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya. Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan". Wahai bapakku. tabiatnya yang penuh kasih sayang. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. Hanya saja yang memotivasinya melakukan tindakan ini ialah kecintaan yang demikian besar diiringi harapan bahwa kaumnya akan beriman ketika melihat sesembahan mereka telah hancur berantakan. Maka tatkala matahari itu terbenam. Sesungguhnya Telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu. dia berkata: "Inilah Tuhanku. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?" (Al-An’am: 76-80) Tidak lama setelah dia mencapai keyakinan Ini.

Namun mereka kembali (pada ketidaksadaran lagi). maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. temperamental. sepupu beliau Luth ………)) Tampak jika maksud Sayyid Quthb menyebutkan kisah Nabi Ibrahim ‘alahis sallam secara berlawanan dengan gambarannya tentang Nabi Musa ‘alahis sallam adalah untuk menegakkan kaidah "Melalui lawannya. metode pengisahannya yang menjelekkan. maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). maka sesuatu itu akan menjadi jelas". suka gugup. demikianlah keadaan Yusuf ‘alahis sallam dan demikian pulalah kondisi Musa ‘alahis sallam. Namun yang benar ialah: beliau Musa ‘alahis sallam mempunyai kedudukan yang agung lagi tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang mewajibkan atas manusia untuk memuliakan dan mengagungkannya layaknya seluruh para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam." (AlAnbiyaa': 69) Ibrahim telah meninggalkan mereka dalam jangka waktu yang panjang bersama dengan sekelompok manusia yang juga beriman. Saya pun menghadap Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan melaporkannya." Sesungguhnya apa yang dinisbatkan oleh Sayyid kepada Kalimullah dan Nabi-Nya Musa ‘alahis . melenceng." (Al-Ahzab : 69) "Dan Aku telah memilih kamu. lalu bermaksud untuk membakar Ibrahim. Saya melihat kemarahan tampak pada wajahnya. Sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini dan dia bersabar. Dia mengulang-ulangi menyifatkan Yusuf dengan kesadaran tinggi dan teguh di tengah-tengah dia menjelaskan kisahnya untuk menguatkan maksudnya. dia berkata: "Sedangkan Yusuf adalah contoh seorang laki-laki yang berkesadaran tinggi lagi kokoh"." (Thaahaa:13) Sebenarnya cukuplah bagi Sayyid untuk membaca hadits-hadits tentang para nabi di kitab Shahih AlBukhari. dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'. fanatik suku. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentangnya: "Hai orang-orang yang beriman. melayang jauh dalam khayalannya yang membawa terbang. Bahkan dia dengan terang-terangan mengatakan pertentangan yang dia maksudkan ini. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. lalu Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati Musa ‘alahis sallam. dan tegang kepada Kalimullah dan Rasul-Nya Musa ‘alahis sallam. serta perumpamaan yang dia lekatkan berupa. janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah mengeluarkan dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu yang berkata: Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam membagikan pembagian. Setelah itu dia juga membenturkannya dengan Yusuf ‘alahis sallam. lalu seseorang berkomentar "Sesungguhnya ini adalah pembagian yang tidak diinginkan dengannya Wajah Allah subhanahu wa ta’ala". maka ketika itu: "Kami berfirman: 'Hai api menjadi dinginlah. maka Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam murka. kasar. Sayyid Quthb memaksudkan kalau Musa ‘alahis sallam sebaliknya dalam hal ini. agar dapat mengetahui jika dia telah melampaui batas. di antaranya.

" (Al-Ahzab: ) [12] Dalam semua yang telah lalu ada celaan buruk terhadap Nabi mulia ini. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. apakah Sayyid Quthb telah melupakan pemuliaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Nabi-Nya Musa ‘alahis sallam dalam firman-Nya: Lalu dia mengatakan ucapannya ini. maka tentu semua itu akan diingkari dan dianggap buruk oleh para cendekiawan mulia. Sikap fanatik kesukuan tercela. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. Demi Allah. [8] Ini benar-benar puncak celaan dan penistaan. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] . Sementara kalimat itu dengan sangat kurang ajar justru ditujukan kepada seorang Rasul mulia. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. seorang pembesar para rasul. ataukah dia pura-pura lupa agar dapat selaras dengan ejekannya terhadap Nabi ini?? [6] Lihatlah bagaimana celaannya kepada Nabiyullah Musa ‘alahis sallam dalam komentarnya ini. dan termasuk Ulul 'azmi yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diperintahkan untuk mengambil keteladanan dalam kesabaran dari mereka: "Maka bersabarlah kamu sebagaimana orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar. Musa ‘alahis sallam tidaklah lupa akan apa yang telah dia katakan. tapi ucapannya 'sebagaimana kebiasaan para ahli fanatisme' sungguh adalah puncak celaan. serta hukum dari perbuatan berbahaya ini sangat besar dan berat di sisi para ulama. hendaklah pembaca mengingat ucapan Sayyid Quthub secara terang-terangan bahwa 'Tidak ada aqidah keagamaan yang membelenggunya dari pemikiran'. betapa jahat tikamannya di dalam lembaran bukunya ini. andaikan celaan dan penghinaan ini diarahkan kepada manusia yang paling hina sekalipun. sifat temperamental tercela. di mana beliau 'alahis sallam tetap tidak menjadi penolong bagi pelaku kejahatan. Artinya beliau ‘alahis sallam tidak mempunyai ketenangan dan sikap santun. Maret 2008. Lc. (Menurut Sayyid) [11] Lihatlah. Silakan merujuk kepada kitab Asy-Syifa' karya Qadhi 'Iyadh rahimahullah dan Ash-Sharimil Maslul 'Ala Syatimir Rasul karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah __________________________ [4] Apakah yang dia maksud dengan kisah seni bebas?? [5] Kita tidak tahu. Artinya penyakit syaraf yang diderita oleh Musa ‘alahis sallam tidak ada yang menandinginya. [9] Di sini juga ada celaan yang sangat buruk dan olokan terhadap Nabi yang mulia ini. Inilah hasil keterlepasannya dari aqidah Islam tentang Musa ‘alahis sallam dan selainnya. Hal: 50-66.sallam itu menafikan apa yang seharusnya beliau ‘alahis sallam dapatkan berupa penghormatan dan pemuliaan. serta juga tentang Al-Qur'an itu sendiri. Cetakan: Pertama. Ini adalah perkara yang membuat berdiri bulu kuduk. bankan beliau ‘alahis sallam mempunyai sifat yang berlawanan dengan keduanya menurut Sayyid Quthb. [10] Terkandung celaan dan penghinaan yang luar biasa. Penerjemah: Muhammad Fuad. [7] Tidak demikian. tidak ada ta'ashub atau emosional.

A. bukan "negara demokratik" atau "khilafah demokratik" atau lainnya. karena angan-angan sosial-politik Islam--dalam asumsi penulis--tidak menentukan kepastian sebuah bentuk [performa] negara apapun. Kedua. dan menghambat perkembangan dari masa ke masa. Umar b. Karena itu. W.A. penulis menyebut “angan-angan sosial-politik”. 'adâlah (keadilan). Sebagai anganangan sosial-politik. Apalagi para penggagas negara Islam kontemporer yang paling getol pun tidak berbicara tentang sistem [negara] Islam. Karena itu. Keragaman tersebut semata-mata bersifat sosiologis-relatifis yang tidak mengikat bagi umat Islam. Usman b. Karena itu. syûrâ (musyawarah) dan sebagainya. melainkan menggambarkan sejumlah prinsip luhur yang penting bagi kemanusiaan dan keadilan sosial.blogspot. menggunakan kata "negara" dewasa ini terasa mengerikan. Sebenarnya saya tidak mengatakan bahwa di dalam Islam tidak terdapat sistem politik. [6] H. Sumber Islam itu hanya memberikan pedoman ajaran berupa seperangkat prinsip[2] dan tata nilai etika bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. terlebih lagi apabila sistem itu diwahyukan dan bersifat absolut. C. Selain itu. semuanya juga tak ada yang bersifat imperatif dan teologis. Tetapi. Demikian juga Piagam Madinah yang dirumuskan Rasulullah SAW bersama warganya. Gibb. Piagam ini sama sekali tidak mencerminkan sebuah sistem negara atau pemerintahan yang baku. terbukti bahwa sebuah sistem cenderung bersifat statis. Nallino. tetapi juga hubungan antar manusia. penulis menyepakati suatu pendapat bahwa baik al-Qur'an maupun al-Sunnah. digunakan kata "demokratik" saja. sebagai sumber utama Islam. kebebasan merumuskan bentuk negara sebagai pelembagaan dan perwujudan nyata dari angan-angan tersebut terbuka lebar bagi kesejarahan umat Islam. Montgomery Watt. performa negara sekarang jauh berbeda dengan istilah "negara" yang digunakan para pakar untuk mengidentifikasi komunitas Madinah saat Nabi SAW memimpin. bukan “sistem politik atau pemerintahan” Piagam Madinah.[4] Bagi penulis. Khatab.html Tulisan ini sengaja diberi titel "angan-angan (imaginaire) sosial-politik demokratik Piagam Madinah".http://hizb-ikhwani. benar apa yang dikatakan Munawir Sjadzali bahwa: Islam tidak hanya mengatur soal ibadah. Abi Thalib. Affan. dan Ali b. Memang intelektual semacam Fazlur Rahman.R. Arnold. Piagam Madinah tentu dapat menjadi inspirasi politik bagi umat Islam untuk membangun tatanan kenegaraan yang beretika dan bermoral. mengekang dinamika masyarakat yang selalu berubah. Sebab. tetapi Islam tidak mempunyai preferensi tentang sistem politik yang mana. Pemahaman ini sejalan dengan prinsip universalitas ajaran Islam yang memungkinkan Islam diamalkan di mana dan kapan saja. Sedikitnya ada tiga alasan yang bisa dikemukakan sebagai pertanggunganjawab dalam menentukan pilihan redaksi tersebut berikut implikasi makna yang dikandungnya. dalam berbagai teksnya tidak mengajarkan suatu bentuk atau sistem pemerintahan (negara)[1] tertentu yang harus dianut oleh umat Islam.B. prinsip dan tata nilai etika tersebut disebut angan-angan (imaginaire) sosial-politik [Islam] yang demokratik. Sementara pola kenegaraan yang diterapkan Abu Bakar.[5] Thomas W. Joseph . Tentu sifat ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan prinsip fleksibelitas agar bisa diterapkan di mana saja dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan bagaimana saja (shâlih-un li kulli zamân-in wa makân-in wa ahwâl-in).[7] D. Pertama. Islam tidak menetapkan sesuatu sistem untuk menegakkan prinsip-prinsip tersebut. serta sistem-sistem negara lain yang mengklaim Islam.[3] Prinsip-prinsip yang dimaksud bersifat universal sesuai dengan watak dasar Islam yang transhistoris dan eternal. misalnya Islam berbicara tentang beberapa prinsip atau etika seperti musâwah (persamaan). MacDonald.com/2008/05/menyoroti-adab-sayyid-quthb-dalam. Di samping itu.

[10] Karena alasan-alasan inilah. R. paling berkuasa. Untuk kata "demokratis". demokratis adalah proses pengambilan keputusan untuk mewujudkan kehidupan bersama yang diangan-angankan dengan cara partisipatif dan mempertimbangan pluralitas nilai yang berkembang dalam masyarakat. Islam hadir dan berinteraksi secara sosialpolitik dalam lingkungan masyarakat komunal-sukuisme yang plural. 14 abad yang lalu. Pluralitas tersebut terlihat pada komposisi penduduk Madinah yang didomisili oleh berbagai golongan suku-bangsa Arab dan bangsa . Sebab. penulis yakin mereka tidak akan menyamakan istilah "negara" yang digunakan untuk komunitas Nabi saat itu dengan konsep “negara” yang berlangsung dewasa ini. dan agama yang berbeda. tetapi "Piagam Madinah" mampu menjadi perekat unitas dari pluralitas tersebut. dan eksploitasi kaum pekerja oleh pemilik alat-alat reproduksi (kaum kapitalis) dan pemegang distribusi kekayaan yang mencelakakan kelas pekerja. Strothmann. Penduduknya terbagi ke dalam kelompok-kelompok etnik. gender. dari kepemimpinan politik abad ke-7 M adalah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW karena keberhasilannya membangun komunitas pluralis tersebut. Bahkan. di atas manusia yang secara riil ada dan benar-benar terasa adanya adalah maha-instansi yang bernama "negara". oleh sebagian pakar ilmu politik.Schacht. status sosial. kalau hati seorang beriman menyatakan bahwa di atas manusia tidak ada instansi lain kecuali Tuhan. Islam dan Negara-Bangsa: Kebutuhan Prinsip Kebangsaan Sudah menjadi pengetahuan umum. bisa jadi demokrasi menjadi suatu keniscayaan bagi kelompok Muslim manapun sebagai suatu cara untuk mengelola kehidupan bersama yang beragam baik secara etnik. par-exellence. Dengan pemahaman ini. para teorisi politik Islam memang terlalu hati-hati untuk menyebut bahwa Islam itu "demokratis". maka tentu komunitas itu akan mempertimbangkan Syari’at Islam sebagai satuan hukum yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan. termasuk terhadap "kebenaran".[8] dan banyak pakar lain. "Negara" yang demikian tentu bukan istilah yang tepat untuk menyebut komunitas Nabi SAW saat itu dengan Piagam Madinahnya. Tapi. Dalam pandangan penulis tidak demikian. dan Sayyid Quthb. di atas bumi ini. maupun kepentingan. maka dalam kenyataannya. Bisa diilustrasikan. Pada umumnya faktor ini mendorong konflik yang tidak mudah diselesaikan. karenanya dalam waktu yang bersamaan Nabi menurut mereka adalah pemimpin agama dan kepala negara sekaligus. realitas negara saat ini telah memetamorposis menjadi sosok “makhluk” yang--seolah-olah--paling raksasa. Ia memiliki kewenangan (authority). Yang tak kalah menariknya untuk dikemukakan adalah latar sosial-budaya masyarakat Madinah saat itu yang sangat plural. agama. Diakui juga oleh para pengkaji sejarah Islam bahwa model yang paling ideal dan sempurna. Ketiga. yang maha-meliput. yang dirasakan oleh setiap manusia yang beriman maupun kafir.[9] Meminjam istilah yang digunakan Karl Marx untuk menyebut realitas negara sekarang adalah suatu aparat atau mesin opresi (penindasan). seperti Abu A’la alMaududi. karena hampir semua pengkaji sejarah Islam mengakui bahwa "Piagam Madinah" merupakan instrumen hukum-politik yang membuat komunitas Islam dan non-Islam saat itu menuai kebebasan dan kemerdekaan di bawah kepemimpinan Nabi SAW. tirani. ras. Negara semakin terasa menjadi pemeran sifat kemahakuasaan Tuhan sebagai al-Muhîth. ras. Karena. diambil "Piagam Madinah" sebagai basis kajian untuk mendapatkan wawasan tentang anganangan sosial-politik demokratik dalam tulisan ini. "Piagam Madinah" dianggap sebagai konstitusi atau undangundang dasar pertama bagi 'negara Islam' yang didirikan Nabi SAW di Madinah. kekuatan (power). maka berarti Islam mengakui kedaulatan rakyat di mana otoritas Syari’at Islam dapat dianulir oleh kesepakatan rakyat dalam lembaga perwakilan rakyat. dengan 'kaca mata' ilmu politik modern menganggap komunitas Nabi SAW saat itu adalah sebuah "negara". Kekhawatiran ini pernah menghantui pemikiran politik beberapa pemikir Islam. dan klaim (claim) yang hampir tak terbatas (unlimited). melainkan bahwa suatu komunitas jika demokratis. penulis menjadikan Piagam Madinah sebagai basis kajian untuk memperoleh kejelasan nilai normatif dan empirik Islam dalam pergumulannya di tengah masyarakat pluralistik. Hasan al-Banna. Karena jika demokratis.

Muhammad Abduh (1849-1905 M). dan “Islam nasionalis”. memilih salah satu dari dua hal di atas sama sekali tidak konstruktif.[11] Muhammad Zafrullah Khan juga menyebut empat golongan sosial. Sa'ad Zahlul (1867-1927). yakni [1] Muhajirin. Islam suka tidak suka harus berinteraksi dengan sederetan fenomena yang secara global disebut negara-bangsa (nation-state). [2] Golongan Aus dan Khazraj yang keislamannya masih dalam tingkat nominal. kecuali Anatolia (Turki Modern).Yahudi yang menganut agama dan keyakinan berbeda. Ia menawarkan suatu “gagasan baru” untuk membentuk tatanan “masyarakat baru” yang kemudian disepakati menjadi pegangan hidup bagi “masyarakat kota” yang dinamai Madinah. “Islam modernis”. dan lebih plural tercapai semasa kepemimpinan alkhulafâ' al-râsyidûn dan sesudahnya. Dengan demikian. Kawasan masyarakatnya bukan lagi kota Madinah an sich. Konstruksi masyarakat saat itu memang diakui masih sangat sederhana dan lokal setingkat perkembangan peradabannya. karena di dalamnya terkandung sikap apatis terhadap kehidupan masyarakat bangsa yang mesti dihadapi. khususnya pada tiga abad terakhir ini. Menghadapi ini. Nabi Muhammad SAW mampu mencairkan bangunan komunalisme tersebut menjadi sebuah komunitas yang berdaulat dan integrated. tetapi dalam waktu yang singkat telah menjadi muslim. yang kemudian melahirkan apa yang disebut oleh pengamat sebagai “Islam fundamentalis”. bahkan ada yang secara rahasia memusuhi Nabi. sungguh tidak mudah bagi kaum muslimin untuk mencernakan keharusan historis secara interaktif. Hasan Ibrahim Hasan. dan Sayyid Quthb (1906-1968 M). yang selalu dipandang "ideal" untuk saat itu. yang terdiri dari Muhajirin dan Ansor. Ali Abd al-Raziq (18881966)[14]. lebih kompleks. suatu masyarakat yang timbul sebagai konsekuensi logis dari konstruksi negara-bangsa. melainkan telah melikup seluruh semenanjung Arabia. Dengan kata lain.[16] Karena itulah. idealisasi Islam sebagai konstruk sosial yang ideal--dan kadang utopis-hanyalah merupakan pelarian dari kenyataan. Munculnya para pemikir dan pembaharu seperti Jamal al-Din al-Afghani (1839-1897 M). Dengan luasnya hamparan "ruang" dan memanjangnya rentang . adanya prinsip-prinsip dasar bagi Islam untuk menghadapi kenyataan pluralisme dan negara-bangsa menjadi kenyataan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Namun semestinya membincangkan "Islam" kaitannya dengan "sosial-politik" dewasa ini tentu tidak bisa hanya merujuk pada masa awal Islam. dan menaklukkan seluruh wilayah Asia di bawah Kekaisaran Romawi. Muhammad Husein Haikal (1888-1956 M)[13]. yaitu Banu Qainuqa. “Islam sosialis”. 'membaca' ada empat golongan dominan saat itu. Jelas sekali. Banu Nadhir. sebagaimana berkali-kali dinyatakan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. atau langsung meninggalkan wawasan Islam sama sekali. Persia. dan [3] Kaum Yahudi yang tinggal di Madinah. Bentuk masyarakat lebih luas. Pada kegamangan modernitas dewasa ini. Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935 M). sejarawan Mesir. tulisan ini sengaja mengangkat "angan-angan sosial-politik demokratik" dari Piagam Madinah sebagai upaya untuk menundukkan permasalahan masyarakat bangsa yang demikian plural itu pada konteks yang proporsional. dalam pandangan Abdurrahman Wahid. Thaha Husayn (1888-1966). “Islam sekularis”. Hanya ada dua pilihan dari hal yang akan menjadi pencarian semacam itu: meneruskan utopisme itu kepada usaha operasional untuk menjadikan Islam sebagai sistem alternatif terhadap konsep negara-bangsa umumnya. dan Banu Quraizhah. Masa Rasul dan al-Khulafâ' al-Râsyidûn sekalipun. Adalah tetap relevan untuk memperbincangkan kaitan Islam dengan pluralisme masyarakat-bangsa. “Islam tradisionalis”. Kesulitan ini telah melahirkan polarisasi pemikiran politik yang sangat beragam.[12] Yang penting menjadi catatan di sini adalah proses kreatif Nabi Muhammad. [3] Kaum munafik dan musyrik. sebelumnya bernama Yatsrib. Selama kurang lebih sepuluh tahun (622--632 M). [2] Anshar. tetapi dengan identifikasi yang berbeda: [1] Kaum muslimin. Abu al-'Ala al-Maududi (1903-1979)[15]. tidak terlalu tepat untuk dijadikan sebagai satu-satunya cermin dalam menghadapi pluralisme modern. adalah bentuk-bentuk nyata dari interaksi tersebut. adalah kenyataan bahwa negara-bangsa dengan wawasan kebangsaannya adalah fakta yang tidak dapat dihindari. Yang menjadi persoalan. dan [4] Golongan Yahudi yang terdiri dari tiga suku utama. [3] Golongan Aus dan Khazraj yang masih menganut paganisme.

sekularistik. seperti yang dianut oleh kalangan Syi'ah. termasuk ruh dari setiap perkembangan zaman. Piagam Madinah adalah dokumen politik penting yang dibuat oleh Nabi SAW sebagai perjanjian antara golongan-golongan Muhajirin."waktu" kehadiran Islam. Berbeda dengan agama-agama besar dunia lainnya. Selain tidak ada nash (teks) yang tegas-eksplisit menentukan bentuk negara sebagai klaim Islam. paradigma pluralisme ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa maknanya dalam mengarahkan sejarah kemanusiaan. .[21] Dalam konteks ini Islam tampaknya memang didesain untuk bisa menata kehidupan sosial yang pluralistik. dan Yahudi. sejarah.. dan pengalaman mereka". seluruh ranah kebudayaan dan peradaban. dalam pemikiran Al-Mawardi (w. sekularisme. tidak mengherankan jika kebanyakan gerakan sosial dan politik yang penting dalam sejarah modern umat Islam telah menuju Islam pada benang merah yang sangat kuat dengan Islam sebagai kekuatan pemersatu dan pemberi dorongan. Prinsip-prinsip Dasar Menuju Demokrasi: 'Wasiat' dari Piagam Madinah "Piagam Madinah" adalah sebutan bagi al-shahîfah (yang berarti lembaran tertulis. Islam yang telah (dan harus) menyejarah (Islam historis). Sebaliknya ada juga yang memegang teguh bahwa agama dan negara harus dipisah. serta sekutunya. apalagi dalam metamorfosis negara sekarang. 728 H/1328 M) [19].. Piagam Madinah hadir mempertaruhkan "gagasan baru" bagi suatu bentuk tatanan "masyarakat baru" yang disebut ummat (community) dalam sejarah umat manusia."[17] Maka tidak mengherankan. Itulah sebabnya kita menyaksikan relasi agamanegara (dîn-dawlah) menjadi demikian plural dalam sejarah politik umat Islam.. kita tidak bisa mengasumsikan Islam taken for granted begitu saja. Bukan sekadar itu. jika para pemikir Muslim merasa kesulitan dalam menentukan "hubungan sosial-politik" yang sesuai dengan kehendak ajaran Islam. atau berisi pernyataan dan pengukuhan mengenai sesuatu. realitas pluralisme. " Islam sejak masa hidup pendirinya adalah negara itu sendiri. penting menjadi pertimbangan dalam memahami dan merumuskan Islam pada zamannya. jika kita ingin memahami semua yang terjadi di masa lalu dan sedang terjadi sekarang di dunia Muslim.. 808 H/1406 M)[20]. Dokumen itu mengandung prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan bersama dalam .. Sementara kata "piagam" berarti "surat resmi. Ada yang meyakini bahwa agama (Islam) dan negara tidak dapat dipisahkan (integrated). seperti yang pernah digagas Ali Abd al-Raziq (w. "Seperti dijelaskan oleh Bernard Lewis. 450 H/1058 M)[18]. yang berisi pernyataan pemberian hak. Identitas agama dan pemerintahan melekat tak terhapuskan dalam angan-angan dan kesadaran umat Islam. juga buktibukti historis-sosiologis di dalam masyarakat Muslim menunjukkan ketiadaan (nihil) bentuk tunggal negara. disebut sebanyak 8 kali) dan al-kitâb (yang berarti buku. 1966 M). dan hegemoni nation-state--sebagai realitas kepolitikan kontemporer--harus menjadi agenda dalam diskursus sosial-politik Islam (kontemporer). dan Ibn Khaldun (w.”[22] Sumber lain menyebutkan bahwa "piagam" (charter) adalah dokumen tertulis yang dibuat oleh penguasa atau badan pembuat undang-undang yang mengakui hakhak rakyat. Kata "Madinah" menunjuk kepada tempat dibuatnya naskah. Karena itu. Islam yang diterima sekarang ini tidak lain adalah Islam yang telah menjelma melalui proses pergulatan sejarah manusia dalam segala dimensinya. yang dibentuk oleh teks-teks suci. Masing-masing dari penganut paradigma ini mengklaim dan bersandarkan pada sumber ajaran Islam. Lebih dari itu. baik hak-hak kelompok sosial maupun hak-hak individu. Termasuk dalam kesulitan ini adalah melakukan respon terhadap wujud "negara" yang telah berubah sedemikian rupa dewasa ini. disebut sebanyak 2 kali) yang dibuat oleh Nabi SAW bersama warganya.[23] Melihat proses perumusannya.. modernisme.. Sebagimana bisa dilihat dalam perumusan dan pelaksanaan butir-butir Piagam Madinah.. hubungan timbal balik dan saling memerlukan. Anshar. umpamanya. Ada juga yang memandang agama dan negara harus berhubungan secara simbiotik. Pandangan ini dapat ditemukan. seyogyanya kita mengapresiasi watak universalitas dan posisi sentral agama sebagai suatu faktor dalam kehidupan umat Islam. Ibn Taymiyah (w.

Kedua. dan penganut Paganisme. Pertama. golongan. angan-angan sosial-politik Islam adalah suatu masyarakat yang ultramodern di dalam segala hal. kalau dilihat dari fungsi agama dalam kehidupan masyarakat. adalah inklusifisme-egaliterianisme. Yakni. perjanjian itu sebagai suatu aliansi antara suku-suku Arab sebagai satu golongan dan suku-suku Yahudi sebagai satu golongan lain. melainkan juga memperhatikan kemaslahatan masyarakat non-Muslim. Untuk itu.[26] Maka tidak apologetis. dan sejahtera bagi setiap warganya. di mana berlaku nilai-nilai Islam secara konsisten. Dengan demikian. Nabi bekerja keras menumbuhkan sikap loyal mereka kepada agama dan komunitas baru itu. konvensi) masyarakat Madinah sepenuhnya diakui sebagai hukum yang hidup oleh Piagam Madinah. Nabi Muhammad berhasil membangun masyarakat yang bersatu dari keragaman agama: Muslim. Ini tidak lain karena Nabi Muhammad SAW tatkala membuat Piagam tersebut bukan hanya memperhatikan kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Muslim. Islam bertugas melestarikan sejumlah dan pola perilaku sosial yang mempertalikan pencapaian tujuan dengan kemuliaan cara yang digunakan untuk itu. Terlepas dari polemik historisitas penyusunan dan otentisitas naskah Piagam Madinah. ketimbang konsep modern negara sentralistik yang memaksa (represif). karena perjanjian itu merupakan suatu usaha Nabi SAW untuk mengadakan rekonsiliasi antara suku-suku sebagai perjanjian persahabatan untuk meleburkan (fusi) semua pluralitas dalam satu komunitas yang integrated. cita-cita politik umat Islam harus dibimbing oleh komunitas politik Islam sebagai asosiasi pluralistik-desentralistik yang lebih berdasarkan pilihan ketimbang paksaan.kehidupan sosial politik. suatu masyarakat egaliter. dan keadilan sosial atas dasar keimanan dan ketakwaan. diakui bahwa dengan penetapan (arrangement) ini. Untuk mencapai tujuan ini. Di dalam tatanan masyarakat demikian ini akan hidup dengan rukun dan damai segala macam ragam manusia dari seluruh aliran agama dan suku bangsa. baik melalui bentuk masyarakat yang bernama negara maupun lainnya. Gagasan-gagasan ini menganjurkan tuntutan etika sentral dari Islam yang lebih sesuai dengan asosiasi bebas bagi kerjasama komunitas yang saling menguntungkan (mutualistik). Maka jelaslah. Piagam ini tidak saja menggambarkan komposisi penduduk Madinah saat itu. terlepas dari bentuk negara yang digunakan. melalui pengembangan nilai-nilai sebagai etika masyarakat yang bersangkutan. Sebagai perjanjian aliansi segi tiga--Muhajirin-Anshar-Yahudi-paling tidak bisa dilihat karena dua alasan. tampak dari berbagai studi yang dilakukan para ahli. merupakan bukti nyata kemampuan Muhammad melakukan negosisasi dan konsolidasi dengan berbagai golongan masyarakat Madinah. universalitas Islam dapat difungsikan sepenuhnya dalam sebuah masyarakat bangsa. Jadi.[25] Oleh karena itu. adil dan makmur. Yahudi. Fakta historis ini. ketetapan-ketetapan Piagam Madinah menjamin hak semua kelompok sosial dan persamaan hukum dalam segala urusan publik. ketentuan-ketentuan hukum. rahmatan li al-'âlamîn. menjunjung tinggi moralitas. Dengan kata lain. . menurut Philip K. apabila Piagam ini dinyatakan mempunyai angan-angan sosial-politik untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan semua unsur pluralisme (suku.[24] Piagam Madinah yang digunakan adalah yang telah disistematisasi menjadi 47 pasal. Dengan kata lain. Tata nilai dan pola perilaku itu sering disebut al-akhlâq al-karîmah. tugas Islam sebenarnya adalah mengembangkan etika sosial (social ethics) yang memungkinkan tercapainya tujuan penyejahteraan kehidupan umat manusia. agama. melainkan menjadi bukti historis situasi sosial-politik komunitas Madinah yang menjalani perjanjian aliansi (treaty of alliance). Hal ini juga diperkuat dengan kenyataan adanya pengakuan bahwa kebiasaan-kebiasaan (tradisi. Islam berfungsi penuh dalam kehidupan masyarakat bangsa. baik dalam membaca realitas maupun mengambil keputusan politik. paradigma sosial yang digunakan Nabi. dan kepentingan) menjadi satu bangsa (ummat) untuk hidup berdampingan secara damai. Dengan demikian. Oleh karenanya. sekalipun mereka (Yahudi) tetap dalam agama mereka. Setiap suku dari Yahudi adalah satu bangsa dengan orang-orang beriman. tanpa perbedaan apa pun di mata hukum. Hitti. harmonis dengan sifat-sifat asasi manusia.

Menjunjung tinggi hak asasi manusia 9. tidak pula mendesakkan kepada kaum muslimin suatu sistem pemerintahan tertentu lewat mana mereka harus diperintah. Tampaknya. Kolektifitas dan solidaritas sosial 3. berekspresi dan beragama 8. Nasionalisme 10. Ahmad Sukarja[32] dan J. melainkan sebagai etika sosial yang akan memandu jalannya kehidupan bernegara dan bermasyarakat sesuai dengan martabat luhur dan kemuliaan derajat manusia. Keadilan sosial 5. tepat apa yang dikatakan oleh Ali Abd al-Raziq: Islam tidak menetapkan suatu rezim pemerintahan tertentu. tentukan sendiri cara pemilihannya. Dalam konteks ini.[34] Untuk membuktikan otentisitas dan keluhuran Piagam Madinah kiranya penting dilakukan studi . selain bisa ditafsirkan sebagai sikap demokratis yang tidak memberikan wasiat pelimpahan kekuasaan. seperti Muhammad Khalid. kedaulatan dikembalikan kepada rakyat sepenuhnya tanpa ada pesan-pesan politik yang mengganggu kebebasannya dalam bersikap dan menentukan nasib politiknya. tapi Islam telah memberikan kita kebebasan mutlak untuk mengorganisasikan negara sesuai dengan kondisi-kondisi intelektual. Namun. Sikap Rasul yang tidak memberikan petunjuk untuk menentukan penggantinya sebagai 'kepala negara' sesudah wafatnya. karena itu pilihlah sendiri penggantiku [jika dibutuhkan]. Musyawarah Prinsip-prinsip di atas pada dasarnya adalah prinsip universal yang diakui oleh kalangan internasional sebagai prasyarat untuk mewujudkan kehidupan sosial-politik yang egaliter dan demokratis. Perlindungan dan pembelaan terhadap yang lemah dan tertindas 4.Islam berfungsi bagi kehidupan masyarakat bangsa tidak sebagai bentuk kenegaraan tertentu. juga bisa dimaknai bahwa Rasul mewariskan "demokrasi" bagi generasi berikutnya. Diamnya Rasul seolah-olah menyatakan: "Tanggungjawabmu urusan sosial politik zamanmu. Prinsip-prinsip substansial ini memang sungguh-sungguh terrefleksikan secara eksplisit dalam diktum naskah Piagam Madinah. Equalitas sosial 11. hanya ada satu prinsip yang tak terlihat di atas bagi kokohnya kehidupan demokrasi. dan dengan mempertimbangkan perkembangan sosial dan tuntutan zaman. Kebebasan berpendapat. bangsa. beberapa ahli. dari keragaman rumusan ini secara singkat dapat ditarik point-point umum bahwa prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan bagi kehidupan demokratis untuk segala zaman dan tempat itu adalah: 1. Namun. dan ekonomi yang kita miliki. berbeda dalam merumuskan prinsip-prinsip dasar "kehidupan demokratis" dalam angan-angan sosial-politik Piagam Madinah yang hanya berjumlah 47 pasal itu. berorganisasi. Perdamain antar sesama dan lingkungan 6. dan aturlah urusan bersama dengan cara yang terbaik menurut kamu". Prinsip kesatuan umat. dan tanggungjawabku urusan sosial politik zamanku. yakni penegasan "kedaulatan rakyat". Suyuthi Pulungan[33] dalam bukunya masing-masing.[29] dan Maulvi Muhammad Ali.[30] serta Zainal Abidin Ahmad[31]. Persamaan di depan hukum 7.[28] Hasan Ibrahim Hasan. komunitas (ummat wâhidah) 2. Namun.[27] Muhammad Jalal alDin Surur. sosial. prinsip ini sesungguhnya telah terjawab dengan keterlibatan rakyat dalam perumusan dan kesepakatan Piagam ini. Artinya. Kekuasaan politik untuk mengatur urusan bersama dikembalikan sepenuhnya kepada kedaulatan rakyat.

hubungan antara negara dan warga negara. Karena keempat ciri-ciri khas tersebut adalah juga ciri-ciri khas negara. Wallahu 'Alam bi al-Shawab [1] Sistem politik (political system) yang dimaksud adalah suatu konsep yang mengatur soal kenegaraan. Robert E. 1789) yang lahir pada permulaan Revolusi Perancis. Ia membenarkan bahwa masyarakat Madinah yang diorganisir Nabi itu merupakan suatu negara dan pemerintahan yang membawa kepada terbentuknya suatu umat Muslim. 1965). 3/Vol. 233. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. (Jakarta: Rajawali. Sejarah. [6] Baca Thomas W.). Baca Jack C. dan Helenan S. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. hlm. Montgomery. dalam John J. Secara leksikal berarti: [1] dasar kebenaran. bentuk negara. hlm. hlm. 1215) yang dibuat Raja John dari Inggris.perbandingan secara mendalam dengan Magna Charta (Piagam Agung. The Caliphate. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar. dan [4] kebebasan dari kemelaratan.). hlm. 1989). Bandingkan dengan Harun Nasution dan Azyumardi Azra (ed. 1689) yang diterima oleh Parlemen Inggris. “Islam Kosong Sistem Politik”. Sistem politik dibedakan dari sistem sosial lain oleh empat ciri khas. hlm. (Jakarta: Balai Pustaka. dan sebaginya. 233. “The Islamic Concept of State”. Robin. Karena itu. 1985). Bill of Rights (Undang-undang Hak. hlm. misalnya tentang sumber kekuasaan. [5] Baca Fazlur Rahman. artinya menyandang daya pengabsah dan kerelaan yang besar. 1974). Plano. dan A. [2] kontrol mutlak atas pemakaian kekerasan fisik. [1] daya jangkau yang universal. [3] Munawir Sjadzali. dan Declaration of Human Rights (Deklarasi Hak Asasi Mnusia.VI/1989. Esposito. Perkembangan Modern dalam Islam. dan Pemikiran. pola hubungan masyarakat yang dibentuk berdasarkan keputusan-keputusan yang sah dan dilaksanakan dalam masyarakat itu. Sejarah. Bandingkan juga dengan bukunya. 2. [4] Munawir Sjadzali. asas (kebenaran yang menjadi dasar berfikir. Kamus Analisa Politik. Islam dan Tata Negara: Ajaran. [2] kebebasan beragama. Islamic Political Thought. Arnold. Declaration des droits de l'homme et du Citoyen (Pernyataan Hak-hak Manusia dari Warga Negara. meliput semua anggota masyarakat. [2] Istilah “prinsip” ini berasal dari bahasa Inggris “priciple”. (Jakarta: P3M. 1987). [3] kebebasan dari ketakutan. Edisi V. Cet. hukum umum sebab akibat.P. 1948) oleh PBB. dan [4] keputusannya bersifat otoritatif.C. (London: Routledge and Kegan Paul LTD. (eds.S. [2] tuntunan peraturan untuk tingkah laku. 1989). Roosevelt. Riggs. cara pengangkatan dan pemberhentian kepala negara. Muslim Perspective (New York: Oxford University Press. maka istilah “sistem politik” umumnya dipakai sebagai nama kolektivitas hubungan dari suatu negara. Gimson (eds. hlm. Cowie. (Jakarta: UIPress. dan sebagainya). Wawancara di PESANTREN No. Dan terjemahan lain Politik Islam . 179. dan Pemikiran. Donohue dan L. Edisi V. Hornby.). Montgomery Watt menyebut Piagam Madinah sebagai suatu "kesatuan politik tipe baru" (political unit a new type) dan dikatakan sebagai suatu ide yang revolusioner untuk saat itu. Bill of Rights (Undang-undang Hak. [7] Baca W. 1798) yang dirumuskan Rakyat Amerika. 1993). The Four Freedoms (Empat Kebebsan): [1] kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. 1993). hlm. (Jakarta: Beunebi Cipta. hlm. 1988). 30. Franklin D. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 701. hlm. [3] hak membuat keputusan-keputusan yang mengikat dan diterima sebagai absah. 24-36. (London: Oxford University Press. bertindak. Islam in Transition. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. A. Islam dan Tata Negara: Ajaran. A. 664. mekanisme pemerintahan. wajar kalau sang orientalis semacam W. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. moral. 34-35. (Jakarta: UI-Press. II. yang dirumuskan oleh Presiden Amerika Serikat. 261. 1982). Atau.

7-8. op.).. Suyuthi Pulungan. tentang Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk. Murray et. 1979). Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. 35-36. Din Syamsudin. 209. Mas’udi. (Minneapolis: University of Minnesofa. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an (Jakarta: LSIK. 1995). 1925). 102. hlm.). 135. 1955). Bill dan Carl Leiden. 1988). terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties. Capital Cities of Arab Islam. “negara (. 18--19. [18] Baca Al-Mawardi. II (London: Oxford at the Clarendon Press. v. (Jakarta: P3M. 1973). 1994). 1994). hlm.tp. (kairo: Dar alMa’arif). 1994). (t.el. (Jakarta: LSIK dan RajaGrafindo Persada. [11] Hasan Ibrahim Hasan. Dekonstruksi Syari’ah. [22] Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. hlm. 294. hlm. VI/1989. Hitti. 1957).dalam Lintasan Sejarah. hlm. 116. hlm. op. Vol. [9] Bandingkan dengan Kata Pengantar Masdar F. Suyuthi Pulungan. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. [12] Dikutip dari J. Vol. [16] Abdurrahman Wahid. 30-41. hlm. [19] Baca Ibn Taymiyah. (Beirut: Dar al-Fikr. (Mesir: Mathba’ah Meshr. The Oxford English Dictionary..t. 1989). dari Madjid Khadduri. cit. (Jakarta: P3M. hlm. Suyuthi Pulungan. (eds. 1978). War and Peace in the Law of Islam (Baltinore: John Hopkins. hlm. [20] Baca Ibn Khaldun. tentang Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan al-Qur’an. [15] Karya politik Al-Maududi yang spesifik adalah Islamic Law and Constitution. (Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. [10] James A. [21] Baca lebih jauh pada M.. Politics in the Middle East. Khatam al-Nabiyyin. (Jakarta: UI Press. cit. [23] James. t. A. 680. 11.t. [25] Dikutip J. dan Al-Khilafah wa al-Mulk (Kuwait: Dar al-Qalam. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. Jilid I. 1979). dalam Abdelwahab ElAffendi.H. Muqaddimah Ibn Khaldun. Tarikh al-Islam. JURNAL ULUMUL QUR’AN No. t. hlm. hlm. [26] Philip K.t. [8] Baca Muhammad Dhiya’ al-Din al-Rayis.). IV.). . Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat.. 2. dan J. t. (Boston: Little. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? (Yogyakarta: LKiS. hlm. [14] Buku politiknya yang kontroversial adalah Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. 3/Vol. (Yogyakarta: LKiS. [17] Abdullahi Ahmed an-Na’im. 1978). Th. hlm.: Dar alKatib al-Arabiy. 1955). [24] Misalnya studi yang dilakukan Ahmad Sukarja. hlm. (Beirut: Dar al-Fikr. Brown and Company. [27] Baca Muhammad Khalid. dalam PESANTREN No. Human Rights and International Law. 4-9. 1994). (al-Qahirat.)”. 1993. 55. [13] Buku politiknya yang sering menjadi rujukan adalah al-Hukumah al-Islamiyyah. (Mesir: Maktabah al-Anjlu al-Mishriyat.

London: Oxford University Press. Donohue dan L. (Jakarta: 1956). t. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? Yogyakarta: LKiS. Nasution.). Islam dan Tata Negara: Ajaran. cit. dan A.t. Yogyakarta: LKiS.t. Gimson (eds. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq. Mesir: Mathba’ah Meshr. dan Pemikiran. Hasan. Human Rights and International Law. Muhammad Dhiya’ al-Din. Philip K. dalam John J. 92.. op. . Khaldun. al-Raziq. 1979. A. Capital Cities of Arab Islam. 1973. Jakarta: P3M. James A. Islam in Transition. cit. 1925. Munawir. BIBLIOGRAFI Ahmad. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. ‘Imarah. Jakarta: 1956. Brown and Company. Muhammad. Perkembangan Modern dalam Islam. London: Routledge and Kegan Paul LTD.. [29] Baca Hasan Ibrahim Hasan. Jilid I. Bill. 124. Abdullahi Ahmed. Ali Abd. 1965. Zainal Abidin. Membentuk Negara Islam. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq. Tarikh al-Islam. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. hlm. Ibn. t. hlm. (eds. al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat. Fazlur. 78. Thomas W. hlm. A. [32] Baca Ahmad Sukarja. 3/Vol. Abdel Wahab. 1985. Esposito.. Muhammad the Prophet (Lahore. Beirut: 1972. 1979. Mesir: Maktabah alAnjlu al-Mishriyat. 1924).). 1993. Hitti. cit. Suyuthi Pulungan. Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. 1952). [31] Baca Zainal Abidin Ahmad. Hornby. dan Carl Leiden.). [34] Lihat Muhammad ‘Imarah. Sejarah. op. terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties. hlm.P. Al-Maududi. Membentuk Negara Islam. 1982.VI/1989.C. Rahman. “The Islamic Concept of State”. [30] Baca Maulvi Muhammad Ali. 1974. New York: Oxford University Press. 1994. 1957. Dekonstruksi Syari’ah. [33] Baca J. Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. hlm. (Minneapolis: University of Minnesofa. Ibrahim Hasan. Qiyam al-Dawlah al-’Arabiyyat al-Islamiyyat fi Hayat Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Sallam (al-Qahirat. Arnold.[28] Muhammad Jalal al-Din Surur. The Caliphate. --------. Jakarta: UIPress. 1978. Muslim Perspective. Muqaddimah Ibn Khaldun. 121. 121. (Beirut: 1972).. Cowie. Sjadzali. Wawancara di PESANTREN No. an-Na’im. Beirut: Dar al-Fikr. Beirut: Dar al-Fikr. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. Boston: Little.S. Al-Mawardi. El-Affendi. “Islam Kosong Sistem Politik”. Al-Khilafah wa al-Mulk. Politics in the Middle East. hlm. Kuwait: Dar al-Qalam. Harun dan Azyumardi Azra (ed. 78-79. 1994. Edisi V. op. al-Rayis.

Watt. 2000). Dinamika NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdsam. VI/1989. staf pengajar pada Fak. Th. Adapun beberapa buku di mana ia menjadi salah satu kontributor tulisan adalah Tubuh. Seksualitas. Jakarta: LSIK. Sedangkan buku yang ditulis sendiri bersama Rumadi adalah Fikih Madzhab Negara. Alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. dan Kritik Nalar Bahtsul Masail NU: Trasformasi Paradigma. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah.id/riset/item/42-islam-dan-pluralisme-angan-angan-sosial-politik-demokratik-piagammadinah. 2. 1997). Montgomery Islamic Political Thought. 1989. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. (Jakarta: CV. dan Helenan S. Kini tengah menyelesaikan program pendidikan doktor (S3) pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1989. dalam PESANTREN No. Serial Khutbah Kontemporer. dan Kedaulatan Perempuan. Beragama di Abad Dua Satu. Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta. IV. 2002). Jack C. Bunga Rampai Pemikiran Ulama Muda. Jakarta: UI Press. Beyond the Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gus Dur (Bandung: RosdaINCReS. Ahmad. t. Din “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. Zikrul-Hakim. Robert E. Kritik atas Politik Hukum Islam di Indonesia (Yogyakarta: LKiS. Cet. lahir di Cirebon 20 Agustus 1971. 1999). Wahid.html ] oleh Hafidz Abdurahman M. Syamsudin.1989. 1988. 1987. Beberapa buku yang pernah dieditnya adalah Pesantren Masa Depan (Bandung: Pustaka Hidayah. M. Geger di Republik NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdam.t. t. 1999). 1999). Kamus Analisa Politik. W. Jakarta: P3M. J. Menempuh pendidikan sarjana (S1) pada Fak. Jakarta: P3M. Taymiyah. Riggs. II. Juga aktif sebagai staf peneliti pada LAKPESDAM-NU Jakarta dan sekretaris Dewan Kebijakan Fahmina-institute Cirebon. Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk. 2002). 1994. Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Vol. Pulungan. (Jakarta: Lakpesdam. Cet. Biodata Penulis Marzuki Wahid. 1995.tp.: Dar al-Katib alArabiy. Robin. Jakarta: Balai Pustaka. Abdurrahman. Jakarta: Beunebi Cipta. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an . Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. Ibn. 1988. Magister (S2) pada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan terjemahan lain Politik Islam dalam Lintasan Sejarah. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. I. Jakarta: Rajawali. Suyuthi. Sukarja. 1993.A . (Yogyakarta: Kerjasama Rahima-ff-LKiS. 3/Vol. Seharihari bekerja sebagai Kepala Seksi Penelitian dan Pengkajian Ilmiah pada Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Depag RI. 1999). http://isif. Plano. JURNAL ULUMUL QUR’AN No.ac.

asumsi yang kedua ini lebih tepat. setidaknya dengan comparatively method. saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya. Kedua. karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at. antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom . tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. agar saya bisa bersikap amanah. pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966). diperlukan kejelian dan kecermatan. Asumsi ini dibenarkan. Asumsi ini juga dapat diterima.Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). seperti kata penulis buku ini. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar. Karena itu. apalagi melacak. mungkin saja asumsi ini tidak betul. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama. ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie. sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. Cuma persoalannya. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. karena tulisan ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku. berdasarkan perspektif kebahasaan. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub). Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”. Sebab. ketika menulis pengantar ini. Tetapi.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis. buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid. Karena itu.Untuk membaca. “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran. tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. Paling tidak. “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. Sekalipun demikian. antara lain. dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat.

Pada akhirnya beliau keluar. setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub. beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. Dalam pengantarnya. Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. Setelah itu. . dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada. seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933. sejak tahun 1946. ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. antara tahun 1926-1950. peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). beliau tidak terlibat dengan partai manapun. tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. sepuluh tahun kemudian. Dalam rentang inilah. Disamping itu. tahun 1906. konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938). gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. Tetapi.1937). Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra. kemudian tentang siapa yang disebut penyair. Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam. dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah. bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis. pecahan Partai al-Wafd. beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943). Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. Sayyid Qutub bersamanya. beliau melanjutkan studi ke Kairo. Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945). disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an. disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. serta uraian tentang krisis di tanah air. yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin. kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan makalah sosial (1940-1941). kritik terbuka kepada Dr. Dari Qaryah. saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan. Dilahirkan di Qaryah. Selama 25 tahun. beliau mengatakan. kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944). dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. khususnya ketika bersama al-’Aqqad. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952). wilayah Asyuth.yang diurai di dalamnya. pada usia 20 tahun. As-Syathi’al-Majhul (1935). beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. Sekitar tahun 1926. Kurang lebih 25 tahun. beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad. Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah. Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. tetapi hanya bertahan dua tahun. Karena itu.

saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. Pada saat inilah. tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana. Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. Buku ini berisi kisah fantasi. penulis buku al-Ayyam. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat . sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh. beliau bergabung dengan al-Ikhwan. Dalam jamaah ini. kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). Buku yang menekankan. Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi. beliau menyaksikan Hassan al-Bana. Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948).Sekalipun berisi bantahan. Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein. Thiflun min al-Qariyah (1946). seperti al-Bana. ketika berusia 45 tahun. pendiri aI-Ikhwan dibunuh. AlMadinah a!-Mashurah (1946). Asywak (1947). setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). Setelah kembali ke Mesir. Dari sini. Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. Karya ini ditujukan kepada para sastrawan. akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. tahun 1949. tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam. penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. Saya mendalami perjalanan hidup beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir. dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. yang sangat beliau kagumi. dasar dan metodenya. dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. Berisi pemandangan kiamat. Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. yang terbagi dalam delapan puluh surat. Ketika di Amerika. Dari sini saya tahu. Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika. Buku ini berisi kritik sastra. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945).

” Karena itu. dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. mereka mengatakan: “Bukan itu. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). Karena itu. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. tapi ini.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi. sejak pertama kali mendirikan partainya. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. Apa lagi untuk mendapat laporan. “Saya yakin. Pemakaian istilah al-wa’yu. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah. ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini.diwujudkan oleh Islam. keluar buku beliau. Sesuatu yang biasanya sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau.” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub. Tentang masalah yang terakhir ini. Dirasat Islamiyyah (1950-1953). sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya. Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini. dalam rentang antara tahun 1953-1966. tahun 1953. Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid . Hadza ad-Din (1953). seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. Dalam pertemuan ini. Inilah kitab Sayyid Qutub. mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau. serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). Kemudian secara berurutan. mereka mengatakan: “Bukan itu. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru. sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya.” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit.

Dalam persidangan militer yang dipimpin oleh jamal Salim dan beranggotakan Anwar Sadat dan Husein . Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat. Pada tahun 1948 mendapat kepercayaan menjadi utusan departemen pendidikan Mesir ke Amerika. Muhammad Qutb anak ketiga dan yang terakhir Aminah Qutb.. Di tahun yang sama ia ditangkap bersama beberapa pemimpin Ikhwanul muslimin dan mendekam di penjara selama dua bulan.. Pada tahun 1918 ia menamatkan pendidikan dasarnya di Musya.. Sejak kecil mereka telah dikenalkan dengan lingkungan islami dan dibesarkan dengan didikan islami. Hamidah Qutb.Qutub. Tahun 1920 ia kemudian merantau ke Kairo dan tinggal bersama pamannya untuk meneruskan sekolah ke jenjang menengah di madrasah Abdul Aziz (sekolah guru menengah).. Keempatnya pernah membuat satu bunga rampai yang diberi judul "Al Aty'f al Arba'ah". Kemudian dipindah ke madrasah Dimyat pada tahun 1935 . apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah. dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. Dalam bukunya "Taswžr al fannž fil qur'n" ia mengatakan. Anak tertua seorang perempuan.. Lima tahun setelah itu ia melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas di madrasah persiapan Darul Ulum.:::::Sayyid Qutb:::::.. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh). yang masih belum sadar. Sejak tahun 1940 sampai 1945 ia ditarik dari dunia pengajaran dan diperbantukan di Kantor departemen pendidikan.. hingga aku bisa menghafal Alquran dan membacanya di hadapan ibu dengan baik. Setelah lulus Sayyid Qutb dilantik oleh departemen pendidikan menjadi guru di madrasah D'wudiyah. Sayyid Qutb kembali ditangkap juga di tahun 1954 dengan tuduhan terlibat usaha pembunuhan terhadap presiden yang berkuasa. Akhirnya. Fatimah sang ibu menjaga pergaulan anak. Dan buku ini. Build your own site . Sebelum genap berusia 10 tahun Sayyid Qutb telah menghafal Alquran sebagaimana harapan ibunya. merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya. Selama dua tahun ia bermukim di Amerika untuk mempelajari metode pengajaran di Amerika sebagai studi banding dengan sistem pendidikan di Mesir. Tidak heran kalau dari keluarga ini kemudian lahir para penulis Islam yang handal. "Harapan ibu yang paling besar terhadapku adalah agar Allah berkenan membuka hatiku. beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. Beliau adalah anak kedua dari empat bersaudara.. Menginjak usia 45 tahun.... Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat... Sayyid Qutb mulai bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin dan pada tahun 1954 ia dipercaya menjadi pemimpin redaksi majalah resmi Ikhwanul muslimin. Tepatnya pada 20 Agustus 1950 Sayyid Qutb kembali ke Mesir dan diperbantukan menjadi pengawas di tehnikal riset departemen pendidikan Mesir. Tahun 1952 Sayyid Qutb mengundurkan diri dari tugas kepegawaian dan mulai berkecimpung di dunia pers. Belum cukup beristirahat.anaknya dari lingkungan jahiliah. Kemudian pada tahun 1929 Sayyid Qutb terdaftar sebagai mahasiswa di fakultas adab universitas Darul Ulum Kairo dan tamat pada tahun 1933. Pada tahun 1936 dipindah lagi ke Helwan. Jamal Abdul Naser. Sayyid Qutb lahir pada tahun 9 Oktober 1906 M dari rahim seorang ibu sederhana di desa Musyah di Propinsi Asy Syuth. Sekarang saya telah hafal Alquran dengan demikian saya telah menunaikan sebagian harapan ibu".. WaIlahua’lam bi as-Shawab.

Pada tanggal 28 Agustus 1965 surat permohonan dari raja Faisal sampai ke tangan pembantu presiden Jamal Abdul Nasser. Demo ini digerakkan oleh berbagai organisasi Islam meminta Abdul Naser mencabut kembali tuduhan buat Sayyid Qutb dan membebaskannya dari hukuman mati. Sayyid Qutb Seorang Sastrawan Sejak kecil Sayyid Qutb telah tertarik dengan dunia sastra. Di pagi dinihari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966. Presiden Jamal Abdul Naser kemudian mengirimkan surat permohonan maaf ke raja Faisal dan mengabarkan bahwa surat sang raja sampai ke tangannya setelah pelaksanaan hukuman. Namun ia tidak menyerah dengan keadaan tapi malah berontak dengan lingkungan. Pertama: Sayyid Qutb termasuk warga kelas menengah ke bawah dari segi ekonomi. Hafidz Ibrahim telah menghias pikirannya. Sejak tahun 1923 Sayyid Qutb begitu intens menghadiri muhadarah Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tempat dan menjadikannya sebagai guru sastra. Pada awalnya Sayyid Qutb sangat tertarik dengan aliran sastra yang dibawa oleh Abbas mahmud al Aqqad. Selama hidup di Mesir ia mulai mengasah bakatnya di bidang sastra. Ia begitu intens mengikuti berbagai kajian sastra. Ketika akan diberikan Jamal Abdul Nasser menolak kemudian menginstruksikan kepada Sami Syarf.buku agama. Sayyiq Qutb mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. Sami Syarf. baru kemudian engkau berikan surat itu kepadaku". Bahkan ia mempunyai perpustakaan pribadi di rumahnya. Dan hal itu ia dapati dalam sosok Abbas . Abdussalam Arif. Ketika mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Kairo tidak disia-siakan olehnya. Dalam bukunya Taswžr al fannž fi al Qur'n. Pada waktu itu Mesir tergolong negara miskin. Sayyid Qutb dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Ia mengkritisi tatanan sosial masyarakatnya. "Pancunglah ia di waktu Subuh. Beberapa bait syair Tsabit Jarjawi sering diberikan kepala sekolah kepada Sayyid Qutb untuk dihapal. Bahkan di Pakistan terjadi demo besar-besaran. Setidaknya ada dua alasan kenapa Sayyid Qutb tertarik kepada Abbas Mahmud al Aqqad. Sebagai anak desa Sayyid Qutb juga mengalami hal yang sama.. untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawa Berarti harus menunggu selama lima tahun. Melalui permohonan presiden Irak ketika itu. Sementara syarat diterima di pendidikan menengah (Madrasah Abdul Azis) harus berusia 15 tahun. Waktu itu ia baru berumur 10 tahun. Di antaranya Raja Faisal dari Saudi Arabia mengirim surat permohonan pembebasan Sayyid Qutb. Sayyid Qutb mendapat pemotongan masa hukuman dan dikeluarkan dari penjara pada tahun 1964. Kesulitan hidup di Kairo membawa pengaruh kepada pola pikirannya. Ia menceritakan ketika selesai dari pendidikan dasar Sayyid Qutb tidak langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya. Berbagai buku dilahap Sayyid Qutb mulai dari kisah-kisah kepahlawanan sampai buku. Orang miskin tidak punya banyak kesempatan untuk menimba ilmu kalau tidak memiliki indeks prestasi yang tinggi. Karena ukuran badannya yang tergolong kecil ia tidak kuat untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawah seperti kebanyakan anak desa. Kecenderungan ini sempat dibaca oleh Kepala sekolah tempat Sayyid Qutb belajar. Karena ia dapat langsung berhubungan dengan para penyair besar Mesir. banyak pihak yang bersimpati kepada Sayyid Qutb dan mengirimkan surat permohonan kepada Jamal Abdul Nasser untuk memberikan grasi bagi Sayyid Qutb. Untuk itu ia sangat mengidolakan sastrawan yang sejalan dengan pola pikirnya. Dalam masa penantian.. Kecenderungan sastra semakin tumbuh ketika ia dikenalkan oleh beberapa penduduk desa yang belajar di Kairo dengan beberapa penyair terkenal Mesir.nama penyair seperti Ahmad Syauqi. tanggal 12 Agustus 1965 dijatuhkan hukuman mati buat Sayyid Qutb yang pelaksanaannya dijadwalkan tanggal 21 Agustus 1966. Karena gemar membaca Sayyid Qutb disegani oleh masyarakat desanya yang tergolong masyarakat menengah ke bawah dan buta huruf.Syafi'i. Nama. Para pemimpin negara pun tidak ketinggalan. Kesempatan belajar di sekolah-sekolah favorit hanya milik orang kaya. Mengetahui putusan hakim. Sayyid Qutb dipancung di penjara militer. Pada tanggal 9 Agustus 1965 untuk ketiga kalinya Sayyid Qutb kembali ditahan dengan tuduhan merencanakan kudeta untuk menggulingkan pemerintah dan usaha pembunuhan presiden. Melalui sidang militer yang dipimpin oleh Fuad ad Dajwa. Hidup dan belajar di Kairo adalah kesempatan emas buat Sayyid Qutb.

Mahmud al Aqqad. hidup serba ada justru rakyat Amerika stres. Bila ia berjalan sesuai dengan aliran yang dibawa Abbas Mahmud al Aqqad maka ia akan mampu merubah tatanan sosial masyarakat. al Aalam al Arabi dan al Fikr a. Sayyid Qutb mengatakan. Dalam beberapa makalah yang ditulis dari Amerika Sayyid Qutb justru mencela budaya Amerika. Ada nuansa islami yang mulai menguat. Sekalipun semua fasilitas tersedia. Diiringi daya kritisnya yang semakin tajam. Sehingga menjerumuskan mereka dalam budaya seks bebas. Budaya santai masyarakat Mesir dipaksa untuk dicabut dari dirinya melihat pola kerja masyarakat Amerika yang serba profesional. Ia banyak mengadopsi budaya barat sebagai masyarakat percontohan. Kekayaan informasi di samping penguasaan bahasa asing yang dimiliki Abbas Mahmud al Aqqad membuat Sayyid Qutb mengaguminya. Tapi semangat keislamannya semakin tumbuh. Karena nasehat dari Toha Husein yang membuat Sayyid Qutb mengurungkan niat untuk mengundurkan diri dari tugas kepegawaian. Sebagai ucapan terima kasih Sayyid Qutb menghadiahkan karyanya Tifl min al qoryah kepada Toha Husein. Jadeed sebagai wadah mengasah kemampuan jurnalistiknya. Seakan-akan ia kembali menemukan mutiara yang telah hilang selama bertahun-tahun. Perubahan ini semakin mengkristal dalam dirinya ketika berada di Amerika dalam rangka studi banding sebagai utusan departemen pendidikan Mesir ( 1948-1950 ). Waktu itu termasuk aib bagi seorang penulis bila tidak menguasai bahasa asing. Sayyid Qutb dan Ikhwanul Muslimin Abdul Baqi Muhammad Husein dalam bukunya "Min a'l'm al harokah al Isl'miyah al mu''shiroh mengatakan suatu saat ketika Sayyid Qutb berada di Amerika ia heran melihat melihat masyarakat Amerika bergembira karena meninggalnya Hasan al Bana." Namun kehidupan yang menghambakan materi bukan membuat Sayyid Qutb luntur dan berbaur dengan lingkungan dan pola pikir masyarakat Amerika. Ats Tsaq'fah. Rutinitas harian membuat mereka jenuh. Hubungan antara guru dan murid. Sekarang tiba waktunya bagi kita untuk membuat sesuatu selain teori belaka. "Sesungguhnya aku yang meyakini kekuatan kalimat kini aku merasa bahwa kita di Mesir khususnya atau masyarakat Timur pada umumnya selama ini lebih banyak teori tanpa praktek nyata.Dengan tetap istiqamah dalam aliran Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tulisannya membuat Sayyid Qutb dekat dengan Toha Husein ketika ia menjadi pegawai di departemen pendidikan Mesir. prosa maupun karya ilmiah bersifat kritik sosial.karya Sayyid Qutb baik yang berbentuk syair. Pada bab pendahuluan ia memulai dengan tulisan "laqad wajadtu al Qur'n" (Sungguh aku telah menemukan al Quran). Disamping ia juga bergabung bersama gurunya di partai wafd sebagai corong sosialis di Mesir.tengah lingkungan kapitalis merupakan hal baru bagi dirinya. Sebab di Mesir Sayyid Qutb terpola dengan pemikiran gurunya yang sosialis. Ar Ris'lah. Kedua: Abbas Mahmud Al Aqqad adalah termasuk pembaharu dalam bidang sastra pada zamannya. Ia juga menerbitkan dua majalah. Sayyid Qutb takjub akan kebesaran nama Hasan al Bana di Amerika sementara ia yang orang Mesir . Berdasarkan dua alasan di atas terjalin hubungan akrab antara Sayyid Qutb dan Abbas Mahmud al Aqqad. Seperti Abbas Mahmud al Aqqad karya. Ketika tahun 1945 terjadi perubahan dalam diri Sayyid Qutb. tindakan kriminal sebagai obat stress dan rasa jenuh. Dalam sebuah makalahnya yang ditulis dari Amerika. Aliran Abbas al Aqqad yang sebelumnya mendominasi dalam setiap karyanya tidak lagi terasa. Gejala ini dimulai dari bukunya "taswiir al fanni fi al Quran" yang diterbitkan pada tahun 1945. Ia memandang Abbas Mahmud al Aqqad sebagai sastrawan yang membawa nafas baru bagi masyarakat Mesir. Kelebihan Abbas al Aqqad dibanding sastrawan lain di zamannya adalah ia mampu membaca karyakarya sastra penulis barat. Hidup di tengah. Aliran sastranya banyak meniru gurunya. Dalam tulisan-tulisannya Abbas al Aqqad sering mengkritisi pola hidup masyarakat Mesir dan membandingkannya dengan masyarakat Barat. Tulisan-tulisannya sering dimuat di berbagai media cetak Mesir seperti al Ahr'm. Ketika ditanya sebab kegembiraan tersebut mereka menjawab "Bahaya laten bagi Barat dan Amerika telah terbunuh di Mesir yaitu Hasan al Bana pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin". Kebetulan Toha Husein menjadi penasehat Kementrian Pendidikan ketika itu.

Sayyid Qutb berjuang untuk menemukan prinsip hidup yang benar dan itu ia dapatkan dalam gerakan ikhwanul muslimin. Tapi tugas kita adalah mengenalkan hakekat laa Ilaaha Illa Allah (tiada tuhan selain Allah). . al ad'lah al ijtim''iyah fi al Islam. Dengan bekal semangat keislaman ditambah pengetahuan baru yang didapat dari Amerika menjadikan Sayyid Qutb mencapai masa keemasannya di bidang sastra. Bahkan ia rela mati demi prinsip tersebut. Puncaknya ia berhasil menciptakan tafsir "Fi adz dzil'l al Qur'n" sebagai karya monumental di bidang tafsir. Dalam tafsir "Fi adz dzilal al Quran" ia menjelaskan. Hal ini dituangkan dalam buku. Melalui majalah ikhwanul muslimin ia banyak menulis karya dengan aliran baru yang diyakininya. Sayyid Qutb meyakini dengan berpegang kepada Aqidah yang murni maka setiap muslim akan mampu menghadapi problematika hidup. as sal'm al 'lami wa al Isl'm dll. Selama dalam penjara aktivitas menulisnya tidak berhenti. Banyak buku yang dihasilkan termasuk merampungkan tafsir Fi adz dzilal al Quran. Padahal tidak demikian maksud Sayyid Qutb. Melalui keputusan sidang militer ia dijatuhi hukuman 15 tahun sementara beberapa anggota ikhwan ada yang dijatuhi hukuman mati termasuk Hasan al Hudhaibi. ekonomi." Kedua: langkah yang harus ditempuh untuk membuat masyarakat muslim sebagaimana masyarakat yang telah dibentuk oleh Rasulullah SAW di Madinah. Ketika buku ini dibaca oleh Abul A'la al Maududi ia berkomentar seolah-olah ia yang mengarang buku tersebut. Pada tahun 1964 ia menerbitkan bukunya "Ma'aliim fi Ath Thariq" setelah keluar dari penjara. Ia hanya mengkritik aturan-aturan selain aturan Allah SWT yang berlaku di masyarakat sebagai aturan jahiliyah dan bukan menghukumi masyarakat. Resminya di tahun 1953 ia menjadi anggota resmi Ikhwanul Muslimin. politik. Kritik. hal nahnu muslimun dll. Seperti nabi Ibrahim. Ia mengajak masyarakat memahami aqidah secara universal tanpa ada batasan-batasan geografis yang melingkupinya. Sejak bergabung dengan Ikhwanul Muslimin karya. Terlepas dari aliran Abbas Mahmud al Aqqad. Hal ini terlihat dari beberapa karyanya seperti: nahwa mujtama' al Isl'mi.bukunya seperti: al Isl'm wa al musykilah al hadh'rah. "Sesungguhnya tugas kita bukan untuk menghukumi manusia. Penutup Membaca perjalanan hidup Sayyid Qutb bagi penulis ibarat mengulang kembali perjuangan nabi Ibrahim melawan raja Namrud. Hal ini terlihat dalam bukunya al Isl'm wa al isti'm'r. Bukan itu saja sejak tahun 1947 berbagai buku yang sarat dengan nilai Islam lahir dari sentuhan penanya.asli tidak begitu banyak tahu.karyanya menitik beratkan ke dalam beberapa hal: Pertama: Kebutuhan manusia akan aqidah islami yang murni yang langsung bersumber dari al Quran dan as Sunnah. Setelah menjalani pemeriksaan selama tiga hari Sayyid Qutb dijatuhi hukuman mati karena bergabung dengan ikhwanul muslimin yang dituduh merencanakan kudeta. Ia akan selamat di dunia dan bahagia di akhirat. Padahal ia termasuk salah seorang penasehat jamal Abdul Nasir. Keempat: Sikap Islam terhadap kolonialisme dalam semua segi. Karena manusia tidak mengetahui konsekwensi dasar kalimat tersebut yaitu menerapkan hukum Islam dalam seluruh dimensi kehidupan. Buku ini adalah hasil renungan Sayyid Qutb selama di penjara. Pada pagi dini hari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966 Sayyid Qutb menjemput syahadah di tiang gantungan. ini kafir ini mukmin. Struktru ide yang ada dalam buku "Ma'aliim fi Ath Thariq" menurut al Maududi sejalan dengan ide yang dikembangkannya selama ini.kritik sastranya yang terkenal dengan istilah "Nadzriah as suwar wa adz dzilal" yang tergolong fenomena baru di dunia sastra. Pada tahun 1954 Sayyid Qutb beserta bersama ribuan anggota gerakan ikhwanul muslimin ditangkap dengan tuduhan rencana pembunuhan terhadap Jamal Abdul Nasir yang terkenal dengan nama peristiwa Mansyiah. Ketiga: keuntungan yang di dapat oleh manusia bila menjadikan Islam sebagai manhaj hidup. Bagi yang sekilas membacanya buku ini terkesan sangat radikal. militer dll. ideologi. Akhirnya ia memutuskan untuk merubah haluan hidup dan bergabung dengan gerakan ikhwanul muslimin setelah selesai masa tugas di Amerika. Pada tahun 1965 turun perintah dari Jamal Abdul Nasir yang sedang berada di Moskow untuk menangkap Sayyid Qutb.

contoh kemanusiaan. maka tiba-tiba makna yang ada dalam pikiran itu mewujud suasana dan gerakan. bahkan kemanapun dia menghendaki perdebatan ini secara mutlak dan berpegang pada realitas inderawi. serta keadaan nikmat dan adzab. maka sempurnalah semua unsur imajinasi. peristiwa kejadian. hanyalah sebuah lafazh-lafazh yang beku tanpa ada warna yang menggambarkan dan sosok yang mengungkapkan. dia dipertunjukkan untuk suatu maksud yang telah kami sebutkan. Permisalannya adalah seluruh Al-Qur'an di manapun. kekhususan universal. Inilah yang kami maksudkan sewaktu kami katakan: "Sesungguhnya visualisasi itulah sarana yang paling utama dalam uslub Al-Qur'an". lalu tatkala ditambahkan kepadanya percakapan. maka kitapun tahu sebagian rahasia kemu'jizatan dalam bentuk ini pada pengungkapan Al-Qur'an. dan pemandangan maka ia menjadi kelihatan jelas di hadapan. kisah. tapi ini adalah mazhab tetap[13]. keadaan kejiwaan. Penampilan inilah yang senantiasa ada di atas panggung. dan pandangan. . bukannya cerita tentang kehidupan. sangat menarik sewaktu dipergunakan dengan berbagai cara. kejadian. serta contoh kemanusiaan dan tabiatnya.23. Hampir tidak pernah ia memulai suatu visualisasi melainkan ia mengubah para pendengar menjadi penonton dan memindahkan mereka ke panggung peristiwa pertama yang terjadi padanya atau akan terjadi sewaktu berputar seri demi seri pertunjukan dan berjalan dinamis semua gerakan. dia mengkhayalkannya sebagai tontonan yang ditampilkan dan peristiwa yang terjadi. satu kesatuan alur. kejadian inderawi.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan di bawah tema ini halaman 36: ((Visualisasi adalah sarana paling utama dalam uslub Al-Qur'an. lalu tampak dalam perasaan jiwa sebagai suatu kehidupan. Lalu ia naik kepada gambar yang dilukiskannya. seketika itu ihwal kejiwaan menjadi layar tontonan. la bukanlah uslub hiasan dan bukan pula sesuatu yang liar berhenti di mana saja secara kebetulan. hanya saja terakhir dia kembali juga kepada kaidah besar ini: 'Visualisasi seni'. suasana yang bermacam-macam. Tatkala kita teringat bahwa sarana yang menggambarkan makna dalam pikiran dan keadaan kejiwaan juga bahwa sarana yang menampilkan contoh kemanusiaan atau peristiwa yang diceritakan. kapanpun dia kehendaki untuk mengungkapkan suatu makna murni. dia mengungkapkan dengan gambaran inderawi imajinasi sesuatu yang maknawi. keadaan kejiwaan. peristiwa yang dapat dilihat. serta inilah kalimat yang lidah terus bergerak menyebutkannya. khayalan. Padanya ada kehidupan dan gerakan dinamis. suatu pemandangan hari kiamat. kisah masa lalu. sifat maknawi.HoME Membantah "Visualisasi Seni Dalam Al-Qur'an" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 6. inilah reaksi beragam perasaan yang timbul sebab fase-fase yang sejalan dengan semua peristiwanya. dia memberikan padanya sosok kehidupan atau gerakan yang dinamis. serta tabiat kemanusiaan pun menjadi pribadi yang tampil. dan jalan yang tertentu. Adapun peristiwa. Pendengar lupa kalau ini hanyalah kalimat yang dibacakan dan contoh yang diperdengarkan. atau di manapun dia berkehendak untuk membuat contoh apakah perdebatan atau penunjukan hujjah. waktu itu juga contoh kemanusiaan menjadi satu sosok yang hidup.

Sebagaimana ia juga visualisasi dengan irama yang memberi warna dalam pertunjukan. Di mana bangsa 'Arab tidak mengenal panggung sandiwara. akting. serta lensa foto.. penonton. dan khayalan. kisah. akhlak. nada. Berkumpul padanya orang-orang yang paling rendah akhlak dan agamanya. Ia adalah visualisasi yang mengukur jarak nan jauh dengan perasaan dan jiwa. rasa. irama. kesatuan alur. Di samping itu ada juga tujuan materialis.. penyanyi. dan pendengar yang tenggelam dalam kelezatan syahwat. Sementara sudah menjadi kewajibannya untuk menyucikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala kalimat Rabb sekalian alam yang agung dari kaidah seni ini dan penerapan semua istilah ini yang dibangun di atas kaidah tersebut sementara bangsa Arab belum pernah mengenalnya padahal Al-Qur'an turun dengan bahasa mereka. penulis skenario. Sedangkan manusia-manusia yang mulia baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan semuanya berlepas diri dari aktivitas semacam ini yang berisi panggung.?? Jikalau dia harus menerapkan semua istilah yang berada di bawah kaidahnya Visualisasi seni' ini silakan saja dia memilih apa yang dia kehendaki dari sya'ir dan centa-cerita buatan manusia (tapi bukan Al-Qur'an) baik dari para penulis cerita atau penyair Eropa serta siapa saja yang dia bertaklid padanya dari kalangan orang-orang yang melenceng baik dari bangsa Arab atau Ajam (non Arab). bioskop. membuang waktu percuma. tokoh seninya penonton. intonasi kata. bisa jadi Yahudi atau Nasrani bahkan orang-orang Komunis zindiq. Lantas kenapakah dia mempergunakan istilah-istilah yang sangat hina ini (serendah orang-orang yang meramaikannya. Ia adalah visualisasi hidup yang diambil dari alam makhluk hidup.. dan melalaikan shalat sehingga mereka dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. penonton. akal.)) Perhatikanlah istilah-istilah yang digunakannya: pemandangan. dan sutradara film. layar. dan jiwa. Di atas semua istilah inilah tegak pekerjaannya yang memurkakan Allah subhanahu wa ta’ala serta meremukkan Dien dan akhlak. pemusik. pertunjukan. bahwasanya kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang paling rendahan. dialog. pikiran. Menurut keyakinanku Sayyid Quthb juga mengetahui semuanya setelah dia mengenali kandungan aktivitas ini dan pengetahuannya tentang jenis ragam manusia penyuka aktivitas ini yakni para penonton dan pendengarnya... miliaran dollar yang mereka cintai. Mereka mempunyai tujuan yang sangat busuk untuk menghancurkan Dien. panggung. musik. dan tontonan mereka tidak mengenal musik. sarana visualisasi. adat istiadat yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. bukan sekedar warna dan goresan yang beku. perbuatan sia-sia. bioskop. seringkali berpadu padanya penggambaran. pementasannya. peristiwa yang diceritakan dan yang digolongkan ke dalamnya. gerakan. lukisan. serta penarinya yang laki atau perempuan)?? Mengapa dia menjadikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala yang agung sebagai lapangan untuk menerapkan istilah-istilah busuk ini seburuk para produsernya dan semua yang terlibat di dalamnya?? Lalu menganggapnya sebagai mazhab tetap Al-Qur'an. dialog. Makna-makna yang dilukiskan memengaruhi jiwa anak Adam yang hidup atau pemandangan alam yang tidak memiliki kehidupan. khayalan. film. gambar. senandung. kaidah dan ragamnya.Wajib bagi kita untuk memperluas makna visualisasi sampai kita berhasil mencapai semua ufuq visualisasi seni dalam Al-Qur'an. serta nada ungkapan dan kalimat dalam menampakkan suatu bentuk yang dinikmati oleh mata. telinga. Bahkan andaikan . Dia adalah visualisasi dengan warna. pensil lukis paling canggih (halaman 251). dibuat oleh para peletak perfilman dan panggung sandiwara.

dia mengemukakan beberapa contoh pengisahan di dalam memberi komentar terhadap firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun. sementara mereka tidak mengetahui apa yang telah menimpa kebun mereka di kegelapan malam: "Lalu mereka panggil memanggil di pagi hari: 'Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu . lantas diapun melanglang buana dengan kaidah yang rusak dan pengistilahannya yang tunduk kepadanya manusia-manusia yang paling hina serta dikerjakan oleh seburuk-buruk dan senista-nistanya manusia di tempat yang paling dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. terlebih lagi setelah Islamnya tentunya mereka akan melihatnya sebagai urusan yang sangat hina dan membersihkan tangan mereka darinya. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita. di mana mereka tersembunyi dan tidak nampak di atas panggung. 255) Jikalau sudah begini keadaan Sayyid dan pengakuannya terhadap dirinya sendiri..!! Akan tetapi keadaan buruk yang telah dia pilihkan untuk dirinya sendiri dan dia menyatakan dengan terang-terangan dalam ucapannya: "Saya menegaskan dengan terang hakikat terakhir ini lalu saya nyatakan bersamanya.. Hal ini menjadi bukti bahwa mayoritas manusia telah sangat dangkal kesadarannya hingga ke dasar jurang. Kita memohon kepada Allah Al-Karim untuk merahmati dan menyelamatkan mereka dari bala' yang sedang mereka derita. hal. Marilah kita meninggalkan mereka dengan keputusan mereka. maka apakah yang berdiri di depannya dan apakah yang menghalanginya?? Tidak kebesaran Al-Qur'an.Inilah mereka yang berpagi-pagi bangun." (Al-Qalam : 17-18) ((Mereka telah memutuskan untuk memetik buahnya di pagi hari tanpa menyisihkan sedikitpun untuk orang-orang miskin. sangat disayangkan…. dan cerita yang dipanggungkan dan difilmkan. untuk melihat apa yang terjadi sekarang di gulita malam. Sayyid katakan di halaman 53 dari sebuah pasal ‘visualisasi seni dalam Al-Qur'an'. Seorang muslim sejati teramat sangat menyayangkan bahwa buku ini dan pengarangnya disambut riuh dengan pengkultusan. tidak kedudukan para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. dan mereka tidak mengucapkan: 'Insyaa Allah'. Maka apakah hubungan semua urusan ini dengan Al-Qur'an yang Sayyid telah menjadikan seluruhnya sebagai lapangan guna mempraktikkan perkara tersebut. ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari. kesatriaan. dan harga diri. bahwa sesungguhnya saya tidaklah tunduk dalam urusan ini kepada suatu aqidah keagamaan yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. innaa lillaahi wa innaa ilahi raaji'uun. demikian juga penghormatan terhadap Al-Qur'an dan AsSunnah dalam jiwa mereka. demikian juga dengan semua karangan-karangannya yang lain." (At-Tashwir. kisah. motivasi agamanya amat lemah. Sebab aktivitas ini menafikan kejantanan." (Al-Qalam : 19-20) Saat itu…. dan tidak pula merasakan pengawasan Allah subhanahu wa ta’ala.mereka mengenalinya di masa kejahiliahan mereka. Oleh sebab itulah sehingga dia telah bertindak sangat buruk memperlakukan kebesaran Kitab Allah. akalnya tertutup. Lalu tiba-tiba apakah yang dilihat oleh para penonton?? Terjadi perampasan dan gerakan tersembunyi laksana gerakan bayangan di kegelapan: “Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dan Tuhanmu ketika mereka sedang tidur. Diapun menjadikan Kitabullah dan nash-nashnya yang suci layaknya pertunjukan.

Kita telah mengetahui bahwa ia sudah berada di hadapan Sulaiman sewaktu Balqis masih tidak tahu apa yang telah kita ketahui itu: "Dan ketika Balqis datang.hendak memetik buahnya'. seharusnya dia mencari medan yang pas untuk mempraktikkan hobinya itu. setelah kita kenyang mengejek: "Tatkala mereka melihat kebun itu. mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan). sebab Sayyid Quthb dan orang semasanya mempunyai jarak abad yang sangat jauh dengan kejadian para pemilik kebun itu. Maka pergilah mereka saling berbisik." (Al-Qalam : 21-24) Hendaklah para penonton menahan lidahnya[14]. seperti kisah dan pertunjukan yang sesuai dengan selera akhlak para penonton yang tidak mempunyai pekerjaan berguna itu. lepaskanlah tawa! Inilah pengundang tawa yang terbesar…… Inilah mereka yang kaget!! Silakan para penonton tertawa sekehendak hati: "Tatkala mereka melihat kebun itu. singgasana Balqis yang didatangkan dalam sekejap mata. Bukan bahasa Al-Qur'an yang menggunakan bahasa Arab yang telah turun kepada Rasul yang paling afdlal untuk memberikan hidayah kepada manusia. saling memanggil dengan berbisik-bisik agar kaum faqir miskin tidak ikut serta. Hendaklah mereka menyembunyikan tawa ejekan. padahal kebun telah kosong laksana hangus." (Al-Qalam : 26-27) )) Saya katakan : Apa keterlibatan sandiwara dan penonton juga campur tangan tawa serta ejekan terhadap tafsir ayat-ayat mulia ini yang telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk diambil pelajaran dan nasihat darinya?! Apa motivasinya membawa jatuh Kitabullah ke dalam limbah penafsiran yang sangat aneh ini?! Kalau Sayyid Quthb mempunyai hobi yang hendak dia lakukan. ditanyakanlah kepadanya: 'Seperti inikah singgasanamu?' Dia menjawab: . jangan memberitahukan para pemilik kebun tersebut akan apa yang telah menimpa kebun mereka. akan tetapi…." (Al-Qalam : 26) )) Dia katakan di tempat yang lain halaman 189: ((Demikian kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka. sedang di kali lain tersembunyi bagi penonton sekaligus bagi tokoh dalam satu kisah. sementara mereka saling memanggil dan berbisik. yakni mereka melihat para pemilik kebun?? Inilah ihwal sandiwara dan pertunjukan (yaitu: kebohongan). bahkan kita dihalangi (dan memperoleh hasilnya)". dia katakan: [Sesekali terbuka sebagian rahasia atas penonton sedangkan ia masih tersembunyi bagi sang tokoh. Pada sandiwara ini ada kedustaan. Ini adalah bahasa tukang cerita yang tidak mempunyai kegiatan berguna dan kehidupannya larut dalam kebatilan panggung sandiwara dan film. Misalnya. mereka berkata: 'Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan)……’. Sampai akhirnya nampaklah bagi mereka rahasia yang tersembunyi. 'Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu'. serta hendaklah para penonton menyembunyikan tawa geli yang hampir meletup dari mereka tatkala melihat para pemilik kebun telah tertipu. maka bagaimana mungkin bisa dikatakan "kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka". Pada halaman 186 sub bab keistimewaan seni dalam kisah.

buktinya: 1. Setelah itu dia menyebutkan sebagian. yaitu pembagian babak. Apakah benar kalau ini adalah keistimewaan seni dalam Al-Qur'an?? Dia katakan di halaman 187: ((Keistimewaan seni yang ketiga yang terdapat dalam pertunjukan kisah ini ialah jeda yang terdapat antara satu visualisasi kepada visualisasi selanjutnya. dikiranya kolam air yang besar. Diapun menyebutkan kisah Ashhabul kahfi dalam beberapa adegan. mengisyaratkan kepada kisah para pemilik kebun. menurunkan dan mengangkat layar. Demikianlah Sayyid menerapkan berbagai seni jahiliah Barat terhadap Kitabullah yang agung.[*] Lalu dia berkata: ((Berjalan kisah Ashhabul kahfi. Dia katakan "Padanya ada 28 seri tontonan". di mana dilakukan oleh sandiwara panggung masa kini dengan menurunkan layar juga perfilman modern dengan berganti seri. Manakah hubungan antara Kalamullah dengan sandiwara yang menjadikan bohong sebagai salah satu rukunnya yang harus ada serta tidak dirakit kecuali oleh para pendusta. Apakah Sayyid Quthb termasuk di antara mereka yang hadir menyaksikan ketika itu dan apakah dia mengetahui datangnya singgasana Balqis ke hadapan Sulaiman sebelum Balqis tahu?? Dan siapakah para penonton itu?? Apakah pemeran utama ini laki-laki atau perempuan?? Begitulah seterusnya hingga akhir komedi yang dengannya Sayyid Quthb menafsirkan Kalamullah atas nama seni yang dalam pandangan Sayyid sekelas dengan Dien. hasil produksi para komunis dan orang-orang fasiq Barat?? Lalu Sayyid Quthb menyambung penafsirannya terhadap ayat-ayat Allah yang mulia di surat Yusuf dengan cara penayangan film. sehingga tiba-tiba kita dan Balqis dikagetkan dengan rahasianya. pemandangan Ibrahim dan Ismail di depan Ka'bah. Di mana di antara setiap seri ada tenggang waktu yang dipenuhi dengan khayalan dan dinikmati dengan menegakkan jembatan penghubung antara satu serial dengan yang selanjutnya. sesekali dengan mengangkat layar lalu di kali lain menurunkannya dalam beberapa putaran yang dia menamainya 'adegan'.'Seakan-akan singgasana ini singgasanaku'. Ini buah pahit dari bergantung mengandalkan seni dan keterlepasan dari aqidah yang dianggapnya sebagai belenggu." (An-Naml : 42) Ini sebuah kejutan yang telah kita ketahui rahasianya lebih dulu. sedangkan bagian lain menurut pandangannya sesuai dengan semua kaidahnya yang bathil. tatkala: "Dikatakan kepadanya: 'Masuklah ke dalam istana'. Akan tetapi kejutan istana licin yang terbuat dari kaca sebelumnya masih tersembunyi bagi kita juga bagi Balqis. kami akan memaparkannya dengan terperincinya di poin berikut)). Inilah metode yang jadi patokan dalam semua kisah-kisah AlQur'an)). serta Nuh di hadapan air bah semuanya itu dalam pandangannya berada pada satu alur. sangat jauhlah Kitabullah dari apa yang dilekatkan oleh laki-laki ini. ini sebuah kedustaan besar. Maha Tinggi dan Suci Yang telah menurunkannya lalu berfirman tentangnya: . Maryam. Kami katakan : Maha Suci Allah. dan Sulaiman atas satu metode yang sama. Apakah engkau akan menafsirkan Kitabullah dengan seni-seni yang kacau ini. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu." (An-Naml : 44) Demikianlah dia menafsirkan kalimat mulia ini dengan kedustaan. dan disingkapkannya kedua betisnya.

membaginya dalam beberapa episode sesuai dengan cara sandiwara. tabi'in. Akan tetapi kami telah mencobanya. Penerjemah: Muhammad Fuad. kejutan. adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami). Cetakan: Pertama. bahkan orang-orang bodoh dan fasiq dari kalangan muslimin semuanya bertepuk tangan sewaktu mendengarkan Al-Qur'an?! Allah subhanahu wa ta’ala berfirman menyifati kaum mukmin dan menjelaskan keadaan mereka ketika mendengarkan Al-Qur'an: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami. hingga akhir ucapan Sayyid Quthb yang berisi cerita jenaka. serta seluruh ahli tafsir. maka silakan mata kami mengalirkan air mata sebab tergetar dan silakan telapak tangan kami bertepuk karena takjub. sedangkan Sayyid Quthb "sangat beruntung" menemukan dan menggapainya. maka tentu kaki kami akan meloncat kaget atau sungguh kami akan bergadang semalaman dikarenakan terkejut ataupun benar-benar kami akan bengong/ mengangakan mulut keheranan." 2. dia menyebutkan kisah Maryam di surat Maryam. tabi'in. dan bermain-main." (As-Sajdah : 15) Ayat-ayat yang menjelaskan tergetarnya hati seorang mukmin tatkala mendengarkan Al-Qur'an banyak. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. sementara air mata mengalir mengharapkan kemenangan dan tangan bersuara dengan tepukan. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. Maret 2008. sedang mereka tidak menyombongkan diri. sampai ia berkata di halaman 199: ((Andaikan kami belum mencoba sebelumnya. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. ______________________ [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb.blogspot. Pengaruh positif yang terpuji inilah yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Dia ridlakan untuk para hamba-Nya."Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dan belakangnya. bukannya tawa dan tepuk tangan yang dimaksudkannya……. Kemudian di tenggang waktu ini layar diturunkan. penurunan layar.com/2008/06/membantah-visualisasi-seni-dalam-al. kesia-siaan. padanya ada sela-sela waktu. yang diturunkan dari Tuhan Tang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji" (Fushshilat : 42) Di halaman 195-199. atau seluruh kaum muslimin. Apakah para shahabat. Lalu Sayyid Quthb bermulut besar "Tidak akan sempurna keindahan dan kemu'jizatan bahasa kecuali dengannya. Lc.html . mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya. Hal: 79-94. hal itu sesuai dengan kemuliaan Al-Qur'an.)) Inilah keistimewaan-keistimewaan seni yang tidak diraih oleh orang-orang sebelum Sayyid Quthb dari kalangan para shahabat.

maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. 2008 — camperenik “Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim). Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu. penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an. Subhanallah ya… Betapa kuat keimanannya & kecintaannya kpd Allah swt.Sayyid Qutb Desember 29. tercermin dari kalimatnya… Dalam salah satu untaian syair. Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah…. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb.. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku…. Namun tawaran itu ditolak oleh Sayid Qutb dengan tegas sembari mengucapkan kalimat tersebut (di atas) dg tegas. Jika kita mati..“ Demikianlah ucapan Sayid Qutb sambil menuju ke tiang gantungnya.. ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. Sebenarnya. Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku…. Sahabat . bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul. Saudarakau….maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu.

Salah satunya. Padahal semasa hidupnya -sebelum dia menjadi syahid karena dihukum mati pada 26 Agustus 1988 akibat difitnah oleh rezim yang berkuasa sebagai orang yang akan membunuh presiden Mesir.htm . Berkat taufiq dari Allah. yang ditulis semasa Sayyid Qutb dipenjara oleh rezim militer Mesir. Sedang novelnya yang lain adalah al Atyaf al Arba’ah dan al Madinah al Masurah. http://www. http://ip4y.geocities. Asywak. sebelum beliau bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimun.blog.banyak karya sastra lahir dari pena Sayyid Qutb. ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia.friendster. al Naqd al Adaby Usuluhu wa Manahijuhu dan Naqd Kitab Mustaqbal al Saqafah fi Misr. membuat Sayyid Qutb sadar bahwa agama Islam sungguh merupakan solusi untuk menyelamatkan manusia dan memuliakan martabat kehidupan manusia. sebelum dia -sebagai guru atau penilik sekolah yang bekerja di Departemen Pendidikan. atau nama lengkapnya Ibrahim Husain Shadhili Sayyid Qutb lahir pada 9 Oktober 1906 di Misha dekat Asyut Mesir. karya-karya itu ditulis sebelum tahun 1951. Pengalaman menyaksikan kehancuran moral bangsa Amerika Serikat karena terlalu mengandalkan kebebasan hidup. Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Publik di Indonesia jarang mengenal Sayyid Qutb sebagai sastrawan dan penulis kritik sastra. Musyahadah al Qiyamah fi Qur’an.. Banyak karya tulis yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Di Indonesia ia lebih dikenal sebagai ulama dan tokoh Ikhwanul Muslimun. sebagaimana publik Mesir.dikirim sebagai utusan ke Amerika Serikat. Sayyid Qutb menulis novel berjudul Tif min al Qarya. dan yang terakhir berujung pada syahidnya menunjukkan bagaimana gigihnya perjuangan agama dan perjuangan kemanusiaan yang dilakukan oleh Sayyid Qutb. buku tafsir Fi Dzilalil Qur’an yang dinilai sangat monumental. yang dipercaya pembacanya sebagai autobiografi. Sebagai penulis kritik sastra. Sebagai sastrawan.com/penerbit_navila/profil/sayid_qutb. Ini yang kemudian menyebabkan Sayyid Qutb bergabung dengan Ikhwanul Muslimun.com/2008/11/short-story-about-sayid-qutb/ Sayyid Qutb. Pengalaman dipenjara tiga kali. Novel berjudul Duri Dalam Jiwa (Asywak) ditulis pada tahun 1947. risikonya. ia harus berhadapan dengan rezim militer sekuler yang menindas gerakan kritis dan tokoh-tokoh kritis bangsa Mesir. Kalau dikaji. sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini. Sayyid Qutb antara lain telah menulis buku al Taswir al Fanny fi al Qur’an.dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita….

Oleh karena itu. Kerugian mereka jelas-jelas tampak dalam panggung sejarah dan benar-benar terjadi dalam realita. Beliau mendapat inspirasi keduanya tanpa ada ketentuan yang mengikat sebelumnya. lalu beliau menulis tiga buku: at-Tashwirul fi Al-Qur’an (Disiplin Ilmu di dalam Al-Qur’an). beliau mencoba menyingkap tabir yang menyelimuti manusia mngenai rahasia-rahasia dan arti-arti yang belum pernah diterangkan sebelumnya. Maka sangguplah orang membaca secara dalam setiap kata dan hurufnya serta kalimat yang diterangkannya. sedangkan sepanjang sejarahnya manusia telah jauh dari sumber ini. Inilah yang menjauhkan mereka dari sumber-sumber kekayaan berharga. Ma’rakatul Islam war-Ra’sumaliyah (Pertikaian Islam dan Kapitalisme). Masyahidul Qiyamah (Kesaksian Hari Kiamat) dan Fi Zilalil Qur’an (di Bawah Naungan Al-Qur’an). Dengan metode penyampaiannya yang segar. yaitu suasana baru. yang menurut anggapannya benar. Yang paling penting. pemahaman atas Al-Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang wajib bagi semua Muslim. Di balik lembaran buku-buku itu beliau bermaksud mengarahkan manusia kepada suasana Qur’ani.Pada intinya semua buku Sayid Qutb bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Kesungguhan dalam visinya ditemukan dalam karya-karya besarnya yang pernah dikemukakan. as-Salamul ‘Alamiwal-Islam (Perdamaian Dunia dan Islam). Permasalahan hidup yang mencekam yang sedang melanda hidup manusia saat ini atau tentang mereka telah tertimpa dosa masa lalu beliau refleksikan dalam buku-bukunya. dan rugilah mereka denga meninggalkan kebaikan yang banyak sekali. bahwa keduanya dipandang sebagai sumber yang benar dalam agama ini. beliau menulis al-‘Adalatul Ijtima’iyah fil-Islam (Keadilan Sosial dalam Islam). Karena mereka telah menyibukkan diri dengan buku-buku yang disebut ‘ilmiah’. Dalam menghadapi Komunisme dan Kapitalisme. suasana kelezatan hidup dibawah naungan Al-Qur’an sebagaimana suasana diturunkannya Al-Qur’an itu sendiri. beliau meletakkan cara-cara penyelesaikan terbaik. Sayid Qutb menyadari betul hal ini. Dalam menghadapi penyelewengan kebudayaan dan kesalahan-kesalahannya. beliau menulis al-Islam wa-Muskilatul .

semua karya ulama Islam yang mu’tamad (memenuhi persyaratan sehingga bisa dijadikan pegangan) sama hebatnya. penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an.Madharah (Islam dan Problematika Kebudayaan). Hazad Din (Inilah Islam). Bahakan tidak jarang. Kedua. Sedangkan sebagai dasar pijakan dan langkah-langkah dinamis. akal. Karya-karya mereka. ilmu pengetahuan. baik dalam bentuk manusia. Sayyid Qutb hidup di zaman penguasa-penguasa Islam yang amat zalim. khususnya dalam tafsir Al-Qur’an merupakan hasil interaksi mereka dengan Al-Qur’an secara intensif selama mereka hidup. beliau menulis Ma’alim fi-Thariq (Petunjuk Jalan). semua tafsir karya ulama-ualama besara sepanjang sejarah memiliki kelebihan dan keistimewaan. Dalam menghadapi kepaercayaan yang sesat. Pada dasarnya. Antara Tauhid dan Syirik sudah nyaris tanpa beda. pikiran sehat dan hawa nafsu sudah samar. Sednagkan penduduk negeri asli yang Muslim menjadi asing dan tamu di negeri sendiri. buya Hamka yang bernama Tafsir Al-Azhar? Saudaraku yang tercinta.com/2008/06/membaca-sayyid-qutb. hati. Antara iman dan kufur sudah tidak banyak lagi dibicarakan. sistem hgidup. pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an yang mendalam dan pengamalan isinya serta penyebaran nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara konsisten menyebabakan mereka menghadapi berbagai ujian. khususnya dari penguasa atau pihak-pihak yang menginginkan AlQur’an jauh dari kepala. Bahkan. Atau karya ulama tetrkemuka Indonesia. nyaris sulit membedakan antara al-Haq (kebenaran yang datang dari Allah) dan al-Bathil (kebatilan yang datang dari manusia dan setan). beliau mencoba untuk menjelaskan hakikat kebodohan (kejahiliyahan). yaitu penjelasan mengenai penggambaran Islam sebagaimana diturunkan Allah. uang. mereke memaksa umat ini hidup dengan sisitem jahiliyah yang mereka import dari Barat kolonialis yang nota bene dibungkus ajaran Yahudi dan Nasrani yang jelas-jelas bertentangan dengan inti ajaran Al-Qur’an. untuk menjelaskan jalan orang-orang Mukmin dari jalan orang yang berdosa. Dua tujuan dari seluruh tulisannya itu adalah berpangkal pada dua pokok: Pertama. http://catatancatur. Bahkan antara Tuhan Pencipta (Allah) dengan berhalaberhala yang disembah. teknologi. patung. beliau menulis Khashaisut Tashawwuril Islami wa-Muqawwamatihi (Ciri-Ciri Penggambaran Islam dan Pembendungannya). Fi Zhilalil Qur’an juga demikian. Keistimewaan tersebut terletak pada konsentrasi dan permasalahan yang mereka tekankan sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi umat di zaman mereka masing masing. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb. penguasa-penguasa dunia Islam saat itu dengan mudahnya memaksakan kepada umat ini . jabatan dan sebagainya sudah tidak dihiraukan. untuk menunjukkan dan mengagungkan Islam. tradisi nenek moyang. Sebab itu. dan untuk memperkuat garis pemisah antara keduanya atas dasar akidah. Di zaman Fi Zhilil Qur’an ditulis (sebagian besarnya ditulis Sayyid Qutb di Penjara Mesir). perasaan dan prilaku umat ini.html Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Asy-syahid Sayyid Qutb Prolog Mungkin ada yang bertanya : Kenapa memilih Fi Zhlalil Qur’an dalam rubrik Tafsir? Apa tidak ada karya ulama besar Islam lain sejak Ibnu Abbas (Tafsir Ibnu Abbas) sampai Maududi (The Understanding of Qur’an). Antara hati nurani. Saking zalimnya. Penjajah dengan segala pemikirannya menjadi tuan dan bahkan tuhan yang harus ditaati.blogspot. Antara carahaya dan kegelapan sudah tidak lagi menjadi perhatian. Dengan ungkapan lain. yaitu penjelasan mengenai keadaan kaum Muslimin yang jauh dari gambaran yang pertama itu.

untuk menerima dan mengakui yang hak menjadi batil, yang batil menjadi hak, yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Lebih dari itu, ulama dan para aktivis dakwah yang menyuarakan al-Haq itu adalah Al-Haq dan al-Bathil itu adalah al-Bathil dimushi, dituduh dengan berbagai tuduhan yang mengerikan, lalu ditangkap, dipenjara dan bahkan Sayyid Qutb sendiri dibunuh di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser. Dalam salah satu untaian syair, Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku….. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku….. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah….maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu.. Saudarakau…. Jika kita mati, bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul, Sahabat dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita…..

Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Berkat taufiq dari Allah, sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini, ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Atau dengan kata lain, Fi Zhilal tetap menjadi best seller sejak diluncurkan sampai hari ini. Syekh Abdullah Azzam pada pertengahan 80an pernah bercerita: Di Libanon, jika ada percetakan mulai bangkrut, para pemiliknya mencetak Fi Zhilalill Qur’an dan juga buku-buku Sayyid yang lain, maka percetakan tersebut terhindar dari kebangkrutan. Allahu Akbar…. Kenapa Fi Zhila menjadi rujukan uatama saat ini? Jawabannya ialah bahwa situasi dan kondisi kita sekarang tidak jauh berbeda dengan situasi dan kondisi saat Fi Zhilal ditulis sekitar 45 tahun lalu. Bahakn jahiliyahnyapun masih itu-itu juga. Ingkar pada Allah dan Rasul-Nya. Tidak mau menjadikan Al-Qur’an senbagai the way of life. Mempertuhankan akal, ilmu pengetahuan, teknologi, harta dan kedudukan. Berbagai kejahatan dan kezaliman yang timbul akibat jauh dari manhaj Al-Qur’anpun juga masih sangat terasa seperti saat Fi Zhilal diluncurkan. Alangkah miripnya zaman kini dengan masa itu. Secara umu dapat kita simpulkan bahwa Fi Zhilalil Qur’an memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Di antaranya : 1 Kekuatan membawa kita tenggelam sambil menyelami ilmu dan hikmah yang ada di dalam AlQur’an dengan penuh kenikmatan yang tidak mungkin digambarkan dengan kata-kata. 2 Kekuatan megikat dan merajut ayat-ayat Al-Qur’an dengan Hadits Rasul Saw. serta Sirah Nabawiyah dan para Sahabatnya, kemudian dikaitkan dengan sitausi dan kondisi kekinian (waqi’). 3 Kekuatan membangkitkan keyakinan (keimanan), optimisme pada rahmat dan pertolongan Allah dan rasa percaya diri sebagai umat terbaik yang Allah hadirkan ke atas bumi ini. 4 Kekuatan menggugah pikiran dan perasaan kita sehingga muncul berbagai inspirasi, ide, gagasan dan berbagai pertanyaan yang paralel dengan situasi dan kondisi yang kita lewati sekarang, sehingga kita memahami dengan tepat situasi dan kondisi tersebut dengan ide solusi yang jelas pula. 5 Kekuatan pencerahan yang luar biasa terkait hakikat Tuhan, manusia, kehidupan dunia, alam semesta, kehidupan akhirat, jahiliyah dan Islam. 6 Kekuatan penelaahan yang sangat luar biasa dalam hal hakikat Islam dan Jahiliyah, iman dan kufur, serta keunggulan manhaj (konsep) Islam dibandingkan dengan konsep jahiliyah, baik dulu maupun yang ada sekarang yang datang dari Barat maupun Timur. 7 Kekuatan bahasa yang digunakan karena Sayyid Qutb memang terkenal sebagai seorang

penyair kawakan di zamannya dan bahkan beberapa syairnya sampai hari ini belum terkalahkan. Sungguh Fi Zhuilalil Qur’an adalah kekuatan yang lahir dari keyakinan yang kuat, pamahaman yang mendalam, penerapan dalam kehidupan nyata dan diperjuangakan oleh penulisnya sampai detak jantungnya yang terakhir. Sebenarnya, ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. Sambil menuju ke tiang gantung Sayid Qutb berkata : Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim). Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq, maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu. Agar dapat menikmati hidangan Fi Zihalil Qur’an dengan indah dan nikmat, maka pertama kali kami menyajikannya kepada para pembaca/pengunjung ringkasan mukaddimahnya. Ringkasan mukaddimah tersebut kami bagi menjadi empat (4) tulisan. Setelah itu, kami akan menurunkan Fi Zhilalil Qur’an secara tematik, yakni sesuia situasi dan kondisi yang kita hadapi. Hal tersebut kami lakukan agar terasa bahwa Al-Qur’an itu adalah petunjuk hidup (hudan), jalan keselamatan, peringatan, syifa (obat) dan rahmat saat kita berada di dunia ini. Al-Qur’an adalah jalan peningkatan kualitas hidup kita yang sejati saat menjalani kehidupan dunia sementara ini sambil menuju kampung akhirat yang kekal abadi. Itulah jalan al-Haq (jalan kebenaran). Selain Al-Qur’an adalah fatamorgana dan kesesatan. ン ó ミ óáö ゚ õãõ ヌ ááøóåõ ム ó ネ øõ ゚ õãõ ヌ áú ヘ ó ゙ øõ ン óãó ヌミ ó ヌ ネ ó レ ú マ ó ヌ áú ヘ ó ゙ øö ナ öá ヌ ヌ á ヨ øóá ヌ áõ ン ó テ óäøóì ハ õ ユ ú ム ó ン õæäó Maka yang demikian itu adalah Allah, Tuhan Penciptamu yang Haq. Maka tidak ada selain Al-Haq itu kecuali kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Yunus : 32) http://dupahang.wordpress.com/2008/10/04/tafsir-fi-zhilalil-quran-asy-syahid-sayyid-qutb/ http://camperenik.wordpress.com/2008/12/29/sayyid-qutb/

METODOLOGI TAFSIR BIL MATSUR DALAM TAFSIR SAYYIQ QUTB Oleh : Ilham v Muqaddimah Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, yang kepada-Nya kita menyembah dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Shalawat serta Salam kita haturkan kepada Nabi Junjungan yakni Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, shahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman. Pada penelitian ini penulis akan mencoba memberikan rumusan masalah yang akan diteliti nantinya. Yakni seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an. Maka dari itu penulis akan membatasi penelitian dengan sebuah pertanyaan: 1. Seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an atau seberapa besar atau seberapa banyak DR Sayyid Qutb Allahu Yarham menggunakan metodologi tafsir bil Matsur di dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an di dalam Tafsirnya? Untuk menjawab pertanyaan di atas maka kami akan melakukan pembahasan sebagai berikut. v Profil Sayyid Qutb Sebelum membahas mengenai tafsir Fii Zhilal Al-Qur'an karya Sayyid Qutb, maka alangkah baiknya terlebih dahulu mengenal sosok Sayyid Qutb yang telah menelurkan tafsir Monumentalnya "Fii Dzhilalil Qur'an" Nama lengkapnya adalah Sayyid Qutub Ibn Ibrahim Husain Syadzili. Lahir di Musha, Asyut, Mesir. Ia

Baik Islam maupum Sosialisme adalah sistem pemikiran dan kehidupan yang sama-sama komprehensif yang tidak bisa dipecah belah. yakni di Wilson’s Teacher”s College di Washington. Sayyid Qutub kembali dari AS saat terjadi krisis politik di Mesir yang menyebabkan terjadi kudeta Militer pada Juli 1952. Dari Amerika ia mendapatkan pengalaman yang sangat luas mengenai problema sosial kemasyarakatan yang diakibatkan dari paham Materialisme yang gersang dari Roh ketuhanan. Dan ia menjadi salah seorang pendukung pemberontakan Nasser. kedua sistem ini tidak bisa dirujukkan atau disintesiskan. nama lama Universitas Kairo. Menurut Hamid Enayat. 2. Hampir pada tiap pergerakan di Mesir bahkan sampai ke Iran menggunakan bahasa dan tulisan Sayyid Qutub untuk memperkuat aktivitas mereka. Abul Hasan Ali An-Nadawi dan Abul A’la Almaududi. Dari sinilah orang Mesir mulai tertarik untuk membaca pikiran yang tidak tunduk pada pemerintah. tetapi berbalik menentangnya setelah Nasser mulai menyiksa kelompok Ikhwan. Publikasi rutin Tafsir Fi Zhilalil Quran. ia menjadi sangat anti AS dan barat. namun keduanya terpisah satu dari yang lain. ia mendapatkan gelar Sarjana Muda Pendidikan. Ia mulai menulis topik-topik tentang Islam. dan menjadi juru bicara utama Ikhwan setelah pembubaran jamaah mereka pada tahun 1954. Sayid Qutub banyak dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Muhammad Asad (Leopold Weiss). Ia mulai mengalami kepahitan mengenai dukungan pemberitaan Pers Amerika untuk Israel yang dianggapnya tendensius. Pada saat yang sama rezim Nasser sudah mendominasi dan menundukkan pendapat umum kepada pemerintah. banyak tulisanya berisi tentang ideologi yang mendukung pembaruan Islam. Pengaruhnya terhadap kelompok tertentu ditandai dengan pengadilan yang bukunya sebagai bukti bahwa ia menganjurkan dan berencana menumbangkan pemerintahan Mesir dengan cara kekerasan dengan vonis hukuman mati. ia mendapat tugas belajar ke Amerika Serikat dalam pendidikan selama dua tahun. Karenanya. Yakni: 1. orang tuanyamemindahkan keluarganya ke Halwan. Sosialisme menekankan kesejahteraan sosial dan kemakmuran material dengan mengorbankan keselamatan moral. dan dilahapnya sesuatu yang dapat diperolehnya dalam bentuk terjemahan. Pandangan Syeikh Jibrin[1] Terhadap Sayyid Qutb . Pemikiran Dan Pengaruhnya Sayyid Qutub mengusulkan Islam sebagai suatu alternatif terhadap ideologi-ideologi Komunisme. Pada tahin 1929. daerah pinggiran Kairo. Menyadari akan bakat anaknya. Syahidnya beliau di tiang gantungan membuat pengaruh itu semakin kuat. Liberalisme dan Sekulerisme. Islam tidak mengabaikan segi material tapi Islam beranggapan bahwa langkah awal untuk rancangan itu adalah penyucian dan pembebasan jiwa. Sosialisme – seperti halnya komunisme dan kapitalisme – adalah pertumbuhan dari pemikiran Jahiliyyah dengan watak aslinya yang rusak. Tanpa ini upaya untuk meningkatkan kehidupan manusia tidak akan berhasil. Ia yakin bahwa Islamlah yang mampu menyelamatkan manusia dari paham ini. Sayyid Qutub bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1953. Kapitalisme. Tahun 1949. sebagai pembawa oposisi keagamaan terhadap sosialisme.mula-mula di didik dalam lingkungan desanya dan sudah hafal Al Quran selagi kecil. baik di Mesir maupun Saudi Arabia melalui siaran radio mendapat tanggapan yang luar biasa dan mempengaruhi cara masyarakat dalam memahami Al Quran. pokok pemikiran Sayyid Qutub secara tersirat merupakan kritik terhadap sosialisme Mesir. Greely College di Colorado dan Stanford University di California. Ia memperoleh kesempatan masuk ke Tajhiziyah Dar Al-Ulum. Kemudian bekerja sebagai pengawas sekolah pada Departemen Pendidikan. Ia mulai berminat pada sastra Inggris.

Pandangan beliau terhadap Sayyid Qutb dapat kita lihat dari Fatwa beliau terhadap Sayyid Qutb dan Hasan Al-Banna Soal: Segelintir pemuda mengelompokkan Sayyid Quthb dan Hasan Al-Banna sebagai ahli bid’ah berikut melarang membaca buku-buku mereka, serta menuduh beberapa ulama lainnya sebagai penganut faham khawarij. Alasan mereka melakukan itu semua adalah dalam rangka menjelaskan kesalahan kepada masyarakat, sedang status mereka sendiri masih sebagai para penuntut ilmu. Saya sangat mengharapkan jawaban yang dapat menghilangkan keragu-raguan dan kebingungan saya mengenai hal ini. Jawab: Segala puji bagi Allah semata … Menggelari orang lain sebagai mubtadi’ (pelaku bid’ah) atau fasik (pelaku dosa besar) adalah perbuatan yang tidak dibenarkan atas umat Islam, karena Rasulullah bersabda: ãóäú ゙ ó ヌ áó á テ ó ホ öíúåö íó ヌ レ ó マ õæøó ヌ ááåö æóáóíú モ ó ゚ ó ミ áö ゚ ó ヘ ó ヌム ó レ óáóíúåö} (ム æ ヌ å ã モ áã(. “Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya: “Wahai musuh Allah”, sedang kenyataannya tidak seperti itu, maka ucapannya itu menimpa dirinya sendiri.” (HR. Muslim).

ãóäú ゚ ó ン øó ム ó ãõ モ úáöã ヌ ð ン ó ゙ ó マ ú ネ ó ヌチ ó ネ öåöãó ヌ テ ó ヘ ó マ õåõãó ヌ} (ム æ ヌ å ヌ á ネホヌム í æã モ áã(.

“Barangsiapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka ucapan itu tepat adanya pada salah satu di antara keduanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

… テ óäøó ム ó フ õá ヌ ð ãó ム øó ネ ö ム ó フ õáò æóåõæó íó レ úãóáõ ミ óäú ネヌ ð ン ó ゙ ó ヌ áó: æó ヌ ááåö á ヌ ó íó ロ ú ン ö ム õ ヌ ááåõ áó ゚ ó . ン ó ゙ ó ヌ áó: ãóäú ミ ó ヌ ヌ áøó ミ öíú íó ハ ó テ óáøóì レ óáóíøó テ óäøöíú á ヌ ó テ ó ロ ú ン ö ム õ áö ン õá ヌ óäò 。 ナ öäøöíú ロ ó ン ó ム ú ハ õ áóåõ æó テ ó ヘ ú ネ ó リ ú ハ õ レ óãóáó ゚ ó (ム æ ヌ å ã モ áã)

“… bahwa ada seseorang yang melihat orang lain melakukan dosa, lalu ia berkata kepadanya: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu’. Maka Allah berfirman: ‘Siapakah gerangan yang bersumpah atas (Nama)Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan Aku gugurkan (pahala) amalmu’.” (HR. Muslim). Kemudian saya ingin mengatakan bahwa Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna termasuk para ulama dan tokoh dakwah Islam. Melalui dakwah mereka berdua, Allah telah memberi hidayah kepada ribuan manusia. Partisipasi dan andil dakwah mereka berdua tak mungkin diingkari. Itulah sebabnya, Syaikh

Abdulaziz bin Baaz [2] mengajukan permohonan dengan nada yang lemah lembut kepada Presiden Mesir saat itu, Jamal Abdunnaser – semoga Allah membalasnya dengan ganjaran yang setimpal - untuk menarik kembali keputusannya menjatuhkan hukuman mati atas Sayid Quthub, meskipun pada akhirnya permohonan Syaikh Bin Baaz tersebut ditolak. Setelah mereka berdua (Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna) dibunuh, nama keduanya selalu disandangi sebutan “Asy-Syahid” karena mereka dibunuh dalam keadaan terzalimi dan teraniaya. Penyandangan sebutan “Asy-Syahid” tersebut diakui oleh seluruh lapisan masyarakat dan tersebarluaskan lewat media massa dan buku-buku tanpa adanya protes atau penolakan. Buku-buku mereka berdua diterima oleh para ulama, dan banyak memberikan manfaat - dengan dakwah mereka - kepada hamba-hambaNya, serta tak ada seorang pun yang telah melemparkan tuduhan kepada mereka berdua selama lebih dari duapuluh tahun. Bila ada kesalahan yang mereka lakukan, maka hal yang sama telah dilakukan oleh Imam Nawawi, Imam Suyuthi, Imam Ibnul Jauzi, Imam Ibnu ‘Athiyah, Imam Al-Khaththabi, Imam Al-Qasthalani, dan yang lainnya. Saya telah membaca apa yang ditulis oleh Syaikh Rabie’ Al-Madkhali tentang bantahan terhadap Sayid Quthub, tapi saya melihat tulisannya itu sebagai contoh pemberian judul yang sama sekali jauh dari kenyataan yang benar. Karena itulah, tulisannya tersebut dibantah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid [3] hafidzhahullah … æó レ óíúäõ ヌ á ム øö ヨ ó ヌ レ óäú ゚ õáøö レ óíú ネ ò ゚ óáöíúáó ノ ñ æóá ゚ öäøó レ óíúäó ヌ á モ øõ ホ ú リ ö ハ õ ネ ú マ öí ヌ áúãó モ ó ヌ æöíó

Mata cinta terasa letih memandang aib Tapi mata murka selalu menampakkan aib Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin 26 Shafar 1417 H.[4] v Sayyid Qutb dan Karya Beliau Karya Sayyid Qutb Diantara karya beliau antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Fi Dzhilall Qur’an Hadza Din Al-Mustaqbal Li Hadza Ad-Din Khasahisut Tashawwuril Islami Ma’alim Fi Thariq Al-Taswir Al-Fanni Fil Qur’an Musyahadatul Qiyamah Fil Qur’an Al-Islam Wa Musykilatul Hadharah Al-Adalah Al-Ijtima,Iyah Fil Islam As-Salam Al-Alami Wal Islam Kutub Wa Syahshiyat Asywak

m. An-Naqdil Adabi Ushuluhu Wa Manahijuhu n. o. Nahwa Mujtama’ Islami Thiflun Minal Qaryah

Perjalanan panjang fase itu adalah menuju pencipta Yang Esa. yang telah ditetapkan Allah. Di bawah naungan al Quran. a. melaksanakan syariat pasti memiliki dampak yang positif di dalam menyerasikan perjalanan hidup manusia dengan perjalanan alam semesta. Sayyid Qutub mengemukakan kesan-kesanya hidup di bawah naungan al Quran. Ia adalah alam nyata dan alam gaib. Maka. Syariat di buat untuk dilaksanakan pada masyarakat muslim dan ia juga di buat untuk memberi saham untuk membangun masyarakat muslim. Dalam akhir ‘pembukaanya’ beliau mengatakan bahwa inilah sebagian dari curahan dalam kehidupan di bawah naungan Al Quran. Ia merasa dekat dan mendengar serta berbicara dengan Allah melalui al Quran. Iman itu harus ditetapkan melalui tindakan langsung ke dalam kehidupan individu. Mahdi Fahullah menilai bahwa tafsir Sayyyid Qutub yang tiga puluh juz inimerupakan usaha terobosan penafsiran yang sederhana dan jelas. Kehidupan manusia membentang dalam rentang masa yang panjang itu dan kematian bukanlah akhir perjalanan hidup. Menurut Qutub. Hidup di bawah naungan al Quran adalah nikmat. 15. Sayyid Qutub bertanya setan durhaka macam apa yang telah menggiring langkah manusia ke dalam nestapa ini. Latar Belakang Penulisannya Pada kata pengantarnya. melainkan satu fase setengah jalan. sosial dan tatanan politik. alam dunia dan akhirat. . Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi. Nikmat yang tidak diketahui kecuali oleh yang telah merasakanya.p. q. Al Quran memberi umat manusia sarana untuk menemukan kembali dirinya dalam pola yang dikehendaki Allah melalui Nabi dan oleh Nabi. Tafsir tersebut membawa Sayyid Qutub menjelajahi berbagai cara agar pesan orisinil Islam yang disampaikan Al Quran dapat menjadi fondasi suatu ideologi sempurna. sayyid Qutub sempat merevisi ketiga belas juz pertama tafsirnya semasa penahanannya yang panjang. ia tidak mungkin berjalan berjalan sendiri tanpa fondasinya yang besar. Sayyid Qutub merasakan keselarasan yang indah antara gerak manusia sebagaimana kehendak Allah dengan gerak-gerik alam ciptaan-Nya. Al-Athyaf Al-Arba’ah Dan Lain-Lain[5] v Sayyid Qutub dan Tafsirnya[6] Tafsir Fi Zhilalil Quran Di tulis dalam rentang waktu antara 1952-1965. Hidup di bawan naungan al Quran. Kepada-Nya setiapjiwa mukmin menghadap dalam khusuk. Syariat ini tidak lain adalah buah Iman. syariat Allah bagi manusia merupakan salah satu bagian dari undang-undang Nya yang menyeluruh di alam semesta. baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. dengan cara yang tak perlu dirasionalkan atau dijelaskan dengan merujuk kriteria filsafat. Ia melihat kebinasaan yang akan menimpa kemanusiaan akibat pemyimpangannya dari undang-undang alam ini. Ia menyaksikan benturan yang keras antara ajaran-ajaran rusak yang dididektekan padanya dengan fitrahnya. Sayyid Qutub melihat wujud alam ini lebih besar dari pada bentuk yang tampak di depan mata. Tafsirnya banyak menekankan perlunya manusia mendekati iman secara intuitif.

Kemudian dari Al Bidayah Wan Nihayah tentang lamanya Nabi tinggal di Makkah selama 10 tahun. Sebagian dengan menyebut perawi pertama dan terakhir. ia mengutip surat Luqman: 5 dan Qaf: 2-3: 25. Selanjutnya beliau menafsirkan ayat 30 . Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Maka berkatalah orang-orang kafir :"Ini adalah suatu yang amat ajaib". Sayyid Qutub menggunakan hadist-hadist Nabi SAW sebagai penjelas. Terkadang hanya dengan menyebutkan rawi terakhirnya. Seperti mengutip Tafsir Ibn Katsir mengenai peristiwa Bai’ah Aqabah.39. hadist tentang keharusan membaca surat Al Fatihah yang di riwayatkan Bukhari dan Muslim. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah. Dalam menafsirkan surat Al Baqarah misalnya. 3. Kemudian melengkapi Tafsirnya dengan perkataan sahabat. pengelompokan Sayid Qutub relatif lebih besar. ia menggunakan ayat-ayat al Quran sebagai penjelas. Sayyid Qutub mengelompokkan sejumlah ayat sebagai kesatuan. Dalam surat Al Fatihah misalnya. Dibandingkan dengan pengelompokan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha dalam Tafsir Al Manar. (mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang Karena Telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri.b. Sayyid Qutub mengemukakan bahwa dalam surat ini tersimpul prinsip-prinsip akidah Islam. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (Kami akan kembali lagi) ?. konsepkonsepsi Islam dan pengarah-pengarahanya yang mengidentifikasi hikmah. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. Struktur Tafsir Dan Ciri-cirinya Tafsir Sayyid Qutub di susun dengan Tahlili. Dalam menafsirkan ayat. Katakanlah : "Segala puji bagi Allah". Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. Yang tak kalah penting. yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman. Dalam menafsirkan surat yang panjang. beliau menetapkan ayat pertama sampai ayat 29 sebagai bagian pertama pembahasan. keseimbangan. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah. ayat 40 – 74. sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah. Setelah itu beliau memperinci penafsiran ayat demi ayat. itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. terkait surat Al Baqarah:100 tentang menepati janji. Begitupula ketika beliau menafsirkan surat-surat berikutnya. 2. misalnya perkataan Umar tentang permohonan suaka pendudul Iraq. Ketika menafsirkan ayat “ ??? ?? ? ??? ?? “ misalnya. sesuai dengan pesan yang terkandung di dalam ayat-ayat tersebut. dst. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. ayat 75 – 103. Misalnya. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata . ia menekankan analisis rasional. Misalnya. tanpa menyertakan rangkaian sanadnya secara lengkap. dan keserasian dalam surat. Dipilihnya surat ini karena sebagai bacaan yang di ulang-ulang dalam setiap rakaat shalat serta tidak sahnya shalat tanpa membacanya. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah. Juga mengutip pendapat-pendapat ulama terdahulu. Ia memulai penafsiran suatu surat dengan memberikan gambaran ringkas kandungan surat yang akan dikaji secara rinci. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui.

Dalam menafsirkan ayat: 120. demikianlah. Itulah ideologi mereka. Karena yang dinamakan tafsir haruslah berisi lafazh-lafazh & diambil (istinbath) hukum-hukum & disebutkan riwayat-riwayat hadits sebagaimana dalam kitab-kitab tafsir. orang-orang Yahudi dan Nasrani senantiasa akan memerangi kaum Muslimin. dan beliaupun (Sayyid Quthb) tidak menamakannya sebagai tafsir. maka ia tidaklah disebut tafsir. kecuali jika kaum Muslimin menyimpang dari perkara ini. Mereka tidak akan berdamai dengan kaum Muslimin. ンヨ íá ノヌ á ヤ í ホ ユヌ á ヘ ヌ á ン æ メヌ ä . dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu.[7] Pandangan Syeikh Fauzan Terhadap Tafsir Sayyid Qutb Bagaimana pendapat fadhilatukum tentang tafsir Al-Qur’an “Fi Zhilalil Qur’an” karangan Sayyid Quthb? ヌ á フ æ ヌネ : ” ハンモ í ム ヌ á ゙ムツ ä á モ í マ ゙ õ リネ ã ヌ åæ ハンモ í ム …ル á ヌ áõ ヌ á ゙ムツ ä ã ヌ åæ ハンモ í ム æ ナ äã ヌ åæ ゚ á ヌ ãñ ン í ã レ äì ヌ á ゙ õ ムツ ä 。 テ æ ヘ æá ヌ á ゙ムツ ä 。í ヤネ å ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í ヌ ááí í モ ãæäå ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í 。 ヌ á ミ í í ミ゚ム ヘ æá ヌ á ツ í ヌハ ゚ á ヌ ã . beliau hanya menyebutnya dengan nama “Di Bawah naungan Al-Qur’an”. Sayyid Qutub menafsiri.レヨ æ åí ニノ ゚ネヌム ヌ á レ áã ヌチ ヨ ãä ヌ á テモニ á ノ ネマム æ モ : ヌ á ハンモ í ム ãä モ æ ムノ ヌ á ヘフムヌハ ナ áì モ æ ムノ ヌ áä ヌモ ハヌム í ホ ヌ á マムモ 13-2-1427 å ワ . dan melepaskan keyakinan mereka lalu mengikuti kesesatan. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". yang membahas penjelasan seputar ayat-ayat.ãã ヌ ル å ム áå æíõæ ヌン゙ レ áì ヤ í チ 。 æíõ ホヌ á ン ン í テヤ í ヌチ 。 ä レ ã “ JAWAB: Tafsir Al-Qur’an tulisan Sayyid Quthb bukanlah sebuah tafsir… Zhilalil Qur’an bukanlah tafsir. Perang akidah yang selalu berkobar – walau tidak jarang umat Islam sendiri lah yang saling menyerang dan menjatuhkan saudaranya sendiri. Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. テ ã ヌ ナ äå ハンモ í ム í ヘ áá ヌ á テ á ンヌル æí モハ ä ネリ ヌ á テペヌ ã 。 æíõæ ムマ ヌ á ム æ ヌ í ヌハ ゚ ã ヌ ン í ゚ハネ ヌ á ハンモ í ム コ ン åæ áí モ ゚ミ á ゚ 。 ン á ヌ äõ モ ãíøöå ハンモ í ムヌ ð 。 æåæ áã íõ モ ãøöåö ハンモ í ムヌ ð 。 ン åæ ä ンモ å áã í モ ãåö ハンモ í ムヌ 。 ナ äã ヌ ゙ヌ á { ン í ル á ヌ áö ヌ á ゙ムツチ ä } í レ äí ゚ á ヌ ã ン í ã レ äì ヌ á ゙ムツ ä ãã ヌ ル å ム áå õ. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat. takhayul. dan Zhilal tidaklah demikian..ムヘ ãåõ ヌ ááå . tetapi ia merupakan penjelasan tentang makna Al-Qur’an atau mengenai Al-Qur’an. karena beliau pribadi tidak pernah menamakannya sebagai sebuah tafsir. meninggalkan kebenaran ini. Inilah hakikat peperangan yang mereka lancarkan terhadap umat Islam kapanpun dan dimanapun.. maka ada yang pas & ada pula yang tidak pas. yang maknanya perkataan-perkataan tentang makna Al-Qur’an yang nampak bagi diri beliau –rahimahuLLAAH. mirip tafsir maudhu’i (tematik) maka ia disebut sebagai tafsir tematik. syirik dan pemikiran jahat orang-orang Yahudi dan Nasrani tersebut. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.berdasarkan apa yang nampak bagi beliau.

dan jangan kamu . 196. dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. 193. oleh sebab itu Barangsiapa yang menyerang kamu. kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. 192. 195. 191. bahwa Allah beserta orangorang yang bertakwa. sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Dan perangilah mereka itu. dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram. kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Bulan Haram dengan bulan haram. seimbang dengan serangannya terhadapmu. bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah.Fadhilatu Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan . 194. Maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.Anggota Hai’ah Kibaril ‘Ulama[8] Kritikan terhadap tafsir Sayyid Qutb Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan bahaya Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak. Maka bunuhlah mereka. Maka tidak ada permusuhan (lagi). Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah. Berlaku hukum qishaash. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tandatanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya. karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Demikanlah Balasan bagi orangorang kafir. [9] v Contoh tafsir bil dengan metodologi tafsir bilmatsur dalam tafsir Sayyid Qutb Dalam hal ini kami akan memberikan contoh bagaimana penafsiran beliau terhadap ayat-ayat Qital (perang) dalam surah al-Baqarah ayat 189-203 (juz dua) 189. dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. Maka seranglah ia. dan berbuat baiklah. 190. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu). (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah). Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. dan pada sesuatu yang patut dihormati. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu).

berilah Kami (kebaikan) di dunia".mencukur kepalamu. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). 201. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Maka tiada dosa baginya. “dalam masalah mendatangi rumah dari belakangnya disampaikan ulasan akhir ayat yang meluruskan kebajikan (al-birr) bahwa ia tidak terletak pada gerak lahiriah tetapi terletak pada ketaqwaan. Maka wajiblah atasnya berfid-yah. dan Barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu). dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal. sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan. Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. dan ketahuilah. dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. Yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat. 202. berbuat Fasik dan berbantahbantahan di dalam masa mengerjakan haji. (munasabah ayat) Ini dapat dilihat dari penafsiran beliau dalam ayat 189. niscaya Allah mengetahuinya. Maka tidak ada dosa pula baginya[129]. berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka". 198. berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. 199. Pertama: dengan metode al-qur’an bil qur’an. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 203. atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Dalam menafsirkan ayati-ayat ini beliu menampilkan berbagai corak penafsiran. Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. apabila kamu telah (merasa) aman. dan bertakwalah kepada Allah. dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu. sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu. Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji). . 197. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang[128]. Maka tidak boleh rafats. 200. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu. dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. bagi orang yang bertakwa. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan. Berbekallah. dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung…”(189) Dalam masalah perang secara umum al-Qur’an mengarahkan mereka agar tidak melampaui batas . disampaikan ulasan akhir ayat dengan taqwa kepada Allah: ..æáí モ ヌ á ネム øõ ネテ äú ハテハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä ル åæ ム å ヌ æá ヌ゚ ä ヌ á ネム ø ãäö ヌ á バ ì . dan hal ini dikaitkan dengan cinta Allah dan kebencian-Nya: ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã トハマ íä “. æ テハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä テネ æ ヌネ å ヌ .” (190) Dalam masalah perang di bulan suci.Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. æ ヌ á バ æ ヌ ヌ ááå á レ á ゚ ã ハン á ヘ æä “….karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas... akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. Dan masuklah ketrumah-rumah itu dari pintu-pintunya.æ ヌバ æ ヌ ヌ ááå æ ヌレ áãæ ヌ テ äøó ヌ ááå ã レ ヌ áã バ íä .

Masalah ini apapun keadaanya. akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. Baik jawaban ini untuk pertanyaan yang pertama atau untuk kedua. bukan bidang al-Qur’an. talak dan ‘Iddah mereka. untuk menjalani kehidupan yang idealyang tiada duanya. dalam semua perkara agama dan dunia mereka.[11] …oleh sebab itu menghidnari jawaban manusia yang manusia itu belum memiliki kesiapan untuk menerimanya dan tidak dapat memberikan manfaat bagi misi utama yang menjadi utama diturunkannya Al-Qur’an.” (189) Tanda-tanda waktu bagi manusia dalam tahallul dan ihram mereka. “mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit.. perniagaan dan hutanngpiutang mereka. dan untuk menuntun manusia menuju kepada-Nya.” (194)[10] Kedua: penafsiran menurut pemahan beliau.lalu al-Qur’an datang untuk membatalkan persepsi yang salah dan amal perbuaan mereka yang mengada-ada yang tidak berdasar dan tidak bermanfaat . dan sebagainya… jawaban ini juga tidak menjelaskan kepada mereka tentang fungsi bulan dalam tata surya atau dalam keseimbangan gerak benda-benda luar angkasa padahal ia termasuk dalam muatan pertanyaan: Mengapa Allah mencipatakan bulan sabit? Isyarat apakah yang ingin ditumbuhkan oleh arah yang ada di dalam ayat ini? Al-Qur’an pada saat itu tengah membangun tashawwur khusus. tetapi keduanya ditujukan kepada realitas kehidupan mereka secara nyata bukan sekedar pengetahuan yang bersifat teoritis. dan untuk mengokohkan dasar-dasar kehidupan ini di muka bumi. lalu ia dicela karena perbuatan tersebut. padahal ini termasuk kedalam inti pertanyaan: kenapa bulan Nampak pertama kali sebagai bulan sabit.. dalam pernikahan. Dan masuklah kerumahrumah itu dari pintu-pintunya. untuk menciptakan masyarakat teladan yang tiada tara bandingannya. Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. dalam berpuasa dan berbukan puasa mereka.“…Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa. dalam mu’amalat. tengah membangun umat baru di muka bumi. yang memiliki peran khusus dalam memimpin umat manusia. dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beuntung. itulah yang diisyaratkan oleh bagian ayat yang kedua.dari al-Barra’ radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “dahulu orangorang anshar apabila berhaji lalu pulang. Kemudian turunlah ayat: . Karena al-Qur’an diturunkan untuk misi yang lebih besar ketimbang informasi dan pengetahuan sektoral…[12] Kaitan antara kedua bagian ayat ini nampaknya adalah korelasi antara bulan sabit yaitu tanda-tanda waktu bagi manuia dan ibadh haji dengan tradisi jahiliyah berkenaan dengan haji. dan menjelaskan tentang peredaran bulan dan bagaimana peredaeran bulan itu terjadi. system khusus dan masyarakat khusus...[13] Di dalam shahihain –dengan sanad –nya. Kemudian salah seorang dari mereka datang lalu masuk dari arah pintu. Katakanlah : ‘bulan sabt itu adalah tanda-tanda bagi manusia dan (bagi ibadah haji). mereka tidak masuk dari arah pintu-pintu rumah.”dan bukanlah kenajikan…(189) Apakah tradisi mereka itu berkenaan dengan perjalanan secara umum atau berkenaan dengan haji secara khusus –walaupun ini yang lebih dekat denga konteks –tetapi mereka dahulu menganggap hal ini sebagai kebajikan –yakni kebikan atau iman.

sama sekali ini. Al-Qur’an datang melurukan tashawwur keimanan tentang kebajikan…[14] Ketiga : tafrsir al-qur’an dengan hadits Hal ini dapat dilihat dari penfsiran beliau dalam ayat.. .. æá ヌ ハレハマ æ ヌ ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã レハマ íä .

akan tetapi sifatnya sekunder. (tetapi) janganlah melampaui batas. politik. karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (190) Tindakan melampaui batas bisa saja terjadi denga memerangi orang-orang yang tidak memerangi atau orang-orang yang tidak terlibat dalam peperangan misalnya para pendududuk sipil yang ingin hidup damai dan ingin selamat dari peperangan yang terjadi. kemudian Rasulullah melarang membunuh wanita dan anak-anak.. dari analisa kami metodologi yang digunakan oleh . peradabaan. Sebab metode pergerakan (al-manhaj alharaki) atau metode realistis yang serius tidak ada didapati selain pada Zhilal. Itulah perang yang dilakukan Islam.” (190)[15] v Keistimewaan Metodologi Tafsir Beliau Tafsir Fi Zhilalil Qur’an merupakan tafsir kontemporer yang paling actual dalam memberikan terapi berbagai persoalan dan menjawab berbagai tuntutan abad modern ini berdasarkan petunjuk al-Qur’an. spritualisme. pembinaan.” (diriwayatkan Bukhari dan Muslim) Kemudian beliau memberikan komentar.“. Zhilal juga dapat dikatagorikan sebagai aliran khusus dalam tafsir. budaya. sebab Sayyid Quthb menyebutkannya untuk memberikan contoh dan bukti dari yang apa yang ia katakana. di samping persoalan-persoalan lainnya. Sumber-sumber Zhilal berbeda dari sumber-sumber tafsir lainnya disebabkan perbedaan karakter dann tujuannya. Sumber-sumber dalam Zhilal itu tidaklah mendasar atau pokok (primer). ideologi. Berbagai persoalan ini. serta langkah baru yang jauh dalam tafsir. hokum. Semua itu bersumber dari pengarahan Al-Qur’an yang mulia: “dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. Itulah adab-adabnya. karena sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. yang dapat disebut sebagai “aliran tafsir pergerakan”. Karena itu tafsir Fi Zhilalil Qur’an dapat dikatagorikan sebagai tafsir corak baru yang khas dan unik. psikologi. Dalam hal ini sayyid qutb menukil sebuah hadits “dari Ibnu Umar Ra ia berkata: “ditemukan seorang wanita terbunuh pada sebagian peperangan Rasulullah Saw. Sehingga membuat tafsir ini terasa sangat actual apalagi gagasan-gagasan Sayyid Quthb yang tertuang di dalam tafsir ini sangat orisinil berdasarkan nash-nash al-Qur’an tanpa terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran asing. v Analisa dan Kritik Dari beberapa contoh yang telah dipaparkan di atas. Itulah tujuan-tujuannya. Di antara persoalan dan tuntutan abad modern yang paling menonjol adalah persoalan seputar pemikiran. konsepsi. Bikhari. Ini adalah bagian dari beberapa keistimewaan Zhilal. Muslim dan abu Dawud) Kemudian beliau mengutip hadits lan “dari Abi HurairahRa. Tindakan melampaui batas jelas dapat melanggar adab-adab dalam peperangan.” (diriwayatkan oleh Malik. dakwah dan pergerakan dalam suatu rumusan kontemporer sesuai dengan tuntutan zaman. menadapatkan perhatian yang memada di dalam tafsir ini.tetapi janganlah kalian melampaui batas. Rasulullah Saw bersabda: “apabila salah seorang diantara kamu membunuh dalam peperangan maka hendaklah ia menjauhi wajah.

Dakwah dan Bimbingan Islam Kerajaan Saudi Arabia. [2] Mantan Ketua Umum Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia) dan Mantan Ketua Umum Dewan Riset Ilmiah. [3] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia.! . takhayul. rahimahullah. v Kesimpulan dan Penutup Dari pemaparan di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa Sayyid Qutb dalam menafsirkan ayatr AlQur'an di dalam tafsirnya menggunakan Metodologi bil Matsur. Dan hal ini memang merupakan keunggulan beliau dalam bahasa dan sastra. Mungkin sekian dari penulis.Sayyid Qutb lebih banyak menggunakan kepada pendekatan bahasa serta munasabah Al-Qur'an. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. beliau selalu mengaitkannya dengan ayat-ayat lain yang sebelumnya terlebih dahulu dijelaskan dengan pendekatan bahasa.al-ikhwan. 411 [12] Ibid [13] Hal. Rabbani Press. dari penafsiran beliau. 2003. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah.al-ikhwan.net/fatwa-syaikh-shalih-bin-fauzan-al-fauzan-tentang-kitab-fii-zhilalil-qurankarangan-sayyid-quthb-rahimahullaah-142/ [9] Lihat: Baraatul Ulama Ummah. Hal.indoskripsi. “mereka yang telah pergi”. Terjemah. "FIi Dzilalil Qur'an" Terj: Jakarta. keseimbangan. yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman.com/node/7084 [8] http://www.net/fatwa-syaikh-abdullah-bin-jibrin-1-tentang-hasan-al-banna-dan-sayyidquthb-138/ [5] Al-mutasyar Abdullah al-aqil. dan keserasian dalam surat. Demikian pula yang berdasarkan hadits-hadits Nabi Saw. dan kesalahan datang dari penulis. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. 606 [6] http://one. Hal 406 [11] Hal. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. Kemudian dalam penafsiran beliau jarang ditemukan adanya penafsiran beliau yang merujuk pendapat para shahabat atau pendapat Ulama mengenai ayat tersebut. Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan. 430 Tag: tugas ustadz ulil Sebelumnya: T A F S I R M U N I R Selanjutnya : WAHAI ABU BAKAR. Jumlahnya sedikit.. 2000. 417 [14] Hal 418 [15] Hal. ia menekankan analisis rasional.com/node/7084 [7] http://one. Fatwa. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah. [4] http://www.. Hlm. 35 [10] Sayyid Qutb.. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah. Yang tak kalah penting. karena bila dilihat. Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan metode lainnya yang digunakan oleh beliau. yang benar datangnya dari Allah Swt. ================================================================= [1] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia).indoskripsi. Jakarta: AlI’tisham. dibandingkan dengan pendekatan bahasa dan munasabah Al-Qur'an. Misalnya.Khozin abu faqih. sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah.

Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub .multiply. February 23. 2008 051 .http://pemudabugis.com/journal/item/258 skip to main | skip to sidebar _______________________________________________________________________ ___________ | Nawawi | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Galeri Buku | Galeri MP3 | U-VideOo | _______________________________________________________________________ ___________ Saturday.

Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub http://bahaya-syirik.com .blogspot.

Sayyid Qutub Secara Ringkas Dilahirkan di Mesir. Makanya. sebuah perkampungan bernama Musha. Sekaligus merupakan seorang tokoh utama dalam gerakan tersebut. usaha perjuangan dan nama bukanlah suatu fakta yang haq untuk menyatakan bahawa mereka dari kelompok yang benar jika jelas ia menyanggahi kebenaran. Perjuangan Ikhwanul Muslimin suatu ketika dahulu amat gah dan cukup dikenali oleh sebahagian besar umat Islam.Melalui pelbagai kajian. Dan mendapat pendidikan awal di perkampungan yang sama. matlamat. Kita sebagai umat Islam dari kelompok Ahlus Sunnah yang bersikap adil. termasuk di Colorado State College of Education (sekarang dikenali sebagai University of Northern Colorado). penelitian dan tulisan para ulama. tidak sewajarnya kita cepat melenting dan melatah. agar kita semua menjadi celik dan segera menjauhi peyimpangan-penyimpangan pemikiran mereka yang berbahaya kepada aqidah dan kesatuan umat Islam masa ini. dengan ini. Memiliki kelayakan sebagai tenaga pengajar dalam bahasa Arab dan ijazah dalam bidang Seni dan falsafah. Menyertai pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin pada sekitar tahun 1950 dan menjadi seorang penulis dan pemikir. Hasil karyanya yang cukup terkenal adalah Fi Dzilalil Qur’an dan Ma’alim Fi at-Thariq. Pernah mendapat pendidikan di barat selama beberapa tahun dan beberapa tempat yang lain. Lalu. Meraka (Qutubiyah) adalah berakar umbi dari pemikiran yang dibina oleh Jamaah Ikhwanul Muslimin atau sesiapa yang lahir dari hasil pemikiran Sayyid Qutub (semoga Allah mengampunkan segala kesilapannya). mereka akhirnya telah mengeluarkan suatu fakta dan fatwa yang begitu mengejutkan dunia dakwah di dunia Islam masa ini iaitu berkenaan siapakah sebenaranya Ikhwanul Muslimin dan bagaimanakah fikrah para tokoh-tokohnya yang sebenar. Namun. Pernah bertugas sebagai tenaga pengajar. Pelbagai tulisan dari para ulama telah dihasilkan dan disebarkan bagi menerangkan kepada umat bahawa Ikhwanul Muslimin adalah sebuah pertubuhan yang di atas namakan dengan perjuangan Islam tersebut sebenarnya adalah sebuah pertubuhan/kumpulan yang mana pemikiran-pemikiran yang terhasil dari kalangan tokoh-tokoh utama mereka sebenarnya amat membahayakan dan menyimpang dari hakikat Islam yang sebenar. Manhaj Qutubiyah Qutubiyah atau Qutubi adalah suatu fahaman yang dinasabkan kepada Sayyid Qutub rahimahullah. kemungkaran dan penyelewengan mereka (Ikhwanul Muslimin) terhadap agama akan terus didedahkan kepada umum. pada 8 Oktober 1906. Terkenal sebagai penulis dan pejuang pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin. Atau para pengikut Sayyid Qutub yang fanatik dan ghalu (ta’asub) kepadanya. makanya sama-sama kita nilaikannya berdasarkan hujjah dan dalil yang tepat berdasarkan kefahaman para ulamanya umat. terutama berdasarkan kefahaman para ulama dari golongan generasi awal di atas manhaj al-Qur’an dan Sunnah yang tepat. Syahid . hakikatnya.

memakai topi dan lebih kerap memakai pakaian ala barat. (Lihat: (1). Inilah kenyataan tentang Islam yang paling buruk yang digambarkan oleh agama-agama yang lainnya”. 228. (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. 2687) (2). (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. oleh Sheikh Ahmad Yahya anNajmi) sedangkan (menurut para ulama Salaf as-Soleh) tidak boleh memutuskan/menetapkan seseorang sebagai syahid kecuali dalam bentuk umum (Lihat: Fathul Bari 6/90. 63. bahkan pakaian dan tindak-tanduknya disebabkan kebodohannya terhadap realiti agama dan warisan penjajah”. Di dalam hadis Bukhari ada dijelaskan: “Tidak boleh mengatakan Si Fulan syahid”. Lihat: Syiar A’lam an-Nubala. 159-160) Menurut Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah apabila mensyarahkan hadis riwayat Bukhari di atas bahawa: “Tidak boleh memastikan seseorang syahid kecuali melalui penentuan wahyu”. kerana mereka mengetahui dari orang-orang yang mereka kenali sebagai para rohaniawan. Sahih Bukhari (Syahadah. Mereka (rohaniawan) merupakan makhluk yang paling mustahil untuk diterapkan pemikirannya dan mustahil diikuti buah fikirannya. Sayyid Qutub) Pengikut Pemikiran Sayyid Qutub (Qutubiyun) Berkata Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja as-Suhaimi: . semasa hidupnya gemar mengejek cara pakaian ulama yang diistilahkan oleh beliau sebagai orang rohaniawan. Iaitu syubhat yang merosak Islam dan strukturnya sehingga ke dalam jiwanya. ia dimunculkan oleh pemikiran agama dari orang yang digelar saat ini sebagai rohaniawan. Menghina Penampilan Ulama Sayyid Qutub yang digelar ulama dan syahid oleh pendukung Ikhwanul Muslimin. Hlm. Sayyid Qutub) Sayyid Qutub melahirkan lagi sindirannya terhadap ulama: “Kebodohan yang lahir dari kebudayaan Islam tidak akan memberi tasawwur (gambaran) Islam yang teguh. 63. pakaian rohaniawan. Ibn Hajar) atau menurut apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya iaitu terbunuh di medan perang fisabilillah. Sayyid Qutub lebih senang menampilkan gaya luarannya dengan penampilan Eropah seperti mencukur janggut. Dia juga menyatakan terhadap ulama dengan berkata: “Sebahagian syubhat yang muncul. pemikiran rohaniawan atau budaya rohaniawan. sama ada dari segi budaya atau perilakunya.Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dianggap sebagai mati syahid oleh para pengikutnya dan mereka menyangka: “Bahawa beliau (Hasan al-Banna) hidup di sisi Rabb-nya dan mendapat rezeki di sana” (Lihat: al-Maurid al-‘Adab az-Zulal.

(Lihat: Syarah Kasyfus Syubuhat Fii Tauhid. Jika mereka dapati ada seseorang yang menegur kesilapannya. Memerintah) Allah atas makhluk-Nya”. . sekalipun teguran tersebut benar. Terdapat banyak kesalahan yang keterlaluan dan keji di dalam tulisannya. Syeikh Abdussalam menjelaskan: “Sudah dimaklumi bahawa Sayyid Qutub bukanlah seorang yang menguasai ilmu agama. Dia hanyalah seorang penulis (sasterawan) berpegang dengan mazhab Asy’ari. Hlm. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Syaid Qutub Minal Qawasim) tulisan Rabi’ bin Hadi) Ingatlah apa yang dikatakan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bahawa ghulu itu: “Berlebih-lebihan dalam memberi pujian. imam Ibn Qaiyim. Apakah Syeikh al-Albani juga pelampau kerana menjelaskan akidah Sayyid Qutub? Fahamilah apa yang telah ditulis oleh Sayyid Qutub yang berkaitan dengan akidah: “Berkenaan hal “Istiwa” Allah di atas ‘Arasy. (Lihat: Fikru at-Takfir Qadiman wa-Hadisan. sanjungan dan lainnya”. malangnya apabila Sayyid Qutub diberi teguran (oleh para ulama). (Yang paling keji dan membahayakan ke atas orang-orang Islam ialah menghidupkan pemikiran (fahaman) Khawarij iaitu takfiri (pengkafiran) dan teori “Tauhid Hakimiyah”) Menurut Syeikh Abdussalam lagi: Didapati para pentaqlid dan pendukung Sayyid Qutub sangat berlebih-lebihan apabila mempertahankan Sayyid Qutub. 7. 98. Muhammad bin Soleh al-Utaimin) Sikap keji ini telah berlaku di kalangan pendukung tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin sehingga ke taraf melatah dan melalut. imam Ibn Kathir. para pendokong Qutubiyah bangun membantah dengan kata-kata yang keji”. Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ramai lagi para ulama Salaf termasuk Syeikh Ibn Bazz dan Muhammad Nashiruddin al-Albani dengan tegasnya telah menolak dan membantah cara takwil atau penafsiran yang dilakukan oleh Sayyid Qutub kerana mengingkari Allah beristiwa’ di ‘Arasy. (Lihat: fi Zilalul Quran 4/2328 atau 4/3804) Imam az-Zahabi. Hlm. Raja as-Suhaimi) Antara fatwa dari Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah diakhir hayatnya: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam. imam Ibn Taimiyah. sama ada secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. maka mereka akan mengeluarkan pelbagai alasan. mengambil dan meyakini sebagai kebenaran mutlak apa sahaja yang terdapat di dalam tulisan-tulisan tersebut sama ada yang hak (benar) atau yang batil (merosakkan)”.“Qutubiyun adalah mereka yang satu kaum membaca (mempelajari) tulisan-tulisan Sayyid Qutub. maka hendaklah kita mengatakan bahawasanya istiwa ertinya: Penguasaan (Berkuasa. Aqidah Yang Menyeleweng Terdapat sebahagian pihak yang mendakwa bahawa mereka yang menjelaskan bahaya pemikiran Sayyid Qutb ini sebagai pelampau dan extreme. Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”.

4/2328) Tafsir Sayyid Qutub ini membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. Keyakinan ini bertentangan dengan akidah Ahli Sunnah wal-Jamaah. kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. Ini adalah akidah Jahmiyah.Syeikh Abdul Aziz bin Bazz dengan ketegasannya membantah: “Perkataan ini adalah perkataan yang fasid. Malah tafsir Sayyid Qutub di . fi-Zilalil al-Quran telah menulis: ヌ á ゙ムツ ä ルヌ å ムノ ゚ æäí ノ ゚ヌ á ヌムヨ æ ヌ á モ ã ヌ æ ヌハ “al-Quran adalah suatu yang zahir. kerana sesungguhnya ia adalah salah satu dari ciptaan Allah”. Apa yang dikatakan oleh beliau (Sayyid Qutub) adalah batil dan ini membuktikan bahawa dia miskin dalam ilmu tafsir”. Imam Abdullah berkata: Aku mendengar bapa ku berkata: Sesiapa yang mengatakan lafazku terhadap al-Quran itu makhluk maka itu adalah ucapan yang buruk dan kotor. (Lihat: Fii Zilalil Quran. itu adalah perkataan Jahmiyah”. (Lihat: fi Zilalil al-Quran. bukan Kalamullah. 4/2328) Gaya penafsiran ayat di atas ini jika disengajakan. kerana kata-kata “Sebagaimana bumi dan langit” ia menyerupakan al-Quran sebagaimana makhluk yang lainnya. (Perkataan ini termuat dalam keset rakaman Ibn Bazz tahun 1413) Menurut Sayyid Quthb al-Qur’an Itu Makhluk Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya Fii-Zilalil Quran telah menulis: “al-Quran adalah suatu yang zahir. (Lihat: Fii Zilalil Quran. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya lagi. (Lihat: ヌ á モ ä ノ 1/165) Sayyid Qutub mentahrif dan mentakwil nas-nas al-Quran sehingga diertikan al-Quran itu makhluk bukan Kalamullah. bukan Kalamullah”. Beliau berkata: “Dan sesungguhnya mereka (manusia) itu tidak akan berdaya mengarang satu huruf pun yang menyerupai al-Kitab ini. Maksud dari kalimah “Penguasaan/Berkuasa/Memerintah” di sini adalah mengingkari istiwanya (Allah di ‘Arasy) yang maknanya telah jelas iaitu tinggi di atas ‘Arasy. 5/2719) æóåó ミヌ ヌ á ヘムン (ユ) ãä ユ ä レノ ヌ ááå ハレヌ áì “Dan huruf ini (Shaad) adalah salah satu ciptaan Allah Ta’ala”. kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. ia membuktikan bahawa Sayyid Qutub telah membuat kesilapan besar di segi akidah (mudah-mudahan ia kesilapan yang tidak disengajakan atau kesalah-fahaman orang awam terhadap uslub sastera beliau yang tinggi). 5/3006) Sayyid Qutub meyakini al-Quran adalah “ ユ ä レ ヌ ááå” ciptaan Allah (makhluk). sedangkan al-Quraan adalah Kalamullah bukan makhluk yang sama sekali tidak boleh disama atau disekufukan dengan makhluk.

atas ini benar-benar membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. sebagaimana yang telah dijelaskan tentang sesatnya akidah serupa ini oleh Imam Abdullah rahimahullah: ゙ ó ヌ áó ヌ úá ヌ öãó ヌ ãõ レ ó ネ ú マ õ ヌ ááå : モ óãö レ ú ハ õ ヌ ó ネ öíú íó ゙ õæúáõ : ãóäú ゙ ó ヌ áó áó ン ú ル öí ネ ö ヌ áú ゙ õ ム ú ツ äö ãõ ホ úáõæú ゙ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãñ モ õæú チ ñ ム ó マ öí チ ñ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãõ ヌ áú フ óåúãöíøó ノ . bukan Kalamullah”. Ini adalah akidah Jahmiyah dan akidah mereka yang sealiran dengan kelompok yang sesat.

Dan tidak ada sesuatu zat yang sebenarnya kecuali zat-Nya. 234. (Lihat: Syarah Akidah Thahawiyah. Disingkap dan didedahkan juga pergerakan dakwah di dalam Ikhwanul Muslimin terutamanya yang dipemimpin oleh Sayyid Qutub. Hasan al-Banna. Umar at-Tilmisani dan yang lainnya. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Sedangkan segala sesuatu (zat) yang lain wujudnya tersimpul dari (zat)-Nya yang sebenarnya”. mereka bersepakat bahawasanya al-Quran adalah kalamullah bukan makhluk”. Terlalu banyak buku-buku yang telah mendedahkan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin dan sikap para pemimpin mereka yang keji dan mungkar. maka antara kesalahan Sayyid Qutub ialah mengkafirkan umat melalui katakatanya: “Pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam. Di dalam kitab ini Syeikh Ayyad asy-Syamari telah mendedahkan kekejaman. (Lihat: Syarah Sunnah. Beliau berkata apabila menafsirkan ayat: “Sesungguhnya ayat: (Katakanlah bahawa Allah itu Esa!): Sesungguhnya ia menjelaskan kesatuan zat (æ ヘ マ ノ ヌ áæ フ æ マ ). tidak pula sebuah masyarakat Islam”. menggambarkan penghinaan Sayyid Qutub yang keterlaluan terhadap Khalifah Uthman: “Kami lebih condong kepada sistem kekhalifahan Ali radiallahu ‘anhu sebagai mengambil alih secara tabi’i dua Khalifah sebelumnya”. Sayyid Qutub berkata tentang Khalifah Uthman: “Dia (Khalifah Uthman) mengurus urusanurusan yang banyak menyimpang dari Islam”. 4/2122) “Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama . 217 hingga ke hlm. 1/185) I’tiqad Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud Allah Bersama Makhluk) Sayyid Qutub telah menerapkan fahaman wahdatul wujud melalui kitab tafsirnya. hlm 4. 214) Dalam kitab ヌ á レ æ ヌ ユ ã ãä ヌ á ゙ æ ヌ ユ ã oleh Abi Bakr Ibnu al-Arabi. keganasan dan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin serta disingkap segala rancangan jahat dan konspirasi mereka untuk menjatuhkan pemimpin Islam. Selain mencela Uthman. 1/172) Berkata Imam Ibnu Abi al-Izz al-Hanbali: “Maka (sepakat) seluruhnya para imam mazhab yang empat dan orang-orang Salaf dan Khalaf. dari hlm. Hlm. Matan 10) Berkata Imam Abu Ja’far at-Tahawi rahimahullah: “Bahawasanya al-Quran itu adalah Kalamullah (firman Allah)”. Namun Sayyid Qutub tidak boleh dihukum kafir di atas beberapa kesilapannya.Berkata Imam al-Barbahari: “Dan bahawasanya al-Quran itu Kalamullah yang diturunkan-Nya dan bukanlah makhluk”. (Fii Zilalil Quran. Keyakinan ini diklasifikasikan sebagai keyakinan berbaur elemen ideologi Syiah. 6/4002) Begitu juga dengan kitab Turkh Hasan Al-Banna Wa-Ahammul Warisin. Perkataan Sayyid Qutub Terhadap Uthman r. (Lihat: al-‘Adalahtul Ijtimaiyah fil Islam. (Lihat: Syarah Akidah Tahawiyah. sama ada dalam pertimbangan syara atau neraca akal yang rasional.a. Maka tidak ada hakikat zat kecuali hakikat zat-Nya.

semuanya mengetahui melalui bahasa mereka makna Ilah dan makna Laa Ilaha Illallah. 11/1057) Inilah bentuk takfir terhadap orang Islam yang di luar kelompok Ikhwanul Muslimin. beliau juga melahirkan ramai para pengikut/pendukung yang fanatik kepadanya di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin. Gerakan dan fahaman Qutubiyah yang tersemai di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin dan diterima pakai oleh tokoh-tokohnya telah berjaya menarik minat ramai masyarakat meniru perjuangan mereka. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengulang-ulangi pada azan kalimah (Laa Ilaha Illallah)”. Tauhid Hakimiyah Dan Takfir Sayyid Qutub rahimahullah. (Lihat: Fii Zilalil Quran. (Lihat: Fii Zilalil Quran.serta keluar dari Laa Ilaha Illallah. 11/1492) æ ヌ á ミ íä á ヌ í ンムマ æä ヌ ááå ネヌ á ヘヌ゚ ãí ノ ン ì テ í メ ã ヌ ä 。 ン ì テ í ã ゚ヌ ä åã ã ヤム゚ æä . Lihatlah antara apa yang difatwakan oleh Sayyid Qutub: ゚ヌ äæ ヌ ヌ á レムネ í レムン æä ãä á ロハ åã ã レ äì : ナ áå æã レ äì á ヌ ヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå 。 ゚ヌ äæ ヌ í レムン æä : テ ä ヌ á テ áæåí ノ ハレ äí ヌ á ヘヌ゚ ãí ノ “Orang-orang Arab dahulu-kala. selain mewariskan fahaman Qutubiyah Khawarijiyah dan Tauhid Hakimiyah Takfiriyah. mereka mengetahui: Bahawasanya Uluhiyah membawa makna pada hakimiyah”.

“Maka orang-orang yang tidak meng-Esakan Allah dalam hal Hakimiyah (hukum) di zaman apapun. maka mereka itu adalah orang-orang musyrik”. Mereka menilai ke-Islaman seseorang atau pemerintah hanya pada perlaksanaan hukum terutamanya hudud bukan pada nilai akidah mereka. (Fahaman seperti ini dikenali sebagai Fahaman “Tauhid Hakmiyah”. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. persepsi dan andaian. Hizbut Tahrir dan berbagai-bagai hizb yang lainnya. siyasah dan iedologi songsang. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Pemahaman seperti ini adalah mungkar kerana ia diwarisi dari sikap Zul Khuwaisirah yang menentang Rasululullah yang dituduh tidak berlaku adil. Antara teori-teori bid’ah yang terkandung di dalam tulisan-tulisan Sayyid Qutub seperti di dalam Ma’alim fii at-Tariq (Buku yang berunsur pengkafiran (takfiriyah) ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu dengan judul “Petunjuk Sepanjang Jalan”) dan fii Dzilalil Qur’an ialah fahaman takfir (pengkafiran) dan penghinaan terhadap umat Islam sekarang ini dengan tuduhan sebagai masyarakat jahiliyah. tetapi mereka masih memberikan keutamaan yang sangat utama dari sifat ketuhanan kepada selain Allah iaitu mereka masih beragama dengan berhukum dengan selain hukum yang diturunkan oleh Allah”. Hlm 101) Menuduh umat ini sebagai: “Termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah” samalah seperti mengkafirkan umat Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa-sallam yang ada sekarang ini. Berpunca dan juga kesan dari pelbagai bentuk pemikiran Sayyid Qutub yang bid’ah. Buah fahaman yang dipetik dari benih yang ditanam oleh Khawarij yang menentang Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam ini adalah bertentangan dengan pemahaman Ahli Sunnah wal-Jamaah yang berpegang dengan manhaj Salaf as-Soleh dalam mensikapi pemerintah dan orang-orang Islam. DII. Sebagai bukti Sayyid Qutub telah berkata: “Masyarakat yang mengaku sebagai masyarakat Islam (sekarang ini) telah termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah. JI. teori. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. Jamaah Jihadiyah. Sila rujuk link ini untuk pejelasan lebih lanjut berkenaan Tauhid Hakimiyah: http://bahaya-syirik. maka pendirian Islam terhadap masyarakat jahiliyah adalah berkait dengan satu ungkapan iaitu Islam menolak pengakuan seperti itu iaitu pengakuan keIslaman masyarakat ini secara total”.html) Sayyid Qutub melalui pelbagai tulisannya telah mengheret ramai umat kepada berbagai bid’ah pemikiran. sosial. 11/1492) Perjuangan Khawarij yang diteruskan oleh Ikhwanul Muslimin sangat menitik-beratkan caracara menjatuhkan penguasa yang telah mereka hukum sebagai kafir. di mana pun mereka. Mereka dianggap sebagai jahiliyah bukan kerana berkeyakinan tentang anggapannya ada ketuhanan seseorang selain Allah dan bukan kerana mereka mengutamakan syiar-syiar pengibadatan kepada selain Allah….blogspot.com/2007/07/isu-11-tauhid-hakimiyah-punca. akhlak. syirik atau zalim. Hlm 101) . ia telah melahirkan fahaman yang rosak dan perpecahan yang begitu banyak di kalangan umat Islam seperti melahirkan Jamaah Takfir wal-Hijrah.. Selanjutnya dia berkata: “Apabila hal sudah jelas. Bid’ah-bid’ah ini tercipta melalui penafsiran beliau yang dihanyutkan oleh rakyunya (pendapatnya) sehingga membawa kepada kesesatan akidah selain bid’ah ibadah.

Selain itu.á ヌヌ áå ヌ á ヌ ヌ ááå . 4/2122) ン゙マ ヌムハマハ ヌ á ネヤム í ノ ヌ áì レネヌマノ ヌ á レネヌマ æ ヌ áì フ æ ム ヌ á テマ í ヌ ä æä ゚ユハ レ ä á ヌヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå æ ナ ä ル á ンム í ゙ ãäå ヌ í ムママ レ áì ヌ áã ツミ ä . tidak pula sebuah masyarakat Islam”. beliau (Sayyid Qutub) turut menyatakan. (Lihat: Fii Zilalil Quran. ナ äå áí モ レ áì æ フ å ヌ á テムヨ ヌ áíæã マ æá ノ ã モ áã ノ æá ヌ ã フハ ã レ ã モ áã “Bahawasanya pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam.

Apakah pendukung. 242) Di dalam kitab ヌ áãæ ムマ ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á Syeikh Abdullah bin adDuwais telah mendedahkan sebanyak 182 (seratus lapan puluh dua) kesalahan termasuk kesalahan dalam bab akidah. Di dalam tulisan-tulisan tersebut terpancar pengkafiran terhadap masyarakat dan perlunya penundaan dakwah untuk beralih kepada undang-undang Islam (hakimiyah) dan menyerukan jihad melawan seluruh manusia”. 24. Jangan Mengkafirkan Mereka Namun para masyeikh (para ulama yang bermanhaj Salaf) tidak pernah mengkafirkan Sayyid Qutub atau sesiapapun dari tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin yang menjadi sanjungan kelompok mereka sebagaimana dinyatakan oleh Syeikh Hammad al-Ansari: “Diketika orang ini (Sayyid Qutub rahimahullah) masih hidup maka sewajarnya dia bertaubat. 11/1057) Inilah bentuk takfir (menghukum orang lain kafir) dan menghukum murtad kepada orang Islam yang di luar kelompoknya. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengualang-ulangi pada azan kalimah (Laa ilaha illallah)”. Hlm. 110. mencela Khalifah Uthman radiallahu ‘anhu. 163. rujuklah kepada buku Sayyid Qutub “at-Taswirul Fanni’. Atau kitabnya “Kutub wa-Syaksiyat. Rabi’ bin Hadi) . Oleh kerana dia telah meninggal maka perlu dijelaskan kepada umat bahawa perkataannya itu batil. jika tidak bertaubat dia dikenakan hukuman mati kerana telah murtad. namun kita tidak mengkafirkannya kerana kita belum menegakkan hujjah ke atasnya”. (Lihat: al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutub Minal Qawasim. yang merupakan kemuncak terakhir dari pengkafiran Sayyid Qutub. (Lihat: Aulawiyyatul Harakah al-Islamiyah.“Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama serta keluar dari Laa ilaha illallah. Yusuf al-Qaradhawi) Fatwa Yusuf al-Qaradhawi di atas yang dinukil secara amanah ini. iaitu mudah mengkafirkan orang yang tidak menerima fahamannya. Hlm. didukung dan dikuatkan lagi dengan kenyataan Ahmad Farid Abdul Khaliq: “Sayyid Qutub telah memperlekeh Nabi Musa ‘alaihissalam. Hlm. berakidah Asy’ariyah dalam mentakwil sifat-sifat Allah. Inilah juga antara ciri-ciri doktrin dan fahaman Khawarij tulin. mencela sahabat. (Lihat: Fii Zilalil Quran. pentaqlid buta yang taksub dan mereka yang bersangatan memuja dan memuji Sayyid Qutub dan pertubuhan Ikhwanul Muslimin boleh memejamkan mata tentang kesalahan yang terlalu banyak ini? Apakah Syeikh Abdullah bin ad-Duwais seorang yang bodoh? Pastinya beliau seorang ulama besar sehingga mampu mendedahkan kesilapan Sayyid Qutub yang sebanyak itu di dalam tafsirnya. Kenyataan Yusuf al-Qaradhawi sendiri telah menjadi saksi dan bukti bahawa Sayyid Qutub melahirkan pemikiran takfirnya (pengkafirannya) terhadap umat Islam sekarang ini kerana ia telah diakui oleh Yusuf al-Qaradhawi dengan fatwanya: “Pada peringkat pengkafiran ini. menyebarkan pemikiran takfir dan sebagainya”. (Supaya lebih jelas. ia tercatit di dalam tulisan-tulisannya. Hlm. meninggalkan tauhid uluhiyah.

maka bahayanya telah hilang dengan tanbih (peringatan) ini. “Bahawasanya diakui kesalahan mereka ini sebagai kesalahan ijtihadiyah bukan bid’ah. begitu juga hasan al-Banna selalu menunjukkan tafwidh. Terbitan Darul Qolam. meskipun dari hasil ijtihad mereka mencul bid’ah. Maka yang demikian ini adalah salah satu bentuk kezaliman. Ibnu Hajar dan imam-imam besar yang lainnya.Syubhat Dan Bantahan Terdapat sebahagian pihak dari pendukung pemikiran Sayyid Qutub rahimahullah menyamakan beliau (Sayyid Qutub) dengan kesilapan al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah dalam persoalan takwil asma’ wa sifat. 2 – mereka tidak mengulang-ulang perbahasan yang salah tersebut dalam kitab-kitabnya dan tidak menulis satu kitab pun yang membahasa tentang masalah yang salah itu. 185-186) Menurut Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi: Jika ada yang bertanya. m/s. 3 – jasa-jasa mereka belum tergantikan hingga saat ini. mereka beranggapan bahawa antara akidah yang rosak bahkan yang kafir dan akidah sahihah (yang benar) yang selamat tidak ada bezanya. sedangkan Sayyid Qutub. Adapun Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna. serta mereka menganggap . “Mengapa imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani serta ta’wil mereka yang keliru itu dimaafkan. kerana imam Nawawi dan Ibnu Hajar memiliki jasa ilmiyah dan bermanfaat bagi umat Islam yang boleh menutupi kesalahan-kesalannya. Pertama: Bahawa di antara dua jenis kelompok orang ini ada perbezaan yang besar. Belum lagi mereka tidak memenuhi syarat sebagai seorang mujtahid. iaitu: 1 – Lingkungan (persekitaran) mereka telah membentuk (mempengaruhi) mereka seperti itu. (Rujukan: Menyingkap syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. kerana beberapa hal. berbeza dengan Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dan selainnya.” Bila ingin dibandingkan: Sayyid Qutub dengan buku-bukunya selalu mengulang kesalahan yang sama. ini jawabnya: Berkata al-Ustaz Abdul Hakim Abdat hafizahullah dalam majlis Fathul Bari Syarh Sahih Bukhari ketika menyentuh kesalahan al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani dalam masalah asma’ wa sifat di dalam al-Fath. lalu bagaimana kita boleh menerima kesalahan mereka sebagai kesalahan. sufiyahnya dalam bukubukunya. Andy Abu Thalib al-Atsary. al-Banna. penyatuan shaf di antara Rafidhah. Kedua: Bahawa an-Nawawi dan Ibnu Hajar tidak mengajak kepada kesalahan-kesalahannya. pengkafiran terhadap masyarakat (kaum muslimin). Nasrani. mereka ini tidak memiliki jasa ilmiyah serta amaliyah dan tidak memberi manfaat bagi umat Islam sebagaimana yang dimiliki oleh anNawawi. dan tidak mengajak untuk tahazzub (bergolong-golongan/firqah). dan yang seumpamanya tidak dimaafkan? Maka. Dan para ulama telah menjelaskan dan memebri peringatan agar berhati-hati dari kesalahan-kesalahan tersebut. al-Maududi. dapat dijawab dari dua segi. Maka. Majusi. dan kitab-kitab mereka menjadi rujukan umat. dan firqah-firqah sesat dengan kaum muslimin dan kesalahan-kesalahannya (an-Nawawi dan Ibnu Hajar) tidak membahayakan masyarakat.

Hlm.Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan pendedahan bahaya pemikiran Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak. (Lihat: Baraatul Ulama Ummah. Nasrani.Pujian Sheikh Abdul Aziz Bin Baz terhadap Sheikh Dr. dan ini merupakan bahaya yang paling besar.Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berfatwa: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam. 37-38) Fatwa Para Ulama Terhadap Sayyid Quthb 1 . (Lihat: Baraatul Ulama Ummah. Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali) 2 . keutamaan mereka serta aqidah yang benar. keduanya adalah Ahlus Sunnah dan aku mengenal keduanya dengan keilmuan mereka. dan mereka ini sungguh memberi mudharat terhadap kaum muslimin bukan memberi maslahat. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali yang banyak mengkaji dan membongkar sekian banyak penyimpangan dalam kepelbagaian firqah dalam dakwah. Hlm. termasuk pertubuhan Ikhwanul Muslimin: “Khusus mengenai Sheikh Muhammad Amman al-Jami dan Sheikh Rabi’ bin Hadi alMadkhali.bahawa antara seorang Rafidhah. dan lainnya dan seorang muslim itu tidak berbeza. Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”.Syeikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menyatakan berkenaan Sayyid Qutub yang mentahrif ayat-ayat istiwa: “Dan ini adalah batil dan menunjukkan bahawa Sayyid Qutub miskin dalam hal tafsir”. (Ucapan yang dirakam pada tanggal 7/11/1414) 4 . baik secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. 35) 3 . (Dinukil dari Edisi Terjemahan atas judul: Menepis Manhaj Dakwah II. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutu Minal Qawasim) tulisan Sheikh Dr. Terbitan Daar as-Salaf. m/s. 30) 3 .Berkata Syeikh Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr: “Bahawa Sayyid Qutub bukan termasuk ulama yang dapat dikuti perkataannya dalam masalah-masalah ilmiyah”. Dr. Muhammad Amman al-Jami telah meninggal dunia pada malam Khamis tanggal 27 Sya’ban tahun ini (semoga Allah merahmati beliau) namun aku menasihatkan agar tetap mengambil faedah (manfaat) dari kitab-kitab yang ditulis oleh keduanya. Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufiq-Nya dan agar Allah mengampuni Sheikh Muhammad Amman dan agar memberikan taufiq kepada . oleh Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi. kerana banyak orang yang ta’asub (fanatik) dengan pendapatpendapatnya yang menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah dan mereka memerangi ahlu Sunnah.

atau pernyataan perang dari orang-orang yang menyelisihi manhaj yang benar ini. iaitu Sheikh Rabi’ dan Sheikh Muqbil.a. Rabi’.” Sheikh al-Albani juga menyatakan bahawa: “Sesungguhnya pembawa bendera jarh wat Ta’dil zaman ini adalah saudara kami Dr. tentang Muawiyah bin Abu Sufyan dan Amr bin al-Ash r. kecurangan. . maka tidaklah hairan kalau mereka berdua berhasil dan Ali gagal. penipuan. merupakan penghinaan terhadap Muawiyah dan penghinaan terhadap Amr bin Ash. (Rujukan: Kaset al-Muwazanat Bid’atul ‘Ashr li al-Albani) 6 – Fatwa al-Allamah Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah: Sayyid Qutub berkata dalam bukunya “Kutub wa Syakhiyah”. tipu daya. tidaklah mengalahkan Ali r. dua orang da’i kepada Kitabullah dan Sunnah di atas pemahaman salafus soleh. celaan kepada mereka ini hanya bersumber dari salah satu di antara dua kemungkinan orang: boleh jadi dia seorang yang jahil/bodoh dan boleh jadi dia adalah pengikut hawa nafsu. Rujuk juga: Kaset Tsana’ul Ulama ‘ala asy-Sheikh Rabi’ – tasjilat Minhajus Sunnah) 5 – Diajukan sebuah pertayaan kepada Sheikh al-Albani dalam sebuah kaset yang berjudul Liqa’ Abil Hasan al-Ma’ribi ma’a al-Albani. sesungguhnya Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha dekat. dan Ali r. Dan ketika Muawiyah dan sahabatnya itu condong melakukan kebohongan.a.” (Rujukan: Kaset al-As’ilah as-Suwaidiyyah. sementara ilmu ada pada beliau. sedangkan orang-orang yang membantah beliau sama sekali tidak berada di atas ilmu selamanya. Maka penghinaan atas diri dua orang sheikh ini. dan sungguh kegagalan tersebut adalah lebih mulia dari segala keberhasilan. ada sebahagian kalangan pemuda yang meragukan bahawa keduanya berada di atas garis salaf.” Maka beliau rahimahullah menjawab: “Alhamdulillah kami merasa yakin bahawasanya para da’i di pelbagai negeri Islam yang mereka menegakkan kewajiban fardhu kifayah (ini). penyuapan.seluruh kaum muslimin kepada perkara yang diredhai-Nya dan perkara yang padanya terdapat perbaikan bagi kaum muslimin. kemunafikan. yang berbunyi: “Meskipun telah diketahui sikap dua orang sheikh yang mulia. mereka akan dicemuh kerana mereka berdakwah dengan dakwah yang benar yang tegak di atas al-Kitab dan as-Sunnah di atas manhaj salafus soleh ini. ini merupakan perkataan yang buruk.a. semua itu adalah perkataan yang buruk dan mungkar.. yang mana sedikit orang yang bersedia menunaikannya di masa-masa sekarang. tidak mampu untuk mengikuti hingga ke tindakan yang paling hina tersebut. iaitu Sheikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan Sheik Muqbil bin Hadi al-Wad’i dalam memerangi kebid’ahan dan pendapat-pendapat yang menyimpang. “Perkataan yang buruk.a. sebagaimana inilah yang nampak oleh semua orang. akan tetapi kerana mereka berdua juga lebih tangkas dalam mempergunakan pelbagai pedang sedang Ali terikat pada akhlaknya dalam memilih sarana untuk berkelahi. dan membeli segala perlindungan. halaman 242. kerana keduanya lebih mengetahui tentang kedalaman jiwa dan lebih berpengalaman dalam bertindak dengan tindakan yang bermanfaat dalam siatuasi-situasi yang tepat.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata ketika beliau ditanya perkataan tersebut dan dibacakan kepadanya. “Sesungguhnya Muawiyah dan sahabatnya Amr r.

18/7/1416H). Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム .” Penanya berkata. “sesungguhnya dalam diri mereka berdua ada kemunafikan”. hari Ahad. Terbitan Darul Haq) . Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . dan bila mereka dicela ertinya adalah suatu celaan terhadap syari’at. “Ini adalah salah dan keliru namun tidak menjadi kafir. “Dalam sebuah buku (semoga Allah s.t. “Perkataannya. “Apakah ini ada dalam surat khabar?” Penanya berkata. “Ini adalah perkataan yang buruk. seperti yang ditulis oleh Sheikh Abdullah ad-Duwaisy rahimahullah. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. adalah suatu kemungkaran dan kefasikan yang harus diberi hukuman (kita memohon kepada Allah s. keselamatan) akan tetapi bila ia mencela sebahagian besar atau memfasikkan mereka maka ia keluar dari Islam kerana mereka adalah pembawa syari’at ini.” (Rujukan: Syarh Riyadhus Sholihin karangan Sheikh yang mulia.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata. Terbitan Darul Haq) 7 – Sheikh Muhammad bin Soleh al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya berkenaan Sayyid Qutub. “Bahkan lebih baik ia dirobek (dikoyak). memaafkan kita dan mereka. Jihad. “Karangan Sayyid Qutub. “Tidakkah dilarang saja buku-buku yang ada di dalamnya perkataan seperti itu?” Yang mulia Sheikh Abdul Aziz bin Baz berkata. bukankah perkataan seperti ini merupakan tindakan mengkafirkan?” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata.a. “Dalam buku berjudul Kutub wa Sykhshiyyat. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. atau salah satu sahabat r. atas Sayyid Qutub dalam Tafsirnya ataupun dalam buku lainnya. kerana sesungguhnya pencelaannya terhadap beberapa sahabat r.” Kemudian beliau berkata kembali.t.a. Jihad.” Seorang penanya berkata. beliau menjawab: “Pengamatan saya terhadap buku-buku Sayyid Qutub adalah sangat sedikit sekali dan saya tidak mengetahui keadaan orang tersebut. kemudian ditandatangani oleh Sheikh Muhammad dengan tanggal 24/2/1421H). mereka menulis tanggapan-tanggapan atasnya.Muawiyah dan Amr serta orang-orang yang ebrsama mereka berdua adalah dalam posisi berijtihad. “Karangan siapa?” Penanya berkata.” Sheikh Abdul Aziz berkata. maka barangsiapa yang suka untuk menelaahnya maka baik untuk ditelaah.” Penanya berkata. membalas kebaikan kepada sheikh).w.” (Rujukan: Kaset “al-Liqa’ alMaftuh ats-Tsami Baina Sheikh al-Utsaimin dan al-Madkhali di Jeddah”.w.w. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. seangkan para mujtahid apabila tidak tepat maka semoga Allah s. dan saudara kita Sheikh Rabi’ al-Madkhali juga menulis tanggapan-tanggapan atasnya.t. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. akan tetapi para ulama telah menulis tentangnya yang bersangkutan dengan karangannya dalam Tafsir “Fi Dzilalil Qur’an”. dan yang berakhir tidak tepat.

Jihad.w. sedang hal yang sangat mengambil perhatiannya adalah tauhid rububiyah. Maka buku itu bukanlah tafsir dengan makna yang difahami oleh para ulama terdahulu dari masa yang lalu iaitu bahawasanya tafsir adalah penjelasan akan makna al-Qur’an dengan riwayat-riwayat yang ada. pertemuan dengan yang mulia sheikh. dan penjelasan tentang segala apa yang tersembunyi di baliknya sama ada dari segi bahasanya mahupun keindahannya. “Masalah membaca buku azh Zhilal masih diperdebatkan kerana azh-Zhilal mengandungi perkara-perkara yang masih perlu diperdebatkan. dan kitab-kitab yang berbicara tentang aqidah. penjelasan yang dimaksud Allah s. dan sekiranya mengambil dari kitab-kitab salaf (kitab terdahulu). dan ini kemungkinan memiliki akibat yang buruk terhadap pemikiran para pemuda. 9/8/1412H. Ada tafsir Ibnu Katsir dan tafsir-tafsir ulama salaf lainnya yang banyak sekali jumlahnya yang sudah lebih dari cukup daripada tafsir seperti (fi zhilalil Qur’an) ini. Terbitan Darul Haq) Penutup Tulisan yang telah anda baca ini hanya mendedahkan sebahagian kecil dari sekian banyak . Pada hakikatnya kitab tersebut bukanlah kitab tafsir namun hanya sebuah buku yang membahas erti secara umum dari setiap surah atau al-Qur’an secara umum.t. yang kemudiannya diteliti kembali oleh Sheikh). Dan sebelum itu semua. Sheikh al-Allamah Soleh al-Fauzan ditanya berkenaan buku “Fi Dzilalil Qur’an”. dan bila ia sebutkan berkenaan tauhid uluhiyah maka ia memusatkan pada tauhid hakimiyah (perundangan). Beliau berkata.t. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. Buku ini tidak boleh dijadikan sedarjat/setaraf dengan ibnu Katsir dan kitab-kitab lainnya. dari ayat-ayat dan surah-surah yang ada. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. Rujuk: (ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム .w. tafsir al-Qur’an dan hukum-hukum syari’at. akan tetapi tafsir tersebut tidak dapat dijadikan sandaran kerana bercampur dengan pelbagai perkara sufiyah dan rangkaianrangkaian kata yang tidak sewajarnya dalam kitabullah seperti mensifati al-Qur’an dengan muzik dan nada-nada dan juga penulisnya tidak prihatin terhadap tauhid ibadah.” (Rujukan: Kaset “Majmu’ ma qalahu Ibnu Baz haula nashihatihi al-ammah”. Makkah alMukarramah. maka pastilah lebih sesuai bagi para pemuda tersebut. dan bahawasanya kita membuat para pemuda tergantung dengan buku tersebut dan agar mereka mengambil pemikiran yang padanya terdapat perkara yang perlu diperdebatkan. Sedangkan buku fi zhilalil Qur’an adalah sebuah buku tafsiran yang umum yang mungkin kita dapat menamakannya dengan buku tafsir yang ebrsifat tematik iaitu di antara tafsiran yang bersifat tematik yang kita kenal zaman sekarang ini. dan al-hakimiyah tidak diragukan merupakan sebahagian dari tauhid uluhiyah akan tetapi ia bukanlah satu-satunya tauhid uluhiyah yang diinginkan (dan ia mentakwilkan sifat-sifat Allah s. dengan cara orang-orang yang sesat). Inilah pendapat saya. dan segala yang terkandung di dalamnya dari hukum-hukum syari’at.8 – Sheikh Soleh bin Fauzan al-Fauzan. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme.

(Indonesia) 11 – Menyingkap Syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. 13 – ã リ ヌ レ ä モ í マ ゙ リ ネ ン í ヌ ユ ヘ ヌ ネ ム モ æá ヌ ááå . Terbitan Darul Qolam. Antara Kitab-kita tersebut adalah sebagaimana berikut: 1 . oleh Sheikh Abi Ibrahim bin Sultan al-Adnani 5 . 8 .ヌ á ム ヘ ãä レ ネ マ ヌ á ホ ヌ á ゙ .ヌ á ゙ムヨヌ æí ン í ヌ áãí メヌ ä. 7 . Mereka Adalah Teroris!. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. oleh Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja’ as-Suhaimi. dengan tajuk: Sayyid Quthb Cela Sahabat Nabi?. 14 – Kekeliruan Pemikiran Sayyid Qutub. (telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. Terbitan . 2 . seorang Anggota Kibarul Ulama dan Anggota Lajnah Badan Fatwa Saudi Arabia.ベ í ゙ノ ヌ á マレ æ ノ ヌ áì ヌ ááå . 4 . Terbitan Darul Falah. oleh Syeikh Saad bin Abdulrahman al-Husin 6 .マレ æ ノ ヌ á ヌホ æ ヌ ä ヌ áã モ áãíä ン ì ãíæ ヌ ä ヌ á ヌモ á ヌ ã . dan lain-lain. oleh Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Mansur al-Udaini. oleh Syeikh Abdullah bin ad-Duwais. Cetakan Darul Haq) – Membukukan fatwa-fatwa dari ulama seperti Sheikh Abdul Aziz bin Baz. 10 – Sebuah Tinjauan Syari’at.ヌ á ゙リネ í ノ åí ヌ á ンハ ä ノ ンヌレムン æå ヌ . Soleh Fauzan. (Indonesia) 12 – ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌチ ヌ á ゚ネヌムン í ヌ á ナム å ヌネ æ ヌ á ハマ ãí ム æ ヨ æ ヌネリ ヌ á フ å ヌマ æ ヌ á パン í ム .fakta-fakta yang menunjukkan penyimpangan Sayyid Qutub (semoga Allah mengampuninya) dalam perjuangannya terhadap Islam.ン ゚ ム ノ ヌ á ハ ゚ ン í ム ゙ マ íã ヌ æ ヘ マ í ヒ ヌ æ ハ ネ ム ニ ノ ヌ ハ ネ ヌ レ ã ミ å ネ ヌ á モ á ン ãä ヌ á ロ áæ æ ヌ á ン ゚ ム ヌ áãä ヘムン . Sheikh Dr.ム ン レ ヌ áá ヒ ヌ ã レ ä ã ホ ヌ á ン ノ ヌ á ゙ ム ヨ ヌ æí á ヤ ム レ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã . 9 . Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Syeikh Ahmad Yahya an-Najmi. Soleh bin Fauzan al-Fauzan. sheikh al-Albani. Terbitan Pustaka Qaulan Sadida. Syeikh Sulaiman bin Soleh al-Khurasyi.ヌ áãæ ム マ ヌ á レ ミ ネ ヌ á メ á ヌ á ン íã ヌ ヌ ハ ハ ゙ マ レ áì ヌ áãä ヌ å フ ヌ á マ レ æí ノ ãä ヌ á レ ゙ ヌ ニ マ æ ヌ á ヌレ ã ヌ á .ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á . anda boleh merujuk sendiri buku-buku karangan ulama yang membahas dan mengkaji secara khusus berkenaan Pemikiran Sayyid Qutub ini dan sekaligus pemikiran/manhaj Ikhwanul Muslimin bersama para tokoh-tokohnya yang lain. oleh Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali telah disemak dan ditaqdim oleh Syeikh Dr. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. Untuk lebih jelas lagi. Telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. oleh Andy Abu Thalib al-Atsary. oleh al-Ustaz Luqman bin Muhammad Ba’aduh. oleh Sheikh Dr. Jihad. Sheikh al-Utsaimin. oleh Sheikh Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. 3 . oleh Farid bin Ahmad bin Mansur.

kayak malikat yach..?????? tau gak orang kafir itu udah pada merajalela tapi you apa yang you lakukan untuk dien ini... Jari Jemari Ini Akan Terus Memintas Penyelewengan Yang Dilakukan Terhadap Agama Ini/Islam MY PERSONAL NETWORKS Rangkaian Halaman Peribadi Arkib Artikel Blog an-Nawawi Blog Aqeedah Blog Fiqh-Sunnah Blog Bahaya-Syirik Galeri Niaga Ruang Downloads MP3 Quran Persoanal Web Site Sifat Solat Sunnah I Sifat Solat Sunnah II Zikir Dan Doa Rasulullah Ustaz Rasul Dahri PMH Yahoo-Group MY Friendster I MY Friendster II ARKIB ARTIKEL ----------------------------BLOG AN-NAWAWI ----------------------------BLOG AQEEDAH ----------------------------BLOG FIQH ....... (Merupakan Terjemahan Dari Kitab Asal ke Bahasa Indonesia).sama aja loe bisa makan tapi gak bisa masak. hoi semua orang you cela trus you sendiri kayak apa sih.??? bisa mencaci tapi gak bisa berbuat/..gue gak katakan loe bodoh tapi loe pinter but keblingaer tau loe.... malu kawan you cuma bisa mencaci kawan sendiri sesama muslim tapi loe sendiri.?/?? cuma bisa mencaci bukan>>>>>////???? kayak dewan juri loe itu kalo loe disuruh berbuat yang lebih bermanfaat kagak bisa kan???? JANGAN BELAGU LOE......??? jawab yach..BELAGU PINTER TAPI. Posted by Nawawi Bin Subandi at 7:39 AM Labels: Ikhwanul Muslimeen 1 comments: Habibullah said... 2008 7:55 AM Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) BAHAYA SYIRIK Bersama Kalam/Pena/Keybord.Darul Falah.... April 11.....!!!apa yang engkau berikan untuk umat ini bro..............???? pantesan deh loe bukan malaikat jadi cuma bisa komen ja.

• 123 ...Mazhab al-Muwazanah: Di Antara Kritikan Dan ..Nasihat Para Ulama Supaya Berhati-hati Denga.Untuk mendengarkan saluran radio sunnah Search Islamic DirectoryKeyword: NUMBER OF VISITORS Persoalan Asas-asas Tauhid/'Aqeedah Intro (Edisi Revisi)Dasar-dasar AqeedahTawheed RubbubiyahTawheed UluhiyyahTawheed Asma' wa SifatDi Mana Allah?al-Wala' wal Bara' Blog Archive • ? 2011 (1) • ? March (1) • 126 ... • ? July (3) .Pemikiran Sayyid Qutub: Pencetus Ideologi Ta. • ? August (1) • 122 ... • ? October (2) • 124 .Tanggapan Para Ulama ke Atas Kitab Ihya’ ‘Ul.----------------------------BLOG BAHAYA SYIRIK ----------------------------GALERI BUKU ILMIYAH ----------------------------GALERI DOWNLOAD ----------------------------MP3 al-Qur'an ----------------------------Sifat Solat Sunnah I ----------------------------Sifat Solat Sunnah II ----------------------------Doa & Zikir RasulullaH ----------------------------Mail-Forum Discussion ----------------------------My Friendster I ----------------------------My Friendster II ----------------------------Web Rasul Dahri ----------------------------- Klik!!! .Misteri Tuah dan Sial Di Hujung Jari? • ? 2010 (18) • ? November (1) • 125 ..

Bahaya Syirik • Menjawab Syubhat Artikel: “Islam Terapkan Amalan D.Penjelasan Syaikh Muhammad B.Apakah Ini Kepercayaan Seorang Manusia Yang . • 103 .. March (5) • 115 ... • ? November (2) • 104 . .Manhaj dan Prinsip Ibnu Taimiyyah di Dalam M. January (1) • 108 .Menjawab 5 Syubhat Utama Golongan Yang Meraik.. • 093 ...... • ? August (1) • 100 ...Pujian Dr.Jadilah Orang Yang Gembira.Syaikh Utsaminin Toward Safar al-Hawali & Sa.Para Ustaz Ditangkap.Koreksi Ke Atas Dr. • 109 ..Benarkah Rasulullah Dan Sahabat Juga Melakuk...Tahukah Anda Hasan Nasrullah Itu Musuh Islam. • 095 ..Benarkah Dengan Banyaknya Agama Memberi Bany. Yusuf al-Qaradhawi: Bab .. • 114 ...Benarkah Ilmu Jarh wa at-Ta’dil Telah Pupus .Ibnu Taimiyyah Berkata Tentang Pemberontakka... • 091 .Fatwa Ulama’ Sunnah tentang Demonstrasi • 096 .Islam Menolak Keganasan • ? March (1) • 87 .Isyarat Jari Telunjuk: Zamihan al-Ghari Berd. • ? April (1) • 88 .Sebuah Penjelasan Tentang al-Asya'irah • 111 . • 119 .... Soleh al-‘Utsa. • 89 .Perangkap Iblis Kepada Ahli Ibadah • ? May (2) • Syaikh Dr.Tatacara Angkat Takbir: Zamihan al-Ghari Pe......Gambar Atau Patung: Dua-dua Tidak Boleh Menu.. Jangan Jadi Tuli .Perkataan Ibnu Taimiyyah Berkaitan al-Asya’i. • 105 . • 117 .. Jangan Melenting! February (2) • 110 . Soleh Fauzan al-Fauzan Ditanya Berkenaa.Jawaban Syaikh Ibn ‘Utsaimin Terhadap Pembel. April (1) • 116 .. • 094 ...Benarkah Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi Seor.. • ? June (7) • 097 . • 120 ..Fatwa Ulama Masa Kini Terhadap Gerakkan Ikhw....Fatwa Syaikh al-Albani Terhadap Ikhwanul Mus..Solat Ultraman: Zamihan al-Ghari Memperlekeh.. • 112 ...• ? • ? • ? • ? • ? • 121 . • 106 . • ? September (2) • 102 ... • 113 . • ? 2009 (28) • ? December (3) • 107 .Hadis Ahad Yang Sahih Adalah Hujjah: Imam an.... Yusuf al-Qaradhawi Kepada Yahudi ...Ghuluw: Sikap Yang Perlu Dihindari • ? July (2) • 099 .Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar Berka.. June (2) • 118 .Parti Islam atau Khawarij? • 101 ...Ke Mana Arah Tuju Perjuangan Islam PAS? • 092 .

• 051 ..Berkasih Sayang Dan Bersabahat Dengan Yahudi. Rasul Dahri VS Ahbash • ? November (2) • 078 .Bantahan & Pertanyaan Buat Sohibus Somahah D.Membantah Syubhat Buku “ISLAM LIBERAL Tafsir.. • ? 2008 (32) • ? December (1) • 079 . Mohd. • ? October (3) • ? September (3) • ? August (2) • ? July (3) • ? June (3) • ? May (2) • ? April (5) • ? March (1) • ? February (5) • 054 .Syiriknya Selawat Syifa’ & Selawat Nariyah • 077 . Asri . • 081 .Ust...Fatwa: Siksa Untuk Pelaku Bid’ah Dan Maksiat."Buku Islam Liberal.. • ? January (3) • 082 .. • 053 ...• ? February (4) • 086 ...Benarkah Syaikh al-Albani Membenarkan Menyer.Runtuhnya WTC....... • ? January (2) • ? 2007 (47) • ? December (3) • ? November (4) • ? October (16) • ? August (3) • ? July (9) • ? June (6) • ? May (6) Short Messages Only Menjadi Teman Blog ..Milik Dr.Mempercayai Allah Di atas ‘Arsy: “Benarkah M. 9 September : Sebuah Konspira..BAHAYA PEMIKIRAN HASAN AL-BANNA DI DALAM KIT..Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub • 050 .. • 080 .Tahukah Anda Bahawa Syi'ah Adalah Musuh Umat.Illuminiti: The Cult That Hijacked The World. • 084 . • 052 ... • 083 ..Fatwa: Bolehkah Membid’ahkan Orang? • 085 ..

Klik untuk info 2 . Kandungan Utama • • • • al-Asya'irah (3) al-Fatawa (3) Berzanji (2) Bid'ah (4) . Kami juga menyediakan khidmat pengurusan sembelihan haiwan secara percuma jika diperlukan. Satu Set (9 Jilid). RM100. oleh Ustaz Yazid Abdul Qadir Jawas.Tafsir Ibnu Katsir (Size Besar. 012-6887715. & penghantaran). (Harga tersebut termasuk kos Disc. InsyaAllah. 10 Jilid).com/. manakala kambing dari RM650-RM750.5gigs) kami akan hantarakan terus melalui pos kepada anda. Klik Untuk Info Tarikh Kemaskini: 16:30.Buku Online Klik (Buku-buku Terhangat): SENARAI HARGA BUKU YANG BERUBAH (Harga Terkini) Atsar Enterprise (SA0077445-W) http://galeriniaga.com/ 1 . Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani.blogspot. 0114-0018104-52-8 (atas nama Nawawi Bin Subandi). Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. Dapatkan Rakaman Kuliah Ingin Mendapatkan Rakaman Kuliah-kuliah Melalui DVD/CD? Mungkin anda menghadapi kesukaran untuk memuat-turun (download) koleksi rakaman kuliah-kuliah & e-books yang telah disediakan di http://an-nawawi. Terbitan Pustaka Darul Ilmi. Penghantaran secara percuma disediakan untuk kawasan sekitar Klang & Shah Alam. Terjemahan Kata per Kata. Lebih lanjut. Klik untuk info 7 . Harga lembu bemula dari RM2100-RM2700. Bekalan Haiwan Korban & Aqiqah Bekalan lembu & kambing untuk ibadah korban. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. mulai sekarang anda boleh mendapatkan hampir kesemua kuliah-kuliah/e-books terkini tersebut melalui DVD yang dapat kami sediakan. Oleh itu. sila hubungi Saudara Nawawi di 013-3701152 atau Saudara Adi Negara di 0162091531.4shared. dengan hanya RM20. Boleh juga klik di sini. Klik Untuk info 3 . Klik untuk info 6 . RM18. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. Terbitan Pustaka Ibnu Katsir. Duit boleh di-Bank in kan ke CIMB account no.00 (DVD/4.Ushulus Sunnah (Keyakinan Imam Ahmad). Terbitan Pustaka Imam asySyafi'i. 8 Jilid). Sms-kan Nama penuh dan alamat ke 013-3701152 untuk penghantaran.Tafsir Ibnu Katsir (Size ekonomi. Hubungi 0133701152. (Buku Baru) 4 .Shahih Tafsir Ibnu Katsir. 10 March 2010 (Rabu). burning. Serta kambing untuk ibadah aqiqah. RM72.Ensiklopedi Solat. Klik untuk info 5 -Syaamil al-Qur'an. oleh Syaikh Dr.Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Dengan harga RM30. boleh hubungi 013-3701152 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut. Untuk menempah. boleh hubungi 013-3701152 atau 0126887715 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut. Perkhidmatan Baik Pulih Komputer/Laptop Kini Atsar Enterprise turut menyediakan perkhidmatan baik pulih komputer & Laptop. . Indonesia. Untuk memesan. Dalam bentuk botol kaca atau plastik berisipadu 450ml.(satu tong).• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Demokrasi (3) Demonstrasi (5) Fatwa (7) Freemasonry (5) Ghibah (4) Ghuluw (1) Golongan Al-Ahbash (4) Golongan-Anti-Hadis (4) Hizbut-Tahrir (1) Ikhwanul Muslimeen (17) Jema'ah Tabligh (2) Khawarij (10) Kuburi (5) Lagho (1) Muzik (3) Peringatan (2) Qardhawiyoon (4) Ramalan (1) Sambut Perayaan (2) Sekular (3) Syi'ah (16) Syirik (8) Tarekat-Sufi-Tasawuf (15) Tauheed (4) Tauhid Hakimiyah (7) Wahhabi (6) Bekalan Air Zam-Zam AIR ZAM-ZAM Berminat Mendapatkan Air Zam-zam? Kami ada membekalkan air Zam-zam kepada mereka yang memerlukan. dengan kos RM125 bagi kandungan sebanyak 11Liter +/. Madu Asli MADU ASLI Berminat Mendapatkan Madu Asli? Didatangkan dari Hutan Danau Toba (Warna Kehitaman) & Hutan Riau (Warna Merah Kekuningan). Kami beroperasi di Shah Alam.

mudahkanlah semua urusan kami dan terimalah amal ibadah kami. Klik di Sini. Tabi'in. -4Memastikan agama ditegakkan di atas fakta yang sahih lagi ilmiyah. Prinsip Kami Prinsip Kami -1al-Qur'an & as-Sunnah sebagai pegangan. dan Tabi'ut Tabi'in.. bolehlah menghubungi Saudara Nawawi.Kepada yang berkaitan/memerlukan perkhidmatan.blogspot. Ameen. -3Melalui para ulama yang berdiri teguh di atas jalan mereka (jalan salafus soleh). 012-6887715 atau 013-3701152.” Dari Mana Blog Ini Sedang Dilihat! | Suara Umum | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Buku | http://bahaya-syirik. -2Memahaminya di atas pemahaman para Salafus Soleh yang terdiri dari para Sahabat yang diredhai. Lebih lanjut.com/2008/02/051-bahaya-pemikiran-sayyid-qutub. “Ya Allah.html ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful