Fair Trade Vs.

Free Trade
15 12 2009

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara langsung dan tidak langsung efek dari perdagangan internasional sudah masuk ke sendisendi kehidupan umat manusia yang sesederhana mungkin, sebagai contoh jika kita pergi ke sebuah toko dan perhatikanlah produk-produk di toko tersebut darimana asalnya, mungkin produk-produk tersebut ada yang buatan asli dalam negeri dan banyak pula yang berasal dari luar negeri (barang impor). Hal sekecil tersebut merupakan salah satu contoh dari perdagangan bebas yang mengizinkan produk-produk dari belahan dunia manapun untuk masuk ke negeri kita. Melalui instrumen perdagangan bebas (free trade) kita dapat menikmati produk-produk dari mancanegara tanpa harus melancong ke negara itu terlebih dahulu, jelas ini merupakan keuntungan tersendiri yang dapat dirasakan oleh suatu individu. Dan untuk halnya negara perdagangan bebas juga dapat meningkatkan devisa negara dengan melakukan kegiatan expor dan mengurangi impor untuk mencapai surplus perdagangan. Namun pada realitasnya sulit untuk melakukan perdagangan bebas yang saling menguntungkan antara suatu negara dengan negara lain yang kerap kali hanya menguntungkan salah satu dari negara itu saja, negara yang diuntungkan biasanya hanya negara-negara yang memiliki kekuatan ekonomi saja, sedangkan negara-negara berkembang selalu dipersulit apabila komoditas expornya memasuki negara-negara tersebut. Akibat dari konflik antara negara maju dengan negara berkembang di dalam perdagangan bebas yang kerap kali merugikan negara berkembang, muncullah isu perdagangan adil (fair trade). Fair trade bertujuan untuk perbaikan penghidupan produsen melalui hubungan dagang yang sejajar, mempromosikan peluang usaha dan kesempatan bagi produsen lemah atau termarjinalisir meningkatkan kesadaran konsumen melalui kampanye fair trade, mempromosikan model kemitraan dalam perdagangan yang adil, mengkampanyekan perubahan dalam perdagangan konvensional yang tidak adil, melindungi hak azasi manusia, pendidikan konsumen dan melakukan advokasi bagi terciptanya kondisi yang lebih baik, khususnya yang berpihak kepada produsen kecil sehingga mereka dapat berpartisipasi di pasar.[1] Tertarik dengan latar belakang tersebut, maka tim penulis mencoba untuk mengangkat permasalahan tersebut dan menuangkannya dalam makalah dengan judul ³PERDAGANGAN INTERNASIONAL : FAIR TRADE VERSUS FREE TRADE´. B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan diatas, maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi masalah yang menjadi topik pembahasan dalam penulisan ekonomi politik internasional, yaitu : 1. Apa yang dimaksud dan konsep dari perdagangan bebas (free trade)? 2. Apa yang dimaksud dan konsep dari perdagangan adil (fair trade)? 3. Bagaimana korelasi antara perdagangan bebas (free trade) dengan perdagangan adil (fair trade) di dalam perdagangan internasional? C. Pokok Masalah Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaanperusahaan besar. Perdagangan internasional bisa sangat menguntungkan lewat instrumennya yaitu perdagangan bebas. Hal ini memungkinkannya dimasuki suatu pasar dari suatu negara. Sejak dari berakhirnya perang dunia ke-2 sudah terciptanya pengurangan tarif secara global dari 40% sampai 5%. Menurut data dari World Bank suatu negara yang terlibat dari perdagangan bebas pertumbuhan ekonominya akan melibihi 5% per tahun, sementara bagi negara-negara miskin yang mengikuti perdagangan bebas pertumbuhan ekonominya hanya mencapai 1%. Disamping data-data tersebut, hal jelasnya adalah jutaan orang di dunia masih hidup dibawah garis kemiskinan akibat dari perjanjian dagangan yang tidak adil ini.[2] Seiring dengan banyaknya perdebatan mengenai free trade terutama antara negara maju sebagai pihak yang di anggap merugikan negara berkembang dengan penekanan di bidang perekonomian yang menyengsarakan. Maka dari perdebatan itu lahirnya suatu jalan agar kedua pihak merasakan keadilan dari suatu perdagangan internasional melalui fair trade. BAB II TINJAUAN TEORITIS Definisi Perdagangan Internasional Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Pendudukan yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.[3] Menurut Amir, M.S. seorang pengamat ekonomi, bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan Internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain

disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan internasional, misalnya dengan adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum perdagangan.[4] Definisi Fair Trade (Perdagangan Adil) Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.[5] Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaanperusahaan yang berada di negara yang berbeda.[6] Definisi Free Trade (Perdagangan Bebas) Fair Trade adalah perdagangan yang berdasarkan pada dialog, keterbukaan dan saling menghormati, yang bertujuan menciptakan keadilan, serta pembangunan berkesinambungan. Melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak pada hak-hak kelompok produsen yang terpinggirkan, terutama di negara-negara miskin akibat praktek kebijakan perdagangan internasional.[7] BAB III PEMBAHASAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL : FAIR TRADE VERSUS FREE TRADE A. Free Trade (Perdagangan bebas) 1. Pengertian Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. Penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaanperusahaan yang berada di negara yang berbeda. Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan

keterbukaan dan saling menghormati. Kebijakan perdagangan bebas telah berjibaku dengan merkantilisme. Kemakmuran besar dari Belanda setelah menjatuhkan kekaisaran Spanyol. mengkampanyekan perubahan dalam perdagangan konvensional yang tidak adil. terutama di negara-negara miskin akibat praktek kebijakan perdagangan internasional. serta pembangunan berkesinambungan. sepanjang lima abad yang lalu. Adam Smith. Fair trade bertujuan untuk perbaikan penghidupan produsen melalui hubungan dagang yang sejajar. komunisme dan kebijakan lainnya sepanjang abad. Yunani. isolasionisme. Sejarah Sejarah dari perdagangan bebas internasional adalah sejarah perdagangan internasional memfokuskan dalam pengembangan dari pasar terbuka. pendidikan konsumen dan melakukan advokasi . kebijakan dari merkantilisme telah berkembang di Eropa di tahun 1500. Melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak pada hak-hak kelompok produsen yang terpinggirkan. yang bertujuan menciptakan keadilan. Perdagangan barang-barang organik dengan label fair trade sering disebut sebagai fair and green trade. 2. Pengertian Fair Trade adalah perdagangan yang berdasarkan pada dialog. Berdasarkan hal ini. dan lebih luas lagi Eropa. melindungi HAM. mempromosikan model kemitraan dalam perdagangan yang adil. Fair Trade (Perdagangan Adil) 1. B. Ekonom awal yang menolak merkantilisme adalah David Ricardo dan Adam Smith.bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. proteksionisme. Ekonom yang menganjurkan perdagangan bebas percaya kalau itu merupakan alasan kenapa beberapa kebudayaan secara ekonomis makmur. secara teoritis rasionalisasi sebagai kebijakan dari perdagangan bebas akan menjadi menguntungkan ke negara berkembang sepanjang waktu. tapi juga Bengal dan Tiongkok. dan Roma. membuat pertentangan merkantilis/perdagangan bebas menjadi pertanyaan paling penting dalam ekonomi untuk beberapa abad. Diketahui bahwa bermacam kebudayaan yang makmur sepanjang sejarah yang bertransaksi dalam perdagangan. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaanperusahaan besar. mempromosikan peluang usaha dan kesempatan bagi produsen lemah atau termarjinalisir meningkatkan kesadaran konsumen melalui kampanye fair trade. Sebelum kemunculan perdagangan bebas. dan mendeklarasikan perdagangan bebas dan kebebasan berpikir. dan keberlanjutan hal tersebut hari ini. contohnya. pasar produk organik juga mengalami pertumbuhan yang stabil. Pada periode yang sama. Teori ini berkembang dalam rasa moderennya dari kebudayaan komersil di Inggris. menunjukkan kepada peningkatan perdagangan sebagai alasan berkembangnya kultur tidak hanya di Mediterania seperti Mesir.

hal yang sama pun juga dirasakan oleh produsen. Ini menjadi semacam jaminan dan transparansi lebih bagi konsumen bahwa produsen skala kecil mendapatkan harga yang adil. Meski permintaan untuk produk-produk berlabel fair trade lebih banyak tumbuh di dunia barat. sertifikasi memperbesar akses mereka terhadap pasar ekspor. fair trade populer sebagai label/sertifikat yang disematkan pada produk yang dijual. Tahun 2005. Dalam percobaan awal ini. Sekitar tahun ¶70-an. Seiring dengan berjalannya putaran waktu. Perintisnya adalah kelompok keagamaan dan LSM. gerakan ini dipandang sebagai donasi dunia barat bagi penduduk miskin negara berkembang. saat ini kita bisa melihat bahwa pada pasar lokal di seluruh dunia sudah mulai ada upaya menciptakan perdagangan yang lebih adil bagi produsen. transparansi dan respek dari kedua belah pihak. Saat ini. fair trade adalah sebuah gerakan sosial yang muncul akibat adanya ketidakadilan antara produsen dan konsumen. Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 30 persen lebih selama tahun 2004.bagi terciptanya kondisi yang lebih baik. sejumlah petani kopi skala kecil di Meksiko yang sangat bergantung pada pihak lain (pengumpul. Inisiatif ini terus berkembang. bahkan konsep dasarnya mengalami pergeseran. konsumen merasa bahwa produsen harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi terhadap suatu produk dari yang seharusnya. Tak hanya sebagai donasi. Sementara itu. Saat itu. penjualan produk fair trade di tingkat global mencapai 1. Kini selain sebagai sebuah gerakan. Sejarah Bibit-bibit gerakan fair trade lahir di dunia barat akhir tahun ¶40-an. Menurut sejarahnya. Di sinilah kemudian muncul konsep fair trade yang berusaha untuk mengupayakan sebuah kemitraan perdagangan yang didasarkan pada dialog. pedagang. 2. Jenis produknya pun makin beragam. dan pengolah) dalam rantai perdagangan kopi mengembangkan label/sertifikasi fair trade untuk kopi mereka. Dari sisi produsen. gerakan fair trade telah berkembang secara signifikan di dunia barat yang menjadi pasar utamanya. Ten Thousand Villages dan SERRV International adalah dua LSM yang memulai pengembangan rantai perdagangan fair trade di negara berkembang. mereka ingin memperbaikinya dengan memberi harga lebih adil. dibuka hubungan langsung antara pengolah kopi dan pengecer di Belanda dengan koperasi petani kopi di Meksiko. Nama yang diberikan adalah Max Havelaar.1 milyar euro. . ketika sebagian kecil masyarakat dunia barat menilai telah terjadi eksploitasi harga dalam perdagangan antara negara mereka dan negara dunia ketiga. Sejak pertengahan µ80-an. produk-produk berlabel fair trade tak hanya dijual di toko khusus tetapi mulai juga dipajang di rak supermarket. Gerakan dilandasi semangat solidaritas dunia barat terhadap negara dunia ketiga. terutama produsen yang skala usahanya masih kecil. Seringkali terjadi. khususnya yang berpihak kepada produsen kecil sehingga mereka dapat berpartisipasi di pasar. Produknya²anyaman dan rajutan²dijual di gereja atau bazar di Amerika. konsep fair trade ini pun semakin berkembang pula (merujuk pada definisi dan prinsip-prinsip yang ada dari The International Fair Trade Association ± IFAT ).

melindungi hak produsen kecil atas akses ke pasar. menyalurkan aspirasi & pendapat mereka. juga melindungi lingkungan dari kerusakan karena minimnya penggunaan bahan-bahan kimiawi. menjemur padi. terutama di Selatan. Perdagangan barang-barang organik dengan label fair trade sering disebut sebagai fair and green trade. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen. 3.Pada periode yang sama. Meningkatkan keahlian produsen 4. pasar produk organik juga mengalami pertumbuhan yang stabil. Diperlukan sebuah kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog. Prinsip-Prinsip Fair Trade Fair trade sebagai sebuah alternatif menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik bagi produsen kecil dan melindungi hak mereka yang selama ini terpinggirkan. Pada pertemuan tahunan World Trade Organisation (WTO). IFAT selalu muncul. Pembayaran dengan harga yang pantas melalui dialog dan prinsip partisipasi dengan perkembangan pasar sesuai . Dalam halaman situs International Fair Trade Association. Mendorong terbentuknya perdagangan yang adil dan merata 5. fair trade terwujud dalam bentuk organisasi International Federation of Alternative Trade (IFAT). transparansi dan respek yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) di dalam perdagangan internasional. Organisasi payung gerakan fair trade sedunia ini bermain di advokasi kebijakan internasional. mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. Transparan dan dapat dipertanggungjawabkan 3. Fair trade memberikan sumbangan bagi pembangunan yang berkelanjutan dengan menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik dan melindungi hak dari produser dan buruh yang terpinggirkan. Sejak di Cancun. Mexico hingga di Hongkong tahun lalu mereka hadir sebagai suara alternatif untuk mewujudkan perdagangan yang lebih adil. tidak diskriminatif terhadap perempuan yang selama ini menjadi warga kelas dua dan korban langsung atas perdagangan yang tidak adil. mengusir burung. konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (misal: pemeliharaan tanaman. Membuka peluang bagi produsen dari kalangan ekonomi lemah 2. Sebagai gerakan. Fair trade membantu produsen kecil untuk memperoleh kehidupan yang layak melalui peningkatan pendapatan. Dengan mekanisme fair trade. dsb) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. Asosiasi Internasional Perdagangan yang Adil menyebut sembilan syarat agar sebuah perdagangan dapat disebut adil. 1.

Membentuk situasi dan kondisi lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi dan masyarakat 8. secara berkala mengurangi tingkat ketergantungan impor dan membudidayakan produk lokal. komunikasi dan keadilan gender. C. Dalam prakteknya. Perkembangan fair trade yang cukup positif tersebut menunjukkan bangkitnya kepedulian lebih banyak masyarakat terhadap orang-orang di sekeliling mereka yang selama ini pekerja . Konsekuensi penerapan standar ganda tersebut seperti dicatat oleh United Nations telah menyebabkan negara berkembang mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 100 juta dolar US. Di Indonesia sendiri gerakan fair trade muncul pada pertengahan tahun 1980-an. harga premium bagi produk yang dihasilkan. Surakarta. penguatan organisasi produsen. Bali. peningkatan keterlibatan dan peranan perempuan dalam perdagangan. Bila ditelusuri akar permasalahannya terletak pada aturan-aturan free trade yang pada praktiknya sangat tidak adil. dan Asia dan Afrika. prinsip dan nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk rantai distribusi yang lebih pendek. Fair Trade Vs Free Trade Fair Trade muncul sebagai alternatif dari bentuk perdagangan bebas (free trade) yang menurut banyak orang sangat tidak adil. Selain itu ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang semakin besar dimana saat ini hanya 20% populasi dunia menikmati income yang jumlahnya 60 kali lebih besar dari income orang-orang miskin. Malang.6. Dengan kata lain hubungan perdagangan antara negara kaya dengan negara berkembang hanya menjadi sarana pelegalan eksploitasi baru setelah cara-cara kolonialisasi tidak lagi dipandang cukup beradab. transparansi.[9] Sejak menjadi sebuah gerakan pada tahun 1950 fair trade telah menyebar ke berbagai negara di kawasan Eropa. Aturan-aturan doubel standard atau standar ganda yang dipraktekkan negaranegara kaya dalam hubungan perdagangannya dengan negara-negara berkembang telah merubah hubungan perdagangan tersebut yang secara filosofis adalah hubungan partnership yang menguntungkan kedua belah pihak menjadi hubungan eksploitatif. Tidak merusak lingkungan hidup dan memberikan dampak bagi pembangunan lokal. Dalam perkembangannya fair trade di Indonesia telah cukup membantu produsen-produsen miskin di berbagai wilayah seperti Yogyakarta. sedangkan pada sisi yang lain negara-negara maju masih menerapkan kebijakan proteksi bagi produk yang akan masuk ke dalam pasar domestik. Standar ganda free trade memaksa negara-negara berkembang untuk meliberalisasi perdagangan mereka. Amerika. Mataram. Tidak melibatkan pekerja anak 9. Kenyataan bahwa kemakmuran hanya dinikmati oleh sekelompok kecil warga bumi sementara kemiskinan akut yang massif diderita oleh sebagian besar warga lainnya adalah bukti akibat ketidakadilan free trade yang paling nyata. Fair Trade muncul sebagai sebuah gerakan perdagangan alternatif yang berpihak kepada produsen miskin melalui penerapan prinsip keadilan.[8] Di tengah kondisi perdagangan yang semakin lama semakin tidak adil tersebut dan telah menyebabkan ketimpangan yang semakin besar antara negara kaya dan negara berkembang. Menghormati kesetaraan gender 7.

waktu panen. Bahkan akibat yang lebih ekstrim lagi yaitu munculnya gerakan separatis memisahkan diri dari NKRI. bila perlu menghalalkan segala cara. negara pun tak segan-segan dijungkir balikan.[15] . mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. Demi profit.[14] Dari sudur beroperasinya. dan WB (World Bank). Terjadinya perusakan lingkungan dan pemiskinan rakyat/penduduk lokal. Jika negara ikut meratifikasi itu berarti wajib hukumnya untuk mengikuti aturan main yang telah ditetapkan. sebagai ungkapan kekecewaan rakyat atas sumber daya alamnya dibabat habis oleh korporasi yang bergandeng mesra dengan pemerintah. Kehadirannya kerap mengatas namakan pembangunan sehingga mendapat restu dari pemerintah. Free trade dalam praktek menjelma dalam bentuk korporasi-korporasi raksasa atau investor dari negara-negara kaya/maju. dan masih banyak daerah lainnya di tanah air. khususnya yang berkaitan dengan pola perdagangan yang adil. Rakyat didepak. kepentingan para korporasi tertuang jelas dalam kebijakan yang dikeluarkan melalui organisasi supra negara seperti : IMF (International Monetary Fund). seperti Papua. menjemur padi. dan sebagainya) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. mengusir burung.[10] Dengan mekanisme fair trade.bekerja keras menyediakan keperluan mereka namun tidak mendapatkan hak sesuai proporsi yang seharusnya mereka terima.[13] Pada banyak kajian litelatur lebih banyak membicarakan tentang free trade ketimbang fair trade. terutama di Selatan. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen. Kedua istilah tersebut memiliki persamaan yaitu menyangkut aktivitas jual-beli atau trading. varietas) dan menjaga kualitas/kuantitas produknya. konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (misal : pemeliharaan tanaman. maupun tokoh-tokoh masyarakat. Karenanya jika terjadi konflik atau penolakan atas kebijakan yang dikeluarkan oleh organisasi tersebut. Free trade atau pasar bebas itu melulu memburu laba atau profit. Aceh. tidak peduli dengan hal-hal yang berbau kesejahteraan orang banyak. karena sudah menjadi perpanjangan tangan sang korporasi.[11] Sebaliknya. Dampak free trade bisa dilihat di beberapa daerah yang kaya dengan sumber daya alam. pemerintah nasional menjadi tidak berkutik. Produsen juga melakukan pertemuan rutin untuk membahas dan mencari jalan keluar tentang masalah yang mereka hadapi. transparansi dan respek yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) di dalam perdagangan internasional. Perbedaannya adalah dari segi etika dan cara kerjanya atau Mode of Production. Tak jarang para korporasi juga mempunyai saham dalam membidani kelahiran seorang untuk menjadi pemimpin nasional di suatu negara. Fair trade memberikan sumbangan bagi pembangunan yang berkelanjutan dengan menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik dan melindungi hak dari produser dan buruh yang terpinggirkan. Bali.[12] Diperlukan sebuah kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog. kemudian terhembas dan yang lebih terhempas lagi adalah kaum perempuannya. WTO (World Trade Organization). produsen juga menghargai kepedulian dan kepercayaan yang diberikan oleh konsumen dengan selalu memberikan informasi sebenarnya mengenai produk mereka (kondisi.

ketebukaan dan saling menghormati. pembayaran layak dan lencar. WFTO bertugas merumuskan aturan main dan kriteria yang harus dipenuhi anggota maupun orang atau organisasi yang ingin bergabung dalam gerakan fair trade. Dalam memproduksi barang. terutama kebiajakn perdagangan Internasional/World Trade Organization (WTO). yakni : free trade sebagai gerakan dan fair trade sebagai model/kegiatan bisnis. dan kebajikan dalam berproduksi. yang segara berganti nama menjadi : World Fair Trade Organization (WFTO). semua orang luar negeri. kesetaraan perempuan atau gender.[17] Dari pengertian di atas.[19] . hotel. lebih mengacu pada norma-norma kemanusiaan. beberapa butir dari prinsip itu yang penting untuk dijadikan pedoman dalam praktek fair trade. advokasi konsumen melalui kampanye dan pembukaan akses pasar untuk anggota dan memonitoring kegiatan anggota dalam peenrapan prinsip-prinsip fair trade. antara lain : dalam kegiatan bisnis harus ada unsur aktif memerangi kemiskinan. Fair trade menjadi sikap yang dalam praktek bisnis atau profitnya sangat mempertimbangkan nilai-nilai etik kemasyarakatan. tidak memperkejakan tenaga kerja anak.Dari segi produk yang diperjualbelikan. Fair trade adalah gerakan internasional yang berada di bawah organisasi payung yang dulu disebut IFAT (International Fair Trade Association). Yang jelas. gerakan fair trade tidak terbetas pada sektor kerajinan saja. yang bertujuan untuk menciptakan keadilan . Para fair trade dalam melakoni bisnis sangat menekankan aspek kreatifitas. transportasi. Konsekuensinya semua sektor publik dikendalikan oleh kekuatan korporasi. pemandu wisata orang luar negeri. pengunjung. Jadi yang menjadi perhatian para pelaku fair trade adalah dalma kegiatan bisnis atau usaha. restoran (dari bahan mentahan. terdapat dua hal yang bisa dilihat. keindahan produk untuk konsumen. sangat diupayakan menghindari terjadinya eksploitasi baik terhadap sumber daya manusia maupun sumber daya alam. rejim free trade tidak tanggung-tanggung untuk menjadikan sesuatu dijadikan komoditi dan masyarakat hanya dilihat sebagai konsumen. peralatan. pembangunan kesinambungan melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak hak-hak kelompok produsen dan pekerja yang terpinggirkan terutama di negara-negara Selatan yang diakibatkan oleh praktek dan kebijakan perdagangan internasional. Kegiatan organisasi lebih banyak difokuskan pada kegiatan advokasi kebijakan. Fair trade sebagai model bisnis bisa diterapkan di segala bidang usaha dimana saja dan kapan saja. Berikut definisi fair trade yang dikutip dari website IFAT : fair trade adalah model perdagangan yang berdasarkan pada dialog. Di bali bisa dilihat jelas praktek free trade dalam kaitan industri pariwisata seperti biro perjalanan. hubungan bisnis yang berkesinambungan dan ada unsur partnership saling membesarkan. WFTO anggotanya terdari 300 organisasi di sekitar 80 negara.[18] Fair trade sebagai model bisnis. Fair trade sebagai gerakan lebih banyak menyangkut soal keorganisasian. Profit yang diperoleh bukan melulu untuk memenuhi hasrat atau memiliki melainkan di investasikan lagi ke dalam program yang mensejahterakan produsen dan masyarakat. menghormati lingkungan. sejumlah kalangan telah mengambil inisiatif dengan membuat wacana alternatif yang dikenal dengan fair trade (perdagangan yang adil). menyangkut persoalan anggota mewujudkan nyatakan prinsipprinsip fair trade seperti yang dilontarkan oleh IFAT. Fair trade tidak hanya profit namun juga happiness and welfare oriented. serta chef-nya).[16] Menyikapi keberadaan rejim pasar bebas.

menyalurkan aspirasi dan pendapat mereka. produsen juga menghargai kepedulian dan kepercayaan yang diberikan oleh konsumen dengan selalu memberikan informasi sebenarnya mengenai produk mereka (kondisi. Produsen juga melakukan pertemuan rutin untuk membahas dan mencari jalan keluar tentang masalah yang mereka hadapi. Hal ini dilakukan melalui informasi dan komunikasi.BAB IV KESIMPULAN Fair Trade adalah perdagangan yang berdasarkan pada dialog. Fair trade membantu produsen kecil untuk memperoleh kehidupan yang layak melalui peningkatan pendapatan. waktu panen. varietas) dan menjaga kualitas/kuantitas produknya. DAFTAR PUSTAKA . WTO diharapkan dapat membentuk suatu kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog. begitu juga mengenai proses produksinya. menjemur padi. terutama di negara-negara miskin akibat praktek kebijakan perdagangan internasional. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen. tidak diskriminatif terhadap perempuan yang selama ini menjadi warga kelas dua dan korban langsung atas perdagangan yang tidak adil. Selain itu. Dengan mekanisme fair trade. Faktor-faktor pembentuk harga jual tersebut kemudian diinformasikan secara terbuka kepada konsumen. Dalam fair trade. keterbukaan dan saling menghormati. produsen dan konsumen memiliki posisi yang sejajar. serta pembangunan berkesinambungan. melindungi hak produsen kecil atas akses ke pasar. termasuk aspek konservasi. edukasi dan sosial. mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. khususnya yang berkaitan dengan pola perdagangan yang adil. Fair trade sebagai sebuah alternatif menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik bagi produsen kecil dan melindungi hak mereka yang selama ini terpinggirkan. mengusir burung. didalam usaha pertanian padi) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. kedua belah pihak juga mengedepankan asas transparansi. Produsen menghitung seluruh komponen biaya produksi. juga melindungi lingkungan dari kerusakan karena minimnya penggunaan bahan-bahan kimiawi. yang bertujuan menciptakan keadilan. Dan jika komunikasi ini dilakukan dengan benar. Sebagai contoh adalah dalam menentukan harga jual. transparansi dan penghargaan yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) didalam perdagangan internasional. maka konsumen pun akan bersedia membayar harga jual yang ditawarkan sebagai salah satu apresiasi mereka. konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (pemeliharaan tanaman. Melalui penciptaan kondisi perdagangan yang lebih fair dan memihak pada hak-hak kelompok produsen yang terpinggirkan. Sebaliknya.

Persoalan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa ketika berpastisipasi di dalam perdagangan internasional negara miskin akibat keterbatasan modal.org/global_news/full_article. Peningkatan aktifitas industri di negara berkembang justru meningkatkaan proses eksploitasi terhadap kaum buruh di negara-negara tersebut. GATT/WTO berasumsi bahwa hanya melalui partisipasi di dalam perdagangan internasional. menurut GATT/WTO.html http://gbgm-umc. pengetahuan. Pada mulanya GATT dibentuk untuk mengakomodasi kepentingan perlindungan industri di dalam negeri. GATT pada prinsipnya merupakan forum perundingan yang dimaksudkan untuk meminimalisir hambatan-hambatan perdagangan (tarif maupun non-tarif) agar perdagangan dunia dapat menjadi ebih semarak.com/2007/12/konsep-hukum-fair-trade.html http://gadisayu18. GATT yang tadinya hanya melibatkan 23 negara industri. Hadiwinata dan Aknold K.http://whatbecomethegreaterme. GATT kemudian digantikan dengan WTO dengan maksud untuk menyempurnakan mekanisme pengaturan aktifitas perdagangan internasional yang menyangkut sekurang-kurangnya tiga aspek . Sebagai rejim yang mengemban prinsip liberalisasi perdagangan.(hal 14) Di dalam buku fair trade di jelaskan pula mengenai sejarah awal terbentuknya GATT dan WTO sebagai organisasi yang mengendalikan perekonomian di dunia. (hal 12) Namun hal tersebut sangat di ragukan.com/tag/ekonomi-politik-internasional/ Buku karangan Bob S.com/2009/03/30/apakah-memang-ada-perdagangan-bebas/ http://felixsharieff. Dengan demikian dapat di mengerti jika tujuan untama GATT adalah untuk menciptakan kelancaran perdagangan antar bangsa dengan cara penurunan tarif impor secara gradual. Seiring dengan perkembangan zaman.wordpress.wordpress. Liberalisasi perdagangan mutlak diperlukan. Permasalahan yang tidak bisa di pecahkan oleh GATT adalah masalah NTBs (non-tariff barries) di mana GATT hanya bisa menyerukan kepada para anggotanya untuk mengurangi bahkan menghilangkan sama sekali kebijakan-kebijakan NTBs-nya tanpa mampu memberikan sanksi yang jelas bagi mereka yang melanggar seruan tersebut.blogspot. (hal 30).blogspot. Pakpahan dengan judul fair trade merupakan buku yang sarat akan pengetahuan mengenai situasi dan kondisi ekonomi yang sedang melanda dunia.com/2009/05/makalah-dampak-globalisasi-terhadap. Negara-negara maju inilah yang mulai mendominasi di setiap pengambilan keputusan atau negosiasi dan negara-negara berkembang tidak dapat berbuat banyak. maka negara-negara miskin dapat ikut menikmati keuntungan.cfm?articleid=2081 http://cafe-ekonomi. kian bertambah hingga mencapai 125 negara pada tahun 1994 termasuk ke dalamnya negara-negara maju. Free trade (perdagangan bebas) adalah sebuah sistem ekonomi sebagai hasil dari globalisai yang terus di perjuangkannegara-negara maju du belahan bumi Utara melalui GATT (general agreements on trade and tariffs) dan kemudian WTO (world trade organisation). Situasi semacam ini menimbulkan ketidak harmonisan antara kelompok eksklusif negara-negara maju berhadapan dengan negara mayoritas anggota yang terdiri dari negara-negara sedang berkembang. pemberlakuan tarif yang di atur di dalam GATT. dan sumberdaya manusia-seringkali dipaksa untuk berspesialisasi pada produk primer dengan nilai tambah yang rendah seperti produk pertanian dan bahan tambang. karena tidak saja dapat memperlancar perdagangan antar bangsa tetapi juga bersifat saling menguntungkan sehingga dapat memberikan keuntungan maksimal kepada para pelakunya. teknologi. Para pengamat dari kubu Marxis tidak yakin bahwa peningkatan partisipasi negara-negara berkembang di dalam pasar internasional dapat meningkatkan kesejahteraan kaum marjinal.

2. bentuk bahkan aplikasi-aplikasi dari fair trade yang telah terlaksana. (hal 56) Dengan demikian solusi yang di tawarkan dalam konteks ini adalah menawarkan sebuah konsep perdagangan alternatif yang memberikan ruang bagi prinsip perlindungan hak azasi manusia. sebuah NGO yang bermarkas di Oxford Inggris. Di samping itu. kesetaraan. Fair trade adalah sistem yang di tujukan . dan 3. Peningkatan kapasitas administratif terutama dalam hal penyelesaian konflik perdagangan antar negara. Sebaliknya. merupakan salah satu pionir dari gagasan fair trade (perdagangan yang adil) sebagai alternatif dari free trade (perdagangan bebas) yang terus menerus di kampanyekan oleh negara-negara liberal. Buku ini membahas secara lengkap sejarah. NGOs merupakan kelompok yang menentang dominasi kapitalisme global. toleransi dan demokrasi. Sikap yang terlalu melebih-lebihkan keunggulan perdagangan bebas barangkali melupakan fakta mengenai esensi dari hubungan perdagangan antar negara. Walaupun WTO baru berjalan beberapa tahun. keterbukaan. Peningkatan komitmen negara-negara anggota untuk mendukung beroperasinya sebuah rejim perdagangan internasional. maka kebijakan menutup diri akan mengakibatkan pelanggaran terhadap hal asasi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sesuai dengan kemampuannya.penting: 1. semakin besar kesempatan bagi negara tersebut untuk memperoleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi. OXFAM-Great Britain. sustainabilitas. Buku ini menyajikan sejumlah contoh-contoh bentuk perdagangan fair trade akan tetapi sebagian besar masih dalam konteks lokal belum ke dalam skala internasional. kerajinan dan terget dari kegiatan tersebut hanya pada kelompok petani/nelayan/pengrajin atau koperasi saja. keuntungan jelas dapat di peroleh secara maksimal karena produk tersebut biasanya memberi kesempatan kepada produsennya untuk menjadi price setters (penentu harga pasar) karena ketergantungan masyarakat terhadap produk tersebut. Pemberian wewenang yang lebih besar dalam proses negosiasi perdagangan di dalam berbagai forum ekonomi global. beberapa pakar ekonomi internasional menyatakan ketidakyakinan mereka bahwa rejim ini mampu secara optimal memenuhi target yang gagal di capai oleh GATT. tenaga maupun waktu karena sifat produk yang tidak tahan lama dan ketergantungan yang tinggi pada perantara. aspek yang ditangani hanya menyangkut upaya untuk mengurangi trade exploitation. Kecilnya volume perdagangan melalui jalur fair trade (jika di bandingkan dengan perdagangan konvensional barangkali berkaitan dengan terbatasnya lingkup aktifitas gerakan fair trade yang hanya membatasi pada pembelian komoditi primer. Buku ini juga berupaya untuk membuat semacam penealaahan ringkas mengenai kampanye fair trade yang dilakukan Oxfam Great Britain. Bagi negara-negara yang berkonsentrasi pada sektor industri padat teknologi dan modal. (hal 37) Persoalan paling mendasar yang dihadapi oleh rejim perdagangan internasional seperti WTO adalah adanya penerapan standar ganda dan terdapat ketidaksesuaian antara kebijakan dengan tindakan dalam hal penerapan proteksi pelaku bisnis. Walaupun sangat kecil dibandingkan dengan jalur perdagangan konvensional. akan tetapi kita tidak mungkin serta merta menarik diri dari sistem ini sebab pada dasarnya tidak ada satu pun negara yang dapat hidup secara autarkis (sanggup memenuhi segala kebutuhan rakyat secara mandiri). jalur perdagangan kemanusiaan ini cukup memberikan harapan bahwa terlepas dari dominasi kapitalisme global yang berkembang melalui perdagangan lain yang membebaskan para pemodal kecil dari trade exploitation (penindasan perdagangan). Sasaran yang ingin di capai adalah untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang di hadapi oleh organisasi tersebut yang selama kurang lebih 40 tahun menjalankan aktifitas fair trade. negara yang berkonsentrasi pada komodity primer keuntungan yang di peroleh sangat terbatas karena posisi mereka yang sebagai price takers bahkan seringkali harus menderita kerugian materi. terutama apabila menyangkut 2 jenis komoditas yang berbeda dari segi nilai tambahnya. keadilan. pengurangan angka kemiskinan dan peningkatan pendapatan perkapita. Para pendukung perdagangan bebas sangat berkeyakinan bahwa semakin terbuka perekonomian sebuah negara. Fair Trade merupakan gagasan yang di kumandangkan oleh NGOs pada dekade tahun 1960. Dapat disimpulkan bahwa perdagangan bebas tidak memberikan keuntungan bersama.

Pendekatan ini melihat kapasitas individu dalam membuat suatu keputusan dan megimplementasikannya untuk kepentingan entitas sebagai unsur utama dalam pembuatan kebijakan suatu negara. Umumnya . tujuan dan lain sebagainya. 2009 Kebijakan Luar Negeri dalam Kaitannya dengan Pengambilan Keputusan Suatu Negara Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:16 am Kebijakan luar negeri (foreign policy) adalah elemen yang sangat penting dalam upaya pencapaian kepentingan nasional suatu negara.untuk masyarakat dunia. Penggunaan power sebagai instrumen ini. Coulombis dan Wolfe memandang kebijakan luar negeri. birokrasi. Kondisi kedua menempatkan power sebagai alat yang digunakan bersama dengan kebijakan luar negeri untuk mencapai kepentingan nasional. Hubungan antara kebijakan luar negeri. yang kemudian menimbulkan suatu diskursus tentang unsur mana yang paling penting perumusan kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri dibentuk dengan dasar kepentingan nasional untuk mendapatkan power yang lebih tinggi. kelompok. Dalam perumusan kebijakan luar negeri. Pengaruh ideosinkretis ini termasuk di dalamnya ideologi. Peranan individu dalam proses pembuatan keputusan adalah berdasarkan pendekatan agency. dan sistem global. khususnya power sebagai relationship. Kondisi pertama yang menempatkan power sebagai tujuan. ada 5 unit analisis yang dapat dilihat sebagai unsurunsur yang mempengaruhi perumusan kebijakan luar negeri suatu negara. jika contoh-contoh fair trade sebatas di berikan dalam tatanan lingkungan lokal maka tentu hal tersebut tidak menampakkan kelebihan yang signikan akan sistem ini. regional maupun internasional. dan dapat pula di lakukan dengan menekankan aspek hukum untuk menertibkan sistem perekonomian yang ada. Kopiitudashat's Blog July 14. kebijakan luar negeri dan power dapat dilihat dalam 2 kondisi. sebagai sintesis dari kepentingan nasional yang mengandalkan power dan kapabilitas suatu negara . Fair trade adalah sistem perekonomian yang sarat akan pesan moral dan tujuan yang mulia untuk memasukkan berbagai prinsip kemanusiaan yang telah dirumuskan dan disepakati dalam berbagai konvensi internasional. bahwa keadilan dalam berdagang dapat di capai dengan cara merubah sistem yang ada. kepercayaan. Seperti yang dijelaskan dalam comparative study of foreign policy. bahwa kebijakan luar negeri adalah penggunaan pengaruh dalam hubungan internasional. nasional. budaya. berarti kebijakan luar negeri digunakan sebagai instrumen. Unit analisis ini menurut Rosenau meliputi individu. yaitu siapa yang mempunyai apa untuk siapa dan bagaimana . ke dalam aktifitas perdagangan pada lingkup lokal. Dalam merumuskan suatu kebijakan. diperlukan karena kebijakan luar negeri tak lain adalah usaha untuk mempengaruhi. sistem nasional. power dan kepentingan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut: Dari bagan di atas dapat dilihat bahwa hubungan antara kepentingan nasional. aktor individu tidak akan terlepas dari pengaruh ideosinkretis dan pemikiran rasional (rational choice). atau yang dapat disebut sebagai politik luar negeri. Karena itulah kebijakan ini lebih penting daripada kebijakan lain karena mengandung kepentingan nasional yang merupakan tujuan utama yang harus dicapai suatu negara-bangsa yang berdaulat.

tetapi lebih merupakan manifestasi kepentingan kelompok. kebijakan luar negeri merupakan proses politik yang meliputi bargaining. Dalam krisis Kuba.Interaksi dan perilaku. Dalam pendekatan birokratis. think tank dan lain sebagainya. penyandang dana. keputusan AS dan Soviet untuk menempatkan rudal bukan berdasarkan keputusan Reagan ataupun Nikita Kruschev. peran individu. misalnya badan intelijen (salah). Banyu. keputusan tidak dilihat sebagai produk rasionalitas individu tetapi lebih merupakan produk dari berbagai penyesuaian dan kompromi . Ketika kepentingannya tidak diakomodasi oleh pemerintah. Misalnya. Sistem-sistem inilah yang secara komprehensif tercakup dalam sistem nasional. Bandung: PT Rosda Karya hal 51-52. kelompok penekan.Ilmu Hubungan Internasional:Sistem. dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan keputusan untuk menghasilkan kebijakan luar negeri suatu negara. kompromi dan adjustment. yang dalam usahanya dibantu oleh media. pola-pola aliansi yang terbentuk serta faktor situasional seperti isu dan krisis.negara yang kebijakannya ditentukan oleh keputusan individu adalah negara otoriter. namun lebih merupakan produk birokrasi secara keseluruhan. sistem nasional dan sistem global tidak akan pernah bisa dikesampingkan. birokrasi. Misalnya Kim Il Sung dan Kim Jong Il yang menjadikan karakter individunya sebagai manifestasi karakter nasional Korea Utara. segala sesuatu yang menyangkut masalah negara adalah hasil keputusan kepala negara yang tidak dapat diganggu gugat. Lingkungan eksternal yang dimaksud adalah struktur hubungan antar negara-negara besar. Misalnya Indonesia yang tergabung dalam rezim pangan akan selalu merumuskan kebijakan luar negeri untuk mengatasi permasalahan pangannya berdasarkan prinsip dan norma yang dijunjung oleh Food and Agricultural Organization (FAO). dan sistem sosial-budaya. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Pendekatan sistemik global menekankan pentingnya peranan lingkungan eksternal negara terhadap pengambilan keputusan kebijakan luar negerinya .PT Raja Grafindo Persada . ataupun kelompok lain yang mempunyai posisi strategis dan kepentingan tertentu di pemerintahan. Pendekatan kelompok melihat bahwa keputusan final suatu kebijakan bukan hanya ditentukan oleh kepentingan dan keinginan individu. kelompok. ideologi juche-atau self reliance. Kelompok kepentingan. Kelompok yang dimaksud di sini bisa merupakan kelompok kepentingan. Misalnya American Comitee for Israel akan selalu mendorong AS untuk mengeluarkan kenijakan yang menguntungkan Israel. Yang belum ditambahkan di sini adalah pentingnya peran rezim internasional dalam kebijakan luar negeri suatu negara. 2005. ideologi. Kebijakan luar negeri sebagai instrumen untuk mewujudkan kepentingan nasional juga sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur internal negara. Referensi Anonim.Actors:The Responsible Decision-makers Perwita. sistem politik.1997. menyampaikan opini publik untuk diperjuangkan dalam bentuk kebijakan. Pendekatan birokratis pertama kali dipopulerkan oleh Allison berdasarkan studinya tentang krisis Kuba.yang dianut Korea Utara akan membentuk perilaku luar negerinya dengan kebijakan menutup diri dari pasar global. kelompok kepentingan ini bisa metransform dirinya menjadi kelompok penekan. identitas nasional. Jadi. atau sosialis dengan keadaan minim demokrasi. Soeprapto. seperti power. Jadi. dan kepentingan yang keseluruhan sistem ini akan berinteraksi membentuk sistem ekonomi.

1945-1949 Periode ini diwarnai oleh pengeboman Nagasaki-Hiroshima. Menurut Alexander L George dan Richard Smoke. Taktik ini juga dikenal sebagai countervalue targeting strategy sebab pola ini mencoba mengarahkan senjata- . bagian kecil nuklir juga lebih efisien daripada sejumlah besar senjata konvensional . AS berusaha meningkatkan senjata yang dimiliki karena percaya hal ini dapat menghindarkan keinginan dan kemampuan lawan untuk menyerang AS. Awal 1950an Peride ini ditandai oleh pemerintahan Eisenhower pada 1950an yang menjadikan massive retaliation sebagai pola strategi utama. Selain untuk membendung serangan Soviet ke AS sendiri. Terminologi µdeterrence¶ pertama kali dikemukakan oleh Bernard Brodic yang menganalisis konstelasi internasional pasca pengeboman Nagasaki-Hiroshima . Teori ini didahului oleh kebijakan containment yang merupakan reaksi dari ekspansi Soviet. Deterrence hanya dapat dilakukan dalam keadaan damai walaupun damai yang dimakudkan adalah damai yang semu. Definisi ini dirangkum oleh Glenn Synder dengan kebijakan stick and carrot yang selama ini dipraktekkan oleh AS. karena selain lebih memberikan efek teror. nuklir juga digunakan untuk membendung pengaruh Soviet ke negara aliansi. Kehancuran yang dialami Jepang membuka mata para negarawan bahwa ketika senjata pemusnah massal diciptakan secara besar-besaran dan negara-negara mulai berlomba-lomba untuk memiliki senjata ini. Dalam pelaksanaannya. maka perang total (total war) harus dihindarkan karena akibat dekstruktif yang dihasilkan. Pihak yang satu mencegah pihak yang lain melakukan suatu aksi melalui ancaman baik implisit maupun eksplisit. Strategi yang digunakan dalam Perang Vietnam dan Perang Korea ini dirasa cukup mahal secara ekonomis sehingga kemudian diperlukan strategi lain yang cukup efisien. kehancuran yang ditimbulkan baru terbaca.Leave a Comment Deterrence dan Compellence sebagai Strategic of Military Defence Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:14 am Berakhirnya Perang Dunia II memunculkan periode Perang Dingin yang diwarnai oleh virtual war dan proxy war. Proxy War menjadi salah satu strategi Perang Dingin dimana kedua belah pihak menggunakan pihak ketiga sebagai wilayah pertempuran. Perlombaan senjata inilah yang merupakan strategi deterrence yang digunakan kedua negara. oleh karena itu belum ada strategi teori deterrence yang sistematis. AS sebagai pemenang Perang Dingin sekaligus negara yang pertama kali menggunakan nuklir menggunakan kemampuan militernya untuk memaksa negara lain mengikuti kepentingan AS melalui penyebaran teror. Balance of Power yang diciptakan oleh Perang Dingin bergeser menjadi Balance of Terror yang didukung oleh perlombaan senjata. Keadaan damai ini diperlukan agar teror yang dilancarkan dapat mencapai sasaran. deterrence dapat diartikan sebagai serangkaian persuasi yang dilakukan oleh pihak pertama kepada pihak kedua untuk agar pihak pertama melakukan keinginan pihak kedua . Strategi ini dilakukan dengan mengembangkan nuklir yang dirasa lebih efisien. Efek teror ini memicu kedua negara superpower ± AS dan Soviet ± untuk sama-sama mengembangkan nuklir. deterrence sendiri terbagi ke dalam beberapa periode: 1. 2. dengan pemberian sanksi positif berupa hadiah jika pihak kedua menaati larangan pihak pertama dan pemberian sanksi negatif berupa hukuman jika pihak kedua berlaku sebaliknya.

dapat disimpulkan bahwa keadaan yang memungkinkan terjadinya deterrence adalah keadaan dimana ada ketersediaan teknologi yang memungkinkan pengembangan senjata yang efektif untuk menakuti-nakuti lawan. Ketika AS memaksa Iran menghentikan proyek proliferasi nuklirnya. AS dapat menjamin kemenangannya tanpa harus mengadu kekuatan militernya secara kontak langsung.yang menitikberatkan pencapaian kemenangan tanpa perang. Strategi lainnya adalah counterforce targeting strategy dimana senjata-senjata AS diarahkan kepada pangkalan militer dan pusat-pusat kekuatan militer Soviet. Keadaan ini tidak terlepas dari strategi military defence yang menggunakan pertahanan melalui strategi deterrence dan compellence yang menggunakan elemen militer maupun non militer. Karena dapat digunakan secara bersamaan. maka terjadi suatu keambiguitasan. Ward.pdf Leave a Comment . Jika tak bisa dicapai. Dari gambaran di atas. Contending Theories of International Relations: A Comprehensive Study (4th edition).The Myth of Nuclear Deterrence.pdf dalam http://www. Tujuan awal deterrence adalah sebagai strategi pertahanan (strategy of defense) untuk menghindari perilaku atau tindakan yang tidak dinginkan dari negara lain.com Wilson.senjata AS kepada obyek-obyek yang dianggap vital oleh Soviet. maka kemenangan ini dapat dicapai dengan menghancurkan kekuatan militer lawan maupun kemenangan paling buruk dengan menghancurkan kota dan rakyat sipil di dalamnya.. hal ini merupakan suatu compellence. Dengan teror yang ditimbulkan oleh nuklir. biasanya menggunakan sanksi ekonomi. Pola deterrence yang paling sering ditemui adalah dengan pemberian punishment tertentu untuk negara yang memberlakukan perilaku yang tidak diinginkan itu (undesirable behavior). Jika deterrence digunakan untuk menekan behavior maka compellance bertujuan untuk memicu behavior walaupun keduanya biasanya digunakan secara bersamaan karena ketika aktor ingin menghindari keadaan tertentu maka ia akan memaksa aktor lain melakukan sesuatu untuk menghindari undesirable behavior itu. Strategi pertahanan AS ini dapat dijelaskan dari teori strategi militer klasik ± Sun Tzu. Strategi ini memiliki beberapa tujuan diantaranya untuk memproteksi serangan ± baik yang dilakukan dengan senjata nuklir maupun senjata konvensional. James and Manzginrtioz. Bagi Iran.sagepublications. Walaupun bisa dibilang bahwa dua kemenangan ini tidak dapat diraih karena ketidakmungkinan penggunaan nuklir untuk menghancurkan kekuatan lawan. pertama kali digunakan oleh Schelling untuk menyebut deterrence yang digunakan untuk memicu (induce) aktor lain untuk melakukan suatu aksi (behavior) . Referensi: Dougherty. Sifatnya preventif dan dinamis. AS akan memanfaatkan alasan perdamaian dunia untuk men-deterrence Iran. Compellence.New York : Longman The Origins and Age of Deterrence. Antara melarang dengan memaksa pihak kedua menerima sanksi positif yang diberikan pihak pertama. Keambiguitasan ini semakin terasa ketika dalam satu kasus dapat dipandang sebagai deterrence dan compellence sekaligus tergantung perspektif yang memandang. Robert. Menggunakan strategi kebijakan stick and carrot walaupun lalu yang lebih banyak digunakan adalah sanksi negatif.1996.

ideologi lalu hard power yang mempergunakan kekuatan ekonomi dan politik dan sebagainya. Misalnya ketika pemerintah Singapura merasa mengalami kekurangan jumlah penduduk yang dikhawatirkan dapat memperbesar chance negara lain untuk menyerang Singapura. Jadi dapat dikatakan bahwa power dapat digunakan sebagai alat maupun sebagai tujuan.Maria EM 070710023 THI 4 Power dan Pengembangannya dalam Teori Perimbangan Kekuatan dan Stabilitas Hegemoni Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:13 am Power menjadi konsep utama kaum realis dalam menyikapi hubungan internasional. Bisa berupa simbolis seperti propaganda melawan perbudakan ataupun power yang lebih mudah terlihat seperti kekuatan ekonomi. Tiap negara akan selalu menggunakan power yang dimiliki untuk meningkatkan power yang dimiliki guna mencapai kepentingannya. Pengaruh satu negara terhadap satu isu dapat berbeda dengan isu lain. Dimensi pertama adalah scope yang mengidentifikasi aspek yang terlibat dalam area isu. Semakin kecil biaya A dan semakin besar biaya B maka power A semakin besar. Power ekonomi di sini berfungsi sebagai alat dan power demografi sebagai tujuan yang keseluruhan tujuannya untuk meraih posisi teratas di konstelasi global. Pandangan ini dirasa tidak relevan mengingat Indonesia yang memiliki kekayaan resources ditambah dengan letak geopolitik yang strategis ternyata tidak dapat membawa Indonesia menjadi superpower dunia. maka Singapura dapat mempergunakan power di bidang ekonomi untuk menstimulus pertumbuhan penduduknya. Power ini sendiri tidak mempunyai definisi yang statis. Pendekatan power sebagai resources menganggap power sebagai milik negara(actual power) . tentang seberapa besar biaya A untuk menguasai B dan seberapa besar biaya B untuk melakukan kepentingan A. militer dan diplomasi . sehingga jika suatu negara mempunyai sumber daya yang besar seperti wilayah teritorial. Dalam konteks ini. Pandangan ini lebih relevan dalam pertimbangan interaksi antar negara karena ketika negara memutuskan untuk mengadakan hubungan dengan negara lain. power adalah bagaimana mempengaruhi pihak lain untuk melakukan apa yang kita inginkan sekalipun dia tidak ingin melakukannya . power adalah bagaimana aktor A dapat mempengaruhi perilaku aktor B. Power sendiri dapat diposisikan sebagai resources maupun sebagai relationship. maka negara tersebut akan saling menilai power masing-masing. apakah Cina yang dapat dengan mudah mempengaruhi kebijakan Vietnam yang notabene memiliki kesamaan ideologi. Dimensi keempat adalah costs. Bagaimana cara kedua negara tersebut saling mempengaruhi adalah dengan memanfaatkan bentuk-bentuk power seperti soft power yang mendoktrinasi pemikiran melalui budaya. Suatu negara mungkin memiliki power yang besar di satu region tetapi tidak dapat menguasai region yang lain. Misalnya power Jepang terhadap Indonesia dalam bidang ekonomi lebih terasa daripada power Jepang ke Indonesia dalam bidang militer. jumlah penduduk dan bahan tambang yang besar kemudian dikatakan bahwa negara ini dapat digolongkan sebagai negara dengan power yang besar. Dimensi kedua adalah domain yang menggambarkan seberapa besar aktor yang dipengaruhi. . yaitu dengan cara memberi insentif pada keluarga yang bersedia memiliki lebih dari 1 anak. Power bukan konsep yang dapat diukur dengan mudah ±bersifat intangible ± karena power bersifat multidimensi. Dimensi terakhir adalah means sebagai alat untuk menjalankan power itu sendiri. Dimensi ketiga disebut weight yang merupakan kalkulasi seberapa besar kemungkinan B dapat dipengaruhi oleh A. Pandangan lain kemudian memposisikan power sebagai relationship dimana power lebih dilihat sebagai hubungan potensial yang dapat meningkatkan power di masa yang akan datang (potential power) . Menurut Robert Dahl.

Arti power menjadi lebih persuasif dan tingkat kekerasan nya lebih berkurang . penyelesaian konflik secara legal. Ketidakjelasan ini oleh Ernest Haas digambarkan dalam 8 arti berbeda tentang BoP yaitu distribusi kekuasaan. sejarah hukum universal dan sistem yang mengarahkan pembuat kebijakan . Ketika kekuatan dunia terbagi ke dalam 2 kutub yang berimbang. lebih mudah menjalankan penangkalan karena jumlah negara berkekuatan besar yang terlibat lebih kecil. hegemoni dan upaya mencari hegemoni. atau keadaan seperti apakah yang dapat dikatakan seimbang.Ketika tiap negara akan berusaha mengejar power (struggle of power) seperti pemikiran realis di atas. Ketika struktur dunia dimaknai sebagai struktur unipolar. aliansi. minimalisir miskalkulasi untuk melakukan aksi. serta menjamin perdamaian abadi . maka power akan terkonsentrasi pada satu kutub dan memunculkan aktor dominan yang menguasai dunia dengan kekuatan ekonomi dan militer. jumlah konflik negara-negara berkekuatan besar lebih sedikit dan hal itu mengurangi kemungkinan perang negara-negara berkekuatan besar. Gentz dan Castlereagh untuk menyelenggarakan hegemoni dunia. diplomasi. Perimbangan kekuatan kedua negara superpower akan memelihara sistem yang ada karena dengan memelihara sistem mereka dapat memelihara diri sendiri. power politics secara umum. Tujuan ini kemudian dimanifestasikan ke dalam cara-cara yang mendapat sorotan karena menjalankan politik tidak etis seperti adu domba. Ambiguitas yang muncul lebih kepada hakikat negara yang akan selalu mencari power untuk menjadi penguasa tunggal dan bukan untuk keseimbangan sistem. Perdamaian ini dapat dijelaskan melalui beberapa alasan. stabilitas dan damai. intervensi. terjadilah yang disebut Balance of Power (BoP). perlombaan senjata serta perang. Sistem bipolar ini menurut Waltz yang neorealis lebih stabil dan karenanya menjamin perdamaian dan keamanan yang lebih baik dibanding dengan sistem multipolar . tentang seberapa seimbangkah keseimbangan yang dimaksud. pembangunan daerah penyangga. Kritik yang muncul kemudian menyerang tujuan BoP sendiri yang menurut Bolingbroke. perlucutan senjata. Kedua. Karena kepentingan nasional suatu bangsa dapat menjadi ancaman bagi negara lain maka BoP yang secara teori menghindari perang ternyata malah menyebabkan perang itu sendiri. maka interaksi power akan membentuk tatanan kekuatan dunia dengan kutub-kutubnya. Teori hegemonic stability berakar pada pemikiran merkantilis tentang politik yang memimpin ekonomi walaupun tidak sepenuhnya menganut nilai-nilai merkantilis karena nilai-nilai liberal tetap menjadi poin penting.Jika realis melihat power sebagai perhatian utama yang akan diperjuangkan oleh tiap negara maka kaum transnasionalis melihat power akan selalu terlibat dalam perubahan. menjamin stabilitas dan keamanan bersama. Kekuatan dominan tidak hanya memanipulasi hubungan ekonomi internasional tetapi juga menciptakan suatu perekonomian dunia yang terbuka berdasarkan perdagangan bebas dimana manfaatnya tidak hanya akan dirasakan bagi negara hegemon tetapi juga semua negara yang berpartisipasi. diperlukan dalam perekonomian pasar dunia yang liberal karena tanpa hegemoni aturan liberal tidak dapat dilaksanakan. Saya pribadi juga melihat ketidakjelasan konsep BoP. Jika BoP menggambarkan struktur power yang bipolar. Ketiga. Pertama. Hegemon ini akan membawa dunia internasional menuju kestabilan. maka sistem unipolar dapat dijelaskan dengan Teori Kestabilan Hegemoni (hegemonic stability). Hegemoni atau yang dipahami sebagai dominasi kekuatan militer dan atau politik. Namun idealisme perimbangan kekuatan ini tidak memiliki definisi maupun indikator yang jelas. menyiapkan sistem dan pendukung sistem itu sendiri. area pengaruh. bantuan restrukturasi pasca perang. Hal ini berarti jika ekonomi dunia adalah liberal maka dalam ekonomi dunia harus . proses penyeimbangan. Pertama kali digunakan oleh Thucydides untuk menggambarkan Perang Peloponesian.

barang-barang yang dipertukarkan adalah benda bebas dimana suatu benda itu akan memberikan manfaat bagi semua orang dan bukan untuk orang tertentu.Baldwin .177-189 Dougherty.Convay. misalnya valas. Teori Hegemonic Stability mejelaskan signifikansi hegemon harus berkaitan dengan sifat barang-barang yang disediakannya.R.1971. 1999.30-38 Henderson.Inc. Marx mengkritik kapitalisme sebagai sebuah sistem dimana kaum borjuis yang memiliki faktor-faktor produksi akan selalu mengeksploitasi kaum proletar yang membutuhkan kaum borjuis untuk bertahan hidup.pp. yang dulunya kekuasaan dipegang oleh pemilik tanah. Sorensen.Conflict and Cooperation at the turn of the 21st century.pp. Introduction to International Relations. Dalam ekonomi liberal. . McGrawHill Companies.1998. Dalam tulisannya. saham dan sebagainya. New York: Oxford University Press Leave a Comment Strukturalisme dalam Kerangka Marxisme Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:11 am Revolusi Perancis dan Revolusi Industri yang terjadi di Eropa telah mengubah sistem feodalisme ekonomi.W. maka di balik itu adalah kepentingan AS untuk mengamankan pasar luar negerinya karena sistem itu menyediakan berbagai institusi yang pada dasarnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan AS.ada kekuatan hegemon. diperlukan kekuatan-kekuatan utama yang dapat digunakan sebagai alat bargaining untuk meraih kekuatan lain.. Referensi: D. Dalam ketergantungan proletar oleh kaum borjuis.Handbook of International Relations. Keuntungan publik inilah yang kemudian dapat memunculkan free riders yang ingin menikmati keuntungan tanpa harus berkontribusi pada sistem itu sendiri. Dalam menjalankan hegemoni. diperlukan adanya satu aktor yang muncul dengan kekuatan dominan untuk menjamin segalanya berlangsung lancar.Robert. upah yang didapatkan buruh jauh lebih kecil dari apa yang seharusnya didapatkannya.Georg and Jackson. Dalam teori ini.Power and International Relations. Keadaan ini membuat kaum buruh yang tidak memiliki alat-alat produksi menjadi tergantung dengan kaum pemilik modal.J. Efek inilah yang berusaha dihilangkan oleh hegemon. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan Karl Marx atas nasib yang dialami oleh para buruh dan mendorongnya untuk untuk menulis Des Kapital dan Communist Manifesto pada pertengahan abad 19. selisih antara upah buruh yang seharusnya dan yang didapat inilah yang merupakan keuntungan nilai tambah yang diambil oleh kaum borjuis . Dalam hegemon diperlukan adanya kekuatan yang bersedia mengambil alih dan mengatur roda perekonomian dunia untuk menjaga stabilitas perekonomian itu sendiri.2002.A.E and Pfaltzgraff.L. Dalam kapitalisme terjadi apa yang dinamakan dengan ketidaksederajatan sosial (social inequalities). yaitu keadaan dimana satu pihak akan diuntungkan dan pihak lain dirugikan oleh usaha-usaha untuk akumulasi modal.Theoretical Approaches to International Relations. menjadi kapitalisme ekonomi dimana tujuan penyelenggaraan kegiatan ekonomi adalah akumulasi modal sebanyak-banyaknya. Kekuatan ini diwujudkan dalam bentuk institusi yang menjadi fokus neoliberalis. Ketika AS dengan hegemonnya membangun Bretton Wood Systems.Contending Theories of International Relations.

Kapitalisme yang mengglobal ini kemudian mendorong para Neo Marxis seperti Paul Baran. tapi keadaan yang menentukan kesadaran . Pada pertengahan 1840 Marx dan Engel menulis bahwa globalisasi kapitalis telah dengan serius mengikis dasar sistem internasional .yaitu minisystem. C. Kondisi ini kemudian memunculkan semi. Sistem kedua. Agenda utama dari ajaran Marx adalah tatanan dunia baru tanpa ada dominasi dan eksploitasi serta tanpa adanya kelas. Teori Sistem Dunia Wallerstein Berdasarkan kegiatan produksinya. Tatanan dunia baru ini diyakini dapat dicapai dengan jalan revolusi yang pada awalnya akan diwarnai oleh konflik antar kelas. Selain itu. sistem kapitalisme yang berlaku akan bersifat ekspansif sehingga ia akan berusaha memperluas diri melalui kolonialisme. Teori Ketergantungan . the world economy. semi-periphery dan periphery. adalah sistem ekonomi dunia yang kapitalis dimana produksi yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan keuntungan. world empire.Marxisme mengasumsikan manusia sebagai makhluk materi. bukan kesadaran yang menentukan keadaan. oleh karena itu maka produksi harus dicapai sebanyak-banyaknya. sistem dunia dapat digolongkan menjadi 3 entitas. Dalam memandang struktur kapitalisme global. marxis melihat bahwa negara tidak otonom tetapi digerakkan oleh kepentingan kelas borjuis. Teori ini kemudian disebut sebagai teori strukturalisme global yang agenda utamanya adalah revolusi global yang hanya dapat dicapai dengan cara radikal agar bisa lepas dari struktur global yang eksploitatif. world empire dan world economy. karena itu aktor utama dalam HI adalah kelas. Konflik dan kompetisi antar negara sebenarnya merupakan konflik antar 2 kelas. Revolusi sosial menurut bayangan Marx adalah keadaan dimana alat-alat produksi akan berada di bawah kontrol proletar. oleh karena itu konflik antar negara sebenarnya merupakan konflik kepentingan antar kelas borjuis antar negara. borjuis nasional yang mengatur pemerintahan dan proletariat kosmopolitan. Sistem paling dasar adalah mini-system dimana kegiatan produksi hanya berdasarkan perburuan dan agrikultur tradisional. karena kehidupan manusia sejak dulu diwarnai dengan kebendaan dan kepemilikan pribadi yang menyebabkan manusia terus berkonflik memperebutkan materi yang merupakan faktor utama proses sosial politik (materialisme historis) . Raul Preabach. produk agrikultur digunakan sebagai komoditas utama untuk penyelenggaraan birokrasi dan militer. Sistem terakhir. Andre Gunder Frank dan Immanuel Wallerstein untuk menggambarkan struktur dunia global dalam kerangka ekonomi yang dasarnya bersumber dari pemikiran Marxisme. Disini berlaku dialektika materialisme. imperialisme. Teori Imperialisme Lenin Lenin meneruskan teori dari Marx dan mengatakan bahwa Kapitalisme telah memasuki era baru dengan terbentuknya µMonopoli Kapitalisme¶. Prinsip dasar nya. Sistem dunia ekonomi ini kemudian memunculkan bentuk hubungan negara dalam sistem dunia yang terbagi dalam negara core.periphery sebagai stabilitator (buffer zone) antara negara core dan negara semi periphery. A. bila basis adalah ekonomi dan suprastrukur adalah politik. B. dan negara maka basis menentukan suprastruktur karena segala sesuatunya harus dapat dinilai dengan materi. sosial. agama. Struktur yang digambarkan imperialisme adalah kenyataan bahwa perusahaan multinasional akan menghadapkan pemilik modal pada konflik langsung dengan buruh global. filsafat. Negara core yang negara yang memegang dominasi produksi adalah yang paling banyak mendapat keuntungan dari kapitalisme. berbeda dengan negara periphery yang dapat dikatakan menjadi objek eksploitasi pasar negara core. dan globalisasi ekonomi.

pp. Marxisme juga berlawanan dengan konsep anarki ala realis. New York: Oxford University Press Comments (1) Dari Liberalisme Menuju Neoliberalisme Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:07 am 1.International Theory : Positivism and Beyond ³The Interstate Structure of The Modern World System´. Introduction to International Relations.Andrew.telah termarjinalkan oleh kekuasaan negara.John. Jika merunut kaitan antara marxisme dan strukturalisme maka kedua term di atas dapat ditarik garis singgung.Ken. Bagaimanapun perkembangan dunia modern. seperti yang diungkapkan oleh ide dasar Marxisme.pdf Hobden. mengingat bahwa konstelasi dunia tidak akan terlepas dari konflik antar kelas. maka strukturalisme lebih melihat kerangka sistem dunia. dan tidak sependapat dengan kerjasama ala liberalis. lalu berkembang menjadi hubungan antar koloni-penjajah yang sekarang juga diikuti oleh kolonialisme gaya baru yang kemudian oleh Wallerstein diterjemahkan ke dalam analogi eksploitasi core-periphery. dari yang dulunya antar buruh-pemilik modal.Stephen and Richard Wyn Jones. Berbeda dengan 2 perspektif sebelumnya. Hal inilah yang merupakan titik awal kebangkitan kaum liberalis yang . akan selalu ada µyang mendominasi¶ dan µyang didominasi¶.Georg and Jackson. yang demikian juga tidak menguasai ekonomi-politik. terutama karena negara tidak menghalangi eksploitasi kapitalisme. realisme dan liberalism. Ketidakmerataan ini bukan tidak mungkin akan menimbulkan struktur-struktur baru terkait dengan terus berkembangnya praktik eksploitasi. namun saya lihat Marxis sangat skeptis terhadap eksistensi negara. 1999. Walaupun berbicara tentang negara. bila marxisme berbicara tentang struktur dalam negara. The Globalization of World Politics. Dapat juga dikatakan bahwa pemikiran Marxis lah yang membangun pemikiran struktural. maka marxisme dan strukturalisme ini lebih melihat dunia dalam sistem ekonomi. Keduanya sama-sama berbicara tentang struktur yang ada dalam suatu entitas. Liberalisme Klasik Kehancuran yang diakibatkan oleh Perang Dunia (PD) I membawa keinginan manusia untuk menghindari perang. tetapi kenyataan akan adanya eksploitasi antar 2 kelas ini tidak akan pernah hilang walaupun impian Marx tentang dunia tanpa kelas menurut saya tidak kurang utopisnya dari utopis perdamaian abadi ala liberalisme.Marxism in Booth. Referensi An introduction to political geography.87-107s Sorensen. hubungan antar negara akan selalu diwarnai dengan ketidaksederajatan sosial. yang melihat HI sebagai interaksi politik.Membagi dunia menjadi dunia maju dan negara Dunia Ketiga dimana negara Dunia Ketiga akan selalu tergantung pada negara maju. Walaupun pemikiran Marxis ini dianggap oleh sebagian besar telah luluh oleh runtuhnya Soviet.Robert.pp 200-205 Linklater. dan ketergantungannya itu dimanfaatkan oleh negara maju untuk mengeksploitasi mereka.Marxis Theories of International Relations in Baylis. juga kenyataan bahwa kaum proletar yang tidak menguasai faktor-faktor produksi.

kekuatan militer yang dulu mendominasi pada era Perang Dunia ± Perang Dingin kini kurang begitu berguna. Aliran ini muncul sebagai jawaban atas kekhawatiran bahwa berakhirnya Perang Dingin ± yang berarti runtuhnya bipolaritas ± akan membawa dunia pada perang besar. Berbeda dengan liberalisme interdependensi yang memandang hubungan transnasional antar negara sebagai kesalingketergantungan yang paling utama antar manusia sebagai makhluk sosial. keyakinan bahwa hubungan internasional dapat bersifat kooperatif daripada konfliktual dan percaya terhadap kemajuan yang dibawa oleh modernitas. Neoliberalisme Perdebatan panjang antara realis dan liberalis tentang human nature kemudian disempurnakan dengan metode ilmiah dalam kerangka pendekatan behavioralis saat Perang Dingin. selain itu kajian neoliberalisme berkisar antara kejadian-kejadian era Perang Dingin setelah 1945. Neoliberalisme mengadopsi nilai-nilai dasar liberalisme klasik dengan berbagai penyempurnaan dalam kerangka behavioralisme. Tetapi penganut aliran ini tetap beranggapan bahwa kedamaian tetap dapat terwujud bila para aktor berinteraksi dapat mewujudkan kerja sama yang kini kerja sama itu diterjemahkan oleh kaum liberalis sebagai perdagangan bebas dan penghargaan hak asasi manusia. neoliberalisme juga berbeda dengan liberalisme dalam kadar µke-utopiaannya¶ karena neoliberalisme tidak se-idealis liberalism klasik. Konstruksi ilmiah yang ditekankan oleh kaum behavioralis mengakibatkan aliran ini sudah lebih ¶realis¶ dengan menerima bahwa tidak semua manusia itu baik. Hubungan antar masyarakat inilah yang mempersatukan pertentangan kepentingan negara. Perhatian dasar liberalisme klasik ± untuk membedakannya dengan liberalisme yang akan dijelaskan kemudian ± adalah kebahagiaan dan kesenangan individu. Liberalisme sosiologis yang diwakili oleh Richard Rosecrance melihat hubungan internasional bukan hanya sebagai hubungan antara negara tetapi lebih merupakan hubungan transnasional yaitu hubungan antar masyarakat dan organisasi dari negara yang berbeda . 2. ataupun masyarakat. liberalisme institusional. posisinya kini digeser oleh isu-isu seputar ekonomi dan instrumen institusional. warga negara. Liberalisme yang merupakan antitesis dari realisme berangkat dari asumsi dasar tentang pandangan positif tentang manusia. Berdasarkan fokus aktor itulah aliran ini kemudian dibagi menjadi 4 aliran utama yaitu liberalisme sosiologis. Interdependensi ini kemudian dapat disebut sebagai modernisasi karena modernisasi meningkatkan derajat dan ruang lingkup interdependensi antar negara. interdependensi dan institusi. serta kesejahteraan. Selain tidak terlalu mempermasalahkan human nature tapi lebih melihat manusia dari hasil perbuatannya. Aliran ini kemudian disebut sebagai neoliberalisme. Dalam perspektif ini. Model liberalisme ketiga adalah liberalisme institusional yang mengadopsi pemikiran tentang pentingnya institusi internasional ala Woodrow Wilson dengan Liga Bangsa-Bangsanya. Nilai-nilai dasar yang diusung liberalisme adalah prospek menuju damai. Para liberalis ini setuju bahwa . hak asasi manusia. Asumsi inilah yang menempatkan individu dan kolektivitas individu sebagai kajian utama. Manusia adalah pada dasarnya baik dan terlahir dengan kecenderungan untuk saling bergantung dan bekerja sama dengan manusia yang lain . semangat perdagangan. liberalisme republikan dan liberalisme interdependensi. Hal lain yang membedakan neoliberalisme dengan liberalisme klasik adalah titik berat aktor utama dalam hubungan internasional.ditandai oleh berdirinya Liga Bangsa-Bangsa. Pikiran-pikiran para scholar yang mendahului aliran ini adalah John Locke dengan pemahaman tentang negara konstitusional. apakah institusi. Bentham dengan kajian hukum internasional dan timbal balik serta pemikiran Immanuel Kant tentang perdamaian abadi dan kemajuan.

Hubungan ini bisa lebih damai karena kendali ekonomi yang merupakan pilar utama hubungan luar negeri tetap dipegang oleh warga negara yang notabene tidak ingin menyerang lawan bisnisnya. legitimasi organisasi internasional dan penyelenggaraan perdagangan bebas. Pandangan terakhir memandang eksistensi negara demokrasi liberal sebagai negara yang bersifat lebih damai dan taat hukum dibandingkan dengan negara yang lain . Referensi: . Damai yang dimaksud tidak hanya berarti ketiadaan perang seperti yang terjadi pada Perang Dingin tetapi damai berarti adanya kerja sama dalam suatu harmoni. Secara singkat. Konsep ini terkait dengan teori Wallerstein dimana negara periphery akan selalu bergantung pada negara core dan akan selalu menjadi objek eksploitasi negara core. Keuntungan relatif adalah keadaan dimana suatu negara sudah puas jika ia mendapat apa yang diinginkan sedangkan keuntungan absolut menginginkan mendapat apa yang terbaik yang tidak dimiliki negara lain walaupun kepentingannya sendiri mungkin tidak didapatkan. Baik liberalis maupun neoliberalis samasama memfokuskan agendanya pada kerja sama. organisasi 2 Asumsi dasar tentang human nature Manusia itu baik Manusia ada yang baik dan ada yang buruk 3 Idealisme tentang kedamaian Sangat ideal Agak lebih ¶realis¶ 4 Kemunculan PD I Perang Dingin Damai menurut liberalisme adalah keadaan hakikat semua negara. kelompok. liberalis mengkonstruksi sistem internasional dalam tatanan multipolar walaupun center of action nya lebih condong ke PBB sebagai organisasi internasional. Hal ini terkait dengan pilar utama kerja sama neoliberalisme yang menekankan perdagangan bebas dan industrialisasi yang hanya akan menguntungkan negara maju dan merugikan negara berkembang yang notabene tidak terlalu siap dengan globalisasi dan perdagangan bebas. interdependensi. sekilas tampaknya perspektif ini mempunyai kesempurnaan yang dibutuhkan oleh dunia. Dalam melihat pandangan liberalisme maupun neoliberalisme ini. Pandangan ini mendapat kritik keras dari realis yang memandang liberal institusional sebagai neorealis dalam nama lain. anarki bukan berarti tidak ada pemerintahan sama sekali. Liberalis menjawab kritikan ini dengan konsep keuntungan absolut yang dimiliki liberal berbeda dengan keuntungan relatif oleh realis.institusi internasional dapat membuat kerjasama menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Liberalis sendiri memahami konsep anarki berbeda dengan anarki ala realis. Semua aliran ini menyajikan argumen yang menyeluruh dan konsisten tentang damai dan kerja sama dalam hubungan internasional walaupun hal ini mendapat kritik keras dari realis dan neorealis yang mempertanyakan konsep anarki yang nyata dalam hubungan internasional tetapi tidak pernah dibahas oleh liberalisme. Berbeda dengan realis yang menjadikan balance of power dengan sistem internasional bipolar. Pandangan ini disebut sebagai liberalisme republikan. Bagi liberalis. Namun harus diperhatikan bahwa pandangan liberal seringkali dijadikan sebagai topeng untuk mencapai kepentingan negara liberal dalam kaitannya dengan eksploitasi negara berkembang. yang terjadi hanya ketiadaan pemerintahan tunggal. tetapi mereka tidak menyatakan bahwa institusi dapat menjamin transformasi kualitatif hubungan internasional. Organisasi internasional yang dipopulerkan oleh liberalis pun bisa jadi hanya merupakan wadah negara liberal untuk menghegemoni negara lain secara legal melalui kebijakan luar negeri di organisasi tersebut. perbedaan antara liberalisme dan neoliberalisme adalah sebagai berikut No Pembeda Liberalisme Neoliberalisme 1 Aktor utama Individu Individu yang tergabung dalam masyarakat.

Yang berbeda di sini adalah prinsip keadilan dimana adil menurut Thucydides bukan perlakuan yang sama pada semua pihak.2005 Jackson. maka nilai tertinggi realisme adalah keamanan nasional dan kelangsungan hidup negara. kelangsungan hidup politik dan kebaikan umum Machiavelli menekankan kekuatan dan kecerdikan (singa dan rubah) sebagai instrument utama dalam meraih nilai politik tertinggi yaitu kemerdekaan.Theories of International Relations 3rd edition.St. Pemerintahan yang dimaksud sebenarnya adalah virtual karena yang ada adalah hegemoni yang berusaha dicapai oleh negara besar untuk mengamankan kepentingannya. Kondisi ini mengakibatkan pesimisme kaum realis terhadap peraturan dan komitmen dalam organisasi internasional. Salah satu yang ditekankan oleh para realis adalah konsep struggle of power dimana tiap negara harus mengejar kepentingannya dengan cara apapun sehingga perang juga merupakan sesuatu yang wajar dalam penyelesaian konflik. 1. Pemikiran realisme kemudian mengalami diversifikasi dari realisme klasik . sebelum keputusan akhir dibuat. maka perdamaian menurut realis adalah ketika µpemerintahan¶ internasional terwujud. neoklasik menuju kontemporer. Realism klasik a) Thucydides Nilai dasar: nasib politik.1999 Leave a Comment Realisme dan Neorealisme dalam Tata Politik Global Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 8:06 am Realisme.Robert and Georg Sorensen. kebutuhan dan keamanan dan ketahanan politik Thucydides menekankan pilihan-pilihan dan ruang manuver yang terbatas yang tersedia bagi warga negara untuk menjalankan politik luar negeri. seorang pembuat keputusan harus hati-hati memikirkan kemungkinan konsekuensi. Hukum internasional hanya bersifat kondisional dan dapat dikesampingkan bila berseberangan dengan kepentingan vital negara. Karena merupakan aktor utama.. Implikasinya dalam HI ialah bahwa pelaksanaan FP ala Machiavelli harus berdasakan kalkulasi cerdas kekuatan dan kepentingan . memandang negara adalah aktor utama dalam politik dunia. tetapi menyesuaikan pada realitas alami kekuatan yang berbeda. Realisme klasik merupakan aliran yang dominan sebelum revolusi kaum behavioralis pada 1950-1960an.Oxford University Press Inc. Bila yang dilakukan kaum idealis untuk mewujudkan perdamaian dunia adalah dengan membuat dan mematuhi hukum internasional. kesempatan dan keamanan. yang timbul sebagai respon gagalnya kaum idealis dengan LBB nya menghindari PD II.Martin Press.Burchill. Pada dasarnya realisme klasik merupakan pendekatan normatif dan fokus pada nilai-nilai dasar politik dari keamanan nasional dan kelangsungan negara.. b) Machiavelli Nilai dasar: kebuasan politik.New York. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa dunia adalah tempat yang kejam sekaligus menguntungkan.Scott.Inc.New York. Ia juga menekankan bahwa politik mempunyai konsekuensi. Kepentingan nasional yang ditetapkan sebagai pilar tertinggi kemudian membawa kepada pemahaman bahwa pemerintahan sebelumnya maupun negara lainnya tidak dapat diharapkan sepenuhnya.Introduction to International Relations.

logika dan kekerasan. maka bisa jadi menurut neorealis . Balance of power bisa terbentuk dengan situasi dunia yang bipolar dimana dua kekuatan itu sama-sama besar sehingga pihak satu tidak akan menyerang pihak lain secara langsung. B. Jika kita membandingkan antara realisme dan neorealisme. pandangan neorealisme cenderung melihat segala sesuatu dari kacamata struktur dan unit-unitnya. Strategi yang dimaksud adalah penggunaan kekuatan militer untuk menekan dan membuat lawan melakukan yang kita inginkan. Para hawkish ini menganut neorealisme. Dalam menjalankan FP nya negara harus berpikir secara strategis. Dalam politik. kekuatan dan kekejaman. d) Morgenthau Nilai dasar : realisme instrumental. Morgentahu memandang etika politik sebagai sesuatu yang ada. harus dibedakan antara wilayah pribadi dan wilayah publik. Inilah yang disebut dengan dilema keamanan. kesempatan dan keuntungan. tetapi boleh dilanggar dalam usaha pencapaian kebaikan publik. Neorealism tidak menyediakan strategi seperti pada realisme strategis karena struktur dinilai hanya memberi sedikit pilihan kepada elit yang bergerak dalam sistem itu.aktor lain serta harus mengabaikan nilai-nilai etika yang justru akan merugikan kepentingan negara sebagai aktor utama. Hobbes juga menyebutkan perjanjian (hukum internasional) juga sangat diperlukan untuk mewujudkan keamanan dunia walaupun hukum internasional ini diciptakan oleh negara dan hanya akan dipatuhi selama hukum ini sejalan dengan kepentingan negara. Dalam hal ini Machiavelli menekankan waspada terhadap sesuatu yang belum terjadi dan bertindak dahulu sebelum lawan melakukan hal itu. ketahanan politik. kebaikan publik Morgenthau memandang manusia sebagai binatang politik yang haus dan mengejar kekuasaan (animus dominandi). neorealisme menggunakan perspektif ilmiah sehingga membutuhkan asumsi dan teori untuk memprediksi perilaku negara sebagai instrumen agar dapat di operasionalkan dan tidak memasukkan etika. neorealisme juga beranggapan bahwa sistem internasional dikendalikan oleh negara besar. Hal lain yang membedakannya dengan realisme klasik adalah tentang rasionalitas politik dimana neorealisme mengabaikan aspek ekonomi. 2. Inilah yang kemudian ± menurut saya pribadi ± menjadi awal perilaku pre-emptive dalam tindakan pemimpin AS yang hawkish. neorealisme lebih menitikberatkan pada struktur internasional beserta unit-unitnya dan interaksi di dalam sistem itu. perdamaian dan kebahagiaan Hobbes memandang keadaan alami manusia sebagai keadaan dimana seorang manusia adalah berbahaya bagi manusia yang lain. Jika bagi realis manusia adalah jahat. Walau pada dasarnya neorealisme µhanya¶ mengembangkan sedikit substansi dari pemikiran realisme. human nature dan domestic policy karena hanya melihat secara totalitas tanpa memandang isu partikular di dalamnya. Karena itulah dibutuhkan negara berdaulat. Mengacu pada pendapat realisme klasik. bebas-nilai. Realisme Kontemporer A. Neorealisme ± Kenneth Waltz Berbeda dengan realisme klasik yang memandang negara dengan elitnya sebagai fokus. ketegangan dan berani mengambil resiko. keamanan dan kelangsungan hidup. c) Thomas Hobbes Nilai dasar: keinginan politik. Karena lahir dari pemikiran behavioralism bebas-nilai. dilema keamanan. maka parameter yang digunakan juga berbeda. Namun negara berdaulat ini kemudian menimbulkan masalah baru karena keamanan di dalam negeri bisa jadi menyebabkan ketidakamanan bagi negara lain. Realisme strategis ± Thomas Schelling Nilai dasar: realisme strategis. kecerdasan. keamanan dan kelangsungan hidup.

Namun kekurangan yang paling dikawatirkan adalah begitu mudahnya realis memutuskan penyelesaian konflik dengan jalan militer yang notabene mahal dan destruksif. Pengaturan inilah yang disebut sebagai rezim. manusia dan kumpulan manusia dalam entitas negara akan melakukan segala cara yang diperlukan dengan menggunakan power yang dimiliki untuk kepentingan yang dituju (struggle of power). aturan dan proses pengambilan keputusan. Kelebihan pemikiran realism dan nonrealisme disbanding pemikiran lainnya adalah bahwa realism dapat menjamin tercapainya kepentingan nasional tanpa harus mereduksi kedaulatan dengan bergabung menuju organisasi internasional secara µpenuh¶.Robert. Introduction to International Relations. Keywords: commerce regime. Untuk menghindarkan hal itu.yang jahat adalah sistem. especially after her accession in World Trade Organization as the commerce regime. prinsip dan norma adalah karakteristik utama adanya suatu rezim. the declining of US domination WTO sebagai Rezim Perdagangan Internasional Dalam usaha mencapai kepentingannya. China¶s global power. sistem akan menyediakan jawaban bagi setiap tantangan global karena sistem negara sendiri pada dasarnya akan selalu berusaha melakukan apapun untuk mencapai kepentingannya. diperlukan adanya suatu pengaturan yang mengatur mekanisme tiap anggota dalam meraih kepentingannya. transformation of regimes. New York: Oxford University Press Comments (1) Masuknya China Sebagai Anggota WTO : Jalan Bagi Transformasi Rezim WTO Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:48 am Abstract: This article evaluates the emerging of China in world trade system. Implications of the frameworks are discussed to emerging any alternative for the regime¶s future. Secara alamiah. Sedangkan perubahan aturan dan prosedur pengambilan keputusan hanya akan mengubah akspek internal rezim tanpa mengubah . Sumber Sorensen. Rezim internasional adalah seperangkat prinsip. The objectives of the article are to find the implications of Chinaµs accession in World Trade Organization both for the regime itself and for United States as the dominant power inside the regime. 1999. norma. The article develops two interdisciplinary frameworks for the issue. Ketika tiap negara saling mengerahkan power dalam satu area isu. norma. Mengapa elit tidak berusaha mengubah sistem adalah karena sistem itu sendiri tidak memberi pilihan bagi elit untuk memilih kebijakan yang diambil. included inductive analysis and transformation of regimes approaches that is based on some concepts like distribution of power and counter regimes. karena perubahan pada prinsip dan norma berarti perubahan rezim secara keseluruhan. maka akan terjadi perbenturan kepentingan yang akan menimbulkan kompetisi tidak sehat yang berusaha mereduksi kepentingan pihak lain untuk memaksimalkan kepentingannya sendiri. rezim mempunyai empat unsur dasar yang diperlukan untuk menciptakan keteraturan itu yaitu prinsip. Sebagai suatu mekanisme pengaturan.Georg and Jackson. aturan dan prosedur pengambilan keputusan dimana keinginan para aktor berbenturan dalam suatu isu . Dari 4 unsur di atas.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah masuknya China ke dalam WTO akan membawa perubahan pada prinsip-prinsip yang telah mapan di WTO sekaligus mempengaruhi posisi dan dominasi Barat di WTO. dan quantitative restriction (quota) dengan norma utamanya adalah pengurangan hambatan perdagangan hingga seminim mungkin untuk mewujudkan pasar perdagangan yang bebas. penulis menggunakan analisis induksi yang akan menjelaskan bentuk perubahan pada rezim. Dalam rezim. dapat dilihat bahwa sebelum bergabung dengan rezim perdagangan WTO. transparency. namun distribution of power antar negara anggota tidak mengalami perubahan yang signifikan. perubahan revolusioner terjadi karena transisi power. terutama mengadopsi sistem Amerika Serikat (AS) yang merupakan kekuatan dominan dalam WTO. terutama dalam bidang elektronik dan komputerisasi.satu rezim dengan rezim yang baru. Banyak kebijakan WTO yang dibuat berdasarkan kepentingan AS dan negara-negara industri lainnya. Jika prinsip dan norma berubah. non-tariff measures.5 % pada tahun 1992 menjadi 21. adil dan terbuka . oleh karena itu maka perdagangan juga perlu mempunyai rezim yang mengatur mekanisme perdagangan antar aktor hubungan internasional.8 % pada 1999. WTO mempunyai prinsip-prinsip dasar yang harus dipatuhi oleh paar anggotanya yaitu most-favoured nation. Pangsa China terhadap total produksi hard disk dunia juga naik dari 1 % pada 1996 menjadi 6 % 2000 . baik negara maupun aktor selain negara. pasti ada pihak mendapat keuntungan lebih besar dan ada yang mendapat keuntungan lebih kecil atau bahkan merugi karena norma dan aktivitas dalam rezim itu. Rezim perdagangan internasional ini diwujudkan dengan keberadaan World Trade Organization (WTO) yang didirikan dengan tujuan untuk mewujudkan perdagangan dunia yang bebas. Dapat dipahami bila kemudian ketika China bergabung dengan WTO. Perubahan secara evolusioner akan terjadi bila perubahan terjadi dalam norma yang merupakan dasar terbentuknya suatu rezim. China resmi menjadi anggota WTO. Ketika tujuan dan kepentingan ini berubah maka prinsip dan norma akan berubah. China telah menjadi kekuatan industri sekaligus pasar yang sangat diperhitungkan oleh anggota-anggota WTO. tiap rezim dibentuk berdasarkan kepentingan dan tujuan dari masingmasing anggotanya. Perubahan dapat terjadi secara evolusioner dan revolusioner. WTO bermarkas besar di Geneva. Dalam menganalis permasalahan ini. Sebelum bergabung. Dari data-data di atas. Swiss. adil dan terbuka. maka rezim ini juga berubah. Posisi AS dan negara-negara Eropa kemudian terancam ketika pada 10 November 2001. WTO terbentuk sebagai hasil dari Putaran Urugay dan aktif beroperasi sejak 1 Januari 1995 sebagai transformasi dari General Agreement on Tariff and Trade (GATT) yang tidak mempunyai mekanisme yang ketat. China telah menjadi kekuatan industri yang besar dan berprospek tinggi. Salah satu area isu yang banyak melibatkan pertemuan kepentingan tiap aktor hubungan internasional adalah area perdagangan. Pihak yang dirugikan tetap memilih untuk mengambil bagian dalam rezim karena jika tetap bersikukuh untuk keluar dari rezim maka harga yang harus dibayar akan . Menurut analisis induksi. national treatment. Kontribusi China terhadap produksi komputer dunia naik dari 4 % pada 1996 menjadi 21 % pada 2000. Sebaliknya. negara-negara yang telah mapan sekaligus memegang kemudi atas WTO itu merasa terancam atas keberadaan dan perkembangan China yang semakin pesat. WTO menerapkan sistem kebarat-baratan. Sebagai rezim perdagangan internasional. Pangsa China di pasar elektronik AS meningkat dari 9. Sejak terbentuk hingga kini. Analisis induksi ini juga akan diperkuat oleh pendekatan transformasi rezim menurut Oran Young yang akan menjelaskan bagaimana kekuatan hegemon dapat dipatahkan oleh kekuatan yang baru muncul.

2%. Karakter ini berubah karena perubahan dalam distribution of power. Selain itu. Oleh karena itu. Dengan status China sebagai anggota WTO. China telah menurunkan tarif komoditas pertanian hingga 15%. misalnya penurunan power aktor dominan. apalagi dengan berbagai kemudahan yang ia dapatkan setelah resmi menjadi anggota WTO. menjelaskan bahwa perubahan suatu rezim dapat terjadi karena kontradiksi internal maupun faktor eksternal . sebab jika China terbangun. Keterbukaan dan strategi massalisasi produk yang dilakukan China membuat produk-produk China semakin kompetitif dan membanjiri pasar internasional sehingga mengungguli produk negara industri lainnya seperti AS. Jepang dan India. China mengancam eksistensi negara industri yang telah mapan sebelumnya karena China telah menggeser fokus perekonomiannya dari sektor pertanian (primary industry) menjadi sektor industri manufaktur (secondary industry) dan jasa (tertiary industry). dia akan mengguncang dunia¶. dalam jangka waktu 2004-2010. maka China harus menyesuaikan kebijakan domestik dan luar negerinya dengan prinsip dan norma yang telah disepakati dalam dalam WTO.jauh lebih mahal. Oran Young dalam artikelnya. namun pihak yang dirugikan ini menyusun counter-regimes yang akan mengambil alih kekuasaan saat kekuatan dominan telah jatuh. serta termasuk dalam 12 eksportir dan importir terbesar untuk bidang jasa . Jika dilihat dari daya beli masyarakatnya. Hal inilah yang dipandang sebagai ancaman terbesar bagi AS dan negara maju lainnya karena sebelumnya. Jika sebelumnya kepemilikan properti dan korporasi menjadi monopoli pemerintah. apalagi pada tahun yang sama surplus neraca pembayaran yang diperoleh China mencapai 180 milyar dolar yang merupakan nilai tertinggi di dunia . dan sekaligus juga membawa dampak perubahan pada AS dan Uni Eropa (UE) sebagai anggota dominan dalam WTO. dan untuk komoditas industri hingga 8. China. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju. Sang Naga Tidur yang Telah Bangun Kehebatan dan ketangguhan China sudah tidak lagi diragukan. pada tahun 2006 China dapat dikatakan sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua setelah AS. Berdasarkan pendekatan yang telah disebutkan. negara-negara Utara ±istilah yang digunakan untuk menyebut negara maju ± inilah . Walaupun seolah-seolah menurut. Analisis induksi ini diperkuat oleh pendekatan transformasi rezim. utamanya norma penghilangan hambatan tarif dalam perdagangan. apalagi negara berkembang lainnya.9 % . Regimes Dynamics : The Rise and Fall of International Regimes. China telah menjadi exportir terbesar ketujuh dan importir terbesar kedelapan untuk perdagangan barang. Bahkan Napoleon Bonaparte mengatakan µbiarkan China terlelap. Seperti yang ditunjukkan oleh tabel di bawah ini bahwa pendapatan China setelah resmi menjadi anggota WTO meningkat sebanyak 2. China juga menjalankan prinsip national treatment dengan mempermudah regulasi investor asing dalam penanaman modalnya sekaligus ikut serta dalam aktivitas perdagangan dan perekonomian China. Selain itu. kepemilikan korporasi di China terbuka untuk pihak swasta. Kontradiksi internal ini dapat berupa konflik yang tak dapat diselesaikan atau berupa pengembangan karakter suatu rezim. maka pasca 2001. Hal inilah yang disebut dengan transisi power . maka penulis berargumen bahwa masuknya China sebagai anggota resmi WTO akan membawa perubahan yang signifikan pada WTO sebagai rezim perdagangan.

yang menguasai perdagangan dunia sehingga dapat menyetir tiap kebijakan dan perundingan yang berjalan di WTO. yang akan dijelaskan dalam pembahasan selanjutnya. dengan power yang dimiliki akan membentuk counter regimes dengan merangkul negara berkembang lainnya untuk memperjuangkan perubahan-perubahan terhadap kebijakan yang kurang menguntungkan. Aturan WTO yang Rentan Terhadap Pengaruh China Secara umum. maka negara maju khawatir bila kepentingannya yang selama ini telah mapan kemudian tereduksi dengan kedatangan China. secara bertahap akan mengakibatkan perubahan dalam rezim itu. Berbagai data yang menunjukkan kemajuan China mengalahkan pendapatan Jepang dan negara maju lainnya seperti AS dan UE. menurut analisis penulis. China juga merasa perlu mendekonstruksi mekanisme penyelesaian perselisihan mengingat entitas China sebagai negara dengan power yang besar dalam perdagangan akan banyak mendapat kendala dan tantangan seperti yang juga dialami oleh AS dan UE yang telah terlibat dalam lebih dari separuh kasus yang diselesaikan oleh WTO. seperti misalnya perundingan di Doha tentang pencabutan subsidi pertanian di Doha yang berjalan cukup alot karena pihak Utara yang tidak mau mengabulkan keinginan negara berkembang ±yang saat itu diwakili oleh India. perubahan yang disebut sebagai perubahan revolusioner.untuk mencabut subsidi pertanian negara maju. Perubahan distribution of power ini. Berikutnya. Dengan kondisi internal China yang belum benar-benar menghilangkan intervensi pemerintah. sebanyak 34% responden merasakan dampak negatif dari bergabungnya China dalam keanggotaan WTO. maka China akan berusaha mengubah dan melakukan redefinisi terhadap subsidi yang dimaksudkan dalam piagam WTO. Negara maju juga memberikan subsidi bagi infant industries negara mereka dan lolos dari kerangka WTO karena mereka melepas subsidi itu ketika perusahaan yang bersangkutan sudah go international. Survei yang dilakukan Kamar Dagang Eropa pada 2007 menunjukkan. naik drastis dari tahun 2006 yang hanya mencapai 4% . Kemudian permasalahan subsidi yang telah menjadi bahan perundingan yang sukar mencapai kata sepakat dimana negara maju memberikan subsidi tidak langsung bagi petani mereka namun memaksa negara berkembang untuk menghilangkan subsidi bagi pertaniannya. China yang mewakili negara berkembang. Mekanisme penyelesaian perselisihan yang melibatkan banyak pengacara akan menyulitkan . menurut analisis induksi. Dengan munculnya China sebagai negara Selatan yang mampu menguasai perekonomian dunia. ada beberapa aturan WTO yang dipertanyakan oleh negara berkembang namun tetap dipertahankan oleh negara maju. sekaligus gambaran yang telah disinggung sebelumnya tentang ketidakpuasan Eropa membuktikan bahwa telah terjadi penurunan power kekuatan dominan yang diikuti dengan naiknya kekuatan baru yang mengancam eksistensi kekuatan dominan itu. Apalagi dengan kenyataan bahwa produk industri yang selama ini menjadi µladang emas¶ negara Barat ternyata menjadi kurang kompetitif ketika China muncul di pasaran. seperti prosedur pengambilan keputusan dengan menggunakan metode konsensus dimana keputusan tidak akan terlaksana tanpa kesepakatan dari keseluruhan 140 anggota sehingga prosedur ini lebih merupakan alat negara maju untuk menahan kebijakan yang diajukan negara berkembang. serta memperkuat posisi tawar negara Selatan dalam perundingan sehingga mampu memberikan pertahanan terhadap tekanan yang diberikan oleh negara Utara. Aturan lainnya yang menjadi perhatian China adalah mengenai safeguards mengingat nasionalisme China menganggap compliance terhadap institusi supranasional adalah kegagalan pemerintah.

Jumlah yang tidak seimbang bila dibandingkan dengan 300 penduduk AS yang diwakili oleh 1 pengacara. yaitu perubahan prinsip dan norma rezim secara mendasar yang akan mengubah rezim itu secara keseluruhan. Terbukti pada tahun kedelapan keanggotaan China. Dengan meningkatnya posisi tawar negara berkembang. Kesimpulan Perubahan besar-besaran China di bidang perekonomian yang telah dimulai sejak era Deng Xiao Ping memunculkan China sebagai kekuatan industri yang disegani. aturan dan prosedur dalam WTO akan bergeser ke arah posisi yang semakin menguntungkan negara berkembang. Wajah Baru WTO Dengan proses transformasi seperti itu. namun secara politik dan prosedur kenegaraan China masih memegang nilai-nilai sosialis. . maka yang terjadi adalah semakin melemahnya rezim akibat penurunan kekuatan dominan. Skenario ketiga adalah munculnya China sebagai diplomatic leader. karena negara tirai bambu itu hanya mempunyai 100. Selama ini AS bersedia menjadi leader karena sifat ideosinkretis AS dan negara-negara Eropa lainnya yang mempunyai mental kolonial dan white man¶s burden yang masih terbawa dimana negara-negara kolonial merasa mengetahui yang terbaik untuk bekas jajahannya sekaligus mempunyai sifat dasar untuk µmengayomi¶ dan menguasai dunia secara global. masuknya China akan membawa perubahan pada prinsip-prinsip WTO sebagai rezim perdagangan. Skenario kedua adalah perubahan fundamental. Menurunnya leader akan membuat anggota-anggota lainnya saling bersaing dan menjatuhkan satu sama lain sehingga melemahkan rezim itu sendiri. Dengan fair trade. Dalam kaitannya dengan perubahan rezim ini. khususnya menjadi counter regime bagi kemunduran AS dan UE sebagai kekuatan dominan. tetapi lebih ke arah penguatan atau kemunduran rezim itu sendiri. Sifat-sifat inilah yang membuat AS bersedia mengeluarkan banyak biaya untuk mengakomodasi rezim yang dipertahankannya. dalam hal ini AS dan Eropa. satu hal yang tidak dimiliki China. Tentu saja faktor ideosinkretis ini juga didukung oleh kepentingan AS dalam kebijakan luar negerinya. China dinilai memiliki track record lebih baik dibanding dengan sesama raksasa perdagangan seperti UE dan AS. Apalagi AS dengan manifest destinynya. maka bisa jadi prinsip dasar WTO yang sebelumnya adalah free trade berubah menjadi fair trade. Skenario pertama. atau yang disebut sebagai perubahan evolusioner menurut analisis induksi.000 pengacara atau 11000 orang penduduk tiap 1 pengacara. ada beberapa skenario yang oleh penulis digunakan untuk menggambarkan µwajah¶ WTO ke depannya. maka prosentase penurunan tarif bagi negara maju dan negara berkembang akan lebih adil .China . China telah mengambil peran yang besar dalam perdagangan dunia. regionalisme dan perselisihan klaim kedaulatan (terutama menyangkut masalah Taiwan). Dengan sifat ekonomi yang tidak terlepas dari politik. terutama setelah bergabungnya China sebagai anggota WTO. Nantinya bentuk diplomasinya akan lebih mengarah pada koalisi. Kekuatan China yang muncul tidak akan mampu mengakomodasi rezim secara keseluruhan karena China dan negara Timur lainnya tidak memiliki sifat untuk menjadi leader dalam rezim itu. Perubahan ini tidak akan mengubah rezim WTO secara fundamental. Apalagi dengan sifat China yang gemar dan mudah mencari koalisi. Bahkan sebelum menjadi anggota resmi WTO. China telah mampu memberi pengaruh yang besar pada anggota WTO yang lain. Walaupun secara ekonomi China menganut sistem ekonomi pasar.

New York: Cambridge University Press Leave a Comment Pengaruh Ideologi Juche Terhadap Regionalisme Asia Timur : Studi Tentang Hambatan Identitas dalam Regionalisasi Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:45 am Abstract: This article evaluates the influence given by North Korea¶s ideology.1983.Hopkins. Benjamin.Masuk WTO. isolated economy. grass fire conflict.¶Regimes Dynamics : The Rise and Fall of International Regimes¶ in Stephen Krasner (ed).Diakses pada 21 Juni 2009 Anonim.Young.Bandung:PT Citra Aditya Bakti Hartati Samhadi.Norton & Company Ltd Fuady. maka dengan demikian tesis yang diajukan penulis dalam hal ini terbukti.2008.php/ReadStory/2007/11/23/19/63022/masuk-wtochina-rugikan-eropa/masuk-wto-china-rugikan-eropa. London: Cornell University Press E Stiglitz.com/index.International Regimes.International Political Economy:An Intellectual History. p. Keywords: East Asia region. nuclear crisis.W.2004. China Rugikan Eropa.Cass. identity and foreign policy.China and The World Trade System: Entering the New Millennium. Globalization and It¶s Discontents.http://economy.New York:Cornell University Press. Joseph.com/kompascetak/0605/20/sorotan/2658725. regionalization . ditambah dengan beberapa skenario yang menggambarkan prediksi penulis tentang keberadaan rezim WTO di masa depan. The objective of the article is to find the implications of North Korean foreign policy as a part of East Asia region for the regionalization constructed. R. Deborah et al (eds).1984. Implications of the frameworks are discussed to emerging any solution to the future of the region.International Regimes. juche. Stephen. Munir.Diakses pada 21 Juni 2009 J.Globalisasi dan Indonesia 2030. http://www.Direktorat Hubungan Perdagangan Multilateral dan Regional Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI.kompas. especially how both North Korean nuclear crisis and isolated foreign policy play a role in East Asia regionalism.Cohen. national identity. ³juche´ in East Asia regionalization. The article develops some interdisciplinary frameworks for the issue. included security threat theory by Hettne and national identity theory by Bruce Hall that is based on some concepts like BoP contest. Oran.1 CIA ± The World Factbook D Krasner.International regimes : lessons from inductive analysis. London: Cornell University Press Z.Hukum Dagang Internasional:Aspek Hukum dari WTO.okezone. Referensi: Anonim.2002.New York:W.htm. Sri. intrastate conflicts.23 November 2007.Dengan berbagai fakta dan data yang disampaikan sebelumnya. Donald and Raymond F.New Jersey: Princeton University Press J Puchala. World Trade Organization sebagai Lembaga Pelaksana dalam Mewujudkan Liberalisasi Perdagangan Dunia.2003.

pemerintah Korut menekankan pentingnya Chajusong (kemerdekaan) dalam hal berpolitik. Region ini kemudian ter-regionalisasi.com Yang unik di sini adalah bagaimana Korea Utara sebagai negara sosialis dikelilingi oleh negara dengan ekonomi liberal yang berpendapatan tinggi. Regionalisme berakar dari kata region yang oleh Ravenhill disebut sebagai konstruksi sosial yang mempunyai anggota resmi dan definisi batas yang jelas . Asia Timur beranggotakan negara-negara yang memegang skor tinggi dalam bidang industri dan perdagangan. integrasi dan perdamaian yang merupakan kata kunci dari regionalisme ini merupakan buah pikir kalangan liberalis yang dikembangkan dalam kerangka liberal institusionalis dimana insitusi regional merupakan prasyarat untuk mewujudkan integrasi yang komprehensif. tiap negara memutuskan bahwa self help adalah solusi terbaik sehingga regionalisme dan kerjasama regional tidak akan tercapai walaupun ada persamaan kepentingan. Asia Timur adalah kawasan yang unik. Ideologi inilah yang membentuk sistem ekonomi Korut yang self reliance dan pertahanan yang self defence. namun Korut sendiri tidak terpengaruh oleh liberalisasi negara-negara tetangganya. Asia Timur telah memenuhi syarat-syarat munculnya regionalisme. perdamaian. syarat-syarat ini dapat dilihat dalam berbagai perspektif. Dengan juchenya ini. Juche adalah panduan utama Democratic People¶s Republic of Korea (DPRK: Korea Utara) yang diciptakan oleh Kim Il Sung dengan dasarnya bahwa pemilik revolusi dan pembangunan adalah rakyat. Regionalisme identik dengan kerjasama. integrasi yang umumnya dibungkus dalam kerangka geografis. Yang dimaksudkan oleh penulis dengan Asia Timur adalah suatu entitas geografis yang meliputi negara Jepang. Walaupun secara analisis nasional Korut merupakan negara sosialis yang tertutup. sistem internasional dipandang sebagai sistem yang anarki. Keberadaan great power inilah yang ditekankan oleh perspektif neorealisme. dan menjadi suatu entitas yang disebut regionalisme.geology. khususnya isolasi perdagangan dan proliferasi nuklir. Karena kepentingan dan pertimbangan yang berbeda. Secara substansial. Korea Selatan (Korsel) dan Taiwan. Korut hanya akan melakukan perdagangan secara terbatas. Kerjasama. Dalam situs resminya. Peta Asia Timur Sumber: www. perubahan tata ekonomi global serta transformasi sistem internasional. Dengan .Salah satu elemen substansial yang dimiliki Korut adalah ideologi juche yang dalam tulisan ini menjadi argumen utama yang menghambat regionalisasi Asia Timur karena juche adalah kunci berbagai kebijakan luar negeri Korut. dimana negara adalah entitas berdaulat tertinggi yang mempunyai rasionalitas tersendiri dalam mengembangkan kebijakan luar negerinya . ditunjukkan oleh peningkatan tingkat ketergantungan ekonomi dengan batas-batas geografis yang jelas. China. Mongolia. namun dalam analisis regional. Dengan kerangka liberalisasi ini maka bisa dipahami bahwa negara yang menganut sosialisme akan mengalami kesulitan dengan proses regionalisasi. Oleh karena itulah diperlukan hegemon atau stabilizer untuk menstimulasi munculnya institusi dan kerjasama regional. serta berusaha senantiasa memperkuat pertahanannya dengan cara-cara yang oleh dunia internasional dianggap sebagai cara yang provokatif.Pendahuluan Berakhirnya Perang Dingin (Cold War) memunculkan perubahan besar bagi dunia internasional. Korea Utara (Korut ). walaupun bukan tidak sama sekali. antara lain meluasnya regionalisme. Dalam perspektif neorealisme.

Dalam menjelaskan permasalahan ini. integrasi dan kerjasama regional yang mapan belum terwujud secara konkret.52 trilyun dan merupakan pendapatan terbesar kedua setelah Amerika Serikat (AS) . ancaman ini disebut intrastate conflicts .munculnya satu kekuatan besar. penulis berdasarkan pada teori ancaman keamanan regional yang diungkapkan oleh Hettne. Berdasarkan pandangan sosiologis. maka kekuatan itu akan mampu mengimposed terbentuknya institusi maupun kooperasi yang saling menguntungkan. Pertanyaan yang muncul dari kegagalan beberapa perspektif di atas dalam menjelaskan regionalisasi di Asia Timur adalah apakah juche yang mengendalikan perilaku Korut adalah salah satu faktor yang berperan dalam ketiadaan institusi regional di Asia Timur. maka seharusnya keberadaan Jepang dan China di Asia Timur akan membawa pada integrasi dan kemunculan institusi yang kuat. Selain pembahasan dalam kerangka teori Hettne. Rodney Bruce Hall. Interaksi perdagangan China-Jepang-Korsel yang mencapai 7 juta dolar ternyata gagal mengembangkan Mongolia dan Korea Utara ke dalam integrasi suatu institusi regional yang mapan. Jika berdasar pada perspektif yang telah disebutkan sebelumnya. pada 2005 GDP Jepang mencapai 4. identitas nasional akan menentukan kepentingan nasional yang kemudian akan memproduksi kebijakan-kebijakan luar negeri . China dan Korsel dan bukan Asia Timur secara keseluruhan. China telah menjadi exportir terbesar ketujuh dan importir terbesar kedelapan untuk perdagangan barang. serta termasuk dalam 12 eksportir dan importir terbesar untuk bidang jasa . individu dan kelompok mengekspresikan kebutuhan mereka terhadap afiliasi melalui identitas sosial. Selain itu. Demikian halnya dengan Jepang. seharusnya asia Timur mempunyai modal yang cukup untuk pelaksanaan regionalisasi karena kesenjangan antar negara Asia Timur relatif lebih kecil dari kawasan lainnya. Ancaman pertama adalah balance of power contest dimana kekuatan besar dalam kawasan terlibat dalam kompetisi untuk menguasai aspek-aspek tertentu sehingga kerjasama pun terabaikan . mengingat kekuatan ekonomi China dan Jepang yang akan dan bahkan diperhitungkan telah menyaingi Barat. pada tahun 2006 China dapat dikatakan sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua setelah AS. Berdasarkan teori ini maka penulis berargumen bahwa juche adalah salah satu penghambat munculnya regionalisme Asia Timur. Berdasarkan ahli politik University Oxford. Ancaman yang terakhir adalah konflik internal dalam satu negara anggota yang memiliki potensi untuk mempengaruhi hubungan dengan negara lain yang memiliki hubungan tidak langsung terhadap konflik. seperti yang dijelaskan dalam tabel berikut. jikalau ada itu hanya mencakup Jepang. Jika dilihat dari pemerataan pendapatan. Ancaman yang kedua adalah grass fire conflicts dimana ancaman keamanan berasal dari permasalahan lokal antar negara dalam kawasan . Tetapi pada kenyataannya. . apalagi pada tahun yang sama surplus neraca pembayaran yang diperoleh China mencapai 180 milyar dolar yang merupakan nilai tertinggi di dunia . Identitas sosial inilah yang menentukan bagaimana suatu objek memperlakukan dirinya sendiri dan memperlakukan objek lain dalam hubungan ke luar. Jika dilihat dari daya beli masyarakatnya. Kegagalan integrasi ini pun berlawanan dengan teori fungsionalis yang menyebutkan bahwa kawasan yang dapat memulai interaksi antar negara di dalamnya akan terus berkembang karena efek kerjasama spillovers hingga akhirnya tercipta integrasi kawasan . kajian tentang juche juga akan diperkuat oleh pandangan tentang pentingnya ideologi dan identitas nasional dalam kebijakan luar negeri.

sementara aktivitas ekonomi yang dijalankan Korut tidak membuka jalan bagi adanya MNC. Juche dibentuk Kim Il Sung dengan tujuan awal untuk mendirikan Korut yang tangguh dan mampu memenuhi kebutuhan ekonomi maupun militer sendiri sehingga tidak memerlukan campur tangan ketiga negara yang telah disebutkan di atas. yang oleh penulis digambarkan sebagai kebencian Korut terhadap trio Jepang-Korsel-AS. Dampak Proliferasi Nuklir Korut Terhadap Perekonomian Asia Timur Berdasar teori Hettne yang telah disebutkan salah satu hal yang menghambat regionalisasi adalah adanya grass fire conflict. Konflik inilah yang lalu melahirkan terbentuknya juche oleh Kim Il Sung. Karena dibentuk demikian. dan µpihak yang selalu campur tangan¶ AS . Tanpa adanya kerjasama. Identitas nasional ini pula yang membuat Korut menempatkan dirinya sebagai musuh dari imperialisme Jepang. maka dapat dilihat bahwa proliferasi nuklir Korut merupakan bagian dari cara Korut untuk berkonfrontasi dengan tetangganya. bahwa identitas nasional akan sangat berpengaruh pada kebijakan luar negeri suatu negara. kunjungan itu sifatnya hanya wisata sementara dan harus melalui serangkaian prosedur yang ketat. Juche yang dilahirkan oleh kebencian Korut terhadap negara tetangganya. Identitas nasional Korut sebagai negara sosialis yang tidak mengenal adanya Multinational Corporation (MNC) juga salah satu hal yang menghambat liberalisasi di kawasan itu. terhambat karena adanya konflik antara Korsel-Korut yang kemudian disuburkan dengan juche milik Korut yang berupaya menggoncang .Juche Sebagai Identitas Nasional Korea Utara dan Implikasinya Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. tindakan provokatif Korut ini disebabkan konflik lama yang tak kunjung berakhir antara Korut dan Korsel dalam Perang Korea 1950-1953. akan menutup pintu kerjasama Korut dengan ketiga negara tersebut. Identitas nasional ini. Kim Il Sung. maka perdagangan yang diharapkan dalam regionalisasi akan jauh dari kenyataan. Dengan latar belakang ini. yang ada hanya pemerintah 1 dengan pemerintah lainnya. Praktek-praktek ini tentu sangat bertentangan dengan prinsip integrasi dimana hambatan ±geografis maupun tarif perdagangan.ini. merupakan manifestasi dari karakter individu pemimpinnya. tampak bahwa aliran investasi hanya dapat dijalankan dengan keberadaan MNC. Bila ditelusuri ke belakang.diupayakan untuk seminim mungkin. karena identitas nasional Korut menempatkan negaranya sebagai musuh Jepang dan Korsel. Hal ini tidak akan menjadi masalah berarti bila hubungan Korut dengan pemerintah sekitarnya adalah hubungan yang harmonis. perang ini belum berakhir karena terhentinya perang hanya difasilitasi oleh gencatan senjata dan terbentuknya Demilitarized Zone (DMZ) . Identitas ini. Isolasi ekonomi dan proliferasi nuklir Korut sebenarnya berawal dari identitas nasional -juche. Korut tidak memperkenankan adanya penerimaan tenaga kerja dari negara lain. mustahil regionalisasi dapat terwujud. Korsel. kalaupun ada kunjungan. yang trauma atas segala intervensi asing semasa Perang Korea dan kependudukan Jepang. Secara teknis. juche. µnegara boneka¶ Korsel. juga berimplikasi pada keisolasian Korut terhadap dunia luar. maka untuk jangka waktu yang lama Korut akan tetap berdiri sebagai negara sosialis dan tidak menerima internalisasi nilai-nilai liberalisasi yang berusaha disebarkan oleh pihak asing. Korut membentuk identitas nasionalnya sebagai negara sosialis yang mengutamakan pemenuhan kebutuhannya sendiri. Integrasi kawasan. diantaranya tidak boleh bepergian seorang diri dan sebagainya. Bagan Hubungan Investasi MNC dengan Pemerintah Dari bagan di atas. Namun yang menjadi masalah adalah. sesuai dengan teori Hettne di atas.

telah menjadi area tarik-menarik kekuatan besar Asia Timur. Unifikasi kedua Korea merupakan bagian penting dari integrasi kawasan karena integrasi tidak akan terwujud bila anggotanya tetap berselisih. terutama karena ancaman yang diberikan oleh nuklir Korut dimana pada April lalu rudal Korut telah mencapai perairan Jepang. akan memberikan pengaruh lebih besar bagi pasaran moneter Asia. Interaksi yang sudah bagus ini bisa goyah jika Korut tetap mengembangkan nuklir yang dipandang Korsel sebagai ancaman.kestabilan Asia Timur. China dan AS. Sanksi yang berusaha diberikan ketiga negara ini tidak didukung oleh China yang mempunyai kepentingan dagang dengan Korut. yang bila kedua negara ini tetap berseberangan paham. yang pada akhir Mei 2009 mengalami penurunan karena dampak dari meningkatnya kekhawatiran mengenai perkembangan kondisi keamanan di wilayah Asia Timur setelah Korut meluncurkan roketnya dalam rangkaian uji coba militer . harga emas dan minyak melonjak hingga di atas 75 dolar per barel meskipun pada hari itu pasaran saham Asia termasuk Korsel tidak menunjukkan penurunan tajam . Perdagangan antar negara dalam kawasan oleh Hurrel dipandang sebagai langkah awal dalam regionalisasi . Jepang dan AS yang membantu Korsel berupaya keras untuk menghentikan nuklir Korut. Analis pasar berpendapat. Walaupun dampak yang ditimbulkan tidak . Dampak yang lebih signifikan ditunjukkan oleh bursa Jepang. Bila kedua Korea dapat menyepakati adanya rekonsilisasi damai. Bagaimana proliferasi nuklir Korut mempunyai dampak yang signifikan terhadap perekonomian Asia Timur dapat dilihat dari salah satu indikatornya yaitu pergerakan saham dan harga minyak. Terutama karena konflik dua negara ini menyeret keterlibatan Jepang. integrasi dan regionalisasi kawasan secara utuh tidak akan terwujud. kawasan industri Gaesong ditutup secara sepihak oleh pemerintah Korut sehingga ratusan ribu tenaga kerja terjebak dalam kawasan itu . Kalau krisis ini tidak bisa segera diatasi bahkan lebih lanjut memburuk. kalau investor beralih menginvestasi emas dan konsumen mengambil sikap menunggu terhadap pembelanjaan berjumlah besar. yang tidak akan selesai jika Korut bersikukuh mempertahankan juchenya. Karena juche lahir dari konflik kedua Korea. Dari data-data di atas. terlihat bahwa volume perdagangan antar kedua Korea semakin meningkat dalam tiap tahunnya. Konflik KorutKorsel. Pentingnya integrasi terhadap interaksi perdagangan yang merupakan prasyarat munculnya regionalisme dapat dilihat dalam grafik berikut: Dari grafik di atas. maka penulis dapat menyimpulkan bahwa integrasi dan regionalisme kawasan dapat terwujud bila Korut menanggalkan juchenya. dan bila juche ini diruntuhkan maka tidak akan ada lagi proliferasi nuklir dan isolasi ekonomi yang dilakukan Korut sehingga integrasi kawasan akan lebih mudah terealisasi. Perdagangan yang meningkat ini merupakan hasil dari kawasan industri Gaesung yang terletak di perbatasan kedua negara. Ketika misalnya peluncuran rudal Korut pada 4 Juli 2008 lalu. Jepang dan China. maka solusi utama bagi kedua negara sesuai teori Hettne adalah menghilangkan grass fire conflict yang menjadi akar bagi semua permasalahan. Pentingnya kestabilan politik dalam perekonomian kedua negara terlihat ketika hubungan kedua Korea memanas karena propaganda HAM Korsel pada awal Desember 2008. khususnya Nikkei dan Tokyo Elektron. Dan karena nuklir yang dikembangkan Korut adalah manifestasi dari ideologi juchenya. ini mungkin akan mempengaruhi laju ekonomi regional . dapat dilihat bahwa proliferasi maupun peluncuran rudal Korut ternyata berdampak pada instabilitas ekonomi Asia Timur. maka juche yang dipakai Korut sebagai pedoman bisa diruntuhkan. Begitu juga dengan indeks Kospi Korsel dan Shanghai China .

Korut tidak bisa terang-terangan meminta bantuan ekonomi ataupun membuka perdagangannya dengan bebas. dalam hal ini Jepang. juche juga tidak menyediakan penerapan demokrasi yang memadai padahal demokrasi meningkatkan interdependensi di level regional dan global walaupun demokrasi bukan syarat mutlak terciptanya regionalisme itu sendiri . juche. Kesimpulan Identitas nasional Korut. Namun yang menjadi fokus tulisan ini lebih ke bagaimana elemen-elemen dalam Korea Utara mempengaruhi kegagalan regionalisme Asia Timur. Pemaparan ini semakin menjelaskan bahwa konflik internal dalam negeri Korut juga merupakan salah satu penghambat regionalisme Asia Timur. terlihat dalam propaganda HAM yang dilakukan aktivis Korsel untuk mendorong rakyat Korut menggulingkan rezim Kim Il Sung tahun lalu. Faktor ketiga yang disampaikan Hettne dan juga ada pada Korut adalah intrastate conflicts. terutama terkait dengan kependudukan Jepang di China dan perebutan pulau Spratley. sehingga integrasi yang diharapkan dalam kawasan juga nyaris tidak mungkin untuk terwujud. Apalagi jika dirunut sejarah. namun jika hal ini terus berlanjut maka bukan tidak mungkin bila stabilitas ekonomi Asia Timur akan semakin labil dan roda perekonomian akan terhambat. Selain itu. Korsel dan AS. yaitu kompetisi antara Jepang dan China untuk µmenguasai¶ Asia dan bahkan dunia. baik karena isolasi Korut maupun karena embargo yang diberikan pihak luar. tetapi juga membentuk kebijakan Korut ke dalam negerinya. Juche juga menutup pintu perdagangan antara Korut dengan negara sekawasan. peluncuran rudal ini juga merupakan salah satu cara Korut untuk menghidupkan kekuatan ekonominya yang hancur akibat isolasi dan pengembangan nuklir yang memakan biaya yang tidak sedikit. Karena juchenya menekankan self reliance dalam bidang ekonomi. Sementara regionalisme ditandai dengan pergerakan bebas faktor produksi. Juche ini selain menempatkan Jepang dan Korsel sebagai musuh utama . maka akan banyak ditemukan konflik historis antara Jepang dan China. Tentu saja jika merujuk pada teori Hettne yang telah disampaikan disebelumnya. adalah faktor penting yang mempengaruhi kebijakan Korut bagi keluar maupun ke dalam. dimana di dalamnya manusia. Jepang dan China. Kemiskinan dan ketertindasan yang dialami rakyat Korut (grassroot) juga menjauhkan mereka dari keinginan dan pemikiran untuk mengadakan kerjasama dengan negara lain. Hal inilah yang dimaksudkan penulis dengan juche sebagai penghambat regionalisme Asia Timur karena juche yang dipegang Korut membawa pada proliferasi nuklir yang mengancam kestabilan keamanan maupun ekonomi regional. tidak terwujudnya regionalisme Asia Timur bukan 100% kesalahan konflik Korea. Ketidakbebasan yang dialami rakyat Korut. Selain itu. sesuai asumsi terakhir Hettne. Manifestasi karakter Kim Il Sung tidak menyediakan ruang gerak yang cukup untuk kepemilikan privat di Korut. Segala properti adalah hak milik negara dan aktivitas perekonomian diatur secara tersentral oleh negara. Berbagai tindakan provokatif yang dilakukan Korut ini merupakan manifestasi dari juche yang dipegang Korut.serta merta melumpuhkan roda perekonomian karena adanya kekuatan besar yang menstabilkan. tetapi juga ada faktor BoP contest. Korut ingin menunjukkan pada dunia bahwa negaranya memiliki pertahanan yang kuat dan tidak bisa diintervensi oleh pihak asing. Juche tidak hanya mempengaruhi kebijakan Korut keluar. satu hal yang bertentangan dengan kebijakan dalam negeri Korut yang tidak memperbolehkan warga negaranya bermigrasi secara bebas. juga memberi dampak bagi pergerakan di negara lain sekawasan. Oleh karena itulah ia mempergunakan nuklir ini sebagai bargaining power untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya tanpa harus µmenengadahkan tangan¶.

maka pemerintah juga akan mempertimbangkan hal yang sama. Skenario ketiga ini hanya bisa berhasil bila salah satu dari dua skenario sebelumnya telah berhasil dilaksanakan. London : Macmillan Istiana Ihsan. bukan tidak mungkin rekonsiliasi dan bahkan reunifikasi kedua Korea dapat terwujud. Regionalism in Historical Perspective Hettne. The New Regionalism and the Future of Security Development.µKorut Minta Korsel Hentikan Propaganda¶. Korsel dapat meningkatkan perdagangan dengan negara lain sekawasan. Louise. yaitu rekonsiliasi atau bahkan reunifikasi kedua Korea. Radio Taiwan International. setidak-tidaknya kedua Korea dapat hidup berdampingan sebagai tetangga yang damai. Oxford University Press Fawcett. konstelasi politik Korut ternyata memenuhi 2 dari 3 asumsi Hettne tentang penghambat regionalisme kawasan. yaitu grass fire conflicts dan intrastate conflicts.4.com/ diakses pada 27 Juni 2009 R. Vol. Skenario kedua untuk mewujudkan perdamaian Korea demi integrasi kawasan adalah pengurangan pengaruh AS di Korsel. Louise and Andrew Hurrell. juga merupakan batu landasan untuk provokasi proliferasi maupun peluncuran rudal Korut. Di sini peran Jepang dan China sebagai raksasa perdagangan sangat diperlukan. Jika Korsel bersedia mengurangi porsi AS di negaranya. serta alasan utama isolasi ekonomi yang diterapkan Korut. Dengan bukti-bukti dan pemaparan yang disampaikan penulis.Harian Jurnal Nasional. Skenario ketiga adalah dihapuskannya juche sebagai identitas nasional Korut agar Korut bersedia menerima liberalisasi ekonomi dan berhenti mengancam keamanan Jepang dan Korsel sebagai negara tetangganya.koreadpr. diakses pada 26 Juni 2009 . diakses pada 14 Desember 2008 Official webpage of the Democratic People¶s Republic of Korea (DPRK).Vibiznews 26 Mei 2009. Astri.Korut. Untuk menyelesaikan permasalahan ini. Grass fire conflicts Asia Timur. µKrisis Nuklir Korut Turut Jungkalkan Indek¶. Jika Gaesong memberikan kontribusi yang signifikan terhadap GDP kedua negara. Skenario pertama adalah reunifikasi Korea yang bisa diwujudkan dengan optimalisasi pendayagunaan kawasan industri Gaesong.¶Ujicoba Peluncuran Peluru Kendali Korea Utara¶. Salah satu hal yang ditonjolkan juche adalah Korea yang mandiri tanpa intervensi AS. Renne. Regionalism in World Politics. diakes pada 26 Juni 2009 Anonim. Berdasarkan teori Hettne tentang hambatan munculnya regionalisme. Jika kedua Korea tidak bisa berganung sebagai 1 negara. Dengan optimalisasi itu.A Kawilarang. harus dapat diselesaikan untuk mewujudkan integrasi kawasan. pengusaha kedua Korea mendapatkan manfaat yang besar dari Gaesong sehingga mereka dapat menekan pemerintah kedua negara untuk mengakhiri perselisihan. B. Sebagai ganti AS. penulis menawarkan beberapa skenario. Daftar Pustaka : Anonim. dalam hal ini konflik Korut-Korsel. http://www. maka dengan demikian tesis penulis bahwa juche merupakan salah satu faktor penghambat regionalisme Asia Timur terbukti.Vivanews 26 Mei 2009. diakses pada 26 Juni 2009 CIA ± The World Factbook Fawcett. 2000. dan diperkuat oleh teori Hettne dan beberapa skenario di atas. (ed). Kekhawatiran Kondisi Keamanan di Asia Timur¶. 2002.¶Nikkei Mengalami Pelemahan.¶The New Regionalism : A Prologue¶ In B Hettne.

oil and gas.Korean Security in a Changing East Asia.The Political Economy of Regionalism : The Case of Southern Africa. US.¶Korea Selatan memprovokasi Korea Utara¶.Ravenhill. Keadaan tidak bertambah baik ketika pada pemerintahan Obama. .oxfordtextbooks. seperti runtuhnya Uni Soviet. Implications of the frameworks are discussed to emerging any alternative for Iran¶s new geostrategic in contemporary world. New York: Cambridge University Press Leave a Comment Aksesi Iran ke dalam SCO : Potensi Geostrategis Iran Menghadapi AS Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:28 am Abstract: This article evaluates the Iran strategy in seeking the new geopolitical power by calculate the potential power she will get by joining the Shanghai Cooperation Organization (SCO).uk/orc/ravenhill2e/ Roehrig. serta kehadiran pasukan AS dalam jumlah besar di negara-negara tetangga Iran membuat negara yang dulunya bernama Persia ini merasakan peningkatan ancaman keamanan dibanding dengan periode saat Perang Dingin.2003.Westport: Greenwood Publishing Group Inc Söderbaum. Invasi Amerika Serikat (AS) ke Irak dalam rangka war on terrorism Irak.Cass. Central Asia Pendahuluan Perubahan konstelasi dunia pasca Revolusi Islam Iran 1979. AS memperpanjang sanksi ekonominya. Keadaan semakin diperburuk oleh berbagai sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS dan PBB berkaitan dengan proliferasi nuklir yang dikembangkan Iran dan berbagai tindakan yang dianggap AS sebagai tindakan konfrontatif seperti pemasok senjata ke Taliban dan menyediakan suaka politik bagi tokoh-tokoh Irak yang melarikan diri sehingga negara mullah ini mendapat julukan sebagai axis of evil . Resolusi 31 Juli 2006. dan resolusi 1747 tanggal 24 Maret 2007 semua negara diminta untuk melakukan perdagangan senjata jenis apapun sekaligus tidak menyediakan bahan baku bagi Iran . World Bank and Organization for Economic Cooperation and development (OECD) in Microsoft ® Encarta ® 2008 Z.co. The objectives of the article are to find the implications of Iranµs accession in Shanghai Cooperation Organization both for the security defense opposing US influence and for her national economic development.China and The World Trade System: Entering the New Millennium.New York: Palgrave Macmillan Thea. Deborah et al (eds). SCO and Central Asia itself has many roles in increasing Iran¶s power especially after a sequence of economic sanction given by US. Ady.Harian Media Bersama diakses pada 11 Januari 2009. John.2007.2004.www. Fredrik. Resolusiresolusi ini juga meliputi pembekuan aset dan larangan pemberian bantuan keuangan. Terence et al (eds). included The geopolitics theory of Managerial Revolution and Mackinder¶s geopolitics theory. The article develops two interdisciplinary frameworks for the issue. Sanksi ekonomi ini secara langsung maupun tidak langsung mengancam ketahanan ekonomi Iran karena dalam Resolusi 1737 tahun 2006.Regionalism. Keywords: Shanghai Cooperation Organization.

namun Iran telah menjalin kerjasama yang erat dengan negara-negara anggota SCO. Dalam pemikiran geopolitik klasik. Secara geopolitik. dan Kazakhtan yang membentuk Shanghai Cooperation Organization (SCO) pada 15 Juni 2001 di Shanghai . yang dibuktikan dengan kenyataan sumber daya yang dimiliki Asia Tengah. Uzbekistan. sekaligus kekayaan Iran sendiri Iran yang mengandung 125. jika tidak bisa menghilangkan secara keseluruhan. Dalam menganalisis hal ini. penulis mendasarkan prediksinya pada apa yang akan didapat Iran dengan aksesinya ke SCO ditinjau dari pemikiran geopolitik Mackinder. SCO didirikan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi di kawasan Eurasia sekaligus menghilangkan pengaruh AS di kawasan itu. Rusia. Wilayah-wilayah ini. dan Irak serta Saudi Arabia di sebelah baratnya. Mackinder menyebut Eurasia sebagai bagian penting pusat dunia . posisi geografis Iran sangat menguntungkan. SCO memberikan posisi strategis bagi Iran dengan menjadikan Iran sebagai observer yang akan mengubah status itu mnejadi anggota resmi dalam waktu dekat. power yang dimiliki SCO cukup kuat dengan jumlah penduduk total 2. memiliki akses ke Laut Caspia. Rusia. China juga telah memberikan investasi yang besar untuk pembangunan infrastruktur Iran. Siapa pun yang menguasai heartland akan menguasai dunia. Wadah itu tidak harus berbentuk pakta pertahanan militer. tetapi yang lebih penting adalah bagaimana wadah itu dapat menyelamatkan Iran dari krisis akibat sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS karena berbagai alasan dari nuklir hingga terorisme.Seperti yang digambarkan oleh peta di bawah ini. Beijing juga menjadi . Kashagan. Turkmenistan. Perbandingan mengenai produksi gas dunia dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah aksesi Iran ke SCO akan dipandang sebagai geostrategi yang membawa dampak potensial yang menguntungkan bagi Iran dalam membendung pengaruh AS yang semakin meluas di Eurasia. Di sebelah utara. Grafik Cadangan gas dunia (dalam trilyar m3) Secara demografis. Kerjasama Iran dengan Negara-Negara Asia Tengah Walaupun hanya berposisi sebagai observer.6 milyar dan hampir setengah dari jumlah penduduk keseluruhan. merupakan penghasil gas terbesar dunia sedangkan Kazakhstan mempunyai cadangan minyak dan gas yang sangat luas. kehadiran AS di wilayah tersebut. Selain beranggotakan enam negara pendiri seperti yang telah disinggung sebelumnya. dimana Iran berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah yang diokupasi oleh AS seperti Afganistan dan Pakistan di sebelah timurnya. Berbagai faktor di atas membuat Iran melihat pentingnya suatu wadah yang dapat menghimpun kekuatan negara-negara kawasan untuk mengurangi. Salah satu negara pendiri SCO.perusahaan minyak Kazakhstan juga adalah perusahaan minyak yang terbesar ke lima di dunia. sekitar 35 milyar barel dan merupakan dua kali dari cadangan di Laut Utara . Iran menandatangani kesepakatan bernilai 100 milyar dolar dengan China untuk pengembangan sumber minyak Yadavaran dan akan menjual 250 million tons LNG ke China untuk 25 tahun ke depan terhitung tahun 2006 . termasuk Iran.8 milyar barel minyak serta akses langsung ke Selat Hormuz -celah sempit yang dilalui oleh 40% ekspor minyak ± maka penulis beranggapan bahwa aksesi Iran ke dalam SCO akan menjadi geostrategi yang ampuh dalam pertahanan Iran di Eurasia. Berdasarkan pandangan Mackinder di atas. negara ini berdekatan dengan Azerbaijan. Tahun 2006.

terutama sejak Perang Irak-Iran dimana China menjadi aktor yang penting dalam penyediaan senjata Iran. and anti-shipping cruise missiles. Kepentingan ini dapat dikatakan berhasil mengingat dalam kerangka SCO. Sebanyak 1. 70% perusahaan Iran juga mempunyai kantor perwakilan di Uzbekistan. Pada 2005. Organisasi ini menolak keinginan AS untuk menjadi observer dan demokratisasi AS untuk mengurangi kehadiran militer AS di Asia Tengah. Perdagangan dengan Turkmenistan and Uzbekistan juga terus meningkat hingga mencapai 450 juta dolar pada 2006 . Hubungan Iran dengan Rusia juga berlangsung baik. Iran tidak perlu mengangkat senjata dan berkonfrontasi sendirian dengan AS karena negara besar lain yang merupakan anggota SCO seperti China dan Rusia juga mempunyai kepentingan untuk hengkangnya AS dari Asia Tengah. Kyrgyzstan. dibangun pada 2004 untuk mempercepat perjalanan dari Asia Tengah ke Teluk Persia. Iran menitikberatkan pada negara-negara yang mempunyai kedekatan budaya seperti Tajikistan dan Afghanistan Barat. khususnya ketika AS condong memberikan dukungan senjata dan kelengkapan dirgantara pada Taiwan. Iran Juga membangun pembangkit hidroelektrik di Tajikistan dengan investasi total 700 juta dolar. Dengan bergabung dalam SCO. sebagai wilayah lalu-lintas udara dan pengisian bahan bakar untuk menopang operasi militer di Afghanistan. Pada tahun 2006. China dan Asia Tengah melewati Iran yang akan melalui Teluk Persia . Iran juga membangun sarana kereta api menuju Heart untuk mempermudah transportasi barang dari Rusia. Negara-negara Asia Tengah ini membantu pencapaian nuklir Iran dengan cara damai karena Iran juga beberapa kali menjadi mediator dalam perselisihan negara-negara Asia Tengah. Bafq-Mashhad. Uzbekistan telah berhasil mengusir tentara AS keluar dari wilayahnya. Hubungan keduanya sudah berlangsung lama. surface-to-air missiles. Keluarnya militer AS dari Uzbekistan mempunyai arti yang sangat penting bagi Iran karena pangkalan udara Karshi-Khanabad di Uzbekistan adalah pangkalan kunci bagi pasukan AS untuk melakukan serangan ke Afghanistan. Posisi Strategis Geopolitik Asia Tengah Bagi Keamanan Iran Arti penting SCO adalah sebagai buffer dalam menghambat peningkatan kekuatan militer AS di Asia Tengah sekaligus mengusir tentara AS dari sana. China menjadikan hubungannya dengan Iran sebagai senjata melawan AS.000 tentara AS juga menggunakan Bandara Internasional Manas. Jalan kereta api lain. AS telah menempatkan pasukannya di pantai timur Asia Tengah sehingga China menjalin kerjasama latihan militer dengan kekuatan asing lainnya di Kyrgyzstan pada 2002 untuk mencegah AS mengepung Asia Tengah. Dengan keluarnya AS dari Uzbekistan maka akan mengurangi instabilitas politik Iran di wilayah perbatasan sekaligus beban Iran yang selama 20 tahun ini harus menerima 2 juta pengungsi . walaupun secara keseluruhan strateginya juga mencakup Uzbekistan and Armenia.pemasok senjata dan alat pertahanan militer terbesar Iran sekaligus membantu pengembangan teknologi misil Iran termasuk air-to-air missiles. Iran menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur seperti pembangunan saluran Anzab yang akan menghubungkan bagian utara dan selatan dari Tajikistan sekaligus menyediakan koridor dari Cina melalui Asia Tengah menuju Teluk Persia . Terhadap negara-negara Asia Tengah. perusahaan minyak Rusia Lukoil dan perusahaan minyak negara Kazakh Kasmunaigas menawarkan kerjasama dengan Iranian Northern Drilling Company (NDC) untuk pengembangan kilang minyak di Laut Kaspia. Peta di bawah menunjukkan bagaimana keadaan geografis negara-negara µmusuh¶ AS mengunci Iran dan Asia Tengah.

baik sebagai sumber energi maupun keuntungan pertahanan keamanan yang didapat dari posisi geopolitis negara-negara itu.London:Routledge T.republikaonline. Geopolitics. Berdasarkan United Nations Office of Drug and Crime. and the Coming War with Iran. kerjasama Iran dengan Asia Tengah juga mencakup kerjasama di bidang pemberantasan peredaran obat-obatan terlarang.atimes. www. Selain itu.1993. Redmond.Iran. Keamanan yang didapat juga menyentuh aspek ekonomi. John Cox. Dengan bergabung dalam Shanghai Cooperation Organization.2005.com diakses pada 25 Juni 2009 Short. Iran dapat mengontrol penyelundupan obat terlarang menuju Afghanistan sehingga juga mengatasi penyelundupan obat terlarang ke negaranya.igc. Kesimpulan: Asia Tengah. mempunyai arti yang sangat strategis bagi Iran.atimes.eurasianet. Eric.An Introduction to Political Geography.Afghanistan.globalpolicy.Oil. J. www.com Leave a Comment Neoliberalisme. included dependency theory and Marxism perspective that are based on some concepts like dependency.R. The objectives of the article are to find whether neoliberal economic .informationclearinghouse L Afrasiabi. Solusi atau Dependensi? : Studi Tentang Kegagalan Neoliberalisme di Amerika Latin Oleh Maria Elysabet Mena Filed under: Uncategorized kopiitudashat @ 7:26 am Abstract: This article evaluates how neoliberal economic strategy was applied in Latin America after the crisis in 1980s. Oleh karena itu. especially the implications of neoliberal policy in Latin America¶s economic stability. Pendapatan dari perdagangan obat ilegal telah menjadi salah satu sumber pemasukan bagi kawasan tersebut.Microsoft® Student 2008 [DVD].okezone. Kaveh. The article develops two interdisciplinary frameworks for the issue. 4 dari 6 rute utama pengiriman obat-obatan ilegal dari Afghanistan ke Eropa pasti melewati Tajikistan dan Turkmenistan yang merupakan negara di Asia Tengah. Michael. Referensi: Anonim.The New Great Game: Energy And Geo-strategy In Central Asia Hooglund. pendapatan dari perdagangan obat ilegal setara dengan 7 % GDP kawasan itu pada 2001 .www. William.. Iran plays the Central Asia card. aksesi Iran ke dalam SCO menurut skenario penulis mempunyai probabilitas yang tinggi untuk menjadi fokus geostrategi Iran dan dengan demikian tesis yang diajukan penulis dalam kajian ini terbukti. Keamanan ini meliputi keamanan dari terorisme. liberalization and crisis. Klare.com www.War Without Win ± Iran White Paper.2007.org www.org www. 2007. baik dalam kerangka SCO ataupun berdiri sendiri. obat-obatan terlarang maupun ancaman invasi dari AS. WA: Microsoft Corporation.com www.

Krisis domestik ini diperparah oleh perlambatan ekonomi internasional yang mengiringi runtuhnya sistem Bretton Wood. pembebasan arus keuangan dan privatisasi . Paraguay.WA:Microsoft Corporation. intervensi dan eksploitasi juga datang dari pihak luar yang menginduksikan liberalisasi perdagangan dan pembangunan infrastruktur. maka umumnya yang pertama kali terlintas adalah kawasan dengan ketimpangan dan kesenjangan yang sangat tinggi. deregulasi kebijakan moneter. Dengan desakan International Monetary Fund (IMF). dependency. Argentina dan Brazil merupakan jalur pipa gas yang menuju Amerika Utara . Seluruh aspek ekonomi-politik yang ada kemudian akan berjalan dalam koridor prinsip-prinsip neoliberalisme yang tertuang dalam Washington Consensus. terkait dengan kekayaan sumber daya yang dimiliki negara-negara Amerika Latin.´Microsoft® Student 2008 [DVD]. Brazil. Uruguay. World Bank dan AS. dan sangat menghancurkan perekonomian Amerika Latin yang pada dekade 1970an menuai pendapatan yang tinggi dari sektor agrikultur dan manufaktur. pengurangan pajak. Ekuador. Untuk mengatasi keterbelakangan pembangunan. Keywords: liberalization. especially for nationalism economic system. negara-negara Amerika Latin dan Karibia memberlakukan strategi substistusi impor yang merupakan bentuk penerapan merkantilisme dimana intervensi pemerintah dalam pasar internasional dinilai merupakan jalan terbaik untuk mencapai kepentingan nasional. Jika pada tahun 1972 total hutang luar negeri Amerika Latin mencapai 31. Peru. meliputi disiplin fiskal. Lebih dari itu.000 % . nationalism Pendahuluan Amerika Selatan merupakan kawasan yang terdiri dari 12 negara. Kolombia. Oleh karena itu. kebebasan bagi investor asing. bahkan di Bolivia mencapai 12. dan Venezuela . Pelonjakan hutang ini membuat suku bunga meningkat drastis dan menimbulkan inflasi yang sangat tinggi. dimana 10 diantaranya adalah negara Latin meliputi Argentina. Amerika Latin mengubah strategi ekonominya menjadi strategi neoliberalisme. Chili. Kemerdekaan individu dalam hal ini hanya bisa . hutang-hutang itu telah mencapai 430 milyar dolar . 2007 Berbicara tentang Amerika Latin. Venezuela. seperti Amerika Serikat (AS) dan China berlomba-lomba untuk µmenguasai¶ kawasan ini namun sering mendapat hambatan dari pertentangan antar elit sehingga strategi pembangunan menjadi tidak konsisten dan tidak efektif . Selain itu. Raksasa industri asing.3 milyar dolar maka pada akhir 1980an. Inti dari semua kebijakan ini adalah bagaimana kesejahteraan manusia dapat diwujudkan melalui pembebasan individu dari setiap kekangan. pengalaman historis negaranegara di kawasan ini dalam lima abad terakhir diwarnai dengan rezim oligarki yang sangat kuat. Bolivia. Amerika Selatan juga lebih sering disebut sebagai Amerika Latin.system is appropriate to applied in Latin America. Implications of the frameworks are discussed to emerging any alternative for the regime¶s future. oleh karena itu banyak anggapan yang menyebutkan bahwa dekolonisasi Amerika Latin hanya merupakan pintu masuk bagi eksploitasi dari golongan oligarki. Negara-Negara Amerika Latin Sumber:´Mercosur. Merkantilisme ini tidak bertahan lama karena krisis yang terjadi pada awal 1980an membuat keyakinan negara akan perspektif neoliberalisme menguat. crisis.Redmond.

Kebijakan ketiga adalah liberalisasi keuangan domestik. Jika merujuk pada model Rostow. tingkat tabungan menurun dari 22 % menjadi 17 % dalam 10 tahun pertama penerapan neoliberalisme . Cardoso. Faletto. korporasi diterjunkan dalam persaingan bebas sehingga pemerintah tidak bisa bebas mengatur harga. tetapi keterbelakangan justru dikembangkan oleh ekspansi kapitalisme. Di Argentina. mengentaskan masyarakatnya dari kemiskinan yang telah lama dialami sejak pendudukan kolonial dan eksploitasi kaum oligarki. Keterbelakangan (underdevelopment) bukan merupakan hasil dari masyarakat yang non-modern.dijamin melalui kerangka kelembagaan yang ditandai dengan pengakuan terhadap hak milik pribadi. dan Theotonio Dos Santos. Dengan liberalisasi. terutama dalam kaitannya dengan negara pheripery . Konsumen memang diuntungkan karena barang impor dengan kualitas lebih baik dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah daripada produk lokal namun dampaknya adalah ketidakseimbangan neraca pembayaran karena surplus impor menjadi meningkat sehingga mengurangi devisa. Teori ini membagi dunia menjadi dua bagian. Berdasarkan teori yang telah disampaikan. Penerapan Neoliberalisme di Amerika Latin Teori dependensi merupakan kritik dari model kemiskinan ala Rostow yang menganggap bahwa uneven development merupakan akibat dari kurangnya keterlibatan suatu negara dalam perdagangan global . sekaligus mengembangkan perekonomian Amerika Latin dalam dunia yang kapitalis. Perusahaan lokal dengan modal yang tidak besar pun harus gulung tikar. pasar bebas dan perdagangan bebas. Kebijakan kedua adalah exchange-rate overvaluation yang mengurangi harga mata uang lokal untuk komoditas impor. inflasi memang dapat diatasi namun buruh mengalami tekanan. yang menjelaskan bahwa krisis merupakan hal yang biasa terjadi dalam sistem kapitalis dan selanjutnya akan menyebabkan terjadinya boom and bust cycle . maka seharusnya liberalisasi perdagangan yang dilakukan Amerika Latin. negara core yang menikmati dampak positif dari industrialisasi dan negara pheripery yang lebih sering dieksploitasi oleh negara core. Kesejahteraan yang diharapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan karena kesejahteraan buruh semakin tertindas. maka penulis memandang bahwa neoliberalisme bukan solusi yang tepat bagi Amerika Latin. pemerintah mengenakan pembatasan impor yang sangat ketat. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah neoliberalisme yang diterapkan sebagai pengganti merkantilisme merupakan solusi yang tepat bagi Amerika Latin untuk dapat keluar dari krisis yang menghancurkan perekonomian. Dengan substitusi impor. Inilah yang menyebabkan inflasi. Negara pheripery mengalami underdeveloped karena development yang berlangsung di negara core. Dalam mengkaji permasalahan ini. Teori ini juga diperkuat oleh pandangan konvensional Ekonomi Politik Internasional (EPI). Untuk menggambarkan bagaimana saran yang diajukan oleh model Rostow ± yang secara tidak langsung merujuk pada saran neoliberalisme ± penulis akan menguraikan lima kebijakan yang ditempuh Amerika Latin dan hasil yang didapatkan. Kebijakan pertama adalah liberalisasi impor. khususnya Brazil dan Argentina. penulis menggunakan teori dependensi yang dikembangkan oleh Fernando H. Perusahaan domestik dilindungi dari kompetisi luar negeri sehingga dapat mengatur harga komoditas dan mengakomodasi kenaikan upah buruh. marxisme. Kebijakan keempat adalah reformasi fiskal (meningkatkan pajak dan memotong pengeluaran) . akan dapat membawa negara-negara ini ke pembangunan yang berkelanjutan. Deregulasi sektor keuangan diharapkan dapat meningkatkan tabungan dan investasi namun yang terjadi justru sebaliknya.

tak jauh berbeda dengan Brazil yang juga dilanda krisis pada 1999. Komunitas Andean dan lain sebagainya) kepada institusi regional pheripery. Argentina. yaitu eksploitasi institusi regional core (UE. eksploitasi yang dialami Amerika Latin bukannya berakhir. Paraguay dan Uruguay sepakat menandatangani Traktat Asuncion 1991 untuk membentuk organisasi regional yang dinamakan Mercosur (Mercado Común del Sur). Namun penulis melihat bahwa Mercosur kemudian menjadi sarana eksploitasi baru dari negara core. tetapi malah semakin ditingkatkan dengan yang apa disebut penulis sebagai µeksploitasi gaya baru¶. karena kekuatan mata uang kini ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. namun kombinasi dari kelima kebijakan ini malah memicu kehancuran yang semakin besar di Amerika Latin. Tentu saja yang terjadi kemudian. Hal ini membuktikan bahwa teori dependensi terjadi pada Amerika Latin yang merupakan negara berkembang dengan sumber daya yang kaya namun memiliki kesiapan yang minim dalam pelaksanaan liberalisasi. Kebijakan ini memang berhasil menyeimbangkan neraca pembayaran. ketidaksamaan start ini membuat hasil yang didapat juga tidak seimbang. NAFTA. dalam hal ini NAFTA. karena sebenarnya krisis 1980 adalah penetrasi dari krisis internasional. Kembali ke Ekonomi Nasionalisme Dengan berbagai krisis dan kesulitan yang diciptakan dengan penerapan neoliberalisme. Kebijakan yang terakhir adalah liberalisasi arus modal. kesalahan bukan terletak dari kebijakan substitusi ini. kembali diguncang oleh krisis yang tak lebih ringan dari krisis 1980an. Paparan di atas menunjukkan bahwa dengan menerapkan neoliberalisme. tidak lama kemudian Argentina mengalami krisis yang serupa pada 1998 dan 2002. mengingat bahwa perdagangan intra regional hanya mencapai 15 % dari total perdagangan. Pandangan pemerintah negara-negara Amerika Latin bahwa krisis yang dialami kawasan itu merupakan akibat dari kegagalan merkantilisme yang diterapkan melalui substitusi impor.untuk menyeimbangkan neraca pembayaran. Maka bisa dikatakan bahwa sebagian besar sisanya merupakan kerjasama dagang dengan tiga aktor tersebut. Ramalan yang telah disampaikan marxisme ± pada kerangka analisis teori ± terbukti. harapan awalnya adalah mendirikan institusi regional yang dapat meningkatkan competitiveness dalam perdagangan global. yaitu bagaimana kejatuhan sistem Bretton Wood membuat arus pertukaran mata uang menjadi sistem mata uang mengambang (floating exchange rate). Meksiko dan Argentina mengalaminya pada 1995. ekonomi yang merambat naik. Tujuannya untuk menarik investor agar perekonomian dan industrialisasi dapat bangkit kembali. walaupun disertai dengan ketimpangan dan kesenjangan. Dengan kesiapan yang minim ini. termasuk subsidi dan dana jaminan sosial. dalam hal ini Mercosur. kesejahteraan sosial pun semakin tidak terwujud karena IMF menekankan pemotongan pos-pos yang dianggap meningkatkan pengeluaran. tentu saja dengan sebagian kecil interaksi dengan negara lainnya. tetapi pada bagaimana pemerintah dan struktur yang rapuh karena tarikmenarik kepentingan elit oligarki gagal menjalankan kebijakan substitusi yang bersih. Jika kemudian substitusi impor gagal menstabilkan inflasi. Nantinya peningkatan perdagangan ± salah satu buah pemikiran neoliberalisme.diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masing-masing anggota. maka . negara-negara Uni Eropa dan China. Sistem mata uang mengambang ini membuat mata uang domestik menjadi rentan. dari yang semula sistem mata uang tetap (fixed exchange rate). namun pembangunan yang diharapkan tidak berjalan karena pemerintah harus menekan pengeluaran. Amerika Latin terpaksa berkompetisi dengan negara-negara kapitalis yang mapan. Ketika Brazil. adalah pandangan yang keliru.

Cardosso dan Faletto juga menambahkan bahwa secara politik. Oleh karena itu. yaitu ekonomi nasionalisme. untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap pihak asing. atau yang juga disebut sebagai merkantilisme. yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah nasionalisasi perusahaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak melalui mekanisme sosialisasi yang terkoordinasi. Yang harus dilakukan adalah kontrol self reliance yang kuat yang hanya dapat diwujudkan dalam sistem sosialisme. Dalam kerangka sistem ini. dan statisme. nasionalisme yang akan diterapkan kembali di Amerika Latin juga harus diiringi dengan penjaminan demokrasi. Krisis yang terjadi pada awal 1980an maupun keterbelakangan pembangunan yang dialami oleh sebagian besar negara Mercosur telah menggambarkan kegagalan demokrasi dalam mewujudkan kesejahteraan Amerika Latin. apalagi mengingat faktor ideosinkretis pemimpin negara-negara Amerika Latin yang keras menentang neoimperialisme asing. Jalan menuju ekonomi nasionalisme memang sudah sangat terbuka bagi Amerika Latin. proteksionisme. mengingat dengan penerapan neoliberalisme pun belum menjamin adanya demokrasi. Gelombang tuntutan menentang neoliberalisme terjadi di Argentina. khususnya Brazil dan Argentina. dan Argentina berujung pada peningkatan jumlah pengangguran yang kemudian memunculkan berbagai persoalan sosial baru . walaupun tidak kemudian mengisolasi diri dari pergaulan internasional. yang juga penting dilakukan oleh Amerika Latin adalah nasionalisasi perusahaannya. tetapi kesejahteraan politik ini tidak akan dirasakan negara pheripery karena negara ini hanya akan menjelma menjadi negara yang represif dan totaliter karena ketergantungan terhadap negara kapitalis. namun dampak negatifnya dapat dilihat pada 10 tahun sesudahnya dimana hampir semua negara Amerika Latin terjebak dalam ketergantungan terhadap utang luar negeri dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan pembayaran sehingga jalan yang tersisa adalah menguras semua sumber daya alam yang ada. Amerika Latin dapat memanfaatkan kekayaan sumber daya yang dimiliki. Bantuan neoliberal yang diberikan oleh Presiden John F. Dalam teori dependensinya. Apalagi industri merupakan dasar kekuatan militer dan keamanan nasional dalam dunia modern sekarang ini. dapat melanjutkan industri manufaktur yang memang merupakan komoditas utamanya. Oleh karena itu. tanpa harus mengalami eksploitasi dan ketergantungan yang dijelaskan dalam teori dependensi. Selain itu. Sistem ini juga menekankan industrialisasi karena industri dipercaya mempunyai efek yang menyebar dalam pembangunan nasional secara keseluruhan. tanpa harus merugikan buruh karena upah buruh tak lagi harus ditekan untuk meningkatkan competitiveness. Hal ini dapat terjadi karena demokrasi yang dikembangkan condong ke arah demokrasi liberal dimana kepemilikan pribadi dan akumulasi modal oleh sejumlah kecil golongan ternyata semakin memperparah ketidakmerataan distribusi pendapatan yang ada. khususnya agrikultur dan minyak. Chili.penulis memandang bahwa jalan keluar paling tepat untuk Amerika Latin adalah penerapan sistem ekonomi nasionalisme. maka pemutusan rantai dependensi hanya dapat dilakukan melalui musuh dari kapitalisme itu sendiri. Selain itu. kapitalisme akan membawa negara core ke kehidupan yang menjunjung tinggi demokrasi dan pengakuan hak-hak warga negara. Kennedy dalam program Alliance for Progress pada 1970an pada awalnya memang dapat membawa reformasi ekonomi dan sosial di Amerika Latin. Amerika Latin. Brazil. Dengan sistem ekonomi nasionalisme. Sistem ekonomi nasionalisme. Privatisasi pada sebagian besar perusahaan di Venezuela. terutama perusahaan minyak. . Karena dependensi erat kaitannya dengan kapitalisme. keberadaan industri dalam negeri dapat diartikan sebagai kemampuan pemenuhan kebutuhan sendiri dan otonomi politik. meletakkan aktivitas ekonomi dalam kerangka kepentingan nasional .

Penolakan ini muncul karena teori dependensi Cardosso dan Faletto ternyata dengan tepat menggambarkan eksploitasi kapitalisme yang dibawa oleh neoliberalisme. Disamping itu pula . Dengan rapuhnya rezim ini. maka tidaklah berlebihan bila penulis memprediksikan bahwa posisi neoliberal tidak akan lama lagi akan tergantikan.3% menjadi 3. tetapi juga ancaman (threat). Konsep Hukum Fair Trade FREE TRADE (PERDAGANGAN BEBAS) DAN FAIR TRADE (PERDAGANGAN BERKEADILAN) DALAM KONSEP HUKUM Oleh : Eko Prilianto Sudradjat A. jikapun berhasil. dalam hal ini negara-negara Amerika Latin.8% (penurunan sebesar 40%) dari tarif nol telah meningkat dari 20% menjadi 40% dari seluruh produk industri yang masuk ke negara maju. negara-negara maju telah menurunkan tarif untuk industri dari rata-rata 6. menjadi Mercosur yang independen. Kesimpulan Pemaparan yang telah disampaikan menunjukkan bagaimana Amerika Latin telah memilih neoliberalisme sebagai solusi krisis yang dihadapinya. Venezuela juga menyuntikkan dana bagi negara-negara Amerika Latin lainnya dalam rangka pelunasan hutang negara-negara itu pada IMF dan World Bank untuk melepaskan dependensi regional Mercosur. Ekuador. Venezuela juga telah melunasi utangnya kepada Bank Dunia lima tahun lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan. ditambah dengan ekonomi nasionalisme yang diajukan penulis sebagai solusi bagi Amerika Latin. sifatnya hanya sementara dan malah membawa krisis yang lebih sering dan lebih dalam. Pemaparan ini juga menunjukkan bagaimana rezim neoliberal ± IMF dan World Bank ± sudah berkurang kekuatannya dalam menyebarkan paham neoliberal ke negara-negara pheripery. yaitu penerapan ekonomi nasionalisme tanpa mengisolasi diri dari perekonomian global. maka Indonesia secara resmi telah menjadi anggota WTO dan semua persetujuan yang ada didalamnya telah sah menjadi bagian dari legislasi nasional. WTO bukan hanya menciptakan peluang (opportunity). Hal inilah yang menjadi peluang besar terhadap ekspor negara berkembang termasuk Indonesia. Peru dan Venezuela. PENDAHULUAN Dengan diterbitkanya Undang-Undang No.7 Tahun 1994 tanggal 2 Nopember 1994 tentang pengesahan (ratifikasi) Agreement Establising the World Trade Organization . Seperti diketahui .Bolivia. apalagi mengingat penolakan negara-negara berkembang terhadap praktik neoliberalisme itu. Bagi negara yang siap dengan liberalisasi perdaangan. Oleh karena itu penulis mengajukan solusi lain bagi Amerika Latin. Eksploitasi dan krisis yang dihadapi juga sesuai dengan ramalan marxisme terhadap liberalisme kapital. Chavez telah membayar seluruh utang Venezuela kepada IMF. Segera setelah berkuasa pada tahun 1999. dan ternyata neoliberalisme tidak berhasil menyelamatkan negara-negara Amerika Latin keluar dari krisis. . maka dengan demikian tesis yang diajukan penulis bahwa neoliberalisme bukan solusi yang tepat bagi Amerika Latin dalam hal ini terbukti. maka semua hasil perundingan dalam akses pasar akan menjadi peluang (opportunity) besar. Meksiko. Menjadi anggota WTO berarti terikat dengan adanya hak dan kewajiban. Brazil. Pada tanggal 30 April 2007 Presiden Hugo Chavez mengumumkan rencananya untuk secara formal menarik keanggotaan Venezuela dari Bank Dunia dan IMF . Dengan berbagai fakta dan data yang disampaikan sebelumnya berdasar teori dependensi dan perspektif marxisme.

Salah satu prinsip dasar yang diatur didalam WTO selain perdagangan bebas adalah adanya perdagangan yang berkeadilan. siapa yang lebih kuat. konsep liberalisasi dalam perdagangan dalam pelaksanaannya membentuk globalisasi. telah mulai menerapkan kebijakan globalisasi perdagangan. Karena standing position nya sama. oleh WTO. bantuan atau subsidi pertanian[4]. Kata "globalisasi" diambil dari kata global. antara lain adalah hasil negosiasi akses pasar ini adalah Most Favoured Nation dimana semua negara anggota dapat menikmatinya tanpa terkecuali. maka dalam pemanfaatan ini akan berlaku hukum alam. dia yang akan menang. Dibawah ini akan dicoba ditelaah konsep hukum dari perdagangan bebas (Free Trade) dan Perdagangan yang berkeadilan (Fair Trade). Indonesia dengan ekonomi terbuka. Aturan aturan dasar dari kebijakan perdagangan . Pemahaman sejarah ini terlihat dari kegiatan para saudagar atau pedagang dari Eropa yang melakukan pencarian atas produk rempah-rempah dari dunia timur. atau proses sejarah. terbentuk didalam aturan aturan dasar yang diatur didalam General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) 1994. Konsep perdagangan bebas (liberalisasi perdagangan) menurut Adam Smith. dimana program ekspor non migas merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja dan dituntut untuk lebih siap untuk dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari peluang yang dihasilkan oleh WTO. yang mengakibatkan batas negar menjadi tidak terlihat[3].Terdapat beberapa hal penting yang perlu mendapat catatan dibidang akses pasar ini . Globalisasi perdagangan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan lintas negara. yang dapat didefinisikan bebas melakukan apa yang engkau inginkan atau bebas dari campur tangan pemerintah untuk membantu orang miskin. seorang ahli ekonomi klasik. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan. Sebagai konsekuensinya adalah persaingan semakin tajam. ekonomi dan budaya masyarakat[2]. sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. yang pada saat itu menjadi suatu komoditi yang sangat diminati oleh konsumen dari benua Eropa. Istilah globalisasi perdagangan dapat disebutkan sebagai sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan. investasi. mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis. Dalam sejarah pada abad ke 15 bangsa-bangsa didunia khususnya di benua Eropa. yang maknanya ialah universal. Pemahaman dari kedua prinsip dasar tersebut adalah dengan menelaah aturan aturan dasar yang terdapat didalam General Agreement on Tariffs and Trade) 1994 serta membandingkannya dengan pendapat dari ahli ahli hukum khususnya dalam perdagangan internasional. diistilahkan dengan Laissez Faire. pengontrolan upah buruh. FREE TRADE (PERDAGANGAN BEBAS) Pembentukan World Trade Organization (WTO) telah memberikan konsep liberalisasi perdagangan kepada dunia khususny kepada negara negara anggota. atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain. atau yang disebutkan oleh Hugo Grotius. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial. B. Peluang dan manfaat dari keanggotaan Indonesia di WTO hanya dapat diperoleh apabila kita menguasai semua persetujuan WTO dan menerapkannya sesuai dengan kepentingan nasional. merupakan suatu kegiatan perdagangan barang barang yang dibiarkan bebas berdasarkan hukum pasar. konsep dasar dari liberalisasi perdagangan adalah penghilangan hambatan dalam perdagangan internasional[1]. dimana. kecuali sekadar definisi kerja (working definition). Liberalisasi perdagangan ini.

dan adanya batasan jumlah barang import oleh pemerintah dari negara anggota. Hal tersebut juga di imbangi dengan perlakuan yang sama. denga melakukan tindakan tindakan selain dengan hambatan bea masuk seperti.bebas tersebut adalah[5]: 1. yaitu: a. melarang adanya pembatasan jumlah barang ekspor masuk kedalam wilayah nasional negara anggota. contohnya adalah ketika satu negara diberikan kemudahan untuk melakukan perdagangan dari negara anggota lainnya maka negara negara anggota yang juga melakukan . Custom Duties Dalam hal ini GATT 1994 mewajibkan tiap negara anggota untuk melakukan penurunan bea masuk. atau dikenal dengan istilah Non Discrimination Rules. utamanya hambatan tersebut adalah dengan tingginya bea masuk dari suatu negara anggota. Berdasarkan atas penelaahan dari konsep dasar GATT 1994 tersebut di atas. Most Favoured Nation (MFN) Pada pokoknya yang dimaksudkan dengan MFN disini adalah kewajiban negara anggota WTO. ke tingkat dimana dapat memberikan kemudahan untuk negara anggota lainnya masuk kedalam pasar domestik negara tersebut. Market Access Liberalisasi perdagangan didalam aturan WTO. hambatan perdagangan dengan alasan perlindungan kesehatan (Sanitary and Phytosanitary) dan hambatan dalam standar teknis produk (Technical Barriers). yang diatur didalam GATT 1994. Quantitative Restriction Pada intinya aturan Quantitative Restriction. dapat dipahami apa yang dimaksud dengan liberalisasi perdagangan yang diterapkan oleh WTO. perlakuan yang sama terhadap produk produk dari negara lain yang masuk kedalam wilayah suatu negara anggota dengan produk nasional dari negara anggota tersebut. b. Non Discrimination Terdapat 2 (dua) prinsip dasar dari aturan Non Discrimination. maka perlakuan tersebut harus dilakukan sama kepada anggota yang lain. atau dalam hal suatu negara anggota memberikan keistimewaan untuk satu negara anggota. 2. untuk memperlakukan kepada seluruh negara anggota WTO. Tindakan tindakan tersebut berdasarkan GATT 1994 dilarang untuk dilakukan oleh negara anggota. c. Liberalisasi perdagangan yang diatur didalam WTO adalah suatu kegiatan perdagangan dimana tidak terdapat hambatan hambatan untuk perdagangan atau masuknya barang barang yang diperdagangkan oleh negara negara anggota kedalam wilayah nasional negara anggota yang lain. dimana ketika terdapat beberapa negara anggota WTO melakukan perdagangan dengan satu negara anggota yang lain. b. hal yang sama. Yang dimaksudkan dengan Non Discrimination Rules didalam aturan GATT 1994 adalah perlakuan yang sama. dengan aturan aturan dasar yaitu: a. Non Tariff Barriers Adalah tindakan dari negara tertentu anggota WTO yang dengan maksud melindungi industri dalam negerinya. diatur didalam GATT 1994. kesemua negara tersebut wajib diperlakukan sama. National Treatment Utamanya pelaksanaan dari prinsip ini adalah.

Kegiatan pencapaian perdagangan bebas dilakukan didalam suatu proses mensejajarkan keadaan pasar internasional . Hal ini tercermin dalam pandangan para pemikir klasik. regardless of origin or capacity[6]. Perdebatan dalam proses perumusan hukum hanya dipandang sebagai perdebatan tentang batas. rules. If one takes this analogy to its logical conclusion. Permasalahannya adalah Gomory dan Baumol mengatakan kesetaraan tersebut dilakukan dengan tanpa menilai karakter dasar dan kapasitas dari pihak pihak yang melakukan perdagangan. Dalam sejarah manusia. melihat hukum sebagai hasil kompromi dari beragam konsep keadilan. Pemahaman atas Fair Trade disini selayaknya harus juga ditelaah dari teori . konsep keadilan dipandang tunggal. sering kali dinegosiasikan oleh negara negara kaitannya dengan prinsip reciprocal didalam untuk akses pasar dan prinsip Non Discrimination dihubungkan dengan kegiatan kegiatan seperti peraturan didalam perdagangan dan penurunan hambatan perdagangan seperti tariff dan quota. setidaknya ada tiga pola pandangan tentang kaitan hukum dengan keadilan. 2. Diandaikan adanya kaitan langsung antarkeduanya. Non Discrimination Rules juga mengatur perlakuan yang sama terhadap produk import dengan produk domestik.perdagangan dengan negara tersebut harus mendapat kemudahan yang sama. the pursuit of free trade belongs to the blanket process of leveling the playing field. dari Aristoteles sampai Thomas Aquinas. Pola kedua. Pola ketiga. Pola pertama memandang hukum sebagai bahasa yuridis dari suatu konsep keadilan. C. Selain itu.involves such activities as the harmonization of trading rules and the reduction of barriers to trade such as tariffs and quotas. Kesetaraan yang dimaksudkan oleh Gomory dan Baumol adalah adanya perlakuan yang sama dengan tidak melakukan diskriminasi terhadap pihak pihak lain yang juga melakukan perdagangan dengan pihak tersebut. In its simplest sense. mekanisme dan institusi yang sama.teori hukum mengenai keadilan. Terjemahan bebas: proses yang dilaksanakan untuk mencapai perdagangan bebas. FAIR TRADE (PERDAGANGAN BERKEADILAN) Disebutkan oleh Ralph E. sehingga tercipta konsep umum tentang perdagangan yang berkeadilan atau Fair Trade. Ini berkait perkembangan masyarakat . Dalam pandangan ini. The process of pursuing more free trade . Pola kedua ini tampak antara lain dalam pandangan Thomas Hobbes dan pemikir politik mulai abad ke-17. ditiap tiap negara yang terlibat. aturan aturan hukum. 3. Konteks sosiologisnya adalah masyarakat yang masih homogen. dengan tanpa memperhitungkan kapasitas dan karakter asal dari negara tersebut. more free trade would result from the application of the same policies. Pola kedua ini melihat perdebatan dalam perumusan hukum adalah upaya mengkompromikan konsep-konsep keadilan yang beraneka sebagai isi hukum. tetapi lebih jauh lagi melihat kesetaraan dan kebebasan dalam berkompromi tidak bisa diandaikan begitu saja.often negotiated among countries in the context of reciprocal market access and non-discrimination . mengakui sifat kompromis hukum. mechanisms. Konsep kesetaraaan disebutkan di atas adalah konsep keadilan dalam perdagangan atau Fair Trade yang ada didalam GATT 1994. Gomory dan William Baumol. bahwa didalam perdagangan diperlukan adanya kesetaraan antara pihak pihak (leveling the playing field). mereka mengandaikan adanya kebebasan yang cukup dan kesederajatan antara pihak-pihak yang berkompromi. and institutions to each participant in the trade regime. ketika satu negara melaksanakan analogi ini didalam kesimpulan logika perdagangan bebas hanya dapat tercapai dalam hal terdapat kebijakan. Pola keadilan dan hukum disebutkan di atas diuraikan dibawah ini[7]: 1.

secara sosio-ekonomis. Terlebih karena perkembangan kapitalisme, dan kini dalam warna neoliberalisme, muncul gejala penumpukan dan penguasaan modal dalam sekelompok orang. Dalam negara hukum, negara mengakui dan melindungi hak asasi manusia setiap individu tanpa membedakan latar belakangnya. Semua orang memiliki hak diperlakukan sama di hadapan hukum (equality before the law). Persamaan di hadapan hukum harus diartikan secara dinamis dan tidak diartikan statis. Artinya, kalau ada persamaan di hadapan hukum bagi semua orang harus diimbangi juga dengan persamaan perlakuan (equal treatment) bagi semua orang. Persamaan di hadapan hukum yang diartikan secara dinamis itu dipercayai akan memberikan jaminan adanya akses memperoleh keadilan bagi semua orang[8]. Menurut Aristoteles, keadilan harus dibagikan oleh negara kepada semua orang, dan hukum yang mempunyai tugas menjaganya agar keadilan sampai kepada semua orang tanpa kecuali. Dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 dinyatakan Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya[9]. Kesetaraan didalam hukum disini dimaksudkan untuk memberikan kewajiban yang sama dari tiap tiap anggota masyarakat. Didalam bidang ekonomi prinsip hukum keadilan di atur didalam Pasal 34 ayat 2 UUD 1945, yang menyebutkan negara memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan[10] . Dasar yang dipergunakan dalam pemahaman tentang keadilan di atas akan menjadi dasar untuk menelaah konsep hukum dari perdagangan yang berkeadilan atau Fair Trade. Pendapat tentang keadilan yang sangat dikenal adalah pendapat dari John Rawls, didalam bukunya Theory of Justice, yang mengembangkan konsep prinsip distributive justice yang merupakan prinsip normatif yang dibentuk sebagai pedoman untuk membagi keuntungan dan beban diddalam kegiatan ekonomi[11]. Konsep distributive justice yang dikembangkan oleh John Rawls pada intinya adalah pembagian atas kewajiban dan hak didalam ekonomi tidak selalu harus menerapkan kesetaraan yang umum (pembagian yang sama tanpa menilai karakter dari individu individu yang ada didalamnya), menurutnya keadilan dapat terbentuk didalam tindakan yang tidak sebanding dimana memberikan hak yang lebih besar dan kewajiban yang kecil bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah sehingga memberikan kesejahteraan yang lebih baik daripada ketika kesetaraan dilakukan secara tegad, dimana hak dan kewajiban diberikan dalam tingkat yang sama[12]. Konsep dasar dari dari keadilan ini dapat dijadikan dasar bagi memahami perdagangan yang berkeadilan atau Fair Trade. Konsep hukum dari John Rawls tentang keadilan pada intinya adalah keadilan terbentuk dari perlakuan yang tidak sama, dimana masyarakat dengan ekonomi rendah selayaknya diberikan hak yang lebih besar dan kewajiban yang lebih kecil, dari masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi hal ini disebutkan oleh John Rawls adalah sebagai keaadaan yang seimbang, dimana dengan perlakuan yang khusus bagi masyarakat yang dengan tingkat ekonomi yang lebih rendah pada akhirnya akan menimbulkan keadaan yang adil. Konsep keadilan dimaksudkan oleh John Rawls disini, merupakan konsep dasar yang membentuk aturan aturan perdagangan didalam GATT. Didalam WTO keanggotaan dari negara negara yang ikut serta, dibagi dalam tiga kelompok negara, yaitu Developed Country (negara maju), Developing Country (negara berkembang) dan Less Developed Country (negara miskin). Inti dari pembagian anggota WTO kedalam kelompok kelompok negara inilah yang menjadi dasar perdagangan yang berkeadilan. Permasalahan yang ada didalam GATT 1994 adalah pengutamaan prinsip mengenai Non Discrimination, dimana semua negara anggota diharuskan diperlakukan sama, tanpa menilai karakter dari negara anggota.

Selayaknya prinsip hukum dari keadilan yang disebutkan oleh John Rawls, menjadi titik tolak dan dasar dalam pengaturan proses perdagangan internasional. Didalam GATT 1994 memang di atur mengenai konsep Special Differential Treatmen bagi negara berkembang dan miskin, dimana kepatuhan atas peraturan yang ada didalam GATT 1994 dapat dilaksanakan berbeda untuk negara berkembang dan miskin, akan tetapi Special Differential Treatment tersebut hanya dilaksanakan dalam bentuk penundaan jangka waktu pelaksanaan aturan atau penerapan penurunan tarif yang lebih kecil, sehingga tidak menghapus kewajiban kewajiban yang diberlakukan bagi negara maju untuk diterapkan oleh negara berkembang dan miskin. Hal ini tentunya berlawanan dengan prinsip hukum dari keadilan yang disebutkan oleh John Rawls dimana perlakuan istimewa bagi pihak dengan tingkat ekonomi rendah akan selalu dilaksanakan untuk menciptakan keadilan Konsep Perdagangan yang berkeadilan (fair trade) yang dilaksanakan dengan mengembangkan konsep keadilan dari John Rawls timbul pada tahun 1940 sebagai gerakan sosial di beberapa negara Eropa seperti Inggris, Belanda, Austria. Gerakan ini bertujuan untuk menolong produsen kecil (petani, perajin dan buruh) di negara-negara miskin atau Dunia Ketiga supaya mereka dapat terlepas dari jeratan kemiskinan dan mempertahankan keberlanjutan kehidupan mereka melalui sebuah kemitraan perdagangan yang didasarkan pada dialog, transparansi dan respek (baik produsen maupun konsumen). Fair trade bertujuan untuk perbaikan penghidupan produsen melalui hubungan dagang yang sejajar, mempromosikan peluang usaha dan kesempatan bagi produsen lemah atau termarjinalisir meningkatkan kesadaran konsumen melalui kampanye fair trade, mempromosikan model kemitraan dalam perdagangan yang adil, mengkampanyekan perubahan dalam perdagangan konvensional yang tidak adil, melindungi Hak Azasi Manusia, pendidikan konsumen dan melakukan advokasi bagi terciptanya kondisi yang lebih baik, khususnya yang berpihak kepada produsen kecil sehingga mereka dapat berpartisipasi di pasar. Fair trade sebagai sebuah alternatif menawarkan kondisi perdagangan yang lebih baik bagi produsen kecil dan melindungi hak mereka yang selama ini terpinggirkan. Fair trade membantu produsen kecil untuk memperoleh kehidupan yang layak melalui peningkatan pendapatan, melindungi hak produsen kecil atas akses ke pasar, menyalurkan aspirasi dan pendapat mereka, tidak diskriminatif terhadap perempuan yang selama ini menjadi warga kelas dua dan korban langsung atas perdagangan yang tidak adil, juga melindungi lingkungan dari kerusakan karena minimnya penggunaan bahan-bahan kimiawi. Dengan mekanisme fair trade, konsumen bersedia menghargai jerih payah produsen yang selama ini tidak pernah diperhitungkan (pemeliharaan tanaman, mengusir burung, menjemur padi, didalam usaha pertanian padi) sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. Sebagai salah satu bentuk apresiasi konsumen atas jerih payah produsen, mereka tidak keberatan untuk membeli harga premium (yang meliputi biaya produksi ditambah biaya untuk reinvestasi) yang ditawarkan oleh produsen. Sebaliknya, produsen juga menghargai kepedulian dan kepercayaan yang diberikan oleh konsumen dengan selalu memberikan informasi sebenarnya mengenai produk mereka (kondisi, waktu panen, varietas) dan menjaga kualitas/kuantitas produknya. Produsen juga melakukan pertemuan rutin untuk membahas dan mencari jalan keluar tentang masalah yang mereka hadapi, khususnya yang berkaitan dengan pola perdagangan yang adil. WTO diharapkan dapat membentuk suatu kemitraan perdagangan yang dilandaskan pada dialog, transparansi dan penghargaan yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan yang seimbang (bagi Dunia Ketiga) didalam perdagangan internasional.

Prinsip John Rawls disini sering kali dikritik, yang mana menurut para ahli hukum terdapat dua kelemahan yaitu dari konsep empiris dimana distributive justice tidak dapat mencukupi sebagai kajian substansi doctrinal dan normative bagi hukum internasional modern, sebagaia suatu kenyataan didalam lingkungan pergaulan internasional, hal ini dikarenakan pandangan distributive of justice selalu melihat keadilan internasional timbul diawali dengan adanya keadilan domestik didalam suatu negara. Hal kedua yang jadi kelemahan dari konsep keadilan John Rawls, adalah bila dipandang didalam perspektif normatif empiris, John Rawls mendasarkan teorinya dari konsep keadilan Emanuel Kant yang menekankan bahwa keadilan antar negara harus diawali dengan adanya keadilan didalam negara. Kelemahan kelemahan tersebut menjadi titik utama dari pengembangan teori distributive justice oleh Frank J. Garcia. Frank J. Garcia pada intinya mencoba memaparkan keadilan didalam hukum perdagangan internasional, dimana Garcia menyebutkan bahwa hukum perdagangan internasional, harus dirumuskan untuk melindungi kesetaraan moral seluruh individu yang terpengaruh olehnya. Konsep keadilan perdagangan Garcia, harus beroperasi sedemikian rupa untuk kepentingan negara yang paling tidak diuntungkan. Hal terakhir yang disebutkan oleh Garcia sebagai faktor yang harus ada didalam perdagangan internasional yang adil adalah perdagangan internasional harus tidak mengorbankan Hak Azasi Manusia atau perlindungan yang efektif terhadap Hak Azasi Manusia[13]. Berdasarkan konsep ini maka Special Differential Treatment didalam WTO lebih cenderung dilakukan secara tidak setara dengan mengutamakan negara negara yang paling tidak diuntungkan.

D. KESIMPULAN Aturan-aturan WTO yang kita akui secara sah berdasarkan Undang - Undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan (ratifikasi) Agreement Establising the World Trade Organization , mengatur hampir seluruh bidang perdagangan, dari perdagangan barang, jasa dan juga aturan mengenai hak atas kekayaan intelektual (intellectual property rights). WTO sebagai organisasi yang mengatur perdagangan dunia, menghendaki sistem perdagangan dunia didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : without discrimination, freer, predictable, more competitive dan more beneficial for less developed countries. Namun bukan berarti aturan-aturan WTO itu merupakan suatu aturan yang sempurna dan harus diterapkan tanpa dipikirkan ulang. Setidaknya, ada beberapa aspek yang perlu kita pikirkan ulang, yang pertama adalah mengenai prinsip without discrimination yang tersebut didalam aturan GATT 1994 tentang Most-favoured-nation yang menuntut dan menuntun kita untuk memperlakukan secara sama setiap partner dagang kita dengan tidak mempertimbangkan apakah partner kita itu negara miskin atau kaya, lemah atau kuat; dan aturan mengenai National treatment yang menuntut dan menuntun kita untuk memperlakukan secara sama dengan tidak mempertimbangkan apakah partner kita itu pengusaha lokal (dalam negeri) atau pengusaha asing. Dua aturan ini secara tegas menghendaki penghapusan sistem proteksionisme yang mengandaikan beberapa hak istimewa dalam perdagangan. Pada kenyataannya, dua aturan ini merupakan aturan yang tidak berbelas kasihan (sans pitié) khususnya terhadap yang lemah dan miskin. Dalam konteks ini, Indonesia yang termasuk sebagai negara berkembang dalam perdagangan dunia dianggap dan harus diperlakukan sama dengan negara Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jepang dan negara-negara maju dan kaya yang lainnya. Kemudian, yang lebih mengkhawatirkan adalah aturan National treatment yang mengharuskan kita untuk memperlakukan sama pengusaha kecil dan

memperkecualikan tanaman dan hewan dari paten. Hal tersebut mengakibatkan tertutupnya kesempatan bagi usaha kecil dan menengah atau pengusaha dalam negeri di bidang-bidang yang strategis dan berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam. dari industri (perdagangan) hulu sampai hilir. Rosset yang mengatakan bahwa makanan adalah sesuatu yang berbeda (Food is differen)t. Article 27. it has corporate-managed trade[15]. hewan dan tanaman (Agreement on Sanitary and Phytosanitary Measures). Peter M. Dalam kondisi seperti ini. dan pertanian berarti kehidupan. tradisi dan budaya masyarakat rural. namun di lain pihak tetap menuntut perlindungan HAKI atas varietas tanaman baru (varietas tanaman baru ini ditemukan perusahaan multinasional dari varietas yang ada sebelumnya. Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah mengenai aturan-aturan yang berkaitan dengan hak-hak atas kekayaan intelektual. Tentunya dalam keadaan disebutkan di atas. Kembali ke konteks Indonesia. Perlindungan hak-hak atas kekayaan intelektual pada mulanya bertujuan untuk mempromosikan inovasi dan sekaligus investasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. pada kondisi ini hanya mereka yang memiliki daya survival tinggi yang mampu bertahan dan hidup. khususnya paten dan merk menjadi alat monopoli golongan tertentu (yang sering diwakili oleh perusahaan multinasional) terhadap golongan yang lain. Dalam hal ini. sebenarnya negara kita memiliki karakter sebagai negara agraris (di samping negara maritim). namun tampaknya budaya ini tercerabut dari akarnya. namun mereka diperlakukan sama. perlindungan kesehatan manusia. Pertanian artinya masyarakat rural. dengan ditandai berulangnya kasus import beras tiap tahun sebelum masa panen tiba dan semakin banyaknya lahan pertanian di Indonesia yang berubah fungsi dengan alasan pembangunan. Kita juga melihat betapa banyak pedagangpedagang kecil di pasar-pasar tradisional harus menutup usahanya karena tidak mampu bersaing dengan pusat-pusat perbelanjaan modern dan atau perusahaan penjualan grosir (supermarket). yang kemudian disusul oleh investor-investor asing. adalah mengenai aturan-aturan tentang makanan (food) khususnya tentang produk pertanian (Agreement on Agriculture). Berkaitan dengan makanan. maka tak jarang kita jumpai bagaimana investor-investor dalam negeri melarikan usahanya ke luar negeri. pengusaha kecil dan menengah kita kalah bersaing dan tidak kompetitf. mereka hanya mengidentifikasi keunggulan varietas . Bangsa kita yang dulunya swasembada beras. lokal. karena modal dan kapasitas yang mereka miliki berbeda dengan peruasahaan-perusahaan asing dan multinasional. Hal tersebut dapat mengakibatkan perusahaan-perusahaan asing dan atau multinasional menguasai pasar diwilayah Indonesia. Kualitas dan kuantitas pertanian kita yang semakin menurun. Hak-hak atas kekayaan intelektual. kita akan menjumpai suatu keadaan yang dideskripsikan oleh Ralph Nader sebagai situasi dimana the world doesn t have free trade. Seolah-olah bidang-bidang tersebut adalah eksklusif milik investor asing dan atau perusahaan multinasional. Makanan bukan hanya barang dagangan atau komoditi. kita melihat bagaimana free trade tidak selalu sama dengan fair trade. Namun kemudian permasalahan ini menjadi rumit saat dikaitkan dengan issue perdagangan dan kekayaan intelektual tidak lagi menjadi domain publik. produk-pruduk susu (International Dairy Agreement) dan tentang daging sapi dan kerbau (Agreeement Regarding Bovine Meat).3b perjanjian TRIPS yang bermuka dua. kemudian menjadi bangsa yang lapar.menengah. Dalam konteks pertanian misalnya. dalam negeri yang memiliki modal terbatas dengan perusahaan-perusahaan asing dan atau multinasional. sejarah agraris dalam beberapa kasus. kawasan rural merupakan tempat dimana budaya suatu bangsa dan rakyat suatu negara berasal[14]. Hal kedua yang harus kembali ditelaah. Makanan berarti pertanian.

Kemudian usaha dan perjuangan pemerintah India ini pun berlanjut. akhirnya memunculkan banyak reaksi. tetapi juga barang-barang lain yang berasal dari India. semisal kebutuhan akan pengacara-pengacara dan konsultankonsultan (yang berkaitan dengan hal teknis) dengan level (pengetahuan dan reputasi) internasional. (perusahaan kecil yang berada di Texas. bangsa Indonesia pun sekali lagi harus menderita. yang pada kenyataannya sudah membudidayakan varietas ini sejak jaman nenek moyang mereka. dimana masyarakat dengan ekonomi rendah selayaknya . khususnya dari Pemerintah India. karena kita menjumpai banyak barang-barang asli Indonesia. adalah besarnya pembayaran royalti yang harus dibayarkan ke perusahaan-perusahaan di negara-negara maju. Kasus yang dilakukan oleh Rice Tec Inc. Kasus ini jelas merugikan banyak petani beras Basmati di India dan Pakistan.. tidak berdasar dan misrepresentasi. TRIPs kemudian pada akhirnya menghambat kemajuan negara-negara berkembang untuk melakukan inovasi. yang menyebabkan harga obat menjadi mahal dan tak terjangkau. atau Alappuzha cardamom. dan sebagainya. semisal Tahu yang Indikasi Geografisnya milik Jepang. Kemudian dari perdebatan mengenai Indikasi Geografis ini. Undang-undang ini tidak hanya memproteksi beras Basmati. seperti Darjeeling tea.tersebut dan memberinya nama). Dari kasus ini pula. termasuk Indonesia. TRIPS telah memberikan kesempatan yang besar bagi perusahaan-perusahaan di negara maju untuk mempatenkan proses dan kekayaan alam (natural processes and resorces) yang belum dipatenkan di negara-negara berkembang. Kelima. Java Coffee milik Amerika Serikat. Republik Cekoslovakia dan Maroko memperjuangkan dengan sungguh-sungguh penguatan serta perluasan perlindungan Indikasi Geografis dalam bidang pertanian yang diatur dalam article 23 perjanjian TRIPs. Sekali lagi kita menjumpai bagaimana gagapnya bangsa kita menghadapi liberalisasi perdagangan dunia. Perusahaan-perusahaan ini berkat TRIPs tampak memiliki kekuasaan monopolistik. Amerika Serikat dan hanya memiliki 120 orang pekerja) pada bulan september 1997 memenangkan hak paten terhadap varietas beras Basmati asal India dan Pakistan. karena menurut mereka hanya beras yang tumbuh di wilayah utara India dan Pakistan yang dapat disebut Basmati. Sampai saat ini pun. Uni Eropa. Batik milik Malaysia. Keris milik Singapura. dan secara terus terang Indonesia belum siap menghadapi hal ini. Berdasarkan atas hal tersebut selayaknya WTO mengutamakan prinsip Fair Trade. Rezim perlindungan HAKI yang sesuai TRIPs ini menuntut banyak biaya untuk diterapkan. Kasus yang paling menyeramkan adalah monopoli harga obat-obatan. Sebagai contoh konkret dalam masalah ini adalah kemenangan secara konterversial Rice Tec Inc. Beban yang dirasakan langsung oleh negara-negara berkembang. yang kemudian menimbulkan munculnya pemalsuan obat-obatan dan perdaganngan obat-obat palsu dan atau kadaluarsa di negara-negara berkembang dan terbelakang. kita belum pernah mendengar usaha pemerintah kita untuk melindungi kekayaan alam hayati kita seperti yang dilakukan oleh Pemerintah India. Pemerintah India dan Pakistan menganggap paten terhadap beras Basmati yang dilakukan oleh Rice Tec adalah sesuatu yang keliru. mereka bersama Swiss. Alphonso mangoes. terlebih lagi dalam kaitannya dengan sengketa HAKI di WTO. yang merasakan secara langsung dampak kerugian terhadap paten tersebut. pemerintah India menyusun Undang-Undang tentang Geographical Indication of Goods Registration and Protection. misalnya monopoli harga. Malabar pepper. TRIPs juga telah meningkatkan kekuasaan perusahaan-peruasahaan multinasional terhadap konsumen. yang dasar dasar dari kata Fair di atas diartikan sesuai konsep dari John Rawls yaitu pada intinya adalah keadilan terbentuk dari perlakuan yang tidak sama. Toraja Coffee milik Jepang. kita dapat melihat bagaimana TRIPs sangat membebani negaranegara berkembang termasuk Indonesia[16].. Berkaitan dengan perjanjian TRIPs.

http://www. Op. <http://kompas. [7] Al Andang L Binawan. Citra Aditya Bakti. (London & New York. Zed Books. 2004) [17] UUD 1945.go. 2001) [16] Chang. 3.blogspot. serta melihat karakter yang dari pihak tersebut. H. (Cambridge: Massachusetts Institute of Technology Press. and I. [2] Wikipedia Ensiklopedia Bebas . MA: Harvard University Press. Pasal 34 ayat 2. [1] Munir Fuady. 23 24. Diakses pada tanggal 9 Desember 2007.. Gomory and William Baumol. [11] John Rawls . konseo hukum dari Fair Trade adalah perdagangan yang dilakukan dengan melihat keadaan dari pihak pihak. 1016 -1062.World Trade Organization. Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 34 ayat 2. Garcia. dan sesuai dengan keadaan ekonomi dari pihak tersebut. dititik beratkan pada negara negara yang tidak diuntungkan dengan adanya liberalisasi perdagangan. [8] Frans Hendra Winarta. hlm. A Theory of Justice. Cit. pasal 27 ayat (1) [10] Ibid. Garcia. [3] Ibid [4] Munir Fuady. Dari kedua pendapat di atas maka. (London and New York.com/2007/12/konsep-hukum-fair-trade. 2004). 2006) [15] J. George Washington International Law Review. 2.php?nama=Artikel&op=detail_artikel&id=165. Vol. United Nation Conference on Trade and Development Dispute Settlement . Ralph E. J. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007. (Harvard. Hal ini juga merupakan konsep dasar dari hak dasar dalam ekonomi yang diatur didalam Pasal 34 ayat 2 UUD 1945. sehingga perlakuan yang akan dilaksanakan dapat sesuai dengan karakter dari pihak tersebut. Food is Different: Why We Must Get the WTO Out of Agriculture. Bantuan Hukum Fakir-Miskin. [14] Peter. 1971) [12] Ibid. How the Poor Pay for Free Trade. Zed Books. M. dari masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi hal ini disebutkan oleh John Rawls adalah sebagai keaadaan yang seimbang. Zed Books. . 33. (New York and Geneva : 2003). [13] Frank J. Hukum Dagang Internasional (Aspek Hukum dari WTO). yang menyebutkan negara memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan[17].htm>. hlm.com/kompascetak/0404/16/opini/972368. Madeley (). [6]. Keadilan Hukum. 2000). [5] United Nation.html . Dari konsep John Rawls di atas harus kita kaitkan dengan teori keadilan dalam perdagangan internasional menurut Frank J. 2001. dimana dengan perlakuan yang khusus bagi masyarakat yang dengan tingkat ekonomi yang lebih rendah pada akhirnya akan menimbulkan keadaan yang adil.komisihukum. (). Global Trade and Conflicting National Interests. Op. hlm. (London and New York. Building A Just Trade Order for A New Millenium. (Bandung: PT. [9] Indonesia.id /konten. http://whatbecomethegreaterme. hal. Cit. Grabel. Di akses pada tanggal 11 Desember 2007. Hungry for Trade. dimana ketidaksetaraan perlakuan dimaksudkan oleh John Rawls. Rosset. Reclaiming development: An alternative economic policy manual.diberikan hak yang lebih besar dan kewajiban yang lebih kecil.

Standar ganda free trade memaksa negara-negara berkembang untuk meliberalisasi perdagangan mereka. Perkembangan fair trade yang cukup positif tersebut menunjukkan bangkitnya kepedulian lebih banyak masyarakat terhadap orang-orang di sekeliling mereka yang selama ini bekerja keras menyediakan keperluan mereka namun tidak mendapatkan hak sesuai proporsi yang seharusnya mereka terima. peningkatan keterlibatan dan peranan perempuan dalam perdagangan. sikap dan tindakan dari orangorang yang tidak bisa melepaskan diri dari jeratan globalisasi. penguatan organisasi produsen. Kenyataan bahwa kemakmuran hanya dinikmati oleh sekelompok kecil warga bumi sementara kemiskinan akut yang massif diderita oleh sebagian besar warga lainnya adalah bukti akibat ketidakadilan free trade yang paling nyata. Tulisan ini akan menjelaskan tentang bagaimana ide-ide fair trade berkembang di tengah dominasi ide free trade dalam konteks Indonesia? Bagaimana ide-ide itu diperjuangkan? Bagaimana pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia? 2. Mataram. Bila ditelusuri akar permasalahannya terletak pada aturan-aturan free trade yang pada praktiknya sangat tidak adil Aturan-aturan doubel standard atau standar ganda yang dipraktekkan negara-negara kaya dalam hubungan perdagangannya dengan negara-negara berkembang telah merubah hubungan perdagangan tersebut yang secara filosofis adalah hubungan partnership yang menguntungkan kedua belah pihak menjadi hubungan eksploitatif. sikap dan tindakan dari orang-orang yang tidak bisa melepaskan diri dari jeratan globalisasi. Dalam perkembangannya fair trade di Indonesia telah cukup membantu produsen-produsen miskin di berbagai wilayah seperti Yogyakarta. komunikasi dan keadilan gender. Di tengah kondisi perdagangan yang semakin lama semakin tidak adil tersebut dan telah menyebabkan ketimpangan yang semakin besar antara negara kaya dan negara berkembang. prinsip dan nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk rantai distribusi yang lebih pendek. Amerika. 1. Dalam prakteknya. Indtroduksi Fair Trade adalah suatu bentuk keoptimisan pemikiran. Selain itu ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang semakin besar dimana saat ini hanya 20% populasi dunia menikmati income yang jumlahnya 60 kali lebih besar dari income orang-orang miskin. Konsekuensi penerapan standar ganda tersebut seperti dicatat oleh United Nations telah menyebabkan negara berkembang mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 100 juta dolar US. Bali. Kenyataan bahwa kemakmuran hanya dinikmati oleh sekelompok kecil warga bumi sementara kemiskinan akut yang massif diderita oleh sebagian besar warga lainnya adalah bukti akibat ketidakadilan free trade yang paling nyata. Malang. dan Asia dan Afrika. Indtroduksi 3. Dengan kata lain hubungan perdagangan antara negara kaya dengan negara berkembang hanya menjadi sarana pelegalan eksploitasi baru setelah cara-cara kolonialisasi tidak lagi dipandang cukup beradab. Surakarta.1. Sejak menjadi sebuah gerakan pada tahun 1950 fair trade telah menyebar ke berbagai negara di kawasan Eropa. sedangkan pada sisi yang lain negara-negara maju masih menerapkan kebijakan proteksi bagi produk yang akan masuk ke dalam pasar domestik. Di Indonesia sendiri gerakan fair trade muncul pada pertengahan tahun 1980-an. Bila ditelusuri akar . Fair Trade adalah suatu bentuk keoptimisan pemikiran. Fair Trade muncul sebagai sebuah gerakan perdagangan alternatif yang berpihak kepada produsen miskin melalui penerapan prinsip keadilan. transparansi. harga premium bagi produk yang dihasilkan. Fair Trade muncul sebagai alternatif dari bentuk perdagangan bebas (free trade) yang menurut banyak orang sangat tidak adil. Fair Trade muncul sebagai alternatif dari bentuk perdagangan bebas (free trade) yang menurut banyak orang sangat tidak adil.

Malang. mempunyai ide untuk menjual kerajinan yang dibuat oleh .4. 5. Tulisan ini akan menjelaskan tentang bagaimana ide-ide fair trade berkembang di tengah dominasi ide free trade dalam konteks Indonesia? Bagaimana ide-ide itu diperjuangkan? Bagaimana pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia? 2. Fair Trade muncul sebagai sebuah gerakan perdagangan alternatif yang berpihak kepada produsen miskin melalui penerapan prinsip keadilan. 8. transparansi. Dalam prakteknya. muncul pertama kali pada tahun 1950-an yaitu ketika direktur Oxfam UK yang mengunjungi Hong Kong. 9. Standar ganda free trade memaksa negara-negara berkembang untuk meliberalisasi perdagangan mereka. penguatan organisasi produsen. 6. 7. Perkembangan fair trade yang cukup positif tersebut menunjukkan bangkitnya kepedulian lebih banyak masyarakat terhadap orang-orang di sekeliling mereka yang selama ini bekerja keras menyediakan keperluan mereka namun tidak mendapatkan hak sesuai proporsi yang seharusnya mereka terima. harga premium bagi produk yang dihasilkan. komunikasi dan keadilan gender. Di Indonesia sendiri gerakan fair trade muncul pada pertengahan tahun 1980-an.5 Sejak menjadi sebuah gerakan pada tahun 19506 fair trade telah menyebar ke berbagai negara di kawasan Eropa. Namun jejak fair trade seperti dikenal saat ini. Dengan kata lain hubungan perdagangan antara negara kaya dengan negara berkembang hanya menjadi sarana pelegalan eksploitasi baru setelah cara-cara kolonialisasi tidak lagi dipandang cukup beradab. dan Asia dan Afrika.7 Dalam perkembangannya fair trade di Indonesia telah cukup membantu produsen-produsen miskin di berbagai wilayah seperti Yogyakarta. Kemunculan Fair Trade Sebagai sebuah gerakan yang bertujuan membantu kehidupan para produsen miskin dan marjinal di negara-negara Dunia Ketiga. Bali. sedangkan pada sisi yang lain negara-negara maju masih menerapkan kebijakan proteksi bagi produk yang akan masuk ke dalam pasar domestik.3 Selain itu ketimpangan antara negara maju dan negara berkembang semakin besar dimana saat ini hanya 20% populasi dunia menikmati income yang jumlahnya 60 kali lebih besar dari income orang-orang miskin. permasalahannya terletak pada aturan-aturan free trade yang pada praktiknya sangat tidak adil Aturan-aturan doubel standard atau standar ganda yang dipraktekkan negara-negara kaya dalam hubungan perdagangannya dengan negara-negara berkembang telah merubah hubungan perdagangan tersebut yang secara filosofis adalah hubungan partnership yang menguntungkan kedua belah pihak menjadi hubungan eksploitatif. Surakarta. Model perdagangan semacam ini pertama kali dimulai oleh orang-orang Amerika melalui institusi Ten Thousand Villages (dulunya Mennonite Central Committee Self Help Service) dan SERRV (sekarang SERRV International) dengan komunitas masyarakat miskin di negara-negara Selatan pada akhir tahun 1940-an. peningkatan keterlibatan dan peranan perempuan dalam perdagangan. Amerika. Mataram.2 Konsekuensi penerapan standar ganda tersebut seperti dicatat oleh United Nations telah menyebabkan negara berkembang mengalami kerugian setiap tahunnya sebesar 100 juta dolar US.4 Di tengah kondisi perdagangan yang semakin lama semakin tidak adil tersebut dan telah menyebabkan ketimpangan yang semakin besar antara negara kaya dan negara berkembang. prinsip dan nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk rantai distribusi yang lebih pendek. fair trade mengembangkan strategi bekerja sama atau melakukan perdagangan langsung dengan komunitas produsen tersebut.

NEWS! (Network of Europian World Shops) didirikan di Eispeet-Belanda tahun 1994. penyiksaan buruh.9 Perkembangan fair trade melalui gerakan yang terorganisir terutama organisasi non pemerintah (NGO) pertama kali diperkenalkan oleh Oxfam Great Britain (Inggris). IFAT.13 11. Kesepakatan-kesepakatan internasional di dalam PBB yang telah diratifikasi dalam perundang-undangan Indonesia tidak diaplikasikan secara nyata. Perkembangan ide dan gerakan fair trade di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh Oxfam GB/Indonesia.para pengungsi Cina ke toko-toko Oxfam.10 10. EFTA (Europian Fair Trade Association) didirikan di Maastricht-Belanda tahun 1990. perampasan tanah petani. Tindak lanjutnya didirikanlah Konsorsium Masyarakat Fair trade (KMFT) pada oktober 1997 dengan agenda pertama menentukan langkah strategis program Fair trade dan merintis pendirian toko bersama sebagai media untuk mempraktekkan Fair trade yang diberi nama SAHANI (Sahabat Niaga) sebagai ujung tombak KMFT untuk melawan sistem perdagangan yang tidak adil. serta organisasi independen seperti FLO (Fair Trade Labelling Organization) yang didirikan di Belanda pada bulan April 1997. Sebagai salah satu negara berkembang yang ³menganut´ prinsip free trde. Fair Trade (Amerika Serikat). merosotnya harga pertanian karena serangan produk luar.8 Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh World Bank gerakan fair trade juga muncul pertama kali pada tahun 1950-an dengan sebutan Goodwill Selling. NEWS! dan EFTA.12 pada perkembangan selanjutnya gerakan fair trade telah merambah sektor pertanian dan tekstil. Perkembangan ini ditandai dengan berkumpulnya beberapa NGO pada tahun 1996 di Yogyakarta yang difasilitasi oleh Oxfam GB/Indonesia. Perkembangan ide-ide fair trade di Indonesia yang berawal dari berdirinya Oxfam GB/Indonesia pada tahun 1972 yang kemudian intensif menyuarakan gerakan fair trade pada pertengahan tahun 1980-an secara perlahan namun pasti menunjukkan perkembangan positif. 3. gerakan Fair trade Indonesia berkembang pada komoditi pertanian khususnya pertanian organis. Hal itu dapat dilihat dari berdirinya tempat-tempat atau pusatpusat penyalur produk-produk lokal yang diproduksi oleh para produsen yang selama ini termarginalkan akibat sistem perdagangan bebas yang tidak adil. Selain itu organisasiorganisasi non pemerintah seperti Oxfam sendiri telah membuka cabangnya yaitu di Aceh . Pada pertengahan 1990-an. Perkembangan Fair Trade di Indonesia 13. Fair trade adalah salah satu dari program utama11 Oxfam Indonesia yang didirikan pada tahun 1972. FNE didirikan tahun 2001 yang merupakan gabungan di mana akronim FINE diambil dari huruf depan FLO. Sudah lazim di setiap negara berkembang semua aspek yang terkait dengan perdagangan selalu lebih menguntungkan pihak pemilik modal. perburuhan. Gerakan Fair Trade muncul pada pertengahan 1980-an sebagai bentuk reaksi dari kondisi perdagangan Indonesia yang sangat merugikan produsen-produsen kecil yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. merupakan hal yang sehari-hari kita dengar dan saksikan. dll. 14. 12. lalu IFAT (Internasional Federation for Alternative Trade) yang didirikan di Noordwijk Belanda pada tanggal 12 Mei 1989. Sehingga kondisi seperti buruh yang di-PHK secara semena-mena oleh perusahaan tempatnya bekerja. Transfair (Jerman). Negara sebagai penentu kebijakan publik terutama dalam konteks ini menyangkut aturan-aturan yang terkait dengan produsen kecil seperti pertanian. upah. distribusi tidak memberikan peran yang cukup signifikan. kondisi perdagangan di Indonesia diwarnai oleh ketidakadilan terhadap produsen lokal.

hak serikat buruh untuk membentuk federasi atau konfederasi nasional dan menjadi anggota atau membentuk serikat buruh internasional. dan cuti melahirkan dengan tetap mendapat gaji atau jaminan sosial yang memadai.14 15. membentuk dan bergabung dengan serikat buruh. upah yang adil dan kondisi yang layak bagi buruh beserta keluarganya. 21 tahun 2000). Payment of a fair price. Gender Equity. Working conditions. sehingga harganya menjadi kompetitif´. Sulawesi. Aturan yang mengatur tentang kesejahteraan buruh secara nyata diatur dalam pasal 23 dan 24 UUD 1945. 15 16. Berdasarkan data Report on Fair Trade Trends in US. Dalam tataran praksis perkembangan gerakan Fair trade dapat kita amati dari respon dan tindakan aktor-aktor (yang disebut) penggerak Fair trade yang dalam hal ini adalah para decision maker. hak atas jaminan dan asuransi sosial. libur. di antaranya hak atas pekerjaan. Selain itu Indonesia juga telah meratifikasi konvensi ILO No. Canada & Pacific Rim tahun 2003 terdapat tujuh prinsip-prinsip dasar fair trade yaituCreating opportunities for economically disadvantaged producers. melindungi. NTB. yang saat ini memberlakukan ''Bio Terrorism Act'' untuk menyeleksi barang-barang luar yang masuk.17 18. Di kalangan decision-maker. hak untuk berserikat. Namun datadata tersebut merupakan gambaran yang cukup bagus untuk menjelaskan bahwa ide-ide . 87 dan No. Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rini Soewandi pada waktu pemerintahan Megawati Sukarno Putri menyatakan bahwa ''Saya tidak anti-free trade. Namun pada dasarnya barometer yang dapat dipakai apakah di Indonesia ide-ide fair trade telah berkembang cukup baik atau tidak dapat kita lihat dari peraturan-peraturan pemerintah yang sejalan atau sesuai dengan prinsip-prinsip fair trade tersebut. Negara-negara tersebut juga memberikan subsidi kepada produk-produk unggulannya untuk bersaing di pasaran dunia. Environmental Sustainability. 98 yang dan telah membuat UU-nya (UU No. hak untuk mogok. tapi saya lebih setuju fair trade''. Transparency and accountability. termasuk Indonesia. Negara-negara berkembang. negara-negara maju yang memelopori beleid itu justru berupaya keras memproteksi produk andalannya.16 17. Alasan yang dikemukakannya untuk mendukung statemen tersebut adalah ³peta perdagangan dunia dewasa ini terasa tak adil. diserimpung berbagai peraturan berkedok globalisasi dan pasar bebas. Maluku. Tengok saja Amerika Serikat. Selain Oxfam. ide fair trade mendapatkan dukungan positif. Sebagai anggota PBB Indonsia juga terikat secara moral terhadap Kovenan ECOSOC Rights yang mewajibkan negara untuk menghormati. Salah satu aspek yang paling akrab dengan permasalahan negara berkembang seperti Indonesia dan sangat erat kaitannya dengan prinsip fair trade adalah tentang perburuhan. dan menjamin hak-hak buruh. Hal itu menunjukkan bahwa ide-ide fair trade telah disebarkan ke wilayah-wilayah Indonesia yang kalau diperinci lagi mencakup Jawa. Buton.18 Tentu saja gambaran tersebut tidak cukup kuat untuk membuktikan bahwa Indonesia telah melaksanakan prinsip perdagangannya dengan prinsip-prinsip fair trade. dan istirahat dengan tetap mendapat gaji dan imbalan.dan di Kupang dimana Yogyakarta sebagai pusatnya. Untuk melihat apakah prinsip-prinsip ide-ide fair trade telah cukup berkembang di Indonesia seperti disebutkan sebelumnya marilah kita lihat apakah aturan-aturan yang related dengan fair trade tersebut telah diadopsi oleh Indonesia. pembatasan waktu kerja. Yaysan Samadi Justice and Peace Institute juga merupakan NGO yang aktif menyuarakan ide-ide fair trade di Indonesia. kesempatan yang sama untuk mendapat promosi. kondisi kerja yang aman dan sehat. Padahal.

Kenyataan bahwa . Melalui Surat Keputusan Nomor 643.fair trade pada dasarnya telah berkembang cukup bagus di Indonesia. Tak sedikit yang datang dari Cina. Rni dihubung-hubungkan dengan kasus tender pengadaan 12 kapal tanker Pertamina. yang pada 1950-an dikenal sebagai pemain gula dunia yang sangat diperhitungkan. Hal itu menunjukkan adanya harapan bahwa banyak hal dapat dilakukan untuk menciptakan kondisi perdagangan yang berkeadilan di tengah dahsyatnya gempuran globalisasi yang mengusung free trade yang secara nyata sangat berketidakadilan. Di antaranya Indofood. Misalnya kebijakan membangun kesadaran akan pentingnya pertanian organik. yang sampai sekarang masih terkatung-katung. Contoh kebijakan lain yang bertujuan melindungi dan menggairahkan industri dan perdagangan domestik yang dilakukan Rini adalah kebijakan soal tata niaga gula.21 23. Namun. para politikus di Senayan. dan Korea Selatan. Namun usaha-usaha aktor-aktor tersebut dapat ditebak selalu mendapat hambatan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan sistem baru tersebut (fair trade). Pameran ini diikuti 488 peserta. Ketika mantan Memperindag Rini Soewandi menyelenggarakan Pameran produksi Indonesia 2003 yang bertema ³Indonesia Bangkit´.22 24. Prancis. UU tersebut merupakan salah satu jalan memberdayakan para petani terutama buruh-tani. berbagai pihak yang merasa dirugikan dengan langkah-langkah Rini tersebut melakukan ³counter act´ untuk menghambat kebijakan-kebijakan Rini yang menurut banyak pihak ³local oriented´.19 Jika ditelusuri lebih jauh lagi.20 19. dan kaum tani miskin.000. Rini berusaha menggairahkan BUMN produsen gula lokal. pada zaman Presiden Sukarno pun ide-ide fair trade telah tercermin di dalam undang-undang land reform yaitu Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. Malasyia. dan lainlain. Belanda. riset dan diseminasi wacana di berbagai media massa. Terlepas dari masalah politis. Rini berharap. tak kurang dari 200. Kebijakan Rini tersebut membuat Rini kerap menuai benturan dengan sejumlah koleganya di kabinet. 22.000 pengunjung yang datang. gambaran tersebut memperlihatkan bahwa penerapan fair trade masih membutuhkan perjuangan yang panjang. PTPN dan asosiasi petani tebu rakyat sangat mendukungnya. Menurut Sudarmasto ketua panitia pameran tersebut. 21. Jepang. Pembelinya dari dalam dan luar negeri. September lalu. termasuk rombongan Menteri Perdagangan Singapura dan Brunei Darussalam. 5 Tahun 1960. Sebut saja misalnya di sektor pertanian. 20. Dari kalangan pemerintahan usaha perlindungan terhadap para produsen lokal juga telah dilakukan. dan sebagian pengusaha. melalui kebijakan "Go Organic 2010" yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia. pendampingan petani oleh lembaga swadaya. Logika ekonomi selalu menjadi alasan bahwa fair trade akan menyebabkan berkurangnya profit bagi bisnis yang selama ini dijalankan atas prinsip free trade. yang selama lima tahun terakhir ini meriang lantaran digencet gula impor yang sangat murah. Sudarmasto mencatat. kebijakan itu dalam jangka panjang bisa memulihkan posisi Indonesia. pabrik mi cepat saji paling besar di Indonesia. Dari kalangan NGO usaha-usaha nyata telah banyak dilakukan. pameran tersebut membukukan transaksi sekitar Rp 50 milyar plus US$ 300. kebijakan-kebijakan Rini tersebut segera mendapat tantangan dari pihak-pihak yang sakit hati karena merasa dirugikan. Perjuangan pihak-pihak yang concern dengan nasib-nasib para para produsen yang termarjinalkan cukup intens dilakukan terutama oleh kalangan Non Govermental Organization (NGO) seperti Oxfam dan Samadi Justice and Peace Institute serta NGONGO lain yang tidak ter-cover dalam tulisan ini.

25 Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh MBI-Malang untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah mempromosikan pertanian organik. karena sampai saat ini sektor tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan-kebutuhan standar para petani. Satu hal lain yang dapat dilakukan oleh siapa saja yang merasa sebagai konsumen untuk mengembangkan Fair trade adalah melakukan konsumerisme etis atau konsumen etis 28. Bantuan yang diberikan oleh MBI-Malang kepada para petani berkaitan dengan masalah pertanahan. pembuatan label. 26. dan khususnya pertanian padi.400. 6.27 27. Pola konsumerisme ini sedang gencar-gencarnya dikampanyekan oleh NGO-NGO Fair trade di seluruh dunia. Adalah fakta bahwa petani-petani miskin di desa-desa hidup dengan uang senilai kurang dari US$ 1 (Rp. dan prinsip fleksibilitas.26 Contoh-contoh lain dari upaya-upaya NGO-NGO dalam menerapkan fair trade dapat dilihat dari suksesnya APIKRI Yogyakarta menembus jalur ekspor perdagangan alternatif di sektor kerajinan. pencetakan buletin.24 25. Pertanian organik adalah pendekatan baru bidang pertanian yang mendasarkan pada pronsip berkelanjutan (sustainability) untuk peningkatan produktivitas dan sekaligus upaya mempertahankan basis sumber daya. Rumah tangga tani di luar Jawa lebih tergantung dari pendapatan pertanian. Akibatnya mereka mulai bermigrasi ke kota-kota. presentasi. dimana 42% dari pendapat tersebut berasal dari usaha tani. Pelaksanaan pola konsumerisme etis dapat dikatakan mudah karena setiap konsumen memiliki otoritas untuk menentukan produk-produk apa saja yang akan dikonsumsinya. Kalau dikaitkan dengan logika bisnis maka jika semakin .7 juta. Kabupaten Malang sejak tahun 1997. keberlanjutan secara ekonomis.23 Menurut data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia pada Pebruari 2000 menyebutkan. dibandingkan dengan rumahtangga tani di Jawa. Akibat dari permasalahan tersebut para petani seringkali dihadapkan pada kecilnya margin keuntungan atau bahkan kerugian yang terus-menerus sehingga sebagian mereka mulai menganggap pertanian sebagai sektor yang tidak layak untuk dijadikan tumpuan hidup. dan pasca produksi. inefisiensi. Secara sistematis permasalahan yang dihadapi petani di Malang-juga dialami oleh petanipetani diseluruh negara berkembang menyangkut tiga tahap yaitu tahap pra produksi. Data hasil survei yang dilakukan di 11 desa produsen beras di 6 propinsi memperlihatkan. dan rumitnya jaringan pemasaran produk. bahwa rata-rata pendapatan keluarga tani di Indonesia per tahun adalah sebesar Rp.sebagian besar masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhannya dari sektor pertanian sungguh menyedihkan. Berdasarkan kondisi tersebut sebuah NGO yang bernama Yayasan Mitra Bumi Indonesia yang berbasis di Malang (MBI-Malang) memberikan bantuan kepada para petani di Desa Cincing Kecamatan Jabung.8. bahwa pendapatan dari pertanian padi ³hanya´ sebesar 16% dari total pendapatan. dan pameran produk. Upaya Yayasan Samadi Solo dalam memberantas kemiskinan dengan cara melaksanakan fair trade melalui sektor produksi batik dan garmen di Solo juga merupakan bukti lain tentang upaya pelaksanaan fair trade oleh NGO di Indonesia. tahap produksi.-) perhari. prinsip keadilan. prinsip kemanusian. Migrasi ini tentunya membawa permasalahan baru yang sudah umum kita ketahui. Mereka masih tetap hidup di bawah garis kemiskinan. Di Indonesia penggerak konsumerisme etis adalah Oxfam dan Samadi Justice and Peace Institute. Adapun metode kampanye yang dilakukan oleh MBI-Malang adalah dengan penyebaran brosur. Adapun prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan seperti digariskan oleh FAO mencakup prinsip kemantapan secara ekologis.

Sebagai bahan komparasi. Mitra Bali di Ubud-Bali. Kedua hal itu sangat ditentukan oleh indikator apa yang kita gunakan untuk mengukurnya. Yakkum. 31.1% dari total volume perdagangan global yang mencapai US$ 3. CD Bethesda. SAHANI. Hal itu mengingat gerakan fair trade merupakan gerakan yang belum lama berkembang di Indonesia. diantaranya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat dunia tentang arti penting Fair trade bagi kelompok-kelompok termarginalkan. Namun jika kita mau lepas dari indikator arus utama tersebut dengan menggunakan indikator lain seperti fairness dalam relasi perdagangan. Akan tetapi lagi-lagi cara tersebut akan mendapat hambatan berat. dan para produsen kecil di Indonesia yang semakin baik. buruh. Sulit untuk menentukan efektifitas dan pengaruh gerakan fair trade terhadap perekonomian Indonesia. sustainability. sistem yang terbuka bagi pertanggungjawaban publik.30 Untuk Indonesia data yang membukukan tentang volume transaksi perdagangan diseluruh Indonesia tidak kami temukan. gender mainsteraming.6 triliun.1 % dari jumlah transaksi seluruh global trade. maka fair trade akan memiliki potensi besar untuk mempengaruhi perekonomian Indonesia. Pengaruh Fair Trade terhadap Perekonomian Indonesia 30. Alasan sederhana yang dapat dikemukakan adalah gerakan ini masih tergolong baru yaitu baru muncul di Indonesia pada pertengahan tahun 1980-an. Di Lombok yaitu Lombok Pottery Centre. Faktanya beberapa pusat-pusat penyalur produk-produk yang berbasis fair trade bisa kami sebutkan hanya terdapat di Yogyakarta yaitu APIKRI. Walupun harus diakui bahwa tingkat efektifitas dan pengaruhnya masih sangat kecil. penyediaan kondisi kerja yang sehat dan aman. Jka menggunakan indikator peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia berdasarkan prinsip ekonomi liberal-kapitalis yang ditandai dengan peningkatan perkapita yang tinggi. atau 0. Reasoning-nya adalah pertama. maka fair trade cukup efektif dan memberikan pengaruh terhadap perekonomian indonesia. maka jelas bahwa fair trade sangat tidak cukup efektif dan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Namun jika kita melihat per-case seperti telah dijelaskan sebelumnya maka gerakan fair trade potensial untuk menjadi arus baru dalam sisitem perdagangan free trade yang merupakan arus utama.29 29. di Solo dimana Yayasan Samadi sebagai pendampingnya. 4.banyak konsumen yang menjadi konsumen etis maka perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk-produk yang tidak didasarkan atas prinsip Fair trade akan mati dengan sendirinya. menurut data yang dikeluarkan oleh Fair Trade Organization (FTO) bahwa di Eropa dan Amerika Serikat jumlah transaksi perdagangan yang berbasis fair trade diestimasi hanya mencapai US$400 juta. ataupun berdasarkan volume transaksi bisnis yang dihasilkannya. 28. jika semakin banyak aktor baik decision maker pemerintah Indonesia maupun NGO-NGO yang concern dengan nasib produsen lokal yang selama ini termarginalkan. Alasan kedua adalah tingkat pendidikan penduduk dalam hal ini adalah para petani dan keluarga petani. sehingga pola-pola perdagangan yang berkeadilan . Hal itu ditunjukkan dengan volume transaksi perdagangan yang berbasis Fair trade yang hanya sebesar US$ 400 juta pertahunnya.31 Keberadaan pusat-pusat penyalur tersebut yang masih sangat sedikit adalah indikator yang sulit dibantah bahwa fair trade belum efektif dan belum memberikan pengaruh yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. 32. hanya 0.

Belanda. Namun sebagai suatu gerakan yang prinsip utamanya adalah kemanusiaan. Kondisi tersebut diperburuk dengan hambatan-hambatan kondisi perekonomian Indonesia yang belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. ³Fair Trade sebagai arus utama sistem perdagangan internasional menggantikan sistem arus utama Free Trade´ adalah absurd. ataupun dengan cara menjadi konsumen etis. bea cukai. Alasan ketiga adalah semakin banyaknya NGO-NGO di negara-negara maju yang concern dalam bidang Fair Trade. gerakan fair trade harus diberikan apresiasi yang tinggi. kepedulian terhadap perdagangan berkeadilan semakin meningkat. 33. pembatasan lisensi impor. 35. 37. pertumbuhan pasar Fair Trade yang signifikan terjadi di negara-negara yang baru saja mengenal sistem Fair Trade. Kesimpulan 36.akan mendapatkan kekuatan yang semakin besar. Dalam konteks Indonesia cita-cita mengarus-utamakan fair trade lebih sulit lagi.32 hal ini ternyata meneyembunyikan persoalan besar. Apresiasi tersebut tentunya ditindaklanjuti dengan tindakan nyata yaitu menjadi bagian dari fair trade norm-enterpreneurs. Bahkan dalam beberapa kasus justru menurun. Oleh . beberapa organisasi perdagangan alternatif mencatatkan perkembangan yang cenderung stagnan. dimana sistem Fair Trade telah berkembang selama puluhan tahun. pembentukan pasar tunggal Eropa yang berimplikasi pada harmonisasi regulasi impor perihal standar. dsb. Di Eropa misalnya. Peningkatan tersebut tentu saja akan berdampak sangat positif bagi perkembangan fair trade di Indonesia. Jerman dan Inggris. Tindakan-tindakan tersebut adalah hal yang paling mungkin dan lebih masuk akal untuk dilakukan.33 34. standar kesehatan dan keamanan yang semakin meningkat. Seperti dituliskan oleh para aktifis gerakan Fair trade di dalam ³Fair Trade Sebuah Alternatif Positif´ bahwa bagaimanapun meluasnya pasar fair trade tidak akan menyelesaikan masalah. karena fair trade tergolong baru dimana norm enterpreneurs-nya masih langka sehingga penyebaran ide-ide fair trade masih sangat terbatas. masalah positioning dalam penjualan eceran yang harus berhadapan dengan kebijakan anti perdagangan untuk produk-produk tertentu di beberapa negara maju. Hal itu sangat berdampak pada kebijakan-kebijakan pragmatis yang akan tetap mengutamakan kebijakan yang berdasar pada logika ekonomi semata. Sementara itu untuk negara-negara seperti Austria. dimana hal ini menunjukkan bahwa di negara-negara penganut ³ortodoks´ sistem perdagangan arus utama. Sebab seberapa besar dan cepat pasar fair trade tumbuh tetap tidak akan mampu menampung atau mencukupi akses jutaan produsen dan petani skala kecil dari Dunia Ketiga. Terlalu banyak hambatan besar yang sulit untuk diatasi jika fair trade ingin diarus-utamakan. Pasar Fair Trade juga tidak mampu meningkatkan posisi tawar produsen yang terlibat dalam produksi skala industri maupun para petani yang terlibat di perkebunan skala besar. Swiss. Lalu. apakah fair trade bisa menjadi arus utama sistem perdagangan di Indonesia dan dunia? Jawabannya adalah sangat sulit (untuk tidak mengatakan tidak). 5. Beberapa fakta sulit untuk diatasi bahkan cenderung tidak mugkin yaitu: adanya persaingan dengan korporasi-korporasi internasional. Selain itu terdapat fakta yang tidak menggembirakan bagi proses perkembangan fair trade yaitu meski gambaran agregat menunjukkan pertumbuhan pasar yang cukup impresif.

Fair Trade kemudian dapat menjadi sebuah model yang operasional bagi sistem alternatif dan simbol praktek-praktek bisnis yang bertanggung jawab. 39. Organik. Baru baru ini Tristan Lecomte termasuk dalam ´ 100 Orang Berpengaruh Di Dunia Tahun 2010 ´ versi Time. memungkinkan mereka mendapatkan kebebasan untuk mengetahui asal barang yang mereka beli dan dapat memilih produk secara otentik. Mungkin bagi sebagian besar orang. Seorang pelopor dalam etika. Bersama teman dan rekan pendiri Alter Eco. Perusahaan yang diakui secara internasional seharusnya berdasarkan visi Perdagangan Yang Adil (Fair Trade) dan pembangunan sosial-ekonomi. bisnis Lemcote ini berhasil melebarkan sayapnya ke Amerika Serikat yang beroperasi dari San Francisco. 40. . sehat. serta mengkampanyekan perbaikan kehidupan. keduanya sangat bangga dengan keberhasilan tersebut dan senang untuk memainkan peran integral dalam bisnis yang berkelanjutan. California. dan bervisi Fair Trade. Lecomte mengatakan sebenarnya hidup di dunia ini saling bergantung. dan Karbon Netral di Perancis. dan lezat. etis. Tapi bagi yang mengetahui sepak terjangnya dalam memperkenalkan konsep Fair Trade di dunia maka banyak orang yang akan mengaguminya. Mathieu Edouard Rollet Senard (COO dan CEO Alter Eco Amerika Serikat). 42. dengan ada dan semakin berkembangnya gerakan Fair trade akan ³mengingatkan´ pihak-pihak pelaku perdagangan arus utama bahwa sistem berketidakadilan yang selama ini mereka jalankan telah menyebabkan jutaan manusia menderita. transparan. Konsep ketergantungan inilah dianggap masuk akal dalam menjalankan bisnis. Kampanye tersebut harus diarahkan pada bisnis-bisnis arus utama.com. Semakin berkembang Fair trade maka akan semakin besar kekekuatan untuk mengingatkan para ³free-trader´ yang notabene adalah manusia juga. khususnya terhadap korporasi-korporasi transnasional untuk mempraktekkan prilaku yang bertanggung jawab dalam kontrak-kontrak perdagangan internasional. Sebagai visioner di bidang perubahan sosial. kebebasan untuk mendapatkan upah yang wajar dan memulihkan kebanggaan mereka terhadap pekerjaan dan kehidupannya. Pada tahun 1998 Lemcote mendirikan Alter Eco (merek makanan tradisional). At least.karena itu tugas utama gerakan fair trade adalah melakukan penyadaran perihal degradasi kondisi kehidupan yang berkaitan dengan kinerja industri dan perdagangan internasional. Pada tahun 2005. Pria berusia 36 tahun dan berkebangsaan Perancis ini telah memberikan inspirasi bagi dunia mengenai Perdagangan Yang Adil (Fair Trade) bagi negara berkembang dan miskin di dunia. Lecomte telah mengabdikan hidupnya untuk mempromosikan sistem perdagangan global yang menginspirasi perubahan positif dalam kehidupan baik produsen dan konsumen. 41. Tristan Lecomte adalah nama yang asing. yang terkenal dengan Fair Trade. Lemcote memperkenalkan bisnis yang saling menguntungkan secara sosial. Lecomte bergerak untuk membantu produsen dan konsumen pada tingkat yang paling fundamental yaitu petani. Dan bagi konsumen. Fair trade bukan hanya suatu keopimisan ditengah ketidakberdayaan namun suatu bentuk tindakan nyata. 38.

Dalam kemitraan dengan 60 koperasi perdagangan yang adil di 30 negara di seluruh dunia. 45. evaluasi tapak karbon. Pure Project/Pure Planet telah menanam 2.mypureplanet.000 pohon dan memiliki tujuan untuk menanam total 12 juta pohon pada akhir tahun 2012. kegairahan dan dedikasi konsumen. Lecomte muncul sebagai Pendiri dan CEO Pure Project/Pure Planet.000. atau mitra kolaboratif jenius saya maka kami tidak akan ada disini pada hari ini. Ini adalah pekerjaan saya. Saya sangat berterima kasih. menciptakan pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat sekaligus memerangi perubahan iklim (global warming). konsultan kolektif terdiri dari lebih dari setengah lusin mitra. Tristan Lecomte. Dengan dipilihnya saya sebagai ´ 100 Orang Bepengaruh Di Dunia´ versi Time maka saya ingin mengatakan bahwa jalan yang kita pilih adalah dengan membuat tanda pada dunia. bekerja sama dengan petani untuk mengembangkan proyek-proyek agro-forestry yang selanjutnya dijual sebagai kredit karbon. ³Penghargaan ini benar-benar pengakuan sistem secara keseluruhan.43. Tanpa ribuan petani fair trade yang luar biasa. . bukan individu. Pada tahun 2008. Founder Pure Planet (www. sebuah konsultan kolektif proyek penghijauan berkelanjutan.org) 44. dan keseimbangan karbon .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful