50 . 60 .

jumlah uang yang dipertanggungkan; premi pertanggunganriya. (KUHD 254, 256, 258, 302, 306.)

Pasal 305. Perencanaan jumlah uangnya dan penentuan syarat pertanggungannya, sama sekali diserahkan kepada persetujuan kedua belah pihak. (KUHPerd. 1780.)

Pasal 306. Bila orang yang jiwanya dipertanggungkan pada waktu pengadaan pertanggungan telah meninggal dunia , gugurlah perjanjian itu, meskipun tertanggung tidak dapat mengetahui tentang meninggalnya itu; kecuali bila dipersyaratkan lain. (KUHPerd. 1779; KUHD 251 dst., 269, 281.)

Pasal 307. Bila orang yang mempertanggungkanjiwanya bunuh diri atau dihukum mati, gugurlah pertanggungannya. (KUHD 276.)

Pasal 308. Dalam bagian ini tidak termasuk dana janda, perkumpulan-perkumpulan tunjangan hidup (tontine), perseroan pertanggungan jiwa timbal-balik, dan perjanjian lain semacam itu yang berdasarkan kemungkinan hidup dan kematian, yang untuk itu diharuskan mengadakan simpanan atau sumbangan tertentu atau kedua-duanya. (KUHD 286; S. 1870-64 pasal 10.)

Pasal 300. Pertanggungannya dapat diadakan untuk satu tahun atau lebih. Bila tidak ada penentuan waktu, dianggap bahwa pertanggungan itu diadakan untuk satu tahun. (KUHPerd. 1597.)

Pasal 301. Pada penyusunan penghitungan kerugian, dihitung berapa nilai hasil pada waktu dipanen atau dinikmati tanpa terjadinya bencana, dan nilainya setelah bencana itu. Penanggung membayar selisihnya sebagai ganti rugi. (KUHD 273 dst., 288.)

Bagian 3. Pertanggungan Jiwa.

Pasal 302. (s.d.u. dg. S. 1876-141.) Jiwa seseorang dapat dipertanggungkan untuk keperluan orang yang berkepentingan, baik untuk selama hidup ataupun untuk suatu waktu yang ditentukan dengan perjanjian. (KUHD 247 dst., 304-40.)

Pasal 303. Yang berkepentingan dapat mengadakan pertanggungan, bahkan di luar pengetahuan atau izin dari orang yang jiwanya dipertanggungkan.

Pasal 304. Polis itu memuat: 10 . 20 . 30 . 40 . hari pengadaan pertanggungan itu; nama tertanggung; nama orang yang jiwanya dipertanggungkan; waktu bahaya bagi penanggung mulai berjalan dan berakhir;

Kerugiannya dihitung menurut nilai barang-barang yang ada pada waktu ada kebakaran. (KUHPerd. 1940 dst.)

Pasal 296. Bila tidak diadakan persyaratan khusus dalam polis tentang barangbarang bergerak, harta dalam rumah, perkakas rumah dan perhiasan rumah, maka pernyataan-pernyataan itu diberi arti sedemikian seperti yang diuraikan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata Buku Kedua Bab I, Bagian 4. (KUHPerd. 512 dst.; KUHD 356-51.)

Pasal 297. Bila pada suatu hipotek antara debitur dan penagihnya dipersyaratkan, bahwa dalam hal ada kerugian menimpa persil yang dihipotekkan yang dipertanggungkan atau yang akan dipertanggungkan, uang asuransinya sampai jumlah utang dan bunga yang terutang, akan menggantikan hipotek itu, maka penanggung yang diberitahukan persyaratan itu wajib memperhitungkan ganti rugi yang terutang dengan penagih utang hipotek. (KUHPerd. 613, 1162 dst.; KUHD 268, 288; S. 1908-542 pasal 14.)

Pasal 298. Persyaratan dalam pasal di atas tidak mempunyai akibat, kecuali bila dan sepanjang penagih utang hipotek akan mendapat keuntungan, seandainya kerugian itu tidak terjadi. (KUHPerd. 1209 dst.)

Bagian 2. Pertanggungan Terhadap Bahaya yang Mengancam Hasil Pertanian yang Belum Dipaneni.

Pasal 299. Selain syarat-syarat yang tercantum dalam pasal 256, pohs itu harus menyatakan: 10 . 20 . letak dan batas-batas tanah yang hasilnya dipertanggungkan; penggunaannya. (KUHPerd. 1186-41; KUHD 247, 251, 254, 258, 263, 272, 287-10 dan 21; Rv. 101.)

disamakan dengan kerugianyang disebabkan oleh kebakaran. KUHD 2. 283. Onteig 84. atau sebab lainnya. meskipun meledaknya. 249. yang terjadi atas perintah pihak atasan untuk menahan menjalamya kebakaran yang terjadi. 638. (KUHD 287-20. Penanggung terbebas dari kewajibannya untuk memenuhi penggantian kerugian. Bila sebuah bangunan yang dipertanggungkan diperuntukkan bagi penggunaan lain. pecahnya atau sambaran itu tidak mengakibatkan kebakaran. dan karena itu besar kemungkinan bahaya kebakaran lebih banyak. bila tidak ada atau tidak lengkap alat-alat bukti yang dinyatakan dalam pasal-pasal 273. karena air atau alat lain yang digunakan untuk menahan atau memadamkan kebakaran itu. Kerugian yang disebabkan oleh kebakaran disamakan dengan kerugian sebagai akibat kebakaran. 290. penanggung tidak akan mempertanggungkan sama sekali atau tidak atas dasar syarat yang sama seperti itu.) Pasal 294. . bahwa kebakaran itu disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian besar tertanggung sendiri. maka berhentilah kewajibannya.Pasal 291. atau sebab lain. gudang atau tempat penyimpanan lain. (KUHPerd. (ISR. 274 dan 275.) Pasal 292.) Pasal 295. juga bila hal itu terjadi dari kebakaran dalam bangunan-bangunan yang berdekatan. 652 dst. 1366. Pasal 293. sambaran petir. selama pemadaman kebakaran atau penyelamatannya. bila ia membuktikan. juga kerusakan yang disebabkan oleh penghancuran seluruhnya atau sebagian barang yang dipertanggungkan. misalnya barang-barang yang dipertanggungkan berkurang atau membusuk. sehingga bila hal itu telah ada sebelum dipertanggungkan. hakim dapat memerintahkan tertanggung untuk bersumpah. 133. Pada pertanggungan atas barang-barang bergerak dan barang-barang dagangan dalam rumah. Demikian pula kerugian yang disebabkannya oleh ledakan mesiu. ketel uap. 276. atau hilangnya sesuatu dari barang itu karena pencurian.

101. 294. dengan cara apa pun terjadinya kebakaran itu.KUHD 247 dst. Dalam hal kedua. tetangga. kelalaian. bahwa uang yang harus dibayar olehnya. 300. KUHD 283. 637. kerugiannya dihitung dengan memperbandingkan nilai persil sebelum bencana. Pertanggungan dapat dilakukan untuk nilai penuh barang yang dipertanggungkan. hakim bahkan dapat memerintahkan kepada tertanggung atas tuntutan penanggung. dalam waktu yang ditentukan. (KUHPerd . 282. 688. yang dibebankan pada penanggung adalah semua kerugian dan kerusakan yang menimpa barang yang dipertanggungkan karena kebakaran yang disebabkan oleh cuaca yang sangat buruk atau peristiwa lain. musuh. Pada pertanggungan milik yang dibangun dipersyaratkan. akan diganti oleh penanggung. Penanggung mempunyai hak untuk mengawasi. kalau perlu oleh haldm.) Pasal 288. 286. bila ada alasannya. biasa atau tidak biasa.. KUHD 276. Rv. 253. Akan tetapi pada persyaratan itu pertanggungan sekali-kali tidak boleh melampaui tiga perempat biaya itu. untuk menjamin hal itu secukupnya. 272. 624 dst.) Pasal 290. 258. atau persil itu akan dibangun kembali atau diperbaiki paling tinggi sampai jumiah yang dipertanggungkan. perampok. penanggung wajib membangun kembali atau memperbaikinya.) . 293. sungguh digunakan untuk tujuan itu. (KUHD 53. dan kerugiannya diganti dengan uang tunai. bahwa biaya yang diperlukan untuk pembangunan kembali itu. 254. akan diganti kerugian yang diderita pada persil itu.1367. (KUHPerd.) Pasal 289. 302. direncanakan atau tidak direncanakan. tanpa ada yang dikecualikan. Dalam hal yang pertama. kesalahan atau kejahatan pelayan sendiri. 288. 256-30. dengan nilai sisanya segera setelah kebakaran. 291 dst. 1565.. apinya sendiri. Dalam hal persyaratan pembangunan kembali. 263. 284. 1241. dan lainlainnya dengan nama apa pun. dipersyaratkan oleh tertanggung.

igo6-348. TERHADAP BAHAYA-BAHAYA YANG MENGANCAM HASIL PERTANIAN YANG BELUM DIPANENI. (KUHD 15. Selain menyatakan persyaratan dalam pasal 256. 656.Pasal 284. 1186-41. 30 . S. memperoleh semua hak yang sekiranya dimiliki oleh tertanggung terhadap pihak ketiga berkenaan dengan kerugian itu. nilai barang yang dipertanggungkan. (KUHPerd. harus menurut asas-asas hukum pada umumnya. Pasal 287. letak dan batas bangunan dan tempat. 20 . . 637. (KUHPerd. 308. 1354. Perseroan-perseroan pertanggungan atau penjaminan timbal-balik harus menaati ketentuan dalam perjanjiannya dan peraturan yang berlaku. disimpan atau ditumpuk. 693. polis kebakaran harus menerangkan: 10 . secara khusus juga berlaku terhadap perseroan-perseroan ini. 53. Penanggung yang telah membayar kerugian barang yang dipertanggungkan. dan tertanggung bertanggurgjawab untuk setiap perbuatan yang mungkin merugikan hak penanggung terhadap pihak ketiga itu. Larangan-larangan yang termuat dalam pasal 289 alinea terakhir.) 285. penggunaannya. Pasal 286. DAN TENTANG PERTANGGUNGAN JIWA. KUHD 290. 1402. 50 . di mana barang bergerak yang dipertanggungkan berada. Pertanggungan Terhadap Bahaya Kebakaran. 1870-64 pasal 10. selama hal itu dapat mempunyai pengaruh terhadap pertanggungannya. dan bila tidak lengkap. letak dan batas barang tetap yang dipertanggungkan.) BAB X.. Bagian 1. 40 .Dihapus dg. 1365 dst. ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN TERRADAP BAHAYA BAHAYA KEBAKARAN. sifat dan penggunaan bangunan-bangunan yang berbatasan. s.

Dalam segala hal di mana perjanjian pertanggungan untuk seluruhnya atau sebagian gugur. semua dengan ancaman penggantian kerugian. (KUHD 250 dst. penipuan atau kejahatan tertanggung. (KUHD 252. 266 dst. 294. Dalam hal perjanjian yang demikian. setelah kejadian tersebut ia harus segera memberitahukan kepada penanggung.. 1357.. 615. untuk seluruhnya atau sebagian. bila dan selama ia tidak akan dapat menagih ganti rugi pada penanggung yang dahulu. (KUHPerd.Pasal 280. 269. biaya dan bunga. bila ada alasan untuk itu. 652 dst. (KUHPerd. tertanggung wajib dengan giat mengusahakan. 718. dengan ketentuan tegas. 1328. KUHD 249.) Pasal 281. penanggung mendapat preminya. KUHD 270. 635 dst. yang berkepentingan selanjutnya mempertanggungkannya. bila setelah pertanggungan suatu barang untuk nilai penuhnya. meskipun hal itu bila ditambahkan pada kerugian yang diderita. dengan tidak mengurangi tuntutan pidana.. bila ada alasan untuk itu. Dengan tidak mengurangi ketentuan khusus yang dibuat tentang berbagai macam pertanggungan.. 654. dengan ancaman hukuman akan menjadi batal. penanggung harus mengembalikan preminya. agar kerugian terhindar atau berkurang. dan asalkan telah bertindak dengan itikad baik.) Pasal 283.) Pasal 282. 272. bahwa ia hanya akan dapat melakukan haknya terhadap para penanggung. KUHP 381. 1453. 618. atau menjadi batal. 603. melampaui jumlah uang yang dipertanggungkan. baik untuk seluruhnya atau sebagian yang sedemikian untuk mana Ia belum menghadapi bahaya. 653. 276. Biaya yang dikeluarkan oleh tertanggung untuk menghindari atau mengurangi kerugian menjadi beban penanggung. 662. perjanjian yang diadakan sebelum itu. Bila batalnya perjanjian terjadi berdasarkan akal busuk. Tak dianggap sebagai perjanjian yang tidak diperkenankan.) . atau daya upaya yang dilakukan itu telah sia-sia belaka. harus diuraikan dengan jelas dan begitu pula akan berlaku ketentuan pasal 277 dan pasal 278 terhadap itu.

Ketentuan itu juga berlaku. 290. dan dengan yang pertama ditanggung nilai yang penuh. Bila berbagai pertanggungan diadakan dengan itikad balk terhadap satu barang saja. Bila pada satu polis saja. ia dianggap menetapkan diri mengganti tempat mereka sebagai penanggung untuk jumlah yang sama dan urutan yang sama. 307. (KUHD 249. Bahkan ia boleh tetap memegang atau menagih preminya. terhadap satu benda yang sama diadakan berbagai pertanggungan. hanya memikul nilai sebenarnya yang dipertanggungkan. 637.) Pasal 277. 294. bila ia sudah mulai memikul bahaya. tidak boleh membatalkan pertanggungan yang lama agar dengan demikian penanggung yang kemudian terikat.Pasal 276.) Pasal 279. Bila pada penanggung pertama tidak ditanggung nilai penuh. (KUHD 252. dibebankan pada penanggung. (KUHD 277. 693. maka para penanggung ulang mengganti tempatnya dalam urutan itu juga. Tertanggung dalam hal-hal yang disebut dalam dua pasal yang lalu. menurut perimbangan jumlah yang mereka tandatangani.) . Bila ia mengadakan pertanggungan ulang untuk dirinya. mereka bersamasama. maka penanggung berikutnya bertanggung jawab untuk nilai selebihnya menurut urutan waktu mengadakan pertanggungan itu. Bila tertanggung membebaskan penanggung-penanggung pertama. hanya inilah yang berlaku dan penanggung berikut dibebaskan. 280. Tiada kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan dari tertanggung sendiri.) Pasal 278. meskipun pada hari yang berlainan oleh berbagai penanggung dipertanggungkan lebih dari nilainya. (KUHD 271 dst. bila pada hari yang sama. 282.

(KUHD 279 dst. 295.) Pasal 272. bila diajukan alasan yang menimbulkan persangkaan yang mempunyai dasar karena pemberitahuan nilai yang terlalu tinggi. dan bila dituntut. baik pertanggungan yang lama maupun pemutusan melalui pengadilan. harus disebutkan dalam polis yang baru. 295. 621 dst. Bila tertanggung membebaskan penanggung dari kewajibannya untuk waktu yang akan datang melalui pengadilan ia dapat mempertanggungkan lagi kepentingannya untuk bahaya itu juga. KUHD 282.) Pasal 273. (KUHD 252. hakim mempunyai wewenang untuk memerintahkan kepada tertanggung untuk menguraikan dasar layaknya nilai yang dinyatakan. KUHD 256. Bila nilai barang yang dipertanggungkan tidak dinyatakan dalam polisnya oleh para pihak. 619. 281 dst. Dalam hal itu. kecuali dalam hal adanya penipuan.) Pasal 275. 619. KUHD 253. maka penanggung tidak dapat membantahnya. disumpah oleh hakim. (KUHPerd. (KUHPerd. dengan ancaman hukuman menjadi batal. Penanggung dalam segala hal mempunyai kekuasaan untuk membuktikan terlalu tingginya nilai yang dinyatakan itu di depan hakim. 275. semuanya ini tidak mengurangi pengecualian yang dibuat dalam ketentuan undang-undang. Meskipun nilai itu dinyatakan dalam polisnya. 1866.Pasal 271. 1922.. 1328.) . 279.) Pasal 274. Penanggung selalu dapat mempertanggungkan lagi hal yang telah ditanggung olehnya. Akan tetapi bila barang yang dipertanggungkan sebelumnya telah dinilai oleh ahli yang diperuntukkan bagi itu oleh para pihak. 295. 1449. (KUHPerd. hal itu dapat dibuktikan dengan semua alat bukti.

bahwa mereka pada waktu mengadakan perjanjiannya tidak mengetahui tentang adanya kerugian itu.dipertanggungkan oleh yang berkepentingan. hakim bebas untuk memerintahkan tertanggung dan pemegang amanatnya bersumpah..) Pasal 268..) . atau oleh pihak ketiga atas amanatnya. (KUHPerd.) Pasal 270. 597 dst. bahwa pertanggungan itu diadakan atas beban pihak ketiga. Bila dalam polisnya tidak dinyatakan. 333. Dalam hal keragu-raguan. yang kerugiannya terhadap itu dipertanggungkan. KUHD 252. (KUHD 265. (KUHPerd. tertanggung dianggap telah mengadakannya untuk dirinya sendiri. bahwa orang telah mengetahui tentang kerugian itu.) Pasal 269. berpendapat bahwa sejak adanya kerugian itu telah lampau begitu banyak waktu.. maka sumpah itu dalam segala hal oleh hakim harus diperintahkan. bila tertanggung atau orang yang dengan atau tanpa amanat telah menyuruh mempertanggungkan. 250.. telah mengetahui tentang adanya kerugian itu. Pertanggungan dapat menjadikan sebagai pokok yakni semua kepentingan yang dapat dinilai dengan uang. KUHP 381. Semua pertanggungan yang diadakan atas suatu kepentingan apa pun. bila hakim dengan mengindahkan keadaannya. 251. Bila sumpah itu dibebankan oleh satu pihak kepada pihak lawannya. telah ada pada saat mengadakan perjanjiannya. 306. dapat terancam bahaya dan tidak dikecualikan oleh undang-undang. adalah batal.) Pasal 267. Persangkaan ada. 281 dst. 1929 dst. 597 dst. 378. 1940 dst. sebelum saat ia mengetahui tentang pertanggungan yang diadakan di luar pengetahuannya. 1328. 604. 598. 281. 1357. 281 dst. 254. (KUHD 247. 277 dst.. 652. sehingga tertanggung telah dapat mengetahuinya. 264. 606. 1916-30. KUHD 282. (KUHPerd. 599. KUHD 246.

Pada penjualan dan segala peralihan hak milik atas barang yang dipertanggungkan. dianggap menjadi penanggung dengan syarat yang diajukan semula.) Pasal 265. (KUHD 256. (KUHPerd. KUHD 281. maka pertanggungan itu akan tetap berjalan untuk kepentingannya. 378. Pertanggungan tanpa pemberian amanat dan di luar pengetahuan yang berkepentingan. adalah batal. 1459 dst.) Pasal 266. akan tetapi juga atas beban pihak ketiga. semua hal demikian berlaku.Pasal 262. Bila pada waktu penjualan atau peralihan hak milik. 321. 264. Pada pertanggungan untuk pihak ketiga. menahan atas bebannya sendiri. kecuali bila dipersyaratkan sebaliknya antara penanggung dan tertanggung yang asli. 584.) Pasal 264. 264.. 1792 dst. (KUHD 60. dan untuk hal itu harus diindahkan ketentuan-ketentuan berikut. pertanggungannya berlangsung untuk keuntungan pembeli atau pemilik baru. maupun di luar pengetahuan yang berkepentingan sekalipun. pada tempat tinggainya. adakah hal itu terjadi berdasarkan pemberian amanat. sepanjang mengenai kerugian yang timbul setelah barang itu menjadi keuntungan atau kerugian pembeli atau mereka yang haru memperolehnya. 333.. pembeli atau pemilik baru menolak untuk mengambil alih pertanggungannya. bahkan tanpa penyerahan. 598. di tempat is seharusnya melaksanakan perintah itu atau bila ini tidak ditunjukkan. dan tertanggung asli masih tetap mempunyai kepentingan dalam barang yang dipertanggungkan. baik berdasarkan amanat umum atau khusus. KUHD 262. 1354 dst. harus dengan tegas dinyatakan dalam polisnya. maka dengan syarat sedemikian dapat dipakai untuk mengadakan pertanggungan itu.) Pasal 263. Pertanggungan dapat diadakan tidak hanya atas beban sendiri. bila dan sejauh barang yang sama itu telah .. dan bila tidak diajukan syarat itu. Orang yang setelah menerima perintah orang lain untuk mempertanggungkan. (KUHPerd. ataukah di luar pengetahuan yang berkepentingan.

dalam berbagai pertanggungan oleh ketentuan undang-undang. 255. 606. (KUHPerd. dapat dibuktikan dengan semua alat bukti. Bila ada kelalaian dalam hal yang ditentukan dalam kedua pasal yang lalu. Untuk membuktikan adanya perjanjian itu.) . akan tetapi semua alat bukti lain akan diizinkan juga. 681-10. (KUHD 681.) Pasal 258.. 684. malahan sebelum Polis ditandatangani. penanggung atau makelar untuk kepentingan tertanggung. 262. Bila pertanggungan diadakan dengan perantaraan seorang makelar asuransi. 618. 615. wajib mengganti kerugian yang mungkin dapat timbul karena kelalaian itu. bila timbul perselisihan tentang hal itu dalam waktu antara pengadaan perjanjian dan penyerahan polisnya. kecuali bila ditentukan jangka waktu yang lebih panjang oleh ketentuan undang-undang. atau orang yang diamanatkan atau diberi wewenang untuk itu. harus ada bukti tertulis. bila ada permulaan bukti tertulis. 1902. 681-10. 603. dengan ancaman hukuman menjadi batal. hak mulai saat itu.) Pasal 260. dalam sesuatu hal khusus. polisnya yang ditandatangan harus diserahkan dalam delapan hari setelah mengadakan perjanjian. Namun demikian janji dan syarat khusus. KUHD 68. polis itu dalam 24 jam setelah pengajuan oleh penanggung harus ditandatangani dan diserahkan. (KUHD 255. 681-10.Perjanjian pertanggungan ada seketika setelah hal itu diadakan. (KUHD 64. (KUHD 260. dan penanggung. 302. 259 dst. Bila Pertanggungan langsung diadakan antara tertanggung.) Pasal 261. akan tetapi dengan pengertian bahwa harus ternyata secara tertulis syarat yang pernyataannya secara tegas diharus dalam polis. dan kewajiban kedua belah pihak dari penanggung dan dari tertanggung berjalan Pengadaan perjanjian itu membawa kewajiban penanggung untuk menandatangani Polis itu dalam waktu yang ditentukan dan menyerahkannya kepada tertanggung.) Pasal 259.

640 dst.. atas hal yang menurut ketentuan undang-undang dipersyaratkan untuk hakekat perjanjian itu. 254. 50 . waktu mulai dan berakhirnya bahaya yang mungkin terjadi atas beban penanggung. pertanggungan jiwa. 659 dst. 287. 40 . KUHPerd. dan semua syarat yang diperjanjikan antara para pihak. 296. 60 . 256. 634. 624 dst. Semua polis. KUHD 249. . 263. 695. a5l dst. 80 .. 592. Premi pertanggungan. nama orang yang mengadakan pertanggungan itu atas beban sendiri atau atas beban orang lain. 637. 299. 264 dst. 1335 dst. 596. bahaya yang diambil oleh penanggung atas bebannya. jumlah uang yang untuk itu dipertanggungkan. 70 .) Pasal 256... 302. 306. semua keadan yang pengetahuannya tentang itu mungkin mutlak Penting bagi penanggung. 304. 23. yang diberi nama polis. 287.) Pasal 257.. dan pada umumnya.... 253. 30 . 686.) Pasal 255. terkecuali polis 10 . 304. (AB. 710. 657. adalah batal. 258. uraian yang cukup jelas tentang barang yang dipertanggungkan. 20 . 688 dst. (KUHD 256. 624 dst. Polis itu harus ditandatangani oleh setiap Penanggung (KUHD 247. Pertanggungan harus dilakukan secara tertulis dengan akta. harus menyatakan: hari pengadaan pertanggungan itu. 299. pelepasan yang dilakukan pada waktu mengadakan pertanggungan atau selama berjalannya hal itu. atau hal yang dengan tegas dilarang.Pasal 254. 296.

sehingga perjanjian itu tidak akan diadakan.) . atau seseorang yang atas bebannya dipertanggungkan oleh pihak ketiga. (KUHPerd. Bila seseorang yang mempertanggungkan untuk dirinya sendiri.. 1320 dst.. 609 dst.yang tidak dipertanggungkan. 264 dst. dengan ancaman kebatalan terhadap pertanggungan yang kedua. 268. (KUHD 253 dst.) Pasal 253. pada waktu pertanggungan tidak mempunyai kepentingan dalam denda yang dipertanggungkan. 1246. 280 dst. Semua pemberitahuan yang keum atau tidak benar.Pasal 250. 677. 280. maka penanggung.. kerugian yang diderita oleh barang itu akan diganti sampai jumlah penuh yang dipertanggungkan. Akan tetapi bagi pihak yang berjanji bebas untuk mempersyaratkan dengan tegas. 593. 268.) Pasal 251. 289. KUHP 381. Pertanggungan yang melampaui jumlah harganya atau kepentingan yang sesungguhnya. dan untuk bahaya sang sama atas barang-barang yang telah dipertanggungkan untuk nilaiaya secara penuh. 597 dst. (KUHPerd... 266. 1328. atau tidak diadak. 1234. bila penanggung mengetahui keadaan yang sesungguhnya dari semua hal itu. yang sifatnya sedemikian.dengan syarat-syarat yang sama. 256-10. KUHD 269 dst. meskipun dilakukannya dengan itikad baik. 603 dst.. 281 dst. 277 dst. Kecuali dalam hal yang diuraikan oleh ketentuan undang-undang. dalam hal kerugian. 306. (KUHD 268. atau semua penyembunyian keadaan yang diketahui oleh tertanggung. 271 dst. hanyalah berlaku sampai jumlah nilainyanya Bila nilai barang itu tidak dipertanggungkan sepenuhnya. 266. tidak boleh diadakan pertanggungan kedua untuk waktu yang sama. hanya terikat menurut perimbangan antara bagian yang dipertanggungkan dan bagi. bahwa tanpa mengingat kelebihan nilai barang yang dipertanggungkan. membuat pertanggungan itu batal... maka penanggung tidak wajib mengganti kerugian.) Pasal 252. KUHD 257..

Pasal 246. berlakulah ketentuan-ketentuan yang termuat dalam pasal-pasal berikut. atau karena sifat dan kodrat dari yang dipertanggungkan sendiri. KUHPerd.) .) Pasal 247.) bahaya yang mengancam hasil pertanian yang belum dipanen.) Mengenai dua hal terakhir dibicarakan dalam buku berikutnya. 593. 269. 283. KUHD 60. 249.) jiwa satu orang atau lebih. 1337. 23. yang mungkin akan dapat diderita karena suatu peristiwa yang tidak pasti. (KUHPerd. (KUHD 256. atau tidak mendapat keuntungan yang diharapkan. (KUHD 299 dst. 637. 1774. 252.) bahaya laut dan bahaya perbudakan. 259. 599. KUHD 268.) bahaya pengangkutan di darat. (KUHD 276. (KUHD 686 dst. untuk memberikan kepadanya ganti rugi karena suatu kehilangan.) Pasal 248. Pertanggungan itu antara lain dapat mengenai: bahaya kebakaran. Penanggung sama sekali tidak wajib menanggung untuk kerusakan atau kerugian yang langsung timbul karena cacat. kerusakan. di sungai. (KUHD 592 dst. di mana penanggung mengikat diri terhadap tertanggung dengan memperoleh premi. Terhadap semua pertanggungan. baik yang dibicarakan dalam buku ini maupun dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang Buku Kedua ini.) Pasal 249. Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian. kecuali jika dipertanggungkan untuk itu dengan tegas. 286. 294. (KUHD 302 dst. (KUHD 287 dst. dan perairan pedalaman.275. kebusukan sendiri. (AB.

selama hal ini masih berada pada orang yang pailit. 174 dst.. atau untuk melakukan pembayaran tertentu yang ditunjuk atau bila hal itu dimaksudkan untuk menjamin surat-surat wesel yang ditarik atas orang yang pailit dan diakseptasi olehnya.Pasal 241.. 174 dst. 109c. 146a. ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN PADA UMUMNYA. yang diserahkan ke tangan orang yang pailit hanya dengan amanat untuk menagihkannya dan memegang jumlah uangnya untuk penggunaan pengirim.. atau surat-surat yang harus dibayar di tempat tinggatnya. atau yang sudah sampai jatuh temponya dan belum dibayar. atau surat-surat dagang atau surat-surat lainnya yang dialihkan kepada orang yang pailit dapat dituntut kembali. 1938-276. tidak pemah berutang sama sekali untuk sesuatu jumlah pada orang yang pailit dan tidak termasuk dalam hal itu biaya yang timbul karena pengiriman itu. atau kemudian. S. 102a. surat-surat wesel. Jika barang-barang yang diberikan dalam komisi diambil sebagai jaminan utang oleh pihak ketiga dengan itikad baik.. (KUHD 100 dst.) Pasal 243. 229e dst.. surat-surat dagang dan surat lain yang belum sampai jatuh tempo pembayarannya. atau pada pihak ketiga yang menguasai atau menyimpan untuknya. . 245. 236. 178 dst. meskipun ada sesuatu yang diinasukkan dalam rekening koran. 229e dst. Bila dalam harta paint terdapat surat-surat wesel. BAB IX. 178 dst. Pasal 242. 231 dst. suratsurat dagang dan surat-surat lain itu dapat dituntut kembali.. asalkan pengirimnya pada waktu pengiriman. 117. Dihapus dg. namun semua tidak mengurangi hak atas harta itu untuk minta jaminan yang untuknya mungkin dapat dituntut darinya karena akseptasi-akseptasi orang yang pailit.) 244.. maka surat-surat wesel. 127a. Juga selain soal maksud atau akseptasi yang disebut dalam pasal yang lalu.. berlakulah peraturan-peraturan dari pasal 237. (KUHD 100 dst.

582. walaupun komisioner telah memperhitungkan keuntungan sebagai jaminan untuk pembelinya.) Pasal 240. 507 dst. dengan tidak diperbolehkan untuk mencampurkan uang itu dengan harta orang yang pailit. KUHD 90. Hak menuntut kembali yang sama terjadi terhadap harga pembelian barang-barang yang diberikan dalam komisi dan yang telah dbual dan diserahkan oleh komisioner. asalkan memenuhi harga pembelian kepada penjual yang olehnya telah dipersyaratkan pada orang yang pailit.Pasal 237. barang-barang yang dituntut kembali. Namun penjual asunya dalam hal itu berhak untuk menagih pada pembeli harga pembehannya. (KUHPerd. bila barang itu selama perjalanan dibell dengan itikad baik oleh fihak ketiga atas faktur dan atas konosemen atau surat muatan. 247. dan Ia mempunyai hak mendahului terhadap uang itu.) Pasal 239. Bila barang yang dituntut kembali diambil dengan itikad baik sebagaijaminan utang oleh pihak ketiga. Tuntutan kembali barang dihapus.. (KUHPerd. setelah berada dalam penguasaan orang yang pailit atau seseorang yang bertindak untuknya. 1381. selama belum dilunasi sebesarjumlah tagihannya.. dengan kewajiban yang dinyatakan dalam pasal 235. (F. 1150 dst. atau yang dinamakan del credere. penjual tetap mempunyai hak menuntut kembali. Ketentuan alinea yang lalu berlaku juga dalam hal barang itu. 241. KUHD 232. barang-barang itu dapat dituntut kembali oleh pemberi komisi. 232.) Pasal 238. Selama barang bergerak yang diberikan dalam komisi masih berada pada komisioner atau pada pihak ketiga yang menguasainya atau menyimpan untuk orang yang pailit.. 41 dst. dengan bunga dan biaya yang terutang. 60. (KUHD 76 dst. 1402. asalkan harga pembeliannya tidak dilunasi sebelum kepailitannya. 246 dst.) . F. Para pengurus harta pailit mempunyai wewenang untuk mempertahankan harta itu. akan tetapi sebaliknya mempunyai kewajiban kepada pemberi utang untuk memenuhi jumlah yang dipinamkan. telah menjadi milik pihak ketiga. akibat pembelian dan penyerahan dengan itikad baik.

yang darinya dapat dituntut. dan selanjutnya segala biaya yang digunakan untuk keselamatan barang dagangan.... 1139-41. 1517. 1266 dst. 236.. 246 dst. (KUHPerd. asalkan untuk kepentingan harta orang yang pailit diadakan jaminan untuk hal sebagai akibat dari akseptasi itu. (KUHD 231. 188 dst. 91 dst. KUHD 234.) Pasal 236. 699.) . (KUHPerd. atau pada pihak ketiga yang menguasai atau menyimpan barang itu untuknya. tuntutan kembali hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu enam puluh hari terhitung dari hari barang itu di simpan di bawah kekuasaan orang yang paint atau pihak ketiga. penjual wajib memberikan kembali uang yang telah diterimanya kepada harta pailit ftu.. Bila akseptasi itu dilakukan untuk sebagian dari uang pembelian yang terutang. 244. 233. 125. Dalam kedua hal. KUHD 76 dst. upah pengangkutan. Penjual yang menerima kembali barangnya wajib memberikan ganti rugi kepada harta orang yang jatuh pailit untuk semua yang telah dibayar atau yang masih terutang karena bea.. KUHD 76 dst. pemberian kembali dilakukan menurut imbangan dan dalam perbandingan dengan harga pembelian dalam keseluruhannya.) Pasal 234. maka pada penuntutan kembali seluruhnya. maka tidak terjadi penuntutan kembali. Bila pembeli telah melunasi sebagian uang pembeliannya. 238. avarij umum (kerugian laut umum).174 dst. 230.. Bila barang yang dijual hanya sebagian didapatkan pada harta pailit.. 229e dst.orang yang jatuh pailit. 1145. 86 dst.. 86 dst. 238. 1415. dapat dilakukan penuntutan kembali. asuransi. 178. (KUHPerd. Bila pembeli telah mengakseptasi dengan Surat wesel atau Surat dagang lain jumlah penuh dari harga barang yang dijual dan diserahkan.. komisi. KUHD 120 dst.) Pasal 235. 240. 1413-11.) Pasal 233. 230.. (KUHPerd.

meskipun barang itu sudah dikeluarkan dari bungkusannya. yang di samping penerbit asli telah mengeluarkan Surat itu sebagai pembayaran.d. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan. 714 dst. atau bila barang itu masih berada pada . Bukti untuk itu diizinkan. 24.. REKLAME ATAU TUNTUTAN KEMBALI DALAM HAL KEPAILITAN. Rv.) Pasal 232. 1938-276. dalam hal kepailitan pembeli. 231. Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea yang lalu tidak dapat digunakan oleh penerbit. terhitung dari hari penerbilan yang asli. dibungkus kembali atau dikurangi.u. atau terhadap mereka yang di samping penerbit asli telah mengeluarkan Surat itu sebagai pembayaran. 1478. bila dan selama ia tidak menyediakan dananya. 1704. bila mereka telah memperkaya diri dengan cara yang tidak adil..) Pasal 231.612. F.) alinea BAB VIII. dg. yang telah dijual baik dengan penentuan waktu maupun tanpa penentuan waktu dapat dituntut kembali.Pasal 229k. (KUHD 98. penjual berhak untuk menuntut kembali barang itu menurut ketentuan-ketentuan berikut. semuanya tidak mengurangi yang ditentukan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata pasal 1967.. Barang bergerak. baik di darat maupun di air. 1266 dst. S. (KUHPerd.1517 dst. 574. 1459. 233 dst. 230. Semua tuntutanhak terhadap para penerbit Surat yang disebut dalam bagian ini.) Untuk melakukan hak penuntutan kembali disyaratkan. 36. Jika barang bergerak telah dijual dan diserahkan. Terhadap daluwarsa yang disebut dalam pasal ini berlaku pasal 229a kedua. (KUHD 169. KUHD 98. bahwa barang itu masih berada dalam keadaan yang sama seperti waktu diserahkan. (s.. bila barang itu masih dalam perjalanan. 1144 dst. Pasal 230. 229. 234. 1139-31. 236. dan harga pembeliannya belum dilunasi sepenuhnya. tidak dapat pula oleh penerbit atau oleh mereka.

229j. tetap bertanggungjawab selama waktu enam hari sesudahnya. 613. Bila penerbit asli dinyatakan pailit. KUHD 152a. kecuali bila mereka menganggap lebih baik untuk me an pemegang itu sebagai penagih utang untuk jumlah pada Surat yang dikeluarkan itu. (KUHD 152. di dalamnya tidak termasuk hari itu. tidak termasuk hari penerbilannya. maka jangka waktu enam hari tersebut berjalan mulai satu hari setelah hari pembayaran yang dinyatakan itu. Pemegang promes atas-tunjuk wajib menagih pemenuhannya dalam waktu enam hari setelah hari Surat itu diambil sebagai pembayaran. dal. (KUHD 171. terhadap orang yang telah menerima Surat itu darinya. dan bila tidak dilakukan pembayaran. dengan ancaman hukuman tanggungjawabnya akan berlangsung terus. semua itu dengan ancaman hukuman akan kehilangan hak tagihnya terhadap orang itu. yang terdapat dalam suatu ketentuan dalam bagian ini. Penerbit asli. (KUHPerd. F. kepada orang yang telah memberikan promes sebagai pembayaran kepadanya. Bila hari terakhir suatu jangka waktu. jatuh pada hari raya resmi dalam arti pasal 229b bis. bukti yang diperlukan untuk menjadikan tagihan itu berlaku sah.) Pasal 229h. 206. akan tetapi dengan tidak mengurangi haknya terhadap orang yang menandatangani promes itu. setiap orang yang telah memberikan Surat tersebut di atas sebagai pembayaran.) Pasal 229j. dan ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya ini. 1.mempunyai dana sebesar jumlah pada Surat yang diterbitkannya pada orang yang atas dirinya telah diterbitkan Surat itu. kewajiban bertanggungjawab itu tetap berlangsung sampai dengan hari pertama berikut yang bukan hari raya resmi.) Pasal 229i. Bila pada promes itu dinyatakan hari harus dibayar. 229k. 229j. para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama.) . Selain penerbit aslinya. (KUHD 146. wajib melepaskan dan menyerahkan kepada pemegang tagam pada dana yang ada darinya pada hari jatuh tempo di tangan orang yang atas namanya Surat itu telah dikeluarkan. 217.jangka waktu yang sama. 13. dan hal itu sebesar jumlah pada Surat yang dikeluarkan. ia harus mengajukan promes itu untuk pencabutan.

. baik menurut undang-undang maupun menurut keputusan hakim. 229g. 205 dst. Tabun Baru. 225. Rv. Penunjukan tanggal semua hari raya yang dimaksud dalam pasal ini. (KUHD 171a. yang harus dibayar oleh pihak ketiga. kecuali hari Minggu. 218. 189. (KUHD 173. Tiada satu hari penangguhan pun diizinkan. 227a dst.) Pasal 229f. 229j. dilakukan setiap tahun dengan Surat ketetapan yang dimuat dalam Surat kabar resmi sebelum permulaan tahun. Kuitansi dan promes atas-tunjuk harus memuat tanggal yang betul dari terbitan aslinya. tidak termasuk hari permulaan jalannya jangka waktu ini. (KUHD 108.) Bagian 11. Kuitansi Dan Promes Atas-Tunjuk. Paskah Kristen kedua dan Pantekosta.) Pasal 229g. kecuali bila ia membuktikan bahwa selama waktu yang ditentukan dalam pasal yang lampau .. beserta hari-hari raya lainnya yang setiap tahun kembali ditetapkan oleh Directeur van Justitie (Menteri Kehakiman).) Pasal 229c. 201. Pasal 229e.. kedua haii Natal. Penerbit asli kuitansi atas-tunjuk. bertanggungjawab terhadap setiap pemegangnya untuk memenuhinya selama dua puluh hari setelah hari tanggalnya dan hari itu tidak termasuk. 229i. Dalam jangka waktu yang diatur dalam bagian-bagian sebelum bab ini. Kenaikan Isa Almasih. 229.) Pasal 229d. (KUHD 172.Yang dianggap hari raya resmi dalam arti bagian ini ialah Minggu. (KUHD 229f dst. 581 -1 sub 21. Akan tetapi tanggungjawab penerbit asli tetap berlangsung.

. yang tersebut dalam bagian-bagian sebelum bab ini. 180.maka jangka waktu ini diperpanjang sampai hari kerja pertama berikut pada akhir jangka waktu tersebut. dan tidak dapat digunakan oleh penarik atau pam endosan. Bankir. Rv. (KUHD 170. disamakan dengan semua orang atau lembaga yang dalam pekerjaan mereka secara tertib memegang uang untuk penggunaan langsung oleh orang lain. yang telah memperkaya diri secara tidak adil. Hari raya yang terdapat diantara itu dimasukkan dalam perhitungan jangka waktu. Pencegah daluwarsa hanya berlaku terhadap orang yang terhadapnya dilakukan tindak pencegahan daluwarsa itu. Pasal 229a. 229k. (KUHD 169. Pengajuan dan protes dari suatu cek tidak dapat dilakukan selain pada hari kerja. (KUHPerd. dengan tidak mengurangi haktagih mereka yang belum dewasa dan yang dalam pengampuan terhadap wali atau pengampu mereka.) Pasal 229a. KUHD 168a. bila atau sejauh Ia tidak menyediakan dana.) Pasal 229b. Ketentuan-ketentuan Umum. 1381. (KUHD 74 dst. Bila hari terakhir jangka waktu yang ditetapkan oleh Undang-undang untuk melakukan tindakan mengenai cek yaitu untuk pengajuan dan untuk membuat protes atau keterangan yang disamakan dengan itu adalah hari raya.) Menyimpang dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata pasal 1987 dan pasal 1988 berlakulah daluwarsa yang dibicarakan dalam pasal yang lalu terhadap mereka yang belum dewasa dan terhadap mereka yang berada dalam pengampuan.) Bagian 10.. 229k. semuanya tanpa mengurangi ketentuan dalam Kitab Undangundang Hukum Perdata pasal 1967. demikian pula antara suami-istri.) Pasal 229b. (KUHD 171.bis. 171.Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea pertama dan kedua tidak dapat digunakan oleh penarik. 214 dst.. 205 dst.bis.

Daluwarsa. . Tuntutan regres dari berbagai debitur yang satu terhadap yang lain. 217. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan. maka mereka yang kemudian membubuhkan tanda tangan pada cek itu. KUHD 167b. 611 dst. Semua tuntutan regres pemegang terhadap para endosan.) Bagian 9. Dengan tidak mengurangi ketentuan pasal berikut. KUHD 167a. 1967. terikat menurut alas-hak aslinya. Pasal 228. hanya dapat melakukan haknya terhadap penarik. 218b. 1381. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan. (KUHPerd. 212. Perubahan. (KUHPerd.) Pasal 229. regresnya.1967. Bila ada perubahan dalam alas-hak suatu cek. atau dari hari Ia digugat di depan pengadilan. KUHP 264. utang karena cek dihapus oleh segala ikhtiar pembebasan utang yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata. 611 dst. Rv. KUHD 168a.) Bagian 8. Orang yang kehilangan cek yang pemegangnya adalah ia sendiri dan yang sudah gugur dan di mana perlu telah diprotes.198. yang wajib terhitung dari hari pembayaran oleh debitur cek itu untuk memenuhi kewajiban melakukan pembayaran cek. 1830. terikat menurut alas-hak yang diubah. dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun. 1830. mereka yang sebelum itu membubuhkan tanda tangan mereka pada cek itu. Rv. (KUHPerd. Pasal 228a. penarik dan debitur cek lain.waktu tigapuluh tahun.) Pasal 227b. terhitung dari akhir jangka waktu pengajuan. (KUHD 168. 196.

206 dst. 217. yang dianggap bahwa setiap lembar merupakan cek tersendiri. 191. setiap cek yang dikeluarkan dalam suatu negara dan harus dibayar di negara lain atau di daerah seberang laut dari satu negara yang sama dan sebaliknya. menyuruh menetapkan penolakan pembayaran dengan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. demikian pula endosan yang kemudian. meskipun sebelum akhir jangka waktu pengajuan. Pembayaran yang dilakukan atas salah satu dari lembaran mengakibatkan pembebasan. Lembaran Cek Dan Cek yang Hilang. bahwa pembayaran itu menghapuskan kekuatan lembaran lain. dapat ditarik dalam lembaran-lembaran lebih dari satu yang bunyinya sama. Fakta-fakta yang bersifat pribadi bagi pemegangnya. atau untuk orang yang ditugaskan olehnya untuk mengajukan cek itu atau tintuk mengadakan protes atau keterangan yang dlqamakan dengan itu. atau dikeluarkan dan harus dibayar di daerah seberang laut yang sama atau di daerah seberang laut dari satu negara. Pasal 226. Bila cek ditarik dalam beberapa lembar. 224.itu. Bila keadaan di luar kekuasaannya itu berlangsung lebih dari lima betas hari terhitung dari hari sewaktu pemegang memberitahukan tentang keadaan yang di luar kekuasaannya kepada endosanya. 178. lembaran itu harus diberi nomor dalam alas-haknya. 182. (KUHD 153.) Pasal 227. meskipun tidak disyaratkan. Kecuali cek atas-tunjuk. (KUHD 164.. hanya dapat meminta pembayaran kepada tertarik dengan mengadakan jaminan untuk . Orang yang kehilangan cek yang pemegangnya adalah ia sendiri. maka hak regres dapat dilakukan tanpa diperlukan pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. 205 dst.) Pasal 227a. Endosan yang telah menyerahkan lembaran itu kepada beberapa orang. tidak dianggap sebagai halhal yang di luar kekuasaannya.) Bagian 7. bila pemberian nomor itu tidak ada. terikat oleh lembaran yang memuat tanda tangan mereka dan tidak diserahkan. 218. (KUHD 163.

bila ada alasan untuk .) Pasal 225.20 . dapat menagih mereka yang berkewajiban regres terhadapnya: 10 . 218b. biaya yang telah dikeluarkan olehnya. dan.) Pasal 224. KUHD 148. biaya protes atau keterangan yang disamakan dengan itu biaya pemberitahuan yang telah dilakukan beserta biaya lain. 217. seluruh jumlah yang telah dibayarkan olehnya. pemegangnya harus segera mengajukan cek itu untuk pembayaran. Setiap debitur cek. 12503. (KUHPerd. Setelah berakhirnya keadaan yang di luar kekuasaannya. 222. dan mencantumkan pemberitahuannya pada cek itu atau lembaran sambungannya dengan diberi tanggal dan ditandatangani. 30 . (KUHD 149. dapat mencoret endosemennya sendiri dan endosemen-endosemen berikutnya. 217. bunga enam persen termtung dari hari pengajuan. Setiap endosan yang telah membayar cek untuk memenuhi kewajiban regresnya. 222. atau keterangan yang disamakan dengan itu. Orang yang untuk memenuhi kewajiban regresnya. maka jangka waktu itu diperpanjang. Pemegangnya wajib segera memberitahukan kepada endosannya tentang keadaan yang di luar kekuasaan itu. terhadap siapa dilakukan atau dapat dilakukan hak regres. 30 . untuk selebihnya berlaku ketentuan pasal 219. telah membayar cek itu. (KUHPerd. beserta perhitungan yang ditandatangani sebagai pelunasan. 12503 . 227. dengan membayar untuk memenuhi kewajiban regresnya. 20 . bunga enam persen terhitung dari hari pembayarannya. Bila pengajuan cek itu atau pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu dalam jangka waktu yang ditetapkan terhalang oleh rintangan yang tidak dapat diatasi (peraturan perundang-undangan dari suatu negara atau hal lain di luar kekuasaannya). KUHD 147. 217.) Pasal 223. dapat menuntut penyerahan ceknya dengan protes.

Di samping itu juga pihak ketiga yang atas bebannya cek itu ditarik dan yang telah menikmati nilainya. 132. terhadap siapa ia melaksanakan hak regresnya: 10 . 206. Pemegang cek yang nonpembayarannya ditetapkan dengan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. 183a. (KUHD 146a. sama sekali tidak mempunyai hak atas dana yang ada di tangan tertarik dari penariknya. Pemegang melakukan gugatan kepada mereka. Rv. 19. bila dibuat akta semacam itu. 1283. Semua orang yang terikat berdasarkan cek. 217. dapat ditagih dari mereka yang tandatangannya terdapat pada cek itu. 219. masih terikat untuk sepenuhnya terhadap pemegangnya. 217-20. Gugatan yang dilakukan terhadap salah seorang debitur cek.) Pasal 221. bila hal itu dibuat oleh endosan atau oleh pemberi aval. tidak inenghalangi gugatan kepada debitur lainnya. 581-1 sub 11. 190a dst. maka biaya menjadi bebannya. maka hal ini hanya berakibat terhadap endosan atau pemberi aval saja. 1280 dst. meskipun mereka mengikatkan diri lebih belakangan daripada yang ditagih pertama. tanpa wajib memperhatikan urutan ikatan mereka.) Pasal 222. Meskipun ada Klausula yang ditetapkan oleh penarik.) Pasal 22la. F. Bila Klausula itu berasal dari endosan atau pemberi aval. .. (KUHD 145. baik masing-masing maupun bersama-sama. (KUHPerd. bila pemegang menyuruh juga menetapkan penolakan pembayaran itu dengan protes atau keterangan yang dlganiakan dengan itu. jumlah uang cek itu yang tidak dibayar.. 2992. bertanggungjawab pula terhadap pemegang. 1292 dst. uang itu termasuk hartanya. 221a.. maka hal itu berakibat terhadap mereka Semua yang tandatangannya terdapat pada cek itu. F. maka biaya untuk protes atau keterangan yang dlqamakan dengan itu. Hak yang sama ada pada setiap orang yang tandatangannya terdapat pada cek dan yang telah membayar untuk memenuld kewajiban regresnya. Dalam hal kepailitan penarik. KUHD 146. Pemegang dapat menggugat orang-orang ini.Bila Klausula itu dibuat oleh penarik.

berikut dari hari pengajuan. dapat membebaskan pemegangnya dari pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu untuk melakukan hak regresnya. Penarik. bahwa Ia telah melakukan pemberitahuan itu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Ia bertanggungjawab atas segala kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya. Bukti tentang tidak dundahkannya jangka waktu itu harus dibenkan oleh mereka yang mendasarkan haknya atas hal itu terhadap pemegang. (KUHPerd. bahkan dapat dengan hanya mengirimkan kembali cek itu. Ia harus membuktikan. Jangka waktu ini berjalan mulai dari penerimaan pemberitahuan yang lebih dahulu. KUHD 144. atau keterangan yang disamakan dengan itu dan.) Barangsiapa melakukan pemberitahuan itu tidak dalam jangka waktu tersebut di atas. bila cek itu ditarik dengan Klausula tanpa biaya. Bila seorang endosan tidak menyatakan alamatnya atau menyatakannya dengan cara yang sukar dibaca. dan demikian seterusnya kembali pada penariknya. bila ada alasannya. harus disampaikan pemberitahuan yang sama dalam jangka waktu itu juga kepada pemberi avalnya. Jangka waktu tersebut dianggap telah diindahkan. seorang endosan atau seorang pemberi aval.Pasal 219. bila surat yang memuat pemberitahuan itu dalam jangka waktu tersebut telah disampalkan dengan pos. Bila sesuai dengan alinea yang lalu disampaikan pemberitahuan kepada seseorang yang tandatangannya terdapat pada cek itu. dapat melakukan hal itu dalam bentuk apa pun. Setiap endosan harus memberitahukan kepada endosannya dalam dua hari kerja yang berikut dan hari penerimaan pemberitahuan itu. sudah cukuplah dengan pemberitahuan kepada endosan yang lebih dahulu. Klausula ini tidak membebaskan pemegang dari pengajuan cek itu dalam jangka waktu yang ditetapkan ataupun dari penyelenggaraan pemberitahuannya. akan tetapi biaya. 217 dst.. . (KUHPerd. dengan menyebut nama dan alamat mereka yang telah melakukan pembeiitahuan yang lebih dahulu. tentang pemberitahuan yang diterima olehnya. "tanpa protes" atau Klausula lain semacam itu yang ditulis dan ditandatangani di atas cek itu. tidak mungkin melampaui jumlah cek itu. dengan jalan klausula: "tanpa biaya". 1916.) Pasal 220. Barangsiapa harus mengadakan pemberitahuan. Pemegangnya harus memberitahukan kepada endosannya dan kepada penariknya tentang nonpembayaran itu dalam empat hari kerja berikut dari hari protes. kerugian dan bunga itu. 1243 dst. tidak menyebabkan dirinya kehilangan hak.

217-11. dan di luar itu kepada KepaIa Pemerintahan Daerah setempat. yang diberi nomor dan tanda pengesahan oleh Ketua raad van justitie. Bila protes itu mengenai cek yang hilang.. dan tempat tinggal di mana pembayaran harus dilakukan tidak ditunjuk. 40 .menandatangani protes itu. Salinan kata demi kata dari cek itu. cukuplah dengan uraian yang setelititelitinya dari isi cek itu. kerugian dan bunga. di daerah Gubememen Jawa dan Madura oleh asisten-residen dan di luar itu oleh KepaIa Pemerintahan Daerah. dari endosemen-endosemen. 227a dst. bila tempat tinggal mereka dalam kabupaten di mana raad van justitie itu berada dan di luar itu. pernyataan. untuk mengganti apa yang ditentukan dalam nomor 1 alinea yang lalu. pernyataan. 4. 20 .) Pasal 218c. untuk. 1393. bahwa la. bahwa mereka telah meminta pembayarannya kepada orangorang atau di tempat yang disebut dalam pasal yang lalu dan tidak memperolehnya. dan membukukannya dalam register khusus menurut urutan waktu. Mereka juga wajib. 962. bila ini tidak ada. terhalang atau tak mungkin bertindak. pernyataan alasan yang telah dikemukakan tentang nonpembayaran. bila suatu cek ditarik untuk dibayar di kabupaten lain daripada tempat tinggal tertarik. 20 dst. di daerab Gubememen Jawa dan Madura kepada assisten-residen. (KUHD 143c. 8. (KUHD 143b. wajib untuk membuat salinan protes tersebut dan memberitahukan hal itu dalam salinan. 50 . setempat. dan alasan Hal itu harus 30 . Demikian pulalah harus dilakukan seperti itu.) Pasal 218b.. karena penolakan itu telah memprotes. F. menyerahkan selembar atau lebih dari salinan protes itu kepada mereka yang berkepentingan.) . dan dari alamat-alamat yang ditulis di atasnya. 205 dst.tinggal yang ditunjuk untuk pembayaran. Not. penerimaannya penolakannya. (KUHPerd. Protes nonpembayaran dilakukan oleh notaris atau juru sita. dari avalnya. para notaris atau para juru sita dengan ancaman untuk mengganti biaya-biaya. dan bila di sana tidak ada kantor pos. biIa dikehendald. KUHD 143a. disertai dengan dua saksi. 1. notaris atau juru sita. oleh hakim pengadilan karesidenan. Protes itu memuat: 10 . Rv.

wajib melepaskan dan menyerahkan kepada pemegang. Bila orang yang harus membayar cek tidak dikenal sama sekali atau tidak dapat ditemukan. maka penarik bertanggung jawab atas kekurangannya.) Pasal 217a. 613. F.) Bila cek ditarik untuk dibayar di tempat lain yang ditunjuk atau oleh orang lain yang ditunjuk. maka penarik dengan ancaman hukuman. 206. tagihan atas dana penarik. maupun di kabupaten lain.30 .) Pasal 218. (KUHD 152a. Bila nonpembayaran dari cek ditetapkan dengan protes atau dengan keterangan yang disamakan dengan itu.) Pasal 218a.190a dst. maka permintaan pembayaran harus diminta dan protes dibuat di tempat yang ditunjuk atau kepada orang yang ditunjuk itu. dan Ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya ini. wajib menjamin ganti rugi. baik di kabupaten yang sama. protes atau keterangan yang disamakan dengan itu dapat dilakukan pada hari kerja pertama berikutnya. Bila penarik dinyatakan dalam kepailitan. Protes atau keterangan yang disamakan dengan itu harus dilakukan sebelum akhir jangka waktu pengajuan. 180. ataupun dengan keterangan yang diberi tanggal dari suatu lembaga pem. Bila pengajuan terjadi pada hari terakhir jangka waktu tersebut. di mana dinyatakan bahwa cek itu telah diajukan tepat pada waktunya dan tidak dibayar. (KUHD 142 dst.. 229g. Dalam hal protes atau keterangan yang tidak diberikan pada waktunya. kecuali bila mereka lebih suka untuk mengizinkan tampil sebagai penagih untuk jumlah cek itu. 1. 13. Bila dana yang dibutuhkan hanya ada sebagian. beresan.3. 208'. maka protes itu harus dilakukan pada kantor pos di tempat . yang ada di tangan tertarik pada hari pengajuan sebesarjumlah cek itu. meskipun protes atau keterangan tidak diberikan pada waktunya. KUHPerd. maka para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama seperti itu. kecuali bila dibuktikan bahwa pada hari cek diajukan dana yang diperlukan untuk pembayaran ada di tangan tertarik. Pembayaran cek harus diminta dan protes yang menyusul kemudian harus dilakukan di tempat tinggal tertarik.. (KUHD 1432. bukti yang diperlukan untuk membuat tagihan itu berlaku sah. maka bagaimanapun juga penarik wajib menjamin ganti rugi. 227 dst. (KUHD 178-41.

bila tidak memuat lebih dari dua penyilangan yang satu di antaranya bertwuan untuk penagihan oleh suatu lembaga pemberesan. giro atau kompensasi). 229a. Pemegang dapat melakukan hak regresnya terhadap para endosan. Cek yang memuat lebih dari satu penyilangan khusus. bila cek yang diajukan@epat pada waktunya tidak dibayar. KUHD 211-213. Pencoretan pernyataan: "untuk diinasukkan dalahi rekening " dianggap tidak pernah terjadi. Hak Regres Dalam Hal Nonpembayaran. (KUHPerd. bis. cek itu hanya memberi alasan kepada tertarik untuk membukukannya (rekening koran.) atau dengan keterangan tertarik yang diberi tanggal dan ditulis di atas cek dengan pernyataan hari pengajuannya. dapat melarang pembayaran dalam uang tunai dengan menyebutkan pada halaman depan dengan arah miring: "untuk dimasukkan dalam rekening " atau pernyataan semacam itu. (KUHD 180. hanya boleh dibayar oleh tertatik. Tertarik atau bankir yang tidak mentaati ketentuan di atas.. (KUHD 218b.) Pasal 216. Dalam hal demikian. harus bertanggung jawab untuk kerugian sebesar jumlah dari cek itu. (KUHD 143d. Ia tidak boleh menagih atas beban orang lain selain dari orang tersebut. 1338 dst. Penarik. 220. Tertarik yang tidak menaati ketentuan di atas. 20 .) . juga pemegang cek. dan bila perubahan itu ditetapkan: 10 .Seorang bankir hanya boleh menerima cek bersilang dari salah seorang nasabahnya atau dari seorang bankir lain. Pasal 217. baik dengan akta otentik (protes). penarik dan para debitur cek yang lain.) Bagian 6. Pembukuan berlaku sebagai pembayaran. bertanggungjawab untuk kerugian sebesar jumlah dari cek itu. 218a.

Penyilangan itu umum. .) Hal yang tercantum di atas tidak berlaku. 1-8. (KUHPerd. Pasal 214. atau pernyataan: "bankir " atau kata semacam itu. 1915 dst. bila penarik menetapkan. Penyilangan dilakukan dengan menempatkan dua garis sejajar di halaman depan cek itu. bahwa yang dimaksud adalah uang dari tempat pembayaran. Penyilangan umum dapat diubah menjadi penyilangan khusus. bila tidak memuat di antara dua garis itu suatu penunjukan pun.. penyilangan itu khusus. bahwa pembayarannya harus dilakukan dalam uang tertentu yang ditunjuk (Klausula pembayaran sesungguhnya dalam uang asing). Akan tetapi bankir yang disebut dapat mengalihkan cek itu kepada bankir lain untuk diinkaso. maka dianggap. 140. Pasal 215. Penarik atau pemegang cek dapat menyilangnya dengan akibat yang disebut dalam pasal berikut. Penyilangan ada yang umum atau ada juga yang khusus. bila terdapat nama seorang bankir di antara dua garis itu. Cek dengan penyilangan khusus oleh tertarik hanya dapat dibayar kepada bankir yang ditunjuk. Bila jumlah dari cek itu dinyatakan dalam uang yang mempunyai nama yang sama. tapi penyilangan khusus tidak dapat diubah menjadi penyilangan umum. atau bila bankirr ini tertarik hanya kepada salah seorang nasabahnya.Nilai uang asing itu ditetapkan menurut kurs pada tempat pembayarannya. (AB. bahwa jumlah yang harus dibayar diperhitungkan menurut kurs yang ditetapkan dalam cek itu. 1756 dst.) Bagian 5. KUHD 60. Cek dengan penyilangan umum oleh tertarik hanya dapat dibayar kepada bankir atau kepada nasabah tertarik. Akan tetapi penarik dapat menetapkan. Pencoretan penyilangan atau naina bankir yang ditunjuk dianggap tidak pernah terjadi.. Cek Bersilang Dan Cek Untuk Perhitungan. akan tetapi mempunyai nilai yang berbeda dalam negeri pengeluarannya dan dalam negeri tempat pembayarannya. 178-2-.

Bila tidak ada penarikan kembali. 209. wajib membayar untuk kedua kalinya. (KUHD 206. 187. akan tetapi tidak tanda tangan para endosertien. 1813. KUHP 1173. KUHD 139'. Pemegang tidak boleh menolak pembayaran sebagian. Cek yang pembayarannya dipersyaratkan dalam uang lain dari uang di tempat pembayarannya dapat dibayar dalam jangka waktu pengajuan dengan uang dari negerinya menurut nilai pada hari pembayaran. baik dari hari pengajuan. Bila pembayaran itu tidak terjadi pada waktu diajukan.) Pasal 213. (KUHPerd. bahwa jumlah pada cek itu dibayar dalam uang negerinya menurut kurs. . KUHD 138. 1385 dst. 198. Tertarik yang membayar cek dengan endosemen.) Pasal 210.. pemegang dapat menuntut sesuai dengan pilihannya. bahkan pembayaran dinyatakan dalam cek dan bahwa untuk itu ia mendapat tanda pembayaran. KUHPerd. tertarik dapat menuntut. (KUHPerd. tertarik yang telah membayar dapat menuntut penyerahan cek tersebut lengkap dengan tanda pelunasan secukupnya dari pemegang. 1386 dst. 196. tidak berpengaruh pada akibat-akibat dari cek. 2003. maupun dari hari pembayaran. (KUHD 1392. 1792. Baik kematian penaiik maupun ketidakcakapannya menurut hukum yang timbul setelah pengeluaran cek itu. maka tertarik dapat membayar bahkan setelah jangka waktu berakhir.) Pasal 212. atau yang memperolehnya karena kesalahan yang besar. 183 a 3. 227a. maka Ia berhak menagih kepada mereka semua yang telah memperoleh cek itu dengan itikad buruk. wajib meneliti tertibnya deretan endosemen. setelah membayar yang tidak membebaskan. 1390..) Bila ia. 1405-10. Diluar hal dimaksud dalam pasal 227a.) Pasal 211. (KUHPerd. Dalam hal pembayaran sebagian.

(KUHD 133'. dapat dibayar pada hari pengajuannya. Pengajuan dan Pembayaran. 217. Jangka waktu tersebut di atas mulai berjalan sejak hari yang disebut pada cek itu sebagai hari pengeluarannya. Penarikan kembali cek itu hanya berlaku setelah jangka waktu pengajuan berakhir. 137. sebaliknya dianggap tidak ditulis. Pasal 205. 209.) Pasal 209.Bagian 4.) Pasal 208. Hari pengeluaran cek yang ditarik antara dua tempat dengan tarikh yang berbeda dijatuhkan pada hari yang sama dari tarikh tempat pembayaran. 226.) Oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Pemerintah) akan ditunjuk badanbadan yang dianggap sebagai lembaga tersebut dalam arti bab ini. (KUHD 206. 229i. (KUHD 217-31. . (KUHD 137 2. Pengajuan kepada lembaga pemberesan (verrekeningskamer) berlaku sebagai pengajuan untuk pembayaran. Sepucuk cek yang dikeluarkan atau yang harus dibayar di Indonesia harus diajukan untuk pembayaran dalam waktu tujuh puluh hari. Cek harus dibayar pada waktu ditunjukkan.) Pasal 206. 209.) Pasal 207. Setiap pernyataan Cek yang diajukan untuk pembayaran sebelum tanggal yang disebut sebagai tanggal pengeluaran. (KUHD 136 2.

1831 dst. Dalam aval harus dicantumkan untuk siapa hal itu diberikan.) Dengan membayar. KUHD 119.) Perikatannya berlaku sah. 217 dst. 220. 1282. 1821. 1915 dst. 581 . pemberi aval memperoleh hak-hak yang berdasarkan cek itu dapat digunakan terhadap orang yang diberi aval dan terhadap mereka yang berdasarkan cek itu terikat padanya..f sub IO. (KUHPerd. Bila hal ini tidak ada. sekalipun perikatan yang dijamin olehnya batal oleh sebab lain daripada cacat dalam bentuk. 1820 dst. KUHD 129. endosemen tanpa tanggal dianggap telah dibuat sebelum protes atau keterangan yang sama dengan itu. 178-3'. atau bahkan oleh orang yang tanda tangannya terdapat pada cek itu. 1280.. hanya mempunyai akibat dari sesi biasa. dianggap diberikan untuk penarik. Rv. 203 dst.) 204. atau setelah habis jangka waktu pengajuan..) Pasal 203. 2992 . Pemberi aval terikat dengan cara yang sama seperti orang yang diberi aval. 1839 dst. atau dengan pernyataan semacam itu.) . Aval (Perjanjian Jaminan). (KUHPerd. Pembayaran cek dapat duamin dengan perjanjian jaminan (aval) untuk seluruhnya atau sebagian dari uang cek itu. Penjaminan tersebut dapat diberikan oleh pihak ketiga. kecuali oleh tertarik. 192 3 .Endosemen yang dilakukan pada cek setelah protes atau keterangan yang sama dengan itu. Tanda tangan saja dari pemberi aval pada halaman depan cek itu berlaku sebagai aval. yang ditandatangani oleh pemberi aval. Hal itu dinyatakan dengan kata-kata: "baik untuk aval ". 1824. KUHD 131.. Aval itu ditulis dalam cek itu atau di atas lembaran sambungannya.) Dengan pengecualian pembuktian kebaukannya. (KUHPerd. 204. kecuali bila tanda tangan itu dari penarik. Pasal 202. atau sebelum lampaunya jangka waktu yang dimaksud dalam alinea yang lalu. 613. (KUHD 130.) Hal itu dapat juga dilakukan dengan naskah tersendiri atau dengan sepucuk surat yang menyebutkan tempat di mana hal itu diberikan. (KUHPerd.) Bagian 3. (KUHPerd. (KUHPerd. (KUHPerd.

selanjutnya hal itu tidak membuat menjadi cek kepada tertunjuk. Bila seseorang dengan jalan apa pun juga telah kehilangan cek yang dikuasainya. tidak wajib untuk menyerahkan kembali. 191. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap endosan. 227a. (KUHPerd. Dalam hal itu para debitur cek hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. (KUHD 116. dan hal itu tidak dibedakan apakah mengenai cek atastunjuk atau cek yang dapat diendosemenkan. Amanat yang dimuat dalam endosemen inkaso tidak berakhir karena meninggalnya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. KUHD 115'. 582. kecuali bila pada waktu memperoleh cek itu dengan sengaja telah bertindak dengan merugikan debitur.) Pasal 200. 183a. "untuk inkaso". "diamanatkan " atau pernyataan yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. . 217 dst.Endosemen yang terdapat pada cek atas-tunjuk membuat endosan bertanggungjawab sesuai dengan ketentuan mengenai hak regres. Bila endosemen memuat pernyataan: "nilai untuk diinkaso ". KUHD 117. 191.. 1792 dst.) Pasal 201.) Pasal 199. (KUHD 182. 182. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosenlenkannya secara lain daripada secara mengamanatkannya. 195. maka pemegang cek tersebut. maka pemegangnya dapat melakukan semua hak yang timbul dari cek itu. yang haknya alas cek itu dibuktikan oleh pemegang dengan cara yang diatur dalam pasal 196. 212.) Pasal 198. 1813. Mereka yang ditagih berdasarkan cek terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadinya dengan penarik atau para pemegang yang terdahulu. kecuali bila Ia telah memperolehnya dengan itikad buruk atau mendapatnya karena kesalahan yang besar. (KUHPerd.

1911. KUHD 1151. dalam hal itu is tidak menjamin pembayarannya terhadap mereka kepada siapa cek itu diendosemenkan kemudian. Bila endosemennya itu dalam blangko. 30 menyerahkan cek itu kepada orang ketiga tanpa mengisi blangkonya dan tanpa mengendosemenkannya. dianggap sebagai pemegangnya yang sah. Bila endosemen blangko diikuti oleh endosemen lain. Dalam hal terakhir. agar dapat berlaku sah. 581-1 sub 11.) Ia dapat melarang endosemen baru. bahkan bila endosemen terakhir dibuat sebagai endosemen blangko. maka endosan menamin pembayarannya. Dengan endosemen itu dipindahkan semua hak yang bersumber pada cek itu. 2033. bila Ia menunjukkan haknya dengan memperuhatkan deretan endosemen yang tak terputus. (KUHPerd. atau endosemen itu hanya terdiri dari tanda tangan endosan (endosemen blangko). 1977. Barangsiapa memegang cek yang dapat dialihkan dengan endosemen. maka penandatangan endosemen terakhir ini dianggap telah memperoleh cek itu karena endosemen blangko.Endosemen itu dapat membiarkan pihak yang diendosemenkan tidak disebut. 20 mengendosemenkan lagi cek itu dalam blangko atau kepada orang lain. . Endosemen-endosemen yang dicoret dianggap dalam hal itu tidak ditulis. 612. (KUHD 114. 227a. (KUHD 112. Kecuali bila dipersyaratkan lain. pemegangnya dapat: 10 mengisi blangko itu baik dengan namanya sendiri ataupun dengan nama orang lain. (Rv.) Pasal 196.) Pasal 197. 198.) Pasal 194.) Pasal 195. 2992. (KUHPerd. endosemen itu harus dibuat di halaman belakang cek itu atau pada lembaran sambungannya. 212. KUHD 113.

22 la. Endosemen yang ditempatkan pada cek demikian berlaku sebagai sesi biasa. Pasal 191. Hal itu harus ditandatangani oleh endosan.) Pasal 193. 217a. Setiap syarat yang dimuat di dalamnya Endosemen untuk sebagian adalah batal. dianggap tidak ditulis. Endosemen harus tidak bersyarat. Cek yang ditetapkan agar harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut dengan atau tanpa Klausula yang tegas "kepada tertunjuk ". atau Klausula semacam itu. 613. Orang ini dapat mengendosemenkan lagi cek itu. .) Bagian 2. Demikian juga endosemen dari tertarik adalah batal. (KUHD 109c. Endosemen atas-tunjk berlaku sebagai endosemen blangko.ditarik. ia mempunyai utang sejumlah uang yang sudah dapat ditagih. hanya dapat dialihkan dalam bentuk sesi biasa beserta akibatnya. (KUHD 110 dst. Endosemen kepada tertarik hanya berlaku sebagai pemberian pernyataan lunas..) Endosemen itu bahkan dapat ditetapkan untuk keuntungan penarik atau setiap debitur cek lainnya. (KUHD 193. Cek yang ditetapkan agar harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut dengan klausula: "tidak kepada tertunjuk ". Endosemen harus dibuat di atas cek atau pada lembaran yang dilekatkan padanya (lembaran sambungan). dapat dialihkan dengan jalan endosemen.) Pasal 192. (KUHPerd. paling sedikit sama denganjumlah pada cek itu. Pengalihan. 192 dst. kecuali bila tertarik mempunyai beberapa kantor dan bila endosemen itu ditetapkan untuk keuntungan kantor lain daripada kantor yang atasnya cek itu ditarik. 180.

1797. Rv. (KUHD 109. Ia sendiri terikat karena cek itu. 229f. Setiap orang yang membubuhkan tanda tangartnya di atas cek sebagai wakil dari seseorang untuk siapa Ia tidak mempunyai wewenang untuk bertindak. mampunyai hak yang sama seperti yang semestinya harus dipunyai oleh orang yang diwakw olehnya.) Pasal 190a. Setiap Klausula yang meniadakan Penarik menjamin pembayarannya. bila pada waktu pengajuan cek itu kepada penarik atau kepada orang yang atas tanggungannya cek itu . 581-1 sub 11.) Pasal 188. Tertarik dianggap mempunyai dana yang diperlukan. 190a. yang pada waktu pengeluarannya tidak lengkap. kewajiban ini. berlaku sah. KUHD 107. 1806. Hal itu berlaku juga terhadap wakil yang melampaui batas wewenangnya. telah dibuat lengkap. Penarik atau seseorang yang atas tanggungannya cek itu ditarik.) Pasal 190. dengan tidak mengurangi kewajiban penarik sesuai dengan pasal 189. dianggap tidak ditulis. (KUHPerd. bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang telah dibuat. namun perikatan-perikatan dari orang-orang lain yang tanda tangannya terdapat pada cek itu. KUHP 264. (KUHD 109b.) Pasal 190b. 2292. kecuali pemegang telah memperoleh cek itu dengan itikad buruk atau karena kesalahan yang besar.) Pasal 189. Bila cek.tangan mereka atau orang yang atas namanya telah dilakukan hal itu. sekalipun bila cek itu ditetapkan harus dibayar oleh pihak ketiga. maka kepada pemegang tidak dapat digjukan tentang tidak memenuhi peijardian-perjanjian itu. (KUHD 108. (KUHD 106. dan setelah membayar. 190b. wajib berusaha agar dana yang diperlukan untuk pembayaran pada hari pengajuartnya ada di tangan tertarik.

berlaku jumlah yang ditulis lengkap dalam huruf. Bila penarik memuat dalam cek pernyataan: "nilai untuk diinkaso . atau pernyataan lain yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. (KUHPerd. atau tanda tangan dari orang rekaan. 210. baik lengkap dengan huruf maupun dengan angka. KUHD 103.) Pasal 185. (KUHD104. penerima dapat melakukan semua hak yang timbul dari cek itu..) Pasal 186. Klausula bunga yang dimuat dalam cek dianggap tidak ditulis. 1878 dst. Bila cek itu memuat tanda tangan orang yang tidak cakap menurut hukum untuk mengikatkan diri dengan menggunakan cek.. 24. Cek yang jumlah uangnya ditulis lengkap dalam huruf danjuga dengan angka. 1813. (KUHPerd.Pasal 183a. (KUHPerd. tidak dapat mengikat orang-orang yang telah membubuhkan tanda .) Pasal 184. "untuk inkaso ". ataupun di tempat lain. 221. 17 dst. 200. Cek yang jumiah uangnya ditulis beberapa kali. KUHD 102a. hanya berlaku jumlah yang terkecil. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkannya. bila terdapat perbedaan. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap penarik. atau tanda tangan orang-orang yang karena alasan lain apa pun juga. selain dengan cara mengamanatkannya. Dalam cek demikian para debitur cek hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. "diamanatkan ". 117 .. 1792 dst. bila terdapat perbedaan. KUHD 105. Amanat yang dimuat dalam cek-inkaso tidak berakhir karena meninggalnya pemberi amanat atau karena pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. Cek dapat ditentukan bahwa dapat dibayar di tempat tinggal pihak ketiga.) Pasal 187. tanda tangan palsu. baik di tempat tinggal tertarik.

bis.. (KUHD 1830. atau Klausula semacam itu.atas-tunjuk. Akan tetapi bila peraturan-peraturan itu tidak diindahkan. dan menurut perjanjian tegas atau secara diam-diam yang menetapkan. 229a. Cek tidak dapat diakseptasi. (KUHD 190a dst. Pasal 183. bahwa penarik mempunyai hak untuk menggunakan dana itu dengan menarik cek. Penarik dianggap menarik atas bebannya sendiri bila dari cek itu atau dari Surat pemberitahuannya tidak ternyata atas beban siapa hal itu dilakukan. Cek dapat ditarik pada penariknya sendiri. Suatu pernyataan akseptasi yang dibuat pada cek itu dianggap tidak ditulis. dengan menyatakan: "atau atas-tunjuk ". Cek yang ditetapkan harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut. 191. maka alas-hak itu tetap berlaku sebagai cek. (KUHD 102. (KUHD 120 dst. .) Pasal 181. Cek tanpa pernyataan tentang penerimaannya berlaku sebagai cek atas-tunjuk.) .kepada orang yang namanya disebut dengan atau tanpa Klausula "kepada tertunjuk ". atau istilah semacam itu berlaku sebagai cek atas-tunjuk.) Pasal 182. Cek dapat ditarik atas beban pihak ketiga.) tegas: . Cek dapat ditetapkan untuk dibayarkan: .Pasal 180. 214-216. Cek dapat berbunyi kepada yang ditunjuk oleh penarik.kepada orang yang namanya disebut dengan klausula: "tidak kepada tertunjuk ". Cek itu harus ditarik atas seorang bankir yang menguasai dana untuk kepentingan penarik.

) 50. dianggap telah ditandatangani di tempat yang disebut di samping nama penarik. (KU HD 185. Bila ditulis beberapa tempat di samping nama penarik. Pasal 178. Bila tidak terdapat penunjukan itu atau penunjukan lain apa pun. Cek memuat: (KUHD 100. tempat yang ditulis di samping nama penarik dianggap sebagai tempat pembayarannya. maka cek itu harus dibayar di tempat yang ditulis pertama.3.S. Alas-hak yang di dalamnya tidak memuat salah satu pernyataan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu. perintah tidak bersyarat untuk membayar suatu jumlah uang tertentu. Cek yang tidak menunjukkan tempat ditarik. maka cek itu harus dibayar di tempat kedudukan kantor pusat tertarik. pernyataan tanggal penandatanganan beserta tempat cek itu ditarik. mengatur undang-undang bea meterai cek. Pengeluaran Dan Bentuk Cek. 1935-490 yang mulai berlaku pada tanggal 29 Des.) 60 .) . kecuali dalam hal tersebut di bawah ini. (KUHD 101. Bila tidak terdapat penunjukan khusus. (KUHD 1794. 18. Traktat ini telah dinyatakan berlaku terhadap antara lain Indonesia dengan Undang-undang 2 Agustus 1935. yang dimasukkan dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam alas-hak itu. (AB. 40.) 10 Nama cek ".) 20. 174. nama orang yang harus membayar (tertarik). N. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan. Bagian 1. tidak berlaku sebagai cek. 30. 175. Pasal 179. tanda tangan orang yang mengeluarkan cek itu (penarik). 1935.

Klausula bunga (pasal 104). PROMES DAN KWITANSI ATAS-TUNJUK. CEK. bila sesuai dengan apa yang ditentukan pada pasal 130 alinea terakhir. 1933-613. S. Pasal 177. 1935 -77jo.) Surat sanggup yang harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukan.Demikian pula terhadap Surat sanggup berlaku ketentuan tentang Surat Wesel yang harus dibayar oleh Pihak ketiga atau di tempat lain dari domisili penarik (Pasal 103 dan pasal 126). aval itu tidak menyebutkan kepada siapa aval itu diberikan. akibat pembubuhan tanda tanpa adanya keadaan dimaksud dalam pasal 106. 299. dengan tujuan untuk menyesuaikan dengan ketentuan-ketentuan dari Undang-undang 17 Nopember 1933. Traktat ini bertujuan: 1. memberlakukan undang-undang yang seragam mengenai cek. dianggap diberikan atas tanggungan penandatangan surat anggup itu. Penolakan untuk memberikan tanda tangan itu. Penandatangan Surat sanggup terikat dengan cara yang sama seperti akseptan Surat Wesel. . Jangka waktu pengunjukan berlangsung mulai pada tanda itu. waktu pengunjukan. 562. akibat dari tanda tangan seseorang yang bertindak tanpa wewenangnya (pasal 107) dan Surat Wesel blangko (pasal 109) Demikian pula terhadap surat sanggup berlaku ketentuan mengenai aval (pasal 129 -131). mengatur penyelesajan perselisihan perundang-undangan tertentu mengenai cek. 581 -I sub 21. Rv. Perbedaan pernyataan berkenaan dengan jumlah uang yang harus dibayar (pasal 105). harus dinyatakannya dengan protes (pasal 124) yang tanggalnya merupakan permulaan berlangsungnya jangka. harus diajukan kepada penandatangan untuk ditandatangani sebagai tanda "telah dilihat " dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 122. yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 1936. (KUHD 127. BAB VII. yang harus dibuat oleh penandatangan pada Surat sanggup itu. N. yang telah diatur sesuai dengan Traktat Genewa 19 Maret 1931. Anotasi: Bab VII yang lama telah diganti dengan Bab VII yang baru ini berdasarkan S. 2.

171a.. 70. pembayaran dengan perantaraan (pasal-pasal 154. maka terhadapnya berlaku ketentuan-ketentuan mengenai Surat Wesel tentang: endosemen (Pasal-pasal 110-119). hak regres dalam hal nonpembayaran (pasal-pasal 142-149. perhitungan jangka waktu dan larangan hari penangguhan (pasalpasal 171. 151-153). serta tempat surat sanggup itu ditandatangani. (KUHD 102. tanda tangan orang yang mengeluarkan alas-hak itu (penandatanganan). kecuali dalam hal tersebut di bawah ini.) Pasal 176. 158-162). Alas-hak yang tidak memuat salah satu pernyataan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu.nama orang yang kepadanya pembayaran itu harus dilakukan atau yang kepada tertunjuk pembayaran itu harus dilakukan. perubahan (pasal 168). 1921. dianggap ditandatangani di tempat yang disebut di samping nama dari penandatangan. penyebutan tanggal. dianggap harus dibayar atas-tunjuk. 109a. pembayaran (Pasal-pasal 137-141). hari-hari raya. Selama tidak menyalahi sifat Surat sanggup. salinan Surat Wesel (pasal 166 dan pasal 167). . daluwarsa (Pasal -pasal 168a. Surat sanggup yang hari jatuh tempo pembayarannya tidak ditunjuk. Pasal 175.50. 1915 dst. 172 dan 173). Surat Wesel yang hilang (pasal 167a). hari jatuh tempo (Pasal-pasal 132-136). Bila tidak terdapat penunjukan khusus. tidak berlaku sebagai Surat sanggup. (KUHPerd.) 60. 169-170). tempat penandatanganannya Surat itu dianggap sebagai tempat pembayarannya dan juga sebagai domisili penandatangan. Surat sanggup yang tidak menyebutkan tempat penandatangannya. KUHD 101'.

Rv. penunjukan hari jatuh tempo. Tahun Baru. (KUHD 143. 158. 132 dst. 169. 141. 133 . 153. Pasal 174. 229b.d. S. baik Klausula tertunjuk. 152. 229j. (KUHD 132 dst. 1432. (s.) 40. beserta hari-hari raya lainnya yang setiap tahun kembali yang ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan. 135. (KUHD 229b. dilakukan setiap tahun dengan surat ketetapan yang dimuat dalam surat kabar resmi sebelum pennulaan tahun. 144. 229d.) Pasal 172.) Pasal 173. 1752. 1935-77.) Bagian 13. 1938-161. Kenaikan Isa Almasih. 1937-572.) yang dianggap hari raya resmi menurut bagian ini ialah: Minggu. bis. tidak termasuk hari permulaan jangka waktu itu. 126. dg. l 351.. 171a.S. (KUHD 103.120. Tiada satu hari penangguhan pun diizinkan.. kedua hari Natal. 137. Paskah Kristen kedua dan Pantekosta. kecuali hari Minggu. Surat sanggup (KUHD 100. 30. maupun menurut keputusan hakim. 132'. 229c. Surat Sanggup (Order). 122.S. Dalam jangka waktu yang ditetapkan undang-undang atau Perjanjian.) . (AB. 144.) Pasal 171a. yang dimasukkan dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam alas-hak itu. 152 dst. 143. Penunjukan tanggal semua hari raya dimaksud dalam pasal ini. baik menurut undang-undang. (KUHD 122.u. 18. 131. maupun sebutan.) 20. kepada tertunjuk . 171. 137. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan.. penyanggupan tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu. 172. 179) memuat: surat sanggup atau promes 10.

yang dilakukan pada saatnya atau.d.. 1935-77jo.) Bagian 12.. 145 dst. (KUHPerd.) Menyimpang dari pasal 1987 dan 1988 Kitab Undang-undang Hukum Perdata berlakulah daluwarsa yang dibicarakan dalam pasal yang lalu terhadap mereka yang belum dewasa dan terhadap mereka yang berada dalam pengampuan. Pencegahan daluwarsa hanya berlaku terhadap orang yang terhadapnya dilakukan tindakan pencegahan daluwarsa itu. maka jangka waktu ini diperpanjang sampai hari kerja pertama berikut pada akhir jangka waktu tersebut. 1935-77jo. yang telah memperkaya diri secara tidak adil. Demikian pula semua tindakan lain berkenaan dengan surat wesel.) (s. Pembayaran suatu surat wesel yang hari jatuh temponya pada hari raya resmi. 229. Hari raya yang terdapat di antara itu dimasukkan dalam perhitungan jangka waktu..) Pasal 170. 132 dst. yaitu pengajuannya untuk akseptasi dan protesnya.) Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea pertama tidak dapat digunakan oleh akseptan. Bila salah satu tindakan itu harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang hari terakhirnya adalah hari raya resmi.. dengan tidak mengurangi hak-tagih mereka yang belum dewasa dan yang dalam pengampuan terhadap wali atau pengampu mereka. 120 dst... bila atau sejauh ia telah menerima dana atau telah memperkaya diri secara tidak adil. 127. (KUHD . (KUHD 190c. 229k. 143. 562. Tuntutan hukum endosan yang satu terhadap endosan yang lain dan terhadap penarik kedaluwarsa karena lampaunya waktu enam bulan terhitung dari hari pembayaran surat wesel itu oleh endosan untuk memenuhi wajib regresnya. dan tidak dapat pula digunakan oleh penarik atau para endosan. demikian pula daluwarsa yang dimaksud dalam alinea kedua dan ketiga tidak dapat digunakan oleh penarik. Pasal 171. atau dan hari endosan sendiri digugat di depan pengadilan. bila dan sejauh ia selama tidak menyediakan dana. (KUHD 229a. demikian pula antara suami-istri. dg. 110 dst. 1982. S. (s. dari hari jatuh temponya bila ada Klausula tanpa biaya. dg. baru dapat ditagih pada hari kerja berikutnya. 1979 dst. Ketentuan-ketentuan Umum. 562. S.d. u.t. tidak dapat dilakukan selain pada hari kerja. semuanya tanpa mengurangi ketentuan dalam pasal 1967 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. 168a. 170.

Barangsiapa kehilangan surat wes,l yang pemegangnya adalah ia, hanya dapat meminta Pembayaran dari tertarik dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun. (KUHPerd. 1830, 1967; KUHD 115, 137, 139, 143b2, 167b, 227a; Rv. 611 dst.)

Pasal 167b. Barangsiapa kehilangan surat wesel yang pemegangnya adalah ia, dan sudah jatuh tempo pembayarannya dan di mana perlu telah diprotes, hanya dapat melakukan haknya terhadap akseptan dan terhadap penarik dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun. (KUHPerd. 1830, 1967; KUHD 115, 137, 139,143b 2, 167a, 227b; Rv. 611 dst.)

Bagian 10. Perubahan.

Pasal 168. Bila ada perubahan dalam teks suatu surat wesel, maka mereka yang kemudian membubuhkan tandatangannya pada surat wesel itu, terikat menurut teks yang telah diubah; mereka yang telah membubuhkan tandatangannya sebelum itu terikat menurut teks yang asli. (KUHD 109, 228; KUHP 264.)

Bagian 11. Daluwarsa.

Pasal 168a. Dengan tidak mengurangi ketentuan pasal berikut, maka utang wesel dihapus oleh segala ikhtiar pembebasan utang wesel yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata. (KUHPerd. 1381; KUHD 228a.)

Pasal 169. Semua tuntutan hukum yang timbul dari surat wesel terhadap akseptan, kedaluwarsa karena lampaunya waktu tiga tahun, terhitung dari hari jatuh temponya. Tuntutan hukum pemegang terhadap para endosan dan terhadap penariknya kedaluwarsa karena lampaunya waktu satu tahun, terhitung dari tanggal protes

20. bahwa ia telah tidak berhasil memperoleh akseptasi atau pembayaran atas lembaran lain. (KUHD 120, 143, 143b, 146.)

sub 2. Salinan Wesel

Pasal 166. Setiap pemegang surat wesel mempunyai hak untuk membuat beberapa salinannya. Salinannya harus dengan saksama menggambarkan aslinya endosemennya dan semua penyebutan lainnya, yang terdapat padanya. tersebut harus menunjukkan, di mana salinan itu berakhir. dengan Salinan

Salinan dapat diendosemenkan dan di tanda-tangan untuk aval dengan cara dan dengan akibat yang sama seperti astinya. (KUHPerd. 1888 dst.; KUHD 110, 129, 163, 167.)

Pasal 167. Salinan harus menyebutkan orang pada siapa lembaran aslinya berada. Orang ini wajib menyerahkan lembaran aslinya kepada pemegang yang sah dari salinannya. Bila ia menolak hal ini, maka pemegang baru hanya dapat melakukan hak regresnya terhadap mereka, yang telah mengendosemenkan salinannya atau menandatanganinya untuk aval, setelah dengan protes ia menyelenggarakan pernyataan, bahwa lembaran asli yang telah diminta tidak diserahkan kepadanya. Bila setelah endosemen yang terakhir diadakan di atasnya, sebelum salinannya dibuat, lembaran aslinya memuat klausula; mulai dari sini endosemen hanya berlaku pada salinannya , atau Klausula lain semacam itu, maka endosemen yang kemudian diadakan pada lembaran aslinya adalah batal. (KUHPerd. 1888 dst.; KUHD 146, 166.)

sub 3. Surat Wesel yang Hilang.

Pasal 167a.

Bagian 9. Lembaran Wesel, Salinan Wesel Dan Surat Wesel yang Hilang. sub 1. Lembaran Wesel.

Pasal 163. Surat Wesel dapat ditarik dalam beberapa lembaran yang bunyinya sama. Lembaran itu harus dibubuhi nomor dalam teks sendiri dari alas-hak, dan bila hal ini tidak ada, maka setiap lembar dianggap sebagai surat Wesel tersendiri. Tiap pemegang suatu surat Wesel, di mana tidak dicantumkan, bahwa hal itu ditarik dalam satu lembar saja, dapat menuntut atas biayanya untuk menyerahkan beberapa lembar. Untuk hal itu ia harus menghubungi endosan yang langsuung mengendosemenkan padanya, yang wajib memberikan bantuannya untuk meminta kepada endosannya sendiri, dan demikian seterusnya sampai kembali pada penariknya. para endosan juga wajib menulis endosemen itu pada lembaran yang baru. (KUHD 100, 226.)

Pasal 164. Pembayaran yang dilakukan atas salah satu lembar mengakibatkan pembebasan, meskipun tidak disyaratkan, bahwa pembayaran tersebut menggugurkan kekuatan berlakunya lembaran-lembaran lainnya. Akan tetapi tertarik tetap terikat oleh setiap lembaran yang diakseptasi dan tidak diserahkan kepadanya. (KUHD 124.) Endosan yang telah menyerahkan lembaran itu kepada berbagai orang, demikian pula endosan yang kemudian, terikat oleh lembaran yang memuat tanda tangan mereka dan tidak diserahkan. (KUHD 110 dst., 138, 227.)

Pasal 165. Barangsiapa telah mengirimkan salah satu lembaran untuk akseptasi, harus menunjukkan pada lembaran yang lain, nama orang pada siapa lembaran itu berada. Orang ini berkewajiban untuk menyerahkan lembaran itu kepada pemegang yang sah dari lembaran lain. Bila ia menolak, maka pemegang baru dapat melakukan hak regresnya, setelah dia dengan protes mengatakan: 10. bahwa lembaran yang dikirimkan untuk akseptasi setelah diminta tidak diserahkan;

yang mempunyai domisili pada tempat pembayaran. Barangsiapa membayar selaku perantara. pemegang harus mengajukan surat Wesel itu kepada mereka semua. (KUHD 110 dst. 1915 dst. Para endosan yang berikut untuk siapa telah dilakukan pembayaran.) Surat Wesel dan protesnya. Bila ada beberapa orang yang mengaiukan untuk pembayaran dengan perantaraan. kehilangan hak regresnya terhadap mereka yang seharusnya akan terbebas oleh itu.) . harus diserahkan kepada orang yang membayamya selaku perantara. terbebas dari segala ikatan. atau bila disebut orang dengan domisili di tempat itu juga yang dalam keadaan darurat akan membayar. Akan tetapi dia tidak boleh mengendosemenkannya kembali. (KUHD 146.) Pasal 162. 24. (KUHPerd. dan endosan yang kemudian. 17 dst. Pembayaran dengan perantaraan harus dinyatakan dengan tanda pelunasan. dibubuhkan pada surat Wesel dengan menunjuk kepada orang. kehilangan hak regresn a terhadap mereka yang seharusnya sudah terbebas. Perantara yang dengan sadar melanggar ketentuan ini.) Bila tidak terjadi protes dalamjangka waktu tersebut.) Pasal 160. 158. memperoleh hak yang bersumber dari surat Wesel itu terhadap orang untuk siapa ia telah melakukan pembayaran. Pemegang yang menolak pembayaran dengan perantaraan..Bila Surat Wesel itu diakseptasi oleh perantara. 146. (KUHD 143 dst. maka dianggap pembayaran itu dilakukan untuk penarik. untuk siapa hal itu dilakukan. Bila penunjukan itu tidak ada. 154y3. bila ini diadakan..) Pasal 161. (KUHPerd. (KUHD 149. dan terhadap mereka yang berdasarkan surat Wesel terikat pada orang yang tersebut terakhir ini. maka orang yang telah memberikan alamat darurat atau untuk siapa surat Wesel itu diakseptasi. terbebas dari segala ikatan mereka. 145. 164. didahulukan pembayaran yang menyebabkanjumlah pembebasan yang terbesar. dan bila ada alasan untuk itu. harus menyelenggarakan protes nonpembayaran paling lambat pada hari yang berikut pada hari terakhir waktu hal ini dapat dilakukan.

1543. di mana protes nonpembayaran dapat diselenggarakan.) Pasal 157. orang untuk siapa hal itu telah dilakukan dan mereka yang wajib regimes terhadap orang itu dapat menuntut dari pemegangnya penyerahan surat Wesel itu. Pasal 158. hal itu ditandatangani oleh perantara.) Pasal 156. Akseptan dengan perantaraan terhadap pemegang dan terhadap para endosan yang telah mengendosemenkan surat Wesel itu setelah orang untuk siapa perantaraan itu diberikan. dan terhadap mereka yang sesudah itu telah membubuhkan tandatangannya pada surat Wesel itu. baik pada hari jatuh tempo. (KUHD 127. Akseptasi dengan perantaraan dicantumkan pada surat Wesel. Pembayaran dengan perantaraan dapat dilakukan dalam semua keadaan. (KUHPerd. 146. protesnya dan perhitungan yang ditanda sebagai pelunasan. Meskipun ada akseptasi dengan perantaraan. 1915 dst. 161. dengan pembayaran kembali jumiah uang yang dimaksud dalam pasal 147.) sub 3. KUHD 124. Hal itu menunjuk orangnya untuk siapa akseptasi itu telah diberikan. di mana pemegang mempunyai hak regres. Pembayaran Dengan Perantara. dianggap hal itu telah dilakukan untuk penarik. bila tidak ada penunjukan itu. Hal itu harus berlangsung paling lambat pada hari terakhir. bila ada alasan untuk itu. maupun sebelum hari jatuh tempo. (KUHD 146. (KUHD 143. terikat dengan cara yang sama seperti mereka yang tersebut di atas ini.) Pasal 159. Pembayaran itu harus meliputi seluruh jumlah uang yang harus dilunasi oleh orang untuk siapa hal itu dilakukan.hak regresnya yang ia miliki sebelum hari jatuh tempo terhadap orang untuk siapa telah dilakukan akseptasi itu. 148. 146 dst. 159 dst. ..

akan tetapi biaya. seorang endosan. kecuali bila ia telah mengajukan surat Wesel tersebut kepada orang yang ditunjuk itu dan telah dibuat protes tentang penolakannya untuk mengakseptasi. atau seorang pemberi aval dapat menunjuk seseorang yang dalam keadaan darurat untuk mengakseptasi atau membayar. Pasal 154..Bagian 8. atau orang yang telah terikat berdasarkan surat Wesel itu. 1540. Penarik. maka bila ada alasan untuk itu. Perantara itu bisa seorang ketiga. (KUHD 142 dst. sebelum hari jatuh tempo pembayaran dapat melakukan hak regres. sub 1.) Surat Wesel itu dapat diakseptasi atau dibayar dengan syarat-syarat yang ditetapkan di bawah ini oleh seseorang yang memberi perantaraan untuk seorarg debitur yang terhadapnya dapat dilakukan hak regres. kecuali akseptan. bahkan tertarik.) Bila pada surat Wesel ditunjuk seseorang untuk mengakseptasinya atau membayar di tempat pembayarannya. kerugian dan bunga tidak dapat melebihi jumlah uang dalam surat Wesel itu. 1355 dst. 155 dst. Akseptasi dengan perantaraan dapat terjadi dalam segala keadaan.) Perantara itu memberitahukan dalam jangka waktu dua hari tentang perantaraannya kepada orang yang diberi perantaraan olehnya.. ia bertanggung jawab untuk kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya. (KUHPerd.) Dalam keadaan-keadaan lainnya tentang perantaraan. KUHD 146. Akseptasi Dengan Perantaraan. sebelum hari jatuh tempo pembayarannya. Akan tetapi bila ia menerimanya. 1354. ia kehilangan . 1382. maka pemegang tidak dapat melakukan haknya terhadap orang yang telah melakukan penunjukan dan terhadap mereka yang sesudah itu telah membubuhkan tandatangannya pada surat Wesel itu. (KUHPerd. Bila ia tidak Memperhatikan jangka waktu itu. Ketentuan Umum. dalam keadaan darurat. Perantaraan. pemegang dapat menolak akseptasi dengan perantaraan. (KUHD 1213. 1792 dst. di mana Pemegang surat Wesel yang dapat diakseptasi. Pasal 155.) 2. (KUHPerd.

Bila dana yang harus disediakan hanya ada sebagian. Bila pengajuan surat wesel atau penyelenggaraan protesnya dalam jangka waktu yang ditentukan terhalang oleh rintangan yang tidak dapat diatasi (peraturan undang-undang dari suatu negara atau lain hal di luar kekuasaannya). (KUHD 109b dst.) Bila surat wesel itu tidak diakseptasi. maka jikalau protes dilakukan tidak pada saatnya. meskipun belum berakhir jangka waktu pengajuan.. F. dan ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya. 143. 613. atau untuk orang yang ditugaskan olehnya untuk mengajukan surat wesel itu atau untuk mengadakan protes. Untuk surat-surat wesel yang ditarik sebagai wesel atas-tunjuk atau dengan jatuh tempo pembayaran pada waktu tertentu setelah penunjukkan. dan meliputi jumlah wesel itu.. Bila keadaan di luar kekuasaannya itu berlangsung lebih dari tiga puluh hari terhitung dari hari jatuh tempo pembayarannya. Pemegangnya berkewajiban untuk segera memberitahukan kepada endosannya tentang keadaan yang di luar kekuasaannya itu. Setelah berakhirnya keadaan yang di luar kekuasaannya. 143. 127a.. bukti-bukti secukupnya untuk memungkinkan berlakunya tagihan itu. 133 dst. berjalannya jangka waktu tiga puluh hari itu mulai hari ketika pemegang memberitahuktentang keadaan di luar kekuasaannya itu kepada endosannya. (KUHD 121 dst. pemegangnya harus segera terus mengajukan surat wesel itu untuk akseptasi atau pembayaran. Fakta-fakta yang bersifat pribadi bagi pemegangnya. kecuali bila mereka menganggap lebih baik untuk mengizinkan pemegang itu sebagai penagih utang untuk jumlah surat wesel itu. yang telah diterima dari padanya oleh tertarik pada hari jatuh tempo pembayaran. 146a. maka penarik bertanggung jawab untuk kekurangannya. untuk selebihnya berlaku ketentuan pasal 144. maka dapatlah dilakukan hak regresnya tanpa memerlukan pengajuan atau pembuatan protes.) . berkewajiban untuk melepaskan dan menyerahkan kepada pemegangnya tagihan terhadap dana itu. dan mengajukan protes bila ada alasannya. 13. tidak dianggap sebagai hal-hal yang ada di luar kekuasaannya. penarik yang dengan ancaman wajib membebaskan. 152. (KUHPerd. maka para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama. 225. maka jangka waktu tiga puluh hari diperpanjang dengan jangka waktu pengunjukannya yang dinyatakan dalam surat wesel itu. untuk surat-surat wesel yang ditarik dengan jatuh tempo pembayaran pada waktu tertentu setelah pengajuan.pembayararmya pada tertarik ada tersedia dana untuk pembayaran surat wesel itu. dan mencantumkan pemberitahuannya pada surat wesel itu atau halaman sambungannya dengan tanggal dan tanda tangannya. maka jangka waktu itu diperpanjang. Bila penarik dinyatakan pailit.) Pasal 153. KUHD 109c. 1.

walaupun protes itu dilakukan tidak pada saatnya.) untuk membuat protes nonakseptasi atau nonpembayaran. (KUHD 143. maka jumlah uangnya ditentukan menurut kurs sebuah wesel atas-tunjuk yang ditarik dari tempat tinggal penarik wesel ulangan itu di tempat tinggal wajib regres.) Pasal 152a. bahwa pada hari jatuh tempo . Bila wesel ulangan itu ditarik oleh pemegang. di tempat tinggal wajib regres. 137.) gugurlah hak pemegang terhadap endosan. (KUHD 122. (KUHD 145.) untuk pengajuan sebuah surat wesel yang ditarik atas-tunjuk atau untuk waktu tertentu setelah pengunjukan. yang ditarik dari tempat surat wesel asli harus dibayar. (KUHD 140.. namun penarik berkewajiban untuk membebaskan. (KUHD.wesel untuk salah scorang dari mereka yang berkewajiban regres terhadapnya. Bila wesel ulangan itu ditarik oleh seorang endosan. kecuali bila penarik membuktikan.) Bila terjadi kelalaian mengaiukan untuk akseptasi dala.) Bila ketentuan jangka waktu untuk mengajukan dimuat dalam endosemen. 119.. 133 dst. kecuali bila dari kata-kata surat wesel itu ternyata. terhadap tertarik dan terhadap para debitur wesel lainnya. (KUHD 146. Wesel ulangan itu meliputi kecuali jumlah-jumlah uang yang disebut dalam pasal-pasal 147 dan 148. dengan pengecualian terhadap akseptan. maka hanya endosan itu saja yang dapat menggunakannya sebagai landasan. baik karena nonpembayaran maupun nonakseptasi. Surat wesel nonakseptasi atau nonpembayaran yang diprotes.) untuk pengajuan buat pembayaran dalam hal ada persyaratan tanpa biaya. 153. 146. dan harus dibayar di tempat tinggalnya. 110 dst. Pasal 152. (KUHD 127. bahwa penarik hanya menghendaki untuk membebaskan diri dari kewajiban untuk menjamin akseptasinya.jangka waktu yang ditetapkan oleh penarik. maka jumlah uangnya ditentukan menurut kurs sebuah wesel atas-tunjuk. Setelah jewat jangka waktu yang ditetapkan: (KUHD 153.). jugajumlah-jumlah uang provisi dan meterai dari wesel ulangan. gugurlah hak regres Pemegang.

. (KUHD 138. menuntut. bahwa pembayaran itu disebutkan dalam surat wesel itu dan padanya diberi tanda pelunasan. KUHD 104. kecuali dipersyaratkan kebalikannya.. Di samping itu pemegang harus menyerahkan kepadanya salinan surat wesel itu yang sama bunyinya beserta protesnya.) Pasal 148. biaya-biaya yang telah dikeluarkannya. (KUHPerd. 12500. seluruh jumlah uang yang telah dibayarnya. Setiap debitur wesel. pada hari pelaksanaan hak regres. dapat mendapatkan bagi dirinya penggantian kerugian-kerugian itu dengan jalan surat wesel baru (surat wesel ulangan) yang ditarik sebagai surat . 143. 20. 12503. Setiap orang yang dapat melakukan hak regres. 151. KUHD 147.223. untuk penyerahan surat wesel itu dengan protesnya beserta perhitungan yang ditandatangani sebagai tanda pelunasan. 166 dst. 1390. bunga sebesar enam persen terhitung dari hari pembayarannya.) Pasal 151. untuk memungkinkannya melaksanakan hak-hak regres selanjutnya. 222. Dalam hal akseptasi sebagian dapatlah orang yang telah membayar bagian nilai wesel yang tidak diakseptasi untuk memenuhi kewajiban regresnya.) Pasal 150. 224. 157. Setiap endosan yang telah membayar surat wesel untuk memenuhi kewajiban regresnya. 148. 152a. 127. 139.) Pasal 149. 146 dst. dapat mencoret endosemennya sendiri dan endosemen-endosemen berikutnya. 30. dapat menuntut dengan pembayaran sebagai pemenuhan kewajiban regresnya. (KUHPerd. Barangsiapa telah membayar surat wesel untuk memenuhi kewajiban regresnya.pemegang. KUHD 125. 151. 143d dst. 142 dst. (KUHPerd. dapat menagih kepada orang yang mempunyai kewajiban regres terhadapnya: 10. terhadap siapa dilakukan atau dapat dilakukan hak regres.

221. terhitung dari hari jatuh tempo pembayarannya. bertanggungjawab pula terhadap pemegang.) Pasal 146a. 30.tanggung-renteng. Pemegang melakukan gugatan kepada mereka. 20. Pemegang dapat menggugat orang-orang ini. Di samping itu juga pihak ketiga yang atas bebannya telah ditarik surat wesel itu dan telah menikmati nilainya. tetaplah dana itu pada tertarik sampai jumlah dalam surat wesel itu. KUHD 102 dst. 581-1 sub 11.. jumlah surat wesel yang tidak diakseptasi atau tidak dibayar dengan bunganya bila hal ini dipersyaratkan. (KUHD 109b dst.) Pasal 147. maka dalam hal kepailitan penarik. dengan tidak mengurangi kewajibannya terhadap pemegang untuk memenuhi akseptasinya. 1283.) Dalam hal akseptasi. Hak itu pun diberikanjuga kepada setiap orang yang tanda tangannya terdapat pada surat weset itu dan telah membayarnya untuk memenuhi kewajiban regresnya. 1292 dst.. tanpa berkewajiban untuk mengindahkan urutan waktu mereka mengikatkan diri.. Gugatan yang dilakukan terhadap salah seorang debitur wesel. Bila surat wesel itu tidak diakseptasi. Potongan ini dihitung menurut diskonto resmi (diskonto bank) yang berlaku qi tempat tinggal . uang wesel termasuk harta bendanya. maka dilakukan pemotongan terhadap jumlah uang wesel itu.. 152a. maupun bersama-sama. Rv.) Bila penggunaan hak regres dilaksanakan sebelum hari jatuh tempo. bunga sebesar enam persen. (KUHD 1453. meskipun mereka mengjkatkan diri lebih belakangan daripada yang digugat paling Pertama. baik masing-masing tersendiri.. 167. P. pemberitahuan-pemberitahuan yang telah dilakukan beserta biaya-biaya lainnya. terhadap siapa Ia melaksanakan hak regresnya: 10 . 110 dst. 299. tidak menghalangi gugatan kepada debitur lainnya. 19. 120 dst. 165. 221a. 127a. 152. (KUHPerd. 132.. Pemegang surat wesel yang diprotes tidak mempunyai hak apa pun atas uang cadangan penarik yang ada pada tertarik. 131. 1280 dst.biaya-biaya protes. 157. 127. (F.

bila ada alasannya. 143d. maka hal itu berakibat terhadap mereka semua yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. bahwa ia telah iinelakukan pemberitahuan itu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan..) Pasal 146.. biayanya dapat ditagih pada mereka semua yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. mengakseptasi. KUHD 143 dst. atau menandatangani surat wesel untuk aval. (KUHPerd. 1243 dst. (KUHD 143.) Pasal 145. untuk melaksanakan hak regresnya. bahkan dapat dengan hanya mengirimkan kembali surat weselnya. sudah cukuplah dengan pemberitahuan kepada endosan yang lebih dahulu. 147-1 sub 30. dapat melakukan hal itu dalam bentuk apa pun. tidak menyebabkan dirinya kehilangan hak.) Barangsiapa melakukan pemberitahuan itu tidak dalam jangka waktu tersebut di atas. ia bertanggungjawab atas segala kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya. denganjalan klausula "tanpa biaya". Bila pemepng mengadakan juga protes. Bila Klausula itu dibuat oleh penarik. 220. kerugian dan bunga itu tidak mungkin melampaui jumlah pada wesel tersebut. meskipun ada Klausula itu yang dibuat oleh penarik. Bila Klausula itu berasal dari seorang endosan atau seorang pemberi aval. mengendosemen.Bila seorang endosan tidak menyatakan alamatnya atau menyatakannya dengan cara yang sukar dibaca. 219. akan tetapi biaya. "tanpa protes" atau Klausula lain semacam itu yang ditulis dan ditandatangani diatas surat wesel itu. seorang endosan atau seorang pemberi aval. maka hal ini hanya berakibat terhadap endosan atau pemberi aval saja. maka bila diadakan protes. (KUHPerd. Bukti tentang tidak diindahkannya jangka waktu itu harus diberikan oleh mereka yang mendasarkan haknya atas hal itu terhadap pemegang. Klausula ini tidak membebaskan pemegang dari pengajuan surat wesel itu dalam jangka-jangka waktu yang ditetapkan ataupun dari penyelenggaraan pemberitahuannya. maka biaya-biayanya untuk itu adalah atas bebannya. terikat pada pemegangnya secara . Penarik. bila hal itu dibuat oleh endosan atau pemberi aval. Barangsiapa harus mengadakan pemberitahuan. bila surat yang memuat pemberitahuan itu dalam jangka waktu tersebut telah disampaikan dengan pos. 1916. 153. Semua orang yang menarik. Ia harus membuktikan. Jangka waktu tersebut dianggap telah diindahkan. dapat membebaskan pemegangnya dari pembuatan protes nonakseptasi atau nonpembayaran.

4. untuk mengganti apa yang ditentukan dalam 10 dari alinea yang lalu.. 20 dst. dengan menunjukkan nama dan alamat mereka yang telah melakukan pemberitahuan yang terdahulu. kerugian dan bunga. . oleh hakim pengadilan karesidenan.. dan di luar itu. 8. harus disampaikan pemberitahuan yang sama dalam jangka waktu itu juga kepada pemberi avalnya. (KUHD 218c. atau bila surat wesel itu telah ditarik dengan klausula tanpa biaya. wajib untuk membuat salinan protes tersebut dan memberitahukan hal itu dalam. Rv. menurut urutan waktu. kecuali bila penarik telah mencatat. bahwa ia menghendaki protes otentik. bila dikehendaki. 218b. yang diberi nomor dan tanda pengesahan oleh Ketua raad van justitie. terhalang atau tak mungkin bertindak.Bila protes itu mengenai surat wesel yang hilang. 21720. Jangka-jangka waktu ini berjalan mulai hari penerimaan pemberitahuan-pemberitahuan yang lebih dahulu.. dan membukukannya dalam register khusus. Mereka juga berkewajiban. 1. cukuplah dengan uraian yang seteliti-telitinya dari isi surat wesel itu. berlakulah keterangan yang dibuat di atas surat wesel dengan izin pemegangnya.) Pasal 143d. berikut pada hari pengajuan. Pemegangnya harus memberitahu kepada endosannya dan kepada penariknya tentang nonakseptasi atau nonpembayaran itu dalam empat hari kerja berikut dari hari protes. Sebagai protes nonakseptasi.) Pasal 144. untuk menyerahkan selembar atau lebih dari salinan-salinan protes itu kepada mereka yang berkepentingan. 167a dst. 155 dst. 130.) Pasal 143c. bila tempat tinggal mereka dalam kabupaten di mana raad van justitie itu berada. (KUHD 143. dan berturut-turut juga sebagai protes nonpembayaran. Setiap endosan harus memberitahukan tentang pemberitahuan yang diterimanya dalam dua hari kerja berikut pada hari penerimaan pemberitahuan tersebut. 137. (KUHD 112. yang berisi bahwa ia menolak. di daerah Gubememen di Jawa dan Madura oleh asisten-residen dan di luar itu oleh Kepala Pemerintahan Daerah setempat. Not. 169. para notaris atau juru sita dengan ancaman untuk mengganti biaya-biaya. 124 dst. dan demikian selanjutnya kembali pada penariknya. Bila sesuai dengan alinea yang lalu disampaikan pemberitahuan kepada seseorang yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. ditanggau dan ditandatangani oleh orang yang diminta akseptasinya atau pembayarannya. bila ini tidak ada.

Bila orang yang harus membayar surat wesel itu tidak dikenal sama sekali atau tidak dapat ditemukan. bahwa ia.memperlihatkan keputusan hakim. 20 . atau oleh orang yang ditunjuk. 171. baik di dalam afdeling (kini dapat disamakan dengan kabupaten) yang sama maupun dalam kabupaten lain. (KUHPerd. Protes-protes itu memuat: 10. dari avalnya dan dari alamat-alamat yang dibuat di atasnya. dan alasan-alasan penolakannya. Bila surat wesel itu ditarik untuk dibayar di tempat tinggal lain yang ditunjuk. 143b. maka protes itu harus dilakukan pada kantor pos di tempat tinggal yang ditunjuk untuk pembayaran. 40. 143b-2 sub 21. KUHD 100-31. 50. 102. bila surat wesel ditarik untuk dibayar di luar kabupaten yang bukan tempat tinggal tertarik. 30. peringatan untuk menandatangard protes itu. dari endosemenendosemen. Permintaan pembayaran surat wesel dan protes yang menyusulnya kemudian. di mana dinyatakan kepailitan itu. dan tidak ditunjuk tempat tinggal untuk melakukan pembayarannya. karena nonakseptasi atau nonpembayaran itu telah memprotes.. 962. pernyataan... pernyataan. 125. 214.) Pasal 143a. I dst. 132 dst. dan bila di sana tidak ada kantor pos. Semua protes. 143d. salinan kata demi kata dari surat weselnya. maka permintaan pembayaran dan pembuatan protes harus dilakukan di tempat tinggal yang ditunjuk atau kepada orang yang ditunjuk itu. 1393. 218a. Hal itu harus disertai dua saksi. baik protes nonakseptasi maupun protes nonpembayaran harus dibuat oleh notaris atau oleh juru sita. (KUHD 120 dst. di daerah Gubememen di Jawa dan Madura kepada asisten-residen dan di luar itu kepada KepaIa Pemerintahan Daerah setempat. dari akseptasinya. bahwa mereka telah memintakan akseptasi itu atau pembayarannya kepada orang-orang atau di tempat yang disebut dalam pasal yang lalu dan tidak memperolehnya. 145. 212. harus dilakukan di tempat tinggal tertarik.) Pasal 143b. F. . 217. pernyataan tentang alasan yang telah dikemukakan tentang nonakseptasi atau nonpembayaran. notaris ataujuru sita. F. Demikianlah juga harus dilakukan seperti itu. 126.

131.. pemegangnya cukup dengan . (KUHD 132 dst.d.) 30.6.) Bila pembayarannya tidak terjadi. untuk penundaan pembayaran.) Pasal 143. sebelum surat wesel itu diajukin kepada tertarik untuk pembayaran dan dibuat protes. bila akseptasi ditolak seluruhnya atau sebagian. atau bila penarik surat wesel yang tidak dapat dimintakan akseptasi. dalam hal pailitnya tertarik. akseptasi atau bukan akseptan. maka pemegangnya tidak dapat melakukan hak regresnya. atau pada waktu tertentu setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan. maka protesnya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam alinea di atas untuk membuat protes nonakseptasi. Dalam pengangkatan para pengurus atas permintaan tertarik. Penolakan akseptasi atau pembayaran harus ditetapkan dengan akte otentik (protes nonakseptasi atau nonpembayaran). Bila dalam hal seperti yang diatur dalam pasal 123 alinea pertama. F.(s. akseptan atau bukan akseptan. dalam hal pailitnya penarik dari surat wesel yang tidak dapat dimintakan akseptasinya. 1 dst. Bila tertarik. 114. 141. Protes nonpembayaran suatu surat wesel yang harus dibayar pada hari tertentu. harus dilakukan pada salah satu dari dua hari kerja yang berikut dari hari surat wesel itu harus dibayar. Protes nonakseptasi harus diselenggarakan dalamjangka waktu yang ditetapkan untuk pengajuan untuk akseptasi. 216.. 212 dst. Bila ini mengenai surat wesel yang harus dibayar atas-tunjuk.. (KUHD 120 dst. dinyatakan pailit. terhadap penarik dan para debitur wesel lainnya: (KUHD 108. (KUHD 1435. 1 dst. S. F. telah dinyatakan pailit. 109b.) Bahkan sebelum hari jatuh temponya: 10. pengajuan pertama dilakukan pada hari terakhir dari jangka waktu itu. maka untuk melakukan hak regresnya. 127.) Pada hari jatuh temponya: (KUHD 100-40.. Protes nonakseptasi menjadikan Pengajuan untuk pembayaran dan protes nonpembayaran tidak perlu lagi. c. dg. 1937-590. 125.) 20. maka protes itu masih dapat dilakukan pada hari berikutnya. baik sebagai akseptan ataupun bukan dan sejak saat berlakunya penundaan pembayaran. (KUHD f435 6 . 137.) Pemegang surat wesel dapat melakukan hak regresnya terhadap para endosan.u.

pemegang dapat menuntut menurut pilihannya.Bila ia.. KUHD 147 2. atau mereka yang telah memperoleh karena kesalahannya yang besar.. maka tiap-tiap debitur mempunyai wewenang untuk menyerahkan jumlah itu kepada yang berwajib untuk disimpan atas biaya dan tanggung jawab pemegangnya.. 146. KUHD 60. Hak Regres Dalam Hal Nonakseptasi Atau Nonpembayaran. 1513 .. Bila debitur lalai. 1393. . 1270. 1386. 167a. 212. 1387. 1404 dst. Bila jumlah dalam wesel itu dinyatakan dalam uang yang mempunyai nama sama. KUHD 1271. Pasal 142. 1385. bahwa pembayarannya harus dilakukan dalam uang tertentu yang ditunjuknya (klausula pembayaran sungguh dalam uang asing). b. Nilai uang asing itu. dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 137. 213. 1756 dst.) Bagian 7. 1405-40.100-20. bahwa jumlah pada surat wesel itu dibayar dalam uang negerinya menurut kursnya. 1407 dst. baik dari hari jatuh temponya ataupun dari hari pembayarannya. Hal yang tercantum di atas tidak berlaku bila penarik menetapkan. akan tetapi mempunyai nilai yang berbeda dalam negeri pengeluarannya dan negeri tempat pembayarannya. 133. 139. maka Ia mempunyai hak-menagih kepada mereka yang telah memperoleh surat wesel itu dengan itikad buruk. Akan tetapi penarik dapat menetapkan. Bila tidak terjadi pengunjukan surat wesel untuk pembayaran. diwajibkan membayar untuk kedua kalinya. 1280 dst. 142. setelah melakukan pembayaran tanpa dibebaskan. (KUHPerd. 1395. dapat dibayar dengan uang dari negerinya menurut nilai pada hari jatuh temponya. 1409 dst. (KUHPerd. maka dianggap bahwa yang dimaksud adalahuang dari tempat pembayarannya. 1382..) Pasal 141. ditetapkan menurut kebiasaan di tempat pembayarannya. Surat wesel yang pembayarannya dipersyaratkan untuk dilakukan dengan uang lain dari yang berlaku di tempat pembayarannya. bahwa jumlah uang yang harus dibayar harus dihitung menurut kurs yang ditetapkan dalam surat wesel tersebut. (KUHPerd.) Pasal 140.

tetapi tidak terhadap tanda tangannya. KUHD 207. 141. 18. 1390. (AB. (KUHPerd.) Pasal 139.) Pasal 138. dapat menuntut penyerahan surat wesel itu kepadanya lengkap dengan tanda pelunasan yang sah dari pemegangnya. 133. 139. tertarik sambil membayar surat wesel itu. Pemegang suatu surat wesel. 135.) .Pasal ini tidak berlaku bila dari Klausula yang termuat dalam surat wesel itu atau dari kata-katanya dapat ditarik kesimpulan tentang adanya maksud lain.) Bagian 6. melakukan hal itu atas tanggungjawabnya sendiri. bahwa tentang pembayaran itu dinyatakan di atas surat wesel itu dan bahwa untuk itu Ia mendapat tanda pembayaran. 1360 dst. KUHD 150. (KUHPerd. telah terbebas dengan sempuma. Di luar hal seperti yang tercantum dalam pasal 167b. asalkan dari pihaknya tidak ada penipuan atau kesalahan yang besar. yang harus dibayar pada hari tertentu atau pada waktu tertentu setelah pengunjukan. 1385 dst. (KUHPerd. harus mengajukannya untuk pembayaran. 164. Pemegang tidak boleh menolak pembayaran sebagian.) Dalam hal pembayaran sebagian. 122. atau satu dari antara dua hari kerja berikutnya.. 168. (KUHD 100-41. KUHD 115. Pembayaran. ia berkewajiban merrieriksa tertibnya deretan endosemen-endosemen. Pasal 137. (KUHD 125. Pemegang surat wesel tidak dapat dipaksa untuk menerima pembayaran sebelum hari jatuh temponya. Tertarik yang membayar sebelum harijatuh temponya. Pengajuan suatu surat wesel kepada suatu badan pemberesan berlaku sebagai pengajuan untuk pembayaran. tertarik dapat menuntut. 120. Oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) akan ditunjuk badan-badan yang akan dipandang sebagai badan pemberesan dalam arti bab ini. pada hari surat itu harus dibayar. 169.) Barangsiapa membayar surat wesel pada hari jatuh temponya. 21 1.

di mana tarikhnya berlainan dengan tarikh tempat pengeluarannya. dijatuhkan pada hari yang sama dari tarikh tempat pembayaran.Hari jatuh tempo pembayaran suatu surat wesel yang ditarik untuk dibayar pada suatu waktu tertentu setelah penguitukan. jatuh temponya ialah pada hari dari bulan seperti yang ditetapkan untuk melakukan pembayaran itu. pada suatu tempat. 1352. pertengahan Februari dsb. 124. 142 dst. (KUHD 137. Pada surat wesel yang ditarik dengan jatuh tempo pembayaran pada satu atau beberapa bulan ditambah setengah bulan setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan. Bila tidak terdapat hari seperti yang dimaksud maka surat wesel demikian mencapai jatuh tempo pembayarannya pada hari terakhir bulan itu. Bila tidak ada protes maka akseptasi yang tidak bertanggal.) Pasal 135.) Pasal 136. Hari jatuh tempo suatu surat wesel yang harus dibayar pada suatu hari tertentu. dianggap telah ditetapkan menurut tarikh tempat pembayaran. dan hari jatuh tempo pembayarannya ditetapkan sesuai dengan itu. atau hari tanggal protesnya. Bila hari jatuh tempo itu ditentukan pada awal. "lima belas hari ". terhadap akseptan dianggap telah dilakukan pada hari terakhir dari jangka waktu yang ditetapkan untuk mengajukannya untuk akseptasi. Jangka waktu pengajuan surat wesel dihitung sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam alinea yang lalu. Pernyataan-pernyataan: "delapan hari ". dihitung lebih dahulu bulan-bulannya yang penuh. harus diartikan bukan satu atau dua minggu. pertengahan (pertengahan Januari. tanggal lima belas. (KUHD 122. hari terakhir butan itu. ditentukan olch hari tanggal akseptasi. Surat wesel yang ditarik untuk dibayar satu atau beberapa bulan setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan.) atau pada akhir suatu bulan. maka pernyataanpernyataan demikian harus diartikan: tanggal satu. . Hari pengeluaran suatu surat wesel yang ditarik antara dua tempat dengan tarikh yang berbeda dan harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukan. Pernyataan: "setengah bulan " berarti jangka waktu lima belas hari. melainkan suatu jangka waktu dari delapan atau lima belas hari.

136. (KUHPerd. bahwa suatu surat wesel tidak boleh diajukan untuk dibayar sebefum hari tertentu. Pada waktu tertentu setelah pengunjukan. 581-1 sub 11. . Pasal 132. Pemberi aval terikat dengan cara yang sama seperti orang yang diberi aval. sekalipun perikatan yang dijamin olehnya batal oleh sebab lain daripada eacat dalam bentuk. Penarik dapat memperpendek atau memperpanjang jangka waktu itu. 299. dan terhadap mereka yang berdasarkan surat wesel itu terikat padanya. 1282. 1821. (KUHPerd. Surat wesel dapat ditarik: Pada waktu ditunjukkan. Pada waktu tertentu setelah hari tanggalnya. Rv. Surat wesel yang ditarik sebagai wesel atas-tunjuk harus dibayar pada waktu ditunjukkan. Surat wesel tersebut harus diajukan untuk dibayar dalam jangka satu tahun setelah hari tanggalnya. pemberi aval memperoleh hak-hak yang berdasarkan surat wesel itu dapat digunakan terhadap orang yang diberi aval. 143 3.) Pasal 133. 1$39 dst. Dalam hal demfldan jangka waktu itu berjalan mulai hari itu.) Perikatannya berlaku sah... (KUHPerd. 1831 dst.Pasal 131. (KUHD 101. para endosan dapat memperpendek jangka waktu itu. 1280.) Bagian 5. KUHD 115.) Pasal 134. Penarik dapat menetapkan. Pada hari tertentu.) Dengan membayar. Hari jatuh Tempo. Surat-surat wesel dengan hari jatuh tempo yang ditentukan lain atau dapat dibayar dengan angsuran adalah batal. (KUHD 122.

berlaku sebagai aval. 1824. (KUHPerd. maka Ia terikat terhadap orang ini sesuai dengan isi akseptasinya. Pasal 129. Aval (Perjanjian Jaminan).) Pasal 130. kecuali bila tanda tangan itu dari tertarik atau penarik.) Bagian 4. 127b. 1820 dst. Aval ditulis dalam surat wesel itu atau pada lembaran sambungan.) Akan tetapi bila tertarik telah menyatakan secara tertulis tentang akseptasinya kepada pemegangnya atau kepada seseorang yang taanda tangannya terdapat dalam surat wesel itu. KUHD 125. Bila tertarik mencoret akseptasi yang telah dilakukan atas surat wesel sebelum penyerahan kembau surat tersebut.. Hal itu dinyatakan dengan kata-kata "baik untuk aval " atau dengan pernyataan semacam itu'. (KUHD 127. Tanda tangan saja dari pemberi aval pada halaman depan surat wesel itu. dianggap akseptasinya telah ditolak. dianggap diberikan untuk penarik. Dengan kemungkinan pembuktian sebaliknya maka pencoretan itu dianggap telah terjadi sebelum penyerahan kembali surat wesel itu. Peean tersebut dapat diberikan oleh pihak ketiga. hal itu ditandatangari oleh pemberi aval. Bila hal itu tidak ada. (KUHD 203. (KUHPerd.) Hal itu juga dapat dilakukan dengan naskah tersendiri atau dengan sepucuk surat yang menyebutkan tempat di mana hal itu diberikan. atau bahkan oleh orang yang tanda tangannya terdapat dalam surat wesel itu.Pasal 128.) . Pembayaran suatu surat wesel dapat dijamin dengan perjanjian jaminan (aval) untuk seluruhnya atau sebagian dari uang wesel itu. Dalam aval itu harus dicantumkan untuk siapa hal itu diberikan. (KUHD 125.

dan bila melalaikan hal itu. Bila penarikan telah dilakukan atas beban pihak ketiga. mempunyai tagihan langsung yang timbul dari surat wesel itu terhadap akseptan.) . yang menolak memenuhi kesanggupannya. (KUHPerd. diwajibkan melaksanakan akseptasinya. (KUHPerd. maka hanya orang inilah yang terikat pada akseptan. 1243 dst. KUHD 121. (KUHD 102. untuk segala sesuatu yang dapat ditagih berdasarkan pasal-pasal 147 dan 148.. (KUHPerd.) Pasal 127d. Penyanggupan untuk mengakseptasi suatu surat wesel. bila surat wesel itu telah ditarik atas beban penarik sendiri. 299. (KUHD 164. Penarik berkewajiban untuk memberikan advis pada saatnya kepada tertarik tentang surat wesel yang ditarik olehnya. Barangsiapa memegang dana secukupnya yang khusus disediakan untuk pembayaran surat wesel yang telah ditarik.) Pasal 127c. tidak berlaku sebagai akseptasi. KUHD 109c.) Pasal 127b.Dengan akseptasi itu tertarik mengikat diri untuk membayar surat weselnya pada hari jatuh tempo pembayarannya.) Pasal 127a. akan tetapi memberi hak kepada penarik untuk menggugat penggantian kerugian terhadap penyanggup. berdasarkan penyanggupan yang diperoleh dari penyanggup.) Dalam kelalaian pembayaran. kerugian dan bunga itu terdiri dari biaya protes dan penarikan surat wesel baru. dan dari jumlah yang atas kredit surat wesel itu telah dibayar lebih dulu oleh penarik. 1243 dst. 127c. 581-1 sub 1'. 152a. kerugian dan bunga terhadap penarik. pemegang sekalipun Ia penarik. 151.. 1243 dst. (Rv. dengan ancaman hukuman penggantian biaya. KUHD 127a. 146a. Ia berkewajiban mengganti biaya akibat penotakan akseptasi atau pembayaran yang terjadi karena itu.. kepada pihak ketiga itu. Bila surat wesel itu ditarik atas beban orang ketiga. Kerugian terdiri dari biaya protes dan penarikan surat wesel baru.

(KUHD 122. Hal itu dinyatakan dengan perkatataan: "diakseptasi".) Pasal 127. maka dalam akseptasi harus termuat tanggal hari penyelenggaraannya. tanpa menunjuk orang ketiga di mana pembayaran hanis dilakukan. maka ia dalam akseptasinya dapat menunjuk alamat di tempat itu juga di mana pembayarannya harus dilakukan. 150.) Setiap perubahan lain yang diadakan oleh akseptan berkenaan dengan hal yang dinyatakan dalam surat wesel itu. 143. maka tertarik dapat menunjuknya pada akseptasinya. 143.) Bila surat wesel itu harus dibayar suatu waktu tertentu setelah ditunjukkan. .) Pasal 124. 126. pemegangnya harus menyuruh menetapkan kelalaian itu dengan jalan protes pada saatnya. Akseptasi dibuat di atas surat wesel. Dalam hal kelalaian penunjukan demikian. atau dengan kata semacam itu. (KUHPerd. 1253 dst.) Pasal 126.. berlaku sebagai penolakan akseptasi. Akan tetapi akseptan terikat sesuai dengan isi akseptasinya.) Pasal 125. Bila penarik menetapkan pada surat wesel itu. 127b. dengan ancaman hukuman kehilangan hak regres terhadap para endosan dan terhadap penariknya yang telah menyediakan dananya. Sebuah tanda tangan saja dari tertarik yang dibubuhkan di halaman depan surat wesel itu. berlaku sebagai akseptasi. bahwa pembayarannya harus dilakukan di tempat lain dari tempat domisiti tertarik. (KUHD 101. Ia ditandatangani oleh tertarik. Bila tanggal itu tidak tercantum. kecuali pemegangnya minta hari pengajuannya.) Bila surat wesel itu harus dibayar di tempat domisili tertarik. (KUHD 143a. (KUHD 143. Akseptasi itu tidak bersyarat. 165. (KUHD 128. atau bila ia berdasarkan persyaratan tegas harus diajukan untuk akseptasi dalam jangka waktu tertentu. akseptan dianggap mengikatkan diri untuk membayar pada tempat pembayaran. 1390. (KUHD 127. akan tetapi tertarik dapat membatasinya sampai sebagian dari jumlahnya.Pemegang tidak berkewajiban untuk melepaskan kepada tertarik surat wesel yang diajukan olehnya untuk akseptasi.

surat wesel dapat diajukan oleh pemegang yang sah atau oleh orang yang semata-mata hanya memegangnya belaka.) Pasal 122. Tertarik dapat meminta untuk mengadakan pengajuan kedua pada keesokan harinya setelah pengajuan hari pertama. kecuali bila penarik telah menerangkan. Surat wesel yang harus dibayar suatu waktu setelah ditunjukkan harus diajukan untuk akseptasi dalam satu tahun setelah hari ditandatangani. kecuali bila permintaan itu tercantum dalam protesnya. (KUHD 132 dst. bahwa oleh mereka permintaan itu telah tidak dikabulkan. (KUHD 108. Sampai hari jatuh tempo pembayaran. dengan atau tanpa penetapan suatu jangka waktu. 124 dst. atau harus dibayar di tempat lain dari tempat domisili tertarik atau yang harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukah. kecuali dalam surat-surat wesel yang harus dibayar oleh pihak ketiga. 152. Ia dapat melarang dalam surat wesel itu diajukan untuk akseptasi. bahwa surat wesel itu tidak dapat dimintakan akseptasi. kepada tertarik di tempat tinggalnya untuk akseptasi. Pasal 123. bahwasurat wesel itu harus diajukan untuk akseptasi.) Pasal 121.. bahwa surat wesel itu harus diajukan untuk akseptasi. dengan atau tanpa penetapan jangka waktu.) Penarik dapat memperpendek atau memperpanjang hal itu. 132. 143.Pasal 120. Dalam setiap surat wesel dapat ditentukan oleh penarik. 122. Para endosan dapat memperpendek jangka-jangka waktu tersebut. (KUHD 127c.) Ia dapat juga menentukan. (KUHD 121. . Mereka yang berkepentingan tidak akan diperkenankan untuk menggunakan sebagai dalih. (KUHD 127b. bahwa mengajukannya untuk akseptasi tidak dapat dilakukan sebelum suatu hari tertentu.) Setiap endosan dapat menentukan.

hanya mempunyai akibat-akibat sebagai sesi biasa. akan tetapi endosemen yang dilakukan olehnya hanya berlaku sebagai endosemen dengan cara pemberian amanat.) Pasal 118.) Bagian 3. 613.) para debitur wesel terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadi mereka terhadap endosan. 1813. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap endosan. nilai untuk gadai " atau pernyataan lain yang membawa arti pemberianjaminan gadai. (KUHPerd. Akan tetapi endosemen yang dilakukan setelah protes non-pembayaran atau setelah lewat jangka waktu yang ditentukan untuk membuat protes itu. "diamanatkan ". Bila endosemen itu memuat pernyataan: "nilai untuk inkaso ". kecuali bila pada waktu memperoleh surat wesel itu pemegang dengan sengaia telah bertindak dengan merugikan debitur.. maka pemegangnya dapat rrtenggunakan semua hak yang timbul dari surat wesel itu. 1150. (KUHD 116. atau pernyataan lain yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. Akseptasi. ( KUHPerd. 1152 dst. (KLJHPerd. Bila suatu endosemen memuat pernyataan: "nilai untuk jaminan ".Pasal 117. Dalam hal itu para debitur wesel hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya.) Pasal 119. 1792 dst. . maka pemegangnya dapat mempergunakan segala hak yang timbul dari surat wesel itu. (KUHD 102a. maka endosemen tanpa tanggal dianggap dibuat sebelum lewatnyajangka waktu yang ditentukan untuk membuat protes tersebut. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkayinya secara lain daripada secara mengamanatkannya.) Dengan kemungkinan untuk membuktikan kebalikannya. Endosemen yang dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran. KUHPerd. mempunyai akibatakibat yang sama seperti endosemen yang dibuat sebelum jatuh tempo itu. Amanat yang termuat dalam endosemen inkaso tidak berakhir karena meninggainya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. KUHD 143. 1915 dst.

maka pemegangnya yang menunjukkan haknya dengan cara seperti yang diatur dalam alinea di atas. (KUHPerd. (KUHPerd.) Pasal 114. maka endosan me@amin akseptasi dan pembayarannya. mengendosemenkan lebih lanjut surat wesel itu dalam blangko atau kepada orang lain. 581-1 sub 11. Bila endosemen blangko diikuti oleh endosemen lain. maka pemegangnya dapat: (KUHD 1113. bila Ia menunjukkan haknya dengan memperlihatkan deretan endosemen yang tak terputus. kecuali bila Ia telah memperolehnya dengan itikad buruk. (KUHD 111. kecuali bila pemegang tersebut pada waktu memperoleh surat wesel itu dengan sengaja telah bertindak dengan merugikan debitur. 612 dst. KUHD 167a.) Pasal 115. 299. menyerahkan surat wesel itu kepada pihak ketiga tanpa mengisi blangko itu dan tanpa mengendosemenkannya. mengisi blangko itu baik dengan namanya sendiri ataupun nama orang lain. Mereka yang ditagih berdasarkan surat wesel terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadinya dengan penarik atau para pemegang yang terdahulu. bahkan bila endosemen terakhir dibuat sebagai endosemen blangko. 1122. 118. dianggap sebagai pemegang yang sah. 167b. Endosemen-endosemen yang dicoret dianggap dalam hal itu tidak ditulis. tidak diwajibkan untuk melepaskan surat wesel itu. 1977. KUHD 194. Barangsiapa memegang surat wesel.) Ia dapat melarang endosemen baru. Kecuali bila dipersyaratkan lain. 20.) Pasal 116. maka penandatangan endosemen terakhir ini dianggap telah mctmperoleh surat wesel itu karena endosemen dalam blangko.) 10. atau karena suatu kesalahan yang besar. dalam hal itu Ia tidak merdamin akseptasi dan pembayarannya terhadap mereka kepada siapa surat wesel itu diendosemenkan kemudian.. (Rv. 30. 113'. 582. (KUHD 102a. (KUHD 1393.Bila endosemen itu dalam blangko.) .) Bila seseorang dengan jalan apa pun juga telah kehilangan surat wesel yang dikuasainya.

Endosemen itu harus diadakan di atas surat weset itu atau pada lembaran yang dilekatkan padanya (lembaran sambungan). maka surat wesel itu hanya dapat dipindahkan ke tangan orang lain dalam bentuk sesi biasa beserta akibat-akibatnya.) Pasal 111. baik sebagai akseptan ataupun bukan..) . juga yang tidak dengan tegas berbunyi kepada tertunjuk. Endosemen itu harus tidak bersyarat. atau endosemen itu terdiri dari tanda tangan belaka dari endosan (endosemen blangko). 613. Dalam hal yang terakhir.) Endosemen untuk sebagian adalah batal. agar dapat berlaku sah. 113 2. (KUHD 1122. Endosemen itu dapat membiarkan pihak yang diendosemenkan tidak disebut.Pasal 110. Dengan endosemen itu semua hak-hak yang bersumber pada surat wesel itu dipindahkan ke tangan pihak lain. 1132.) Pasal 113. 119. 166. Setiap surat wesel.) Setiap syarat yang dimuat padanya Pasal 112. (KUHD 1133. (KUHD 114. (KUHD 111 dst. dapat dipindahkan ke tangan orang lain dengan jalan endosemen. untuk keuntungan penarik atau setiap debitur wesel. Bila penarik mencantumkan dalam surat wesel itu: "tidak kepada tertu@uk" atau pernyataan lain semacam itu. endosemen itu harus dibuat di halaman belakang surat wesel itu atau pada lembaran sambungannya. dianggap tidak ditulis. Endosemen yang ditempatkan pada surat wesel yang demikian berlaku sebagai sesi biasa. Endosemen atas-tunjuk berlaku sebagai endosemen dalam blangko. (KUHD 114. Hal itu harus ditandatangani oleh endosan. Orang-orang ini dapat mengendosemenkan lagi surat wesel itu. (KUHPerd.) Endosemen itu bahkan dapat dilakukan untuk keuntungan tertarik.

tiap-tiap Klausula yang membebaskannya dari kewajiban penjaminan pembayaran. tapi dengan pengertian. (KUHD 121. 146a. ataukah kepada orang lain. suatu jumlah uang yang sudah dapat ditagih. 581. bahwa penarik sendiri secara pribadi bagaimanapun bertanggung jawab pada pemegang dan para endosan sebelumnya. Penarik berkewajiban untuk menetapkan atas pilihan penerima. bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang telah dibuat. (KUHD 120 dst.) Bagian 2. Penarik menjamin akseptasinya dan pembayarannya. Rv. apakah harus dibayarkan kepada penerima surat wesel itu. (KUHD 102. (KUHD 127a. tertarik berutang kepada penarik atau kepada orang yang atas bebannya telah ditarik wesel. Penarik atau seseorang atas tanggungan siapa surat wesel ditarik.) Pasal 109b.. 137 dst. Bila surat wesel yang pada waktu pengetuarannya tidak lengkap. kecuali pemegang telah memperoleh surat wesel itu dengan itikad buruk atau disebabkan oleh kesalahan yang besar. Tertarik dianggap telah mempunyai dana yang diperlukan itu.) Pasal 109a. berkewajiban untuk berusaha agar tertarik mempunyai dana yang cukup guna membayar.) Ia dapat menyatakan dirinya bebas dari -penjaminan akseptasi.) Pasal 109. atau pada saat di mana berdasarkan pasal 142 alinea ketiga pemegang dapat menggunakan hak regresnya.Pasal 108. paling sedikit sama dengan jumlah pada surat weset itu. 299. telah dibuat lengkap. sekalipunjika surat wesel itu harus dibayar pada pihak ketiga. dianggap tidak ditulis. (KUHD 102 dst. . maka kepada pemegang tidak dapat diajukan tentang tidak memenum perjanjianperjanjian itu. bila pada waktu jatuh tempo pembayaran surat wesel itu. dalam hal kedua-duanya itu kepada tertunjuk atau tanpa tambahan kata "kepada tertunjuk ". ataupun dengan penambahan suatu istilah seperti dimaksud dalam pasal 110 alinea kedua.. (KUHD 168.. Endosemen. 127a.) 109C. 146a.

Dalam tiap-tiap surat Wesel lain. KUHP 264.) Pasal 107. Klausula bunga ini dianggap tidak ditulis. 1876 dst. penarik dapat menentukan. 1872. Ia sendiri terikat berdasarkan surat Wesel itu. memuat lands tangan palsu. 1806. Setiap orang yang membubuhkan tanda tangannya di atas surat Wesel sebagai wakil dari seseorang untuk siapa Ia tidak mempunyai wewenang untuk bertindak. namun perikatan-perikatan orang-orang lain yang tanda tangannya terdapat dalam surat Wesel itu. bahwa jumlahuang itu membawa bunga. 113. tanda tangan dari orang rekaan.. maka bila terdapat perbedaan.. (KUHPerd. Surat Wesel yang jumlahnya berkali-kali ditulis dengan lengkap baik dengan huruf maupun dengan angka. Dalam surat Wesel yang harus dibayar atas pengunjukan atau dalam suatu jangka waktu tertentu setelah pengunukan. 1878 dst. Bunga itu berjalan terhitung dari hari penandatanganan surat Wesel itu. atau tanda tangan orang-orang yang karena alasan-alasan lain apa pun juga tidak dapat mengikat orangorang yang telah membubuhkan tanda tangan atau orang yang atas nama siapa telah dilakukan hal itu. berlaku menurutjumlah uang yang ditulis lengkap dengan huruf. 1797. Bila surat Wesel memuat tanda tangan orang-orang yang menurut hukum tidak cakap untuk mengikatkan diri dengan menggunakan surat Wesel. mempunyai hak yang sama seperti yang semestinya ada pada orang yang katanya diwakilinya itu. KUHD 70. berlaku sah.) Pasal 106. Pasal 105. 1446.) . KUHD 188. Hal itu berlaku juga terhadap seorang wakil yang melampaui batas wewenangnya. Surat Wesel yangjumlah uangnya dengan lengkap ditulis dengan huruf danjuga dengan angka. KUHD 186. maka bila terdapat perbedaan. hanya berlaku sebesar jumlah yang terkeeil. 108. (KUHPerd. kecuali bila dkunjuk hari lain. dan setelah membayar. (KUHPerd.Pasal 104. 187.

117. Surat Wesel yang tidak menunjukkan tempat penarikannya..) Pasal 103. KUHPerd. KUHPerd. maupun di tempat lain.) Pasal 102. 185.Surat Wesel yang tidak ditetapkan hari jatuh tempo pembayarannya. Pada surat Wesel demikian para debitur Wesel hanya dapat menggunakan alatalat pembantah terhadap pemegang. Dapat ditarik atas diri penarik sendiri. 1921. yang semestinya dapat mereka gunakan terhadap penarik. Bila penarik mencantumkan pada surat Wesel pernyataan "nilai untuk diinkaso ". "diamanatkan ". baik di tempat dontisili tertarik.. Dan yang dapat ditarik atas beban pihak ketiga. 1915 dst.) . 126. Surat Wesel dapat dibayar di tempat kediaman pihak ketiga. (KUHD 183.. 24. Amanat yang termuat dalam surat Wesel inkaso tidak berakhir karena meninggatnya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tidak cakap menurut hukum. (KUHD 100. Surat Wesel dapat dibuat kepada orang yang ditunjuk oleh penarik. 1915 dst.) Pasal 102a. maka tempat yang tersebut di samping nama tertarik dianggap sebagai tempat pembayaran dan juga sebagai tempat domisili tertarik. maka penerimanya dapat menggunakan semua hak yang timbul dari surat Wesel. 1921. Penarik dianggap menarik atas beban diri sendiri. "untuk inkaso ". Bila tidak terdapat penunjukan tempat khusus. dianggap telah ditandatangani di tempat yang tercantum di samping nama penarik. (KLTHD 100-5'. dianggap harus dibayar pada hari ditunjukkannya. KUHPerd. 1792 dst. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkan secara lain daripada secara mengamanatkannya. bila dari surat Wesel itu atau dari surat pemberitahuannya tidak temyata atas beban siapa hal itu terjadi.. (KUHPerd. atau pernyataan lain yang membawa arti amanat betaka untuk memungut. 1813. 17 dst.

1. Bagian 1.) 30. 2.) 70. nama orang yang harus membayar (tertarik). Suatu surat demikian. di mana satu dari pernyataan-pernyataan yang termaktub dalam pasal yang lalu tidak tercantum. (KUHD 101. 178. bea meterai surat-surat Wesel dan surat-surat sanggup. pemberian nama " surat Wesel ". Surat wesel memuat: (KUHD 174. No. 126. (KUHD 101. dengan pengecualian-pengecualian seperti tersebut di bawah ini: (KUHD 175.) 60.S. (KUHD 106 dst. (KUHD 102. 3.) 20.) Pasal 101. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan. 14 Oktober 1935 untuk Indonesia dan Cura@ao. 25 April 1935 (N. (KUHD 101. atau orang lain yang ditunjuk kepada siapa pembayaran itu harus dilakukan.) . nama orang kepada siapa pembayaran harus dilakukan. 224) traktat-traktat itu dinyatakan berlaku terhadap Indonesia. 109a. tanda tangan orang yang mengeluarkan surat Wesel itu (penarik). Dengan undang-undang tgl. tidak berlaku sebagai surat Wesel.) 40.) 10. Suriname dan Curaqao terhitung dari tgl. Pasal 100. Pengeluaran Dan Bentuk Surat Wesel. perintah tak bersyarat untuk membayar suatu jumlah uang tertentu. 103. 18. pengaturan perselisihan-perselisihan mengenai surat-surat Wesel dan Suratsurat sanggup. 179. (KUHD 102.) 80. pernyataan hari ditandatangani beserta tempat penarikan surat Wesel itu. penunjukan hari jatuh tempo pembayaran.) 50. 132 dst. (KUHD 104 dst. pengadaan undang-undang yang seragam tentang surat-surat Wesel dan suratsurat sanggup. (AB. yang dimuat dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam surat itu.

Bila pemberitahuan nilai itu ada. maka pengirim berkewajiban untuk memberitahukan rdlai barangbarang itu. 1457 dst. 1823-3. dan menaksir serta menetapkan ganti rugi berdasarkan pemberitahuan itu. efek-efek. N.. (KUHD 86. perak. S. SURAT WESEL DAN SURAT SANGGUP (ORDER). (KUHPerd. 1934-592 jo. 1938-276. batubatu mulia. Bila pemberitahuan itu tidak terjadi. selama hal itu tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam bab ini. agar ketentuan-ketentuan mengenai Surat Wesel dan Surat Sanggup sedapat-dapatnya dipersamakan dengan ketentuan-ketentuan Undang-undang Negeri Belanda dari 25 Juli 1932. yang telah disesuaikan dengan Traktat Genewa 7 Juni 1930 tentang: . maka dalam hal terjadinya kehilangan atau kerusakan.S. 91 dst. 1935-531. BAB VI. maka ketentuan-ketentuan bagian ini berlaku pula terhadap para pengusaha kendaraan umum di darat dan di air. Dihapus dg. Anotasi: Bab lama telah diganti dengan bab ini dengan menghilangkanpasal 99.) 99. dan malahan hakim I>erwenaiftg untuk mempercayai sepenuhnya pemberitahuan pengirim setelah diperkuat dengan sumpah. emas. maka hal itu dapat dibuktikan dengan segala alat bukti menurut hokum. Bila barang-barang itu terdiri dari uang. Ketentuan-ketentuan bab ini tidak berlaku terhadap hak-hak dan kewajibankewajiban antara pembeli dan penjual.. berdasarkan S.) Pasal 97. S. 1473 dst. pembuktian tentang nilainya hanya diperbolehkan menurut ujud lahirnya saja. mutiara. Mereka berkewajiban menyelenggarakan registrasi untuk barang-barang yang diterimanya. permata. kupon-kupon atau surat-surat berharga lain yang semacam itu. Pasal 98. dan Ia dapat menuntut pencatatan hal itu dalam register tersebut. Pelayaran-bergilir dan semua perusahaan pengangkutan lainnya tetap tunduk kepada peraturan-peraturan dan perundang-undangan yang ada dalam bidang ini. 1513. Tujuannya ialah.Dengan tidak mengurangi hal-hal yang mungkin diatur dalam peraturan khusus.. 1932-405. yang berlaku terhitung dari 1 Januari 1936.

hakim karesidenan ataujika Ia tidak ada. . atas surat pennohonan sederhana untuk diambil tindakantindakan seperlunya guna pemeriksaan barang-barang itu oleh ahli-ahli.) Pasal 94. (KUHD 81. kelambatan penyerahan.) Pasal 95. pengangkut ataujuragan kapal berdasarkan kehilangan barang-barang seluruhnya. kedaluwarsanya pengiriman yang dilakukan dalam wilayah Indonesia. 1967. didengar. Raad van justitie atau Hakim Karesidenan atau KepaIa Daerah setempat berwenang dengan cara seperti ditentukan di atas untuk memberi kuasa menual di depan umum barang-barang yang mudah rusak atau sebagian dari barang-barang itu untuk memenuhi pembayaran upah pengangkutan dan biaya lain. terhalang atau tidak di tempat. selama satu tahun dan selama dua tahun dalam hal pengiriman dari Indonesia ke tempat-tempat lain. asalkan pemeriksaan itu diminta dalam waktu dua kali dua puluh empat jam setelah penerimaan. Semua hak-menuntut terhadap ekspeditur. dan temyata barang-barang itu masih dalam wujud yang semula. 1925-497. 91. KUHD 86 dst. atau timbul perselisihan tentang hal itu. dan kerusakan pada barang-barang dagangan atau barang-barang. S.753. agar dari itu dapat dibayarkan upah pengangkutan dan biaya-biaya lainnya kepada pengangkut dan juragan kapal. terhitung dari hari waktu barangbarang itu seharusnya akan sampai di tempat tujuan. dg.) Pasal 96. terhitung dari hari waktu seharusnya pengangkutan barang-barang dagangan dan barang-barangnya selesai.) Bila terjadi penotakan penerimaan barang-barang dagangan atau barang-barang lainnya. u. maka kepaIa pemerintahan setempat memerintahkan. dan dengan demikian pula dapat memerintahkan juga untuk menyimpannya secara memuaskan. dan dalam hal kerusakan dan kelambatan penyampaian... atau bila tidak ada. (s. 493 dst. Kedaluwarsa ini tidak berlaku dalam hal adanya penipuan atau ketidakjujuran. (KUHPerd. bila Ia berada di tempat itu juga. ketua Raad van Justitie. 746. 93. (KUHD 485 dst. bila dalam hal hilangnya barang-barang.d. dapat dilakukan pemeriksaan oleh pengadilan setelah barang-barang itu diterima. tanpa membedakan sudah atau belum dibayar upah pengangkutan.Jika kerusakan atau kekurangannya tidak dapat dilihat dari luar. setelah pihak lainnya.

para pengangkut dan juragan kapal harus bertanggungjawab atas semua kerusakan yang terjadi pada barang-barang dagangan atau barang-barang yang telah diterima untuk diangkut. 454 dst. jumlah upah pengangkutan. maka gugurlah segala hak untuk menuntut kerugian kepada pengangkut atau juragan kapal dalam hal kerusakan atau kekurangan. atau oleh keadaan di luar kekuasaan mereka. 693. nama dan berat atau ukuran barang-barang yang harus diangkut beserta merek-mereknya dan bilangannya. 1246. nama dan tempat tinggal pengangkut atau juragan kapal.. 50. tanggal penandatanganan. 93. Pasal 91.) Pasal 93. 1147. Setelah pembayaran upah pengangkutan barang-barang dagangan dan barangbarang yang telah diangkut atas dasar pesanan diterima. nama yang dikirimi barang-barang itu.. bila hal itu disebabkan oleh keadaan yang memaksa. 60. Pengangkut Dan Juragan Kapal Melalui Sungai-sungai Dan Perairan Pedalaman. bila cacatnya waktu itu dapat ditihat dari luar.atau oleh kesalahan atau ketalaian pengirim atau ekspeditur sendiri. 20. 533. 40. 506. (KUHD 86. KUHD 87 dst.) Bagian 3.) Pasal 92.1245. .. Pengangkut atau juragan kapal tidak bertanggung jawab atas kelambatan pengangkutan. 1139-71. KUHD 87. (KUHPerd. kecuali hal itu disebabkan oleh cacat barang itu sendiri. 95. 30.10. (KUHPerd. 1367. Surat muatan harus dicatat dalam daftar harian oleh ekspeditur. 98. 1617.. 342 dst. penandatanganan pengirim atau ekspeditur.

dengan sarana yang dapat diambilnya untuk menamin mengindahkan segala pengiriman yang baik. 1147. (KUHPerd. Ekspeditur adalah seseorang yang pekerjaannya menyelenggarakan pengangkutan barang-barang dagangan dan barang-barang lain di darat atau di perairan... 76. seperti misalnya jangka waktu penyelenggaraan pengangkutannya dan penggantian kerugian dalam hal kelambatan. 1244. 1800 dst. Surat muatan merupakan perjanjian antara pengirim atau ekspeditur dan pengangkut atau juragan kapal. KUHD 88. 90. dan meliputi selain apa yang mungkin menjadi persetujuan antara pihak-pihak bersangkutan. KUHD 6 dst. Ia harus menjamin pengiriman dengan rapi dan secepatnya atas barang-barang dagangan dan barang-barang yang telah diterimanya untuk itu. Ia diwajibkan membuat catatan-catatan dalam register harian secara berturut-turut tentang sifat dan jumlah barang-barang atau barang-barang dagangan yang harus diangkut. juga meliputi: . dan bila diminta.Bagian 2. (KUHPerd. (KUHPerd. Pasal 86.) Pasal 89.) Pasal 88. Ia harus juga menanggung ekspeditur-perantara yang digunakannya.) Pasal 87. 1139-71. 1792 dst. juga tentang nilainya.. 1367. Ia juga harus menanggung kerusakan atau kehilangan barang-barang dagangan dan barang-barang sesudah pengirimannya yang disebabkan oleh kesalahan atau keteledorannya. (KUHD 91 dst. 1803. 95. Ekspeditur.) Pasal 90.

) Pasal 85a. bila tiap-tiap hari ada pos ataupun telegrap.) Bila seseorang atas namanya sendiri atau firmanya dan dengan mendapat upah atau provisi tertentu. dg. (KUHPerd. dengan pos pertama yang berangkat. (KUHD 6 dst. 78.u. (s. 57 dan 58 peraturan kepailitan mengenai pihak pemegang gadai atau pihak yang berutang berlaku bagi dan terhadap komisioner. 1938-276. Pemberitahuan dengan telegrap atau dengan surat tercatat berlaku sebagai pemberitahuan yang sah. mengadakan perjanjian tanpa menjadikannya sebagai perusahaan. (KUHD 81.d. Alinea terakhir pasal 82 berlaku terhadap hal ini.) . bila pemberi amanat tidak memenuhi tagihan-tagihan komisioner itu terhadapnya dan yang menurut pasal 80 diberi hak mendahului. 240 dan 241.d.Komisioner tersebut berkewajiban untuk memberitahukan kepada pemberi amanat baik tentang permohonan izin itu.) Dalam hal pailitnya pemberi amanat. atas order dan atas beban orang lain. dapat diberi kuasa oleh raad van justitie tempat tinggalnya dengan cara seperti ditentukan dalam pasal di atas untuk menjual barangbarang itu. (KUHD 76-79. maka terhadapnya bertaku juga pasal-pasal 77. 85a. S. 82 dan 83 sama sekali tidak mengurangi hak menahan yang diberikan kepada komisioner oleh pasal 1812 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. 1366 dst. maupun tentang penjualan yang telah terjadi berdasarkan izin itu paling lambat hari berikutnya. dg. Pemberian wewenang-wewenang tersebut dalam pasal 81. 82 dan 83. (s. S.. 1906-348. 1792. atau kalau tidak demikian.t.) Pasal 83.) Pasal 84. 76. Seorang komisioner yang untuk pemberi amanat telah membeli barang-barang dan menerimanya. maka ketentuanketentuan dalam pasal-pasal 56. Pasal 85. Penundaan pembayaran yang diberikan kepada pihak pemberi amanat tidak menjadi halangan baginya untuk menggunakan wewenang-wewenang yang diberikan kepadanya oleh pasal-pasal 81. KUHPerd. 80 sampai dengan 85. 1794.

diatur oleh ketentuan-ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Perdata dalam Bab "Pemberian Amanat". Bila barang-barang yang dimaksud dalam pasal 80 dijual dan diserahkan atas nama pemberi amanat. atau bila amanat untuk menjualnya sudah dihapus. juga terhadap pihak ketiga. komisioner mempunyai hak mendahului atas barang-barang yang telah dikirim kepadanya oleh pemberi amanat untuk dijual. maka hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. dengan amanat untuk menyimpannya sampai ketentuan lebih lanjut atau membatasi kekuasaan komisioner untuk menjualnya. (KUHPerd. maka dengan memperlihatkan surat-surat bukti yang perlu. Untuk tagihan-tagihan terhadap pemberi amanat sebagai komisioner.Pasal 79. 85a. kecuah dari pasal 1139-10 dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata. biayabiaya dan provisi-provisi. Hak mendahului ini mengalahkan segala hak lainnya. bunga-bunga. Ia tidak mempunyai hak mendahului seperti dimaksud dalam pasal-pasal berikut. Bila pemberi amanat telah mengirimkan barang-barang kepada komisioner. maka komisioner membayar pada dirinya sendiri jumlah tagihan-tagihannya yang ada hak mendahuluinya menurut pasal tersebut. selama barang-barang itu masih ada dalam kekuasaannya. 51 dan 7'. yang diambilkan dari hasil penjualannya. demikian juga untuk perikatan-perikatannya yang masih berjalan. (KUHPerd.) Pasal 81.) Pasal 82.. atau yang telah dibeli olehnya untuk pemberi amanat dan telah diterimanya. atas surat permohonan sederhana komisioner dapat memperoleh izin dari raad van justitie tempat tinggalnya untuk menjual barang-barang itu seluruhnya atau sebagian dengan cara yang ditentukan dalam surat keputusan hakim. KUHD 85a. demikian pula dalam hal uang yang telah dibayarkan lebih dahulu. dan yang disebut pertama tidak memenuhi tagihantagihan komisioner terhadapnya yang diberi hak mendahului oleh pasal 80. KUHD 80 dst. Akan tetapi bila seorang komisioner telah bertindak atas nama pemberi amanat. (KUHPerd.) Pasal 80. atau untuk disimpan sampai penentuan lebih lanjut. 1792 dst. . KUHD 81 dst. 1139-41.. 85. 1812. 1134. 1425 dst..

u. KUHD 78.) . 1916. 1792 dst. S. Pemberi amanat tidak mempunyai hak tagihan terhadap pihak dengan siapa komisioner bertindak.) Komisioner adalah orang yang menyelenggarakan perusahaannya dengan melakukan perjanjian-perjanjian atas namanya sendiri atau firmanya. 1938-276. 262.) Pasal 78. EKSPEDITUR. KUHD 6 dst. (KUHPerd.) Pasal 77. 79. Kasir adalah orang yang diserahi kepercayaan untuk menyimpan dan membayarkan uang dengan mendapat upah atau provisi tertentu..) BAB V. (KUHPerd. (KUHPerd.Pasal 74. 85a. KUHD 6 dst.d. (s. 1799. atas order dan atas beban pihak lain. PENGANGKUT DAN JURAGAN KAPAL YANG MENGARUNGI SUNGAI-SUNGAI DAN PERAIRAN PEDALAMAN. dan dengan mendapat upah atau provisi tertentu. dg. 1792 dst.. 62. Pasal 76. (KUHPerd. Komisioner tidak berkewajiban untuk memberitahukan kepada orang dengan siapa ia bertindak tentang yang menanggung beban tindakannya itu.) Pasal 75. seperti halnya pihak yang bertindak dengan komisioner tidak dapat menuntut pemberi amanat. 240. (KUHPerd. Bagian 1. 1802. KOMISIONER. 85a. 1812. Komisioner.. Seorang kasir yang menangguhkan pembayarannya atau jatuh pailit dianggap karena kesalahannya sendiri menjatuhkan usahanya. 1694 dst. Ia langsung bertanggungjawab terhadap sesama rekan dalam perjanjian seolaholah tindakan itu urusannya sendiri.. 59.

(KUHD 65. KUHD 62. dan kemudian dapat dihentikan dari jabatannya oleh hakim. 187. bertanggung jawab atas kebenaran tanda tangan penjual yang ada di atasnya.. 100. Setelah menutup jual-beli surat wesel atau efek lain semacam itu yang dapat diperdagangkan. Pasal 70. kerugiankerugian dan bunga-bunga yang menjadi kewajibannya sebagai penerima amanat.) Pasal 72. menurut keadaan.) Bagian 3. atau dihentikan dari jabatannya. . seorang makelar yang telah dinyatakan pailit. akan dihentikan sementara dari tugasnya oleh kekuasaan umum yang mengangkat mereka. Makelar yang telah dihentikan dari jabatannya tak dapat sama sekali dikembalikan ke dalam jabatannya. Dalam hal pelanggaran larangan yang termuat dalam pasal 65 alinea kedua. 1801.) Pasal 71. dengan tidak mengurangi hukuman-hukuman yang ditentukan untuk itu. maka para makelar harus menyimpan contoh dari tiap-tiap partai barang yang telah dijual atas dasar contoh dengan perantaraan mereka. 178. demikian pula penggantian biaya-biaya. Seorang makelar dihentikan sementara dari tugasnya oleh keadaan pailit. 110113. 65 dst. 506 dst. Kasir. 71. hingga pada waktunya terselenggara penyerahan. 69. makelar menyerahkannya kepada pembeh.) Pasal 73. sejauh mengenai mereka. (KUHPerd. 1803. dengan dibubuhi catatan yang cukup untuk mengenalinya. para makelar yang bersalah karena melanggar salah satu ketentuan yang diatur dalam bagian ini. harus dipecat dari jabatannya.Bila tidak dibebaskan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. (KUHD 71 dst. (KUHD 62.

Bila perbuatannya tidak seluruhnya dipungkiri. para makelar diwajibkan untuk segera mencatat setiap perbuatan yang dilakukan dalam buku-saku mereka. Ia tidak diperbolehkan berdagang.) Pasal 67.Pengangkatan makelar adalah umum. waktu perbuatan atau waktu penyerahan.) Pasal 69. maka catatan-catatan yang dipindahkan oleh makelar dari buku-sakunya ke buku-hariannya merupakan bukti antara pihak-pihak yang ber-sangkutan mengenai waktu. petikan-petikan dari buku mereka yang berisi segala sesuatu yang mereka catat berkenaan dengan perbuatan yang menyangkut pihak tersebut.) Pasal 66. (KUHD 6.) Hakim dapat memerintahkan para makelar untuk membuka buku-bukunya di hadapan pengadilan untuk mencocokkan petikan-petikan yang dikeluarkan dengan aslinya. jumlahnya dan harga barangnya. inengenai sifat-sifat danjumlah barangnya. ataupun menjadi penjamin perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan perantaraan mereka. baik sendiri maupun dengan perantaraan pihak lain. dan semua persyaratan perbuatan yang dilakukan. 71 dst. mengenai harga beserta syarat-syaratnya yang menjadi dasar pelaksanaan perbuatan itu. (KUHD 62. dengan menyebutkan dengan jelas nama-nama pihak-pihak yang bersangkutan. dan mereka dapat menuntut pewelasan tentang itu. . (KUHPerd.. 1468 dst. atau dalam akta pengangkatan disebutkan bidang atau bidang-bidang apa saja pekerjaan makelar itu boleh dilakukan. dilakukannya perbuatan dan penyerahannya. tanpa bidang-bidang kosong. atau catatancatatan pinggir. yaitu dalam segala bidang. ataupun secara berkongsi. (KUHD 12. 64. dan selanjutnya setiap hari memindahkannya ke dalam buku-harian mereka. KUHPerd. Dalam bidang atau bidang-bidang di mana ia menjadi makelar. garis-garis sela. para makelar diwajibkan untuk memberikan kepada pihak-pihak yang bersangkutan setiap waktu dan begitu mereka ini menghendaki. ataupun bersama-sama dengan pihak-pihak lain.) Pasal 68. 1905. sifatnya. (KUHD 66.

.) Pasal 65. asuransi. Makelar.Jam mulai diadakan dan berakhirnya bursa. menyelenggarakan diskonto. 1920-69. surat-surat wesel. (s. 1938-276. 681.d. Perbuatan-perbuatan para pedagang perantara yang tidak diangkat dengan cara demikian tidak mempunyai akibat yang lebih jauh daripada apa yang ditimbulkan dari perjanjian pemberian amanat.) Pasal 63.) Pasal 64. S. dan segala sesuatu yang berkenaan dengan ketertibannya yang baik diatur oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Keuangan) dengan peraturan tersendiri. 389. dg.) Makelar adalah pedagang perantara yang diangkat oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau oleh penguasa yang oleh Presiden dinyatakan berwenang untuk itu. Pekerjaan makelar terdiri dari mengadakan pembelian dan penjualan untuk majikannya atas barang-barang dagangan. 1906-335. Mereka menyelenggamkan perusahaan mereka dengan melakukan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam pasal 64 dengan mendapat upah atau provisi tertentu. kapal-kapal. Bagian 2. bahwa mereka akan menunaikan kewajiban yang dibebankan dengan jujur. mereka harus bersumpah di depan raad van justitie di mana Ia termasuk dalam daerah hukumnya. (KUHPerd. (KUHPerd. KUHD 62. Sebelum diperbolehkan melakukan pekerjaan. (KUHPerd. 681 dst. 71 dst. surat-surat order dan surat-surat dagang tainnya. 1078. 1792 dst. ..u. Pasal 62. 1078. atas amanat dan atas nama orang-orang lain yang dengan mereka tidak terdapat hubungan kerja tetap. perkreditan dengan jaminan kapal dan pemuatan kapal. 1155. KUHD 59. S. KUHD 67 dst. saham-saham dalam dana umum dan efek tainnya dan obligasi. perutangan uang dan lain sebagainya.

262. dengan jangka waktu tertentu yang ditetapkan dalam akta. Perseroan yang dibubarkan dibereskan oleh para pengurus. (KUHD 52. 764 dst. 389. BAB IV. 539-571. (KUHD 32 dst. Dihapus dg. harga barang-barang dagangan. MAKELAR DAN KASIR. 621 dst. dana-dana.) Pasal 61. 1427. Dari perundingan-perundingan dan kesepakatan-kesepakatan yang diadakan pada bursa disusunlah ketentuan-ketentuan kurs-kurs wesel. biaya pengangkutan laut dan darat. Kurs-kurs atau harga-harga yang bermacam-macam itu disusun menurut peraturan atau kebiasaan setempat. . s. 1938-276. 1156. 1077. Bursa perdagangan adalah pertemuan para pedagang. kecuali bila dalam akta hal itu ditentukan cara lain. BURSA PERDAGANGAN. Bagian 1.) Pasal 60. 595-31. Hal itu diselenggarakan atas kekuasaan Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Keuangan). obligasi dalam dan luar negeri. makelar. Rv. kasir dan orang-orang lain yang bersangkut-paut dengan perdagangan.menyediakan suatu perhitungan untuk diperiksa dan memberitahukannya kepada para pesero. Bursa Perdagangan. KUHD 61. asuransi-asuransi dan muatan janji laut. Rv. 99. Rv. KUHD 15 13 . 57 dan 58. (KUHPerd.) Pasal 56. 1155. Pasal 59. juragan kapal. 398.) Ketentuan pasal 35 berlaku untuk hal ini. dan surat-surat berharga lainnya yang dapat digunakan untuk menetapkan kurs. (KUHPerd..

maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sebanyak djumlah saham yang dimilikinja.Pasal 53. 4/1971.d. 1971-20.) Pasal 54. baik dalam rapat umum. (s. Pasal 55. dengan ketentuan bahwa seorang pemegang saham tidak dapat mengeluarkan lebih dari enam suara apabila modal perseroan terbagi dalam seratus saham atau lebih.. (2) Dalam hal modal perseroan terbagi dalam saham-saham dengan harga nominal yang sama. dengan atau tanpa para suatu benda yang sama. (4) Pembatasan mengenai banjaknja suara yang berhak dikeluarkan oleh pemegang saham dapat diatur dalam akta pendirian. Setiap pemegang saham sekurang-kurangnja berhak mengeluarkan satu suara. kecuali para pesero dalam akta dengan perjanjian tegas komisaris.t. (KUHD 246 dst. UU No. ataupun dengan . maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sebanjak kelipatan dari harga nominal saham yang terkecil dari perseroan terhadap keseluruhan djumlah harga nominal dari saham yang dimiliki pemegang.u. (5) Tidak seorang pengurus atau komisaris dibolehkan bertindak sebagai kuasa dalam pemungutan suara. dg. Laporan itu dapat dilakukan.) (1) Hanya pemegang saham yang berhak mengeluarkan suara. (3) Dalam hal modal perseroan terbagi dalam saham-saham dengan harga nominal yang berbeda. dan tidak dapat mengeluarkan lebih dari tiga suara apabila modal perseroan terbagi dalam kurang dari seratus saham. 253. LN. yang tidak boleh dilampaui untuk mengasuransikan telah menyerahkan kepada keputusan para pengurus. Sisa suara yang belum mencapai satu suara tidak diperhitungkan. maupun dengan mengirimkan suatu daftar kepada masing-masing pesero. para pengurus diwajibkan setiap tahun membuat laporan tentang laba dan rugi yang diperoleh atau diderita dalam tahun yang telah lampau. Pada perseroan asuransi atas benda-benda tertentu harus ditentukan dalam akta suatu maksimum.

) Pasal 49. (KUHD 48. 1938-161. 55. pemeriksaan dan pengesahan itu harus dilakukan oleh para pesero atau orang-orang yang ditunjuk dalam akta. (KUHD 49. Bila pekerjaan para komisaris hanya terbatas pada pengawasan terhadap para pengurus. Dalam hal yang sebaliknya. maka mereka dalam akta dapat diberi kuasa untuk memeriksa dan mengesahkan perhitungan dan pertanggungjawaban para pengurus.) Izin termaksud dalam pasal 36 tidak akan diberikan. S. atas nama para pesero.) . dimana sisa sero-sero atau saham-saham harus sudah ditempatkan. 50. kecuali bila ternyata bahwa para pendiri pertama bersama-sama mewakili paling sedikit seperlima dari modal perseroan. bahwa pembagian-pembagian itu tidak akan melebihi suatu jumlah tertentu.u. dg. Jangka waktu itu atas permohonan para pendiri selalu dapat diperpanjang oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau oleh pejabat yang berwenang atas penunjukan Presiden berdasarkan pasal 36 alinea kedua. diambil dari pendapatan setelah dipotong Akan tetapi dapat diadakan perjanjian. 54 dst. (KUHD 43 dst.) Pasal 52.. Perseroan itu tidak akan dapat mulai berjalan sebelum paling sedikit sepuluh persen dari modal bersama disetor.) Pasal 50. (KUHD 41. Pembagian-pembagiannya harus dengan segala pengeluaran. (s. selanjutnya akan ditentukan suatu jangka waktu.digunakan untuk menutupi kekurangan uang itu untuk sebagian atau untuk seluruhnya. S. 1937-572. Dalam akta itu tidak boleh diperjanjikan bunga tetap.d. (KUHD 36 dst.) Pasal 51. dan dengan demikian sama sekali tidak ikut serta dalam pengurusan.

KUHD 38. dan para pengurus bertanggungiawab terhadap pihak ketiga atas perjanjian-perjanjian yang telah mereka adakan setelah mereka tahu atau harus mereka tahu tentang kerugian itu. (KUHD 39.) Pasal 48. 55.) Pasal 47. 1800 dst.Perseroan itu diurus oleh para pengurus. 47. para pengurus tak dapat diangkat dengan cara yang tidak dapat ditarik kembali. 54 dst. dengan atau tanpa pengawasan komisaris. (KUHPerd.) Pasal 46. Bila kerugian itu berjumiah twuh puluh lima persen. 1636. Perseroan terbatas itu harus didirikan untukiangka waktu tertentu. Bila nyata bagi para pengurus. maka mereka berkewajiban untuk mengumumkannya dalam register yang diselenggarakan untuk itu pada kepaniteraan raad van justitie.. dan demikian pula dalam surat kabar resmi. atau lain-lainnya yang diangkat oleh para pesero. maka mereka terhadap pihak ketiga bertanggungjawab masing-masing secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya untuk kerugian-kerugian yang diderita oleh pihak ketiga karenanya. Untuk menghindari pembubaran menurut peraturan tersebut di atas. para pengurus tidak bertanggungiawab lebih daripada untuk menunaikan sebaikbaiknya tugas yang diberikan kepada mereka.) Pasal 45. dengan atau tanpa menerima upah. 48.. (KUHPerd. 45. bahwa telah diderita kerugian sebesar lima puluh persen dari modal perseroan. Akan tetapi bila mereka melanggar suatu ketentuan dalam akta atau perubahan syarat-syaratnya yang diadakan kemudian. KUHD 17. 38. dengan tidak mengurangi kemungkinan untuk memperparoangnya. mereka tidak bertanggung jawab secara pribadi terhadap pihak ketiga atas perikatan perseroan. para pesero. aktanya harus memuat ketentuan-ketentuan untuk membentuk kas cadangan yang dapat . KUHD 39. 52. (KUHPerd. 1646-l'. maka perseroan itu demi hukum bubar. setiap kaii setelah waktu itu lampau. 1814 dst.

) 40. bila ini ada. menyatakan dengan tegas persetujuan mereka untuk menerima baik penerima hak yang baru itu. Dalam akta ditentukan cara bagaimana sero-sero atau saham-sahan atas nama dioperkan. 6-7. (KUHD 42. maka para pengurus atas perbuatan mereka. Tiada sero atau sabam blangko dapat dikeluarkan sebelum jumlah sepenuhnya disetor dalam kas perseroan.) Pasal 43. 1977. para pesero aslinya.) Pasal 41. 47. Modal perseroan dibagi atas sahain-saham atau Sero-sero atas nama atau blangko. (KUHPerd.) Pasal 42. . KUHD 41. 50 dst. atau pada perpanJangan waktu perseroan. Pasal 39.) Pasal 44. 833. terikat secara pribadi untuk keseluruhannya terhadap pihak ketiga. 1977. 47. (KUHD 45.. KUHD 43. atau ahli waris mereka atau mereka yang memperoleh hak. hal itu dapat dilakukan dengan Pemberitahuan suatu pernyataan kepada para pengurus dari Pesaro bersangkutan dan pihak peneiima pengoperan. para pesero atau pemegang saham atau sero tidak bertanggung jawab lebih daripada jumlah penuh saham-saham itu.SegaIa sesuatu yang tersebut di atas berlaku terhadap perubahan-perubahan dalam syarat-syarat. 613 dst. (KUHPerd. Selama peadaftaran dan pengumuman seperti yang termaktub dalam pasal yang lalu belum terjadi. Bila jumlah penuh sero atau saham demikian belum disetor. tetap bertanggungjawab atas penyetoran jumlah yang terutang pada perseroan. kecuali bila pengurus dan para komisaris. 1417. (KUHPerd. Rv. 955. Ketentuan-ketentuan pasal 25 berlaku juga terhadap ini. atau dengan pernyataan seperti itu yang dimuat dalam buku-buku perseroan itu dan ditandatangani oleh atau atas nama kedua belah pihak. dan demikian pesero lama menjadi bebas dari egaIa tanggungjawab.

S.) Pasal 37.) para pesero diwajibkan untuk mendaftarkan akte itu dalam keseluruhannya beserta izin yang diperolehnya dalam register yang diadakan untuk itu pada panitera raad van justitie dari daerah hukum tempat kedudukan perseroan itu. (s. KUHD 23. yang pendapatnya dalam hal ini harus didengar.(s. bila ada alasan-alasannya. 1870-64.) Perseroan terbatas tidak mempunyai firma. pun pula aktanya tidak memuat ketentuanketentuan yang berlawanan dengan hal-hal yang diatur dalam pasal 38 sampai dengan pasal 55. S. dan tak memakai nama salah seorang atau lebih dari antara para pesero. maka perseroan tidak dapat dibubarkan atas kekuasaan umum. dg.u. (KUHD 3 dst.u.. 51. 1938-276. 1937-572. 48 dst. akta pendiriannya atau rencana pendiriannya harus disampaikan kepada Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau penguasa yang ditunjuk oleh Presiden untuk memperoleh izinnya. 52 dst. dan mengumumkannya dalam surat kabar resmi. dapat digantungkan pada syarat bahwa perseroan itu akan bersedia dibubarkan.u. dg. Pemberian izin itu. 58. S. kecuali setelah Hooggerechtshof (kini: Mahkamah Agung). dg. 56. alasan-alasannya diberitahukan kepada para pemohon agar diketahuinya.) Pasal 38.) . S.d.) Bila perseroan itu tidak bertentangan dengan kesusilaan atau dengan ketertiban umum. bila menurut pertimbangan Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Kehakiman) hal itu dianggap perlu untuk kepentingan umum. (AB. S. 42.) Sebelum perseroan tersebut dapat didirikan. harus juga terdapat izin seperti itu. (KUHD 22 dst. menyatakan. maka izinnya diberikan. 37. KUHD 45..d. 23. Rv. 1653.. Akta perseroan itu harus dibuat dalam bentuk otentik dengan ancaman akan batal. dan selain itu tidak ada keberatankeberatan yang penting terhadap pendiriannya. melainkan mendapat namanya hanya dari twuan perusahaan saja..) (s. S. KUHPerd. 82. Bila izin itu tidak diberikan. 99. 1937-572. 594. 1923-548.d. 105. (s. kecuab sekiranya pemberitahuan itu dianggap tidak seyogyanya. 1946-135.u. 50. (Ov. 1335. S.d. 1937-572. Untuk tiap-tiap perubahan syarat-syarat dan untuk perpanjangan waktu perseroan.dg. Bila izin itu diberikan tanpa syarat. bahwa para pengurusnya telah tidak memenuhi ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat akta perseroan itu.

dengan tidak mengurangi kebebasan para pesero atau para penerima hak untuk melihatnya. maka mereka yang bertugas untuk membereskan keperluan itu dapat menagih uang yang seharusnya akan dimasukkan dalam perseroan oleh tiap-tiap pesero menurut bagiannya masingmasing. harus dibagikan sementara. 56. 22. Jika pemungutan suara macet. Uang yang selama pemberesan dapat dikeluarkan dari kas perseroan. 99. bila tidak ada perjanjian yang menentukan lain. KUHD 17.) Bagian 3. lihat S. 1939-569. 1652. (KUHPerd. Perseroan Terbatas. 1652. KUHD 12.) Pasal 34. (KUHD 18.. raad van justitie mengambil keputusan sedemikian yang menurut pendapatnya paling layak untuk kepentingan perseroan yang dibubarkan itu.) Pasal 35. 31. 20. Rv.) Pasal 33. 56. maka buku-buku dan surat-surat yang dulu menjadi milik perseroan yang dibubarkan itu tetap ada pada pesero yang terpilih dengan suara terbanyak atau yang ditunjuk oleh raad van justitie karena macetnya pemungutan suara.termasuk para pesero komanditer) mengangkat seorang pengurus lain dengan pemungutan suara seorang demi scorang dengan suara terbanyak. 1885. 1801 dst. (KUHPerd. 6-50.) Pasal 36. Setelah pemberesan dan pembagian itu. Bila keadaan kas perseroan yang dibubarkan tidak mencukupi untuk membayar utang-utang yang telah dapat ditagih. 22. . (KUHD 33. (Mengenai Maskapai Andil Indonesia dan perubahan Perseroan Terbatas menjadi Maskapai Andil Indonesia.

) Pasal 31. 1916. 39. dan mendaftarkannya dan mengumumkannya dalam surat kabar resmi atas dasar dan dengan cara yang ditentukan dalam pasal 23 dan berikutnya. berlaku ketentuan-ketentuan pasiti 29. Firma dari suatu perseroan yang telah dibubarkan dapat dilanjutkan oleh seorang atau lebih. (KUHPerd. (KUHPerd. diadakanjuga dengan akta otentik. serta dengan ancaman hukuman yang tercantum dalam pasal 29. maka terhadap pihak ketiga berlaku ketentuan-ketentuan yang berkenaan dengan pasal yang lalu yang dicantumkan dalam surat kabar resmi. KUHD 26. atau bila dalam hal adanya kematian. Kelalaian dalam hal itu mengakibatkan. Terhadap kelalaian mendaftarkan dan mengumumkan dalam hal perpanjangan waktu perseroan.) Pasal 30. atau seluruh pesero (tidak . pelepasan diri. kecuali bila dalam perjanjiannya ditentukan lain . Pembubaran sebuah perseroan firma sebelum waktu yang ditentukan dalam perjanjian. bahwa pembubaran. 1646 dst.. penghentian atau perubahan itu tidak berlaku terhadap pihak ketiga. KUHD 30 dst. jikalau pesero yang mengundurkan diri sebagai pesero firma menjadi pesero komanditer. para pesero yang tadinya mempunyai hak mengurus harus membereskan urusan-urusan bekas perseroan itu atas nama firma itu juga. dan terhadap ini berlaku ketentuan-ketentuan pendaftaran dan pengumuman dalam surat kabar resmi seperti telah disebut. Ketentuan pasal 20 alinea pertama tidak berlaku. KUHD 22. Dalam hal adanya perbedaan antara yang didaftarkan dan yang diumumkan. para ahli waiisnya tidak menentangnya. atau terjadi karena pelepasan diii atau penghentian. (KUHPerd.. dan dalam hal itu ulituk membuktikannya harus dibuat akta. Pada pembubaran perseroan.) Pasal 32. demikian puia segala perubahan yang diadakan dalam petia4ian yang asfi yang berhubungan dengan pihak ketiga. 26. baik atas kekuatan perjanjian pendiriannya maupun bila diizinkan dengan tegas oleh bekas pescro yang namanya disembut di situ.ditentukan dan dianggap tiada seorang pesero pun yang dilarang melakukan hak untuk bertindak dan bertandatangan untuk firma itu. perpanjangan waktu setelah habis waktu yang ditentukan. 30. 1651.

pernyataan firmanya dengan menunjukkan apakah perseroan itu umum. (KUHD 17. 1036. 1851-27 pasal 7. saat mulai berlakunya perseroan dan saat berakhirnya. pekerjaan dan tempat tinggal para pesero firma. maka perseroan firma itu terhadap pihak ketiga dianggap sebagai perseroan umum untuk segala urusan. KUHPerd.u. Pasal 27. pada umumnya.) Selama pendaftaran dan pengumuman belum terjadi. (KUHD 38.) Pasal 28. dan dapat memperoleh sahnannya atas biaya sendiri.Pasal 25. yang tidak diperkenankan bertandatangan atas nama firma. dan selanjutnya. dg.) Pasal 26. (s.d.) Pasal 29. 1938-276.d. 4.u. dengan menunjukkan cabang khusus itu. S. (Ov. 444. (KUHD 27 dst. S. 2.) Petikan yang disebut dalam pasal 24 harus memuat: 1. dg. (s. dan dalam hal terakhir. 5. ataukah terbatas pada suatu cabang khusus dari perusahaan tertentu. nama kecil. S. Pendaftarannya harus diberi tanggal dari hari pada waktu akta atau petikannya itu dibawa kepada panitera.) penunjukan para pesero. Setiap orang dapat memeriksa akta atau petikannya yang terdaftar. 38. 105. bagian-bagian dari perjanjiannya yang harus dipakai untuk menentukan hak-hak pihak ketiga terhadap para pesero. dianggap didirikan untuk waktu yang tidak . (KUHD 23.) 3. KUHD 29. nama. 1938-276. Di samping itu para pesero wajib untuk mengumumkan petikan aktanya dalam surat kabar resmi sesuai dengan ketentuan pasal 26.

Pasal 20. Dengan tidak mengurangi kekecualian yang terdapat dalam pasal 30 alinea kedua, maka nama pesero komanditer tidak boleh digunakan dalam firma. (KUHD 19-21.) Pesero ini tidak boleh melakukan tindakan pengurusan atau bekerja dalam perusahaan perseroan tersebut, biar berdasarkan pemberian kuasa sekalipun. (KUHD 17, 21, 32.) Ia tidak ikut memikul kerugian lebih daripada jumlah uang yang telah dimasukkannya dalam perseroan atau yang harus dimasukkannya, tanpa diwajibkan untuk mengembalikan keuntungan yang telah dinikmatinya. (KUHPerd. 1642 dst.)

Pasal 21. Pesero komanditer yang melanggar ketentuan-ketentuan alinea pertama atau alinea kedua dari pasal yang lain, bertanggungjawab secara tanggung-renteng untuk seluruhnya terhadap semua utang dan perikatan perseroan itu. (KUHD 18.)

Pasal 22. Perseroan-perseroan firma harus didirikan dengan akta otentik, tanpa adanya kemungkinan untuk disangkalkan terhadap pihak ketiga, bila akta itu tidak ada. (KUHPerd. 1868, 1874, 1895, 1898; KUHD 1, 26, 29, 31.)

Pasal 23. para pesero firma diwajibkan untuk mendaftarkan akta itu dalam register yang disecliakan untuk itu pada keparliteraan raad van justitie (pengadilan negeri) daerah hukum tempat kedudukan perseroan itu. (Ov. 82; KUHPerd. 152; KUHD 24, 27 dst., 30 dst., 38 dst.; S. 1946-135 pasal 5.)

Pasal 24. Akan tetapi para pesero firma diperkenankan untuk hanya mendaftarkan petikannya saja dari akta itu dalam bentuk otentik. (KUHD 26, 28.)

undang ini dan oleh Kitab Undang-undang Hukum Perdata. (KUHPerd. 1618 dst., KUHD 1.

Bagian 2. Perseroan Firma Dan Perseroan Dengan Cara meminjamkan Uang Atau Disebut Perseroan Komanditer.

Pasal 16. (s.d.u. dg. S. 1938-276.) Perseroan Firma adalah suatu perseroan yang didirikan untuk melakukan suatu usaha di bawah satu nama bersama. (KUHD 19 dst., 22 dst., 26-11, 29; Rv. 6-5o, 8-2 o, 99.)

Pasal 17. Tiap-tiap pesero kecuali yang tidak diperkenankan, mempunyai wewenang untuk bertindak, mengeluarkan dan menerima uang atas nama perseroan, dan mengikat perseroan kepada pihak ketiga, dan pihak ketiga kepada perseroan. tindakantindakan yang tidak bersangkutan dengan perseroan, atau yang bagi para pesero menurut perjanjian tidak berwenang untuk mengadakannya, tidak dimasukkan dalam ketentuan ini. (KUHPerd. 1632, 1636, 1639, 1642; KUHD 20, 26, 29, 32.)

Pasal 18. Dalam perseroan firma tiap-tiap pesero bertanggungjawab secara tanggungrenteng untuk seluruhnya atas perikatan-perikatan perseroannya. (KUHPerd. 1282, 1642, 1811.)

Pasal 19. Perseroan yang terbentuk dengan cara meminjamkan uang atau disebut juga perseroan komanditer, didirikan antara seseorang atau antara beberapa orang pesero yang bertanggung-jawab secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya, dan satu orang atau lebih sebagai pemberi pinaman uang. Suatu perseroan dapat sekaligus berwujud perseroan firma terhadap peseropesero firma di dalamnya dan perseroan komanditer terhadap pemberi pinjaman uang. (KUHD. 16, 20, 22 dst.)

Dari tidak dipenuhinya perintahnya itu, hakim bebas untuk mengambil kesimpulan yang sebaiknya menurut pendapatnya. (KUHPerd. 1888, 1915 dst.; KUHD 67.)

Pasal 9. Bila buku-buku, naskah atau surat-surat berada di tempat lain daripada tempat kedudukan hakim yang mengadili perkara itu, maka ia dapat mengamanatkan kepada hakim dari tempat lain untuk menyelenggarakan pemeriksaan yang dikehendaki terhadap hal itu dan membuat berita acara tentang pendapatpendapatnya serta mengirimkannya. (RO. 33; KUHD 35.)

10 dan 11. Dihapus dg. S. 1927-146.

Pasal 12. (s.d.u. dg. S. 1927-146; S. 1938-276.) Tiada seorang pun dapat dipaksa untuk memperlihatkan pembukuarinya kecuali untuk mereka yang mempunyai kepentingan langsung sebagai ahli waris, sebagai pihak yang berkepentingan dalam suatu persekutuan, sebagai pesero, sebagai pengangkat Pimpinan perusahaan atau pengeloIa dan akhirnya dalam hal kepailitan. (KUHPerd. 573, 1082; KUHD 35, 67.)

13. Dihapus dg. S. 1927-146.

BAB III. BEBERAPA JENIS PERSEROAN. Bagian 1. Ketentuan-ketentuan Umum.

14. Dihapus dg. S. 1938-276.

Pasal 15. (s.d.u. dg. S. 1938-276.) Perseroan-perseroan yang disebut dalam bab ini dikuasai oleh perjanjian pihak-pihak yang bersangkutan, oleh Kitab Undang-

dg.) Pasal 8. (KUHD 35.BAB II. PEMBUKUAN. KUHD 12. 35. 67. buku-buku dan surat-surat di mana ia menyelenggarakan catatan-catatan dimaksud dalam allnea pertama beserta neracanya. 86.u.) Ia diwajibkan dalam enam bulan pertama dari tiap-tiap tahun untuk membuat neraca yang diatur menurut syarat-syarat perusahaannya dan menandatanganinya sendiri. surat-surat dan naskah-naskah yang harus dibuat atau disimpan oleh mereka menurut pasal 6 alinea ketiga. dengan cara yang sedemikian sehingga dari catatan-catatan yang diselenggarakan itu sewaktu-waktu dapat diketahui semua hak dan kewajibannya. dan selama sepuluh tahun. 348. hakim dapat menentukan atas permintaan atau karena jabatannya. (Rv. (s. 66.u. kepada masing-masing pihak atau kepada salah satu pihak untuk membuka bukubuku yang diselenggarakan. Hakim dapat mendengar para ahli mengenai sifat dan isi surat-surat yang diperlihatkan. dg. hakim bebas untuk memberikan kepada pemegang-buku.d. dg.) Setiap orang yang menjalankan perusahaan diwajibkan untuk menyelenggarakan catatan-catatan menurut syarat-syarat perusahaannya tentang keadaan hartanya dan tentang apa yang berhubungan dengan perusahaannya. baik pada sidang pengadilan maupun dengan cara seperti yang diatur dalam pasal-pasal 215 sampai dengan 229 Reglemen Acara Perdata.) Ia diwajibkan menyimpan selama tiga puluh tahun. KUHP 396 dst.) Pasal 7.d. (KUHD 35. agar dapat dilihat di dalamnya atau dibuat petikan-petikannya sebanyak yang dibutuhkan berkenaan dengan soal yang dipersengketakan. (s. 1938-276.) Sewaktu pemeriksaan perkara di sidang pengadilan berjalan. (KUHPerd. 1881. S. S. 1881. 1938-276.u.) Untuk kepentingan setiap orang. 1938-276. (KUHPerd. (s.) . surat-surat dan telegram-telegram yang diterima dan salinan-salinan surat-surat dan telegiram-telegram yang dikeluarkan. S.d. 96. 86. Pasal 6. kekuatan bukti sedemikian rupa yang menurut pendapatnya harus diberikan pada masing-masing kejadian yang khusus.

85.KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG (Wetboek van Koophandel voor Indonesie) S. KUHD 15. 1847-23. KETENTUAN UMUM. 286. KUHPerd. 168a. (s. Anotasi: Seluruhnya KUHD ini berlaku untuk golongan Timur Asing bukan Tionghoa dan golongan Tionghoa. BUKU KESATU DAGANG PADA UMUMNYA Berdasarkan S. maka Kitab Undang-undang Hukum Perdata berlaku juga terhadap hal-hal yang dibicarakan dalam K-itab Undang-undang ini.) Selama dalam Kitab Undang-undang ini terhadap Kitab Undang-undang Hukum Perdata tidak diadakan penyimpangan khusus. 1878. 119. 1938-276.. 1938-276. dg. S. 1924556. kecuali dengan perubahan redaksional pasal 396. 754. S. 79 dst. 1917-129.) Alinea kedua gugur berdasarkan S. . 15. B. pasal 1. S. 747. 1938-276 yang berlaku mulai pada 17 Juli 1938 maka Bab I tentang Pedagang dan Perbuatan Dagang (pasal 2 sld 5) telah dihapus. 1617. pasal I sub 21. Pas. 296. 1774.d. 1.u. (AB.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful