oleh Hafidz Abdurahman M.

A Untuk membaca, apalagi melacak, pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966), seperti kata penulis buku ini, diperlukan kejelian dan kecermatan. Karena itu, ketika menulis

pengantar ini, saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya, agar saya bisa bersikap amanah, setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar, dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub), setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama, “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis, sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”, yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. Tetapi, mungkin saja asumsi ini tidak betul. Sebab, ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas, antara lain, karena tulisan

ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku, tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. Kedua, “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. Asumsi ini juga dapat diterima, sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. Asumsi ini dibenarkan, karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at- Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). Karena itu, berdasarkan perspektif kebahasaan, asumsi yang kedua ini lebih tepat. Cuma persoalannya, jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat, buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid, setidaknya dengan comparatively method, antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. Sekalipun demikian, tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. Paling tidak, buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom yang diurai di dalamnya, setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. Karena itu, saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. Dilahirkan di Qaryah, wilayah Asyuth, tahun 1906, sepuluh tahun kemudian, Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. Dari Qaryah, beliau melanjutkan studi ke Kairo, tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. Sekitar tahun 1926, pada usia 20 tahun, beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad, penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. Kurang lebih 25 tahun, Sayyid Qutub bersamanya, dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah, beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. Dalam rentang inilah, beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. Pada akhirnya beliau keluar, dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah, pecahan Partai al-Wafd, tetapi hanya bertahan dua tahun. Setelah itu, beliau tidak terlibat dengan partai manapun. Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub, dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. Tetapi, sejak tahun 1946, setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an, beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. Selama 25 tahun, antara tahun 1926-1950, Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam, khususnya ketika bersama al-’Aqqad. Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952), disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra, seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933- 1937), konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938), kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan

makalah sosial (1940-1941), kritik terbuka kepada Dr. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943), kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944), kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945), serta uraian tentang krisis di tanah air, peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). Disamping itu, gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan, dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada, kemudian tentang siapa yang disebut penyair, disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. As-Syathi’al-Majhul (1935). Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. Dalam pengantarnya, beliau mengatakan, bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis, ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum, yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin, ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. Sekalipun berisi bantahan, tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam, tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. Thiflun min al-Qariyah (1946). Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein, penulis buku al-Ayyam, yang sangat beliau kagumi. AlMadinah a!-Mashurah (1946). Buku ini berisi kisah fantasi. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). Karya ini ditujukan kepada para sastrawan, penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. Asywak (1947). Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948). Berisi pemandangan kiamat, dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan, yang terbagi dalam delapan puluh surat. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). Buku ini berisi kritik sastra, dasar dan metodenya. Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir, dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme, sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika, dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi, setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh, akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945, setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945), Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). Ketika di Amerika, tahun 1949, beliau menyaksikan Hassan al-Bana, pendiri aI-Ikhwan dibunuh. Dari sini, Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. Setelah kembali ke Mesir, beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana, seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. Saya mendalami perjalanan hidup

Dirasat Islamiyyah (1950-1953). Kemudian secara berurutan. beliau bergabung dengan al-Ikhwan. “Saya yakin. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau. kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. Pada saat inilah. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952).” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. Hadza ad-Din (1953). saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya. Inilah kitab Sayyid Qutub. Dari sini saya tahu.beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. mereka mengatakan: “Bukan itu. seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. seperti al-Bana. mereka mengatakan: “Bukan itu.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. Karena itu. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. Sesuatu yang biasanya . beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat diwujudkan oleh Islam.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit. Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an. Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau. mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. keluar buku beliau. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. Buku yang menekankan. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya.” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit. ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. Dalam jamaah ini. mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. ketika berusia 45 tahun.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi.” Karena itu. tapi ini. dalam rentang antara tahun 1953-1966. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini. seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din. antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951).

Penulis: khilafah trooper http://khilafahtrooper. isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. taqiyuddin . beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. WaIlahua’lam bi as-Shawab. yang masih belum sadar.wordpress. Yang berkaitan: ral. Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat.sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau. Tentang masalah yang terakhir ini. sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. Pemakaian istilah al-wa’yu.com/2011/02/01/perubahan-mendasar-pemikiran-sayyid-qutb-dari-alaqqad-hasan-al-banna-hingga-taqiyudin-an-nabhani/ . nabhani. an. Dan buku ini. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid Qutub. merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya. sejak pertama kali mendirikan partainya. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya. serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam. hasan. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. Dalam pertemuan ini. 01/02/2011 Kategori: Siyasah . dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. tahun 1953. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah. Akhirnya. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh). banna. Apa lagi untuk mendapat laporan. Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat.

Apabila bumi digoncangkan berturut-turut.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Judul ini merupakan salah satu pasal yang terdapat dalam At-Tashwirul Fanniy halaman 171 Sayyid Quthb berkata di bawah judul ini: "Dahulu kita katakan bahwa tunduknya 'kisah' kepada maksud keagamaan tidaklah menghalangi terlihatnya kekhususan-kekhususan seni sewaktu ditampilkan. Seni. berlawanan dengan nada ketentaraan yang keras itu. dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Hanya saja kita menilai masalah ini lebih mudah dari hal tersebut. Dua . kaidah-kaidah nada secara khusus dan istilah-istilah nada. hingga ucapannya: "Dengan keharmonisan yang memenuhi seluruh ruang udara dengan ridla dan sambutan kelembutan ini: (Maka masuklah dalam kelompok hamba-hamba-Ku) berbaur dengan mereka dan saling mencintai: (Dan masuklah dalam Surga-Ku).” Dia katakan dalam menafsirkan firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Jangan (berbuat demikian).Membantah "Dien." Dia katakan: "Adapun beragamnya musik. Dia mengatakan: 'Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. meletakkannya sesuai dengan ragam bagian yang diilustrasikannya. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam. sedang malaikat berbaris-baris. di mana tidak semua pembaca mempunyai kesiapan untuk menerima ilmu tersebut. jikalau kita memilih jenisjenis yang berjauhan dan berbagai bentuk nada yang berbeda pada surat An-Naazi’at. dan masuklah ke dalam surga-Ku. dan datanglah Tuhanmu. Sekarang kita katakan bahwa sebab pengaruh ketundukan inilah makanya nampak keistimewaankeistimewaan seni itu sendiri yang diperhitungkan pada tinjauan seni tentang kisah (cerita) dalam dunia kesenian yang bebas. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku. Disambungkan dengan bunyi 'Lii' beserta suatu jenis nada di sekitar pemandangan yang menentramkan berisi gelombang suka cita yang menghanyutkan. Maka di sisi kami ada yang kami pegangi untuk memastikan bahwasanya dia mengikuti aturan khusus dan selaras dengan suasana umum tanpa terkecuali.' Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya. demikian juga dengan kita.21. Kadang kita membutuhkan di dalam meletakkan batasan bagi perbedaan-perbedaan ini dan sewaktu menerangkannya. dan Kisah" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5." (Al-Fajar : 21-26) Dia katakan: "Di tengah-tengah ketakutan ini yang disebarkan oleh tontonan barisan ketentaraan disertai dengan Jahannam dengan nada (kobaran) barisan ketentaraan yang sangat teratur dan muncul dari bangunan lafazh yang keras bentuknya bersama dengan adzab tunggal tiada duanya dan permisalan ikatan." (Al-Fajr : 27-30) Sayyid Quthb pun menafsirkan ayat ini dengan uslub bahasanya. dikatakan kepada orang-orang yang beriman: "Hai jiwa yang tenang. dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatanNya.

tindakan yang sangat buruk kepada Rabb alam semesta. samar. dan penerapan-nya. tidaklah nilai kedalaman dari semua ketelitian ini kosong tanpa tujuan. seorang pengawas lukisan di kementerian ilmu pengetahuan untuk memberikan koreksi atas bagian khusus tentang keserasian visualisasi. suasana. Yang kita maksudkan itu ialah: 1 Apa yang dinamakan 'Kesatuan lukisan'. serta bukanlah tujuan ini sebuah hiasan yang fana.bentuk nada dan pemaduan yang harmonis sempurna…………" (At-Tashwirul Fanniy: 110-111) bersama keadaan keduanya secara Kemudian dia melanjutkan menyebutkan macam-macam nada. Tidak ada dalam penjelasan ini sedikit pun tipu daya. dan pemandangan. dan perpaduan visual yang ternilai sebagai seni kelas tinggi dalam bidang visual. intonasi. pelan. Dan ambillah surat Al-Falaq! Suasana apakah yang hendak dibangun di dalamnya? la adalah suasana pengucapan mantera sebab padanya ada suara tersembunyi." Sayyid Quthb mengatakan pada halaman 114 dalam buku At-Tashwir. perpaduan bagian-bagian. Permasalahannya bukanlah persoalan lafazh atau pertemuan perasaan. Kemudian dia menafsirkan surat ini berdasarkan kaidahnya. sebagaimana hal tersebut diperhatikan pada pembagian peran dalam adegan sandiwara dan film. berupa gambar-gambar.di atas papan dengan ukuran-ukuran tertentu agar sebagiannya tidak menyerempet bagian yang lain dan ia tidak kehilangan keharmonisan dalam keseluruhannya. maka diapun berkata: "Ambillah sebuah surat pendek yang bisa saja disangka oleh sebagian orang serupa dengan mantera dukun atau perkataan sajak. walaupun satu-satunya sarana yang dia gunakan hanyalah lafazh-lafazh. serta bahwasanya nada sangat jelas pada sebagian ayat yang membuat tidak butuh lagi mengetahui kaidahkaidah musik (halaman 112-113). namun cukuplah kami katakan: Sesungguhnya kaidah-kaidah dasar seni lukis mengharuskan adanya kesatuan antara tiap-tiap bagian gambar sehingga tidak kacau masing-masing bagiannya. Dia katakan di halaman 117: "Bagian-bagian ini tersebar di atas papan dengan selaras berpadu sebagai keterpaduan yang sangat dalam. 2 Penyebaran bagian-bagian gambar -setelah penyesuaian." Saya katakan: Ini adalah tikaman yang sangat mengherankan terhadap kitab Allah subhanahu wa ta’ala. . dan memberikan khayalan. maka dengan itu meninggilah nilai mu'jizat-nya dibandingkan semua usaha tersebut. Dia katakan: "Keserasian warna ini adalah kunci jalan menuju keserasian yang kita maksudkan itu sendiri di sini. 4 Penggambaran dengan warna-warna sangat memerhatikan keterpaduan ini. Ini adalah kemu'jizatan jika diperankan daripada sekedar ungkapan saja. keserasian. namun ia adalah layar. foto. dia mempersilakan professor seni Dhiyauddin Muhammad. dilipat oleh ketersembunyian dan kegelapan." Pernah saya menyangka/mengira ada seorang muslim yang mengatakan ucapan seperti ini dalam menafsirkan Al-Qur'an. semuanya mempunyai satu warna. Sedangkan pada halaman 114-115. sehingga kami tidak berhajat untuk menjelaskannya. di mana seorang pemula dalam kaidahkaidah ini pun memiliki pengetahuan tentang kesatuan ini. Penggambaran dalam Al-Qur'an tegak di atas asas itu. dia berbicara tentang visualisasi serta pembauran berbagai gambar dan lukisan. dan itulah tipu daya yang sebenarnya. ia adalah hal-hal yang tersembunyi dan menakutkan. sedangkan suasana umum tegak di atas asas satu kesatuan bagian dan warna. 3 Warna yang dipakai melukis dengannya dan bertahap dalam bayangan agar merealisasikan iklim kebersamaan yang berpadu dengan ide dan tema. akan tetapi inilah keterlepasan dari aqidah.

-pent) dan mengabarkan bahwa para pembuat gambar adalah orang yang akan mendapatkan adzab yang terberat . Hanya saja. sesungguhnya ia senantiasa menjadi pemandangan keselarasan terbaik yang dapat disentuh oleh seorang pembahas Al-Qur'an. lalu imajinasi dan mewujudkan secara jasadi adalah pemandangan yang sangat jelas dalam visualisasi ini). maka kita tidaklah berlebihan dalam memberikan penjelasan tentang keistimewaan-keistimewaan Al-Qur'an secara umum dan juga tidak dengan keistimewaan-keistimewaan visual Al-Qur'an secara khusus." Saya katakan: Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan mereka semua kesehatan dan keselamatan dan menjauhkan mereka dari bala' yang ditimpakan kepadamu dengan sebab kenekatan dan keberpijakanmu yang tanpa aqidah dalam membuat-buat perkataan terhadap Kitab Allah yang agung yang telah engkau jadikan sebagai medan penerapan seni yang terendah. Setelah itu dia katakan di halaman 89: "Bersamaan dengan keistimewaan-keistimewaan yang ia ciptakan secara hakiki dan berkualitas. juga Islam mengharamkan gambar (yang bernyawa. keterpaduan semuanya itu dengan suasana di mana dillustrasikan dengan musik ini.Seolah Allah subhanahu wa ta’ala seorang seniman yang tidak mempunyai tujuan selain mengundang decak kagum para seniman dan pelukis. Juga dia katakan "Seni dan Dien dua hal yang setingkat di dalam kedalaman jiwa". Lantas meremehkan tindakan barbar terhadap kedudukan dan kesucian Al-Qur'an juga terhadap keagungan orang yang berbicara dengannya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan wahyu untuk menunjuki para hamba-Nya. serta peranan yang dimainkannya di setiap bentuk kalimat. masih banyak cakrawala lain yang dicapai oleh keselarasan rangkaian Al-Qur'an serta dengannyalah penyempurnaan. Kami katakan: Andaikan perkaranya seperti yang lelah engkau sebutkan. Darinya didapatkan kesesuaian dalam penampilan seni dan darinya pula lahir musik yang muncul dari pemilihan lafazh dan perangkaiannya dalam aturan khusus. Sayyid Quthb berkata pada pasal 'Keharmonisan seni' halaman 86: "Ketika kita berkata (sesungguhnya visualisasi adalah kaidah dasar uslub Al-Qur'an. seolah Al-Qur'an tidak menjadi mu'jizat kecuali jika berada di atas metode Sayyid Quthb berikut kaidahnya yang sesat dan rusak yang terlepas dari aqidah. tidak naik kepada pencapaian beragam uslub nada. maka tentu Islam tidak akan memisahkan antara Dien dan seni. mereka sebagaimana yang telah saya katakan terhenti pada pemandangan-pemandangan luar. Di luar semua ini. alat senda gurau yang masuk di dalamnya musik dan gendang. Lalu ketika visualisasi Al-Qur'an adalah perkara yang belum mereka paparkan dengan menjadikannya sebagai asas pengungkapan Qur'ani secara global. Apakah para seniman dan manusia lainnya mempunyai hak untuk meluruskan Al-Qur'an secara benar?? Sayyid Quthb berkata dalam pasal 'Kisah di dalam Al-Qur'an' halaman 143-144: "Hakikat Al-Qur'an yang terbesar dalam pengungkapan adalah visualisasi". Di belakangnya masih ada banyak cakrawala lain yang belum mereka singgung sama sekali selain pemandangan nada musik yang merupakan salah satu ufuk tinggi tersebut. Lalu karena pemandangan ini terlalu sangat terang dalam Al-Qur'an dan ia teramat sangat dalam membangun seni. maka sesungguhnya pembicaraan mereka tentangnya tidaklah melampaui batas pemandangan yang nampak tersebut." Lalu Sayyid Quthb mengemukakan keistimewaan-keistimewaan lain. padahal Islam mengharamkan lagu. maka masih tersisa keselarasan seni dalam visualisasi ini yang jauh dari ufuq pembahasan mereka sesuai tabiat keadaan.

dan manusia pilihan umat ini yakni ulama akan menjadi orang yang paling memerhatikan bidang seni.com/2008/05/membantah-dien-seni-dan-kisah. Cetakan: Pertama. Andaikan masalahnya seperti yang diucapkan oleh Sayyid Quthb. Andaikan urusannya sebagaimana yang engkau katakan. maka tentu para nabi.html Sayyid Quthb telah membangun perbuatan fatalnya di dalam buku ini dan selainnya di atas dasar-dasar yang rusak lagi menghancurkan. serta sangat jauh orang pilihan umat ini bahkan orang terburuknya pun dari menganggap Dien dan seni sebagai dua hal yang sederajat. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. Bagaimanapun ulama umat ini adalah manusia yang terpintar tentangnya. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. shahabat. maka tentu engkau akan mendapatkan sekolah-sekolah seni akan selalu berdampingan dengan sekolah-sekolah Dien.di hari kiamat serta Islam melaknat para pembuat gambar. Sangat mustahil Dien menilai seni setingkat dengannya. Maret 2008.blogspot. Lc. yaitu: . Penerjemah: Muhammad Fuad. namun Allah subhanahu wa ta’ala melindungi mereka dari was-was semua setan. baik setan manusia maupun jin.

gambar. hal.1. kertas. pertunjukan di mana dia telah menjadikan mayoritas nash-nash Qur'ani sebagai panggung yang luas untuk inovasi Yahudi dan Nasrani. Dia telah meminta bantuan ahli gambar (tashwir) dalan pekerjaannya menyusun At-Tashwirul Fanniy Sesungguh-nya itu merupakan gambar yang diharamkan dan telah tersebut riwayat yang berisi laknat dan kecaman keras tentangnya. sedangkan apa saja yang tidak terpisah dan yang baru atau apa saja yang tidak mendahului yang baru. tontonan panggung. Kaidah Tashwirul fanniy (visualisasi seni) dan rentetannya yang bersumber dari kaidah tersebut. kanvas. dll). 258) Ternyata realitas tidak sama dengan sangkaannya. Dia berpegang pada pemikiran dalam apa yang telah dia tetapkan dari Al-Qur'an dan hakikat-hakikat lainnya. Dia mengulang-ulangi pengungkapan kemuliaan yang dirasakannya dengan kebebasan berpikir ini. 3. Bahkan saya adalah pria pemikir yang menghormati akalnya daripada sifat kufur nikmat dan cerita berhiaskan kebohongan. Keterlepasannya dari aqidah yang dia sendiri menegaskan: "Saya dengan terang-terangan mengatakan hakikat yang terakhir ini. dia berpendapat bolehnya hasil gambar tangan beserta apa yang menyertainya berupa alat lukis/gambar dan medianya (papan. dia tidak dikekang oleh suatu aqidah apapun dalam mempraktikkan kaidahnya yang rusak di atas nash-nash Al-Qur'an. 'Abdul 'Aziz Fahmi Basya berkata bahwa dia tidak pernah mendengarkan kebebasan yang semisal (gilanya) kebebasan Sayyid Quthb!! 5. Dari sini jugalah dia berpendapat bolehnya permainan musik dengan ragamnya. di mana dia katakan dalam bentuk kalimat pembelaan terhadap Al-Qur'an dan semua ketetapan-nya -berdasarkan pemahamannya-: "Saya dalam titik ini bukanlah pria agamis yang diikat oleh aqidah murni sehingga tidak bisa melakukan telaah bebas. 6. maka dia juga baru))." (At-Tashwirul Fanniy hal. (Lihat Minhajus Sunnah 1/112-113 cetakan lama) . sebagaimana pernyataannya sendiri. lalu dia katakan di dalam Masyahidul Qiyamah fil Qur'an: "Ini bukan sama sekali kalimat yang berasal dari seorang laki-laki yang terkurangi dari kebebasan berpikir. drama. Dalam pekerjaannya ini. 2. Dia telah menggunakan pula dalam perkerjaannya ini ahli musik. juga menyatakan dengan gamblang bersamanya. Dia justru banyak melakukan kekufuran dan membuat cerita berhiaskan kebohongan disebabkan keterlepasannya dari aqidah dan anggapannya akan pemikirannya. bahkan komunis demi merusak Dien dan akhlak. Dia beranjak dari pemikiran dasar Jahmiyyah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah 'Dia adalah sumber mata air bid'ah' (yakni argumennya akan barunya (bukan azali) alam dengan barunya jasad dan juga argumennya akan barunya jasad dengan barunya unsur materi): ((Jahmiyah berkata: "Jasmani tidak terpisah dan unsur materi yang baru. Keyakinan bahwa Dien dan seni setara." (At-Tashwirul Fanniy. Berpijak dari sini dan dari dasarnya ini. padahal ia diharamkan dan seburuk-buruk alat yang melalaikan (dari mengingat Allah subhanahu wa ta’ala). 255) 4. berupa: pementasan teater. musik dengan beragam jenisnya." Benarlah. bahwa dalam hal ini saya tidak tunduk pada aqidah religius yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. Sesungguhnya saya berbangga dengan kalimat singkat yang pasti yang diungkapkan oleh professor peneliti besar ‘Abdul ‘Aziz Fahmi Basya yang menyifati arah pemikirannya ini: 'la memberikan semerbak kebebasan akal yang belum pernah kita dengarkan sebelumnya'. Begitu pula dengan rentetan kaidah tersebut.

di mana manusia dapat melihatnya hingga kepada keluarbiasaan yang jauh tersembunyi yang tidak sanggup untuk dicapai oleh semua pandangan mata dan pemahaman: ." Kemudian. karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengalami keadaan yang berubah-ubah." (("Beristiwa' di atas Arsy. Lalu tergambar dengannya makna-makna sesuai cara Al-Qur'an dalam memberikan gambaran. teguh. Berbeda dengan kata istiwa'.Beliau juga katakan di tempat lain dalam Minhaj 1/403 cetakan baru: "Berargumen dengan cara ini mengakibatkan penafian sifat yang dimiliki Allah subhanahu wa ta’ala dan menyebabkan munculnya bid'ah Jahmiyyah yang telah dikenal oleh Salaf umat ini." Dalam tafsir surat Al-Furqan dalam Azh-Zhilal 5/2807. kalimat majazi untuk mengungkapkan posisi kekuasaan yang tertinggi. Adapun Arsy itu sendiri maka tidak ada celah untuk mengatakan sesuatu tentangnya. tidak mungkin Dia subhanahu wa ta’ala berada dalam suatu keadaan lalu berada pada keadaan yang lain. Tafsir surat Ar-Ra'd dalam Zhilalil Qur'an 4/ 2044-2045." "Beristiwa di atas Arsy: simbol ketinggian-Nya di atas seluruh makhluk. Sebagaimana yang telah kami rincikan dalam pasal Imajinasi inderawi dan jasadi' dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an. Sayyid Quthb telah mengumpulkan kedua dasar yang rusak ini untuk menta'thilkan sifat istiwa' (bersemayam) Allah di atas Arsy-Nya dan sifat ketinggian-Nya di atas para makhluk. sebagaimana dia telah menyebutkannya berulang-ulang yang sebagiannya kian menegaskan yang lain. Namun yang dimaksudkan di sini hanyalah urutan maknawi: 'Lalu ketinggian adalah derajat di atas makhluk'." Kemudian dia menyambung menjelaskan pemikirannya yang bathil.")) (Fi Zhilalil Qur'an 3/1762) Dia katakan dalam Azh-Zhilal sewaktu menafsirkan surat Thaahaa 4/2328: "Beristiwa' di atas 'Arsy adalah ungkapan majazi tentang puncak kekuasaan dan ketinggian. Di mana sesungguhnya di belakang itu masih tersisa persoalan yang patut untuk kita pisahkan kedalam pasal khusus. ini diungkapkan dalam bentuk kalimat seperti itu. dan kokoh dengan bahasa yang difahami oleh manusia. Sedangkan lafazh 'lalu' secara pasti tidak mungkin bermakna berurutannya waktu. ia katakan: "Dari pemandangan yang luar biasa ini. Dia katakan pada tafsir surat Yunus dalam Azh-Zhilal 3/1762 di pasal 'Imajinasi inderawi dan jasadi' halaman 71-72: "Ketika kita mengatakan bahwa tashwir (visualisasi) adalah sarana paling diutamakan dalam uslub (metode) Al-Qur'an serta kaidah utama dalam penjelasan. dia mengulang-ulangi kata 'ketinggian' dan 'kekuasaan' dalam bentuk kalimat yang menunjukkan bahwa dia tidak mengakui adanya Arsy sebagai makhluk yang Ar-Rahman beristiwa' di atasnya. namun harus berhenti pada lafazhnya. dia katakan: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy. ia berkata: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy. serta memberikan bagi golongan dahriyyah [Golongan yang mengingkari adanya hari kebangkitan.)] alasan terbesar untuk menyerang ajaran yang dibawa oleh para rasul dari Allah subhanahu wa ta’ala. maka kita belum lagi selesai berbicara tentang pemandangan universal ini. yang nampak ini adalah ungkapan majazi tentang ketinggian. (-pent.

kita beriman kepadanya sebagaimana yang Dia sebutkan sementara kita tidaklah mengetahui hakikatnya. yakni ketinggian mutlak yang Dia gambarkan dalam bentuk wujud berdasarkan cara Al-Qur'an di dalam memberikan pendekatan tentang persoalan-persoalan yang mutlak bagi kemampuan pemahaman manusia yang terbatas. Lantas dia menguatkannya dengan kaidah yang dia buat dalam 'Visualisasi seni' dan ekornya 'Mengkhayalkan dan melahirkan dalam bentuk jasadi'. ia sama sekali tidak bersandar kepada ketentuan-ketentuan Al-Qur'an. Kemudian dia menguatkan hal itu dengan filosofi barunya yang dia ambil dari peranan bioskop dan panggung sandiwara beserta apa yang mengikuti dan bersumber darinya. pertunjukan. karena ia tidak bersumber dari ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri. kaidah-kaidah visualisasi. Dia juga membangun tafsirnya di atas kaidah Jahmiyyah sang sumber bid'ah. karena ia tidak bersumber dan ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri. dan Azh-Zhilal. At-Tashwirul Fanniy. (-Penerbit)]. Al-Masyahid. Tidak mungkin Allah awalnya tidak beristiwa' di atas 'Arsy lalu setelah itu beristiwa'. sebagaimana yang telah kita sebutkan." Ini perkataan batil. ia katakan: "Dan demikian juga dengan 'Arsy." Pembaca dapat melihat Sayyid Quthb menakwilkan sifat istiwa' dan ketinggian di manapun letaknya (dalam Al-Qur'an) dengan penafsiran Jahmiyyah ini. Pendapat ini tidak menafsirkan: "Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. Ini juga merupakan sentuhan keluarbiasaan selanjutnya dari goresan-goresan pensil mu'jizat. berupa. tontonan. (keyakinan yang menyatakan bersatunya Allah dengan makhluk-Nya). . Ucapannya: "Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi."Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. ini berdasarkan apa yang kita ketahui dari Al-Qur'an secara yakin bahwa Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah berubahubah keadaan-Nya." Hanya saja. maka kita sanggup untuk berkata bahwa 'la adalah ungkapan kiasan tentang kekuasaan di atas seluruh makhluk'. lebih utama kita katakan "la adalah kata kiasan dari kekuasaan"." "Jikalau ia adalah ketinggian maka ini yang tertinggi dan seandainya ia adalah keagungan maka ini yang teragung. sentuhan tentang ketinggian mutlak di samping sentuhan pertama tentang ketinggian yang dapat dilihat. serta teori. Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. dan dasar-dasar berbagai bidang seni perfilman yang telah dia praktikkan atas Al-Qur'an dengan segala kebiadaban/keberanian. keduanya berdampingan dan bersatu di dalam satu ungkapan. Pendapat lain: "Kita beriman kepada istiwa' namun kita tidak mencapai ziyyat (gambaran bagaimana)-nya". Adapun beristiwa' di atas 'Arsy. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri dan gambaran yang diwahyukannya tentang Dzat Allah subhanahu wa ta’ala juga sifat-sifat-Nya. Namun justru bersandar kepada ketentuan-ketentuan sebelumnya yang bersumber dari filosofi Jahmiyyah sesat. di mana mereka meneguknya dari buku-buku ahli bid'ah lagi sesat dan filosofi kelompok sufi ekstrem yang telah membawa mereka dan diri Sayyid sendiri sampai kepada ajaran wihdatul wujud [Reinkarnasi atau istilah jawanya 'Manunggaling kawula Gusti'. Kaidah ini juga merupakan sumber lain dari bid'ah-bid'ah yang buruk dan telah dia ukir dalam bukunya. Serta dari ketinggian mutlak kepada penundukan/ pengendalian……" Dalam surat Al-Hadiid di dalam Azh-Zhilal 6/ 3480. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri.

di mana mereka memerangi manhaj dan pembela Salaf. Ya'uq." (Asy-Syuura: 13) Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja). patung-patung itupun disembah (oleh generasi selanjutnya). Hati mereka serupa dan arwah itu berkelompok-kelompok. dan membersihkan bumi dan akal darinya. Sangat berlebihannya dalam memberikan penilaian bagi perfilman. Dia mengatakan semisal ucapan di atas dan sewaktu dia menghina para shahabat radhiyallahu ‘anhum dia katakan 'Saya bukanlah kaum Syi'ah'. Suwa'. sehingga jadilah seni dan Dien sebagai dua hal yang sepadan (sederajat) bagi Sayyid Quthb. Dien Islam dalam semua misi kerasulan merupakan syari'at Allah subhanahu wa ta’ala Rabb alam semesta. Jiwa mereka telah bersimpangan dengan jiwa para salafiyyin. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya). Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. seni peran. 7. Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutus para nabi untuk mencampakkan. Mereka pun melakukannya. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah meriwayatkan dalam Shahih-nya pada tafsir surat Nuh nomor 4920: "Sesungguhnya Wadd. sebagaimana yang dikatakannya dalam Kutub wasy Syakhsiyyat. serta jiwa mereka telah bersatu dengan jiwa Sayyid Quthb dan lain semisalnya. sebagaimana yang dia katakan pada halaman 143-144 dalam buku At-Tashwirul Fanniy dan halaman 231-232 pada AlMasyahid:"Dien dan seni adalah dua hal yang sepadan di kedalaman jiwa dan penegasan indera. Para pengikut Sayyid Quthb telah mengambil pelajaran darinya berupa cara seperti ini." Yang menjadi saksi dalam hadits ini bahwa penggambaran (makhluk bernyawa) berasal dari bisikan . namun saat itu belum disembah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dia telah mensyari’atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Mereka juga menempuh jalannya dalam memberikan pengakuan palsu dan pengaburan. maka apa yang sejalan ia pun bersatu dan apa yang tidak sehati ia pun berselisih.Sayyid Quthb dalam hal pengaburan dan menimbulkan kerancuan mempunyai bandingan. Dalam keyakinan batil ini ada kedustaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Sementara tercapainya keindahan seni menjadi rambu adanya kesiapan untuk menerima pengaruh keagamaan [3]. dan jauhilah Thaghut'. Ketika mereka semua telah meninggal. setelah itu mengaku-ngaku sebagai orang-orang salafi. dan ha yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. dan musik." (An-Nahl : 36) Termasuk dari thaghut: gambar (patung) yang diajarkan oleh setan dan dia telah menyesatkan generasi demi generasi dari masa Nuh ‘alaihis sallam hingga hari kita ini. ketika dia men-ta'thil [2] sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala. menghancurkan. dan Nasr adalah nama orang-orang Shalih dari kaum Nuh ‘alaihis sallam. maka setan membisikkan kepada kaum mereka untuk membangun patung (mereka) dan menamakan semuanya dengan nama-nama mereka ditempat majlis-majlis mereka yang dahulu mereka (orang-orang shaleh) duduk ditempat tersebut. Hingga tatkala mereka semua telah meninggal sedangkan ilmu telah terhapus. Musa. ketika seni naik ke tingkat setinggi ini dan ketika jiwa menjadi jernih untuk menerima misi keindahan itu". Yaghuts.

. Jika tidak. menafsirkan dengannya kitab Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun seni peran. musik. sebagaimana yang akan kami jelaskan di tempat mendiskusikan perkara ini. maka ia berasal dari peribadatan berhala yang diciptakan oleh bangsa Yunani lantas diadopsi bangsa Romawi. Al-Bukhari no. agar lebih tepat dalam memberikan ungkapan dengan segala kemampuan yang dimiliki. Silakan merujuk kepada kitab Tahriim Aalaatith Tharbi (Haramnya Alat Musik) karangan AlAllamah Al-Muhaddits Al-Albani. dan berpendapat itulah metode penafsiran Al-Qur'an yang tertinggi. Semua itu mengungkapkan perasaan kejiwaan yang ada dari balik tabiat manusia. Dia telah meminta bantuan untuk bukunya At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an kepada professor seni Diyauddin Muhammad." (HR. karena dusta adalah salah satu rukunnya yang harus ada. maka ia adalah seburuk-buruk alat musik senda gurau yang melalaikan. seorang pengawas bidang melukis di Kementrian Ilmu Pengetahuan agar memeriksa bagian khusus tentang kesejiwaan gambar.setan. Adapun melodi musik (gitar atau piano atau organ????). dan seni peran setan. Tidaklah diragukan bahwa seni peran/drama itu haram. Syaikh Hammud at-Tuwaijiriy. Mozart. seperti Beethoven. Beliau mempunyai kalimat sangat bagus tentang musik yang beliau rahimahullah sebutkan di pembukaan kitab tersebut. banyak hadits shahih yang diriwayatkan berisi pengharamannya. dan Syaikh Shalih al-Luhaidan. sebab: 1 Padanya ada kedustaan. setelah itu disebarkan oleh kuffar di negeri-negeri kaum muslimin ketika mereka menjajahnya serta menggunakannya sebagai senjata yang merusak Dien kaum muslimin dan akhlak. Syaikh Shalih al-Fauzan. 5950) Dan telah tersebut banyak hadits selain kedua hadits di atas yang menjelaskan kerasnya pengharaman gambar serta penggolongannya ke dalam dosa besar. juga Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para pembuat gambar. Lihat At-Tashwir halaman 114. sementara Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat para pembuat gambar. Demikianlah tatkala Sayyid Quthb memanfaatkannya diapun terjatuh dalam kedustaan. lalu ber-ikhtilath (bercampur baur) di dalamnya. juga para ulama Islam telah mengharamkannya. kolom lain yang juga disiarkan oleh majalah Ikhwanul Muslimun di edisi kelima dalam tema 'Musik Islami'. Tersebut padanya: Nada simponi (klasik) sebagai jenis musik kelas tertinggi yang dicapai oleh para musikus. di dalamnya tergabung para pemusik handal dalam jumlah terbesar dengan alat musik paling modern yang beragam. Juga telah sangat banyak karangan buku Ahlussunnah yang mengharam-kannya. Straub. di antaranya Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz. maka cukuplah pasal pertama halaman 36-74. panggung sandiwara. Beliau rahimahullah katakan pada halaman 15: "Di antara hal tersebut. Oleh sebab itulah banyak dari para ulama yang mengingkarinya dengan sangat tegas. Termasuk di antaranya: bioskop. di mana beliau rahimahullah menyebutkan tujuh hadits dalam pembahasan ini yang menunjukkan diharamkannya lagu dan alat 'senda gurau' (musik). 3 Laki-laki bisa berperan sebagai perempuan dan perempuan berperan laki-laki. jika engkau mau maka bacalah semuanya. Sementara Sayyid Quthb menghalalkannya. bahkan kalangan ahlil bid'ahpun ikut menyusun buku tentang keharamannya semisal Al-Ghummariy. dan Chicofisky. Syaikh Al-Albani. 2 Penyerupaan diri dengan kuffar dan bertaklid buta terhadap mereka.

dan lainnya yang membuat mereka terkena firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya. ____________________ [2] Ta'thil: menghilangkan makna hakiki. betapa butuhnya kita kepada semangat baru yang akan menjadi pendobrak blantika musik dan meraih kemajuan internasional dalam bidang ini. Sebagaimana dia masih punya kaidah-kaidah lain yang dia praktikkan pada Azh-Zhilal. juga akan datang di halaman 86. lalu nampak jelas jejaknya pada buku Azh-Zhilal. mempunyai ketergantungan kepada seni laksana ketergantungan Sayyid Quthub beserta sanjungannya itu?! [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Edisi Indonesia: BANTAHAN TERHADAP KITAB ATTASHWIRUL FANNIY FIL QUR'AN karya Sayyid Quthb.. inilah bukti terbesar bahwa anggapan kehalalan alat-alat musik telah tersebar pada kaum muslimin sampai pun oleh sebagian orang-orang yang menyerukan ‘Pengembalian kemuliaan kaum muslimin dan penegakan Daulah Islam'.com/2008/05/membantah-ushul-yang-dipegangi-sayyid. Di saat itu. demokrasi "Islam"." Berakhir kalimat Syaikh Al-Albani rahimahullah. Al-'Allamah Syaikh Al-Albani mengatakan: "Saya katakan. Dia juga telah mempraktikkan dalam buku Masyahidul Qiyamah fil Qur'an. Penerjemah: Muhammad Fuad. Hadits ini dikeluarkan dalam Ash-Shahihah halaman 90. Maret 2008. . ayat-ayat yang telah dia jadikan sebagai lapangan praktik untuk kaidah-kaidah sesatnya. lantas menamakannya dengan 'musik Islami' di atas timbangan sosialis "Islam". maka tentu majalah mereka tidak akan mau untuk menyebarkan kalimat yang sangat jelas menghalalkan musik yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini.html . mereka dibantu oleh Yayasan Pemuda Kristen(?!) lantas bermain musik di salah satu universitas di Amerika(?!). nampaklah sebuah warna tersendiri yang menguasai hati dunia internasional. Betapa pantasnya untuk kita menguasai bidang ini.. Lc. (-pent. . semisal Ikhwanul Muslimun. yaitu musik Islami(?!) sebagai pengganti dari musik timur .. Andaikan tidak demikian. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya.. Begitulah dia melihat bahwa AlQur'an seluruhnya adalah tempat untuk mempraktikkan dasar-dasar tersebut. dan orang-orang shalih semuanya. Cetakan: Pertama. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. " (An-Najm : 23) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisyaratkan sebagiannya dalam sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Sungguh akan ada umatku yang menghalalkan khamr dengan nama yang mereka sendin membuatnya" pada riwayat yang lain "Mereka menamakannya dengan selain namanya”.Kelompok simponis Mesir yang berjumlah lebih dari 30 orang pemusik telah terbentuk. Tidak berhenti sekedar itu bahkan mengajak kepadanya. Inilah sebagian sendi rusak Sayyid Quthb yang dia sebutkan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an dan yang telah dikendarainya dalam menafsirkan ayat-ayat yang mulia.blogspot.) [3] Apakah para nabi. para shahabat.

yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Dia melihat: . Inilah dia. dan takut akan bahaya yang akan menimpa pada segala tindaktanduknya. Contoh-contoh berdasarkan visualisasi warna inilah adanya seluruh kisah Al-Qur'an. [4] Inilah kisah Qur'ani yang arah utamanya adalah da'wah keagamaan." (Al-Qashash :18) Ini adalah sebuah pengungkapan tentang keadaan yang sudah dikenal baik: keadaan gugup. layaknya kebiasaan para ahli fanatik lainnya [6]: “Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhan-nya).2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an halaman 200-205: (("Sebelum ini kita telah memaparkan kisah dan pemilik dua kebun dengan temannya dan kisah Musa dengan gurunya. Maka Allah mengampuninya. demi nikmat yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku. untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya. Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya. namun marilah kita lihat apa yang dilakukannya ………. Aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orangorang yang berdosa". maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi. pada keduanya ada perumpamaan yang terlihat jelas. dan matilah musuhnya itu. Kita ambil Musa. Sesungguhnya Aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku’. Walau demikian. Ia (Al-Qur'an) dengan cerdik memiliki ciri ini dalam perjalanannya lalu tampil jelas dalam semua kisahnya. Dia melukiskan beberapa figur kemanusiaan melalui para pemeran yang melewati batas-batas kepribadian maknawi kepada kepribadian percontohan. Itulah ciri yang nampak pada kisah-kisahnya.23." (Al-Qashash :15) Di sini tampak sikap fanatik kesukuan dan emosional. Ini juga ciri dari para ahli fanatisme. kehilangan konsentrasi. Kami akan menampilkan beberapa kisah secara global. fanatik kesukuan.’ Musa berdo’a: ‘Ya Tuhanku. Dia adalah contoh seorang pemimpin yang temperamental.Menyoroti Adab Sayyid Quthb dalam Berinteraksi dengan Rasul dan Kalim Allah Musa 'Alahissallam Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5. jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya). Musa berkata: ‘Ya Tuhanku. di bawah pendengaran dan penglihatannya. dibesarkan dalam istana Fir'aun. Maka dengan segera percikan api fanatik kesukuan menyala membakar jiwanya. (Al-Qashash :15-17) "Karena itu. setelah itu memberikan perincian untuk sebagiannya: 1. Ia sendiri menjadi tujuan dari kisah-kisah seni bebas. yakni ciri seni yang murni. akhirnya menjadi seorang pemuda yang kuat [5]: "Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah. dan labil. Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. walaupun dia telah berjanji untuk tidak membantu para pelaku kejahatan.

maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku'. Musa Berkata kepadanya." (Al-A'raaf :143) Lalu terjadilah apa yang tidak sanggup dipikul oleh urat syaraf manusia. serta benar dia adalah seorang nabi. Tuhan berfirman: 'Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku. Tapi kalau saja dia sekedar menjauh. Begitu melihatnya. menyelamatkan bani Israil dengan membawa mereka menye-berangi lautan. nampakkanlah (din Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau'. dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dan orang-orang yang mengadakan perdamaian. Barangkali dia sudah tenang dan menjadi seorang yang bertabiat stabil dan berjiwa santun. apakah kamu bermaksud hendak membunuhku. Ta’ashub (fanatik kesukuan) dan emosionalnya telah membuat dia lupa akan istighfar.“Maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya.” (Al-Qashash:18) Yakni kali selanjutnya terhadap laki-laki lain. musuhnya berkata: 'Hai Musa. takut. jika saja tidak diingatkan oleh calon korbannya dari tindakannya tersebut. dia berkata: 'Maha Suci Engkau. setelah itu berhenti memikirkan keajaiban yang sangat besar ini. ya. Dia telah menang melawan para penyihir. Dia masih pemuda yang fanatik itu." (Al-Qashash:18) kamu benar-benar orang sesat yang nyata Akan tetapi dia bermaksud menimpakan kepad laki-laki kedua ini sebagaimana yang telah dilakukannya kemarin. sehingga diapun teringat dan takut. Andai saja dia telah menjadi seorang yang dewasa!! Bahwa selainnya juga tentu akan takut. dia segera loncat berlari terbirit-birit tanpa berbalik …. aku . "Musa berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya (kesesatannya)’. diapun melemparkannya. dan kekhawatiran kemarin. maka diapun pergi sebagaimana yang telah kita ketahui." (Al-Qashash :19) Maka ketika itulah datang seorang dari pinggiran kota dengan tergopoh-gopoh menasihatinya agar segera pergi. setelah itu dia pergi untuk memenuhi perjanjian dengan Rabbnya. penyesalan. tapi lihatlah ke bukit itu. maka tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang bergerak. Marilah kita meninggalkannya di sini untuk kita bertemu kembali dalam fase kedua kehidupannya setelah sepuluh tahun. dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Namun. Maka setelah Musa sadar kembali. [8] Tidak demikian! Inilah dia yang diteriaki di sisi kanan bukit Thursina "Lemparkan tongkatmu!".. inilah dia yang meminta kepada Rabbnya sebuah permintaan yang sangat mengherankan: "Berkatalah Musa: 'Ya Tuhanku. bahkan tidak juga oleh urat syaraf Musa [10]: "Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu.[9] Kembali marilah kita meninggalkannya sementara untuk melihat apakah yang diperbuat oleh zaman terhadap urat-urat syarafnya. [7] "Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya. sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini).

maka tanpa tanggung-tanggung dan tidak pula lemah: "Dan Musapun melemparkan lauh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya. mencari tentang Ilahnya: . kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan). menurut sangkaan kami dia sudah menjadi seorang tua tatkala berpisah dengan kaumnya." (Thaahaa : 97) Demikianlah kobaran emosi yang sangat terlihat dan perilaku yang penuh ketegangan [11]. Kaumnya telah pergi dalam kesesatan." (Thaahaa : 94) Ketika dia telah mengetahui bahwasanya Samiri-lah dalang perbuatan tersebut. kedua. dan ketiga. Sesungguhnya kami akan membakarnya. Kita tahu bahwa Musa tidak sanggup bersabar sampai Khidhir memberitahukannya rahasia yang terdapat dalam perbuatan yang Khidhir lakukan." (Huud : 75) Inilah dia ketika kecilnya menyendiri dalam proses berpikirnya. dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. akhirnya mereka berdua berpisah ………. Dia menemui sang lelaki tersebut (Khidhir) yang dimintainya agar sudi untuk diikuti semoga dia mengajarkannya ilmu yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". tatkala telah mengetahui teka-teki di balik patung anak sapi itu: "Berkata Musa: 'Pergilah kamu.." (Al-A'raaf:143) Kembalinya syaraf dan emosi dengan cepat. inilah dia kembali lagi. lantas dia mendapatkan kaumnya telah mengambil patung anak sapi sebagai ilah sesembahan. pemaaf. sementara di kedua tangannya ada lembaran-lembaran yang telah Allah subhanahu wa ta’ala wahyukan kepadanya. Berlawanannya kepribadian Musa dan Ibrahim …………." (Al-A'raaf:150) Begitulah dia berlaku emosional menarik rambut dan jenggot saudaranya tanpa mau mendengarkan sepatah katapun darinya: "Harun menjawab: 'Hai putera ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Kemudian. maka dia berpaling kepadanya dengan kemurkaan dan bertanya kepadanya dengan nada tinggi. dan santun: "Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah. kali pertama. sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): Kamu telah memecah antara Bani lsrail dan kamu tidak memelihara amanatku. Itulah kepribadian yang menyatu sangat jelas dan contoh kemanusiaan yang terang dalam semua tahapan kisah. [12] 2. maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: 'Janganlah menyentuh (aku)'. Ini adalah contoh ketenangan. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya. Mari kita meninggalkannya hingga beberapa tahun kemudian.

Maka ikutilah aku." (Maryam : 46) Sikap kasar itu tidaklah membuat dia keluar dari adab yang tinggi. dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. janganlah kamu menyembah syaitan. dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama'. dan Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. Sesungguhnya Aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi. dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku". serta aku akan berdo’a kepada Tuhanku. Pastilah Aku termasuk orang yang sesat. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?" (Al-An’am: 76-80) Tidak lama setelah dia mencapai keyakinan Ini. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit. padahal Sesungguhnya Allah Telah memberi petunjuk kepadaku". dia berkata: "Inilah Tuhanku." (Al-Anbiyaa': 64) . dengan cenderung kepada agama yang benar. hampir saja mereka benar-benar beriman. Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar. Ini yang lebih besar". kala mereka telah mengetahui bahwa sesembahan itu tidak sanggup untuk membela diri mereka sendiri. tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam. hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti. Hanya saja yang memotivasinya melakukan tindakan ini ialah kecintaan yang demikian besar diiringi harapan bahwa kaumnya akan beriman ketika melihat sesembahan mereka telah hancur berantakan. Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan". Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah. inilah dia yang menghancurkan patung-patung mereka. tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku. Dan dia dibantah oleh kaumnya. Memang benar. dia berkata: "Hai kaumku.“Ketika malam telah gelap. niscaya kamu akan kurajam. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah. Wahai bapakku. mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo'a kepada Tuhanku'. aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. tabiatnya yang penuh kasih sayang. Mungkin ini satu-satunya tindak kekerasan yang pernah dilakukannya. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. niscaya Aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Sesungguhnya Aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. tatkala itu: "Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: 'Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orangyang menganiaya (din sendiri)'. Wahai bapakku. dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah. Maka tatkala matahari itu terbenam. "Wahai bapakku. maka diapun berusaha dengan baik dan penuh rasa kasih sayang menunjuki ayahnya dengan lafazh yang terindah dan paling hidup: “Ingatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya. dan Aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (Maryam: 42-45) Hanya saja ayahnya mengingkari perkataannya dan membalas dengan ucapan yang kasar disertai dengan ancaman keras: "Berkata bapaknya: 'Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku. Sesungguhnya Telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu. serta tidak membuatnya bercuci tangan dari ayahnya: "Berkata Ibrahim: 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". tetapi setelah bulan itu terbenam." (Maryam : 47-48) Lalu.

fanatik suku. lalu bermaksud untuk membakar Ibrahim. janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa. temperamental. melayang jauh dalam khayalannya yang membawa terbang.Namun mereka kembali (pada ketidaksadaran lagi). maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu)." Sesungguhnya apa yang dinisbatkan oleh Sayyid kepada Kalimullah dan Nabi-Nya Musa ‘alahis ." (Thaahaa:13) Sebenarnya cukuplah bagi Sayyid untuk membaca hadits-hadits tentang para nabi di kitab Shahih AlBukhari. dia berkata: "Sedangkan Yusuf adalah contoh seorang laki-laki yang berkesadaran tinggi lagi kokoh". maka ketika itu: "Kami berfirman: 'Hai api menjadi dinginlah. agar dapat mengetahui jika dia telah melampaui batas. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentangnya: "Hai orang-orang yang beriman. maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. demikianlah keadaan Yusuf ‘alahis sallam dan demikian pulalah kondisi Musa ‘alahis sallam. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah mengeluarkan dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu yang berkata: Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam membagikan pembagian. Sayyid Quthb memaksudkan kalau Musa ‘alahis sallam sebaliknya dalam hal ini. dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'. maka sesuatu itu akan menjadi jelas". maka Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam murka. Saya pun menghadap Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan melaporkannya. sepupu beliau Luth ………)) Tampak jika maksud Sayyid Quthb menyebutkan kisah Nabi Ibrahim ‘alahis sallam secara berlawanan dengan gambarannya tentang Nabi Musa ‘alahis sallam adalah untuk menegakkan kaidah "Melalui lawannya. Namun yang benar ialah: beliau Musa ‘alahis sallam mempunyai kedudukan yang agung lagi tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang mewajibkan atas manusia untuk memuliakan dan mengagungkannya layaknya seluruh para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. metode pengisahannya yang menjelekkan. Sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini dan dia bersabar. Bahkan dia dengan terang-terangan mengatakan pertentangan yang dia maksudkan ini. suka gugup." (AlAnbiyaa': 69) Ibrahim telah meninggalkan mereka dalam jangka waktu yang panjang bersama dengan sekelompok manusia yang juga beriman. dan tegang kepada Kalimullah dan Rasul-Nya Musa ‘alahis sallam. Setelah itu dia juga membenturkannya dengan Yusuf ‘alahis sallam." (Al-Ahzab : 69) "Dan Aku telah memilih kamu. Dia mengulang-ulangi menyifatkan Yusuf dengan kesadaran tinggi dan teguh di tengah-tengah dia menjelaskan kisahnya untuk menguatkan maksudnya. di antaranya. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. lalu Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati Musa ‘alahis sallam. Saya melihat kemarahan tampak pada wajahnya. serta perumpamaan yang dia lekatkan berupa. melenceng. lalu seseorang berkomentar "Sesungguhnya ini adalah pembagian yang tidak diinginkan dengannya Wajah Allah subhanahu wa ta’ala". kasar.

Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Inilah hasil keterlepasannya dari aqidah Islam tentang Musa ‘alahis sallam dan selainnya. Hal: 50-66. tidak ada ta'ashub atau emosional. Demi Allah. serta hukum dari perbuatan berbahaya ini sangat besar dan berat di sisi para ulama. Sikap fanatik kesukuan tercela. [10] Terkandung celaan dan penghinaan yang luar biasa. Penerjemah: Muhammad Fuad. ataukah dia pura-pura lupa agar dapat selaras dengan ejekannya terhadap Nabi ini?? [6] Lihatlah bagaimana celaannya kepada Nabiyullah Musa ‘alahis sallam dalam komentarnya ini. Artinya penyakit syaraf yang diderita oleh Musa ‘alahis sallam tidak ada yang menandinginya. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] . di mana beliau 'alahis sallam tetap tidak menjadi penolong bagi pelaku kejahatan. Maret 2008. andaikan celaan dan penghinaan ini diarahkan kepada manusia yang paling hina sekalipun." (Al-Ahzab: ) [12] Dalam semua yang telah lalu ada celaan buruk terhadap Nabi mulia ini. dan termasuk Ulul 'azmi yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diperintahkan untuk mengambil keteladanan dalam kesabaran dari mereka: "Maka bersabarlah kamu sebagaimana orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar. Ini adalah perkara yang membuat berdiri bulu kuduk. serta juga tentang Al-Qur'an itu sendiri. [7] Tidak demikian. betapa jahat tikamannya di dalam lembaran bukunya ini. [9] Di sini juga ada celaan yang sangat buruk dan olokan terhadap Nabi yang mulia ini. hendaklah pembaca mengingat ucapan Sayyid Quthub secara terang-terangan bahwa 'Tidak ada aqidah keagamaan yang membelenggunya dari pemikiran'. Artinya beliau ‘alahis sallam tidak mempunyai ketenangan dan sikap santun. Sementara kalimat itu dengan sangat kurang ajar justru ditujukan kepada seorang Rasul mulia. seorang pembesar para rasul. Musa ‘alahis sallam tidaklah lupa akan apa yang telah dia katakan. Silakan merujuk kepada kitab Asy-Syifa' karya Qadhi 'Iyadh rahimahullah dan Ash-Sharimil Maslul 'Ala Syatimir Rasul karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah __________________________ [4] Apakah yang dia maksud dengan kisah seni bebas?? [5] Kita tidak tahu. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. (Menurut Sayyid) [11] Lihatlah. bankan beliau ‘alahis sallam mempunyai sifat yang berlawanan dengan keduanya menurut Sayyid Quthb. apakah Sayyid Quthb telah melupakan pemuliaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Nabi-Nya Musa ‘alahis sallam dalam firman-Nya: Lalu dia mengatakan ucapannya ini. [8] Ini benar-benar puncak celaan dan penistaan. Cetakan: Pertama. maka tentu semua itu akan diingkari dan dianggap buruk oleh para cendekiawan mulia. tapi ucapannya 'sebagaimana kebiasaan para ahli fanatisme' sungguh adalah puncak celaan. sifat temperamental tercela.sallam itu menafikan apa yang seharusnya beliau ‘alahis sallam dapatkan berupa penghormatan dan pemuliaan. Lc.

Umar b. sebagai sumber utama Islam. karena angan-angan sosial-politik Islam--dalam asumsi penulis--tidak menentukan kepastian sebuah bentuk [performa] negara apapun. mengekang dinamika masyarakat yang selalu berubah. Karena itu. terlebih lagi apabila sistem itu diwahyukan dan bersifat absolut.[3] Prinsip-prinsip yang dimaksud bersifat universal sesuai dengan watak dasar Islam yang transhistoris dan eternal. performa negara sekarang jauh berbeda dengan istilah "negara" yang digunakan para pakar untuk mengidentifikasi komunitas Madinah saat Nabi SAW memimpin.blogspot. Piagam Madinah tentu dapat menjadi inspirasi politik bagi umat Islam untuk membangun tatanan kenegaraan yang beretika dan bermoral. Demikian juga Piagam Madinah yang dirumuskan Rasulullah SAW bersama warganya. Keragaman tersebut semata-mata bersifat sosiologis-relatifis yang tidak mengikat bagi umat Islam. Piagam ini sama sekali tidak mencerminkan sebuah sistem negara atau pemerintahan yang baku. benar apa yang dikatakan Munawir Sjadzali bahwa: Islam tidak hanya mengatur soal ibadah.R. dalam berbagai teksnya tidak mengajarkan suatu bentuk atau sistem pemerintahan (negara)[1] tertentu yang harus dianut oleh umat Islam. Pertama. Karena itu. Memang intelektual semacam Fazlur Rahman. Sebagai anganangan sosial-politik. prinsip dan tata nilai etika tersebut disebut angan-angan (imaginaire) sosial-politik [Islam] yang demokratik. Joseph . Affan. melainkan menggambarkan sejumlah prinsip luhur yang penting bagi kemanusiaan dan keadilan sosial. tetapi juga hubungan antar manusia. tetapi Islam tidak mempunyai preferensi tentang sistem politik yang mana. penulis menyepakati suatu pendapat bahwa baik al-Qur'an maupun al-Sunnah.http://hizb-ikhwani. Apalagi para penggagas negara Islam kontemporer yang paling getol pun tidak berbicara tentang sistem [negara] Islam.[5] Thomas W.html Tulisan ini sengaja diberi titel "angan-angan (imaginaire) sosial-politik demokratik Piagam Madinah". Sedikitnya ada tiga alasan yang bisa dikemukakan sebagai pertanggunganjawab dalam menentukan pilihan redaksi tersebut berikut implikasi makna yang dikandungnya. Khatab. Sebab. Pemahaman ini sejalan dengan prinsip universalitas ajaran Islam yang memungkinkan Islam diamalkan di mana dan kapan saja. C.com/2008/05/menyoroti-adab-sayyid-quthb-dalam. menggunakan kata "negara" dewasa ini terasa mengerikan. Sebenarnya saya tidak mengatakan bahwa di dalam Islam tidak terdapat sistem politik. [6] H. Sementara pola kenegaraan yang diterapkan Abu Bakar. penulis menyebut “angan-angan sosial-politik”. syûrâ (musyawarah) dan sebagainya.A. digunakan kata "demokratik" saja. Nallino. Arnold. A. terbukti bahwa sebuah sistem cenderung bersifat statis. Karena itu. Tetapi. misalnya Islam berbicara tentang beberapa prinsip atau etika seperti musâwah (persamaan). kebebasan merumuskan bentuk negara sebagai pelembagaan dan perwujudan nyata dari angan-angan tersebut terbuka lebar bagi kesejarahan umat Islam.[7] D. Di samping itu. bukan “sistem politik atau pemerintahan” Piagam Madinah. semuanya juga tak ada yang bersifat imperatif dan teologis. Usman b. Kedua. Gibb. Montgomery Watt. 'adâlah (keadilan). W. Abi Thalib. Sumber Islam itu hanya memberikan pedoman ajaran berupa seperangkat prinsip[2] dan tata nilai etika bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tentu sifat ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan prinsip fleksibelitas agar bisa diterapkan di mana saja dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan bagaimana saja (shâlih-un li kulli zamân-in wa makân-in wa ahwâl-in).[4] Bagi penulis.B. dan menghambat perkembangan dari masa ke masa. dan Ali b. MacDonald. serta sistem-sistem negara lain yang mengklaim Islam. bukan "negara demokratik" atau "khilafah demokratik" atau lainnya. Islam tidak menetapkan sesuatu sistem untuk menegakkan prinsip-prinsip tersebut. Selain itu.

Ketiga. seperti Abu A’la alMaududi. Yang tak kalah menariknya untuk dikemukakan adalah latar sosial-budaya masyarakat Madinah saat itu yang sangat plural. tetapi "Piagam Madinah" mampu menjadi perekat unitas dari pluralitas tersebut. status sosial. Untuk kata "demokratis". Dalam pandangan penulis tidak demikian. "Piagam Madinah" dianggap sebagai konstitusi atau undangundang dasar pertama bagi 'negara Islam' yang didirikan Nabi SAW di Madinah. Islam hadir dan berinteraksi secara sosialpolitik dalam lingkungan masyarakat komunal-sukuisme yang plural. maka berarti Islam mengakui kedaulatan rakyat di mana otoritas Syari’at Islam dapat dianulir oleh kesepakatan rakyat dalam lembaga perwakilan rakyat. Diakui juga oleh para pengkaji sejarah Islam bahwa model yang paling ideal dan sempurna. Penduduknya terbagi ke dalam kelompok-kelompok etnik. maupun kepentingan. kekuatan (power). penulis yakin mereka tidak akan menyamakan istilah "negara" yang digunakan untuk komunitas Nabi saat itu dengan konsep “negara” yang berlangsung dewasa ini. kalau hati seorang beriman menyatakan bahwa di atas manusia tidak ada instansi lain kecuali Tuhan. bisa jadi demokrasi menjadi suatu keniscayaan bagi kelompok Muslim manapun sebagai suatu cara untuk mengelola kehidupan bersama yang beragam baik secara etnik. Karena jika demokratis. oleh sebagian pakar ilmu politik. R. ras.[9] Meminjam istilah yang digunakan Karl Marx untuk menyebut realitas negara sekarang adalah suatu aparat atau mesin opresi (penindasan). demokratis adalah proses pengambilan keputusan untuk mewujudkan kehidupan bersama yang diangan-angankan dengan cara partisipatif dan mempertimbangan pluralitas nilai yang berkembang dalam masyarakat. dengan 'kaca mata' ilmu politik modern menganggap komunitas Nabi SAW saat itu adalah sebuah "negara". yang dirasakan oleh setiap manusia yang beriman maupun kafir. penulis menjadikan Piagam Madinah sebagai basis kajian untuk memperoleh kejelasan nilai normatif dan empirik Islam dalam pergumulannya di tengah masyarakat pluralistik. melainkan bahwa suatu komunitas jika demokratis. Strothmann. "Negara" yang demikian tentu bukan istilah yang tepat untuk menyebut komunitas Nabi SAW saat itu dengan Piagam Madinahnya. Kekhawatiran ini pernah menghantui pemikiran politik beberapa pemikir Islam. Negara semakin terasa menjadi pemeran sifat kemahakuasaan Tuhan sebagai al-Muhîth. para teorisi politik Islam memang terlalu hati-hati untuk menyebut bahwa Islam itu "demokratis". par-exellence. tirani. di atas bumi ini. Islam dan Negara-Bangsa: Kebutuhan Prinsip Kebangsaan Sudah menjadi pengetahuan umum. karenanya dalam waktu yang bersamaan Nabi menurut mereka adalah pemimpin agama dan kepala negara sekaligus. karena hampir semua pengkaji sejarah Islam mengakui bahwa "Piagam Madinah" merupakan instrumen hukum-politik yang membuat komunitas Islam dan non-Islam saat itu menuai kebebasan dan kemerdekaan di bawah kepemimpinan Nabi SAW. Bisa diilustrasikan. dan klaim (claim) yang hampir tak terbatas (unlimited). Karena. Bahkan. yang maha-meliput. ras. termasuk terhadap "kebenaran". Pada umumnya faktor ini mendorong konflik yang tidak mudah diselesaikan. agama. dan eksploitasi kaum pekerja oleh pemilik alat-alat reproduksi (kaum kapitalis) dan pemegang distribusi kekayaan yang mencelakakan kelas pekerja. paling berkuasa. diambil "Piagam Madinah" sebagai basis kajian untuk mendapatkan wawasan tentang anganangan sosial-politik demokratik dalam tulisan ini. di atas manusia yang secara riil ada dan benar-benar terasa adanya adalah maha-instansi yang bernama "negara". Dengan pemahaman ini. 14 abad yang lalu. Hasan al-Banna. gender. dari kepemimpinan politik abad ke-7 M adalah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW karena keberhasilannya membangun komunitas pluralis tersebut. realitas negara saat ini telah memetamorposis menjadi sosok “makhluk” yang--seolah-olah--paling raksasa. Ia memiliki kewenangan (authority).[8] dan banyak pakar lain. maka tentu komunitas itu akan mempertimbangkan Syari’at Islam sebagai satuan hukum yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan. maka dalam kenyataannya. Tapi.[10] Karena alasan-alasan inilah.Schacht. dan agama yang berbeda. Sebab. dan Sayyid Quthb. Pluralitas tersebut terlihat pada komposisi penduduk Madinah yang didomisili oleh berbagai golongan suku-bangsa Arab dan bangsa .

Yahudi yang menganut agama dan keyakinan berbeda. dan Banu Quraizhah. tidak terlalu tepat untuk dijadikan sebagai satu-satunya cermin dalam menghadapi pluralisme modern. Persia. sejarawan Mesir. tetapi dalam waktu yang singkat telah menjadi muslim. Yang menjadi persoalan. dalam pandangan Abdurrahman Wahid. sebelumnya bernama Yatsrib. dan “Islam nasionalis”. [3] Kaum munafik dan musyrik. Masa Rasul dan al-Khulafâ' al-Râsyidûn sekalipun. melainkan telah melikup seluruh semenanjung Arabia. yang kemudian melahirkan apa yang disebut oleh pengamat sebagai “Islam fundamentalis”. “Islam sosialis”. dan [4] Golongan Yahudi yang terdiri dari tiga suku utama. Nabi Muhammad SAW mampu mencairkan bangunan komunalisme tersebut menjadi sebuah komunitas yang berdaulat dan integrated. Abu al-'Ala al-Maududi (1903-1979)[15]. Muhammad Abduh (1849-1905 M). Sa'ad Zahlul (1867-1927). yakni [1] Muhajirin. Kawasan masyarakatnya bukan lagi kota Madinah an sich. sungguh tidak mudah bagi kaum muslimin untuk mencernakan keharusan historis secara interaktif. Ali Abd al-Raziq (18881966)[14]. Adalah tetap relevan untuk memperbincangkan kaitan Islam dengan pluralisme masyarakat-bangsa. Muhammad Husein Haikal (1888-1956 M)[13]. memilih salah satu dari dua hal di atas sama sekali tidak konstruktif. Pada kegamangan modernitas dewasa ini. Bentuk masyarakat lebih luas. “Islam tradisionalis”. Hanya ada dua pilihan dari hal yang akan menjadi pencarian semacam itu: meneruskan utopisme itu kepada usaha operasional untuk menjadikan Islam sebagai sistem alternatif terhadap konsep negara-bangsa umumnya. lebih kompleks. dan Sayyid Quthb (1906-1968 M). kecuali Anatolia (Turki Modern). [2] Golongan Aus dan Khazraj yang keislamannya masih dalam tingkat nominal. adanya prinsip-prinsip dasar bagi Islam untuk menghadapi kenyataan pluralisme dan negara-bangsa menjadi kenyataan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Islam suka tidak suka harus berinteraksi dengan sederetan fenomena yang secara global disebut negara-bangsa (nation-state). Munculnya para pemikir dan pembaharu seperti Jamal al-Din al-Afghani (1839-1897 M). atau langsung meninggalkan wawasan Islam sama sekali. Hasan Ibrahim Hasan. “Islam sekularis”. Dengan demikian. dan lebih plural tercapai semasa kepemimpinan alkhulafâ' al-râsyidûn dan sesudahnya. adalah bentuk-bentuk nyata dari interaksi tersebut. Selama kurang lebih sepuluh tahun (622--632 M). bahkan ada yang secara rahasia memusuhi Nabi. Menghadapi ini. Konstruksi masyarakat saat itu memang diakui masih sangat sederhana dan lokal setingkat perkembangan peradabannya. Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935 M).[11] Muhammad Zafrullah Khan juga menyebut empat golongan sosial. karena di dalamnya terkandung sikap apatis terhadap kehidupan masyarakat bangsa yang mesti dihadapi. suatu masyarakat yang timbul sebagai konsekuensi logis dari konstruksi negara-bangsa. Thaha Husayn (1888-1966). dan [3] Kaum Yahudi yang tinggal di Madinah.[16] Karena itulah. khususnya pada tiga abad terakhir ini. [2] Anshar. [3] Golongan Aus dan Khazraj yang masih menganut paganisme. Kesulitan ini telah melahirkan polarisasi pemikiran politik yang sangat beragam. Ia menawarkan suatu “gagasan baru” untuk membentuk tatanan “masyarakat baru” yang kemudian disepakati menjadi pegangan hidup bagi “masyarakat kota” yang dinamai Madinah.[12] Yang penting menjadi catatan di sini adalah proses kreatif Nabi Muhammad. adalah kenyataan bahwa negara-bangsa dengan wawasan kebangsaannya adalah fakta yang tidak dapat dihindari. yaitu Banu Qainuqa. idealisasi Islam sebagai konstruk sosial yang ideal--dan kadang utopis-hanyalah merupakan pelarian dari kenyataan. dan menaklukkan seluruh wilayah Asia di bawah Kekaisaran Romawi. yang terdiri dari Muhajirin dan Ansor. sebagaimana berkali-kali dinyatakan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. tulisan ini sengaja mengangkat "angan-angan sosial-politik demokratik" dari Piagam Madinah sebagai upaya untuk menundukkan permasalahan masyarakat bangsa yang demikian plural itu pada konteks yang proporsional. Banu Nadhir. Jelas sekali. Namun semestinya membincangkan "Islam" kaitannya dengan "sosial-politik" dewasa ini tentu tidak bisa hanya merujuk pada masa awal Islam. Dengan kata lain. 'membaca' ada empat golongan dominan saat itu. Dengan luasnya hamparan "ruang" dan memanjangnya rentang . tetapi dengan identifikasi yang berbeda: [1] Kaum muslimin. yang selalu dipandang "ideal" untuk saat itu. “Islam modernis”.

hubungan timbal balik dan saling memerlukan. kita tidak bisa mengasumsikan Islam taken for granted begitu saja. . seyogyanya kita mengapresiasi watak universalitas dan posisi sentral agama sebagai suatu faktor dalam kehidupan umat Islam. Islam yang diterima sekarang ini tidak lain adalah Islam yang telah menjelma melalui proses pergulatan sejarah manusia dalam segala dimensinya. 450 H/1058 M)[18]. "Seperti dijelaskan oleh Bernard Lewis. Anshar. dan Yahudi. juga buktibukti historis-sosiologis di dalam masyarakat Muslim menunjukkan ketiadaan (nihil) bentuk tunggal negara. Ibn Taymiyah (w. Sebaliknya ada juga yang memegang teguh bahwa agama dan negara harus dipisah. Itulah sebabnya kita menyaksikan relasi agamanegara (dîn-dawlah) menjadi demikian plural dalam sejarah politik umat Islam. yang berisi pernyataan pemberian hak. Kata "Madinah" menunjuk kepada tempat dibuatnya naskah. Termasuk dalam kesulitan ini adalah melakukan respon terhadap wujud "negara" yang telah berubah sedemikian rupa dewasa ini. umpamanya. termasuk ruh dari setiap perkembangan zaman. sejarah."waktu" kehadiran Islam. paradigma pluralisme ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa maknanya dalam mengarahkan sejarah kemanusiaan. tidak mengherankan jika kebanyakan gerakan sosial dan politik yang penting dalam sejarah modern umat Islam telah menuju Islam pada benang merah yang sangat kuat dengan Islam sebagai kekuatan pemersatu dan pemberi dorongan. yang dibentuk oleh teks-teks suci. 728 H/1328 M) [19]. sekularisme. Bukan sekadar itu. 808 H/1406 M)[20]. Ada juga yang memandang agama dan negara harus berhubungan secara simbiotik.”[22] Sumber lain menyebutkan bahwa "piagam" (charter) adalah dokumen tertulis yang dibuat oleh penguasa atau badan pembuat undang-undang yang mengakui hakhak rakyat. Identitas agama dan pemerintahan melekat tak terhapuskan dalam angan-angan dan kesadaran umat Islam. disebut sebanyak 2 kali) yang dibuat oleh Nabi SAW bersama warganya.[23] Melihat proses perumusannya. Lebih dari itu.. dan hegemoni nation-state--sebagai realitas kepolitikan kontemporer--harus menjadi agenda dalam diskursus sosial-politik Islam (kontemporer). Islam yang telah (dan harus) menyejarah (Islam historis). sekularistik. realitas pluralisme. atau berisi pernyataan dan pengukuhan mengenai sesuatu. Berbeda dengan agama-agama besar dunia lainnya.[21] Dalam konteks ini Islam tampaknya memang didesain untuk bisa menata kehidupan sosial yang pluralistik. Karena itu.. apalagi dalam metamorfosis negara sekarang. disebut sebanyak 8 kali) dan al-kitâb (yang berarti buku. jika kita ingin memahami semua yang terjadi di masa lalu dan sedang terjadi sekarang di dunia Muslim.. Ada yang meyakini bahwa agama (Islam) dan negara tidak dapat dipisahkan (integrated). Masing-masing dari penganut paradigma ini mengklaim dan bersandarkan pada sumber ajaran Islam. penting menjadi pertimbangan dalam memahami dan merumuskan Islam pada zamannya. Prinsip-prinsip Dasar Menuju Demokrasi: 'Wasiat' dari Piagam Madinah "Piagam Madinah" adalah sebutan bagi al-shahîfah (yang berarti lembaran tertulis. Piagam Madinah adalah dokumen politik penting yang dibuat oleh Nabi SAW sebagai perjanjian antara golongan-golongan Muhajirin. 1966 M). Sebagimana bisa dilihat dalam perumusan dan pelaksanaan butir-butir Piagam Madinah. jika para pemikir Muslim merasa kesulitan dalam menentukan "hubungan sosial-politik" yang sesuai dengan kehendak ajaran Islam. dan pengalaman mereka". dan Ibn Khaldun (w.. Selain tidak ada nash (teks) yang tegas-eksplisit menentukan bentuk negara sebagai klaim Islam. seperti yang dianut oleh kalangan Syi'ah. Sementara kata "piagam" berarti "surat resmi. seluruh ranah kebudayaan dan peradaban. modernisme...."[17] Maka tidak mengherankan. dalam pemikiran Al-Mawardi (w. Pandangan ini dapat ditemukan. Piagam Madinah hadir mempertaruhkan "gagasan baru" bagi suatu bentuk tatanan "masyarakat baru" yang disebut ummat (community) dalam sejarah umat manusia. " Islam sejak masa hidup pendirinya adalah negara itu sendiri.. Dokumen itu mengandung prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan bersama dalam . baik hak-hak kelompok sosial maupun hak-hak individu. serta sekutunya. seperti yang pernah digagas Ali Abd al-Raziq (w.

. Dengan kata lain. konvensi) masyarakat Madinah sepenuhnya diakui sebagai hukum yang hidup oleh Piagam Madinah. baik melalui bentuk masyarakat yang bernama negara maupun lainnya. kalau dilihat dari fungsi agama dalam kehidupan masyarakat. angan-angan sosial-politik Islam adalah suatu masyarakat yang ultramodern di dalam segala hal. ketimbang konsep modern negara sentralistik yang memaksa (represif). adil dan makmur. Jadi. tampak dari berbagai studi yang dilakukan para ahli. universalitas Islam dapat difungsikan sepenuhnya dalam sebuah masyarakat bangsa. ketentuan-ketentuan hukum. Islam berfungsi penuh dalam kehidupan masyarakat bangsa. Islam bertugas melestarikan sejumlah dan pola perilaku sosial yang mempertalikan pencapaian tujuan dengan kemuliaan cara yang digunakan untuk itu. menjunjung tinggi moralitas. Yahudi. tanpa perbedaan apa pun di mata hukum. melalui pengembangan nilai-nilai sebagai etika masyarakat yang bersangkutan. Ini tidak lain karena Nabi Muhammad SAW tatkala membuat Piagam tersebut bukan hanya memperhatikan kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Muslim. Hitti. melainkan juga memperhatikan kemaslahatan masyarakat non-Muslim. sekalipun mereka (Yahudi) tetap dalam agama mereka.[24] Piagam Madinah yang digunakan adalah yang telah disistematisasi menjadi 47 pasal. Maka jelaslah. paradigma sosial yang digunakan Nabi. Tata nilai dan pola perilaku itu sering disebut al-akhlâq al-karîmah. Fakta historis ini. Terlepas dari polemik historisitas penyusunan dan otentisitas naskah Piagam Madinah. adalah inklusifisme-egaliterianisme. Nabi bekerja keras menumbuhkan sikap loyal mereka kepada agama dan komunitas baru itu. Nabi Muhammad berhasil membangun masyarakat yang bersatu dari keragaman agama: Muslim. Oleh karenanya. ketetapan-ketetapan Piagam Madinah menjamin hak semua kelompok sosial dan persamaan hukum dalam segala urusan publik. rahmatan li al-'âlamîn. Yakni. di mana berlaku nilai-nilai Islam secara konsisten. Hal ini juga diperkuat dengan kenyataan adanya pengakuan bahwa kebiasaan-kebiasaan (tradisi. Pertama. Dengan demikian. dan penganut Paganisme. merupakan bukti nyata kemampuan Muhammad melakukan negosisasi dan konsolidasi dengan berbagai golongan masyarakat Madinah. agama. Gagasan-gagasan ini menganjurkan tuntutan etika sentral dari Islam yang lebih sesuai dengan asosiasi bebas bagi kerjasama komunitas yang saling menguntungkan (mutualistik). Piagam ini tidak saja menggambarkan komposisi penduduk Madinah saat itu. apabila Piagam ini dinyatakan mempunyai angan-angan sosial-politik untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan semua unsur pluralisme (suku. Dengan demikian. baik dalam membaca realitas maupun mengambil keputusan politik. Setiap suku dari Yahudi adalah satu bangsa dengan orang-orang beriman. terlepas dari bentuk negara yang digunakan. Untuk mencapai tujuan ini. Dengan kata lain. Sebagai perjanjian aliansi segi tiga--Muhajirin-Anshar-Yahudi-paling tidak bisa dilihat karena dua alasan. harmonis dengan sifat-sifat asasi manusia. Kedua. dan sejahtera bagi setiap warganya.kehidupan sosial politik. tugas Islam sebenarnya adalah mengembangkan etika sosial (social ethics) yang memungkinkan tercapainya tujuan penyejahteraan kehidupan umat manusia.[25] Oleh karena itu. diakui bahwa dengan penetapan (arrangement) ini. menurut Philip K. suatu masyarakat egaliter. dan keadilan sosial atas dasar keimanan dan ketakwaan. perjanjian itu sebagai suatu aliansi antara suku-suku Arab sebagai satu golongan dan suku-suku Yahudi sebagai satu golongan lain. Untuk itu. Di dalam tatanan masyarakat demikian ini akan hidup dengan rukun dan damai segala macam ragam manusia dari seluruh aliran agama dan suku bangsa. cita-cita politik umat Islam harus dibimbing oleh komunitas politik Islam sebagai asosiasi pluralistik-desentralistik yang lebih berdasarkan pilihan ketimbang paksaan. dan kepentingan) menjadi satu bangsa (ummat) untuk hidup berdampingan secara damai.[26] Maka tidak apologetis. melainkan menjadi bukti historis situasi sosial-politik komunitas Madinah yang menjalani perjanjian aliansi (treaty of alliance). golongan. karena perjanjian itu merupakan suatu usaha Nabi SAW untuk mengadakan rekonsiliasi antara suku-suku sebagai perjanjian persahabatan untuk meleburkan (fusi) semua pluralitas dalam satu komunitas yang integrated.

[34] Untuk membuktikan otentisitas dan keluhuran Piagam Madinah kiranya penting dilakukan studi .Islam berfungsi bagi kehidupan masyarakat bangsa tidak sebagai bentuk kenegaraan tertentu. Nasionalisme 10.[29] dan Maulvi Muhammad Ali. Ahmad Sukarja[32] dan J. sosial. yakni penegasan "kedaulatan rakyat". komunitas (ummat wâhidah) 2. Menjunjung tinggi hak asasi manusia 9. beberapa ahli.[30] serta Zainal Abidin Ahmad[31]. Namun. tentukan sendiri cara pemilihannya. Artinya. melainkan sebagai etika sosial yang akan memandu jalannya kehidupan bernegara dan bermasyarakat sesuai dengan martabat luhur dan kemuliaan derajat manusia. dan aturlah urusan bersama dengan cara yang terbaik menurut kamu". tidak pula mendesakkan kepada kaum muslimin suatu sistem pemerintahan tertentu lewat mana mereka harus diperintah.[27] Muhammad Jalal alDin Surur. seperti Muhammad Khalid. tepat apa yang dikatakan oleh Ali Abd al-Raziq: Islam tidak menetapkan suatu rezim pemerintahan tertentu. Sikap Rasul yang tidak memberikan petunjuk untuk menentukan penggantinya sebagai 'kepala negara' sesudah wafatnya. Musyawarah Prinsip-prinsip di atas pada dasarnya adalah prinsip universal yang diakui oleh kalangan internasional sebagai prasyarat untuk mewujudkan kehidupan sosial-politik yang egaliter dan demokratis. Kebebasan berpendapat. Suyuthi Pulungan[33] dalam bukunya masing-masing. tapi Islam telah memberikan kita kebebasan mutlak untuk mengorganisasikan negara sesuai dengan kondisi-kondisi intelektual.[28] Hasan Ibrahim Hasan. karena itu pilihlah sendiri penggantiku [jika dibutuhkan]. Prinsip-prinsip substansial ini memang sungguh-sungguh terrefleksikan secara eksplisit dalam diktum naskah Piagam Madinah. Keadilan sosial 5. Perlindungan dan pembelaan terhadap yang lemah dan tertindas 4. Tampaknya. Dalam konteks ini. bangsa. Kolektifitas dan solidaritas sosial 3. Diamnya Rasul seolah-olah menyatakan: "Tanggungjawabmu urusan sosial politik zamanmu. selain bisa ditafsirkan sebagai sikap demokratis yang tidak memberikan wasiat pelimpahan kekuasaan. berbeda dalam merumuskan prinsip-prinsip dasar "kehidupan demokratis" dalam angan-angan sosial-politik Piagam Madinah yang hanya berjumlah 47 pasal itu. Persamaan di depan hukum 7. berekspresi dan beragama 8. dan dengan mempertimbangkan perkembangan sosial dan tuntutan zaman. hanya ada satu prinsip yang tak terlihat di atas bagi kokohnya kehidupan demokrasi. dari keragaman rumusan ini secara singkat dapat ditarik point-point umum bahwa prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan bagi kehidupan demokratis untuk segala zaman dan tempat itu adalah: 1. prinsip ini sesungguhnya telah terjawab dengan keterlibatan rakyat dalam perumusan dan kesepakatan Piagam ini. berorganisasi. Namun. dan tanggungjawabku urusan sosial politik zamanku. dan ekonomi yang kita miliki. Kekuasaan politik untuk mengatur urusan bersama dikembalikan sepenuhnya kepada kedaulatan rakyat. juga bisa dimaknai bahwa Rasul mewariskan "demokrasi" bagi generasi berikutnya. Equalitas sosial 11. Namun. Prinsip kesatuan umat. kedaulatan dikembalikan kepada rakyat sepenuhnya tanpa ada pesan-pesan politik yang mengganggu kebebasannya dalam bersikap dan menentukan nasib politiknya. Perdamain antar sesama dan lingkungan 6.

hlm. Donohue dan L. (London: Oxford University Press. Robert E. hlm.VI/1989.). 30. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar. “The Islamic Concept of State”. Islam dan Tata Negara: Ajaran. hukum umum sebab akibat. [4] Munawir Sjadzali. (Jakarta: Beunebi Cipta. hlm. 1993). dan Declaration of Human Rights (Deklarasi Hak Asasi Mnusia. 1789) yang lahir pada permulaan Revolusi Perancis. 34-35. hlm. Islam dan Tata Negara: Ajaran. 1689) yang diterima oleh Parlemen Inggris. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. Hornby. The Caliphate. 1988). Perkembangan Modern dalam Islam. dan sebaginya. hlm. [1] daya jangkau yang universal. 179. Secara leksikal berarti: [1] dasar kebenaran. dalam John J. 1215) yang dibuat Raja John dari Inggris. [3] hak membuat keputusan-keputusan yang mengikat dan diterima sebagai absah. Bill of Rights (Undang-undang Hak. Montgomery. 3/Vol. 261. II. 2. Sejarah. Plano. hlm. [2] kontrol mutlak atas pemakaian kekerasan fisik. meliput semua anggota masyarakat. [2] Istilah “prinsip” ini berasal dari bahasa Inggris “priciple”. The Four Freedoms (Empat Kebebsan): [1] kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. Gimson (eds. [3] kebebasan dari ketakutan. 1993). Franklin D. 1965). hlm. misalnya tentang sumber kekuasaan. pola hubungan masyarakat yang dibentuk berdasarkan keputusan-keputusan yang sah dan dilaksanakan dalam masyarakat itu. Karena keempat ciri-ciri khas tersebut adalah juga ciri-ciri khas negara. Arnold. Bandingkan dengan Harun Nasution dan Azyumardi Azra (ed. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. dan [4] keputusannya bersifat otoritatif. 233. 1989). dan Helenan S. Islamic Political Thought. wajar kalau sang orientalis semacam W.). 701. Declaration des droits de l'homme et du Citoyen (Pernyataan Hak-hak Manusia dari Warga Negara. A. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Muslim Perspective (New York: Oxford University Press. 1989). “Islam Kosong Sistem Politik”. 1974). 24-36. maka istilah “sistem politik” umumnya dipakai sebagai nama kolektivitas hubungan dari suatu negara. artinya menyandang daya pengabsah dan kerelaan yang besar. Wawancara di PESANTREN No. Montgomery Watt menyebut Piagam Madinah sebagai suatu "kesatuan politik tipe baru" (political unit a new type) dan dikatakan sebagai suatu ide yang revolusioner untuk saat itu. asas (kebenaran yang menjadi dasar berfikir. (Jakarta: UIPress.C. hlm. Baca Jack C. Sistem politik dibedakan dari sistem sosial lain oleh empat ciri khas. Kamus Analisa Politik. Islam in Transition. A. 1982). bentuk negara. Cet. 1798) yang dirumuskan Rakyat Amerika. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Sejarah. dan Pemikiran. dan sebagainya). moral. 664. Edisi V. [6] Baca Thomas W. Dan terjemahan lain Politik Islam . Karena itu. yang dirumuskan oleh Presiden Amerika Serikat.P. (eds. 1948) oleh PBB.). hlm.S. (Jakarta: P3M. Atau. (Jakarta: Balai Pustaka. [7] Baca W. Cowie. dan [4] kebebasan dari kemelaratan. (Jakarta: Rajawali. 1985). Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. 1987). Bill of Rights (Undang-undang Hak. [2] tuntunan peraturan untuk tingkah laku. [5] Baca Fazlur Rahman. dan Pemikiran. bertindak.perbandingan secara mendalam dengan Magna Charta (Piagam Agung. Bandingkan juga dengan bukunya. Robin. Edisi V. Riggs. Esposito. hubungan antara negara dan warga negara. hlm. (London: Routledge and Kegan Paul LTD. [2] kebebasan beragama. mekanisme pemerintahan. Ia membenarkan bahwa masyarakat Madinah yang diorganisir Nabi itu merupakan suatu negara dan pemerintahan yang membawa kepada terbentuknya suatu umat Muslim. Roosevelt. (Jakarta: UI-Press. dan A. 233. cara pengangkatan dan pemberhentian kepala negara. [3] Munawir Sjadzali. Wallahu 'Alam bi al-Shawab [1] Sistem politik (political system) yang dimaksud adalah suatu konsep yang mengatur soal kenegaraan.

terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties. Politics in the Middle East. [16] Abdurrahman Wahid. 209. (Mesir: Maktabah al-Anjlu al-Mishriyat. t. (Jakarta: LSIK dan RajaGrafindo Persada. II (London: Oxford at the Clarendon Press. [23] James. The Oxford English Dictionary. Din Syamsudin. 102. 11. (kairo: Dar alMa’arif). 1979). JURNAL ULUMUL QUR’AN No. Brown and Company. Vol. 116. 35-36. [21] Baca lebih jauh pada M. Dekonstruksi Syari’ah. [18] Baca Al-Mawardi. (Boston: Little. hlm. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. t.. “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. Muqaddimah Ibn Khaldun.t. hlm. hlm. Hitti. dan J. [26] Philip K. 1988). [9] Bandingkan dengan Kata Pengantar Masdar F. 7-8. 1993. Mas’udi. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an (Jakarta: LSIK. Suyuthi Pulungan. dan Al-Khilafah wa al-Mulk (Kuwait: Dar al-Qalam. hlm. 1994). Suyuthi Pulungan. 4-9. (al-Qahirat. (eds. hlm. 1955). “negara (. . 2. 18--19. 680. 1978).. [27] Baca Muhammad Khalid. 1994). hlm. cit. (Jakarta: P3M.dalam Lintasan Sejarah.: Dar alKatib al-Arabiy.). Capital Cities of Arab Islam.. [22] Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. Khatam al-Nabiyyin. [15] Karya politik Al-Maududi yang spesifik adalah Islamic Law and Constitution. op. 135. [10] James A. [25] Dikutip J. 294. Human Rights and International Law. 1994). (t. op. Vol. (Jakarta: UI Press. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. A. [8] Baca Muhammad Dhiya’ al-Din al-Rayis. v.H. 1978).). [13] Buku politiknya yang sering menjadi rujukan adalah al-Hukumah al-Islamiyyah. [14] Buku politiknya yang kontroversial adalah Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. (Beirut: Dar al-Fikr. hlm. 1925).. [20] Baca Ibn Khaldun. VI/1989. cit. hlm. [19] Baca Ibn Taymiyah.). 1955). 1989).).t. 1979). hlm.)”. 55. 1957). IV. (Yogyakarta: LKiS. 3/Vol. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? (Yogyakarta: LKiS. War and Peace in the Law of Islam (Baltinore: John Hopkins. Tarikh al-Islam. hlm. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. hlm. t. Jilid I. 30-41. hlm. Suyuthi Pulungan. 1995). (Minneapolis: University of Minnesofa. [11] Hasan Ibrahim Hasan. Bill dan Carl Leiden.el. [24] Misalnya studi yang dilakukan Ahmad Sukarja. dari Madjid Khadduri. [12] Dikutip dari J. [17] Abdullahi Ahmed an-Na’im. (Mesir: Mathba’ah Meshr. hlm. hlm. Th. 1994). tentang Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk. dalam PESANTREN No. 1973). al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat.tp. Murray et.t. (Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. dalam Abdelwahab ElAffendi. (Beirut: Dar al-Fikr. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. (Jakarta: P3M. tentang Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan al-Qur’an.

al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat. op. hlm. 1994. Membentuk Negara Islam. Hitti. “Islam Kosong Sistem Politik”. Human Rights and International Law. Membentuk Negara Islam. Jilid I. Ali Abd. Al-Maududi. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq. Mesir: Mathba’ah Meshr. 78-79. 1978. hlm. [29] Baca Hasan Ibrahim Hasan. New York: Oxford University Press. cit. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties. Suyuthi Pulungan. London: Oxford University Press. Thomas W. Cowie. Perkembangan Modern dalam Islam. (eds. Wawancara di PESANTREN No.[28] Muhammad Jalal al-Din Surur. “The Islamic Concept of State”. Esposito.VI/1989. [30] Baca Maulvi Muhammad Ali. Al-Khilafah wa al-Mulk. hlm.t. Gimson (eds. dan A. Philip K. hlm. Capital Cities of Arab Islam. (Beirut: 1972). 1925. Jakarta: P3M. 1994. 1924). dalam John J. Yogyakarta: LKiS. 1952). Fazlur. . 1979. Jakarta: UIPress. dan Carl Leiden. 1982. Tarikh al-Islam. Khaldun. Zainal Abidin. The Caliphate. [32] Baca Ahmad Sukarja. Jakarta: 1956. [33] Baca J. 92. Kuwait: Dar al-Qalam.. Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. ‘Imarah. 1993. 1965. cit. Al-Mawardi. Hasan..S. Brown and Company. Muhammad. Boston: Little. t. al-Rayis. Muqaddimah Ibn Khaldun. hlm. Muhammad Dhiya’ al-Din. (Jakarta: 1956). dan Pemikiran. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq. 78. Abdel Wahab. Ibrahim Hasan. al-Raziq. A. BIBLIOGRAFI Ahmad. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Islam dan Tata Negara: Ajaran. Hornby. Mesir: Maktabah alAnjlu al-Mishriyat. Politics in the Middle East. 1957. Sejarah. Beirut: Dar al-Fikr. Nasution. Muhammad the Prophet (Lahore. Harun dan Azyumardi Azra (ed. --------. Arnold.). an-Na’im.). 121.t.. Sjadzali. op. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam.P. A. hlm. London: Routledge and Kegan Paul LTD. Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. Dekonstruksi Syari’ah. Ibn. Edisi V. Abdullahi Ahmed. Bill..). Qiyam al-Dawlah al-’Arabiyyat al-Islamiyyat fi Hayat Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Sallam (al-Qahirat. [34] Lihat Muhammad ‘Imarah. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? Yogyakarta: LKiS. [31] Baca Zainal Abidin Ahmad. Beirut: 1972. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. James A. Islam in Transition. El-Affendi. 1973.C. 1985. t. Rahman. Beirut: Dar al-Fikr. 1979. (Minneapolis: University of Minnesofa. 121. 1974. 3/Vol. Donohue dan L. cit. 124. op. Muslim Perspective. Munawir.

Seharihari bekerja sebagai Kepala Seksi Penelitian dan Pengkajian Ilmiah pada Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Depag RI. 1988. t. Biodata Penulis Marzuki Wahid. Pulungan. J. Sedangkan buku yang ditulis sendiri bersama Rumadi adalah Fikih Madzhab Negara. 1993. Zikrul-Hakim. W. Wahid. Watt. Abdurrahman. Beragama di Abad Dua Satu. 1989. http://isif. dalam PESANTREN No. Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta. Robin. Kamus Analisa Politik. (Jakarta: CV. Kritik atas Politik Hukum Islam di Indonesia (Yogyakarta: LKiS. 1989. Adapun beberapa buku di mana ia menjadi salah satu kontributor tulisan adalah Tubuh. Dan terjemahan lain Politik Islam dalam Lintasan Sejarah. Beberapa buku yang pernah dieditnya adalah Pesantren Masa Depan (Bandung: Pustaka Hidayah. Jakarta: Rajawali.id/riset/item/42-islam-dan-pluralisme-angan-angan-sosial-politik-demokratik-piagammadinah. Alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Jakarta: LSIK. 2. lahir di Cirebon 20 Agustus 1971. 3/Vol. Sukarja. staf pengajar pada Fak. IV. 2002).1989. 1988. Riggs. Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2000). Juga aktif sebagai staf peneliti pada LAKPESDAM-NU Jakarta dan sekretaris Dewan Kebijakan Fahmina-institute Cirebon. Jakarta: Balai Pustaka. Seksualitas. Cet. Din “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. VI/1989. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. Jack C. JURNAL ULUMUL QUR’AN No. 1994.A . dan Kedaulatan Perempuan.: Dar al-Katib alArabiy. Jakarta: Beunebi Cipta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Taymiyah. (Yogyakarta: Kerjasama Rahima-ff-LKiS. t. dan Helenan S. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. 1997).html ] oleh Hafidz Abdurahman M. Jakarta: P3M. Serial Khutbah Kontemporer. Menempuh pendidikan sarjana (S1) pada Fak. Kini tengah menyelesaikan program pendidikan doktor (S3) pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Geger di Republik NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdam. Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk. 2002). Dinamika NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdsam. I. Jakarta: UI Press. dan Kritik Nalar Bahtsul Masail NU: Trasformasi Paradigma. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. 1995. Suyuthi. 1999). Robert E. II. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. 1987. 1999).tp. Syamsudin. Magister (S2) pada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an . Vol. Bunga Rampai Pemikiran Ulama Muda. Cet.ac. 1999). Th. Montgomery Islamic Political Thought. Beyond the Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gus Dur (Bandung: RosdaINCReS. Jakarta: P3M. (Jakarta: Lakpesdam. Ibn.t. 1999). M. Ahmad. Plano.

buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid. setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. berdasarkan perspektif kebahasaan. pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966). karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at. sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie.Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. karena tulisan ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. Sebab. setidaknya dengan comparatively method. “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. diperlukan kejelian dan kecermatan.Untuk membaca. Sekalipun demikian. Karena itu. sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. Cuma persoalannya. antara lain. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”. Kedua. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar. ketika menulis pengantar ini. Asumsi ini juga dapat diterima. asumsi yang kedua ini lebih tepat. antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom . ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas. Karena itu. “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. Asumsi ini dibenarkan. dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. Tetapi. agar saya bisa bersikap amanah. mungkin saja asumsi ini tidak betul. saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya. seperti kata penulis buku ini. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub). Paling tidak. jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat. apalagi melacak.

khususnya ketika bersama al-’Aqqad. setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an. Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub. beliau tidak terlibat dengan partai manapun. sejak tahun 1946. wilayah Asyuth. antara tahun 1926-1950. Sekitar tahun 1926. setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. Setelah itu. Dari Qaryah. beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad. Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam. Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. Selama 25 tahun. serta uraian tentang krisis di tanah air. Tetapi. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah. Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952). kemudian tentang siapa yang disebut penyair. sepuluh tahun kemudian. penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. Sayyid Qutub bersamanya. dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada. ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. beliau melanjutkan studi ke Kairo.yang diurai di dalamnya. Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. Pada akhirnya beliau keluar. kritik terbuka kepada Dr. dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah. ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. tetapi hanya bertahan dua tahun. Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis. beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943). beliau mengatakan. pada usia 20 tahun. Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947).1937). Disamping itu. kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan makalah sosial (1940-1941). saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. Karena itu. As-Syathi’al-Majhul (1935). gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. Dalam pengantarnya. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944). Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum. tahun 1906. beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. Dalam rentang inilah. . Kurang lebih 25 tahun. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938). Dilahirkan di Qaryah. seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933. pecahan Partai al-Wafd. dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan. kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945).

beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. AlMadinah a!-Mashurah (1946). dasar dan metodenya. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir. Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat . saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan. sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. Thiflun min al-Qariyah (1946).Sekalipun berisi bantahan. setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh. Setelah kembali ke Mesir. Dalam jamaah ini. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). ketika berusia 45 tahun. seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945. Dari sini saya tahu. ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. penulis buku al-Ayyam. Dari sini. Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. Buku ini berisi kritik sastra. Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. Buku yang menekankan. tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika. bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. tahun 1949. Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. Berisi pemandangan kiamat. penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. beliau menyaksikan Hassan al-Bana. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). Saya mendalami perjalanan hidup beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. Asywak (1947). tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi. dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. Buku ini berisi kisah fantasi. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948). pendiri aI-Ikhwan dibunuh. Pada saat inilah. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam. Ketika di Amerika. seperti al-Bana. yang terbagi dalam delapan puluh surat. Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. beliau bergabung dengan al-Ikhwan. Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein. Karya ini ditujukan kepada para sastrawan. yang sangat beliau kagumi.

Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau. mereka mengatakan: “Bukan itu. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). Hadza ad-Din (1953). beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini. Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an.” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit. mereka mengatakan: “Bukan itu. Pemakaian istilah al-wa’yu. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid .” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. Apa lagi untuk mendapat laporan. bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit.” Karena itu.diwujudkan oleh Islam. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. Inilah kitab Sayyid Qutub. seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru. mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam. sejak pertama kali mendirikan partainya. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya. tapi ini. Karena itu. Kemudian secara berurutan. mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. dalam rentang antara tahun 1953-1966. al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din. namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. Dirasat Islamiyyah (1950-1953). sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. keluar buku beliau. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim. Sesuatu yang biasanya sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau. Tentang masalah yang terakhir ini. ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. tahun 1953. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. “Saya yakin. Dalam pertemuan ini. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya.

Sayyid Qutb kembali ditangkap juga di tahun 1954 dengan tuduhan terlibat usaha pembunuhan terhadap presiden yang berkuasa. Dalam persidangan militer yang dipimpin oleh jamal Salim dan beranggotakan Anwar Sadat dan Husein . Tahun 1952 Sayyid Qutb mengundurkan diri dari tugas kepegawaian dan mulai berkecimpung di dunia pers. hingga aku bisa menghafal Alquran dan membacanya di hadapan ibu dengan baik.. Menginjak usia 45 tahun. Dan buku ini. Di tahun yang sama ia ditangkap bersama beberapa pemimpin Ikhwanul muslimin dan mendekam di penjara selama dua bulan. Sekarang saya telah hafal Alquran dengan demikian saya telah menunaikan sebagian harapan ibu".. Sayyid Qutb mulai bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin dan pada tahun 1954 ia dipercaya menjadi pemimpin redaksi majalah resmi Ikhwanul muslimin.... Selama dua tahun ia bermukim di Amerika untuk mempelajari metode pengajaran di Amerika sebagai studi banding dengan sistem pendidikan di Mesir.. Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat.. Sayyid Qutb lahir pada tahun 9 Oktober 1906 M dari rahim seorang ibu sederhana di desa Musyah di Propinsi Asy Syuth.. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat.. WaIlahua’lam bi as-Shawab. Sejak tahun 1940 sampai 1945 ia ditarik dari dunia pengajaran dan diperbantukan di Kantor departemen pendidikan. Dalam bukunya "Taswžr al fannž fil qur'n" ia mengatakan. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh). Sebelum genap berusia 10 tahun Sayyid Qutb telah menghafal Alquran sebagaimana harapan ibunya.anaknya dari lingkungan jahiliah. dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. Tepatnya pada 20 Agustus 1950 Sayyid Qutb kembali ke Mesir dan diperbantukan menjadi pengawas di tehnikal riset departemen pendidikan Mesir. Anak tertua seorang perempuan.:::::Sayyid Qutb:::::. yang masih belum sadar. Pada tahun 1936 dipindah lagi ke Helwan. Setelah lulus Sayyid Qutb dilantik oleh departemen pendidikan menjadi guru di madrasah D'wudiyah. Akhirnya. apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah.. Jamal Abdul Naser. Lima tahun setelah itu ia melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas di madrasah persiapan Darul Ulum.. Tidak heran kalau dari keluarga ini kemudian lahir para penulis Islam yang handal. Kemudian pada tahun 1929 Sayyid Qutb terdaftar sebagai mahasiswa di fakultas adab universitas Darul Ulum Kairo dan tamat pada tahun 1933. Build your own site .. Fatimah sang ibu menjaga pergaulan anak. Tahun 1920 ia kemudian merantau ke Kairo dan tinggal bersama pamannya untuk meneruskan sekolah ke jenjang menengah di madrasah Abdul Aziz (sekolah guru menengah). "Harapan ibu yang paling besar terhadapku adalah agar Allah berkenan membuka hatiku. merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya.. Hamidah Qutb. Belum cukup beristirahat. Kemudian dipindah ke madrasah Dimyat pada tahun 1935 . beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. Keempatnya pernah membuat satu bunga rampai yang diberi judul "Al Aty'f al Arba'ah". Pada tahun 1948 mendapat kepercayaan menjadi utusan departemen pendidikan Mesir ke Amerika.Qutub. Pada tahun 1918 ia menamatkan pendidikan dasarnya di Musya. Sejak kecil mereka telah dikenalkan dengan lingkungan islami dan dibesarkan dengan didikan islami. Muhammad Qutb anak ketiga dan yang terakhir Aminah Qutb. Beliau adalah anak kedua dari empat bersaudara..

"Pancunglah ia di waktu Subuh. Ia mengkritisi tatanan sosial masyarakatnya. Ketika mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Kairo tidak disia-siakan olehnya. Di pagi dinihari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966. Presiden Jamal Abdul Naser kemudian mengirimkan surat permohonan maaf ke raja Faisal dan mengabarkan bahwa surat sang raja sampai ke tangannya setelah pelaksanaan hukuman.nama penyair seperti Ahmad Syauqi. Untuk itu ia sangat mengidolakan sastrawan yang sejalan dengan pola pikirnya. Berbagai buku dilahap Sayyid Qutb mulai dari kisah-kisah kepahlawanan sampai buku. Bahkan di Pakistan terjadi demo besar-besaran. Hafidz Ibrahim telah menghias pikirannya.buku agama. tanggal 12 Agustus 1965 dijatuhkan hukuman mati buat Sayyid Qutb yang pelaksanaannya dijadwalkan tanggal 21 Agustus 1966. Sayyid Qutb dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Bahkan ia mempunyai perpustakaan pribadi di rumahnya. Melalui sidang militer yang dipimpin oleh Fuad ad Dajwa. Ia menceritakan ketika selesai dari pendidikan dasar Sayyid Qutb tidak langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya.. banyak pihak yang bersimpati kepada Sayyid Qutb dan mengirimkan surat permohonan kepada Jamal Abdul Nasser untuk memberikan grasi bagi Sayyid Qutb. Ketika akan diberikan Jamal Abdul Nasser menolak kemudian menginstruksikan kepada Sami Syarf. Sementara syarat diterima di pendidikan menengah (Madrasah Abdul Azis) harus berusia 15 tahun. untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawa Berarti harus menunggu selama lima tahun. Pada awalnya Sayyid Qutb sangat tertarik dengan aliran sastra yang dibawa oleh Abbas mahmud al Aqqad. Kesulitan hidup di Kairo membawa pengaruh kepada pola pikirannya. Namun ia tidak menyerah dengan keadaan tapi malah berontak dengan lingkungan. Ia begitu intens mengikuti berbagai kajian sastra. Karena ia dapat langsung berhubungan dengan para penyair besar Mesir. Sayyid Qutb dipancung di penjara militer. Waktu itu ia baru berumur 10 tahun. Mengetahui putusan hakim. Pertama: Sayyid Qutb termasuk warga kelas menengah ke bawah dari segi ekonomi. Para pemimpin negara pun tidak ketinggalan.. Orang miskin tidak punya banyak kesempatan untuk menimba ilmu kalau tidak memiliki indeks prestasi yang tinggi. Demo ini digerakkan oleh berbagai organisasi Islam meminta Abdul Naser mencabut kembali tuduhan buat Sayyid Qutb dan membebaskannya dari hukuman mati. baru kemudian engkau berikan surat itu kepadaku". Pada tanggal 9 Agustus 1965 untuk ketiga kalinya Sayyid Qutb kembali ditahan dengan tuduhan merencanakan kudeta untuk menggulingkan pemerintah dan usaha pembunuhan presiden. Sayyiq Qutb mengisi waktu luangnya dengan membaca buku.Syafi'i. Sebagai anak desa Sayyid Qutb juga mengalami hal yang sama. Karena gemar membaca Sayyid Qutb disegani oleh masyarakat desanya yang tergolong masyarakat menengah ke bawah dan buta huruf. Nama. Sayyid Qutb mendapat pemotongan masa hukuman dan dikeluarkan dari penjara pada tahun 1964. Melalui permohonan presiden Irak ketika itu. Selama hidup di Mesir ia mulai mengasah bakatnya di bidang sastra. Abdussalam Arif. Sami Syarf. Dan hal itu ia dapati dalam sosok Abbas . Kecenderungan sastra semakin tumbuh ketika ia dikenalkan oleh beberapa penduduk desa yang belajar di Kairo dengan beberapa penyair terkenal Mesir. Kecenderungan ini sempat dibaca oleh Kepala sekolah tempat Sayyid Qutb belajar. Kesempatan belajar di sekolah-sekolah favorit hanya milik orang kaya. Hidup dan belajar di Kairo adalah kesempatan emas buat Sayyid Qutb. Sejak tahun 1923 Sayyid Qutb begitu intens menghadiri muhadarah Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tempat dan menjadikannya sebagai guru sastra. Sayyid Qutb Seorang Sastrawan Sejak kecil Sayyid Qutb telah tertarik dengan dunia sastra. Dalam bukunya Taswžr al fannž fi al Qur'n. Karena ukuran badannya yang tergolong kecil ia tidak kuat untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawah seperti kebanyakan anak desa. Setidaknya ada dua alasan kenapa Sayyid Qutb tertarik kepada Abbas Mahmud al Aqqad. Di antaranya Raja Faisal dari Saudi Arabia mengirim surat permohonan pembebasan Sayyid Qutb. Pada waktu itu Mesir tergolong negara miskin. Dalam masa penantian. Pada tanggal 28 Agustus 1965 surat permohonan dari raja Faisal sampai ke tangan pembantu presiden Jamal Abdul Nasser. Beberapa bait syair Tsabit Jarjawi sering diberikan kepala sekolah kepada Sayyid Qutb untuk dihapal.

Disamping ia juga bergabung bersama gurunya di partai wafd sebagai corong sosialis di Mesir. Ketika ditanya sebab kegembiraan tersebut mereka menjawab "Bahaya laten bagi Barat dan Amerika telah terbunuh di Mesir yaitu Hasan al Bana pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin". Dalam tulisan-tulisannya Abbas al Aqqad sering mengkritisi pola hidup masyarakat Mesir dan membandingkannya dengan masyarakat Barat. Sekarang tiba waktunya bagi kita untuk membuat sesuatu selain teori belaka. Hubungan antara guru dan murid. Jadeed sebagai wadah mengasah kemampuan jurnalistiknya. Dalam beberapa makalah yang ditulis dari Amerika Sayyid Qutb justru mencela budaya Amerika. Sebagai ucapan terima kasih Sayyid Qutb menghadiahkan karyanya Tifl min al qoryah kepada Toha Husein.karya Sayyid Qutb baik yang berbentuk syair. Budaya santai masyarakat Mesir dipaksa untuk dicabut dari dirinya melihat pola kerja masyarakat Amerika yang serba profesional. Gejala ini dimulai dari bukunya "taswiir al fanni fi al Quran" yang diterbitkan pada tahun 1945. prosa maupun karya ilmiah bersifat kritik sosial. Seperti Abbas Mahmud al Aqqad karya. Aliran sastranya banyak meniru gurunya. Tapi semangat keislamannya semakin tumbuh. Pada bab pendahuluan ia memulai dengan tulisan "laqad wajadtu al Qur'n" (Sungguh aku telah menemukan al Quran).Mahmud al Aqqad. Waktu itu termasuk aib bagi seorang penulis bila tidak menguasai bahasa asing. Ats Tsaq'fah. Dalam sebuah makalahnya yang ditulis dari Amerika. Rutinitas harian membuat mereka jenuh. Perubahan ini semakin mengkristal dalam dirinya ketika berada di Amerika dalam rangka studi banding sebagai utusan departemen pendidikan Mesir ( 1948-1950 ). Kekayaan informasi di samping penguasaan bahasa asing yang dimiliki Abbas Mahmud al Aqqad membuat Sayyid Qutb mengaguminya. Diiringi daya kritisnya yang semakin tajam. Tulisan-tulisannya sering dimuat di berbagai media cetak Mesir seperti al Ahr'm. Kebetulan Toha Husein menjadi penasehat Kementrian Pendidikan ketika itu. Ada nuansa islami yang mulai menguat. al Aalam al Arabi dan al Fikr a. "Sesungguhnya aku yang meyakini kekuatan kalimat kini aku merasa bahwa kita di Mesir khususnya atau masyarakat Timur pada umumnya selama ini lebih banyak teori tanpa praktek nyata. Sayyid Qutb takjub akan kebesaran nama Hasan al Bana di Amerika sementara ia yang orang Mesir . Ia juga menerbitkan dua majalah. Ia memandang Abbas Mahmud al Aqqad sebagai sastrawan yang membawa nafas baru bagi masyarakat Mesir.tengah lingkungan kapitalis merupakan hal baru bagi dirinya. Sekalipun semua fasilitas tersedia. Sayyid Qutb mengatakan. Ar Ris'lah." Namun kehidupan yang menghambakan materi bukan membuat Sayyid Qutb luntur dan berbaur dengan lingkungan dan pola pikir masyarakat Amerika. Sayyid Qutb dan Ikhwanul Muslimin Abdul Baqi Muhammad Husein dalam bukunya "Min a'l'm al harokah al Isl'miyah al mu''shiroh mengatakan suatu saat ketika Sayyid Qutb berada di Amerika ia heran melihat melihat masyarakat Amerika bergembira karena meninggalnya Hasan al Bana. tindakan kriminal sebagai obat stress dan rasa jenuh. Kedua: Abbas Mahmud Al Aqqad adalah termasuk pembaharu dalam bidang sastra pada zamannya. Seakan-akan ia kembali menemukan mutiara yang telah hilang selama bertahun-tahun. Ketika tahun 1945 terjadi perubahan dalam diri Sayyid Qutb. Ia banyak mengadopsi budaya barat sebagai masyarakat percontohan. Kelebihan Abbas al Aqqad dibanding sastrawan lain di zamannya adalah ia mampu membaca karyakarya sastra penulis barat. Berdasarkan dua alasan di atas terjalin hubungan akrab antara Sayyid Qutb dan Abbas Mahmud al Aqqad. Karena nasehat dari Toha Husein yang membuat Sayyid Qutb mengurungkan niat untuk mengundurkan diri dari tugas kepegawaian. Sebab di Mesir Sayyid Qutb terpola dengan pemikiran gurunya yang sosialis. Bila ia berjalan sesuai dengan aliran yang dibawa Abbas Mahmud al Aqqad maka ia akan mampu merubah tatanan sosial masyarakat. Aliran Abbas al Aqqad yang sebelumnya mendominasi dalam setiap karyanya tidak lagi terasa. hidup serba ada justru rakyat Amerika stres. Hidup di tengah.Dengan tetap istiqamah dalam aliran Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tulisannya membuat Sayyid Qutb dekat dengan Toha Husein ketika ia menjadi pegawai di departemen pendidikan Mesir. Sehingga menjerumuskan mereka dalam budaya seks bebas.

Penutup Membaca perjalanan hidup Sayyid Qutb bagi penulis ibarat mengulang kembali perjuangan nabi Ibrahim melawan raja Namrud. Ketiga: keuntungan yang di dapat oleh manusia bila menjadikan Islam sebagai manhaj hidup. Tapi tugas kita adalah mengenalkan hakekat laa Ilaaha Illa Allah (tiada tuhan selain Allah). Dalam tafsir "Fi adz dzilal al Quran" ia menjelaskan.asli tidak begitu banyak tahu. Melalui keputusan sidang militer ia dijatuhi hukuman 15 tahun sementara beberapa anggota ikhwan ada yang dijatuhi hukuman mati termasuk Hasan al Hudhaibi. ideologi. Hal ini terlihat dari beberapa karyanya seperti: nahwa mujtama' al Isl'mi. Hal ini dituangkan dalam buku. Struktru ide yang ada dalam buku "Ma'aliim fi Ath Thariq" menurut al Maududi sejalan dengan ide yang dikembangkannya selama ini. Resminya di tahun 1953 ia menjadi anggota resmi Ikhwanul Muslimin.bukunya seperti: al Isl'm wa al musykilah al hadh'rah. Ia hanya mengkritik aturan-aturan selain aturan Allah SWT yang berlaku di masyarakat sebagai aturan jahiliyah dan bukan menghukumi masyarakat. Keempat: Sikap Islam terhadap kolonialisme dalam semua segi. Bahkan ia rela mati demi prinsip tersebut. Padahal tidak demikian maksud Sayyid Qutb. Padahal ia termasuk salah seorang penasehat jamal Abdul Nasir." Kedua: langkah yang harus ditempuh untuk membuat masyarakat muslim sebagaimana masyarakat yang telah dibentuk oleh Rasulullah SAW di Madinah. Buku ini adalah hasil renungan Sayyid Qutb selama di penjara. politik.kritik sastranya yang terkenal dengan istilah "Nadzriah as suwar wa adz dzilal" yang tergolong fenomena baru di dunia sastra. militer dll.karyanya menitik beratkan ke dalam beberapa hal: Pertama: Kebutuhan manusia akan aqidah islami yang murni yang langsung bersumber dari al Quran dan as Sunnah. Setelah menjalani pemeriksaan selama tiga hari Sayyid Qutb dijatuhi hukuman mati karena bergabung dengan ikhwanul muslimin yang dituduh merencanakan kudeta. Pada pagi dini hari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966 Sayyid Qutb menjemput syahadah di tiang gantungan. Bukan itu saja sejak tahun 1947 berbagai buku yang sarat dengan nilai Islam lahir dari sentuhan penanya. Sayyid Qutb meyakini dengan berpegang kepada Aqidah yang murni maka setiap muslim akan mampu menghadapi problematika hidup. Selama dalam penjara aktivitas menulisnya tidak berhenti. Pada tahun 1964 ia menerbitkan bukunya "Ma'aliim fi Ath Thariq" setelah keluar dari penjara. Seperti nabi Ibrahim. Sejak bergabung dengan Ikhwanul Muslimin karya. al ad'lah al ijtim''iyah fi al Islam. Sayyid Qutb berjuang untuk menemukan prinsip hidup yang benar dan itu ia dapatkan dalam gerakan ikhwanul muslimin. as sal'm al 'lami wa al Isl'm dll. Bagi yang sekilas membacanya buku ini terkesan sangat radikal. Puncaknya ia berhasil menciptakan tafsir "Fi adz dzil'l al Qur'n" sebagai karya monumental di bidang tafsir. Banyak buku yang dihasilkan termasuk merampungkan tafsir Fi adz dzilal al Quran. Ia mengajak masyarakat memahami aqidah secara universal tanpa ada batasan-batasan geografis yang melingkupinya. Ia akan selamat di dunia dan bahagia di akhirat. Terlepas dari aliran Abbas Mahmud al Aqqad. ekonomi. Pada tahun 1965 turun perintah dari Jamal Abdul Nasir yang sedang berada di Moskow untuk menangkap Sayyid Qutb. Hal ini terlihat dalam bukunya al Isl'm wa al isti'm'r. Dengan bekal semangat keislaman ditambah pengetahuan baru yang didapat dari Amerika menjadikan Sayyid Qutb mencapai masa keemasannya di bidang sastra. . Ketika buku ini dibaca oleh Abul A'la al Maududi ia berkomentar seolah-olah ia yang mengarang buku tersebut. Melalui majalah ikhwanul muslimin ia banyak menulis karya dengan aliran baru yang diyakininya. hal nahnu muslimun dll. "Sesungguhnya tugas kita bukan untuk menghukumi manusia. Karena manusia tidak mengetahui konsekwensi dasar kalimat tersebut yaitu menerapkan hukum Islam dalam seluruh dimensi kehidupan. ini kafir ini mukmin. Pada tahun 1954 Sayyid Qutb beserta bersama ribuan anggota gerakan ikhwanul muslimin ditangkap dengan tuduhan rencana pembunuhan terhadap Jamal Abdul Nasir yang terkenal dengan nama peristiwa Mansyiah. Kritik. Akhirnya ia memutuskan untuk merubah haluan hidup dan bergabung dengan gerakan ikhwanul muslimin setelah selesai masa tugas di Amerika.

Adapun peristiwa. Hampir tidak pernah ia memulai suatu visualisasi melainkan ia mengubah para pendengar menjadi penonton dan memindahkan mereka ke panggung peristiwa pertama yang terjadi padanya atau akan terjadi sewaktu berputar seri demi seri pertunjukan dan berjalan dinamis semua gerakan.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan di bawah tema ini halaman 36: ((Visualisasi adalah sarana paling utama dalam uslub Al-Qur'an. Pendengar lupa kalau ini hanyalah kalimat yang dibacakan dan contoh yang diperdengarkan. hanyalah sebuah lafazh-lafazh yang beku tanpa ada warna yang menggambarkan dan sosok yang mengungkapkan. contoh kemanusiaan. dia dipertunjukkan untuk suatu maksud yang telah kami sebutkan. kejadian. keadaan kejiwaan. maka kitapun tahu sebagian rahasia kemu'jizatan dalam bentuk ini pada pengungkapan Al-Qur'an. lalu tatkala ditambahkan kepadanya percakapan. Penampilan inilah yang senantiasa ada di atas panggung. hanya saja terakhir dia kembali juga kepada kaidah besar ini: 'Visualisasi seni'. peristiwa yang dapat dilihat. satu kesatuan alur. atau di manapun dia berkehendak untuk membuat contoh apakah perdebatan atau penunjukan hujjah.23. dia mengkhayalkannya sebagai tontonan yang ditampilkan dan peristiwa yang terjadi. seketika itu ihwal kejiwaan menjadi layar tontonan. dan pemandangan maka ia menjadi kelihatan jelas di hadapan. serta tabiat kemanusiaan pun menjadi pribadi yang tampil. Padanya ada kehidupan dan gerakan dinamis. serta contoh kemanusiaan dan tabiatnya. dan pandangan.HoME Membantah "Visualisasi Seni Dalam Al-Qur'an" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 6. peristiwa kejadian. waktu itu juga contoh kemanusiaan menjadi satu sosok yang hidup. kekhususan universal. maka sempurnalah semua unsur imajinasi. kisah masa lalu. serta inilah kalimat yang lidah terus bergerak menyebutkannya. Inilah yang kami maksudkan sewaktu kami katakan: "Sesungguhnya visualisasi itulah sarana yang paling utama dalam uslub Al-Qur'an". Lalu ia naik kepada gambar yang dilukiskannya. Tatkala kita teringat bahwa sarana yang menggambarkan makna dalam pikiran dan keadaan kejiwaan juga bahwa sarana yang menampilkan contoh kemanusiaan atau peristiwa yang diceritakan. tapi ini adalah mazhab tetap[13]. kisah. suatu pemandangan hari kiamat. kapanpun dia kehendaki untuk mengungkapkan suatu makna murni. bukannya cerita tentang kehidupan. khayalan. bahkan kemanapun dia menghendaki perdebatan ini secara mutlak dan berpegang pada realitas inderawi. lalu tampak dalam perasaan jiwa sebagai suatu kehidupan. sangat menarik sewaktu dipergunakan dengan berbagai cara. suasana yang bermacam-macam. sifat maknawi. serta keadaan nikmat dan adzab. kejadian inderawi. keadaan kejiwaan. . dan jalan yang tertentu. dia mengungkapkan dengan gambaran inderawi imajinasi sesuatu yang maknawi. dia memberikan padanya sosok kehidupan atau gerakan yang dinamis. la bukanlah uslub hiasan dan bukan pula sesuatu yang liar berhenti di mana saja secara kebetulan. inilah reaksi beragam perasaan yang timbul sebab fase-fase yang sejalan dengan semua peristiwanya. maka tiba-tiba makna yang ada dalam pikiran itu mewujud suasana dan gerakan. Permisalannya adalah seluruh Al-Qur'an di manapun.

serta nada ungkapan dan kalimat dalam menampakkan suatu bentuk yang dinikmati oleh mata. Sedangkan manusia-manusia yang mulia baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan semuanya berlepas diri dari aktivitas semacam ini yang berisi panggung. pensil lukis paling canggih (halaman 251). bisa jadi Yahudi atau Nasrani bahkan orang-orang Komunis zindiq. lukisan. dan khayalan.Wajib bagi kita untuk memperluas makna visualisasi sampai kita berhasil mencapai semua ufuq visualisasi seni dalam Al-Qur'an. gerakan. irama. telinga. gambar. akal. peristiwa yang diceritakan dan yang digolongkan ke dalamnya. nada..?? Jikalau dia harus menerapkan semua istilah yang berada di bawah kaidahnya Visualisasi seni' ini silakan saja dia memilih apa yang dia kehendaki dari sya'ir dan centa-cerita buatan manusia (tapi bukan Al-Qur'an) baik dari para penulis cerita atau penyair Eropa serta siapa saja yang dia bertaklid padanya dari kalangan orang-orang yang melenceng baik dari bangsa Arab atau Ajam (non Arab). musik. dan pendengar yang tenggelam dalam kelezatan syahwat. akting. dan melalaikan shalat sehingga mereka dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Di samping itu ada juga tujuan materialis. Berkumpul padanya orang-orang yang paling rendah akhlak dan agamanya. akhlak. khayalan.. dialog. bioskop. Sebagaimana ia juga visualisasi dengan irama yang memberi warna dalam pertunjukan. dan jiwa.. Lantas kenapakah dia mempergunakan istilah-istilah yang sangat hina ini (serendah orang-orang yang meramaikannya. seringkali berpadu padanya penggambaran.)) Perhatikanlah istilah-istilah yang digunakannya: pemandangan. film. Sementara sudah menjadi kewajibannya untuk menyucikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala kalimat Rabb sekalian alam yang agung dari kaidah seni ini dan penerapan semua istilah ini yang dibangun di atas kaidah tersebut sementara bangsa Arab belum pernah mengenalnya padahal Al-Qur'an turun dengan bahasa mereka. Menurut keyakinanku Sayyid Quthb juga mengetahui semuanya setelah dia mengenali kandungan aktivitas ini dan pengetahuannya tentang jenis ragam manusia penyuka aktivitas ini yakni para penonton dan pendengarnya. dan tontonan mereka tidak mengenal musik. dan sutradara film.. Ia adalah visualisasi hidup yang diambil dari alam makhluk hidup. pemusik. serta penarinya yang laki atau perempuan)?? Mengapa dia menjadikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala yang agung sebagai lapangan untuk menerapkan istilah-istilah busuk ini seburuk para produsernya dan semua yang terlibat di dalamnya?? Lalu menganggapnya sebagai mazhab tetap Al-Qur'an. bukan sekedar warna dan goresan yang beku. kisah. adat istiadat yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. kesatuan alur. Di atas semua istilah inilah tegak pekerjaannya yang memurkakan Allah subhanahu wa ta’ala serta meremukkan Dien dan akhlak. perbuatan sia-sia. dibuat oleh para peletak perfilman dan panggung sandiwara. pikiran. layar. intonasi kata. Dia adalah visualisasi dengan warna.. Di mana bangsa 'Arab tidak mengenal panggung sandiwara. senandung. rasa. pertunjukan. bioskop. serta lensa foto. penonton. penonton. tokoh seninya penonton. penulis skenario. sarana visualisasi. membuang waktu percuma. bahwasanya kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang paling rendahan. kaidah dan ragamnya. pementasannya. Makna-makna yang dilukiskan memengaruhi jiwa anak Adam yang hidup atau pemandangan alam yang tidak memiliki kehidupan. panggung. penyanyi. miliaran dollar yang mereka cintai. Mereka mempunyai tujuan yang sangat busuk untuk menghancurkan Dien. dialog. Ia adalah visualisasi yang mengukur jarak nan jauh dengan perasaan dan jiwa. Bahkan andaikan .

Inilah mereka yang berpagi-pagi bangun.. Hal ini menjadi bukti bahwa mayoritas manusia telah sangat dangkal kesadarannya hingga ke dasar jurang. tidak kedudukan para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. dan cerita yang dipanggungkan dan difilmkan. Seorang muslim sejati teramat sangat menyayangkan bahwa buku ini dan pengarangnya disambut riuh dengan pengkultusan. lantas diapun melanglang buana dengan kaidah yang rusak dan pengistilahannya yang tunduk kepadanya manusia-manusia yang paling hina serta dikerjakan oleh seburuk-buruk dan senista-nistanya manusia di tempat yang paling dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Sebab aktivitas ini menafikan kejantanan. dan harga diri. Diapun menjadikan Kitabullah dan nash-nashnya yang suci layaknya pertunjukan. innaa lillaahi wa innaa ilahi raaji'uun. sangat disayangkan….. sementara mereka tidak mengetahui apa yang telah menimpa kebun mereka di kegelapan malam: "Lalu mereka panggil memanggil di pagi hari: 'Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu . untuk melihat apa yang terjadi sekarang di gulita malam. ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari. Lalu tiba-tiba apakah yang dilihat oleh para penonton?? Terjadi perampasan dan gerakan tersembunyi laksana gerakan bayangan di kegelapan: “Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dan Tuhanmu ketika mereka sedang tidur. dia mengemukakan beberapa contoh pengisahan di dalam memberi komentar terhadap firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun. Maka apakah hubungan semua urusan ini dengan Al-Qur'an yang Sayyid telah menjadikan seluruhnya sebagai lapangan guna mempraktikkan perkara tersebut. di mana mereka tersembunyi dan tidak nampak di atas panggung. maka apakah yang berdiri di depannya dan apakah yang menghalanginya?? Tidak kebesaran Al-Qur'an. kesatriaan. Oleh sebab itulah sehingga dia telah bertindak sangat buruk memperlakukan kebesaran Kitab Allah. Marilah kita meninggalkan mereka dengan keputusan mereka." (Al-Qalam : 17-18) ((Mereka telah memutuskan untuk memetik buahnya di pagi hari tanpa menyisihkan sedikitpun untuk orang-orang miskin." (Al-Qalam : 19-20) Saat itu…. dan tidak pula merasakan pengawasan Allah subhanahu wa ta’ala. Kita memohon kepada Allah Al-Karim untuk merahmati dan menyelamatkan mereka dari bala' yang sedang mereka derita. Sayyid katakan di halaman 53 dari sebuah pasal ‘visualisasi seni dalam Al-Qur'an'. bahwa sesungguhnya saya tidaklah tunduk dalam urusan ini kepada suatu aqidah keagamaan yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. demikian juga dengan semua karangan-karangannya yang lain. terlebih lagi setelah Islamnya tentunya mereka akan melihatnya sebagai urusan yang sangat hina dan membersihkan tangan mereka darinya." (At-Tashwir.mereka mengenalinya di masa kejahiliahan mereka. 255) Jikalau sudah begini keadaan Sayyid dan pengakuannya terhadap dirinya sendiri. demikian juga penghormatan terhadap Al-Qur'an dan AsSunnah dalam jiwa mereka. kisah. hal. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita. motivasi agamanya amat lemah. dan mereka tidak mengucapkan: 'Insyaa Allah'. akalnya tertutup.!! Akan tetapi keadaan buruk yang telah dia pilihkan untuk dirinya sendiri dan dia menyatakan dengan terang-terangan dalam ucapannya: "Saya menegaskan dengan terang hakikat terakhir ini lalu saya nyatakan bersamanya.

serta hendaklah para penonton menyembunyikan tawa geli yang hampir meletup dari mereka tatkala melihat para pemilik kebun telah tertipu. sebab Sayyid Quthb dan orang semasanya mempunyai jarak abad yang sangat jauh dengan kejadian para pemilik kebun itu." (Al-Qalam : 21-24) Hendaklah para penonton menahan lidahnya[14]. seperti kisah dan pertunjukan yang sesuai dengan selera akhlak para penonton yang tidak mempunyai pekerjaan berguna itu. Hendaklah mereka menyembunyikan tawa ejekan. Bukan bahasa Al-Qur'an yang menggunakan bahasa Arab yang telah turun kepada Rasul yang paling afdlal untuk memberikan hidayah kepada manusia. Pada halaman 186 sub bab keistimewaan seni dalam kisah. seharusnya dia mencari medan yang pas untuk mempraktikkan hobinya itu.hendak memetik buahnya'." (Al-Qalam : 26-27) )) Saya katakan : Apa keterlibatan sandiwara dan penonton juga campur tangan tawa serta ejekan terhadap tafsir ayat-ayat mulia ini yang telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk diambil pelajaran dan nasihat darinya?! Apa motivasinya membawa jatuh Kitabullah ke dalam limbah penafsiran yang sangat aneh ini?! Kalau Sayyid Quthb mempunyai hobi yang hendak dia lakukan." (Al-Qalam : 26) )) Dia katakan di tempat yang lain halaman 189: ((Demikian kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka. lepaskanlah tawa! Inilah pengundang tawa yang terbesar…… Inilah mereka yang kaget!! Silakan para penonton tertawa sekehendak hati: "Tatkala mereka melihat kebun itu. dia katakan: [Sesekali terbuka sebagian rahasia atas penonton sedangkan ia masih tersembunyi bagi sang tokoh. jangan memberitahukan para pemilik kebun tersebut akan apa yang telah menimpa kebun mereka. bahkan kita dihalangi (dan memperoleh hasilnya)". akan tetapi…. sementara mereka saling memanggil dan berbisik. mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan). Maka pergilah mereka saling berbisik. setelah kita kenyang mengejek: "Tatkala mereka melihat kebun itu. Ini adalah bahasa tukang cerita yang tidak mempunyai kegiatan berguna dan kehidupannya larut dalam kebatilan panggung sandiwara dan film. maka bagaimana mungkin bisa dikatakan "kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka". yakni mereka melihat para pemilik kebun?? Inilah ihwal sandiwara dan pertunjukan (yaitu: kebohongan). Pada sandiwara ini ada kedustaan. mereka berkata: 'Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan)……’. sedang di kali lain tersembunyi bagi penonton sekaligus bagi tokoh dalam satu kisah. saling memanggil dengan berbisik-bisik agar kaum faqir miskin tidak ikut serta. 'Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu'. singgasana Balqis yang didatangkan dalam sekejap mata. Sampai akhirnya nampaklah bagi mereka rahasia yang tersembunyi. Kita telah mengetahui bahwa ia sudah berada di hadapan Sulaiman sewaktu Balqis masih tidak tahu apa yang telah kita ketahui itu: "Dan ketika Balqis datang. ditanyakanlah kepadanya: 'Seperti inikah singgasanamu?' Dia menjawab: . Misalnya. padahal kebun telah kosong laksana hangus.

sangat jauhlah Kitabullah dari apa yang dilekatkan oleh laki-laki ini. Demikianlah Sayyid menerapkan berbagai seni jahiliah Barat terhadap Kitabullah yang agung. Diapun menyebutkan kisah Ashhabul kahfi dalam beberapa adegan. Apakah engkau akan menafsirkan Kitabullah dengan seni-seni yang kacau ini. buktinya: 1. mengisyaratkan kepada kisah para pemilik kebun. Apakah Sayyid Quthb termasuk di antara mereka yang hadir menyaksikan ketika itu dan apakah dia mengetahui datangnya singgasana Balqis ke hadapan Sulaiman sebelum Balqis tahu?? Dan siapakah para penonton itu?? Apakah pemeran utama ini laki-laki atau perempuan?? Begitulah seterusnya hingga akhir komedi yang dengannya Sayyid Quthb menafsirkan Kalamullah atas nama seni yang dalam pandangan Sayyid sekelas dengan Dien. kami akan memaparkannya dengan terperincinya di poin berikut)). serta Nuh di hadapan air bah semuanya itu dalam pandangannya berada pada satu alur. yaitu pembagian babak.'Seakan-akan singgasana ini singgasanaku'. Maha Tinggi dan Suci Yang telah menurunkannya lalu berfirman tentangnya: . menurunkan dan mengangkat layar. hasil produksi para komunis dan orang-orang fasiq Barat?? Lalu Sayyid Quthb menyambung penafsirannya terhadap ayat-ayat Allah yang mulia di surat Yusuf dengan cara penayangan film. sehingga tiba-tiba kita dan Balqis dikagetkan dengan rahasianya.[*] Lalu dia berkata: ((Berjalan kisah Ashhabul kahfi. pemandangan Ibrahim dan Ismail di depan Ka'bah. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu. Manakah hubungan antara Kalamullah dengan sandiwara yang menjadikan bohong sebagai salah satu rukunnya yang harus ada serta tidak dirakit kecuali oleh para pendusta. Dia katakan "Padanya ada 28 seri tontonan". dikiranya kolam air yang besar." (An-Naml : 42) Ini sebuah kejutan yang telah kita ketahui rahasianya lebih dulu. Inilah metode yang jadi patokan dalam semua kisah-kisah AlQur'an)). Maryam. ini sebuah kedustaan besar. Setelah itu dia menyebutkan sebagian. Kami katakan : Maha Suci Allah." (An-Naml : 44) Demikianlah dia menafsirkan kalimat mulia ini dengan kedustaan. Apakah benar kalau ini adalah keistimewaan seni dalam Al-Qur'an?? Dia katakan di halaman 187: ((Keistimewaan seni yang ketiga yang terdapat dalam pertunjukan kisah ini ialah jeda yang terdapat antara satu visualisasi kepada visualisasi selanjutnya. di mana dilakukan oleh sandiwara panggung masa kini dengan menurunkan layar juga perfilman modern dengan berganti seri. dan disingkapkannya kedua betisnya. Akan tetapi kejutan istana licin yang terbuat dari kaca sebelumnya masih tersembunyi bagi kita juga bagi Balqis. Ini buah pahit dari bergantung mengandalkan seni dan keterlepasan dari aqidah yang dianggapnya sebagai belenggu. tatkala: "Dikatakan kepadanya: 'Masuklah ke dalam istana'. sedangkan bagian lain menurut pandangannya sesuai dengan semua kaidahnya yang bathil. sesekali dengan mengangkat layar lalu di kali lain menurunkannya dalam beberapa putaran yang dia menamainya 'adegan'. Di mana di antara setiap seri ada tenggang waktu yang dipenuhi dengan khayalan dan dinikmati dengan menegakkan jembatan penghubung antara satu serial dengan yang selanjutnya. dan Sulaiman atas satu metode yang sama.

mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya. sedangkan Sayyid Quthb "sangat beruntung" menemukan dan menggapainya. serta seluruh ahli tafsir. yang diturunkan dari Tuhan Tang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji" (Fushshilat : 42) Di halaman 195-199. tabi'in. maka silakan mata kami mengalirkan air mata sebab tergetar dan silakan telapak tangan kami bertepuk karena takjub. adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami). hal itu sesuai dengan kemuliaan Al-Qur'an. bukannya tawa dan tepuk tangan yang dimaksudkannya……. membaginya dalam beberapa episode sesuai dengan cara sandiwara. tabi'in. Lc.)) Inilah keistimewaan-keistimewaan seni yang tidak diraih oleh orang-orang sebelum Sayyid Quthb dari kalangan para shahabat. Penerjemah: Muhammad Fuad. sampai ia berkata di halaman 199: ((Andaikan kami belum mencoba sebelumnya.blogspot. ______________________ [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. bahkan orang-orang bodoh dan fasiq dari kalangan muslimin semuanya bertepuk tangan sewaktu mendengarkan Al-Qur'an?! Allah subhanahu wa ta’ala berfirman menyifati kaum mukmin dan menjelaskan keadaan mereka ketika mendengarkan Al-Qur'an: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami. kesia-siaan. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. sementara air mata mengalir mengharapkan kemenangan dan tangan bersuara dengan tepukan. Lalu Sayyid Quthb bermulut besar "Tidak akan sempurna keindahan dan kemu'jizatan bahasa kecuali dengannya."Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dan belakangnya. kejutan.html . dan bermain-main." (As-Sajdah : 15) Ayat-ayat yang menjelaskan tergetarnya hati seorang mukmin tatkala mendengarkan Al-Qur'an banyak. padanya ada sela-sela waktu.com/2008/06/membantah-visualisasi-seni-dalam-al. Akan tetapi kami telah mencobanya. Maret 2008. Pengaruh positif yang terpuji inilah yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Dia ridlakan untuk para hamba-Nya. Hal: 79-94. sedang mereka tidak menyombongkan diri. dia menyebutkan kisah Maryam di surat Maryam. Cetakan: Pertama. Kemudian di tenggang waktu ini layar diturunkan. maka tentu kaki kami akan meloncat kaget atau sungguh kami akan bergadang semalaman dikarenakan terkejut ataupun benar-benar kami akan bengong/ mengangakan mulut keheranan. atau seluruh kaum muslimin. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. penurunan layar. hingga akhir ucapan Sayyid Quthb yang berisi cerita jenaka." 2. Apakah para shahabat.

2008 — camperenik “Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim). Sebenarnya. Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq. tercermin dari kalimatnya… Dalam salah satu untaian syair.maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu.Sayyid Qutb Desember 29. Jika kita mati. penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an. bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb. Namun tawaran itu ditolak oleh Sayid Qutb dengan tegas sembari mengucapkan kalimat tersebut (di atas) dg tegas. Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku…. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku…. Subhanallah ya… Betapa kuat keimanannya & kecintaannya kpd Allah swt. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah….. maka saya ridha berhukum dengan al-Haq..“ Demikianlah ucapan Sayid Qutb sambil menuju ke tiang gantungnya. Sahabat .. ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. Saudarakau….

blog.com/2008/11/short-story-about-sayid-qutb/ Sayyid Qutb. Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Musyahadah al Qiyamah fi Qur’an. yang ditulis semasa Sayyid Qutb dipenjara oleh rezim militer Mesir. Padahal semasa hidupnya -sebelum dia menjadi syahid karena dihukum mati pada 26 Agustus 1988 akibat difitnah oleh rezim yang berkuasa sebagai orang yang akan membunuh presiden Mesir. yang dipercaya pembacanya sebagai autobiografi. Pengalaman dipenjara tiga kali. ia harus berhadapan dengan rezim militer sekuler yang menindas gerakan kritis dan tokoh-tokoh kritis bangsa Mesir. risikonya. Publik di Indonesia jarang mengenal Sayyid Qutb sebagai sastrawan dan penulis kritik sastra. sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini. http://ip4y. Kalau dikaji. Asywak. Banyak karya tulis yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Salah satunya.dikirim sebagai utusan ke Amerika Serikat. Sayyid Qutb antara lain telah menulis buku al Taswir al Fanny fi al Qur’an. atau nama lengkapnya Ibrahim Husain Shadhili Sayyid Qutb lahir pada 9 Oktober 1906 di Misha dekat Asyut Mesir. sebagaimana publik Mesir. sebelum dia -sebagai guru atau penilik sekolah yang bekerja di Departemen Pendidikan. Sebagai sastrawan.htm .. buku tafsir Fi Dzilalil Qur’an yang dinilai sangat monumental. sebelum beliau bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimun.friendster. Berkat taufiq dari Allah. al Naqd al Adaby Usuluhu wa Manahijuhu dan Naqd Kitab Mustaqbal al Saqafah fi Misr. membuat Sayyid Qutb sadar bahwa agama Islam sungguh merupakan solusi untuk menyelamatkan manusia dan memuliakan martabat kehidupan manusia. ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Ini yang kemudian menyebabkan Sayyid Qutb bergabung dengan Ikhwanul Muslimun.com/penerbit_navila/profil/sayid_qutb. dan yang terakhir berujung pada syahidnya menunjukkan bagaimana gigihnya perjuangan agama dan perjuangan kemanusiaan yang dilakukan oleh Sayyid Qutb. Pengalaman menyaksikan kehancuran moral bangsa Amerika Serikat karena terlalu mengandalkan kebebasan hidup.geocities. Sayyid Qutb menulis novel berjudul Tif min al Qarya. Di Indonesia ia lebih dikenal sebagai ulama dan tokoh Ikhwanul Muslimun. Sebagai penulis kritik sastra. karya-karya itu ditulis sebelum tahun 1951.dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita…. http://www. Sedang novelnya yang lain adalah al Atyaf al Arba’ah dan al Madinah al Masurah.banyak karya sastra lahir dari pena Sayyid Qutb. Novel berjudul Duri Dalam Jiwa (Asywak) ditulis pada tahun 1947.

beliau menulis al-Islam wa-Muskilatul . Dalam menghadapi Komunisme dan Kapitalisme. Di balik lembaran buku-buku itu beliau bermaksud mengarahkan manusia kepada suasana Qur’ani. sedangkan sepanjang sejarahnya manusia telah jauh dari sumber ini. Permasalahan hidup yang mencekam yang sedang melanda hidup manusia saat ini atau tentang mereka telah tertimpa dosa masa lalu beliau refleksikan dalam buku-bukunya. Kesungguhan dalam visinya ditemukan dalam karya-karya besarnya yang pernah dikemukakan. Ma’rakatul Islam war-Ra’sumaliyah (Pertikaian Islam dan Kapitalisme). yaitu suasana baru. dan rugilah mereka denga meninggalkan kebaikan yang banyak sekali. bahwa keduanya dipandang sebagai sumber yang benar dalam agama ini. suasana kelezatan hidup dibawah naungan Al-Qur’an sebagaimana suasana diturunkannya Al-Qur’an itu sendiri. Beliau mendapat inspirasi keduanya tanpa ada ketentuan yang mengikat sebelumnya. Sayid Qutb menyadari betul hal ini. Maka sangguplah orang membaca secara dalam setiap kata dan hurufnya serta kalimat yang diterangkannya. lalu beliau menulis tiga buku: at-Tashwirul fi Al-Qur’an (Disiplin Ilmu di dalam Al-Qur’an). beliau menulis al-‘Adalatul Ijtima’iyah fil-Islam (Keadilan Sosial dalam Islam). Kerugian mereka jelas-jelas tampak dalam panggung sejarah dan benar-benar terjadi dalam realita. beliau mencoba menyingkap tabir yang menyelimuti manusia mngenai rahasia-rahasia dan arti-arti yang belum pernah diterangkan sebelumnya. Masyahidul Qiyamah (Kesaksian Hari Kiamat) dan Fi Zilalil Qur’an (di Bawah Naungan Al-Qur’an). Dalam menghadapi penyelewengan kebudayaan dan kesalahan-kesalahannya. Dengan metode penyampaiannya yang segar. Karena mereka telah menyibukkan diri dengan buku-buku yang disebut ‘ilmiah’. Yang paling penting. as-Salamul ‘Alamiwal-Islam (Perdamaian Dunia dan Islam).Pada intinya semua buku Sayid Qutb bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. yang menurut anggapannya benar. Inilah yang menjauhkan mereka dari sumber-sumber kekayaan berharga. Oleh karena itu. pemahaman atas Al-Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang wajib bagi semua Muslim. beliau meletakkan cara-cara penyelesaikan terbaik.

Pada dasarnya. pikiran sehat dan hawa nafsu sudah samar. http://catatancatur. sistem hgidup. Bahkan antara Tuhan Pencipta (Allah) dengan berhalaberhala yang disembah. Dua tujuan dari seluruh tulisannya itu adalah berpangkal pada dua pokok: Pertama. Sayyid Qutb hidup di zaman penguasa-penguasa Islam yang amat zalim. Antara Tauhid dan Syirik sudah nyaris tanpa beda. penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an. Sednagkan penduduk negeri asli yang Muslim menjadi asing dan tamu di negeri sendiri.html Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Asy-syahid Sayyid Qutb Prolog Mungkin ada yang bertanya : Kenapa memilih Fi Zhlalil Qur’an dalam rubrik Tafsir? Apa tidak ada karya ulama besar Islam lain sejak Ibnu Abbas (Tafsir Ibnu Abbas) sampai Maududi (The Understanding of Qur’an). Bahakan tidak jarang.blogspot. Keistimewaan tersebut terletak pada konsentrasi dan permasalahan yang mereka tekankan sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi umat di zaman mereka masing masing. beliau menulis Ma’alim fi-Thariq (Petunjuk Jalan). Dalam menghadapi kepaercayaan yang sesat. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb. Antara iman dan kufur sudah tidak banyak lagi dibicarakan. tradisi nenek moyang.com/2008/06/membaca-sayyid-qutb. Penjajah dengan segala pemikirannya menjadi tuan dan bahkan tuhan yang harus ditaati. semua tafsir karya ulama-ualama besara sepanjang sejarah memiliki kelebihan dan keistimewaan. Hazad Din (Inilah Islam). khususnya dalam tafsir Al-Qur’an merupakan hasil interaksi mereka dengan Al-Qur’an secara intensif selama mereka hidup. pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an yang mendalam dan pengamalan isinya serta penyebaran nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara konsisten menyebabakan mereka menghadapi berbagai ujian. Sedangkan sebagai dasar pijakan dan langkah-langkah dinamis. ilmu pengetahuan. nyaris sulit membedakan antara al-Haq (kebenaran yang datang dari Allah) dan al-Bathil (kebatilan yang datang dari manusia dan setan). Sebab itu. patung. Antara carahaya dan kegelapan sudah tidak lagi menjadi perhatian.Madharah (Islam dan Problematika Kebudayaan). hati. dan untuk memperkuat garis pemisah antara keduanya atas dasar akidah. uang. beliau mencoba untuk menjelaskan hakikat kebodohan (kejahiliyahan). yaitu penjelasan mengenai keadaan kaum Muslimin yang jauh dari gambaran yang pertama itu. jabatan dan sebagainya sudah tidak dihiraukan. Kedua. teknologi. mereke memaksa umat ini hidup dengan sisitem jahiliyah yang mereka import dari Barat kolonialis yang nota bene dibungkus ajaran Yahudi dan Nasrani yang jelas-jelas bertentangan dengan inti ajaran Al-Qur’an. Di zaman Fi Zhilil Qur’an ditulis (sebagian besarnya ditulis Sayyid Qutb di Penjara Mesir). Bahkan. akal. yaitu penjelasan mengenai penggambaran Islam sebagaimana diturunkan Allah. Dengan ungkapan lain. Karya-karya mereka. untuk menjelaskan jalan orang-orang Mukmin dari jalan orang yang berdosa. Saking zalimnya. buya Hamka yang bernama Tafsir Al-Azhar? Saudaraku yang tercinta. untuk menunjukkan dan mengagungkan Islam. baik dalam bentuk manusia. beliau menulis Khashaisut Tashawwuril Islami wa-Muqawwamatihi (Ciri-Ciri Penggambaran Islam dan Pembendungannya). Fi Zhilalil Qur’an juga demikian. khususnya dari penguasa atau pihak-pihak yang menginginkan AlQur’an jauh dari kepala. Antara hati nurani. penguasa-penguasa dunia Islam saat itu dengan mudahnya memaksakan kepada umat ini . Atau karya ulama tetrkemuka Indonesia. perasaan dan prilaku umat ini. semua karya ulama Islam yang mu’tamad (memenuhi persyaratan sehingga bisa dijadikan pegangan) sama hebatnya.

untuk menerima dan mengakui yang hak menjadi batil, yang batil menjadi hak, yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Lebih dari itu, ulama dan para aktivis dakwah yang menyuarakan al-Haq itu adalah Al-Haq dan al-Bathil itu adalah al-Bathil dimushi, dituduh dengan berbagai tuduhan yang mengerikan, lalu ditangkap, dipenjara dan bahkan Sayyid Qutb sendiri dibunuh di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser. Dalam salah satu untaian syair, Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku….. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku….. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah….maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu.. Saudarakau…. Jika kita mati, bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul, Sahabat dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita…..

Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Berkat taufiq dari Allah, sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini, ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Atau dengan kata lain, Fi Zhilal tetap menjadi best seller sejak diluncurkan sampai hari ini. Syekh Abdullah Azzam pada pertengahan 80an pernah bercerita: Di Libanon, jika ada percetakan mulai bangkrut, para pemiliknya mencetak Fi Zhilalill Qur’an dan juga buku-buku Sayyid yang lain, maka percetakan tersebut terhindar dari kebangkrutan. Allahu Akbar…. Kenapa Fi Zhila menjadi rujukan uatama saat ini? Jawabannya ialah bahwa situasi dan kondisi kita sekarang tidak jauh berbeda dengan situasi dan kondisi saat Fi Zhilal ditulis sekitar 45 tahun lalu. Bahakn jahiliyahnyapun masih itu-itu juga. Ingkar pada Allah dan Rasul-Nya. Tidak mau menjadikan Al-Qur’an senbagai the way of life. Mempertuhankan akal, ilmu pengetahuan, teknologi, harta dan kedudukan. Berbagai kejahatan dan kezaliman yang timbul akibat jauh dari manhaj Al-Qur’anpun juga masih sangat terasa seperti saat Fi Zhilal diluncurkan. Alangkah miripnya zaman kini dengan masa itu. Secara umu dapat kita simpulkan bahwa Fi Zhilalil Qur’an memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Di antaranya : 1 Kekuatan membawa kita tenggelam sambil menyelami ilmu dan hikmah yang ada di dalam AlQur’an dengan penuh kenikmatan yang tidak mungkin digambarkan dengan kata-kata. 2 Kekuatan megikat dan merajut ayat-ayat Al-Qur’an dengan Hadits Rasul Saw. serta Sirah Nabawiyah dan para Sahabatnya, kemudian dikaitkan dengan sitausi dan kondisi kekinian (waqi’). 3 Kekuatan membangkitkan keyakinan (keimanan), optimisme pada rahmat dan pertolongan Allah dan rasa percaya diri sebagai umat terbaik yang Allah hadirkan ke atas bumi ini. 4 Kekuatan menggugah pikiran dan perasaan kita sehingga muncul berbagai inspirasi, ide, gagasan dan berbagai pertanyaan yang paralel dengan situasi dan kondisi yang kita lewati sekarang, sehingga kita memahami dengan tepat situasi dan kondisi tersebut dengan ide solusi yang jelas pula. 5 Kekuatan pencerahan yang luar biasa terkait hakikat Tuhan, manusia, kehidupan dunia, alam semesta, kehidupan akhirat, jahiliyah dan Islam. 6 Kekuatan penelaahan yang sangat luar biasa dalam hal hakikat Islam dan Jahiliyah, iman dan kufur, serta keunggulan manhaj (konsep) Islam dibandingkan dengan konsep jahiliyah, baik dulu maupun yang ada sekarang yang datang dari Barat maupun Timur. 7 Kekuatan bahasa yang digunakan karena Sayyid Qutb memang terkenal sebagai seorang

penyair kawakan di zamannya dan bahkan beberapa syairnya sampai hari ini belum terkalahkan. Sungguh Fi Zhuilalil Qur’an adalah kekuatan yang lahir dari keyakinan yang kuat, pamahaman yang mendalam, penerapan dalam kehidupan nyata dan diperjuangakan oleh penulisnya sampai detak jantungnya yang terakhir. Sebenarnya, ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. Sambil menuju ke tiang gantung Sayid Qutb berkata : Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim). Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq, maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu. Agar dapat menikmati hidangan Fi Zihalil Qur’an dengan indah dan nikmat, maka pertama kali kami menyajikannya kepada para pembaca/pengunjung ringkasan mukaddimahnya. Ringkasan mukaddimah tersebut kami bagi menjadi empat (4) tulisan. Setelah itu, kami akan menurunkan Fi Zhilalil Qur’an secara tematik, yakni sesuia situasi dan kondisi yang kita hadapi. Hal tersebut kami lakukan agar terasa bahwa Al-Qur’an itu adalah petunjuk hidup (hudan), jalan keselamatan, peringatan, syifa (obat) dan rahmat saat kita berada di dunia ini. Al-Qur’an adalah jalan peningkatan kualitas hidup kita yang sejati saat menjalani kehidupan dunia sementara ini sambil menuju kampung akhirat yang kekal abadi. Itulah jalan al-Haq (jalan kebenaran). Selain Al-Qur’an adalah fatamorgana dan kesesatan. ン ó ミ óáö ゚ õãõ ヌ ááøóåõ ム ó ネ øõ ゚ õãõ ヌ áú ヘ ó ゙ øõ ン óãó ヌミ ó ヌ ネ ó レ ú マ ó ヌ áú ヘ ó ゙ øö ナ öá ヌ ヌ á ヨ øóá ヌ áõ ン ó テ óäøóì ハ õ ユ ú ム ó ン õæäó Maka yang demikian itu adalah Allah, Tuhan Penciptamu yang Haq. Maka tidak ada selain Al-Haq itu kecuali kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Yunus : 32) http://dupahang.wordpress.com/2008/10/04/tafsir-fi-zhilalil-quran-asy-syahid-sayyid-qutb/ http://camperenik.wordpress.com/2008/12/29/sayyid-qutb/

METODOLOGI TAFSIR BIL MATSUR DALAM TAFSIR SAYYIQ QUTB Oleh : Ilham v Muqaddimah Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, yang kepada-Nya kita menyembah dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Shalawat serta Salam kita haturkan kepada Nabi Junjungan yakni Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, shahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman. Pada penelitian ini penulis akan mencoba memberikan rumusan masalah yang akan diteliti nantinya. Yakni seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an. Maka dari itu penulis akan membatasi penelitian dengan sebuah pertanyaan: 1. Seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an atau seberapa besar atau seberapa banyak DR Sayyid Qutb Allahu Yarham menggunakan metodologi tafsir bil Matsur di dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an di dalam Tafsirnya? Untuk menjawab pertanyaan di atas maka kami akan melakukan pembahasan sebagai berikut. v Profil Sayyid Qutb Sebelum membahas mengenai tafsir Fii Zhilal Al-Qur'an karya Sayyid Qutb, maka alangkah baiknya terlebih dahulu mengenal sosok Sayyid Qutb yang telah menelurkan tafsir Monumentalnya "Fii Dzhilalil Qur'an" Nama lengkapnya adalah Sayyid Qutub Ibn Ibrahim Husain Syadzili. Lahir di Musha, Asyut, Mesir. Ia

Greely College di Colorado dan Stanford University di California. Baik Islam maupum Sosialisme adalah sistem pemikiran dan kehidupan yang sama-sama komprehensif yang tidak bisa dipecah belah. Pada tahin 1929. Menyadari akan bakat anaknya. orang tuanyamemindahkan keluarganya ke Halwan. Abul Hasan Ali An-Nadawi dan Abul A’la Almaududi. ia menjadi sangat anti AS dan barat. baik di Mesir maupun Saudi Arabia melalui siaran radio mendapat tanggapan yang luar biasa dan mempengaruhi cara masyarakat dalam memahami Al Quran. Ia mulai mengalami kepahitan mengenai dukungan pemberitaan Pers Amerika untuk Israel yang dianggapnya tendensius. Dari Amerika ia mendapatkan pengalaman yang sangat luas mengenai problema sosial kemasyarakatan yang diakibatkan dari paham Materialisme yang gersang dari Roh ketuhanan. Ia mulai berminat pada sastra Inggris. Ia yakin bahwa Islamlah yang mampu menyelamatkan manusia dari paham ini. sebagai pembawa oposisi keagamaan terhadap sosialisme. 2. yakni di Wilson’s Teacher”s College di Washington. Islam tidak mengabaikan segi material tapi Islam beranggapan bahwa langkah awal untuk rancangan itu adalah penyucian dan pembebasan jiwa. Pemikiran Dan Pengaruhnya Sayyid Qutub mengusulkan Islam sebagai suatu alternatif terhadap ideologi-ideologi Komunisme. Sosialisme – seperti halnya komunisme dan kapitalisme – adalah pertumbuhan dari pemikiran Jahiliyyah dengan watak aslinya yang rusak. Tahun 1949. Syahidnya beliau di tiang gantungan membuat pengaruh itu semakin kuat. Pada saat yang sama rezim Nasser sudah mendominasi dan menundukkan pendapat umum kepada pemerintah. dan dilahapnya sesuatu yang dapat diperolehnya dalam bentuk terjemahan. namun keduanya terpisah satu dari yang lain. tetapi berbalik menentangnya setelah Nasser mulai menyiksa kelompok Ikhwan. Kemudian bekerja sebagai pengawas sekolah pada Departemen Pendidikan. banyak tulisanya berisi tentang ideologi yang mendukung pembaruan Islam. Ia mulai menulis topik-topik tentang Islam. kedua sistem ini tidak bisa dirujukkan atau disintesiskan. nama lama Universitas Kairo. Tanpa ini upaya untuk meningkatkan kehidupan manusia tidak akan berhasil. Dan ia menjadi salah seorang pendukung pemberontakan Nasser. Pengaruhnya terhadap kelompok tertentu ditandai dengan pengadilan yang bukunya sebagai bukti bahwa ia menganjurkan dan berencana menumbangkan pemerintahan Mesir dengan cara kekerasan dengan vonis hukuman mati. daerah pinggiran Kairo. pokok pemikiran Sayyid Qutub secara tersirat merupakan kritik terhadap sosialisme Mesir. Karenanya. dan menjadi juru bicara utama Ikhwan setelah pembubaran jamaah mereka pada tahun 1954. Pandangan Syeikh Jibrin[1] Terhadap Sayyid Qutb . Hampir pada tiap pergerakan di Mesir bahkan sampai ke Iran menggunakan bahasa dan tulisan Sayyid Qutub untuk memperkuat aktivitas mereka. Sayyid Qutub bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1953. Ia memperoleh kesempatan masuk ke Tajhiziyah Dar Al-Ulum. Sayid Qutub banyak dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Muhammad Asad (Leopold Weiss). Publikasi rutin Tafsir Fi Zhilalil Quran. Menurut Hamid Enayat. Yakni: 1. Kapitalisme. Sayyid Qutub kembali dari AS saat terjadi krisis politik di Mesir yang menyebabkan terjadi kudeta Militer pada Juli 1952. Dari sinilah orang Mesir mulai tertarik untuk membaca pikiran yang tidak tunduk pada pemerintah. Liberalisme dan Sekulerisme. ia mendapat tugas belajar ke Amerika Serikat dalam pendidikan selama dua tahun. Sosialisme menekankan kesejahteraan sosial dan kemakmuran material dengan mengorbankan keselamatan moral. ia mendapatkan gelar Sarjana Muda Pendidikan.mula-mula di didik dalam lingkungan desanya dan sudah hafal Al Quran selagi kecil.

Pandangan beliau terhadap Sayyid Qutb dapat kita lihat dari Fatwa beliau terhadap Sayyid Qutb dan Hasan Al-Banna Soal: Segelintir pemuda mengelompokkan Sayyid Quthb dan Hasan Al-Banna sebagai ahli bid’ah berikut melarang membaca buku-buku mereka, serta menuduh beberapa ulama lainnya sebagai penganut faham khawarij. Alasan mereka melakukan itu semua adalah dalam rangka menjelaskan kesalahan kepada masyarakat, sedang status mereka sendiri masih sebagai para penuntut ilmu. Saya sangat mengharapkan jawaban yang dapat menghilangkan keragu-raguan dan kebingungan saya mengenai hal ini. Jawab: Segala puji bagi Allah semata … Menggelari orang lain sebagai mubtadi’ (pelaku bid’ah) atau fasik (pelaku dosa besar) adalah perbuatan yang tidak dibenarkan atas umat Islam, karena Rasulullah bersabda: ãóäú ゙ ó ヌ áó á テ ó ホ öíúåö íó ヌ レ ó マ õæøó ヌ ááåö æóáóíú モ ó ゚ ó ミ áö ゚ ó ヘ ó ヌム ó レ óáóíúåö} (ム æ ヌ å ã モ áã(. “Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya: “Wahai musuh Allah”, sedang kenyataannya tidak seperti itu, maka ucapannya itu menimpa dirinya sendiri.” (HR. Muslim).

ãóäú ゚ ó ン øó ム ó ãõ モ úáöã ヌ ð ン ó ゙ ó マ ú ネ ó ヌチ ó ネ öåöãó ヌ テ ó ヘ ó マ õåõãó ヌ} (ム æ ヌ å ヌ á ネホヌム í æã モ áã(.

“Barangsiapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka ucapan itu tepat adanya pada salah satu di antara keduanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

… テ óäøó ム ó フ õá ヌ ð ãó ム øó ネ ö ム ó フ õáò æóåõæó íó レ úãóáõ ミ óäú ネヌ ð ン ó ゙ ó ヌ áó: æó ヌ ááåö á ヌ ó íó ロ ú ン ö ム õ ヌ ááåõ áó ゚ ó . ン ó ゙ ó ヌ áó: ãóäú ミ ó ヌ ヌ áøó ミ öíú íó ハ ó テ óáøóì レ óáóíøó テ óäøöíú á ヌ ó テ ó ロ ú ン ö ム õ áö ン õá ヌ óäò 。 ナ öäøöíú ロ ó ン ó ム ú ハ õ áóåõ æó テ ó ヘ ú ネ ó リ ú ハ õ レ óãóáó ゚ ó (ム æ ヌ å ã モ áã)

“… bahwa ada seseorang yang melihat orang lain melakukan dosa, lalu ia berkata kepadanya: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu’. Maka Allah berfirman: ‘Siapakah gerangan yang bersumpah atas (Nama)Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan Aku gugurkan (pahala) amalmu’.” (HR. Muslim). Kemudian saya ingin mengatakan bahwa Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna termasuk para ulama dan tokoh dakwah Islam. Melalui dakwah mereka berdua, Allah telah memberi hidayah kepada ribuan manusia. Partisipasi dan andil dakwah mereka berdua tak mungkin diingkari. Itulah sebabnya, Syaikh

Abdulaziz bin Baaz [2] mengajukan permohonan dengan nada yang lemah lembut kepada Presiden Mesir saat itu, Jamal Abdunnaser – semoga Allah membalasnya dengan ganjaran yang setimpal - untuk menarik kembali keputusannya menjatuhkan hukuman mati atas Sayid Quthub, meskipun pada akhirnya permohonan Syaikh Bin Baaz tersebut ditolak. Setelah mereka berdua (Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna) dibunuh, nama keduanya selalu disandangi sebutan “Asy-Syahid” karena mereka dibunuh dalam keadaan terzalimi dan teraniaya. Penyandangan sebutan “Asy-Syahid” tersebut diakui oleh seluruh lapisan masyarakat dan tersebarluaskan lewat media massa dan buku-buku tanpa adanya protes atau penolakan. Buku-buku mereka berdua diterima oleh para ulama, dan banyak memberikan manfaat - dengan dakwah mereka - kepada hamba-hambaNya, serta tak ada seorang pun yang telah melemparkan tuduhan kepada mereka berdua selama lebih dari duapuluh tahun. Bila ada kesalahan yang mereka lakukan, maka hal yang sama telah dilakukan oleh Imam Nawawi, Imam Suyuthi, Imam Ibnul Jauzi, Imam Ibnu ‘Athiyah, Imam Al-Khaththabi, Imam Al-Qasthalani, dan yang lainnya. Saya telah membaca apa yang ditulis oleh Syaikh Rabie’ Al-Madkhali tentang bantahan terhadap Sayid Quthub, tapi saya melihat tulisannya itu sebagai contoh pemberian judul yang sama sekali jauh dari kenyataan yang benar. Karena itulah, tulisannya tersebut dibantah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid [3] hafidzhahullah … æó レ óíúäõ ヌ á ム øö ヨ ó ヌ レ óäú ゚ õáøö レ óíú ネ ò ゚ óáöíúáó ノ ñ æóá ゚ öäøó レ óíúäó ヌ á モ øõ ホ ú リ ö ハ õ ネ ú マ öí ヌ áúãó モ ó ヌ æöíó

Mata cinta terasa letih memandang aib Tapi mata murka selalu menampakkan aib Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin 26 Shafar 1417 H.[4] v Sayyid Qutb dan Karya Beliau Karya Sayyid Qutb Diantara karya beliau antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Fi Dzhilall Qur’an Hadza Din Al-Mustaqbal Li Hadza Ad-Din Khasahisut Tashawwuril Islami Ma’alim Fi Thariq Al-Taswir Al-Fanni Fil Qur’an Musyahadatul Qiyamah Fil Qur’an Al-Islam Wa Musykilatul Hadharah Al-Adalah Al-Ijtima,Iyah Fil Islam As-Salam Al-Alami Wal Islam Kutub Wa Syahshiyat Asywak

m. An-Naqdil Adabi Ushuluhu Wa Manahijuhu n. o. Nahwa Mujtama’ Islami Thiflun Minal Qaryah

melainkan satu fase setengah jalan. Sayyid Qutub merasakan keselarasan yang indah antara gerak manusia sebagaimana kehendak Allah dengan gerak-gerik alam ciptaan-Nya. Sayyid Qutub bertanya setan durhaka macam apa yang telah menggiring langkah manusia ke dalam nestapa ini. Ia melihat kebinasaan yang akan menimpa kemanusiaan akibat pemyimpangannya dari undang-undang alam ini. Iman itu harus ditetapkan melalui tindakan langsung ke dalam kehidupan individu. Di bawah naungan al Quran. syariat Allah bagi manusia merupakan salah satu bagian dari undang-undang Nya yang menyeluruh di alam semesta. Maka. Nikmat yang tidak diketahui kecuali oleh yang telah merasakanya. dengan cara yang tak perlu dirasionalkan atau dijelaskan dengan merujuk kriteria filsafat. baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. Syariat di buat untuk dilaksanakan pada masyarakat muslim dan ia juga di buat untuk memberi saham untuk membangun masyarakat muslim. Mahdi Fahullah menilai bahwa tafsir Sayyyid Qutub yang tiga puluh juz inimerupakan usaha terobosan penafsiran yang sederhana dan jelas. yang telah ditetapkan Allah. Syariat ini tidak lain adalah buah Iman. . Sayyid Qutub mengemukakan kesan-kesanya hidup di bawah naungan al Quran. Sayyid Qutub melihat wujud alam ini lebih besar dari pada bentuk yang tampak di depan mata. q. Ia adalah alam nyata dan alam gaib. Tafsirnya banyak menekankan perlunya manusia mendekati iman secara intuitif. 15. Al Quran memberi umat manusia sarana untuk menemukan kembali dirinya dalam pola yang dikehendaki Allah melalui Nabi dan oleh Nabi. a. Hidup di bawah naungan al Quran adalah nikmat. alam dunia dan akhirat. sayyid Qutub sempat merevisi ketiga belas juz pertama tafsirnya semasa penahanannya yang panjang. Tafsir tersebut membawa Sayyid Qutub menjelajahi berbagai cara agar pesan orisinil Islam yang disampaikan Al Quran dapat menjadi fondasi suatu ideologi sempurna. Latar Belakang Penulisannya Pada kata pengantarnya. sosial dan tatanan politik. Menurut Qutub. melaksanakan syariat pasti memiliki dampak yang positif di dalam menyerasikan perjalanan hidup manusia dengan perjalanan alam semesta. Al-Athyaf Al-Arba’ah Dan Lain-Lain[5] v Sayyid Qutub dan Tafsirnya[6] Tafsir Fi Zhilalil Quran Di tulis dalam rentang waktu antara 1952-1965. Kepada-Nya setiapjiwa mukmin menghadap dalam khusuk. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi. Perjalanan panjang fase itu adalah menuju pencipta Yang Esa. Hidup di bawan naungan al Quran. Ia merasa dekat dan mendengar serta berbicara dengan Allah melalui al Quran. ia tidak mungkin berjalan berjalan sendiri tanpa fondasinya yang besar. Dalam akhir ‘pembukaanya’ beliau mengatakan bahwa inilah sebagian dari curahan dalam kehidupan di bawah naungan Al Quran. Kehidupan manusia membentang dalam rentang masa yang panjang itu dan kematian bukanlah akhir perjalanan hidup.p. Ia menyaksikan benturan yang keras antara ajaran-ajaran rusak yang dididektekan padanya dengan fitrahnya.

uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. misalnya perkataan Umar tentang permohonan suaka pendudul Iraq. 3. Kemudian dari Al Bidayah Wan Nihayah tentang lamanya Nabi tinggal di Makkah selama 10 tahun. Begitupula ketika beliau menafsirkan surat-surat berikutnya. ayat 40 – 74.b. Selanjutnya beliau menafsirkan ayat 30 . Misalnya. beliau menetapkan ayat pertama sampai ayat 29 sebagai bagian pertama pembahasan. keseimbangan. terkait surat Al Baqarah:100 tentang menepati janji. Dalam menafsirkan surat Al Baqarah misalnya. itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. hadist tentang keharusan membaca surat Al Fatihah yang di riwayatkan Bukhari dan Muslim. yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman. Ketika menafsirkan ayat “ ??? ?? ? ??? ?? “ misalnya. Dibandingkan dengan pengelompokan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha dalam Tafsir Al Manar. Dipilihnya surat ini karena sebagai bacaan yang di ulang-ulang dalam setiap rakaat shalat serta tidak sahnya shalat tanpa membacanya. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah. tanpa menyertakan rangkaian sanadnya secara lengkap. Misalnya. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah. Dalam surat Al Fatihah misalnya. Ia memulai penafsiran suatu surat dengan memberikan gambaran ringkas kandungan surat yang akan dikaji secara rinci. dan keserasian dalam surat. sesuai dengan pesan yang terkandung di dalam ayat-ayat tersebut. konsepkonsepsi Islam dan pengarah-pengarahanya yang mengidentifikasi hikmah. Dalam menafsirkan ayat. ayat 75 – 103. ia menggunakan ayat-ayat al Quran sebagai penjelas. ia mengutip surat Luqman: 5 dan Qaf: 2-3: 25. ia menekankan analisis rasional. Sebagian dengan menyebut perawi pertama dan terakhir. Kemudian melengkapi Tafsirnya dengan perkataan sahabat. Dalam menafsirkan surat yang panjang. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah.39. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata . Maka berkatalah orang-orang kafir :"Ini adalah suatu yang amat ajaib". Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. Katakanlah : "Segala puji bagi Allah". Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Sayyid Qutub menggunakan hadist-hadist Nabi SAW sebagai penjelas. tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (Kami akan kembali lagi) ?. Juga mengutip pendapat-pendapat ulama terdahulu. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. Sayyid Qutub mengelompokkan sejumlah ayat sebagai kesatuan. Seperti mengutip Tafsir Ibn Katsir mengenai peristiwa Bai’ah Aqabah. Struktur Tafsir Dan Ciri-cirinya Tafsir Sayyid Qutub di susun dengan Tahlili. dst. Yang tak kalah penting. Terkadang hanya dengan menyebutkan rawi terakhirnya. pengelompokan Sayid Qutub relatif lebih besar. Setelah itu beliau memperinci penafsiran ayat demi ayat. (mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang Karena Telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri. 2. Sayyid Qutub mengemukakan bahwa dalam surat ini tersimpul prinsip-prinsip akidah Islam.

dan beliaupun (Sayyid Quthb) tidak menamakannya sebagai tafsir. mirip tafsir maudhu’i (tematik) maka ia disebut sebagai tafsir tematik. dan melepaskan keyakinan mereka lalu mengikuti kesesatan.berdasarkan apa yang nampak bagi beliau. kecuali jika kaum Muslimin menyimpang dari perkara ini.karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. Inilah hakikat peperangan yang mereka lancarkan terhadap umat Islam kapanpun dan dimanapun. テ ã ヌ ナ äå ハンモ í ム í ヘ áá ヌ á テ á ンヌル æí モハ ä ネリ ヌ á テペヌ ã 。 æíõæ ムマ ヌ á ム æ ヌ í ヌハ ゚ ã ヌ ン í ゚ハネ ヌ á ハンモ í ム コ ン åæ áí モ ゚ミ á ゚ 。 ン á ヌ äõ モ ãíøöå ハンモ í ムヌ ð 。 æåæ áã íõ モ ãøöåö ハンモ í ムヌ ð 。 ン åæ ä ンモ å áã í モ ãåö ハンモ í ムヌ 。 ナ äã ヌ ゙ヌ á { ン í ル á ヌ áö ヌ á ゙ムツチ ä } í レ äí ゚ á ヌ ã ン í ã レ äì ヌ á ゙ムツ ä ãã ヌ ル å ム áå õ. tetapi ia merupakan penjelasan tentang makna Al-Qur’an atau mengenai Al-Qur’an. Itulah ideologi mereka. karena beliau pribadi tidak pernah menamakannya sebagai sebuah tafsir. yang maknanya perkataan-perkataan tentang makna Al-Qur’an yang nampak bagi diri beliau –rahimahuLLAAH. Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". beliau hanya menyebutnya dengan nama “Di Bawah naungan Al-Qur’an”. ンヨ íá ノヌ á ヤ í ホ ユヌ á ヘ ヌ á ン æ メヌ ä . Perang akidah yang selalu berkobar – walau tidak jarang umat Islam sendiri lah yang saling menyerang dan menjatuhkan saudaranya sendiri. orang-orang Yahudi dan Nasrani senantiasa akan memerangi kaum Muslimin. maka ia tidaklah disebut tafsir.ムヘ ãåõ ヌ ááå . dan Zhilal tidaklah demikian.レヨ æ åí ニノ ゚ネヌム ヌ á レ áã ヌチ ヨ ãä ヌ á テモニ á ノ ネマム æ モ : ヌ á ハンモ í ム ãä モ æ ムノ ヌ á ヘフムヌハ ナ áì モ æ ムノ ヌ áä ヌモ ハヌム í ホ ヌ á マムモ 13-2-1427 å ワ . demikianlah.. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu. Mereka tidak akan berdamai dengan kaum Muslimin. Dalam menafsirkan ayat: 120.[7] Pandangan Syeikh Fauzan Terhadap Tafsir Sayyid Qutb Bagaimana pendapat fadhilatukum tentang tafsir Al-Qur’an “Fi Zhilalil Qur’an” karangan Sayyid Quthb? ヌ á フ æ ヌネ : ” ハンモ í ム ヌ á ゙ムツ ä á モ í マ ゙ õ リネ ã ヌ åæ ハンモ í ム …ル á ヌ áõ ヌ á ゙ムツ ä ã ヌ åæ ハンモ í ム æ ナ äã ヌ åæ ゚ á ヌ ãñ ン í ã レ äì ヌ á ゙ õ ムツ ä 。 テ æ ヘ æá ヌ á ゙ムツ ä 。í ヤネ å ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í ヌ ááí í モ ãæäå ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í 。 ヌ á ミ í í ミ゚ム ヘ æá ヌ á ツ í ヌハ ゚ á ヌ ã . Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. meninggalkan kebenaran ini. Sayyid Qutub menafsiri.. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat. Karena yang dinamakan tafsir haruslah berisi lafazh-lafazh & diambil (istinbath) hukum-hukum & disebutkan riwayat-riwayat hadits sebagaimana dalam kitab-kitab tafsir.ãã ヌ ル å ム áå æíõæ ヌン゙ レ áì ヤ í チ 。 æíõ ホヌ á ン ン í テヤ í ヌチ 。 ä レ ã “ JAWAB: Tafsir Al-Qur’an tulisan Sayyid Quthb bukanlah sebuah tafsir… Zhilalil Qur’an bukanlah tafsir. takhayul. maka ada yang pas & ada pula yang tidak pas. syirik dan pemikiran jahat orang-orang Yahudi dan Nasrani tersebut. yang membahas penjelasan seputar ayat-ayat.

195. 194. bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah. Maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. Bulan Haram dengan bulan haram. dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah). 191. dan pada sesuatu yang patut dihormati. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. bahwa Allah beserta orangorang yang bertakwa. Maka seranglah ia. 190. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Maka tidak ada permusuhan (lagi). dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan perangilah mereka itu. dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. seimbang dengan serangannya terhadapmu. dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka.Fadhilatu Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan . Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tandatanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah. [9] v Contoh tafsir bil dengan metodologi tafsir bilmatsur dalam tafsir Sayyid Qutb Dalam hal ini kami akan memberikan contoh bagaimana penafsiran beliau terhadap ayat-ayat Qital (perang) dalam surah al-Baqarah ayat 189-203 (juz dua) 189. 196. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. dan jangan kamu . jika mereka memerangi kamu (di tempat itu). oleh sebab itu Barangsiapa yang menyerang kamu.Anggota Hai’ah Kibaril ‘Ulama[8] Kritikan terhadap tafsir Sayyid Qutb Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan bahaya Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak. Demikanlah Balasan bagi orangorang kafir. dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram. Maka bunuhlah mereka. 193. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya. Berlaku hukum qishaash. Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. kecuali terhadap orang-orang yang zalim. 192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. dan berbuat baiklah.

Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. 203. Maka tidak boleh rafats. dan ketahuilah. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang[128]. 197. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan. Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu. 198. dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. 200. Dalam menafsirkan ayati-ayat ini beliu menampilkan berbagai corak penafsiran. dan bertakwalah kepada Allah. berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. . Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji). Berbekallah. 201. (munasabah ayat) Ini dapat dilihat dari penafsiran beliau dalam ayat 189. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat. berbuat Fasik dan berbantahbantahan di dalam masa mengerjakan haji. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). berilah Kami (kebaikan) di dunia". Pertama: dengan metode al-qur’an bil qur’an. dan Barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu). berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka".mencukur kepalamu. 202. Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu. dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat. bagi orang yang bertakwa. Maka wajiblah atasnya berfid-yah. Yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan. apabila kamu telah (merasa) aman. sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. 199. “dalam masalah mendatangi rumah dari belakangnya disampaikan ulasan akhir ayat yang meluruskan kebajikan (al-birr) bahwa ia tidak terletak pada gerak lahiriah tetapi terletak pada ketaqwaan. sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari. (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka tidak ada dosa pula baginya[129]. dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal. Maka tiada dosa baginya. atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. niscaya Allah mengetahuinya.

æáí モ ヌ á ネム øõ ネテ äú ハテハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä ル åæ ム å ヌ æá ヌ゚ ä ヌ á ネム ø ãäö ヌ á バ ì . dan hal ini dikaitkan dengan cinta Allah dan kebencian-Nya: ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã トハマ íä “. æ ヌ á バ æ ヌ ヌ ááå á レ á ゚ ã ハン á ヘ æä “….æ ヌバ æ ヌ ヌ ááå æ ヌレ áãæ ヌ テ äøó ヌ ááå ã レ ヌ áã バ íä . Dan masuklah ketrumah-rumah itu dari pintu-pintunya.Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. æ テハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä テネ æ ヌネ å ヌ .... disampaikan ulasan akhir ayat dengan taqwa kepada Allah: .” (190) Dalam masalah perang di bulan suci. dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung…”(189) Dalam masalah perang secara umum al-Qur’an mengarahkan mereka agar tidak melampaui batas .karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

dari al-Barra’ radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “dahulu orangorang anshar apabila berhaji lalu pulang. dan untuk menuntun manusia menuju kepada-Nya. Kemudian turunlah ayat: . Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. padahal ini termasuk kedalam inti pertanyaan: kenapa bulan Nampak pertama kali sebagai bulan sabit. dalam mu’amalat. untuk menciptakan masyarakat teladan yang tiada tara bandingannya. tetapi keduanya ditujukan kepada realitas kehidupan mereka secara nyata bukan sekedar pengetahuan yang bersifat teoritis. mereka tidak masuk dari arah pintu-pintu rumah. untuk menjalani kehidupan yang idealyang tiada duanya. akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. talak dan ‘Iddah mereka. Masalah ini apapun keadaanya.”dan bukanlah kenajikan…(189) Apakah tradisi mereka itu berkenaan dengan perjalanan secara umum atau berkenaan dengan haji secara khusus –walaupun ini yang lebih dekat denga konteks –tetapi mereka dahulu menganggap hal ini sebagai kebajikan –yakni kebikan atau iman.. yang memiliki peran khusus dalam memimpin umat manusia..[13] Di dalam shahihain –dengan sanad –nya.” (194)[10] Kedua: penafsiran menurut pemahan beliau. dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beuntung. dan menjelaskan tentang peredaran bulan dan bagaimana peredaeran bulan itu terjadi. system khusus dan masyarakat khusus. dan untuk mengokohkan dasar-dasar kehidupan ini di muka bumi. perniagaan dan hutanngpiutang mereka. bukan bidang al-Qur’an. lalu ia dicela karena perbuatan tersebut. Kemudian salah seorang dari mereka datang lalu masuk dari arah pintu. itulah yang diisyaratkan oleh bagian ayat yang kedua.lalu al-Qur’an datang untuk membatalkan persepsi yang salah dan amal perbuaan mereka yang mengada-ada yang tidak berdasar dan tidak bermanfaat .[11] …oleh sebab itu menghidnari jawaban manusia yang manusia itu belum memiliki kesiapan untuk menerimanya dan tidak dapat memberikan manfaat bagi misi utama yang menjadi utama diturunkannya Al-Qur’an.“…Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa. Dan masuklah kerumahrumah itu dari pintu-pintunya.. Baik jawaban ini untuk pertanyaan yang pertama atau untuk kedua. “mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. dalam semua perkara agama dan dunia mereka. Karena al-Qur’an diturunkan untuk misi yang lebih besar ketimbang informasi dan pengetahuan sektoral…[12] Kaitan antara kedua bagian ayat ini nampaknya adalah korelasi antara bulan sabit yaitu tanda-tanda waktu bagi manuia dan ibadh haji dengan tradisi jahiliyah berkenaan dengan haji.” (189) Tanda-tanda waktu bagi manusia dalam tahallul dan ihram mereka. Katakanlah : ‘bulan sabt itu adalah tanda-tanda bagi manusia dan (bagi ibadah haji). dalam pernikahan. dan sebagainya… jawaban ini juga tidak menjelaskan kepada mereka tentang fungsi bulan dalam tata surya atau dalam keseimbangan gerak benda-benda luar angkasa padahal ia termasuk dalam muatan pertanyaan: Mengapa Allah mencipatakan bulan sabit? Isyarat apakah yang ingin ditumbuhkan oleh arah yang ada di dalam ayat ini? Al-Qur’an pada saat itu tengah membangun tashawwur khusus. tengah membangun umat baru di muka bumi.. dalam berpuasa dan berbukan puasa mereka.

. æá ヌ ハレハマ æ ヌ ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã レハマ íä . Al-Qur’an datang melurukan tashawwur keimanan tentang kebajikan…[14] Ketiga : tafrsir al-qur’an dengan hadits Hal ini dapat dilihat dari penfsiran beliau dalam ayat..sama sekali ini..

Berbagai persoalan ini. Itulah tujuan-tujuannya. peradabaan. Semua itu bersumber dari pengarahan Al-Qur’an yang mulia: “dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. dari analisa kami metodologi yang digunakan oleh .” (diriwayatkan Bukhari dan Muslim) Kemudian beliau memberikan komentar. (tetapi) janganlah melampaui batas. pembinaan.” (190)[15] v Keistimewaan Metodologi Tafsir Beliau Tafsir Fi Zhilalil Qur’an merupakan tafsir kontemporer yang paling actual dalam memberikan terapi berbagai persoalan dan menjawab berbagai tuntutan abad modern ini berdasarkan petunjuk al-Qur’an. Karena itu tafsir Fi Zhilalil Qur’an dapat dikatagorikan sebagai tafsir corak baru yang khas dan unik. Itulah adab-adabnya. Ini adalah bagian dari beberapa keistimewaan Zhilal. serta langkah baru yang jauh dalam tafsir. kemudian Rasulullah melarang membunuh wanita dan anak-anak. Sebab metode pergerakan (al-manhaj alharaki) atau metode realistis yang serius tidak ada didapati selain pada Zhilal. menadapatkan perhatian yang memada di dalam tafsir ini. Itulah perang yang dilakukan Islam. spritualisme. yang dapat disebut sebagai “aliran tafsir pergerakan”. ideologi.“. Zhilal juga dapat dikatagorikan sebagai aliran khusus dalam tafsir. karena sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. psikologi. sebab Sayyid Quthb menyebutkannya untuk memberikan contoh dan bukti dari yang apa yang ia katakana. v Analisa dan Kritik Dari beberapa contoh yang telah dipaparkan di atas.” (diriwayatkan oleh Malik. dakwah dan pergerakan dalam suatu rumusan kontemporer sesuai dengan tuntutan zaman. Muslim dan abu Dawud) Kemudian beliau mengutip hadits lan “dari Abi HurairahRa. politik. Sumber-sumber dalam Zhilal itu tidaklah mendasar atau pokok (primer). Rasulullah Saw bersabda: “apabila salah seorang diantara kamu membunuh dalam peperangan maka hendaklah ia menjauhi wajah. hokum. di samping persoalan-persoalan lainnya.tetapi janganlah kalian melampaui batas. Di antara persoalan dan tuntutan abad modern yang paling menonjol adalah persoalan seputar pemikiran. konsepsi. akan tetapi sifatnya sekunder. Bikhari. Dalam hal ini sayyid qutb menukil sebuah hadits “dari Ibnu Umar Ra ia berkata: “ditemukan seorang wanita terbunuh pada sebagian peperangan Rasulullah Saw. Sumber-sumber Zhilal berbeda dari sumber-sumber tafsir lainnya disebabkan perbedaan karakter dann tujuannya. Tindakan melampaui batas jelas dapat melanggar adab-adab dalam peperangan. karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (190) Tindakan melampaui batas bisa saja terjadi denga memerangi orang-orang yang tidak memerangi atau orang-orang yang tidak terlibat dalam peperangan misalnya para pendududuk sipil yang ingin hidup damai dan ingin selamat dari peperangan yang terjadi. budaya.. Sehingga membuat tafsir ini terasa sangat actual apalagi gagasan-gagasan Sayyid Quthb yang tertuang di dalam tafsir ini sangat orisinil berdasarkan nash-nash al-Qur’an tanpa terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran asing.

35 [10] Sayyid Qutb. Mungkin sekian dari penulis. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. Terjemah. [4] http://www. rahimahullah. v Kesimpulan dan Penutup Dari pemaparan di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa Sayyid Qutb dalam menafsirkan ayatr AlQur'an di dalam tafsirnya menggunakan Metodologi bil Matsur. Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan metode lainnya yang digunakan oleh beliau. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah. ================================================================= [1] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia). Hlm. dan kesalahan datang dari penulis.net/fatwa-syaikh-shalih-bin-fauzan-al-fauzan-tentang-kitab-fii-zhilalil-qurankarangan-sayyid-quthb-rahimahullaah-142/ [9] Lihat: Baraatul Ulama Ummah. 417 [14] Hal 418 [15] Hal. dari penafsiran beliau. keseimbangan.. Misalnya.indoskripsi. Demikian pula yang berdasarkan hadits-hadits Nabi Saw. Jakarta: AlI’tisham.net/fatwa-syaikh-abdullah-bin-jibrin-1-tentang-hasan-al-banna-dan-sayyidquthb-138/ [5] Al-mutasyar Abdullah al-aqil.com/node/7084 [8] http://www. [3] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia.al-ikhwan. beliau selalu mengaitkannya dengan ayat-ayat lain yang sebelumnya terlebih dahulu dijelaskan dengan pendekatan bahasa.Sayyid Qutb lebih banyak menggunakan kepada pendekatan bahasa serta munasabah Al-Qur'an. Dakwah dan Bimbingan Islam Kerajaan Saudi Arabia. Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. "FIi Dzilalil Qur'an" Terj: Jakarta. yang benar datangnya dari Allah Swt. 430 Tag: tugas ustadz ulil Sebelumnya: T A F S I R M U N I R Selanjutnya : WAHAI ABU BAKAR. “mereka yang telah pergi”. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah. Kemudian dalam penafsiran beliau jarang ditemukan adanya penafsiran beliau yang merujuk pendapat para shahabat atau pendapat Ulama mengenai ayat tersebut. dibandingkan dengan pendekatan bahasa dan munasabah Al-Qur'an. dan keserasian dalam surat. karena bila dilihat.al-ikhwan. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat.indoskripsi. Ini menyeripai hipnotis dan telepati.. Fatwa. Hal 406 [11] Hal. yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman. 2003. Dan hal ini memang merupakan keunggulan beliau dalam bahasa dan sastra.! . persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah. Jumlahnya sedikit. [2] Mantan Ketua Umum Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia) dan Mantan Ketua Umum Dewan Riset Ilmiah. Yang tak kalah penting. ia menekankan analisis rasional. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. 411 [12] Ibid [13] Hal.. 606 [6] http://one. Hal. Rabbani Press. 2000.com/node/7084 [7] http://one. sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah. takhayul.Khozin abu faqih.

com/journal/item/258 skip to main | skip to sidebar _______________________________________________________________________ ___________ | Nawawi | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Galeri Buku | Galeri MP3 | U-VideOo | _______________________________________________________________________ ___________ Saturday.http://pemudabugis. February 23.multiply.Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub . 2008 051 .

com .blogspot.Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub http://bahaya-syirik.

sebuah perkampungan bernama Musha. makanya sama-sama kita nilaikannya berdasarkan hujjah dan dalil yang tepat berdasarkan kefahaman para ulamanya umat. Manhaj Qutubiyah Qutubiyah atau Qutubi adalah suatu fahaman yang dinasabkan kepada Sayyid Qutub rahimahullah. Namun. kemungkaran dan penyelewengan mereka (Ikhwanul Muslimin) terhadap agama akan terus didedahkan kepada umum. Syahid . Meraka (Qutubiyah) adalah berakar umbi dari pemikiran yang dibina oleh Jamaah Ikhwanul Muslimin atau sesiapa yang lahir dari hasil pemikiran Sayyid Qutub (semoga Allah mengampunkan segala kesilapannya). agar kita semua menjadi celik dan segera menjauhi peyimpangan-penyimpangan pemikiran mereka yang berbahaya kepada aqidah dan kesatuan umat Islam masa ini. terutama berdasarkan kefahaman para ulama dari golongan generasi awal di atas manhaj al-Qur’an dan Sunnah yang tepat. Makanya. Pelbagai tulisan dari para ulama telah dihasilkan dan disebarkan bagi menerangkan kepada umat bahawa Ikhwanul Muslimin adalah sebuah pertubuhan yang di atas namakan dengan perjuangan Islam tersebut sebenarnya adalah sebuah pertubuhan/kumpulan yang mana pemikiran-pemikiran yang terhasil dari kalangan tokoh-tokoh utama mereka sebenarnya amat membahayakan dan menyimpang dari hakikat Islam yang sebenar. tidak sewajarnya kita cepat melenting dan melatah.Melalui pelbagai kajian. Pernah mendapat pendidikan di barat selama beberapa tahun dan beberapa tempat yang lain. mereka akhirnya telah mengeluarkan suatu fakta dan fatwa yang begitu mengejutkan dunia dakwah di dunia Islam masa ini iaitu berkenaan siapakah sebenaranya Ikhwanul Muslimin dan bagaimanakah fikrah para tokoh-tokohnya yang sebenar. pada 8 Oktober 1906. Sekaligus merupakan seorang tokoh utama dalam gerakan tersebut. termasuk di Colorado State College of Education (sekarang dikenali sebagai University of Northern Colorado). Atau para pengikut Sayyid Qutub yang fanatik dan ghalu (ta’asub) kepadanya. hakikatnya. Kita sebagai umat Islam dari kelompok Ahlus Sunnah yang bersikap adil. Dan mendapat pendidikan awal di perkampungan yang sama. Hasil karyanya yang cukup terkenal adalah Fi Dzilalil Qur’an dan Ma’alim Fi at-Thariq. penelitian dan tulisan para ulama. Terkenal sebagai penulis dan pejuang pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin. dengan ini. Sayyid Qutub Secara Ringkas Dilahirkan di Mesir. matlamat. Lalu. usaha perjuangan dan nama bukanlah suatu fakta yang haq untuk menyatakan bahawa mereka dari kelompok yang benar jika jelas ia menyanggahi kebenaran. Perjuangan Ikhwanul Muslimin suatu ketika dahulu amat gah dan cukup dikenali oleh sebahagian besar umat Islam. Menyertai pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin pada sekitar tahun 1950 dan menjadi seorang penulis dan pemikir. Pernah bertugas sebagai tenaga pengajar. Memiliki kelayakan sebagai tenaga pengajar dalam bahasa Arab dan ijazah dalam bidang Seni dan falsafah.

Di dalam hadis Bukhari ada dijelaskan: “Tidak boleh mengatakan Si Fulan syahid”. memakai topi dan lebih kerap memakai pakaian ala barat. Sayyid Qutub) Sayyid Qutub melahirkan lagi sindirannya terhadap ulama: “Kebodohan yang lahir dari kebudayaan Islam tidak akan memberi tasawwur (gambaran) Islam yang teguh. 159-160) Menurut Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah apabila mensyarahkan hadis riwayat Bukhari di atas bahawa: “Tidak boleh memastikan seseorang syahid kecuali melalui penentuan wahyu”. ia dimunculkan oleh pemikiran agama dari orang yang digelar saat ini sebagai rohaniawan. (Lihat: (1). 228. Dia juga menyatakan terhadap ulama dengan berkata: “Sebahagian syubhat yang muncul. Sayyid Qutub) Pengikut Pemikiran Sayyid Qutub (Qutubiyun) Berkata Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja as-Suhaimi: . 2687) (2). Lihat: Syiar A’lam an-Nubala. Mereka (rohaniawan) merupakan makhluk yang paling mustahil untuk diterapkan pemikirannya dan mustahil diikuti buah fikirannya. Sahih Bukhari (Syahadah. sama ada dari segi budaya atau perilakunya. (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. Menghina Penampilan Ulama Sayyid Qutub yang digelar ulama dan syahid oleh pendukung Ikhwanul Muslimin.Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dianggap sebagai mati syahid oleh para pengikutnya dan mereka menyangka: “Bahawa beliau (Hasan al-Banna) hidup di sisi Rabb-nya dan mendapat rezeki di sana” (Lihat: al-Maurid al-‘Adab az-Zulal. 63. Hlm. oleh Sheikh Ahmad Yahya anNajmi) sedangkan (menurut para ulama Salaf as-Soleh) tidak boleh memutuskan/menetapkan seseorang sebagai syahid kecuali dalam bentuk umum (Lihat: Fathul Bari 6/90. (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. Ibn Hajar) atau menurut apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya iaitu terbunuh di medan perang fisabilillah. semasa hidupnya gemar mengejek cara pakaian ulama yang diistilahkan oleh beliau sebagai orang rohaniawan. 63. Sayyid Qutub lebih senang menampilkan gaya luarannya dengan penampilan Eropah seperti mencukur janggut. pemikiran rohaniawan atau budaya rohaniawan. Iaitu syubhat yang merosak Islam dan strukturnya sehingga ke dalam jiwanya. bahkan pakaian dan tindak-tanduknya disebabkan kebodohannya terhadap realiti agama dan warisan penjajah”. kerana mereka mengetahui dari orang-orang yang mereka kenali sebagai para rohaniawan. pakaian rohaniawan. Inilah kenyataan tentang Islam yang paling buruk yang digambarkan oleh agama-agama yang lainnya”.

sama ada secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. imam Ibn Kathir. 7. malangnya apabila Sayyid Qutub diberi teguran (oleh para ulama). imam Ibn Qaiyim. sekalipun teguran tersebut benar. sanjungan dan lainnya”. (Lihat: Syarah Kasyfus Syubuhat Fii Tauhid. (Lihat: fi Zilalul Quran 4/2328 atau 4/3804) Imam az-Zahabi. (Lihat: Fikru at-Takfir Qadiman wa-Hadisan. . maka hendaklah kita mengatakan bahawasanya istiwa ertinya: Penguasaan (Berkuasa. Hlm. imam Ibn Taimiyah. Aqidah Yang Menyeleweng Terdapat sebahagian pihak yang mendakwa bahawa mereka yang menjelaskan bahaya pemikiran Sayyid Qutb ini sebagai pelampau dan extreme.“Qutubiyun adalah mereka yang satu kaum membaca (mempelajari) tulisan-tulisan Sayyid Qutub. Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ramai lagi para ulama Salaf termasuk Syeikh Ibn Bazz dan Muhammad Nashiruddin al-Albani dengan tegasnya telah menolak dan membantah cara takwil atau penafsiran yang dilakukan oleh Sayyid Qutub kerana mengingkari Allah beristiwa’ di ‘Arasy. Dia hanyalah seorang penulis (sasterawan) berpegang dengan mazhab Asy’ari. Apakah Syeikh al-Albani juga pelampau kerana menjelaskan akidah Sayyid Qutub? Fahamilah apa yang telah ditulis oleh Sayyid Qutub yang berkaitan dengan akidah: “Berkenaan hal “Istiwa” Allah di atas ‘Arasy. Jika mereka dapati ada seseorang yang menegur kesilapannya. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Syaid Qutub Minal Qawasim) tulisan Rabi’ bin Hadi) Ingatlah apa yang dikatakan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bahawa ghulu itu: “Berlebih-lebihan dalam memberi pujian. Raja as-Suhaimi) Antara fatwa dari Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah diakhir hayatnya: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam. mengambil dan meyakini sebagai kebenaran mutlak apa sahaja yang terdapat di dalam tulisan-tulisan tersebut sama ada yang hak (benar) atau yang batil (merosakkan)”. Memerintah) Allah atas makhluk-Nya”. para pendokong Qutubiyah bangun membantah dengan kata-kata yang keji”. Muhammad bin Soleh al-Utaimin) Sikap keji ini telah berlaku di kalangan pendukung tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin sehingga ke taraf melatah dan melalut. 98. maka mereka akan mengeluarkan pelbagai alasan. Hlm. Syeikh Abdussalam menjelaskan: “Sudah dimaklumi bahawa Sayyid Qutub bukanlah seorang yang menguasai ilmu agama. Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”. Terdapat banyak kesalahan yang keterlaluan dan keji di dalam tulisannya. (Yang paling keji dan membahayakan ke atas orang-orang Islam ialah menghidupkan pemikiran (fahaman) Khawarij iaitu takfiri (pengkafiran) dan teori “Tauhid Hakimiyah”) Menurut Syeikh Abdussalam lagi: Didapati para pentaqlid dan pendukung Sayyid Qutub sangat berlebih-lebihan apabila mempertahankan Sayyid Qutub.

kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. bukan Kalamullah”. (Lihat: Fii Zilalil Quran. itu adalah perkataan Jahmiyah”. Maksud dari kalimah “Penguasaan/Berkuasa/Memerintah” di sini adalah mengingkari istiwanya (Allah di ‘Arasy) yang maknanya telah jelas iaitu tinggi di atas ‘Arasy. 4/2328) Gaya penafsiran ayat di atas ini jika disengajakan. Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya lagi. kerana kata-kata “Sebagaimana bumi dan langit” ia menyerupakan al-Quran sebagaimana makhluk yang lainnya. (Perkataan ini termuat dalam keset rakaman Ibn Bazz tahun 1413) Menurut Sayyid Quthb al-Qur’an Itu Makhluk Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya Fii-Zilalil Quran telah menulis: “al-Quran adalah suatu yang zahir. Imam Abdullah berkata: Aku mendengar bapa ku berkata: Sesiapa yang mengatakan lafazku terhadap al-Quran itu makhluk maka itu adalah ucapan yang buruk dan kotor. sedangkan al-Quraan adalah Kalamullah bukan makhluk yang sama sekali tidak boleh disama atau disekufukan dengan makhluk. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Apa yang dikatakan oleh beliau (Sayyid Qutub) adalah batil dan ini membuktikan bahawa dia miskin dalam ilmu tafsir”. 5/3006) Sayyid Qutub meyakini al-Quran adalah “ ユ ä レ ヌ ááå” ciptaan Allah (makhluk). (Lihat: ヌ á モ ä ノ 1/165) Sayyid Qutub mentahrif dan mentakwil nas-nas al-Quran sehingga diertikan al-Quran itu makhluk bukan Kalamullah. Beliau berkata: “Dan sesungguhnya mereka (manusia) itu tidak akan berdaya mengarang satu huruf pun yang menyerupai al-Kitab ini. 4/2328) Tafsir Sayyid Qutub ini membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. ia membuktikan bahawa Sayyid Qutub telah membuat kesilapan besar di segi akidah (mudah-mudahan ia kesilapan yang tidak disengajakan atau kesalah-fahaman orang awam terhadap uslub sastera beliau yang tinggi).Syeikh Abdul Aziz bin Bazz dengan ketegasannya membantah: “Perkataan ini adalah perkataan yang fasid. Keyakinan ini bertentangan dengan akidah Ahli Sunnah wal-Jamaah. 5/2719) æóåó ミヌ ヌ á ヘムン (ユ) ãä ユ ä レノ ヌ ááå ハレヌ áì “Dan huruf ini (Shaad) adalah salah satu ciptaan Allah Ta’ala”. bukan Kalamullah. Malah tafsir Sayyid Qutub di . fi-Zilalil al-Quran telah menulis: ヌ á ゙ムツ ä ルヌ å ムノ ゚ æäí ノ ゚ヌ á ヌムヨ æ ヌ á モ ã ヌ æ ヌハ “al-Quran adalah suatu yang zahir. kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. (Lihat: fi Zilalil al-Quran. Ini adalah akidah Jahmiyah. kerana sesungguhnya ia adalah salah satu dari ciptaan Allah”. (Lihat: Fii Zilalil Quran.

sebagaimana yang telah dijelaskan tentang sesatnya akidah serupa ini oleh Imam Abdullah rahimahullah: ゙ ó ヌ áó ヌ úá ヌ öãó ヌ ãõ レ ó ネ ú マ õ ヌ ááå : モ óãö レ ú ハ õ ヌ ó ネ öíú íó ゙ õæúáõ : ãóäú ゙ ó ヌ áó áó ン ú ル öí ネ ö ヌ áú ゙ õ ム ú ツ äö ãõ ホ úáõæú ゙ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãñ モ õæú チ ñ ム ó マ öí チ ñ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãõ ヌ áú フ óåúãöíøó ノ .atas ini benar-benar membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. bukan Kalamullah”. Ini adalah akidah Jahmiyah dan akidah mereka yang sealiran dengan kelompok yang sesat.

6/4002) Begitu juga dengan kitab Turkh Hasan Al-Banna Wa-Ahammul Warisin. (Fii Zilalil Quran. tidak pula sebuah masyarakat Islam”. Disingkap dan didedahkan juga pergerakan dakwah di dalam Ikhwanul Muslimin terutamanya yang dipemimpin oleh Sayyid Qutub. (Lihat: Syarah Sunnah. Maka tidak ada hakikat zat kecuali hakikat zat-Nya. 1/172) Berkata Imam Ibnu Abi al-Izz al-Hanbali: “Maka (sepakat) seluruhnya para imam mazhab yang empat dan orang-orang Salaf dan Khalaf. Sedangkan segala sesuatu (zat) yang lain wujudnya tersimpul dari (zat)-Nya yang sebenarnya”. 214) Dalam kitab ヌ á レ æ ヌ ユ ã ãä ヌ á ゙ æ ヌ ユ ã oleh Abi Bakr Ibnu al-Arabi. (Lihat: Syarah Akidah Thahawiyah. Hasan al-Banna. 217 hingga ke hlm. maka antara kesalahan Sayyid Qutub ialah mengkafirkan umat melalui katakatanya: “Pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam. Dan tidak ada sesuatu zat yang sebenarnya kecuali zat-Nya. keganasan dan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin serta disingkap segala rancangan jahat dan konspirasi mereka untuk menjatuhkan pemimpin Islam. (Lihat: Syarah Akidah Tahawiyah.Berkata Imam al-Barbahari: “Dan bahawasanya al-Quran itu Kalamullah yang diturunkan-Nya dan bukanlah makhluk”. 1/185) I’tiqad Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud Allah Bersama Makhluk) Sayyid Qutub telah menerapkan fahaman wahdatul wujud melalui kitab tafsirnya. hlm 4. Hlm. Matan 10) Berkata Imam Abu Ja’far at-Tahawi rahimahullah: “Bahawasanya al-Quran itu adalah Kalamullah (firman Allah)”. Di dalam kitab ini Syeikh Ayyad asy-Syamari telah mendedahkan kekejaman. menggambarkan penghinaan Sayyid Qutub yang keterlaluan terhadap Khalifah Uthman: “Kami lebih condong kepada sistem kekhalifahan Ali radiallahu ‘anhu sebagai mengambil alih secara tabi’i dua Khalifah sebelumnya”. (Lihat: al-‘Adalahtul Ijtimaiyah fil Islam. (Lihat: Fii Zilalil Quran. mereka bersepakat bahawasanya al-Quran adalah kalamullah bukan makhluk”. Beliau berkata apabila menafsirkan ayat: “Sesungguhnya ayat: (Katakanlah bahawa Allah itu Esa!): Sesungguhnya ia menjelaskan kesatuan zat (æ ヘ マ ノ ヌ áæ フ æ マ ). 234. dari hlm. sama ada dalam pertimbangan syara atau neraca akal yang rasional. Keyakinan ini diklasifikasikan sebagai keyakinan berbaur elemen ideologi Syiah. Terlalu banyak buku-buku yang telah mendedahkan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin dan sikap para pemimpin mereka yang keji dan mungkar. Umar at-Tilmisani dan yang lainnya.a. Perkataan Sayyid Qutub Terhadap Uthman r. Namun Sayyid Qutub tidak boleh dihukum kafir di atas beberapa kesilapannya. Sayyid Qutub berkata tentang Khalifah Uthman: “Dia (Khalifah Uthman) mengurus urusanurusan yang banyak menyimpang dari Islam”. Selain mencela Uthman. 4/2122) “Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama .

serta keluar dari Laa Ilaha Illallah. (Lihat: Fii Zilalil Quran. 11/1057) Inilah bentuk takfir terhadap orang Islam yang di luar kelompok Ikhwanul Muslimin. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengulang-ulangi pada azan kalimah (Laa Ilaha Illallah)”. beliau juga melahirkan ramai para pengikut/pendukung yang fanatik kepadanya di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin. (Lihat: Fii Zilalil Quran. semuanya mengetahui melalui bahasa mereka makna Ilah dan makna Laa Ilaha Illallah. Lihatlah antara apa yang difatwakan oleh Sayyid Qutub: ゚ヌ äæ ヌ ヌ á レムネ í レムン æä ãä á ロハ åã ã レ äì : ナ áå æã レ äì á ヌ ヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå 。 ゚ヌ äæ ヌ í レムン æä : テ ä ヌ á テ áæåí ノ ハレ äí ヌ á ヘヌ゚ ãí ノ “Orang-orang Arab dahulu-kala. 11/1492) æ ヌ á ミ íä á ヌ í ンムマ æä ヌ ááå ネヌ á ヘヌ゚ ãí ノ ン ì テ í メ ã ヌ ä 。 ン ì テ í ã ゚ヌ ä åã ã ヤム゚ æä . selain mewariskan fahaman Qutubiyah Khawarijiyah dan Tauhid Hakimiyah Takfiriyah. Tauhid Hakimiyah Dan Takfir Sayyid Qutub rahimahullah. Gerakan dan fahaman Qutubiyah yang tersemai di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin dan diterima pakai oleh tokoh-tokohnya telah berjaya menarik minat ramai masyarakat meniru perjuangan mereka. mereka mengetahui: Bahawasanya Uluhiyah membawa makna pada hakimiyah”.

Antara teori-teori bid’ah yang terkandung di dalam tulisan-tulisan Sayyid Qutub seperti di dalam Ma’alim fii at-Tariq (Buku yang berunsur pengkafiran (takfiriyah) ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu dengan judul “Petunjuk Sepanjang Jalan”) dan fii Dzilalil Qur’an ialah fahaman takfir (pengkafiran) dan penghinaan terhadap umat Islam sekarang ini dengan tuduhan sebagai masyarakat jahiliyah. sosial. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. tetapi mereka masih memberikan keutamaan yang sangat utama dari sifat ketuhanan kepada selain Allah iaitu mereka masih beragama dengan berhukum dengan selain hukum yang diturunkan oleh Allah”. maka mereka itu adalah orang-orang musyrik”. di mana pun mereka. 11/1492) Perjuangan Khawarij yang diteruskan oleh Ikhwanul Muslimin sangat menitik-beratkan caracara menjatuhkan penguasa yang telah mereka hukum sebagai kafir. Mereka dianggap sebagai jahiliyah bukan kerana berkeyakinan tentang anggapannya ada ketuhanan seseorang selain Allah dan bukan kerana mereka mengutamakan syiar-syiar pengibadatan kepada selain Allah…. Hlm 101) Menuduh umat ini sebagai: “Termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah” samalah seperti mengkafirkan umat Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa-sallam yang ada sekarang ini. Hizbut Tahrir dan berbagai-bagai hizb yang lainnya.“Maka orang-orang yang tidak meng-Esakan Allah dalam hal Hakimiyah (hukum) di zaman apapun. akhlak. Selanjutnya dia berkata: “Apabila hal sudah jelas. JI. DII. syirik atau zalim. (Fahaman seperti ini dikenali sebagai Fahaman “Tauhid Hakmiyah”. Pemahaman seperti ini adalah mungkar kerana ia diwarisi dari sikap Zul Khuwaisirah yang menentang Rasululullah yang dituduh tidak berlaku adil. maka pendirian Islam terhadap masyarakat jahiliyah adalah berkait dengan satu ungkapan iaitu Islam menolak pengakuan seperti itu iaitu pengakuan keIslaman masyarakat ini secara total”. Mereka menilai ke-Islaman seseorang atau pemerintah hanya pada perlaksanaan hukum terutamanya hudud bukan pada nilai akidah mereka.. Jamaah Jihadiyah.blogspot. ia telah melahirkan fahaman yang rosak dan perpecahan yang begitu banyak di kalangan umat Islam seperti melahirkan Jamaah Takfir wal-Hijrah. Hlm 101) . Sebagai bukti Sayyid Qutub telah berkata: “Masyarakat yang mengaku sebagai masyarakat Islam (sekarang ini) telah termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah. Buah fahaman yang dipetik dari benih yang ditanam oleh Khawarij yang menentang Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam ini adalah bertentangan dengan pemahaman Ahli Sunnah wal-Jamaah yang berpegang dengan manhaj Salaf as-Soleh dalam mensikapi pemerintah dan orang-orang Islam. teori. persepsi dan andaian. Bid’ah-bid’ah ini tercipta melalui penafsiran beliau yang dihanyutkan oleh rakyunya (pendapatnya) sehingga membawa kepada kesesatan akidah selain bid’ah ibadah. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. siyasah dan iedologi songsang. Sila rujuk link ini untuk pejelasan lebih lanjut berkenaan Tauhid Hakimiyah: http://bahaya-syirik. (Lihat: Fii Zilalil Quran.com/2007/07/isu-11-tauhid-hakimiyah-punca. Berpunca dan juga kesan dari pelbagai bentuk pemikiran Sayyid Qutub yang bid’ah.html) Sayyid Qutub melalui pelbagai tulisannya telah mengheret ramai umat kepada berbagai bid’ah pemikiran.

4/2122) ン゙マ ヌムハマハ ヌ á ネヤム í ノ ヌ áì レネヌマノ ヌ á レネヌマ æ ヌ áì フ æ ム ヌ á テマ í ヌ ä æä ゚ユハ レ ä á ヌヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå æ ナ ä ル á ンム í ゙ ãäå ヌ í ムママ レ áì ヌ áã ツミ ä . tidak pula sebuah masyarakat Islam”.Selain itu.á ヌヌ áå ヌ á ヌ ヌ ááå . beliau (Sayyid Qutub) turut menyatakan. (Lihat: Fii Zilalil Quran. ナ äå áí モ レ áì æ フ å ヌ á テムヨ ヌ áíæã マ æá ノ ã モ áã ノ æá ヌ ã フハ ã レ ã モ áã “Bahawasanya pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam.

yang merupakan kemuncak terakhir dari pengkafiran Sayyid Qutub. Hlm. Yusuf al-Qaradhawi) Fatwa Yusuf al-Qaradhawi di atas yang dinukil secara amanah ini. (Lihat: al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutub Minal Qawasim. rujuklah kepada buku Sayyid Qutub “at-Taswirul Fanni’.“Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama serta keluar dari Laa ilaha illallah. meninggalkan tauhid uluhiyah. ia tercatit di dalam tulisan-tulisannya. 242) Di dalam kitab ヌ áãæ ムマ ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á Syeikh Abdullah bin adDuwais telah mendedahkan sebanyak 182 (seratus lapan puluh dua) kesalahan termasuk kesalahan dalam bab akidah. (Supaya lebih jelas. Atau kitabnya “Kutub wa-Syaksiyat. Hlm. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengualang-ulangi pada azan kalimah (Laa ilaha illallah)”. (Lihat: Aulawiyyatul Harakah al-Islamiyah. pentaqlid buta yang taksub dan mereka yang bersangatan memuja dan memuji Sayyid Qutub dan pertubuhan Ikhwanul Muslimin boleh memejamkan mata tentang kesalahan yang terlalu banyak ini? Apakah Syeikh Abdullah bin ad-Duwais seorang yang bodoh? Pastinya beliau seorang ulama besar sehingga mampu mendedahkan kesilapan Sayyid Qutub yang sebanyak itu di dalam tafsirnya. Inilah juga antara ciri-ciri doktrin dan fahaman Khawarij tulin. mencela sahabat. mencela Khalifah Uthman radiallahu ‘anhu. menyebarkan pemikiran takfir dan sebagainya”. Jangan Mengkafirkan Mereka Namun para masyeikh (para ulama yang bermanhaj Salaf) tidak pernah mengkafirkan Sayyid Qutub atau sesiapapun dari tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin yang menjadi sanjungan kelompok mereka sebagaimana dinyatakan oleh Syeikh Hammad al-Ansari: “Diketika orang ini (Sayyid Qutub rahimahullah) masih hidup maka sewajarnya dia bertaubat. berakidah Asy’ariyah dalam mentakwil sifat-sifat Allah. (Lihat: Fii Zilalil Quran. 163. Kenyataan Yusuf al-Qaradhawi sendiri telah menjadi saksi dan bukti bahawa Sayyid Qutub melahirkan pemikiran takfirnya (pengkafirannya) terhadap umat Islam sekarang ini kerana ia telah diakui oleh Yusuf al-Qaradhawi dengan fatwanya: “Pada peringkat pengkafiran ini. 24. 110. Di dalam tulisan-tulisan tersebut terpancar pengkafiran terhadap masyarakat dan perlunya penundaan dakwah untuk beralih kepada undang-undang Islam (hakimiyah) dan menyerukan jihad melawan seluruh manusia”. iaitu mudah mengkafirkan orang yang tidak menerima fahamannya. jika tidak bertaubat dia dikenakan hukuman mati kerana telah murtad. Oleh kerana dia telah meninggal maka perlu dijelaskan kepada umat bahawa perkataannya itu batil. Hlm. Rabi’ bin Hadi) . 11/1057) Inilah bentuk takfir (menghukum orang lain kafir) dan menghukum murtad kepada orang Islam yang di luar kelompoknya. namun kita tidak mengkafirkannya kerana kita belum menegakkan hujjah ke atasnya”. didukung dan dikuatkan lagi dengan kenyataan Ahmad Farid Abdul Khaliq: “Sayyid Qutub telah memperlekeh Nabi Musa ‘alaihissalam. Apakah pendukung. Hlm.

iaitu: 1 – Lingkungan (persekitaran) mereka telah membentuk (mempengaruhi) mereka seperti itu. Maka yang demikian ini adalah salah satu bentuk kezaliman. kerana beberapa hal. dan firqah-firqah sesat dengan kaum muslimin dan kesalahan-kesalahannya (an-Nawawi dan Ibnu Hajar) tidak membahayakan masyarakat. Ibnu Hajar dan imam-imam besar yang lainnya. dan yang seumpamanya tidak dimaafkan? Maka. sufiyahnya dalam bukubukunya. dapat dijawab dari dua segi. al-Banna. Maka. Adapun Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna. ini jawabnya: Berkata al-Ustaz Abdul Hakim Abdat hafizahullah dalam majlis Fathul Bari Syarh Sahih Bukhari ketika menyentuh kesalahan al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani dalam masalah asma’ wa sifat di dalam al-Fath. kerana imam Nawawi dan Ibnu Hajar memiliki jasa ilmiyah dan bermanfaat bagi umat Islam yang boleh menutupi kesalahan-kesalannya. sedangkan Sayyid Qutub. Andy Abu Thalib al-Atsary. Pertama: Bahawa di antara dua jenis kelompok orang ini ada perbezaan yang besar. “Mengapa imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani serta ta’wil mereka yang keliru itu dimaafkan. dan tidak mengajak untuk tahazzub (bergolong-golongan/firqah). Kedua: Bahawa an-Nawawi dan Ibnu Hajar tidak mengajak kepada kesalahan-kesalahannya. meskipun dari hasil ijtihad mereka mencul bid’ah.” Bila ingin dibandingkan: Sayyid Qutub dengan buku-bukunya selalu mengulang kesalahan yang sama. al-Maududi. serta mereka menganggap . 2 – mereka tidak mengulang-ulang perbahasan yang salah tersebut dalam kitab-kitabnya dan tidak menulis satu kitab pun yang membahasa tentang masalah yang salah itu. 3 – jasa-jasa mereka belum tergantikan hingga saat ini. “Bahawasanya diakui kesalahan mereka ini sebagai kesalahan ijtihadiyah bukan bid’ah. m/s. begitu juga hasan al-Banna selalu menunjukkan tafwidh. Majusi. 185-186) Menurut Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi: Jika ada yang bertanya. berbeza dengan Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dan selainnya. pengkafiran terhadap masyarakat (kaum muslimin). Nasrani. mereka beranggapan bahawa antara akidah yang rosak bahkan yang kafir dan akidah sahihah (yang benar) yang selamat tidak ada bezanya. mereka ini tidak memiliki jasa ilmiyah serta amaliyah dan tidak memberi manfaat bagi umat Islam sebagaimana yang dimiliki oleh anNawawi. penyatuan shaf di antara Rafidhah. maka bahayanya telah hilang dengan tanbih (peringatan) ini. lalu bagaimana kita boleh menerima kesalahan mereka sebagai kesalahan. Terbitan Darul Qolam. Dan para ulama telah menjelaskan dan memebri peringatan agar berhati-hati dari kesalahan-kesalahan tersebut. (Rujukan: Menyingkap syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin.Syubhat Dan Bantahan Terdapat sebahagian pihak dari pendukung pemikiran Sayyid Qutub rahimahullah menyamakan beliau (Sayyid Qutub) dengan kesilapan al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah dalam persoalan takwil asma’ wa sifat. Belum lagi mereka tidak memenuhi syarat sebagai seorang mujtahid. dan kitab-kitab mereka menjadi rujukan umat.

keutamaan mereka serta aqidah yang benar. keduanya adalah Ahlus Sunnah dan aku mengenal keduanya dengan keilmuan mereka. Dr.Pujian Sheikh Abdul Aziz Bin Baz terhadap Sheikh Dr. Hlm. 35) 3 . dan lainnya dan seorang muslim itu tidak berbeza. kerana banyak orang yang ta’asub (fanatik) dengan pendapatpendapatnya yang menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah dan mereka memerangi ahlu Sunnah. Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufiq-Nya dan agar Allah mengampuni Sheikh Muhammad Amman dan agar memberikan taufiq kepada . Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”. oleh Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi.Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berfatwa: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam. termasuk pertubuhan Ikhwanul Muslimin: “Khusus mengenai Sheikh Muhammad Amman al-Jami dan Sheikh Rabi’ bin Hadi alMadkhali. 30) 3 . Terbitan Daar as-Salaf. dan ini merupakan bahaya yang paling besar.Berkata Syeikh Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr: “Bahawa Sayyid Qutub bukan termasuk ulama yang dapat dikuti perkataannya dalam masalah-masalah ilmiyah”.Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan pendedahan bahaya pemikiran Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak. Nasrani. (Ucapan yang dirakam pada tanggal 7/11/1414) 4 . Muhammad Amman al-Jami telah meninggal dunia pada malam Khamis tanggal 27 Sya’ban tahun ini (semoga Allah merahmati beliau) namun aku menasihatkan agar tetap mengambil faedah (manfaat) dari kitab-kitab yang ditulis oleh keduanya.bahawa antara seorang Rafidhah. baik secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. Hlm.Syeikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menyatakan berkenaan Sayyid Qutub yang mentahrif ayat-ayat istiwa: “Dan ini adalah batil dan menunjukkan bahawa Sayyid Qutub miskin dalam hal tafsir”. (Dinukil dari Edisi Terjemahan atas judul: Menepis Manhaj Dakwah II. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. m/s. (Lihat: Baraatul Ulama Ummah. Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali) 2 . (Lihat: Baraatul Ulama Ummah. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali yang banyak mengkaji dan membongkar sekian banyak penyimpangan dalam kepelbagaian firqah dalam dakwah. 37-38) Fatwa Para Ulama Terhadap Sayyid Quthb 1 . dan mereka ini sungguh memberi mudharat terhadap kaum muslimin bukan memberi maslahat. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutu Minal Qawasim) tulisan Sheikh Dr.

tidak mampu untuk mengikuti hingga ke tindakan yang paling hina tersebut. iaitu Sheikh Rabi’ dan Sheikh Muqbil.a. kemunafikan. tipu daya. “Sesungguhnya Muawiyah dan sahabatnya Amr r. Maka penghinaan atas diri dua orang sheikh ini.a. Rabi’. halaman 242.. Rujuk juga: Kaset Tsana’ul Ulama ‘ala asy-Sheikh Rabi’ – tasjilat Minhajus Sunnah) 5 – Diajukan sebuah pertayaan kepada Sheikh al-Albani dalam sebuah kaset yang berjudul Liqa’ Abil Hasan al-Ma’ribi ma’a al-Albani. maka tidaklah hairan kalau mereka berdua berhasil dan Ali gagal. “Perkataan yang buruk.” (Rujukan: Kaset al-As’ilah as-Suwaidiyyah. Dan ketika Muawiyah dan sahabatnya itu condong melakukan kebohongan. dan sungguh kegagalan tersebut adalah lebih mulia dari segala keberhasilan. tidaklah mengalahkan Ali r. yang berbunyi: “Meskipun telah diketahui sikap dua orang sheikh yang mulia. merupakan penghinaan terhadap Muawiyah dan penghinaan terhadap Amr bin Ash. dan membeli segala perlindungan.a. akan tetapi kerana mereka berdua juga lebih tangkas dalam mempergunakan pelbagai pedang sedang Ali terikat pada akhlaknya dalam memilih sarana untuk berkelahi.a. semua itu adalah perkataan yang buruk dan mungkar. sementara ilmu ada pada beliau.seluruh kaum muslimin kepada perkara yang diredhai-Nya dan perkara yang padanya terdapat perbaikan bagi kaum muslimin. iaitu Sheikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan Sheik Muqbil bin Hadi al-Wad’i dalam memerangi kebid’ahan dan pendapat-pendapat yang menyimpang. penipuan.” Sheikh al-Albani juga menyatakan bahawa: “Sesungguhnya pembawa bendera jarh wat Ta’dil zaman ini adalah saudara kami Dr.” Maka beliau rahimahullah menjawab: “Alhamdulillah kami merasa yakin bahawasanya para da’i di pelbagai negeri Islam yang mereka menegakkan kewajiban fardhu kifayah (ini). dua orang da’i kepada Kitabullah dan Sunnah di atas pemahaman salafus soleh. ada sebahagian kalangan pemuda yang meragukan bahawa keduanya berada di atas garis salaf. sebagaimana inilah yang nampak oleh semua orang. celaan kepada mereka ini hanya bersumber dari salah satu di antara dua kemungkinan orang: boleh jadi dia seorang yang jahil/bodoh dan boleh jadi dia adalah pengikut hawa nafsu. atau pernyataan perang dari orang-orang yang menyelisihi manhaj yang benar ini. penyuapan. . tentang Muawiyah bin Abu Sufyan dan Amr bin al-Ash r. mereka akan dicemuh kerana mereka berdakwah dengan dakwah yang benar yang tegak di atas al-Kitab dan as-Sunnah di atas manhaj salafus soleh ini. yang mana sedikit orang yang bersedia menunaikannya di masa-masa sekarang.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata ketika beliau ditanya perkataan tersebut dan dibacakan kepadanya. sesungguhnya Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha dekat. kecurangan. (Rujukan: Kaset al-Muwazanat Bid’atul ‘Ashr li al-Albani) 6 – Fatwa al-Allamah Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah: Sayyid Qutub berkata dalam bukunya “Kutub wa Syakhiyah”. sedangkan orang-orang yang membantah beliau sama sekali tidak berada di atas ilmu selamanya. dan Ali r. ini merupakan perkataan yang buruk. kerana keduanya lebih mengetahui tentang kedalaman jiwa dan lebih berpengalaman dalam bertindak dengan tindakan yang bermanfaat dalam siatuasi-situasi yang tepat.

w. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. atas Sayyid Qutub dalam Tafsirnya ataupun dalam buku lainnya.w. beliau menjawab: “Pengamatan saya terhadap buku-buku Sayyid Qutub adalah sangat sedikit sekali dan saya tidak mengetahui keadaan orang tersebut. “Ini adalah perkataan yang buruk. “Karangan siapa?” Penanya berkata. 18/7/1416H). Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム .w.” (Rujukan: Kaset “al-Liqa’ alMaftuh ats-Tsami Baina Sheikh al-Utsaimin dan al-Madkhali di Jeddah”. mereka menulis tanggapan-tanggapan atasnya. “Tidakkah dilarang saja buku-buku yang ada di dalamnya perkataan seperti itu?” Yang mulia Sheikh Abdul Aziz bin Baz berkata.” Sheikh Abdul Aziz berkata. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri.t. kerana sesungguhnya pencelaannya terhadap beberapa sahabat r. “Karangan Sayyid Qutub. atau salah satu sahabat r.” (Rujukan: Syarh Riyadhus Sholihin karangan Sheikh yang mulia.a. “Apakah ini ada dalam surat khabar?” Penanya berkata. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. “Dalam sebuah buku (semoga Allah s. keselamatan) akan tetapi bila ia mencela sebahagian besar atau memfasikkan mereka maka ia keluar dari Islam kerana mereka adalah pembawa syari’at ini. “sesungguhnya dalam diri mereka berdua ada kemunafikan”.” Penanya berkata. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri.t. maka barangsiapa yang suka untuk menelaahnya maka baik untuk ditelaah. seangkan para mujtahid apabila tidak tepat maka semoga Allah s. hari Ahad. membalas kebaikan kepada sheikh). dan saudara kita Sheikh Rabi’ al-Madkhali juga menulis tanggapan-tanggapan atasnya. “Ini adalah salah dan keliru namun tidak menjadi kafir. dan bila mereka dicela ertinya adalah suatu celaan terhadap syari’at.” Penanya berkata. Jihad. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. akan tetapi para ulama telah menulis tentangnya yang bersangkutan dengan karangannya dalam Tafsir “Fi Dzilalil Qur’an”. “Perkataannya. adalah suatu kemungkaran dan kefasikan yang harus diberi hukuman (kita memohon kepada Allah s.Muawiyah dan Amr serta orang-orang yang ebrsama mereka berdua adalah dalam posisi berijtihad.” Kemudian beliau berkata kembali. dan yang berakhir tidak tepat. Terbitan Darul Haq) 7 – Sheikh Muhammad bin Soleh al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya berkenaan Sayyid Qutub. Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . seperti yang ditulis oleh Sheikh Abdullah ad-Duwaisy rahimahullah. “Dalam buku berjudul Kutub wa Sykhshiyyat. Terbitan Darul Haq) . telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. kemudian ditandatangani oleh Sheikh Muhammad dengan tanggal 24/2/1421H).” Seorang penanya berkata. memaafkan kita dan mereka. Jihad.t. bukankah perkataan seperti ini merupakan tindakan mengkafirkan?” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata.a.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata. “Bahkan lebih baik ia dirobek (dikoyak).

Sheikh al-Allamah Soleh al-Fauzan ditanya berkenaan buku “Fi Dzilalil Qur’an”.w. sedang hal yang sangat mengambil perhatiannya adalah tauhid rububiyah. dan sekiranya mengambil dari kitab-kitab salaf (kitab terdahulu). dan segala yang terkandung di dalamnya dari hukum-hukum syari’at. Sedangkan buku fi zhilalil Qur’an adalah sebuah buku tafsiran yang umum yang mungkin kita dapat menamakannya dengan buku tafsir yang ebrsifat tematik iaitu di antara tafsiran yang bersifat tematik yang kita kenal zaman sekarang ini. Pada hakikatnya kitab tersebut bukanlah kitab tafsir namun hanya sebuah buku yang membahas erti secara umum dari setiap surah atau al-Qur’an secara umum. yang kemudiannya diteliti kembali oleh Sheikh). dan bila ia sebutkan berkenaan tauhid uluhiyah maka ia memusatkan pada tauhid hakimiyah (perundangan). Jihad. dan al-hakimiyah tidak diragukan merupakan sebahagian dari tauhid uluhiyah akan tetapi ia bukanlah satu-satunya tauhid uluhiyah yang diinginkan (dan ia mentakwilkan sifat-sifat Allah s. akan tetapi tafsir tersebut tidak dapat dijadikan sandaran kerana bercampur dengan pelbagai perkara sufiyah dan rangkaianrangkaian kata yang tidak sewajarnya dalam kitabullah seperti mensifati al-Qur’an dengan muzik dan nada-nada dan juga penulisnya tidak prihatin terhadap tauhid ibadah. Buku ini tidak boleh dijadikan sedarjat/setaraf dengan ibnu Katsir dan kitab-kitab lainnya.t.8 – Sheikh Soleh bin Fauzan al-Fauzan. pertemuan dengan yang mulia sheikh. Maka buku itu bukanlah tafsir dengan makna yang difahami oleh para ulama terdahulu dari masa yang lalu iaitu bahawasanya tafsir adalah penjelasan akan makna al-Qur’an dengan riwayat-riwayat yang ada. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. 9/8/1412H. Rujuk: (ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . dan bahawasanya kita membuat para pemuda tergantung dengan buku tersebut dan agar mereka mengambil pemikiran yang padanya terdapat perkara yang perlu diperdebatkan. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme.w. Inilah pendapat saya. dengan cara orang-orang yang sesat). dan ini kemungkinan memiliki akibat yang buruk terhadap pemikiran para pemuda. dan penjelasan tentang segala apa yang tersembunyi di baliknya sama ada dari segi bahasanya mahupun keindahannya. “Masalah membaca buku azh Zhilal masih diperdebatkan kerana azh-Zhilal mengandungi perkara-perkara yang masih perlu diperdebatkan.” (Rujukan: Kaset “Majmu’ ma qalahu Ibnu Baz haula nashihatihi al-ammah”. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. dari ayat-ayat dan surah-surah yang ada. Dan sebelum itu semua.t. Ada tafsir Ibnu Katsir dan tafsir-tafsir ulama salaf lainnya yang banyak sekali jumlahnya yang sudah lebih dari cukup daripada tafsir seperti (fi zhilalil Qur’an) ini. Beliau berkata. tafsir al-Qur’an dan hukum-hukum syari’at. dan kitab-kitab yang berbicara tentang aqidah. Makkah alMukarramah. Terbitan Darul Haq) Penutup Tulisan yang telah anda baca ini hanya mendedahkan sebahagian kecil dari sekian banyak . penjelasan yang dimaksud Allah s. maka pastilah lebih sesuai bagi para pemuda tersebut.

dan lain-lain. oleh Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Mansur al-Udaini. Antara Kitab-kita tersebut adalah sebagaimana berikut: 1 . 7 . Cetakan Darul Haq) – Membukukan fatwa-fatwa dari ulama seperti Sheikh Abdul Aziz bin Baz. seorang Anggota Kibarul Ulama dan Anggota Lajnah Badan Fatwa Saudi Arabia.ヌ á ム ヘ ãä レ ネ マ ヌ á ホ ヌ á ゙ .ム ン レ ヌ áá ヒ ヌ ã レ ä ã ホ ヌ á ン ノ ヌ á ゙ ム ヨ ヌ æí á ヤ ム レ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã . 13 – ã リ ヌ レ ä モ í マ ゙ リ ネ ン í ヌ ユ ヘ ヌ ネ ム モ æá ヌ ááå . Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Syeikh Sulaiman bin Soleh al-Khurasyi. Soleh Fauzan. oleh Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja’ as-Suhaimi. Mereka Adalah Teroris!. Untuk lebih jelas lagi.ン ゚ ム ノ ヌ á ハ ゚ ン í ム ゙ マ íã ヌ æ ヘ マ í ヒ ヌ æ ハ ネ ム ニ ノ ヌ ハ ネ ヌ レ ã ミ å ネ ヌ á モ á ン ãä ヌ á ロ áæ æ ヌ á ン ゚ ム ヌ áãä ヘムン .ヌ á ゙リネ í ノ åí ヌ á ンハ ä ノ ンヌレムン æå ヌ . Syeikh Ahmad Yahya an-Najmi. (Indonesia) 11 – Menyingkap Syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. 8 . Terbitan Pustaka Qaulan Sadida. (telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. Terbitan Darul Falah. Sheikh Dr. oleh Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali telah disemak dan ditaqdim oleh Syeikh Dr. Jihad. oleh Sheikh Dr. anda boleh merujuk sendiri buku-buku karangan ulama yang membahas dan mengkaji secara khusus berkenaan Pemikiran Sayyid Qutub ini dan sekaligus pemikiran/manhaj Ikhwanul Muslimin bersama para tokoh-tokohnya yang lain. Soleh bin Fauzan al-Fauzan. Terbitan . 14 – Kekeliruan Pemikiran Sayyid Qutub.ヌ áãæ ム マ ヌ á レ ミ ネ ヌ á メ á ヌ á ン íã ヌ ヌ ハ ハ ゙ マ レ áì ヌ áãä ヌ å フ ヌ á マ レ æí ノ ãä ヌ á レ ゙ ヌ ニ マ æ ヌ á ヌレ ã ヌ á . 3 . 4 . Telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á . oleh al-Ustaz Luqman bin Muhammad Ba’aduh. oleh Syeikh Saad bin Abdulrahman al-Husin 6 . 2 . oleh Syeikh Abdullah bin ad-Duwais.ベ í ゙ノ ヌ á マレ æ ノ ヌ áì ヌ ááå . Terbitan Darul Qolam. (Indonesia) 12 – ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌチ ヌ á ゚ネヌムン í ヌ á ナム å ヌネ æ ヌ á ハマ ãí ム æ ヨ æ ヌネリ ヌ á フ å ヌマ æ ヌ á パン í ム . Sheikh al-Utsaimin. oleh Sheikh Abi Ibrahim bin Sultan al-Adnani 5 . 10 – Sebuah Tinjauan Syari’at. 9 . dengan tajuk: Sayyid Quthb Cela Sahabat Nabi?. oleh Farid bin Ahmad bin Mansur. oleh Sheikh Dr. & Mengkafirkan Kaum Muslimin.マレ æ ノ ヌ á ヌホ æ ヌ ä ヌ áã モ áãíä ン ì ãíæ ヌ ä ヌ á ヌモ á ヌ ã .ヌ á ゙ムヨヌ æí ン í ヌ áãí メヌ ä.fakta-fakta yang menunjukkan penyimpangan Sayyid Qutub (semoga Allah mengampuninya) dalam perjuangannya terhadap Islam. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. sheikh al-Albani. oleh Andy Abu Thalib al-Atsary. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri.

.... kayak malikat yach.. April 11.?/?? cuma bisa mencaci bukan>>>>>////???? kayak dewan juri loe itu kalo loe disuruh berbuat yang lebih bermanfaat kagak bisa kan???? JANGAN BELAGU LOE. (Merupakan Terjemahan Dari Kitab Asal ke Bahasa Indonesia)......!!!apa yang engkau berikan untuk umat ini bro. Jari Jemari Ini Akan Terus Memintas Penyelewengan Yang Dilakukan Terhadap Agama Ini/Islam MY PERSONAL NETWORKS Rangkaian Halaman Peribadi Arkib Artikel Blog an-Nawawi Blog Aqeedah Blog Fiqh-Sunnah Blog Bahaya-Syirik Galeri Niaga Ruang Downloads MP3 Quran Persoanal Web Site Sifat Solat Sunnah I Sifat Solat Sunnah II Zikir Dan Doa Rasulullah Ustaz Rasul Dahri PMH Yahoo-Group MY Friendster I MY Friendster II ARKIB ARTIKEL ----------------------------BLOG AN-NAWAWI ----------------------------BLOG AQEEDAH ----------------------------BLOG FIQH ......sama aja loe bisa makan tapi gak bisa masak......???? pantesan deh loe bukan malaikat jadi cuma bisa komen ja.. hoi semua orang you cela trus you sendiri kayak apa sih......gue gak katakan loe bodoh tapi loe pinter but keblingaer tau loe. Posted by Nawawi Bin Subandi at 7:39 AM Labels: Ikhwanul Muslimeen 1 comments: Habibullah said...?????? tau gak orang kafir itu udah pada merajalela tapi you apa yang you lakukan untuk dien ini....Darul Falah..BELAGU PINTER TAPI.??? bisa mencaci tapi gak bisa berbuat/. malu kawan you cuma bisa mencaci kawan sendiri sesama muslim tapi loe sendiri.. 2008 7:55 AM Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) BAHAYA SYIRIK Bersama Kalam/Pena/Keybord....??? jawab yach......

..Pemikiran Sayyid Qutub: Pencetus Ideologi Ta.. • ? July (3) ..----------------------------BLOG BAHAYA SYIRIK ----------------------------GALERI BUKU ILMIYAH ----------------------------GALERI DOWNLOAD ----------------------------MP3 al-Qur'an ----------------------------Sifat Solat Sunnah I ----------------------------Sifat Solat Sunnah II ----------------------------Doa & Zikir RasulullaH ----------------------------Mail-Forum Discussion ----------------------------My Friendster I ----------------------------My Friendster II ----------------------------Web Rasul Dahri ----------------------------- Klik!!! .Nasihat Para Ulama Supaya Berhati-hati Denga. • 123 .Mazhab al-Muwazanah: Di Antara Kritikan Dan .Misteri Tuah dan Sial Di Hujung Jari? • ? 2010 (18) • ? November (1) • 125 ....Untuk mendengarkan saluran radio sunnah Search Islamic DirectoryKeyword: NUMBER OF VISITORS Persoalan Asas-asas Tauhid/'Aqeedah Intro (Edisi Revisi)Dasar-dasar AqeedahTawheed RubbubiyahTawheed UluhiyyahTawheed Asma' wa SifatDi Mana Allah?al-Wala' wal Bara' Blog Archive • ? 2011 (1) • ? March (1) • 126 .Tanggapan Para Ulama ke Atas Kitab Ihya’ ‘Ul.. • ? August (1) • 122 . • ? October (2) • 124 .

Koreksi Ke Atas Dr.Tatacara Angkat Takbir: Zamihan al-Ghari Pe.. • ? 2009 (28) • ? December (3) • 107 . • ? August (1) • 100 ..Bahaya Syirik • Menjawab Syubhat Artikel: “Islam Terapkan Amalan D.Gambar Atau Patung: Dua-dua Tidak Boleh Menu.Pujian Dr.Benarkah Dengan Banyaknya Agama Memberi Bany. • 094 ... • 093 .• ? • ? • ? • ? • ? • 121 .Manhaj dan Prinsip Ibnu Taimiyyah di Dalam M.. • ? November (2) • 104 ..Syaikh Utsaminin Toward Safar al-Hawali & Sa. • 109 .Jadilah Orang Yang Gembira. Soleh Fauzan al-Fauzan Ditanya Berkenaa. • 117 ..Fatwa Syaikh al-Albani Terhadap Ikhwanul Mus.....Solat Ultraman: Zamihan al-Ghari Memperlekeh. . • 103 .. • 095 . • 120 .. Jangan Melenting! February (2) • 110 ...Fatwa Ulama’ Sunnah tentang Demonstrasi • 096 .Benarkah Rasulullah Dan Sahabat Juga Melakuk...Ghuluw: Sikap Yang Perlu Dihindari • ? July (2) • 099 .. Soleh al-‘Utsa.. January (1) • 108 ......Sebuah Penjelasan Tentang al-Asya'irah • 111 .Islam Menolak Keganasan • ? March (1) • 87 ..Menjawab 5 Syubhat Utama Golongan Yang Meraik.Ibnu Taimiyyah Berkata Tentang Pemberontakka.Perkataan Ibnu Taimiyyah Berkaitan al-Asya’i. Jangan Jadi Tuli ..Ke Mana Arah Tuju Perjuangan Islam PAS? • 092 .. • 114 .. • ? June (7) • 097 .. Yusuf al-Qaradhawi: Bab .. • 119 . • 113 .Tahukah Anda Hasan Nasrullah Itu Musuh Islam.Perangkap Iblis Kepada Ahli Ibadah • ? May (2) • Syaikh Dr...Fatwa Ulama Masa Kini Terhadap Gerakkan Ikhw.Benarkah Ilmu Jarh wa at-Ta’dil Telah Pupus .......Jawaban Syaikh Ibn ‘Utsaimin Terhadap Pembel..Parti Islam atau Khawarij? • 101 .... • 105 . • ? September (2) • 102 ...Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar Berka. • ? April (1) • 88 . • 112 . April (1) • 116 .Isyarat Jari Telunjuk: Zamihan al-Ghari Berd... June (2) • 118 . • 89 .Hadis Ahad Yang Sahih Adalah Hujjah: Imam an...Penjelasan Syaikh Muhammad B.. Yusuf al-Qaradhawi Kepada Yahudi ..Benarkah Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi Seor.. • 091 .Apakah Ini Kepercayaan Seorang Manusia Yang . • 106 .Para Ustaz Ditangkap. March (5) • 115 ..

.. • 080 ... • ? October (3) • ? September (3) • ? August (2) • ? July (3) • ? June (3) • ? May (2) • ? April (5) • ? March (1) • ? February (5) • 054 ."Buku Islam Liberal..Mempercayai Allah Di atas ‘Arsy: “Benarkah M.Benarkah Syaikh al-Albani Membenarkan Menyer.Ust. • ? January (3) • 082 .. • ? January (2) • ? 2007 (47) • ? December (3) • ? November (4) • ? October (16) • ? August (3) • ? July (9) • ? June (6) • ? May (6) Short Messages Only Menjadi Teman Blog .Berkasih Sayang Dan Bersabahat Dengan Yahudi.Fatwa: Siksa Untuk Pelaku Bid’ah Dan Maksiat. 9 September : Sebuah Konspira. • 081 . Rasul Dahri VS Ahbash • ? November (2) • 078 .....Membantah Syubhat Buku “ISLAM LIBERAL Tafsir.Syiriknya Selawat Syifa’ & Selawat Nariyah • 077 .Illuminiti: The Cult That Hijacked The World.. • 052 . Mohd.Fatwa: Bolehkah Membid’ahkan Orang? • 085 .Runtuhnya WTC..BAHAYA PEMIKIRAN HASAN AL-BANNA DI DALAM KIT. • 053 . • 083 ..Milik Dr...Tahukah Anda Bahawa Syi'ah Adalah Musuh Umat....• ? February (4) • 086 . • ? 2008 (32) • ? December (1) • 079 ... • 084 . • 051 .Bantahan & Pertanyaan Buat Sohibus Somahah D.... Asri ..Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub • 050 .

10 March 2010 (Rabu). Lebih lanjut. InsyaAllah. RM100. Penghantaran secara percuma disediakan untuk kawasan sekitar Klang & Shah Alam. Klik untuk info 7 . RM18. mulai sekarang anda boleh mendapatkan hampir kesemua kuliah-kuliah/e-books terkini tersebut melalui DVD yang dapat kami sediakan. Terbitan Pustaka Imam asySyafi'i.Ushulus Sunnah (Keyakinan Imam Ahmad).Ensiklopedi Solat. Satu Set (9 Jilid). Kandungan Utama • • • • al-Asya'irah (3) al-Fatawa (3) Berzanji (2) Bid'ah (4) .Shahih Tafsir Ibnu Katsir. (Buku Baru) 4 . Terbitan Pustaka Darul Ilmi. Klik Untuk Info Tarikh Kemaskini: 16:30.Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Kami juga menyediakan khidmat pengurusan sembelihan haiwan secara percuma jika diperlukan.com/. Harga lembu bemula dari RM2100-RM2700. manakala kambing dari RM650-RM750. 8 Jilid). Klik untuk info 5 -Syaamil al-Qur'an. 0114-0018104-52-8 (atas nama Nawawi Bin Subandi). Klik Untuk info 3 . Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani. & penghantaran).Tafsir Ibnu Katsir (Size ekonomi. (Harga tersebut termasuk kos Disc. Terjemahan Kata per Kata. Sms-kan Nama penuh dan alamat ke 013-3701152 untuk penghantaran. Boleh juga klik di sini. RM72. 10 Jilid). 012-6887715. Dapatkan Rakaman Kuliah Ingin Mendapatkan Rakaman Kuliah-kuliah Melalui DVD/CD? Mungkin anda menghadapi kesukaran untuk memuat-turun (download) koleksi rakaman kuliah-kuliah & e-books yang telah disediakan di http://an-nawawi. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i.Tafsir Ibnu Katsir (Size Besar. Bekalan Haiwan Korban & Aqiqah Bekalan lembu & kambing untuk ibadah korban.com/ 1 .4shared. Oleh itu. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. Klik untuk info 6 . oleh Ustaz Yazid Abdul Qadir Jawas. Duit boleh di-Bank in kan ke CIMB account no. Hubungi 0133701152.blogspot.Buku Online Klik (Buku-buku Terhangat): SENARAI HARGA BUKU YANG BERUBAH (Harga Terkini) Atsar Enterprise (SA0077445-W) http://galeriniaga. Serta kambing untuk ibadah aqiqah. dengan hanya RM20.00 (DVD/4. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. burning.5gigs) kami akan hantarakan terus melalui pos kepada anda. Terbitan Pustaka Ibnu Katsir. sila hubungi Saudara Nawawi di 013-3701152 atau Saudara Adi Negara di 0162091531. Klik untuk info 2 . oleh Syaikh Dr.

boleh hubungi 013-3701152 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut. Untuk menempah. dengan kos RM125 bagi kandungan sebanyak 11Liter +/. Untuk memesan. Perkhidmatan Baik Pulih Komputer/Laptop Kini Atsar Enterprise turut menyediakan perkhidmatan baik pulih komputer & Laptop. Madu Asli MADU ASLI Berminat Mendapatkan Madu Asli? Didatangkan dari Hutan Danau Toba (Warna Kehitaman) & Hutan Riau (Warna Merah Kekuningan). Kami beroperasi di Shah Alam. Dengan harga RM30. Indonesia. Dalam bentuk botol kaca atau plastik berisipadu 450ml. . boleh hubungi 013-3701152 atau 0126887715 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Demokrasi (3) Demonstrasi (5) Fatwa (7) Freemasonry (5) Ghibah (4) Ghuluw (1) Golongan Al-Ahbash (4) Golongan-Anti-Hadis (4) Hizbut-Tahrir (1) Ikhwanul Muslimeen (17) Jema'ah Tabligh (2) Khawarij (10) Kuburi (5) Lagho (1) Muzik (3) Peringatan (2) Qardhawiyoon (4) Ramalan (1) Sambut Perayaan (2) Sekular (3) Syi'ah (16) Syirik (8) Tarekat-Sufi-Tasawuf (15) Tauheed (4) Tauhid Hakimiyah (7) Wahhabi (6) Bekalan Air Zam-Zam AIR ZAM-ZAM Berminat Mendapatkan Air Zam-zam? Kami ada membekalkan air Zam-zam kepada mereka yang memerlukan.(satu tong).

dan Tabi'ut Tabi'in. Klik di Sini..blogspot. Tabi'in. mudahkanlah semua urusan kami dan terimalah amal ibadah kami.com/2008/02/051-bahaya-pemikiran-sayyid-qutub. 012-6887715 atau 013-3701152. -3Melalui para ulama yang berdiri teguh di atas jalan mereka (jalan salafus soleh). bolehlah menghubungi Saudara Nawawi. -4Memastikan agama ditegakkan di atas fakta yang sahih lagi ilmiyah.Kepada yang berkaitan/memerlukan perkhidmatan.. Ameen. “Ya Allah. Lebih lanjut. Prinsip Kami Prinsip Kami -1al-Qur'an & as-Sunnah sebagai pegangan.html .” Dari Mana Blog Ini Sedang Dilihat! | Suara Umum | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Buku | http://bahaya-syirik. -2Memahaminya di atas pemahaman para Salafus Soleh yang terdiri dari para Sahabat yang diredhai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful