oleh Hafidz Abdurahman M.

A Untuk membaca, apalagi melacak, pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966), seperti kata penulis buku ini, diperlukan kejelian dan kecermatan. Karena itu, ketika menulis

pengantar ini, saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya, agar saya bisa bersikap amanah, setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar, dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub), setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama, “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis, sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”, yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. Tetapi, mungkin saja asumsi ini tidak betul. Sebab, ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas, antara lain, karena tulisan

ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku, tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. Kedua, “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. Asumsi ini juga dapat diterima, sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. Asumsi ini dibenarkan, karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at- Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). Karena itu, berdasarkan perspektif kebahasaan, asumsi yang kedua ini lebih tepat. Cuma persoalannya, jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat, buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid, setidaknya dengan comparatively method, antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. Sekalipun demikian, tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. Paling tidak, buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom yang diurai di dalamnya, setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. Karena itu, saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. Dilahirkan di Qaryah, wilayah Asyuth, tahun 1906, sepuluh tahun kemudian, Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. Dari Qaryah, beliau melanjutkan studi ke Kairo, tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. Sekitar tahun 1926, pada usia 20 tahun, beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad, penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. Kurang lebih 25 tahun, Sayyid Qutub bersamanya, dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah, beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. Dalam rentang inilah, beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. Pada akhirnya beliau keluar, dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah, pecahan Partai al-Wafd, tetapi hanya bertahan dua tahun. Setelah itu, beliau tidak terlibat dengan partai manapun. Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub, dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. Tetapi, sejak tahun 1946, setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an, beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. Selama 25 tahun, antara tahun 1926-1950, Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam, khususnya ketika bersama al-’Aqqad. Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952), disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra, seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933- 1937), konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938), kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan

makalah sosial (1940-1941), kritik terbuka kepada Dr. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943), kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944), kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945), serta uraian tentang krisis di tanah air, peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). Disamping itu, gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan, dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada, kemudian tentang siapa yang disebut penyair, disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. As-Syathi’al-Majhul (1935). Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. Dalam pengantarnya, beliau mengatakan, bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis, ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum, yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin, ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. Sekalipun berisi bantahan, tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam, tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. Thiflun min al-Qariyah (1946). Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein, penulis buku al-Ayyam, yang sangat beliau kagumi. AlMadinah a!-Mashurah (1946). Buku ini berisi kisah fantasi. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). Karya ini ditujukan kepada para sastrawan, penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. Asywak (1947). Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948). Berisi pemandangan kiamat, dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan, yang terbagi dalam delapan puluh surat. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). Buku ini berisi kritik sastra, dasar dan metodenya. Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir, dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme, sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika, dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi, setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh, akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945, setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945), Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). Ketika di Amerika, tahun 1949, beliau menyaksikan Hassan al-Bana, pendiri aI-Ikhwan dibunuh. Dari sini, Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. Setelah kembali ke Mesir, beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana, seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. Saya mendalami perjalanan hidup

mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau. Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. dalam rentang antara tahun 1953-1966. ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. beliau bergabung dengan al-Ikhwan. Kemudian secara berurutan. antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). Sesuatu yang biasanya . Karena itu. mereka mengatakan: “Bukan itu. Dari sini saya tahu. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. “Saya yakin. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat diwujudkan oleh Islam.beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini. Pada saat inilah. ketika berusia 45 tahun. al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru. Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya.” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit. Buku yang menekankan.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi. mereka mengatakan: “Bukan itu. beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. keluar buku beliau.” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya. tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui.” Karena itu. Dalam jamaah ini.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit. sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau. Hadza ad-Din (1953). tapi ini. Dirasat Islamiyyah (1950-1953). seperti al-Bana. seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). Inilah kitab Sayyid Qutub. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad.

namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. Pemakaian istilah al-wa’yu. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani.wordpress. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid Qutub. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat. merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya. Akhirnya. an. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. 01/02/2011 Kategori: Siyasah . Dan buku ini.sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau.com/2011/02/01/perubahan-mendasar-pemikiran-sayyid-qutb-dari-alaqqad-hasan-al-banna-hingga-taqiyudin-an-nabhani/ . apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah. dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. yang masih belum sadar. Yang berkaitan: ral. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. sejak pertama kali mendirikan partainya. bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini. nabhani. sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. Dalam pertemuan ini. hasan. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat. taqiyuddin . Tentang masalah yang terakhir ini. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh). serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam. WaIlahua’lam bi as-Shawab. tahun 1953. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya. banna. dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. Apa lagi untuk mendapat laporan. Penulis: khilafah trooper http://khilafahtrooper.

Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku. berlawanan dengan nada ketentaraan yang keras itu. jikalau kita memilih jenisjenis yang berjauhan dan berbagai bentuk nada yang berbeda pada surat An-Naazi’at. dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. dan Kisah" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5. hingga ucapannya: "Dengan keharmonisan yang memenuhi seluruh ruang udara dengan ridla dan sambutan kelembutan ini: (Maka masuklah dalam kelompok hamba-hamba-Ku) berbaur dengan mereka dan saling mencintai: (Dan masuklah dalam Surga-Ku).21. dan masuklah ke dalam surga-Ku. di mana tidak semua pembaca mempunyai kesiapan untuk menerima ilmu tersebut. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Sekarang kita katakan bahwa sebab pengaruh ketundukan inilah makanya nampak keistimewaankeistimewaan seni itu sendiri yang diperhitungkan pada tinjauan seni tentang kisah (cerita) dalam dunia kesenian yang bebas. Disambungkan dengan bunyi 'Lii' beserta suatu jenis nada di sekitar pemandangan yang menentramkan berisi gelombang suka cita yang menghanyutkan. dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatanNya. Maka di sisi kami ada yang kami pegangi untuk memastikan bahwasanya dia mengikuti aturan khusus dan selaras dengan suasana umum tanpa terkecuali." Dia katakan: "Adapun beragamnya musik. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam. Kadang kita membutuhkan di dalam meletakkan batasan bagi perbedaan-perbedaan ini dan sewaktu menerangkannya. Apabila bumi digoncangkan berturut-turut. dan datanglah Tuhanmu. kaidah-kaidah nada secara khusus dan istilah-istilah nada. Hanya saja kita menilai masalah ini lebih mudah dari hal tersebut. Dua . sedang malaikat berbaris-baris.” Dia katakan dalam menafsirkan firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Jangan (berbuat demikian). demikian juga dengan kita." (Al-Fajr : 27-30) Sayyid Quthb pun menafsirkan ayat ini dengan uslub bahasanya. dikatakan kepada orang-orang yang beriman: "Hai jiwa yang tenang.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Judul ini merupakan salah satu pasal yang terdapat dalam At-Tashwirul Fanniy halaman 171 Sayyid Quthb berkata di bawah judul ini: "Dahulu kita katakan bahwa tunduknya 'kisah' kepada maksud keagamaan tidaklah menghalangi terlihatnya kekhususan-kekhususan seni sewaktu ditampilkan. Seni." (Al-Fajar : 21-26) Dia katakan: "Di tengah-tengah ketakutan ini yang disebarkan oleh tontonan barisan ketentaraan disertai dengan Jahannam dengan nada (kobaran) barisan ketentaraan yang sangat teratur dan muncul dari bangunan lafazh yang keras bentuknya bersama dengan adzab tunggal tiada duanya dan permisalan ikatan.' Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya. meletakkannya sesuai dengan ragam bagian yang diilustrasikannya. Dia mengatakan: 'Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.Membantah "Dien.

Kemudian dia menafsirkan surat ini berdasarkan kaidahnya. 2 Penyebaran bagian-bagian gambar -setelah penyesuaian. foto. Ini adalah kemu'jizatan jika diperankan daripada sekedar ungkapan saja. serta bahwasanya nada sangat jelas pada sebagian ayat yang membuat tidak butuh lagi mengetahui kaidahkaidah musik (halaman 112-113). dan perpaduan visual yang ternilai sebagai seni kelas tinggi dalam bidang visual. dan pemandangan. dan penerapan-nya. 3 Warna yang dipakai melukis dengannya dan bertahap dalam bayangan agar merealisasikan iklim kebersamaan yang berpadu dengan ide dan tema. maka diapun berkata: "Ambillah sebuah surat pendek yang bisa saja disangka oleh sebagian orang serupa dengan mantera dukun atau perkataan sajak. Dia katakan di halaman 117: "Bagian-bagian ini tersebar di atas papan dengan selaras berpadu sebagai keterpaduan yang sangat dalam." Pernah saya menyangka/mengira ada seorang muslim yang mengatakan ucapan seperti ini dalam menafsirkan Al-Qur'an. walaupun satu-satunya sarana yang dia gunakan hanyalah lafazh-lafazh. 4 Penggambaran dengan warna-warna sangat memerhatikan keterpaduan ini. tindakan yang sangat buruk kepada Rabb alam semesta. suasana. serta bukanlah tujuan ini sebuah hiasan yang fana. tidaklah nilai kedalaman dari semua ketelitian ini kosong tanpa tujuan. Tidak ada dalam penjelasan ini sedikit pun tipu daya. Yang kita maksudkan itu ialah: 1 Apa yang dinamakan 'Kesatuan lukisan'. di mana seorang pemula dalam kaidahkaidah ini pun memiliki pengetahuan tentang kesatuan ini. namun ia adalah layar. maka dengan itu meninggilah nilai mu'jizat-nya dibandingkan semua usaha tersebut. perpaduan bagian-bagian." Saya katakan: Ini adalah tikaman yang sangat mengherankan terhadap kitab Allah subhanahu wa ta’ala. dia mempersilakan professor seni Dhiyauddin Muhammad." Sayyid Quthb mengatakan pada halaman 114 dalam buku At-Tashwir. sedangkan suasana umum tegak di atas asas satu kesatuan bagian dan warna.bentuk nada dan pemaduan yang harmonis sempurna…………" (At-Tashwirul Fanniy: 110-111) bersama keadaan keduanya secara Kemudian dia melanjutkan menyebutkan macam-macam nada. berupa gambar-gambar. intonasi. ia adalah hal-hal yang tersembunyi dan menakutkan. dan memberikan khayalan. pelan. Permasalahannya bukanlah persoalan lafazh atau pertemuan perasaan. sebagaimana hal tersebut diperhatikan pada pembagian peran dalam adegan sandiwara dan film. Dan ambillah surat Al-Falaq! Suasana apakah yang hendak dibangun di dalamnya? la adalah suasana pengucapan mantera sebab padanya ada suara tersembunyi. Penggambaran dalam Al-Qur'an tegak di atas asas itu. keserasian. Dia katakan: "Keserasian warna ini adalah kunci jalan menuju keserasian yang kita maksudkan itu sendiri di sini. samar. Sedangkan pada halaman 114-115. sehingga kami tidak berhajat untuk menjelaskannya.di atas papan dengan ukuran-ukuran tertentu agar sebagiannya tidak menyerempet bagian yang lain dan ia tidak kehilangan keharmonisan dalam keseluruhannya. namun cukuplah kami katakan: Sesungguhnya kaidah-kaidah dasar seni lukis mengharuskan adanya kesatuan antara tiap-tiap bagian gambar sehingga tidak kacau masing-masing bagiannya. . dilipat oleh ketersembunyian dan kegelapan. semuanya mempunyai satu warna. dia berbicara tentang visualisasi serta pembauran berbagai gambar dan lukisan. seorang pengawas lukisan di kementerian ilmu pengetahuan untuk memberikan koreksi atas bagian khusus tentang keserasian visualisasi. dan itulah tipu daya yang sebenarnya. akan tetapi inilah keterlepasan dari aqidah.

maka tentu Islam tidak akan memisahkan antara Dien dan seni. Lalu ketika visualisasi Al-Qur'an adalah perkara yang belum mereka paparkan dengan menjadikannya sebagai asas pengungkapan Qur'ani secara global. keterpaduan semuanya itu dengan suasana di mana dillustrasikan dengan musik ini." Saya katakan: Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan mereka semua kesehatan dan keselamatan dan menjauhkan mereka dari bala' yang ditimpakan kepadamu dengan sebab kenekatan dan keberpijakanmu yang tanpa aqidah dalam membuat-buat perkataan terhadap Kitab Allah yang agung yang telah engkau jadikan sebagai medan penerapan seni yang terendah. Darinya didapatkan kesesuaian dalam penampilan seni dan darinya pula lahir musik yang muncul dari pemilihan lafazh dan perangkaiannya dalam aturan khusus. Di luar semua ini. Setelah itu dia katakan di halaman 89: "Bersamaan dengan keistimewaan-keistimewaan yang ia ciptakan secara hakiki dan berkualitas. padahal Islam mengharamkan lagu. juga Islam mengharamkan gambar (yang bernyawa. lalu imajinasi dan mewujudkan secara jasadi adalah pemandangan yang sangat jelas dalam visualisasi ini). Sayyid Quthb berkata pada pasal 'Keharmonisan seni' halaman 86: "Ketika kita berkata (sesungguhnya visualisasi adalah kaidah dasar uslub Al-Qur'an.-pent) dan mengabarkan bahwa para pembuat gambar adalah orang yang akan mendapatkan adzab yang terberat . masih banyak cakrawala lain yang dicapai oleh keselarasan rangkaian Al-Qur'an serta dengannyalah penyempurnaan. maka sesungguhnya pembicaraan mereka tentangnya tidaklah melampaui batas pemandangan yang nampak tersebut. serta peranan yang dimainkannya di setiap bentuk kalimat. alat senda gurau yang masuk di dalamnya musik dan gendang.Seolah Allah subhanahu wa ta’ala seorang seniman yang tidak mempunyai tujuan selain mengundang decak kagum para seniman dan pelukis. mereka sebagaimana yang telah saya katakan terhenti pada pemandangan-pemandangan luar. Hanya saja. maka masih tersisa keselarasan seni dalam visualisasi ini yang jauh dari ufuq pembahasan mereka sesuai tabiat keadaan. tidak naik kepada pencapaian beragam uslub nada. maka kita tidaklah berlebihan dalam memberikan penjelasan tentang keistimewaan-keistimewaan Al-Qur'an secara umum dan juga tidak dengan keistimewaan-keistimewaan visual Al-Qur'an secara khusus. Kami katakan: Andaikan perkaranya seperti yang lelah engkau sebutkan. Lalu karena pemandangan ini terlalu sangat terang dalam Al-Qur'an dan ia teramat sangat dalam membangun seni. Di belakangnya masih ada banyak cakrawala lain yang belum mereka singgung sama sekali selain pemandangan nada musik yang merupakan salah satu ufuk tinggi tersebut. seolah Al-Qur'an tidak menjadi mu'jizat kecuali jika berada di atas metode Sayyid Quthb berikut kaidahnya yang sesat dan rusak yang terlepas dari aqidah. sesungguhnya ia senantiasa menjadi pemandangan keselarasan terbaik yang dapat disentuh oleh seorang pembahas Al-Qur'an. Lantas meremehkan tindakan barbar terhadap kedudukan dan kesucian Al-Qur'an juga terhadap keagungan orang yang berbicara dengannya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan wahyu untuk menunjuki para hamba-Nya." Lalu Sayyid Quthb mengemukakan keistimewaan-keistimewaan lain. Juga dia katakan "Seni dan Dien dua hal yang setingkat di dalam kedalaman jiwa". Apakah para seniman dan manusia lainnya mempunyai hak untuk meluruskan Al-Qur'an secara benar?? Sayyid Quthb berkata dalam pasal 'Kisah di dalam Al-Qur'an' halaman 143-144: "Hakikat Al-Qur'an yang terbesar dalam pengungkapan adalah visualisasi".

Bagaimanapun ulama umat ini adalah manusia yang terpintar tentangnya.html Sayyid Quthb telah membangun perbuatan fatalnya di dalam buku ini dan selainnya di atas dasar-dasar yang rusak lagi menghancurkan. Lc. Cetakan: Pertama.di hari kiamat serta Islam melaknat para pembuat gambar. baik setan manusia maupun jin.com/2008/05/membantah-dien-seni-dan-kisah. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. Sangat mustahil Dien menilai seni setingkat dengannya. shahabat. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Penerjemah: Muhammad Fuad. maka tentu engkau akan mendapatkan sekolah-sekolah seni akan selalu berdampingan dengan sekolah-sekolah Dien. serta sangat jauh orang pilihan umat ini bahkan orang terburuknya pun dari menganggap Dien dan seni sebagai dua hal yang sederajat. Andaikan masalahnya seperti yang diucapkan oleh Sayyid Quthb. namun Allah subhanahu wa ta’ala melindungi mereka dari was-was semua setan. dan manusia pilihan umat ini yakni ulama akan menjadi orang yang paling memerhatikan bidang seni. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly.blogspot. Andaikan urusannya sebagaimana yang engkau katakan. yaitu: . Maret 2008. maka tentu para nabi.

" Benarlah. Dari sini jugalah dia berpendapat bolehnya permainan musik dengan ragamnya. 'Abdul 'Aziz Fahmi Basya berkata bahwa dia tidak pernah mendengarkan kebebasan yang semisal (gilanya) kebebasan Sayyid Quthb!! 5. 6. Begitu pula dengan rentetan kaidah tersebut. Dia berpegang pada pemikiran dalam apa yang telah dia tetapkan dari Al-Qur'an dan hakikat-hakikat lainnya. bahkan komunis demi merusak Dien dan akhlak. sebagaimana pernyataannya sendiri. 255) 4. kanvas. dia tidak dikekang oleh suatu aqidah apapun dalam mempraktikkan kaidahnya yang rusak di atas nash-nash Al-Qur'an. Bahkan saya adalah pria pemikir yang menghormati akalnya daripada sifat kufur nikmat dan cerita berhiaskan kebohongan. Dia justru banyak melakukan kekufuran dan membuat cerita berhiaskan kebohongan disebabkan keterlepasannya dari aqidah dan anggapannya akan pemikirannya. padahal ia diharamkan dan seburuk-buruk alat yang melalaikan (dari mengingat Allah subhanahu wa ta’ala). maka dia juga baru)). drama. berupa: pementasan teater.1. bahwa dalam hal ini saya tidak tunduk pada aqidah religius yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. gambar. sedangkan apa saja yang tidak terpisah dan yang baru atau apa saja yang tidak mendahului yang baru. 258) Ternyata realitas tidak sama dengan sangkaannya. Dia beranjak dari pemikiran dasar Jahmiyyah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah 'Dia adalah sumber mata air bid'ah' (yakni argumennya akan barunya (bukan azali) alam dengan barunya jasad dan juga argumennya akan barunya jasad dengan barunya unsur materi): ((Jahmiyah berkata: "Jasmani tidak terpisah dan unsur materi yang baru. lalu dia katakan di dalam Masyahidul Qiyamah fil Qur'an: "Ini bukan sama sekali kalimat yang berasal dari seorang laki-laki yang terkurangi dari kebebasan berpikir. tontonan panggung. Dia telah menggunakan pula dalam perkerjaannya ini ahli musik. 3." (At-Tashwirul Fanniy hal. kertas. Dia mengulang-ulangi pengungkapan kemuliaan yang dirasakannya dengan kebebasan berpikir ini. musik dengan beragam jenisnya. Berpijak dari sini dan dari dasarnya ini. Dalam pekerjaannya ini. (Lihat Minhajus Sunnah 1/112-113 cetakan lama) . dll). pertunjukan di mana dia telah menjadikan mayoritas nash-nash Qur'ani sebagai panggung yang luas untuk inovasi Yahudi dan Nasrani. di mana dia katakan dalam bentuk kalimat pembelaan terhadap Al-Qur'an dan semua ketetapan-nya -berdasarkan pemahamannya-: "Saya dalam titik ini bukanlah pria agamis yang diikat oleh aqidah murni sehingga tidak bisa melakukan telaah bebas." (At-Tashwirul Fanniy. juga menyatakan dengan gamblang bersamanya. Sesungguhnya saya berbangga dengan kalimat singkat yang pasti yang diungkapkan oleh professor peneliti besar ‘Abdul ‘Aziz Fahmi Basya yang menyifati arah pemikirannya ini: 'la memberikan semerbak kebebasan akal yang belum pernah kita dengarkan sebelumnya'. 2. Keterlepasannya dari aqidah yang dia sendiri menegaskan: "Saya dengan terang-terangan mengatakan hakikat yang terakhir ini. Kaidah Tashwirul fanniy (visualisasi seni) dan rentetannya yang bersumber dari kaidah tersebut. dia berpendapat bolehnya hasil gambar tangan beserta apa yang menyertainya berupa alat lukis/gambar dan medianya (papan. Keyakinan bahwa Dien dan seni setara. hal. Dia telah meminta bantuan ahli gambar (tashwir) dalan pekerjaannya menyusun At-Tashwirul Fanniy Sesungguh-nya itu merupakan gambar yang diharamkan dan telah tersebut riwayat yang berisi laknat dan kecaman keras tentangnya.

Lalu tergambar dengannya makna-makna sesuai cara Al-Qur'an dalam memberikan gambaran. sebagaimana dia telah menyebutkannya berulang-ulang yang sebagiannya kian menegaskan yang lain. Berbeda dengan kata istiwa'. dia katakan: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy. kalimat majazi untuk mengungkapkan posisi kekuasaan yang tertinggi. ia berkata: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy. Sayyid Quthb telah mengumpulkan kedua dasar yang rusak ini untuk menta'thilkan sifat istiwa' (bersemayam) Allah di atas Arsy-Nya dan sifat ketinggian-Nya di atas para makhluk.Beliau juga katakan di tempat lain dalam Minhaj 1/403 cetakan baru: "Berargumen dengan cara ini mengakibatkan penafian sifat yang dimiliki Allah subhanahu wa ta’ala dan menyebabkan munculnya bid'ah Jahmiyyah yang telah dikenal oleh Salaf umat ini. Dia katakan pada tafsir surat Yunus dalam Azh-Zhilal 3/1762 di pasal 'Imajinasi inderawi dan jasadi' halaman 71-72: "Ketika kita mengatakan bahwa tashwir (visualisasi) adalah sarana paling diutamakan dalam uslub (metode) Al-Qur'an serta kaidah utama dalam penjelasan. tidak mungkin Dia subhanahu wa ta’ala berada dalam suatu keadaan lalu berada pada keadaan yang lain.)] alasan terbesar untuk menyerang ajaran yang dibawa oleh para rasul dari Allah subhanahu wa ta’ala. karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengalami keadaan yang berubah-ubah. dan kokoh dengan bahasa yang difahami oleh manusia. dia mengulang-ulangi kata 'ketinggian' dan 'kekuasaan' dalam bentuk kalimat yang menunjukkan bahwa dia tidak mengakui adanya Arsy sebagai makhluk yang Ar-Rahman beristiwa' di atasnya. Di mana sesungguhnya di belakang itu masih tersisa persoalan yang patut untuk kita pisahkan kedalam pasal khusus. teguh. ini diungkapkan dalam bentuk kalimat seperti itu. Namun yang dimaksudkan di sini hanyalah urutan maknawi: 'Lalu ketinggian adalah derajat di atas makhluk'. Sebagaimana yang telah kami rincikan dalam pasal Imajinasi inderawi dan jasadi' dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an.")) (Fi Zhilalil Qur'an 3/1762) Dia katakan dalam Azh-Zhilal sewaktu menafsirkan surat Thaahaa 4/2328: "Beristiwa' di atas 'Arsy adalah ungkapan majazi tentang puncak kekuasaan dan ketinggian. Sedangkan lafazh 'lalu' secara pasti tidak mungkin bermakna berurutannya waktu." Dalam tafsir surat Al-Furqan dalam Azh-Zhilal 5/2807. di mana manusia dapat melihatnya hingga kepada keluarbiasaan yang jauh tersembunyi yang tidak sanggup untuk dicapai oleh semua pandangan mata dan pemahaman: ." (("Beristiwa' di atas Arsy." Kemudian dia menyambung menjelaskan pemikirannya yang bathil. ia katakan: "Dari pemandangan yang luar biasa ini." "Beristiwa di atas Arsy: simbol ketinggian-Nya di atas seluruh makhluk. Tafsir surat Ar-Ra'd dalam Zhilalil Qur'an 4/ 2044-2045. serta memberikan bagi golongan dahriyyah [Golongan yang mengingkari adanya hari kebangkitan." Kemudian. namun harus berhenti pada lafazhnya. (-pent. maka kita belum lagi selesai berbicara tentang pemandangan universal ini. yang nampak ini adalah ungkapan majazi tentang ketinggian. Adapun Arsy itu sendiri maka tidak ada celah untuk mengatakan sesuatu tentangnya.

Lantas dia menguatkannya dengan kaidah yang dia buat dalam 'Visualisasi seni' dan ekornya 'Mengkhayalkan dan melahirkan dalam bentuk jasadi'." Hanya saja. ia sama sekali tidak bersandar kepada ketentuan-ketentuan Al-Qur'an. Ini juga merupakan sentuhan keluarbiasaan selanjutnya dari goresan-goresan pensil mu'jizat. karena ia tidak bersumber dari ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri. sebagaimana yang telah kita sebutkan. keduanya berdampingan dan bersatu di dalam satu ungkapan." "Jikalau ia adalah ketinggian maka ini yang tertinggi dan seandainya ia adalah keagungan maka ini yang teragung. sentuhan tentang ketinggian mutlak di samping sentuhan pertama tentang ketinggian yang dapat dilihat. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri."Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. (keyakinan yang menyatakan bersatunya Allah dengan makhluk-Nya). (-Penerbit)]. maka kita sanggup untuk berkata bahwa 'la adalah ungkapan kiasan tentang kekuasaan di atas seluruh makhluk'. Namun justru bersandar kepada ketentuan-ketentuan sebelumnya yang bersumber dari filosofi Jahmiyyah sesat. serta teori. kaidah-kaidah visualisasi. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri dan gambaran yang diwahyukannya tentang Dzat Allah subhanahu wa ta’ala juga sifat-sifat-Nya." Ini perkataan batil. Kemudian dia menguatkan hal itu dengan filosofi barunya yang dia ambil dari peranan bioskop dan panggung sandiwara beserta apa yang mengikuti dan bersumber darinya. dan Azh-Zhilal. ia katakan: "Dan demikian juga dengan 'Arsy. yakni ketinggian mutlak yang Dia gambarkan dalam bentuk wujud berdasarkan cara Al-Qur'an di dalam memberikan pendekatan tentang persoalan-persoalan yang mutlak bagi kemampuan pemahaman manusia yang terbatas. Adapun beristiwa' di atas 'Arsy. lebih utama kita katakan "la adalah kata kiasan dari kekuasaan". Al-Masyahid. Ucapannya: "Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. dan dasar-dasar berbagai bidang seni perfilman yang telah dia praktikkan atas Al-Qur'an dengan segala kebiadaban/keberanian. Tidak mungkin Allah awalnya tidak beristiwa' di atas 'Arsy lalu setelah itu beristiwa'. ini berdasarkan apa yang kita ketahui dari Al-Qur'an secara yakin bahwa Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah berubahubah keadaan-Nya. Serta dari ketinggian mutlak kepada penundukan/ pengendalian……" Dalam surat Al-Hadiid di dalam Azh-Zhilal 6/ 3480. Pendapat lain: "Kita beriman kepada istiwa' namun kita tidak mencapai ziyyat (gambaran bagaimana)-nya". Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. Pendapat ini tidak menafsirkan: "Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. At-Tashwirul Fanniy. . Kaidah ini juga merupakan sumber lain dari bid'ah-bid'ah yang buruk dan telah dia ukir dalam bukunya. karena ia tidak bersumber dan ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri." Pembaca dapat melihat Sayyid Quthb menakwilkan sifat istiwa' dan ketinggian di manapun letaknya (dalam Al-Qur'an) dengan penafsiran Jahmiyyah ini. berupa. tontonan. di mana mereka meneguknya dari buku-buku ahli bid'ah lagi sesat dan filosofi kelompok sufi ekstrem yang telah membawa mereka dan diri Sayyid sendiri sampai kepada ajaran wihdatul wujud [Reinkarnasi atau istilah jawanya 'Manunggaling kawula Gusti'. pertunjukan. Dia juga membangun tafsirnya di atas kaidah Jahmiyyah sang sumber bid'ah. kita beriman kepadanya sebagaimana yang Dia sebutkan sementara kita tidaklah mengetahui hakikatnya.

Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya." Yang menjadi saksi dalam hadits ini bahwa penggambaran (makhluk bernyawa) berasal dari bisikan . di mana mereka memerangi manhaj dan pembela Salaf. patung-patung itupun disembah (oleh generasi selanjutnya). Musa." (Asy-Syuura: 13) Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja). Dien Islam dalam semua misi kerasulan merupakan syari'at Allah subhanahu wa ta’ala Rabb alam semesta. serta jiwa mereka telah bersatu dengan jiwa Sayyid Quthb dan lain semisalnya. sebagaimana yang dia katakan pada halaman 143-144 dalam buku At-Tashwirul Fanniy dan halaman 231-232 pada AlMasyahid:"Dien dan seni adalah dua hal yang sepadan di kedalaman jiwa dan penegasan indera. dan musik. dan membersihkan bumi dan akal darinya. maka apa yang sejalan ia pun bersatu dan apa yang tidak sehati ia pun berselisih. dan ha yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. ketika dia men-ta'thil [2] sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala. dan jauhilah Thaghut'. maka setan membisikkan kepada kaum mereka untuk membangun patung (mereka) dan menamakan semuanya dengan nama-nama mereka ditempat majlis-majlis mereka yang dahulu mereka (orang-orang shaleh) duduk ditempat tersebut. sehingga jadilah seni dan Dien sebagai dua hal yang sepadan (sederajat) bagi Sayyid Quthb. Sementara tercapainya keindahan seni menjadi rambu adanya kesiapan untuk menerima pengaruh keagamaan [3]. Jiwa mereka telah bersimpangan dengan jiwa para salafiyyin. Dalam keyakinan batil ini ada kedustaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala.Sayyid Quthb dalam hal pengaburan dan menimbulkan kerancuan mempunyai bandingan. Ya'uq. menghancurkan. Sangat berlebihannya dalam memberikan penilaian bagi perfilman. setelah itu mengaku-ngaku sebagai orang-orang salafi. ketika seni naik ke tingkat setinggi ini dan ketika jiwa menjadi jernih untuk menerima misi keindahan itu". Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya). dan Nasr adalah nama orang-orang Shalih dari kaum Nuh ‘alaihis sallam. 7. Suwa'. Dia mengatakan semisal ucapan di atas dan sewaktu dia menghina para shahabat radhiyallahu ‘anhum dia katakan 'Saya bukanlah kaum Syi'ah'. Mereka juga menempuh jalannya dalam memberikan pengakuan palsu dan pengaburan." (An-Nahl : 36) Termasuk dari thaghut: gambar (patung) yang diajarkan oleh setan dan dia telah menyesatkan generasi demi generasi dari masa Nuh ‘alaihis sallam hingga hari kita ini. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah meriwayatkan dalam Shahih-nya pada tafsir surat Nuh nomor 4920: "Sesungguhnya Wadd. Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutus para nabi untuk mencampakkan. Para pengikut Sayyid Quthb telah mengambil pelajaran darinya berupa cara seperti ini. Yaghuts. seni peran. namun saat itu belum disembah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dia telah mensyari’atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Ketika mereka semua telah meninggal. Hingga tatkala mereka semua telah meninggal sedangkan ilmu telah terhapus. Mereka pun melakukannya. sebagaimana yang dikatakannya dalam Kutub wasy Syakhsiyyat. Hati mereka serupa dan arwah itu berkelompok-kelompok.

Dia telah meminta bantuan untuk bukunya At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an kepada professor seni Diyauddin Muhammad. Syaikh Al-Albani. Adapun melodi musik (gitar atau piano atau organ????). Sementara Sayyid Quthb menghalalkannya. seorang pengawas bidang melukis di Kementrian Ilmu Pengetahuan agar memeriksa bagian khusus tentang kesejiwaan gambar. Straub. di mana beliau rahimahullah menyebutkan tujuh hadits dalam pembahasan ini yang menunjukkan diharamkannya lagu dan alat 'senda gurau' (musik). Juga telah sangat banyak karangan buku Ahlussunnah yang mengharam-kannya. 2 Penyerupaan diri dengan kuffar dan bertaklid buta terhadap mereka. Lihat At-Tashwir halaman 114. juga para ulama Islam telah mengharamkannya. maka ia adalah seburuk-buruk alat musik senda gurau yang melalaikan. Semua itu mengungkapkan perasaan kejiwaan yang ada dari balik tabiat manusia. Beliau rahimahullah katakan pada halaman 15: "Di antara hal tersebut. kolom lain yang juga disiarkan oleh majalah Ikhwanul Muslimun di edisi kelima dalam tema 'Musik Islami'. Adapun seni peran. Termasuk di antaranya: bioskop. jika engkau mau maka bacalah semuanya. Mozart. musik. panggung sandiwara. dan berpendapat itulah metode penafsiran Al-Qur'an yang tertinggi. lalu ber-ikhtilath (bercampur baur) di dalamnya. karena dusta adalah salah satu rukunnya yang harus ada. di antaranya Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz. menafsirkan dengannya kitab Allah subhanahu wa ta’ala. seperti Beethoven." (HR. maka cukuplah pasal pertama halaman 36-74. juga Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para pembuat gambar. sementara Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat para pembuat gambar. maka ia berasal dari peribadatan berhala yang diciptakan oleh bangsa Yunani lantas diadopsi bangsa Romawi. Al-Bukhari no. agar lebih tepat dalam memberikan ungkapan dengan segala kemampuan yang dimiliki. di dalamnya tergabung para pemusik handal dalam jumlah terbesar dengan alat musik paling modern yang beragam. Jika tidak. Silakan merujuk kepada kitab Tahriim Aalaatith Tharbi (Haramnya Alat Musik) karangan AlAllamah Al-Muhaddits Al-Albani. banyak hadits shahih yang diriwayatkan berisi pengharamannya. Tidaklah diragukan bahwa seni peran/drama itu haram. Tersebut padanya: Nada simponi (klasik) sebagai jenis musik kelas tertinggi yang dicapai oleh para musikus. Oleh sebab itulah banyak dari para ulama yang mengingkarinya dengan sangat tegas. dan Chicofisky. Syaikh Hammud at-Tuwaijiriy. Beliau mempunyai kalimat sangat bagus tentang musik yang beliau rahimahullah sebutkan di pembukaan kitab tersebut. 5950) Dan telah tersebut banyak hadits selain kedua hadits di atas yang menjelaskan kerasnya pengharaman gambar serta penggolongannya ke dalam dosa besar. Demikianlah tatkala Sayyid Quthb memanfaatkannya diapun terjatuh dalam kedustaan. . dan seni peran setan. dan Syaikh Shalih al-Luhaidan. sebab: 1 Padanya ada kedustaan. setelah itu disebarkan oleh kuffar di negeri-negeri kaum muslimin ketika mereka menjajahnya serta menggunakannya sebagai senjata yang merusak Dien kaum muslimin dan akhlak.setan. sebagaimana yang akan kami jelaskan di tempat mendiskusikan perkara ini. 3 Laki-laki bisa berperan sebagai perempuan dan perempuan berperan laki-laki. Syaikh Shalih al-Fauzan. bahkan kalangan ahlil bid'ahpun ikut menyusun buku tentang keharamannya semisal Al-Ghummariy.

Hadits ini dikeluarkan dalam Ash-Shahihah halaman 90. Di saat itu. yaitu musik Islami(?!) sebagai pengganti dari musik timur . juga akan datang di halaman 86. inilah bukti terbesar bahwa anggapan kehalalan alat-alat musik telah tersebar pada kaum muslimin sampai pun oleh sebagian orang-orang yang menyerukan ‘Pengembalian kemuliaan kaum muslimin dan penegakan Daulah Islam'.. Andaikan tidak demikian. mereka dibantu oleh Yayasan Pemuda Kristen(?!) lantas bermain musik di salah satu universitas di Amerika(?!). maka tentu majalah mereka tidak akan mau untuk menyebarkan kalimat yang sangat jelas menghalalkan musik yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini.blogspot. Dia juga telah mempraktikkan dalam buku Masyahidul Qiyamah fil Qur'an.) [3] Apakah para nabi. ayat-ayat yang telah dia jadikan sebagai lapangan praktik untuk kaidah-kaidah sesatnya. Tidak berhenti sekedar itu bahkan mengajak kepadanya... Edisi Indonesia: BANTAHAN TERHADAP KITAB ATTASHWIRUL FANNIY FIL QUR'AN karya Sayyid Quthb. Cetakan: Pertama. Inilah sebagian sendi rusak Sayyid Quthb yang dia sebutkan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an dan yang telah dikendarainya dalam menafsirkan ayat-ayat yang mulia. Lc." Berakhir kalimat Syaikh Al-Albani rahimahullah. " (An-Najm : 23) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisyaratkan sebagiannya dalam sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Sungguh akan ada umatku yang menghalalkan khamr dengan nama yang mereka sendin membuatnya" pada riwayat yang lain "Mereka menamakannya dengan selain namanya”.html . Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. lantas menamakannya dengan 'musik Islami' di atas timbangan sosialis "Islam". Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. mempunyai ketergantungan kepada seni laksana ketergantungan Sayyid Quthub beserta sanjungannya itu?! [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. (-pent.. . lalu nampak jelas jejaknya pada buku Azh-Zhilal. Betapa pantasnya untuk kita menguasai bidang ini. ____________________ [2] Ta'thil: menghilangkan makna hakiki. demokrasi "Islam". nampaklah sebuah warna tersendiri yang menguasai hati dunia internasional.com/2008/05/membantah-ushul-yang-dipegangi-sayyid.Kelompok simponis Mesir yang berjumlah lebih dari 30 orang pemusik telah terbentuk. Sebagaimana dia masih punya kaidah-kaidah lain yang dia praktikkan pada Azh-Zhilal. Al-'Allamah Syaikh Al-Albani mengatakan: "Saya katakan.dan lainnya yang membuat mereka terkena firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya. dan orang-orang shalih semuanya. betapa butuhnya kita kepada semangat baru yang akan menjadi pendobrak blantika musik dan meraih kemajuan internasional dalam bidang ini. . para shahabat. semisal Ikhwanul Muslimun. Penerjemah: Muhammad Fuad. Begitulah dia melihat bahwa AlQur'an seluruhnya adalah tempat untuk mempraktikkan dasar-dasar tersebut. Maret 2008.

dan matilah musuhnya itu. dibesarkan dalam istana Fir'aun. dan labil. Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya." (Al-Qashash :15) Di sini tampak sikap fanatik kesukuan dan emosional. layaknya kebiasaan para ahli fanatik lainnya [6]: “Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhan-nya). Kita ambil Musa. Aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orangorang yang berdosa". Ia sendiri menjadi tujuan dari kisah-kisah seni bebas. [4] Inilah kisah Qur'ani yang arah utamanya adalah da'wah keagamaan. walaupun dia telah berjanji untuk tidak membantu para pelaku kejahatan. Maka dengan segera percikan api fanatik kesukuan menyala membakar jiwanya. Dia melukiskan beberapa figur kemanusiaan melalui para pemeran yang melewati batas-batas kepribadian maknawi kepada kepribadian percontohan. Inilah dia. yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). di bawah pendengaran dan penglihatannya. Contoh-contoh berdasarkan visualisasi warna inilah adanya seluruh kisah Al-Qur'an. setelah itu memberikan perincian untuk sebagiannya: 1.Menyoroti Adab Sayyid Quthb dalam Berinteraksi dengan Rasul dan Kalim Allah Musa 'Alahissallam Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5. Sesungguhnya Aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku’.’ Musa berdo’a: ‘Ya Tuhanku. pada keduanya ada perumpamaan yang terlihat jelas. Maka Allah mengampuninya. maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi. dan takut akan bahaya yang akan menimpa pada segala tindaktanduknya. Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Qashash :15-17) "Karena itu. Dia melihat: .2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an halaman 200-205: (("Sebelum ini kita telah memaparkan kisah dan pemilik dua kebun dengan temannya dan kisah Musa dengan gurunya. Musa berkata: ‘Ya Tuhanku. namun marilah kita lihat apa yang dilakukannya ………. Dia adalah contoh seorang pemimpin yang temperamental. untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya.23. Walau demikian. demi nikmat yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku. Kami akan menampilkan beberapa kisah secara global. kehilangan konsentrasi. Ini juga ciri dari para ahli fanatisme. akhirnya menjadi seorang pemuda yang kuat [5]: "Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah. Ia (Al-Qur'an) dengan cerdik memiliki ciri ini dalam perjalanannya lalu tampil jelas dalam semua kisahnya." (Al-Qashash :18) Ini adalah sebuah pengungkapan tentang keadaan yang sudah dikenal baik: keadaan gugup. jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya). fanatik kesukuan. yakni ciri seni yang murni. Itulah ciri yang nampak pada kisah-kisahnya.

[7] "Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya. diapun melemparkannya. apakah kamu bermaksud hendak membunuhku." (Al-A'raaf :143) Lalu terjadilah apa yang tidak sanggup dipikul oleh urat syaraf manusia. setelah itu berhenti memikirkan keajaiban yang sangat besar ini. Musa Berkata kepadanya. dan kekhawatiran kemarin. maka diapun pergi sebagaimana yang telah kita ketahui. Marilah kita meninggalkannya di sini untuk kita bertemu kembali dalam fase kedua kehidupannya setelah sepuluh tahun. inilah dia yang meminta kepada Rabbnya sebuah permintaan yang sangat mengherankan: "Berkatalah Musa: 'Ya Tuhanku. [8] Tidak demikian! Inilah dia yang diteriaki di sisi kanan bukit Thursina "Lemparkan tongkatmu!". tapi lihatlah ke bukit itu.. Dia telah menang melawan para penyihir. sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini). sehingga diapun teringat dan takut. Ta’ashub (fanatik kesukuan) dan emosionalnya telah membuat dia lupa akan istighfar." (Al-Qashash :19) Maka ketika itulah datang seorang dari pinggiran kota dengan tergopoh-gopoh menasihatinya agar segera pergi. aku . Tuhan berfirman: 'Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku. Maka setelah Musa sadar kembali. Tapi kalau saja dia sekedar menjauh. serta benar dia adalah seorang nabi. Barangkali dia sudah tenang dan menjadi seorang yang bertabiat stabil dan berjiwa santun. dia segera loncat berlari terbirit-birit tanpa berbalik …. nampakkanlah (din Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau'.[9] Kembali marilah kita meninggalkannya sementara untuk melihat apakah yang diperbuat oleh zaman terhadap urat-urat syarafnya. dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dan orang-orang yang mengadakan perdamaian. penyesalan." (Al-Qashash:18) kamu benar-benar orang sesat yang nyata Akan tetapi dia bermaksud menimpakan kepad laki-laki kedua ini sebagaimana yang telah dilakukannya kemarin. Dia masih pemuda yang fanatik itu. dia berkata: 'Maha Suci Engkau. menyelamatkan bani Israil dengan membawa mereka menye-berangi lautan. "Musa berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya (kesesatannya)’. maka tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang bergerak. bahkan tidak juga oleh urat syaraf Musa [10]: "Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu.“Maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Andai saja dia telah menjadi seorang yang dewasa!! Bahwa selainnya juga tentu akan takut. jika saja tidak diingatkan oleh calon korbannya dari tindakannya tersebut. ya.” (Al-Qashash:18) Yakni kali selanjutnya terhadap laki-laki lain. takut. dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. setelah itu dia pergi untuk memenuhi perjanjian dengan Rabbnya. Begitu melihatnya. maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku'. musuhnya berkata: 'Hai Musa. Namun.

inilah dia kembali lagi. menurut sangkaan kami dia sudah menjadi seorang tua tatkala berpisah dengan kaumnya. [12] 2. kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan). pemaaf." (Al-A'raaf:143) Kembalinya syaraf dan emosi dengan cepat. maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: 'Janganlah menyentuh (aku)'. maka tanpa tanggung-tanggung dan tidak pula lemah: "Dan Musapun melemparkan lauh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya. tatkala telah mengetahui teka-teki di balik patung anak sapi itu: "Berkata Musa: 'Pergilah kamu. akhirnya mereka berdua berpisah ………." (Al-A'raaf:150) Begitulah dia berlaku emosional menarik rambut dan jenggot saudaranya tanpa mau mendengarkan sepatah katapun darinya: "Harun menjawab: 'Hai putera ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku." (Thaahaa : 94) Ketika dia telah mengetahui bahwasanya Samiri-lah dalang perbuatan tersebut. maka dia berpaling kepadanya dengan kemurkaan dan bertanya kepadanya dengan nada tinggi. Sesungguhnya kami akan membakarnya.. kali pertama. lantas dia mendapatkan kaumnya telah mengambil patung anak sapi sebagai ilah sesembahan. dan santun: "Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah." (Huud : 75) Inilah dia ketika kecilnya menyendiri dalam proses berpikirnya. sementara di kedua tangannya ada lembaran-lembaran yang telah Allah subhanahu wa ta’ala wahyukan kepadanya. Berlawanannya kepribadian Musa dan Ibrahim …………. sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): Kamu telah memecah antara Bani lsrail dan kamu tidak memelihara amanatku. Itulah kepribadian yang menyatu sangat jelas dan contoh kemanusiaan yang terang dalam semua tahapan kisah. kedua. Kaumnya telah pergi dalam kesesatan. Dia menemui sang lelaki tersebut (Khidhir) yang dimintainya agar sudi untuk diikuti semoga dia mengajarkannya ilmu yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Ini adalah contoh ketenangan. dan ketiga. dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya.bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya. Kemudian. Kita tahu bahwa Musa tidak sanggup bersabar sampai Khidhir memberitahukannya rahasia yang terdapat dalam perbuatan yang Khidhir lakukan. Mari kita meninggalkannya hingga beberapa tahun kemudian." (Thaahaa : 97) Demikianlah kobaran emosi yang sangat terlihat dan perilaku yang penuh ketegangan [11]. mencari tentang Ilahnya: .

aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. dia berkata: "Inilah Tuhanku. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?" (Al-An’am: 76-80) Tidak lama setelah dia mencapai keyakinan Ini. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. dengan cenderung kepada agama yang benar. inilah dia yang menghancurkan patung-patung mereka. tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku. hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti. dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku. Maka tatkala matahari itu terbenam. niscaya kamu akan kurajam. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar. Memang benar. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". "Wahai bapakku. Sesungguhnya Aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. tatkala itu: "Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: 'Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orangyang menganiaya (din sendiri)'. padahal Sesungguhnya Allah Telah memberi petunjuk kepadaku". Maka ikutilah aku. Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan". Pastilah Aku termasuk orang yang sesat. Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah. Sesungguhnya Aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi. dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah. dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku". janganlah kamu menyembah syaitan. mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo'a kepada Tuhanku'." (Maryam : 46) Sikap kasar itu tidaklah membuat dia keluar dari adab yang tinggi. pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. maka diapun berusaha dengan baik dan penuh rasa kasih sayang menunjuki ayahnya dengan lafazh yang terindah dan paling hidup: “Ingatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya. tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit. kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. tabiatnya yang penuh kasih sayang. dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama'. (Maryam: 42-45) Hanya saja ayahnya mengingkari perkataannya dan membalas dengan ucapan yang kasar disertai dengan ancaman keras: "Berkata bapaknya: 'Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku." (Maryam : 47-48) Lalu. Sesungguhnya Telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu. Wahai bapakku. Hanya saja yang memotivasinya melakukan tindakan ini ialah kecintaan yang demikian besar diiringi harapan bahwa kaumnya akan beriman ketika melihat sesembahan mereka telah hancur berantakan. dan Aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Mungkin ini satu-satunya tindak kekerasan yang pernah dilakukannya. Ini yang lebih besar". dia berkata: "Hai kaumku. serta tidak membuatnya bercuci tangan dari ayahnya: "Berkata Ibrahim: 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu." (Al-Anbiyaa': 64) . tetapi setelah bulan itu terbenam. hampir saja mereka benar-benar beriman.“Ketika malam telah gelap. serta aku akan berdo’a kepada Tuhanku. kala mereka telah mengetahui bahwa sesembahan itu tidak sanggup untuk membela diri mereka sendiri. Wahai bapakku. dan Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah. niscaya Aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

lalu bermaksud untuk membakar Ibrahim. maka Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam murka. Sayyid Quthb memaksudkan kalau Musa ‘alahis sallam sebaliknya dalam hal ini. maka sesuatu itu akan menjadi jelas". Bahkan dia dengan terang-terangan mengatakan pertentangan yang dia maksudkan ini. maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). maka ketika itu: "Kami berfirman: 'Hai api menjadi dinginlah. Dia mengulang-ulangi menyifatkan Yusuf dengan kesadaran tinggi dan teguh di tengah-tengah dia menjelaskan kisahnya untuk menguatkan maksudnya. fanatik suku. Namun yang benar ialah: beliau Musa ‘alahis sallam mempunyai kedudukan yang agung lagi tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang mewajibkan atas manusia untuk memuliakan dan mengagungkannya layaknya seluruh para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah mengeluarkan dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu yang berkata: Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam membagikan pembagian. serta perumpamaan yang dia lekatkan berupa. demikianlah keadaan Yusuf ‘alahis sallam dan demikian pulalah kondisi Musa ‘alahis sallam. Saya melihat kemarahan tampak pada wajahnya. sepupu beliau Luth ………)) Tampak jika maksud Sayyid Quthb menyebutkan kisah Nabi Ibrahim ‘alahis sallam secara berlawanan dengan gambarannya tentang Nabi Musa ‘alahis sallam adalah untuk menegakkan kaidah "Melalui lawannya. lalu Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati Musa ‘alahis sallam.Namun mereka kembali (pada ketidaksadaran lagi). maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan." (Al-Ahzab : 69) "Dan Aku telah memilih kamu. agar dapat mengetahui jika dia telah melampaui batas. Saya pun menghadap Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan melaporkannya. Setelah itu dia juga membenturkannya dengan Yusuf ‘alahis sallam. di antaranya. melayang jauh dalam khayalannya yang membawa terbang. metode pengisahannya yang menjelekkan." Sesungguhnya apa yang dinisbatkan oleh Sayyid kepada Kalimullah dan Nabi-Nya Musa ‘alahis . lalu seseorang berkomentar "Sesungguhnya ini adalah pembagian yang tidak diinginkan dengannya Wajah Allah subhanahu wa ta’ala". melenceng. dia berkata: "Sedangkan Yusuf adalah contoh seorang laki-laki yang berkesadaran tinggi lagi kokoh". suka gugup. Sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini dan dia bersabar. kasar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentangnya: "Hai orang-orang yang beriman. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah." (Thaahaa:13) Sebenarnya cukuplah bagi Sayyid untuk membaca hadits-hadits tentang para nabi di kitab Shahih AlBukhari." (AlAnbiyaa': 69) Ibrahim telah meninggalkan mereka dalam jangka waktu yang panjang bersama dengan sekelompok manusia yang juga beriman. dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'. temperamental. dan tegang kepada Kalimullah dan Rasul-Nya Musa ‘alahis sallam.

hendaklah pembaca mengingat ucapan Sayyid Quthub secara terang-terangan bahwa 'Tidak ada aqidah keagamaan yang membelenggunya dari pemikiran'. serta hukum dari perbuatan berbahaya ini sangat besar dan berat di sisi para ulama. tapi ucapannya 'sebagaimana kebiasaan para ahli fanatisme' sungguh adalah puncak celaan. Hal: 50-66. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Sementara kalimat itu dengan sangat kurang ajar justru ditujukan kepada seorang Rasul mulia.sallam itu menafikan apa yang seharusnya beliau ‘alahis sallam dapatkan berupa penghormatan dan pemuliaan. (Menurut Sayyid) [11] Lihatlah. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. maka tentu semua itu akan diingkari dan dianggap buruk oleh para cendekiawan mulia. Cetakan: Pertama. Demi Allah. apakah Sayyid Quthb telah melupakan pemuliaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Nabi-Nya Musa ‘alahis sallam dalam firman-Nya: Lalu dia mengatakan ucapannya ini. dan termasuk Ulul 'azmi yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diperintahkan untuk mengambil keteladanan dalam kesabaran dari mereka: "Maka bersabarlah kamu sebagaimana orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar. ataukah dia pura-pura lupa agar dapat selaras dengan ejekannya terhadap Nabi ini?? [6] Lihatlah bagaimana celaannya kepada Nabiyullah Musa ‘alahis sallam dalam komentarnya ini. seorang pembesar para rasul. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] ." (Al-Ahzab: ) [12] Dalam semua yang telah lalu ada celaan buruk terhadap Nabi mulia ini. Ini adalah perkara yang membuat berdiri bulu kuduk. serta juga tentang Al-Qur'an itu sendiri. andaikan celaan dan penghinaan ini diarahkan kepada manusia yang paling hina sekalipun. Penerjemah: Muhammad Fuad. [7] Tidak demikian. Artinya penyakit syaraf yang diderita oleh Musa ‘alahis sallam tidak ada yang menandinginya. Sikap fanatik kesukuan tercela. di mana beliau 'alahis sallam tetap tidak menjadi penolong bagi pelaku kejahatan. Silakan merujuk kepada kitab Asy-Syifa' karya Qadhi 'Iyadh rahimahullah dan Ash-Sharimil Maslul 'Ala Syatimir Rasul karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah __________________________ [4] Apakah yang dia maksud dengan kisah seni bebas?? [5] Kita tidak tahu. Inilah hasil keterlepasannya dari aqidah Islam tentang Musa ‘alahis sallam dan selainnya. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. sifat temperamental tercela. Lc. betapa jahat tikamannya di dalam lembaran bukunya ini. bankan beliau ‘alahis sallam mempunyai sifat yang berlawanan dengan keduanya menurut Sayyid Quthb. tidak ada ta'ashub atau emosional. [8] Ini benar-benar puncak celaan dan penistaan. Musa ‘alahis sallam tidaklah lupa akan apa yang telah dia katakan. [9] Di sini juga ada celaan yang sangat buruk dan olokan terhadap Nabi yang mulia ini. Maret 2008. Artinya beliau ‘alahis sallam tidak mempunyai ketenangan dan sikap santun. [10] Terkandung celaan dan penghinaan yang luar biasa.

Joseph . Umar b. karena angan-angan sosial-politik Islam--dalam asumsi penulis--tidak menentukan kepastian sebuah bentuk [performa] negara apapun.[4] Bagi penulis. Gibb. Selain itu. Sebenarnya saya tidak mengatakan bahwa di dalam Islam tidak terdapat sistem politik. Islam tidak menetapkan sesuatu sistem untuk menegakkan prinsip-prinsip tersebut. C. bukan “sistem politik atau pemerintahan” Piagam Madinah. Tentu sifat ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan prinsip fleksibelitas agar bisa diterapkan di mana saja dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan bagaimana saja (shâlih-un li kulli zamân-in wa makân-in wa ahwâl-in).com/2008/05/menyoroti-adab-sayyid-quthb-dalam.[3] Prinsip-prinsip yang dimaksud bersifat universal sesuai dengan watak dasar Islam yang transhistoris dan eternal. Karena itu. Di samping itu. MacDonald. penulis menyepakati suatu pendapat bahwa baik al-Qur'an maupun al-Sunnah. Abi Thalib. Memang intelektual semacam Fazlur Rahman. Arnold. prinsip dan tata nilai etika tersebut disebut angan-angan (imaginaire) sosial-politik [Islam] yang demokratik. syûrâ (musyawarah) dan sebagainya.http://hizb-ikhwani. Sementara pola kenegaraan yang diterapkan Abu Bakar. Sumber Islam itu hanya memberikan pedoman ajaran berupa seperangkat prinsip[2] dan tata nilai etika bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Keragaman tersebut semata-mata bersifat sosiologis-relatifis yang tidak mengikat bagi umat Islam. benar apa yang dikatakan Munawir Sjadzali bahwa: Islam tidak hanya mengatur soal ibadah. Sebab. performa negara sekarang jauh berbeda dengan istilah "negara" yang digunakan para pakar untuk mengidentifikasi komunitas Madinah saat Nabi SAW memimpin. Tetapi. kebebasan merumuskan bentuk negara sebagai pelembagaan dan perwujudan nyata dari angan-angan tersebut terbuka lebar bagi kesejarahan umat Islam. Karena itu. misalnya Islam berbicara tentang beberapa prinsip atau etika seperti musâwah (persamaan). mengekang dinamika masyarakat yang selalu berubah. penulis menyebut “angan-angan sosial-politik”. tetapi Islam tidak mempunyai preferensi tentang sistem politik yang mana. menggunakan kata "negara" dewasa ini terasa mengerikan. dan menghambat perkembangan dari masa ke masa. [6] H. terlebih lagi apabila sistem itu diwahyukan dan bersifat absolut. terbukti bahwa sebuah sistem cenderung bersifat statis. dalam berbagai teksnya tidak mengajarkan suatu bentuk atau sistem pemerintahan (negara)[1] tertentu yang harus dianut oleh umat Islam. Khatab.R.B.A. Pemahaman ini sejalan dengan prinsip universalitas ajaran Islam yang memungkinkan Islam diamalkan di mana dan kapan saja. Kedua. bukan "negara demokratik" atau "khilafah demokratik" atau lainnya. serta sistem-sistem negara lain yang mengklaim Islam. dan Ali b. Nallino. Karena itu. Piagam Madinah tentu dapat menjadi inspirasi politik bagi umat Islam untuk membangun tatanan kenegaraan yang beretika dan bermoral. melainkan menggambarkan sejumlah prinsip luhur yang penting bagi kemanusiaan dan keadilan sosial. Pertama. Demikian juga Piagam Madinah yang dirumuskan Rasulullah SAW bersama warganya. Affan. sebagai sumber utama Islam. semuanya juga tak ada yang bersifat imperatif dan teologis. digunakan kata "demokratik" saja. Sedikitnya ada tiga alasan yang bisa dikemukakan sebagai pertanggunganjawab dalam menentukan pilihan redaksi tersebut berikut implikasi makna yang dikandungnya. Apalagi para penggagas negara Islam kontemporer yang paling getol pun tidak berbicara tentang sistem [negara] Islam. Sebagai anganangan sosial-politik. W. Usman b.blogspot. 'adâlah (keadilan). tetapi juga hubungan antar manusia. Montgomery Watt.[5] Thomas W. Piagam ini sama sekali tidak mencerminkan sebuah sistem negara atau pemerintahan yang baku. A.html Tulisan ini sengaja diberi titel "angan-angan (imaginaire) sosial-politik demokratik Piagam Madinah".[7] D.

maupun kepentingan. "Piagam Madinah" dianggap sebagai konstitusi atau undangundang dasar pertama bagi 'negara Islam' yang didirikan Nabi SAW di Madinah. dan klaim (claim) yang hampir tak terbatas (unlimited). dan eksploitasi kaum pekerja oleh pemilik alat-alat reproduksi (kaum kapitalis) dan pemegang distribusi kekayaan yang mencelakakan kelas pekerja. diambil "Piagam Madinah" sebagai basis kajian untuk mendapatkan wawasan tentang anganangan sosial-politik demokratik dalam tulisan ini. bisa jadi demokrasi menjadi suatu keniscayaan bagi kelompok Muslim manapun sebagai suatu cara untuk mengelola kehidupan bersama yang beragam baik secara etnik. Pada umumnya faktor ini mendorong konflik yang tidak mudah diselesaikan. di atas bumi ini. dari kepemimpinan politik abad ke-7 M adalah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW karena keberhasilannya membangun komunitas pluralis tersebut. dan Sayyid Quthb. karenanya dalam waktu yang bersamaan Nabi menurut mereka adalah pemimpin agama dan kepala negara sekaligus. Ia memiliki kewenangan (authority). yang maha-meliput. di atas manusia yang secara riil ada dan benar-benar terasa adanya adalah maha-instansi yang bernama "negara". tirani. Dengan pemahaman ini. tetapi "Piagam Madinah" mampu menjadi perekat unitas dari pluralitas tersebut. Tapi. Karena jika demokratis. demokratis adalah proses pengambilan keputusan untuk mewujudkan kehidupan bersama yang diangan-angankan dengan cara partisipatif dan mempertimbangan pluralitas nilai yang berkembang dalam masyarakat. kekuatan (power). seperti Abu A’la alMaududi.[8] dan banyak pakar lain. Penduduknya terbagi ke dalam kelompok-kelompok etnik. "Negara" yang demikian tentu bukan istilah yang tepat untuk menyebut komunitas Nabi SAW saat itu dengan Piagam Madinahnya.[9] Meminjam istilah yang digunakan Karl Marx untuk menyebut realitas negara sekarang adalah suatu aparat atau mesin opresi (penindasan). Negara semakin terasa menjadi pemeran sifat kemahakuasaan Tuhan sebagai al-Muhîth. ras. kalau hati seorang beriman menyatakan bahwa di atas manusia tidak ada instansi lain kecuali Tuhan. Pluralitas tersebut terlihat pada komposisi penduduk Madinah yang didomisili oleh berbagai golongan suku-bangsa Arab dan bangsa . maka berarti Islam mengakui kedaulatan rakyat di mana otoritas Syari’at Islam dapat dianulir oleh kesepakatan rakyat dalam lembaga perwakilan rakyat. Sebab. penulis menjadikan Piagam Madinah sebagai basis kajian untuk memperoleh kejelasan nilai normatif dan empirik Islam dalam pergumulannya di tengah masyarakat pluralistik.Schacht. paling berkuasa. status sosial. karena hampir semua pengkaji sejarah Islam mengakui bahwa "Piagam Madinah" merupakan instrumen hukum-politik yang membuat komunitas Islam dan non-Islam saat itu menuai kebebasan dan kemerdekaan di bawah kepemimpinan Nabi SAW. Diakui juga oleh para pengkaji sejarah Islam bahwa model yang paling ideal dan sempurna. ras. oleh sebagian pakar ilmu politik. Islam dan Negara-Bangsa: Kebutuhan Prinsip Kebangsaan Sudah menjadi pengetahuan umum. dan agama yang berbeda. melainkan bahwa suatu komunitas jika demokratis. Yang tak kalah menariknya untuk dikemukakan adalah latar sosial-budaya masyarakat Madinah saat itu yang sangat plural. realitas negara saat ini telah memetamorposis menjadi sosok “makhluk” yang--seolah-olah--paling raksasa. Bisa diilustrasikan. R. maka dalam kenyataannya. Karena. termasuk terhadap "kebenaran". maka tentu komunitas itu akan mempertimbangkan Syari’at Islam sebagai satuan hukum yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan. Kekhawatiran ini pernah menghantui pemikiran politik beberapa pemikir Islam. Dalam pandangan penulis tidak demikian. penulis yakin mereka tidak akan menyamakan istilah "negara" yang digunakan untuk komunitas Nabi saat itu dengan konsep “negara” yang berlangsung dewasa ini. Untuk kata "demokratis". Hasan al-Banna.[10] Karena alasan-alasan inilah. Islam hadir dan berinteraksi secara sosialpolitik dalam lingkungan masyarakat komunal-sukuisme yang plural. para teorisi politik Islam memang terlalu hati-hati untuk menyebut bahwa Islam itu "demokratis". gender. 14 abad yang lalu. Bahkan. agama. par-exellence. dengan 'kaca mata' ilmu politik modern menganggap komunitas Nabi SAW saat itu adalah sebuah "negara". Strothmann. Ketiga. yang dirasakan oleh setiap manusia yang beriman maupun kafir.

Ali Abd al-Raziq (18881966)[14]. Muhammad Husein Haikal (1888-1956 M)[13]. Abu al-'Ala al-Maududi (1903-1979)[15]. “Islam sosialis”. Ia menawarkan suatu “gagasan baru” untuk membentuk tatanan “masyarakat baru” yang kemudian disepakati menjadi pegangan hidup bagi “masyarakat kota” yang dinamai Madinah. dan Banu Quraizhah. [2] Golongan Aus dan Khazraj yang keislamannya masih dalam tingkat nominal. yang selalu dipandang "ideal" untuk saat itu. Nabi Muhammad SAW mampu mencairkan bangunan komunalisme tersebut menjadi sebuah komunitas yang berdaulat dan integrated. sebelumnya bernama Yatsrib. dan [4] Golongan Yahudi yang terdiri dari tiga suku utama. 'membaca' ada empat golongan dominan saat itu. dan lebih plural tercapai semasa kepemimpinan alkhulafâ' al-râsyidûn dan sesudahnya. Sa'ad Zahlul (1867-1927). melainkan telah melikup seluruh semenanjung Arabia. Masa Rasul dan al-Khulafâ' al-Râsyidûn sekalipun. Kawasan masyarakatnya bukan lagi kota Madinah an sich. sebagaimana berkali-kali dinyatakan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. adanya prinsip-prinsip dasar bagi Islam untuk menghadapi kenyataan pluralisme dan negara-bangsa menjadi kenyataan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. dan Sayyid Quthb (1906-1968 M).Yahudi yang menganut agama dan keyakinan berbeda. tetapi dalam waktu yang singkat telah menjadi muslim. bahkan ada yang secara rahasia memusuhi Nabi. adalah bentuk-bentuk nyata dari interaksi tersebut. Banu Nadhir. yang terdiri dari Muhajirin dan Ansor. Menghadapi ini. Muhammad Abduh (1849-1905 M). Persia. dan [3] Kaum Yahudi yang tinggal di Madinah. Dengan kata lain. tulisan ini sengaja mengangkat "angan-angan sosial-politik demokratik" dari Piagam Madinah sebagai upaya untuk menundukkan permasalahan masyarakat bangsa yang demikian plural itu pada konteks yang proporsional. Selama kurang lebih sepuluh tahun (622--632 M). dan “Islam nasionalis”. Bentuk masyarakat lebih luas. Pada kegamangan modernitas dewasa ini. dalam pandangan Abdurrahman Wahid. sungguh tidak mudah bagi kaum muslimin untuk mencernakan keharusan historis secara interaktif. Hasan Ibrahim Hasan. atau langsung meninggalkan wawasan Islam sama sekali. Jelas sekali. lebih kompleks. yaitu Banu Qainuqa. “Islam sekularis”. memilih salah satu dari dua hal di atas sama sekali tidak konstruktif. sejarawan Mesir. “Islam modernis”. Namun semestinya membincangkan "Islam" kaitannya dengan "sosial-politik" dewasa ini tentu tidak bisa hanya merujuk pada masa awal Islam. khususnya pada tiga abad terakhir ini.[11] Muhammad Zafrullah Khan juga menyebut empat golongan sosial. Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935 M). kecuali Anatolia (Turki Modern). Yang menjadi persoalan.[12] Yang penting menjadi catatan di sini adalah proses kreatif Nabi Muhammad. [2] Anshar. tidak terlalu tepat untuk dijadikan sebagai satu-satunya cermin dalam menghadapi pluralisme modern. yakni [1] Muhajirin. “Islam tradisionalis”. dan menaklukkan seluruh wilayah Asia di bawah Kekaisaran Romawi. adalah kenyataan bahwa negara-bangsa dengan wawasan kebangsaannya adalah fakta yang tidak dapat dihindari. [3] Kaum munafik dan musyrik. Adalah tetap relevan untuk memperbincangkan kaitan Islam dengan pluralisme masyarakat-bangsa. Dengan luasnya hamparan "ruang" dan memanjangnya rentang . Munculnya para pemikir dan pembaharu seperti Jamal al-Din al-Afghani (1839-1897 M). Konstruksi masyarakat saat itu memang diakui masih sangat sederhana dan lokal setingkat perkembangan peradabannya.[16] Karena itulah. yang kemudian melahirkan apa yang disebut oleh pengamat sebagai “Islam fundamentalis”. Dengan demikian. Kesulitan ini telah melahirkan polarisasi pemikiran politik yang sangat beragam. Thaha Husayn (1888-1966). karena di dalamnya terkandung sikap apatis terhadap kehidupan masyarakat bangsa yang mesti dihadapi. Islam suka tidak suka harus berinteraksi dengan sederetan fenomena yang secara global disebut negara-bangsa (nation-state). [3] Golongan Aus dan Khazraj yang masih menganut paganisme. idealisasi Islam sebagai konstruk sosial yang ideal--dan kadang utopis-hanyalah merupakan pelarian dari kenyataan. tetapi dengan identifikasi yang berbeda: [1] Kaum muslimin. suatu masyarakat yang timbul sebagai konsekuensi logis dari konstruksi negara-bangsa. Hanya ada dua pilihan dari hal yang akan menjadi pencarian semacam itu: meneruskan utopisme itu kepada usaha operasional untuk menjadikan Islam sebagai sistem alternatif terhadap konsep negara-bangsa umumnya.

Islam yang diterima sekarang ini tidak lain adalah Islam yang telah menjelma melalui proses pergulatan sejarah manusia dalam segala dimensinya. Ada yang meyakini bahwa agama (Islam) dan negara tidak dapat dipisahkan (integrated). Berbeda dengan agama-agama besar dunia lainnya."[17] Maka tidak mengherankan. 450 H/1058 M)[18]. 808 H/1406 M)[20]. Itulah sebabnya kita menyaksikan relasi agamanegara (dîn-dawlah) menjadi demikian plural dalam sejarah politik umat Islam. seluruh ranah kebudayaan dan peradaban.”[22] Sumber lain menyebutkan bahwa "piagam" (charter) adalah dokumen tertulis yang dibuat oleh penguasa atau badan pembuat undang-undang yang mengakui hakhak rakyat... penting menjadi pertimbangan dalam memahami dan merumuskan Islam pada zamannya. realitas pluralisme. Piagam Madinah adalah dokumen politik penting yang dibuat oleh Nabi SAW sebagai perjanjian antara golongan-golongan Muhajirin. jika kita ingin memahami semua yang terjadi di masa lalu dan sedang terjadi sekarang di dunia Muslim.. Karena itu. yang dibentuk oleh teks-teks suci. seperti yang dianut oleh kalangan Syi'ah.[21] Dalam konteks ini Islam tampaknya memang didesain untuk bisa menata kehidupan sosial yang pluralistik.. " Islam sejak masa hidup pendirinya adalah negara itu sendiri. sekularistik. kita tidak bisa mengasumsikan Islam taken for granted begitu saja. Lebih dari itu. umpamanya. dan Yahudi. Islam yang telah (dan harus) menyejarah (Islam historis). sekularisme. dan Ibn Khaldun (w. apalagi dalam metamorfosis negara sekarang.. jika para pemikir Muslim merasa kesulitan dalam menentukan "hubungan sosial-politik" yang sesuai dengan kehendak ajaran Islam. Sebagimana bisa dilihat dalam perumusan dan pelaksanaan butir-butir Piagam Madinah. hubungan timbal balik dan saling memerlukan. tidak mengherankan jika kebanyakan gerakan sosial dan politik yang penting dalam sejarah modern umat Islam telah menuju Islam pada benang merah yang sangat kuat dengan Islam sebagai kekuatan pemersatu dan pemberi dorongan. Bukan sekadar itu. serta sekutunya. yang berisi pernyataan pemberian hak. atau berisi pernyataan dan pengukuhan mengenai sesuatu. Sebaliknya ada juga yang memegang teguh bahwa agama dan negara harus dipisah."waktu" kehadiran Islam. baik hak-hak kelompok sosial maupun hak-hak individu.. Ibn Taymiyah (w. dan pengalaman mereka". Pandangan ini dapat ditemukan. Anshar... Kata "Madinah" menunjuk kepada tempat dibuatnya naskah.[23] Melihat proses perumusannya. Sementara kata "piagam" berarti "surat resmi. seyogyanya kita mengapresiasi watak universalitas dan posisi sentral agama sebagai suatu faktor dalam kehidupan umat Islam. Selain tidak ada nash (teks) yang tegas-eksplisit menentukan bentuk negara sebagai klaim Islam. dan hegemoni nation-state--sebagai realitas kepolitikan kontemporer--harus menjadi agenda dalam diskursus sosial-politik Islam (kontemporer). paradigma pluralisme ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa maknanya dalam mengarahkan sejarah kemanusiaan. modernisme. dalam pemikiran Al-Mawardi (w. termasuk ruh dari setiap perkembangan zaman. juga buktibukti historis-sosiologis di dalam masyarakat Muslim menunjukkan ketiadaan (nihil) bentuk tunggal negara. 728 H/1328 M) [19]. seperti yang pernah digagas Ali Abd al-Raziq (w. Ada juga yang memandang agama dan negara harus berhubungan secara simbiotik. Piagam Madinah hadir mempertaruhkan "gagasan baru" bagi suatu bentuk tatanan "masyarakat baru" yang disebut ummat (community) dalam sejarah umat manusia. 1966 M). Prinsip-prinsip Dasar Menuju Demokrasi: 'Wasiat' dari Piagam Madinah "Piagam Madinah" adalah sebutan bagi al-shahîfah (yang berarti lembaran tertulis. Identitas agama dan pemerintahan melekat tak terhapuskan dalam angan-angan dan kesadaran umat Islam. Masing-masing dari penganut paradigma ini mengklaim dan bersandarkan pada sumber ajaran Islam. disebut sebanyak 2 kali) yang dibuat oleh Nabi SAW bersama warganya. "Seperti dijelaskan oleh Bernard Lewis. Termasuk dalam kesulitan ini adalah melakukan respon terhadap wujud "negara" yang telah berubah sedemikian rupa dewasa ini. . Dokumen itu mengandung prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan bersama dalam . disebut sebanyak 8 kali) dan al-kitâb (yang berarti buku. sejarah.

dan keadilan sosial atas dasar keimanan dan ketakwaan. Piagam ini tidak saja menggambarkan komposisi penduduk Madinah saat itu. Jadi. Hitti. . melalui pengembangan nilai-nilai sebagai etika masyarakat yang bersangkutan. Terlepas dari polemik historisitas penyusunan dan otentisitas naskah Piagam Madinah. Oleh karenanya. rahmatan li al-'âlamîn. Gagasan-gagasan ini menganjurkan tuntutan etika sentral dari Islam yang lebih sesuai dengan asosiasi bebas bagi kerjasama komunitas yang saling menguntungkan (mutualistik).kehidupan sosial politik. tampak dari berbagai studi yang dilakukan para ahli.[25] Oleh karena itu. melainkan juga memperhatikan kemaslahatan masyarakat non-Muslim. dan penganut Paganisme. Maka jelaslah. cita-cita politik umat Islam harus dibimbing oleh komunitas politik Islam sebagai asosiasi pluralistik-desentralistik yang lebih berdasarkan pilihan ketimbang paksaan. baik melalui bentuk masyarakat yang bernama negara maupun lainnya. perjanjian itu sebagai suatu aliansi antara suku-suku Arab sebagai satu golongan dan suku-suku Yahudi sebagai satu golongan lain. Untuk mencapai tujuan ini. Setiap suku dari Yahudi adalah satu bangsa dengan orang-orang beriman. melainkan menjadi bukti historis situasi sosial-politik komunitas Madinah yang menjalani perjanjian aliansi (treaty of alliance). Ini tidak lain karena Nabi Muhammad SAW tatkala membuat Piagam tersebut bukan hanya memperhatikan kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Muslim. Nabi bekerja keras menumbuhkan sikap loyal mereka kepada agama dan komunitas baru itu. tanpa perbedaan apa pun di mata hukum. golongan. Dengan kata lain. Fakta historis ini. Dengan demikian. adalah inklusifisme-egaliterianisme. diakui bahwa dengan penetapan (arrangement) ini. Untuk itu. ketentuan-ketentuan hukum.[26] Maka tidak apologetis. sekalipun mereka (Yahudi) tetap dalam agama mereka. menurut Philip K. apabila Piagam ini dinyatakan mempunyai angan-angan sosial-politik untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan semua unsur pluralisme (suku. Di dalam tatanan masyarakat demikian ini akan hidup dengan rukun dan damai segala macam ragam manusia dari seluruh aliran agama dan suku bangsa. ketimbang konsep modern negara sentralistik yang memaksa (represif). adil dan makmur. kalau dilihat dari fungsi agama dalam kehidupan masyarakat.[24] Piagam Madinah yang digunakan adalah yang telah disistematisasi menjadi 47 pasal. terlepas dari bentuk negara yang digunakan. di mana berlaku nilai-nilai Islam secara konsisten. karena perjanjian itu merupakan suatu usaha Nabi SAW untuk mengadakan rekonsiliasi antara suku-suku sebagai perjanjian persahabatan untuk meleburkan (fusi) semua pluralitas dalam satu komunitas yang integrated. agama. paradigma sosial yang digunakan Nabi. Dengan kata lain. dan kepentingan) menjadi satu bangsa (ummat) untuk hidup berdampingan secara damai. angan-angan sosial-politik Islam adalah suatu masyarakat yang ultramodern di dalam segala hal. suatu masyarakat egaliter. tugas Islam sebenarnya adalah mengembangkan etika sosial (social ethics) yang memungkinkan tercapainya tujuan penyejahteraan kehidupan umat manusia. Yahudi. menjunjung tinggi moralitas. Pertama. merupakan bukti nyata kemampuan Muhammad melakukan negosisasi dan konsolidasi dengan berbagai golongan masyarakat Madinah. Dengan demikian. universalitas Islam dapat difungsikan sepenuhnya dalam sebuah masyarakat bangsa. Nabi Muhammad berhasil membangun masyarakat yang bersatu dari keragaman agama: Muslim. Islam berfungsi penuh dalam kehidupan masyarakat bangsa. dan sejahtera bagi setiap warganya. Yakni. konvensi) masyarakat Madinah sepenuhnya diakui sebagai hukum yang hidup oleh Piagam Madinah. Islam bertugas melestarikan sejumlah dan pola perilaku sosial yang mempertalikan pencapaian tujuan dengan kemuliaan cara yang digunakan untuk itu. Kedua. harmonis dengan sifat-sifat asasi manusia. Tata nilai dan pola perilaku itu sering disebut al-akhlâq al-karîmah. Hal ini juga diperkuat dengan kenyataan adanya pengakuan bahwa kebiasaan-kebiasaan (tradisi. baik dalam membaca realitas maupun mengambil keputusan politik. Sebagai perjanjian aliansi segi tiga--Muhajirin-Anshar-Yahudi-paling tidak bisa dilihat karena dua alasan. ketetapan-ketetapan Piagam Madinah menjamin hak semua kelompok sosial dan persamaan hukum dalam segala urusan publik.

berbeda dalam merumuskan prinsip-prinsip dasar "kehidupan demokratis" dalam angan-angan sosial-politik Piagam Madinah yang hanya berjumlah 47 pasal itu. berorganisasi. juga bisa dimaknai bahwa Rasul mewariskan "demokrasi" bagi generasi berikutnya. sosial. Suyuthi Pulungan[33] dalam bukunya masing-masing. seperti Muhammad Khalid. Kolektifitas dan solidaritas sosial 3. Tampaknya. Nasionalisme 10. prinsip ini sesungguhnya telah terjawab dengan keterlibatan rakyat dalam perumusan dan kesepakatan Piagam ini. Dalam konteks ini. Persamaan di depan hukum 7. Prinsip-prinsip substansial ini memang sungguh-sungguh terrefleksikan secara eksplisit dalam diktum naskah Piagam Madinah. Musyawarah Prinsip-prinsip di atas pada dasarnya adalah prinsip universal yang diakui oleh kalangan internasional sebagai prasyarat untuk mewujudkan kehidupan sosial-politik yang egaliter dan demokratis. beberapa ahli.[29] dan Maulvi Muhammad Ali. Prinsip kesatuan umat. kedaulatan dikembalikan kepada rakyat sepenuhnya tanpa ada pesan-pesan politik yang mengganggu kebebasannya dalam bersikap dan menentukan nasib politiknya.[28] Hasan Ibrahim Hasan.[34] Untuk membuktikan otentisitas dan keluhuran Piagam Madinah kiranya penting dilakukan studi . Perlindungan dan pembelaan terhadap yang lemah dan tertindas 4. Ahmad Sukarja[32] dan J. tepat apa yang dikatakan oleh Ali Abd al-Raziq: Islam tidak menetapkan suatu rezim pemerintahan tertentu. tidak pula mendesakkan kepada kaum muslimin suatu sistem pemerintahan tertentu lewat mana mereka harus diperintah. dan tanggungjawabku urusan sosial politik zamanku. tentukan sendiri cara pemilihannya. Artinya.Islam berfungsi bagi kehidupan masyarakat bangsa tidak sebagai bentuk kenegaraan tertentu. selain bisa ditafsirkan sebagai sikap demokratis yang tidak memberikan wasiat pelimpahan kekuasaan. Perdamain antar sesama dan lingkungan 6.[27] Muhammad Jalal alDin Surur. dari keragaman rumusan ini secara singkat dapat ditarik point-point umum bahwa prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan bagi kehidupan demokratis untuk segala zaman dan tempat itu adalah: 1. Namun. bangsa. Namun. karena itu pilihlah sendiri penggantiku [jika dibutuhkan]. berekspresi dan beragama 8. Sikap Rasul yang tidak memberikan petunjuk untuk menentukan penggantinya sebagai 'kepala negara' sesudah wafatnya. Kekuasaan politik untuk mengatur urusan bersama dikembalikan sepenuhnya kepada kedaulatan rakyat. dan ekonomi yang kita miliki. Diamnya Rasul seolah-olah menyatakan: "Tanggungjawabmu urusan sosial politik zamanmu. komunitas (ummat wâhidah) 2. yakni penegasan "kedaulatan rakyat". Menjunjung tinggi hak asasi manusia 9. melainkan sebagai etika sosial yang akan memandu jalannya kehidupan bernegara dan bermasyarakat sesuai dengan martabat luhur dan kemuliaan derajat manusia.[30] serta Zainal Abidin Ahmad[31]. Keadilan sosial 5. dan dengan mempertimbangkan perkembangan sosial dan tuntutan zaman. Namun. Kebebasan berpendapat. hanya ada satu prinsip yang tak terlihat di atas bagi kokohnya kehidupan demokrasi. Equalitas sosial 11. tapi Islam telah memberikan kita kebebasan mutlak untuk mengorganisasikan negara sesuai dengan kondisi-kondisi intelektual. dan aturlah urusan bersama dengan cara yang terbaik menurut kamu".

dan A. 24-36. [3] Munawir Sjadzali. [3] hak membuat keputusan-keputusan yang mengikat dan diterima sebagai absah. dalam John J. “The Islamic Concept of State”. hlm. (eds. [5] Baca Fazlur Rahman. Edisi V. 34-35. Sistem politik dibedakan dari sistem sosial lain oleh empat ciri khas. wajar kalau sang orientalis semacam W. artinya menyandang daya pengabsah dan kerelaan yang besar. 664. hlm. Cowie. Roosevelt. (Jakarta: Beunebi Cipta. cara pengangkatan dan pemberhentian kepala negara. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1988). mekanisme pemerintahan. Kamus Besar Bahasa Indonesia.). hlm. hlm. Dan terjemahan lain Politik Islam . Perkembangan Modern dalam Islam. hubungan antara negara dan warga negara. Islam in Transition. dan sebagainya). 1985). “Islam Kosong Sistem Politik”. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. dan [4] keputusannya bersifat otoritatif. (Jakarta: UIPress. dan Declaration of Human Rights (Deklarasi Hak Asasi Mnusia. [1] daya jangkau yang universal. hlm. [6] Baca Thomas W. Kamus Analisa Politik. (Jakarta: Rajawali. (London: Oxford University Press. moral. [2] tuntunan peraturan untuk tingkah laku.). Wawancara di PESANTREN No. misalnya tentang sumber kekuasaan. 701. Karena keempat ciri-ciri khas tersebut adalah juga ciri-ciri khas negara. (Jakarta: UI-Press.P. Plano. Sejarah. Islam dan Tata Negara: Ajaran. II. 30. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. bertindak. Islamic Political Thought. hlm. 1982). Wallahu 'Alam bi al-Shawab [1] Sistem politik (political system) yang dimaksud adalah suatu konsep yang mengatur soal kenegaraan. Edisi V. Sejarah. 1798) yang dirumuskan Rakyat Amerika. 179. Montgomery. [3] kebebasan dari ketakutan. Islam dan Tata Negara: Ajaran. 1993). [2] Istilah “prinsip” ini berasal dari bahasa Inggris “priciple”. Cet. 2. Bill of Rights (Undang-undang Hak. meliput semua anggota masyarakat. Atau. Montgomery Watt menyebut Piagam Madinah sebagai suatu "kesatuan politik tipe baru" (political unit a new type) dan dikatakan sebagai suatu ide yang revolusioner untuk saat itu. Robert E. Gimson (eds.S. dan sebaginya. 1989). Karena itu. hlm. hlm. Hornby. dan Pemikiran. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar. [7] Baca W. 233.VI/1989. 3/Vol. 1965). Baca Jack C. 1989). dan [4] kebebasan dari kemelaratan. hlm. Esposito. [2] kontrol mutlak atas pemakaian kekerasan fisik. 261. Bandingkan juga dengan bukunya. hlm. The Four Freedoms (Empat Kebebsan): [1] kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. Bill of Rights (Undang-undang Hak. 1689) yang diterima oleh Parlemen Inggris. Bandingkan dengan Harun Nasution dan Azyumardi Azra (ed. [4] Munawir Sjadzali. 1789) yang lahir pada permulaan Revolusi Perancis. dan Helenan S. Riggs. 233. Declaration des droits de l'homme et du Citoyen (Pernyataan Hak-hak Manusia dari Warga Negara. (London: Routledge and Kegan Paul LTD. dan Pemikiran. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. (Jakarta: P3M. maka istilah “sistem politik” umumnya dipakai sebagai nama kolektivitas hubungan dari suatu negara. Muslim Perspective (New York: Oxford University Press.C. Donohue dan L. asas (kebenaran yang menjadi dasar berfikir. Robin. 1987). yang dirumuskan oleh Presiden Amerika Serikat. bentuk negara.). [2] kebebasan beragama. A. Franklin D. pola hubungan masyarakat yang dibentuk berdasarkan keputusan-keputusan yang sah dan dilaksanakan dalam masyarakat itu. Arnold. (Jakarta: Balai Pustaka. Ia membenarkan bahwa masyarakat Madinah yang diorganisir Nabi itu merupakan suatu negara dan pemerintahan yang membawa kepada terbentuknya suatu umat Muslim. 1974). 1948) oleh PBB. 1993).perbandingan secara mendalam dengan Magna Charta (Piagam Agung. Secara leksikal berarti: [1] dasar kebenaran. hukum umum sebab akibat. A. The Caliphate. 1215) yang dibuat Raja John dari Inggris.

Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? (Yogyakarta: LKiS. Suyuthi Pulungan. [13] Buku politiknya yang sering menjadi rujukan adalah al-Hukumah al-Islamiyyah. Th. hlm. 11. 1973). t. hlm. Politics in the Middle East. dalam PESANTREN No. JURNAL ULUMUL QUR’AN No. 1988). (Yogyakarta: LKiS. Khatam al-Nabiyyin. 2. hlm. 1957). dari Madjid Khadduri. 1978). dalam Abdelwahab ElAffendi.).t. Tarikh al-Islam. 294.el. Capital Cities of Arab Islam. [11] Hasan Ibrahim Hasan.). hlm. (Boston: Little. (Mesir: Mathba’ah Meshr. . op. Brown and Company. cit.). (Minneapolis: University of Minnesofa. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. Muqaddimah Ibn Khaldun. Suyuthi Pulungan.: Dar alKatib al-Arabiy. [12] Dikutip dari J.)”. cit. The Oxford English Dictionary. War and Peace in the Law of Islam (Baltinore: John Hopkins.tp.dalam Lintasan Sejarah. Dekonstruksi Syari’ah. “negara (. 102. [24] Misalnya studi yang dilakukan Ahmad Sukarja. Bill dan Carl Leiden. [19] Baca Ibn Taymiyah. 135. [15] Karya politik Al-Maududi yang spesifik adalah Islamic Law and Constitution. dan J. 1994). (kairo: Dar alMa’arif). 7-8. hlm. [25] Dikutip J. t. [14] Buku politiknya yang kontroversial adalah Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. (Beirut: Dar al-Fikr. hlm. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an (Jakarta: LSIK. 1994). 55. 116. 3/Vol. [27] Baca Muhammad Khalid.t. (Jakarta: UI Press. 1989). 680. (Mesir: Maktabah al-Anjlu al-Mishriyat. “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties.). [18] Baca Al-Mawardi. [23] James. 1979). op. Vol.. hlm. Vol. 1978). Human Rights and International Law. [26] Philip K. [16] Abdurrahman Wahid. 209. VI/1989.H. t.. dan Al-Khilafah wa al-Mulk (Kuwait: Dar al-Qalam. 1955). tentang Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan al-Qur’an. (Jakarta: P3M. hlm. 1979).t. A. II (London: Oxford at the Clarendon Press. 1993. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. [8] Baca Muhammad Dhiya’ al-Din al-Rayis. Din Syamsudin. 1994). 1994). hlm. hlm. 1955). tentang Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk. Jilid I. v. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. Mas’udi. [21] Baca lebih jauh pada M. IV. (Beirut: Dar al-Fikr. (Jakarta: P3M. 18--19. Suyuthi Pulungan. al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat. [22] Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1995).. [9] Bandingkan dengan Kata Pengantar Masdar F. Murray et. [20] Baca Ibn Khaldun. (Jakarta: LSIK dan RajaGrafindo Persada. hlm. (eds. (Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. 35-36. 1925). hlm. hlm. 30-41.. Hitti. (al-Qahirat. [17] Abdullahi Ahmed an-Na’im. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. [10] James A. (t. 4-9. hlm.

1982. terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties. Mesir: Maktabah alAnjlu al-Mishriyat. Dekonstruksi Syari’ah. (eds. 124. London: Oxford University Press..). dan Carl Leiden. 1985. (Beirut: 1972).[28] Muhammad Jalal al-Din Surur. Muhammad the Prophet (Lahore. Muqaddimah Ibn Khaldun. (Jakarta: 1956). 1993. hlm.C. Oxford Advanced Learner’s Dictionary.). “The Islamic Concept of State”. Hitti. 3/Vol. Edisi V. [31] Baca Zainal Abidin Ahmad. ‘Imarah. al-Raziq. 1994.). Esposito. 78. dan A.. 1973. Nasution. 121. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq. Al-Mawardi. Gimson (eds. hlm. Jakarta: P3M. Beirut: Dar al-Fikr. Philip K. 78-79. 1952). Muhammad. --------. Membentuk Negara Islam. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq. Fazlur. Membentuk Negara Islam. London: Routledge and Kegan Paul LTD. Hornby. Rahman. Arnold. Politics in the Middle East. [30] Baca Maulvi Muhammad Ali. (Minneapolis: University of Minnesofa. James A. Mesir: Mathba’ah Meshr.t. El-Affendi. hlm. Boston: Little. al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat. . op. 1994. Cowie. [34] Lihat Muhammad ‘Imarah. cit. Wawancara di PESANTREN No. an-Na’im. Muhammad Dhiya’ al-Din. Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. New York: Oxford University Press. Sejarah. Tarikh al-Islam. hlm. Donohue dan L. Jilid I. Sjadzali. Ibrahim Hasan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Zainal Abidin. 121. Perkembangan Modern dalam Islam. Ali Abd. Human Rights and International Law. cit. Qiyam al-Dawlah al-’Arabiyyat al-Islamiyyat fi Hayat Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Sallam (al-Qahirat. Capital Cities of Arab Islam. 1957. 1979. Abdel Wahab. Thomas W.VI/1989. Al-Maududi. 1925. BIBLIOGRAFI Ahmad. [33] Baca J. Brown and Company. cit. Yogyakarta: LKiS. hlm. Al-Khilafah wa al-Mulk. Jakarta: UIPress. 1924). dan Pemikiran. 1979.S. Islam dan Tata Negara: Ajaran. al-Rayis. Muslim Perspective. Abdullahi Ahmed. Harun dan Azyumardi Azra (ed.t. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. Beirut: Dar al-Fikr. “Islam Kosong Sistem Politik”. op. [29] Baca Hasan Ibrahim Hasan. The Caliphate. Islam in Transition. 1965. Munawir. Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. hlm. Jakarta: 1956. [32] Baca Ahmad Sukarja. op. dalam John J. Suyuthi Pulungan. A. t. Ibn. 1974.P. Khaldun. Beirut: 1972. A. Kuwait: Dar al-Qalam. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. Bill. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? Yogyakarta: LKiS.. 92. 1978. Hasan.. t.

html ] oleh Hafidz Abdurahman M. 2002). Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Vol.ac. (Yogyakarta: Kerjasama Rahima-ff-LKiS. Geger di Republik NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdam. W. 1989. Jack C. Jakarta: Balai Pustaka. Kritik atas Politik Hukum Islam di Indonesia (Yogyakarta: LKiS. 2000). 1999). 1987. Beyond the Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gus Dur (Bandung: RosdaINCReS. 1999). Plano. 1993. dan Kritik Nalar Bahtsul Masail NU: Trasformasi Paradigma. Wahid. J. Din “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. Jakarta: UI Press. Jakarta: Beunebi Cipta. I. Montgomery Islamic Political Thought. dan Kedaulatan Perempuan. 3/Vol. (Jakarta: CV. Bunga Rampai Pemikiran Ulama Muda. Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk.: Dar al-Katib alArabiy. Kini tengah menyelesaikan program pendidikan doktor (S3) pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menempuh pendidikan sarjana (S1) pada Fak. t. Seksualitas. JURNAL ULUMUL QUR’AN No. Magister (S2) pada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. M. 1989. Cet. Ahmad. Sukarja. Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.t. Th. Syamsudin. (Jakarta: Lakpesdam. Robin. Pulungan. Jakarta: P3M. Dan terjemahan lain Politik Islam dalam Lintasan Sejarah. Beberapa buku yang pernah dieditnya adalah Pesantren Masa Depan (Bandung: Pustaka Hidayah. Riggs. http://isif. VI/1989. Watt.A . Zikrul-Hakim. 1988. Seharihari bekerja sebagai Kepala Seksi Penelitian dan Pengkajian Ilmiah pada Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Depag RI. Jakarta: LSIK. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. Kamus Analisa Politik. staf pengajar pada Fak. 2. 1999). Biodata Penulis Marzuki Wahid. Robert E. Jakarta: P3M. Taymiyah. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. Beragama di Abad Dua Satu. 1988. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an . Sedangkan buku yang ditulis sendiri bersama Rumadi adalah Fikih Madzhab Negara.id/riset/item/42-islam-dan-pluralisme-angan-angan-sosial-politik-demokratik-piagammadinah. 2002). Suyuthi. Adapun beberapa buku di mana ia menjadi salah satu kontributor tulisan adalah Tubuh. Dinamika NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdsam. Ibn. Juga aktif sebagai staf peneliti pada LAKPESDAM-NU Jakarta dan sekretaris Dewan Kebijakan Fahmina-institute Cirebon. t. Serial Khutbah Kontemporer. 1995. Cet. Abdurrahman. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. Jakarta: Rajawali. dan Helenan S. 1994. lahir di Cirebon 20 Agustus 1971. dalam PESANTREN No.tp. 1999). IV. Alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. II. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. 1997).1989.

agar saya bisa bersikap amanah. jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat. Sekalipun demikian. Kedua. buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub). yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. Karena itu. “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran. antara lain. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. Paling tidak. seperti kata penulis buku ini. pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966). Cuma persoalannya. karena tulisan ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku. saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. Karena itu. setidaknya dengan comparatively method. sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. asumsi yang kedua ini lebih tepat. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”. tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. mungkin saja asumsi ini tidak betul. antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie. apalagi melacak. berdasarkan perspektif kebahasaan.Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). Asumsi ini juga dapat diterima. karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at. setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas. Sebab. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama. buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom . Asumsi ini dibenarkan.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis.Untuk membaca. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar. sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. ketika menulis pengantar ini. setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. Tetapi. diperlukan kejelian dan kecermatan.

Tetapi. sejak tahun 1946. Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra. peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an. seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933. Setelah itu. Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. pada usia 20 tahun. dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah. setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah. Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub. konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938). Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. tetapi hanya bertahan dua tahun. penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. tahun 1906. kritik terbuka kepada Dr.1937). Kurang lebih 25 tahun. Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad.yang diurai di dalamnya. kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944). Disamping itu. beliau melanjutkan studi ke Kairo. kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945). Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943). Dalam rentang inilah. wilayah Asyuth. kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan makalah sosial (1940-1941). beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. Pada akhirnya beliau keluar. Selama 25 tahun. Dari Qaryah. Dalam pengantarnya. Dilahirkan di Qaryah. dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam. Sekitar tahun 1926. kemudian tentang siapa yang disebut penyair. dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada. As-Syathi’al-Majhul (1935). beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). beliau tidak terlibat dengan partai manapun. Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. serta uraian tentang krisis di tanah air. beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. sepuluh tahun kemudian. beliau mengatakan. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. Sayyid Qutub bersamanya. antara tahun 1926-1950. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. pecahan Partai al-Wafd. bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis. Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum. Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. khususnya ketika bersama al-’Aqqad. . Karena itu. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952). saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut.

kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir. antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein. Asywak (1947). Dari sini saya tahu. Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi. penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. Buku yang menekankan. seperti al-Bana. penulis buku al-Ayyam. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). yang terbagi dalam delapan puluh surat. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat . dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. yang sangat beliau kagumi. Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. Buku ini berisi kisah fantasi. sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). pendiri aI-Ikhwan dibunuh. Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Dari sini. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. Thiflun min al-Qariyah (1946). sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945. Karya ini ditujukan kepada para sastrawan. beliau menyaksikan Hassan al-Bana. ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. Buku ini berisi kritik sastra. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948).Sekalipun berisi bantahan. seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. Pada saat inilah. Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. Ketika di Amerika. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam. Berisi pemandangan kiamat. Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). AlMadinah a!-Mashurah (1946). setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh. Dalam jamaah ini. Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. Setelah kembali ke Mesir. tahun 1949. beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana. tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). dasar dan metodenya. bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika. dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme. beliau bergabung dengan al-Ikhwan. Saya mendalami perjalanan hidup beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan. ketika berusia 45 tahun. beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun.

Karena itu. Pemakaian istilah al-wa’yu. Hadza ad-Din (1953). Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid .” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit. Apa lagi untuk mendapat laporan. tapi ini. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. Tentang masalah yang terakhir ini. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. sejak pertama kali mendirikan partainya. mereka mengatakan: “Bukan itu. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi.” Karena itu.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru. tahun 1953. Dalam pertemuan ini. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim. Kemudian secara berurutan. Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau. isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). “Saya yakin. bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau.” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub. mereka mengatakan: “Bukan itu. Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. dalam rentang antara tahun 1953-1966. ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini. Sesuatu yang biasanya sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya.diwujudkan oleh Islam. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah. Dirasat Islamiyyah (1950-1953). keluar buku beliau. seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din. namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. Inilah kitab Sayyid Qutub.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit.

merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh)... Selama dua tahun ia bermukim di Amerika untuk mempelajari metode pengajaran di Amerika sebagai studi banding dengan sistem pendidikan di Mesir. "Harapan ibu yang paling besar terhadapku adalah agar Allah berkenan membuka hatiku.. Setelah lulus Sayyid Qutb dilantik oleh departemen pendidikan menjadi guru di madrasah D'wudiyah.. Sejak kecil mereka telah dikenalkan dengan lingkungan islami dan dibesarkan dengan didikan islami.Qutub.. Keempatnya pernah membuat satu bunga rampai yang diberi judul "Al Aty'f al Arba'ah". Pada tahun 1918 ia menamatkan pendidikan dasarnya di Musya. Muhammad Qutb anak ketiga dan yang terakhir Aminah Qutb.. Hamidah Qutb. Sebelum genap berusia 10 tahun Sayyid Qutb telah menghafal Alquran sebagaimana harapan ibunya.. dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. Sayyid Qutb mulai bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin dan pada tahun 1954 ia dipercaya menjadi pemimpin redaksi majalah resmi Ikhwanul muslimin. Dan buku ini. Tahun 1952 Sayyid Qutb mengundurkan diri dari tugas kepegawaian dan mulai berkecimpung di dunia pers..anaknya dari lingkungan jahiliah. Sekarang saya telah hafal Alquran dengan demikian saya telah menunaikan sebagian harapan ibu". Kemudian pada tahun 1929 Sayyid Qutb terdaftar sebagai mahasiswa di fakultas adab universitas Darul Ulum Kairo dan tamat pada tahun 1933. apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah. hingga aku bisa menghafal Alquran dan membacanya di hadapan ibu dengan baik. Akhirnya. Sayyid Qutb lahir pada tahun 9 Oktober 1906 M dari rahim seorang ibu sederhana di desa Musyah di Propinsi Asy Syuth. Pada tahun 1936 dipindah lagi ke Helwan. Dalam persidangan militer yang dipimpin oleh jamal Salim dan beranggotakan Anwar Sadat dan Husein . Di tahun yang sama ia ditangkap bersama beberapa pemimpin Ikhwanul muslimin dan mendekam di penjara selama dua bulan. beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. Sayyid Qutb kembali ditangkap juga di tahun 1954 dengan tuduhan terlibat usaha pembunuhan terhadap presiden yang berkuasa. Beliau adalah anak kedua dari empat bersaudara. Tepatnya pada 20 Agustus 1950 Sayyid Qutb kembali ke Mesir dan diperbantukan menjadi pengawas di tehnikal riset departemen pendidikan Mesir. Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat.. yang masih belum sadar. Tahun 1920 ia kemudian merantau ke Kairo dan tinggal bersama pamannya untuk meneruskan sekolah ke jenjang menengah di madrasah Abdul Aziz (sekolah guru menengah). Build your own site . Sejak tahun 1940 sampai 1945 ia ditarik dari dunia pengajaran dan diperbantukan di Kantor departemen pendidikan.:::::Sayyid Qutb:::::. Fatimah sang ibu menjaga pergaulan anak. Lima tahun setelah itu ia melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas di madrasah persiapan Darul Ulum. WaIlahua’lam bi as-Shawab.. Jamal Abdul Naser. Pada tahun 1948 mendapat kepercayaan menjadi utusan departemen pendidikan Mesir ke Amerika. Menginjak usia 45 tahun... Kemudian dipindah ke madrasah Dimyat pada tahun 1935 . Belum cukup beristirahat.. Tidak heran kalau dari keluarga ini kemudian lahir para penulis Islam yang handal. Dalam bukunya "Taswžr al fannž fil qur'n" ia mengatakan.. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat. Anak tertua seorang perempuan.

Kecenderungan ini sempat dibaca oleh Kepala sekolah tempat Sayyid Qutb belajar.nama penyair seperti Ahmad Syauqi. Bahkan di Pakistan terjadi demo besar-besaran. Karena gemar membaca Sayyid Qutb disegani oleh masyarakat desanya yang tergolong masyarakat menengah ke bawah dan buta huruf. Hidup dan belajar di Kairo adalah kesempatan emas buat Sayyid Qutb. Berbagai buku dilahap Sayyid Qutb mulai dari kisah-kisah kepahlawanan sampai buku. Ia mengkritisi tatanan sosial masyarakatnya. Sayyiq Qutb mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. Kesempatan belajar di sekolah-sekolah favorit hanya milik orang kaya. Hafidz Ibrahim telah menghias pikirannya. Kecenderungan sastra semakin tumbuh ketika ia dikenalkan oleh beberapa penduduk desa yang belajar di Kairo dengan beberapa penyair terkenal Mesir. Pada waktu itu Mesir tergolong negara miskin. tanggal 12 Agustus 1965 dijatuhkan hukuman mati buat Sayyid Qutb yang pelaksanaannya dijadwalkan tanggal 21 Agustus 1966. banyak pihak yang bersimpati kepada Sayyid Qutb dan mengirimkan surat permohonan kepada Jamal Abdul Nasser untuk memberikan grasi bagi Sayyid Qutb. Demo ini digerakkan oleh berbagai organisasi Islam meminta Abdul Naser mencabut kembali tuduhan buat Sayyid Qutb dan membebaskannya dari hukuman mati. Namun ia tidak menyerah dengan keadaan tapi malah berontak dengan lingkungan. "Pancunglah ia di waktu Subuh. Untuk itu ia sangat mengidolakan sastrawan yang sejalan dengan pola pikirnya. Ia begitu intens mengikuti berbagai kajian sastra. Di antaranya Raja Faisal dari Saudi Arabia mengirim surat permohonan pembebasan Sayyid Qutb. Nama. Ketika akan diberikan Jamal Abdul Nasser menolak kemudian menginstruksikan kepada Sami Syarf. Dalam masa penantian. Pada awalnya Sayyid Qutb sangat tertarik dengan aliran sastra yang dibawa oleh Abbas mahmud al Aqqad. Presiden Jamal Abdul Naser kemudian mengirimkan surat permohonan maaf ke raja Faisal dan mengabarkan bahwa surat sang raja sampai ke tangannya setelah pelaksanaan hukuman. Abdussalam Arif.. Ketika mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Kairo tidak disia-siakan olehnya. Pada tanggal 9 Agustus 1965 untuk ketiga kalinya Sayyid Qutb kembali ditahan dengan tuduhan merencanakan kudeta untuk menggulingkan pemerintah dan usaha pembunuhan presiden. Pertama: Sayyid Qutb termasuk warga kelas menengah ke bawah dari segi ekonomi. Melalui permohonan presiden Irak ketika itu. Sayyid Qutb mendapat pemotongan masa hukuman dan dikeluarkan dari penjara pada tahun 1964.Syafi'i. Karena ukuran badannya yang tergolong kecil ia tidak kuat untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawah seperti kebanyakan anak desa. Waktu itu ia baru berumur 10 tahun. Selama hidup di Mesir ia mulai mengasah bakatnya di bidang sastra. Di pagi dinihari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966. Orang miskin tidak punya banyak kesempatan untuk menimba ilmu kalau tidak memiliki indeks prestasi yang tinggi. Ia menceritakan ketika selesai dari pendidikan dasar Sayyid Qutb tidak langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sayyid Qutb dipancung di penjara militer.buku agama. Bahkan ia mempunyai perpustakaan pribadi di rumahnya. Dan hal itu ia dapati dalam sosok Abbas . Dalam bukunya Taswžr al fannž fi al Qur'n. Para pemimpin negara pun tidak ketinggalan. untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawa Berarti harus menunggu selama lima tahun. Sementara syarat diterima di pendidikan menengah (Madrasah Abdul Azis) harus berusia 15 tahun. Sayyid Qutb dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Sayyid Qutb Seorang Sastrawan Sejak kecil Sayyid Qutb telah tertarik dengan dunia sastra. Karena ia dapat langsung berhubungan dengan para penyair besar Mesir. Setidaknya ada dua alasan kenapa Sayyid Qutb tertarik kepada Abbas Mahmud al Aqqad.. Melalui sidang militer yang dipimpin oleh Fuad ad Dajwa. Pada tanggal 28 Agustus 1965 surat permohonan dari raja Faisal sampai ke tangan pembantu presiden Jamal Abdul Nasser. Sami Syarf. Mengetahui putusan hakim. Kesulitan hidup di Kairo membawa pengaruh kepada pola pikirannya. Beberapa bait syair Tsabit Jarjawi sering diberikan kepala sekolah kepada Sayyid Qutb untuk dihapal. Sebagai anak desa Sayyid Qutb juga mengalami hal yang sama. baru kemudian engkau berikan surat itu kepadaku". Sejak tahun 1923 Sayyid Qutb begitu intens menghadiri muhadarah Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tempat dan menjadikannya sebagai guru sastra.

Budaya santai masyarakat Mesir dipaksa untuk dicabut dari dirinya melihat pola kerja masyarakat Amerika yang serba profesional.karya Sayyid Qutb baik yang berbentuk syair. Ia juga menerbitkan dua majalah.Dengan tetap istiqamah dalam aliran Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tulisannya membuat Sayyid Qutb dekat dengan Toha Husein ketika ia menjadi pegawai di departemen pendidikan Mesir. Sekalipun semua fasilitas tersedia. Dalam tulisan-tulisannya Abbas al Aqqad sering mengkritisi pola hidup masyarakat Mesir dan membandingkannya dengan masyarakat Barat. Gejala ini dimulai dari bukunya "taswiir al fanni fi al Quran" yang diterbitkan pada tahun 1945. Disamping ia juga bergabung bersama gurunya di partai wafd sebagai corong sosialis di Mesir. Ketika ditanya sebab kegembiraan tersebut mereka menjawab "Bahaya laten bagi Barat dan Amerika telah terbunuh di Mesir yaitu Hasan al Bana pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin". Ats Tsaq'fah. Seakan-akan ia kembali menemukan mutiara yang telah hilang selama bertahun-tahun. Perubahan ini semakin mengkristal dalam dirinya ketika berada di Amerika dalam rangka studi banding sebagai utusan departemen pendidikan Mesir ( 1948-1950 )." Namun kehidupan yang menghambakan materi bukan membuat Sayyid Qutb luntur dan berbaur dengan lingkungan dan pola pikir masyarakat Amerika. Ada nuansa islami yang mulai menguat. Kebetulan Toha Husein menjadi penasehat Kementrian Pendidikan ketika itu. Tapi semangat keislamannya semakin tumbuh. Sekarang tiba waktunya bagi kita untuk membuat sesuatu selain teori belaka. Hubungan antara guru dan murid. al Aalam al Arabi dan al Fikr a. Berdasarkan dua alasan di atas terjalin hubungan akrab antara Sayyid Qutb dan Abbas Mahmud al Aqqad. Hidup di tengah.tengah lingkungan kapitalis merupakan hal baru bagi dirinya. Seperti Abbas Mahmud al Aqqad karya. Jadeed sebagai wadah mengasah kemampuan jurnalistiknya. Tulisan-tulisannya sering dimuat di berbagai media cetak Mesir seperti al Ahr'm.Mahmud al Aqqad. Kedua: Abbas Mahmud Al Aqqad adalah termasuk pembaharu dalam bidang sastra pada zamannya. Karena nasehat dari Toha Husein yang membuat Sayyid Qutb mengurungkan niat untuk mengundurkan diri dari tugas kepegawaian. Sayyid Qutb mengatakan. Aliran sastranya banyak meniru gurunya. Ketika tahun 1945 terjadi perubahan dalam diri Sayyid Qutb. Kelebihan Abbas al Aqqad dibanding sastrawan lain di zamannya adalah ia mampu membaca karyakarya sastra penulis barat. Dalam beberapa makalah yang ditulis dari Amerika Sayyid Qutb justru mencela budaya Amerika. Ia banyak mengadopsi budaya barat sebagai masyarakat percontohan. Diiringi daya kritisnya yang semakin tajam. "Sesungguhnya aku yang meyakini kekuatan kalimat kini aku merasa bahwa kita di Mesir khususnya atau masyarakat Timur pada umumnya selama ini lebih banyak teori tanpa praktek nyata. tindakan kriminal sebagai obat stress dan rasa jenuh. Rutinitas harian membuat mereka jenuh. Ar Ris'lah. Pada bab pendahuluan ia memulai dengan tulisan "laqad wajadtu al Qur'n" (Sungguh aku telah menemukan al Quran). Aliran Abbas al Aqqad yang sebelumnya mendominasi dalam setiap karyanya tidak lagi terasa. Dalam sebuah makalahnya yang ditulis dari Amerika. hidup serba ada justru rakyat Amerika stres. prosa maupun karya ilmiah bersifat kritik sosial. Bila ia berjalan sesuai dengan aliran yang dibawa Abbas Mahmud al Aqqad maka ia akan mampu merubah tatanan sosial masyarakat. Sebagai ucapan terima kasih Sayyid Qutb menghadiahkan karyanya Tifl min al qoryah kepada Toha Husein. Waktu itu termasuk aib bagi seorang penulis bila tidak menguasai bahasa asing. Sayyid Qutb dan Ikhwanul Muslimin Abdul Baqi Muhammad Husein dalam bukunya "Min a'l'm al harokah al Isl'miyah al mu''shiroh mengatakan suatu saat ketika Sayyid Qutb berada di Amerika ia heran melihat melihat masyarakat Amerika bergembira karena meninggalnya Hasan al Bana. Ia memandang Abbas Mahmud al Aqqad sebagai sastrawan yang membawa nafas baru bagi masyarakat Mesir. Sayyid Qutb takjub akan kebesaran nama Hasan al Bana di Amerika sementara ia yang orang Mesir . Sebab di Mesir Sayyid Qutb terpola dengan pemikiran gurunya yang sosialis. Kekayaan informasi di samping penguasaan bahasa asing yang dimiliki Abbas Mahmud al Aqqad membuat Sayyid Qutb mengaguminya. Sehingga menjerumuskan mereka dalam budaya seks bebas.

Melalui keputusan sidang militer ia dijatuhi hukuman 15 tahun sementara beberapa anggota ikhwan ada yang dijatuhi hukuman mati termasuk Hasan al Hudhaibi. Karena manusia tidak mengetahui konsekwensi dasar kalimat tersebut yaitu menerapkan hukum Islam dalam seluruh dimensi kehidupan. Setelah menjalani pemeriksaan selama tiga hari Sayyid Qutb dijatuhi hukuman mati karena bergabung dengan ikhwanul muslimin yang dituduh merencanakan kudeta. Pada pagi dini hari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966 Sayyid Qutb menjemput syahadah di tiang gantungan. Sayyid Qutb meyakini dengan berpegang kepada Aqidah yang murni maka setiap muslim akan mampu menghadapi problematika hidup. Akhirnya ia memutuskan untuk merubah haluan hidup dan bergabung dengan gerakan ikhwanul muslimin setelah selesai masa tugas di Amerika. Ketika buku ini dibaca oleh Abul A'la al Maududi ia berkomentar seolah-olah ia yang mengarang buku tersebut. Struktru ide yang ada dalam buku "Ma'aliim fi Ath Thariq" menurut al Maududi sejalan dengan ide yang dikembangkannya selama ini." Kedua: langkah yang harus ditempuh untuk membuat masyarakat muslim sebagaimana masyarakat yang telah dibentuk oleh Rasulullah SAW di Madinah.kritik sastranya yang terkenal dengan istilah "Nadzriah as suwar wa adz dzilal" yang tergolong fenomena baru di dunia sastra. militer dll. Bahkan ia rela mati demi prinsip tersebut. Dengan bekal semangat keislaman ditambah pengetahuan baru yang didapat dari Amerika menjadikan Sayyid Qutb mencapai masa keemasannya di bidang sastra. Ia akan selamat di dunia dan bahagia di akhirat.bukunya seperti: al Isl'm wa al musykilah al hadh'rah. Kritik. Puncaknya ia berhasil menciptakan tafsir "Fi adz dzil'l al Qur'n" sebagai karya monumental di bidang tafsir. Melalui majalah ikhwanul muslimin ia banyak menulis karya dengan aliran baru yang diyakininya. Pada tahun 1954 Sayyid Qutb beserta bersama ribuan anggota gerakan ikhwanul muslimin ditangkap dengan tuduhan rencana pembunuhan terhadap Jamal Abdul Nasir yang terkenal dengan nama peristiwa Mansyiah. Keempat: Sikap Islam terhadap kolonialisme dalam semua segi. Selama dalam penjara aktivitas menulisnya tidak berhenti. ekonomi. Hal ini terlihat dalam bukunya al Isl'm wa al isti'm'r. "Sesungguhnya tugas kita bukan untuk menghukumi manusia. as sal'm al 'lami wa al Isl'm dll.karyanya menitik beratkan ke dalam beberapa hal: Pertama: Kebutuhan manusia akan aqidah islami yang murni yang langsung bersumber dari al Quran dan as Sunnah. politik. ideologi. Padahal tidak demikian maksud Sayyid Qutb. Penutup Membaca perjalanan hidup Sayyid Qutb bagi penulis ibarat mengulang kembali perjuangan nabi Ibrahim melawan raja Namrud.asli tidak begitu banyak tahu. Hal ini terlihat dari beberapa karyanya seperti: nahwa mujtama' al Isl'mi. Sayyid Qutb berjuang untuk menemukan prinsip hidup yang benar dan itu ia dapatkan dalam gerakan ikhwanul muslimin. Hal ini dituangkan dalam buku. Pada tahun 1964 ia menerbitkan bukunya "Ma'aliim fi Ath Thariq" setelah keluar dari penjara. Sejak bergabung dengan Ikhwanul Muslimin karya. al ad'lah al ijtim''iyah fi al Islam. Padahal ia termasuk salah seorang penasehat jamal Abdul Nasir. Seperti nabi Ibrahim. Ia hanya mengkritik aturan-aturan selain aturan Allah SWT yang berlaku di masyarakat sebagai aturan jahiliyah dan bukan menghukumi masyarakat. Resminya di tahun 1953 ia menjadi anggota resmi Ikhwanul Muslimin. Banyak buku yang dihasilkan termasuk merampungkan tafsir Fi adz dzilal al Quran. Terlepas dari aliran Abbas Mahmud al Aqqad. Dalam tafsir "Fi adz dzilal al Quran" ia menjelaskan. Pada tahun 1965 turun perintah dari Jamal Abdul Nasir yang sedang berada di Moskow untuk menangkap Sayyid Qutb. Buku ini adalah hasil renungan Sayyid Qutb selama di penjara. hal nahnu muslimun dll. Bagi yang sekilas membacanya buku ini terkesan sangat radikal. Ia mengajak masyarakat memahami aqidah secara universal tanpa ada batasan-batasan geografis yang melingkupinya. Ketiga: keuntungan yang di dapat oleh manusia bila menjadikan Islam sebagai manhaj hidup. Bukan itu saja sejak tahun 1947 berbagai buku yang sarat dengan nilai Islam lahir dari sentuhan penanya. . ini kafir ini mukmin. Tapi tugas kita adalah mengenalkan hakekat laa Ilaaha Illa Allah (tiada tuhan selain Allah).

la bukanlah uslub hiasan dan bukan pula sesuatu yang liar berhenti di mana saja secara kebetulan. tapi ini adalah mazhab tetap[13]. kekhususan universal. hanyalah sebuah lafazh-lafazh yang beku tanpa ada warna yang menggambarkan dan sosok yang mengungkapkan. Lalu ia naik kepada gambar yang dilukiskannya. contoh kemanusiaan. kisah masa lalu. suasana yang bermacam-macam. atau di manapun dia berkehendak untuk membuat contoh apakah perdebatan atau penunjukan hujjah. sangat menarik sewaktu dipergunakan dengan berbagai cara. khayalan. Inilah yang kami maksudkan sewaktu kami katakan: "Sesungguhnya visualisasi itulah sarana yang paling utama dalam uslub Al-Qur'an". keadaan kejiwaan. kejadian inderawi. . peristiwa yang dapat dilihat. peristiwa kejadian.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan di bawah tema ini halaman 36: ((Visualisasi adalah sarana paling utama dalam uslub Al-Qur'an. bukannya cerita tentang kehidupan. inilah reaksi beragam perasaan yang timbul sebab fase-fase yang sejalan dengan semua peristiwanya. dia mengungkapkan dengan gambaran inderawi imajinasi sesuatu yang maknawi. dia memberikan padanya sosok kehidupan atau gerakan yang dinamis. kejadian. waktu itu juga contoh kemanusiaan menjadi satu sosok yang hidup. maka kitapun tahu sebagian rahasia kemu'jizatan dalam bentuk ini pada pengungkapan Al-Qur'an. lalu tampak dalam perasaan jiwa sebagai suatu kehidupan. hanya saja terakhir dia kembali juga kepada kaidah besar ini: 'Visualisasi seni'. dia dipertunjukkan untuk suatu maksud yang telah kami sebutkan. kapanpun dia kehendaki untuk mengungkapkan suatu makna murni. dia mengkhayalkannya sebagai tontonan yang ditampilkan dan peristiwa yang terjadi. Hampir tidak pernah ia memulai suatu visualisasi melainkan ia mengubah para pendengar menjadi penonton dan memindahkan mereka ke panggung peristiwa pertama yang terjadi padanya atau akan terjadi sewaktu berputar seri demi seri pertunjukan dan berjalan dinamis semua gerakan. maka tiba-tiba makna yang ada dalam pikiran itu mewujud suasana dan gerakan. Pendengar lupa kalau ini hanyalah kalimat yang dibacakan dan contoh yang diperdengarkan. Permisalannya adalah seluruh Al-Qur'an di manapun. kisah. seketika itu ihwal kejiwaan menjadi layar tontonan. maka sempurnalah semua unsur imajinasi. serta keadaan nikmat dan adzab. serta inilah kalimat yang lidah terus bergerak menyebutkannya. dan jalan yang tertentu. dan pemandangan maka ia menjadi kelihatan jelas di hadapan.23. keadaan kejiwaan.HoME Membantah "Visualisasi Seni Dalam Al-Qur'an" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 6. Padanya ada kehidupan dan gerakan dinamis. bahkan kemanapun dia menghendaki perdebatan ini secara mutlak dan berpegang pada realitas inderawi. lalu tatkala ditambahkan kepadanya percakapan. Tatkala kita teringat bahwa sarana yang menggambarkan makna dalam pikiran dan keadaan kejiwaan juga bahwa sarana yang menampilkan contoh kemanusiaan atau peristiwa yang diceritakan. suatu pemandangan hari kiamat. satu kesatuan alur. sifat maknawi. serta contoh kemanusiaan dan tabiatnya. dan pandangan. serta tabiat kemanusiaan pun menjadi pribadi yang tampil. Adapun peristiwa. Penampilan inilah yang senantiasa ada di atas panggung.

akal. akhlak. serta nada ungkapan dan kalimat dalam menampakkan suatu bentuk yang dinikmati oleh mata. pikiran. Sebagaimana ia juga visualisasi dengan irama yang memberi warna dalam pertunjukan. dan sutradara film. Lantas kenapakah dia mempergunakan istilah-istilah yang sangat hina ini (serendah orang-orang yang meramaikannya. musik. tokoh seninya penonton. dan khayalan. serta penarinya yang laki atau perempuan)?? Mengapa dia menjadikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala yang agung sebagai lapangan untuk menerapkan istilah-istilah busuk ini seburuk para produsernya dan semua yang terlibat di dalamnya?? Lalu menganggapnya sebagai mazhab tetap Al-Qur'an. Di atas semua istilah inilah tegak pekerjaannya yang memurkakan Allah subhanahu wa ta’ala serta meremukkan Dien dan akhlak. Dia adalah visualisasi dengan warna. akting. nada. peristiwa yang diceritakan dan yang digolongkan ke dalamnya. membuang waktu percuma. Di mana bangsa 'Arab tidak mengenal panggung sandiwara.. Ia adalah visualisasi yang mengukur jarak nan jauh dengan perasaan dan jiwa. dan tontonan mereka tidak mengenal musik. Bahkan andaikan . pemusik. dan pendengar yang tenggelam dalam kelezatan syahwat. penonton. dialog. Berkumpul padanya orang-orang yang paling rendah akhlak dan agamanya.. intonasi kata. penonton. gerakan. senandung. layar. khayalan.?? Jikalau dia harus menerapkan semua istilah yang berada di bawah kaidahnya Visualisasi seni' ini silakan saja dia memilih apa yang dia kehendaki dari sya'ir dan centa-cerita buatan manusia (tapi bukan Al-Qur'an) baik dari para penulis cerita atau penyair Eropa serta siapa saja yang dia bertaklid padanya dari kalangan orang-orang yang melenceng baik dari bangsa Arab atau Ajam (non Arab). pementasannya. bukan sekedar warna dan goresan yang beku.)) Perhatikanlah istilah-istilah yang digunakannya: pemandangan. Ia adalah visualisasi hidup yang diambil dari alam makhluk hidup. penulis skenario. rasa. kesatuan alur.. seringkali berpadu padanya penggambaran. Di samping itu ada juga tujuan materialis. Makna-makna yang dilukiskan memengaruhi jiwa anak Adam yang hidup atau pemandangan alam yang tidak memiliki kehidupan. Sedangkan manusia-manusia yang mulia baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan semuanya berlepas diri dari aktivitas semacam ini yang berisi panggung. perbuatan sia-sia. lukisan. irama. serta lensa foto. penyanyi. panggung. film. pertunjukan. pensil lukis paling canggih (halaman 251). bisa jadi Yahudi atau Nasrani bahkan orang-orang Komunis zindiq. bioskop. dan jiwa. bahwasanya kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang paling rendahan. telinga. Mereka mempunyai tujuan yang sangat busuk untuk menghancurkan Dien. bioskop. kisah. dan melalaikan shalat sehingga mereka dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. sarana visualisasi. dialog. Menurut keyakinanku Sayyid Quthb juga mengetahui semuanya setelah dia mengenali kandungan aktivitas ini dan pengetahuannya tentang jenis ragam manusia penyuka aktivitas ini yakni para penonton dan pendengarnya. adat istiadat yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.. kaidah dan ragamnya. gambar.. miliaran dollar yang mereka cintai.Wajib bagi kita untuk memperluas makna visualisasi sampai kita berhasil mencapai semua ufuq visualisasi seni dalam Al-Qur'an. Sementara sudah menjadi kewajibannya untuk menyucikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala kalimat Rabb sekalian alam yang agung dari kaidah seni ini dan penerapan semua istilah ini yang dibangun di atas kaidah tersebut sementara bangsa Arab belum pernah mengenalnya padahal Al-Qur'an turun dengan bahasa mereka. dibuat oleh para peletak perfilman dan panggung sandiwara.

kisah. sementara mereka tidak mengetahui apa yang telah menimpa kebun mereka di kegelapan malam: "Lalu mereka panggil memanggil di pagi hari: 'Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu . innaa lillaahi wa innaa ilahi raaji'uun. Kita memohon kepada Allah Al-Karim untuk merahmati dan menyelamatkan mereka dari bala' yang sedang mereka derita. Lalu tiba-tiba apakah yang dilihat oleh para penonton?? Terjadi perampasan dan gerakan tersembunyi laksana gerakan bayangan di kegelapan: “Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dan Tuhanmu ketika mereka sedang tidur." (At-Tashwir. lantas diapun melanglang buana dengan kaidah yang rusak dan pengistilahannya yang tunduk kepadanya manusia-manusia yang paling hina serta dikerjakan oleh seburuk-buruk dan senista-nistanya manusia di tempat yang paling dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. kesatriaan. akalnya tertutup. di mana mereka tersembunyi dan tidak nampak di atas panggung. Maka apakah hubungan semua urusan ini dengan Al-Qur'an yang Sayyid telah menjadikan seluruhnya sebagai lapangan guna mempraktikkan perkara tersebut. sangat disayangkan…. terlebih lagi setelah Islamnya tentunya mereka akan melihatnya sebagai urusan yang sangat hina dan membersihkan tangan mereka darinya. dan mereka tidak mengucapkan: 'Insyaa Allah'. motivasi agamanya amat lemah. Diapun menjadikan Kitabullah dan nash-nashnya yang suci layaknya pertunjukan." (Al-Qalam : 19-20) Saat itu…. dan tidak pula merasakan pengawasan Allah subhanahu wa ta’ala.Inilah mereka yang berpagi-pagi bangun.. bahwa sesungguhnya saya tidaklah tunduk dalam urusan ini kepada suatu aqidah keagamaan yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. dia mengemukakan beberapa contoh pengisahan di dalam memberi komentar terhadap firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun. Sayyid katakan di halaman 53 dari sebuah pasal ‘visualisasi seni dalam Al-Qur'an'. Hal ini menjadi bukti bahwa mayoritas manusia telah sangat dangkal kesadarannya hingga ke dasar jurang. Marilah kita meninggalkan mereka dengan keputusan mereka. hal. untuk melihat apa yang terjadi sekarang di gulita malam.!! Akan tetapi keadaan buruk yang telah dia pilihkan untuk dirinya sendiri dan dia menyatakan dengan terang-terangan dalam ucapannya: "Saya menegaskan dengan terang hakikat terakhir ini lalu saya nyatakan bersamanya.mereka mengenalinya di masa kejahiliahan mereka. Seorang muslim sejati teramat sangat menyayangkan bahwa buku ini dan pengarangnya disambut riuh dengan pengkultusan. Oleh sebab itulah sehingga dia telah bertindak sangat buruk memperlakukan kebesaran Kitab Allah. maka apakah yang berdiri di depannya dan apakah yang menghalanginya?? Tidak kebesaran Al-Qur'an. Sebab aktivitas ini menafikan kejantanan.. demikian juga penghormatan terhadap Al-Qur'an dan AsSunnah dalam jiwa mereka. demikian juga dengan semua karangan-karangannya yang lain." (Al-Qalam : 17-18) ((Mereka telah memutuskan untuk memetik buahnya di pagi hari tanpa menyisihkan sedikitpun untuk orang-orang miskin. dan harga diri. tidak kedudukan para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. 255) Jikalau sudah begini keadaan Sayyid dan pengakuannya terhadap dirinya sendiri. ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari. dan cerita yang dipanggungkan dan difilmkan. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.

hendak memetik buahnya'." (Al-Qalam : 26) )) Dia katakan di tempat yang lain halaman 189: ((Demikian kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka. lepaskanlah tawa! Inilah pengundang tawa yang terbesar…… Inilah mereka yang kaget!! Silakan para penonton tertawa sekehendak hati: "Tatkala mereka melihat kebun itu. yakni mereka melihat para pemilik kebun?? Inilah ihwal sandiwara dan pertunjukan (yaitu: kebohongan). mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan). ditanyakanlah kepadanya: 'Seperti inikah singgasanamu?' Dia menjawab: . akan tetapi…. Hendaklah mereka menyembunyikan tawa ejekan. Ini adalah bahasa tukang cerita yang tidak mempunyai kegiatan berguna dan kehidupannya larut dalam kebatilan panggung sandiwara dan film. Misalnya. seharusnya dia mencari medan yang pas untuk mempraktikkan hobinya itu. padahal kebun telah kosong laksana hangus. serta hendaklah para penonton menyembunyikan tawa geli yang hampir meletup dari mereka tatkala melihat para pemilik kebun telah tertipu. seperti kisah dan pertunjukan yang sesuai dengan selera akhlak para penonton yang tidak mempunyai pekerjaan berguna itu. saling memanggil dengan berbisik-bisik agar kaum faqir miskin tidak ikut serta. Kita telah mengetahui bahwa ia sudah berada di hadapan Sulaiman sewaktu Balqis masih tidak tahu apa yang telah kita ketahui itu: "Dan ketika Balqis datang. Maka pergilah mereka saling berbisik. sementara mereka saling memanggil dan berbisik. Sampai akhirnya nampaklah bagi mereka rahasia yang tersembunyi. sebab Sayyid Quthb dan orang semasanya mempunyai jarak abad yang sangat jauh dengan kejadian para pemilik kebun itu. 'Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu'. Pada sandiwara ini ada kedustaan. jangan memberitahukan para pemilik kebun tersebut akan apa yang telah menimpa kebun mereka. maka bagaimana mungkin bisa dikatakan "kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka". sedang di kali lain tersembunyi bagi penonton sekaligus bagi tokoh dalam satu kisah." (Al-Qalam : 21-24) Hendaklah para penonton menahan lidahnya[14]. mereka berkata: 'Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan)……’. Pada halaman 186 sub bab keistimewaan seni dalam kisah. dia katakan: [Sesekali terbuka sebagian rahasia atas penonton sedangkan ia masih tersembunyi bagi sang tokoh. bahkan kita dihalangi (dan memperoleh hasilnya)". setelah kita kenyang mengejek: "Tatkala mereka melihat kebun itu. singgasana Balqis yang didatangkan dalam sekejap mata." (Al-Qalam : 26-27) )) Saya katakan : Apa keterlibatan sandiwara dan penonton juga campur tangan tawa serta ejekan terhadap tafsir ayat-ayat mulia ini yang telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk diambil pelajaran dan nasihat darinya?! Apa motivasinya membawa jatuh Kitabullah ke dalam limbah penafsiran yang sangat aneh ini?! Kalau Sayyid Quthb mempunyai hobi yang hendak dia lakukan. Bukan bahasa Al-Qur'an yang menggunakan bahasa Arab yang telah turun kepada Rasul yang paling afdlal untuk memberikan hidayah kepada manusia.

sehingga tiba-tiba kita dan Balqis dikagetkan dengan rahasianya. serta Nuh di hadapan air bah semuanya itu dalam pandangannya berada pada satu alur. Di mana di antara setiap seri ada tenggang waktu yang dipenuhi dengan khayalan dan dinikmati dengan menegakkan jembatan penghubung antara satu serial dengan yang selanjutnya. mengisyaratkan kepada kisah para pemilik kebun. sangat jauhlah Kitabullah dari apa yang dilekatkan oleh laki-laki ini." (An-Naml : 44) Demikianlah dia menafsirkan kalimat mulia ini dengan kedustaan. Diapun menyebutkan kisah Ashhabul kahfi dalam beberapa adegan.[*] Lalu dia berkata: ((Berjalan kisah Ashhabul kahfi. sedangkan bagian lain menurut pandangannya sesuai dengan semua kaidahnya yang bathil. Inilah metode yang jadi patokan dalam semua kisah-kisah AlQur'an)). buktinya: 1. Demikianlah Sayyid menerapkan berbagai seni jahiliah Barat terhadap Kitabullah yang agung. hasil produksi para komunis dan orang-orang fasiq Barat?? Lalu Sayyid Quthb menyambung penafsirannya terhadap ayat-ayat Allah yang mulia di surat Yusuf dengan cara penayangan film.'Seakan-akan singgasana ini singgasanaku'. Setelah itu dia menyebutkan sebagian. Ini buah pahit dari bergantung mengandalkan seni dan keterlepasan dari aqidah yang dianggapnya sebagai belenggu. di mana dilakukan oleh sandiwara panggung masa kini dengan menurunkan layar juga perfilman modern dengan berganti seri. Maha Tinggi dan Suci Yang telah menurunkannya lalu berfirman tentangnya: . Maka tatkala dia melihat lantai istana itu. sesekali dengan mengangkat layar lalu di kali lain menurunkannya dalam beberapa putaran yang dia menamainya 'adegan'. Apakah benar kalau ini adalah keistimewaan seni dalam Al-Qur'an?? Dia katakan di halaman 187: ((Keistimewaan seni yang ketiga yang terdapat dalam pertunjukan kisah ini ialah jeda yang terdapat antara satu visualisasi kepada visualisasi selanjutnya. Apakah Sayyid Quthb termasuk di antara mereka yang hadir menyaksikan ketika itu dan apakah dia mengetahui datangnya singgasana Balqis ke hadapan Sulaiman sebelum Balqis tahu?? Dan siapakah para penonton itu?? Apakah pemeran utama ini laki-laki atau perempuan?? Begitulah seterusnya hingga akhir komedi yang dengannya Sayyid Quthb menafsirkan Kalamullah atas nama seni yang dalam pandangan Sayyid sekelas dengan Dien. menurunkan dan mengangkat layar. pemandangan Ibrahim dan Ismail di depan Ka'bah. Manakah hubungan antara Kalamullah dengan sandiwara yang menjadikan bohong sebagai salah satu rukunnya yang harus ada serta tidak dirakit kecuali oleh para pendusta. kami akan memaparkannya dengan terperincinya di poin berikut)). ini sebuah kedustaan besar. dikiranya kolam air yang besar. Kami katakan : Maha Suci Allah. Akan tetapi kejutan istana licin yang terbuat dari kaca sebelumnya masih tersembunyi bagi kita juga bagi Balqis. yaitu pembagian babak." (An-Naml : 42) Ini sebuah kejutan yang telah kita ketahui rahasianya lebih dulu. dan disingkapkannya kedua betisnya. Maryam. dan Sulaiman atas satu metode yang sama. tatkala: "Dikatakan kepadanya: 'Masuklah ke dalam istana'. Apakah engkau akan menafsirkan Kitabullah dengan seni-seni yang kacau ini. Dia katakan "Padanya ada 28 seri tontonan".

______________________ [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. kesia-siaan. dia menyebutkan kisah Maryam di surat Maryam. Lalu Sayyid Quthb bermulut besar "Tidak akan sempurna keindahan dan kemu'jizatan bahasa kecuali dengannya. hingga akhir ucapan Sayyid Quthb yang berisi cerita jenaka. mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya. maka tentu kaki kami akan meloncat kaget atau sungguh kami akan bergadang semalaman dikarenakan terkejut ataupun benar-benar kami akan bengong/ mengangakan mulut keheranan. Cetakan: Pertama. yang diturunkan dari Tuhan Tang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji" (Fushshilat : 42) Di halaman 195-199.blogspot. Kemudian di tenggang waktu ini layar diturunkan. membaginya dalam beberapa episode sesuai dengan cara sandiwara. serta seluruh ahli tafsir. padanya ada sela-sela waktu. tabi'in. Maret 2008. kejutan. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani.com/2008/06/membantah-visualisasi-seni-dalam-al." 2. atau seluruh kaum muslimin. sedangkan Sayyid Quthb "sangat beruntung" menemukan dan menggapainya. sementara air mata mengalir mengharapkan kemenangan dan tangan bersuara dengan tepukan. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb." (As-Sajdah : 15) Ayat-ayat yang menjelaskan tergetarnya hati seorang mukmin tatkala mendengarkan Al-Qur'an banyak. hal itu sesuai dengan kemuliaan Al-Qur'an.)) Inilah keistimewaan-keistimewaan seni yang tidak diraih oleh orang-orang sebelum Sayyid Quthb dari kalangan para shahabat. Pengaruh positif yang terpuji inilah yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Dia ridlakan untuk para hamba-Nya. tabi'in. bukannya tawa dan tepuk tangan yang dimaksudkannya……. dan bermain-main. bahkan orang-orang bodoh dan fasiq dari kalangan muslimin semuanya bertepuk tangan sewaktu mendengarkan Al-Qur'an?! Allah subhanahu wa ta’ala berfirman menyifati kaum mukmin dan menjelaskan keadaan mereka ketika mendengarkan Al-Qur'an: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami. Hal: 79-94. Akan tetapi kami telah mencobanya. maka silakan mata kami mengalirkan air mata sebab tergetar dan silakan telapak tangan kami bertepuk karena takjub. Apakah para shahabat. sedang mereka tidak menyombongkan diri. Penerjemah: Muhammad Fuad.html . adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami). penurunan layar. sampai ia berkata di halaman 199: ((Andaikan kami belum mencoba sebelumnya."Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dan belakangnya. Lc. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly.

maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu. Jika kita mati. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu.“ Demikianlah ucapan Sayid Qutb sambil menuju ke tiang gantungnya. Subhanallah ya… Betapa kuat keimanannya & kecintaannya kpd Allah swt. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah…. Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq. Namun tawaran itu ditolak oleh Sayid Qutb dengan tegas sembari mengucapkan kalimat tersebut (di atas) dg tegas.... engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku…. ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. Sebenarnya. maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. Saudarakau….Sayyid Qutb Desember 29. Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku…. Sahabat . bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul. tercermin dari kalimatnya… Dalam salah satu untaian syair. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb. 2008 — camperenik “Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim). penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an.

al Naqd al Adaby Usuluhu wa Manahijuhu dan Naqd Kitab Mustaqbal al Saqafah fi Misr. membuat Sayyid Qutb sadar bahwa agama Islam sungguh merupakan solusi untuk menyelamatkan manusia dan memuliakan martabat kehidupan manusia. Ini yang kemudian menyebabkan Sayyid Qutb bergabung dengan Ikhwanul Muslimun. karya-karya itu ditulis sebelum tahun 1951. dan yang terakhir berujung pada syahidnya menunjukkan bagaimana gigihnya perjuangan agama dan perjuangan kemanusiaan yang dilakukan oleh Sayyid Qutb. Sebagai sastrawan.geocities. Musyahadah al Qiyamah fi Qur’an. sebagaimana publik Mesir. risikonya. atau nama lengkapnya Ibrahim Husain Shadhili Sayyid Qutb lahir pada 9 Oktober 1906 di Misha dekat Asyut Mesir. ia harus berhadapan dengan rezim militer sekuler yang menindas gerakan kritis dan tokoh-tokoh kritis bangsa Mesir. sebelum dia -sebagai guru atau penilik sekolah yang bekerja di Departemen Pendidikan. Asywak. yang ditulis semasa Sayyid Qutb dipenjara oleh rezim militer Mesir. Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Publik di Indonesia jarang mengenal Sayyid Qutb sebagai sastrawan dan penulis kritik sastra.blog. Sayyid Qutb menulis novel berjudul Tif min al Qarya.com/2008/11/short-story-about-sayid-qutb/ Sayyid Qutb. yang dipercaya pembacanya sebagai autobiografi. buku tafsir Fi Dzilalil Qur’an yang dinilai sangat monumental.banyak karya sastra lahir dari pena Sayyid Qutb. http://www. Di Indonesia ia lebih dikenal sebagai ulama dan tokoh Ikhwanul Muslimun. Berkat taufiq dari Allah. http://ip4y. Padahal semasa hidupnya -sebelum dia menjadi syahid karena dihukum mati pada 26 Agustus 1988 akibat difitnah oleh rezim yang berkuasa sebagai orang yang akan membunuh presiden Mesir. Banyak karya tulis yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sayyid Qutb antara lain telah menulis buku al Taswir al Fanny fi al Qur’an. Sedang novelnya yang lain adalah al Atyaf al Arba’ah dan al Madinah al Masurah. Sebagai penulis kritik sastra. ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Pengalaman menyaksikan kehancuran moral bangsa Amerika Serikat karena terlalu mengandalkan kebebasan hidup.dikirim sebagai utusan ke Amerika Serikat. Novel berjudul Duri Dalam Jiwa (Asywak) ditulis pada tahun 1947.dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita….htm . Kalau dikaji. Pengalaman dipenjara tiga kali.com/penerbit_navila/profil/sayid_qutb.. sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini. sebelum beliau bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimun.friendster. Salah satunya.

Dalam menghadapi Komunisme dan Kapitalisme. yang menurut anggapannya benar. pemahaman atas Al-Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang wajib bagi semua Muslim. Kesungguhan dalam visinya ditemukan dalam karya-karya besarnya yang pernah dikemukakan.Pada intinya semua buku Sayid Qutb bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. beliau menulis al-Islam wa-Muskilatul . Oleh karena itu. Kerugian mereka jelas-jelas tampak dalam panggung sejarah dan benar-benar terjadi dalam realita. Di balik lembaran buku-buku itu beliau bermaksud mengarahkan manusia kepada suasana Qur’ani. yaitu suasana baru. beliau menulis al-‘Adalatul Ijtima’iyah fil-Islam (Keadilan Sosial dalam Islam). Maka sangguplah orang membaca secara dalam setiap kata dan hurufnya serta kalimat yang diterangkannya. Beliau mendapat inspirasi keduanya tanpa ada ketentuan yang mengikat sebelumnya. sedangkan sepanjang sejarahnya manusia telah jauh dari sumber ini. as-Salamul ‘Alamiwal-Islam (Perdamaian Dunia dan Islam). Sayid Qutb menyadari betul hal ini. Dengan metode penyampaiannya yang segar. Masyahidul Qiyamah (Kesaksian Hari Kiamat) dan Fi Zilalil Qur’an (di Bawah Naungan Al-Qur’an). Dalam menghadapi penyelewengan kebudayaan dan kesalahan-kesalahannya. lalu beliau menulis tiga buku: at-Tashwirul fi Al-Qur’an (Disiplin Ilmu di dalam Al-Qur’an). Inilah yang menjauhkan mereka dari sumber-sumber kekayaan berharga. Permasalahan hidup yang mencekam yang sedang melanda hidup manusia saat ini atau tentang mereka telah tertimpa dosa masa lalu beliau refleksikan dalam buku-bukunya. beliau mencoba menyingkap tabir yang menyelimuti manusia mngenai rahasia-rahasia dan arti-arti yang belum pernah diterangkan sebelumnya. Karena mereka telah menyibukkan diri dengan buku-buku yang disebut ‘ilmiah’. suasana kelezatan hidup dibawah naungan Al-Qur’an sebagaimana suasana diturunkannya Al-Qur’an itu sendiri. beliau meletakkan cara-cara penyelesaikan terbaik. Yang paling penting. Ma’rakatul Islam war-Ra’sumaliyah (Pertikaian Islam dan Kapitalisme). dan rugilah mereka denga meninggalkan kebaikan yang banyak sekali. bahwa keduanya dipandang sebagai sumber yang benar dalam agama ini.

Keistimewaan tersebut terletak pada konsentrasi dan permasalahan yang mereka tekankan sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi umat di zaman mereka masing masing. mereke memaksa umat ini hidup dengan sisitem jahiliyah yang mereka import dari Barat kolonialis yang nota bene dibungkus ajaran Yahudi dan Nasrani yang jelas-jelas bertentangan dengan inti ajaran Al-Qur’an. http://catatancatur. penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an. Kedua. Bahkan antara Tuhan Pencipta (Allah) dengan berhalaberhala yang disembah. pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an yang mendalam dan pengamalan isinya serta penyebaran nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara konsisten menyebabakan mereka menghadapi berbagai ujian.com/2008/06/membaca-sayyid-qutb. hati. Pada dasarnya. nyaris sulit membedakan antara al-Haq (kebenaran yang datang dari Allah) dan al-Bathil (kebatilan yang datang dari manusia dan setan). Sedangkan sebagai dasar pijakan dan langkah-langkah dinamis. teknologi. Atau karya ulama tetrkemuka Indonesia. dan untuk memperkuat garis pemisah antara keduanya atas dasar akidah.blogspot. perasaan dan prilaku umat ini. Antara carahaya dan kegelapan sudah tidak lagi menjadi perhatian. semua karya ulama Islam yang mu’tamad (memenuhi persyaratan sehingga bisa dijadikan pegangan) sama hebatnya. khususnya dalam tafsir Al-Qur’an merupakan hasil interaksi mereka dengan Al-Qur’an secara intensif selama mereka hidup. beliau mencoba untuk menjelaskan hakikat kebodohan (kejahiliyahan). sistem hgidup. Bahkan. Di zaman Fi Zhilil Qur’an ditulis (sebagian besarnya ditulis Sayyid Qutb di Penjara Mesir). uang. khususnya dari penguasa atau pihak-pihak yang menginginkan AlQur’an jauh dari kepala. patung. Antara iman dan kufur sudah tidak banyak lagi dibicarakan. Saking zalimnya. ilmu pengetahuan. Antara hati nurani. Dua tujuan dari seluruh tulisannya itu adalah berpangkal pada dua pokok: Pertama.html Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Asy-syahid Sayyid Qutb Prolog Mungkin ada yang bertanya : Kenapa memilih Fi Zhlalil Qur’an dalam rubrik Tafsir? Apa tidak ada karya ulama besar Islam lain sejak Ibnu Abbas (Tafsir Ibnu Abbas) sampai Maududi (The Understanding of Qur’an). Sednagkan penduduk negeri asli yang Muslim menjadi asing dan tamu di negeri sendiri. Sebab itu. Hazad Din (Inilah Islam).Madharah (Islam dan Problematika Kebudayaan). jabatan dan sebagainya sudah tidak dihiraukan. Dalam menghadapi kepaercayaan yang sesat. untuk menjelaskan jalan orang-orang Mukmin dari jalan orang yang berdosa. penguasa-penguasa dunia Islam saat itu dengan mudahnya memaksakan kepada umat ini . semua tafsir karya ulama-ualama besara sepanjang sejarah memiliki kelebihan dan keistimewaan. Sayyid Qutb hidup di zaman penguasa-penguasa Islam yang amat zalim. buya Hamka yang bernama Tafsir Al-Azhar? Saudaraku yang tercinta. beliau menulis Ma’alim fi-Thariq (Petunjuk Jalan). akal. Penjajah dengan segala pemikirannya menjadi tuan dan bahkan tuhan yang harus ditaati. baik dalam bentuk manusia. Karya-karya mereka. yaitu penjelasan mengenai penggambaran Islam sebagaimana diturunkan Allah. Fi Zhilalil Qur’an juga demikian. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb. untuk menunjukkan dan mengagungkan Islam. Bahakan tidak jarang. yaitu penjelasan mengenai keadaan kaum Muslimin yang jauh dari gambaran yang pertama itu. Antara Tauhid dan Syirik sudah nyaris tanpa beda. tradisi nenek moyang. beliau menulis Khashaisut Tashawwuril Islami wa-Muqawwamatihi (Ciri-Ciri Penggambaran Islam dan Pembendungannya). pikiran sehat dan hawa nafsu sudah samar. Dengan ungkapan lain.

untuk menerima dan mengakui yang hak menjadi batil, yang batil menjadi hak, yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Lebih dari itu, ulama dan para aktivis dakwah yang menyuarakan al-Haq itu adalah Al-Haq dan al-Bathil itu adalah al-Bathil dimushi, dituduh dengan berbagai tuduhan yang mengerikan, lalu ditangkap, dipenjara dan bahkan Sayyid Qutb sendiri dibunuh di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser. Dalam salah satu untaian syair, Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku….. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku….. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah….maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu.. Saudarakau…. Jika kita mati, bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul, Sahabat dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita…..

Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Berkat taufiq dari Allah, sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini, ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Atau dengan kata lain, Fi Zhilal tetap menjadi best seller sejak diluncurkan sampai hari ini. Syekh Abdullah Azzam pada pertengahan 80an pernah bercerita: Di Libanon, jika ada percetakan mulai bangkrut, para pemiliknya mencetak Fi Zhilalill Qur’an dan juga buku-buku Sayyid yang lain, maka percetakan tersebut terhindar dari kebangkrutan. Allahu Akbar…. Kenapa Fi Zhila menjadi rujukan uatama saat ini? Jawabannya ialah bahwa situasi dan kondisi kita sekarang tidak jauh berbeda dengan situasi dan kondisi saat Fi Zhilal ditulis sekitar 45 tahun lalu. Bahakn jahiliyahnyapun masih itu-itu juga. Ingkar pada Allah dan Rasul-Nya. Tidak mau menjadikan Al-Qur’an senbagai the way of life. Mempertuhankan akal, ilmu pengetahuan, teknologi, harta dan kedudukan. Berbagai kejahatan dan kezaliman yang timbul akibat jauh dari manhaj Al-Qur’anpun juga masih sangat terasa seperti saat Fi Zhilal diluncurkan. Alangkah miripnya zaman kini dengan masa itu. Secara umu dapat kita simpulkan bahwa Fi Zhilalil Qur’an memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Di antaranya : 1 Kekuatan membawa kita tenggelam sambil menyelami ilmu dan hikmah yang ada di dalam AlQur’an dengan penuh kenikmatan yang tidak mungkin digambarkan dengan kata-kata. 2 Kekuatan megikat dan merajut ayat-ayat Al-Qur’an dengan Hadits Rasul Saw. serta Sirah Nabawiyah dan para Sahabatnya, kemudian dikaitkan dengan sitausi dan kondisi kekinian (waqi’). 3 Kekuatan membangkitkan keyakinan (keimanan), optimisme pada rahmat dan pertolongan Allah dan rasa percaya diri sebagai umat terbaik yang Allah hadirkan ke atas bumi ini. 4 Kekuatan menggugah pikiran dan perasaan kita sehingga muncul berbagai inspirasi, ide, gagasan dan berbagai pertanyaan yang paralel dengan situasi dan kondisi yang kita lewati sekarang, sehingga kita memahami dengan tepat situasi dan kondisi tersebut dengan ide solusi yang jelas pula. 5 Kekuatan pencerahan yang luar biasa terkait hakikat Tuhan, manusia, kehidupan dunia, alam semesta, kehidupan akhirat, jahiliyah dan Islam. 6 Kekuatan penelaahan yang sangat luar biasa dalam hal hakikat Islam dan Jahiliyah, iman dan kufur, serta keunggulan manhaj (konsep) Islam dibandingkan dengan konsep jahiliyah, baik dulu maupun yang ada sekarang yang datang dari Barat maupun Timur. 7 Kekuatan bahasa yang digunakan karena Sayyid Qutb memang terkenal sebagai seorang

penyair kawakan di zamannya dan bahkan beberapa syairnya sampai hari ini belum terkalahkan. Sungguh Fi Zhuilalil Qur’an adalah kekuatan yang lahir dari keyakinan yang kuat, pamahaman yang mendalam, penerapan dalam kehidupan nyata dan diperjuangakan oleh penulisnya sampai detak jantungnya yang terakhir. Sebenarnya, ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. Sambil menuju ke tiang gantung Sayid Qutb berkata : Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim). Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq, maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu. Agar dapat menikmati hidangan Fi Zihalil Qur’an dengan indah dan nikmat, maka pertama kali kami menyajikannya kepada para pembaca/pengunjung ringkasan mukaddimahnya. Ringkasan mukaddimah tersebut kami bagi menjadi empat (4) tulisan. Setelah itu, kami akan menurunkan Fi Zhilalil Qur’an secara tematik, yakni sesuia situasi dan kondisi yang kita hadapi. Hal tersebut kami lakukan agar terasa bahwa Al-Qur’an itu adalah petunjuk hidup (hudan), jalan keselamatan, peringatan, syifa (obat) dan rahmat saat kita berada di dunia ini. Al-Qur’an adalah jalan peningkatan kualitas hidup kita yang sejati saat menjalani kehidupan dunia sementara ini sambil menuju kampung akhirat yang kekal abadi. Itulah jalan al-Haq (jalan kebenaran). Selain Al-Qur’an adalah fatamorgana dan kesesatan. ン ó ミ óáö ゚ õãõ ヌ ááøóåõ ム ó ネ øõ ゚ õãõ ヌ áú ヘ ó ゙ øõ ン óãó ヌミ ó ヌ ネ ó レ ú マ ó ヌ áú ヘ ó ゙ øö ナ öá ヌ ヌ á ヨ øóá ヌ áõ ン ó テ óäøóì ハ õ ユ ú ム ó ン õæäó Maka yang demikian itu adalah Allah, Tuhan Penciptamu yang Haq. Maka tidak ada selain Al-Haq itu kecuali kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Yunus : 32) http://dupahang.wordpress.com/2008/10/04/tafsir-fi-zhilalil-quran-asy-syahid-sayyid-qutb/ http://camperenik.wordpress.com/2008/12/29/sayyid-qutb/

METODOLOGI TAFSIR BIL MATSUR DALAM TAFSIR SAYYIQ QUTB Oleh : Ilham v Muqaddimah Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, yang kepada-Nya kita menyembah dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Shalawat serta Salam kita haturkan kepada Nabi Junjungan yakni Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, shahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman. Pada penelitian ini penulis akan mencoba memberikan rumusan masalah yang akan diteliti nantinya. Yakni seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an. Maka dari itu penulis akan membatasi penelitian dengan sebuah pertanyaan: 1. Seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an atau seberapa besar atau seberapa banyak DR Sayyid Qutb Allahu Yarham menggunakan metodologi tafsir bil Matsur di dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an di dalam Tafsirnya? Untuk menjawab pertanyaan di atas maka kami akan melakukan pembahasan sebagai berikut. v Profil Sayyid Qutb Sebelum membahas mengenai tafsir Fii Zhilal Al-Qur'an karya Sayyid Qutb, maka alangkah baiknya terlebih dahulu mengenal sosok Sayyid Qutb yang telah menelurkan tafsir Monumentalnya "Fii Dzhilalil Qur'an" Nama lengkapnya adalah Sayyid Qutub Ibn Ibrahim Husain Syadzili. Lahir di Musha, Asyut, Mesir. Ia

dan menjadi juru bicara utama Ikhwan setelah pembubaran jamaah mereka pada tahun 1954. 2. Pandangan Syeikh Jibrin[1] Terhadap Sayyid Qutb . Baik Islam maupum Sosialisme adalah sistem pemikiran dan kehidupan yang sama-sama komprehensif yang tidak bisa dipecah belah.mula-mula di didik dalam lingkungan desanya dan sudah hafal Al Quran selagi kecil. Sayid Qutub banyak dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Muhammad Asad (Leopold Weiss). dan dilahapnya sesuatu yang dapat diperolehnya dalam bentuk terjemahan. Liberalisme dan Sekulerisme. namun keduanya terpisah satu dari yang lain. banyak tulisanya berisi tentang ideologi yang mendukung pembaruan Islam. Yakni: 1. Kapitalisme. orang tuanyamemindahkan keluarganya ke Halwan. Hampir pada tiap pergerakan di Mesir bahkan sampai ke Iran menggunakan bahasa dan tulisan Sayyid Qutub untuk memperkuat aktivitas mereka. Karenanya. Ia memperoleh kesempatan masuk ke Tajhiziyah Dar Al-Ulum. Menyadari akan bakat anaknya. Pemikiran Dan Pengaruhnya Sayyid Qutub mengusulkan Islam sebagai suatu alternatif terhadap ideologi-ideologi Komunisme. Greely College di Colorado dan Stanford University di California. baik di Mesir maupun Saudi Arabia melalui siaran radio mendapat tanggapan yang luar biasa dan mempengaruhi cara masyarakat dalam memahami Al Quran. daerah pinggiran Kairo. kedua sistem ini tidak bisa dirujukkan atau disintesiskan. sebagai pembawa oposisi keagamaan terhadap sosialisme. Ia mulai berminat pada sastra Inggris. Abul Hasan Ali An-Nadawi dan Abul A’la Almaududi. Sosialisme menekankan kesejahteraan sosial dan kemakmuran material dengan mengorbankan keselamatan moral. Islam tidak mengabaikan segi material tapi Islam beranggapan bahwa langkah awal untuk rancangan itu adalah penyucian dan pembebasan jiwa. pokok pemikiran Sayyid Qutub secara tersirat merupakan kritik terhadap sosialisme Mesir. nama lama Universitas Kairo. ia menjadi sangat anti AS dan barat. Tanpa ini upaya untuk meningkatkan kehidupan manusia tidak akan berhasil. Dan ia menjadi salah seorang pendukung pemberontakan Nasser. Syahidnya beliau di tiang gantungan membuat pengaruh itu semakin kuat. Kemudian bekerja sebagai pengawas sekolah pada Departemen Pendidikan. Pengaruhnya terhadap kelompok tertentu ditandai dengan pengadilan yang bukunya sebagai bukti bahwa ia menganjurkan dan berencana menumbangkan pemerintahan Mesir dengan cara kekerasan dengan vonis hukuman mati. Menurut Hamid Enayat. Pada tahin 1929. Dari sinilah orang Mesir mulai tertarik untuk membaca pikiran yang tidak tunduk pada pemerintah. ia mendapat tugas belajar ke Amerika Serikat dalam pendidikan selama dua tahun. Sayyid Qutub kembali dari AS saat terjadi krisis politik di Mesir yang menyebabkan terjadi kudeta Militer pada Juli 1952. Dari Amerika ia mendapatkan pengalaman yang sangat luas mengenai problema sosial kemasyarakatan yang diakibatkan dari paham Materialisme yang gersang dari Roh ketuhanan. Pada saat yang sama rezim Nasser sudah mendominasi dan menundukkan pendapat umum kepada pemerintah. ia mendapatkan gelar Sarjana Muda Pendidikan. tetapi berbalik menentangnya setelah Nasser mulai menyiksa kelompok Ikhwan. Publikasi rutin Tafsir Fi Zhilalil Quran. Sayyid Qutub bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1953. Ia mulai menulis topik-topik tentang Islam. yakni di Wilson’s Teacher”s College di Washington. Sosialisme – seperti halnya komunisme dan kapitalisme – adalah pertumbuhan dari pemikiran Jahiliyyah dengan watak aslinya yang rusak. Ia yakin bahwa Islamlah yang mampu menyelamatkan manusia dari paham ini. Tahun 1949. Ia mulai mengalami kepahitan mengenai dukungan pemberitaan Pers Amerika untuk Israel yang dianggapnya tendensius.

Pandangan beliau terhadap Sayyid Qutb dapat kita lihat dari Fatwa beliau terhadap Sayyid Qutb dan Hasan Al-Banna Soal: Segelintir pemuda mengelompokkan Sayyid Quthb dan Hasan Al-Banna sebagai ahli bid’ah berikut melarang membaca buku-buku mereka, serta menuduh beberapa ulama lainnya sebagai penganut faham khawarij. Alasan mereka melakukan itu semua adalah dalam rangka menjelaskan kesalahan kepada masyarakat, sedang status mereka sendiri masih sebagai para penuntut ilmu. Saya sangat mengharapkan jawaban yang dapat menghilangkan keragu-raguan dan kebingungan saya mengenai hal ini. Jawab: Segala puji bagi Allah semata … Menggelari orang lain sebagai mubtadi’ (pelaku bid’ah) atau fasik (pelaku dosa besar) adalah perbuatan yang tidak dibenarkan atas umat Islam, karena Rasulullah bersabda: ãóäú ゙ ó ヌ áó á テ ó ホ öíúåö íó ヌ レ ó マ õæøó ヌ ááåö æóáóíú モ ó ゚ ó ミ áö ゚ ó ヘ ó ヌム ó レ óáóíúåö} (ム æ ヌ å ã モ áã(. “Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya: “Wahai musuh Allah”, sedang kenyataannya tidak seperti itu, maka ucapannya itu menimpa dirinya sendiri.” (HR. Muslim).

ãóäú ゚ ó ン øó ム ó ãõ モ úáöã ヌ ð ン ó ゙ ó マ ú ネ ó ヌチ ó ネ öåöãó ヌ テ ó ヘ ó マ õåõãó ヌ} (ム æ ヌ å ヌ á ネホヌム í æã モ áã(.

“Barangsiapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka ucapan itu tepat adanya pada salah satu di antara keduanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

… テ óäøó ム ó フ õá ヌ ð ãó ム øó ネ ö ム ó フ õáò æóåõæó íó レ úãóáõ ミ óäú ネヌ ð ン ó ゙ ó ヌ áó: æó ヌ ááåö á ヌ ó íó ロ ú ン ö ム õ ヌ ááåõ áó ゚ ó . ン ó ゙ ó ヌ áó: ãóäú ミ ó ヌ ヌ áøó ミ öíú íó ハ ó テ óáøóì レ óáóíøó テ óäøöíú á ヌ ó テ ó ロ ú ン ö ム õ áö ン õá ヌ óäò 。 ナ öäøöíú ロ ó ン ó ム ú ハ õ áóåõ æó テ ó ヘ ú ネ ó リ ú ハ õ レ óãóáó ゚ ó (ム æ ヌ å ã モ áã)

“… bahwa ada seseorang yang melihat orang lain melakukan dosa, lalu ia berkata kepadanya: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu’. Maka Allah berfirman: ‘Siapakah gerangan yang bersumpah atas (Nama)Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan Aku gugurkan (pahala) amalmu’.” (HR. Muslim). Kemudian saya ingin mengatakan bahwa Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna termasuk para ulama dan tokoh dakwah Islam. Melalui dakwah mereka berdua, Allah telah memberi hidayah kepada ribuan manusia. Partisipasi dan andil dakwah mereka berdua tak mungkin diingkari. Itulah sebabnya, Syaikh

Abdulaziz bin Baaz [2] mengajukan permohonan dengan nada yang lemah lembut kepada Presiden Mesir saat itu, Jamal Abdunnaser – semoga Allah membalasnya dengan ganjaran yang setimpal - untuk menarik kembali keputusannya menjatuhkan hukuman mati atas Sayid Quthub, meskipun pada akhirnya permohonan Syaikh Bin Baaz tersebut ditolak. Setelah mereka berdua (Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna) dibunuh, nama keduanya selalu disandangi sebutan “Asy-Syahid” karena mereka dibunuh dalam keadaan terzalimi dan teraniaya. Penyandangan sebutan “Asy-Syahid” tersebut diakui oleh seluruh lapisan masyarakat dan tersebarluaskan lewat media massa dan buku-buku tanpa adanya protes atau penolakan. Buku-buku mereka berdua diterima oleh para ulama, dan banyak memberikan manfaat - dengan dakwah mereka - kepada hamba-hambaNya, serta tak ada seorang pun yang telah melemparkan tuduhan kepada mereka berdua selama lebih dari duapuluh tahun. Bila ada kesalahan yang mereka lakukan, maka hal yang sama telah dilakukan oleh Imam Nawawi, Imam Suyuthi, Imam Ibnul Jauzi, Imam Ibnu ‘Athiyah, Imam Al-Khaththabi, Imam Al-Qasthalani, dan yang lainnya. Saya telah membaca apa yang ditulis oleh Syaikh Rabie’ Al-Madkhali tentang bantahan terhadap Sayid Quthub, tapi saya melihat tulisannya itu sebagai contoh pemberian judul yang sama sekali jauh dari kenyataan yang benar. Karena itulah, tulisannya tersebut dibantah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid [3] hafidzhahullah … æó レ óíúäõ ヌ á ム øö ヨ ó ヌ レ óäú ゚ õáøö レ óíú ネ ò ゚ óáöíúáó ノ ñ æóá ゚ öäøó レ óíúäó ヌ á モ øõ ホ ú リ ö ハ õ ネ ú マ öí ヌ áúãó モ ó ヌ æöíó

Mata cinta terasa letih memandang aib Tapi mata murka selalu menampakkan aib Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin 26 Shafar 1417 H.[4] v Sayyid Qutb dan Karya Beliau Karya Sayyid Qutb Diantara karya beliau antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Fi Dzhilall Qur’an Hadza Din Al-Mustaqbal Li Hadza Ad-Din Khasahisut Tashawwuril Islami Ma’alim Fi Thariq Al-Taswir Al-Fanni Fil Qur’an Musyahadatul Qiyamah Fil Qur’an Al-Islam Wa Musykilatul Hadharah Al-Adalah Al-Ijtima,Iyah Fil Islam As-Salam Al-Alami Wal Islam Kutub Wa Syahshiyat Asywak

m. An-Naqdil Adabi Ushuluhu Wa Manahijuhu n. o. Nahwa Mujtama’ Islami Thiflun Minal Qaryah

Syariat ini tidak lain adalah buah Iman. Al Quran memberi umat manusia sarana untuk menemukan kembali dirinya dalam pola yang dikehendaki Allah melalui Nabi dan oleh Nabi. alam dunia dan akhirat. Sayyid Qutub mengemukakan kesan-kesanya hidup di bawah naungan al Quran. Latar Belakang Penulisannya Pada kata pengantarnya. Kehidupan manusia membentang dalam rentang masa yang panjang itu dan kematian bukanlah akhir perjalanan hidup. baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. Syariat di buat untuk dilaksanakan pada masyarakat muslim dan ia juga di buat untuk memberi saham untuk membangun masyarakat muslim. Al-Athyaf Al-Arba’ah Dan Lain-Lain[5] v Sayyid Qutub dan Tafsirnya[6] Tafsir Fi Zhilalil Quran Di tulis dalam rentang waktu antara 1952-1965. Tafsir tersebut membawa Sayyid Qutub menjelajahi berbagai cara agar pesan orisinil Islam yang disampaikan Al Quran dapat menjadi fondasi suatu ideologi sempurna. yang telah ditetapkan Allah. Hidup di bawan naungan al Quran. Menurut Qutub. Iman itu harus ditetapkan melalui tindakan langsung ke dalam kehidupan individu. Kepada-Nya setiapjiwa mukmin menghadap dalam khusuk. 15. Maka.p. ia tidak mungkin berjalan berjalan sendiri tanpa fondasinya yang besar. melaksanakan syariat pasti memiliki dampak yang positif di dalam menyerasikan perjalanan hidup manusia dengan perjalanan alam semesta. Perjalanan panjang fase itu adalah menuju pencipta Yang Esa. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi. melainkan satu fase setengah jalan. Ia menyaksikan benturan yang keras antara ajaran-ajaran rusak yang dididektekan padanya dengan fitrahnya. q. Sayyid Qutub bertanya setan durhaka macam apa yang telah menggiring langkah manusia ke dalam nestapa ini. Hidup di bawah naungan al Quran adalah nikmat. Ia merasa dekat dan mendengar serta berbicara dengan Allah melalui al Quran. a. Nikmat yang tidak diketahui kecuali oleh yang telah merasakanya. Mahdi Fahullah menilai bahwa tafsir Sayyyid Qutub yang tiga puluh juz inimerupakan usaha terobosan penafsiran yang sederhana dan jelas. Ia melihat kebinasaan yang akan menimpa kemanusiaan akibat pemyimpangannya dari undang-undang alam ini. dengan cara yang tak perlu dirasionalkan atau dijelaskan dengan merujuk kriteria filsafat. Di bawah naungan al Quran. . Ia adalah alam nyata dan alam gaib. Dalam akhir ‘pembukaanya’ beliau mengatakan bahwa inilah sebagian dari curahan dalam kehidupan di bawah naungan Al Quran. Sayyid Qutub melihat wujud alam ini lebih besar dari pada bentuk yang tampak di depan mata. sosial dan tatanan politik. syariat Allah bagi manusia merupakan salah satu bagian dari undang-undang Nya yang menyeluruh di alam semesta. Sayyid Qutub merasakan keselarasan yang indah antara gerak manusia sebagaimana kehendak Allah dengan gerak-gerik alam ciptaan-Nya. Tafsirnya banyak menekankan perlunya manusia mendekati iman secara intuitif. sayyid Qutub sempat merevisi ketiga belas juz pertama tafsirnya semasa penahanannya yang panjang.

Dalam menafsirkan ayat. Sayyid Qutub menggunakan hadist-hadist Nabi SAW sebagai penjelas. keseimbangan. Dalam surat Al Fatihah misalnya. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. misalnya perkataan Umar tentang permohonan suaka pendudul Iraq. Selanjutnya beliau menafsirkan ayat 30 . ia menggunakan ayat-ayat al Quran sebagai penjelas. Sayyid Qutub mengelompokkan sejumlah ayat sebagai kesatuan. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. Kemudian melengkapi Tafsirnya dengan perkataan sahabat. (mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang Karena Telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri. Yang tak kalah penting. dan keserasian dalam surat. Begitupula ketika beliau menafsirkan surat-surat berikutnya. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah. Ia memulai penafsiran suatu surat dengan memberikan gambaran ringkas kandungan surat yang akan dikaji secara rinci. dst. tanpa menyertakan rangkaian sanadnya secara lengkap. ia menekankan analisis rasional. terkait surat Al Baqarah:100 tentang menepati janji. Dipilihnya surat ini karena sebagai bacaan yang di ulang-ulang dalam setiap rakaat shalat serta tidak sahnya shalat tanpa membacanya. Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Sebagian dengan menyebut perawi pertama dan terakhir. sesuai dengan pesan yang terkandung di dalam ayat-ayat tersebut. ayat 40 – 74. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah. ia mengutip surat Luqman: 5 dan Qaf: 2-3: 25. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (Kami akan kembali lagi) ?. Sayyid Qutub mengemukakan bahwa dalam surat ini tersimpul prinsip-prinsip akidah Islam. Seperti mengutip Tafsir Ibn Katsir mengenai peristiwa Bai’ah Aqabah. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata . ayat 75 – 103. Dalam menafsirkan surat Al Baqarah misalnya. konsepkonsepsi Islam dan pengarah-pengarahanya yang mengidentifikasi hikmah. pengelompokan Sayid Qutub relatif lebih besar. yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman. Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. Kemudian dari Al Bidayah Wan Nihayah tentang lamanya Nabi tinggal di Makkah selama 10 tahun. Ketika menafsirkan ayat “ ??? ?? ? ??? ?? “ misalnya. Juga mengutip pendapat-pendapat ulama terdahulu. 3. 2. Terkadang hanya dengan menyebutkan rawi terakhirnya. Misalnya. Dibandingkan dengan pengelompokan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha dalam Tafsir Al Manar. sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah. Katakanlah : "Segala puji bagi Allah".39. Misalnya. Setelah itu beliau memperinci penafsiran ayat demi ayat. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. hadist tentang keharusan membaca surat Al Fatihah yang di riwayatkan Bukhari dan Muslim. Struktur Tafsir Dan Ciri-cirinya Tafsir Sayyid Qutub di susun dengan Tahlili. beliau menetapkan ayat pertama sampai ayat 29 sebagai bagian pertama pembahasan. Dalam menafsirkan surat yang panjang.b. Maka berkatalah orang-orang kafir :"Ini adalah suatu yang amat ajaib". tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui.

kecuali jika kaum Muslimin menyimpang dari perkara ini. dan Zhilal tidaklah demikian. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu. テ ã ヌ ナ äå ハンモ í ム í ヘ áá ヌ á テ á ンヌル æí モハ ä ネリ ヌ á テペヌ ã 。 æíõæ ムマ ヌ á ム æ ヌ í ヌハ ゚ ã ヌ ン í ゚ハネ ヌ á ハンモ í ム コ ン åæ áí モ ゚ミ á ゚ 。 ン á ヌ äõ モ ãíøöå ハンモ í ムヌ ð 。 æåæ áã íõ モ ãøöåö ハンモ í ムヌ ð 。 ン åæ ä ンモ å áã í モ ãåö ハンモ í ムヌ 。 ナ äã ヌ ゙ヌ á { ン í ル á ヌ áö ヌ á ゙ムツチ ä } í レ äí ゚ á ヌ ã ン í ã レ äì ヌ á ゙ムツ ä ãã ヌ ル å ム áå õ. orang-orang Yahudi dan Nasrani senantiasa akan memerangi kaum Muslimin. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. dan melepaskan keyakinan mereka lalu mengikuti kesesatan. maka ia tidaklah disebut tafsir. Inilah hakikat peperangan yang mereka lancarkan terhadap umat Islam kapanpun dan dimanapun.karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". meninggalkan kebenaran ini. yang membahas penjelasan seputar ayat-ayat.. Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. Mereka tidak akan berdamai dengan kaum Muslimin. ンヨ íá ノヌ á ヤ í ホ ユヌ á ヘ ヌ á ン æ メヌ ä .berdasarkan apa yang nampak bagi beliau. demikianlah. karena beliau pribadi tidak pernah menamakannya sebagai sebuah tafsir.ムヘ ãåõ ヌ ááå .ãã ヌ ル å ム áå æíõæ ヌン゙ レ áì ヤ í チ 。 æíõ ホヌ á ン ン í テヤ í ヌチ 。 ä レ ã “ JAWAB: Tafsir Al-Qur’an tulisan Sayyid Quthb bukanlah sebuah tafsir… Zhilalil Qur’an bukanlah tafsir. maka ada yang pas & ada pula yang tidak pas. Itulah ideologi mereka. dan beliaupun (Sayyid Quthb) tidak menamakannya sebagai tafsir. tetapi ia merupakan penjelasan tentang makna Al-Qur’an atau mengenai Al-Qur’an. mirip tafsir maudhu’i (tematik) maka ia disebut sebagai tafsir tematik..[7] Pandangan Syeikh Fauzan Terhadap Tafsir Sayyid Qutb Bagaimana pendapat fadhilatukum tentang tafsir Al-Qur’an “Fi Zhilalil Qur’an” karangan Sayyid Quthb? ヌ á フ æ ヌネ : ” ハンモ í ム ヌ á ゙ムツ ä á モ í マ ゙ õ リネ ã ヌ åæ ハンモ í ム …ル á ヌ áõ ヌ á ゙ムツ ä ã ヌ åæ ハンモ í ム æ ナ äã ヌ åæ ゚ á ヌ ãñ ン í ã レ äì ヌ á ゙ õ ムツ ä 。 テ æ ヘ æá ヌ á ゙ムツ ä 。í ヤネ å ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í ヌ ááí í モ ãæäå ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í 。 ヌ á ミ í í ミ゚ム ヘ æá ヌ á ツ í ヌハ ゚ á ヌ ã . Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat. yang maknanya perkataan-perkataan tentang makna Al-Qur’an yang nampak bagi diri beliau –rahimahuLLAAH. takhayul. Perang akidah yang selalu berkobar – walau tidak jarang umat Islam sendiri lah yang saling menyerang dan menjatuhkan saudaranya sendiri. Karena yang dinamakan tafsir haruslah berisi lafazh-lafazh & diambil (istinbath) hukum-hukum & disebutkan riwayat-riwayat hadits sebagaimana dalam kitab-kitab tafsir.レヨ æ åí ニノ ゚ネヌム ヌ á レ áã ヌチ ヨ ãä ヌ á テモニ á ノ ネマム æ モ : ヌ á ハンモ í ム ãä モ æ ムノ ヌ á ヘフムヌハ ナ áì モ æ ムノ ヌ áä ヌモ ハヌム í ホ ヌ á マムモ 13-2-1427 å ワ . syirik dan pemikiran jahat orang-orang Yahudi dan Nasrani tersebut. Dalam menafsirkan ayat: 120. Sayyid Qutub menafsiri. beliau hanya menyebutnya dengan nama “Di Bawah naungan Al-Qur’an”.

Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tandatanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji. (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. [9] v Contoh tafsir bil dengan metodologi tafsir bilmatsur dalam tafsir Sayyid Qutb Dalam hal ini kami akan memberikan contoh bagaimana penafsiran beliau terhadap ayat-ayat Qital (perang) dalam surah al-Baqarah ayat 189-203 (juz dua) 189. bahwa Allah beserta orangorang yang bertakwa. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah. Demikanlah Balasan bagi orangorang kafir. Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. 194. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya. oleh sebab itu Barangsiapa yang menyerang kamu. dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah). dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. dan jangan kamu . sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. 192. dan berbuat baiklah. Dan perangilah mereka itu. dan pada sesuatu yang patut dihormati. Maka tidak ada permusuhan (lagi). Maka seranglah ia. Maka bunuhlah mereka. seimbang dengan serangannya terhadapmu. dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. Berlaku hukum qishaash. karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. 193. 195. karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. kecuali terhadap orang-orang yang zalim. 196. dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. Maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.Anggota Hai’ah Kibaril ‘Ulama[8] Kritikan terhadap tafsir Sayyid Qutb Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan bahaya Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. 191. bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah. 190. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu). Bulan Haram dengan bulan haram. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit.Fadhilatu Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan . kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit).

berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu. 197. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. dan Barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu). 198. dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal. sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. berbuat Fasik dan berbantahbantahan di dalam masa mengerjakan haji.mencukur kepalamu. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Berbekallah. Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. . dan bertakwalah kepada Allah. Maka tidak boleh rafats. Maka tidak ada dosa pula baginya[129]. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. Pertama: dengan metode al-qur’an bil qur’an. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. bagi orang yang bertakwa. 202. dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat. 201. berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka". tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. berilah Kami (kebaikan) di dunia". apabila kamu telah (merasa) aman. 200. niscaya Allah mengetahuinya. Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan. “dalam masalah mendatangi rumah dari belakangnya disampaikan ulasan akhir ayat yang meluruskan kebajikan (al-birr) bahwa ia tidak terletak pada gerak lahiriah tetapi terletak pada ketaqwaan. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang[128]. (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 203. bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat. Maka tiada dosa baginya. 199. (munasabah ayat) Ini dapat dilihat dari penafsiran beliau dalam ayat 189. dan ketahuilah. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari. Dalam menafsirkan ayati-ayat ini beliu menampilkan berbagai corak penafsiran. Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji). Maka wajiblah atasnya berfid-yah.

disampaikan ulasan akhir ayat dengan taqwa kepada Allah: ... akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa.Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. dan hal ini dikaitkan dengan cinta Allah dan kebencian-Nya: ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã トハマ íä “.æ ヌバ æ ヌ ヌ ááå æ ヌレ áãæ ヌ テ äøó ヌ ááå ã レ ヌ áã バ íä . æ テハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä テネ æ ヌネ å ヌ . æ ヌ á バ æ ヌ ヌ ááå á レ á ゚ ã ハン á ヘ æä “….æáí モ ヌ á ネム øõ ネテ äú ハテハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä ル åæ ム å ヌ æá ヌ゚ ä ヌ á ネム ø ãäö ヌ á バ ì . Dan masuklah ketrumah-rumah itu dari pintu-pintunya. dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung…”(189) Dalam masalah perang secara umum al-Qur’an mengarahkan mereka agar tidak melampaui batas ..karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (190) Dalam masalah perang di bulan suci.

“mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit.. dan untuk menuntun manusia menuju kepada-Nya.” (194)[10] Kedua: penafsiran menurut pemahan beliau. perniagaan dan hutanngpiutang mereka. talak dan ‘Iddah mereka. dalam mu’amalat. untuk menciptakan masyarakat teladan yang tiada tara bandingannya. Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. Kemudian salah seorang dari mereka datang lalu masuk dari arah pintu.”dan bukanlah kenajikan…(189) Apakah tradisi mereka itu berkenaan dengan perjalanan secara umum atau berkenaan dengan haji secara khusus –walaupun ini yang lebih dekat denga konteks –tetapi mereka dahulu menganggap hal ini sebagai kebajikan –yakni kebikan atau iman. tengah membangun umat baru di muka bumi. Dan masuklah kerumahrumah itu dari pintu-pintunya. system khusus dan masyarakat khusus. mereka tidak masuk dari arah pintu-pintu rumah. dan menjelaskan tentang peredaran bulan dan bagaimana peredaeran bulan itu terjadi. itulah yang diisyaratkan oleh bagian ayat yang kedua. tetapi keduanya ditujukan kepada realitas kehidupan mereka secara nyata bukan sekedar pengetahuan yang bersifat teoritis. dalam berpuasa dan berbukan puasa mereka. Kemudian turunlah ayat: . dalam pernikahan. Katakanlah : ‘bulan sabt itu adalah tanda-tanda bagi manusia dan (bagi ibadah haji). untuk menjalani kehidupan yang idealyang tiada duanya.” (189) Tanda-tanda waktu bagi manusia dalam tahallul dan ihram mereka.. dan sebagainya… jawaban ini juga tidak menjelaskan kepada mereka tentang fungsi bulan dalam tata surya atau dalam keseimbangan gerak benda-benda luar angkasa padahal ia termasuk dalam muatan pertanyaan: Mengapa Allah mencipatakan bulan sabit? Isyarat apakah yang ingin ditumbuhkan oleh arah yang ada di dalam ayat ini? Al-Qur’an pada saat itu tengah membangun tashawwur khusus. padahal ini termasuk kedalam inti pertanyaan: kenapa bulan Nampak pertama kali sebagai bulan sabit. yang memiliki peran khusus dalam memimpin umat manusia. bukan bidang al-Qur’an. Masalah ini apapun keadaanya. akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa.[13] Di dalam shahihain –dengan sanad –nya.“…Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.lalu al-Qur’an datang untuk membatalkan persepsi yang salah dan amal perbuaan mereka yang mengada-ada yang tidak berdasar dan tidak bermanfaat . dalam semua perkara agama dan dunia mereka. dan untuk mengokohkan dasar-dasar kehidupan ini di muka bumi. dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beuntung..[11] …oleh sebab itu menghidnari jawaban manusia yang manusia itu belum memiliki kesiapan untuk menerimanya dan tidak dapat memberikan manfaat bagi misi utama yang menjadi utama diturunkannya Al-Qur’an. Baik jawaban ini untuk pertanyaan yang pertama atau untuk kedua.dari al-Barra’ radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “dahulu orangorang anshar apabila berhaji lalu pulang.. lalu ia dicela karena perbuatan tersebut. Karena al-Qur’an diturunkan untuk misi yang lebih besar ketimbang informasi dan pengetahuan sektoral…[12] Kaitan antara kedua bagian ayat ini nampaknya adalah korelasi antara bulan sabit yaitu tanda-tanda waktu bagi manuia dan ibadh haji dengan tradisi jahiliyah berkenaan dengan haji.

. æá ヌ ハレハマ æ ヌ ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã レハマ íä . .sama sekali ini.. Al-Qur’an datang melurukan tashawwur keimanan tentang kebajikan…[14] Ketiga : tafrsir al-qur’an dengan hadits Hal ini dapat dilihat dari penfsiran beliau dalam ayat.

di samping persoalan-persoalan lainnya. hokum. karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (190) Tindakan melampaui batas bisa saja terjadi denga memerangi orang-orang yang tidak memerangi atau orang-orang yang tidak terlibat dalam peperangan misalnya para pendududuk sipil yang ingin hidup damai dan ingin selamat dari peperangan yang terjadi. ideologi. Itulah adab-adabnya. Itulah tujuan-tujuannya.” (diriwayatkan oleh Malik. Sumber-sumber Zhilal berbeda dari sumber-sumber tafsir lainnya disebabkan perbedaan karakter dann tujuannya. peradabaan. psikologi. Zhilal juga dapat dikatagorikan sebagai aliran khusus dalam tafsir. Itulah perang yang dilakukan Islam. karena sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. dari analisa kami metodologi yang digunakan oleh . spritualisme. Karena itu tafsir Fi Zhilalil Qur’an dapat dikatagorikan sebagai tafsir corak baru yang khas dan unik. Sumber-sumber dalam Zhilal itu tidaklah mendasar atau pokok (primer). Sehingga membuat tafsir ini terasa sangat actual apalagi gagasan-gagasan Sayyid Quthb yang tertuang di dalam tafsir ini sangat orisinil berdasarkan nash-nash al-Qur’an tanpa terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran asing. konsepsi. Di antara persoalan dan tuntutan abad modern yang paling menonjol adalah persoalan seputar pemikiran. yang dapat disebut sebagai “aliran tafsir pergerakan”. v Analisa dan Kritik Dari beberapa contoh yang telah dipaparkan di atas. budaya.” (190)[15] v Keistimewaan Metodologi Tafsir Beliau Tafsir Fi Zhilalil Qur’an merupakan tafsir kontemporer yang paling actual dalam memberikan terapi berbagai persoalan dan menjawab berbagai tuntutan abad modern ini berdasarkan petunjuk al-Qur’an. serta langkah baru yang jauh dalam tafsir. Sebab metode pergerakan (al-manhaj alharaki) atau metode realistis yang serius tidak ada didapati selain pada Zhilal. sebab Sayyid Quthb menyebutkannya untuk memberikan contoh dan bukti dari yang apa yang ia katakana. Berbagai persoalan ini. Semua itu bersumber dari pengarahan Al-Qur’an yang mulia: “dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. kemudian Rasulullah melarang membunuh wanita dan anak-anak. Rasulullah Saw bersabda: “apabila salah seorang diantara kamu membunuh dalam peperangan maka hendaklah ia menjauhi wajah.“. dakwah dan pergerakan dalam suatu rumusan kontemporer sesuai dengan tuntutan zaman. pembinaan.tetapi janganlah kalian melampaui batas.” (diriwayatkan Bukhari dan Muslim) Kemudian beliau memberikan komentar. Dalam hal ini sayyid qutb menukil sebuah hadits “dari Ibnu Umar Ra ia berkata: “ditemukan seorang wanita terbunuh pada sebagian peperangan Rasulullah Saw. Ini adalah bagian dari beberapa keistimewaan Zhilal. (tetapi) janganlah melampaui batas.. Bikhari. menadapatkan perhatian yang memada di dalam tafsir ini. Muslim dan abu Dawud) Kemudian beliau mengutip hadits lan “dari Abi HurairahRa. politik. akan tetapi sifatnya sekunder. Tindakan melampaui batas jelas dapat melanggar adab-adab dalam peperangan.

com/node/7084 [7] http://one. 606 [6] http://one.al-ikhwan. Rabbani Press. Mungkin sekian dari penulis. yang benar datangnya dari Allah Swt. dari penafsiran beliau. “mereka yang telah pergi”.indoskripsi. karena bila dilihat. Jumlahnya sedikit. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah.al-ikhwan. beliau selalu mengaitkannya dengan ayat-ayat lain yang sebelumnya terlebih dahulu dijelaskan dengan pendekatan bahasa. Hal 406 [11] Hal. Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan. keseimbangan.! . rahimahullah. sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah. 417 [14] Hal 418 [15] Hal. ================================================================= [1] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia). Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. 35 [10] Sayyid Qutb. Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. Dan hal ini memang merupakan keunggulan beliau dalam bahasa dan sastra. 411 [12] Ibid [13] Hal.com/node/7084 [8] http://www. 2000. Dakwah dan Bimbingan Islam Kerajaan Saudi Arabia. Fatwa. [3] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia. Demikian pula yang berdasarkan hadits-hadits Nabi Saw. [2] Mantan Ketua Umum Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia) dan Mantan Ketua Umum Dewan Riset Ilmiah. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah.indoskripsi. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. [4] http://www. dan kesalahan datang dari penulis. Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan metode lainnya yang digunakan oleh beliau.Khozin abu faqih. ia menekankan analisis rasional. 2003. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. Jakarta: AlI’tisham. Yang tak kalah penting. Hlm. Hal. yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman. takhayul.Sayyid Qutb lebih banyak menggunakan kepada pendekatan bahasa serta munasabah Al-Qur'an. 430 Tag: tugas ustadz ulil Sebelumnya: T A F S I R M U N I R Selanjutnya : WAHAI ABU BAKAR. Kemudian dalam penafsiran beliau jarang ditemukan adanya penafsiran beliau yang merujuk pendapat para shahabat atau pendapat Ulama mengenai ayat tersebut... dibandingkan dengan pendekatan bahasa dan munasabah Al-Qur'an. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat. Misalnya. Terjemah. v Kesimpulan dan Penutup Dari pemaparan di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa Sayyid Qutb dalam menafsirkan ayatr AlQur'an di dalam tafsirnya menggunakan Metodologi bil Matsur.net/fatwa-syaikh-shalih-bin-fauzan-al-fauzan-tentang-kitab-fii-zhilalil-qurankarangan-sayyid-quthb-rahimahullaah-142/ [9] Lihat: Baraatul Ulama Ummah.net/fatwa-syaikh-abdullah-bin-jibrin-1-tentang-hasan-al-banna-dan-sayyidquthb-138/ [5] Al-mutasyar Abdullah al-aqil.. "FIi Dzilalil Qur'an" Terj: Jakarta. dan keserasian dalam surat.

multiply. 2008 051 .com/journal/item/258 skip to main | skip to sidebar _______________________________________________________________________ ___________ | Nawawi | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Galeri Buku | Galeri MP3 | U-VideOo | _______________________________________________________________________ ___________ Saturday.Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub .http://pemudabugis. February 23.

com .blogspot.Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub http://bahaya-syirik.

tidak sewajarnya kita cepat melenting dan melatah. Lalu. Atau para pengikut Sayyid Qutub yang fanatik dan ghalu (ta’asub) kepadanya. Manhaj Qutubiyah Qutubiyah atau Qutubi adalah suatu fahaman yang dinasabkan kepada Sayyid Qutub rahimahullah. Sayyid Qutub Secara Ringkas Dilahirkan di Mesir. Sekaligus merupakan seorang tokoh utama dalam gerakan tersebut. Meraka (Qutubiyah) adalah berakar umbi dari pemikiran yang dibina oleh Jamaah Ikhwanul Muslimin atau sesiapa yang lahir dari hasil pemikiran Sayyid Qutub (semoga Allah mengampunkan segala kesilapannya). makanya sama-sama kita nilaikannya berdasarkan hujjah dan dalil yang tepat berdasarkan kefahaman para ulamanya umat. Pernah bertugas sebagai tenaga pengajar. matlamat. Pernah mendapat pendidikan di barat selama beberapa tahun dan beberapa tempat yang lain. Hasil karyanya yang cukup terkenal adalah Fi Dzilalil Qur’an dan Ma’alim Fi at-Thariq. Makanya. penelitian dan tulisan para ulama. Syahid . mereka akhirnya telah mengeluarkan suatu fakta dan fatwa yang begitu mengejutkan dunia dakwah di dunia Islam masa ini iaitu berkenaan siapakah sebenaranya Ikhwanul Muslimin dan bagaimanakah fikrah para tokoh-tokohnya yang sebenar. dengan ini. kemungkaran dan penyelewengan mereka (Ikhwanul Muslimin) terhadap agama akan terus didedahkan kepada umum. Pelbagai tulisan dari para ulama telah dihasilkan dan disebarkan bagi menerangkan kepada umat bahawa Ikhwanul Muslimin adalah sebuah pertubuhan yang di atas namakan dengan perjuangan Islam tersebut sebenarnya adalah sebuah pertubuhan/kumpulan yang mana pemikiran-pemikiran yang terhasil dari kalangan tokoh-tokoh utama mereka sebenarnya amat membahayakan dan menyimpang dari hakikat Islam yang sebenar. pada 8 Oktober 1906. Dan mendapat pendidikan awal di perkampungan yang sama. Perjuangan Ikhwanul Muslimin suatu ketika dahulu amat gah dan cukup dikenali oleh sebahagian besar umat Islam. Namun. Memiliki kelayakan sebagai tenaga pengajar dalam bahasa Arab dan ijazah dalam bidang Seni dan falsafah. terutama berdasarkan kefahaman para ulama dari golongan generasi awal di atas manhaj al-Qur’an dan Sunnah yang tepat. usaha perjuangan dan nama bukanlah suatu fakta yang haq untuk menyatakan bahawa mereka dari kelompok yang benar jika jelas ia menyanggahi kebenaran. termasuk di Colorado State College of Education (sekarang dikenali sebagai University of Northern Colorado). sebuah perkampungan bernama Musha.Melalui pelbagai kajian. Kita sebagai umat Islam dari kelompok Ahlus Sunnah yang bersikap adil. hakikatnya. Menyertai pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin pada sekitar tahun 1950 dan menjadi seorang penulis dan pemikir. Terkenal sebagai penulis dan pejuang pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin. agar kita semua menjadi celik dan segera menjauhi peyimpangan-penyimpangan pemikiran mereka yang berbahaya kepada aqidah dan kesatuan umat Islam masa ini.

Ibn Hajar) atau menurut apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya iaitu terbunuh di medan perang fisabilillah. Iaitu syubhat yang merosak Islam dan strukturnya sehingga ke dalam jiwanya. 2687) (2). pemikiran rohaniawan atau budaya rohaniawan. bahkan pakaian dan tindak-tanduknya disebabkan kebodohannya terhadap realiti agama dan warisan penjajah”. Mereka (rohaniawan) merupakan makhluk yang paling mustahil untuk diterapkan pemikirannya dan mustahil diikuti buah fikirannya. semasa hidupnya gemar mengejek cara pakaian ulama yang diistilahkan oleh beliau sebagai orang rohaniawan. pakaian rohaniawan. (Lihat: (1). Di dalam hadis Bukhari ada dijelaskan: “Tidak boleh mengatakan Si Fulan syahid”. kerana mereka mengetahui dari orang-orang yang mereka kenali sebagai para rohaniawan. oleh Sheikh Ahmad Yahya anNajmi) sedangkan (menurut para ulama Salaf as-Soleh) tidak boleh memutuskan/menetapkan seseorang sebagai syahid kecuali dalam bentuk umum (Lihat: Fathul Bari 6/90. Lihat: Syiar A’lam an-Nubala. 159-160) Menurut Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah apabila mensyarahkan hadis riwayat Bukhari di atas bahawa: “Tidak boleh memastikan seseorang syahid kecuali melalui penentuan wahyu”. Sayyid Qutub) Sayyid Qutub melahirkan lagi sindirannya terhadap ulama: “Kebodohan yang lahir dari kebudayaan Islam tidak akan memberi tasawwur (gambaran) Islam yang teguh.Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dianggap sebagai mati syahid oleh para pengikutnya dan mereka menyangka: “Bahawa beliau (Hasan al-Banna) hidup di sisi Rabb-nya dan mendapat rezeki di sana” (Lihat: al-Maurid al-‘Adab az-Zulal. (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. Hlm. Sahih Bukhari (Syahadah. 63. Sayyid Qutub lebih senang menampilkan gaya luarannya dengan penampilan Eropah seperti mencukur janggut. (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. Sayyid Qutub) Pengikut Pemikiran Sayyid Qutub (Qutubiyun) Berkata Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja as-Suhaimi: . 63. 228. memakai topi dan lebih kerap memakai pakaian ala barat. Dia juga menyatakan terhadap ulama dengan berkata: “Sebahagian syubhat yang muncul. ia dimunculkan oleh pemikiran agama dari orang yang digelar saat ini sebagai rohaniawan. Inilah kenyataan tentang Islam yang paling buruk yang digambarkan oleh agama-agama yang lainnya”. sama ada dari segi budaya atau perilakunya. Menghina Penampilan Ulama Sayyid Qutub yang digelar ulama dan syahid oleh pendukung Ikhwanul Muslimin.

mengambil dan meyakini sebagai kebenaran mutlak apa sahaja yang terdapat di dalam tulisan-tulisan tersebut sama ada yang hak (benar) atau yang batil (merosakkan)”. sama ada secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. Hlm. Aqidah Yang Menyeleweng Terdapat sebahagian pihak yang mendakwa bahawa mereka yang menjelaskan bahaya pemikiran Sayyid Qutb ini sebagai pelampau dan extreme. imam Ibn Qaiyim. Jika mereka dapati ada seseorang yang menegur kesilapannya. Memerintah) Allah atas makhluk-Nya”. (Lihat: Syarah Kasyfus Syubuhat Fii Tauhid. (Lihat: fi Zilalul Quran 4/2328 atau 4/3804) Imam az-Zahabi. maka hendaklah kita mengatakan bahawasanya istiwa ertinya: Penguasaan (Berkuasa. (Yang paling keji dan membahayakan ke atas orang-orang Islam ialah menghidupkan pemikiran (fahaman) Khawarij iaitu takfiri (pengkafiran) dan teori “Tauhid Hakimiyah”) Menurut Syeikh Abdussalam lagi: Didapati para pentaqlid dan pendukung Sayyid Qutub sangat berlebih-lebihan apabila mempertahankan Sayyid Qutub. 7. imam Ibn Kathir. sanjungan dan lainnya”. 98. Apakah Syeikh al-Albani juga pelampau kerana menjelaskan akidah Sayyid Qutub? Fahamilah apa yang telah ditulis oleh Sayyid Qutub yang berkaitan dengan akidah: “Berkenaan hal “Istiwa” Allah di atas ‘Arasy. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Syaid Qutub Minal Qawasim) tulisan Rabi’ bin Hadi) Ingatlah apa yang dikatakan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bahawa ghulu itu: “Berlebih-lebihan dalam memberi pujian.“Qutubiyun adalah mereka yang satu kaum membaca (mempelajari) tulisan-tulisan Sayyid Qutub. Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ramai lagi para ulama Salaf termasuk Syeikh Ibn Bazz dan Muhammad Nashiruddin al-Albani dengan tegasnya telah menolak dan membantah cara takwil atau penafsiran yang dilakukan oleh Sayyid Qutub kerana mengingkari Allah beristiwa’ di ‘Arasy. Raja as-Suhaimi) Antara fatwa dari Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah diakhir hayatnya: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam. Terdapat banyak kesalahan yang keterlaluan dan keji di dalam tulisannya. imam Ibn Taimiyah. . Dia hanyalah seorang penulis (sasterawan) berpegang dengan mazhab Asy’ari. sekalipun teguran tersebut benar. (Lihat: Fikru at-Takfir Qadiman wa-Hadisan. Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”. para pendokong Qutubiyah bangun membantah dengan kata-kata yang keji”. Hlm. maka mereka akan mengeluarkan pelbagai alasan. malangnya apabila Sayyid Qutub diberi teguran (oleh para ulama). Muhammad bin Soleh al-Utaimin) Sikap keji ini telah berlaku di kalangan pendukung tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin sehingga ke taraf melatah dan melalut. Syeikh Abdussalam menjelaskan: “Sudah dimaklumi bahawa Sayyid Qutub bukanlah seorang yang menguasai ilmu agama.

(Lihat: fi Zilalil al-Quran. Malah tafsir Sayyid Qutub di . Imam Abdullah berkata: Aku mendengar bapa ku berkata: Sesiapa yang mengatakan lafazku terhadap al-Quran itu makhluk maka itu adalah ucapan yang buruk dan kotor. kerana sesungguhnya ia adalah salah satu dari ciptaan Allah”. Maksud dari kalimah “Penguasaan/Berkuasa/Memerintah” di sini adalah mengingkari istiwanya (Allah di ‘Arasy) yang maknanya telah jelas iaitu tinggi di atas ‘Arasy. sedangkan al-Quraan adalah Kalamullah bukan makhluk yang sama sekali tidak boleh disama atau disekufukan dengan makhluk. (Lihat: Fii Zilalil Quran. 4/2328) Gaya penafsiran ayat di atas ini jika disengajakan. itu adalah perkataan Jahmiyah”. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Ini adalah akidah Jahmiyah. bukan Kalamullah. ia membuktikan bahawa Sayyid Qutub telah membuat kesilapan besar di segi akidah (mudah-mudahan ia kesilapan yang tidak disengajakan atau kesalah-fahaman orang awam terhadap uslub sastera beliau yang tinggi). (Perkataan ini termuat dalam keset rakaman Ibn Bazz tahun 1413) Menurut Sayyid Quthb al-Qur’an Itu Makhluk Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya Fii-Zilalil Quran telah menulis: “al-Quran adalah suatu yang zahir. Keyakinan ini bertentangan dengan akidah Ahli Sunnah wal-Jamaah. kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. kerana kata-kata “Sebagaimana bumi dan langit” ia menyerupakan al-Quran sebagaimana makhluk yang lainnya. fi-Zilalil al-Quran telah menulis: ヌ á ゙ムツ ä ルヌ å ムノ ゚ æäí ノ ゚ヌ á ヌムヨ æ ヌ á モ ã ヌ æ ヌハ “al-Quran adalah suatu yang zahir.Syeikh Abdul Aziz bin Bazz dengan ketegasannya membantah: “Perkataan ini adalah perkataan yang fasid. 5/3006) Sayyid Qutub meyakini al-Quran adalah “ ユ ä レ ヌ ááå” ciptaan Allah (makhluk). Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya lagi. (Lihat: ヌ á モ ä ノ 1/165) Sayyid Qutub mentahrif dan mentakwil nas-nas al-Quran sehingga diertikan al-Quran itu makhluk bukan Kalamullah. Apa yang dikatakan oleh beliau (Sayyid Qutub) adalah batil dan ini membuktikan bahawa dia miskin dalam ilmu tafsir”. Beliau berkata: “Dan sesungguhnya mereka (manusia) itu tidak akan berdaya mengarang satu huruf pun yang menyerupai al-Kitab ini. 4/2328) Tafsir Sayyid Qutub ini membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. bukan Kalamullah”. (Lihat: Fii Zilalil Quran. 5/2719) æóåó ミヌ ヌ á ヘムン (ユ) ãä ユ ä レノ ヌ ááå ハレヌ áì “Dan huruf ini (Shaad) adalah salah satu ciptaan Allah Ta’ala”.

atas ini benar-benar membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. sebagaimana yang telah dijelaskan tentang sesatnya akidah serupa ini oleh Imam Abdullah rahimahullah: ゙ ó ヌ áó ヌ úá ヌ öãó ヌ ãõ レ ó ネ ú マ õ ヌ ááå : モ óãö レ ú ハ õ ヌ ó ネ öíú íó ゙ õæúáõ : ãóäú ゙ ó ヌ áó áó ン ú ル öí ネ ö ヌ áú ゙ õ ム ú ツ äö ãõ ホ úáõæú ゙ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãñ モ õæú チ ñ ム ó マ öí チ ñ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãõ ヌ áú フ óåúãöíøó ノ . Ini adalah akidah Jahmiyah dan akidah mereka yang sealiran dengan kelompok yang sesat. bukan Kalamullah”.

1/185) I’tiqad Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud Allah Bersama Makhluk) Sayyid Qutub telah menerapkan fahaman wahdatul wujud melalui kitab tafsirnya. maka antara kesalahan Sayyid Qutub ialah mengkafirkan umat melalui katakatanya: “Pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam. Disingkap dan didedahkan juga pergerakan dakwah di dalam Ikhwanul Muslimin terutamanya yang dipemimpin oleh Sayyid Qutub. Dan tidak ada sesuatu zat yang sebenarnya kecuali zat-Nya. sama ada dalam pertimbangan syara atau neraca akal yang rasional. Sayyid Qutub berkata tentang Khalifah Uthman: “Dia (Khalifah Uthman) mengurus urusanurusan yang banyak menyimpang dari Islam”. Perkataan Sayyid Qutub Terhadap Uthman r.Berkata Imam al-Barbahari: “Dan bahawasanya al-Quran itu Kalamullah yang diturunkan-Nya dan bukanlah makhluk”. dari hlm. menggambarkan penghinaan Sayyid Qutub yang keterlaluan terhadap Khalifah Uthman: “Kami lebih condong kepada sistem kekhalifahan Ali radiallahu ‘anhu sebagai mengambil alih secara tabi’i dua Khalifah sebelumnya”. Namun Sayyid Qutub tidak boleh dihukum kafir di atas beberapa kesilapannya. Di dalam kitab ini Syeikh Ayyad asy-Syamari telah mendedahkan kekejaman. 217 hingga ke hlm. Matan 10) Berkata Imam Abu Ja’far at-Tahawi rahimahullah: “Bahawasanya al-Quran itu adalah Kalamullah (firman Allah)”. Terlalu banyak buku-buku yang telah mendedahkan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin dan sikap para pemimpin mereka yang keji dan mungkar. Beliau berkata apabila menafsirkan ayat: “Sesungguhnya ayat: (Katakanlah bahawa Allah itu Esa!): Sesungguhnya ia menjelaskan kesatuan zat (æ ヘ マ ノ ヌ áæ フ æ マ ).a. 234. 214) Dalam kitab ヌ á レ æ ヌ ユ ã ãä ヌ á ゙ æ ヌ ユ ã oleh Abi Bakr Ibnu al-Arabi. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Keyakinan ini diklasifikasikan sebagai keyakinan berbaur elemen ideologi Syiah. tidak pula sebuah masyarakat Islam”. 4/2122) “Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama . keganasan dan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin serta disingkap segala rancangan jahat dan konspirasi mereka untuk menjatuhkan pemimpin Islam. Sedangkan segala sesuatu (zat) yang lain wujudnya tersimpul dari (zat)-Nya yang sebenarnya”. Hasan al-Banna. 1/172) Berkata Imam Ibnu Abi al-Izz al-Hanbali: “Maka (sepakat) seluruhnya para imam mazhab yang empat dan orang-orang Salaf dan Khalaf. mereka bersepakat bahawasanya al-Quran adalah kalamullah bukan makhluk”. (Lihat: Syarah Akidah Tahawiyah. Selain mencela Uthman. 6/4002) Begitu juga dengan kitab Turkh Hasan Al-Banna Wa-Ahammul Warisin. Hlm. (Lihat: Syarah Sunnah. (Lihat: al-‘Adalahtul Ijtimaiyah fil Islam. hlm 4. Maka tidak ada hakikat zat kecuali hakikat zat-Nya. (Fii Zilalil Quran. (Lihat: Syarah Akidah Thahawiyah. Umar at-Tilmisani dan yang lainnya.

beliau juga melahirkan ramai para pengikut/pendukung yang fanatik kepadanya di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin. 11/1492) æ ヌ á ミ íä á ヌ í ンムマ æä ヌ ááå ネヌ á ヘヌ゚ ãí ノ ン ì テ í メ ã ヌ ä 。 ン ì テ í ã ゚ヌ ä åã ã ヤム゚ æä . 11/1057) Inilah bentuk takfir terhadap orang Islam yang di luar kelompok Ikhwanul Muslimin. semuanya mengetahui melalui bahasa mereka makna Ilah dan makna Laa Ilaha Illallah. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengulang-ulangi pada azan kalimah (Laa Ilaha Illallah)”. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Lihatlah antara apa yang difatwakan oleh Sayyid Qutub: ゚ヌ äæ ヌ ヌ á レムネ í レムン æä ãä á ロハ åã ã レ äì : ナ áå æã レ äì á ヌ ヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå 。 ゚ヌ äæ ヌ í レムン æä : テ ä ヌ á テ áæåí ノ ハレ äí ヌ á ヘヌ゚ ãí ノ “Orang-orang Arab dahulu-kala.serta keluar dari Laa Ilaha Illallah. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Tauhid Hakimiyah Dan Takfir Sayyid Qutub rahimahullah. Gerakan dan fahaman Qutubiyah yang tersemai di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin dan diterima pakai oleh tokoh-tokohnya telah berjaya menarik minat ramai masyarakat meniru perjuangan mereka. selain mewariskan fahaman Qutubiyah Khawarijiyah dan Tauhid Hakimiyah Takfiriyah. mereka mengetahui: Bahawasanya Uluhiyah membawa makna pada hakimiyah”.

Mereka dianggap sebagai jahiliyah bukan kerana berkeyakinan tentang anggapannya ada ketuhanan seseorang selain Allah dan bukan kerana mereka mengutamakan syiar-syiar pengibadatan kepada selain Allah…. Antara teori-teori bid’ah yang terkandung di dalam tulisan-tulisan Sayyid Qutub seperti di dalam Ma’alim fii at-Tariq (Buku yang berunsur pengkafiran (takfiriyah) ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu dengan judul “Petunjuk Sepanjang Jalan”) dan fii Dzilalil Qur’an ialah fahaman takfir (pengkafiran) dan penghinaan terhadap umat Islam sekarang ini dengan tuduhan sebagai masyarakat jahiliyah. Sebagai bukti Sayyid Qutub telah berkata: “Masyarakat yang mengaku sebagai masyarakat Islam (sekarang ini) telah termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah. JI.html) Sayyid Qutub melalui pelbagai tulisannya telah mengheret ramai umat kepada berbagai bid’ah pemikiran. Selanjutnya dia berkata: “Apabila hal sudah jelas. Mereka menilai ke-Islaman seseorang atau pemerintah hanya pada perlaksanaan hukum terutamanya hudud bukan pada nilai akidah mereka. maka mereka itu adalah orang-orang musyrik”. Hlm 101) Menuduh umat ini sebagai: “Termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah” samalah seperti mengkafirkan umat Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa-sallam yang ada sekarang ini. persepsi dan andaian. Sila rujuk link ini untuk pejelasan lebih lanjut berkenaan Tauhid Hakimiyah: http://bahaya-syirik. Pemahaman seperti ini adalah mungkar kerana ia diwarisi dari sikap Zul Khuwaisirah yang menentang Rasululullah yang dituduh tidak berlaku adil. 11/1492) Perjuangan Khawarij yang diteruskan oleh Ikhwanul Muslimin sangat menitik-beratkan caracara menjatuhkan penguasa yang telah mereka hukum sebagai kafir. Jamaah Jihadiyah. teori. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. Berpunca dan juga kesan dari pelbagai bentuk pemikiran Sayyid Qutub yang bid’ah. (Lihat: Fii Zilalil Quran. maka pendirian Islam terhadap masyarakat jahiliyah adalah berkait dengan satu ungkapan iaitu Islam menolak pengakuan seperti itu iaitu pengakuan keIslaman masyarakat ini secara total”. siyasah dan iedologi songsang.“Maka orang-orang yang tidak meng-Esakan Allah dalam hal Hakimiyah (hukum) di zaman apapun. Bid’ah-bid’ah ini tercipta melalui penafsiran beliau yang dihanyutkan oleh rakyunya (pendapatnya) sehingga membawa kepada kesesatan akidah selain bid’ah ibadah.blogspot. DII. di mana pun mereka. (Fahaman seperti ini dikenali sebagai Fahaman “Tauhid Hakmiyah”.com/2007/07/isu-11-tauhid-hakimiyah-punca. sosial. syirik atau zalim. akhlak. Hizbut Tahrir dan berbagai-bagai hizb yang lainnya. ia telah melahirkan fahaman yang rosak dan perpecahan yang begitu banyak di kalangan umat Islam seperti melahirkan Jamaah Takfir wal-Hijrah. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. Hlm 101) . tetapi mereka masih memberikan keutamaan yang sangat utama dari sifat ketuhanan kepada selain Allah iaitu mereka masih beragama dengan berhukum dengan selain hukum yang diturunkan oleh Allah”.. Buah fahaman yang dipetik dari benih yang ditanam oleh Khawarij yang menentang Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam ini adalah bertentangan dengan pemahaman Ahli Sunnah wal-Jamaah yang berpegang dengan manhaj Salaf as-Soleh dalam mensikapi pemerintah dan orang-orang Islam.

4/2122) ン゙マ ヌムハマハ ヌ á ネヤム í ノ ヌ áì レネヌマノ ヌ á レネヌマ æ ヌ áì フ æ ム ヌ á テマ í ヌ ä æä ゚ユハ レ ä á ヌヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå æ ナ ä ル á ンム í ゙ ãäå ヌ í ムママ レ áì ヌ áã ツミ ä . ナ äå áí モ レ áì æ フ å ヌ á テムヨ ヌ áíæã マ æá ノ ã モ áã ノ æá ヌ ã フハ ã レ ã モ áã “Bahawasanya pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam. (Lihat: Fii Zilalil Quran. tidak pula sebuah masyarakat Islam”.Selain itu. beliau (Sayyid Qutub) turut menyatakan.á ヌヌ áå ヌ á ヌ ヌ ááå .

mencela Khalifah Uthman radiallahu ‘anhu. jika tidak bertaubat dia dikenakan hukuman mati kerana telah murtad. (Lihat: Aulawiyyatul Harakah al-Islamiyah. pentaqlid buta yang taksub dan mereka yang bersangatan memuja dan memuji Sayyid Qutub dan pertubuhan Ikhwanul Muslimin boleh memejamkan mata tentang kesalahan yang terlalu banyak ini? Apakah Syeikh Abdullah bin ad-Duwais seorang yang bodoh? Pastinya beliau seorang ulama besar sehingga mampu mendedahkan kesilapan Sayyid Qutub yang sebanyak itu di dalam tafsirnya. berakidah Asy’ariyah dalam mentakwil sifat-sifat Allah. Rabi’ bin Hadi) . Jangan Mengkafirkan Mereka Namun para masyeikh (para ulama yang bermanhaj Salaf) tidak pernah mengkafirkan Sayyid Qutub atau sesiapapun dari tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin yang menjadi sanjungan kelompok mereka sebagaimana dinyatakan oleh Syeikh Hammad al-Ansari: “Diketika orang ini (Sayyid Qutub rahimahullah) masih hidup maka sewajarnya dia bertaubat. 163. Oleh kerana dia telah meninggal maka perlu dijelaskan kepada umat bahawa perkataannya itu batil. 110. Yusuf al-Qaradhawi) Fatwa Yusuf al-Qaradhawi di atas yang dinukil secara amanah ini. (Supaya lebih jelas. 242) Di dalam kitab ヌ áãæ ムマ ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á Syeikh Abdullah bin adDuwais telah mendedahkan sebanyak 182 (seratus lapan puluh dua) kesalahan termasuk kesalahan dalam bab akidah. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengualang-ulangi pada azan kalimah (Laa ilaha illallah)”. Kenyataan Yusuf al-Qaradhawi sendiri telah menjadi saksi dan bukti bahawa Sayyid Qutub melahirkan pemikiran takfirnya (pengkafirannya) terhadap umat Islam sekarang ini kerana ia telah diakui oleh Yusuf al-Qaradhawi dengan fatwanya: “Pada peringkat pengkafiran ini. meninggalkan tauhid uluhiyah. (Lihat: al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutub Minal Qawasim. Hlm. 24.“Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama serta keluar dari Laa ilaha illallah. iaitu mudah mengkafirkan orang yang tidak menerima fahamannya. 11/1057) Inilah bentuk takfir (menghukum orang lain kafir) dan menghukum murtad kepada orang Islam yang di luar kelompoknya. mencela sahabat. rujuklah kepada buku Sayyid Qutub “at-Taswirul Fanni’. ia tercatit di dalam tulisan-tulisannya. Hlm. Inilah juga antara ciri-ciri doktrin dan fahaman Khawarij tulin. menyebarkan pemikiran takfir dan sebagainya”. didukung dan dikuatkan lagi dengan kenyataan Ahmad Farid Abdul Khaliq: “Sayyid Qutub telah memperlekeh Nabi Musa ‘alaihissalam. Hlm. Hlm. Atau kitabnya “Kutub wa-Syaksiyat. yang merupakan kemuncak terakhir dari pengkafiran Sayyid Qutub. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Di dalam tulisan-tulisan tersebut terpancar pengkafiran terhadap masyarakat dan perlunya penundaan dakwah untuk beralih kepada undang-undang Islam (hakimiyah) dan menyerukan jihad melawan seluruh manusia”. namun kita tidak mengkafirkannya kerana kita belum menegakkan hujjah ke atasnya”. Apakah pendukung.

” Bila ingin dibandingkan: Sayyid Qutub dengan buku-bukunya selalu mengulang kesalahan yang sama. sedangkan Sayyid Qutub. berbeza dengan Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dan selainnya. dan yang seumpamanya tidak dimaafkan? Maka. dapat dijawab dari dua segi. dan firqah-firqah sesat dengan kaum muslimin dan kesalahan-kesalahannya (an-Nawawi dan Ibnu Hajar) tidak membahayakan masyarakat. (Rujukan: Menyingkap syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. Dan para ulama telah menjelaskan dan memebri peringatan agar berhati-hati dari kesalahan-kesalahan tersebut. maka bahayanya telah hilang dengan tanbih (peringatan) ini. sufiyahnya dalam bukubukunya. Maka yang demikian ini adalah salah satu bentuk kezaliman. iaitu: 1 – Lingkungan (persekitaran) mereka telah membentuk (mempengaruhi) mereka seperti itu. 3 – jasa-jasa mereka belum tergantikan hingga saat ini. Andy Abu Thalib al-Atsary. dan tidak mengajak untuk tahazzub (bergolong-golongan/firqah). ini jawabnya: Berkata al-Ustaz Abdul Hakim Abdat hafizahullah dalam majlis Fathul Bari Syarh Sahih Bukhari ketika menyentuh kesalahan al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani dalam masalah asma’ wa sifat di dalam al-Fath. Terbitan Darul Qolam. mereka beranggapan bahawa antara akidah yang rosak bahkan yang kafir dan akidah sahihah (yang benar) yang selamat tidak ada bezanya. Nasrani. penyatuan shaf di antara Rafidhah. dan kitab-kitab mereka menjadi rujukan umat. Majusi. Ibnu Hajar dan imam-imam besar yang lainnya. begitu juga hasan al-Banna selalu menunjukkan tafwidh. Kedua: Bahawa an-Nawawi dan Ibnu Hajar tidak mengajak kepada kesalahan-kesalahannya. meskipun dari hasil ijtihad mereka mencul bid’ah. kerana beberapa hal. pengkafiran terhadap masyarakat (kaum muslimin). al-Maududi. serta mereka menganggap . 2 – mereka tidak mengulang-ulang perbahasan yang salah tersebut dalam kitab-kitabnya dan tidak menulis satu kitab pun yang membahasa tentang masalah yang salah itu. al-Banna. Belum lagi mereka tidak memenuhi syarat sebagai seorang mujtahid. Maka. “Mengapa imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani serta ta’wil mereka yang keliru itu dimaafkan.Syubhat Dan Bantahan Terdapat sebahagian pihak dari pendukung pemikiran Sayyid Qutub rahimahullah menyamakan beliau (Sayyid Qutub) dengan kesilapan al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah dalam persoalan takwil asma’ wa sifat. mereka ini tidak memiliki jasa ilmiyah serta amaliyah dan tidak memberi manfaat bagi umat Islam sebagaimana yang dimiliki oleh anNawawi. 185-186) Menurut Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi: Jika ada yang bertanya. Pertama: Bahawa di antara dua jenis kelompok orang ini ada perbezaan yang besar. Adapun Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna. m/s. “Bahawasanya diakui kesalahan mereka ini sebagai kesalahan ijtihadiyah bukan bid’ah. lalu bagaimana kita boleh menerima kesalahan mereka sebagai kesalahan. kerana imam Nawawi dan Ibnu Hajar memiliki jasa ilmiyah dan bermanfaat bagi umat Islam yang boleh menutupi kesalahan-kesalannya.

Dr. Muhammad Amman al-Jami telah meninggal dunia pada malam Khamis tanggal 27 Sya’ban tahun ini (semoga Allah merahmati beliau) namun aku menasihatkan agar tetap mengambil faedah (manfaat) dari kitab-kitab yang ditulis oleh keduanya. (Ucapan yang dirakam pada tanggal 7/11/1414) 4 .Syeikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menyatakan berkenaan Sayyid Qutub yang mentahrif ayat-ayat istiwa: “Dan ini adalah batil dan menunjukkan bahawa Sayyid Qutub miskin dalam hal tafsir”. Hlm. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali yang banyak mengkaji dan membongkar sekian banyak penyimpangan dalam kepelbagaian firqah dalam dakwah. (Lihat: Baraatul Ulama Ummah. keduanya adalah Ahlus Sunnah dan aku mengenal keduanya dengan keilmuan mereka. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. baik secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”. 30) 3 . Nasrani. m/s.Pujian Sheikh Abdul Aziz Bin Baz terhadap Sheikh Dr. keutamaan mereka serta aqidah yang benar. oleh Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutu Minal Qawasim) tulisan Sheikh Dr.bahawa antara seorang Rafidhah. kerana banyak orang yang ta’asub (fanatik) dengan pendapatpendapatnya yang menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah dan mereka memerangi ahlu Sunnah. Hlm. Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufiq-Nya dan agar Allah mengampuni Sheikh Muhammad Amman dan agar memberikan taufiq kepada . dan ini merupakan bahaya yang paling besar. dan mereka ini sungguh memberi mudharat terhadap kaum muslimin bukan memberi maslahat. (Lihat: Baraatul Ulama Ummah.Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berfatwa: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam. dan lainnya dan seorang muslim itu tidak berbeza. 37-38) Fatwa Para Ulama Terhadap Sayyid Quthb 1 . Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali) 2 . termasuk pertubuhan Ikhwanul Muslimin: “Khusus mengenai Sheikh Muhammad Amman al-Jami dan Sheikh Rabi’ bin Hadi alMadkhali. (Dinukil dari Edisi Terjemahan atas judul: Menepis Manhaj Dakwah II. 35) 3 .Berkata Syeikh Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr: “Bahawa Sayyid Qutub bukan termasuk ulama yang dapat dikuti perkataannya dalam masalah-masalah ilmiyah”. Terbitan Daar as-Salaf.Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan pendedahan bahaya pemikiran Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak.

” (Rujukan: Kaset al-As’ilah as-Suwaidiyyah. ada sebahagian kalangan pemuda yang meragukan bahawa keduanya berada di atas garis salaf.a.” Maka beliau rahimahullah menjawab: “Alhamdulillah kami merasa yakin bahawasanya para da’i di pelbagai negeri Islam yang mereka menegakkan kewajiban fardhu kifayah (ini).seluruh kaum muslimin kepada perkara yang diredhai-Nya dan perkara yang padanya terdapat perbaikan bagi kaum muslimin.. “Sesungguhnya Muawiyah dan sahabatnya Amr r. sedangkan orang-orang yang membantah beliau sama sekali tidak berada di atas ilmu selamanya. sebagaimana inilah yang nampak oleh semua orang. Dan ketika Muawiyah dan sahabatnya itu condong melakukan kebohongan. maka tidaklah hairan kalau mereka berdua berhasil dan Ali gagal. atau pernyataan perang dari orang-orang yang menyelisihi manhaj yang benar ini. dan Ali r. halaman 242. (Rujukan: Kaset al-Muwazanat Bid’atul ‘Ashr li al-Albani) 6 – Fatwa al-Allamah Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah: Sayyid Qutub berkata dalam bukunya “Kutub wa Syakhiyah”. kerana keduanya lebih mengetahui tentang kedalaman jiwa dan lebih berpengalaman dalam bertindak dengan tindakan yang bermanfaat dalam siatuasi-situasi yang tepat. dua orang da’i kepada Kitabullah dan Sunnah di atas pemahaman salafus soleh. yang berbunyi: “Meskipun telah diketahui sikap dua orang sheikh yang mulia. Maka penghinaan atas diri dua orang sheikh ini. . Rujuk juga: Kaset Tsana’ul Ulama ‘ala asy-Sheikh Rabi’ – tasjilat Minhajus Sunnah) 5 – Diajukan sebuah pertayaan kepada Sheikh al-Albani dalam sebuah kaset yang berjudul Liqa’ Abil Hasan al-Ma’ribi ma’a al-Albani. sementara ilmu ada pada beliau. kemunafikan. dan membeli segala perlindungan. tidaklah mengalahkan Ali r. akan tetapi kerana mereka berdua juga lebih tangkas dalam mempergunakan pelbagai pedang sedang Ali terikat pada akhlaknya dalam memilih sarana untuk berkelahi. semua itu adalah perkataan yang buruk dan mungkar. iaitu Sheikh Rabi’ dan Sheikh Muqbil. penyuapan. kecurangan. penipuan. Rabi’. “Perkataan yang buruk. sesungguhnya Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha dekat. mereka akan dicemuh kerana mereka berdakwah dengan dakwah yang benar yang tegak di atas al-Kitab dan as-Sunnah di atas manhaj salafus soleh ini.a.” Sheikh al-Albani juga menyatakan bahawa: “Sesungguhnya pembawa bendera jarh wat Ta’dil zaman ini adalah saudara kami Dr. tidak mampu untuk mengikuti hingga ke tindakan yang paling hina tersebut. dan sungguh kegagalan tersebut adalah lebih mulia dari segala keberhasilan. yang mana sedikit orang yang bersedia menunaikannya di masa-masa sekarang.a. tentang Muawiyah bin Abu Sufyan dan Amr bin al-Ash r. celaan kepada mereka ini hanya bersumber dari salah satu di antara dua kemungkinan orang: boleh jadi dia seorang yang jahil/bodoh dan boleh jadi dia adalah pengikut hawa nafsu. tipu daya. iaitu Sheikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan Sheik Muqbil bin Hadi al-Wad’i dalam memerangi kebid’ahan dan pendapat-pendapat yang menyimpang. ini merupakan perkataan yang buruk.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata ketika beliau ditanya perkataan tersebut dan dibacakan kepadanya.a. merupakan penghinaan terhadap Muawiyah dan penghinaan terhadap Amr bin Ash.

& Mengkafirkan Kaum Muslimin. Jihad.a. seperti yang ditulis oleh Sheikh Abdullah ad-Duwaisy rahimahullah.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata.” Penanya berkata. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. “Bahkan lebih baik ia dirobek (dikoyak). “Dalam buku berjudul Kutub wa Sykhshiyyat.w. “sesungguhnya dalam diri mereka berdua ada kemunafikan”. atas Sayyid Qutub dalam Tafsirnya ataupun dalam buku lainnya. Terbitan Darul Haq) . & Mengkafirkan Kaum Muslimin.” Penanya berkata.w. dan yang berakhir tidak tepat.” Seorang penanya berkata. Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . membalas kebaikan kepada sheikh). Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム .Muawiyah dan Amr serta orang-orang yang ebrsama mereka berdua adalah dalam posisi berijtihad. “Ini adalah salah dan keliru namun tidak menjadi kafir. adalah suatu kemungkaran dan kefasikan yang harus diberi hukuman (kita memohon kepada Allah s. dan bila mereka dicela ertinya adalah suatu celaan terhadap syari’at. “Apakah ini ada dalam surat khabar?” Penanya berkata.a. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. mereka menulis tanggapan-tanggapan atasnya. kemudian ditandatangani oleh Sheikh Muhammad dengan tanggal 24/2/1421H). maka barangsiapa yang suka untuk menelaahnya maka baik untuk ditelaah.” (Rujukan: Syarh Riyadhus Sholihin karangan Sheikh yang mulia.t. atau salah satu sahabat r.t. seangkan para mujtahid apabila tidak tepat maka semoga Allah s. “Tidakkah dilarang saja buku-buku yang ada di dalamnya perkataan seperti itu?” Yang mulia Sheikh Abdul Aziz bin Baz berkata. hari Ahad. bukankah perkataan seperti ini merupakan tindakan mengkafirkan?” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata. akan tetapi para ulama telah menulis tentangnya yang bersangkutan dengan karangannya dalam Tafsir “Fi Dzilalil Qur’an”. “Karangan siapa?” Penanya berkata. 18/7/1416H). Terbitan Darul Haq) 7 – Sheikh Muhammad bin Soleh al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya berkenaan Sayyid Qutub. dan saudara kita Sheikh Rabi’ al-Madkhali juga menulis tanggapan-tanggapan atasnya. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri.w. “Karangan Sayyid Qutub.” (Rujukan: Kaset “al-Liqa’ alMaftuh ats-Tsami Baina Sheikh al-Utsaimin dan al-Madkhali di Jeddah”.” Sheikh Abdul Aziz berkata. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. beliau menjawab: “Pengamatan saya terhadap buku-buku Sayyid Qutub adalah sangat sedikit sekali dan saya tidak mengetahui keadaan orang tersebut. “Ini adalah perkataan yang buruk. memaafkan kita dan mereka. “Perkataannya.t. “Dalam sebuah buku (semoga Allah s. Jihad.” Kemudian beliau berkata kembali. kerana sesungguhnya pencelaannya terhadap beberapa sahabat r. keselamatan) akan tetapi bila ia mencela sebahagian besar atau memfasikkan mereka maka ia keluar dari Islam kerana mereka adalah pembawa syari’at ini.

dan kitab-kitab yang berbicara tentang aqidah. tafsir al-Qur’an dan hukum-hukum syari’at. dan ini kemungkinan memiliki akibat yang buruk terhadap pemikiran para pemuda. Pada hakikatnya kitab tersebut bukanlah kitab tafsir namun hanya sebuah buku yang membahas erti secara umum dari setiap surah atau al-Qur’an secara umum. pertemuan dengan yang mulia sheikh. Sheikh al-Allamah Soleh al-Fauzan ditanya berkenaan buku “Fi Dzilalil Qur’an”. Beliau berkata. dengan cara orang-orang yang sesat). penjelasan yang dimaksud Allah s. “Masalah membaca buku azh Zhilal masih diperdebatkan kerana azh-Zhilal mengandungi perkara-perkara yang masih perlu diperdebatkan. dan penjelasan tentang segala apa yang tersembunyi di baliknya sama ada dari segi bahasanya mahupun keindahannya. Inilah pendapat saya. Ada tafsir Ibnu Katsir dan tafsir-tafsir ulama salaf lainnya yang banyak sekali jumlahnya yang sudah lebih dari cukup daripada tafsir seperti (fi zhilalil Qur’an) ini. Rujuk: (ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム .w. maka pastilah lebih sesuai bagi para pemuda tersebut. Buku ini tidak boleh dijadikan sedarjat/setaraf dengan ibnu Katsir dan kitab-kitab lainnya.” (Rujukan: Kaset “Majmu’ ma qalahu Ibnu Baz haula nashihatihi al-ammah”.t. Dan sebelum itu semua. Maka buku itu bukanlah tafsir dengan makna yang difahami oleh para ulama terdahulu dari masa yang lalu iaitu bahawasanya tafsir adalah penjelasan akan makna al-Qur’an dengan riwayat-riwayat yang ada. dan al-hakimiyah tidak diragukan merupakan sebahagian dari tauhid uluhiyah akan tetapi ia bukanlah satu-satunya tauhid uluhiyah yang diinginkan (dan ia mentakwilkan sifat-sifat Allah s. dari ayat-ayat dan surah-surah yang ada.w. akan tetapi tafsir tersebut tidak dapat dijadikan sandaran kerana bercampur dengan pelbagai perkara sufiyah dan rangkaianrangkaian kata yang tidak sewajarnya dalam kitabullah seperti mensifati al-Qur’an dengan muzik dan nada-nada dan juga penulisnya tidak prihatin terhadap tauhid ibadah. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. Jihad. yang kemudiannya diteliti kembali oleh Sheikh). Terbitan Darul Haq) Penutup Tulisan yang telah anda baca ini hanya mendedahkan sebahagian kecil dari sekian banyak .8 – Sheikh Soleh bin Fauzan al-Fauzan. dan sekiranya mengambil dari kitab-kitab salaf (kitab terdahulu). disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. Sedangkan buku fi zhilalil Qur’an adalah sebuah buku tafsiran yang umum yang mungkin kita dapat menamakannya dengan buku tafsir yang ebrsifat tematik iaitu di antara tafsiran yang bersifat tematik yang kita kenal zaman sekarang ini. dan bila ia sebutkan berkenaan tauhid uluhiyah maka ia memusatkan pada tauhid hakimiyah (perundangan). telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. sedang hal yang sangat mengambil perhatiannya adalah tauhid rububiyah. dan segala yang terkandung di dalamnya dari hukum-hukum syari’at. dan bahawasanya kita membuat para pemuda tergantung dengan buku tersebut dan agar mereka mengambil pemikiran yang padanya terdapat perkara yang perlu diperdebatkan. 9/8/1412H.t. Makkah alMukarramah.

seorang Anggota Kibarul Ulama dan Anggota Lajnah Badan Fatwa Saudi Arabia. oleh Syeikh Abdullah bin ad-Duwais. 3 . oleh Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Mansur al-Udaini. Jihad. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. oleh Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja’ as-Suhaimi. 9 . oleh Sheikh Abi Ibrahim bin Sultan al-Adnani 5 . 4 . Sheikh al-Utsaimin. 7 .ム ン レ ヌ áá ヒ ヌ ã レ ä ã ホ ヌ á ン ノ ヌ á ゙ ム ヨ ヌ æí á ヤ ム レ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã . Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. sheikh al-Albani. 13 – ã リ ヌ レ ä モ í マ ゙ リ ネ ン í ヌ ユ ヘ ヌ ネ ム モ æá ヌ ááå .ヌ á ム ヘ ãä レ ネ マ ヌ á ホ ヌ á ゙ .ヌ á ゙リネ í ノ åí ヌ á ンハ ä ノ ンヌレムン æå ヌ . 8 . 2 . (telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. (Indonesia) 12 – ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌチ ヌ á ゚ネヌムン í ヌ á ナム å ヌネ æ ヌ á ハマ ãí ム æ ヨ æ ヌネリ ヌ á フ å ヌマ æ ヌ á パン í ム . oleh Sheikh Dr.fakta-fakta yang menunjukkan penyimpangan Sayyid Qutub (semoga Allah mengampuninya) dalam perjuangannya terhadap Islam. oleh al-Ustaz Luqman bin Muhammad Ba’aduh. Telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Terbitan Darul Qolam. oleh Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali telah disemak dan ditaqdim oleh Syeikh Dr. dengan tajuk: Sayyid Quthb Cela Sahabat Nabi?. Mereka Adalah Teroris!. oleh Sheikh Dr.ベ í ゙ノ ヌ á マレ æ ノ ヌ áì ヌ ááå .ン ゚ ム ノ ヌ á ハ ゚ ン í ム ゙ マ íã ヌ æ ヘ マ í ヒ ヌ æ ハ ネ ム ニ ノ ヌ ハ ネ ヌ レ ã ミ å ネ ヌ á モ á ン ãä ヌ á ロ áæ æ ヌ á ン ゚ ム ヌ áãä ヘムン . Cetakan Darul Haq) – Membukukan fatwa-fatwa dari ulama seperti Sheikh Abdul Aziz bin Baz. 10 – Sebuah Tinjauan Syari’at.マレ æ ノ ヌ á ヌホ æ ヌ ä ヌ áã モ áãíä ン ì ãíæ ヌ ä ヌ á ヌモ á ヌ ã . Soleh Fauzan. Antara Kitab-kita tersebut adalah sebagaimana berikut: 1 . disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. Untuk lebih jelas lagi. oleh Andy Abu Thalib al-Atsary. oleh Syeikh Saad bin Abdulrahman al-Husin 6 . Soleh bin Fauzan al-Fauzan. Terbitan Darul Falah. anda boleh merujuk sendiri buku-buku karangan ulama yang membahas dan mengkaji secara khusus berkenaan Pemikiran Sayyid Qutub ini dan sekaligus pemikiran/manhaj Ikhwanul Muslimin bersama para tokoh-tokohnya yang lain.ヌ á ゙ムヨヌ æí ン í ヌ áãí メヌ ä.ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á . Syeikh Sulaiman bin Soleh al-Khurasyi. dan lain-lain. Syeikh Ahmad Yahya an-Najmi.ヌ áãæ ム マ ヌ á レ ミ ネ ヌ á メ á ヌ á ン íã ヌ ヌ ハ ハ ゙ マ レ áì ヌ áãä ヌ å フ ヌ á マ レ æí ノ ãä ヌ á レ ゙ ヌ ニ マ æ ヌ á ヌレ ã ヌ á . Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Sheikh Dr. (Indonesia) 11 – Menyingkap Syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. Terbitan Pustaka Qaulan Sadida. oleh Farid bin Ahmad bin Mansur. Terbitan . 14 – Kekeliruan Pemikiran Sayyid Qutub.

.....!!!apa yang engkau berikan untuk umat ini bro. kayak malikat yach.. (Merupakan Terjemahan Dari Kitab Asal ke Bahasa Indonesia)..sama aja loe bisa makan tapi gak bisa masak........ hoi semua orang you cela trus you sendiri kayak apa sih.?????? tau gak orang kafir itu udah pada merajalela tapi you apa yang you lakukan untuk dien ini.... April 11.............??? jawab yach..Darul Falah.?/?? cuma bisa mencaci bukan>>>>>////???? kayak dewan juri loe itu kalo loe disuruh berbuat yang lebih bermanfaat kagak bisa kan???? JANGAN BELAGU LOE...??? bisa mencaci tapi gak bisa berbuat/.gue gak katakan loe bodoh tapi loe pinter but keblingaer tau loe....BELAGU PINTER TAPI. Jari Jemari Ini Akan Terus Memintas Penyelewengan Yang Dilakukan Terhadap Agama Ini/Islam MY PERSONAL NETWORKS Rangkaian Halaman Peribadi Arkib Artikel Blog an-Nawawi Blog Aqeedah Blog Fiqh-Sunnah Blog Bahaya-Syirik Galeri Niaga Ruang Downloads MP3 Quran Persoanal Web Site Sifat Solat Sunnah I Sifat Solat Sunnah II Zikir Dan Doa Rasulullah Ustaz Rasul Dahri PMH Yahoo-Group MY Friendster I MY Friendster II ARKIB ARTIKEL ----------------------------BLOG AN-NAWAWI ----------------------------BLOG AQEEDAH ----------------------------BLOG FIQH ...???? pantesan deh loe bukan malaikat jadi cuma bisa komen ja.. Posted by Nawawi Bin Subandi at 7:39 AM Labels: Ikhwanul Muslimeen 1 comments: Habibullah said... malu kawan you cuma bisa mencaci kawan sendiri sesama muslim tapi loe sendiri.. 2008 7:55 AM Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) BAHAYA SYIRIK Bersama Kalam/Pena/Keybord.

Mazhab al-Muwazanah: Di Antara Kritikan Dan .----------------------------BLOG BAHAYA SYIRIK ----------------------------GALERI BUKU ILMIYAH ----------------------------GALERI DOWNLOAD ----------------------------MP3 al-Qur'an ----------------------------Sifat Solat Sunnah I ----------------------------Sifat Solat Sunnah II ----------------------------Doa & Zikir RasulullaH ----------------------------Mail-Forum Discussion ----------------------------My Friendster I ----------------------------My Friendster II ----------------------------Web Rasul Dahri ----------------------------- Klik!!! . • ? July (3) .. • ? August (1) • 122 .....Pemikiran Sayyid Qutub: Pencetus Ideologi Ta. • 123 .Tanggapan Para Ulama ke Atas Kitab Ihya’ ‘Ul. • ? October (2) • 124 ..Untuk mendengarkan saluran radio sunnah Search Islamic DirectoryKeyword: NUMBER OF VISITORS Persoalan Asas-asas Tauhid/'Aqeedah Intro (Edisi Revisi)Dasar-dasar AqeedahTawheed RubbubiyahTawheed UluhiyyahTawheed Asma' wa SifatDi Mana Allah?al-Wala' wal Bara' Blog Archive • ? 2011 (1) • ? March (1) • 126 ..Misteri Tuah dan Sial Di Hujung Jari? • ? 2010 (18) • ? November (1) • 125 ..Nasihat Para Ulama Supaya Berhati-hati Denga.

• 119 . • ? 2009 (28) • ? December (3) • 107 .. March (5) • 115 .Sebuah Penjelasan Tentang al-Asya'irah • 111 . • 114 .. • 106 . • 89 .Ibnu Taimiyyah Berkata Tentang Pemberontakka....Bahaya Syirik • Menjawab Syubhat Artikel: “Islam Terapkan Amalan D.. April (1) • 116 ..Tatacara Angkat Takbir: Zamihan al-Ghari Pe... • 109 .Solat Ultraman: Zamihan al-Ghari Memperlekeh...Perkataan Ibnu Taimiyyah Berkaitan al-Asya’i.Koreksi Ke Atas Dr.Pujian Dr.Gambar Atau Patung: Dua-dua Tidak Boleh Menu....Benarkah Rasulullah Dan Sahabat Juga Melakuk..Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar Berka.Fatwa Syaikh al-Albani Terhadap Ikhwanul Mus... June (2) • 118 . Jangan Jadi Tuli . • ? November (2) • 104 ..Benarkah Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi Seor. Jangan Melenting! February (2) • 110 ..Perangkap Iblis Kepada Ahli Ibadah • ? May (2) • Syaikh Dr.. • ? August (1) • 100 ...Apakah Ini Kepercayaan Seorang Manusia Yang .Islam Menolak Keganasan • ? March (1) • 87 ..Syaikh Utsaminin Toward Safar al-Hawali & Sa..... Soleh al-‘Utsa...Fatwa Ulama Masa Kini Terhadap Gerakkan Ikhw..... January (1) • 108 . ..Jadilah Orang Yang Gembira.Parti Islam atau Khawarij? • 101 . • 105 . • 091 .Jawaban Syaikh Ibn ‘Utsaimin Terhadap Pembel.. • 112 ...Hadis Ahad Yang Sahih Adalah Hujjah: Imam an.Fatwa Ulama’ Sunnah tentang Demonstrasi • 096 . Yusuf al-Qaradhawi Kepada Yahudi .Isyarat Jari Telunjuk: Zamihan al-Ghari Berd.Ghuluw: Sikap Yang Perlu Dihindari • ? July (2) • 099 ..Tahukah Anda Hasan Nasrullah Itu Musuh Islam.Benarkah Ilmu Jarh wa at-Ta’dil Telah Pupus ... • ? June (7) • 097 ...Ke Mana Arah Tuju Perjuangan Islam PAS? • 092 .Penjelasan Syaikh Muhammad B.. • ? September (2) • 102 ...... • ? April (1) • 88 .Manhaj dan Prinsip Ibnu Taimiyyah di Dalam M.Menjawab 5 Syubhat Utama Golongan Yang Meraik.• ? • ? • ? • ? • ? • 121 .Benarkah Dengan Banyaknya Agama Memberi Bany.. • 117 . • 113 . • 093 . • 120 ..Para Ustaz Ditangkap.. • 095 . Yusuf al-Qaradhawi: Bab . • 103 . Soleh Fauzan al-Fauzan Ditanya Berkenaa.. • 094 .

• 084 . • 080 ....Membantah Syubhat Buku “ISLAM LIBERAL Tafsir..Runtuhnya WTC... • 051 ... • ? January (2) • ? 2007 (47) • ? December (3) • ? November (4) • ? October (16) • ? August (3) • ? July (9) • ? June (6) • ? May (6) Short Messages Only Menjadi Teman Blog .... Rasul Dahri VS Ahbash • ? November (2) • 078 . • ? January (3) • 082 .Tahukah Anda Bahawa Syi'ah Adalah Musuh Umat.. Mohd.BAHAYA PEMIKIRAN HASAN AL-BANNA DI DALAM KIT... • 053 .Mempercayai Allah Di atas ‘Arsy: “Benarkah M. • 081 .."Buku Islam Liberal....Syiriknya Selawat Syifa’ & Selawat Nariyah • 077 ..Fatwa: Siksa Untuk Pelaku Bid’ah Dan Maksiat..Fatwa: Bolehkah Membid’ahkan Orang? • 085 .. • ? October (3) • ? September (3) • ? August (2) • ? July (3) • ? June (3) • ? May (2) • ? April (5) • ? March (1) • ? February (5) • 054 . Asri . 9 September : Sebuah Konspira.Benarkah Syaikh al-Albani Membenarkan Menyer. • 052 .Milik Dr..• ? February (4) • 086 .Illuminiti: The Cult That Hijacked The World.Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub • 050 ..Berkasih Sayang Dan Bersabahat Dengan Yahudi.Bantahan & Pertanyaan Buat Sohibus Somahah D. • ? 2008 (32) • ? December (1) • 079 . • 083 ..Ust.

Sms-kan Nama penuh dan alamat ke 013-3701152 untuk penghantaran. Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani. RM72. sila hubungi Saudara Nawawi di 013-3701152 atau Saudara Adi Negara di 0162091531. Oleh itu.Tafsir Ibnu Katsir (Size Besar. RM18. Dapatkan Rakaman Kuliah Ingin Mendapatkan Rakaman Kuliah-kuliah Melalui DVD/CD? Mungkin anda menghadapi kesukaran untuk memuat-turun (download) koleksi rakaman kuliah-kuliah & e-books yang telah disediakan di http://an-nawawi. Bekalan Haiwan Korban & Aqiqah Bekalan lembu & kambing untuk ibadah korban. Klik Untuk Info Tarikh Kemaskini: 16:30. Harga lembu bemula dari RM2100-RM2700. Kandungan Utama • • • • al-Asya'irah (3) al-Fatawa (3) Berzanji (2) Bid'ah (4) . burning. 10 March 2010 (Rabu).Tafsir Ibnu Katsir (Size ekonomi. Klik untuk info 6 . Boleh juga klik di sini. Klik untuk info 2 . 10 Jilid).com/. Terbitan Pustaka Ibnu Katsir.Buku Online Klik (Buku-buku Terhangat): SENARAI HARGA BUKU YANG BERUBAH (Harga Terkini) Atsar Enterprise (SA0077445-W) http://galeriniaga. Satu Set (9 Jilid).Ushulus Sunnah (Keyakinan Imam Ahmad). Terjemahan Kata per Kata. dengan hanya RM20.00 (DVD/4.blogspot.5gigs) kami akan hantarakan terus melalui pos kepada anda.Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. oleh Syaikh Dr. Terbitan Pustaka Darul Ilmi. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. 8 Jilid). (Harga tersebut termasuk kos Disc.4shared.Ensiklopedi Solat. & penghantaran). Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. Kami juga menyediakan khidmat pengurusan sembelihan haiwan secara percuma jika diperlukan. Lebih lanjut. Terbitan Pustaka Imam asySyafi'i. RM100. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. mulai sekarang anda boleh mendapatkan hampir kesemua kuliah-kuliah/e-books terkini tersebut melalui DVD yang dapat kami sediakan. Klik Untuk info 3 . Serta kambing untuk ibadah aqiqah. manakala kambing dari RM650-RM750. Duit boleh di-Bank in kan ke CIMB account no. Hubungi 0133701152. 0114-0018104-52-8 (atas nama Nawawi Bin Subandi). 012-6887715. Klik untuk info 5 -Syaamil al-Qur'an. Klik untuk info 7 .com/ 1 . Penghantaran secara percuma disediakan untuk kawasan sekitar Klang & Shah Alam.Shahih Tafsir Ibnu Katsir. InsyaAllah. (Buku Baru) 4 . oleh Ustaz Yazid Abdul Qadir Jawas.

Madu Asli MADU ASLI Berminat Mendapatkan Madu Asli? Didatangkan dari Hutan Danau Toba (Warna Kehitaman) & Hutan Riau (Warna Merah Kekuningan). boleh hubungi 013-3701152 atau 0126887715 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut. dengan kos RM125 bagi kandungan sebanyak 11Liter +/. Dalam bentuk botol kaca atau plastik berisipadu 450ml. Perkhidmatan Baik Pulih Komputer/Laptop Kini Atsar Enterprise turut menyediakan perkhidmatan baik pulih komputer & Laptop. . Untuk menempah. Kami beroperasi di Shah Alam. Indonesia. boleh hubungi 013-3701152 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut. Untuk memesan. Dengan harga RM30.(satu tong).• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Demokrasi (3) Demonstrasi (5) Fatwa (7) Freemasonry (5) Ghibah (4) Ghuluw (1) Golongan Al-Ahbash (4) Golongan-Anti-Hadis (4) Hizbut-Tahrir (1) Ikhwanul Muslimeen (17) Jema'ah Tabligh (2) Khawarij (10) Kuburi (5) Lagho (1) Muzik (3) Peringatan (2) Qardhawiyoon (4) Ramalan (1) Sambut Perayaan (2) Sekular (3) Syi'ah (16) Syirik (8) Tarekat-Sufi-Tasawuf (15) Tauheed (4) Tauhid Hakimiyah (7) Wahhabi (6) Bekalan Air Zam-Zam AIR ZAM-ZAM Berminat Mendapatkan Air Zam-zam? Kami ada membekalkan air Zam-zam kepada mereka yang memerlukan.

” Dari Mana Blog Ini Sedang Dilihat! | Suara Umum | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Buku | http://bahaya-syirik. dan Tabi'ut Tabi'in. Prinsip Kami Prinsip Kami -1al-Qur'an & as-Sunnah sebagai pegangan. 012-6887715 atau 013-3701152. “Ya Allah.html . -3Melalui para ulama yang berdiri teguh di atas jalan mereka (jalan salafus soleh). -4Memastikan agama ditegakkan di atas fakta yang sahih lagi ilmiyah. Tabi'in.. mudahkanlah semua urusan kami dan terimalah amal ibadah kami.. Lebih lanjut. Klik di Sini. Ameen. bolehlah menghubungi Saudara Nawawi.Kepada yang berkaitan/memerlukan perkhidmatan. -2Memahaminya di atas pemahaman para Salafus Soleh yang terdiri dari para Sahabat yang diredhai.com/2008/02/051-bahaya-pemikiran-sayyid-qutub.blogspot.