Fair Trade Vs.

Free Trade
15 12 2009

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara langsung dan tidak langsung efek dari perdagangan internasional sudah masuk ke sendisendi kehidupan umat manusia yang sesederhana mungkin, sebagai contoh jika kita pergi ke sebuah toko dan perhatikanlah produk-produk di toko tersebut darimana asalnya, mungkin produk-produk tersebut ada yang buatan asli dalam negeri dan banyak pula yang berasal dari luar negeri (barang impor). Hal sekecil tersebut merupakan salah satu contoh dari perdagangan bebas yang mengizinkan produk-produk dari belahan dunia manapun untuk masuk ke negeri kita. Melalui instrumen perdagangan bebas (free trade) kita dapat menikmati produk-produk dari mancanegara tanpa harus melancong ke negara itu terlebih dahulu, jelas ini merupakan keuntungan tersendiri yang dapat dirasakan oleh suatu individu. Dan untuk halnya negara perdagangan bebas juga dapat meningkatkan devisa negara dengan melakukan kegiatan expor dan mengurangi impor untuk mencapai surplus perdagangan. Namun pada realitasnya sulit untuk melakukan perdagangan bebas yang saling menguntungkan antara suatu negara dengan negara lain yang kerap kali hanya menguntungkan salah satu dari negara itu saja, negara yang diuntungkan biasanya hanya negara-negara yang memiliki kekuatan ekonomi saja, sedangkan negara-negara berkembang selalu dipersulit apabila komoditas expornya memasuki negara-negara tersebut. Akibat dari konflik antara negara maju dengan negara berkembang di dalam perdagangan bebas yang kerap kali merugikan negara berkembang, muncullah isu perdagangan adil (fair trade). Fair trade bertujuan untuk perbaikan penghidupan produsen melalui hubungan dagang yang sejajar, mempromosikan peluang usaha dan kesempatan bagi produsen lemah atau termarjinalisir meningkatkan kesadaran konsumen melalui kampanye fair trade, mempromosikan model kemitraan dalam perdagangan yang adil, mengkampanyekan perubahan dalam perdagangan konvensional yang tidak adil, melindungi hak azasi manusia, pendidikan konsumen dan melakukan advokasi bagi terciptanya kondisi yang lebih baik, khususnya yang berpihak kepada produsen kecil sehingga mereka dapat berpartisipasi di pasar.[1] Tertarik dengan latar belakang tersebut, maka tim penulis mencoba untuk mengangkat permasalahan tersebut dan menuangkannya dalam makalah dengan judul ³PERDAGANGAN INTERNASIONAL : FAIR TRADE VERSUS FREE TRADE´. B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan diatas, maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi topik pembahasan dalam penulisan ekonomi politik internasional, yaitu : 1. Apa yang dimaksud dan konsep dari perdagangan bebas (free trade)? 2. Apa yang dimaksud dan konsep dari perdagangan adil (fair trade)? 3. Bagaimana korelasi antara perdagangan bebas (free trade) dengan perdagangan adil (fair trade) di dalam perdagangan internasional? C. Pokok Masalah Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaanperusahaan besar. Perdagangan internasional bisa sangat menguntungkan lewat instrumennya yaitu perdagangan bebas. Hal ini memungkinkannya dimasuki suatu pasar dari suatu negara. Sejak dari berakhirnya perang dunia ke-2 sudah terciptanya pengurangan tarif secara global dari 40% sampai 5%. Menurut data dari World Bank suatu negara yang terlibat dari perdagangan bebas pertumbuhan ekonominya akan melibihi 5% per tahun, sementara bagi negara-negara miskin yang mengikuti perdagangan bebas pertumbuhan ekonominya hanya mencapai 1%. Disamping data-data tersebut, hal jelasnya adalah jutaan orang di dunia masih hidup dibawah garis kemiskinan akibat dari perjanjian dagangan yang tidak adil ini.[2] Seiring dengan banyaknya perdebatan mengenai free trade terutama antara negara maju sebagai pihak yang di anggap merugikan negara berkembang dengan penekanan di bidang perekonomian yang menyengsarakan. Maka dari perdebatan itu lahirnya suatu jalan agar kedua pihak merasakan keadilan dari suatu perdagangan internasional melalui fair trade. BAB II TINJAUAN TEORITIS Definisi Perdagangan Internasional Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Pendudukan yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.[3] Menurut Amir, M.S. seorang pengamat ekonomi, bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan Internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain

disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan internasional, misalnya dengan adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum perdagangan.[4] Definisi Fair Trade (Perdagangan Adil) Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.[5] Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaanperusahaan yang berada di negara yang berbeda.[6] Definisi Free Trade (Perdagangan Bebas) Fair Trade adalah perdagangan yang berdasarkan pada dialog, keterbukaan dan saling menghormati, yang bertujuan menciptakan keadilan, serta pembangunan berkesinambungan. Melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak pada hak-hak kelompok produsen yang terpinggirkan, terutama di negara-negara miskin akibat praktek kebijakan perdagangan internasional.[7] BAB III PEMBAHASAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL : FAIR TRADE VERSUS FREE TRADE A. Free Trade (Perdagangan bebas) 1. Pengertian Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. Penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaanperusahaan yang berada di negara yang berbeda. Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan

Perdagangan barang-barang organik dengan label fair trade sering disebut sebagai fair and green trade. Kebijakan perdagangan bebas telah berjibaku dengan merkantilisme. Fair trade bertujuan untuk perbaikan penghidupan produsen melalui hubungan dagang yang sejajar. B. kebijakan dari merkantilisme telah berkembang di Eropa di tahun 1500. yang bertujuan menciptakan keadilan. menunjukkan kepada peningkatan perdagangan sebagai alasan berkembangnya kultur tidak hanya di Mediterania seperti Mesir. Sejarah Sejarah dari perdagangan bebas internasional adalah sejarah perdagangan internasional memfokuskan dalam pengembangan dari pasar terbuka. Ekonom yang menganjurkan perdagangan bebas percaya kalau itu merupakan alasan kenapa beberapa kebudayaan secara ekonomis makmur. membuat pertentangan merkantilis/perdagangan bebas menjadi pertanyaan paling penting dalam ekonomi untuk beberapa abad. Yunani. Diketahui bahwa bermacam kebudayaan yang makmur sepanjang sejarah yang bertransaksi dalam perdagangan. secara teoritis rasionalisasi sebagai kebijakan dari perdagangan bebas akan menjadi menguntungkan ke negara berkembang sepanjang waktu. Berdasarkan hal ini. komunisme dan kebijakan lainnya sepanjang abad. 2. Adam Smith. contohnya. isolasionisme. pendidikan konsumen dan melakukan advokasi .bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. keterbukaan dan saling menghormati. mempromosikan peluang usaha dan kesempatan bagi produsen lemah atau termarjinalisir meningkatkan kesadaran konsumen melalui kampanye fair trade. proteksionisme. Sebelum kemunculan perdagangan bebas. Kemakmuran besar dari Belanda setelah menjatuhkan kekaisaran Spanyol. dan lebih luas lagi Eropa. mempromosikan model kemitraan dalam perdagangan yang adil. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaanperusahaan besar. dan Roma. tapi juga Bengal dan Tiongkok. Pengertian Fair Trade adalah perdagangan yang berdasarkan pada dialog. terutama di negara-negara miskin akibat praktek kebijakan perdagangan internasional. dan keberlanjutan hal tersebut hari ini. mengkampanyekan perubahan dalam perdagangan konvensional yang tidak adil. Melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak pada hak-hak kelompok produsen yang terpinggirkan. pasar produk organik juga mengalami pertumbuhan yang stabil. Teori ini berkembang dalam rasa moderennya dari kebudayaan komersil di Inggris. melindungi HAM. sepanjang lima abad yang lalu. Pada periode yang sama. dan mendeklarasikan perdagangan bebas dan kebebasan berpikir. Fair Trade (Perdagangan Adil) 1. Ekonom awal yang menolak merkantilisme adalah David Ricardo dan Adam Smith. serta pembangunan berkesinambungan.

fair trade adalah sebuah gerakan sosial yang muncul akibat adanya ketidakadilan antara produsen dan konsumen. hal yang sama pun juga dirasakan oleh produsen. Ini menjadi semacam jaminan dan transparansi lebih bagi konsumen bahwa produsen skala kecil mendapatkan harga yang adil. mereka ingin memperbaikinya dengan memberi harga lebih adil. Ten Thousand Villages dan SERRV International adalah dua LSM yang memulai pengembangan rantai perdagangan fair trade di negara berkembang. produk-produk berlabel fair trade tak hanya dijual di toko khusus tetapi mulai juga dipajang di rak supermarket. Produknya²anyaman dan rajutan²dijual di gereja atau bazar di Amerika. konsep fair trade ini pun semakin berkembang pula (merujuk pada definisi dan prinsip-prinsip yang ada dari The International Fair Trade Association ± IFAT ). 2. Meski permintaan untuk produk-produk berlabel fair trade lebih banyak tumbuh di dunia barat. sertifikasi memperbesar akses mereka terhadap pasar ekspor. penjualan produk fair trade di tingkat global mencapai 1. Sejak pertengahan µ80-an. dibuka hubungan langsung antara pengolah kopi dan pengecer di Belanda dengan koperasi petani kopi di Meksiko. Saat ini. Sejarah Bibit-bibit gerakan fair trade lahir di dunia barat akhir tahun ¶40-an. transparansi dan respek dari kedua belah pihak. Nama yang diberikan adalah Max Havelaar.bagi terciptanya kondisi yang lebih baik. Seiring dengan berjalannya putaran waktu. fair trade populer sebagai label/sertifikat yang disematkan pada produk yang dijual. Menurut sejarahnya. Tak hanya sebagai donasi. Di sinilah kemudian muncul konsep fair trade yang berusaha untuk mengupayakan sebuah kemitraan perdagangan yang didasarkan pada dialog. Seringkali terjadi. gerakan ini dipandang sebagai donasi dunia barat bagi penduduk miskin negara berkembang.1 milyar euro. Kini selain sebagai sebuah gerakan. Sementara itu. konsumen merasa bahwa produsen harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi terhadap suatu produk dari yang seharusnya. Inisiatif ini terus berkembang. Sekitar tahun ¶70-an. bahkan konsep dasarnya mengalami pergeseran. pedagang. Saat itu. Jenis produknya pun makin beragam. Dari sisi produsen. gerakan fair trade telah berkembang secara signifikan di dunia barat yang menjadi pasar utamanya. . Gerakan dilandasi semangat solidaritas dunia barat terhadap negara dunia ketiga. Perintisnya adalah kelompok keagamaan dan LSM. Dalam percobaan awal ini. ketika sebagian kecil masyarakat dunia barat menilai telah terjadi eksploitasi harga dalam perdagangan antara negara mereka dan negara dunia ketiga. sejumlah petani kopi skala kecil di Meksiko yang sangat bergantung pada pihak lain (pengumpul. Tahun 2005. Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 30 persen lebih selama tahun 2004. khususnya yang berpihak kepada produsen kecil sehingga mereka dapat berpartisipasi di pasar. dan pengolah) dalam rantai perdagangan kopi mengembangkan label/sertifikasi fair trade untuk kopi mereka. saat ini kita bisa melihat bahwa pada pasar lokal di seluruh dunia sudah mulai ada upaya menciptakan perdagangan yang lebih adil bagi produsen. terutama produsen yang skala usahanya masih kecil.

menjemur padi. konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (misal: pemeliharaan tanaman. Pada pertemuan tahunan World Trade Organisation (WTO). terutama di Selatan. Mendorong terbentuknya perdagangan yang adil dan merata 5. mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. Prinsip-Prinsip Fair Trade Fair trade sebagai sebuah alternatif menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik bagi produsen kecil dan melindungi hak mereka yang selama ini terpinggirkan. Pembayaran dengan harga yang pantas melalui dialog dan prinsip partisipasi dengan perkembangan pasar sesuai . Mexico hingga di Hongkong tahun lalu mereka hadir sebagai suara alternatif untuk mewujudkan perdagangan yang lebih adil. tidak diskriminatif terhadap perempuan yang selama ini menjadi warga kelas dua dan korban langsung atas perdagangan yang tidak adil. Organisasi payung gerakan fair trade sedunia ini bermain di advokasi kebijakan internasional. 3. transparansi dan respek yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) di dalam perdagangan internasional. menyalurkan aspirasi & pendapat mereka. mengusir burung. Perdagangan barang-barang organik dengan label fair trade sering disebut sebagai fair and green trade. Membuka peluang bagi produsen dari kalangan ekonomi lemah 2. Meningkatkan keahlian produsen 4. fair trade terwujud dalam bentuk organisasi International Federation of Alternative Trade (IFAT). 1. Asosiasi Internasional Perdagangan yang Adil menyebut sembilan syarat agar sebuah perdagangan dapat disebut adil. Sejak di Cancun. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen.Pada periode yang sama. Fair trade membantu produsen kecil untuk memperoleh kehidupan yang layak melalui peningkatan pendapatan. Dengan mekanisme fair trade. IFAT selalu muncul. dsb) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. melindungi hak produsen kecil atas akses ke pasar. Fair trade memberikan sumbangan bagi pembangunan yang berkelanjutan dengan menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik dan melindungi hak dari produser dan buruh yang terpinggirkan. Sebagai gerakan. Dalam halaman situs International Fair Trade Association. Diperlukan sebuah kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog. juga melindungi lingkungan dari kerusakan karena minimnya penggunaan bahan-bahan kimiawi. pasar produk organik juga mengalami pertumbuhan yang stabil. Transparan dan dapat dipertanggungjawabkan 3.

penguatan organisasi produsen.[8] Di tengah kondisi perdagangan yang semakin lama semakin tidak adil tersebut dan telah menyebabkan ketimpangan yang semakin besar antara negara kaya dan negara berkembang. dan Asia dan Afrika. Perkembangan fair trade yang cukup positif tersebut menunjukkan bangkitnya kepedulian lebih banyak masyarakat terhadap orang-orang di sekeliling mereka yang selama ini pekerja . Dengan kata lain hubungan perdagangan antara negara kaya dengan negara berkembang hanya menjadi sarana pelegalan eksploitasi baru setelah cara-cara kolonialisasi tidak lagi dipandang cukup beradab. Dalam prakteknya. Tidak merusak lingkungan hidup dan memberikan dampak bagi pembangunan lokal. Membentuk situasi dan kondisi lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi dan masyarakat 8. harga premium bagi produk yang dihasilkan. Aturan-aturan doubel standard atau standar ganda yang dipraktekkan negaranegara kaya dalam hubungan perdagangannya dengan negara-negara berkembang telah merubah hubungan perdagangan tersebut yang secara filosofis adalah hubungan partnership yang menguntungkan kedua belah pihak menjadi hubungan eksploitatif. Kenyataan bahwa kemakmuran hanya dinikmati oleh sekelompok kecil warga bumi sementara kemiskinan akut yang massif diderita oleh sebagian besar warga lainnya adalah bukti akibat ketidakadilan free trade yang paling nyata. peningkatan keterlibatan dan peranan perempuan dalam perdagangan. komunikasi dan keadilan gender. Bali. Fair Trade Vs Free Trade Fair Trade muncul sebagai alternatif dari bentuk perdagangan bebas (free trade) yang menurut banyak orang sangat tidak adil. C. Selain itu ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang semakin besar dimana saat ini hanya 20% populasi dunia menikmati income yang jumlahnya 60 kali lebih besar dari income orang-orang miskin. Di Indonesia sendiri gerakan fair trade muncul pada pertengahan tahun 1980-an. Konsekuensi penerapan standar ganda tersebut seperti dicatat oleh United Nations telah menyebabkan negara berkembang mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 100 juta dolar US.[9] Sejak menjadi sebuah gerakan pada tahun 1950 fair trade telah menyebar ke berbagai negara di kawasan Eropa. secara berkala mengurangi tingkat ketergantungan impor dan membudidayakan produk lokal. sedangkan pada sisi yang lain negara-negara maju masih menerapkan kebijakan proteksi bagi produk yang akan masuk ke dalam pasar domestik. Malang. Menghormati kesetaraan gender 7. Tidak melibatkan pekerja anak 9.6. Mataram. Dalam perkembangannya fair trade di Indonesia telah cukup membantu produsen-produsen miskin di berbagai wilayah seperti Yogyakarta. Fair Trade muncul sebagai sebuah gerakan perdagangan alternatif yang berpihak kepada produsen miskin melalui penerapan prinsip keadilan. Surakarta. Amerika. Bila ditelusuri akar permasalahannya terletak pada aturan-aturan free trade yang pada praktiknya sangat tidak adil. prinsip dan nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk rantai distribusi yang lebih pendek. transparansi. Standar ganda free trade memaksa negara-negara berkembang untuk meliberalisasi perdagangan mereka.

konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (misal : pemeliharaan tanaman. Kedua istilah tersebut memiliki persamaan yaitu menyangkut aktivitas jual-beli atau trading.[13] Pada banyak kajian litelatur lebih banyak membicarakan tentang free trade ketimbang fair trade. Free trade atau pasar bebas itu melulu memburu laba atau profit. pemerintah nasional menjadi tidak berkutik. Jika negara ikut meratifikasi itu berarti wajib hukumnya untuk mengikuti aturan main yang telah ditetapkan. Karenanya jika terjadi konflik atau penolakan atas kebijakan yang dikeluarkan oleh organisasi tersebut. Terjadinya perusakan lingkungan dan pemiskinan rakyat/penduduk lokal.bekerja keras menyediakan keperluan mereka namun tidak mendapatkan hak sesuai proporsi yang seharusnya mereka terima. Aceh. seperti Papua. transparansi dan respek yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) di dalam perdagangan internasional. waktu panen. bila perlu menghalalkan segala cara. karena sudah menjadi perpanjangan tangan sang korporasi. dan WB (World Bank).[10] Dengan mekanisme fair trade. khususnya yang berkaitan dengan pola perdagangan yang adil. maupun tokoh-tokoh masyarakat.[14] Dari sudur beroperasinya. tidak peduli dengan hal-hal yang berbau kesejahteraan orang banyak. kepentingan para korporasi tertuang jelas dalam kebijakan yang dikeluarkan melalui organisasi supra negara seperti : IMF (International Monetary Fund). Bahkan akibat yang lebih ekstrim lagi yaitu munculnya gerakan separatis memisahkan diri dari NKRI. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen. produsen juga menghargai kepedulian dan kepercayaan yang diberikan oleh konsumen dengan selalu memberikan informasi sebenarnya mengenai produk mereka (kondisi. negara pun tak segan-segan dijungkir balikan. mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. dan masih banyak daerah lainnya di tanah air. Dampak free trade bisa dilihat di beberapa daerah yang kaya dengan sumber daya alam. Perbedaannya adalah dari segi etika dan cara kerjanya atau Mode of Production. Bali. dan sebagainya) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. mengusir burung. terutama di Selatan. menjemur padi. sebagai ungkapan kekecewaan rakyat atas sumber daya alamnya dibabat habis oleh korporasi yang bergandeng mesra dengan pemerintah. varietas) dan menjaga kualitas/kuantitas produknya. WTO (World Trade Organization). Kehadirannya kerap mengatas namakan pembangunan sehingga mendapat restu dari pemerintah.[11] Sebaliknya. Rakyat didepak. Tak jarang para korporasi juga mempunyai saham dalam membidani kelahiran seorang untuk menjadi pemimpin nasional di suatu negara.[12] Diperlukan sebuah kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog. kemudian terhembas dan yang lebih terhempas lagi adalah kaum perempuannya.[15] . Free trade dalam praktek menjelma dalam bentuk korporasi-korporasi raksasa atau investor dari negara-negara kaya/maju. Demi profit. Fair trade memberikan sumbangan bagi pembangunan yang berkelanjutan dengan menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik dan melindungi hak dari produser dan buruh yang terpinggirkan. Produsen juga melakukan pertemuan rutin untuk membahas dan mencari jalan keluar tentang masalah yang mereka hadapi.

Fair trade tidak hanya profit namun juga happiness and welfare oriented. Fair trade sebagai gerakan lebih banyak menyangkut soal keorganisasian. hotel. Fair trade adalah gerakan internasional yang berada di bawah organisasi payung yang dulu disebut IFAT (International Fair Trade Association). Fair trade menjadi sikap yang dalam praktek bisnis atau profitnya sangat mempertimbangkan nilai-nilai etik kemasyarakatan. gerakan fair trade tidak terbetas pada sektor kerajinan saja. Profit yang diperoleh bukan melulu untuk memenuhi hasrat atau memiliki melainkan di investasikan lagi ke dalam program yang mensejahterakan produsen dan masyarakat. pengunjung. peralatan. menghormati lingkungan. lebih mengacu pada norma-norma kemanusiaan. sangat diupayakan menghindari terjadinya eksploitasi baik terhadap sumber daya manusia maupun sumber daya alam. pemandu wisata orang luar negeri. menyangkut persoalan anggota mewujudkan nyatakan prinsipprinsip fair trade seperti yang dilontarkan oleh IFAT. yang segara berganti nama menjadi : World Fair Trade Organization (WFTO). transportasi. WFTO bertugas merumuskan aturan main dan kriteria yang harus dipenuhi anggota maupun orang atau organisasi yang ingin bergabung dalam gerakan fair trade. terdapat dua hal yang bisa dilihat. Para fair trade dalam melakoni bisnis sangat menekankan aspek kreatifitas. Yang jelas. Kegiatan organisasi lebih banyak difokuskan pada kegiatan advokasi kebijakan.[18] Fair trade sebagai model bisnis. advokasi konsumen melalui kampanye dan pembukaan akses pasar untuk anggota dan memonitoring kegiatan anggota dalam peenrapan prinsip-prinsip fair trade. semua orang luar negeri. dan kebajikan dalam berproduksi. terutama kebiajakn perdagangan Internasional/World Trade Organization (WTO). Fair trade sebagai model bisnis bisa diterapkan di segala bidang usaha dimana saja dan kapan saja. antara lain : dalam kegiatan bisnis harus ada unsur aktif memerangi kemiskinan. serta chef-nya). kesetaraan perempuan atau gender. pembangunan kesinambungan melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak hak-hak kelompok produsen dan pekerja yang terpinggirkan terutama di negara-negara Selatan yang diakibatkan oleh praktek dan kebijakan perdagangan internasional. Di bali bisa dilihat jelas praktek free trade dalam kaitan industri pariwisata seperti biro perjalanan. ketebukaan dan saling menghormati. Berikut definisi fair trade yang dikutip dari website IFAT : fair trade adalah model perdagangan yang berdasarkan pada dialog. Dalam memproduksi barang.[17] Dari pengertian di atas.Dari segi produk yang diperjualbelikan. Konsekuensinya semua sektor publik dikendalikan oleh kekuatan korporasi. pembayaran layak dan lencar. Jadi yang menjadi perhatian para pelaku fair trade adalah dalma kegiatan bisnis atau usaha.[16] Menyikapi keberadaan rejim pasar bebas. keindahan produk untuk konsumen. hubungan bisnis yang berkesinambungan dan ada unsur partnership saling membesarkan. yakni : free trade sebagai gerakan dan fair trade sebagai model/kegiatan bisnis. WFTO anggotanya terdari 300 organisasi di sekitar 80 negara. sejumlah kalangan telah mengambil inisiatif dengan membuat wacana alternatif yang dikenal dengan fair trade (perdagangan yang adil). tidak memperkejakan tenaga kerja anak. yang bertujuan untuk menciptakan keadilan . beberapa butir dari prinsip itu yang penting untuk dijadikan pedoman dalam praktek fair trade.[19] . rejim free trade tidak tanggung-tanggung untuk menjadikan sesuatu dijadikan komoditi dan masyarakat hanya dilihat sebagai konsumen. restoran (dari bahan mentahan.

maka konsumen pun akan bersedia membayar harga jual yang ditawarkan sebagai salah satu apresiasi mereka. Dan jika komunikasi ini dilakukan dengan benar. yang bertujuan menciptakan keadilan. konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (pemeliharaan tanaman. Selain itu. mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. menjemur padi. transparansi dan penghargaan yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) didalam perdagangan internasional. Faktor-faktor pembentuk harga jual tersebut kemudian diinformasikan secara terbuka kepada konsumen. Sebagai contoh adalah dalam menentukan harga jual. edukasi dan sosial. produsen dan konsumen memiliki posisi yang sejajar. varietas) dan menjaga kualitas/kuantitas produknya. produsen juga menghargai kepedulian dan kepercayaan yang diberikan oleh konsumen dengan selalu memberikan informasi sebenarnya mengenai produk mereka (kondisi. Melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak pada hak-hak kelompok produsen yang terpinggirkan. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen. DAFTAR PUSTAKA . Fair trade membantu produsen kecil untuk memperoleh kehidupan yang layak melalui peningkatan pendapatan. mengusir burung. waktu panen. juga melindungi lingkungan dari kerusakan karena minimnya penggunaan bahan-bahan kimiawi. khususnya yang berkaitan dengan pola perdagangan yang adil. termasuk aspek konservasi. kedua belah pihak juga mengedepankan asas transparansi. Hal ini dilakukan melalui informasi dan komunikasi. terutama di negara-negara miskin akibat praktek kebijakan perdagangan internasional. Sebaliknya. didalam usaha pertanian padi) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. serta pembangunan berkesinambungan. begitu juga mengenai proses produksinya.BAB IV KESIMPULAN Fair Trade adalah perdagangan yang berdasarkan pada dialog. tidak diskriminatif terhadap perempuan yang selama ini menjadi warga kelas dua dan korban langsung atas perdagangan yang tidak adil. Dengan mekanisme fair trade. Produsen menghitung seluruh komponen biaya produksi. menyalurkan aspirasi dan pendapat mereka. WTO diharapkan dapat membentuk suatu kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog. Fair trade sebagai sebuah alternatif menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik bagi produsen kecil dan melindungi hak mereka yang selama ini terpinggirkan. Produsen juga melakukan pertemuan rutin untuk membahas dan mencari jalan keluar tentang masalah yang mereka hadapi. melindungi hak produsen kecil atas akses ke pasar. Dalam fair trade. keterbukaan dan saling menghormati.

html http://gadisayu18. Dengan demikian dapat di mengerti jika tujuan untama GATT adalah untuk menciptakan kelancaran perdagangan antar bangsa dengan cara penurunan tarif impor secara gradual. Para pengamat dari kubu Marxis tidak yakin bahwa peningkatan partisipasi negara-negara berkembang di dalam pasar internasional dapat meningkatkan kesejahteraan kaum marjinal. GATT kemudian digantikan dengan WTO dengan maksud untuk menyempurnakan mekanisme pengaturan aktifitas perdagangan internasional yang menyangkut sekurang-kurangnya tiga aspek . Persoalan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa ketika berpastisipasi di dalam perdagangan internasional negara miskin akibat keterbatasan modal. kian bertambah hingga mencapai 125 negara pada tahun 1994 termasuk ke dalamnya negara-negara maju. (hal 30).com/tag/ekonomi-politik-internasional/ Buku karangan Bob S.(hal 14) Di dalam buku fair trade di jelaskan pula mengenai sejarah awal terbentuknya GATT dan WTO sebagai organisasi yang mengendalikan perekonomian di dunia.http://whatbecomethegreaterme.com/2009/05/makalah-dampak-globalisasi-terhadap. GATT yang tadinya hanya melibatkan 23 negara industri.com/2007/12/konsep-hukum-fair-trade. menurut GATT/WTO.org/global_news/full_article. Situasi semacam ini menimbulkan ketidak harmonisan antara kelompok eksklusif negara-negara maju berhadapan dengan negara mayoritas anggota yang terdiri dari negara-negara sedang berkembang.html http://gbgm-umc. Peningkatan aktifitas industri di negara berkembang justru meningkatkaan proses eksploitasi terhadap kaum buruh di negara-negara tersebut. Pakpahan dengan judul fair trade merupakan buku yang sarat akan pengetahuan mengenai situasi dan kondisi ekonomi yang sedang melanda dunia. Permasalahan yang tidak bisa di pecahkan oleh GATT adalah masalah NTBs (non-tariff barries) di mana GATT hanya bisa menyerukan kepada para anggotanya untuk mengurangi bahkan menghilangkan sama sekali kebijakan-kebijakan NTBs-nya tanpa mampu memberikan sanksi yang jelas bagi mereka yang melanggar seruan tersebut. maka negara-negara miskin dapat ikut menikmati keuntungan. Pada mulanya GATT dibentuk untuk mengakomodasi kepentingan perlindungan industri di dalam negeri. Sebagai rejim yang mengemban prinsip liberalisasi perdagangan.wordpress. GATT/WTO berasumsi bahwa hanya melalui partisipasi di dalam perdagangan internasional. GATT pada prinsipnya merupakan forum perundingan yang dimaksudkan untuk meminimalisir hambatan-hambatan perdagangan (tarif maupun non-tarif) agar perdagangan dunia dapat menjadi ebih semarak.wordpress. Free trade (perdagangan bebas) adalah sebuah sistem ekonomi sebagai hasil dari globalisai yang terus di perjuangkannegara-negara maju du belahan bumi Utara melalui GATT (general agreements on trade and tariffs) dan kemudian WTO (world trade organisation).blogspot. dan sumberdaya manusia-seringkali dipaksa untuk berspesialisasi pada produk primer dengan nilai tambah yang rendah seperti produk pertanian dan bahan tambang. (hal 12) Namun hal tersebut sangat di ragukan. pemberlakuan tarif yang di atur di dalam GATT.com/2009/03/30/apakah-memang-ada-perdagangan-bebas/ http://felixsharieff. karena tidak saja dapat memperlancar perdagangan antar bangsa tetapi juga bersifat saling menguntungkan sehingga dapat memberikan keuntungan maksimal kepada para pelakunya. Negara-negara maju inilah yang mulai mendominasi di setiap pengambilan keputusan atau negosiasi dan negara-negara berkembang tidak dapat berbuat banyak.blogspot. pengetahuan. Liberalisasi perdagangan mutlak diperlukan.cfm?articleid=2081 http://cafe-ekonomi. teknologi. Hadiwinata dan Aknold K. Seiring dengan perkembangan zaman.

akan tetapi kita tidak mungkin serta merta menarik diri dari sistem ini sebab pada dasarnya tidak ada satu pun negara yang dapat hidup secara autarkis (sanggup memenuhi segala kebutuhan rakyat secara mandiri). Peningkatan kapasitas administratif terutama dalam hal penyelesaian konflik perdagangan antar negara. Sasaran yang ingin di capai adalah untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang di hadapi oleh organisasi tersebut yang selama kurang lebih 40 tahun menjalankan aktifitas fair trade. merupakan salah satu pionir dari gagasan fair trade (perdagangan yang adil) sebagai alternatif dari free trade (perdagangan bebas) yang terus menerus di kampanyekan oleh negara-negara liberal. beberapa pakar ekonomi internasional menyatakan ketidakyakinan mereka bahwa rejim ini mampu secara optimal memenuhi target yang gagal di capai oleh GATT. pengurangan angka kemiskinan dan peningkatan pendapatan perkapita. bentuk bahkan aplikasi-aplikasi dari fair trade yang telah terlaksana. Di samping itu. Walaupun WTO baru berjalan beberapa tahun. (hal 37) Persoalan paling mendasar yang dihadapi oleh rejim perdagangan internasional seperti WTO adalah adanya penerapan standar ganda dan terdapat ketidaksesuaian antara kebijakan dengan tindakan dalam hal penerapan proteksi pelaku bisnis. negara yang berkonsentrasi pada komodity primer keuntungan yang di peroleh sangat terbatas karena posisi mereka yang sebagai price takers bahkan seringkali harus menderita kerugian materi. Peningkatan komitmen negara-negara anggota untuk mendukung beroperasinya sebuah rejim perdagangan internasional. maka kebijakan menutup diri akan mengakibatkan pelanggaran terhadap hal asasi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sesuai dengan kemampuannya. NGOs merupakan kelompok yang menentang dominasi kapitalisme global. Walaupun sangat kecil dibandingkan dengan jalur perdagangan konvensional. Bagi negara-negara yang berkonsentrasi pada sektor industri padat teknologi dan modal. Fair Trade merupakan gagasan yang di kumandangkan oleh NGOs pada dekade tahun 1960. Para pendukung perdagangan bebas sangat berkeyakinan bahwa semakin terbuka perekonomian sebuah negara. Buku ini menyajikan sejumlah contoh-contoh bentuk perdagangan fair trade akan tetapi sebagian besar masih dalam konteks lokal belum ke dalam skala internasional. sebuah NGO yang bermarkas di Oxford Inggris. (hal 56) Dengan demikian solusi yang di tawarkan dalam konteks ini adalah menawarkan sebuah konsep perdagangan alternatif yang memberikan ruang bagi prinsip perlindungan hak azasi manusia. Buku ini juga berupaya untuk membuat semacam penealaahan ringkas mengenai kampanye fair trade yang dilakukan Oxfam Great Britain. kesetaraan. toleransi dan demokrasi. OXFAM-Great Britain. dan 3. sustainabilitas. keadilan. Sebaliknya. tenaga maupun waktu karena sifat produk yang tidak tahan lama dan ketergantungan yang tinggi pada perantara.penting: 1. Pemberian wewenang yang lebih besar dalam proses negosiasi perdagangan di dalam berbagai forum ekonomi global. kerajinan dan terget dari kegiatan tersebut hanya pada kelompok petani/nelayan/pengrajin atau koperasi saja. aspek yang ditangani hanya menyangkut upaya untuk mengurangi trade exploitation. Fair trade adalah sistem yang di tujukan . 2. Kecilnya volume perdagangan melalui jalur fair trade (jika di bandingkan dengan perdagangan konvensional barangkali berkaitan dengan terbatasnya lingkup aktifitas gerakan fair trade yang hanya membatasi pada pembelian komoditi primer. Sikap yang terlalu melebih-lebihkan keunggulan perdagangan bebas barangkali melupakan fakta mengenai esensi dari hubungan perdagangan antar negara. jalur perdagangan kemanusiaan ini cukup memberikan harapan bahwa terlepas dari dominasi kapitalisme global yang berkembang melalui perdagangan lain yang membebaskan para pemodal kecil dari trade exploitation (penindasan perdagangan). keterbukaan. Buku ini membahas secara lengkap sejarah. Dapat disimpulkan bahwa perdagangan bebas tidak memberikan keuntungan bersama. terutama apabila menyangkut 2 jenis komoditas yang berbeda dari segi nilai tambahnya. keuntungan jelas dapat di peroleh secara maksimal karena produk tersebut biasanya memberi kesempatan kepada produsennya untuk menjadi price setters (penentu harga pasar) karena ketergantungan masyarakat terhadap produk tersebut. semakin besar kesempatan bagi negara tersebut untuk memperoleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Karena itulah kebijakan ini lebih penting daripada kebijakan lain karena mengandung kepentingan nasional yang merupakan tujuan utama yang harus dicapai suatu negara-bangsa yang berdaulat. Dalam merumuskan suatu kebijakan. Kopiitudashat's Blog July 14. budaya. berarti kebijakan luar negeri digunakan sebagai instrumen. yang kemudian menimbulkan suatu diskursus tentang unsur mana yang paling penting perumusan kebijakan luar negeri. sebagai sintesis dari kepentingan nasional yang mengandalkan power dan kapabilitas suatu negara . atau yang dapat disebut sebagai politik luar negeri. Pendekatan ini melihat kapasitas individu dalam membuat suatu keputusan dan megimplementasikannya untuk kepentingan entitas sebagai unsur utama dalam pembuatan kebijakan suatu negara. Kebijakan luar negeri dibentuk dengan dasar kepentingan nasional untuk mendapatkan power yang lebih tinggi. Fair trade adalah sistem perekonomian yang sarat akan pesan moral dan tujuan yang mulia untuk memasukkan berbagai prinsip kemanusiaan yang telah dirumuskan dan disepakati dalam berbagai konvensi internasional. jika contoh-contoh fair trade sebatas di berikan dalam tatanan lingkungan lokal maka tentu hal tersebut tidak menampakkan kelebihan yang signikan akan sistem ini. Seperti yang dijelaskan dalam comparative study of foreign policy. Peranan individu dalam proses pembuatan keputusan adalah berdasarkan pendekatan agency. power dan kepentingan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut: Dari bagan di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara kepentingan nasional. tujuan dan lain sebagainya. kepercayaan. khususnya power sebagai relationship. kebijakan luar negeri dan power dapat dilihat dalam 2 kondisi. Coulombis dan Wolfe memandang kebijakan luar negeri. diperlukan karena kebijakan luar negeri tak lain adalah usaha untuk mempengaruhi. Pengaruh ideosinkretis ini termasuk di dalamnya ideologi. aktor individu tidak akan terlepas dari pengaruh ideosinkretis dan pemikiran rasional (rational choice). ke dalam aktifitas perdagangan pada lingkup lokal. ada 5 unit analisis yang dapat dilihat sebagai unsurunsur yang mempengaruhi perumusan kebijakan luar negeri suatu negara. Kondisi kedua menempatkan power sebagai alat yang digunakan bersama dengan kebijakan luar negeri untuk mencapai kepentingan nasional. kelompok. birokrasi. Dalam perumusan kebijakan luar negeri. dan dapat pula di lakukan dengan menekankan aspek hukum untuk menertibkan sistem perekonomian yang ada. sistem nasional.untuk masyarakat dunia. nasional. yaitu siapa yang mempunyai apa untuk siapa dan bagaimana . Penggunaan power sebagai instrumen ini. dan sistem global. bahwa kebijakan luar negeri adalah penggunaan pengaruh dalam hubungan internasional. Umumnya . regional maupun internasional. 2009 Kebijakan Luar Negeri dalam Kaitannya dengan Pengambilan Keputusan Suatu Negara Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:16 am Kebijakan luar negeri (foreign policy) adalah elemen yang sangat penting dalam upaya pencapaian kepentingan nasional suatu negara. Kondisi pertama yang menempatkan power sebagai tujuan. Unit analisis ini menurut Rosenau meliputi individu. bahwa keadilan dalam berdagang dapat di capai dengan cara merubah sistem yang ada. Hubungan antara kebijakan luar negeri.

namun lebih merupakan produk birokrasi secara keseluruhan.negara yang kebijakannya ditentukan oleh keputusan individu adalah negara otoriter.yang dianut Korea Utara akan membentuk perilaku luar negerinya dengan kebijakan menutup diri dari pasar global. Dalam pendekatan birokratis. birokrasi. sistem nasional dan sistem global tidak akan pernah bisa dikesampingkan. Yang belum ditambahkan di sini adalah pentingnya peran rezim internasional dalam kebijakan luar negeri suatu negara. tetapi lebih merupakan manifestasi kepentingan kelompok.Actors:The Responsible Decision-makers Perwita. keputusan AS dan Soviet untuk menempatkan rudal bukan berdasarkan keputusan Reagan ataupun Nikita Kruschev. kelompok kepentingan ini bisa metransform dirinya menjadi kelompok penekan. ataupun kelompok lain yang mempunyai posisi strategis dan kepentingan tertentu di pemerintahan. kompromi dan adjustment. think tank dan lain sebagainya. Kelompok kepentingan.1997.Interaksi dan perilaku. Lingkungan eksternal yang dimaksud adalah struktur hubungan antar negara-negara besar. Kebijakan luar negeri sebagai instrumen untuk mewujudkan kepentingan nasional juga sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur internal negara. kelompok. Misalnya Kim Il Sung dan Kim Jong Il yang menjadikan karakter individunya sebagai manifestasi karakter nasional Korea Utara. Dalam krisis Kuba. dan kepentingan yang keseluruhan sistem ini akan berinteraksi membentuk sistem ekonomi. menyampaikan opini publik untuk diperjuangkan dalam bentuk kebijakan. yang dalam usahanya dibantu oleh media. Jadi. sistem politik. Referensi Anonim. Jadi. keputusan tidak dilihat sebagai produk rasionalitas individu tetapi lebih merupakan produk dari berbagai penyesuaian dan kompromi . kebijakan luar negeri merupakan proses politik yang meliputi bargaining. Banyu. peran individu.Ilmu Hubungan Internasional:Sistem. kelompok penekan. ideologi juche-atau self reliance. 2005. Soeprapto. segala sesuatu yang menyangkut masalah negara adalah hasil keputusan kepala negara yang tidak dapat diganggu gugat. Sistem-sistem inilah yang secara komprehensif tercakup dalam sistem nasional. Pendekatan sistemik global menekankan pentingnya peranan lingkungan eksternal negara terhadap pengambilan keputusan kebijakan luar negerinya . penyandang dana. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. misalnya badan intelijen (salah). dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan keputusan untuk menghasilkan kebijakan luar negeri suatu negara. Kelompok yang dimaksud di sini bisa merupakan kelompok kepentingan. seperti power. ideologi. identitas nasional. Bandung: PT Rosda Karya hal 51-52. Ketika kepentingannya tidak diakomodasi oleh pemerintah. Misalnya American Comitee for Israel akan selalu mendorong AS untuk mengeluarkan kenijakan yang menguntungkan Israel.PT Raja Grafindo Persada . Pendekatan kelompok melihat bahwa keputusan final suatu kebijakan bukan hanya ditentukan oleh kepentingan dan keinginan individu. Misalnya. pola-pola aliansi yang terbentuk serta faktor situasional seperti isu dan krisis. dan sistem sosial-budaya. Pendekatan birokratis pertama kali dipopulerkan oleh Allison berdasarkan studinya tentang krisis Kuba. Misalnya Indonesia yang tergabung dalam rezim pangan akan selalu merumuskan kebijakan luar negeri untuk mengatasi permasalahan pangannya berdasarkan prinsip dan norma yang dijunjung oleh Food and Agricultural Organization (FAO). atau sosialis dengan keadaan minim demokrasi.

Pihak yang satu mencegah pihak yang lain melakukan suatu aksi melalui ancaman baik implisit maupun eksplisit. Teori ini didahului oleh kebijakan containment yang merupakan reaksi dari ekspansi Soviet. AS sebagai pemenang Perang Dingin sekaligus negara yang pertama kali menggunakan nuklir menggunakan kemampuan militernya untuk memaksa negara lain mengikuti kepentingan AS melalui penyebaran teror. Terminologi µdeterrence¶ pertama kali dikemukakan oleh Bernard Brodic yang menganalisis konstelasi internasional pasca pengeboman Nagasaki-Hiroshima . deterrence sendiri terbagi ke dalam beberapa periode: 1. maka perang total (total war) harus dihindarkan karena akibat dekstruktif yang dihasilkan. Kehancuran yang dialami Jepang membuka mata para negarawan bahwa ketika senjata pemusnah massal diciptakan secara besar-besaran dan negara-negara mulai berlomba-lomba untuk memiliki senjata ini. Efek teror ini memicu kedua negara superpower ± AS dan Soviet ± untuk sama-sama mengembangkan nuklir. Selain untuk membendung serangan Soviet ke AS sendiri. karena selain lebih memberikan efek teror. AS berusaha meningkatkan senjata yang dimiliki karena percaya hal ini dapat menghindarkan keinginan dan kemampuan lawan untuk menyerang AS. Keadaan damai ini diperlukan agar teror yang dilancarkan dapat mencapai sasaran.Leave a Comment Deterrence dan Compellence sebagai Strategic of Military Defence Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:14 am Berakhirnya Perang Dunia II memunculkan periode Perang Dingin yang diwarnai oleh virtual war dan proxy war. kehancuran yang ditimbulkan baru terbaca. Taktik ini juga dikenal sebagai countervalue targeting strategy sebab pola ini mencoba mengarahkan senjata- . oleh karena itu belum ada strategi teori deterrence yang sistematis. 1945-1949 Periode ini diwarnai oleh pengeboman Nagasaki-Hiroshima. Awal 1950an Peride ini ditandai oleh pemerintahan Eisenhower pada 1950an yang menjadikan massive retaliation sebagai pola strategi utama. Deterrence hanya dapat dilakukan dalam keadaan damai walaupun damai yang dimakudkan adalah damai yang semu. Balance of Power yang diciptakan oleh Perang Dingin bergeser menjadi Balance of Terror yang didukung oleh perlombaan senjata. 2. Proxy War menjadi salah satu strategi Perang Dingin dimana kedua belah pihak menggunakan pihak ketiga sebagai wilayah pertempuran. bagian kecil nuklir juga lebih efisien daripada sejumlah besar senjata konvensional . Menurut Alexander L George dan Richard Smoke. Strategi yang digunakan dalam Perang Vietnam dan Perang Korea ini dirasa cukup mahal secara ekonomis sehingga kemudian diperlukan strategi lain yang cukup efisien. dengan pemberian sanksi positif berupa hadiah jika pihak kedua menaati larangan pihak pertama dan pemberian sanksi negatif berupa hukuman jika pihak kedua berlaku sebaliknya. Perlombaan senjata inilah yang merupakan strategi deterrence yang digunakan kedua negara. nuklir juga digunakan untuk membendung pengaruh Soviet ke negara aliansi. Dalam pelaksanaannya. Definisi ini dirangkum oleh Glenn Synder dengan kebijakan stick and carrot yang selama ini dipraktekkan oleh AS. deterrence dapat diartikan sebagai serangkaian persuasi yang dilakukan oleh pihak pertama kepada pihak kedua untuk agar pihak pertama melakukan keinginan pihak kedua . Strategi ini dilakukan dengan mengembangkan nuklir yang dirasa lebih efisien.

The Myth of Nuclear Deterrence. Compellence. Ward. Tujuan awal deterrence adalah sebagai strategi pertahanan (strategy of defense) untuk menghindari perilaku atau tindakan yang tidak dinginkan dari negara lain. dapat disimpulkan bahwa keadaan yang memungkinkan terjadinya deterrence adalah keadaan dimana ada ketersediaan teknologi yang memungkinkan pengembangan senjata yang efektif untuk menakuti-nakuti lawan. Strategi lainnya adalah counterforce targeting strategy dimana senjata-senjata AS diarahkan kepada pangkalan militer dan pusat-pusat kekuatan militer Soviet. Pola deterrence yang paling sering ditemui adalah dengan pemberian punishment tertentu untuk negara yang memberlakukan perilaku yang tidak diinginkan itu (undesirable behavior).yang menitikberatkan pencapaian kemenangan tanpa perang.1996. Referensi: Dougherty.pdf dalam http://www. Jika tak bisa dicapai. Strategi ini memiliki beberapa tujuan diantaranya untuk memproteksi serangan ± baik yang dilakukan dengan senjata nuklir maupun senjata konvensional. Ketika AS memaksa Iran menghentikan proyek proliferasi nuklirnya. Bagi Iran. Robert. Keambiguitasan ini semakin terasa ketika dalam satu kasus dapat dipandang sebagai deterrence dan compellence sekaligus tergantung perspektif yang memandang. Contending Theories of International Relations: A Comprehensive Study (4th edition). maka terjadi suatu keambiguitasan. maka kemenangan ini dapat dicapai dengan menghancurkan kekuatan militer lawan maupun kemenangan paling buruk dengan menghancurkan kota dan rakyat sipil di dalamnya. Dengan teror yang ditimbulkan oleh nuklir. biasanya menggunakan sanksi ekonomi. Keadaan ini tidak terlepas dari strategi military defence yang menggunakan pertahanan melalui strategi deterrence dan compellence yang menggunakan elemen militer maupun non militer. Strategi pertahanan AS ini dapat dijelaskan dari teori strategi militer klasik ± Sun Tzu.pdf Leave a Comment . Jika deterrence digunakan untuk menekan behavior maka compellance bertujuan untuk memicu behavior walaupun keduanya biasanya digunakan secara bersamaan karena ketika aktor ingin menghindari keadaan tertentu maka ia akan memaksa aktor lain melakukan sesuatu untuk menghindari undesirable behavior itu. AS dapat menjamin kemenangannya tanpa harus mengadu kekuatan militernya secara kontak langsung.com Wilson. Antara melarang dengan memaksa pihak kedua menerima sanksi positif yang diberikan pihak pertama. AS akan memanfaatkan alasan perdamaian dunia untuk men-deterrence Iran. Menggunakan strategi kebijakan stick and carrot walaupun lalu yang lebih banyak digunakan adalah sanksi negatif. pertama kali digunakan oleh Schelling untuk menyebut deterrence yang digunakan untuk memicu (induce) aktor lain untuk melakukan suatu aksi (behavior) .senjata AS kepada obyek-obyek yang dianggap vital oleh Soviet. Sifatnya preventif dan dinamis.sagepublications. James and Manzginrtioz. Walaupun bisa dibilang bahwa dua kemenangan ini tidak dapat diraih karena ketidakmungkinan penggunaan nuklir untuk menghancurkan kekuatan lawan. hal ini merupakan suatu compellence. Dari gambaran di atas.New York : Longman The Origins and Age of Deterrence. Karena dapat digunakan secara bersamaan..

Semakin kecil biaya A dan semakin besar biaya B maka power A semakin besar. Suatu negara mungkin memiliki power yang besar di satu region tetapi tidak dapat menguasai region yang lain. Pengaruh satu negara terhadap satu isu dapat berbeda dengan isu lain. Pandangan ini lebih relevan dalam pertimbangan interaksi antar negara karena ketika negara memutuskan untuk mengadakan hubungan dengan negara lain. power adalah bagaimana mempengaruhi pihak lain untuk melakukan apa yang kita inginkan sekalipun dia tidak ingin melakukannya . Dimensi kedua adalah domain yang menggambarkan seberapa besar aktor yang dipengaruhi. Dimensi pertama adalah scope yang mengidentifikasi aspek yang terlibat dalam area isu. Power sendiri dapat diposisikan sebagai resources maupun sebagai relationship. Dimensi ketiga disebut weight yang merupakan kalkulasi seberapa besar kemungkinan B dapat dipengaruhi oleh A. tentang seberapa besar biaya A untuk menguasai B dan seberapa besar biaya B untuk melakukan kepentingan A.Maria EM 070710023 THI 4 Power dan Pengembangannya dalam Teori Perimbangan Kekuatan dan Stabilitas Hegemoni Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:13 am Power menjadi konsep utama kaum realis dalam menyikapi hubungan internasional. maka Singapura dapat mempergunakan power di bidang ekonomi untuk menstimulus pertumbuhan penduduknya. Jadi dapat dikatakan bahwa power dapat digunakan sebagai alat maupun sebagai tujuan. sehingga jika suatu negara mempunyai sumber daya yang besar seperti wilayah teritorial. Pandangan ini dirasa tidak relevan mengingat Indonesia yang memiliki kekayaan resources ditambah dengan letak geopolitik yang strategis ternyata tidak dapat membawa Indonesia menjadi superpower dunia. Misalnya ketika pemerintah Singapura merasa mengalami kekurangan jumlah penduduk yang dikhawatirkan dapat memperbesar chance negara lain untuk menyerang Singapura. Pandangan lain kemudian memposisikan power sebagai relationship dimana power lebih dilihat sebagai hubungan potensial yang dapat meningkatkan power di masa yang akan datang (potential power) . Dimensi keempat adalah costs. Bisa berupa simbolis seperti propaganda melawan perbudakan ataupun power yang lebih mudah terlihat seperti kekuatan ekonomi. Menurut Robert Dahl. yaitu dengan cara memberi insentif pada keluarga yang bersedia memiliki lebih dari 1 anak. Power ini sendiri tidak mempunyai definisi yang statis. apakah Cina yang dapat dengan mudah mempengaruhi kebijakan Vietnam yang notabene memiliki kesamaan ideologi. Dimensi terakhir adalah means sebagai alat untuk menjalankan power itu sendiri. Power bukan konsep yang dapat diukur dengan mudah ±bersifat intangible ± karena power bersifat multidimensi. militer dan diplomasi . maka negara tersebut akan saling menilai power masing-masing. Bagaimana cara kedua negara tersebut saling mempengaruhi adalah dengan memanfaatkan bentuk-bentuk power seperti soft power yang mendoktrinasi pemikiran melalui budaya. Misalnya power Jepang terhadap Indonesia dalam bidang ekonomi lebih terasa daripada power Jepang ke Indonesia dalam bidang militer. Power ekonomi di sini berfungsi sebagai alat dan power demografi sebagai tujuan yang keseluruhan tujuannya untuk meraih posisi teratas di konstelasi global. ideologi lalu hard power yang mempergunakan kekuatan ekonomi dan politik dan sebagainya. power adalah bagaimana aktor A dapat mempengaruhi perilaku aktor B. . Pendekatan power sebagai resources menganggap power sebagai milik negara(actual power) . Tiap negara akan selalu menggunakan power yang dimiliki untuk meningkatkan power yang dimiliki guna mencapai kepentingannya. Dalam konteks ini. jumlah penduduk dan bahan tambang yang besar kemudian dikatakan bahwa negara ini dapat digolongkan sebagai negara dengan power yang besar.

bantuan restrukturasi pasca perang. Ketidakjelasan ini oleh Ernest Haas digambarkan dalam 8 arti berbeda tentang BoP yaitu distribusi kekuasaan. Kedua. Hal ini berarti jika ekonomi dunia adalah liberal maka dalam ekonomi dunia harus . Tujuan ini kemudian dimanifestasikan ke dalam cara-cara yang mendapat sorotan karena menjalankan politik tidak etis seperti adu domba. pembangunan daerah penyangga. proses penyeimbangan. aliansi. perlombaan senjata serta perang. Arti power menjadi lebih persuasif dan tingkat kekerasan nya lebih berkurang . penyelesaian konflik secara legal. Jika BoP menggambarkan struktur power yang bipolar. Hegemon ini akan membawa dunia internasional menuju kestabilan. Kekuatan dominan tidak hanya memanipulasi hubungan ekonomi internasional tetapi juga menciptakan suatu perekonomian dunia yang terbuka berdasarkan perdagangan bebas dimana manfaatnya tidak hanya akan dirasakan bagi negara hegemon tetapi juga semua negara yang berpartisipasi. Saya pribadi juga melihat ketidakjelasan konsep BoP. jumlah konflik negara-negara berkekuatan besar lebih sedikit dan hal itu mengurangi kemungkinan perang negara-negara berkekuatan besar. maka power akan terkonsentrasi pada satu kutub dan memunculkan aktor dominan yang menguasai dunia dengan kekuatan ekonomi dan militer. Pertama. intervensi. diplomasi. Gentz dan Castlereagh untuk menyelenggarakan hegemoni dunia. Teori hegemonic stability berakar pada pemikiran merkantilis tentang politik yang memimpin ekonomi walaupun tidak sepenuhnya menganut nilai-nilai merkantilis karena nilai-nilai liberal tetap menjadi poin penting. Kritik yang muncul kemudian menyerang tujuan BoP sendiri yang menurut Bolingbroke. Ketika struktur dunia dimaknai sebagai struktur unipolar. minimalisir miskalkulasi untuk melakukan aksi. Namun idealisme perimbangan kekuatan ini tidak memiliki definisi maupun indikator yang jelas. tentang seberapa seimbangkah keseimbangan yang dimaksud. menyiapkan sistem dan pendukung sistem itu sendiri. stabilitas dan damai. maka sistem unipolar dapat dijelaskan dengan Teori Kestabilan Hegemoni (hegemonic stability). hegemoni dan upaya mencari hegemoni. Sistem bipolar ini menurut Waltz yang neorealis lebih stabil dan karenanya menjamin perdamaian dan keamanan yang lebih baik dibanding dengan sistem multipolar . lebih mudah menjalankan penangkalan karena jumlah negara berkekuatan besar yang terlibat lebih kecil. power politics secara umum. menjamin stabilitas dan keamanan bersama. atau keadaan seperti apakah yang dapat dikatakan seimbang. terjadilah yang disebut Balance of Power (BoP). Perimbangan kekuatan kedua negara superpower akan memelihara sistem yang ada karena dengan memelihara sistem mereka dapat memelihara diri sendiri.Ketika tiap negara akan berusaha mengejar power (struggle of power) seperti pemikiran realis di atas. area pengaruh. Ketika kekuatan dunia terbagi ke dalam 2 kutub yang berimbang.Jika realis melihat power sebagai perhatian utama yang akan diperjuangkan oleh tiap negara maka kaum transnasionalis melihat power akan selalu terlibat dalam perubahan. Perdamaian ini dapat dijelaskan melalui beberapa alasan. Hegemoni atau yang dipahami sebagai dominasi kekuatan militer dan atau politik. Pertama kali digunakan oleh Thucydides untuk menggambarkan Perang Peloponesian. diperlukan dalam perekonomian pasar dunia yang liberal karena tanpa hegemoni aturan liberal tidak dapat dilaksanakan. serta menjamin perdamaian abadi . Ambiguitas yang muncul lebih kepada hakikat negara yang akan selalu mencari power untuk menjadi penguasa tunggal dan bukan untuk keseimbangan sistem. sejarah hukum universal dan sistem yang mengarahkan pembuat kebijakan . Ketiga. Karena kepentingan nasional suatu bangsa dapat menjadi ancaman bagi negara lain maka BoP yang secara teori menghindari perang ternyata malah menyebabkan perang itu sendiri. perlucutan senjata. maka interaksi power akan membentuk tatanan kekuatan dunia dengan kutub-kutubnya.

Dalam ekonomi liberal.pp. Efek inilah yang berusaha dihilangkan oleh hegemon.177-189 Dougherty.pp.E and Pfaltzgraff. yang dulunya kekuasaan dipegang oleh pemilik tanah.ada kekuatan hegemon. Sorensen. Ketika AS dengan hegemonnya membangun Bretton Wood Systems.Conflict and Cooperation at the turn of the 21st century. Kekuatan ini diwujudkan dalam bentuk institusi yang menjadi fokus neoliberalis. Dalam kapitalisme terjadi apa yang dinamakan dengan ketidaksederajatan sosial (social inequalities). maka di balik itu adalah kepentingan AS untuk mengamankan pasar luar negerinya karena sistem itu menyediakan berbagai institusi yang pada dasarnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan AS.30-38 Henderson. Teori Hegemonic Stability mejelaskan signifikansi hegemon harus berkaitan dengan sifat barang-barang yang disediakannya. Dalam ketergantungan proletar oleh kaum borjuis.1998. diperlukan adanya satu aktor yang muncul dengan kekuatan dominan untuk menjamin segalanya berlangsung lancar.A.Inc. Keadaan ini membuat kaum buruh yang tidak memiliki alat-alat produksi menjadi tergantung dengan kaum pemilik modal.R.Convay. Dalam teori ini.Georg and Jackson. Keuntungan publik inilah yang kemudian dapat memunculkan free riders yang ingin menikmati keuntungan tanpa harus berkontribusi pada sistem itu sendiri. Referensi: D.Theoretical Approaches to International Relations.W. selisih antara upah buruh yang seharusnya dan yang didapat inilah yang merupakan keuntungan nilai tambah yang diambil oleh kaum borjuis .Contending Theories of International Relations. New York: Oxford University Press Leave a Comment Strukturalisme dalam Kerangka Marxisme Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:11 am Revolusi Perancis dan Revolusi Industri yang terjadi di Eropa telah mengubah sistem feodalisme ekonomi. diperlukan kekuatan-kekuatan utama yang dapat digunakan sebagai alat bargaining untuk meraih kekuatan lain. Introduction to International Relations. yaitu keadaan dimana satu pihak akan diuntungkan dan pihak lain dirugikan oleh usaha-usaha untuk akumulasi modal. McGrawHill Companies.Power and International Relations..2002. Dalam tulisannya. barang-barang yang dipertukarkan adalah benda bebas dimana suatu benda itu akan memberikan manfaat bagi semua orang dan bukan untuk orang tertentu. upah yang didapatkan buruh jauh lebih kecil dari apa yang seharusnya didapatkannya. Marx mengkritik kapitalisme sebagai sebuah sistem dimana kaum borjuis yang memiliki faktor-faktor produksi akan selalu mengeksploitasi kaum proletar yang membutuhkan kaum borjuis untuk bertahan hidup.Handbook of International Relations. 1999.1971. menjadi kapitalisme ekonomi dimana tujuan penyelenggaraan kegiatan ekonomi adalah akumulasi modal sebanyak-banyaknya. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan Karl Marx atas nasib yang dialami oleh para buruh dan mendorongnya untuk untuk menulis Des Kapital dan Communist Manifesto pada pertengahan abad 19.J. Dalam hegemon diperlukan adanya kekuatan yang bersedia mengambil alih dan mengatur roda perekonomian dunia untuk menjaga stabilitas perekonomian itu sendiri.Robert.L.Baldwin . misalnya valas. saham dan sebagainya. . Dalam menjalankan hegemoni.

Pada pertengahan 1840 Marx dan Engel menulis bahwa globalisasi kapitalis telah dengan serius mengikis dasar sistem internasional . Raul Preabach. bila basis adalah ekonomi dan suprastrukur adalah politik. the world economy. berbeda dengan negara periphery yang dapat dikatakan menjadi objek eksploitasi pasar negara core. filsafat. bukan kesadaran yang menentukan keadaan. imperialisme. marxis melihat bahwa negara tidak otonom tetapi digerakkan oleh kepentingan kelas borjuis. Revolusi sosial menurut bayangan Marx adalah keadaan dimana alat-alat produksi akan berada di bawah kontrol proletar. semi-periphery dan periphery. Teori Ketergantungan . Negara core yang negara yang memegang dominasi produksi adalah yang paling banyak mendapat keuntungan dari kapitalisme. karena itu aktor utama dalam HI adalah kelas. sosial. Konflik dan kompetisi antar negara sebenarnya merupakan konflik antar 2 kelas. Teori Sistem Dunia Wallerstein Berdasarkan kegiatan produksinya. Teori Imperialisme Lenin Lenin meneruskan teori dari Marx dan mengatakan bahwa Kapitalisme telah memasuki era baru dengan terbentuknya µMonopoli Kapitalisme¶. Tatanan dunia baru ini diyakini dapat dicapai dengan jalan revolusi yang pada awalnya akan diwarnai oleh konflik antar kelas. C. Sistem paling dasar adalah mini-system dimana kegiatan produksi hanya berdasarkan perburuan dan agrikultur tradisional. Sistem terakhir. Sistem dunia ekonomi ini kemudian memunculkan bentuk hubungan negara dalam sistem dunia yang terbagi dalam negara core. borjuis nasional yang mengatur pemerintahan dan proletariat kosmopolitan. Andre Gunder Frank dan Immanuel Wallerstein untuk menggambarkan struktur dunia global dalam kerangka ekonomi yang dasarnya bersumber dari pemikiran Marxisme. Struktur yang digambarkan imperialisme adalah kenyataan bahwa perusahaan multinasional akan menghadapkan pemilik modal pada konflik langsung dengan buruh global. tapi keadaan yang menentukan kesadaran . karena kehidupan manusia sejak dulu diwarnai dengan kebendaan dan kepemilikan pribadi yang menyebabkan manusia terus berkonflik memperebutkan materi yang merupakan faktor utama proses sosial politik (materialisme historis) . sistem kapitalisme yang berlaku akan bersifat ekspansif sehingga ia akan berusaha memperluas diri melalui kolonialisme.periphery sebagai stabilitator (buffer zone) antara negara core dan negara semi periphery.yaitu minisystem.Marxisme mengasumsikan manusia sebagai makhluk materi. Prinsip dasar nya. world empire dan world economy. oleh karena itu maka produksi harus dicapai sebanyak-banyaknya. agama. Kapitalisme yang mengglobal ini kemudian mendorong para Neo Marxis seperti Paul Baran. B. adalah sistem ekonomi dunia yang kapitalis dimana produksi yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan keuntungan. dan globalisasi ekonomi. Disini berlaku dialektika materialisme. Sistem kedua. oleh karena itu konflik antar negara sebenarnya merupakan konflik kepentingan antar kelas borjuis antar negara. A. Kondisi ini kemudian memunculkan semi. Dalam memandang struktur kapitalisme global. Selain itu. Agenda utama dari ajaran Marx adalah tatanan dunia baru tanpa ada dominasi dan eksploitasi serta tanpa adanya kelas. dan negara maka basis menentukan suprastruktur karena segala sesuatunya harus dapat dinilai dengan materi. produk agrikultur digunakan sebagai komoditas utama untuk penyelenggaraan birokrasi dan militer. world empire. Teori ini kemudian disebut sebagai teori strukturalisme global yang agenda utamanya adalah revolusi global yang hanya dapat dicapai dengan cara radikal agar bisa lepas dari struktur global yang eksploitatif. sistem dunia dapat digolongkan menjadi 3 entitas.

Berbeda dengan 2 perspektif sebelumnya. juga kenyataan bahwa kaum proletar yang tidak menguasai faktor-faktor produksi. maka marxisme dan strukturalisme ini lebih melihat dunia dalam sistem ekonomi. 1999.Marxis Theories of International Relations in Baylis.telah termarjinalkan oleh kekuasaan negara.John. Walaupun berbicara tentang negara. Jika merunut kaitan antara marxisme dan strukturalisme maka kedua term di atas dapat ditarik garis singgung. maka strukturalisme lebih melihat kerangka sistem dunia.87-107s Sorensen. realisme dan liberalism. seperti yang diungkapkan oleh ide dasar Marxisme. New York: Oxford University Press Comments (1) Dari Liberalisme Menuju Neoliberalisme Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:07 am 1.pp 200-205 Linklater. dan ketergantungannya itu dimanfaatkan oleh negara maju untuk mengeksploitasi mereka.pp. Marxisme juga berlawanan dengan konsep anarki ala realis. namun saya lihat Marxis sangat skeptis terhadap eksistensi negara. yang melihat HI sebagai interaksi politik. The Globalization of World Politics. Ketidakmerataan ini bukan tidak mungkin akan menimbulkan struktur-struktur baru terkait dengan terus berkembangnya praktik eksploitasi.Georg and Jackson. lalu berkembang menjadi hubungan antar koloni-penjajah yang sekarang juga diikuti oleh kolonialisme gaya baru yang kemudian oleh Wallerstein diterjemahkan ke dalam analogi eksploitasi core-periphery. terutama karena negara tidak menghalangi eksploitasi kapitalisme. Liberalisme Klasik Kehancuran yang diakibatkan oleh Perang Dunia (PD) I membawa keinginan manusia untuk menghindari perang. Bagaimanapun perkembangan dunia modern.pdf Hobden. dan tidak sependapat dengan kerjasama ala liberalis. mengingat bahwa konstelasi dunia tidak akan terlepas dari konflik antar kelas. dari yang dulunya antar buruh-pemilik modal. hubungan antar negara akan selalu diwarnai dengan ketidaksederajatan sosial.International Theory : Positivism and Beyond ³The Interstate Structure of The Modern World System´.Stephen and Richard Wyn Jones. bila marxisme berbicara tentang struktur dalam negara. tetapi kenyataan akan adanya eksploitasi antar 2 kelas ini tidak akan pernah hilang walaupun impian Marx tentang dunia tanpa kelas menurut saya tidak kurang utopisnya dari utopis perdamaian abadi ala liberalisme.Membagi dunia menjadi dunia maju dan negara Dunia Ketiga dimana negara Dunia Ketiga akan selalu tergantung pada negara maju. yang demikian juga tidak menguasai ekonomi-politik. Referensi An introduction to political geography.Ken. akan selalu ada µyang mendominasi¶ dan µyang didominasi¶. Dapat juga dikatakan bahwa pemikiran Marxis lah yang membangun pemikiran struktural. Hal inilah yang merupakan titik awal kebangkitan kaum liberalis yang .Marxism in Booth. Introduction to International Relations. Walaupun pemikiran Marxis ini dianggap oleh sebagian besar telah luluh oleh runtuhnya Soviet. Keduanya sama-sama berbicara tentang struktur yang ada dalam suatu entitas.Robert.Andrew.

neoliberalisme juga berbeda dengan liberalisme dalam kadar µke-utopiaannya¶ karena neoliberalisme tidak se-idealis liberalism klasik. Liberalisme yang merupakan antitesis dari realisme berangkat dari asumsi dasar tentang pandangan positif tentang manusia.ditandai oleh berdirinya Liga Bangsa-Bangsa. Aliran ini kemudian disebut sebagai neoliberalisme. Berbeda dengan liberalisme interdependensi yang memandang hubungan transnasional antar negara sebagai kesalingketergantungan yang paling utama antar manusia sebagai makhluk sosial. Aliran ini muncul sebagai jawaban atas kekhawatiran bahwa berakhirnya Perang Dingin ± yang berarti runtuhnya bipolaritas ± akan membawa dunia pada perang besar. Para liberalis ini setuju bahwa . Perhatian dasar liberalisme klasik ± untuk membedakannya dengan liberalisme yang akan dijelaskan kemudian ± adalah kebahagiaan dan kesenangan individu. Konstruksi ilmiah yang ditekankan oleh kaum behavioralis mengakibatkan aliran ini sudah lebih ¶realis¶ dengan menerima bahwa tidak semua manusia itu baik. Interdependensi ini kemudian dapat disebut sebagai modernisasi karena modernisasi meningkatkan derajat dan ruang lingkup interdependensi antar negara. Nilai-nilai dasar yang diusung liberalisme adalah prospek menuju damai. Tetapi penganut aliran ini tetap beranggapan bahwa kedamaian tetap dapat terwujud bila para aktor berinteraksi dapat mewujudkan kerja sama yang kini kerja sama itu diterjemahkan oleh kaum liberalis sebagai perdagangan bebas dan penghargaan hak asasi manusia. 2. Pikiran-pikiran para scholar yang mendahului aliran ini adalah John Locke dengan pemahaman tentang negara konstitusional. Selain tidak terlalu mempermasalahkan human nature tapi lebih melihat manusia dari hasil perbuatannya. Hubungan antar masyarakat inilah yang mempersatukan pertentangan kepentingan negara. Liberalisme sosiologis yang diwakili oleh Richard Rosecrance melihat hubungan internasional bukan hanya sebagai hubungan antara negara tetapi lebih merupakan hubungan transnasional yaitu hubungan antar masyarakat dan organisasi dari negara yang berbeda . interdependensi dan institusi. liberalisme institusional. Berdasarkan fokus aktor itulah aliran ini kemudian dibagi menjadi 4 aliran utama yaitu liberalisme sosiologis. Bentham dengan kajian hukum internasional dan timbal balik serta pemikiran Immanuel Kant tentang perdamaian abadi dan kemajuan. liberalisme republikan dan liberalisme interdependensi. apakah institusi. ataupun masyarakat. Hal lain yang membedakan neoliberalisme dengan liberalisme klasik adalah titik berat aktor utama dalam hubungan internasional. warga negara. Neoliberalisme mengadopsi nilai-nilai dasar liberalisme klasik dengan berbagai penyempurnaan dalam kerangka behavioralisme. keyakinan bahwa hubungan internasional dapat bersifat kooperatif daripada konfliktual dan percaya terhadap kemajuan yang dibawa oleh modernitas. semangat perdagangan. posisinya kini digeser oleh isu-isu seputar ekonomi dan instrumen institusional. Asumsi inilah yang menempatkan individu dan kolektivitas individu sebagai kajian utama. hak asasi manusia. Model liberalisme ketiga adalah liberalisme institusional yang mengadopsi pemikiran tentang pentingnya institusi internasional ala Woodrow Wilson dengan Liga Bangsa-Bangsanya. Dalam perspektif ini. serta kesejahteraan. Manusia adalah pada dasarnya baik dan terlahir dengan kecenderungan untuk saling bergantung dan bekerja sama dengan manusia yang lain . kekuatan militer yang dulu mendominasi pada era Perang Dunia ± Perang Dingin kini kurang begitu berguna. Neoliberalisme Perdebatan panjang antara realis dan liberalis tentang human nature kemudian disempurnakan dengan metode ilmiah dalam kerangka pendekatan behavioralis saat Perang Dingin. selain itu kajian neoliberalisme berkisar antara kejadian-kejadian era Perang Dingin setelah 1945.

anarki bukan berarti tidak ada pemerintahan sama sekali. Dalam melihat pandangan liberalisme maupun neoliberalisme ini. Pandangan ini disebut sebagai liberalisme republikan. Hubungan ini bisa lebih damai karena kendali ekonomi yang merupakan pilar utama hubungan luar negeri tetap dipegang oleh warga negara yang notabene tidak ingin menyerang lawan bisnisnya. Pandangan terakhir memandang eksistensi negara demokrasi liberal sebagai negara yang bersifat lebih damai dan taat hukum dibandingkan dengan negara yang lain . tetapi mereka tidak menyatakan bahwa institusi dapat menjamin transformasi kualitatif hubungan internasional. interdependensi. Konsep ini terkait dengan teori Wallerstein dimana negara periphery akan selalu bergantung pada negara core dan akan selalu menjadi objek eksploitasi negara core. sekilas tampaknya perspektif ini mempunyai kesempurnaan yang dibutuhkan oleh dunia. Keuntungan relatif adalah keadaan dimana suatu negara sudah puas jika ia mendapat apa yang diinginkan sedangkan keuntungan absolut menginginkan mendapat apa yang terbaik yang tidak dimiliki negara lain walaupun kepentingannya sendiri mungkin tidak didapatkan.institusi internasional dapat membuat kerjasama menjadi lebih mudah dan menyenangkan. legitimasi organisasi internasional dan penyelenggaraan perdagangan bebas. Baik liberalis maupun neoliberalis samasama memfokuskan agendanya pada kerja sama. kelompok. Berbeda dengan realis yang menjadikan balance of power dengan sistem internasional bipolar. Damai yang dimaksud tidak hanya berarti ketiadaan perang seperti yang terjadi pada Perang Dingin tetapi damai berarti adanya kerja sama dalam suatu harmoni. Semua aliran ini menyajikan argumen yang menyeluruh dan konsisten tentang damai dan kerja sama dalam hubungan internasional walaupun hal ini mendapat kritik keras dari realis dan neorealis yang mempertanyakan konsep anarki yang nyata dalam hubungan internasional tetapi tidak pernah dibahas oleh liberalisme. Secara singkat. Liberalis sendiri memahami konsep anarki berbeda dengan anarki ala realis. Liberalis menjawab kritikan ini dengan konsep keuntungan absolut yang dimiliki liberal berbeda dengan keuntungan relatif oleh realis. perbedaan antara liberalisme dan neoliberalisme adalah sebagai berikut No Pembeda Liberalisme Neoliberalisme 1 Aktor utama Individu Individu yang tergabung dalam masyarakat. Organisasi internasional yang dipopulerkan oleh liberalis pun bisa jadi hanya merupakan wadah negara liberal untuk menghegemoni negara lain secara legal melalui kebijakan luar negeri di organisasi tersebut. Pandangan ini mendapat kritik keras dari realis yang memandang liberal institusional sebagai neorealis dalam nama lain. liberalis mengkonstruksi sistem internasional dalam tatanan multipolar walaupun center of action nya lebih condong ke PBB sebagai organisasi internasional. Namun harus diperhatikan bahwa pandangan liberal seringkali dijadikan sebagai topeng untuk mencapai kepentingan negara liberal dalam kaitannya dengan eksploitasi negara berkembang. Referensi: . organisasi 2 Asumsi dasar tentang human nature Manusia itu baik Manusia ada yang baik dan ada yang buruk 3 Idealisme tentang kedamaian Sangat ideal Agak lebih ¶realis¶ 4 Kemunculan PD I Perang Dingin Damai menurut liberalisme adalah keadaan hakikat semua negara. Bagi liberalis. yang terjadi hanya ketiadaan pemerintahan tunggal. Hal ini terkait dengan pilar utama kerja sama neoliberalisme yang menekankan perdagangan bebas dan industrialisasi yang hanya akan menguntungkan negara maju dan merugikan negara berkembang yang notabene tidak terlalu siap dengan globalisasi dan perdagangan bebas.

Martin Press.Introduction to International Relations. Kepentingan nasional yang ditetapkan sebagai pilar tertinggi kemudian membawa kepada pemahaman bahwa pemerintahan sebelumnya maupun negara lainnya tidak dapat diharapkan sepenuhnya. tetapi menyesuaikan pada realitas alami kekuatan yang berbeda. Bila yang dilakukan kaum idealis untuk mewujudkan perdamaian dunia adalah dengan membuat dan mematuhi hukum internasional. sebelum keputusan akhir dibuat. Yang berbeda di sini adalah prinsip keadilan dimana adil menurut Thucydides bukan perlakuan yang sama pada semua pihak. neoklasik menuju kontemporer. Implikasinya dalam HI ialah bahwa pelaksanaan FP ala Machiavelli harus berdasakan kalkulasi cerdas kekuatan dan kepentingan .Scott.Burchill.1999 Leave a Comment Realisme dan Neorealisme dalam Tata Politik Global Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:06 am Realisme. Karena merupakan aktor utama. Pemikiran realisme kemudian mengalami diversifikasi dari realisme klasik .Inc. Hukum internasional hanya bersifat kondisional dan dapat dikesampingkan bila berseberangan dengan kepentingan vital negara. kebutuhan dan keamanan dan ketahanan politik Thucydides menekankan pilihan-pilihan dan ruang manuver yang terbatas yang tersedia bagi warga negara untuk menjalankan politik luar negeri. b) Machiavelli Nilai dasar: kebuasan politik.Oxford University Press Inc.2005 Jackson. 1. kesempatan dan keamanan.Theories of International Relations 3rd edition.New York. Pemerintahan yang dimaksud sebenarnya adalah virtual karena yang ada adalah hegemoni yang berusaha dicapai oleh negara besar untuk mengamankan kepentingannya. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa dunia adalah tempat yang kejam sekaligus menguntungkan. maka nilai tertinggi realisme adalah keamanan nasional dan kelangsungan hidup negara.Robert and Georg Sorensen. Salah satu yang ditekankan oleh para realis adalah konsep struggle of power dimana tiap negara harus mengejar kepentingannya dengan cara apapun sehingga perang juga merupakan sesuatu yang wajar dalam penyelesaian konflik. seorang pembuat keputusan harus hati-hati memikirkan kemungkinan konsekuensi.. kelangsungan hidup politik dan kebaikan umum Machiavelli menekankan kekuatan dan kecerdikan (singa dan rubah) sebagai instrument utama dalam meraih nilai politik tertinggi yaitu kemerdekaan. yang timbul sebagai respon gagalnya kaum idealis dengan LBB nya menghindari PD II. memandang negara adalah aktor utama dalam politik dunia. Ia juga menekankan bahwa politik mempunyai konsekuensi.. Kondisi ini mengakibatkan pesimisme kaum realis terhadap peraturan dan komitmen dalam organisasi internasional. maka perdamaian menurut realis adalah ketika µpemerintahan¶ internasional terwujud. Pada dasarnya realisme klasik merupakan pendekatan normatif dan fokus pada nilai-nilai dasar politik dari keamanan nasional dan kelangsungan negara.St. Realisme klasik merupakan aliran yang dominan sebelum revolusi kaum behavioralis pada 1950-1960an. Realism klasik a) Thucydides Nilai dasar: nasib politik.New York.

harus dibedakan antara wilayah pribadi dan wilayah publik. neorealisme juga beranggapan bahwa sistem internasional dikendalikan oleh negara besar. ketegangan dan berani mengambil resiko. d) Morgenthau Nilai dasar : realisme instrumental. Mengacu pada pendapat realisme klasik. Dalam politik. Inilah yang disebut dengan dilema keamanan. neorealisme lebih menitikberatkan pada struktur internasional beserta unit-unitnya dan interaksi di dalam sistem itu. maka bisa jadi menurut neorealis . pandangan neorealisme cenderung melihat segala sesuatu dari kacamata struktur dan unit-unitnya. ketahanan politik. Hobbes juga menyebutkan perjanjian (hukum internasional) juga sangat diperlukan untuk mewujudkan keamanan dunia walaupun hukum internasional ini diciptakan oleh negara dan hanya akan dipatuhi selama hukum ini sejalan dengan kepentingan negara. Walau pada dasarnya neorealisme µhanya¶ mengembangkan sedikit substansi dari pemikiran realisme. Para hawkish ini menganut neorealisme. perdamaian dan kebahagiaan Hobbes memandang keadaan alami manusia sebagai keadaan dimana seorang manusia adalah berbahaya bagi manusia yang lain. kebaikan publik Morgenthau memandang manusia sebagai binatang politik yang haus dan mengejar kekuasaan (animus dominandi). B. Strategi yang dimaksud adalah penggunaan kekuatan militer untuk menekan dan membuat lawan melakukan yang kita inginkan. keamanan dan kelangsungan hidup. Jika bagi realis manusia adalah jahat. kekuatan dan kekejaman. kecerdasan. logika dan kekerasan. 2. keamanan dan kelangsungan hidup. Hal lain yang membedakannya dengan realisme klasik adalah tentang rasionalitas politik dimana neorealisme mengabaikan aspek ekonomi. dilema keamanan. Namun negara berdaulat ini kemudian menimbulkan masalah baru karena keamanan di dalam negeri bisa jadi menyebabkan ketidakamanan bagi negara lain. Jika kita membandingkan antara realisme dan neorealisme. human nature dan domestic policy karena hanya melihat secara totalitas tanpa memandang isu partikular di dalamnya. tetapi boleh dilanggar dalam usaha pencapaian kebaikan publik. Inilah yang kemudian ± menurut saya pribadi ± menjadi awal perilaku pre-emptive dalam tindakan pemimpin AS yang hawkish. Neorealism tidak menyediakan strategi seperti pada realisme strategis karena struktur dinilai hanya memberi sedikit pilihan kepada elit yang bergerak dalam sistem itu. Realisme Kontemporer A. kesempatan dan keuntungan. Dalam menjalankan FP nya negara harus berpikir secara strategis. Karena itulah dibutuhkan negara berdaulat. Karena lahir dari pemikiran behavioralism bebas-nilai. maka parameter yang digunakan juga berbeda.aktor lain serta harus mengabaikan nilai-nilai etika yang justru akan merugikan kepentingan negara sebagai aktor utama. Morgentahu memandang etika politik sebagai sesuatu yang ada. bebas-nilai. Dalam hal ini Machiavelli menekankan waspada terhadap sesuatu yang belum terjadi dan bertindak dahulu sebelum lawan melakukan hal itu. Balance of power bisa terbentuk dengan situasi dunia yang bipolar dimana dua kekuatan itu sama-sama besar sehingga pihak satu tidak akan menyerang pihak lain secara langsung. Neorealisme ± Kenneth Waltz Berbeda dengan realisme klasik yang memandang negara dengan elitnya sebagai fokus. Realisme strategis ± Thomas Schelling Nilai dasar: realisme strategis. neorealisme menggunakan perspektif ilmiah sehingga membutuhkan asumsi dan teori untuk memprediksi perilaku negara sebagai instrumen agar dapat di operasionalkan dan tidak memasukkan etika. c) Thomas Hobbes Nilai dasar: keinginan politik.

included inductive analysis and transformation of regimes approaches that is based on some concepts like distribution of power and counter regimes. sistem akan menyediakan jawaban bagi setiap tantangan global karena sistem negara sendiri pada dasarnya akan selalu berusaha melakukan apapun untuk mencapai kepentingannya. Mengapa elit tidak berusaha mengubah sistem adalah karena sistem itu sendiri tidak memberi pilihan bagi elit untuk memilih kebijakan yang diambil. The article develops two interdisciplinary frameworks for the issue. Ketika tiap negara saling mengerahkan power dalam satu area isu. Dari 4 unsur di atas. norma. karena perubahan pada prinsip dan norma berarti perubahan rezim secara keseluruhan. New York: Oxford University Press Comments (1) Masuknya China Sebagai Anggota WTO : Jalan Bagi Transformasi Rezim WTO Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:48 am Abstract: This article evaluates the emerging of China in world trade system. 1999. Rezim internasional adalah seperangkat prinsip. Kelebihan pemikiran realism dan nonrealisme disbanding pemikiran lainnya adalah bahwa realism dapat menjamin tercapainya kepentingan nasional tanpa harus mereduksi kedaulatan dengan bergabung menuju organisasi internasional secara µpenuh¶. Secara alamiah. manusia dan kumpulan manusia dalam entitas negara akan melakukan segala cara yang diperlukan dengan menggunakan power yang dimiliki untuk kepentingan yang dituju (struggle of power). Sumber Sorensen. China¶s global power.yang jahat adalah sistem. Untuk menghindarkan hal itu. prinsip dan norma adalah karakteristik utama adanya suatu rezim. The objectives of the article are to find the implications of Chinaµs accession in World Trade Organization both for the regime itself and for United States as the dominant power inside the regime. aturan dan proses pengambilan keputusan. Keywords: commerce regime. rezim mempunyai empat unsur dasar yang diperlukan untuk menciptakan keteraturan itu yaitu prinsip. aturan dan prosedur pengambilan keputusan dimana keinginan para aktor berbenturan dalam suatu isu . especially after her accession in World Trade Organization as the commerce regime. diperlukan adanya suatu pengaturan yang mengatur mekanisme tiap anggota dalam meraih kepentingannya. Implications of the frameworks are discussed to emerging any alternative for the regime¶s future. the declining of US domination WTO sebagai Rezim Perdagangan Internasional Dalam usaha mencapai kepentingannya. Sedangkan perubahan aturan dan prosedur pengambilan keputusan hanya akan mengubah akspek internal rezim tanpa mengubah . norma. transformation of regimes. maka akan terjadi perbenturan kepentingan yang akan menimbulkan kompetisi tidak sehat yang berusaha mereduksi kepentingan pihak lain untuk memaksimalkan kepentingannya sendiri.Robert. Sebagai suatu mekanisme pengaturan. Namun kekurangan yang paling dikawatirkan adalah begitu mudahnya realis memutuskan penyelesaian konflik dengan jalan militer yang notabene mahal dan destruksif.Georg and Jackson. Introduction to International Relations. Pengaturan inilah yang disebut sebagai rezim.

Dapat dipahami bila kemudian ketika China bergabung dengan WTO. maka rezim ini juga berubah. adil dan terbuka. Jika prinsip dan norma berubah. pasti ada pihak mendapat keuntungan lebih besar dan ada yang mendapat keuntungan lebih kecil atau bahkan merugi karena norma dan aktivitas dalam rezim itu. dapat dilihat bahwa sebelum bergabung dengan rezim perdagangan WTO.5 % pada tahun 1992 menjadi 21.8 % pada 1999. Rezim perdagangan internasional ini diwujudkan dengan keberadaan World Trade Organization (WTO) yang didirikan dengan tujuan untuk mewujudkan perdagangan dunia yang bebas. Analisis induksi ini juga akan diperkuat oleh pendekatan transformasi rezim menurut Oran Young yang akan menjelaskan bagaimana kekuatan hegemon dapat dipatahkan oleh kekuatan yang baru muncul. dan quantitative restriction (quota) dengan norma utamanya adalah pengurangan hambatan perdagangan hingga seminim mungkin untuk mewujudkan pasar perdagangan yang bebas. transparency. Pangsa China terhadap total produksi hard disk dunia juga naik dari 1 % pada 1996 menjadi 6 % 2000 . terutama mengadopsi sistem Amerika Serikat (AS) yang merupakan kekuatan dominan dalam WTO. national treatment. namun distribution of power antar negara anggota tidak mengalami perubahan yang signifikan. WTO mempunyai prinsip-prinsip dasar yang harus dipatuhi oleh paar anggotanya yaitu most-favoured nation. non-tariff measures. WTO menerapkan sistem kebarat-baratan. China resmi menjadi anggota WTO. terutama dalam bidang elektronik dan komputerisasi. perubahan revolusioner terjadi karena transisi power. Dalam rezim. Dalam menganalis permasalahan ini. WTO bermarkas besar di Geneva. negara-negara yang telah mapan sekaligus memegang kemudi atas WTO itu merasa terancam atas keberadaan dan perkembangan China yang semakin pesat. Ketika tujuan dan kepentingan ini berubah maka prinsip dan norma akan berubah. Dari data-data di atas. baik negara maupun aktor selain negara. tiap rezim dibentuk berdasarkan kepentingan dan tujuan dari masingmasing anggotanya. Sebagai rezim perdagangan internasional. Pihak yang dirugikan tetap memilih untuk mengambil bagian dalam rezim karena jika tetap bersikukuh untuk keluar dari rezim maka harga yang harus dibayar akan . China telah menjadi kekuatan industri yang besar dan berprospek tinggi. Sebaliknya. Salah satu area isu yang banyak melibatkan pertemuan kepentingan tiap aktor hubungan internasional adalah area perdagangan. Posisi AS dan negara-negara Eropa kemudian terancam ketika pada 10 November 2001. Sebelum bergabung. Menurut analisis induksi. Sejak terbentuk hingga kini. Perubahan secara evolusioner akan terjadi bila perubahan terjadi dalam norma yang merupakan dasar terbentuknya suatu rezim. oleh karena itu maka perdagangan juga perlu mempunyai rezim yang mengatur mekanisme perdagangan antar aktor hubungan internasional. Banyak kebijakan WTO yang dibuat berdasarkan kepentingan AS dan negara-negara industri lainnya. Perubahan dapat terjadi secara evolusioner dan revolusioner. adil dan terbuka . Swiss.satu rezim dengan rezim yang baru. Pangsa China di pasar elektronik AS meningkat dari 9. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah masuknya China ke dalam WTO akan membawa perubahan pada prinsip-prinsip yang telah mapan di WTO sekaligus mempengaruhi posisi dan dominasi Barat di WTO. penulis menggunakan analisis induksi yang akan menjelaskan bentuk perubahan pada rezim. WTO terbentuk sebagai hasil dari Putaran Urugay dan aktif beroperasi sejak 1 Januari 1995 sebagai transformasi dari General Agreement on Tariff and Trade (GATT) yang tidak mempunyai mekanisme yang ketat. Kontribusi China terhadap produksi komputer dunia naik dari 4 % pada 1996 menjadi 21 % pada 2000. China telah menjadi kekuatan industri sekaligus pasar yang sangat diperhitungkan oleh anggota-anggota WTO.

Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju. Analisis induksi ini diperkuat oleh pendekatan transformasi rezim. misalnya penurunan power aktor dominan. Regimes Dynamics : The Rise and Fall of International Regimes. dalam jangka waktu 2004-2010. negara-negara Utara ±istilah yang digunakan untuk menyebut negara maju ± inilah . Sang Naga Tidur yang Telah Bangun Kehebatan dan ketangguhan China sudah tidak lagi diragukan. Walaupun seolah-seolah menurut. Jika sebelumnya kepemilikan properti dan korporasi menjadi monopoli pemerintah. China juga menjalankan prinsip national treatment dengan mempermudah regulasi investor asing dalam penanaman modalnya sekaligus ikut serta dalam aktivitas perdagangan dan perekonomian China.9 % . Selain itu. Oleh karena itu. Kontradiksi internal ini dapat berupa konflik yang tak dapat diselesaikan atau berupa pengembangan karakter suatu rezim. Seperti yang ditunjukkan oleh tabel di bawah ini bahwa pendapatan China setelah resmi menjadi anggota WTO meningkat sebanyak 2. maka penulis berargumen bahwa masuknya China sebagai anggota resmi WTO akan membawa perubahan yang signifikan pada WTO sebagai rezim perdagangan. Karakter ini berubah karena perubahan dalam distribution of power. dan sekaligus juga membawa dampak perubahan pada AS dan Uni Eropa (UE) sebagai anggota dominan dalam WTO. apalagi negara berkembang lainnya. utamanya norma penghilangan hambatan tarif dalam perdagangan. Keterbukaan dan strategi massalisasi produk yang dilakukan China membuat produk-produk China semakin kompetitif dan membanjiri pasar internasional sehingga mengungguli produk negara industri lainnya seperti AS. Berdasarkan pendekatan yang telah disebutkan. apalagi dengan berbagai kemudahan yang ia dapatkan setelah resmi menjadi anggota WTO. dan untuk komoditas industri hingga 8. namun pihak yang dirugikan ini menyusun counter-regimes yang akan mengambil alih kekuasaan saat kekuatan dominan telah jatuh. Hal inilah yang disebut dengan transisi power .jauh lebih mahal. apalagi pada tahun yang sama surplus neraca pembayaran yang diperoleh China mencapai 180 milyar dolar yang merupakan nilai tertinggi di dunia . China. Jika dilihat dari daya beli masyarakatnya. China telah menurunkan tarif komoditas pertanian hingga 15%. Hal inilah yang dipandang sebagai ancaman terbesar bagi AS dan negara maju lainnya karena sebelumnya. serta termasuk dalam 12 eksportir dan importir terbesar untuk bidang jasa . kepemilikan korporasi di China terbuka untuk pihak swasta. Bahkan Napoleon Bonaparte mengatakan µbiarkan China terlelap. China telah menjadi exportir terbesar ketujuh dan importir terbesar kedelapan untuk perdagangan barang. Dengan status China sebagai anggota WTO. Oran Young dalam artikelnya. maka pasca 2001. Selain itu. Jepang dan India. menjelaskan bahwa perubahan suatu rezim dapat terjadi karena kontradiksi internal maupun faktor eksternal . China mengancam eksistensi negara industri yang telah mapan sebelumnya karena China telah menggeser fokus perekonomiannya dari sektor pertanian (primary industry) menjadi sektor industri manufaktur (secondary industry) dan jasa (tertiary industry).2%. dia akan mengguncang dunia¶. pada tahun 2006 China dapat dikatakan sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua setelah AS. maka China harus menyesuaikan kebijakan domestik dan luar negerinya dengan prinsip dan norma yang telah disepakati dalam dalam WTO. sebab jika China terbangun.

dengan power yang dimiliki akan membentuk counter regimes dengan merangkul negara berkembang lainnya untuk memperjuangkan perubahan-perubahan terhadap kebijakan yang kurang menguntungkan. Kemudian permasalahan subsidi yang telah menjadi bahan perundingan yang sukar mencapai kata sepakat dimana negara maju memberikan subsidi tidak langsung bagi petani mereka namun memaksa negara berkembang untuk menghilangkan subsidi bagi pertaniannya. yang akan dijelaskan dalam pembahasan selanjutnya.yang menguasai perdagangan dunia sehingga dapat menyetir tiap kebijakan dan perundingan yang berjalan di WTO. Negara maju juga memberikan subsidi bagi infant industries negara mereka dan lolos dari kerangka WTO karena mereka melepas subsidi itu ketika perusahaan yang bersangkutan sudah go international. perubahan yang disebut sebagai perubahan revolusioner. Survei yang dilakukan Kamar Dagang Eropa pada 2007 menunjukkan. Berikutnya. China juga merasa perlu mendekonstruksi mekanisme penyelesaian perselisihan mengingat entitas China sebagai negara dengan power yang besar dalam perdagangan akan banyak mendapat kendala dan tantangan seperti yang juga dialami oleh AS dan UE yang telah terlibat dalam lebih dari separuh kasus yang diselesaikan oleh WTO. Berbagai data yang menunjukkan kemajuan China mengalahkan pendapatan Jepang dan negara maju lainnya seperti AS dan UE. seperti misalnya perundingan di Doha tentang pencabutan subsidi pertanian di Doha yang berjalan cukup alot karena pihak Utara yang tidak mau mengabulkan keinginan negara berkembang ±yang saat itu diwakili oleh India. Aturan WTO yang Rentan Terhadap Pengaruh China Secara umum. menurut analisis induksi. maka negara maju khawatir bila kepentingannya yang selama ini telah mapan kemudian tereduksi dengan kedatangan China. Dengan kondisi internal China yang belum benar-benar menghilangkan intervensi pemerintah. sebanyak 34% responden merasakan dampak negatif dari bergabungnya China dalam keanggotaan WTO. Dengan munculnya China sebagai negara Selatan yang mampu menguasai perekonomian dunia. naik drastis dari tahun 2006 yang hanya mencapai 4% . sekaligus gambaran yang telah disinggung sebelumnya tentang ketidakpuasan Eropa membuktikan bahwa telah terjadi penurunan power kekuatan dominan yang diikuti dengan naiknya kekuatan baru yang mengancam eksistensi kekuatan dominan itu. secara bertahap akan mengakibatkan perubahan dalam rezim itu. Aturan lainnya yang menjadi perhatian China adalah mengenai safeguards mengingat nasionalisme China menganggap compliance terhadap institusi supranasional adalah kegagalan pemerintah. China yang mewakili negara berkembang. seperti prosedur pengambilan keputusan dengan menggunakan metode konsensus dimana keputusan tidak akan terlaksana tanpa kesepakatan dari keseluruhan 140 anggota sehingga prosedur ini lebih merupakan alat negara maju untuk menahan kebijakan yang diajukan negara berkembang.untuk mencabut subsidi pertanian negara maju. Perubahan distribution of power ini. ada beberapa aturan WTO yang dipertanyakan oleh negara berkembang namun tetap dipertahankan oleh negara maju. serta memperkuat posisi tawar negara Selatan dalam perundingan sehingga mampu memberikan pertahanan terhadap tekanan yang diberikan oleh negara Utara. menurut analisis penulis. Apalagi dengan kenyataan bahwa produk industri yang selama ini menjadi µladang emas¶ negara Barat ternyata menjadi kurang kompetitif ketika China muncul di pasaran. maka China akan berusaha mengubah dan melakukan redefinisi terhadap subsidi yang dimaksudkan dalam piagam WTO. Mekanisme penyelesaian perselisihan yang melibatkan banyak pengacara akan menyulitkan .

Apalagi dengan sifat China yang gemar dan mudah mencari koalisi. terutama setelah bergabungnya China sebagai anggota WTO. atau yang disebut sebagai perubahan evolusioner menurut analisis induksi. Perubahan ini tidak akan mengubah rezim WTO secara fundamental. maka bisa jadi prinsip dasar WTO yang sebelumnya adalah free trade berubah menjadi fair trade. Nantinya bentuk diplomasinya akan lebih mengarah pada koalisi. Kesimpulan Perubahan besar-besaran China di bidang perekonomian yang telah dimulai sejak era Deng Xiao Ping memunculkan China sebagai kekuatan industri yang disegani. Skenario pertama. maka prosentase penurunan tarif bagi negara maju dan negara berkembang akan lebih adil . ada beberapa skenario yang oleh penulis digunakan untuk menggambarkan µwajah¶ WTO ke depannya. Bahkan sebelum menjadi anggota resmi WTO. Menurunnya leader akan membuat anggota-anggota lainnya saling bersaing dan menjatuhkan satu sama lain sehingga melemahkan rezim itu sendiri. Wajah Baru WTO Dengan proses transformasi seperti itu. yaitu perubahan prinsip dan norma rezim secara mendasar yang akan mengubah rezim itu secara keseluruhan. Terbukti pada tahun kedelapan keanggotaan China.000 pengacara atau 11000 orang penduduk tiap 1 pengacara. namun secara politik dan prosedur kenegaraan China masih memegang nilai-nilai sosialis. satu hal yang tidak dimiliki China. Dalam kaitannya dengan perubahan rezim ini. China telah mampu memberi pengaruh yang besar pada anggota WTO yang lain. maka yang terjadi adalah semakin melemahnya rezim akibat penurunan kekuatan dominan. Dengan fair trade. Skenario ketiga adalah munculnya China sebagai diplomatic leader. Dengan sifat ekonomi yang tidak terlepas dari politik. khususnya menjadi counter regime bagi kemunduran AS dan UE sebagai kekuatan dominan. Selama ini AS bersedia menjadi leader karena sifat ideosinkretis AS dan negara-negara Eropa lainnya yang mempunyai mental kolonial dan white man¶s burden yang masih terbawa dimana negara-negara kolonial merasa mengetahui yang terbaik untuk bekas jajahannya sekaligus mempunyai sifat dasar untuk µmengayomi¶ dan menguasai dunia secara global. Apalagi AS dengan manifest destinynya. Jumlah yang tidak seimbang bila dibandingkan dengan 300 penduduk AS yang diwakili oleh 1 pengacara. masuknya China akan membawa perubahan pada prinsip-prinsip WTO sebagai rezim perdagangan. Tentu saja faktor ideosinkretis ini juga didukung oleh kepentingan AS dalam kebijakan luar negerinya. tetapi lebih ke arah penguatan atau kemunduran rezim itu sendiri. regionalisme dan perselisihan klaim kedaulatan (terutama menyangkut masalah Taiwan). . Skenario kedua adalah perubahan fundamental. China telah mengambil peran yang besar dalam perdagangan dunia. karena negara tirai bambu itu hanya mempunyai 100. aturan dan prosedur dalam WTO akan bergeser ke arah posisi yang semakin menguntungkan negara berkembang. Kekuatan China yang muncul tidak akan mampu mengakomodasi rezim secara keseluruhan karena China dan negara Timur lainnya tidak memiliki sifat untuk menjadi leader dalam rezim itu. Walaupun secara ekonomi China menganut sistem ekonomi pasar. China dinilai memiliki track record lebih baik dibanding dengan sesama raksasa perdagangan seperti UE dan AS.China . Dengan meningkatnya posisi tawar negara berkembang. dalam hal ini AS dan Eropa. Sifat-sifat inilah yang membuat AS bersedia mengeluarkan banyak biaya untuk mengakomodasi rezim yang dipertahankannya.

London: Cornell University Press E Stiglitz. ditambah dengan beberapa skenario yang menggambarkan prediksi penulis tentang keberadaan rezim WTO di masa depan. Munir.W.2008. Deborah et al (eds).com/index.2004. ³juche´ in East Asia regionalization.2002.International Political Economy:An Intellectual History.Bandung:PT Citra Aditya Bakti Hartati Samhadi. intrastate conflicts.htm. Donald and Raymond F.International regimes : lessons from inductive analysis.Diakses pada 21 Juni 2009 J. Joseph.http://economy. juche. nuclear crisis. Benjamin. Implications of the frameworks are discussed to emerging any solution to the future of the region.Cohen. London: Cornell University Press Z.New Jersey: Princeton University Press J Puchala.okezone.International Regimes. identity and foreign policy. grass fire conflict. The article develops some interdisciplinary frameworks for the issue. p.Young.Cass.Hukum Dagang Internasional:Aspek Hukum dari WTO. maka dengan demikian tesis yang diajukan penulis dalam hal ini terbukti. regionalization .Diakses pada 21 Juni 2009 Anonim.New York:W. isolated economy. R.Norton & Company Ltd Fuady.Direktorat Hubungan Perdagangan Multilateral dan Regional Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI.International Regimes.kompas. Sri.Globalisasi dan Indonesia 2030.China and The World Trade System: Entering the New Millennium. especially how both North Korean nuclear crisis and isolated foreign policy play a role in East Asia regionalism.2003.¶Regimes Dynamics : The Rise and Fall of International Regimes¶ in Stephen Krasner (ed). national identity. Referensi: Anonim. Globalization and It¶s Discontents.1983.Hopkins.Dengan berbagai fakta dan data yang disampaikan sebelumnya.1 CIA ± The World Factbook D Krasner. http://www. The objective of the article is to find the implications of North Korean foreign policy as a part of East Asia region for the regionalization constructed. New York: Cambridge University Press Leave a Comment Pengaruh Ideologi Juche Terhadap Regionalisme Asia Timur : Studi Tentang Hambatan Identitas dalam Regionalisasi Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:45 am Abstract: This article evaluates the influence given by North Korea¶s ideology. included security threat theory by Hettne and national identity theory by Bruce Hall that is based on some concepts like BoP contest. Stephen. China Rugikan Eropa.com/kompascetak/0605/20/sorotan/2658725. Keywords: East Asia region. World Trade Organization sebagai Lembaga Pelaksana dalam Mewujudkan Liberalisasi Perdagangan Dunia.1984.New York:Cornell University Press.php/ReadStory/2007/11/23/19/63022/masuk-wtochina-rugikan-eropa/masuk-wto-china-rugikan-eropa.23 November 2007.Masuk WTO. Oran.

Region ini kemudian ter-regionalisasi. syarat-syarat ini dapat dilihat dalam berbagai perspektif. Yang dimaksudkan oleh penulis dengan Asia Timur adalah suatu entitas geografis yang meliputi negara Jepang. perubahan tata ekonomi global serta transformasi sistem internasional. Dalam perspektif neorealisme. Asia Timur telah memenuhi syarat-syarat munculnya regionalisme. China. Korut hanya akan melakukan perdagangan secara terbatas. ditunjukkan oleh peningkatan tingkat ketergantungan ekonomi dengan batas-batas geografis yang jelas. khususnya isolasi perdagangan dan proliferasi nuklir. Korea Selatan (Korsel) dan Taiwan. Keberadaan great power inilah yang ditekankan oleh perspektif neorealisme. Peta Asia Timur Sumber: www. Dengan kerangka liberalisasi ini maka bisa dipahami bahwa negara yang menganut sosialisme akan mengalami kesulitan dengan proses regionalisasi. Regionalisme berakar dari kata region yang oleh Ravenhill disebut sebagai konstruksi sosial yang mempunyai anggota resmi dan definisi batas yang jelas . tiap negara memutuskan bahwa self help adalah solusi terbaik sehingga regionalisme dan kerjasama regional tidak akan tercapai walaupun ada persamaan kepentingan.com Yang unik di sini adalah bagaimana Korea Utara sebagai negara sosialis dikelilingi oleh negara dengan ekonomi liberal yang berpendapatan tinggi. pemerintah Korut menekankan pentingnya Chajusong (kemerdekaan) dalam hal berpolitik. Mongolia. Dalam situs resminya. antara lain meluasnya regionalisme. dan menjadi suatu entitas yang disebut regionalisme. Kerjasama. Walaupun secara analisis nasional Korut merupakan negara sosialis yang tertutup. integrasi yang umumnya dibungkus dalam kerangka geografis. Asia Timur adalah kawasan yang unik. perdamaian. Dengan .geology. walaupun bukan tidak sama sekali. Karena kepentingan dan pertimbangan yang berbeda. Asia Timur beranggotakan negara-negara yang memegang skor tinggi dalam bidang industri dan perdagangan.Pendahuluan Berakhirnya Perang Dingin (Cold War) memunculkan perubahan besar bagi dunia internasional. sistem internasional dipandang sebagai sistem yang anarki.Salah satu elemen substansial yang dimiliki Korut adalah ideologi juche yang dalam tulisan ini menjadi argumen utama yang menghambat regionalisasi Asia Timur karena juche adalah kunci berbagai kebijakan luar negeri Korut. Juche adalah panduan utama Democratic People¶s Republic of Korea (DPRK: Korea Utara) yang diciptakan oleh Kim Il Sung dengan dasarnya bahwa pemilik revolusi dan pembangunan adalah rakyat. Regionalisme identik dengan kerjasama. Dengan juchenya ini. dimana negara adalah entitas berdaulat tertinggi yang mempunyai rasionalitas tersendiri dalam mengembangkan kebijakan luar negerinya . Secara substansial. serta berusaha senantiasa memperkuat pertahanannya dengan cara-cara yang oleh dunia internasional dianggap sebagai cara yang provokatif. namun Korut sendiri tidak terpengaruh oleh liberalisasi negara-negara tetangganya. integrasi dan perdamaian yang merupakan kata kunci dari regionalisme ini merupakan buah pikir kalangan liberalis yang dikembangkan dalam kerangka liberal institusionalis dimana insitusi regional merupakan prasyarat untuk mewujudkan integrasi yang komprehensif. Ideologi inilah yang membentuk sistem ekonomi Korut yang self reliance dan pertahanan yang self defence. Oleh karena itulah diperlukan hegemon atau stabilizer untuk menstimulasi munculnya institusi dan kerjasama regional. namun dalam analisis regional. Korea Utara (Korut ).

individu dan kelompok mengekspresikan kebutuhan mereka terhadap afiliasi melalui identitas sosial. Selain itu. Tetapi pada kenyataannya. mengingat kekuatan ekonomi China dan Jepang yang akan dan bahkan diperhitungkan telah menyaingi Barat. Jika dilihat dari daya beli masyarakatnya. Identitas sosial inilah yang menentukan bagaimana suatu objek memperlakukan dirinya sendiri dan memperlakukan objek lain dalam hubungan ke luar. . Rodney Bruce Hall. ancaman ini disebut intrastate conflicts . identitas nasional akan menentukan kepentingan nasional yang kemudian akan memproduksi kebijakan-kebijakan luar negeri .munculnya satu kekuatan besar. China telah menjadi exportir terbesar ketujuh dan importir terbesar kedelapan untuk perdagangan barang. integrasi dan kerjasama regional yang mapan belum terwujud secara konkret. Interaksi perdagangan China-Jepang-Korsel yang mencapai 7 juta dolar ternyata gagal mengembangkan Mongolia dan Korea Utara ke dalam integrasi suatu institusi regional yang mapan. jikalau ada itu hanya mencakup Jepang.52 trilyun dan merupakan pendapatan terbesar kedua setelah Amerika Serikat (AS) . maka kekuatan itu akan mampu mengimposed terbentuknya institusi maupun kooperasi yang saling menguntungkan. Berdasarkan teori ini maka penulis berargumen bahwa juche adalah salah satu penghambat munculnya regionalisme Asia Timur. Ancaman yang terakhir adalah konflik internal dalam satu negara anggota yang memiliki potensi untuk mempengaruhi hubungan dengan negara lain yang memiliki hubungan tidak langsung terhadap konflik. Ancaman yang kedua adalah grass fire conflicts dimana ancaman keamanan berasal dari permasalahan lokal antar negara dalam kawasan . Kegagalan integrasi ini pun berlawanan dengan teori fungsionalis yang menyebutkan bahwa kawasan yang dapat memulai interaksi antar negara di dalamnya akan terus berkembang karena efek kerjasama spillovers hingga akhirnya tercipta integrasi kawasan . seharusnya asia Timur mempunyai modal yang cukup untuk pelaksanaan regionalisasi karena kesenjangan antar negara Asia Timur relatif lebih kecil dari kawasan lainnya. seperti yang dijelaskan dalam tabel berikut. maka seharusnya keberadaan Jepang dan China di Asia Timur akan membawa pada integrasi dan kemunculan institusi yang kuat. kajian tentang juche juga akan diperkuat oleh pandangan tentang pentingnya ideologi dan identitas nasional dalam kebijakan luar negeri. pada tahun 2006 China dapat dikatakan sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua setelah AS. Pertanyaan yang muncul dari kegagalan beberapa perspektif di atas dalam menjelaskan regionalisasi di Asia Timur adalah apakah juche yang mengendalikan perilaku Korut adalah salah satu faktor yang berperan dalam ketiadaan institusi regional di Asia Timur. Dalam menjelaskan permasalahan ini. Ancaman pertama adalah balance of power contest dimana kekuatan besar dalam kawasan terlibat dalam kompetisi untuk menguasai aspek-aspek tertentu sehingga kerjasama pun terabaikan . Selain pembahasan dalam kerangka teori Hettne. apalagi pada tahun yang sama surplus neraca pembayaran yang diperoleh China mencapai 180 milyar dolar yang merupakan nilai tertinggi di dunia . Jika berdasar pada perspektif yang telah disebutkan sebelumnya. China dan Korsel dan bukan Asia Timur secara keseluruhan. pada 2005 GDP Jepang mencapai 4. Jika dilihat dari pemerataan pendapatan. serta termasuk dalam 12 eksportir dan importir terbesar untuk bidang jasa . Demikian halnya dengan Jepang. Berdasarkan ahli politik University Oxford. penulis berdasarkan pada teori ancaman keamanan regional yang diungkapkan oleh Hettne. Berdasarkan pandangan sosiologis.

Kim Il Sung. Praktek-praktek ini tentu sangat bertentangan dengan prinsip integrasi dimana hambatan ±geografis maupun tarif perdagangan. Juche dibentuk Kim Il Sung dengan tujuan awal untuk mendirikan Korut yang tangguh dan mampu memenuhi kebutuhan ekonomi maupun militer sendiri sehingga tidak memerlukan campur tangan ketiga negara yang telah disebutkan di atas. Identitas ini. akan menutup pintu kerjasama Korut dengan ketiga negara tersebut.ini.Juche Sebagai Identitas Nasional Korea Utara dan Implikasinya Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. karena identitas nasional Korut menempatkan negaranya sebagai musuh Jepang dan Korsel. Tanpa adanya kerjasama. Bila ditelusuri ke belakang. kalaupun ada kunjungan. merupakan manifestasi dari karakter individu pemimpinnya. sesuai dengan teori Hettne di atas. sementara aktivitas ekonomi yang dijalankan Korut tidak membuka jalan bagi adanya MNC. Dengan latar belakang ini. yang ada hanya pemerintah 1 dengan pemerintah lainnya. Integrasi kawasan. µnegara boneka¶ Korsel. Korut tidak memperkenankan adanya penerimaan tenaga kerja dari negara lain. Konflik inilah yang lalu melahirkan terbentuknya juche oleh Kim Il Sung. perang ini belum berakhir karena terhentinya perang hanya difasilitasi oleh gencatan senjata dan terbentuknya Demilitarized Zone (DMZ) . yang trauma atas segala intervensi asing semasa Perang Korea dan kependudukan Jepang. tindakan provokatif Korut ini disebabkan konflik lama yang tak kunjung berakhir antara Korut dan Korsel dalam Perang Korea 1950-1953. tampak bahwa aliran investasi hanya dapat dijalankan dengan keberadaan MNC. maka untuk jangka waktu yang lama Korut akan tetap berdiri sebagai negara sosialis dan tidak menerima internalisasi nilai-nilai liberalisasi yang berusaha disebarkan oleh pihak asing. bahwa identitas nasional akan sangat berpengaruh pada kebijakan luar negeri suatu negara. Identitas nasional ini pula yang membuat Korut menempatkan dirinya sebagai musuh dari imperialisme Jepang. diantaranya tidak boleh bepergian seorang diri dan sebagainya.diupayakan untuk seminim mungkin. Isolasi ekonomi dan proliferasi nuklir Korut sebenarnya berawal dari identitas nasional -juche. yang oleh penulis digambarkan sebagai kebencian Korut terhadap trio Jepang-Korsel-AS. kunjungan itu sifatnya hanya wisata sementara dan harus melalui serangkaian prosedur yang ketat. terhambat karena adanya konflik antara Korsel-Korut yang kemudian disuburkan dengan juche milik Korut yang berupaya menggoncang . Bagan Hubungan Investasi MNC dengan Pemerintah Dari bagan di atas. dan µpihak yang selalu campur tangan¶ AS . mustahil regionalisasi dapat terwujud. Korsel. juga berimplikasi pada keisolasian Korut terhadap dunia luar. Hal ini tidak akan menjadi masalah berarti bila hubungan Korut dengan pemerintah sekitarnya adalah hubungan yang harmonis. Juche yang dilahirkan oleh kebencian Korut terhadap negara tetangganya. Korut membentuk identitas nasionalnya sebagai negara sosialis yang mengutamakan pemenuhan kebutuhannya sendiri. Dampak Proliferasi Nuklir Korut Terhadap Perekonomian Asia Timur Berdasar teori Hettne yang telah disebutkan salah satu hal yang menghambat regionalisasi adalah adanya grass fire conflict. Identitas nasional Korut sebagai negara sosialis yang tidak mengenal adanya Multinational Corporation (MNC) juga salah satu hal yang menghambat liberalisasi di kawasan itu. Secara teknis. maka dapat dilihat bahwa proliferasi nuklir Korut merupakan bagian dari cara Korut untuk berkonfrontasi dengan tetangganya. Namun yang menjadi masalah adalah. maka perdagangan yang diharapkan dalam regionalisasi akan jauh dari kenyataan. Karena dibentuk demikian. Identitas nasional ini. juche.

Interaksi yang sudah bagus ini bisa goyah jika Korut tetap mengembangkan nuklir yang dipandang Korsel sebagai ancaman. Terutama karena konflik dua negara ini menyeret keterlibatan Jepang. maka solusi utama bagi kedua negara sesuai teori Hettne adalah menghilangkan grass fire conflict yang menjadi akar bagi semua permasalahan. Perdagangan yang meningkat ini merupakan hasil dari kawasan industri Gaesung yang terletak di perbatasan kedua negara. Kalau krisis ini tidak bisa segera diatasi bahkan lebih lanjut memburuk. Pentingnya kestabilan politik dalam perekonomian kedua negara terlihat ketika hubungan kedua Korea memanas karena propaganda HAM Korsel pada awal Desember 2008. Jepang dan AS yang membantu Korsel berupaya keras untuk menghentikan nuklir Korut. ini mungkin akan mempengaruhi laju ekonomi regional . Dari data-data di atas. Begitu juga dengan indeks Kospi Korsel dan Shanghai China . Pentingnya integrasi terhadap interaksi perdagangan yang merupakan prasyarat munculnya regionalisme dapat dilihat dalam grafik berikut: Dari grafik di atas. Dan karena nuklir yang dikembangkan Korut adalah manifestasi dari ideologi juchenya.kestabilan Asia Timur. kalau investor beralih menginvestasi emas dan konsumen mengambil sikap menunggu terhadap pembelanjaan berjumlah besar. maka penulis dapat menyimpulkan bahwa integrasi dan regionalisme kawasan dapat terwujud bila Korut menanggalkan juchenya. terutama karena ancaman yang diberikan oleh nuklir Korut dimana pada April lalu rudal Korut telah mencapai perairan Jepang. Bagaimana proliferasi nuklir Korut mempunyai dampak yang signifikan terhadap perekonomian Asia Timur dapat dilihat dari salah satu indikatornya yaitu pergerakan saham dan harga minyak. dapat dilihat bahwa proliferasi maupun peluncuran rudal Korut ternyata berdampak pada instabilitas ekonomi Asia Timur. kawasan industri Gaesong ditutup secara sepihak oleh pemerintah Korut sehingga ratusan ribu tenaga kerja terjebak dalam kawasan itu . yang tidak akan selesai jika Korut bersikukuh mempertahankan juchenya. China dan AS. telah menjadi area tarik-menarik kekuatan besar Asia Timur. Konflik KorutKorsel. Walaupun dampak yang ditimbulkan tidak . Dampak yang lebih signifikan ditunjukkan oleh bursa Jepang. terlihat bahwa volume perdagangan antar kedua Korea semakin meningkat dalam tiap tahunnya. khususnya Nikkei dan Tokyo Elektron. Bila kedua Korea dapat menyepakati adanya rekonsilisasi damai. harga emas dan minyak melonjak hingga di atas 75 dolar per barel meskipun pada hari itu pasaran saham Asia termasuk Korsel tidak menunjukkan penurunan tajam . yang bila kedua negara ini tetap berseberangan paham. Sanksi yang berusaha diberikan ketiga negara ini tidak didukung oleh China yang mempunyai kepentingan dagang dengan Korut. Perdagangan antar negara dalam kawasan oleh Hurrel dipandang sebagai langkah awal dalam regionalisasi . maka juche yang dipakai Korut sebagai pedoman bisa diruntuhkan. dan bila juche ini diruntuhkan maka tidak akan ada lagi proliferasi nuklir dan isolasi ekonomi yang dilakukan Korut sehingga integrasi kawasan akan lebih mudah terealisasi. integrasi dan regionalisasi kawasan secara utuh tidak akan terwujud. Ketika misalnya peluncuran rudal Korut pada 4 Juli 2008 lalu. Karena juche lahir dari konflik kedua Korea. Analis pasar berpendapat. yang pada akhir Mei 2009 mengalami penurunan karena dampak dari meningkatnya kekhawatiran mengenai perkembangan kondisi keamanan di wilayah Asia Timur setelah Korut meluncurkan roketnya dalam rangkaian uji coba militer . Jepang dan China. akan memberikan pengaruh lebih besar bagi pasaran moneter Asia. Unifikasi kedua Korea merupakan bagian penting dari integrasi kawasan karena integrasi tidak akan terwujud bila anggotanya tetap berselisih.

Juche ini selain menempatkan Jepang dan Korsel sebagai musuh utama . juche juga tidak menyediakan penerapan demokrasi yang memadai padahal demokrasi meningkatkan interdependensi di level regional dan global walaupun demokrasi bukan syarat mutlak terciptanya regionalisme itu sendiri . Faktor ketiga yang disampaikan Hettne dan juga ada pada Korut adalah intrastate conflicts. Selain itu. Segala properti adalah hak milik negara dan aktivitas perekonomian diatur secara tersentral oleh negara. peluncuran rudal ini juga merupakan salah satu cara Korut untuk menghidupkan kekuatan ekonominya yang hancur akibat isolasi dan pengembangan nuklir yang memakan biaya yang tidak sedikit. sesuai asumsi terakhir Hettne. Ketidakbebasan yang dialami rakyat Korut. terutama terkait dengan kependudukan Jepang di China dan perebutan pulau Spratley. Jepang dan China. Sementara regionalisme ditandai dengan pergerakan bebas faktor produksi. sehingga integrasi yang diharapkan dalam kawasan juga nyaris tidak mungkin untuk terwujud. tetapi juga ada faktor BoP contest. Apalagi jika dirunut sejarah. Karena juchenya menekankan self reliance dalam bidang ekonomi. Selain itu. tetapi juga membentuk kebijakan Korut ke dalam negerinya. Pemaparan ini semakin menjelaskan bahwa konflik internal dalam negeri Korut juga merupakan salah satu penghambat regionalisme Asia Timur. Kemiskinan dan ketertindasan yang dialami rakyat Korut (grassroot) juga menjauhkan mereka dari keinginan dan pemikiran untuk mengadakan kerjasama dengan negara lain. Tentu saja jika merujuk pada teori Hettne yang telah disampaikan disebelumnya. Juche juga menutup pintu perdagangan antara Korut dengan negara sekawasan. juche. Korut tidak bisa terang-terangan meminta bantuan ekonomi ataupun membuka perdagangannya dengan bebas. baik karena isolasi Korut maupun karena embargo yang diberikan pihak luar. Korsel dan AS. dalam hal ini Jepang. maka akan banyak ditemukan konflik historis antara Jepang dan China. Juche tidak hanya mempengaruhi kebijakan Korut keluar. juga memberi dampak bagi pergerakan di negara lain sekawasan. adalah faktor penting yang mempengaruhi kebijakan Korut bagi keluar maupun ke dalam. Korut ingin menunjukkan pada dunia bahwa negaranya memiliki pertahanan yang kuat dan tidak bisa diintervensi oleh pihak asing. satu hal yang bertentangan dengan kebijakan dalam negeri Korut yang tidak memperbolehkan warga negaranya bermigrasi secara bebas. Hal inilah yang dimaksudkan penulis dengan juche sebagai penghambat regionalisme Asia Timur karena juche yang dipegang Korut membawa pada proliferasi nuklir yang mengancam kestabilan keamanan maupun ekonomi regional. dimana di dalamnya manusia. Namun yang menjadi fokus tulisan ini lebih ke bagaimana elemen-elemen dalam Korea Utara mempengaruhi kegagalan regionalisme Asia Timur. terlihat dalam propaganda HAM yang dilakukan aktivis Korsel untuk mendorong rakyat Korut menggulingkan rezim Kim Il Sung tahun lalu.serta merta melumpuhkan roda perekonomian karena adanya kekuatan besar yang menstabilkan. Oleh karena itulah ia mempergunakan nuklir ini sebagai bargaining power untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya tanpa harus µmenengadahkan tangan¶. Berbagai tindakan provokatif yang dilakukan Korut ini merupakan manifestasi dari juche yang dipegang Korut. tidak terwujudnya regionalisme Asia Timur bukan 100% kesalahan konflik Korea. Manifestasi karakter Kim Il Sung tidak menyediakan ruang gerak yang cukup untuk kepemilikan privat di Korut. namun jika hal ini terus berlanjut maka bukan tidak mungkin bila stabilitas ekonomi Asia Timur akan semakin labil dan roda perekonomian akan terhambat. yaitu kompetisi antara Jepang dan China untuk µmenguasai¶ Asia dan bahkan dunia. Kesimpulan Identitas nasional Korut.

diakses pada 14 Desember 2008 Official webpage of the Democratic People¶s Republic of Korea (DPRK). juga merupakan batu landasan untuk provokasi proliferasi maupun peluncuran rudal Korut.koreadpr. penulis menawarkan beberapa skenario.µKorut Minta Korsel Hentikan Propaganda¶. http://www. Louise and Andrew Hurrell. yaitu grass fire conflicts dan intrastate conflicts. 2000. yaitu rekonsiliasi atau bahkan reunifikasi kedua Korea.¶Nikkei Mengalami Pelemahan. harus dapat diselesaikan untuk mewujudkan integrasi kawasan. Renne.Harian Jurnal Nasional. Kekhawatiran Kondisi Keamanan di Asia Timur¶. The New Regionalism and the Future of Security Development. Korsel dapat meningkatkan perdagangan dengan negara lain sekawasan. 2002. Dengan optimalisasi itu. diakes pada 26 Juni 2009 Anonim. London : Macmillan Istiana Ihsan.4. µKrisis Nuklir Korut Turut Jungkalkan Indek¶. Skenario ketiga adalah dihapuskannya juche sebagai identitas nasional Korut agar Korut bersedia menerima liberalisasi ekonomi dan berhenti mengancam keamanan Jepang dan Korsel sebagai negara tetangganya. setidak-tidaknya kedua Korea dapat hidup berdampingan sebagai tetangga yang damai. serta alasan utama isolasi ekonomi yang diterapkan Korut.Korut. Regionalism in World Politics. Skenario ketiga ini hanya bisa berhasil bila salah satu dari dua skenario sebelumnya telah berhasil dilaksanakan. diakses pada 26 Juni 2009 . Oxford University Press Fawcett. Dengan bukti-bukti dan pemaparan yang disampaikan penulis. Salah satu hal yang ditonjolkan juche adalah Korea yang mandiri tanpa intervensi AS. maka pemerintah juga akan mempertimbangkan hal yang sama. Sebagai ganti AS. dalam hal ini konflik Korut-Korsel. bukan tidak mungkin rekonsiliasi dan bahkan reunifikasi kedua Korea dapat terwujud. dan diperkuat oleh teori Hettne dan beberapa skenario di atas. Jika Gaesong memberikan kontribusi yang signifikan terhadap GDP kedua negara. Louise.¶The New Regionalism : A Prologue¶ In B Hettne. Radio Taiwan International. Untuk menyelesaikan permasalahan ini. Vol. Skenario kedua untuk mewujudkan perdamaian Korea demi integrasi kawasan adalah pengurangan pengaruh AS di Korsel. pengusaha kedua Korea mendapatkan manfaat yang besar dari Gaesong sehingga mereka dapat menekan pemerintah kedua negara untuk mengakhiri perselisihan. Regionalism in Historical Perspective Hettne. Di sini peran Jepang dan China sebagai raksasa perdagangan sangat diperlukan. Skenario pertama adalah reunifikasi Korea yang bisa diwujudkan dengan optimalisasi pendayagunaan kawasan industri Gaesong. Grass fire conflicts Asia Timur. konstelasi politik Korut ternyata memenuhi 2 dari 3 asumsi Hettne tentang penghambat regionalisme kawasan. Jika kedua Korea tidak bisa berganung sebagai 1 negara. diakses pada 26 Juni 2009 CIA ± The World Factbook Fawcett. (ed). B.A Kawilarang.¶Ujicoba Peluncuran Peluru Kendali Korea Utara¶.com/ diakses pada 27 Juni 2009 R.Vibiznews 26 Mei 2009.Vivanews 26 Mei 2009. maka dengan demikian tesis penulis bahwa juche merupakan salah satu faktor penghambat regionalisme Asia Timur terbukti. Daftar Pustaka : Anonim. Berdasarkan teori Hettne tentang hambatan munculnya regionalisme. Jika Korsel bersedia mengurangi porsi AS di negaranya. Astri.

Implications of the frameworks are discussed to emerging any alternative for Iran¶s new geostrategic in contemporary world. The article develops two interdisciplinary frameworks for the issue. oil and gas. Invasi Amerika Serikat (AS) ke Irak dalam rangka war on terrorism Irak. The objectives of the article are to find the implications of Iranµs accession in Shanghai Cooperation Organization both for the security defense opposing US influence and for her national economic development. .Harian Media Bersama diakses pada 11 Januari 2009.¶Korea Selatan memprovokasi Korea Utara¶. Terence et al (eds). John. Resolusi 31 Juli 2006.New York: Palgrave Macmillan Thea. AS memperpanjang sanksi ekonominya. Ady.co. Deborah et al (eds).2007. New York: Cambridge University Press Leave a Comment Aksesi Iran ke dalam SCO : Potensi Geostrategis Iran Menghadapi AS Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:28 am Abstract: This article evaluates the Iran strategy in seeking the new geopolitical power by calculate the potential power she will get by joining the Shanghai Cooperation Organization (SCO).Regionalism. seperti runtuhnya Uni Soviet. included The geopolitics theory of Managerial Revolution and Mackinder¶s geopolitics theory.Cass. dan resolusi 1747 tanggal 24 Maret 2007 semua negara diminta untuk melakukan perdagangan senjata jenis apapun sekaligus tidak menyediakan bahan baku bagi Iran . SCO and Central Asia itself has many roles in increasing Iran¶s power especially after a sequence of economic sanction given by US.www. serta kehadiran pasukan AS dalam jumlah besar di negara-negara tetangga Iran membuat negara yang dulunya bernama Persia ini merasakan peningkatan ancaman keamanan dibanding dengan periode saat Perang Dingin. Keadaan tidak bertambah baik ketika pada pemerintahan Obama.uk/orc/ravenhill2e/ Roehrig. Fredrik. Resolusiresolusi ini juga meliputi pembekuan aset dan larangan pemberian bantuan keuangan. Keywords: Shanghai Cooperation Organization.2003.2004. Sanksi ekonomi ini secara langsung maupun tidak langsung mengancam ketahanan ekonomi Iran karena dalam Resolusi 1737 tahun 2006. World Bank and Organization for Economic Cooperation and development (OECD) in Microsoft ® Encarta ® 2008 Z.The Political Economy of Regionalism : The Case of Southern Africa.Westport: Greenwood Publishing Group Inc Söderbaum. Keadaan semakin diperburuk oleh berbagai sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS dan PBB berkaitan dengan proliferasi nuklir yang dikembangkan Iran dan berbagai tindakan yang dianggap AS sebagai tindakan konfrontatif seperti pemasok senjata ke Taliban dan menyediakan suaka politik bagi tokoh-tokoh Irak yang melarikan diri sehingga negara mullah ini mendapat julukan sebagai axis of evil .Korean Security in a Changing East Asia.oxfordtextbooks.China and The World Trade System: Entering the New Millennium. US. Central Asia Pendahuluan Perubahan konstelasi dunia pasca Revolusi Islam Iran 1979.Ravenhill.

Dalam pemikiran geopolitik klasik. Selain beranggotakan enam negara pendiri seperti yang telah disinggung sebelumnya.perusahaan minyak Kazakhstan juga adalah perusahaan minyak yang terbesar ke lima di dunia. SCO memberikan posisi strategis bagi Iran dengan menjadikan Iran sebagai observer yang akan mengubah status itu mnejadi anggota resmi dalam waktu dekat. memiliki akses ke Laut Caspia. Wadah itu tidak harus berbentuk pakta pertahanan militer. Berdasarkan pandangan Mackinder di atas. tetapi yang lebih penting adalah bagaimana wadah itu dapat menyelamatkan Iran dari krisis akibat sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS karena berbagai alasan dari nuklir hingga terorisme. namun Iran telah menjalin kerjasama yang erat dengan negara-negara anggota SCO. Rusia. Uzbekistan. Di sebelah utara. Iran menandatangani kesepakatan bernilai 100 milyar dolar dengan China untuk pengembangan sumber minyak Yadavaran dan akan menjual 250 million tons LNG ke China untuk 25 tahun ke depan terhitung tahun 2006 . Grafik Cadangan gas dunia (dalam trilyar m3) Secara demografis. Siapa pun yang menguasai heartland akan menguasai dunia. Rusia. Salah satu negara pendiri SCO. dimana Iran berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah yang diokupasi oleh AS seperti Afganistan dan Pakistan di sebelah timurnya. Beijing juga menjadi .8 milyar barel minyak serta akses langsung ke Selat Hormuz -celah sempit yang dilalui oleh 40% ekspor minyak ± maka penulis beranggapan bahwa aksesi Iran ke dalam SCO akan menjadi geostrategi yang ampuh dalam pertahanan Iran di Eurasia. yang dibuktikan dengan kenyataan sumber daya yang dimiliki Asia Tengah. sekitar 35 milyar barel dan merupakan dua kali dari cadangan di Laut Utara . Secara geopolitik. Perbandingan mengenai produksi gas dunia dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. dan Irak serta Saudi Arabia di sebelah baratnya. dan Kazakhtan yang membentuk Shanghai Cooperation Organization (SCO) pada 15 Juni 2001 di Shanghai . Berbagai faktor di atas membuat Iran melihat pentingnya suatu wadah yang dapat menghimpun kekuatan negara-negara kawasan untuk mengurangi. merupakan penghasil gas terbesar dunia sedangkan Kazakhstan mempunyai cadangan minyak dan gas yang sangat luas. SCO didirikan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi di kawasan Eurasia sekaligus menghilangkan pengaruh AS di kawasan itu. Kerjasama Iran dengan Negara-Negara Asia Tengah Walaupun hanya berposisi sebagai observer. Tahun 2006. jika tidak bisa menghilangkan secara keseluruhan.Seperti yang digambarkan oleh peta di bawah ini. Kashagan. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah aksesi Iran ke SCO akan dipandang sebagai geostrategi yang membawa dampak potensial yang menguntungkan bagi Iran dalam membendung pengaruh AS yang semakin meluas di Eurasia.6 milyar dan hampir setengah dari jumlah penduduk keseluruhan. Turkmenistan. kehadiran AS di wilayah tersebut. Wilayah-wilayah ini. penulis mendasarkan prediksinya pada apa yang akan didapat Iran dengan aksesinya ke SCO ditinjau dari pemikiran geopolitik Mackinder. negara ini berdekatan dengan Azerbaijan. sekaligus kekayaan Iran sendiri Iran yang mengandung 125. posisi geografis Iran sangat menguntungkan. Mackinder menyebut Eurasia sebagai bagian penting pusat dunia . power yang dimiliki SCO cukup kuat dengan jumlah penduduk total 2. termasuk Iran. China juga telah memberikan investasi yang besar untuk pembangunan infrastruktur Iran. Dalam menganalisis hal ini.

pemasok senjata dan alat pertahanan militer terbesar Iran sekaligus membantu pengembangan teknologi misil Iran termasuk air-to-air missiles. Hubungan keduanya sudah berlangsung lama. Negara-negara Asia Tengah ini membantu pencapaian nuklir Iran dengan cara damai karena Iran juga beberapa kali menjadi mediator dalam perselisihan negara-negara Asia Tengah. Keluarnya militer AS dari Uzbekistan mempunyai arti yang sangat penting bagi Iran karena pangkalan udara Karshi-Khanabad di Uzbekistan adalah pangkalan kunci bagi pasukan AS untuk melakukan serangan ke Afghanistan. Sebanyak 1. Iran tidak perlu mengangkat senjata dan berkonfrontasi sendirian dengan AS karena negara besar lain yang merupakan anggota SCO seperti China dan Rusia juga mempunyai kepentingan untuk hengkangnya AS dari Asia Tengah. walaupun secara keseluruhan strateginya juga mencakup Uzbekistan and Armenia. Jalan kereta api lain. terutama sejak Perang Irak-Iran dimana China menjadi aktor yang penting dalam penyediaan senjata Iran. Kepentingan ini dapat dikatakan berhasil mengingat dalam kerangka SCO. AS telah menempatkan pasukannya di pantai timur Asia Tengah sehingga China menjalin kerjasama latihan militer dengan kekuatan asing lainnya di Kyrgyzstan pada 2002 untuk mencegah AS mengepung Asia Tengah. Uzbekistan telah berhasil mengusir tentara AS keluar dari wilayahnya. perusahaan minyak Rusia Lukoil dan perusahaan minyak negara Kazakh Kasmunaigas menawarkan kerjasama dengan Iranian Northern Drilling Company (NDC) untuk pengembangan kilang minyak di Laut Kaspia. Iran menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur seperti pembangunan saluran Anzab yang akan menghubungkan bagian utara dan selatan dari Tajikistan sekaligus menyediakan koridor dari Cina melalui Asia Tengah menuju Teluk Persia . sebagai wilayah lalu-lintas udara dan pengisian bahan bakar untuk menopang operasi militer di Afghanistan. Dengan bergabung dalam SCO. Hubungan Iran dengan Rusia juga berlangsung baik. dibangun pada 2004 untuk mempercepat perjalanan dari Asia Tengah ke Teluk Persia. Perdagangan dengan Turkmenistan and Uzbekistan juga terus meningkat hingga mencapai 450 juta dolar pada 2006 . Terhadap negara-negara Asia Tengah. Dengan keluarnya AS dari Uzbekistan maka akan mengurangi instabilitas politik Iran di wilayah perbatasan sekaligus beban Iran yang selama 20 tahun ini harus menerima 2 juta pengungsi . Iran menitikberatkan pada negara-negara yang mempunyai kedekatan budaya seperti Tajikistan dan Afghanistan Barat. Organisasi ini menolak keinginan AS untuk menjadi observer dan demokratisasi AS untuk mengurangi kehadiran militer AS di Asia Tengah. 70% perusahaan Iran juga mempunyai kantor perwakilan di Uzbekistan. Iran juga membangun sarana kereta api menuju Heart untuk mempermudah transportasi barang dari Rusia. Peta di bawah menunjukkan bagaimana keadaan geografis negara-negara µmusuh¶ AS mengunci Iran dan Asia Tengah.000 tentara AS juga menggunakan Bandara Internasional Manas. khususnya ketika AS condong memberikan dukungan senjata dan kelengkapan dirgantara pada Taiwan. China dan Asia Tengah melewati Iran yang akan melalui Teluk Persia . and anti-shipping cruise missiles. Pada tahun 2006. Pada 2005. Posisi Strategis Geopolitik Asia Tengah Bagi Keamanan Iran Arti penting SCO adalah sebagai buffer dalam menghambat peningkatan kekuatan militer AS di Asia Tengah sekaligus mengusir tentara AS dari sana. China menjadikan hubungannya dengan Iran sebagai senjata melawan AS. Kyrgyzstan. Iran Juga membangun pembangkit hidroelektrik di Tajikistan dengan investasi total 700 juta dolar. surface-to-air missiles. Bafq-Mashhad.

Geopolitics. Kaveh.2005. Berdasarkan United Nations Office of Drug and Crime. baik dalam kerangka SCO ataupun berdiri sendiri.1993. liberalization and crisis.Microsoft® Student 2008 [DVD]. Iran dapat mengontrol penyelundupan obat terlarang menuju Afghanistan sehingga juga mengatasi penyelundupan obat terlarang ke negaranya. Iran plays the Central Asia card.eurasianet. kerjasama Iran dengan Asia Tengah juga mencakup kerjasama di bidang pemberantasan peredaran obat-obatan terlarang. Redmond. aksesi Iran ke dalam SCO menurut skenario penulis mempunyai probabilitas yang tinggi untuk menjadi fokus geostrategi Iran dan dengan demikian tesis yang diajukan penulis dalam kajian ini terbukti. and the Coming War with Iran. Oleh karena itu. included dependency theory and Marxism perspective that are based on some concepts like dependency.London:Routledge T.org www. Klare. obat-obatan terlarang maupun ancaman invasi dari AS. Dengan bergabung dalam Shanghai Cooperation Organization.. The objectives of the article are to find whether neoliberal economic . Solusi atau Dependensi? : Studi Tentang Kegagalan Neoliberalisme di Amerika Latin Oleh Maria Elysabet Mena Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:26 am Abstract: This article evaluates how neoliberal economic strategy was applied in Latin America after the crisis in 1980s. Keamanan yang didapat juga menyentuh aspek ekonomi. Kesimpulan: Asia Tengah.com www. Eric. 4 dari 6 rute utama pengiriman obat-obatan ilegal dari Afghanistan ke Eropa pasti melewati Tajikistan dan Turkmenistan yang merupakan negara di Asia Tengah.globalpolicy. John Cox. pendapatan dari perdagangan obat ilegal setara dengan 7 % GDP kawasan itu pada 2001 . J.org www.2007. The article develops two interdisciplinary frameworks for the issue. 2007.Iran.Oil.okezone.www.republikaonline.com diakses pada 25 Juni 2009 Short. Selain itu. William.The New Great Game: Energy And Geo-strategy In Central Asia Hooglund.War Without Win ± Iran White Paper. mempunyai arti yang sangat strategis bagi Iran. www.An Introduction to Political Geography.R.com Leave a Comment Neoliberalisme. Michael.igc. especially the implications of neoliberal policy in Latin America¶s economic stability. WA: Microsoft Corporation. Referensi: Anonim.com www. Keamanan ini meliputi keamanan dari terorisme. baik sebagai sumber energi maupun keuntungan pertahanan keamanan yang didapat dari posisi geopolitis negara-negara itu.atimes.informationclearinghouse L Afrasiabi. Pendapatan dari perdagangan obat ilegal telah menjadi salah satu sumber pemasukan bagi kawasan tersebut.Afghanistan. www.atimes.

deregulasi kebijakan moneter. Ekuador. Oleh karena itu. Dengan desakan International Monetary Fund (IMF). Seluruh aspek ekonomi-politik yang ada kemudian akan berjalan dalam koridor prinsip-prinsip neoliberalisme yang tertuang dalam Washington Consensus. Kemerdekaan individu dalam hal ini hanya bisa . Raksasa industri asing. World Bank dan AS. 2007 Berbicara tentang Amerika Latin. bahkan di Bolivia mencapai 12.000 % . meliputi disiplin fiskal. nationalism Pendahuluan Amerika Selatan merupakan kawasan yang terdiri dari 12 negara. Bolivia. kebebasan bagi investor asing. Venezuela. Argentina dan Brazil merupakan jalur pipa gas yang menuju Amerika Utara . negara-negara Amerika Latin dan Karibia memberlakukan strategi substistusi impor yang merupakan bentuk penerapan merkantilisme dimana intervensi pemerintah dalam pasar internasional dinilai merupakan jalan terbaik untuk mencapai kepentingan nasional. hutang-hutang itu telah mencapai 430 milyar dolar . Pelonjakan hutang ini membuat suku bunga meningkat drastis dan menimbulkan inflasi yang sangat tinggi. intervensi dan eksploitasi juga datang dari pihak luar yang menginduksikan liberalisasi perdagangan dan pembangunan infrastruktur. Paraguay. pembebasan arus keuangan dan privatisasi . dependency. seperti Amerika Serikat (AS) dan China berlomba-lomba untuk µmenguasai¶ kawasan ini namun sering mendapat hambatan dari pertentangan antar elit sehingga strategi pembangunan menjadi tidak konsisten dan tidak efektif . especially for nationalism economic system. dan Venezuela .system is appropriate to applied in Latin America. Untuk mengatasi keterbelakangan pembangunan. Kolombia. terkait dengan kekayaan sumber daya yang dimiliki negara-negara Amerika Latin. Amerika Latin mengubah strategi ekonominya menjadi strategi neoliberalisme. pengalaman historis negaranegara di kawasan ini dalam lima abad terakhir diwarnai dengan rezim oligarki yang sangat kuat. Negara-Negara Amerika Latin Sumber:´Mercosur.WA:Microsoft Corporation. Implications of the frameworks are discussed to emerging any alternative for the regime¶s future. Brazil. pengurangan pajak. maka umumnya yang pertama kali terlintas adalah kawasan dengan ketimpangan dan kesenjangan yang sangat tinggi. Inti dari semua kebijakan ini adalah bagaimana kesejahteraan manusia dapat diwujudkan melalui pembebasan individu dari setiap kekangan. Merkantilisme ini tidak bertahan lama karena krisis yang terjadi pada awal 1980an membuat keyakinan negara akan perspektif neoliberalisme menguat. Uruguay.´Microsoft® Student 2008 [DVD].Redmond. Jika pada tahun 1972 total hutang luar negeri Amerika Latin mencapai 31. dan sangat menghancurkan perekonomian Amerika Latin yang pada dekade 1970an menuai pendapatan yang tinggi dari sektor agrikultur dan manufaktur.3 milyar dolar maka pada akhir 1980an. Peru. Krisis domestik ini diperparah oleh perlambatan ekonomi internasional yang mengiringi runtuhnya sistem Bretton Wood. Amerika Selatan juga lebih sering disebut sebagai Amerika Latin. Keywords: liberalization. crisis. Lebih dari itu. dimana 10 diantaranya adalah negara Latin meliputi Argentina. oleh karena itu banyak anggapan yang menyebutkan bahwa dekolonisasi Amerika Latin hanya merupakan pintu masuk bagi eksploitasi dari golongan oligarki. Chili. Selain itu.

Negara pheripery mengalami underdeveloped karena development yang berlangsung di negara core. Kebijakan kedua adalah exchange-rate overvaluation yang mengurangi harga mata uang lokal untuk komoditas impor. maka penulis memandang bahwa neoliberalisme bukan solusi yang tepat bagi Amerika Latin. Kebijakan pertama adalah liberalisasi impor. Cardoso. maka seharusnya liberalisasi perdagangan yang dilakukan Amerika Latin. marxisme. negara core yang menikmati dampak positif dari industrialisasi dan negara pheripery yang lebih sering dieksploitasi oleh negara core. pasar bebas dan perdagangan bebas. tingkat tabungan menurun dari 22 % menjadi 17 % dalam 10 tahun pertama penerapan neoliberalisme . Untuk menggambarkan bagaimana saran yang diajukan oleh model Rostow ± yang secara tidak langsung merujuk pada saran neoliberalisme ± penulis akan menguraikan lima kebijakan yang ditempuh Amerika Latin dan hasil yang didapatkan. Penerapan Neoliberalisme di Amerika Latin Teori dependensi merupakan kritik dari model kemiskinan ala Rostow yang menganggap bahwa uneven development merupakan akibat dari kurangnya keterlibatan suatu negara dalam perdagangan global . Kebijakan ketiga adalah liberalisasi keuangan domestik. khususnya Brazil dan Argentina. Teori ini juga diperkuat oleh pandangan konvensional Ekonomi Politik Internasional (EPI). akan dapat membawa negara-negara ini ke pembangunan yang berkelanjutan. sekaligus mengembangkan perekonomian Amerika Latin dalam dunia yang kapitalis. pemerintah mengenakan pembatasan impor yang sangat ketat. Teori ini membagi dunia menjadi dua bagian. mengentaskan masyarakatnya dari kemiskinan yang telah lama dialami sejak pendudukan kolonial dan eksploitasi kaum oligarki. penulis menggunakan teori dependensi yang dikembangkan oleh Fernando H. Kebijakan keempat adalah reformasi fiskal (meningkatkan pajak dan memotong pengeluaran) . korporasi diterjunkan dalam persaingan bebas sehingga pemerintah tidak bisa bebas mengatur harga. Berdasarkan teori yang telah disampaikan. Kesejahteraan yang diharapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan karena kesejahteraan buruh semakin tertindas. Dengan liberalisasi. dan Theotonio Dos Santos. Dalam mengkaji permasalahan ini. Inilah yang menyebabkan inflasi. Perusahaan lokal dengan modal yang tidak besar pun harus gulung tikar. yang menjelaskan bahwa krisis merupakan hal yang biasa terjadi dalam sistem kapitalis dan selanjutnya akan menyebabkan terjadinya boom and bust cycle . Jika merujuk pada model Rostow. inflasi memang dapat diatasi namun buruh mengalami tekanan. Di Argentina. Deregulasi sektor keuangan diharapkan dapat meningkatkan tabungan dan investasi namun yang terjadi justru sebaliknya. Konsumen memang diuntungkan karena barang impor dengan kualitas lebih baik dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah daripada produk lokal namun dampaknya adalah ketidakseimbangan neraca pembayaran karena surplus impor menjadi meningkat sehingga mengurangi devisa. Dengan substitusi impor. Keterbelakangan (underdevelopment) bukan merupakan hasil dari masyarakat yang non-modern.dijamin melalui kerangka kelembagaan yang ditandai dengan pengakuan terhadap hak milik pribadi. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah neoliberalisme yang diterapkan sebagai pengganti merkantilisme merupakan solusi yang tepat bagi Amerika Latin untuk dapat keluar dari krisis yang menghancurkan perekonomian. Faletto. Perusahaan domestik dilindungi dari kompetisi luar negeri sehingga dapat mengatur harga komoditas dan mengakomodasi kenaikan upah buruh. tetapi keterbelakangan justru dikembangkan oleh ekspansi kapitalisme. terutama dalam kaitannya dengan negara pheripery .

Ketika Brazil. namun kombinasi dari kelima kebijakan ini malah memicu kehancuran yang semakin besar di Amerika Latin. Kembali ke Ekonomi Nasionalisme Dengan berbagai krisis dan kesulitan yang diciptakan dengan penerapan neoliberalisme. yaitu eksploitasi institusi regional core (UE. Amerika Latin terpaksa berkompetisi dengan negara-negara kapitalis yang mapan. Tujuannya untuk menarik investor agar perekonomian dan industrialisasi dapat bangkit kembali. kembali diguncang oleh krisis yang tak lebih ringan dari krisis 1980an. tetapi pada bagaimana pemerintah dan struktur yang rapuh karena tarikmenarik kepentingan elit oligarki gagal menjalankan kebijakan substitusi yang bersih. karena sebenarnya krisis 1980 adalah penetrasi dari krisis internasional. Argentina.untuk menyeimbangkan neraca pembayaran. namun pembangunan yang diharapkan tidak berjalan karena pemerintah harus menekan pengeluaran. tidak lama kemudian Argentina mengalami krisis yang serupa pada 1998 dan 2002. walaupun disertai dengan ketimpangan dan kesenjangan. harapan awalnya adalah mendirikan institusi regional yang dapat meningkatkan competitiveness dalam perdagangan global. tetapi malah semakin ditingkatkan dengan yang apa disebut penulis sebagai µeksploitasi gaya baru¶. yaitu bagaimana kejatuhan sistem Bretton Wood membuat arus pertukaran mata uang menjadi sistem mata uang mengambang (floating exchange rate). mengingat bahwa perdagangan intra regional hanya mencapai 15 % dari total perdagangan. Komunitas Andean dan lain sebagainya) kepada institusi regional pheripery. Paraguay dan Uruguay sepakat menandatangani Traktat Asuncion 1991 untuk membentuk organisasi regional yang dinamakan Mercosur (Mercado Común del Sur).diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masing-masing anggota. adalah pandangan yang keliru. Pandangan pemerintah negara-negara Amerika Latin bahwa krisis yang dialami kawasan itu merupakan akibat dari kegagalan merkantilisme yang diterapkan melalui substitusi impor. eksploitasi yang dialami Amerika Latin bukannya berakhir. Sistem mata uang mengambang ini membuat mata uang domestik menjadi rentan. karena kekuatan mata uang kini ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. Nantinya peningkatan perdagangan ± salah satu buah pemikiran neoliberalisme. ketidaksamaan start ini membuat hasil yang didapat juga tidak seimbang. NAFTA. Jika kemudian substitusi impor gagal menstabilkan inflasi. kesalahan bukan terletak dari kebijakan substitusi ini. tentu saja dengan sebagian kecil interaksi dengan negara lainnya. Tentu saja yang terjadi kemudian. dalam hal ini NAFTA. dalam hal ini Mercosur. dari yang semula sistem mata uang tetap (fixed exchange rate). Ramalan yang telah disampaikan marxisme ± pada kerangka analisis teori ± terbukti. Paparan di atas menunjukkan bahwa dengan menerapkan neoliberalisme. ekonomi yang merambat naik. Maka bisa dikatakan bahwa sebagian besar sisanya merupakan kerjasama dagang dengan tiga aktor tersebut. Dengan kesiapan yang minim ini. Hal ini membuktikan bahwa teori dependensi terjadi pada Amerika Latin yang merupakan negara berkembang dengan sumber daya yang kaya namun memiliki kesiapan yang minim dalam pelaksanaan liberalisasi. termasuk subsidi dan dana jaminan sosial. Namun penulis melihat bahwa Mercosur kemudian menjadi sarana eksploitasi baru dari negara core. Kebijakan yang terakhir adalah liberalisasi arus modal. Meksiko dan Argentina mengalaminya pada 1995. tak jauh berbeda dengan Brazil yang juga dilanda krisis pada 1999. kesejahteraan sosial pun semakin tidak terwujud karena IMF menekankan pemotongan pos-pos yang dianggap meningkatkan pengeluaran. maka . negara-negara Uni Eropa dan China. Kebijakan ini memang berhasil menyeimbangkan neraca pembayaran.

dapat melanjutkan industri manufaktur yang memang merupakan komoditas utamanya. Jalan menuju ekonomi nasionalisme memang sudah sangat terbuka bagi Amerika Latin. Bantuan neoliberal yang diberikan oleh Presiden John F. Krisis yang terjadi pada awal 1980an maupun keterbelakangan pembangunan yang dialami oleh sebagian besar negara Mercosur telah menggambarkan kegagalan demokrasi dalam mewujudkan kesejahteraan Amerika Latin. maka pemutusan rantai dependensi hanya dapat dilakukan melalui musuh dari kapitalisme itu sendiri. Selain itu. Dengan sistem ekonomi nasionalisme. proteksionisme. tanpa harus mengalami eksploitasi dan ketergantungan yang dijelaskan dalam teori dependensi. Amerika Latin. namun dampak negatifnya dapat dilihat pada 10 tahun sesudahnya dimana hampir semua negara Amerika Latin terjebak dalam ketergantungan terhadap utang luar negeri dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan pembayaran sehingga jalan yang tersisa adalah menguras semua sumber daya alam yang ada. atau yang juga disebut sebagai merkantilisme. Sistem ekonomi nasionalisme. Yang harus dilakukan adalah kontrol self reliance yang kuat yang hanya dapat diwujudkan dalam sistem sosialisme. Karena dependensi erat kaitannya dengan kapitalisme. khususnya agrikultur dan minyak. apalagi mengingat faktor ideosinkretis pemimpin negara-negara Amerika Latin yang keras menentang neoimperialisme asing. untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap pihak asing. Cardosso dan Faletto juga menambahkan bahwa secara politik. . tetapi kesejahteraan politik ini tidak akan dirasakan negara pheripery karena negara ini hanya akan menjelma menjadi negara yang represif dan totaliter karena ketergantungan terhadap negara kapitalis. meletakkan aktivitas ekonomi dalam kerangka kepentingan nasional . tanpa harus merugikan buruh karena upah buruh tak lagi harus ditekan untuk meningkatkan competitiveness. Privatisasi pada sebagian besar perusahaan di Venezuela. yaitu ekonomi nasionalisme. Amerika Latin dapat memanfaatkan kekayaan sumber daya yang dimiliki.penulis memandang bahwa jalan keluar paling tepat untuk Amerika Latin adalah penerapan sistem ekonomi nasionalisme. nasionalisme yang akan diterapkan kembali di Amerika Latin juga harus diiringi dengan penjaminan demokrasi. Gelombang tuntutan menentang neoliberalisme terjadi di Argentina. Kennedy dalam program Alliance for Progress pada 1970an pada awalnya memang dapat membawa reformasi ekonomi dan sosial di Amerika Latin. Oleh karena itu. yang juga penting dilakukan oleh Amerika Latin adalah nasionalisasi perusahaannya. Chili. keberadaan industri dalam negeri dapat diartikan sebagai kemampuan pemenuhan kebutuhan sendiri dan otonomi politik. Sistem ini juga menekankan industrialisasi karena industri dipercaya mempunyai efek yang menyebar dalam pembangunan nasional secara keseluruhan. Dalam kerangka sistem ini. kapitalisme akan membawa negara core ke kehidupan yang menjunjung tinggi demokrasi dan pengakuan hak-hak warga negara. Dalam teori dependensinya. Apalagi industri merupakan dasar kekuatan militer dan keamanan nasional dalam dunia modern sekarang ini. Oleh karena itu. Brazil. khususnya Brazil dan Argentina. mengingat dengan penerapan neoliberalisme pun belum menjamin adanya demokrasi. yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah nasionalisasi perusahaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak melalui mekanisme sosialisasi yang terkoordinasi. Hal ini dapat terjadi karena demokrasi yang dikembangkan condong ke arah demokrasi liberal dimana kepemilikan pribadi dan akumulasi modal oleh sejumlah kecil golongan ternyata semakin memperparah ketidakmerataan distribusi pendapatan yang ada. dan Argentina berujung pada peningkatan jumlah pengangguran yang kemudian memunculkan berbagai persoalan sosial baru . dan statisme. terutama perusahaan minyak. Selain itu. walaupun tidak kemudian mengisolasi diri dari pergaulan internasional.

ditambah dengan ekonomi nasionalisme yang diajukan penulis sebagai solusi bagi Amerika Latin. Meksiko. Seperti diketahui . Hal inilah yang menjadi peluang besar terhadap ekspor negara berkembang termasuk Indonesia. yaitu penerapan ekonomi nasionalisme tanpa mengisolasi diri dari perekonomian global. Ekuador. Venezuela juga menyuntikkan dana bagi negara-negara Amerika Latin lainnya dalam rangka pelunasan hutang negara-negara itu pada IMF dan World Bank untuk melepaskan dependensi regional Mercosur. Peru dan Venezuela. sifatnya hanya sementara dan malah membawa krisis yang lebih sering dan lebih dalam. maka Indonesia secara resmi telah menjadi anggota WTO dan semua persetujuan yang ada didalamnya telah sah menjadi bagian dari legislasi nasional. Dengan rapuhnya rezim ini. Pada tanggal 30 April 2007 Presiden Hugo Chavez mengumumkan rencananya untuk secara formal menarik keanggotaan Venezuela dari Bank Dunia dan IMF . dalam hal ini negara-negara Amerika Latin. Segera setelah berkuasa pada tahun 1999. negara-negara maju telah menurunkan tarif untuk industri dari rata-rata 6. jikapun berhasil. Disamping itu pula . WTO bukan hanya menciptakan peluang (opportunity). maka dengan demikian tesis yang diajukan penulis bahwa neoliberalisme bukan solusi yang tepat bagi Amerika Latin dalam hal ini terbukti. Pemaparan ini juga menunjukkan bagaimana rezim neoliberal ± IMF dan World Bank ± sudah berkurang kekuatannya dalam menyebarkan paham neoliberal ke negara-negara pheripery. tetapi juga ancaman (threat).8% (penurunan sebesar 40%) dari tarif nol telah meningkat dari 20% menjadi 40% dari seluruh produk industri yang masuk ke negara maju. Konsep Hukum Fair Trade FREE TRADE (PERDAGANGAN BEBAS) DAN FAIR TRADE (PERDAGANGAN BERKEADILAN) DALAM KONSEP HUKUM Oleh : Eko Prilianto Sudradjat A. maka semua hasil perundingan dalam akses pasar akan menjadi peluang (opportunity) besar. menjadi Mercosur yang independen. Eksploitasi dan krisis yang dihadapi juga sesuai dengan ramalan marxisme terhadap liberalisme kapital. Bagi negara yang siap dengan liberalisasi perdaangan. Venezuela juga telah melunasi utangnya kepada Bank Dunia lima tahun lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan. Menjadi anggota WTO berarti terikat dengan adanya hak dan kewajiban. Oleh karena itu penulis mengajukan solusi lain bagi Amerika Latin. Penolakan ini muncul karena teori dependensi Cardosso dan Faletto ternyata dengan tepat menggambarkan eksploitasi kapitalisme yang dibawa oleh neoliberalisme. apalagi mengingat penolakan negara-negara berkembang terhadap praktik neoliberalisme itu. PENDAHULUAN Dengan diterbitkanya Undang-Undang No. Chavez telah membayar seluruh utang Venezuela kepada IMF. .Bolivia. Kesimpulan Pemaparan yang telah disampaikan menunjukkan bagaimana Amerika Latin telah memilih neoliberalisme sebagai solusi krisis yang dihadapinya. maka tidaklah berlebihan bila penulis memprediksikan bahwa posisi neoliberal tidak akan lama lagi akan tergantikan. dan ternyata neoliberalisme tidak berhasil menyelamatkan negara-negara Amerika Latin keluar dari krisis. Dengan berbagai fakta dan data yang disampaikan sebelumnya berdasar teori dependensi dan perspektif marxisme.7 Tahun 1994 tanggal 2 Nopember 1994 tentang pengesahan (ratifikasi) Agreement Establising the World Trade Organization .3% menjadi 3. Brazil.

Liberalisasi perdagangan ini. antara lain adalah hasil negosiasi akses pasar ini adalah Most Favoured Nation dimana semua negara anggota dapat menikmatinya tanpa terkecuali. seorang ahli ekonomi klasik. Konsep perdagangan bebas (liberalisasi perdagangan) menurut Adam Smith. Dibawah ini akan dicoba ditelaah konsep hukum dari perdagangan bebas (Free Trade) dan Perdagangan yang berkeadilan (Fair Trade). atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain. siapa yang lebih kuat. Indonesia dengan ekonomi terbuka. Sebagai konsekuensinya adalah persaingan semakin tajam. merupakan suatu kegiatan perdagangan barang barang yang dibiarkan bebas berdasarkan hukum pasar. yang dapat didefinisikan bebas melakukan apa yang engkau inginkan atau bebas dari campur tangan pemerintah untuk membantu orang miskin. yang pada saat itu menjadi suatu komoditi yang sangat diminati oleh konsumen dari benua Eropa. oleh WTO. atau yang disebutkan oleh Hugo Grotius. Peluang dan manfaat dari keanggotaan Indonesia di WTO hanya dapat diperoleh apabila kita menguasai semua persetujuan WTO dan menerapkannya sesuai dengan kepentingan nasional. Salah satu prinsip dasar yang diatur didalam WTO selain perdagangan bebas adalah adanya perdagangan yang berkeadilan. Globalisasi perdagangan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan lintas negara. dimana program ekspor non migas merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja dan dituntut untuk lebih siap untuk dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari peluang yang dihasilkan oleh WTO. kecuali sekadar definisi kerja (working definition). telah mulai menerapkan kebijakan globalisasi perdagangan. mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis. Pemahaman sejarah ini terlihat dari kegiatan para saudagar atau pedagang dari Eropa yang melakukan pencarian atas produk rempah-rempah dari dunia timur. diistilahkan dengan Laissez Faire.Terdapat beberapa hal penting yang perlu mendapat catatan dibidang akses pasar ini . ekonomi dan budaya masyarakat[2]. sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Kata "globalisasi" diambil dari kata global. Dalam sejarah pada abad ke 15 bangsa-bangsa didunia khususnya di benua Eropa. Istilah globalisasi perdagangan dapat disebutkan sebagai sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan. FREE TRADE (PERDAGANGAN BEBAS) Pembentukan World Trade Organization (WTO) telah memberikan konsep liberalisasi perdagangan kepada dunia khususny kepada negara negara anggota. pengontrolan upah buruh. maka dalam pemanfaatan ini akan berlaku hukum alam. dimana. Aturan aturan dasar dari kebijakan perdagangan . dia yang akan menang. yang maknanya ialah universal. investasi. konsep dasar dari liberalisasi perdagangan adalah penghilangan hambatan dalam perdagangan internasional[1]. Karena standing position nya sama. B. atau proses sejarah. bantuan atau subsidi pertanian[4]. konsep liberalisasi dalam perdagangan dalam pelaksanaannya membentuk globalisasi. Pemahaman dari kedua prinsip dasar tersebut adalah dengan menelaah aturan aturan dasar yang terdapat didalam General Agreement on Tariffs and Trade) 1994 serta membandingkannya dengan pendapat dari ahli ahli hukum khususnya dalam perdagangan internasional. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan. terbentuk didalam aturan aturan dasar yang diatur didalam General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) 1994. yang mengakibatkan batas negar menjadi tidak terlihat[3].

yang diatur didalam GATT 1994. melarang adanya pembatasan jumlah barang ekspor masuk kedalam wilayah nasional negara anggota. Market Access Liberalisasi perdagangan didalam aturan WTO. atau dikenal dengan istilah Non Discrimination Rules. Yang dimaksudkan dengan Non Discrimination Rules didalam aturan GATT 1994 adalah perlakuan yang sama. ke tingkat dimana dapat memberikan kemudahan untuk negara anggota lainnya masuk kedalam pasar domestik negara tersebut. c. denga melakukan tindakan tindakan selain dengan hambatan bea masuk seperti. Hal tersebut juga di imbangi dengan perlakuan yang sama. diatur didalam GATT 1994. perlakuan yang sama terhadap produk produk dari negara lain yang masuk kedalam wilayah suatu negara anggota dengan produk nasional dari negara anggota tersebut. Quantitative Restriction Pada intinya aturan Quantitative Restriction. hambatan perdagangan dengan alasan perlindungan kesehatan (Sanitary and Phytosanitary) dan hambatan dalam standar teknis produk (Technical Barriers). hal yang sama. atau dalam hal suatu negara anggota memberikan keistimewaan untuk satu negara anggota. yaitu: a. b. Tindakan tindakan tersebut berdasarkan GATT 1994 dilarang untuk dilakukan oleh negara anggota. Non Discrimination Terdapat 2 (dua) prinsip dasar dari aturan Non Discrimination. dan adanya batasan jumlah barang import oleh pemerintah dari negara anggota. kesemua negara tersebut wajib diperlakukan sama. dimana ketika terdapat beberapa negara anggota WTO melakukan perdagangan dengan satu negara anggota yang lain. Most Favoured Nation (MFN) Pada pokoknya yang dimaksudkan dengan MFN disini adalah kewajiban negara anggota WTO. Berdasarkan atas penelaahan dari konsep dasar GATT 1994 tersebut di atas.bebas tersebut adalah[5]: 1. dengan aturan aturan dasar yaitu: a. utamanya hambatan tersebut adalah dengan tingginya bea masuk dari suatu negara anggota. contohnya adalah ketika satu negara diberikan kemudahan untuk melakukan perdagangan dari negara anggota lainnya maka negara negara anggota yang juga melakukan . Non Tariff Barriers Adalah tindakan dari negara tertentu anggota WTO yang dengan maksud melindungi industri dalam negerinya. b. Liberalisasi perdagangan yang diatur didalam WTO adalah suatu kegiatan perdagangan dimana tidak terdapat hambatan hambatan untuk perdagangan atau masuknya barang barang yang diperdagangkan oleh negara negara anggota kedalam wilayah nasional negara anggota yang lain. maka perlakuan tersebut harus dilakukan sama kepada anggota yang lain. Custom Duties Dalam hal ini GATT 1994 mewajibkan tiap negara anggota untuk melakukan penurunan bea masuk. dapat dipahami apa yang dimaksud dengan liberalisasi perdagangan yang diterapkan oleh WTO. National Treatment Utamanya pelaksanaan dari prinsip ini adalah. 2. untuk memperlakukan kepada seluruh negara anggota WTO.

perdagangan dengan negara tersebut harus mendapat kemudahan yang sama. 3. more free trade would result from the application of the same policies. Kesetaraan yang dimaksudkan oleh Gomory dan Baumol adalah adanya perlakuan yang sama dengan tidak melakukan diskriminasi terhadap pihak pihak lain yang juga melakukan perdagangan dengan pihak tersebut. konsep keadilan dipandang tunggal. dengan tanpa memperhitungkan kapasitas dan karakter asal dari negara tersebut. tetapi lebih jauh lagi melihat kesetaraan dan kebebasan dalam berkompromi tidak bisa diandaikan begitu saja. Ini berkait perkembangan masyarakat . aturan aturan hukum.teori hukum mengenai keadilan. Terjemahan bebas: proses yang dilaksanakan untuk mencapai perdagangan bebas. Pola kedua ini melihat perdebatan dalam perumusan hukum adalah upaya mengkompromikan konsep-konsep keadilan yang beraneka sebagai isi hukum. Dalam pandangan ini. In its simplest sense. Pola ketiga. ketika satu negara melaksanakan analogi ini didalam kesimpulan logika perdagangan bebas hanya dapat tercapai dalam hal terdapat kebijakan. sering kali dinegosiasikan oleh negara negara kaitannya dengan prinsip reciprocal didalam untuk akses pasar dan prinsip Non Discrimination dihubungkan dengan kegiatan kegiatan seperti peraturan didalam perdagangan dan penurunan hambatan perdagangan seperti tariff dan quota. Kegiatan pencapaian perdagangan bebas dilakukan didalam suatu proses mensejajarkan keadaan pasar internasional . Hal ini tercermin dalam pandangan para pemikir klasik. sehingga tercipta konsep umum tentang perdagangan yang berkeadilan atau Fair Trade. ditiap tiap negara yang terlibat. If one takes this analogy to its logical conclusion. mekanisme dan institusi yang sama. mechanisms. Konteks sosiologisnya adalah masyarakat yang masih homogen. Selain itu. mereka mengandaikan adanya kebebasan yang cukup dan kesederajatan antara pihak-pihak yang berkompromi. the pursuit of free trade belongs to the blanket process of leveling the playing field. 2. melihat hukum sebagai hasil kompromi dari beragam konsep keadilan. rules. Pola kedua ini tampak antara lain dalam pandangan Thomas Hobbes dan pemikir politik mulai abad ke-17. mengakui sifat kompromis hukum. setidaknya ada tiga pola pandangan tentang kaitan hukum dengan keadilan.often negotiated among countries in the context of reciprocal market access and non-discrimination . Gomory dan William Baumol. Permasalahannya adalah Gomory dan Baumol mengatakan kesetaraan tersebut dilakukan dengan tanpa menilai karakter dasar dan kapasitas dari pihak pihak yang melakukan perdagangan. Non Discrimination Rules juga mengatur perlakuan yang sama terhadap produk import dengan produk domestik. Pola keadilan dan hukum disebutkan di atas diuraikan dibawah ini[7]: 1. Pemahaman atas Fair Trade disini selayaknya harus juga ditelaah dari teori . Pola kedua. bahwa didalam perdagangan diperlukan adanya kesetaraan antara pihak pihak (leveling the playing field). FAIR TRADE (PERDAGANGAN BERKEADILAN) Disebutkan oleh Ralph E. Konsep kesetaraaan disebutkan di atas adalah konsep keadilan dalam perdagangan atau Fair Trade yang ada didalam GATT 1994. Pola pertama memandang hukum sebagai bahasa yuridis dari suatu konsep keadilan. and institutions to each participant in the trade regime. Diandaikan adanya kaitan langsung antarkeduanya. Perdebatan dalam proses perumusan hukum hanya dipandang sebagai perdebatan tentang batas. dari Aristoteles sampai Thomas Aquinas. The process of pursuing more free trade .involves such activities as the harmonization of trading rules and the reduction of barriers to trade such as tariffs and quotas. regardless of origin or capacity[6]. C. Dalam sejarah manusia.

secara sosio-ekonomis. Terlebih karena perkembangan kapitalisme, dan kini dalam warna neoliberalisme, muncul gejala penumpukan dan penguasaan modal dalam sekelompok orang. Dalam negara hukum, negara mengakui dan melindungi hak asasi manusia setiap individu tanpa membedakan latar belakangnya. Semua orang memiliki hak diperlakukan sama di hadapan hukum (equality before the law). Persamaan di hadapan hukum harus diartikan secara dinamis dan tidak diartikan statis. Artinya, kalau ada persamaan di hadapan hukum bagi semua orang harus diimbangi juga dengan persamaan perlakuan (equal treatment) bagi semua orang. Persamaan di hadapan hukum yang diartikan secara dinamis itu dipercayai akan memberikan jaminan adanya akses memperoleh keadilan bagi semua orang[8]. Menurut Aristoteles, keadilan harus dibagikan oleh negara kepada semua orang, dan hukum yang mempunyai tugas menjaganya agar keadilan sampai kepada semua orang tanpa kecuali. Dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 dinyatakan Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya[9]. Kesetaraan didalam hukum disini dimaksudkan untuk memberikan kewajiban yang sama dari tiap tiap anggota masyarakat. Didalam bidang ekonomi prinsip hukum keadilan di atur didalam Pasal 34 ayat 2 UUD 1945, yang menyebutkan negara memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan[10] . Dasar yang dipergunakan dalam pemahaman tentang keadilan di atas akan menjadi dasar untuk menelaah konsep hukum dari perdagangan yang berkeadilan atau Fair Trade. Pendapat tentang keadilan yang sangat dikenal adalah pendapat dari John Rawls, didalam bukunya Theory of Justice, yang mengembangkan konsep prinsip distributive justice yang merupakan prinsip normatif yang dibentuk sebagai pedoman untuk membagi keuntungan dan beban diddalam kegiatan ekonomi[11]. Konsep distributive justice yang dikembangkan oleh John Rawls pada intinya adalah pembagian atas kewajiban dan hak didalam ekonomi tidak selalu harus menerapkan kesetaraan yang umum (pembagian yang sama tanpa menilai karakter dari individu individu yang ada didalamnya), menurutnya keadilan dapat terbentuk didalam tindakan yang tidak sebanding dimana memberikan hak yang lebih besar dan kewajiban yang kecil bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah sehingga memberikan kesejahteraan yang lebih baik daripada ketika kesetaraan dilakukan secara tegad, dimana hak dan kewajiban diberikan dalam tingkat yang sama[12]. Konsep dasar dari dari keadilan ini dapat dijadikan dasar bagi memahami perdagangan yang berkeadilan atau Fair Trade. Konsep hukum dari John Rawls tentang keadilan pada intinya adalah keadilan terbentuk dari perlakuan yang tidak sama, dimana masyarakat dengan ekonomi rendah selayaknya diberikan hak yang lebih besar dan kewajiban yang lebih kecil, dari masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi hal ini disebutkan oleh John Rawls adalah sebagai keaadaan yang seimbang, dimana dengan perlakuan yang khusus bagi masyarakat yang dengan tingkat ekonomi yang lebih rendah pada akhirnya akan menimbulkan keadaan yang adil. Konsep keadilan dimaksudkan oleh John Rawls disini, merupakan konsep dasar yang membentuk aturan aturan perdagangan didalam GATT. Didalam WTO keanggotaan dari negara negara yang ikut serta, dibagi dalam tiga kelompok negara, yaitu Developed Country (negara maju), Developing Country (negara berkembang) dan Less Developed Country (negara miskin). Inti dari pembagian anggota WTO kedalam kelompok kelompok negara inilah yang menjadi dasar perdagangan yang berkeadilan. Permasalahan yang ada didalam GATT 1994 adalah pengutamaan prinsip mengenai Non Discrimination, dimana semua negara anggota diharuskan diperlakukan sama, tanpa menilai karakter dari negara anggota.

Selayaknya prinsip hukum dari keadilan yang disebutkan oleh John Rawls, menjadi titik tolak dan dasar dalam pengaturan proses perdagangan internasional. Didalam GATT 1994 memang di atur mengenai konsep Special Differential Treatmen bagi negara berkembang dan miskin, dimana kepatuhan atas peraturan yang ada didalam GATT 1994 dapat dilaksanakan berbeda untuk negara berkembang dan miskin, akan tetapi Special Differential Treatment tersebut hanya dilaksanakan dalam bentuk penundaan jangka waktu pelaksanaan aturan atau penerapan penurunan tarif yang lebih kecil, sehingga tidak menghapus kewajiban kewajiban yang diberlakukan bagi negara maju untuk diterapkan oleh negara berkembang dan miskin. Hal ini tentunya berlawanan dengan prinsip hukum dari keadilan yang disebutkan oleh John Rawls dimana perlakuan istimewa bagi pihak dengan tingkat ekonomi rendah akan selalu dilaksanakan untuk menciptakan keadilan Konsep Perdagangan yang berkeadilan (fair trade) yang dilaksanakan dengan mengembangkan konsep keadilan dari John Rawls timbul pada tahun 1940 sebagai gerakan sosial di beberapa negara Eropa seperti Inggris, Belanda, Austria. Gerakan ini bertujuan untuk menolong produsen kecil (petani, perajin dan buruh) di negara-negara miskin atau Dunia Ketiga supaya mereka dapat terlepas dari jeratan kemiskinan dan mempertahankan keberlanjutan kehidupan mereka melalui sebuah kemitraan perdagangan yang didasarkan pada dialog, transparansi dan respek (baik produsen maupun konsumen). Fair trade bertujuan untuk perbaikan penghidupan produsen melalui hubungan dagang yang sejajar, mempromosikan peluang usaha dan kesempatan bagi produsen lemah atau termarjinalisir meningkatkan kesadaran konsumen melalui kampanye fair trade, mempromosikan model kemitraan dalam perdagangan yang adil, mengkampanyekan perubahan dalam perdagangan konvensional yang tidak adil, melindungi Hak Azasi Manusia, pendidikan konsumen dan melakukan advokasi bagi terciptanya kondisi yang lebih baik, khususnya yang berpihak kepada produsen kecil sehingga mereka dapat berpartisipasi di pasar. Fair trade sebagai sebuah alternatif menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik bagi produsen kecil dan melindungi hak mereka yang selama ini terpinggirkan. Fair trade membantu produsen kecil untuk memperoleh kehidupan yang layak melalui peningkatan pendapatan, melindungi hak produsen kecil atas akses ke pasar, menyalurkan aspirasi dan pendapat mereka, tidak diskriminatif terhadap perempuan yang selama ini menjadi warga kelas dua dan korban langsung atas perdagangan yang tidak adil, juga melindungi lingkungan dari kerusakan karena minimnya penggunaan bahan-bahan kimiawi. Dengan mekanisme fair trade, konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (pemeliharaan tanaman, mengusir burung, menjemur padi, didalam usaha pertanian padi) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen, mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. Sebaliknya, produsen juga menghargai kepedulian dan kepercayaan yang diberikan oleh konsumen dengan selalu memberikan informasi sebenarnya mengenai produk mereka (kondisi, waktu panen, varietas) dan menjaga kualitas/kuantitas produknya. Produsen juga melakukan pertemuan rutin untuk membahas dan mencari jalan keluar tentang masalah yang mereka hadapi, khususnya yang berkaitan dengan pola perdagangan yang adil. WTO diharapkan dapat membentuk suatu kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog, transparansi dan penghargaan yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) didalam perdagangan internasional.

Prinsip John Rawls disini sering kali dikritik, yang mana menurut para ahli hukum terdapat dua kelemahan yaitu dari konsep empiris dimana distributive justice tidak dapat mencukupi sebagai kajian substansi doctrinal dan normative bagi hukum internasional modern, sebagaia suatu kenyataan didalam lingkungan pergaulan internasional, hal ini dikarenakan pandangan distributive of justice selalu melihat keadilan internasional timbul diawali dengan adanya keadilan domestik didalam suatu negara. Hal kedua yang jadi kelemahan dari konsep keadilan John Rawls, adalah bila dipandang didalam perspektif normatif empiris, John Rawls mendasarkan teorinya dari konsep keadilan Emanuel Kant yang menekankan bahwa keadilan antar negara harus diawali dengan adanya keadilan didalam negara. Kelemahan kelemahan tersebut menjadi titik utama dari pengembangan teori distributive justice oleh Frank J. Garcia. Frank J. Garcia pada intinya mencoba memaparkan keadilan didalam hukum perdagangan internasional, dimana Garcia menyebutkan bahwa hukum perdagangan internasional, harus dirumuskan untuk melindungi kesetaraan moral seluruh individu yang terpengaruh olehnya. Konsep keadilan perdagangan Garcia, harus beroperasi sedemikian rupa untuk kepentingan negara yang paling tidak diuntungkan. Hal terakhir yang disebutkan oleh Garcia sebagai faktor yang harus ada didalam perdagangan internasional yang adil adalah perdagangan internasional harus tidak mengorbankan Hak Azasi Manusia atau perlindungan yang efektif terhadap Hak Azasi Manusia[13]. Berdasarkan konsep ini maka Special Differential Treatment didalam WTO lebih cenderung dilakukan secara tidak setara dengan mengutamakan negara negara yang paling tidak diuntungkan.

D. KESIMPULAN Aturan-aturan WTO yang kita akui secara sah berdasarkan Undang - Undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan (ratifikasi) Agreement Establising the World Trade Organization , mengatur hampir seluruh bidang perdagangan, dari perdagangan barang, jasa dan juga aturan mengenai hak atas kekayaan intelektual (intellectual property rights). WTO sebagai organisasi yang mengatur perdagangan dunia, menghendaki sistem perdagangan dunia didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : without discrimination, freer, predictable, more competitive dan more beneficial for less developed countries. Namun bukan berarti aturan-aturan WTO itu merupakan suatu aturan yang sempurna dan harus diterapkan tanpa dipikirkan ulang. Setidaknya, ada beberapa aspek yang perlu kita pikirkan ulang, yang pertama adalah mengenai prinsip without discrimination yang tersebut didalam aturan GATT 1994 tentang Most-favoured-nation yang menuntut dan menuntun kita untuk memperlakukan secara sama setiap partner dagang kita dengan tidak mempertimbangkan apakah partner kita itu negara miskin atau kaya, lemah atau kuat; dan aturan mengenai National treatment yang menuntut dan menuntun kita untuk memperlakukan secara sama dengan tidak mempertimbangkan apakah partner kita itu pengusaha lokal (dalam negeri) atau pengusaha asing. Dua aturan ini secara tegas menghendaki penghapusan sistem proteksionisme yang mengandaikan beberapa hak istimewa dalam perdagangan. Pada kenyataannya, dua aturan ini merupakan aturan yang tidak berbelas kasihan (sans pitié) khususnya terhadap yang lemah dan miskin. Dalam konteks ini, Indonesia yang termasuk sebagai negara berkembang dalam perdagangan dunia dianggap dan harus diperlakukan sama dengan negara Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jepang dan negara-negara maju dan kaya yang lainnya. Kemudian, yang lebih mengkhawatirkan adalah aturan National treatment yang mengharuskan kita untuk memperlakukan sama pengusaha kecil dan

Seolah-olah bidang-bidang tersebut adalah eksklusif milik investor asing dan atau perusahaan multinasional. sejarah agraris dalam beberapa kasus. kita melihat bagaimana free trade tidak selalu sama dengan fair trade. Article 27. Hal kedua yang harus kembali ditelaah. pengusaha kecil dan menengah kita kalah bersaing dan tidak kompetitf. Berkaitan dengan makanan. dalam negeri yang memiliki modal terbatas dengan perusahaan-perusahaan asing dan atau multinasional. Kembali ke konteks Indonesia. namun tampaknya budaya ini tercerabut dari akarnya. yang kemudian disusul oleh investor-investor asing. Kualitas dan kuantitas pertanian kita yang semakin menurun. Hal tersebut mengakibatkan tertutupnya kesempatan bagi usaha kecil dan menengah atau pengusaha dalam negeri di bidang-bidang yang strategis dan berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam. Tentunya dalam keadaan disebutkan di atas. mereka hanya mengidentifikasi keunggulan varietas . karena modal dan kapasitas yang mereka miliki berbeda dengan peruasahaan-perusahaan asing dan multinasional. memperkecualikan tanaman dan hewan dari paten. Dalam hal ini. khususnya paten dan merk menjadi alat monopoli golongan tertentu (yang sering diwakili oleh perusahaan multinasional) terhadap golongan yang lain. Dalam kondisi seperti ini. tradisi dan budaya masyarakat rural. namun di lain pihak tetap menuntut perlindungan HAKI atas varietas tanaman baru (varietas tanaman baru ini ditemukan perusahaan multinasional dari varietas yang ada sebelumnya. perlindungan kesehatan manusia.3b perjanjian TRIPS yang bermuka dua. kemudian menjadi bangsa yang lapar. pada kondisi ini hanya mereka yang memiliki daya survival tinggi yang mampu bertahan dan hidup. it has corporate-managed trade[15]. Hal tersebut dapat mengakibatkan perusahaan-perusahaan asing dan atau multinasional menguasai pasar diwilayah Indonesia. Peter M. Namun kemudian permasalahan ini menjadi rumit saat dikaitkan dengan issue perdagangan dan kekayaan intelektual tidak lagi menjadi domain publik. dan pertanian berarti kehidupan. Makanan bukan hanya barang dagangan atau komoditi. Kita juga melihat betapa banyak pedagangpedagang kecil di pasar-pasar tradisional harus menutup usahanya karena tidak mampu bersaing dengan pusat-pusat perbelanjaan modern dan atau perusahaan penjualan grosir (supermarket). dari industri (perdagangan) hulu sampai hilir. adalah mengenai aturan-aturan tentang makanan (food) khususnya tentang produk pertanian (Agreement on Agriculture). Pertanian artinya masyarakat rural. maka tak jarang kita jumpai bagaimana investor-investor dalam negeri melarikan usahanya ke luar negeri. Dalam konteks pertanian misalnya. sebenarnya negara kita memiliki karakter sebagai negara agraris (di samping negara maritim). lokal. produk-pruduk susu (International Dairy Agreement) dan tentang daging sapi dan kerbau (Agreeement Regarding Bovine Meat). hewan dan tanaman (Agreement on Sanitary and Phytosanitary Measures). Perlindungan hak-hak atas kekayaan intelektual pada mulanya bertujuan untuk mempromosikan inovasi dan sekaligus investasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangsa kita yang dulunya swasembada beras. Makanan berarti pertanian. namun mereka diperlakukan sama. Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah mengenai aturan-aturan yang berkaitan dengan hak-hak atas kekayaan intelektual. dengan ditandai berulangnya kasus import beras tiap tahun sebelum masa panen tiba dan semakin banyaknya lahan pertanian di Indonesia yang berubah fungsi dengan alasan pembangunan. kawasan rural merupakan tempat dimana budaya suatu bangsa dan rakyat suatu negara berasal[14]. kita akan menjumpai suatu keadaan yang dideskripsikan oleh Ralph Nader sebagai situasi dimana the world doesn t have free trade.menengah. Hak-hak atas kekayaan intelektual. Rosset yang mengatakan bahwa makanan adalah sesuatu yang berbeda (Food is differen)t.

adalah besarnya pembayaran royalti yang harus dibayarkan ke perusahaan-perusahaan di negara-negara maju. Java Coffee milik Amerika Serikat. seperti Darjeeling tea. Kasus ini jelas merugikan banyak petani beras Basmati di India dan Pakistan. yang menyebabkan harga obat menjadi mahal dan tak terjangkau. Kemudian dari perdebatan mengenai Indikasi Geografis ini. Beban yang dirasakan langsung oleh negara-negara berkembang. kita belum pernah mendengar usaha pemerintah kita untuk melindungi kekayaan alam hayati kita seperti yang dilakukan oleh Pemerintah India. Pemerintah India dan Pakistan menganggap paten terhadap beras Basmati yang dilakukan oleh Rice Tec adalah sesuatu yang keliru. Republik Cekoslovakia dan Maroko memperjuangkan dengan sungguh-sungguh penguatan serta perluasan perlindungan Indikasi Geografis dalam bidang pertanian yang diatur dalam article 23 perjanjian TRIPs. karena menurut mereka hanya beras yang tumbuh di wilayah utara India dan Pakistan yang dapat disebut Basmati. dan secara terus terang Indonesia belum siap menghadapi hal ini. khususnya dari Pemerintah India. tidak berdasar dan misrepresentasi. TRIPs juga telah meningkatkan kekuasaan perusahaan-peruasahaan multinasional terhadap konsumen. kita dapat melihat bagaimana TRIPs sangat membebani negaranegara berkembang termasuk Indonesia[16]. Toraja Coffee milik Jepang. dan sebagainya. Undang-undang ini tidak hanya memproteksi beras Basmati. Perusahaan-perusahaan ini berkat TRIPs tampak memiliki kekuasaan monopolistik. Uni Eropa.tersebut dan memberinya nama).. (perusahaan kecil yang berada di Texas. Kelima. Batik milik Malaysia. semisal kebutuhan akan pengacara-pengacara dan konsultankonsultan (yang berkaitan dengan hal teknis) dengan level (pengetahuan dan reputasi) internasional. TRIPS telah memberikan kesempatan yang besar bagi perusahaan-perusahaan di negara maju untuk mempatenkan proses dan kekayaan alam (natural processes and resorces) yang belum dipatenkan di negara-negara berkembang. Sampai saat ini pun. Malabar pepper. Kasus yang dilakukan oleh Rice Tec Inc. Keris milik Singapura. yang dasar dasar dari kata Fair di atas diartikan sesuai konsep dari John Rawls yaitu pada intinya adalah keadilan terbentuk dari perlakuan yang tidak sama. Alphonso mangoes.. mereka bersama Swiss. Kemudian usaha dan perjuangan pemerintah India ini pun berlanjut. yang kemudian menimbulkan munculnya pemalsuan obat-obatan dan perdaganngan obat-obat palsu dan atau kadaluarsa di negara-negara berkembang dan terbelakang. akhirnya memunculkan banyak reaksi. misalnya monopoli harga. Amerika Serikat dan hanya memiliki 120 orang pekerja) pada bulan september 1997 memenangkan hak paten terhadap varietas beras Basmati asal India dan Pakistan. yang merasakan secara langsung dampak kerugian terhadap paten tersebut. termasuk Indonesia. yang pada kenyataannya sudah membudidayakan varietas ini sejak jaman nenek moyang mereka. terlebih lagi dalam kaitannya dengan sengketa HAKI di WTO. semisal Tahu yang Indikasi Geografisnya milik Jepang. atau Alappuzha cardamom. dimana masyarakat dengan ekonomi rendah selayaknya . bangsa Indonesia pun sekali lagi harus menderita. Kasus yang paling menyeramkan adalah monopoli harga obat-obatan. TRIPs kemudian pada akhirnya menghambat kemajuan negara-negara berkembang untuk melakukan inovasi. Dari kasus ini pula. Sebagai contoh konkret dalam masalah ini adalah kemenangan secara konterversial Rice Tec Inc. Rezim perlindungan HAKI yang sesuai TRIPs ini menuntut banyak biaya untuk diterapkan. tetapi juga barang-barang lain yang berasal dari India. Berdasarkan atas hal tersebut selayaknya WTO mengutamakan prinsip Fair Trade. pemerintah India menyusun Undang-Undang tentang Geographical Indication of Goods Registration and Protection. Sekali lagi kita menjumpai bagaimana gagapnya bangsa kita menghadapi liberalisasi perdagangan dunia. Berkaitan dengan perjanjian TRIPs. karena kita menjumpai banyak barang-barang asli Indonesia.

diberikan hak yang lebih besar dan kewajiban yang lebih kecil. Cit. Di akses pada tanggal 11 Desember 2007. Rosset. (). Grabel. <http://kompas. Citra Aditya Bakti. MA: Harvard University Press. Bantuan Hukum Fakir-Miskin. 3. hlm. Ralph E.. (New York and Geneva : 2003). Gomory and William Baumol. Dari kedua pendapat di atas maka. hlm. Diakses pada tanggal 9 Desember 2007. (London & New York.htm>. sehingga perlakuan yang akan dilaksanakan dapat sesuai dengan karakter dari pihak tersebut. M. [3] Ibid [4] Munir Fuady.World Trade Organization.id /konten. Zed Books. Hal ini juga merupakan konsep dasar dari hak dasar dalam ekonomi yang diatur didalam Pasal 34 ayat 2 UUD 1945. [7] Al Andang L Binawan. and I. Building A Just Trade Order for A New Millenium.com/2007/12/konsep-hukum-fair-trade. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. Zed Books.go. yang menyebutkan negara memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan[17]. Garcia. (Bandung: PT. A Theory of Justice. 2006) [15] J. dititik beratkan pada negara negara yang tidak diuntungkan dengan adanya liberalisasi perdagangan. hal. [9] Indonesia. [8] Frans Hendra Winarta. Hungry for Trade. Garcia. konseo hukum dari Fair Trade adalah perdagangan yang dilakukan dengan melihat keadaan dari pihak pihak. (London and New York. Pasal 34 ayat 2. dari masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi hal ini disebutkan oleh John Rawls adalah sebagai keaadaan yang seimbang. Op. Pasal 34 ayat 2.html . 2001) [16] Chang. dimana dengan perlakuan yang khusus bagi masyarakat yang dengan tingkat ekonomi yang lebih rendah pada akhirnya akan menimbulkan keadaan yang adil. (London and New York. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007. 33. 23 24. George Washington International Law Review. [2] Wikipedia Ensiklopedia Bebas . 2001. Keadilan Hukum. H. Vol. [14] Peter. Cit. Zed Books. 1971) [12] Ibid.com/kompascetak/0404/16/opini/972368.blogspot. hlm.php?nama=Artikel&op=detail_artikel&id=165. Op. How the Poor Pay for Free Trade. Reclaiming development: An alternative economic policy manual. http://www. pasal 27 ayat (1) [10] Ibid. . [11] John Rawls . serta melihat karakter yang dari pihak tersebut. United Nation Conference on Trade and Development Dispute Settlement . http://whatbecomethegreaterme.komisihukum. J. Food is Different: Why We Must Get the WTO Out of Agriculture. dimana ketidaksetaraan perlakuan dimaksudkan oleh John Rawls. dan sesuai dengan keadaan ekonomi dari pihak tersebut. [13] Frank J. 2000). 1016 -1062. (Harvard. 2. [6]. Hukum Dagang Internasional (Aspek Hukum dari WTO). 2004). Global Trade and Conflicting National Interests. (Cambridge: Massachusetts Institute of Technology Press. 2004) [17] UUD 1945. Dari konsep John Rawls di atas harus kita kaitkan dengan teori keadilan dalam perdagangan internasional menurut Frank J. Madeley (). [5] United Nation. [1] Munir Fuady.

transparansi. Konsekuensi penerapan standar ganda tersebut seperti dicatat oleh United Nations telah menyebabkan negara berkembang mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 100 juta dolar US. sikap dan tindakan dari orang-orang yang tidak bisa melepaskan diri dari jeratan globalisasi. komunikasi dan keadilan gender. peningkatan keterlibatan dan peranan perempuan dalam perdagangan. Bali. sikap dan tindakan dari orangorang yang tidak bisa melepaskan diri dari jeratan globalisasi. Standar ganda free trade memaksa negara-negara berkembang untuk meliberalisasi perdagangan mereka. Fair Trade muncul sebagai alternatif dari bentuk perdagangan bebas (free trade) yang menurut banyak orang sangat tidak adil. Selain itu ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang semakin besar dimana saat ini hanya 20% populasi dunia menikmati income yang jumlahnya 60 kali lebih besar dari income orang-orang miskin. sedangkan pada sisi yang lain negara-negara maju masih menerapkan kebijakan proteksi bagi produk yang akan masuk ke dalam pasar domestik. Bila ditelusuri akar permasalahannya terletak pada aturan-aturan free trade yang pada praktiknya sangat tidak adil Aturan-aturan doubel standard atau standar ganda yang dipraktekkan negara-negara kaya dalam hubungan perdagangannya dengan negara-negara berkembang telah merubah hubungan perdagangan tersebut yang secara filosofis adalah hubungan partnership yang menguntungkan kedua belah pihak menjadi hubungan eksploitatif. dan Asia dan Afrika. Sejak menjadi sebuah gerakan pada tahun 1950 fair trade telah menyebar ke berbagai negara di kawasan Eropa. Malang. Dalam prakteknya. Fair Trade muncul sebagai sebuah gerakan perdagangan alternatif yang berpihak kepada produsen miskin melalui penerapan prinsip keadilan. Dalam perkembangannya fair trade di Indonesia telah cukup membantu produsen-produsen miskin di berbagai wilayah seperti Yogyakarta. Fair Trade muncul sebagai alternatif dari bentuk perdagangan bebas (free trade) yang menurut banyak orang sangat tidak adil. Surakarta. Bila ditelusuri akar . Amerika. Di tengah kondisi perdagangan yang semakin lama semakin tidak adil tersebut dan telah menyebabkan ketimpangan yang semakin besar antara negara kaya dan negara berkembang. Tulisan ini akan menjelaskan tentang bagaimana ide-ide fair trade berkembang di tengah dominasi ide free trade dalam konteks Indonesia? Bagaimana ide-ide itu diperjuangkan? Bagaimana pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia? 2. Kenyataan bahwa kemakmuran hanya dinikmati oleh sekelompok kecil warga bumi sementara kemiskinan akut yang massif diderita oleh sebagian besar warga lainnya adalah bukti akibat ketidakadilan free trade yang paling nyata. penguatan organisasi produsen. prinsip dan nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk rantai distribusi yang lebih pendek. Fair Trade adalah suatu bentuk keoptimisan pemikiran. Indtroduksi 3. Di Indonesia sendiri gerakan fair trade muncul pada pertengahan tahun 1980-an. 1. harga premium bagi produk yang dihasilkan. Indtroduksi Fair Trade adalah suatu bentuk keoptimisan pemikiran. Mataram. Dengan kata lain hubungan perdagangan antara negara kaya dengan negara berkembang hanya menjadi sarana pelegalan eksploitasi baru setelah cara-cara kolonialisasi tidak lagi dipandang cukup beradab. Perkembangan fair trade yang cukup positif tersebut menunjukkan bangkitnya kepedulian lebih banyak masyarakat terhadap orang-orang di sekeliling mereka yang selama ini bekerja keras menyediakan keperluan mereka namun tidak mendapatkan hak sesuai proporsi yang seharusnya mereka terima.1. Kenyataan bahwa kemakmuran hanya dinikmati oleh sekelompok kecil warga bumi sementara kemiskinan akut yang massif diderita oleh sebagian besar warga lainnya adalah bukti akibat ketidakadilan free trade yang paling nyata.

fair trade mengembangkan strategi bekerja sama atau melakukan perdagangan langsung dengan komunitas produsen tersebut. Model perdagangan semacam ini pertama kali dimulai oleh orang-orang Amerika melalui institusi Ten Thousand Villages (dulunya Mennonite Central Committee Self Help Service) dan SERRV (sekarang SERRV International) dengan komunitas masyarakat miskin di negara-negara Selatan pada akhir tahun 1940-an. Bali.5 Sejak menjadi sebuah gerakan pada tahun 19506 fair trade telah menyebar ke berbagai negara di kawasan Eropa. 9. peningkatan keterlibatan dan peranan perempuan dalam perdagangan. Amerika. penguatan organisasi produsen. Dengan kata lain hubungan perdagangan antara negara kaya dengan negara berkembang hanya menjadi sarana pelegalan eksploitasi baru setelah cara-cara kolonialisasi tidak lagi dipandang cukup beradab. Mataram. muncul pertama kali pada tahun 1950-an yaitu ketika direktur Oxfam UK yang mengunjungi Hong Kong.4. Surakarta. Malang.7 Dalam perkembangannya fair trade di Indonesia telah cukup membantu produsen-produsen miskin di berbagai wilayah seperti Yogyakarta. 5. transparansi. Namun jejak fair trade seperti dikenal saat ini. Standar ganda free trade memaksa negara-negara berkembang untuk meliberalisasi perdagangan mereka. dan Asia dan Afrika. Fair Trade muncul sebagai sebuah gerakan perdagangan alternatif yang berpihak kepada produsen miskin melalui penerapan prinsip keadilan. 6. prinsip dan nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk rantai distribusi yang lebih pendek. komunikasi dan keadilan gender. Perkembangan fair trade yang cukup positif tersebut menunjukkan bangkitnya kepedulian lebih banyak masyarakat terhadap orang-orang di sekeliling mereka yang selama ini bekerja keras menyediakan keperluan mereka namun tidak mendapatkan hak sesuai proporsi yang seharusnya mereka terima.3 Selain itu ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang semakin besar dimana saat ini hanya 20% populasi dunia menikmati income yang jumlahnya 60 kali lebih besar dari income orang-orang miskin. 8. Tulisan ini akan menjelaskan tentang bagaimana ide-ide fair trade berkembang di tengah dominasi ide free trade dalam konteks Indonesia? Bagaimana ide-ide itu diperjuangkan? Bagaimana pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia? 2. Kemunculan Fair Trade Sebagai sebuah gerakan yang bertujuan membantu kehidupan para produsen miskin dan marjinal di negara-negara Dunia Ketiga. harga premium bagi produk yang dihasilkan. sedangkan pada sisi yang lain negara-negara maju masih menerapkan kebijakan proteksi bagi produk yang akan masuk ke dalam pasar domestik. permasalahannya terletak pada aturan-aturan free trade yang pada praktiknya sangat tidak adil Aturan-aturan doubel standard atau standar ganda yang dipraktekkan negara-negara kaya dalam hubungan perdagangannya dengan negara-negara berkembang telah merubah hubungan perdagangan tersebut yang secara filosofis adalah hubungan partnership yang menguntungkan kedua belah pihak menjadi hubungan eksploitatif. Di Indonesia sendiri gerakan fair trade muncul pada pertengahan tahun 1980-an.4 Di tengah kondisi perdagangan yang semakin lama semakin tidak adil tersebut dan telah menyebabkan ketimpangan yang semakin besar antara negara kaya dan negara berkembang.2 Konsekuensi penerapan standar ganda tersebut seperti dicatat oleh United Nations telah menyebabkan negara berkembang mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 100 juta dolar US. mempunyai ide untuk menjual kerajinan yang dibuat oleh . 7. Dalam prakteknya.

Pada pertengahan 1990-an.12 pada perkembangan selanjutnya gerakan fair trade telah merambah sektor pertanian dan tekstil. Selain itu organisasiorganisasi non pemerintah seperti Oxfam sendiri telah membuka cabangnya yaitu di Aceh . EFTA (Europian Fair Trade Association) didirikan di Maastricht-Belanda tahun 1990. penyiksaan buruh. Sehingga kondisi seperti buruh yang di-PHK secara semena-mena oleh perusahaan tempatnya bekerja.13 11. IFAT. Transfair (Jerman). 14. upah. kondisi perdagangan di Indonesia diwarnai oleh ketidakadilan terhadap produsen lokal.para pengungsi Cina ke toko-toko Oxfam. serta organisasi independen seperti FLO (Fair Trade Labelling Organization) yang didirikan di Belanda pada bulan April 1997. Gerakan Fair Trade muncul pada pertengahan 1980-an sebagai bentuk reaksi dari kondisi perdagangan Indonesia yang sangat merugikan produsen-produsen kecil yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kesepakatan-kesepakatan internasional di dalam PBB yang telah diratifikasi dalam perundang-undangan Indonesia tidak diaplikasikan secara nyata. Perkembangan ide dan gerakan fair trade di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh Oxfam GB/Indonesia. dll. lalu IFAT (Internasional Federation for Alternative Trade) yang didirikan di Noordwijk Belanda pada tanggal 12 Mei 1989. Sebagai salah satu negara berkembang yang ³menganut´ prinsip free trde. Negara sebagai penentu kebijakan publik terutama dalam konteks ini menyangkut aturan-aturan yang terkait dengan produsen kecil seperti pertanian. gerakan Fair trade Indonesia berkembang pada komoditi pertanian khususnya pertanian organis. 3. NEWS! dan EFTA. Perkembangan Fair Trade di Indonesia 13. Sudah lazim di setiap negara berkembang semua aspek yang terkait dengan perdagangan selalu lebih menguntungkan pihak pemilik modal. merosotnya harga pertanian karena serangan produk luar. Hal itu dapat dilihat dari berdirinya tempat-tempat atau pusatpusat penyalur produk-produk lokal yang diproduksi oleh para produsen yang selama ini termarginalkan akibat sistem perdagangan bebas yang tidak adil. Fair Trade (Amerika Serikat).9 Perkembangan fair trade melalui gerakan yang terorganisir terutama organisasi non pemerintah (NGO) pertama kali diperkenalkan oleh Oxfam Great Britain (Inggris). perampasan tanah petani.10 10.8 Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh World Bank gerakan fair trade juga muncul pertama kali pada tahun 1950-an dengan sebutan Goodwill Selling. merupakan hal yang sehari-hari kita dengar dan saksikan. NEWS! (Network of Europian World Shops) didirikan di Eispeet-Belanda tahun 1994. Perkembangan ini ditandai dengan berkumpulnya beberapa NGO pada tahun 1996 di Yogyakarta yang difasilitasi oleh Oxfam GB/Indonesia. FNE didirikan tahun 2001 yang merupakan gabungan di mana akronim FINE diambil dari huruf depan FLO. perburuhan. Tindak lanjutnya didirikanlah Konsorsium Masyarakat Fair trade (KMFT) pada oktober 1997 dengan agenda pertama menentukan langkah strategis program Fair trade dan merintis pendirian toko bersama sebagai media untuk mempraktekkan Fair trade yang diberi nama SAHANI (Sahabat Niaga) sebagai ujung tombak KMFT untuk melawan sistem perdagangan yang tidak adil. Fair trade adalah salah satu dari program utama11 Oxfam Indonesia yang didirikan pada tahun 1972. Perkembangan ide-ide fair trade di Indonesia yang berawal dari berdirinya Oxfam GB/Indonesia pada tahun 1972 yang kemudian intensif menyuarakan gerakan fair trade pada pertengahan tahun 1980-an secara perlahan namun pasti menunjukkan perkembangan positif. distribusi tidak memberikan peran yang cukup signifikan. 12.

Negara-negara tersebut juga memberikan subsidi kepada produk-produk unggulannya untuk bersaing di pasaran dunia. dan cuti melahirkan dengan tetap mendapat gaji atau jaminan sosial yang memadai.17 18.14 15. NTB.16 17. Tengok saja Amerika Serikat. hak atas jaminan dan asuransi sosial. Transparency and accountability. Gender Equity. Alasan yang dikemukakannya untuk mendukung statemen tersebut adalah ³peta perdagangan dunia dewasa ini terasa tak adil. 15 16. Canada & Pacific Rim tahun 2003 terdapat tujuh prinsip-prinsip dasar fair trade yaituCreating opportunities for economically disadvantaged producers. Padahal. hak untuk berserikat. Payment of a fair price. Negara-negara berkembang. Aturan yang mengatur tentang kesejahteraan buruh secara nyata diatur dalam pasal 23 dan 24 UUD 1945. termasuk Indonesia. melindungi. Sebagai anggota PBB Indonsia juga terikat secara moral terhadap Kovenan ECOSOC Rights yang mewajibkan negara untuk menghormati. sehingga harganya menjadi kompetitif´. negara-negara maju yang memelopori beleid itu justru berupaya keras memproteksi produk andalannya. kondisi kerja yang aman dan sehat.dan di Kupang dimana Yogyakarta sebagai pusatnya. Sulawesi. Selain itu Indonesia juga telah meratifikasi konvensi ILO No. Selain Oxfam. 21 tahun 2000). libur. Untuk melihat apakah prinsip-prinsip ide-ide fair trade telah cukup berkembang di Indonesia seperti disebutkan sebelumnya marilah kita lihat apakah aturan-aturan yang related dengan fair trade tersebut telah diadopsi oleh Indonesia. Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rini Soewandi pada waktu pemerintahan Megawati Sukarno Putri menyatakan bahwa ''Saya tidak anti-free trade. membentuk dan bergabung dengan serikat buruh. Environmental Sustainability. hak serikat buruh untuk membentuk federasi atau konfederasi nasional dan menjadi anggota atau membentuk serikat buruh internasional. Working conditions. Di kalangan decision-maker. dan istirahat dengan tetap mendapat gaji dan imbalan. yang saat ini memberlakukan ''Bio Terrorism Act'' untuk menyeleksi barang-barang luar yang masuk.18 Tentu saja gambaran tersebut tidak cukup kuat untuk membuktikan bahwa Indonesia telah melaksanakan prinsip perdagangannya dengan prinsip-prinsip fair trade. Dalam tataran praksis perkembangan gerakan Fair trade dapat kita amati dari respon dan tindakan aktor-aktor (yang disebut) penggerak Fair trade yang dalam hal ini adalah para decision maker. Berdasarkan data Report on Fair Trade Trends in US. hak untuk mogok. dan menjamin hak-hak buruh. pembatasan waktu kerja. di antaranya hak atas pekerjaan. Maluku. upah yang adil dan kondisi yang layak bagi buruh beserta keluarganya. 87 dan No. Buton. Yaysan Samadi Justice and Peace Institute juga merupakan NGO yang aktif menyuarakan ide-ide fair trade di Indonesia. ide fair trade mendapatkan dukungan positif. Hal itu menunjukkan bahwa ide-ide fair trade telah disebarkan ke wilayah-wilayah Indonesia yang kalau diperinci lagi mencakup Jawa. Namun datadata tersebut merupakan gambaran yang cukup bagus untuk menjelaskan bahwa ide-ide . Namun pada dasarnya barometer yang dapat dipakai apakah di Indonesia ide-ide fair trade telah berkembang cukup baik atau tidak dapat kita lihat dari peraturan-peraturan pemerintah yang sejalan atau sesuai dengan prinsip-prinsip fair trade tersebut. tapi saya lebih setuju fair trade''. 98 yang dan telah membuat UU-nya (UU No. kesempatan yang sama untuk mendapat promosi. diserimpung berbagai peraturan berkedok globalisasi dan pasar bebas. Salah satu aspek yang paling akrab dengan permasalahan negara berkembang seperti Indonesia dan sangat erat kaitannya dengan prinsip fair trade adalah tentang perburuhan.

20 19. Terlepas dari masalah politis. pendampingan petani oleh lembaga swadaya.19 Jika ditelusuri lebih jauh lagi. gambaran tersebut memperlihatkan bahwa penerapan fair trade masih membutuhkan perjuangan yang panjang.21 23. berbagai pihak yang merasa dirugikan dengan langkah-langkah Rini tersebut melakukan ³counter act´ untuk menghambat kebijakan-kebijakan Rini yang menurut banyak pihak ³local oriented´. dan sebagian pengusaha. Kebijakan Rini tersebut membuat Rini kerap menuai benturan dengan sejumlah koleganya di kabinet. 21. dan kaum tani miskin. kebijakan-kebijakan Rini tersebut segera mendapat tantangan dari pihak-pihak yang sakit hati karena merasa dirugikan. Menurut Sudarmasto ketua panitia pameran tersebut. termasuk rombongan Menteri Perdagangan Singapura dan Brunei Darussalam. Logika ekonomi selalu menjadi alasan bahwa fair trade akan menyebabkan berkurangnya profit bagi bisnis yang selama ini dijalankan atas prinsip free trade. Hal itu menunjukkan adanya harapan bahwa banyak hal dapat dilakukan untuk menciptakan kondisi perdagangan yang berkeadilan di tengah dahsyatnya gempuran globalisasi yang mengusung free trade yang secara nyata sangat berketidakadilan. pabrik mi cepat saji paling besar di Indonesia. Namun. September lalu. 20. Tak sedikit yang datang dari Cina. pada zaman Presiden Sukarno pun ide-ide fair trade telah tercermin di dalam undang-undang land reform yaitu Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. Rni dihubung-hubungkan dengan kasus tender pengadaan 12 kapal tanker Pertamina.000 pengunjung yang datang. Dari kalangan pemerintahan usaha perlindungan terhadap para produsen lokal juga telah dilakukan. yang sampai sekarang masih terkatung-katung. Pembelinya dari dalam dan luar negeri. Sebut saja misalnya di sektor pertanian. para politikus di Senayan. yang pada 1950-an dikenal sebagai pemain gula dunia yang sangat diperhitungkan. Ketika mantan Memperindag Rini Soewandi menyelenggarakan Pameran produksi Indonesia 2003 yang bertema ³Indonesia Bangkit´. Contoh kebijakan lain yang bertujuan melindungi dan menggairahkan industri dan perdagangan domestik yang dilakukan Rini adalah kebijakan soal tata niaga gula. Perjuangan pihak-pihak yang concern dengan nasib-nasib para para produsen yang termarjinalkan cukup intens dilakukan terutama oleh kalangan Non Govermental Organization (NGO) seperti Oxfam dan Samadi Justice and Peace Institute serta NGONGO lain yang tidak ter-cover dalam tulisan ini. dan lainlain. Rini berusaha menggairahkan BUMN produsen gula lokal. Rini berharap. Melalui Surat Keputusan Nomor 643. dan Korea Selatan. 5 Tahun 1960. yang selama lima tahun terakhir ini meriang lantaran digencet gula impor yang sangat murah. Malasyia. kebijakan itu dalam jangka panjang bisa memulihkan posisi Indonesia. melalui kebijakan "Go Organic 2010" yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia.22 24. Dari kalangan NGO usaha-usaha nyata telah banyak dilakukan. pameran tersebut membukukan transaksi sekitar Rp 50 milyar plus US$ 300. UU tersebut merupakan salah satu jalan memberdayakan para petani terutama buruh-tani. riset dan diseminasi wacana di berbagai media massa. Namun usaha-usaha aktor-aktor tersebut dapat ditebak selalu mendapat hambatan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan sistem baru tersebut (fair trade).000. Belanda. Misalnya kebijakan membangun kesadaran akan pentingnya pertanian organik. Jepang. PTPN dan asosiasi petani tebu rakyat sangat mendukungnya. Prancis.fair trade pada dasarnya telah berkembang cukup bagus di Indonesia. Pameran ini diikuti 488 peserta. 22. tak kurang dari 200. Kenyataan bahwa . Sudarmasto mencatat. Di antaranya Indofood.

karena sampai saat ini sektor tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan-kebutuhan standar para petani. dan prinsip fleksibilitas. inefisiensi.sebagian besar masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhannya dari sektor pertanian sungguh menyedihkan. Data hasil survei yang dilakukan di 11 desa produsen beras di 6 propinsi memperlihatkan. dan pasca produksi.7 juta. Secara sistematis permasalahan yang dihadapi petani di Malang-juga dialami oleh petanipetani diseluruh negara berkembang menyangkut tiga tahap yaitu tahap pra produksi. Akibat dari permasalahan tersebut para petani seringkali dihadapkan pada kecilnya margin keuntungan atau bahkan kerugian yang terus-menerus sehingga sebagian mereka mulai menganggap pertanian sebagai sektor yang tidak layak untuk dijadikan tumpuan hidup. Pola konsumerisme ini sedang gencar-gencarnya dikampanyekan oleh NGO-NGO Fair trade di seluruh dunia. Akibatnya mereka mulai bermigrasi ke kota-kota.-) perhari. dan rumitnya jaringan pemasaran produk. Upaya Yayasan Samadi Solo dalam memberantas kemiskinan dengan cara melaksanakan fair trade melalui sektor produksi batik dan garmen di Solo juga merupakan bukti lain tentang upaya pelaksanaan fair trade oleh NGO di Indonesia.8. Kabupaten Malang sejak tahun 1997. Adapun metode kampanye yang dilakukan oleh MBI-Malang adalah dengan penyebaran brosur. presentasi.27 27. Adapun prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan seperti digariskan oleh FAO mencakup prinsip kemantapan secara ekologis. Berdasarkan kondisi tersebut sebuah NGO yang bernama Yayasan Mitra Bumi Indonesia yang berbasis di Malang (MBI-Malang) memberikan bantuan kepada para petani di Desa Cincing Kecamatan Jabung.400. Kalau dikaitkan dengan logika bisnis maka jika semakin . dimana 42% dari pendapat tersebut berasal dari usaha tani.24 25. 26. prinsip kemanusian. pencetakan buletin. Mereka masih tetap hidup di bawah garis kemiskinan. Pelaksanaan pola konsumerisme etis dapat dikatakan mudah karena setiap konsumen memiliki otoritas untuk menentukan produk-produk apa saja yang akan dikonsumsinya. bahwa rata-rata pendapatan keluarga tani di Indonesia per tahun adalah sebesar Rp. dan khususnya pertanian padi. Di Indonesia penggerak konsumerisme etis adalah Oxfam dan Samadi Justice and Peace Institute. 6. dibandingkan dengan rumahtangga tani di Jawa.26 Contoh-contoh lain dari upaya-upaya NGO-NGO dalam menerapkan fair trade dapat dilihat dari suksesnya APIKRI Yogyakarta menembus jalur ekspor perdagangan alternatif di sektor kerajinan. Rumah tangga tani di luar Jawa lebih tergantung dari pendapatan pertanian. Bantuan yang diberikan oleh MBI-Malang kepada para petani berkaitan dengan masalah pertanahan.23 Menurut data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia pada Pebruari 2000 menyebutkan. Pertanian organik adalah pendekatan baru bidang pertanian yang mendasarkan pada pronsip berkelanjutan (sustainability) untuk peningkatan produktivitas dan sekaligus upaya mempertahankan basis sumber daya. Satu hal lain yang dapat dilakukan oleh siapa saja yang merasa sebagai konsumen untuk mengembangkan Fair trade adalah melakukan konsumerisme etis atau konsumen etis 28. tahap produksi. pembuatan label.25 Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh MBI-Malang untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah mempromosikan pertanian organik. dan pameran produk. bahwa pendapatan dari pertanian padi ³hanya´ sebesar 16% dari total pendapatan. Migrasi ini tentunya membawa permasalahan baru yang sudah umum kita ketahui. Adalah fakta bahwa petani-petani miskin di desa-desa hidup dengan uang senilai kurang dari US$ 1 (Rp. keberlanjutan secara ekonomis. prinsip keadilan.

Namun jika kita melihat per-case seperti telah dijelaskan sebelumnya maka gerakan fair trade potensial untuk menjadi arus baru dalam sisitem perdagangan free trade yang merupakan arus utama. Namun jika kita mau lepas dari indikator arus utama tersebut dengan menggunakan indikator lain seperti fairness dalam relasi perdagangan. jika semakin banyak aktor baik decision maker pemerintah Indonesia maupun NGO-NGO yang concern dengan nasib produsen lokal yang selama ini termarginalkan.31 Keberadaan pusat-pusat penyalur tersebut yang masih sangat sedikit adalah indikator yang sulit dibantah bahwa fair trade belum efektif dan belum memberikan pengaruh yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. 32. di Solo dimana Yayasan Samadi sebagai pendampingnya. Mitra Bali di Ubud-Bali. sehingga pola-pola perdagangan yang berkeadilan . sistem yang terbuka bagi pertanggungjawaban publik.1% dari total volume perdagangan global yang mencapai US$ 3. Kedua hal itu sangat ditentukan oleh indikator apa yang kita gunakan untuk mengukurnya. menurut data yang dikeluarkan oleh Fair Trade Organization (FTO) bahwa di Eropa dan Amerika Serikat jumlah transaksi perdagangan yang berbasis fair trade diestimasi hanya mencapai US$400 juta. Alasan kedua adalah tingkat pendidikan penduduk dalam hal ini adalah para petani dan keluarga petani. dan para produsen kecil di Indonesia yang semakin baik. Akan tetapi lagi-lagi cara tersebut akan mendapat hambatan berat. Jka menggunakan indikator peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia berdasarkan prinsip ekonomi liberal-kapitalis yang ditandai dengan peningkatan perkapita yang tinggi. Faktanya beberapa pusat-pusat penyalur produk-produk yang berbasis fair trade bisa kami sebutkan hanya terdapat di Yogyakarta yaitu APIKRI.1 % dari jumlah transaksi seluruh global trade. 31. Pengaruh Fair Trade terhadap Perekonomian Indonesia 30. penyediaan kondisi kerja yang sehat dan aman. Yakkum.6 triliun. Walupun harus diakui bahwa tingkat efektifitas dan pengaruhnya masih sangat kecil. Sulit untuk menentukan efektifitas dan pengaruh gerakan fair trade terhadap perekonomian Indonesia. maka fair trade akan memiliki potensi besar untuk mempengaruhi perekonomian Indonesia.banyak konsumen yang menjadi konsumen etis maka perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk-produk yang tidak didasarkan atas prinsip Fair trade akan mati dengan sendirinya. sustainability. atau 0. SAHANI. Hal itu mengingat gerakan fair trade merupakan gerakan yang belum lama berkembang di Indonesia. Alasan sederhana yang dapat dikemukakan adalah gerakan ini masih tergolong baru yaitu baru muncul di Indonesia pada pertengahan tahun 1980-an.29 29. CD Bethesda. Reasoning-nya adalah pertama. 28. 4.30 Untuk Indonesia data yang membukukan tentang volume transaksi perdagangan diseluruh Indonesia tidak kami temukan. Di Lombok yaitu Lombok Pottery Centre. diantaranya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat dunia tentang arti penting Fair trade bagi kelompok-kelompok termarginalkan. ataupun berdasarkan volume transaksi bisnis yang dihasilkannya. gender mainsteraming. maka fair trade cukup efektif dan memberikan pengaruh terhadap perekonomian indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan volume transaksi perdagangan yang berbasis Fair trade yang hanya sebesar US$ 400 juta pertahunnya. maka jelas bahwa fair trade sangat tidak cukup efektif dan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. buruh. Sebagai bahan komparasi. hanya 0.

gerakan fair trade harus diberikan apresiasi yang tinggi. Namun sebagai suatu gerakan yang prinsip utamanya adalah kemanusiaan. pembentukan pasar tunggal Eropa yang berimplikasi pada harmonisasi regulasi impor perihal standar. Peningkatan tersebut tentu saja akan berdampak sangat positif bagi perkembangan fair trade di Indonesia. 5.akan mendapatkan kekuatan yang semakin besar. Selain itu terdapat fakta yang tidak menggembirakan bagi proses perkembangan fair trade yaitu meski gambaran agregat menunjukkan pertumbuhan pasar yang cukup impresif. Oleh . Sebab seberapa besar dan cepat pasar fair trade tumbuh tetap tidak akan mampu menampung atau mencukupi akses jutaan produsen dan petani skala kecil dari Dunia Ketiga.33 34. Seperti dituliskan oleh para aktifis gerakan Fair trade di dalam ³Fair Trade Sebuah Alternatif Positif´ bahwa bagaimanapun meluasnya pasar fair trade tidak akan menyelesaikan masalah. Tindakan-tindakan tersebut adalah hal yang paling mungkin dan lebih masuk akal untuk dilakukan. ataupun dengan cara menjadi konsumen etis. Beberapa fakta sulit untuk diatasi bahkan cenderung tidak mugkin yaitu: adanya persaingan dengan korporasi-korporasi internasional. Belanda. apakah fair trade bisa menjadi arus utama sistem perdagangan di Indonesia dan dunia? Jawabannya adalah sangat sulit (untuk tidak mengatakan tidak). Apresiasi tersebut tentunya ditindaklanjuti dengan tindakan nyata yaitu menjadi bagian dari fair trade norm-enterpreneurs. pertumbuhan pasar Fair Trade yang signifikan terjadi di negara-negara yang baru saja mengenal sistem Fair Trade. kepedulian terhadap perdagangan berkeadilan semakin meningkat. Alasan ketiga adalah semakin banyaknya NGO-NGO di negara-negara maju yang concern dalam bidang Fair Trade. Sementara itu untuk negara-negara seperti Austria. Bahkan dalam beberapa kasus justru menurun. bea cukai. standar kesehatan dan keamanan yang semakin meningkat. Di Eropa misalnya. 37. Pasar Fair Trade juga tidak mampu meningkatkan posisi tawar produsen yang terlibat dalam produksi skala industri maupun para petani yang terlibat di perkebunan skala besar. ³Fair Trade sebagai arus utama sistem perdagangan internasional menggantikan sistem arus utama Free Trade´ adalah absurd. dimana hal ini menunjukkan bahwa di negara-negara penganut ³ortodoks´ sistem perdagangan arus utama. 33. dsb. Swiss.32 hal ini ternyata meneyembunyikan persoalan besar. Dalam konteks Indonesia cita-cita mengarus-utamakan fair trade lebih sulit lagi. Jerman dan Inggris. beberapa organisasi perdagangan alternatif mencatatkan perkembangan yang cenderung stagnan. pembatasan lisensi impor. dimana sistem Fair Trade telah berkembang selama puluhan tahun. masalah positioning dalam penjualan eceran yang harus berhadapan dengan kebijakan anti perdagangan untuk produk-produk tertentu di beberapa negara maju. Hal itu sangat berdampak pada kebijakan-kebijakan pragmatis yang akan tetap mengutamakan kebijakan yang berdasar pada logika ekonomi semata. Terlalu banyak hambatan besar yang sulit untuk diatasi jika fair trade ingin diarus-utamakan. Kesimpulan 36. Lalu. karena fair trade tergolong baru dimana norm enterpreneurs-nya masih langka sehingga penyebaran ide-ide fair trade masih sangat terbatas. Kondisi tersebut diperburuk dengan hambatan-hambatan kondisi perekonomian Indonesia yang belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. 35.

Mungkin bagi sebagian besar orang. Kampanye tersebut harus diarahkan pada bisnis-bisnis arus utama. dengan ada dan semakin berkembangnya gerakan Fair trade akan ³mengingatkan´ pihak-pihak pelaku perdagangan arus utama bahwa sistem berketidakadilan yang selama ini mereka jalankan telah menyebabkan jutaan manusia menderita. 41. California. dan bervisi Fair Trade. bisnis Lemcote ini berhasil melebarkan sayapnya ke Amerika Serikat yang beroperasi dari San Francisco. Organik. Fair trade bukan hanya suatu keopimisan ditengah ketidakberdayaan namun suatu bentuk tindakan nyata. 39. At least. khususnya terhadap korporasi-korporasi transnasional untuk mempraktekkan prilaku yang bertanggung jawab dalam kontrak-kontrak perdagangan internasional. Tristan Lecomte adalah nama yang asing. Lemcote memperkenalkan bisnis yang saling menguntungkan secara sosial. dan lezat. transparan.com. Seorang pelopor dalam etika. sehat. Baru baru ini Tristan Lecomte termasuk dalam ´ 100 Orang Berpengaruh Di Dunia Tahun 2010 ´ versi Time. etis. Lecomte bergerak untuk membantu produsen dan konsumen pada tingkat yang paling fundamental yaitu petani. Perusahaan yang diakui secara internasional seharusnya berdasarkan visi Perdagangan Yang Adil (Fair Trade) dan pembangunan sosial-ekonomi. memungkinkan mereka mendapatkan kebebasan untuk mengetahui asal barang yang mereka beli dan dapat memilih produk secara otentik. Konsep ketergantungan inilah dianggap masuk akal dalam menjalankan bisnis. Pada tahun 2005. yang terkenal dengan Fair Trade. Lecomte mengatakan sebenarnya hidup di dunia ini saling bergantung. keduanya sangat bangga dengan keberhasilan tersebut dan senang untuk memainkan peran integral dalam bisnis yang berkelanjutan. Pria berusia 36 tahun dan berkebangsaan Perancis ini telah memberikan inspirasi bagi dunia mengenai Perdagangan Yang Adil (Fair Trade) bagi negara berkembang dan miskin di dunia. 38. Semakin berkembang Fair trade maka akan semakin besar kekekuatan untuk mengingatkan para ³free-trader´ yang notabene adalah manusia juga. 40. Pada tahun 1998 Lemcote mendirikan Alter Eco (merek makanan tradisional). Dan bagi konsumen. serta mengkampanyekan perbaikan kehidupan. kebebasan untuk mendapatkan upah yang wajar dan memulihkan kebanggaan mereka terhadap pekerjaan dan kehidupannya.karena itu tugas utama gerakan fair trade adalah melakukan penyadaran perihal degradasi kondisi kehidupan yang berkaitan dengan kinerja industri dan perdagangan internasional. . Sebagai visioner di bidang perubahan sosial. Mathieu Edouard Rollet Senard (COO dan CEO Alter Eco Amerika Serikat). 42. dan Karbon Netral di Perancis. Lecomte telah mengabdikan hidupnya untuk mempromosikan sistem perdagangan global yang menginspirasi perubahan positif dalam kehidupan baik produsen dan konsumen. Fair Trade kemudian dapat menjadi sebuah model yang operasional bagi sistem alternatif dan simbol praktek-praktek bisnis yang bertanggung jawab. Tapi bagi yang mengetahui sepak terjangnya dalam memperkenalkan konsep Fair Trade di dunia maka banyak orang yang akan mengaguminya. Bersama teman dan rekan pendiri Alter Eco.

45.43. bukan individu. evaluasi tapak karbon. bekerja sama dengan petani untuk mengembangkan proyek-proyek agro-forestry yang selanjutnya dijual sebagai kredit karbon. dan keseimbangan karbon . Saya sangat berterima kasih. Tanpa ribuan petani fair trade yang luar biasa. Dalam kemitraan dengan 60 koperasi perdagangan yang adil di 30 negara di seluruh dunia.mypureplanet.000 pohon dan memiliki tujuan untuk menanam total 12 juta pohon pada akhir tahun 2012.000. Founder Pure Planet (www. ³Penghargaan ini benar-benar pengakuan sistem secara keseluruhan. konsultan kolektif terdiri dari lebih dari setengah lusin mitra. atau mitra kolaboratif jenius saya maka kami tidak akan ada disini pada hari ini. .org) 44. sebuah konsultan kolektif proyek penghijauan berkelanjutan. Lecomte muncul sebagai Pendiri dan CEO Pure Project/Pure Planet. kegairahan dan dedikasi konsumen. menciptakan pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat sekaligus memerangi perubahan iklim (global warming). Pure Project/Pure Planet telah menanam 2. Tristan Lecomte. Dengan dipilihnya saya sebagai ´ 100 Orang Bepengaruh Di Dunia´ versi Time maka saya ingin mengatakan bahwa jalan yang kita pilih adalah dengan membuat tanda pada dunia. Ini adalah pekerjaan saya. Pada tahun 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful