P. 1
peneliti sayyid qutb

peneliti sayyid qutb

|Views: 658|Likes:
Published by ibnu_el75251

More info:

Published by: ibnu_el75251 on May 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

oleh Hafidz Abdurahman M.

A Untuk membaca, apalagi melacak, pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966), seperti kata penulis buku ini, diperlukan kejelian dan kecermatan. Karena itu, ketika menulis

pengantar ini, saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya, agar saya bisa bersikap amanah, setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar, dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub), setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama, “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis, sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”, yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. Tetapi, mungkin saja asumsi ini tidak betul. Sebab, ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas, antara lain, karena tulisan

ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku, tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. Kedua, “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. Asumsi ini juga dapat diterima, sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. Asumsi ini dibenarkan, karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at- Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). Karena itu, berdasarkan perspektif kebahasaan, asumsi yang kedua ini lebih tepat. Cuma persoalannya, jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat, buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid, setidaknya dengan comparatively method, antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. Sekalipun demikian, tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. Paling tidak, buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom yang diurai di dalamnya, setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. Karena itu, saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. Dilahirkan di Qaryah, wilayah Asyuth, tahun 1906, sepuluh tahun kemudian, Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. Dari Qaryah, beliau melanjutkan studi ke Kairo, tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. Sekitar tahun 1926, pada usia 20 tahun, beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad, penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. Kurang lebih 25 tahun, Sayyid Qutub bersamanya, dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah, beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. Dalam rentang inilah, beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. Pada akhirnya beliau keluar, dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah, pecahan Partai al-Wafd, tetapi hanya bertahan dua tahun. Setelah itu, beliau tidak terlibat dengan partai manapun. Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub, dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. Tetapi, sejak tahun 1946, setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an, beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. Selama 25 tahun, antara tahun 1926-1950, Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam, khususnya ketika bersama al-’Aqqad. Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952), disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra, seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933- 1937), konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938), kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan

makalah sosial (1940-1941), kritik terbuka kepada Dr. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943), kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944), kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945), serta uraian tentang krisis di tanah air, peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). Disamping itu, gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan, dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada, kemudian tentang siapa yang disebut penyair, disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. As-Syathi’al-Majhul (1935). Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. Dalam pengantarnya, beliau mengatakan, bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis, ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum, yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin, ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. Sekalipun berisi bantahan, tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam, tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. Thiflun min al-Qariyah (1946). Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein, penulis buku al-Ayyam, yang sangat beliau kagumi. AlMadinah a!-Mashurah (1946). Buku ini berisi kisah fantasi. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). Karya ini ditujukan kepada para sastrawan, penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. Asywak (1947). Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948). Berisi pemandangan kiamat, dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan, yang terbagi dalam delapan puluh surat. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). Buku ini berisi kritik sastra, dasar dan metodenya. Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949). Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir, dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme, sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika, dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi, setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh, akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945, setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945), Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). Ketika di Amerika, tahun 1949, beliau menyaksikan Hassan al-Bana, pendiri aI-Ikhwan dibunuh. Dari sini, Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. Setelah kembali ke Mesir, beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana, seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. Saya mendalami perjalanan hidup

beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. beliau bergabung dengan al-Ikhwan. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat diwujudkan oleh Islam. seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub. seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din. ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya. tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. Pada saat inilah. al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. dalam rentang antara tahun 1953-1966. ketika berusia 45 tahun. Inilah kitab Sayyid Qutub.” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. Dirasat Islamiyyah (1950-1953).” Karena itu. keluar buku beliau. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru. beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. Dari sini saya tahu.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi. mereka mengatakan: “Bukan itu.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. Kemudian secara berurutan. Karena itu. Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah. Buku yang menekankan. Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). Hadza ad-Din (1953). Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau. ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. tapi ini. mereka mengatakan: “Bukan itu.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit. Dalam jamaah ini. “Saya yakin. Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh.” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. seperti al-Bana. ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. Sesuatu yang biasanya . at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim.

dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka. Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya. hasan. sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. tahun 1953. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat. isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini. serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam. Dan buku ini. Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat. namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. Tentang masalah yang terakhir ini. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani.wordpress. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. Penulis: khilafah trooper http://khilafahtrooper. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid Qutub. Apa lagi untuk mendapat laporan. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. Akhirnya. beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. an. apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah.sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau. taqiyuddin . 01/02/2011 Kategori: Siyasah . Pemakaian istilah al-wa’yu. Yang berkaitan: ral. sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. WaIlahua’lam bi as-Shawab. nabhani.com/2011/02/01/perubahan-mendasar-pemikiran-sayyid-qutb-dari-alaqqad-hasan-al-banna-hingga-taqiyudin-an-nabhani/ . merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya. banna. Dalam pertemuan ini. dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh). yang masih belum sadar. sejak pertama kali mendirikan partainya.

' Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya." (Al-Fajr : 27-30) Sayyid Quthb pun menafsirkan ayat ini dengan uslub bahasanya.Membantah "Dien." (Al-Fajar : 21-26) Dia katakan: "Di tengah-tengah ketakutan ini yang disebarkan oleh tontonan barisan ketentaraan disertai dengan Jahannam dengan nada (kobaran) barisan ketentaraan yang sangat teratur dan muncul dari bangunan lafazh yang keras bentuknya bersama dengan adzab tunggal tiada duanya dan permisalan ikatan. Dia mengatakan: 'Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini. dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. dikatakan kepada orang-orang yang beriman: "Hai jiwa yang tenang. Kadang kita membutuhkan di dalam meletakkan batasan bagi perbedaan-perbedaan ini dan sewaktu menerangkannya. dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatanNya. dan Kisah" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5.” Dia katakan dalam menafsirkan firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Jangan (berbuat demikian). Maka di sisi kami ada yang kami pegangi untuk memastikan bahwasanya dia mengikuti aturan khusus dan selaras dengan suasana umum tanpa terkecuali. Seni. Disambungkan dengan bunyi 'Lii' beserta suatu jenis nada di sekitar pemandangan yang menentramkan berisi gelombang suka cita yang menghanyutkan. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam. di mana tidak semua pembaca mempunyai kesiapan untuk menerima ilmu tersebut. sedang malaikat berbaris-baris. Dua . meletakkannya sesuai dengan ragam bagian yang diilustrasikannya. kaidah-kaidah nada secara khusus dan istilah-istilah nada. dan masuklah ke dalam surga-Ku. Apabila bumi digoncangkan berturut-turut. berlawanan dengan nada ketentaraan yang keras itu. dan datanglah Tuhanmu.21. hingga ucapannya: "Dengan keharmonisan yang memenuhi seluruh ruang udara dengan ridla dan sambutan kelembutan ini: (Maka masuklah dalam kelompok hamba-hamba-Ku) berbaur dengan mereka dan saling mencintai: (Dan masuklah dalam Surga-Ku). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. jikalau kita memilih jenisjenis yang berjauhan dan berbagai bentuk nada yang berbeda pada surat An-Naazi’at. demikian juga dengan kita.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Judul ini merupakan salah satu pasal yang terdapat dalam At-Tashwirul Fanniy halaman 171 Sayyid Quthb berkata di bawah judul ini: "Dahulu kita katakan bahwa tunduknya 'kisah' kepada maksud keagamaan tidaklah menghalangi terlihatnya kekhususan-kekhususan seni sewaktu ditampilkan." Dia katakan: "Adapun beragamnya musik. Sekarang kita katakan bahwa sebab pengaruh ketundukan inilah makanya nampak keistimewaankeistimewaan seni itu sendiri yang diperhitungkan pada tinjauan seni tentang kisah (cerita) dalam dunia kesenian yang bebas. Hanya saja kita menilai masalah ini lebih mudah dari hal tersebut. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku.

Yang kita maksudkan itu ialah: 1 Apa yang dinamakan 'Kesatuan lukisan'. dia mempersilakan professor seni Dhiyauddin Muhammad." Pernah saya menyangka/mengira ada seorang muslim yang mengatakan ucapan seperti ini dalam menafsirkan Al-Qur'an. 3 Warna yang dipakai melukis dengannya dan bertahap dalam bayangan agar merealisasikan iklim kebersamaan yang berpadu dengan ide dan tema. serta bahwasanya nada sangat jelas pada sebagian ayat yang membuat tidak butuh lagi mengetahui kaidahkaidah musik (halaman 112-113). semuanya mempunyai satu warna. Dan ambillah surat Al-Falaq! Suasana apakah yang hendak dibangun di dalamnya? la adalah suasana pengucapan mantera sebab padanya ada suara tersembunyi. dan penerapan-nya. namun ia adalah layar. maka diapun berkata: "Ambillah sebuah surat pendek yang bisa saja disangka oleh sebagian orang serupa dengan mantera dukun atau perkataan sajak. dan memberikan khayalan. di mana seorang pemula dalam kaidahkaidah ini pun memiliki pengetahuan tentang kesatuan ini. ia adalah hal-hal yang tersembunyi dan menakutkan. Kemudian dia menafsirkan surat ini berdasarkan kaidahnya. intonasi. foto." Saya katakan: Ini adalah tikaman yang sangat mengherankan terhadap kitab Allah subhanahu wa ta’ala. samar. pelan. Ini adalah kemu'jizatan jika diperankan daripada sekedar ungkapan saja. keserasian. namun cukuplah kami katakan: Sesungguhnya kaidah-kaidah dasar seni lukis mengharuskan adanya kesatuan antara tiap-tiap bagian gambar sehingga tidak kacau masing-masing bagiannya. dan perpaduan visual yang ternilai sebagai seni kelas tinggi dalam bidang visual. Dia katakan: "Keserasian warna ini adalah kunci jalan menuju keserasian yang kita maksudkan itu sendiri di sini. Permasalahannya bukanlah persoalan lafazh atau pertemuan perasaan. maka dengan itu meninggilah nilai mu'jizat-nya dibandingkan semua usaha tersebut. Tidak ada dalam penjelasan ini sedikit pun tipu daya. Sedangkan pada halaman 114-115. akan tetapi inilah keterlepasan dari aqidah. Penggambaran dalam Al-Qur'an tegak di atas asas itu. tidaklah nilai kedalaman dari semua ketelitian ini kosong tanpa tujuan.di atas papan dengan ukuran-ukuran tertentu agar sebagiannya tidak menyerempet bagian yang lain dan ia tidak kehilangan keharmonisan dalam keseluruhannya. dan itulah tipu daya yang sebenarnya.bentuk nada dan pemaduan yang harmonis sempurna…………" (At-Tashwirul Fanniy: 110-111) bersama keadaan keduanya secara Kemudian dia melanjutkan menyebutkan macam-macam nada. dilipat oleh ketersembunyian dan kegelapan. dia berbicara tentang visualisasi serta pembauran berbagai gambar dan lukisan. 2 Penyebaran bagian-bagian gambar -setelah penyesuaian. sedangkan suasana umum tegak di atas asas satu kesatuan bagian dan warna. sebagaimana hal tersebut diperhatikan pada pembagian peran dalam adegan sandiwara dan film. walaupun satu-satunya sarana yang dia gunakan hanyalah lafazh-lafazh." Sayyid Quthb mengatakan pada halaman 114 dalam buku At-Tashwir. perpaduan bagian-bagian. tindakan yang sangat buruk kepada Rabb alam semesta. dan pemandangan. . berupa gambar-gambar. serta bukanlah tujuan ini sebuah hiasan yang fana. seorang pengawas lukisan di kementerian ilmu pengetahuan untuk memberikan koreksi atas bagian khusus tentang keserasian visualisasi. Dia katakan di halaman 117: "Bagian-bagian ini tersebar di atas papan dengan selaras berpadu sebagai keterpaduan yang sangat dalam. sehingga kami tidak berhajat untuk menjelaskannya. 4 Penggambaran dengan warna-warna sangat memerhatikan keterpaduan ini. suasana.

Lantas meremehkan tindakan barbar terhadap kedudukan dan kesucian Al-Qur'an juga terhadap keagungan orang yang berbicara dengannya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan wahyu untuk menunjuki para hamba-Nya. padahal Islam mengharamkan lagu. alat senda gurau yang masuk di dalamnya musik dan gendang. Lalu karena pemandangan ini terlalu sangat terang dalam Al-Qur'an dan ia teramat sangat dalam membangun seni. Hanya saja. lalu imajinasi dan mewujudkan secara jasadi adalah pemandangan yang sangat jelas dalam visualisasi ini). Juga dia katakan "Seni dan Dien dua hal yang setingkat di dalam kedalaman jiwa"." Lalu Sayyid Quthb mengemukakan keistimewaan-keistimewaan lain. serta peranan yang dimainkannya di setiap bentuk kalimat. mereka sebagaimana yang telah saya katakan terhenti pada pemandangan-pemandangan luar.Seolah Allah subhanahu wa ta’ala seorang seniman yang tidak mempunyai tujuan selain mengundang decak kagum para seniman dan pelukis. Setelah itu dia katakan di halaman 89: "Bersamaan dengan keistimewaan-keistimewaan yang ia ciptakan secara hakiki dan berkualitas. maka kita tidaklah berlebihan dalam memberikan penjelasan tentang keistimewaan-keistimewaan Al-Qur'an secara umum dan juga tidak dengan keistimewaan-keistimewaan visual Al-Qur'an secara khusus. maka sesungguhnya pembicaraan mereka tentangnya tidaklah melampaui batas pemandangan yang nampak tersebut. masih banyak cakrawala lain yang dicapai oleh keselarasan rangkaian Al-Qur'an serta dengannyalah penyempurnaan. Di belakangnya masih ada banyak cakrawala lain yang belum mereka singgung sama sekali selain pemandangan nada musik yang merupakan salah satu ufuk tinggi tersebut. Di luar semua ini. seolah Al-Qur'an tidak menjadi mu'jizat kecuali jika berada di atas metode Sayyid Quthb berikut kaidahnya yang sesat dan rusak yang terlepas dari aqidah. Lalu ketika visualisasi Al-Qur'an adalah perkara yang belum mereka paparkan dengan menjadikannya sebagai asas pengungkapan Qur'ani secara global.-pent) dan mengabarkan bahwa para pembuat gambar adalah orang yang akan mendapatkan adzab yang terberat . Kami katakan: Andaikan perkaranya seperti yang lelah engkau sebutkan. Apakah para seniman dan manusia lainnya mempunyai hak untuk meluruskan Al-Qur'an secara benar?? Sayyid Quthb berkata dalam pasal 'Kisah di dalam Al-Qur'an' halaman 143-144: "Hakikat Al-Qur'an yang terbesar dalam pengungkapan adalah visualisasi". Sayyid Quthb berkata pada pasal 'Keharmonisan seni' halaman 86: "Ketika kita berkata (sesungguhnya visualisasi adalah kaidah dasar uslub Al-Qur'an." Saya katakan: Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan mereka semua kesehatan dan keselamatan dan menjauhkan mereka dari bala' yang ditimpakan kepadamu dengan sebab kenekatan dan keberpijakanmu yang tanpa aqidah dalam membuat-buat perkataan terhadap Kitab Allah yang agung yang telah engkau jadikan sebagai medan penerapan seni yang terendah. sesungguhnya ia senantiasa menjadi pemandangan keselarasan terbaik yang dapat disentuh oleh seorang pembahas Al-Qur'an. tidak naik kepada pencapaian beragam uslub nada. maka tentu Islam tidak akan memisahkan antara Dien dan seni. Darinya didapatkan kesesuaian dalam penampilan seni dan darinya pula lahir musik yang muncul dari pemilihan lafazh dan perangkaiannya dalam aturan khusus. maka masih tersisa keselarasan seni dalam visualisasi ini yang jauh dari ufuq pembahasan mereka sesuai tabiat keadaan. juga Islam mengharamkan gambar (yang bernyawa. keterpaduan semuanya itu dengan suasana di mana dillustrasikan dengan musik ini.

html Sayyid Quthb telah membangun perbuatan fatalnya di dalam buku ini dan selainnya di atas dasar-dasar yang rusak lagi menghancurkan. dan manusia pilihan umat ini yakni ulama akan menjadi orang yang paling memerhatikan bidang seni. maka tentu engkau akan mendapatkan sekolah-sekolah seni akan selalu berdampingan dengan sekolah-sekolah Dien. Andaikan urusannya sebagaimana yang engkau katakan. Bagaimanapun ulama umat ini adalah manusia yang terpintar tentangnya.di hari kiamat serta Islam melaknat para pembuat gambar. serta sangat jauh orang pilihan umat ini bahkan orang terburuknya pun dari menganggap Dien dan seni sebagai dua hal yang sederajat. baik setan manusia maupun jin. Penerjemah: Muhammad Fuad.blogspot. Lc. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. Maret 2008. Sangat mustahil Dien menilai seni setingkat dengannya. Andaikan masalahnya seperti yang diucapkan oleh Sayyid Quthb. Cetakan: Pertama. shahabat.com/2008/05/membantah-dien-seni-dan-kisah. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. namun Allah subhanahu wa ta’ala melindungi mereka dari was-was semua setan. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. yaitu: . maka tentu para nabi. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb.

dia tidak dikekang oleh suatu aqidah apapun dalam mempraktikkan kaidahnya yang rusak di atas nash-nash Al-Qur'an. kanvas. sedangkan apa saja yang tidak terpisah dan yang baru atau apa saja yang tidak mendahului yang baru. pertunjukan di mana dia telah menjadikan mayoritas nash-nash Qur'ani sebagai panggung yang luas untuk inovasi Yahudi dan Nasrani. kertas. tontonan panggung. Dia telah menggunakan pula dalam perkerjaannya ini ahli musik." (At-Tashwirul Fanniy hal. lalu dia katakan di dalam Masyahidul Qiyamah fil Qur'an: "Ini bukan sama sekali kalimat yang berasal dari seorang laki-laki yang terkurangi dari kebebasan berpikir. dia berpendapat bolehnya hasil gambar tangan beserta apa yang menyertainya berupa alat lukis/gambar dan medianya (papan.1. Keterlepasannya dari aqidah yang dia sendiri menegaskan: "Saya dengan terang-terangan mengatakan hakikat yang terakhir ini. 3. Dia beranjak dari pemikiran dasar Jahmiyyah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah 'Dia adalah sumber mata air bid'ah' (yakni argumennya akan barunya (bukan azali) alam dengan barunya jasad dan juga argumennya akan barunya jasad dengan barunya unsur materi): ((Jahmiyah berkata: "Jasmani tidak terpisah dan unsur materi yang baru. Dia berpegang pada pemikiran dalam apa yang telah dia tetapkan dari Al-Qur'an dan hakikat-hakikat lainnya. sebagaimana pernyataannya sendiri." (At-Tashwirul Fanniy. Berpijak dari sini dan dari dasarnya ini. 258) Ternyata realitas tidak sama dengan sangkaannya. Bahkan saya adalah pria pemikir yang menghormati akalnya daripada sifat kufur nikmat dan cerita berhiaskan kebohongan. hal. bahkan komunis demi merusak Dien dan akhlak. di mana dia katakan dalam bentuk kalimat pembelaan terhadap Al-Qur'an dan semua ketetapan-nya -berdasarkan pemahamannya-: "Saya dalam titik ini bukanlah pria agamis yang diikat oleh aqidah murni sehingga tidak bisa melakukan telaah bebas. Dalam pekerjaannya ini. 255) 4. Dia justru banyak melakukan kekufuran dan membuat cerita berhiaskan kebohongan disebabkan keterlepasannya dari aqidah dan anggapannya akan pemikirannya. bahwa dalam hal ini saya tidak tunduk pada aqidah religius yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. 6." Benarlah. berupa: pementasan teater. gambar. musik dengan beragam jenisnya. (Lihat Minhajus Sunnah 1/112-113 cetakan lama) . 'Abdul 'Aziz Fahmi Basya berkata bahwa dia tidak pernah mendengarkan kebebasan yang semisal (gilanya) kebebasan Sayyid Quthb!! 5. Dia mengulang-ulangi pengungkapan kemuliaan yang dirasakannya dengan kebebasan berpikir ini. Kaidah Tashwirul fanniy (visualisasi seni) dan rentetannya yang bersumber dari kaidah tersebut. Dia telah meminta bantuan ahli gambar (tashwir) dalan pekerjaannya menyusun At-Tashwirul Fanniy Sesungguh-nya itu merupakan gambar yang diharamkan dan telah tersebut riwayat yang berisi laknat dan kecaman keras tentangnya. 2. maka dia juga baru)). juga menyatakan dengan gamblang bersamanya. drama. Dari sini jugalah dia berpendapat bolehnya permainan musik dengan ragamnya. Keyakinan bahwa Dien dan seni setara. Sesungguhnya saya berbangga dengan kalimat singkat yang pasti yang diungkapkan oleh professor peneliti besar ‘Abdul ‘Aziz Fahmi Basya yang menyifati arah pemikirannya ini: 'la memberikan semerbak kebebasan akal yang belum pernah kita dengarkan sebelumnya'. padahal ia diharamkan dan seburuk-buruk alat yang melalaikan (dari mengingat Allah subhanahu wa ta’ala). dll). Begitu pula dengan rentetan kaidah tersebut.

teguh. di mana manusia dapat melihatnya hingga kepada keluarbiasaan yang jauh tersembunyi yang tidak sanggup untuk dicapai oleh semua pandangan mata dan pemahaman: .")) (Fi Zhilalil Qur'an 3/1762) Dia katakan dalam Azh-Zhilal sewaktu menafsirkan surat Thaahaa 4/2328: "Beristiwa' di atas 'Arsy adalah ungkapan majazi tentang puncak kekuasaan dan ketinggian." Kemudian.)] alasan terbesar untuk menyerang ajaran yang dibawa oleh para rasul dari Allah subhanahu wa ta’ala. namun harus berhenti pada lafazhnya. kalimat majazi untuk mengungkapkan posisi kekuasaan yang tertinggi. dia katakan: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy. Adapun Arsy itu sendiri maka tidak ada celah untuk mengatakan sesuatu tentangnya. Namun yang dimaksudkan di sini hanyalah urutan maknawi: 'Lalu ketinggian adalah derajat di atas makhluk'. Sedangkan lafazh 'lalu' secara pasti tidak mungkin bermakna berurutannya waktu. karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengalami keadaan yang berubah-ubah. ia katakan: "Dari pemandangan yang luar biasa ini. (-pent. maka kita belum lagi selesai berbicara tentang pemandangan universal ini. dia mengulang-ulangi kata 'ketinggian' dan 'kekuasaan' dalam bentuk kalimat yang menunjukkan bahwa dia tidak mengakui adanya Arsy sebagai makhluk yang Ar-Rahman beristiwa' di atasnya." Dalam tafsir surat Al-Furqan dalam Azh-Zhilal 5/2807. ia berkata: "Lalu Dia beristiwa' di atas 'Arsy. tidak mungkin Dia subhanahu wa ta’ala berada dalam suatu keadaan lalu berada pada keadaan yang lain." "Beristiwa di atas Arsy: simbol ketinggian-Nya di atas seluruh makhluk." Kemudian dia menyambung menjelaskan pemikirannya yang bathil. dan kokoh dengan bahasa yang difahami oleh manusia. Tafsir surat Ar-Ra'd dalam Zhilalil Qur'an 4/ 2044-2045. sebagaimana dia telah menyebutkannya berulang-ulang yang sebagiannya kian menegaskan yang lain. Di mana sesungguhnya di belakang itu masih tersisa persoalan yang patut untuk kita pisahkan kedalam pasal khusus. Sayyid Quthb telah mengumpulkan kedua dasar yang rusak ini untuk menta'thilkan sifat istiwa' (bersemayam) Allah di atas Arsy-Nya dan sifat ketinggian-Nya di atas para makhluk. ini diungkapkan dalam bentuk kalimat seperti itu. Berbeda dengan kata istiwa'. yang nampak ini adalah ungkapan majazi tentang ketinggian." (("Beristiwa' di atas Arsy. Sebagaimana yang telah kami rincikan dalam pasal Imajinasi inderawi dan jasadi' dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an. serta memberikan bagi golongan dahriyyah [Golongan yang mengingkari adanya hari kebangkitan. Dia katakan pada tafsir surat Yunus dalam Azh-Zhilal 3/1762 di pasal 'Imajinasi inderawi dan jasadi' halaman 71-72: "Ketika kita mengatakan bahwa tashwir (visualisasi) adalah sarana paling diutamakan dalam uslub (metode) Al-Qur'an serta kaidah utama dalam penjelasan. Lalu tergambar dengannya makna-makna sesuai cara Al-Qur'an dalam memberikan gambaran.Beliau juga katakan di tempat lain dalam Minhaj 1/403 cetakan baru: "Berargumen dengan cara ini mengakibatkan penafian sifat yang dimiliki Allah subhanahu wa ta’ala dan menyebabkan munculnya bid'ah Jahmiyyah yang telah dikenal oleh Salaf umat ini.

" "Jikalau ia adalah ketinggian maka ini yang tertinggi dan seandainya ia adalah keagungan maka ini yang teragung. maka kita sanggup untuk berkata bahwa 'la adalah ungkapan kiasan tentang kekuasaan di atas seluruh makhluk'. yakni ketinggian mutlak yang Dia gambarkan dalam bentuk wujud berdasarkan cara Al-Qur'an di dalam memberikan pendekatan tentang persoalan-persoalan yang mutlak bagi kemampuan pemahaman manusia yang terbatas. karena ia tidak bersumber dan ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri. sentuhan tentang ketinggian mutlak di samping sentuhan pertama tentang ketinggian yang dapat dilihat. kaidah-kaidah visualisasi. Pendapat ini tidak menafsirkan: "Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. dan dasar-dasar berbagai bidang seni perfilman yang telah dia praktikkan atas Al-Qur'an dengan segala kebiadaban/keberanian."Lalu Dia beristiwa' di atas Arsy. sebagaimana yang telah kita sebutkan. Pendapat lain: "Kita beriman kepada istiwa' namun kita tidak mencapai ziyyat (gambaran bagaimana)-nya". Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. kita beriman kepadanya sebagaimana yang Dia sebutkan sementara kita tidaklah mengetahui hakikatnya. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri. Lantas dia menguatkannya dengan kaidah yang dia buat dalam 'Visualisasi seni' dan ekornya 'Mengkhayalkan dan melahirkan dalam bentuk jasadi'. lebih utama kita katakan "la adalah kata kiasan dari kekuasaan"." Pembaca dapat melihat Sayyid Quthb menakwilkan sifat istiwa' dan ketinggian di manapun letaknya (dalam Al-Qur'an) dengan penafsiran Jahmiyyah ini. ia sama sekali tidak bersandar kepada ketentuan-ketentuan Al-Qur'an. Adapun beristiwa' di atas 'Arsy. (keyakinan yang menyatakan bersatunya Allah dengan makhluk-Nya). Namun justru bersandar kepada ketentuan-ketentuan sebelumnya yang bersumber dari filosofi Jahmiyyah sesat. tontonan. keduanya berdampingan dan bersatu di dalam satu ungkapan." Ini perkataan batil. ia katakan: "Dan demikian juga dengan 'Arsy. . berupa. Kaidah ini juga merupakan sumber lain dari bid'ah-bid'ah yang buruk dan telah dia ukir dalam bukunya. bahkan ia bersandar kepada ketetapan-ketetapan Al-Qur'an sendiri dan gambaran yang diwahyukannya tentang Dzat Allah subhanahu wa ta’ala juga sifat-sifat-Nya. Ucapannya: "Takwil di sini tidak keluar dari metode yang kita sebutkan tadi. di mana mereka meneguknya dari buku-buku ahli bid'ah lagi sesat dan filosofi kelompok sufi ekstrem yang telah membawa mereka dan diri Sayyid sendiri sampai kepada ajaran wihdatul wujud [Reinkarnasi atau istilah jawanya 'Manunggaling kawula Gusti'. karena ia tidak bersumber dari ketetapan-ketetapan yang berasal dari diri kita sendiri. Tidak mungkin Allah awalnya tidak beristiwa' di atas 'Arsy lalu setelah itu beristiwa'. serta teori. (-Penerbit)]. Dia juga membangun tafsirnya di atas kaidah Jahmiyyah sang sumber bid'ah." Hanya saja. At-Tashwirul Fanniy. ini berdasarkan apa yang kita ketahui dari Al-Qur'an secara yakin bahwa Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah berubahubah keadaan-Nya. Serta dari ketinggian mutlak kepada penundukan/ pengendalian……" Dalam surat Al-Hadiid di dalam Azh-Zhilal 6/ 3480. dan Azh-Zhilal. Ini juga merupakan sentuhan keluarbiasaan selanjutnya dari goresan-goresan pensil mu'jizat. pertunjukan. Al-Masyahid. Kemudian dia menguatkan hal itu dengan filosofi barunya yang dia ambil dari peranan bioskop dan panggung sandiwara beserta apa yang mengikuti dan bersumber darinya.

" (Asy-Syuura: 13) Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah (saja). Ketika mereka semua telah meninggal. setelah itu mengaku-ngaku sebagai orang-orang salafi. seni peran. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya). di mana mereka memerangi manhaj dan pembela Salaf. dan Nasr adalah nama orang-orang Shalih dari kaum Nuh ‘alaihis sallam. Hingga tatkala mereka semua telah meninggal sedangkan ilmu telah terhapus. Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutus para nabi untuk mencampakkan. Sementara tercapainya keindahan seni menjadi rambu adanya kesiapan untuk menerima pengaruh keagamaan [3]. Mereka pun melakukannya. sebagaimana yang dikatakannya dalam Kutub wasy Syakhsiyyat. namun saat itu belum disembah. dan jauhilah Thaghut'. sebagaimana yang dia katakan pada halaman 143-144 dalam buku At-Tashwirul Fanniy dan halaman 231-232 pada AlMasyahid:"Dien dan seni adalah dua hal yang sepadan di kedalaman jiwa dan penegasan indera. dan ha yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. dan membersihkan bumi dan akal darinya. Suwa'. maka setan membisikkan kepada kaum mereka untuk membangun patung (mereka) dan menamakan semuanya dengan nama-nama mereka ditempat majlis-majlis mereka yang dahulu mereka (orang-orang shaleh) duduk ditempat tersebut. Jiwa mereka telah bersimpangan dengan jiwa para salafiyyin. Dia mengatakan semisal ucapan di atas dan sewaktu dia menghina para shahabat radhiyallahu ‘anhum dia katakan 'Saya bukanlah kaum Syi'ah'. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah meriwayatkan dalam Shahih-nya pada tafsir surat Nuh nomor 4920: "Sesungguhnya Wadd.Sayyid Quthb dalam hal pengaburan dan menimbulkan kerancuan mempunyai bandingan. Para pengikut Sayyid Quthb telah mengambil pelajaran darinya berupa cara seperti ini. serta jiwa mereka telah bersatu dengan jiwa Sayyid Quthb dan lain semisalnya. maka apa yang sejalan ia pun bersatu dan apa yang tidak sehati ia pun berselisih. menghancurkan. ketika seni naik ke tingkat setinggi ini dan ketika jiwa menjadi jernih untuk menerima misi keindahan itu". Yaghuts. sehingga jadilah seni dan Dien sebagai dua hal yang sepadan (sederajat) bagi Sayyid Quthb. 7. Sangat berlebihannya dalam memberikan penilaian bagi perfilman. dan musik. Hati mereka serupa dan arwah itu berkelompok-kelompok. Dien Islam dalam semua misi kerasulan merupakan syari'at Allah subhanahu wa ta’ala Rabb alam semesta." (An-Nahl : 36) Termasuk dari thaghut: gambar (patung) yang diajarkan oleh setan dan dia telah menyesatkan generasi demi generasi dari masa Nuh ‘alaihis sallam hingga hari kita ini. Ya'uq. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Musa. Dalam keyakinan batil ini ada kedustaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dia telah mensyari’atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim." Yang menjadi saksi dalam hadits ini bahwa penggambaran (makhluk bernyawa) berasal dari bisikan . Mereka juga menempuh jalannya dalam memberikan pengakuan palsu dan pengaburan. ketika dia men-ta'thil [2] sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala. patung-patung itupun disembah (oleh generasi selanjutnya).

dan seni peran setan. Straub. kolom lain yang juga disiarkan oleh majalah Ikhwanul Muslimun di edisi kelima dalam tema 'Musik Islami'. Syaikh Al-Albani. di mana beliau rahimahullah menyebutkan tujuh hadits dalam pembahasan ini yang menunjukkan diharamkannya lagu dan alat 'senda gurau' (musik). Silakan merujuk kepada kitab Tahriim Aalaatith Tharbi (Haramnya Alat Musik) karangan AlAllamah Al-Muhaddits Al-Albani. Jika tidak. Lihat At-Tashwir halaman 114. 3 Laki-laki bisa berperan sebagai perempuan dan perempuan berperan laki-laki. dan Chicofisky. sebagaimana yang akan kami jelaskan di tempat mendiskusikan perkara ini. maka ia berasal dari peribadatan berhala yang diciptakan oleh bangsa Yunani lantas diadopsi bangsa Romawi. panggung sandiwara. jika engkau mau maka bacalah semuanya. agar lebih tepat dalam memberikan ungkapan dengan segala kemampuan yang dimiliki. bahkan kalangan ahlil bid'ahpun ikut menyusun buku tentang keharamannya semisal Al-Ghummariy. maka cukuplah pasal pertama halaman 36-74. di antaranya Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz. Tidaklah diragukan bahwa seni peran/drama itu haram. Oleh sebab itulah banyak dari para ulama yang mengingkarinya dengan sangat tegas.setan. Semua itu mengungkapkan perasaan kejiwaan yang ada dari balik tabiat manusia. setelah itu disebarkan oleh kuffar di negeri-negeri kaum muslimin ketika mereka menjajahnya serta menggunakannya sebagai senjata yang merusak Dien kaum muslimin dan akhlak. maka ia adalah seburuk-buruk alat musik senda gurau yang melalaikan. sebab: 1 Padanya ada kedustaan. dan berpendapat itulah metode penafsiran Al-Qur'an yang tertinggi. . lalu ber-ikhtilath (bercampur baur) di dalamnya. Adapun seni peran. Termasuk di antaranya: bioskop. sementara Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat para pembuat gambar. 2 Penyerupaan diri dengan kuffar dan bertaklid buta terhadap mereka. Tersebut padanya: Nada simponi (klasik) sebagai jenis musik kelas tertinggi yang dicapai oleh para musikus. Syaikh Hammud at-Tuwaijiriy. Beliau mempunyai kalimat sangat bagus tentang musik yang beliau rahimahullah sebutkan di pembukaan kitab tersebut. seorang pengawas bidang melukis di Kementrian Ilmu Pengetahuan agar memeriksa bagian khusus tentang kesejiwaan gambar. Juga telah sangat banyak karangan buku Ahlussunnah yang mengharam-kannya. di dalamnya tergabung para pemusik handal dalam jumlah terbesar dengan alat musik paling modern yang beragam. musik. banyak hadits shahih yang diriwayatkan berisi pengharamannya. dan Syaikh Shalih al-Luhaidan. Demikianlah tatkala Sayyid Quthb memanfaatkannya diapun terjatuh dalam kedustaan." (HR. Mozart. Syaikh Shalih al-Fauzan. Adapun melodi musik (gitar atau piano atau organ????). juga para ulama Islam telah mengharamkannya. Sementara Sayyid Quthb menghalalkannya. karena dusta adalah salah satu rukunnya yang harus ada. menafsirkan dengannya kitab Allah subhanahu wa ta’ala. Al-Bukhari no. juga Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para pembuat gambar. Beliau rahimahullah katakan pada halaman 15: "Di antara hal tersebut. 5950) Dan telah tersebut banyak hadits selain kedua hadits di atas yang menjelaskan kerasnya pengharaman gambar serta penggolongannya ke dalam dosa besar. Dia telah meminta bantuan untuk bukunya At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an kepada professor seni Diyauddin Muhammad. seperti Beethoven.

Di saat itu. Cetakan: Pertama. Dia juga telah mempraktikkan dalam buku Masyahidul Qiyamah fil Qur'an." Berakhir kalimat Syaikh Al-Albani rahimahullah. ____________________ [2] Ta'thil: menghilangkan makna hakiki. mempunyai ketergantungan kepada seni laksana ketergantungan Sayyid Quthub beserta sanjungannya itu?! [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Al-'Allamah Syaikh Al-Albani mengatakan: "Saya katakan. Lc. .dan lainnya yang membuat mereka terkena firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. demokrasi "Islam". nampaklah sebuah warna tersendiri yang menguasai hati dunia internasional. Inilah sebagian sendi rusak Sayyid Quthb yang dia sebutkan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an dan yang telah dikendarainya dalam menafsirkan ayat-ayat yang mulia. Tidak berhenti sekedar itu bahkan mengajak kepadanya. juga akan datang di halaman 86. dan orang-orang shalih semuanya. para shahabat. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. lantas menamakannya dengan 'musik Islami' di atas timbangan sosialis "Islam". Maret 2008. semisal Ikhwanul Muslimun. yaitu musik Islami(?!) sebagai pengganti dari musik timur .Kelompok simponis Mesir yang berjumlah lebih dari 30 orang pemusik telah terbentuk. ayat-ayat yang telah dia jadikan sebagai lapangan praktik untuk kaidah-kaidah sesatnya. mereka dibantu oleh Yayasan Pemuda Kristen(?!) lantas bermain musik di salah satu universitas di Amerika(?!). Begitulah dia melihat bahwa AlQur'an seluruhnya adalah tempat untuk mempraktikkan dasar-dasar tersebut. Betapa pantasnya untuk kita menguasai bidang ini.. betapa butuhnya kita kepada semangat baru yang akan menjadi pendobrak blantika musik dan meraih kemajuan internasional dalam bidang ini.blogspot. Hadits ini dikeluarkan dalam Ash-Shahihah halaman 90. inilah bukti terbesar bahwa anggapan kehalalan alat-alat musik telah tersebar pada kaum muslimin sampai pun oleh sebagian orang-orang yang menyerukan ‘Pengembalian kemuliaan kaum muslimin dan penegakan Daulah Islam'. (-pent... lalu nampak jelas jejaknya pada buku Azh-Zhilal. " (An-Najm : 23) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisyaratkan sebagiannya dalam sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Sungguh akan ada umatku yang menghalalkan khamr dengan nama yang mereka sendin membuatnya" pada riwayat yang lain "Mereka menamakannya dengan selain namanya”. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani.com/2008/05/membantah-ushul-yang-dipegangi-sayyid. Penerjemah: Muhammad Fuad. Andaikan tidak demikian. Sebagaimana dia masih punya kaidah-kaidah lain yang dia praktikkan pada Azh-Zhilal.) [3] Apakah para nabi..html . . Edisi Indonesia: BANTAHAN TERHADAP KITAB ATTASHWIRUL FANNIY FIL QUR'AN karya Sayyid Quthb. maka tentu majalah mereka tidak akan mau untuk menyebarkan kalimat yang sangat jelas menghalalkan musik yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini.

walaupun dia telah berjanji untuk tidak membantu para pelaku kejahatan. fanatik kesukuan. Ia sendiri menjadi tujuan dari kisah-kisah seni bebas. yakni ciri seni yang murni. pada keduanya ada perumpamaan yang terlihat jelas. dan labil. Musa berkata: ‘Ya Tuhanku. namun marilah kita lihat apa yang dilakukannya ………. Ini juga ciri dari para ahli fanatisme. layaknya kebiasaan para ahli fanatik lainnya [6]: “Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhan-nya).23. Dia melihat: . [4] Inilah kisah Qur'ani yang arah utamanya adalah da'wah keagamaan. di bawah pendengaran dan penglihatannya. Dia melukiskan beberapa figur kemanusiaan melalui para pemeran yang melewati batas-batas kepribadian maknawi kepada kepribadian percontohan. Sesungguhnya Aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku’. (Al-Qashash :15-17) "Karena itu. Maka Allah mengampuninya. untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya. jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya). Walau demikian.Menyoroti Adab Sayyid Quthb dalam Berinteraksi dengan Rasul dan Kalim Allah Musa 'Alahissallam Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 5. Itulah ciri yang nampak pada kisah-kisahnya. maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi. akhirnya menjadi seorang pemuda yang kuat [5]: "Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah. Inilah dia.’ Musa berdo’a: ‘Ya Tuhanku. yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). dan matilah musuhnya itu. dibesarkan dalam istana Fir'aun." (Al-Qashash :18) Ini adalah sebuah pengungkapan tentang keadaan yang sudah dikenal baik: keadaan gugup. Ia (Al-Qur'an) dengan cerdik memiliki ciri ini dalam perjalanannya lalu tampil jelas dalam semua kisahnya. Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. setelah itu memberikan perincian untuk sebagiannya: 1." (Al-Qashash :15) Di sini tampak sikap fanatik kesukuan dan emosional. demi nikmat yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku. Maka dengan segera percikan api fanatik kesukuan menyala membakar jiwanya. kehilangan konsentrasi. Dia adalah contoh seorang pemimpin yang temperamental. Aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orangorang yang berdosa". dan takut akan bahaya yang akan menimpa pada segala tindaktanduknya.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan dalam buku At-Tashwirul Fanniy fil Qur'an halaman 200-205: (("Sebelum ini kita telah memaparkan kisah dan pemilik dua kebun dengan temannya dan kisah Musa dengan gurunya. Kita ambil Musa. Contoh-contoh berdasarkan visualisasi warna inilah adanya seluruh kisah Al-Qur'an. Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya. Kami akan menampilkan beberapa kisah secara global.

Ta’ashub (fanatik kesukuan) dan emosionalnya telah membuat dia lupa akan istighfar.” (Al-Qashash:18) Yakni kali selanjutnya terhadap laki-laki lain. Barangkali dia sudah tenang dan menjadi seorang yang bertabiat stabil dan berjiwa santun. Namun. Andai saja dia telah menjadi seorang yang dewasa!! Bahwa selainnya juga tentu akan takut. menyelamatkan bani Israil dengan membawa mereka menye-berangi lautan. setelah itu dia pergi untuk memenuhi perjanjian dengan Rabbnya. nampakkanlah (din Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau'. Tapi kalau saja dia sekedar menjauh. sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini)." (Al-A'raaf :143) Lalu terjadilah apa yang tidak sanggup dipikul oleh urat syaraf manusia." (Al-Qashash :19) Maka ketika itulah datang seorang dari pinggiran kota dengan tergopoh-gopoh menasihatinya agar segera pergi. Marilah kita meninggalkannya di sini untuk kita bertemu kembali dalam fase kedua kehidupannya setelah sepuluh tahun. dia segera loncat berlari terbirit-birit tanpa berbalik …. Dia masih pemuda yang fanatik itu. [7] "Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya. Musa Berkata kepadanya. maka diapun pergi sebagaimana yang telah kita ketahui. apakah kamu bermaksud hendak membunuhku." (Al-Qashash:18) kamu benar-benar orang sesat yang nyata Akan tetapi dia bermaksud menimpakan kepad laki-laki kedua ini sebagaimana yang telah dilakukannya kemarin. inilah dia yang meminta kepada Rabbnya sebuah permintaan yang sangat mengherankan: "Berkatalah Musa: 'Ya Tuhanku. bahkan tidak juga oleh urat syaraf Musa [10]: "Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu. setelah itu berhenti memikirkan keajaiban yang sangat besar ini. penyesalan. "Musa berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya (kesesatannya)’. dia berkata: 'Maha Suci Engkau. musuhnya berkata: 'Hai Musa. aku . maka tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang bergerak. Dia telah menang melawan para penyihir. diapun melemparkannya. Begitu melihatnya.. ya. Maka setelah Musa sadar kembali. jika saja tidak diingatkan oleh calon korbannya dari tindakannya tersebut. Tuhan berfirman: 'Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku. dan kekhawatiran kemarin. sehingga diapun teringat dan takut. dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dan orang-orang yang mengadakan perdamaian. takut. dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan.“Maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. [8] Tidak demikian! Inilah dia yang diteriaki di sisi kanan bukit Thursina "Lemparkan tongkatmu!". maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku'. serta benar dia adalah seorang nabi.[9] Kembali marilah kita meninggalkannya sementara untuk melihat apakah yang diperbuat oleh zaman terhadap urat-urat syarafnya. tapi lihatlah ke bukit itu.

" (Thaahaa : 97) Demikianlah kobaran emosi yang sangat terlihat dan perilaku yang penuh ketegangan [11]. Itulah kepribadian yang menyatu sangat jelas dan contoh kemanusiaan yang terang dalam semua tahapan kisah." (Huud : 75) Inilah dia ketika kecilnya menyendiri dalam proses berpikirnya.bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". Berlawanannya kepribadian Musa dan Ibrahim …………. maka dia berpaling kepadanya dengan kemurkaan dan bertanya kepadanya dengan nada tinggi. Dia menemui sang lelaki tersebut (Khidhir) yang dimintainya agar sudi untuk diikuti semoga dia mengajarkannya ilmu yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. pemaaf. dan santun: "Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah. sementara di kedua tangannya ada lembaran-lembaran yang telah Allah subhanahu wa ta’ala wahyukan kepadanya. Kaumnya telah pergi dalam kesesatan. sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): Kamu telah memecah antara Bani lsrail dan kamu tidak memelihara amanatku. Kita tahu bahwa Musa tidak sanggup bersabar sampai Khidhir memberitahukannya rahasia yang terdapat dalam perbuatan yang Khidhir lakukan. lantas dia mendapatkan kaumnya telah mengambil patung anak sapi sebagai ilah sesembahan. menurut sangkaan kami dia sudah menjadi seorang tua tatkala berpisah dengan kaumnya." (Thaahaa : 94) Ketika dia telah mengetahui bahwasanya Samiri-lah dalang perbuatan tersebut. kedua. dan ketiga. akhirnya mereka berdua berpisah ………. Ini adalah contoh ketenangan. inilah dia kembali lagi.. [12] 2. maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: 'Janganlah menyentuh (aku)'. Kemudian." (Al-A'raaf:150) Begitulah dia berlaku emosional menarik rambut dan jenggot saudaranya tanpa mau mendengarkan sepatah katapun darinya: "Harun menjawab: 'Hai putera ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Sesungguhnya kami akan membakarnya. Mari kita meninggalkannya hingga beberapa tahun kemudian. kali pertama. mencari tentang Ilahnya: . tatkala telah mengetahui teka-teki di balik patung anak sapi itu: "Berkata Musa: 'Pergilah kamu. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya. dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. maka tanpa tanggung-tanggung dan tidak pula lemah: "Dan Musapun melemparkan lauh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya. kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan)." (Al-A'raaf:143) Kembalinya syaraf dan emosi dengan cepat.

aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Mungkin ini satu-satunya tindak kekerasan yang pernah dilakukannya. Wahai bapakku. dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah. Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar. dan Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah. Wahai bapakku. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. dia berkata: "Inilah Tuhanku. pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Pastilah Aku termasuk orang yang sesat. tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam. dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku". dengan cenderung kepada agama yang benar." (Maryam : 46) Sikap kasar itu tidaklah membuat dia keluar dari adab yang tinggi. "Wahai bapakku. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?" (Al-An’am: 76-80) Tidak lama setelah dia mencapai keyakinan Ini. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah. Dan dia dibantah oleh kaumnya. Sesungguhnya Telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku"." (Maryam : 47-48) Lalu. Maka tatkala matahari itu terbenam. tatkala itu: "Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: 'Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orangyang menganiaya (din sendiri)'. dia berkata: "Hai kaumku." (Al-Anbiyaa': 64) . Ini yang lebih besar". hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti.“Ketika malam telah gelap. maka diapun berusaha dengan baik dan penuh rasa kasih sayang menunjuki ayahnya dengan lafazh yang terindah dan paling hidup: “Ingatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya. kala mereka telah mengetahui bahwa sesembahan itu tidak sanggup untuk membela diri mereka sendiri. Sesungguhnya Aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit. padahal Sesungguhnya Allah Telah memberi petunjuk kepadaku". Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan". serta aku akan berdo’a kepada Tuhanku. niscaya Aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku. Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah. serta tidak membuatnya bercuci tangan dari ayahnya: "Berkata Ibrahim: 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu. janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya Aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Maka ikutilah aku. dan Aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. hampir saja mereka benar-benar beriman. Hanya saja yang memotivasinya melakukan tindakan ini ialah kecintaan yang demikian besar diiringi harapan bahwa kaumnya akan beriman ketika melihat sesembahan mereka telah hancur berantakan. (Maryam: 42-45) Hanya saja ayahnya mengingkari perkataannya dan membalas dengan ucapan yang kasar disertai dengan ancaman keras: "Berkata bapaknya: 'Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku. tetapi setelah bulan itu terbenam. Memang benar. mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo'a kepada Tuhanku'. inilah dia yang menghancurkan patung-patung mereka. kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama'. niscaya kamu akan kurajam. dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku. tabiatnya yang penuh kasih sayang.

maka ketika itu: "Kami berfirman: 'Hai api menjadi dinginlah. melayang jauh dalam khayalannya yang membawa terbang. suka gugup. Dia mengulang-ulangi menyifatkan Yusuf dengan kesadaran tinggi dan teguh di tengah-tengah dia menjelaskan kisahnya untuk menguatkan maksudnya. Bahkan dia dengan terang-terangan mengatakan pertentangan yang dia maksudkan ini. janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa. Imam Al-Bukhari rahimahullah telah mengeluarkan dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu yang berkata: Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam membagikan pembagian." (Thaahaa:13) Sebenarnya cukuplah bagi Sayyid untuk membaca hadits-hadits tentang para nabi di kitab Shahih AlBukhari. lalu seseorang berkomentar "Sesungguhnya ini adalah pembagian yang tidak diinginkan dengannya Wajah Allah subhanahu wa ta’ala"." Sesungguhnya apa yang dinisbatkan oleh Sayyid kepada Kalimullah dan Nabi-Nya Musa ‘alahis . demikianlah keadaan Yusuf ‘alahis sallam dan demikian pulalah kondisi Musa ‘alahis sallam. kasar. maka Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam murka." (AlAnbiyaa': 69) Ibrahim telah meninggalkan mereka dalam jangka waktu yang panjang bersama dengan sekelompok manusia yang juga beriman. Setelah itu dia juga membenturkannya dengan Yusuf ‘alahis sallam. fanatik suku. dia berkata: "Sedangkan Yusuf adalah contoh seorang laki-laki yang berkesadaran tinggi lagi kokoh". dan tegang kepada Kalimullah dan Rasul-Nya Musa ‘alahis sallam. melenceng. Saya melihat kemarahan tampak pada wajahnya. Saya pun menghadap Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan melaporkannya. agar dapat mengetahui jika dia telah melampaui batas. Sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini dan dia bersabar." (Al-Ahzab : 69) "Dan Aku telah memilih kamu. maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. maka sesuatu itu akan menjadi jelas". Namun yang benar ialah: beliau Musa ‘alahis sallam mempunyai kedudukan yang agung lagi tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang mewajibkan atas manusia untuk memuliakan dan mengagungkannya layaknya seluruh para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. sepupu beliau Luth ………)) Tampak jika maksud Sayyid Quthb menyebutkan kisah Nabi Ibrahim ‘alahis sallam secara berlawanan dengan gambarannya tentang Nabi Musa ‘alahis sallam adalah untuk menegakkan kaidah "Melalui lawannya. metode pengisahannya yang menjelekkan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'. di antaranya. lalu Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati Musa ‘alahis sallam. temperamental. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentangnya: "Hai orang-orang yang beriman. maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).Namun mereka kembali (pada ketidaksadaran lagi). lalu bermaksud untuk membakar Ibrahim. Sayyid Quthb memaksudkan kalau Musa ‘alahis sallam sebaliknya dalam hal ini. serta perumpamaan yang dia lekatkan berupa.

Artinya beliau ‘alahis sallam tidak mempunyai ketenangan dan sikap santun. maka tentu semua itu akan diingkari dan dianggap buruk oleh para cendekiawan mulia. Inilah hasil keterlepasannya dari aqidah Islam tentang Musa ‘alahis sallam dan selainnya. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] . bankan beliau ‘alahis sallam mempunyai sifat yang berlawanan dengan keduanya menurut Sayyid Quthb. serta juga tentang Al-Qur'an itu sendiri. di mana beliau 'alahis sallam tetap tidak menjadi penolong bagi pelaku kejahatan." (Al-Ahzab: ) [12] Dalam semua yang telah lalu ada celaan buruk terhadap Nabi mulia ini. serta hukum dari perbuatan berbahaya ini sangat besar dan berat di sisi para ulama. seorang pembesar para rasul.sallam itu menafikan apa yang seharusnya beliau ‘alahis sallam dapatkan berupa penghormatan dan pemuliaan. tapi ucapannya 'sebagaimana kebiasaan para ahli fanatisme' sungguh adalah puncak celaan. ataukah dia pura-pura lupa agar dapat selaras dengan ejekannya terhadap Nabi ini?? [6] Lihatlah bagaimana celaannya kepada Nabiyullah Musa ‘alahis sallam dalam komentarnya ini. betapa jahat tikamannya di dalam lembaran bukunya ini. [7] Tidak demikian. [9] Di sini juga ada celaan yang sangat buruk dan olokan terhadap Nabi yang mulia ini. [10] Terkandung celaan dan penghinaan yang luar biasa. [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb. Silakan merujuk kepada kitab Asy-Syifa' karya Qadhi 'Iyadh rahimahullah dan Ash-Sharimil Maslul 'Ala Syatimir Rasul karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah __________________________ [4] Apakah yang dia maksud dengan kisah seni bebas?? [5] Kita tidak tahu. sifat temperamental tercela. Lc. [8] Ini benar-benar puncak celaan dan penistaan. Maret 2008. Sementara kalimat itu dengan sangat kurang ajar justru ditujukan kepada seorang Rasul mulia. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. Penerjemah: Muhammad Fuad. Ini adalah perkara yang membuat berdiri bulu kuduk. Musa ‘alahis sallam tidaklah lupa akan apa yang telah dia katakan. Cetakan: Pertama. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. dan termasuk Ulul 'azmi yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diperintahkan untuk mengambil keteladanan dalam kesabaran dari mereka: "Maka bersabarlah kamu sebagaimana orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar. Hal: 50-66. Demi Allah. andaikan celaan dan penghinaan ini diarahkan kepada manusia yang paling hina sekalipun. tidak ada ta'ashub atau emosional. hendaklah pembaca mengingat ucapan Sayyid Quthub secara terang-terangan bahwa 'Tidak ada aqidah keagamaan yang membelenggunya dari pemikiran'. apakah Sayyid Quthb telah melupakan pemuliaan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Nabi-Nya Musa ‘alahis sallam dalam firman-Nya: Lalu dia mengatakan ucapannya ini. Sikap fanatik kesukuan tercela. Artinya penyakit syaraf yang diderita oleh Musa ‘alahis sallam tidak ada yang menandinginya. (Menurut Sayyid) [11] Lihatlah.

Affan. terbukti bahwa sebuah sistem cenderung bersifat statis.blogspot. Sumber Islam itu hanya memberikan pedoman ajaran berupa seperangkat prinsip[2] dan tata nilai etika bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. misalnya Islam berbicara tentang beberapa prinsip atau etika seperti musâwah (persamaan). Pemahaman ini sejalan dengan prinsip universalitas ajaran Islam yang memungkinkan Islam diamalkan di mana dan kapan saja. Sebagai anganangan sosial-politik. melainkan menggambarkan sejumlah prinsip luhur yang penting bagi kemanusiaan dan keadilan sosial. MacDonald. kebebasan merumuskan bentuk negara sebagai pelembagaan dan perwujudan nyata dari angan-angan tersebut terbuka lebar bagi kesejarahan umat Islam. penulis menyebut “angan-angan sosial-politik”. Abi Thalib.http://hizb-ikhwani. 'adâlah (keadilan). Demikian juga Piagam Madinah yang dirumuskan Rasulullah SAW bersama warganya. mengekang dinamika masyarakat yang selalu berubah.B.R. Apalagi para penggagas negara Islam kontemporer yang paling getol pun tidak berbicara tentang sistem [negara] Islam. Joseph . Sebab.[5] Thomas W. Karena itu. Islam tidak menetapkan sesuatu sistem untuk menegakkan prinsip-prinsip tersebut. prinsip dan tata nilai etika tersebut disebut angan-angan (imaginaire) sosial-politik [Islam] yang demokratik.[3] Prinsip-prinsip yang dimaksud bersifat universal sesuai dengan watak dasar Islam yang transhistoris dan eternal. Di samping itu. dan Ali b. Khatab. tetapi juga hubungan antar manusia. Memang intelektual semacam Fazlur Rahman. Sedikitnya ada tiga alasan yang bisa dikemukakan sebagai pertanggunganjawab dalam menentukan pilihan redaksi tersebut berikut implikasi makna yang dikandungnya. Piagam Madinah tentu dapat menjadi inspirasi politik bagi umat Islam untuk membangun tatanan kenegaraan yang beretika dan bermoral. Sementara pola kenegaraan yang diterapkan Abu Bakar.[7] D. Gibb. Pertama. Selain itu. serta sistem-sistem negara lain yang mengklaim Islam. [6] H. dan menghambat perkembangan dari masa ke masa. Piagam ini sama sekali tidak mencerminkan sebuah sistem negara atau pemerintahan yang baku. Umar b. bukan “sistem politik atau pemerintahan” Piagam Madinah. performa negara sekarang jauh berbeda dengan istilah "negara" yang digunakan para pakar untuk mengidentifikasi komunitas Madinah saat Nabi SAW memimpin. A. dalam berbagai teksnya tidak mengajarkan suatu bentuk atau sistem pemerintahan (negara)[1] tertentu yang harus dianut oleh umat Islam. karena angan-angan sosial-politik Islam--dalam asumsi penulis--tidak menentukan kepastian sebuah bentuk [performa] negara apapun. digunakan kata "demokratik" saja. syûrâ (musyawarah) dan sebagainya. benar apa yang dikatakan Munawir Sjadzali bahwa: Islam tidak hanya mengatur soal ibadah. Karena itu. terlebih lagi apabila sistem itu diwahyukan dan bersifat absolut. menggunakan kata "negara" dewasa ini terasa mengerikan. Nallino. semuanya juga tak ada yang bersifat imperatif dan teologis. penulis menyepakati suatu pendapat bahwa baik al-Qur'an maupun al-Sunnah. Usman b. C. Tetapi. sebagai sumber utama Islam. Arnold. Montgomery Watt. W. Tentu sifat ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan prinsip fleksibelitas agar bisa diterapkan di mana saja dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan bagaimana saja (shâlih-un li kulli zamân-in wa makân-in wa ahwâl-in).com/2008/05/menyoroti-adab-sayyid-quthb-dalam. Keragaman tersebut semata-mata bersifat sosiologis-relatifis yang tidak mengikat bagi umat Islam.[4] Bagi penulis.html Tulisan ini sengaja diberi titel "angan-angan (imaginaire) sosial-politik demokratik Piagam Madinah". Kedua. bukan "negara demokratik" atau "khilafah demokratik" atau lainnya. Karena itu. Sebenarnya saya tidak mengatakan bahwa di dalam Islam tidak terdapat sistem politik. tetapi Islam tidak mempunyai preferensi tentang sistem politik yang mana.A.

diambil "Piagam Madinah" sebagai basis kajian untuk mendapatkan wawasan tentang anganangan sosial-politik demokratik dalam tulisan ini. dari kepemimpinan politik abad ke-7 M adalah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW karena keberhasilannya membangun komunitas pluralis tersebut. yang dirasakan oleh setiap manusia yang beriman maupun kafir. penulis yakin mereka tidak akan menyamakan istilah "negara" yang digunakan untuk komunitas Nabi saat itu dengan konsep “negara” yang berlangsung dewasa ini. Sebab. kalau hati seorang beriman menyatakan bahwa di atas manusia tidak ada instansi lain kecuali Tuhan. karenanya dalam waktu yang bersamaan Nabi menurut mereka adalah pemimpin agama dan kepala negara sekaligus. ras. maka tentu komunitas itu akan mempertimbangkan Syari’at Islam sebagai satuan hukum yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan. realitas negara saat ini telah memetamorposis menjadi sosok “makhluk” yang--seolah-olah--paling raksasa. agama. maka dalam kenyataannya. maka berarti Islam mengakui kedaulatan rakyat di mana otoritas Syari’at Islam dapat dianulir oleh kesepakatan rakyat dalam lembaga perwakilan rakyat. 14 abad yang lalu. di atas manusia yang secara riil ada dan benar-benar terasa adanya adalah maha-instansi yang bernama "negara".[8] dan banyak pakar lain. termasuk terhadap "kebenaran". Negara semakin terasa menjadi pemeran sifat kemahakuasaan Tuhan sebagai al-Muhîth. Karena jika demokratis. kekuatan (power). gender. Bisa diilustrasikan. penulis menjadikan Piagam Madinah sebagai basis kajian untuk memperoleh kejelasan nilai normatif dan empirik Islam dalam pergumulannya di tengah masyarakat pluralistik. Bahkan. Yang tak kalah menariknya untuk dikemukakan adalah latar sosial-budaya masyarakat Madinah saat itu yang sangat plural. Ketiga.[10] Karena alasan-alasan inilah. melainkan bahwa suatu komunitas jika demokratis. Dengan pemahaman ini. ras. tirani. maupun kepentingan. status sosial. Pluralitas tersebut terlihat pada komposisi penduduk Madinah yang didomisili oleh berbagai golongan suku-bangsa Arab dan bangsa . Hasan al-Banna. Untuk kata "demokratis". Pada umumnya faktor ini mendorong konflik yang tidak mudah diselesaikan. dengan 'kaca mata' ilmu politik modern menganggap komunitas Nabi SAW saat itu adalah sebuah "negara". Strothmann. dan eksploitasi kaum pekerja oleh pemilik alat-alat reproduksi (kaum kapitalis) dan pemegang distribusi kekayaan yang mencelakakan kelas pekerja. dan agama yang berbeda. "Piagam Madinah" dianggap sebagai konstitusi atau undangundang dasar pertama bagi 'negara Islam' yang didirikan Nabi SAW di Madinah. oleh sebagian pakar ilmu politik. Diakui juga oleh para pengkaji sejarah Islam bahwa model yang paling ideal dan sempurna. seperti Abu A’la alMaududi. paling berkuasa. Ia memiliki kewenangan (authority). di atas bumi ini. Dalam pandangan penulis tidak demikian. Penduduknya terbagi ke dalam kelompok-kelompok etnik. Islam dan Negara-Bangsa: Kebutuhan Prinsip Kebangsaan Sudah menjadi pengetahuan umum. dan Sayyid Quthb.[9] Meminjam istilah yang digunakan Karl Marx untuk menyebut realitas negara sekarang adalah suatu aparat atau mesin opresi (penindasan). bisa jadi demokrasi menjadi suatu keniscayaan bagi kelompok Muslim manapun sebagai suatu cara untuk mengelola kehidupan bersama yang beragam baik secara etnik. dan klaim (claim) yang hampir tak terbatas (unlimited). Karena. para teorisi politik Islam memang terlalu hati-hati untuk menyebut bahwa Islam itu "demokratis". Tapi. demokratis adalah proses pengambilan keputusan untuk mewujudkan kehidupan bersama yang diangan-angankan dengan cara partisipatif dan mempertimbangan pluralitas nilai yang berkembang dalam masyarakat. karena hampir semua pengkaji sejarah Islam mengakui bahwa "Piagam Madinah" merupakan instrumen hukum-politik yang membuat komunitas Islam dan non-Islam saat itu menuai kebebasan dan kemerdekaan di bawah kepemimpinan Nabi SAW. yang maha-meliput.Schacht. Kekhawatiran ini pernah menghantui pemikiran politik beberapa pemikir Islam. R. par-exellence. Islam hadir dan berinteraksi secara sosialpolitik dalam lingkungan masyarakat komunal-sukuisme yang plural. tetapi "Piagam Madinah" mampu menjadi perekat unitas dari pluralitas tersebut. "Negara" yang demikian tentu bukan istilah yang tepat untuk menyebut komunitas Nabi SAW saat itu dengan Piagam Madinahnya.

dan lebih plural tercapai semasa kepemimpinan alkhulafâ' al-râsyidûn dan sesudahnya. tulisan ini sengaja mengangkat "angan-angan sosial-politik demokratik" dari Piagam Madinah sebagai upaya untuk menundukkan permasalahan masyarakat bangsa yang demikian plural itu pada konteks yang proporsional. adanya prinsip-prinsip dasar bagi Islam untuk menghadapi kenyataan pluralisme dan negara-bangsa menjadi kenyataan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. [2] Anshar. “Islam modernis”. Jelas sekali. Hasan Ibrahim Hasan.[11] Muhammad Zafrullah Khan juga menyebut empat golongan sosial. Kesulitan ini telah melahirkan polarisasi pemikiran politik yang sangat beragam. atau langsung meninggalkan wawasan Islam sama sekali. yang kemudian melahirkan apa yang disebut oleh pengamat sebagai “Islam fundamentalis”. dan Sayyid Quthb (1906-1968 M). [2] Golongan Aus dan Khazraj yang keislamannya masih dalam tingkat nominal. Pada kegamangan modernitas dewasa ini. “Islam tradisionalis”. Menghadapi ini. Dengan kata lain. Yang menjadi persoalan. dan [4] Golongan Yahudi yang terdiri dari tiga suku utama. Muhammad Abduh (1849-1905 M). dalam pandangan Abdurrahman Wahid. kecuali Anatolia (Turki Modern). Dengan luasnya hamparan "ruang" dan memanjangnya rentang . idealisasi Islam sebagai konstruk sosial yang ideal--dan kadang utopis-hanyalah merupakan pelarian dari kenyataan. adalah bentuk-bentuk nyata dari interaksi tersebut. yang selalu dipandang "ideal" untuk saat itu. “Islam sekularis”. Ali Abd al-Raziq (18881966)[14]. Hanya ada dua pilihan dari hal yang akan menjadi pencarian semacam itu: meneruskan utopisme itu kepada usaha operasional untuk menjadikan Islam sebagai sistem alternatif terhadap konsep negara-bangsa umumnya. dan “Islam nasionalis”. sejarawan Mesir. Abu al-'Ala al-Maududi (1903-1979)[15]. dan Banu Quraizhah. karena di dalamnya terkandung sikap apatis terhadap kehidupan masyarakat bangsa yang mesti dihadapi. Adalah tetap relevan untuk memperbincangkan kaitan Islam dengan pluralisme masyarakat-bangsa. tetapi dengan identifikasi yang berbeda: [1] Kaum muslimin. tetapi dalam waktu yang singkat telah menjadi muslim. yakni [1] Muhajirin. khususnya pada tiga abad terakhir ini. Namun semestinya membincangkan "Islam" kaitannya dengan "sosial-politik" dewasa ini tentu tidak bisa hanya merujuk pada masa awal Islam. Thaha Husayn (1888-1966).[12] Yang penting menjadi catatan di sini adalah proses kreatif Nabi Muhammad. yang terdiri dari Muhajirin dan Ansor. Konstruksi masyarakat saat itu memang diakui masih sangat sederhana dan lokal setingkat perkembangan peradabannya. bahkan ada yang secara rahasia memusuhi Nabi. [3] Golongan Aus dan Khazraj yang masih menganut paganisme. Munculnya para pemikir dan pembaharu seperti Jamal al-Din al-Afghani (1839-1897 M). sebagaimana berkali-kali dinyatakan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. memilih salah satu dari dua hal di atas sama sekali tidak konstruktif. suatu masyarakat yang timbul sebagai konsekuensi logis dari konstruksi negara-bangsa. Bentuk masyarakat lebih luas. adalah kenyataan bahwa negara-bangsa dengan wawasan kebangsaannya adalah fakta yang tidak dapat dihindari. lebih kompleks.[16] Karena itulah. [3] Kaum munafik dan musyrik. Ia menawarkan suatu “gagasan baru” untuk membentuk tatanan “masyarakat baru” yang kemudian disepakati menjadi pegangan hidup bagi “masyarakat kota” yang dinamai Madinah. Kawasan masyarakatnya bukan lagi kota Madinah an sich. Dengan demikian. Banu Nadhir. Sa'ad Zahlul (1867-1927). Nabi Muhammad SAW mampu mencairkan bangunan komunalisme tersebut menjadi sebuah komunitas yang berdaulat dan integrated. Islam suka tidak suka harus berinteraksi dengan sederetan fenomena yang secara global disebut negara-bangsa (nation-state). dan [3] Kaum Yahudi yang tinggal di Madinah. “Islam sosialis”. Masa Rasul dan al-Khulafâ' al-Râsyidûn sekalipun. melainkan telah melikup seluruh semenanjung Arabia. dan menaklukkan seluruh wilayah Asia di bawah Kekaisaran Romawi. yaitu Banu Qainuqa.Yahudi yang menganut agama dan keyakinan berbeda. sebelumnya bernama Yatsrib. 'membaca' ada empat golongan dominan saat itu. Selama kurang lebih sepuluh tahun (622--632 M). sungguh tidak mudah bagi kaum muslimin untuk mencernakan keharusan historis secara interaktif. Persia. Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935 M). tidak terlalu tepat untuk dijadikan sebagai satu-satunya cermin dalam menghadapi pluralisme modern. Muhammad Husein Haikal (1888-1956 M)[13].

[23] Melihat proses perumusannya. Ibn Taymiyah (w. dan pengalaman mereka". sekularistik. seyogyanya kita mengapresiasi watak universalitas dan posisi sentral agama sebagai suatu faktor dalam kehidupan umat Islam. Kata "Madinah" menunjuk kepada tempat dibuatnya naskah. dan hegemoni nation-state--sebagai realitas kepolitikan kontemporer--harus menjadi agenda dalam diskursus sosial-politik Islam (kontemporer). Sementara kata "piagam" berarti "surat resmi. paradigma pluralisme ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa maknanya dalam mengarahkan sejarah kemanusiaan. Identitas agama dan pemerintahan melekat tak terhapuskan dalam angan-angan dan kesadaran umat Islam.. modernisme.[21] Dalam konteks ini Islam tampaknya memang didesain untuk bisa menata kehidupan sosial yang pluralistik. yang berisi pernyataan pemberian hak. disebut sebanyak 8 kali) dan al-kitâb (yang berarti buku. Islam yang diterima sekarang ini tidak lain adalah Islam yang telah menjelma melalui proses pergulatan sejarah manusia dalam segala dimensinya. tidak mengherankan jika kebanyakan gerakan sosial dan politik yang penting dalam sejarah modern umat Islam telah menuju Islam pada benang merah yang sangat kuat dengan Islam sebagai kekuatan pemersatu dan pemberi dorongan. 808 H/1406 M)[20]..”[22] Sumber lain menyebutkan bahwa "piagam" (charter) adalah dokumen tertulis yang dibuat oleh penguasa atau badan pembuat undang-undang yang mengakui hakhak rakyat. Berbeda dengan agama-agama besar dunia lainnya. seperti yang dianut oleh kalangan Syi'ah. seperti yang pernah digagas Ali Abd al-Raziq (w. " Islam sejak masa hidup pendirinya adalah negara itu sendiri. termasuk ruh dari setiap perkembangan zaman. dan Yahudi. umpamanya. Termasuk dalam kesulitan ini adalah melakukan respon terhadap wujud "negara" yang telah berubah sedemikian rupa dewasa ini. juga buktibukti historis-sosiologis di dalam masyarakat Muslim menunjukkan ketiadaan (nihil) bentuk tunggal negara. jika kita ingin memahami semua yang terjadi di masa lalu dan sedang terjadi sekarang di dunia Muslim. .. hubungan timbal balik dan saling memerlukan. sejarah. Lebih dari itu. dalam pemikiran Al-Mawardi (w.. dan Ibn Khaldun (w. jika para pemikir Muslim merasa kesulitan dalam menentukan "hubungan sosial-politik" yang sesuai dengan kehendak ajaran Islam. Piagam Madinah adalah dokumen politik penting yang dibuat oleh Nabi SAW sebagai perjanjian antara golongan-golongan Muhajirin.."waktu" kehadiran Islam. 728 H/1328 M) [19]. Masing-masing dari penganut paradigma ini mengklaim dan bersandarkan pada sumber ajaran Islam."[17] Maka tidak mengherankan.. kita tidak bisa mengasumsikan Islam taken for granted begitu saja. atau berisi pernyataan dan pengukuhan mengenai sesuatu.. Bukan sekadar itu. baik hak-hak kelompok sosial maupun hak-hak individu. sekularisme. Anshar. Prinsip-prinsip Dasar Menuju Demokrasi: 'Wasiat' dari Piagam Madinah "Piagam Madinah" adalah sebutan bagi al-shahîfah (yang berarti lembaran tertulis.. penting menjadi pertimbangan dalam memahami dan merumuskan Islam pada zamannya. 450 H/1058 M)[18]. yang dibentuk oleh teks-teks suci. Itulah sebabnya kita menyaksikan relasi agamanegara (dîn-dawlah) menjadi demikian plural dalam sejarah politik umat Islam. seluruh ranah kebudayaan dan peradaban. realitas pluralisme. "Seperti dijelaskan oleh Bernard Lewis. Islam yang telah (dan harus) menyejarah (Islam historis). Sebagimana bisa dilihat dalam perumusan dan pelaksanaan butir-butir Piagam Madinah. Piagam Madinah hadir mempertaruhkan "gagasan baru" bagi suatu bentuk tatanan "masyarakat baru" yang disebut ummat (community) dalam sejarah umat manusia. Selain tidak ada nash (teks) yang tegas-eksplisit menentukan bentuk negara sebagai klaim Islam. serta sekutunya. Karena itu. apalagi dalam metamorfosis negara sekarang. Sebaliknya ada juga yang memegang teguh bahwa agama dan negara harus dipisah. Pandangan ini dapat ditemukan. Ada juga yang memandang agama dan negara harus berhubungan secara simbiotik. disebut sebanyak 2 kali) yang dibuat oleh Nabi SAW bersama warganya. 1966 M). Dokumen itu mengandung prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan bersama dalam . Ada yang meyakini bahwa agama (Islam) dan negara tidak dapat dipisahkan (integrated).

suatu masyarakat egaliter. Dengan demikian.[26] Maka tidak apologetis. terlepas dari bentuk negara yang digunakan.[25] Oleh karena itu. golongan. Dengan kata lain. Nabi Muhammad berhasil membangun masyarakat yang bersatu dari keragaman agama: Muslim. Fakta historis ini. Setiap suku dari Yahudi adalah satu bangsa dengan orang-orang beriman. Nabi bekerja keras menumbuhkan sikap loyal mereka kepada agama dan komunitas baru itu. . baik dalam membaca realitas maupun mengambil keputusan politik. sekalipun mereka (Yahudi) tetap dalam agama mereka. paradigma sosial yang digunakan Nabi. Hal ini juga diperkuat dengan kenyataan adanya pengakuan bahwa kebiasaan-kebiasaan (tradisi. adil dan makmur. melainkan menjadi bukti historis situasi sosial-politik komunitas Madinah yang menjalani perjanjian aliansi (treaty of alliance). Islam bertugas melestarikan sejumlah dan pola perilaku sosial yang mempertalikan pencapaian tujuan dengan kemuliaan cara yang digunakan untuk itu. menjunjung tinggi moralitas. Islam berfungsi penuh dalam kehidupan masyarakat bangsa. Untuk itu. melainkan juga memperhatikan kemaslahatan masyarakat non-Muslim. kalau dilihat dari fungsi agama dalam kehidupan masyarakat. di mana berlaku nilai-nilai Islam secara konsisten. diakui bahwa dengan penetapan (arrangement) ini. tanpa perbedaan apa pun di mata hukum. ketentuan-ketentuan hukum. ketetapan-ketetapan Piagam Madinah menjamin hak semua kelompok sosial dan persamaan hukum dalam segala urusan publik. Yahudi. Hitti. dan sejahtera bagi setiap warganya. perjanjian itu sebagai suatu aliansi antara suku-suku Arab sebagai satu golongan dan suku-suku Yahudi sebagai satu golongan lain. merupakan bukti nyata kemampuan Muhammad melakukan negosisasi dan konsolidasi dengan berbagai golongan masyarakat Madinah.[24] Piagam Madinah yang digunakan adalah yang telah disistematisasi menjadi 47 pasal. ketimbang konsep modern negara sentralistik yang memaksa (represif). Gagasan-gagasan ini menganjurkan tuntutan etika sentral dari Islam yang lebih sesuai dengan asosiasi bebas bagi kerjasama komunitas yang saling menguntungkan (mutualistik). Dengan demikian. melalui pengembangan nilai-nilai sebagai etika masyarakat yang bersangkutan. Oleh karenanya. tampak dari berbagai studi yang dilakukan para ahli. Dengan kata lain. adalah inklusifisme-egaliterianisme. dan keadilan sosial atas dasar keimanan dan ketakwaan. karena perjanjian itu merupakan suatu usaha Nabi SAW untuk mengadakan rekonsiliasi antara suku-suku sebagai perjanjian persahabatan untuk meleburkan (fusi) semua pluralitas dalam satu komunitas yang integrated. rahmatan li al-'âlamîn. angan-angan sosial-politik Islam adalah suatu masyarakat yang ultramodern di dalam segala hal. universalitas Islam dapat difungsikan sepenuhnya dalam sebuah masyarakat bangsa. agama. Tata nilai dan pola perilaku itu sering disebut al-akhlâq al-karîmah. Pertama.kehidupan sosial politik. apabila Piagam ini dinyatakan mempunyai angan-angan sosial-politik untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan semua unsur pluralisme (suku. Sebagai perjanjian aliansi segi tiga--Muhajirin-Anshar-Yahudi-paling tidak bisa dilihat karena dua alasan. Ini tidak lain karena Nabi Muhammad SAW tatkala membuat Piagam tersebut bukan hanya memperhatikan kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Muslim. Di dalam tatanan masyarakat demikian ini akan hidup dengan rukun dan damai segala macam ragam manusia dari seluruh aliran agama dan suku bangsa. Kedua. Yakni. Untuk mencapai tujuan ini. dan penganut Paganisme. konvensi) masyarakat Madinah sepenuhnya diakui sebagai hukum yang hidup oleh Piagam Madinah. Terlepas dari polemik historisitas penyusunan dan otentisitas naskah Piagam Madinah. Maka jelaslah. Jadi. Piagam ini tidak saja menggambarkan komposisi penduduk Madinah saat itu. baik melalui bentuk masyarakat yang bernama negara maupun lainnya. tugas Islam sebenarnya adalah mengembangkan etika sosial (social ethics) yang memungkinkan tercapainya tujuan penyejahteraan kehidupan umat manusia. dan kepentingan) menjadi satu bangsa (ummat) untuk hidup berdampingan secara damai. menurut Philip K. cita-cita politik umat Islam harus dibimbing oleh komunitas politik Islam sebagai asosiasi pluralistik-desentralistik yang lebih berdasarkan pilihan ketimbang paksaan. harmonis dengan sifat-sifat asasi manusia.

Diamnya Rasul seolah-olah menyatakan: "Tanggungjawabmu urusan sosial politik zamanmu. yakni penegasan "kedaulatan rakyat".[28] Hasan Ibrahim Hasan. juga bisa dimaknai bahwa Rasul mewariskan "demokrasi" bagi generasi berikutnya. tentukan sendiri cara pemilihannya. selain bisa ditafsirkan sebagai sikap demokratis yang tidak memberikan wasiat pelimpahan kekuasaan. Artinya. dan aturlah urusan bersama dengan cara yang terbaik menurut kamu". dari keragaman rumusan ini secara singkat dapat ditarik point-point umum bahwa prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan bagi kehidupan demokratis untuk segala zaman dan tempat itu adalah: 1. dan ekonomi yang kita miliki. Ahmad Sukarja[32] dan J. Menjunjung tinggi hak asasi manusia 9. Keadilan sosial 5. komunitas (ummat wâhidah) 2. tidak pula mendesakkan kepada kaum muslimin suatu sistem pemerintahan tertentu lewat mana mereka harus diperintah. Prinsip kesatuan umat. Kolektifitas dan solidaritas sosial 3. Tampaknya.[29] dan Maulvi Muhammad Ali. Sikap Rasul yang tidak memberikan petunjuk untuk menentukan penggantinya sebagai 'kepala negara' sesudah wafatnya.Islam berfungsi bagi kehidupan masyarakat bangsa tidak sebagai bentuk kenegaraan tertentu. Nasionalisme 10. bangsa.[27] Muhammad Jalal alDin Surur. dan dengan mempertimbangkan perkembangan sosial dan tuntutan zaman. seperti Muhammad Khalid.[34] Untuk membuktikan otentisitas dan keluhuran Piagam Madinah kiranya penting dilakukan studi . berekspresi dan beragama 8. Namun. Kebebasan berpendapat. melainkan sebagai etika sosial yang akan memandu jalannya kehidupan bernegara dan bermasyarakat sesuai dengan martabat luhur dan kemuliaan derajat manusia. karena itu pilihlah sendiri penggantiku [jika dibutuhkan]. tapi Islam telah memberikan kita kebebasan mutlak untuk mengorganisasikan negara sesuai dengan kondisi-kondisi intelektual. Namun. hanya ada satu prinsip yang tak terlihat di atas bagi kokohnya kehidupan demokrasi. Prinsip-prinsip substansial ini memang sungguh-sungguh terrefleksikan secara eksplisit dalam diktum naskah Piagam Madinah. berorganisasi. Perdamain antar sesama dan lingkungan 6. Musyawarah Prinsip-prinsip di atas pada dasarnya adalah prinsip universal yang diakui oleh kalangan internasional sebagai prasyarat untuk mewujudkan kehidupan sosial-politik yang egaliter dan demokratis. kedaulatan dikembalikan kepada rakyat sepenuhnya tanpa ada pesan-pesan politik yang mengganggu kebebasannya dalam bersikap dan menentukan nasib politiknya. Dalam konteks ini. tepat apa yang dikatakan oleh Ali Abd al-Raziq: Islam tidak menetapkan suatu rezim pemerintahan tertentu. Persamaan di depan hukum 7. Kekuasaan politik untuk mengatur urusan bersama dikembalikan sepenuhnya kepada kedaulatan rakyat. beberapa ahli. Suyuthi Pulungan[33] dalam bukunya masing-masing.[30] serta Zainal Abidin Ahmad[31]. Namun. sosial. Perlindungan dan pembelaan terhadap yang lemah dan tertindas 4. Equalitas sosial 11. dan tanggungjawabku urusan sosial politik zamanku. berbeda dalam merumuskan prinsip-prinsip dasar "kehidupan demokratis" dalam angan-angan sosial-politik Piagam Madinah yang hanya berjumlah 47 pasal itu. prinsip ini sesungguhnya telah terjawab dengan keterlibatan rakyat dalam perumusan dan kesepakatan Piagam ini.

dan Helenan S. 1798) yang dirumuskan Rakyat Amerika.). 179. hlm. hukum umum sebab akibat.). Islam dan Tata Negara: Ajaran.perbandingan secara mendalam dengan Magna Charta (Piagam Agung. Sejarah. Karena itu. Atau. hlm. yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. [2] kebebasan beragama. maka istilah “sistem politik” umumnya dipakai sebagai nama kolektivitas hubungan dari suatu negara. dan Declaration of Human Rights (Deklarasi Hak Asasi Mnusia. asas (kebenaran yang menjadi dasar berfikir. mekanisme pemerintahan. Ia membenarkan bahwa masyarakat Madinah yang diorganisir Nabi itu merupakan suatu negara dan pemerintahan yang membawa kepada terbentuknya suatu umat Muslim. 1974). (Jakarta: Balai Pustaka. wajar kalau sang orientalis semacam W. moral. Sistem politik dibedakan dari sistem sosial lain oleh empat ciri khas. 24-36. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. A. Robin. 2. 261.). (eds. Cet. 30. 664. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. hubungan antara negara dan warga negara. Wawancara di PESANTREN No. Riggs. 1985). Dan terjemahan lain Politik Islam . misalnya tentang sumber kekuasaan.P. Secara leksikal berarti: [1] dasar kebenaran. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. 34-35. [3] Munawir Sjadzali. “Islam Kosong Sistem Politik”. 1993). [7] Baca W. dalam John J. 1965). [2] tuntunan peraturan untuk tingkah laku. hlm. hlm. “The Islamic Concept of State”. 1215) yang dibuat Raja John dari Inggris. The Four Freedoms (Empat Kebebsan): [1] kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat. 1982). [5] Baca Fazlur Rahman. Bandingkan juga dengan bukunya. Esposito. Franklin D. A. hlm. dan A. pola hubungan masyarakat yang dibentuk berdasarkan keputusan-keputusan yang sah dan dilaksanakan dalam masyarakat itu. Baca Jack C. dan Pemikiran. Cowie. Perkembangan Modern dalam Islam. 1689) yang diterima oleh Parlemen Inggris. hlm. [6] Baca Thomas W. dan [4] keputusannya bersifat otoritatif. 1989). (Jakarta: P3M.C. (Jakarta: UI-Press. Bandingkan dengan Harun Nasution dan Azyumardi Azra (ed. hlm. Islam dan Tata Negara: Ajaran. Plano. Gimson (eds. 233. Roosevelt. II. 1989). Montgomery Watt menyebut Piagam Madinah sebagai suatu "kesatuan politik tipe baru" (political unit a new type) dan dikatakan sebagai suatu ide yang revolusioner untuk saat itu. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar. dan Pemikiran. [4] Munawir Sjadzali. artinya menyandang daya pengabsah dan kerelaan yang besar. dan [4] kebebasan dari kemelaratan. [3] hak membuat keputusan-keputusan yang mengikat dan diterima sebagai absah. 1993). hlm. (London: Oxford University Press. Edisi V. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Declaration des droits de l'homme et du Citoyen (Pernyataan Hak-hak Manusia dari Warga Negara. Sejarah. 1987). Montgomery. cara pengangkatan dan pemberhentian kepala negara. Edisi V.S. meliput semua anggota masyarakat. dan sebaginya. dan sebagainya). 1948) oleh PBB. bentuk negara. Karena keempat ciri-ciri khas tersebut adalah juga ciri-ciri khas negara.VI/1989. The Caliphate. Muslim Perspective (New York: Oxford University Press. (London: Routledge and Kegan Paul LTD. (Jakarta: Beunebi Cipta. Hornby. Bill of Rights (Undang-undang Hak. hlm. Donohue dan L. Robert E. [3] kebebasan dari ketakutan. 233. (Jakarta: UIPress. Bill of Rights (Undang-undang Hak. 701. [2] kontrol mutlak atas pemakaian kekerasan fisik. (Jakarta: Rajawali. Kamus Analisa Politik. [1] daya jangkau yang universal. Islam in Transition. hlm. Arnold. 1789) yang lahir pada permulaan Revolusi Perancis. 1988). Islamic Political Thought. Wallahu 'Alam bi al-Shawab [1] Sistem politik (political system) yang dimaksud adalah suatu konsep yang mengatur soal kenegaraan. bertindak. 3/Vol. [2] Istilah “prinsip” ini berasal dari bahasa Inggris “priciple”. yang dirumuskan oleh Presiden Amerika Serikat.

al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. (Jakarta: UI Press. hlm.: Dar alKatib al-Arabiy. [16] Abdurrahman Wahid. (Mesir: Mathba’ah Meshr. “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. [25] Dikutip J. A. Bill dan Carl Leiden.). t.. 1994).el. Human Rights and International Law. Suyuthi Pulungan. hlm. 1993. 18--19. [26] Philip K. “negara (. dan Al-Khilafah wa al-Mulk (Kuwait: Dar al-Qalam. 1994). 1978). (Beirut: Dar al-Fikr. Jilid I. Tarikh al-Islam. Capital Cities of Arab Islam. (t. 1973). Din Syamsudin. 1994). 1995). 1957).). 1988). 294. hlm. 680. tentang Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk.t. [15] Karya politik Al-Maududi yang spesifik adalah Islamic Law and Constitution. (al-Qahirat. cit. hlm. (Jakarta: P3M. 4-9. VI/1989. (eds. hlm. [27] Baca Muhammad Khalid. 1989). Mas’udi. Murray et. Muqaddimah Ibn Khaldun. [21] Baca lebih jauh pada M. hlm. cit. 35-36. 1925). dalam PESANTREN No. Suyuthi Pulungan. 1979). [17] Abdullahi Ahmed an-Na’im. [18] Baca Al-Mawardi. dalam Abdelwahab ElAffendi. [10] James A. 55.dalam Lintasan Sejarah. hlm. t. 209. [14] Buku politiknya yang kontroversial adalah Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. . (kairo: Dar alMa’arif).H. hlm. hlm. (Boston: Little. 7-8. tentang Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan al-Qur’an. IV. Vol. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? (Yogyakarta: LKiS.). Vol.t. War and Peace in the Law of Islam (Baltinore: John Hopkins. The Oxford English Dictionary.). 2. dan J. (Jakarta: LSIK dan RajaGrafindo Persada.. 1979). terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties. Th. [20] Baca Ibn Khaldun.tp. hlm. t. [13] Buku politiknya yang sering menjadi rujukan adalah al-Hukumah al-Islamiyyah. [12] Dikutip dari J.)”. 30-41. hlm. [23] James. (Beirut: Dar al-Fikr. II (London: Oxford at the Clarendon Press. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. 3/Vol. [19] Baca Ibn Taymiyah. 11. [11] Hasan Ibrahim Hasan. Politics in the Middle East. 1978). (Jakarta: P3M.. hlm. (Mesir: Maktabah al-Anjlu al-Mishriyat. v. Suyuthi Pulungan. (Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. (Yogyakarta: LKiS. “Islam dan Masyarakat Bangsa”. 1994). Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an (Jakarta: LSIK. Brown and Company. op. 1955).. op. (Minneapolis: University of Minnesofa. 135. 116. hlm. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. [24] Misalnya studi yang dilakukan Ahmad Sukarja. dari Madjid Khadduri. [8] Baca Muhammad Dhiya’ al-Din al-Rayis. hlm. 1955). [22] Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. [9] Bandingkan dengan Kata Pengantar Masdar F. JURNAL ULUMUL QUR’AN No. Hitti.t. 102. Dekonstruksi Syari’ah. Khatam al-Nabiyyin.

Munawir. Sjadzali. al-Raziq. (Jakarta: 1956). op. Brown and Company. BIBLIOGRAFI Ahmad. Philip K. Hornby. dan Carl Leiden. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Qiyam al-Dawlah al-’Arabiyyat al-Islamiyyat fi Hayat Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Sallam (al-Qahirat. an-Na’im. 1978. Al-Mawardi. A. Politics in the Middle East. Bill. Ali Abd. Edisi V. 78. A. op. London: Routledge and Kegan Paul LTD. Muhammad Dhiya’ al-Din. Fazlur. hlm. t. Rahman.). 124. 1979.. “Islam Kosong Sistem Politik”. Al-Maududi. dan A. [29] Baca Hasan Ibrahim Hasan. cit. 1965. The Caliphate. Terjemahan Amiruddin Ar-Rani dari Who Need an Islamic State? Yogyakarta: LKiS. al-Rayis. hlm. 1979. Nasution. Wawancara di PESANTREN No. [31] Baca Zainal Abidin Ahmad. op. 1993. 1925. Mesir: Maktabah alAnjlu al-Mishriyat. hlm. Dekonstruksi Syari’ah. 1973.t.. Boston: Little. [30] Baca Maulvi Muhammad Ali. cit. Muslim Perspective. Sejarah. Abdel Wahab. 1974. 1982. 1957. --------. Hitti. 121. Al-Khilafah wa al-Mulk. 121.C. 3/Vol. 1994. Beirut: Dar al-Fikr. . Al-Islam wa Ushul al-Hukm (Bahts fi al-Khilafah wa al-Hukumah. (Beirut: 1972). Capital Cities of Arab Islam. Jakarta: 1956. Gimson (eds.[28] Muhammad Jalal al-Din Surur. Jakarta: UIPress.). Kairo: Maktabah Nahdliyat al-Mishriyyah. Beirut: 1972. Harun dan Azyumardi Azra (ed. [32] Baca Ahmad Sukarja. hlm.P. Muqaddimah Ibn Khaldun.VI/1989. [33] Baca J. Tarikh al-Islam. Suyuthi Pulungan. Islam dan Tata Negara: Ajaran.). Membentuk Negara Islam. “The Islamic Concept of State”. ‘Imarah. Membentuk Negara Islam. Muhammad the Prophet (Lahore. Zainal Abidin. (Minneapolis: University of Minnesofa. Donohue dan L. Jakarta: P3M. dalam John J. Masyarakat Tak Bernegara: Kritik Teori Politik Islam. 1924). al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq. Muhammad. Cowie. Hasan.. Abdullahi Ahmed. Ibn. New York: Oxford University Press. El-Affendi. 92. Beirut: Dar al-Fikr. Thomas W. Arnold. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Ibrahim Hasan. Al-Ahkam al-Sulthaniyyah. t. 1952). hlm. London: Oxford University Press. Jilid I.t. (eds. [34] Lihat Muhammad ‘Imarah. Esposito.. hlm. cit. Khaldun. Islam in Transition. terjemahan Ahmad Suaedi dan Amiruddin Arrani dari Toward an Islamic Reformation Civil Liberties.S. Human Rights and International Law. dan Pemikiran. 78-79. 1994. al-Islam wa Ushl al-Hukm li ‘Ali Abd al-Raziq. Kuwait: Dar al-Qalam. Yogyakarta: LKiS. Perkembangan Modern dalam Islam. al-Nadharariyat al-Siyasat al-Islamiyyat. 1985. James A. Mesir: Mathba’ah Meshr.

Dan terjemahan lain Politik Islam dalam Lintasan Sejarah. W.A . yang diterjemahkan menjadi Pergolakan Pemikiran Politik Islam. 1987. (Jakarta: CV. Serial Khutbah Kontemporer. al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’iy wa al-Ra’iyyah. Prinsip-prinsip Pemerintahan dalam Piagam Madinah Ditinjau dari Pandangan aL-Qur’an . 2000).html ] oleh Hafidz Abdurahman M. Bunga Rampai Pemikiran Ulama Muda. Beyond the Symbols: Jejak Antropologis Pemikiran dan Gerakan Gus Dur (Bandung: RosdaINCReS. Syamsudin. Kamus Besar Bahasa Indonesia. M. JURNAL ULUMUL QUR’AN No. 1999). Geger di Republik NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdam. 1989. Robert E.1989. 2. Beragama di Abad Dua Satu. Sukarja. VI/1989. I. Menempuh pendidikan sarjana (S1) pada Fak. Pulungan. Zikrul-Hakim. Watt. Dinamika NU (Jakarta: KOMPAS-Lakpesdsam. t. Ahmad. Montgomery Islamic Political Thought. 2002). Jakarta: Rajawali. Beberapa buku yang pernah dieditnya adalah Pesantren Masa Depan (Bandung: Pustaka Hidayah. (Jakarta: Lakpesdam. Adapun beberapa buku di mana ia menjadi salah satu kontributor tulisan adalah Tubuh. Kritik atas Politik Hukum Islam di Indonesia (Yogyakarta: LKiS. Juga aktif sebagai staf peneliti pada LAKPESDAM-NU Jakarta dan sekretaris Dewan Kebijakan Fahmina-institute Cirebon. 3/Vol. Din “Usaha Pencarian Konsep Negara dalam Sejarah Pemikiran Politik Islam. dan Kedaulatan Perempuan. Robin. Cet. Jakarta: Balai Pustaka. Vol. J. Kamus Analisa Politik. Jakarta: UI Press.t. 1994. 1999). Taymiyah. Suyuthi. Seksualitas.id/riset/item/42-islam-dan-pluralisme-angan-angan-sosial-politik-demokratik-piagammadinah. Biodata Penulis Marzuki Wahid. Sedangkan buku yang ditulis sendiri bersama Rumadi adalah Fikih Madzhab Negara. Jack C. Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta. http://isif. Jakarta: P3M. Plano. 1988. Alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. IV. Jakarta: P3M. Ibn. 2002). 1997). lahir di Cirebon 20 Agustus 1971. Seharihari bekerja sebagai Kepala Seksi Penelitian dan Pengkajian Ilmiah pada Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Depag RI. Th.: Dar al-Katib alArabiy. Kini tengah menyelesaikan program pendidikan doktor (S3) pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 1995. Magister (S2) pada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. t. Riggs. dan Kritik Nalar Bahtsul Masail NU: Trasformasi Paradigma. dan Helenan S. Cet. Jakarta: Beunebi Cipta. Wahid. (Yogyakarta: Kerjasama Rahima-ff-LKiS. dalam PESANTREN No.ac. 1993. 1989. “Islam dan Masyarakat Bangsa”.tp. 1988. Abdurrahman. II. Jakarta: LSIK. 1999). staf pengajar pada Fak. Piagam Madinah dan UUD 1945: Kajian Perbandingan tentang Dasar Hidup Bersama dalam Masyarakat yang Majemuk. Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud. 1999).

Makna yang tidak merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar’ tetapi lebih kepada terjadinya perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub. sekalipun penulis — karena pertimbangan tertentu— dalam pengantarnya tidak memberikan ulasan tentang maksud ini. diperlukan kejelian dan kecermatan. mungkin saja asumsi ini tidak betul. Tetapi.Taghyir al-Judzuri fi al-Nadhri” (konsep “Perubahan Mendasar” dalam pandangan). buku ini secara keseluruhan tidak menguraikan ciri-ciri “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid. pemikiran Sayyid Qutub (1906-1966). Karena itu. berdasarkan perspektif kebahasaan. Cuma persoalannya. asumsi yang kedua ini lebih tepat. seperti kata penulis buku ini. karena biasanya untuk merujuk kepada “konsep” atau “pemikiran” tentang “perubahan mendasar” dalam bahasa Arab digunakan ”at. yang lebih kepada konsep “perubahan mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub. Asumsi ini didasarkan kepada sikap penulis untuk tidak menyinggung sedikit pun tentang apa maksud “perubahan mendasar” yang di-highlight dalam tulisannya. “konsep tentang perubahan mendasar dalam pemikiran. Pertanyaan-pertanyaan yang justru menjadi kunci pembahasan buku ini. buku ini telah membuka mata kita melalui symptom-symptom . tidak berarti buku ini tidak layak untuk mengurai “perubahan mendasar” pemikiran Sayyid Qutub. dimanakah letak perubahan pemikiran yang mendasar itu terjadi? Siapakah yang banyak mewarnai perubahan mendasar dalam pemikiran Sayyid Qutub? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin saya jelaskan dalam pengantar ini. setidak-tidaknya mempunyai dua asumsi. apalagi melacak. antara lain. Antara lain: Apa yang dimaksud “Perubahan Mendasar” dalam pemikiran Sayyid Qutub? Benarkah Sayyid Qutub mengalami ”perubahan mendasar” dalam pemikirannya? Jika benar. Asumsi ini juga dapat diterima. “perubahan mendasar dalam pemikiran…” sebagaimana judul terjemahan buku ini. Sekalipun demikian. sebagaimana yang terlihat dalam petikan-petikan pandangan Sayyid Qutub yang dituangkan dalam tulisannya. Dengan judul at-Taghyir aI-Judzuri fi aI-Fikr al-Syahid Sayyid Qutub (Perubahan Mendasar Pemikiran asSyahid Sayyid Qutub). setidaktidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini. Dalam bahasa Arab: at-Taghyir al-Judzuri fi al-Fikr bisa diasumsikan: Pertama. antara pemikiran beliau sebelum dan setelah berubah. Paling tidak. Asumsi ini dibenarkan. saya berusaha mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya. Karena itu. ada faktor lain yang boleh jadi mempengaruhi penulis untuk tidak melakukan beberapa catatan di atas. setidaknya dengan comparatively method. Sebab. karena tulisan ini bukan merupakan “tulisan ilmiah” yang sengaja disusun untuk menjadi sebuah buku. agar saya bisa bersikap amanah. Kedua. Karena seluruh wacana pemikiran yang dituangkan dalam buku ini sudah menjawab maksud “perubahan mendasar”. tetapi merupakan “tulisan ilmiah” yang ditulis untuk konsumsi majalah. Buku ini dikumpulkan dan artikel yang ditulis secara berseri dalam majalah al-Wa’ie. ketika menulis pengantar ini.Untuk membaca.” Dan mungkin inilah yang dimaksudkan oleh penulis. jika asumsi kedua yang dianggap Iebih tepat.

Di dalamnya beliau menguraikan kedudukan seorang penyair dalam kehidupan. Tokoh ini mempunyai pengaruh besar terhadap Sayyid Qutub. kemudian tentang siapa yang disebut penyair. tepatnya di Dar al-’Ulum hingga lulus. Sekitar tahun 1926. Dari Qaryah. tetapi hanya bertahan dua tahun. kritik nyanyian yang diselingi dengan beberapa bait syair dan makalah sosial (1940-1941). Sayyid Qutub telah hafal aI-Qur’an. Naqd Kitab Mustaqbal al-Tsaqafah fi Mishr (1939). setelah menulis buku at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an. beliau melanjutkan studi ke Kairo. beliau terlibat dengan kehidupan politik yang pertama. Setelah itu. Al-’Aqqad juga orang yang berjasa mengangkat kepopuleran Sayyid Qutub. Muhammad Mandur tentang seni retorika (1943). dengan peluang menulis gagasan-gagasannya dalam harian partainya. Tetapi. beliau belajar sastra kepada Abbas Mahmud al-’Aqqad. Ini berisi bantahan terhadap Taha Husein. pecahan Partai al-Wafd. Dilahirkan di Qaryah. konflik terbuka melawan al-Rafi’i membela al‘Aqqad (1938). yang kemudian diadopsi oleh koran aI-Ikhwan al-Muslimin. Inilah pengaruh negatif al-’Aqqad pada diri Sayyid. Hanya penelitian lebih mendalam terhadap hakikat “perubahan mendasar” ini masih perlu dilakukan. gambaran di atas juga dapat dilacak dalam buku-buku beliau yang diterbitkan dalam rentang waktu tersebut. beliau tidak terlibat dengan partai manapun. Selama 25 tahun. Kurang lebih 25 tahun. Ini merupakan buku beliau yang pertama diterbitkan. Gambaran ini dapat dilacak dalam tulisan-tulisan beliau seperti yang pernah dipublikasikan oleh majalah al-Risalah (1934-1952). dan syair di antara seni-seni keindahan yang ada. wilayah Asyuth. dan karena pengaruh al-’Aqqad-lah. disamping tentang kepribadian penyair dan pengaruh lingkungannya. kritik dan medan konflik terbuka dengan Shalah Dzihni tentang kisah dan kisah-kisah Mahmud Taimur (1944 dan awal 1945). Pada akhirnya beliau keluar. saya memberanikan diri memberikan pengantar buku ini dengan maksud untuk memecah kekaburan tersebut. As-Syathi’al-Majhul (1935). serta uraian tentang krisis di tanah air. Dalam pengantarnya. beliau mengatakan. antara tahun 1926-1950. Tulisan beliau yang dipublikasi dalam rentang waktu tersebut berkisar soal sastra. ketika Sayyid Qutub belum menjadi anggota jamaah ini. Antara lain: Muhimmah as-Sya‘ir fi alHayah wa Syi’r al-Jail al-Hadhir (1933). disamping buku-buku beliau yang dicetak pada rentang masa tersebut. . kritik terbuka kepada Dr. Beliau akhirnya populer sebagal murid aI-’Aqqad. pada usia 20 tahun.yang diurai di dalamnya. Disamping itu. kritik dan penjelasan tentang aliran seni sebagai aliran al-’Aqqad (1944). beliau menjadi anggota Partai al-Wafd. peristiwa politik dan problem sosial dengan beberapa makalah yang berbentuk kritik (1945-1947). beliau mulai sedikit demi sedikit menjauhkan diri dan al-’Aqqad. ketika seorang penyair beninteraksi dengan “dunia fantasi”. Sayyid Qutub belum menggeluti pemikiran Islam.1937). sejak tahun 1946. bahwa buku ini berisi teori ilmiah dan filosofis. Buku ini berisi kumpulan bait syair yang diterbitkan pertama dan terakhir kali. Dalam rentang inilah. Sayyid Qutub bersamanya. setidaknya untuk mendiagnosis hakikat “perubahan mendasar” tersebut. penulis buku ad-Dimuqrathiyyah fi al-Islam. khususnya ketika bersama al-’Aqqad. dan bergabung dengan Partai al-Haihah al-Sa’adiyyah. Tulisan ini asalnya dimuat dalam buletin Dar al-‘Ulum. sepuluh tahun kemudian. seperti bait-bait syair dan beberapa makalah sosial (1933. tahun 1906. Karena itu.

Perubahan ini terjadi sejak sekitar tahun 1945. At-Tashwir al-Fanni fi aI-Qur’an (1945). pendiri aI-Ikhwan dibunuh. Ini dikatakan sebagai buku pemikiran Islam beliau yang pertama kali diterbitkan. Buku ini juga tidak memberikan bantahan dalam perspektif Islam. saya benjanji kepada Allah untuk memikul amanah ini sepeninggal beliau. sekalipun beliau coba uraikan dengan paradigma keislaman beliau. tetapi lebih berdasarkan perspektif edukatif. Sebagaimana penuturannya kepada an-Nadawi. akhirnya beliau kembali kepada al-Qur’an untuk mengobati kegalauannya. beliau bergabung dengan al-Ikhwan. Setelah kembali ke Mesir. antara lain: Ma’rakah al-Islam wa ar-Ra’simaliyyah (1951). yang terbagi dalam delapan puluh surat. Ini mengurai kegoncangan dunia dan perdamaian yang dapat . Asywak (1947). AsSalam al-Alami wa al-Islam (1951). tahun 1949. setelah beliau menulis at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). Sayyid menganggap dirinya baru dilahirkan. sekalipun ini bukan fase akhir perubahan pemikiran beliau. Saya mendalami perjalanan hidup beliau yang bersih dan tujuan-tujuannya yang haq. penyair dan pengkaji yang aktivitas sastranya beliau kritik. Sayyid Qutub menghadiahkannya untuk Taha Hussein. bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan semua krisis sosial yang terjadi. Buku ini ditulis ketika pengaruh Sosialisme begitu kuat di Mesir. Dari sini. beliau hanya sempat hidup selama 15 tahun. Pada saat inilah. Masyahid aI-Qiyamah fi aI-Qur’an (1948) dan al-’Adalah al-Ijtima’iyyah fi al-Islam (1949). Buku ini berisi kisah fantasi. dengan meminjam trade mark “keadilan sosial” Sosialisme. Al-Athyaf al-Arba’ah (1945). tetapi beliau tidak menolak seratus persen pemikiran Taha Husein. setahun setelah bergabung dengan al-Ikhwan. Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an (1948). dan menguraikan seratus lima puluh pemandangan. Ketika di Amerika. Ini dianggap sebagai buku keislaman yang pertama. Buku yang menekankan. mengapa beliau dimusuhi? Mengapa beliau dibunuh? Karena itu. yang sangat beliau kagumi. beliau mengkaji sosok Hassan al-Bana. Al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fi a/-Islam (1949).Sekalipun berisi bantahan. Dari sini saya tahu. AlMadinah a!-Mashurah (1946). setelah beliau melalui fase keraguan terhadap hakikat keagamaan hingga pada batas yang sangat jauh. seperti dalam pengakuannya: “Saya telah membaca semua risalah al-Imam as-Syahid. tetapi beliau dinobatkan sebagai pemikir nomer dua setelah al-Bana. dasar dan metodenya. ketika beliau bertemu dengan Allah”4 Pada tahun 1951. penulis buku al-Ayyam. Perubahan Sayyid nampak terutama setelah bergabung dengan Al-Ikhwan. Buku yang disebutkan terakhir ini ditulis sebelum beliau berangkat ke Amerika. hingga dijatuhi hukuman mati oleh regim Nasser. Perubahan ini nampak misalnya dalam buku beliau. dan sebelum bergabung dengan aI-Ikhwan. Buku ini ditulis bereempat dengan saudaranya untuk mengenang kepergian ibunya. setelah dua puluh lima tahun umurnya dihabiskan dengan al-’Aqqad. An-Naqd al-Adabi Ushuluhu wa Manahijuhu (1948). Ini merupakan karya di bidang roman percintaan. Dalam jamaah ini. Buku ini berisi kritik sastra. kawan beliau dalam merancang Revolusi Juli tahun 1952. Sejak masuk jamaah ini hingga meninggal dunia. Berisi pemandangan kiamat. dan akan melanjutkan perjalanan ini seperti yang beliau lalui. seperti al-Bana. Kutub wa Syakhshiyyah (1946). Sayyid mulai simpati dengan jamaah ini. beliau menyaksikan Hassan al-Bana. Karya ini ditujukan kepada para sastrawan. sekalipun beliau tidak pernah menjabat sebagai pemimpin al-Ikhwan. Thiflun min al-Qariyah (1946). ketika berusia 45 tahun.

mereka mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub yang sesungguhnya. Dalam pertemuan ini. Buku ini berisi tiga puluh enam makalah. Boleh jadi karena faktor keikhlasannya.” Ketika buku Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh terbit. mereka yang arif mengatakan: “Inilah kitab Sayyid Qutub. Sikap yang jarang ditemukan pada mereka yang menisbatkan gerakannya kepada beliau. pasti akan menutup apa yang ditulis sebelumnya. Kemudian secara berurutan. dan bertemu dengan as-Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. isti’naf al-hayah aI-Islamiyyah (melanjutkan kehidupan Islam). Keikhlasan beliau juga nampak ketika pada tahun 1953 berkunjung ke al-Quds. tapi ini. Apa lagi untuk mendapat laporan. keluar buku beliau.diwujudkan oleh Islam.” demikian ungkap Shalah al-Khalidi.” Karena itu. beliau akhirnya dapat meraih kedudukan agung ini. Sedangkan sejauh mana pengaruh pandangan tokoh ini terhadap Sayyid .” Dan begitu buku Ma’alim fi at-Thariq terbit.” Ketika buku al-’Adalah alIjtima’iyyah fi al-Islam (1949) terbit.” Ketika Fi Dhilal al-Qur’an juz I (1952) terbit. dan sebagainya dapat dianggap sebagai symptom penyerapan beliau terhadap pandangan-pandangan ulama ini. beliau melakukan dialog pemikiran dengannya. Laporan yang menyatakan dukungan beliau ini. mereka mengatakan: “Inilah buku beliau. Karena term-term —selain gagasan yang terakhir— ini merupakan term dan gagasan yang secara konsisten diperjuangkan oleh ulama ini. Karya monumental beliau setelah kembali kepada al-Qur’an. Tentang masalah yang terakhir ini. Sesuatu yang biasanya sulit dilakukan oleh orang yang mempunyai popularitas seperti beliau. tahun 1953. namun setidaknya symptom-nya dapat ditemukan ketika melacak wacana pemikiran Sayyid Qutub dalam buku ini. Pemakaian istilah al-wa’yu. seperti: al-Mustaqbal Iihadza ad-Din. bahwa sedikit banyak beliau juga telah menyerap pandanganpandangan tokoh yang disebutkan terakhir ini. mereka mengatakan: “Bukan itu. ketika buku beliau yang pertama diterbitkan. kalaulah Allah menakdirkan terbitnya buku-buku gerakan keislaman beliau yang lain setelah Ma’alim. Inilah kitab Sayyid Qutub. Dirasat Islamiyyah (1950-1953). al-Islam wa Musykilat aI-Hadharah dan Ma’alim fi at-Thariq. Karena itu. ketika menggambarkan perubahan demi perubahan dalam pemikiran sang syahid ini. bahwa dirinya telah melepaskan diri dari pemikiran-pemikiran beliau sebelumnya. at-Tashwir al-Fanni fi al-Qur’an (1945). Buku yang mencerminkan fase baru pemikiran Islam beliau. Fi DhilaI aI-Qur’an juz I (1952). sekalipun masih terlalu prematur untuk dibuktikan. Inilah “perubahan mendasar” yang terjadi dalam pemikiran tokoh syahid ini. “Saya yakin. dalam rentang antara tahun 1953-1966. Hadza ad-Din (1953). serta seruan beliau untuk membangkitkan umat melalul tegaknya Khilafah Islam. seperti yang diungkapkan oleh Shalah al-Khalidi (1981). Khashaish at-Tashawwur al-Islami wa Muqawwamatuh. sejak pertama kali mendirikan partainya. yang pada akhirnya beliau mendukung gagasan an-Nabhani dan partainya. mereka mengatakan: “Bukan itu. Bahwa perubahan pemikiran Sayyid Qutub setelah bergabung dengan al-Ikhwan bukan merupakan fase akhir perubahan mendasar dalam pemikirannya. sangat susah ditemukan dalam tulisan mereka yang menisbatkan gerakannya kepada Sayyid Qutub. Keikhlasan ini nampak ketika beliau mampu mengumumkan. nampak setelah pemikiran beliau dilacak dengan teliti dan cermat melalui buku-bukunya. setelah beliau mengadopsi pemikirannya yang baru.

.. Sayyid Qutb lahir pada tahun 9 Oktober 1906 M dari rahim seorang ibu sederhana di desa Musyah di Propinsi Asy Syuth. Muhammad Qutb anak ketiga dan yang terakhir Aminah Qutb. Sekali lagi untuk menjawab masalah ini perlu penelitian yang lebih akurat. Pemikirannya masih menyinarkan harapan untuk menyembuhkan kondisi umat. Hamidah Qutb. Fatimah sang ibu menjaga pergaulan anak. Pada tahun 1918 ia menamatkan pendidikan dasarnya di Musya.. Sayyid Qutb kembali ditangkap juga di tahun 1954 dengan tuduhan terlibat usaha pembunuhan terhadap presiden yang berkuasa. Dan buku ini. Pada tahun 1936 dipindah lagi ke Helwan... Tepatnya pada 20 Agustus 1950 Sayyid Qutb kembali ke Mesir dan diperbantukan menjadi pengawas di tehnikal riset departemen pendidikan Mesir.. "Harapan ibu yang paling besar terhadapku adalah agar Allah berkenan membuka hatiku. Pada tahun 1948 mendapat kepercayaan menjadi utusan departemen pendidikan Mesir ke Amerika.anaknya dari lingkungan jahiliah. Tahun 1952 Sayyid Qutb mengundurkan diri dari tugas kepegawaian dan mulai berkecimpung di dunia pers. dan ketika banyak orang sudah tidak lagi mempunyai harapan terhadap kehidupan mereka..:::::Sayyid Qutb:::::. Lima tahun setelah itu ia melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas di madrasah persiapan Darul Ulum. beliau adalah as-Syahid yang tetap hidup di tengah kita. Tidak heran kalau dari keluarga ini kemudian lahir para penulis Islam yang handal. Anak tertua seorang perempuan. Sejak kecil mereka telah dikenalkan dengan lingkungan islami dan dibesarkan dengan didikan islami.. Sejak tahun 1940 sampai 1945 ia ditarik dari dunia pengajaran dan diperbantukan di Kantor departemen pendidikan. Selama dua tahun ia bermukim di Amerika untuk mempelajari metode pengajaran di Amerika sebagai studi banding dengan sistem pendidikan di Mesir. Sebelum genap berusia 10 tahun Sayyid Qutb telah menghafal Alquran sebagaimana harapan ibunya. Sekarang saya telah hafal Alquran dengan demikian saya telah menunaikan sebagian harapan ibu". Beliau adalah anak kedua dari empat bersaudara... Sayyid Qutb mulai bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin dan pada tahun 1954 ia dipercaya menjadi pemimpin redaksi majalah resmi Ikhwanul muslimin. Tahun 1920 ia kemudian merantau ke Kairo dan tinggal bersama pamannya untuk meneruskan sekolah ke jenjang menengah di madrasah Abdul Aziz (sekolah guru menengah). Di tahun yang sama ia ditangkap bersama beberapa pemimpin Ikhwanul muslimin dan mendekam di penjara selama dua bulan. Dalam persidangan militer yang dipimpin oleh jamal Salim dan beranggotakan Anwar Sadat dan Husein .. merupakan uraian terbaik dalam memahami mainframe gerakan Sayyid Qutub yang banyak dilupakan oleh para pengikutnya. Setelah lulus Sayyid Qutb dilantik oleh departemen pendidikan menjadi guru di madrasah D'wudiyah. apapun tentang Sayyid Qutub rahimahullah. yang masih belum sadar.. hingga aku bisa menghafal Alquran dan membacanya di hadapan ibu dengan baik. Kemudian dipindah ke madrasah Dimyat pada tahun 1935 . WaIlahua’lam bi as-Shawab..Qutub. Jamal Abdul Naser. Menginjak usia 45 tahun. apa hanya sekedar intifa‘ (istilahnya dimanfaatkan) ataukah benar-benar ta’atstsur (terpengaruh). Belum cukup beristirahat. Akhirnya.. Keempatnya pernah membuat satu bunga rampai yang diberi judul "Al Aty'f al Arba'ah". Dalam bukunya "Taswžr al fannž fil qur'n" ia mengatakan. Build your own site . Kemudian pada tahun 1929 Sayyid Qutb terdaftar sebagai mahasiswa di fakultas adab universitas Darul Ulum Kairo dan tamat pada tahun 1933.

Melalui sidang militer yang dipimpin oleh Fuad ad Dajwa. Sebagai anak desa Sayyid Qutb juga mengalami hal yang sama. Sayyid Qutb dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Nama. Pada awalnya Sayyid Qutb sangat tertarik dengan aliran sastra yang dibawa oleh Abbas mahmud al Aqqad. Di pagi dinihari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966. Sayyid Qutb mendapat pemotongan masa hukuman dan dikeluarkan dari penjara pada tahun 1964. Selama hidup di Mesir ia mulai mengasah bakatnya di bidang sastra.. Dalam bukunya Taswžr al fannž fi al Qur'n. Kecenderungan ini sempat dibaca oleh Kepala sekolah tempat Sayyid Qutb belajar. Ia menceritakan ketika selesai dari pendidikan dasar Sayyid Qutb tidak langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya. Ia begitu intens mengikuti berbagai kajian sastra. Melalui permohonan presiden Irak ketika itu. Kesulitan hidup di Kairo membawa pengaruh kepada pola pikirannya. Dalam masa penantian.. untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawa Berarti harus menunggu selama lima tahun. Dan hal itu ia dapati dalam sosok Abbas .buku agama. Orang miskin tidak punya banyak kesempatan untuk menimba ilmu kalau tidak memiliki indeks prestasi yang tinggi. Ketika akan diberikan Jamal Abdul Nasser menolak kemudian menginstruksikan kepada Sami Syarf. tanggal 12 Agustus 1965 dijatuhkan hukuman mati buat Sayyid Qutb yang pelaksanaannya dijadwalkan tanggal 21 Agustus 1966. Mengetahui putusan hakim. Karena ia dapat langsung berhubungan dengan para penyair besar Mesir. Kecenderungan sastra semakin tumbuh ketika ia dikenalkan oleh beberapa penduduk desa yang belajar di Kairo dengan beberapa penyair terkenal Mesir. Berbagai buku dilahap Sayyid Qutb mulai dari kisah-kisah kepahlawanan sampai buku. Karena ukuran badannya yang tergolong kecil ia tidak kuat untuk bekerja membantu bapaknya bekerja di sawah seperti kebanyakan anak desa. Sejak tahun 1923 Sayyid Qutb begitu intens menghadiri muhadarah Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tempat dan menjadikannya sebagai guru sastra. banyak pihak yang bersimpati kepada Sayyid Qutb dan mengirimkan surat permohonan kepada Jamal Abdul Nasser untuk memberikan grasi bagi Sayyid Qutb. Di antaranya Raja Faisal dari Saudi Arabia mengirim surat permohonan pembebasan Sayyid Qutb. Hafidz Ibrahim telah menghias pikirannya. Beberapa bait syair Tsabit Jarjawi sering diberikan kepala sekolah kepada Sayyid Qutb untuk dihapal. Sayyid Qutb dipancung di penjara militer. Pada tanggal 28 Agustus 1965 surat permohonan dari raja Faisal sampai ke tangan pembantu presiden Jamal Abdul Nasser. Para pemimpin negara pun tidak ketinggalan. Sami Syarf. Namun ia tidak menyerah dengan keadaan tapi malah berontak dengan lingkungan. Pada waktu itu Mesir tergolong negara miskin. "Pancunglah ia di waktu Subuh. Abdussalam Arif. Sayyiq Qutb mengisi waktu luangnya dengan membaca buku.Syafi'i. Bahkan ia mempunyai perpustakaan pribadi di rumahnya. Karena gemar membaca Sayyid Qutb disegani oleh masyarakat desanya yang tergolong masyarakat menengah ke bawah dan buta huruf. Pada tanggal 9 Agustus 1965 untuk ketiga kalinya Sayyid Qutb kembali ditahan dengan tuduhan merencanakan kudeta untuk menggulingkan pemerintah dan usaha pembunuhan presiden. Setidaknya ada dua alasan kenapa Sayyid Qutb tertarik kepada Abbas Mahmud al Aqqad. Bahkan di Pakistan terjadi demo besar-besaran. Sayyid Qutb Seorang Sastrawan Sejak kecil Sayyid Qutb telah tertarik dengan dunia sastra. Sementara syarat diterima di pendidikan menengah (Madrasah Abdul Azis) harus berusia 15 tahun. Waktu itu ia baru berumur 10 tahun. Ketika mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Kairo tidak disia-siakan olehnya. Pertama: Sayyid Qutb termasuk warga kelas menengah ke bawah dari segi ekonomi.nama penyair seperti Ahmad Syauqi. Kesempatan belajar di sekolah-sekolah favorit hanya milik orang kaya. Demo ini digerakkan oleh berbagai organisasi Islam meminta Abdul Naser mencabut kembali tuduhan buat Sayyid Qutb dan membebaskannya dari hukuman mati. Presiden Jamal Abdul Naser kemudian mengirimkan surat permohonan maaf ke raja Faisal dan mengabarkan bahwa surat sang raja sampai ke tangannya setelah pelaksanaan hukuman. Ia mengkritisi tatanan sosial masyarakatnya. Untuk itu ia sangat mengidolakan sastrawan yang sejalan dengan pola pikirnya. baru kemudian engkau berikan surat itu kepadaku". Hidup dan belajar di Kairo adalah kesempatan emas buat Sayyid Qutb.

Sayyid Qutb mengatakan. Sekarang tiba waktunya bagi kita untuk membuat sesuatu selain teori belaka. Pada bab pendahuluan ia memulai dengan tulisan "laqad wajadtu al Qur'n" (Sungguh aku telah menemukan al Quran). Seperti Abbas Mahmud al Aqqad karya.Dengan tetap istiqamah dalam aliran Abbas Mahmud al Aqqad di setiap tulisannya membuat Sayyid Qutb dekat dengan Toha Husein ketika ia menjadi pegawai di departemen pendidikan Mesir. Hidup di tengah. Hubungan antara guru dan murid. Ia banyak mengadopsi budaya barat sebagai masyarakat percontohan. Aliran Abbas al Aqqad yang sebelumnya mendominasi dalam setiap karyanya tidak lagi terasa. "Sesungguhnya aku yang meyakini kekuatan kalimat kini aku merasa bahwa kita di Mesir khususnya atau masyarakat Timur pada umumnya selama ini lebih banyak teori tanpa praktek nyata. Disamping ia juga bergabung bersama gurunya di partai wafd sebagai corong sosialis di Mesir. Sebagai ucapan terima kasih Sayyid Qutb menghadiahkan karyanya Tifl min al qoryah kepada Toha Husein. Gejala ini dimulai dari bukunya "taswiir al fanni fi al Quran" yang diterbitkan pada tahun 1945.tengah lingkungan kapitalis merupakan hal baru bagi dirinya. hidup serba ada justru rakyat Amerika stres. Bila ia berjalan sesuai dengan aliran yang dibawa Abbas Mahmud al Aqqad maka ia akan mampu merubah tatanan sosial masyarakat. Dalam beberapa makalah yang ditulis dari Amerika Sayyid Qutb justru mencela budaya Amerika. Sebab di Mesir Sayyid Qutb terpola dengan pemikiran gurunya yang sosialis. Kebetulan Toha Husein menjadi penasehat Kementrian Pendidikan ketika itu. Seakan-akan ia kembali menemukan mutiara yang telah hilang selama bertahun-tahun. Sekalipun semua fasilitas tersedia. Aliran sastranya banyak meniru gurunya. Waktu itu termasuk aib bagi seorang penulis bila tidak menguasai bahasa asing. Dalam tulisan-tulisannya Abbas al Aqqad sering mengkritisi pola hidup masyarakat Mesir dan membandingkannya dengan masyarakat Barat. Ketika ditanya sebab kegembiraan tersebut mereka menjawab "Bahaya laten bagi Barat dan Amerika telah terbunuh di Mesir yaitu Hasan al Bana pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin". Tapi semangat keislamannya semakin tumbuh. tindakan kriminal sebagai obat stress dan rasa jenuh. Kedua: Abbas Mahmud Al Aqqad adalah termasuk pembaharu dalam bidang sastra pada zamannya. Dalam sebuah makalahnya yang ditulis dari Amerika." Namun kehidupan yang menghambakan materi bukan membuat Sayyid Qutb luntur dan berbaur dengan lingkungan dan pola pikir masyarakat Amerika. Karena nasehat dari Toha Husein yang membuat Sayyid Qutb mengurungkan niat untuk mengundurkan diri dari tugas kepegawaian. Ats Tsaq'fah. Ia juga menerbitkan dua majalah. Kelebihan Abbas al Aqqad dibanding sastrawan lain di zamannya adalah ia mampu membaca karyakarya sastra penulis barat.karya Sayyid Qutb baik yang berbentuk syair. Sehingga menjerumuskan mereka dalam budaya seks bebas. Rutinitas harian membuat mereka jenuh. al Aalam al Arabi dan al Fikr a. Ketika tahun 1945 terjadi perubahan dalam diri Sayyid Qutb. Ia memandang Abbas Mahmud al Aqqad sebagai sastrawan yang membawa nafas baru bagi masyarakat Mesir. Kekayaan informasi di samping penguasaan bahasa asing yang dimiliki Abbas Mahmud al Aqqad membuat Sayyid Qutb mengaguminya. Berdasarkan dua alasan di atas terjalin hubungan akrab antara Sayyid Qutb dan Abbas Mahmud al Aqqad. Jadeed sebagai wadah mengasah kemampuan jurnalistiknya. prosa maupun karya ilmiah bersifat kritik sosial. Sayyid Qutb dan Ikhwanul Muslimin Abdul Baqi Muhammad Husein dalam bukunya "Min a'l'm al harokah al Isl'miyah al mu''shiroh mengatakan suatu saat ketika Sayyid Qutb berada di Amerika ia heran melihat melihat masyarakat Amerika bergembira karena meninggalnya Hasan al Bana. Ada nuansa islami yang mulai menguat. Budaya santai masyarakat Mesir dipaksa untuk dicabut dari dirinya melihat pola kerja masyarakat Amerika yang serba profesional.Mahmud al Aqqad. Sayyid Qutb takjub akan kebesaran nama Hasan al Bana di Amerika sementara ia yang orang Mesir . Perubahan ini semakin mengkristal dalam dirinya ketika berada di Amerika dalam rangka studi banding sebagai utusan departemen pendidikan Mesir ( 1948-1950 ). Tulisan-tulisannya sering dimuat di berbagai media cetak Mesir seperti al Ahr'm. Ar Ris'lah. Diiringi daya kritisnya yang semakin tajam.

militer dll. Struktru ide yang ada dalam buku "Ma'aliim fi Ath Thariq" menurut al Maududi sejalan dengan ide yang dikembangkannya selama ini.karyanya menitik beratkan ke dalam beberapa hal: Pertama: Kebutuhan manusia akan aqidah islami yang murni yang langsung bersumber dari al Quran dan as Sunnah. Tapi tugas kita adalah mengenalkan hakekat laa Ilaaha Illa Allah (tiada tuhan selain Allah). Sayyid Qutb berjuang untuk menemukan prinsip hidup yang benar dan itu ia dapatkan dalam gerakan ikhwanul muslimin. Bagi yang sekilas membacanya buku ini terkesan sangat radikal. Sejak bergabung dengan Ikhwanul Muslimin karya. Melalui majalah ikhwanul muslimin ia banyak menulis karya dengan aliran baru yang diyakininya. Keempat: Sikap Islam terhadap kolonialisme dalam semua segi. Dalam tafsir "Fi adz dzilal al Quran" ia menjelaskan. Buku ini adalah hasil renungan Sayyid Qutb selama di penjara. Bukan itu saja sejak tahun 1947 berbagai buku yang sarat dengan nilai Islam lahir dari sentuhan penanya. Resminya di tahun 1953 ia menjadi anggota resmi Ikhwanul Muslimin. Kritik. Penutup Membaca perjalanan hidup Sayyid Qutb bagi penulis ibarat mengulang kembali perjuangan nabi Ibrahim melawan raja Namrud. Sayyid Qutb meyakini dengan berpegang kepada Aqidah yang murni maka setiap muslim akan mampu menghadapi problematika hidup. Ketiga: keuntungan yang di dapat oleh manusia bila menjadikan Islam sebagai manhaj hidup. Ia hanya mengkritik aturan-aturan selain aturan Allah SWT yang berlaku di masyarakat sebagai aturan jahiliyah dan bukan menghukumi masyarakat. ini kafir ini mukmin. Hal ini terlihat dalam bukunya al Isl'm wa al isti'm'r. Pada tahun 1964 ia menerbitkan bukunya "Ma'aliim fi Ath Thariq" setelah keluar dari penjara. Melalui keputusan sidang militer ia dijatuhi hukuman 15 tahun sementara beberapa anggota ikhwan ada yang dijatuhi hukuman mati termasuk Hasan al Hudhaibi. Hal ini terlihat dari beberapa karyanya seperti: nahwa mujtama' al Isl'mi. politik." Kedua: langkah yang harus ditempuh untuk membuat masyarakat muslim sebagaimana masyarakat yang telah dibentuk oleh Rasulullah SAW di Madinah. Seperti nabi Ibrahim. Karena manusia tidak mengetahui konsekwensi dasar kalimat tersebut yaitu menerapkan hukum Islam dalam seluruh dimensi kehidupan. Banyak buku yang dihasilkan termasuk merampungkan tafsir Fi adz dzilal al Quran. Selama dalam penjara aktivitas menulisnya tidak berhenti. Ia mengajak masyarakat memahami aqidah secara universal tanpa ada batasan-batasan geografis yang melingkupinya. Padahal tidak demikian maksud Sayyid Qutb. Ia akan selamat di dunia dan bahagia di akhirat. Pada pagi dini hari tepatnya tanggal 29 Agustus 1966 Sayyid Qutb menjemput syahadah di tiang gantungan. Padahal ia termasuk salah seorang penasehat jamal Abdul Nasir. Dengan bekal semangat keislaman ditambah pengetahuan baru yang didapat dari Amerika menjadikan Sayyid Qutb mencapai masa keemasannya di bidang sastra. . as sal'm al 'lami wa al Isl'm dll. Terlepas dari aliran Abbas Mahmud al Aqqad. Bahkan ia rela mati demi prinsip tersebut. ideologi.bukunya seperti: al Isl'm wa al musykilah al hadh'rah. "Sesungguhnya tugas kita bukan untuk menghukumi manusia. ekonomi. Setelah menjalani pemeriksaan selama tiga hari Sayyid Qutb dijatuhi hukuman mati karena bergabung dengan ikhwanul muslimin yang dituduh merencanakan kudeta. Hal ini dituangkan dalam buku. hal nahnu muslimun dll. Puncaknya ia berhasil menciptakan tafsir "Fi adz dzil'l al Qur'n" sebagai karya monumental di bidang tafsir.asli tidak begitu banyak tahu. Akhirnya ia memutuskan untuk merubah haluan hidup dan bergabung dengan gerakan ikhwanul muslimin setelah selesai masa tugas di Amerika. al ad'lah al ijtim''iyah fi al Islam. Ketika buku ini dibaca oleh Abul A'la al Maududi ia berkomentar seolah-olah ia yang mengarang buku tersebut.kritik sastranya yang terkenal dengan istilah "Nadzriah as suwar wa adz dzilal" yang tergolong fenomena baru di dunia sastra. Pada tahun 1965 turun perintah dari Jamal Abdul Nasir yang sedang berada di Moskow untuk menangkap Sayyid Qutb. Pada tahun 1954 Sayyid Qutb beserta bersama ribuan anggota gerakan ikhwanul muslimin ditangkap dengan tuduhan rencana pembunuhan terhadap Jamal Abdul Nasir yang terkenal dengan nama peristiwa Mansyiah.

dia mengkhayalkannya sebagai tontonan yang ditampilkan dan peristiwa yang terjadi. atau di manapun dia berkehendak untuk membuat contoh apakah perdebatan atau penunjukan hujjah. serta contoh kemanusiaan dan tabiatnya. kapanpun dia kehendaki untuk mengungkapkan suatu makna murni. dia mengungkapkan dengan gambaran inderawi imajinasi sesuatu yang maknawi. inilah reaksi beragam perasaan yang timbul sebab fase-fase yang sejalan dengan semua peristiwanya. . serta tabiat kemanusiaan pun menjadi pribadi yang tampil. maka sempurnalah semua unsur imajinasi. contoh kemanusiaan. lalu tampak dalam perasaan jiwa sebagai suatu kehidupan. maka kitapun tahu sebagian rahasia kemu'jizatan dalam bentuk ini pada pengungkapan Al-Qur'an. serta keadaan nikmat dan adzab. kisah. sifat maknawi. keadaan kejiwaan. waktu itu juga contoh kemanusiaan menjadi satu sosok yang hidup. maka tiba-tiba makna yang ada dalam pikiran itu mewujud suasana dan gerakan. la bukanlah uslub hiasan dan bukan pula sesuatu yang liar berhenti di mana saja secara kebetulan. Permisalannya adalah seluruh Al-Qur'an di manapun.HoME Membantah "Visualisasi Seni Dalam Al-Qur'an" Diposkan oleh Abdullah al-Atsary on 6. Lalu ia naik kepada gambar yang dilukiskannya. dia memberikan padanya sosok kehidupan atau gerakan yang dinamis. Adapun peristiwa.23. suasana yang bermacam-macam. kejadian inderawi. khayalan. kisah masa lalu. peristiwa kejadian. Tatkala kita teringat bahwa sarana yang menggambarkan makna dalam pikiran dan keadaan kejiwaan juga bahwa sarana yang menampilkan contoh kemanusiaan atau peristiwa yang diceritakan. dia dipertunjukkan untuk suatu maksud yang telah kami sebutkan. Hampir tidak pernah ia memulai suatu visualisasi melainkan ia mengubah para pendengar menjadi penonton dan memindahkan mereka ke panggung peristiwa pertama yang terjadi padanya atau akan terjadi sewaktu berputar seri demi seri pertunjukan dan berjalan dinamis semua gerakan. sangat menarik sewaktu dipergunakan dengan berbagai cara. hanyalah sebuah lafazh-lafazh yang beku tanpa ada warna yang menggambarkan dan sosok yang mengungkapkan.2008 / Label: Pemikiran Sayyid Quthb Dia katakan di bawah tema ini halaman 36: ((Visualisasi adalah sarana paling utama dalam uslub Al-Qur'an. hanya saja terakhir dia kembali juga kepada kaidah besar ini: 'Visualisasi seni'. keadaan kejiwaan. dan pandangan. Inilah yang kami maksudkan sewaktu kami katakan: "Sesungguhnya visualisasi itulah sarana yang paling utama dalam uslub Al-Qur'an". kekhususan universal. kejadian. seketika itu ihwal kejiwaan menjadi layar tontonan. Padanya ada kehidupan dan gerakan dinamis. suatu pemandangan hari kiamat. bahkan kemanapun dia menghendaki perdebatan ini secara mutlak dan berpegang pada realitas inderawi. satu kesatuan alur. serta inilah kalimat yang lidah terus bergerak menyebutkannya. bukannya cerita tentang kehidupan. Penampilan inilah yang senantiasa ada di atas panggung. tapi ini adalah mazhab tetap[13]. peristiwa yang dapat dilihat. dan jalan yang tertentu. lalu tatkala ditambahkan kepadanya percakapan. Pendengar lupa kalau ini hanyalah kalimat yang dibacakan dan contoh yang diperdengarkan. dan pemandangan maka ia menjadi kelihatan jelas di hadapan.

kisah.. Bahkan andaikan . dan sutradara film. penyanyi.Wajib bagi kita untuk memperluas makna visualisasi sampai kita berhasil mencapai semua ufuq visualisasi seni dalam Al-Qur'an. dan melalaikan shalat sehingga mereka dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. gambar. akhlak... pertunjukan. film. kaidah dan ragamnya. irama. nada. membuang waktu percuma. penulis skenario. Mereka mempunyai tujuan yang sangat busuk untuk menghancurkan Dien.?? Jikalau dia harus menerapkan semua istilah yang berada di bawah kaidahnya Visualisasi seni' ini silakan saja dia memilih apa yang dia kehendaki dari sya'ir dan centa-cerita buatan manusia (tapi bukan Al-Qur'an) baik dari para penulis cerita atau penyair Eropa serta siapa saja yang dia bertaklid padanya dari kalangan orang-orang yang melenceng baik dari bangsa Arab atau Ajam (non Arab). dan pendengar yang tenggelam dalam kelezatan syahwat. pementasannya. Ia adalah visualisasi hidup yang diambil dari alam makhluk hidup. intonasi kata. penonton. pemusik.. pikiran. bisa jadi Yahudi atau Nasrani bahkan orang-orang Komunis zindiq. rasa. serta penarinya yang laki atau perempuan)?? Mengapa dia menjadikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala yang agung sebagai lapangan untuk menerapkan istilah-istilah busuk ini seburuk para produsernya dan semua yang terlibat di dalamnya?? Lalu menganggapnya sebagai mazhab tetap Al-Qur'an. Sebagaimana ia juga visualisasi dengan irama yang memberi warna dalam pertunjukan. bioskop. dialog. khayalan. lukisan. Di samping itu ada juga tujuan materialis. Makna-makna yang dilukiskan memengaruhi jiwa anak Adam yang hidup atau pemandangan alam yang tidak memiliki kehidupan. akal. akting. panggung. dan khayalan. Menurut keyakinanku Sayyid Quthb juga mengetahui semuanya setelah dia mengenali kandungan aktivitas ini dan pengetahuannya tentang jenis ragam manusia penyuka aktivitas ini yakni para penonton dan pendengarnya. bioskop. miliaran dollar yang mereka cintai. peristiwa yang diceritakan dan yang digolongkan ke dalamnya. Dia adalah visualisasi dengan warna. telinga.. Lantas kenapakah dia mempergunakan istilah-istilah yang sangat hina ini (serendah orang-orang yang meramaikannya. Berkumpul padanya orang-orang yang paling rendah akhlak dan agamanya. tokoh seninya penonton. adat istiadat yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. dan tontonan mereka tidak mengenal musik. Sedangkan manusia-manusia yang mulia baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan semuanya berlepas diri dari aktivitas semacam ini yang berisi panggung. Di mana bangsa 'Arab tidak mengenal panggung sandiwara. kesatuan alur. bahwasanya kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang paling rendahan. Ia adalah visualisasi yang mengukur jarak nan jauh dengan perasaan dan jiwa. bukan sekedar warna dan goresan yang beku. serta lensa foto. senandung.)) Perhatikanlah istilah-istilah yang digunakannya: pemandangan. dan jiwa. Sementara sudah menjadi kewajibannya untuk menyucikan Kitab Allah subhanahu wa ta’ala kalimat Rabb sekalian alam yang agung dari kaidah seni ini dan penerapan semua istilah ini yang dibangun di atas kaidah tersebut sementara bangsa Arab belum pernah mengenalnya padahal Al-Qur'an turun dengan bahasa mereka. musik. serta nada ungkapan dan kalimat dalam menampakkan suatu bentuk yang dinikmati oleh mata. pensil lukis paling canggih (halaman 251). gerakan. layar. seringkali berpadu padanya penggambaran. Di atas semua istilah inilah tegak pekerjaannya yang memurkakan Allah subhanahu wa ta’ala serta meremukkan Dien dan akhlak. penonton. perbuatan sia-sia. sarana visualisasi. dibuat oleh para peletak perfilman dan panggung sandiwara. dialog.

Lalu tiba-tiba apakah yang dilihat oleh para penonton?? Terjadi perampasan dan gerakan tersembunyi laksana gerakan bayangan di kegelapan: “Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dan Tuhanmu ketika mereka sedang tidur. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.Inilah mereka yang berpagi-pagi bangun. innaa lillaahi wa innaa ilahi raaji'uun. demikian juga dengan semua karangan-karangannya yang lain. Sayyid katakan di halaman 53 dari sebuah pasal ‘visualisasi seni dalam Al-Qur'an'. Seorang muslim sejati teramat sangat menyayangkan bahwa buku ini dan pengarangnya disambut riuh dengan pengkultusan. dan mereka tidak mengucapkan: 'Insyaa Allah'.!! Akan tetapi keadaan buruk yang telah dia pilihkan untuk dirinya sendiri dan dia menyatakan dengan terang-terangan dalam ucapannya: "Saya menegaskan dengan terang hakikat terakhir ini lalu saya nyatakan bersamanya.. maka apakah yang berdiri di depannya dan apakah yang menghalanginya?? Tidak kebesaran Al-Qur'an. Maka apakah hubungan semua urusan ini dengan Al-Qur'an yang Sayyid telah menjadikan seluruhnya sebagai lapangan guna mempraktikkan perkara tersebut. dia mengemukakan beberapa contoh pengisahan di dalam memberi komentar terhadap firman Allah subhanahu wa ta’ala: "Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun. kesatriaan." (Al-Qalam : 19-20) Saat itu…. Kita memohon kepada Allah Al-Karim untuk merahmati dan menyelamatkan mereka dari bala' yang sedang mereka derita. tidak kedudukan para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. akalnya tertutup. bahwa sesungguhnya saya tidaklah tunduk dalam urusan ini kepada suatu aqidah keagamaan yang membelenggu pikiranku dari pemahaman. sangat disayangkan…. sementara mereka tidak mengetahui apa yang telah menimpa kebun mereka di kegelapan malam: "Lalu mereka panggil memanggil di pagi hari: 'Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu . dan cerita yang dipanggungkan dan difilmkan." (Al-Qalam : 17-18) ((Mereka telah memutuskan untuk memetik buahnya di pagi hari tanpa menyisihkan sedikitpun untuk orang-orang miskin. Hal ini menjadi bukti bahwa mayoritas manusia telah sangat dangkal kesadarannya hingga ke dasar jurang. dan harga diri. lantas diapun melanglang buana dengan kaidah yang rusak dan pengistilahannya yang tunduk kepadanya manusia-manusia yang paling hina serta dikerjakan oleh seburuk-buruk dan senista-nistanya manusia di tempat yang paling dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. terlebih lagi setelah Islamnya tentunya mereka akan melihatnya sebagai urusan yang sangat hina dan membersihkan tangan mereka darinya. 255) Jikalau sudah begini keadaan Sayyid dan pengakuannya terhadap dirinya sendiri. ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari. dan tidak pula merasakan pengawasan Allah subhanahu wa ta’ala. di mana mereka tersembunyi dan tidak nampak di atas panggung. motivasi agamanya amat lemah.mereka mengenalinya di masa kejahiliahan mereka. hal. demikian juga penghormatan terhadap Al-Qur'an dan AsSunnah dalam jiwa mereka.. untuk melihat apa yang terjadi sekarang di gulita malam. Sebab aktivitas ini menafikan kejantanan." (At-Tashwir. Marilah kita meninggalkan mereka dengan keputusan mereka. kisah. Oleh sebab itulah sehingga dia telah bertindak sangat buruk memperlakukan kebesaran Kitab Allah. Diapun menjadikan Kitabullah dan nash-nashnya yang suci layaknya pertunjukan.

Ini adalah bahasa tukang cerita yang tidak mempunyai kegiatan berguna dan kehidupannya larut dalam kebatilan panggung sandiwara dan film. sementara mereka saling memanggil dan berbisik." (Al-Qalam : 26) )) Dia katakan di tempat yang lain halaman 189: ((Demikian kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka.hendak memetik buahnya'. setelah kita kenyang mengejek: "Tatkala mereka melihat kebun itu. serta hendaklah para penonton menyembunyikan tawa geli yang hampir meletup dari mereka tatkala melihat para pemilik kebun telah tertipu. Maka pergilah mereka saling berbisik. Misalnya. Pada halaman 186 sub bab keistimewaan seni dalam kisah. padahal kebun telah kosong laksana hangus. seperti kisah dan pertunjukan yang sesuai dengan selera akhlak para penonton yang tidak mempunyai pekerjaan berguna itu. Bukan bahasa Al-Qur'an yang menggunakan bahasa Arab yang telah turun kepada Rasul yang paling afdlal untuk memberikan hidayah kepada manusia. ditanyakanlah kepadanya: 'Seperti inikah singgasanamu?' Dia menjawab: . Hendaklah mereka menyembunyikan tawa ejekan. Pada sandiwara ini ada kedustaan. jangan memberitahukan para pemilik kebun tersebut akan apa yang telah menimpa kebun mereka. akan tetapi…. mereka berkata: 'Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan)……’." (Al-Qalam : 21-24) Hendaklah para penonton menahan lidahnya[14]. yakni mereka melihat para pemilik kebun?? Inilah ihwal sandiwara dan pertunjukan (yaitu: kebohongan). saling memanggil dengan berbisik-bisik agar kaum faqir miskin tidak ikut serta. mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan). bahkan kita dihalangi (dan memperoleh hasilnya)"." (Al-Qalam : 26-27) )) Saya katakan : Apa keterlibatan sandiwara dan penonton juga campur tangan tawa serta ejekan terhadap tafsir ayat-ayat mulia ini yang telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk diambil pelajaran dan nasihat darinya?! Apa motivasinya membawa jatuh Kitabullah ke dalam limbah penafsiran yang sangat aneh ini?! Kalau Sayyid Quthb mempunyai hobi yang hendak dia lakukan. dia katakan: [Sesekali terbuka sebagian rahasia atas penonton sedangkan ia masih tersembunyi bagi sang tokoh. sedang di kali lain tersembunyi bagi penonton sekaligus bagi tokoh dalam satu kisah. sebab Sayyid Quthb dan orang semasanya mempunyai jarak abad yang sangat jauh dengan kejadian para pemilik kebun itu. singgasana Balqis yang didatangkan dalam sekejap mata. Sampai akhirnya nampaklah bagi mereka rahasia yang tersembunyi. seharusnya dia mencari medan yang pas untuk mempraktikkan hobinya itu. 'Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu'. lepaskanlah tawa! Inilah pengundang tawa yang terbesar…… Inilah mereka yang kaget!! Silakan para penonton tertawa sekehendak hati: "Tatkala mereka melihat kebun itu. Kita telah mengetahui bahwa ia sudah berada di hadapan Sulaiman sewaktu Balqis masih tidak tahu apa yang telah kita ketahui itu: "Dan ketika Balqis datang. maka bagaimana mungkin bisa dikatakan "kita para penonton masih terus tertawa mengejek mereka".

sedangkan bagian lain menurut pandangannya sesuai dengan semua kaidahnya yang bathil. serta Nuh di hadapan air bah semuanya itu dalam pandangannya berada pada satu alur. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu. di mana dilakukan oleh sandiwara panggung masa kini dengan menurunkan layar juga perfilman modern dengan berganti seri. buktinya: 1. Inilah metode yang jadi patokan dalam semua kisah-kisah AlQur'an)). Apakah Sayyid Quthb termasuk di antara mereka yang hadir menyaksikan ketika itu dan apakah dia mengetahui datangnya singgasana Balqis ke hadapan Sulaiman sebelum Balqis tahu?? Dan siapakah para penonton itu?? Apakah pemeran utama ini laki-laki atau perempuan?? Begitulah seterusnya hingga akhir komedi yang dengannya Sayyid Quthb menafsirkan Kalamullah atas nama seni yang dalam pandangan Sayyid sekelas dengan Dien. Di mana di antara setiap seri ada tenggang waktu yang dipenuhi dengan khayalan dan dinikmati dengan menegakkan jembatan penghubung antara satu serial dengan yang selanjutnya." (An-Naml : 42) Ini sebuah kejutan yang telah kita ketahui rahasianya lebih dulu. Maryam. Apakah engkau akan menafsirkan Kitabullah dengan seni-seni yang kacau ini. Kami katakan : Maha Suci Allah. Apakah benar kalau ini adalah keistimewaan seni dalam Al-Qur'an?? Dia katakan di halaman 187: ((Keistimewaan seni yang ketiga yang terdapat dalam pertunjukan kisah ini ialah jeda yang terdapat antara satu visualisasi kepada visualisasi selanjutnya. menurunkan dan mengangkat layar. pemandangan Ibrahim dan Ismail di depan Ka'bah. mengisyaratkan kepada kisah para pemilik kebun. Diapun menyebutkan kisah Ashhabul kahfi dalam beberapa adegan. dikiranya kolam air yang besar. yaitu pembagian babak. dan Sulaiman atas satu metode yang sama. Ini buah pahit dari bergantung mengandalkan seni dan keterlepasan dari aqidah yang dianggapnya sebagai belenggu. kami akan memaparkannya dengan terperincinya di poin berikut)). sehingga tiba-tiba kita dan Balqis dikagetkan dengan rahasianya.'Seakan-akan singgasana ini singgasanaku'. hasil produksi para komunis dan orang-orang fasiq Barat?? Lalu Sayyid Quthb menyambung penafsirannya terhadap ayat-ayat Allah yang mulia di surat Yusuf dengan cara penayangan film. Akan tetapi kejutan istana licin yang terbuat dari kaca sebelumnya masih tersembunyi bagi kita juga bagi Balqis. Maha Tinggi dan Suci Yang telah menurunkannya lalu berfirman tentangnya: . tatkala: "Dikatakan kepadanya: 'Masuklah ke dalam istana'. Demikianlah Sayyid menerapkan berbagai seni jahiliah Barat terhadap Kitabullah yang agung. sesekali dengan mengangkat layar lalu di kali lain menurunkannya dalam beberapa putaran yang dia menamainya 'adegan'. Dia katakan "Padanya ada 28 seri tontonan". Manakah hubungan antara Kalamullah dengan sandiwara yang menjadikan bohong sebagai salah satu rukunnya yang harus ada serta tidak dirakit kecuali oleh para pendusta. sangat jauhlah Kitabullah dari apa yang dilekatkan oleh laki-laki ini. Setelah itu dia menyebutkan sebagian. ini sebuah kedustaan besar. dan disingkapkannya kedua betisnya.[*] Lalu dia berkata: ((Berjalan kisah Ashhabul kahfi." (An-Naml : 44) Demikianlah dia menafsirkan kalimat mulia ini dengan kedustaan.

sedangkan Sayyid Quthb "sangat beruntung" menemukan dan menggapainya. bukannya tawa dan tepuk tangan yang dimaksudkannya……. Hal: 79-94.blogspot. Apakah para shahabat. maka tentu kaki kami akan meloncat kaget atau sungguh kami akan bergadang semalaman dikarenakan terkejut ataupun benar-benar kami akan bengong/ mengangakan mulut keheranan. dia menyebutkan kisah Maryam di surat Maryam. Edisi Indonesia: Bantahan Terhadap Kitab AtTashwirul Fanniy Fil Qur'an karya Sayyid Quthb. Cetakan: Pertama. sedang mereka tidak menyombongkan diri. ______________________ [Dari: Nadzaraat fii Kitaabi At-Tashwiir Al-Fanniy fil Qur'aan Al-Kariim li Sayyid Quthb." 2. kejutan."Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dan belakangnya. Penerjemah: Muhammad Fuad. sementara air mata mengalir mengharapkan kemenangan dan tangan bersuara dengan tepukan. membaginya dalam beberapa episode sesuai dengan cara sandiwara. Penerbit: Pustaka Ar Rayyan] http://hizb-ikhwani. sampai ia berkata di halaman 199: ((Andaikan kami belum mencoba sebelumnya. bahkan orang-orang bodoh dan fasiq dari kalangan muslimin semuanya bertepuk tangan sewaktu mendengarkan Al-Qur'an?! Allah subhanahu wa ta’ala berfirman menyifati kaum mukmin dan menjelaskan keadaan mereka ketika mendengarkan Al-Qur'an: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami. penurunan layar. maka silakan mata kami mengalirkan air mata sebab tergetar dan silakan telapak tangan kami bertepuk karena takjub. padanya ada sela-sela waktu. dan bermain-main. Pengaruh positif yang terpuji inilah yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Dia ridlakan untuk para hamba-Nya. Lc. Maret 2008. hingga akhir ucapan Sayyid Quthb yang berisi cerita jenaka. Lalu Sayyid Quthb bermulut besar "Tidak akan sempurna keindahan dan kemu'jizatan bahasa kecuali dengannya. yang diturunkan dari Tuhan Tang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji" (Fushshilat : 42) Di halaman 195-199. mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya." (As-Sajdah : 15) Ayat-ayat yang menjelaskan tergetarnya hati seorang mukmin tatkala mendengarkan Al-Qur'an banyak. kesia-siaan. Akan tetapi kami telah mencobanya. atau seluruh kaum muslimin.)) Inilah keistimewaan-keistimewaan seni yang tidak diraih oleh orang-orang sebelum Sayyid Quthb dari kalangan para shahabat. tabi'in. Penulis: Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhaly. Kemudian di tenggang waktu ini layar diturunkan. hal itu sesuai dengan kemuliaan Al-Qur'an. serta seluruh ahli tafsir.com/2008/06/membantah-visualisasi-seni-dalam-al. tabi'in. adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami).html .

penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an. Sahabat . Jika kita mati. Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku…. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku….“ Demikianlah ucapan Sayid Qutb sambil menuju ke tiang gantungnya. Subhanallah ya… Betapa kuat keimanannya & kecintaannya kpd Allah swt. Sebenarnya. 2008 — camperenik “Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim). tercermin dari kalimatnya… Dalam salah satu untaian syair.maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu.Sayyid Qutb Desember 29.. Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah…. bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb. Namun tawaran itu ditolak oleh Sayid Qutb dengan tegas sembari mengucapkan kalimat tersebut (di atas) dg tegas. ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu. Saudarakau…...

sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini. Publik di Indonesia jarang mengenal Sayyid Qutb sebagai sastrawan dan penulis kritik sastra. Sayyid Qutb antara lain telah menulis buku al Taswir al Fanny fi al Qur’an. Pengalaman dipenjara tiga kali. atau nama lengkapnya Ibrahim Husain Shadhili Sayyid Qutb lahir pada 9 Oktober 1906 di Misha dekat Asyut Mesir. sebelum dia -sebagai guru atau penilik sekolah yang bekerja di Departemen Pendidikan. Asywak. Sebagai penulis kritik sastra. Musyahadah al Qiyamah fi Qur’an.blog.dikirim sebagai utusan ke Amerika Serikat. sebelum beliau bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimun. Sedang novelnya yang lain adalah al Atyaf al Arba’ah dan al Madinah al Masurah. buku tafsir Fi Dzilalil Qur’an yang dinilai sangat monumental. yang ditulis semasa Sayyid Qutb dipenjara oleh rezim militer Mesir.geocities. membuat Sayyid Qutb sadar bahwa agama Islam sungguh merupakan solusi untuk menyelamatkan manusia dan memuliakan martabat kehidupan manusia. http://www. ia harus berhadapan dengan rezim militer sekuler yang menindas gerakan kritis dan tokoh-tokoh kritis bangsa Mesir.dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita…. sebagaimana publik Mesir. Sebagai sastrawan. Sayyid Qutb menulis novel berjudul Tif min al Qarya. Berkat taufiq dari Allah.htm . Novel berjudul Duri Dalam Jiwa (Asywak) ditulis pada tahun 1947. Banyak karya tulis yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. dan yang terakhir berujung pada syahidnya menunjukkan bagaimana gigihnya perjuangan agama dan perjuangan kemanusiaan yang dilakukan oleh Sayyid Qutb. ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Salah satunya. al Naqd al Adaby Usuluhu wa Manahijuhu dan Naqd Kitab Mustaqbal al Saqafah fi Misr. risikonya.banyak karya sastra lahir dari pena Sayyid Qutb. yang dipercaya pembacanya sebagai autobiografi. Kalau dikaji. Pengalaman menyaksikan kehancuran moral bangsa Amerika Serikat karena terlalu mengandalkan kebebasan hidup. Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Padahal semasa hidupnya -sebelum dia menjadi syahid karena dihukum mati pada 26 Agustus 1988 akibat difitnah oleh rezim yang berkuasa sebagai orang yang akan membunuh presiden Mesir. http://ip4y. Di Indonesia ia lebih dikenal sebagai ulama dan tokoh Ikhwanul Muslimun.. karya-karya itu ditulis sebelum tahun 1951.com/penerbit_navila/profil/sayid_qutb. Ini yang kemudian menyebabkan Sayyid Qutb bergabung dengan Ikhwanul Muslimun.com/2008/11/short-story-about-sayid-qutb/ Sayyid Qutb.friendster.

Dalam menghadapi penyelewengan kebudayaan dan kesalahan-kesalahannya. lalu beliau menulis tiga buku: at-Tashwirul fi Al-Qur’an (Disiplin Ilmu di dalam Al-Qur’an). beliau meletakkan cara-cara penyelesaikan terbaik. as-Salamul ‘Alamiwal-Islam (Perdamaian Dunia dan Islam). Permasalahan hidup yang mencekam yang sedang melanda hidup manusia saat ini atau tentang mereka telah tertimpa dosa masa lalu beliau refleksikan dalam buku-bukunya. Inilah yang menjauhkan mereka dari sumber-sumber kekayaan berharga. sedangkan sepanjang sejarahnya manusia telah jauh dari sumber ini. pemahaman atas Al-Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang wajib bagi semua Muslim.Pada intinya semua buku Sayid Qutb bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Beliau mendapat inspirasi keduanya tanpa ada ketentuan yang mengikat sebelumnya. Ma’rakatul Islam war-Ra’sumaliyah (Pertikaian Islam dan Kapitalisme). Kerugian mereka jelas-jelas tampak dalam panggung sejarah dan benar-benar terjadi dalam realita. Oleh karena itu. Maka sangguplah orang membaca secara dalam setiap kata dan hurufnya serta kalimat yang diterangkannya. yang menurut anggapannya benar. Masyahidul Qiyamah (Kesaksian Hari Kiamat) dan Fi Zilalil Qur’an (di Bawah Naungan Al-Qur’an). beliau menulis al-Islam wa-Muskilatul . bahwa keduanya dipandang sebagai sumber yang benar dalam agama ini. beliau mencoba menyingkap tabir yang menyelimuti manusia mngenai rahasia-rahasia dan arti-arti yang belum pernah diterangkan sebelumnya. Karena mereka telah menyibukkan diri dengan buku-buku yang disebut ‘ilmiah’. Di balik lembaran buku-buku itu beliau bermaksud mengarahkan manusia kepada suasana Qur’ani. suasana kelezatan hidup dibawah naungan Al-Qur’an sebagaimana suasana diturunkannya Al-Qur’an itu sendiri. Kesungguhan dalam visinya ditemukan dalam karya-karya besarnya yang pernah dikemukakan. dan rugilah mereka denga meninggalkan kebaikan yang banyak sekali. Dengan metode penyampaiannya yang segar. yaitu suasana baru. Sayid Qutb menyadari betul hal ini. Yang paling penting. beliau menulis al-‘Adalatul Ijtima’iyah fil-Islam (Keadilan Sosial dalam Islam). Dalam menghadapi Komunisme dan Kapitalisme.

untuk menunjukkan dan mengagungkan Islam. Dalam menghadapi kepaercayaan yang sesat. penulis tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an. semua tafsir karya ulama-ualama besara sepanjang sejarah memiliki kelebihan dan keistimewaan. untuk menjelaskan jalan orang-orang Mukmin dari jalan orang yang berdosa. http://catatancatur. Keistimewaan tersebut terletak pada konsentrasi dan permasalahan yang mereka tekankan sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi umat di zaman mereka masing masing. tradisi nenek moyang. perasaan dan prilaku umat ini. buya Hamka yang bernama Tafsir Al-Azhar? Saudaraku yang tercinta. khususnya dalam tafsir Al-Qur’an merupakan hasil interaksi mereka dengan Al-Qur’an secara intensif selama mereka hidup. Sayyid Qutb hidup di zaman penguasa-penguasa Islam yang amat zalim. penguasa-penguasa dunia Islam saat itu dengan mudahnya memaksakan kepada umat ini . Fi Zhilalil Qur’an juga demikian. semua karya ulama Islam yang mu’tamad (memenuhi persyaratan sehingga bisa dijadikan pegangan) sama hebatnya. Antara hati nurani. Sebab itu. patung.com/2008/06/membaca-sayyid-qutb. mereke memaksa umat ini hidup dengan sisitem jahiliyah yang mereka import dari Barat kolonialis yang nota bene dibungkus ajaran Yahudi dan Nasrani yang jelas-jelas bertentangan dengan inti ajaran Al-Qur’an.blogspot. Itulah yang dihadapi Sayyid Qutb. uang. nyaris sulit membedakan antara al-Haq (kebenaran yang datang dari Allah) dan al-Bathil (kebatilan yang datang dari manusia dan setan). akal. Pada dasarnya.Madharah (Islam dan Problematika Kebudayaan). Bahakan tidak jarang. Saking zalimnya. beliau menulis Khashaisut Tashawwuril Islami wa-Muqawwamatihi (Ciri-Ciri Penggambaran Islam dan Pembendungannya). Sednagkan penduduk negeri asli yang Muslim menjadi asing dan tamu di negeri sendiri. baik dalam bentuk manusia. yaitu penjelasan mengenai penggambaran Islam sebagaimana diturunkan Allah. Karya-karya mereka. dan untuk memperkuat garis pemisah antara keduanya atas dasar akidah. Di zaman Fi Zhilil Qur’an ditulis (sebagian besarnya ditulis Sayyid Qutb di Penjara Mesir). Antara Tauhid dan Syirik sudah nyaris tanpa beda.html Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Asy-syahid Sayyid Qutb Prolog Mungkin ada yang bertanya : Kenapa memilih Fi Zhlalil Qur’an dalam rubrik Tafsir? Apa tidak ada karya ulama besar Islam lain sejak Ibnu Abbas (Tafsir Ibnu Abbas) sampai Maududi (The Understanding of Qur’an). yaitu penjelasan mengenai keadaan kaum Muslimin yang jauh dari gambaran yang pertama itu. teknologi. ilmu pengetahuan. khususnya dari penguasa atau pihak-pihak yang menginginkan AlQur’an jauh dari kepala. Dua tujuan dari seluruh tulisannya itu adalah berpangkal pada dua pokok: Pertama. Antara carahaya dan kegelapan sudah tidak lagi menjadi perhatian. Bahkan. Bahkan antara Tuhan Pencipta (Allah) dengan berhalaberhala yang disembah. jabatan dan sebagainya sudah tidak dihiraukan. Dengan ungkapan lain. pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an yang mendalam dan pengamalan isinya serta penyebaran nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara konsisten menyebabakan mereka menghadapi berbagai ujian. hati. Kedua. Penjajah dengan segala pemikirannya menjadi tuan dan bahkan tuhan yang harus ditaati. Atau karya ulama tetrkemuka Indonesia. sistem hgidup. Antara iman dan kufur sudah tidak banyak lagi dibicarakan. Sedangkan sebagai dasar pijakan dan langkah-langkah dinamis. pikiran sehat dan hawa nafsu sudah samar. beliau mencoba untuk menjelaskan hakikat kebodohan (kejahiliyahan). Hazad Din (Inilah Islam). beliau menulis Ma’alim fi-Thariq (Petunjuk Jalan).

untuk menerima dan mengakui yang hak menjadi batil, yang batil menjadi hak, yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Lebih dari itu, ulama dan para aktivis dakwah yang menyuarakan al-Haq itu adalah Al-Haq dan al-Bathil itu adalah al-Bathil dimushi, dituduh dengan berbagai tuduhan yang mengerikan, lalu ditangkap, dipenjara dan bahkan Sayyid Qutb sendiri dibunuh di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser. Dalam salah satu untaian syair, Sayyid Qutb bersenandung : Saudaraku….. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi… Saudaraku….. engkau bebas merdeka dengan belenggu ini… Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah….maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu.. Saudarakau…. Jika kita mati, bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita (Rasul, Sahabat dan orang-orang saleh) Taman syurgawi Tuhanku sudah disiapkan untuk kita…..

Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fi Zhilalil Qiur’an ditulis dan disebarkan. Berkat taufiq dari Allah, sejak Fi Zhilal diterbitkan sampai hari ini, ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Atau dengan kata lain, Fi Zhilal tetap menjadi best seller sejak diluncurkan sampai hari ini. Syekh Abdullah Azzam pada pertengahan 80an pernah bercerita: Di Libanon, jika ada percetakan mulai bangkrut, para pemiliknya mencetak Fi Zhilalill Qur’an dan juga buku-buku Sayyid yang lain, maka percetakan tersebut terhindar dari kebangkrutan. Allahu Akbar…. Kenapa Fi Zhila menjadi rujukan uatama saat ini? Jawabannya ialah bahwa situasi dan kondisi kita sekarang tidak jauh berbeda dengan situasi dan kondisi saat Fi Zhilal ditulis sekitar 45 tahun lalu. Bahakn jahiliyahnyapun masih itu-itu juga. Ingkar pada Allah dan Rasul-Nya. Tidak mau menjadikan Al-Qur’an senbagai the way of life. Mempertuhankan akal, ilmu pengetahuan, teknologi, harta dan kedudukan. Berbagai kejahatan dan kezaliman yang timbul akibat jauh dari manhaj Al-Qur’anpun juga masih sangat terasa seperti saat Fi Zhilal diluncurkan. Alangkah miripnya zaman kini dengan masa itu. Secara umu dapat kita simpulkan bahwa Fi Zhilalil Qur’an memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Di antaranya : 1 Kekuatan membawa kita tenggelam sambil menyelami ilmu dan hikmah yang ada di dalam AlQur’an dengan penuh kenikmatan yang tidak mungkin digambarkan dengan kata-kata. 2 Kekuatan megikat dan merajut ayat-ayat Al-Qur’an dengan Hadits Rasul Saw. serta Sirah Nabawiyah dan para Sahabatnya, kemudian dikaitkan dengan sitausi dan kondisi kekinian (waqi’). 3 Kekuatan membangkitkan keyakinan (keimanan), optimisme pada rahmat dan pertolongan Allah dan rasa percaya diri sebagai umat terbaik yang Allah hadirkan ke atas bumi ini. 4 Kekuatan menggugah pikiran dan perasaan kita sehingga muncul berbagai inspirasi, ide, gagasan dan berbagai pertanyaan yang paralel dengan situasi dan kondisi yang kita lewati sekarang, sehingga kita memahami dengan tepat situasi dan kondisi tersebut dengan ide solusi yang jelas pula. 5 Kekuatan pencerahan yang luar biasa terkait hakikat Tuhan, manusia, kehidupan dunia, alam semesta, kehidupan akhirat, jahiliyah dan Islam. 6 Kekuatan penelaahan yang sangat luar biasa dalam hal hakikat Islam dan Jahiliyah, iman dan kufur, serta keunggulan manhaj (konsep) Islam dibandingkan dengan konsep jahiliyah, baik dulu maupun yang ada sekarang yang datang dari Barat maupun Timur. 7 Kekuatan bahasa yang digunakan karena Sayyid Qutb memang terkenal sebagai seorang

penyair kawakan di zamannya dan bahkan beberapa syairnya sampai hari ini belum terkalahkan. Sungguh Fi Zhuilalil Qur’an adalah kekuatan yang lahir dari keyakinan yang kuat, pamahaman yang mendalam, penerapan dalam kehidupan nyata dan diperjuangakan oleh penulisnya sampai detak jantungnya yang terakhir. Sebenarnya, ada tawaran dari Jamal Abdul Naser bahwa Sayid Qutb dapat selamat dari tiang gantung (hukuman mati) asal mau menandatangani surat minta maaf yang telah disiapkan penguasa. Sambil menuju ke tiang gantung Sayid Qutb berkata : Sesungguhnya telunjuk saya yang bersaksi dengan mengucap dua kalimat syahadat (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-nya) minimal lima kali dalam sehari (waktu shalat fardhu) tidak mungkin dia menandatangani atau menulis satu katapun yang menyebabkan saya beredekat-dekat dengan penguasa thaghut (zalim). Jika saya dihukum disebabkan karena al-Haq, maka saya ridha berhukum dengan al-Haq. Namun jika saya dihukum dengan al-Bathil (kebatilan) maka saya lebih besar dari meminta kasih sayang kepada kebatilan itu. Agar dapat menikmati hidangan Fi Zihalil Qur’an dengan indah dan nikmat, maka pertama kali kami menyajikannya kepada para pembaca/pengunjung ringkasan mukaddimahnya. Ringkasan mukaddimah tersebut kami bagi menjadi empat (4) tulisan. Setelah itu, kami akan menurunkan Fi Zhilalil Qur’an secara tematik, yakni sesuia situasi dan kondisi yang kita hadapi. Hal tersebut kami lakukan agar terasa bahwa Al-Qur’an itu adalah petunjuk hidup (hudan), jalan keselamatan, peringatan, syifa (obat) dan rahmat saat kita berada di dunia ini. Al-Qur’an adalah jalan peningkatan kualitas hidup kita yang sejati saat menjalani kehidupan dunia sementara ini sambil menuju kampung akhirat yang kekal abadi. Itulah jalan al-Haq (jalan kebenaran). Selain Al-Qur’an adalah fatamorgana dan kesesatan. ン ó ミ óáö ゚ õãõ ヌ ááøóåõ ム ó ネ øõ ゚ õãõ ヌ áú ヘ ó ゙ øõ ン óãó ヌミ ó ヌ ネ ó レ ú マ ó ヌ áú ヘ ó ゙ øö ナ öá ヌ ヌ á ヨ øóá ヌ áõ ン ó テ óäøóì ハ õ ユ ú ム ó ン õæäó Maka yang demikian itu adalah Allah, Tuhan Penciptamu yang Haq. Maka tidak ada selain Al-Haq itu kecuali kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Yunus : 32) http://dupahang.wordpress.com/2008/10/04/tafsir-fi-zhilalil-quran-asy-syahid-sayyid-qutb/ http://camperenik.wordpress.com/2008/12/29/sayyid-qutb/

METODOLOGI TAFSIR BIL MATSUR DALAM TAFSIR SAYYIQ QUTB Oleh : Ilham v Muqaddimah Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, yang kepada-Nya kita menyembah dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Shalawat serta Salam kita haturkan kepada Nabi Junjungan yakni Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, shahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman. Pada penelitian ini penulis akan mencoba memberikan rumusan masalah yang akan diteliti nantinya. Yakni seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an. Maka dari itu penulis akan membatasi penelitian dengan sebuah pertanyaan: 1. Seberapa besar atau seberapa banyak metodologi tafsir bil matsur di dalam tafsir Fii Dzilalil Qur’an atau seberapa besar atau seberapa banyak DR Sayyid Qutb Allahu Yarham menggunakan metodologi tafsir bil Matsur di dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an di dalam Tafsirnya? Untuk menjawab pertanyaan di atas maka kami akan melakukan pembahasan sebagai berikut. v Profil Sayyid Qutb Sebelum membahas mengenai tafsir Fii Zhilal Al-Qur'an karya Sayyid Qutb, maka alangkah baiknya terlebih dahulu mengenal sosok Sayyid Qutb yang telah menelurkan tafsir Monumentalnya "Fii Dzhilalil Qur'an" Nama lengkapnya adalah Sayyid Qutub Ibn Ibrahim Husain Syadzili. Lahir di Musha, Asyut, Mesir. Ia

dan menjadi juru bicara utama Ikhwan setelah pembubaran jamaah mereka pada tahun 1954. Sosialisme menekankan kesejahteraan sosial dan kemakmuran material dengan mengorbankan keselamatan moral. Greely College di Colorado dan Stanford University di California. Ia mulai berminat pada sastra Inggris. Ia yakin bahwa Islamlah yang mampu menyelamatkan manusia dari paham ini. Syahidnya beliau di tiang gantungan membuat pengaruh itu semakin kuat. Pemikiran Dan Pengaruhnya Sayyid Qutub mengusulkan Islam sebagai suatu alternatif terhadap ideologi-ideologi Komunisme. Ia mulai mengalami kepahitan mengenai dukungan pemberitaan Pers Amerika untuk Israel yang dianggapnya tendensius. Kapitalisme. Sayyid Qutub bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1953. banyak tulisanya berisi tentang ideologi yang mendukung pembaruan Islam. Sayid Qutub banyak dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Muhammad Asad (Leopold Weiss). ia mendapat tugas belajar ke Amerika Serikat dalam pendidikan selama dua tahun. Yakni: 1. baik di Mesir maupun Saudi Arabia melalui siaran radio mendapat tanggapan yang luar biasa dan mempengaruhi cara masyarakat dalam memahami Al Quran. Tahun 1949. sebagai pembawa oposisi keagamaan terhadap sosialisme. Dari Amerika ia mendapatkan pengalaman yang sangat luas mengenai problema sosial kemasyarakatan yang diakibatkan dari paham Materialisme yang gersang dari Roh ketuhanan. Menyadari akan bakat anaknya. yakni di Wilson’s Teacher”s College di Washington. ia mendapatkan gelar Sarjana Muda Pendidikan. Kemudian bekerja sebagai pengawas sekolah pada Departemen Pendidikan.mula-mula di didik dalam lingkungan desanya dan sudah hafal Al Quran selagi kecil. Ia memperoleh kesempatan masuk ke Tajhiziyah Dar Al-Ulum. Liberalisme dan Sekulerisme. pokok pemikiran Sayyid Qutub secara tersirat merupakan kritik terhadap sosialisme Mesir. Ia mulai menulis topik-topik tentang Islam. Pengaruhnya terhadap kelompok tertentu ditandai dengan pengadilan yang bukunya sebagai bukti bahwa ia menganjurkan dan berencana menumbangkan pemerintahan Mesir dengan cara kekerasan dengan vonis hukuman mati. Sosialisme – seperti halnya komunisme dan kapitalisme – adalah pertumbuhan dari pemikiran Jahiliyyah dengan watak aslinya yang rusak. Sayyid Qutub kembali dari AS saat terjadi krisis politik di Mesir yang menyebabkan terjadi kudeta Militer pada Juli 1952. Pandangan Syeikh Jibrin[1] Terhadap Sayyid Qutb . kedua sistem ini tidak bisa dirujukkan atau disintesiskan. Tanpa ini upaya untuk meningkatkan kehidupan manusia tidak akan berhasil. namun keduanya terpisah satu dari yang lain. orang tuanyamemindahkan keluarganya ke Halwan. Islam tidak mengabaikan segi material tapi Islam beranggapan bahwa langkah awal untuk rancangan itu adalah penyucian dan pembebasan jiwa. 2. Hampir pada tiap pergerakan di Mesir bahkan sampai ke Iran menggunakan bahasa dan tulisan Sayyid Qutub untuk memperkuat aktivitas mereka. dan dilahapnya sesuatu yang dapat diperolehnya dalam bentuk terjemahan. nama lama Universitas Kairo. Menurut Hamid Enayat. Baik Islam maupum Sosialisme adalah sistem pemikiran dan kehidupan yang sama-sama komprehensif yang tidak bisa dipecah belah. Publikasi rutin Tafsir Fi Zhilalil Quran. daerah pinggiran Kairo. Dan ia menjadi salah seorang pendukung pemberontakan Nasser. tetapi berbalik menentangnya setelah Nasser mulai menyiksa kelompok Ikhwan. Pada tahin 1929. Abul Hasan Ali An-Nadawi dan Abul A’la Almaududi. Dari sinilah orang Mesir mulai tertarik untuk membaca pikiran yang tidak tunduk pada pemerintah. ia menjadi sangat anti AS dan barat. Karenanya. Pada saat yang sama rezim Nasser sudah mendominasi dan menundukkan pendapat umum kepada pemerintah.

Pandangan beliau terhadap Sayyid Qutb dapat kita lihat dari Fatwa beliau terhadap Sayyid Qutb dan Hasan Al-Banna Soal: Segelintir pemuda mengelompokkan Sayyid Quthb dan Hasan Al-Banna sebagai ahli bid’ah berikut melarang membaca buku-buku mereka, serta menuduh beberapa ulama lainnya sebagai penganut faham khawarij. Alasan mereka melakukan itu semua adalah dalam rangka menjelaskan kesalahan kepada masyarakat, sedang status mereka sendiri masih sebagai para penuntut ilmu. Saya sangat mengharapkan jawaban yang dapat menghilangkan keragu-raguan dan kebingungan saya mengenai hal ini. Jawab: Segala puji bagi Allah semata … Menggelari orang lain sebagai mubtadi’ (pelaku bid’ah) atau fasik (pelaku dosa besar) adalah perbuatan yang tidak dibenarkan atas umat Islam, karena Rasulullah bersabda: ãóäú ゙ ó ヌ áó á テ ó ホ öíúåö íó ヌ レ ó マ õæøó ヌ ááåö æóáóíú モ ó ゚ ó ミ áö ゚ ó ヘ ó ヌム ó レ óáóíúåö} (ム æ ヌ å ã モ áã(. “Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya: “Wahai musuh Allah”, sedang kenyataannya tidak seperti itu, maka ucapannya itu menimpa dirinya sendiri.” (HR. Muslim).

ãóäú ゚ ó ン øó ム ó ãõ モ úáöã ヌ ð ン ó ゙ ó マ ú ネ ó ヌチ ó ネ öåöãó ヌ テ ó ヘ ó マ õåõãó ヌ} (ム æ ヌ å ヌ á ネホヌム í æã モ áã(.

“Barangsiapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka ucapan itu tepat adanya pada salah satu di antara keduanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

… テ óäøó ム ó フ õá ヌ ð ãó ム øó ネ ö ム ó フ õáò æóåõæó íó レ úãóáõ ミ óäú ネヌ ð ン ó ゙ ó ヌ áó: æó ヌ ááåö á ヌ ó íó ロ ú ン ö ム õ ヌ ááåõ áó ゚ ó . ン ó ゙ ó ヌ áó: ãóäú ミ ó ヌ ヌ áøó ミ öíú íó ハ ó テ óáøóì レ óáóíøó テ óäøöíú á ヌ ó テ ó ロ ú ン ö ム õ áö ン õá ヌ óäò 。 ナ öäøöíú ロ ó ン ó ム ú ハ õ áóåõ æó テ ó ヘ ú ネ ó リ ú ハ õ レ óãóáó ゚ ó (ム æ ヌ å ã モ áã)

“… bahwa ada seseorang yang melihat orang lain melakukan dosa, lalu ia berkata kepadanya: ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu’. Maka Allah berfirman: ‘Siapakah gerangan yang bersumpah atas (Nama)Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan Aku gugurkan (pahala) amalmu’.” (HR. Muslim). Kemudian saya ingin mengatakan bahwa Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna termasuk para ulama dan tokoh dakwah Islam. Melalui dakwah mereka berdua, Allah telah memberi hidayah kepada ribuan manusia. Partisipasi dan andil dakwah mereka berdua tak mungkin diingkari. Itulah sebabnya, Syaikh

Abdulaziz bin Baaz [2] mengajukan permohonan dengan nada yang lemah lembut kepada Presiden Mesir saat itu, Jamal Abdunnaser – semoga Allah membalasnya dengan ganjaran yang setimpal - untuk menarik kembali keputusannya menjatuhkan hukuman mati atas Sayid Quthub, meskipun pada akhirnya permohonan Syaikh Bin Baaz tersebut ditolak. Setelah mereka berdua (Sayid Quthub dan Hasan Al-Banna) dibunuh, nama keduanya selalu disandangi sebutan “Asy-Syahid” karena mereka dibunuh dalam keadaan terzalimi dan teraniaya. Penyandangan sebutan “Asy-Syahid” tersebut diakui oleh seluruh lapisan masyarakat dan tersebarluaskan lewat media massa dan buku-buku tanpa adanya protes atau penolakan. Buku-buku mereka berdua diterima oleh para ulama, dan banyak memberikan manfaat - dengan dakwah mereka - kepada hamba-hambaNya, serta tak ada seorang pun yang telah melemparkan tuduhan kepada mereka berdua selama lebih dari duapuluh tahun. Bila ada kesalahan yang mereka lakukan, maka hal yang sama telah dilakukan oleh Imam Nawawi, Imam Suyuthi, Imam Ibnul Jauzi, Imam Ibnu ‘Athiyah, Imam Al-Khaththabi, Imam Al-Qasthalani, dan yang lainnya. Saya telah membaca apa yang ditulis oleh Syaikh Rabie’ Al-Madkhali tentang bantahan terhadap Sayid Quthub, tapi saya melihat tulisannya itu sebagai contoh pemberian judul yang sama sekali jauh dari kenyataan yang benar. Karena itulah, tulisannya tersebut dibantah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid [3] hafidzhahullah … æó レ óíúäõ ヌ á ム øö ヨ ó ヌ レ óäú ゚ õáøö レ óíú ネ ò ゚ óáöíúáó ノ ñ æóá ゚ öäøó レ óíúäó ヌ á モ øõ ホ ú リ ö ハ õ ネ ú マ öí ヌ áúãó モ ó ヌ æöíó

Mata cinta terasa letih memandang aib Tapi mata murka selalu menampakkan aib Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin 26 Shafar 1417 H.[4] v Sayyid Qutb dan Karya Beliau Karya Sayyid Qutb Diantara karya beliau antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Fi Dzhilall Qur’an Hadza Din Al-Mustaqbal Li Hadza Ad-Din Khasahisut Tashawwuril Islami Ma’alim Fi Thariq Al-Taswir Al-Fanni Fil Qur’an Musyahadatul Qiyamah Fil Qur’an Al-Islam Wa Musykilatul Hadharah Al-Adalah Al-Ijtima,Iyah Fil Islam As-Salam Al-Alami Wal Islam Kutub Wa Syahshiyat Asywak

m. An-Naqdil Adabi Ushuluhu Wa Manahijuhu n. o. Nahwa Mujtama’ Islami Thiflun Minal Qaryah

. a.p. syariat Allah bagi manusia merupakan salah satu bagian dari undang-undang Nya yang menyeluruh di alam semesta. Hidup di bawan naungan al Quran. dengan cara yang tak perlu dirasionalkan atau dijelaskan dengan merujuk kriteria filsafat. alam dunia dan akhirat. melainkan satu fase setengah jalan. Nikmat yang tidak diketahui kecuali oleh yang telah merasakanya. Mahdi Fahullah menilai bahwa tafsir Sayyyid Qutub yang tiga puluh juz inimerupakan usaha terobosan penafsiran yang sederhana dan jelas. baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. Menurut Qutub. Al-Athyaf Al-Arba’ah Dan Lain-Lain[5] v Sayyid Qutub dan Tafsirnya[6] Tafsir Fi Zhilalil Quran Di tulis dalam rentang waktu antara 1952-1965. Iman itu harus ditetapkan melalui tindakan langsung ke dalam kehidupan individu. Di bawah naungan al Quran. Maka. sayyid Qutub sempat merevisi ketiga belas juz pertama tafsirnya semasa penahanannya yang panjang. Kepada-Nya setiapjiwa mukmin menghadap dalam khusuk. Ia melihat kebinasaan yang akan menimpa kemanusiaan akibat pemyimpangannya dari undang-undang alam ini. Ia adalah alam nyata dan alam gaib. ia tidak mungkin berjalan berjalan sendiri tanpa fondasinya yang besar. yang telah ditetapkan Allah. Perjalanan panjang fase itu adalah menuju pencipta Yang Esa. Sayyid Qutub mengemukakan kesan-kesanya hidup di bawah naungan al Quran. Syariat di buat untuk dilaksanakan pada masyarakat muslim dan ia juga di buat untuk memberi saham untuk membangun masyarakat muslim. sosial dan tatanan politik. Syariat ini tidak lain adalah buah Iman. Al Quran memberi umat manusia sarana untuk menemukan kembali dirinya dalam pola yang dikehendaki Allah melalui Nabi dan oleh Nabi. Dalam akhir ‘pembukaanya’ beliau mengatakan bahwa inilah sebagian dari curahan dalam kehidupan di bawah naungan Al Quran. Kehidupan manusia membentang dalam rentang masa yang panjang itu dan kematian bukanlah akhir perjalanan hidup. Tafsirnya banyak menekankan perlunya manusia mendekati iman secara intuitif. Sayyid Qutub bertanya setan durhaka macam apa yang telah menggiring langkah manusia ke dalam nestapa ini. melaksanakan syariat pasti memiliki dampak yang positif di dalam menyerasikan perjalanan hidup manusia dengan perjalanan alam semesta. Latar Belakang Penulisannya Pada kata pengantarnya. 15. Ia menyaksikan benturan yang keras antara ajaran-ajaran rusak yang dididektekan padanya dengan fitrahnya. Sayyid Qutub melihat wujud alam ini lebih besar dari pada bentuk yang tampak di depan mata. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi. Hidup di bawah naungan al Quran adalah nikmat. Ia merasa dekat dan mendengar serta berbicara dengan Allah melalui al Quran. q. Tafsir tersebut membawa Sayyid Qutub menjelajahi berbagai cara agar pesan orisinil Islam yang disampaikan Al Quran dapat menjadi fondasi suatu ideologi sempurna. Sayyid Qutub merasakan keselarasan yang indah antara gerak manusia sebagaimana kehendak Allah dengan gerak-gerik alam ciptaan-Nya.

Kemudian dari Al Bidayah Wan Nihayah tentang lamanya Nabi tinggal di Makkah selama 10 tahun. Ia memulai penafsiran suatu surat dengan memberikan gambaran ringkas kandungan surat yang akan dikaji secara rinci. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata . Sebagian dengan menyebut perawi pertama dan terakhir. tanpa menyertakan rangkaian sanadnya secara lengkap. Ketika menafsirkan ayat “ ??? ?? ? ??? ?? “ misalnya. keseimbangan. 2.b. Dalam menafsirkan ayat. Dipilihnya surat ini karena sebagai bacaan yang di ulang-ulang dalam setiap rakaat shalat serta tidak sahnya shalat tanpa membacanya. dan keserasian dalam surat. beliau menetapkan ayat pertama sampai ayat 29 sebagai bagian pertama pembahasan. Misalnya. (mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang Karena Telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri. Yang tak kalah penting. ia mengutip surat Luqman: 5 dan Qaf: 2-3: 25. Sayyid Qutub menggunakan hadist-hadist Nabi SAW sebagai penjelas. yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (Kami akan kembali lagi) ?. pengelompokan Sayid Qutub relatif lebih besar. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah. sesuai dengan pesan yang terkandung di dalam ayat-ayat tersebut. ia menggunakan ayat-ayat al Quran sebagai penjelas. sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah. dst. terkait surat Al Baqarah:100 tentang menepati janji. Struktur Tafsir Dan Ciri-cirinya Tafsir Sayyid Qutub di susun dengan Tahlili. Sayyid Qutub mengelompokkan sejumlah ayat sebagai kesatuan. Seperti mengutip Tafsir Ibn Katsir mengenai peristiwa Bai’ah Aqabah. ia menekankan analisis rasional. Dalam menafsirkan surat yang panjang. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah. Juga mengutip pendapat-pendapat ulama terdahulu. 3. Dibandingkan dengan pengelompokan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha dalam Tafsir Al Manar. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui. Dalam surat Al Fatihah misalnya. konsepkonsepsi Islam dan pengarah-pengarahanya yang mengidentifikasi hikmah. Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. Katakanlah : "Segala puji bagi Allah". Misalnya. hadist tentang keharusan membaca surat Al Fatihah yang di riwayatkan Bukhari dan Muslim. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah. Maka berkatalah orang-orang kafir :"Ini adalah suatu yang amat ajaib". Setelah itu beliau memperinci penafsiran ayat demi ayat. Terkadang hanya dengan menyebutkan rawi terakhirnya. Dalam menafsirkan surat Al Baqarah misalnya.39. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. ayat 40 – 74. Sayyid Qutub mengemukakan bahwa dalam surat ini tersimpul prinsip-prinsip akidah Islam. Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". ayat 75 – 103. Kemudian melengkapi Tafsirnya dengan perkataan sahabat. Begitupula ketika beliau menafsirkan surat-surat berikutnya. itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. misalnya perkataan Umar tentang permohonan suaka pendudul Iraq. Selanjutnya beliau menafsirkan ayat 30 .

Mereka tidak akan berdamai dengan kaum Muslimin. beliau hanya menyebutnya dengan nama “Di Bawah naungan Al-Qur’an”. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. maka ia tidaklah disebut tafsir. Itulah ideologi mereka. ンヨ íá ノヌ á ヤ í ホ ユヌ á ヘ ヌ á ン æ メヌ ä . yang membahas penjelasan seputar ayat-ayat.berdasarkan apa yang nampak bagi beliau. takhayul. demikianlah. meninggalkan kebenaran ini. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat. Dalam menafsirkan ayat: 120. Sayyid Qutub menafsiri. kecuali jika kaum Muslimin menyimpang dari perkara ini. dan beliaupun (Sayyid Quthb) tidak menamakannya sebagai tafsir. orang-orang Yahudi dan Nasrani senantiasa akan memerangi kaum Muslimin. Inilah hakikat peperangan yang mereka lancarkan terhadap umat Islam kapanpun dan dimanapun..karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)".[7] Pandangan Syeikh Fauzan Terhadap Tafsir Sayyid Qutb Bagaimana pendapat fadhilatukum tentang tafsir Al-Qur’an “Fi Zhilalil Qur’an” karangan Sayyid Quthb? ヌ á フ æ ヌネ : ” ハンモ í ム ヌ á ゙ムツ ä á モ í マ ゙ õ リネ ã ヌ åæ ハンモ í ム …ル á ヌ áõ ヌ á ゙ムツ ä ã ヌ åæ ハンモ í ム æ ナ äã ヌ åæ ゚ á ヌ ãñ ン í ã レ äì ヌ á ゙ õ ムツ ä 。 テ æ ヘ æá ヌ á ゙ムツ ä 。í ヤネ å ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í ヌ ááí í モ ãæäå ヌ á ハンモ í ム ヌ áãæ ヨ æ レ í 。 ヌ á ミ í í ミ゚ム ヘ æá ヌ á ツ í ヌハ ゚ á ヌ ã . Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. テ ã ヌ ナ äå ハンモ í ム í ヘ áá ヌ á テ á ンヌル æí モハ ä ネリ ヌ á テペヌ ã 。 æíõæ ムマ ヌ á ム æ ヌ í ヌハ ゚ ã ヌ ン í ゚ハネ ヌ á ハンモ í ム コ ン åæ áí モ ゚ミ á ゚ 。 ン á ヌ äõ モ ãíøöå ハンモ í ムヌ ð 。 æåæ áã íõ モ ãøöåö ハンモ í ムヌ ð 。 ン åæ ä ンモ å áã í モ ãåö ハンモ í ムヌ 。 ナ äã ヌ ゙ヌ á { ン í ル á ヌ áö ヌ á ゙ムツチ ä } í レ äí ゚ á ヌ ã ン í ã レ äì ヌ á ゙ムツ ä ãã ヌ ル å ム áå õ. Karena yang dinamakan tafsir haruslah berisi lafazh-lafazh & diambil (istinbath) hukum-hukum & disebutkan riwayat-riwayat hadits sebagaimana dalam kitab-kitab tafsir.レヨ æ åí ニノ ゚ネヌム ヌ á レ áã ヌチ ヨ ãä ヌ á テモニ á ノ ネマム æ モ : ヌ á ハンモ í ム ãä モ æ ムノ ヌ á ヘフムヌハ ナ áì モ æ ムノ ヌ áä ヌモ ハヌム í ホ ヌ á マムモ 13-2-1427 å ワ . dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu. mirip tafsir maudhu’i (tematik) maka ia disebut sebagai tafsir tematik. yang maknanya perkataan-perkataan tentang makna Al-Qur’an yang nampak bagi diri beliau –rahimahuLLAAH. dan melepaskan keyakinan mereka lalu mengikuti kesesatan.ムヘ ãåõ ヌ ááå . dan Zhilal tidaklah demikian. syirik dan pemikiran jahat orang-orang Yahudi dan Nasrani tersebut. tetapi ia merupakan penjelasan tentang makna Al-Qur’an atau mengenai Al-Qur’an. maka ada yang pas & ada pula yang tidak pas. karena beliau pribadi tidak pernah menamakannya sebagai sebuah tafsir.ãã ヌ ル å ム áå æíõæ ヌン゙ レ áì ヤ í チ 。 æíõ ホヌ á ン ン í テヤ í ヌチ 。 ä レ ã “ JAWAB: Tafsir Al-Qur’an tulisan Sayyid Quthb bukanlah sebuah tafsir… Zhilalil Qur’an bukanlah tafsir. Perang akidah yang selalu berkobar – walau tidak jarang umat Islam sendiri lah yang saling menyerang dan menjatuhkan saudaranya sendiri..

sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram. Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Maka tidak ada permusuhan (lagi). seimbang dengan serangannya terhadapmu. dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah). Berlaku hukum qishaash. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tandatanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji. dan jangan kamu . Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu.Fadhilatu Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan . akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka. oleh sebab itu Barangsiapa yang menyerang kamu. dan pada sesuatu yang patut dihormati. 192. 191. dan berbuat baiklah. dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya. 190. Maka bunuhlah mereka. 193. dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. Demikanlah Balasan bagi orangorang kafir. 194. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). 195. bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah. bahwa Allah beserta orangorang yang bertakwa. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu).Anggota Hai’ah Kibaril ‘Ulama[8] Kritikan terhadap tafsir Sayyid Qutb Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan bahaya Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak. [9] v Contoh tafsir bil dengan metodologi tafsir bilmatsur dalam tafsir Sayyid Qutb Dalam hal ini kami akan memberikan contoh bagaimana penafsiran beliau terhadap ayat-ayat Qital (perang) dalam surah al-Baqarah ayat 189-203 (juz dua) 189. Bulan Haram dengan bulan haram. Maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu. Maka seranglah ia. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu). Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. 196.

Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji. 197. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari. berilah Kami (kebaikan) di dunia". dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan. bagi orang yang bertakwa. Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan. 202. 203. dan Barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. . Maka tiada dosa baginya. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang[128]. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji). (munasabah ayat) Ini dapat dilihat dari penafsiran beliau dalam ayat 189. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah. 201. 200. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka". berbuat Fasik dan berbantahbantahan di dalam masa mengerjakan haji. Pertama: dengan metode al-qur’an bil qur’an.mencukur kepalamu. Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami. (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. dan bertakwalah kepada Allah. dan ketahuilah. tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). Maka wajiblah atasnya berfid-yah. apabila kamu telah (merasa) aman. atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. “dalam masalah mendatangi rumah dari belakangnya disampaikan ulasan akhir ayat yang meluruskan kebajikan (al-birr) bahwa ia tidak terletak pada gerak lahiriah tetapi terletak pada ketaqwaan. 198. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak ('Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal. sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu. bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah. Dalam menafsirkan ayati-ayat ini beliu menampilkan berbagai corak penafsiran. berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. Maka tidak ada dosa pula baginya[129]. 199. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat. Maka tidak boleh rafats. Yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat. sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

æ ヌ á バ æ ヌ ヌ ááå á レ á ゚ ã ハン á ヘ æä “…. dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung…”(189) Dalam masalah perang secara umum al-Qur’an mengarahkan mereka agar tidak melampaui batas ..Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya. dan hal ini dikaitkan dengan cinta Allah dan kebencian-Nya: ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã トハマ íä “. disampaikan ulasan akhir ayat dengan taqwa kepada Allah: .æ ヌバ æ ヌ ヌ ááå æ ヌレ áãæ ヌ テ äøó ヌ ááå ã レ ヌ áã バ íä ..karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. æ テハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä テネ æ ヌネ å ヌ .. akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. Dan masuklah ketrumah-rumah itu dari pintu-pintunya.” (190) Dalam masalah perang di bulan suci.æáí モ ヌ á ネム øõ ネテ äú ハテハ æ ヌ ヌ á ネ íæ ハ ãä ル åæ ム å ヌ æá ヌ゚ ä ヌ á ネム ø ãäö ヌ á バ ì .

Karena al-Qur’an diturunkan untuk misi yang lebih besar ketimbang informasi dan pengetahuan sektoral…[12] Kaitan antara kedua bagian ayat ini nampaknya adalah korelasi antara bulan sabit yaitu tanda-tanda waktu bagi manuia dan ibadh haji dengan tradisi jahiliyah berkenaan dengan haji.” (194)[10] Kedua: penafsiran menurut pemahan beliau.[13] Di dalam shahihain –dengan sanad –nya. dalam pernikahan. Dan masuklah kerumahrumah itu dari pintu-pintunya. talak dan ‘Iddah mereka.lalu al-Qur’an datang untuk membatalkan persepsi yang salah dan amal perbuaan mereka yang mengada-ada yang tidak berdasar dan tidak bermanfaat .“…Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa. padahal ini termasuk kedalam inti pertanyaan: kenapa bulan Nampak pertama kali sebagai bulan sabit. tengah membangun umat baru di muka bumi.[11] …oleh sebab itu menghidnari jawaban manusia yang manusia itu belum memiliki kesiapan untuk menerimanya dan tidak dapat memberikan manfaat bagi misi utama yang menjadi utama diturunkannya Al-Qur’an.dari al-Barra’ radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “dahulu orangorang anshar apabila berhaji lalu pulang.. Katakanlah : ‘bulan sabt itu adalah tanda-tanda bagi manusia dan (bagi ibadah haji). system khusus dan masyarakat khusus. akan tetapi kebajikan itu ialah kebaktian orang yang bertaqwa. yang memiliki peran khusus dalam memimpin umat manusia. itulah yang diisyaratkan oleh bagian ayat yang kedua. dan menjelaskan tentang peredaran bulan dan bagaimana peredaeran bulan itu terjadi. tetapi keduanya ditujukan kepada realitas kehidupan mereka secara nyata bukan sekedar pengetahuan yang bersifat teoritis. Kemudian turunlah ayat: .. dan sebagainya… jawaban ini juga tidak menjelaskan kepada mereka tentang fungsi bulan dalam tata surya atau dalam keseimbangan gerak benda-benda luar angkasa padahal ia termasuk dalam muatan pertanyaan: Mengapa Allah mencipatakan bulan sabit? Isyarat apakah yang ingin ditumbuhkan oleh arah yang ada di dalam ayat ini? Al-Qur’an pada saat itu tengah membangun tashawwur khusus. “mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit.”dan bukanlah kenajikan…(189) Apakah tradisi mereka itu berkenaan dengan perjalanan secara umum atau berkenaan dengan haji secara khusus –walaupun ini yang lebih dekat denga konteks –tetapi mereka dahulu menganggap hal ini sebagai kebajikan –yakni kebikan atau iman. dalam semua perkara agama dan dunia mereka. mereka tidak masuk dari arah pintu-pintu rumah. Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya.. dan untuk menuntun manusia menuju kepada-Nya. Baik jawaban ini untuk pertanyaan yang pertama atau untuk kedua. dalam mu’amalat. lalu ia dicela karena perbuatan tersebut. dalam berpuasa dan berbukan puasa mereka. dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beuntung. untuk menjalani kehidupan yang idealyang tiada duanya. Kemudian salah seorang dari mereka datang lalu masuk dari arah pintu.. perniagaan dan hutanngpiutang mereka. dan untuk mengokohkan dasar-dasar kehidupan ini di muka bumi. untuk menciptakan masyarakat teladan yang tiada tara bandingannya. bukan bidang al-Qur’an. Masalah ini apapun keadaanya.” (189) Tanda-tanda waktu bagi manusia dalam tahallul dan ihram mereka.

Al-Qur’an datang melurukan tashawwur keimanan tentang kebajikan…[14] Ketiga : tafrsir al-qur’an dengan hadits Hal ini dapat dilihat dari penfsiran beliau dalam ayat..sama sekali ini. . æá ヌ ハレハマ æ ヌ ナ ä ヌ ááå á ヌ í ヘネ ヌ áã レハマ íä ..

akan tetapi sifatnya sekunder. Muslim dan abu Dawud) Kemudian beliau mengutip hadits lan “dari Abi HurairahRa.tetapi janganlah kalian melampaui batas. Itulah perang yang dilakukan Islam. kemudian Rasulullah melarang membunuh wanita dan anak-anak. menadapatkan perhatian yang memada di dalam tafsir ini. Itulah adab-adabnya. spritualisme. Itulah tujuan-tujuannya. sebab Sayyid Quthb menyebutkannya untuk memberikan contoh dan bukti dari yang apa yang ia katakana.” (190)[15] v Keistimewaan Metodologi Tafsir Beliau Tafsir Fi Zhilalil Qur’an merupakan tafsir kontemporer yang paling actual dalam memberikan terapi berbagai persoalan dan menjawab berbagai tuntutan abad modern ini berdasarkan petunjuk al-Qur’an. peradabaan.“. Sumber-sumber Zhilal berbeda dari sumber-sumber tafsir lainnya disebabkan perbedaan karakter dann tujuannya.” (diriwayatkan oleh Malik. karena sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. politik. pembinaan. Dalam hal ini sayyid qutb menukil sebuah hadits “dari Ibnu Umar Ra ia berkata: “ditemukan seorang wanita terbunuh pada sebagian peperangan Rasulullah Saw. Di antara persoalan dan tuntutan abad modern yang paling menonjol adalah persoalan seputar pemikiran. Sehingga membuat tafsir ini terasa sangat actual apalagi gagasan-gagasan Sayyid Quthb yang tertuang di dalam tafsir ini sangat orisinil berdasarkan nash-nash al-Qur’an tanpa terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran asing. Ini adalah bagian dari beberapa keistimewaan Zhilal. Bikhari. Tindakan melampaui batas jelas dapat melanggar adab-adab dalam peperangan. yang dapat disebut sebagai “aliran tafsir pergerakan”. (tetapi) janganlah melampaui batas. dakwah dan pergerakan dalam suatu rumusan kontemporer sesuai dengan tuntutan zaman. Zhilal juga dapat dikatagorikan sebagai aliran khusus dalam tafsir. Rasulullah Saw bersabda: “apabila salah seorang diantara kamu membunuh dalam peperangan maka hendaklah ia menjauhi wajah. psikologi. Karena itu tafsir Fi Zhilalil Qur’an dapat dikatagorikan sebagai tafsir corak baru yang khas dan unik.” (diriwayatkan Bukhari dan Muslim) Kemudian beliau memberikan komentar. ideologi. Semua itu bersumber dari pengarahan Al-Qur’an yang mulia: “dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu. Sumber-sumber dalam Zhilal itu tidaklah mendasar atau pokok (primer). serta langkah baru yang jauh dalam tafsir. v Analisa dan Kritik Dari beberapa contoh yang telah dipaparkan di atas. konsepsi.. Sebab metode pergerakan (al-manhaj alharaki) atau metode realistis yang serius tidak ada didapati selain pada Zhilal. di samping persoalan-persoalan lainnya. dari analisa kami metodologi yang digunakan oleh . Berbagai persoalan ini. budaya. karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (190) Tindakan melampaui batas bisa saja terjadi denga memerangi orang-orang yang tidak memerangi atau orang-orang yang tidak terlibat dalam peperangan misalnya para pendududuk sipil yang ingin hidup damai dan ingin selamat dari peperangan yang terjadi. hokum.

Dan hal ini memang merupakan keunggulan beliau dalam bahasa dan sastra.com/node/7084 [8] http://www.net/fatwa-syaikh-shalih-bin-fauzan-al-fauzan-tentang-kitab-fii-zhilalil-qurankarangan-sayyid-quthb-rahimahullaah-142/ [9] Lihat: Baraatul Ulama Ummah. tidak percaya dengan kekuatan gaib semata-mata karena tidak ada referensi praktis dari ilmu pengetahuan. [2] Mantan Ketua Umum Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia) dan Mantan Ketua Umum Dewan Riset Ilmiah. Yang tak kalah penting. ia menekankan analisis rasional. Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan metode lainnya yang digunakan oleh beliau. 2000. 417 [14] Hal 418 [15] Hal.al-ikhwan.com/node/7084 [7] http://one.indoskripsi. yang benar datangnya dari Allah Swt. Demikian pula yang berdasarkan hadits-hadits Nabi Saw. [3] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia. Ini bukan berarti menyetujui bentuk khurafat. beliau selalu mengaitkannya dengan ayat-ayat lain yang sebelumnya terlebih dahulu dijelaskan dengan pendekatan bahasa. Mungkin sekian dari penulis. Dakwah dan Bimbingan Islam Kerajaan Saudi Arabia. Hlm. Jakarta: AlI’tisham. Sungguh berlawanan dengan realitas apabila seseorang bersikap apriori. “mereka yang telah pergi”.net/fatwa-syaikh-abdullah-bin-jibrin-1-tentang-hasan-al-banna-dan-sayyidquthb-138/ [5] Al-mutasyar Abdullah al-aqil. persesuaian antar pembukaan surat dengan penutupnya sseperti tampak dalam surat Al Baqarah. 2003. Misalnya. 35 [10] Sayyid Qutb. 606 [6] http://one.. sayyid Qutub menulis bahwa sihir yang mempunyai kekuatan dapat memisahkan suami dengan istrinya adalah dengan izin Allah. Hal 406 [11] Hal. Sayyid Qutub menekankan analisis munasabah. ================================================================= [1] Anggota Hai-ah Kibaril ‘Ulama (Majelis Ulama Saudi Arabia). yang mengutarakan sifat-sifat orang beriman dan karakteristik orang beriman.! . karena bila dilihat.Khozin abu faqih. keseimbangan. Sihir itu masih terjadi di setiap waktu di mana sebagian manusia memiliki keahlian dalam bidang itu yang tidak bisa di jelaskan dengan logika ilmiah. [4] http://www. dari penafsiran beliau. 430 Tag: tugas ustadz ulil Sebelumnya: T A F S I R M U N I R Selanjutnya : WAHAI ABU BAKAR.. rahimahullah. Fatwa.Sayyid Qutb lebih banyak menggunakan kepada pendekatan bahasa serta munasabah Al-Qur'an. Ini menyeripai hipnotis dan telepati. v Kesimpulan dan Penutup Dari pemaparan di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa Sayyid Qutb dalam menafsirkan ayatr AlQur'an di dalam tafsirnya menggunakan Metodologi bil Matsur. "FIi Dzilalil Qur'an" Terj: Jakarta. uraian tentang Nabi Musa diikuti dengan uraian tentang bani Israil. dan keserasian dalam surat. Jumlahnya sedikit. dan kesalahan datang dari penulis.. Hal. takhayul. Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan. dibandingkan dengan pendekatan bahasa dan munasabah Al-Qur'an.indoskripsi.al-ikhwan. Kemudian dalam penafsiran beliau jarang ditemukan adanya penafsiran beliau yang merujuk pendapat para shahabat atau pendapat Ulama mengenai ayat tersebut. Terjemah. Rabbani Press. Misalnya tentang sihir dalam Al Baqarah 102 -103. 411 [12] Ibid [13] Hal.

com/journal/item/258 skip to main | skip to sidebar _______________________________________________________________________ ___________ | Nawawi | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Galeri Buku | Galeri MP3 | U-VideOo | _______________________________________________________________________ ___________ Saturday.multiply.Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub . February 23.http://pemudabugis. 2008 051 .

com .blogspot.Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub http://bahaya-syirik.

Lalu. matlamat. Namun. Kita sebagai umat Islam dari kelompok Ahlus Sunnah yang bersikap adil. dengan ini. Atau para pengikut Sayyid Qutub yang fanatik dan ghalu (ta’asub) kepadanya. Menyertai pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin pada sekitar tahun 1950 dan menjadi seorang penulis dan pemikir. Hasil karyanya yang cukup terkenal adalah Fi Dzilalil Qur’an dan Ma’alim Fi at-Thariq. sebuah perkampungan bernama Musha. pada 8 Oktober 1906. Sayyid Qutub Secara Ringkas Dilahirkan di Mesir. Makanya. hakikatnya. agar kita semua menjadi celik dan segera menjauhi peyimpangan-penyimpangan pemikiran mereka yang berbahaya kepada aqidah dan kesatuan umat Islam masa ini. termasuk di Colorado State College of Education (sekarang dikenali sebagai University of Northern Colorado). Pelbagai tulisan dari para ulama telah dihasilkan dan disebarkan bagi menerangkan kepada umat bahawa Ikhwanul Muslimin adalah sebuah pertubuhan yang di atas namakan dengan perjuangan Islam tersebut sebenarnya adalah sebuah pertubuhan/kumpulan yang mana pemikiran-pemikiran yang terhasil dari kalangan tokoh-tokoh utama mereka sebenarnya amat membahayakan dan menyimpang dari hakikat Islam yang sebenar.Melalui pelbagai kajian. Sekaligus merupakan seorang tokoh utama dalam gerakan tersebut. Meraka (Qutubiyah) adalah berakar umbi dari pemikiran yang dibina oleh Jamaah Ikhwanul Muslimin atau sesiapa yang lahir dari hasil pemikiran Sayyid Qutub (semoga Allah mengampunkan segala kesilapannya). Dan mendapat pendidikan awal di perkampungan yang sama. terutama berdasarkan kefahaman para ulama dari golongan generasi awal di atas manhaj al-Qur’an dan Sunnah yang tepat. Syahid . mereka akhirnya telah mengeluarkan suatu fakta dan fatwa yang begitu mengejutkan dunia dakwah di dunia Islam masa ini iaitu berkenaan siapakah sebenaranya Ikhwanul Muslimin dan bagaimanakah fikrah para tokoh-tokohnya yang sebenar. Pernah bertugas sebagai tenaga pengajar. Pernah mendapat pendidikan di barat selama beberapa tahun dan beberapa tempat yang lain. Terkenal sebagai penulis dan pejuang pertubuhan/gerakan Ikhwanul Muslimin. penelitian dan tulisan para ulama. makanya sama-sama kita nilaikannya berdasarkan hujjah dan dalil yang tepat berdasarkan kefahaman para ulamanya umat. Perjuangan Ikhwanul Muslimin suatu ketika dahulu amat gah dan cukup dikenali oleh sebahagian besar umat Islam. Manhaj Qutubiyah Qutubiyah atau Qutubi adalah suatu fahaman yang dinasabkan kepada Sayyid Qutub rahimahullah. usaha perjuangan dan nama bukanlah suatu fakta yang haq untuk menyatakan bahawa mereka dari kelompok yang benar jika jelas ia menyanggahi kebenaran. kemungkaran dan penyelewengan mereka (Ikhwanul Muslimin) terhadap agama akan terus didedahkan kepada umum. tidak sewajarnya kita cepat melenting dan melatah. Memiliki kelayakan sebagai tenaga pengajar dalam bahasa Arab dan ijazah dalam bidang Seni dan falsafah.

(Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm. Menghina Penampilan Ulama Sayyid Qutub yang digelar ulama dan syahid oleh pendukung Ikhwanul Muslimin. Inilah kenyataan tentang Islam yang paling buruk yang digambarkan oleh agama-agama yang lainnya”. Sayyid Qutub lebih senang menampilkan gaya luarannya dengan penampilan Eropah seperti mencukur janggut. oleh Sheikh Ahmad Yahya anNajmi) sedangkan (menurut para ulama Salaf as-Soleh) tidak boleh memutuskan/menetapkan seseorang sebagai syahid kecuali dalam bentuk umum (Lihat: Fathul Bari 6/90. Mereka (rohaniawan) merupakan makhluk yang paling mustahil untuk diterapkan pemikirannya dan mustahil diikuti buah fikirannya. 2687) (2). memakai topi dan lebih kerap memakai pakaian ala barat. Lihat: Syiar A’lam an-Nubala. Iaitu syubhat yang merosak Islam dan strukturnya sehingga ke dalam jiwanya. bahkan pakaian dan tindak-tanduknya disebabkan kebodohannya terhadap realiti agama dan warisan penjajah”. 63. pakaian rohaniawan. Hlm. semasa hidupnya gemar mengejek cara pakaian ulama yang diistilahkan oleh beliau sebagai orang rohaniawan. (Lihat: (1). Dia juga menyatakan terhadap ulama dengan berkata: “Sebahagian syubhat yang muncul. Di dalam hadis Bukhari ada dijelaskan: “Tidak boleh mengatakan Si Fulan syahid”. kerana mereka mengetahui dari orang-orang yang mereka kenali sebagai para rohaniawan. Sayyid Qutub) Pengikut Pemikiran Sayyid Qutub (Qutubiyun) Berkata Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja as-Suhaimi: . Sahih Bukhari (Syahadah. sama ada dari segi budaya atau perilakunya. Ibn Hajar) atau menurut apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya iaitu terbunuh di medan perang fisabilillah. ia dimunculkan oleh pemikiran agama dari orang yang digelar saat ini sebagai rohaniawan. Sayyid Qutub) Sayyid Qutub melahirkan lagi sindirannya terhadap ulama: “Kebodohan yang lahir dari kebudayaan Islam tidak akan memberi tasawwur (gambaran) Islam yang teguh. 63. 159-160) Menurut Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah apabila mensyarahkan hadis riwayat Bukhari di atas bahawa: “Tidak boleh memastikan seseorang syahid kecuali melalui penentuan wahyu”.Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dianggap sebagai mati syahid oleh para pengikutnya dan mereka menyangka: “Bahawa beliau (Hasan al-Banna) hidup di sisi Rabb-nya dan mendapat rezeki di sana” (Lihat: al-Maurid al-‘Adab az-Zulal. 228. pemikiran rohaniawan atau budaya rohaniawan. (Lihat: ã レ ム ゚ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã æ ヌ á ム テ モ ã ヌ áí ノ hlm.

Raja as-Suhaimi) Antara fatwa dari Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah diakhir hayatnya: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam. maka hendaklah kita mengatakan bahawasanya istiwa ertinya: Penguasaan (Berkuasa. Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan ramai lagi para ulama Salaf termasuk Syeikh Ibn Bazz dan Muhammad Nashiruddin al-Albani dengan tegasnya telah menolak dan membantah cara takwil atau penafsiran yang dilakukan oleh Sayyid Qutub kerana mengingkari Allah beristiwa’ di ‘Arasy. 7. Aqidah Yang Menyeleweng Terdapat sebahagian pihak yang mendakwa bahawa mereka yang menjelaskan bahaya pemikiran Sayyid Qutb ini sebagai pelampau dan extreme. Hlm. Dia hanyalah seorang penulis (sasterawan) berpegang dengan mazhab Asy’ari. . mengambil dan meyakini sebagai kebenaran mutlak apa sahaja yang terdapat di dalam tulisan-tulisan tersebut sama ada yang hak (benar) atau yang batil (merosakkan)”. sama ada secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. (Lihat: Syarah Kasyfus Syubuhat Fii Tauhid. para pendokong Qutubiyah bangun membantah dengan kata-kata yang keji”. (Lihat: Fikru at-Takfir Qadiman wa-Hadisan. Hlm. malangnya apabila Sayyid Qutub diberi teguran (oleh para ulama). Muhammad bin Soleh al-Utaimin) Sikap keji ini telah berlaku di kalangan pendukung tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin sehingga ke taraf melatah dan melalut.“Qutubiyun adalah mereka yang satu kaum membaca (mempelajari) tulisan-tulisan Sayyid Qutub. Syeikh Abdussalam menjelaskan: “Sudah dimaklumi bahawa Sayyid Qutub bukanlah seorang yang menguasai ilmu agama. Apakah Syeikh al-Albani juga pelampau kerana menjelaskan akidah Sayyid Qutub? Fahamilah apa yang telah ditulis oleh Sayyid Qutub yang berkaitan dengan akidah: “Berkenaan hal “Istiwa” Allah di atas ‘Arasy. maka mereka akan mengeluarkan pelbagai alasan. Jika mereka dapati ada seseorang yang menegur kesilapannya. Terdapat banyak kesalahan yang keterlaluan dan keji di dalam tulisannya. sanjungan dan lainnya”. Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”. imam Ibn Qaiyim. (Yang paling keji dan membahayakan ke atas orang-orang Islam ialah menghidupkan pemikiran (fahaman) Khawarij iaitu takfiri (pengkafiran) dan teori “Tauhid Hakimiyah”) Menurut Syeikh Abdussalam lagi: Didapati para pentaqlid dan pendukung Sayyid Qutub sangat berlebih-lebihan apabila mempertahankan Sayyid Qutub. sekalipun teguran tersebut benar. imam Ibn Kathir. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Syaid Qutub Minal Qawasim) tulisan Rabi’ bin Hadi) Ingatlah apa yang dikatakan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bahawa ghulu itu: “Berlebih-lebihan dalam memberi pujian. Memerintah) Allah atas makhluk-Nya”. imam Ibn Taimiyah. (Lihat: fi Zilalul Quran 4/2328 atau 4/3804) Imam az-Zahabi. 98.

(Lihat: Fii Zilalil Quran. itu adalah perkataan Jahmiyah”. fi-Zilalil al-Quran telah menulis: ヌ á ゙ムツ ä ルヌ å ムノ ゚ æäí ノ ゚ヌ á ヌムヨ æ ヌ á モ ã ヌ æ ヌハ “al-Quran adalah suatu yang zahir. Imam Abdullah berkata: Aku mendengar bapa ku berkata: Sesiapa yang mengatakan lafazku terhadap al-Quran itu makhluk maka itu adalah ucapan yang buruk dan kotor. ia membuktikan bahawa Sayyid Qutub telah membuat kesilapan besar di segi akidah (mudah-mudahan ia kesilapan yang tidak disengajakan atau kesalah-fahaman orang awam terhadap uslub sastera beliau yang tinggi). Keyakinan ini bertentangan dengan akidah Ahli Sunnah wal-Jamaah. kerana kata-kata “Sebagaimana bumi dan langit” ia menyerupakan al-Quran sebagaimana makhluk yang lainnya. Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya lagi. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Ini adalah akidah Jahmiyah. (Lihat: Fii Zilalil Quran. sedangkan al-Quraan adalah Kalamullah bukan makhluk yang sama sekali tidak boleh disama atau disekufukan dengan makhluk. Malah tafsir Sayyid Qutub di . (Lihat: ヌ á モ ä ノ 1/165) Sayyid Qutub mentahrif dan mentakwil nas-nas al-Quran sehingga diertikan al-Quran itu makhluk bukan Kalamullah. Apa yang dikatakan oleh beliau (Sayyid Qutub) adalah batil dan ini membuktikan bahawa dia miskin dalam ilmu tafsir”. kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”.Syeikh Abdul Aziz bin Bazz dengan ketegasannya membantah: “Perkataan ini adalah perkataan yang fasid. bukan Kalamullah. 5/2719) æóåó ミヌ ヌ á ヘムン (ユ) ãä ユ ä レノ ヌ ááå ハレヌ áì “Dan huruf ini (Shaad) adalah salah satu ciptaan Allah Ta’ala”. (Lihat: fi Zilalil al-Quran. Beliau berkata: “Dan sesungguhnya mereka (manusia) itu tidak akan berdaya mengarang satu huruf pun yang menyerupai al-Kitab ini. 4/2328) Gaya penafsiran ayat di atas ini jika disengajakan. 4/2328) Tafsir Sayyid Qutub ini membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. (Perkataan ini termuat dalam keset rakaman Ibn Bazz tahun 1413) Menurut Sayyid Quthb al-Qur’an Itu Makhluk Sayyid Qutub rahimahullah dalam tafsirnya Fii-Zilalil Quran telah menulis: “al-Quran adalah suatu yang zahir. bukan Kalamullah”. Maksud dari kalimah “Penguasaan/Berkuasa/Memerintah” di sini adalah mengingkari istiwanya (Allah di ‘Arasy) yang maknanya telah jelas iaitu tinggi di atas ‘Arasy. kerana sesungguhnya ia adalah salah satu dari ciptaan Allah”. kauniyah (fenomena yang bersifat alami iaitu sama seperti makhluk) sebagaimana bumi dan langit”. 5/3006) Sayyid Qutub meyakini al-Quran adalah “ ユ ä レ ヌ ááå” ciptaan Allah (makhluk).

atas ini benar-benar membawa maksud “al-Quran itu Makhluk. bukan Kalamullah”. Ini adalah akidah Jahmiyah dan akidah mereka yang sealiran dengan kelompok yang sesat. sebagaimana yang telah dijelaskan tentang sesatnya akidah serupa ini oleh Imam Abdullah rahimahullah: ゙ ó ヌ áó ヌ úá ヌ öãó ヌ ãõ レ ó ネ ú マ õ ヌ ááå : モ óãö レ ú ハ õ ヌ ó ネ öíú íó ゙ õæúáõ : ãóäú ゙ ó ヌ áó áó ン ú ル öí ネ ö ヌ áú ゙ õ ム ú ツ äö ãõ ホ úáõæú ゙ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãñ モ õæú チ ñ ム ó マ öí チ ñ 。 æóåõæó ゚ óá ヌ óãõ ヌ áú フ óåúãöíøó ノ .

menggambarkan penghinaan Sayyid Qutub yang keterlaluan terhadap Khalifah Uthman: “Kami lebih condong kepada sistem kekhalifahan Ali radiallahu ‘anhu sebagai mengambil alih secara tabi’i dua Khalifah sebelumnya”. sama ada dalam pertimbangan syara atau neraca akal yang rasional. 234. Umar at-Tilmisani dan yang lainnya. 4/2122) “Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama . mereka bersepakat bahawasanya al-Quran adalah kalamullah bukan makhluk”. Disingkap dan didedahkan juga pergerakan dakwah di dalam Ikhwanul Muslimin terutamanya yang dipemimpin oleh Sayyid Qutub. Perkataan Sayyid Qutub Terhadap Uthman r. 1/172) Berkata Imam Ibnu Abi al-Izz al-Hanbali: “Maka (sepakat) seluruhnya para imam mazhab yang empat dan orang-orang Salaf dan Khalaf. keganasan dan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin serta disingkap segala rancangan jahat dan konspirasi mereka untuk menjatuhkan pemimpin Islam. maka antara kesalahan Sayyid Qutub ialah mengkafirkan umat melalui katakatanya: “Pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam. (Lihat: Syarah Sunnah.Berkata Imam al-Barbahari: “Dan bahawasanya al-Quran itu Kalamullah yang diturunkan-Nya dan bukanlah makhluk”.a. 6/4002) Begitu juga dengan kitab Turkh Hasan Al-Banna Wa-Ahammul Warisin. 217 hingga ke hlm. Namun Sayyid Qutub tidak boleh dihukum kafir di atas beberapa kesilapannya. Hlm. Beliau berkata apabila menafsirkan ayat: “Sesungguhnya ayat: (Katakanlah bahawa Allah itu Esa!): Sesungguhnya ia menjelaskan kesatuan zat (æ ヘ マ ノ ヌ áæ フ æ マ ). 214) Dalam kitab ヌ á レ æ ヌ ユ ã ãä ヌ á ゙ æ ヌ ユ ã oleh Abi Bakr Ibnu al-Arabi. Selain mencela Uthman. (Lihat: Syarah Akidah Thahawiyah. Di dalam kitab ini Syeikh Ayyad asy-Syamari telah mendedahkan kekejaman. (Lihat: al-‘Adalahtul Ijtimaiyah fil Islam. (Fii Zilalil Quran. hlm 4. Terlalu banyak buku-buku yang telah mendedahkan kemungkaran gerakan Ikhwanul Muslimin dan sikap para pemimpin mereka yang keji dan mungkar. tidak pula sebuah masyarakat Islam”. Keyakinan ini diklasifikasikan sebagai keyakinan berbaur elemen ideologi Syiah. Sedangkan segala sesuatu (zat) yang lain wujudnya tersimpul dari (zat)-Nya yang sebenarnya”. dari hlm. Hasan al-Banna. Sayyid Qutub berkata tentang Khalifah Uthman: “Dia (Khalifah Uthman) mengurus urusanurusan yang banyak menyimpang dari Islam”. Dan tidak ada sesuatu zat yang sebenarnya kecuali zat-Nya. (Lihat: Syarah Akidah Tahawiyah. Matan 10) Berkata Imam Abu Ja’far at-Tahawi rahimahullah: “Bahawasanya al-Quran itu adalah Kalamullah (firman Allah)”. Maka tidak ada hakikat zat kecuali hakikat zat-Nya. 1/185) I’tiqad Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud Allah Bersama Makhluk) Sayyid Qutub telah menerapkan fahaman wahdatul wujud melalui kitab tafsirnya. (Lihat: Fii Zilalil Quran.

Tauhid Hakimiyah Dan Takfir Sayyid Qutub rahimahullah.serta keluar dari Laa Ilaha Illallah. (Lihat: Fii Zilalil Quran. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Lihatlah antara apa yang difatwakan oleh Sayyid Qutub: ゚ヌ äæ ヌ ヌ á レムネ í レムン æä ãä á ロハ åã ã レ äì : ナ áå æã レ äì á ヌ ヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå 。 ゚ヌ äæ ヌ í レムン æä : テ ä ヌ á テ áæåí ノ ハレ äí ヌ á ヘヌ゚ ãí ノ “Orang-orang Arab dahulu-kala. semuanya mengetahui melalui bahasa mereka makna Ilah dan makna Laa Ilaha Illallah. selain mewariskan fahaman Qutubiyah Khawarijiyah dan Tauhid Hakimiyah Takfiriyah. 11/1492) æ ヌ á ミ íä á ヌ í ンムマ æä ヌ ááå ネヌ á ヘヌ゚ ãí ノ ン ì テ í メ ã ヌ ä 。 ン ì テ í ã ゚ヌ ä åã ã ヤム゚ æä . 11/1057) Inilah bentuk takfir terhadap orang Islam yang di luar kelompok Ikhwanul Muslimin. mereka mengetahui: Bahawasanya Uluhiyah membawa makna pada hakimiyah”. Gerakan dan fahaman Qutubiyah yang tersemai di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin dan diterima pakai oleh tokoh-tokohnya telah berjaya menarik minat ramai masyarakat meniru perjuangan mereka. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengulang-ulangi pada azan kalimah (Laa Ilaha Illallah)”. beliau juga melahirkan ramai para pengikut/pendukung yang fanatik kepadanya di dalam pertubuhan Ikhwanul Muslimin.

(Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. Hizbut Tahrir dan berbagai-bagai hizb yang lainnya. 11/1492) Perjuangan Khawarij yang diteruskan oleh Ikhwanul Muslimin sangat menitik-beratkan caracara menjatuhkan penguasa yang telah mereka hukum sebagai kafir. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Buah fahaman yang dipetik dari benih yang ditanam oleh Khawarij yang menentang Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam ini adalah bertentangan dengan pemahaman Ahli Sunnah wal-Jamaah yang berpegang dengan manhaj Salaf as-Soleh dalam mensikapi pemerintah dan orang-orang Islam.blogspot. maka mereka itu adalah orang-orang musyrik”.com/2007/07/isu-11-tauhid-hakimiyah-punca. Berpunca dan juga kesan dari pelbagai bentuk pemikiran Sayyid Qutub yang bid’ah. Hlm 101) . akhlak. (Lihat: Ma’alim fii at-Tariq. syirik atau zalim.“Maka orang-orang yang tidak meng-Esakan Allah dalam hal Hakimiyah (hukum) di zaman apapun. Sila rujuk link ini untuk pejelasan lebih lanjut berkenaan Tauhid Hakimiyah: http://bahaya-syirik. teori. Jamaah Jihadiyah. Mereka dianggap sebagai jahiliyah bukan kerana berkeyakinan tentang anggapannya ada ketuhanan seseorang selain Allah dan bukan kerana mereka mengutamakan syiar-syiar pengibadatan kepada selain Allah….. siyasah dan iedologi songsang. sosial. Antara teori-teori bid’ah yang terkandung di dalam tulisan-tulisan Sayyid Qutub seperti di dalam Ma’alim fii at-Tariq (Buku yang berunsur pengkafiran (takfiriyah) ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu dengan judul “Petunjuk Sepanjang Jalan”) dan fii Dzilalil Qur’an ialah fahaman takfir (pengkafiran) dan penghinaan terhadap umat Islam sekarang ini dengan tuduhan sebagai masyarakat jahiliyah.html) Sayyid Qutub melalui pelbagai tulisannya telah mengheret ramai umat kepada berbagai bid’ah pemikiran. Sebagai bukti Sayyid Qutub telah berkata: “Masyarakat yang mengaku sebagai masyarakat Islam (sekarang ini) telah termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah. persepsi dan andaian. Mereka menilai ke-Islaman seseorang atau pemerintah hanya pada perlaksanaan hukum terutamanya hudud bukan pada nilai akidah mereka. Bid’ah-bid’ah ini tercipta melalui penafsiran beliau yang dihanyutkan oleh rakyunya (pendapatnya) sehingga membawa kepada kesesatan akidah selain bid’ah ibadah. JI. tetapi mereka masih memberikan keutamaan yang sangat utama dari sifat ketuhanan kepada selain Allah iaitu mereka masih beragama dengan berhukum dengan selain hukum yang diturunkan oleh Allah”. (Fahaman seperti ini dikenali sebagai Fahaman “Tauhid Hakmiyah”. ia telah melahirkan fahaman yang rosak dan perpecahan yang begitu banyak di kalangan umat Islam seperti melahirkan Jamaah Takfir wal-Hijrah. Pemahaman seperti ini adalah mungkar kerana ia diwarisi dari sikap Zul Khuwaisirah yang menentang Rasululullah yang dituduh tidak berlaku adil. maka pendirian Islam terhadap masyarakat jahiliyah adalah berkait dengan satu ungkapan iaitu Islam menolak pengakuan seperti itu iaitu pengakuan keIslaman masyarakat ini secara total”. Hlm 101) Menuduh umat ini sebagai: “Termasuk ke dalam kategori masyarakat jahiliyah” samalah seperti mengkafirkan umat Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa-sallam yang ada sekarang ini. di mana pun mereka. Selanjutnya dia berkata: “Apabila hal sudah jelas. DII.

tidak pula sebuah masyarakat Islam”.á ヌヌ áå ヌ á ヌ ヌ ááå . (Lihat: Fii Zilalil Quran.Selain itu. beliau (Sayyid Qutub) turut menyatakan. ナ äå áí モ レ áì æ フ å ヌ á テムヨ ヌ áíæã マ æá ノ ã モ áã ノ æá ヌ ã フハ ã レ ã モ áã “Bahawasanya pada hari ini tidak terdapat di permukaan bumi sebuah negara Islam. 4/2122) ン゙マ ヌムハマハ ヌ á ネヤム í ノ ヌ áì レネヌマノ ヌ á レネヌマ æ ヌ áì フ æ ム ヌ á テマ í ヌ ä æä ゚ユハ レ ä á ヌヌ áå ナ á ヌ ヌ ááå æ ナ ä ル á ンム í ゙ ãäå ヌ í ムママ レ áì ヌ áã ツミ ä .

mencela sahabat. Inilah juga antara ciri-ciri doktrin dan fahaman Khawarij tulin. Hlm. Hlm. iaitu mudah mengkafirkan orang yang tidak menerima fahamannya. namun kita tidak mengkafirkannya kerana kita belum menegakkan hujjah ke atasnya”. meninggalkan tauhid uluhiyah. jika tidak bertaubat dia dikenakan hukuman mati kerana telah murtad.“Telah murtad manusia kepada penyembahan hamba (makhluk) dan merosakkan agama serta keluar dari Laa ilaha illallah. 11/1057) Inilah bentuk takfir (menghukum orang lain kafir) dan menghukum murtad kepada orang Islam yang di luar kelompoknya. Rabi’ bin Hadi) . Hlm. Jangan Mengkafirkan Mereka Namun para masyeikh (para ulama yang bermanhaj Salaf) tidak pernah mengkafirkan Sayyid Qutub atau sesiapapun dari tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin yang menjadi sanjungan kelompok mereka sebagaimana dinyatakan oleh Syeikh Hammad al-Ansari: “Diketika orang ini (Sayyid Qutub rahimahullah) masih hidup maka sewajarnya dia bertaubat. didukung dan dikuatkan lagi dengan kenyataan Ahmad Farid Abdul Khaliq: “Sayyid Qutub telah memperlekeh Nabi Musa ‘alaihissalam. Kenyataan Yusuf al-Qaradhawi sendiri telah menjadi saksi dan bukti bahawa Sayyid Qutub melahirkan pemikiran takfirnya (pengkafirannya) terhadap umat Islam sekarang ini kerana ia telah diakui oleh Yusuf al-Qaradhawi dengan fatwanya: “Pada peringkat pengkafiran ini. 242) Di dalam kitab ヌ áãæ ムマ ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á Syeikh Abdullah bin adDuwais telah mendedahkan sebanyak 182 (seratus lapan puluh dua) kesalahan termasuk kesalahan dalam bab akidah. sekalipun sebahagian dari mereka masih mengumandangkan dengan mengualang-ulangi pada azan kalimah (Laa ilaha illallah)”. pentaqlid buta yang taksub dan mereka yang bersangatan memuja dan memuji Sayyid Qutub dan pertubuhan Ikhwanul Muslimin boleh memejamkan mata tentang kesalahan yang terlalu banyak ini? Apakah Syeikh Abdullah bin ad-Duwais seorang yang bodoh? Pastinya beliau seorang ulama besar sehingga mampu mendedahkan kesilapan Sayyid Qutub yang sebanyak itu di dalam tafsirnya. 24. 163. Di dalam tulisan-tulisan tersebut terpancar pengkafiran terhadap masyarakat dan perlunya penundaan dakwah untuk beralih kepada undang-undang Islam (hakimiyah) dan menyerukan jihad melawan seluruh manusia”. (Supaya lebih jelas. rujuklah kepada buku Sayyid Qutub “at-Taswirul Fanni’. Yusuf al-Qaradhawi) Fatwa Yusuf al-Qaradhawi di atas yang dinukil secara amanah ini. 110. (Lihat: Fii Zilalil Quran. Hlm. Oleh kerana dia telah meninggal maka perlu dijelaskan kepada umat bahawa perkataannya itu batil. Apakah pendukung. berakidah Asy’ariyah dalam mentakwil sifat-sifat Allah. mencela Khalifah Uthman radiallahu ‘anhu. yang merupakan kemuncak terakhir dari pengkafiran Sayyid Qutub. ia tercatit di dalam tulisan-tulisannya. (Lihat: al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutub Minal Qawasim. (Lihat: Aulawiyyatul Harakah al-Islamiyah. menyebarkan pemikiran takfir dan sebagainya”. Atau kitabnya “Kutub wa-Syaksiyat.

maka bahayanya telah hilang dengan tanbih (peringatan) ini. m/s. Maka yang demikian ini adalah salah satu bentuk kezaliman. al-Maududi. Kedua: Bahawa an-Nawawi dan Ibnu Hajar tidak mengajak kepada kesalahan-kesalahannya. Ibnu Hajar dan imam-imam besar yang lainnya. sedangkan Sayyid Qutub. mereka beranggapan bahawa antara akidah yang rosak bahkan yang kafir dan akidah sahihah (yang benar) yang selamat tidak ada bezanya. Adapun Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna. begitu juga hasan al-Banna selalu menunjukkan tafwidh. “Bahawasanya diakui kesalahan mereka ini sebagai kesalahan ijtihadiyah bukan bid’ah. Andy Abu Thalib al-Atsary. Nasrani. kerana imam Nawawi dan Ibnu Hajar memiliki jasa ilmiyah dan bermanfaat bagi umat Islam yang boleh menutupi kesalahan-kesalannya. (Rujukan: Menyingkap syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. dan kitab-kitab mereka menjadi rujukan umat. 2 – mereka tidak mengulang-ulang perbahasan yang salah tersebut dalam kitab-kitabnya dan tidak menulis satu kitab pun yang membahasa tentang masalah yang salah itu. kerana beberapa hal. 185-186) Menurut Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi: Jika ada yang bertanya.” Bila ingin dibandingkan: Sayyid Qutub dengan buku-bukunya selalu mengulang kesalahan yang sama. al-Banna. “Mengapa imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani serta ta’wil mereka yang keliru itu dimaafkan. Pertama: Bahawa di antara dua jenis kelompok orang ini ada perbezaan yang besar. iaitu: 1 – Lingkungan (persekitaran) mereka telah membentuk (mempengaruhi) mereka seperti itu. Terbitan Darul Qolam. lalu bagaimana kita boleh menerima kesalahan mereka sebagai kesalahan. dan yang seumpamanya tidak dimaafkan? Maka. Belum lagi mereka tidak memenuhi syarat sebagai seorang mujtahid. pengkafiran terhadap masyarakat (kaum muslimin). mereka ini tidak memiliki jasa ilmiyah serta amaliyah dan tidak memberi manfaat bagi umat Islam sebagaimana yang dimiliki oleh anNawawi. Majusi. penyatuan shaf di antara Rafidhah.Syubhat Dan Bantahan Terdapat sebahagian pihak dari pendukung pemikiran Sayyid Qutub rahimahullah menyamakan beliau (Sayyid Qutub) dengan kesilapan al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah dalam persoalan takwil asma’ wa sifat. serta mereka menganggap . ini jawabnya: Berkata al-Ustaz Abdul Hakim Abdat hafizahullah dalam majlis Fathul Bari Syarh Sahih Bukhari ketika menyentuh kesalahan al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani dalam masalah asma’ wa sifat di dalam al-Fath. Dan para ulama telah menjelaskan dan memebri peringatan agar berhati-hati dari kesalahan-kesalahan tersebut. dan tidak mengajak untuk tahazzub (bergolong-golongan/firqah). meskipun dari hasil ijtihad mereka mencul bid’ah. Maka. 3 – jasa-jasa mereka belum tergantikan hingga saat ini. sufiyahnya dalam bukubukunya. berbeza dengan Sayyid Qutub dan Hasan al-Banna dan selainnya. dapat dijawab dari dua segi. dan firqah-firqah sesat dengan kaum muslimin dan kesalahan-kesalahannya (an-Nawawi dan Ibnu Hajar) tidak membahayakan masyarakat.

Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata berkenaan pendedahan bahaya pemikiran Sayyid Qutub oleh Sheikh Rabi’: “Semua yang telah diperkatakan tentang Sayyid Qutub (oleh Syeikh Rabi’ di dalam kitabnya) adalah benar dan hak. kerana banyak orang yang ta’asub (fanatik) dengan pendapatpendapatnya yang menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah dan mereka memerangi ahlu Sunnah. oleh Sheikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi. m/s. keduanya adalah Ahlus Sunnah dan aku mengenal keduanya dengan keilmuan mereka.bahawa antara seorang Rafidhah. baik secara usulnya (ilmu-ilmu dasarnya) atau ilmu-ilmu furu’. 30) 3 . Kita memohon kepada Allah agar memberikan taufiq-Nya dan agar Allah mengampuni Sheikh Muhammad Amman dan agar memberikan taufiq kepada . dan lainnya dan seorang muslim itu tidak berbeza. (Ucapan yang dirakam pada tanggal 7/11/1414) 4 .Syeikh al-Muhaddis Muhammad Nashiruddin al-Albani berfatwa: “Sayyid Qutub tidak mengetahui tentang Islam.Syeikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menyatakan berkenaan Sayyid Qutub yang mentahrif ayat-ayat istiwa: “Dan ini adalah batil dan menunjukkan bahawa Sayyid Qutub miskin dalam hal tafsir”. dan ini merupakan bahaya yang paling besar. Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali) 2 . Hlm. dan mereka ini sungguh memberi mudharat terhadap kaum muslimin bukan memberi maslahat. Dan hal ini membuktikan kepada seluruh pembaca bahawa tidak terdapat pada diri Sayyid Qutub pengetahuan tentang Islam sama ada usul ataupun furu’nya”. Nasrani. (Lihat: Baraatul Ulama Ummah. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali yang banyak mengkaji dan membongkar sekian banyak penyimpangan dalam kepelbagaian firqah dalam dakwah. Dr. Maka saya berterima kasih kepada al-akh (Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali) kerana menunaikan kewajipannya dengan menjelaskan dan menyingkap kejahilan dan penyimpangan (akidah Sayyid Qutub) dari Islam”.Pujian Sheikh Abdul Aziz Bin Baz terhadap Sheikh Dr. Hlm. (Dinukil dari Edisi Terjemahan atas judul: Menepis Manhaj Dakwah II. keutamaan mereka serta aqidah yang benar. Terbitan Daar as-Salaf. Muhammad Amman al-Jami telah meninggal dunia pada malam Khamis tanggal 27 Sya’ban tahun ini (semoga Allah merahmati beliau) namun aku menasihatkan agar tetap mengambil faedah (manfaat) dari kitab-kitab yang ditulis oleh keduanya.Berkata Syeikh Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr: “Bahawa Sayyid Qutub bukan termasuk ulama yang dapat dikuti perkataannya dalam masalah-masalah ilmiyah”. (Lihat: Baraatul Ulama Ummah. 35) 3 . termasuk pertubuhan Ikhwanul Muslimin: “Khusus mengenai Sheikh Muhammad Amman al-Jami dan Sheikh Rabi’ bin Hadi alMadkhali. (Lihat: Ta’liq (komentar) Syeikh al-Albani terhadap kitab (al-Awasim Mimma fi Kutubi Sayyid Qutu Minal Qawasim) tulisan Sheikh Dr. 37-38) Fatwa Para Ulama Terhadap Sayyid Quthb 1 .

yang mana sedikit orang yang bersedia menunaikannya di masa-masa sekarang. Rujuk juga: Kaset Tsana’ul Ulama ‘ala asy-Sheikh Rabi’ – tasjilat Minhajus Sunnah) 5 – Diajukan sebuah pertayaan kepada Sheikh al-Albani dalam sebuah kaset yang berjudul Liqa’ Abil Hasan al-Ma’ribi ma’a al-Albani. sedangkan orang-orang yang membantah beliau sama sekali tidak berada di atas ilmu selamanya.. sebagaimana inilah yang nampak oleh semua orang. “Perkataan yang buruk.a. dan membeli segala perlindungan. halaman 242. kemunafikan. sesungguhnya Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha dekat. Rabi’. “Sesungguhnya Muawiyah dan sahabatnya Amr r. semua itu adalah perkataan yang buruk dan mungkar. atau pernyataan perang dari orang-orang yang menyelisihi manhaj yang benar ini. akan tetapi kerana mereka berdua juga lebih tangkas dalam mempergunakan pelbagai pedang sedang Ali terikat pada akhlaknya dalam memilih sarana untuk berkelahi.a. celaan kepada mereka ini hanya bersumber dari salah satu di antara dua kemungkinan orang: boleh jadi dia seorang yang jahil/bodoh dan boleh jadi dia adalah pengikut hawa nafsu. (Rujukan: Kaset al-Muwazanat Bid’atul ‘Ashr li al-Albani) 6 – Fatwa al-Allamah Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah: Sayyid Qutub berkata dalam bukunya “Kutub wa Syakhiyah”. dan Ali r. mereka akan dicemuh kerana mereka berdakwah dengan dakwah yang benar yang tegak di atas al-Kitab dan as-Sunnah di atas manhaj salafus soleh ini. merupakan penghinaan terhadap Muawiyah dan penghinaan terhadap Amr bin Ash. iaitu Sheikh Rabi’ dan Sheikh Muqbil. ini merupakan perkataan yang buruk.a. sementara ilmu ada pada beliau. yang berbunyi: “Meskipun telah diketahui sikap dua orang sheikh yang mulia.” Sheikh al-Albani juga menyatakan bahawa: “Sesungguhnya pembawa bendera jarh wat Ta’dil zaman ini adalah saudara kami Dr. ada sebahagian kalangan pemuda yang meragukan bahawa keduanya berada di atas garis salaf. tidaklah mengalahkan Ali r. kecurangan. . penipuan. tentang Muawiyah bin Abu Sufyan dan Amr bin al-Ash r.” (Rujukan: Kaset al-As’ilah as-Suwaidiyyah.seluruh kaum muslimin kepada perkara yang diredhai-Nya dan perkara yang padanya terdapat perbaikan bagi kaum muslimin. dan sungguh kegagalan tersebut adalah lebih mulia dari segala keberhasilan.” Maka beliau rahimahullah menjawab: “Alhamdulillah kami merasa yakin bahawasanya para da’i di pelbagai negeri Islam yang mereka menegakkan kewajiban fardhu kifayah (ini). dua orang da’i kepada Kitabullah dan Sunnah di atas pemahaman salafus soleh.a. Dan ketika Muawiyah dan sahabatnya itu condong melakukan kebohongan. tipu daya. iaitu Sheikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan Sheik Muqbil bin Hadi al-Wad’i dalam memerangi kebid’ahan dan pendapat-pendapat yang menyimpang.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata ketika beliau ditanya perkataan tersebut dan dibacakan kepadanya. penyuapan. tidak mampu untuk mengikuti hingga ke tindakan yang paling hina tersebut. maka tidaklah hairan kalau mereka berdua berhasil dan Ali gagal. kerana keduanya lebih mengetahui tentang kedalaman jiwa dan lebih berpengalaman dalam bertindak dengan tindakan yang bermanfaat dalam siatuasi-situasi yang tepat. Maka penghinaan atas diri dua orang sheikh ini.

t.” (Rujukan: Syarh Riyadhus Sholihin karangan Sheikh yang mulia. keselamatan) akan tetapi bila ia mencela sebahagian besar atau memfasikkan mereka maka ia keluar dari Islam kerana mereka adalah pembawa syari’at ini. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme.a. “sesungguhnya dalam diri mereka berdua ada kemunafikan”. 18/7/1416H). & Mengkafirkan Kaum Muslimin. beliau menjawab: “Pengamatan saya terhadap buku-buku Sayyid Qutub adalah sangat sedikit sekali dan saya tidak mengetahui keadaan orang tersebut. “Karangan siapa?” Penanya berkata. Terbitan Darul Haq) 7 – Sheikh Muhammad bin Soleh al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya berkenaan Sayyid Qutub.t. “Tidakkah dilarang saja buku-buku yang ada di dalamnya perkataan seperti itu?” Yang mulia Sheikh Abdul Aziz bin Baz berkata. akan tetapi para ulama telah menulis tentangnya yang bersangkutan dengan karangannya dalam Tafsir “Fi Dzilalil Qur’an”. “Bahkan lebih baik ia dirobek (dikoyak). “Karangan Sayyid Qutub.” Sheikh Abdul Aziz berkata. adalah suatu kemungkaran dan kefasikan yang harus diberi hukuman (kita memohon kepada Allah s. bukankah perkataan seperti ini merupakan tindakan mengkafirkan?” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata. Jihad. memaafkan kita dan mereka.Muawiyah dan Amr serta orang-orang yang ebrsama mereka berdua adalah dalam posisi berijtihad.” Sheikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata. membalas kebaikan kepada sheikh).w.” Penanya berkata. maka barangsiapa yang suka untuk menelaahnya maka baik untuk ditelaah.a.w.” Penanya berkata. Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . atas Sayyid Qutub dalam Tafsirnya ataupun dalam buku lainnya. dan yang berakhir tidak tepat. kerana sesungguhnya pencelaannya terhadap beberapa sahabat r. Terbitan Darul Haq) . hari Ahad. dan bila mereka dicela ertinya adalah suatu celaan terhadap syari’at. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. seangkan para mujtahid apabila tidak tepat maka semoga Allah s. Rujuk: ( ン ハ ヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム .” (Rujukan: Kaset “al-Liqa’ alMaftuh ats-Tsami Baina Sheikh al-Utsaimin dan al-Madkhali di Jeddah”. “Perkataannya. “Dalam buku berjudul Kutub wa Sykhshiyyat. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. atau salah satu sahabat r. Jihad. mereka menulis tanggapan-tanggapan atasnya. & Mengkafirkan Kaum Muslimin.” Seorang penanya berkata.” Kemudian beliau berkata kembali. “Dalam sebuah buku (semoga Allah s. “Apakah ini ada dalam surat khabar?” Penanya berkata.t. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. “Ini adalah salah dan keliru namun tidak menjadi kafir. “Ini adalah perkataan yang buruk.w. kemudian ditandatangani oleh Sheikh Muhammad dengan tanggal 24/2/1421H). dan saudara kita Sheikh Rabi’ al-Madkhali juga menulis tanggapan-tanggapan atasnya. seperti yang ditulis oleh Sheikh Abdullah ad-Duwaisy rahimahullah.

tafsir al-Qur’an dan hukum-hukum syari’at. dan al-hakimiyah tidak diragukan merupakan sebahagian dari tauhid uluhiyah akan tetapi ia bukanlah satu-satunya tauhid uluhiyah yang diinginkan (dan ia mentakwilkan sifat-sifat Allah s. dan penjelasan tentang segala apa yang tersembunyi di baliknya sama ada dari segi bahasanya mahupun keindahannya.” (Rujukan: Kaset “Majmu’ ma qalahu Ibnu Baz haula nashihatihi al-ammah”. sedang hal yang sangat mengambil perhatiannya adalah tauhid rububiyah. Sheikh al-Allamah Soleh al-Fauzan ditanya berkenaan buku “Fi Dzilalil Qur’an”. dan kitab-kitab yang berbicara tentang aqidah. maka pastilah lebih sesuai bagi para pemuda tersebut. Ada tafsir Ibnu Katsir dan tafsir-tafsir ulama salaf lainnya yang banyak sekali jumlahnya yang sudah lebih dari cukup daripada tafsir seperti (fi zhilalil Qur’an) ini. dan ini kemungkinan memiliki akibat yang buruk terhadap pemikiran para pemuda. akan tetapi tafsir tersebut tidak dapat dijadikan sandaran kerana bercampur dengan pelbagai perkara sufiyah dan rangkaianrangkaian kata yang tidak sewajarnya dalam kitabullah seperti mensifati al-Qur’an dengan muzik dan nada-nada dan juga penulisnya tidak prihatin terhadap tauhid ibadah. dan sekiranya mengambil dari kitab-kitab salaf (kitab terdahulu). disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. Pada hakikatnya kitab tersebut bukanlah kitab tafsir namun hanya sebuah buku yang membahas erti secara umum dari setiap surah atau al-Qur’an secara umum.w. dari ayat-ayat dan surah-surah yang ada. Rujuk: (ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌ チ ヌ á ゚ ネ ヌ ム ン í ヌ á ナ ム å ヌ ネ æ ヌ á ハ マ ãí ム æ ヨ æ ヌ ネ リ ヌ á フ å ヌ マ æ ヌ á ハ ゚ ン í ム . & Mengkafirkan Kaum Muslimin. pertemuan dengan yang mulia sheikh.t.t. dan segala yang terkandung di dalamnya dari hukum-hukum syari’at. telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. Beliau berkata. dengan cara orang-orang yang sesat). 9/8/1412H. Terbitan Darul Haq) Penutup Tulisan yang telah anda baca ini hanya mendedahkan sebahagian kecil dari sekian banyak .8 – Sheikh Soleh bin Fauzan al-Fauzan. Inilah pendapat saya. Makkah alMukarramah. dan bila ia sebutkan berkenaan tauhid uluhiyah maka ia memusatkan pada tauhid hakimiyah (perundangan). Jihad. dan bahawasanya kita membuat para pemuda tergantung dengan buku tersebut dan agar mereka mengambil pemikiran yang padanya terdapat perkara yang perlu diperdebatkan. penjelasan yang dimaksud Allah s. “Masalah membaca buku azh Zhilal masih diperdebatkan kerana azh-Zhilal mengandungi perkara-perkara yang masih perlu diperdebatkan. Dan sebelum itu semua. Sedangkan buku fi zhilalil Qur’an adalah sebuah buku tafsiran yang umum yang mungkin kita dapat menamakannya dengan buku tafsir yang ebrsifat tematik iaitu di antara tafsiran yang bersifat tematik yang kita kenal zaman sekarang ini.w. yang kemudiannya diteliti kembali oleh Sheikh). Maka buku itu bukanlah tafsir dengan makna yang difahami oleh para ulama terdahulu dari masa yang lalu iaitu bahawasanya tafsir adalah penjelasan akan makna al-Qur’an dengan riwayat-riwayat yang ada. Buku ini tidak boleh dijadikan sedarjat/setaraf dengan ibnu Katsir dan kitab-kitab lainnya.

Terbitan Darul Falah. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Soleh Fauzan. oleh Syeikh Saad bin Abdulrahman al-Husin 6 . oleh al-Ustaz Luqman bin Muhammad Ba’aduh.ヌ á ム ヘ ãä レ ネ マ ヌ á ホ ヌ á ゙ . oleh Syeikh Abdullah bin ad-Duwais.fakta-fakta yang menunjukkan penyimpangan Sayyid Qutub (semoga Allah mengampuninya) dalam perjuangannya terhadap Islam. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali.ム ン レ ヌ áá ヒ ヌ ã レ ä ã ホ ヌ á ン ノ ヌ á ゙ ム ヨ ヌ æí á ヤ ム レ ノ ヌ á ヌ モ á ヌ ã . oleh Sheikh Abi Ibrahim bin Sultan al-Adnani 5 .ヌ á ゙ムヨヌ æí ン í ヌ áãí メヌ ä. 3 .ヌ áãæ ム マ ヌ á レ ミ ネ ヌ á メ á ヌ á ン íã ヌ ヌ ハ ハ ゙ マ レ áì ヌ áãä ヌ å フ ヌ á マ レ æí ノ ãä ヌ á レ ゙ ヌ ニ マ æ ヌ á ヌレ ã ヌ á . 4 . seorang Anggota Kibarul Ulama dan Anggota Lajnah Badan Fatwa Saudi Arabia. sheikh al-Albani. Antara Kitab-kita tersebut adalah sebagaimana berikut: 1 . oleh Andy Abu Thalib al-Atsary.ヌ á メ á ヌ á ン ì ヌ á ハ ä ネ íå レ áì テホリヌチ ヌ á ル á ヌ á . Soleh bin Fauzan al-Fauzan. Untuk lebih jelas lagi. disusun oleh Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri. oleh Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Mansur al-Udaini. 8 . 13 – ã リ ヌ レ ä モ í マ ゙ リ ネ ン í ヌ ユ ヘ ヌ ネ ム モ æá ヌ ááå .ン ゚ ム ノ ヌ á ハ ゚ ン í ム ゙ マ íã ヌ æ ヘ マ í ヒ ヌ æ ハ ネ ム ニ ノ ヌ ハ ネ ヌ レ ã ミ å ネ ヌ á モ á ン ãä ヌ á ロ áæ æ ヌ á ン ゚ ム ヌ áãä ヘムン .ベ í ゙ノ ヌ á マレ æ ノ ヌ áì ヌ ááå . 14 – Kekeliruan Pemikiran Sayyid Qutub. oleh Syeikh Abdussalam bin Salim bin Raja’ as-Suhaimi. Mereka Adalah Teroris!. anda boleh merujuk sendiri buku-buku karangan ulama yang membahas dan mengkaji secara khusus berkenaan Pemikiran Sayyid Qutub ini dan sekaligus pemikiran/manhaj Ikhwanul Muslimin bersama para tokoh-tokohnya yang lain. 7 . dan lain-lain. (Indonesia) 12 – ンハヌ æì ヌ á レ áã ヌチ ヌ á ゚ネヌムン í ヌ á ナム å ヌネ æ ヌ á ハマ ãí ム æ ヨ æ ヌネリ ヌ á フ å ヌマ æ ヌ á パン í ム . Terbitan Pustaka Qaulan Sadida. 9 . Telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. (telah diterjemahkan atas tajuk: Fatwa-fatwa Terlengkap Seputar Terorisme. 2 . 10 – Sebuah Tinjauan Syari’at. Jihad. oleh Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali telah disemak dan ditaqdim oleh Syeikh Dr. dengan tajuk: Sayyid Quthb Cela Sahabat Nabi?. oleh Sheikh Dr. (Indonesia) 11 – Menyingkap Syubhat dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin. Terbitan Darul Qolam. Syeikh Sulaiman bin Soleh al-Khurasyi. Syeikh Ahmad Yahya an-Najmi. & Mengkafirkan Kaum Muslimin. Cetakan Darul Haq) – Membukukan fatwa-fatwa dari ulama seperti Sheikh Abdul Aziz bin Baz. Terbitan . Sheikh al-Utsaimin.ヌ á ゙リネ í ノ åí ヌ á ンハ ä ノ ンヌレムン æå ヌ . oleh Farid bin Ahmad bin Mansur. oleh Sheikh Dr.マレ æ ノ ヌ á ヌホ æ ヌ ä ヌ áã モ áãíä ン ì ãíæ ヌ ä ヌ á ヌモ á ヌ ã . Sheikh Dr.

...Darul Falah......sama aja loe bisa makan tapi gak bisa masak. Jari Jemari Ini Akan Terus Memintas Penyelewengan Yang Dilakukan Terhadap Agama Ini/Islam MY PERSONAL NETWORKS Rangkaian Halaman Peribadi Arkib Artikel Blog an-Nawawi Blog Aqeedah Blog Fiqh-Sunnah Blog Bahaya-Syirik Galeri Niaga Ruang Downloads MP3 Quran Persoanal Web Site Sifat Solat Sunnah I Sifat Solat Sunnah II Zikir Dan Doa Rasulullah Ustaz Rasul Dahri PMH Yahoo-Group MY Friendster I MY Friendster II ARKIB ARTIKEL ----------------------------BLOG AN-NAWAWI ----------------------------BLOG AQEEDAH ----------------------------BLOG FIQH ..??? jawab yach..BELAGU PINTER TAPI. 2008 7:55 AM Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) BAHAYA SYIRIK Bersama Kalam/Pena/Keybord.....!!!apa yang engkau berikan untuk umat ini bro.... malu kawan you cuma bisa mencaci kawan sendiri sesama muslim tapi loe sendiri.???? pantesan deh loe bukan malaikat jadi cuma bisa komen ja... kayak malikat yach............ Posted by Nawawi Bin Subandi at 7:39 AM Labels: Ikhwanul Muslimeen 1 comments: Habibullah said.......... (Merupakan Terjemahan Dari Kitab Asal ke Bahasa Indonesia).?????? tau gak orang kafir itu udah pada merajalela tapi you apa yang you lakukan untuk dien ini. hoi semua orang you cela trus you sendiri kayak apa sih.. April 11.?/?? cuma bisa mencaci bukan>>>>>////???? kayak dewan juri loe itu kalo loe disuruh berbuat yang lebih bermanfaat kagak bisa kan???? JANGAN BELAGU LOE.??? bisa mencaci tapi gak bisa berbuat/.gue gak katakan loe bodoh tapi loe pinter but keblingaer tau loe..

.----------------------------BLOG BAHAYA SYIRIK ----------------------------GALERI BUKU ILMIYAH ----------------------------GALERI DOWNLOAD ----------------------------MP3 al-Qur'an ----------------------------Sifat Solat Sunnah I ----------------------------Sifat Solat Sunnah II ----------------------------Doa & Zikir RasulullaH ----------------------------Mail-Forum Discussion ----------------------------My Friendster I ----------------------------My Friendster II ----------------------------Web Rasul Dahri ----------------------------- Klik!!! ... • ? October (2) • 124 .. • ? July (3) . • 123 ...Nasihat Para Ulama Supaya Berhati-hati Denga. • ? August (1) • 122 .Mazhab al-Muwazanah: Di Antara Kritikan Dan .Misteri Tuah dan Sial Di Hujung Jari? • ? 2010 (18) • ? November (1) • 125 ...Pemikiran Sayyid Qutub: Pencetus Ideologi Ta.Untuk mendengarkan saluran radio sunnah Search Islamic DirectoryKeyword: NUMBER OF VISITORS Persoalan Asas-asas Tauhid/'Aqeedah Intro (Edisi Revisi)Dasar-dasar AqeedahTawheed RubbubiyahTawheed UluhiyyahTawheed Asma' wa SifatDi Mana Allah?al-Wala' wal Bara' Blog Archive • ? 2011 (1) • ? March (1) • 126 .Tanggapan Para Ulama ke Atas Kitab Ihya’ ‘Ul.

. • 106 ...Apakah Ini Kepercayaan Seorang Manusia Yang . Soleh Fauzan al-Fauzan Ditanya Berkenaa..... • 103 .Gambar Atau Patung: Dua-dua Tidak Boleh Menu.. • ? September (2) • 102 . • 105 .Hadis Ahad Yang Sahih Adalah Hujjah: Imam an.. • 113 .....Ghuluw: Sikap Yang Perlu Dihindari • ? July (2) • 099 . • 091 . March (5) • 115 .Sebuah Penjelasan Tentang al-Asya'irah • 111 ..Fatwa Ulama’ Sunnah tentang Demonstrasi • 096 . January (1) • 108 ..Koreksi Ke Atas Dr. • 095 ...Fatwa Ulama Masa Kini Terhadap Gerakkan Ikhw.Jadilah Orang Yang Gembira.• ? • ? • ? • ? • ? • 121 .Jawaban Syaikh Ibn ‘Utsaimin Terhadap Pembel. Yusuf al-Qaradhawi: Bab .Isyarat Jari Telunjuk: Zamihan al-Ghari Berd... • ? August (1) • 100 ..Pujian Dr..... • 119 .Benarkah Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi Seor.. • ? April (1) • 88 . • 114 . • 112 ..Fatwa Syaikh al-Albani Terhadap Ikhwanul Mus. Jangan Jadi Tuli .. June (2) • 118 ..Ke Mana Arah Tuju Perjuangan Islam PAS? • 092 ..Benarkah Rasulullah Dan Sahabat Juga Melakuk.. • 093 . • 094 ..Solat Ultraman: Zamihan al-Ghari Memperlekeh. • 120 ...Perangkap Iblis Kepada Ahli Ibadah • ? May (2) • Syaikh Dr...Parti Islam atau Khawarij? • 101 . • ? 2009 (28) • ? December (3) • 107 ..Tatacara Angkat Takbir: Zamihan al-Ghari Pe.Manhaj dan Prinsip Ibnu Taimiyyah di Dalam M.Penjelasan Syaikh Muhammad B..Benarkah Dengan Banyaknya Agama Memberi Bany. • 109 .Syaikh Utsaminin Toward Safar al-Hawali & Sa..Tahukah Anda Hasan Nasrullah Itu Musuh Islam.Para Ustaz Ditangkap.. • 89 . Soleh al-‘Utsa... ....Menjawab 5 Syubhat Utama Golongan Yang Meraik.Islam Menolak Keganasan • ? March (1) • 87 .Perkataan Ibnu Taimiyyah Berkaitan al-Asya’i. April (1) • 116 .. Yusuf al-Qaradhawi Kepada Yahudi ... Jangan Melenting! February (2) • 110 .Benarkah Ilmu Jarh wa at-Ta’dil Telah Pupus .. • ? June (7) • 097 . • 117 .Ibnu Taimiyyah Berkata Tentang Pemberontakka..Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar Berka.Bahaya Syirik • Menjawab Syubhat Artikel: “Islam Terapkan Amalan D.. • ? November (2) • 104 ...

.Syiriknya Selawat Syifa’ & Selawat Nariyah • 077 .. • 080 ....Milik Dr. • 053 . • 084 . • ? January (3) • 082 ..Berkasih Sayang Dan Bersabahat Dengan Yahudi. Asri .Illuminiti: The Cult That Hijacked The World. Mohd.Runtuhnya WTC.. • ? January (2) • ? 2007 (47) • ? December (3) • ? November (4) • ? October (16) • ? August (3) • ? July (9) • ? June (6) • ? May (6) Short Messages Only Menjadi Teman Blog .Fatwa: Bolehkah Membid’ahkan Orang? • 085 ... • 081 ..Tahukah Anda Bahawa Syi'ah Adalah Musuh Umat..Bahaya Pemikiran Sayyid Qutub • 050 . 9 September : Sebuah Konspira. • ? October (3) • ? September (3) • ? August (2) • ? July (3) • ? June (3) • ? May (2) • ? April (5) • ? March (1) • ? February (5) • 054 ...Fatwa: Siksa Untuk Pelaku Bid’ah Dan Maksiat...• ? February (4) • 086 ."Buku Islam Liberal..... • 051 . • 083 .Mempercayai Allah Di atas ‘Arsy: “Benarkah M.Benarkah Syaikh al-Albani Membenarkan Menyer..Bantahan & Pertanyaan Buat Sohibus Somahah D..Ust.BAHAYA PEMIKIRAN HASAN AL-BANNA DI DALAM KIT... • ? 2008 (32) • ? December (1) • 079 . Rasul Dahri VS Ahbash • ? November (2) • 078 . • 052 ..Membantah Syubhat Buku “ISLAM LIBERAL Tafsir.

oleh Syaikh Dr. RM100.Ensiklopedi Solat. Serta kambing untuk ibadah aqiqah.5gigs) kami akan hantarakan terus melalui pos kepada anda.com/ 1 . Kami juga menyediakan khidmat pengurusan sembelihan haiwan secara percuma jika diperlukan. burning.com/. RM72. (Harga tersebut termasuk kos Disc.00 (DVD/4. manakala kambing dari RM650-RM750. Klik untuk info 2 . mulai sekarang anda boleh mendapatkan hampir kesemua kuliah-kuliah/e-books terkini tersebut melalui DVD yang dapat kami sediakan. Lebih lanjut. Satu Set (9 Jilid). & penghantaran). Terbitan Pustaka Ibnu Katsir.blogspot. sila hubungi Saudara Nawawi di 013-3701152 atau Saudara Adi Negara di 0162091531. Klik Untuk info 3 . Klik untuk info 6 . 10 Jilid). InsyaAllah.Buku Online Klik (Buku-buku Terhangat): SENARAI HARGA BUKU YANG BERUBAH (Harga Terkini) Atsar Enterprise (SA0077445-W) http://galeriniaga.Tafsir Ibnu Katsir (Size ekonomi.4shared. Hubungi 0133701152. Boleh juga klik di sini. (Buku Baru) 4 . Oleh itu. Penghantaran secara percuma disediakan untuk kawasan sekitar Klang & Shah Alam. Terjemahan Kata per Kata. Klik untuk info 7 . 10 March 2010 (Rabu). 8 Jilid).Shahih Tafsir Ibnu Katsir. Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani. Klik Untuk Info Tarikh Kemaskini: 16:30. Klik untuk info 5 -Syaamil al-Qur'an. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i.Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Kandungan Utama • • • • al-Asya'irah (3) al-Fatawa (3) Berzanji (2) Bid'ah (4) .Ushulus Sunnah (Keyakinan Imam Ahmad). 012-6887715. dengan hanya RM20. 0114-0018104-52-8 (atas nama Nawawi Bin Subandi). Terbitan Pustaka Imam asySyafi'i. RM18. Harga lembu bemula dari RM2100-RM2700. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. Terbitan Pustaka Imam asy-Syafi'i. Sms-kan Nama penuh dan alamat ke 013-3701152 untuk penghantaran. Duit boleh di-Bank in kan ke CIMB account no. Terbitan Pustaka Darul Ilmi. Dapatkan Rakaman Kuliah Ingin Mendapatkan Rakaman Kuliah-kuliah Melalui DVD/CD? Mungkin anda menghadapi kesukaran untuk memuat-turun (download) koleksi rakaman kuliah-kuliah & e-books yang telah disediakan di http://an-nawawi. Bekalan Haiwan Korban & Aqiqah Bekalan lembu & kambing untuk ibadah korban. oleh Ustaz Yazid Abdul Qadir Jawas.Tafsir Ibnu Katsir (Size Besar.

Indonesia. Untuk menempah. boleh hubungi 013-3701152 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut. Dengan harga RM30. boleh hubungi 013-3701152 atau 0126887715 (Saudara Nawawi) atau klik info lanjut.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Demokrasi (3) Demonstrasi (5) Fatwa (7) Freemasonry (5) Ghibah (4) Ghuluw (1) Golongan Al-Ahbash (4) Golongan-Anti-Hadis (4) Hizbut-Tahrir (1) Ikhwanul Muslimeen (17) Jema'ah Tabligh (2) Khawarij (10) Kuburi (5) Lagho (1) Muzik (3) Peringatan (2) Qardhawiyoon (4) Ramalan (1) Sambut Perayaan (2) Sekular (3) Syi'ah (16) Syirik (8) Tarekat-Sufi-Tasawuf (15) Tauheed (4) Tauhid Hakimiyah (7) Wahhabi (6) Bekalan Air Zam-Zam AIR ZAM-ZAM Berminat Mendapatkan Air Zam-zam? Kami ada membekalkan air Zam-zam kepada mereka yang memerlukan. Dalam bentuk botol kaca atau plastik berisipadu 450ml. dengan kos RM125 bagi kandungan sebanyak 11Liter +/. Madu Asli MADU ASLI Berminat Mendapatkan Madu Asli? Didatangkan dari Hutan Danau Toba (Warna Kehitaman) & Hutan Riau (Warna Merah Kekuningan). . Kami beroperasi di Shah Alam. Untuk memesan.(satu tong). Perkhidmatan Baik Pulih Komputer/Laptop Kini Atsar Enterprise turut menyediakan perkhidmatan baik pulih komputer & Laptop.

Tabi'in.blogspot. -3Melalui para ulama yang berdiri teguh di atas jalan mereka (jalan salafus soleh). Prinsip Kami Prinsip Kami -1al-Qur'an & as-Sunnah sebagai pegangan. “Ya Allah. 012-6887715 atau 013-3701152. Ameen.html . bolehlah menghubungi Saudara Nawawi..com/2008/02/051-bahaya-pemikiran-sayyid-qutub.. Klik di Sini. mudahkanlah semua urusan kami dan terimalah amal ibadah kami. -4Memastikan agama ditegakkan di atas fakta yang sahih lagi ilmiyah. Lebih lanjut.” Dari Mana Blog Ini Sedang Dilihat! | Suara Umum | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Buku | http://bahaya-syirik.Kepada yang berkaitan/memerlukan perkhidmatan. -2Memahaminya di atas pemahaman para Salafus Soleh yang terdiri dari para Sahabat yang diredhai. dan Tabi'ut Tabi'in.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->