Fair Trade Vs.

Free Trade
15 12 2009

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara langsung dan tidak langsung efek dari perdagangan internasional sudah masuk ke sendisendi kehidupan umat manusia yang sesederhana mungkin, sebagai contoh jika kita pergi ke sebuah toko dan perhatikanlah produk-produk di toko tersebut darimana asalnya, mungkin produk-produk tersebut ada yang buatan asli dalam negeri dan banyak pula yang berasal dari luar negeri (barang impor). Hal sekecil tersebut merupakan salah satu contoh dari perdagangan bebas yang mengizinkan produk-produk dari belahan dunia manapun untuk masuk ke negeri kita. Melalui instrumen perdagangan bebas (free trade) kita dapat menikmati produk-produk dari mancanegara tanpa harus melancong ke negara itu terlebih dahulu, jelas ini merupakan keuntungan tersendiri yang dapat dirasakan oleh suatu individu. Dan untuk halnya negara perdagangan bebas juga dapat meningkatkan devisa negara dengan melakukan kegiatan expor dan mengurangi impor untuk mencapai surplus perdagangan. Namun pada realitasnya sulit untuk melakukan perdagangan bebas yang saling menguntungkan antara suatu negara dengan negara lain yang kerap kali hanya menguntungkan salah satu dari negara itu saja, negara yang diuntungkan biasanya hanya negara-negara yang memiliki kekuatan ekonomi saja, sedangkan negara-negara berkembang selalu dipersulit apabila komoditas expornya memasuki negara-negara tersebut. Akibat dari konflik antara negara maju dengan negara berkembang di dalam perdagangan bebas yang kerap kali merugikan negara berkembang, muncullah isu perdagangan adil (fair trade). Fair trade bertujuan untuk perbaikan penghidupan produsen melalui hubungan dagang yang sejajar, mempromosikan peluang usaha dan kesempatan bagi produsen lemah atau termarjinalisir meningkatkan kesadaran konsumen melalui kampanye fair trade, mempromosikan model kemitraan dalam perdagangan yang adil, mengkampanyekan perubahan dalam perdagangan konvensional yang tidak adil, melindungi hak azasi manusia, pendidikan konsumen dan melakukan advokasi bagi terciptanya kondisi yang lebih baik, khususnya yang berpihak kepada produsen kecil sehingga mereka dapat berpartisipasi di pasar.[1] Tertarik dengan latar belakang tersebut, maka tim penulis mencoba untuk mengangkat permasalahan tersebut dan menuangkannya dalam makalah dengan judul ³PERDAGANGAN INTERNASIONAL : FAIR TRADE VERSUS FREE TRADE´. B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan diatas, maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi topik pembahasan dalam penulisan ekonomi politik internasional, yaitu : 1. Apa yang dimaksud dan konsep dari perdagangan bebas (free trade)? 2. Apa yang dimaksud dan konsep dari perdagangan adil (fair trade)? 3. Bagaimana korelasi antara perdagangan bebas (free trade) dengan perdagangan adil (fair trade) di dalam perdagangan internasional? C. Pokok Masalah Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaanperusahaan besar. Perdagangan internasional bisa sangat menguntungkan lewat instrumennya yaitu perdagangan bebas. Hal ini memungkinkannya dimasuki suatu pasar dari suatu negara. Sejak dari berakhirnya perang dunia ke-2 sudah terciptanya pengurangan tarif secara global dari 40% sampai 5%. Menurut data dari World Bank suatu negara yang terlibat dari perdagangan bebas pertumbuhan ekonominya akan melibihi 5% per tahun, sementara bagi negara-negara miskin yang mengikuti perdagangan bebas pertumbuhan ekonominya hanya mencapai 1%. Disamping data-data tersebut, hal jelasnya adalah jutaan orang di dunia masih hidup dibawah garis kemiskinan akibat dari perjanjian dagangan yang tidak adil ini.[2] Seiring dengan banyaknya perdebatan mengenai free trade terutama antara negara maju sebagai pihak yang di anggap merugikan negara berkembang dengan penekanan di bidang perekonomian yang menyengsarakan. Maka dari perdebatan itu lahirnya suatu jalan agar kedua pihak merasakan keadilan dari suatu perdagangan internasional melalui fair trade. BAB II TINJAUAN TEORITIS Definisi Perdagangan Internasional Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Pendudukan yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.[3] Menurut Amir, M.S. seorang pengamat ekonomi, bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan Internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain

disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan internasional, misalnya dengan adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum perdagangan.[4] Definisi Fair Trade (Perdagangan Adil) Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.[5] Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaanperusahaan yang berada di negara yang berbeda.[6] Definisi Free Trade (Perdagangan Bebas) Fair Trade adalah perdagangan yang berdasarkan pada dialog, keterbukaan dan saling menghormati, yang bertujuan menciptakan keadilan, serta pembangunan berkesinambungan. Melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak pada hak-hak kelompok produsen yang terpinggirkan, terutama di negara-negara miskin akibat praktek kebijakan perdagangan internasional.[7] BAB III PEMBAHASAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL : FAIR TRADE VERSUS FREE TRADE A. Free Trade (Perdagangan bebas) 1. Pengertian Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. Penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaanperusahaan yang berada di negara yang berbeda. Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan

kebijakan dari merkantilisme telah berkembang di Eropa di tahun 1500. proteksionisme. mempromosikan model kemitraan dalam perdagangan yang adil. 2. pendidikan konsumen dan melakukan advokasi . membuat pertentangan merkantilis/perdagangan bebas menjadi pertanyaan paling penting dalam ekonomi untuk beberapa abad. B. Sejarah Sejarah dari perdagangan bebas internasional adalah sejarah perdagangan internasional memfokuskan dalam pengembangan dari pasar terbuka. Pada periode yang sama. Pengertian Fair Trade adalah perdagangan yang berdasarkan pada dialog. contohnya. Kemakmuran besar dari Belanda setelah menjatuhkan kekaisaran Spanyol. Fair trade bertujuan untuk perbaikan penghidupan produsen melalui hubungan dagang yang sejajar. yang bertujuan menciptakan keadilan. Berdasarkan hal ini. dan mendeklarasikan perdagangan bebas dan kebebasan berpikir. sepanjang lima abad yang lalu. terutama di negara-negara miskin akibat praktek kebijakan perdagangan internasional. tapi juga Bengal dan Tiongkok. Kebijakan perdagangan bebas telah berjibaku dengan merkantilisme. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaanperusahaan besar. Teori ini berkembang dalam rasa moderennya dari kebudayaan komersil di Inggris. mempromosikan peluang usaha dan kesempatan bagi produsen lemah atau termarjinalisir meningkatkan kesadaran konsumen melalui kampanye fair trade. dan lebih luas lagi Eropa. Melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak pada hak-hak kelompok produsen yang terpinggirkan. Sebelum kemunculan perdagangan bebas. komunisme dan kebijakan lainnya sepanjang abad. melindungi HAM. Fair Trade (Perdagangan Adil) 1. Ekonom yang menganjurkan perdagangan bebas percaya kalau itu merupakan alasan kenapa beberapa kebudayaan secara ekonomis makmur. Adam Smith. Ekonom awal yang menolak merkantilisme adalah David Ricardo dan Adam Smith. dan keberlanjutan hal tersebut hari ini. Yunani. secara teoritis rasionalisasi sebagai kebijakan dari perdagangan bebas akan menjadi menguntungkan ke negara berkembang sepanjang waktu. Diketahui bahwa bermacam kebudayaan yang makmur sepanjang sejarah yang bertransaksi dalam perdagangan. menunjukkan kepada peningkatan perdagangan sebagai alasan berkembangnya kultur tidak hanya di Mediterania seperti Mesir. keterbukaan dan saling menghormati.bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. serta pembangunan berkesinambungan. Perdagangan barang-barang organik dengan label fair trade sering disebut sebagai fair and green trade. pasar produk organik juga mengalami pertumbuhan yang stabil. isolasionisme. dan Roma. mengkampanyekan perubahan dalam perdagangan konvensional yang tidak adil.

Nama yang diberikan adalah Max Havelaar. . khususnya yang berpihak kepada produsen kecil sehingga mereka dapat berpartisipasi di pasar. Perintisnya adalah kelompok keagamaan dan LSM.1 milyar euro. Menurut sejarahnya. Tak hanya sebagai donasi. transparansi dan respek dari kedua belah pihak. Ini menjadi semacam jaminan dan transparansi lebih bagi konsumen bahwa produsen skala kecil mendapatkan harga yang adil. Di sinilah kemudian muncul konsep fair trade yang berusaha untuk mengupayakan sebuah kemitraan perdagangan yang didasarkan pada dialog. Sejarah Bibit-bibit gerakan fair trade lahir di dunia barat akhir tahun ¶40-an. dibuka hubungan langsung antara pengolah kopi dan pengecer di Belanda dengan koperasi petani kopi di Meksiko. Inisiatif ini terus berkembang. Jenis produknya pun makin beragam. sejumlah petani kopi skala kecil di Meksiko yang sangat bergantung pada pihak lain (pengumpul. Saat itu. Sementara itu. gerakan ini dipandang sebagai donasi dunia barat bagi penduduk miskin negara berkembang. bahkan konsep dasarnya mengalami pergeseran. hal yang sama pun juga dirasakan oleh produsen. Meski permintaan untuk produk-produk berlabel fair trade lebih banyak tumbuh di dunia barat. Ten Thousand Villages dan SERRV International adalah dua LSM yang memulai pengembangan rantai perdagangan fair trade di negara berkembang. dan pengolah) dalam rantai perdagangan kopi mengembangkan label/sertifikasi fair trade untuk kopi mereka. Sejak pertengahan µ80-an. gerakan fair trade telah berkembang secara signifikan di dunia barat yang menjadi pasar utamanya. Kini selain sebagai sebuah gerakan. pedagang. Produknya²anyaman dan rajutan²dijual di gereja atau bazar di Amerika. Sekitar tahun ¶70-an. produk-produk berlabel fair trade tak hanya dijual di toko khusus tetapi mulai juga dipajang di rak supermarket. Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 30 persen lebih selama tahun 2004. konsep fair trade ini pun semakin berkembang pula (merujuk pada definisi dan prinsip-prinsip yang ada dari The International Fair Trade Association ± IFAT ). saat ini kita bisa melihat bahwa pada pasar lokal di seluruh dunia sudah mulai ada upaya menciptakan perdagangan yang lebih adil bagi produsen. mereka ingin memperbaikinya dengan memberi harga lebih adil. sertifikasi memperbesar akses mereka terhadap pasar ekspor. Dalam percobaan awal ini. 2. Dari sisi produsen. Seiring dengan berjalannya putaran waktu. Tahun 2005. ketika sebagian kecil masyarakat dunia barat menilai telah terjadi eksploitasi harga dalam perdagangan antara negara mereka dan negara dunia ketiga.bagi terciptanya kondisi yang lebih baik. terutama produsen yang skala usahanya masih kecil. konsumen merasa bahwa produsen harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi terhadap suatu produk dari yang seharusnya. penjualan produk fair trade di tingkat global mencapai 1. Gerakan dilandasi semangat solidaritas dunia barat terhadap negara dunia ketiga. fair trade adalah sebuah gerakan sosial yang muncul akibat adanya ketidakadilan antara produsen dan konsumen. Saat ini. Seringkali terjadi. fair trade populer sebagai label/sertifikat yang disematkan pada produk yang dijual.

Meningkatkan keahlian produsen 4. konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (misal: pemeliharaan tanaman. tidak diskriminatif terhadap perempuan yang selama ini menjadi warga kelas dua dan korban langsung atas perdagangan yang tidak adil. juga melindungi lingkungan dari kerusakan karena minimnya penggunaan bahan-bahan kimiawi. transparansi dan respek yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) di dalam perdagangan internasional. Organisasi payung gerakan fair trade sedunia ini bermain di advokasi kebijakan internasional. fair trade terwujud dalam bentuk organisasi International Federation of Alternative Trade (IFAT). Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen. Perdagangan barang-barang organik dengan label fair trade sering disebut sebagai fair and green trade. Diperlukan sebuah kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog. Asosiasi Internasional Perdagangan yang Adil menyebut sembilan syarat agar sebuah perdagangan dapat disebut adil. Dalam halaman situs International Fair Trade Association. Fair trade membantu produsen kecil untuk memperoleh kehidupan yang layak melalui peningkatan pendapatan. IFAT selalu muncul. melindungi hak produsen kecil atas akses ke pasar. Membuka peluang bagi produsen dari kalangan ekonomi lemah 2. Pada pertemuan tahunan World Trade Organisation (WTO). dsb) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. Mexico hingga di Hongkong tahun lalu mereka hadir sebagai suara alternatif untuk mewujudkan perdagangan yang lebih adil.Pada periode yang sama. Fair trade memberikan sumbangan bagi pembangunan yang berkelanjutan dengan menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik dan melindungi hak dari produser dan buruh yang terpinggirkan. Mendorong terbentuknya perdagangan yang adil dan merata 5. 1. Transparan dan dapat dipertanggungjawabkan 3. pasar produk organik juga mengalami pertumbuhan yang stabil. mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. Prinsip-Prinsip Fair Trade Fair trade sebagai sebuah alternatif menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik bagi produsen kecil dan melindungi hak mereka yang selama ini terpinggirkan. terutama di Selatan. Sebagai gerakan. menjemur padi. Pembayaran dengan harga yang pantas melalui dialog dan prinsip partisipasi dengan perkembangan pasar sesuai . Sejak di Cancun. Dengan mekanisme fair trade. menyalurkan aspirasi & pendapat mereka. mengusir burung. 3.

sedangkan pada sisi yang lain negara-negara maju masih menerapkan kebijakan proteksi bagi produk yang akan masuk ke dalam pasar domestik. Dengan kata lain hubungan perdagangan antara negara kaya dengan negara berkembang hanya menjadi sarana pelegalan eksploitasi baru setelah cara-cara kolonialisasi tidak lagi dipandang cukup beradab. Selain itu ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang semakin besar dimana saat ini hanya 20% populasi dunia menikmati income yang jumlahnya 60 kali lebih besar dari income orang-orang miskin. Mataram. penguatan organisasi produsen. komunikasi dan keadilan gender. Bali. Malang. Tidak melibatkan pekerja anak 9.[8] Di tengah kondisi perdagangan yang semakin lama semakin tidak adil tersebut dan telah menyebabkan ketimpangan yang semakin besar antara negara kaya dan negara berkembang. Surakarta. Standar ganda free trade memaksa negara-negara berkembang untuk meliberalisasi perdagangan mereka. prinsip dan nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk rantai distribusi yang lebih pendek. Fair Trade Vs Free Trade Fair Trade muncul sebagai alternatif dari bentuk perdagangan bebas (free trade) yang menurut banyak orang sangat tidak adil. Fair Trade muncul sebagai sebuah gerakan perdagangan alternatif yang berpihak kepada produsen miskin melalui penerapan prinsip keadilan. Dalam perkembangannya fair trade di Indonesia telah cukup membantu produsen-produsen miskin di berbagai wilayah seperti Yogyakarta.[9] Sejak menjadi sebuah gerakan pada tahun 1950 fair trade telah menyebar ke berbagai negara di kawasan Eropa. Konsekuensi penerapan standar ganda tersebut seperti dicatat oleh United Nations telah menyebabkan negara berkembang mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 100 juta dolar US. Di Indonesia sendiri gerakan fair trade muncul pada pertengahan tahun 1980-an. C. Tidak merusak lingkungan hidup dan memberikan dampak bagi pembangunan lokal. Kenyataan bahwa kemakmuran hanya dinikmati oleh sekelompok kecil warga bumi sementara kemiskinan akut yang massif diderita oleh sebagian besar warga lainnya adalah bukti akibat ketidakadilan free trade yang paling nyata. Perkembangan fair trade yang cukup positif tersebut menunjukkan bangkitnya kepedulian lebih banyak masyarakat terhadap orang-orang di sekeliling mereka yang selama ini pekerja . peningkatan keterlibatan dan peranan perempuan dalam perdagangan. transparansi. Aturan-aturan doubel standard atau standar ganda yang dipraktekkan negaranegara kaya dalam hubungan perdagangannya dengan negara-negara berkembang telah merubah hubungan perdagangan tersebut yang secara filosofis adalah hubungan partnership yang menguntungkan kedua belah pihak menjadi hubungan eksploitatif. Menghormati kesetaraan gender 7. Amerika. secara berkala mengurangi tingkat ketergantungan impor dan membudidayakan produk lokal.6. Bila ditelusuri akar permasalahannya terletak pada aturan-aturan free trade yang pada praktiknya sangat tidak adil. dan Asia dan Afrika. harga premium bagi produk yang dihasilkan. Membentuk situasi dan kondisi lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi dan masyarakat 8. Dalam prakteknya.

Kehadirannya kerap mengatas namakan pembangunan sehingga mendapat restu dari pemerintah. negara pun tak segan-segan dijungkir balikan. Free trade atau pasar bebas itu melulu memburu laba atau profit. Fair trade memberikan sumbangan bagi pembangunan yang berkelanjutan dengan menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik dan melindungi hak dari produser dan buruh yang terpinggirkan. waktu panen. sebagai ungkapan kekecewaan rakyat atas sumber daya alamnya dibabat habis oleh korporasi yang bergandeng mesra dengan pemerintah. Demi profit.[11] Sebaliknya. WTO (World Trade Organization). Terjadinya perusakan lingkungan dan pemiskinan rakyat/penduduk lokal.[10] Dengan mekanisme fair trade. kepentingan para korporasi tertuang jelas dalam kebijakan yang dikeluarkan melalui organisasi supra negara seperti : IMF (International Monetary Fund). terutama di Selatan. Bali. menjemur padi. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen. tidak peduli dengan hal-hal yang berbau kesejahteraan orang banyak. Karenanya jika terjadi konflik atau penolakan atas kebijakan yang dikeluarkan oleh organisasi tersebut. dan WB (World Bank).[12] Diperlukan sebuah kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog. seperti Papua. mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. Aceh. Perbedaannya adalah dari segi etika dan cara kerjanya atau Mode of Production. bila perlu menghalalkan segala cara. karena sudah menjadi perpanjangan tangan sang korporasi.bekerja keras menyediakan keperluan mereka namun tidak mendapatkan hak sesuai proporsi yang seharusnya mereka terima. produsen juga menghargai kepedulian dan kepercayaan yang diberikan oleh konsumen dengan selalu memberikan informasi sebenarnya mengenai produk mereka (kondisi.[13] Pada banyak kajian litelatur lebih banyak membicarakan tentang free trade ketimbang fair trade. Free trade dalam praktek menjelma dalam bentuk korporasi-korporasi raksasa atau investor dari negara-negara kaya/maju. pemerintah nasional menjadi tidak berkutik. transparansi dan respek yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) di dalam perdagangan internasional. Produsen juga melakukan pertemuan rutin untuk membahas dan mencari jalan keluar tentang masalah yang mereka hadapi. Kedua istilah tersebut memiliki persamaan yaitu menyangkut aktivitas jual-beli atau trading. maupun tokoh-tokoh masyarakat. kemudian terhembas dan yang lebih terhempas lagi adalah kaum perempuannya. dan sebagainya) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. Jika negara ikut meratifikasi itu berarti wajib hukumnya untuk mengikuti aturan main yang telah ditetapkan. khususnya yang berkaitan dengan pola perdagangan yang adil. Dampak free trade bisa dilihat di beberapa daerah yang kaya dengan sumber daya alam.[14] Dari sudur beroperasinya.[15] . konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (misal : pemeliharaan tanaman. Rakyat didepak. varietas) dan menjaga kualitas/kuantitas produknya. mengusir burung. Bahkan akibat yang lebih ekstrim lagi yaitu munculnya gerakan separatis memisahkan diri dari NKRI. dan masih banyak daerah lainnya di tanah air. Tak jarang para korporasi juga mempunyai saham dalam membidani kelahiran seorang untuk menjadi pemimpin nasional di suatu negara.

menyangkut persoalan anggota mewujudkan nyatakan prinsipprinsip fair trade seperti yang dilontarkan oleh IFAT. yang bertujuan untuk menciptakan keadilan . sangat diupayakan menghindari terjadinya eksploitasi baik terhadap sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Kegiatan organisasi lebih banyak difokuskan pada kegiatan advokasi kebijakan. advokasi konsumen melalui kampanye dan pembukaan akses pasar untuk anggota dan memonitoring kegiatan anggota dalam peenrapan prinsip-prinsip fair trade. Di bali bisa dilihat jelas praktek free trade dalam kaitan industri pariwisata seperti biro perjalanan. semua orang luar negeri. lebih mengacu pada norma-norma kemanusiaan.[18] Fair trade sebagai model bisnis. terdapat dua hal yang bisa dilihat. yakni : free trade sebagai gerakan dan fair trade sebagai model/kegiatan bisnis. kesetaraan perempuan atau gender. Jadi yang menjadi perhatian para pelaku fair trade adalah dalma kegiatan bisnis atau usaha. tidak memperkejakan tenaga kerja anak. pengunjung. Profit yang diperoleh bukan melulu untuk memenuhi hasrat atau memiliki melainkan di investasikan lagi ke dalam program yang mensejahterakan produsen dan masyarakat. Fair trade tidak hanya profit namun juga happiness and welfare oriented. Fair trade sebagai gerakan lebih banyak menyangkut soal keorganisasian. Dalam memproduksi barang. hubungan bisnis yang berkesinambungan dan ada unsur partnership saling membesarkan. WFTO bertugas merumuskan aturan main dan kriteria yang harus dipenuhi anggota maupun orang atau organisasi yang ingin bergabung dalam gerakan fair trade. Konsekuensinya semua sektor publik dikendalikan oleh kekuatan korporasi. pemandu wisata orang luar negeri. antara lain : dalam kegiatan bisnis harus ada unsur aktif memerangi kemiskinan.[17] Dari pengertian di atas. ketebukaan dan saling menghormati. pembangunan kesinambungan melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak hak-hak kelompok produsen dan pekerja yang terpinggirkan terutama di negara-negara Selatan yang diakibatkan oleh praktek dan kebijakan perdagangan internasional. dan kebajikan dalam berproduksi. Para fair trade dalam melakoni bisnis sangat menekankan aspek kreatifitas. serta chef-nya). gerakan fair trade tidak terbetas pada sektor kerajinan saja. Fair trade sebagai model bisnis bisa diterapkan di segala bidang usaha dimana saja dan kapan saja. keindahan produk untuk konsumen. menghormati lingkungan. Fair trade menjadi sikap yang dalam praktek bisnis atau profitnya sangat mempertimbangkan nilai-nilai etik kemasyarakatan.[16] Menyikapi keberadaan rejim pasar bebas. Fair trade adalah gerakan internasional yang berada di bawah organisasi payung yang dulu disebut IFAT (International Fair Trade Association). Yang jelas.Dari segi produk yang diperjualbelikan. pembayaran layak dan lencar. terutama kebiajakn perdagangan Internasional/World Trade Organization (WTO). Berikut definisi fair trade yang dikutip dari website IFAT : fair trade adalah model perdagangan yang berdasarkan pada dialog. restoran (dari bahan mentahan. rejim free trade tidak tanggung-tanggung untuk menjadikan sesuatu dijadikan komoditi dan masyarakat hanya dilihat sebagai konsumen. sejumlah kalangan telah mengambil inisiatif dengan membuat wacana alternatif yang dikenal dengan fair trade (perdagangan yang adil). peralatan. WFTO anggotanya terdari 300 organisasi di sekitar 80 negara. transportasi. yang segara berganti nama menjadi : World Fair Trade Organization (WFTO). beberapa butir dari prinsip itu yang penting untuk dijadikan pedoman dalam praktek fair trade. hotel.[19] .

keterbukaan dan saling menghormati. khususnya yang berkaitan dengan pola perdagangan yang adil. melindungi hak produsen kecil atas akses ke pasar. Faktor-faktor pembentuk harga jual tersebut kemudian diinformasikan secara terbuka kepada konsumen. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen. Produsen juga melakukan pertemuan rutin untuk membahas dan mencari jalan keluar tentang masalah yang mereka hadapi. waktu panen. produsen dan konsumen memiliki posisi yang sejajar. edukasi dan sosial. WTO diharapkan dapat membentuk suatu kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog. produsen juga menghargai kepedulian dan kepercayaan yang diberikan oleh konsumen dengan selalu memberikan informasi sebenarnya mengenai produk mereka (kondisi. terutama di negara-negara miskin akibat praktek kebijakan perdagangan internasional. Dengan mekanisme fair trade. kedua belah pihak juga mengedepankan asas transparansi. mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. menyalurkan aspirasi dan pendapat mereka. Selain itu. juga melindungi lingkungan dari kerusakan karena minimnya penggunaan bahan-bahan kimiawi. Sebaliknya. yang bertujuan menciptakan keadilan. maka konsumen pun akan bersedia membayar harga jual yang ditawarkan sebagai salah satu apresiasi mereka. termasuk aspek konservasi. Fair trade membantu produsen kecil untuk memperoleh kehidupan yang layak melalui peningkatan pendapatan. Hal ini dilakukan melalui informasi dan komunikasi.BAB IV KESIMPULAN Fair Trade adalah perdagangan yang berdasarkan pada dialog. Dan jika komunikasi ini dilakukan dengan benar. Dalam fair trade. Melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak pada hak-hak kelompok produsen yang terpinggirkan. didalam usaha pertanian padi) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. Produsen menghitung seluruh komponen biaya produksi. begitu juga mengenai proses produksinya. Fair trade sebagai sebuah alternatif menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik bagi produsen kecil dan melindungi hak mereka yang selama ini terpinggirkan. Sebagai contoh adalah dalam menentukan harga jual. konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (pemeliharaan tanaman. transparansi dan penghargaan yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) didalam perdagangan internasional. serta pembangunan berkesinambungan. mengusir burung. varietas) dan menjaga kualitas/kuantitas produknya. tidak diskriminatif terhadap perempuan yang selama ini menjadi warga kelas dua dan korban langsung atas perdagangan yang tidak adil. menjemur padi. DAFTAR PUSTAKA .

kian bertambah hingga mencapai 125 negara pada tahun 1994 termasuk ke dalamnya negara-negara maju.com/2009/03/30/apakah-memang-ada-perdagangan-bebas/ http://felixsharieff. GATT yang tadinya hanya melibatkan 23 negara industri. Negara-negara maju inilah yang mulai mendominasi di setiap pengambilan keputusan atau negosiasi dan negara-negara berkembang tidak dapat berbuat banyak. maka negara-negara miskin dapat ikut menikmati keuntungan. GATT kemudian digantikan dengan WTO dengan maksud untuk menyempurnakan mekanisme pengaturan aktifitas perdagangan internasional yang menyangkut sekurang-kurangnya tiga aspek . Para pengamat dari kubu Marxis tidak yakin bahwa peningkatan partisipasi negara-negara berkembang di dalam pasar internasional dapat meningkatkan kesejahteraan kaum marjinal. Liberalisasi perdagangan mutlak diperlukan. karena tidak saja dapat memperlancar perdagangan antar bangsa tetapi juga bersifat saling menguntungkan sehingga dapat memberikan keuntungan maksimal kepada para pelakunya. (hal 12) Namun hal tersebut sangat di ragukan. GATT pada prinsipnya merupakan forum perundingan yang dimaksudkan untuk meminimalisir hambatan-hambatan perdagangan (tarif maupun non-tarif) agar perdagangan dunia dapat menjadi ebih semarak.html http://gadisayu18.org/global_news/full_article.com/tag/ekonomi-politik-internasional/ Buku karangan Bob S. pengetahuan.html http://gbgm-umc.blogspot. Pakpahan dengan judul fair trade merupakan buku yang sarat akan pengetahuan mengenai situasi dan kondisi ekonomi yang sedang melanda dunia. Situasi semacam ini menimbulkan ketidak harmonisan antara kelompok eksklusif negara-negara maju berhadapan dengan negara mayoritas anggota yang terdiri dari negara-negara sedang berkembang.wordpress. Sebagai rejim yang mengemban prinsip liberalisasi perdagangan.wordpress. GATT/WTO berasumsi bahwa hanya melalui partisipasi di dalam perdagangan internasional. Dengan demikian dapat di mengerti jika tujuan untama GATT adalah untuk menciptakan kelancaran perdagangan antar bangsa dengan cara penurunan tarif impor secara gradual. dan sumberdaya manusia-seringkali dipaksa untuk berspesialisasi pada produk primer dengan nilai tambah yang rendah seperti produk pertanian dan bahan tambang.(hal 14) Di dalam buku fair trade di jelaskan pula mengenai sejarah awal terbentuknya GATT dan WTO sebagai organisasi yang mengendalikan perekonomian di dunia.http://whatbecomethegreaterme. (hal 30). pemberlakuan tarif yang di atur di dalam GATT. Persoalan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa ketika berpastisipasi di dalam perdagangan internasional negara miskin akibat keterbatasan modal. Seiring dengan perkembangan zaman.cfm?articleid=2081 http://cafe-ekonomi. teknologi. menurut GATT/WTO.com/2009/05/makalah-dampak-globalisasi-terhadap. Hadiwinata dan Aknold K.blogspot. Free trade (perdagangan bebas) adalah sebuah sistem ekonomi sebagai hasil dari globalisai yang terus di perjuangkannegara-negara maju du belahan bumi Utara melalui GATT (general agreements on trade and tariffs) dan kemudian WTO (world trade organisation). Permasalahan yang tidak bisa di pecahkan oleh GATT adalah masalah NTBs (non-tariff barries) di mana GATT hanya bisa menyerukan kepada para anggotanya untuk mengurangi bahkan menghilangkan sama sekali kebijakan-kebijakan NTBs-nya tanpa mampu memberikan sanksi yang jelas bagi mereka yang melanggar seruan tersebut. Peningkatan aktifitas industri di negara berkembang justru meningkatkaan proses eksploitasi terhadap kaum buruh di negara-negara tersebut. Pada mulanya GATT dibentuk untuk mengakomodasi kepentingan perlindungan industri di dalam negeri.com/2007/12/konsep-hukum-fair-trade.

Peningkatan kapasitas administratif terutama dalam hal penyelesaian konflik perdagangan antar negara. Bagi negara-negara yang berkonsentrasi pada sektor industri padat teknologi dan modal. Buku ini menyajikan sejumlah contoh-contoh bentuk perdagangan fair trade akan tetapi sebagian besar masih dalam konteks lokal belum ke dalam skala internasional. kerajinan dan terget dari kegiatan tersebut hanya pada kelompok petani/nelayan/pengrajin atau koperasi saja. merupakan salah satu pionir dari gagasan fair trade (perdagangan yang adil) sebagai alternatif dari free trade (perdagangan bebas) yang terus menerus di kampanyekan oleh negara-negara liberal. kesetaraan. Walaupun sangat kecil dibandingkan dengan jalur perdagangan konvensional. 2. OXFAM-Great Britain. akan tetapi kita tidak mungkin serta merta menarik diri dari sistem ini sebab pada dasarnya tidak ada satu pun negara yang dapat hidup secara autarkis (sanggup memenuhi segala kebutuhan rakyat secara mandiri). NGOs merupakan kelompok yang menentang dominasi kapitalisme global. beberapa pakar ekonomi internasional menyatakan ketidakyakinan mereka bahwa rejim ini mampu secara optimal memenuhi target yang gagal di capai oleh GATT. Sasaran yang ingin di capai adalah untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang di hadapi oleh organisasi tersebut yang selama kurang lebih 40 tahun menjalankan aktifitas fair trade. Pemberian wewenang yang lebih besar dalam proses negosiasi perdagangan di dalam berbagai forum ekonomi global. Sebaliknya. bentuk bahkan aplikasi-aplikasi dari fair trade yang telah terlaksana. Para pendukung perdagangan bebas sangat berkeyakinan bahwa semakin terbuka perekonomian sebuah negara. keuntungan jelas dapat di peroleh secara maksimal karena produk tersebut biasanya memberi kesempatan kepada produsennya untuk menjadi price setters (penentu harga pasar) karena ketergantungan masyarakat terhadap produk tersebut. Dapat disimpulkan bahwa perdagangan bebas tidak memberikan keuntungan bersama. sebuah NGO yang bermarkas di Oxford Inggris. sustainabilitas. (hal 37) Persoalan paling mendasar yang dihadapi oleh rejim perdagangan internasional seperti WTO adalah adanya penerapan standar ganda dan terdapat ketidaksesuaian antara kebijakan dengan tindakan dalam hal penerapan proteksi pelaku bisnis. pengurangan angka kemiskinan dan peningkatan pendapatan perkapita. keadilan. (hal 56) Dengan demikian solusi yang di tawarkan dalam konteks ini adalah menawarkan sebuah konsep perdagangan alternatif yang memberikan ruang bagi prinsip perlindungan hak azasi manusia. Buku ini juga berupaya untuk membuat semacam penealaahan ringkas mengenai kampanye fair trade yang dilakukan Oxfam Great Britain. jalur perdagangan kemanusiaan ini cukup memberikan harapan bahwa terlepas dari dominasi kapitalisme global yang berkembang melalui perdagangan lain yang membebaskan para pemodal kecil dari trade exploitation (penindasan perdagangan). semakin besar kesempatan bagi negara tersebut untuk memperoleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi. negara yang berkonsentrasi pada komodity primer keuntungan yang di peroleh sangat terbatas karena posisi mereka yang sebagai price takers bahkan seringkali harus menderita kerugian materi. maka kebijakan menutup diri akan mengakibatkan pelanggaran terhadap hal asasi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sesuai dengan kemampuannya. terutama apabila menyangkut 2 jenis komoditas yang berbeda dari segi nilai tambahnya. tenaga maupun waktu karena sifat produk yang tidak tahan lama dan ketergantungan yang tinggi pada perantara. Kecilnya volume perdagangan melalui jalur fair trade (jika di bandingkan dengan perdagangan konvensional barangkali berkaitan dengan terbatasnya lingkup aktifitas gerakan fair trade yang hanya membatasi pada pembelian komoditi primer. keterbukaan. aspek yang ditangani hanya menyangkut upaya untuk mengurangi trade exploitation. Fair Trade merupakan gagasan yang di kumandangkan oleh NGOs pada dekade tahun 1960. dan 3. Sikap yang terlalu melebih-lebihkan keunggulan perdagangan bebas barangkali melupakan fakta mengenai esensi dari hubungan perdagangan antar negara. Di samping itu. Walaupun WTO baru berjalan beberapa tahun. Buku ini membahas secara lengkap sejarah. toleransi dan demokrasi. Fair trade adalah sistem yang di tujukan .penting: 1. Peningkatan komitmen negara-negara anggota untuk mendukung beroperasinya sebuah rejim perdagangan internasional.

jika contoh-contoh fair trade sebatas di berikan dalam tatanan lingkungan lokal maka tentu hal tersebut tidak menampakkan kelebihan yang signikan akan sistem ini. Kondisi pertama yang menempatkan power sebagai tujuan. ada 5 unit analisis yang dapat dilihat sebagai unsurunsur yang mempengaruhi perumusan kebijakan luar negeri suatu negara. Kopiitudashat's Blog July 14. birokrasi. Pendekatan ini melihat kapasitas individu dalam membuat suatu keputusan dan megimplementasikannya untuk kepentingan entitas sebagai unsur utama dalam pembuatan kebijakan suatu negara. Coulombis dan Wolfe memandang kebijakan luar negeri. Umumnya . aktor individu tidak akan terlepas dari pengaruh ideosinkretis dan pemikiran rasional (rational choice).untuk masyarakat dunia. tujuan dan lain sebagainya. Dalam merumuskan suatu kebijakan. berarti kebijakan luar negeri digunakan sebagai instrumen. sebagai sintesis dari kepentingan nasional yang mengandalkan power dan kapabilitas suatu negara . bahwa kebijakan luar negeri adalah penggunaan pengaruh dalam hubungan internasional. budaya. yang kemudian menimbulkan suatu diskursus tentang unsur mana yang paling penting perumusan kebijakan luar negeri. kepercayaan. khususnya power sebagai relationship. bahwa keadilan dalam berdagang dapat di capai dengan cara merubah sistem yang ada. Penggunaan power sebagai instrumen ini. Unit analisis ini menurut Rosenau meliputi individu. regional maupun internasional. kebijakan luar negeri dan power dapat dilihat dalam 2 kondisi. Peranan individu dalam proses pembuatan keputusan adalah berdasarkan pendekatan agency. Fair trade adalah sistem perekonomian yang sarat akan pesan moral dan tujuan yang mulia untuk memasukkan berbagai prinsip kemanusiaan yang telah dirumuskan dan disepakati dalam berbagai konvensi internasional. sistem nasional. Seperti yang dijelaskan dalam comparative study of foreign policy. atau yang dapat disebut sebagai politik luar negeri. Kondisi kedua menempatkan power sebagai alat yang digunakan bersama dengan kebijakan luar negeri untuk mencapai kepentingan nasional. Pengaruh ideosinkretis ini termasuk di dalamnya ideologi. nasional. dan sistem global. Hubungan antara kebijakan luar negeri. kelompok. diperlukan karena kebijakan luar negeri tak lain adalah usaha untuk mempengaruhi. 2009 Kebijakan Luar Negeri dalam Kaitannya dengan Pengambilan Keputusan Suatu Negara Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:16 am Kebijakan luar negeri (foreign policy) adalah elemen yang sangat penting dalam upaya pencapaian kepentingan nasional suatu negara. ke dalam aktifitas perdagangan pada lingkup lokal. Karena itulah kebijakan ini lebih penting daripada kebijakan lain karena mengandung kepentingan nasional yang merupakan tujuan utama yang harus dicapai suatu negara-bangsa yang berdaulat. Dalam perumusan kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri dibentuk dengan dasar kepentingan nasional untuk mendapatkan power yang lebih tinggi. power dan kepentingan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut: Dari bagan di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara kepentingan nasional. yaitu siapa yang mempunyai apa untuk siapa dan bagaimana . dan dapat pula di lakukan dengan menekankan aspek hukum untuk menertibkan sistem perekonomian yang ada.

sistem nasional dan sistem global tidak akan pernah bisa dikesampingkan.yang dianut Korea Utara akan membentuk perilaku luar negerinya dengan kebijakan menutup diri dari pasar global. keputusan AS dan Soviet untuk menempatkan rudal bukan berdasarkan keputusan Reagan ataupun Nikita Kruschev. Lingkungan eksternal yang dimaksud adalah struktur hubungan antar negara-negara besar. Yang belum ditambahkan di sini adalah pentingnya peran rezim internasional dalam kebijakan luar negeri suatu negara. Kelompok yang dimaksud di sini bisa merupakan kelompok kepentingan. kelompok. dan kepentingan yang keseluruhan sistem ini akan berinteraksi membentuk sistem ekonomi. tetapi lebih merupakan manifestasi kepentingan kelompok. birokrasi. dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan keputusan untuk menghasilkan kebijakan luar negeri suatu negara. peran individu. Jadi.negara yang kebijakannya ditentukan oleh keputusan individu adalah negara otoriter. Kebijakan luar negeri sebagai instrumen untuk mewujudkan kepentingan nasional juga sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur internal negara. pola-pola aliansi yang terbentuk serta faktor situasional seperti isu dan krisis. misalnya badan intelijen (salah). 2005.1997. Referensi Anonim. Dalam pendekatan birokratis.Interaksi dan perilaku. Bandung: PT Rosda Karya hal 51-52. Ketika kepentingannya tidak diakomodasi oleh pemerintah. think tank dan lain sebagainya. keputusan tidak dilihat sebagai produk rasionalitas individu tetapi lebih merupakan produk dari berbagai penyesuaian dan kompromi . penyandang dana. menyampaikan opini publik untuk diperjuangkan dalam bentuk kebijakan.Ilmu Hubungan Internasional:Sistem.Actors:The Responsible Decision-makers Perwita. dan sistem sosial-budaya. namun lebih merupakan produk birokrasi secara keseluruhan. Pendekatan birokratis pertama kali dipopulerkan oleh Allison berdasarkan studinya tentang krisis Kuba. Sistem-sistem inilah yang secara komprehensif tercakup dalam sistem nasional. Jadi. Banyu. Pendekatan sistemik global menekankan pentingnya peranan lingkungan eksternal negara terhadap pengambilan keputusan kebijakan luar negerinya . kompromi dan adjustment.PT Raja Grafindo Persada . sistem politik. Dalam krisis Kuba. kelompok penekan. atau sosialis dengan keadaan minim demokrasi. kelompok kepentingan ini bisa metransform dirinya menjadi kelompok penekan. Kelompok kepentingan. Pendekatan kelompok melihat bahwa keputusan final suatu kebijakan bukan hanya ditentukan oleh kepentingan dan keinginan individu. yang dalam usahanya dibantu oleh media. ideologi. identitas nasional. Misalnya American Comitee for Israel akan selalu mendorong AS untuk mengeluarkan kenijakan yang menguntungkan Israel. Misalnya Indonesia yang tergabung dalam rezim pangan akan selalu merumuskan kebijakan luar negeri untuk mengatasi permasalahan pangannya berdasarkan prinsip dan norma yang dijunjung oleh Food and Agricultural Organization (FAO). ataupun kelompok lain yang mempunyai posisi strategis dan kepentingan tertentu di pemerintahan. Soeprapto. Misalnya. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. ideologi juche-atau self reliance. Misalnya Kim Il Sung dan Kim Jong Il yang menjadikan karakter individunya sebagai manifestasi karakter nasional Korea Utara. seperti power. kebijakan luar negeri merupakan proses politik yang meliputi bargaining. segala sesuatu yang menyangkut masalah negara adalah hasil keputusan kepala negara yang tidak dapat diganggu gugat.

deterrence dapat diartikan sebagai serangkaian persuasi yang dilakukan oleh pihak pertama kepada pihak kedua untuk agar pihak pertama melakukan keinginan pihak kedua . Selain untuk membendung serangan Soviet ke AS sendiri. Proxy War menjadi salah satu strategi Perang Dingin dimana kedua belah pihak menggunakan pihak ketiga sebagai wilayah pertempuran. Taktik ini juga dikenal sebagai countervalue targeting strategy sebab pola ini mencoba mengarahkan senjata- . Teori ini didahului oleh kebijakan containment yang merupakan reaksi dari ekspansi Soviet. Definisi ini dirangkum oleh Glenn Synder dengan kebijakan stick and carrot yang selama ini dipraktekkan oleh AS. AS berusaha meningkatkan senjata yang dimiliki karena percaya hal ini dapat menghindarkan keinginan dan kemampuan lawan untuk menyerang AS. AS sebagai pemenang Perang Dingin sekaligus negara yang pertama kali menggunakan nuklir menggunakan kemampuan militernya untuk memaksa negara lain mengikuti kepentingan AS melalui penyebaran teror. Balance of Power yang diciptakan oleh Perang Dingin bergeser menjadi Balance of Terror yang didukung oleh perlombaan senjata. Strategi ini dilakukan dengan mengembangkan nuklir yang dirasa lebih efisien. Perlombaan senjata inilah yang merupakan strategi deterrence yang digunakan kedua negara. 1945-1949 Periode ini diwarnai oleh pengeboman Nagasaki-Hiroshima. karena selain lebih memberikan efek teror.Leave a Comment Deterrence dan Compellence sebagai Strategic of Military Defence Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:14 am Berakhirnya Perang Dunia II memunculkan periode Perang Dingin yang diwarnai oleh virtual war dan proxy war. Menurut Alexander L George dan Richard Smoke. deterrence sendiri terbagi ke dalam beberapa periode: 1. 2. Kehancuran yang dialami Jepang membuka mata para negarawan bahwa ketika senjata pemusnah massal diciptakan secara besar-besaran dan negara-negara mulai berlomba-lomba untuk memiliki senjata ini. Dalam pelaksanaannya. Efek teror ini memicu kedua negara superpower ± AS dan Soviet ± untuk sama-sama mengembangkan nuklir. Strategi yang digunakan dalam Perang Vietnam dan Perang Korea ini dirasa cukup mahal secara ekonomis sehingga kemudian diperlukan strategi lain yang cukup efisien. nuklir juga digunakan untuk membendung pengaruh Soviet ke negara aliansi. oleh karena itu belum ada strategi teori deterrence yang sistematis. kehancuran yang ditimbulkan baru terbaca. dengan pemberian sanksi positif berupa hadiah jika pihak kedua menaati larangan pihak pertama dan pemberian sanksi negatif berupa hukuman jika pihak kedua berlaku sebaliknya. Pihak yang satu mencegah pihak yang lain melakukan suatu aksi melalui ancaman baik implisit maupun eksplisit. Keadaan damai ini diperlukan agar teror yang dilancarkan dapat mencapai sasaran. maka perang total (total war) harus dihindarkan karena akibat dekstruktif yang dihasilkan. bagian kecil nuklir juga lebih efisien daripada sejumlah besar senjata konvensional . Terminologi µdeterrence¶ pertama kali dikemukakan oleh Bernard Brodic yang menganalisis konstelasi internasional pasca pengeboman Nagasaki-Hiroshima . Deterrence hanya dapat dilakukan dalam keadaan damai walaupun damai yang dimakudkan adalah damai yang semu. Awal 1950an Peride ini ditandai oleh pemerintahan Eisenhower pada 1950an yang menjadikan massive retaliation sebagai pola strategi utama.

yang menitikberatkan pencapaian kemenangan tanpa perang. Contending Theories of International Relations: A Comprehensive Study (4th edition). Keadaan ini tidak terlepas dari strategi military defence yang menggunakan pertahanan melalui strategi deterrence dan compellence yang menggunakan elemen militer maupun non militer. Ketika AS memaksa Iran menghentikan proyek proliferasi nuklirnya. Referensi: Dougherty. maka terjadi suatu keambiguitasan. Jika deterrence digunakan untuk menekan behavior maka compellance bertujuan untuk memicu behavior walaupun keduanya biasanya digunakan secara bersamaan karena ketika aktor ingin menghindari keadaan tertentu maka ia akan memaksa aktor lain melakukan sesuatu untuk menghindari undesirable behavior itu. AS dapat menjamin kemenangannya tanpa harus mengadu kekuatan militernya secara kontak langsung.New York : Longman The Origins and Age of Deterrence. Jika tak bisa dicapai. Walaupun bisa dibilang bahwa dua kemenangan ini tidak dapat diraih karena ketidakmungkinan penggunaan nuklir untuk menghancurkan kekuatan lawan. Strategi ini memiliki beberapa tujuan diantaranya untuk memproteksi serangan ± baik yang dilakukan dengan senjata nuklir maupun senjata konvensional. Dari gambaran di atas. AS akan memanfaatkan alasan perdamaian dunia untuk men-deterrence Iran. Dengan teror yang ditimbulkan oleh nuklir. Karena dapat digunakan secara bersamaan.senjata AS kepada obyek-obyek yang dianggap vital oleh Soviet. Ward. Keambiguitasan ini semakin terasa ketika dalam satu kasus dapat dipandang sebagai deterrence dan compellence sekaligus tergantung perspektif yang memandang. Antara melarang dengan memaksa pihak kedua menerima sanksi positif yang diberikan pihak pertama. Menggunakan strategi kebijakan stick and carrot walaupun lalu yang lebih banyak digunakan adalah sanksi negatif.. Compellence.1996.sagepublications.com Wilson. Robert. Strategi pertahanan AS ini dapat dijelaskan dari teori strategi militer klasik ± Sun Tzu. Strategi lainnya adalah counterforce targeting strategy dimana senjata-senjata AS diarahkan kepada pangkalan militer dan pusat-pusat kekuatan militer Soviet. dapat disimpulkan bahwa keadaan yang memungkinkan terjadinya deterrence adalah keadaan dimana ada ketersediaan teknologi yang memungkinkan pengembangan senjata yang efektif untuk menakuti-nakuti lawan. Pola deterrence yang paling sering ditemui adalah dengan pemberian punishment tertentu untuk negara yang memberlakukan perilaku yang tidak diinginkan itu (undesirable behavior). pertama kali digunakan oleh Schelling untuk menyebut deterrence yang digunakan untuk memicu (induce) aktor lain untuk melakukan suatu aksi (behavior) . Sifatnya preventif dan dinamis. maka kemenangan ini dapat dicapai dengan menghancurkan kekuatan militer lawan maupun kemenangan paling buruk dengan menghancurkan kota dan rakyat sipil di dalamnya. hal ini merupakan suatu compellence. Tujuan awal deterrence adalah sebagai strategi pertahanan (strategy of defense) untuk menghindari perilaku atau tindakan yang tidak dinginkan dari negara lain.pdf dalam http://www. biasanya menggunakan sanksi ekonomi. Bagi Iran. James and Manzginrtioz.pdf Leave a Comment .The Myth of Nuclear Deterrence.

Dimensi terakhir adalah means sebagai alat untuk menjalankan power itu sendiri. Tiap negara akan selalu menggunakan power yang dimiliki untuk meningkatkan power yang dimiliki guna mencapai kepentingannya. power adalah bagaimana mempengaruhi pihak lain untuk melakukan apa yang kita inginkan sekalipun dia tidak ingin melakukannya . Pandangan lain kemudian memposisikan power sebagai relationship dimana power lebih dilihat sebagai hubungan potensial yang dapat meningkatkan power di masa yang akan datang (potential power) .Maria EM 070710023 THI 4 Power dan Pengembangannya dalam Teori Perimbangan Kekuatan dan Stabilitas Hegemoni Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:13 am Power menjadi konsep utama kaum realis dalam menyikapi hubungan internasional. yaitu dengan cara memberi insentif pada keluarga yang bersedia memiliki lebih dari 1 anak. Power ini sendiri tidak mempunyai definisi yang statis. maka negara tersebut akan saling menilai power masing-masing. maka Singapura dapat mempergunakan power di bidang ekonomi untuk menstimulus pertumbuhan penduduknya. Dimensi kedua adalah domain yang menggambarkan seberapa besar aktor yang dipengaruhi. Dalam konteks ini. ideologi lalu hard power yang mempergunakan kekuatan ekonomi dan politik dan sebagainya. Pendekatan power sebagai resources menganggap power sebagai milik negara(actual power) . apakah Cina yang dapat dengan mudah mempengaruhi kebijakan Vietnam yang notabene memiliki kesamaan ideologi. Bisa berupa simbolis seperti propaganda melawan perbudakan ataupun power yang lebih mudah terlihat seperti kekuatan ekonomi. jumlah penduduk dan bahan tambang yang besar kemudian dikatakan bahwa negara ini dapat digolongkan sebagai negara dengan power yang besar. . Dimensi ketiga disebut weight yang merupakan kalkulasi seberapa besar kemungkinan B dapat dipengaruhi oleh A. militer dan diplomasi . sehingga jika suatu negara mempunyai sumber daya yang besar seperti wilayah teritorial. Pandangan ini lebih relevan dalam pertimbangan interaksi antar negara karena ketika negara memutuskan untuk mengadakan hubungan dengan negara lain. Menurut Robert Dahl. Bagaimana cara kedua negara tersebut saling mempengaruhi adalah dengan memanfaatkan bentuk-bentuk power seperti soft power yang mendoktrinasi pemikiran melalui budaya. Semakin kecil biaya A dan semakin besar biaya B maka power A semakin besar. Pengaruh satu negara terhadap satu isu dapat berbeda dengan isu lain. Suatu negara mungkin memiliki power yang besar di satu region tetapi tidak dapat menguasai region yang lain. Power bukan konsep yang dapat diukur dengan mudah ±bersifat intangible ± karena power bersifat multidimensi. Power ekonomi di sini berfungsi sebagai alat dan power demografi sebagai tujuan yang keseluruhan tujuannya untuk meraih posisi teratas di konstelasi global. Misalnya power Jepang terhadap Indonesia dalam bidang ekonomi lebih terasa daripada power Jepang ke Indonesia dalam bidang militer. Jadi dapat dikatakan bahwa power dapat digunakan sebagai alat maupun sebagai tujuan. Pandangan ini dirasa tidak relevan mengingat Indonesia yang memiliki kekayaan resources ditambah dengan letak geopolitik yang strategis ternyata tidak dapat membawa Indonesia menjadi superpower dunia. Power sendiri dapat diposisikan sebagai resources maupun sebagai relationship. Dimensi keempat adalah costs. Misalnya ketika pemerintah Singapura merasa mengalami kekurangan jumlah penduduk yang dikhawatirkan dapat memperbesar chance negara lain untuk menyerang Singapura. power adalah bagaimana aktor A dapat mempengaruhi perilaku aktor B. Dimensi pertama adalah scope yang mengidentifikasi aspek yang terlibat dalam area isu. tentang seberapa besar biaya A untuk menguasai B dan seberapa besar biaya B untuk melakukan kepentingan A.

pembangunan daerah penyangga. Pertama kali digunakan oleh Thucydides untuk menggambarkan Perang Peloponesian. diperlukan dalam perekonomian pasar dunia yang liberal karena tanpa hegemoni aturan liberal tidak dapat dilaksanakan. Pertama. perlombaan senjata serta perang. Perdamaian ini dapat dijelaskan melalui beberapa alasan. sejarah hukum universal dan sistem yang mengarahkan pembuat kebijakan . maka power akan terkonsentrasi pada satu kutub dan memunculkan aktor dominan yang menguasai dunia dengan kekuatan ekonomi dan militer. power politics secara umum.Jika realis melihat power sebagai perhatian utama yang akan diperjuangkan oleh tiap negara maka kaum transnasionalis melihat power akan selalu terlibat dalam perubahan. area pengaruh. Kedua. perlucutan senjata. Ketika struktur dunia dimaknai sebagai struktur unipolar. Namun idealisme perimbangan kekuatan ini tidak memiliki definisi maupun indikator yang jelas. Saya pribadi juga melihat ketidakjelasan konsep BoP. serta menjamin perdamaian abadi . proses penyeimbangan.Ketika tiap negara akan berusaha mengejar power (struggle of power) seperti pemikiran realis di atas. menyiapkan sistem dan pendukung sistem itu sendiri. tentang seberapa seimbangkah keseimbangan yang dimaksud. intervensi. Gentz dan Castlereagh untuk menyelenggarakan hegemoni dunia. atau keadaan seperti apakah yang dapat dikatakan seimbang. maka sistem unipolar dapat dijelaskan dengan Teori Kestabilan Hegemoni (hegemonic stability). Arti power menjadi lebih persuasif dan tingkat kekerasan nya lebih berkurang . Ketika kekuatan dunia terbagi ke dalam 2 kutub yang berimbang. stabilitas dan damai. Jika BoP menggambarkan struktur power yang bipolar. Karena kepentingan nasional suatu bangsa dapat menjadi ancaman bagi negara lain maka BoP yang secara teori menghindari perang ternyata malah menyebabkan perang itu sendiri. Ambiguitas yang muncul lebih kepada hakikat negara yang akan selalu mencari power untuk menjadi penguasa tunggal dan bukan untuk keseimbangan sistem. Hegemoni atau yang dipahami sebagai dominasi kekuatan militer dan atau politik. Ketiga. menjamin stabilitas dan keamanan bersama. aliansi. diplomasi. maka interaksi power akan membentuk tatanan kekuatan dunia dengan kutub-kutubnya. penyelesaian konflik secara legal. Hegemon ini akan membawa dunia internasional menuju kestabilan. hegemoni dan upaya mencari hegemoni. lebih mudah menjalankan penangkalan karena jumlah negara berkekuatan besar yang terlibat lebih kecil. bantuan restrukturasi pasca perang. Sistem bipolar ini menurut Waltz yang neorealis lebih stabil dan karenanya menjamin perdamaian dan keamanan yang lebih baik dibanding dengan sistem multipolar . terjadilah yang disebut Balance of Power (BoP). Perimbangan kekuatan kedua negara superpower akan memelihara sistem yang ada karena dengan memelihara sistem mereka dapat memelihara diri sendiri. Kekuatan dominan tidak hanya memanipulasi hubungan ekonomi internasional tetapi juga menciptakan suatu perekonomian dunia yang terbuka berdasarkan perdagangan bebas dimana manfaatnya tidak hanya akan dirasakan bagi negara hegemon tetapi juga semua negara yang berpartisipasi. Tujuan ini kemudian dimanifestasikan ke dalam cara-cara yang mendapat sorotan karena menjalankan politik tidak etis seperti adu domba. minimalisir miskalkulasi untuk melakukan aksi. Kritik yang muncul kemudian menyerang tujuan BoP sendiri yang menurut Bolingbroke. Ketidakjelasan ini oleh Ernest Haas digambarkan dalam 8 arti berbeda tentang BoP yaitu distribusi kekuasaan. Teori hegemonic stability berakar pada pemikiran merkantilis tentang politik yang memimpin ekonomi walaupun tidak sepenuhnya menganut nilai-nilai merkantilis karena nilai-nilai liberal tetap menjadi poin penting. jumlah konflik negara-negara berkekuatan besar lebih sedikit dan hal itu mengurangi kemungkinan perang negara-negara berkekuatan besar. Hal ini berarti jika ekonomi dunia adalah liberal maka dalam ekonomi dunia harus .

Efek inilah yang berusaha dihilangkan oleh hegemon. 1999. Ketika AS dengan hegemonnya membangun Bretton Wood Systems. diperlukan adanya satu aktor yang muncul dengan kekuatan dominan untuk menjamin segalanya berlangsung lancar.Inc.Convay. yang dulunya kekuasaan dipegang oleh pemilik tanah. yaitu keadaan dimana satu pihak akan diuntungkan dan pihak lain dirugikan oleh usaha-usaha untuk akumulasi modal.pp.R.Handbook of International Relations. saham dan sebagainya.1998.Baldwin . McGrawHill Companies. barang-barang yang dipertukarkan adalah benda bebas dimana suatu benda itu akan memberikan manfaat bagi semua orang dan bukan untuk orang tertentu. Sorensen.Contending Theories of International Relations. Dalam hegemon diperlukan adanya kekuatan yang bersedia mengambil alih dan mengatur roda perekonomian dunia untuk menjaga stabilitas perekonomian itu sendiri.Robert. Referensi: D. Introduction to International Relations.J.E and Pfaltzgraff. New York: Oxford University Press Leave a Comment Strukturalisme dalam Kerangka Marxisme Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:11 am Revolusi Perancis dan Revolusi Industri yang terjadi di Eropa telah mengubah sistem feodalisme ekonomi. misalnya valas. Dalam ketergantungan proletar oleh kaum borjuis.Theoretical Approaches to International Relations.177-189 Dougherty.Power and International Relations. Dalam teori ini. Keadaan ini membuat kaum buruh yang tidak memiliki alat-alat produksi menjadi tergantung dengan kaum pemilik modal.A.pp. Dalam menjalankan hegemoni. Kekuatan ini diwujudkan dalam bentuk institusi yang menjadi fokus neoliberalis.. Dalam tulisannya.W. upah yang didapatkan buruh jauh lebih kecil dari apa yang seharusnya didapatkannya.ada kekuatan hegemon. Dalam kapitalisme terjadi apa yang dinamakan dengan ketidaksederajatan sosial (social inequalities).L. . selisih antara upah buruh yang seharusnya dan yang didapat inilah yang merupakan keuntungan nilai tambah yang diambil oleh kaum borjuis . diperlukan kekuatan-kekuatan utama yang dapat digunakan sebagai alat bargaining untuk meraih kekuatan lain. Keuntungan publik inilah yang kemudian dapat memunculkan free riders yang ingin menikmati keuntungan tanpa harus berkontribusi pada sistem itu sendiri.Conflict and Cooperation at the turn of the 21st century. Teori Hegemonic Stability mejelaskan signifikansi hegemon harus berkaitan dengan sifat barang-barang yang disediakannya.1971. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan Karl Marx atas nasib yang dialami oleh para buruh dan mendorongnya untuk untuk menulis Des Kapital dan Communist Manifesto pada pertengahan abad 19.30-38 Henderson. menjadi kapitalisme ekonomi dimana tujuan penyelenggaraan kegiatan ekonomi adalah akumulasi modal sebanyak-banyaknya.2002. Dalam ekonomi liberal. Marx mengkritik kapitalisme sebagai sebuah sistem dimana kaum borjuis yang memiliki faktor-faktor produksi akan selalu mengeksploitasi kaum proletar yang membutuhkan kaum borjuis untuk bertahan hidup.Georg and Jackson. maka di balik itu adalah kepentingan AS untuk mengamankan pasar luar negerinya karena sistem itu menyediakan berbagai institusi yang pada dasarnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan AS.

world empire dan world economy. the world economy. produk agrikultur digunakan sebagai komoditas utama untuk penyelenggaraan birokrasi dan militer. oleh karena itu maka produksi harus dicapai sebanyak-banyaknya. Teori Imperialisme Lenin Lenin meneruskan teori dari Marx dan mengatakan bahwa Kapitalisme telah memasuki era baru dengan terbentuknya µMonopoli Kapitalisme¶. Kondisi ini kemudian memunculkan semi. sistem dunia dapat digolongkan menjadi 3 entitas. Raul Preabach. Sistem kedua. Agenda utama dari ajaran Marx adalah tatanan dunia baru tanpa ada dominasi dan eksploitasi serta tanpa adanya kelas. Selain itu. borjuis nasional yang mengatur pemerintahan dan proletariat kosmopolitan. Negara core yang negara yang memegang dominasi produksi adalah yang paling banyak mendapat keuntungan dari kapitalisme. filsafat. sosial. Andre Gunder Frank dan Immanuel Wallerstein untuk menggambarkan struktur dunia global dalam kerangka ekonomi yang dasarnya bersumber dari pemikiran Marxisme. Pada pertengahan 1840 Marx dan Engel menulis bahwa globalisasi kapitalis telah dengan serius mengikis dasar sistem internasional .periphery sebagai stabilitator (buffer zone) antara negara core dan negara semi periphery. Teori Ketergantungan . karena itu aktor utama dalam HI adalah kelas. Dalam memandang struktur kapitalisme global. karena kehidupan manusia sejak dulu diwarnai dengan kebendaan dan kepemilikan pribadi yang menyebabkan manusia terus berkonflik memperebutkan materi yang merupakan faktor utama proses sosial politik (materialisme historis) . tapi keadaan yang menentukan kesadaran . dan negara maka basis menentukan suprastruktur karena segala sesuatunya harus dapat dinilai dengan materi. semi-periphery dan periphery. Struktur yang digambarkan imperialisme adalah kenyataan bahwa perusahaan multinasional akan menghadapkan pemilik modal pada konflik langsung dengan buruh global. oleh karena itu konflik antar negara sebenarnya merupakan konflik kepentingan antar kelas borjuis antar negara. Sistem paling dasar adalah mini-system dimana kegiatan produksi hanya berdasarkan perburuan dan agrikultur tradisional. Kapitalisme yang mengglobal ini kemudian mendorong para Neo Marxis seperti Paul Baran. sistem kapitalisme yang berlaku akan bersifat ekspansif sehingga ia akan berusaha memperluas diri melalui kolonialisme. agama. Sistem dunia ekonomi ini kemudian memunculkan bentuk hubungan negara dalam sistem dunia yang terbagi dalam negara core. marxis melihat bahwa negara tidak otonom tetapi digerakkan oleh kepentingan kelas borjuis. Sistem terakhir. bila basis adalah ekonomi dan suprastrukur adalah politik. B. adalah sistem ekonomi dunia yang kapitalis dimana produksi yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan keuntungan. dan globalisasi ekonomi. imperialisme. Tatanan dunia baru ini diyakini dapat dicapai dengan jalan revolusi yang pada awalnya akan diwarnai oleh konflik antar kelas. Disini berlaku dialektika materialisme.yaitu minisystem.Marxisme mengasumsikan manusia sebagai makhluk materi. berbeda dengan negara periphery yang dapat dikatakan menjadi objek eksploitasi pasar negara core. C. A. Prinsip dasar nya. bukan kesadaran yang menentukan keadaan. Teori ini kemudian disebut sebagai teori strukturalisme global yang agenda utamanya adalah revolusi global yang hanya dapat dicapai dengan cara radikal agar bisa lepas dari struktur global yang eksploitatif. Teori Sistem Dunia Wallerstein Berdasarkan kegiatan produksinya. Konflik dan kompetisi antar negara sebenarnya merupakan konflik antar 2 kelas. world empire. Revolusi sosial menurut bayangan Marx adalah keadaan dimana alat-alat produksi akan berada di bawah kontrol proletar.

dan tidak sependapat dengan kerjasama ala liberalis. dari yang dulunya antar buruh-pemilik modal. juga kenyataan bahwa kaum proletar yang tidak menguasai faktor-faktor produksi.Andrew.Robert. namun saya lihat Marxis sangat skeptis terhadap eksistensi negara. seperti yang diungkapkan oleh ide dasar Marxisme. terutama karena negara tidak menghalangi eksploitasi kapitalisme. lalu berkembang menjadi hubungan antar koloni-penjajah yang sekarang juga diikuti oleh kolonialisme gaya baru yang kemudian oleh Wallerstein diterjemahkan ke dalam analogi eksploitasi core-periphery.Georg and Jackson. realisme dan liberalism. Marxisme juga berlawanan dengan konsep anarki ala realis.Ken. New York: Oxford University Press Comments (1) Dari Liberalisme Menuju Neoliberalisme Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:07 am 1. Walaupun pemikiran Marxis ini dianggap oleh sebagian besar telah luluh oleh runtuhnya Soviet.Membagi dunia menjadi dunia maju dan negara Dunia Ketiga dimana negara Dunia Ketiga akan selalu tergantung pada negara maju. Keduanya sama-sama berbicara tentang struktur yang ada dalam suatu entitas. Ketidakmerataan ini bukan tidak mungkin akan menimbulkan struktur-struktur baru terkait dengan terus berkembangnya praktik eksploitasi. Hal inilah yang merupakan titik awal kebangkitan kaum liberalis yang .International Theory : Positivism and Beyond ³The Interstate Structure of The Modern World System´. Referensi An introduction to political geography.John. Jika merunut kaitan antara marxisme dan strukturalisme maka kedua term di atas dapat ditarik garis singgung. Walaupun berbicara tentang negara. maka marxisme dan strukturalisme ini lebih melihat dunia dalam sistem ekonomi. 1999. akan selalu ada µyang mendominasi¶ dan µyang didominasi¶. hubungan antar negara akan selalu diwarnai dengan ketidaksederajatan sosial. Liberalisme Klasik Kehancuran yang diakibatkan oleh Perang Dunia (PD) I membawa keinginan manusia untuk menghindari perang.Marxism in Booth. dan ketergantungannya itu dimanfaatkan oleh negara maju untuk mengeksploitasi mereka.87-107s Sorensen. Bagaimanapun perkembangan dunia modern. The Globalization of World Politics.Stephen and Richard Wyn Jones. maka strukturalisme lebih melihat kerangka sistem dunia. Introduction to International Relations. mengingat bahwa konstelasi dunia tidak akan terlepas dari konflik antar kelas.Marxis Theories of International Relations in Baylis. bila marxisme berbicara tentang struktur dalam negara.pdf Hobden.pp 200-205 Linklater. tetapi kenyataan akan adanya eksploitasi antar 2 kelas ini tidak akan pernah hilang walaupun impian Marx tentang dunia tanpa kelas menurut saya tidak kurang utopisnya dari utopis perdamaian abadi ala liberalisme. yang melihat HI sebagai interaksi politik. Dapat juga dikatakan bahwa pemikiran Marxis lah yang membangun pemikiran struktural. yang demikian juga tidak menguasai ekonomi-politik.telah termarjinalkan oleh kekuasaan negara.pp. Berbeda dengan 2 perspektif sebelumnya.

Interdependensi ini kemudian dapat disebut sebagai modernisasi karena modernisasi meningkatkan derajat dan ruang lingkup interdependensi antar negara. serta kesejahteraan. liberalisme republikan dan liberalisme interdependensi. neoliberalisme juga berbeda dengan liberalisme dalam kadar µke-utopiaannya¶ karena neoliberalisme tidak se-idealis liberalism klasik. Pikiran-pikiran para scholar yang mendahului aliran ini adalah John Locke dengan pemahaman tentang negara konstitusional. Tetapi penganut aliran ini tetap beranggapan bahwa kedamaian tetap dapat terwujud bila para aktor berinteraksi dapat mewujudkan kerja sama yang kini kerja sama itu diterjemahkan oleh kaum liberalis sebagai perdagangan bebas dan penghargaan hak asasi manusia. Model liberalisme ketiga adalah liberalisme institusional yang mengadopsi pemikiran tentang pentingnya institusi internasional ala Woodrow Wilson dengan Liga Bangsa-Bangsanya. Manusia adalah pada dasarnya baik dan terlahir dengan kecenderungan untuk saling bergantung dan bekerja sama dengan manusia yang lain . selain itu kajian neoliberalisme berkisar antara kejadian-kejadian era Perang Dingin setelah 1945. posisinya kini digeser oleh isu-isu seputar ekonomi dan instrumen institusional. Hubungan antar masyarakat inilah yang mempersatukan pertentangan kepentingan negara. apakah institusi. Bentham dengan kajian hukum internasional dan timbal balik serta pemikiran Immanuel Kant tentang perdamaian abadi dan kemajuan. Liberalisme yang merupakan antitesis dari realisme berangkat dari asumsi dasar tentang pandangan positif tentang manusia. Aliran ini muncul sebagai jawaban atas kekhawatiran bahwa berakhirnya Perang Dingin ± yang berarti runtuhnya bipolaritas ± akan membawa dunia pada perang besar. Aliran ini kemudian disebut sebagai neoliberalisme. interdependensi dan institusi. Nilai-nilai dasar yang diusung liberalisme adalah prospek menuju damai. Asumsi inilah yang menempatkan individu dan kolektivitas individu sebagai kajian utama. Liberalisme sosiologis yang diwakili oleh Richard Rosecrance melihat hubungan internasional bukan hanya sebagai hubungan antara negara tetapi lebih merupakan hubungan transnasional yaitu hubungan antar masyarakat dan organisasi dari negara yang berbeda . semangat perdagangan. Para liberalis ini setuju bahwa . Konstruksi ilmiah yang ditekankan oleh kaum behavioralis mengakibatkan aliran ini sudah lebih ¶realis¶ dengan menerima bahwa tidak semua manusia itu baik. Berbeda dengan liberalisme interdependensi yang memandang hubungan transnasional antar negara sebagai kesalingketergantungan yang paling utama antar manusia sebagai makhluk sosial. Neoliberalisme Perdebatan panjang antara realis dan liberalis tentang human nature kemudian disempurnakan dengan metode ilmiah dalam kerangka pendekatan behavioralis saat Perang Dingin. Neoliberalisme mengadopsi nilai-nilai dasar liberalisme klasik dengan berbagai penyempurnaan dalam kerangka behavioralisme. Hal lain yang membedakan neoliberalisme dengan liberalisme klasik adalah titik berat aktor utama dalam hubungan internasional. warga negara. Berdasarkan fokus aktor itulah aliran ini kemudian dibagi menjadi 4 aliran utama yaitu liberalisme sosiologis.ditandai oleh berdirinya Liga Bangsa-Bangsa. Dalam perspektif ini. keyakinan bahwa hubungan internasional dapat bersifat kooperatif daripada konfliktual dan percaya terhadap kemajuan yang dibawa oleh modernitas. Selain tidak terlalu mempermasalahkan human nature tapi lebih melihat manusia dari hasil perbuatannya. Perhatian dasar liberalisme klasik ± untuk membedakannya dengan liberalisme yang akan dijelaskan kemudian ± adalah kebahagiaan dan kesenangan individu. hak asasi manusia. 2. kekuatan militer yang dulu mendominasi pada era Perang Dunia ± Perang Dingin kini kurang begitu berguna. liberalisme institusional. ataupun masyarakat.

anarki bukan berarti tidak ada pemerintahan sama sekali. liberalis mengkonstruksi sistem internasional dalam tatanan multipolar walaupun center of action nya lebih condong ke PBB sebagai organisasi internasional. Organisasi internasional yang dipopulerkan oleh liberalis pun bisa jadi hanya merupakan wadah negara liberal untuk menghegemoni negara lain secara legal melalui kebijakan luar negeri di organisasi tersebut. Liberalis sendiri memahami konsep anarki berbeda dengan anarki ala realis. interdependensi. Pandangan ini disebut sebagai liberalisme republikan. Hal ini terkait dengan pilar utama kerja sama neoliberalisme yang menekankan perdagangan bebas dan industrialisasi yang hanya akan menguntungkan negara maju dan merugikan negara berkembang yang notabene tidak terlalu siap dengan globalisasi dan perdagangan bebas. Semua aliran ini menyajikan argumen yang menyeluruh dan konsisten tentang damai dan kerja sama dalam hubungan internasional walaupun hal ini mendapat kritik keras dari realis dan neorealis yang mempertanyakan konsep anarki yang nyata dalam hubungan internasional tetapi tidak pernah dibahas oleh liberalisme. Pandangan ini mendapat kritik keras dari realis yang memandang liberal institusional sebagai neorealis dalam nama lain. Dalam melihat pandangan liberalisme maupun neoliberalisme ini. Pandangan terakhir memandang eksistensi negara demokrasi liberal sebagai negara yang bersifat lebih damai dan taat hukum dibandingkan dengan negara yang lain . Referensi: . Hubungan ini bisa lebih damai karena kendali ekonomi yang merupakan pilar utama hubungan luar negeri tetap dipegang oleh warga negara yang notabene tidak ingin menyerang lawan bisnisnya. Damai yang dimaksud tidak hanya berarti ketiadaan perang seperti yang terjadi pada Perang Dingin tetapi damai berarti adanya kerja sama dalam suatu harmoni. Konsep ini terkait dengan teori Wallerstein dimana negara periphery akan selalu bergantung pada negara core dan akan selalu menjadi objek eksploitasi negara core. Bagi liberalis. sekilas tampaknya perspektif ini mempunyai kesempurnaan yang dibutuhkan oleh dunia. kelompok. Berbeda dengan realis yang menjadikan balance of power dengan sistem internasional bipolar. Namun harus diperhatikan bahwa pandangan liberal seringkali dijadikan sebagai topeng untuk mencapai kepentingan negara liberal dalam kaitannya dengan eksploitasi negara berkembang. organisasi 2 Asumsi dasar tentang human nature Manusia itu baik Manusia ada yang baik dan ada yang buruk 3 Idealisme tentang kedamaian Sangat ideal Agak lebih ¶realis¶ 4 Kemunculan PD I Perang Dingin Damai menurut liberalisme adalah keadaan hakikat semua negara. Secara singkat. Keuntungan relatif adalah keadaan dimana suatu negara sudah puas jika ia mendapat apa yang diinginkan sedangkan keuntungan absolut menginginkan mendapat apa yang terbaik yang tidak dimiliki negara lain walaupun kepentingannya sendiri mungkin tidak didapatkan. perbedaan antara liberalisme dan neoliberalisme adalah sebagai berikut No Pembeda Liberalisme Neoliberalisme 1 Aktor utama Individu Individu yang tergabung dalam masyarakat. yang terjadi hanya ketiadaan pemerintahan tunggal.institusi internasional dapat membuat kerjasama menjadi lebih mudah dan menyenangkan. legitimasi organisasi internasional dan penyelenggaraan perdagangan bebas. tetapi mereka tidak menyatakan bahwa institusi dapat menjamin transformasi kualitatif hubungan internasional. Baik liberalis maupun neoliberalis samasama memfokuskan agendanya pada kerja sama. Liberalis menjawab kritikan ini dengan konsep keuntungan absolut yang dimiliki liberal berbeda dengan keuntungan relatif oleh realis.

New York. neoklasik menuju kontemporer. Salah satu yang ditekankan oleh para realis adalah konsep struggle of power dimana tiap negara harus mengejar kepentingannya dengan cara apapun sehingga perang juga merupakan sesuatu yang wajar dalam penyelesaian konflik. Kondisi ini mengakibatkan pesimisme kaum realis terhadap peraturan dan komitmen dalam organisasi internasional. maka perdamaian menurut realis adalah ketika µpemerintahan¶ internasional terwujud. Realism klasik a) Thucydides Nilai dasar: nasib politik. b) Machiavelli Nilai dasar: kebuasan politik. Ia juga menekankan bahwa politik mempunyai konsekuensi. kelangsungan hidup politik dan kebaikan umum Machiavelli menekankan kekuatan dan kecerdikan (singa dan rubah) sebagai instrument utama dalam meraih nilai politik tertinggi yaitu kemerdekaan.Oxford University Press Inc. memandang negara adalah aktor utama dalam politik dunia.Introduction to International Relations.Robert and Georg Sorensen. sebelum keputusan akhir dibuat. tetapi menyesuaikan pada realitas alami kekuatan yang berbeda. Yang berbeda di sini adalah prinsip keadilan dimana adil menurut Thucydides bukan perlakuan yang sama pada semua pihak. Pada dasarnya realisme klasik merupakan pendekatan normatif dan fokus pada nilai-nilai dasar politik dari keamanan nasional dan kelangsungan negara.Scott.St. Pemikiran realisme kemudian mengalami diversifikasi dari realisme klasik . 1. Karena merupakan aktor utama.Theories of International Relations 3rd edition.. maka nilai tertinggi realisme adalah keamanan nasional dan kelangsungan hidup negara.Burchill. Hukum internasional hanya bersifat kondisional dan dapat dikesampingkan bila berseberangan dengan kepentingan vital negara. Implikasinya dalam HI ialah bahwa pelaksanaan FP ala Machiavelli harus berdasakan kalkulasi cerdas kekuatan dan kepentingan .. kesempatan dan keamanan. kebutuhan dan keamanan dan ketahanan politik Thucydides menekankan pilihan-pilihan dan ruang manuver yang terbatas yang tersedia bagi warga negara untuk menjalankan politik luar negeri. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa dunia adalah tempat yang kejam sekaligus menguntungkan.2005 Jackson.1999 Leave a Comment Realisme dan Neorealisme dalam Tata Politik Global Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:06 am Realisme. Pemerintahan yang dimaksud sebenarnya adalah virtual karena yang ada adalah hegemoni yang berusaha dicapai oleh negara besar untuk mengamankan kepentingannya. Kepentingan nasional yang ditetapkan sebagai pilar tertinggi kemudian membawa kepada pemahaman bahwa pemerintahan sebelumnya maupun negara lainnya tidak dapat diharapkan sepenuhnya. Bila yang dilakukan kaum idealis untuk mewujudkan perdamaian dunia adalah dengan membuat dan mematuhi hukum internasional.Inc. yang timbul sebagai respon gagalnya kaum idealis dengan LBB nya menghindari PD II.New York. Realisme klasik merupakan aliran yang dominan sebelum revolusi kaum behavioralis pada 1950-1960an. seorang pembuat keputusan harus hati-hati memikirkan kemungkinan konsekuensi.Martin Press.

perdamaian dan kebahagiaan Hobbes memandang keadaan alami manusia sebagai keadaan dimana seorang manusia adalah berbahaya bagi manusia yang lain. Jika bagi realis manusia adalah jahat. kecerdasan. Namun negara berdaulat ini kemudian menimbulkan masalah baru karena keamanan di dalam negeri bisa jadi menyebabkan ketidakamanan bagi negara lain. kekuatan dan kekejaman.aktor lain serta harus mengabaikan nilai-nilai etika yang justru akan merugikan kepentingan negara sebagai aktor utama. kesempatan dan keuntungan. Dalam hal ini Machiavelli menekankan waspada terhadap sesuatu yang belum terjadi dan bertindak dahulu sebelum lawan melakukan hal itu. dilema keamanan. Inilah yang kemudian ± menurut saya pribadi ± menjadi awal perilaku pre-emptive dalam tindakan pemimpin AS yang hawkish. Jika kita membandingkan antara realisme dan neorealisme. Hobbes juga menyebutkan perjanjian (hukum internasional) juga sangat diperlukan untuk mewujudkan keamanan dunia walaupun hukum internasional ini diciptakan oleh negara dan hanya akan dipatuhi selama hukum ini sejalan dengan kepentingan negara. c) Thomas Hobbes Nilai dasar: keinginan politik. human nature dan domestic policy karena hanya melihat secara totalitas tanpa memandang isu partikular di dalamnya. Inilah yang disebut dengan dilema keamanan. harus dibedakan antara wilayah pribadi dan wilayah publik. ketahanan politik. kebaikan publik Morgenthau memandang manusia sebagai binatang politik yang haus dan mengejar kekuasaan (animus dominandi). Mengacu pada pendapat realisme klasik. pandangan neorealisme cenderung melihat segala sesuatu dari kacamata struktur dan unit-unitnya. Neorealism tidak menyediakan strategi seperti pada realisme strategis karena struktur dinilai hanya memberi sedikit pilihan kepada elit yang bergerak dalam sistem itu. Dalam menjalankan FP nya negara harus berpikir secara strategis. neorealisme lebih menitikberatkan pada struktur internasional beserta unit-unitnya dan interaksi di dalam sistem itu. Karena itulah dibutuhkan negara berdaulat. Walau pada dasarnya neorealisme µhanya¶ mengembangkan sedikit substansi dari pemikiran realisme. Dalam politik. Strategi yang dimaksud adalah penggunaan kekuatan militer untuk menekan dan membuat lawan melakukan yang kita inginkan. Realisme Kontemporer A. tetapi boleh dilanggar dalam usaha pencapaian kebaikan publik. maka parameter yang digunakan juga berbeda. Karena lahir dari pemikiran behavioralism bebas-nilai. bebas-nilai. 2. Realisme strategis ± Thomas Schelling Nilai dasar: realisme strategis. Neorealisme ± Kenneth Waltz Berbeda dengan realisme klasik yang memandang negara dengan elitnya sebagai fokus. neorealisme juga beranggapan bahwa sistem internasional dikendalikan oleh negara besar. maka bisa jadi menurut neorealis . Para hawkish ini menganut neorealisme. B. keamanan dan kelangsungan hidup. logika dan kekerasan. keamanan dan kelangsungan hidup. Morgentahu memandang etika politik sebagai sesuatu yang ada. neorealisme menggunakan perspektif ilmiah sehingga membutuhkan asumsi dan teori untuk memprediksi perilaku negara sebagai instrumen agar dapat di operasionalkan dan tidak memasukkan etika. ketegangan dan berani mengambil resiko. Hal lain yang membedakannya dengan realisme klasik adalah tentang rasionalitas politik dimana neorealisme mengabaikan aspek ekonomi. d) Morgenthau Nilai dasar : realisme instrumental. Balance of power bisa terbentuk dengan situasi dunia yang bipolar dimana dua kekuatan itu sama-sama besar sehingga pihak satu tidak akan menyerang pihak lain secara langsung.

Sumber Sorensen.yang jahat adalah sistem. especially after her accession in World Trade Organization as the commerce regime. manusia dan kumpulan manusia dalam entitas negara akan melakukan segala cara yang diperlukan dengan menggunakan power yang dimiliki untuk kepentingan yang dituju (struggle of power). Pengaturan inilah yang disebut sebagai rezim. New York: Oxford University Press Comments (1) Masuknya China Sebagai Anggota WTO : Jalan Bagi Transformasi Rezim WTO Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:48 am Abstract: This article evaluates the emerging of China in world trade system. rezim mempunyai empat unsur dasar yang diperlukan untuk menciptakan keteraturan itu yaitu prinsip. Kelebihan pemikiran realism dan nonrealisme disbanding pemikiran lainnya adalah bahwa realism dapat menjamin tercapainya kepentingan nasional tanpa harus mereduksi kedaulatan dengan bergabung menuju organisasi internasional secara µpenuh¶. The article develops two interdisciplinary frameworks for the issue. Introduction to International Relations. Namun kekurangan yang paling dikawatirkan adalah begitu mudahnya realis memutuskan penyelesaian konflik dengan jalan militer yang notabene mahal dan destruksif. aturan dan prosedur pengambilan keputusan dimana keinginan para aktor berbenturan dalam suatu isu . Implications of the frameworks are discussed to emerging any alternative for the regime¶s future. Secara alamiah. included inductive analysis and transformation of regimes approaches that is based on some concepts like distribution of power and counter regimes. The objectives of the article are to find the implications of Chinaµs accession in World Trade Organization both for the regime itself and for United States as the dominant power inside the regime. Sebagai suatu mekanisme pengaturan. maka akan terjadi perbenturan kepentingan yang akan menimbulkan kompetisi tidak sehat yang berusaha mereduksi kepentingan pihak lain untuk memaksimalkan kepentingannya sendiri. diperlukan adanya suatu pengaturan yang mengatur mekanisme tiap anggota dalam meraih kepentingannya. Mengapa elit tidak berusaha mengubah sistem adalah karena sistem itu sendiri tidak memberi pilihan bagi elit untuk memilih kebijakan yang diambil. Sedangkan perubahan aturan dan prosedur pengambilan keputusan hanya akan mengubah akspek internal rezim tanpa mengubah . Dari 4 unsur di atas.Robert. sistem akan menyediakan jawaban bagi setiap tantangan global karena sistem negara sendiri pada dasarnya akan selalu berusaha melakukan apapun untuk mencapai kepentingannya. aturan dan proses pengambilan keputusan. Keywords: commerce regime. Ketika tiap negara saling mengerahkan power dalam satu area isu. karena perubahan pada prinsip dan norma berarti perubahan rezim secara keseluruhan. Untuk menghindarkan hal itu. China¶s global power. Rezim internasional adalah seperangkat prinsip. prinsip dan norma adalah karakteristik utama adanya suatu rezim. 1999. transformation of regimes. norma.Georg and Jackson. the declining of US domination WTO sebagai Rezim Perdagangan Internasional Dalam usaha mencapai kepentingannya. norma.

China resmi menjadi anggota WTO. non-tariff measures. Pangsa China terhadap total produksi hard disk dunia juga naik dari 1 % pada 1996 menjadi 6 % 2000 . Pangsa China di pasar elektronik AS meningkat dari 9. Salah satu area isu yang banyak melibatkan pertemuan kepentingan tiap aktor hubungan internasional adalah area perdagangan. Sebelum bergabung. WTO terbentuk sebagai hasil dari Putaran Urugay dan aktif beroperasi sejak 1 Januari 1995 sebagai transformasi dari General Agreement on Tariff and Trade (GATT) yang tidak mempunyai mekanisme yang ketat. Perubahan secara evolusioner akan terjadi bila perubahan terjadi dalam norma yang merupakan dasar terbentuknya suatu rezim. Analisis induksi ini juga akan diperkuat oleh pendekatan transformasi rezim menurut Oran Young yang akan menjelaskan bagaimana kekuatan hegemon dapat dipatahkan oleh kekuatan yang baru muncul. Rezim perdagangan internasional ini diwujudkan dengan keberadaan World Trade Organization (WTO) yang didirikan dengan tujuan untuk mewujudkan perdagangan dunia yang bebas. Perubahan dapat terjadi secara evolusioner dan revolusioner. perubahan revolusioner terjadi karena transisi power. adil dan terbuka. WTO mempunyai prinsip-prinsip dasar yang harus dipatuhi oleh paar anggotanya yaitu most-favoured nation. Jika prinsip dan norma berubah. Sejak terbentuk hingga kini. Dari data-data di atas. Kontribusi China terhadap produksi komputer dunia naik dari 4 % pada 1996 menjadi 21 % pada 2000.satu rezim dengan rezim yang baru. WTO menerapkan sistem kebarat-baratan. China telah menjadi kekuatan industri yang besar dan berprospek tinggi. Posisi AS dan negara-negara Eropa kemudian terancam ketika pada 10 November 2001. baik negara maupun aktor selain negara.5 % pada tahun 1992 menjadi 21. China telah menjadi kekuatan industri sekaligus pasar yang sangat diperhitungkan oleh anggota-anggota WTO. tiap rezim dibentuk berdasarkan kepentingan dan tujuan dari masingmasing anggotanya. Dalam menganalis permasalahan ini. penulis menggunakan analisis induksi yang akan menjelaskan bentuk perubahan pada rezim. Swiss. adil dan terbuka . maka rezim ini juga berubah. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah masuknya China ke dalam WTO akan membawa perubahan pada prinsip-prinsip yang telah mapan di WTO sekaligus mempengaruhi posisi dan dominasi Barat di WTO.8 % pada 1999. dan quantitative restriction (quota) dengan norma utamanya adalah pengurangan hambatan perdagangan hingga seminim mungkin untuk mewujudkan pasar perdagangan yang bebas. Banyak kebijakan WTO yang dibuat berdasarkan kepentingan AS dan negara-negara industri lainnya. dapat dilihat bahwa sebelum bergabung dengan rezim perdagangan WTO. Sebaliknya. pasti ada pihak mendapat keuntungan lebih besar dan ada yang mendapat keuntungan lebih kecil atau bahkan merugi karena norma dan aktivitas dalam rezim itu. transparency. oleh karena itu maka perdagangan juga perlu mempunyai rezim yang mengatur mekanisme perdagangan antar aktor hubungan internasional. Dalam rezim. WTO bermarkas besar di Geneva. Dapat dipahami bila kemudian ketika China bergabung dengan WTO. Menurut analisis induksi. namun distribution of power antar negara anggota tidak mengalami perubahan yang signifikan. national treatment. Pihak yang dirugikan tetap memilih untuk mengambil bagian dalam rezim karena jika tetap bersikukuh untuk keluar dari rezim maka harga yang harus dibayar akan . negara-negara yang telah mapan sekaligus memegang kemudi atas WTO itu merasa terancam atas keberadaan dan perkembangan China yang semakin pesat. terutama mengadopsi sistem Amerika Serikat (AS) yang merupakan kekuatan dominan dalam WTO. Ketika tujuan dan kepentingan ini berubah maka prinsip dan norma akan berubah. terutama dalam bidang elektronik dan komputerisasi. Sebagai rezim perdagangan internasional.

China juga menjalankan prinsip national treatment dengan mempermudah regulasi investor asing dalam penanaman modalnya sekaligus ikut serta dalam aktivitas perdagangan dan perekonomian China. Berdasarkan pendekatan yang telah disebutkan. apalagi dengan berbagai kemudahan yang ia dapatkan setelah resmi menjadi anggota WTO. apalagi pada tahun yang sama surplus neraca pembayaran yang diperoleh China mencapai 180 milyar dolar yang merupakan nilai tertinggi di dunia . apalagi negara berkembang lainnya. utamanya norma penghilangan hambatan tarif dalam perdagangan. misalnya penurunan power aktor dominan. Jika dilihat dari daya beli masyarakatnya.2%. pada tahun 2006 China dapat dikatakan sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua setelah AS. maka China harus menyesuaikan kebijakan domestik dan luar negerinya dengan prinsip dan norma yang telah disepakati dalam dalam WTO. Seperti yang ditunjukkan oleh tabel di bawah ini bahwa pendapatan China setelah resmi menjadi anggota WTO meningkat sebanyak 2. Bahkan Napoleon Bonaparte mengatakan µbiarkan China terlelap.9 % . Oran Young dalam artikelnya. kepemilikan korporasi di China terbuka untuk pihak swasta. Selain itu. Keterbukaan dan strategi massalisasi produk yang dilakukan China membuat produk-produk China semakin kompetitif dan membanjiri pasar internasional sehingga mengungguli produk negara industri lainnya seperti AS. Hal inilah yang disebut dengan transisi power . Walaupun seolah-seolah menurut. maka pasca 2001. Dengan status China sebagai anggota WTO. menjelaskan bahwa perubahan suatu rezim dapat terjadi karena kontradiksi internal maupun faktor eksternal . Oleh karena itu. negara-negara Utara ±istilah yang digunakan untuk menyebut negara maju ± inilah . Sang Naga Tidur yang Telah Bangun Kehebatan dan ketangguhan China sudah tidak lagi diragukan. China telah menjadi exportir terbesar ketujuh dan importir terbesar kedelapan untuk perdagangan barang. Kontradiksi internal ini dapat berupa konflik yang tak dapat diselesaikan atau berupa pengembangan karakter suatu rezim. serta termasuk dalam 12 eksportir dan importir terbesar untuk bidang jasa . Selain itu. Hal inilah yang dipandang sebagai ancaman terbesar bagi AS dan negara maju lainnya karena sebelumnya. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju. dan untuk komoditas industri hingga 8.jauh lebih mahal. Analisis induksi ini diperkuat oleh pendekatan transformasi rezim. dan sekaligus juga membawa dampak perubahan pada AS dan Uni Eropa (UE) sebagai anggota dominan dalam WTO. dalam jangka waktu 2004-2010. Jika sebelumnya kepemilikan properti dan korporasi menjadi monopoli pemerintah. China mengancam eksistensi negara industri yang telah mapan sebelumnya karena China telah menggeser fokus perekonomiannya dari sektor pertanian (primary industry) menjadi sektor industri manufaktur (secondary industry) dan jasa (tertiary industry). Karakter ini berubah karena perubahan dalam distribution of power. China. namun pihak yang dirugikan ini menyusun counter-regimes yang akan mengambil alih kekuasaan saat kekuatan dominan telah jatuh. Jepang dan India. China telah menurunkan tarif komoditas pertanian hingga 15%. dia akan mengguncang dunia¶. Regimes Dynamics : The Rise and Fall of International Regimes. maka penulis berargumen bahwa masuknya China sebagai anggota resmi WTO akan membawa perubahan yang signifikan pada WTO sebagai rezim perdagangan. sebab jika China terbangun.

Aturan lainnya yang menjadi perhatian China adalah mengenai safeguards mengingat nasionalisme China menganggap compliance terhadap institusi supranasional adalah kegagalan pemerintah. Survei yang dilakukan Kamar Dagang Eropa pada 2007 menunjukkan. China juga merasa perlu mendekonstruksi mekanisme penyelesaian perselisihan mengingat entitas China sebagai negara dengan power yang besar dalam perdagangan akan banyak mendapat kendala dan tantangan seperti yang juga dialami oleh AS dan UE yang telah terlibat dalam lebih dari separuh kasus yang diselesaikan oleh WTO. seperti misalnya perundingan di Doha tentang pencabutan subsidi pertanian di Doha yang berjalan cukup alot karena pihak Utara yang tidak mau mengabulkan keinginan negara berkembang ±yang saat itu diwakili oleh India. Dengan munculnya China sebagai negara Selatan yang mampu menguasai perekonomian dunia.yang menguasai perdagangan dunia sehingga dapat menyetir tiap kebijakan dan perundingan yang berjalan di WTO. Mekanisme penyelesaian perselisihan yang melibatkan banyak pengacara akan menyulitkan . menurut analisis induksi. maka negara maju khawatir bila kepentingannya yang selama ini telah mapan kemudian tereduksi dengan kedatangan China. yang akan dijelaskan dalam pembahasan selanjutnya. menurut analisis penulis. naik drastis dari tahun 2006 yang hanya mencapai 4% . Kemudian permasalahan subsidi yang telah menjadi bahan perundingan yang sukar mencapai kata sepakat dimana negara maju memberikan subsidi tidak langsung bagi petani mereka namun memaksa negara berkembang untuk menghilangkan subsidi bagi pertaniannya. Dengan kondisi internal China yang belum benar-benar menghilangkan intervensi pemerintah. perubahan yang disebut sebagai perubahan revolusioner. maka China akan berusaha mengubah dan melakukan redefinisi terhadap subsidi yang dimaksudkan dalam piagam WTO. dengan power yang dimiliki akan membentuk counter regimes dengan merangkul negara berkembang lainnya untuk memperjuangkan perubahan-perubahan terhadap kebijakan yang kurang menguntungkan. secara bertahap akan mengakibatkan perubahan dalam rezim itu. Berikutnya. Negara maju juga memberikan subsidi bagi infant industries negara mereka dan lolos dari kerangka WTO karena mereka melepas subsidi itu ketika perusahaan yang bersangkutan sudah go international. serta memperkuat posisi tawar negara Selatan dalam perundingan sehingga mampu memberikan pertahanan terhadap tekanan yang diberikan oleh negara Utara. Berbagai data yang menunjukkan kemajuan China mengalahkan pendapatan Jepang dan negara maju lainnya seperti AS dan UE. ada beberapa aturan WTO yang dipertanyakan oleh negara berkembang namun tetap dipertahankan oleh negara maju. Perubahan distribution of power ini. Aturan WTO yang Rentan Terhadap Pengaruh China Secara umum. Apalagi dengan kenyataan bahwa produk industri yang selama ini menjadi µladang emas¶ negara Barat ternyata menjadi kurang kompetitif ketika China muncul di pasaran. China yang mewakili negara berkembang. sekaligus gambaran yang telah disinggung sebelumnya tentang ketidakpuasan Eropa membuktikan bahwa telah terjadi penurunan power kekuatan dominan yang diikuti dengan naiknya kekuatan baru yang mengancam eksistensi kekuatan dominan itu. seperti prosedur pengambilan keputusan dengan menggunakan metode konsensus dimana keputusan tidak akan terlaksana tanpa kesepakatan dari keseluruhan 140 anggota sehingga prosedur ini lebih merupakan alat negara maju untuk menahan kebijakan yang diajukan negara berkembang. sebanyak 34% responden merasakan dampak negatif dari bergabungnya China dalam keanggotaan WTO.untuk mencabut subsidi pertanian negara maju.

Dengan sifat ekonomi yang tidak terlepas dari politik. aturan dan prosedur dalam WTO akan bergeser ke arah posisi yang semakin menguntungkan negara berkembang.000 pengacara atau 11000 orang penduduk tiap 1 pengacara. Bahkan sebelum menjadi anggota resmi WTO. Nantinya bentuk diplomasinya akan lebih mengarah pada koalisi. Skenario pertama. atau yang disebut sebagai perubahan evolusioner menurut analisis induksi. masuknya China akan membawa perubahan pada prinsip-prinsip WTO sebagai rezim perdagangan. tetapi lebih ke arah penguatan atau kemunduran rezim itu sendiri. Apalagi dengan sifat China yang gemar dan mudah mencari koalisi. Dengan meningkatnya posisi tawar negara berkembang. Skenario ketiga adalah munculnya China sebagai diplomatic leader. Perubahan ini tidak akan mengubah rezim WTO secara fundamental. Tentu saja faktor ideosinkretis ini juga didukung oleh kepentingan AS dalam kebijakan luar negerinya. maka prosentase penurunan tarif bagi negara maju dan negara berkembang akan lebih adil . Terbukti pada tahun kedelapan keanggotaan China. namun secara politik dan prosedur kenegaraan China masih memegang nilai-nilai sosialis. Walaupun secara ekonomi China menganut sistem ekonomi pasar. China dinilai memiliki track record lebih baik dibanding dengan sesama raksasa perdagangan seperti UE dan AS. ada beberapa skenario yang oleh penulis digunakan untuk menggambarkan µwajah¶ WTO ke depannya.China . Menurunnya leader akan membuat anggota-anggota lainnya saling bersaing dan menjatuhkan satu sama lain sehingga melemahkan rezim itu sendiri. karena negara tirai bambu itu hanya mempunyai 100. terutama setelah bergabungnya China sebagai anggota WTO. Dengan fair trade. Selama ini AS bersedia menjadi leader karena sifat ideosinkretis AS dan negara-negara Eropa lainnya yang mempunyai mental kolonial dan white man¶s burden yang masih terbawa dimana negara-negara kolonial merasa mengetahui yang terbaik untuk bekas jajahannya sekaligus mempunyai sifat dasar untuk µmengayomi¶ dan menguasai dunia secara global. maka yang terjadi adalah semakin melemahnya rezim akibat penurunan kekuatan dominan. China telah mampu memberi pengaruh yang besar pada anggota WTO yang lain. regionalisme dan perselisihan klaim kedaulatan (terutama menyangkut masalah Taiwan). satu hal yang tidak dimiliki China. dalam hal ini AS dan Eropa. Wajah Baru WTO Dengan proses transformasi seperti itu. Kesimpulan Perubahan besar-besaran China di bidang perekonomian yang telah dimulai sejak era Deng Xiao Ping memunculkan China sebagai kekuatan industri yang disegani. Apalagi AS dengan manifest destinynya. Skenario kedua adalah perubahan fundamental. Sifat-sifat inilah yang membuat AS bersedia mengeluarkan banyak biaya untuk mengakomodasi rezim yang dipertahankannya. China telah mengambil peran yang besar dalam perdagangan dunia. yaitu perubahan prinsip dan norma rezim secara mendasar yang akan mengubah rezim itu secara keseluruhan. . maka bisa jadi prinsip dasar WTO yang sebelumnya adalah free trade berubah menjadi fair trade. khususnya menjadi counter regime bagi kemunduran AS dan UE sebagai kekuatan dominan. Kekuatan China yang muncul tidak akan mampu mengakomodasi rezim secara keseluruhan karena China dan negara Timur lainnya tidak memiliki sifat untuk menjadi leader dalam rezim itu. Dalam kaitannya dengan perubahan rezim ini. Jumlah yang tidak seimbang bila dibandingkan dengan 300 penduduk AS yang diwakili oleh 1 pengacara.

Dengan berbagai fakta dan data yang disampaikan sebelumnya.Diakses pada 21 Juni 2009 Anonim.Hopkins.W.Direktorat Hubungan Perdagangan Multilateral dan Regional Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI.1 CIA ± The World Factbook D Krasner. London: Cornell University Press E Stiglitz. regionalization .International regimes : lessons from inductive analysis. included security threat theory by Hettne and national identity theory by Bruce Hall that is based on some concepts like BoP contest.Young. Sri. Deborah et al (eds).2003. Stephen. juche. Keywords: East Asia region. The objective of the article is to find the implications of North Korean foreign policy as a part of East Asia region for the regionalization constructed.Masuk WTO.php/ReadStory/2007/11/23/19/63022/masuk-wtochina-rugikan-eropa/masuk-wto-china-rugikan-eropa.¶Regimes Dynamics : The Rise and Fall of International Regimes¶ in Stephen Krasner (ed). Joseph. Implications of the frameworks are discussed to emerging any solution to the future of the region.com/kompascetak/0605/20/sorotan/2658725.Diakses pada 21 Juni 2009 J.New York:Cornell University Press. nuclear crisis.okezone. ditambah dengan beberapa skenario yang menggambarkan prediksi penulis tentang keberadaan rezim WTO di masa depan.International Political Economy:An Intellectual History.2008.Hukum Dagang Internasional:Aspek Hukum dari WTO. ³juche´ in East Asia regionalization.International Regimes. New York: Cambridge University Press Leave a Comment Pengaruh Ideologi Juche Terhadap Regionalisme Asia Timur : Studi Tentang Hambatan Identitas dalam Regionalisasi Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:45 am Abstract: This article evaluates the influence given by North Korea¶s ideology. p. Benjamin.1984.com/index. Donald and Raymond F. Globalization and It¶s Discontents. intrastate conflicts. World Trade Organization sebagai Lembaga Pelaksana dalam Mewujudkan Liberalisasi Perdagangan Dunia.Globalisasi dan Indonesia 2030.kompas.New Jersey: Princeton University Press J Puchala.23 November 2007.International Regimes. Oran. maka dengan demikian tesis yang diajukan penulis dalam hal ini terbukti. Referensi: Anonim.http://economy. http://www. R. London: Cornell University Press Z.China and The World Trade System: Entering the New Millennium.Cohen. national identity. identity and foreign policy. especially how both North Korean nuclear crisis and isolated foreign policy play a role in East Asia regionalism.Norton & Company Ltd Fuady. isolated economy.1983. Munir.Bandung:PT Citra Aditya Bakti Hartati Samhadi.2004.Cass. grass fire conflict.New York:W.2002. China Rugikan Eropa.htm. The article develops some interdisciplinary frameworks for the issue.

khususnya isolasi perdagangan dan proliferasi nuklir. Region ini kemudian ter-regionalisasi. Dengan . Kerjasama. serta berusaha senantiasa memperkuat pertahanannya dengan cara-cara yang oleh dunia internasional dianggap sebagai cara yang provokatif. namun Korut sendiri tidak terpengaruh oleh liberalisasi negara-negara tetangganya. Korea Selatan (Korsel) dan Taiwan. namun dalam analisis regional. tiap negara memutuskan bahwa self help adalah solusi terbaik sehingga regionalisme dan kerjasama regional tidak akan tercapai walaupun ada persamaan kepentingan. China. dan menjadi suatu entitas yang disebut regionalisme. Regionalisme identik dengan kerjasama. perubahan tata ekonomi global serta transformasi sistem internasional. Secara substansial. dimana negara adalah entitas berdaulat tertinggi yang mempunyai rasionalitas tersendiri dalam mengembangkan kebijakan luar negerinya . Keberadaan great power inilah yang ditekankan oleh perspektif neorealisme. Asia Timur telah memenuhi syarat-syarat munculnya regionalisme.com Yang unik di sini adalah bagaimana Korea Utara sebagai negara sosialis dikelilingi oleh negara dengan ekonomi liberal yang berpendapatan tinggi.geology. Korut hanya akan melakukan perdagangan secara terbatas. Regionalisme berakar dari kata region yang oleh Ravenhill disebut sebagai konstruksi sosial yang mempunyai anggota resmi dan definisi batas yang jelas . Peta Asia Timur Sumber: www. Korea Utara (Korut ). integrasi dan perdamaian yang merupakan kata kunci dari regionalisme ini merupakan buah pikir kalangan liberalis yang dikembangkan dalam kerangka liberal institusionalis dimana insitusi regional merupakan prasyarat untuk mewujudkan integrasi yang komprehensif. pemerintah Korut menekankan pentingnya Chajusong (kemerdekaan) dalam hal berpolitik. Asia Timur adalah kawasan yang unik. sistem internasional dipandang sebagai sistem yang anarki. integrasi yang umumnya dibungkus dalam kerangka geografis. walaupun bukan tidak sama sekali. Karena kepentingan dan pertimbangan yang berbeda. Dengan kerangka liberalisasi ini maka bisa dipahami bahwa negara yang menganut sosialisme akan mengalami kesulitan dengan proses regionalisasi. Dalam situs resminya. Mongolia. Asia Timur beranggotakan negara-negara yang memegang skor tinggi dalam bidang industri dan perdagangan. Juche adalah panduan utama Democratic People¶s Republic of Korea (DPRK: Korea Utara) yang diciptakan oleh Kim Il Sung dengan dasarnya bahwa pemilik revolusi dan pembangunan adalah rakyat. Dengan juchenya ini. Walaupun secara analisis nasional Korut merupakan negara sosialis yang tertutup. ditunjukkan oleh peningkatan tingkat ketergantungan ekonomi dengan batas-batas geografis yang jelas. perdamaian. syarat-syarat ini dapat dilihat dalam berbagai perspektif.Salah satu elemen substansial yang dimiliki Korut adalah ideologi juche yang dalam tulisan ini menjadi argumen utama yang menghambat regionalisasi Asia Timur karena juche adalah kunci berbagai kebijakan luar negeri Korut. Dalam perspektif neorealisme. Yang dimaksudkan oleh penulis dengan Asia Timur adalah suatu entitas geografis yang meliputi negara Jepang. antara lain meluasnya regionalisme. Ideologi inilah yang membentuk sistem ekonomi Korut yang self reliance dan pertahanan yang self defence. Oleh karena itulah diperlukan hegemon atau stabilizer untuk menstimulasi munculnya institusi dan kerjasama regional.Pendahuluan Berakhirnya Perang Dingin (Cold War) memunculkan perubahan besar bagi dunia internasional.

Demikian halnya dengan Jepang. Dalam menjelaskan permasalahan ini. mengingat kekuatan ekonomi China dan Jepang yang akan dan bahkan diperhitungkan telah menyaingi Barat. ancaman ini disebut intrastate conflicts . Identitas sosial inilah yang menentukan bagaimana suatu objek memperlakukan dirinya sendiri dan memperlakukan objek lain dalam hubungan ke luar. kajian tentang juche juga akan diperkuat oleh pandangan tentang pentingnya ideologi dan identitas nasional dalam kebijakan luar negeri. seperti yang dijelaskan dalam tabel berikut. pada 2005 GDP Jepang mencapai 4. individu dan kelompok mengekspresikan kebutuhan mereka terhadap afiliasi melalui identitas sosial. jikalau ada itu hanya mencakup Jepang. China telah menjadi exportir terbesar ketujuh dan importir terbesar kedelapan untuk perdagangan barang. Berdasarkan ahli politik University Oxford. Jika dilihat dari daya beli masyarakatnya. integrasi dan kerjasama regional yang mapan belum terwujud secara konkret. identitas nasional akan menentukan kepentingan nasional yang kemudian akan memproduksi kebijakan-kebijakan luar negeri . . Ancaman yang terakhir adalah konflik internal dalam satu negara anggota yang memiliki potensi untuk mempengaruhi hubungan dengan negara lain yang memiliki hubungan tidak langsung terhadap konflik. Selain pembahasan dalam kerangka teori Hettne. Kegagalan integrasi ini pun berlawanan dengan teori fungsionalis yang menyebutkan bahwa kawasan yang dapat memulai interaksi antar negara di dalamnya akan terus berkembang karena efek kerjasama spillovers hingga akhirnya tercipta integrasi kawasan .52 trilyun dan merupakan pendapatan terbesar kedua setelah Amerika Serikat (AS) . Tetapi pada kenyataannya. maka kekuatan itu akan mampu mengimposed terbentuknya institusi maupun kooperasi yang saling menguntungkan. serta termasuk dalam 12 eksportir dan importir terbesar untuk bidang jasa .munculnya satu kekuatan besar. Ancaman pertama adalah balance of power contest dimana kekuatan besar dalam kawasan terlibat dalam kompetisi untuk menguasai aspek-aspek tertentu sehingga kerjasama pun terabaikan . Pertanyaan yang muncul dari kegagalan beberapa perspektif di atas dalam menjelaskan regionalisasi di Asia Timur adalah apakah juche yang mengendalikan perilaku Korut adalah salah satu faktor yang berperan dalam ketiadaan institusi regional di Asia Timur. Ancaman yang kedua adalah grass fire conflicts dimana ancaman keamanan berasal dari permasalahan lokal antar negara dalam kawasan . Rodney Bruce Hall. pada tahun 2006 China dapat dikatakan sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua setelah AS. China dan Korsel dan bukan Asia Timur secara keseluruhan. penulis berdasarkan pada teori ancaman keamanan regional yang diungkapkan oleh Hettne. Interaksi perdagangan China-Jepang-Korsel yang mencapai 7 juta dolar ternyata gagal mengembangkan Mongolia dan Korea Utara ke dalam integrasi suatu institusi regional yang mapan. Jika berdasar pada perspektif yang telah disebutkan sebelumnya. apalagi pada tahun yang sama surplus neraca pembayaran yang diperoleh China mencapai 180 milyar dolar yang merupakan nilai tertinggi di dunia . maka seharusnya keberadaan Jepang dan China di Asia Timur akan membawa pada integrasi dan kemunculan institusi yang kuat. Selain itu. Berdasarkan teori ini maka penulis berargumen bahwa juche adalah salah satu penghambat munculnya regionalisme Asia Timur. Berdasarkan pandangan sosiologis. Jika dilihat dari pemerataan pendapatan. seharusnya asia Timur mempunyai modal yang cukup untuk pelaksanaan regionalisasi karena kesenjangan antar negara Asia Timur relatif lebih kecil dari kawasan lainnya.

terhambat karena adanya konflik antara Korsel-Korut yang kemudian disuburkan dengan juche milik Korut yang berupaya menggoncang . Korut membentuk identitas nasionalnya sebagai negara sosialis yang mengutamakan pemenuhan kebutuhannya sendiri. juche. Kim Il Sung. Karena dibentuk demikian. yang trauma atas segala intervensi asing semasa Perang Korea dan kependudukan Jepang. kalaupun ada kunjungan. maka untuk jangka waktu yang lama Korut akan tetap berdiri sebagai negara sosialis dan tidak menerima internalisasi nilai-nilai liberalisasi yang berusaha disebarkan oleh pihak asing. akan menutup pintu kerjasama Korut dengan ketiga negara tersebut.ini. Juche yang dilahirkan oleh kebencian Korut terhadap negara tetangganya. Namun yang menjadi masalah adalah. µnegara boneka¶ Korsel. tindakan provokatif Korut ini disebabkan konflik lama yang tak kunjung berakhir antara Korut dan Korsel dalam Perang Korea 1950-1953. sementara aktivitas ekonomi yang dijalankan Korut tidak membuka jalan bagi adanya MNC. Bila ditelusuri ke belakang. Hal ini tidak akan menjadi masalah berarti bila hubungan Korut dengan pemerintah sekitarnya adalah hubungan yang harmonis. Identitas nasional ini pula yang membuat Korut menempatkan dirinya sebagai musuh dari imperialisme Jepang. Korsel. yang oleh penulis digambarkan sebagai kebencian Korut terhadap trio Jepang-Korsel-AS.Juche Sebagai Identitas Nasional Korea Utara dan Implikasinya Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. dan µpihak yang selalu campur tangan¶ AS . perang ini belum berakhir karena terhentinya perang hanya difasilitasi oleh gencatan senjata dan terbentuknya Demilitarized Zone (DMZ) . Identitas nasional ini. Juche dibentuk Kim Il Sung dengan tujuan awal untuk mendirikan Korut yang tangguh dan mampu memenuhi kebutuhan ekonomi maupun militer sendiri sehingga tidak memerlukan campur tangan ketiga negara yang telah disebutkan di atas. Isolasi ekonomi dan proliferasi nuklir Korut sebenarnya berawal dari identitas nasional -juche. mustahil regionalisasi dapat terwujud. Identitas ini. Integrasi kawasan. sesuai dengan teori Hettne di atas. maka perdagangan yang diharapkan dalam regionalisasi akan jauh dari kenyataan. Tanpa adanya kerjasama. bahwa identitas nasional akan sangat berpengaruh pada kebijakan luar negeri suatu negara. Konflik inilah yang lalu melahirkan terbentuknya juche oleh Kim Il Sung. Bagan Hubungan Investasi MNC dengan Pemerintah Dari bagan di atas. tampak bahwa aliran investasi hanya dapat dijalankan dengan keberadaan MNC. Secara teknis. Praktek-praktek ini tentu sangat bertentangan dengan prinsip integrasi dimana hambatan ±geografis maupun tarif perdagangan. karena identitas nasional Korut menempatkan negaranya sebagai musuh Jepang dan Korsel. merupakan manifestasi dari karakter individu pemimpinnya. Dampak Proliferasi Nuklir Korut Terhadap Perekonomian Asia Timur Berdasar teori Hettne yang telah disebutkan salah satu hal yang menghambat regionalisasi adalah adanya grass fire conflict. kunjungan itu sifatnya hanya wisata sementara dan harus melalui serangkaian prosedur yang ketat. juga berimplikasi pada keisolasian Korut terhadap dunia luar. Identitas nasional Korut sebagai negara sosialis yang tidak mengenal adanya Multinational Corporation (MNC) juga salah satu hal yang menghambat liberalisasi di kawasan itu. yang ada hanya pemerintah 1 dengan pemerintah lainnya. Korut tidak memperkenankan adanya penerimaan tenaga kerja dari negara lain. diantaranya tidak boleh bepergian seorang diri dan sebagainya. maka dapat dilihat bahwa proliferasi nuklir Korut merupakan bagian dari cara Korut untuk berkonfrontasi dengan tetangganya. Dengan latar belakang ini.diupayakan untuk seminim mungkin.

Sanksi yang berusaha diberikan ketiga negara ini tidak didukung oleh China yang mempunyai kepentingan dagang dengan Korut. yang bila kedua negara ini tetap berseberangan paham. yang pada akhir Mei 2009 mengalami penurunan karena dampak dari meningkatnya kekhawatiran mengenai perkembangan kondisi keamanan di wilayah Asia Timur setelah Korut meluncurkan roketnya dalam rangkaian uji coba militer . khususnya Nikkei dan Tokyo Elektron. integrasi dan regionalisasi kawasan secara utuh tidak akan terwujud. maka solusi utama bagi kedua negara sesuai teori Hettne adalah menghilangkan grass fire conflict yang menjadi akar bagi semua permasalahan. Perdagangan antar negara dalam kawasan oleh Hurrel dipandang sebagai langkah awal dalam regionalisasi . Pentingnya integrasi terhadap interaksi perdagangan yang merupakan prasyarat munculnya regionalisme dapat dilihat dalam grafik berikut: Dari grafik di atas. kalau investor beralih menginvestasi emas dan konsumen mengambil sikap menunggu terhadap pembelanjaan berjumlah besar. Jepang dan China. kawasan industri Gaesong ditutup secara sepihak oleh pemerintah Korut sehingga ratusan ribu tenaga kerja terjebak dalam kawasan itu . Bila kedua Korea dapat menyepakati adanya rekonsilisasi damai. maka juche yang dipakai Korut sebagai pedoman bisa diruntuhkan. maka penulis dapat menyimpulkan bahwa integrasi dan regionalisme kawasan dapat terwujud bila Korut menanggalkan juchenya. Konflik KorutKorsel. Dari data-data di atas. akan memberikan pengaruh lebih besar bagi pasaran moneter Asia. terlihat bahwa volume perdagangan antar kedua Korea semakin meningkat dalam tiap tahunnya. Walaupun dampak yang ditimbulkan tidak . China dan AS. Unifikasi kedua Korea merupakan bagian penting dari integrasi kawasan karena integrasi tidak akan terwujud bila anggotanya tetap berselisih. dan bila juche ini diruntuhkan maka tidak akan ada lagi proliferasi nuklir dan isolasi ekonomi yang dilakukan Korut sehingga integrasi kawasan akan lebih mudah terealisasi. Terutama karena konflik dua negara ini menyeret keterlibatan Jepang. terutama karena ancaman yang diberikan oleh nuklir Korut dimana pada April lalu rudal Korut telah mencapai perairan Jepang. Interaksi yang sudah bagus ini bisa goyah jika Korut tetap mengembangkan nuklir yang dipandang Korsel sebagai ancaman. Ketika misalnya peluncuran rudal Korut pada 4 Juli 2008 lalu. Jepang dan AS yang membantu Korsel berupaya keras untuk menghentikan nuklir Korut. Perdagangan yang meningkat ini merupakan hasil dari kawasan industri Gaesung yang terletak di perbatasan kedua negara. telah menjadi area tarik-menarik kekuatan besar Asia Timur. ini mungkin akan mempengaruhi laju ekonomi regional . Dan karena nuklir yang dikembangkan Korut adalah manifestasi dari ideologi juchenya.kestabilan Asia Timur. Begitu juga dengan indeks Kospi Korsel dan Shanghai China . Dampak yang lebih signifikan ditunjukkan oleh bursa Jepang. harga emas dan minyak melonjak hingga di atas 75 dolar per barel meskipun pada hari itu pasaran saham Asia termasuk Korsel tidak menunjukkan penurunan tajam . Karena juche lahir dari konflik kedua Korea. Kalau krisis ini tidak bisa segera diatasi bahkan lebih lanjut memburuk. Analis pasar berpendapat. Pentingnya kestabilan politik dalam perekonomian kedua negara terlihat ketika hubungan kedua Korea memanas karena propaganda HAM Korsel pada awal Desember 2008. dapat dilihat bahwa proliferasi maupun peluncuran rudal Korut ternyata berdampak pada instabilitas ekonomi Asia Timur. Bagaimana proliferasi nuklir Korut mempunyai dampak yang signifikan terhadap perekonomian Asia Timur dapat dilihat dari salah satu indikatornya yaitu pergerakan saham dan harga minyak. yang tidak akan selesai jika Korut bersikukuh mempertahankan juchenya.

Karena juchenya menekankan self reliance dalam bidang ekonomi. Juche tidak hanya mempengaruhi kebijakan Korut keluar. juche. sehingga integrasi yang diharapkan dalam kawasan juga nyaris tidak mungkin untuk terwujud. juche juga tidak menyediakan penerapan demokrasi yang memadai padahal demokrasi meningkatkan interdependensi di level regional dan global walaupun demokrasi bukan syarat mutlak terciptanya regionalisme itu sendiri . Jepang dan China. Berbagai tindakan provokatif yang dilakukan Korut ini merupakan manifestasi dari juche yang dipegang Korut. tetapi juga membentuk kebijakan Korut ke dalam negerinya. satu hal yang bertentangan dengan kebijakan dalam negeri Korut yang tidak memperbolehkan warga negaranya bermigrasi secara bebas. namun jika hal ini terus berlanjut maka bukan tidak mungkin bila stabilitas ekonomi Asia Timur akan semakin labil dan roda perekonomian akan terhambat. Korsel dan AS. Ketidakbebasan yang dialami rakyat Korut. juga memberi dampak bagi pergerakan di negara lain sekawasan. maka akan banyak ditemukan konflik historis antara Jepang dan China.serta merta melumpuhkan roda perekonomian karena adanya kekuatan besar yang menstabilkan. Namun yang menjadi fokus tulisan ini lebih ke bagaimana elemen-elemen dalam Korea Utara mempengaruhi kegagalan regionalisme Asia Timur. Hal inilah yang dimaksudkan penulis dengan juche sebagai penghambat regionalisme Asia Timur karena juche yang dipegang Korut membawa pada proliferasi nuklir yang mengancam kestabilan keamanan maupun ekonomi regional. peluncuran rudal ini juga merupakan salah satu cara Korut untuk menghidupkan kekuatan ekonominya yang hancur akibat isolasi dan pengembangan nuklir yang memakan biaya yang tidak sedikit. Manifestasi karakter Kim Il Sung tidak menyediakan ruang gerak yang cukup untuk kepemilikan privat di Korut. terlihat dalam propaganda HAM yang dilakukan aktivis Korsel untuk mendorong rakyat Korut menggulingkan rezim Kim Il Sung tahun lalu. sesuai asumsi terakhir Hettne. yaitu kompetisi antara Jepang dan China untuk µmenguasai¶ Asia dan bahkan dunia. tidak terwujudnya regionalisme Asia Timur bukan 100% kesalahan konflik Korea. adalah faktor penting yang mempengaruhi kebijakan Korut bagi keluar maupun ke dalam. tetapi juga ada faktor BoP contest. Sementara regionalisme ditandai dengan pergerakan bebas faktor produksi. dimana di dalamnya manusia. dalam hal ini Jepang. Kemiskinan dan ketertindasan yang dialami rakyat Korut (grassroot) juga menjauhkan mereka dari keinginan dan pemikiran untuk mengadakan kerjasama dengan negara lain. baik karena isolasi Korut maupun karena embargo yang diberikan pihak luar. Faktor ketiga yang disampaikan Hettne dan juga ada pada Korut adalah intrastate conflicts. Juche ini selain menempatkan Jepang dan Korsel sebagai musuh utama . Segala properti adalah hak milik negara dan aktivitas perekonomian diatur secara tersentral oleh negara. Apalagi jika dirunut sejarah. Tentu saja jika merujuk pada teori Hettne yang telah disampaikan disebelumnya. Pemaparan ini semakin menjelaskan bahwa konflik internal dalam negeri Korut juga merupakan salah satu penghambat regionalisme Asia Timur. Selain itu. Korut tidak bisa terang-terangan meminta bantuan ekonomi ataupun membuka perdagangannya dengan bebas. Korut ingin menunjukkan pada dunia bahwa negaranya memiliki pertahanan yang kuat dan tidak bisa diintervensi oleh pihak asing. Juche juga menutup pintu perdagangan antara Korut dengan negara sekawasan. terutama terkait dengan kependudukan Jepang di China dan perebutan pulau Spratley. Kesimpulan Identitas nasional Korut. Oleh karena itulah ia mempergunakan nuklir ini sebagai bargaining power untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya tanpa harus µmenengadahkan tangan¶. Selain itu.

Dengan optimalisasi itu. Skenario ketiga ini hanya bisa berhasil bila salah satu dari dua skenario sebelumnya telah berhasil dilaksanakan.¶Nikkei Mengalami Pelemahan. B.¶Ujicoba Peluncuran Peluru Kendali Korea Utara¶. Dengan bukti-bukti dan pemaparan yang disampaikan penulis. Skenario ketiga adalah dihapuskannya juche sebagai identitas nasional Korut agar Korut bersedia menerima liberalisasi ekonomi dan berhenti mengancam keamanan Jepang dan Korsel sebagai negara tetangganya. Salah satu hal yang ditonjolkan juche adalah Korea yang mandiri tanpa intervensi AS. Daftar Pustaka : Anonim.µKorut Minta Korsel Hentikan Propaganda¶. diakses pada 26 Juni 2009 CIA ± The World Factbook Fawcett. dan diperkuat oleh teori Hettne dan beberapa skenario di atas. juga merupakan batu landasan untuk provokasi proliferasi maupun peluncuran rudal Korut.¶The New Regionalism : A Prologue¶ In B Hettne. http://www. Astri. diakes pada 26 Juni 2009 Anonim. Skenario pertama adalah reunifikasi Korea yang bisa diwujudkan dengan optimalisasi pendayagunaan kawasan industri Gaesong. Berdasarkan teori Hettne tentang hambatan munculnya regionalisme.Vivanews 26 Mei 2009.Vibiznews 26 Mei 2009. Jika Gaesong memberikan kontribusi yang signifikan terhadap GDP kedua negara. µKrisis Nuklir Korut Turut Jungkalkan Indek¶.koreadpr. (ed). London : Macmillan Istiana Ihsan. Grass fire conflicts Asia Timur. Louise and Andrew Hurrell. Jika Korsel bersedia mengurangi porsi AS di negaranya. Regionalism in Historical Perspective Hettne. maka dengan demikian tesis penulis bahwa juche merupakan salah satu faktor penghambat regionalisme Asia Timur terbukti. Untuk menyelesaikan permasalahan ini. harus dapat diselesaikan untuk mewujudkan integrasi kawasan.A Kawilarang. Jika kedua Korea tidak bisa berganung sebagai 1 negara. Renne. Skenario kedua untuk mewujudkan perdamaian Korea demi integrasi kawasan adalah pengurangan pengaruh AS di Korsel. 2000. konstelasi politik Korut ternyata memenuhi 2 dari 3 asumsi Hettne tentang penghambat regionalisme kawasan. yaitu grass fire conflicts dan intrastate conflicts. dalam hal ini konflik Korut-Korsel. The New Regionalism and the Future of Security Development.Korut.4. diakses pada 14 Desember 2008 Official webpage of the Democratic People¶s Republic of Korea (DPRK).Harian Jurnal Nasional. bukan tidak mungkin rekonsiliasi dan bahkan reunifikasi kedua Korea dapat terwujud. Kekhawatiran Kondisi Keamanan di Asia Timur¶. Korsel dapat meningkatkan perdagangan dengan negara lain sekawasan. Radio Taiwan International. penulis menawarkan beberapa skenario. pengusaha kedua Korea mendapatkan manfaat yang besar dari Gaesong sehingga mereka dapat menekan pemerintah kedua negara untuk mengakhiri perselisihan. setidak-tidaknya kedua Korea dapat hidup berdampingan sebagai tetangga yang damai. Louise. maka pemerintah juga akan mempertimbangkan hal yang sama. serta alasan utama isolasi ekonomi yang diterapkan Korut. Di sini peran Jepang dan China sebagai raksasa perdagangan sangat diperlukan. Sebagai ganti AS. diakses pada 26 Juni 2009 . Vol. Regionalism in World Politics. Oxford University Press Fawcett.com/ diakses pada 27 Juni 2009 R. 2002. yaitu rekonsiliasi atau bahkan reunifikasi kedua Korea.

John. Deborah et al (eds).Harian Media Bersama diakses pada 11 Januari 2009.co.2003.2004.China and The World Trade System: Entering the New Millennium. Implications of the frameworks are discussed to emerging any alternative for Iran¶s new geostrategic in contemporary world. Keadaan semakin diperburuk oleh berbagai sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS dan PBB berkaitan dengan proliferasi nuklir yang dikembangkan Iran dan berbagai tindakan yang dianggap AS sebagai tindakan konfrontatif seperti pemasok senjata ke Taliban dan menyediakan suaka politik bagi tokoh-tokoh Irak yang melarikan diri sehingga negara mullah ini mendapat julukan sebagai axis of evil . AS memperpanjang sanksi ekonominya. oil and gas. Keadaan tidak bertambah baik ketika pada pemerintahan Obama. dan resolusi 1747 tanggal 24 Maret 2007 semua negara diminta untuk melakukan perdagangan senjata jenis apapun sekaligus tidak menyediakan bahan baku bagi Iran .Ravenhill. serta kehadiran pasukan AS dalam jumlah besar di negara-negara tetangga Iran membuat negara yang dulunya bernama Persia ini merasakan peningkatan ancaman keamanan dibanding dengan periode saat Perang Dingin.¶Korea Selatan memprovokasi Korea Utara¶. New York: Cambridge University Press Leave a Comment Aksesi Iran ke dalam SCO : Potensi Geostrategis Iran Menghadapi AS Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:28 am Abstract: This article evaluates the Iran strategy in seeking the new geopolitical power by calculate the potential power she will get by joining the Shanghai Cooperation Organization (SCO). Sanksi ekonomi ini secara langsung maupun tidak langsung mengancam ketahanan ekonomi Iran karena dalam Resolusi 1737 tahun 2006. The article develops two interdisciplinary frameworks for the issue. Resolusi 31 Juli 2006. Central Asia Pendahuluan Perubahan konstelasi dunia pasca Revolusi Islam Iran 1979.Regionalism. Resolusiresolusi ini juga meliputi pembekuan aset dan larangan pemberian bantuan keuangan.Cass. SCO and Central Asia itself has many roles in increasing Iran¶s power especially after a sequence of economic sanction given by US.New York: Palgrave Macmillan Thea. Invasi Amerika Serikat (AS) ke Irak dalam rangka war on terrorism Irak.oxfordtextbooks.The Political Economy of Regionalism : The Case of Southern Africa. included The geopolitics theory of Managerial Revolution and Mackinder¶s geopolitics theory. seperti runtuhnya Uni Soviet. .Korean Security in a Changing East Asia.uk/orc/ravenhill2e/ Roehrig.Westport: Greenwood Publishing Group Inc Söderbaum.www. The objectives of the article are to find the implications of Iranµs accession in Shanghai Cooperation Organization both for the security defense opposing US influence and for her national economic development. Terence et al (eds). US. Fredrik. Keywords: Shanghai Cooperation Organization.2007. Ady. World Bank and Organization for Economic Cooperation and development (OECD) in Microsoft ® Encarta ® 2008 Z.

Rusia. Selain beranggotakan enam negara pendiri seperti yang telah disinggung sebelumnya. Turkmenistan. memiliki akses ke Laut Caspia. China juga telah memberikan investasi yang besar untuk pembangunan infrastruktur Iran. kehadiran AS di wilayah tersebut. dan Irak serta Saudi Arabia di sebelah baratnya.perusahaan minyak Kazakhstan juga adalah perusahaan minyak yang terbesar ke lima di dunia. Kerjasama Iran dengan Negara-Negara Asia Tengah Walaupun hanya berposisi sebagai observer. dimana Iran berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah yang diokupasi oleh AS seperti Afganistan dan Pakistan di sebelah timurnya. dan Kazakhtan yang membentuk Shanghai Cooperation Organization (SCO) pada 15 Juni 2001 di Shanghai . Di sebelah utara. power yang dimiliki SCO cukup kuat dengan jumlah penduduk total 2. negara ini berdekatan dengan Azerbaijan. Secara geopolitik. Kashagan.Seperti yang digambarkan oleh peta di bawah ini. SCO memberikan posisi strategis bagi Iran dengan menjadikan Iran sebagai observer yang akan mengubah status itu mnejadi anggota resmi dalam waktu dekat. tetapi yang lebih penting adalah bagaimana wadah itu dapat menyelamatkan Iran dari krisis akibat sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS karena berbagai alasan dari nuklir hingga terorisme. Dalam pemikiran geopolitik klasik.6 milyar dan hampir setengah dari jumlah penduduk keseluruhan. Beijing juga menjadi . jika tidak bisa menghilangkan secara keseluruhan. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah aksesi Iran ke SCO akan dipandang sebagai geostrategi yang membawa dampak potensial yang menguntungkan bagi Iran dalam membendung pengaruh AS yang semakin meluas di Eurasia. posisi geografis Iran sangat menguntungkan. Uzbekistan. Iran menandatangani kesepakatan bernilai 100 milyar dolar dengan China untuk pengembangan sumber minyak Yadavaran dan akan menjual 250 million tons LNG ke China untuk 25 tahun ke depan terhitung tahun 2006 . Salah satu negara pendiri SCO. Rusia. Berdasarkan pandangan Mackinder di atas. sekitar 35 milyar barel dan merupakan dua kali dari cadangan di Laut Utara . Dalam menganalisis hal ini. merupakan penghasil gas terbesar dunia sedangkan Kazakhstan mempunyai cadangan minyak dan gas yang sangat luas. Grafik Cadangan gas dunia (dalam trilyar m3) Secara demografis. Mackinder menyebut Eurasia sebagai bagian penting pusat dunia . Tahun 2006. SCO didirikan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi di kawasan Eurasia sekaligus menghilangkan pengaruh AS di kawasan itu. Wadah itu tidak harus berbentuk pakta pertahanan militer. namun Iran telah menjalin kerjasama yang erat dengan negara-negara anggota SCO. yang dibuktikan dengan kenyataan sumber daya yang dimiliki Asia Tengah. Perbandingan mengenai produksi gas dunia dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.8 milyar barel minyak serta akses langsung ke Selat Hormuz -celah sempit yang dilalui oleh 40% ekspor minyak ± maka penulis beranggapan bahwa aksesi Iran ke dalam SCO akan menjadi geostrategi yang ampuh dalam pertahanan Iran di Eurasia. penulis mendasarkan prediksinya pada apa yang akan didapat Iran dengan aksesinya ke SCO ditinjau dari pemikiran geopolitik Mackinder. Siapa pun yang menguasai heartland akan menguasai dunia. termasuk Iran. sekaligus kekayaan Iran sendiri Iran yang mengandung 125. Wilayah-wilayah ini. Berbagai faktor di atas membuat Iran melihat pentingnya suatu wadah yang dapat menghimpun kekuatan negara-negara kawasan untuk mengurangi.

surface-to-air missiles. walaupun secara keseluruhan strateginya juga mencakup Uzbekistan and Armenia. khususnya ketika AS condong memberikan dukungan senjata dan kelengkapan dirgantara pada Taiwan. Kepentingan ini dapat dikatakan berhasil mengingat dalam kerangka SCO. and anti-shipping cruise missiles. sebagai wilayah lalu-lintas udara dan pengisian bahan bakar untuk menopang operasi militer di Afghanistan. Jalan kereta api lain. perusahaan minyak Rusia Lukoil dan perusahaan minyak negara Kazakh Kasmunaigas menawarkan kerjasama dengan Iranian Northern Drilling Company (NDC) untuk pengembangan kilang minyak di Laut Kaspia. Iran menitikberatkan pada negara-negara yang mempunyai kedekatan budaya seperti Tajikistan dan Afghanistan Barat. Organisasi ini menolak keinginan AS untuk menjadi observer dan demokratisasi AS untuk mengurangi kehadiran militer AS di Asia Tengah.pemasok senjata dan alat pertahanan militer terbesar Iran sekaligus membantu pengembangan teknologi misil Iran termasuk air-to-air missiles. Iran Juga membangun pembangkit hidroelektrik di Tajikistan dengan investasi total 700 juta dolar. Uzbekistan telah berhasil mengusir tentara AS keluar dari wilayahnya. Bafq-Mashhad. Negara-negara Asia Tengah ini membantu pencapaian nuklir Iran dengan cara damai karena Iran juga beberapa kali menjadi mediator dalam perselisihan negara-negara Asia Tengah. Perdagangan dengan Turkmenistan and Uzbekistan juga terus meningkat hingga mencapai 450 juta dolar pada 2006 . China dan Asia Tengah melewati Iran yang akan melalui Teluk Persia . Dengan keluarnya AS dari Uzbekistan maka akan mengurangi instabilitas politik Iran di wilayah perbatasan sekaligus beban Iran yang selama 20 tahun ini harus menerima 2 juta pengungsi . Iran menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur seperti pembangunan saluran Anzab yang akan menghubungkan bagian utara dan selatan dari Tajikistan sekaligus menyediakan koridor dari Cina melalui Asia Tengah menuju Teluk Persia . Posisi Strategis Geopolitik Asia Tengah Bagi Keamanan Iran Arti penting SCO adalah sebagai buffer dalam menghambat peningkatan kekuatan militer AS di Asia Tengah sekaligus mengusir tentara AS dari sana. Hubungan keduanya sudah berlangsung lama. Kyrgyzstan. terutama sejak Perang Irak-Iran dimana China menjadi aktor yang penting dalam penyediaan senjata Iran. China menjadikan hubungannya dengan Iran sebagai senjata melawan AS. Hubungan Iran dengan Rusia juga berlangsung baik. Iran juga membangun sarana kereta api menuju Heart untuk mempermudah transportasi barang dari Rusia. Dengan bergabung dalam SCO. Sebanyak 1. Keluarnya militer AS dari Uzbekistan mempunyai arti yang sangat penting bagi Iran karena pangkalan udara Karshi-Khanabad di Uzbekistan adalah pangkalan kunci bagi pasukan AS untuk melakukan serangan ke Afghanistan. Iran tidak perlu mengangkat senjata dan berkonfrontasi sendirian dengan AS karena negara besar lain yang merupakan anggota SCO seperti China dan Rusia juga mempunyai kepentingan untuk hengkangnya AS dari Asia Tengah. 70% perusahaan Iran juga mempunyai kantor perwakilan di Uzbekistan. Pada tahun 2006.000 tentara AS juga menggunakan Bandara Internasional Manas. Peta di bawah menunjukkan bagaimana keadaan geografis negara-negara µmusuh¶ AS mengunci Iran dan Asia Tengah. Pada 2005. dibangun pada 2004 untuk mempercepat perjalanan dari Asia Tengah ke Teluk Persia. AS telah menempatkan pasukannya di pantai timur Asia Tengah sehingga China menjalin kerjasama latihan militer dengan kekuatan asing lainnya di Kyrgyzstan pada 2002 untuk mencegah AS mengepung Asia Tengah. Terhadap negara-negara Asia Tengah.

www. aksesi Iran ke dalam SCO menurut skenario penulis mempunyai probabilitas yang tinggi untuk menjadi fokus geostrategi Iran dan dengan demikian tesis yang diajukan penulis dalam kajian ini terbukti. John Cox.com www.War Without Win ± Iran White Paper. William. Solusi atau Dependensi? : Studi Tentang Kegagalan Neoliberalisme di Amerika Latin Oleh Maria Elysabet Mena Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:26 am Abstract: This article evaluates how neoliberal economic strategy was applied in Latin America after the crisis in 1980s.Afghanistan.igc. Iran plays the Central Asia card. WA: Microsoft Corporation. baik sebagai sumber energi maupun keuntungan pertahanan keamanan yang didapat dari posisi geopolitis negara-negara itu. 2007. The article develops two interdisciplinary frameworks for the issue.org www. obat-obatan terlarang maupun ancaman invasi dari AS. pendapatan dari perdagangan obat ilegal setara dengan 7 % GDP kawasan itu pada 2001 .Oil.. Oleh karena itu. Selain itu. Redmond. Pendapatan dari perdagangan obat ilegal telah menjadi salah satu sumber pemasukan bagi kawasan tersebut. Geopolitics.atimes. Referensi: Anonim. www. J. Keamanan yang didapat juga menyentuh aspek ekonomi.eurasianet. mempunyai arti yang sangat strategis bagi Iran.R.republikaonline.com www. baik dalam kerangka SCO ataupun berdiri sendiri.London:Routledge T.org www. Kaveh. Eric.2005. Michael.atimes.Microsoft® Student 2008 [DVD].The New Great Game: Energy And Geo-strategy In Central Asia Hooglund. Iran dapat mengontrol penyelundupan obat terlarang menuju Afghanistan sehingga juga mengatasi penyelundupan obat terlarang ke negaranya.www. Keamanan ini meliputi keamanan dari terorisme. The objectives of the article are to find whether neoliberal economic . Dengan bergabung dalam Shanghai Cooperation Organization.1993.2007.An Introduction to Political Geography.globalpolicy.okezone.Iran. kerjasama Iran dengan Asia Tengah juga mencakup kerjasama di bidang pemberantasan peredaran obat-obatan terlarang. Kesimpulan: Asia Tengah. especially the implications of neoliberal policy in Latin America¶s economic stability. included dependency theory and Marxism perspective that are based on some concepts like dependency.com diakses pada 25 Juni 2009 Short. liberalization and crisis. Klare. Berdasarkan United Nations Office of Drug and Crime.informationclearinghouse L Afrasiabi.com Leave a Comment Neoliberalisme. 4 dari 6 rute utama pengiriman obat-obatan ilegal dari Afghanistan ke Eropa pasti melewati Tajikistan dan Turkmenistan yang merupakan negara di Asia Tengah. and the Coming War with Iran.

Uruguay. dan Venezuela . 2007 Berbicara tentang Amerika Latin. World Bank dan AS. Merkantilisme ini tidak bertahan lama karena krisis yang terjadi pada awal 1980an membuat keyakinan negara akan perspektif neoliberalisme menguat. nationalism Pendahuluan Amerika Selatan merupakan kawasan yang terdiri dari 12 negara. oleh karena itu banyak anggapan yang menyebutkan bahwa dekolonisasi Amerika Latin hanya merupakan pintu masuk bagi eksploitasi dari golongan oligarki. terkait dengan kekayaan sumber daya yang dimiliki negara-negara Amerika Latin. deregulasi kebijakan moneter. dimana 10 diantaranya adalah negara Latin meliputi Argentina. Dengan desakan International Monetary Fund (IMF). meliputi disiplin fiskal. pembebasan arus keuangan dan privatisasi . Argentina dan Brazil merupakan jalur pipa gas yang menuju Amerika Utara . kebebasan bagi investor asing. Keywords: liberalization. Seluruh aspek ekonomi-politik yang ada kemudian akan berjalan dalam koridor prinsip-prinsip neoliberalisme yang tertuang dalam Washington Consensus.system is appropriate to applied in Latin America. Amerika Selatan juga lebih sering disebut sebagai Amerika Latin. seperti Amerika Serikat (AS) dan China berlomba-lomba untuk µmenguasai¶ kawasan ini namun sering mendapat hambatan dari pertentangan antar elit sehingga strategi pembangunan menjadi tidak konsisten dan tidak efektif . Selain itu. Amerika Latin mengubah strategi ekonominya menjadi strategi neoliberalisme. Krisis domestik ini diperparah oleh perlambatan ekonomi internasional yang mengiringi runtuhnya sistem Bretton Wood.WA:Microsoft Corporation. Raksasa industri asing. Lebih dari itu. Peru. Bolivia.´Microsoft® Student 2008 [DVD]. hutang-hutang itu telah mencapai 430 milyar dolar . Jika pada tahun 1972 total hutang luar negeri Amerika Latin mencapai 31. dan sangat menghancurkan perekonomian Amerika Latin yang pada dekade 1970an menuai pendapatan yang tinggi dari sektor agrikultur dan manufaktur. Implications of the frameworks are discussed to emerging any alternative for the regime¶s future. Oleh karena itu. pengurangan pajak. intervensi dan eksploitasi juga datang dari pihak luar yang menginduksikan liberalisasi perdagangan dan pembangunan infrastruktur. Chili. maka umumnya yang pertama kali terlintas adalah kawasan dengan ketimpangan dan kesenjangan yang sangat tinggi.000 % . especially for nationalism economic system. Ekuador. pengalaman historis negaranegara di kawasan ini dalam lima abad terakhir diwarnai dengan rezim oligarki yang sangat kuat. dependency. Negara-Negara Amerika Latin Sumber:´Mercosur. Venezuela. bahkan di Bolivia mencapai 12.3 milyar dolar maka pada akhir 1980an. Untuk mengatasi keterbelakangan pembangunan. Pelonjakan hutang ini membuat suku bunga meningkat drastis dan menimbulkan inflasi yang sangat tinggi. Inti dari semua kebijakan ini adalah bagaimana kesejahteraan manusia dapat diwujudkan melalui pembebasan individu dari setiap kekangan.Redmond. Kemerdekaan individu dalam hal ini hanya bisa . Brazil. crisis. Kolombia. negara-negara Amerika Latin dan Karibia memberlakukan strategi substistusi impor yang merupakan bentuk penerapan merkantilisme dimana intervensi pemerintah dalam pasar internasional dinilai merupakan jalan terbaik untuk mencapai kepentingan nasional. Paraguay.

pemerintah mengenakan pembatasan impor yang sangat ketat. Berdasarkan teori yang telah disampaikan. Keterbelakangan (underdevelopment) bukan merupakan hasil dari masyarakat yang non-modern. Untuk menggambarkan bagaimana saran yang diajukan oleh model Rostow ± yang secara tidak langsung merujuk pada saran neoliberalisme ± penulis akan menguraikan lima kebijakan yang ditempuh Amerika Latin dan hasil yang didapatkan. Inilah yang menyebabkan inflasi. Konsumen memang diuntungkan karena barang impor dengan kualitas lebih baik dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah daripada produk lokal namun dampaknya adalah ketidakseimbangan neraca pembayaran karena surplus impor menjadi meningkat sehingga mengurangi devisa. Negara pheripery mengalami underdeveloped karena development yang berlangsung di negara core. Kesejahteraan yang diharapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan karena kesejahteraan buruh semakin tertindas. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah neoliberalisme yang diterapkan sebagai pengganti merkantilisme merupakan solusi yang tepat bagi Amerika Latin untuk dapat keluar dari krisis yang menghancurkan perekonomian. penulis menggunakan teori dependensi yang dikembangkan oleh Fernando H. Perusahaan domestik dilindungi dari kompetisi luar negeri sehingga dapat mengatur harga komoditas dan mengakomodasi kenaikan upah buruh. yang menjelaskan bahwa krisis merupakan hal yang biasa terjadi dalam sistem kapitalis dan selanjutnya akan menyebabkan terjadinya boom and bust cycle . Deregulasi sektor keuangan diharapkan dapat meningkatkan tabungan dan investasi namun yang terjadi justru sebaliknya. Kebijakan pertama adalah liberalisasi impor. korporasi diterjunkan dalam persaingan bebas sehingga pemerintah tidak bisa bebas mengatur harga. Teori ini membagi dunia menjadi dua bagian. maka seharusnya liberalisasi perdagangan yang dilakukan Amerika Latin. Dengan substitusi impor. Kebijakan ketiga adalah liberalisasi keuangan domestik. akan dapat membawa negara-negara ini ke pembangunan yang berkelanjutan. khususnya Brazil dan Argentina. Teori ini juga diperkuat oleh pandangan konvensional Ekonomi Politik Internasional (EPI). pasar bebas dan perdagangan bebas. Perusahaan lokal dengan modal yang tidak besar pun harus gulung tikar.dijamin melalui kerangka kelembagaan yang ditandai dengan pengakuan terhadap hak milik pribadi. inflasi memang dapat diatasi namun buruh mengalami tekanan. Kebijakan keempat adalah reformasi fiskal (meningkatkan pajak dan memotong pengeluaran) . tingkat tabungan menurun dari 22 % menjadi 17 % dalam 10 tahun pertama penerapan neoliberalisme . dan Theotonio Dos Santos. mengentaskan masyarakatnya dari kemiskinan yang telah lama dialami sejak pendudukan kolonial dan eksploitasi kaum oligarki. Jika merujuk pada model Rostow. Dengan liberalisasi. maka penulis memandang bahwa neoliberalisme bukan solusi yang tepat bagi Amerika Latin. Dalam mengkaji permasalahan ini. Faletto. negara core yang menikmati dampak positif dari industrialisasi dan negara pheripery yang lebih sering dieksploitasi oleh negara core. Kebijakan kedua adalah exchange-rate overvaluation yang mengurangi harga mata uang lokal untuk komoditas impor. terutama dalam kaitannya dengan negara pheripery . Di Argentina. sekaligus mengembangkan perekonomian Amerika Latin dalam dunia yang kapitalis. Cardoso. marxisme. tetapi keterbelakangan justru dikembangkan oleh ekspansi kapitalisme. Penerapan Neoliberalisme di Amerika Latin Teori dependensi merupakan kritik dari model kemiskinan ala Rostow yang menganggap bahwa uneven development merupakan akibat dari kurangnya keterlibatan suatu negara dalam perdagangan global .

NAFTA. namun kombinasi dari kelima kebijakan ini malah memicu kehancuran yang semakin besar di Amerika Latin. kesejahteraan sosial pun semakin tidak terwujud karena IMF menekankan pemotongan pos-pos yang dianggap meningkatkan pengeluaran. negara-negara Uni Eropa dan China. Paraguay dan Uruguay sepakat menandatangani Traktat Asuncion 1991 untuk membentuk organisasi regional yang dinamakan Mercosur (Mercado Común del Sur). Tujuannya untuk menarik investor agar perekonomian dan industrialisasi dapat bangkit kembali. harapan awalnya adalah mendirikan institusi regional yang dapat meningkatkan competitiveness dalam perdagangan global. eksploitasi yang dialami Amerika Latin bukannya berakhir. dalam hal ini NAFTA. karena kekuatan mata uang kini ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. Argentina. tidak lama kemudian Argentina mengalami krisis yang serupa pada 1998 dan 2002. Jika kemudian substitusi impor gagal menstabilkan inflasi. Kebijakan ini memang berhasil menyeimbangkan neraca pembayaran. Amerika Latin terpaksa berkompetisi dengan negara-negara kapitalis yang mapan. tentu saja dengan sebagian kecil interaksi dengan negara lainnya. termasuk subsidi dan dana jaminan sosial.untuk menyeimbangkan neraca pembayaran. Sistem mata uang mengambang ini membuat mata uang domestik menjadi rentan. Kebijakan yang terakhir adalah liberalisasi arus modal. Kembali ke Ekonomi Nasionalisme Dengan berbagai krisis dan kesulitan yang diciptakan dengan penerapan neoliberalisme. tetapi pada bagaimana pemerintah dan struktur yang rapuh karena tarikmenarik kepentingan elit oligarki gagal menjalankan kebijakan substitusi yang bersih. maka . kesalahan bukan terletak dari kebijakan substitusi ini. ketidaksamaan start ini membuat hasil yang didapat juga tidak seimbang. walaupun disertai dengan ketimpangan dan kesenjangan. Pandangan pemerintah negara-negara Amerika Latin bahwa krisis yang dialami kawasan itu merupakan akibat dari kegagalan merkantilisme yang diterapkan melalui substitusi impor. Nantinya peningkatan perdagangan ± salah satu buah pemikiran neoliberalisme. ekonomi yang merambat naik. Tentu saja yang terjadi kemudian. tetapi malah semakin ditingkatkan dengan yang apa disebut penulis sebagai µeksploitasi gaya baru¶. Ramalan yang telah disampaikan marxisme ± pada kerangka analisis teori ± terbukti. tak jauh berbeda dengan Brazil yang juga dilanda krisis pada 1999. karena sebenarnya krisis 1980 adalah penetrasi dari krisis internasional. Komunitas Andean dan lain sebagainya) kepada institusi regional pheripery. dalam hal ini Mercosur. yaitu eksploitasi institusi regional core (UE. adalah pandangan yang keliru. Meksiko dan Argentina mengalaminya pada 1995. Dengan kesiapan yang minim ini. dari yang semula sistem mata uang tetap (fixed exchange rate).diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masing-masing anggota. yaitu bagaimana kejatuhan sistem Bretton Wood membuat arus pertukaran mata uang menjadi sistem mata uang mengambang (floating exchange rate). Maka bisa dikatakan bahwa sebagian besar sisanya merupakan kerjasama dagang dengan tiga aktor tersebut. kembali diguncang oleh krisis yang tak lebih ringan dari krisis 1980an. Paparan di atas menunjukkan bahwa dengan menerapkan neoliberalisme. Ketika Brazil. Hal ini membuktikan bahwa teori dependensi terjadi pada Amerika Latin yang merupakan negara berkembang dengan sumber daya yang kaya namun memiliki kesiapan yang minim dalam pelaksanaan liberalisasi. Namun penulis melihat bahwa Mercosur kemudian menjadi sarana eksploitasi baru dari negara core. mengingat bahwa perdagangan intra regional hanya mencapai 15 % dari total perdagangan. namun pembangunan yang diharapkan tidak berjalan karena pemerintah harus menekan pengeluaran.

walaupun tidak kemudian mengisolasi diri dari pergaulan internasional. Dengan sistem ekonomi nasionalisme. Sistem ini juga menekankan industrialisasi karena industri dipercaya mempunyai efek yang menyebar dalam pembangunan nasional secara keseluruhan. yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah nasionalisasi perusahaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak melalui mekanisme sosialisasi yang terkoordinasi. dan Argentina berujung pada peningkatan jumlah pengangguran yang kemudian memunculkan berbagai persoalan sosial baru . maka pemutusan rantai dependensi hanya dapat dilakukan melalui musuh dari kapitalisme itu sendiri. Sistem ekonomi nasionalisme. keberadaan industri dalam negeri dapat diartikan sebagai kemampuan pemenuhan kebutuhan sendiri dan otonomi politik. atau yang juga disebut sebagai merkantilisme.penulis memandang bahwa jalan keluar paling tepat untuk Amerika Latin adalah penerapan sistem ekonomi nasionalisme. Bantuan neoliberal yang diberikan oleh Presiden John F. khususnya agrikultur dan minyak. Dalam teori dependensinya. Selain itu. Jalan menuju ekonomi nasionalisme memang sudah sangat terbuka bagi Amerika Latin. dapat melanjutkan industri manufaktur yang memang merupakan komoditas utamanya. Cardosso dan Faletto juga menambahkan bahwa secara politik. yaitu ekonomi nasionalisme. Hal ini dapat terjadi karena demokrasi yang dikembangkan condong ke arah demokrasi liberal dimana kepemilikan pribadi dan akumulasi modal oleh sejumlah kecil golongan ternyata semakin memperparah ketidakmerataan distribusi pendapatan yang ada. namun dampak negatifnya dapat dilihat pada 10 tahun sesudahnya dimana hampir semua negara Amerika Latin terjebak dalam ketergantungan terhadap utang luar negeri dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan pembayaran sehingga jalan yang tersisa adalah menguras semua sumber daya alam yang ada. Brazil. . meletakkan aktivitas ekonomi dalam kerangka kepentingan nasional . Amerika Latin dapat memanfaatkan kekayaan sumber daya yang dimiliki. Gelombang tuntutan menentang neoliberalisme terjadi di Argentina. Amerika Latin. tanpa harus merugikan buruh karena upah buruh tak lagi harus ditekan untuk meningkatkan competitiveness. Krisis yang terjadi pada awal 1980an maupun keterbelakangan pembangunan yang dialami oleh sebagian besar negara Mercosur telah menggambarkan kegagalan demokrasi dalam mewujudkan kesejahteraan Amerika Latin. dan statisme. terutama perusahaan minyak. Privatisasi pada sebagian besar perusahaan di Venezuela. Chili. tetapi kesejahteraan politik ini tidak akan dirasakan negara pheripery karena negara ini hanya akan menjelma menjadi negara yang represif dan totaliter karena ketergantungan terhadap negara kapitalis. nasionalisme yang akan diterapkan kembali di Amerika Latin juga harus diiringi dengan penjaminan demokrasi. Karena dependensi erat kaitannya dengan kapitalisme. khususnya Brazil dan Argentina. proteksionisme. kapitalisme akan membawa negara core ke kehidupan yang menjunjung tinggi demokrasi dan pengakuan hak-hak warga negara. Dalam kerangka sistem ini. Oleh karena itu. apalagi mengingat faktor ideosinkretis pemimpin negara-negara Amerika Latin yang keras menentang neoimperialisme asing. Apalagi industri merupakan dasar kekuatan militer dan keamanan nasional dalam dunia modern sekarang ini. yang juga penting dilakukan oleh Amerika Latin adalah nasionalisasi perusahaannya. Kennedy dalam program Alliance for Progress pada 1970an pada awalnya memang dapat membawa reformasi ekonomi dan sosial di Amerika Latin. Selain itu. Yang harus dilakukan adalah kontrol self reliance yang kuat yang hanya dapat diwujudkan dalam sistem sosialisme. untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap pihak asing. mengingat dengan penerapan neoliberalisme pun belum menjamin adanya demokrasi. tanpa harus mengalami eksploitasi dan ketergantungan yang dijelaskan dalam teori dependensi. Oleh karena itu.

Bolivia. Hal inilah yang menjadi peluang besar terhadap ekspor negara berkembang termasuk Indonesia. jikapun berhasil. Dengan rapuhnya rezim ini. Oleh karena itu penulis mengajukan solusi lain bagi Amerika Latin. Venezuela juga telah melunasi utangnya kepada Bank Dunia lima tahun lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan.3% menjadi 3. maka tidaklah berlebihan bila penulis memprediksikan bahwa posisi neoliberal tidak akan lama lagi akan tergantikan. Venezuela juga menyuntikkan dana bagi negara-negara Amerika Latin lainnya dalam rangka pelunasan hutang negara-negara itu pada IMF dan World Bank untuk melepaskan dependensi regional Mercosur. Eksploitasi dan krisis yang dihadapi juga sesuai dengan ramalan marxisme terhadap liberalisme kapital. Ekuador. Peru dan Venezuela. maka Indonesia secara resmi telah menjadi anggota WTO dan semua persetujuan yang ada didalamnya telah sah menjadi bagian dari legislasi nasional. dan ternyata neoliberalisme tidak berhasil menyelamatkan negara-negara Amerika Latin keluar dari krisis. Chavez telah membayar seluruh utang Venezuela kepada IMF. apalagi mengingat penolakan negara-negara berkembang terhadap praktik neoliberalisme itu. Kesimpulan Pemaparan yang telah disampaikan menunjukkan bagaimana Amerika Latin telah memilih neoliberalisme sebagai solusi krisis yang dihadapinya. . dalam hal ini negara-negara Amerika Latin. Segera setelah berkuasa pada tahun 1999.7 Tahun 1994 tanggal 2 Nopember 1994 tentang pengesahan (ratifikasi) Agreement Establising the World Trade Organization . Dengan berbagai fakta dan data yang disampaikan sebelumnya berdasar teori dependensi dan perspektif marxisme. WTO bukan hanya menciptakan peluang (opportunity). Penolakan ini muncul karena teori dependensi Cardosso dan Faletto ternyata dengan tepat menggambarkan eksploitasi kapitalisme yang dibawa oleh neoliberalisme. maka dengan demikian tesis yang diajukan penulis bahwa neoliberalisme bukan solusi yang tepat bagi Amerika Latin dalam hal ini terbukti. menjadi Mercosur yang independen. Seperti diketahui . ditambah dengan ekonomi nasionalisme yang diajukan penulis sebagai solusi bagi Amerika Latin. PENDAHULUAN Dengan diterbitkanya Undang-Undang No. sifatnya hanya sementara dan malah membawa krisis yang lebih sering dan lebih dalam. Pemaparan ini juga menunjukkan bagaimana rezim neoliberal ± IMF dan World Bank ± sudah berkurang kekuatannya dalam menyebarkan paham neoliberal ke negara-negara pheripery. negara-negara maju telah menurunkan tarif untuk industri dari rata-rata 6. Pada tanggal 30 April 2007 Presiden Hugo Chavez mengumumkan rencananya untuk secara formal menarik keanggotaan Venezuela dari Bank Dunia dan IMF . Meksiko. yaitu penerapan ekonomi nasionalisme tanpa mengisolasi diri dari perekonomian global. tetapi juga ancaman (threat). Brazil. Menjadi anggota WTO berarti terikat dengan adanya hak dan kewajiban. Bagi negara yang siap dengan liberalisasi perdaangan. Disamping itu pula . maka semua hasil perundingan dalam akses pasar akan menjadi peluang (opportunity) besar. Konsep Hukum Fair Trade FREE TRADE (PERDAGANGAN BEBAS) DAN FAIR TRADE (PERDAGANGAN BERKEADILAN) DALAM KONSEP HUKUM Oleh : Eko Prilianto Sudradjat A.8% (penurunan sebesar 40%) dari tarif nol telah meningkat dari 20% menjadi 40% dari seluruh produk industri yang masuk ke negara maju.

pengontrolan upah buruh. dimana program ekspor non migas merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja dan dituntut untuk lebih siap untuk dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari peluang yang dihasilkan oleh WTO. Dalam sejarah pada abad ke 15 bangsa-bangsa didunia khususnya di benua Eropa. Liberalisasi perdagangan ini. ekonomi dan budaya masyarakat[2]. dia yang akan menang. investasi. bantuan atau subsidi pertanian[4]. atau proses sejarah. Peluang dan manfaat dari keanggotaan Indonesia di WTO hanya dapat diperoleh apabila kita menguasai semua persetujuan WTO dan menerapkannya sesuai dengan kepentingan nasional. Aturan aturan dasar dari kebijakan perdagangan . merupakan suatu kegiatan perdagangan barang barang yang dibiarkan bebas berdasarkan hukum pasar. yang dapat didefinisikan bebas melakukan apa yang engkau inginkan atau bebas dari campur tangan pemerintah untuk membantu orang miskin. Kata "globalisasi" diambil dari kata global. diistilahkan dengan Laissez Faire. siapa yang lebih kuat. sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis.Terdapat beberapa hal penting yang perlu mendapat catatan dibidang akses pasar ini . maka dalam pemanfaatan ini akan berlaku hukum alam. yang pada saat itu menjadi suatu komoditi yang sangat diminati oleh konsumen dari benua Eropa. antara lain adalah hasil negosiasi akses pasar ini adalah Most Favoured Nation dimana semua negara anggota dapat menikmatinya tanpa terkecuali. kecuali sekadar definisi kerja (working definition). atau yang disebutkan oleh Hugo Grotius. B. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan. dimana. telah mulai menerapkan kebijakan globalisasi perdagangan. yang maknanya ialah universal. Dibawah ini akan dicoba ditelaah konsep hukum dari perdagangan bebas (Free Trade) dan Perdagangan yang berkeadilan (Fair Trade). Istilah globalisasi perdagangan dapat disebutkan sebagai sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan. terbentuk didalam aturan aturan dasar yang diatur didalam General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) 1994. atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain. konsep liberalisasi dalam perdagangan dalam pelaksanaannya membentuk globalisasi. Pemahaman sejarah ini terlihat dari kegiatan para saudagar atau pedagang dari Eropa yang melakukan pencarian atas produk rempah-rempah dari dunia timur. Karena standing position nya sama. Salah satu prinsip dasar yang diatur didalam WTO selain perdagangan bebas adalah adanya perdagangan yang berkeadilan. yang mengakibatkan batas negar menjadi tidak terlihat[3]. Globalisasi perdagangan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan lintas negara. FREE TRADE (PERDAGANGAN BEBAS) Pembentukan World Trade Organization (WTO) telah memberikan konsep liberalisasi perdagangan kepada dunia khususny kepada negara negara anggota. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial. seorang ahli ekonomi klasik. Indonesia dengan ekonomi terbuka. Sebagai konsekuensinya adalah persaingan semakin tajam. oleh WTO. Pemahaman dari kedua prinsip dasar tersebut adalah dengan menelaah aturan aturan dasar yang terdapat didalam General Agreement on Tariffs and Trade) 1994 serta membandingkannya dengan pendapat dari ahli ahli hukum khususnya dalam perdagangan internasional. Konsep perdagangan bebas (liberalisasi perdagangan) menurut Adam Smith. konsep dasar dari liberalisasi perdagangan adalah penghilangan hambatan dalam perdagangan internasional[1].

dimana ketika terdapat beberapa negara anggota WTO melakukan perdagangan dengan satu negara anggota yang lain. melarang adanya pembatasan jumlah barang ekspor masuk kedalam wilayah nasional negara anggota. Liberalisasi perdagangan yang diatur didalam WTO adalah suatu kegiatan perdagangan dimana tidak terdapat hambatan hambatan untuk perdagangan atau masuknya barang barang yang diperdagangkan oleh negara negara anggota kedalam wilayah nasional negara anggota yang lain. perlakuan yang sama terhadap produk produk dari negara lain yang masuk kedalam wilayah suatu negara anggota dengan produk nasional dari negara anggota tersebut. maka perlakuan tersebut harus dilakukan sama kepada anggota yang lain. untuk memperlakukan kepada seluruh negara anggota WTO. Non Discrimination Terdapat 2 (dua) prinsip dasar dari aturan Non Discrimination. hambatan perdagangan dengan alasan perlindungan kesehatan (Sanitary and Phytosanitary) dan hambatan dalam standar teknis produk (Technical Barriers). 2. ke tingkat dimana dapat memberikan kemudahan untuk negara anggota lainnya masuk kedalam pasar domestik negara tersebut. kesemua negara tersebut wajib diperlakukan sama. dan adanya batasan jumlah barang import oleh pemerintah dari negara anggota. Berdasarkan atas penelaahan dari konsep dasar GATT 1994 tersebut di atas. utamanya hambatan tersebut adalah dengan tingginya bea masuk dari suatu negara anggota. Quantitative Restriction Pada intinya aturan Quantitative Restriction. dapat dipahami apa yang dimaksud dengan liberalisasi perdagangan yang diterapkan oleh WTO. c. contohnya adalah ketika satu negara diberikan kemudahan untuk melakukan perdagangan dari negara anggota lainnya maka negara negara anggota yang juga melakukan . atau dalam hal suatu negara anggota memberikan keistimewaan untuk satu negara anggota. Hal tersebut juga di imbangi dengan perlakuan yang sama. atau dikenal dengan istilah Non Discrimination Rules. b. yang diatur didalam GATT 1994.bebas tersebut adalah[5]: 1. dengan aturan aturan dasar yaitu: a. Yang dimaksudkan dengan Non Discrimination Rules didalam aturan GATT 1994 adalah perlakuan yang sama. Non Tariff Barriers Adalah tindakan dari negara tertentu anggota WTO yang dengan maksud melindungi industri dalam negerinya. National Treatment Utamanya pelaksanaan dari prinsip ini adalah. yaitu: a. denga melakukan tindakan tindakan selain dengan hambatan bea masuk seperti. Custom Duties Dalam hal ini GATT 1994 mewajibkan tiap negara anggota untuk melakukan penurunan bea masuk. Most Favoured Nation (MFN) Pada pokoknya yang dimaksudkan dengan MFN disini adalah kewajiban negara anggota WTO. diatur didalam GATT 1994. Market Access Liberalisasi perdagangan didalam aturan WTO. Tindakan tindakan tersebut berdasarkan GATT 1994 dilarang untuk dilakukan oleh negara anggota. hal yang sama. b.

Konteks sosiologisnya adalah masyarakat yang masih homogen. Selain itu. Pola ketiga. If one takes this analogy to its logical conclusion. and institutions to each participant in the trade regime. Non Discrimination Rules juga mengatur perlakuan yang sama terhadap produk import dengan produk domestik. rules. Pola kedua ini melihat perdebatan dalam perumusan hukum adalah upaya mengkompromikan konsep-konsep keadilan yang beraneka sebagai isi hukum. Hal ini tercermin dalam pandangan para pemikir klasik. Kegiatan pencapaian perdagangan bebas dilakukan didalam suatu proses mensejajarkan keadaan pasar internasional . Konsep kesetaraaan disebutkan di atas adalah konsep keadilan dalam perdagangan atau Fair Trade yang ada didalam GATT 1994. tetapi lebih jauh lagi melihat kesetaraan dan kebebasan dalam berkompromi tidak bisa diandaikan begitu saja. bahwa didalam perdagangan diperlukan adanya kesetaraan antara pihak pihak (leveling the playing field). sehingga tercipta konsep umum tentang perdagangan yang berkeadilan atau Fair Trade. mechanisms. Terjemahan bebas: proses yang dilaksanakan untuk mencapai perdagangan bebas. In its simplest sense. Pola kedua ini tampak antara lain dalam pandangan Thomas Hobbes dan pemikir politik mulai abad ke-17. more free trade would result from the application of the same policies. sering kali dinegosiasikan oleh negara negara kaitannya dengan prinsip reciprocal didalam untuk akses pasar dan prinsip Non Discrimination dihubungkan dengan kegiatan kegiatan seperti peraturan didalam perdagangan dan penurunan hambatan perdagangan seperti tariff dan quota.often negotiated among countries in the context of reciprocal market access and non-discrimination . the pursuit of free trade belongs to the blanket process of leveling the playing field. The process of pursuing more free trade . melihat hukum sebagai hasil kompromi dari beragam konsep keadilan. mereka mengandaikan adanya kebebasan yang cukup dan kesederajatan antara pihak-pihak yang berkompromi. Diandaikan adanya kaitan langsung antarkeduanya. Permasalahannya adalah Gomory dan Baumol mengatakan kesetaraan tersebut dilakukan dengan tanpa menilai karakter dasar dan kapasitas dari pihak pihak yang melakukan perdagangan. mekanisme dan institusi yang sama. FAIR TRADE (PERDAGANGAN BERKEADILAN) Disebutkan oleh Ralph E. Dalam pandangan ini. setidaknya ada tiga pola pandangan tentang kaitan hukum dengan keadilan. Dalam sejarah manusia. dengan tanpa memperhitungkan kapasitas dan karakter asal dari negara tersebut. Ini berkait perkembangan masyarakat . mengakui sifat kompromis hukum. Kesetaraan yang dimaksudkan oleh Gomory dan Baumol adalah adanya perlakuan yang sama dengan tidak melakukan diskriminasi terhadap pihak pihak lain yang juga melakukan perdagangan dengan pihak tersebut. 3. Perdebatan dalam proses perumusan hukum hanya dipandang sebagai perdebatan tentang batas.involves such activities as the harmonization of trading rules and the reduction of barriers to trade such as tariffs and quotas. Pola keadilan dan hukum disebutkan di atas diuraikan dibawah ini[7]: 1. Pola pertama memandang hukum sebagai bahasa yuridis dari suatu konsep keadilan. regardless of origin or capacity[6].teori hukum mengenai keadilan. 2.perdagangan dengan negara tersebut harus mendapat kemudahan yang sama. konsep keadilan dipandang tunggal. Gomory dan William Baumol. C. ketika satu negara melaksanakan analogi ini didalam kesimpulan logika perdagangan bebas hanya dapat tercapai dalam hal terdapat kebijakan. aturan aturan hukum. Pemahaman atas Fair Trade disini selayaknya harus juga ditelaah dari teori . ditiap tiap negara yang terlibat. Pola kedua. dari Aristoteles sampai Thomas Aquinas.

secara sosio-ekonomis. Terlebih karena perkembangan kapitalisme, dan kini dalam warna neoliberalisme, muncul gejala penumpukan dan penguasaan modal dalam sekelompok orang. Dalam negara hukum, negara mengakui dan melindungi hak asasi manusia setiap individu tanpa membedakan latar belakangnya. Semua orang memiliki hak diperlakukan sama di hadapan hukum (equality before the law). Persamaan di hadapan hukum harus diartikan secara dinamis dan tidak diartikan statis. Artinya, kalau ada persamaan di hadapan hukum bagi semua orang harus diimbangi juga dengan persamaan perlakuan (equal treatment) bagi semua orang. Persamaan di hadapan hukum yang diartikan secara dinamis itu dipercayai akan memberikan jaminan adanya akses memperoleh keadilan bagi semua orang[8]. Menurut Aristoteles, keadilan harus dibagikan oleh negara kepada semua orang, dan hukum yang mempunyai tugas menjaganya agar keadilan sampai kepada semua orang tanpa kecuali. Dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 dinyatakan Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya[9]. Kesetaraan didalam hukum disini dimaksudkan untuk memberikan kewajiban yang sama dari tiap tiap anggota masyarakat. Didalam bidang ekonomi prinsip hukum keadilan di atur didalam Pasal 34 ayat 2 UUD 1945, yang menyebutkan negara memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan[10] . Dasar yang dipergunakan dalam pemahaman tentang keadilan di atas akan menjadi dasar untuk menelaah konsep hukum dari perdagangan yang berkeadilan atau Fair Trade. Pendapat tentang keadilan yang sangat dikenal adalah pendapat dari John Rawls, didalam bukunya Theory of Justice, yang mengembangkan konsep prinsip distributive justice yang merupakan prinsip normatif yang dibentuk sebagai pedoman untuk membagi keuntungan dan beban diddalam kegiatan ekonomi[11]. Konsep distributive justice yang dikembangkan oleh John Rawls pada intinya adalah pembagian atas kewajiban dan hak didalam ekonomi tidak selalu harus menerapkan kesetaraan yang umum (pembagian yang sama tanpa menilai karakter dari individu individu yang ada didalamnya), menurutnya keadilan dapat terbentuk didalam tindakan yang tidak sebanding dimana memberikan hak yang lebih besar dan kewajiban yang kecil bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah sehingga memberikan kesejahteraan yang lebih baik daripada ketika kesetaraan dilakukan secara tegad, dimana hak dan kewajiban diberikan dalam tingkat yang sama[12]. Konsep dasar dari dari keadilan ini dapat dijadikan dasar bagi memahami perdagangan yang berkeadilan atau Fair Trade. Konsep hukum dari John Rawls tentang keadilan pada intinya adalah keadilan terbentuk dari perlakuan yang tidak sama, dimana masyarakat dengan ekonomi rendah selayaknya diberikan hak yang lebih besar dan kewajiban yang lebih kecil, dari masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi hal ini disebutkan oleh John Rawls adalah sebagai keaadaan yang seimbang, dimana dengan perlakuan yang khusus bagi masyarakat yang dengan tingkat ekonomi yang lebih rendah pada akhirnya akan menimbulkan keadaan yang adil. Konsep keadilan dimaksudkan oleh John Rawls disini, merupakan konsep dasar yang membentuk aturan aturan perdagangan didalam GATT. Didalam WTO keanggotaan dari negara negara yang ikut serta, dibagi dalam tiga kelompok negara, yaitu Developed Country (negara maju), Developing Country (negara berkembang) dan Less Developed Country (negara miskin). Inti dari pembagian anggota WTO kedalam kelompok kelompok negara inilah yang menjadi dasar perdagangan yang berkeadilan. Permasalahan yang ada didalam GATT 1994 adalah pengutamaan prinsip mengenai Non Discrimination, dimana semua negara anggota diharuskan diperlakukan sama, tanpa menilai karakter dari negara anggota.

Selayaknya prinsip hukum dari keadilan yang disebutkan oleh John Rawls, menjadi titik tolak dan dasar dalam pengaturan proses perdagangan internasional. Didalam GATT 1994 memang di atur mengenai konsep Special Differential Treatmen bagi negara berkembang dan miskin, dimana kepatuhan atas peraturan yang ada didalam GATT 1994 dapat dilaksanakan berbeda untuk negara berkembang dan miskin, akan tetapi Special Differential Treatment tersebut hanya dilaksanakan dalam bentuk penundaan jangka waktu pelaksanaan aturan atau penerapan penurunan tarif yang lebih kecil, sehingga tidak menghapus kewajiban kewajiban yang diberlakukan bagi negara maju untuk diterapkan oleh negara berkembang dan miskin. Hal ini tentunya berlawanan dengan prinsip hukum dari keadilan yang disebutkan oleh John Rawls dimana perlakuan istimewa bagi pihak dengan tingkat ekonomi rendah akan selalu dilaksanakan untuk menciptakan keadilan Konsep Perdagangan yang berkeadilan (fair trade) yang dilaksanakan dengan mengembangkan konsep keadilan dari John Rawls timbul pada tahun 1940 sebagai gerakan sosial di beberapa negara Eropa seperti Inggris, Belanda, Austria. Gerakan ini bertujuan untuk menolong produsen kecil (petani, perajin dan buruh) di negara-negara miskin atau Dunia Ketiga supaya mereka dapat terlepas dari jeratan kemiskinan dan mempertahankan keberlanjutan kehidupan mereka melalui sebuah kemitraan perdagangan yang didasarkan pada dialog, transparansi dan respek (baik produsen maupun konsumen). Fair trade bertujuan untuk perbaikan penghidupan produsen melalui hubungan dagang yang sejajar, mempromosikan peluang usaha dan kesempatan bagi produsen lemah atau termarjinalisir meningkatkan kesadaran konsumen melalui kampanye fair trade, mempromosikan model kemitraan dalam perdagangan yang adil, mengkampanyekan perubahan dalam perdagangan konvensional yang tidak adil, melindungi Hak Azasi Manusia, pendidikan konsumen dan melakukan advokasi bagi terciptanya kondisi yang lebih baik, khususnya yang berpihak kepada produsen kecil sehingga mereka dapat berpartisipasi di pasar. Fair trade sebagai sebuah alternatif menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik bagi produsen kecil dan melindungi hak mereka yang selama ini terpinggirkan. Fair trade membantu produsen kecil untuk memperoleh kehidupan yang layak melalui peningkatan pendapatan, melindungi hak produsen kecil atas akses ke pasar, menyalurkan aspirasi dan pendapat mereka, tidak diskriminatif terhadap perempuan yang selama ini menjadi warga kelas dua dan korban langsung atas perdagangan yang tidak adil, juga melindungi lingkungan dari kerusakan karena minimnya penggunaan bahan-bahan kimiawi. Dengan mekanisme fair trade, konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (pemeliharaan tanaman, mengusir burung, menjemur padi, didalam usaha pertanian padi) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen, mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. Sebaliknya, produsen juga menghargai kepedulian dan kepercayaan yang diberikan oleh konsumen dengan selalu memberikan informasi sebenarnya mengenai produk mereka (kondisi, waktu panen, varietas) dan menjaga kualitas/kuantitas produknya. Produsen juga melakukan pertemuan rutin untuk membahas dan mencari jalan keluar tentang masalah yang mereka hadapi, khususnya yang berkaitan dengan pola perdagangan yang adil. WTO diharapkan dapat membentuk suatu kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog, transparansi dan penghargaan yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) didalam perdagangan internasional.

Prinsip John Rawls disini sering kali dikritik, yang mana menurut para ahli hukum terdapat dua kelemahan yaitu dari konsep empiris dimana distributive justice tidak dapat mencukupi sebagai kajian substansi doctrinal dan normative bagi hukum internasional modern, sebagaia suatu kenyataan didalam lingkungan pergaulan internasional, hal ini dikarenakan pandangan distributive of justice selalu melihat keadilan internasional timbul diawali dengan adanya keadilan domestik didalam suatu negara. Hal kedua yang jadi kelemahan dari konsep keadilan John Rawls, adalah bila dipandang didalam perspektif normatif empiris, John Rawls mendasarkan teorinya dari konsep keadilan Emanuel Kant yang menekankan bahwa keadilan antar negara harus diawali dengan adanya keadilan didalam negara. Kelemahan kelemahan tersebut menjadi titik utama dari pengembangan teori distributive justice oleh Frank J. Garcia. Frank J. Garcia pada intinya mencoba memaparkan keadilan didalam hukum perdagangan internasional, dimana Garcia menyebutkan bahwa hukum perdagangan internasional, harus dirumuskan untuk melindungi kesetaraan moral seluruh individu yang terpengaruh olehnya. Konsep keadilan perdagangan Garcia, harus beroperasi sedemikian rupa untuk kepentingan negara yang paling tidak diuntungkan. Hal terakhir yang disebutkan oleh Garcia sebagai faktor yang harus ada didalam perdagangan internasional yang adil adalah perdagangan internasional harus tidak mengorbankan Hak Azasi Manusia atau perlindungan yang efektif terhadap Hak Azasi Manusia[13]. Berdasarkan konsep ini maka Special Differential Treatment didalam WTO lebih cenderung dilakukan secara tidak setara dengan mengutamakan negara negara yang paling tidak diuntungkan.

D. KESIMPULAN Aturan-aturan WTO yang kita akui secara sah berdasarkan Undang - Undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan (ratifikasi) Agreement Establising the World Trade Organization , mengatur hampir seluruh bidang perdagangan, dari perdagangan barang, jasa dan juga aturan mengenai hak atas kekayaan intelektual (intellectual property rights). WTO sebagai organisasi yang mengatur perdagangan dunia, menghendaki sistem perdagangan dunia didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : without discrimination, freer, predictable, more competitive dan more beneficial for less developed countries. Namun bukan berarti aturan-aturan WTO itu merupakan suatu aturan yang sempurna dan harus diterapkan tanpa dipikirkan ulang. Setidaknya, ada beberapa aspek yang perlu kita pikirkan ulang, yang pertama adalah mengenai prinsip without discrimination yang tersebut didalam aturan GATT 1994 tentang Most-favoured-nation yang menuntut dan menuntun kita untuk memperlakukan secara sama setiap partner dagang kita dengan tidak mempertimbangkan apakah partner kita itu negara miskin atau kaya, lemah atau kuat; dan aturan mengenai National treatment yang menuntut dan menuntun kita untuk memperlakukan secara sama dengan tidak mempertimbangkan apakah partner kita itu pengusaha lokal (dalam negeri) atau pengusaha asing. Dua aturan ini secara tegas menghendaki penghapusan sistem proteksionisme yang mengandaikan beberapa hak istimewa dalam perdagangan. Pada kenyataannya, dua aturan ini merupakan aturan yang tidak berbelas kasihan (sans pitié) khususnya terhadap yang lemah dan miskin. Dalam konteks ini, Indonesia yang termasuk sebagai negara berkembang dalam perdagangan dunia dianggap dan harus diperlakukan sama dengan negara Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jepang dan negara-negara maju dan kaya yang lainnya. Kemudian, yang lebih mengkhawatirkan adalah aturan National treatment yang mengharuskan kita untuk memperlakukan sama pengusaha kecil dan

Article 27. karena modal dan kapasitas yang mereka miliki berbeda dengan peruasahaan-perusahaan asing dan multinasional. hewan dan tanaman (Agreement on Sanitary and Phytosanitary Measures). Berkaitan dengan makanan. namun mereka diperlakukan sama. Dalam hal ini. kita akan menjumpai suatu keadaan yang dideskripsikan oleh Ralph Nader sebagai situasi dimana the world doesn t have free trade. dengan ditandai berulangnya kasus import beras tiap tahun sebelum masa panen tiba dan semakin banyaknya lahan pertanian di Indonesia yang berubah fungsi dengan alasan pembangunan. Seolah-olah bidang-bidang tersebut adalah eksklusif milik investor asing dan atau perusahaan multinasional. Makanan berarti pertanian. kemudian menjadi bangsa yang lapar. Hal tersebut dapat mengakibatkan perusahaan-perusahaan asing dan atau multinasional menguasai pasar diwilayah Indonesia. mereka hanya mengidentifikasi keunggulan varietas . Hak-hak atas kekayaan intelektual. Bangsa kita yang dulunya swasembada beras. tradisi dan budaya masyarakat rural. it has corporate-managed trade[15]. Hal kedua yang harus kembali ditelaah.3b perjanjian TRIPS yang bermuka dua. produk-pruduk susu (International Dairy Agreement) dan tentang daging sapi dan kerbau (Agreeement Regarding Bovine Meat).menengah. sebenarnya negara kita memiliki karakter sebagai negara agraris (di samping negara maritim). dari industri (perdagangan) hulu sampai hilir. pada kondisi ini hanya mereka yang memiliki daya survival tinggi yang mampu bertahan dan hidup. Hal tersebut mengakibatkan tertutupnya kesempatan bagi usaha kecil dan menengah atau pengusaha dalam negeri di bidang-bidang yang strategis dan berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam. perlindungan kesehatan manusia. Peter M. lokal. kita melihat bagaimana free trade tidak selalu sama dengan fair trade. Perlindungan hak-hak atas kekayaan intelektual pada mulanya bertujuan untuk mempromosikan inovasi dan sekaligus investasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Rosset yang mengatakan bahwa makanan adalah sesuatu yang berbeda (Food is differen)t. memperkecualikan tanaman dan hewan dari paten. Kualitas dan kuantitas pertanian kita yang semakin menurun. Namun kemudian permasalahan ini menjadi rumit saat dikaitkan dengan issue perdagangan dan kekayaan intelektual tidak lagi menjadi domain publik. yang kemudian disusul oleh investor-investor asing. adalah mengenai aturan-aturan tentang makanan (food) khususnya tentang produk pertanian (Agreement on Agriculture). Kembali ke konteks Indonesia. Kita juga melihat betapa banyak pedagangpedagang kecil di pasar-pasar tradisional harus menutup usahanya karena tidak mampu bersaing dengan pusat-pusat perbelanjaan modern dan atau perusahaan penjualan grosir (supermarket). Dalam kondisi seperti ini. Makanan bukan hanya barang dagangan atau komoditi. pengusaha kecil dan menengah kita kalah bersaing dan tidak kompetitf. Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah mengenai aturan-aturan yang berkaitan dengan hak-hak atas kekayaan intelektual. Tentunya dalam keadaan disebutkan di atas. sejarah agraris dalam beberapa kasus. dalam negeri yang memiliki modal terbatas dengan perusahaan-perusahaan asing dan atau multinasional. maka tak jarang kita jumpai bagaimana investor-investor dalam negeri melarikan usahanya ke luar negeri. namun tampaknya budaya ini tercerabut dari akarnya. khususnya paten dan merk menjadi alat monopoli golongan tertentu (yang sering diwakili oleh perusahaan multinasional) terhadap golongan yang lain. kawasan rural merupakan tempat dimana budaya suatu bangsa dan rakyat suatu negara berasal[14]. namun di lain pihak tetap menuntut perlindungan HAKI atas varietas tanaman baru (varietas tanaman baru ini ditemukan perusahaan multinasional dari varietas yang ada sebelumnya. Dalam konteks pertanian misalnya. dan pertanian berarti kehidupan. Pertanian artinya masyarakat rural.

atau Alappuzha cardamom. dan secara terus terang Indonesia belum siap menghadapi hal ini. Kelima. Kemudian usaha dan perjuangan pemerintah India ini pun berlanjut. yang menyebabkan harga obat menjadi mahal dan tak terjangkau. TRIPS telah memberikan kesempatan yang besar bagi perusahaan-perusahaan di negara maju untuk mempatenkan proses dan kekayaan alam (natural processes and resorces) yang belum dipatenkan di negara-negara berkembang. yang kemudian menimbulkan munculnya pemalsuan obat-obatan dan perdaganngan obat-obat palsu dan atau kadaluarsa di negara-negara berkembang dan terbelakang. yang dasar dasar dari kata Fair di atas diartikan sesuai konsep dari John Rawls yaitu pada intinya adalah keadilan terbentuk dari perlakuan yang tidak sama. Kasus ini jelas merugikan banyak petani beras Basmati di India dan Pakistan. dan sebagainya. Batik milik Malaysia.. seperti Darjeeling tea. terlebih lagi dalam kaitannya dengan sengketa HAKI di WTO. mereka bersama Swiss. yang pada kenyataannya sudah membudidayakan varietas ini sejak jaman nenek moyang mereka. akhirnya memunculkan banyak reaksi. kita belum pernah mendengar usaha pemerintah kita untuk melindungi kekayaan alam hayati kita seperti yang dilakukan oleh Pemerintah India. tetapi juga barang-barang lain yang berasal dari India. Sebagai contoh konkret dalam masalah ini adalah kemenangan secara konterversial Rice Tec Inc. bangsa Indonesia pun sekali lagi harus menderita. TRIPs juga telah meningkatkan kekuasaan perusahaan-peruasahaan multinasional terhadap konsumen. yang merasakan secara langsung dampak kerugian terhadap paten tersebut. Berkaitan dengan perjanjian TRIPs. adalah besarnya pembayaran royalti yang harus dibayarkan ke perusahaan-perusahaan di negara-negara maju.tersebut dan memberinya nama). Undang-undang ini tidak hanya memproteksi beras Basmati. karena menurut mereka hanya beras yang tumbuh di wilayah utara India dan Pakistan yang dapat disebut Basmati. misalnya monopoli harga. Malabar pepper. TRIPs kemudian pada akhirnya menghambat kemajuan negara-negara berkembang untuk melakukan inovasi. Berdasarkan atas hal tersebut selayaknya WTO mengutamakan prinsip Fair Trade. Beban yang dirasakan langsung oleh negara-negara berkembang. karena kita menjumpai banyak barang-barang asli Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini berkat TRIPs tampak memiliki kekuasaan monopolistik. Java Coffee milik Amerika Serikat. Keris milik Singapura. Sampai saat ini pun. termasuk Indonesia. Sekali lagi kita menjumpai bagaimana gagapnya bangsa kita menghadapi liberalisasi perdagangan dunia. Kemudian dari perdebatan mengenai Indikasi Geografis ini. kita dapat melihat bagaimana TRIPs sangat membebani negaranegara berkembang termasuk Indonesia[16]. Toraja Coffee milik Jepang. Alphonso mangoes. semisal Tahu yang Indikasi Geografisnya milik Jepang. khususnya dari Pemerintah India. Kasus yang dilakukan oleh Rice Tec Inc. Kasus yang paling menyeramkan adalah monopoli harga obat-obatan. Dari kasus ini pula. Uni Eropa. semisal kebutuhan akan pengacara-pengacara dan konsultankonsultan (yang berkaitan dengan hal teknis) dengan level (pengetahuan dan reputasi) internasional.. Republik Cekoslovakia dan Maroko memperjuangkan dengan sungguh-sungguh penguatan serta perluasan perlindungan Indikasi Geografis dalam bidang pertanian yang diatur dalam article 23 perjanjian TRIPs. Pemerintah India dan Pakistan menganggap paten terhadap beras Basmati yang dilakukan oleh Rice Tec adalah sesuatu yang keliru. (perusahaan kecil yang berada di Texas. tidak berdasar dan misrepresentasi. Rezim perlindungan HAKI yang sesuai TRIPs ini menuntut banyak biaya untuk diterapkan. pemerintah India menyusun Undang-Undang tentang Geographical Indication of Goods Registration and Protection. dimana masyarakat dengan ekonomi rendah selayaknya . Amerika Serikat dan hanya memiliki 120 orang pekerja) pada bulan september 1997 memenangkan hak paten terhadap varietas beras Basmati asal India dan Pakistan.

1016 -1062. (London & New York. Op. Di akses pada tanggal 11 Desember 2007. 2006) [15] J. dititik beratkan pada negara negara yang tidak diuntungkan dengan adanya liberalisasi perdagangan. Hukum Dagang Internasional (Aspek Hukum dari WTO). hlm. and I.id /konten. J. Hal ini juga merupakan konsep dasar dari hak dasar dalam ekonomi yang diatur didalam Pasal 34 ayat 2 UUD 1945. dimana ketidaksetaraan perlakuan dimaksudkan oleh John Rawls. 2004) [17] UUD 1945. George Washington International Law Review. 2000). sehingga perlakuan yang akan dilaksanakan dapat sesuai dengan karakter dari pihak tersebut. Vol. Cit.html . [1] Munir Fuady. Madeley (). (London and New York. Citra Aditya Bakti. [8] Frans Hendra Winarta. Zed Books. Building A Just Trade Order for A New Millenium. [14] Peter. Op.com/kompascetak/0404/16/opini/972368. <http://kompas. H. http://www. [3] Ibid [4] Munir Fuady. Dari kedua pendapat di atas maka. (Cambridge: Massachusetts Institute of Technology Press. A Theory of Justice. dimana dengan perlakuan yang khusus bagi masyarakat yang dengan tingkat ekonomi yang lebih rendah pada akhirnya akan menimbulkan keadaan yang adil. 23 24. [7] Al Andang L Binawan. [9] Indonesia. yang menyebutkan negara memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan[17]. 33. (London and New York. hal. Hungry for Trade.com/2007/12/konsep-hukum-fair-trade.komisihukum. Global Trade and Conflicting National Interests. hlm. Keadilan Hukum. dan sesuai dengan keadaan ekonomi dari pihak tersebut. Bantuan Hukum Fakir-Miskin. (Bandung: PT. 3. Food is Different: Why We Must Get the WTO Out of Agriculture. Gomory and William Baumol. [5] United Nation. Reclaiming development: An alternative economic policy manual. Garcia. (Harvard. Dari konsep John Rawls di atas harus kita kaitkan dengan teori keadilan dalam perdagangan internasional menurut Frank J. (). 1971) [12] Ibid. Ralph E. How the Poor Pay for Free Trade. Garcia. serta melihat karakter yang dari pihak tersebut.htm>. . http://whatbecomethegreaterme. Cit. konseo hukum dari Fair Trade adalah perdagangan yang dilakukan dengan melihat keadaan dari pihak pihak.World Trade Organization. Zed Books. [6]. hlm. MA: Harvard University Press.php?nama=Artikel&op=detail_artikel&id=165. 2001) [16] Chang. Pasal 34 ayat 2. pasal 27 ayat (1) [10] Ibid. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007. Grabel. dari masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi hal ini disebutkan oleh John Rawls adalah sebagai keaadaan yang seimbang. [11] John Rawls .go. Diakses pada tanggal 9 Desember 2007. 2004). Pasal 34 ayat 2. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. [2] Wikipedia Ensiklopedia Bebas . M. 2001. United Nation Conference on Trade and Development Dispute Settlement . 2. Zed Books..diberikan hak yang lebih besar dan kewajiban yang lebih kecil. Rosset. [13] Frank J.blogspot. (New York and Geneva : 2003).

Sejak menjadi sebuah gerakan pada tahun 1950 fair trade telah menyebar ke berbagai negara di kawasan Eropa. sikap dan tindakan dari orang-orang yang tidak bisa melepaskan diri dari jeratan globalisasi. Malang. Bila ditelusuri akar . Mataram. Dalam perkembangannya fair trade di Indonesia telah cukup membantu produsen-produsen miskin di berbagai wilayah seperti Yogyakarta. Fair Trade muncul sebagai sebuah gerakan perdagangan alternatif yang berpihak kepada produsen miskin melalui penerapan prinsip keadilan. Indtroduksi Fair Trade adalah suatu bentuk keoptimisan pemikiran. dan Asia dan Afrika. Konsekuensi penerapan standar ganda tersebut seperti dicatat oleh United Nations telah menyebabkan negara berkembang mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 100 juta dolar US. Di tengah kondisi perdagangan yang semakin lama semakin tidak adil tersebut dan telah menyebabkan ketimpangan yang semakin besar antara negara kaya dan negara berkembang. sedangkan pada sisi yang lain negara-negara maju masih menerapkan kebijakan proteksi bagi produk yang akan masuk ke dalam pasar domestik. Kenyataan bahwa kemakmuran hanya dinikmati oleh sekelompok kecil warga bumi sementara kemiskinan akut yang massif diderita oleh sebagian besar warga lainnya adalah bukti akibat ketidakadilan free trade yang paling nyata. peningkatan keterlibatan dan peranan perempuan dalam perdagangan. Kenyataan bahwa kemakmuran hanya dinikmati oleh sekelompok kecil warga bumi sementara kemiskinan akut yang massif diderita oleh sebagian besar warga lainnya adalah bukti akibat ketidakadilan free trade yang paling nyata. Bila ditelusuri akar permasalahannya terletak pada aturan-aturan free trade yang pada praktiknya sangat tidak adil Aturan-aturan doubel standard atau standar ganda yang dipraktekkan negara-negara kaya dalam hubungan perdagangannya dengan negara-negara berkembang telah merubah hubungan perdagangan tersebut yang secara filosofis adalah hubungan partnership yang menguntungkan kedua belah pihak menjadi hubungan eksploitatif. Dalam prakteknya. Amerika. Di Indonesia sendiri gerakan fair trade muncul pada pertengahan tahun 1980-an. Indtroduksi 3. penguatan organisasi produsen. Fair Trade adalah suatu bentuk keoptimisan pemikiran. Selain itu ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang semakin besar dimana saat ini hanya 20% populasi dunia menikmati income yang jumlahnya 60 kali lebih besar dari income orang-orang miskin. Dengan kata lain hubungan perdagangan antara negara kaya dengan negara berkembang hanya menjadi sarana pelegalan eksploitasi baru setelah cara-cara kolonialisasi tidak lagi dipandang cukup beradab. komunikasi dan keadilan gender. Fair Trade muncul sebagai alternatif dari bentuk perdagangan bebas (free trade) yang menurut banyak orang sangat tidak adil. Perkembangan fair trade yang cukup positif tersebut menunjukkan bangkitnya kepedulian lebih banyak masyarakat terhadap orang-orang di sekeliling mereka yang selama ini bekerja keras menyediakan keperluan mereka namun tidak mendapatkan hak sesuai proporsi yang seharusnya mereka terima. Surakarta. Standar ganda free trade memaksa negara-negara berkembang untuk meliberalisasi perdagangan mereka. Bali. transparansi. Tulisan ini akan menjelaskan tentang bagaimana ide-ide fair trade berkembang di tengah dominasi ide free trade dalam konteks Indonesia? Bagaimana ide-ide itu diperjuangkan? Bagaimana pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia? 2.1. Fair Trade muncul sebagai alternatif dari bentuk perdagangan bebas (free trade) yang menurut banyak orang sangat tidak adil. 1. sikap dan tindakan dari orangorang yang tidak bisa melepaskan diri dari jeratan globalisasi. harga premium bagi produk yang dihasilkan. prinsip dan nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk rantai distribusi yang lebih pendek.

Dalam prakteknya. Di Indonesia sendiri gerakan fair trade muncul pada pertengahan tahun 1980-an. 5. harga premium bagi produk yang dihasilkan. penguatan organisasi produsen. Model perdagangan semacam ini pertama kali dimulai oleh orang-orang Amerika melalui institusi Ten Thousand Villages (dulunya Mennonite Central Committee Self Help Service) dan SERRV (sekarang SERRV International) dengan komunitas masyarakat miskin di negara-negara Selatan pada akhir tahun 1940-an. Fair Trade muncul sebagai sebuah gerakan perdagangan alternatif yang berpihak kepada produsen miskin melalui penerapan prinsip keadilan. Tulisan ini akan menjelaskan tentang bagaimana ide-ide fair trade berkembang di tengah dominasi ide free trade dalam konteks Indonesia? Bagaimana ide-ide itu diperjuangkan? Bagaimana pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia? 2.4 Di tengah kondisi perdagangan yang semakin lama semakin tidak adil tersebut dan telah menyebabkan ketimpangan yang semakin besar antara negara kaya dan negara berkembang. muncul pertama kali pada tahun 1950-an yaitu ketika direktur Oxfam UK yang mengunjungi Hong Kong. transparansi.2 Konsekuensi penerapan standar ganda tersebut seperti dicatat oleh United Nations telah menyebabkan negara berkembang mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 100 juta dolar US. Mataram. Amerika. 9.5 Sejak menjadi sebuah gerakan pada tahun 19506 fair trade telah menyebar ke berbagai negara di kawasan Eropa. peningkatan keterlibatan dan peranan perempuan dalam perdagangan. permasalahannya terletak pada aturan-aturan free trade yang pada praktiknya sangat tidak adil Aturan-aturan doubel standard atau standar ganda yang dipraktekkan negara-negara kaya dalam hubungan perdagangannya dengan negara-negara berkembang telah merubah hubungan perdagangan tersebut yang secara filosofis adalah hubungan partnership yang menguntungkan kedua belah pihak menjadi hubungan eksploitatif. 6.7 Dalam perkembangannya fair trade di Indonesia telah cukup membantu produsen-produsen miskin di berbagai wilayah seperti Yogyakarta. Dengan kata lain hubungan perdagangan antara negara kaya dengan negara berkembang hanya menjadi sarana pelegalan eksploitasi baru setelah cara-cara kolonialisasi tidak lagi dipandang cukup beradab. Standar ganda free trade memaksa negara-negara berkembang untuk meliberalisasi perdagangan mereka. sedangkan pada sisi yang lain negara-negara maju masih menerapkan kebijakan proteksi bagi produk yang akan masuk ke dalam pasar domestik. prinsip dan nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk rantai distribusi yang lebih pendek. fair trade mengembangkan strategi bekerja sama atau melakukan perdagangan langsung dengan komunitas produsen tersebut. komunikasi dan keadilan gender. 8. Bali. Surakarta.3 Selain itu ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang semakin besar dimana saat ini hanya 20% populasi dunia menikmati income yang jumlahnya 60 kali lebih besar dari income orang-orang miskin. dan Asia dan Afrika. Perkembangan fair trade yang cukup positif tersebut menunjukkan bangkitnya kepedulian lebih banyak masyarakat terhadap orang-orang di sekeliling mereka yang selama ini bekerja keras menyediakan keperluan mereka namun tidak mendapatkan hak sesuai proporsi yang seharusnya mereka terima. Malang. Kemunculan Fair Trade Sebagai sebuah gerakan yang bertujuan membantu kehidupan para produsen miskin dan marjinal di negara-negara Dunia Ketiga. Namun jejak fair trade seperti dikenal saat ini.4. 7. mempunyai ide untuk menjual kerajinan yang dibuat oleh .

13 11. Selain itu organisasiorganisasi non pemerintah seperti Oxfam sendiri telah membuka cabangnya yaitu di Aceh . Pada pertengahan 1990-an. penyiksaan buruh. gerakan Fair trade Indonesia berkembang pada komoditi pertanian khususnya pertanian organis. 3. NEWS! dan EFTA. Sebagai salah satu negara berkembang yang ³menganut´ prinsip free trde. upah. NEWS! (Network of Europian World Shops) didirikan di Eispeet-Belanda tahun 1994. merosotnya harga pertanian karena serangan produk luar. serta organisasi independen seperti FLO (Fair Trade Labelling Organization) yang didirikan di Belanda pada bulan April 1997. merupakan hal yang sehari-hari kita dengar dan saksikan. dll. Perkembangan ini ditandai dengan berkumpulnya beberapa NGO pada tahun 1996 di Yogyakarta yang difasilitasi oleh Oxfam GB/Indonesia. Negara sebagai penentu kebijakan publik terutama dalam konteks ini menyangkut aturan-aturan yang terkait dengan produsen kecil seperti pertanian. Sudah lazim di setiap negara berkembang semua aspek yang terkait dengan perdagangan selalu lebih menguntungkan pihak pemilik modal. Kesepakatan-kesepakatan internasional di dalam PBB yang telah diratifikasi dalam perundang-undangan Indonesia tidak diaplikasikan secara nyata. EFTA (Europian Fair Trade Association) didirikan di Maastricht-Belanda tahun 1990. Sehingga kondisi seperti buruh yang di-PHK secara semena-mena oleh perusahaan tempatnya bekerja.12 pada perkembangan selanjutnya gerakan fair trade telah merambah sektor pertanian dan tekstil. lalu IFAT (Internasional Federation for Alternative Trade) yang didirikan di Noordwijk Belanda pada tanggal 12 Mei 1989.para pengungsi Cina ke toko-toko Oxfam. Fair trade adalah salah satu dari program utama11 Oxfam Indonesia yang didirikan pada tahun 1972. Tindak lanjutnya didirikanlah Konsorsium Masyarakat Fair trade (KMFT) pada oktober 1997 dengan agenda pertama menentukan langkah strategis program Fair trade dan merintis pendirian toko bersama sebagai media untuk mempraktekkan Fair trade yang diberi nama SAHANI (Sahabat Niaga) sebagai ujung tombak KMFT untuk melawan sistem perdagangan yang tidak adil. Perkembangan ide-ide fair trade di Indonesia yang berawal dari berdirinya Oxfam GB/Indonesia pada tahun 1972 yang kemudian intensif menyuarakan gerakan fair trade pada pertengahan tahun 1980-an secara perlahan namun pasti menunjukkan perkembangan positif. Perkembangan ide dan gerakan fair trade di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh Oxfam GB/Indonesia. Gerakan Fair Trade muncul pada pertengahan 1980-an sebagai bentuk reaksi dari kondisi perdagangan Indonesia yang sangat merugikan produsen-produsen kecil yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.9 Perkembangan fair trade melalui gerakan yang terorganisir terutama organisasi non pemerintah (NGO) pertama kali diperkenalkan oleh Oxfam Great Britain (Inggris). Hal itu dapat dilihat dari berdirinya tempat-tempat atau pusatpusat penyalur produk-produk lokal yang diproduksi oleh para produsen yang selama ini termarginalkan akibat sistem perdagangan bebas yang tidak adil. IFAT. FNE didirikan tahun 2001 yang merupakan gabungan di mana akronim FINE diambil dari huruf depan FLO.10 10. Transfair (Jerman). Fair Trade (Amerika Serikat). 12.8 Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh World Bank gerakan fair trade juga muncul pertama kali pada tahun 1950-an dengan sebutan Goodwill Selling. kondisi perdagangan di Indonesia diwarnai oleh ketidakadilan terhadap produsen lokal. perampasan tanah petani. 14. distribusi tidak memberikan peran yang cukup signifikan. perburuhan. Perkembangan Fair Trade di Indonesia 13.

21 tahun 2000). Sebagai anggota PBB Indonsia juga terikat secara moral terhadap Kovenan ECOSOC Rights yang mewajibkan negara untuk menghormati. dan istirahat dengan tetap mendapat gaji dan imbalan. membentuk dan bergabung dengan serikat buruh. hak atas jaminan dan asuransi sosial. 87 dan No. upah yang adil dan kondisi yang layak bagi buruh beserta keluarganya. Tengok saja Amerika Serikat. melindungi. kondisi kerja yang aman dan sehat. Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rini Soewandi pada waktu pemerintahan Megawati Sukarno Putri menyatakan bahwa ''Saya tidak anti-free trade. Selain Oxfam. Berdasarkan data Report on Fair Trade Trends in US. sehingga harganya menjadi kompetitif´. Dalam tataran praksis perkembangan gerakan Fair trade dapat kita amati dari respon dan tindakan aktor-aktor (yang disebut) penggerak Fair trade yang dalam hal ini adalah para decision maker. hak serikat buruh untuk membentuk federasi atau konfederasi nasional dan menjadi anggota atau membentuk serikat buruh internasional. termasuk Indonesia. kesempatan yang sama untuk mendapat promosi. Selain itu Indonesia juga telah meratifikasi konvensi ILO No. 15 16. Hal itu menunjukkan bahwa ide-ide fair trade telah disebarkan ke wilayah-wilayah Indonesia yang kalau diperinci lagi mencakup Jawa. Yaysan Samadi Justice and Peace Institute juga merupakan NGO yang aktif menyuarakan ide-ide fair trade di Indonesia. Gender Equity. Environmental Sustainability. dan cuti melahirkan dengan tetap mendapat gaji atau jaminan sosial yang memadai. Padahal. Salah satu aspek yang paling akrab dengan permasalahan negara berkembang seperti Indonesia dan sangat erat kaitannya dengan prinsip fair trade adalah tentang perburuhan. Aturan yang mengatur tentang kesejahteraan buruh secara nyata diatur dalam pasal 23 dan 24 UUD 1945.17 18. tapi saya lebih setuju fair trade''. diserimpung berbagai peraturan berkedok globalisasi dan pasar bebas. Di kalangan decision-maker.16 17. Namun pada dasarnya barometer yang dapat dipakai apakah di Indonesia ide-ide fair trade telah berkembang cukup baik atau tidak dapat kita lihat dari peraturan-peraturan pemerintah yang sejalan atau sesuai dengan prinsip-prinsip fair trade tersebut. Untuk melihat apakah prinsip-prinsip ide-ide fair trade telah cukup berkembang di Indonesia seperti disebutkan sebelumnya marilah kita lihat apakah aturan-aturan yang related dengan fair trade tersebut telah diadopsi oleh Indonesia. Buton. Transparency and accountability. negara-negara maju yang memelopori beleid itu justru berupaya keras memproteksi produk andalannya.18 Tentu saja gambaran tersebut tidak cukup kuat untuk membuktikan bahwa Indonesia telah melaksanakan prinsip perdagangannya dengan prinsip-prinsip fair trade. ide fair trade mendapatkan dukungan positif. 98 yang dan telah membuat UU-nya (UU No.dan di Kupang dimana Yogyakarta sebagai pusatnya. libur. Sulawesi. Canada & Pacific Rim tahun 2003 terdapat tujuh prinsip-prinsip dasar fair trade yaituCreating opportunities for economically disadvantaged producers. di antaranya hak atas pekerjaan. pembatasan waktu kerja. Maluku.14 15. NTB. dan menjamin hak-hak buruh. yang saat ini memberlakukan ''Bio Terrorism Act'' untuk menyeleksi barang-barang luar yang masuk. Negara-negara berkembang. Namun datadata tersebut merupakan gambaran yang cukup bagus untuk menjelaskan bahwa ide-ide . Negara-negara tersebut juga memberikan subsidi kepada produk-produk unggulannya untuk bersaing di pasaran dunia. Alasan yang dikemukakannya untuk mendukung statemen tersebut adalah ³peta perdagangan dunia dewasa ini terasa tak adil. Payment of a fair price. Working conditions. hak untuk berserikat. hak untuk mogok.

Misalnya kebijakan membangun kesadaran akan pentingnya pertanian organik. Sudarmasto mencatat. riset dan diseminasi wacana di berbagai media massa. dan kaum tani miskin. yang selama lima tahun terakhir ini meriang lantaran digencet gula impor yang sangat murah. 22. Sebut saja misalnya di sektor pertanian. Prancis. Hal itu menunjukkan adanya harapan bahwa banyak hal dapat dilakukan untuk menciptakan kondisi perdagangan yang berkeadilan di tengah dahsyatnya gempuran globalisasi yang mengusung free trade yang secara nyata sangat berketidakadilan. gambaran tersebut memperlihatkan bahwa penerapan fair trade masih membutuhkan perjuangan yang panjang. 20.20 19. Kenyataan bahwa .fair trade pada dasarnya telah berkembang cukup bagus di Indonesia.19 Jika ditelusuri lebih jauh lagi. September lalu. Menurut Sudarmasto ketua panitia pameran tersebut. Kebijakan Rini tersebut membuat Rini kerap menuai benturan dengan sejumlah koleganya di kabinet. yang sampai sekarang masih terkatung-katung. kebijakan-kebijakan Rini tersebut segera mendapat tantangan dari pihak-pihak yang sakit hati karena merasa dirugikan. Pembelinya dari dalam dan luar negeri. Malasyia. 21. Di antaranya Indofood. melalui kebijakan "Go Organic 2010" yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia. Melalui Surat Keputusan Nomor 643. Terlepas dari masalah politis. berbagai pihak yang merasa dirugikan dengan langkah-langkah Rini tersebut melakukan ³counter act´ untuk menghambat kebijakan-kebijakan Rini yang menurut banyak pihak ³local oriented´. para politikus di Senayan. kebijakan itu dalam jangka panjang bisa memulihkan posisi Indonesia. Namun. pabrik mi cepat saji paling besar di Indonesia. 5 Tahun 1960. Belanda.21 23.22 24. dan lainlain. Rini berusaha menggairahkan BUMN produsen gula lokal. pada zaman Presiden Sukarno pun ide-ide fair trade telah tercermin di dalam undang-undang land reform yaitu Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No.000. yang pada 1950-an dikenal sebagai pemain gula dunia yang sangat diperhitungkan. tak kurang dari 200. Jepang. Ketika mantan Memperindag Rini Soewandi menyelenggarakan Pameran produksi Indonesia 2003 yang bertema ³Indonesia Bangkit´. Pameran ini diikuti 488 peserta. UU tersebut merupakan salah satu jalan memberdayakan para petani terutama buruh-tani. Contoh kebijakan lain yang bertujuan melindungi dan menggairahkan industri dan perdagangan domestik yang dilakukan Rini adalah kebijakan soal tata niaga gula. PTPN dan asosiasi petani tebu rakyat sangat mendukungnya. Tak sedikit yang datang dari Cina. pameran tersebut membukukan transaksi sekitar Rp 50 milyar plus US$ 300. Perjuangan pihak-pihak yang concern dengan nasib-nasib para para produsen yang termarjinalkan cukup intens dilakukan terutama oleh kalangan Non Govermental Organization (NGO) seperti Oxfam dan Samadi Justice and Peace Institute serta NGONGO lain yang tidak ter-cover dalam tulisan ini. Rni dihubung-hubungkan dengan kasus tender pengadaan 12 kapal tanker Pertamina. Dari kalangan NGO usaha-usaha nyata telah banyak dilakukan. termasuk rombongan Menteri Perdagangan Singapura dan Brunei Darussalam. pendampingan petani oleh lembaga swadaya. dan sebagian pengusaha. Rini berharap. dan Korea Selatan.000 pengunjung yang datang. Logika ekonomi selalu menjadi alasan bahwa fair trade akan menyebabkan berkurangnya profit bagi bisnis yang selama ini dijalankan atas prinsip free trade. Namun usaha-usaha aktor-aktor tersebut dapat ditebak selalu mendapat hambatan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan sistem baru tersebut (fair trade). Dari kalangan pemerintahan usaha perlindungan terhadap para produsen lokal juga telah dilakukan.

Akibatnya mereka mulai bermigrasi ke kota-kota.-) perhari. Adapun prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan seperti digariskan oleh FAO mencakup prinsip kemantapan secara ekologis.23 Menurut data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia pada Pebruari 2000 menyebutkan.24 25. 26. bahwa rata-rata pendapatan keluarga tani di Indonesia per tahun adalah sebesar Rp. 6. pembuatan label. dibandingkan dengan rumahtangga tani di Jawa. prinsip kemanusian. dan rumitnya jaringan pemasaran produk. Rumah tangga tani di luar Jawa lebih tergantung dari pendapatan pertanian. presentasi.7 juta. Adalah fakta bahwa petani-petani miskin di desa-desa hidup dengan uang senilai kurang dari US$ 1 (Rp. karena sampai saat ini sektor tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan-kebutuhan standar para petani. keberlanjutan secara ekonomis. prinsip keadilan. pencetakan buletin. Pertanian organik adalah pendekatan baru bidang pertanian yang mendasarkan pada pronsip berkelanjutan (sustainability) untuk peningkatan produktivitas dan sekaligus upaya mempertahankan basis sumber daya. Migrasi ini tentunya membawa permasalahan baru yang sudah umum kita ketahui. dan prinsip fleksibilitas.25 Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh MBI-Malang untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah mempromosikan pertanian organik. Secara sistematis permasalahan yang dihadapi petani di Malang-juga dialami oleh petanipetani diseluruh negara berkembang menyangkut tiga tahap yaitu tahap pra produksi. inefisiensi.400. dan pasca produksi. Bantuan yang diberikan oleh MBI-Malang kepada para petani berkaitan dengan masalah pertanahan. dimana 42% dari pendapat tersebut berasal dari usaha tani. Di Indonesia penggerak konsumerisme etis adalah Oxfam dan Samadi Justice and Peace Institute. Berdasarkan kondisi tersebut sebuah NGO yang bernama Yayasan Mitra Bumi Indonesia yang berbasis di Malang (MBI-Malang) memberikan bantuan kepada para petani di Desa Cincing Kecamatan Jabung. dan khususnya pertanian padi. Pelaksanaan pola konsumerisme etis dapat dikatakan mudah karena setiap konsumen memiliki otoritas untuk menentukan produk-produk apa saja yang akan dikonsumsinya. Pola konsumerisme ini sedang gencar-gencarnya dikampanyekan oleh NGO-NGO Fair trade di seluruh dunia. bahwa pendapatan dari pertanian padi ³hanya´ sebesar 16% dari total pendapatan. Adapun metode kampanye yang dilakukan oleh MBI-Malang adalah dengan penyebaran brosur.26 Contoh-contoh lain dari upaya-upaya NGO-NGO dalam menerapkan fair trade dapat dilihat dari suksesnya APIKRI Yogyakarta menembus jalur ekspor perdagangan alternatif di sektor kerajinan.sebagian besar masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhannya dari sektor pertanian sungguh menyedihkan.27 27. Upaya Yayasan Samadi Solo dalam memberantas kemiskinan dengan cara melaksanakan fair trade melalui sektor produksi batik dan garmen di Solo juga merupakan bukti lain tentang upaya pelaksanaan fair trade oleh NGO di Indonesia. Kalau dikaitkan dengan logika bisnis maka jika semakin . Kabupaten Malang sejak tahun 1997. Akibat dari permasalahan tersebut para petani seringkali dihadapkan pada kecilnya margin keuntungan atau bahkan kerugian yang terus-menerus sehingga sebagian mereka mulai menganggap pertanian sebagai sektor yang tidak layak untuk dijadikan tumpuan hidup. dan pameran produk. tahap produksi.8. Satu hal lain yang dapat dilakukan oleh siapa saja yang merasa sebagai konsumen untuk mengembangkan Fair trade adalah melakukan konsumerisme etis atau konsumen etis 28. Mereka masih tetap hidup di bawah garis kemiskinan. Data hasil survei yang dilakukan di 11 desa produsen beras di 6 propinsi memperlihatkan.

Yakkum. menurut data yang dikeluarkan oleh Fair Trade Organization (FTO) bahwa di Eropa dan Amerika Serikat jumlah transaksi perdagangan yang berbasis fair trade diestimasi hanya mencapai US$400 juta. 4. Hal itu ditunjukkan dengan volume transaksi perdagangan yang berbasis Fair trade yang hanya sebesar US$ 400 juta pertahunnya. sistem yang terbuka bagi pertanggungjawaban publik. Jka menggunakan indikator peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia berdasarkan prinsip ekonomi liberal-kapitalis yang ditandai dengan peningkatan perkapita yang tinggi. Namun jika kita mau lepas dari indikator arus utama tersebut dengan menggunakan indikator lain seperti fairness dalam relasi perdagangan. maka fair trade akan memiliki potensi besar untuk mempengaruhi perekonomian Indonesia. Akan tetapi lagi-lagi cara tersebut akan mendapat hambatan berat. 32.1 % dari jumlah transaksi seluruh global trade. Walupun harus diakui bahwa tingkat efektifitas dan pengaruhnya masih sangat kecil. maka jelas bahwa fair trade sangat tidak cukup efektif dan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Hal itu mengingat gerakan fair trade merupakan gerakan yang belum lama berkembang di Indonesia. Kedua hal itu sangat ditentukan oleh indikator apa yang kita gunakan untuk mengukurnya.29 29. dan para produsen kecil di Indonesia yang semakin baik. buruh. Sulit untuk menentukan efektifitas dan pengaruh gerakan fair trade terhadap perekonomian Indonesia. Alasan sederhana yang dapat dikemukakan adalah gerakan ini masih tergolong baru yaitu baru muncul di Indonesia pada pertengahan tahun 1980-an. Sebagai bahan komparasi.banyak konsumen yang menjadi konsumen etis maka perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk-produk yang tidak didasarkan atas prinsip Fair trade akan mati dengan sendirinya. maka fair trade cukup efektif dan memberikan pengaruh terhadap perekonomian indonesia. 31.1% dari total volume perdagangan global yang mencapai US$ 3. Alasan kedua adalah tingkat pendidikan penduduk dalam hal ini adalah para petani dan keluarga petani. Pengaruh Fair Trade terhadap Perekonomian Indonesia 30. penyediaan kondisi kerja yang sehat dan aman. ataupun berdasarkan volume transaksi bisnis yang dihasilkannya. Mitra Bali di Ubud-Bali. diantaranya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat dunia tentang arti penting Fair trade bagi kelompok-kelompok termarginalkan. Di Lombok yaitu Lombok Pottery Centre. sustainability. sehingga pola-pola perdagangan yang berkeadilan . gender mainsteraming.30 Untuk Indonesia data yang membukukan tentang volume transaksi perdagangan diseluruh Indonesia tidak kami temukan. Faktanya beberapa pusat-pusat penyalur produk-produk yang berbasis fair trade bisa kami sebutkan hanya terdapat di Yogyakarta yaitu APIKRI. SAHANI. 28.31 Keberadaan pusat-pusat penyalur tersebut yang masih sangat sedikit adalah indikator yang sulit dibantah bahwa fair trade belum efektif dan belum memberikan pengaruh yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. jika semakin banyak aktor baik decision maker pemerintah Indonesia maupun NGO-NGO yang concern dengan nasib produsen lokal yang selama ini termarginalkan. CD Bethesda. di Solo dimana Yayasan Samadi sebagai pendampingnya. hanya 0. Reasoning-nya adalah pertama.6 triliun. Namun jika kita melihat per-case seperti telah dijelaskan sebelumnya maka gerakan fair trade potensial untuk menjadi arus baru dalam sisitem perdagangan free trade yang merupakan arus utama. atau 0.

Namun sebagai suatu gerakan yang prinsip utamanya adalah kemanusiaan. masalah positioning dalam penjualan eceran yang harus berhadapan dengan kebijakan anti perdagangan untuk produk-produk tertentu di beberapa negara maju. Sementara itu untuk negara-negara seperti Austria.akan mendapatkan kekuatan yang semakin besar. Kondisi tersebut diperburuk dengan hambatan-hambatan kondisi perekonomian Indonesia yang belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. standar kesehatan dan keamanan yang semakin meningkat. Pasar Fair Trade juga tidak mampu meningkatkan posisi tawar produsen yang terlibat dalam produksi skala industri maupun para petani yang terlibat di perkebunan skala besar. karena fair trade tergolong baru dimana norm enterpreneurs-nya masih langka sehingga penyebaran ide-ide fair trade masih sangat terbatas. kepedulian terhadap perdagangan berkeadilan semakin meningkat. Terlalu banyak hambatan besar yang sulit untuk diatasi jika fair trade ingin diarus-utamakan. beberapa organisasi perdagangan alternatif mencatatkan perkembangan yang cenderung stagnan. Bahkan dalam beberapa kasus justru menurun. 5. Di Eropa misalnya. Sebab seberapa besar dan cepat pasar fair trade tumbuh tetap tidak akan mampu menampung atau mencukupi akses jutaan produsen dan petani skala kecil dari Dunia Ketiga. 33. Seperti dituliskan oleh para aktifis gerakan Fair trade di dalam ³Fair Trade Sebuah Alternatif Positif´ bahwa bagaimanapun meluasnya pasar fair trade tidak akan menyelesaikan masalah. Selain itu terdapat fakta yang tidak menggembirakan bagi proses perkembangan fair trade yaitu meski gambaran agregat menunjukkan pertumbuhan pasar yang cukup impresif.33 34. Swiss. dsb.32 hal ini ternyata meneyembunyikan persoalan besar. Tindakan-tindakan tersebut adalah hal yang paling mungkin dan lebih masuk akal untuk dilakukan. Peningkatan tersebut tentu saja akan berdampak sangat positif bagi perkembangan fair trade di Indonesia. apakah fair trade bisa menjadi arus utama sistem perdagangan di Indonesia dan dunia? Jawabannya adalah sangat sulit (untuk tidak mengatakan tidak). dimana hal ini menunjukkan bahwa di negara-negara penganut ³ortodoks´ sistem perdagangan arus utama. Kesimpulan 36. 37. Belanda. Hal itu sangat berdampak pada kebijakan-kebijakan pragmatis yang akan tetap mengutamakan kebijakan yang berdasar pada logika ekonomi semata. pembatasan lisensi impor. Alasan ketiga adalah semakin banyaknya NGO-NGO di negara-negara maju yang concern dalam bidang Fair Trade. dimana sistem Fair Trade telah berkembang selama puluhan tahun. bea cukai. Oleh . 35. pembentukan pasar tunggal Eropa yang berimplikasi pada harmonisasi regulasi impor perihal standar. Lalu. Beberapa fakta sulit untuk diatasi bahkan cenderung tidak mugkin yaitu: adanya persaingan dengan korporasi-korporasi internasional. ³Fair Trade sebagai arus utama sistem perdagangan internasional menggantikan sistem arus utama Free Trade´ adalah absurd. pertumbuhan pasar Fair Trade yang signifikan terjadi di negara-negara yang baru saja mengenal sistem Fair Trade. ataupun dengan cara menjadi konsumen etis. Apresiasi tersebut tentunya ditindaklanjuti dengan tindakan nyata yaitu menjadi bagian dari fair trade norm-enterpreneurs. gerakan fair trade harus diberikan apresiasi yang tinggi. Dalam konteks Indonesia cita-cita mengarus-utamakan fair trade lebih sulit lagi. Jerman dan Inggris.

Mungkin bagi sebagian besar orang. Tapi bagi yang mengetahui sepak terjangnya dalam memperkenalkan konsep Fair Trade di dunia maka banyak orang yang akan mengaguminya. Fair Trade kemudian dapat menjadi sebuah model yang operasional bagi sistem alternatif dan simbol praktek-praktek bisnis yang bertanggung jawab. Konsep ketergantungan inilah dianggap masuk akal dalam menjalankan bisnis. etis.com. 41. At least. Lecomte mengatakan sebenarnya hidup di dunia ini saling bergantung. bisnis Lemcote ini berhasil melebarkan sayapnya ke Amerika Serikat yang beroperasi dari San Francisco. memungkinkan mereka mendapatkan kebebasan untuk mengetahui asal barang yang mereka beli dan dapat memilih produk secara otentik. Pada tahun 1998 Lemcote mendirikan Alter Eco (merek makanan tradisional). kebebasan untuk mendapatkan upah yang wajar dan memulihkan kebanggaan mereka terhadap pekerjaan dan kehidupannya. Kampanye tersebut harus diarahkan pada bisnis-bisnis arus utama. yang terkenal dengan Fair Trade. 40. Pria berusia 36 tahun dan berkebangsaan Perancis ini telah memberikan inspirasi bagi dunia mengenai Perdagangan Yang Adil (Fair Trade) bagi negara berkembang dan miskin di dunia. sehat. Lecomte bergerak untuk membantu produsen dan konsumen pada tingkat yang paling fundamental yaitu petani. Bersama teman dan rekan pendiri Alter Eco. Lemcote memperkenalkan bisnis yang saling menguntungkan secara sosial. dan lezat. transparan. dan bervisi Fair Trade. Fair trade bukan hanya suatu keopimisan ditengah ketidakberdayaan namun suatu bentuk tindakan nyata. khususnya terhadap korporasi-korporasi transnasional untuk mempraktekkan prilaku yang bertanggung jawab dalam kontrak-kontrak perdagangan internasional. Pada tahun 2005. California.karena itu tugas utama gerakan fair trade adalah melakukan penyadaran perihal degradasi kondisi kehidupan yang berkaitan dengan kinerja industri dan perdagangan internasional. 38. 39. Dan bagi konsumen. Sebagai visioner di bidang perubahan sosial. Tristan Lecomte adalah nama yang asing. . dan Karbon Netral di Perancis. Baru baru ini Tristan Lecomte termasuk dalam ´ 100 Orang Berpengaruh Di Dunia Tahun 2010 ´ versi Time. Mathieu Edouard Rollet Senard (COO dan CEO Alter Eco Amerika Serikat). Semakin berkembang Fair trade maka akan semakin besar kekekuatan untuk mengingatkan para ³free-trader´ yang notabene adalah manusia juga. serta mengkampanyekan perbaikan kehidupan. dengan ada dan semakin berkembangnya gerakan Fair trade akan ³mengingatkan´ pihak-pihak pelaku perdagangan arus utama bahwa sistem berketidakadilan yang selama ini mereka jalankan telah menyebabkan jutaan manusia menderita. Lecomte telah mengabdikan hidupnya untuk mempromosikan sistem perdagangan global yang menginspirasi perubahan positif dalam kehidupan baik produsen dan konsumen. Perusahaan yang diakui secara internasional seharusnya berdasarkan visi Perdagangan Yang Adil (Fair Trade) dan pembangunan sosial-ekonomi. 42. Seorang pelopor dalam etika. Organik. keduanya sangat bangga dengan keberhasilan tersebut dan senang untuk memainkan peran integral dalam bisnis yang berkelanjutan.

Tanpa ribuan petani fair trade yang luar biasa.000 pohon dan memiliki tujuan untuk menanam total 12 juta pohon pada akhir tahun 2012. Founder Pure Planet (www. evaluasi tapak karbon.org) 44. Ini adalah pekerjaan saya. menciptakan pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat sekaligus memerangi perubahan iklim (global warming). kegairahan dan dedikasi konsumen. Dengan dipilihnya saya sebagai ´ 100 Orang Bepengaruh Di Dunia´ versi Time maka saya ingin mengatakan bahwa jalan yang kita pilih adalah dengan membuat tanda pada dunia. atau mitra kolaboratif jenius saya maka kami tidak akan ada disini pada hari ini. Tristan Lecomte. sebuah konsultan kolektif proyek penghijauan berkelanjutan. Pure Project/Pure Planet telah menanam 2. Pada tahun 2008.mypureplanet. bukan individu. ³Penghargaan ini benar-benar pengakuan sistem secara keseluruhan.000. dan keseimbangan karbon . Lecomte muncul sebagai Pendiri dan CEO Pure Project/Pure Planet. konsultan kolektif terdiri dari lebih dari setengah lusin mitra.43. 45. Dalam kemitraan dengan 60 koperasi perdagangan yang adil di 30 negara di seluruh dunia. bekerja sama dengan petani untuk mengembangkan proyek-proyek agro-forestry yang selanjutnya dijual sebagai kredit karbon. . Saya sangat berterima kasih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful