50 . 60 .

jumlah uang yang dipertanggungkan; premi pertanggunganriya. (KUHD 254, 256, 258, 302, 306.)

Pasal 305. Perencanaan jumlah uangnya dan penentuan syarat pertanggungannya, sama sekali diserahkan kepada persetujuan kedua belah pihak. (KUHPerd. 1780.)

Pasal 306. Bila orang yang jiwanya dipertanggungkan pada waktu pengadaan pertanggungan telah meninggal dunia , gugurlah perjanjian itu, meskipun tertanggung tidak dapat mengetahui tentang meninggalnya itu; kecuali bila dipersyaratkan lain. (KUHPerd. 1779; KUHD 251 dst., 269, 281.)

Pasal 307. Bila orang yang mempertanggungkanjiwanya bunuh diri atau dihukum mati, gugurlah pertanggungannya. (KUHD 276.)

Pasal 308. Dalam bagian ini tidak termasuk dana janda, perkumpulan-perkumpulan tunjangan hidup (tontine), perseroan pertanggungan jiwa timbal-balik, dan perjanjian lain semacam itu yang berdasarkan kemungkinan hidup dan kematian, yang untuk itu diharuskan mengadakan simpanan atau sumbangan tertentu atau kedua-duanya. (KUHD 286; S. 1870-64 pasal 10.)

Pasal 300. Pertanggungannya dapat diadakan untuk satu tahun atau lebih. Bila tidak ada penentuan waktu, dianggap bahwa pertanggungan itu diadakan untuk satu tahun. (KUHPerd. 1597.)

Pasal 301. Pada penyusunan penghitungan kerugian, dihitung berapa nilai hasil pada waktu dipanen atau dinikmati tanpa terjadinya bencana, dan nilainya setelah bencana itu. Penanggung membayar selisihnya sebagai ganti rugi. (KUHD 273 dst., 288.)

Bagian 3. Pertanggungan Jiwa.

Pasal 302. (s.d.u. dg. S. 1876-141.) Jiwa seseorang dapat dipertanggungkan untuk keperluan orang yang berkepentingan, baik untuk selama hidup ataupun untuk suatu waktu yang ditentukan dengan perjanjian. (KUHD 247 dst., 304-40.)

Pasal 303. Yang berkepentingan dapat mengadakan pertanggungan, bahkan di luar pengetahuan atau izin dari orang yang jiwanya dipertanggungkan.

Pasal 304. Polis itu memuat: 10 . 20 . 30 . 40 . hari pengadaan pertanggungan itu; nama tertanggung; nama orang yang jiwanya dipertanggungkan; waktu bahaya bagi penanggung mulai berjalan dan berakhir;

Kerugiannya dihitung menurut nilai barang-barang yang ada pada waktu ada kebakaran. (KUHPerd. 1940 dst.)

Pasal 296. Bila tidak diadakan persyaratan khusus dalam polis tentang barangbarang bergerak, harta dalam rumah, perkakas rumah dan perhiasan rumah, maka pernyataan-pernyataan itu diberi arti sedemikian seperti yang diuraikan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata Buku Kedua Bab I, Bagian 4. (KUHPerd. 512 dst.; KUHD 356-51.)

Pasal 297. Bila pada suatu hipotek antara debitur dan penagihnya dipersyaratkan, bahwa dalam hal ada kerugian menimpa persil yang dihipotekkan yang dipertanggungkan atau yang akan dipertanggungkan, uang asuransinya sampai jumlah utang dan bunga yang terutang, akan menggantikan hipotek itu, maka penanggung yang diberitahukan persyaratan itu wajib memperhitungkan ganti rugi yang terutang dengan penagih utang hipotek. (KUHPerd. 613, 1162 dst.; KUHD 268, 288; S. 1908-542 pasal 14.)

Pasal 298. Persyaratan dalam pasal di atas tidak mempunyai akibat, kecuali bila dan sepanjang penagih utang hipotek akan mendapat keuntungan, seandainya kerugian itu tidak terjadi. (KUHPerd. 1209 dst.)

Bagian 2. Pertanggungan Terhadap Bahaya yang Mengancam Hasil Pertanian yang Belum Dipaneni.

Pasal 299. Selain syarat-syarat yang tercantum dalam pasal 256, pohs itu harus menyatakan: 10 . 20 . letak dan batas-batas tanah yang hasilnya dipertanggungkan; penggunaannya. (KUHPerd. 1186-41; KUHD 247, 251, 254, 258, 263, 272, 287-10 dan 21; Rv. 101.)

274 dan 275. . yang terjadi atas perintah pihak atasan untuk menahan menjalamya kebakaran yang terjadi. Penanggung terbebas dari kewajibannya untuk memenuhi penggantian kerugian. Onteig 84.) Pasal 294. bila ia membuktikan.) Pasal 292.) Pasal 295. misalnya barang-barang yang dipertanggungkan berkurang atau membusuk. sehingga bila hal itu telah ada sebelum dipertanggungkan. Demikian pula kerugian yang disebabkannya oleh ledakan mesiu. juga kerusakan yang disebabkan oleh penghancuran seluruhnya atau sebagian barang yang dipertanggungkan. (KUHPerd. bila tidak ada atau tidak lengkap alat-alat bukti yang dinyatakan dalam pasal-pasal 273. 133. penanggung tidak akan mempertanggungkan sama sekali atau tidak atas dasar syarat yang sama seperti itu. 283. meskipun meledaknya. karena air atau alat lain yang digunakan untuk menahan atau memadamkan kebakaran itu. atau sebab lain. selama pemadaman kebakaran atau penyelamatannya. juga bila hal itu terjadi dari kebakaran dalam bangunan-bangunan yang berdekatan. ketel uap. atau sebab lainnya. Pada pertanggungan atas barang-barang bergerak dan barang-barang dagangan dalam rumah. bahwa kebakaran itu disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian besar tertanggung sendiri. Kerugian yang disebabkan oleh kebakaran disamakan dengan kerugian sebagai akibat kebakaran. (ISR. Bila sebuah bangunan yang dipertanggungkan diperuntukkan bagi penggunaan lain. dan karena itu besar kemungkinan bahaya kebakaran lebih banyak. Pasal 293. 638. maka berhentilah kewajibannya. KUHD 2.Pasal 291. atau hilangnya sesuatu dari barang itu karena pencurian. sambaran petir. 290. 652 dst. 249. pecahnya atau sambaran itu tidak mengakibatkan kebakaran. 1366. hakim dapat memerintahkan tertanggung untuk bersumpah. (KUHD 287-20. gudang atau tempat penyimpanan lain. 276. disamakan dengan kerugianyang disebabkan oleh kebakaran.

(KUHD 53. yang dibebankan pada penanggung adalah semua kerugian dan kerusakan yang menimpa barang yang dipertanggungkan karena kebakaran yang disebabkan oleh cuaca yang sangat buruk atau peristiwa lain. Penanggung mempunyai hak untuk mengawasi. 294. Pada pertanggungan milik yang dibangun dipersyaratkan. 1241.) . 688. 288. akan diganti oleh penanggung. 624 dst. 272. musuh. Dalam hal persyaratan pembangunan kembali. (KUHPerd.. penanggung wajib membangun kembali atau memperbaikinya.) Pasal 288. 253. Dalam hal yang pertama. akan diganti kerugian yang diderita pada persil itu. tanpa ada yang dikecualikan. biasa atau tidak biasa. dan lainlainnya dengan nama apa pun. hakim bahkan dapat memerintahkan kepada tertanggung atas tuntutan penanggung. 291 dst. 300. sungguh digunakan untuk tujuan itu. 263.. 284. 1565. dengan cara apa pun terjadinya kebakaran itu. dipersyaratkan oleh tertanggung. atau persil itu akan dibangun kembali atau diperbaiki paling tinggi sampai jumiah yang dipertanggungkan. untuk menjamin hal itu secukupnya. kerugiannya dihitung dengan memperbandingkan nilai persil sebelum bencana. bahwa biaya yang diperlukan untuk pembangunan kembali itu. KUHD 283. dan kerugiannya diganti dengan uang tunai. kesalahan atau kejahatan pelayan sendiri. kelalaian. dalam waktu yang ditentukan. Akan tetapi pada persyaratan itu pertanggungan sekali-kali tidak boleh melampaui tiga perempat biaya itu. 101. Dalam hal kedua. bahwa uang yang harus dibayar olehnya. apinya sendiri. KUHD 276. kalau perlu oleh haldm.KUHD 247 dst. tetangga. Pertanggungan dapat dilakukan untuk nilai penuh barang yang dipertanggungkan.) Pasal 289. 293. 282.1367. 258. (KUHPerd . 286. direncanakan atau tidak direncanakan. perampok. bila ada alasannya. 254. dengan nilai sisanya segera setelah kebakaran. 637. 302. 256-30. Rv.) Pasal 290.

letak dan batas barang tetap yang dipertanggungkan. . 637. 53. 40 . s. 30 .Dihapus dg.Pasal 284. igo6-348. Perseroan-perseroan pertanggungan atau penjaminan timbal-balik harus menaati ketentuan dalam perjanjiannya dan peraturan yang berlaku.. 693. penggunaannya. 1402. disimpan atau ditumpuk. DAN TENTANG PERTANGGUNGAN JIWA. 20 . 1186-41.) 285. Selain menyatakan persyaratan dalam pasal 256.) BAB X. harus menurut asas-asas hukum pada umumnya. Bagian 1. 50 . 308. 1365 dst. (KUHPerd. di mana barang bergerak yang dipertanggungkan berada. nilai barang yang dipertanggungkan. Pertanggungan Terhadap Bahaya Kebakaran. Pasal 287. memperoleh semua hak yang sekiranya dimiliki oleh tertanggung terhadap pihak ketiga berkenaan dengan kerugian itu. 1354. dan tertanggung bertanggurgjawab untuk setiap perbuatan yang mungkin merugikan hak penanggung terhadap pihak ketiga itu. selama hal itu dapat mempunyai pengaruh terhadap pertanggungannya. (KUHPerd. polis kebakaran harus menerangkan: 10 . KUHD 290. TERHADAP BAHAYA-BAHAYA YANG MENGANCAM HASIL PERTANIAN YANG BELUM DIPANENI. Pasal 286. (KUHD 15. secara khusus juga berlaku terhadap perseroan-perseroan ini. Penanggung yang telah membayar kerugian barang yang dipertanggungkan. dan bila tidak lengkap. ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN TERRADAP BAHAYA BAHAYA KEBAKARAN. 1870-64 pasal 10. S. 656. sifat dan penggunaan bangunan-bangunan yang berbatasan. letak dan batas bangunan dan tempat. Larangan-larangan yang termuat dalam pasal 289 alinea terakhir.

tertanggung wajib dengan giat mengusahakan.) . setelah kejadian tersebut ia harus segera memberitahukan kepada penanggung. bahwa ia hanya akan dapat melakukan haknya terhadap para penanggung. dengan ketentuan tegas. dengan tidak mengurangi tuntutan pidana. agar kerugian terhindar atau berkurang. 1357. 272. KUHD 249. dan asalkan telah bertindak dengan itikad baik. 662. (KUHD 250 dst. atau daya upaya yang dilakukan itu telah sia-sia belaka. bila dan selama ia tidak akan dapat menagih ganti rugi pada penanggung yang dahulu. harus diuraikan dengan jelas dan begitu pula akan berlaku ketentuan pasal 277 dan pasal 278 terhadap itu. 1453. 1328. penipuan atau kejahatan tertanggung. 654. atau menjadi batal. penanggung mendapat preminya. baik untuk seluruhnya atau sebagian yang sedemikian untuk mana Ia belum menghadapi bahaya.. meskipun hal itu bila ditambahkan pada kerugian yang diderita. 615.Pasal 280. 276. KUHP 381. (KUHD 252.) Pasal 283. 635 dst. 618. KUHD 270. bila ada alasan untuk itu.. Bila batalnya perjanjian terjadi berdasarkan akal busuk. Dengan tidak mengurangi ketentuan khusus yang dibuat tentang berbagai macam pertanggungan. bila setelah pertanggungan suatu barang untuk nilai penuhnya. biaya dan bunga.. dengan ancaman hukuman akan menjadi batal. perjanjian yang diadakan sebelum itu. melampaui jumlah uang yang dipertanggungkan.. Tak dianggap sebagai perjanjian yang tidak diperkenankan. 652 dst.) Pasal 281. 653. (KUHPerd. yang berkepentingan selanjutnya mempertanggungkannya.) Pasal 282. untuk seluruhnya atau sebagian. 266 dst. 603. (KUHPerd. semua dengan ancaman penggantian kerugian. 294. penanggung harus mengembalikan preminya. 718. Biaya yang dikeluarkan oleh tertanggung untuk menghindari atau mengurangi kerugian menjadi beban penanggung. bila ada alasan untuk itu. Dalam hal perjanjian yang demikian. 269. Dalam segala hal di mana perjanjian pertanggungan untuk seluruhnya atau sebagian gugur.

meskipun pada hari yang berlainan oleh berbagai penanggung dipertanggungkan lebih dari nilainya. hanya inilah yang berlaku dan penanggung berikut dibebaskan. bila pada hari yang sama. Bila ia mengadakan pertanggungan ulang untuk dirinya. Bila tertanggung membebaskan penanggung-penanggung pertama. 294. Bila berbagai pertanggungan diadakan dengan itikad balk terhadap satu barang saja. (KUHD 249. 307. Bila pada satu polis saja. menurut perimbangan jumlah yang mereka tandatangani. Ketentuan itu juga berlaku. hanya memikul nilai sebenarnya yang dipertanggungkan. maka penanggung berikutnya bertanggung jawab untuk nilai selebihnya menurut urutan waktu mengadakan pertanggungan itu. 290. Bahkan ia boleh tetap memegang atau menagih preminya. 282. Bila pada penanggung pertama tidak ditanggung nilai penuh. Tiada kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan dari tertanggung sendiri. dibebankan pada penanggung. 280. (KUHD 277. dan dengan yang pertama ditanggung nilai yang penuh. mereka bersamasama.Pasal 276. ia dianggap menetapkan diri mengganti tempat mereka sebagai penanggung untuk jumlah yang sama dan urutan yang sama.) Pasal 277. (KUHD 271 dst.) Pasal 278. Tertanggung dalam hal-hal yang disebut dalam dua pasal yang lalu. 637.) Pasal 279. (KUHD 252. 693. terhadap satu benda yang sama diadakan berbagai pertanggungan. tidak boleh membatalkan pertanggungan yang lama agar dengan demikian penanggung yang kemudian terikat. bila ia sudah mulai memikul bahaya. maka para penanggung ulang mengganti tempatnya dalam urutan itu juga.) .

Pasal 271. 295. Bila nilai barang yang dipertanggungkan tidak dinyatakan dalam polisnya oleh para pihak. (KUHD 279 dst. semuanya ini tidak mengurangi pengecualian yang dibuat dalam ketentuan undang-undang. KUHD 256. dan bila dituntut.) Pasal 275. (KUHPerd. 1866. Bila tertanggung membebaskan penanggung dari kewajibannya untuk waktu yang akan datang melalui pengadilan ia dapat mempertanggungkan lagi kepentingannya untuk bahaya itu juga. Dalam hal itu. 275. 281 dst. Penanggung dalam segala hal mempunyai kekuasaan untuk membuktikan terlalu tingginya nilai yang dinyatakan itu di depan hakim. Meskipun nilai itu dinyatakan dalam polisnya. harus disebutkan dalam polis yang baru. (KUHD 252. KUHD 282. 619..) . 1922. Akan tetapi bila barang yang dipertanggungkan sebelumnya telah dinilai oleh ahli yang diperuntukkan bagi itu oleh para pihak. hakim mempunyai wewenang untuk memerintahkan kepada tertanggung untuk menguraikan dasar layaknya nilai yang dinyatakan. 619. bila diajukan alasan yang menimbulkan persangkaan yang mempunyai dasar karena pemberitahuan nilai yang terlalu tinggi. 295. 1328. Penanggung selalu dapat mempertanggungkan lagi hal yang telah ditanggung olehnya. 621 dst. 279. dengan ancaman hukuman menjadi batal. (KUHPerd. (KUHPerd. hal itu dapat dibuktikan dengan semua alat bukti. kecuali dalam hal adanya penipuan.) Pasal 274. KUHD 253.) Pasal 273. baik pertanggungan yang lama maupun pemutusan melalui pengadilan. maka penanggung tidak dapat membantahnya. 295. disumpah oleh hakim.) Pasal 272. 1449.

598. 652. KUHP 381. 1357.. 277 dst. bila hakim dengan mengindahkan keadaannya.) . adalah batal. 597 dst. 1328. telah ada pada saat mengadakan perjanjiannya. (KUHD 265. maka sumpah itu dalam segala hal oleh hakim harus diperintahkan. bila tertanggung atau orang yang dengan atau tanpa amanat telah menyuruh mempertanggungkan. berpendapat bahwa sejak adanya kerugian itu telah lampau begitu banyak waktu.) Pasal 270.. 1916-30. dapat terancam bahaya dan tidak dikecualikan oleh undang-undang. 250. yang kerugiannya terhadap itu dipertanggungkan. bahwa mereka pada waktu mengadakan perjanjiannya tidak mengetahui tentang adanya kerugian itu. 306. 254. KUHD 282. Pertanggungan dapat menjadikan sebagai pokok yakni semua kepentingan yang dapat dinilai dengan uang. Bila dalam polisnya tidak dinyatakan. hakim bebas untuk memerintahkan tertanggung dan pemegang amanatnya bersumpah. telah mengetahui tentang adanya kerugian itu. 606. 281 dst. 1940 dst. sehingga tertanggung telah dapat mengetahuinya. 597 dst. 333. (KUHPerd.) Pasal 269. 281 dst. KUHD 252. 1929 dst. (KUHPerd.. 281. 378. 604. Persangkaan ada. 599.. 251.dipertanggungkan oleh yang berkepentingan. bahwa orang telah mengetahui tentang kerugian itu. KUHD 246. 264. atau oleh pihak ketiga atas amanatnya.) Pasal 267.. (KUHD 247. (KUHPerd. Bila sumpah itu dibebankan oleh satu pihak kepada pihak lawannya. sebelum saat ia mengetahui tentang pertanggungan yang diadakan di luar pengetahuannya. tertanggung dianggap telah mengadakannya untuk dirinya sendiri. Dalam hal keragu-raguan. Semua pertanggungan yang diadakan atas suatu kepentingan apa pun. bahwa pertanggungan itu diadakan atas beban pihak ketiga.) Pasal 268.

Pertanggungan tanpa pemberian amanat dan di luar pengetahuan yang berkepentingan. KUHD 262. 264.) Pasal 265. dan bila tidak diajukan syarat itu. 378. pertanggungannya berlangsung untuk keuntungan pembeli atau pemilik baru. dan untuk hal itu harus diindahkan ketentuan-ketentuan berikut. 333. (KUHPerd. 321. adakah hal itu terjadi berdasarkan pemberian amanat. Bila pada waktu penjualan atau peralihan hak milik. Pada pertanggungan untuk pihak ketiga. bila dan sejauh barang yang sama itu telah .. 264. semua hal demikian berlaku. maka pertanggungan itu akan tetap berjalan untuk kepentingannya.) Pasal 266. 598. kecuali bila dipersyaratkan sebaliknya antara penanggung dan tertanggung yang asli. akan tetapi juga atas beban pihak ketiga. 584. Pada penjualan dan segala peralihan hak milik atas barang yang dipertanggungkan. (KUHD 60. 1354 dst. dan tertanggung asli masih tetap mempunyai kepentingan dalam barang yang dipertanggungkan. sepanjang mengenai kerugian yang timbul setelah barang itu menjadi keuntungan atau kerugian pembeli atau mereka yang haru memperolehnya.. bahkan tanpa penyerahan. adalah batal.. (KUHPerd. harus dengan tegas dinyatakan dalam polisnya. di tempat is seharusnya melaksanakan perintah itu atau bila ini tidak ditunjukkan.) Pasal 263. dianggap menjadi penanggung dengan syarat yang diajukan semula. 1459 dst. maka dengan syarat sedemikian dapat dipakai untuk mengadakan pertanggungan itu. pada tempat tinggainya. Pertanggungan dapat diadakan tidak hanya atas beban sendiri. 1792 dst. menahan atas bebannya sendiri. KUHD 281.Pasal 262. Orang yang setelah menerima perintah orang lain untuk mempertanggungkan. pembeli atau pemilik baru menolak untuk mengambil alih pertanggungannya.) Pasal 264. ataukah di luar pengetahuan yang berkepentingan. maupun di luar pengetahuan yang berkepentingan sekalipun. (KUHD 256. baik berdasarkan amanat umum atau khusus.

Perjanjian pertanggungan ada seketika setelah hal itu diadakan. dengan ancaman hukuman menjadi batal. 681-10. (KUHD 64. 684.) Pasal 259. Namun demikian janji dan syarat khusus.) . atau orang yang diamanatkan atau diberi wewenang untuk itu. 681-10. 606. akan tetapi dengan pengertian bahwa harus ternyata secara tertulis syarat yang pernyataannya secara tegas diharus dalam polis. Untuk membuktikan adanya perjanjian itu. polisnya yang ditandatangan harus diserahkan dalam delapan hari setelah mengadakan perjanjian. Bila Pertanggungan langsung diadakan antara tertanggung.) Pasal 261. 255. penanggung atau makelar untuk kepentingan tertanggung. dan kewajiban kedua belah pihak dari penanggung dan dari tertanggung berjalan Pengadaan perjanjian itu membawa kewajiban penanggung untuk menandatangani Polis itu dalam waktu yang ditentukan dan menyerahkannya kepada tertanggung. 302. 1902. 603.. akan tetapi semua alat bukti lain akan diizinkan juga. bila timbul perselisihan tentang hal itu dalam waktu antara pengadaan perjanjian dan penyerahan polisnya. 259 dst. 618. wajib mengganti kerugian yang mungkin dapat timbul karena kelalaian itu.) Pasal 258. 681-10. harus ada bukti tertulis. KUHD 68. (KUHPerd. dapat dibuktikan dengan semua alat bukti. dalam berbagai pertanggungan oleh ketentuan undang-undang. 615. (KUHD 260. kecuali bila ditentukan jangka waktu yang lebih panjang oleh ketentuan undang-undang. Bila pertanggungan diadakan dengan perantaraan seorang makelar asuransi. hak mulai saat itu. (KUHD 255. dalam sesuatu hal khusus. bila ada permulaan bukti tertulis. dan penanggung. 262. Bila ada kelalaian dalam hal yang ditentukan dalam kedua pasal yang lalu. malahan sebelum Polis ditandatangani. polis itu dalam 24 jam setelah pengajuan oleh penanggung harus ditandatangani dan diserahkan.) Pasal 260. (KUHD 681.

624 dst.) Pasal 257. 254.. Polis itu harus ditandatangani oleh setiap Penanggung (KUHD 247. 299. dan pada umumnya. 287.. dan semua syarat yang diperjanjikan antara para pihak. pertanggungan jiwa.. 258.) Pasal 256.. 596. harus menyatakan: hari pengadaan pertanggungan itu. 70 . 592. 634. 20 . 624 dst. nama orang yang mengadakan pertanggungan itu atas beban sendiri atau atas beban orang lain. (AB. 263. waktu mulai dan berakhirnya bahaya yang mungkin terjadi atas beban penanggung. 256. 287. 1335 dst. pelepasan yang dilakukan pada waktu mengadakan pertanggungan atau selama berjalannya hal itu. KUHD 249. 637. 695. 710. 296. semua keadan yang pengetahuannya tentang itu mungkin mutlak Penting bagi penanggung.. Pertanggungan harus dilakukan secara tertulis dengan akta. 657. 304. 30 . 640 dst. 304.. bahaya yang diambil oleh penanggung atas bebannya. KUHPerd. 299. 23. 264 dst. Semua polis. 80 .) Pasal 255. (KUHD 256. 50 . atau hal yang dengan tegas dilarang. 253. 686. a5l dst. atas hal yang menurut ketentuan undang-undang dipersyaratkan untuk hakekat perjanjian itu. yang diberi nama polis. 688 dst.. 306. . uraian yang cukup jelas tentang barang yang dipertanggungkan. terkecuali polis 10 .. 302. 659 dst. adalah batal. jumlah uang yang untuk itu dipertanggungkan. 296. Premi pertanggungan. 40 . 60 .Pasal 254.

597 dst. Pertanggungan yang melampaui jumlah harganya atau kepentingan yang sesungguhnya.. sehingga perjanjian itu tidak akan diadakan. (KUHD 253 dst. 264 dst. 609 dst. Semua pemberitahuan yang keum atau tidak benar. KUHD 257. 593. pada waktu pertanggungan tidak mempunyai kepentingan dalam denda yang dipertanggungkan. 281 dst. (KUHD 268.Pasal 250. 280. (KUHPerd. 268.) Pasal 252. atau tidak diadak. atau semua penyembunyian keadaan yang diketahui oleh tertanggung. 280 dst. 256-10. Akan tetapi bagi pihak yang berjanji bebas untuk mempersyaratkan dengan tegas. dengan ancaman kebatalan terhadap pertanggungan yang kedua.yang tidak dipertanggungkan. 306. Bila seseorang yang mempertanggungkan untuk dirinya sendiri. kerugian yang diderita oleh barang itu akan diganti sampai jumlah penuh yang dipertanggungkan.. (KUHPerd. atau seseorang yang atas bebannya dipertanggungkan oleh pihak ketiga. bahwa tanpa mengingat kelebihan nilai barang yang dipertanggungkan..) Pasal 253. 1246. 271 dst. hanya terikat menurut perimbangan antara bagian yang dipertanggungkan dan bagi. KUHD 269 dst..) Pasal 251. 1328. Kecuali dalam hal yang diuraikan oleh ketentuan undang-undang. 277 dst. hanyalah berlaku sampai jumlah nilainyanya Bila nilai barang itu tidak dipertanggungkan sepenuhnya. 1320 dst. 677. maka penanggung. 268. dan untuk bahaya sang sama atas barang-barang yang telah dipertanggungkan untuk nilaiaya secara penuh..) . dalam hal kerugian.. 266. KUHP 381. yang sifatnya sedemikian. meskipun dilakukannya dengan itikad baik. tidak boleh diadakan pertanggungan kedua untuk waktu yang sama.dengan syarat-syarat yang sama. 1234.. 603 dst. bila penanggung mengetahui keadaan yang sesungguhnya dari semua hal itu... maka penanggung tidak wajib mengganti kerugian. 266. membuat pertanggungan itu batal. 289.

atau karena sifat dan kodrat dari yang dipertanggungkan sendiri. (KUHD 299 dst.) Mengenai dua hal terakhir dibicarakan dalam buku berikutnya.) Pasal 248. 259. 294. (AB. 286. (KUHD 256. 252. Penanggung sama sekali tidak wajib menanggung untuk kerusakan atau kerugian yang langsung timbul karena cacat. KUHD 60. di sungai. Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian. KUHPerd. 249.275. Terhadap semua pertanggungan. KUHD 268. 269. di mana penanggung mengikat diri terhadap tertanggung dengan memperoleh premi. untuk memberikan kepadanya ganti rugi karena suatu kehilangan. berlakulah ketentuan-ketentuan yang termuat dalam pasal-pasal berikut. (KUHD 686 dst. dan perairan pedalaman.Pasal 246. (KUHD 276. (KUHPerd.) bahaya pengangkutan di darat. kecuali jika dipertanggungkan untuk itu dengan tegas. baik yang dibicarakan dalam buku ini maupun dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang Buku Kedua ini. (KUHD 302 dst. (KUHD 592 dst.) Pasal 249. kerusakan.) Pasal 247. 283. (KUHD 287 dst. yang mungkin akan dapat diderita karena suatu peristiwa yang tidak pasti. Pertanggungan itu antara lain dapat mengenai: bahaya kebakaran.) jiwa satu orang atau lebih. kebusukan sendiri. 593. 599. 23.) bahaya laut dan bahaya perbudakan. 1337. 637. atau tidak mendapat keuntungan yang diharapkan.) bahaya yang mengancam hasil pertanian yang belum dipanen.) . 1774.

Dihapus dg. 229e dst. 1938-276.Pasal 241.. suratsurat dagang dan surat-surat lain itu dapat dituntut kembali. asalkan pengirimnya pada waktu pengiriman.. ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN PADA UMUMNYA.. 127a. selama hal ini masih berada pada orang yang pailit. 174 dst. atau surat-surat yang harus dibayar di tempat tinggatnya. Pasal 242. 109c. 245. surat-surat wesel. BAB IX. atau untuk melakukan pembayaran tertentu yang ditunjuk atau bila hal itu dimaksudkan untuk menjamin surat-surat wesel yang ditarik atas orang yang pailit dan diakseptasi olehnya.. tidak pemah berutang sama sekali untuk sesuatu jumlah pada orang yang pailit dan tidak termasuk dalam hal itu biaya yang timbul karena pengiriman itu.. atau surat-surat dagang atau surat-surat lainnya yang dialihkan kepada orang yang pailit dapat dituntut kembali. 102a.. 146a. 117. S. 231 dst. Bila dalam harta paint terdapat surat-surat wesel. 174 dst.. atau kemudian. berlakulah peraturan-peraturan dari pasal 237.) Pasal 243.. (KUHD 100 dst. atau yang sudah sampai jatuh temponya dan belum dibayar. Jika barang-barang yang diberikan dalam komisi diambil sebagai jaminan utang oleh pihak ketiga dengan itikad baik. atau pada pihak ketiga yang menguasai atau menyimpan untuknya. 236. meskipun ada sesuatu yang diinasukkan dalam rekening koran. surat-surat dagang dan surat lain yang belum sampai jatuh tempo pembayarannya. namun semua tidak mengurangi hak atas harta itu untuk minta jaminan yang untuknya mungkin dapat dituntut darinya karena akseptasi-akseptasi orang yang pailit. 229e dst. 178 dst. yang diserahkan ke tangan orang yang pailit hanya dengan amanat untuk menagihkannya dan memegang jumlah uangnya untuk penggunaan pengirim. Juga selain soal maksud atau akseptasi yang disebut dalam pasal yang lalu. maka surat-surat wesel.) 244. 178 dst. . (KUHD 100 dst.

dengan bunga dan biaya yang terutang. Selama barang bergerak yang diberikan dalam komisi masih berada pada komisioner atau pada pihak ketiga yang menguasainya atau menyimpan untuk orang yang pailit. 41 dst. akibat pembelian dan penyerahan dengan itikad baik. barang-barang yang dituntut kembali. F. (KUHPerd. dengan kewajiban yang dinyatakan dalam pasal 235. Para pengurus harta pailit mempunyai wewenang untuk mempertahankan harta itu. 507 dst. setelah berada dalam penguasaan orang yang pailit atau seseorang yang bertindak untuknya. walaupun komisioner telah memperhitungkan keuntungan sebagai jaminan untuk pembelinya. 1150 dst. penjual tetap mempunyai hak menuntut kembali. 246 dst. 247. Tuntutan kembali barang dihapus. 232.. 582.) Pasal 238. asalkan harga pembeliannya tidak dilunasi sebelum kepailitannya. (KUHD 76 dst. KUHD 232. Bila barang yang dituntut kembali diambil dengan itikad baik sebagaijaminan utang oleh pihak ketiga. (F. 241.Pasal 237. KUHD 90. atau yang dinamakan del credere. selama belum dilunasi sebesarjumlah tagihannya. 60. dan Ia mempunyai hak mendahului terhadap uang itu.) . Namun penjual asunya dalam hal itu berhak untuk menagih pada pembeli harga pembehannya. Ketentuan alinea yang lalu berlaku juga dalam hal barang itu. Hak menuntut kembali yang sama terjadi terhadap harga pembelian barang-barang yang diberikan dalam komisi dan yang telah dbual dan diserahkan oleh komisioner. telah menjadi milik pihak ketiga. 1402.. barang-barang itu dapat dituntut kembali oleh pemberi komisi. asalkan memenuhi harga pembelian kepada penjual yang olehnya telah dipersyaratkan pada orang yang pailit.. dengan tidak diperbolehkan untuk mencampurkan uang itu dengan harta orang yang pailit.) Pasal 239. 1381. bila barang itu selama perjalanan dibell dengan itikad baik oleh fihak ketiga atas faktur dan atas konosemen atau surat muatan.) Pasal 240. (KUHPerd. akan tetapi sebaliknya mempunyai kewajiban kepada pemberi utang untuk memenuhi jumlah yang dipinamkan.

233. atau pada pihak ketiga yang menguasai atau menyimpan barang itu untuknya. 1415. (KUHPerd. 125. KUHD 76 dst. (KUHPerd.) Pasal 235.. 1145. (KUHD 231. komisi.) Pasal 234. (KUHPerd.. 1413-11.. upah pengangkutan. 236. (KUHPerd. KUHD 234.. 246 dst. Bila pembeli telah mengakseptasi dengan Surat wesel atau Surat dagang lain jumlah penuh dari harga barang yang dijual dan diserahkan. 91 dst. asuransi. 244. tuntutan kembali hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu enam puluh hari terhitung dari hari barang itu di simpan di bawah kekuasaan orang yang paint atau pihak ketiga. avarij umum (kerugian laut umum). KUHD 76 dst. dapat dilakukan penuntutan kembali..orang yang jatuh pailit. 188 dst. Dalam kedua hal.... 86 dst. 1139-41. 238.. 1517. 230.174 dst. dan selanjutnya segala biaya yang digunakan untuk keselamatan barang dagangan. asalkan untuk kepentingan harta orang yang pailit diadakan jaminan untuk hal sebagai akibat dari akseptasi itu. 230. Bila barang yang dijual hanya sebagian didapatkan pada harta pailit. 178. 229e dst. 699. Penjual yang menerima kembali barangnya wajib memberikan ganti rugi kepada harta orang yang jatuh pailit untuk semua yang telah dibayar atau yang masih terutang karena bea. pemberian kembali dilakukan menurut imbangan dan dalam perbandingan dengan harga pembelian dalam keseluruhannya. yang darinya dapat dituntut. Bila akseptasi itu dilakukan untuk sebagian dari uang pembelian yang terutang. maka pada penuntutan kembali seluruhnya. penjual wajib memberikan kembali uang yang telah diterimanya kepada harta pailit ftu. Bila pembeli telah melunasi sebagian uang pembeliannya. 1266 dst.) Pasal 233. 238.) Pasal 236.. maka tidak terjadi penuntutan kembali. 86 dst. 240.) . KUHD 120 dst..

yang telah dijual baik dengan penentuan waktu maupun tanpa penentuan waktu dapat dituntut kembali. bila mereka telah memperkaya diri dengan cara yang tidak adil. yang di samping penerbit asli telah mengeluarkan Surat itu sebagai pembayaran. KUHD 98. 1459.u.612.d.) Untuk melakukan hak penuntutan kembali disyaratkan. dg. meskipun barang itu sudah dikeluarkan dari bungkusannya. Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea yang lalu tidak dapat digunakan oleh penerbit.1517 dst. atau bila barang itu masih berada pada . 234. bila dan selama ia tidak menyediakan dananya.) Pasal 231. 230. S. (s. F. 1266 dst.) alinea BAB VIII.. baik di darat maupun di air. (KUHD 169. Bukti untuk itu diizinkan. Barang bergerak. 229. Jika barang bergerak telah dijual dan diserahkan.. Rv. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan.. terhitung dari hari penerbilan yang asli. semuanya tidak mengurangi yang ditentukan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata pasal 1967. Terhadap daluwarsa yang disebut dalam pasal ini berlaku pasal 229a kedua. 1938-276. 574. 1478. REKLAME ATAU TUNTUTAN KEMBALI DALAM HAL KEPAILITAN. 714 dst.. 1704. bahwa barang itu masih berada dalam keadaan yang sama seperti waktu diserahkan. penjual berhak untuk menuntut kembali barang itu menurut ketentuan-ketentuan berikut. atau terhadap mereka yang di samping penerbit asli telah mengeluarkan Surat itu sebagai pembayaran.) Pasal 232. 231. Pasal 230. dan harga pembeliannya belum dilunasi sepenuhnya. 36. (KUHD 98. 233 dst.Pasal 229k. dibungkus kembali atau dikurangi. 236. (KUHPerd. tidak dapat pula oleh penerbit atau oleh mereka. 1144 dst. 1139-31. bila barang itu masih dalam perjalanan. dalam hal kepailitan pembeli. Semua tuntutanhak terhadap para penerbit Surat yang disebut dalam bagian ini. 24.

206. 1. Bila hari terakhir suatu jangka waktu. akan tetapi dengan tidak mengurangi haknya terhadap orang yang menandatangani promes itu. 229j.) Pasal 229h. semua itu dengan ancaman hukuman akan kehilangan hak tagihnya terhadap orang itu. Bila penerbit asli dinyatakan pailit. kewajiban bertanggungjawab itu tetap berlangsung sampai dengan hari pertama berikut yang bukan hari raya resmi. Bila pada promes itu dinyatakan hari harus dibayar. dan hal itu sebesar jumlah pada Surat yang dikeluarkan. bukti yang diperlukan untuk menjadikan tagihan itu berlaku sah. yang terdapat dalam suatu ketentuan dalam bagian ini. 613. tetap bertanggungjawab selama waktu enam hari sesudahnya.) Pasal 229i. 217. kepada orang yang telah memberikan promes sebagai pembayaran kepadanya.mempunyai dana sebesar jumlah pada Surat yang diterbitkannya pada orang yang atas dirinya telah diterbitkan Surat itu. para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama.) Pasal 229j. dan bila tidak dilakukan pembayaran. di dalamnya tidak termasuk hari itu. kecuali bila mereka menganggap lebih baik untuk me an pemegang itu sebagai penagih utang untuk jumlah pada Surat yang dikeluarkan itu.jangka waktu yang sama. F.) . tidak termasuk hari penerbilannya. wajib melepaskan dan menyerahkan kepada pemegang tagam pada dana yang ada darinya pada hari jatuh tempo di tangan orang yang atas namanya Surat itu telah dikeluarkan. KUHD 152a. Penerbit asli. (KUHD 146. 229j. Pemegang promes atas-tunjuk wajib menagih pemenuhannya dalam waktu enam hari setelah hari Surat itu diambil sebagai pembayaran. (KUHD 152. ia harus mengajukan promes itu untuk pencabutan. terhadap orang yang telah menerima Surat itu darinya. dal. (KUHD 171. 229k. (KUHPerd. dan ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya ini. 13. maka jangka waktu enam hari tersebut berjalan mulai satu hari setelah hari pembayaran yang dinyatakan itu. setiap orang yang telah memberikan Surat tersebut di atas sebagai pembayaran. jatuh pada hari raya resmi dalam arti pasal 229b bis. Selain penerbit aslinya. dengan ancaman hukuman tanggungjawabnya akan berlangsung terus.

Penerbit asli kuitansi atas-tunjuk. kecuali bila ia membuktikan bahwa selama waktu yang ditentukan dalam pasal yang lampau .. 227a dst. 581 -1 sub 21.) Pasal 229f. Kuitansi Dan Promes Atas-Tunjuk. Pasal 229e. 201. (KUHD 173. kedua haii Natal. Rv. Kenaikan Isa Almasih. (KUHD 108. tidak termasuk hari permulaan jalannya jangka waktu ini. 229..) Pasal 229g. bertanggungjawab terhadap setiap pemegangnya untuk memenuhinya selama dua puluh hari setelah hari tanggalnya dan hari itu tidak termasuk. 225. yang harus dibayar oleh pihak ketiga. 229g. Penunjukan tanggal semua hari raya yang dimaksud dalam pasal ini. Akan tetapi tanggungjawab penerbit asli tetap berlangsung. kecuali hari Minggu. dilakukan setiap tahun dengan Surat ketetapan yang dimuat dalam Surat kabar resmi sebelum permulaan tahun. Tiada satu hari penangguhan pun diizinkan.. Kuitansi dan promes atas-tunjuk harus memuat tanggal yang betul dari terbitan aslinya. 229j. 189. (KUHD 172.) Pasal 229c. Tabun Baru. beserta hari-hari raya lainnya yang setiap tahun kembali ditetapkan oleh Directeur van Justitie (Menteri Kehakiman). 218. Paskah Kristen kedua dan Pantekosta. 205 dst. baik menurut undang-undang maupun menurut keputusan hakim. (KUHD 171a. 229i.) Pasal 229d.) Bagian 11.Yang dianggap hari raya resmi dalam arti bagian ini ialah Minggu. (KUHD 229f dst. Dalam jangka waktu yang diatur dalam bagian-bagian sebelum bab ini.

(KUHD 74 dst. Pasal 229a. Bankir. 229k. bila atau sejauh Ia tidak menyediakan dana. (KUHD 169. 171. Hari raya yang terdapat diantara itu dimasukkan dalam perhitungan jangka waktu. Rv. yang telah memperkaya diri secara tidak adil. Ketentuan-ketentuan Umum. 229k. KUHD 168a.) Pasal 229b. disamakan dengan semua orang atau lembaga yang dalam pekerjaan mereka secara tertib memegang uang untuk penggunaan langsung oleh orang lain. dengan tidak mengurangi haktagih mereka yang belum dewasa dan yang dalam pengampuan terhadap wali atau pengampu mereka. Pengajuan dan protes dari suatu cek tidak dapat dilakukan selain pada hari kerja.bis. 205 dst. semuanya tanpa mengurangi ketentuan dalam Kitab Undangundang Hukum Perdata pasal 1967..) Menyimpang dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata pasal 1987 dan pasal 1988 berlakulah daluwarsa yang dibicarakan dalam pasal yang lalu terhadap mereka yang belum dewasa dan terhadap mereka yang berada dalam pengampuan..) Bagian 10. Pencegah daluwarsa hanya berlaku terhadap orang yang terhadapnya dilakukan tindak pencegahan daluwarsa itu. 214 dst.Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea pertama dan kedua tidak dapat digunakan oleh penarik.) Pasal 229a. (KUHD 170. 180. 1381. (KUHPerd. Bila hari terakhir jangka waktu yang ditetapkan oleh Undang-undang untuk melakukan tindakan mengenai cek yaitu untuk pengajuan dan untuk membuat protes atau keterangan yang disamakan dengan itu adalah hari raya. . demikian pula antara suami-istri.maka jangka waktu ini diperpanjang sampai hari kerja pertama berikut pada akhir jangka waktu tersebut. yang tersebut dalam bagian-bagian sebelum bab ini.) Pasal 229b. (KUHD 171. dan tidak dapat digunakan oleh penarik atau pam endosan.bis.

217. terikat menurut alas-hak aslinya. yang wajib terhitung dari hari pembayaran oleh debitur cek itu untuk memenuhi kewajiban melakukan pembayaran cek. KUHD 167a. mereka yang sebelum itu membubuhkan tanda tangan mereka pada cek itu. Pasal 228a.1967. Tuntutan regres dari berbagai debitur yang satu terhadap yang lain. penarik dan debitur cek lain.waktu tigapuluh tahun. (KUHD 168. 1967. 611 dst. hanya dapat melakukan haknya terhadap penarik. Rv. KUHD 168a. terikat menurut alas-hak yang diubah. maka mereka yang kemudian membubuhkan tanda tangan pada cek itu. KUHP 264. Rv. Daluwarsa. . Orang yang kehilangan cek yang pemegangnya adalah ia sendiri dan yang sudah gugur dan di mana perlu telah diprotes. atau dari hari Ia digugat di depan pengadilan. 196. terhitung dari akhir jangka waktu pengajuan. (KUHPerd. Bila ada perubahan dalam alas-hak suatu cek.) Pasal 227b.) Bagian 9. Dengan tidak mengurangi ketentuan pasal berikut. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan.) Pasal 229. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan. utang karena cek dihapus oleh segala ikhtiar pembebasan utang yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Semua tuntutan regres pemegang terhadap para endosan. 212. Pasal 228. 1830. regresnya. 218b.) Bagian 8. 611 dst. (KUHPerd. dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun.198. (KUHPerd. 1381. KUHD 167b. 1830. Perubahan.

meskipun tidak disyaratkan. dapat ditarik dalam lembaran-lembaran lebih dari satu yang bunyinya sama. Bila cek ditarik dalam beberapa lembar. tidak dianggap sebagai halhal yang di luar kekuasaannya. (KUHD 163. setiap cek yang dikeluarkan dalam suatu negara dan harus dibayar di negara lain atau di daerah seberang laut dari satu negara yang sama dan sebaliknya. demikian pula endosan yang kemudian. Pembayaran yang dilakukan atas salah satu dari lembaran mengakibatkan pembebasan. terikat oleh lembaran yang memuat tanda tangan mereka dan tidak diserahkan. yang dianggap bahwa setiap lembar merupakan cek tersendiri. maka hak regres dapat dilakukan tanpa diperlukan pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. 206 dst. menyuruh menetapkan penolakan pembayaran dengan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. hanya dapat meminta pembayaran kepada tertarik dengan mengadakan jaminan untuk . 191. Orang yang kehilangan cek yang pemegangnya adalah ia sendiri. atau dikeluarkan dan harus dibayar di daerah seberang laut yang sama atau di daerah seberang laut dari satu negara. 205 dst. 182.) Pasal 227a.) Bagian 7. lembaran itu harus diberi nomor dalam alas-haknya. Pasal 226.) Pasal 227. Endosan yang telah menyerahkan lembaran itu kepada beberapa orang. (KUHD 153. 178. bahwa pembayaran itu menghapuskan kekuatan lembaran lain. atau untuk orang yang ditugaskan olehnya untuk mengajukan cek itu atau tintuk mengadakan protes atau keterangan yang dlqamakan dengan itu. 218. bila pemberian nomor itu tidak ada. 224. Fakta-fakta yang bersifat pribadi bagi pemegangnya. (KUHD 164. meskipun sebelum akhir jangka waktu pengajuan.. Bila keadaan di luar kekuasaannya itu berlangsung lebih dari lima betas hari terhitung dari hari sewaktu pemegang memberitahukan tentang keadaan yang di luar kekuasaannya kepada endosanya. Kecuali cek atas-tunjuk. Lembaran Cek Dan Cek yang Hilang.itu. 217.

untuk selebihnya berlaku ketentuan pasal 219. dengan membayar untuk memenuhi kewajiban regresnya. 217. 20 . 217. bila ada alasan untuk . 218b. Orang yang untuk memenuhi kewajiban regresnya. telah membayar cek itu. atau keterangan yang disamakan dengan itu. dan mencantumkan pemberitahuannya pada cek itu atau lembaran sambungannya dengan diberi tanggal dan ditandatangani. beserta perhitungan yang ditandatangani sebagai pelunasan. Bila pengajuan cek itu atau pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu dalam jangka waktu yang ditetapkan terhalang oleh rintangan yang tidak dapat diatasi (peraturan perundang-undangan dari suatu negara atau hal lain di luar kekuasaannya). 217. seluruh jumlah yang telah dibayarkan olehnya.) Pasal 225. bunga enam persen termtung dari hari pengajuan. dan. biaya protes atau keterangan yang disamakan dengan itu biaya pemberitahuan yang telah dilakukan beserta biaya lain. terhadap siapa dilakukan atau dapat dilakukan hak regres. 30 . dapat mencoret endosemennya sendiri dan endosemen-endosemen berikutnya. (KUHD 149. Setiap debitur cek. maka jangka waktu itu diperpanjang. 227. KUHD 147. pemegangnya harus segera mengajukan cek itu untuk pembayaran. 12503. dapat menuntut penyerahan ceknya dengan protes.) Pasal 223. bunga enam persen terhitung dari hari pembayarannya. dapat menagih mereka yang berkewajiban regres terhadapnya: 10 . Pemegangnya wajib segera memberitahukan kepada endosannya tentang keadaan yang di luar kekuasaan itu. Setiap endosan yang telah membayar cek untuk memenuhi kewajiban regresnya. biaya yang telah dikeluarkan olehnya.20 . 30 . 222. (KUHPerd. 222. (KUHPerd. 12503 .) Pasal 224. KUHD 148. Setelah berakhirnya keadaan yang di luar kekuasaannya.

217-20. Dalam hal kepailitan penarik. 1283. Di samping itu juga pihak ketiga yang atas bebannya cek itu ditarik dan yang telah menikmati nilainya. tanpa wajib memperhatikan urutan ikatan mereka.. baik masing-masing maupun bersama-sama. masih terikat untuk sepenuhnya terhadap pemegangnya. bertanggungjawab pula terhadap pemegang. Meskipun ada Klausula yang ditetapkan oleh penarik. jumlah uang cek itu yang tidak dibayar. Pemegang melakukan gugatan kepada mereka. maka biaya untuk protes atau keterangan yang dlqamakan dengan itu. 190a dst.. 581-1 sub 11. Hak yang sama ada pada setiap orang yang tandatangannya terdapat pada cek dan yang telah membayar untuk memenuld kewajiban regresnya. maka hal itu berakibat terhadap mereka Semua yang tandatangannya terdapat pada cek itu.Bila Klausula itu dibuat oleh penarik. terhadap siapa ia melaksanakan hak regresnya: 10 . 183a. sama sekali tidak mempunyai hak atas dana yang ada di tangan tertarik dari penariknya. Gugatan yang dilakukan terhadap salah seorang debitur cek. . 1292 dst. Bila Klausula itu berasal dari endosan atau pemberi aval. 219. maka hal ini hanya berakibat terhadap endosan atau pemberi aval saja. bila pemegang menyuruh juga menetapkan penolakan pembayaran itu dengan protes atau keterangan yang dlganiakan dengan itu. F. 132. (KUHPerd. F.) Pasal 22la. Rv. maka biaya menjadi bebannya. Pemegang dapat menggugat orang-orang ini. 217. 221a. 19. 2992. (KUHD 146a. 206. uang itu termasuk hartanya. bila dibuat akta semacam itu. 1280 dst. KUHD 146. Semua orang yang terikat berdasarkan cek.) Pasal 222. dapat ditagih dari mereka yang tandatangannya terdapat pada cek itu. (KUHD 145.. bila hal itu dibuat oleh endosan atau oleh pemberi aval. tidak inenghalangi gugatan kepada debitur lainnya. meskipun mereka mengikatkan diri lebih belakangan daripada yang ditagih pertama. Pemegang cek yang nonpembayarannya ditetapkan dengan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu.) Pasal 221.

Bila seorang endosan tidak menyatakan alamatnya atau menyatakannya dengan cara yang sukar dibaca. bila ada alasannya. bahkan dapat dengan hanya mengirimkan kembali cek itu. "tanpa protes" atau Klausula lain semacam itu yang ditulis dan ditandatangani di atas cek itu. Bukti tentang tidak dundahkannya jangka waktu itu harus dibenkan oleh mereka yang mendasarkan haknya atas hal itu terhadap pemegang. dapat membebaskan pemegangnya dari pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu untuk melakukan hak regresnya. bahwa Ia telah melakukan pemberitahuan itu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Setiap endosan harus memberitahukan kepada endosannya dalam dua hari kerja yang berikut dan hari penerimaan pemberitahuan itu. 1243 dst. KUHD 144. berikut dari hari pengajuan. dengan jalan klausula: "tanpa biaya". dan demikian seterusnya kembali pada penariknya. akan tetapi biaya. seorang endosan atau seorang pemberi aval.Pasal 219. tidak menyebabkan dirinya kehilangan hak. sudah cukuplah dengan pemberitahuan kepada endosan yang lebih dahulu. Bila sesuai dengan alinea yang lalu disampaikan pemberitahuan kepada seseorang yang tandatangannya terdapat pada cek itu. Jangka waktu tersebut dianggap telah diindahkan. 1916. Pemegangnya harus memberitahukan kepada endosannya dan kepada penariknya tentang nonpembayaran itu dalam empat hari kerja berikut dari hari protes. tentang pemberitahuan yang diterima olehnya. atau keterangan yang disamakan dengan itu dan. (KUHPerd. Penarik. bila surat yang memuat pemberitahuan itu dalam jangka waktu tersebut telah disampalkan dengan pos.. Jangka waktu ini berjalan mulai dari penerimaan pemberitahuan yang lebih dahulu. Barangsiapa harus mengadakan pemberitahuan. . bila cek itu ditarik dengan Klausula tanpa biaya. Ia harus membuktikan. dengan menyebut nama dan alamat mereka yang telah melakukan pembeiitahuan yang lebih dahulu. tidak mungkin melampaui jumlah cek itu. 217 dst. Ia bertanggungjawab atas segala kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya.) Pasal 220. (KUHPerd.) Barangsiapa melakukan pemberitahuan itu tidak dalam jangka waktu tersebut di atas. dapat melakukan hal itu dalam bentuk apa pun. harus disampaikan pemberitahuan yang sama dalam jangka waktu itu juga kepada pemberi avalnya. Klausula ini tidak membebaskan pemegang dari pengajuan cek itu dalam jangka waktu yang ditetapkan ataupun dari penyelenggaraan pemberitahuannya. kerugian dan bunga itu.

Rv. setempat. bahwa mereka telah meminta pembayarannya kepada orangorang atau di tempat yang disebut dalam pasal yang lalu dan tidak memperolehnya. di daerab Gubememen Jawa dan Madura kepada assisten-residen.. 205 dst. 20 dst. 217-11. Not. Salinan kata demi kata dari cek itu.menandatangani protes itu. Demikian pulalah harus dilakukan seperti itu. cukuplah dengan uraian yang setelititelitinya dari isi cek itu. menyerahkan selembar atau lebih dari salinan protes itu kepada mereka yang berkepentingan. disertai dengan dua saksi. 20 . 1. pernyataan alasan yang telah dikemukakan tentang nonpembayaran. dan tempat tinggal di mana pembayaran harus dilakukan tidak ditunjuk. (KUHD 143c.) Pasal 218c.) Pasal 218b. para notaris atau para juru sita dengan ancaman untuk mengganti biaya-biaya. terhalang atau tak mungkin bertindak. karena penolakan itu telah memprotes. pernyataan. untuk. dan dari alamat-alamat yang ditulis di atasnya. dan membukukannya dalam register khusus menurut urutan waktu.tinggal yang ditunjuk untuk pembayaran. Mereka juga wajib. dari avalnya. yang diberi nomor dan tanda pengesahan oleh Ketua raad van justitie. F. Bila protes itu mengenai cek yang hilang. 40 . bahwa la. 962. penerimaannya penolakannya. Protes itu memuat: 10 . bila tempat tinggal mereka dalam kabupaten di mana raad van justitie itu berada dan di luar itu. oleh hakim pengadilan karesidenan. KUHD 143a. 8. 4. Protes nonpembayaran dilakukan oleh notaris atau juru sita. notaris atau juru sita. (KUHD 143b. dan alasan Hal itu harus 30 .. bila ini tidak ada. dan bila di sana tidak ada kantor pos. 1393. biIa dikehendald. (KUHPerd. 227a dst. bila suatu cek ditarik untuk dibayar di kabupaten lain daripada tempat tinggal tertarik. wajib untuk membuat salinan protes tersebut dan memberitahukan hal itu dalam salinan. pernyataan. untuk mengganti apa yang ditentukan dalam nomor 1 alinea yang lalu. dan di luar itu kepada KepaIa Pemerintahan Daerah setempat. kerugian dan bunga. 50 .) . di daerah Gubememen Jawa dan Madura oleh asisten-residen dan di luar itu oleh KepaIa Pemerintahan Daerah. dari endosemen-endosemen.

maka bagaimanapun juga penarik wajib menjamin ganti rugi.) Pasal 217a. Pembayaran cek harus diminta dan protes yang menyusul kemudian harus dilakukan di tempat tinggal tertarik. 13. (KUHD 142 dst. baik di kabupaten yang sama. Bila penarik dinyatakan dalam kepailitan. ataupun dengan keterangan yang diberi tanggal dari suatu lembaga pem. bukti yang diperlukan untuk membuat tagihan itu berlaku sah. Protes atau keterangan yang disamakan dengan itu harus dilakukan sebelum akhir jangka waktu pengajuan. 180.) Pasal 218. di mana dinyatakan bahwa cek itu telah diajukan tepat pada waktunya dan tidak dibayar..) Pasal 218a.) Bila cek ditarik untuk dibayar di tempat lain yang ditunjuk atau oleh orang lain yang ditunjuk. maupun di kabupaten lain. 227 dst. Bila dana yang dibutuhkan hanya ada sebagian. maka penarik bertanggung jawab atas kekurangannya. 613. Bila orang yang harus membayar cek tidak dikenal sama sekali atau tidak dapat ditemukan. tagihan atas dana penarik. Dalam hal protes atau keterangan yang tidak diberikan pada waktunya.30 . wajib melepaskan dan menyerahkan kepada pemegang. maka permintaan pembayaran harus diminta dan protes dibuat di tempat yang ditunjuk atau kepada orang yang ditunjuk itu. dan Ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya ini.3. Bila nonpembayaran dari cek ditetapkan dengan protes atau dengan keterangan yang disamakan dengan itu. F. (KUHD 178-41. maka para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama seperti itu. 229g. kecuali bila dibuktikan bahwa pada hari cek diajukan dana yang diperlukan untuk pembayaran ada di tangan tertarik. maka protes itu harus dilakukan pada kantor pos di tempat . 206. wajib menjamin ganti rugi.190a dst. yang ada di tangan tertarik pada hari pengajuan sebesarjumlah cek itu. 208'. meskipun protes atau keterangan tidak diberikan pada waktunya. Bila pengajuan terjadi pada hari terakhir jangka waktu tersebut. maka penarik dengan ancaman hukuman. protes atau keterangan yang disamakan dengan itu dapat dilakukan pada hari kerja pertama berikutnya. KUHPerd. 1. beresan. kecuali bila mereka lebih suka untuk mengizinkan tampil sebagai penagih untuk jumlah cek itu.. (KUHD 1432. (KUHD 152a.

) Bagian 6. Tertarik yang tidak menaati ketentuan di atas. bila tidak memuat lebih dari dua penyilangan yang satu di antaranya bertwuan untuk penagihan oleh suatu lembaga pemberesan. 1338 dst. hanya boleh dibayar oleh tertatik. Pencoretan pernyataan: "untuk diinasukkan dalahi rekening " dianggap tidak pernah terjadi. 218a. giro atau kompensasi).. bis. dapat melarang pembayaran dalam uang tunai dengan menyebutkan pada halaman depan dengan arah miring: "untuk dimasukkan dalam rekening " atau pernyataan semacam itu. bertanggungjawab untuk kerugian sebesar jumlah dari cek itu. KUHD 211-213. (KUHD 218b. dan bila perubahan itu ditetapkan: 10 . penarik dan para debitur cek yang lain. baik dengan akta otentik (protes). Penarik.) atau dengan keterangan tertarik yang diberi tanggal dan ditulis di atas cek dengan pernyataan hari pengajuannya. (KUHD 180. Dalam hal demikian. cek itu hanya memberi alasan kepada tertarik untuk membukukannya (rekening koran. Pembukuan berlaku sebagai pembayaran.) . Pasal 217. Pemegang dapat melakukan hak regresnya terhadap para endosan. 20 . Hak Regres Dalam Hal Nonpembayaran.) Pasal 216. 220. Tertarik atau bankir yang tidak mentaati ketentuan di atas.Seorang bankir hanya boleh menerima cek bersilang dari salah seorang nasabahnya atau dari seorang bankir lain. 229a. Cek yang memuat lebih dari satu penyilangan khusus. (KUHPerd. juga pemegang cek. harus bertanggung jawab untuk kerugian sebesar jumlah dari cek itu. bila cek yang diajukan@epat pada waktunya tidak dibayar. (KUHD 143d. Ia tidak boleh menagih atas beban orang lain selain dari orang tersebut.

1-8. bila tidak memuat di antara dua garis itu suatu penunjukan pun. maka dianggap. Pencoretan penyilangan atau naina bankir yang ditunjuk dianggap tidak pernah terjadi. Penyilangan ada yang umum atau ada juga yang khusus. Akan tetapi bankir yang disebut dapat mengalihkan cek itu kepada bankir lain untuk diinkaso. Penyilangan umum dapat diubah menjadi penyilangan khusus. tapi penyilangan khusus tidak dapat diubah menjadi penyilangan umum. Pasal 215. (KUHPerd.. Penarik atau pemegang cek dapat menyilangnya dengan akibat yang disebut dalam pasal berikut. akan tetapi mempunyai nilai yang berbeda dalam negeri pengeluarannya dan dalam negeri tempat pembayarannya. Cek dengan penyilangan umum oleh tertarik hanya dapat dibayar kepada bankir atau kepada nasabah tertarik. Cek Bersilang Dan Cek Untuk Perhitungan. (AB. Bila jumlah dari cek itu dinyatakan dalam uang yang mempunyai nama yang sama. Penyilangan dilakukan dengan menempatkan dua garis sejajar di halaman depan cek itu. 1915 dst. KUHD 60. 178-2-. bahwa pembayarannya harus dilakukan dalam uang tertentu yang ditunjuk (Klausula pembayaran sesungguhnya dalam uang asing). Cek dengan penyilangan khusus oleh tertarik hanya dapat dibayar kepada bankir yang ditunjuk.Nilai uang asing itu ditetapkan menurut kurs pada tempat pembayarannya. 140.) Hal yang tercantum di atas tidak berlaku.. bila terdapat nama seorang bankir di antara dua garis itu. Pasal 214. bila penarik menetapkan. Akan tetapi penarik dapat menetapkan. atau pernyataan: "bankir " atau kata semacam itu. atau bila bankirr ini tertarik hanya kepada salah seorang nasabahnya. bahwa jumlah yang harus dibayar diperhitungkan menurut kurs yang ditetapkan dalam cek itu. . bahwa yang dimaksud adalah uang dari tempat pembayaran. 1756 dst.) Bagian 5. penyilangan itu khusus. Penyilangan itu umum.

183 a 3.) Pasal 212. maka Ia berhak menagih kepada mereka semua yang telah memperoleh cek itu dengan itikad buruk. 209. 187.Bila tidak ada penarikan kembali. wajib meneliti tertibnya deretan endosemen.) Pasal 213. (KUHD 1392. tidak berpengaruh pada akibat-akibat dari cek. KUHP 1173. maupun dari hari pembayaran. 1405-10. tertarik yang telah membayar dapat menuntut penyerahan cek tersebut lengkap dengan tanda pelunasan secukupnya dari pemegang. Bila pembayaran itu tidak terjadi pada waktu diajukan. (KUHPerd.. 227a. . tertarik dapat menuntut. KUHD 138. KUHD 139'. (KUHPerd. baik dari hari pengajuan. setelah membayar yang tidak membebaskan. atau yang memperolehnya karena kesalahan yang besar. wajib membayar untuk kedua kalinya. 1813. (KUHD 206.) Pasal 210. Diluar hal dimaksud dalam pasal 227a. akan tetapi tidak tanda tangan para endosertien. Pemegang tidak boleh menolak pembayaran sebagian. maka tertarik dapat membayar bahkan setelah jangka waktu berakhir.) Pasal 211. Tertarik yang membayar cek dengan endosemen.. Baik kematian penaiik maupun ketidakcakapannya menurut hukum yang timbul setelah pengeluaran cek itu. 198. (KUHPerd. 1390. Dalam hal pembayaran sebagian. bahkan pembayaran dinyatakan dalam cek dan bahwa untuk itu ia mendapat tanda pembayaran. Cek yang pembayarannya dipersyaratkan dalam uang lain dari uang di tempat pembayarannya dapat dibayar dalam jangka waktu pengajuan dengan uang dari negerinya menurut nilai pada hari pembayaran. 1386 dst. 1385 dst. pemegang dapat menuntut sesuai dengan pilihannya. 196. KUHPerd. bahwa jumlah pada cek itu dibayar dalam uang negerinya menurut kurs. 1792.) Bila ia. 2003.

Pengajuan dan Pembayaran. sebaliknya dianggap tidak ditulis.) Pasal 206.) Pasal 209. Setiap pernyataan Cek yang diajukan untuk pembayaran sebelum tanggal yang disebut sebagai tanggal pengeluaran. 137.) Pasal 207. Sepucuk cek yang dikeluarkan atau yang harus dibayar di Indonesia harus diajukan untuk pembayaran dalam waktu tujuh puluh hari. (KUHD 133'. dapat dibayar pada hari pengajuannya. Jangka waktu tersebut di atas mulai berjalan sejak hari yang disebut pada cek itu sebagai hari pengeluarannya. Cek harus dibayar pada waktu ditunjukkan. (KUHD 137 2.) Oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Pemerintah) akan ditunjuk badanbadan yang dianggap sebagai lembaga tersebut dalam arti bab ini. (KUHD 217-31.) Pasal 208. 209. 217. 209. 226. (KUHD 136 2. (KUHD 206. Penarikan kembali cek itu hanya berlaku setelah jangka waktu pengajuan berakhir. 229i. Pengajuan kepada lembaga pemberesan (verrekeningskamer) berlaku sebagai pengajuan untuk pembayaran. Hari pengeluaran cek yang ditarik antara dua tempat dengan tarikh yang berbeda dijatuhkan pada hari yang sama dari tarikh tempat pembayaran. .Bagian 4. Pasal 205.

) 204.) Perikatannya berlaku sah. dianggap diberikan untuk penarik. Aval (Perjanjian Jaminan).) Bagian 3. 1282. 1824. KUHD 119. 1821. kecuali oleh tertarik.) Dengan pengecualian pembuktian kebaukannya. sekalipun perikatan yang dijamin olehnya batal oleh sebab lain daripada cacat dalam bentuk. Aval itu ditulis dalam cek itu atau di atas lembaran sambungannya. hanya mempunyai akibat dari sesi biasa. (KUHPerd.. 217 dst. 1839 dst. pemberi aval memperoleh hak-hak yang berdasarkan cek itu dapat digunakan terhadap orang yang diberi aval dan terhadap mereka yang berdasarkan cek itu terikat padanya. atau bahkan oleh orang yang tanda tangannya terdapat pada cek itu. Penjaminan tersebut dapat diberikan oleh pihak ketiga. yang ditandatangani oleh pemberi aval.Endosemen yang dilakukan pada cek setelah protes atau keterangan yang sama dengan itu. Hal itu dinyatakan dengan kata-kata: "baik untuk aval ".. 1831 dst. 1280.. kecuali bila tanda tangan itu dari penarik. atau setelah habis jangka waktu pengajuan. Dalam aval harus dicantumkan untuk siapa hal itu diberikan.) Hal itu dapat juga dilakukan dengan naskah tersendiri atau dengan sepucuk surat yang menyebutkan tempat di mana hal itu diberikan. 1915 dst. 178-3'. 204. Rv.f sub IO. (KUHPerd.. 613. KUHD 131. atau dengan pernyataan semacam itu. (KUHPerd. atau sebelum lampaunya jangka waktu yang dimaksud dalam alinea yang lalu. 581 . (KUHPerd. KUHD 129.) Dengan membayar. 203 dst. Pembayaran cek dapat duamin dengan perjanjian jaminan (aval) untuk seluruhnya atau sebagian dari uang cek itu. 1820 dst. Bila hal ini tidak ada. Tanda tangan saja dari pemberi aval pada halaman depan cek itu berlaku sebagai aval. (KUHD 130. Pemberi aval terikat dengan cara yang sama seperti orang yang diberi aval. (KUHPerd. Pasal 202.) . 2992 . endosemen tanpa tanggal dianggap telah dibuat sebelum protes atau keterangan yang sama dengan itu. 220. 192 3 . (KUHPerd.) Pasal 203. (KUHPerd.

191.) Pasal 200. 182. KUHD 115'. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosenlenkannya secara lain daripada secara mengamanatkannya. Bila seseorang dengan jalan apa pun juga telah kehilangan cek yang dikuasainya. kecuali bila Ia telah memperolehnya dengan itikad buruk atau mendapatnya karena kesalahan yang besar. . (KUHPerd. maka pemegangnya dapat melakukan semua hak yang timbul dari cek itu. dan hal itu tidak dibedakan apakah mengenai cek atastunjuk atau cek yang dapat diendosemenkan. Mereka yang ditagih berdasarkan cek terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadinya dengan penarik atau para pemegang yang terdahulu. 217 dst.) Pasal 201. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap endosan. Bila endosemen memuat pernyataan: "nilai untuk diinkaso ". 195. 1792 dst. (KUHD 116. Amanat yang dimuat dalam endosemen inkaso tidak berakhir karena meninggalnya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. KUHD 117. 183a.) Pasal 198. 191. 582. 212. yang haknya alas cek itu dibuktikan oleh pemegang dengan cara yang diatur dalam pasal 196. (KUHPerd. Dalam hal itu para debitur cek hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. 227a.. 1813. "diamanatkan " atau pernyataan yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. (KUHD 182. selanjutnya hal itu tidak membuat menjadi cek kepada tertunjuk.Endosemen yang terdapat pada cek atas-tunjuk membuat endosan bertanggungjawab sesuai dengan ketentuan mengenai hak regres. "untuk inkaso". kecuali bila pada waktu memperoleh cek itu dengan sengaja telah bertindak dengan merugikan debitur. tidak wajib untuk menyerahkan kembali.) Pasal 199. maka pemegang cek tersebut.

atau endosemen itu hanya terdiri dari tanda tangan endosan (endosemen blangko). dalam hal itu is tidak menjamin pembayarannya terhadap mereka kepada siapa cek itu diendosemenkan kemudian. pemegangnya dapat: 10 mengisi blangko itu baik dengan namanya sendiri ataupun dengan nama orang lain. maka endosan menamin pembayarannya. KUHD 1151. 212. bahkan bila endosemen terakhir dibuat sebagai endosemen blangko. endosemen itu harus dibuat di halaman belakang cek itu atau pada lembaran sambungannya. Endosemen-endosemen yang dicoret dianggap dalam hal itu tidak ditulis. 581-1 sub 11. (Rv. 612. 2033. Dalam hal terakhir. Kecuali bila dipersyaratkan lain. Bila endosemennya itu dalam blangko. 20 mengendosemenkan lagi cek itu dalam blangko atau kepada orang lain. Bila endosemen blangko diikuti oleh endosemen lain.) Ia dapat melarang endosemen baru.) Pasal 196. . (KUHD 112. bila Ia menunjukkan haknya dengan memperuhatkan deretan endosemen yang tak terputus. maka penandatangan endosemen terakhir ini dianggap telah memperoleh cek itu karena endosemen blangko. 2992. agar dapat berlaku sah. (KUHPerd. dianggap sebagai pemegangnya yang sah. Dengan endosemen itu dipindahkan semua hak yang bersumber pada cek itu.Endosemen itu dapat membiarkan pihak yang diendosemenkan tidak disebut.) Pasal 197. 30 menyerahkan cek itu kepada orang ketiga tanpa mengisi blangkonya dan tanpa mengendosemenkannya. 1911. 227a. 1977. 198. Barangsiapa memegang cek yang dapat dialihkan dengan endosemen.) Pasal 194. KUHD 113. (KUHD 114.) Pasal 195. (KUHPerd.

paling sedikit sama denganjumlah pada cek itu. dapat dialihkan dengan jalan endosemen.. Pengalihan. 613. 192 dst. Pasal 191. Endosemen atas-tunjk berlaku sebagai endosemen blangko. Endosemen harus tidak bersyarat. Hal itu harus ditandatangani oleh endosan.) Pasal 193. hanya dapat dialihkan dalam bentuk sesi biasa beserta akibatnya.) Pasal 192. (KUHD 109c. Demikian juga endosemen dari tertarik adalah batal. Endosemen yang ditempatkan pada cek demikian berlaku sebagai sesi biasa. Endosemen harus dibuat di atas cek atau pada lembaran yang dilekatkan padanya (lembaran sambungan). (KUHD 110 dst. Cek yang ditetapkan agar harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut dengan atau tanpa Klausula yang tegas "kepada tertunjuk ". . Orang ini dapat mengendosemenkan lagi cek itu. 22 la. Cek yang ditetapkan agar harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut dengan klausula: "tidak kepada tertunjuk ". kecuali bila tertarik mempunyai beberapa kantor dan bila endosemen itu ditetapkan untuk keuntungan kantor lain daripada kantor yang atasnya cek itu ditarik.ditarik. 217a. 180. atau Klausula semacam itu. ia mempunyai utang sejumlah uang yang sudah dapat ditagih. dianggap tidak ditulis.) Bagian 2. Setiap syarat yang dimuat di dalamnya Endosemen untuk sebagian adalah batal. (KUHD 193. Endosemen kepada tertarik hanya berlaku sebagai pemberian pernyataan lunas. (KUHPerd.) Endosemen itu bahkan dapat ditetapkan untuk keuntungan penarik atau setiap debitur cek lainnya.

Penarik atau seseorang yang atas tanggungannya cek itu ditarik. KUHP 264. dianggap tidak ditulis. dengan tidak mengurangi kewajiban penarik sesuai dengan pasal 189. sekalipun bila cek itu ditetapkan harus dibayar oleh pihak ketiga. mampunyai hak yang sama seperti yang semestinya harus dipunyai oleh orang yang diwakw olehnya. wajib berusaha agar dana yang diperlukan untuk pembayaran pada hari pengajuartnya ada di tangan tertarik. (KUHD 106. (KUHD 108.) Pasal 190. kecuali pemegang telah memperoleh cek itu dengan itikad buruk atau karena kesalahan yang besar. dan setelah membayar. KUHD 107. namun perikatan-perikatan dari orang-orang lain yang tanda tangannya terdapat pada cek itu. Tertarik dianggap mempunyai dana yang diperlukan. kewajiban ini. 229f. 190b.) Pasal 188. yang pada waktu pengeluarannya tidak lengkap.) Pasal 190b.) Pasal 189. Bila cek. 190a. (KUHD 109b.tangan mereka atau orang yang atas namanya telah dilakukan hal itu. (KUHD 109. Ia sendiri terikat karena cek itu.) Pasal 190a. Rv. Hal itu berlaku juga terhadap wakil yang melampaui batas wewenangnya. 581-1 sub 11. berlaku sah. Setiap orang yang membubuhkan tanda tangartnya di atas cek sebagai wakil dari seseorang untuk siapa Ia tidak mempunyai wewenang untuk bertindak. telah dibuat lengkap. Setiap Klausula yang meniadakan Penarik menjamin pembayarannya. bila pada waktu pengajuan cek itu kepada penarik atau kepada orang yang atas tanggungannya cek itu . bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang telah dibuat. 1797. (KUHPerd. 1806. 2292. maka kepada pemegang tidak dapat digjukan tentang tidak memenuhi peijardian-perjanjian itu.

atau tanda tangan dari orang rekaan.) Pasal 184. baik di tempat tinggal tertarik.) Pasal 185. selain dengan cara mengamanatkannya. bila terdapat perbedaan. "diamanatkan ". Bila penarik memuat dalam cek pernyataan: "nilai untuk diinkaso . 200. (KUHPerd. bila terdapat perbedaan. 117 . 210. 1813.. 24. Amanat yang dimuat dalam cek-inkaso tidak berakhir karena meninggalnya pemberi amanat atau karena pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum.) Pasal 186. Cek dapat ditentukan bahwa dapat dibayar di tempat tinggal pihak ketiga. 1878 dst. (KUHPerd. "untuk inkaso ". Dalam cek demikian para debitur cek hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. Klausula bunga yang dimuat dalam cek dianggap tidak ditulis. tanda tangan palsu. ataupun di tempat lain. (KUHD104. (KUHPerd. KUHD 105. 1792 dst. KUHD 102a. Bila cek itu memuat tanda tangan orang yang tidak cakap menurut hukum untuk mengikatkan diri dengan menggunakan cek. Cek yang jumiah uangnya ditulis beberapa kali. atau pernyataan lain yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. baik lengkap dengan huruf maupun dengan angka. KUHD 103. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkannya. 221. hanya berlaku jumlah yang terkecil. penerima dapat melakukan semua hak yang timbul dari cek itu. 17 dst... berlaku jumlah yang ditulis lengkap dalam huruf. atau tanda tangan orang-orang yang karena alasan lain apa pun juga. tidak dapat mengikat orang-orang yang telah membubuhkan tanda .Pasal 183a. Cek yang jumlah uangnya ditulis lengkap dalam huruf danjuga dengan angka. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap penarik.) Pasal 187.

kepada orang yang namanya disebut dengan klausula: "tidak kepada tertunjuk ".) Pasal 181.atas-tunjuk. (KUHD 1830.) tegas: . 229a.. (KUHD 120 dst. Cek dapat ditarik atas beban pihak ketiga.Pasal 180.kepada orang yang namanya disebut dengan atau tanpa Klausula "kepada tertunjuk ". . Suatu pernyataan akseptasi yang dibuat pada cek itu dianggap tidak ditulis. 214-216.) . atau istilah semacam itu berlaku sebagai cek atas-tunjuk. Cek dapat ditarik pada penariknya sendiri. bahwa penarik mempunyai hak untuk menggunakan dana itu dengan menarik cek. maka alas-hak itu tetap berlaku sebagai cek. Cek yang ditetapkan harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut. Cek tanpa pernyataan tentang penerimaannya berlaku sebagai cek atas-tunjuk. dan menurut perjanjian tegas atau secara diam-diam yang menetapkan. dengan menyatakan: "atau atas-tunjuk ". Penarik dianggap menarik atas bebannya sendiri bila dari cek itu atau dari Surat pemberitahuannya tidak ternyata atas beban siapa hal itu dilakukan. Cek dapat ditetapkan untuk dibayarkan: . 191. atau Klausula semacam itu. (KUHD 102. bis.) Pasal 182. Pasal 183. Akan tetapi bila peraturan-peraturan itu tidak diindahkan. Cek dapat berbunyi kepada yang ditunjuk oleh penarik. Cek tidak dapat diakseptasi. Cek itu harus ditarik atas seorang bankir yang menguasai dana untuk kepentingan penarik. (KUHD 190a dst.

Pasal 179. (KUHD 1794. 1935-490 yang mulai berlaku pada tanggal 29 Des. Pasal 178.S. nama orang yang harus membayar (tertarik). 18. 30. 40. 175. yang dimasukkan dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam alas-hak itu. Alas-hak yang di dalamnya tidak memuat salah satu pernyataan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu. Bagian 1. Bila ditulis beberapa tempat di samping nama penarik. (KUHD 101. Cek memuat: (KUHD 100. Traktat ini telah dinyatakan berlaku terhadap antara lain Indonesia dengan Undang-undang 2 Agustus 1935. kecuali dalam hal tersebut di bawah ini.) 10 Nama cek ". 1935. Bila tidak terdapat penunjukan itu atau penunjukan lain apa pun.3. mengatur undang-undang bea meterai cek. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan. pernyataan tanggal penandatanganan beserta tempat cek itu ditarik.) 20. tanda tangan orang yang mengeluarkan cek itu (penarik). tidak berlaku sebagai cek.) . maka cek itu harus dibayar di tempat kedudukan kantor pusat tertarik. Pengeluaran Dan Bentuk Cek. tempat yang ditulis di samping nama penarik dianggap sebagai tempat pembayarannya. N. dianggap telah ditandatangani di tempat yang disebut di samping nama penarik. maka cek itu harus dibayar di tempat yang ditulis pertama.) 60 . perintah tidak bersyarat untuk membayar suatu jumlah uang tertentu. (KU HD 185.) 50. Bila tidak terdapat penunjukan khusus. (AB. 174. Cek yang tidak menunjukkan tempat ditarik.

(KUHD 127. Penolakan untuk memberikan tanda tangan itu. Anotasi: Bab VII yang lama telah diganti dengan Bab VII yang baru ini berdasarkan S.) Surat sanggup yang harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukan. dianggap diberikan atas tanggungan penandatangan surat anggup itu. Perbedaan pernyataan berkenaan dengan jumlah uang yang harus dibayar (pasal 105). . Klausula bunga (pasal 104). bila sesuai dengan apa yang ditentukan pada pasal 130 alinea terakhir. yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 1936. akibat pembubuhan tanda tanpa adanya keadaan dimaksud dalam pasal 106. Traktat ini bertujuan: 1. BAB VII. akibat dari tanda tangan seseorang yang bertindak tanpa wewenangnya (pasal 107) dan Surat Wesel blangko (pasal 109) Demikian pula terhadap surat sanggup berlaku ketentuan mengenai aval (pasal 129 -131). 2. 562. Rv. N. mengatur penyelesajan perselisihan perundang-undangan tertentu mengenai cek. harus dinyatakannya dengan protes (pasal 124) yang tanggalnya merupakan permulaan berlangsungnya jangka. memberlakukan undang-undang yang seragam mengenai cek. yang harus dibuat oleh penandatangan pada Surat sanggup itu. Jangka waktu pengunjukan berlangsung mulai pada tanda itu. 1935 -77jo. dengan tujuan untuk menyesuaikan dengan ketentuan-ketentuan dari Undang-undang 17 Nopember 1933. harus diajukan kepada penandatangan untuk ditandatangani sebagai tanda "telah dilihat " dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 122. Penandatangan Surat sanggup terikat dengan cara yang sama seperti akseptan Surat Wesel. S.Demikian pula terhadap Surat sanggup berlaku ketentuan tentang Surat Wesel yang harus dibayar oleh Pihak ketiga atau di tempat lain dari domisili penarik (Pasal 103 dan pasal 126). 1933-613. CEK. 581 -I sub 21. PROMES DAN KWITANSI ATAS-TUNJUK. 299. aval itu tidak menyebutkan kepada siapa aval itu diberikan. waktu pengunjukan. yang telah diatur sesuai dengan Traktat Genewa 19 Maret 1931. Pasal 177.

. serta tempat surat sanggup itu ditandatangani. Pasal 175. pembayaran (Pasal-pasal 137-141).50. daluwarsa (Pasal -pasal 168a.) Pasal 176. Alas-hak yang tidak memuat salah satu pernyataan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu. KUHD 101'. 171a. 169-170). Surat sanggup yang hari jatuh tempo pembayarannya tidak ditunjuk. Surat sanggup yang tidak menyebutkan tempat penandatangannya. tidak berlaku sebagai Surat sanggup. (KUHPerd. 158-162). 172 dan 173). perhitungan jangka waktu dan larangan hari penangguhan (pasalpasal 171. . tanda tangan orang yang mengeluarkan alas-hak itu (penandatanganan). Bila tidak terdapat penunjukan khusus. maka terhadapnya berlaku ketentuan-ketentuan mengenai Surat Wesel tentang: endosemen (Pasal-pasal 110-119). 70. tempat penandatanganannya Surat itu dianggap sebagai tempat pembayarannya dan juga sebagai domisili penandatangan. kecuali dalam hal tersebut di bawah ini. (KUHD 102. salinan Surat Wesel (pasal 166 dan pasal 167).) 60. penyebutan tanggal. 109a. 151-153). Selama tidak menyalahi sifat Surat sanggup. Surat Wesel yang hilang (pasal 167a). perubahan (pasal 168). pembayaran dengan perantaraan (pasal-pasal 154. hari jatuh tempo (Pasal-pasal 132-136). dianggap ditandatangani di tempat yang disebut di samping nama dari penandatangan. dianggap harus dibayar atas-tunjuk.nama orang yang kepadanya pembayaran itu harus dilakukan atau yang kepada tertunjuk pembayaran itu harus dilakukan. hari-hari raya. 1921. hak regres dalam hal nonpembayaran (pasal-pasal 142-149. 1915 dst.

30. dilakukan setiap tahun dengan surat ketetapan yang dimuat dalam surat kabar resmi sebelum pennulaan tahun.) .) Pasal 172. 1935-77. 137. 131. (KUHD 143. (s. (KUHD 132 dst.) 40. 143. l 351. Tiada satu hari penangguhan pun diizinkan. maupun sebutan. (KUHD 122. kecuali hari Minggu.. Surat Sanggup (Order).) Pasal 173. 169. 144.S. 141.) 20. 172. 1752. baik menurut undang-undang.u. (AB. 133 . 137.) Pasal 171a.. 171. S. 132'. penunjukan hari jatuh tempo. 171a. kepada tertunjuk . 18. baik Klausula tertunjuk. Penunjukan tanggal semua hari raya dimaksud dalam pasal ini. tidak termasuk hari permulaan jangka waktu itu. 152 dst. Dalam jangka waktu yang ditetapkan undang-undang atau Perjanjian. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan. 132 dst. 158. Rv. 153. penyanggupan tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu.S. 179) memuat: surat sanggup atau promes 10. Kenaikan Isa Almasih. 229d. dg. 122.) yang dianggap hari raya resmi menurut bagian ini ialah: Minggu. 1937-572. 229c.120. beserta hari-hari raya lainnya yang setiap tahun kembali yang ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan. 126. Paskah Kristen kedua dan Pantekosta. bis. (KUHD 229b.. 144. 229j. 1432. 135. yang dimasukkan dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam alas-hak itu. Tahun Baru. kedua hari Natal. 152. Pasal 174. maupun menurut keputusan hakim.) Bagian 13.d. 1938-161. 229b. (KUHD 103. Surat sanggup (KUHD 100.

Ketentuan-ketentuan Umum.. (KUHD 190c. tidak dapat dilakukan selain pada hari kerja. S. Hari raya yang terdapat di antara itu dimasukkan dalam perhitungan jangka waktu.. Demikian pula semua tindakan lain berkenaan dengan surat wesel. 562.) Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea pertama tidak dapat digunakan oleh akseptan. 110 dst. yang telah memperkaya diri secara tidak adil. 170. Pasal 171. demikian pula daluwarsa yang dimaksud dalam alinea kedua dan ketiga tidak dapat digunakan oleh penarik. u. (KUHD 229a. (KUHD .) (s. Tuntutan hukum endosan yang satu terhadap endosan yang lain dan terhadap penarik kedaluwarsa karena lampaunya waktu enam bulan terhitung dari hari pembayaran surat wesel itu oleh endosan untuk memenuhi wajib regresnya. 132 dst.) Bagian 12. yaitu pengajuannya untuk akseptasi dan protesnya. dari hari jatuh temponya bila ada Klausula tanpa biaya.. baru dapat ditagih pada hari kerja berikutnya. 562.) Pasal 170. 127. dg. 1935-77jo. 1935-77jo.t. 145 dst.d. atau dan hari endosan sendiri digugat di depan pengadilan. bila atau sejauh ia telah menerima dana atau telah memperkaya diri secara tidak adil. (s. Pembayaran suatu surat wesel yang hari jatuh temponya pada hari raya resmi.. semuanya tanpa mengurangi ketentuan dalam pasal 1967 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.. 168a. 143. dengan tidak mengurangi hak-tagih mereka yang belum dewasa dan yang dalam pengampuan terhadap wali atau pengampu mereka. 120 dst. 1979 dst. Pencegahan daluwarsa hanya berlaku terhadap orang yang terhadapnya dilakukan tindakan pencegahan daluwarsa itu. (KUHPerd. dan tidak dapat pula digunakan oleh penarik atau para endosan. S. demikian pula antara suami-istri.d. dg. bila dan sejauh ia selama tidak menyediakan dana. maka jangka waktu ini diperpanjang sampai hari kerja pertama berikut pada akhir jangka waktu tersebut. 229.) Menyimpang dari pasal 1987 dan 1988 Kitab Undang-undang Hukum Perdata berlakulah daluwarsa yang dibicarakan dalam pasal yang lalu terhadap mereka yang belum dewasa dan terhadap mereka yang berada dalam pengampuan. Bila salah satu tindakan itu harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang hari terakhirnya adalah hari raya resmi.yang dilakukan pada saatnya atau.. 1982. 229k.

Barangsiapa kehilangan surat wes,l yang pemegangnya adalah ia, hanya dapat meminta Pembayaran dari tertarik dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun. (KUHPerd. 1830, 1967; KUHD 115, 137, 139, 143b2, 167b, 227a; Rv. 611 dst.)

Pasal 167b. Barangsiapa kehilangan surat wesel yang pemegangnya adalah ia, dan sudah jatuh tempo pembayarannya dan di mana perlu telah diprotes, hanya dapat melakukan haknya terhadap akseptan dan terhadap penarik dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun. (KUHPerd. 1830, 1967; KUHD 115, 137, 139,143b 2, 167a, 227b; Rv. 611 dst.)

Bagian 10. Perubahan.

Pasal 168. Bila ada perubahan dalam teks suatu surat wesel, maka mereka yang kemudian membubuhkan tandatangannya pada surat wesel itu, terikat menurut teks yang telah diubah; mereka yang telah membubuhkan tandatangannya sebelum itu terikat menurut teks yang asli. (KUHD 109, 228; KUHP 264.)

Bagian 11. Daluwarsa.

Pasal 168a. Dengan tidak mengurangi ketentuan pasal berikut, maka utang wesel dihapus oleh segala ikhtiar pembebasan utang wesel yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata. (KUHPerd. 1381; KUHD 228a.)

Pasal 169. Semua tuntutan hukum yang timbul dari surat wesel terhadap akseptan, kedaluwarsa karena lampaunya waktu tiga tahun, terhitung dari hari jatuh temponya. Tuntutan hukum pemegang terhadap para endosan dan terhadap penariknya kedaluwarsa karena lampaunya waktu satu tahun, terhitung dari tanggal protes

20. bahwa ia telah tidak berhasil memperoleh akseptasi atau pembayaran atas lembaran lain. (KUHD 120, 143, 143b, 146.)

sub 2. Salinan Wesel

Pasal 166. Setiap pemegang surat wesel mempunyai hak untuk membuat beberapa salinannya. Salinannya harus dengan saksama menggambarkan aslinya endosemennya dan semua penyebutan lainnya, yang terdapat padanya. tersebut harus menunjukkan, di mana salinan itu berakhir. dengan Salinan

Salinan dapat diendosemenkan dan di tanda-tangan untuk aval dengan cara dan dengan akibat yang sama seperti astinya. (KUHPerd. 1888 dst.; KUHD 110, 129, 163, 167.)

Pasal 167. Salinan harus menyebutkan orang pada siapa lembaran aslinya berada. Orang ini wajib menyerahkan lembaran aslinya kepada pemegang yang sah dari salinannya. Bila ia menolak hal ini, maka pemegang baru hanya dapat melakukan hak regresnya terhadap mereka, yang telah mengendosemenkan salinannya atau menandatanganinya untuk aval, setelah dengan protes ia menyelenggarakan pernyataan, bahwa lembaran asli yang telah diminta tidak diserahkan kepadanya. Bila setelah endosemen yang terakhir diadakan di atasnya, sebelum salinannya dibuat, lembaran aslinya memuat klausula; mulai dari sini endosemen hanya berlaku pada salinannya , atau Klausula lain semacam itu, maka endosemen yang kemudian diadakan pada lembaran aslinya adalah batal. (KUHPerd. 1888 dst.; KUHD 146, 166.)

sub 3. Surat Wesel yang Hilang.

Pasal 167a.

Bagian 9. Lembaran Wesel, Salinan Wesel Dan Surat Wesel yang Hilang. sub 1. Lembaran Wesel.

Pasal 163. Surat Wesel dapat ditarik dalam beberapa lembaran yang bunyinya sama. Lembaran itu harus dibubuhi nomor dalam teks sendiri dari alas-hak, dan bila hal ini tidak ada, maka setiap lembar dianggap sebagai surat Wesel tersendiri. Tiap pemegang suatu surat Wesel, di mana tidak dicantumkan, bahwa hal itu ditarik dalam satu lembar saja, dapat menuntut atas biayanya untuk menyerahkan beberapa lembar. Untuk hal itu ia harus menghubungi endosan yang langsuung mengendosemenkan padanya, yang wajib memberikan bantuannya untuk meminta kepada endosannya sendiri, dan demikian seterusnya sampai kembali pada penariknya. para endosan juga wajib menulis endosemen itu pada lembaran yang baru. (KUHD 100, 226.)

Pasal 164. Pembayaran yang dilakukan atas salah satu lembar mengakibatkan pembebasan, meskipun tidak disyaratkan, bahwa pembayaran tersebut menggugurkan kekuatan berlakunya lembaran-lembaran lainnya. Akan tetapi tertarik tetap terikat oleh setiap lembaran yang diakseptasi dan tidak diserahkan kepadanya. (KUHD 124.) Endosan yang telah menyerahkan lembaran itu kepada berbagai orang, demikian pula endosan yang kemudian, terikat oleh lembaran yang memuat tanda tangan mereka dan tidak diserahkan. (KUHD 110 dst., 138, 227.)

Pasal 165. Barangsiapa telah mengirimkan salah satu lembaran untuk akseptasi, harus menunjukkan pada lembaran yang lain, nama orang pada siapa lembaran itu berada. Orang ini berkewajiban untuk menyerahkan lembaran itu kepada pemegang yang sah dari lembaran lain. Bila ia menolak, maka pemegang baru dapat melakukan hak regresnya, setelah dia dengan protes mengatakan: 10. bahwa lembaran yang dikirimkan untuk akseptasi setelah diminta tidak diserahkan;

pemegang harus mengajukan surat Wesel itu kepada mereka semua. terbebas dari segala ikatan. 145. atau bila disebut orang dengan domisili di tempat itu juga yang dalam keadaan darurat akan membayar. harus diserahkan kepada orang yang membayamya selaku perantara. 146. Pemegang yang menolak pembayaran dengan perantaraan. didahulukan pembayaran yang menyebabkanjumlah pembebasan yang terbesar. Akan tetapi dia tidak boleh mengendosemenkannya kembali.. dibubuhkan pada surat Wesel dengan menunjuk kepada orang. terbebas dari segala ikatan mereka.) Pasal 160. 164.) . (KUHD 149. dan endosan yang kemudian. 1915 dst. dan terhadap mereka yang berdasarkan surat Wesel terikat pada orang yang tersebut terakhir ini. (KUHPerd. (KUHD 110 dst. Barangsiapa membayar selaku perantara. Bila ada beberapa orang yang mengaiukan untuk pembayaran dengan perantaraan.. 24. dan bila ada alasan untuk itu. Bila penunjukan itu tidak ada. kehilangan hak regresn a terhadap mereka yang seharusnya sudah terbebas.) Bila tidak terjadi protes dalamjangka waktu tersebut. Perantara yang dengan sadar melanggar ketentuan ini. (KUHD 143 dst. harus menyelenggarakan protes nonpembayaran paling lambat pada hari yang berikut pada hari terakhir waktu hal ini dapat dilakukan. 17 dst. Para endosan yang berikut untuk siapa telah dilakukan pembayaran. memperoleh hak yang bersumber dari surat Wesel itu terhadap orang untuk siapa ia telah melakukan pembayaran.) Surat Wesel dan protesnya.) Pasal 161.Bila Surat Wesel itu diakseptasi oleh perantara. 154y3. Pembayaran dengan perantaraan harus dinyatakan dengan tanda pelunasan. (KUHD 146. (KUHPerd. maka dianggap pembayaran itu dilakukan untuk penarik. maka orang yang telah memberikan alamat darurat atau untuk siapa surat Wesel itu diakseptasi. yang mempunyai domisili pada tempat pembayaran. untuk siapa hal itu dilakukan. kehilangan hak regresnya terhadap mereka yang seharusnya akan terbebas oleh itu.) Pasal 162. bila ini diadakan. 158.

hal itu ditandatangani oleh perantara. baik pada hari jatuh tempo. Meskipun ada akseptasi dengan perantaraan. 159 dst. Pasal 158. bila tidak ada penunjukan itu. Hal itu menunjuk orangnya untuk siapa akseptasi itu telah diberikan.) Pasal 156. (KUHD 143. dengan pembayaran kembali jumiah uang yang dimaksud dalam pasal 147. dan terhadap mereka yang sesudah itu telah membubuhkan tandatangannya pada surat Wesel itu.) Pasal 157. protesnya dan perhitungan yang ditanda sebagai pelunasan. Pembayaran dengan perantaraan dapat dilakukan dalam semua keadaan. bila ada alasan untuk itu. 146.) Pasal 159. Pembayaran itu harus meliputi seluruh jumlah uang yang harus dilunasi oleh orang untuk siapa hal itu dilakukan. 148. . di mana pemegang mempunyai hak regres. terikat dengan cara yang sama seperti mereka yang tersebut di atas ini. orang untuk siapa hal itu telah dilakukan dan mereka yang wajib regimes terhadap orang itu dapat menuntut dari pemegangnya penyerahan surat Wesel itu. KUHD 124.) sub 3. 1543. (KUHD 127. 1915 dst. 146 dst.hak regresnya yang ia miliki sebelum hari jatuh tempo terhadap orang untuk siapa telah dilakukan akseptasi itu. (KUHD 146. Akseptan dengan perantaraan terhadap pemegang dan terhadap para endosan yang telah mengendosemenkan surat Wesel itu setelah orang untuk siapa perantaraan itu diberikan. Akseptasi dengan perantaraan dicantumkan pada surat Wesel. Pembayaran Dengan Perantara. maupun sebelum hari jatuh tempo. di mana protes nonpembayaran dapat diselenggarakan. (KUHPerd. Hal itu harus berlangsung paling lambat pada hari terakhir. 161. dianggap hal itu telah dilakukan untuk penarik..

) Surat Wesel itu dapat diakseptasi atau dibayar dengan syarat-syarat yang ditetapkan di bawah ini oleh seseorang yang memberi perantaraan untuk seorarg debitur yang terhadapnya dapat dilakukan hak regres. di mana Pemegang surat Wesel yang dapat diakseptasi. sebelum hari jatuh tempo pembayarannya. maka bila ada alasan untuk itu. dalam keadaan darurat. ia bertanggung jawab untuk kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya. kecuali bila ia telah mengajukan surat Wesel tersebut kepada orang yang ditunjuk itu dan telah dibuat protes tentang penolakannya untuk mengakseptasi. KUHD 146..) Perantara itu memberitahukan dalam jangka waktu dua hari tentang perantaraannya kepada orang yang diberi perantaraan olehnya. pemegang dapat menolak akseptasi dengan perantaraan. Penarik. kerugian dan bunga tidak dapat melebihi jumlah uang dalam surat Wesel itu. 1792 dst. (KUHD 142 dst. Akan tetapi bila ia menerimanya. Pasal 154. Bila ia tidak Memperhatikan jangka waktu itu.) Dalam keadaan-keadaan lainnya tentang perantaraan. atau orang yang telah terikat berdasarkan surat Wesel itu. sub 1. Perantara itu bisa seorang ketiga. Akseptasi dengan perantaraan dapat terjadi dalam segala keadaan.Bagian 8. akan tetapi biaya. ia kehilangan . atau seorang pemberi aval dapat menunjuk seseorang yang dalam keadaan darurat untuk mengakseptasi atau membayar.. maka pemegang tidak dapat melakukan haknya terhadap orang yang telah melakukan penunjukan dan terhadap mereka yang sesudah itu telah membubuhkan tandatangannya pada surat Wesel itu. 1354. 1540.) 2. sebelum hari jatuh tempo pembayaran dapat melakukan hak regres. Akseptasi Dengan Perantaraan. 1382. (KUHPerd.) Bila pada surat Wesel ditunjuk seseorang untuk mengakseptasinya atau membayar di tempat pembayarannya. (KUHPerd. kecuali akseptan. Ketentuan Umum. (KUHPerd. Perantaraan. 1355 dst. Pasal 155. (KUHD 1213. 155 dst. seorang endosan. bahkan tertarik.

. kecuali bila mereka menganggap lebih baik untuk mengizinkan pemegang itu sebagai penagih utang untuk jumlah surat wesel itu. 133 dst. dan mencantumkan pemberitahuannya pada surat wesel itu atau halaman sambungannya dengan tanggal dan tanda tangannya. dan mengajukan protes bila ada alasannya. F. untuk selebihnya berlaku ketentuan pasal 144. atau untuk orang yang ditugaskan olehnya untuk mengajukan surat wesel itu atau untuk mengadakan protes. pemegangnya harus segera terus mengajukan surat wesel itu untuk akseptasi atau pembayaran. (KUHD 121 dst. 146a. 127a. dan meliputi jumlah wesel itu. Pemegangnya berkewajiban untuk segera memberitahukan kepada endosannya tentang keadaan yang di luar kekuasaannya itu. maka jikalau protes dilakukan tidak pada saatnya. 1. Setelah berakhirnya keadaan yang di luar kekuasaannya. yang telah diterima dari padanya oleh tertarik pada hari jatuh tempo pembayaran. 143.pembayararmya pada tertarik ada tersedia dana untuk pembayaran surat wesel itu. 13. dan ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya. Bila penarik dinyatakan pailit.. untuk surat-surat wesel yang ditarik dengan jatuh tempo pembayaran pada waktu tertentu setelah pengajuan.. maka jangka waktu tiga puluh hari diperpanjang dengan jangka waktu pengunjukannya yang dinyatakan dalam surat wesel itu. 152. KUHD 109c. bukti-bukti secukupnya untuk memungkinkan berlakunya tagihan itu. berkewajiban untuk melepaskan dan menyerahkan kepada pemegangnya tagihan terhadap dana itu. berjalannya jangka waktu tiga puluh hari itu mulai hari ketika pemegang memberitahuktentang keadaan di luar kekuasaannya itu kepada endosannya. maka jangka waktu itu diperpanjang. Bila dana yang harus disediakan hanya ada sebagian.) Bila surat wesel itu tidak diakseptasi. maka para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama. Fakta-fakta yang bersifat pribadi bagi pemegangnya. 613. penarik yang dengan ancaman wajib membebaskan. (KUHPerd. maka dapatlah dilakukan hak regresnya tanpa memerlukan pengajuan atau pembuatan protes. tidak dianggap sebagai hal-hal yang ada di luar kekuasaannya. Bila pengajuan surat wesel atau penyelenggaraan protesnya dalam jangka waktu yang ditentukan terhalang oleh rintangan yang tidak dapat diatasi (peraturan undang-undang dari suatu negara atau lain hal di luar kekuasaannya). (KUHD 109b dst.) Pasal 153. Untuk surat-surat wesel yang ditarik sebagai wesel atas-tunjuk atau dengan jatuh tempo pembayaran pada waktu tertentu setelah penunjukkan. Bila keadaan di luar kekuasaannya itu berlangsung lebih dari tiga puluh hari terhitung dari hari jatuh tempo pembayarannya. 143. 225. maka penarik bertanggung jawab untuk kekurangannya. meskipun belum berakhir jangka waktu pengajuan.) .

(KUHD 145. dan harus dibayar di tempat tinggalnya. baik karena nonpembayaran maupun nonakseptasi. terhadap tertarik dan terhadap para debitur wesel lainnya.) untuk pengajuan buat pembayaran dalam hal ada persyaratan tanpa biaya. 153. di tempat tinggal wajib regres.). 146.) untuk pengajuan sebuah surat wesel yang ditarik atas-tunjuk atau untuk waktu tertentu setelah pengunjukan. 133 dst. (KUHD 143. Bila wesel ulangan itu ditarik oleh seorang endosan. maka hanya endosan itu saja yang dapat menggunakannya sebagai landasan. Pasal 152. (KUHD.jangka waktu yang ditetapkan oleh penarik. 110 dst.) untuk membuat protes nonakseptasi atau nonpembayaran. maka jumlah uangnya ditentukan menurut kurs sebuah wesel atas-tunjuk yang ditarik dari tempat tinggal penarik wesel ulangan itu di tempat tinggal wajib regres.) Bila ketentuan jangka waktu untuk mengajukan dimuat dalam endosemen.. maka jumlah uangnya ditentukan menurut kurs sebuah wesel atas-tunjuk.) Bila terjadi kelalaian mengaiukan untuk akseptasi dala. Wesel ulangan itu meliputi kecuali jumlah-jumlah uang yang disebut dalam pasal-pasal 147 dan 148. Bila wesel ulangan itu ditarik oleh pemegang. 119. (KUHD 140. kecuali bila penarik membuktikan. (KUHD 146. (KUHD 127. yang ditarik dari tempat surat wesel asli harus dibayar. bahwa penarik hanya menghendaki untuk membebaskan diri dari kewajiban untuk menjamin akseptasinya. 137. Setelah jewat jangka waktu yang ditetapkan: (KUHD 153. kecuali bila dari kata-kata surat wesel itu ternyata. gugurlah hak regres Pemegang. Surat wesel nonakseptasi atau nonpembayaran yang diprotes.wesel untuk salah scorang dari mereka yang berkewajiban regres terhadapnya. jugajumlah-jumlah uang provisi dan meterai dari wesel ulangan. bahwa pada hari jatuh tempo . namun penarik berkewajiban untuk membebaskan. (KUHD 122. dengan pengecualian terhadap akseptan. walaupun protes itu dilakukan tidak pada saatnya.) Pasal 152a..) gugurlah hak pemegang terhadap endosan.

143. Di samping itu pemegang harus menyerahkan kepadanya salinan surat wesel itu yang sama bunyinya beserta protesnya. kecuali dipersyaratkan kebalikannya. (KUHPerd. 12503. 224. 152a. 12500.) Pasal 150. pada hari pelaksanaan hak regres. bunga sebesar enam persen terhitung dari hari pembayarannya. 151. (KUHD 138. untuk penyerahan surat wesel itu dengan protesnya beserta perhitungan yang ditandatangani sebagai tanda pelunasan. 1390. 151.) Pasal 149..) Pasal 148.) Pasal 151. Setiap debitur wesel. dapat menagih kepada orang yang mempunyai kewajiban regres terhadapnya: 10. Setiap endosan yang telah membayar surat wesel untuk memenuhi kewajiban regresnya. KUHD 147. (KUHPerd. (KUHPerd. 127. 20. menuntut. dapat mencoret endosemennya sendiri dan endosemen-endosemen berikutnya. terhadap siapa dilakukan atau dapat dilakukan hak regres. 143d dst. biaya-biaya yang telah dikeluarkannya. bahwa pembayaran itu disebutkan dalam surat wesel itu dan padanya diberi tanda pelunasan. 222. 30. 157. 148. seluruh jumlah uang yang telah dibayarnya.223. dapat mendapatkan bagi dirinya penggantian kerugian-kerugian itu dengan jalan surat wesel baru (surat wesel ulangan) yang ditarik sebagai surat . Setiap orang yang dapat melakukan hak regres.pemegang. KUHD 125. 146 dst. KUHD 104.. Barangsiapa telah membayar surat wesel untuk memenuhi kewajiban regresnya. 139. 166 dst. 142 dst. Dalam hal akseptasi sebagian dapatlah orang yang telah membayar bagian nilai wesel yang tidak diakseptasi untuk memenuhi kewajiban regresnya. dapat menuntut dengan pembayaran sebagai pemenuhan kewajiban regresnya. untuk memungkinkannya melaksanakan hak-hak regres selanjutnya.

165. KUHD 102 dst. Bila surat wesel itu tidak diakseptasi. (F. 152a. 127.. maupun bersama-sama. Pemegang melakukan gugatan kepada mereka. terhadap siapa Ia melaksanakan hak regresnya: 10 . 127a. P. 1280 dst.) Pasal 146a.. 20. (KUHD 1453.) Dalam hal akseptasi. Gugatan yang dilakukan terhadap salah seorang debitur wesel. Di samping itu juga pihak ketiga yang atas bebannya telah ditarik surat wesel itu dan telah menikmati nilainya. Rv. 221. Hak itu pun diberikanjuga kepada setiap orang yang tanda tangannya terdapat pada surat weset itu dan telah membayarnya untuk memenuhi kewajiban regresnya. jumlah surat wesel yang tidak diakseptasi atau tidak dibayar dengan bunganya bila hal ini dipersyaratkan. 120 dst. 221a. Potongan ini dihitung menurut diskonto resmi (diskonto bank) yang berlaku qi tempat tinggal . 1283. 299. 19. 132. (KUHD 109b dst. (KUHPerd. 152. tidak menghalangi gugatan kepada debitur lainnya. terhitung dari hari jatuh tempo pembayarannya.) Bila penggunaan hak regres dilaksanakan sebelum hari jatuh tempo. meskipun mereka mengjkatkan diri lebih belakangan daripada yang digugat paling Pertama.. bunga sebesar enam persen. pemberitahuan-pemberitahuan yang telah dilakukan beserta biaya-biaya lainnya. bertanggungjawab pula terhadap pemegang. 30.. maka dilakukan pemotongan terhadap jumlah uang wesel itu. 110 dst. Pemegang dapat menggugat orang-orang ini. tanpa berkewajiban untuk mengindahkan urutan waktu mereka mengikatkan diri. dengan tidak mengurangi kewajibannya terhadap pemegang untuk memenuhi akseptasinya. baik masing-masing tersendiri.biaya-biaya protes. 1292 dst..) Pasal 147.. 167. 581-1 sub 11. tetaplah dana itu pada tertarik sampai jumlah dalam surat wesel itu. 157. Pemegang surat wesel yang diprotes tidak mempunyai hak apa pun atas uang cadangan penarik yang ada pada tertarik.tanggung-renteng. uang wesel termasuk harta bendanya. maka dalam hal kepailitan penarik. 131.

maka bila diadakan protes. 1916. Bila pemepng mengadakan juga protes. ia bertanggungjawab atas segala kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya. 143d.Bila seorang endosan tidak menyatakan alamatnya atau menyatakannya dengan cara yang sukar dibaca. 1243 dst. maka hal ini hanya berakibat terhadap endosan atau pemberi aval saja.) Pasal 145. mengakseptasi. Barangsiapa harus mengadakan pemberitahuan. Penarik. "tanpa protes" atau Klausula lain semacam itu yang ditulis dan ditandatangani diatas surat wesel itu. Jangka waktu tersebut dianggap telah diindahkan.. Bukti tentang tidak diindahkannya jangka waktu itu harus diberikan oleh mereka yang mendasarkan haknya atas hal itu terhadap pemegang. bahwa ia telah iinelakukan pemberitahuan itu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. akan tetapi biaya. untuk melaksanakan hak regresnya. dapat melakukan hal itu dalam bentuk apa pun. tidak menyebabkan dirinya kehilangan hak. (KUHD 143. biayanya dapat ditagih pada mereka semua yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. Semua orang yang menarik. maka hal itu berakibat terhadap mereka semua yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. Klausula ini tidak membebaskan pemegang dari pengajuan surat wesel itu dalam jangka-jangka waktu yang ditetapkan ataupun dari penyelenggaraan pemberitahuannya. sudah cukuplah dengan pemberitahuan kepada endosan yang lebih dahulu.) Pasal 146. maka biaya-biayanya untuk itu adalah atas bebannya. bila ada alasannya. atau menandatangani surat wesel untuk aval. seorang endosan atau seorang pemberi aval.) Barangsiapa melakukan pemberitahuan itu tidak dalam jangka waktu tersebut di atas. 219. dapat membebaskan pemegangnya dari pembuatan protes nonakseptasi atau nonpembayaran. 147-1 sub 30. denganjalan klausula "tanpa biaya". Bila Klausula itu dibuat oleh penarik. bahkan dapat dengan hanya mengirimkan kembali surat weselnya. meskipun ada Klausula itu yang dibuat oleh penarik. (KUHPerd. 220. (KUHPerd. kerugian dan bunga itu tidak mungkin melampaui jumlah pada wesel tersebut. mengendosemen. bila hal itu dibuat oleh endosan atau pemberi aval. Ia harus membuktikan. 153. terikat pada pemegangnya secara .. KUHD 143 dst. Bila Klausula itu berasal dari seorang endosan atau seorang pemberi aval. bila surat yang memuat pemberitahuan itu dalam jangka waktu tersebut telah disampaikan dengan pos.

harus disampaikan pemberitahuan yang sama dalam jangka waktu itu juga kepada pemberi avalnya. yang diberi nomor dan tanda pengesahan oleh Ketua raad van justitie. 20 dst. bila tempat tinggal mereka dalam kabupaten di mana raad van justitie itu berada. 155 dst. (KUHD 218c. wajib untuk membuat salinan protes tersebut dan memberitahukan hal itu dalam. 137. para notaris atau juru sita dengan ancaman untuk mengganti biaya-biaya. 169. bila ini tidak ada. 8. 167a dst. kerugian dan bunga. Rv. Mereka juga berkewajiban. atau bila surat wesel itu telah ditarik dengan klausula tanpa biaya. Pemegangnya harus memberitahu kepada endosannya dan kepada penariknya tentang nonakseptasi atau nonpembayaran itu dalam empat hari kerja berikut dari hari protes. ditanggau dan ditandatangani oleh orang yang diminta akseptasinya atau pembayarannya. 21720. Setiap endosan harus memberitahukan tentang pemberitahuan yang diterimanya dalam dua hari kerja berikut pada hari penerimaan pemberitahuan tersebut. Bila sesuai dengan alinea yang lalu disampaikan pemberitahuan kepada seseorang yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. yang berisi bahwa ia menolak. dan di luar itu..) Pasal 144. dan demikian selanjutnya kembali pada penariknya. dan berturut-turut juga sebagai protes nonpembayaran. dengan menunjukkan nama dan alamat mereka yang telah melakukan pemberitahuan yang terdahulu. berikut pada hari pengajuan. di daerah Gubememen di Jawa dan Madura oleh asisten-residen dan di luar itu oleh Kepala Pemerintahan Daerah setempat. (KUHD 112. 1. dan membukukannya dalam register khusus. 4. Jangka-jangka waktu ini berjalan mulai hari penerimaan pemberitahuan-pemberitahuan yang lebih dahulu. cukuplah dengan uraian yang seteliti-telitinya dari isi surat wesel itu. menurut urutan waktu. 218b.) Pasal 143d. (KUHD 143. kecuali bila penarik telah mencatat. Not.Bila protes itu mengenai surat wesel yang hilang. 124 dst. bahwa ia menghendaki protes otentik.) Pasal 143c. berlakulah keterangan yang dibuat di atas surat wesel dengan izin pemegangnya.. bila dikehendaki. 130. Sebagai protes nonakseptasi. oleh hakim pengadilan karesidenan. . terhalang atau tak mungkin bertindak.. untuk menyerahkan selembar atau lebih dari salinan-salinan protes itu kepada mereka yang berkepentingan. untuk mengganti apa yang ditentukan dalam 10 dari alinea yang lalu.

KUHD 100-31. 125. peringatan untuk menandatangard protes itu. Bila surat wesel itu ditarik untuk dibayar di tempat tinggal lain yang ditunjuk. Demikianlah juga harus dilakukan seperti itu. 145. dan tidak ditunjuk tempat tinggal untuk melakukan pembayarannya. di daerah Gubememen di Jawa dan Madura kepada asisten-residen dan di luar itu kepada KepaIa Pemerintahan Daerah setempat. di mana dinyatakan kepailitan itu.) Pasal 143b. maka permintaan pembayaran dan pembuatan protes harus dilakukan di tempat tinggal yang ditunjuk atau kepada orang yang ditunjuk itu. 143d. atau oleh orang yang ditunjuk.. baik di dalam afdeling (kini dapat disamakan dengan kabupaten) yang sama maupun dalam kabupaten lain. dari akseptasinya. 962. F. 143b-2 sub 21. salinan kata demi kata dari surat weselnya. Permintaan pembayaran surat wesel dan protes yang menyusulnya kemudian. harus dilakukan di tempat tinggal tertarik. dari endosemenendosemen. karena nonakseptasi atau nonpembayaran itu telah memprotes. 20 . Bila orang yang harus membayar surat wesel itu tidak dikenal sama sekali atau tidak dapat ditemukan. bahwa mereka telah memintakan akseptasi itu atau pembayarannya kepada orang-orang atau di tempat yang disebut dalam pasal yang lalu dan tidak memperolehnya. (KUHPerd. dan bila di sana tidak ada kantor pos. bila surat wesel ditarik untuk dibayar di luar kabupaten yang bukan tempat tinggal tertarik. 50. 143b. Hal itu harus disertai dua saksi. bahwa ia. 217. Protes-protes itu memuat: 10. 40. 1393. pernyataan tentang alasan yang telah dikemukakan tentang nonakseptasi atau nonpembayaran.) Pasal 143a.. 218a. maka protes itu harus dilakukan pada kantor pos di tempat tinggal yang ditunjuk untuk pembayaran. 212. I dst. baik protes nonakseptasi maupun protes nonpembayaran harus dibuat oleh notaris atau oleh juru sita. 132 dst. 126. pernyataan. 30. notaris ataujuru sita. 214. (KUHD 120 dst.. F. .memperlihatkan keputusan hakim. dan alasan-alasan penolakannya. pernyataan. Semua protes. 102. dari avalnya dan dari alamat-alamat yang dibuat di atasnya. 171.

akseptasi atau bukan akseptan. untuk penundaan pembayaran. 216.d. Protes nonpembayaran suatu surat wesel yang harus dibayar pada hari tertentu.. (KUHD 1435. 1 dst. sebelum surat wesel itu diajukin kepada tertarik untuk pembayaran dan dibuat protes. telah dinyatakan pailit..) Pada hari jatuh temponya: (KUHD 100-40. maka protes itu masih dapat dilakukan pada hari berikutnya. (KUHD 120 dst. c. harus dilakukan pada salah satu dari dua hari kerja yang berikut dari hari surat wesel itu harus dibayar. atau bila penarik surat wesel yang tidak dapat dimintakan akseptasi.) 20. pengajuan pertama dilakukan pada hari terakhir dari jangka waktu itu. pemegangnya cukup dengan . F. 137. 1937-590. S. Bila ini mengenai surat wesel yang harus dibayar atas-tunjuk. dg. (KUHD 132 dst.(s. terhadap penarik dan para debitur wesel lainnya: (KUHD 108. dalam hal pailitnya tertarik. atau pada waktu tertentu setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan. dinyatakan pailit.6. maka protesnya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam alinea di atas untuk membuat protes nonakseptasi.. 114. maka pemegangnya tidak dapat melakukan hak regresnya. Bila tertarik. dalam hal pailitnya penarik dari surat wesel yang tidak dapat dimintakan akseptasinya. 141. 131.) Pasal 143. F. Dalam pengangkatan para pengurus atas permintaan tertarik. Protes nonakseptasi menjadikan Pengajuan untuk pembayaran dan protes nonpembayaran tidak perlu lagi.) Bila pembayarannya tidak terjadi.) Bahkan sebelum hari jatuh temponya: 10.) 30. baik sebagai akseptan ataupun bukan dan sejak saat berlakunya penundaan pembayaran. Protes nonakseptasi harus diselenggarakan dalamjangka waktu yang ditetapkan untuk pengajuan untuk akseptasi. maka untuk melakukan hak regresnya. 125.) Pemegang surat wesel dapat melakukan hak regresnya terhadap para endosan. 109b.u. Bila dalam hal seperti yang diatur dalam pasal 123 alinea pertama. akseptan atau bukan akseptan. bila akseptasi ditolak seluruhnya atau sebagian. 212 dst. 1 dst. Penolakan akseptasi atau pembayaran harus ditetapkan dengan akte otentik (protes nonakseptasi atau nonpembayaran).. (KUHD f435 6 . 127.

Nilai uang asing itu. Akan tetapi penarik dapat menetapkan. b. KUHD 60.100-20. 1756 dst. Surat wesel yang pembayarannya dipersyaratkan untuk dilakukan dengan uang lain dari yang berlaku di tempat pembayarannya. 1387.. 1270. dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 137. bahwa pembayarannya harus dilakukan dalam uang tertentu yang ditunjuknya (klausula pembayaran sungguh dalam uang asing). atau mereka yang telah memperoleh karena kesalahannya yang besar. dapat dibayar dengan uang dari negerinya menurut nilai pada hari jatuh temponya. 1393. Hal yang tercantum di atas tidak berlaku bila penarik menetapkan... bahwa jumlah pada surat wesel itu dibayar dalam uang negerinya menurut kursnya. maka Ia mempunyai hak-menagih kepada mereka yang telah memperoleh surat wesel itu dengan itikad buruk. 1382.. Bila jumlah dalam wesel itu dinyatakan dalam uang yang mempunyai nama sama. 1386. 212.) Bagian 7.. baik dari hari jatuh temponya ataupun dari hari pembayarannya. 133. 146.Bila ia. KUHD 147 2. 142. 1385. Bila debitur lalai. pemegang dapat menuntut menurut pilihannya.) Pasal 140. Bila tidak terjadi pengunjukan surat wesel untuk pembayaran.) Pasal 141. (KUHPerd. maka tiap-tiap debitur mempunyai wewenang untuk menyerahkan jumlah itu kepada yang berwajib untuk disimpan atas biaya dan tanggung jawab pemegangnya. maka dianggap bahwa yang dimaksud adalahuang dari tempat pembayarannya. 1395. 167a. (KUHPerd. (KUHPerd. 1513 . Pasal 142. setelah melakukan pembayaran tanpa dibebaskan. 213. 1405-40. 1404 dst. . 1407 dst. 1409 dst. akan tetapi mempunyai nilai yang berbeda dalam negeri pengeluarannya dan negeri tempat pembayarannya. KUHD 1271. bahwa jumlah uang yang harus dibayar harus dihitung menurut kurs yang ditetapkan dalam surat wesel tersebut. 139. Hak Regres Dalam Hal Nonakseptasi Atau Nonpembayaran. diwajibkan membayar untuk kedua kalinya. 1280 dst. ditetapkan menurut kebiasaan di tempat pembayarannya.

169. pada hari surat itu harus dibayar. Pasal 137. (AB. 135.. Oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) akan ditunjuk badan-badan yang akan dipandang sebagai badan pemberesan dalam arti bab ini. Pemegang surat wesel tidak dapat dipaksa untuk menerima pembayaran sebelum hari jatuh temponya. harus mengajukannya untuk pembayaran. 1360 dst. bahwa tentang pembayaran itu dinyatakan di atas surat wesel itu dan bahwa untuk itu Ia mendapat tanda pembayaran. tertarik dapat menuntut. atau satu dari antara dua hari kerja berikutnya. 21 1. 1390. asalkan dari pihaknya tidak ada penipuan atau kesalahan yang besar. (KUHD 100-41.) Bagian 6. Tertarik yang membayar sebelum harijatuh temponya. Pemegang tidak boleh menolak pembayaran sebagian. (KUHPerd. 141. (KUHPerd. 139. yang harus dibayar pada hari tertentu atau pada waktu tertentu setelah pengunjukan.) Dalam hal pembayaran sebagian. 120. 168. 164.) Barangsiapa membayar surat wesel pada hari jatuh temponya. Pemegang suatu surat wesel. (KUHD 125.) .) Pasal 139. (KUHPerd. Di luar hal seperti yang tercantum dalam pasal 167b. melakukan hal itu atas tanggungjawabnya sendiri. Pembayaran. KUHD 150. tertarik sambil membayar surat wesel itu. KUHD 207.) Pasal 138. telah terbebas dengan sempuma. KUHD 115. 122. tetapi tidak terhadap tanda tangannya.Pasal ini tidak berlaku bila dari Klausula yang termuat dalam surat wesel itu atau dari kata-katanya dapat ditarik kesimpulan tentang adanya maksud lain. ia berkewajiban merrieriksa tertibnya deretan endosemen-endosemen. 18. 1385 dst. Pengajuan suatu surat wesel kepada suatu badan pemberesan berlaku sebagai pengajuan untuk pembayaran. dapat menuntut penyerahan surat wesel itu kepadanya lengkap dengan tanda pelunasan yang sah dari pemegangnya. 133.

Bila tidak terdapat hari seperti yang dimaksud maka surat wesel demikian mencapai jatuh tempo pembayarannya pada hari terakhir bulan itu. . dan hari jatuh tempo pembayarannya ditetapkan sesuai dengan itu. pertengahan Februari dsb.) Pasal 135. (KUHD 122. Surat wesel yang ditarik untuk dibayar satu atau beberapa bulan setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan. Pernyataan-pernyataan: "delapan hari ". Bila hari jatuh tempo itu ditentukan pada awal. dijatuhkan pada hari yang sama dari tarikh tempat pembayaran. Hari pengeluaran suatu surat wesel yang ditarik antara dua tempat dengan tarikh yang berbeda dan harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukan.) atau pada akhir suatu bulan. harus diartikan bukan satu atau dua minggu.Hari jatuh tempo pembayaran suatu surat wesel yang ditarik untuk dibayar pada suatu waktu tertentu setelah penguitukan. maka pernyataanpernyataan demikian harus diartikan: tanggal satu. dianggap telah ditetapkan menurut tarikh tempat pembayaran. pertengahan (pertengahan Januari.) Pasal 136. pada suatu tempat. 1352. terhadap akseptan dianggap telah dilakukan pada hari terakhir dari jangka waktu yang ditetapkan untuk mengajukannya untuk akseptasi. dihitung lebih dahulu bulan-bulannya yang penuh. 142 dst. atau hari tanggal protesnya. ditentukan olch hari tanggal akseptasi. di mana tarikhnya berlainan dengan tarikh tempat pengeluarannya. Bila tidak ada protes maka akseptasi yang tidak bertanggal. tanggal lima belas. 124. Hari jatuh tempo suatu surat wesel yang harus dibayar pada suatu hari tertentu. Pernyataan: "setengah bulan " berarti jangka waktu lima belas hari. "lima belas hari ". jatuh temponya ialah pada hari dari bulan seperti yang ditetapkan untuk melakukan pembayaran itu. (KUHD 137. Pada surat wesel yang ditarik dengan jatuh tempo pembayaran pada satu atau beberapa bulan ditambah setengah bulan setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan. hari terakhir butan itu. melainkan suatu jangka waktu dari delapan atau lima belas hari. Jangka waktu pengajuan surat wesel dihitung sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam alinea yang lalu.

Surat wesel tersebut harus diajukan untuk dibayar dalam jangka satu tahun setelah hari tanggalnya. 136.) Pasal 134. Pada hari tertentu.Pasal 131. 1$39 dst. Rv. sekalipun perikatan yang dijamin olehnya batal oleh sebab lain daripada eacat dalam bentuk. 1282. Penarik dapat menetapkan. 1821.) Bagian 5. Pemberi aval terikat dengan cara yang sama seperti orang yang diberi aval. Penarik dapat memperpendek atau memperpanjang jangka waktu itu. (KUHPerd.. 299. 143 3. 581-1 sub 11. Pasal 132. Surat wesel dapat ditarik: Pada waktu ditunjukkan.) Perikatannya berlaku sah. (KUHPerd. (KUHD 101. bahwa suatu surat wesel tidak boleh diajukan untuk dibayar sebefum hari tertentu. (KUHD 122.) Pasal 133. . dan terhadap mereka yang berdasarkan surat wesel itu terikat padanya. (KUHPerd. para endosan dapat memperpendek jangka waktu itu. Dalam hal demfldan jangka waktu itu berjalan mulai hari itu. 1280. KUHD 115.) Dengan membayar. 1831 dst. Pada waktu tertentu setelah hari tanggalnya. Surat-surat wesel dengan hari jatuh tempo yang ditentukan lain atau dapat dibayar dengan angsuran adalah batal. Pada waktu tertentu setelah pengunjukan. Hari jatuh Tempo. pemberi aval memperoleh hak-hak yang berdasarkan surat wesel itu dapat digunakan terhadap orang yang diberi aval. Surat wesel yang ditarik sebagai wesel atas-tunjuk harus dibayar pada waktu ditunjukkan..

(KUHD 203.) Akan tetapi bila tertarik telah menyatakan secara tertulis tentang akseptasinya kepada pemegangnya atau kepada seseorang yang taanda tangannya terdapat dalam surat wesel itu. KUHD 125. kecuali bila tanda tangan itu dari tertarik atau penarik. 127b. maka Ia terikat terhadap orang ini sesuai dengan isi akseptasinya. Hal itu dinyatakan dengan kata-kata "baik untuk aval " atau dengan pernyataan semacam itu'. (KUHD 125. berlaku sebagai aval. Aval ditulis dalam surat wesel itu atau pada lembaran sambungan.) .. Pasal 129. (KUHD 127. hal itu ditandatangari oleh pemberi aval. dianggap diberikan untuk penarik.Pasal 128. Dengan kemungkinan pembuktian sebaliknya maka pencoretan itu dianggap telah terjadi sebelum penyerahan kembali surat wesel itu.) Hal itu juga dapat dilakukan dengan naskah tersendiri atau dengan sepucuk surat yang menyebutkan tempat di mana hal itu diberikan. (KUHPerd. Pembayaran suatu surat wesel dapat dijamin dengan perjanjian jaminan (aval) untuk seluruhnya atau sebagian dari uang wesel itu.) Bagian 4. (KUHPerd. Bila tertarik mencoret akseptasi yang telah dilakukan atas surat wesel sebelum penyerahan kembau surat tersebut. Bila hal itu tidak ada.) Pasal 130. 1824. 1820 dst. Aval (Perjanjian Jaminan). atau bahkan oleh orang yang tanda tangannya terdapat dalam surat wesel itu. Tanda tangan saja dari pemberi aval pada halaman depan surat wesel itu. Peean tersebut dapat diberikan oleh pihak ketiga. Dalam aval itu harus dicantumkan untuk siapa hal itu diberikan. dianggap akseptasinya telah ditolak.

berdasarkan penyanggupan yang diperoleh dari penyanggup. 581-1 sub 1'. (KUHD 102. 299. mempunyai tagihan langsung yang timbul dari surat wesel itu terhadap akseptan. bila surat wesel itu telah ditarik atas beban penarik sendiri. kepada pihak ketiga itu. kerugian dan bunga terhadap penarik. untuk segala sesuatu yang dapat ditagih berdasarkan pasal-pasal 147 dan 148. akan tetapi memberi hak kepada penarik untuk menggugat penggantian kerugian terhadap penyanggup. KUHD 127a. kerugian dan bunga itu terdiri dari biaya protes dan penarikan surat wesel baru. tidak berlaku sebagai akseptasi. 127c. 146a.) Dalam kelalaian pembayaran.. 151. maka hanya orang inilah yang terikat pada akseptan. Ia berkewajiban mengganti biaya akibat penotakan akseptasi atau pembayaran yang terjadi karena itu. Bila surat wesel itu ditarik atas beban orang ketiga. dengan ancaman hukuman penggantian biaya.. (KUHPerd. (KUHPerd.) Pasal 127a. pemegang sekalipun Ia penarik. (KUHPerd.) Pasal 127c. diwajibkan melaksanakan akseptasinya. Penarik berkewajiban untuk memberikan advis pada saatnya kepada tertarik tentang surat wesel yang ditarik olehnya. 1243 dst. Kerugian terdiri dari biaya protes dan penarikan surat wesel baru. yang menolak memenuhi kesanggupannya. (KUHD 164. KUHD 109c. 152a. Barangsiapa memegang dana secukupnya yang khusus disediakan untuk pembayaran surat wesel yang telah ditarik.) Pasal 127d.) Pasal 127b. (Rv. Bila penarikan telah dilakukan atas beban pihak ketiga. Penyanggupan untuk mengakseptasi suatu surat wesel. 1243 dst.. 1243 dst. KUHD 121. dan dari jumlah yang atas kredit surat wesel itu telah dibayar lebih dulu oleh penarik. dan bila melalaikan hal itu.Dengan akseptasi itu tertarik mengikat diri untuk membayar surat weselnya pada hari jatuh tempo pembayarannya.) .

) Pasal 127.) Pasal 126. bahwa pembayarannya harus dilakukan di tempat lain dari tempat domisiti tertarik. tanpa menunjuk orang ketiga di mana pembayaran hanis dilakukan. Sebuah tanda tangan saja dari tertarik yang dibubuhkan di halaman depan surat wesel itu. berlaku sebagai akseptasi. 126.. atau dengan kata semacam itu. Akseptasi dibuat di atas surat wesel. . (KUHD 127. Akan tetapi akseptan terikat sesuai dengan isi akseptasinya. Akseptasi itu tidak bersyarat. 1390. Ia ditandatangani oleh tertarik. atau bila ia berdasarkan persyaratan tegas harus diajukan untuk akseptasi dalam jangka waktu tertentu. maka dalam akseptasi harus termuat tanggal hari penyelenggaraannya. (KUHD 143. 127b. akseptan dianggap mengikatkan diri untuk membayar pada tempat pembayaran. maka tertarik dapat menunjuknya pada akseptasinya. maka ia dalam akseptasinya dapat menunjuk alamat di tempat itu juga di mana pembayarannya harus dilakukan. (KUHPerd.) Setiap perubahan lain yang diadakan oleh akseptan berkenaan dengan hal yang dinyatakan dalam surat wesel itu. (KUHD 143a. Bila penarik menetapkan pada surat wesel itu. 165. (KUHD 122. 150.) Pasal 125.) Bila surat wesel itu harus dibayar suatu waktu tertentu setelah ditunjukkan. (KUHD 101. 143.) Bila surat wesel itu harus dibayar di tempat domisili tertarik. 1253 dst. Hal itu dinyatakan dengan perkatataan: "diakseptasi". Dalam hal kelalaian penunjukan demikian.) Pasal 124. kecuali pemegangnya minta hari pengajuannya. pemegangnya harus menyuruh menetapkan kelalaian itu dengan jalan protes pada saatnya. 143. (KUHD 128. berlaku sebagai penolakan akseptasi. dengan ancaman hukuman kehilangan hak regres terhadap para endosan dan terhadap penariknya yang telah menyediakan dananya. akan tetapi tertarik dapat membatasinya sampai sebagian dari jumlahnya.Pemegang tidak berkewajiban untuk melepaskan kepada tertarik surat wesel yang diajukan olehnya untuk akseptasi. Bila tanggal itu tidak tercantum.

atau harus dibayar di tempat lain dari tempat domisili tertarik atau yang harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukah. bahwasurat wesel itu harus diajukan untuk akseptasi. surat wesel dapat diajukan oleh pemegang yang sah atau oleh orang yang semata-mata hanya memegangnya belaka.) Pasal 121. bahwa oleh mereka permintaan itu telah tidak dikabulkan. bahwa surat wesel itu harus diajukan untuk akseptasi. kepada tertarik di tempat tinggalnya untuk akseptasi. dengan atau tanpa penetapan jangka waktu. (KUHD 108. Dalam setiap surat wesel dapat ditentukan oleh penarik. Ia dapat melarang dalam surat wesel itu diajukan untuk akseptasi. (KUHD 132 dst.) Ia dapat juga menentukan. 143. Para endosan dapat memperpendek jangka-jangka waktu tersebut. Sampai hari jatuh tempo pembayaran. (KUHD 121. 124 dst.. (KUHD 127b.) Pasal 122. kecuali bila penarik telah menerangkan.) Penarik dapat memperpendek atau memperpanjang hal itu. bahwa mengajukannya untuk akseptasi tidak dapat dilakukan sebelum suatu hari tertentu. 132. kecuali bila permintaan itu tercantum dalam protesnya. bahwa surat wesel itu tidak dapat dimintakan akseptasi. . 152.) Setiap endosan dapat menentukan. Mereka yang berkepentingan tidak akan diperkenankan untuk menggunakan sebagai dalih. Surat wesel yang harus dibayar suatu waktu setelah ditunjukkan harus diajukan untuk akseptasi dalam satu tahun setelah hari ditandatangani. (KUHD 127c. Tertarik dapat meminta untuk mengadakan pengajuan kedua pada keesokan harinya setelah pengajuan hari pertama.Pasal 120. dengan atau tanpa penetapan suatu jangka waktu. 122. kecuali dalam surat-surat wesel yang harus dibayar oleh pihak ketiga. Pasal 123.

(KUHD 116. ( KUHPerd.) Pasal 118. akan tetapi endosemen yang dilakukan olehnya hanya berlaku sebagai endosemen dengan cara pemberian amanat.) para debitur wesel terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadi mereka terhadap endosan. 1813. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap endosan. nilai untuk gadai " atau pernyataan lain yang membawa arti pemberianjaminan gadai. (KUHD 102a. 613. Bila suatu endosemen memuat pernyataan: "nilai untuk jaminan ". Bila endosemen itu memuat pernyataan: "nilai untuk inkaso ". 1792 dst. . maka pemegangnya dapat mempergunakan segala hak yang timbul dari surat wesel itu.) Bagian 3. 1150.Pasal 117. Amanat yang termuat dalam endosemen inkaso tidak berakhir karena meninggainya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. Endosemen yang dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran. maka pemegangnya dapat rrtenggunakan semua hak yang timbul dari surat wesel itu. mempunyai akibatakibat yang sama seperti endosemen yang dibuat sebelum jatuh tempo itu. (KLJHPerd. maka endosemen tanpa tanggal dianggap dibuat sebelum lewatnyajangka waktu yang ditentukan untuk membuat protes tersebut.) Dengan kemungkinan untuk membuktikan kebalikannya. 1915 dst. KUHPerd. Akseptasi. "diamanatkan ".. hanya mempunyai akibat-akibat sebagai sesi biasa. atau pernyataan lain yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. kecuali bila pada waktu memperoleh surat wesel itu pemegang dengan sengaia telah bertindak dengan merugikan debitur.) Pasal 119. Dalam hal itu para debitur wesel hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. 1152 dst. (KUHPerd. Akan tetapi endosemen yang dilakukan setelah protes non-pembayaran atau setelah lewat jangka waktu yang ditentukan untuk membuat protes itu. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkayinya secara lain daripada secara mengamanatkannya. KUHD 143.

113'.) Ia dapat melarang endosemen baru. tidak diwajibkan untuk melepaskan surat wesel itu. 582. kecuali bila pemegang tersebut pada waktu memperoleh surat wesel itu dengan sengaja telah bertindak dengan merugikan debitur. Kecuali bila dipersyaratkan lain.. kecuali bila Ia telah memperolehnya dengan itikad buruk. maka pemegangnya dapat: (KUHD 1113. (KUHD 111. atau karena suatu kesalahan yang besar.) Pasal 114. KUHD 194. 581-1 sub 11. (KUHPerd.) 10.Bila endosemen itu dalam blangko. dalam hal itu Ia tidak merdamin akseptasi dan pembayarannya terhadap mereka kepada siapa surat wesel itu diendosemenkan kemudian. Endosemen-endosemen yang dicoret dianggap dalam hal itu tidak ditulis. (KUHD 1393. 612 dst. menyerahkan surat wesel itu kepada pihak ketiga tanpa mengisi blangko itu dan tanpa mengendosemenkannya. 167b. Barangsiapa memegang surat wesel.) Pasal 115.) . 20. mengisi blangko itu baik dengan namanya sendiri ataupun nama orang lain. KUHD 167a. Mereka yang ditagih berdasarkan surat wesel terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadinya dengan penarik atau para pemegang yang terdahulu.) Pasal 116. bila Ia menunjukkan haknya dengan memperlihatkan deretan endosemen yang tak terputus. mengendosemenkan lebih lanjut surat wesel itu dalam blangko atau kepada orang lain. maka pemegangnya yang menunjukkan haknya dengan cara seperti yang diatur dalam alinea di atas. (KUHD 102a. 1977. 299. (KUHPerd. maka penandatangan endosemen terakhir ini dianggap telah mctmperoleh surat wesel itu karena endosemen dalam blangko. (Rv.) Bila seseorang dengan jalan apa pun juga telah kehilangan surat wesel yang dikuasainya. bahkan bila endosemen terakhir dibuat sebagai endosemen blangko. dianggap sebagai pemegang yang sah. 1122. 30. 118. maka endosan me@amin akseptasi dan pembayarannya. Bila endosemen blangko diikuti oleh endosemen lain.

) . (KUHD 111 dst.Pasal 110. Endosemen itu dapat membiarkan pihak yang diendosemenkan tidak disebut. Orang-orang ini dapat mengendosemenkan lagi surat wesel itu. endosemen itu harus dibuat di halaman belakang surat wesel itu atau pada lembaran sambungannya. Endosemen yang ditempatkan pada surat wesel yang demikian berlaku sebagai sesi biasa.) Endosemen untuk sebagian adalah batal. atau endosemen itu terdiri dari tanda tangan belaka dari endosan (endosemen blangko). 1132. agar dapat berlaku sah. dianggap tidak ditulis.) Endosemen itu bahkan dapat dilakukan untuk keuntungan tertarik. Dalam hal yang terakhir. 166. baik sebagai akseptan ataupun bukan. Endosemen itu harus diadakan di atas surat weset itu atau pada lembaran yang dilekatkan padanya (lembaran sambungan). 113 2. Endosemen atas-tunjuk berlaku sebagai endosemen dalam blangko. untuk keuntungan penarik atau setiap debitur wesel. Endosemen itu harus tidak bersyarat. 613. juga yang tidak dengan tegas berbunyi kepada tertunjuk. (KUHD 1133.. 119.) Pasal 111. maka surat wesel itu hanya dapat dipindahkan ke tangan orang lain dalam bentuk sesi biasa beserta akibat-akibatnya. (KUHD 1122. Hal itu harus ditandatangani oleh endosan. (KUHD 114. dapat dipindahkan ke tangan orang lain dengan jalan endosemen. Setiap surat wesel. (KUHPerd. Bila penarik mencantumkan dalam surat wesel itu: "tidak kepada tertu@uk" atau pernyataan lain semacam itu. Dengan endosemen itu semua hak-hak yang bersumber pada surat wesel itu dipindahkan ke tangan pihak lain.) Setiap syarat yang dimuat padanya Pasal 112.) Pasal 113. (KUHD 114.

tiap-tiap Klausula yang membebaskannya dari kewajiban penjaminan pembayaran. (KUHD 168.) 109C. berkewajiban untuk berusaha agar tertarik mempunyai dana yang cukup guna membayar. dalam hal kedua-duanya itu kepada tertunjuk atau tanpa tambahan kata "kepada tertunjuk ". (KUHD 120 dst. 146a. kecuali pemegang telah memperoleh surat wesel itu dengan itikad buruk atau disebabkan oleh kesalahan yang besar. tapi dengan pengertian. maka kepada pemegang tidak dapat diajukan tentang tidak memenum perjanjianperjanjian itu. Penarik atau seseorang atas tanggungan siapa surat wesel ditarik. (KUHD 102. dianggap tidak ditulis. Rv. suatu jumlah uang yang sudah dapat ditagih.Pasal 108. .) Ia dapat menyatakan dirinya bebas dari -penjaminan akseptasi..) Pasal 109b. apakah harus dibayarkan kepada penerima surat wesel itu. 127a. Tertarik dianggap telah mempunyai dana yang diperlukan itu. Bila surat wesel yang pada waktu pengetuarannya tidak lengkap. atau pada saat di mana berdasarkan pasal 142 alinea ketiga pemegang dapat menggunakan hak regresnya. telah dibuat lengkap. Penarik berkewajiban untuk menetapkan atas pilihan penerima. 137 dst. bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang telah dibuat. (KUHD 127a. 146a.) Pasal 109a. sekalipunjika surat wesel itu harus dibayar pada pihak ketiga. (KUHD 102 dst. (KUHD 121. tertarik berutang kepada penarik atau kepada orang yang atas bebannya telah ditarik wesel. paling sedikit sama dengan jumlah pada surat weset itu. bahwa penarik sendiri secara pribadi bagaimanapun bertanggung jawab pada pemegang dan para endosan sebelumnya. ataukah kepada orang lain. Endosemen. bila pada waktu jatuh tempo pembayaran surat wesel itu. Penarik menjamin akseptasinya dan pembayarannya.. 299.) Pasal 109. ataupun dengan penambahan suatu istilah seperti dimaksud dalam pasal 110 alinea kedua.) Bagian 2.. 581.

berlaku menurutjumlah uang yang ditulis lengkap dengan huruf. 1878 dst. namun perikatan-perikatan orang-orang lain yang tanda tangannya terdapat dalam surat Wesel itu. 108. maka bila terdapat perbedaan. 1876 dst. berlaku sah. Dalam surat Wesel yang harus dibayar atas pengunjukan atau dalam suatu jangka waktu tertentu setelah pengunukan. 1446. memuat lands tangan palsu. bahwa jumlahuang itu membawa bunga. Klausula bunga ini dianggap tidak ditulis.) .Pasal 104. 1872.. 187. hanya berlaku sebesar jumlah yang terkeeil. Ia sendiri terikat berdasarkan surat Wesel itu. (KUHPerd. (KUHPerd. Surat Wesel yang jumlahnya berkali-kali ditulis dengan lengkap baik dengan huruf maupun dengan angka. atau tanda tangan orang-orang yang karena alasan-alasan lain apa pun juga tidak dapat mengikat orangorang yang telah membubuhkan tanda tangan atau orang yang atas nama siapa telah dilakukan hal itu. (KUHPerd. Dalam tiap-tiap surat Wesel lain. KUHD 186. tanda tangan dari orang rekaan. 1797. penarik dapat menentukan. Setiap orang yang membubuhkan tanda tangannya di atas surat Wesel sebagai wakil dari seseorang untuk siapa Ia tidak mempunyai wewenang untuk bertindak. dan setelah membayar..) Pasal 107. KUHP 264. Bunga itu berjalan terhitung dari hari penandatanganan surat Wesel itu. 113. Hal itu berlaku juga terhadap seorang wakil yang melampaui batas wewenangnya. mempunyai hak yang sama seperti yang semestinya ada pada orang yang katanya diwakilinya itu. maka bila terdapat perbedaan. kecuali bila dkunjuk hari lain. Pasal 105. KUHD 70. Bila surat Wesel memuat tanda tangan orang-orang yang menurut hukum tidak cakap untuk mengikatkan diri dengan menggunakan surat Wesel. 1806. Surat Wesel yangjumlah uangnya dengan lengkap ditulis dengan huruf danjuga dengan angka. KUHD 188.) Pasal 106.

1915 dst. 117. "diamanatkan ". maupun di tempat lain. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkan secara lain daripada secara mengamanatkannya. (KLTHD 100-5'. Bila tidak terdapat penunjukan tempat khusus. maka tempat yang tersebut di samping nama tertarik dianggap sebagai tempat pembayaran dan juga sebagai tempat domisili tertarik.. bila dari surat Wesel itu atau dari surat pemberitahuannya tidak temyata atas beban siapa hal itu terjadi. 1921.. 1792 dst. yang semestinya dapat mereka gunakan terhadap penarik. KUHPerd. (KUHPerd. 17 dst. KUHPerd. dianggap telah ditandatangani di tempat yang tercantum di samping nama penarik. dianggap harus dibayar pada hari ditunjukkannya. 24.. baik di tempat dontisili tertarik. 1921. (KUHD 183.Surat Wesel yang tidak ditetapkan hari jatuh tempo pembayarannya.) . 126. Bila penarik mencantumkan pada surat Wesel pernyataan "nilai untuk diinkaso ". 1915 dst. KUHPerd.) Pasal 102a. Amanat yang termuat dalam surat Wesel inkaso tidak berakhir karena meninggatnya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tidak cakap menurut hukum. Surat Wesel dapat dibuat kepada orang yang ditunjuk oleh penarik. (KUHD 100. Pada surat Wesel demikian para debitur Wesel hanya dapat menggunakan alatalat pembantah terhadap pemegang. "untuk inkaso ". atau pernyataan lain yang membawa arti amanat betaka untuk memungut. Dapat ditarik atas diri penarik sendiri. Penarik dianggap menarik atas beban diri sendiri. Surat Wesel yang tidak menunjukkan tempat penarikannya.) Pasal 102. Dan yang dapat ditarik atas beban pihak ketiga.. 1813. 185. maka penerimanya dapat menggunakan semua hak yang timbul dari surat Wesel. Surat Wesel dapat dibayar di tempat kediaman pihak ketiga.) Pasal 103.

(KUHD 101. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan. Pasal 100. perintah tak bersyarat untuk membayar suatu jumlah uang tertentu.) 80. 224) traktat-traktat itu dinyatakan berlaku terhadap Indonesia.) 10. 18. Pengeluaran Dan Bentuk Surat Wesel.) 60. penunjukan hari jatuh tempo pembayaran. nama orang kepada siapa pembayaran harus dilakukan. tanda tangan orang yang mengeluarkan surat Wesel itu (penarik). 178. 25 April 1935 (N. 103. No.) Pasal 101.) 20. 3. (KUHD 101.1. (KUHD 106 dst. 109a. pemberian nama " surat Wesel ".) .) 70. (KUHD 102. nama orang yang harus membayar (tertarik). 14 Oktober 1935 untuk Indonesia dan Cura@ao. 179. 126. tidak berlaku sebagai surat Wesel. Surat wesel memuat: (KUHD 174. 2. (KUHD 102. (KUHD 104 dst. (KUHD 101.) 40. dengan pengecualian-pengecualian seperti tersebut di bawah ini: (KUHD 175. Suatu surat demikian. pernyataan hari ditandatangani beserta tempat penarikan surat Wesel itu. 132 dst.S.) 50. yang dimuat dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam surat itu. pengaturan perselisihan-perselisihan mengenai surat-surat Wesel dan Suratsurat sanggup. atau orang lain yang ditunjuk kepada siapa pembayaran itu harus dilakukan. Dengan undang-undang tgl.) 30. bea meterai surat-surat Wesel dan surat-surat sanggup. Bagian 1. Suriname dan Curaqao terhitung dari tgl. di mana satu dari pernyataan-pernyataan yang termaktub dalam pasal yang lalu tidak tercantum. (AB. pengadaan undang-undang yang seragam tentang surat-surat Wesel dan suratsurat sanggup.

maka dalam hal terjadinya kehilangan atau kerusakan. 1513. N.Dengan tidak mengurangi hal-hal yang mungkin diatur dalam peraturan khusus. Bila barang-barang itu terdiri dari uang.) 99.. Dihapus dg.) Pasal 97. agar ketentuan-ketentuan mengenai Surat Wesel dan Surat Sanggup sedapat-dapatnya dipersamakan dengan ketentuan-ketentuan Undang-undang Negeri Belanda dari 25 Juli 1932. dan malahan hakim I>erwenaiftg untuk mempercayai sepenuhnya pemberitahuan pengirim setelah diperkuat dengan sumpah. berdasarkan S. (KUHD 86. maka pengirim berkewajiban untuk memberitahukan rdlai barangbarang itu. Anotasi: Bab lama telah diganti dengan bab ini dengan menghilangkanpasal 99. kupon-kupon atau surat-surat berharga lain yang semacam itu. maka ketentuan-ketentuan bagian ini berlaku pula terhadap para pengusaha kendaraan umum di darat dan di air. 1934-592 jo. perak. permata. maka hal itu dapat dibuktikan dengan segala alat bukti menurut hokum. yang berlaku terhitung dari 1 Januari 1936. (KUHPerd. selama hal itu tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam bab ini. BAB VI. Tujuannya ialah. 1932-405. efek-efek. pembuktian tentang nilainya hanya diperbolehkan menurut ujud lahirnya saja. yang telah disesuaikan dengan Traktat Genewa 7 Juni 1930 tentang: . 91 dst. Mereka berkewajiban menyelenggarakan registrasi untuk barang-barang yang diterimanya. dan Ia dapat menuntut pencatatan hal itu dalam register tersebut. 1823-3. mutiara. 1473 dst. Bila pemberitahuan nilai itu ada. Bila pemberitahuan itu tidak terjadi. emas. 1938-276. batubatu mulia. S. S. dan menaksir serta menetapkan ganti rugi berdasarkan pemberitahuan itu.S.. Ketentuan-ketentuan bab ini tidak berlaku terhadap hak-hak dan kewajibankewajiban antara pembeli dan penjual. 1935-531. Pelayaran-bergilir dan semua perusahaan pengangkutan lainnya tetap tunduk kepada peraturan-peraturan dan perundang-undangan yang ada dalam bidang ini. 1457 dst. SURAT WESEL DAN SURAT SANGGUP (ORDER). Pasal 98..

bila dalam hal hilangnya barang-barang. ketua Raad van Justitie. pengangkut ataujuragan kapal berdasarkan kehilangan barang-barang seluruhnya.) Pasal 94. 1967. Kedaluwarsa ini tidak berlaku dalam hal adanya penipuan atau ketidakjujuran.. terhitung dari hari waktu seharusnya pengangkutan barang-barang dagangan dan barang-barangnya selesai. atas surat pennohonan sederhana untuk diambil tindakantindakan seperlunya guna pemeriksaan barang-barang itu oleh ahli-ahli. kelambatan penyerahan. KUHD 86 dst. Raad van justitie atau Hakim Karesidenan atau KepaIa Daerah setempat berwenang dengan cara seperti ditentukan di atas untuk memberi kuasa menual di depan umum barang-barang yang mudah rusak atau sebagian dari barang-barang itu untuk memenuhi pembayaran upah pengangkutan dan biaya lain. atau bila tidak ada. dan dengan demikian pula dapat memerintahkan juga untuk menyimpannya secara memuaskan. terhitung dari hari waktu barangbarang itu seharusnya akan sampai di tempat tujuan. asalkan pemeriksaan itu diminta dalam waktu dua kali dua puluh empat jam setelah penerimaan. kedaluwarsanya pengiriman yang dilakukan dalam wilayah Indonesia. (KUHD 485 dst. 91.Jika kerusakan atau kekurangannya tidak dapat dilihat dari luar. selama satu tahun dan selama dua tahun dalam hal pengiriman dari Indonesia ke tempat-tempat lain.. didengar. Semua hak-menuntut terhadap ekspeditur. dg. tanpa membedakan sudah atau belum dibayar upah pengangkutan.) Pasal 96. dapat dilakukan pemeriksaan oleh pengadilan setelah barang-barang itu diterima.) Pasal 95. dan dalam hal kerusakan dan kelambatan penyampaian. (KUHPerd.753. . dan kerusakan pada barang-barang dagangan atau barang-barang. 1925-497. 93. 746. agar dari itu dapat dibayarkan upah pengangkutan dan biaya-biaya lainnya kepada pengangkut dan juragan kapal. terhalang atau tidak di tempat. hakim karesidenan ataujika Ia tidak ada.d. atau timbul perselisihan tentang hal itu. bila Ia berada di tempat itu juga. u. (s. 493 dst. (KUHD 81.) Bila terjadi penotakan penerimaan barang-barang dagangan atau barang-barang lainnya. setelah pihak lainnya. dan temyata barang-barang itu masih dalam wujud yang semula. S. maka kepaIa pemerintahan setempat memerintahkan.

98. tanggal penandatanganan. maka gugurlah segala hak untuk menuntut kerugian kepada pengangkut atau juragan kapal dalam hal kerusakan atau kekurangan. 1617. Pasal 91.) Bagian 3. 1139-71. 342 dst. (KUHD 86. 1147. 533. penandatanganan pengirim atau ekspeditur. bila hal itu disebabkan oleh keadaan yang memaksa.atau oleh kesalahan atau ketalaian pengirim atau ekspeditur sendiri. 95. 93. KUHD 87. (KUHPerd.. 20..) Pasal 92. 40.10.. 30. 60. . 50. nama dan berat atau ukuran barang-barang yang harus diangkut beserta merek-mereknya dan bilangannya. kecuali hal itu disebabkan oleh cacat barang itu sendiri. nama yang dikirimi barang-barang itu.1245. nama dan tempat tinggal pengangkut atau juragan kapal. Pengangkut atau juragan kapal tidak bertanggung jawab atas kelambatan pengangkutan. para pengangkut dan juragan kapal harus bertanggungjawab atas semua kerusakan yang terjadi pada barang-barang dagangan atau barang-barang yang telah diterima untuk diangkut. atau oleh keadaan di luar kekuasaan mereka. 1367. 693. bila cacatnya waktu itu dapat ditihat dari luar.) Pasal 93.. (KUHPerd. KUHD 87 dst. Pengangkut Dan Juragan Kapal Melalui Sungai-sungai Dan Perairan Pedalaman. 506. jumlah upah pengangkutan. Setelah pembayaran upah pengangkutan barang-barang dagangan dan barangbarang yang telah diangkut atas dasar pesanan diterima. Surat muatan harus dicatat dalam daftar harian oleh ekspeditur. 1246. 454 dst.

) Pasal 90. Pasal 86. Ekspeditur adalah seseorang yang pekerjaannya menyelenggarakan pengangkutan barang-barang dagangan dan barang-barang lain di darat atau di perairan. Ia harus menjamin pengiriman dengan rapi dan secepatnya atas barang-barang dagangan dan barang-barang yang telah diterimanya untuk itu. 1803. (KUHPerd. Ekspeditur. KUHD 88.Bagian 2. (KUHPerd.) Pasal 87. Ia diwajibkan membuat catatan-catatan dalam register harian secara berturut-turut tentang sifat dan jumlah barang-barang atau barang-barang dagangan yang harus diangkut. juga meliputi: .) Pasal 89. Ia harus juga menanggung ekspeditur-perantara yang digunakannya. dengan sarana yang dapat diambilnya untuk menamin mengindahkan segala pengiriman yang baik. 1139-71.. 1147. 1244. 76. 1367. (KUHPerd. seperti misalnya jangka waktu penyelenggaraan pengangkutannya dan penggantian kerugian dalam hal kelambatan... 1800 dst. 1792 dst. dan bila diminta.) Pasal 88. Ia juga harus menanggung kerusakan atau kehilangan barang-barang dagangan dan barang-barang sesudah pengirimannya yang disebabkan oleh kesalahan atau keteledorannya. juga tentang nilainya. 90. Surat muatan merupakan perjanjian antara pengirim atau ekspeditur dan pengangkut atau juragan kapal. KUHD 6 dst. 95. (KUHD 91 dst. dan meliputi selain apa yang mungkin menjadi persetujuan antara pihak-pihak bersangkutan.

maka ketentuanketentuan dalam pasal-pasal 56. bila pemberi amanat tidak memenuhi tagihan-tagihan komisioner itu terhadapnya dan yang menurut pasal 80 diberi hak mendahului. 1906-348. 82 dan 83 sama sekali tidak mengurangi hak menahan yang diberikan kepada komisioner oleh pasal 1812 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. S. 76. (s. atau kalau tidak demikian. mengadakan perjanjian tanpa menjadikannya sebagai perusahaan. Pemberian wewenang-wewenang tersebut dalam pasal 81.t. Seorang komisioner yang untuk pemberi amanat telah membeli barang-barang dan menerimanya. (s. (KUHPerd.) Pasal 85a. bila tiap-tiap hari ada pos ataupun telegrap. dengan pos pertama yang berangkat.) . KUHPerd.. 1794. 1938-276. Pasal 85.u. S.d. maupun tentang penjualan yang telah terjadi berdasarkan izin itu paling lambat hari berikutnya. dapat diberi kuasa oleh raad van justitie tempat tinggalnya dengan cara seperti ditentukan dalam pasal di atas untuk menjual barangbarang itu.) Pasal 83.Komisioner tersebut berkewajiban untuk memberitahukan kepada pemberi amanat baik tentang permohonan izin itu. 78. (KUHD 81. (KUHD 6 dst.d. 82 dan 83.) Dalam hal pailitnya pemberi amanat. 85a. (KUHD 76-79. maka terhadapnya bertaku juga pasal-pasal 77. Alinea terakhir pasal 82 berlaku terhadap hal ini.) Bila seseorang atas namanya sendiri atau firmanya dan dengan mendapat upah atau provisi tertentu. 1366 dst. dg.) Pasal 84. 80 sampai dengan 85. atas order dan atas beban orang lain. 1792. dg. Penundaan pembayaran yang diberikan kepada pihak pemberi amanat tidak menjadi halangan baginya untuk menggunakan wewenang-wewenang yang diberikan kepadanya oleh pasal-pasal 81. 240 dan 241. 57 dan 58 peraturan kepailitan mengenai pihak pemegang gadai atau pihak yang berutang berlaku bagi dan terhadap komisioner. Pemberitahuan dengan telegrap atau dengan surat tercatat berlaku sebagai pemberitahuan yang sah.

(KUHPerd. Ia tidak mempunyai hak mendahului seperti dimaksud dalam pasal-pasal berikut. KUHD 81 dst. maka dengan memperlihatkan surat-surat bukti yang perlu. atau untuk disimpan sampai penentuan lebih lanjut..Pasal 79.) Pasal 82. biayabiaya dan provisi-provisi. Akan tetapi bila seorang komisioner telah bertindak atas nama pemberi amanat. atas surat permohonan sederhana komisioner dapat memperoleh izin dari raad van justitie tempat tinggalnya untuk menjual barang-barang itu seluruhnya atau sebagian dengan cara yang ditentukan dalam surat keputusan hakim. demikian juga untuk perikatan-perikatannya yang masih berjalan. KUHD 85a. maka hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. dan yang disebut pertama tidak memenuhi tagihantagihan komisioner terhadapnya yang diberi hak mendahului oleh pasal 80. 1425 dst. Untuk tagihan-tagihan terhadap pemberi amanat sebagai komisioner. atau bila amanat untuk menjualnya sudah dihapus. KUHD 80 dst. dengan amanat untuk menyimpannya sampai ketentuan lebih lanjut atau membatasi kekuasaan komisioner untuk menjualnya. 85a. juga terhadap pihak ketiga. 1139-41. maka komisioner membayar pada dirinya sendiri jumlah tagihan-tagihannya yang ada hak mendahuluinya menurut pasal tersebut. 1134.. 85. diatur oleh ketentuan-ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Perdata dalam Bab "Pemberian Amanat". komisioner mempunyai hak mendahului atas barang-barang yang telah dikirim kepadanya oleh pemberi amanat untuk dijual. (KUHPerd.) Pasal 80. Bila barang-barang yang dimaksud dalam pasal 80 dijual dan diserahkan atas nama pemberi amanat.. . atau yang telah dibeli olehnya untuk pemberi amanat dan telah diterimanya. (KUHPerd. 1792 dst. 51 dan 7'. kecuah dari pasal 1139-10 dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata. yang diambilkan dari hasil penjualannya. Hak mendahului ini mengalahkan segala hak lainnya. selama barang-barang itu masih ada dalam kekuasaannya. demikian pula dalam hal uang yang telah dibayarkan lebih dahulu. 1812. Bila pemberi amanat telah mengirimkan barang-barang kepada komisioner. bunga-bunga.) Pasal 81.

S. 1792 dst. 262. (s.) Pasal 75. seperti halnya pihak yang bertindak dengan komisioner tidak dapat menuntut pemberi amanat.. (KUHPerd. 1916. 1802. Komisioner tidak berkewajiban untuk memberitahukan kepada orang dengan siapa ia bertindak tentang yang menanggung beban tindakannya itu. dg. dan dengan mendapat upah atau provisi tertentu. atas order dan atas beban pihak lain. 1812.u. Seorang kasir yang menangguhkan pembayarannya atau jatuh pailit dianggap karena kesalahannya sendiri menjatuhkan usahanya. KUHD 6 dst. 59.Pasal 74.d. 1694 dst.. (KUHPerd.. 1938-276.. 79.) Pasal 77. KOMISIONER. (KUHPerd. KUHD 78. Ia langsung bertanggungjawab terhadap sesama rekan dalam perjanjian seolaholah tindakan itu urusannya sendiri. 62. Pasal 76. 1792 dst. 240. (KUHPerd. Bagian 1. Pemberi amanat tidak mempunyai hak tagihan terhadap pihak dengan siapa komisioner bertindak. PENGANGKUT DAN JURAGAN KAPAL YANG MENGARUNGI SUNGAI-SUNGAI DAN PERAIRAN PEDALAMAN. 85a.) Pasal 78. EKSPEDITUR. 1799. Kasir adalah orang yang diserahi kepercayaan untuk menyimpan dan membayarkan uang dengan mendapat upah atau provisi tertentu. (KUHPerd.) Komisioner adalah orang yang menyelenggarakan perusahaannya dengan melakukan perjanjian-perjanjian atas namanya sendiri atau firmanya. 85a.) . Komisioner. KUHD 6 dst.) BAB V.

(KUHD 65. 187. KUHD 62. Setelah menutup jual-beli surat wesel atau efek lain semacam itu yang dapat diperdagangkan. menurut keadaan. 1801. akan dihentikan sementara dari tugasnya oleh kekuasaan umum yang mengangkat mereka. Pasal 70. dan kemudian dapat dihentikan dari jabatannya oleh hakim. Seorang makelar dihentikan sementara dari tugasnya oleh keadaan pailit. 178. (KUHD 71 dst. makelar menyerahkannya kepada pembeh.) Pasal 71. harus dipecat dari jabatannya. 506 dst. demikian pula penggantian biaya-biaya. 65 dst. maka para makelar harus menyimpan contoh dari tiap-tiap partai barang yang telah dijual atas dasar contoh dengan perantaraan mereka. kerugiankerugian dan bunga-bunga yang menjadi kewajibannya sebagai penerima amanat. (KUHD 62. dengan dibubuhi catatan yang cukup untuk mengenalinya. Dalam hal pelanggaran larangan yang termuat dalam pasal 65 alinea kedua.) Pasal 73. Makelar yang telah dihentikan dari jabatannya tak dapat sama sekali dikembalikan ke dalam jabatannya. 71. . (KUHPerd. 69. seorang makelar yang telah dinyatakan pailit. 100. atau dihentikan dari jabatannya.Bila tidak dibebaskan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. sejauh mengenai mereka. dengan tidak mengurangi hukuman-hukuman yang ditentukan untuk itu. 110113. bertanggung jawab atas kebenaran tanda tangan penjual yang ada di atasnya.) Pasal 72.. hingga pada waktunya terselenggara penyerahan.) Bagian 3. Kasir. 1803. para makelar yang bersalah karena melanggar salah satu ketentuan yang diatur dalam bagian ini.

jumlahnya dan harga barangnya. atau catatancatatan pinggir.) Pasal 68. petikan-petikan dari buku mereka yang berisi segala sesuatu yang mereka catat berkenaan dengan perbuatan yang menyangkut pihak tersebut. 71 dst. garis-garis sela. tanpa bidang-bidang kosong. dan selanjutnya setiap hari memindahkannya ke dalam buku-harian mereka.) Pasal 69. atau dalam akta pengangkatan disebutkan bidang atau bidang-bidang apa saja pekerjaan makelar itu boleh dilakukan. (KUHD 66. ataupun secara berkongsi. 1905. (KUHD 6.Pengangkatan makelar adalah umum.) Pasal 66. Dalam bidang atau bidang-bidang di mana ia menjadi makelar. dilakukannya perbuatan dan penyerahannya. (KUHD 12. mengenai harga beserta syarat-syaratnya yang menjadi dasar pelaksanaan perbuatan itu. sifatnya. baik sendiri maupun dengan perantaraan pihak lain. para makelar diwajibkan untuk segera mencatat setiap perbuatan yang dilakukan dalam buku-saku mereka. KUHPerd. waktu perbuatan atau waktu penyerahan. (KUHPerd.) Hakim dapat memerintahkan para makelar untuk membuka buku-bukunya di hadapan pengadilan untuk mencocokkan petikan-petikan yang dikeluarkan dengan aslinya.) Pasal 67. dan mereka dapat menuntut pewelasan tentang itu. yaitu dalam segala bidang. Bila perbuatannya tidak seluruhnya dipungkiri. ataupun menjadi penjamin perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan perantaraan mereka. ataupun bersama-sama dengan pihak-pihak lain.. dan semua persyaratan perbuatan yang dilakukan. 1468 dst. para makelar diwajibkan untuk memberikan kepada pihak-pihak yang bersangkutan setiap waktu dan begitu mereka ini menghendaki. 64. dengan menyebutkan dengan jelas nama-nama pihak-pihak yang bersangkutan. Ia tidak diperbolehkan berdagang. maka catatan-catatan yang dipindahkan oleh makelar dari buku-sakunya ke buku-hariannya merupakan bukti antara pihak-pihak yang ber-sangkutan mengenai waktu. inengenai sifat-sifat danjumlah barangnya. (KUHD 62. .

) Pasal 64. Perbuatan-perbuatan para pedagang perantara yang tidak diangkat dengan cara demikian tidak mempunyai akibat yang lebih jauh daripada apa yang ditimbulkan dari perjanjian pemberian amanat. Bagian 2. 1938-276. Pasal 62. mereka harus bersumpah di depan raad van justitie di mana Ia termasuk dalam daerah hukumnya. perkreditan dengan jaminan kapal dan pemuatan kapal. 1792 dst. dg. asuransi. . surat-surat order dan surat-surat dagang tainnya. bahwa mereka akan menunaikan kewajiban yang dibebankan dengan jujur. kapal-kapal. (s. (KUHPerd.. perutangan uang dan lain sebagainya. S. 681. (KUHPerd.. 1920-69.) Pasal 63. S. Sebelum diperbolehkan melakukan pekerjaan. 1155. 389.d. atas amanat dan atas nama orang-orang lain yang dengan mereka tidak terdapat hubungan kerja tetap. KUHD 67 dst.) Makelar adalah pedagang perantara yang diangkat oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau oleh penguasa yang oleh Presiden dinyatakan berwenang untuk itu. 681 dst.) Pasal 65. dan segala sesuatu yang berkenaan dengan ketertibannya yang baik diatur oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Keuangan) dengan peraturan tersendiri.u. 1078. (KUHPerd. Mereka menyelenggamkan perusahaan mereka dengan melakukan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam pasal 64 dengan mendapat upah atau provisi tertentu. Makelar. 1078.Jam mulai diadakan dan berakhirnya bursa. 71 dst. surat-surat wesel. KUHD 62. saham-saham dalam dana umum dan efek tainnya dan obligasi. 1906-335. menyelenggarakan diskonto. Pekerjaan makelar terdiri dari mengadakan pembelian dan penjualan untuk majikannya atas barang-barang dagangan. KUHD 59.

Dari perundingan-perundingan dan kesepakatan-kesepakatan yang diadakan pada bursa disusunlah ketentuan-ketentuan kurs-kurs wesel. BAB IV. makelar. harga barang-barang dagangan. (KUHD 52. 99. Perseroan yang dibubarkan dibereskan oleh para pengurus. biaya pengangkutan laut dan darat. Rv. (KUHPerd.. Bursa Perdagangan. Rv.) Pasal 60. obligasi dalam dan luar negeri. 595-31. KUHD 15 13 .) Ketentuan pasal 35 berlaku untuk hal ini. (KUHPerd. Bagian 1. KUHD 61. 1155.) Pasal 56. (KUHD 32 dst. 621 dst. 1938-276. Dihapus dg. BURSA PERDAGANGAN. s. 764 dst. Hal itu diselenggarakan atas kekuasaan Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Keuangan). 1156. juragan kapal. 398. 262. 539-571. 1077. 389. dengan jangka waktu tertentu yang ditetapkan dalam akta. dan surat-surat berharga lainnya yang dapat digunakan untuk menetapkan kurs. asuransi-asuransi dan muatan janji laut. . kecuali bila dalam akta hal itu ditentukan cara lain. 1427. 57 dan 58. Pasal 59. dana-dana. Rv.) Pasal 61. kasir dan orang-orang lain yang bersangkut-paut dengan perdagangan.menyediakan suatu perhitungan untuk diperiksa dan memberitahukannya kepada para pesero. MAKELAR DAN KASIR. Bursa perdagangan adalah pertemuan para pedagang. Kurs-kurs atau harga-harga yang bermacam-macam itu disusun menurut peraturan atau kebiasaan setempat.

(s. dengan atau tanpa para suatu benda yang sama. maupun dengan mengirimkan suatu daftar kepada masing-masing pesero.u. (3) Dalam hal modal perseroan terbagi dalam saham-saham dengan harga nominal yang berbeda.Pasal 53. maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sebanyak djumlah saham yang dimilikinja.t. dg. Setiap pemegang saham sekurang-kurangnja berhak mengeluarkan satu suara.) (1) Hanya pemegang saham yang berhak mengeluarkan suara. maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sebanjak kelipatan dari harga nominal saham yang terkecil dari perseroan terhadap keseluruhan djumlah harga nominal dari saham yang dimiliki pemegang. UU No. Sisa suara yang belum mencapai satu suara tidak diperhitungkan. 253. kecuali para pesero dalam akta dengan perjanjian tegas komisaris. (5) Tidak seorang pengurus atau komisaris dibolehkan bertindak sebagai kuasa dalam pemungutan suara. (4) Pembatasan mengenai banjaknja suara yang berhak dikeluarkan oleh pemegang saham dapat diatur dalam akta pendirian. yang tidak boleh dilampaui untuk mengasuransikan telah menyerahkan kepada keputusan para pengurus. 4/1971.) Pasal 54. Pada perseroan asuransi atas benda-benda tertentu harus ditentukan dalam akta suatu maksimum. Pasal 55. ataupun dengan .. (2) Dalam hal modal perseroan terbagi dalam saham-saham dengan harga nominal yang sama. para pengurus diwajibkan setiap tahun membuat laporan tentang laba dan rugi yang diperoleh atau diderita dalam tahun yang telah lampau. dengan ketentuan bahwa seorang pemegang saham tidak dapat mengeluarkan lebih dari enam suara apabila modal perseroan terbagi dalam seratus saham atau lebih. dan tidak dapat mengeluarkan lebih dari tiga suara apabila modal perseroan terbagi dalam kurang dari seratus saham. LN. (KUHD 246 dst. 1971-20. Laporan itu dapat dilakukan.d. baik dalam rapat umum.

) Pasal 49.) Pasal 50. (KUHD 48. 1937-572. dan dengan demikian sama sekali tidak ikut serta dalam pengurusan. (KUHD 36 dst. (s. (KUHD 49. Bila pekerjaan para komisaris hanya terbatas pada pengawasan terhadap para pengurus. maka mereka dalam akta dapat diberi kuasa untuk memeriksa dan mengesahkan perhitungan dan pertanggungjawaban para pengurus. pemeriksaan dan pengesahan itu harus dilakukan oleh para pesero atau orang-orang yang ditunjuk dalam akta.) Pasal 51. selanjutnya akan ditentukan suatu jangka waktu. (KUHD 41. Dalam akta itu tidak boleh diperjanjikan bunga tetap.) Izin termaksud dalam pasal 36 tidak akan diberikan. (KUHD 43 dst. S. atas nama para pesero. Dalam hal yang sebaliknya.u. 50. 1938-161. dg.d. bahwa pembagian-pembagian itu tidak akan melebihi suatu jumlah tertentu. 54 dst. dimana sisa sero-sero atau saham-saham harus sudah ditempatkan.) . 55. Jangka waktu itu atas permohonan para pendiri selalu dapat diperpanjang oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau oleh pejabat yang berwenang atas penunjukan Presiden berdasarkan pasal 36 alinea kedua. kecuali bila ternyata bahwa para pendiri pertama bersama-sama mewakili paling sedikit seperlima dari modal perseroan. Perseroan itu tidak akan dapat mulai berjalan sebelum paling sedikit sepuluh persen dari modal bersama disetor..digunakan untuk menutupi kekurangan uang itu untuk sebagian atau untuk seluruhnya. S. diambil dari pendapatan setelah dipotong Akan tetapi dapat diadakan perjanjian. Pembagian-pembagiannya harus dengan segala pengeluaran.) Pasal 52.

Perseroan itu diurus oleh para pengurus. dan demikian pula dalam surat kabar resmi. 45. (KUHPerd. bahwa telah diderita kerugian sebesar lima puluh persen dari modal perseroan. 1800 dst.. mereka tidak bertanggung jawab secara pribadi terhadap pihak ketiga atas perikatan perseroan. Akan tetapi bila mereka melanggar suatu ketentuan dalam akta atau perubahan syarat-syaratnya yang diadakan kemudian.) Pasal 48. aktanya harus memuat ketentuan-ketentuan untuk membentuk kas cadangan yang dapat . 1636. 48. maka perseroan itu demi hukum bubar. KUHD 38. Bila kerugian itu berjumiah twuh puluh lima persen. dengan tidak mengurangi kemungkinan untuk memperparoangnya. para pengurus tidak bertanggungiawab lebih daripada untuk menunaikan sebaikbaiknya tugas yang diberikan kepada mereka. 47. maka mereka terhadap pihak ketiga bertanggungjawab masing-masing secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya untuk kerugian-kerugian yang diderita oleh pihak ketiga karenanya. 1814 dst. atau lain-lainnya yang diangkat oleh para pesero. (KUHPerd. Perseroan terbatas itu harus didirikan untukiangka waktu tertentu. setiap kaii setelah waktu itu lampau. (KUHPerd. 38. 52. dengan atau tanpa menerima upah.. maka mereka berkewajiban untuk mengumumkannya dalam register yang diselenggarakan untuk itu pada kepaniteraan raad van justitie. 1646-l'. Untuk menghindari pembubaran menurut peraturan tersebut di atas. KUHD 39.) Pasal 47. 54 dst. (KUHD 39. dengan atau tanpa pengawasan komisaris. KUHD 17.) Pasal 46. para pengurus tak dapat diangkat dengan cara yang tidak dapat ditarik kembali. 55.) Pasal 45. Bila nyata bagi para pengurus. para pesero. dan para pengurus bertanggungiawab terhadap pihak ketiga atas perjanjian-perjanjian yang telah mereka adakan setelah mereka tahu atau harus mereka tahu tentang kerugian itu.

maka para pengurus atas perbuatan mereka. KUHD 43. 50 dst. 1977. Modal perseroan dibagi atas sahain-saham atau Sero-sero atas nama atau blangko.) Pasal 42. 1977. tetap bertanggungjawab atas penyetoran jumlah yang terutang pada perseroan. KUHD 41. kecuali bila pengurus dan para komisaris.) 40. (KUHD 45.) Pasal 41.SegaIa sesuatu yang tersebut di atas berlaku terhadap perubahan-perubahan dalam syarat-syarat. Dalam akta ditentukan cara bagaimana sero-sero atau saham-sahan atas nama dioperkan. atau ahli waris mereka atau mereka yang memperoleh hak. hal itu dapat dilakukan dengan Pemberitahuan suatu pernyataan kepada para pengurus dari Pesaro bersangkutan dan pihak peneiima pengoperan.) Pasal 44. 6-7.) Pasal 43. Rv. Pasal 39. 613 dst. (KUHPerd. 833. 47. Selama peadaftaran dan pengumuman seperti yang termaktub dalam pasal yang lalu belum terjadi. . dan demikian pesero lama menjadi bebas dari egaIa tanggungjawab. Bila jumlah penuh sero atau saham demikian belum disetor. (KUHD 42. (KUHPerd. 955. terikat secara pribadi untuk keseluruhannya terhadap pihak ketiga. (KUHPerd. 47.. atau pada perpanJangan waktu perseroan. 1417. atau dengan pernyataan seperti itu yang dimuat dalam buku-buku perseroan itu dan ditandatangani oleh atau atas nama kedua belah pihak. Tiada sero atau sabam blangko dapat dikeluarkan sebelum jumlah sepenuhnya disetor dalam kas perseroan. para pesero aslinya. bila ini ada. Ketentuan-ketentuan pasal 25 berlaku juga terhadap ini. menyatakan dengan tegas persetujuan mereka untuk menerima baik penerima hak yang baru itu. para pesero atau pemegang saham atau sero tidak bertanggung jawab lebih daripada jumlah penuh saham-saham itu.

) Bila perseroan itu tidak bertentangan dengan kesusilaan atau dengan ketertiban umum.u. maka perseroan tidak dapat dibubarkan atas kekuasaan umum. S. dg. (KUHD 22 dst. dan tak memakai nama salah seorang atau lebih dari antara para pesero. 1938-276.d. alasan-alasannya diberitahukan kepada para pemohon agar diketahuinya..) Pasal 37.) Perseroan terbatas tidak mempunyai firma.d. menyatakan. (s.) . Rv. 1937-572.. kecuali setelah Hooggerechtshof (kini: Mahkamah Agung). 48 dst. 1870-64. (AB. 1653.d. bila ada alasan-alasannya. KUHPerd. dg. KUHD 45. pun pula aktanya tidak memuat ketentuanketentuan yang berlawanan dengan hal-hal yang diatur dalam pasal 38 sampai dengan pasal 55. 1335. kecuab sekiranya pemberitahuan itu dianggap tidak seyogyanya. 1937-572. S. 1937-572. 105. 23.) para pesero diwajibkan untuk mendaftarkan akte itu dalam keseluruhannya beserta izin yang diperolehnya dalam register yang diadakan untuk itu pada panitera raad van justitie dari daerah hukum tempat kedudukan perseroan itu. dg. 50. yang pendapatnya dalam hal ini harus didengar. 51. 56.dg. Akta perseroan itu harus dibuat dalam bentuk otentik dengan ancaman akan batal. 52 dst. S. 1946-135. Bila izin itu tidak diberikan.u. 1923-548. dan selain itu tidak ada keberatankeberatan yang penting terhadap pendiriannya. akta pendiriannya atau rencana pendiriannya harus disampaikan kepada Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau penguasa yang ditunjuk oleh Presiden untuk memperoleh izinnya. S. S. bahwa para pengurusnya telah tidak memenuhi ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat akta perseroan itu. 42.) Pasal 38.. Untuk tiap-tiap perubahan syarat-syarat dan untuk perpanjangan waktu perseroan.) (s. 99.u. (KUHD 3 dst. 82. dan mengumumkannya dalam surat kabar resmi.) Sebelum perseroan tersebut dapat didirikan. (s. S. bila menurut pertimbangan Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Kehakiman) hal itu dianggap perlu untuk kepentingan umum.. (Ov. 58. melainkan mendapat namanya hanya dari twuan perusahaan saja. S. Pemberian izin itu.(s. KUHD 23. harus juga terdapat izin seperti itu. dapat digantungkan pada syarat bahwa perseroan itu akan bersedia dibubarkan. maka izinnya diberikan.d. 37. Bila izin itu diberikan tanpa syarat.u. 594.

Uang yang selama pemberesan dapat dikeluarkan dari kas perseroan. 1652. 56. 1801 dst. 99. Setelah pemberesan dan pembagian itu. bila tidak ada perjanjian yang menentukan lain. Rv.) Bagian 3. (KUHD 18. (KUHPerd. harus dibagikan sementara. . raad van justitie mengambil keputusan sedemikian yang menurut pendapatnya paling layak untuk kepentingan perseroan yang dibubarkan itu. KUHD 12. Bila keadaan kas perseroan yang dibubarkan tidak mencukupi untuk membayar utang-utang yang telah dapat ditagih. maka buku-buku dan surat-surat yang dulu menjadi milik perseroan yang dibubarkan itu tetap ada pada pesero yang terpilih dengan suara terbanyak atau yang ditunjuk oleh raad van justitie karena macetnya pemungutan suara.. KUHD 17. Perseroan Terbatas. (Mengenai Maskapai Andil Indonesia dan perubahan Perseroan Terbatas menjadi Maskapai Andil Indonesia.termasuk para pesero komanditer) mengangkat seorang pengurus lain dengan pemungutan suara seorang demi scorang dengan suara terbanyak. Jika pemungutan suara macet. (KUHD 33. lihat S.) Pasal 35.) Pasal 34. 1652. 1885. 20. 6-50. dengan tidak mengurangi kebebasan para pesero atau para penerima hak untuk melihatnya. maka mereka yang bertugas untuk membereskan keperluan itu dapat menagih uang yang seharusnya akan dimasukkan dalam perseroan oleh tiap-tiap pesero menurut bagiannya masingmasing. (KUHPerd. 22.) Pasal 33. 56.) Pasal 36. 31. 22. 1939-569.

baik atas kekuatan perjanjian pendiriannya maupun bila diizinkan dengan tegas oleh bekas pescro yang namanya disembut di situ. Pada pembubaran perseroan. bahwa pembubaran. KUHD 30 dst. dan dalam hal itu ulituk membuktikannya harus dibuat akta. KUHD 22. (KUHPerd. serta dengan ancaman hukuman yang tercantum dalam pasal 29. jikalau pesero yang mengundurkan diri sebagai pesero firma menjadi pesero komanditer.) Pasal 32. kecuali bila dalam perjanjiannya ditentukan lain .) Pasal 30. maka terhadap pihak ketiga berlaku ketentuan-ketentuan yang berkenaan dengan pasal yang lalu yang dicantumkan dalam surat kabar resmi. KUHD 26. Kelalaian dalam hal itu mengakibatkan. 30. (KUHPerd. para ahli waiisnya tidak menentangnya. diadakanjuga dengan akta otentik. Pembubaran sebuah perseroan firma sebelum waktu yang ditentukan dalam perjanjian. perpanjangan waktu setelah habis waktu yang ditentukan. Dalam hal adanya perbedaan antara yang didaftarkan dan yang diumumkan. pelepasan diri. 1651. (KUHPerd. dan mendaftarkannya dan mengumumkannya dalam surat kabar resmi atas dasar dan dengan cara yang ditentukan dalam pasal 23 dan berikutnya. para pesero yang tadinya mempunyai hak mengurus harus membereskan urusan-urusan bekas perseroan itu atas nama firma itu juga. atau bila dalam hal adanya kematian.ditentukan dan dianggap tiada seorang pesero pun yang dilarang melakukan hak untuk bertindak dan bertandatangan untuk firma itu.. 1646 dst. atau seluruh pesero (tidak . penghentian atau perubahan itu tidak berlaku terhadap pihak ketiga. Ketentuan pasal 20 alinea pertama tidak berlaku. atau terjadi karena pelepasan diii atau penghentian. Firma dari suatu perseroan yang telah dibubarkan dapat dilanjutkan oleh seorang atau lebih. Terhadap kelalaian mendaftarkan dan mengumumkan dalam hal perpanjangan waktu perseroan. 26. dan terhadap ini berlaku ketentuan-ketentuan pendaftaran dan pengumuman dalam surat kabar resmi seperti telah disebut. berlaku ketentuan-ketentuan pasiti 29. 1916. 39..) Pasal 31. demikian puia segala perubahan yang diadakan dalam petia4ian yang asfi yang berhubungan dengan pihak ketiga.

dengan menunjukkan cabang khusus itu. 2. S.) Pasal 29. dianggap didirikan untuk waktu yang tidak . Di samping itu para pesero wajib untuk mengumumkan petikan aktanya dalam surat kabar resmi sesuai dengan ketentuan pasal 26.) Pasal 26.) 3. 105.) Petikan yang disebut dalam pasal 24 harus memuat: 1. saat mulai berlakunya perseroan dan saat berakhirnya. 444.) Pasal 28. (s. (KUHD 17. 1938-276. Pendaftarannya harus diberi tanggal dari hari pada waktu akta atau petikannya itu dibawa kepada panitera. pada umumnya. 38. S. nama. dan dapat memperoleh sahnannya atas biaya sendiri. bagian-bagian dari perjanjiannya yang harus dipakai untuk menentukan hak-hak pihak ketiga terhadap para pesero. ataukah terbatas pada suatu cabang khusus dari perusahaan tertentu. maka perseroan firma itu terhadap pihak ketiga dianggap sebagai perseroan umum untuk segala urusan.) penunjukan para pesero. yang tidak diperkenankan bertandatangan atas nama firma. (KUHD 38.d.u. pernyataan firmanya dengan menunjukkan apakah perseroan itu umum. KUHPerd. (KUHD 23. KUHD 29. 4.) Selama pendaftaran dan pengumuman belum terjadi. 1851-27 pasal 7. dg. Setiap orang dapat memeriksa akta atau petikannya yang terdaftar. dan dalam hal terakhir. dan selanjutnya. 1938-276. (Ov. dg. nama kecil.d.Pasal 25. (KUHD 27 dst.u. 1036. Pasal 27. 5. S. pekerjaan dan tempat tinggal para pesero firma. (s.

Pasal 20. Dengan tidak mengurangi kekecualian yang terdapat dalam pasal 30 alinea kedua, maka nama pesero komanditer tidak boleh digunakan dalam firma. (KUHD 19-21.) Pesero ini tidak boleh melakukan tindakan pengurusan atau bekerja dalam perusahaan perseroan tersebut, biar berdasarkan pemberian kuasa sekalipun. (KUHD 17, 21, 32.) Ia tidak ikut memikul kerugian lebih daripada jumlah uang yang telah dimasukkannya dalam perseroan atau yang harus dimasukkannya, tanpa diwajibkan untuk mengembalikan keuntungan yang telah dinikmatinya. (KUHPerd. 1642 dst.)

Pasal 21. Pesero komanditer yang melanggar ketentuan-ketentuan alinea pertama atau alinea kedua dari pasal yang lain, bertanggungjawab secara tanggung-renteng untuk seluruhnya terhadap semua utang dan perikatan perseroan itu. (KUHD 18.)

Pasal 22. Perseroan-perseroan firma harus didirikan dengan akta otentik, tanpa adanya kemungkinan untuk disangkalkan terhadap pihak ketiga, bila akta itu tidak ada. (KUHPerd. 1868, 1874, 1895, 1898; KUHD 1, 26, 29, 31.)

Pasal 23. para pesero firma diwajibkan untuk mendaftarkan akta itu dalam register yang disecliakan untuk itu pada keparliteraan raad van justitie (pengadilan negeri) daerah hukum tempat kedudukan perseroan itu. (Ov. 82; KUHPerd. 152; KUHD 24, 27 dst., 30 dst., 38 dst.; S. 1946-135 pasal 5.)

Pasal 24. Akan tetapi para pesero firma diperkenankan untuk hanya mendaftarkan petikannya saja dari akta itu dalam bentuk otentik. (KUHD 26, 28.)

undang ini dan oleh Kitab Undang-undang Hukum Perdata. (KUHPerd. 1618 dst., KUHD 1.

Bagian 2. Perseroan Firma Dan Perseroan Dengan Cara meminjamkan Uang Atau Disebut Perseroan Komanditer.

Pasal 16. (s.d.u. dg. S. 1938-276.) Perseroan Firma adalah suatu perseroan yang didirikan untuk melakukan suatu usaha di bawah satu nama bersama. (KUHD 19 dst., 22 dst., 26-11, 29; Rv. 6-5o, 8-2 o, 99.)

Pasal 17. Tiap-tiap pesero kecuali yang tidak diperkenankan, mempunyai wewenang untuk bertindak, mengeluarkan dan menerima uang atas nama perseroan, dan mengikat perseroan kepada pihak ketiga, dan pihak ketiga kepada perseroan. tindakantindakan yang tidak bersangkutan dengan perseroan, atau yang bagi para pesero menurut perjanjian tidak berwenang untuk mengadakannya, tidak dimasukkan dalam ketentuan ini. (KUHPerd. 1632, 1636, 1639, 1642; KUHD 20, 26, 29, 32.)

Pasal 18. Dalam perseroan firma tiap-tiap pesero bertanggungjawab secara tanggungrenteng untuk seluruhnya atas perikatan-perikatan perseroannya. (KUHPerd. 1282, 1642, 1811.)

Pasal 19. Perseroan yang terbentuk dengan cara meminjamkan uang atau disebut juga perseroan komanditer, didirikan antara seseorang atau antara beberapa orang pesero yang bertanggung-jawab secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya, dan satu orang atau lebih sebagai pemberi pinaman uang. Suatu perseroan dapat sekaligus berwujud perseroan firma terhadap peseropesero firma di dalamnya dan perseroan komanditer terhadap pemberi pinjaman uang. (KUHD. 16, 20, 22 dst.)

Dari tidak dipenuhinya perintahnya itu, hakim bebas untuk mengambil kesimpulan yang sebaiknya menurut pendapatnya. (KUHPerd. 1888, 1915 dst.; KUHD 67.)

Pasal 9. Bila buku-buku, naskah atau surat-surat berada di tempat lain daripada tempat kedudukan hakim yang mengadili perkara itu, maka ia dapat mengamanatkan kepada hakim dari tempat lain untuk menyelenggarakan pemeriksaan yang dikehendaki terhadap hal itu dan membuat berita acara tentang pendapatpendapatnya serta mengirimkannya. (RO. 33; KUHD 35.)

10 dan 11. Dihapus dg. S. 1927-146.

Pasal 12. (s.d.u. dg. S. 1927-146; S. 1938-276.) Tiada seorang pun dapat dipaksa untuk memperlihatkan pembukuarinya kecuali untuk mereka yang mempunyai kepentingan langsung sebagai ahli waris, sebagai pihak yang berkepentingan dalam suatu persekutuan, sebagai pesero, sebagai pengangkat Pimpinan perusahaan atau pengeloIa dan akhirnya dalam hal kepailitan. (KUHPerd. 573, 1082; KUHD 35, 67.)

13. Dihapus dg. S. 1927-146.

BAB III. BEBERAPA JENIS PERSEROAN. Bagian 1. Ketentuan-ketentuan Umum.

14. Dihapus dg. S. 1938-276.

Pasal 15. (s.d.u. dg. S. 1938-276.) Perseroan-perseroan yang disebut dalam bab ini dikuasai oleh perjanjian pihak-pihak yang bersangkutan, oleh Kitab Undang-

S.) Setiap orang yang menjalankan perusahaan diwajibkan untuk menyelenggarakan catatan-catatan menurut syarat-syarat perusahaannya tentang keadaan hartanya dan tentang apa yang berhubungan dengan perusahaannya. 1938-276. kepada masing-masing pihak atau kepada salah satu pihak untuk membuka bukubuku yang diselenggarakan. dengan cara yang sedemikian sehingga dari catatan-catatan yang diselenggarakan itu sewaktu-waktu dapat diketahui semua hak dan kewajibannya. KUHP 396 dst. dg. (KUHPerd. Hakim dapat mendengar para ahli mengenai sifat dan isi surat-surat yang diperlihatkan. 66. 86. (s.u. agar dapat dilihat di dalamnya atau dibuat petikan-petikannya sebanyak yang dibutuhkan berkenaan dengan soal yang dipersengketakan. baik pada sidang pengadilan maupun dengan cara seperti yang diatur dalam pasal-pasal 215 sampai dengan 229 Reglemen Acara Perdata. dg.u.) Ia diwajibkan dalam enam bulan pertama dari tiap-tiap tahun untuk membuat neraca yang diatur menurut syarat-syarat perusahaannya dan menandatanganinya sendiri. hakim dapat menentukan atas permintaan atau karena jabatannya.d.) Ia diwajibkan menyimpan selama tiga puluh tahun. (KUHPerd. PEMBUKUAN. buku-buku dan surat-surat di mana ia menyelenggarakan catatan-catatan dimaksud dalam allnea pertama beserta neracanya. (s. (s.) . S. dan selama sepuluh tahun. hakim bebas untuk memberikan kepada pemegang-buku.u.d. Pasal 6.) Pasal 7. surat-surat dan naskah-naskah yang harus dibuat atau disimpan oleh mereka menurut pasal 6 alinea ketiga. (KUHD 35.) Sewaktu pemeriksaan perkara di sidang pengadilan berjalan. 1938-276. 1881.BAB II. 1938-276. 67.) Pasal 8. (Rv. 1881. 35.) Untuk kepentingan setiap orang. (KUHD 35. kekuatan bukti sedemikian rupa yang menurut pendapatnya harus diberikan pada masing-masing kejadian yang khusus. surat-surat dan telegram-telegram yang diterima dan salinan-salinan surat-surat dan telegiram-telegram yang dikeluarkan. 86. dg. 96. 348.d. S. KUHD 12.

maka Kitab Undang-undang Hukum Perdata berlaku juga terhadap hal-hal yang dibicarakan dalam K-itab Undang-undang ini. BUKU KESATU DAGANG PADA UMUMNYA Berdasarkan S. KETENTUAN UMUM.) Selama dalam Kitab Undang-undang ini terhadap Kitab Undang-undang Hukum Perdata tidak diadakan penyimpangan khusus. 119. 1924556. 1917-129. dg. . Anotasi: Seluruhnya KUHD ini berlaku untuk golongan Timur Asing bukan Tionghoa dan golongan Tionghoa.u. 168a. 85. KUHD 15. B. 754. 296. Pas. (AB. 1938-276. 1774. 286. S. (s.. 1847-23. S. 79 dst.d. KUHPerd. 1617. 747. kecuali dengan perubahan redaksional pasal 396.KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG (Wetboek van Koophandel voor Indonesie) S. 15. 1.) Alinea kedua gugur berdasarkan S. 1938-276. pasal 1. pasal I sub 21. 1878. S. 1938-276 yang berlaku mulai pada 17 Juli 1938 maka Bab I tentang Pedagang dan Perbuatan Dagang (pasal 2 sld 5) telah dihapus.