oleh Hafidz Abdurahman M.

A Untuk membaca, apalagi melacak, pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966), seperti kata penulis buku ini, diperlukan kejelian dan kecermatan. Karena itu, ketika menulis

pengantar ini, saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya, agar saya bisa bersikap amanah, setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar, dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub), setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama, “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis, sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”, yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. Tetapi, mungkin saja asumsi ini tidak betul. Sebab, ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas, antara lain, karena tulisan

ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku, tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. Kedua, “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. Asumsi ini juga dapat diterima, sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. Asumsi ini dibenarkan, karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at- Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). Karena itu, berdasarkan perspektif kebahasaan, asumsi yang kedua ini lebih tepat. Cuma persoalannya, jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat, buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid, setidaknya dengan comparatively method, antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. Sekalipun demikian, tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. Paling tidak, buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom yang diurai di dalamnya, setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. Karena itu, saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. Dilahirkan di Qaryah, wilayah Asyuth, tahun 1906, sepuluh tahun kemudian, Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. Dari Qaryah, beliau melanjutkan studi ke Kairo, tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. Sekitar tahun 1926, pada usia 20 tahun, beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad, penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. Kurang lebih 25 tahun, Sayyid Qutub bersamanya, dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah, beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. Dalam rentang inilah, beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. Pada akhirnya beliau keluar, dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah, pecahan Partai al-Wafd, tetapi hanya bertahan dua tahun. Setelah itu, beliau tidak terlibat dengan partai manapun. Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub, dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. Tetapi, sejak tahun 1946, setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an, beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. Selama 25 tahun, antara tahun 1926-1950, Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam, khususnya ketika bersama al-’Aqqad. Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952), disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra, seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933- 1937), konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938), kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan

makalah sosial (1940-1941), kritik terbuka kepada Dr. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943), kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944), kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945), serta uraian tentang krisis di tanah air, peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). Disamping itu, gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan, dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada, kemudian tentang siapa yang disebut penyair, disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. As-Syathi’al-Majhul (1935). Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. Dalam pengantarnya, beliau mengatakan, bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis, ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum, yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin, ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. Sekalipun berisi bantahan, tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam, tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. Thiflun min al-Qariyah (1946). Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein, penulis buku al-Ayyam, yang sangat beliau kagumi. AlMadinah a!-Mashurah (1946). Buku ini berisi kisah fantasi. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). Karya ini ditujukan kepada para sastrawan, penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. Asywak (1947). Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948). Berisi pemandangan kiamat, dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan, yang terbagi dalam delapan puluh surat. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). Buku ini berisi kritik sastra, dasar dan metodenya. Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir, dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme, sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika, dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi, setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh, akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945, setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945), Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). Ketika di Amerika, tahun 1949, beliau menyaksikan Hassan al-Bana, pendiri aI-Ikhwan dibunuh. Dari sini, Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. Setelah kembali ke Mesir, beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana, seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. Saya mendalami perjalanan hidup

Dirasat Islamiyyah (1950-1953). al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya. “Saya yakin.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat diwujudkan oleh Islam. Sesuatu yang biasanya . ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru.” Karena itu. at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya. ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini. dalam rentang antara tahun 1953-1966. Dari sini saya tahu.” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit. kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951).beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). beliau bergabung dengan al-Ikhwan. tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. Karena itu. Hadza ad-Din (1953). ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. mereka mengatakan: “Bukan itu. mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. Inilah kitab Sayyid Qutub. Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau. mereka mengatakan: “Bukan itu. ketika berusia 45 tahun. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. tapi ini.” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. Buku yang menekankan. Dalam jamaah ini. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. Kemudian secara berurutan. bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. seperti al-Bana. sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim. keluar buku beliau. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. Pada saat inilah.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit.

WaIlahua’lam bi as-Shawab. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. 01/02/2011 Kategori: Siyasah . serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam. hasan. Penulis: khilafah trooper http://khilafahtrooper. nabhani. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. an. Pemakaian istilah al-wa’yu. Tentang masalah yang terakhir ini.wordpress. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya. Apa lagi untuk mendapat laporan. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. Akhirnya. apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat. dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya.com/2011/02/01/perubahan-mendasar-pemikiran-sayyid-qutb-dari-alaqqad-hasan-al-banna-hingga-taqiyudin-an-nabhani/ . Dan buku ini. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh). sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. tahun 1953. isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). banna. sejak pertama kali mendirikan partainya. beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid Qutub. bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini. Dalam pertemuan ini. namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini.sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau. Yang berkaitan: ral. sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. yang masih belum sadar. Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat. taqiyuddin .

21. Disambungkan dengan bunyi 'Lii' beserta suatu jenis nada di sekitar pemandangan yang menentramkan berisi gelombang suka cita yang menghanyutkan.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Judul ini merupakan salah satu pasal yang terdapat dalam At-Tashwirul Fanniy halaman 171 Sayyid Quthb berkata di bawah judul ini: "Dahulu kita katakan bahwa tunduknya 'kisah' kepada maksud keagamaan tidaklah menghalangi terlihatnya kekhususan-kekhususan seni sewaktu ditampilkan. Sekarang kita katakan bahwa sebab pengaruh ketundukan inilah makanya nampak keistimewaankeistimewaan seni itu sendiri yang diperhitungkan pada tinjauan seni tentang kisah (cerita) dalam dunia kesenian yang bebas. meletakkannya sesuai dengan ragam bagian yang diilustrasikannya. dan masuklah ke dalam surga-Ku. di mana tidak semua pembaca mempunyai kesiapan untuk menerima ilmu tersebut. Apabila bumi digoncangkan berturut-turut.' Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya. Maka di sisi kami ada yang kami pegangi untuk memastikan bahwasanya dia mengikuti aturan khusus dan selaras dengan suasana umum tanpa terkecuali. jikalau kita memilih jenisjenis yang berjauhan dan berbagai bentuk nada yang berbeda pada surat An-Naazi’at. dan datanglah Tuhanmu. demikian juga dengan kita. dikatakan kepada orang-orang yang beriman: "Hai jiwa yang tenang.Membantah "Dien. berlawanan dengan nada ketentaraan yang keras itu." (Al-Fajr : 27-30) Sayyid Quthb pun menafsirkan ayat ini dengan uslub bahasanya. dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. hingga ucapannya: "Dengan keharmonisan yang memenuhi seluruh ruang udara dengan ridla dan sambutan kelembutan ini: (Maka masuklah dalam kelompok hamba-hamba-Ku) berbaur dengan mereka dan saling mencintai: (Dan masuklah dalam Surga-Ku). Seni. Hanya saja kita menilai masalah ini lebih mudah dari hal tersebut. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam." (Al-Fajar : 21-26) Dia katakan: "Di tengah-tengah ketakutan ini yang disebarkan oleh tontonan barisan ketentaraan disertai dengan Jahannam dengan nada (kobaran) barisan ketentaraan yang sangat teratur dan muncul dari bangunan lafazh yang keras bentuknya bersama dengan adzab tunggal tiada duanya dan permisalan ikatan. Dia mengatakan: 'Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatanNya. kaidah-kaidah nada secara khusus dan istilah-istilah nada. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. sedang malaikat berbaris-baris. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku. Dua ." Dia katakan: "Adapun beragamnya musik. Kadang kita membutuhkan di dalam meletakkan batasan bagi perbedaan-perbedaan ini dan sewaktu menerangkannya.” Dia katakan dalam menafsirkan firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Jangan (berbuat demikian). dan Kisah" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5.

Permasalahannya bukanlah persoalan lafazh atau pertemuan perasaan. Kemudian dia menafsirkan surat ini berdasarkan kaidahnya. foto." Sayyid Quthb mengatakan pada halaman 114 dalam buku At-Tashwir. dan pemandangan. pelan." Saya katakan: Ini adalah tikaman yang sangat mengherankan terhadap kitab Allah subhanahu wa ta’ala. Penggambaran dalam Al-Qur'an tegak di atas asas itu. suasana. 4 Penggambaran dengan warna-warna sangat memerhatikan keterpaduan ini. akan tetapi inilah keterlepasan dari aqidah. intonasi. Sedangkan pada halaman 114-115. dan perpaduan visual yang ternilai sebagai seni kelas tinggi dalam bidang visual. semuanya mempunyai satu warna. Dia katakan di halaman 117: "Bagian-bagian ini tersebar di atas papan dengan selaras berpadu sebagai keterpaduan yang sangat dalam. ia adalah hal-hal yang tersembunyi dan menakutkan. seorang pengawas lukisan di kementerian ilmu pengetahuan untuk memberikan koreksi atas bagian khusus tentang keserasian visualisasi. namun cukuplah kami katakan: Sesungguhnya kaidah-kaidah dasar seni lukis mengharuskan adanya kesatuan antara tiap-tiap bagian gambar sehingga tidak kacau masing-masing bagiannya. dia berbicara tentang visualisasi serta pembauran berbagai gambar dan lukisan. namun ia adalah layar. dan penerapan-nya. tidaklah nilai kedalaman dari semua ketelitian ini kosong tanpa tujuan. walaupun satu-satunya sarana yang dia gunakan hanyalah lafazh-lafazh. Ini adalah kemu'jizatan jika diperankan daripada sekedar ungkapan saja. samar. Tidak ada dalam penjelasan ini sedikit pun tipu daya. maka dengan itu meninggilah nilai mu'jizat-nya dibandingkan semua usaha tersebut. tindakan yang sangat buruk kepada Rabb alam semesta. perpaduan bagian-bagian. dia mempersilakan professor seni Dhiyauddin Muhammad.bentuk nada dan pemaduan yang harmonis sempurna…………" (At-Tashwirul Fanniy: 110-111) bersama keadaan keduanya secara Kemudian dia melanjutkan menyebutkan macam-macam nada. sedangkan suasana umum tegak di atas asas satu kesatuan bagian dan warna. maka diapun berkata: "Ambillah sebuah surat pendek yang bisa saja disangka oleh sebagian orang serupa dengan mantera dukun atau perkataan sajak.di atas papan dengan ukuran-ukuran tertentu agar sebagiannya tidak menyerempet bagian yang lain dan ia tidak kehilangan keharmonisan dalam keseluruhannya. serta bukanlah tujuan ini sebuah hiasan yang fana. dan memberikan khayalan. dilipat oleh ketersembunyian dan kegelapan. Dia katakan: "Keserasian warna ini adalah kunci jalan menuju keserasian yang kita maksudkan itu sendiri di sini. serta bahwasanya nada sangat jelas pada sebagian ayat yang membuat tidak butuh lagi mengetahui kaidahkaidah musik (halaman 112-113)." Pernah saya menyangka/mengira ada seorang muslim yang mengatakan ucapan seperti ini dalam menafsirkan Al-Qur'an. Dan ambillah surat Al-Falaq! Suasana apakah yang hendak dibangun di dalamnya? la adalah suasana pengucapan mantera sebab padanya ada suara tersembunyi. keserasian. sebagaimana hal tersebut diperhatikan pada pembagian peran dalam adegan sandiwara dan film. . sehingga kami tidak berhajat untuk menjelaskannya. Yang kita maksudkan itu ialah: 1 Apa yang dinamakan 'Kesatuan lukisan'. 3 Warna yang dipakai melukis dengannya dan bertahap dalam bayangan agar merealisasikan iklim kebersamaan yang berpadu dengan ide dan tema. berupa gambar-gambar. di mana seorang pemula dalam kaidahkaidah ini pun memiliki pengetahuan tentang kesatuan ini. 2 Penyebaran bagian-bagian gambar -setelah penyesuaian. dan itulah tipu daya yang sebenarnya.

tidak naik kepada pencapaian beragam uslub nada." Saya katakan: Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan mereka semua kesehatan dan keselamatan dan menjauhkan mereka dari bala' yang ditimpakan kepadamu dengan sebab kenekatan dan keberpijakanmu yang tanpa aqidah dalam membuat-buat perkataan terhadap Kitab Allah yang agung yang telah engkau jadikan sebagai medan penerapan seni yang terendah. maka masih tersisa keselarasan seni dalam visualisasi ini yang jauh dari ufuq pembahasan mereka sesuai tabiat keadaan. Juga dia katakan "Seni dan Dien dua hal yang setingkat di dalam kedalaman jiwa". serta peranan yang dimainkannya di setiap bentuk kalimat. Sayyid Quthb berkata pada pasal 'Keharmonisan seni' halaman 86: "Ketika kita berkata (sesungguhnya visualisasi adalah kaidah dasar uslub Al-Qur'an. Di belakangnya masih ada banyak cakrawala lain yang belum mereka singgung sama sekali selain pemandangan nada musik yang merupakan salah satu ufuk tinggi tersebut. lalu imajinasi dan mewujudkan secara jasadi adalah pemandangan yang sangat jelas dalam visualisasi ini). juga Islam mengharamkan gambar (yang bernyawa. Lantas meremehkan tindakan barbar terhadap kedudukan dan kesucian Al-Qur'an juga terhadap keagungan orang yang berbicara dengannya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan wahyu untuk menunjuki para hamba-Nya. Kami katakan: Andaikan perkaranya seperti yang lelah engkau sebutkan. Apakah para seniman dan manusia lainnya mempunyai hak untuk meluruskan Al-Qur'an secara benar?? Sayyid Quthb berkata dalam pasal 'Kisah di dalam Al-Qur'an' halaman 143-144: "Hakikat Al-Qur'an yang terbesar dalam pengungkapan adalah visualisasi"." Lalu Sayyid Quthb mengemukakan keistimewaan-keistimewaan lain. masih banyak cakrawala lain yang dicapai oleh keselarasan rangkaian Al-Qur'an serta dengannyalah penyempurnaan. mereka sebagaimana yang telah saya katakan terhenti pada pemandangan-pemandangan luar.-pent) dan mengabarkan bahwa para pembuat gambar adalah orang yang akan mendapatkan adzab yang terberat . Lalu karena pemandangan ini terlalu sangat terang dalam Al-Qur'an dan ia teramat sangat dalam membangun seni. Lalu ketika visualisasi Al-Qur'an adalah perkara yang belum mereka paparkan dengan menjadikannya sebagai asas pengungkapan Qur'ani secara global. Darinya didapatkan kesesuaian dalam penampilan seni dan darinya pula lahir musik yang muncul dari pemilihan lafazh dan perangkaiannya dalam aturan khusus. Di luar semua ini. maka tentu Islam tidak akan memisahkan antara Dien dan seni. seolah Al-Qur'an tidak menjadi mu'jizat kecuali jika berada di atas metode Sayyid Quthb berikut kaidahnya yang sesat dan rusak yang terlepas dari aqidah. Setelah itu dia katakan di halaman 89: "Bersamaan dengan keistimewaan-keistimewaan yang ia ciptakan secara hakiki dan berkualitas. Hanya saja.Seolah Allah subhanahu wa ta’ala seorang seniman yang tidak mempunyai tujuan selain mengundang decak kagum para seniman dan pelukis. alat senda gurau yang masuk di dalamnya musik dan gendang. sesungguhnya ia senantiasa menjadi pemandangan keselarasan terbaik yang dapat disentuh oleh seorang pembahas Al-Qur'an. maka kita tidaklah berlebihan dalam memberikan penjelasan tentang keistimewaan-keistimewaan Al-Qur'an secara umum dan juga tidak dengan keistimewaan-keistimewaan visual Al-Qur'an secara khusus. padahal Islam mengharamkan lagu. maka sesungguhnya pembicaraan mereka tentangnya tidaklah melampaui batas pemandangan yang nampak tersebut. keterpaduan semuanya itu dengan suasana di mana dillustrasikan dengan musik ini.

baik setan manusia maupun jin. dan manusia pilihan umat ini yakni ulama akan menjadi orang yang paling memerhatikan bidang seni. maka tentu para nabi. Maret 2008.blogspot. Bagaimanapun ulama umat ini adalah manusia yang terpintar tentangnya. serta sangat jauh orang pilihan umat ini bahkan orang terburuknya pun dari menganggap Dien dan seni sebagai dua hal yang sederajat. shahabat. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. yaitu: . Lc. Penerjemah: Muhammad Fuad.html Sayyid Quthb telah membangun perbuatan fatalnya di dalam buku ini dan selainnya di atas dasar-dasar yang rusak lagi menghancurkan. maka tentu engkau akan mendapatkan sekolah-sekolah seni akan selalu berdampingan dengan sekolah-sekolah Dien. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. namun Allah subhanahu wa ta’ala melindungi mereka dari was-was semua setan. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. Andaikan masalahnya seperti yang diucapkan oleh Sayyid Quthb. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. Sangat mustahil Dien menilai seni setingkat dengannya.com/2008/05/membantah-dien-seni-dan-kisah. Cetakan: Pertama.di hari kiamat serta Islam melaknat para pembuat gambar. Andaikan urusannya sebagaimana yang engkau katakan.

Dia justru banyak melakukan kekufuran dan membuat cerita berhiaskan kebohongan disebabkan keterlepasannya dari aqidah dan anggapannya akan pemikirannya. 258) Ternyata realitas tidak sama dengan sangkaannya. drama. musik dengan beragam jenisnya. 'Abdul 'Aziz Fahmi Basya berkata bahwa dia tidak pernah mendengarkan kebebasan yang semisal (gilanya) kebebasan Sayyid Quthb!! 5. kanvas. maka dia juga baru)). dia tidak dikekang oleh suatu aqidah apapun dalam mempraktikkan kaidahnya yang rusak di atas nash-nash Al-Qur'an. pertunjukan di mana dia telah menjadikan mayoritas nash-nash Qur'ani sebagai panggung yang luas untuk inovasi Yahudi dan Nasrani. Kaidah Tashwirul fanniy (visualisasi seni) dan rentetannya yang bersumber dari kaidah tersebut. Keterlepasannya dari aqidah yang dia sendiri menegaskan: "Saya dengan terang-terangan mengatakan hakikat yang terakhir ini." (At-Tashwirul Fanniy. 255) 4. Keyakinan bahwa Dien dan seni setara. sedangkan apa saja yang tidak terpisah dan yang baru atau apa saja yang tidak mendahului yang baru. Berpijak dari sini dan dari dasarnya ini. gambar. bahkan komunis demi merusak Dien dan akhlak. Dia telah menggunakan pula dalam perkerjaannya ini ahli musik. Bahkan saya adalah pria pemikir yang menghormati akalnya daripada sifat kufur nikmat dan cerita berhiaskan kebohongan. juga menyatakan dengan gamblang bersamanya. Dia berpegang pada pemikiran dalam apa yang telah dia tetapkan dari Al-Qur'an dan hakikat-hakikat lainnya. 2. Dari sini jugalah dia berpendapat bolehnya permainan musik dengan ragamnya. 6. kertas. berupa: pementasan teater. Sesungguhnya saya berbangga dengan kalimat singkat yang pasti yang diungkapkan oleh professor peneliti besar ‘Abdul ‘Aziz Fahmi Basya yang menyifati arah pemikirannya ini: 'la memberikan semerbak kebebasan akal yang belum pernah kita dengarkan sebelumnya'." (At-Tashwirul Fanniy hal. dll)." Benarlah. Begitu pula dengan rentetan kaidah tersebut. Dia mengulang-ulangi pengungkapan kemuliaan yang dirasakannya dengan kebebasan berpikir ini. lalu dia katakan di dalam Masyahidul Qiyamah fil Qur'an: "Ini bukan sama sekali kalimat yang berasal dari seorang laki-laki yang terkurangi dari kebebasan berpikir.1. Dia telah meminta bantuan ahli gambar (tashwir) dalan pekerjaannya menyusun At-Tashwirul Fanniy Sesungguh-nya itu merupakan gambar yang diharamkan dan telah tersebut riwayat yang berisi laknat dan kecaman keras tentangnya. di mana dia katakan dalam bentuk kalimat pembelaan terhadap Al-Qur'an dan semua ketetapan-nya -berdasarkan pemahamannya-: "Saya dalam titik ini bukanlah pria agamis yang diikat oleh aqidah murni sehingga tidak bisa melakukan telaah bebas. tontonan panggung. (Lihat Minhajus Sunnah 1/112-113 cetakan lama) . hal. padahal ia diharamkan dan seburuk-buruk alat yang melalaikan (dari mengingat Allah subhanahu wa ta’ala). dia berpendapat bolehnya hasil gambar tangan beserta apa yang menyertainya berupa alat lukis/gambar dan medianya (papan. 3. bahwa dalam hal ini saya tidak tunduk pada aqidah religius yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. Dia beranjak dari pemikiran dasar Jahmiyyah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah 'Dia adalah sumber mata air bid'ah' (yakni argumennya akan barunya (bukan azali) alam dengan barunya jasad dan juga argumennya akan barunya jasad dengan barunya unsur materi): ((Jahmiyah berkata: "Jasmani tidak terpisah dan unsur materi yang baru. Dalam pekerjaannya ini. sebagaimana pernyataannya sendiri.

di mana manusia dapat melihatnya hingga kepada keluarbiasaan yang jauh tersembunyi yang tidak sanggup untuk dicapai oleh semua pandangan mata dan pemahaman: ." "Beristiwa di atas Arsy: simbol ketinggian-Nya di atas seluruh makhluk. (-pent. Adapun Arsy itu sendiri maka tidak ada celah untuk mengatakan sesuatu tentangnya. ini diungkapkan dalam bentuk kalimat seperti itu." Kemudian. yang nampak ini adalah ungkapan majazi tentang ketinggian. tidak mungkin Dia subhanahu wa ta’ala berada dalam suatu keadaan lalu berada pada keadaan yang lain. kalimat majazi untuk mengungkapkan posisi kekuasaan yang tertinggi. teguh. karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengalami keadaan yang berubah-ubah. dan kokoh dengan bahasa yang difahami oleh manusia. namun harus berhenti pada lafazhnya. serta memberikan bagi golongan dahriyyah [Golongan yang mengingkari adanya hari kebangkitan. Namun yang dimaksudkan di sini hanyalah urutan maknawi: 'Lalu ketinggian adalah derajat di atas makhluk'. Sayyid Quthb telah mengumpulkan kedua dasar yang rusak ini untuk menta'thilkan sifat istiwa' (bersemayam) Allah di atas Arsy-Nya dan sifat ketinggian-Nya di atas para makhluk. Lalu tergambar dengannya makna-makna sesuai cara Al-Qur'an dalam memberikan gambaran. ia katakan: "Dari pemandangan yang luar biasa ini. dia katakan: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy.")) (Fi Zhilalil Qur'an 3/1762) Dia katakan dalam Azh-Zhilal sewaktu menafsirkan surat Thaahaa 4/2328: "Beristiwa' di atas 'Arsy adalah ungkapan majazi tentang puncak kekuasaan dan ketinggian. Sebagaimana yang telah kami rincikan dalam pasal Imajinasi inderawi dan jasadi' dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an. Di mana sesungguhnya di belakang itu masih tersisa persoalan yang patut untuk kita pisahkan kedalam pasal khusus.)] alasan terbesar untuk menyerang ajaran yang dibawa oleh para rasul dari Allah subhanahu wa ta’ala." (("Beristiwa' di atas Arsy. Tafsir surat Ar-Ra'd dalam Zhilalil Qur'an 4/ 2044-2045. dia mengulang-ulangi kata 'ketinggian' dan 'kekuasaan' dalam bentuk kalimat yang menunjukkan bahwa dia tidak mengakui adanya Arsy sebagai makhluk yang Ar-Rahman beristiwa' di atasnya." Kemudian dia menyambung menjelaskan pemikirannya yang bathil. Berbeda dengan kata istiwa'.Beliau juga katakan di tempat lain dalam Minhaj 1/403 cetakan baru: "Berargumen dengan cara ini mengakibatkan penafian sifat yang dimiliki Allah subhanahu wa ta’ala dan menyebabkan munculnya bid'ah Jahmiyyah yang telah dikenal oleh Salaf umat ini. sebagaimana dia telah menyebutkannya berulang-ulang yang sebagiannya kian menegaskan yang lain. Sedangkan lafazh 'lalu' secara pasti tidak mungkin bermakna berurutannya waktu. Dia katakan pada tafsir surat Yunus dalam Azh-Zhilal 3/1762 di pasal 'Imajinasi inderawi dan jasadi' halaman 71-72: "Ketika kita mengatakan bahwa tashwir (visualisasi) adalah sarana paling diutamakan dalam uslub (metode) Al-Qur'an serta kaidah utama dalam penjelasan." Dalam tafsir surat Al-Furqan dalam Azh-Zhilal 5/2807. maka kita belum lagi selesai berbicara tentang pemandangan universal ini. ia berkata: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy.

pertunjukan. lebih utama kita katakan "la adalah kata kiasan dari kekuasaan"."Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. Pendapat lain: "Kita beriman kepada istiwa' namun kita tidak mencapai ziyyat (gambaran bagaimana)-nya". yakni ketinggian mutlak yang Dia gambarkan dalam bentuk wujud berdasarkan cara Al-Qur'an di dalam memberikan pendekatan tentang persoalan-persoalan yang mutlak bagi kemampuan pemahaman manusia yang terbatas. Ucapannya: "Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri. (-Penerbit)]. kita beriman kepadanya sebagaimana yang Dia sebutkan sementara kita tidaklah mengetahui hakikatnya. Adapun beristiwa' di atas 'Arsy. dan dasar-dasar berbagai bidang seni perfilman yang telah dia praktikkan atas Al-Qur'an dengan segala kebiadaban/keberanian. maka kita sanggup untuk berkata bahwa 'la adalah ungkapan kiasan tentang kekuasaan di atas seluruh makhluk'. keduanya berdampingan dan bersatu di dalam satu ungkapan. karena ia tidak bersumber dari ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri. Dia juga membangun tafsirnya di atas kaidah Jahmiyyah sang sumber bid'ah. Ini juga merupakan sentuhan keluarbiasaan selanjutnya dari goresan-goresan pensil mu'jizat. Lantas dia menguatkannya dengan kaidah yang dia buat dalam 'Visualisasi seni' dan ekornya 'Mengkhayalkan dan melahirkan dalam bentuk jasadi'. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri dan gambaran yang diwahyukannya tentang Dzat Allah subhanahu wa ta’ala juga sifat-sifat-Nya. berupa. Kaidah ini juga merupakan sumber lain dari bid'ah-bid'ah yang buruk dan telah dia ukir dalam bukunya. Kemudian dia menguatkan hal itu dengan filosofi barunya yang dia ambil dari peranan bioskop dan panggung sandiwara beserta apa yang mengikuti dan bersumber darinya. dan Azh-Zhilal. sentuhan tentang ketinggian mutlak di samping sentuhan pertama tentang ketinggian yang dapat dilihat. Namun justru bersandar kepada ketentuan-ketentuan sebelumnya yang bersumber dari filosofi Jahmiyyah sesat. kaidah-kaidah visualisasi." Ini perkataan batil. ia katakan: "Dan demikian juga dengan 'Arsy. Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. Pendapat ini tidak menafsirkan: "Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy." Hanya saja. ini berdasarkan apa yang kita ketahui dari Al-Qur'an secara yakin bahwa Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah berubahubah keadaan-Nya. ia sama sekali tidak bersandar kepada ketentuan-ketentuan Al-Qur'an." "Jikalau ia adalah ketinggian maka ini yang tertinggi dan seandainya ia adalah keagungan maka ini yang teragung. . Serta dari ketinggian mutlak kepada penundukan/ pengendalian……" Dalam surat Al-Hadiid di dalam Azh-Zhilal 6/ 3480. Tidak mungkin Allah awalnya tidak beristiwa' di atas 'Arsy lalu setelah itu beristiwa'. serta teori." Pembaca dapat melihat Sayyid Quthb menakwilkan sifat istiwa' dan ketinggian di manapun letaknya (dalam Al-Qur'an) dengan penafsiran Jahmiyyah ini. sebagaimana yang telah kita sebutkan. karena ia tidak bersumber dan ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri. tontonan. At-Tashwirul Fanniy. (keyakinan yang menyatakan bersatunya Allah dengan makhluk-Nya). Al-Masyahid. di mana mereka meneguknya dari buku-buku ahli bid'ah lagi sesat dan filosofi kelompok sufi ekstrem yang telah membawa mereka dan diri Sayyid sendiri sampai kepada ajaran wihdatul wujud [Reinkarnasi atau istilah jawanya 'Manunggaling kawula Gusti'.

7. namun saat itu belum disembah. setelah itu mengaku-ngaku sebagai orang-orang salafi. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya). Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. sehingga jadilah seni dan Dien sebagai dua hal yang sepadan (sederajat) bagi Sayyid Quthb. ketika dia men-ta'thil [2] sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala. Suwa'. Sangat berlebihannya dalam memberikan penilaian bagi perfilman. Ya'uq. maka apa yang sejalan ia pun bersatu dan apa yang tidak sehati ia pun berselisih. Hati mereka serupa dan arwah itu berkelompok-kelompok. menghancurkan." (An-Nahl : 36) Termasuk dari thaghut: gambar (patung) yang diajarkan oleh setan dan dia telah menyesatkan generasi demi generasi dari masa Nuh ‘alaihis sallam hingga hari kita ini." (Asy-Syuura: 13) Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja). dan ha yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. sebagaimana yang dia katakan pada halaman 143-144 dalam buku At-Tashwirul Fanniy dan halaman 231-232 pada AlMasyahid:"Dien dan seni adalah dua hal yang sepadan di kedalaman jiwa dan penegasan indera. dan membersihkan bumi dan akal darinya. Yaghuts." Yang menjadi saksi dalam hadits ini bahwa penggambaran (makhluk bernyawa) berasal dari bisikan . Dien Islam dalam semua misi kerasulan merupakan syari'at Allah subhanahu wa ta’ala Rabb alam semesta. Dia mengatakan semisal ucapan di atas dan sewaktu dia menghina para shahabat radhiyallahu ‘anhum dia katakan 'Saya bukanlah kaum Syi'ah'. Mereka juga menempuh jalannya dalam memberikan pengakuan palsu dan pengaburan. di mana mereka memerangi manhaj dan pembela Salaf. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dia telah mensyari’atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. sebagaimana yang dikatakannya dalam Kutub wasy Syakhsiyyat. dan jauhilah Thaghut'. dan Nasr adalah nama orang-orang Shalih dari kaum Nuh ‘alaihis sallam.Sayyid Quthb dalam hal pengaburan dan menimbulkan kerancuan mempunyai bandingan. serta jiwa mereka telah bersatu dengan jiwa Sayyid Quthb dan lain semisalnya. Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutus para nabi untuk mencampakkan. ketika seni naik ke tingkat setinggi ini dan ketika jiwa menjadi jernih untuk menerima misi keindahan itu". Para pengikut Sayyid Quthb telah mengambil pelajaran darinya berupa cara seperti ini. maka setan membisikkan kepada kaum mereka untuk membangun patung (mereka) dan menamakan semuanya dengan nama-nama mereka ditempat majlis-majlis mereka yang dahulu mereka (orang-orang shaleh) duduk ditempat tersebut. Ketika mereka semua telah meninggal. patung-patung itupun disembah (oleh generasi selanjutnya). Dalam keyakinan batil ini ada kedustaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. dan musik. Hingga tatkala mereka semua telah meninggal sedangkan ilmu telah terhapus. Mereka pun melakukannya. seni peran. Sementara tercapainya keindahan seni menjadi rambu adanya kesiapan untuk menerima pengaruh keagamaan [3]. Jiwa mereka telah bersimpangan dengan jiwa para salafiyyin. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah meriwayatkan dalam Shahih-nya pada tafsir surat Nuh nomor 4920: "Sesungguhnya Wadd. Musa.

Straub.setan. juga Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para pembuat gambar. Juga telah sangat banyak karangan buku Ahlussunnah yang mengharam-kannya. di mana beliau rahimahullah menyebutkan tujuh hadits dalam pembahasan ini yang menunjukkan diharamkannya lagu dan alat 'senda gurau' (musik). Semua itu mengungkapkan perasaan kejiwaan yang ada dari balik tabiat manusia. Syaikh Hammud at-Tuwaijiriy. maka ia adalah seburuk-buruk alat musik senda gurau yang melalaikan. sementara Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat para pembuat gambar. Adapun seni peran. musik. Tersebut padanya: Nada simponi (klasik) sebagai jenis musik kelas tertinggi yang dicapai oleh para musikus. Dia telah meminta bantuan untuk bukunya At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an kepada professor seni Diyauddin Muhammad. 5950) Dan telah tersebut banyak hadits selain kedua hadits di atas yang menjelaskan kerasnya pengharaman gambar serta penggolongannya ke dalam dosa besar. . menafsirkan dengannya kitab Allah subhanahu wa ta’ala. lalu ber-ikhtilath (bercampur baur) di dalamnya. seperti Beethoven. karena dusta adalah salah satu rukunnya yang harus ada. Oleh sebab itulah banyak dari para ulama yang mengingkarinya dengan sangat tegas. Al-Bukhari no. dan berpendapat itulah metode penafsiran Al-Qur'an yang tertinggi. sebagaimana yang akan kami jelaskan di tempat mendiskusikan perkara ini. di antaranya Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz. di dalamnya tergabung para pemusik handal dalam jumlah terbesar dengan alat musik paling modern yang beragam. bahkan kalangan ahlil bid'ahpun ikut menyusun buku tentang keharamannya semisal Al-Ghummariy. Lihat At-Tashwir halaman 114. Silakan merujuk kepada kitab Tahriim Aalaatith Tharbi (Haramnya Alat Musik) karangan AlAllamah Al-Muhaddits Al-Albani. banyak hadits shahih yang diriwayatkan berisi pengharamannya. Adapun melodi musik (gitar atau piano atau organ????). sebab: 1 Padanya ada kedustaan. jika engkau mau maka bacalah semuanya. kolom lain yang juga disiarkan oleh majalah Ikhwanul Muslimun di edisi kelima dalam tema 'Musik Islami'." (HR. Jika tidak. dan seni peran setan. Mozart. panggung sandiwara. setelah itu disebarkan oleh kuffar di negeri-negeri kaum muslimin ketika mereka menjajahnya serta menggunakannya sebagai senjata yang merusak Dien kaum muslimin dan akhlak. juga para ulama Islam telah mengharamkannya. dan Chicofisky. Beliau rahimahullah katakan pada halaman 15: "Di antara hal tersebut. Beliau mempunyai kalimat sangat bagus tentang musik yang beliau rahimahullah sebutkan di pembukaan kitab tersebut. Tidaklah diragukan bahwa seni peran/drama itu haram. Termasuk di antaranya: bioskop. 3 Laki-laki bisa berperan sebagai perempuan dan perempuan berperan laki-laki. 2 Penyerupaan diri dengan kuffar dan bertaklid buta terhadap mereka. dan Syaikh Shalih al-Luhaidan. Demikianlah tatkala Sayyid Quthb memanfaatkannya diapun terjatuh dalam kedustaan. agar lebih tepat dalam memberikan ungkapan dengan segala kemampuan yang dimiliki. Syaikh Shalih al-Fauzan. maka cukuplah pasal pertama halaman 36-74. maka ia berasal dari peribadatan berhala yang diciptakan oleh bangsa Yunani lantas diadopsi bangsa Romawi. seorang pengawas bidang melukis di Kementrian Ilmu Pengetahuan agar memeriksa bagian khusus tentang kesejiwaan gambar. Sementara Sayyid Quthb menghalalkannya. Syaikh Al-Albani.

com/2008/05/membantah-ushul-yang-dipegangi-sayyid. Inilah sebagian sendi rusak Sayyid Quthb yang dia sebutkan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an dan yang telah dikendarainya dalam menafsirkan ayat-ayat yang mulia. lantas menamakannya dengan 'musik Islami' di atas timbangan sosialis "Islam". mempunyai ketergantungan kepada seni laksana ketergantungan Sayyid Quthub beserta sanjungannya itu?! [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. dan orang-orang shalih semuanya.dan lainnya yang membuat mereka terkena firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya. ayat-ayat yang telah dia jadikan sebagai lapangan praktik untuk kaidah-kaidah sesatnya. ____________________ [2] Ta'thil: menghilangkan makna hakiki. " (An-Najm : 23) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisyaratkan sebagiannya dalam sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Sungguh akan ada umatku yang menghalalkan khamr dengan nama yang mereka sendin membuatnya" pada riwayat yang lain "Mereka menamakannya dengan selain namanya”. Edisi Indonesia: BANTAHAN TERHADAP KITAB ATTASHWIRUL FANNIY FIL QUR'AN karya Sayyid Quthb.Kelompok simponis Mesir yang berjumlah lebih dari 30 orang pemusik telah terbentuk. . maka tentu majalah mereka tidak akan mau untuk menyebarkan kalimat yang sangat jelas menghalalkan musik yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini. Al-'Allamah Syaikh Al-Albani mengatakan: "Saya katakan. para shahabat. Hadits ini dikeluarkan dalam Ash-Shahihah halaman 90. Maret 2008. Betapa pantasnya untuk kita menguasai bidang ini. Cetakan: Pertama.. Penerjemah: Muhammad Fuad.blogspot. mereka dibantu oleh Yayasan Pemuda Kristen(?!) lantas bermain musik di salah satu universitas di Amerika(?!). (-pent. juga akan datang di halaman 86.) [3] Apakah para nabi..html ." Berakhir kalimat Syaikh Al-Albani rahimahullah. Begitulah dia melihat bahwa AlQur'an seluruhnya adalah tempat untuk mempraktikkan dasar-dasar tersebut. inilah bukti terbesar bahwa anggapan kehalalan alat-alat musik telah tersebar pada kaum muslimin sampai pun oleh sebagian orang-orang yang menyerukan ‘Pengembalian kemuliaan kaum muslimin dan penegakan Daulah Islam'.. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. . Di saat itu. semisal Ikhwanul Muslimun. betapa butuhnya kita kepada semangat baru yang akan menjadi pendobrak blantika musik dan meraih kemajuan internasional dalam bidang ini. nampaklah sebuah warna tersendiri yang menguasai hati dunia internasional. Sebagaimana dia masih punya kaidah-kaidah lain yang dia praktikkan pada Azh-Zhilal. Andaikan tidak demikian. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. Tidak berhenti sekedar itu bahkan mengajak kepadanya. lalu nampak jelas jejaknya pada buku Azh-Zhilal. yaitu musik Islami(?!) sebagai pengganti dari musik timur . Lc. Dia juga telah mempraktikkan dalam buku Masyahidul Qiyamah fil Qur'an.. demokrasi "Islam".

yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Walau demikian. dan matilah musuhnya itu. Dia melukiskan beberapa figur kemanusiaan melalui para pemeran yang melewati batas-batas kepribadian maknawi kepada kepribadian percontohan.’ Musa berdo’a: ‘Ya Tuhanku. Dia melihat: . [4] Inilah kisah Qur'ani yang arah utamanya adalah da'wah keagamaan. Sesungguhnya Aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku’. pada keduanya ada perumpamaan yang terlihat jelas. maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi. jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya). dan labil.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an halaman 200-205: (("Sebelum ini kita telah memaparkan kisah dan pemilik dua kebun dengan temannya dan kisah Musa dengan gurunya. layaknya kebiasaan para ahli fanatik lainnya [6]: “Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhan-nya). Musa berkata: ‘Ya Tuhanku. di bawah pendengaran dan penglihatannya. Contoh-contoh berdasarkan visualisasi warna inilah adanya seluruh kisah Al-Qur'an. yakni ciri seni yang murni. Inilah dia. Kita ambil Musa. Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orangorang yang berdosa"." (Al-Qashash :15) Di sini tampak sikap fanatik kesukuan dan emosional. setelah itu memberikan perincian untuk sebagiannya: 1. (Al-Qashash :15-17) "Karena itu. kehilangan konsentrasi. Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya. Maka dengan segera percikan api fanatik kesukuan menyala membakar jiwanya. fanatik kesukuan.23. akhirnya menjadi seorang pemuda yang kuat [5]: "Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah. dan takut akan bahaya yang akan menimpa pada segala tindaktanduknya. Ini juga ciri dari para ahli fanatisme. demi nikmat yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku." (Al-Qashash :18) Ini adalah sebuah pengungkapan tentang keadaan yang sudah dikenal baik: keadaan gugup. Ia (Al-Qur'an) dengan cerdik memiliki ciri ini dalam perjalanannya lalu tampil jelas dalam semua kisahnya. Kami akan menampilkan beberapa kisah secara global.Menyoroti Adab Sayyid Quthb dalam Berinteraksi dengan Rasul dan Kalim Allah Musa 'Alahissallam Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5. untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya. namun marilah kita lihat apa yang dilakukannya ………. Ia sendiri menjadi tujuan dari kisah-kisah seni bebas. Maka Allah mengampuninya. dibesarkan dalam istana Fir'aun. Itulah ciri yang nampak pada kisah-kisahnya. Dia adalah contoh seorang pemimpin yang temperamental. walaupun dia telah berjanji untuk tidak membantu para pelaku kejahatan.

" (Al-Qashash:18) kamu benar-benar orang sesat yang nyata Akan tetapi dia bermaksud menimpakan kepad laki-laki kedua ini sebagaimana yang telah dilakukannya kemarin. tapi lihatlah ke bukit itu. Andai saja dia telah menjadi seorang yang dewasa!! Bahwa selainnya juga tentu akan takut. bahkan tidak juga oleh urat syaraf Musa [10]: "Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu. Begitu melihatnya." (Al-Qashash :19) Maka ketika itulah datang seorang dari pinggiran kota dengan tergopoh-gopoh menasihatinya agar segera pergi. penyesalan. dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. setelah itu berhenti memikirkan keajaiban yang sangat besar ini. Maka setelah Musa sadar kembali. sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini). aku . maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku'. menyelamatkan bani Israil dengan membawa mereka menye-berangi lautan. sehingga diapun teringat dan takut. serta benar dia adalah seorang nabi.“Maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. inilah dia yang meminta kepada Rabbnya sebuah permintaan yang sangat mengherankan: "Berkatalah Musa: 'Ya Tuhanku. maka tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang bergerak. apakah kamu bermaksud hendak membunuhku. maka diapun pergi sebagaimana yang telah kita ketahui. diapun melemparkannya. "Musa berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya (kesesatannya)’. Ta’ashub (fanatik kesukuan) dan emosionalnya telah membuat dia lupa akan istighfar. [7] "Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya. Tapi kalau saja dia sekedar menjauh.. Marilah kita meninggalkannya di sini untuk kita bertemu kembali dalam fase kedua kehidupannya setelah sepuluh tahun.” (Al-Qashash:18) Yakni kali selanjutnya terhadap laki-laki lain. [8] Tidak demikian! Inilah dia yang diteriaki di sisi kanan bukit Thursina "Lemparkan tongkatmu!". Tuhan berfirman: 'Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku. jika saja tidak diingatkan oleh calon korbannya dari tindakannya tersebut. ya. takut. dia berkata: 'Maha Suci Engkau. Barangkali dia sudah tenang dan menjadi seorang yang bertabiat stabil dan berjiwa santun. dia segera loncat berlari terbirit-birit tanpa berbalik …. dan kekhawatiran kemarin. nampakkanlah (din Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau'. musuhnya berkata: 'Hai Musa.[9] Kembali marilah kita meninggalkannya sementara untuk melihat apakah yang diperbuat oleh zaman terhadap urat-urat syarafnya. dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dan orang-orang yang mengadakan perdamaian. setelah itu dia pergi untuk memenuhi perjanjian dengan Rabbnya. Dia masih pemuda yang fanatik itu. Dia telah menang melawan para penyihir." (Al-A'raaf :143) Lalu terjadilah apa yang tidak sanggup dipikul oleh urat syaraf manusia. Namun. Musa Berkata kepadanya.

maka dia berpaling kepadanya dengan kemurkaan dan bertanya kepadanya dengan nada tinggi. Sesungguhnya kami akan membakarnya. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya. Ini adalah contoh ketenangan. Berlawanannya kepribadian Musa dan Ibrahim …………." (Thaahaa : 94) Ketika dia telah mengetahui bahwasanya Samiri-lah dalang perbuatan tersebut." (Al-A'raaf:143) Kembalinya syaraf dan emosi dengan cepat. Itulah kepribadian yang menyatu sangat jelas dan contoh kemanusiaan yang terang dalam semua tahapan kisah. mencari tentang Ilahnya: . maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: 'Janganlah menyentuh (aku)'. Dia menemui sang lelaki tersebut (Khidhir) yang dimintainya agar sudi untuk diikuti semoga dia mengajarkannya ilmu yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala." (Al-A'raaf:150) Begitulah dia berlaku emosional menarik rambut dan jenggot saudaranya tanpa mau mendengarkan sepatah katapun darinya: "Harun menjawab: 'Hai putera ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan). sementara di kedua tangannya ada lembaran-lembaran yang telah Allah subhanahu wa ta’ala wahyukan kepadanya. lantas dia mendapatkan kaumnya telah mengambil patung anak sapi sebagai ilah sesembahan. dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya." (Thaahaa : 97) Demikianlah kobaran emosi yang sangat terlihat dan perilaku yang penuh ketegangan [11]. kali pertama. sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): Kamu telah memecah antara Bani lsrail dan kamu tidak memelihara amanatku. inilah dia kembali lagi. pemaaf." (Huud : 75) Inilah dia ketika kecilnya menyendiri dalam proses berpikirnya. akhirnya mereka berdua berpisah ………. menurut sangkaan kami dia sudah menjadi seorang tua tatkala berpisah dengan kaumnya. Kaumnya telah pergi dalam kesesatan.. Kita tahu bahwa Musa tidak sanggup bersabar sampai Khidhir memberitahukannya rahasia yang terdapat dalam perbuatan yang Khidhir lakukan. dan santun: "Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah. kedua. [12] 2. maka tanpa tanggung-tanggung dan tidak pula lemah: "Dan Musapun melemparkan lauh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya. Kemudian. dan ketiga.bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". tatkala telah mengetahui teka-teki di balik patung anak sapi itu: "Berkata Musa: 'Pergilah kamu. Mari kita meninggalkannya hingga beberapa tahun kemudian.

pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku. serta aku akan berdo’a kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit. dengan cenderung kepada agama yang benar. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah. hampir saja mereka benar-benar beriman. dia berkata: "Hai kaumku.“Ketika malam telah gelap. tetapi setelah bulan itu terbenam. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan". padahal Sesungguhnya Allah Telah memberi petunjuk kepadaku". dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah." (Maryam : 47-48) Lalu. Memang benar. niscaya Aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. tabiatnya yang penuh kasih sayang. niscaya kamu akan kurajam. Dan dia dibantah oleh kaumnya." (Al-Anbiyaa': 64) . "Wahai bapakku. tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam. Hanya saja yang memotivasinya melakukan tindakan ini ialah kecintaan yang demikian besar diiringi harapan bahwa kaumnya akan beriman ketika melihat sesembahan mereka telah hancur berantakan. kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. inilah dia yang menghancurkan patung-patung mereka. mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo'a kepada Tuhanku'. janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya Aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Wahai bapakku. Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah. dan Aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. tatkala itu: "Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: 'Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orangyang menganiaya (din sendiri)'. Mungkin ini satu-satunya tindak kekerasan yang pernah dilakukannya. dan Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. Maka tatkala matahari itu terbenam. Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar." (Maryam : 46) Sikap kasar itu tidaklah membuat dia keluar dari adab yang tinggi. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?" (Al-An’am: 76-80) Tidak lama setelah dia mencapai keyakinan Ini. kala mereka telah mengetahui bahwa sesembahan itu tidak sanggup untuk membela diri mereka sendiri. Maka ikutilah aku. Ini yang lebih besar". Sesungguhnya Telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu. hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti. dia berkata: "Inilah Tuhanku. tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku". Sesungguhnya Aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi. maka diapun berusaha dengan baik dan penuh rasa kasih sayang menunjuki ayahnya dengan lafazh yang terindah dan paling hidup: “Ingatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya. Wahai bapakku. (Maryam: 42-45) Hanya saja ayahnya mengingkari perkataannya dan membalas dengan ucapan yang kasar disertai dengan ancaman keras: "Berkata bapaknya: 'Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku. Pastilah Aku termasuk orang yang sesat. dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama'. serta tidak membuatnya bercuci tangan dari ayahnya: "Berkata Ibrahim: 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu.

maka Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam murka. maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). temperamental. lalu seseorang berkomentar "Sesungguhnya ini adalah pembagian yang tidak diinginkan dengannya Wajah Allah subhanahu wa ta’ala". Setelah itu dia juga membenturkannya dengan Yusuf ‘alahis sallam.Namun mereka kembali (pada ketidaksadaran lagi). serta perumpamaan yang dia lekatkan berupa. Saya pun menghadap Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan melaporkannya. Sayyid Quthb memaksudkan kalau Musa ‘alahis sallam sebaliknya dalam hal ini." Sesungguhnya apa yang dinisbatkan oleh Sayyid kepada Kalimullah dan Nabi-Nya Musa ‘alahis ." (Al-Ahzab : 69) "Dan Aku telah memilih kamu. di antaranya. fanatik suku. dan tegang kepada Kalimullah dan Rasul-Nya Musa ‘alahis sallam. agar dapat mengetahui jika dia telah melampaui batas. Sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini dan dia bersabar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentangnya: "Hai orang-orang yang beriman." (AlAnbiyaa': 69) Ibrahim telah meninggalkan mereka dalam jangka waktu yang panjang bersama dengan sekelompok manusia yang juga beriman. Namun yang benar ialah: beliau Musa ‘alahis sallam mempunyai kedudukan yang agung lagi tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang mewajibkan atas manusia untuk memuliakan dan mengagungkannya layaknya seluruh para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. maka ketika itu: "Kami berfirman: 'Hai api menjadi dinginlah. demikianlah keadaan Yusuf ‘alahis sallam dan demikian pulalah kondisi Musa ‘alahis sallam. sepupu beliau Luth ………)) Tampak jika maksud Sayyid Quthb menyebutkan kisah Nabi Ibrahim ‘alahis sallam secara berlawanan dengan gambarannya tentang Nabi Musa ‘alahis sallam adalah untuk menegakkan kaidah "Melalui lawannya. janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa. metode pengisahannya yang menjelekkan. melenceng. maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. Dia mengulang-ulangi menyifatkan Yusuf dengan kesadaran tinggi dan teguh di tengah-tengah dia menjelaskan kisahnya untuk menguatkan maksudnya. suka gugup. dia berkata: "Sedangkan Yusuf adalah contoh seorang laki-laki yang berkesadaran tinggi lagi kokoh". kasar." (Thaahaa:13) Sebenarnya cukuplah bagi Sayyid untuk membaca hadits-hadits tentang para nabi di kitab Shahih AlBukhari. lalu Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati Musa ‘alahis sallam. maka sesuatu itu akan menjadi jelas". Bahkan dia dengan terang-terangan mengatakan pertentangan yang dia maksudkan ini. lalu bermaksud untuk membakar Ibrahim. Saya melihat kemarahan tampak pada wajahnya. melayang jauh dalam khayalannya yang membawa terbang. dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah mengeluarkan dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu yang berkata: Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam membagikan pembagian.

sallam itu menafikan apa yang seharusnya beliau ‘alahis sallam dapatkan berupa penghormatan dan pemuliaan. Inilah hasil keterlepasannya dari aqidah Islam tentang Musa ‘alahis sallam dan selainnya. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. Artinya penyakit syaraf yang diderita oleh Musa ‘alahis sallam tidak ada yang menandinginya." (Al-Ahzab: ) [12] Dalam semua yang telah lalu ada celaan buruk terhadap Nabi mulia ini. andaikan celaan dan penghinaan ini diarahkan kepada manusia yang paling hina sekalipun. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] . maka tentu semua itu akan diingkari dan dianggap buruk oleh para cendekiawan mulia. (Menurut Sayyid) [11] Lihatlah. [8] Ini benar-benar puncak celaan dan penistaan. tapi ucapannya 'sebagaimana kebiasaan para ahli fanatisme' sungguh adalah puncak celaan. Sikap fanatik kesukuan tercela. serta juga tentang Al-Qur'an itu sendiri. betapa jahat tikamannya di dalam lembaran bukunya ini. dan termasuk Ulul 'azmi yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diperintahkan untuk mengambil keteladanan dalam kesabaran dari mereka: "Maka bersabarlah kamu sebagaimana orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar. [7] Tidak demikian. Sementara kalimat itu dengan sangat kurang ajar justru ditujukan kepada seorang Rasul mulia. [9] Di sini juga ada celaan yang sangat buruk dan olokan terhadap Nabi yang mulia ini. Musa ‘alahis sallam tidaklah lupa akan apa yang telah dia katakan. Hal: 50-66. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Ini adalah perkara yang membuat berdiri bulu kuduk. Penerjemah: Muhammad Fuad. sifat temperamental tercela. bankan beliau ‘alahis sallam mempunyai sifat yang berlawanan dengan keduanya menurut Sayyid Quthb. Silakan merujuk kepada kitab Asy-Syifa' karya Qadhi 'Iyadh rahimahullah dan Ash-Sharimil Maslul 'Ala Syatimir Rasul karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah __________________________ [4] Apakah yang dia maksud dengan kisah seni bebas?? [5] Kita tidak tahu. tidak ada ta'ashub atau emosional. ataukah dia pura-pura lupa agar dapat selaras dengan ejekannya terhadap Nabi ini?? [6] Lihatlah bagaimana celaannya kepada Nabiyullah Musa ‘alahis sallam dalam komentarnya ini. serta hukum dari perbuatan berbahaya ini sangat besar dan berat di sisi para ulama. di mana beliau 'alahis sallam tetap tidak menjadi penolong bagi pelaku kejahatan. Demi Allah. seorang pembesar para rasul. hendaklah pembaca mengingat ucapan Sayyid Quthub secara terang-terangan bahwa 'Tidak ada aqidah keagamaan yang membelenggunya dari pemikiran'. Cetakan: Pertama. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. Artinya beliau ‘alahis sallam tidak mempunyai ketenangan dan sikap santun. apakah Sayyid Quthb telah melupakan pemuliaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Nabi-Nya Musa ‘alahis sallam dalam firman-Nya: Lalu dia mengatakan ucapannya ini. Lc. Maret 2008. [10] Terkandung celaan dan penghinaan yang luar biasa.

[4] Bagi penulis. bukan “sistem politik atau pemerintahan” Piagam Madinah. Tentu sifat ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan prinsip fleksibelitas agar bisa diterapkan di mana saja dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan bagaimana saja (shâlih-un li kulli zamân-in wa makân-in wa ahwâl-in). Joseph . C.R. performa negara sekarang jauh berbeda dengan istilah "negara" yang digunakan para pakar untuk mengidentifikasi komunitas Madinah saat Nabi SAW memimpin. Sumber Islam itu hanya memberikan pedoman ajaran berupa seperangkat prinsip[2] dan tata nilai etika bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. melainkan menggambarkan sejumlah prinsip luhur yang penting bagi kemanusiaan dan keadilan sosial. terbukti bahwa sebuah sistem cenderung bersifat statis. Karena itu. syûrâ (musyawarah) dan sebagainya.com/2008/05/menyoroti-adab-sayyid-quthb-dalam.[3] Prinsip-prinsip yang dimaksud bersifat universal sesuai dengan watak dasar Islam yang transhistoris dan eternal. 'adâlah (keadilan). Demikian juga Piagam Madinah yang dirumuskan Rasulullah SAW bersama warganya. kebebasan merumuskan bentuk negara sebagai pelembagaan dan perwujudan nyata dari angan-angan tersebut terbuka lebar bagi kesejarahan umat Islam. Tetapi. bukan "negara demokratik" atau "khilafah demokratik" atau lainnya. Pemahaman ini sejalan dengan prinsip universalitas ajaran Islam yang memungkinkan Islam diamalkan di mana dan kapan saja.[5] Thomas W.[7] D. Karena itu. Abi Thalib. Apalagi para penggagas negara Islam kontemporer yang paling getol pun tidak berbicara tentang sistem [negara] Islam. Memang intelektual semacam Fazlur Rahman. Pertama. prinsip dan tata nilai etika tersebut disebut angan-angan (imaginaire) sosial-politik [Islam] yang demokratik. Karena itu. Keragaman tersebut semata-mata bersifat sosiologis-relatifis yang tidak mengikat bagi umat Islam. terlebih lagi apabila sistem itu diwahyukan dan bersifat absolut. Nallino. menggunakan kata "negara" dewasa ini terasa mengerikan. Gibb. penulis menyebut “angan-angan sosial-politik”. benar apa yang dikatakan Munawir Sjadzali bahwa: Islam tidak hanya mengatur soal ibadah. W. dalam berbagai teksnya tidak mengajarkan suatu bentuk atau sistem pemerintahan (negara)[1] tertentu yang harus dianut oleh umat Islam. semuanya juga tak ada yang bersifat imperatif dan teologis. dan Ali b. Khatab. Islam tidak menetapkan sesuatu sistem untuk menegakkan prinsip-prinsip tersebut. Kedua. MacDonald.http://hizb-ikhwani. [6] H.A.html Tulisan ini sengaja diberi titel "angan-angan (imaginaire) sosial-politik demokratik Piagam Madinah".B. A. Montgomery Watt. Piagam ini sama sekali tidak mencerminkan sebuah sistem negara atau pemerintahan yang baku. Selain itu. Sebagai anganangan sosial-politik. Di samping itu. misalnya Islam berbicara tentang beberapa prinsip atau etika seperti musâwah (persamaan). Sebenarnya saya tidak mengatakan bahwa di dalam Islam tidak terdapat sistem politik. sebagai sumber utama Islam. Usman b. tetapi juga hubungan antar manusia. Arnold. Umar b. serta sistem-sistem negara lain yang mengklaim Islam. karena angan-angan sosial-politik Islam--dalam asumsi penulis--tidak menentukan kepastian sebuah bentuk [performa] negara apapun. Sementara pola kenegaraan yang diterapkan Abu Bakar. Sedikitnya ada tiga alasan yang bisa dikemukakan sebagai pertanggunganjawab dalam menentukan pilihan redaksi tersebut berikut implikasi makna yang dikandungnya. tetapi Islam tidak mempunyai preferensi tentang sistem politik yang mana. penulis menyepakati suatu pendapat bahwa baik al-Qur'an maupun al-Sunnah. Piagam Madinah tentu dapat menjadi inspirasi politik bagi umat Islam untuk membangun tatanan kenegaraan yang beretika dan bermoral. mengekang dinamika masyarakat yang selalu berubah. Affan. dan menghambat perkembangan dari masa ke masa. digunakan kata "demokratik" saja.blogspot. Sebab.

melainkan bahwa suatu komunitas jika demokratis. tirani. tetapi "Piagam Madinah" mampu menjadi perekat unitas dari pluralitas tersebut. para teorisi politik Islam memang terlalu hati-hati untuk menyebut bahwa Islam itu "demokratis". "Piagam Madinah" dianggap sebagai konstitusi atau undangundang dasar pertama bagi 'negara Islam' yang didirikan Nabi SAW di Madinah. realitas negara saat ini telah memetamorposis menjadi sosok “makhluk” yang--seolah-olah--paling raksasa. Kekhawatiran ini pernah menghantui pemikiran politik beberapa pemikir Islam. Yang tak kalah menariknya untuk dikemukakan adalah latar sosial-budaya masyarakat Madinah saat itu yang sangat plural. diambil "Piagam Madinah" sebagai basis kajian untuk mendapatkan wawasan tentang anganangan sosial-politik demokratik dalam tulisan ini. R. Islam dan Negara-Bangsa: Kebutuhan Prinsip Kebangsaan Sudah menjadi pengetahuan umum. dan klaim (claim) yang hampir tak terbatas (unlimited). dan Sayyid Quthb. ras. Ketiga. karena hampir semua pengkaji sejarah Islam mengakui bahwa "Piagam Madinah" merupakan instrumen hukum-politik yang membuat komunitas Islam dan non-Islam saat itu menuai kebebasan dan kemerdekaan di bawah kepemimpinan Nabi SAW. Karena jika demokratis. bisa jadi demokrasi menjadi suatu keniscayaan bagi kelompok Muslim manapun sebagai suatu cara untuk mengelola kehidupan bersama yang beragam baik secara etnik. Islam hadir dan berinteraksi secara sosialpolitik dalam lingkungan masyarakat komunal-sukuisme yang plural. kekuatan (power). di atas bumi ini. seperti Abu A’la alMaududi. gender. Pada umumnya faktor ini mendorong konflik yang tidak mudah diselesaikan. dari kepemimpinan politik abad ke-7 M adalah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW karena keberhasilannya membangun komunitas pluralis tersebut.[10] Karena alasan-alasan inilah. penulis menjadikan Piagam Madinah sebagai basis kajian untuk memperoleh kejelasan nilai normatif dan empirik Islam dalam pergumulannya di tengah masyarakat pluralistik. Tapi. paling berkuasa.[9] Meminjam istilah yang digunakan Karl Marx untuk menyebut realitas negara sekarang adalah suatu aparat atau mesin opresi (penindasan).[8] dan banyak pakar lain. termasuk terhadap "kebenaran". kalau hati seorang beriman menyatakan bahwa di atas manusia tidak ada instansi lain kecuali Tuhan. Sebab. oleh sebagian pakar ilmu politik. karenanya dalam waktu yang bersamaan Nabi menurut mereka adalah pemimpin agama dan kepala negara sekaligus. par-exellence. Bahkan. yang dirasakan oleh setiap manusia yang beriman maupun kafir. maka berarti Islam mengakui kedaulatan rakyat di mana otoritas Syari’at Islam dapat dianulir oleh kesepakatan rakyat dalam lembaga perwakilan rakyat. ras. Penduduknya terbagi ke dalam kelompok-kelompok etnik. Untuk kata "demokratis". Diakui juga oleh para pengkaji sejarah Islam bahwa model yang paling ideal dan sempurna. penulis yakin mereka tidak akan menyamakan istilah "negara" yang digunakan untuk komunitas Nabi saat itu dengan konsep “negara” yang berlangsung dewasa ini. status sosial. Hasan al-Banna. Karena. demokratis adalah proses pengambilan keputusan untuk mewujudkan kehidupan bersama yang diangan-angankan dengan cara partisipatif dan mempertimbangan pluralitas nilai yang berkembang dalam masyarakat. 14 abad yang lalu. dengan 'kaca mata' ilmu politik modern menganggap komunitas Nabi SAW saat itu adalah sebuah "negara". agama. Dalam pandangan penulis tidak demikian. Ia memiliki kewenangan (authority). Negara semakin terasa menjadi pemeran sifat kemahakuasaan Tuhan sebagai al-Muhîth. yang maha-meliput. maka tentu komunitas itu akan mempertimbangkan Syari’at Islam sebagai satuan hukum yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan. di atas manusia yang secara riil ada dan benar-benar terasa adanya adalah maha-instansi yang bernama "negara". Dengan pemahaman ini. maka dalam kenyataannya. dan eksploitasi kaum pekerja oleh pemilik alat-alat reproduksi (kaum kapitalis) dan pemegang distribusi kekayaan yang mencelakakan kelas pekerja. Pluralitas tersebut terlihat pada komposisi penduduk Madinah yang didomisili oleh berbagai golongan suku-bangsa Arab dan bangsa . maupun kepentingan. dan agama yang berbeda. Bisa diilustrasikan.Schacht. "Negara" yang demikian tentu bukan istilah yang tepat untuk menyebut komunitas Nabi SAW saat itu dengan Piagam Madinahnya. Strothmann.

kecuali Anatolia (Turki Modern). melainkan telah melikup seluruh semenanjung Arabia. dalam pandangan Abdurrahman Wahid. Hasan Ibrahim Hasan. Bentuk masyarakat lebih luas. Dengan demikian. Ali Abd al-Raziq (18881966)[14]. Sa'ad Zahlul (1867-1927). tetapi dengan identifikasi yang berbeda: [1] Kaum muslimin. yang selalu dipandang "ideal" untuk saat itu. Selama kurang lebih sepuluh tahun (622--632 M). tetapi dalam waktu yang singkat telah menjadi muslim. adalah kenyataan bahwa negara-bangsa dengan wawasan kebangsaannya adalah fakta yang tidak dapat dihindari. Abu al-'Ala al-Maududi (1903-1979)[15]. Jelas sekali. Masa Rasul dan al-Khulafâ' al-Râsyidûn sekalipun. Nabi Muhammad SAW mampu mencairkan bangunan komunalisme tersebut menjadi sebuah komunitas yang berdaulat dan integrated. yakni [1] Muhajirin. suatu masyarakat yang timbul sebagai konsekuensi logis dari konstruksi negara-bangsa. dan “Islam nasionalis”. [2] Anshar. yang terdiri dari Muhajirin dan Ansor. dan Sayyid Quthb (1906-1968 M). Hanya ada dua pilihan dari hal yang akan menjadi pencarian semacam itu: meneruskan utopisme itu kepada usaha operasional untuk menjadikan Islam sebagai sistem alternatif terhadap konsep negara-bangsa umumnya. yaitu Banu Qainuqa. karena di dalamnya terkandung sikap apatis terhadap kehidupan masyarakat bangsa yang mesti dihadapi. Namun semestinya membincangkan "Islam" kaitannya dengan "sosial-politik" dewasa ini tentu tidak bisa hanya merujuk pada masa awal Islam. 'membaca' ada empat golongan dominan saat itu.[12] Yang penting menjadi catatan di sini adalah proses kreatif Nabi Muhammad. Persia. “Islam tradisionalis”. Thaha Husayn (1888-1966). bahkan ada yang secara rahasia memusuhi Nabi. “Islam sosialis”. dan lebih plural tercapai semasa kepemimpinan alkhulafâ' al-râsyidûn dan sesudahnya. Adalah tetap relevan untuk memperbincangkan kaitan Islam dengan pluralisme masyarakat-bangsa. dan [3] Kaum Yahudi yang tinggal di Madinah.Yahudi yang menganut agama dan keyakinan berbeda. “Islam sekularis”. sejarawan Mesir. khususnya pada tiga abad terakhir ini. Dengan luasnya hamparan "ruang" dan memanjangnya rentang . Ia menawarkan suatu “gagasan baru” untuk membentuk tatanan “masyarakat baru” yang kemudian disepakati menjadi pegangan hidup bagi “masyarakat kota” yang dinamai Madinah. Kawasan masyarakatnya bukan lagi kota Madinah an sich. adanya prinsip-prinsip dasar bagi Islam untuk menghadapi kenyataan pluralisme dan negara-bangsa menjadi kenyataan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Konstruksi masyarakat saat itu memang diakui masih sangat sederhana dan lokal setingkat perkembangan peradabannya. “Islam modernis”. [3] Kaum munafik dan musyrik.[16] Karena itulah. [3] Golongan Aus dan Khazraj yang masih menganut paganisme. Menghadapi ini. Muhammad Husein Haikal (1888-1956 M)[13]. [2] Golongan Aus dan Khazraj yang keislamannya masih dalam tingkat nominal. atau langsung meninggalkan wawasan Islam sama sekali. Kesulitan ini telah melahirkan polarisasi pemikiran politik yang sangat beragam. Islam suka tidak suka harus berinteraksi dengan sederetan fenomena yang secara global disebut negara-bangsa (nation-state). Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935 M). Banu Nadhir. Yang menjadi persoalan. Dengan kata lain. Muhammad Abduh (1849-1905 M). lebih kompleks. dan menaklukkan seluruh wilayah Asia di bawah Kekaisaran Romawi. Munculnya para pemikir dan pembaharu seperti Jamal al-Din al-Afghani (1839-1897 M). sungguh tidak mudah bagi kaum muslimin untuk mencernakan keharusan historis secara interaktif. dan Banu Quraizhah. dan [4] Golongan Yahudi yang terdiri dari tiga suku utama. tulisan ini sengaja mengangkat "angan-angan sosial-politik demokratik" dari Piagam Madinah sebagai upaya untuk menundukkan permasalahan masyarakat bangsa yang demikian plural itu pada konteks yang proporsional. yang kemudian melahirkan apa yang disebut oleh pengamat sebagai “Islam fundamentalis”. sebelumnya bernama Yatsrib. Pada kegamangan modernitas dewasa ini.[11] Muhammad Zafrullah Khan juga menyebut empat golongan sosial. adalah bentuk-bentuk nyata dari interaksi tersebut. tidak terlalu tepat untuk dijadikan sebagai satu-satunya cermin dalam menghadapi pluralisme modern. sebagaimana berkali-kali dinyatakan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. idealisasi Islam sebagai konstruk sosial yang ideal--dan kadang utopis-hanyalah merupakan pelarian dari kenyataan. memilih salah satu dari dua hal di atas sama sekali tidak konstruktif.

"[17] Maka tidak mengherankan. seperti yang pernah digagas Ali Abd al-Raziq (w. dalam pemikiran Al-Mawardi (w. Identitas agama dan pemerintahan melekat tak terhapuskan dalam angan-angan dan kesadaran umat Islam. seperti yang dianut oleh kalangan Syi'ah. Ada juga yang memandang agama dan negara harus berhubungan secara simbiotik. dan Ibn Khaldun (w.. kita tidak bisa mengasumsikan Islam taken for granted begitu saja. Ada yang meyakini bahwa agama (Islam) dan negara tidak dapat dipisahkan (integrated). modernisme. Kata "Madinah" menunjuk kepada tempat dibuatnya naskah. disebut sebanyak 2 kali) yang dibuat oleh Nabi SAW bersama warganya.. disebut sebanyak 8 kali) dan al-kitâb (yang berarti buku. atau berisi pernyataan dan pengukuhan mengenai sesuatu. Islam yang telah (dan harus) menyejarah (Islam historis). sekularistik.”[22] Sumber lain menyebutkan bahwa "piagam" (charter) adalah dokumen tertulis yang dibuat oleh penguasa atau badan pembuat undang-undang yang mengakui hakhak rakyat. Termasuk dalam kesulitan ini adalah melakukan respon terhadap wujud "negara" yang telah berubah sedemikian rupa dewasa ini. seluruh ranah kebudayaan dan peradaban. Berbeda dengan agama-agama besar dunia lainnya. yang dibentuk oleh teks-teks suci. termasuk ruh dari setiap perkembangan zaman.. juga buktibukti historis-sosiologis di dalam masyarakat Muslim menunjukkan ketiadaan (nihil) bentuk tunggal negara."waktu" kehadiran Islam. penting menjadi pertimbangan dalam memahami dan merumuskan Islam pada zamannya. 808 H/1406 M)[20]. apalagi dalam metamorfosis negara sekarang. tidak mengherankan jika kebanyakan gerakan sosial dan politik yang penting dalam sejarah modern umat Islam telah menuju Islam pada benang merah yang sangat kuat dengan Islam sebagai kekuatan pemersatu dan pemberi dorongan. 450 H/1058 M)[18]. baik hak-hak kelompok sosial maupun hak-hak individu. sejarah. Itulah sebabnya kita menyaksikan relasi agamanegara (dîn-dawlah) menjadi demikian plural dalam sejarah politik umat Islam. Anshar. Dokumen itu mengandung prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan bersama dalam . " Islam sejak masa hidup pendirinya adalah negara itu sendiri. Ibn Taymiyah (w. hubungan timbal balik dan saling memerlukan. seyogyanya kita mengapresiasi watak universalitas dan posisi sentral agama sebagai suatu faktor dalam kehidupan umat Islam. Sebaliknya ada juga yang memegang teguh bahwa agama dan negara harus dipisah.[21] Dalam konteks ini Islam tampaknya memang didesain untuk bisa menata kehidupan sosial yang pluralistik. paradigma pluralisme ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa maknanya dalam mengarahkan sejarah kemanusiaan. serta sekutunya.. yang berisi pernyataan pemberian hak. Piagam Madinah hadir mempertaruhkan "gagasan baru" bagi suatu bentuk tatanan "masyarakat baru" yang disebut ummat (community) dalam sejarah umat manusia. Sebagimana bisa dilihat dalam perumusan dan pelaksanaan butir-butir Piagam Madinah. Piagam Madinah adalah dokumen politik penting yang dibuat oleh Nabi SAW sebagai perjanjian antara golongan-golongan Muhajirin. dan hegemoni nation-state--sebagai realitas kepolitikan kontemporer--harus menjadi agenda dalam diskursus sosial-politik Islam (kontemporer).. 728 H/1328 M) [19].. jika para pemikir Muslim merasa kesulitan dalam menentukan "hubungan sosial-politik" yang sesuai dengan kehendak ajaran Islam. "Seperti dijelaskan oleh Bernard Lewis. Pandangan ini dapat ditemukan. jika kita ingin memahami semua yang terjadi di masa lalu dan sedang terjadi sekarang di dunia Muslim. Karena itu. Masing-masing dari penganut paradigma ini mengklaim dan bersandarkan pada sumber ajaran Islam. sekularisme.[23] Melihat proses perumusannya.. 1966 M). . umpamanya.. Sementara kata "piagam" berarti "surat resmi. Selain tidak ada nash (teks) yang tegas-eksplisit menentukan bentuk negara sebagai klaim Islam. dan pengalaman mereka". dan Yahudi. Islam yang diterima sekarang ini tidak lain adalah Islam yang telah menjelma melalui proses pergulatan sejarah manusia dalam segala dimensinya. realitas pluralisme. Prinsip-prinsip Dasar Menuju Demokrasi: 'Wasiat' dari Piagam Madinah "Piagam Madinah" adalah sebutan bagi al-shahîfah (yang berarti lembaran tertulis. Bukan sekadar itu. Lebih dari itu.

kehidupan sosial politik. Nabi bekerja keras menumbuhkan sikap loyal mereka kepada agama dan komunitas baru itu. Hal ini juga diperkuat dengan kenyataan adanya pengakuan bahwa kebiasaan-kebiasaan (tradisi. universalitas Islam dapat difungsikan sepenuhnya dalam sebuah masyarakat bangsa. paradigma sosial yang digunakan Nabi. Sebagai perjanjian aliansi segi tiga--Muhajirin-Anshar-Yahudi-paling tidak bisa dilihat karena dua alasan. tampak dari berbagai studi yang dilakukan para ahli. Dengan demikian. sekalipun mereka (Yahudi) tetap dalam agama mereka. menurut Philip K. Islam bertugas melestarikan sejumlah dan pola perilaku sosial yang mempertalikan pencapaian tujuan dengan kemuliaan cara yang digunakan untuk itu. apabila Piagam ini dinyatakan mempunyai angan-angan sosial-politik untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan semua unsur pluralisme (suku. ketentuan-ketentuan hukum. ketetapan-ketetapan Piagam Madinah menjamin hak semua kelompok sosial dan persamaan hukum dalam segala urusan publik.[25] Oleh karena itu. menjunjung tinggi moralitas. perjanjian itu sebagai suatu aliansi antara suku-suku Arab sebagai satu golongan dan suku-suku Yahudi sebagai satu golongan lain. baik melalui bentuk masyarakat yang bernama negara maupun lainnya. Untuk itu. angan-angan sosial-politik Islam adalah suatu masyarakat yang ultramodern di dalam segala hal. Maka jelaslah. Dengan kata lain. Kedua. melalui pengembangan nilai-nilai sebagai etika masyarakat yang bersangkutan. Fakta historis ini. kalau dilihat dari fungsi agama dalam kehidupan masyarakat. Yakni. dan kepentingan) menjadi satu bangsa (ummat) untuk hidup berdampingan secara damai. Untuk mencapai tujuan ini. Piagam ini tidak saja menggambarkan komposisi penduduk Madinah saat itu. Hitti. Setiap suku dari Yahudi adalah satu bangsa dengan orang-orang beriman. Gagasan-gagasan ini menganjurkan tuntutan etika sentral dari Islam yang lebih sesuai dengan asosiasi bebas bagi kerjasama komunitas yang saling menguntungkan (mutualistik). Nabi Muhammad berhasil membangun masyarakat yang bersatu dari keragaman agama: Muslim. cita-cita politik umat Islam harus dibimbing oleh komunitas politik Islam sebagai asosiasi pluralistik-desentralistik yang lebih berdasarkan pilihan ketimbang paksaan. harmonis dengan sifat-sifat asasi manusia. Pertama. rahmatan li al-'âlamîn.[24] Piagam Madinah yang digunakan adalah yang telah disistematisasi menjadi 47 pasal. golongan. Dengan demikian. melainkan juga memperhatikan kemaslahatan masyarakat non-Muslim. adalah inklusifisme-egaliterianisme. Islam berfungsi penuh dalam kehidupan masyarakat bangsa.[26] Maka tidak apologetis. Jadi. dan keadilan sosial atas dasar keimanan dan ketakwaan. tanpa perbedaan apa pun di mata hukum. diakui bahwa dengan penetapan (arrangement) ini. di mana berlaku nilai-nilai Islam secara konsisten. agama. karena perjanjian itu merupakan suatu usaha Nabi SAW untuk mengadakan rekonsiliasi antara suku-suku sebagai perjanjian persahabatan untuk meleburkan (fusi) semua pluralitas dalam satu komunitas yang integrated. Oleh karenanya. baik dalam membaca realitas maupun mengambil keputusan politik. adil dan makmur. Ini tidak lain karena Nabi Muhammad SAW tatkala membuat Piagam tersebut bukan hanya memperhatikan kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Muslim. konvensi) masyarakat Madinah sepenuhnya diakui sebagai hukum yang hidup oleh Piagam Madinah. Tata nilai dan pola perilaku itu sering disebut al-akhlâq al-karîmah. Dengan kata lain. dan sejahtera bagi setiap warganya. ketimbang konsep modern negara sentralistik yang memaksa (represif). Terlepas dari polemik historisitas penyusunan dan otentisitas naskah Piagam Madinah. suatu masyarakat egaliter. Di dalam tatanan masyarakat demikian ini akan hidup dengan rukun dan damai segala macam ragam manusia dari seluruh aliran agama dan suku bangsa. terlepas dari bentuk negara yang digunakan. dan penganut Paganisme. melainkan menjadi bukti historis situasi sosial-politik komunitas Madinah yang menjalani perjanjian aliansi (treaty of alliance). merupakan bukti nyata kemampuan Muhammad melakukan negosisasi dan konsolidasi dengan berbagai golongan masyarakat Madinah. tugas Islam sebenarnya adalah mengembangkan etika sosial (social ethics) yang memungkinkan tercapainya tujuan penyejahteraan kehidupan umat manusia. . Yahudi.

Kebebasan berpendapat. Prinsip-prinsip substansial ini memang sungguh-sungguh terrefleksikan secara eksplisit dalam diktum naskah Piagam Madinah. Musyawarah Prinsip-prinsip di atas pada dasarnya adalah prinsip universal yang diakui oleh kalangan internasional sebagai prasyarat untuk mewujudkan kehidupan sosial-politik yang egaliter dan demokratis. hanya ada satu prinsip yang tak terlihat di atas bagi kokohnya kehidupan demokrasi. berorganisasi. Suyuthi Pulungan[33] dalam bukunya masing-masing. Nasionalisme 10. beberapa ahli. berekspresi dan beragama 8. dan tanggungjawabku urusan sosial politik zamanku. dan ekonomi yang kita miliki.[29] dan Maulvi Muhammad Ali. Namun. Namun. tentukan sendiri cara pemilihannya. prinsip ini sesungguhnya telah terjawab dengan keterlibatan rakyat dalam perumusan dan kesepakatan Piagam ini. komunitas (ummat wâhidah) 2. yakni penegasan "kedaulatan rakyat".[34] Untuk membuktikan otentisitas dan keluhuran Piagam Madinah kiranya penting dilakukan studi . bangsa. karena itu pilihlah sendiri penggantiku [jika dibutuhkan]. Kolektifitas dan solidaritas sosial 3. melainkan sebagai etika sosial yang akan memandu jalannya kehidupan bernegara dan bermasyarakat sesuai dengan martabat luhur dan kemuliaan derajat manusia. Equalitas sosial 11.[30] serta Zainal Abidin Ahmad[31]. tidak pula mendesakkan kepada kaum muslimin suatu sistem pemerintahan tertentu lewat mana mereka harus diperintah. tapi Islam telah memberikan kita kebebasan mutlak untuk mengorganisasikan negara sesuai dengan kondisi-kondisi intelektual. Prinsip kesatuan umat. kedaulatan dikembalikan kepada rakyat sepenuhnya tanpa ada pesan-pesan politik yang mengganggu kebebasannya dalam bersikap dan menentukan nasib politiknya. Perdamain antar sesama dan lingkungan 6. Kekuasaan politik untuk mengatur urusan bersama dikembalikan sepenuhnya kepada kedaulatan rakyat. seperti Muhammad Khalid. juga bisa dimaknai bahwa Rasul mewariskan "demokrasi" bagi generasi berikutnya.[28] Hasan Ibrahim Hasan. Persamaan di depan hukum 7. Diamnya Rasul seolah-olah menyatakan: "Tanggungjawabmu urusan sosial politik zamanmu. Artinya. tepat apa yang dikatakan oleh Ali Abd al-Raziq: Islam tidak menetapkan suatu rezim pemerintahan tertentu. Namun. selain bisa ditafsirkan sebagai sikap demokratis yang tidak memberikan wasiat pelimpahan kekuasaan. sosial. Dalam konteks ini. Sikap Rasul yang tidak memberikan petunjuk untuk menentukan penggantinya sebagai 'kepala negara' sesudah wafatnya.Islam berfungsi bagi kehidupan masyarakat bangsa tidak sebagai bentuk kenegaraan tertentu. dan dengan mempertimbangkan perkembangan sosial dan tuntutan zaman. Ahmad Sukarja[32] dan J. Perlindungan dan pembelaan terhadap yang lemah dan tertindas 4. Menjunjung tinggi hak asasi manusia 9. dan aturlah urusan bersama dengan cara yang terbaik menurut kamu". Keadilan sosial 5. berbeda dalam merumuskan prinsip-prinsip dasar "kehidupan demokratis" dalam angan-angan sosial-politik Piagam Madinah yang hanya berjumlah 47 pasal itu.[27] Muhammad Jalal alDin Surur. dari keragaman rumusan ini secara singkat dapat ditarik point-point umum bahwa prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan bagi kehidupan demokratis untuk segala zaman dan tempat itu adalah: 1. Tampaknya.

Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Kamus Besar Bahasa Indonesia.). Bill of Rights (Undang-undang Hak. dan sebagainya). Roosevelt. A. hubungan antara negara dan warga negara. Franklin D. Cet. (London: Oxford University Press. Montgomery Watt menyebut Piagam Madinah sebagai suatu "kesatuan politik tipe baru" (political unit a new type) dan dikatakan sebagai suatu ide yang revolusioner untuk saat itu. bertindak. hlm. hlm. [2] tuntunan peraturan untuk tingkah laku. 30. dalam John J. moral. Bandingkan juga dengan bukunya. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam.VI/1989. [2] kontrol mutlak atas pemakaian kekerasan fisik. “Islam Kosong Sistem Politik”. dan [4] keputusannya bersifat otoritatif. Edisi V. (London: Routledge and Kegan Paul LTD. meliput semua anggota masyarakat. 179. 1948) oleh PBB.S. Secara leksikal berarti: [1] dasar kebenaran. wajar kalau sang orientalis semacam W. Robin. Atau. 1985). Cowie. Kamus Analisa Politik. The Caliphate. (Jakarta: Beunebi Cipta. 233. [6] Baca Thomas W. Sejarah. dan Pemikiran. Perkembangan Modern dalam Islam. Arnold. Hornby. 233.C.P. hlm. Muslim Perspective (New York: Oxford University Press. hukum umum sebab akibat. Edisi V. (eds. dan A. 664. 261. 24-36. 1215) yang dibuat Raja John dari Inggris. hlm. artinya menyandang daya pengabsah dan kerelaan yang besar. hlm. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. (Jakarta: Rajawali. 1988). [4] Munawir Sjadzali. 1965). 1993). Baca Jack C. dan [4] kebebasan dari kemelaratan. cara pengangkatan dan pemberhentian kepala negara. yang dirumuskan oleh Presiden Amerika Serikat. dan Pemikiran. [1] daya jangkau yang universal. (Jakarta: P3M. Islam dan Tata Negara: Ajaran. Islam in Transition. Sistem politik dibedakan dari sistem sosial lain oleh empat ciri khas. [2] Istilah “prinsip” ini berasal dari bahasa Inggris “priciple”. 1798) yang dirumuskan Rakyat Amerika. Robert E. Esposito. Karena itu. hlm. maka istilah “sistem politik” umumnya dipakai sebagai nama kolektivitas hubungan dari suatu negara. The Four Freedoms (Empat Kebebsan): [1] kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. Donohue dan L. hlm. misalnya tentang sumber kekuasaan. Riggs. Bandingkan dengan Harun Nasution dan Azyumardi Azra (ed. Bill of Rights (Undang-undang Hak. Gimson (eds. [7] Baca W. dan Declaration of Human Rights (Deklarasi Hak Asasi Mnusia. [3] hak membuat keputusan-keputusan yang mengikat dan diterima sebagai absah.). bentuk negara. II. asas (kebenaran yang menjadi dasar berfikir. 2. 1789) yang lahir pada permulaan Revolusi Perancis. Islam dan Tata Negara: Ajaran. dan Helenan S. 701. 1689) yang diterima oleh Parlemen Inggris. 3/Vol. 1989). Montgomery. [2] kebebasan beragama. 1987). Sejarah. 1982). [3] kebebasan dari ketakutan. pola hubungan masyarakat yang dibentuk berdasarkan keputusan-keputusan yang sah dan dilaksanakan dalam masyarakat itu. Islamic Political Thought. hlm. Ia membenarkan bahwa masyarakat Madinah yang diorganisir Nabi itu merupakan suatu negara dan pemerintahan yang membawa kepada terbentuknya suatu umat Muslim. Karena keempat ciri-ciri khas tersebut adalah juga ciri-ciri khas negara. Declaration des droits de l'homme et du Citoyen (Pernyataan Hak-hak Manusia dari Warga Negara.perbandingan secara mendalam dengan Magna Charta (Piagam Agung. 1974). (Jakarta: UI-Press. Wawancara di PESANTREN No. 1993). [5] Baca Fazlur Rahman. hlm. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar.). dan sebaginya. 34-35. Wallahu 'Alam bi al-Shawab [1] Sistem politik (political system) yang dimaksud adalah suatu konsep yang mengatur soal kenegaraan. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1989). (Jakarta: UIPress. Plano. A. [3] Munawir Sjadzali. hlm. (Jakarta: Balai Pustaka. “The Islamic Concept of State”. mekanisme pemerintahan. Dan terjemahan lain Politik Islam .

. 680. [8] Baca Muhammad Dhiya’ al-Din al-Rayis.). dalam Abdelwahab ElAffendi. 11. Vol. Khatam al-Nabiyyin.). [27] Baca Muhammad Khalid. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. [25] Dikutip J. (Boston: Little. Mas’udi. hlm. 18--19. (Jakarta: LSIK dan RajaGrafindo Persada. [15] Karya politik Al-Maududi yang spesifik adalah Islamic Law and Constitution. al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat. tentang Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan al-Qur’an. 30-41. Brown and Company. The Oxford English Dictionary. Murray et. II (London: Oxford at the Clarendon Press. Suyuthi Pulungan. hlm. 209. (Beirut: Dar al-Fikr. 1988).t. hlm. 102.). (kairo: Dar alMa’arif). 1925). (Jakarta: UI Press. 55. Hitti. 1978). dan Al-Khilafah wa al-Mulk (Kuwait: Dar al-Qalam. Suyuthi Pulungan. [13] Buku politiknya yang sering menjadi rujukan adalah al-Hukumah al-Islamiyyah. 116.. [20] Baca Ibn Khaldun. hlm. [11] Hasan Ibrahim Hasan. tentang Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk. dalam PESANTREN No. hlm. Th. [24] Misalnya studi yang dilakukan Ahmad Sukarja. [10] James A. 35-36. IV. (al-Qahirat.)”. Din Syamsudin. hlm. hlm. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an (Jakarta: LSIK.t. (t. 294. [12] Dikutip dari J. (Mesir: Mathba’ah Meshr. hlm. War and Peace in the Law of Islam (Baltinore: John Hopkins. 3/Vol. Muqaddimah Ibn Khaldun. terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties. 1989). [14] Buku politiknya yang kontroversial adalah Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. 1994). 1994). (Beirut: Dar al-Fikr.tp. [21] Baca lebih jauh pada M. 1957). [16] Abdurrahman Wahid. t. Human Rights and International Law. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? (Yogyakarta: LKiS. Tarikh al-Islam. 1994). dan J. 7-8. 4-9. [18] Baca Al-Mawardi. 1973). 1979). [22] Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. hlm. t. cit. Politics in the Middle East. Capital Cities of Arab Islam. 1994). (Mesir: Maktabah al-Anjlu al-Mishriyat. v. 1955). [23] James. (Minneapolis: University of Minnesofa.). [17] Abdullahi Ahmed an-Na’im. [9] Bandingkan dengan Kata Pengantar Masdar F.el. hlm. Dekonstruksi Syari’ah. op. . 2. 135. (eds. [26] Philip K.. (Jakarta: P3M.. [19] Baca Ibn Taymiyah. Suyuthi Pulungan. op. 1979). hlm. dari Madjid Khadduri. Bill dan Carl Leiden. “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. (Yogyakarta: LKiS. 1995). VI/1989. hlm. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. 1978). JURNAL ULUMUL QUR’AN No. (Jakarta: P3M.t. 1955).H. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. Jilid I. A. (Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. cit. t. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. hlm.dalam Lintasan Sejarah. hlm. 1993. “negara (. Vol.: Dar alKatib al-Arabiy.

The Caliphate. Islam dan Tata Negara: Ajaran. Bill. Harun dan Azyumardi Azra (ed. El-Affendi.t. hlm. al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat. Yogyakarta: LKiS. hlm. op. Zainal Abidin. Abdel Wahab. Membentuk Negara Islam. Jakarta: 1956. Fazlur. Hornby. Muhammad. Ali Abd. op. [34] Lihat Muhammad ‘Imarah. Membentuk Negara Islam. cit. Sjadzali. Wawancara di PESANTREN No. Hitti. “Islam Kosong Sistem Politik”. [33] Baca J. London: Routledge and Kegan Paul LTD. 1974..). Thomas W. Kuwait: Dar al-Qalam. (eds. Beirut: Dar al-Fikr. (Beirut: 1972). 121. 1952). 1925. 1957. Ibrahim Hasan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. op. Hasan. cit. Perkembangan Modern dalam Islam. [30] Baca Maulvi Muhammad Ali. cit. Khaldun. Dekonstruksi Syari’ah. dan Pemikiran. Qiyam al-Dawlah al-’Arabiyyat al-Islamiyyat fi Hayat Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Sallam (al-Qahirat. London: Oxford University Press. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? Yogyakarta: LKiS. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. Abdullahi Ahmed. James A.). 78. (Minneapolis: University of Minnesofa. Tarikh al-Islam. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq.VI/1989. Muqaddimah Ibn Khaldun. Nasution.t. 124. Jakarta: UIPress. Gimson (eds. Beirut: Dar al-Fikr.. t. Esposito. (Jakarta: 1956). A. New York: Oxford University Press. A. 1982. Suyuthi Pulungan. Philip K. 1985. dan Carl Leiden. dalam John J. 1979. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Human Rights and International Law. 78-79. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. 92. Muhammad Dhiya’ al-Din.P. an-Na’im. Mesir: Mathba’ah Meshr. terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties. Al-Khilafah wa al-Mulk. Sejarah. t. --------. Donohue dan L. Muslim Perspective. Cowie. 1994. Munawir.[28] Muhammad Jalal al-Din Surur. BIBLIOGRAFI Ahmad. Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. Brown and Company.). al-Raziq. [32] Baca Ahmad Sukarja. Boston: Little. 1994. Mesir: Maktabah alAnjlu al-Mishriyat. 1978. Islam in Transition. 1973. Al-Mawardi. Arnold. Al-Maududi. Politics in the Middle East. Beirut: 1972. Jakarta: P3M. “The Islamic Concept of State”. hlm. 1979.. Rahman.C. al-Rayis. 3/Vol.S. ‘Imarah. Jilid I. Ibn. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq. 1924).. 1965. 1993. hlm. [31] Baca Zainal Abidin Ahmad. Capital Cities of Arab Islam. hlm. Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. hlm. 121. dan A. Edisi V. . [29] Baca Hasan Ibrahim Hasan. Muhammad the Prophet (Lahore.

Ibn. Beyond the Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gus Dur (Bandung: RosdaINCReS. lahir di Cirebon 20 Agustus 1971. Din “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. Adapun beberapa buku di mana ia menjadi salah satu kontributor tulisan adalah Tubuh. Zikrul-Hakim. 1999). JURNAL ULUMUL QUR’AN No. Jakarta: Beunebi Cipta. Biodata Penulis Marzuki Wahid. I. Juga aktif sebagai staf peneliti pada LAKPESDAM-NU Jakarta dan sekretaris Dewan Kebijakan Fahmina-institute Cirebon. Jack C. Dinamika NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdsam. 3/Vol. Beberapa buku yang pernah dieditnya adalah Pesantren Masa Depan (Bandung: Pustaka Hidayah. Sukarja. Kini tengah menyelesaikan program pendidikan doktor (S3) pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. VI/1989. 2. Th. Watt. Geger di Republik NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdam. Menempuh pendidikan sarjana (S1) pada Fak. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Serial Khutbah Kontemporer. 1994.ac. 1989. t. Bunga Rampai Pemikiran Ulama Muda. 1999). 2002). Alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 1993. Dan terjemahan lain Politik Islam dalam Lintasan Sejarah. Beragama di Abad Dua Satu. Cet.: Dar al-Katib alArabiy. Jakarta: UI Press.1989. 1999). 1997). Seksualitas. Jakarta: P3M. Jakarta: P3M. W. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. 2002). Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. http://isif.t. (Jakarta: Lakpesdam. dan Helenan S. Plano. Robert E. IV.tp. Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk. dan Kedaulatan Perempuan. M. Abdurrahman.id/riset/item/42-islam-dan-pluralisme-angan-angan-sosial-politik-demokratik-piagammadinah. Pulungan. Cet. Robin. Jakarta: LSIK. dan Kritik Nalar Bahtsul Masail NU: Trasformasi Paradigma. Kritik atas Politik Hukum Islam di Indonesia (Yogyakarta: LKiS. Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta. Magister (S2) pada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 1999). al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. Vol. Suyuthi. J. 1987. 2000). (Yogyakarta: Kerjasama Rahima-ff-LKiS. 1988.html ] oleh Hafidz Abdurahman M. dalam PESANTREN No. Syamsudin. Montgomery Islamic Political Thought. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an . Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. Riggs. 1988. staf pengajar pada Fak. Seharihari bekerja sebagai Kepala Seksi Penelitian dan Pengkajian Ilmiah pada Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Depag RI. 1995. Ahmad. Sedangkan buku yang ditulis sendiri bersama Rumadi adalah Fikih Madzhab Negara. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. Wahid. Kamus Analisa Politik. Jakarta: Rajawali. 1989. (Jakarta: CV. II.A . t. Taymiyah.

ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas. Asumsi ini juga dapat diterima. Karena itu. jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat. ketika menulis pengantar ini. setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. Sebab. “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran. setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”. antara lain. saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya. agar saya bisa bersikap amanah. karena tulisan ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku. setidaknya dengan comparatively method. apalagi melacak. antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. Cuma persoalannya. yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini.Untuk membaca. tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis. asumsi yang kedua ini lebih tepat. buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom . tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama. Sekalipun demikian. Tetapi. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie.Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966). Kedua. berdasarkan perspektif kebahasaan. dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. Karena itu. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub). Paling tidak. mungkin saja asumsi ini tidak betul. diperlukan kejelian dan kecermatan. karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at. seperti kata penulis buku ini. buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid. Asumsi ini dibenarkan.

ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. Sekitar tahun 1926. antara tahun 1926-1950. Pada akhirnya beliau keluar. Dalam rentang inilah. beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin. beliau mengatakan. Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum. peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). tetapi hanya bertahan dua tahun. Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952). beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad. . Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan. dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah. kemudian tentang siapa yang disebut penyair. kritik terbuka kepada Dr. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. pada usia 20 tahun. dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan makalah sosial (1940-1941). konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938). Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub. tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. Setelah itu. Tetapi. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. tahun 1906. gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an. Selama 25 tahun. pecahan Partai al-Wafd. beliau tidak terlibat dengan partai manapun. Karena itu. saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944). beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. Disamping itu. sejak tahun 1946. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. wilayah Asyuth. Dalam pengantarnya. Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis. beliau melanjutkan studi ke Kairo. Dari Qaryah. seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933. Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943). Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra. dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah. serta uraian tentang krisis di tanah air. Dilahirkan di Qaryah. Sayyid Qutub bersamanya. disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945). dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada. As-Syathi’al-Majhul (1935). sepuluh tahun kemudian.yang diurai di dalamnya. khususnya ketika bersama al-’Aqqad. Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein.1937). Kurang lebih 25 tahun.

Buku yang menekankan. Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. beliau menyaksikan Hassan al-Bana. Dalam jamaah ini. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945. Ketika di Amerika. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat . Saya mendalami perjalanan hidup beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi. Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein. tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. yang sangat beliau kagumi. Berisi pemandangan kiamat. Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. tahun 1949. penulis buku al-Ayyam. yang terbagi dalam delapan puluh surat. penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). dasar dan metodenya. Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. Karya ini ditujukan kepada para sastrawan. tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. Buku ini berisi kritik sastra. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948). Buku ini berisi kisah fantasi. Dari sini. ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika. beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. Thiflun min al-Qariyah (1946). Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. Setelah kembali ke Mesir. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Pada saat inilah. Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. Dari sini saya tahu. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). AlMadinah a!-Mashurah (1946). ketika berusia 45 tahun. Asywak (1947). dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. beliau bergabung dengan al-Ikhwan.Sekalipun berisi bantahan. pendiri aI-Ikhwan dibunuh. seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. seperti al-Bana. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir. beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana. akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan. Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949).

yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit. bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini. sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim. Dalam pertemuan ini. mereka mengatakan: “Bukan itu. at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din. ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. keluar buku beliau. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya. Dirasat Islamiyyah (1950-1953). mereka mengatakan: “Bukan itu. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini. Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi. sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub.” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya. Sesuatu yang biasanya sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau. sejak pertama kali mendirikan partainya. Karena itu.diwujudkan oleh Islam. dalam rentang antara tahun 1953-1966. serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam. Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau.” Karena itu. al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. “Saya yakin. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. Inilah kitab Sayyid Qutub. Apa lagi untuk mendapat laporan. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid . setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an. mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. tahun 1953. namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. Kemudian secara berurutan. tapi ini. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya.” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit. Pemakaian istilah al-wa’yu. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). Buku ini berisi tiga puluh enam makalah.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. Tentang masalah yang terakhir ini. Hadza ad-Din (1953). seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub.

. Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat.. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh).anaknya dari lingkungan jahiliah. Pada tahun 1918 ia menamatkan pendidikan dasarnya di Musya. Tahun 1952 Sayyid Qutb mengundurkan diri dari tugas kepegawaian dan mulai berkecimpung di dunia pers. WaIlahua’lam bi as-Shawab. Sayyid Qutb mulai bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin dan pada tahun 1954 ia dipercaya menjadi pemimpin redaksi majalah resmi Ikhwanul muslimin.Qutub. Fatimah sang ibu menjaga pergaulan anak. beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. Tahun 1920 ia kemudian merantau ke Kairo dan tinggal bersama pamannya untuk meneruskan sekolah ke jenjang menengah di madrasah Abdul Aziz (sekolah guru menengah)... dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. Akhirnya.. Tidak heran kalau dari keluarga ini kemudian lahir para penulis Islam yang handal. Pada tahun 1936 dipindah lagi ke Helwan... Anak tertua seorang perempuan. Dalam bukunya "Taswžr al fannž fil qur'n" ia mengatakan.... Sebelum genap berusia 10 tahun Sayyid Qutb telah menghafal Alquran sebagaimana harapan ibunya. Di tahun yang sama ia ditangkap bersama beberapa pemimpin Ikhwanul muslimin dan mendekam di penjara selama dua bulan. Setelah lulus Sayyid Qutb dilantik oleh departemen pendidikan menjadi guru di madrasah D'wudiyah. Build your own site ... Sekarang saya telah hafal Alquran dengan demikian saya telah menunaikan sebagian harapan ibu". merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya. Beliau adalah anak kedua dari empat bersaudara. Sayyid Qutb kembali ditangkap juga di tahun 1954 dengan tuduhan terlibat usaha pembunuhan terhadap presiden yang berkuasa. Jamal Abdul Naser.:::::Sayyid Qutb:::::. yang masih belum sadar. Muhammad Qutb anak ketiga dan yang terakhir Aminah Qutb. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat. Tepatnya pada 20 Agustus 1950 Sayyid Qutb kembali ke Mesir dan diperbantukan menjadi pengawas di tehnikal riset departemen pendidikan Mesir. "Harapan ibu yang paling besar terhadapku adalah agar Allah berkenan membuka hatiku.. hingga aku bisa menghafal Alquran dan membacanya di hadapan ibu dengan baik. Kemudian dipindah ke madrasah Dimyat pada tahun 1935 . Sejak tahun 1940 sampai 1945 ia ditarik dari dunia pengajaran dan diperbantukan di Kantor departemen pendidikan. Hamidah Qutb. apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah. Belum cukup beristirahat. Menginjak usia 45 tahun. Selama dua tahun ia bermukim di Amerika untuk mempelajari metode pengajaran di Amerika sebagai studi banding dengan sistem pendidikan di Mesir.. Sejak kecil mereka telah dikenalkan dengan lingkungan islami dan dibesarkan dengan didikan islami. Dalam persidangan militer yang dipimpin oleh jamal Salim dan beranggotakan Anwar Sadat dan Husein . Sayyid Qutb lahir pada tahun 9 Oktober 1906 M dari rahim seorang ibu sederhana di desa Musyah di Propinsi Asy Syuth. Pada tahun 1948 mendapat kepercayaan menjadi utusan departemen pendidikan Mesir ke Amerika. Dan buku ini. Lima tahun setelah itu ia melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas di madrasah persiapan Darul Ulum. Keempatnya pernah membuat satu bunga rampai yang diberi judul "Al Aty'f al Arba'ah". Kemudian pada tahun 1929 Sayyid Qutb terdaftar sebagai mahasiswa di fakultas adab universitas Darul Ulum Kairo dan tamat pada tahun 1933.

Nama.Syafi'i. Ketika mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Kairo tidak disia-siakan olehnya. Melalui sidang militer yang dipimpin oleh Fuad ad Dajwa. Ketika akan diberikan Jamal Abdul Nasser menolak kemudian menginstruksikan kepada Sami Syarf. Di antaranya Raja Faisal dari Saudi Arabia mengirim surat permohonan pembebasan Sayyid Qutb.nama penyair seperti Ahmad Syauqi. Kecenderungan sastra semakin tumbuh ketika ia dikenalkan oleh beberapa penduduk desa yang belajar di Kairo dengan beberapa penyair terkenal Mesir. Ia mengkritisi tatanan sosial masyarakatnya. untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawa Berarti harus menunggu selama lima tahun. banyak pihak yang bersimpati kepada Sayyid Qutb dan mengirimkan surat permohonan kepada Jamal Abdul Nasser untuk memberikan grasi bagi Sayyid Qutb. Sayyiq Qutb mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. "Pancunglah ia di waktu Subuh. Kecenderungan ini sempat dibaca oleh Kepala sekolah tempat Sayyid Qutb belajar. Karena ukuran badannya yang tergolong kecil ia tidak kuat untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawah seperti kebanyakan anak desa. Presiden Jamal Abdul Naser kemudian mengirimkan surat permohonan maaf ke raja Faisal dan mengabarkan bahwa surat sang raja sampai ke tangannya setelah pelaksanaan hukuman. Melalui permohonan presiden Irak ketika itu. Pada awalnya Sayyid Qutb sangat tertarik dengan aliran sastra yang dibawa oleh Abbas mahmud al Aqqad. Hafidz Ibrahim telah menghias pikirannya. Beberapa bait syair Tsabit Jarjawi sering diberikan kepala sekolah kepada Sayyid Qutb untuk dihapal. Pada tanggal 28 Agustus 1965 surat permohonan dari raja Faisal sampai ke tangan pembantu presiden Jamal Abdul Nasser. Sayyid Qutb dipancung di penjara militer. Demo ini digerakkan oleh berbagai organisasi Islam meminta Abdul Naser mencabut kembali tuduhan buat Sayyid Qutb dan membebaskannya dari hukuman mati. Mengetahui putusan hakim. Dalam bukunya Taswžr al fannž fi al Qur'n. Kesulitan hidup di Kairo membawa pengaruh kepada pola pikirannya. Kesempatan belajar di sekolah-sekolah favorit hanya milik orang kaya. Sayyid Qutb dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Setidaknya ada dua alasan kenapa Sayyid Qutb tertarik kepada Abbas Mahmud al Aqqad. Para pemimpin negara pun tidak ketinggalan. Untuk itu ia sangat mengidolakan sastrawan yang sejalan dengan pola pikirnya. Dalam masa penantian. Pertama: Sayyid Qutb termasuk warga kelas menengah ke bawah dari segi ekonomi. Sayyid Qutb Seorang Sastrawan Sejak kecil Sayyid Qutb telah tertarik dengan dunia sastra. Ia begitu intens mengikuti berbagai kajian sastra. Orang miskin tidak punya banyak kesempatan untuk menimba ilmu kalau tidak memiliki indeks prestasi yang tinggi. Abdussalam Arif. Karena ia dapat langsung berhubungan dengan para penyair besar Mesir. Sami Syarf. Namun ia tidak menyerah dengan keadaan tapi malah berontak dengan lingkungan. tanggal 12 Agustus 1965 dijatuhkan hukuman mati buat Sayyid Qutb yang pelaksanaannya dijadwalkan tanggal 21 Agustus 1966. Bahkan ia mempunyai perpustakaan pribadi di rumahnya. Waktu itu ia baru berumur 10 tahun. Sementara syarat diterima di pendidikan menengah (Madrasah Abdul Azis) harus berusia 15 tahun. Pada tanggal 9 Agustus 1965 untuk ketiga kalinya Sayyid Qutb kembali ditahan dengan tuduhan merencanakan kudeta untuk menggulingkan pemerintah dan usaha pembunuhan presiden. Ia menceritakan ketika selesai dari pendidikan dasar Sayyid Qutb tidak langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya. Berbagai buku dilahap Sayyid Qutb mulai dari kisah-kisah kepahlawanan sampai buku..buku agama. baru kemudian engkau berikan surat itu kepadaku". Di pagi dinihari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966.. Sejak tahun 1923 Sayyid Qutb begitu intens menghadiri muhadarah Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tempat dan menjadikannya sebagai guru sastra. Dan hal itu ia dapati dalam sosok Abbas . Bahkan di Pakistan terjadi demo besar-besaran. Hidup dan belajar di Kairo adalah kesempatan emas buat Sayyid Qutb. Sebagai anak desa Sayyid Qutb juga mengalami hal yang sama. Pada waktu itu Mesir tergolong negara miskin. Selama hidup di Mesir ia mulai mengasah bakatnya di bidang sastra. Sayyid Qutb mendapat pemotongan masa hukuman dan dikeluarkan dari penjara pada tahun 1964. Karena gemar membaca Sayyid Qutb disegani oleh masyarakat desanya yang tergolong masyarakat menengah ke bawah dan buta huruf.

Waktu itu termasuk aib bagi seorang penulis bila tidak menguasai bahasa asing. "Sesungguhnya aku yang meyakini kekuatan kalimat kini aku merasa bahwa kita di Mesir khususnya atau masyarakat Timur pada umumnya selama ini lebih banyak teori tanpa praktek nyata.karya Sayyid Qutb baik yang berbentuk syair. Pada bab pendahuluan ia memulai dengan tulisan "laqad wajadtu al Qur'n" (Sungguh aku telah menemukan al Quran). prosa maupun karya ilmiah bersifat kritik sosial.tengah lingkungan kapitalis merupakan hal baru bagi dirinya. Kekayaan informasi di samping penguasaan bahasa asing yang dimiliki Abbas Mahmud al Aqqad membuat Sayyid Qutb mengaguminya. Sayyid Qutb takjub akan kebesaran nama Hasan al Bana di Amerika sementara ia yang orang Mesir . Sebab di Mesir Sayyid Qutb terpola dengan pemikiran gurunya yang sosialis. Hubungan antara guru dan murid. Ats Tsaq'fah. Ia juga menerbitkan dua majalah. Jadeed sebagai wadah mengasah kemampuan jurnalistiknya. hidup serba ada justru rakyat Amerika stres. Dalam sebuah makalahnya yang ditulis dari Amerika.Mahmud al Aqqad. Karena nasehat dari Toha Husein yang membuat Sayyid Qutb mengurungkan niat untuk mengundurkan diri dari tugas kepegawaian. Kebetulan Toha Husein menjadi penasehat Kementrian Pendidikan ketika itu. Sayyid Qutb mengatakan. Sayyid Qutb dan Ikhwanul Muslimin Abdul Baqi Muhammad Husein dalam bukunya "Min a'l'm al harokah al Isl'miyah al mu''shiroh mengatakan suatu saat ketika Sayyid Qutb berada di Amerika ia heran melihat melihat masyarakat Amerika bergembira karena meninggalnya Hasan al Bana. Aliran sastranya banyak meniru gurunya. Sehingga menjerumuskan mereka dalam budaya seks bebas. Sebagai ucapan terima kasih Sayyid Qutb menghadiahkan karyanya Tifl min al qoryah kepada Toha Husein. Ia banyak mengadopsi budaya barat sebagai masyarakat percontohan. Kedua: Abbas Mahmud Al Aqqad adalah termasuk pembaharu dalam bidang sastra pada zamannya. Sekarang tiba waktunya bagi kita untuk membuat sesuatu selain teori belaka. Gejala ini dimulai dari bukunya "taswiir al fanni fi al Quran" yang diterbitkan pada tahun 1945. Seperti Abbas Mahmud al Aqqad karya. Tulisan-tulisannya sering dimuat di berbagai media cetak Mesir seperti al Ahr'm. Disamping ia juga bergabung bersama gurunya di partai wafd sebagai corong sosialis di Mesir. Dalam beberapa makalah yang ditulis dari Amerika Sayyid Qutb justru mencela budaya Amerika. Hidup di tengah. Rutinitas harian membuat mereka jenuh. Dalam tulisan-tulisannya Abbas al Aqqad sering mengkritisi pola hidup masyarakat Mesir dan membandingkannya dengan masyarakat Barat. Bila ia berjalan sesuai dengan aliran yang dibawa Abbas Mahmud al Aqqad maka ia akan mampu merubah tatanan sosial masyarakat.Dengan tetap istiqamah dalam aliran Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tulisannya membuat Sayyid Qutb dekat dengan Toha Husein ketika ia menjadi pegawai di departemen pendidikan Mesir. Ar Ris'lah. al Aalam al Arabi dan al Fikr a. Aliran Abbas al Aqqad yang sebelumnya mendominasi dalam setiap karyanya tidak lagi terasa. tindakan kriminal sebagai obat stress dan rasa jenuh. Ketika tahun 1945 terjadi perubahan dalam diri Sayyid Qutb. Sekalipun semua fasilitas tersedia. Perubahan ini semakin mengkristal dalam dirinya ketika berada di Amerika dalam rangka studi banding sebagai utusan departemen pendidikan Mesir ( 1948-1950 ). Budaya santai masyarakat Mesir dipaksa untuk dicabut dari dirinya melihat pola kerja masyarakat Amerika yang serba profesional. Tapi semangat keislamannya semakin tumbuh. Kelebihan Abbas al Aqqad dibanding sastrawan lain di zamannya adalah ia mampu membaca karyakarya sastra penulis barat. Ketika ditanya sebab kegembiraan tersebut mereka menjawab "Bahaya laten bagi Barat dan Amerika telah terbunuh di Mesir yaitu Hasan al Bana pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin". Seakan-akan ia kembali menemukan mutiara yang telah hilang selama bertahun-tahun. Ia memandang Abbas Mahmud al Aqqad sebagai sastrawan yang membawa nafas baru bagi masyarakat Mesir." Namun kehidupan yang menghambakan materi bukan membuat Sayyid Qutb luntur dan berbaur dengan lingkungan dan pola pikir masyarakat Amerika. Ada nuansa islami yang mulai menguat. Diiringi daya kritisnya yang semakin tajam. Berdasarkan dua alasan di atas terjalin hubungan akrab antara Sayyid Qutb dan Abbas Mahmud al Aqqad.

Sayyid Qutb meyakini dengan berpegang kepada Aqidah yang murni maka setiap muslim akan mampu menghadapi problematika hidup. ekonomi. "Sesungguhnya tugas kita bukan untuk menghukumi manusia.asli tidak begitu banyak tahu. militer dll. Ketika buku ini dibaca oleh Abul A'la al Maududi ia berkomentar seolah-olah ia yang mengarang buku tersebut. al ad'lah al ijtim''iyah fi al Islam. Kritik. . Padahal tidak demikian maksud Sayyid Qutb." Kedua: langkah yang harus ditempuh untuk membuat masyarakat muslim sebagaimana masyarakat yang telah dibentuk oleh Rasulullah SAW di Madinah. Banyak buku yang dihasilkan termasuk merampungkan tafsir Fi adz dzilal al Quran. Dengan bekal semangat keislaman ditambah pengetahuan baru yang didapat dari Amerika menjadikan Sayyid Qutb mencapai masa keemasannya di bidang sastra.bukunya seperti: al Isl'm wa al musykilah al hadh'rah. Struktru ide yang ada dalam buku "Ma'aliim fi Ath Thariq" menurut al Maududi sejalan dengan ide yang dikembangkannya selama ini. Dalam tafsir "Fi adz dzilal al Quran" ia menjelaskan. Resminya di tahun 1953 ia menjadi anggota resmi Ikhwanul Muslimin. Hal ini terlihat dalam bukunya al Isl'm wa al isti'm'r. Ia akan selamat di dunia dan bahagia di akhirat. hal nahnu muslimun dll. Karena manusia tidak mengetahui konsekwensi dasar kalimat tersebut yaitu menerapkan hukum Islam dalam seluruh dimensi kehidupan. Sejak bergabung dengan Ikhwanul Muslimin karya. Pada tahun 1964 ia menerbitkan bukunya "Ma'aliim fi Ath Thariq" setelah keluar dari penjara. Puncaknya ia berhasil menciptakan tafsir "Fi adz dzil'l al Qur'n" sebagai karya monumental di bidang tafsir. Bahkan ia rela mati demi prinsip tersebut. Ketiga: keuntungan yang di dapat oleh manusia bila menjadikan Islam sebagai manhaj hidup.karyanya menitik beratkan ke dalam beberapa hal: Pertama: Kebutuhan manusia akan aqidah islami yang murni yang langsung bersumber dari al Quran dan as Sunnah. Hal ini dituangkan dalam buku. politik. Terlepas dari aliran Abbas Mahmud al Aqqad. Ia mengajak masyarakat memahami aqidah secara universal tanpa ada batasan-batasan geografis yang melingkupinya. Akhirnya ia memutuskan untuk merubah haluan hidup dan bergabung dengan gerakan ikhwanul muslimin setelah selesai masa tugas di Amerika. Melalui majalah ikhwanul muslimin ia banyak menulis karya dengan aliran baru yang diyakininya. ini kafir ini mukmin. Padahal ia termasuk salah seorang penasehat jamal Abdul Nasir.kritik sastranya yang terkenal dengan istilah "Nadzriah as suwar wa adz dzilal" yang tergolong fenomena baru di dunia sastra. Pada pagi dini hari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966 Sayyid Qutb menjemput syahadah di tiang gantungan. Melalui keputusan sidang militer ia dijatuhi hukuman 15 tahun sementara beberapa anggota ikhwan ada yang dijatuhi hukuman mati termasuk Hasan al Hudhaibi. Sayyid Qutb berjuang untuk menemukan prinsip hidup yang benar dan itu ia dapatkan dalam gerakan ikhwanul muslimin. Ia hanya mengkritik aturan-aturan selain aturan Allah SWT yang berlaku di masyarakat sebagai aturan jahiliyah dan bukan menghukumi masyarakat. Pada tahun 1965 turun perintah dari Jamal Abdul Nasir yang sedang berada di Moskow untuk menangkap Sayyid Qutb. Bukan itu saja sejak tahun 1947 berbagai buku yang sarat dengan nilai Islam lahir dari sentuhan penanya. ideologi. Keempat: Sikap Islam terhadap kolonialisme dalam semua segi. Bagi yang sekilas membacanya buku ini terkesan sangat radikal. Buku ini adalah hasil renungan Sayyid Qutb selama di penjara. as sal'm al 'lami wa al Isl'm dll. Selama dalam penjara aktivitas menulisnya tidak berhenti. Seperti nabi Ibrahim. Tapi tugas kita adalah mengenalkan hakekat laa Ilaaha Illa Allah (tiada tuhan selain Allah). Hal ini terlihat dari beberapa karyanya seperti: nahwa mujtama' al Isl'mi. Penutup Membaca perjalanan hidup Sayyid Qutb bagi penulis ibarat mengulang kembali perjuangan nabi Ibrahim melawan raja Namrud. Pada tahun 1954 Sayyid Qutb beserta bersama ribuan anggota gerakan ikhwanul muslimin ditangkap dengan tuduhan rencana pembunuhan terhadap Jamal Abdul Nasir yang terkenal dengan nama peristiwa Mansyiah. Setelah menjalani pemeriksaan selama tiga hari Sayyid Qutb dijatuhi hukuman mati karena bergabung dengan ikhwanul muslimin yang dituduh merencanakan kudeta.

kisah. maka sempurnalah semua unsur imajinasi. serta keadaan nikmat dan adzab. peristiwa kejadian.HoME Membantah "Visualisasi Seni Dalam Al-Qur'an" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 6. serta inilah kalimat yang lidah terus bergerak menyebutkannya. Inilah yang kami maksudkan sewaktu kami katakan: "Sesungguhnya visualisasi itulah sarana yang paling utama dalam uslub Al-Qur'an". suasana yang bermacam-macam. bukannya cerita tentang kehidupan. bahkan kemanapun dia menghendaki perdebatan ini secara mutlak dan berpegang pada realitas inderawi. maka tiba-tiba makna yang ada dalam pikiran itu mewujud suasana dan gerakan. Hampir tidak pernah ia memulai suatu visualisasi melainkan ia mengubah para pendengar menjadi penonton dan memindahkan mereka ke panggung peristiwa pertama yang terjadi padanya atau akan terjadi sewaktu berputar seri demi seri pertunjukan dan berjalan dinamis semua gerakan. seketika itu ihwal kejiwaan menjadi layar tontonan. Permisalannya adalah seluruh Al-Qur'an di manapun. kejadian inderawi. kapanpun dia kehendaki untuk mengungkapkan suatu makna murni. dia dipertunjukkan untuk suatu maksud yang telah kami sebutkan. kisah masa lalu. Penampilan inilah yang senantiasa ada di atas panggung.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan di bawah tema ini halaman 36: ((Visualisasi adalah sarana paling utama dalam uslub Al-Qur'an.23. Lalu ia naik kepada gambar yang dilukiskannya. dan pemandangan maka ia menjadi kelihatan jelas di hadapan. serta contoh kemanusiaan dan tabiatnya. dia memberikan padanya sosok kehidupan atau gerakan yang dinamis. contoh kemanusiaan. tapi ini adalah mazhab tetap[13]. maka kitapun tahu sebagian rahasia kemu'jizatan dalam bentuk ini pada pengungkapan Al-Qur'an. dan pandangan. sangat menarik sewaktu dipergunakan dengan berbagai cara. hanyalah sebuah lafazh-lafazh yang beku tanpa ada warna yang menggambarkan dan sosok yang mengungkapkan. peristiwa yang dapat dilihat. atau di manapun dia berkehendak untuk membuat contoh apakah perdebatan atau penunjukan hujjah. waktu itu juga contoh kemanusiaan menjadi satu sosok yang hidup. lalu tatkala ditambahkan kepadanya percakapan. . inilah reaksi beragam perasaan yang timbul sebab fase-fase yang sejalan dengan semua peristiwanya. Padanya ada kehidupan dan gerakan dinamis. Adapun peristiwa. la bukanlah uslub hiasan dan bukan pula sesuatu yang liar berhenti di mana saja secara kebetulan. lalu tampak dalam perasaan jiwa sebagai suatu kehidupan. keadaan kejiwaan. sifat maknawi. suatu pemandangan hari kiamat. Tatkala kita teringat bahwa sarana yang menggambarkan makna dalam pikiran dan keadaan kejiwaan juga bahwa sarana yang menampilkan contoh kemanusiaan atau peristiwa yang diceritakan. kejadian. dan jalan yang tertentu. Pendengar lupa kalau ini hanyalah kalimat yang dibacakan dan contoh yang diperdengarkan. satu kesatuan alur. dia mengkhayalkannya sebagai tontonan yang ditampilkan dan peristiwa yang terjadi. keadaan kejiwaan. serta tabiat kemanusiaan pun menjadi pribadi yang tampil. dia mengungkapkan dengan gambaran inderawi imajinasi sesuatu yang maknawi. kekhususan universal. hanya saja terakhir dia kembali juga kepada kaidah besar ini: 'Visualisasi seni'. khayalan.

Sebagaimana ia juga visualisasi dengan irama yang memberi warna dalam pertunjukan. dan tontonan mereka tidak mengenal musik. Di samping itu ada juga tujuan materialis. kisah. kaidah dan ragamnya. serta lensa foto. gerakan. peristiwa yang diceritakan dan yang digolongkan ke dalamnya. bioskop. pemusik. adat istiadat yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. dan sutradara film. akal. irama. dan khayalan. Ia adalah visualisasi hidup yang diambil dari alam makhluk hidup. musik.. serta penarinya yang laki atau perempuan)?? Mengapa dia menjadikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala yang agung sebagai lapangan untuk menerapkan istilah-istilah busuk ini seburuk para produsernya dan semua yang terlibat di dalamnya?? Lalu menganggapnya sebagai mazhab tetap Al-Qur'an. pikiran. tokoh seninya penonton. akhlak. intonasi kata. lukisan. panggung. Ia adalah visualisasi yang mengukur jarak nan jauh dengan perasaan dan jiwa. Di mana bangsa 'Arab tidak mengenal panggung sandiwara. bioskop. sarana visualisasi. Dia adalah visualisasi dengan warna. bisa jadi Yahudi atau Nasrani bahkan orang-orang Komunis zindiq. Sementara sudah menjadi kewajibannya untuk menyucikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala kalimat Rabb sekalian alam yang agung dari kaidah seni ini dan penerapan semua istilah ini yang dibangun di atas kaidah tersebut sementara bangsa Arab belum pernah mengenalnya padahal Al-Qur'an turun dengan bahasa mereka. pertunjukan.. Berkumpul padanya orang-orang yang paling rendah akhlak dan agamanya. khayalan. bahwasanya kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang paling rendahan.?? Jikalau dia harus menerapkan semua istilah yang berada di bawah kaidahnya Visualisasi seni' ini silakan saja dia memilih apa yang dia kehendaki dari sya'ir dan centa-cerita buatan manusia (tapi bukan Al-Qur'an) baik dari para penulis cerita atau penyair Eropa serta siapa saja yang dia bertaklid padanya dari kalangan orang-orang yang melenceng baik dari bangsa Arab atau Ajam (non Arab). akting. dan pendengar yang tenggelam dalam kelezatan syahwat. penyanyi. Mereka mempunyai tujuan yang sangat busuk untuk menghancurkan Dien. penonton. penonton. serta nada ungkapan dan kalimat dalam menampakkan suatu bentuk yang dinikmati oleh mata. Sedangkan manusia-manusia yang mulia baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan semuanya berlepas diri dari aktivitas semacam ini yang berisi panggung. bukan sekedar warna dan goresan yang beku. dialog. seringkali berpadu padanya penggambaran. perbuatan sia-sia..Wajib bagi kita untuk memperluas makna visualisasi sampai kita berhasil mencapai semua ufuq visualisasi seni dalam Al-Qur'an. senandung. film. Makna-makna yang dilukiskan memengaruhi jiwa anak Adam yang hidup atau pemandangan alam yang tidak memiliki kehidupan.. telinga. Di atas semua istilah inilah tegak pekerjaannya yang memurkakan Allah subhanahu wa ta’ala serta meremukkan Dien dan akhlak. layar. nada. dibuat oleh para peletak perfilman dan panggung sandiwara. gambar. dan melalaikan shalat sehingga mereka dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan andaikan . Menurut keyakinanku Sayyid Quthb juga mengetahui semuanya setelah dia mengenali kandungan aktivitas ini dan pengetahuannya tentang jenis ragam manusia penyuka aktivitas ini yakni para penonton dan pendengarnya.)) Perhatikanlah istilah-istilah yang digunakannya: pemandangan. rasa.. membuang waktu percuma. kesatuan alur. dan jiwa. dialog. pensil lukis paling canggih (halaman 251). miliaran dollar yang mereka cintai. pementasannya. Lantas kenapakah dia mempergunakan istilah-istilah yang sangat hina ini (serendah orang-orang yang meramaikannya. penulis skenario.

dia mengemukakan beberapa contoh pengisahan di dalam memberi komentar terhadap firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun. demikian juga penghormatan terhadap Al-Qur'an dan AsSunnah dalam jiwa mereka. kisah. lantas diapun melanglang buana dengan kaidah yang rusak dan pengistilahannya yang tunduk kepadanya manusia-manusia yang paling hina serta dikerjakan oleh seburuk-buruk dan senista-nistanya manusia di tempat yang paling dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. demikian juga dengan semua karangan-karangannya yang lain. Seorang muslim sejati teramat sangat menyayangkan bahwa buku ini dan pengarangnya disambut riuh dengan pengkultusan." (At-Tashwir. dan mereka tidak mengucapkan: 'Insyaa Allah'. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita. untuk melihat apa yang terjadi sekarang di gulita malam.. Oleh sebab itulah sehingga dia telah bertindak sangat buruk memperlakukan kebesaran Kitab Allah. Marilah kita meninggalkan mereka dengan keputusan mereka. maka apakah yang berdiri di depannya dan apakah yang menghalanginya?? Tidak kebesaran Al-Qur'an. motivasi agamanya amat lemah." (Al-Qalam : 17-18) ((Mereka telah memutuskan untuk memetik buahnya di pagi hari tanpa menyisihkan sedikitpun untuk orang-orang miskin. Kita memohon kepada Allah Al-Karim untuk merahmati dan menyelamatkan mereka dari bala' yang sedang mereka derita. akalnya tertutup. Hal ini menjadi bukti bahwa mayoritas manusia telah sangat dangkal kesadarannya hingga ke dasar jurang. dan cerita yang dipanggungkan dan difilmkan. Lalu tiba-tiba apakah yang dilihat oleh para penonton?? Terjadi perampasan dan gerakan tersembunyi laksana gerakan bayangan di kegelapan: “Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dan Tuhanmu ketika mereka sedang tidur. di mana mereka tersembunyi dan tidak nampak di atas panggung. dan harga diri. tidak kedudukan para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. dan tidak pula merasakan pengawasan Allah subhanahu wa ta’ala.. kesatriaan. bahwa sesungguhnya saya tidaklah tunduk dalam urusan ini kepada suatu aqidah keagamaan yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. terlebih lagi setelah Islamnya tentunya mereka akan melihatnya sebagai urusan yang sangat hina dan membersihkan tangan mereka darinya. 255) Jikalau sudah begini keadaan Sayyid dan pengakuannya terhadap dirinya sendiri. Diapun menjadikan Kitabullah dan nash-nashnya yang suci layaknya pertunjukan.mereka mengenalinya di masa kejahiliahan mereka. Sayyid katakan di halaman 53 dari sebuah pasal ‘visualisasi seni dalam Al-Qur'an'. Maka apakah hubungan semua urusan ini dengan Al-Qur'an yang Sayyid telah menjadikan seluruhnya sebagai lapangan guna mempraktikkan perkara tersebut. hal.Inilah mereka yang berpagi-pagi bangun. innaa lillaahi wa innaa ilahi raaji'uun." (Al-Qalam : 19-20) Saat itu…. Sebab aktivitas ini menafikan kejantanan. sangat disayangkan….!! Akan tetapi keadaan buruk yang telah dia pilihkan untuk dirinya sendiri dan dia menyatakan dengan terang-terangan dalam ucapannya: "Saya menegaskan dengan terang hakikat terakhir ini lalu saya nyatakan bersamanya. ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari. sementara mereka tidak mengetahui apa yang telah menimpa kebun mereka di kegelapan malam: "Lalu mereka panggil memanggil di pagi hari: 'Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu .

padahal kebun telah kosong laksana hangus. 'Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu'. jangan memberitahukan para pemilik kebun tersebut akan apa yang telah menimpa kebun mereka." (Al-Qalam : 26) )) Dia katakan di tempat yang lain halaman 189: ((Demikian kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka. seperti kisah dan pertunjukan yang sesuai dengan selera akhlak para penonton yang tidak mempunyai pekerjaan berguna itu. Kita telah mengetahui bahwa ia sudah berada di hadapan Sulaiman sewaktu Balqis masih tidak tahu apa yang telah kita ketahui itu: "Dan ketika Balqis datang. Pada halaman 186 sub bab keistimewaan seni dalam kisah. sementara mereka saling memanggil dan berbisik. sedang di kali lain tersembunyi bagi penonton sekaligus bagi tokoh dalam satu kisah. Sampai akhirnya nampaklah bagi mereka rahasia yang tersembunyi. bahkan kita dihalangi (dan memperoleh hasilnya)". Ini adalah bahasa tukang cerita yang tidak mempunyai kegiatan berguna dan kehidupannya larut dalam kebatilan panggung sandiwara dan film. Bukan bahasa Al-Qur'an yang menggunakan bahasa Arab yang telah turun kepada Rasul yang paling afdlal untuk memberikan hidayah kepada manusia. lepaskanlah tawa! Inilah pengundang tawa yang terbesar…… Inilah mereka yang kaget!! Silakan para penonton tertawa sekehendak hati: "Tatkala mereka melihat kebun itu. Hendaklah mereka menyembunyikan tawa ejekan. saling memanggil dengan berbisik-bisik agar kaum faqir miskin tidak ikut serta. Misalnya." (Al-Qalam : 21-24) Hendaklah para penonton menahan lidahnya[14]. Pada sandiwara ini ada kedustaan.hendak memetik buahnya'. dia katakan: [Sesekali terbuka sebagian rahasia atas penonton sedangkan ia masih tersembunyi bagi sang tokoh. singgasana Balqis yang didatangkan dalam sekejap mata. akan tetapi…. yakni mereka melihat para pemilik kebun?? Inilah ihwal sandiwara dan pertunjukan (yaitu: kebohongan)." (Al-Qalam : 26-27) )) Saya katakan : Apa keterlibatan sandiwara dan penonton juga campur tangan tawa serta ejekan terhadap tafsir ayat-ayat mulia ini yang telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk diambil pelajaran dan nasihat darinya?! Apa motivasinya membawa jatuh Kitabullah ke dalam limbah penafsiran yang sangat aneh ini?! Kalau Sayyid Quthb mempunyai hobi yang hendak dia lakukan. maka bagaimana mungkin bisa dikatakan "kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka". sebab Sayyid Quthb dan orang semasanya mempunyai jarak abad yang sangat jauh dengan kejadian para pemilik kebun itu. mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan). mereka berkata: 'Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan)……’. ditanyakanlah kepadanya: 'Seperti inikah singgasanamu?' Dia menjawab: . serta hendaklah para penonton menyembunyikan tawa geli yang hampir meletup dari mereka tatkala melihat para pemilik kebun telah tertipu. seharusnya dia mencari medan yang pas untuk mempraktikkan hobinya itu. Maka pergilah mereka saling berbisik. setelah kita kenyang mengejek: "Tatkala mereka melihat kebun itu.

Inilah metode yang jadi patokan dalam semua kisah-kisah AlQur'an)). sedangkan bagian lain menurut pandangannya sesuai dengan semua kaidahnya yang bathil. Maryam. buktinya: 1. ini sebuah kedustaan besar. di mana dilakukan oleh sandiwara panggung masa kini dengan menurunkan layar juga perfilman modern dengan berganti seri." (An-Naml : 44) Demikianlah dia menafsirkan kalimat mulia ini dengan kedustaan. sangat jauhlah Kitabullah dari apa yang dilekatkan oleh laki-laki ini. sehingga tiba-tiba kita dan Balqis dikagetkan dengan rahasianya. dan disingkapkannya kedua betisnya. Kami katakan : Maha Suci Allah. tatkala: "Dikatakan kepadanya: 'Masuklah ke dalam istana'. dan Sulaiman atas satu metode yang sama. serta Nuh di hadapan air bah semuanya itu dalam pandangannya berada pada satu alur. Maha Tinggi dan Suci Yang telah menurunkannya lalu berfirman tentangnya: . Dia katakan "Padanya ada 28 seri tontonan". Diapun menyebutkan kisah Ashhabul kahfi dalam beberapa adegan.'Seakan-akan singgasana ini singgasanaku'. Ini buah pahit dari bergantung mengandalkan seni dan keterlepasan dari aqidah yang dianggapnya sebagai belenggu. Setelah itu dia menyebutkan sebagian. yaitu pembagian babak. hasil produksi para komunis dan orang-orang fasiq Barat?? Lalu Sayyid Quthb menyambung penafsirannya terhadap ayat-ayat Allah yang mulia di surat Yusuf dengan cara penayangan film. Demikianlah Sayyid menerapkan berbagai seni jahiliah Barat terhadap Kitabullah yang agung. Apakah benar kalau ini adalah keistimewaan seni dalam Al-Qur'an?? Dia katakan di halaman 187: ((Keistimewaan seni yang ketiga yang terdapat dalam pertunjukan kisah ini ialah jeda yang terdapat antara satu visualisasi kepada visualisasi selanjutnya. Manakah hubungan antara Kalamullah dengan sandiwara yang menjadikan bohong sebagai salah satu rukunnya yang harus ada serta tidak dirakit kecuali oleh para pendusta. menurunkan dan mengangkat layar. dikiranya kolam air yang besar. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu. kami akan memaparkannya dengan terperincinya di poin berikut)). Akan tetapi kejutan istana licin yang terbuat dari kaca sebelumnya masih tersembunyi bagi kita juga bagi Balqis. Apakah engkau akan menafsirkan Kitabullah dengan seni-seni yang kacau ini. sesekali dengan mengangkat layar lalu di kali lain menurunkannya dalam beberapa putaran yang dia menamainya 'adegan'. Apakah Sayyid Quthb termasuk di antara mereka yang hadir menyaksikan ketika itu dan apakah dia mengetahui datangnya singgasana Balqis ke hadapan Sulaiman sebelum Balqis tahu?? Dan siapakah para penonton itu?? Apakah pemeran utama ini laki-laki atau perempuan?? Begitulah seterusnya hingga akhir komedi yang dengannya Sayyid Quthb menafsirkan Kalamullah atas nama seni yang dalam pandangan Sayyid sekelas dengan Dien. Di mana di antara setiap seri ada tenggang waktu yang dipenuhi dengan khayalan dan dinikmati dengan menegakkan jembatan penghubung antara satu serial dengan yang selanjutnya. mengisyaratkan kepada kisah para pemilik kebun." (An-Naml : 42) Ini sebuah kejutan yang telah kita ketahui rahasianya lebih dulu.[*] Lalu dia berkata: ((Berjalan kisah Ashhabul kahfi. pemandangan Ibrahim dan Ismail di depan Ka'bah.

bahkan orang-orang bodoh dan fasiq dari kalangan muslimin semuanya bertepuk tangan sewaktu mendengarkan Al-Qur'an?! Allah subhanahu wa ta’ala berfirman menyifati kaum mukmin dan menjelaskan keadaan mereka ketika mendengarkan Al-Qur'an: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami. bukannya tawa dan tepuk tangan yang dimaksudkannya……. Cetakan: Pertama. kejutan. Kemudian di tenggang waktu ini layar diturunkan. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. hingga akhir ucapan Sayyid Quthb yang berisi cerita jenaka. maka tentu kaki kami akan meloncat kaget atau sungguh kami akan bergadang semalaman dikarenakan terkejut ataupun benar-benar kami akan bengong/ mengangakan mulut keheranan. Pengaruh positif yang terpuji inilah yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Dia ridlakan untuk para hamba-Nya. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani."Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dan belakangnya. mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya. ______________________ [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Akan tetapi kami telah mencobanya." 2.html . tabi'in. Apakah para shahabat. hal itu sesuai dengan kemuliaan Al-Qur'an. atau seluruh kaum muslimin. kesia-siaan. Lalu Sayyid Quthb bermulut besar "Tidak akan sempurna keindahan dan kemu'jizatan bahasa kecuali dengannya. Maret 2008. dia menyebutkan kisah Maryam di surat Maryam.)) Inilah keistimewaan-keistimewaan seni yang tidak diraih oleh orang-orang sebelum Sayyid Quthb dari kalangan para shahabat. dan bermain-main.blogspot. Hal: 79-94." (As-Sajdah : 15) Ayat-ayat yang menjelaskan tergetarnya hati seorang mukmin tatkala mendengarkan Al-Qur'an banyak. sementara air mata mengalir mengharapkan kemenangan dan tangan bersuara dengan tepukan. yang diturunkan dari Tuhan Tang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji" (Fushshilat : 42) Di halaman 195-199. Penerjemah: Muhammad Fuad. membaginya dalam beberapa episode sesuai dengan cara sandiwara. maka silakan mata kami mengalirkan air mata sebab tergetar dan silakan telapak tangan kami bertepuk karena takjub. tabi'in. sedang mereka tidak menyombongkan diri. padanya ada sela-sela waktu. Lc. sedangkan Sayyid Quthb "sangat beruntung" menemukan dan menggapainya. serta seluruh ahli tafsir. penurunan layar.com/2008/06/membantah-visualisasi-seni-dalam-al. sampai ia berkata di halaman 199: ((Andaikan kami belum mencoba sebelumnya. adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami).

Saudarakau…. Subhanallah ya… Betapa kuat keimanannya & kecintaannya kpd Allah swt. Sahabat .. bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul..Sayyid Qutb Desember 29. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku…. penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an. Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku…. Namun tawaran itu ditolak oleh Sayid Qutb dengan tegas sembari mengucapkan kalimat tersebut (di atas) dg tegas. Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq. 2008 — camperenik “Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim).. maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. Jika kita mati. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu.maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu.“ Demikianlah ucapan Sayid Qutb sambil menuju ke tiang gantungnya. Sebenarnya. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah…. ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. tercermin dari kalimatnya… Dalam salah satu untaian syair.

http://ip4y. Sayyid Qutb menulis novel berjudul Tif min al Qarya.htm . sebagaimana publik Mesir. ia harus berhadapan dengan rezim militer sekuler yang menindas gerakan kritis dan tokoh-tokoh kritis bangsa Mesir.com/2008/11/short-story-about-sayid-qutb/ Sayyid Qutb.geocities. membuat Sayyid Qutb sadar bahwa agama Islam sungguh merupakan solusi untuk menyelamatkan manusia dan memuliakan martabat kehidupan manusia. sebelum beliau bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimun. Sedang novelnya yang lain adalah al Atyaf al Arba’ah dan al Madinah al Masurah. Pengalaman dipenjara tiga kali. Sebagai penulis kritik sastra.banyak karya sastra lahir dari pena Sayyid Qutb.friendster. Padahal semasa hidupnya -sebelum dia menjadi syahid karena dihukum mati pada 26 Agustus 1988 akibat difitnah oleh rezim yang berkuasa sebagai orang yang akan membunuh presiden Mesir.dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita…. karya-karya itu ditulis sebelum tahun 1951. Sayyid Qutb antara lain telah menulis buku al Taswir al Fanny fi al Qur’an. Salah satunya. Asywak. Kalau dikaji.dikirim sebagai utusan ke Amerika Serikat. Novel berjudul Duri Dalam Jiwa (Asywak) ditulis pada tahun 1947. Ini yang kemudian menyebabkan Sayyid Qutb bergabung dengan Ikhwanul Muslimun. Pengalaman menyaksikan kehancuran moral bangsa Amerika Serikat karena terlalu mengandalkan kebebasan hidup. ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini. Sebagai sastrawan. Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Musyahadah al Qiyamah fi Qur’an. yang ditulis semasa Sayyid Qutb dipenjara oleh rezim militer Mesir.blog. buku tafsir Fi Dzilalil Qur’an yang dinilai sangat monumental. yang dipercaya pembacanya sebagai autobiografi. risikonya. dan yang terakhir berujung pada syahidnya menunjukkan bagaimana gigihnya perjuangan agama dan perjuangan kemanusiaan yang dilakukan oleh Sayyid Qutb. al Naqd al Adaby Usuluhu wa Manahijuhu dan Naqd Kitab Mustaqbal al Saqafah fi Misr. Di Indonesia ia lebih dikenal sebagai ulama dan tokoh Ikhwanul Muslimun. Banyak karya tulis yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.com/penerbit_navila/profil/sayid_qutb. http://www. atau nama lengkapnya Ibrahim Husain Shadhili Sayyid Qutb lahir pada 9 Oktober 1906 di Misha dekat Asyut Mesir. Berkat taufiq dari Allah.. sebelum dia -sebagai guru atau penilik sekolah yang bekerja di Departemen Pendidikan. Publik di Indonesia jarang mengenal Sayyid Qutb sebagai sastrawan dan penulis kritik sastra.

Maka sangguplah orang membaca secara dalam setiap kata dan hurufnya serta kalimat yang diterangkannya. pemahaman atas Al-Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang wajib bagi semua Muslim. beliau meletakkan cara-cara penyelesaikan terbaik. Karena mereka telah menyibukkan diri dengan buku-buku yang disebut ‘ilmiah’. suasana kelezatan hidup dibawah naungan Al-Qur’an sebagaimana suasana diturunkannya Al-Qur’an itu sendiri. Di balik lembaran buku-buku itu beliau bermaksud mengarahkan manusia kepada suasana Qur’ani. sedangkan sepanjang sejarahnya manusia telah jauh dari sumber ini. lalu beliau menulis tiga buku: at-Tashwirul fi Al-Qur’an (Disiplin Ilmu di dalam Al-Qur’an).Pada intinya semua buku Sayid Qutb bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Inilah yang menjauhkan mereka dari sumber-sumber kekayaan berharga. Kesungguhan dalam visinya ditemukan dalam karya-karya besarnya yang pernah dikemukakan. Masyahidul Qiyamah (Kesaksian Hari Kiamat) dan Fi Zilalil Qur’an (di Bawah Naungan Al-Qur’an). beliau menulis al-‘Adalatul Ijtima’iyah fil-Islam (Keadilan Sosial dalam Islam). beliau mencoba menyingkap tabir yang menyelimuti manusia mngenai rahasia-rahasia dan arti-arti yang belum pernah diterangkan sebelumnya. Kerugian mereka jelas-jelas tampak dalam panggung sejarah dan benar-benar terjadi dalam realita. bahwa keduanya dipandang sebagai sumber yang benar dalam agama ini. Oleh karena itu. yaitu suasana baru. yang menurut anggapannya benar. Dalam menghadapi Komunisme dan Kapitalisme. as-Salamul ‘Alamiwal-Islam (Perdamaian Dunia dan Islam). beliau menulis al-Islam wa-Muskilatul . Yang paling penting. Permasalahan hidup yang mencekam yang sedang melanda hidup manusia saat ini atau tentang mereka telah tertimpa dosa masa lalu beliau refleksikan dalam buku-bukunya. Ma’rakatul Islam war-Ra’sumaliyah (Pertikaian Islam dan Kapitalisme). Beliau mendapat inspirasi keduanya tanpa ada ketentuan yang mengikat sebelumnya. Dengan metode penyampaiannya yang segar. Sayid Qutb menyadari betul hal ini. Dalam menghadapi penyelewengan kebudayaan dan kesalahan-kesalahannya. dan rugilah mereka denga meninggalkan kebaikan yang banyak sekali.

nyaris sulit membedakan antara al-Haq (kebenaran yang datang dari Allah) dan al-Bathil (kebatilan yang datang dari manusia dan setan). Bahakan tidak jarang. khususnya dari penguasa atau pihak-pihak yang menginginkan AlQur’an jauh dari kepala. mereke memaksa umat ini hidup dengan sisitem jahiliyah yang mereka import dari Barat kolonialis yang nota bene dibungkus ajaran Yahudi dan Nasrani yang jelas-jelas bertentangan dengan inti ajaran Al-Qur’an. Sayyid Qutb hidup di zaman penguasa-penguasa Islam yang amat zalim. Dalam menghadapi kepaercayaan yang sesat. Karya-karya mereka. hati. Dua tujuan dari seluruh tulisannya itu adalah berpangkal pada dua pokok: Pertama. Kedua. buya Hamka yang bernama Tafsir Al-Azhar? Saudaraku yang tercinta. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb. dan untuk memperkuat garis pemisah antara keduanya atas dasar akidah. semua tafsir karya ulama-ualama besara sepanjang sejarah memiliki kelebihan dan keistimewaan. baik dalam bentuk manusia. Antara Tauhid dan Syirik sudah nyaris tanpa beda. penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an. tradisi nenek moyang. akal. Fi Zhilalil Qur’an juga demikian. Bahkan antara Tuhan Pencipta (Allah) dengan berhalaberhala yang disembah. beliau menulis Khashaisut Tashawwuril Islami wa-Muqawwamatihi (Ciri-Ciri Penggambaran Islam dan Pembendungannya). Penjajah dengan segala pemikirannya menjadi tuan dan bahkan tuhan yang harus ditaati. perasaan dan prilaku umat ini. Antara carahaya dan kegelapan sudah tidak lagi menjadi perhatian. untuk menunjukkan dan mengagungkan Islam. jabatan dan sebagainya sudah tidak dihiraukan. beliau mencoba untuk menjelaskan hakikat kebodohan (kejahiliyahan). Atau karya ulama tetrkemuka Indonesia.html Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Asy-syahid Sayyid Qutb Prolog Mungkin ada yang bertanya : Kenapa memilih Fi Zhlalil Qur’an dalam rubrik Tafsir? Apa tidak ada karya ulama besar Islam lain sejak Ibnu Abbas (Tafsir Ibnu Abbas) sampai Maududi (The Understanding of Qur’an). ilmu pengetahuan. Sebab itu. Sedangkan sebagai dasar pijakan dan langkah-langkah dinamis.com/2008/06/membaca-sayyid-qutb. penguasa-penguasa dunia Islam saat itu dengan mudahnya memaksakan kepada umat ini . Sednagkan penduduk negeri asli yang Muslim menjadi asing dan tamu di negeri sendiri. beliau menulis Ma’alim fi-Thariq (Petunjuk Jalan). Keistimewaan tersebut terletak pada konsentrasi dan permasalahan yang mereka tekankan sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi umat di zaman mereka masing masing. http://catatancatur. sistem hgidup. Dengan ungkapan lain. Saking zalimnya. Di zaman Fi Zhilil Qur’an ditulis (sebagian besarnya ditulis Sayyid Qutb di Penjara Mesir). semua karya ulama Islam yang mu’tamad (memenuhi persyaratan sehingga bisa dijadikan pegangan) sama hebatnya. Hazad Din (Inilah Islam). Bahkan. pikiran sehat dan hawa nafsu sudah samar. yaitu penjelasan mengenai keadaan kaum Muslimin yang jauh dari gambaran yang pertama itu.Madharah (Islam dan Problematika Kebudayaan). yaitu penjelasan mengenai penggambaran Islam sebagaimana diturunkan Allah.blogspot. uang. untuk menjelaskan jalan orang-orang Mukmin dari jalan orang yang berdosa. patung. teknologi. pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an yang mendalam dan pengamalan isinya serta penyebaran nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara konsisten menyebabakan mereka menghadapi berbagai ujian. khususnya dalam tafsir Al-Qur’an merupakan hasil interaksi mereka dengan Al-Qur’an secara intensif selama mereka hidup. Pada dasarnya. Antara iman dan kufur sudah tidak banyak lagi dibicarakan. Antara hati nurani.

untuk menerima dan mengakui yang hak menjadi batil, yang batil menjadi hak, yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Lebih dari itu, ulama dan para aktivis dakwah yang menyuarakan al-Haq itu adalah Al-Haq dan al-Bathil itu adalah al-Bathil dimushi, dituduh dengan berbagai tuduhan yang mengerikan, lalu ditangkap, dipenjara dan bahkan Sayyid Qutb sendiri dibunuh di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser. Dalam salah satu untaian syair, Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku….. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku….. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah….maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu.. Saudarakau…. Jika kita mati, bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul, Sahabat dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita…..

Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Berkat taufiq dari Allah, sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini, ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Atau dengan kata lain, Fi Zhilal tetap menjadi best seller sejak diluncurkan sampai hari ini. Syekh Abdullah Azzam pada pertengahan 80an pernah bercerita: Di Libanon, jika ada percetakan mulai bangkrut, para pemiliknya mencetak Fi Zhilalill Qur’an dan juga buku-buku Sayyid yang lain, maka percetakan tersebut terhindar dari kebangkrutan. Allahu Akbar…. Kenapa Fi Zhila menjadi rujukan uatama saat ini? Jawabannya ialah bahwa situasi dan kondisi kita sekarang tidak jauh berbeda dengan situasi dan kondisi saat Fi Zhilal ditulis sekitar 45 tahun lalu. Bahakn jahiliyahnyapun masih itu-itu juga. Ingkar pada Allah dan Rasul-Nya. Tidak mau menjadikan Al-Qur’an senbagai the way of life. Mempertuhankan akal, ilmu pengetahuan, teknologi, harta dan kedudukan. Berbagai kejahatan dan kezaliman yang timbul akibat jauh dari manhaj Al-Qur’anpun juga masih sangat terasa seperti saat Fi Zhilal diluncurkan. Alangkah miripnya zaman kini dengan masa itu. Secara umu dapat kita simpulkan bahwa Fi Zhilalil Qur’an memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Di antaranya : 1 Kekuatan membawa kita tenggelam sambil menyelami ilmu dan hikmah yang ada di dalam AlQur’an dengan penuh kenikmatan yang tidak mungkin digambarkan dengan kata-kata. 2 Kekuatan megikat dan merajut ayat-ayat Al-Qur’an dengan Hadits Rasul Saw. serta Sirah Nabawiyah dan para Sahabatnya, kemudian dikaitkan dengan sitausi dan kondisi kekinian (waqi’). 3 Kekuatan membangkitkan keyakinan (keimanan), optimisme pada rahmat dan pertolongan Allah dan rasa percaya diri sebagai umat terbaik yang Allah hadirkan ke atas bumi ini. 4 Kekuatan menggugah pikiran dan perasaan kita sehingga muncul berbagai inspirasi, ide, gagasan dan berbagai pertanyaan yang paralel dengan situasi dan kondisi yang kita lewati sekarang, sehingga kita memahami dengan tepat situasi dan kondisi tersebut dengan ide solusi yang jelas pula. 5 Kekuatan pencerahan yang luar biasa terkait hakikat Tuhan, manusia, kehidupan dunia, alam semesta, kehidupan akhirat, jahiliyah dan Islam. 6 Kekuatan penelaahan yang sangat luar biasa dalam hal hakikat Islam dan Jahiliyah, iman dan kufur, serta keunggulan manhaj (konsep) Islam dibandingkan dengan konsep jahiliyah, baik dulu maupun yang ada sekarang yang datang dari Barat maupun Timur. 7 Kekuatan bahasa yang digunakan karena Sayyid Qutb memang terkenal sebagai seorang

penyair kawakan di zamannya dan bahkan beberapa syairnya sampai hari ini belum terkalahkan. Sungguh Fi Zhuilalil Qur’an adalah kekuatan yang lahir dari keyakinan yang kuat, pamahaman yang mendalam, penerapan dalam kehidupan nyata dan diperjuangakan oleh penulisnya sampai detak jantungnya yang terakhir. Sebenarnya, ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. Sambil menuju ke tiang gantung Sayid Qutb berkata : Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim). Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq, maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu. Agar dapat menikmati hidangan Fi Zihalil Qur’an dengan indah dan nikmat, maka pertama kali kami menyajikannya kepada para pembaca/pengunjung ringkasan mukaddimahnya. Ringkasan mukaddimah tersebut kami bagi menjadi empat (4) tulisan. Setelah itu, kami akan menurunkan Fi Zhilalil Qur’an secara tematik, yakni sesuia situasi dan kondisi yang kita hadapi. Hal tersebut kami lakukan agar terasa bahwa Al-Qur’an itu adalah petunjuk hidup (hudan), jalan keselamatan, peringatan, syifa (obat) dan rahmat saat kita berada di dunia ini. Al-Qur’an adalah jalan peningkatan kualitas hidup kita yang sejati saat menjalani kehidupan dunia sementara ini sambil menuju kampung akhirat yang kekal abadi. Itulah jalan al-Haq (jalan kebenaran). Selain Al-Qur’an adalah fatamorgana dan kesesatan. ン ó ミ óáö ゚ õãõ ヌ ááøóåõ ム ó ネ øõ ゚ õãõ ヌ áú ヘ ó ゙ øõ ン óãó ヌミ ó ヌ ネ ó レ ú マ ó ヌ áú ヘ ó ゙ øö ナ öá ヌ ヌ á ヨ øóá ヌ áõ ン ó テ óäøóì ハ õ ユ ú ム ó ン õæäó Maka yang demikian itu adalah Allah, Tuhan Penciptamu yang Haq. Maka tidak ada selain Al-Haq itu kecuali kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Yunus : 32) http://dupahang.wordpress.com/2008/10/04/tafsir-fi-zhilalil-quran-asy-syahid-sayyid-qutb/ http://camperenik.wordpress.com/2008/12/29/sayyid-qutb/

METODOLOGI TAFSIR BIL MATSUR DALAM TAFSIR SAYYIQ QUTB Oleh : Ilham v Muqaddimah Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, yang kepada-Nya kita menyembah dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Shalawat serta Salam kita haturkan kepada Nabi Junjungan yakni Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, shahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman. Pada penelitian ini penulis akan mencoba memberikan rumusan masalah yang akan diteliti nantinya. Yakni seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an. Maka dari itu penulis akan membatasi penelitian dengan sebuah pertanyaan: 1. Seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an atau seberapa besar atau seberapa banyak DR Sayyid Qutb Allahu Yarham menggunakan metodologi tafsir bil Matsur di dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an di dalam Tafsirnya? Untuk menjawab pertanyaan di atas maka kami akan melakukan pembahasan sebagai berikut. v Profil Sayyid Qutb Sebelum membahas mengenai tafsir Fii Zhilal Al-Qur'an karya Sayyid Qutb, maka alangkah baiknya terlebih dahulu mengenal sosok Sayyid Qutb yang telah menelurkan tafsir Monumentalnya "Fii Dzhilalil Qur'an" Nama lengkapnya adalah Sayyid Qutub Ibn Ibrahim Husain Syadzili. Lahir di Musha, Asyut, Mesir. Ia

Kemudian bekerja sebagai pengawas sekolah pada Departemen Pendidikan. ia mendapat tugas belajar ke Amerika Serikat dalam pendidikan selama dua tahun. Yakni: 1. Publikasi rutin Tafsir Fi Zhilalil Quran. daerah pinggiran Kairo. 2. yakni di Wilson’s Teacher”s College di Washington. baik di Mesir maupun Saudi Arabia melalui siaran radio mendapat tanggapan yang luar biasa dan mempengaruhi cara masyarakat dalam memahami Al Quran. kedua sistem ini tidak bisa dirujukkan atau disintesiskan. sebagai pembawa oposisi keagamaan terhadap sosialisme. namun keduanya terpisah satu dari yang lain. Ia memperoleh kesempatan masuk ke Tajhiziyah Dar Al-Ulum. Sosialisme – seperti halnya komunisme dan kapitalisme – adalah pertumbuhan dari pemikiran Jahiliyyah dengan watak aslinya yang rusak. Ia mulai berminat pada sastra Inggris. nama lama Universitas Kairo. Tanpa ini upaya untuk meningkatkan kehidupan manusia tidak akan berhasil. banyak tulisanya berisi tentang ideologi yang mendukung pembaruan Islam.mula-mula di didik dalam lingkungan desanya dan sudah hafal Al Quran selagi kecil. Sayid Qutub banyak dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Muhammad Asad (Leopold Weiss). Sayyid Qutub kembali dari AS saat terjadi krisis politik di Mesir yang menyebabkan terjadi kudeta Militer pada Juli 1952. dan menjadi juru bicara utama Ikhwan setelah pembubaran jamaah mereka pada tahun 1954. Pemikiran Dan Pengaruhnya Sayyid Qutub mengusulkan Islam sebagai suatu alternatif terhadap ideologi-ideologi Komunisme. pokok pemikiran Sayyid Qutub secara tersirat merupakan kritik terhadap sosialisme Mesir. Menurut Hamid Enayat. Dan ia menjadi salah seorang pendukung pemberontakan Nasser. Tahun 1949. Dari sinilah orang Mesir mulai tertarik untuk membaca pikiran yang tidak tunduk pada pemerintah. Baik Islam maupum Sosialisme adalah sistem pemikiran dan kehidupan yang sama-sama komprehensif yang tidak bisa dipecah belah. Ia yakin bahwa Islamlah yang mampu menyelamatkan manusia dari paham ini. orang tuanyamemindahkan keluarganya ke Halwan. Kapitalisme. Abul Hasan Ali An-Nadawi dan Abul A’la Almaududi. ia menjadi sangat anti AS dan barat. Sosialisme menekankan kesejahteraan sosial dan kemakmuran material dengan mengorbankan keselamatan moral. Syahidnya beliau di tiang gantungan membuat pengaruh itu semakin kuat. tetapi berbalik menentangnya setelah Nasser mulai menyiksa kelompok Ikhwan. Pada tahin 1929. Karenanya. Menyadari akan bakat anaknya. Liberalisme dan Sekulerisme. Pada saat yang sama rezim Nasser sudah mendominasi dan menundukkan pendapat umum kepada pemerintah. Hampir pada tiap pergerakan di Mesir bahkan sampai ke Iran menggunakan bahasa dan tulisan Sayyid Qutub untuk memperkuat aktivitas mereka. Pandangan Syeikh Jibrin[1] Terhadap Sayyid Qutb . Ia mulai mengalami kepahitan mengenai dukungan pemberitaan Pers Amerika untuk Israel yang dianggapnya tendensius. Greely College di Colorado dan Stanford University di California. Sayyid Qutub bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1953. Ia mulai menulis topik-topik tentang Islam. dan dilahapnya sesuatu yang dapat diperolehnya dalam bentuk terjemahan. Islam tidak mengabaikan segi material tapi Islam beranggapan bahwa langkah awal untuk rancangan itu adalah penyucian dan pembebasan jiwa. Dari Amerika ia mendapatkan pengalaman yang sangat luas mengenai problema sosial kemasyarakatan yang diakibatkan dari paham Materialisme yang gersang dari Roh ketuhanan. Pengaruhnya terhadap kelompok tertentu ditandai dengan pengadilan yang bukunya sebagai bukti bahwa ia menganjurkan dan berencana menumbangkan pemerintahan Mesir dengan cara kekerasan dengan vonis hukuman mati. ia mendapatkan gelar Sarjana Muda Pendidikan.

Pandangan beliau terhadap Sayyid Qutb dapat kita lihat dari Fatwa beliau terhadap Sayyid Qutb dan Hasan Al-Banna Soal: Segelintir pemuda mengelompokkan Sayyid Quthb dan Hasan Al-Banna sebagai ahli bid’ah berikut melarang membaca buku-buku mereka, serta menuduh beberapa ulama lainnya sebagai penganut faham khawarij. Alasan mereka melakukan itu semua adalah dalam rangka menjelaskan kesalahan kepada masyarakat, sedang status mereka sendiri masih sebagai para penuntut ilmu. Saya sangat mengharapkan jawaban yang dapat menghilangkan keragu-raguan dan kebingungan saya mengenai hal ini. Jawab: Segala puji bagi Allah semata … Menggelari orang lain sebagai mubtadi’ (pelaku bid’ah) atau fasik (pelaku dosa besar) adalah perbuatan yang tidak dibenarkan atas umat Islam, karena Rasulullah bersabda: ãóäú ゙ ó ヌ áó á テ ó ホ öíúåö íó ヌ レ ó マ õæøó ヌ ááåö æóáóíú モ ó ゚ ó ミ áö ゚ ó ヘ ó ヌム ó レ óáóíúåö} (ム æ ヌ å ã モ áã(. “Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya: “Wahai musuh Allah”, sedang kenyataannya tidak seperti itu, maka ucapannya itu menimpa dirinya sendiri.” (HR. Muslim).

ãóäú ゚ ó ン øó ム ó ãõ モ úáöã ヌ ð ン ó ゙ ó マ ú ネ ó ヌチ ó ネ öåöãó ヌ テ ó ヘ ó マ õåõãó ヌ} (ム æ ヌ å ヌ á ネホヌム í æã モ áã(.

“Barangsiapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka ucapan itu tepat adanya pada salah satu di antara keduanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

… テ óäøó ム ó フ õá ヌ ð ãó ム øó ネ ö ム ó フ õáò æóåõæó íó レ úãóáõ ミ óäú ネヌ ð ン ó ゙ ó ヌ áó: æó ヌ ááåö á ヌ ó íó ロ ú ン ö ム õ ヌ ááåõ áó ゚ ó . ン ó ゙ ó ヌ áó: ãóäú ミ ó ヌ ヌ áøó ミ öíú íó ハ ó テ óáøóì レ óáóíøó テ óäøöíú á ヌ ó テ ó ロ ú ン ö ム õ áö ン õá ヌ óäò 。 ナ öäøöíú ロ ó ン ó ム ú ハ õ áóåõ æó テ ó ヘ ú ネ ó リ ú ハ õ レ óãóáó ゚ ó (ム æ ヌ å ã モ áã)

“… bahwa ada seseorang yang melihat orang lain melakukan dosa, lalu ia berkata kepadanya: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu’. Maka Allah berfirman: ‘Siapakah gerangan yang bersumpah atas (Nama)Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan Aku gugurkan (pahala) amalmu’.” (HR. Muslim). Kemudian saya ingin mengatakan bahwa Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna termasuk para ulama dan tokoh dakwah Islam. Melalui dakwah mereka berdua, Allah telah memberi hidayah kepada ribuan manusia. Partisipasi dan andil dakwah mereka berdua tak mungkin diingkari. Itulah sebabnya, Syaikh

Abdulaziz bin Baaz [2] mengajukan permohonan dengan nada yang lemah lembut kepada Presiden Mesir saat itu, Jamal Abdunnaser – semoga Allah membalasnya dengan ganjaran yang setimpal - untuk menarik kembali keputusannya menjatuhkan hukuman mati atas Sayid Quthub, meskipun pada akhirnya permohonan Syaikh Bin Baaz tersebut ditolak. Setelah mereka berdua (Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna) dibunuh, nama keduanya selalu disandangi sebutan “Asy-Syahid” karena mereka dibunuh dalam keadaan terzalimi dan teraniaya. Penyandangan sebutan “Asy-Syahid” tersebut diakui oleh seluruh lapisan masyarakat dan tersebarluaskan lewat media massa dan buku-buku tanpa adanya protes atau penolakan. Buku-buku mereka berdua diterima oleh para ulama, dan banyak memberikan manfaat - dengan dakwah mereka - kepada hamba-hambaNya, serta tak ada seorang pun yang telah melemparkan tuduhan kepada mereka berdua selama lebih dari duapuluh tahun. Bila ada kesalahan yang mereka lakukan, maka hal yang sama telah dilakukan oleh Imam Nawawi, Imam Suyuthi, Imam Ibnul Jauzi, Imam Ibnu ‘Athiyah, Imam Al-Khaththabi, Imam Al-Qasthalani, dan yang lainnya. Saya telah membaca apa yang ditulis oleh Syaikh Rabie’ Al-Madkhali tentang bantahan terhadap Sayid Quthub, tapi saya melihat tulisannya itu sebagai contoh pemberian judul yang sama sekali jauh dari kenyataan yang benar. Karena itulah, tulisannya tersebut dibantah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid [3] hafidzhahullah … æó レ óíúäõ ヌ á ム øö ヨ ó ヌ レ óäú ゚ õáøö レ óíú ネ ò ゚ óáöíúáó ノ ñ æóá ゚ öäøó レ óíúäó ヌ á モ øõ ホ ú リ ö ハ õ ネ ú マ öí ヌ áúãó モ ó ヌ æöíó

Mata cinta terasa letih memandang aib Tapi mata murka selalu menampakkan aib Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin 26 Shafar 1417 H.[4] v Sayyid Qutb dan Karya Beliau Karya Sayyid Qutb Diantara karya beliau antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Fi Dzhilall Qur’an Hadza Din Al-Mustaqbal Li Hadza Ad-Din Khasahisut Tashawwuril Islami Ma’alim Fi Thariq Al-Taswir Al-Fanni Fil Qur’an Musyahadatul Qiyamah Fil Qur’an Al-Islam Wa Musykilatul Hadharah Al-Adalah Al-Ijtima,Iyah Fil Islam As-Salam Al-Alami Wal Islam Kutub Wa Syahshiyat Asywak

m. An-Naqdil Adabi Ushuluhu Wa Manahijuhu n. o. Nahwa Mujtama’ Islami Thiflun Minal Qaryah

sayyid Qutub sempat merevisi ketiga belas juz pertama tafsirnya semasa penahanannya yang panjang. ia tidak mungkin berjalan berjalan sendiri tanpa fondasinya yang besar. Ia merasa dekat dan mendengar serta berbicara dengan Allah melalui al Quran. Mahdi Fahullah menilai bahwa tafsir Sayyyid Qutub yang tiga puluh juz inimerupakan usaha terobosan penafsiran yang sederhana dan jelas. Maka. Menurut Qutub. dengan cara yang tak perlu dirasionalkan atau dijelaskan dengan merujuk kriteria filsafat. Iman itu harus ditetapkan melalui tindakan langsung ke dalam kehidupan individu. Sayyid Qutub melihat wujud alam ini lebih besar dari pada bentuk yang tampak di depan mata. Al-Athyaf Al-Arba’ah Dan Lain-Lain[5] v Sayyid Qutub dan Tafsirnya[6] Tafsir Fi Zhilalil Quran Di tulis dalam rentang waktu antara 1952-1965. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi. Kehidupan manusia membentang dalam rentang masa yang panjang itu dan kematian bukanlah akhir perjalanan hidup. Sayyid Qutub bertanya setan durhaka macam apa yang telah menggiring langkah manusia ke dalam nestapa ini. Ia adalah alam nyata dan alam gaib. yang telah ditetapkan Allah. Latar Belakang Penulisannya Pada kata pengantarnya. Kepada-Nya setiapjiwa mukmin menghadap dalam khusuk. syariat Allah bagi manusia merupakan salah satu bagian dari undang-undang Nya yang menyeluruh di alam semesta. Tafsirnya banyak menekankan perlunya manusia mendekati iman secara intuitif. Syariat di buat untuk dilaksanakan pada masyarakat muslim dan ia juga di buat untuk memberi saham untuk membangun masyarakat muslim. 15. Ia menyaksikan benturan yang keras antara ajaran-ajaran rusak yang dididektekan padanya dengan fitrahnya. Tafsir tersebut membawa Sayyid Qutub menjelajahi berbagai cara agar pesan orisinil Islam yang disampaikan Al Quran dapat menjadi fondasi suatu ideologi sempurna. alam dunia dan akhirat.p. Dalam akhir ‘pembukaanya’ beliau mengatakan bahwa inilah sebagian dari curahan dalam kehidupan di bawah naungan Al Quran. sosial dan tatanan politik. q. melaksanakan syariat pasti memiliki dampak yang positif di dalam menyerasikan perjalanan hidup manusia dengan perjalanan alam semesta. Ia melihat kebinasaan yang akan menimpa kemanusiaan akibat pemyimpangannya dari undang-undang alam ini. Nikmat yang tidak diketahui kecuali oleh yang telah merasakanya. Al Quran memberi umat manusia sarana untuk menemukan kembali dirinya dalam pola yang dikehendaki Allah melalui Nabi dan oleh Nabi. Hidup di bawah naungan al Quran adalah nikmat. Sayyid Qutub merasakan keselarasan yang indah antara gerak manusia sebagaimana kehendak Allah dengan gerak-gerik alam ciptaan-Nya. Syariat ini tidak lain adalah buah Iman. . Sayyid Qutub mengemukakan kesan-kesanya hidup di bawah naungan al Quran. Di bawah naungan al Quran. melainkan satu fase setengah jalan. baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. Hidup di bawan naungan al Quran. Perjalanan panjang fase itu adalah menuju pencipta Yang Esa. a.

Dibandingkan dengan pengelompokan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha dalam Tafsir Al Manar. Dipilihnya surat ini karena sebagai bacaan yang di ulang-ulang dalam setiap rakaat shalat serta tidak sahnya shalat tanpa membacanya. Terkadang hanya dengan menyebutkan rawi terakhirnya. Dalam surat Al Fatihah misalnya. Ketika menafsirkan ayat “ ??? ?? ? ??? ?? “ misalnya. tanpa menyertakan rangkaian sanadnya secara lengkap. 2. Setelah itu beliau memperinci penafsiran ayat demi ayat. Sayyid Qutub menggunakan hadist-hadist Nabi SAW sebagai penjelas. Selanjutnya beliau menafsirkan ayat 30 . Kemudian melengkapi Tafsirnya dengan perkataan sahabat. (mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang Karena Telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri. pengelompokan Sayid Qutub relatif lebih besar. itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. keseimbangan. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah. Misalnya. Sayyid Qutub mengemukakan bahwa dalam surat ini tersimpul prinsip-prinsip akidah Islam. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah. konsepkonsepsi Islam dan pengarah-pengarahanya yang mengidentifikasi hikmah. sesuai dengan pesan yang terkandung di dalam ayat-ayat tersebut. 3. Seperti mengutip Tafsir Ibn Katsir mengenai peristiwa Bai’ah Aqabah. ia menekankan analisis rasional. Dalam menafsirkan surat yang panjang. misalnya perkataan Umar tentang permohonan suaka pendudul Iraq. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (Kami akan kembali lagi) ?. terkait surat Al Baqarah:100 tentang menepati janji.39. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. Kemudian dari Al Bidayah Wan Nihayah tentang lamanya Nabi tinggal di Makkah selama 10 tahun. sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah. Ia memulai penafsiran suatu surat dengan memberikan gambaran ringkas kandungan surat yang akan dikaji secara rinci. Begitupula ketika beliau menafsirkan surat-surat berikutnya. Maka berkatalah orang-orang kafir :"Ini adalah suatu yang amat ajaib". Katakanlah : "Segala puji bagi Allah". Sayyid Qutub mengelompokkan sejumlah ayat sebagai kesatuan. hadist tentang keharusan membaca surat Al Fatihah yang di riwayatkan Bukhari dan Muslim. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. ia menggunakan ayat-ayat al Quran sebagai penjelas. Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Struktur Tafsir Dan Ciri-cirinya Tafsir Sayyid Qutub di susun dengan Tahlili. Sebagian dengan menyebut perawi pertama dan terakhir. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah. yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman. beliau menetapkan ayat pertama sampai ayat 29 sebagai bagian pertama pembahasan. Misalnya. Dalam menafsirkan ayat. Yang tak kalah penting. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui. dst. ayat 40 – 74. Juga mengutip pendapat-pendapat ulama terdahulu. ia mengutip surat Luqman: 5 dan Qaf: 2-3: 25. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata . Dalam menafsirkan surat Al Baqarah misalnya.b. dan keserasian dalam surat. ayat 75 – 103.

orang-orang Yahudi dan Nasrani senantiasa akan memerangi kaum Muslimin.ãã ヌ ル å ム áå æíõæ ヌン゙ レ áì ヤ í チ 。 æíõ ホヌ á ン ン í テヤ í ヌチ 。 ä レ ã “ JAWAB: Tafsir Al-Qur’an tulisan Sayyid Quthb bukanlah sebuah tafsir… Zhilalil Qur’an bukanlah tafsir.berdasarkan apa yang nampak bagi beliau. beliau hanya menyebutnya dengan nama “Di Bawah naungan Al-Qur’an”. maka ia tidaklah disebut tafsir. Mereka tidak akan berdamai dengan kaum Muslimin.. dan Zhilal tidaklah demikian. Inilah hakikat peperangan yang mereka lancarkan terhadap umat Islam kapanpun dan dimanapun. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat. dan melepaskan keyakinan mereka lalu mengikuti kesesatan. maka ada yang pas & ada pula yang tidak pas. demikianlah. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu.[7] Pandangan Syeikh Fauzan Terhadap Tafsir Sayyid Qutb Bagaimana pendapat fadhilatukum tentang tafsir Al-Qur’an “Fi Zhilalil Qur’an” karangan Sayyid Quthb? ヌ á フ æ ヌネ : ” ハンモ í ム ヌ á ゙ムツ ä á モ í マ ゙ õ リネ ã ヌ åæ ハンモ í ム …ル á ヌ áõ ヌ á ゙ムツ ä ã ヌ åæ ハンモ í ム æ ナ äã ヌ åæ ゚ á ヌ ãñ ン í ã レ äì ヌ á ゙ õ ムツ ä 。 テ æ ヘ æá ヌ á ゙ムツ ä 。í ヤネ å ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í ヌ ááí í モ ãæäå ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í 。 ヌ á ミ í í ミ゚ム ヘ æá ヌ á ツ í ヌハ ゚ á ヌ ã . Sayyid Qutub menafsiri. tetapi ia merupakan penjelasan tentang makna Al-Qur’an atau mengenai Al-Qur’an.karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. meninggalkan kebenaran ini. テ ã ヌ ナ äå ハンモ í ム í ヘ áá ヌ á テ á ンヌル æí モハ ä ネリ ヌ á テペヌ ã 。 æíõæ ムマ ヌ á ム æ ヌ í ヌハ ゚ ã ヌ ン í ゚ハネ ヌ á ハンモ í ム コ ン åæ áí モ ゚ミ á ゚ 。 ン á ヌ äõ モ ãíøöå ハンモ í ムヌ ð 。 æåæ áã íõ モ ãøöåö ハンモ í ムヌ ð 。 ン åæ ä ンモ å áã í モ ãåö ハンモ í ムヌ 。 ナ äã ヌ ゙ヌ á { ン í ル á ヌ áö ヌ á ゙ムツチ ä } í レ äí ゚ á ヌ ã ン í ã レ äì ヌ á ゙ムツ ä ãã ヌ ル å ム áå õ. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Karena yang dinamakan tafsir haruslah berisi lafazh-lafazh & diambil (istinbath) hukum-hukum & disebutkan riwayat-riwayat hadits sebagaimana dalam kitab-kitab tafsir. dan beliaupun (Sayyid Quthb) tidak menamakannya sebagai tafsir. kecuali jika kaum Muslimin menyimpang dari perkara ini.. Dalam menafsirkan ayat: 120. syirik dan pemikiran jahat orang-orang Yahudi dan Nasrani tersebut. takhayul. yang membahas penjelasan seputar ayat-ayat. yang maknanya perkataan-perkataan tentang makna Al-Qur’an yang nampak bagi diri beliau –rahimahuLLAAH. Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.レヨ æ åí ニノ ゚ネヌム ヌ á レ áã ヌチ ヨ ãä ヌ á テモニ á ノ ネマム æ モ : ヌ á ハンモ í ム ãä モ æ ムノ ヌ á ヘフムヌハ ナ áì モ æ ムノ ヌ áä ヌモ ハヌム í ホ ヌ á マムモ 13-2-1427 å ワ . ンヨ íá ノヌ á ヤ í ホ ユヌ á ヘ ヌ á ン æ メヌ ä . Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)".ムヘ ãåõ ヌ ááå . mirip tafsir maudhu’i (tematik) maka ia disebut sebagai tafsir tematik. Perang akidah yang selalu berkobar – walau tidak jarang umat Islam sendiri lah yang saling menyerang dan menjatuhkan saudaranya sendiri. Itulah ideologi mereka. karena beliau pribadi tidak pernah menamakannya sebagai sebuah tafsir.

kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka. karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. Bulan Haram dengan bulan haram. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. oleh sebab itu Barangsiapa yang menyerang kamu. dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah). Demikanlah Balasan bagi orangorang kafir. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tandatanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji. 190. dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. seimbang dengan serangannya terhadapmu. Maka tidak ada permusuhan (lagi). Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Berlaku hukum qishaash. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. dan pada sesuatu yang patut dihormati. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu). dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram. 194. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. 196. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). 191. [9] v Contoh tafsir bil dengan metodologi tafsir bilmatsur dalam tafsir Sayyid Qutb Dalam hal ini kami akan memberikan contoh bagaimana penafsiran beliau terhadap ayat-ayat Qital (perang) dalam surah al-Baqarah ayat 189-203 (juz dua) 189. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya. Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 193. Maka seranglah ia. Maka bunuhlah mereka. dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. dan jangan kamu . Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat.Fadhilatu Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan .Anggota Hai’ah Kibaril ‘Ulama[8] Kritikan terhadap tafsir Sayyid Qutb Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan bahaya Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah. 195. 192. Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. dan berbuat baiklah. bahwa Allah beserta orangorang yang bertakwa. karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah. Dan perangilah mereka itu. kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu.

berbuat Fasik dan berbantahbantahan di dalam masa mengerjakan haji. Maka wajiblah atasnya berfid-yah. dan Barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu). tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan. Maka tiada dosa baginya. sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. apabila kamu telah (merasa) aman. dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat. Dalam menafsirkan ayati-ayat ini beliu menampilkan berbagai corak penafsiran. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari. sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu. 199. . Pertama: dengan metode al-qur’an bil qur’an. bagi orang yang bertakwa. dan bertakwalah kepada Allah. 198. Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah. “dalam masalah mendatangi rumah dari belakangnya disampaikan ulasan akhir ayat yang meluruskan kebajikan (al-birr) bahwa ia tidak terletak pada gerak lahiriah tetapi terletak pada ketaqwaan. bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. (munasabah ayat) Ini dapat dilihat dari penafsiran beliau dalam ayat 189. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka". Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Berbekallah.mencukur kepalamu. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. 200. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). Maka tidak boleh rafats. Maka tidak ada dosa pula baginya[129]. berilah Kami (kebaikan) di dunia". Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang[128]. atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu. Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. 201. dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. dan ketahuilah. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal. 202. Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji). Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan. berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. 197. dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu. 203. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). niscaya Allah mengetahuinya. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna.

Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya.æ ヌバ æ ヌ ヌ ááå æ ヌレ áãæ ヌ テ äøó ヌ ááå ã レ ヌ áã バ íä .” (190) Dalam masalah perang di bulan suci. æ ヌ á バ æ ヌ ヌ ááå á レ á ゚ ã ハン á ヘ æä “…. akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. Dan masuklah ketrumah-rumah itu dari pintu-pintunya. æ テハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä テネ æ ヌネ å ヌ ..karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. disampaikan ulasan akhir ayat dengan taqwa kepada Allah: . dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung…”(189) Dalam masalah perang secara umum al-Qur’an mengarahkan mereka agar tidak melampaui batas . dan hal ini dikaitkan dengan cinta Allah dan kebencian-Nya: ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã トハマ íä “.æáí モ ヌ á ネム øõ ネテ äú ハテハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä ル åæ ム å ヌ æá ヌ゚ ä ヌ á ネム ø ãäö ヌ á バ ì ...

padahal ini termasuk kedalam inti pertanyaan: kenapa bulan Nampak pertama kali sebagai bulan sabit.. untuk menjalani kehidupan yang idealyang tiada duanya. Masalah ini apapun keadaanya. lalu ia dicela karena perbuatan tersebut.. talak dan ‘Iddah mereka. dalam berpuasa dan berbukan puasa mereka. Katakanlah : ‘bulan sabt itu adalah tanda-tanda bagi manusia dan (bagi ibadah haji).. perniagaan dan hutanngpiutang mereka. dan sebagainya… jawaban ini juga tidak menjelaskan kepada mereka tentang fungsi bulan dalam tata surya atau dalam keseimbangan gerak benda-benda luar angkasa padahal ia termasuk dalam muatan pertanyaan: Mengapa Allah mencipatakan bulan sabit? Isyarat apakah yang ingin ditumbuhkan oleh arah yang ada di dalam ayat ini? Al-Qur’an pada saat itu tengah membangun tashawwur khusus. dan untuk mengokohkan dasar-dasar kehidupan ini di muka bumi.“…Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa..”dan bukanlah kenajikan…(189) Apakah tradisi mereka itu berkenaan dengan perjalanan secara umum atau berkenaan dengan haji secara khusus –walaupun ini yang lebih dekat denga konteks –tetapi mereka dahulu menganggap hal ini sebagai kebajikan –yakni kebikan atau iman. dalam mu’amalat. “mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit.lalu al-Qur’an datang untuk membatalkan persepsi yang salah dan amal perbuaan mereka yang mengada-ada yang tidak berdasar dan tidak bermanfaat . Karena al-Qur’an diturunkan untuk misi yang lebih besar ketimbang informasi dan pengetahuan sektoral…[12] Kaitan antara kedua bagian ayat ini nampaknya adalah korelasi antara bulan sabit yaitu tanda-tanda waktu bagi manuia dan ibadh haji dengan tradisi jahiliyah berkenaan dengan haji. Baik jawaban ini untuk pertanyaan yang pertama atau untuk kedua. dan menjelaskan tentang peredaran bulan dan bagaimana peredaeran bulan itu terjadi.” (189) Tanda-tanda waktu bagi manusia dalam tahallul dan ihram mereka.[11] …oleh sebab itu menghidnari jawaban manusia yang manusia itu belum memiliki kesiapan untuk menerimanya dan tidak dapat memberikan manfaat bagi misi utama yang menjadi utama diturunkannya Al-Qur’an. akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. Kemudian salah seorang dari mereka datang lalu masuk dari arah pintu. bukan bidang al-Qur’an. dan untuk menuntun manusia menuju kepada-Nya. Dan masuklah kerumahrumah itu dari pintu-pintunya. itulah yang diisyaratkan oleh bagian ayat yang kedua. system khusus dan masyarakat khusus. dalam pernikahan. yang memiliki peran khusus dalam memimpin umat manusia. dalam semua perkara agama dan dunia mereka. Kemudian turunlah ayat: . dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beuntung.dari al-Barra’ radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “dahulu orangorang anshar apabila berhaji lalu pulang.[13] Di dalam shahihain –dengan sanad –nya. tengah membangun umat baru di muka bumi. untuk menciptakan masyarakat teladan yang tiada tara bandingannya.” (194)[10] Kedua: penafsiran menurut pemahan beliau. mereka tidak masuk dari arah pintu-pintu rumah. Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. tetapi keduanya ditujukan kepada realitas kehidupan mereka secara nyata bukan sekedar pengetahuan yang bersifat teoritis.

æá ヌ ハレハマ æ ヌ ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã レハマ íä . Al-Qur’an datang melurukan tashawwur keimanan tentang kebajikan…[14] Ketiga : tafrsir al-qur’an dengan hadits Hal ini dapat dilihat dari penfsiran beliau dalam ayat... .sama sekali ini.

sebab Sayyid Quthb menyebutkannya untuk memberikan contoh dan bukti dari yang apa yang ia katakana. spritualisme. Itulah adab-adabnya. yang dapat disebut sebagai “aliran tafsir pergerakan”. dakwah dan pergerakan dalam suatu rumusan kontemporer sesuai dengan tuntutan zaman. budaya.“.” (diriwayatkan Bukhari dan Muslim) Kemudian beliau memberikan komentar.” (diriwayatkan oleh Malik. di samping persoalan-persoalan lainnya. hokum. konsepsi. Itulah perang yang dilakukan Islam. Berbagai persoalan ini. Dalam hal ini sayyid qutb menukil sebuah hadits “dari Ibnu Umar Ra ia berkata: “ditemukan seorang wanita terbunuh pada sebagian peperangan Rasulullah Saw. Zhilal juga dapat dikatagorikan sebagai aliran khusus dalam tafsir. Tindakan melampaui batas jelas dapat melanggar adab-adab dalam peperangan. Itulah tujuan-tujuannya.” (190)[15] v Keistimewaan Metodologi Tafsir Beliau Tafsir Fi Zhilalil Qur’an merupakan tafsir kontemporer yang paling actual dalam memberikan terapi berbagai persoalan dan menjawab berbagai tuntutan abad modern ini berdasarkan petunjuk al-Qur’an. pembinaan. ideologi. serta langkah baru yang jauh dalam tafsir. akan tetapi sifatnya sekunder.. kemudian Rasulullah melarang membunuh wanita dan anak-anak. peradabaan. dari analisa kami metodologi yang digunakan oleh . Sumber-sumber dalam Zhilal itu tidaklah mendasar atau pokok (primer). karena sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sumber-sumber Zhilal berbeda dari sumber-sumber tafsir lainnya disebabkan perbedaan karakter dann tujuannya. Sehingga membuat tafsir ini terasa sangat actual apalagi gagasan-gagasan Sayyid Quthb yang tertuang di dalam tafsir ini sangat orisinil berdasarkan nash-nash al-Qur’an tanpa terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran asing. karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (190) Tindakan melampaui batas bisa saja terjadi denga memerangi orang-orang yang tidak memerangi atau orang-orang yang tidak terlibat dalam peperangan misalnya para pendududuk sipil yang ingin hidup damai dan ingin selamat dari peperangan yang terjadi.tetapi janganlah kalian melampaui batas. (tetapi) janganlah melampaui batas. Bikhari. Di antara persoalan dan tuntutan abad modern yang paling menonjol adalah persoalan seputar pemikiran. psikologi. Rasulullah Saw bersabda: “apabila salah seorang diantara kamu membunuh dalam peperangan maka hendaklah ia menjauhi wajah. Semua itu bersumber dari pengarahan Al-Qur’an yang mulia: “dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. politik. Karena itu tafsir Fi Zhilalil Qur’an dapat dikatagorikan sebagai tafsir corak baru yang khas dan unik. Ini adalah bagian dari beberapa keistimewaan Zhilal. Muslim dan abu Dawud) Kemudian beliau mengutip hadits lan “dari Abi HurairahRa. v Analisa dan Kritik Dari beberapa contoh yang telah dipaparkan di atas. Sebab metode pergerakan (al-manhaj alharaki) atau metode realistis yang serius tidak ada didapati selain pada Zhilal. menadapatkan perhatian yang memada di dalam tafsir ini.

Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. Jumlahnya sedikit. 417 [14] Hal 418 [15] Hal. Hlm.Sayyid Qutb lebih banyak menggunakan kepada pendekatan bahasa serta munasabah Al-Qur'an. dan kesalahan datang dari penulis. dari penafsiran beliau. Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan. rahimahullah. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. "FIi Dzilalil Qur'an" Terj: Jakarta. [3] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat. [2] Mantan Ketua Umum Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia) dan Mantan Ketua Umum Dewan Riset Ilmiah. Terjemah.Khozin abu faqih. Dan hal ini memang merupakan keunggulan beliau dalam bahasa dan sastra. Demikian pula yang berdasarkan hadits-hadits Nabi Saw.. Dakwah dan Bimbingan Islam Kerajaan Saudi Arabia.al-ikhwan. Jakarta: AlI’tisham. yang benar datangnya dari Allah Swt. 2003.indoskripsi. “mereka yang telah pergi”. 411 [12] Ibid [13] Hal. Yang tak kalah penting. ================================================================= [1] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia). Misalnya. Mungkin sekian dari penulis. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. [4] http://www. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. beliau selalu mengaitkannya dengan ayat-ayat lain yang sebelumnya terlebih dahulu dijelaskan dengan pendekatan bahasa. yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman.net/fatwa-syaikh-abdullah-bin-jibrin-1-tentang-hasan-al-banna-dan-sayyidquthb-138/ [5] Al-mutasyar Abdullah al-aqil. keseimbangan.com/node/7084 [8] http://www. Hal. Kemudian dalam penafsiran beliau jarang ditemukan adanya penafsiran beliau yang merujuk pendapat para shahabat atau pendapat Ulama mengenai ayat tersebut. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah.al-ikhwan.! . Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah. sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah.indoskripsi.com/node/7084 [7] http://one. 2000.. v Kesimpulan dan Penutup Dari pemaparan di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa Sayyid Qutb dalam menafsirkan ayatr AlQur'an di dalam tafsirnya menggunakan Metodologi bil Matsur. dibandingkan dengan pendekatan bahasa dan munasabah Al-Qur'an. 35 [10] Sayyid Qutb. ia menekankan analisis rasional. 430 Tag: tugas ustadz ulil Sebelumnya: T A F S I R M U N I R Selanjutnya : WAHAI ABU BAKAR. Fatwa. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah.net/fatwa-syaikh-shalih-bin-fauzan-al-fauzan-tentang-kitab-fii-zhilalil-qurankarangan-sayyid-quthb-rahimahullaah-142/ [9] Lihat: Baraatul Ulama Ummah. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. 606 [6] http://one. karena bila dilihat. Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan metode lainnya yang digunakan oleh beliau. dan keserasian dalam surat. Hal 406 [11] Hal. takhayul. Rabbani Press..

February 23.http://pemudabugis.multiply.com/journal/item/258 skip to main | skip to sidebar _______________________________________________________________________ ___________ | Nawawi | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Galeri Buku | Galeri MP3 | U-VideOo | _______________________________________________________________________ ___________ Saturday. 2008 051 .Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub .

Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub http://bahaya-syirik.blogspot.com .

Meraka (Qutubiyah) adalah berakar umbi dari pemikiran yang dibina oleh Jamaah Ikhwanul Muslimin atau sesiapa yang lahir dari hasil pemikiran Sayyid Qutub (semoga Allah mengampunkan segala kesilapannya). Memiliki kelayakan sebagai tenaga pengajar dalam bahasa Arab dan ijazah dalam bidang Seni dan falsafah. Menyertai pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin pada sekitar tahun 1950 dan menjadi seorang penulis dan pemikir. usaha perjuangan dan nama bukanlah suatu fakta yang haq untuk menyatakan bahawa mereka dari kelompok yang benar jika jelas ia menyanggahi kebenaran. matlamat. Makanya. Manhaj Qutubiyah Qutubiyah atau Qutubi adalah suatu fahaman yang dinasabkan kepada Sayyid Qutub rahimahullah. Terkenal sebagai penulis dan pejuang pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin. sebuah perkampungan bernama Musha. agar kita semua menjadi celik dan segera menjauhi peyimpangan-penyimpangan pemikiran mereka yang berbahaya kepada aqidah dan kesatuan umat Islam masa ini. termasuk di Colorado State College of Education (sekarang dikenali sebagai University of Northern Colorado). terutama berdasarkan kefahaman para ulama dari golongan generasi awal di atas manhaj al-Qur’an dan Sunnah yang tepat. Sayyid Qutub Secara Ringkas Dilahirkan di Mesir. Atau para pengikut Sayyid Qutub yang fanatik dan ghalu (ta’asub) kepadanya. Sekaligus merupakan seorang tokoh utama dalam gerakan tersebut. Pernah bertugas sebagai tenaga pengajar. kemungkaran dan penyelewengan mereka (Ikhwanul Muslimin) terhadap agama akan terus didedahkan kepada umum. Namun. makanya sama-sama kita nilaikannya berdasarkan hujjah dan dalil yang tepat berdasarkan kefahaman para ulamanya umat. penelitian dan tulisan para ulama. Perjuangan Ikhwanul Muslimin suatu ketika dahulu amat gah dan cukup dikenali oleh sebahagian besar umat Islam. Syahid . Pelbagai tulisan dari para ulama telah dihasilkan dan disebarkan bagi menerangkan kepada umat bahawa Ikhwanul Muslimin adalah sebuah pertubuhan yang di atas namakan dengan perjuangan Islam tersebut sebenarnya adalah sebuah pertubuhan/kumpulan yang mana pemikiran-pemikiran yang terhasil dari kalangan tokoh-tokoh utama mereka sebenarnya amat membahayakan dan menyimpang dari hakikat Islam yang sebenar. Pernah mendapat pendidikan di barat selama beberapa tahun dan beberapa tempat yang lain.Melalui pelbagai kajian. tidak sewajarnya kita cepat melenting dan melatah. Hasil karyanya yang cukup terkenal adalah Fi Dzilalil Qur’an dan Ma’alim Fi at-Thariq. Kita sebagai umat Islam dari kelompok Ahlus Sunnah yang bersikap adil. Lalu. dengan ini. mereka akhirnya telah mengeluarkan suatu fakta dan fatwa yang begitu mengejutkan dunia dakwah di dunia Islam masa ini iaitu berkenaan siapakah sebenaranya Ikhwanul Muslimin dan bagaimanakah fikrah para tokoh-tokohnya yang sebenar. hakikatnya. Dan mendapat pendidikan awal di perkampungan yang sama. pada 8 Oktober 1906.

Sahih Bukhari (Syahadah. 63. 228. Sayyid Qutub lebih senang menampilkan gaya luarannya dengan penampilan Eropah seperti mencukur janggut. semasa hidupnya gemar mengejek cara pakaian ulama yang diistilahkan oleh beliau sebagai orang rohaniawan. (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. pemikiran rohaniawan atau budaya rohaniawan. kerana mereka mengetahui dari orang-orang yang mereka kenali sebagai para rohaniawan. 2687) (2). Iaitu syubhat yang merosak Islam dan strukturnya sehingga ke dalam jiwanya. Mereka (rohaniawan) merupakan makhluk yang paling mustahil untuk diterapkan pemikirannya dan mustahil diikuti buah fikirannya. Sayyid Qutub) Sayyid Qutub melahirkan lagi sindirannya terhadap ulama: “Kebodohan yang lahir dari kebudayaan Islam tidak akan memberi tasawwur (gambaran) Islam yang teguh. pakaian rohaniawan. ia dimunculkan oleh pemikiran agama dari orang yang digelar saat ini sebagai rohaniawan. bahkan pakaian dan tindak-tanduknya disebabkan kebodohannya terhadap realiti agama dan warisan penjajah”. Lihat: Syiar A’lam an-Nubala. Inilah kenyataan tentang Islam yang paling buruk yang digambarkan oleh agama-agama yang lainnya”. (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. (Lihat: (1). 159-160) Menurut Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah apabila mensyarahkan hadis riwayat Bukhari di atas bahawa: “Tidak boleh memastikan seseorang syahid kecuali melalui penentuan wahyu”.Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dianggap sebagai mati syahid oleh para pengikutnya dan mereka menyangka: “Bahawa beliau (Hasan al-Banna) hidup di sisi Rabb-nya dan mendapat rezeki di sana” (Lihat: al-Maurid al-‘Adab az-Zulal. sama ada dari segi budaya atau perilakunya. Hlm. Sayyid Qutub) Pengikut Pemikiran Sayyid Qutub (Qutubiyun) Berkata Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja as-Suhaimi: . Di dalam hadis Bukhari ada dijelaskan: “Tidak boleh mengatakan Si Fulan syahid”. 63. oleh Sheikh Ahmad Yahya anNajmi) sedangkan (menurut para ulama Salaf as-Soleh) tidak boleh memutuskan/menetapkan seseorang sebagai syahid kecuali dalam bentuk umum (Lihat: Fathul Bari 6/90. Menghina Penampilan Ulama Sayyid Qutub yang digelar ulama dan syahid oleh pendukung Ikhwanul Muslimin. memakai topi dan lebih kerap memakai pakaian ala barat. Dia juga menyatakan terhadap ulama dengan berkata: “Sebahagian syubhat yang muncul. Ibn Hajar) atau menurut apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya iaitu terbunuh di medan perang fisabilillah.

para pendokong Qutubiyah bangun membantah dengan kata-kata yang keji”. 98. (Yang paling keji dan membahayakan ke atas orang-orang Islam ialah menghidupkan pemikiran (fahaman) Khawarij iaitu takfiri (pengkafiran) dan teori “Tauhid Hakimiyah”) Menurut Syeikh Abdussalam lagi: Didapati para pentaqlid dan pendukung Sayyid Qutub sangat berlebih-lebihan apabila mempertahankan Sayyid Qutub. malangnya apabila Sayyid Qutub diberi teguran (oleh para ulama). Dia hanyalah seorang penulis (sasterawan) berpegang dengan mazhab Asy’ari. Memerintah) Allah atas makhluk-Nya”. Aqidah Yang Menyeleweng Terdapat sebahagian pihak yang mendakwa bahawa mereka yang menjelaskan bahaya pemikiran Sayyid Qutb ini sebagai pelampau dan extreme. sama ada secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ramai lagi para ulama Salaf termasuk Syeikh Ibn Bazz dan Muhammad Nashiruddin al-Albani dengan tegasnya telah menolak dan membantah cara takwil atau penafsiran yang dilakukan oleh Sayyid Qutub kerana mengingkari Allah beristiwa’ di ‘Arasy. (Lihat: Fikru at-Takfir Qadiman wa-Hadisan. mengambil dan meyakini sebagai kebenaran mutlak apa sahaja yang terdapat di dalam tulisan-tulisan tersebut sama ada yang hak (benar) atau yang batil (merosakkan)”. Raja as-Suhaimi) Antara fatwa dari Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah diakhir hayatnya: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam. Hlm. Apakah Syeikh al-Albani juga pelampau kerana menjelaskan akidah Sayyid Qutub? Fahamilah apa yang telah ditulis oleh Sayyid Qutub yang berkaitan dengan akidah: “Berkenaan hal “Istiwa” Allah di atas ‘Arasy. (Lihat: Syarah Kasyfus Syubuhat Fii Tauhid. 7. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Syaid Qutub Minal Qawasim) tulisan Rabi’ bin Hadi) Ingatlah apa yang dikatakan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bahawa ghulu itu: “Berlebih-lebihan dalam memberi pujian. Muhammad bin Soleh al-Utaimin) Sikap keji ini telah berlaku di kalangan pendukung tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin sehingga ke taraf melatah dan melalut. maka hendaklah kita mengatakan bahawasanya istiwa ertinya: Penguasaan (Berkuasa. imam Ibn Taimiyah. sekalipun teguran tersebut benar. . Jika mereka dapati ada seseorang yang menegur kesilapannya. Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”. Hlm. Terdapat banyak kesalahan yang keterlaluan dan keji di dalam tulisannya. imam Ibn Kathir. (Lihat: fi Zilalul Quran 4/2328 atau 4/3804) Imam az-Zahabi. Syeikh Abdussalam menjelaskan: “Sudah dimaklumi bahawa Sayyid Qutub bukanlah seorang yang menguasai ilmu agama. sanjungan dan lainnya”.“Qutubiyun adalah mereka yang satu kaum membaca (mempelajari) tulisan-tulisan Sayyid Qutub. imam Ibn Qaiyim. maka mereka akan mengeluarkan pelbagai alasan.

(Lihat: fi Zilalil al-Quran. (Perkataan ini termuat dalam keset rakaman Ibn Bazz tahun 1413) Menurut Sayyid Quthb al-Qur’an Itu Makhluk Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya Fii-Zilalil Quran telah menulis: “al-Quran adalah suatu yang zahir. kerana sesungguhnya ia adalah salah satu dari ciptaan Allah”. Beliau berkata: “Dan sesungguhnya mereka (manusia) itu tidak akan berdaya mengarang satu huruf pun yang menyerupai al-Kitab ini. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Malah tafsir Sayyid Qutub di . kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. bukan Kalamullah”. 4/2328) Tafsir Sayyid Qutub ini membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. 5/3006) Sayyid Qutub meyakini al-Quran adalah “ ユ ä レ ヌ ááå” ciptaan Allah (makhluk). Imam Abdullah berkata: Aku mendengar bapa ku berkata: Sesiapa yang mengatakan lafazku terhadap al-Quran itu makhluk maka itu adalah ucapan yang buruk dan kotor. bukan Kalamullah. (Lihat: Fii Zilalil Quran.Syeikh Abdul Aziz bin Bazz dengan ketegasannya membantah: “Perkataan ini adalah perkataan yang fasid. (Lihat: Fii Zilalil Quran. kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. sedangkan al-Quraan adalah Kalamullah bukan makhluk yang sama sekali tidak boleh disama atau disekufukan dengan makhluk. 5/2719) æóåó ミヌ ヌ á ヘムン (ユ) ãä ユ ä レノ ヌ ááå ハレヌ áì “Dan huruf ini (Shaad) adalah salah satu ciptaan Allah Ta’ala”. itu adalah perkataan Jahmiyah”. kerana kata-kata “Sebagaimana bumi dan langit” ia menyerupakan al-Quran sebagaimana makhluk yang lainnya. Keyakinan ini bertentangan dengan akidah Ahli Sunnah wal-Jamaah. Apa yang dikatakan oleh beliau (Sayyid Qutub) adalah batil dan ini membuktikan bahawa dia miskin dalam ilmu tafsir”. Ini adalah akidah Jahmiyah. fi-Zilalil al-Quran telah menulis: ヌ á ゙ムツ ä ルヌ å ムノ ゚ æäí ノ ゚ヌ á ヌムヨ æ ヌ á モ ã ヌ æ ヌハ “al-Quran adalah suatu yang zahir. (Lihat: ヌ á モ ä ノ 1/165) Sayyid Qutub mentahrif dan mentakwil nas-nas al-Quran sehingga diertikan al-Quran itu makhluk bukan Kalamullah. Maksud dari kalimah “Penguasaan/Berkuasa/Memerintah” di sini adalah mengingkari istiwanya (Allah di ‘Arasy) yang maknanya telah jelas iaitu tinggi di atas ‘Arasy. Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya lagi. ia membuktikan bahawa Sayyid Qutub telah membuat kesilapan besar di segi akidah (mudah-mudahan ia kesilapan yang tidak disengajakan atau kesalah-fahaman orang awam terhadap uslub sastera beliau yang tinggi). 4/2328) Gaya penafsiran ayat di atas ini jika disengajakan.

bukan Kalamullah”.atas ini benar-benar membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. sebagaimana yang telah dijelaskan tentang sesatnya akidah serupa ini oleh Imam Abdullah rahimahullah: ゙ ó ヌ áó ヌ úá ヌ öãó ヌ ãõ レ ó ネ ú マ õ ヌ ááå : モ óãö レ ú ハ õ ヌ ó ネ öíú íó ゙ õæúáõ : ãóäú ゙ ó ヌ áó áó ン ú ル öí ネ ö ヌ áú ゙ õ ム ú ツ äö ãõ ホ úáõæú ゙ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãñ モ õæú チ ñ ム ó マ öí チ ñ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãõ ヌ áú フ óåúãöíøó ノ . Ini adalah akidah Jahmiyah dan akidah mereka yang sealiran dengan kelompok yang sesat.

Dan tidak ada sesuatu zat yang sebenarnya kecuali zat-Nya. Sedangkan segala sesuatu (zat) yang lain wujudnya tersimpul dari (zat)-Nya yang sebenarnya”.a. maka antara kesalahan Sayyid Qutub ialah mengkafirkan umat melalui katakatanya: “Pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam. keganasan dan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin serta disingkap segala rancangan jahat dan konspirasi mereka untuk menjatuhkan pemimpin Islam. dari hlm. Matan 10) Berkata Imam Abu Ja’far at-Tahawi rahimahullah: “Bahawasanya al-Quran itu adalah Kalamullah (firman Allah)”. tidak pula sebuah masyarakat Islam”. Umar at-Tilmisani dan yang lainnya. Beliau berkata apabila menafsirkan ayat: “Sesungguhnya ayat: (Katakanlah bahawa Allah itu Esa!): Sesungguhnya ia menjelaskan kesatuan zat (æ ヘ マ ノ ヌ áæ フ æ マ ). Di dalam kitab ini Syeikh Ayyad asy-Syamari telah mendedahkan kekejaman. 4/2122) “Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama . 6/4002) Begitu juga dengan kitab Turkh Hasan Al-Banna Wa-Ahammul Warisin. 1/185) I’tiqad Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud Allah Bersama Makhluk) Sayyid Qutub telah menerapkan fahaman wahdatul wujud melalui kitab tafsirnya. Disingkap dan didedahkan juga pergerakan dakwah di dalam Ikhwanul Muslimin terutamanya yang dipemimpin oleh Sayyid Qutub. (Lihat: Syarah Sunnah. Terlalu banyak buku-buku yang telah mendedahkan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin dan sikap para pemimpin mereka yang keji dan mungkar. Hasan al-Banna. Keyakinan ini diklasifikasikan sebagai keyakinan berbaur elemen ideologi Syiah. hlm 4. (Lihat: Syarah Akidah Tahawiyah. 234. 217 hingga ke hlm. Perkataan Sayyid Qutub Terhadap Uthman r. Namun Sayyid Qutub tidak boleh dihukum kafir di atas beberapa kesilapannya. (Lihat: Syarah Akidah Thahawiyah. menggambarkan penghinaan Sayyid Qutub yang keterlaluan terhadap Khalifah Uthman: “Kami lebih condong kepada sistem kekhalifahan Ali radiallahu ‘anhu sebagai mengambil alih secara tabi’i dua Khalifah sebelumnya”. (Lihat: al-‘Adalahtul Ijtimaiyah fil Islam. 214) Dalam kitab ヌ á レ æ ヌ ユ ã ãä ヌ á ゙ æ ヌ ユ ã oleh Abi Bakr Ibnu al-Arabi. sama ada dalam pertimbangan syara atau neraca akal yang rasional. Hlm. Maka tidak ada hakikat zat kecuali hakikat zat-Nya. mereka bersepakat bahawasanya al-Quran adalah kalamullah bukan makhluk”. Selain mencela Uthman. 1/172) Berkata Imam Ibnu Abi al-Izz al-Hanbali: “Maka (sepakat) seluruhnya para imam mazhab yang empat dan orang-orang Salaf dan Khalaf.Berkata Imam al-Barbahari: “Dan bahawasanya al-Quran itu Kalamullah yang diturunkan-Nya dan bukanlah makhluk”. Sayyid Qutub berkata tentang Khalifah Uthman: “Dia (Khalifah Uthman) mengurus urusanurusan yang banyak menyimpang dari Islam”. (Lihat: Fii Zilalil Quran. (Fii Zilalil Quran.

11/1492) æ ヌ á ミ íä á ヌ í ンムマ æä ヌ ááå ネヌ á ヘヌ゚ ãí ノ ン ì テ í メ ã ヌ ä 。 ン ì テ í ã ゚ヌ ä åã ã ヤム゚ æä . (Lihat: Fii Zilalil Quran. (Lihat: Fii Zilalil Quran. selain mewariskan fahaman Qutubiyah Khawarijiyah dan Tauhid Hakimiyah Takfiriyah. Tauhid Hakimiyah Dan Takfir Sayyid Qutub rahimahullah. beliau juga melahirkan ramai para pengikut/pendukung yang fanatik kepadanya di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin. Gerakan dan fahaman Qutubiyah yang tersemai di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin dan diterima pakai oleh tokoh-tokohnya telah berjaya menarik minat ramai masyarakat meniru perjuangan mereka. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengulang-ulangi pada azan kalimah (Laa Ilaha Illallah)”. semuanya mengetahui melalui bahasa mereka makna Ilah dan makna Laa Ilaha Illallah. Lihatlah antara apa yang difatwakan oleh Sayyid Qutub: ゚ヌ äæ ヌ ヌ á レムネ í レムン æä ãä á ロハ åã ã レ äì : ナ áå æã レ äì á ヌ ヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå 。 ゚ヌ äæ ヌ í レムン æä : テ ä ヌ á テ áæåí ノ ハレ äí ヌ á ヘヌ゚ ãí ノ “Orang-orang Arab dahulu-kala. 11/1057) Inilah bentuk takfir terhadap orang Islam yang di luar kelompok Ikhwanul Muslimin.serta keluar dari Laa Ilaha Illallah. mereka mengetahui: Bahawasanya Uluhiyah membawa makna pada hakimiyah”.

Sebagai bukti Sayyid Qutub telah berkata: “Masyarakat yang mengaku sebagai masyarakat Islam (sekarang ini) telah termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah. Buah fahaman yang dipetik dari benih yang ditanam oleh Khawarij yang menentang Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam ini adalah bertentangan dengan pemahaman Ahli Sunnah wal-Jamaah yang berpegang dengan manhaj Salaf as-Soleh dalam mensikapi pemerintah dan orang-orang Islam. tetapi mereka masih memberikan keutamaan yang sangat utama dari sifat ketuhanan kepada selain Allah iaitu mereka masih beragama dengan berhukum dengan selain hukum yang diturunkan oleh Allah”. sosial. syirik atau zalim. Antara teori-teori bid’ah yang terkandung di dalam tulisan-tulisan Sayyid Qutub seperti di dalam Ma’alim fii at-Tariq (Buku yang berunsur pengkafiran (takfiriyah) ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu dengan judul “Petunjuk Sepanjang Jalan”) dan fii Dzilalil Qur’an ialah fahaman takfir (pengkafiran) dan penghinaan terhadap umat Islam sekarang ini dengan tuduhan sebagai masyarakat jahiliyah. Berpunca dan juga kesan dari pelbagai bentuk pemikiran Sayyid Qutub yang bid’ah. maka pendirian Islam terhadap masyarakat jahiliyah adalah berkait dengan satu ungkapan iaitu Islam menolak pengakuan seperti itu iaitu pengakuan keIslaman masyarakat ini secara total”. di mana pun mereka. Sila rujuk link ini untuk pejelasan lebih lanjut berkenaan Tauhid Hakimiyah: http://bahaya-syirik. maka mereka itu adalah orang-orang musyrik”.. JI. Bid’ah-bid’ah ini tercipta melalui penafsiran beliau yang dihanyutkan oleh rakyunya (pendapatnya) sehingga membawa kepada kesesatan akidah selain bid’ah ibadah. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. akhlak. persepsi dan andaian. teori.“Maka orang-orang yang tidak meng-Esakan Allah dalam hal Hakimiyah (hukum) di zaman apapun.html) Sayyid Qutub melalui pelbagai tulisannya telah mengheret ramai umat kepada berbagai bid’ah pemikiran. 11/1492) Perjuangan Khawarij yang diteruskan oleh Ikhwanul Muslimin sangat menitik-beratkan caracara menjatuhkan penguasa yang telah mereka hukum sebagai kafir. ia telah melahirkan fahaman yang rosak dan perpecahan yang begitu banyak di kalangan umat Islam seperti melahirkan Jamaah Takfir wal-Hijrah. Hlm 101) Menuduh umat ini sebagai: “Termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah” samalah seperti mengkafirkan umat Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa-sallam yang ada sekarang ini. Selanjutnya dia berkata: “Apabila hal sudah jelas. Pemahaman seperti ini adalah mungkar kerana ia diwarisi dari sikap Zul Khuwaisirah yang menentang Rasululullah yang dituduh tidak berlaku adil. (Fahaman seperti ini dikenali sebagai Fahaman “Tauhid Hakmiyah”. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. DII. Jamaah Jihadiyah. siyasah dan iedologi songsang.blogspot.com/2007/07/isu-11-tauhid-hakimiyah-punca. Hizbut Tahrir dan berbagai-bagai hizb yang lainnya. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Hlm 101) . Mereka menilai ke-Islaman seseorang atau pemerintah hanya pada perlaksanaan hukum terutamanya hudud bukan pada nilai akidah mereka. Mereka dianggap sebagai jahiliyah bukan kerana berkeyakinan tentang anggapannya ada ketuhanan seseorang selain Allah dan bukan kerana mereka mengutamakan syiar-syiar pengibadatan kepada selain Allah….

Selain itu. tidak pula sebuah masyarakat Islam”. 4/2122) ン゙マ ヌムハマハ ヌ á ネヤム í ノ ヌ áì レネヌマノ ヌ á レネヌマ æ ヌ áì フ æ ム ヌ á テマ í ヌ ä æä ゚ユハ レ ä á ヌヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå æ ナ ä ル á ンム í ゙ ãäå ヌ í ムママ レ áì ヌ áã ツミ ä . beliau (Sayyid Qutub) turut menyatakan.á ヌヌ áå ヌ á ヌ ヌ ááå . ナ äå áí モ レ áì æ フ å ヌ á テムヨ ヌ áíæã マ æá ノ ã モ áã ノ æá ヌ ã フハ ã レ ã モ áã “Bahawasanya pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam. (Lihat: Fii Zilalil Quran.

Hlm. Apakah pendukung. Jangan Mengkafirkan Mereka Namun para masyeikh (para ulama yang bermanhaj Salaf) tidak pernah mengkafirkan Sayyid Qutub atau sesiapapun dari tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin yang menjadi sanjungan kelompok mereka sebagaimana dinyatakan oleh Syeikh Hammad al-Ansari: “Diketika orang ini (Sayyid Qutub rahimahullah) masih hidup maka sewajarnya dia bertaubat. 110. 11/1057) Inilah bentuk takfir (menghukum orang lain kafir) dan menghukum murtad kepada orang Islam yang di luar kelompoknya. Hlm. iaitu mudah mengkafirkan orang yang tidak menerima fahamannya. Di dalam tulisan-tulisan tersebut terpancar pengkafiran terhadap masyarakat dan perlunya penundaan dakwah untuk beralih kepada undang-undang Islam (hakimiyah) dan menyerukan jihad melawan seluruh manusia”. Atau kitabnya “Kutub wa-Syaksiyat. Yusuf al-Qaradhawi) Fatwa Yusuf al-Qaradhawi di atas yang dinukil secara amanah ini. Hlm. 242) Di dalam kitab ヌ áãæ ムマ ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á Syeikh Abdullah bin adDuwais telah mendedahkan sebanyak 182 (seratus lapan puluh dua) kesalahan termasuk kesalahan dalam bab akidah. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengualang-ulangi pada azan kalimah (Laa ilaha illallah)”. berakidah Asy’ariyah dalam mentakwil sifat-sifat Allah. mencela sahabat.“Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama serta keluar dari Laa ilaha illallah. pentaqlid buta yang taksub dan mereka yang bersangatan memuja dan memuji Sayyid Qutub dan pertubuhan Ikhwanul Muslimin boleh memejamkan mata tentang kesalahan yang terlalu banyak ini? Apakah Syeikh Abdullah bin ad-Duwais seorang yang bodoh? Pastinya beliau seorang ulama besar sehingga mampu mendedahkan kesilapan Sayyid Qutub yang sebanyak itu di dalam tafsirnya. (Lihat: Aulawiyyatul Harakah al-Islamiyah. (Supaya lebih jelas. (Lihat: al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutub Minal Qawasim. jika tidak bertaubat dia dikenakan hukuman mati kerana telah murtad. namun kita tidak mengkafirkannya kerana kita belum menegakkan hujjah ke atasnya”. Oleh kerana dia telah meninggal maka perlu dijelaskan kepada umat bahawa perkataannya itu batil. Hlm. 24. yang merupakan kemuncak terakhir dari pengkafiran Sayyid Qutub. Inilah juga antara ciri-ciri doktrin dan fahaman Khawarij tulin. ia tercatit di dalam tulisan-tulisannya. (Lihat: Fii Zilalil Quran. didukung dan dikuatkan lagi dengan kenyataan Ahmad Farid Abdul Khaliq: “Sayyid Qutub telah memperlekeh Nabi Musa ‘alaihissalam. 163. meninggalkan tauhid uluhiyah. menyebarkan pemikiran takfir dan sebagainya”. rujuklah kepada buku Sayyid Qutub “at-Taswirul Fanni’. mencela Khalifah Uthman radiallahu ‘anhu. Rabi’ bin Hadi) . Kenyataan Yusuf al-Qaradhawi sendiri telah menjadi saksi dan bukti bahawa Sayyid Qutub melahirkan pemikiran takfirnya (pengkafirannya) terhadap umat Islam sekarang ini kerana ia telah diakui oleh Yusuf al-Qaradhawi dengan fatwanya: “Pada peringkat pengkafiran ini.

Dan para ulama telah menjelaskan dan memebri peringatan agar berhati-hati dari kesalahan-kesalahan tersebut. (Rujukan: Menyingkap syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. 185-186) Menurut Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi: Jika ada yang bertanya. Nasrani. 3 – jasa-jasa mereka belum tergantikan hingga saat ini. berbeza dengan Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dan selainnya. penyatuan shaf di antara Rafidhah. Maka yang demikian ini adalah salah satu bentuk kezaliman. begitu juga hasan al-Banna selalu menunjukkan tafwidh. al-Banna. ini jawabnya: Berkata al-Ustaz Abdul Hakim Abdat hafizahullah dalam majlis Fathul Bari Syarh Sahih Bukhari ketika menyentuh kesalahan al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani dalam masalah asma’ wa sifat di dalam al-Fath. lalu bagaimana kita boleh menerima kesalahan mereka sebagai kesalahan. Belum lagi mereka tidak memenuhi syarat sebagai seorang mujtahid.Syubhat Dan Bantahan Terdapat sebahagian pihak dari pendukung pemikiran Sayyid Qutub rahimahullah menyamakan beliau (Sayyid Qutub) dengan kesilapan al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah dalam persoalan takwil asma’ wa sifat. Kedua: Bahawa an-Nawawi dan Ibnu Hajar tidak mengajak kepada kesalahan-kesalahannya. kerana imam Nawawi dan Ibnu Hajar memiliki jasa ilmiyah dan bermanfaat bagi umat Islam yang boleh menutupi kesalahan-kesalannya. maka bahayanya telah hilang dengan tanbih (peringatan) ini. dapat dijawab dari dua segi. dan yang seumpamanya tidak dimaafkan? Maka. Pertama: Bahawa di antara dua jenis kelompok orang ini ada perbezaan yang besar. mereka beranggapan bahawa antara akidah yang rosak bahkan yang kafir dan akidah sahihah (yang benar) yang selamat tidak ada bezanya. dan tidak mengajak untuk tahazzub (bergolong-golongan/firqah). Andy Abu Thalib al-Atsary.” Bila ingin dibandingkan: Sayyid Qutub dengan buku-bukunya selalu mengulang kesalahan yang sama. kerana beberapa hal. al-Maududi. mereka ini tidak memiliki jasa ilmiyah serta amaliyah dan tidak memberi manfaat bagi umat Islam sebagaimana yang dimiliki oleh anNawawi. Maka. dan kitab-kitab mereka menjadi rujukan umat. meskipun dari hasil ijtihad mereka mencul bid’ah. m/s. serta mereka menganggap . iaitu: 1 – Lingkungan (persekitaran) mereka telah membentuk (mempengaruhi) mereka seperti itu. 2 – mereka tidak mengulang-ulang perbahasan yang salah tersebut dalam kitab-kitabnya dan tidak menulis satu kitab pun yang membahasa tentang masalah yang salah itu. Ibnu Hajar dan imam-imam besar yang lainnya. pengkafiran terhadap masyarakat (kaum muslimin). Adapun Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna. Terbitan Darul Qolam. Majusi. dan firqah-firqah sesat dengan kaum muslimin dan kesalahan-kesalahannya (an-Nawawi dan Ibnu Hajar) tidak membahayakan masyarakat. sedangkan Sayyid Qutub. “Mengapa imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani serta ta’wil mereka yang keliru itu dimaafkan. sufiyahnya dalam bukubukunya. “Bahawasanya diakui kesalahan mereka ini sebagai kesalahan ijtihadiyah bukan bid’ah.

Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”. keduanya adalah Ahlus Sunnah dan aku mengenal keduanya dengan keilmuan mereka. termasuk pertubuhan Ikhwanul Muslimin: “Khusus mengenai Sheikh Muhammad Amman al-Jami dan Sheikh Rabi’ bin Hadi alMadkhali. baik secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. dan mereka ini sungguh memberi mudharat terhadap kaum muslimin bukan memberi maslahat. dan lainnya dan seorang muslim itu tidak berbeza. Dr. (Lihat: Baraatul Ulama Ummah.bahawa antara seorang Rafidhah. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali yang banyak mengkaji dan membongkar sekian banyak penyimpangan dalam kepelbagaian firqah dalam dakwah.Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan pendedahan bahaya pemikiran Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak.Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berfatwa: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam. Muhammad Amman al-Jami telah meninggal dunia pada malam Khamis tanggal 27 Sya’ban tahun ini (semoga Allah merahmati beliau) namun aku menasihatkan agar tetap mengambil faedah (manfaat) dari kitab-kitab yang ditulis oleh keduanya. Hlm. (Lihat: Baraatul Ulama Ummah. keutamaan mereka serta aqidah yang benar. 37-38) Fatwa Para Ulama Terhadap Sayyid Quthb 1 .Pujian Sheikh Abdul Aziz Bin Baz terhadap Sheikh Dr. Nasrani.Syeikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menyatakan berkenaan Sayyid Qutub yang mentahrif ayat-ayat istiwa: “Dan ini adalah batil dan menunjukkan bahawa Sayyid Qutub miskin dalam hal tafsir”. oleh Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi. 35) 3 . (Dinukil dari Edisi Terjemahan atas judul: Menepis Manhaj Dakwah II. Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali) 2 . 30) 3 . m/s. Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufiq-Nya dan agar Allah mengampuni Sheikh Muhammad Amman dan agar memberikan taufiq kepada . kerana banyak orang yang ta’asub (fanatik) dengan pendapatpendapatnya yang menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah dan mereka memerangi ahlu Sunnah. Terbitan Daar as-Salaf. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutu Minal Qawasim) tulisan Sheikh Dr. (Ucapan yang dirakam pada tanggal 7/11/1414) 4 .Berkata Syeikh Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr: “Bahawa Sayyid Qutub bukan termasuk ulama yang dapat dikuti perkataannya dalam masalah-masalah ilmiyah”. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. dan ini merupakan bahaya yang paling besar. Hlm.

atau pernyataan perang dari orang-orang yang menyelisihi manhaj yang benar ini. tentang Muawiyah bin Abu Sufyan dan Amr bin al-Ash r. mereka akan dicemuh kerana mereka berdakwah dengan dakwah yang benar yang tegak di atas al-Kitab dan as-Sunnah di atas manhaj salafus soleh ini. sedangkan orang-orang yang membantah beliau sama sekali tidak berada di atas ilmu selamanya. merupakan penghinaan terhadap Muawiyah dan penghinaan terhadap Amr bin Ash. Dan ketika Muawiyah dan sahabatnya itu condong melakukan kebohongan. sesungguhnya Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha dekat. Rabi’.” Sheikh al-Albani juga menyatakan bahawa: “Sesungguhnya pembawa bendera jarh wat Ta’dil zaman ini adalah saudara kami Dr. semua itu adalah perkataan yang buruk dan mungkar. maka tidaklah hairan kalau mereka berdua berhasil dan Ali gagal. tidaklah mengalahkan Ali r.a. Maka penghinaan atas diri dua orang sheikh ini.” Maka beliau rahimahullah menjawab: “Alhamdulillah kami merasa yakin bahawasanya para da’i di pelbagai negeri Islam yang mereka menegakkan kewajiban fardhu kifayah (ini). (Rujukan: Kaset al-Muwazanat Bid’atul ‘Ashr li al-Albani) 6 – Fatwa al-Allamah Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah: Sayyid Qutub berkata dalam bukunya “Kutub wa Syakhiyah”. tidak mampu untuk mengikuti hingga ke tindakan yang paling hina tersebut. iaitu Sheikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan Sheik Muqbil bin Hadi al-Wad’i dalam memerangi kebid’ahan dan pendapat-pendapat yang menyimpang. .a. tipu daya. penipuan. kerana keduanya lebih mengetahui tentang kedalaman jiwa dan lebih berpengalaman dalam bertindak dengan tindakan yang bermanfaat dalam siatuasi-situasi yang tepat. dan sungguh kegagalan tersebut adalah lebih mulia dari segala keberhasilan. penyuapan. ini merupakan perkataan yang buruk. ada sebahagian kalangan pemuda yang meragukan bahawa keduanya berada di atas garis salaf. dan membeli segala perlindungan.. kemunafikan.” (Rujukan: Kaset al-As’ilah as-Suwaidiyyah. halaman 242. Rujuk juga: Kaset Tsana’ul Ulama ‘ala asy-Sheikh Rabi’ – tasjilat Minhajus Sunnah) 5 – Diajukan sebuah pertayaan kepada Sheikh al-Albani dalam sebuah kaset yang berjudul Liqa’ Abil Hasan al-Ma’ribi ma’a al-Albani.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata ketika beliau ditanya perkataan tersebut dan dibacakan kepadanya. sementara ilmu ada pada beliau.a. akan tetapi kerana mereka berdua juga lebih tangkas dalam mempergunakan pelbagai pedang sedang Ali terikat pada akhlaknya dalam memilih sarana untuk berkelahi. dan Ali r. kecurangan. yang berbunyi: “Meskipun telah diketahui sikap dua orang sheikh yang mulia. iaitu Sheikh Rabi’ dan Sheikh Muqbil. celaan kepada mereka ini hanya bersumber dari salah satu di antara dua kemungkinan orang: boleh jadi dia seorang yang jahil/bodoh dan boleh jadi dia adalah pengikut hawa nafsu. dua orang da’i kepada Kitabullah dan Sunnah di atas pemahaman salafus soleh.a. “Perkataan yang buruk.seluruh kaum muslimin kepada perkara yang diredhai-Nya dan perkara yang padanya terdapat perbaikan bagi kaum muslimin. “Sesungguhnya Muawiyah dan sahabatnya Amr r. sebagaimana inilah yang nampak oleh semua orang. yang mana sedikit orang yang bersedia menunaikannya di masa-masa sekarang.

maka barangsiapa yang suka untuk menelaahnya maka baik untuk ditelaah. seperti yang ditulis oleh Sheikh Abdullah ad-Duwaisy rahimahullah.” Penanya berkata.w. & Mengkafirkan Kaum Muslimin.” Sheikh Abdul Aziz berkata. “Tidakkah dilarang saja buku-buku yang ada di dalamnya perkataan seperti itu?” Yang mulia Sheikh Abdul Aziz bin Baz berkata. beliau menjawab: “Pengamatan saya terhadap buku-buku Sayyid Qutub adalah sangat sedikit sekali dan saya tidak mengetahui keadaan orang tersebut. “Karangan Sayyid Qutub. atas Sayyid Qutub dalam Tafsirnya ataupun dalam buku lainnya. keselamatan) akan tetapi bila ia mencela sebahagian besar atau memfasikkan mereka maka ia keluar dari Islam kerana mereka adalah pembawa syari’at ini.t. hari Ahad.a.” (Rujukan: Syarh Riyadhus Sholihin karangan Sheikh yang mulia. “Dalam sebuah buku (semoga Allah s. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. “Ini adalah perkataan yang buruk. dan bila mereka dicela ertinya adalah suatu celaan terhadap syari’at. “Bahkan lebih baik ia dirobek (dikoyak). Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . kerana sesungguhnya pencelaannya terhadap beberapa sahabat r.w. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. adalah suatu kemungkaran dan kefasikan yang harus diberi hukuman (kita memohon kepada Allah s. kemudian ditandatangani oleh Sheikh Muhammad dengan tanggal 24/2/1421H).” (Rujukan: Kaset “al-Liqa’ alMaftuh ats-Tsami Baina Sheikh al-Utsaimin dan al-Madkhali di Jeddah”.” Penanya berkata. 18/7/1416H). Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. “Apakah ini ada dalam surat khabar?” Penanya berkata. “Karangan siapa?” Penanya berkata. bukankah perkataan seperti ini merupakan tindakan mengkafirkan?” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata. memaafkan kita dan mereka.a.t. “Ini adalah salah dan keliru namun tidak menjadi kafir. “Dalam buku berjudul Kutub wa Sykhshiyyat. “Perkataannya. Jihad.Muawiyah dan Amr serta orang-orang yang ebrsama mereka berdua adalah dalam posisi berijtihad. Terbitan Darul Haq) 7 – Sheikh Muhammad bin Soleh al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya berkenaan Sayyid Qutub. dan yang berakhir tidak tepat. atau salah satu sahabat r. seangkan para mujtahid apabila tidak tepat maka semoga Allah s. mereka menulis tanggapan-tanggapan atasnya. “sesungguhnya dalam diri mereka berdua ada kemunafikan”.w.t. dan saudara kita Sheikh Rabi’ al-Madkhali juga menulis tanggapan-tanggapan atasnya. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. Terbitan Darul Haq) . telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. akan tetapi para ulama telah menulis tentangnya yang bersangkutan dengan karangannya dalam Tafsir “Fi Dzilalil Qur’an”. membalas kebaikan kepada sheikh).” Seorang penanya berkata.” Kemudian beliau berkata kembali. Jihad.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata.

Beliau berkata. pertemuan dengan yang mulia sheikh. Jihad. dan ini kemungkinan memiliki akibat yang buruk terhadap pemikiran para pemuda. dan al-hakimiyah tidak diragukan merupakan sebahagian dari tauhid uluhiyah akan tetapi ia bukanlah satu-satunya tauhid uluhiyah yang diinginkan (dan ia mentakwilkan sifat-sifat Allah s. Buku ini tidak boleh dijadikan sedarjat/setaraf dengan ibnu Katsir dan kitab-kitab lainnya. dan bila ia sebutkan berkenaan tauhid uluhiyah maka ia memusatkan pada tauhid hakimiyah (perundangan). dari ayat-ayat dan surah-surah yang ada. Dan sebelum itu semua. dan bahawasanya kita membuat para pemuda tergantung dengan buku tersebut dan agar mereka mengambil pemikiran yang padanya terdapat perkara yang perlu diperdebatkan. Makkah alMukarramah. Pada hakikatnya kitab tersebut bukanlah kitab tafsir namun hanya sebuah buku yang membahas erti secara umum dari setiap surah atau al-Qur’an secara umum. Sheikh al-Allamah Soleh al-Fauzan ditanya berkenaan buku “Fi Dzilalil Qur’an”. dan segala yang terkandung di dalamnya dari hukum-hukum syari’at.t.” (Rujukan: Kaset “Majmu’ ma qalahu Ibnu Baz haula nashihatihi al-ammah”. Ada tafsir Ibnu Katsir dan tafsir-tafsir ulama salaf lainnya yang banyak sekali jumlahnya yang sudah lebih dari cukup daripada tafsir seperti (fi zhilalil Qur’an) ini. dan kitab-kitab yang berbicara tentang aqidah.8 – Sheikh Soleh bin Fauzan al-Fauzan. Sedangkan buku fi zhilalil Qur’an adalah sebuah buku tafsiran yang umum yang mungkin kita dapat menamakannya dengan buku tafsir yang ebrsifat tematik iaitu di antara tafsiran yang bersifat tematik yang kita kenal zaman sekarang ini.w. Inilah pendapat saya. akan tetapi tafsir tersebut tidak dapat dijadikan sandaran kerana bercampur dengan pelbagai perkara sufiyah dan rangkaianrangkaian kata yang tidak sewajarnya dalam kitabullah seperti mensifati al-Qur’an dengan muzik dan nada-nada dan juga penulisnya tidak prihatin terhadap tauhid ibadah. maka pastilah lebih sesuai bagi para pemuda tersebut. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. tafsir al-Qur’an dan hukum-hukum syari’at. yang kemudiannya diteliti kembali oleh Sheikh). Rujuk: (ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . Maka buku itu bukanlah tafsir dengan makna yang difahami oleh para ulama terdahulu dari masa yang lalu iaitu bahawasanya tafsir adalah penjelasan akan makna al-Qur’an dengan riwayat-riwayat yang ada. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. penjelasan yang dimaksud Allah s. sedang hal yang sangat mengambil perhatiannya adalah tauhid rububiyah. 9/8/1412H. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. dengan cara orang-orang yang sesat).w.t. “Masalah membaca buku azh Zhilal masih diperdebatkan kerana azh-Zhilal mengandungi perkara-perkara yang masih perlu diperdebatkan. dan penjelasan tentang segala apa yang tersembunyi di baliknya sama ada dari segi bahasanya mahupun keindahannya. dan sekiranya mengambil dari kitab-kitab salaf (kitab terdahulu). Terbitan Darul Haq) Penutup Tulisan yang telah anda baca ini hanya mendedahkan sebahagian kecil dari sekian banyak .

ヌ á ゙リネ í ノ åí ヌ á ンハ ä ノ ンヌレムン æå ヌ .ヌ á ゙ムヨヌ æí ン í ヌ áãí メヌ ä.マレ æ ノ ヌ á ヌホ æ ヌ ä ヌ áã モ áãíä ン ì ãíæ ヌ ä ヌ á ヌモ á ヌ ã . disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri.ヌ á ム ヘ ãä レ ネ マ ヌ á ホ ヌ á ゙ . oleh Sheikh Dr. oleh Syeikh Saad bin Abdulrahman al-Husin 6 . (Indonesia) 11 – Menyingkap Syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. Soleh bin Fauzan al-Fauzan. oleh Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Mansur al-Udaini. (Indonesia) 12 – ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌチ ヌ á ゚ネヌムン í ヌ á ナム å ヌネ æ ヌ á ハマ ãí ム æ ヨ æ ヌネリ ヌ á フ å ヌマ æ ヌ á パン í ム . oleh Syeikh Abdullah bin ad-Duwais. 10 – Sebuah Tinjauan Syari’at. 7 . oleh al-Ustaz Luqman bin Muhammad Ba’aduh. Terbitan Darul Qolam. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Terbitan . Mereka Adalah Teroris!. 9 . Telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. 14 – Kekeliruan Pemikiran Sayyid Qutub.ン ゚ ム ノ ヌ á ハ ゚ ン í ム ゙ マ íã ヌ æ ヘ マ í ヒ ヌ æ ハ ネ ム ニ ノ ヌ ハ ネ ヌ レ ã ミ å ネ ヌ á モ á ン ãä ヌ á ロ áæ æ ヌ á ン ゚ ム ヌ áãä ヘムン . oleh Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali telah disemak dan ditaqdim oleh Syeikh Dr. Syeikh Sulaiman bin Soleh al-Khurasyi. (telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. Soleh Fauzan. Terbitan Darul Falah.ム ン レ ヌ áá ヒ ヌ ã レ ä ã ホ ヌ á ン ノ ヌ á ゙ ム ヨ ヌ æí á ヤ ム レ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã . Sheikh Dr. Syeikh Ahmad Yahya an-Najmi. oleh Sheikh Dr. oleh Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja’ as-Suhaimi. 4 . 2 . 13 – ã リ ヌ レ ä モ í マ ゙ リ ネ ン í ヌ ユ ヘ ヌ ネ ム モ æá ヌ ááå . dan lain-lain. oleh Farid bin Ahmad bin Mansur. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. Jihad.ベ í ゙ノ ヌ á マレ æ ノ ヌ áì ヌ ááå . sheikh al-Albani. oleh Andy Abu Thalib al-Atsary.ヌ áãæ ム マ ヌ á レ ミ ネ ヌ á メ á ヌ á ン íã ヌ ヌ ハ ハ ゙ マ レ áì ヌ áãä ヌ å フ ヌ á マ レ æí ノ ãä ヌ á レ ゙ ヌ ニ マ æ ヌ á ヌレ ã ヌ á . seorang Anggota Kibarul Ulama dan Anggota Lajnah Badan Fatwa Saudi Arabia. Untuk lebih jelas lagi. 8 . Terbitan Pustaka Qaulan Sadida. oleh Sheikh Abi Ibrahim bin Sultan al-Adnani 5 . Antara Kitab-kita tersebut adalah sebagaimana berikut: 1 . anda boleh merujuk sendiri buku-buku karangan ulama yang membahas dan mengkaji secara khusus berkenaan Pemikiran Sayyid Qutub ini dan sekaligus pemikiran/manhaj Ikhwanul Muslimin bersama para tokoh-tokohnya yang lain.ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á . Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. 3 . Cetakan Darul Haq) – Membukukan fatwa-fatwa dari ulama seperti Sheikh Abdul Aziz bin Baz.fakta-fakta yang menunjukkan penyimpangan Sayyid Qutub (semoga Allah mengampuninya) dalam perjuangannya terhadap Islam. dengan tajuk: Sayyid Quthb Cela Sahabat Nabi?. Sheikh al-Utsaimin.

.. Jari Jemari Ini Akan Terus Memintas Penyelewengan Yang Dilakukan Terhadap Agama Ini/Islam MY PERSONAL NETWORKS Rangkaian Halaman Peribadi Arkib Artikel Blog an-Nawawi Blog Aqeedah Blog Fiqh-Sunnah Blog Bahaya-Syirik Galeri Niaga Ruang Downloads MP3 Quran Persoanal Web Site Sifat Solat Sunnah I Sifat Solat Sunnah II Zikir Dan Doa Rasulullah Ustaz Rasul Dahri PMH Yahoo-Group MY Friendster I MY Friendster II ARKIB ARTIKEL ----------------------------BLOG AN-NAWAWI ----------------------------BLOG AQEEDAH ----------------------------BLOG FIQH . kayak malikat yach.??? bisa mencaci tapi gak bisa berbuat/...sama aja loe bisa makan tapi gak bisa masak. 2008 7:55 AM Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) BAHAYA SYIRIK Bersama Kalam/Pena/Keybord...???? pantesan deh loe bukan malaikat jadi cuma bisa komen ja. (Merupakan Terjemahan Dari Kitab Asal ke Bahasa Indonesia)... April 11......?/?? cuma bisa mencaci bukan>>>>>////???? kayak dewan juri loe itu kalo loe disuruh berbuat yang lebih bermanfaat kagak bisa kan???? JANGAN BELAGU LOE...... hoi semua orang you cela trus you sendiri kayak apa sih.... Posted by Nawawi Bin Subandi at 7:39 AM Labels: Ikhwanul Muslimeen 1 comments: Habibullah said....... malu kawan you cuma bisa mencaci kawan sendiri sesama muslim tapi loe sendiri....gue gak katakan loe bodoh tapi loe pinter but keblingaer tau loe..?????? tau gak orang kafir itu udah pada merajalela tapi you apa yang you lakukan untuk dien ini.??? jawab yach..BELAGU PINTER TAPI....!!!apa yang engkau berikan untuk umat ini bro.......Darul Falah.

• ? July (3) . • 123 ..Pemikiran Sayyid Qutub: Pencetus Ideologi Ta....----------------------------BLOG BAHAYA SYIRIK ----------------------------GALERI BUKU ILMIYAH ----------------------------GALERI DOWNLOAD ----------------------------MP3 al-Qur'an ----------------------------Sifat Solat Sunnah I ----------------------------Sifat Solat Sunnah II ----------------------------Doa & Zikir RasulullaH ----------------------------Mail-Forum Discussion ----------------------------My Friendster I ----------------------------My Friendster II ----------------------------Web Rasul Dahri ----------------------------- Klik!!! ..Tanggapan Para Ulama ke Atas Kitab Ihya’ ‘Ul.Misteri Tuah dan Sial Di Hujung Jari? • ? 2010 (18) • ? November (1) • 125 .Untuk mendengarkan saluran radio sunnah Search Islamic DirectoryKeyword: NUMBER OF VISITORS Persoalan Asas-asas Tauhid/'Aqeedah Intro (Edisi Revisi)Dasar-dasar AqeedahTawheed RubbubiyahTawheed UluhiyyahTawheed Asma' wa SifatDi Mana Allah?al-Wala' wal Bara' Blog Archive • ? 2011 (1) • ? March (1) • 126 . • ? August (1) • 122 .Nasihat Para Ulama Supaya Berhati-hati Denga..Mazhab al-Muwazanah: Di Antara Kritikan Dan .. • ? October (2) • 124 ..

March (5) • 115 . Soleh al-‘Utsa... Soleh Fauzan al-Fauzan Ditanya Berkenaa. • 103 .Parti Islam atau Khawarij? • 101 .Koreksi Ke Atas Dr.Islam Menolak Keganasan • ? March (1) • 87 ..Tahukah Anda Hasan Nasrullah Itu Musuh Islam.Benarkah Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi Seor.Manhaj dan Prinsip Ibnu Taimiyyah di Dalam M. • 105 .Fatwa Ulama Masa Kini Terhadap Gerakkan Ikhw...Tatacara Angkat Takbir: Zamihan al-Ghari Pe... • ? 2009 (28) • ? December (3) • 107 .Syaikh Utsaminin Toward Safar al-Hawali & Sa.Perkataan Ibnu Taimiyyah Berkaitan al-Asya’i. • 094 . • 119 .Fatwa Ulama’ Sunnah tentang Demonstrasi • 096 . • ? November (2) • 104 ... ..Sebuah Penjelasan Tentang al-Asya'irah • 111 .Benarkah Ilmu Jarh wa at-Ta’dil Telah Pupus . • 89 .. • 106 . January (1) • 108 .Para Ustaz Ditangkap...Benarkah Rasulullah Dan Sahabat Juga Melakuk.. Yusuf al-Qaradhawi Kepada Yahudi .Ke Mana Arah Tuju Perjuangan Islam PAS? • 092 ... • ? June (7) • 097 .Benarkah Dengan Banyaknya Agama Memberi Bany.Isyarat Jari Telunjuk: Zamihan al-Ghari Berd. • 112 . June (2) • 118 ..Jadilah Orang Yang Gembira.....Perangkap Iblis Kepada Ahli Ibadah • ? May (2) • Syaikh Dr...Gambar Atau Patung: Dua-dua Tidak Boleh Menu.Ghuluw: Sikap Yang Perlu Dihindari • ? July (2) • 099 . • 120 ....Ibnu Taimiyyah Berkata Tentang Pemberontakka..Jawaban Syaikh Ibn ‘Utsaimin Terhadap Pembel. • ? September (2) • 102 . Yusuf al-Qaradhawi: Bab . • 093 .Pujian Dr.. • 091 . • 117 ....Solat Ultraman: Zamihan al-Ghari Memperlekeh. • ? August (1) • 100 ...Hadis Ahad Yang Sahih Adalah Hujjah: Imam an. • ? April (1) • 88 . April (1) • 116 ...... Jangan Melenting! February (2) • 110 .Fatwa Syaikh al-Albani Terhadap Ikhwanul Mus. • 113 ....Bahaya Syirik • Menjawab Syubhat Artikel: “Islam Terapkan Amalan D.Menjawab 5 Syubhat Utama Golongan Yang Meraik.. Jangan Jadi Tuli ...Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar Berka..Apakah Ini Kepercayaan Seorang Manusia Yang .. • 095 ..Penjelasan Syaikh Muhammad B... • 109 ...• ? • ? • ? • ? • ? • 121 .. • 114 .

.. Mohd.. Asri ... 9 September : Sebuah Konspira."Buku Islam Liberal.. • 051 .Ust...Membantah Syubhat Buku “ISLAM LIBERAL Tafsir.. • 052 . • ? October (3) • ? September (3) • ? August (2) • ? July (3) • ? June (3) • ? May (2) • ? April (5) • ? March (1) • ? February (5) • 054 ... • 080 ... • ? January (3) • 082 ...Tahukah Anda Bahawa Syi'ah Adalah Musuh Umat.Mempercayai Allah Di atas ‘Arsy: “Benarkah M.Milik Dr.BAHAYA PEMIKIRAN HASAN AL-BANNA DI DALAM KIT.. • 053 . • ? 2008 (32) • ? December (1) • 079 ...Syiriknya Selawat Syifa’ & Selawat Nariyah • 077 . • 084 . • ? January (2) • ? 2007 (47) • ? December (3) • ? November (4) • ? October (16) • ? August (3) • ? July (9) • ? June (6) • ? May (6) Short Messages Only Menjadi Teman Blog ....Bantahan & Pertanyaan Buat Sohibus Somahah D. Rasul Dahri VS Ahbash • ? November (2) • 078 .Berkasih Sayang Dan Bersabahat Dengan Yahudi.Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub • 050 .• ? February (4) • 086 . • 081 ..Fatwa: Siksa Untuk Pelaku Bid’ah Dan Maksiat.Illuminiti: The Cult That Hijacked The World. • 083 .Runtuhnya WTC..Benarkah Syaikh al-Albani Membenarkan Menyer.Fatwa: Bolehkah Membid’ahkan Orang? • 085 ..

oleh Syaikh Dr.00 (DVD/4. Terbitan Pustaka Imam asySyafi'i. Klik untuk info 5 -Syaamil al-Qur'an. (Buku Baru) 4 .Buku Online Klik (Buku-buku Terhangat): SENARAI HARGA BUKU YANG BERUBAH (Harga Terkini) Atsar Enterprise (SA0077445-W) http://galeriniaga.5gigs) kami akan hantarakan terus melalui pos kepada anda.blogspot. dengan hanya RM20. Kandungan Utama • • • • al-Asya'irah (3) al-Fatawa (3) Berzanji (2) Bid'ah (4) .Tafsir Ibnu Katsir (Size ekonomi. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. Harga lembu bemula dari RM2100-RM2700. Bekalan Haiwan Korban & Aqiqah Bekalan lembu & kambing untuk ibadah korban. Oleh itu. Sms-kan Nama penuh dan alamat ke 013-3701152 untuk penghantaran. 8 Jilid). Duit boleh di-Bank in kan ke CIMB account no. 10 March 2010 (Rabu). Klik untuk info 2 . 0114-0018104-52-8 (atas nama Nawawi Bin Subandi). mulai sekarang anda boleh mendapatkan hampir kesemua kuliah-kuliah/e-books terkini tersebut melalui DVD yang dapat kami sediakan.Ensiklopedi Solat. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. RM18. Klik untuk info 7 . Terbitan Pustaka Ibnu Katsir.Shahih Tafsir Ibnu Katsir. oleh Ustaz Yazid Abdul Qadir Jawas. InsyaAllah. Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani.Ushulus Sunnah (Keyakinan Imam Ahmad). 012-6887715. Klik Untuk Info Tarikh Kemaskini: 16:30. Kami juga menyediakan khidmat pengurusan sembelihan haiwan secara percuma jika diperlukan. Terjemahan Kata per Kata. Hubungi 0133701152. Boleh juga klik di sini.com/ 1 . sila hubungi Saudara Nawawi di 013-3701152 atau Saudara Adi Negara di 0162091531. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. Lebih lanjut.Tafsir Ibnu Katsir (Size Besar. RM72. Penghantaran secara percuma disediakan untuk kawasan sekitar Klang & Shah Alam.4shared. Klik Untuk info 3 . Dapatkan Rakaman Kuliah Ingin Mendapatkan Rakaman Kuliah-kuliah Melalui DVD/CD? Mungkin anda menghadapi kesukaran untuk memuat-turun (download) koleksi rakaman kuliah-kuliah & e-books yang telah disediakan di http://an-nawawi.Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. 10 Jilid). & penghantaran). manakala kambing dari RM650-RM750. RM100. Serta kambing untuk ibadah aqiqah.com/. Satu Set (9 Jilid). (Harga tersebut termasuk kos Disc. Terbitan Pustaka Darul Ilmi. burning. Klik untuk info 6 .

Dengan harga RM30. Untuk menempah. Indonesia. Dalam bentuk botol kaca atau plastik berisipadu 450ml. Kami beroperasi di Shah Alam. boleh hubungi 013-3701152 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut. .(satu tong). Perkhidmatan Baik Pulih Komputer/Laptop Kini Atsar Enterprise turut menyediakan perkhidmatan baik pulih komputer & Laptop. Untuk memesan. boleh hubungi 013-3701152 atau 0126887715 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut. Madu Asli MADU ASLI Berminat Mendapatkan Madu Asli? Didatangkan dari Hutan Danau Toba (Warna Kehitaman) & Hutan Riau (Warna Merah Kekuningan).• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Demokrasi (3) Demonstrasi (5) Fatwa (7) Freemasonry (5) Ghibah (4) Ghuluw (1) Golongan Al-Ahbash (4) Golongan-Anti-Hadis (4) Hizbut-Tahrir (1) Ikhwanul Muslimeen (17) Jema'ah Tabligh (2) Khawarij (10) Kuburi (5) Lagho (1) Muzik (3) Peringatan (2) Qardhawiyoon (4) Ramalan (1) Sambut Perayaan (2) Sekular (3) Syi'ah (16) Syirik (8) Tarekat-Sufi-Tasawuf (15) Tauheed (4) Tauhid Hakimiyah (7) Wahhabi (6) Bekalan Air Zam-Zam AIR ZAM-ZAM Berminat Mendapatkan Air Zam-zam? Kami ada membekalkan air Zam-zam kepada mereka yang memerlukan. dengan kos RM125 bagi kandungan sebanyak 11Liter +/.

” Dari Mana Blog Ini Sedang Dilihat! | Suara Umum | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Buku | http://bahaya-syirik. -4Memastikan agama ditegakkan di atas fakta yang sahih lagi ilmiyah. Prinsip Kami Prinsip Kami -1al-Qur'an & as-Sunnah sebagai pegangan.com/2008/02/051-bahaya-pemikiran-sayyid-qutub.blogspot. Klik di Sini.html .. -2Memahaminya di atas pemahaman para Salafus Soleh yang terdiri dari para Sahabat yang diredhai. Lebih lanjut.Kepada yang berkaitan/memerlukan perkhidmatan. 012-6887715 atau 013-3701152. dan Tabi'ut Tabi'in.. bolehlah menghubungi Saudara Nawawi. Tabi'in. mudahkanlah semua urusan kami dan terimalah amal ibadah kami. -3Melalui para ulama yang berdiri teguh di atas jalan mereka (jalan salafus soleh). Ameen. “Ya Allah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful