oleh Hafidz Abdurahman M.

A Untuk membaca, apalagi melacak, pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966), seperti kata penulis buku ini, diperlukan kejelian dan kecermatan. Karena itu, ketika menulis

pengantar ini, saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya, agar saya bisa bersikap amanah, setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar, dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub), setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama, “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis, sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”, yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. Tetapi, mungkin saja asumsi ini tidak betul. Sebab, ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas, antara lain, karena tulisan

ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku, tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. Kedua, “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. Asumsi ini juga dapat diterima, sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. Asumsi ini dibenarkan, karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at- Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). Karena itu, berdasarkan perspektif kebahasaan, asumsi yang kedua ini lebih tepat. Cuma persoalannya, jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat, buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid, setidaknya dengan comparatively method, antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. Sekalipun demikian, tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. Paling tidak, buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom yang diurai di dalamnya, setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. Karena itu, saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. Dilahirkan di Qaryah, wilayah Asyuth, tahun 1906, sepuluh tahun kemudian, Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. Dari Qaryah, beliau melanjutkan studi ke Kairo, tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. Sekitar tahun 1926, pada usia 20 tahun, beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad, penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. Kurang lebih 25 tahun, Sayyid Qutub bersamanya, dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah, beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. Dalam rentang inilah, beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. Pada akhirnya beliau keluar, dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah, pecahan Partai al-Wafd, tetapi hanya bertahan dua tahun. Setelah itu, beliau tidak terlibat dengan partai manapun. Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub, dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. Tetapi, sejak tahun 1946, setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an, beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. Selama 25 tahun, antara tahun 1926-1950, Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam, khususnya ketika bersama al-’Aqqad. Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952), disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra, seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933- 1937), konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938), kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan

makalah sosial (1940-1941), kritik terbuka kepada Dr. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943), kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944), kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945), serta uraian tentang krisis di tanah air, peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). Disamping itu, gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan, dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada, kemudian tentang siapa yang disebut penyair, disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. As-Syathi’al-Majhul (1935). Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. Dalam pengantarnya, beliau mengatakan, bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis, ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum, yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin, ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. Sekalipun berisi bantahan, tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam, tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. Thiflun min al-Qariyah (1946). Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein, penulis buku al-Ayyam, yang sangat beliau kagumi. AlMadinah a!-Mashurah (1946). Buku ini berisi kisah fantasi. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). Karya ini ditujukan kepada para sastrawan, penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. Asywak (1947). Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948). Berisi pemandangan kiamat, dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan, yang terbagi dalam delapan puluh surat. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). Buku ini berisi kritik sastra, dasar dan metodenya. Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir, dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme, sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika, dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi, setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh, akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945, setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945), Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). Ketika di Amerika, tahun 1949, beliau menyaksikan Hassan al-Bana, pendiri aI-Ikhwan dibunuh. Dari sini, Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. Setelah kembali ke Mesir, beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana, seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. Saya mendalami perjalanan hidup

bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya. kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. keluar buku beliau. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini. ketika berusia 45 tahun. antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). beliau bergabung dengan al-Ikhwan. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. Inilah kitab Sayyid Qutub. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi. Karena itu.beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. “Saya yakin. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. Kemudian secara berurutan. Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an.” Karena itu. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. seperti al-Bana. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. mereka mengatakan: “Bukan itu. Buku yang menekankan. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. mereka mengatakan: “Bukan itu. seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din. ketika buku beliau yang pertama diterbitkan.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit. Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. tapi ini. saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. dalam rentang antara tahun 1953-1966. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). mereka mengatakan: “Inilah buku beliau. setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru. Sesuatu yang biasanya . Pada saat inilah. Hadza ad-Din (1953). mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat diwujudkan oleh Islam. ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). Dirasat Islamiyyah (1950-1953). Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini.” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi.” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit. Dalam jamaah ini. Dari sini saya tahu.

sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini.com/2011/02/01/perubahan-mendasar-pemikiran-sayyid-qutb-dari-alaqqad-hasan-al-banna-hingga-taqiyudin-an-nabhani/ . beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. Pemakaian istilah al-wa’yu. sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. sejak pertama kali mendirikan partainya. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid Qutub. 01/02/2011 Kategori: Siyasah . dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. Apa lagi untuk mendapat laporan. an. Dalam pertemuan ini. WaIlahua’lam bi as-Shawab. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya. serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam.wordpress. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya. Dan buku ini. yang masih belum sadar. taqiyuddin . Penulis: khilafah trooper http://khilafahtrooper. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat. bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini. dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). hasan. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh). banna.sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau. Yang berkaitan: ral. Akhirnya. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. Tentang masalah yang terakhir ini. nabhani. dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. tahun 1953. apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah.

Seni. berlawanan dengan nada ketentaraan yang keras itu. Apabila bumi digoncangkan berturut-turut.' Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Judul ini merupakan salah satu pasal yang terdapat dalam At-Tashwirul Fanniy halaman 171 Sayyid Quthb berkata di bawah judul ini: "Dahulu kita katakan bahwa tunduknya 'kisah' kepada maksud keagamaan tidaklah menghalangi terlihatnya kekhususan-kekhususan seni sewaktu ditampilkan. di mana tidak semua pembaca mempunyai kesiapan untuk menerima ilmu tersebut. Sekarang kita katakan bahwa sebab pengaruh ketundukan inilah makanya nampak keistimewaankeistimewaan seni itu sendiri yang diperhitungkan pada tinjauan seni tentang kisah (cerita) dalam dunia kesenian yang bebas. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku." Dia katakan: "Adapun beragamnya musik." (Al-Fajr : 27-30) Sayyid Quthb pun menafsirkan ayat ini dengan uslub bahasanya.” Dia katakan dalam menafsirkan firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Jangan (berbuat demikian). Kadang kita membutuhkan di dalam meletakkan batasan bagi perbedaan-perbedaan ini dan sewaktu menerangkannya. dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatanNya. jikalau kita memilih jenisjenis yang berjauhan dan berbagai bentuk nada yang berbeda pada surat An-Naazi’at. Dua . Dia mengatakan: 'Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. dikatakan kepada orang-orang yang beriman: "Hai jiwa yang tenang. Maka di sisi kami ada yang kami pegangi untuk memastikan bahwasanya dia mengikuti aturan khusus dan selaras dengan suasana umum tanpa terkecuali. sedang malaikat berbaris-baris." (Al-Fajar : 21-26) Dia katakan: "Di tengah-tengah ketakutan ini yang disebarkan oleh tontonan barisan ketentaraan disertai dengan Jahannam dengan nada (kobaran) barisan ketentaraan yang sangat teratur dan muncul dari bangunan lafazh yang keras bentuknya bersama dengan adzab tunggal tiada duanya dan permisalan ikatan. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Hanya saja kita menilai masalah ini lebih mudah dari hal tersebut. hingga ucapannya: "Dengan keharmonisan yang memenuhi seluruh ruang udara dengan ridla dan sambutan kelembutan ini: (Maka masuklah dalam kelompok hamba-hamba-Ku) berbaur dengan mereka dan saling mencintai: (Dan masuklah dalam Surga-Ku). meletakkannya sesuai dengan ragam bagian yang diilustrasikannya. Disambungkan dengan bunyi 'Lii' beserta suatu jenis nada di sekitar pemandangan yang menentramkan berisi gelombang suka cita yang menghanyutkan. dan Kisah" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5. kaidah-kaidah nada secara khusus dan istilah-istilah nada. dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam. dan masuklah ke dalam surga-Ku. demikian juga dengan kita.Membantah "Dien.21. dan datanglah Tuhanmu.

dan perpaduan visual yang ternilai sebagai seni kelas tinggi dalam bidang visual. dan penerapan-nya. Permasalahannya bukanlah persoalan lafazh atau pertemuan perasaan. Sedangkan pada halaman 114-115. berupa gambar-gambar. samar.bentuk nada dan pemaduan yang harmonis sempurna…………" (At-Tashwirul Fanniy: 110-111) bersama keadaan keduanya secara Kemudian dia melanjutkan menyebutkan macam-macam nada. walaupun satu-satunya sarana yang dia gunakan hanyalah lafazh-lafazh. sebagaimana hal tersebut diperhatikan pada pembagian peran dalam adegan sandiwara dan film. semuanya mempunyai satu warna. dan itulah tipu daya yang sebenarnya. maka diapun berkata: "Ambillah sebuah surat pendek yang bisa saja disangka oleh sebagian orang serupa dengan mantera dukun atau perkataan sajak. dan pemandangan. serta bahwasanya nada sangat jelas pada sebagian ayat yang membuat tidak butuh lagi mengetahui kaidahkaidah musik (halaman 112-113). perpaduan bagian-bagian. Yang kita maksudkan itu ialah: 1 Apa yang dinamakan 'Kesatuan lukisan'. maka dengan itu meninggilah nilai mu'jizat-nya dibandingkan semua usaha tersebut. keserasian. sehingga kami tidak berhajat untuk menjelaskannya. seorang pengawas lukisan di kementerian ilmu pengetahuan untuk memberikan koreksi atas bagian khusus tentang keserasian visualisasi." Saya katakan: Ini adalah tikaman yang sangat mengherankan terhadap kitab Allah subhanahu wa ta’ala. Dia katakan di halaman 117: "Bagian-bagian ini tersebar di atas papan dengan selaras berpadu sebagai keterpaduan yang sangat dalam. . pelan. akan tetapi inilah keterlepasan dari aqidah. 2 Penyebaran bagian-bagian gambar -setelah penyesuaian. Tidak ada dalam penjelasan ini sedikit pun tipu daya. sedangkan suasana umum tegak di atas asas satu kesatuan bagian dan warna. di mana seorang pemula dalam kaidahkaidah ini pun memiliki pengetahuan tentang kesatuan ini. namun ia adalah layar.di atas papan dengan ukuran-ukuran tertentu agar sebagiannya tidak menyerempet bagian yang lain dan ia tidak kehilangan keharmonisan dalam keseluruhannya. Penggambaran dalam Al-Qur'an tegak di atas asas itu. intonasi. namun cukuplah kami katakan: Sesungguhnya kaidah-kaidah dasar seni lukis mengharuskan adanya kesatuan antara tiap-tiap bagian gambar sehingga tidak kacau masing-masing bagiannya. 4 Penggambaran dengan warna-warna sangat memerhatikan keterpaduan ini. tidaklah nilai kedalaman dari semua ketelitian ini kosong tanpa tujuan. foto. dilipat oleh ketersembunyian dan kegelapan. suasana. dia berbicara tentang visualisasi serta pembauran berbagai gambar dan lukisan. Dia katakan: "Keserasian warna ini adalah kunci jalan menuju keserasian yang kita maksudkan itu sendiri di sini." Sayyid Quthb mengatakan pada halaman 114 dalam buku At-Tashwir. ia adalah hal-hal yang tersembunyi dan menakutkan. Ini adalah kemu'jizatan jika diperankan daripada sekedar ungkapan saja. Kemudian dia menafsirkan surat ini berdasarkan kaidahnya. tindakan yang sangat buruk kepada Rabb alam semesta." Pernah saya menyangka/mengira ada seorang muslim yang mengatakan ucapan seperti ini dalam menafsirkan Al-Qur'an. Dan ambillah surat Al-Falaq! Suasana apakah yang hendak dibangun di dalamnya? la adalah suasana pengucapan mantera sebab padanya ada suara tersembunyi. serta bukanlah tujuan ini sebuah hiasan yang fana. 3 Warna yang dipakai melukis dengannya dan bertahap dalam bayangan agar merealisasikan iklim kebersamaan yang berpadu dengan ide dan tema. dan memberikan khayalan. dia mempersilakan professor seni Dhiyauddin Muhammad.

Lantas meremehkan tindakan barbar terhadap kedudukan dan kesucian Al-Qur'an juga terhadap keagungan orang yang berbicara dengannya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan wahyu untuk menunjuki para hamba-Nya.-pent) dan mengabarkan bahwa para pembuat gambar adalah orang yang akan mendapatkan adzab yang terberat . masih banyak cakrawala lain yang dicapai oleh keselarasan rangkaian Al-Qur'an serta dengannyalah penyempurnaan. mereka sebagaimana yang telah saya katakan terhenti pada pemandangan-pemandangan luar. Apakah para seniman dan manusia lainnya mempunyai hak untuk meluruskan Al-Qur'an secara benar?? Sayyid Quthb berkata dalam pasal 'Kisah di dalam Al-Qur'an' halaman 143-144: "Hakikat Al-Qur'an yang terbesar dalam pengungkapan adalah visualisasi". Hanya saja. Darinya didapatkan kesesuaian dalam penampilan seni dan darinya pula lahir musik yang muncul dari pemilihan lafazh dan perangkaiannya dalam aturan khusus. sesungguhnya ia senantiasa menjadi pemandangan keselarasan terbaik yang dapat disentuh oleh seorang pembahas Al-Qur'an. seolah Al-Qur'an tidak menjadi mu'jizat kecuali jika berada di atas metode Sayyid Quthb berikut kaidahnya yang sesat dan rusak yang terlepas dari aqidah. maka tentu Islam tidak akan memisahkan antara Dien dan seni." Saya katakan: Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan mereka semua kesehatan dan keselamatan dan menjauhkan mereka dari bala' yang ditimpakan kepadamu dengan sebab kenekatan dan keberpijakanmu yang tanpa aqidah dalam membuat-buat perkataan terhadap Kitab Allah yang agung yang telah engkau jadikan sebagai medan penerapan seni yang terendah. Juga dia katakan "Seni dan Dien dua hal yang setingkat di dalam kedalaman jiwa". alat senda gurau yang masuk di dalamnya musik dan gendang. tidak naik kepada pencapaian beragam uslub nada." Lalu Sayyid Quthb mengemukakan keistimewaan-keistimewaan lain. Kami katakan: Andaikan perkaranya seperti yang lelah engkau sebutkan.Seolah Allah subhanahu wa ta’ala seorang seniman yang tidak mempunyai tujuan selain mengundang decak kagum para seniman dan pelukis. padahal Islam mengharamkan lagu. lalu imajinasi dan mewujudkan secara jasadi adalah pemandangan yang sangat jelas dalam visualisasi ini). Di luar semua ini. Sayyid Quthb berkata pada pasal 'Keharmonisan seni' halaman 86: "Ketika kita berkata (sesungguhnya visualisasi adalah kaidah dasar uslub Al-Qur'an. maka kita tidaklah berlebihan dalam memberikan penjelasan tentang keistimewaan-keistimewaan Al-Qur'an secara umum dan juga tidak dengan keistimewaan-keistimewaan visual Al-Qur'an secara khusus. maka sesungguhnya pembicaraan mereka tentangnya tidaklah melampaui batas pemandangan yang nampak tersebut. maka masih tersisa keselarasan seni dalam visualisasi ini yang jauh dari ufuq pembahasan mereka sesuai tabiat keadaan. Lalu karena pemandangan ini terlalu sangat terang dalam Al-Qur'an dan ia teramat sangat dalam membangun seni. Lalu ketika visualisasi Al-Qur'an adalah perkara yang belum mereka paparkan dengan menjadikannya sebagai asas pengungkapan Qur'ani secara global. keterpaduan semuanya itu dengan suasana di mana dillustrasikan dengan musik ini. serta peranan yang dimainkannya di setiap bentuk kalimat. juga Islam mengharamkan gambar (yang bernyawa. Setelah itu dia katakan di halaman 89: "Bersamaan dengan keistimewaan-keistimewaan yang ia ciptakan secara hakiki dan berkualitas. Di belakangnya masih ada banyak cakrawala lain yang belum mereka singgung sama sekali selain pemandangan nada musik yang merupakan salah satu ufuk tinggi tersebut.

Sangat mustahil Dien menilai seni setingkat dengannya. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani.di hari kiamat serta Islam melaknat para pembuat gambar.html Sayyid Quthb telah membangun perbuatan fatalnya di dalam buku ini dan selainnya di atas dasar-dasar yang rusak lagi menghancurkan. serta sangat jauh orang pilihan umat ini bahkan orang terburuknya pun dari menganggap Dien dan seni sebagai dua hal yang sederajat. Lc. namun Allah subhanahu wa ta’ala melindungi mereka dari was-was semua setan. maka tentu para nabi. dan manusia pilihan umat ini yakni ulama akan menjadi orang yang paling memerhatikan bidang seni. Penerjemah: Muhammad Fuad.com/2008/05/membantah-dien-seni-dan-kisah. yaitu: . Maret 2008. baik setan manusia maupun jin. Andaikan urusannya sebagaimana yang engkau katakan. Andaikan masalahnya seperti yang diucapkan oleh Sayyid Quthb. Bagaimanapun ulama umat ini adalah manusia yang terpintar tentangnya. shahabat.blogspot. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. Cetakan: Pertama. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. maka tentu engkau akan mendapatkan sekolah-sekolah seni akan selalu berdampingan dengan sekolah-sekolah Dien.

hal. 6. maka dia juga baru)). (Lihat Minhajus Sunnah 1/112-113 cetakan lama) . drama. musik dengan beragam jenisnya. Dia telah menggunakan pula dalam perkerjaannya ini ahli musik. 3. Begitu pula dengan rentetan kaidah tersebut. Dia telah meminta bantuan ahli gambar (tashwir) dalan pekerjaannya menyusun At-Tashwirul Fanniy Sesungguh-nya itu merupakan gambar yang diharamkan dan telah tersebut riwayat yang berisi laknat dan kecaman keras tentangnya. kanvas." (At-Tashwirul Fanniy. Dari sini jugalah dia berpendapat bolehnya permainan musik dengan ragamnya. di mana dia katakan dalam bentuk kalimat pembelaan terhadap Al-Qur'an dan semua ketetapan-nya -berdasarkan pemahamannya-: "Saya dalam titik ini bukanlah pria agamis yang diikat oleh aqidah murni sehingga tidak bisa melakukan telaah bebas. Dia beranjak dari pemikiran dasar Jahmiyyah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah 'Dia adalah sumber mata air bid'ah' (yakni argumennya akan barunya (bukan azali) alam dengan barunya jasad dan juga argumennya akan barunya jasad dengan barunya unsur materi): ((Jahmiyah berkata: "Jasmani tidak terpisah dan unsur materi yang baru. pertunjukan di mana dia telah menjadikan mayoritas nash-nash Qur'ani sebagai panggung yang luas untuk inovasi Yahudi dan Nasrani. gambar. juga menyatakan dengan gamblang bersamanya. 2. Keterlepasannya dari aqidah yang dia sendiri menegaskan: "Saya dengan terang-terangan mengatakan hakikat yang terakhir ini. sebagaimana pernyataannya sendiri. tontonan panggung. Dia mengulang-ulangi pengungkapan kemuliaan yang dirasakannya dengan kebebasan berpikir ini. Bahkan saya adalah pria pemikir yang menghormati akalnya daripada sifat kufur nikmat dan cerita berhiaskan kebohongan." (At-Tashwirul Fanniy hal. dia tidak dikekang oleh suatu aqidah apapun dalam mempraktikkan kaidahnya yang rusak di atas nash-nash Al-Qur'an. dll). Dia berpegang pada pemikiran dalam apa yang telah dia tetapkan dari Al-Qur'an dan hakikat-hakikat lainnya. bahwa dalam hal ini saya tidak tunduk pada aqidah religius yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. Dia justru banyak melakukan kekufuran dan membuat cerita berhiaskan kebohongan disebabkan keterlepasannya dari aqidah dan anggapannya akan pemikirannya. Kaidah Tashwirul fanniy (visualisasi seni) dan rentetannya yang bersumber dari kaidah tersebut. padahal ia diharamkan dan seburuk-buruk alat yang melalaikan (dari mengingat Allah subhanahu wa ta’ala).1. 'Abdul 'Aziz Fahmi Basya berkata bahwa dia tidak pernah mendengarkan kebebasan yang semisal (gilanya) kebebasan Sayyid Quthb!! 5. lalu dia katakan di dalam Masyahidul Qiyamah fil Qur'an: "Ini bukan sama sekali kalimat yang berasal dari seorang laki-laki yang terkurangi dari kebebasan berpikir. Sesungguhnya saya berbangga dengan kalimat singkat yang pasti yang diungkapkan oleh professor peneliti besar ‘Abdul ‘Aziz Fahmi Basya yang menyifati arah pemikirannya ini: 'la memberikan semerbak kebebasan akal yang belum pernah kita dengarkan sebelumnya'. bahkan komunis demi merusak Dien dan akhlak. 255) 4. sedangkan apa saja yang tidak terpisah dan yang baru atau apa saja yang tidak mendahului yang baru. dia berpendapat bolehnya hasil gambar tangan beserta apa yang menyertainya berupa alat lukis/gambar dan medianya (papan. Berpijak dari sini dan dari dasarnya ini. Keyakinan bahwa Dien dan seni setara. berupa: pementasan teater. Dalam pekerjaannya ini. kertas." Benarlah. 258) Ternyata realitas tidak sama dengan sangkaannya.

teguh." "Beristiwa di atas Arsy: simbol ketinggian-Nya di atas seluruh makhluk. Lalu tergambar dengannya makna-makna sesuai cara Al-Qur'an dalam memberikan gambaran. ia berkata: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy. Dia katakan pada tafsir surat Yunus dalam Azh-Zhilal 3/1762 di pasal 'Imajinasi inderawi dan jasadi' halaman 71-72: "Ketika kita mengatakan bahwa tashwir (visualisasi) adalah sarana paling diutamakan dalam uslub (metode) Al-Qur'an serta kaidah utama dalam penjelasan. Namun yang dimaksudkan di sini hanyalah urutan maknawi: 'Lalu ketinggian adalah derajat di atas makhluk'. ini diungkapkan dalam bentuk kalimat seperti itu. di mana manusia dapat melihatnya hingga kepada keluarbiasaan yang jauh tersembunyi yang tidak sanggup untuk dicapai oleh semua pandangan mata dan pemahaman: .Beliau juga katakan di tempat lain dalam Minhaj 1/403 cetakan baru: "Berargumen dengan cara ini mengakibatkan penafian sifat yang dimiliki Allah subhanahu wa ta’ala dan menyebabkan munculnya bid'ah Jahmiyyah yang telah dikenal oleh Salaf umat ini. dia mengulang-ulangi kata 'ketinggian' dan 'kekuasaan' dalam bentuk kalimat yang menunjukkan bahwa dia tidak mengakui adanya Arsy sebagai makhluk yang Ar-Rahman beristiwa' di atasnya. serta memberikan bagi golongan dahriyyah [Golongan yang mengingkari adanya hari kebangkitan.")) (Fi Zhilalil Qur'an 3/1762) Dia katakan dalam Azh-Zhilal sewaktu menafsirkan surat Thaahaa 4/2328: "Beristiwa' di atas 'Arsy adalah ungkapan majazi tentang puncak kekuasaan dan ketinggian. dan kokoh dengan bahasa yang difahami oleh manusia. kalimat majazi untuk mengungkapkan posisi kekuasaan yang tertinggi. dia katakan: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy. Sedangkan lafazh 'lalu' secara pasti tidak mungkin bermakna berurutannya waktu. yang nampak ini adalah ungkapan majazi tentang ketinggian." Dalam tafsir surat Al-Furqan dalam Azh-Zhilal 5/2807. Sayyid Quthb telah mengumpulkan kedua dasar yang rusak ini untuk menta'thilkan sifat istiwa' (bersemayam) Allah di atas Arsy-Nya dan sifat ketinggian-Nya di atas para makhluk. tidak mungkin Dia subhanahu wa ta’ala berada dalam suatu keadaan lalu berada pada keadaan yang lain. Di mana sesungguhnya di belakang itu masih tersisa persoalan yang patut untuk kita pisahkan kedalam pasal khusus. Sebagaimana yang telah kami rincikan dalam pasal Imajinasi inderawi dan jasadi' dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an.)] alasan terbesar untuk menyerang ajaran yang dibawa oleh para rasul dari Allah subhanahu wa ta’ala. namun harus berhenti pada lafazhnya. ia katakan: "Dari pemandangan yang luar biasa ini. karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengalami keadaan yang berubah-ubah." (("Beristiwa' di atas Arsy. sebagaimana dia telah menyebutkannya berulang-ulang yang sebagiannya kian menegaskan yang lain. maka kita belum lagi selesai berbicara tentang pemandangan universal ini. Adapun Arsy itu sendiri maka tidak ada celah untuk mengatakan sesuatu tentangnya." Kemudian dia menyambung menjelaskan pemikirannya yang bathil. (-pent. Tafsir surat Ar-Ra'd dalam Zhilalil Qur'an 4/ 2044-2045. Berbeda dengan kata istiwa'." Kemudian.

sentuhan tentang ketinggian mutlak di samping sentuhan pertama tentang ketinggian yang dapat dilihat. kaidah-kaidah visualisasi. tontonan. ia sama sekali tidak bersandar kepada ketentuan-ketentuan Al-Qur'an. ini berdasarkan apa yang kita ketahui dari Al-Qur'an secara yakin bahwa Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah berubahubah keadaan-Nya. Adapun beristiwa' di atas 'Arsy." Ini perkataan batil. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri dan gambaran yang diwahyukannya tentang Dzat Allah subhanahu wa ta’ala juga sifat-sifat-Nya. ." Pembaca dapat melihat Sayyid Quthb menakwilkan sifat istiwa' dan ketinggian di manapun letaknya (dalam Al-Qur'an) dengan penafsiran Jahmiyyah ini."Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. di mana mereka meneguknya dari buku-buku ahli bid'ah lagi sesat dan filosofi kelompok sufi ekstrem yang telah membawa mereka dan diri Sayyid sendiri sampai kepada ajaran wihdatul wujud [Reinkarnasi atau istilah jawanya 'Manunggaling kawula Gusti'. dan Azh-Zhilal. Lantas dia menguatkannya dengan kaidah yang dia buat dalam 'Visualisasi seni' dan ekornya 'Mengkhayalkan dan melahirkan dalam bentuk jasadi'. Tidak mungkin Allah awalnya tidak beristiwa' di atas 'Arsy lalu setelah itu beristiwa'. Ucapannya: "Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. serta teori. kita beriman kepadanya sebagaimana yang Dia sebutkan sementara kita tidaklah mengetahui hakikatnya." Hanya saja. Dia juga membangun tafsirnya di atas kaidah Jahmiyyah sang sumber bid'ah." "Jikalau ia adalah ketinggian maka ini yang tertinggi dan seandainya ia adalah keagungan maka ini yang teragung. Serta dari ketinggian mutlak kepada penundukan/ pengendalian……" Dalam surat Al-Hadiid di dalam Azh-Zhilal 6/ 3480. sebagaimana yang telah kita sebutkan. (keyakinan yang menyatakan bersatunya Allah dengan makhluk-Nya). berupa. Pendapat lain: "Kita beriman kepada istiwa' namun kita tidak mencapai ziyyat (gambaran bagaimana)-nya". Kaidah ini juga merupakan sumber lain dari bid'ah-bid'ah yang buruk dan telah dia ukir dalam bukunya. (-Penerbit)]. maka kita sanggup untuk berkata bahwa 'la adalah ungkapan kiasan tentang kekuasaan di atas seluruh makhluk'. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri. Namun justru bersandar kepada ketentuan-ketentuan sebelumnya yang bersumber dari filosofi Jahmiyyah sesat. lebih utama kita katakan "la adalah kata kiasan dari kekuasaan". At-Tashwirul Fanniy. Pendapat ini tidak menafsirkan: "Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. Kemudian dia menguatkan hal itu dengan filosofi barunya yang dia ambil dari peranan bioskop dan panggung sandiwara beserta apa yang mengikuti dan bersumber darinya. keduanya berdampingan dan bersatu di dalam satu ungkapan. ia katakan: "Dan demikian juga dengan 'Arsy. Ini juga merupakan sentuhan keluarbiasaan selanjutnya dari goresan-goresan pensil mu'jizat. yakni ketinggian mutlak yang Dia gambarkan dalam bentuk wujud berdasarkan cara Al-Qur'an di dalam memberikan pendekatan tentang persoalan-persoalan yang mutlak bagi kemampuan pemahaman manusia yang terbatas. Al-Masyahid. Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. karena ia tidak bersumber dari ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri. karena ia tidak bersumber dan ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri. dan dasar-dasar berbagai bidang seni perfilman yang telah dia praktikkan atas Al-Qur'an dengan segala kebiadaban/keberanian. pertunjukan.

Yaghuts. setelah itu mengaku-ngaku sebagai orang-orang salafi." (Asy-Syuura: 13) Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja). sehingga jadilah seni dan Dien sebagai dua hal yang sepadan (sederajat) bagi Sayyid Quthb. sebagaimana yang dia katakan pada halaman 143-144 dalam buku At-Tashwirul Fanniy dan halaman 231-232 pada AlMasyahid:"Dien dan seni adalah dua hal yang sepadan di kedalaman jiwa dan penegasan indera. menghancurkan. Dia mengatakan semisal ucapan di atas dan sewaktu dia menghina para shahabat radhiyallahu ‘anhum dia katakan 'Saya bukanlah kaum Syi'ah'. Ya'uq. dan membersihkan bumi dan akal darinya. dan ha yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. sebagaimana yang dikatakannya dalam Kutub wasy Syakhsiyyat. namun saat itu belum disembah." (An-Nahl : 36) Termasuk dari thaghut: gambar (patung) yang diajarkan oleh setan dan dia telah menyesatkan generasi demi generasi dari masa Nuh ‘alaihis sallam hingga hari kita ini. 7. dan musik. ketika dia men-ta'thil [2] sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala. Hingga tatkala mereka semua telah meninggal sedangkan ilmu telah terhapus. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah meriwayatkan dalam Shahih-nya pada tafsir surat Nuh nomor 4920: "Sesungguhnya Wadd. di mana mereka memerangi manhaj dan pembela Salaf. Mereka pun melakukannya. Hati mereka serupa dan arwah itu berkelompok-kelompok. Suwa'. Dalam keyakinan batil ini ada kedustaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya). serta jiwa mereka telah bersatu dengan jiwa Sayyid Quthb dan lain semisalnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. maka apa yang sejalan ia pun bersatu dan apa yang tidak sehati ia pun berselisih. Jiwa mereka telah bersimpangan dengan jiwa para salafiyyin. Sementara tercapainya keindahan seni menjadi rambu adanya kesiapan untuk menerima pengaruh keagamaan [3]. patung-patung itupun disembah (oleh generasi selanjutnya).Sayyid Quthb dalam hal pengaburan dan menimbulkan kerancuan mempunyai bandingan. Mereka juga menempuh jalannya dalam memberikan pengakuan palsu dan pengaburan. seni peran. dan jauhilah Thaghut'. Musa. Ketika mereka semua telah meninggal. Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutus para nabi untuk mencampakkan." Yang menjadi saksi dalam hadits ini bahwa penggambaran (makhluk bernyawa) berasal dari bisikan . maka setan membisikkan kepada kaum mereka untuk membangun patung (mereka) dan menamakan semuanya dengan nama-nama mereka ditempat majlis-majlis mereka yang dahulu mereka (orang-orang shaleh) duduk ditempat tersebut. ketika seni naik ke tingkat setinggi ini dan ketika jiwa menjadi jernih untuk menerima misi keindahan itu". Sangat berlebihannya dalam memberikan penilaian bagi perfilman. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dia telah mensyari’atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. dan Nasr adalah nama orang-orang Shalih dari kaum Nuh ‘alaihis sallam. Dien Islam dalam semua misi kerasulan merupakan syari'at Allah subhanahu wa ta’ala Rabb alam semesta. Para pengikut Sayyid Quthb telah mengambil pelajaran darinya berupa cara seperti ini.

kolom lain yang juga disiarkan oleh majalah Ikhwanul Muslimun di edisi kelima dalam tema 'Musik Islami'. . dan Chicofisky. setelah itu disebarkan oleh kuffar di negeri-negeri kaum muslimin ketika mereka menjajahnya serta menggunakannya sebagai senjata yang merusak Dien kaum muslimin dan akhlak. dan berpendapat itulah metode penafsiran Al-Qur'an yang tertinggi. seorang pengawas bidang melukis di Kementrian Ilmu Pengetahuan agar memeriksa bagian khusus tentang kesejiwaan gambar. musik. Straub. juga para ulama Islam telah mengharamkannya. Beliau rahimahullah katakan pada halaman 15: "Di antara hal tersebut. di mana beliau rahimahullah menyebutkan tujuh hadits dalam pembahasan ini yang menunjukkan diharamkannya lagu dan alat 'senda gurau' (musik). dan Syaikh Shalih al-Luhaidan. sebab: 1 Padanya ada kedustaan. Demikianlah tatkala Sayyid Quthb memanfaatkannya diapun terjatuh dalam kedustaan. Dia telah meminta bantuan untuk bukunya At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an kepada professor seni Diyauddin Muhammad. Sementara Sayyid Quthb menghalalkannya. Tidaklah diragukan bahwa seni peran/drama itu haram. panggung sandiwara. Oleh sebab itulah banyak dari para ulama yang mengingkarinya dengan sangat tegas. di dalamnya tergabung para pemusik handal dalam jumlah terbesar dengan alat musik paling modern yang beragam. Adapun melodi musik (gitar atau piano atau organ????). jika engkau mau maka bacalah semuanya. 5950) Dan telah tersebut banyak hadits selain kedua hadits di atas yang menjelaskan kerasnya pengharaman gambar serta penggolongannya ke dalam dosa besar. karena dusta adalah salah satu rukunnya yang harus ada. bahkan kalangan ahlil bid'ahpun ikut menyusun buku tentang keharamannya semisal Al-Ghummariy. banyak hadits shahih yang diriwayatkan berisi pengharamannya. Syaikh Hammud at-Tuwaijiriy. lalu ber-ikhtilath (bercampur baur) di dalamnya. di antaranya Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz. agar lebih tepat dalam memberikan ungkapan dengan segala kemampuan yang dimiliki. dan seni peran setan." (HR. sebagaimana yang akan kami jelaskan di tempat mendiskusikan perkara ini. maka ia berasal dari peribadatan berhala yang diciptakan oleh bangsa Yunani lantas diadopsi bangsa Romawi. 2 Penyerupaan diri dengan kuffar dan bertaklid buta terhadap mereka. Mozart. seperti Beethoven. 3 Laki-laki bisa berperan sebagai perempuan dan perempuan berperan laki-laki. Tersebut padanya: Nada simponi (klasik) sebagai jenis musik kelas tertinggi yang dicapai oleh para musikus. Syaikh Al-Albani. maka ia adalah seburuk-buruk alat musik senda gurau yang melalaikan.setan. Lihat At-Tashwir halaman 114. Syaikh Shalih al-Fauzan. menafsirkan dengannya kitab Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun seni peran. juga Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para pembuat gambar. Beliau mempunyai kalimat sangat bagus tentang musik yang beliau rahimahullah sebutkan di pembukaan kitab tersebut. maka cukuplah pasal pertama halaman 36-74. Semua itu mengungkapkan perasaan kejiwaan yang ada dari balik tabiat manusia. Termasuk di antaranya: bioskop. Jika tidak. sementara Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat para pembuat gambar. Juga telah sangat banyak karangan buku Ahlussunnah yang mengharam-kannya. Al-Bukhari no. Silakan merujuk kepada kitab Tahriim Aalaatith Tharbi (Haramnya Alat Musik) karangan AlAllamah Al-Muhaddits Al-Albani.

dan lainnya yang membuat mereka terkena firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya.. . demokrasi "Islam". Di saat itu.html . Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly." Berakhir kalimat Syaikh Al-Albani rahimahullah.. " (An-Najm : 23) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisyaratkan sebagiannya dalam sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Sungguh akan ada umatku yang menghalalkan khamr dengan nama yang mereka sendin membuatnya" pada riwayat yang lain "Mereka menamakannya dengan selain namanya”. para shahabat. betapa butuhnya kita kepada semangat baru yang akan menjadi pendobrak blantika musik dan meraih kemajuan internasional dalam bidang ini.com/2008/05/membantah-ushul-yang-dipegangi-sayyid. semisal Ikhwanul Muslimun. . nampaklah sebuah warna tersendiri yang menguasai hati dunia internasional.) [3] Apakah para nabi. Andaikan tidak demikian. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. Dia juga telah mempraktikkan dalam buku Masyahidul Qiyamah fil Qur'an. Cetakan: Pertama.blogspot. Begitulah dia melihat bahwa AlQur'an seluruhnya adalah tempat untuk mempraktikkan dasar-dasar tersebut. inilah bukti terbesar bahwa anggapan kehalalan alat-alat musik telah tersebar pada kaum muslimin sampai pun oleh sebagian orang-orang yang menyerukan ‘Pengembalian kemuliaan kaum muslimin dan penegakan Daulah Islam'. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. mereka dibantu oleh Yayasan Pemuda Kristen(?!) lantas bermain musik di salah satu universitas di Amerika(?!). Sebagaimana dia masih punya kaidah-kaidah lain yang dia praktikkan pada Azh-Zhilal. (-pent. Hadits ini dikeluarkan dalam Ash-Shahihah halaman 90. Betapa pantasnya untuk kita menguasai bidang ini. ayat-ayat yang telah dia jadikan sebagai lapangan praktik untuk kaidah-kaidah sesatnya. Inilah sebagian sendi rusak Sayyid Quthb yang dia sebutkan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an dan yang telah dikendarainya dalam menafsirkan ayat-ayat yang mulia. lantas menamakannya dengan 'musik Islami' di atas timbangan sosialis "Islam".Kelompok simponis Mesir yang berjumlah lebih dari 30 orang pemusik telah terbentuk.. Edisi Indonesia: BANTAHAN TERHADAP KITAB ATTASHWIRUL FANNIY FIL QUR'AN karya Sayyid Quthb. mempunyai ketergantungan kepada seni laksana ketergantungan Sayyid Quthub beserta sanjungannya itu?! [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Al-'Allamah Syaikh Al-Albani mengatakan: "Saya katakan. dan orang-orang shalih semuanya. yaitu musik Islami(?!) sebagai pengganti dari musik timur . maka tentu majalah mereka tidak akan mau untuk menyebarkan kalimat yang sangat jelas menghalalkan musik yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini. Maret 2008. ____________________ [2] Ta'thil: menghilangkan makna hakiki. lalu nampak jelas jejaknya pada buku Azh-Zhilal. juga akan datang di halaman 86. Lc. Tidak berhenti sekedar itu bahkan mengajak kepadanya. Penerjemah: Muhammad Fuad..

kehilangan konsentrasi. Dia adalah contoh seorang pemimpin yang temperamental. maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi. dan takut akan bahaya yang akan menimpa pada segala tindaktanduknya. jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya)." (Al-Qashash :15) Di sini tampak sikap fanatik kesukuan dan emosional.’ Musa berdo’a: ‘Ya Tuhanku. (Al-Qashash :15-17) "Karena itu. demi nikmat yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku. layaknya kebiasaan para ahli fanatik lainnya [6]: “Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhan-nya). Maka dengan segera percikan api fanatik kesukuan menyala membakar jiwanya. Aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orangorang yang berdosa".Menyoroti Adab Sayyid Quthb dalam Berinteraksi dengan Rasul dan Kalim Allah Musa 'Alahissallam Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5. untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya. yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). namun marilah kita lihat apa yang dilakukannya ………. di bawah pendengaran dan penglihatannya. yakni ciri seni yang murni. [4] Inilah kisah Qur'ani yang arah utamanya adalah da'wah keagamaan. Contoh-contoh berdasarkan visualisasi warna inilah adanya seluruh kisah Al-Qur'an.23. Kami akan menampilkan beberapa kisah secara global. pada keduanya ada perumpamaan yang terlihat jelas. Itulah ciri yang nampak pada kisah-kisahnya. Kita ambil Musa.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an halaman 200-205: (("Sebelum ini kita telah memaparkan kisah dan pemilik dua kebun dengan temannya dan kisah Musa dengan gurunya." (Al-Qashash :18) Ini adalah sebuah pengungkapan tentang keadaan yang sudah dikenal baik: keadaan gugup. fanatik kesukuan. dibesarkan dalam istana Fir'aun. Dia melukiskan beberapa figur kemanusiaan melalui para pemeran yang melewati batas-batas kepribadian maknawi kepada kepribadian percontohan. setelah itu memberikan perincian untuk sebagiannya: 1. Dia melihat: . dan matilah musuhnya itu. Ia sendiri menjadi tujuan dari kisah-kisah seni bebas. Ia (Al-Qur'an) dengan cerdik memiliki ciri ini dalam perjalanannya lalu tampil jelas dalam semua kisahnya. Maka Allah mengampuninya. dan labil. akhirnya menjadi seorang pemuda yang kuat [5]: "Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah. Inilah dia. Musa berkata: ‘Ya Tuhanku. walaupun dia telah berjanji untuk tidak membantu para pelaku kejahatan. Walau demikian. Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya. Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku’. Ini juga ciri dari para ahli fanatisme.

jika saja tidak diingatkan oleh calon korbannya dari tindakannya tersebut. penyesalan. menyelamatkan bani Israil dengan membawa mereka menye-berangi lautan. Tapi kalau saja dia sekedar menjauh. Dia masih pemuda yang fanatik itu. dia segera loncat berlari terbirit-birit tanpa berbalik …. dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Begitu melihatnya. Dia telah menang melawan para penyihir. Tuhan berfirman: 'Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku. "Musa berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya (kesesatannya)’. maka tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang bergerak. bahkan tidak juga oleh urat syaraf Musa [10]: "Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu. takut. tapi lihatlah ke bukit itu. Marilah kita meninggalkannya di sini untuk kita bertemu kembali dalam fase kedua kehidupannya setelah sepuluh tahun.” (Al-Qashash:18) Yakni kali selanjutnya terhadap laki-laki lain. aku ." (Al-Qashash:18) kamu benar-benar orang sesat yang nyata Akan tetapi dia bermaksud menimpakan kepad laki-laki kedua ini sebagaimana yang telah dilakukannya kemarin. musuhnya berkata: 'Hai Musa. sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini). setelah itu berhenti memikirkan keajaiban yang sangat besar ini. inilah dia yang meminta kepada Rabbnya sebuah permintaan yang sangat mengherankan: "Berkatalah Musa: 'Ya Tuhanku. Barangkali dia sudah tenang dan menjadi seorang yang bertabiat stabil dan berjiwa santun. Musa Berkata kepadanya. diapun melemparkannya. apakah kamu bermaksud hendak membunuhku.[9] Kembali marilah kita meninggalkannya sementara untuk melihat apakah yang diperbuat oleh zaman terhadap urat-urat syarafnya.“Maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku'. Namun. setelah itu dia pergi untuk memenuhi perjanjian dengan Rabbnya." (Al-Qashash :19) Maka ketika itulah datang seorang dari pinggiran kota dengan tergopoh-gopoh menasihatinya agar segera pergi. [7] "Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya. [8] Tidak demikian! Inilah dia yang diteriaki di sisi kanan bukit Thursina "Lemparkan tongkatmu!". Andai saja dia telah menjadi seorang yang dewasa!! Bahwa selainnya juga tentu akan takut. dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dan orang-orang yang mengadakan perdamaian. serta benar dia adalah seorang nabi.. dan kekhawatiran kemarin. ya." (Al-A'raaf :143) Lalu terjadilah apa yang tidak sanggup dipikul oleh urat syaraf manusia. nampakkanlah (din Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau'. sehingga diapun teringat dan takut. Ta’ashub (fanatik kesukuan) dan emosionalnya telah membuat dia lupa akan istighfar. Maka setelah Musa sadar kembali. maka diapun pergi sebagaimana yang telah kita ketahui. dia berkata: 'Maha Suci Engkau.

" (Huud : 75) Inilah dia ketika kecilnya menyendiri dalam proses berpikirnya.bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". maka tanpa tanggung-tanggung dan tidak pula lemah: "Dan Musapun melemparkan lauh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya." (Al-A'raaf:150) Begitulah dia berlaku emosional menarik rambut dan jenggot saudaranya tanpa mau mendengarkan sepatah katapun darinya: "Harun menjawab: 'Hai putera ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Kita tahu bahwa Musa tidak sanggup bersabar sampai Khidhir memberitahukannya rahasia yang terdapat dalam perbuatan yang Khidhir lakukan. kedua. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya. dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Kemudian. maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: 'Janganlah menyentuh (aku)'. menurut sangkaan kami dia sudah menjadi seorang tua tatkala berpisah dengan kaumnya.. inilah dia kembali lagi. Ini adalah contoh ketenangan. pemaaf. Dia menemui sang lelaki tersebut (Khidhir) yang dimintainya agar sudi untuk diikuti semoga dia mengajarkannya ilmu yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Mari kita meninggalkannya hingga beberapa tahun kemudian. kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan)." (Thaahaa : 94) Ketika dia telah mengetahui bahwasanya Samiri-lah dalang perbuatan tersebut. tatkala telah mengetahui teka-teki di balik patung anak sapi itu: "Berkata Musa: 'Pergilah kamu. Itulah kepribadian yang menyatu sangat jelas dan contoh kemanusiaan yang terang dalam semua tahapan kisah. akhirnya mereka berdua berpisah ………. sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): Kamu telah memecah antara Bani lsrail dan kamu tidak memelihara amanatku. lantas dia mendapatkan kaumnya telah mengambil patung anak sapi sebagai ilah sesembahan. Sesungguhnya kami akan membakarnya. maka dia berpaling kepadanya dengan kemurkaan dan bertanya kepadanya dengan nada tinggi. dan santun: "Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah." (Thaahaa : 97) Demikianlah kobaran emosi yang sangat terlihat dan perilaku yang penuh ketegangan [11]. Kaumnya telah pergi dalam kesesatan." (Al-A'raaf:143) Kembalinya syaraf dan emosi dengan cepat. [12] 2. dan ketiga. Berlawanannya kepribadian Musa dan Ibrahim …………. sementara di kedua tangannya ada lembaran-lembaran yang telah Allah subhanahu wa ta’ala wahyukan kepadanya. kali pertama. mencari tentang Ilahnya: .

kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah. dia berkata: "Hai kaumku. serta tidak membuatnya bercuci tangan dari ayahnya: "Berkata Ibrahim: 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu. kala mereka telah mengetahui bahwa sesembahan itu tidak sanggup untuk membela diri mereka sendiri." (Maryam : 47-48) Lalu.“Ketika malam telah gelap. Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar. Maka ikutilah aku. Sesungguhnya Aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti. Sesungguhnya Telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu. aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku". Mungkin ini satu-satunya tindak kekerasan yang pernah dilakukannya. serta aku akan berdo’a kepada Tuhanku. dengan cenderung kepada agama yang benar. dan Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. Dan dia dibantah oleh kaumnya. dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama'. dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku. tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit. janganlah kamu menyembah syaitan. pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. tetapi setelah bulan itu terbenam. Memang benar. hampir saja mereka benar-benar beriman. tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku. maka diapun berusaha dengan baik dan penuh rasa kasih sayang menunjuki ayahnya dengan lafazh yang terindah dan paling hidup: “Ingatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya. Maka tatkala matahari itu terbenam. mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo'a kepada Tuhanku'. inilah dia yang menghancurkan patung-patung mereka. dia berkata: "Inilah Tuhanku. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Ini yang lebih besar". Wahai bapakku. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?" (Al-An’am: 76-80) Tidak lama setelah dia mencapai keyakinan Ini. Wahai bapakku." (Maryam : 46) Sikap kasar itu tidaklah membuat dia keluar dari adab yang tinggi. Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan". tatkala itu: "Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: 'Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orangyang menganiaya (din sendiri)'. "Wahai bapakku. dan Aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Sesungguhnya Aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi. Hanya saja yang memotivasinya melakukan tindakan ini ialah kecintaan yang demikian besar diiringi harapan bahwa kaumnya akan beriman ketika melihat sesembahan mereka telah hancur berantakan. (Maryam: 42-45) Hanya saja ayahnya mengingkari perkataannya dan membalas dengan ucapan yang kasar disertai dengan ancaman keras: "Berkata bapaknya: 'Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku." (Al-Anbiyaa': 64) . Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah. dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah. tabiatnya yang penuh kasih sayang. Pastilah Aku termasuk orang yang sesat. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. padahal Sesungguhnya Allah Telah memberi petunjuk kepadaku". niscaya Aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. niscaya kamu akan kurajam.

suka gugup. Namun yang benar ialah: beliau Musa ‘alahis sallam mempunyai kedudukan yang agung lagi tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang mewajibkan atas manusia untuk memuliakan dan mengagungkannya layaknya seluruh para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam.Namun mereka kembali (pada ketidaksadaran lagi). lalu seseorang berkomentar "Sesungguhnya ini adalah pembagian yang tidak diinginkan dengannya Wajah Allah subhanahu wa ta’ala". melenceng. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentangnya: "Hai orang-orang yang beriman. demikianlah keadaan Yusuf ‘alahis sallam dan demikian pulalah kondisi Musa ‘alahis sallam. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah mengeluarkan dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu yang berkata: Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam membagikan pembagian. Saya pun menghadap Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan melaporkannya. agar dapat mengetahui jika dia telah melampaui batas. janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa. Sayyid Quthb memaksudkan kalau Musa ‘alahis sallam sebaliknya dalam hal ini. melayang jauh dalam khayalannya yang membawa terbang. Setelah itu dia juga membenturkannya dengan Yusuf ‘alahis sallam. maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. di antaranya. Sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini dan dia bersabar. dan tegang kepada Kalimullah dan Rasul-Nya Musa ‘alahis sallam. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. sepupu beliau Luth ………)) Tampak jika maksud Sayyid Quthb menyebutkan kisah Nabi Ibrahim ‘alahis sallam secara berlawanan dengan gambarannya tentang Nabi Musa ‘alahis sallam adalah untuk menegakkan kaidah "Melalui lawannya. temperamental. dia berkata: "Sedangkan Yusuf adalah contoh seorang laki-laki yang berkesadaran tinggi lagi kokoh". Bahkan dia dengan terang-terangan mengatakan pertentangan yang dia maksudkan ini. maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). maka ketika itu: "Kami berfirman: 'Hai api menjadi dinginlah. Dia mengulang-ulangi menyifatkan Yusuf dengan kesadaran tinggi dan teguh di tengah-tengah dia menjelaskan kisahnya untuk menguatkan maksudnya." (Al-Ahzab : 69) "Dan Aku telah memilih kamu. maka Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam murka. dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'." Sesungguhnya apa yang dinisbatkan oleh Sayyid kepada Kalimullah dan Nabi-Nya Musa ‘alahis . kasar. maka sesuatu itu akan menjadi jelas"." (Thaahaa:13) Sebenarnya cukuplah bagi Sayyid untuk membaca hadits-hadits tentang para nabi di kitab Shahih AlBukhari." (AlAnbiyaa': 69) Ibrahim telah meninggalkan mereka dalam jangka waktu yang panjang bersama dengan sekelompok manusia yang juga beriman. lalu bermaksud untuk membakar Ibrahim. lalu Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati Musa ‘alahis sallam. metode pengisahannya yang menjelekkan. fanatik suku. Saya melihat kemarahan tampak pada wajahnya. serta perumpamaan yang dia lekatkan berupa.

Inilah hasil keterlepasannya dari aqidah Islam tentang Musa ‘alahis sallam dan selainnya. [9] Di sini juga ada celaan yang sangat buruk dan olokan terhadap Nabi yang mulia ini. Penerjemah: Muhammad Fuad. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Hal: 50-66. Ini adalah perkara yang membuat berdiri bulu kuduk. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. hendaklah pembaca mengingat ucapan Sayyid Quthub secara terang-terangan bahwa 'Tidak ada aqidah keagamaan yang membelenggunya dari pemikiran'. bankan beliau ‘alahis sallam mempunyai sifat yang berlawanan dengan keduanya menurut Sayyid Quthb. Artinya penyakit syaraf yang diderita oleh Musa ‘alahis sallam tidak ada yang menandinginya. Sikap fanatik kesukuan tercela. sifat temperamental tercela. Cetakan: Pertama. seorang pembesar para rasul. Sementara kalimat itu dengan sangat kurang ajar justru ditujukan kepada seorang Rasul mulia. Maret 2008. tapi ucapannya 'sebagaimana kebiasaan para ahli fanatisme' sungguh adalah puncak celaan. dan termasuk Ulul 'azmi yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diperintahkan untuk mengambil keteladanan dalam kesabaran dari mereka: "Maka bersabarlah kamu sebagaimana orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar. Artinya beliau ‘alahis sallam tidak mempunyai ketenangan dan sikap santun. ataukah dia pura-pura lupa agar dapat selaras dengan ejekannya terhadap Nabi ini?? [6] Lihatlah bagaimana celaannya kepada Nabiyullah Musa ‘alahis sallam dalam komentarnya ini. betapa jahat tikamannya di dalam lembaran bukunya ini. Lc. maka tentu semua itu akan diingkari dan dianggap buruk oleh para cendekiawan mulia. Musa ‘alahis sallam tidaklah lupa akan apa yang telah dia katakan. Silakan merujuk kepada kitab Asy-Syifa' karya Qadhi 'Iyadh rahimahullah dan Ash-Sharimil Maslul 'Ala Syatimir Rasul karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah __________________________ [4] Apakah yang dia maksud dengan kisah seni bebas?? [5] Kita tidak tahu. [7] Tidak demikian. apakah Sayyid Quthb telah melupakan pemuliaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Nabi-Nya Musa ‘alahis sallam dalam firman-Nya: Lalu dia mengatakan ucapannya ini. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. Demi Allah." (Al-Ahzab: ) [12] Dalam semua yang telah lalu ada celaan buruk terhadap Nabi mulia ini. [10] Terkandung celaan dan penghinaan yang luar biasa. andaikan celaan dan penghinaan ini diarahkan kepada manusia yang paling hina sekalipun. (Menurut Sayyid) [11] Lihatlah. di mana beliau 'alahis sallam tetap tidak menjadi penolong bagi pelaku kejahatan. serta hukum dari perbuatan berbahaya ini sangat besar dan berat di sisi para ulama. [8] Ini benar-benar puncak celaan dan penistaan.sallam itu menafikan apa yang seharusnya beliau ‘alahis sallam dapatkan berupa penghormatan dan pemuliaan. serta juga tentang Al-Qur'an itu sendiri. tidak ada ta'ashub atau emosional. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] .

W. Sedikitnya ada tiga alasan yang bisa dikemukakan sebagai pertanggunganjawab dalam menentukan pilihan redaksi tersebut berikut implikasi makna yang dikandungnya. mengekang dinamika masyarakat yang selalu berubah.[5] Thomas W. performa negara sekarang jauh berbeda dengan istilah "negara" yang digunakan para pakar untuk mengidentifikasi komunitas Madinah saat Nabi SAW memimpin. dan menghambat perkembangan dari masa ke masa. Tentu sifat ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan prinsip fleksibelitas agar bisa diterapkan di mana saja dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan bagaimana saja (shâlih-un li kulli zamân-in wa makân-in wa ahwâl-in). Nallino.[3] Prinsip-prinsip yang dimaksud bersifat universal sesuai dengan watak dasar Islam yang transhistoris dan eternal.html Tulisan ini sengaja diberi titel "angan-angan (imaginaire) sosial-politik demokratik Piagam Madinah". penulis menyepakati suatu pendapat bahwa baik al-Qur'an maupun al-Sunnah. C. bukan “sistem politik atau pemerintahan” Piagam Madinah.[7] D. Piagam ini sama sekali tidak mencerminkan sebuah sistem negara atau pemerintahan yang baku. penulis menyebut “angan-angan sosial-politik”. Karena itu. digunakan kata "demokratik" saja. Affan. Montgomery Watt. Sementara pola kenegaraan yang diterapkan Abu Bakar. bukan "negara demokratik" atau "khilafah demokratik" atau lainnya. tetapi Islam tidak mempunyai preferensi tentang sistem politik yang mana. melainkan menggambarkan sejumlah prinsip luhur yang penting bagi kemanusiaan dan keadilan sosial. Di samping itu. Keragaman tersebut semata-mata bersifat sosiologis-relatifis yang tidak mengikat bagi umat Islam. Kedua. Tetapi. Gibb. kebebasan merumuskan bentuk negara sebagai pelembagaan dan perwujudan nyata dari angan-angan tersebut terbuka lebar bagi kesejarahan umat Islam. MacDonald.B.com/2008/05/menyoroti-adab-sayyid-quthb-dalam. Sebab. Piagam Madinah tentu dapat menjadi inspirasi politik bagi umat Islam untuk membangun tatanan kenegaraan yang beretika dan bermoral. Demikian juga Piagam Madinah yang dirumuskan Rasulullah SAW bersama warganya.R. menggunakan kata "negara" dewasa ini terasa mengerikan. Arnold. Karena itu.http://hizb-ikhwani. syûrâ (musyawarah) dan sebagainya. Memang intelektual semacam Fazlur Rahman.A.blogspot. benar apa yang dikatakan Munawir Sjadzali bahwa: Islam tidak hanya mengatur soal ibadah. Joseph . Usman b. terlebih lagi apabila sistem itu diwahyukan dan bersifat absolut.[4] Bagi penulis. Sumber Islam itu hanya memberikan pedoman ajaran berupa seperangkat prinsip[2] dan tata nilai etika bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. [6] H. karena angan-angan sosial-politik Islam--dalam asumsi penulis--tidak menentukan kepastian sebuah bentuk [performa] negara apapun. 'adâlah (keadilan). Khatab. Selain itu. Islam tidak menetapkan sesuatu sistem untuk menegakkan prinsip-prinsip tersebut. Apalagi para penggagas negara Islam kontemporer yang paling getol pun tidak berbicara tentang sistem [negara] Islam. Pemahaman ini sejalan dengan prinsip universalitas ajaran Islam yang memungkinkan Islam diamalkan di mana dan kapan saja. terbukti bahwa sebuah sistem cenderung bersifat statis. serta sistem-sistem negara lain yang mengklaim Islam. dalam berbagai teksnya tidak mengajarkan suatu bentuk atau sistem pemerintahan (negara)[1] tertentu yang harus dianut oleh umat Islam. sebagai sumber utama Islam. Sebenarnya saya tidak mengatakan bahwa di dalam Islam tidak terdapat sistem politik. A. semuanya juga tak ada yang bersifat imperatif dan teologis. prinsip dan tata nilai etika tersebut disebut angan-angan (imaginaire) sosial-politik [Islam] yang demokratik. tetapi juga hubungan antar manusia. dan Ali b. Pertama. Abi Thalib. Sebagai anganangan sosial-politik. misalnya Islam berbicara tentang beberapa prinsip atau etika seperti musâwah (persamaan). Umar b. Karena itu.

karena hampir semua pengkaji sejarah Islam mengakui bahwa "Piagam Madinah" merupakan instrumen hukum-politik yang membuat komunitas Islam dan non-Islam saat itu menuai kebebasan dan kemerdekaan di bawah kepemimpinan Nabi SAW.[8] dan banyak pakar lain. tetapi "Piagam Madinah" mampu menjadi perekat unitas dari pluralitas tersebut. oleh sebagian pakar ilmu politik. dan Sayyid Quthb. Islam hadir dan berinteraksi secara sosialpolitik dalam lingkungan masyarakat komunal-sukuisme yang plural. dengan 'kaca mata' ilmu politik modern menganggap komunitas Nabi SAW saat itu adalah sebuah "negara". status sosial. R. agama. diambil "Piagam Madinah" sebagai basis kajian untuk mendapatkan wawasan tentang anganangan sosial-politik demokratik dalam tulisan ini.Schacht. karenanya dalam waktu yang bersamaan Nabi menurut mereka adalah pemimpin agama dan kepala negara sekaligus. Strothmann. maka dalam kenyataannya. "Negara" yang demikian tentu bukan istilah yang tepat untuk menyebut komunitas Nabi SAW saat itu dengan Piagam Madinahnya.[10] Karena alasan-alasan inilah. Penduduknya terbagi ke dalam kelompok-kelompok etnik. melainkan bahwa suatu komunitas jika demokratis. "Piagam Madinah" dianggap sebagai konstitusi atau undangundang dasar pertama bagi 'negara Islam' yang didirikan Nabi SAW di Madinah. maka tentu komunitas itu akan mempertimbangkan Syari’at Islam sebagai satuan hukum yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan. penulis yakin mereka tidak akan menyamakan istilah "negara" yang digunakan untuk komunitas Nabi saat itu dengan konsep “negara” yang berlangsung dewasa ini. Ia memiliki kewenangan (authority). paling berkuasa. Bisa diilustrasikan. maka berarti Islam mengakui kedaulatan rakyat di mana otoritas Syari’at Islam dapat dianulir oleh kesepakatan rakyat dalam lembaga perwakilan rakyat. par-exellence. ras. yang dirasakan oleh setiap manusia yang beriman maupun kafir. para teorisi politik Islam memang terlalu hati-hati untuk menyebut bahwa Islam itu "demokratis". di atas manusia yang secara riil ada dan benar-benar terasa adanya adalah maha-instansi yang bernama "negara". Tapi. penulis menjadikan Piagam Madinah sebagai basis kajian untuk memperoleh kejelasan nilai normatif dan empirik Islam dalam pergumulannya di tengah masyarakat pluralistik. ras. kalau hati seorang beriman menyatakan bahwa di atas manusia tidak ada instansi lain kecuali Tuhan. Ketiga. kekuatan (power). gender. 14 abad yang lalu. tirani. Islam dan Negara-Bangsa: Kebutuhan Prinsip Kebangsaan Sudah menjadi pengetahuan umum. maupun kepentingan. termasuk terhadap "kebenaran". Dalam pandangan penulis tidak demikian. demokratis adalah proses pengambilan keputusan untuk mewujudkan kehidupan bersama yang diangan-angankan dengan cara partisipatif dan mempertimbangan pluralitas nilai yang berkembang dalam masyarakat. Untuk kata "demokratis". Karena. Pluralitas tersebut terlihat pada komposisi penduduk Madinah yang didomisili oleh berbagai golongan suku-bangsa Arab dan bangsa . Yang tak kalah menariknya untuk dikemukakan adalah latar sosial-budaya masyarakat Madinah saat itu yang sangat plural. Pada umumnya faktor ini mendorong konflik yang tidak mudah diselesaikan. yang maha-meliput. seperti Abu A’la alMaududi. Dengan pemahaman ini. Negara semakin terasa menjadi pemeran sifat kemahakuasaan Tuhan sebagai al-Muhîth. dan agama yang berbeda. dan eksploitasi kaum pekerja oleh pemilik alat-alat reproduksi (kaum kapitalis) dan pemegang distribusi kekayaan yang mencelakakan kelas pekerja. Karena jika demokratis. dari kepemimpinan politik abad ke-7 M adalah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW karena keberhasilannya membangun komunitas pluralis tersebut.[9] Meminjam istilah yang digunakan Karl Marx untuk menyebut realitas negara sekarang adalah suatu aparat atau mesin opresi (penindasan). di atas bumi ini. realitas negara saat ini telah memetamorposis menjadi sosok “makhluk” yang--seolah-olah--paling raksasa. Diakui juga oleh para pengkaji sejarah Islam bahwa model yang paling ideal dan sempurna. dan klaim (claim) yang hampir tak terbatas (unlimited). Hasan al-Banna. Sebab. Bahkan. Kekhawatiran ini pernah menghantui pemikiran politik beberapa pemikir Islam. bisa jadi demokrasi menjadi suatu keniscayaan bagi kelompok Muslim manapun sebagai suatu cara untuk mengelola kehidupan bersama yang beragam baik secara etnik.

dan [3] Kaum Yahudi yang tinggal di Madinah. lebih kompleks.Yahudi yang menganut agama dan keyakinan berbeda. Konstruksi masyarakat saat itu memang diakui masih sangat sederhana dan lokal setingkat perkembangan peradabannya. bahkan ada yang secara rahasia memusuhi Nabi. Selama kurang lebih sepuluh tahun (622--632 M). sejarawan Mesir. khususnya pada tiga abad terakhir ini.[11] Muhammad Zafrullah Khan juga menyebut empat golongan sosial.[12] Yang penting menjadi catatan di sini adalah proses kreatif Nabi Muhammad. dan Banu Quraizhah. suatu masyarakat yang timbul sebagai konsekuensi logis dari konstruksi negara-bangsa. dan [4] Golongan Yahudi yang terdiri dari tiga suku utama. Sa'ad Zahlul (1867-1927). Pada kegamangan modernitas dewasa ini. Ia menawarkan suatu “gagasan baru” untuk membentuk tatanan “masyarakat baru” yang kemudian disepakati menjadi pegangan hidup bagi “masyarakat kota” yang dinamai Madinah. dan menaklukkan seluruh wilayah Asia di bawah Kekaisaran Romawi. sungguh tidak mudah bagi kaum muslimin untuk mencernakan keharusan historis secara interaktif. tidak terlalu tepat untuk dijadikan sebagai satu-satunya cermin dalam menghadapi pluralisme modern. melainkan telah melikup seluruh semenanjung Arabia. Munculnya para pemikir dan pembaharu seperti Jamal al-Din al-Afghani (1839-1897 M). dalam pandangan Abdurrahman Wahid. “Islam modernis”. “Islam sosialis”. tulisan ini sengaja mengangkat "angan-angan sosial-politik demokratik" dari Piagam Madinah sebagai upaya untuk menundukkan permasalahan masyarakat bangsa yang demikian plural itu pada konteks yang proporsional. dan lebih plural tercapai semasa kepemimpinan alkhulafâ' al-râsyidûn dan sesudahnya. Menghadapi ini. idealisasi Islam sebagai konstruk sosial yang ideal--dan kadang utopis-hanyalah merupakan pelarian dari kenyataan. dan Sayyid Quthb (1906-1968 M). yang kemudian melahirkan apa yang disebut oleh pengamat sebagai “Islam fundamentalis”. adalah bentuk-bentuk nyata dari interaksi tersebut. “Islam sekularis”. [2] Anshar. Nabi Muhammad SAW mampu mencairkan bangunan komunalisme tersebut menjadi sebuah komunitas yang berdaulat dan integrated. karena di dalamnya terkandung sikap apatis terhadap kehidupan masyarakat bangsa yang mesti dihadapi. atau langsung meninggalkan wawasan Islam sama sekali. Dengan luasnya hamparan "ruang" dan memanjangnya rentang . Muhammad Husein Haikal (1888-1956 M)[13]. Adalah tetap relevan untuk memperbincangkan kaitan Islam dengan pluralisme masyarakat-bangsa. Namun semestinya membincangkan "Islam" kaitannya dengan "sosial-politik" dewasa ini tentu tidak bisa hanya merujuk pada masa awal Islam. yakni [1] Muhajirin. 'membaca' ada empat golongan dominan saat itu. Ali Abd al-Raziq (18881966)[14]. Dengan demikian. yaitu Banu Qainuqa. sebagaimana berkali-kali dinyatakan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Thaha Husayn (1888-1966). [2] Golongan Aus dan Khazraj yang keislamannya masih dalam tingkat nominal. tetapi dalam waktu yang singkat telah menjadi muslim. yang selalu dipandang "ideal" untuk saat itu. Abu al-'Ala al-Maududi (1903-1979)[15]. Kawasan masyarakatnya bukan lagi kota Madinah an sich. adalah kenyataan bahwa negara-bangsa dengan wawasan kebangsaannya adalah fakta yang tidak dapat dihindari. dan “Islam nasionalis”. Dengan kata lain. memilih salah satu dari dua hal di atas sama sekali tidak konstruktif. Masa Rasul dan al-Khulafâ' al-Râsyidûn sekalipun. tetapi dengan identifikasi yang berbeda: [1] Kaum muslimin. [3] Golongan Aus dan Khazraj yang masih menganut paganisme. Persia. Muhammad Abduh (1849-1905 M). Bentuk masyarakat lebih luas. Jelas sekali. Islam suka tidak suka harus berinteraksi dengan sederetan fenomena yang secara global disebut negara-bangsa (nation-state). yang terdiri dari Muhajirin dan Ansor. Hasan Ibrahim Hasan. Kesulitan ini telah melahirkan polarisasi pemikiran politik yang sangat beragam. Hanya ada dua pilihan dari hal yang akan menjadi pencarian semacam itu: meneruskan utopisme itu kepada usaha operasional untuk menjadikan Islam sebagai sistem alternatif terhadap konsep negara-bangsa umumnya. “Islam tradisionalis”. Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935 M). sebelumnya bernama Yatsrib.[16] Karena itulah. Yang menjadi persoalan. kecuali Anatolia (Turki Modern). [3] Kaum munafik dan musyrik. adanya prinsip-prinsip dasar bagi Islam untuk menghadapi kenyataan pluralisme dan negara-bangsa menjadi kenyataan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Banu Nadhir.

. 1966 M). Berbeda dengan agama-agama besar dunia lainnya. umpamanya. Selain tidak ada nash (teks) yang tegas-eksplisit menentukan bentuk negara sebagai klaim Islam. jika para pemikir Muslim merasa kesulitan dalam menentukan "hubungan sosial-politik" yang sesuai dengan kehendak ajaran Islam. jika kita ingin memahami semua yang terjadi di masa lalu dan sedang terjadi sekarang di dunia Muslim. disebut sebanyak 2 kali) yang dibuat oleh Nabi SAW bersama warganya. Prinsip-prinsip Dasar Menuju Demokrasi: 'Wasiat' dari Piagam Madinah "Piagam Madinah" adalah sebutan bagi al-shahîfah (yang berarti lembaran tertulis. apalagi dalam metamorfosis negara sekarang.. sejarah. sekularisme. serta sekutunya. baik hak-hak kelompok sosial maupun hak-hak individu.. atau berisi pernyataan dan pengukuhan mengenai sesuatu. yang berisi pernyataan pemberian hak. Termasuk dalam kesulitan ini adalah melakukan respon terhadap wujud "negara" yang telah berubah sedemikian rupa dewasa ini. Ibn Taymiyah (w. juga buktibukti historis-sosiologis di dalam masyarakat Muslim menunjukkan ketiadaan (nihil) bentuk tunggal negara. 728 H/1328 M) [19]. hubungan timbal balik dan saling memerlukan.. dan hegemoni nation-state--sebagai realitas kepolitikan kontemporer--harus menjadi agenda dalam diskursus sosial-politik Islam (kontemporer). Itulah sebabnya kita menyaksikan relasi agamanegara (dîn-dawlah) menjadi demikian plural dalam sejarah politik umat Islam."[17] Maka tidak mengherankan. Islam yang telah (dan harus) menyejarah (Islam historis). Islam yang diterima sekarang ini tidak lain adalah Islam yang telah menjelma melalui proses pergulatan sejarah manusia dalam segala dimensinya. Kata "Madinah" menunjuk kepada tempat dibuatnya naskah. dan pengalaman mereka". seyogyanya kita mengapresiasi watak universalitas dan posisi sentral agama sebagai suatu faktor dalam kehidupan umat Islam. dan Ibn Khaldun (w. . seperti yang dianut oleh kalangan Syi'ah."waktu" kehadiran Islam.. Piagam Madinah adalah dokumen politik penting yang dibuat oleh Nabi SAW sebagai perjanjian antara golongan-golongan Muhajirin. Lebih dari itu. Sebaliknya ada juga yang memegang teguh bahwa agama dan negara harus dipisah. seluruh ranah kebudayaan dan peradaban. dalam pemikiran Al-Mawardi (w. Sementara kata "piagam" berarti "surat resmi. Piagam Madinah hadir mempertaruhkan "gagasan baru" bagi suatu bentuk tatanan "masyarakat baru" yang disebut ummat (community) dalam sejarah umat manusia.. "Seperti dijelaskan oleh Bernard Lewis. realitas pluralisme. dan Yahudi. paradigma pluralisme ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa maknanya dalam mengarahkan sejarah kemanusiaan. Bukan sekadar itu.. sekularistik. Pandangan ini dapat ditemukan. termasuk ruh dari setiap perkembangan zaman. Identitas agama dan pemerintahan melekat tak terhapuskan dalam angan-angan dan kesadaran umat Islam. 808 H/1406 M)[20]. 450 H/1058 M)[18]. disebut sebanyak 8 kali) dan al-kitâb (yang berarti buku. tidak mengherankan jika kebanyakan gerakan sosial dan politik yang penting dalam sejarah modern umat Islam telah menuju Islam pada benang merah yang sangat kuat dengan Islam sebagai kekuatan pemersatu dan pemberi dorongan. yang dibentuk oleh teks-teks suci. Ada juga yang memandang agama dan negara harus berhubungan secara simbiotik. Dokumen itu mengandung prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan bersama dalam . Anshar.. kita tidak bisa mengasumsikan Islam taken for granted begitu saja. " Islam sejak masa hidup pendirinya adalah negara itu sendiri. penting menjadi pertimbangan dalam memahami dan merumuskan Islam pada zamannya. modernisme.[23] Melihat proses perumusannya.[21] Dalam konteks ini Islam tampaknya memang didesain untuk bisa menata kehidupan sosial yang pluralistik.”[22] Sumber lain menyebutkan bahwa "piagam" (charter) adalah dokumen tertulis yang dibuat oleh penguasa atau badan pembuat undang-undang yang mengakui hakhak rakyat. Karena itu. Sebagimana bisa dilihat dalam perumusan dan pelaksanaan butir-butir Piagam Madinah. Masing-masing dari penganut paradigma ini mengklaim dan bersandarkan pada sumber ajaran Islam. seperti yang pernah digagas Ali Abd al-Raziq (w. Ada yang meyakini bahwa agama (Islam) dan negara tidak dapat dipisahkan (integrated).

Pertama. Yahudi. kalau dilihat dari fungsi agama dalam kehidupan masyarakat. ketentuan-ketentuan hukum. dan sejahtera bagi setiap warganya. Nabi bekerja keras menumbuhkan sikap loyal mereka kepada agama dan komunitas baru itu. Islam bertugas melestarikan sejumlah dan pola perilaku sosial yang mempertalikan pencapaian tujuan dengan kemuliaan cara yang digunakan untuk itu. Untuk mencapai tujuan ini. Ini tidak lain karena Nabi Muhammad SAW tatkala membuat Piagam tersebut bukan hanya memperhatikan kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Muslim.[24] Piagam Madinah yang digunakan adalah yang telah disistematisasi menjadi 47 pasal. golongan. menjunjung tinggi moralitas. Kedua. Dengan kata lain. Jadi. Untuk itu. Gagasan-gagasan ini menganjurkan tuntutan etika sentral dari Islam yang lebih sesuai dengan asosiasi bebas bagi kerjasama komunitas yang saling menguntungkan (mutualistik). Piagam ini tidak saja menggambarkan komposisi penduduk Madinah saat itu. karena perjanjian itu merupakan suatu usaha Nabi SAW untuk mengadakan rekonsiliasi antara suku-suku sebagai perjanjian persahabatan untuk meleburkan (fusi) semua pluralitas dalam satu komunitas yang integrated. Sebagai perjanjian aliansi segi tiga--Muhajirin-Anshar-Yahudi-paling tidak bisa dilihat karena dua alasan. tanpa perbedaan apa pun di mata hukum. Nabi Muhammad berhasil membangun masyarakat yang bersatu dari keragaman agama: Muslim. harmonis dengan sifat-sifat asasi manusia. Dengan kata lain. rahmatan li al-'âlamîn. sekalipun mereka (Yahudi) tetap dalam agama mereka. di mana berlaku nilai-nilai Islam secara konsisten. diakui bahwa dengan penetapan (arrangement) ini. adalah inklusifisme-egaliterianisme. Di dalam tatanan masyarakat demikian ini akan hidup dengan rukun dan damai segala macam ragam manusia dari seluruh aliran agama dan suku bangsa. dan keadilan sosial atas dasar keimanan dan ketakwaan. konvensi) masyarakat Madinah sepenuhnya diakui sebagai hukum yang hidup oleh Piagam Madinah.[26] Maka tidak apologetis. perjanjian itu sebagai suatu aliansi antara suku-suku Arab sebagai satu golongan dan suku-suku Yahudi sebagai satu golongan lain. ketetapan-ketetapan Piagam Madinah menjamin hak semua kelompok sosial dan persamaan hukum dalam segala urusan publik. Islam berfungsi penuh dalam kehidupan masyarakat bangsa. Tata nilai dan pola perilaku itu sering disebut al-akhlâq al-karîmah. dan penganut Paganisme. universalitas Islam dapat difungsikan sepenuhnya dalam sebuah masyarakat bangsa. terlepas dari bentuk negara yang digunakan. merupakan bukti nyata kemampuan Muhammad melakukan negosisasi dan konsolidasi dengan berbagai golongan masyarakat Madinah. Fakta historis ini. Dengan demikian. adil dan makmur. Hal ini juga diperkuat dengan kenyataan adanya pengakuan bahwa kebiasaan-kebiasaan (tradisi. suatu masyarakat egaliter. tugas Islam sebenarnya adalah mengembangkan etika sosial (social ethics) yang memungkinkan tercapainya tujuan penyejahteraan kehidupan umat manusia. paradigma sosial yang digunakan Nabi. melainkan juga memperhatikan kemaslahatan masyarakat non-Muslim. Setiap suku dari Yahudi adalah satu bangsa dengan orang-orang beriman. melalui pengembangan nilai-nilai sebagai etika masyarakat yang bersangkutan. baik melalui bentuk masyarakat yang bernama negara maupun lainnya. apabila Piagam ini dinyatakan mempunyai angan-angan sosial-politik untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan semua unsur pluralisme (suku.kehidupan sosial politik. dan kepentingan) menjadi satu bangsa (ummat) untuk hidup berdampingan secara damai. Hitti. tampak dari berbagai studi yang dilakukan para ahli. angan-angan sosial-politik Islam adalah suatu masyarakat yang ultramodern di dalam segala hal. ketimbang konsep modern negara sentralistik yang memaksa (represif). agama. Yakni. . cita-cita politik umat Islam harus dibimbing oleh komunitas politik Islam sebagai asosiasi pluralistik-desentralistik yang lebih berdasarkan pilihan ketimbang paksaan. baik dalam membaca realitas maupun mengambil keputusan politik.[25] Oleh karena itu. Dengan demikian. Maka jelaslah. Terlepas dari polemik historisitas penyusunan dan otentisitas naskah Piagam Madinah. menurut Philip K. melainkan menjadi bukti historis situasi sosial-politik komunitas Madinah yang menjalani perjanjian aliansi (treaty of alliance). Oleh karenanya.

Namun. prinsip ini sesungguhnya telah terjawab dengan keterlibatan rakyat dalam perumusan dan kesepakatan Piagam ini. dan tanggungjawabku urusan sosial politik zamanku. berekspresi dan beragama 8. Ahmad Sukarja[32] dan J. Perlindungan dan pembelaan terhadap yang lemah dan tertindas 4.[34] Untuk membuktikan otentisitas dan keluhuran Piagam Madinah kiranya penting dilakukan studi . komunitas (ummat wâhidah) 2.[27] Muhammad Jalal alDin Surur. Kolektifitas dan solidaritas sosial 3. tapi Islam telah memberikan kita kebebasan mutlak untuk mengorganisasikan negara sesuai dengan kondisi-kondisi intelektual.Islam berfungsi bagi kehidupan masyarakat bangsa tidak sebagai bentuk kenegaraan tertentu. tentukan sendiri cara pemilihannya. juga bisa dimaknai bahwa Rasul mewariskan "demokrasi" bagi generasi berikutnya. berorganisasi. bangsa. dan dengan mempertimbangkan perkembangan sosial dan tuntutan zaman. Sikap Rasul yang tidak memberikan petunjuk untuk menentukan penggantinya sebagai 'kepala negara' sesudah wafatnya. beberapa ahli. Prinsip kesatuan umat. berbeda dalam merumuskan prinsip-prinsip dasar "kehidupan demokratis" dalam angan-angan sosial-politik Piagam Madinah yang hanya berjumlah 47 pasal itu.[29] dan Maulvi Muhammad Ali.[30] serta Zainal Abidin Ahmad[31].[28] Hasan Ibrahim Hasan. Prinsip-prinsip substansial ini memang sungguh-sungguh terrefleksikan secara eksplisit dalam diktum naskah Piagam Madinah. Nasionalisme 10. Namun. Dalam konteks ini. Perdamain antar sesama dan lingkungan 6. Menjunjung tinggi hak asasi manusia 9. Musyawarah Prinsip-prinsip di atas pada dasarnya adalah prinsip universal yang diakui oleh kalangan internasional sebagai prasyarat untuk mewujudkan kehidupan sosial-politik yang egaliter dan demokratis. sosial. karena itu pilihlah sendiri penggantiku [jika dibutuhkan]. dan ekonomi yang kita miliki. dari keragaman rumusan ini secara singkat dapat ditarik point-point umum bahwa prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan bagi kehidupan demokratis untuk segala zaman dan tempat itu adalah: 1. Diamnya Rasul seolah-olah menyatakan: "Tanggungjawabmu urusan sosial politik zamanmu. Kebebasan berpendapat. Namun. hanya ada satu prinsip yang tak terlihat di atas bagi kokohnya kehidupan demokrasi. Suyuthi Pulungan[33] dalam bukunya masing-masing. Kekuasaan politik untuk mengatur urusan bersama dikembalikan sepenuhnya kepada kedaulatan rakyat. Tampaknya. Keadilan sosial 5. Artinya. kedaulatan dikembalikan kepada rakyat sepenuhnya tanpa ada pesan-pesan politik yang mengganggu kebebasannya dalam bersikap dan menentukan nasib politiknya. tepat apa yang dikatakan oleh Ali Abd al-Raziq: Islam tidak menetapkan suatu rezim pemerintahan tertentu. seperti Muhammad Khalid. tidak pula mendesakkan kepada kaum muslimin suatu sistem pemerintahan tertentu lewat mana mereka harus diperintah. selain bisa ditafsirkan sebagai sikap demokratis yang tidak memberikan wasiat pelimpahan kekuasaan. dan aturlah urusan bersama dengan cara yang terbaik menurut kamu". yakni penegasan "kedaulatan rakyat". Equalitas sosial 11. Persamaan di depan hukum 7. melainkan sebagai etika sosial yang akan memandu jalannya kehidupan bernegara dan bermasyarakat sesuai dengan martabat luhur dan kemuliaan derajat manusia.

Edisi V. 1965). misalnya tentang sumber kekuasaan. Secara leksikal berarti: [1] dasar kebenaran.). bertindak. 24-36. Hornby. Donohue dan L. 2. 30. 1987). dan A. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1989). [4] Munawir Sjadzali. dan Declaration of Human Rights (Deklarasi Hak Asasi Mnusia. hlm. asas (kebenaran yang menjadi dasar berfikir. A. Esposito. (Jakarta: Balai Pustaka. 1948) oleh PBB. Baca Jack C. Gimson (eds. 1215) yang dibuat Raja John dari Inggris. 664. hlm. dan [4] keputusannya bersifat otoritatif. Sistem politik dibedakan dari sistem sosial lain oleh empat ciri khas. (Jakarta: UIPress. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar. hlm. mekanisme pemerintahan. hlm. Roosevelt. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. Islam dan Tata Negara: Ajaran. Robert E. 1993). Islam in Transition. dalam John J. Islamic Political Thought.S. “The Islamic Concept of State”. [2] kontrol mutlak atas pemakaian kekerasan fisik. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. Sejarah. hlm. Bill of Rights (Undang-undang Hak. bentuk negara. (London: Oxford University Press. Kamus Analisa Politik. Wallahu 'Alam bi al-Shawab [1] Sistem politik (political system) yang dimaksud adalah suatu konsep yang mengatur soal kenegaraan. dan sebagainya). 179. artinya menyandang daya pengabsah dan kerelaan yang besar. (London: Routledge and Kegan Paul LTD. Montgomery. Bandingkan dengan Harun Nasution dan Azyumardi Azra (ed. 1974). [3] hak membuat keputusan-keputusan yang mengikat dan diterima sebagai absah. “Islam Kosong Sistem Politik”. (Jakarta: Beunebi Cipta. Cet. hlm. hlm. 233. Plano. [5] Baca Fazlur Rahman. cara pengangkatan dan pemberhentian kepala negara.C. Dan terjemahan lain Politik Islam . [7] Baca W. hukum umum sebab akibat. 34-35. 1989). dan Pemikiran. Riggs. Bill of Rights (Undang-undang Hak. Sejarah. moral. The Caliphate. yang dirumuskan oleh Presiden Amerika Serikat. Karena keempat ciri-ciri khas tersebut adalah juga ciri-ciri khas negara. 701. Franklin D. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. 1798) yang dirumuskan Rakyat Amerika. Robin. [3] Munawir Sjadzali. hlm. (Jakarta: UI-Press. 1982). hlm. Kamus Besar Bahasa Indonesia. meliput semua anggota masyarakat. 233. [1] daya jangkau yang universal. Perkembangan Modern dalam Islam. hlm. Atau. Muslim Perspective (New York: Oxford University Press. A. 1789) yang lahir pada permulaan Revolusi Perancis.VI/1989. Islam dan Tata Negara: Ajaran. [2] kebebasan beragama. Montgomery Watt menyebut Piagam Madinah sebagai suatu "kesatuan politik tipe baru" (political unit a new type) dan dikatakan sebagai suatu ide yang revolusioner untuk saat itu. dan [4] kebebasan dari kemelaratan. dan sebaginya. 1993). Declaration des droits de l'homme et du Citoyen (Pernyataan Hak-hak Manusia dari Warga Negara.). dan Helenan S. [2] tuntunan peraturan untuk tingkah laku. dan Pemikiran. [2] Istilah “prinsip” ini berasal dari bahasa Inggris “priciple”. [6] Baca Thomas W. Karena itu. Ia membenarkan bahwa masyarakat Madinah yang diorganisir Nabi itu merupakan suatu negara dan pemerintahan yang membawa kepada terbentuknya suatu umat Muslim. [3] kebebasan dari ketakutan. Bandingkan juga dengan bukunya. 3/Vol. 261. 1689) yang diterima oleh Parlemen Inggris. pola hubungan masyarakat yang dibentuk berdasarkan keputusan-keputusan yang sah dan dilaksanakan dalam masyarakat itu.). (Jakarta: Rajawali. The Four Freedoms (Empat Kebebsan): [1] kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. hubungan antara negara dan warga negara.perbandingan secara mendalam dengan Magna Charta (Piagam Agung. Arnold. II. (Jakarta: P3M. 1985). (eds. Cowie. 1988). wajar kalau sang orientalis semacam W. maka istilah “sistem politik” umumnya dipakai sebagai nama kolektivitas hubungan dari suatu negara.P. Edisi V. Wawancara di PESANTREN No.

t. 55. . Hitti. (Beirut: Dar al-Fikr. [27] Baca Muhammad Khalid. hlm. JURNAL ULUMUL QUR’AN No. (Yogyakarta: LKiS. dan Al-Khilafah wa al-Mulk (Kuwait: Dar al-Qalam. [20] Baca Ibn Khaldun. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. 1979). Jilid I. 1925). (eds. terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties. (kairo: Dar alMa’arif). (al-Qahirat. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. “negara (. (Jakarta: LSIK dan RajaGrafindo Persada. 102. [25] Dikutip J. 1994). [12] Dikutip dari J. [17] Abdullahi Ahmed an-Na’im. 3/Vol. Human Rights and International Law. 1994). (Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. Vol. hlm. 1978). [9] Bandingkan dengan Kata Pengantar Masdar F. Suyuthi Pulungan. The Oxford English Dictionary. (Minneapolis: University of Minnesofa. hlm.: Dar alKatib al-Arabiy. hlm. hlm. hlm. cit. Vol. 680. hlm. [14] Buku politiknya yang kontroversial adalah Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. Tarikh al-Islam. tentang Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk. Politics in the Middle East. VI/1989. Mas’udi. 35-36. (Jakarta: P3M. [10] James A. 1989). op. 1955). hlm. Suyuthi Pulungan. 1973). [21] Baca lebih jauh pada M. 1995). 1979). A. dalam PESANTREN No. 1978).. Muqaddimah Ibn Khaldun. [16] Abdurrahman Wahid.t. al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat. 1994). 1993. [23] James. 135. (Jakarta: UI Press. 1988). [26] Philip K. dalam Abdelwahab ElAffendi.tp.. [18] Baca Al-Mawardi. Bill dan Carl Leiden. 1955). [19] Baca Ibn Taymiyah. (Beirut: Dar al-Fikr. IV.. 116. 11. 1994). Brown and Company. hlm. War and Peace in the Law of Islam (Baltinore: John Hopkins. 30-41. t.). t.). hlm. [8] Baca Muhammad Dhiya’ al-Din al-Rayis. Dekonstruksi Syari’ah. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. [15] Karya politik Al-Maududi yang spesifik adalah Islamic Law and Constitution. cit. Din Syamsudin.). Khatam al-Nabiyyin. 1957). Th.H.)”.el. Suyuthi Pulungan. Murray et. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an (Jakarta: LSIK. dari Madjid Khadduri. “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam.dalam Lintasan Sejarah. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? (Yogyakarta: LKiS. 7-8. (Boston: Little. 18--19. II (London: Oxford at the Clarendon Press. (Jakarta: P3M. hlm. op. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. (Mesir: Maktabah al-Anjlu al-Mishriyat.t. 209.). [22] Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. [13] Buku politiknya yang sering menjadi rujukan adalah al-Hukumah al-Islamiyyah. [11] Hasan Ibrahim Hasan.. 2. tentang Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan al-Qur’an. 4-9. v. hlm. 294. t. [24] Misalnya studi yang dilakukan Ahmad Sukarja. hlm. (t. dan J. hlm. Capital Cities of Arab Islam. (Mesir: Mathba’ah Meshr.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.). hlm.C. James A. . (Beirut: 1972). Donohue dan L. Mesir: Mathba’ah Meshr. Beirut: Dar al-Fikr. 1952). Human Rights and International Law. hlm. Jilid I. 1979. Nasution. Qiyam al-Dawlah al-’Arabiyyat al-Islamiyyat fi Hayat Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Sallam (al-Qahirat. Beirut: 1972. Jakarta: 1956.[28] Muhammad Jalal al-Din Surur. Bill. Muhammad Dhiya’ al-Din. A.. dan Pemikiran. Hasan. New York: Oxford University Press.). 1924). [31] Baca Zainal Abidin Ahmad. 1994. cit. cit. hlm. Munawir. 1993. --------. op. 1982.VI/1989. Dekonstruksi Syari’ah. hlm. Fazlur. Jakarta: UIPress. Mesir: Maktabah alAnjlu al-Mishriyat. “Islam Kosong Sistem Politik”.t.. London: Oxford University Press. Hornby. 1994. 1973. t. [29] Baca Hasan Ibrahim Hasan. Abdullahi Ahmed. dan Carl Leiden. 1957. t. Wawancara di PESANTREN No. 92.t. hlm. 121. The Caliphate. [33] Baca J. Boston: Little. Brown and Company. cit. [30] Baca Maulvi Muhammad Ali. El-Affendi. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. 1965. 78. Kuwait: Dar al-Qalam. Al-Mawardi. Arnold. (Jakarta: 1956). 1974. Zainal Abidin. Muhammad the Prophet (Lahore. op. dan A. 121. Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. Membentuk Negara Islam. Islam dan Tata Negara: Ajaran. (Minneapolis: University of Minnesofa. 1925. [34] Lihat Muhammad ‘Imarah. Muhammad. al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat.S. ‘Imarah.. London: Routledge and Kegan Paul LTD. (eds. Muslim Perspective. al-Raziq.. 1979. Ibn. Al-Khilafah wa al-Mulk. Edisi V. Tarikh al-Islam. Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. [32] Baca Ahmad Sukarja. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq. 1978. 3/Vol. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq.P. hlm. 124. Harun dan Azyumardi Azra (ed. Philip K. an-Na’im. Beirut: Dar al-Fikr. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. al-Rayis. Muqaddimah Ibn Khaldun. Rahman. Suyuthi Pulungan. Sejarah. Ali Abd. Ibrahim Hasan. Membentuk Negara Islam. Hitti. Islam in Transition. Khaldun. 78-79. BIBLIOGRAFI Ahmad. A. Perkembangan Modern dalam Islam. Esposito. “The Islamic Concept of State”. Al-Maududi. Politics in the Middle East. Capital Cities of Arab Islam. Jakarta: P3M. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. dalam John J. Cowie. Sjadzali. 1985. Thomas W. Abdel Wahab.). Gimson (eds. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? Yogyakarta: LKiS. terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties. Yogyakarta: LKiS. op.

Vol.A . Biodata Penulis Marzuki Wahid. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. J. Suyuthi. 1987. Jakarta: P3M. Syamsudin. Riggs. (Yogyakarta: Kerjasama Rahima-ff-LKiS. (Jakarta: Lakpesdam.tp. Sukarja. 1988. 1993. Din “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. 1989. Taymiyah. Bunga Rampai Pemikiran Ulama Muda. dan Kedaulatan Perempuan. Ahmad. (Jakarta: CV. http://isif. Cet. 1995.id/riset/item/42-islam-dan-pluralisme-angan-angan-sosial-politik-demokratik-piagammadinah.1989. 1989. Kini tengah menyelesaikan program pendidikan doktor (S3) pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.html ] oleh Hafidz Abdurahman M. M. Montgomery Islamic Political Thought. II. Dan terjemahan lain Politik Islam dalam Lintasan Sejarah. Jakarta: P3M. dan Kritik Nalar Bahtsul Masail NU: Trasformasi Paradigma. 1999).: Dar al-Katib alArabiy. Geger di Republik NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdam. dalam PESANTREN No. Jakarta: Beunebi Cipta. 1997). t. Menempuh pendidikan sarjana (S1) pada Fak. Th. Zikrul-Hakim. 1994. Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk. 2. Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. t. Jakarta: LSIK. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. 1988. Alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 2002). W. Kamus Analisa Politik. Robin. Juga aktif sebagai staf peneliti pada LAKPESDAM-NU Jakarta dan sekretaris Dewan Kebijakan Fahmina-institute Cirebon. Watt. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. lahir di Cirebon 20 Agustus 1971. Serial Khutbah Kontemporer. Robert E. Jakarta: Balai Pustaka. Jack C. Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beragama di Abad Dua Satu. Plano. 2002). Kritik atas Politik Hukum Islam di Indonesia (Yogyakarta: LKiS. Magister (S2) pada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta: UI Press. Beyond the Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gus Dur (Bandung: RosdaINCReS. Dinamika NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdsam. JURNAL ULUMUL QUR’AN No. Pulungan. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an .ac. Cet. 1999). Seksualitas. Wahid. VI/1989. Sedangkan buku yang ditulis sendiri bersama Rumadi adalah Fikih Madzhab Negara. Ibn. Seharihari bekerja sebagai Kepala Seksi Penelitian dan Pengkajian Ilmiah pada Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Depag RI. Beberapa buku yang pernah dieditnya adalah Pesantren Masa Depan (Bandung: Pustaka Hidayah. Adapun beberapa buku di mana ia menjadi salah satu kontributor tulisan adalah Tubuh. I. 3/Vol. 2000).t. Abdurrahman. Kamus Besar Bahasa Indonesia. staf pengajar pada Fak. IV. dan Helenan S. 1999). 1999). Jakarta: Rajawali.

mungkin saja asumsi ini tidak betul. buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid. berdasarkan perspektif kebahasaan. setidaknya dengan comparatively method. tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. karena tulisan ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku. Asumsi ini juga dapat diterima. yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. Cuma persoalannya. jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat. pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966). seperti kata penulis buku ini. “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. Karena itu. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar. karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at. Sebab. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”. saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya. Tetapi. buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom . agar saya bisa bersikap amanah.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis. dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. ketika menulis pengantar ini. “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran. apalagi melacak. diperlukan kejelian dan kecermatan. setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini.Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). asumsi yang kedua ini lebih tepat. Paling tidak. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas. tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. Sekalipun demikian. Asumsi ini dibenarkan. setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama. Kedua. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub).Untuk membaca. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie. antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. Karena itu. antara lain.

Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis. Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. beliau tidak terlibat dengan partai manapun. khususnya ketika bersama al-’Aqqad. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952). dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada. beliau melanjutkan studi ke Kairo. Dalam rentang inilah. Dilahirkan di Qaryah. beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. sejak tahun 1946. Dalam pengantarnya. gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah. seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933. dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah. . beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad. yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin. Setelah itu. penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. Kurang lebih 25 tahun. beliau mengatakan. Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam. saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938). Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). Sayyid Qutub bersamanya. pecahan Partai al-Wafd. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943). Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub. Disamping itu. pada usia 20 tahun. tetapi hanya bertahan dua tahun. tahun 1906. Karena itu. ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. Dari Qaryah. Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. sepuluh tahun kemudian. kritik terbuka kepada Dr. beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut.1937). tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus.yang diurai di dalamnya. Selama 25 tahun. beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan makalah sosial (1940-1941). kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945). Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum. Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra. Pada akhirnya beliau keluar. serta uraian tentang krisis di tanah air. dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. wilayah Asyuth. Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an. Tetapi. antara tahun 1926-1950. kemudian tentang siapa yang disebut penyair. kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944). disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). As-Syathi’al-Majhul (1935). Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan. Sekitar tahun 1926. disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya.

Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir. seperti al-Bana. Buku ini berisi kisah fantasi. Setelah kembali ke Mesir. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). dasar dan metodenya. pendiri aI-Ikhwan dibunuh. akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme. ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan.Sekalipun berisi bantahan. Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. AlMadinah a!-Mashurah (1946). Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika. ketika berusia 45 tahun. sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. Berisi pemandangan kiamat. saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. Thiflun min al-Qariyah (1946). Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). beliau menyaksikan Hassan al-Bana. antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana. Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. Buku ini berisi kritik sastra. beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. yang sangat beliau kagumi. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat . Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). Dari sini saya tahu. Dari sini. Buku yang menekankan. tahun 1949. bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. Pada saat inilah. Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945. penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. Saya mendalami perjalanan hidup beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. Karya ini ditujukan kepada para sastrawan. beliau bergabung dengan al-Ikhwan. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948). setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. penulis buku al-Ayyam. Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. yang terbagi dalam delapan puluh surat. tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. Dalam jamaah ini. Asywak (1947). Ketika di Amerika.

seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. Inilah kitab Sayyid Qutub. tahun 1953. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya. tapi ini. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. Tentang masalah yang terakhir ini. isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim. namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid . seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit. sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya.” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi. Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. Hadza ad-Din (1953). serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam. sejak pertama kali mendirikan partainya. mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya. dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. Sesuatu yang biasanya sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau. “Saya yakin. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. Kemudian secara berurutan.” Karena itu. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah. al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. mereka mengatakan: “Bukan itu. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. Dirasat Islamiyyah (1950-1953). ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. Pemakaian istilah al-wa’yu. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. Apa lagi untuk mendapat laporan.” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit. dalam rentang antara tahun 1953-1966. Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau.diwujudkan oleh Islam. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru. mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. keluar buku beliau. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. Dalam pertemuan ini. at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). Karena itu. mereka mengatakan: “Bukan itu. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya.

merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya. hingga aku bisa menghafal Alquran dan membacanya di hadapan ibu dengan baik.. Belum cukup beristirahat. Tidak heran kalau dari keluarga ini kemudian lahir para penulis Islam yang handal. WaIlahua’lam bi as-Shawab. Pada tahun 1918 ia menamatkan pendidikan dasarnya di Musya. apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah. Kemudian pada tahun 1929 Sayyid Qutb terdaftar sebagai mahasiswa di fakultas adab universitas Darul Ulum Kairo dan tamat pada tahun 1933. Anak tertua seorang perempuan... Di tahun yang sama ia ditangkap bersama beberapa pemimpin Ikhwanul muslimin dan mendekam di penjara selama dua bulan. Setelah lulus Sayyid Qutb dilantik oleh departemen pendidikan menjadi guru di madrasah D'wudiyah.. Lima tahun setelah itu ia melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas di madrasah persiapan Darul Ulum. Sayyid Qutb mulai bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin dan pada tahun 1954 ia dipercaya menjadi pemimpin redaksi majalah resmi Ikhwanul muslimin. dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. Sebelum genap berusia 10 tahun Sayyid Qutb telah menghafal Alquran sebagaimana harapan ibunya.Qutub. Beliau adalah anak kedua dari empat bersaudara. Akhirnya.. Tahun 1952 Sayyid Qutb mengundurkan diri dari tugas kepegawaian dan mulai berkecimpung di dunia pers. Sekarang saya telah hafal Alquran dengan demikian saya telah menunaikan sebagian harapan ibu".. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat. Build your own site . apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh).. beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita.. Sejak kecil mereka telah dikenalkan dengan lingkungan islami dan dibesarkan dengan didikan islami.:::::Sayyid Qutb:::::. Sejak tahun 1940 sampai 1945 ia ditarik dari dunia pengajaran dan diperbantukan di Kantor departemen pendidikan. Dalam bukunya "Taswžr al fannž fil qur'n" ia mengatakan.. Dan buku ini. Tepatnya pada 20 Agustus 1950 Sayyid Qutb kembali ke Mesir dan diperbantukan menjadi pengawas di tehnikal riset departemen pendidikan Mesir. Pada tahun 1936 dipindah lagi ke Helwan. Sayyid Qutb kembali ditangkap juga di tahun 1954 dengan tuduhan terlibat usaha pembunuhan terhadap presiden yang berkuasa. Jamal Abdul Naser.. Tahun 1920 ia kemudian merantau ke Kairo dan tinggal bersama pamannya untuk meneruskan sekolah ke jenjang menengah di madrasah Abdul Aziz (sekolah guru menengah). Sayyid Qutb lahir pada tahun 9 Oktober 1906 M dari rahim seorang ibu sederhana di desa Musyah di Propinsi Asy Syuth. Hamidah Qutb.. Selama dua tahun ia bermukim di Amerika untuk mempelajari metode pengajaran di Amerika sebagai studi banding dengan sistem pendidikan di Mesir. Muhammad Qutb anak ketiga dan yang terakhir Aminah Qutb. Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat. "Harapan ibu yang paling besar terhadapku adalah agar Allah berkenan membuka hatiku. Menginjak usia 45 tahun. Pada tahun 1948 mendapat kepercayaan menjadi utusan departemen pendidikan Mesir ke Amerika. Kemudian dipindah ke madrasah Dimyat pada tahun 1935 . Fatimah sang ibu menjaga pergaulan anak. Dalam persidangan militer yang dipimpin oleh jamal Salim dan beranggotakan Anwar Sadat dan Husein .. yang masih belum sadar...anaknya dari lingkungan jahiliah. Keempatnya pernah membuat satu bunga rampai yang diberi judul "Al Aty'f al Arba'ah".

Pada awalnya Sayyid Qutb sangat tertarik dengan aliran sastra yang dibawa oleh Abbas mahmud al Aqqad. Kesulitan hidup di Kairo membawa pengaruh kepada pola pikirannya. Di pagi dinihari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966. Pertama: Sayyid Qutb termasuk warga kelas menengah ke bawah dari segi ekonomi. Presiden Jamal Abdul Naser kemudian mengirimkan surat permohonan maaf ke raja Faisal dan mengabarkan bahwa surat sang raja sampai ke tangannya setelah pelaksanaan hukuman. Hafidz Ibrahim telah menghias pikirannya.buku agama. Kesempatan belajar di sekolah-sekolah favorit hanya milik orang kaya. Dalam masa penantian. Waktu itu ia baru berumur 10 tahun. Beberapa bait syair Tsabit Jarjawi sering diberikan kepala sekolah kepada Sayyid Qutb untuk dihapal. Karena gemar membaca Sayyid Qutb disegani oleh masyarakat desanya yang tergolong masyarakat menengah ke bawah dan buta huruf. Berbagai buku dilahap Sayyid Qutb mulai dari kisah-kisah kepahlawanan sampai buku. Demo ini digerakkan oleh berbagai organisasi Islam meminta Abdul Naser mencabut kembali tuduhan buat Sayyid Qutb dan membebaskannya dari hukuman mati. Di antaranya Raja Faisal dari Saudi Arabia mengirim surat permohonan pembebasan Sayyid Qutb. Sementara syarat diterima di pendidikan menengah (Madrasah Abdul Azis) harus berusia 15 tahun. Para pemimpin negara pun tidak ketinggalan. Abdussalam Arif. Bahkan ia mempunyai perpustakaan pribadi di rumahnya. Sayyid Qutb mendapat pemotongan masa hukuman dan dikeluarkan dari penjara pada tahun 1964. Melalui sidang militer yang dipimpin oleh Fuad ad Dajwa. Pada waktu itu Mesir tergolong negara miskin.Syafi'i. Mengetahui putusan hakim. Pada tanggal 9 Agustus 1965 untuk ketiga kalinya Sayyid Qutb kembali ditahan dengan tuduhan merencanakan kudeta untuk menggulingkan pemerintah dan usaha pembunuhan presiden. Kecenderungan sastra semakin tumbuh ketika ia dikenalkan oleh beberapa penduduk desa yang belajar di Kairo dengan beberapa penyair terkenal Mesir. Ia mengkritisi tatanan sosial masyarakatnya. Nama. Sami Syarf. Karena ia dapat langsung berhubungan dengan para penyair besar Mesir. Untuk itu ia sangat mengidolakan sastrawan yang sejalan dengan pola pikirnya. Dan hal itu ia dapati dalam sosok Abbas . Melalui permohonan presiden Irak ketika itu.. Setidaknya ada dua alasan kenapa Sayyid Qutb tertarik kepada Abbas Mahmud al Aqqad.. Selama hidup di Mesir ia mulai mengasah bakatnya di bidang sastra. banyak pihak yang bersimpati kepada Sayyid Qutb dan mengirimkan surat permohonan kepada Jamal Abdul Nasser untuk memberikan grasi bagi Sayyid Qutb. baru kemudian engkau berikan surat itu kepadaku". Sayyid Qutb Seorang Sastrawan Sejak kecil Sayyid Qutb telah tertarik dengan dunia sastra. Karena ukuran badannya yang tergolong kecil ia tidak kuat untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawah seperti kebanyakan anak desa. Sayyid Qutb dipancung di penjara militer. Ia menceritakan ketika selesai dari pendidikan dasar Sayyid Qutb tidak langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya. tanggal 12 Agustus 1965 dijatuhkan hukuman mati buat Sayyid Qutb yang pelaksanaannya dijadwalkan tanggal 21 Agustus 1966. Ketika akan diberikan Jamal Abdul Nasser menolak kemudian menginstruksikan kepada Sami Syarf. Ketika mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Kairo tidak disia-siakan olehnya. Sejak tahun 1923 Sayyid Qutb begitu intens menghadiri muhadarah Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tempat dan menjadikannya sebagai guru sastra. untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawa Berarti harus menunggu selama lima tahun. Sayyid Qutb dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Dalam bukunya Taswžr al fannž fi al Qur'n.nama penyair seperti Ahmad Syauqi. Pada tanggal 28 Agustus 1965 surat permohonan dari raja Faisal sampai ke tangan pembantu presiden Jamal Abdul Nasser. Ia begitu intens mengikuti berbagai kajian sastra. Kecenderungan ini sempat dibaca oleh Kepala sekolah tempat Sayyid Qutb belajar. Sayyiq Qutb mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. Bahkan di Pakistan terjadi demo besar-besaran. Hidup dan belajar di Kairo adalah kesempatan emas buat Sayyid Qutb. Sebagai anak desa Sayyid Qutb juga mengalami hal yang sama. "Pancunglah ia di waktu Subuh. Namun ia tidak menyerah dengan keadaan tapi malah berontak dengan lingkungan. Orang miskin tidak punya banyak kesempatan untuk menimba ilmu kalau tidak memiliki indeks prestasi yang tinggi.

Ar Ris'lah. Hidup di tengah. Ada nuansa islami yang mulai menguat. Tapi semangat keislamannya semakin tumbuh.Mahmud al Aqqad. Sayyid Qutb mengatakan. Ia juga menerbitkan dua majalah. Ketika tahun 1945 terjadi perubahan dalam diri Sayyid Qutb. Kebetulan Toha Husein menjadi penasehat Kementrian Pendidikan ketika itu. Sebab di Mesir Sayyid Qutb terpola dengan pemikiran gurunya yang sosialis. Dalam tulisan-tulisannya Abbas al Aqqad sering mengkritisi pola hidup masyarakat Mesir dan membandingkannya dengan masyarakat Barat. hidup serba ada justru rakyat Amerika stres. Ia memandang Abbas Mahmud al Aqqad sebagai sastrawan yang membawa nafas baru bagi masyarakat Mesir. Karena nasehat dari Toha Husein yang membuat Sayyid Qutb mengurungkan niat untuk mengundurkan diri dari tugas kepegawaian. Pada bab pendahuluan ia memulai dengan tulisan "laqad wajadtu al Qur'n" (Sungguh aku telah menemukan al Quran). Hubungan antara guru dan murid. Seakan-akan ia kembali menemukan mutiara yang telah hilang selama bertahun-tahun. Disamping ia juga bergabung bersama gurunya di partai wafd sebagai corong sosialis di Mesir. Waktu itu termasuk aib bagi seorang penulis bila tidak menguasai bahasa asing. Dalam sebuah makalahnya yang ditulis dari Amerika. Dalam beberapa makalah yang ditulis dari Amerika Sayyid Qutb justru mencela budaya Amerika.karya Sayyid Qutb baik yang berbentuk syair. Tulisan-tulisannya sering dimuat di berbagai media cetak Mesir seperti al Ahr'm. Aliran sastranya banyak meniru gurunya. Jadeed sebagai wadah mengasah kemampuan jurnalistiknya. al Aalam al Arabi dan al Fikr a. Sehingga menjerumuskan mereka dalam budaya seks bebas. Seperti Abbas Mahmud al Aqqad karya. Kedua: Abbas Mahmud Al Aqqad adalah termasuk pembaharu dalam bidang sastra pada zamannya. Ats Tsaq'fah. Ketika ditanya sebab kegembiraan tersebut mereka menjawab "Bahaya laten bagi Barat dan Amerika telah terbunuh di Mesir yaitu Hasan al Bana pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin". Budaya santai masyarakat Mesir dipaksa untuk dicabut dari dirinya melihat pola kerja masyarakat Amerika yang serba profesional. "Sesungguhnya aku yang meyakini kekuatan kalimat kini aku merasa bahwa kita di Mesir khususnya atau masyarakat Timur pada umumnya selama ini lebih banyak teori tanpa praktek nyata. tindakan kriminal sebagai obat stress dan rasa jenuh. Sekalipun semua fasilitas tersedia. Perubahan ini semakin mengkristal dalam dirinya ketika berada di Amerika dalam rangka studi banding sebagai utusan departemen pendidikan Mesir ( 1948-1950 ). Sayyid Qutb dan Ikhwanul Muslimin Abdul Baqi Muhammad Husein dalam bukunya "Min a'l'm al harokah al Isl'miyah al mu''shiroh mengatakan suatu saat ketika Sayyid Qutb berada di Amerika ia heran melihat melihat masyarakat Amerika bergembira karena meninggalnya Hasan al Bana. Sayyid Qutb takjub akan kebesaran nama Hasan al Bana di Amerika sementara ia yang orang Mesir . Berdasarkan dua alasan di atas terjalin hubungan akrab antara Sayyid Qutb dan Abbas Mahmud al Aqqad. Ia banyak mengadopsi budaya barat sebagai masyarakat percontohan. Sekarang tiba waktunya bagi kita untuk membuat sesuatu selain teori belaka.tengah lingkungan kapitalis merupakan hal baru bagi dirinya.Dengan tetap istiqamah dalam aliran Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tulisannya membuat Sayyid Qutb dekat dengan Toha Husein ketika ia menjadi pegawai di departemen pendidikan Mesir. Gejala ini dimulai dari bukunya "taswiir al fanni fi al Quran" yang diterbitkan pada tahun 1945. Diiringi daya kritisnya yang semakin tajam. Bila ia berjalan sesuai dengan aliran yang dibawa Abbas Mahmud al Aqqad maka ia akan mampu merubah tatanan sosial masyarakat. Kelebihan Abbas al Aqqad dibanding sastrawan lain di zamannya adalah ia mampu membaca karyakarya sastra penulis barat. Rutinitas harian membuat mereka jenuh. Kekayaan informasi di samping penguasaan bahasa asing yang dimiliki Abbas Mahmud al Aqqad membuat Sayyid Qutb mengaguminya. Sebagai ucapan terima kasih Sayyid Qutb menghadiahkan karyanya Tifl min al qoryah kepada Toha Husein." Namun kehidupan yang menghambakan materi bukan membuat Sayyid Qutb luntur dan berbaur dengan lingkungan dan pola pikir masyarakat Amerika. prosa maupun karya ilmiah bersifat kritik sosial. Aliran Abbas al Aqqad yang sebelumnya mendominasi dalam setiap karyanya tidak lagi terasa.

Seperti nabi Ibrahim. Pada tahun 1965 turun perintah dari Jamal Abdul Nasir yang sedang berada di Moskow untuk menangkap Sayyid Qutb." Kedua: langkah yang harus ditempuh untuk membuat masyarakat muslim sebagaimana masyarakat yang telah dibentuk oleh Rasulullah SAW di Madinah. as sal'm al 'lami wa al Isl'm dll. Selama dalam penjara aktivitas menulisnya tidak berhenti. Melalui majalah ikhwanul muslimin ia banyak menulis karya dengan aliran baru yang diyakininya.karyanya menitik beratkan ke dalam beberapa hal: Pertama: Kebutuhan manusia akan aqidah islami yang murni yang langsung bersumber dari al Quran dan as Sunnah.asli tidak begitu banyak tahu. Melalui keputusan sidang militer ia dijatuhi hukuman 15 tahun sementara beberapa anggota ikhwan ada yang dijatuhi hukuman mati termasuk Hasan al Hudhaibi. ekonomi. Pada pagi dini hari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966 Sayyid Qutb menjemput syahadah di tiang gantungan.kritik sastranya yang terkenal dengan istilah "Nadzriah as suwar wa adz dzilal" yang tergolong fenomena baru di dunia sastra. Keempat: Sikap Islam terhadap kolonialisme dalam semua segi. al ad'lah al ijtim''iyah fi al Islam. politik. Sayyid Qutb berjuang untuk menemukan prinsip hidup yang benar dan itu ia dapatkan dalam gerakan ikhwanul muslimin. Ketiga: keuntungan yang di dapat oleh manusia bila menjadikan Islam sebagai manhaj hidup. Pada tahun 1964 ia menerbitkan bukunya "Ma'aliim fi Ath Thariq" setelah keluar dari penjara. Terlepas dari aliran Abbas Mahmud al Aqqad. Ia mengajak masyarakat memahami aqidah secara universal tanpa ada batasan-batasan geografis yang melingkupinya. Buku ini adalah hasil renungan Sayyid Qutb selama di penjara. Bagi yang sekilas membacanya buku ini terkesan sangat radikal. Hal ini terlihat dari beberapa karyanya seperti: nahwa mujtama' al Isl'mi. Setelah menjalani pemeriksaan selama tiga hari Sayyid Qutb dijatuhi hukuman mati karena bergabung dengan ikhwanul muslimin yang dituduh merencanakan kudeta. Hal ini dituangkan dalam buku. militer dll. "Sesungguhnya tugas kita bukan untuk menghukumi manusia. Akhirnya ia memutuskan untuk merubah haluan hidup dan bergabung dengan gerakan ikhwanul muslimin setelah selesai masa tugas di Amerika. Resminya di tahun 1953 ia menjadi anggota resmi Ikhwanul Muslimin. Ketika buku ini dibaca oleh Abul A'la al Maududi ia berkomentar seolah-olah ia yang mengarang buku tersebut. Bahkan ia rela mati demi prinsip tersebut. Bukan itu saja sejak tahun 1947 berbagai buku yang sarat dengan nilai Islam lahir dari sentuhan penanya. hal nahnu muslimun dll. Padahal tidak demikian maksud Sayyid Qutb. Padahal ia termasuk salah seorang penasehat jamal Abdul Nasir. Tapi tugas kita adalah mengenalkan hakekat laa Ilaaha Illa Allah (tiada tuhan selain Allah). Ia hanya mengkritik aturan-aturan selain aturan Allah SWT yang berlaku di masyarakat sebagai aturan jahiliyah dan bukan menghukumi masyarakat. Pada tahun 1954 Sayyid Qutb beserta bersama ribuan anggota gerakan ikhwanul muslimin ditangkap dengan tuduhan rencana pembunuhan terhadap Jamal Abdul Nasir yang terkenal dengan nama peristiwa Mansyiah. Banyak buku yang dihasilkan termasuk merampungkan tafsir Fi adz dzilal al Quran. Sayyid Qutb meyakini dengan berpegang kepada Aqidah yang murni maka setiap muslim akan mampu menghadapi problematika hidup. ini kafir ini mukmin. Penutup Membaca perjalanan hidup Sayyid Qutb bagi penulis ibarat mengulang kembali perjuangan nabi Ibrahim melawan raja Namrud. Sejak bergabung dengan Ikhwanul Muslimin karya. Dengan bekal semangat keislaman ditambah pengetahuan baru yang didapat dari Amerika menjadikan Sayyid Qutb mencapai masa keemasannya di bidang sastra. . ideologi. Dalam tafsir "Fi adz dzilal al Quran" ia menjelaskan.bukunya seperti: al Isl'm wa al musykilah al hadh'rah. Kritik. Karena manusia tidak mengetahui konsekwensi dasar kalimat tersebut yaitu menerapkan hukum Islam dalam seluruh dimensi kehidupan. Puncaknya ia berhasil menciptakan tafsir "Fi adz dzil'l al Qur'n" sebagai karya monumental di bidang tafsir. Ia akan selamat di dunia dan bahagia di akhirat. Hal ini terlihat dalam bukunya al Isl'm wa al isti'm'r. Struktru ide yang ada dalam buku "Ma'aliim fi Ath Thariq" menurut al Maududi sejalan dengan ide yang dikembangkannya selama ini.

dia mengkhayalkannya sebagai tontonan yang ditampilkan dan peristiwa yang terjadi. maka kitapun tahu sebagian rahasia kemu'jizatan dalam bentuk ini pada pengungkapan Al-Qur'an. Pendengar lupa kalau ini hanyalah kalimat yang dibacakan dan contoh yang diperdengarkan. maka sempurnalah semua unsur imajinasi. contoh kemanusiaan. Inilah yang kami maksudkan sewaktu kami katakan: "Sesungguhnya visualisasi itulah sarana yang paling utama dalam uslub Al-Qur'an". keadaan kejiwaan. dia dipertunjukkan untuk suatu maksud yang telah kami sebutkan. kekhususan universal. Permisalannya adalah seluruh Al-Qur'an di manapun. satu kesatuan alur.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan di bawah tema ini halaman 36: ((Visualisasi adalah sarana paling utama dalam uslub Al-Qur'an. dan jalan yang tertentu. peristiwa kejadian. kisah masa lalu. Lalu ia naik kepada gambar yang dilukiskannya. suasana yang bermacam-macam. atau di manapun dia berkehendak untuk membuat contoh apakah perdebatan atau penunjukan hujjah. sifat maknawi. Penampilan inilah yang senantiasa ada di atas panggung. Padanya ada kehidupan dan gerakan dinamis. maka tiba-tiba makna yang ada dalam pikiran itu mewujud suasana dan gerakan. seketika itu ihwal kejiwaan menjadi layar tontonan. Tatkala kita teringat bahwa sarana yang menggambarkan makna dalam pikiran dan keadaan kejiwaan juga bahwa sarana yang menampilkan contoh kemanusiaan atau peristiwa yang diceritakan.HoME Membantah "Visualisasi Seni Dalam Al-Qur'an" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 6. Adapun peristiwa. khayalan. kejadian. serta contoh kemanusiaan dan tabiatnya. tapi ini adalah mazhab tetap[13]. suatu pemandangan hari kiamat. bahkan kemanapun dia menghendaki perdebatan ini secara mutlak dan berpegang pada realitas inderawi. kapanpun dia kehendaki untuk mengungkapkan suatu makna murni. bukannya cerita tentang kehidupan. lalu tampak dalam perasaan jiwa sebagai suatu kehidupan. kejadian inderawi. dia memberikan padanya sosok kehidupan atau gerakan yang dinamis. lalu tatkala ditambahkan kepadanya percakapan. sangat menarik sewaktu dipergunakan dengan berbagai cara. keadaan kejiwaan. Hampir tidak pernah ia memulai suatu visualisasi melainkan ia mengubah para pendengar menjadi penonton dan memindahkan mereka ke panggung peristiwa pertama yang terjadi padanya atau akan terjadi sewaktu berputar seri demi seri pertunjukan dan berjalan dinamis semua gerakan. serta inilah kalimat yang lidah terus bergerak menyebutkannya. dan pandangan. serta tabiat kemanusiaan pun menjadi pribadi yang tampil.23. dia mengungkapkan dengan gambaran inderawi imajinasi sesuatu yang maknawi. peristiwa yang dapat dilihat. waktu itu juga contoh kemanusiaan menjadi satu sosok yang hidup. dan pemandangan maka ia menjadi kelihatan jelas di hadapan. hanya saja terakhir dia kembali juga kepada kaidah besar ini: 'Visualisasi seni'. kisah. hanyalah sebuah lafazh-lafazh yang beku tanpa ada warna yang menggambarkan dan sosok yang mengungkapkan. . inilah reaksi beragam perasaan yang timbul sebab fase-fase yang sejalan dengan semua peristiwanya. serta keadaan nikmat dan adzab. la bukanlah uslub hiasan dan bukan pula sesuatu yang liar berhenti di mana saja secara kebetulan.

dan sutradara film.Wajib bagi kita untuk memperluas makna visualisasi sampai kita berhasil mencapai semua ufuq visualisasi seni dalam Al-Qur'an. akting. adat istiadat yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebagaimana ia juga visualisasi dengan irama yang memberi warna dalam pertunjukan. rasa. lukisan. gerakan. pemusik. Makna-makna yang dilukiskan memengaruhi jiwa anak Adam yang hidup atau pemandangan alam yang tidak memiliki kehidupan. khayalan. kaidah dan ragamnya. Sedangkan manusia-manusia yang mulia baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan semuanya berlepas diri dari aktivitas semacam ini yang berisi panggung... bioskop. Di mana bangsa 'Arab tidak mengenal panggung sandiwara. musik. Sementara sudah menjadi kewajibannya untuk menyucikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala kalimat Rabb sekalian alam yang agung dari kaidah seni ini dan penerapan semua istilah ini yang dibangun di atas kaidah tersebut sementara bangsa Arab belum pernah mengenalnya padahal Al-Qur'an turun dengan bahasa mereka. Bahkan andaikan . akhlak. Lantas kenapakah dia mempergunakan istilah-istilah yang sangat hina ini (serendah orang-orang yang meramaikannya. penulis skenario. pertunjukan. Ia adalah visualisasi hidup yang diambil dari alam makhluk hidup. perbuatan sia-sia. pementasannya. bisa jadi Yahudi atau Nasrani bahkan orang-orang Komunis zindiq. Dia adalah visualisasi dengan warna. tokoh seninya penonton. sarana visualisasi. Berkumpul padanya orang-orang yang paling rendah akhlak dan agamanya. bahwasanya kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang paling rendahan. nada. Menurut keyakinanku Sayyid Quthb juga mengetahui semuanya setelah dia mengenali kandungan aktivitas ini dan pengetahuannya tentang jenis ragam manusia penyuka aktivitas ini yakni para penonton dan pendengarnya. bukan sekedar warna dan goresan yang beku. pikiran. Di atas semua istilah inilah tegak pekerjaannya yang memurkakan Allah subhanahu wa ta’ala serta meremukkan Dien dan akhlak. irama. layar. dan melalaikan shalat sehingga mereka dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. miliaran dollar yang mereka cintai. dialog. dan tontonan mereka tidak mengenal musik. dialog. dan khayalan. bioskop. penyanyi. senandung. serta nada ungkapan dan kalimat dalam menampakkan suatu bentuk yang dinikmati oleh mata. kisah. penonton. seringkali berpadu padanya penggambaran. serta lensa foto. Ia adalah visualisasi yang mengukur jarak nan jauh dengan perasaan dan jiwa. dan pendengar yang tenggelam dalam kelezatan syahwat. telinga. pensil lukis paling canggih (halaman 251). dan jiwa. Di samping itu ada juga tujuan materialis. panggung. membuang waktu percuma. gambar. penonton. intonasi kata. peristiwa yang diceritakan dan yang digolongkan ke dalamnya...)) Perhatikanlah istilah-istilah yang digunakannya: pemandangan.. kesatuan alur.?? Jikalau dia harus menerapkan semua istilah yang berada di bawah kaidahnya Visualisasi seni' ini silakan saja dia memilih apa yang dia kehendaki dari sya'ir dan centa-cerita buatan manusia (tapi bukan Al-Qur'an) baik dari para penulis cerita atau penyair Eropa serta siapa saja yang dia bertaklid padanya dari kalangan orang-orang yang melenceng baik dari bangsa Arab atau Ajam (non Arab). serta penarinya yang laki atau perempuan)?? Mengapa dia menjadikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala yang agung sebagai lapangan untuk menerapkan istilah-istilah busuk ini seburuk para produsernya dan semua yang terlibat di dalamnya?? Lalu menganggapnya sebagai mazhab tetap Al-Qur'an. akal. film. dibuat oleh para peletak perfilman dan panggung sandiwara. Mereka mempunyai tujuan yang sangat busuk untuk menghancurkan Dien.

hal. Sebab aktivitas ini menafikan kejantanan. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita. Hal ini menjadi bukti bahwa mayoritas manusia telah sangat dangkal kesadarannya hingga ke dasar jurang. dia mengemukakan beberapa contoh pengisahan di dalam memberi komentar terhadap firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun. untuk melihat apa yang terjadi sekarang di gulita malam. lantas diapun melanglang buana dengan kaidah yang rusak dan pengistilahannya yang tunduk kepadanya manusia-manusia yang paling hina serta dikerjakan oleh seburuk-buruk dan senista-nistanya manusia di tempat yang paling dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Diapun menjadikan Kitabullah dan nash-nashnya yang suci layaknya pertunjukan. Kita memohon kepada Allah Al-Karim untuk merahmati dan menyelamatkan mereka dari bala' yang sedang mereka derita.Inilah mereka yang berpagi-pagi bangun. dan cerita yang dipanggungkan dan difilmkan. di mana mereka tersembunyi dan tidak nampak di atas panggung. 255) Jikalau sudah begini keadaan Sayyid dan pengakuannya terhadap dirinya sendiri. Marilah kita meninggalkan mereka dengan keputusan mereka. terlebih lagi setelah Islamnya tentunya mereka akan melihatnya sebagai urusan yang sangat hina dan membersihkan tangan mereka darinya. Seorang muslim sejati teramat sangat menyayangkan bahwa buku ini dan pengarangnya disambut riuh dengan pengkultusan. dan mereka tidak mengucapkan: 'Insyaa Allah'. Lalu tiba-tiba apakah yang dilihat oleh para penonton?? Terjadi perampasan dan gerakan tersembunyi laksana gerakan bayangan di kegelapan: “Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dan Tuhanmu ketika mereka sedang tidur. Maka apakah hubungan semua urusan ini dengan Al-Qur'an yang Sayyid telah menjadikan seluruhnya sebagai lapangan guna mempraktikkan perkara tersebut. sementara mereka tidak mengetahui apa yang telah menimpa kebun mereka di kegelapan malam: "Lalu mereka panggil memanggil di pagi hari: 'Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu ." (Al-Qalam : 19-20) Saat itu…." (At-Tashwir. maka apakah yang berdiri di depannya dan apakah yang menghalanginya?? Tidak kebesaran Al-Qur'an. akalnya tertutup. Oleh sebab itulah sehingga dia telah bertindak sangat buruk memperlakukan kebesaran Kitab Allah. dan harga diri.mereka mengenalinya di masa kejahiliahan mereka.. dan tidak pula merasakan pengawasan Allah subhanahu wa ta’ala. Sayyid katakan di halaman 53 dari sebuah pasal ‘visualisasi seni dalam Al-Qur'an'." (Al-Qalam : 17-18) ((Mereka telah memutuskan untuk memetik buahnya di pagi hari tanpa menyisihkan sedikitpun untuk orang-orang miskin. bahwa sesungguhnya saya tidaklah tunduk dalam urusan ini kepada suatu aqidah keagamaan yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari. innaa lillaahi wa innaa ilahi raaji'uun. sangat disayangkan…. demikian juga dengan semua karangan-karangannya yang lain. kesatriaan.!! Akan tetapi keadaan buruk yang telah dia pilihkan untuk dirinya sendiri dan dia menyatakan dengan terang-terangan dalam ucapannya: "Saya menegaskan dengan terang hakikat terakhir ini lalu saya nyatakan bersamanya. demikian juga penghormatan terhadap Al-Qur'an dan AsSunnah dalam jiwa mereka. kisah.. tidak kedudukan para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. motivasi agamanya amat lemah.

ditanyakanlah kepadanya: 'Seperti inikah singgasanamu?' Dia menjawab: . dia katakan: [Sesekali terbuka sebagian rahasia atas penonton sedangkan ia masih tersembunyi bagi sang tokoh. Misalnya. maka bagaimana mungkin bisa dikatakan "kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka"." (Al-Qalam : 26) )) Dia katakan di tempat yang lain halaman 189: ((Demikian kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka. sedang di kali lain tersembunyi bagi penonton sekaligus bagi tokoh dalam satu kisah. seperti kisah dan pertunjukan yang sesuai dengan selera akhlak para penonton yang tidak mempunyai pekerjaan berguna itu. Pada sandiwara ini ada kedustaan. seharusnya dia mencari medan yang pas untuk mempraktikkan hobinya itu. serta hendaklah para penonton menyembunyikan tawa geli yang hampir meletup dari mereka tatkala melihat para pemilik kebun telah tertipu. Ini adalah bahasa tukang cerita yang tidak mempunyai kegiatan berguna dan kehidupannya larut dalam kebatilan panggung sandiwara dan film. Sampai akhirnya nampaklah bagi mereka rahasia yang tersembunyi. padahal kebun telah kosong laksana hangus. singgasana Balqis yang didatangkan dalam sekejap mata. akan tetapi…. Kita telah mengetahui bahwa ia sudah berada di hadapan Sulaiman sewaktu Balqis masih tidak tahu apa yang telah kita ketahui itu: "Dan ketika Balqis datang. lepaskanlah tawa! Inilah pengundang tawa yang terbesar…… Inilah mereka yang kaget!! Silakan para penonton tertawa sekehendak hati: "Tatkala mereka melihat kebun itu. yakni mereka melihat para pemilik kebun?? Inilah ihwal sandiwara dan pertunjukan (yaitu: kebohongan).hendak memetik buahnya'. sebab Sayyid Quthb dan orang semasanya mempunyai jarak abad yang sangat jauh dengan kejadian para pemilik kebun itu. Bukan bahasa Al-Qur'an yang menggunakan bahasa Arab yang telah turun kepada Rasul yang paling afdlal untuk memberikan hidayah kepada manusia. Maka pergilah mereka saling berbisik. saling memanggil dengan berbisik-bisik agar kaum faqir miskin tidak ikut serta." (Al-Qalam : 26-27) )) Saya katakan : Apa keterlibatan sandiwara dan penonton juga campur tangan tawa serta ejekan terhadap tafsir ayat-ayat mulia ini yang telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk diambil pelajaran dan nasihat darinya?! Apa motivasinya membawa jatuh Kitabullah ke dalam limbah penafsiran yang sangat aneh ini?! Kalau Sayyid Quthb mempunyai hobi yang hendak dia lakukan. 'Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu'. mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan). sementara mereka saling memanggil dan berbisik." (Al-Qalam : 21-24) Hendaklah para penonton menahan lidahnya[14]. Pada halaman 186 sub bab keistimewaan seni dalam kisah. bahkan kita dihalangi (dan memperoleh hasilnya)". setelah kita kenyang mengejek: "Tatkala mereka melihat kebun itu. Hendaklah mereka menyembunyikan tawa ejekan. jangan memberitahukan para pemilik kebun tersebut akan apa yang telah menimpa kebun mereka. mereka berkata: 'Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan)……’.

Maryam. pemandangan Ibrahim dan Ismail di depan Ka'bah. Apakah benar kalau ini adalah keistimewaan seni dalam Al-Qur'an?? Dia katakan di halaman 187: ((Keistimewaan seni yang ketiga yang terdapat dalam pertunjukan kisah ini ialah jeda yang terdapat antara satu visualisasi kepada visualisasi selanjutnya. Apakah Sayyid Quthb termasuk di antara mereka yang hadir menyaksikan ketika itu dan apakah dia mengetahui datangnya singgasana Balqis ke hadapan Sulaiman sebelum Balqis tahu?? Dan siapakah para penonton itu?? Apakah pemeran utama ini laki-laki atau perempuan?? Begitulah seterusnya hingga akhir komedi yang dengannya Sayyid Quthb menafsirkan Kalamullah atas nama seni yang dalam pandangan Sayyid sekelas dengan Dien. Diapun menyebutkan kisah Ashhabul kahfi dalam beberapa adegan. buktinya: 1. Inilah metode yang jadi patokan dalam semua kisah-kisah AlQur'an)). Demikianlah Sayyid menerapkan berbagai seni jahiliah Barat terhadap Kitabullah yang agung. Ini buah pahit dari bergantung mengandalkan seni dan keterlepasan dari aqidah yang dianggapnya sebagai belenggu. Manakah hubungan antara Kalamullah dengan sandiwara yang menjadikan bohong sebagai salah satu rukunnya yang harus ada serta tidak dirakit kecuali oleh para pendusta. menurunkan dan mengangkat layar. tatkala: "Dikatakan kepadanya: 'Masuklah ke dalam istana'. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu. Di mana di antara setiap seri ada tenggang waktu yang dipenuhi dengan khayalan dan dinikmati dengan menegakkan jembatan penghubung antara satu serial dengan yang selanjutnya. dikiranya kolam air yang besar. sesekali dengan mengangkat layar lalu di kali lain menurunkannya dalam beberapa putaran yang dia menamainya 'adegan'. Kami katakan : Maha Suci Allah. dan disingkapkannya kedua betisnya. Dia katakan "Padanya ada 28 seri tontonan". mengisyaratkan kepada kisah para pemilik kebun. kami akan memaparkannya dengan terperincinya di poin berikut)). hasil produksi para komunis dan orang-orang fasiq Barat?? Lalu Sayyid Quthb menyambung penafsirannya terhadap ayat-ayat Allah yang mulia di surat Yusuf dengan cara penayangan film. sehingga tiba-tiba kita dan Balqis dikagetkan dengan rahasianya. Akan tetapi kejutan istana licin yang terbuat dari kaca sebelumnya masih tersembunyi bagi kita juga bagi Balqis." (An-Naml : 42) Ini sebuah kejutan yang telah kita ketahui rahasianya lebih dulu. Apakah engkau akan menafsirkan Kitabullah dengan seni-seni yang kacau ini. Setelah itu dia menyebutkan sebagian.'Seakan-akan singgasana ini singgasanaku'.[*] Lalu dia berkata: ((Berjalan kisah Ashhabul kahfi. sangat jauhlah Kitabullah dari apa yang dilekatkan oleh laki-laki ini. serta Nuh di hadapan air bah semuanya itu dalam pandangannya berada pada satu alur. di mana dilakukan oleh sandiwara panggung masa kini dengan menurunkan layar juga perfilman modern dengan berganti seri. dan Sulaiman atas satu metode yang sama. ini sebuah kedustaan besar." (An-Naml : 44) Demikianlah dia menafsirkan kalimat mulia ini dengan kedustaan. Maha Tinggi dan Suci Yang telah menurunkannya lalu berfirman tentangnya: . sedangkan bagian lain menurut pandangannya sesuai dengan semua kaidahnya yang bathil. yaitu pembagian babak.

Maret 2008. padanya ada sela-sela waktu. sampai ia berkata di halaman 199: ((Andaikan kami belum mencoba sebelumnya. membaginya dalam beberapa episode sesuai dengan cara sandiwara.com/2008/06/membantah-visualisasi-seni-dalam-al. Hal: 79-94. Kemudian di tenggang waktu ini layar diturunkan." 2. hingga akhir ucapan Sayyid Quthb yang berisi cerita jenaka. kesia-siaan. Lalu Sayyid Quthb bermulut besar "Tidak akan sempurna keindahan dan kemu'jizatan bahasa kecuali dengannya. tabi'in. bahkan orang-orang bodoh dan fasiq dari kalangan muslimin semuanya bertepuk tangan sewaktu mendengarkan Al-Qur'an?! Allah subhanahu wa ta’ala berfirman menyifati kaum mukmin dan menjelaskan keadaan mereka ketika mendengarkan Al-Qur'an: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami." (As-Sajdah : 15) Ayat-ayat yang menjelaskan tergetarnya hati seorang mukmin tatkala mendengarkan Al-Qur'an banyak. ______________________ [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. sementara air mata mengalir mengharapkan kemenangan dan tangan bersuara dengan tepukan. mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya. atau seluruh kaum muslimin. kejutan. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. Akan tetapi kami telah mencobanya. dan bermain-main. penurunan layar. Pengaruh positif yang terpuji inilah yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Dia ridlakan untuk para hamba-Nya.html . serta seluruh ahli tafsir. maka silakan mata kami mengalirkan air mata sebab tergetar dan silakan telapak tangan kami bertepuk karena takjub. sedangkan Sayyid Quthb "sangat beruntung" menemukan dan menggapainya. Penerjemah: Muhammad Fuad. Apakah para shahabat. tabi'in.)) Inilah keistimewaan-keistimewaan seni yang tidak diraih oleh orang-orang sebelum Sayyid Quthb dari kalangan para shahabat. Lc. bukannya tawa dan tepuk tangan yang dimaksudkannya……. hal itu sesuai dengan kemuliaan Al-Qur'an. Cetakan: Pertama."Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dan belakangnya. yang diturunkan dari Tuhan Tang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji" (Fushshilat : 42) Di halaman 195-199. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. sedang mereka tidak menyombongkan diri. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. dia menyebutkan kisah Maryam di surat Maryam.blogspot. maka tentu kaki kami akan meloncat kaget atau sungguh kami akan bergadang semalaman dikarenakan terkejut ataupun benar-benar kami akan bengong/ mengangakan mulut keheranan. adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami).

Subhanallah ya… Betapa kuat keimanannya & kecintaannya kpd Allah swt... penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an. maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. Namun tawaran itu ditolak oleh Sayid Qutb dengan tegas sembari mengucapkan kalimat tersebut (di atas) dg tegas. Sahabat . Saudarakau…. 2008 — camperenik “Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim).“ Demikianlah ucapan Sayid Qutb sambil menuju ke tiang gantungnya. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah…. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu. bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul. ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku….Sayyid Qutb Desember 29. Jika kita mati. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb.maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu. Sebenarnya. Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku…. tercermin dari kalimatnya… Dalam salah satu untaian syair. Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq..

dan yang terakhir berujung pada syahidnya menunjukkan bagaimana gigihnya perjuangan agama dan perjuangan kemanusiaan yang dilakukan oleh Sayyid Qutb. membuat Sayyid Qutb sadar bahwa agama Islam sungguh merupakan solusi untuk menyelamatkan manusia dan memuliakan martabat kehidupan manusia. Asywak. Publik di Indonesia jarang mengenal Sayyid Qutb sebagai sastrawan dan penulis kritik sastra..blog. Sayyid Qutb menulis novel berjudul Tif min al Qarya. Sebagai penulis kritik sastra. yang ditulis semasa Sayyid Qutb dipenjara oleh rezim militer Mesir. Musyahadah al Qiyamah fi Qur’an.friendster. karya-karya itu ditulis sebelum tahun 1951. Padahal semasa hidupnya -sebelum dia menjadi syahid karena dihukum mati pada 26 Agustus 1988 akibat difitnah oleh rezim yang berkuasa sebagai orang yang akan membunuh presiden Mesir. Berkat taufiq dari Allah. Novel berjudul Duri Dalam Jiwa (Asywak) ditulis pada tahun 1947. ia harus berhadapan dengan rezim militer sekuler yang menindas gerakan kritis dan tokoh-tokoh kritis bangsa Mesir.com/penerbit_navila/profil/sayid_qutb. Sebagai sastrawan. Di Indonesia ia lebih dikenal sebagai ulama dan tokoh Ikhwanul Muslimun. Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan.dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita…. sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini.geocities.htm . Ini yang kemudian menyebabkan Sayyid Qutb bergabung dengan Ikhwanul Muslimun. atau nama lengkapnya Ibrahim Husain Shadhili Sayyid Qutb lahir pada 9 Oktober 1906 di Misha dekat Asyut Mesir.com/2008/11/short-story-about-sayid-qutb/ Sayyid Qutb.banyak karya sastra lahir dari pena Sayyid Qutb. risikonya. sebagaimana publik Mesir.dikirim sebagai utusan ke Amerika Serikat. Pengalaman menyaksikan kehancuran moral bangsa Amerika Serikat karena terlalu mengandalkan kebebasan hidup. http://www. Pengalaman dipenjara tiga kali. ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Kalau dikaji. sebelum beliau bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimun. Salah satunya. Sayyid Qutb antara lain telah menulis buku al Taswir al Fanny fi al Qur’an. sebelum dia -sebagai guru atau penilik sekolah yang bekerja di Departemen Pendidikan. yang dipercaya pembacanya sebagai autobiografi. al Naqd al Adaby Usuluhu wa Manahijuhu dan Naqd Kitab Mustaqbal al Saqafah fi Misr. Sedang novelnya yang lain adalah al Atyaf al Arba’ah dan al Madinah al Masurah. http://ip4y. buku tafsir Fi Dzilalil Qur’an yang dinilai sangat monumental. Banyak karya tulis yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Kerugian mereka jelas-jelas tampak dalam panggung sejarah dan benar-benar terjadi dalam realita. Dalam menghadapi Komunisme dan Kapitalisme. beliau mencoba menyingkap tabir yang menyelimuti manusia mngenai rahasia-rahasia dan arti-arti yang belum pernah diterangkan sebelumnya. Permasalahan hidup yang mencekam yang sedang melanda hidup manusia saat ini atau tentang mereka telah tertimpa dosa masa lalu beliau refleksikan dalam buku-bukunya. Ma’rakatul Islam war-Ra’sumaliyah (Pertikaian Islam dan Kapitalisme). bahwa keduanya dipandang sebagai sumber yang benar dalam agama ini. Yang paling penting. as-Salamul ‘Alamiwal-Islam (Perdamaian Dunia dan Islam). beliau menulis al-‘Adalatul Ijtima’iyah fil-Islam (Keadilan Sosial dalam Islam). Karena mereka telah menyibukkan diri dengan buku-buku yang disebut ‘ilmiah’. sedangkan sepanjang sejarahnya manusia telah jauh dari sumber ini. beliau menulis al-Islam wa-Muskilatul . suasana kelezatan hidup dibawah naungan Al-Qur’an sebagaimana suasana diturunkannya Al-Qur’an itu sendiri. lalu beliau menulis tiga buku: at-Tashwirul fi Al-Qur’an (Disiplin Ilmu di dalam Al-Qur’an). Maka sangguplah orang membaca secara dalam setiap kata dan hurufnya serta kalimat yang diterangkannya. Di balik lembaran buku-buku itu beliau bermaksud mengarahkan manusia kepada suasana Qur’ani. Sayid Qutb menyadari betul hal ini. beliau meletakkan cara-cara penyelesaikan terbaik. pemahaman atas Al-Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang wajib bagi semua Muslim. yang menurut anggapannya benar. Dengan metode penyampaiannya yang segar. Kesungguhan dalam visinya ditemukan dalam karya-karya besarnya yang pernah dikemukakan. dan rugilah mereka denga meninggalkan kebaikan yang banyak sekali.Pada intinya semua buku Sayid Qutb bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu. Dalam menghadapi penyelewengan kebudayaan dan kesalahan-kesalahannya. yaitu suasana baru. Beliau mendapat inspirasi keduanya tanpa ada ketentuan yang mengikat sebelumnya. Inilah yang menjauhkan mereka dari sumber-sumber kekayaan berharga. Masyahidul Qiyamah (Kesaksian Hari Kiamat) dan Fi Zilalil Qur’an (di Bawah Naungan Al-Qur’an).

yaitu penjelasan mengenai keadaan kaum Muslimin yang jauh dari gambaran yang pertama itu.Madharah (Islam dan Problematika Kebudayaan).blogspot. Antara carahaya dan kegelapan sudah tidak lagi menjadi perhatian. Sebab itu. semua tafsir karya ulama-ualama besara sepanjang sejarah memiliki kelebihan dan keistimewaan. sistem hgidup. mereke memaksa umat ini hidup dengan sisitem jahiliyah yang mereka import dari Barat kolonialis yang nota bene dibungkus ajaran Yahudi dan Nasrani yang jelas-jelas bertentangan dengan inti ajaran Al-Qur’an. pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an yang mendalam dan pengamalan isinya serta penyebaran nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara konsisten menyebabakan mereka menghadapi berbagai ujian. Bahakan tidak jarang. Bahkan. untuk menunjukkan dan mengagungkan Islam. teknologi. untuk menjelaskan jalan orang-orang Mukmin dari jalan orang yang berdosa. tradisi nenek moyang. perasaan dan prilaku umat ini. pikiran sehat dan hawa nafsu sudah samar. buya Hamka yang bernama Tafsir Al-Azhar? Saudaraku yang tercinta. Dua tujuan dari seluruh tulisannya itu adalah berpangkal pada dua pokok: Pertama.html Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Asy-syahid Sayyid Qutb Prolog Mungkin ada yang bertanya : Kenapa memilih Fi Zhlalil Qur’an dalam rubrik Tafsir? Apa tidak ada karya ulama besar Islam lain sejak Ibnu Abbas (Tafsir Ibnu Abbas) sampai Maududi (The Understanding of Qur’an).com/2008/06/membaca-sayyid-qutb. dan untuk memperkuat garis pemisah antara keduanya atas dasar akidah. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb. Dalam menghadapi kepaercayaan yang sesat. baik dalam bentuk manusia. Sayyid Qutb hidup di zaman penguasa-penguasa Islam yang amat zalim. nyaris sulit membedakan antara al-Haq (kebenaran yang datang dari Allah) dan al-Bathil (kebatilan yang datang dari manusia dan setan). ilmu pengetahuan. Karya-karya mereka. Dengan ungkapan lain. Bahkan antara Tuhan Pencipta (Allah) dengan berhalaberhala yang disembah. Antara hati nurani. yaitu penjelasan mengenai penggambaran Islam sebagaimana diturunkan Allah. uang. penguasa-penguasa dunia Islam saat itu dengan mudahnya memaksakan kepada umat ini . Pada dasarnya. penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an. Sednagkan penduduk negeri asli yang Muslim menjadi asing dan tamu di negeri sendiri. patung. Kedua. Penjajah dengan segala pemikirannya menjadi tuan dan bahkan tuhan yang harus ditaati. akal. Atau karya ulama tetrkemuka Indonesia. beliau mencoba untuk menjelaskan hakikat kebodohan (kejahiliyahan). semua karya ulama Islam yang mu’tamad (memenuhi persyaratan sehingga bisa dijadikan pegangan) sama hebatnya. khususnya dari penguasa atau pihak-pihak yang menginginkan AlQur’an jauh dari kepala. jabatan dan sebagainya sudah tidak dihiraukan. Saking zalimnya. Keistimewaan tersebut terletak pada konsentrasi dan permasalahan yang mereka tekankan sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi umat di zaman mereka masing masing. hati. Fi Zhilalil Qur’an juga demikian. Di zaman Fi Zhilil Qur’an ditulis (sebagian besarnya ditulis Sayyid Qutb di Penjara Mesir). Hazad Din (Inilah Islam). Sedangkan sebagai dasar pijakan dan langkah-langkah dinamis. beliau menulis Khashaisut Tashawwuril Islami wa-Muqawwamatihi (Ciri-Ciri Penggambaran Islam dan Pembendungannya). khususnya dalam tafsir Al-Qur’an merupakan hasil interaksi mereka dengan Al-Qur’an secara intensif selama mereka hidup. Antara Tauhid dan Syirik sudah nyaris tanpa beda. http://catatancatur. Antara iman dan kufur sudah tidak banyak lagi dibicarakan. beliau menulis Ma’alim fi-Thariq (Petunjuk Jalan).

untuk menerima dan mengakui yang hak menjadi batil, yang batil menjadi hak, yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Lebih dari itu, ulama dan para aktivis dakwah yang menyuarakan al-Haq itu adalah Al-Haq dan al-Bathil itu adalah al-Bathil dimushi, dituduh dengan berbagai tuduhan yang mengerikan, lalu ditangkap, dipenjara dan bahkan Sayyid Qutb sendiri dibunuh di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser. Dalam salah satu untaian syair, Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku….. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku….. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah….maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu.. Saudarakau…. Jika kita mati, bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul, Sahabat dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita…..

Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Berkat taufiq dari Allah, sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini, ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Atau dengan kata lain, Fi Zhilal tetap menjadi best seller sejak diluncurkan sampai hari ini. Syekh Abdullah Azzam pada pertengahan 80an pernah bercerita: Di Libanon, jika ada percetakan mulai bangkrut, para pemiliknya mencetak Fi Zhilalill Qur’an dan juga buku-buku Sayyid yang lain, maka percetakan tersebut terhindar dari kebangkrutan. Allahu Akbar…. Kenapa Fi Zhila menjadi rujukan uatama saat ini? Jawabannya ialah bahwa situasi dan kondisi kita sekarang tidak jauh berbeda dengan situasi dan kondisi saat Fi Zhilal ditulis sekitar 45 tahun lalu. Bahakn jahiliyahnyapun masih itu-itu juga. Ingkar pada Allah dan Rasul-Nya. Tidak mau menjadikan Al-Qur’an senbagai the way of life. Mempertuhankan akal, ilmu pengetahuan, teknologi, harta dan kedudukan. Berbagai kejahatan dan kezaliman yang timbul akibat jauh dari manhaj Al-Qur’anpun juga masih sangat terasa seperti saat Fi Zhilal diluncurkan. Alangkah miripnya zaman kini dengan masa itu. Secara umu dapat kita simpulkan bahwa Fi Zhilalil Qur’an memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Di antaranya : 1 Kekuatan membawa kita tenggelam sambil menyelami ilmu dan hikmah yang ada di dalam AlQur’an dengan penuh kenikmatan yang tidak mungkin digambarkan dengan kata-kata. 2 Kekuatan megikat dan merajut ayat-ayat Al-Qur’an dengan Hadits Rasul Saw. serta Sirah Nabawiyah dan para Sahabatnya, kemudian dikaitkan dengan sitausi dan kondisi kekinian (waqi’). 3 Kekuatan membangkitkan keyakinan (keimanan), optimisme pada rahmat dan pertolongan Allah dan rasa percaya diri sebagai umat terbaik yang Allah hadirkan ke atas bumi ini. 4 Kekuatan menggugah pikiran dan perasaan kita sehingga muncul berbagai inspirasi, ide, gagasan dan berbagai pertanyaan yang paralel dengan situasi dan kondisi yang kita lewati sekarang, sehingga kita memahami dengan tepat situasi dan kondisi tersebut dengan ide solusi yang jelas pula. 5 Kekuatan pencerahan yang luar biasa terkait hakikat Tuhan, manusia, kehidupan dunia, alam semesta, kehidupan akhirat, jahiliyah dan Islam. 6 Kekuatan penelaahan yang sangat luar biasa dalam hal hakikat Islam dan Jahiliyah, iman dan kufur, serta keunggulan manhaj (konsep) Islam dibandingkan dengan konsep jahiliyah, baik dulu maupun yang ada sekarang yang datang dari Barat maupun Timur. 7 Kekuatan bahasa yang digunakan karena Sayyid Qutb memang terkenal sebagai seorang

penyair kawakan di zamannya dan bahkan beberapa syairnya sampai hari ini belum terkalahkan. Sungguh Fi Zhuilalil Qur’an adalah kekuatan yang lahir dari keyakinan yang kuat, pamahaman yang mendalam, penerapan dalam kehidupan nyata dan diperjuangakan oleh penulisnya sampai detak jantungnya yang terakhir. Sebenarnya, ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. Sambil menuju ke tiang gantung Sayid Qutb berkata : Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim). Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq, maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu. Agar dapat menikmati hidangan Fi Zihalil Qur’an dengan indah dan nikmat, maka pertama kali kami menyajikannya kepada para pembaca/pengunjung ringkasan mukaddimahnya. Ringkasan mukaddimah tersebut kami bagi menjadi empat (4) tulisan. Setelah itu, kami akan menurunkan Fi Zhilalil Qur’an secara tematik, yakni sesuia situasi dan kondisi yang kita hadapi. Hal tersebut kami lakukan agar terasa bahwa Al-Qur’an itu adalah petunjuk hidup (hudan), jalan keselamatan, peringatan, syifa (obat) dan rahmat saat kita berada di dunia ini. Al-Qur’an adalah jalan peningkatan kualitas hidup kita yang sejati saat menjalani kehidupan dunia sementara ini sambil menuju kampung akhirat yang kekal abadi. Itulah jalan al-Haq (jalan kebenaran). Selain Al-Qur’an adalah fatamorgana dan kesesatan. ン ó ミ óáö ゚ õãõ ヌ ááøóåõ ム ó ネ øõ ゚ õãõ ヌ áú ヘ ó ゙ øõ ン óãó ヌミ ó ヌ ネ ó レ ú マ ó ヌ áú ヘ ó ゙ øö ナ öá ヌ ヌ á ヨ øóá ヌ áõ ン ó テ óäøóì ハ õ ユ ú ム ó ン õæäó Maka yang demikian itu adalah Allah, Tuhan Penciptamu yang Haq. Maka tidak ada selain Al-Haq itu kecuali kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Yunus : 32) http://dupahang.wordpress.com/2008/10/04/tafsir-fi-zhilalil-quran-asy-syahid-sayyid-qutb/ http://camperenik.wordpress.com/2008/12/29/sayyid-qutb/

METODOLOGI TAFSIR BIL MATSUR DALAM TAFSIR SAYYIQ QUTB Oleh : Ilham v Muqaddimah Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, yang kepada-Nya kita menyembah dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Shalawat serta Salam kita haturkan kepada Nabi Junjungan yakni Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, shahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman. Pada penelitian ini penulis akan mencoba memberikan rumusan masalah yang akan diteliti nantinya. Yakni seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an. Maka dari itu penulis akan membatasi penelitian dengan sebuah pertanyaan: 1. Seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an atau seberapa besar atau seberapa banyak DR Sayyid Qutb Allahu Yarham menggunakan metodologi tafsir bil Matsur di dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an di dalam Tafsirnya? Untuk menjawab pertanyaan di atas maka kami akan melakukan pembahasan sebagai berikut. v Profil Sayyid Qutb Sebelum membahas mengenai tafsir Fii Zhilal Al-Qur'an karya Sayyid Qutb, maka alangkah baiknya terlebih dahulu mengenal sosok Sayyid Qutb yang telah menelurkan tafsir Monumentalnya "Fii Dzhilalil Qur'an" Nama lengkapnya adalah Sayyid Qutub Ibn Ibrahim Husain Syadzili. Lahir di Musha, Asyut, Mesir. Ia

Publikasi rutin Tafsir Fi Zhilalil Quran. dan dilahapnya sesuatu yang dapat diperolehnya dalam bentuk terjemahan. Pemikiran Dan Pengaruhnya Sayyid Qutub mengusulkan Islam sebagai suatu alternatif terhadap ideologi-ideologi Komunisme. Liberalisme dan Sekulerisme. orang tuanyamemindahkan keluarganya ke Halwan. Ia memperoleh kesempatan masuk ke Tajhiziyah Dar Al-Ulum. dan menjadi juru bicara utama Ikhwan setelah pembubaran jamaah mereka pada tahun 1954. Abul Hasan Ali An-Nadawi dan Abul A’la Almaududi. Pengaruhnya terhadap kelompok tertentu ditandai dengan pengadilan yang bukunya sebagai bukti bahwa ia menganjurkan dan berencana menumbangkan pemerintahan Mesir dengan cara kekerasan dengan vonis hukuman mati. Ia mulai mengalami kepahitan mengenai dukungan pemberitaan Pers Amerika untuk Israel yang dianggapnya tendensius. 2. Dan ia menjadi salah seorang pendukung pemberontakan Nasser. Pada saat yang sama rezim Nasser sudah mendominasi dan menundukkan pendapat umum kepada pemerintah. Ia yakin bahwa Islamlah yang mampu menyelamatkan manusia dari paham ini. Baik Islam maupum Sosialisme adalah sistem pemikiran dan kehidupan yang sama-sama komprehensif yang tidak bisa dipecah belah. baik di Mesir maupun Saudi Arabia melalui siaran radio mendapat tanggapan yang luar biasa dan mempengaruhi cara masyarakat dalam memahami Al Quran. kedua sistem ini tidak bisa dirujukkan atau disintesiskan. Kemudian bekerja sebagai pengawas sekolah pada Departemen Pendidikan. Dari Amerika ia mendapatkan pengalaman yang sangat luas mengenai problema sosial kemasyarakatan yang diakibatkan dari paham Materialisme yang gersang dari Roh ketuhanan. Islam tidak mengabaikan segi material tapi Islam beranggapan bahwa langkah awal untuk rancangan itu adalah penyucian dan pembebasan jiwa. Sayyid Qutub kembali dari AS saat terjadi krisis politik di Mesir yang menyebabkan terjadi kudeta Militer pada Juli 1952. daerah pinggiran Kairo. ia mendapatkan gelar Sarjana Muda Pendidikan. namun keduanya terpisah satu dari yang lain. Tanpa ini upaya untuk meningkatkan kehidupan manusia tidak akan berhasil. Yakni: 1. yakni di Wilson’s Teacher”s College di Washington. ia mendapat tugas belajar ke Amerika Serikat dalam pendidikan selama dua tahun. banyak tulisanya berisi tentang ideologi yang mendukung pembaruan Islam. Sosialisme – seperti halnya komunisme dan kapitalisme – adalah pertumbuhan dari pemikiran Jahiliyyah dengan watak aslinya yang rusak. ia menjadi sangat anti AS dan barat. Menurut Hamid Enayat. Karenanya. Pada tahin 1929. Tahun 1949. Sayid Qutub banyak dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Muhammad Asad (Leopold Weiss). Ia mulai berminat pada sastra Inggris. Sayyid Qutub bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1953. tetapi berbalik menentangnya setelah Nasser mulai menyiksa kelompok Ikhwan. Dari sinilah orang Mesir mulai tertarik untuk membaca pikiran yang tidak tunduk pada pemerintah. pokok pemikiran Sayyid Qutub secara tersirat merupakan kritik terhadap sosialisme Mesir. Kapitalisme. Ia mulai menulis topik-topik tentang Islam. Greely College di Colorado dan Stanford University di California. nama lama Universitas Kairo. sebagai pembawa oposisi keagamaan terhadap sosialisme. Syahidnya beliau di tiang gantungan membuat pengaruh itu semakin kuat.mula-mula di didik dalam lingkungan desanya dan sudah hafal Al Quran selagi kecil. Pandangan Syeikh Jibrin[1] Terhadap Sayyid Qutb . Menyadari akan bakat anaknya. Sosialisme menekankan kesejahteraan sosial dan kemakmuran material dengan mengorbankan keselamatan moral. Hampir pada tiap pergerakan di Mesir bahkan sampai ke Iran menggunakan bahasa dan tulisan Sayyid Qutub untuk memperkuat aktivitas mereka.

Pandangan beliau terhadap Sayyid Qutb dapat kita lihat dari Fatwa beliau terhadap Sayyid Qutb dan Hasan Al-Banna Soal: Segelintir pemuda mengelompokkan Sayyid Quthb dan Hasan Al-Banna sebagai ahli bid’ah berikut melarang membaca buku-buku mereka, serta menuduh beberapa ulama lainnya sebagai penganut faham khawarij. Alasan mereka melakukan itu semua adalah dalam rangka menjelaskan kesalahan kepada masyarakat, sedang status mereka sendiri masih sebagai para penuntut ilmu. Saya sangat mengharapkan jawaban yang dapat menghilangkan keragu-raguan dan kebingungan saya mengenai hal ini. Jawab: Segala puji bagi Allah semata … Menggelari orang lain sebagai mubtadi’ (pelaku bid’ah) atau fasik (pelaku dosa besar) adalah perbuatan yang tidak dibenarkan atas umat Islam, karena Rasulullah bersabda: ãóäú ゙ ó ヌ áó á テ ó ホ öíúåö íó ヌ レ ó マ õæøó ヌ ááåö æóáóíú モ ó ゚ ó ミ áö ゚ ó ヘ ó ヌム ó レ óáóíúåö} (ム æ ヌ å ã モ áã(. “Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya: “Wahai musuh Allah”, sedang kenyataannya tidak seperti itu, maka ucapannya itu menimpa dirinya sendiri.” (HR. Muslim).

ãóäú ゚ ó ン øó ム ó ãõ モ úáöã ヌ ð ン ó ゙ ó マ ú ネ ó ヌチ ó ネ öåöãó ヌ テ ó ヘ ó マ õåõãó ヌ} (ム æ ヌ å ヌ á ネホヌム í æã モ áã(.

“Barangsiapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka ucapan itu tepat adanya pada salah satu di antara keduanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

… テ óäøó ム ó フ õá ヌ ð ãó ム øó ネ ö ム ó フ õáò æóåõæó íó レ úãóáõ ミ óäú ネヌ ð ン ó ゙ ó ヌ áó: æó ヌ ááåö á ヌ ó íó ロ ú ン ö ム õ ヌ ááåõ áó ゚ ó . ン ó ゙ ó ヌ áó: ãóäú ミ ó ヌ ヌ áøó ミ öíú íó ハ ó テ óáøóì レ óáóíøó テ óäøöíú á ヌ ó テ ó ロ ú ン ö ム õ áö ン õá ヌ óäò 。 ナ öäøöíú ロ ó ン ó ム ú ハ õ áóåõ æó テ ó ヘ ú ネ ó リ ú ハ õ レ óãóáó ゚ ó (ム æ ヌ å ã モ áã)

“… bahwa ada seseorang yang melihat orang lain melakukan dosa, lalu ia berkata kepadanya: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu’. Maka Allah berfirman: ‘Siapakah gerangan yang bersumpah atas (Nama)Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan Aku gugurkan (pahala) amalmu’.” (HR. Muslim). Kemudian saya ingin mengatakan bahwa Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna termasuk para ulama dan tokoh dakwah Islam. Melalui dakwah mereka berdua, Allah telah memberi hidayah kepada ribuan manusia. Partisipasi dan andil dakwah mereka berdua tak mungkin diingkari. Itulah sebabnya, Syaikh

Abdulaziz bin Baaz [2] mengajukan permohonan dengan nada yang lemah lembut kepada Presiden Mesir saat itu, Jamal Abdunnaser – semoga Allah membalasnya dengan ganjaran yang setimpal - untuk menarik kembali keputusannya menjatuhkan hukuman mati atas Sayid Quthub, meskipun pada akhirnya permohonan Syaikh Bin Baaz tersebut ditolak. Setelah mereka berdua (Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna) dibunuh, nama keduanya selalu disandangi sebutan “Asy-Syahid” karena mereka dibunuh dalam keadaan terzalimi dan teraniaya. Penyandangan sebutan “Asy-Syahid” tersebut diakui oleh seluruh lapisan masyarakat dan tersebarluaskan lewat media massa dan buku-buku tanpa adanya protes atau penolakan. Buku-buku mereka berdua diterima oleh para ulama, dan banyak memberikan manfaat - dengan dakwah mereka - kepada hamba-hambaNya, serta tak ada seorang pun yang telah melemparkan tuduhan kepada mereka berdua selama lebih dari duapuluh tahun. Bila ada kesalahan yang mereka lakukan, maka hal yang sama telah dilakukan oleh Imam Nawawi, Imam Suyuthi, Imam Ibnul Jauzi, Imam Ibnu ‘Athiyah, Imam Al-Khaththabi, Imam Al-Qasthalani, dan yang lainnya. Saya telah membaca apa yang ditulis oleh Syaikh Rabie’ Al-Madkhali tentang bantahan terhadap Sayid Quthub, tapi saya melihat tulisannya itu sebagai contoh pemberian judul yang sama sekali jauh dari kenyataan yang benar. Karena itulah, tulisannya tersebut dibantah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid [3] hafidzhahullah … æó レ óíúäõ ヌ á ム øö ヨ ó ヌ レ óäú ゚ õáøö レ óíú ネ ò ゚ óáöíúáó ノ ñ æóá ゚ öäøó レ óíúäó ヌ á モ øõ ホ ú リ ö ハ õ ネ ú マ öí ヌ áúãó モ ó ヌ æöíó

Mata cinta terasa letih memandang aib Tapi mata murka selalu menampakkan aib Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin 26 Shafar 1417 H.[4] v Sayyid Qutb dan Karya Beliau Karya Sayyid Qutb Diantara karya beliau antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Fi Dzhilall Qur’an Hadza Din Al-Mustaqbal Li Hadza Ad-Din Khasahisut Tashawwuril Islami Ma’alim Fi Thariq Al-Taswir Al-Fanni Fil Qur’an Musyahadatul Qiyamah Fil Qur’an Al-Islam Wa Musykilatul Hadharah Al-Adalah Al-Ijtima,Iyah Fil Islam As-Salam Al-Alami Wal Islam Kutub Wa Syahshiyat Asywak

m. An-Naqdil Adabi Ushuluhu Wa Manahijuhu n. o. Nahwa Mujtama’ Islami Thiflun Minal Qaryah

q. Ia melihat kebinasaan yang akan menimpa kemanusiaan akibat pemyimpangannya dari undang-undang alam ini. sosial dan tatanan politik. Perjalanan panjang fase itu adalah menuju pencipta Yang Esa. Nikmat yang tidak diketahui kecuali oleh yang telah merasakanya. alam dunia dan akhirat. sayyid Qutub sempat merevisi ketiga belas juz pertama tafsirnya semasa penahanannya yang panjang. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi. Tafsir tersebut membawa Sayyid Qutub menjelajahi berbagai cara agar pesan orisinil Islam yang disampaikan Al Quran dapat menjadi fondasi suatu ideologi sempurna. Ia adalah alam nyata dan alam gaib. Latar Belakang Penulisannya Pada kata pengantarnya. Sayyid Qutub merasakan keselarasan yang indah antara gerak manusia sebagaimana kehendak Allah dengan gerak-gerik alam ciptaan-Nya. Maka. melaksanakan syariat pasti memiliki dampak yang positif di dalam menyerasikan perjalanan hidup manusia dengan perjalanan alam semesta. baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. yang telah ditetapkan Allah. . Ia merasa dekat dan mendengar serta berbicara dengan Allah melalui al Quran. Sayyid Qutub mengemukakan kesan-kesanya hidup di bawah naungan al Quran. Tafsirnya banyak menekankan perlunya manusia mendekati iman secara intuitif. ia tidak mungkin berjalan berjalan sendiri tanpa fondasinya yang besar. a. Menurut Qutub. Dalam akhir ‘pembukaanya’ beliau mengatakan bahwa inilah sebagian dari curahan dalam kehidupan di bawah naungan Al Quran. Mahdi Fahullah menilai bahwa tafsir Sayyyid Qutub yang tiga puluh juz inimerupakan usaha terobosan penafsiran yang sederhana dan jelas. Kepada-Nya setiapjiwa mukmin menghadap dalam khusuk. Iman itu harus ditetapkan melalui tindakan langsung ke dalam kehidupan individu. Hidup di bawan naungan al Quran. Ia menyaksikan benturan yang keras antara ajaran-ajaran rusak yang dididektekan padanya dengan fitrahnya. dengan cara yang tak perlu dirasionalkan atau dijelaskan dengan merujuk kriteria filsafat.p. Kehidupan manusia membentang dalam rentang masa yang panjang itu dan kematian bukanlah akhir perjalanan hidup. syariat Allah bagi manusia merupakan salah satu bagian dari undang-undang Nya yang menyeluruh di alam semesta. Syariat di buat untuk dilaksanakan pada masyarakat muslim dan ia juga di buat untuk memberi saham untuk membangun masyarakat muslim. Hidup di bawah naungan al Quran adalah nikmat. Di bawah naungan al Quran. Syariat ini tidak lain adalah buah Iman. melainkan satu fase setengah jalan. Sayyid Qutub bertanya setan durhaka macam apa yang telah menggiring langkah manusia ke dalam nestapa ini. Sayyid Qutub melihat wujud alam ini lebih besar dari pada bentuk yang tampak di depan mata. 15. Al-Athyaf Al-Arba’ah Dan Lain-Lain[5] v Sayyid Qutub dan Tafsirnya[6] Tafsir Fi Zhilalil Quran Di tulis dalam rentang waktu antara 1952-1965. Al Quran memberi umat manusia sarana untuk menemukan kembali dirinya dalam pola yang dikehendaki Allah melalui Nabi dan oleh Nabi.

Dipilihnya surat ini karena sebagai bacaan yang di ulang-ulang dalam setiap rakaat shalat serta tidak sahnya shalat tanpa membacanya. Terkadang hanya dengan menyebutkan rawi terakhirnya. Ia memulai penafsiran suatu surat dengan memberikan gambaran ringkas kandungan surat yang akan dikaji secara rinci. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. dst.b. Begitupula ketika beliau menafsirkan surat-surat berikutnya. dan keserasian dalam surat. Maka berkatalah orang-orang kafir :"Ini adalah suatu yang amat ajaib". konsepkonsepsi Islam dan pengarah-pengarahanya yang mengidentifikasi hikmah. Dalam menafsirkan ayat. keseimbangan. Kemudian dari Al Bidayah Wan Nihayah tentang lamanya Nabi tinggal di Makkah selama 10 tahun. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. beliau menetapkan ayat pertama sampai ayat 29 sebagai bagian pertama pembahasan. Juga mengutip pendapat-pendapat ulama terdahulu. Kemudian melengkapi Tafsirnya dengan perkataan sahabat. Dalam menafsirkan surat Al Baqarah misalnya. ayat 75 – 103. Sayyid Qutub mengemukakan bahwa dalam surat ini tersimpul prinsip-prinsip akidah Islam. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata . hadist tentang keharusan membaca surat Al Fatihah yang di riwayatkan Bukhari dan Muslim. Selanjutnya beliau menafsirkan ayat 30 . sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah. Struktur Tafsir Dan Ciri-cirinya Tafsir Sayyid Qutub di susun dengan Tahlili. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah.39. Sayyid Qutub menggunakan hadist-hadist Nabi SAW sebagai penjelas. (mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang Karena Telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (Kami akan kembali lagi) ?. Sebagian dengan menyebut perawi pertama dan terakhir. ia menggunakan ayat-ayat al Quran sebagai penjelas. 3. 2. sesuai dengan pesan yang terkandung di dalam ayat-ayat tersebut. Misalnya. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah. tanpa menyertakan rangkaian sanadnya secara lengkap. Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. ayat 40 – 74. Setelah itu beliau memperinci penafsiran ayat demi ayat. ia mengutip surat Luqman: 5 dan Qaf: 2-3: 25. Dalam menafsirkan surat yang panjang. Dibandingkan dengan pengelompokan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha dalam Tafsir Al Manar. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. misalnya perkataan Umar tentang permohonan suaka pendudul Iraq. Yang tak kalah penting. terkait surat Al Baqarah:100 tentang menepati janji. Seperti mengutip Tafsir Ibn Katsir mengenai peristiwa Bai’ah Aqabah. Katakanlah : "Segala puji bagi Allah". Sayyid Qutub mengelompokkan sejumlah ayat sebagai kesatuan. Ketika menafsirkan ayat “ ??? ?? ? ??? ?? “ misalnya. yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman. ia menekankan analisis rasional. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah. itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui. Misalnya. Dalam surat Al Fatihah misalnya. Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". pengelompokan Sayid Qutub relatif lebih besar.

maka ada yang pas & ada pula yang tidak pas. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat.ãã ヌ ル å ム áå æíõæ ヌン゙ レ áì ヤ í チ 。 æíõ ホヌ á ン ン í テヤ í ヌチ 。 ä レ ã “ JAWAB: Tafsir Al-Qur’an tulisan Sayyid Quthb bukanlah sebuah tafsir… Zhilalil Qur’an bukanlah tafsir. meninggalkan kebenaran ini. Sayyid Qutub menafsiri.. kecuali jika kaum Muslimin menyimpang dari perkara ini. Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. Perang akidah yang selalu berkobar – walau tidak jarang umat Islam sendiri lah yang saling menyerang dan menjatuhkan saudaranya sendiri. maka ia tidaklah disebut tafsir. Itulah ideologi mereka. dan Zhilal tidaklah demikian.[7] Pandangan Syeikh Fauzan Terhadap Tafsir Sayyid Qutb Bagaimana pendapat fadhilatukum tentang tafsir Al-Qur’an “Fi Zhilalil Qur’an” karangan Sayyid Quthb? ヌ á フ æ ヌネ : ” ハンモ í ム ヌ á ゙ムツ ä á モ í マ ゙ õ リネ ã ヌ åæ ハンモ í ム …ル á ヌ áõ ヌ á ゙ムツ ä ã ヌ åæ ハンモ í ム æ ナ äã ヌ åæ ゚ á ヌ ãñ ン í ã レ äì ヌ á ゙ õ ムツ ä 。 テ æ ヘ æá ヌ á ゙ムツ ä 。í ヤネ å ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í ヌ ááí í モ ãæäå ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í 。 ヌ á ミ í í ミ゚ム ヘ æá ヌ á ツ í ヌハ ゚ á ヌ ã . テ ã ヌ ナ äå ハンモ í ム í ヘ áá ヌ á テ á ンヌル æí モハ ä ネリ ヌ á テペヌ ã 。 æíõæ ムマ ヌ á ム æ ヌ í ヌハ ゚ ã ヌ ン í ゚ハネ ヌ á ハンモ í ム コ ン åæ áí モ ゚ミ á ゚ 。 ン á ヌ äõ モ ãíøöå ハンモ í ムヌ ð 。 æåæ áã íõ モ ãøöåö ハンモ í ムヌ ð 。 ン åæ ä ンモ å áã í モ ãåö ハンモ í ムヌ 。 ナ äã ヌ ゙ヌ á { ン í ル á ヌ áö ヌ á ゙ムツチ ä } í レ äí ゚ á ヌ ã ン í ã レ äì ヌ á ゙ムツ ä ãã ヌ ル å ム áå õ. takhayul.. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. mirip tafsir maudhu’i (tematik) maka ia disebut sebagai tafsir tematik.レヨ æ åí ニノ ゚ネヌム ヌ á レ áã ヌチ ヨ ãä ヌ á テモニ á ノ ネマム æ モ : ヌ á ハンモ í ム ãä モ æ ムノ ヌ á ヘフムヌハ ナ áì モ æ ムノ ヌ áä ヌモ ハヌム í ホ ヌ á マムモ 13-2-1427 å ワ . dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu. beliau hanya menyebutnya dengan nama “Di Bawah naungan Al-Qur’an”. orang-orang Yahudi dan Nasrani senantiasa akan memerangi kaum Muslimin. demikianlah. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". syirik dan pemikiran jahat orang-orang Yahudi dan Nasrani tersebut. Inilah hakikat peperangan yang mereka lancarkan terhadap umat Islam kapanpun dan dimanapun. yang membahas penjelasan seputar ayat-ayat. Dalam menafsirkan ayat: 120. Mereka tidak akan berdamai dengan kaum Muslimin. ンヨ íá ノヌ á ヤ í ホ ユヌ á ヘ ヌ á ン æ メヌ ä .ムヘ ãåõ ヌ ááå . dan beliaupun (Sayyid Quthb) tidak menamakannya sebagai tafsir. yang maknanya perkataan-perkataan tentang makna Al-Qur’an yang nampak bagi diri beliau –rahimahuLLAAH. karena beliau pribadi tidak pernah menamakannya sebagai sebuah tafsir. Karena yang dinamakan tafsir haruslah berisi lafazh-lafazh & diambil (istinbath) hukum-hukum & disebutkan riwayat-riwayat hadits sebagaimana dalam kitab-kitab tafsir. dan melepaskan keyakinan mereka lalu mengikuti kesesatan. tetapi ia merupakan penjelasan tentang makna Al-Qur’an atau mengenai Al-Qur’an.berdasarkan apa yang nampak bagi beliau.

karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Maka tidak ada permusuhan (lagi). Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram. bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah. akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. dan pada sesuatu yang patut dihormati. 194. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tandatanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji. [9] v Contoh tafsir bil dengan metodologi tafsir bilmatsur dalam tafsir Sayyid Qutb Dalam hal ini kami akan memberikan contoh bagaimana penafsiran beliau terhadap ayat-ayat Qital (perang) dalam surah al-Baqarah ayat 189-203 (juz dua) 189. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah. Dan perangilah mereka itu. 190. Maka bunuhlah mereka. Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah.Fadhilatu Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan . dan berbuat baiklah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). bahwa Allah beserta orangorang yang bertakwa. Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu). 193. (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah). dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. Berlaku hukum qishaash. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka. 195. dan jangan kamu . oleh sebab itu Barangsiapa yang menyerang kamu. sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Demikanlah Balasan bagi orangorang kafir. 196. 191. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. 192. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. seimbang dengan serangannya terhadapmu. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya. kecuali terhadap orang-orang yang zalim.Anggota Hai’ah Kibaril ‘Ulama[8] Kritikan terhadap tafsir Sayyid Qutb Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan bahaya Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak. dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. Maka seranglah ia. Bulan Haram dengan bulan haram. dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

197. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat. dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan. 201. Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka tidak ada dosa pula baginya[129]. 200. Maka wajiblah atasnya berfid-yah. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). 198. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. 202. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka". atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji). Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu. niscaya Allah mengetahuinya. dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat. 203. 199. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. dan Barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu). (munasabah ayat) Ini dapat dilihat dari penafsiran beliau dalam ayat 189. sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari. “dalam masalah mendatangi rumah dari belakangnya disampaikan ulasan akhir ayat yang meluruskan kebajikan (al-birr) bahwa ia tidak terletak pada gerak lahiriah tetapi terletak pada ketaqwaan. dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu. dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. Pertama: dengan metode al-qur’an bil qur’an.mencukur kepalamu. Dalam menafsirkan ayati-ayat ini beliu menampilkan berbagai corak penafsiran. dan bertakwalah kepada Allah. Berbekallah. Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. bagi orang yang bertakwa. tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka tidak boleh rafats. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. apabila kamu telah (merasa) aman. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. Maka tiada dosa baginya. dan ketahuilah. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang[128]. Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah. dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal. berilah Kami (kebaikan) di dunia". (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. berbuat Fasik dan berbantahbantahan di dalam masa mengerjakan haji. . Yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.

disampaikan ulasan akhir ayat dengan taqwa kepada Allah: ..æ ヌバ æ ヌ ヌ ááå æ ヌレ áãæ ヌ テ äøó ヌ ááå ã レ ヌ áã バ íä . dan hal ini dikaitkan dengan cinta Allah dan kebencian-Nya: ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã トハマ íä “..” (190) Dalam masalah perang di bulan suci. akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. Dan masuklah ketrumah-rumah itu dari pintu-pintunya.. æ ヌ á バ æ ヌ ヌ ááå á レ á ゚ ã ハン á ヘ æä “…. dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung…”(189) Dalam masalah perang secara umum al-Qur’an mengarahkan mereka agar tidak melampaui batas . æ テハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä テネ æ ヌネ å ヌ .æáí モ ヌ á ネム øõ ネテ äú ハテハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä ル åæ ム å ヌ æá ヌ゚ ä ヌ á ネム ø ãäö ヌ á バ ì .Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya.karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

dari al-Barra’ radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “dahulu orangorang anshar apabila berhaji lalu pulang.” (189) Tanda-tanda waktu bagi manusia dalam tahallul dan ihram mereka. dalam semua perkara agama dan dunia mereka. system khusus dan masyarakat khusus. dalam berpuasa dan berbukan puasa mereka. akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. talak dan ‘Iddah mereka. Katakanlah : ‘bulan sabt itu adalah tanda-tanda bagi manusia dan (bagi ibadah haji). Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya..lalu al-Qur’an datang untuk membatalkan persepsi yang salah dan amal perbuaan mereka yang mengada-ada yang tidak berdasar dan tidak bermanfaat . perniagaan dan hutanngpiutang mereka. untuk menjalani kehidupan yang idealyang tiada duanya. Kemudian turunlah ayat: .. dalam mu’amalat.[13] Di dalam shahihain –dengan sanad –nya. yang memiliki peran khusus dalam memimpin umat manusia. Dan masuklah kerumahrumah itu dari pintu-pintunya. Kemudian salah seorang dari mereka datang lalu masuk dari arah pintu. dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beuntung.“…Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa. “mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. tetapi keduanya ditujukan kepada realitas kehidupan mereka secara nyata bukan sekedar pengetahuan yang bersifat teoritis. lalu ia dicela karena perbuatan tersebut. Masalah ini apapun keadaanya..[11] …oleh sebab itu menghidnari jawaban manusia yang manusia itu belum memiliki kesiapan untuk menerimanya dan tidak dapat memberikan manfaat bagi misi utama yang menjadi utama diturunkannya Al-Qur’an. tengah membangun umat baru di muka bumi. dan untuk menuntun manusia menuju kepada-Nya. padahal ini termasuk kedalam inti pertanyaan: kenapa bulan Nampak pertama kali sebagai bulan sabit.”dan bukanlah kenajikan…(189) Apakah tradisi mereka itu berkenaan dengan perjalanan secara umum atau berkenaan dengan haji secara khusus –walaupun ini yang lebih dekat denga konteks –tetapi mereka dahulu menganggap hal ini sebagai kebajikan –yakni kebikan atau iman.. bukan bidang al-Qur’an. Karena al-Qur’an diturunkan untuk misi yang lebih besar ketimbang informasi dan pengetahuan sektoral…[12] Kaitan antara kedua bagian ayat ini nampaknya adalah korelasi antara bulan sabit yaitu tanda-tanda waktu bagi manuia dan ibadh haji dengan tradisi jahiliyah berkenaan dengan haji. dan sebagainya… jawaban ini juga tidak menjelaskan kepada mereka tentang fungsi bulan dalam tata surya atau dalam keseimbangan gerak benda-benda luar angkasa padahal ia termasuk dalam muatan pertanyaan: Mengapa Allah mencipatakan bulan sabit? Isyarat apakah yang ingin ditumbuhkan oleh arah yang ada di dalam ayat ini? Al-Qur’an pada saat itu tengah membangun tashawwur khusus.” (194)[10] Kedua: penafsiran menurut pemahan beliau. mereka tidak masuk dari arah pintu-pintu rumah. itulah yang diisyaratkan oleh bagian ayat yang kedua. untuk menciptakan masyarakat teladan yang tiada tara bandingannya. dan menjelaskan tentang peredaran bulan dan bagaimana peredaeran bulan itu terjadi. dan untuk mengokohkan dasar-dasar kehidupan ini di muka bumi. dalam pernikahan. Baik jawaban ini untuk pertanyaan yang pertama atau untuk kedua.

æá ヌ ハレハマ æ ヌ ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã レハマ íä .. ..sama sekali ini. Al-Qur’an datang melurukan tashawwur keimanan tentang kebajikan…[14] Ketiga : tafrsir al-qur’an dengan hadits Hal ini dapat dilihat dari penfsiran beliau dalam ayat.

psikologi.“. Zhilal juga dapat dikatagorikan sebagai aliran khusus dalam tafsir. karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (190) Tindakan melampaui batas bisa saja terjadi denga memerangi orang-orang yang tidak memerangi atau orang-orang yang tidak terlibat dalam peperangan misalnya para pendududuk sipil yang ingin hidup damai dan ingin selamat dari peperangan yang terjadi. akan tetapi sifatnya sekunder. Rasulullah Saw bersabda: “apabila salah seorang diantara kamu membunuh dalam peperangan maka hendaklah ia menjauhi wajah. Itulah tujuan-tujuannya. politik. kemudian Rasulullah melarang membunuh wanita dan anak-anak. v Analisa dan Kritik Dari beberapa contoh yang telah dipaparkan di atas. dari analisa kami metodologi yang digunakan oleh . peradabaan.” (diriwayatkan Bukhari dan Muslim) Kemudian beliau memberikan komentar. serta langkah baru yang jauh dalam tafsir. Semua itu bersumber dari pengarahan Al-Qur’an yang mulia: “dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. Berbagai persoalan ini.” (190)[15] v Keistimewaan Metodologi Tafsir Beliau Tafsir Fi Zhilalil Qur’an merupakan tafsir kontemporer yang paling actual dalam memberikan terapi berbagai persoalan dan menjawab berbagai tuntutan abad modern ini berdasarkan petunjuk al-Qur’an. karena sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. konsepsi. ideologi.. Sebab metode pergerakan (al-manhaj alharaki) atau metode realistis yang serius tidak ada didapati selain pada Zhilal. Sumber-sumber Zhilal berbeda dari sumber-sumber tafsir lainnya disebabkan perbedaan karakter dann tujuannya. spritualisme. Ini adalah bagian dari beberapa keistimewaan Zhilal. Di antara persoalan dan tuntutan abad modern yang paling menonjol adalah persoalan seputar pemikiran. Sumber-sumber dalam Zhilal itu tidaklah mendasar atau pokok (primer). dakwah dan pergerakan dalam suatu rumusan kontemporer sesuai dengan tuntutan zaman. yang dapat disebut sebagai “aliran tafsir pergerakan”. Itulah adab-adabnya. hokum. Muslim dan abu Dawud) Kemudian beliau mengutip hadits lan “dari Abi HurairahRa. Bikhari. pembinaan. di samping persoalan-persoalan lainnya. Dalam hal ini sayyid qutb menukil sebuah hadits “dari Ibnu Umar Ra ia berkata: “ditemukan seorang wanita terbunuh pada sebagian peperangan Rasulullah Saw. (tetapi) janganlah melampaui batas.tetapi janganlah kalian melampaui batas. Karena itu tafsir Fi Zhilalil Qur’an dapat dikatagorikan sebagai tafsir corak baru yang khas dan unik. Sehingga membuat tafsir ini terasa sangat actual apalagi gagasan-gagasan Sayyid Quthb yang tertuang di dalam tafsir ini sangat orisinil berdasarkan nash-nash al-Qur’an tanpa terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran asing. menadapatkan perhatian yang memada di dalam tafsir ini.” (diriwayatkan oleh Malik. sebab Sayyid Quthb menyebutkannya untuk memberikan contoh dan bukti dari yang apa yang ia katakana. budaya. Itulah perang yang dilakukan Islam. Tindakan melampaui batas jelas dapat melanggar adab-adab dalam peperangan.

yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah.Sayyid Qutb lebih banyak menggunakan kepada pendekatan bahasa serta munasabah Al-Qur'an. 606 [6] http://one..com/node/7084 [8] http://www. ================================================================= [1] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia). 2000.indoskripsi. ia menekankan analisis rasional. karena bila dilihat.al-ikhwan.! . sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah. yang benar datangnya dari Allah Swt. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat. Fatwa. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah. rahimahullah. [2] Mantan Ketua Umum Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia) dan Mantan Ketua Umum Dewan Riset Ilmiah. Misalnya. 2003. Jumlahnya sedikit. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. Hlm. Jakarta: AlI’tisham. Dan hal ini memang merupakan keunggulan beliau dalam bahasa dan sastra. beliau selalu mengaitkannya dengan ayat-ayat lain yang sebelumnya terlebih dahulu dijelaskan dengan pendekatan bahasa. Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. dibandingkan dengan pendekatan bahasa dan munasabah Al-Qur'an. 411 [12] Ibid [13] Hal. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. Hal 406 [11] Hal.com/node/7084 [7] http://one. [4] http://www. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah. 430 Tag: tugas ustadz ulil Sebelumnya: T A F S I R M U N I R Selanjutnya : WAHAI ABU BAKAR. keseimbangan. takhayul. dan keserasian dalam surat. Yang tak kalah penting. Rabbani Press. Terjemah. “mereka yang telah pergi”. "FIi Dzilalil Qur'an" Terj: Jakarta. 417 [14] Hal 418 [15] Hal. Hal. dari penafsiran beliau. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan.net/fatwa-syaikh-shalih-bin-fauzan-al-fauzan-tentang-kitab-fii-zhilalil-qurankarangan-sayyid-quthb-rahimahullaah-142/ [9] Lihat: Baraatul Ulama Ummah. [3] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia.al-ikhwan. Mungkin sekian dari penulis. dan kesalahan datang dari penulis.. Kemudian dalam penafsiran beliau jarang ditemukan adanya penafsiran beliau yang merujuk pendapat para shahabat atau pendapat Ulama mengenai ayat tersebut.. v Kesimpulan dan Penutup Dari pemaparan di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa Sayyid Qutb dalam menafsirkan ayatr AlQur'an di dalam tafsirnya menggunakan Metodologi bil Matsur. Dakwah dan Bimbingan Islam Kerajaan Saudi Arabia.Khozin abu faqih.net/fatwa-syaikh-abdullah-bin-jibrin-1-tentang-hasan-al-banna-dan-sayyidquthb-138/ [5] Al-mutasyar Abdullah al-aqil. Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan metode lainnya yang digunakan oleh beliau. Demikian pula yang berdasarkan hadits-hadits Nabi Saw.indoskripsi. Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan. 35 [10] Sayyid Qutb.

http://pemudabugis.Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub .multiply. 2008 051 .com/journal/item/258 skip to main | skip to sidebar _______________________________________________________________________ ___________ | Nawawi | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Galeri Buku | Galeri MP3 | U-VideOo | _______________________________________________________________________ ___________ Saturday. February 23.

com .blogspot.Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub http://bahaya-syirik.

dengan ini. tidak sewajarnya kita cepat melenting dan melatah. pada 8 Oktober 1906. Makanya. matlamat. Pernah mendapat pendidikan di barat selama beberapa tahun dan beberapa tempat yang lain.Melalui pelbagai kajian. mereka akhirnya telah mengeluarkan suatu fakta dan fatwa yang begitu mengejutkan dunia dakwah di dunia Islam masa ini iaitu berkenaan siapakah sebenaranya Ikhwanul Muslimin dan bagaimanakah fikrah para tokoh-tokohnya yang sebenar. Hasil karyanya yang cukup terkenal adalah Fi Dzilalil Qur’an dan Ma’alim Fi at-Thariq. Dan mendapat pendidikan awal di perkampungan yang sama. makanya sama-sama kita nilaikannya berdasarkan hujjah dan dalil yang tepat berdasarkan kefahaman para ulamanya umat. hakikatnya. kemungkaran dan penyelewengan mereka (Ikhwanul Muslimin) terhadap agama akan terus didedahkan kepada umum. Syahid . Sayyid Qutub Secara Ringkas Dilahirkan di Mesir. Pernah bertugas sebagai tenaga pengajar. sebuah perkampungan bernama Musha. termasuk di Colorado State College of Education (sekarang dikenali sebagai University of Northern Colorado). agar kita semua menjadi celik dan segera menjauhi peyimpangan-penyimpangan pemikiran mereka yang berbahaya kepada aqidah dan kesatuan umat Islam masa ini. Perjuangan Ikhwanul Muslimin suatu ketika dahulu amat gah dan cukup dikenali oleh sebahagian besar umat Islam. Menyertai pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin pada sekitar tahun 1950 dan menjadi seorang penulis dan pemikir. Terkenal sebagai penulis dan pejuang pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin. Manhaj Qutubiyah Qutubiyah atau Qutubi adalah suatu fahaman yang dinasabkan kepada Sayyid Qutub rahimahullah. Meraka (Qutubiyah) adalah berakar umbi dari pemikiran yang dibina oleh Jamaah Ikhwanul Muslimin atau sesiapa yang lahir dari hasil pemikiran Sayyid Qutub (semoga Allah mengampunkan segala kesilapannya). penelitian dan tulisan para ulama. Namun. Kita sebagai umat Islam dari kelompok Ahlus Sunnah yang bersikap adil. Lalu. Memiliki kelayakan sebagai tenaga pengajar dalam bahasa Arab dan ijazah dalam bidang Seni dan falsafah. terutama berdasarkan kefahaman para ulama dari golongan generasi awal di atas manhaj al-Qur’an dan Sunnah yang tepat. Pelbagai tulisan dari para ulama telah dihasilkan dan disebarkan bagi menerangkan kepada umat bahawa Ikhwanul Muslimin adalah sebuah pertubuhan yang di atas namakan dengan perjuangan Islam tersebut sebenarnya adalah sebuah pertubuhan/kumpulan yang mana pemikiran-pemikiran yang terhasil dari kalangan tokoh-tokoh utama mereka sebenarnya amat membahayakan dan menyimpang dari hakikat Islam yang sebenar. Sekaligus merupakan seorang tokoh utama dalam gerakan tersebut. usaha perjuangan dan nama bukanlah suatu fakta yang haq untuk menyatakan bahawa mereka dari kelompok yang benar jika jelas ia menyanggahi kebenaran. Atau para pengikut Sayyid Qutub yang fanatik dan ghalu (ta’asub) kepadanya.

2687) (2). (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. pakaian rohaniawan.Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dianggap sebagai mati syahid oleh para pengikutnya dan mereka menyangka: “Bahawa beliau (Hasan al-Banna) hidup di sisi Rabb-nya dan mendapat rezeki di sana” (Lihat: al-Maurid al-‘Adab az-Zulal. 228. Sayyid Qutub) Pengikut Pemikiran Sayyid Qutub (Qutubiyun) Berkata Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja as-Suhaimi: . 159-160) Menurut Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah apabila mensyarahkan hadis riwayat Bukhari di atas bahawa: “Tidak boleh memastikan seseorang syahid kecuali melalui penentuan wahyu”. Inilah kenyataan tentang Islam yang paling buruk yang digambarkan oleh agama-agama yang lainnya”. 63. sama ada dari segi budaya atau perilakunya. kerana mereka mengetahui dari orang-orang yang mereka kenali sebagai para rohaniawan. 63. bahkan pakaian dan tindak-tanduknya disebabkan kebodohannya terhadap realiti agama dan warisan penjajah”. pemikiran rohaniawan atau budaya rohaniawan. Iaitu syubhat yang merosak Islam dan strukturnya sehingga ke dalam jiwanya. (Lihat: (1). Hlm. Mereka (rohaniawan) merupakan makhluk yang paling mustahil untuk diterapkan pemikirannya dan mustahil diikuti buah fikirannya. Ibn Hajar) atau menurut apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya iaitu terbunuh di medan perang fisabilillah. Sahih Bukhari (Syahadah. (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. Dia juga menyatakan terhadap ulama dengan berkata: “Sebahagian syubhat yang muncul. Lihat: Syiar A’lam an-Nubala. semasa hidupnya gemar mengejek cara pakaian ulama yang diistilahkan oleh beliau sebagai orang rohaniawan. Sayyid Qutub lebih senang menampilkan gaya luarannya dengan penampilan Eropah seperti mencukur janggut. Di dalam hadis Bukhari ada dijelaskan: “Tidak boleh mengatakan Si Fulan syahid”. Menghina Penampilan Ulama Sayyid Qutub yang digelar ulama dan syahid oleh pendukung Ikhwanul Muslimin. memakai topi dan lebih kerap memakai pakaian ala barat. oleh Sheikh Ahmad Yahya anNajmi) sedangkan (menurut para ulama Salaf as-Soleh) tidak boleh memutuskan/menetapkan seseorang sebagai syahid kecuali dalam bentuk umum (Lihat: Fathul Bari 6/90. ia dimunculkan oleh pemikiran agama dari orang yang digelar saat ini sebagai rohaniawan. Sayyid Qutub) Sayyid Qutub melahirkan lagi sindirannya terhadap ulama: “Kebodohan yang lahir dari kebudayaan Islam tidak akan memberi tasawwur (gambaran) Islam yang teguh.

(Lihat: Fikru at-Takfir Qadiman wa-Hadisan. (Lihat: Syarah Kasyfus Syubuhat Fii Tauhid. Terdapat banyak kesalahan yang keterlaluan dan keji di dalam tulisannya. sanjungan dan lainnya”. . Apakah Syeikh al-Albani juga pelampau kerana menjelaskan akidah Sayyid Qutub? Fahamilah apa yang telah ditulis oleh Sayyid Qutub yang berkaitan dengan akidah: “Berkenaan hal “Istiwa” Allah di atas ‘Arasy. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Syaid Qutub Minal Qawasim) tulisan Rabi’ bin Hadi) Ingatlah apa yang dikatakan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bahawa ghulu itu: “Berlebih-lebihan dalam memberi pujian. (Yang paling keji dan membahayakan ke atas orang-orang Islam ialah menghidupkan pemikiran (fahaman) Khawarij iaitu takfiri (pengkafiran) dan teori “Tauhid Hakimiyah”) Menurut Syeikh Abdussalam lagi: Didapati para pentaqlid dan pendukung Sayyid Qutub sangat berlebih-lebihan apabila mempertahankan Sayyid Qutub. Memerintah) Allah atas makhluk-Nya”. imam Ibn Kathir. imam Ibn Qaiyim. Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ramai lagi para ulama Salaf termasuk Syeikh Ibn Bazz dan Muhammad Nashiruddin al-Albani dengan tegasnya telah menolak dan membantah cara takwil atau penafsiran yang dilakukan oleh Sayyid Qutub kerana mengingkari Allah beristiwa’ di ‘Arasy. 7. sekalipun teguran tersebut benar. Raja as-Suhaimi) Antara fatwa dari Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah diakhir hayatnya: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam. mengambil dan meyakini sebagai kebenaran mutlak apa sahaja yang terdapat di dalam tulisan-tulisan tersebut sama ada yang hak (benar) atau yang batil (merosakkan)”. para pendokong Qutubiyah bangun membantah dengan kata-kata yang keji”. sama ada secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. Hlm. 98. malangnya apabila Sayyid Qutub diberi teguran (oleh para ulama). Aqidah Yang Menyeleweng Terdapat sebahagian pihak yang mendakwa bahawa mereka yang menjelaskan bahaya pemikiran Sayyid Qutb ini sebagai pelampau dan extreme. maka hendaklah kita mengatakan bahawasanya istiwa ertinya: Penguasaan (Berkuasa. maka mereka akan mengeluarkan pelbagai alasan. Syeikh Abdussalam menjelaskan: “Sudah dimaklumi bahawa Sayyid Qutub bukanlah seorang yang menguasai ilmu agama. Muhammad bin Soleh al-Utaimin) Sikap keji ini telah berlaku di kalangan pendukung tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin sehingga ke taraf melatah dan melalut. Dia hanyalah seorang penulis (sasterawan) berpegang dengan mazhab Asy’ari. (Lihat: fi Zilalul Quran 4/2328 atau 4/3804) Imam az-Zahabi. Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”. Hlm.“Qutubiyun adalah mereka yang satu kaum membaca (mempelajari) tulisan-tulisan Sayyid Qutub. imam Ibn Taimiyah. Jika mereka dapati ada seseorang yang menegur kesilapannya.

kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. Ini adalah akidah Jahmiyah. Apa yang dikatakan oleh beliau (Sayyid Qutub) adalah batil dan ini membuktikan bahawa dia miskin dalam ilmu tafsir”. Imam Abdullah berkata: Aku mendengar bapa ku berkata: Sesiapa yang mengatakan lafazku terhadap al-Quran itu makhluk maka itu adalah ucapan yang buruk dan kotor. kerana sesungguhnya ia adalah salah satu dari ciptaan Allah”. Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya lagi. 5/3006) Sayyid Qutub meyakini al-Quran adalah “ ユ ä レ ヌ ááå” ciptaan Allah (makhluk). 5/2719) æóåó ミヌ ヌ á ヘムン (ユ) ãä ユ ä レノ ヌ ááå ハレヌ áì “Dan huruf ini (Shaad) adalah salah satu ciptaan Allah Ta’ala”. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Malah tafsir Sayyid Qutub di . ia membuktikan bahawa Sayyid Qutub telah membuat kesilapan besar di segi akidah (mudah-mudahan ia kesilapan yang tidak disengajakan atau kesalah-fahaman orang awam terhadap uslub sastera beliau yang tinggi). (Lihat: ヌ á モ ä ノ 1/165) Sayyid Qutub mentahrif dan mentakwil nas-nas al-Quran sehingga diertikan al-Quran itu makhluk bukan Kalamullah. (Lihat: Fii Zilalil Quran. 4/2328) Tafsir Sayyid Qutub ini membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. 4/2328) Gaya penafsiran ayat di atas ini jika disengajakan. (Perkataan ini termuat dalam keset rakaman Ibn Bazz tahun 1413) Menurut Sayyid Quthb al-Qur’an Itu Makhluk Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya Fii-Zilalil Quran telah menulis: “al-Quran adalah suatu yang zahir. (Lihat: fi Zilalil al-Quran. sedangkan al-Quraan adalah Kalamullah bukan makhluk yang sama sekali tidak boleh disama atau disekufukan dengan makhluk.Syeikh Abdul Aziz bin Bazz dengan ketegasannya membantah: “Perkataan ini adalah perkataan yang fasid. Beliau berkata: “Dan sesungguhnya mereka (manusia) itu tidak akan berdaya mengarang satu huruf pun yang menyerupai al-Kitab ini. itu adalah perkataan Jahmiyah”. fi-Zilalil al-Quran telah menulis: ヌ á ゙ムツ ä ルヌ å ムノ ゚ æäí ノ ゚ヌ á ヌムヨ æ ヌ á モ ã ヌ æ ヌハ “al-Quran adalah suatu yang zahir. Keyakinan ini bertentangan dengan akidah Ahli Sunnah wal-Jamaah. kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. bukan Kalamullah. kerana kata-kata “Sebagaimana bumi dan langit” ia menyerupakan al-Quran sebagaimana makhluk yang lainnya. bukan Kalamullah”. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Maksud dari kalimah “Penguasaan/Berkuasa/Memerintah” di sini adalah mengingkari istiwanya (Allah di ‘Arasy) yang maknanya telah jelas iaitu tinggi di atas ‘Arasy.

atas ini benar-benar membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. sebagaimana yang telah dijelaskan tentang sesatnya akidah serupa ini oleh Imam Abdullah rahimahullah: ゙ ó ヌ áó ヌ úá ヌ öãó ヌ ãõ レ ó ネ ú マ õ ヌ ááå : モ óãö レ ú ハ õ ヌ ó ネ öíú íó ゙ õæúáõ : ãóäú ゙ ó ヌ áó áó ン ú ル öí ネ ö ヌ áú ゙ õ ム ú ツ äö ãõ ホ úáõæú ゙ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãñ モ õæú チ ñ ム ó マ öí チ ñ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãõ ヌ áú フ óåúãöíøó ノ . Ini adalah akidah Jahmiyah dan akidah mereka yang sealiran dengan kelompok yang sesat. bukan Kalamullah”.

Beliau berkata apabila menafsirkan ayat: “Sesungguhnya ayat: (Katakanlah bahawa Allah itu Esa!): Sesungguhnya ia menjelaskan kesatuan zat (æ ヘ マ ノ ヌ áæ フ æ マ ). Umar at-Tilmisani dan yang lainnya.Berkata Imam al-Barbahari: “Dan bahawasanya al-Quran itu Kalamullah yang diturunkan-Nya dan bukanlah makhluk”. 1/185) I’tiqad Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud Allah Bersama Makhluk) Sayyid Qutub telah menerapkan fahaman wahdatul wujud melalui kitab tafsirnya. tidak pula sebuah masyarakat Islam”. (Lihat: Syarah Akidah Tahawiyah. dari hlm. Hlm. mereka bersepakat bahawasanya al-Quran adalah kalamullah bukan makhluk”. Hasan al-Banna. Namun Sayyid Qutub tidak boleh dihukum kafir di atas beberapa kesilapannya. 217 hingga ke hlm. maka antara kesalahan Sayyid Qutub ialah mengkafirkan umat melalui katakatanya: “Pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam. keganasan dan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin serta disingkap segala rancangan jahat dan konspirasi mereka untuk menjatuhkan pemimpin Islam. (Lihat: Syarah Sunnah. (Lihat: Fii Zilalil Quran. 4/2122) “Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama . 1/172) Berkata Imam Ibnu Abi al-Izz al-Hanbali: “Maka (sepakat) seluruhnya para imam mazhab yang empat dan orang-orang Salaf dan Khalaf. hlm 4. Dan tidak ada sesuatu zat yang sebenarnya kecuali zat-Nya. Matan 10) Berkata Imam Abu Ja’far at-Tahawi rahimahullah: “Bahawasanya al-Quran itu adalah Kalamullah (firman Allah)”. (Fii Zilalil Quran.a. Disingkap dan didedahkan juga pergerakan dakwah di dalam Ikhwanul Muslimin terutamanya yang dipemimpin oleh Sayyid Qutub. Perkataan Sayyid Qutub Terhadap Uthman r. (Lihat: al-‘Adalahtul Ijtimaiyah fil Islam. 214) Dalam kitab ヌ á レ æ ヌ ユ ã ãä ヌ á ゙ æ ヌ ユ ã oleh Abi Bakr Ibnu al-Arabi. Selain mencela Uthman. Di dalam kitab ini Syeikh Ayyad asy-Syamari telah mendedahkan kekejaman. Keyakinan ini diklasifikasikan sebagai keyakinan berbaur elemen ideologi Syiah. Terlalu banyak buku-buku yang telah mendedahkan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin dan sikap para pemimpin mereka yang keji dan mungkar. Sedangkan segala sesuatu (zat) yang lain wujudnya tersimpul dari (zat)-Nya yang sebenarnya”. sama ada dalam pertimbangan syara atau neraca akal yang rasional. Maka tidak ada hakikat zat kecuali hakikat zat-Nya. menggambarkan penghinaan Sayyid Qutub yang keterlaluan terhadap Khalifah Uthman: “Kami lebih condong kepada sistem kekhalifahan Ali radiallahu ‘anhu sebagai mengambil alih secara tabi’i dua Khalifah sebelumnya”. 234. 6/4002) Begitu juga dengan kitab Turkh Hasan Al-Banna Wa-Ahammul Warisin. (Lihat: Syarah Akidah Thahawiyah. Sayyid Qutub berkata tentang Khalifah Uthman: “Dia (Khalifah Uthman) mengurus urusanurusan yang banyak menyimpang dari Islam”.

Lihatlah antara apa yang difatwakan oleh Sayyid Qutub: ゚ヌ äæ ヌ ヌ á レムネ í レムン æä ãä á ロハ åã ã レ äì : ナ áå æã レ äì á ヌ ヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå 。 ゚ヌ äæ ヌ í レムン æä : テ ä ヌ á テ áæåí ノ ハレ äí ヌ á ヘヌ゚ ãí ノ “Orang-orang Arab dahulu-kala. semuanya mengetahui melalui bahasa mereka makna Ilah dan makna Laa Ilaha Illallah. Gerakan dan fahaman Qutubiyah yang tersemai di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin dan diterima pakai oleh tokoh-tokohnya telah berjaya menarik minat ramai masyarakat meniru perjuangan mereka. (Lihat: Fii Zilalil Quran. mereka mengetahui: Bahawasanya Uluhiyah membawa makna pada hakimiyah”.serta keluar dari Laa Ilaha Illallah. 11/1492) æ ヌ á ミ íä á ヌ í ンムマ æä ヌ ááå ネヌ á ヘヌ゚ ãí ノ ン ì テ í メ ã ヌ ä 。 ン ì テ í ã ゚ヌ ä åã ã ヤム゚ æä . sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengulang-ulangi pada azan kalimah (Laa Ilaha Illallah)”. beliau juga melahirkan ramai para pengikut/pendukung yang fanatik kepadanya di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin. selain mewariskan fahaman Qutubiyah Khawarijiyah dan Tauhid Hakimiyah Takfiriyah. 11/1057) Inilah bentuk takfir terhadap orang Islam yang di luar kelompok Ikhwanul Muslimin. Tauhid Hakimiyah Dan Takfir Sayyid Qutub rahimahullah. (Lihat: Fii Zilalil Quran.

Jamaah Jihadiyah. Bid’ah-bid’ah ini tercipta melalui penafsiran beliau yang dihanyutkan oleh rakyunya (pendapatnya) sehingga membawa kepada kesesatan akidah selain bid’ah ibadah.. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. di mana pun mereka. Mereka dianggap sebagai jahiliyah bukan kerana berkeyakinan tentang anggapannya ada ketuhanan seseorang selain Allah dan bukan kerana mereka mengutamakan syiar-syiar pengibadatan kepada selain Allah…. Hlm 101) . (Fahaman seperti ini dikenali sebagai Fahaman “Tauhid Hakmiyah”. Antara teori-teori bid’ah yang terkandung di dalam tulisan-tulisan Sayyid Qutub seperti di dalam Ma’alim fii at-Tariq (Buku yang berunsur pengkafiran (takfiriyah) ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu dengan judul “Petunjuk Sepanjang Jalan”) dan fii Dzilalil Qur’an ialah fahaman takfir (pengkafiran) dan penghinaan terhadap umat Islam sekarang ini dengan tuduhan sebagai masyarakat jahiliyah. teori. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Mereka menilai ke-Islaman seseorang atau pemerintah hanya pada perlaksanaan hukum terutamanya hudud bukan pada nilai akidah mereka. Hizbut Tahrir dan berbagai-bagai hizb yang lainnya. persepsi dan andaian. maka pendirian Islam terhadap masyarakat jahiliyah adalah berkait dengan satu ungkapan iaitu Islam menolak pengakuan seperti itu iaitu pengakuan keIslaman masyarakat ini secara total”. DII. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. syirik atau zalim. Buah fahaman yang dipetik dari benih yang ditanam oleh Khawarij yang menentang Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam ini adalah bertentangan dengan pemahaman Ahli Sunnah wal-Jamaah yang berpegang dengan manhaj Salaf as-Soleh dalam mensikapi pemerintah dan orang-orang Islam. Pemahaman seperti ini adalah mungkar kerana ia diwarisi dari sikap Zul Khuwaisirah yang menentang Rasululullah yang dituduh tidak berlaku adil. tetapi mereka masih memberikan keutamaan yang sangat utama dari sifat ketuhanan kepada selain Allah iaitu mereka masih beragama dengan berhukum dengan selain hukum yang diturunkan oleh Allah”. Berpunca dan juga kesan dari pelbagai bentuk pemikiran Sayyid Qutub yang bid’ah. Sila rujuk link ini untuk pejelasan lebih lanjut berkenaan Tauhid Hakimiyah: http://bahaya-syirik. maka mereka itu adalah orang-orang musyrik”.html) Sayyid Qutub melalui pelbagai tulisannya telah mengheret ramai umat kepada berbagai bid’ah pemikiran. akhlak.blogspot. sosial. ia telah melahirkan fahaman yang rosak dan perpecahan yang begitu banyak di kalangan umat Islam seperti melahirkan Jamaah Takfir wal-Hijrah. Hlm 101) Menuduh umat ini sebagai: “Termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah” samalah seperti mengkafirkan umat Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa-sallam yang ada sekarang ini. Selanjutnya dia berkata: “Apabila hal sudah jelas. Sebagai bukti Sayyid Qutub telah berkata: “Masyarakat yang mengaku sebagai masyarakat Islam (sekarang ini) telah termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah. siyasah dan iedologi songsang. 11/1492) Perjuangan Khawarij yang diteruskan oleh Ikhwanul Muslimin sangat menitik-beratkan caracara menjatuhkan penguasa yang telah mereka hukum sebagai kafir.“Maka orang-orang yang tidak meng-Esakan Allah dalam hal Hakimiyah (hukum) di zaman apapun. JI.com/2007/07/isu-11-tauhid-hakimiyah-punca.

tidak pula sebuah masyarakat Islam”. 4/2122) ン゙マ ヌムハマハ ヌ á ネヤム í ノ ヌ áì レネヌマノ ヌ á レネヌマ æ ヌ áì フ æ ム ヌ á テマ í ヌ ä æä ゚ユハ レ ä á ヌヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå æ ナ ä ル á ンム í ゙ ãäå ヌ í ムママ レ áì ヌ áã ツミ ä . beliau (Sayyid Qutub) turut menyatakan.Selain itu. (Lihat: Fii Zilalil Quran.á ヌヌ áå ヌ á ヌ ヌ ááå . ナ äå áí モ レ áì æ フ å ヌ á テムヨ ヌ áíæã マ æá ノ ã モ áã ノ æá ヌ ã フハ ã レ ã モ áã “Bahawasanya pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam.

Hlm. Yusuf al-Qaradhawi) Fatwa Yusuf al-Qaradhawi di atas yang dinukil secara amanah ini. Rabi’ bin Hadi) . Inilah juga antara ciri-ciri doktrin dan fahaman Khawarij tulin. Hlm. Hlm. pentaqlid buta yang taksub dan mereka yang bersangatan memuja dan memuji Sayyid Qutub dan pertubuhan Ikhwanul Muslimin boleh memejamkan mata tentang kesalahan yang terlalu banyak ini? Apakah Syeikh Abdullah bin ad-Duwais seorang yang bodoh? Pastinya beliau seorang ulama besar sehingga mampu mendedahkan kesilapan Sayyid Qutub yang sebanyak itu di dalam tafsirnya. 24. meninggalkan tauhid uluhiyah. didukung dan dikuatkan lagi dengan kenyataan Ahmad Farid Abdul Khaliq: “Sayyid Qutub telah memperlekeh Nabi Musa ‘alaihissalam. mencela Khalifah Uthman radiallahu ‘anhu. (Lihat: Aulawiyyatul Harakah al-Islamiyah. Jangan Mengkafirkan Mereka Namun para masyeikh (para ulama yang bermanhaj Salaf) tidak pernah mengkafirkan Sayyid Qutub atau sesiapapun dari tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin yang menjadi sanjungan kelompok mereka sebagaimana dinyatakan oleh Syeikh Hammad al-Ansari: “Diketika orang ini (Sayyid Qutub rahimahullah) masih hidup maka sewajarnya dia bertaubat. jika tidak bertaubat dia dikenakan hukuman mati kerana telah murtad. 110. yang merupakan kemuncak terakhir dari pengkafiran Sayyid Qutub. Di dalam tulisan-tulisan tersebut terpancar pengkafiran terhadap masyarakat dan perlunya penundaan dakwah untuk beralih kepada undang-undang Islam (hakimiyah) dan menyerukan jihad melawan seluruh manusia”. ia tercatit di dalam tulisan-tulisannya. 163. iaitu mudah mengkafirkan orang yang tidak menerima fahamannya. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Atau kitabnya “Kutub wa-Syaksiyat. rujuklah kepada buku Sayyid Qutub “at-Taswirul Fanni’. Oleh kerana dia telah meninggal maka perlu dijelaskan kepada umat bahawa perkataannya itu batil. Kenyataan Yusuf al-Qaradhawi sendiri telah menjadi saksi dan bukti bahawa Sayyid Qutub melahirkan pemikiran takfirnya (pengkafirannya) terhadap umat Islam sekarang ini kerana ia telah diakui oleh Yusuf al-Qaradhawi dengan fatwanya: “Pada peringkat pengkafiran ini. menyebarkan pemikiran takfir dan sebagainya”.“Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama serta keluar dari Laa ilaha illallah. namun kita tidak mengkafirkannya kerana kita belum menegakkan hujjah ke atasnya”. (Lihat: al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutub Minal Qawasim. 242) Di dalam kitab ヌ áãæ ムマ ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á Syeikh Abdullah bin adDuwais telah mendedahkan sebanyak 182 (seratus lapan puluh dua) kesalahan termasuk kesalahan dalam bab akidah. Hlm. berakidah Asy’ariyah dalam mentakwil sifat-sifat Allah. Apakah pendukung. mencela sahabat. 11/1057) Inilah bentuk takfir (menghukum orang lain kafir) dan menghukum murtad kepada orang Islam yang di luar kelompoknya. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengualang-ulangi pada azan kalimah (Laa ilaha illallah)”. (Supaya lebih jelas.

pengkafiran terhadap masyarakat (kaum muslimin). ini jawabnya: Berkata al-Ustaz Abdul Hakim Abdat hafizahullah dalam majlis Fathul Bari Syarh Sahih Bukhari ketika menyentuh kesalahan al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani dalam masalah asma’ wa sifat di dalam al-Fath. 3 – jasa-jasa mereka belum tergantikan hingga saat ini. (Rujukan: Menyingkap syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. mereka beranggapan bahawa antara akidah yang rosak bahkan yang kafir dan akidah sahihah (yang benar) yang selamat tidak ada bezanya.Syubhat Dan Bantahan Terdapat sebahagian pihak dari pendukung pemikiran Sayyid Qutub rahimahullah menyamakan beliau (Sayyid Qutub) dengan kesilapan al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah dalam persoalan takwil asma’ wa sifat. “Mengapa imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani serta ta’wil mereka yang keliru itu dimaafkan. serta mereka menganggap . iaitu: 1 – Lingkungan (persekitaran) mereka telah membentuk (mempengaruhi) mereka seperti itu. berbeza dengan Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dan selainnya. Maka. dan kitab-kitab mereka menjadi rujukan umat. Majusi. sufiyahnya dalam bukubukunya. meskipun dari hasil ijtihad mereka mencul bid’ah. Terbitan Darul Qolam. “Bahawasanya diakui kesalahan mereka ini sebagai kesalahan ijtihadiyah bukan bid’ah. lalu bagaimana kita boleh menerima kesalahan mereka sebagai kesalahan. Andy Abu Thalib al-Atsary. 185-186) Menurut Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi: Jika ada yang bertanya. dapat dijawab dari dua segi. Belum lagi mereka tidak memenuhi syarat sebagai seorang mujtahid. al-Banna. penyatuan shaf di antara Rafidhah. begitu juga hasan al-Banna selalu menunjukkan tafwidh. mereka ini tidak memiliki jasa ilmiyah serta amaliyah dan tidak memberi manfaat bagi umat Islam sebagaimana yang dimiliki oleh anNawawi.” Bila ingin dibandingkan: Sayyid Qutub dengan buku-bukunya selalu mengulang kesalahan yang sama. m/s. maka bahayanya telah hilang dengan tanbih (peringatan) ini. Nasrani. sedangkan Sayyid Qutub. kerana imam Nawawi dan Ibnu Hajar memiliki jasa ilmiyah dan bermanfaat bagi umat Islam yang boleh menutupi kesalahan-kesalannya. Ibnu Hajar dan imam-imam besar yang lainnya. Pertama: Bahawa di antara dua jenis kelompok orang ini ada perbezaan yang besar. dan firqah-firqah sesat dengan kaum muslimin dan kesalahan-kesalahannya (an-Nawawi dan Ibnu Hajar) tidak membahayakan masyarakat. dan yang seumpamanya tidak dimaafkan? Maka. Dan para ulama telah menjelaskan dan memebri peringatan agar berhati-hati dari kesalahan-kesalahan tersebut. al-Maududi. kerana beberapa hal. Maka yang demikian ini adalah salah satu bentuk kezaliman. dan tidak mengajak untuk tahazzub (bergolong-golongan/firqah). Adapun Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna. Kedua: Bahawa an-Nawawi dan Ibnu Hajar tidak mengajak kepada kesalahan-kesalahannya. 2 – mereka tidak mengulang-ulang perbahasan yang salah tersebut dalam kitab-kitabnya dan tidak menulis satu kitab pun yang membahasa tentang masalah yang salah itu.

Hlm. 37-38) Fatwa Para Ulama Terhadap Sayyid Quthb 1 . (Ucapan yang dirakam pada tanggal 7/11/1414) 4 .Berkata Syeikh Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr: “Bahawa Sayyid Qutub bukan termasuk ulama yang dapat dikuti perkataannya dalam masalah-masalah ilmiyah”. 35) 3 . dan lainnya dan seorang muslim itu tidak berbeza. keutamaan mereka serta aqidah yang benar. Hlm. (Lihat: Baraatul Ulama Ummah.bahawa antara seorang Rafidhah. termasuk pertubuhan Ikhwanul Muslimin: “Khusus mengenai Sheikh Muhammad Amman al-Jami dan Sheikh Rabi’ bin Hadi alMadkhali. Nasrani. kerana banyak orang yang ta’asub (fanatik) dengan pendapatpendapatnya yang menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah dan mereka memerangi ahlu Sunnah. 30) 3 .Syeikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menyatakan berkenaan Sayyid Qutub yang mentahrif ayat-ayat istiwa: “Dan ini adalah batil dan menunjukkan bahawa Sayyid Qutub miskin dalam hal tafsir”. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutu Minal Qawasim) tulisan Sheikh Dr.Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berfatwa: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam.Pujian Sheikh Abdul Aziz Bin Baz terhadap Sheikh Dr. m/s. keduanya adalah Ahlus Sunnah dan aku mengenal keduanya dengan keilmuan mereka. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali yang banyak mengkaji dan membongkar sekian banyak penyimpangan dalam kepelbagaian firqah dalam dakwah. Muhammad Amman al-Jami telah meninggal dunia pada malam Khamis tanggal 27 Sya’ban tahun ini (semoga Allah merahmati beliau) namun aku menasihatkan agar tetap mengambil faedah (manfaat) dari kitab-kitab yang ditulis oleh keduanya. Dr. dan mereka ini sungguh memberi mudharat terhadap kaum muslimin bukan memberi maslahat. (Dinukil dari Edisi Terjemahan atas judul: Menepis Manhaj Dakwah II. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. Terbitan Daar as-Salaf. Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali) 2 . baik secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufiq-Nya dan agar Allah mengampuni Sheikh Muhammad Amman dan agar memberikan taufiq kepada . Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”. oleh Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi. (Lihat: Baraatul Ulama Ummah.Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan pendedahan bahaya pemikiran Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak. dan ini merupakan bahaya yang paling besar.

dan sungguh kegagalan tersebut adalah lebih mulia dari segala keberhasilan. mereka akan dicemuh kerana mereka berdakwah dengan dakwah yang benar yang tegak di atas al-Kitab dan as-Sunnah di atas manhaj salafus soleh ini. ini merupakan perkataan yang buruk. yang mana sedikit orang yang bersedia menunaikannya di masa-masa sekarang. yang berbunyi: “Meskipun telah diketahui sikap dua orang sheikh yang mulia. sesungguhnya Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha dekat.” (Rujukan: Kaset al-As’ilah as-Suwaidiyyah. dua orang da’i kepada Kitabullah dan Sunnah di atas pemahaman salafus soleh. kerana keduanya lebih mengetahui tentang kedalaman jiwa dan lebih berpengalaman dalam bertindak dengan tindakan yang bermanfaat dalam siatuasi-situasi yang tepat. Maka penghinaan atas diri dua orang sheikh ini. maka tidaklah hairan kalau mereka berdua berhasil dan Ali gagal. penyuapan. penipuan. iaitu Sheikh Rabi’ dan Sheikh Muqbil.a. sedangkan orang-orang yang membantah beliau sama sekali tidak berada di atas ilmu selamanya. sementara ilmu ada pada beliau. merupakan penghinaan terhadap Muawiyah dan penghinaan terhadap Amr bin Ash. tidaklah mengalahkan Ali r.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata ketika beliau ditanya perkataan tersebut dan dibacakan kepadanya.a. (Rujukan: Kaset al-Muwazanat Bid’atul ‘Ashr li al-Albani) 6 – Fatwa al-Allamah Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah: Sayyid Qutub berkata dalam bukunya “Kutub wa Syakhiyah”. sebagaimana inilah yang nampak oleh semua orang. Rujuk juga: Kaset Tsana’ul Ulama ‘ala asy-Sheikh Rabi’ – tasjilat Minhajus Sunnah) 5 – Diajukan sebuah pertayaan kepada Sheikh al-Albani dalam sebuah kaset yang berjudul Liqa’ Abil Hasan al-Ma’ribi ma’a al-Albani. “Perkataan yang buruk. Dan ketika Muawiyah dan sahabatnya itu condong melakukan kebohongan. “Sesungguhnya Muawiyah dan sahabatnya Amr r. dan Ali r. akan tetapi kerana mereka berdua juga lebih tangkas dalam mempergunakan pelbagai pedang sedang Ali terikat pada akhlaknya dalam memilih sarana untuk berkelahi. celaan kepada mereka ini hanya bersumber dari salah satu di antara dua kemungkinan orang: boleh jadi dia seorang yang jahil/bodoh dan boleh jadi dia adalah pengikut hawa nafsu. halaman 242. semua itu adalah perkataan yang buruk dan mungkar. tidak mampu untuk mengikuti hingga ke tindakan yang paling hina tersebut. kecurangan.a. atau pernyataan perang dari orang-orang yang menyelisihi manhaj yang benar ini. kemunafikan.seluruh kaum muslimin kepada perkara yang diredhai-Nya dan perkara yang padanya terdapat perbaikan bagi kaum muslimin. dan membeli segala perlindungan. iaitu Sheikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan Sheik Muqbil bin Hadi al-Wad’i dalam memerangi kebid’ahan dan pendapat-pendapat yang menyimpang.. tentang Muawiyah bin Abu Sufyan dan Amr bin al-Ash r.” Sheikh al-Albani juga menyatakan bahawa: “Sesungguhnya pembawa bendera jarh wat Ta’dil zaman ini adalah saudara kami Dr.” Maka beliau rahimahullah menjawab: “Alhamdulillah kami merasa yakin bahawasanya para da’i di pelbagai negeri Islam yang mereka menegakkan kewajiban fardhu kifayah (ini). ada sebahagian kalangan pemuda yang meragukan bahawa keduanya berada di atas garis salaf.a. tipu daya. . Rabi’.

keselamatan) akan tetapi bila ia mencela sebahagian besar atau memfasikkan mereka maka ia keluar dari Islam kerana mereka adalah pembawa syari’at ini. “sesungguhnya dalam diri mereka berdua ada kemunafikan”. dan saudara kita Sheikh Rabi’ al-Madkhali juga menulis tanggapan-tanggapan atasnya. dan bila mereka dicela ertinya adalah suatu celaan terhadap syari’at. kerana sesungguhnya pencelaannya terhadap beberapa sahabat r.” Penanya berkata.Muawiyah dan Amr serta orang-orang yang ebrsama mereka berdua adalah dalam posisi berijtihad. “Tidakkah dilarang saja buku-buku yang ada di dalamnya perkataan seperti itu?” Yang mulia Sheikh Abdul Aziz bin Baz berkata.w.” (Rujukan: Kaset “al-Liqa’ alMaftuh ats-Tsami Baina Sheikh al-Utsaimin dan al-Madkhali di Jeddah”. “Karangan Sayyid Qutub. Jihad. “Karangan siapa?” Penanya berkata. dan yang berakhir tidak tepat. atas Sayyid Qutub dalam Tafsirnya ataupun dalam buku lainnya.w. & Mengkafirkan Kaum Muslimin.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata.” Sheikh Abdul Aziz berkata. Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . bukankah perkataan seperti ini merupakan tindakan mengkafirkan?” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata. beliau menjawab: “Pengamatan saya terhadap buku-buku Sayyid Qutub adalah sangat sedikit sekali dan saya tidak mengetahui keadaan orang tersebut. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. 18/7/1416H).” (Rujukan: Syarh Riyadhus Sholihin karangan Sheikh yang mulia. Terbitan Darul Haq) 7 – Sheikh Muhammad bin Soleh al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya berkenaan Sayyid Qutub.” Seorang penanya berkata. Terbitan Darul Haq) .w.t. membalas kebaikan kepada sheikh). “Dalam buku berjudul Kutub wa Sykhshiyyat.a. “Perkataannya. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri.t. kemudian ditandatangani oleh Sheikh Muhammad dengan tanggal 24/2/1421H). “Dalam sebuah buku (semoga Allah s. Jihad. seangkan para mujtahid apabila tidak tepat maka semoga Allah s. maka barangsiapa yang suka untuk menelaahnya maka baik untuk ditelaah. “Ini adalah perkataan yang buruk.” Penanya berkata. mereka menulis tanggapan-tanggapan atasnya. adalah suatu kemungkaran dan kefasikan yang harus diberi hukuman (kita memohon kepada Allah s.t. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. memaafkan kita dan mereka. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. atau salah satu sahabat r. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . akan tetapi para ulama telah menulis tentangnya yang bersangkutan dengan karangannya dalam Tafsir “Fi Dzilalil Qur’an”. “Ini adalah salah dan keliru namun tidak menjadi kafir. “Bahkan lebih baik ia dirobek (dikoyak). seperti yang ditulis oleh Sheikh Abdullah ad-Duwaisy rahimahullah. hari Ahad.a. “Apakah ini ada dalam surat khabar?” Penanya berkata.” Kemudian beliau berkata kembali.

Jihad. dan sekiranya mengambil dari kitab-kitab salaf (kitab terdahulu). akan tetapi tafsir tersebut tidak dapat dijadikan sandaran kerana bercampur dengan pelbagai perkara sufiyah dan rangkaianrangkaian kata yang tidak sewajarnya dalam kitabullah seperti mensifati al-Qur’an dengan muzik dan nada-nada dan juga penulisnya tidak prihatin terhadap tauhid ibadah. Inilah pendapat saya. dan bila ia sebutkan berkenaan tauhid uluhiyah maka ia memusatkan pada tauhid hakimiyah (perundangan).w. dari ayat-ayat dan surah-surah yang ada. Rujuk: (ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム .t. dan bahawasanya kita membuat para pemuda tergantung dengan buku tersebut dan agar mereka mengambil pemikiran yang padanya terdapat perkara yang perlu diperdebatkan. Maka buku itu bukanlah tafsir dengan makna yang difahami oleh para ulama terdahulu dari masa yang lalu iaitu bahawasanya tafsir adalah penjelasan akan makna al-Qur’an dengan riwayat-riwayat yang ada. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. tafsir al-Qur’an dan hukum-hukum syari’at. “Masalah membaca buku azh Zhilal masih diperdebatkan kerana azh-Zhilal mengandungi perkara-perkara yang masih perlu diperdebatkan.t. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. Terbitan Darul Haq) Penutup Tulisan yang telah anda baca ini hanya mendedahkan sebahagian kecil dari sekian banyak . 9/8/1412H. maka pastilah lebih sesuai bagi para pemuda tersebut. pertemuan dengan yang mulia sheikh. Beliau berkata. dan ini kemungkinan memiliki akibat yang buruk terhadap pemikiran para pemuda. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. penjelasan yang dimaksud Allah s. dan al-hakimiyah tidak diragukan merupakan sebahagian dari tauhid uluhiyah akan tetapi ia bukanlah satu-satunya tauhid uluhiyah yang diinginkan (dan ia mentakwilkan sifat-sifat Allah s. Pada hakikatnya kitab tersebut bukanlah kitab tafsir namun hanya sebuah buku yang membahas erti secara umum dari setiap surah atau al-Qur’an secara umum. Buku ini tidak boleh dijadikan sedarjat/setaraf dengan ibnu Katsir dan kitab-kitab lainnya.” (Rujukan: Kaset “Majmu’ ma qalahu Ibnu Baz haula nashihatihi al-ammah”. dan segala yang terkandung di dalamnya dari hukum-hukum syari’at. dengan cara orang-orang yang sesat).w. Dan sebelum itu semua. Sedangkan buku fi zhilalil Qur’an adalah sebuah buku tafsiran yang umum yang mungkin kita dapat menamakannya dengan buku tafsir yang ebrsifat tematik iaitu di antara tafsiran yang bersifat tematik yang kita kenal zaman sekarang ini. Ada tafsir Ibnu Katsir dan tafsir-tafsir ulama salaf lainnya yang banyak sekali jumlahnya yang sudah lebih dari cukup daripada tafsir seperti (fi zhilalil Qur’an) ini. dan kitab-kitab yang berbicara tentang aqidah. Sheikh al-Allamah Soleh al-Fauzan ditanya berkenaan buku “Fi Dzilalil Qur’an”. Makkah alMukarramah. yang kemudiannya diteliti kembali oleh Sheikh).8 – Sheikh Soleh bin Fauzan al-Fauzan. dan penjelasan tentang segala apa yang tersembunyi di baliknya sama ada dari segi bahasanya mahupun keindahannya. sedang hal yang sangat mengambil perhatiannya adalah tauhid rububiyah.

(telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. dan lain-lain. Syeikh Ahmad Yahya an-Najmi. (Indonesia) 12 – ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌチ ヌ á ゚ネヌムン í ヌ á ナム å ヌネ æ ヌ á ハマ ãí ム æ ヨ æ ヌネリ ヌ á フ å ヌマ æ ヌ á パン í ム . Sheikh Dr. 10 – Sebuah Tinjauan Syari’at.ヌ áãæ ム マ ヌ á レ ミ ネ ヌ á メ á ヌ á ン íã ヌ ヌ ハ ハ ゙ マ レ áì ヌ áãä ヌ å フ ヌ á マ レ æí ノ ãä ヌ á レ ゙ ヌ ニ マ æ ヌ á ヌレ ã ヌ á .ベ í ゙ノ ヌ á マレ æ ノ ヌ áì ヌ ááå . oleh Sheikh Abi Ibrahim bin Sultan al-Adnani 5 . disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. Sheikh al-Utsaimin. Antara Kitab-kita tersebut adalah sebagaimana berikut: 1 .ヌ á ゙ムヨヌ æí ン í ヌ áãí メヌ ä. oleh Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Mansur al-Udaini. (Indonesia) 11 – Menyingkap Syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. 4 .ヌ á ム ヘ ãä レ ネ マ ヌ á ホ ヌ á ゙ .ム ン レ ヌ áá ヒ ヌ ã レ ä ã ホ ヌ á ン ノ ヌ á ゙ ム ヨ ヌ æí á ヤ ム レ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã . Soleh Fauzan. seorang Anggota Kibarul Ulama dan Anggota Lajnah Badan Fatwa Saudi Arabia. oleh Andy Abu Thalib al-Atsary. 14 – Kekeliruan Pemikiran Sayyid Qutub. Terbitan Pustaka Qaulan Sadida. oleh Farid bin Ahmad bin Mansur.ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á . 2 . oleh al-Ustaz Luqman bin Muhammad Ba’aduh. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. oleh Syeikh Saad bin Abdulrahman al-Husin 6 . oleh Sheikh Dr. Cetakan Darul Haq) – Membukukan fatwa-fatwa dari ulama seperti Sheikh Abdul Aziz bin Baz. Untuk lebih jelas lagi. 3 . 9 .マレ æ ノ ヌ á ヌホ æ ヌ ä ヌ áã モ áãíä ン ì ãíæ ヌ ä ヌ á ヌモ á ヌ ã . 8 . Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Terbitan Darul Falah. Terbitan . anda boleh merujuk sendiri buku-buku karangan ulama yang membahas dan mengkaji secara khusus berkenaan Pemikiran Sayyid Qutub ini dan sekaligus pemikiran/manhaj Ikhwanul Muslimin bersama para tokoh-tokohnya yang lain. oleh Syeikh Abdullah bin ad-Duwais. Terbitan Darul Qolam. dengan tajuk: Sayyid Quthb Cela Sahabat Nabi?. Mereka Adalah Teroris!. oleh Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja’ as-Suhaimi. 13 – ã リ ヌ レ ä モ í マ ゙ リ ネ ン í ヌ ユ ヘ ヌ ネ ム モ æá ヌ ááå . oleh Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali telah disemak dan ditaqdim oleh Syeikh Dr.fakta-fakta yang menunjukkan penyimpangan Sayyid Qutub (semoga Allah mengampuninya) dalam perjuangannya terhadap Islam. 7 . Soleh bin Fauzan al-Fauzan.ヌ á ゙リネ í ノ åí ヌ á ンハ ä ノ ンヌレムン æå ヌ . Jihad.ン ゚ ム ノ ヌ á ハ ゚ ン í ム ゙ マ íã ヌ æ ヘ マ í ヒ ヌ æ ハ ネ ム ニ ノ ヌ ハ ネ ヌ レ ã ミ å ネ ヌ á モ á ン ãä ヌ á ロ áæ æ ヌ á ン ゚ ム ヌ áãä ヘムン . sheikh al-Albani. Syeikh Sulaiman bin Soleh al-Khurasyi. oleh Sheikh Dr. Telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

....?????? tau gak orang kafir itu udah pada merajalela tapi you apa yang you lakukan untuk dien ini... (Merupakan Terjemahan Dari Kitab Asal ke Bahasa Indonesia)...?/?? cuma bisa mencaci bukan>>>>>////???? kayak dewan juri loe itu kalo loe disuruh berbuat yang lebih bermanfaat kagak bisa kan???? JANGAN BELAGU LOE. kayak malikat yach........ Jari Jemari Ini Akan Terus Memintas Penyelewengan Yang Dilakukan Terhadap Agama Ini/Islam MY PERSONAL NETWORKS Rangkaian Halaman Peribadi Arkib Artikel Blog an-Nawawi Blog Aqeedah Blog Fiqh-Sunnah Blog Bahaya-Syirik Galeri Niaga Ruang Downloads MP3 Quran Persoanal Web Site Sifat Solat Sunnah I Sifat Solat Sunnah II Zikir Dan Doa Rasulullah Ustaz Rasul Dahri PMH Yahoo-Group MY Friendster I MY Friendster II ARKIB ARTIKEL ----------------------------BLOG AN-NAWAWI ----------------------------BLOG AQEEDAH ----------------------------BLOG FIQH .sama aja loe bisa makan tapi gak bisa masak....??? jawab yach.???? pantesan deh loe bukan malaikat jadi cuma bisa komen ja.. hoi semua orang you cela trus you sendiri kayak apa sih..... 2008 7:55 AM Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) BAHAYA SYIRIK Bersama Kalam/Pena/Keybord.... malu kawan you cuma bisa mencaci kawan sendiri sesama muslim tapi loe sendiri. April 11..!!!apa yang engkau berikan untuk umat ini bro..??? bisa mencaci tapi gak bisa berbuat/........gue gak katakan loe bodoh tapi loe pinter but keblingaer tau loe.BELAGU PINTER TAPI..... Posted by Nawawi Bin Subandi at 7:39 AM Labels: Ikhwanul Muslimeen 1 comments: Habibullah said..Darul Falah..

... • 123 ... • ? October (2) • 124 .Mazhab al-Muwazanah: Di Antara Kritikan Dan .Untuk mendengarkan saluran radio sunnah Search Islamic DirectoryKeyword: NUMBER OF VISITORS Persoalan Asas-asas Tauhid/'Aqeedah Intro (Edisi Revisi)Dasar-dasar AqeedahTawheed RubbubiyahTawheed UluhiyyahTawheed Asma' wa SifatDi Mana Allah?al-Wala' wal Bara' Blog Archive • ? 2011 (1) • ? March (1) • 126 . • ? July (3) ..----------------------------BLOG BAHAYA SYIRIK ----------------------------GALERI BUKU ILMIYAH ----------------------------GALERI DOWNLOAD ----------------------------MP3 al-Qur'an ----------------------------Sifat Solat Sunnah I ----------------------------Sifat Solat Sunnah II ----------------------------Doa & Zikir RasulullaH ----------------------------Mail-Forum Discussion ----------------------------My Friendster I ----------------------------My Friendster II ----------------------------Web Rasul Dahri ----------------------------- Klik!!! ..Misteri Tuah dan Sial Di Hujung Jari? • ? 2010 (18) • ? November (1) • 125 .Pemikiran Sayyid Qutub: Pencetus Ideologi Ta. • ? August (1) • 122 ..Nasihat Para Ulama Supaya Berhati-hati Denga.Tanggapan Para Ulama ke Atas Kitab Ihya’ ‘Ul.

. • 112 . Jangan Melenting! February (2) • 110 .Sebuah Penjelasan Tentang al-Asya'irah • 111 .. • ? August (1) • 100 ..Jawaban Syaikh Ibn ‘Utsaimin Terhadap Pembel.Fatwa Ulama Masa Kini Terhadap Gerakkan Ikhw.Ibnu Taimiyyah Berkata Tentang Pemberontakka.... • 113 ..Ke Mana Arah Tuju Perjuangan Islam PAS? • 092 .. • ? September (2) • 102 .Ghuluw: Sikap Yang Perlu Dihindari • ? July (2) • 099 ..Para Ustaz Ditangkap.. • 093 .. Soleh al-‘Utsa.Tatacara Angkat Takbir: Zamihan al-Ghari Pe..Benarkah Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi Seor.Perkataan Ibnu Taimiyyah Berkaitan al-Asya’i.. • 095 ..Syaikh Utsaminin Toward Safar al-Hawali & Sa. April (1) • 116 .....Islam Menolak Keganasan • ? March (1) • 87 ..Gambar Atau Patung: Dua-dua Tidak Boleh Menu.. • 114 ....Solat Ultraman: Zamihan al-Ghari Memperlekeh.Menjawab 5 Syubhat Utama Golongan Yang Meraik.. ....Koreksi Ke Atas Dr..Parti Islam atau Khawarij? • 101 ..Apakah Ini Kepercayaan Seorang Manusia Yang . • 094 . • 091 ...Tahukah Anda Hasan Nasrullah Itu Musuh Islam. • ? April (1) • 88 .Bahaya Syirik • Menjawab Syubhat Artikel: “Islam Terapkan Amalan D.• ? • ? • ? • ? • ? • 121 . • ? November (2) • 104 .. Jangan Jadi Tuli . • 103 . • ? June (7) • 097 ..Fatwa Syaikh al-Albani Terhadap Ikhwanul Mus...Perangkap Iblis Kepada Ahli Ibadah • ? May (2) • Syaikh Dr.. • 109 . Yusuf al-Qaradhawi: Bab .... • 105 .Isyarat Jari Telunjuk: Zamihan al-Ghari Berd.... Soleh Fauzan al-Fauzan Ditanya Berkenaa. • 119 .Hadis Ahad Yang Sahih Adalah Hujjah: Imam an. March (5) • 115 . June (2) • 118 . • 120 . Yusuf al-Qaradhawi Kepada Yahudi ..Jadilah Orang Yang Gembira.Pujian Dr.. • 117 ..Penjelasan Syaikh Muhammad B....Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar Berka.Benarkah Dengan Banyaknya Agama Memberi Bany.. January (1) • 108 .Benarkah Ilmu Jarh wa at-Ta’dil Telah Pupus .Fatwa Ulama’ Sunnah tentang Demonstrasi • 096 .Benarkah Rasulullah Dan Sahabat Juga Melakuk.. • ? 2009 (28) • ? December (3) • 107 .Manhaj dan Prinsip Ibnu Taimiyyah di Dalam M. • 106 .. • 89 ..

Rasul Dahri VS Ahbash • ? November (2) • 078 .Bantahan & Pertanyaan Buat Sohibus Somahah D..Benarkah Syaikh al-Albani Membenarkan Menyer. Mohd. • ? January (3) • 082 .Milik Dr. • ? January (2) • ? 2007 (47) • ? December (3) • ? November (4) • ? October (16) • ? August (3) • ? July (9) • ? June (6) • ? May (6) Short Messages Only Menjadi Teman Blog ... • 051 ..Tahukah Anda Bahawa Syi'ah Adalah Musuh Umat. • ? October (3) • ? September (3) • ? August (2) • ? July (3) • ? June (3) • ? May (2) • ? April (5) • ? March (1) • ? February (5) • 054 ..Fatwa: Siksa Untuk Pelaku Bid’ah Dan Maksiat.Mempercayai Allah Di atas ‘Arsy: “Benarkah M.. • 081 .Ust. • 080 ... • 053 .Fatwa: Bolehkah Membid’ahkan Orang? • 085 . • 083 .... • ? 2008 (32) • ? December (1) • 079 .Berkasih Sayang Dan Bersabahat Dengan Yahudi.Illuminiti: The Cult That Hijacked The World..• ? February (4) • 086 ....Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub • 050 .Runtuhnya WTC.Syiriknya Selawat Syifa’ & Selawat Nariyah • 077 . Asri .."Buku Islam Liberal...BAHAYA PEMIKIRAN HASAN AL-BANNA DI DALAM KIT.. • 084 ... 9 September : Sebuah Konspira....Membantah Syubhat Buku “ISLAM LIBERAL Tafsir. • 052 .

Terbitan Pustaka Ibnu Katsir. Klik Untuk info 3 . Satu Set (9 Jilid). Terbitan Pustaka Darul Ilmi. & penghantaran). RM100. Klik untuk info 6 . Serta kambing untuk ibadah aqiqah. Lebih lanjut. (Harga tersebut termasuk kos Disc. oleh Syaikh Dr. Boleh juga klik di sini. (Buku Baru) 4 . RM18.5gigs) kami akan hantarakan terus melalui pos kepada anda.Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Terbitan Pustaka Imam asySyafi'i.00 (DVD/4. sila hubungi Saudara Nawawi di 013-3701152 atau Saudara Adi Negara di 0162091531. Kandungan Utama • • • • al-Asya'irah (3) al-Fatawa (3) Berzanji (2) Bid'ah (4) . Duit boleh di-Bank in kan ke CIMB account no. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani. 8 Jilid). Klik untuk info 5 -Syaamil al-Qur'an. Kami juga menyediakan khidmat pengurusan sembelihan haiwan secara percuma jika diperlukan. Sms-kan Nama penuh dan alamat ke 013-3701152 untuk penghantaran. Klik untuk info 7 .Shahih Tafsir Ibnu Katsir.Ushulus Sunnah (Keyakinan Imam Ahmad).4shared.blogspot. dengan hanya RM20. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. 0114-0018104-52-8 (atas nama Nawawi Bin Subandi). mulai sekarang anda boleh mendapatkan hampir kesemua kuliah-kuliah/e-books terkini tersebut melalui DVD yang dapat kami sediakan.Ensiklopedi Solat.Tafsir Ibnu Katsir (Size Besar. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. Dapatkan Rakaman Kuliah Ingin Mendapatkan Rakaman Kuliah-kuliah Melalui DVD/CD? Mungkin anda menghadapi kesukaran untuk memuat-turun (download) koleksi rakaman kuliah-kuliah & e-books yang telah disediakan di http://an-nawawi. Oleh itu. InsyaAllah. 10 Jilid). manakala kambing dari RM650-RM750. Penghantaran secara percuma disediakan untuk kawasan sekitar Klang & Shah Alam. Hubungi 0133701152. burning.com/ 1 . RM72.com/. Harga lembu bemula dari RM2100-RM2700. Terjemahan Kata per Kata. 10 March 2010 (Rabu). Klik untuk info 2 . 012-6887715. Klik Untuk Info Tarikh Kemaskini: 16:30. Bekalan Haiwan Korban & Aqiqah Bekalan lembu & kambing untuk ibadah korban.Tafsir Ibnu Katsir (Size ekonomi.Buku Online Klik (Buku-buku Terhangat): SENARAI HARGA BUKU YANG BERUBAH (Harga Terkini) Atsar Enterprise (SA0077445-W) http://galeriniaga. oleh Ustaz Yazid Abdul Qadir Jawas.

Perkhidmatan Baik Pulih Komputer/Laptop Kini Atsar Enterprise turut menyediakan perkhidmatan baik pulih komputer & Laptop. Dengan harga RM30. Dalam bentuk botol kaca atau plastik berisipadu 450ml. dengan kos RM125 bagi kandungan sebanyak 11Liter +/. Kami beroperasi di Shah Alam. boleh hubungi 013-3701152 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut.(satu tong). Indonesia. boleh hubungi 013-3701152 atau 0126887715 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut. . Untuk menempah.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Demokrasi (3) Demonstrasi (5) Fatwa (7) Freemasonry (5) Ghibah (4) Ghuluw (1) Golongan Al-Ahbash (4) Golongan-Anti-Hadis (4) Hizbut-Tahrir (1) Ikhwanul Muslimeen (17) Jema'ah Tabligh (2) Khawarij (10) Kuburi (5) Lagho (1) Muzik (3) Peringatan (2) Qardhawiyoon (4) Ramalan (1) Sambut Perayaan (2) Sekular (3) Syi'ah (16) Syirik (8) Tarekat-Sufi-Tasawuf (15) Tauheed (4) Tauhid Hakimiyah (7) Wahhabi (6) Bekalan Air Zam-Zam AIR ZAM-ZAM Berminat Mendapatkan Air Zam-zam? Kami ada membekalkan air Zam-zam kepada mereka yang memerlukan. Untuk memesan. Madu Asli MADU ASLI Berminat Mendapatkan Madu Asli? Didatangkan dari Hutan Danau Toba (Warna Kehitaman) & Hutan Riau (Warna Merah Kekuningan).

Lebih lanjut.Kepada yang berkaitan/memerlukan perkhidmatan. -2Memahaminya di atas pemahaman para Salafus Soleh yang terdiri dari para Sahabat yang diredhai.com/2008/02/051-bahaya-pemikiran-sayyid-qutub. -4Memastikan agama ditegakkan di atas fakta yang sahih lagi ilmiyah. bolehlah menghubungi Saudara Nawawi. Prinsip Kami Prinsip Kami -1al-Qur'an & as-Sunnah sebagai pegangan. dan Tabi'ut Tabi'in. Ameen. “Ya Allah.. Klik di Sini.” Dari Mana Blog Ini Sedang Dilihat! | Suara Umum | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Buku | http://bahaya-syirik. -3Melalui para ulama yang berdiri teguh di atas jalan mereka (jalan salafus soleh).. mudahkanlah semua urusan kami dan terimalah amal ibadah kami. Tabi'in. 012-6887715 atau 013-3701152.html .blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful