P. 1
Kitab Undang Undang Hukum Dagang

Kitab Undang Undang Hukum Dagang

|Views: 564|Likes:
Published by Dhias Nanda Maulana

More info:

Published by: Dhias Nanda Maulana on May 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2012

pdf

text

original

Sections

  • Pasal 305
  • Pasal 306
  • Pasal 307
  • Pasal 308
  • Pasal 300
  • Pasal 301
  • Bagian 3. Pertanggungan Jiwa
  • Pasal 302
  • Pasal 303
  • Pasal 304
  • Pasal 296
  • Pasal 297
  • Pasal 298
  • Bagian 2. Pertanggungan Terhadap Bahaya yang Mengancam Hasil Pertanian
  • Pasal 299
  • Pasal 291
  • Pasal 292
  • Pasal 293
  • Pasal 294
  • Pasal 295
  • Pasal 288
  • Pasal 289
  • Pasal 290
  • Pasal 284
  • Pasal 286
  • BAB X. ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN TERRADAP BAHAYA
  • BAHAYA KEBAKARAN, TERHADAP BAHAYA-BAHAYA YANG
  • MENGANCAM HASIL PERTANIAN YANG BELUM DIPANENI, DAN
  • TENTANG PERTANGGUNGAN JIWA
  • Bagian 1. Pertanggungan Terhadap Bahaya Kebakaran
  • Pasal 287
  • Pasal 280
  • Pasal 281
  • Pasal 282
  • Pasal 283
  • Pasal 276
  • Pasal 277
  • Pasal 278
  • Pasal 279
  • Pasal 271
  • Pasal 272
  • Pasal 273
  • Pasal 274
  • Pasal 275
  • Pasal 267
  • Pasal 268
  • Pasal 269
  • Pasal 270
  • Pasal 262
  • Pasal 263
  • Pasal 264
  • Pasal 265
  • Pasal 266
  • Pasal 258
  • Pasal 259
  • Pasal 260
  • Pasal 261
  • Pasal 254
  • Pasal 255
  • Pasal 256
  • Pasal 250
  • Pasal 251
  • Pasal 252
  • Pasal 253
  • Pasal 246
  • Pasal 247
  • Pasal 248
  • Pasal 249
  • Pasal 241
  • Pasal 242
  • Pasal 243
  • BAB IX. ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN PADA UMUMNYA
  • Pasal 237
  • Pasal 238
  • Pasal 239
  • Pasal 240
  • Pasal 233
  • Pasal 234
  • Pasal 235
  • Pasal 236
  • Pasal 229k
  • BAB VIII. REKLAME ATAU TUNTUTAN KEMBALI DALAM HAL
  • KEPAILITAN
  • Pasal 230
  • Pasal 231
  • Pasal 232
  • Pasal 229h
  • Pasal 229i
  • Pasal 229j
  • Pasal 229c
  • Pasal 229d
  • Bagian 11. Kuitansi Dan Promes Atas-Tunjuk
  • Pasal 229e
  • Pasal 229f
  • Pasal 229g
  • Pasal 229a
  • Bagian 10. Ketentuan-ketentuan Umum
  • Pasal 229a.bis
  • Pasal 229b
  • Pasal 227b
  • Bagian 8. Perubahan
  • Pasal 228
  • Bagian 9. Daluwarsa
  • Pasal 228a
  • Pasal 229
  • Bagian 7. Lembaran Cek Dan Cek yang Hilang
  • Pasal 226
  • Pasal 227
  • Pasal 227a
  • Pasal 223
  • Pasal 224
  • Pasal 225
  • Pasal 221
  • Pasal 22la
  • Pasal 222
  • Pasal 219
  • Pasal 220
  • Pasal 218b
  • Pasal 218c
  • Pasal 217a
  • Pasal 218
  • Pasal 218a
  • Pasal 216
  • Bagian 6. Hak Regres Dalam Hal Nonpembayaran
  • Pasal 217
  • Bagian 5. Cek Bersilang Dan Cek Untuk Perhitungan
  • Pasal 214
  • Pasal 215
  • Pasal 210
  • Pasal 211
  • Pasal 212
  • Pasal 213
  • Bagian 4. Pengajuan dan Pembayaran
  • Pasal 205
  • Pasal 206
  • Pasal 207
  • Pasal 208
  • Pasal 209
  • Bagian 3. Aval (Perjanjian Jaminan)
  • Pasal 202
  • Pasal 203
  • Pasal 198
  • Pasal 199
  • Pasal 200
  • Pasal 194
  • Pasal 195
  • Pasal 196
  • Bagian 2. Pengalihan
  • Pasal 191
  • Pasal 192
  • Pasal 193
  • Pasal 188
  • Pasal 189
  • Pasal 190
  • Pasal 190a
  • Pasal 190b
  • Pasal 183a
  • Pasal 184
  • Pasal 185
  • Pasal 186
  • Pasal 187
  • Pasal 180
  • Pasal 181
  • Pasal 182
  • Pasal 183
  • Bagian 1. Pengeluaran Dan Bentuk Cek
  • Pasal 178
  • Pasal 179
  • Pasal 177
  • BAB VII. CEK, PROMES DAN KWITANSI ATAS-TUNJUK
  • Pasal 175
  • Pasal 176
  • Pasal 171a
  • Pasal 172
  • Pasal 173
  • Bagian 13. Surat Sanggup (Order)
  • Pasal 174
  • Pasal 170
  • Bagian 12. Ketentuan-ketentuan Umum
  • Pasal 171
  • Pasal 167b
  • Bagian 10. Perubahan
  • Pasal 168
  • Bagian 11. Daluwarsa
  • Pasal 168a
  • Pasal 169
  • Pasal 166
  • Pasal 167
  • Bagian 9. Lembaran Wesel, Salinan Wesel Dan Surat Wesel yang Hilang
  • Pasal 163
  • Pasal 164
  • Pasal 165
  • Pasal 160
  • Pasal 161
  • Pasal 162
  • Pasal 156
  • Pasal 157
  • Pasal 158
  • Bagian 8. Perantaraan
  • Pasal 154
  • Pasal 155
  • Pasal 153
  • Pasal 152
  • Pasal 152a
  • Pasal 148
  • Pasal 149
  • Pasal 150
  • Pasal 151
  • Pasal 146a
  • Pasal 147
  • Pasal 145
  • Pasal 146
  • Pasal 143c
  • Pasal 143d
  • Pasal 144
  • Pasal 143a
  • Pasal 143b
  • Pasal 143
  • Pasal 140
  • Pasal 141
  • Bagian 7. Hak Regres Dalam Hal Nonakseptasi Atau Nonpembayaran
  • Bagian 6. Pembayaran
  • Pasal 137
  • Pasal 138
  • Pasal 139
  • Pasal 135
  • Pasal 136
  • Pasal 131
  • Bagian 5. Hari jatuh Tempo
  • Pasal 132
  • Pasal 133
  • Pasal 128
  • Bagian 4. Aval (Perjanjian Jaminan)
  • Pasal 129
  • Pasal 130
  • Pasal 127a
  • Pasal 127b
  • Pasal 127c
  • Pasal 127d
  • Pasal 124
  • Pasal 125
  • Pasal 126
  • Pasal 120
  • Pasal 121
  • Pasal 122
  • Pasal 123
  • Pasal 117
  • Pasal 118
  • Pasal 119
  • Pasal 114
  • Pasal 115
  • Pasal 116
  • Pasal 110
  • Pasal 111
  • Pasal 112
  • Pasal 113
  • Pasal 108
  • Pasal 109
  • Pasal 109a
  • Pasal 109b
  • Pasal 104
  • Pasal 105
  • Pasal 106
  • Pasal 107
  • Pasal 102
  • Pasal 102a
  • Pasal 103
  • Bagian 1. Pengeluaran Dan Bentuk Surat Wesel
  • Pasal 100
  • Pasal 101
  • Pasal 97
  • Pasal 98
  • BAB VI. SURAT WESEL DAN SURAT SANGGUP (ORDER)
  • Pasal 94
  • Pasal 95
  • Bagian 3. Pengangkut Dan Juragan Kapal Melalui Sungai-sungai
  • Dan Perairan Pedalaman
  • Pasal 91
  • Pasal 92
  • Pasal 93
  • Bagian 2. Ekspeditur
  • Pasal 86
  • Pasal 87
  • Pasal 88
  • Pasal 89
  • Pasal 90
  • Pasal 83
  • Pasal 84
  • Pasal 85
  • Pasal 85a
  • Pasal 79
  • Pasal 80
  • Pasal 81
  • Pasal 82
  • Pasal 74
  • Pasal 75
  • BAB V. KOMISIONER, EKSPEDITUR, PENGANGKUT DAN JURAGAN
  • KAPAL YANG MENGARUNGI SUNGAI-SUNGAI DAN PERAIRAN
  • PEDALAMAN
  • Bagian 1. Komisioner
  • Pasal 76
  • Pasal 77
  • Pasal 78
  • Pasal 70
  • Pasal 71
  • Pasal 72
  • Pasal 73
  • Pasal 66
  • Pasal 67
  • Pasal 68
  • Bagian 2. Makelar
  • Pasal 62
  • Pasal 63
  • Pasal 64
  • Pasal 56
  • BAB IV. BURSA PERDAGANGAN, MAKELAR DAN KASIR
  • Bagian 1. Bursa Perdagangan
  • Pasal 59
  • Pasal 60
  • Pasal 53
  • Pasal 54
  • Pasal 55
  • Pasal 49
  • Pasal 51
  • Pasal 52
  • Pasal 45
  • Pasal 46
  • Pasal 47
  • Pasal 48
  • Pasal 39
  • Pasal 41
  • Pasal 42
  • Pasal 43
  • Pasal 37
  • Pasal 38
  • Pasal 33
  • Pasal 34
  • Pasal 35
  • Bagian 3. Perseroan Terbatas
  • (Mengenai Maskapai Andil Indonesia dan perubahan Perseroan Terbatas
  • Maskapai Andil Indonesia, lihat S. 1939-569.)
  • Pasal 30
  • Pasal 31
  • Pasal 32
  • Pasal 25
  • Pasal 26
  • Pasal 27
  • Pasal 28
  • Pasal 29
  • Pasal 20
  • Pasal 21
  • Pasal 22
  • Pasal 23
  • Pasal 24
  • Bagian 2. Perseroan Firma Dan Perseroan Dengan Cara meminjamkan Uang
  • Atau Disebut Perseroan Komanditer
  • Pasal 16
  • Pasal 17
  • Pasal 18
  • Pasal 19
  • Pasal 9
  • Pasal 12
  • 13. Dihapus dg. S. 1927-146
  • BAB III. BEBERAPA JENIS PERSEROAN
  • Bagian 1. Ketentuan-ketentuan Umum
  • 14. Dihapus dg. S. 1938-276
  • BAB II. PEMBUKUAN
  • Pasal 7
  • KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG
  • KETENTUAN UMUM

50 . 60 .

jumlah uang yang dipertanggungkan; premi pertanggunganriya. (KUHD 254, 256, 258, 302, 306.)

Pasal 305. Perencanaan jumlah uangnya dan penentuan syarat pertanggungannya, sama sekali diserahkan kepada persetujuan kedua belah pihak. (KUHPerd. 1780.)

Pasal 306. Bila orang yang jiwanya dipertanggungkan pada waktu pengadaan pertanggungan telah meninggal dunia , gugurlah perjanjian itu, meskipun tertanggung tidak dapat mengetahui tentang meninggalnya itu; kecuali bila dipersyaratkan lain. (KUHPerd. 1779; KUHD 251 dst., 269, 281.)

Pasal 307. Bila orang yang mempertanggungkanjiwanya bunuh diri atau dihukum mati, gugurlah pertanggungannya. (KUHD 276.)

Pasal 308. Dalam bagian ini tidak termasuk dana janda, perkumpulan-perkumpulan tunjangan hidup (tontine), perseroan pertanggungan jiwa timbal-balik, dan perjanjian lain semacam itu yang berdasarkan kemungkinan hidup dan kematian, yang untuk itu diharuskan mengadakan simpanan atau sumbangan tertentu atau kedua-duanya. (KUHD 286; S. 1870-64 pasal 10.)

Pasal 300. Pertanggungannya dapat diadakan untuk satu tahun atau lebih. Bila tidak ada penentuan waktu, dianggap bahwa pertanggungan itu diadakan untuk satu tahun. (KUHPerd. 1597.)

Pasal 301. Pada penyusunan penghitungan kerugian, dihitung berapa nilai hasil pada waktu dipanen atau dinikmati tanpa terjadinya bencana, dan nilainya setelah bencana itu. Penanggung membayar selisihnya sebagai ganti rugi. (KUHD 273 dst., 288.)

Bagian 3. Pertanggungan Jiwa.

Pasal 302. (s.d.u. dg. S. 1876-141.) Jiwa seseorang dapat dipertanggungkan untuk keperluan orang yang berkepentingan, baik untuk selama hidup ataupun untuk suatu waktu yang ditentukan dengan perjanjian. (KUHD 247 dst., 304-40.)

Pasal 303. Yang berkepentingan dapat mengadakan pertanggungan, bahkan di luar pengetahuan atau izin dari orang yang jiwanya dipertanggungkan.

Pasal 304. Polis itu memuat: 10 . 20 . 30 . 40 . hari pengadaan pertanggungan itu; nama tertanggung; nama orang yang jiwanya dipertanggungkan; waktu bahaya bagi penanggung mulai berjalan dan berakhir;

Kerugiannya dihitung menurut nilai barang-barang yang ada pada waktu ada kebakaran. (KUHPerd. 1940 dst.)

Pasal 296. Bila tidak diadakan persyaratan khusus dalam polis tentang barangbarang bergerak, harta dalam rumah, perkakas rumah dan perhiasan rumah, maka pernyataan-pernyataan itu diberi arti sedemikian seperti yang diuraikan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata Buku Kedua Bab I, Bagian 4. (KUHPerd. 512 dst.; KUHD 356-51.)

Pasal 297. Bila pada suatu hipotek antara debitur dan penagihnya dipersyaratkan, bahwa dalam hal ada kerugian menimpa persil yang dihipotekkan yang dipertanggungkan atau yang akan dipertanggungkan, uang asuransinya sampai jumlah utang dan bunga yang terutang, akan menggantikan hipotek itu, maka penanggung yang diberitahukan persyaratan itu wajib memperhitungkan ganti rugi yang terutang dengan penagih utang hipotek. (KUHPerd. 613, 1162 dst.; KUHD 268, 288; S. 1908-542 pasal 14.)

Pasal 298. Persyaratan dalam pasal di atas tidak mempunyai akibat, kecuali bila dan sepanjang penagih utang hipotek akan mendapat keuntungan, seandainya kerugian itu tidak terjadi. (KUHPerd. 1209 dst.)

Bagian 2. Pertanggungan Terhadap Bahaya yang Mengancam Hasil Pertanian yang Belum Dipaneni.

Pasal 299. Selain syarat-syarat yang tercantum dalam pasal 256, pohs itu harus menyatakan: 10 . 20 . letak dan batas-batas tanah yang hasilnya dipertanggungkan; penggunaannya. (KUHPerd. 1186-41; KUHD 247, 251, 254, 258, 263, 272, 287-10 dan 21; Rv. 101.)

Kerugian yang disebabkan oleh kebakaran disamakan dengan kerugian sebagai akibat kebakaran. meskipun meledaknya. Penanggung terbebas dari kewajibannya untuk memenuhi penggantian kerugian. hakim dapat memerintahkan tertanggung untuk bersumpah. 638. karena air atau alat lain yang digunakan untuk menahan atau memadamkan kebakaran itu. Onteig 84.) Pasal 292. maka berhentilah kewajibannya. (KUHPerd. bila ia membuktikan.) Pasal 295. gudang atau tempat penyimpanan lain. Demikian pula kerugian yang disebabkannya oleh ledakan mesiu. pecahnya atau sambaran itu tidak mengakibatkan kebakaran.Pasal 291. atau sebab lainnya. atau sebab lain. juga kerusakan yang disebabkan oleh penghancuran seluruhnya atau sebagian barang yang dipertanggungkan. 274 dan 275. 133. penanggung tidak akan mempertanggungkan sama sekali atau tidak atas dasar syarat yang sama seperti itu. sambaran petir. misalnya barang-barang yang dipertanggungkan berkurang atau membusuk. disamakan dengan kerugianyang disebabkan oleh kebakaran. ketel uap. . 249. (KUHD 287-20. dan karena itu besar kemungkinan bahaya kebakaran lebih banyak. atau hilangnya sesuatu dari barang itu karena pencurian. yang terjadi atas perintah pihak atasan untuk menahan menjalamya kebakaran yang terjadi. selama pemadaman kebakaran atau penyelamatannya. Pasal 293. 1366. (ISR. Pada pertanggungan atas barang-barang bergerak dan barang-barang dagangan dalam rumah. 290. Bila sebuah bangunan yang dipertanggungkan diperuntukkan bagi penggunaan lain. KUHD 2. 283.) Pasal 294. 276. 652 dst. bila tidak ada atau tidak lengkap alat-alat bukti yang dinyatakan dalam pasal-pasal 273. sehingga bila hal itu telah ada sebelum dipertanggungkan. juga bila hal itu terjadi dari kebakaran dalam bangunan-bangunan yang berdekatan. bahwa kebakaran itu disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian besar tertanggung sendiri.

yang dibebankan pada penanggung adalah semua kerugian dan kerusakan yang menimpa barang yang dipertanggungkan karena kebakaran yang disebabkan oleh cuaca yang sangat buruk atau peristiwa lain. Pada pertanggungan milik yang dibangun dipersyaratkan. Dalam hal persyaratan pembangunan kembali. direncanakan atau tidak direncanakan. kelalaian. KUHD 276. KUHD 283. dengan nilai sisanya segera setelah kebakaran. akan diganti kerugian yang diderita pada persil itu. Akan tetapi pada persyaratan itu pertanggungan sekali-kali tidak boleh melampaui tiga perempat biaya itu. atau persil itu akan dibangun kembali atau diperbaiki paling tinggi sampai jumiah yang dipertanggungkan.. 253. Dalam hal yang pertama. penanggung wajib membangun kembali atau memperbaikinya. bahwa uang yang harus dibayar olehnya. Rv. akan diganti oleh penanggung. tanpa ada yang dikecualikan. musuh. (KUHD 53. kesalahan atau kejahatan pelayan sendiri. 302.) . 284. 291 dst. dan kerugiannya diganti dengan uang tunai. 101. untuk menjamin hal itu secukupnya. (KUHPerd. apinya sendiri. 637. 294. sungguh digunakan untuk tujuan itu. 288. dan lainlainnya dengan nama apa pun. Dalam hal kedua. Pertanggungan dapat dilakukan untuk nilai penuh barang yang dipertanggungkan. Penanggung mempunyai hak untuk mengawasi. 1565.1367. 254. dalam waktu yang ditentukan. 688. (KUHPerd . 256-30. 258.) Pasal 290. perampok. biasa atau tidak biasa.. hakim bahkan dapat memerintahkan kepada tertanggung atas tuntutan penanggung. 624 dst. dipersyaratkan oleh tertanggung.) Pasal 288. kalau perlu oleh haldm. 286.) Pasal 289. 272.KUHD 247 dst. bahwa biaya yang diperlukan untuk pembangunan kembali itu. 1241. 300. kerugiannya dihitung dengan memperbandingkan nilai persil sebelum bencana. bila ada alasannya. tetangga. 263. 293. dengan cara apa pun terjadinya kebakaran itu. 282.

secara khusus juga berlaku terhadap perseroan-perseroan ini. letak dan batas barang tetap yang dipertanggungkan. DAN TENTANG PERTANGGUNGAN JIWA. memperoleh semua hak yang sekiranya dimiliki oleh tertanggung terhadap pihak ketiga berkenaan dengan kerugian itu. 1186-41. di mana barang bergerak yang dipertanggungkan berada. Bagian 1. .Dihapus dg. s.. igo6-348. 50 . Pasal 286. 656. 308.) 285. dan bila tidak lengkap. 30 . 1870-64 pasal 10. Larangan-larangan yang termuat dalam pasal 289 alinea terakhir. 1402. 40 . 1365 dst. Perseroan-perseroan pertanggungan atau penjaminan timbal-balik harus menaati ketentuan dalam perjanjiannya dan peraturan yang berlaku. 53. 693. (KUHPerd. 1354. letak dan batas bangunan dan tempat.) BAB X. selama hal itu dapat mempunyai pengaruh terhadap pertanggungannya. polis kebakaran harus menerangkan: 10 . dan tertanggung bertanggurgjawab untuk setiap perbuatan yang mungkin merugikan hak penanggung terhadap pihak ketiga itu. disimpan atau ditumpuk. S. penggunaannya. Penanggung yang telah membayar kerugian barang yang dipertanggungkan. 637. harus menurut asas-asas hukum pada umumnya. 20 . nilai barang yang dipertanggungkan. Pasal 287. (KUHPerd. ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN TERRADAP BAHAYA BAHAYA KEBAKARAN. TERHADAP BAHAYA-BAHAYA YANG MENGANCAM HASIL PERTANIAN YANG BELUM DIPANENI. KUHD 290.Pasal 284. Pertanggungan Terhadap Bahaya Kebakaran. Selain menyatakan persyaratan dalam pasal 256. sifat dan penggunaan bangunan-bangunan yang berbatasan. (KUHD 15.

662. 603. Bila batalnya perjanjian terjadi berdasarkan akal busuk. 266 dst. Tak dianggap sebagai perjanjian yang tidak diperkenankan. 618. tertanggung wajib dengan giat mengusahakan. melampaui jumlah uang yang dipertanggungkan. 272. untuk seluruhnya atau sebagian. biaya dan bunga. 294.) . (KUHPerd. KUHP 381. dan asalkan telah bertindak dengan itikad baik. bahwa ia hanya akan dapat melakukan haknya terhadap para penanggung.) Pasal 283. semua dengan ancaman penggantian kerugian.. agar kerugian terhindar atau berkurang. 1357. penipuan atau kejahatan tertanggung. 635 dst. bila setelah pertanggungan suatu barang untuk nilai penuhnya. atau daya upaya yang dilakukan itu telah sia-sia belaka. Dalam segala hal di mana perjanjian pertanggungan untuk seluruhnya atau sebagian gugur. 1328. bila ada alasan untuk itu. 652 dst. harus diuraikan dengan jelas dan begitu pula akan berlaku ketentuan pasal 277 dan pasal 278 terhadap itu. bila dan selama ia tidak akan dapat menagih ganti rugi pada penanggung yang dahulu. perjanjian yang diadakan sebelum itu. dengan ketentuan tegas.) Pasal 282. baik untuk seluruhnya atau sebagian yang sedemikian untuk mana Ia belum menghadapi bahaya. (KUHD 252. dengan tidak mengurangi tuntutan pidana. (KUHD 250 dst.. 1453.) Pasal 281. 615. 269. penanggung harus mengembalikan preminya. 654. penanggung mendapat preminya. dengan ancaman hukuman akan menjadi batal. 653. KUHD 249. Dalam hal perjanjian yang demikian. Biaya yang dikeluarkan oleh tertanggung untuk menghindari atau mengurangi kerugian menjadi beban penanggung. bila ada alasan untuk itu. 718. KUHD 270.. setelah kejadian tersebut ia harus segera memberitahukan kepada penanggung.. 276.Pasal 280. meskipun hal itu bila ditambahkan pada kerugian yang diderita. yang berkepentingan selanjutnya mempertanggungkannya. atau menjadi batal. (KUHPerd. Dengan tidak mengurangi ketentuan khusus yang dibuat tentang berbagai macam pertanggungan.

(KUHD 277. (KUHD 271 dst. maka para penanggung ulang mengganti tempatnya dalam urutan itu juga.) Pasal 278. meskipun pada hari yang berlainan oleh berbagai penanggung dipertanggungkan lebih dari nilainya. Bila berbagai pertanggungan diadakan dengan itikad balk terhadap satu barang saja. 693. 280. 637. Tiada kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan dari tertanggung sendiri. (KUHD 249. dan dengan yang pertama ditanggung nilai yang penuh. Bila pada satu polis saja. menurut perimbangan jumlah yang mereka tandatangani. 307. Tertanggung dalam hal-hal yang disebut dalam dua pasal yang lalu. Bila pada penanggung pertama tidak ditanggung nilai penuh. (KUHD 252. Bila ia mengadakan pertanggungan ulang untuk dirinya. 282. 290.) Pasal 277. hanya memikul nilai sebenarnya yang dipertanggungkan.) Pasal 279. Bahkan ia boleh tetap memegang atau menagih preminya. hanya inilah yang berlaku dan penanggung berikut dibebaskan. tidak boleh membatalkan pertanggungan yang lama agar dengan demikian penanggung yang kemudian terikat. 294.) . Ketentuan itu juga berlaku. bila pada hari yang sama. dibebankan pada penanggung. mereka bersamasama. terhadap satu benda yang sama diadakan berbagai pertanggungan. Bila tertanggung membebaskan penanggung-penanggung pertama. ia dianggap menetapkan diri mengganti tempat mereka sebagai penanggung untuk jumlah yang sama dan urutan yang sama. bila ia sudah mulai memikul bahaya. maka penanggung berikutnya bertanggung jawab untuk nilai selebihnya menurut urutan waktu mengadakan pertanggungan itu.Pasal 276.

279.) Pasal 273. dan bila dituntut. KUHD 253.. Dalam hal itu. hal itu dapat dibuktikan dengan semua alat bukti. 619. Meskipun nilai itu dinyatakan dalam polisnya. Penanggung dalam segala hal mempunyai kekuasaan untuk membuktikan terlalu tingginya nilai yang dinyatakan itu di depan hakim. 1328. baik pertanggungan yang lama maupun pemutusan melalui pengadilan. 621 dst. 275. hakim mempunyai wewenang untuk memerintahkan kepada tertanggung untuk menguraikan dasar layaknya nilai yang dinyatakan.) Pasal 272. 1449. Bila nilai barang yang dipertanggungkan tidak dinyatakan dalam polisnya oleh para pihak. 1922. (KUHPerd. (KUHD 252. 295. KUHD 282. 1866. Bila tertanggung membebaskan penanggung dari kewajibannya untuk waktu yang akan datang melalui pengadilan ia dapat mempertanggungkan lagi kepentingannya untuk bahaya itu juga. 619. bila diajukan alasan yang menimbulkan persangkaan yang mempunyai dasar karena pemberitahuan nilai yang terlalu tinggi. Akan tetapi bila barang yang dipertanggungkan sebelumnya telah dinilai oleh ahli yang diperuntukkan bagi itu oleh para pihak. (KUHD 279 dst. 295. Penanggung selalu dapat mempertanggungkan lagi hal yang telah ditanggung olehnya. KUHD 256. semuanya ini tidak mengurangi pengecualian yang dibuat dalam ketentuan undang-undang.) Pasal 274.) Pasal 275. dengan ancaman hukuman menjadi batal.Pasal 271. (KUHPerd. kecuali dalam hal adanya penipuan. (KUHPerd. maka penanggung tidak dapat membantahnya.) . disumpah oleh hakim. harus disebutkan dalam polis yang baru. 281 dst. 295.

(KUHPerd. 598. yang kerugiannya terhadap itu dipertanggungkan. Dalam hal keragu-raguan.) Pasal 268. maka sumpah itu dalam segala hal oleh hakim harus diperintahkan. (KUHD 247.. 1916-30. KUHP 381. 306. (KUHD 265. 333. sehingga tertanggung telah dapat mengetahuinya. Bila sumpah itu dibebankan oleh satu pihak kepada pihak lawannya. 597 dst. hakim bebas untuk memerintahkan tertanggung dan pemegang amanatnya bersumpah. Pertanggungan dapat menjadikan sebagai pokok yakni semua kepentingan yang dapat dinilai dengan uang. KUHD 282.) . (KUHPerd. 254. 1357. berpendapat bahwa sejak adanya kerugian itu telah lampau begitu banyak waktu. Bila dalam polisnya tidak dinyatakan. 599. sebelum saat ia mengetahui tentang pertanggungan yang diadakan di luar pengetahuannya. 606.) Pasal 267. Persangkaan ada. bahwa pertanggungan itu diadakan atas beban pihak ketiga.dipertanggungkan oleh yang berkepentingan. 250. dapat terancam bahaya dan tidak dikecualikan oleh undang-undang. 277 dst. KUHD 246. 281 dst. bila hakim dengan mengindahkan keadaannya. 597 dst.) Pasal 270. 1929 dst. Semua pertanggungan yang diadakan atas suatu kepentingan apa pun. 251. 604. 281 dst. bila tertanggung atau orang yang dengan atau tanpa amanat telah menyuruh mempertanggungkan. (KUHPerd. tertanggung dianggap telah mengadakannya untuk dirinya sendiri.. 1940 dst.. adalah batal.. KUHD 252. 281.) Pasal 269. telah mengetahui tentang adanya kerugian itu. bahwa orang telah mengetahui tentang kerugian itu. 1328. 378. telah ada pada saat mengadakan perjanjiannya. 264. bahwa mereka pada waktu mengadakan perjanjiannya tidak mengetahui tentang adanya kerugian itu. atau oleh pihak ketiga atas amanatnya. 652..

pertanggungannya berlangsung untuk keuntungan pembeli atau pemilik baru. di tempat is seharusnya melaksanakan perintah itu atau bila ini tidak ditunjukkan. pada tempat tinggainya. dianggap menjadi penanggung dengan syarat yang diajukan semula.Pasal 262. kecuali bila dipersyaratkan sebaliknya antara penanggung dan tertanggung yang asli. 1459 dst. bila dan sejauh barang yang sama itu telah . (KUHPerd. dan untuk hal itu harus diindahkan ketentuan-ketentuan berikut.) Pasal 264. semua hal demikian berlaku. 333.. adalah batal. KUHD 281. Bila pada waktu penjualan atau peralihan hak milik. bahkan tanpa penyerahan. Orang yang setelah menerima perintah orang lain untuk mempertanggungkan. menahan atas bebannya sendiri. (KUHD 60... adakah hal itu terjadi berdasarkan pemberian amanat.) Pasal 266. 321. pembeli atau pemilik baru menolak untuk mengambil alih pertanggungannya.) Pasal 263. (KUHD 256. maupun di luar pengetahuan yang berkepentingan sekalipun. 584.) Pasal 265. KUHD 262. 378. harus dengan tegas dinyatakan dalam polisnya. baik berdasarkan amanat umum atau khusus. 598. (KUHPerd. akan tetapi juga atas beban pihak ketiga. Pada penjualan dan segala peralihan hak milik atas barang yang dipertanggungkan. maka dengan syarat sedemikian dapat dipakai untuk mengadakan pertanggungan itu. dan bila tidak diajukan syarat itu. dan tertanggung asli masih tetap mempunyai kepentingan dalam barang yang dipertanggungkan. sepanjang mengenai kerugian yang timbul setelah barang itu menjadi keuntungan atau kerugian pembeli atau mereka yang haru memperolehnya. 1354 dst. ataukah di luar pengetahuan yang berkepentingan. Pertanggungan tanpa pemberian amanat dan di luar pengetahuan yang berkepentingan. Pada pertanggungan untuk pihak ketiga. 264. maka pertanggungan itu akan tetap berjalan untuk kepentingannya. 264. 1792 dst. Pertanggungan dapat diadakan tidak hanya atas beban sendiri.

atau orang yang diamanatkan atau diberi wewenang untuk itu. dalam sesuatu hal khusus. 302.) Pasal 258. akan tetapi semua alat bukti lain akan diizinkan juga..) Pasal 260. kecuali bila ditentukan jangka waktu yang lebih panjang oleh ketentuan undang-undang. 603. (KUHD 681. penanggung atau makelar untuk kepentingan tertanggung. KUHD 68. Bila pertanggungan diadakan dengan perantaraan seorang makelar asuransi.) Pasal 261.) Pasal 259. (KUHD 64. 681-10. (KUHD 260. 1902. malahan sebelum Polis ditandatangani. dapat dibuktikan dengan semua alat bukti. Untuk membuktikan adanya perjanjian itu. hak mulai saat itu. dengan ancaman hukuman menjadi batal. bila ada permulaan bukti tertulis. 262. dalam berbagai pertanggungan oleh ketentuan undang-undang. harus ada bukti tertulis. Bila ada kelalaian dalam hal yang ditentukan dalam kedua pasal yang lalu. polis itu dalam 24 jam setelah pengajuan oleh penanggung harus ditandatangani dan diserahkan. 606. 615. 681-10. 684. 618. Bila Pertanggungan langsung diadakan antara tertanggung. 681-10. (KUHPerd. wajib mengganti kerugian yang mungkin dapat timbul karena kelalaian itu. 255.) . bila timbul perselisihan tentang hal itu dalam waktu antara pengadaan perjanjian dan penyerahan polisnya. dan penanggung. 259 dst. (KUHD 255. Namun demikian janji dan syarat khusus.Perjanjian pertanggungan ada seketika setelah hal itu diadakan. akan tetapi dengan pengertian bahwa harus ternyata secara tertulis syarat yang pernyataannya secara tegas diharus dalam polis. dan kewajiban kedua belah pihak dari penanggung dan dari tertanggung berjalan Pengadaan perjanjian itu membawa kewajiban penanggung untuk menandatangani Polis itu dalam waktu yang ditentukan dan menyerahkannya kepada tertanggung. polisnya yang ditandatangan harus diserahkan dalam delapan hari setelah mengadakan perjanjian.

. 60 . 624 dst. Polis itu harus ditandatangani oleh setiap Penanggung (KUHD 247... 695. 296. 253. atas hal yang menurut ketentuan undang-undang dipersyaratkan untuk hakekat perjanjian itu. 688 dst. 20 . 637. 304. waktu mulai dan berakhirnya bahaya yang mungkin terjadi atas beban penanggung. 302.. pelepasan yang dilakukan pada waktu mengadakan pertanggungan atau selama berjalannya hal itu. (AB. semua keadan yang pengetahuannya tentang itu mungkin mutlak Penting bagi penanggung. 640 dst. KUHD 249. 592. . harus menyatakan: hari pengadaan pertanggungan itu. 256. 659 dst. 287. 299. adalah batal. dan semua syarat yang diperjanjikan antara para pihak.. pertanggungan jiwa. 657. 30 .) Pasal 255. 254. uraian yang cukup jelas tentang barang yang dipertanggungkan. 624 dst. 1335 dst. 23. nama orang yang mengadakan pertanggungan itu atas beban sendiri atau atas beban orang lain. yang diberi nama polis. 258. 596. Premi pertanggungan. 263. 80 .) Pasal 256.. 306. bahaya yang diambil oleh penanggung atas bebannya. dan pada umumnya. KUHPerd. a5l dst. (KUHD 256. Pertanggungan harus dilakukan secara tertulis dengan akta. 634.. 304. 710. 287. 264 dst. 40 . 296. 70 . 50 . 299.) Pasal 257. terkecuali polis 10 . 686.Pasal 254. atau hal yang dengan tegas dilarang. Semua polis.. jumlah uang yang untuk itu dipertanggungkan.

dengan ancaman kebatalan terhadap pertanggungan yang kedua. 256-10. (KUHD 268.. 1246..yang tidak dipertanggungkan. 677. maka penanggung tidak wajib mengganti kerugian. (KUHPerd. 306. 609 dst. Akan tetapi bagi pihak yang berjanji bebas untuk mempersyaratkan dengan tegas. 597 dst. 268. KUHP 381. pada waktu pertanggungan tidak mempunyai kepentingan dalam denda yang dipertanggungkan. bila penanggung mengetahui keadaan yang sesungguhnya dari semua hal itu. atau tidak diadak. Pertanggungan yang melampaui jumlah harganya atau kepentingan yang sesungguhnya. 266. sehingga perjanjian itu tidak akan diadakan. hanya terikat menurut perimbangan antara bagian yang dipertanggungkan dan bagi. meskipun dilakukannya dengan itikad baik. Kecuali dalam hal yang diuraikan oleh ketentuan undang-undang. 281 dst. tidak boleh diadakan pertanggungan kedua untuk waktu yang sama. 289. Bila seseorang yang mempertanggungkan untuk dirinya sendiri. atau seseorang yang atas bebannya dipertanggungkan oleh pihak ketiga.dengan syarat-syarat yang sama. membuat pertanggungan itu batal. 593. 1320 dst.) Pasal 252. 264 dst... 1234.) Pasal 251. 280 dst.. 280. hanyalah berlaku sampai jumlah nilainyanya Bila nilai barang itu tidak dipertanggungkan sepenuhnya.) Pasal 253. KUHD 269 dst.Pasal 250. yang sifatnya sedemikian. bahwa tanpa mengingat kelebihan nilai barang yang dipertanggungkan. (KUHD 253 dst. 268. KUHD 257.. dalam hal kerugian.. dan untuk bahaya sang sama atas barang-barang yang telah dipertanggungkan untuk nilaiaya secara penuh. kerugian yang diderita oleh barang itu akan diganti sampai jumlah penuh yang dipertanggungkan. 271 dst. Semua pemberitahuan yang keum atau tidak benar. atau semua penyembunyian keadaan yang diketahui oleh tertanggung. 603 dst. maka penanggung. 1328. 266. 277 dst.. (KUHPerd.) ..

(KUHD 256. kecuali jika dipertanggungkan untuk itu dengan tegas. untuk memberikan kepadanya ganti rugi karena suatu kehilangan. 637. 294. 269. 599.) jiwa satu orang atau lebih. di mana penanggung mengikat diri terhadap tertanggung dengan memperoleh premi. atau tidak mendapat keuntungan yang diharapkan. kerusakan. 283. KUHD 268. Terhadap semua pertanggungan. 593. kebusukan sendiri.) Mengenai dua hal terakhir dibicarakan dalam buku berikutnya. (KUHD 592 dst.) bahaya pengangkutan di darat. yang mungkin akan dapat diderita karena suatu peristiwa yang tidak pasti. baik yang dibicarakan dalam buku ini maupun dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang Buku Kedua ini.275.) . 286.) Pasal 247.) Pasal 248. (KUHD 302 dst. Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian. 252. Pertanggungan itu antara lain dapat mengenai: bahaya kebakaran. atau karena sifat dan kodrat dari yang dipertanggungkan sendiri. dan perairan pedalaman. (KUHD 299 dst. (KUHD 276. 259.Pasal 246. (KUHPerd. 23. 1774. (AB. (KUHD 686 dst. KUHD 60. Penanggung sama sekali tidak wajib menanggung untuk kerusakan atau kerugian yang langsung timbul karena cacat. berlakulah ketentuan-ketentuan yang termuat dalam pasal-pasal berikut. KUHPerd.) Pasal 249. (KUHD 287 dst. 1337. 249.) bahaya yang mengancam hasil pertanian yang belum dipanen.) bahaya laut dan bahaya perbudakan. di sungai.

) Pasal 243. Juga selain soal maksud atau akseptasi yang disebut dalam pasal yang lalu. (KUHD 100 dst. tidak pemah berutang sama sekali untuk sesuatu jumlah pada orang yang pailit dan tidak termasuk dalam hal itu biaya yang timbul karena pengiriman itu. 229e dst. 229e dst.... 236.. selama hal ini masih berada pada orang yang pailit.. .. ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN PADA UMUMNYA. 1938-276. 146a. atau yang sudah sampai jatuh temponya dan belum dibayar.) 244. (KUHD 100 dst. Dihapus dg. maka surat-surat wesel. BAB IX. S. 174 dst.Pasal 241. Jika barang-barang yang diberikan dalam komisi diambil sebagai jaminan utang oleh pihak ketiga dengan itikad baik. suratsurat dagang dan surat-surat lain itu dapat dituntut kembali. atau surat-surat yang harus dibayar di tempat tinggatnya. meskipun ada sesuatu yang diinasukkan dalam rekening koran. atau kemudian. namun semua tidak mengurangi hak atas harta itu untuk minta jaminan yang untuknya mungkin dapat dituntut darinya karena akseptasi-akseptasi orang yang pailit. berlakulah peraturan-peraturan dari pasal 237. surat-surat wesel.. 245. 178 dst. 231 dst. asalkan pengirimnya pada waktu pengiriman. Bila dalam harta paint terdapat surat-surat wesel. 178 dst. atau untuk melakukan pembayaran tertentu yang ditunjuk atau bila hal itu dimaksudkan untuk menjamin surat-surat wesel yang ditarik atas orang yang pailit dan diakseptasi olehnya. 102a. atau pada pihak ketiga yang menguasai atau menyimpan untuknya. Pasal 242. 109c.. yang diserahkan ke tangan orang yang pailit hanya dengan amanat untuk menagihkannya dan memegang jumlah uangnya untuk penggunaan pengirim. atau surat-surat dagang atau surat-surat lainnya yang dialihkan kepada orang yang pailit dapat dituntut kembali. surat-surat dagang dan surat lain yang belum sampai jatuh tempo pembayarannya. 117. 174 dst. 127a.

246 dst. barang-barang itu dapat dituntut kembali oleh pemberi komisi. (KUHPerd. F. 1150 dst. telah menjadi milik pihak ketiga. bila barang itu selama perjalanan dibell dengan itikad baik oleh fihak ketiga atas faktur dan atas konosemen atau surat muatan. penjual tetap mempunyai hak menuntut kembali. 1381. akan tetapi sebaliknya mempunyai kewajiban kepada pemberi utang untuk memenuhi jumlah yang dipinamkan. Selama barang bergerak yang diberikan dalam komisi masih berada pada komisioner atau pada pihak ketiga yang menguasainya atau menyimpan untuk orang yang pailit. asalkan memenuhi harga pembelian kepada penjual yang olehnya telah dipersyaratkan pada orang yang pailit. asalkan harga pembeliannya tidak dilunasi sebelum kepailitannya. selama belum dilunasi sebesarjumlah tagihannya. 507 dst.) Pasal 238. barang-barang yang dituntut kembali. 247. Ketentuan alinea yang lalu berlaku juga dalam hal barang itu. dan Ia mempunyai hak mendahului terhadap uang itu.) Pasal 240. 1402. dengan bunga dan biaya yang terutang.) Pasal 239. 232. 582. 241.. walaupun komisioner telah memperhitungkan keuntungan sebagai jaminan untuk pembelinya.. KUHD 232.) . Namun penjual asunya dalam hal itu berhak untuk menagih pada pembeli harga pembehannya. (F. KUHD 90.Pasal 237. 60. (KUHPerd.. atau yang dinamakan del credere. Hak menuntut kembali yang sama terjadi terhadap harga pembelian barang-barang yang diberikan dalam komisi dan yang telah dbual dan diserahkan oleh komisioner. akibat pembelian dan penyerahan dengan itikad baik. 41 dst. Tuntutan kembali barang dihapus. Bila barang yang dituntut kembali diambil dengan itikad baik sebagaijaminan utang oleh pihak ketiga. (KUHD 76 dst. dengan kewajiban yang dinyatakan dalam pasal 235. dengan tidak diperbolehkan untuk mencampurkan uang itu dengan harta orang yang pailit. Para pengurus harta pailit mempunyai wewenang untuk mempertahankan harta itu. setelah berada dalam penguasaan orang yang pailit atau seseorang yang bertindak untuknya.

1517.. 238. 233. upah pengangkutan. Penjual yang menerima kembali barangnya wajib memberikan ganti rugi kepada harta orang yang jatuh pailit untuk semua yang telah dibayar atau yang masih terutang karena bea. dapat dilakukan penuntutan kembali. 246 dst.. 188 dst.174 dst.) Pasal 233. KUHD 120 dst. 125. 230. 244.. (KUHPerd.. atau pada pihak ketiga yang menguasai atau menyimpan barang itu untuknya.. 240. 699. 1139-41. yang darinya dapat dituntut. pemberian kembali dilakukan menurut imbangan dan dalam perbandingan dengan harga pembelian dalam keseluruhannya.orang yang jatuh pailit. Bila pembeli telah mengakseptasi dengan Surat wesel atau Surat dagang lain jumlah penuh dari harga barang yang dijual dan diserahkan.) . Bila barang yang dijual hanya sebagian didapatkan pada harta pailit. 86 dst. (KUHPerd. tuntutan kembali hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu enam puluh hari terhitung dari hari barang itu di simpan di bawah kekuasaan orang yang paint atau pihak ketiga..) Pasal 234. 236. 1266 dst. 1413-11.. maka tidak terjadi penuntutan kembali.. avarij umum (kerugian laut umum).. Dalam kedua hal.. asuransi. 229e dst.) Pasal 236. KUHD 76 dst. 86 dst. (KUHD 231. penjual wajib memberikan kembali uang yang telah diterimanya kepada harta pailit ftu. 238. 178. KUHD 76 dst. (KUHPerd. 230. (KUHPerd..) Pasal 235. 91 dst. maka pada penuntutan kembali seluruhnya. Bila akseptasi itu dilakukan untuk sebagian dari uang pembelian yang terutang. asalkan untuk kepentingan harta orang yang pailit diadakan jaminan untuk hal sebagai akibat dari akseptasi itu. KUHD 234. 1415. Bila pembeli telah melunasi sebagian uang pembeliannya. dan selanjutnya segala biaya yang digunakan untuk keselamatan barang dagangan. 1145. komisi.

bila mereka telah memperkaya diri dengan cara yang tidak adil. (KUHD 98. 229. 1478. dg. 236. Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea yang lalu tidak dapat digunakan oleh penerbit. dan harga pembeliannya belum dilunasi sepenuhnya.u. S. 1704. 1938-276.. meskipun barang itu sudah dikeluarkan dari bungkusannya. KUHD 98. 574. (KUHD 169.d.) Pasal 231. Pasal 230. 234. Barang bergerak. atau bila barang itu masih berada pada . F. 1459. 714 dst.) alinea BAB VIII. Semua tuntutanhak terhadap para penerbit Surat yang disebut dalam bagian ini. 1266 dst. dalam hal kepailitan pembeli.Pasal 229k. penjual berhak untuk menuntut kembali barang itu menurut ketentuan-ketentuan berikut.1517 dst.. dibungkus kembali atau dikurangi. yang telah dijual baik dengan penentuan waktu maupun tanpa penentuan waktu dapat dituntut kembali. Rv. bahwa barang itu masih berada dalam keadaan yang sama seperti waktu diserahkan. Terhadap daluwarsa yang disebut dalam pasal ini berlaku pasal 229a kedua. 1144 dst. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan. 231.. semuanya tidak mengurangi yang ditentukan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata pasal 1967. (s. 1139-31. (KUHPerd. yang di samping penerbit asli telah mengeluarkan Surat itu sebagai pembayaran. 230. REKLAME ATAU TUNTUTAN KEMBALI DALAM HAL KEPAILITAN. 233 dst. tidak dapat pula oleh penerbit atau oleh mereka. bila barang itu masih dalam perjalanan.) Untuk melakukan hak penuntutan kembali disyaratkan.612.) Pasal 232. 36. bila dan selama ia tidak menyediakan dananya. atau terhadap mereka yang di samping penerbit asli telah mengeluarkan Surat itu sebagai pembayaran. Jika barang bergerak telah dijual dan diserahkan. Bukti untuk itu diizinkan. 24.. baik di darat maupun di air. terhitung dari hari penerbilan yang asli.

dan hal itu sebesar jumlah pada Surat yang dikeluarkan.jangka waktu yang sama. Selain penerbit aslinya. dan bila tidak dilakukan pembayaran.) Pasal 229j. kewajiban bertanggungjawab itu tetap berlangsung sampai dengan hari pertama berikut yang bukan hari raya resmi. 229j. wajib melepaskan dan menyerahkan kepada pemegang tagam pada dana yang ada darinya pada hari jatuh tempo di tangan orang yang atas namanya Surat itu telah dikeluarkan. tidak termasuk hari penerbilannya. akan tetapi dengan tidak mengurangi haknya terhadap orang yang menandatangani promes itu. ia harus mengajukan promes itu untuk pencabutan. (KUHD 152. Bila pada promes itu dinyatakan hari harus dibayar. dan ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya ini. terhadap orang yang telah menerima Surat itu darinya. Penerbit asli. yang terdapat dalam suatu ketentuan dalam bagian ini. dal. 217. di dalamnya tidak termasuk hari itu. (KUHPerd. maka jangka waktu enam hari tersebut berjalan mulai satu hari setelah hari pembayaran yang dinyatakan itu. tetap bertanggungjawab selama waktu enam hari sesudahnya.) Pasal 229i. kepada orang yang telah memberikan promes sebagai pembayaran kepadanya. 206. kecuali bila mereka menganggap lebih baik untuk me an pemegang itu sebagai penagih utang untuk jumlah pada Surat yang dikeluarkan itu. 13. KUHD 152a. Bila penerbit asli dinyatakan pailit.) . jatuh pada hari raya resmi dalam arti pasal 229b bis. dengan ancaman hukuman tanggungjawabnya akan berlangsung terus. Bila hari terakhir suatu jangka waktu. 229k. semua itu dengan ancaman hukuman akan kehilangan hak tagihnya terhadap orang itu. 1.) Pasal 229h.mempunyai dana sebesar jumlah pada Surat yang diterbitkannya pada orang yang atas dirinya telah diterbitkan Surat itu. 229j. (KUHD 146. Pemegang promes atas-tunjuk wajib menagih pemenuhannya dalam waktu enam hari setelah hari Surat itu diambil sebagai pembayaran. 613. setiap orang yang telah memberikan Surat tersebut di atas sebagai pembayaran. bukti yang diperlukan untuk menjadikan tagihan itu berlaku sah. (KUHD 171. para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama. F.

Kenaikan Isa Almasih. 218. kecuali bila ia membuktikan bahwa selama waktu yang ditentukan dalam pasal yang lampau . (KUHD 108. 229g.) Bagian 11. 227a dst. kecuali hari Minggu.. (KUHD 173.) Pasal 229d.Yang dianggap hari raya resmi dalam arti bagian ini ialah Minggu. Dalam jangka waktu yang diatur dalam bagian-bagian sebelum bab ini. tidak termasuk hari permulaan jalannya jangka waktu ini. (KUHD 171a. 229i. Kuitansi dan promes atas-tunjuk harus memuat tanggal yang betul dari terbitan aslinya. baik menurut undang-undang maupun menurut keputusan hakim. kedua haii Natal.. Tiada satu hari penangguhan pun diizinkan. Tabun Baru. 205 dst. 201. 229. Kuitansi Dan Promes Atas-Tunjuk. Penerbit asli kuitansi atas-tunjuk. Rv. yang harus dibayar oleh pihak ketiga. (KUHD 229f dst. 225. (KUHD 172. 581 -1 sub 21.) Pasal 229c. beserta hari-hari raya lainnya yang setiap tahun kembali ditetapkan oleh Directeur van Justitie (Menteri Kehakiman).) Pasal 229g. dilakukan setiap tahun dengan Surat ketetapan yang dimuat dalam Surat kabar resmi sebelum permulaan tahun. Pasal 229e. Penunjukan tanggal semua hari raya yang dimaksud dalam pasal ini. Akan tetapi tanggungjawab penerbit asli tetap berlangsung. bertanggungjawab terhadap setiap pemegangnya untuk memenuhinya selama dua puluh hari setelah hari tanggalnya dan hari itu tidak termasuk.) Pasal 229f.. 229j. 189. Paskah Kristen kedua dan Pantekosta.

semuanya tanpa mengurangi ketentuan dalam Kitab Undangundang Hukum Perdata pasal 1967.bis. disamakan dengan semua orang atau lembaga yang dalam pekerjaan mereka secara tertib memegang uang untuk penggunaan langsung oleh orang lain.) Menyimpang dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata pasal 1987 dan pasal 1988 berlakulah daluwarsa yang dibicarakan dalam pasal yang lalu terhadap mereka yang belum dewasa dan terhadap mereka yang berada dalam pengampuan.bis. (KUHPerd.) Pasal 229b.Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea pertama dan kedua tidak dapat digunakan oleh penarik. (KUHD 169. Bankir. yang tersebut dalam bagian-bagian sebelum bab ini. (KUHD 170. Rv. Ketentuan-ketentuan Umum. 205 dst. Pencegah daluwarsa hanya berlaku terhadap orang yang terhadapnya dilakukan tindak pencegahan daluwarsa itu.) Pasal 229a. Bila hari terakhir jangka waktu yang ditetapkan oleh Undang-undang untuk melakukan tindakan mengenai cek yaitu untuk pengajuan dan untuk membuat protes atau keterangan yang disamakan dengan itu adalah hari raya. yang telah memperkaya diri secara tidak adil. bila atau sejauh Ia tidak menyediakan dana.maka jangka waktu ini diperpanjang sampai hari kerja pertama berikut pada akhir jangka waktu tersebut.) Bagian 10. (KUHD 74 dst. 214 dst. KUHD 168a.. 229k. dan tidak dapat digunakan oleh penarik atau pam endosan. 229k. . 1381. Pengajuan dan protes dari suatu cek tidak dapat dilakukan selain pada hari kerja. Hari raya yang terdapat diantara itu dimasukkan dalam perhitungan jangka waktu. 180. demikian pula antara suami-istri. Pasal 229a. (KUHD 171. 171..) Pasal 229b. dengan tidak mengurangi haktagih mereka yang belum dewasa dan yang dalam pengampuan terhadap wali atau pengampu mereka.

) Bagian 8. terikat menurut alas-hak yang diubah. Pasal 228a. Daluwarsa. (KUHD 168. 611 dst. atau dari hari Ia digugat di depan pengadilan. maka mereka yang kemudian membubuhkan tanda tangan pada cek itu. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan. 1830. Pasal 228. KUHD 167a. regresnya. Perubahan. .) Pasal 229. utang karena cek dihapus oleh segala ikhtiar pembebasan utang yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata.198. (KUHPerd. 1830. Bila ada perubahan dalam alas-hak suatu cek.) Pasal 227b. 217. yang wajib terhitung dari hari pembayaran oleh debitur cek itu untuk memenuhi kewajiban melakukan pembayaran cek. mereka yang sebelum itu membubuhkan tanda tangan mereka pada cek itu. (KUHPerd. terikat menurut alas-hak aslinya. 1381. (KUHPerd. 218b. Dengan tidak mengurangi ketentuan pasal berikut. penarik dan debitur cek lain. 212. dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun.1967. Rv.) Bagian 9. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan. 611 dst. terhitung dari akhir jangka waktu pengajuan. Orang yang kehilangan cek yang pemegangnya adalah ia sendiri dan yang sudah gugur dan di mana perlu telah diprotes. Tuntutan regres dari berbagai debitur yang satu terhadap yang lain.waktu tigapuluh tahun. KUHD 167b. KUHP 264. 1967. Rv. hanya dapat melakukan haknya terhadap penarik. KUHD 168a. Semua tuntutan regres pemegang terhadap para endosan. 196.

lembaran itu harus diberi nomor dalam alas-haknya. Kecuali cek atas-tunjuk. atau untuk orang yang ditugaskan olehnya untuk mengajukan cek itu atau tintuk mengadakan protes atau keterangan yang dlqamakan dengan itu. dapat ditarik dalam lembaran-lembaran lebih dari satu yang bunyinya sama. 218. Bila keadaan di luar kekuasaannya itu berlangsung lebih dari lima betas hari terhitung dari hari sewaktu pemegang memberitahukan tentang keadaan yang di luar kekuasaannya kepada endosanya. Orang yang kehilangan cek yang pemegangnya adalah ia sendiri. 206 dst. Lembaran Cek Dan Cek yang Hilang. 182.itu. menyuruh menetapkan penolakan pembayaran dengan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. Pembayaran yang dilakukan atas salah satu dari lembaran mengakibatkan pembebasan. maka hak regres dapat dilakukan tanpa diperlukan pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. tidak dianggap sebagai halhal yang di luar kekuasaannya. atau dikeluarkan dan harus dibayar di daerah seberang laut yang sama atau di daerah seberang laut dari satu negara. demikian pula endosan yang kemudian. meskipun tidak disyaratkan. terikat oleh lembaran yang memuat tanda tangan mereka dan tidak diserahkan. (KUHD 163. (KUHD 164. 178. yang dianggap bahwa setiap lembar merupakan cek tersendiri. setiap cek yang dikeluarkan dalam suatu negara dan harus dibayar di negara lain atau di daerah seberang laut dari satu negara yang sama dan sebaliknya. 191. 224. hanya dapat meminta pembayaran kepada tertarik dengan mengadakan jaminan untuk . meskipun sebelum akhir jangka waktu pengajuan.) Pasal 227. Endosan yang telah menyerahkan lembaran itu kepada beberapa orang.. (KUHD 153. 205 dst. Bila cek ditarik dalam beberapa lembar.) Pasal 227a. 217. bila pemberian nomor itu tidak ada. bahwa pembayaran itu menghapuskan kekuatan lembaran lain. Pasal 226. Fakta-fakta yang bersifat pribadi bagi pemegangnya.) Bagian 7.

Setelah berakhirnya keadaan yang di luar kekuasaannya.) Pasal 225. telah membayar cek itu. (KUHPerd. dapat menuntut penyerahan ceknya dengan protes. 30 . 12503. 217. seluruh jumlah yang telah dibayarkan olehnya. Setiap endosan yang telah membayar cek untuk memenuhi kewajiban regresnya. 20 . bunga enam persen terhitung dari hari pembayarannya. 227. bila ada alasan untuk . KUHD 147. 30 . dengan membayar untuk memenuhi kewajiban regresnya. KUHD 148. terhadap siapa dilakukan atau dapat dilakukan hak regres. 222. untuk selebihnya berlaku ketentuan pasal 219. bunga enam persen termtung dari hari pengajuan. Pemegangnya wajib segera memberitahukan kepada endosannya tentang keadaan yang di luar kekuasaan itu. dapat mencoret endosemennya sendiri dan endosemen-endosemen berikutnya. (KUHD 149. biaya protes atau keterangan yang disamakan dengan itu biaya pemberitahuan yang telah dilakukan beserta biaya lain. 12503 . Bila pengajuan cek itu atau pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu dalam jangka waktu yang ditetapkan terhalang oleh rintangan yang tidak dapat diatasi (peraturan perundang-undangan dari suatu negara atau hal lain di luar kekuasaannya).) Pasal 224.20 . 217. beserta perhitungan yang ditandatangani sebagai pelunasan. (KUHPerd. 218b. Orang yang untuk memenuhi kewajiban regresnya. pemegangnya harus segera mengajukan cek itu untuk pembayaran. biaya yang telah dikeluarkan olehnya. maka jangka waktu itu diperpanjang. atau keterangan yang disamakan dengan itu.) Pasal 223. dan mencantumkan pemberitahuannya pada cek itu atau lembaran sambungannya dengan diberi tanggal dan ditandatangani. 222. dan. 217. Setiap debitur cek. dapat menagih mereka yang berkewajiban regres terhadapnya: 10 .

dapat ditagih dari mereka yang tandatangannya terdapat pada cek itu. 1283. (KUHD 146a. 2992. 19. 190a dst. Rv. F. Hak yang sama ada pada setiap orang yang tandatangannya terdapat pada cek dan yang telah membayar untuk memenuld kewajiban regresnya. masih terikat untuk sepenuhnya terhadap pemegangnya. 132. 581-1 sub 11. tanpa wajib memperhatikan urutan ikatan mereka. jumlah uang cek itu yang tidak dibayar. bila pemegang menyuruh juga menetapkan penolakan pembayaran itu dengan protes atau keterangan yang dlganiakan dengan itu. maka biaya untuk protes atau keterangan yang dlqamakan dengan itu. baik masing-masing maupun bersama-sama. 221a. . bertanggungjawab pula terhadap pemegang. 183a. Gugatan yang dilakukan terhadap salah seorang debitur cek. bila dibuat akta semacam itu. Pemegang melakukan gugatan kepada mereka. Bila Klausula itu berasal dari endosan atau pemberi aval..) Pasal 221. 217. sama sekali tidak mempunyai hak atas dana yang ada di tangan tertarik dari penariknya. bila hal itu dibuat oleh endosan atau oleh pemberi aval. Semua orang yang terikat berdasarkan cek. (KUHD 145. uang itu termasuk hartanya.) Pasal 22la. meskipun mereka mengikatkan diri lebih belakangan daripada yang ditagih pertama. 217-20. 1292 dst. Pemegang cek yang nonpembayarannya ditetapkan dengan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. maka biaya menjadi bebannya. Di samping itu juga pihak ketiga yang atas bebannya cek itu ditarik dan yang telah menikmati nilainya. tidak inenghalangi gugatan kepada debitur lainnya.. Meskipun ada Klausula yang ditetapkan oleh penarik.Bila Klausula itu dibuat oleh penarik. maka hal itu berakibat terhadap mereka Semua yang tandatangannya terdapat pada cek itu. 1280 dst. terhadap siapa ia melaksanakan hak regresnya: 10 . maka hal ini hanya berakibat terhadap endosan atau pemberi aval saja. (KUHPerd. KUHD 146.. Dalam hal kepailitan penarik. Pemegang dapat menggugat orang-orang ini. 219. 206.) Pasal 222. F.

sudah cukuplah dengan pemberitahuan kepada endosan yang lebih dahulu. bahwa Ia telah melakukan pemberitahuan itu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. bahkan dapat dengan hanya mengirimkan kembali cek itu. Barangsiapa harus mengadakan pemberitahuan.) Barangsiapa melakukan pemberitahuan itu tidak dalam jangka waktu tersebut di atas. bila surat yang memuat pemberitahuan itu dalam jangka waktu tersebut telah disampalkan dengan pos. tidak menyebabkan dirinya kehilangan hak. Jangka waktu ini berjalan mulai dari penerimaan pemberitahuan yang lebih dahulu. (KUHPerd. Ia harus membuktikan. berikut dari hari pengajuan. bila cek itu ditarik dengan Klausula tanpa biaya. 1243 dst. dengan jalan klausula: "tanpa biaya". Penarik. atau keterangan yang disamakan dengan itu dan.Pasal 219. Bila seorang endosan tidak menyatakan alamatnya atau menyatakannya dengan cara yang sukar dibaca. bila ada alasannya. Bila sesuai dengan alinea yang lalu disampaikan pemberitahuan kepada seseorang yang tandatangannya terdapat pada cek itu. (KUHPerd. dan demikian seterusnya kembali pada penariknya. 1916. . Bukti tentang tidak dundahkannya jangka waktu itu harus dibenkan oleh mereka yang mendasarkan haknya atas hal itu terhadap pemegang. Jangka waktu tersebut dianggap telah diindahkan. Klausula ini tidak membebaskan pemegang dari pengajuan cek itu dalam jangka waktu yang ditetapkan ataupun dari penyelenggaraan pemberitahuannya. harus disampaikan pemberitahuan yang sama dalam jangka waktu itu juga kepada pemberi avalnya. Ia bertanggungjawab atas segala kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya. tentang pemberitahuan yang diterima olehnya. seorang endosan atau seorang pemberi aval. kerugian dan bunga itu. KUHD 144. dapat membebaskan pemegangnya dari pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu untuk melakukan hak regresnya. dengan menyebut nama dan alamat mereka yang telah melakukan pembeiitahuan yang lebih dahulu.. dapat melakukan hal itu dalam bentuk apa pun.) Pasal 220. "tanpa protes" atau Klausula lain semacam itu yang ditulis dan ditandatangani di atas cek itu. akan tetapi biaya. tidak mungkin melampaui jumlah cek itu. Pemegangnya harus memberitahukan kepada endosannya dan kepada penariknya tentang nonpembayaran itu dalam empat hari kerja berikut dari hari protes. 217 dst. Setiap endosan harus memberitahukan kepada endosannya dalam dua hari kerja yang berikut dan hari penerimaan pemberitahuan itu.

bila ini tidak ada. Protes nonpembayaran dilakukan oleh notaris atau juru sita. dan dari alamat-alamat yang ditulis di atasnya. bahwa la. dari endosemen-endosemen. (KUHD 143c. 8.) Pasal 218c. dan tempat tinggal di mana pembayaran harus dilakukan tidak ditunjuk. 1393. menyerahkan selembar atau lebih dari salinan protes itu kepada mereka yang berkepentingan. dan membukukannya dalam register khusus menurut urutan waktu. 217-11. di daerab Gubememen Jawa dan Madura kepada assisten-residen. pernyataan alasan yang telah dikemukakan tentang nonpembayaran. biIa dikehendald. kerugian dan bunga. Rv. 4. Salinan kata demi kata dari cek itu. bila tempat tinggal mereka dalam kabupaten di mana raad van justitie itu berada dan di luar itu. bahwa mereka telah meminta pembayarannya kepada orangorang atau di tempat yang disebut dalam pasal yang lalu dan tidak memperolehnya. setempat. notaris atau juru sita. 205 dst. 20 dst. bila suatu cek ditarik untuk dibayar di kabupaten lain daripada tempat tinggal tertarik. 20 . 227a dst. Not. dan alasan Hal itu harus 30 .) Pasal 218b. Mereka juga wajib. terhalang atau tak mungkin bertindak. disertai dengan dua saksi. (KUHD 143b.) .menandatangani protes itu. penerimaannya penolakannya. 962. yang diberi nomor dan tanda pengesahan oleh Ketua raad van justitie. untuk..tinggal yang ditunjuk untuk pembayaran. karena penolakan itu telah memprotes. dari avalnya. di daerah Gubememen Jawa dan Madura oleh asisten-residen dan di luar itu oleh KepaIa Pemerintahan Daerah. pernyataan. KUHD 143a. dan bila di sana tidak ada kantor pos. Bila protes itu mengenai cek yang hilang. F. cukuplah dengan uraian yang setelititelitinya dari isi cek itu. 50 . dan di luar itu kepada KepaIa Pemerintahan Daerah setempat. Protes itu memuat: 10 .. wajib untuk membuat salinan protes tersebut dan memberitahukan hal itu dalam salinan. (KUHPerd. para notaris atau para juru sita dengan ancaman untuk mengganti biaya-biaya. Demikian pulalah harus dilakukan seperti itu. pernyataan. untuk mengganti apa yang ditentukan dalam nomor 1 alinea yang lalu. 40 . 1. oleh hakim pengadilan karesidenan.

maka para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama seperti itu. 13. 180. 227 dst. 229g. F. bukti yang diperlukan untuk membuat tagihan itu berlaku sah. (KUHD 142 dst.. 1. Bila pengajuan terjadi pada hari terakhir jangka waktu tersebut. Dalam hal protes atau keterangan yang tidak diberikan pada waktunya. wajib melepaskan dan menyerahkan kepada pemegang. (KUHD 152a. beresan.) Pasal 217a. wajib menjamin ganti rugi. protes atau keterangan yang disamakan dengan itu dapat dilakukan pada hari kerja pertama berikutnya. dan Ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya ini.190a dst. maka protes itu harus dilakukan pada kantor pos di tempat .3. baik di kabupaten yang sama. tagihan atas dana penarik. Bila nonpembayaran dari cek ditetapkan dengan protes atau dengan keterangan yang disamakan dengan itu.) Pasal 218.) Bila cek ditarik untuk dibayar di tempat lain yang ditunjuk atau oleh orang lain yang ditunjuk. ataupun dengan keterangan yang diberi tanggal dari suatu lembaga pem. maka penarik dengan ancaman hukuman. 613. meskipun protes atau keterangan tidak diberikan pada waktunya. 208'. maka permintaan pembayaran harus diminta dan protes dibuat di tempat yang ditunjuk atau kepada orang yang ditunjuk itu. Protes atau keterangan yang disamakan dengan itu harus dilakukan sebelum akhir jangka waktu pengajuan. Bila penarik dinyatakan dalam kepailitan. kecuali bila dibuktikan bahwa pada hari cek diajukan dana yang diperlukan untuk pembayaran ada di tangan tertarik. 206. Bila orang yang harus membayar cek tidak dikenal sama sekali atau tidak dapat ditemukan. (KUHD 1432. maupun di kabupaten lain. Bila dana yang dibutuhkan hanya ada sebagian.30 . KUHPerd.. (KUHD 178-41.) Pasal 218a. kecuali bila mereka lebih suka untuk mengizinkan tampil sebagai penagih untuk jumlah cek itu. maka penarik bertanggung jawab atas kekurangannya. Pembayaran cek harus diminta dan protes yang menyusul kemudian harus dilakukan di tempat tinggal tertarik. maka bagaimanapun juga penarik wajib menjamin ganti rugi. di mana dinyatakan bahwa cek itu telah diajukan tepat pada waktunya dan tidak dibayar. yang ada di tangan tertarik pada hari pengajuan sebesarjumlah cek itu.

hanya boleh dibayar oleh tertatik. 1338 dst. Penarik. Pemegang dapat melakukan hak regresnya terhadap para endosan. Pencoretan pernyataan: "untuk diinasukkan dalahi rekening " dianggap tidak pernah terjadi. (KUHPerd. Tertarik atau bankir yang tidak mentaati ketentuan di atas. Ia tidak boleh menagih atas beban orang lain selain dari orang tersebut. dan bila perubahan itu ditetapkan: 10 . penarik dan para debitur cek yang lain. bila tidak memuat lebih dari dua penyilangan yang satu di antaranya bertwuan untuk penagihan oleh suatu lembaga pemberesan. Cek yang memuat lebih dari satu penyilangan khusus. (KUHD 218b.) atau dengan keterangan tertarik yang diberi tanggal dan ditulis di atas cek dengan pernyataan hari pengajuannya. 20 . juga pemegang cek.) Pasal 216. dapat melarang pembayaran dalam uang tunai dengan menyebutkan pada halaman depan dengan arah miring: "untuk dimasukkan dalam rekening " atau pernyataan semacam itu.) Bagian 6. KUHD 211-213. 220. (KUHD 180. Tertarik yang tidak menaati ketentuan di atas. Hak Regres Dalam Hal Nonpembayaran. Dalam hal demikian. Pembukuan berlaku sebagai pembayaran.Seorang bankir hanya boleh menerima cek bersilang dari salah seorang nasabahnya atau dari seorang bankir lain. baik dengan akta otentik (protes). bertanggungjawab untuk kerugian sebesar jumlah dari cek itu. bis. 229a. giro atau kompensasi). (KUHD 143d. Pasal 217. 218a.) . bila cek yang diajukan@epat pada waktunya tidak dibayar.. harus bertanggung jawab untuk kerugian sebesar jumlah dari cek itu. cek itu hanya memberi alasan kepada tertarik untuk membukukannya (rekening koran.

1-8. atau bila bankirr ini tertarik hanya kepada salah seorang nasabahnya. Pencoretan penyilangan atau naina bankir yang ditunjuk dianggap tidak pernah terjadi. . bila terdapat nama seorang bankir di antara dua garis itu.Nilai uang asing itu ditetapkan menurut kurs pada tempat pembayarannya. Pasal 214. bahwa jumlah yang harus dibayar diperhitungkan menurut kurs yang ditetapkan dalam cek itu. tapi penyilangan khusus tidak dapat diubah menjadi penyilangan umum.) Hal yang tercantum di atas tidak berlaku. bila tidak memuat di antara dua garis itu suatu penunjukan pun. Penyilangan dilakukan dengan menempatkan dua garis sejajar di halaman depan cek itu. KUHD 60.. Akan tetapi bankir yang disebut dapat mengalihkan cek itu kepada bankir lain untuk diinkaso. bahwa yang dimaksud adalah uang dari tempat pembayaran. Penyilangan umum dapat diubah menjadi penyilangan khusus. maka dianggap. 178-2-. (KUHPerd. Akan tetapi penarik dapat menetapkan. Cek Bersilang Dan Cek Untuk Perhitungan. Cek dengan penyilangan khusus oleh tertarik hanya dapat dibayar kepada bankir yang ditunjuk. 1915 dst. Bila jumlah dari cek itu dinyatakan dalam uang yang mempunyai nama yang sama. Cek dengan penyilangan umum oleh tertarik hanya dapat dibayar kepada bankir atau kepada nasabah tertarik. akan tetapi mempunyai nilai yang berbeda dalam negeri pengeluarannya dan dalam negeri tempat pembayarannya. penyilangan itu khusus. Penyilangan ada yang umum atau ada juga yang khusus. atau pernyataan: "bankir " atau kata semacam itu. bahwa pembayarannya harus dilakukan dalam uang tertentu yang ditunjuk (Klausula pembayaran sesungguhnya dalam uang asing). bila penarik menetapkan. 140.) Bagian 5. 1756 dst. Penarik atau pemegang cek dapat menyilangnya dengan akibat yang disebut dalam pasal berikut. (AB. Pasal 215. Penyilangan itu umum..

tidak berpengaruh pada akibat-akibat dari cek.Bila tidak ada penarikan kembali. 187. pemegang dapat menuntut sesuai dengan pilihannya. tertarik dapat menuntut.) Pasal 213. 1390. 1386 dst. (KUHD 1392. 196.) Bila ia. 209. 1405-10. Diluar hal dimaksud dalam pasal 227a. (KUHPerd. baik dari hari pengajuan. atau yang memperolehnya karena kesalahan yang besar. Cek yang pembayarannya dipersyaratkan dalam uang lain dari uang di tempat pembayarannya dapat dibayar dalam jangka waktu pengajuan dengan uang dari negerinya menurut nilai pada hari pembayaran. wajib meneliti tertibnya deretan endosemen. Tertarik yang membayar cek dengan endosemen. maka tertarik dapat membayar bahkan setelah jangka waktu berakhir.) Pasal 210. KUHD 139'. setelah membayar yang tidak membebaskan. KUHP 1173. 183 a 3. (KUHPerd. Bila pembayaran itu tidak terjadi pada waktu diajukan. 1792.. maka Ia berhak menagih kepada mereka semua yang telah memperoleh cek itu dengan itikad buruk. maupun dari hari pembayaran. wajib membayar untuk kedua kalinya. Baik kematian penaiik maupun ketidakcakapannya menurut hukum yang timbul setelah pengeluaran cek itu. KUHPerd. (KUHD 206. 198. 1813. Pemegang tidak boleh menolak pembayaran sebagian. bahwa jumlah pada cek itu dibayar dalam uang negerinya menurut kurs. . akan tetapi tidak tanda tangan para endosertien.) Pasal 212. KUHD 138.) Pasal 211. 1385 dst. 2003. bahkan pembayaran dinyatakan dalam cek dan bahwa untuk itu ia mendapat tanda pembayaran. 227a.. Dalam hal pembayaran sebagian. tertarik yang telah membayar dapat menuntut penyerahan cek tersebut lengkap dengan tanda pelunasan secukupnya dari pemegang. (KUHPerd.

Pengajuan dan Pembayaran. (KUHD 136 2. Jangka waktu tersebut di atas mulai berjalan sejak hari yang disebut pada cek itu sebagai hari pengeluarannya. Pasal 205.Bagian 4. (KUHD 133'. sebaliknya dianggap tidak ditulis. Hari pengeluaran cek yang ditarik antara dua tempat dengan tarikh yang berbeda dijatuhkan pada hari yang sama dari tarikh tempat pembayaran. Penarikan kembali cek itu hanya berlaku setelah jangka waktu pengajuan berakhir. dapat dibayar pada hari pengajuannya. 209. 229i. (KUHD 206. Pengajuan kepada lembaga pemberesan (verrekeningskamer) berlaku sebagai pengajuan untuk pembayaran. 217.) Pasal 207. .) Pasal 208. 137. Setiap pernyataan Cek yang diajukan untuk pembayaran sebelum tanggal yang disebut sebagai tanggal pengeluaran. Cek harus dibayar pada waktu ditunjukkan. Sepucuk cek yang dikeluarkan atau yang harus dibayar di Indonesia harus diajukan untuk pembayaran dalam waktu tujuh puluh hari. (KUHD 137 2.) Pasal 209.) Oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Pemerintah) akan ditunjuk badanbadan yang dianggap sebagai lembaga tersebut dalam arti bab ini. 226.) Pasal 206. (KUHD 217-31. 209.

. Hal itu dinyatakan dengan kata-kata: "baik untuk aval ". hanya mempunyai akibat dari sesi biasa. atau dengan pernyataan semacam itu.. 581 . atau setelah habis jangka waktu pengajuan. sekalipun perikatan yang dijamin olehnya batal oleh sebab lain daripada cacat dalam bentuk.f sub IO. 217 dst. (KUHPerd. Dalam aval harus dicantumkan untuk siapa hal itu diberikan. 1824. (KUHD 130.) Bagian 3.. Tanda tangan saja dari pemberi aval pada halaman depan cek itu berlaku sebagai aval.) .) Hal itu dapat juga dilakukan dengan naskah tersendiri atau dengan sepucuk surat yang menyebutkan tempat di mana hal itu diberikan. kecuali bila tanda tangan itu dari penarik. 1820 dst. Aval (Perjanjian Jaminan).) Dengan pengecualian pembuktian kebaukannya. kecuali oleh tertarik. (KUHPerd. Aval itu ditulis dalam cek itu atau di atas lembaran sambungannya.) Dengan membayar. (KUHPerd. (KUHPerd. dianggap diberikan untuk penarik.. 178-3'. Pemberi aval terikat dengan cara yang sama seperti orang yang diberi aval. atau sebelum lampaunya jangka waktu yang dimaksud dalam alinea yang lalu. 203 dst. 1282. yang ditandatangani oleh pemberi aval. 192 3 . Rv. 2992 . (KUHPerd. 1839 dst. pemberi aval memperoleh hak-hak yang berdasarkan cek itu dapat digunakan terhadap orang yang diberi aval dan terhadap mereka yang berdasarkan cek itu terikat padanya. Pasal 202. (KUHPerd. 220. (KUHPerd. KUHD 119. KUHD 129.) Pasal 203. 1915 dst. 1831 dst. KUHD 131. 1821. Penjaminan tersebut dapat diberikan oleh pihak ketiga. 204.Endosemen yang dilakukan pada cek setelah protes atau keterangan yang sama dengan itu. Bila hal ini tidak ada. 613.) 204. endosemen tanpa tanggal dianggap telah dibuat sebelum protes atau keterangan yang sama dengan itu. 1280. Pembayaran cek dapat duamin dengan perjanjian jaminan (aval) untuk seluruhnya atau sebagian dari uang cek itu.) Perikatannya berlaku sah. atau bahkan oleh orang yang tanda tangannya terdapat pada cek itu.

Mereka yang ditagih berdasarkan cek terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadinya dengan penarik atau para pemegang yang terdahulu.) Pasal 201. Bila seseorang dengan jalan apa pun juga telah kehilangan cek yang dikuasainya. Dalam hal itu para debitur cek hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. (KUHPerd. (KUHD 182.Endosemen yang terdapat pada cek atas-tunjuk membuat endosan bertanggungjawab sesuai dengan ketentuan mengenai hak regres. 195. 227a.. Amanat yang dimuat dalam endosemen inkaso tidak berakhir karena meninggalnya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. maka pemegang cek tersebut. 217 dst. . 183a. tidak wajib untuk menyerahkan kembali. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap endosan. dan hal itu tidak dibedakan apakah mengenai cek atastunjuk atau cek yang dapat diendosemenkan. yang haknya alas cek itu dibuktikan oleh pemegang dengan cara yang diatur dalam pasal 196. 1813. 191. 582. KUHD 115'. "diamanatkan " atau pernyataan yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. "untuk inkaso". 191. 212.) Pasal 200. 182. (KUHD 116. KUHD 117. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosenlenkannya secara lain daripada secara mengamanatkannya. Bila endosemen memuat pernyataan: "nilai untuk diinkaso ". (KUHPerd.) Pasal 198.) Pasal 199. selanjutnya hal itu tidak membuat menjadi cek kepada tertunjuk. kecuali bila pada waktu memperoleh cek itu dengan sengaja telah bertindak dengan merugikan debitur. maka pemegangnya dapat melakukan semua hak yang timbul dari cek itu. kecuali bila Ia telah memperolehnya dengan itikad buruk atau mendapatnya karena kesalahan yang besar. 1792 dst.

Endosemen itu dapat membiarkan pihak yang diendosemenkan tidak disebut. 198. bila Ia menunjukkan haknya dengan memperuhatkan deretan endosemen yang tak terputus. Dalam hal terakhir. dianggap sebagai pemegangnya yang sah. pemegangnya dapat: 10 mengisi blangko itu baik dengan namanya sendiri ataupun dengan nama orang lain. Bila endosemen blangko diikuti oleh endosemen lain. bahkan bila endosemen terakhir dibuat sebagai endosemen blangko. 30 menyerahkan cek itu kepada orang ketiga tanpa mengisi blangkonya dan tanpa mengendosemenkannya. maka endosan menamin pembayarannya.) Pasal 196.) Pasal 197. KUHD 113. maka penandatangan endosemen terakhir ini dianggap telah memperoleh cek itu karena endosemen blangko. Kecuali bila dipersyaratkan lain.) Ia dapat melarang endosemen baru. 581-1 sub 11. 212. agar dapat berlaku sah. .) Pasal 194. KUHD 1151. 1911. (KUHD 114. 1977. Endosemen-endosemen yang dicoret dianggap dalam hal itu tidak ditulis. (Rv. 227a. Dengan endosemen itu dipindahkan semua hak yang bersumber pada cek itu. (KUHPerd. Bila endosemennya itu dalam blangko.) Pasal 195. (KUHD 112. atau endosemen itu hanya terdiri dari tanda tangan endosan (endosemen blangko). Barangsiapa memegang cek yang dapat dialihkan dengan endosemen. 2992. (KUHPerd. dalam hal itu is tidak menjamin pembayarannya terhadap mereka kepada siapa cek itu diendosemenkan kemudian. 612. 20 mengendosemenkan lagi cek itu dalam blangko atau kepada orang lain. 2033. endosemen itu harus dibuat di halaman belakang cek itu atau pada lembaran sambungannya.

Cek yang ditetapkan agar harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut dengan atau tanpa Klausula yang tegas "kepada tertunjuk ". atau Klausula semacam itu. (KUHD 110 dst.) Pasal 193. hanya dapat dialihkan dalam bentuk sesi biasa beserta akibatnya. Endosemen harus dibuat di atas cek atau pada lembaran yang dilekatkan padanya (lembaran sambungan). kecuali bila tertarik mempunyai beberapa kantor dan bila endosemen itu ditetapkan untuk keuntungan kantor lain daripada kantor yang atasnya cek itu ditarik. Pasal 191. Pengalihan. 613. 180. dapat dialihkan dengan jalan endosemen. Endosemen kepada tertarik hanya berlaku sebagai pemberian pernyataan lunas. 22 la. Endosemen yang ditempatkan pada cek demikian berlaku sebagai sesi biasa. Cek yang ditetapkan agar harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut dengan klausula: "tidak kepada tertunjuk ". 217a.. Hal itu harus ditandatangani oleh endosan.) Bagian 2. paling sedikit sama denganjumlah pada cek itu. Endosemen atas-tunjk berlaku sebagai endosemen blangko.ditarik. Setiap syarat yang dimuat di dalamnya Endosemen untuk sebagian adalah batal.) Endosemen itu bahkan dapat ditetapkan untuk keuntungan penarik atau setiap debitur cek lainnya. 192 dst.) Pasal 192. (KUHPerd. Demikian juga endosemen dari tertarik adalah batal. dianggap tidak ditulis. (KUHD 109c. Endosemen harus tidak bersyarat. . ia mempunyai utang sejumlah uang yang sudah dapat ditagih. Orang ini dapat mengendosemenkan lagi cek itu. (KUHD 193.

mampunyai hak yang sama seperti yang semestinya harus dipunyai oleh orang yang diwakw olehnya. 1806. (KUHD 109. kecuali pemegang telah memperoleh cek itu dengan itikad buruk atau karena kesalahan yang besar. maka kepada pemegang tidak dapat digjukan tentang tidak memenuhi peijardian-perjanjian itu. bila pada waktu pengajuan cek itu kepada penarik atau kepada orang yang atas tanggungannya cek itu . (KUHD 108. KUHD 107. 581-1 sub 11. 1797.tangan mereka atau orang yang atas namanya telah dilakukan hal itu. (KUHPerd. KUHP 264. namun perikatan-perikatan dari orang-orang lain yang tanda tangannya terdapat pada cek itu. yang pada waktu pengeluarannya tidak lengkap.) Pasal 188. sekalipun bila cek itu ditetapkan harus dibayar oleh pihak ketiga. 190b. dan setelah membayar. berlaku sah. dengan tidak mengurangi kewajiban penarik sesuai dengan pasal 189. (KUHD 106. kewajiban ini. Setiap Klausula yang meniadakan Penarik menjamin pembayarannya. bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang telah dibuat. 190a. telah dibuat lengkap. Setiap orang yang membubuhkan tanda tangartnya di atas cek sebagai wakil dari seseorang untuk siapa Ia tidak mempunyai wewenang untuk bertindak. 229f. 2292.) Pasal 190a. Tertarik dianggap mempunyai dana yang diperlukan. wajib berusaha agar dana yang diperlukan untuk pembayaran pada hari pengajuartnya ada di tangan tertarik. Bila cek. Rv.) Pasal 190b.) Pasal 190. Ia sendiri terikat karena cek itu. (KUHD 109b.) Pasal 189. Penarik atau seseorang yang atas tanggungannya cek itu ditarik. Hal itu berlaku juga terhadap wakil yang melampaui batas wewenangnya. dianggap tidak ditulis.

) Pasal 184. Dalam cek demikian para debitur cek hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. ataupun di tempat lain. hanya berlaku jumlah yang terkecil. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap penarik. 17 dst. 1813. tidak dapat mengikat orang-orang yang telah membubuhkan tanda . bila terdapat perbedaan. (KUHD104. baik lengkap dengan huruf maupun dengan angka. 210.. "untuk inkaso ". Cek yang jumlah uangnya ditulis lengkap dalam huruf danjuga dengan angka. atau tanda tangan dari orang rekaan. tanda tangan palsu. KUHD 105. atau pernyataan lain yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. 117 . akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkannya. 1878 dst. bila terdapat perbedaan.) Pasal 186. 1792 dst. Klausula bunga yang dimuat dalam cek dianggap tidak ditulis. Amanat yang dimuat dalam cek-inkaso tidak berakhir karena meninggalnya pemberi amanat atau karena pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum.. KUHD 103. 221.. penerima dapat melakukan semua hak yang timbul dari cek itu.) Pasal 185. Bila cek itu memuat tanda tangan orang yang tidak cakap menurut hukum untuk mengikatkan diri dengan menggunakan cek. baik di tempat tinggal tertarik. berlaku jumlah yang ditulis lengkap dalam huruf.Pasal 183a. (KUHPerd. 24. KUHD 102a.) Pasal 187. atau tanda tangan orang-orang yang karena alasan lain apa pun juga. Bila penarik memuat dalam cek pernyataan: "nilai untuk diinkaso . (KUHPerd. (KUHPerd. Cek dapat ditentukan bahwa dapat dibayar di tempat tinggal pihak ketiga. Cek yang jumiah uangnya ditulis beberapa kali. 200. selain dengan cara mengamanatkannya. "diamanatkan ".

dan menurut perjanjian tegas atau secara diam-diam yang menetapkan. Cek itu harus ditarik atas seorang bankir yang menguasai dana untuk kepentingan penarik. (KUHD 120 dst.) tegas: . bis. atau Klausula semacam itu.atas-tunjuk. Suatu pernyataan akseptasi yang dibuat pada cek itu dianggap tidak ditulis. atau istilah semacam itu berlaku sebagai cek atas-tunjuk. Akan tetapi bila peraturan-peraturan itu tidak diindahkan. maka alas-hak itu tetap berlaku sebagai cek.) Pasal 182. .) Pasal 181. Cek yang ditetapkan harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut. Cek dapat berbunyi kepada yang ditunjuk oleh penarik. (KUHD 190a dst. 191. bahwa penarik mempunyai hak untuk menggunakan dana itu dengan menarik cek. 229a.. Cek tidak dapat diakseptasi. Cek tanpa pernyataan tentang penerimaannya berlaku sebagai cek atas-tunjuk. 214-216. Cek dapat ditarik atas beban pihak ketiga. Pasal 183. (KUHD 102. Cek dapat ditarik pada penariknya sendiri.kepada orang yang namanya disebut dengan atau tanpa Klausula "kepada tertunjuk ". Cek dapat ditetapkan untuk dibayarkan: . (KUHD 1830. Penarik dianggap menarik atas bebannya sendiri bila dari cek itu atau dari Surat pemberitahuannya tidak ternyata atas beban siapa hal itu dilakukan.kepada orang yang namanya disebut dengan klausula: "tidak kepada tertunjuk ".Pasal 180. dengan menyatakan: "atau atas-tunjuk ".) .

174. (KU HD 185. maka cek itu harus dibayar di tempat yang ditulis pertama. Bila tidak terdapat penunjukan khusus. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan. Bila ditulis beberapa tempat di samping nama penarik. Alas-hak yang di dalamnya tidak memuat salah satu pernyataan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu. dianggap telah ditandatangani di tempat yang disebut di samping nama penarik.) 20.) 50. (KUHD 1794. 30. Bagian 1. Pasal 178. yang dimasukkan dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam alas-hak itu. tidak berlaku sebagai cek. nama orang yang harus membayar (tertarik). (KUHD 101. 18. pernyataan tanggal penandatanganan beserta tempat cek itu ditarik. 1935. 1935-490 yang mulai berlaku pada tanggal 29 Des.3. Traktat ini telah dinyatakan berlaku terhadap antara lain Indonesia dengan Undang-undang 2 Agustus 1935. maka cek itu harus dibayar di tempat kedudukan kantor pusat tertarik. tempat yang ditulis di samping nama penarik dianggap sebagai tempat pembayarannya. Bila tidak terdapat penunjukan itu atau penunjukan lain apa pun.) . Cek yang tidak menunjukkan tempat ditarik. kecuali dalam hal tersebut di bawah ini. perintah tidak bersyarat untuk membayar suatu jumlah uang tertentu. Cek memuat: (KUHD 100. Pengeluaran Dan Bentuk Cek. 175.) 10 Nama cek ". mengatur undang-undang bea meterai cek. 40.) 60 . Pasal 179. (AB. tanda tangan orang yang mengeluarkan cek itu (penarik).S. N.

mengatur penyelesajan perselisihan perundang-undangan tertentu mengenai cek. BAB VII. Penolakan untuk memberikan tanda tangan itu. akibat pembubuhan tanda tanpa adanya keadaan dimaksud dalam pasal 106. (KUHD 127. waktu pengunjukan. S. 1935 -77jo. Traktat ini bertujuan: 1. Klausula bunga (pasal 104). harus diajukan kepada penandatangan untuk ditandatangani sebagai tanda "telah dilihat " dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 122. dengan tujuan untuk menyesuaikan dengan ketentuan-ketentuan dari Undang-undang 17 Nopember 1933. akibat dari tanda tangan seseorang yang bertindak tanpa wewenangnya (pasal 107) dan Surat Wesel blangko (pasal 109) Demikian pula terhadap surat sanggup berlaku ketentuan mengenai aval (pasal 129 -131). yang telah diatur sesuai dengan Traktat Genewa 19 Maret 1931. Jangka waktu pengunjukan berlangsung mulai pada tanda itu. Rv. harus dinyatakannya dengan protes (pasal 124) yang tanggalnya merupakan permulaan berlangsungnya jangka. 299. 562. . N. memberlakukan undang-undang yang seragam mengenai cek. aval itu tidak menyebutkan kepada siapa aval itu diberikan. Pasal 177. yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 1936. Perbedaan pernyataan berkenaan dengan jumlah uang yang harus dibayar (pasal 105). CEK. yang harus dibuat oleh penandatangan pada Surat sanggup itu. 581 -I sub 21. Penandatangan Surat sanggup terikat dengan cara yang sama seperti akseptan Surat Wesel. 2. dianggap diberikan atas tanggungan penandatangan surat anggup itu. PROMES DAN KWITANSI ATAS-TUNJUK. Anotasi: Bab VII yang lama telah diganti dengan Bab VII yang baru ini berdasarkan S. bila sesuai dengan apa yang ditentukan pada pasal 130 alinea terakhir.Demikian pula terhadap Surat sanggup berlaku ketentuan tentang Surat Wesel yang harus dibayar oleh Pihak ketiga atau di tempat lain dari domisili penarik (Pasal 103 dan pasal 126). 1933-613.) Surat sanggup yang harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukan.

Alas-hak yang tidak memuat salah satu pernyataan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu. penyebutan tanggal. KUHD 101'. daluwarsa (Pasal -pasal 168a. 151-153). 1915 dst. tidak berlaku sebagai Surat sanggup. Pasal 175. .) 60. Surat sanggup yang tidak menyebutkan tempat penandatangannya.nama orang yang kepadanya pembayaran itu harus dilakukan atau yang kepada tertunjuk pembayaran itu harus dilakukan. 1921. perubahan (pasal 168). 169-170).. perhitungan jangka waktu dan larangan hari penangguhan (pasalpasal 171. kecuali dalam hal tersebut di bawah ini. tempat penandatanganannya Surat itu dianggap sebagai tempat pembayarannya dan juga sebagai domisili penandatangan. hari jatuh tempo (Pasal-pasal 132-136). (KUHD 102. Surat Wesel yang hilang (pasal 167a). 171a. 109a. (KUHPerd. hari-hari raya. pembayaran dengan perantaraan (pasal-pasal 154. 70. serta tempat surat sanggup itu ditandatangani. 158-162). dianggap harus dibayar atas-tunjuk. 172 dan 173). Bila tidak terdapat penunjukan khusus. Selama tidak menyalahi sifat Surat sanggup. hak regres dalam hal nonpembayaran (pasal-pasal 142-149. tanda tangan orang yang mengeluarkan alas-hak itu (penandatanganan). salinan Surat Wesel (pasal 166 dan pasal 167). maka terhadapnya berlaku ketentuan-ketentuan mengenai Surat Wesel tentang: endosemen (Pasal-pasal 110-119). pembayaran (Pasal-pasal 137-141).) Pasal 176. Surat sanggup yang hari jatuh tempo pembayarannya tidak ditunjuk.50. dianggap ditandatangani di tempat yang disebut di samping nama dari penandatangan.

yang dimasukkan dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam alas-hak itu. 1752. l 351. (KUHD 143.d. Penunjukan tanggal semua hari raya dimaksud dalam pasal ini. S. (KUHD 122. 144.. Pasal 174. Kenaikan Isa Almasih. Rv. 171a. kepada tertunjuk . 141. (KUHD 103.) 40. kedua hari Natal.) Bagian 13. 172. 135. 30.) Pasal 172. bis.. (KUHD 229b. baik Klausula tertunjuk. penunjukan hari jatuh tempo. (AB.u. dg. 122. 153. 132'. kecuali hari Minggu. 18. tidak termasuk hari permulaan jangka waktu itu. 1935-77. 1937-572. penyanggupan tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu. 158.) Pasal 171a. 143.) . Surat sanggup (KUHD 100. 229c.S. 137. 179) memuat: surat sanggup atau promes 10. baik menurut undang-undang. 131. dilakukan setiap tahun dengan surat ketetapan yang dimuat dalam surat kabar resmi sebelum pennulaan tahun. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan. 171.S. 169. 144. 126. Paskah Kristen kedua dan Pantekosta. 152 dst.120. 152. maupun sebutan.) 20. 229b. 229j. Tiada satu hari penangguhan pun diizinkan. 132 dst. beserta hari-hari raya lainnya yang setiap tahun kembali yang ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan. maupun menurut keputusan hakim. 1432. Dalam jangka waktu yang ditetapkan undang-undang atau Perjanjian. Tahun Baru.) yang dianggap hari raya resmi menurut bagian ini ialah: Minggu. 229d. Surat Sanggup (Order). 137. (KUHD 132 dst. 133 . (s.) Pasal 173.. 1938-161.

dan tidak dapat pula digunakan oleh penarik atau para endosan. S. 143.) Pasal 170. 1935-77jo.. dari hari jatuh temponya bila ada Klausula tanpa biaya. 1982. Tuntutan hukum endosan yang satu terhadap endosan yang lain dan terhadap penarik kedaluwarsa karena lampaunya waktu enam bulan terhitung dari hari pembayaran surat wesel itu oleh endosan untuk memenuhi wajib regresnya. (KUHD 190c. Pembayaran suatu surat wesel yang hari jatuh temponya pada hari raya resmi. bila atau sejauh ia telah menerima dana atau telah memperkaya diri secara tidak adil. yaitu pengajuannya untuk akseptasi dan protesnya.t.) Bagian 12. Bila salah satu tindakan itu harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang hari terakhirnya adalah hari raya resmi. atau dan hari endosan sendiri digugat di depan pengadilan. 229. Ketentuan-ketentuan Umum. (s. 168a. demikian pula daluwarsa yang dimaksud dalam alinea kedua dan ketiga tidak dapat digunakan oleh penarik..) (s.d. 110 dst. Hari raya yang terdapat di antara itu dimasukkan dalam perhitungan jangka waktu. 145 dst. S. 170. maka jangka waktu ini diperpanjang sampai hari kerja pertama berikut pada akhir jangka waktu tersebut. dg. 1979 dst. 120 dst. Pencegahan daluwarsa hanya berlaku terhadap orang yang terhadapnya dilakukan tindakan pencegahan daluwarsa itu. Pasal 171..yang dilakukan pada saatnya atau. baru dapat ditagih pada hari kerja berikutnya. yang telah memperkaya diri secara tidak adil. (KUHD 229a. 1935-77jo. u. 127. (KUHD .) Menyimpang dari pasal 1987 dan 1988 Kitab Undang-undang Hukum Perdata berlakulah daluwarsa yang dibicarakan dalam pasal yang lalu terhadap mereka yang belum dewasa dan terhadap mereka yang berada dalam pengampuan. 562. dengan tidak mengurangi hak-tagih mereka yang belum dewasa dan yang dalam pengampuan terhadap wali atau pengampu mereka. demikian pula antara suami-istri. dg. (KUHPerd. tidak dapat dilakukan selain pada hari kerja. semuanya tanpa mengurangi ketentuan dalam pasal 1967 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.) Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea pertama tidak dapat digunakan oleh akseptan... 562. Demikian pula semua tindakan lain berkenaan dengan surat wesel.d. 132 dst.. bila dan sejauh ia selama tidak menyediakan dana. 229k.

Barangsiapa kehilangan surat wes,l yang pemegangnya adalah ia, hanya dapat meminta Pembayaran dari tertarik dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun. (KUHPerd. 1830, 1967; KUHD 115, 137, 139, 143b2, 167b, 227a; Rv. 611 dst.)

Pasal 167b. Barangsiapa kehilangan surat wesel yang pemegangnya adalah ia, dan sudah jatuh tempo pembayarannya dan di mana perlu telah diprotes, hanya dapat melakukan haknya terhadap akseptan dan terhadap penarik dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun. (KUHPerd. 1830, 1967; KUHD 115, 137, 139,143b 2, 167a, 227b; Rv. 611 dst.)

Bagian 10. Perubahan.

Pasal 168. Bila ada perubahan dalam teks suatu surat wesel, maka mereka yang kemudian membubuhkan tandatangannya pada surat wesel itu, terikat menurut teks yang telah diubah; mereka yang telah membubuhkan tandatangannya sebelum itu terikat menurut teks yang asli. (KUHD 109, 228; KUHP 264.)

Bagian 11. Daluwarsa.

Pasal 168a. Dengan tidak mengurangi ketentuan pasal berikut, maka utang wesel dihapus oleh segala ikhtiar pembebasan utang wesel yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata. (KUHPerd. 1381; KUHD 228a.)

Pasal 169. Semua tuntutan hukum yang timbul dari surat wesel terhadap akseptan, kedaluwarsa karena lampaunya waktu tiga tahun, terhitung dari hari jatuh temponya. Tuntutan hukum pemegang terhadap para endosan dan terhadap penariknya kedaluwarsa karena lampaunya waktu satu tahun, terhitung dari tanggal protes

20. bahwa ia telah tidak berhasil memperoleh akseptasi atau pembayaran atas lembaran lain. (KUHD 120, 143, 143b, 146.)

sub 2. Salinan Wesel

Pasal 166. Setiap pemegang surat wesel mempunyai hak untuk membuat beberapa salinannya. Salinannya harus dengan saksama menggambarkan aslinya endosemennya dan semua penyebutan lainnya, yang terdapat padanya. tersebut harus menunjukkan, di mana salinan itu berakhir. dengan Salinan

Salinan dapat diendosemenkan dan di tanda-tangan untuk aval dengan cara dan dengan akibat yang sama seperti astinya. (KUHPerd. 1888 dst.; KUHD 110, 129, 163, 167.)

Pasal 167. Salinan harus menyebutkan orang pada siapa lembaran aslinya berada. Orang ini wajib menyerahkan lembaran aslinya kepada pemegang yang sah dari salinannya. Bila ia menolak hal ini, maka pemegang baru hanya dapat melakukan hak regresnya terhadap mereka, yang telah mengendosemenkan salinannya atau menandatanganinya untuk aval, setelah dengan protes ia menyelenggarakan pernyataan, bahwa lembaran asli yang telah diminta tidak diserahkan kepadanya. Bila setelah endosemen yang terakhir diadakan di atasnya, sebelum salinannya dibuat, lembaran aslinya memuat klausula; mulai dari sini endosemen hanya berlaku pada salinannya , atau Klausula lain semacam itu, maka endosemen yang kemudian diadakan pada lembaran aslinya adalah batal. (KUHPerd. 1888 dst.; KUHD 146, 166.)

sub 3. Surat Wesel yang Hilang.

Pasal 167a.

Bagian 9. Lembaran Wesel, Salinan Wesel Dan Surat Wesel yang Hilang. sub 1. Lembaran Wesel.

Pasal 163. Surat Wesel dapat ditarik dalam beberapa lembaran yang bunyinya sama. Lembaran itu harus dibubuhi nomor dalam teks sendiri dari alas-hak, dan bila hal ini tidak ada, maka setiap lembar dianggap sebagai surat Wesel tersendiri. Tiap pemegang suatu surat Wesel, di mana tidak dicantumkan, bahwa hal itu ditarik dalam satu lembar saja, dapat menuntut atas biayanya untuk menyerahkan beberapa lembar. Untuk hal itu ia harus menghubungi endosan yang langsuung mengendosemenkan padanya, yang wajib memberikan bantuannya untuk meminta kepada endosannya sendiri, dan demikian seterusnya sampai kembali pada penariknya. para endosan juga wajib menulis endosemen itu pada lembaran yang baru. (KUHD 100, 226.)

Pasal 164. Pembayaran yang dilakukan atas salah satu lembar mengakibatkan pembebasan, meskipun tidak disyaratkan, bahwa pembayaran tersebut menggugurkan kekuatan berlakunya lembaran-lembaran lainnya. Akan tetapi tertarik tetap terikat oleh setiap lembaran yang diakseptasi dan tidak diserahkan kepadanya. (KUHD 124.) Endosan yang telah menyerahkan lembaran itu kepada berbagai orang, demikian pula endosan yang kemudian, terikat oleh lembaran yang memuat tanda tangan mereka dan tidak diserahkan. (KUHD 110 dst., 138, 227.)

Pasal 165. Barangsiapa telah mengirimkan salah satu lembaran untuk akseptasi, harus menunjukkan pada lembaran yang lain, nama orang pada siapa lembaran itu berada. Orang ini berkewajiban untuk menyerahkan lembaran itu kepada pemegang yang sah dari lembaran lain. Bila ia menolak, maka pemegang baru dapat melakukan hak regresnya, setelah dia dengan protes mengatakan: 10. bahwa lembaran yang dikirimkan untuk akseptasi setelah diminta tidak diserahkan;

dan terhadap mereka yang berdasarkan surat Wesel terikat pada orang yang tersebut terakhir ini. (KUHD 143 dst.Bila Surat Wesel itu diakseptasi oleh perantara. harus menyelenggarakan protes nonpembayaran paling lambat pada hari yang berikut pada hari terakhir waktu hal ini dapat dilakukan.) Pasal 162.. kehilangan hak regresn a terhadap mereka yang seharusnya sudah terbebas. 145. dan endosan yang kemudian..) Surat Wesel dan protesnya. Pemegang yang menolak pembayaran dengan perantaraan. Barangsiapa membayar selaku perantara. (KUHD 149. Perantara yang dengan sadar melanggar ketentuan ini. Bila penunjukan itu tidak ada. yang mempunyai domisili pada tempat pembayaran. dan bila ada alasan untuk itu. 1915 dst. (KUHD 146. 146. 164. Para endosan yang berikut untuk siapa telah dilakukan pembayaran.) Pasal 160. dibubuhkan pada surat Wesel dengan menunjuk kepada orang.) Bila tidak terjadi protes dalamjangka waktu tersebut. Pembayaran dengan perantaraan harus dinyatakan dengan tanda pelunasan. atau bila disebut orang dengan domisili di tempat itu juga yang dalam keadaan darurat akan membayar. maka orang yang telah memberikan alamat darurat atau untuk siapa surat Wesel itu diakseptasi. Akan tetapi dia tidak boleh mengendosemenkannya kembali. didahulukan pembayaran yang menyebabkanjumlah pembebasan yang terbesar. terbebas dari segala ikatan. harus diserahkan kepada orang yang membayamya selaku perantara. 158. 17 dst. kehilangan hak regresnya terhadap mereka yang seharusnya akan terbebas oleh itu.) . Bila ada beberapa orang yang mengaiukan untuk pembayaran dengan perantaraan. bila ini diadakan. memperoleh hak yang bersumber dari surat Wesel itu terhadap orang untuk siapa ia telah melakukan pembayaran. 154y3. (KUHPerd. terbebas dari segala ikatan mereka. maka dianggap pembayaran itu dilakukan untuk penarik. 24. (KUHPerd.) Pasal 161. pemegang harus mengajukan surat Wesel itu kepada mereka semua. (KUHD 110 dst. untuk siapa hal itu dilakukan.

. 146 dst. Pembayaran dengan perantaraan dapat dilakukan dalam semua keadaan. di mana pemegang mempunyai hak regres. bila ada alasan untuk itu. . di mana protes nonpembayaran dapat diselenggarakan. (KUHD 146. protesnya dan perhitungan yang ditanda sebagai pelunasan. 148. baik pada hari jatuh tempo. 159 dst. KUHD 124. Hal itu menunjuk orangnya untuk siapa akseptasi itu telah diberikan. (KUHD 127. Hal itu harus berlangsung paling lambat pada hari terakhir.) Pasal 157. 161. Meskipun ada akseptasi dengan perantaraan. 146.) Pasal 156. 1543. Pembayaran Dengan Perantara.hak regresnya yang ia miliki sebelum hari jatuh tempo terhadap orang untuk siapa telah dilakukan akseptasi itu. (KUHD 143. Pembayaran itu harus meliputi seluruh jumlah uang yang harus dilunasi oleh orang untuk siapa hal itu dilakukan. dianggap hal itu telah dilakukan untuk penarik.) sub 3. 1915 dst. dan terhadap mereka yang sesudah itu telah membubuhkan tandatangannya pada surat Wesel itu. bila tidak ada penunjukan itu. Akseptan dengan perantaraan terhadap pemegang dan terhadap para endosan yang telah mengendosemenkan surat Wesel itu setelah orang untuk siapa perantaraan itu diberikan. (KUHPerd. Pasal 158. dengan pembayaran kembali jumiah uang yang dimaksud dalam pasal 147. orang untuk siapa hal itu telah dilakukan dan mereka yang wajib regimes terhadap orang itu dapat menuntut dari pemegangnya penyerahan surat Wesel itu. Akseptasi dengan perantaraan dicantumkan pada surat Wesel. hal itu ditandatangani oleh perantara. maupun sebelum hari jatuh tempo. terikat dengan cara yang sama seperti mereka yang tersebut di atas ini.) Pasal 159.

ia bertanggung jawab untuk kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya. Perantara itu bisa seorang ketiga. Bila ia tidak Memperhatikan jangka waktu itu.) Bila pada surat Wesel ditunjuk seseorang untuk mengakseptasinya atau membayar di tempat pembayarannya.) Perantara itu memberitahukan dalam jangka waktu dua hari tentang perantaraannya kepada orang yang diberi perantaraan olehnya. maka pemegang tidak dapat melakukan haknya terhadap orang yang telah melakukan penunjukan dan terhadap mereka yang sesudah itu telah membubuhkan tandatangannya pada surat Wesel itu. Pasal 154. KUHD 146. akan tetapi biaya. atau orang yang telah terikat berdasarkan surat Wesel itu. kecuali bila ia telah mengajukan surat Wesel tersebut kepada orang yang ditunjuk itu dan telah dibuat protes tentang penolakannya untuk mengakseptasi. (KUHD 142 dst. Akan tetapi bila ia menerimanya. seorang endosan. Akseptasi Dengan Perantaraan. atau seorang pemberi aval dapat menunjuk seseorang yang dalam keadaan darurat untuk mengakseptasi atau membayar.. maka bila ada alasan untuk itu. (KUHPerd. ia kehilangan . 1354. kecuali akseptan. kerugian dan bunga tidak dapat melebihi jumlah uang dalam surat Wesel itu. (KUHD 1213.. bahkan tertarik.Bagian 8. 1382. Penarik. Perantaraan. 1355 dst. 1540.) Surat Wesel itu dapat diakseptasi atau dibayar dengan syarat-syarat yang ditetapkan di bawah ini oleh seseorang yang memberi perantaraan untuk seorarg debitur yang terhadapnya dapat dilakukan hak regres. (KUHPerd. (KUHPerd. sebelum hari jatuh tempo pembayaran dapat melakukan hak regres. Pasal 155.) 2. sebelum hari jatuh tempo pembayarannya. dalam keadaan darurat. 155 dst. sub 1. Akseptasi dengan perantaraan dapat terjadi dalam segala keadaan. di mana Pemegang surat Wesel yang dapat diakseptasi. 1792 dst. Ketentuan Umum. pemegang dapat menolak akseptasi dengan perantaraan.) Dalam keadaan-keadaan lainnya tentang perantaraan.

) Bila surat wesel itu tidak diakseptasi. maka para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama.pembayararmya pada tertarik ada tersedia dana untuk pembayaran surat wesel itu. 143. 127a. Setelah berakhirnya keadaan yang di luar kekuasaannya. atau untuk orang yang ditugaskan olehnya untuk mengajukan surat wesel itu atau untuk mengadakan protes. penarik yang dengan ancaman wajib membebaskan. untuk surat-surat wesel yang ditarik dengan jatuh tempo pembayaran pada waktu tertentu setelah pengajuan. maka jangka waktu itu diperpanjang. (KUHD 121 dst. tidak dianggap sebagai hal-hal yang ada di luar kekuasaannya. maka penarik bertanggung jawab untuk kekurangannya. 146a. untuk selebihnya berlaku ketentuan pasal 144. KUHD 109c. Bila keadaan di luar kekuasaannya itu berlangsung lebih dari tiga puluh hari terhitung dari hari jatuh tempo pembayarannya. dan mengajukan protes bila ada alasannya. Bila penarik dinyatakan pailit.) Pasal 153. dan ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya. 613. kecuali bila mereka menganggap lebih baik untuk mengizinkan pemegang itu sebagai penagih utang untuk jumlah surat wesel itu. F. bukti-bukti secukupnya untuk memungkinkan berlakunya tagihan itu. (KUHD 109b dst. 133 dst. meskipun belum berakhir jangka waktu pengajuan. maka jangka waktu tiga puluh hari diperpanjang dengan jangka waktu pengunjukannya yang dinyatakan dalam surat wesel itu. Pemegangnya berkewajiban untuk segera memberitahukan kepada endosannya tentang keadaan yang di luar kekuasaannya itu. dan meliputi jumlah wesel itu. 13. Fakta-fakta yang bersifat pribadi bagi pemegangnya. maka dapatlah dilakukan hak regresnya tanpa memerlukan pengajuan atau pembuatan protes. 1. berkewajiban untuk melepaskan dan menyerahkan kepada pemegangnya tagihan terhadap dana itu. 225. 152. yang telah diterima dari padanya oleh tertarik pada hari jatuh tempo pembayaran. dan mencantumkan pemberitahuannya pada surat wesel itu atau halaman sambungannya dengan tanggal dan tanda tangannya. Bila pengajuan surat wesel atau penyelenggaraan protesnya dalam jangka waktu yang ditentukan terhalang oleh rintangan yang tidak dapat diatasi (peraturan undang-undang dari suatu negara atau lain hal di luar kekuasaannya). 143. maka jikalau protes dilakukan tidak pada saatnya.. (KUHPerd..) .. berjalannya jangka waktu tiga puluh hari itu mulai hari ketika pemegang memberitahuktentang keadaan di luar kekuasaannya itu kepada endosannya. Untuk surat-surat wesel yang ditarik sebagai wesel atas-tunjuk atau dengan jatuh tempo pembayaran pada waktu tertentu setelah penunjukkan. Bila dana yang harus disediakan hanya ada sebagian. pemegangnya harus segera terus mengajukan surat wesel itu untuk akseptasi atau pembayaran.

(KUHD 143. bahwa penarik hanya menghendaki untuk membebaskan diri dari kewajiban untuk menjamin akseptasinya. walaupun protes itu dilakukan tidak pada saatnya. 137. gugurlah hak regres Pemegang. bahwa pada hari jatuh tempo . (KUHD 140. maka hanya endosan itu saja yang dapat menggunakannya sebagai landasan.) untuk membuat protes nonakseptasi atau nonpembayaran. namun penarik berkewajiban untuk membebaskan. (KUHD 127. maka jumlah uangnya ditentukan menurut kurs sebuah wesel atas-tunjuk yang ditarik dari tempat tinggal penarik wesel ulangan itu di tempat tinggal wajib regres. maka jumlah uangnya ditentukan menurut kurs sebuah wesel atas-tunjuk. kecuali bila dari kata-kata surat wesel itu ternyata. (KUHD 145. di tempat tinggal wajib regres. Setelah jewat jangka waktu yang ditetapkan: (KUHD 153.) Pasal 152a. jugajumlah-jumlah uang provisi dan meterai dari wesel ulangan. baik karena nonpembayaran maupun nonakseptasi. yang ditarik dari tempat surat wesel asli harus dibayar.. Bila wesel ulangan itu ditarik oleh seorang endosan. (KUHD. dan harus dibayar di tempat tinggalnya.wesel untuk salah scorang dari mereka yang berkewajiban regres terhadapnya.jangka waktu yang ditetapkan oleh penarik. 146.) untuk pengajuan sebuah surat wesel yang ditarik atas-tunjuk atau untuk waktu tertentu setelah pengunjukan. Pasal 152.. 119. Wesel ulangan itu meliputi kecuali jumlah-jumlah uang yang disebut dalam pasal-pasal 147 dan 148.) Bila terjadi kelalaian mengaiukan untuk akseptasi dala. 110 dst. (KUHD 146. Surat wesel nonakseptasi atau nonpembayaran yang diprotes.).) Bila ketentuan jangka waktu untuk mengajukan dimuat dalam endosemen.) untuk pengajuan buat pembayaran dalam hal ada persyaratan tanpa biaya.) gugurlah hak pemegang terhadap endosan. 133 dst. dengan pengecualian terhadap akseptan. (KUHD 122. 153. kecuali bila penarik membuktikan. terhadap tertarik dan terhadap para debitur wesel lainnya. Bila wesel ulangan itu ditarik oleh pemegang.

(KUHD 138. Dalam hal akseptasi sebagian dapatlah orang yang telah membayar bagian nilai wesel yang tidak diakseptasi untuk memenuhi kewajiban regresnya. bahwa pembayaran itu disebutkan dalam surat wesel itu dan padanya diberi tanda pelunasan. terhadap siapa dilakukan atau dapat dilakukan hak regres. (KUHPerd. (KUHPerd.223. 12503. 143. kecuali dipersyaratkan kebalikannya. 166 dst. 143d dst. KUHD 104. KUHD 125. Setiap debitur wesel. KUHD 147. 224. menuntut. 142 dst. 151. 30.) Pasal 148. 1390.) Pasal 150.. 127. untuk memungkinkannya melaksanakan hak-hak regres selanjutnya. biaya-biaya yang telah dikeluarkannya. 146 dst. 139. dapat mencoret endosemennya sendiri dan endosemen-endosemen berikutnya.) Pasal 149. 148. Setiap endosan yang telah membayar surat wesel untuk memenuhi kewajiban regresnya. dapat menagih kepada orang yang mempunyai kewajiban regres terhadapnya: 10. dapat mendapatkan bagi dirinya penggantian kerugian-kerugian itu dengan jalan surat wesel baru (surat wesel ulangan) yang ditarik sebagai surat . 222. pada hari pelaksanaan hak regres. 157.) Pasal 151. seluruh jumlah uang yang telah dibayarnya. Di samping itu pemegang harus menyerahkan kepadanya salinan surat wesel itu yang sama bunyinya beserta protesnya. 151. 152a.pemegang. untuk penyerahan surat wesel itu dengan protesnya beserta perhitungan yang ditandatangani sebagai tanda pelunasan. Barangsiapa telah membayar surat wesel untuk memenuhi kewajiban regresnya. Setiap orang yang dapat melakukan hak regres. 20. 12500. bunga sebesar enam persen terhitung dari hari pembayarannya.. dapat menuntut dengan pembayaran sebagai pemenuhan kewajiban regresnya. (KUHPerd.

Hak itu pun diberikanjuga kepada setiap orang yang tanda tangannya terdapat pada surat weset itu dan telah membayarnya untuk memenuhi kewajiban regresnya. 131. 221a.) Dalam hal akseptasi. Pemegang dapat menggugat orang-orang ini. bertanggungjawab pula terhadap pemegang. 1292 dst. dengan tidak mengurangi kewajibannya terhadap pemegang untuk memenuhi akseptasinya. 165. 152. maka dalam hal kepailitan penarik. 221. Rv. pemberitahuan-pemberitahuan yang telah dilakukan beserta biaya-biaya lainnya. Potongan ini dihitung menurut diskonto resmi (diskonto bank) yang berlaku qi tempat tinggal ... Pemegang melakukan gugatan kepada mereka. 30. bunga sebesar enam persen. baik masing-masing tersendiri.) Bila penggunaan hak regres dilaksanakan sebelum hari jatuh tempo... KUHD 102 dst. 167. meskipun mereka mengjkatkan diri lebih belakangan daripada yang digugat paling Pertama. tanpa berkewajiban untuk mengindahkan urutan waktu mereka mengikatkan diri. (KUHD 109b dst. 19. jumlah surat wesel yang tidak diakseptasi atau tidak dibayar dengan bunganya bila hal ini dipersyaratkan. terhadap siapa Ia melaksanakan hak regresnya: 10 . 581-1 sub 11..biaya-biaya protes. 110 dst. 127. Bila surat wesel itu tidak diakseptasi. 1280 dst. 120 dst. 127a. tetaplah dana itu pada tertarik sampai jumlah dalam surat wesel itu. Di samping itu juga pihak ketiga yang atas bebannya telah ditarik surat wesel itu dan telah menikmati nilainya. (KUHD 1453. tidak menghalangi gugatan kepada debitur lainnya. (KUHPerd. (F. 1283. 157.. maupun bersama-sama.tanggung-renteng. terhitung dari hari jatuh tempo pembayarannya. 132. maka dilakukan pemotongan terhadap jumlah uang wesel itu. Pemegang surat wesel yang diprotes tidak mempunyai hak apa pun atas uang cadangan penarik yang ada pada tertarik. P. 152a. Gugatan yang dilakukan terhadap salah seorang debitur wesel. 299.) Pasal 146a.) Pasal 147. 20. uang wesel termasuk harta bendanya.

Bila Klausula itu dibuat oleh penarik. Bila pemepng mengadakan juga protes. seorang endosan atau seorang pemberi aval. Klausula ini tidak membebaskan pemegang dari pengajuan surat wesel itu dalam jangka-jangka waktu yang ditetapkan ataupun dari penyelenggaraan pemberitahuannya. KUHD 143 dst. terikat pada pemegangnya secara . (KUHPerd. bila hal itu dibuat oleh endosan atau pemberi aval. 153. Bukti tentang tidak diindahkannya jangka waktu itu harus diberikan oleh mereka yang mendasarkan haknya atas hal itu terhadap pemegang. bila surat yang memuat pemberitahuan itu dalam jangka waktu tersebut telah disampaikan dengan pos. bila ada alasannya. akan tetapi biaya. Jangka waktu tersebut dianggap telah diindahkan.) Pasal 145.. 219. Penarik. untuk melaksanakan hak regresnya.) Pasal 146. (KUHD 143. tidak menyebabkan dirinya kehilangan hak. 1243 dst. Barangsiapa harus mengadakan pemberitahuan. mengakseptasi. dapat membebaskan pemegangnya dari pembuatan protes nonakseptasi atau nonpembayaran. bahwa ia telah iinelakukan pemberitahuan itu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. maka hal ini hanya berakibat terhadap endosan atau pemberi aval saja. Bila Klausula itu berasal dari seorang endosan atau seorang pemberi aval. mengendosemen.) Barangsiapa melakukan pemberitahuan itu tidak dalam jangka waktu tersebut di atas. 143d. Semua orang yang menarik. 220. sudah cukuplah dengan pemberitahuan kepada endosan yang lebih dahulu. bahkan dapat dengan hanya mengirimkan kembali surat weselnya.Bila seorang endosan tidak menyatakan alamatnya atau menyatakannya dengan cara yang sukar dibaca. 1916. maka hal itu berakibat terhadap mereka semua yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. kerugian dan bunga itu tidak mungkin melampaui jumlah pada wesel tersebut. dapat melakukan hal itu dalam bentuk apa pun. (KUHPerd. denganjalan klausula "tanpa biaya". maka biaya-biayanya untuk itu adalah atas bebannya. biayanya dapat ditagih pada mereka semua yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. Ia harus membuktikan. atau menandatangani surat wesel untuk aval. 147-1 sub 30. maka bila diadakan protes. "tanpa protes" atau Klausula lain semacam itu yang ditulis dan ditandatangani diatas surat wesel itu.. meskipun ada Klausula itu yang dibuat oleh penarik. ia bertanggungjawab atas segala kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya.

kecuali bila penarik telah mencatat. wajib untuk membuat salinan protes tersebut dan memberitahukan hal itu dalam. harus disampaikan pemberitahuan yang sama dalam jangka waktu itu juga kepada pemberi avalnya. kerugian dan bunga. Bila sesuai dengan alinea yang lalu disampaikan pemberitahuan kepada seseorang yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. terhalang atau tak mungkin bertindak. 4.) Pasal 144. dan membukukannya dalam register khusus. 124 dst. yang diberi nomor dan tanda pengesahan oleh Ketua raad van justitie. dengan menunjukkan nama dan alamat mereka yang telah melakukan pemberitahuan yang terdahulu. (KUHD 218c. Jangka-jangka waktu ini berjalan mulai hari penerimaan pemberitahuan-pemberitahuan yang lebih dahulu. para notaris atau juru sita dengan ancaman untuk mengganti biaya-biaya.) Pasal 143d. 169. 218b.. Rv. untuk mengganti apa yang ditentukan dalam 10 dari alinea yang lalu. Sebagai protes nonakseptasi. . berikut pada hari pengajuan. bahwa ia menghendaki protes otentik. Not. 21720. (KUHD 143. yang berisi bahwa ia menolak. bila dikehendaki. cukuplah dengan uraian yang seteliti-telitinya dari isi surat wesel itu.) Pasal 143c. menurut urutan waktu. dan berturut-turut juga sebagai protes nonpembayaran. Setiap endosan harus memberitahukan tentang pemberitahuan yang diterimanya dalam dua hari kerja berikut pada hari penerimaan pemberitahuan tersebut. Pemegangnya harus memberitahu kepada endosannya dan kepada penariknya tentang nonakseptasi atau nonpembayaran itu dalam empat hari kerja berikut dari hari protes. untuk menyerahkan selembar atau lebih dari salinan-salinan protes itu kepada mereka yang berkepentingan. dan di luar itu. bila tempat tinggal mereka dalam kabupaten di mana raad van justitie itu berada. 20 dst. 137. Mereka juga berkewajiban. berlakulah keterangan yang dibuat di atas surat wesel dengan izin pemegangnya. atau bila surat wesel itu telah ditarik dengan klausula tanpa biaya. bila ini tidak ada. 130.. di daerah Gubememen di Jawa dan Madura oleh asisten-residen dan di luar itu oleh Kepala Pemerintahan Daerah setempat. oleh hakim pengadilan karesidenan. 167a dst. (KUHD 112. 1. dan demikian selanjutnya kembali pada penariknya. 155 dst.. ditanggau dan ditandatangani oleh orang yang diminta akseptasinya atau pembayarannya. 8.Bila protes itu mengenai surat wesel yang hilang.

bahwa ia. pernyataan. baik protes nonakseptasi maupun protes nonpembayaran harus dibuat oleh notaris atau oleh juru sita.) Pasal 143b. 126. . 143b. 217. 212. dan alasan-alasan penolakannya. pernyataan tentang alasan yang telah dikemukakan tentang nonakseptasi atau nonpembayaran. peringatan untuk menandatangard protes itu. bahwa mereka telah memintakan akseptasi itu atau pembayarannya kepada orang-orang atau di tempat yang disebut dalam pasal yang lalu dan tidak memperolehnya. 125. maka permintaan pembayaran dan pembuatan protes harus dilakukan di tempat tinggal yang ditunjuk atau kepada orang yang ditunjuk itu. karena nonakseptasi atau nonpembayaran itu telah memprotes.) Pasal 143a. Permintaan pembayaran surat wesel dan protes yang menyusulnya kemudian. pernyataan. F. Bila orang yang harus membayar surat wesel itu tidak dikenal sama sekali atau tidak dapat ditemukan. 171. dari akseptasinya. 102. dan bila di sana tidak ada kantor pos. dan tidak ditunjuk tempat tinggal untuk melakukan pembayarannya. 218a. dari endosemenendosemen. di mana dinyatakan kepailitan itu. dari avalnya dan dari alamat-alamat yang dibuat di atasnya. 962. 132 dst. Protes-protes itu memuat: 10. Demikianlah juga harus dilakukan seperti itu.memperlihatkan keputusan hakim. (KUHPerd. Hal itu harus disertai dua saksi.. baik di dalam afdeling (kini dapat disamakan dengan kabupaten) yang sama maupun dalam kabupaten lain. 40. Bila surat wesel itu ditarik untuk dibayar di tempat tinggal lain yang ditunjuk. maka protes itu harus dilakukan pada kantor pos di tempat tinggal yang ditunjuk untuk pembayaran. (KUHD 120 dst. notaris ataujuru sita. salinan kata demi kata dari surat weselnya. 30. I dst. 143d. bila surat wesel ditarik untuk dibayar di luar kabupaten yang bukan tempat tinggal tertarik. di daerah Gubememen di Jawa dan Madura kepada asisten-residen dan di luar itu kepada KepaIa Pemerintahan Daerah setempat. F. atau oleh orang yang ditunjuk.. harus dilakukan di tempat tinggal tertarik.. 50. 143b-2 sub 21. Semua protes. 214. KUHD 100-31. 1393. 20 . 145.

) Pasal 143. 131. Penolakan akseptasi atau pembayaran harus ditetapkan dengan akte otentik (protes nonakseptasi atau nonpembayaran). Protes nonakseptasi harus diselenggarakan dalamjangka waktu yang ditetapkan untuk pengajuan untuk akseptasi.) Bahkan sebelum hari jatuh temponya: 10.(s. akseptasi atau bukan akseptan. 127. 137.. (KUHD 120 dst.) Pada hari jatuh temponya: (KUHD 100-40.) 30.) 20. 1937-590. S. untuk penundaan pembayaran. maka protesnya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam alinea di atas untuk membuat protes nonakseptasi. Bila ini mengenai surat wesel yang harus dibayar atas-tunjuk. telah dinyatakan pailit. maka protes itu masih dapat dilakukan pada hari berikutnya. F. akseptan atau bukan akseptan. pengajuan pertama dilakukan pada hari terakhir dari jangka waktu itu.. 212 dst. bila akseptasi ditolak seluruhnya atau sebagian. Protes nonakseptasi menjadikan Pengajuan untuk pembayaran dan protes nonpembayaran tidak perlu lagi. dalam hal pailitnya penarik dari surat wesel yang tidak dapat dimintakan akseptasinya. (KUHD f435 6 . dg. sebelum surat wesel itu diajukin kepada tertarik untuk pembayaran dan dibuat protes. pemegangnya cukup dengan . dinyatakan pailit. maka pemegangnya tidak dapat melakukan hak regresnya. harus dilakukan pada salah satu dari dua hari kerja yang berikut dari hari surat wesel itu harus dibayar. (KUHD 1435. 216. 109b. c..) Bila pembayarannya tidak terjadi.u. terhadap penarik dan para debitur wesel lainnya: (KUHD 108. maka untuk melakukan hak regresnya. 1 dst. Protes nonpembayaran suatu surat wesel yang harus dibayar pada hari tertentu. 125. dalam hal pailitnya tertarik. atau pada waktu tertentu setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan.d. 1 dst.. Dalam pengangkatan para pengurus atas permintaan tertarik. baik sebagai akseptan ataupun bukan dan sejak saat berlakunya penundaan pembayaran. Bila dalam hal seperti yang diatur dalam pasal 123 alinea pertama. F.) Pemegang surat wesel dapat melakukan hak regresnya terhadap para endosan. atau bila penarik surat wesel yang tidak dapat dimintakan akseptasi. 141. Bila tertarik. 114.6. (KUHD 132 dst.

Bila tidak terjadi pengunjukan surat wesel untuk pembayaran. 1405-40. maka tiap-tiap debitur mempunyai wewenang untuk menyerahkan jumlah itu kepada yang berwajib untuk disimpan atas biaya dan tanggung jawab pemegangnya.. 1404 dst. 212. ditetapkan menurut kebiasaan di tempat pembayarannya. bahwa jumlah uang yang harus dibayar harus dihitung menurut kurs yang ditetapkan dalam surat wesel tersebut. atau mereka yang telah memperoleh karena kesalahannya yang besar. pemegang dapat menuntut menurut pilihannya. 142. 1395. (KUHPerd. setelah melakukan pembayaran tanpa dibebaskan.... KUHD 147 2. KUHD 1271. b. maka Ia mempunyai hak-menagih kepada mereka yang telah memperoleh surat wesel itu dengan itikad buruk. 1407 dst. bahwa pembayarannya harus dilakukan dalam uang tertentu yang ditunjuknya (klausula pembayaran sungguh dalam uang asing). Nilai uang asing itu. (KUHPerd. 139. Pasal 142. 1280 dst. diwajibkan membayar untuk kedua kalinya. Bila jumlah dalam wesel itu dinyatakan dalam uang yang mempunyai nama sama. Akan tetapi penarik dapat menetapkan.) Pasal 140. 146. bahwa jumlah pada surat wesel itu dibayar dalam uang negerinya menurut kursnya.Bila ia. akan tetapi mempunyai nilai yang berbeda dalam negeri pengeluarannya dan negeri tempat pembayarannya. 1386.) Bagian 7. 167a. Surat wesel yang pembayarannya dipersyaratkan untuk dilakukan dengan uang lain dari yang berlaku di tempat pembayarannya. KUHD 60. baik dari hari jatuh temponya ataupun dari hari pembayarannya. Hak Regres Dalam Hal Nonakseptasi Atau Nonpembayaran. dapat dibayar dengan uang dari negerinya menurut nilai pada hari jatuh temponya. Hal yang tercantum di atas tidak berlaku bila penarik menetapkan. 133. 1382. 1393.100-20. maka dianggap bahwa yang dimaksud adalahuang dari tempat pembayarannya.) Pasal 141. 1756 dst.. 1385. 1409 dst. . 1387. 1270. (KUHPerd. Bila debitur lalai. 213. dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 137. 1513 .

(KUHD 125. melakukan hal itu atas tanggungjawabnya sendiri. (KUHPerd. (KUHD 100-41. yang harus dibayar pada hari tertentu atau pada waktu tertentu setelah pengunjukan. tertarik sambil membayar surat wesel itu. Pemegang surat wesel tidak dapat dipaksa untuk menerima pembayaran sebelum hari jatuh temponya. bahwa tentang pembayaran itu dinyatakan di atas surat wesel itu dan bahwa untuk itu Ia mendapat tanda pembayaran.) . Pemegang tidak boleh menolak pembayaran sebagian. 164. Oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) akan ditunjuk badan-badan yang akan dipandang sebagai badan pemberesan dalam arti bab ini. pada hari surat itu harus dibayar. Pembayaran. 169. (KUHPerd. Tertarik yang membayar sebelum harijatuh temponya. telah terbebas dengan sempuma.) Pasal 139.) Pasal 138. Pasal 137. 18. ia berkewajiban merrieriksa tertibnya deretan endosemen-endosemen. 1385 dst. Pengajuan suatu surat wesel kepada suatu badan pemberesan berlaku sebagai pengajuan untuk pembayaran. 21 1. tetapi tidak terhadap tanda tangannya.. KUHD 150. Di luar hal seperti yang tercantum dalam pasal 167b. 1390. asalkan dari pihaknya tidak ada penipuan atau kesalahan yang besar. KUHD 115. harus mengajukannya untuk pembayaran. tertarik dapat menuntut. 135. (AB. 168. dapat menuntut penyerahan surat wesel itu kepadanya lengkap dengan tanda pelunasan yang sah dari pemegangnya. (KUHPerd.Pasal ini tidak berlaku bila dari Klausula yang termuat dalam surat wesel itu atau dari kata-katanya dapat ditarik kesimpulan tentang adanya maksud lain. 122. 139. KUHD 207. atau satu dari antara dua hari kerja berikutnya. 141. 133. Pemegang suatu surat wesel.) Barangsiapa membayar surat wesel pada hari jatuh temponya. 120. 1360 dst.) Dalam hal pembayaran sebagian.) Bagian 6.

pertengahan (pertengahan Januari. Jangka waktu pengajuan surat wesel dihitung sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam alinea yang lalu. dihitung lebih dahulu bulan-bulannya yang penuh. Bila hari jatuh tempo itu ditentukan pada awal. tanggal lima belas.) Pasal 136. pertengahan Februari dsb. 1352. (KUHD 122. hari terakhir butan itu. dianggap telah ditetapkan menurut tarikh tempat pembayaran. dijatuhkan pada hari yang sama dari tarikh tempat pembayaran. Surat wesel yang ditarik untuk dibayar satu atau beberapa bulan setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan. melainkan suatu jangka waktu dari delapan atau lima belas hari. 124. .Hari jatuh tempo pembayaran suatu surat wesel yang ditarik untuk dibayar pada suatu waktu tertentu setelah penguitukan. jatuh temponya ialah pada hari dari bulan seperti yang ditetapkan untuk melakukan pembayaran itu. maka pernyataanpernyataan demikian harus diartikan: tanggal satu. Pada surat wesel yang ditarik dengan jatuh tempo pembayaran pada satu atau beberapa bulan ditambah setengah bulan setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan. Bila tidak ada protes maka akseptasi yang tidak bertanggal. di mana tarikhnya berlainan dengan tarikh tempat pengeluarannya. Pernyataan-pernyataan: "delapan hari ". (KUHD 137. pada suatu tempat. Hari pengeluaran suatu surat wesel yang ditarik antara dua tempat dengan tarikh yang berbeda dan harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukan. ditentukan olch hari tanggal akseptasi. terhadap akseptan dianggap telah dilakukan pada hari terakhir dari jangka waktu yang ditetapkan untuk mengajukannya untuk akseptasi. atau hari tanggal protesnya. Hari jatuh tempo suatu surat wesel yang harus dibayar pada suatu hari tertentu.) Pasal 135. 142 dst. dan hari jatuh tempo pembayarannya ditetapkan sesuai dengan itu.) atau pada akhir suatu bulan. Bila tidak terdapat hari seperti yang dimaksud maka surat wesel demikian mencapai jatuh tempo pembayarannya pada hari terakhir bulan itu. Pernyataan: "setengah bulan " berarti jangka waktu lima belas hari. harus diartikan bukan satu atau dua minggu. "lima belas hari ".

(KUHPerd.) Pasal 134. Pada waktu tertentu setelah pengunjukan. Penarik dapat memperpendek atau memperpanjang jangka waktu itu. Penarik dapat menetapkan. Surat wesel yang ditarik sebagai wesel atas-tunjuk harus dibayar pada waktu ditunjukkan. para endosan dapat memperpendek jangka waktu itu. 143 3. 1$39 dst. 581-1 sub 11.) Pasal 133. (KUHD 101. Dalam hal demfldan jangka waktu itu berjalan mulai hari itu.Pasal 131. .) Perikatannya berlaku sah. (KUHPerd.) Bagian 5. (KUHD 122. Pasal 132. 136. bahwa suatu surat wesel tidak boleh diajukan untuk dibayar sebefum hari tertentu. sekalipun perikatan yang dijamin olehnya batal oleh sebab lain daripada eacat dalam bentuk. Hari jatuh Tempo. Rv. dan terhadap mereka yang berdasarkan surat wesel itu terikat padanya. Pada waktu tertentu setelah hari tanggalnya. pemberi aval memperoleh hak-hak yang berdasarkan surat wesel itu dapat digunakan terhadap orang yang diberi aval. Surat-surat wesel dengan hari jatuh tempo yang ditentukan lain atau dapat dibayar dengan angsuran adalah batal. KUHD 115. 1821. 1280. 1282. Pemberi aval terikat dengan cara yang sama seperti orang yang diberi aval. 299. Pada hari tertentu.. Surat wesel tersebut harus diajukan untuk dibayar dalam jangka satu tahun setelah hari tanggalnya. 1831 dst. (KUHPerd. Surat wesel dapat ditarik: Pada waktu ditunjukkan.) Dengan membayar..

) Pasal 130. (KUHD 203. 127b. Peean tersebut dapat diberikan oleh pihak ketiga. (KUHD 127.. (KUHPerd. Dengan kemungkinan pembuktian sebaliknya maka pencoretan itu dianggap telah terjadi sebelum penyerahan kembali surat wesel itu. (KUHPerd. 1820 dst. kecuali bila tanda tangan itu dari tertarik atau penarik.Pasal 128.) .) Akan tetapi bila tertarik telah menyatakan secara tertulis tentang akseptasinya kepada pemegangnya atau kepada seseorang yang taanda tangannya terdapat dalam surat wesel itu. Bila hal itu tidak ada. Pasal 129. 1824. dianggap diberikan untuk penarik. dianggap akseptasinya telah ditolak. Aval ditulis dalam surat wesel itu atau pada lembaran sambungan. maka Ia terikat terhadap orang ini sesuai dengan isi akseptasinya. KUHD 125. Bila tertarik mencoret akseptasi yang telah dilakukan atas surat wesel sebelum penyerahan kembau surat tersebut.) Hal itu juga dapat dilakukan dengan naskah tersendiri atau dengan sepucuk surat yang menyebutkan tempat di mana hal itu diberikan. Hal itu dinyatakan dengan kata-kata "baik untuk aval " atau dengan pernyataan semacam itu'. Dalam aval itu harus dicantumkan untuk siapa hal itu diberikan. Tanda tangan saja dari pemberi aval pada halaman depan surat wesel itu.) Bagian 4. (KUHD 125. atau bahkan oleh orang yang tanda tangannya terdapat dalam surat wesel itu. berlaku sebagai aval. hal itu ditandatangari oleh pemberi aval. Aval (Perjanjian Jaminan). Pembayaran suatu surat wesel dapat dijamin dengan perjanjian jaminan (aval) untuk seluruhnya atau sebagian dari uang wesel itu.

.) Dalam kelalaian pembayaran. berdasarkan penyanggupan yang diperoleh dari penyanggup.. Kerugian terdiri dari biaya protes dan penarikan surat wesel baru. 1243 dst. akan tetapi memberi hak kepada penarik untuk menggugat penggantian kerugian terhadap penyanggup. yang menolak memenuhi kesanggupannya. diwajibkan melaksanakan akseptasinya. dengan ancaman hukuman penggantian biaya. pemegang sekalipun Ia penarik. dan dari jumlah yang atas kredit surat wesel itu telah dibayar lebih dulu oleh penarik.. kerugian dan bunga itu terdiri dari biaya protes dan penarikan surat wesel baru. 581-1 sub 1'. (KUHD 102. 1243 dst. 1243 dst. (KUHPerd. dan bila melalaikan hal itu.) . kepada pihak ketiga itu. 127c. (KUHPerd. tidak berlaku sebagai akseptasi. 151. maka hanya orang inilah yang terikat pada akseptan. Penarik berkewajiban untuk memberikan advis pada saatnya kepada tertarik tentang surat wesel yang ditarik olehnya. Penyanggupan untuk mengakseptasi suatu surat wesel. mempunyai tagihan langsung yang timbul dari surat wesel itu terhadap akseptan. (KUHD 164. (Rv.) Pasal 127c. Bila penarikan telah dilakukan atas beban pihak ketiga. KUHD 127a. 152a. (KUHPerd.) Pasal 127a. kerugian dan bunga terhadap penarik. Ia berkewajiban mengganti biaya akibat penotakan akseptasi atau pembayaran yang terjadi karena itu. bila surat wesel itu telah ditarik atas beban penarik sendiri. 146a. untuk segala sesuatu yang dapat ditagih berdasarkan pasal-pasal 147 dan 148.) Pasal 127d. Barangsiapa memegang dana secukupnya yang khusus disediakan untuk pembayaran surat wesel yang telah ditarik. 299. Bila surat wesel itu ditarik atas beban orang ketiga.Dengan akseptasi itu tertarik mengikat diri untuk membayar surat weselnya pada hari jatuh tempo pembayarannya. KUHD 121.) Pasal 127b. KUHD 109c.

Bila tanggal itu tidak tercantum.. 1390.) Bila surat wesel itu harus dibayar di tempat domisili tertarik. tanpa menunjuk orang ketiga di mana pembayaran hanis dilakukan. bahwa pembayarannya harus dilakukan di tempat lain dari tempat domisiti tertarik. atau dengan kata semacam itu.) Bila surat wesel itu harus dibayar suatu waktu tertentu setelah ditunjukkan. akan tetapi tertarik dapat membatasinya sampai sebagian dari jumlahnya. pemegangnya harus menyuruh menetapkan kelalaian itu dengan jalan protes pada saatnya.) Pasal 127. atau bila ia berdasarkan persyaratan tegas harus diajukan untuk akseptasi dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal kelalaian penunjukan demikian. 1253 dst.) Setiap perubahan lain yang diadakan oleh akseptan berkenaan dengan hal yang dinyatakan dalam surat wesel itu. kecuali pemegangnya minta hari pengajuannya. (KUHD 127. 150. 127b. berlaku sebagai akseptasi. Akseptasi dibuat di atas surat wesel. akseptan dianggap mengikatkan diri untuk membayar pada tempat pembayaran. 165. 126. dengan ancaman hukuman kehilangan hak regres terhadap para endosan dan terhadap penariknya yang telah menyediakan dananya. (KUHD 143a. maka tertarik dapat menunjuknya pada akseptasinya.) Pasal 125. Sebuah tanda tangan saja dari tertarik yang dibubuhkan di halaman depan surat wesel itu. . maka ia dalam akseptasinya dapat menunjuk alamat di tempat itu juga di mana pembayarannya harus dilakukan. Hal itu dinyatakan dengan perkatataan: "diakseptasi". maka dalam akseptasi harus termuat tanggal hari penyelenggaraannya. (KUHD 128. Akseptasi itu tidak bersyarat. (KUHD 122.) Pasal 126. 143. (KUHPerd. berlaku sebagai penolakan akseptasi. (KUHD 101.Pemegang tidak berkewajiban untuk melepaskan kepada tertarik surat wesel yang diajukan olehnya untuk akseptasi. Akan tetapi akseptan terikat sesuai dengan isi akseptasinya. (KUHD 143. Ia ditandatangani oleh tertarik. 143. Bila penarik menetapkan pada surat wesel itu.) Pasal 124.

Surat wesel yang harus dibayar suatu waktu setelah ditunjukkan harus diajukan untuk akseptasi dalam satu tahun setelah hari ditandatangani. Dalam setiap surat wesel dapat ditentukan oleh penarik.) Pasal 121. Mereka yang berkepentingan tidak akan diperkenankan untuk menggunakan sebagai dalih.) Ia dapat juga menentukan. (KUHD 132 dst. kecuali dalam surat-surat wesel yang harus dibayar oleh pihak ketiga. Pasal 123. Ia dapat melarang dalam surat wesel itu diajukan untuk akseptasi. kepada tertarik di tempat tinggalnya untuk akseptasi. 152. atau harus dibayar di tempat lain dari tempat domisili tertarik atau yang harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukah. (KUHD 108. 124 dst. kecuali bila penarik telah menerangkan. kecuali bila permintaan itu tercantum dalam protesnya. bahwa surat wesel itu harus diajukan untuk akseptasi. dengan atau tanpa penetapan suatu jangka waktu. Sampai hari jatuh tempo pembayaran. (KUHD 121. surat wesel dapat diajukan oleh pemegang yang sah atau oleh orang yang semata-mata hanya memegangnya belaka. bahwa mengajukannya untuk akseptasi tidak dapat dilakukan sebelum suatu hari tertentu. bahwasurat wesel itu harus diajukan untuk akseptasi.. Tertarik dapat meminta untuk mengadakan pengajuan kedua pada keesokan harinya setelah pengajuan hari pertama.) Penarik dapat memperpendek atau memperpanjang hal itu. (KUHD 127b. .) Setiap endosan dapat menentukan. 122.Pasal 120.) Pasal 122. Para endosan dapat memperpendek jangka-jangka waktu tersebut. bahwa oleh mereka permintaan itu telah tidak dikabulkan. dengan atau tanpa penetapan jangka waktu. 132. bahwa surat wesel itu tidak dapat dimintakan akseptasi. 143. (KUHD 127c.

KUHD 143..Pasal 117. (KUHD 102a. "diamanatkan ". maka pemegangnya dapat rrtenggunakan semua hak yang timbul dari surat wesel itu. 613. KUHPerd. (KUHD 116. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap endosan. mempunyai akibatakibat yang sama seperti endosemen yang dibuat sebelum jatuh tempo itu.) Bagian 3. Dalam hal itu para debitur wesel hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. atau pernyataan lain yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. 1915 dst. ( KUHPerd. 1152 dst. kecuali bila pada waktu memperoleh surat wesel itu pemegang dengan sengaia telah bertindak dengan merugikan debitur. maka endosemen tanpa tanggal dianggap dibuat sebelum lewatnyajangka waktu yang ditentukan untuk membuat protes tersebut. (KUHPerd. 1792 dst. 1150. Akseptasi.) Dengan kemungkinan untuk membuktikan kebalikannya. maka pemegangnya dapat mempergunakan segala hak yang timbul dari surat wesel itu. akan tetapi endosemen yang dilakukan olehnya hanya berlaku sebagai endosemen dengan cara pemberian amanat. 1813.) Pasal 118. nilai untuk gadai " atau pernyataan lain yang membawa arti pemberianjaminan gadai. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkayinya secara lain daripada secara mengamanatkannya. hanya mempunyai akibat-akibat sebagai sesi biasa. Endosemen yang dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran. Bila suatu endosemen memuat pernyataan: "nilai untuk jaminan ". Bila endosemen itu memuat pernyataan: "nilai untuk inkaso ".) Pasal 119. (KLJHPerd. Akan tetapi endosemen yang dilakukan setelah protes non-pembayaran atau setelah lewat jangka waktu yang ditentukan untuk membuat protes itu. Amanat yang termuat dalam endosemen inkaso tidak berakhir karena meninggainya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. .) para debitur wesel terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadi mereka terhadap endosan.

) Pasal 114. KUHD 194. tidak diwajibkan untuk melepaskan surat wesel itu. maka pemegangnya yang menunjukkan haknya dengan cara seperti yang diatur dalam alinea di atas. 30. (KUHPerd. (Rv. 299.) Pasal 116. 118. (KUHPerd. 582. 167b. Kecuali bila dipersyaratkan lain.) Bila seseorang dengan jalan apa pun juga telah kehilangan surat wesel yang dikuasainya. mengendosemenkan lebih lanjut surat wesel itu dalam blangko atau kepada orang lain. maka penandatangan endosemen terakhir ini dianggap telah mctmperoleh surat wesel itu karena endosemen dalam blangko. maka endosan me@amin akseptasi dan pembayarannya. (KUHD 111.) Ia dapat melarang endosemen baru. Barangsiapa memegang surat wesel.) . 612 dst. menyerahkan surat wesel itu kepada pihak ketiga tanpa mengisi blangko itu dan tanpa mengendosemenkannya. KUHD 167a. (KUHD 1393. (KUHD 102a. 20.Bila endosemen itu dalam blangko. kecuali bila Ia telah memperolehnya dengan itikad buruk. Endosemen-endosemen yang dicoret dianggap dalam hal itu tidak ditulis. dianggap sebagai pemegang yang sah. atau karena suatu kesalahan yang besar. bahkan bila endosemen terakhir dibuat sebagai endosemen blangko.) Pasal 115. 1977. mengisi blangko itu baik dengan namanya sendiri ataupun nama orang lain. Bila endosemen blangko diikuti oleh endosemen lain. maka pemegangnya dapat: (KUHD 1113. 113'. bila Ia menunjukkan haknya dengan memperlihatkan deretan endosemen yang tak terputus. 1122. Mereka yang ditagih berdasarkan surat wesel terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadinya dengan penarik atau para pemegang yang terdahulu. dalam hal itu Ia tidak merdamin akseptasi dan pembayarannya terhadap mereka kepada siapa surat wesel itu diendosemenkan kemudian.) 10. kecuali bila pemegang tersebut pada waktu memperoleh surat wesel itu dengan sengaja telah bertindak dengan merugikan debitur.. 581-1 sub 11.

dianggap tidak ditulis. Endosemen itu dapat membiarkan pihak yang diendosemenkan tidak disebut. dapat dipindahkan ke tangan orang lain dengan jalan endosemen. Bila penarik mencantumkan dalam surat wesel itu: "tidak kepada tertu@uk" atau pernyataan lain semacam itu. Endosemen atas-tunjuk berlaku sebagai endosemen dalam blangko. maka surat wesel itu hanya dapat dipindahkan ke tangan orang lain dalam bentuk sesi biasa beserta akibat-akibatnya. baik sebagai akseptan ataupun bukan. atau endosemen itu terdiri dari tanda tangan belaka dari endosan (endosemen blangko). (KUHD 111 dst.) Endosemen itu bahkan dapat dilakukan untuk keuntungan tertarik. (KUHPerd.. Dengan endosemen itu semua hak-hak yang bersumber pada surat wesel itu dipindahkan ke tangan pihak lain. 166. Endosemen itu harus tidak bersyarat. Dalam hal yang terakhir. endosemen itu harus dibuat di halaman belakang surat wesel itu atau pada lembaran sambungannya. untuk keuntungan penarik atau setiap debitur wesel. Orang-orang ini dapat mengendosemenkan lagi surat wesel itu. (KUHD 114.) Pasal 111.) Setiap syarat yang dimuat padanya Pasal 112. Endosemen yang ditempatkan pada surat wesel yang demikian berlaku sebagai sesi biasa. (KUHD 114. 119. Setiap surat wesel. Hal itu harus ditandatangani oleh endosan. (KUHD 1122. (KUHD 1133. juga yang tidak dengan tegas berbunyi kepada tertunjuk.) .) Endosemen untuk sebagian adalah batal. 1132. 613.) Pasal 113. Endosemen itu harus diadakan di atas surat weset itu atau pada lembaran yang dilekatkan padanya (lembaran sambungan).Pasal 110. 113 2. agar dapat berlaku sah.

bahwa penarik sendiri secara pribadi bagaimanapun bertanggung jawab pada pemegang dan para endosan sebelumnya. maka kepada pemegang tidak dapat diajukan tentang tidak memenum perjanjianperjanjian itu. telah dibuat lengkap.. (KUHD 121. dianggap tidak ditulis. 137 dst. (KUHD 102 dst. 581. 127a. (KUHD 102. 146a. (KUHD 127a. bila pada waktu jatuh tempo pembayaran surat wesel itu. tiap-tiap Klausula yang membebaskannya dari kewajiban penjaminan pembayaran.. apakah harus dibayarkan kepada penerima surat wesel itu.) Pasal 109a. tapi dengan pengertian. ataupun dengan penambahan suatu istilah seperti dimaksud dalam pasal 110 alinea kedua.) Ia dapat menyatakan dirinya bebas dari -penjaminan akseptasi. (KUHD 168.) 109C. . Bila surat wesel yang pada waktu pengetuarannya tidak lengkap. Endosemen. Penarik berkewajiban untuk menetapkan atas pilihan penerima. Penarik menjamin akseptasinya dan pembayarannya. dalam hal kedua-duanya itu kepada tertunjuk atau tanpa tambahan kata "kepada tertunjuk ". 299. bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang telah dibuat.) Bagian 2. atau pada saat di mana berdasarkan pasal 142 alinea ketiga pemegang dapat menggunakan hak regresnya. berkewajiban untuk berusaha agar tertarik mempunyai dana yang cukup guna membayar. Penarik atau seseorang atas tanggungan siapa surat wesel ditarik. Tertarik dianggap telah mempunyai dana yang diperlukan itu. sekalipunjika surat wesel itu harus dibayar pada pihak ketiga. tertarik berutang kepada penarik atau kepada orang yang atas bebannya telah ditarik wesel. ataukah kepada orang lain.) Pasal 109b. Rv. kecuali pemegang telah memperoleh surat wesel itu dengan itikad buruk atau disebabkan oleh kesalahan yang besar.) Pasal 109.Pasal 108. suatu jumlah uang yang sudah dapat ditagih.. (KUHD 120 dst. paling sedikit sama dengan jumlah pada surat weset itu. 146a.

1806. kecuali bila dkunjuk hari lain.Pasal 104. tanda tangan dari orang rekaan.) . berlaku sah. 1876 dst. KUHD 188. Dalam tiap-tiap surat Wesel lain. 108. Ia sendiri terikat berdasarkan surat Wesel itu. dan setelah membayar. hanya berlaku sebesar jumlah yang terkeeil. Bila surat Wesel memuat tanda tangan orang-orang yang menurut hukum tidak cakap untuk mengikatkan diri dengan menggunakan surat Wesel. KUHD 70. bahwa jumlahuang itu membawa bunga. Bunga itu berjalan terhitung dari hari penandatanganan surat Wesel itu. Klausula bunga ini dianggap tidak ditulis.) Pasal 107. penarik dapat menentukan.. 187. Pasal 105. atau tanda tangan orang-orang yang karena alasan-alasan lain apa pun juga tidak dapat mengikat orangorang yang telah membubuhkan tanda tangan atau orang yang atas nama siapa telah dilakukan hal itu. 113. maka bila terdapat perbedaan. Setiap orang yang membubuhkan tanda tangannya di atas surat Wesel sebagai wakil dari seseorang untuk siapa Ia tidak mempunyai wewenang untuk bertindak. Dalam surat Wesel yang harus dibayar atas pengunjukan atau dalam suatu jangka waktu tertentu setelah pengunukan. 1872. Hal itu berlaku juga terhadap seorang wakil yang melampaui batas wewenangnya.) Pasal 106. (KUHPerd. (KUHPerd. 1878 dst. berlaku menurutjumlah uang yang ditulis lengkap dengan huruf. KUHD 186. memuat lands tangan palsu.. maka bila terdapat perbedaan. 1446. Surat Wesel yang jumlahnya berkali-kali ditulis dengan lengkap baik dengan huruf maupun dengan angka. namun perikatan-perikatan orang-orang lain yang tanda tangannya terdapat dalam surat Wesel itu. Surat Wesel yangjumlah uangnya dengan lengkap ditulis dengan huruf danjuga dengan angka. (KUHPerd. KUHP 264. mempunyai hak yang sama seperti yang semestinya ada pada orang yang katanya diwakilinya itu. 1797.

185. 1792 dst. KUHPerd. Surat Wesel dapat dibayar di tempat kediaman pihak ketiga. Surat Wesel yang tidak menunjukkan tempat penarikannya. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkan secara lain daripada secara mengamanatkannya. 1921. 117. 24.. 126. bila dari surat Wesel itu atau dari surat pemberitahuannya tidak temyata atas beban siapa hal itu terjadi. 1921.) .. Bila tidak terdapat penunjukan tempat khusus. dianggap telah ditandatangani di tempat yang tercantum di samping nama penarik. 1915 dst. (KLTHD 100-5'.) Pasal 102.) Pasal 103. dianggap harus dibayar pada hari ditunjukkannya. "untuk inkaso ". 17 dst.Surat Wesel yang tidak ditetapkan hari jatuh tempo pembayarannya. maka tempat yang tersebut di samping nama tertarik dianggap sebagai tempat pembayaran dan juga sebagai tempat domisili tertarik. 1813. Amanat yang termuat dalam surat Wesel inkaso tidak berakhir karena meninggatnya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tidak cakap menurut hukum. (KUHD 183. baik di tempat dontisili tertarik.) Pasal 102a. Dapat ditarik atas diri penarik sendiri. maka penerimanya dapat menggunakan semua hak yang timbul dari surat Wesel. KUHPerd. Penarik dianggap menarik atas beban diri sendiri. KUHPerd. Pada surat Wesel demikian para debitur Wesel hanya dapat menggunakan alatalat pembantah terhadap pemegang. maupun di tempat lain.. atau pernyataan lain yang membawa arti amanat betaka untuk memungut. (KUHPerd.. (KUHD 100. Surat Wesel dapat dibuat kepada orang yang ditunjuk oleh penarik. 1915 dst. "diamanatkan ". Bila penarik mencantumkan pada surat Wesel pernyataan "nilai untuk diinkaso ". Dan yang dapat ditarik atas beban pihak ketiga. yang semestinya dapat mereka gunakan terhadap penarik.

179. perintah tak bersyarat untuk membayar suatu jumlah uang tertentu. atau orang lain yang ditunjuk kepada siapa pembayaran itu harus dilakukan.) 80. nama orang yang harus membayar (tertarik). tidak berlaku sebagai surat Wesel. (KUHD 101. pengadaan undang-undang yang seragam tentang surat-surat Wesel dan suratsurat sanggup. (KUHD 101.) 40. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan. Surat wesel memuat: (KUHD 174. bea meterai surat-surat Wesel dan surat-surat sanggup. 224) traktat-traktat itu dinyatakan berlaku terhadap Indonesia. di mana satu dari pernyataan-pernyataan yang termaktub dalam pasal yang lalu tidak tercantum. Pasal 100. Bagian 1. (KUHD 102.) 10. Dengan undang-undang tgl. No.) 30.) 60. 25 April 1935 (N. 2. 14 Oktober 1935 untuk Indonesia dan Cura@ao.) 20.) 70. 3. (KUHD 104 dst. pengaturan perselisihan-perselisihan mengenai surat-surat Wesel dan Suratsurat sanggup.) Pasal 101. dengan pengecualian-pengecualian seperti tersebut di bawah ini: (KUHD 175.1. (KUHD 101. Suatu surat demikian.) . pernyataan hari ditandatangani beserta tempat penarikan surat Wesel itu.S. 18. penunjukan hari jatuh tempo pembayaran. (KUHD 106 dst. Suriname dan Curaqao terhitung dari tgl. tanda tangan orang yang mengeluarkan surat Wesel itu (penarik). 103. Pengeluaran Dan Bentuk Surat Wesel. (AB. yang dimuat dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam surat itu. pemberian nama " surat Wesel ". 126. nama orang kepada siapa pembayaran harus dilakukan. 109a. (KUHD 102.) 50. 132 dst. 178.

S.. Mereka berkewajiban menyelenggarakan registrasi untuk barang-barang yang diterimanya. emas. kupon-kupon atau surat-surat berharga lain yang semacam itu. dan malahan hakim I>erwenaiftg untuk mempercayai sepenuhnya pemberitahuan pengirim setelah diperkuat dengan sumpah. batubatu mulia. permata. maka ketentuan-ketentuan bagian ini berlaku pula terhadap para pengusaha kendaraan umum di darat dan di air.Dengan tidak mengurangi hal-hal yang mungkin diatur dalam peraturan khusus. N. 91 dst. Pelayaran-bergilir dan semua perusahaan pengangkutan lainnya tetap tunduk kepada peraturan-peraturan dan perundang-undangan yang ada dalam bidang ini.) 99. 1938-276. 1932-405. dan menaksir serta menetapkan ganti rugi berdasarkan pemberitahuan itu. Pasal 98. Dihapus dg. (KUHD 86. SURAT WESEL DAN SURAT SANGGUP (ORDER). yang berlaku terhitung dari 1 Januari 1936. maka dalam hal terjadinya kehilangan atau kerusakan. Anotasi: Bab lama telah diganti dengan bab ini dengan menghilangkanpasal 99. Ketentuan-ketentuan bab ini tidak berlaku terhadap hak-hak dan kewajibankewajiban antara pembeli dan penjual. efek-efek.S. selama hal itu tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam bab ini. 1934-592 jo. maka pengirim berkewajiban untuk memberitahukan rdlai barangbarang itu. maka hal itu dapat dibuktikan dengan segala alat bukti menurut hokum. mutiara.) Pasal 97. S. 1935-531. agar ketentuan-ketentuan mengenai Surat Wesel dan Surat Sanggup sedapat-dapatnya dipersamakan dengan ketentuan-ketentuan Undang-undang Negeri Belanda dari 25 Juli 1932. (KUHPerd. perak. Bila barang-barang itu terdiri dari uang. BAB VI. dan Ia dapat menuntut pencatatan hal itu dalam register tersebut. Bila pemberitahuan nilai itu ada.. Tujuannya ialah. berdasarkan S. pembuktian tentang nilainya hanya diperbolehkan menurut ujud lahirnya saja. 1473 dst. Bila pemberitahuan itu tidak terjadi. yang telah disesuaikan dengan Traktat Genewa 7 Juni 1930 tentang: . 1823-3.. 1457 dst. 1513.

(KUHPerd. kelambatan penyerahan. Kedaluwarsa ini tidak berlaku dalam hal adanya penipuan atau ketidakjujuran. dan dalam hal kerusakan dan kelambatan penyampaian. terhitung dari hari waktu barangbarang itu seharusnya akan sampai di tempat tujuan. kedaluwarsanya pengiriman yang dilakukan dalam wilayah Indonesia. didengar. (KUHD 81. . 493 dst. dan temyata barang-barang itu masih dalam wujud yang semula. dan dengan demikian pula dapat memerintahkan juga untuk menyimpannya secara memuaskan. bila Ia berada di tempat itu juga. S. ketua Raad van Justitie. selama satu tahun dan selama dua tahun dalam hal pengiriman dari Indonesia ke tempat-tempat lain. (s.) Pasal 95. pengangkut ataujuragan kapal berdasarkan kehilangan barang-barang seluruhnya.Jika kerusakan atau kekurangannya tidak dapat dilihat dari luar. 1967. (KUHD 485 dst. dg.) Pasal 94. bila dalam hal hilangnya barang-barang. dapat dilakukan pemeriksaan oleh pengadilan setelah barang-barang itu diterima.) Pasal 96. Semua hak-menuntut terhadap ekspeditur. maka kepaIa pemerintahan setempat memerintahkan. terhalang atau tidak di tempat. 91.. atau bila tidak ada. tanpa membedakan sudah atau belum dibayar upah pengangkutan.d.) Bila terjadi penotakan penerimaan barang-barang dagangan atau barang-barang lainnya. terhitung dari hari waktu seharusnya pengangkutan barang-barang dagangan dan barang-barangnya selesai. u. agar dari itu dapat dibayarkan upah pengangkutan dan biaya-biaya lainnya kepada pengangkut dan juragan kapal. Raad van justitie atau Hakim Karesidenan atau KepaIa Daerah setempat berwenang dengan cara seperti ditentukan di atas untuk memberi kuasa menual di depan umum barang-barang yang mudah rusak atau sebagian dari barang-barang itu untuk memenuhi pembayaran upah pengangkutan dan biaya lain.753.. atau timbul perselisihan tentang hal itu. atas surat pennohonan sederhana untuk diambil tindakantindakan seperlunya guna pemeriksaan barang-barang itu oleh ahli-ahli. 93. hakim karesidenan ataujika Ia tidak ada. setelah pihak lainnya. 1925-497. KUHD 86 dst. dan kerusakan pada barang-barang dagangan atau barang-barang. asalkan pemeriksaan itu diminta dalam waktu dua kali dua puluh empat jam setelah penerimaan. 746.

342 dst.1245.atau oleh kesalahan atau ketalaian pengirim atau ekspeditur sendiri. Setelah pembayaran upah pengangkutan barang-barang dagangan dan barangbarang yang telah diangkut atas dasar pesanan diterima. 1367. nama dan berat atau ukuran barang-barang yang harus diangkut beserta merek-mereknya dan bilangannya. maka gugurlah segala hak untuk menuntut kerugian kepada pengangkut atau juragan kapal dalam hal kerusakan atau kekurangan. 93.. 533.) Pasal 93. bila hal itu disebabkan oleh keadaan yang memaksa. 60. 40. 693. Pasal 91. kecuali hal itu disebabkan oleh cacat barang itu sendiri. bila cacatnya waktu itu dapat ditihat dari luar.. (KUHPerd. tanggal penandatanganan. Pengangkut atau juragan kapal tidak bertanggung jawab atas kelambatan pengangkutan. 1617. (KUHPerd. 98. penandatanganan pengirim atau ekspeditur. 454 dst.) Bagian 3. jumlah upah pengangkutan.10.) Pasal 92. 20. 506. .. 1246. nama yang dikirimi barang-barang itu. Pengangkut Dan Juragan Kapal Melalui Sungai-sungai Dan Perairan Pedalaman. 1147. atau oleh keadaan di luar kekuasaan mereka. KUHD 87 dst. 95. 1139-71. para pengangkut dan juragan kapal harus bertanggungjawab atas semua kerusakan yang terjadi pada barang-barang dagangan atau barang-barang yang telah diterima untuk diangkut. Surat muatan harus dicatat dalam daftar harian oleh ekspeditur.. 50. (KUHD 86. KUHD 87. 30. nama dan tempat tinggal pengangkut atau juragan kapal.

seperti misalnya jangka waktu penyelenggaraan pengangkutannya dan penggantian kerugian dalam hal kelambatan. dan meliputi selain apa yang mungkin menjadi persetujuan antara pihak-pihak bersangkutan. (KUHPerd. Ia harus menjamin pengiriman dengan rapi dan secepatnya atas barang-barang dagangan dan barang-barang yang telah diterimanya untuk itu.. 1244. (KUHPerd.) Pasal 87. (KUHD 91 dst. Ia diwajibkan membuat catatan-catatan dalam register harian secara berturut-turut tentang sifat dan jumlah barang-barang atau barang-barang dagangan yang harus diangkut. Ekspeditur adalah seseorang yang pekerjaannya menyelenggarakan pengangkutan barang-barang dagangan dan barang-barang lain di darat atau di perairan. Surat muatan merupakan perjanjian antara pengirim atau ekspeditur dan pengangkut atau juragan kapal. 1139-71. 76. 1792 dst.) Pasal 89. 90. dan bila diminta. Ekspeditur. KUHD 6 dst. 1800 dst. dengan sarana yang dapat diambilnya untuk menamin mengindahkan segala pengiriman yang baik. juga meliputi: . Pasal 86. Ia juga harus menanggung kerusakan atau kehilangan barang-barang dagangan dan barang-barang sesudah pengirimannya yang disebabkan oleh kesalahan atau keteledorannya.) Pasal 90.) Pasal 88. 1367. 1147.. (KUHPerd. Ia harus juga menanggung ekspeditur-perantara yang digunakannya.Bagian 2. 95. 1803. juga tentang nilainya.. KUHD 88.

1792. dengan pos pertama yang berangkat.) Pasal 83. Alinea terakhir pasal 82 berlaku terhadap hal ini. 1794. 76. S. 57 dan 58 peraturan kepailitan mengenai pihak pemegang gadai atau pihak yang berutang berlaku bagi dan terhadap komisioner. 1938-276. 82 dan 83. bila tiap-tiap hari ada pos ataupun telegrap.) . (KUHD 6 dst.) Dalam hal pailitnya pemberi amanat. Pemberian wewenang-wewenang tersebut dalam pasal 81.) Pasal 84. 82 dan 83 sama sekali tidak mengurangi hak menahan yang diberikan kepada komisioner oleh pasal 1812 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. dg.d.d. (KUHD 81.) Pasal 85a. 240 dan 241.Komisioner tersebut berkewajiban untuk memberitahukan kepada pemberi amanat baik tentang permohonan izin itu. Pasal 85. mengadakan perjanjian tanpa menjadikannya sebagai perusahaan. 78.u. Penundaan pembayaran yang diberikan kepada pihak pemberi amanat tidak menjadi halangan baginya untuk menggunakan wewenang-wewenang yang diberikan kepadanya oleh pasal-pasal 81. 85a. maka terhadapnya bertaku juga pasal-pasal 77.. bila pemberi amanat tidak memenuhi tagihan-tagihan komisioner itu terhadapnya dan yang menurut pasal 80 diberi hak mendahului.) Bila seseorang atas namanya sendiri atau firmanya dan dengan mendapat upah atau provisi tertentu. KUHPerd. 1906-348. 80 sampai dengan 85. (KUHD 76-79. dg. (s. (s. dapat diberi kuasa oleh raad van justitie tempat tinggalnya dengan cara seperti ditentukan dalam pasal di atas untuk menjual barangbarang itu. maka ketentuanketentuan dalam pasal-pasal 56.t. (KUHPerd. maupun tentang penjualan yang telah terjadi berdasarkan izin itu paling lambat hari berikutnya. Pemberitahuan dengan telegrap atau dengan surat tercatat berlaku sebagai pemberitahuan yang sah. atau kalau tidak demikian. 1366 dst. S. Seorang komisioner yang untuk pemberi amanat telah membeli barang-barang dan menerimanya. atas order dan atas beban orang lain.

. dengan amanat untuk menyimpannya sampai ketentuan lebih lanjut atau membatasi kekuasaan komisioner untuk menjualnya. (KUHPerd.. Untuk tagihan-tagihan terhadap pemberi amanat sebagai komisioner. dan yang disebut pertama tidak memenuhi tagihantagihan komisioner terhadapnya yang diberi hak mendahului oleh pasal 80. 1792 dst. (KUHPerd. maka dengan memperlihatkan surat-surat bukti yang perlu. juga terhadap pihak ketiga. 85. KUHD 85a. maka hak-hak dan kewajiban-kewajibannya.) Pasal 82. diatur oleh ketentuan-ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Perdata dalam Bab "Pemberian Amanat". KUHD 81 dst. Ia tidak mempunyai hak mendahului seperti dimaksud dalam pasal-pasal berikut. atas surat permohonan sederhana komisioner dapat memperoleh izin dari raad van justitie tempat tinggalnya untuk menjual barang-barang itu seluruhnya atau sebagian dengan cara yang ditentukan dalam surat keputusan hakim. 1812. biayabiaya dan provisi-provisi. atau bila amanat untuk menjualnya sudah dihapus. selama barang-barang itu masih ada dalam kekuasaannya.Pasal 79. 51 dan 7'. Bila barang-barang yang dimaksud dalam pasal 80 dijual dan diserahkan atas nama pemberi amanat. (KUHPerd.) Pasal 81. atau untuk disimpan sampai penentuan lebih lanjut. yang diambilkan dari hasil penjualannya. 85a. atau yang telah dibeli olehnya untuk pemberi amanat dan telah diterimanya. 1139-41. maka komisioner membayar pada dirinya sendiri jumlah tagihan-tagihannya yang ada hak mendahuluinya menurut pasal tersebut. demikian pula dalam hal uang yang telah dibayarkan lebih dahulu. bunga-bunga. demikian juga untuk perikatan-perikatannya yang masih berjalan. kecuah dari pasal 1139-10 dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata.) Pasal 80.. komisioner mempunyai hak mendahului atas barang-barang yang telah dikirim kepadanya oleh pemberi amanat untuk dijual. Hak mendahului ini mengalahkan segala hak lainnya. Bila pemberi amanat telah mengirimkan barang-barang kepada komisioner. KUHD 80 dst. Akan tetapi bila seorang komisioner telah bertindak atas nama pemberi amanat. 1425 dst. 1134..

59. 85a. (KUHPerd.) BAB V. 85a. EKSPEDITUR. (KUHPerd. KOMISIONER. 1916. KUHD 6 dst.) Pasal 78. Seorang kasir yang menangguhkan pembayarannya atau jatuh pailit dianggap karena kesalahannya sendiri menjatuhkan usahanya.. 62. S.d. (s.) .) Komisioner adalah orang yang menyelenggarakan perusahaannya dengan melakukan perjanjian-perjanjian atas namanya sendiri atau firmanya. (KUHPerd. atas order dan atas beban pihak lain. 1694 dst.) Pasal 77.Pasal 74. (KUHPerd. Pemberi amanat tidak mempunyai hak tagihan terhadap pihak dengan siapa komisioner bertindak. dg. 1792 dst. 79.) Pasal 75. KUHD 78. 240. 1938-276. Komisioner tidak berkewajiban untuk memberitahukan kepada orang dengan siapa ia bertindak tentang yang menanggung beban tindakannya itu. 1799. 1802. Ia langsung bertanggungjawab terhadap sesama rekan dalam perjanjian seolaholah tindakan itu urusannya sendiri. dan dengan mendapat upah atau provisi tertentu. Komisioner. KUHD 6 dst.. 1812.. Bagian 1.. Pasal 76. (KUHPerd. 262. PENGANGKUT DAN JURAGAN KAPAL YANG MENGARUNGI SUNGAI-SUNGAI DAN PERAIRAN PEDALAMAN. 1792 dst. seperti halnya pihak yang bertindak dengan komisioner tidak dapat menuntut pemberi amanat.u. Kasir adalah orang yang diserahi kepercayaan untuk menyimpan dan membayarkan uang dengan mendapat upah atau provisi tertentu.

506 dst. makelar menyerahkannya kepada pembeh. 71. menurut keadaan.) Bagian 3. Makelar yang telah dihentikan dari jabatannya tak dapat sama sekali dikembalikan ke dalam jabatannya. hingga pada waktunya terselenggara penyerahan. (KUHPerd. 110113.) Pasal 71. 69. maka para makelar harus menyimpan contoh dari tiap-tiap partai barang yang telah dijual atas dasar contoh dengan perantaraan mereka. atau dihentikan dari jabatannya. 100.Bila tidak dibebaskan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. 1803. Pasal 70. 187. Kasir. KUHD 62. kerugiankerugian dan bunga-bunga yang menjadi kewajibannya sebagai penerima amanat. 1801. demikian pula penggantian biaya-biaya. (KUHD 71 dst. harus dipecat dari jabatannya. akan dihentikan sementara dari tugasnya oleh kekuasaan umum yang mengangkat mereka.) Pasal 72. Setelah menutup jual-beli surat wesel atau efek lain semacam itu yang dapat diperdagangkan. (KUHD 62. dengan dibubuhi catatan yang cukup untuk mengenalinya. (KUHD 65.) Pasal 73. 65 dst.. bertanggung jawab atas kebenaran tanda tangan penjual yang ada di atasnya. sejauh mengenai mereka. seorang makelar yang telah dinyatakan pailit. dan kemudian dapat dihentikan dari jabatannya oleh hakim. . 178. para makelar yang bersalah karena melanggar salah satu ketentuan yang diatur dalam bagian ini. Dalam hal pelanggaran larangan yang termuat dalam pasal 65 alinea kedua. Seorang makelar dihentikan sementara dari tugasnya oleh keadaan pailit. dengan tidak mengurangi hukuman-hukuman yang ditentukan untuk itu.

KUHPerd.) Pasal 66.) Pasal 69. dengan menyebutkan dengan jelas nama-nama pihak-pihak yang bersangkutan. yaitu dalam segala bidang.) Pasal 67.) Pasal 68. (KUHD 66. baik sendiri maupun dengan perantaraan pihak lain. para makelar diwajibkan untuk segera mencatat setiap perbuatan yang dilakukan dalam buku-saku mereka. Dalam bidang atau bidang-bidang di mana ia menjadi makelar. (KUHD 62. (KUHD 12. 71 dst. tanpa bidang-bidang kosong. (KUHPerd.. atau catatancatatan pinggir. 1468 dst. ataupun secara berkongsi. Bila perbuatannya tidak seluruhnya dipungkiri. dan selanjutnya setiap hari memindahkannya ke dalam buku-harian mereka.Pengangkatan makelar adalah umum. (KUHD 6. ataupun bersama-sama dengan pihak-pihak lain. para makelar diwajibkan untuk memberikan kepada pihak-pihak yang bersangkutan setiap waktu dan begitu mereka ini menghendaki. atau dalam akta pengangkatan disebutkan bidang atau bidang-bidang apa saja pekerjaan makelar itu boleh dilakukan. mengenai harga beserta syarat-syaratnya yang menjadi dasar pelaksanaan perbuatan itu.) Hakim dapat memerintahkan para makelar untuk membuka buku-bukunya di hadapan pengadilan untuk mencocokkan petikan-petikan yang dikeluarkan dengan aslinya. waktu perbuatan atau waktu penyerahan. . sifatnya. dan mereka dapat menuntut pewelasan tentang itu. petikan-petikan dari buku mereka yang berisi segala sesuatu yang mereka catat berkenaan dengan perbuatan yang menyangkut pihak tersebut. 1905. maka catatan-catatan yang dipindahkan oleh makelar dari buku-sakunya ke buku-hariannya merupakan bukti antara pihak-pihak yang ber-sangkutan mengenai waktu. jumlahnya dan harga barangnya. 64. dilakukannya perbuatan dan penyerahannya. inengenai sifat-sifat danjumlah barangnya. dan semua persyaratan perbuatan yang dilakukan. ataupun menjadi penjamin perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan perantaraan mereka. Ia tidak diperbolehkan berdagang. garis-garis sela.

1920-69.) Pasal 63. dan segala sesuatu yang berkenaan dengan ketertibannya yang baik diatur oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Keuangan) dengan peraturan tersendiri. Mereka menyelenggamkan perusahaan mereka dengan melakukan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam pasal 64 dengan mendapat upah atau provisi tertentu. 681 dst. 1155. Makelar. (KUHPerd. perutangan uang dan lain sebagainya.u. kapal-kapal.. Perbuatan-perbuatan para pedagang perantara yang tidak diangkat dengan cara demikian tidak mempunyai akibat yang lebih jauh daripada apa yang ditimbulkan dari perjanjian pemberian amanat. S. Pekerjaan makelar terdiri dari mengadakan pembelian dan penjualan untuk majikannya atas barang-barang dagangan. 71 dst. Bagian 2. surat-surat wesel. mereka harus bersumpah di depan raad van justitie di mana Ia termasuk dalam daerah hukumnya.) Pasal 65.Jam mulai diadakan dan berakhirnya bursa. (KUHPerd. KUHD 59. S. 1906-335. KUHD 67 dst. perkreditan dengan jaminan kapal dan pemuatan kapal. surat-surat order dan surat-surat dagang tainnya.) Makelar adalah pedagang perantara yang diangkat oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau oleh penguasa yang oleh Presiden dinyatakan berwenang untuk itu. KUHD 62. (KUHPerd. Sebelum diperbolehkan melakukan pekerjaan.) Pasal 64. . 1078.. 681. 389.d. atas amanat dan atas nama orang-orang lain yang dengan mereka tidak terdapat hubungan kerja tetap. 1938-276. asuransi. 1792 dst. menyelenggarakan diskonto. Pasal 62. dg. bahwa mereka akan menunaikan kewajiban yang dibebankan dengan jujur. (s. 1078. saham-saham dalam dana umum dan efek tainnya dan obligasi.

Rv. 1155. (KUHD 32 dst.) Pasal 61. asuransi-asuransi dan muatan janji laut. 595-31. Kurs-kurs atau harga-harga yang bermacam-macam itu disusun menurut peraturan atau kebiasaan setempat. dana-dana. (KUHPerd. dan surat-surat berharga lainnya yang dapat digunakan untuk menetapkan kurs. Rv. Dihapus dg. s. Bagian 1. (KUHPerd. Perseroan yang dibubarkan dibereskan oleh para pengurus. 1156. Dari perundingan-perundingan dan kesepakatan-kesepakatan yang diadakan pada bursa disusunlah ketentuan-ketentuan kurs-kurs wesel. 99. 764 dst. 539-571. 1077. dengan jangka waktu tertentu yang ditetapkan dalam akta. harga barang-barang dagangan. 1938-276. makelar. BURSA PERDAGANGAN.) Ketentuan pasal 35 berlaku untuk hal ini. Rv. BAB IV. biaya pengangkutan laut dan darat. 398.menyediakan suatu perhitungan untuk diperiksa dan memberitahukannya kepada para pesero. Bursa Perdagangan. 621 dst. Pasal 59. kasir dan orang-orang lain yang bersangkut-paut dengan perdagangan. Hal itu diselenggarakan atas kekuasaan Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Keuangan). MAKELAR DAN KASIR.) Pasal 56. KUHD 61.) Pasal 60.. 1427. obligasi dalam dan luar negeri. 57 dan 58. 389. KUHD 15 13 . 262. . kecuali bila dalam akta hal itu ditentukan cara lain. Bursa perdagangan adalah pertemuan para pedagang. juragan kapal. (KUHD 52.

) (1) Hanya pemegang saham yang berhak mengeluarkan suara. dan tidak dapat mengeluarkan lebih dari tiga suara apabila modal perseroan terbagi dalam kurang dari seratus saham.) Pasal 54. maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sebanjak kelipatan dari harga nominal saham yang terkecil dari perseroan terhadap keseluruhan djumlah harga nominal dari saham yang dimiliki pemegang. dg. (3) Dalam hal modal perseroan terbagi dalam saham-saham dengan harga nominal yang berbeda.d. Pasal 55. (KUHD 246 dst. yang tidak boleh dilampaui untuk mengasuransikan telah menyerahkan kepada keputusan para pengurus. baik dalam rapat umum. (5) Tidak seorang pengurus atau komisaris dibolehkan bertindak sebagai kuasa dalam pemungutan suara. (2) Dalam hal modal perseroan terbagi dalam saham-saham dengan harga nominal yang sama. dengan atau tanpa para suatu benda yang sama. maupun dengan mengirimkan suatu daftar kepada masing-masing pesero. ataupun dengan .u. kecuali para pesero dalam akta dengan perjanjian tegas komisaris.. (4) Pembatasan mengenai banjaknja suara yang berhak dikeluarkan oleh pemegang saham dapat diatur dalam akta pendirian. dengan ketentuan bahwa seorang pemegang saham tidak dapat mengeluarkan lebih dari enam suara apabila modal perseroan terbagi dalam seratus saham atau lebih.Pasal 53. 1971-20. LN.t. UU No. Sisa suara yang belum mencapai satu suara tidak diperhitungkan. maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sebanyak djumlah saham yang dimilikinja. para pengurus diwajibkan setiap tahun membuat laporan tentang laba dan rugi yang diperoleh atau diderita dalam tahun yang telah lampau. 253. (s. Laporan itu dapat dilakukan. 4/1971. Setiap pemegang saham sekurang-kurangnja berhak mengeluarkan satu suara. Pada perseroan asuransi atas benda-benda tertentu harus ditentukan dalam akta suatu maksimum.

atas nama para pesero. Jangka waktu itu atas permohonan para pendiri selalu dapat diperpanjang oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau oleh pejabat yang berwenang atas penunjukan Presiden berdasarkan pasal 36 alinea kedua. dg.) Pasal 52..) Izin termaksud dalam pasal 36 tidak akan diberikan.) . bahwa pembagian-pembagian itu tidak akan melebihi suatu jumlah tertentu. kecuali bila ternyata bahwa para pendiri pertama bersama-sama mewakili paling sedikit seperlima dari modal perseroan. Perseroan itu tidak akan dapat mulai berjalan sebelum paling sedikit sepuluh persen dari modal bersama disetor. Dalam akta itu tidak boleh diperjanjikan bunga tetap. (s. 55. Pembagian-pembagiannya harus dengan segala pengeluaran. 50. Dalam hal yang sebaliknya. dimana sisa sero-sero atau saham-saham harus sudah ditempatkan. diambil dari pendapatan setelah dipotong Akan tetapi dapat diadakan perjanjian.) Pasal 49. maka mereka dalam akta dapat diberi kuasa untuk memeriksa dan mengesahkan perhitungan dan pertanggungjawaban para pengurus.) Pasal 51. (KUHD 41. (KUHD 48. 1937-572.digunakan untuk menutupi kekurangan uang itu untuk sebagian atau untuk seluruhnya.d. dan dengan demikian sama sekali tidak ikut serta dalam pengurusan. Bila pekerjaan para komisaris hanya terbatas pada pengawasan terhadap para pengurus. 1938-161.) Pasal 50. pemeriksaan dan pengesahan itu harus dilakukan oleh para pesero atau orang-orang yang ditunjuk dalam akta. selanjutnya akan ditentukan suatu jangka waktu. (KUHD 43 dst.u. S. (KUHD 36 dst. 54 dst. S. (KUHD 49.

48. 47.. dengan atau tanpa menerima upah. para pengurus tidak bertanggungiawab lebih daripada untuk menunaikan sebaikbaiknya tugas yang diberikan kepada mereka. bahwa telah diderita kerugian sebesar lima puluh persen dari modal perseroan. Bila nyata bagi para pengurus. dan demikian pula dalam surat kabar resmi. KUHD 17. (KUHPerd. 52. Untuk menghindari pembubaran menurut peraturan tersebut di atas. setiap kaii setelah waktu itu lampau. Akan tetapi bila mereka melanggar suatu ketentuan dalam akta atau perubahan syarat-syaratnya yang diadakan kemudian.) Pasal 46. 45.. KUHD 39. para pengurus tak dapat diangkat dengan cara yang tidak dapat ditarik kembali. KUHD 38. dan para pengurus bertanggungiawab terhadap pihak ketiga atas perjanjian-perjanjian yang telah mereka adakan setelah mereka tahu atau harus mereka tahu tentang kerugian itu. 55. 1646-l'.) Pasal 45. maka mereka terhadap pihak ketiga bertanggungjawab masing-masing secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya untuk kerugian-kerugian yang diderita oleh pihak ketiga karenanya. atau lain-lainnya yang diangkat oleh para pesero. (KUHPerd. 38. (KUHD 39. Bila kerugian itu berjumiah twuh puluh lima persen. para pesero. maka mereka berkewajiban untuk mengumumkannya dalam register yang diselenggarakan untuk itu pada kepaniteraan raad van justitie. maka perseroan itu demi hukum bubar. aktanya harus memuat ketentuan-ketentuan untuk membentuk kas cadangan yang dapat . mereka tidak bertanggung jawab secara pribadi terhadap pihak ketiga atas perikatan perseroan. 1814 dst. 54 dst. dengan tidak mengurangi kemungkinan untuk memperparoangnya. dengan atau tanpa pengawasan komisaris. Perseroan terbatas itu harus didirikan untukiangka waktu tertentu.) Pasal 47.Perseroan itu diurus oleh para pengurus. 1800 dst. 1636. (KUHPerd.) Pasal 48.

SegaIa sesuatu yang tersebut di atas berlaku terhadap perubahan-perubahan dalam syarat-syarat.. (KUHPerd. Ketentuan-ketentuan pasal 25 berlaku juga terhadap ini. 47. 47. (KUHD 42. (KUHPerd. atau ahli waris mereka atau mereka yang memperoleh hak. 6-7.) Pasal 41.) Pasal 44. KUHD 41.) Pasal 42. (KUHPerd. 833. (KUHD 45.) Pasal 43. atau pada perpanJangan waktu perseroan. Bila jumlah penuh sero atau saham demikian belum disetor.) 40. tetap bertanggungjawab atas penyetoran jumlah yang terutang pada perseroan. Selama peadaftaran dan pengumuman seperti yang termaktub dalam pasal yang lalu belum terjadi. Pasal 39. 1977. Tiada sero atau sabam blangko dapat dikeluarkan sebelum jumlah sepenuhnya disetor dalam kas perseroan. terikat secara pribadi untuk keseluruhannya terhadap pihak ketiga. 613 dst. 955. maka para pengurus atas perbuatan mereka. Rv. menyatakan dengan tegas persetujuan mereka untuk menerima baik penerima hak yang baru itu. 50 dst. para pesero atau pemegang saham atau sero tidak bertanggung jawab lebih daripada jumlah penuh saham-saham itu. para pesero aslinya. dan demikian pesero lama menjadi bebas dari egaIa tanggungjawab. bila ini ada. atau dengan pernyataan seperti itu yang dimuat dalam buku-buku perseroan itu dan ditandatangani oleh atau atas nama kedua belah pihak. kecuali bila pengurus dan para komisaris. hal itu dapat dilakukan dengan Pemberitahuan suatu pernyataan kepada para pengurus dari Pesaro bersangkutan dan pihak peneiima pengoperan. Modal perseroan dibagi atas sahain-saham atau Sero-sero atas nama atau blangko. KUHD 43. Dalam akta ditentukan cara bagaimana sero-sero atau saham-sahan atas nama dioperkan. 1977. 1417. .

S. (KUHD 22 dst. 37. dg. bila menurut pertimbangan Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Kehakiman) hal itu dianggap perlu untuk kepentingan umum. (s. 1938-276. dg. 1937-572. KUHD 45. 1870-64. Pemberian izin itu. kecuab sekiranya pemberitahuan itu dianggap tidak seyogyanya. 56. S. S. (s.. 42. 52 dst.(s. pun pula aktanya tidak memuat ketentuanketentuan yang berlawanan dengan hal-hal yang diatur dalam pasal 38 sampai dengan pasal 55. KUHPerd.u. bila ada alasan-alasannya.d. S.) Pasal 38. Akta perseroan itu harus dibuat dalam bentuk otentik dengan ancaman akan batal. melainkan mendapat namanya hanya dari twuan perusahaan saja. 1946-135.. dan mengumumkannya dalam surat kabar resmi. Rv. maka izinnya diberikan. akta pendiriannya atau rencana pendiriannya harus disampaikan kepada Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau penguasa yang ditunjuk oleh Presiden untuk memperoleh izinnya.dg. dan selain itu tidak ada keberatankeberatan yang penting terhadap pendiriannya. alasan-alasannya diberitahukan kepada para pemohon agar diketahuinya. Untuk tiap-tiap perubahan syarat-syarat dan untuk perpanjangan waktu perseroan.d. 23. KUHD 23.) Pasal 37.u. 99. 1923-548.. dg. 58.d..u. S. S. 48 dst. S. harus juga terdapat izin seperti itu. 82. 50. 594. yang pendapatnya dalam hal ini harus didengar.) para pesero diwajibkan untuk mendaftarkan akte itu dalam keseluruhannya beserta izin yang diperolehnya dalam register yang diadakan untuk itu pada panitera raad van justitie dari daerah hukum tempat kedudukan perseroan itu. bahwa para pengurusnya telah tidak memenuhi ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat akta perseroan itu. 1653.) Bila perseroan itu tidak bertentangan dengan kesusilaan atau dengan ketertiban umum.) .d. (Ov. Bila izin itu diberikan tanpa syarat. 105. 1335. 1937-572.u. dapat digantungkan pada syarat bahwa perseroan itu akan bersedia dibubarkan.) Perseroan terbatas tidak mempunyai firma. 51. dan tak memakai nama salah seorang atau lebih dari antara para pesero. (AB. kecuali setelah Hooggerechtshof (kini: Mahkamah Agung). menyatakan.) Sebelum perseroan tersebut dapat didirikan. (KUHD 3 dst. Bila izin itu tidak diberikan.) (s. maka perseroan tidak dapat dibubarkan atas kekuasaan umum. 1937-572.

(KUHD 18. 20. . 22. harus dibagikan sementara. (KUHPerd. dengan tidak mengurangi kebebasan para pesero atau para penerima hak untuk melihatnya. 56. Setelah pemberesan dan pembagian itu. bila tidak ada perjanjian yang menentukan lain. Jika pemungutan suara macet. 31. 1801 dst.) Pasal 35. Rv. Perseroan Terbatas. 56. maka mereka yang bertugas untuk membereskan keperluan itu dapat menagih uang yang seharusnya akan dimasukkan dalam perseroan oleh tiap-tiap pesero menurut bagiannya masingmasing. 22.) Pasal 34. 1652. 1939-569.termasuk para pesero komanditer) mengangkat seorang pengurus lain dengan pemungutan suara seorang demi scorang dengan suara terbanyak. 1885. maka buku-buku dan surat-surat yang dulu menjadi milik perseroan yang dibubarkan itu tetap ada pada pesero yang terpilih dengan suara terbanyak atau yang ditunjuk oleh raad van justitie karena macetnya pemungutan suara.) Bagian 3. (Mengenai Maskapai Andil Indonesia dan perubahan Perseroan Terbatas menjadi Maskapai Andil Indonesia.) Pasal 33. 1652. Uang yang selama pemberesan dapat dikeluarkan dari kas perseroan. (KUHPerd.. raad van justitie mengambil keputusan sedemikian yang menurut pendapatnya paling layak untuk kepentingan perseroan yang dibubarkan itu. KUHD 17. KUHD 12. (KUHD 33. Bila keadaan kas perseroan yang dibubarkan tidak mencukupi untuk membayar utang-utang yang telah dapat ditagih. 99. lihat S. 6-50.) Pasal 36.

) Pasal 32. jikalau pesero yang mengundurkan diri sebagai pesero firma menjadi pesero komanditer. Pembubaran sebuah perseroan firma sebelum waktu yang ditentukan dalam perjanjian. perpanjangan waktu setelah habis waktu yang ditentukan.) Pasal 30. 26. bahwa pembubaran. atau seluruh pesero (tidak . Kelalaian dalam hal itu mengakibatkan. 1651. Pada pembubaran perseroan. 39. para pesero yang tadinya mempunyai hak mengurus harus membereskan urusan-urusan bekas perseroan itu atas nama firma itu juga. kecuali bila dalam perjanjiannya ditentukan lain . serta dengan ancaman hukuman yang tercantum dalam pasal 29. 1916.ditentukan dan dianggap tiada seorang pesero pun yang dilarang melakukan hak untuk bertindak dan bertandatangan untuk firma itu. pelepasan diri.. Dalam hal adanya perbedaan antara yang didaftarkan dan yang diumumkan. diadakanjuga dengan akta otentik. maka terhadap pihak ketiga berlaku ketentuan-ketentuan yang berkenaan dengan pasal yang lalu yang dicantumkan dalam surat kabar resmi. 1646 dst. atau bila dalam hal adanya kematian. KUHD 26. para ahli waiisnya tidak menentangnya.) Pasal 31. Firma dari suatu perseroan yang telah dibubarkan dapat dilanjutkan oleh seorang atau lebih. KUHD 30 dst. penghentian atau perubahan itu tidak berlaku terhadap pihak ketiga.. atau terjadi karena pelepasan diii atau penghentian. Ketentuan pasal 20 alinea pertama tidak berlaku. KUHD 22. berlaku ketentuan-ketentuan pasiti 29. (KUHPerd. demikian puia segala perubahan yang diadakan dalam petia4ian yang asfi yang berhubungan dengan pihak ketiga. dan dalam hal itu ulituk membuktikannya harus dibuat akta. Terhadap kelalaian mendaftarkan dan mengumumkan dalam hal perpanjangan waktu perseroan. 30. dan terhadap ini berlaku ketentuan-ketentuan pendaftaran dan pengumuman dalam surat kabar resmi seperti telah disebut. baik atas kekuatan perjanjian pendiriannya maupun bila diizinkan dengan tegas oleh bekas pescro yang namanya disembut di situ. (KUHPerd. dan mendaftarkannya dan mengumumkannya dalam surat kabar resmi atas dasar dan dengan cara yang ditentukan dalam pasal 23 dan berikutnya. (KUHPerd.

yang tidak diperkenankan bertandatangan atas nama firma. Pasal 27. KUHPerd. (KUHD 38. saat mulai berlakunya perseroan dan saat berakhirnya.) Pasal 29. (KUHD 27 dst. dan dapat memperoleh sahnannya atas biaya sendiri. nama kecil. (Ov.d.) penunjukan para pesero. 1938-276. nama. KUHD 29.u. pada umumnya. S. (KUHD 17. dg. bagian-bagian dari perjanjiannya yang harus dipakai untuk menentukan hak-hak pihak ketiga terhadap para pesero.) Pasal 26.) Petikan yang disebut dalam pasal 24 harus memuat: 1. (s. 1036. dengan menunjukkan cabang khusus itu. 5. dan selanjutnya. 444. pernyataan firmanya dengan menunjukkan apakah perseroan itu umum. S. ataukah terbatas pada suatu cabang khusus dari perusahaan tertentu. Setiap orang dapat memeriksa akta atau petikannya yang terdaftar. (s. dg. 4. pekerjaan dan tempat tinggal para pesero firma. S. Pendaftarannya harus diberi tanggal dari hari pada waktu akta atau petikannya itu dibawa kepada panitera. dan dalam hal terakhir.) Pasal 28.) Selama pendaftaran dan pengumuman belum terjadi.u. dianggap didirikan untuk waktu yang tidak . 2. 1938-276. 38.) 3.d. Di samping itu para pesero wajib untuk mengumumkan petikan aktanya dalam surat kabar resmi sesuai dengan ketentuan pasal 26. maka perseroan firma itu terhadap pihak ketiga dianggap sebagai perseroan umum untuk segala urusan. 105. 1851-27 pasal 7. (KUHD 23.Pasal 25.

Pasal 20. Dengan tidak mengurangi kekecualian yang terdapat dalam pasal 30 alinea kedua, maka nama pesero komanditer tidak boleh digunakan dalam firma. (KUHD 19-21.) Pesero ini tidak boleh melakukan tindakan pengurusan atau bekerja dalam perusahaan perseroan tersebut, biar berdasarkan pemberian kuasa sekalipun. (KUHD 17, 21, 32.) Ia tidak ikut memikul kerugian lebih daripada jumlah uang yang telah dimasukkannya dalam perseroan atau yang harus dimasukkannya, tanpa diwajibkan untuk mengembalikan keuntungan yang telah dinikmatinya. (KUHPerd. 1642 dst.)

Pasal 21. Pesero komanditer yang melanggar ketentuan-ketentuan alinea pertama atau alinea kedua dari pasal yang lain, bertanggungjawab secara tanggung-renteng untuk seluruhnya terhadap semua utang dan perikatan perseroan itu. (KUHD 18.)

Pasal 22. Perseroan-perseroan firma harus didirikan dengan akta otentik, tanpa adanya kemungkinan untuk disangkalkan terhadap pihak ketiga, bila akta itu tidak ada. (KUHPerd. 1868, 1874, 1895, 1898; KUHD 1, 26, 29, 31.)

Pasal 23. para pesero firma diwajibkan untuk mendaftarkan akta itu dalam register yang disecliakan untuk itu pada keparliteraan raad van justitie (pengadilan negeri) daerah hukum tempat kedudukan perseroan itu. (Ov. 82; KUHPerd. 152; KUHD 24, 27 dst., 30 dst., 38 dst.; S. 1946-135 pasal 5.)

Pasal 24. Akan tetapi para pesero firma diperkenankan untuk hanya mendaftarkan petikannya saja dari akta itu dalam bentuk otentik. (KUHD 26, 28.)

undang ini dan oleh Kitab Undang-undang Hukum Perdata. (KUHPerd. 1618 dst., KUHD 1.

Bagian 2. Perseroan Firma Dan Perseroan Dengan Cara meminjamkan Uang Atau Disebut Perseroan Komanditer.

Pasal 16. (s.d.u. dg. S. 1938-276.) Perseroan Firma adalah suatu perseroan yang didirikan untuk melakukan suatu usaha di bawah satu nama bersama. (KUHD 19 dst., 22 dst., 26-11, 29; Rv. 6-5o, 8-2 o, 99.)

Pasal 17. Tiap-tiap pesero kecuali yang tidak diperkenankan, mempunyai wewenang untuk bertindak, mengeluarkan dan menerima uang atas nama perseroan, dan mengikat perseroan kepada pihak ketiga, dan pihak ketiga kepada perseroan. tindakantindakan yang tidak bersangkutan dengan perseroan, atau yang bagi para pesero menurut perjanjian tidak berwenang untuk mengadakannya, tidak dimasukkan dalam ketentuan ini. (KUHPerd. 1632, 1636, 1639, 1642; KUHD 20, 26, 29, 32.)

Pasal 18. Dalam perseroan firma tiap-tiap pesero bertanggungjawab secara tanggungrenteng untuk seluruhnya atas perikatan-perikatan perseroannya. (KUHPerd. 1282, 1642, 1811.)

Pasal 19. Perseroan yang terbentuk dengan cara meminjamkan uang atau disebut juga perseroan komanditer, didirikan antara seseorang atau antara beberapa orang pesero yang bertanggung-jawab secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya, dan satu orang atau lebih sebagai pemberi pinaman uang. Suatu perseroan dapat sekaligus berwujud perseroan firma terhadap peseropesero firma di dalamnya dan perseroan komanditer terhadap pemberi pinjaman uang. (KUHD. 16, 20, 22 dst.)

Dari tidak dipenuhinya perintahnya itu, hakim bebas untuk mengambil kesimpulan yang sebaiknya menurut pendapatnya. (KUHPerd. 1888, 1915 dst.; KUHD 67.)

Pasal 9. Bila buku-buku, naskah atau surat-surat berada di tempat lain daripada tempat kedudukan hakim yang mengadili perkara itu, maka ia dapat mengamanatkan kepada hakim dari tempat lain untuk menyelenggarakan pemeriksaan yang dikehendaki terhadap hal itu dan membuat berita acara tentang pendapatpendapatnya serta mengirimkannya. (RO. 33; KUHD 35.)

10 dan 11. Dihapus dg. S. 1927-146.

Pasal 12. (s.d.u. dg. S. 1927-146; S. 1938-276.) Tiada seorang pun dapat dipaksa untuk memperlihatkan pembukuarinya kecuali untuk mereka yang mempunyai kepentingan langsung sebagai ahli waris, sebagai pihak yang berkepentingan dalam suatu persekutuan, sebagai pesero, sebagai pengangkat Pimpinan perusahaan atau pengeloIa dan akhirnya dalam hal kepailitan. (KUHPerd. 573, 1082; KUHD 35, 67.)

13. Dihapus dg. S. 1927-146.

BAB III. BEBERAPA JENIS PERSEROAN. Bagian 1. Ketentuan-ketentuan Umum.

14. Dihapus dg. S. 1938-276.

Pasal 15. (s.d.u. dg. S. 1938-276.) Perseroan-perseroan yang disebut dalam bab ini dikuasai oleh perjanjian pihak-pihak yang bersangkutan, oleh Kitab Undang-

(Rv. 96. 66.) Pasal 8. 1938-276. 1938-276. buku-buku dan surat-surat di mana ia menyelenggarakan catatan-catatan dimaksud dalam allnea pertama beserta neracanya. kepada masing-masing pihak atau kepada salah satu pihak untuk membuka bukubuku yang diselenggarakan. kekuatan bukti sedemikian rupa yang menurut pendapatnya harus diberikan pada masing-masing kejadian yang khusus. 348.) Ia diwajibkan menyimpan selama tiga puluh tahun. 86. KUHP 396 dst.) Untuk kepentingan setiap orang. dan selama sepuluh tahun. baik pada sidang pengadilan maupun dengan cara seperti yang diatur dalam pasal-pasal 215 sampai dengan 229 Reglemen Acara Perdata.) Ia diwajibkan dalam enam bulan pertama dari tiap-tiap tahun untuk membuat neraca yang diatur menurut syarat-syarat perusahaannya dan menandatanganinya sendiri. dg. surat-surat dan telegram-telegram yang diterima dan salinan-salinan surat-surat dan telegiram-telegram yang dikeluarkan. 1881. KUHD 12. 67. (KUHPerd.) Pasal 7.u.) Sewaktu pemeriksaan perkara di sidang pengadilan berjalan.d.d. (s. Pasal 6.u. (KUHPerd. (s. (s.u. 1881. 86.) Setiap orang yang menjalankan perusahaan diwajibkan untuk menyelenggarakan catatan-catatan menurut syarat-syarat perusahaannya tentang keadaan hartanya dan tentang apa yang berhubungan dengan perusahaannya. dengan cara yang sedemikian sehingga dari catatan-catatan yang diselenggarakan itu sewaktu-waktu dapat diketahui semua hak dan kewajibannya. hakim bebas untuk memberikan kepada pemegang-buku. S. 35. PEMBUKUAN.) . (KUHD 35.d. hakim dapat menentukan atas permintaan atau karena jabatannya. S. dg. surat-surat dan naskah-naskah yang harus dibuat atau disimpan oleh mereka menurut pasal 6 alinea ketiga. 1938-276. Hakim dapat mendengar para ahli mengenai sifat dan isi surat-surat yang diperlihatkan. agar dapat dilihat di dalamnya atau dibuat petikan-petikannya sebanyak yang dibutuhkan berkenaan dengan soal yang dipersengketakan.BAB II. S. dg. (KUHD 35.

S.) Selama dalam Kitab Undang-undang ini terhadap Kitab Undang-undang Hukum Perdata tidak diadakan penyimpangan khusus. B. (s.u. KETENTUAN UMUM. 754. KUHD 15. BUKU KESATU DAGANG PADA UMUMNYA Berdasarkan S. 1924556.KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG (Wetboek van Koophandel voor Indonesie) S. 1847-23. 79 dst. Anotasi: Seluruhnya KUHD ini berlaku untuk golongan Timur Asing bukan Tionghoa dan golongan Tionghoa. 296. 286.d. KUHPerd. 1938-276. maka Kitab Undang-undang Hukum Perdata berlaku juga terhadap hal-hal yang dibicarakan dalam K-itab Undang-undang ini. 1774. Pas. 1938-276 yang berlaku mulai pada 17 Juli 1938 maka Bab I tentang Pedagang dan Perbuatan Dagang (pasal 2 sld 5) telah dihapus. 168a. 85. S. 1878.) Alinea kedua gugur berdasarkan S. 1617. 1. 15. (AB. S. 1938-276. pasal 1. 119. pasal I sub 21. 1917-129. dg.. . kecuali dengan perubahan redaksional pasal 396. 747.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->