50 . 60 .

jumlah uang yang dipertanggungkan; premi pertanggunganriya. (KUHD 254, 256, 258, 302, 306.)

Pasal 305. Perencanaan jumlah uangnya dan penentuan syarat pertanggungannya, sama sekali diserahkan kepada persetujuan kedua belah pihak. (KUHPerd. 1780.)

Pasal 306. Bila orang yang jiwanya dipertanggungkan pada waktu pengadaan pertanggungan telah meninggal dunia , gugurlah perjanjian itu, meskipun tertanggung tidak dapat mengetahui tentang meninggalnya itu; kecuali bila dipersyaratkan lain. (KUHPerd. 1779; KUHD 251 dst., 269, 281.)

Pasal 307. Bila orang yang mempertanggungkanjiwanya bunuh diri atau dihukum mati, gugurlah pertanggungannya. (KUHD 276.)

Pasal 308. Dalam bagian ini tidak termasuk dana janda, perkumpulan-perkumpulan tunjangan hidup (tontine), perseroan pertanggungan jiwa timbal-balik, dan perjanjian lain semacam itu yang berdasarkan kemungkinan hidup dan kematian, yang untuk itu diharuskan mengadakan simpanan atau sumbangan tertentu atau kedua-duanya. (KUHD 286; S. 1870-64 pasal 10.)

Pasal 300. Pertanggungannya dapat diadakan untuk satu tahun atau lebih. Bila tidak ada penentuan waktu, dianggap bahwa pertanggungan itu diadakan untuk satu tahun. (KUHPerd. 1597.)

Pasal 301. Pada penyusunan penghitungan kerugian, dihitung berapa nilai hasil pada waktu dipanen atau dinikmati tanpa terjadinya bencana, dan nilainya setelah bencana itu. Penanggung membayar selisihnya sebagai ganti rugi. (KUHD 273 dst., 288.)

Bagian 3. Pertanggungan Jiwa.

Pasal 302. (s.d.u. dg. S. 1876-141.) Jiwa seseorang dapat dipertanggungkan untuk keperluan orang yang berkepentingan, baik untuk selama hidup ataupun untuk suatu waktu yang ditentukan dengan perjanjian. (KUHD 247 dst., 304-40.)

Pasal 303. Yang berkepentingan dapat mengadakan pertanggungan, bahkan di luar pengetahuan atau izin dari orang yang jiwanya dipertanggungkan.

Pasal 304. Polis itu memuat: 10 . 20 . 30 . 40 . hari pengadaan pertanggungan itu; nama tertanggung; nama orang yang jiwanya dipertanggungkan; waktu bahaya bagi penanggung mulai berjalan dan berakhir;

Kerugiannya dihitung menurut nilai barang-barang yang ada pada waktu ada kebakaran. (KUHPerd. 1940 dst.)

Pasal 296. Bila tidak diadakan persyaratan khusus dalam polis tentang barangbarang bergerak, harta dalam rumah, perkakas rumah dan perhiasan rumah, maka pernyataan-pernyataan itu diberi arti sedemikian seperti yang diuraikan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata Buku Kedua Bab I, Bagian 4. (KUHPerd. 512 dst.; KUHD 356-51.)

Pasal 297. Bila pada suatu hipotek antara debitur dan penagihnya dipersyaratkan, bahwa dalam hal ada kerugian menimpa persil yang dihipotekkan yang dipertanggungkan atau yang akan dipertanggungkan, uang asuransinya sampai jumlah utang dan bunga yang terutang, akan menggantikan hipotek itu, maka penanggung yang diberitahukan persyaratan itu wajib memperhitungkan ganti rugi yang terutang dengan penagih utang hipotek. (KUHPerd. 613, 1162 dst.; KUHD 268, 288; S. 1908-542 pasal 14.)

Pasal 298. Persyaratan dalam pasal di atas tidak mempunyai akibat, kecuali bila dan sepanjang penagih utang hipotek akan mendapat keuntungan, seandainya kerugian itu tidak terjadi. (KUHPerd. 1209 dst.)

Bagian 2. Pertanggungan Terhadap Bahaya yang Mengancam Hasil Pertanian yang Belum Dipaneni.

Pasal 299. Selain syarat-syarat yang tercantum dalam pasal 256, pohs itu harus menyatakan: 10 . 20 . letak dan batas-batas tanah yang hasilnya dipertanggungkan; penggunaannya. (KUHPerd. 1186-41; KUHD 247, 251, 254, 258, 263, 272, 287-10 dan 21; Rv. 101.)

1366. sehingga bila hal itu telah ada sebelum dipertanggungkan.Pasal 291. maka berhentilah kewajibannya. atau sebab lainnya. gudang atau tempat penyimpanan lain. . karena air atau alat lain yang digunakan untuk menahan atau memadamkan kebakaran itu. meskipun meledaknya. juga bila hal itu terjadi dari kebakaran dalam bangunan-bangunan yang berdekatan. 290. (KUHD 287-20. (ISR. Demikian pula kerugian yang disebabkannya oleh ledakan mesiu.) Pasal 294. bila tidak ada atau tidak lengkap alat-alat bukti yang dinyatakan dalam pasal-pasal 273. bahwa kebakaran itu disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian besar tertanggung sendiri. Pada pertanggungan atas barang-barang bergerak dan barang-barang dagangan dalam rumah. 133. atau hilangnya sesuatu dari barang itu karena pencurian. penanggung tidak akan mempertanggungkan sama sekali atau tidak atas dasar syarat yang sama seperti itu. Kerugian yang disebabkan oleh kebakaran disamakan dengan kerugian sebagai akibat kebakaran. disamakan dengan kerugianyang disebabkan oleh kebakaran. 638. ketel uap. 652 dst. Bila sebuah bangunan yang dipertanggungkan diperuntukkan bagi penggunaan lain. KUHD 2.) Pasal 295. 283. 274 dan 275. hakim dapat memerintahkan tertanggung untuk bersumpah. Penanggung terbebas dari kewajibannya untuk memenuhi penggantian kerugian. juga kerusakan yang disebabkan oleh penghancuran seluruhnya atau sebagian barang yang dipertanggungkan. sambaran petir. bila ia membuktikan. dan karena itu besar kemungkinan bahaya kebakaran lebih banyak. pecahnya atau sambaran itu tidak mengakibatkan kebakaran. yang terjadi atas perintah pihak atasan untuk menahan menjalamya kebakaran yang terjadi. 276.) Pasal 292. misalnya barang-barang yang dipertanggungkan berkurang atau membusuk. Onteig 84. Pasal 293. (KUHPerd. atau sebab lain. selama pemadaman kebakaran atau penyelamatannya. 249.

Dalam hal yang pertama. kerugiannya dihitung dengan memperbandingkan nilai persil sebelum bencana.. 258. 291 dst. biasa atau tidak biasa. 284. (KUHPerd. dalam waktu yang ditentukan. dan kerugiannya diganti dengan uang tunai. kelalaian. perampok. (KUHPerd . KUHD 276. (KUHD 53. 294. 288. 272. 253. dan lainlainnya dengan nama apa pun.. 1241. Akan tetapi pada persyaratan itu pertanggungan sekali-kali tidak boleh melampaui tiga perempat biaya itu.) Pasal 289. Rv. penanggung wajib membangun kembali atau memperbaikinya. 300. 302. 256-30. akan diganti kerugian yang diderita pada persil itu. bahwa biaya yang diperlukan untuk pembangunan kembali itu. Pertanggungan dapat dilakukan untuk nilai penuh barang yang dipertanggungkan. dengan cara apa pun terjadinya kebakaran itu. dengan nilai sisanya segera setelah kebakaran. 293. 688. dipersyaratkan oleh tertanggung. kesalahan atau kejahatan pelayan sendiri. kalau perlu oleh haldm. direncanakan atau tidak direncanakan. tanpa ada yang dikecualikan. 263. 286. 282. Dalam hal persyaratan pembangunan kembali.) Pasal 290. musuh. sungguh digunakan untuk tujuan itu. bila ada alasannya. 254. 637. tetangga. 624 dst. atau persil itu akan dibangun kembali atau diperbaiki paling tinggi sampai jumiah yang dipertanggungkan.) Pasal 288. Pada pertanggungan milik yang dibangun dipersyaratkan. hakim bahkan dapat memerintahkan kepada tertanggung atas tuntutan penanggung. 101.) . untuk menjamin hal itu secukupnya. KUHD 283. Dalam hal kedua. apinya sendiri.KUHD 247 dst. akan diganti oleh penanggung. 1565. Penanggung mempunyai hak untuk mengawasi.1367. yang dibebankan pada penanggung adalah semua kerugian dan kerusakan yang menimpa barang yang dipertanggungkan karena kebakaran yang disebabkan oleh cuaca yang sangat buruk atau peristiwa lain. bahwa uang yang harus dibayar olehnya.

letak dan batas bangunan dan tempat. selama hal itu dapat mempunyai pengaruh terhadap pertanggungannya. 1402. S. TERHADAP BAHAYA-BAHAYA YANG MENGANCAM HASIL PERTANIAN YANG BELUM DIPANENI. (KUHD 15. 637. (KUHPerd.Pasal 284. DAN TENTANG PERTANGGUNGAN JIWA. ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN TERRADAP BAHAYA BAHAYA KEBAKARAN. 40 . 693. 50 . disimpan atau ditumpuk. . Pasal 286. dan tertanggung bertanggurgjawab untuk setiap perbuatan yang mungkin merugikan hak penanggung terhadap pihak ketiga itu. letak dan batas barang tetap yang dipertanggungkan. 1354.) BAB X. Larangan-larangan yang termuat dalam pasal 289 alinea terakhir. polis kebakaran harus menerangkan: 10 . 1365 dst. Perseroan-perseroan pertanggungan atau penjaminan timbal-balik harus menaati ketentuan dalam perjanjiannya dan peraturan yang berlaku.. igo6-348. Pertanggungan Terhadap Bahaya Kebakaran. Bagian 1. 1870-64 pasal 10. secara khusus juga berlaku terhadap perseroan-perseroan ini. 20 . 308. sifat dan penggunaan bangunan-bangunan yang berbatasan. di mana barang bergerak yang dipertanggungkan berada. penggunaannya. Pasal 287. 53. dan bila tidak lengkap. Penanggung yang telah membayar kerugian barang yang dipertanggungkan.) 285. memperoleh semua hak yang sekiranya dimiliki oleh tertanggung terhadap pihak ketiga berkenaan dengan kerugian itu. (KUHPerd. 30 . s. 656. KUHD 290. Selain menyatakan persyaratan dalam pasal 256. harus menurut asas-asas hukum pada umumnya.Dihapus dg. 1186-41. nilai barang yang dipertanggungkan.

perjanjian yang diadakan sebelum itu. bila setelah pertanggungan suatu barang untuk nilai penuhnya. 618. Biaya yang dikeluarkan oleh tertanggung untuk menghindari atau mengurangi kerugian menjadi beban penanggung. Dalam hal perjanjian yang demikian. biaya dan bunga. baik untuk seluruhnya atau sebagian yang sedemikian untuk mana Ia belum menghadapi bahaya. bila dan selama ia tidak akan dapat menagih ganti rugi pada penanggung yang dahulu. 654. semua dengan ancaman penggantian kerugian. KUHD 249. Dengan tidak mengurangi ketentuan khusus yang dibuat tentang berbagai macam pertanggungan. 718. 1328. KUHP 381. setelah kejadian tersebut ia harus segera memberitahukan kepada penanggung. tertanggung wajib dengan giat mengusahakan. 653.. 652 dst. KUHD 270. 635 dst. 1453. agar kerugian terhindar atau berkurang. (KUHPerd. 294. melampaui jumlah uang yang dipertanggungkan. bila ada alasan untuk itu. atau daya upaya yang dilakukan itu telah sia-sia belaka.. Bila batalnya perjanjian terjadi berdasarkan akal busuk. 276. 266 dst. 603. bila ada alasan untuk itu. Tak dianggap sebagai perjanjian yang tidak diperkenankan. dengan tidak mengurangi tuntutan pidana. 272. atau menjadi batal. 615. penipuan atau kejahatan tertanggung. (KUHPerd. (KUHD 252. meskipun hal itu bila ditambahkan pada kerugian yang diderita.) Pasal 281. Dalam segala hal di mana perjanjian pertanggungan untuk seluruhnya atau sebagian gugur.) Pasal 282.Pasal 280. dengan ancaman hukuman akan menjadi batal..) Pasal 283. 269. dengan ketentuan tegas. penanggung mendapat preminya. untuk seluruhnya atau sebagian. bahwa ia hanya akan dapat melakukan haknya terhadap para penanggung.. penanggung harus mengembalikan preminya. (KUHD 250 dst.) . 662. 1357. yang berkepentingan selanjutnya mempertanggungkannya. harus diuraikan dengan jelas dan begitu pula akan berlaku ketentuan pasal 277 dan pasal 278 terhadap itu. dan asalkan telah bertindak dengan itikad baik.

menurut perimbangan jumlah yang mereka tandatangani. 290. (KUHD 277. dan dengan yang pertama ditanggung nilai yang penuh. 294.) Pasal 277. Bila pada penanggung pertama tidak ditanggung nilai penuh. (KUHD 249. Tertanggung dalam hal-hal yang disebut dalam dua pasal yang lalu. (KUHD 252. 693. mereka bersamasama.) . 282. 280. Bila pada satu polis saja. 637. tidak boleh membatalkan pertanggungan yang lama agar dengan demikian penanggung yang kemudian terikat.) Pasal 279. Bahkan ia boleh tetap memegang atau menagih preminya. Ketentuan itu juga berlaku. maka penanggung berikutnya bertanggung jawab untuk nilai selebihnya menurut urutan waktu mengadakan pertanggungan itu. bila pada hari yang sama. ia dianggap menetapkan diri mengganti tempat mereka sebagai penanggung untuk jumlah yang sama dan urutan yang sama. Bila berbagai pertanggungan diadakan dengan itikad balk terhadap satu barang saja. bila ia sudah mulai memikul bahaya. Bila tertanggung membebaskan penanggung-penanggung pertama.) Pasal 278. maka para penanggung ulang mengganti tempatnya dalam urutan itu juga. meskipun pada hari yang berlainan oleh berbagai penanggung dipertanggungkan lebih dari nilainya. Bila ia mengadakan pertanggungan ulang untuk dirinya. 307. dibebankan pada penanggung. hanya memikul nilai sebenarnya yang dipertanggungkan. Tiada kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan dari tertanggung sendiri. (KUHD 271 dst.Pasal 276. terhadap satu benda yang sama diadakan berbagai pertanggungan. hanya inilah yang berlaku dan penanggung berikut dibebaskan.

. hakim mempunyai wewenang untuk memerintahkan kepada tertanggung untuk menguraikan dasar layaknya nilai yang dinyatakan. 621 dst. dengan ancaman hukuman menjadi batal. (KUHD 279 dst. bila diajukan alasan yang menimbulkan persangkaan yang mempunyai dasar karena pemberitahuan nilai yang terlalu tinggi. 295. KUHD 253. 619. baik pertanggungan yang lama maupun pemutusan melalui pengadilan. (KUHD 252. 1449.) . Dalam hal itu. 295. dan bila dituntut. disumpah oleh hakim. semuanya ini tidak mengurangi pengecualian yang dibuat dalam ketentuan undang-undang.Pasal 271. 1328. harus disebutkan dalam polis yang baru.) Pasal 275. Akan tetapi bila barang yang dipertanggungkan sebelumnya telah dinilai oleh ahli yang diperuntukkan bagi itu oleh para pihak. 281 dst. maka penanggung tidak dapat membantahnya. kecuali dalam hal adanya penipuan.) Pasal 274. 1922. KUHD 256. (KUHPerd. hal itu dapat dibuktikan dengan semua alat bukti. 619. Penanggung dalam segala hal mempunyai kekuasaan untuk membuktikan terlalu tingginya nilai yang dinyatakan itu di depan hakim. 279. (KUHPerd. (KUHPerd. Meskipun nilai itu dinyatakan dalam polisnya. 295. Bila tertanggung membebaskan penanggung dari kewajibannya untuk waktu yang akan datang melalui pengadilan ia dapat mempertanggungkan lagi kepentingannya untuk bahaya itu juga. Bila nilai barang yang dipertanggungkan tidak dinyatakan dalam polisnya oleh para pihak.) Pasal 272. 1866.) Pasal 273. 275. Penanggung selalu dapat mempertanggungkan lagi hal yang telah ditanggung olehnya. KUHD 282.

bahwa orang telah mengetahui tentang kerugian itu. 606. (KUHPerd. bahwa pertanggungan itu diadakan atas beban pihak ketiga. 598. telah ada pada saat mengadakan perjanjiannya. 281. sehingga tertanggung telah dapat mengetahuinya. 281 dst. KUHD 282. 1328. dapat terancam bahaya dan tidak dikecualikan oleh undang-undang.) Pasal 267. yang kerugiannya terhadap itu dipertanggungkan. 250.. 1940 dst. (KUHPerd. bila tertanggung atau orang yang dengan atau tanpa amanat telah menyuruh mempertanggungkan. hakim bebas untuk memerintahkan tertanggung dan pemegang amanatnya bersumpah. adalah batal. 254. maka sumpah itu dalam segala hal oleh hakim harus diperintahkan. tertanggung dianggap telah mengadakannya untuk dirinya sendiri. 264. (KUHD 265.. 277 dst. KUHP 381. 597 dst.. 333. berpendapat bahwa sejak adanya kerugian itu telah lampau begitu banyak waktu. Semua pertanggungan yang diadakan atas suatu kepentingan apa pun. Pertanggungan dapat menjadikan sebagai pokok yakni semua kepentingan yang dapat dinilai dengan uang. (KUHPerd.dipertanggungkan oleh yang berkepentingan. bila hakim dengan mengindahkan keadaannya. 306. 652. 1929 dst. 1357. Bila dalam polisnya tidak dinyatakan. (KUHD 247. telah mengetahui tentang adanya kerugian itu. 251. 281 dst. sebelum saat ia mengetahui tentang pertanggungan yang diadakan di luar pengetahuannya.) Pasal 270. 378. 1916-30.. KUHD 246. 599. KUHD 252.) . 597 dst.) Pasal 269. Persangkaan ada. bahwa mereka pada waktu mengadakan perjanjiannya tidak mengetahui tentang adanya kerugian itu.) Pasal 268.. atau oleh pihak ketiga atas amanatnya. 604. Bila sumpah itu dibebankan oleh satu pihak kepada pihak lawannya. Dalam hal keragu-raguan.

1354 dst. Pada penjualan dan segala peralihan hak milik atas barang yang dipertanggungkan. maka pertanggungan itu akan tetap berjalan untuk kepentingannya. maupun di luar pengetahuan yang berkepentingan sekalipun. maka dengan syarat sedemikian dapat dipakai untuk mengadakan pertanggungan itu.. semua hal demikian berlaku. KUHD 281. pembeli atau pemilik baru menolak untuk mengambil alih pertanggungannya. harus dengan tegas dinyatakan dalam polisnya. 1792 dst. (KUHPerd. 264. dan tertanggung asli masih tetap mempunyai kepentingan dalam barang yang dipertanggungkan. (KUHPerd.. akan tetapi juga atas beban pihak ketiga. 333. dianggap menjadi penanggung dengan syarat yang diajukan semula. ataukah di luar pengetahuan yang berkepentingan. 264.) Pasal 266. Orang yang setelah menerima perintah orang lain untuk mempertanggungkan. pertanggungannya berlangsung untuk keuntungan pembeli atau pemilik baru. adakah hal itu terjadi berdasarkan pemberian amanat. (KUHD 256. bahkan tanpa penyerahan.) Pasal 263. pada tempat tinggainya. sepanjang mengenai kerugian yang timbul setelah barang itu menjadi keuntungan atau kerugian pembeli atau mereka yang haru memperolehnya. Pertanggungan dapat diadakan tidak hanya atas beban sendiri. Pada pertanggungan untuk pihak ketiga. Bila pada waktu penjualan atau peralihan hak milik. 1459 dst. 321. 598. adalah batal.Pasal 262. menahan atas bebannya sendiri. dan untuk hal itu harus diindahkan ketentuan-ketentuan berikut. 378. kecuali bila dipersyaratkan sebaliknya antara penanggung dan tertanggung yang asli. Pertanggungan tanpa pemberian amanat dan di luar pengetahuan yang berkepentingan..) Pasal 265. di tempat is seharusnya melaksanakan perintah itu atau bila ini tidak ditunjukkan. 584. (KUHD 60. KUHD 262.) Pasal 264. bila dan sejauh barang yang sama itu telah . dan bila tidak diajukan syarat itu. baik berdasarkan amanat umum atau khusus.

603.) . (KUHD 260. Bila pertanggungan diadakan dengan perantaraan seorang makelar asuransi.. 255. bila ada permulaan bukti tertulis. atau orang yang diamanatkan atau diberi wewenang untuk itu. dengan ancaman hukuman menjadi batal. hak mulai saat itu. akan tetapi semua alat bukti lain akan diizinkan juga. harus ada bukti tertulis. 302.) Pasal 259. dan penanggung.) Pasal 261. malahan sebelum Polis ditandatangani. Bila ada kelalaian dalam hal yang ditentukan dalam kedua pasal yang lalu. 681-10. Untuk membuktikan adanya perjanjian itu. polis itu dalam 24 jam setelah pengajuan oleh penanggung harus ditandatangani dan diserahkan. 1902. dapat dibuktikan dengan semua alat bukti. kecuali bila ditentukan jangka waktu yang lebih panjang oleh ketentuan undang-undang. (KUHD 681.) Pasal 260. 681-10. 618. (KUHPerd. 259 dst. 606. (KUHD 255. 615. 681-10. 684. dan kewajiban kedua belah pihak dari penanggung dan dari tertanggung berjalan Pengadaan perjanjian itu membawa kewajiban penanggung untuk menandatangani Polis itu dalam waktu yang ditentukan dan menyerahkannya kepada tertanggung. penanggung atau makelar untuk kepentingan tertanggung. wajib mengganti kerugian yang mungkin dapat timbul karena kelalaian itu. Namun demikian janji dan syarat khusus. akan tetapi dengan pengertian bahwa harus ternyata secara tertulis syarat yang pernyataannya secara tegas diharus dalam polis. polisnya yang ditandatangan harus diserahkan dalam delapan hari setelah mengadakan perjanjian. Bila Pertanggungan langsung diadakan antara tertanggung. dalam sesuatu hal khusus.) Pasal 258. dalam berbagai pertanggungan oleh ketentuan undang-undang.Perjanjian pertanggungan ada seketika setelah hal itu diadakan. bila timbul perselisihan tentang hal itu dalam waktu antara pengadaan perjanjian dan penyerahan polisnya. 262. KUHD 68. (KUHD 64.

) Pasal 257. nama orang yang mengadakan pertanggungan itu atas beban sendiri atau atas beban orang lain. a5l dst. KUHD 249. atas hal yang menurut ketentuan undang-undang dipersyaratkan untuk hakekat perjanjian itu.. 596. 304.. harus menyatakan: hari pengadaan pertanggungan itu. 1335 dst. adalah batal. pertanggungan jiwa. (AB. Premi pertanggungan.Pasal 254.. Polis itu harus ditandatangani oleh setiap Penanggung (KUHD 247. 634. Semua polis. atau hal yang dengan tegas dilarang. 258. bahaya yang diambil oleh penanggung atas bebannya.. 80 . dan pada umumnya. KUHPerd. 23.. . 30 . 40 . 306.) Pasal 255. 624 dst. semua keadan yang pengetahuannya tentang itu mungkin mutlak Penting bagi penanggung. Pertanggungan harus dilakukan secara tertulis dengan akta. 592.) Pasal 256. 287. 263. 20 . 256. 299. waktu mulai dan berakhirnya bahaya yang mungkin terjadi atas beban penanggung. 70 . 695. 296. terkecuali polis 10 . 296. 253. (KUHD 256. 304. 60 .. dan semua syarat yang diperjanjikan antara para pihak. 624 dst. 688 dst. 637. 710. yang diberi nama polis. pelepasan yang dilakukan pada waktu mengadakan pertanggungan atau selama berjalannya hal itu... 264 dst. 302. 287. jumlah uang yang untuk itu dipertanggungkan. 640 dst. 254. uraian yang cukup jelas tentang barang yang dipertanggungkan. 659 dst. 657. 686. 50 . 299.

KUHD 257. dengan ancaman kebatalan terhadap pertanggungan yang kedua. 306.) Pasal 252.) Pasal 253. bahwa tanpa mengingat kelebihan nilai barang yang dipertanggungkan.. Semua pemberitahuan yang keum atau tidak benar. 677. 280.. meskipun dilakukannya dengan itikad baik. Pertanggungan yang melampaui jumlah harganya atau kepentingan yang sesungguhnya. atau semua penyembunyian keadaan yang diketahui oleh tertanggung. 1328. sehingga perjanjian itu tidak akan diadakan... kerugian yang diderita oleh barang itu akan diganti sampai jumlah penuh yang dipertanggungkan. 268. 268. 1320 dst. 271 dst... atau tidak diadak. (KUHPerd. atau seseorang yang atas bebannya dipertanggungkan oleh pihak ketiga. 609 dst. membuat pertanggungan itu batal.Pasal 250. 256-10. hanya terikat menurut perimbangan antara bagian yang dipertanggungkan dan bagi.dengan syarat-syarat yang sama. dan untuk bahaya sang sama atas barang-barang yang telah dipertanggungkan untuk nilaiaya secara penuh. 277 dst. KUHP 381. Kecuali dalam hal yang diuraikan oleh ketentuan undang-undang.. 281 dst. bila penanggung mengetahui keadaan yang sesungguhnya dari semua hal itu. 593. 1234.. Bila seseorang yang mempertanggungkan untuk dirinya sendiri. 597 dst.) . (KUHPerd. KUHD 269 dst. 1246. 266. maka penanggung. 603 dst. maka penanggung tidak wajib mengganti kerugian. yang sifatnya sedemikian.yang tidak dipertanggungkan. 289. (KUHD 253 dst. tidak boleh diadakan pertanggungan kedua untuk waktu yang sama. dalam hal kerugian. Akan tetapi bagi pihak yang berjanji bebas untuk mempersyaratkan dengan tegas. 266. 280 dst.) Pasal 251. (KUHD 268. pada waktu pertanggungan tidak mempunyai kepentingan dalam denda yang dipertanggungkan. 264 dst.. hanyalah berlaku sampai jumlah nilainyanya Bila nilai barang itu tidak dipertanggungkan sepenuhnya.

(KUHD 287 dst.) Pasal 249. dan perairan pedalaman.) bahaya yang mengancam hasil pertanian yang belum dipanen. atau tidak mendapat keuntungan yang diharapkan. (KUHD 256. Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian. (KUHPerd. berlakulah ketentuan-ketentuan yang termuat dalam pasal-pasal berikut.) jiwa satu orang atau lebih. 269. untuk memberikan kepadanya ganti rugi karena suatu kehilangan. yang mungkin akan dapat diderita karena suatu peristiwa yang tidak pasti. 599. 1774. kecuali jika dipertanggungkan untuk itu dengan tegas. 637.) Mengenai dua hal terakhir dibicarakan dalam buku berikutnya. (AB. 286. kerusakan. 23. baik yang dibicarakan dalam buku ini maupun dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang Buku Kedua ini.) bahaya laut dan bahaya perbudakan.) . 252. Pertanggungan itu antara lain dapat mengenai: bahaya kebakaran. atau karena sifat dan kodrat dari yang dipertanggungkan sendiri. di mana penanggung mengikat diri terhadap tertanggung dengan memperoleh premi. (KUHD 299 dst.Pasal 246. kebusukan sendiri. (KUHD 276. 249. 283. 1337. 294. di sungai.275. KUHD 60. KUHPerd. KUHD 268. 259. Penanggung sama sekali tidak wajib menanggung untuk kerusakan atau kerugian yang langsung timbul karena cacat. (KUHD 686 dst. (KUHD 592 dst.) bahaya pengangkutan di darat. 593.) Pasal 248. Terhadap semua pertanggungan.) Pasal 247. (KUHD 302 dst.

atau yang sudah sampai jatuh temponya dan belum dibayar... berlakulah peraturan-peraturan dari pasal 237. 146a. Dihapus dg. 178 dst. 102a. atau surat-surat yang harus dibayar di tempat tinggatnya..) 244. atau untuk melakukan pembayaran tertentu yang ditunjuk atau bila hal itu dimaksudkan untuk menjamin surat-surat wesel yang ditarik atas orang yang pailit dan diakseptasi olehnya. 1938-276. suratsurat dagang dan surat-surat lain itu dapat dituntut kembali. Pasal 242. surat-surat wesel.. yang diserahkan ke tangan orang yang pailit hanya dengan amanat untuk menagihkannya dan memegang jumlah uangnya untuk penggunaan pengirim. 174 dst. (KUHD 100 dst. 229e dst. (KUHD 100 dst. atau surat-surat dagang atau surat-surat lainnya yang dialihkan kepada orang yang pailit dapat dituntut kembali.. 178 dst.. 231 dst. namun semua tidak mengurangi hak atas harta itu untuk minta jaminan yang untuknya mungkin dapat dituntut darinya karena akseptasi-akseptasi orang yang pailit. tidak pemah berutang sama sekali untuk sesuatu jumlah pada orang yang pailit dan tidak termasuk dalam hal itu biaya yang timbul karena pengiriman itu. 117. surat-surat dagang dan surat lain yang belum sampai jatuh tempo pembayarannya. 229e dst. Juga selain soal maksud atau akseptasi yang disebut dalam pasal yang lalu. Bila dalam harta paint terdapat surat-surat wesel. 236.Pasal 241.) Pasal 243. S. selama hal ini masih berada pada orang yang pailit. atau pada pihak ketiga yang menguasai atau menyimpan untuknya. ASURANSI ATAU PERTANGGUNGAN PADA UMUMNYA. BAB IX. atau kemudian.. maka surat-surat wesel. 245. Jika barang-barang yang diberikan dalam komisi diambil sebagai jaminan utang oleh pihak ketiga dengan itikad baik.. 127a. . asalkan pengirimnya pada waktu pengiriman. 109c. 174 dst. meskipun ada sesuatu yang diinasukkan dalam rekening koran.

Selama barang bergerak yang diberikan dalam komisi masih berada pada komisioner atau pada pihak ketiga yang menguasainya atau menyimpan untuk orang yang pailit. barang-barang yang dituntut kembali. 41 dst. 241. Namun penjual asunya dalam hal itu berhak untuk menagih pada pembeli harga pembehannya. 582.) Pasal 239. (KUHD 76 dst. dengan bunga dan biaya yang terutang. Bila barang yang dituntut kembali diambil dengan itikad baik sebagaijaminan utang oleh pihak ketiga. bila barang itu selama perjalanan dibell dengan itikad baik oleh fihak ketiga atas faktur dan atas konosemen atau surat muatan.) .) Pasal 238. dengan kewajiban yang dinyatakan dalam pasal 235... atau yang dinamakan del credere. Ketentuan alinea yang lalu berlaku juga dalam hal barang itu.) Pasal 240. 246 dst. (KUHPerd. 60. akibat pembelian dan penyerahan dengan itikad baik. akan tetapi sebaliknya mempunyai kewajiban kepada pemberi utang untuk memenuhi jumlah yang dipinamkan. dengan tidak diperbolehkan untuk mencampurkan uang itu dengan harta orang yang pailit. 1150 dst.. F. asalkan harga pembeliannya tidak dilunasi sebelum kepailitannya. Para pengurus harta pailit mempunyai wewenang untuk mempertahankan harta itu. KUHD 232. asalkan memenuhi harga pembelian kepada penjual yang olehnya telah dipersyaratkan pada orang yang pailit. 247. 507 dst. 1402. setelah berada dalam penguasaan orang yang pailit atau seseorang yang bertindak untuknya. walaupun komisioner telah memperhitungkan keuntungan sebagai jaminan untuk pembelinya. 1381. KUHD 90. 232. penjual tetap mempunyai hak menuntut kembali. (F. dan Ia mempunyai hak mendahului terhadap uang itu. Tuntutan kembali barang dihapus. barang-barang itu dapat dituntut kembali oleh pemberi komisi. telah menjadi milik pihak ketiga. selama belum dilunasi sebesarjumlah tagihannya.Pasal 237. (KUHPerd. Hak menuntut kembali yang sama terjadi terhadap harga pembelian barang-barang yang diberikan dalam komisi dan yang telah dbual dan diserahkan oleh komisioner.

1139-41. maka tidak terjadi penuntutan kembali. KUHD 76 dst. Penjual yang menerima kembali barangnya wajib memberikan ganti rugi kepada harta orang yang jatuh pailit untuk semua yang telah dibayar atau yang masih terutang karena bea. 91 dst. (KUHPerd. (KUHD 231.. pemberian kembali dilakukan menurut imbangan dan dalam perbandingan dengan harga pembelian dalam keseluruhannya..) . 1415. 236.) Pasal 234.. Bila pembeli telah mengakseptasi dengan Surat wesel atau Surat dagang lain jumlah penuh dari harga barang yang dijual dan diserahkan... (KUHPerd. 240. 229e dst.. dan selanjutnya segala biaya yang digunakan untuk keselamatan barang dagangan. 1517..) Pasal 235. Bila barang yang dijual hanya sebagian didapatkan pada harta pailit. 125. 86 dst. maka pada penuntutan kembali seluruhnya. Bila pembeli telah melunasi sebagian uang pembeliannya. penjual wajib memberikan kembali uang yang telah diterimanya kepada harta pailit ftu. komisi. 230. tuntutan kembali hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu enam puluh hari terhitung dari hari barang itu di simpan di bawah kekuasaan orang yang paint atau pihak ketiga. asuransi. 188 dst. Bila akseptasi itu dilakukan untuk sebagian dari uang pembelian yang terutang.. KUHD 76 dst. 244. avarij umum (kerugian laut umum). KUHD 120 dst. 233.. 699. 238.. 178. dapat dilakukan penuntutan kembali.174 dst. yang darinya dapat dituntut. (KUHPerd. 1145. Dalam kedua hal. asalkan untuk kepentingan harta orang yang pailit diadakan jaminan untuk hal sebagai akibat dari akseptasi itu. 86 dst.orang yang jatuh pailit. atau pada pihak ketiga yang menguasai atau menyimpan barang itu untuknya.. KUHD 234.) Pasal 233. 238. upah pengangkutan. 230. 1266 dst.) Pasal 236. 1413-11. 246 dst. (KUHPerd.

(KUHPerd.) alinea BAB VIII. 1938-276. dibungkus kembali atau dikurangi. 231.. 1459. Bukti untuk itu diizinkan. dg. bahwa barang itu masih berada dalam keadaan yang sama seperti waktu diserahkan.) Untuk melakukan hak penuntutan kembali disyaratkan. semuanya tidak mengurangi yang ditentukan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata pasal 1967.) Pasal 231. dalam hal kepailitan pembeli.u.d. meskipun barang itu sudah dikeluarkan dari bungkusannya. Barang bergerak. 236. bila barang itu masih dalam perjalanan. 234. terhitung dari hari penerbilan yang asli. (KUHD 169. Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea yang lalu tidak dapat digunakan oleh penerbit. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan. atau bila barang itu masih berada pada .1517 dst... tidak dapat pula oleh penerbit atau oleh mereka. penjual berhak untuk menuntut kembali barang itu menurut ketentuan-ketentuan berikut. 1139-31. 36. 1704. Terhadap daluwarsa yang disebut dalam pasal ini berlaku pasal 229a kedua. dan harga pembeliannya belum dilunasi sepenuhnya. 1266 dst. Jika barang bergerak telah dijual dan diserahkan. yang di samping penerbit asli telah mengeluarkan Surat itu sebagai pembayaran. Semua tuntutanhak terhadap para penerbit Surat yang disebut dalam bagian ini. 229. baik di darat maupun di air.Pasal 229k.612. Pasal 230. Rv. KUHD 98. REKLAME ATAU TUNTUTAN KEMBALI DALAM HAL KEPAILITAN. 714 dst. atau terhadap mereka yang di samping penerbit asli telah mengeluarkan Surat itu sebagai pembayaran.. 1478. F. (s. 1144 dst. 230. yang telah dijual baik dengan penentuan waktu maupun tanpa penentuan waktu dapat dituntut kembali. S. 574. (KUHD 98. 233 dst. 24. bila dan selama ia tidak menyediakan dananya. bila mereka telah memperkaya diri dengan cara yang tidak adil.) Pasal 232.

(KUHD 171. yang terdapat dalam suatu ketentuan dalam bagian ini. wajib melepaskan dan menyerahkan kepada pemegang tagam pada dana yang ada darinya pada hari jatuh tempo di tangan orang yang atas namanya Surat itu telah dikeluarkan. 217. 613. F. Bila hari terakhir suatu jangka waktu. maka jangka waktu enam hari tersebut berjalan mulai satu hari setelah hari pembayaran yang dinyatakan itu. Penerbit asli. dal. terhadap orang yang telah menerima Surat itu darinya. dengan ancaman hukuman tanggungjawabnya akan berlangsung terus. kepada orang yang telah memberikan promes sebagai pembayaran kepadanya. jatuh pada hari raya resmi dalam arti pasal 229b bis. Bila pada promes itu dinyatakan hari harus dibayar.jangka waktu yang sama.) Pasal 229i.) Pasal 229j. 13. tidak termasuk hari penerbilannya. 229j. Bila penerbit asli dinyatakan pailit. para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama. tetap bertanggungjawab selama waktu enam hari sesudahnya. setiap orang yang telah memberikan Surat tersebut di atas sebagai pembayaran. Pemegang promes atas-tunjuk wajib menagih pemenuhannya dalam waktu enam hari setelah hari Surat itu diambil sebagai pembayaran. dan ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya ini.) Pasal 229h. 206. 229k. KUHD 152a. Selain penerbit aslinya. 1. dan hal itu sebesar jumlah pada Surat yang dikeluarkan. kewajiban bertanggungjawab itu tetap berlangsung sampai dengan hari pertama berikut yang bukan hari raya resmi. kecuali bila mereka menganggap lebih baik untuk me an pemegang itu sebagai penagih utang untuk jumlah pada Surat yang dikeluarkan itu. dan bila tidak dilakukan pembayaran. (KUHD 152. semua itu dengan ancaman hukuman akan kehilangan hak tagihnya terhadap orang itu. ia harus mengajukan promes itu untuk pencabutan. (KUHPerd. di dalamnya tidak termasuk hari itu.) .mempunyai dana sebesar jumlah pada Surat yang diterbitkannya pada orang yang atas dirinya telah diterbitkan Surat itu. 229j. (KUHD 146. bukti yang diperlukan untuk menjadikan tagihan itu berlaku sah. akan tetapi dengan tidak mengurangi haknya terhadap orang yang menandatangani promes itu.

) Bagian 11.. dilakukan setiap tahun dengan Surat ketetapan yang dimuat dalam Surat kabar resmi sebelum permulaan tahun. beserta hari-hari raya lainnya yang setiap tahun kembali ditetapkan oleh Directeur van Justitie (Menteri Kehakiman). kecuali hari Minggu. Kenaikan Isa Almasih.) Pasal 229c. baik menurut undang-undang maupun menurut keputusan hakim. 218. kecuali bila ia membuktikan bahwa selama waktu yang ditentukan dalam pasal yang lampau . Rv. tidak termasuk hari permulaan jalannya jangka waktu ini. yang harus dibayar oleh pihak ketiga. kedua haii Natal. 229. Kuitansi Dan Promes Atas-Tunjuk. Tiada satu hari penangguhan pun diizinkan. (KUHD 171a. bertanggungjawab terhadap setiap pemegangnya untuk memenuhinya selama dua puluh hari setelah hari tanggalnya dan hari itu tidak termasuk. Akan tetapi tanggungjawab penerbit asli tetap berlangsung. (KUHD 172.) Pasal 229g.. Pasal 229e. 229j. (KUHD 173. 229g. (KUHD 229f dst. 229i. 189. 227a dst. Tabun Baru. Penerbit asli kuitansi atas-tunjuk. Kuitansi dan promes atas-tunjuk harus memuat tanggal yang betul dari terbitan aslinya. Dalam jangka waktu yang diatur dalam bagian-bagian sebelum bab ini. (KUHD 108.) Pasal 229d. 581 -1 sub 21. 201. Paskah Kristen kedua dan Pantekosta. Penunjukan tanggal semua hari raya yang dimaksud dalam pasal ini.Yang dianggap hari raya resmi dalam arti bagian ini ialah Minggu.) Pasal 229f.. 225. 205 dst.

Pasal 229a. Hari raya yang terdapat diantara itu dimasukkan dalam perhitungan jangka waktu. KUHD 168a. dengan tidak mengurangi haktagih mereka yang belum dewasa dan yang dalam pengampuan terhadap wali atau pengampu mereka. 180.) Pasal 229b.) Pasal 229a. (KUHD 74 dst. (KUHD 170.bis. disamakan dengan semua orang atau lembaga yang dalam pekerjaan mereka secara tertib memegang uang untuk penggunaan langsung oleh orang lain. Bankir. (KUHD 169.maka jangka waktu ini diperpanjang sampai hari kerja pertama berikut pada akhir jangka waktu tersebut. Pencegah daluwarsa hanya berlaku terhadap orang yang terhadapnya dilakukan tindak pencegahan daluwarsa itu.Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea pertama dan kedua tidak dapat digunakan oleh penarik. Rv. Bila hari terakhir jangka waktu yang ditetapkan oleh Undang-undang untuk melakukan tindakan mengenai cek yaitu untuk pengajuan dan untuk membuat protes atau keterangan yang disamakan dengan itu adalah hari raya. 171. 214 dst. semuanya tanpa mengurangi ketentuan dalam Kitab Undangundang Hukum Perdata pasal 1967. yang tersebut dalam bagian-bagian sebelum bab ini.bis. 229k. 229k. 205 dst. Pengajuan dan protes dari suatu cek tidak dapat dilakukan selain pada hari kerja. . (KUHD 171. dan tidak dapat digunakan oleh penarik atau pam endosan. bila atau sejauh Ia tidak menyediakan dana. demikian pula antara suami-istri. Ketentuan-ketentuan Umum..) Menyimpang dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata pasal 1987 dan pasal 1988 berlakulah daluwarsa yang dibicarakan dalam pasal yang lalu terhadap mereka yang belum dewasa dan terhadap mereka yang berada dalam pengampuan.) Bagian 10..) Pasal 229b. yang telah memperkaya diri secara tidak adil. (KUHPerd. 1381.

Rv. 611 dst. Bila ada perubahan dalam alas-hak suatu cek. 218b. dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun.198. 212. KUHD 167a. Daluwarsa. 611 dst. maka mereka yang kemudian membubuhkan tanda tangan pada cek itu. (KUHPerd. Tuntutan regres dari berbagai debitur yang satu terhadap yang lain. terikat menurut alas-hak aslinya. 217. (KUHPerd. Perubahan.) Pasal 227b. 1381. 1830. Pasal 228. terikat menurut alas-hak yang diubah. Semua tuntutan regres pemegang terhadap para endosan. terhitung dari akhir jangka waktu pengajuan. 1830. 196.) Bagian 8. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan. yang wajib terhitung dari hari pembayaran oleh debitur cek itu untuk memenuhi kewajiban melakukan pembayaran cek.) Pasal 229.1967. hanya dapat melakukan haknya terhadap penarik. KUHD 168a. regresnya. Dengan tidak mengurangi ketentuan pasal berikut. Orang yang kehilangan cek yang pemegangnya adalah ia sendiri dan yang sudah gugur dan di mana perlu telah diprotes. Rv. mereka yang sebelum itu membubuhkan tanda tangan mereka pada cek itu. penarik dan debitur cek lain.waktu tigapuluh tahun. Pasal 228a. KUHP 264.) Bagian 9. 1967. . atau dari hari Ia digugat di depan pengadilan. (KUHPerd. KUHD 167b. kedaluwarsa dengan lampaunya waktu enam bulan. utang karena cek dihapus oleh segala ikhtiar pembebasan utang yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata. (KUHD 168.

lembaran itu harus diberi nomor dalam alas-haknya. 206 dst. Pembayaran yang dilakukan atas salah satu dari lembaran mengakibatkan pembebasan. 218. bila pemberian nomor itu tidak ada. hanya dapat meminta pembayaran kepada tertarik dengan mengadakan jaminan untuk . Fakta-fakta yang bersifat pribadi bagi pemegangnya. maka hak regres dapat dilakukan tanpa diperlukan pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. yang dianggap bahwa setiap lembar merupakan cek tersendiri. Endosan yang telah menyerahkan lembaran itu kepada beberapa orang. (KUHD 163. 191. Lembaran Cek Dan Cek yang Hilang.itu. atau dikeluarkan dan harus dibayar di daerah seberang laut yang sama atau di daerah seberang laut dari satu negara. (KUHD 153. tidak dianggap sebagai halhal yang di luar kekuasaannya. meskipun sebelum akhir jangka waktu pengajuan.) Pasal 227a. terikat oleh lembaran yang memuat tanda tangan mereka dan tidak diserahkan. meskipun tidak disyaratkan. 217. bahwa pembayaran itu menghapuskan kekuatan lembaran lain. 224. Pasal 226. Bila keadaan di luar kekuasaannya itu berlangsung lebih dari lima betas hari terhitung dari hari sewaktu pemegang memberitahukan tentang keadaan yang di luar kekuasaannya kepada endosanya. (KUHD 164. demikian pula endosan yang kemudian. dapat ditarik dalam lembaran-lembaran lebih dari satu yang bunyinya sama.) Bagian 7. atau untuk orang yang ditugaskan olehnya untuk mengajukan cek itu atau tintuk mengadakan protes atau keterangan yang dlqamakan dengan itu. 178.. 205 dst. Kecuali cek atas-tunjuk. menyuruh menetapkan penolakan pembayaran dengan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. Bila cek ditarik dalam beberapa lembar. 182.) Pasal 227. setiap cek yang dikeluarkan dalam suatu negara dan harus dibayar di negara lain atau di daerah seberang laut dari satu negara yang sama dan sebaliknya. Orang yang kehilangan cek yang pemegangnya adalah ia sendiri.

(KUHPerd. 217. KUHD 147. terhadap siapa dilakukan atau dapat dilakukan hak regres. biaya yang telah dikeluarkan olehnya.) Pasal 224. Setiap debitur cek. 30 . biaya protes atau keterangan yang disamakan dengan itu biaya pemberitahuan yang telah dilakukan beserta biaya lain. bila ada alasan untuk . bunga enam persen termtung dari hari pengajuan. 217. dapat menuntut penyerahan ceknya dengan protes. Setelah berakhirnya keadaan yang di luar kekuasaannya. 30 . 222. maka jangka waktu itu diperpanjang. 218b. 217. atau keterangan yang disamakan dengan itu.20 . seluruh jumlah yang telah dibayarkan olehnya. Pemegangnya wajib segera memberitahukan kepada endosannya tentang keadaan yang di luar kekuasaan itu. untuk selebihnya berlaku ketentuan pasal 219. KUHD 148. 12503 . dapat mencoret endosemennya sendiri dan endosemen-endosemen berikutnya. 12503. dengan membayar untuk memenuhi kewajiban regresnya. dan mencantumkan pemberitahuannya pada cek itu atau lembaran sambungannya dengan diberi tanggal dan ditandatangani. dapat menagih mereka yang berkewajiban regres terhadapnya: 10 . 222. 20 . bunga enam persen terhitung dari hari pembayarannya. dan. (KUHD 149. 227. (KUHPerd. Orang yang untuk memenuhi kewajiban regresnya. Bila pengajuan cek itu atau pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu dalam jangka waktu yang ditetapkan terhalang oleh rintangan yang tidak dapat diatasi (peraturan perundang-undangan dari suatu negara atau hal lain di luar kekuasaannya). Setiap endosan yang telah membayar cek untuk memenuhi kewajiban regresnya.) Pasal 223. beserta perhitungan yang ditandatangani sebagai pelunasan. pemegangnya harus segera mengajukan cek itu untuk pembayaran. telah membayar cek itu.) Pasal 225.

Pemegang cek yang nonpembayarannya ditetapkan dengan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu. Rv.) Pasal 222. 190a dst. (KUHD 146a. dapat ditagih dari mereka yang tandatangannya terdapat pada cek itu. 221a. meskipun mereka mengikatkan diri lebih belakangan daripada yang ditagih pertama. maka biaya menjadi bebannya. tanpa wajib memperhatikan urutan ikatan mereka. bertanggungjawab pula terhadap pemegang. maka hal ini hanya berakibat terhadap endosan atau pemberi aval saja. 1283. Hak yang sama ada pada setiap orang yang tandatangannya terdapat pada cek dan yang telah membayar untuk memenuld kewajiban regresnya. 217-20. jumlah uang cek itu yang tidak dibayar. sama sekali tidak mempunyai hak atas dana yang ada di tangan tertarik dari penariknya. 206. 2992. Dalam hal kepailitan penarik. Bila Klausula itu berasal dari endosan atau pemberi aval.) Pasal 22la. 1292 dst. 219.) Pasal 221. 132. 217. 581-1 sub 11.. Pemegang melakukan gugatan kepada mereka. uang itu termasuk hartanya. bila hal itu dibuat oleh endosan atau oleh pemberi aval. Meskipun ada Klausula yang ditetapkan oleh penarik.. tidak inenghalangi gugatan kepada debitur lainnya. . bila pemegang menyuruh juga menetapkan penolakan pembayaran itu dengan protes atau keterangan yang dlganiakan dengan itu. terhadap siapa ia melaksanakan hak regresnya: 10 . 1280 dst. 19. F. 183a. (KUHPerd. Pemegang dapat menggugat orang-orang ini. masih terikat untuk sepenuhnya terhadap pemegangnya. Semua orang yang terikat berdasarkan cek.Bila Klausula itu dibuat oleh penarik. maka biaya untuk protes atau keterangan yang dlqamakan dengan itu.. F. KUHD 146. (KUHD 145. baik masing-masing maupun bersama-sama. maka hal itu berakibat terhadap mereka Semua yang tandatangannya terdapat pada cek itu. Di samping itu juga pihak ketiga yang atas bebannya cek itu ditarik dan yang telah menikmati nilainya. Gugatan yang dilakukan terhadap salah seorang debitur cek. bila dibuat akta semacam itu.

bahkan dapat dengan hanya mengirimkan kembali cek itu. akan tetapi biaya. 1243 dst. "tanpa protes" atau Klausula lain semacam itu yang ditulis dan ditandatangani di atas cek itu. Penarik. tentang pemberitahuan yang diterima olehnya. Klausula ini tidak membebaskan pemegang dari pengajuan cek itu dalam jangka waktu yang ditetapkan ataupun dari penyelenggaraan pemberitahuannya. . bahwa Ia telah melakukan pemberitahuan itu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. 1916. sudah cukuplah dengan pemberitahuan kepada endosan yang lebih dahulu. Pemegangnya harus memberitahukan kepada endosannya dan kepada penariknya tentang nonpembayaran itu dalam empat hari kerja berikut dari hari protes. seorang endosan atau seorang pemberi aval. dengan jalan klausula: "tanpa biaya". bila surat yang memuat pemberitahuan itu dalam jangka waktu tersebut telah disampalkan dengan pos. Bila seorang endosan tidak menyatakan alamatnya atau menyatakannya dengan cara yang sukar dibaca. KUHD 144. Setiap endosan harus memberitahukan kepada endosannya dalam dua hari kerja yang berikut dan hari penerimaan pemberitahuan itu. Barangsiapa harus mengadakan pemberitahuan.) Barangsiapa melakukan pemberitahuan itu tidak dalam jangka waktu tersebut di atas. berikut dari hari pengajuan. atau keterangan yang disamakan dengan itu dan. 217 dst. dan demikian seterusnya kembali pada penariknya. kerugian dan bunga itu. Bukti tentang tidak dundahkannya jangka waktu itu harus dibenkan oleh mereka yang mendasarkan haknya atas hal itu terhadap pemegang. harus disampaikan pemberitahuan yang sama dalam jangka waktu itu juga kepada pemberi avalnya. Jangka waktu ini berjalan mulai dari penerimaan pemberitahuan yang lebih dahulu. Bila sesuai dengan alinea yang lalu disampaikan pemberitahuan kepada seseorang yang tandatangannya terdapat pada cek itu.) Pasal 220. Ia bertanggungjawab atas segala kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya. Ia harus membuktikan. Jangka waktu tersebut dianggap telah diindahkan. dengan menyebut nama dan alamat mereka yang telah melakukan pembeiitahuan yang lebih dahulu. dapat membebaskan pemegangnya dari pembuatan protes atau keterangan yang disamakan dengan itu untuk melakukan hak regresnya. dapat melakukan hal itu dalam bentuk apa pun. bila ada alasannya. tidak menyebabkan dirinya kehilangan hak. bila cek itu ditarik dengan Klausula tanpa biaya.Pasal 219. (KUHPerd. tidak mungkin melampaui jumlah cek itu. (KUHPerd..

40 . pernyataan. penerimaannya penolakannya. 20 dst. untuk. wajib untuk membuat salinan protes tersebut dan memberitahukan hal itu dalam salinan.) Pasal 218b.) . Salinan kata demi kata dari cek itu. bila ini tidak ada. dari avalnya. bila suatu cek ditarik untuk dibayar di kabupaten lain daripada tempat tinggal tertarik. disertai dengan dua saksi. 20 . yang diberi nomor dan tanda pengesahan oleh Ketua raad van justitie. 962. Protes itu memuat: 10 . (KUHD 143b. terhalang atau tak mungkin bertindak. 8. KUHD 143a. Bila protes itu mengenai cek yang hilang. di daerab Gubememen Jawa dan Madura kepada assisten-residen. 1393. notaris atau juru sita. (KUHD 143c. cukuplah dengan uraian yang setelititelitinya dari isi cek itu.. dan dari alamat-alamat yang ditulis di atasnya.) Pasal 218c. F. menyerahkan selembar atau lebih dari salinan protes itu kepada mereka yang berkepentingan. karena penolakan itu telah memprotes. bahwa la. Rv. Demikian pulalah harus dilakukan seperti itu. Not. dan membukukannya dalam register khusus menurut urutan waktu. setempat. kerugian dan bunga. 227a dst.menandatangani protes itu. biIa dikehendald. 4. Protes nonpembayaran dilakukan oleh notaris atau juru sita. pernyataan alasan yang telah dikemukakan tentang nonpembayaran. Mereka juga wajib. dan bila di sana tidak ada kantor pos. 50 . di daerah Gubememen Jawa dan Madura oleh asisten-residen dan di luar itu oleh KepaIa Pemerintahan Daerah. para notaris atau para juru sita dengan ancaman untuk mengganti biaya-biaya. untuk mengganti apa yang ditentukan dalam nomor 1 alinea yang lalu. 1. dan tempat tinggal di mana pembayaran harus dilakukan tidak ditunjuk. 217-11. 205 dst. pernyataan..tinggal yang ditunjuk untuk pembayaran. (KUHPerd. bahwa mereka telah meminta pembayarannya kepada orangorang atau di tempat yang disebut dalam pasal yang lalu dan tidak memperolehnya. oleh hakim pengadilan karesidenan. dan di luar itu kepada KepaIa Pemerintahan Daerah setempat. dari endosemen-endosemen. bila tempat tinggal mereka dalam kabupaten di mana raad van justitie itu berada dan di luar itu. dan alasan Hal itu harus 30 .

229g. (KUHD 178-41. beresan. tagihan atas dana penarik. yang ada di tangan tertarik pada hari pengajuan sebesarjumlah cek itu. Dalam hal protes atau keterangan yang tidak diberikan pada waktunya.. (KUHD 142 dst. wajib menjamin ganti rugi.) Pasal 218. 1. maka protes itu harus dilakukan pada kantor pos di tempat . Bila orang yang harus membayar cek tidak dikenal sama sekali atau tidak dapat ditemukan. (KUHD 152a. maupun di kabupaten lain.3. Pembayaran cek harus diminta dan protes yang menyusul kemudian harus dilakukan di tempat tinggal tertarik. Protes atau keterangan yang disamakan dengan itu harus dilakukan sebelum akhir jangka waktu pengajuan. 13. F. 180. di mana dinyatakan bahwa cek itu telah diajukan tepat pada waktunya dan tidak dibayar.) Bila cek ditarik untuk dibayar di tempat lain yang ditunjuk atau oleh orang lain yang ditunjuk. Bila pengajuan terjadi pada hari terakhir jangka waktu tersebut. meskipun protes atau keterangan tidak diberikan pada waktunya. maka permintaan pembayaran harus diminta dan protes dibuat di tempat yang ditunjuk atau kepada orang yang ditunjuk itu. 208'. (KUHD 1432.) Pasal 218a. maka penarik dengan ancaman hukuman. kecuali bila mereka lebih suka untuk mengizinkan tampil sebagai penagih untuk jumlah cek itu. 613.. maka para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama seperti itu. Bila dana yang dibutuhkan hanya ada sebagian. Bila nonpembayaran dari cek ditetapkan dengan protes atau dengan keterangan yang disamakan dengan itu.) Pasal 217a. 206. kecuali bila dibuktikan bahwa pada hari cek diajukan dana yang diperlukan untuk pembayaran ada di tangan tertarik.190a dst. 227 dst. bukti yang diperlukan untuk membuat tagihan itu berlaku sah. maka penarik bertanggung jawab atas kekurangannya. maka bagaimanapun juga penarik wajib menjamin ganti rugi. protes atau keterangan yang disamakan dengan itu dapat dilakukan pada hari kerja pertama berikutnya. KUHPerd. dan Ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya ini.30 . wajib melepaskan dan menyerahkan kepada pemegang. Bila penarik dinyatakan dalam kepailitan. baik di kabupaten yang sama. ataupun dengan keterangan yang diberi tanggal dari suatu lembaga pem.

harus bertanggung jawab untuk kerugian sebesar jumlah dari cek itu. giro atau kompensasi). dapat melarang pembayaran dalam uang tunai dengan menyebutkan pada halaman depan dengan arah miring: "untuk dimasukkan dalam rekening " atau pernyataan semacam itu. Pemegang dapat melakukan hak regresnya terhadap para endosan. bertanggungjawab untuk kerugian sebesar jumlah dari cek itu.. dan bila perubahan itu ditetapkan: 10 . bila cek yang diajukan@epat pada waktunya tidak dibayar.) atau dengan keterangan tertarik yang diberi tanggal dan ditulis di atas cek dengan pernyataan hari pengajuannya. Tertarik yang tidak menaati ketentuan di atas. bis.) Bagian 6. juga pemegang cek. KUHD 211-213. (KUHPerd. 1338 dst. baik dengan akta otentik (protes). bila tidak memuat lebih dari dua penyilangan yang satu di antaranya bertwuan untuk penagihan oleh suatu lembaga pemberesan. (KUHD 143d. (KUHD 180.Seorang bankir hanya boleh menerima cek bersilang dari salah seorang nasabahnya atau dari seorang bankir lain. Tertarik atau bankir yang tidak mentaati ketentuan di atas. Dalam hal demikian. Pasal 217. 20 . Pembukuan berlaku sebagai pembayaran.) Pasal 216. Penarik. Ia tidak boleh menagih atas beban orang lain selain dari orang tersebut. hanya boleh dibayar oleh tertatik. (KUHD 218b. Pencoretan pernyataan: "untuk diinasukkan dalahi rekening " dianggap tidak pernah terjadi. 220. cek itu hanya memberi alasan kepada tertarik untuk membukukannya (rekening koran. 229a. Cek yang memuat lebih dari satu penyilangan khusus. penarik dan para debitur cek yang lain.) . 218a. Hak Regres Dalam Hal Nonpembayaran.

140. Penyilangan itu umum. Cek dengan penyilangan umum oleh tertarik hanya dapat dibayar kepada bankir atau kepada nasabah tertarik. KUHD 60. bahwa pembayarannya harus dilakukan dalam uang tertentu yang ditunjuk (Klausula pembayaran sesungguhnya dalam uang asing). akan tetapi mempunyai nilai yang berbeda dalam negeri pengeluarannya dan dalam negeri tempat pembayarannya..Nilai uang asing itu ditetapkan menurut kurs pada tempat pembayarannya. maka dianggap. 1756 dst. Bila jumlah dari cek itu dinyatakan dalam uang yang mempunyai nama yang sama.. bila tidak memuat di antara dua garis itu suatu penunjukan pun. Akan tetapi bankir yang disebut dapat mengalihkan cek itu kepada bankir lain untuk diinkaso. Penyilangan ada yang umum atau ada juga yang khusus. Pencoretan penyilangan atau naina bankir yang ditunjuk dianggap tidak pernah terjadi. . 1915 dst. Cek dengan penyilangan khusus oleh tertarik hanya dapat dibayar kepada bankir yang ditunjuk. (KUHPerd. tapi penyilangan khusus tidak dapat diubah menjadi penyilangan umum. atau pernyataan: "bankir " atau kata semacam itu. bahwa jumlah yang harus dibayar diperhitungkan menurut kurs yang ditetapkan dalam cek itu. Akan tetapi penarik dapat menetapkan. bila penarik menetapkan. Pasal 215. Penarik atau pemegang cek dapat menyilangnya dengan akibat yang disebut dalam pasal berikut.) Bagian 5. bila terdapat nama seorang bankir di antara dua garis itu. 1-8.) Hal yang tercantum di atas tidak berlaku. Cek Bersilang Dan Cek Untuk Perhitungan. Pasal 214. Penyilangan dilakukan dengan menempatkan dua garis sejajar di halaman depan cek itu. bahwa yang dimaksud adalah uang dari tempat pembayaran. atau bila bankirr ini tertarik hanya kepada salah seorang nasabahnya. 178-2-. (AB. Penyilangan umum dapat diubah menjadi penyilangan khusus. penyilangan itu khusus.

maka tertarik dapat membayar bahkan setelah jangka waktu berakhir. 209.) Pasal 210. 1390.. KUHP 1173. tertarik yang telah membayar dapat menuntut penyerahan cek tersebut lengkap dengan tanda pelunasan secukupnya dari pemegang. (KUHD 1392. Diluar hal dimaksud dalam pasal 227a. bahwa jumlah pada cek itu dibayar dalam uang negerinya menurut kurs.) Pasal 212. (KUHPerd. 196.) Pasal 211. wajib meneliti tertibnya deretan endosemen. 198. KUHPerd. Baik kematian penaiik maupun ketidakcakapannya menurut hukum yang timbul setelah pengeluaran cek itu. Dalam hal pembayaran sebagian. 1813. akan tetapi tidak tanda tangan para endosertien. Pemegang tidak boleh menolak pembayaran sebagian. Cek yang pembayarannya dipersyaratkan dalam uang lain dari uang di tempat pembayarannya dapat dibayar dalam jangka waktu pengajuan dengan uang dari negerinya menurut nilai pada hari pembayaran. KUHD 138. maka Ia berhak menagih kepada mereka semua yang telah memperoleh cek itu dengan itikad buruk. 187. 1385 dst. . pemegang dapat menuntut sesuai dengan pilihannya.Bila tidak ada penarikan kembali.. (KUHPerd. 1405-10. setelah membayar yang tidak membebaskan. Tertarik yang membayar cek dengan endosemen. (KUHD 206. atau yang memperolehnya karena kesalahan yang besar. wajib membayar untuk kedua kalinya. 227a. 1386 dst. KUHD 139'.) Pasal 213. 2003. Bila pembayaran itu tidak terjadi pada waktu diajukan. 183 a 3. bahkan pembayaran dinyatakan dalam cek dan bahwa untuk itu ia mendapat tanda pembayaran. tertarik dapat menuntut. baik dari hari pengajuan. maupun dari hari pembayaran.) Bila ia. (KUHPerd. 1792. tidak berpengaruh pada akibat-akibat dari cek.

(KUHD 137 2. Setiap pernyataan Cek yang diajukan untuk pembayaran sebelum tanggal yang disebut sebagai tanggal pengeluaran. Hari pengeluaran cek yang ditarik antara dua tempat dengan tarikh yang berbeda dijatuhkan pada hari yang sama dari tarikh tempat pembayaran. Cek harus dibayar pada waktu ditunjukkan. dapat dibayar pada hari pengajuannya. Pasal 205.) Pasal 206. Jangka waktu tersebut di atas mulai berjalan sejak hari yang disebut pada cek itu sebagai hari pengeluarannya.) Pasal 209. (KUHD 133'. 137.) Pasal 207. 217.) Pasal 208. .Bagian 4. Sepucuk cek yang dikeluarkan atau yang harus dibayar di Indonesia harus diajukan untuk pembayaran dalam waktu tujuh puluh hari. 209. Pengajuan dan Pembayaran. (KUHD 136 2. 209. sebaliknya dianggap tidak ditulis. 229i. Pengajuan kepada lembaga pemberesan (verrekeningskamer) berlaku sebagai pengajuan untuk pembayaran. (KUHD 206. Penarikan kembali cek itu hanya berlaku setelah jangka waktu pengajuan berakhir.) Oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Pemerintah) akan ditunjuk badanbadan yang dianggap sebagai lembaga tersebut dalam arti bab ini. 226. (KUHD 217-31.

) Hal itu dapat juga dilakukan dengan naskah tersendiri atau dengan sepucuk surat yang menyebutkan tempat di mana hal itu diberikan. kecuali oleh tertarik. endosemen tanpa tanggal dianggap telah dibuat sebelum protes atau keterangan yang sama dengan itu. 220. 192 3 . 1821. (KUHPerd. Tanda tangan saja dari pemberi aval pada halaman depan cek itu berlaku sebagai aval. 1282. sekalipun perikatan yang dijamin olehnya batal oleh sebab lain daripada cacat dalam bentuk. atau bahkan oleh orang yang tanda tangannya terdapat pada cek itu.. 2992 . (KUHPerd. 204. (KUHPerd.f sub IO.) Bagian 3.. KUHD 129. dianggap diberikan untuk penarik. (KUHPerd. 1820 dst. yang ditandatangani oleh pemberi aval. (KUHPerd. Rv. Hal itu dinyatakan dengan kata-kata: "baik untuk aval ". Pembayaran cek dapat duamin dengan perjanjian jaminan (aval) untuk seluruhnya atau sebagian dari uang cek itu. pemberi aval memperoleh hak-hak yang berdasarkan cek itu dapat digunakan terhadap orang yang diberi aval dan terhadap mereka yang berdasarkan cek itu terikat padanya. 1280. (KUHD 130. (KUHPerd. 178-3'. (KUHPerd. 1824. KUHD 131. KUHD 119. 1831 dst. atau sebelum lampaunya jangka waktu yang dimaksud dalam alinea yang lalu. kecuali bila tanda tangan itu dari penarik. 203 dst. 581 . Dalam aval harus dicantumkan untuk siapa hal itu diberikan. atau setelah habis jangka waktu pengajuan. Pemberi aval terikat dengan cara yang sama seperti orang yang diberi aval.) Pasal 203.. 613..) Dengan membayar. 1839 dst.Endosemen yang dilakukan pada cek setelah protes atau keterangan yang sama dengan itu. Aval itu ditulis dalam cek itu atau di atas lembaran sambungannya.) Perikatannya berlaku sah.) . 217 dst. Pasal 202. Bila hal ini tidak ada. atau dengan pernyataan semacam itu. Aval (Perjanjian Jaminan).) 204. hanya mempunyai akibat dari sesi biasa.) Dengan pengecualian pembuktian kebaukannya. Penjaminan tersebut dapat diberikan oleh pihak ketiga. 1915 dst.

(KUHD 182. Bila seseorang dengan jalan apa pun juga telah kehilangan cek yang dikuasainya. 1813. 183a.Endosemen yang terdapat pada cek atas-tunjuk membuat endosan bertanggungjawab sesuai dengan ketentuan mengenai hak regres. (KUHPerd. selanjutnya hal itu tidak membuat menjadi cek kepada tertunjuk. tidak wajib untuk menyerahkan kembali. 182. 217 dst.) Pasal 199.) Pasal 200. KUHD 117. Amanat yang dimuat dalam endosemen inkaso tidak berakhir karena meninggalnya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. 212. "untuk inkaso".) Pasal 201. dan hal itu tidak dibedakan apakah mengenai cek atastunjuk atau cek yang dapat diendosemenkan. . Bila endosemen memuat pernyataan: "nilai untuk diinkaso ". akan tetapi Ia tidak dapat mengendosenlenkannya secara lain daripada secara mengamanatkannya.) Pasal 198. maka pemegang cek tersebut. kecuali bila pada waktu memperoleh cek itu dengan sengaja telah bertindak dengan merugikan debitur.. 227a. (KUHPerd. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap endosan. 191. Dalam hal itu para debitur cek hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. Mereka yang ditagih berdasarkan cek terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadinya dengan penarik atau para pemegang yang terdahulu. 1792 dst. KUHD 115'. 191. 582. kecuali bila Ia telah memperolehnya dengan itikad buruk atau mendapatnya karena kesalahan yang besar. 195. (KUHD 116. maka pemegangnya dapat melakukan semua hak yang timbul dari cek itu. "diamanatkan " atau pernyataan yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. yang haknya alas cek itu dibuktikan oleh pemegang dengan cara yang diatur dalam pasal 196.

) Pasal 196. 612. agar dapat berlaku sah. (KUHPerd. 30 menyerahkan cek itu kepada orang ketiga tanpa mengisi blangkonya dan tanpa mengendosemenkannya. (Rv.) Pasal 194. 581-1 sub 11. KUHD 113. 1911.) Pasal 197. bila Ia menunjukkan haknya dengan memperuhatkan deretan endosemen yang tak terputus. Barangsiapa memegang cek yang dapat dialihkan dengan endosemen. (KUHPerd. Dalam hal terakhir. 2992.) Ia dapat melarang endosemen baru. Kecuali bila dipersyaratkan lain. dalam hal itu is tidak menjamin pembayarannya terhadap mereka kepada siapa cek itu diendosemenkan kemudian. endosemen itu harus dibuat di halaman belakang cek itu atau pada lembaran sambungannya. . 212. pemegangnya dapat: 10 mengisi blangko itu baik dengan namanya sendiri ataupun dengan nama orang lain. maka penandatangan endosemen terakhir ini dianggap telah memperoleh cek itu karena endosemen blangko. KUHD 1151. 20 mengendosemenkan lagi cek itu dalam blangko atau kepada orang lain. (KUHD 114. dianggap sebagai pemegangnya yang sah. Bila endosemennya itu dalam blangko. 198. 2033.Endosemen itu dapat membiarkan pihak yang diendosemenkan tidak disebut.) Pasal 195. atau endosemen itu hanya terdiri dari tanda tangan endosan (endosemen blangko). Endosemen-endosemen yang dicoret dianggap dalam hal itu tidak ditulis. Bila endosemen blangko diikuti oleh endosemen lain. 227a. Dengan endosemen itu dipindahkan semua hak yang bersumber pada cek itu. bahkan bila endosemen terakhir dibuat sebagai endosemen blangko. 1977. maka endosan menamin pembayarannya. (KUHD 112.

) Pasal 192.) Endosemen itu bahkan dapat ditetapkan untuk keuntungan penarik atau setiap debitur cek lainnya. Cek yang ditetapkan agar harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut dengan klausula: "tidak kepada tertunjuk ". (KUHD 109c. 192 dst. 217a. hanya dapat dialihkan dalam bentuk sesi biasa beserta akibatnya. kecuali bila tertarik mempunyai beberapa kantor dan bila endosemen itu ditetapkan untuk keuntungan kantor lain daripada kantor yang atasnya cek itu ditarik. Pengalihan. 613. 22 la. Pasal 191.ditarik. Cek yang ditetapkan agar harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut dengan atau tanpa Klausula yang tegas "kepada tertunjuk ". (KUHPerd. Endosemen kepada tertarik hanya berlaku sebagai pemberian pernyataan lunas. Endosemen atas-tunjk berlaku sebagai endosemen blangko. . Hal itu harus ditandatangani oleh endosan. dapat dialihkan dengan jalan endosemen. Endosemen harus tidak bersyarat. ia mempunyai utang sejumlah uang yang sudah dapat ditagih.) Bagian 2. Setiap syarat yang dimuat di dalamnya Endosemen untuk sebagian adalah batal. (KUHD 110 dst. Endosemen harus dibuat di atas cek atau pada lembaran yang dilekatkan padanya (lembaran sambungan). dianggap tidak ditulis. 180. Endosemen yang ditempatkan pada cek demikian berlaku sebagai sesi biasa. (KUHD 193. Demikian juga endosemen dari tertarik adalah batal. Orang ini dapat mengendosemenkan lagi cek itu.) Pasal 193.. atau Klausula semacam itu. paling sedikit sama denganjumlah pada cek itu.

KUHD 107. bila pada waktu pengajuan cek itu kepada penarik atau kepada orang yang atas tanggungannya cek itu . kecuali pemegang telah memperoleh cek itu dengan itikad buruk atau karena kesalahan yang besar. (KUHD 108. maka kepada pemegang tidak dapat digjukan tentang tidak memenuhi peijardian-perjanjian itu.) Pasal 189. (KUHPerd. bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang telah dibuat. sekalipun bila cek itu ditetapkan harus dibayar oleh pihak ketiga. namun perikatan-perikatan dari orang-orang lain yang tanda tangannya terdapat pada cek itu. 1806. kewajiban ini. Rv. dan setelah membayar.tangan mereka atau orang yang atas namanya telah dilakukan hal itu. Setiap Klausula yang meniadakan Penarik menjamin pembayarannya.) Pasal 190b. telah dibuat lengkap.) Pasal 190a. 1797. Bila cek. (KUHD 106. Penarik atau seseorang yang atas tanggungannya cek itu ditarik. (KUHD 109b. 190a. berlaku sah.) Pasal 188. dianggap tidak ditulis. Ia sendiri terikat karena cek itu. 581-1 sub 11.) Pasal 190. 190b. Tertarik dianggap mempunyai dana yang diperlukan. dengan tidak mengurangi kewajiban penarik sesuai dengan pasal 189. Setiap orang yang membubuhkan tanda tangartnya di atas cek sebagai wakil dari seseorang untuk siapa Ia tidak mempunyai wewenang untuk bertindak. Hal itu berlaku juga terhadap wakil yang melampaui batas wewenangnya. 2292. wajib berusaha agar dana yang diperlukan untuk pembayaran pada hari pengajuartnya ada di tangan tertarik. (KUHD 109. KUHP 264. 229f. yang pada waktu pengeluarannya tidak lengkap. mampunyai hak yang sama seperti yang semestinya harus dipunyai oleh orang yang diwakw olehnya.

ataupun di tempat lain. baik lengkap dengan huruf maupun dengan angka. Cek yang jumiah uangnya ditulis beberapa kali. selain dengan cara mengamanatkannya. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkannya. hanya berlaku jumlah yang terkecil.. tanda tangan palsu. 117 . Cek yang jumlah uangnya ditulis lengkap dalam huruf danjuga dengan angka. bila terdapat perbedaan. Cek dapat ditentukan bahwa dapat dibayar di tempat tinggal pihak ketiga. KUHD 103. (KUHPerd.Pasal 183a. 200. atau pernyataan lain yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. KUHD 102a. atau tanda tangan dari orang rekaan.) Pasal 185. Klausula bunga yang dimuat dalam cek dianggap tidak ditulis. 210. Bila cek itu memuat tanda tangan orang yang tidak cakap menurut hukum untuk mengikatkan diri dengan menggunakan cek.. 24. bila terdapat perbedaan. Bila penarik memuat dalam cek pernyataan: "nilai untuk diinkaso . 17 dst. Amanat yang dimuat dalam cek-inkaso tidak berakhir karena meninggalnya pemberi amanat atau karena pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. 1813. 1878 dst.) Pasal 187. "untuk inkaso ". baik di tempat tinggal tertarik. "diamanatkan ". penerima dapat melakukan semua hak yang timbul dari cek itu. 1792 dst. berlaku jumlah yang ditulis lengkap dalam huruf. (KUHD104. tidak dapat mengikat orang-orang yang telah membubuhkan tanda . seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap penarik.) Pasal 186. 221. (KUHPerd. (KUHPerd. KUHD 105.) Pasal 184.. Dalam cek demikian para debitur cek hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. atau tanda tangan orang-orang yang karena alasan lain apa pun juga.

kepada orang yang namanya disebut dengan atau tanpa Klausula "kepada tertunjuk ". Suatu pernyataan akseptasi yang dibuat pada cek itu dianggap tidak ditulis. (KUHD 190a dst. (KUHD 102.kepada orang yang namanya disebut dengan klausula: "tidak kepada tertunjuk ". atau istilah semacam itu berlaku sebagai cek atas-tunjuk. atau Klausula semacam itu. 229a. bahwa penarik mempunyai hak untuk menggunakan dana itu dengan menarik cek. (KUHD 120 dst. maka alas-hak itu tetap berlaku sebagai cek. Cek tidak dapat diakseptasi.. Cek dapat ditetapkan untuk dibayarkan: . Penarik dianggap menarik atas bebannya sendiri bila dari cek itu atau dari Surat pemberitahuannya tidak ternyata atas beban siapa hal itu dilakukan. Cek tanpa pernyataan tentang penerimaannya berlaku sebagai cek atas-tunjuk.) Pasal 181. (KUHD 1830. Cek dapat ditarik atas beban pihak ketiga. Pasal 183.atas-tunjuk. 214-216.Pasal 180. bis. . 191.) Pasal 182.) . Cek itu harus ditarik atas seorang bankir yang menguasai dana untuk kepentingan penarik.) tegas: . dengan menyatakan: "atau atas-tunjuk ". dan menurut perjanjian tegas atau secara diam-diam yang menetapkan. Cek dapat ditarik pada penariknya sendiri. Akan tetapi bila peraturan-peraturan itu tidak diindahkan. Cek yang ditetapkan harus dibayarkan kepada orang yang namanya disebut. Cek dapat berbunyi kepada yang ditunjuk oleh penarik.

Bagian 1.S. maka cek itu harus dibayar di tempat kedudukan kantor pusat tertarik. Pasal 178.) 50. Bila ditulis beberapa tempat di samping nama penarik. N.) 20.) . Alas-hak yang di dalamnya tidak memuat salah satu pernyataan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu. 40. Pasal 179. 174. yang dimasukkan dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam alas-hak itu. 1935-490 yang mulai berlaku pada tanggal 29 Des. maka cek itu harus dibayar di tempat yang ditulis pertama. 175. tempat yang ditulis di samping nama penarik dianggap sebagai tempat pembayarannya. Pengeluaran Dan Bentuk Cek. tidak berlaku sebagai cek. perintah tidak bersyarat untuk membayar suatu jumlah uang tertentu. Bila tidak terdapat penunjukan itu atau penunjukan lain apa pun. Traktat ini telah dinyatakan berlaku terhadap antara lain Indonesia dengan Undang-undang 2 Agustus 1935. dianggap telah ditandatangani di tempat yang disebut di samping nama penarik. Cek yang tidak menunjukkan tempat ditarik. (KU HD 185. Bila tidak terdapat penunjukan khusus. kecuali dalam hal tersebut di bawah ini. mengatur undang-undang bea meterai cek.3. (AB. 30. nama orang yang harus membayar (tertarik). tanda tangan orang yang mengeluarkan cek itu (penarik).) 60 .) 10 Nama cek ". (KUHD 1794. (KUHD 101. Cek memuat: (KUHD 100. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan. 1935. pernyataan tanggal penandatanganan beserta tempat cek itu ditarik. 18.

akibat pembubuhan tanda tanpa adanya keadaan dimaksud dalam pasal 106. 562. PROMES DAN KWITANSI ATAS-TUNJUK. 1933-613. akibat dari tanda tangan seseorang yang bertindak tanpa wewenangnya (pasal 107) dan Surat Wesel blangko (pasal 109) Demikian pula terhadap surat sanggup berlaku ketentuan mengenai aval (pasal 129 -131). S. waktu pengunjukan. BAB VII. 1935 -77jo. yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 1936. yang harus dibuat oleh penandatangan pada Surat sanggup itu. 581 -I sub 21. (KUHD 127. yang telah diatur sesuai dengan Traktat Genewa 19 Maret 1931. 299. Penandatangan Surat sanggup terikat dengan cara yang sama seperti akseptan Surat Wesel. N. Penolakan untuk memberikan tanda tangan itu. harus dinyatakannya dengan protes (pasal 124) yang tanggalnya merupakan permulaan berlangsungnya jangka. Traktat ini bertujuan: 1. . Rv. 2. harus diajukan kepada penandatangan untuk ditandatangani sebagai tanda "telah dilihat " dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 122. dianggap diberikan atas tanggungan penandatangan surat anggup itu. dengan tujuan untuk menyesuaikan dengan ketentuan-ketentuan dari Undang-undang 17 Nopember 1933. Perbedaan pernyataan berkenaan dengan jumlah uang yang harus dibayar (pasal 105). aval itu tidak menyebutkan kepada siapa aval itu diberikan. bila sesuai dengan apa yang ditentukan pada pasal 130 alinea terakhir.Demikian pula terhadap Surat sanggup berlaku ketentuan tentang Surat Wesel yang harus dibayar oleh Pihak ketiga atau di tempat lain dari domisili penarik (Pasal 103 dan pasal 126).) Surat sanggup yang harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukan. memberlakukan undang-undang yang seragam mengenai cek. mengatur penyelesajan perselisihan perundang-undangan tertentu mengenai cek. Pasal 177. Jangka waktu pengunjukan berlangsung mulai pada tanda itu. Anotasi: Bab VII yang lama telah diganti dengan Bab VII yang baru ini berdasarkan S. CEK. Klausula bunga (pasal 104).

158-162). tidak berlaku sebagai Surat sanggup. Surat sanggup yang hari jatuh tempo pembayarannya tidak ditunjuk. perubahan (pasal 168). 70. tanda tangan orang yang mengeluarkan alas-hak itu (penandatanganan). perhitungan jangka waktu dan larangan hari penangguhan (pasalpasal 171. dianggap harus dibayar atas-tunjuk. tempat penandatanganannya Surat itu dianggap sebagai tempat pembayarannya dan juga sebagai domisili penandatangan. 169-170). penyebutan tanggal. 171a. salinan Surat Wesel (pasal 166 dan pasal 167). Pasal 175.) Pasal 176. 1915 dst. 1921. pembayaran dengan perantaraan (pasal-pasal 154. 151-153). 172 dan 173). hari jatuh tempo (Pasal-pasal 132-136). kecuali dalam hal tersebut di bawah ini. (KUHPerd. pembayaran (Pasal-pasal 137-141).50. daluwarsa (Pasal -pasal 168a. dianggap ditandatangani di tempat yang disebut di samping nama dari penandatangan. Bila tidak terdapat penunjukan khusus. .) 60. maka terhadapnya berlaku ketentuan-ketentuan mengenai Surat Wesel tentang: endosemen (Pasal-pasal 110-119). Alas-hak yang tidak memuat salah satu pernyataan yang ditetapkan dalam pasal yang lalu. hari-hari raya. hak regres dalam hal nonpembayaran (pasal-pasal 142-149. KUHD 101'. serta tempat surat sanggup itu ditandatangani.nama orang yang kepadanya pembayaran itu harus dilakukan atau yang kepada tertunjuk pembayaran itu harus dilakukan. Surat Wesel yang hilang (pasal 167a). 109a. (KUHD 102.. Surat sanggup yang tidak menyebutkan tempat penandatangannya. Selama tidak menyalahi sifat Surat sanggup.

(KUHD 122. Tahun Baru. 132 dst. 171. tidak termasuk hari permulaan jangka waktu itu. penyanggupan tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu. 229b. 122.. 135. (KUHD 143. kecuali hari Minggu. 169. 1938-161. Pasal 174.. 132'. 1752. (AB. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan.) Bagian 13. 152. (KUHD 132 dst. maupun sebutan. 137. kepada tertunjuk . 143.) Pasal 171a. 152 dst.) 20. (KUHD 229b. 1935-77. (s. 171a. 126. 1937-572. maupun menurut keputusan hakim.) . 144. dg.) Pasal 173. 229j. 179) memuat: surat sanggup atau promes 10.120. 229c. Surat Sanggup (Order). beserta hari-hari raya lainnya yang setiap tahun kembali yang ditetapkan oleh Menteri yang bersangkutan. bis. Dalam jangka waktu yang ditetapkan undang-undang atau Perjanjian. l 351. baik menurut undang-undang.) 40. S. 144. 153. baik Klausula tertunjuk.. yang dimasukkan dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam alas-hak itu. Tiada satu hari penangguhan pun diizinkan. kedua hari Natal. Paskah Kristen kedua dan Pantekosta. penunjukan hari jatuh tempo. Surat sanggup (KUHD 100. Penunjukan tanggal semua hari raya dimaksud dalam pasal ini. 141. Rv. 137.S.) yang dianggap hari raya resmi menurut bagian ini ialah: Minggu. 133 .S.d. 1432. 18.u. Kenaikan Isa Almasih. 172. 229d. 30. (KUHD 103. 158.) Pasal 172. 131. dilakukan setiap tahun dengan surat ketetapan yang dimuat dalam surat kabar resmi sebelum pennulaan tahun.

. S. dan tidak dapat pula digunakan oleh penarik atau para endosan. dg. maka jangka waktu ini diperpanjang sampai hari kerja pertama berikut pada akhir jangka waktu tersebut. 120 dst.yang dilakukan pada saatnya atau.. Bila salah satu tindakan itu harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang hari terakhirnya adalah hari raya resmi. 168a. 170. Pembayaran suatu surat wesel yang hari jatuh temponya pada hari raya resmi. bila dan sejauh ia selama tidak menyediakan dana. 562. 1982. S. 562. dengan tidak mengurangi hak-tagih mereka yang belum dewasa dan yang dalam pengampuan terhadap wali atau pengampu mereka. dari hari jatuh temponya bila ada Klausula tanpa biaya. 1935-77jo.) Bagian 12.d. 229k. 127. 110 dst. Pasal 171. tidak dapat dilakukan selain pada hari kerja.d. (KUHD 190c.) Pasal 170. yaitu pengajuannya untuk akseptasi dan protesnya. 229. demikian pula antara suami-istri. (s. dg. baru dapat ditagih pada hari kerja berikutnya.t. demikian pula daluwarsa yang dimaksud dalam alinea kedua dan ketiga tidak dapat digunakan oleh penarik. 143. Pencegahan daluwarsa hanya berlaku terhadap orang yang terhadapnya dilakukan tindakan pencegahan daluwarsa itu. Demikian pula semua tindakan lain berkenaan dengan surat wesel.. (KUHD 229a.) Daluwarsa yang dimaksud dalam alinea pertama tidak dapat digunakan oleh akseptan. yang telah memperkaya diri secara tidak adil. u.) Menyimpang dari pasal 1987 dan 1988 Kitab Undang-undang Hukum Perdata berlakulah daluwarsa yang dibicarakan dalam pasal yang lalu terhadap mereka yang belum dewasa dan terhadap mereka yang berada dalam pengampuan.. (KUHD . 132 dst. atau dan hari endosan sendiri digugat di depan pengadilan. bila atau sejauh ia telah menerima dana atau telah memperkaya diri secara tidak adil. 1935-77jo... semuanya tanpa mengurangi ketentuan dalam pasal 1967 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Tuntutan hukum endosan yang satu terhadap endosan yang lain dan terhadap penarik kedaluwarsa karena lampaunya waktu enam bulan terhitung dari hari pembayaran surat wesel itu oleh endosan untuk memenuhi wajib regresnya. 1979 dst. Hari raya yang terdapat di antara itu dimasukkan dalam perhitungan jangka waktu. 145 dst. (KUHPerd.) (s. Ketentuan-ketentuan Umum.

Barangsiapa kehilangan surat wes,l yang pemegangnya adalah ia, hanya dapat meminta Pembayaran dari tertarik dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun. (KUHPerd. 1830, 1967; KUHD 115, 137, 139, 143b2, 167b, 227a; Rv. 611 dst.)

Pasal 167b. Barangsiapa kehilangan surat wesel yang pemegangnya adalah ia, dan sudah jatuh tempo pembayarannya dan di mana perlu telah diprotes, hanya dapat melakukan haknya terhadap akseptan dan terhadap penarik dengan mengadakan jaminan untuk waktu tiga puluh tahun. (KUHPerd. 1830, 1967; KUHD 115, 137, 139,143b 2, 167a, 227b; Rv. 611 dst.)

Bagian 10. Perubahan.

Pasal 168. Bila ada perubahan dalam teks suatu surat wesel, maka mereka yang kemudian membubuhkan tandatangannya pada surat wesel itu, terikat menurut teks yang telah diubah; mereka yang telah membubuhkan tandatangannya sebelum itu terikat menurut teks yang asli. (KUHD 109, 228; KUHP 264.)

Bagian 11. Daluwarsa.

Pasal 168a. Dengan tidak mengurangi ketentuan pasal berikut, maka utang wesel dihapus oleh segala ikhtiar pembebasan utang wesel yang tercantum dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata. (KUHPerd. 1381; KUHD 228a.)

Pasal 169. Semua tuntutan hukum yang timbul dari surat wesel terhadap akseptan, kedaluwarsa karena lampaunya waktu tiga tahun, terhitung dari hari jatuh temponya. Tuntutan hukum pemegang terhadap para endosan dan terhadap penariknya kedaluwarsa karena lampaunya waktu satu tahun, terhitung dari tanggal protes

20. bahwa ia telah tidak berhasil memperoleh akseptasi atau pembayaran atas lembaran lain. (KUHD 120, 143, 143b, 146.)

sub 2. Salinan Wesel

Pasal 166. Setiap pemegang surat wesel mempunyai hak untuk membuat beberapa salinannya. Salinannya harus dengan saksama menggambarkan aslinya endosemennya dan semua penyebutan lainnya, yang terdapat padanya. tersebut harus menunjukkan, di mana salinan itu berakhir. dengan Salinan

Salinan dapat diendosemenkan dan di tanda-tangan untuk aval dengan cara dan dengan akibat yang sama seperti astinya. (KUHPerd. 1888 dst.; KUHD 110, 129, 163, 167.)

Pasal 167. Salinan harus menyebutkan orang pada siapa lembaran aslinya berada. Orang ini wajib menyerahkan lembaran aslinya kepada pemegang yang sah dari salinannya. Bila ia menolak hal ini, maka pemegang baru hanya dapat melakukan hak regresnya terhadap mereka, yang telah mengendosemenkan salinannya atau menandatanganinya untuk aval, setelah dengan protes ia menyelenggarakan pernyataan, bahwa lembaran asli yang telah diminta tidak diserahkan kepadanya. Bila setelah endosemen yang terakhir diadakan di atasnya, sebelum salinannya dibuat, lembaran aslinya memuat klausula; mulai dari sini endosemen hanya berlaku pada salinannya , atau Klausula lain semacam itu, maka endosemen yang kemudian diadakan pada lembaran aslinya adalah batal. (KUHPerd. 1888 dst.; KUHD 146, 166.)

sub 3. Surat Wesel yang Hilang.

Pasal 167a.

Bagian 9. Lembaran Wesel, Salinan Wesel Dan Surat Wesel yang Hilang. sub 1. Lembaran Wesel.

Pasal 163. Surat Wesel dapat ditarik dalam beberapa lembaran yang bunyinya sama. Lembaran itu harus dibubuhi nomor dalam teks sendiri dari alas-hak, dan bila hal ini tidak ada, maka setiap lembar dianggap sebagai surat Wesel tersendiri. Tiap pemegang suatu surat Wesel, di mana tidak dicantumkan, bahwa hal itu ditarik dalam satu lembar saja, dapat menuntut atas biayanya untuk menyerahkan beberapa lembar. Untuk hal itu ia harus menghubungi endosan yang langsuung mengendosemenkan padanya, yang wajib memberikan bantuannya untuk meminta kepada endosannya sendiri, dan demikian seterusnya sampai kembali pada penariknya. para endosan juga wajib menulis endosemen itu pada lembaran yang baru. (KUHD 100, 226.)

Pasal 164. Pembayaran yang dilakukan atas salah satu lembar mengakibatkan pembebasan, meskipun tidak disyaratkan, bahwa pembayaran tersebut menggugurkan kekuatan berlakunya lembaran-lembaran lainnya. Akan tetapi tertarik tetap terikat oleh setiap lembaran yang diakseptasi dan tidak diserahkan kepadanya. (KUHD 124.) Endosan yang telah menyerahkan lembaran itu kepada berbagai orang, demikian pula endosan yang kemudian, terikat oleh lembaran yang memuat tanda tangan mereka dan tidak diserahkan. (KUHD 110 dst., 138, 227.)

Pasal 165. Barangsiapa telah mengirimkan salah satu lembaran untuk akseptasi, harus menunjukkan pada lembaran yang lain, nama orang pada siapa lembaran itu berada. Orang ini berkewajiban untuk menyerahkan lembaran itu kepada pemegang yang sah dari lembaran lain. Bila ia menolak, maka pemegang baru dapat melakukan hak regresnya, setelah dia dengan protes mengatakan: 10. bahwa lembaran yang dikirimkan untuk akseptasi setelah diminta tidak diserahkan;

maka dianggap pembayaran itu dilakukan untuk penarik. (KUHPerd. terbebas dari segala ikatan. 24. dan bila ada alasan untuk itu. maka orang yang telah memberikan alamat darurat atau untuk siapa surat Wesel itu diakseptasi. 158. kehilangan hak regresn a terhadap mereka yang seharusnya sudah terbebas.) Pasal 161. Bila penunjukan itu tidak ada. 145. dan terhadap mereka yang berdasarkan surat Wesel terikat pada orang yang tersebut terakhir ini. harus diserahkan kepada orang yang membayamya selaku perantara.Bila Surat Wesel itu diakseptasi oleh perantara. 154y3. Akan tetapi dia tidak boleh mengendosemenkannya kembali. yang mempunyai domisili pada tempat pembayaran. harus menyelenggarakan protes nonpembayaran paling lambat pada hari yang berikut pada hari terakhir waktu hal ini dapat dilakukan.) Bila tidak terjadi protes dalamjangka waktu tersebut. Para endosan yang berikut untuk siapa telah dilakukan pembayaran. (KUHD 149. kehilangan hak regresnya terhadap mereka yang seharusnya akan terbebas oleh itu. untuk siapa hal itu dilakukan. Perantara yang dengan sadar melanggar ketentuan ini.. pemegang harus mengajukan surat Wesel itu kepada mereka semua. 1915 dst.) Pasal 162. (KUHD 143 dst. terbebas dari segala ikatan mereka. Pemegang yang menolak pembayaran dengan perantaraan. dan endosan yang kemudian. Pembayaran dengan perantaraan harus dinyatakan dengan tanda pelunasan.. memperoleh hak yang bersumber dari surat Wesel itu terhadap orang untuk siapa ia telah melakukan pembayaran.) .) Pasal 160. Barangsiapa membayar selaku perantara. (KUHPerd. (KUHD 110 dst. Bila ada beberapa orang yang mengaiukan untuk pembayaran dengan perantaraan. bila ini diadakan. 17 dst. didahulukan pembayaran yang menyebabkanjumlah pembebasan yang terbesar. 164. dibubuhkan pada surat Wesel dengan menunjuk kepada orang. (KUHD 146. atau bila disebut orang dengan domisili di tempat itu juga yang dalam keadaan darurat akan membayar.) Surat Wesel dan protesnya. 146.

di mana protes nonpembayaran dapat diselenggarakan. 1543. bila ada alasan untuk itu. 1915 dst. Meskipun ada akseptasi dengan perantaraan. dianggap hal itu telah dilakukan untuk penarik. dan terhadap mereka yang sesudah itu telah membubuhkan tandatangannya pada surat Wesel itu. terikat dengan cara yang sama seperti mereka yang tersebut di atas ini. (KUHD 146. Pembayaran dengan perantaraan dapat dilakukan dalam semua keadaan. protesnya dan perhitungan yang ditanda sebagai pelunasan. bila tidak ada penunjukan itu. .) sub 3. 148..) Pasal 156. Hal itu menunjuk orangnya untuk siapa akseptasi itu telah diberikan. Pembayaran Dengan Perantara. Pembayaran itu harus meliputi seluruh jumlah uang yang harus dilunasi oleh orang untuk siapa hal itu dilakukan.) Pasal 159. Akseptasi dengan perantaraan dicantumkan pada surat Wesel. hal itu ditandatangani oleh perantara. dengan pembayaran kembali jumiah uang yang dimaksud dalam pasal 147. maupun sebelum hari jatuh tempo. Hal itu harus berlangsung paling lambat pada hari terakhir. Pasal 158. (KUHD 143. 161. baik pada hari jatuh tempo. 159 dst. KUHD 124.) Pasal 157. (KUHD 127. (KUHPerd. orang untuk siapa hal itu telah dilakukan dan mereka yang wajib regimes terhadap orang itu dapat menuntut dari pemegangnya penyerahan surat Wesel itu. di mana pemegang mempunyai hak regres. 146 dst. Akseptan dengan perantaraan terhadap pemegang dan terhadap para endosan yang telah mengendosemenkan surat Wesel itu setelah orang untuk siapa perantaraan itu diberikan. 146.hak regresnya yang ia miliki sebelum hari jatuh tempo terhadap orang untuk siapa telah dilakukan akseptasi itu.

ia bertanggung jawab untuk kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya. 1792 dst.Bagian 8. Bila ia tidak Memperhatikan jangka waktu itu.. di mana Pemegang surat Wesel yang dapat diakseptasi.) Dalam keadaan-keadaan lainnya tentang perantaraan. atau orang yang telah terikat berdasarkan surat Wesel itu. ia kehilangan . pemegang dapat menolak akseptasi dengan perantaraan. (KUHD 1213. 1354. akan tetapi biaya. dalam keadaan darurat. bahkan tertarik. Pasal 155..) Perantara itu memberitahukan dalam jangka waktu dua hari tentang perantaraannya kepada orang yang diberi perantaraan olehnya. Akseptasi dengan perantaraan dapat terjadi dalam segala keadaan. Perantara itu bisa seorang ketiga. 1540. kerugian dan bunga tidak dapat melebihi jumlah uang dalam surat Wesel itu. atau seorang pemberi aval dapat menunjuk seseorang yang dalam keadaan darurat untuk mengakseptasi atau membayar.) 2. Perantaraan. (KUHPerd. 155 dst. (KUHPerd. Penarik. sub 1. 1355 dst. maka pemegang tidak dapat melakukan haknya terhadap orang yang telah melakukan penunjukan dan terhadap mereka yang sesudah itu telah membubuhkan tandatangannya pada surat Wesel itu. Akseptasi Dengan Perantaraan. KUHD 146. sebelum hari jatuh tempo pembayaran dapat melakukan hak regres. Pasal 154. kecuali akseptan. seorang endosan.) Bila pada surat Wesel ditunjuk seseorang untuk mengakseptasinya atau membayar di tempat pembayarannya. maka bila ada alasan untuk itu. (KUHPerd. 1382. Ketentuan Umum. kecuali bila ia telah mengajukan surat Wesel tersebut kepada orang yang ditunjuk itu dan telah dibuat protes tentang penolakannya untuk mengakseptasi. sebelum hari jatuh tempo pembayarannya. Akan tetapi bila ia menerimanya.) Surat Wesel itu dapat diakseptasi atau dibayar dengan syarat-syarat yang ditetapkan di bawah ini oleh seseorang yang memberi perantaraan untuk seorarg debitur yang terhadapnya dapat dilakukan hak regres. (KUHD 142 dst.

dan meliputi jumlah wesel itu. Bila dana yang harus disediakan hanya ada sebagian. meskipun belum berakhir jangka waktu pengajuan. 13. bukti-bukti secukupnya untuk memungkinkan berlakunya tagihan itu. 127a. dan ia harus memberikan kepada pemegang atas biayanya. dan mencantumkan pemberitahuannya pada surat wesel itu atau halaman sambungannya dengan tanggal dan tanda tangannya. maka penarik bertanggung jawab untuk kekurangannya. yang telah diterima dari padanya oleh tertarik pada hari jatuh tempo pembayaran.. berjalannya jangka waktu tiga puluh hari itu mulai hari ketika pemegang memberitahuktentang keadaan di luar kekuasaannya itu kepada endosannya. 143. maka para pengawas hartanya mempunyai kewajiban yang sama. dan mengajukan protes bila ada alasannya. 146a. Fakta-fakta yang bersifat pribadi bagi pemegangnya.. (KUHD 109b dst. maka jangka waktu itu diperpanjang. pemegangnya harus segera terus mengajukan surat wesel itu untuk akseptasi atau pembayaran.) Pasal 153. 1. Pemegangnya berkewajiban untuk segera memberitahukan kepada endosannya tentang keadaan yang di luar kekuasaannya itu. 133 dst. F. Bila pengajuan surat wesel atau penyelenggaraan protesnya dalam jangka waktu yang ditentukan terhalang oleh rintangan yang tidak dapat diatasi (peraturan undang-undang dari suatu negara atau lain hal di luar kekuasaannya). atau untuk orang yang ditugaskan olehnya untuk mengajukan surat wesel itu atau untuk mengadakan protes. untuk selebihnya berlaku ketentuan pasal 144. 225. berkewajiban untuk melepaskan dan menyerahkan kepada pemegangnya tagihan terhadap dana itu.. (KUHD 121 dst. untuk surat-surat wesel yang ditarik dengan jatuh tempo pembayaran pada waktu tertentu setelah pengajuan. tidak dianggap sebagai hal-hal yang ada di luar kekuasaannya. KUHD 109c. maka dapatlah dilakukan hak regresnya tanpa memerlukan pengajuan atau pembuatan protes.) Bila surat wesel itu tidak diakseptasi. Setelah berakhirnya keadaan yang di luar kekuasaannya. maka jangka waktu tiga puluh hari diperpanjang dengan jangka waktu pengunjukannya yang dinyatakan dalam surat wesel itu. Untuk surat-surat wesel yang ditarik sebagai wesel atas-tunjuk atau dengan jatuh tempo pembayaran pada waktu tertentu setelah penunjukkan. Bila keadaan di luar kekuasaannya itu berlangsung lebih dari tiga puluh hari terhitung dari hari jatuh tempo pembayarannya. Bila penarik dinyatakan pailit. (KUHPerd. 143. 152.pembayararmya pada tertarik ada tersedia dana untuk pembayaran surat wesel itu. 613. kecuali bila mereka menganggap lebih baik untuk mengizinkan pemegang itu sebagai penagih utang untuk jumlah surat wesel itu.) . maka jikalau protes dilakukan tidak pada saatnya. penarik yang dengan ancaman wajib membebaskan.

(KUHD 143. maka hanya endosan itu saja yang dapat menggunakannya sebagai landasan.). Surat wesel nonakseptasi atau nonpembayaran yang diprotes. dan harus dibayar di tempat tinggalnya.jangka waktu yang ditetapkan oleh penarik. terhadap tertarik dan terhadap para debitur wesel lainnya.) Bila ketentuan jangka waktu untuk mengajukan dimuat dalam endosemen. maka jumlah uangnya ditentukan menurut kurs sebuah wesel atas-tunjuk. (KUHD 146. (KUHD 127. gugurlah hak regres Pemegang.wesel untuk salah scorang dari mereka yang berkewajiban regres terhadapnya. namun penarik berkewajiban untuk membebaskan. (KUHD 145. jugajumlah-jumlah uang provisi dan meterai dari wesel ulangan. 137. Wesel ulangan itu meliputi kecuali jumlah-jumlah uang yang disebut dalam pasal-pasal 147 dan 148.) untuk membuat protes nonakseptasi atau nonpembayaran. (KUHD 140.) untuk pengajuan sebuah surat wesel yang ditarik atas-tunjuk atau untuk waktu tertentu setelah pengunjukan. Bila wesel ulangan itu ditarik oleh seorang endosan. 133 dst. di tempat tinggal wajib regres. (KUHD 122. baik karena nonpembayaran maupun nonakseptasi.) gugurlah hak pemegang terhadap endosan. Pasal 152. Setelah jewat jangka waktu yang ditetapkan: (KUHD 153.) Bila terjadi kelalaian mengaiukan untuk akseptasi dala. yang ditarik dari tempat surat wesel asli harus dibayar. 119. kecuali bila penarik membuktikan.. dengan pengecualian terhadap akseptan. Bila wesel ulangan itu ditarik oleh pemegang. walaupun protes itu dilakukan tidak pada saatnya.) untuk pengajuan buat pembayaran dalam hal ada persyaratan tanpa biaya. 146. (KUHD..) Pasal 152a. kecuali bila dari kata-kata surat wesel itu ternyata. maka jumlah uangnya ditentukan menurut kurs sebuah wesel atas-tunjuk yang ditarik dari tempat tinggal penarik wesel ulangan itu di tempat tinggal wajib regres. 153. bahwa pada hari jatuh tempo . 110 dst. bahwa penarik hanya menghendaki untuk membebaskan diri dari kewajiban untuk menjamin akseptasinya.

pada hari pelaksanaan hak regres. 1390. 127. 12503. dapat menuntut dengan pembayaran sebagai pemenuhan kewajiban regresnya. 143d dst. Setiap endosan yang telah membayar surat wesel untuk memenuhi kewajiban regresnya. Setiap orang yang dapat melakukan hak regres. dapat menagih kepada orang yang mempunyai kewajiban regres terhadapnya: 10.. 222. KUHD 147. 142 dst.) Pasal 150. untuk penyerahan surat wesel itu dengan protesnya beserta perhitungan yang ditandatangani sebagai tanda pelunasan. Dalam hal akseptasi sebagian dapatlah orang yang telah membayar bagian nilai wesel yang tidak diakseptasi untuk memenuhi kewajiban regresnya. dapat mencoret endosemennya sendiri dan endosemen-endosemen berikutnya. Barangsiapa telah membayar surat wesel untuk memenuhi kewajiban regresnya. 151.) Pasal 148. 139. 20.pemegang. kecuali dipersyaratkan kebalikannya. (KUHPerd.223. dapat mendapatkan bagi dirinya penggantian kerugian-kerugian itu dengan jalan surat wesel baru (surat wesel ulangan) yang ditarik sebagai surat . 152a. 157. (KUHPerd. 224. 146 dst.. 166 dst. bahwa pembayaran itu disebutkan dalam surat wesel itu dan padanya diberi tanda pelunasan. (KUHPerd. 30. biaya-biaya yang telah dikeluarkannya.) Pasal 151. terhadap siapa dilakukan atau dapat dilakukan hak regres. (KUHD 138. untuk memungkinkannya melaksanakan hak-hak regres selanjutnya. Setiap debitur wesel. menuntut. bunga sebesar enam persen terhitung dari hari pembayarannya. 151. seluruh jumlah uang yang telah dibayarnya. KUHD 104. 143.) Pasal 149. Di samping itu pemegang harus menyerahkan kepadanya salinan surat wesel itu yang sama bunyinya beserta protesnya. 148. 12500. KUHD 125.

221a. dengan tidak mengurangi kewajibannya terhadap pemegang untuk memenuhi akseptasinya. 120 dst. pemberitahuan-pemberitahuan yang telah dilakukan beserta biaya-biaya lainnya.tanggung-renteng. bertanggungjawab pula terhadap pemegang. (KUHD 109b dst. 165.. 157. 167. 131. maupun bersama-sama. 1283.biaya-biaya protes. Potongan ini dihitung menurut diskonto resmi (diskonto bank) yang berlaku qi tempat tinggal . jumlah surat wesel yang tidak diakseptasi atau tidak dibayar dengan bunganya bila hal ini dipersyaratkan. 110 dst. 1280 dst. 1292 dst. 127a. Pemegang dapat menggugat orang-orang ini. 127. KUHD 102 dst. 152. (F. Rv. 581-1 sub 11... (KUHPerd.) Bila penggunaan hak regres dilaksanakan sebelum hari jatuh tempo. maka dilakukan pemotongan terhadap jumlah uang wesel itu. 221. 132. meskipun mereka mengjkatkan diri lebih belakangan daripada yang digugat paling Pertama. bunga sebesar enam persen. P. maka dalam hal kepailitan penarik.. 30.) Pasal 147. (KUHD 1453.. uang wesel termasuk harta bendanya.. Bila surat wesel itu tidak diakseptasi. Di samping itu juga pihak ketiga yang atas bebannya telah ditarik surat wesel itu dan telah menikmati nilainya. 20. tidak menghalangi gugatan kepada debitur lainnya. Pemegang melakukan gugatan kepada mereka. 299.) Pasal 146a. tetaplah dana itu pada tertarik sampai jumlah dalam surat wesel itu. Pemegang surat wesel yang diprotes tidak mempunyai hak apa pun atas uang cadangan penarik yang ada pada tertarik. baik masing-masing tersendiri. Hak itu pun diberikanjuga kepada setiap orang yang tanda tangannya terdapat pada surat weset itu dan telah membayarnya untuk memenuhi kewajiban regresnya. tanpa berkewajiban untuk mengindahkan urutan waktu mereka mengikatkan diri.) Dalam hal akseptasi. Gugatan yang dilakukan terhadap salah seorang debitur wesel. terhadap siapa Ia melaksanakan hak regresnya: 10 . 19. 152a. terhitung dari hari jatuh tempo pembayarannya.

1916. Semua orang yang menarik. (KUHPerd.) Barangsiapa melakukan pemberitahuan itu tidak dalam jangka waktu tersebut di atas. Bukti tentang tidak diindahkannya jangka waktu itu harus diberikan oleh mereka yang mendasarkan haknya atas hal itu terhadap pemegang. Ia harus membuktikan. Bila Klausula itu berasal dari seorang endosan atau seorang pemberi aval. 143d. meskipun ada Klausula itu yang dibuat oleh penarik. maka hal itu berakibat terhadap mereka semua yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. bahwa ia telah iinelakukan pemberitahuan itu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. untuk melaksanakan hak regresnya.. Klausula ini tidak membebaskan pemegang dari pengajuan surat wesel itu dalam jangka-jangka waktu yang ditetapkan ataupun dari penyelenggaraan pemberitahuannya. 220. 147-1 sub 30. 219. terikat pada pemegangnya secara . maka biaya-biayanya untuk itu adalah atas bebannya. bila surat yang memuat pemberitahuan itu dalam jangka waktu tersebut telah disampaikan dengan pos. bila hal itu dibuat oleh endosan atau pemberi aval. dapat melakukan hal itu dalam bentuk apa pun. denganjalan klausula "tanpa biaya".Bila seorang endosan tidak menyatakan alamatnya atau menyatakannya dengan cara yang sukar dibaca. atau menandatangani surat wesel untuk aval. Bila Klausula itu dibuat oleh penarik. mengakseptasi. biayanya dapat ditagih pada mereka semua yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. 1243 dst.. mengendosemen. akan tetapi biaya. ia bertanggungjawab atas segala kerugian yang disebabkan oleh kelalaiannya. maka bila diadakan protes. Penarik. sudah cukuplah dengan pemberitahuan kepada endosan yang lebih dahulu. bila ada alasannya. Barangsiapa harus mengadakan pemberitahuan. maka hal ini hanya berakibat terhadap endosan atau pemberi aval saja.) Pasal 146. Bila pemepng mengadakan juga protes. 153. KUHD 143 dst. bahkan dapat dengan hanya mengirimkan kembali surat weselnya. Jangka waktu tersebut dianggap telah diindahkan. kerugian dan bunga itu tidak mungkin melampaui jumlah pada wesel tersebut.) Pasal 145. seorang endosan atau seorang pemberi aval. (KUHD 143. (KUHPerd. dapat membebaskan pemegangnya dari pembuatan protes nonakseptasi atau nonpembayaran. "tanpa protes" atau Klausula lain semacam itu yang ditulis dan ditandatangani diatas surat wesel itu. tidak menyebabkan dirinya kehilangan hak.

kecuali bila penarik telah mencatat.. Rv. 169. oleh hakim pengadilan karesidenan. para notaris atau juru sita dengan ancaman untuk mengganti biaya-biaya. (KUHD 218c. bila ini tidak ada. dan di luar itu. 218b. Mereka juga berkewajiban.) Pasal 143d. Bila sesuai dengan alinea yang lalu disampaikan pemberitahuan kepada seseorang yang tanda tangannya terdapat pada surat wesel itu. 155 dst. di daerah Gubememen di Jawa dan Madura oleh asisten-residen dan di luar itu oleh Kepala Pemerintahan Daerah setempat. 167a dst. bila dikehendaki. 1. harus disampaikan pemberitahuan yang sama dalam jangka waktu itu juga kepada pemberi avalnya. ditanggau dan ditandatangani oleh orang yang diminta akseptasinya atau pembayarannya. berlakulah keterangan yang dibuat di atas surat wesel dengan izin pemegangnya. 137. 20 dst. Not. untuk menyerahkan selembar atau lebih dari salinan-salinan protes itu kepada mereka yang berkepentingan. Jangka-jangka waktu ini berjalan mulai hari penerimaan pemberitahuan-pemberitahuan yang lebih dahulu. bahwa ia menghendaki protes otentik. bila tempat tinggal mereka dalam kabupaten di mana raad van justitie itu berada. 4. dan membukukannya dalam register khusus. dan berturut-turut juga sebagai protes nonpembayaran. untuk mengganti apa yang ditentukan dalam 10 dari alinea yang lalu. 21720. dengan menunjukkan nama dan alamat mereka yang telah melakukan pemberitahuan yang terdahulu. wajib untuk membuat salinan protes tersebut dan memberitahukan hal itu dalam. berikut pada hari pengajuan. .) Pasal 144.. cukuplah dengan uraian yang seteliti-telitinya dari isi surat wesel itu. 8. menurut urutan waktu. terhalang atau tak mungkin bertindak. 130. atau bila surat wesel itu telah ditarik dengan klausula tanpa biaya.. 124 dst. dan demikian selanjutnya kembali pada penariknya. yang berisi bahwa ia menolak. Pemegangnya harus memberitahu kepada endosannya dan kepada penariknya tentang nonakseptasi atau nonpembayaran itu dalam empat hari kerja berikut dari hari protes. Setiap endosan harus memberitahukan tentang pemberitahuan yang diterimanya dalam dua hari kerja berikut pada hari penerimaan pemberitahuan tersebut. (KUHD 143. yang diberi nomor dan tanda pengesahan oleh Ketua raad van justitie.Bila protes itu mengenai surat wesel yang hilang.) Pasal 143c. Sebagai protes nonakseptasi. (KUHD 112. kerugian dan bunga.

Hal itu harus disertai dua saksi. 143d. baik di dalam afdeling (kini dapat disamakan dengan kabupaten) yang sama maupun dalam kabupaten lain. Semua protes. 212. harus dilakukan di tempat tinggal tertarik. F. baik protes nonakseptasi maupun protes nonpembayaran harus dibuat oleh notaris atau oleh juru sita. Bila surat wesel itu ditarik untuk dibayar di tempat tinggal lain yang ditunjuk..) Pasal 143a. dari avalnya dan dari alamat-alamat yang dibuat di atasnya. 30. maka permintaan pembayaran dan pembuatan protes harus dilakukan di tempat tinggal yang ditunjuk atau kepada orang yang ditunjuk itu. dan tidak ditunjuk tempat tinggal untuk melakukan pembayarannya. atau oleh orang yang ditunjuk. 126. dari endosemenendosemen. 218a. 217. peringatan untuk menandatangard protes itu. Permintaan pembayaran surat wesel dan protes yang menyusulnya kemudian. 145. 132 dst. 171. 1393. pernyataan.. Demikianlah juga harus dilakukan seperti itu. Bila orang yang harus membayar surat wesel itu tidak dikenal sama sekali atau tidak dapat ditemukan. 962. (KUHD 120 dst. (KUHPerd. 143b. I dst. 40. maka protes itu harus dilakukan pada kantor pos di tempat tinggal yang ditunjuk untuk pembayaran. karena nonakseptasi atau nonpembayaran itu telah memprotes. bila surat wesel ditarik untuk dibayar di luar kabupaten yang bukan tempat tinggal tertarik. dan bila di sana tidak ada kantor pos. 20 . salinan kata demi kata dari surat weselnya. pernyataan. 214. di mana dinyatakan kepailitan itu. F. . dari akseptasinya.memperlihatkan keputusan hakim. dan alasan-alasan penolakannya. bahwa ia. di daerah Gubememen di Jawa dan Madura kepada asisten-residen dan di luar itu kepada KepaIa Pemerintahan Daerah setempat. 125. 50. pernyataan tentang alasan yang telah dikemukakan tentang nonakseptasi atau nonpembayaran. bahwa mereka telah memintakan akseptasi itu atau pembayarannya kepada orang-orang atau di tempat yang disebut dalam pasal yang lalu dan tidak memperolehnya.) Pasal 143b.. KUHD 100-31. notaris ataujuru sita. Protes-protes itu memuat: 10. 143b-2 sub 21. 102.

) Bahkan sebelum hari jatuh temponya: 10. dalam hal pailitnya tertarik.(s.) Pemegang surat wesel dapat melakukan hak regresnya terhadap para endosan. 127. 1 dst. pengajuan pertama dilakukan pada hari terakhir dari jangka waktu itu. 216. (KUHD 1435.) 20. terhadap penarik dan para debitur wesel lainnya: (KUHD 108. 1 dst. pemegangnya cukup dengan . Protes nonpembayaran suatu surat wesel yang harus dibayar pada hari tertentu.d. akseptan atau bukan akseptan.) Pada hari jatuh temponya: (KUHD 100-40. F. atau pada waktu tertentu setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan.) Bila pembayarannya tidak terjadi. (KUHD 120 dst. Dalam pengangkatan para pengurus atas permintaan tertarik.. maka pemegangnya tidak dapat melakukan hak regresnya. dinyatakan pailit.6. bila akseptasi ditolak seluruhnya atau sebagian.. 131. dalam hal pailitnya penarik dari surat wesel yang tidak dapat dimintakan akseptasinya. Protes nonakseptasi menjadikan Pengajuan untuk pembayaran dan protes nonpembayaran tidak perlu lagi. maka protes itu masih dapat dilakukan pada hari berikutnya. c. Penolakan akseptasi atau pembayaran harus ditetapkan dengan akte otentik (protes nonakseptasi atau nonpembayaran). 109b.u. Bila dalam hal seperti yang diatur dalam pasal 123 alinea pertama. telah dinyatakan pailit. Bila tertarik. 212 dst. harus dilakukan pada salah satu dari dua hari kerja yang berikut dari hari surat wesel itu harus dibayar. 1937-590. dg. 141.. akseptasi atau bukan akseptan. 114. untuk penundaan pembayaran. (KUHD f435 6 . 125. F.) 30. maka untuk melakukan hak regresnya. sebelum surat wesel itu diajukin kepada tertarik untuk pembayaran dan dibuat protes. Bila ini mengenai surat wesel yang harus dibayar atas-tunjuk. (KUHD 132 dst. Protes nonakseptasi harus diselenggarakan dalamjangka waktu yang ditetapkan untuk pengajuan untuk akseptasi. maka protesnya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam alinea di atas untuk membuat protes nonakseptasi. baik sebagai akseptan ataupun bukan dan sejak saat berlakunya penundaan pembayaran. 137.) Pasal 143. atau bila penarik surat wesel yang tidak dapat dimintakan akseptasi. S..

dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 137. ditetapkan menurut kebiasaan di tempat pembayarannya. 1385.Bila ia. 1409 dst. setelah melakukan pembayaran tanpa dibebaskan.. 133. dapat dibayar dengan uang dari negerinya menurut nilai pada hari jatuh temponya.) Pasal 140. Akan tetapi penarik dapat menetapkan.. 1280 dst. 1513 . Bila debitur lalai. b. 1393. Pasal 142. atau mereka yang telah memperoleh karena kesalahannya yang besar. (KUHPerd. (KUHPerd. 139. maka Ia mempunyai hak-menagih kepada mereka yang telah memperoleh surat wesel itu dengan itikad buruk. baik dari hari jatuh temponya ataupun dari hari pembayarannya. 167a.. 1382.) Pasal 141. diwajibkan membayar untuk kedua kalinya. (KUHPerd.) Bagian 7. Bila tidak terjadi pengunjukan surat wesel untuk pembayaran. 213. maka dianggap bahwa yang dimaksud adalahuang dari tempat pembayarannya. maka tiap-tiap debitur mempunyai wewenang untuk menyerahkan jumlah itu kepada yang berwajib untuk disimpan atas biaya dan tanggung jawab pemegangnya. 1270. 1387. Surat wesel yang pembayarannya dipersyaratkan untuk dilakukan dengan uang lain dari yang berlaku di tempat pembayarannya. 146. Bila jumlah dalam wesel itu dinyatakan dalam uang yang mempunyai nama sama. bahwa jumlah uang yang harus dibayar harus dihitung menurut kurs yang ditetapkan dalam surat wesel tersebut. akan tetapi mempunyai nilai yang berbeda dalam negeri pengeluarannya dan negeri tempat pembayarannya.100-20. KUHD 60. 1395. Hak Regres Dalam Hal Nonakseptasi Atau Nonpembayaran. bahwa jumlah pada surat wesel itu dibayar dalam uang negerinya menurut kursnya.. 1756 dst.. 1386. KUHD 147 2. 1407 dst. pemegang dapat menuntut menurut pilihannya. bahwa pembayarannya harus dilakukan dalam uang tertentu yang ditunjuknya (klausula pembayaran sungguh dalam uang asing). 212. Nilai uang asing itu. . 142. 1404 dst. KUHD 1271. Hal yang tercantum di atas tidak berlaku bila penarik menetapkan. 1405-40.

(KUHPerd. KUHD 150. yang harus dibayar pada hari tertentu atau pada waktu tertentu setelah pengunjukan. Pemegang tidak boleh menolak pembayaran sebagian.) Bagian 6. 133. Pemegang surat wesel tidak dapat dipaksa untuk menerima pembayaran sebelum hari jatuh temponya. (KUHD 100-41. ia berkewajiban merrieriksa tertibnya deretan endosemen-endosemen. atau satu dari antara dua hari kerja berikutnya. 168. melakukan hal itu atas tanggungjawabnya sendiri.) Pasal 139.) Pasal 138. (KUHD 125. KUHD 207.) . (AB. 139. Oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) akan ditunjuk badan-badan yang akan dipandang sebagai badan pemberesan dalam arti bab ini.) Dalam hal pembayaran sebagian. telah terbebas dengan sempuma. 141. 169. Di luar hal seperti yang tercantum dalam pasal 167b. 122. KUHD 115. Tertarik yang membayar sebelum harijatuh temponya. 18. tertarik dapat menuntut. 1390. bahwa tentang pembayaran itu dinyatakan di atas surat wesel itu dan bahwa untuk itu Ia mendapat tanda pembayaran. (KUHPerd. 1385 dst. 1360 dst. (KUHPerd. 120. tertarik sambil membayar surat wesel itu. Pasal 137. pada hari surat itu harus dibayar. Pembayaran. 21 1. harus mengajukannya untuk pembayaran. Pemegang suatu surat wesel. Pengajuan suatu surat wesel kepada suatu badan pemberesan berlaku sebagai pengajuan untuk pembayaran. dapat menuntut penyerahan surat wesel itu kepadanya lengkap dengan tanda pelunasan yang sah dari pemegangnya.Pasal ini tidak berlaku bila dari Klausula yang termuat dalam surat wesel itu atau dari kata-katanya dapat ditarik kesimpulan tentang adanya maksud lain. 164.) Barangsiapa membayar surat wesel pada hari jatuh temponya. tetapi tidak terhadap tanda tangannya.. asalkan dari pihaknya tidak ada penipuan atau kesalahan yang besar. 135.

Bila tidak ada protes maka akseptasi yang tidak bertanggal. Surat wesel yang ditarik untuk dibayar satu atau beberapa bulan setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan. Bila tidak terdapat hari seperti yang dimaksud maka surat wesel demikian mencapai jatuh tempo pembayarannya pada hari terakhir bulan itu. hari terakhir butan itu. (KUHD 122. . Bila hari jatuh tempo itu ditentukan pada awal. "lima belas hari ".) Pasal 136. Hari pengeluaran suatu surat wesel yang ditarik antara dua tempat dengan tarikh yang berbeda dan harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukan. Pernyataan-pernyataan: "delapan hari ". Jangka waktu pengajuan surat wesel dihitung sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam alinea yang lalu. dan hari jatuh tempo pembayarannya ditetapkan sesuai dengan itu. (KUHD 137. 142 dst. tanggal lima belas.) Pasal 135. dihitung lebih dahulu bulan-bulannya yang penuh. maka pernyataanpernyataan demikian harus diartikan: tanggal satu. dijatuhkan pada hari yang sama dari tarikh tempat pembayaran. pertengahan (pertengahan Januari. harus diartikan bukan satu atau dua minggu. melainkan suatu jangka waktu dari delapan atau lima belas hari. 1352. atau hari tanggal protesnya. pertengahan Februari dsb.) atau pada akhir suatu bulan. pada suatu tempat. 124. terhadap akseptan dianggap telah dilakukan pada hari terakhir dari jangka waktu yang ditetapkan untuk mengajukannya untuk akseptasi. ditentukan olch hari tanggal akseptasi. Hari jatuh tempo suatu surat wesel yang harus dibayar pada suatu hari tertentu. di mana tarikhnya berlainan dengan tarikh tempat pengeluarannya. dianggap telah ditetapkan menurut tarikh tempat pembayaran.Hari jatuh tempo pembayaran suatu surat wesel yang ditarik untuk dibayar pada suatu waktu tertentu setelah penguitukan. Pernyataan: "setengah bulan " berarti jangka waktu lima belas hari. Pada surat wesel yang ditarik dengan jatuh tempo pembayaran pada satu atau beberapa bulan ditambah setengah bulan setelah hari tanggalnya atau setelah pengunjukan. jatuh temponya ialah pada hari dari bulan seperti yang ditetapkan untuk melakukan pembayaran itu.

dan terhadap mereka yang berdasarkan surat wesel itu terikat padanya. pemberi aval memperoleh hak-hak yang berdasarkan surat wesel itu dapat digunakan terhadap orang yang diberi aval. Dalam hal demfldan jangka waktu itu berjalan mulai hari itu. (KUHD 101.. Surat wesel dapat ditarik: Pada waktu ditunjukkan.. Pada waktu tertentu setelah hari tanggalnya. Surat wesel tersebut harus diajukan untuk dibayar dalam jangka satu tahun setelah hari tanggalnya. 581-1 sub 11. (KUHPerd. . Pada hari tertentu.) Perikatannya berlaku sah. 136. 1282.) Dengan membayar. 1831 dst. Hari jatuh Tempo. Surat-surat wesel dengan hari jatuh tempo yang ditentukan lain atau dapat dibayar dengan angsuran adalah batal. 299.) Pasal 134. Surat wesel yang ditarik sebagai wesel atas-tunjuk harus dibayar pada waktu ditunjukkan. (KUHPerd. 143 3. Pada waktu tertentu setelah pengunjukan. 1821. 1280. Rv. Penarik dapat memperpendek atau memperpanjang jangka waktu itu. Pasal 132. para endosan dapat memperpendek jangka waktu itu.) Pasal 133. sekalipun perikatan yang dijamin olehnya batal oleh sebab lain daripada eacat dalam bentuk. (KUHD 122. KUHD 115. 1$39 dst.Pasal 131. Pemberi aval terikat dengan cara yang sama seperti orang yang diberi aval. bahwa suatu surat wesel tidak boleh diajukan untuk dibayar sebefum hari tertentu. Penarik dapat menetapkan. (KUHPerd.) Bagian 5.

1820 dst.) Pasal 130.. Pembayaran suatu surat wesel dapat dijamin dengan perjanjian jaminan (aval) untuk seluruhnya atau sebagian dari uang wesel itu. kecuali bila tanda tangan itu dari tertarik atau penarik. Aval (Perjanjian Jaminan). Peean tersebut dapat diberikan oleh pihak ketiga. (KUHPerd. berlaku sebagai aval. 127b. Pasal 129. (KUHD 125.Pasal 128. (KUHD 127. atau bahkan oleh orang yang tanda tangannya terdapat dalam surat wesel itu.) Akan tetapi bila tertarik telah menyatakan secara tertulis tentang akseptasinya kepada pemegangnya atau kepada seseorang yang taanda tangannya terdapat dalam surat wesel itu. (KUHD 203. 1824. Tanda tangan saja dari pemberi aval pada halaman depan surat wesel itu. KUHD 125. dianggap akseptasinya telah ditolak. (KUHPerd. hal itu ditandatangari oleh pemberi aval. dianggap diberikan untuk penarik. Dengan kemungkinan pembuktian sebaliknya maka pencoretan itu dianggap telah terjadi sebelum penyerahan kembali surat wesel itu. Bila hal itu tidak ada. Hal itu dinyatakan dengan kata-kata "baik untuk aval " atau dengan pernyataan semacam itu'.) .) Hal itu juga dapat dilakukan dengan naskah tersendiri atau dengan sepucuk surat yang menyebutkan tempat di mana hal itu diberikan.) Bagian 4. Dalam aval itu harus dicantumkan untuk siapa hal itu diberikan. maka Ia terikat terhadap orang ini sesuai dengan isi akseptasinya. Bila tertarik mencoret akseptasi yang telah dilakukan atas surat wesel sebelum penyerahan kembau surat tersebut. Aval ditulis dalam surat wesel itu atau pada lembaran sambungan.

pemegang sekalipun Ia penarik. Kerugian terdiri dari biaya protes dan penarikan surat wesel baru. akan tetapi memberi hak kepada penarik untuk menggugat penggantian kerugian terhadap penyanggup.) Dalam kelalaian pembayaran. yang menolak memenuhi kesanggupannya. (KUHPerd. (KUHPerd. maka hanya orang inilah yang terikat pada akseptan. 1243 dst. 127c. Bila penarikan telah dilakukan atas beban pihak ketiga. diwajibkan melaksanakan akseptasinya. KUHD 127a. Ia berkewajiban mengganti biaya akibat penotakan akseptasi atau pembayaran yang terjadi karena itu. Barangsiapa memegang dana secukupnya yang khusus disediakan untuk pembayaran surat wesel yang telah ditarik. Penarik berkewajiban untuk memberikan advis pada saatnya kepada tertarik tentang surat wesel yang ditarik olehnya. KUHD 109c. dengan ancaman hukuman penggantian biaya. (KUHPerd. kerugian dan bunga itu terdiri dari biaya protes dan penarikan surat wesel baru. 152a. Bila surat wesel itu ditarik atas beban orang ketiga. 581-1 sub 1'.) Pasal 127b. (KUHD 102.) . bila surat wesel itu telah ditarik atas beban penarik sendiri. untuk segala sesuatu yang dapat ditagih berdasarkan pasal-pasal 147 dan 148.Dengan akseptasi itu tertarik mengikat diri untuk membayar surat weselnya pada hari jatuh tempo pembayarannya. 151.) Pasal 127d. 1243 dst. dan dari jumlah yang atas kredit surat wesel itu telah dibayar lebih dulu oleh penarik... kepada pihak ketiga itu. Penyanggupan untuk mengakseptasi suatu surat wesel. tidak berlaku sebagai akseptasi. mempunyai tagihan langsung yang timbul dari surat wesel itu terhadap akseptan. 299.. (KUHD 164. KUHD 121. (Rv. kerugian dan bunga terhadap penarik. 1243 dst. dan bila melalaikan hal itu. berdasarkan penyanggupan yang diperoleh dari penyanggup. 146a.) Pasal 127c.) Pasal 127a.

maka ia dalam akseptasinya dapat menunjuk alamat di tempat itu juga di mana pembayarannya harus dilakukan. tanpa menunjuk orang ketiga di mana pembayaran hanis dilakukan. 126. 143.) Pasal 126. akseptan dianggap mengikatkan diri untuk membayar pada tempat pembayaran. akan tetapi tertarik dapat membatasinya sampai sebagian dari jumlahnya.) Setiap perubahan lain yang diadakan oleh akseptan berkenaan dengan hal yang dinyatakan dalam surat wesel itu. berlaku sebagai akseptasi.) Pasal 124. 1253 dst. 165. maka tertarik dapat menunjuknya pada akseptasinya. Akan tetapi akseptan terikat sesuai dengan isi akseptasinya. (KUHD 122. 143. 1390. Akseptasi dibuat di atas surat wesel.. bahwa pembayarannya harus dilakukan di tempat lain dari tempat domisiti tertarik. 127b.) Pasal 127. kecuali pemegangnya minta hari pengajuannya. (KUHD 128.) Bila surat wesel itu harus dibayar di tempat domisili tertarik. atau dengan kata semacam itu. (KUHD 143. (KUHD 143a. (KUHPerd. atau bila ia berdasarkan persyaratan tegas harus diajukan untuk akseptasi dalam jangka waktu tertentu.) Pasal 125. (KUHD 101. Sebuah tanda tangan saja dari tertarik yang dibubuhkan di halaman depan surat wesel itu. pemegangnya harus menyuruh menetapkan kelalaian itu dengan jalan protes pada saatnya. Dalam hal kelalaian penunjukan demikian. dengan ancaman hukuman kehilangan hak regres terhadap para endosan dan terhadap penariknya yang telah menyediakan dananya. Bila penarik menetapkan pada surat wesel itu. Hal itu dinyatakan dengan perkatataan: "diakseptasi". Ia ditandatangani oleh tertarik. 150. Akseptasi itu tidak bersyarat. (KUHD 127.) Bila surat wesel itu harus dibayar suatu waktu tertentu setelah ditunjukkan. berlaku sebagai penolakan akseptasi. Bila tanggal itu tidak tercantum.Pemegang tidak berkewajiban untuk melepaskan kepada tertarik surat wesel yang diajukan olehnya untuk akseptasi. . maka dalam akseptasi harus termuat tanggal hari penyelenggaraannya.

surat wesel dapat diajukan oleh pemegang yang sah atau oleh orang yang semata-mata hanya memegangnya belaka. kepada tertarik di tempat tinggalnya untuk akseptasi. Sampai hari jatuh tempo pembayaran. Para endosan dapat memperpendek jangka-jangka waktu tersebut. dengan atau tanpa penetapan suatu jangka waktu.) Penarik dapat memperpendek atau memperpanjang hal itu. Surat wesel yang harus dibayar suatu waktu setelah ditunjukkan harus diajukan untuk akseptasi dalam satu tahun setelah hari ditandatangani. Pasal 123. bahwa surat wesel itu tidak dapat dimintakan akseptasi. Dalam setiap surat wesel dapat ditentukan oleh penarik. bahwa oleh mereka permintaan itu telah tidak dikabulkan. (KUHD 132 dst.. (KUHD 121. 124 dst.) Setiap endosan dapat menentukan. 143.) Pasal 122. . Tertarik dapat meminta untuk mengadakan pengajuan kedua pada keesokan harinya setelah pengajuan hari pertama. bahwa surat wesel itu harus diajukan untuk akseptasi.Pasal 120. atau harus dibayar di tempat lain dari tempat domisili tertarik atau yang harus dibayar pada waktu tertentu setelah pengunjukah. kecuali dalam surat-surat wesel yang harus dibayar oleh pihak ketiga. 122. kecuali bila permintaan itu tercantum dalam protesnya. (KUHD 127b. 152. 132. bahwa mengajukannya untuk akseptasi tidak dapat dilakukan sebelum suatu hari tertentu. dengan atau tanpa penetapan jangka waktu.) Pasal 121. (KUHD 127c. (KUHD 108. bahwasurat wesel itu harus diajukan untuk akseptasi.) Ia dapat juga menentukan. kecuali bila penarik telah menerangkan. Mereka yang berkepentingan tidak akan diperkenankan untuk menggunakan sebagai dalih. Ia dapat melarang dalam surat wesel itu diajukan untuk akseptasi.

1792 dst. (KUHPerd.Pasal 117. kecuali bila pada waktu memperoleh surat wesel itu pemegang dengan sengaia telah bertindak dengan merugikan debitur. Akseptasi. atau pernyataan lain yang membawa arti amanat belaka untuk memungut. akan tetapi endosemen yang dilakukan olehnya hanya berlaku sebagai endosemen dengan cara pemberian amanat.) Bagian 3. maka pemegangnya dapat rrtenggunakan semua hak yang timbul dari surat wesel itu. maka endosemen tanpa tanggal dianggap dibuat sebelum lewatnyajangka waktu yang ditentukan untuk membuat protes tersebut. hanya mempunyai akibat-akibat sebagai sesi biasa. (KLJHPerd. Dalam hal itu para debitur wesel hanya dapat menggunakan alat-alat pembantah terhadap pemegangnya. KUHD 143. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkayinya secara lain daripada secara mengamanatkannya. (KUHD 116. Akan tetapi endosemen yang dilakukan setelah protes non-pembayaran atau setelah lewat jangka waktu yang ditentukan untuk membuat protes itu.) Pasal 118.) para debitur wesel terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadi mereka terhadap endosan. seperti yang semestinya dapat digunakan terhadap endosan. maka pemegangnya dapat mempergunakan segala hak yang timbul dari surat wesel itu. Endosemen yang dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran. 1150. Amanat yang termuat dalam endosemen inkaso tidak berakhir karena meninggainya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tak cakap menurut hukum. 1152 dst. 1813. Bila endosemen itu memuat pernyataan: "nilai untuk inkaso ". . ( KUHPerd. (KUHD 102a. 613. Bila suatu endosemen memuat pernyataan: "nilai untuk jaminan ".) Dengan kemungkinan untuk membuktikan kebalikannya. 1915 dst. KUHPerd.. "diamanatkan ".) Pasal 119. nilai untuk gadai " atau pernyataan lain yang membawa arti pemberianjaminan gadai. mempunyai akibatakibat yang sama seperti endosemen yang dibuat sebelum jatuh tempo itu.

maka endosan me@amin akseptasi dan pembayarannya. mengendosemenkan lebih lanjut surat wesel itu dalam blangko atau kepada orang lain. 118. bila Ia menunjukkan haknya dengan memperlihatkan deretan endosemen yang tak terputus. 299. Bila endosemen blangko diikuti oleh endosemen lain. maka penandatangan endosemen terakhir ini dianggap telah mctmperoleh surat wesel itu karena endosemen dalam blangko. 1122. Endosemen-endosemen yang dicoret dianggap dalam hal itu tidak ditulis. (Rv. (KUHD 1393.) 10. 612 dst. mengisi blangko itu baik dengan namanya sendiri ataupun nama orang lain. atau karena suatu kesalahan yang besar. KUHD 194. 1977. (KUHPerd. 20..) Pasal 114. bahkan bila endosemen terakhir dibuat sebagai endosemen blangko. 30. KUHD 167a.) Bila seseorang dengan jalan apa pun juga telah kehilangan surat wesel yang dikuasainya. menyerahkan surat wesel itu kepada pihak ketiga tanpa mengisi blangko itu dan tanpa mengendosemenkannya. maka pemegangnya dapat: (KUHD 1113. kecuali bila Ia telah memperolehnya dengan itikad buruk.) Pasal 116. maka pemegangnya yang menunjukkan haknya dengan cara seperti yang diatur dalam alinea di atas. 582. (KUHD 111. 581-1 sub 11. Mereka yang ditagih berdasarkan surat wesel terhadap pemegangnya tidak dapat menggunakan alat-alat pembantah yang berdasarkan hubungan pribadinya dengan penarik atau para pemegang yang terdahulu. kecuali bila pemegang tersebut pada waktu memperoleh surat wesel itu dengan sengaja telah bertindak dengan merugikan debitur. Barangsiapa memegang surat wesel. tidak diwajibkan untuk melepaskan surat wesel itu.) Pasal 115.Bila endosemen itu dalam blangko. (KUHD 102a. 113'. 167b.) Ia dapat melarang endosemen baru. Kecuali bila dipersyaratkan lain. (KUHPerd. dalam hal itu Ia tidak merdamin akseptasi dan pembayarannya terhadap mereka kepada siapa surat wesel itu diendosemenkan kemudian. dianggap sebagai pemegang yang sah.) .

endosemen itu harus dibuat di halaman belakang surat wesel itu atau pada lembaran sambungannya. Endosemen itu harus tidak bersyarat.) Pasal 113.) . 1132. Endosemen atas-tunjuk berlaku sebagai endosemen dalam blangko. atau endosemen itu terdiri dari tanda tangan belaka dari endosan (endosemen blangko). 113 2. juga yang tidak dengan tegas berbunyi kepada tertunjuk. dianggap tidak ditulis. Hal itu harus ditandatangani oleh endosan. Setiap surat wesel. (KUHD 114. Endosemen yang ditempatkan pada surat wesel yang demikian berlaku sebagai sesi biasa. Endosemen itu harus diadakan di atas surat weset itu atau pada lembaran yang dilekatkan padanya (lembaran sambungan). Dengan endosemen itu semua hak-hak yang bersumber pada surat wesel itu dipindahkan ke tangan pihak lain.) Pasal 111. agar dapat berlaku sah. maka surat wesel itu hanya dapat dipindahkan ke tangan orang lain dalam bentuk sesi biasa beserta akibat-akibatnya. (KUHD 1122.) Endosemen untuk sebagian adalah batal. Endosemen itu dapat membiarkan pihak yang diendosemenkan tidak disebut. baik sebagai akseptan ataupun bukan. 613. untuk keuntungan penarik atau setiap debitur wesel. (KUHPerd. Bila penarik mencantumkan dalam surat wesel itu: "tidak kepada tertu@uk" atau pernyataan lain semacam itu. (KUHD 111 dst. 119.) Setiap syarat yang dimuat padanya Pasal 112.. Orang-orang ini dapat mengendosemenkan lagi surat wesel itu. (KUHD 1133. Dalam hal yang terakhir. (KUHD 114. dapat dipindahkan ke tangan orang lain dengan jalan endosemen.Pasal 110.) Endosemen itu bahkan dapat dilakukan untuk keuntungan tertarik. 166.

137 dst. (KUHD 121. tapi dengan pengertian. (KUHD 168. paling sedikit sama dengan jumlah pada surat weset itu. tertarik berutang kepada penarik atau kepada orang yang atas bebannya telah ditarik wesel. 127a. bila pada waktu jatuh tempo pembayaran surat wesel itu. Endosemen. tiap-tiap Klausula yang membebaskannya dari kewajiban penjaminan pembayaran. suatu jumlah uang yang sudah dapat ditagih.) Bagian 2. berkewajiban untuk berusaha agar tertarik mempunyai dana yang cukup guna membayar. dalam hal kedua-duanya itu kepada tertunjuk atau tanpa tambahan kata "kepada tertunjuk ". sekalipunjika surat wesel itu harus dibayar pada pihak ketiga. bahwa penarik sendiri secara pribadi bagaimanapun bertanggung jawab pada pemegang dan para endosan sebelumnya. Penarik berkewajiban untuk menetapkan atas pilihan penerima. Tertarik dianggap telah mempunyai dana yang diperlukan itu. 146a..) 109C. kecuali pemegang telah memperoleh surat wesel itu dengan itikad buruk atau disebabkan oleh kesalahan yang besar. maka kepada pemegang tidak dapat diajukan tentang tidak memenum perjanjianperjanjian itu. apakah harus dibayarkan kepada penerima surat wesel itu. . (KUHD 102. Rv.. dianggap tidak ditulis.) Pasal 109a.Pasal 108.) Pasal 109b. atau pada saat di mana berdasarkan pasal 142 alinea ketiga pemegang dapat menggunakan hak regresnya. 299. (KUHD 102 dst. (KUHD 127a. Penarik menjamin akseptasinya dan pembayarannya. (KUHD 120 dst. ataupun dengan penambahan suatu istilah seperti dimaksud dalam pasal 110 alinea kedua. 581. Penarik atau seseorang atas tanggungan siapa surat wesel ditarik. Bila surat wesel yang pada waktu pengetuarannya tidak lengkap.) Pasal 109. bertentangan dengan perjanjian-perjanjian yang telah dibuat. telah dibuat lengkap. ataukah kepada orang lain..) Ia dapat menyatakan dirinya bebas dari -penjaminan akseptasi. 146a.

dan setelah membayar. Dalam surat Wesel yang harus dibayar atas pengunjukan atau dalam suatu jangka waktu tertentu setelah pengunukan. 1806. (KUHPerd. Surat Wesel yang jumlahnya berkali-kali ditulis dengan lengkap baik dengan huruf maupun dengan angka. KUHP 264. (KUHPerd. penarik dapat menentukan. 1876 dst. KUHD 188. kecuali bila dkunjuk hari lain.Pasal 104.. Dalam tiap-tiap surat Wesel lain. mempunyai hak yang sama seperti yang semestinya ada pada orang yang katanya diwakilinya itu. berlaku menurutjumlah uang yang ditulis lengkap dengan huruf. tanda tangan dari orang rekaan. maka bila terdapat perbedaan. 108. bahwa jumlahuang itu membawa bunga. 1797. 1446. KUHD 70. KUHD 186. 187. maka bila terdapat perbedaan..) . atau tanda tangan orang-orang yang karena alasan-alasan lain apa pun juga tidak dapat mengikat orangorang yang telah membubuhkan tanda tangan atau orang yang atas nama siapa telah dilakukan hal itu. Ia sendiri terikat berdasarkan surat Wesel itu. Bunga itu berjalan terhitung dari hari penandatanganan surat Wesel itu. Pasal 105. Hal itu berlaku juga terhadap seorang wakil yang melampaui batas wewenangnya. 1872. Setiap orang yang membubuhkan tanda tangannya di atas surat Wesel sebagai wakil dari seseorang untuk siapa Ia tidak mempunyai wewenang untuk bertindak.) Pasal 106. 1878 dst. Klausula bunga ini dianggap tidak ditulis. Bila surat Wesel memuat tanda tangan orang-orang yang menurut hukum tidak cakap untuk mengikatkan diri dengan menggunakan surat Wesel. Surat Wesel yangjumlah uangnya dengan lengkap ditulis dengan huruf danjuga dengan angka.) Pasal 107. namun perikatan-perikatan orang-orang lain yang tanda tangannya terdapat dalam surat Wesel itu. 113. hanya berlaku sebesar jumlah yang terkeeil. (KUHPerd. berlaku sah. memuat lands tangan palsu.

baik di tempat dontisili tertarik. "untuk inkaso ". 24. akan tetapi Ia tidak dapat mengendosemenkan secara lain daripada secara mengamanatkannya. "diamanatkan ". 1921. KUHPerd. Dan yang dapat ditarik atas beban pihak ketiga. KUHPerd.Surat Wesel yang tidak ditetapkan hari jatuh tempo pembayarannya. Amanat yang termuat dalam surat Wesel inkaso tidak berakhir karena meninggatnya pemberi amanat atau karena kemudian pemberi amanat menjadi tidak cakap menurut hukum. yang semestinya dapat mereka gunakan terhadap penarik.) . maka penerimanya dapat menggunakan semua hak yang timbul dari surat Wesel. Surat Wesel dapat dibayar di tempat kediaman pihak ketiga. (KUHD 100.) Pasal 102. (KUHD 183. (KLTHD 100-5'. Bila tidak terdapat penunjukan tempat khusus. 126.. maupun di tempat lain. Dapat ditarik atas diri penarik sendiri.. 1915 dst.) Pasal 103. Pada surat Wesel demikian para debitur Wesel hanya dapat menggunakan alatalat pembantah terhadap pemegang..) Pasal 102a. Surat Wesel yang tidak menunjukkan tempat penarikannya. atau pernyataan lain yang membawa arti amanat betaka untuk memungut. maka tempat yang tersebut di samping nama tertarik dianggap sebagai tempat pembayaran dan juga sebagai tempat domisili tertarik. 17 dst. 117.. 185. 1915 dst. KUHPerd. 1813. Surat Wesel dapat dibuat kepada orang yang ditunjuk oleh penarik. (KUHPerd. Penarik dianggap menarik atas beban diri sendiri. Bila penarik mencantumkan pada surat Wesel pernyataan "nilai untuk diinkaso ". 1921. 1792 dst. bila dari surat Wesel itu atau dari surat pemberitahuannya tidak temyata atas beban siapa hal itu terjadi. dianggap telah ditandatangani di tempat yang tercantum di samping nama penarik. dianggap harus dibayar pada hari ditunjukkannya.

132 dst. (KUHD 101. 178. Pasal 100.) 20. (AB. penunjukan tempat pembayaran harus dilakukan. atau orang lain yang ditunjuk kepada siapa pembayaran itu harus dilakukan. nama orang yang harus membayar (tertarik). pernyataan hari ditandatangani beserta tempat penarikan surat Wesel itu.) 50. Dengan undang-undang tgl. tanda tangan orang yang mengeluarkan surat Wesel itu (penarik).) 10. (KUHD 106 dst. 18. 179. 3. 224) traktat-traktat itu dinyatakan berlaku terhadap Indonesia. 109a. di mana satu dari pernyataan-pernyataan yang termaktub dalam pasal yang lalu tidak tercantum.S. pengaturan perselisihan-perselisihan mengenai surat-surat Wesel dan Suratsurat sanggup. 25 April 1935 (N.) 40. dengan pengecualian-pengecualian seperti tersebut di bawah ini: (KUHD 175. nama orang kepada siapa pembayaran harus dilakukan.) 80. No. Bagian 1. Suriname dan Curaqao terhitung dari tgl. (KUHD 102.) .1. yang dimuat dalam teksnya sendiri dan dinyatakan dalam bahasa yang digunakan dalam surat itu.) 70. (KUHD 102. pemberian nama " surat Wesel ". perintah tak bersyarat untuk membayar suatu jumlah uang tertentu. 126. 2. 103. Pengeluaran Dan Bentuk Surat Wesel. (KUHD 104 dst. Surat wesel memuat: (KUHD 174. 14 Oktober 1935 untuk Indonesia dan Cura@ao. (KUHD 101.) 30. (KUHD 101. penunjukan hari jatuh tempo pembayaran. Suatu surat demikian.) Pasal 101. bea meterai surat-surat Wesel dan surat-surat sanggup. pengadaan undang-undang yang seragam tentang surat-surat Wesel dan suratsurat sanggup. tidak berlaku sebagai surat Wesel.) 60.

mutiara. 1932-405. (KUHPerd. efek-efek.) Pasal 97. 1457 dst.Dengan tidak mengurangi hal-hal yang mungkin diatur dalam peraturan khusus.. Anotasi: Bab lama telah diganti dengan bab ini dengan menghilangkanpasal 99. Tujuannya ialah. pembuktian tentang nilainya hanya diperbolehkan menurut ujud lahirnya saja.S. 91 dst. N. Bila pemberitahuan nilai itu ada. 1473 dst. kupon-kupon atau surat-surat berharga lain yang semacam itu. dan menaksir serta menetapkan ganti rugi berdasarkan pemberitahuan itu. selama hal itu tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam bab ini. Pasal 98. S. maka hal itu dapat dibuktikan dengan segala alat bukti menurut hokum. 1938-276. 1935-531. Mereka berkewajiban menyelenggarakan registrasi untuk barang-barang yang diterimanya. Ketentuan-ketentuan bab ini tidak berlaku terhadap hak-hak dan kewajibankewajiban antara pembeli dan penjual. maka ketentuan-ketentuan bagian ini berlaku pula terhadap para pengusaha kendaraan umum di darat dan di air. maka dalam hal terjadinya kehilangan atau kerusakan. yang berlaku terhitung dari 1 Januari 1936. 1823-3. Pelayaran-bergilir dan semua perusahaan pengangkutan lainnya tetap tunduk kepada peraturan-peraturan dan perundang-undangan yang ada dalam bidang ini.. batubatu mulia.. dan Ia dapat menuntut pencatatan hal itu dalam register tersebut. maka pengirim berkewajiban untuk memberitahukan rdlai barangbarang itu. S. Bila pemberitahuan itu tidak terjadi. 1934-592 jo. BAB VI. Dihapus dg. 1513. permata. dan malahan hakim I>erwenaiftg untuk mempercayai sepenuhnya pemberitahuan pengirim setelah diperkuat dengan sumpah. perak. berdasarkan S. yang telah disesuaikan dengan Traktat Genewa 7 Juni 1930 tentang: . Bila barang-barang itu terdiri dari uang. SURAT WESEL DAN SURAT SANGGUP (ORDER). (KUHD 86.) 99. agar ketentuan-ketentuan mengenai Surat Wesel dan Surat Sanggup sedapat-dapatnya dipersamakan dengan ketentuan-ketentuan Undang-undang Negeri Belanda dari 25 Juli 1932. emas.

didengar. (KUHD 81. (KUHD 485 dst. 93. bila dalam hal hilangnya barang-barang. dan dalam hal kerusakan dan kelambatan penyampaian. Kedaluwarsa ini tidak berlaku dalam hal adanya penipuan atau ketidakjujuran. 493 dst. asalkan pemeriksaan itu diminta dalam waktu dua kali dua puluh empat jam setelah penerimaan.) Pasal 95. dan dengan demikian pula dapat memerintahkan juga untuk menyimpannya secara memuaskan. agar dari itu dapat dibayarkan upah pengangkutan dan biaya-biaya lainnya kepada pengangkut dan juragan kapal. atau bila tidak ada. kedaluwarsanya pengiriman yang dilakukan dalam wilayah Indonesia. selama satu tahun dan selama dua tahun dalam hal pengiriman dari Indonesia ke tempat-tempat lain. pengangkut ataujuragan kapal berdasarkan kehilangan barang-barang seluruhnya. ketua Raad van Justitie. terhitung dari hari waktu seharusnya pengangkutan barang-barang dagangan dan barang-barangnya selesai. atau timbul perselisihan tentang hal itu. dapat dilakukan pemeriksaan oleh pengadilan setelah barang-barang itu diterima.) Pasal 96.d.. (KUHPerd. atas surat pennohonan sederhana untuk diambil tindakantindakan seperlunya guna pemeriksaan barang-barang itu oleh ahli-ahli.. hakim karesidenan ataujika Ia tidak ada. maka kepaIa pemerintahan setempat memerintahkan. dg.) Bila terjadi penotakan penerimaan barang-barang dagangan atau barang-barang lainnya. .753.) Pasal 94. u. setelah pihak lainnya. terhitung dari hari waktu barangbarang itu seharusnya akan sampai di tempat tujuan. 746. 1967. kelambatan penyerahan. tanpa membedakan sudah atau belum dibayar upah pengangkutan. dan kerusakan pada barang-barang dagangan atau barang-barang. terhalang atau tidak di tempat. bila Ia berada di tempat itu juga. S. dan temyata barang-barang itu masih dalam wujud yang semula. Semua hak-menuntut terhadap ekspeditur. KUHD 86 dst. 1925-497. 91.Jika kerusakan atau kekurangannya tidak dapat dilihat dari luar. Raad van justitie atau Hakim Karesidenan atau KepaIa Daerah setempat berwenang dengan cara seperti ditentukan di atas untuk memberi kuasa menual di depan umum barang-barang yang mudah rusak atau sebagian dari barang-barang itu untuk memenuhi pembayaran upah pengangkutan dan biaya lain. (s.

30.10. nama yang dikirimi barang-barang itu. 60. penandatanganan pengirim atau ekspeditur. 93. . kecuali hal itu disebabkan oleh cacat barang itu sendiri. para pengangkut dan juragan kapal harus bertanggungjawab atas semua kerusakan yang terjadi pada barang-barang dagangan atau barang-barang yang telah diterima untuk diangkut. 1139-71. (KUHPerd.1245. 1147. 506. (KUHPerd. nama dan tempat tinggal pengangkut atau juragan kapal. 98. 533. 1617. tanggal penandatanganan.atau oleh kesalahan atau ketalaian pengirim atau ekspeditur sendiri. 454 dst. 342 dst.. atau oleh keadaan di luar kekuasaan mereka. Pasal 91.. Setelah pembayaran upah pengangkutan barang-barang dagangan dan barangbarang yang telah diangkut atas dasar pesanan diterima. 1367. jumlah upah pengangkutan.) Pasal 92. 20. KUHD 87. nama dan berat atau ukuran barang-barang yang harus diangkut beserta merek-mereknya dan bilangannya. Pengangkut atau juragan kapal tidak bertanggung jawab atas kelambatan pengangkutan. bila hal itu disebabkan oleh keadaan yang memaksa. bila cacatnya waktu itu dapat ditihat dari luar. 693. Pengangkut Dan Juragan Kapal Melalui Sungai-sungai Dan Perairan Pedalaman. 95. 50..) Pasal 93. (KUHD 86. Surat muatan harus dicatat dalam daftar harian oleh ekspeditur. 1246. 40.) Bagian 3.. maka gugurlah segala hak untuk menuntut kerugian kepada pengangkut atau juragan kapal dalam hal kerusakan atau kekurangan. KUHD 87 dst.

1800 dst. 1792 dst. 1803. 1147. Ekspeditur. Surat muatan merupakan perjanjian antara pengirim atau ekspeditur dan pengangkut atau juragan kapal. Ekspeditur adalah seseorang yang pekerjaannya menyelenggarakan pengangkutan barang-barang dagangan dan barang-barang lain di darat atau di perairan. 76. seperti misalnya jangka waktu penyelenggaraan pengangkutannya dan penggantian kerugian dalam hal kelambatan. 90.. 1139-71. 1367. dan bila diminta.) Pasal 87. juga meliputi: . KUHD 6 dst. (KUHPerd. Ia juga harus menanggung kerusakan atau kehilangan barang-barang dagangan dan barang-barang sesudah pengirimannya yang disebabkan oleh kesalahan atau keteledorannya. KUHD 88. juga tentang nilainya. (KUHPerd. dan meliputi selain apa yang mungkin menjadi persetujuan antara pihak-pihak bersangkutan..) Pasal 88. (KUHPerd. dengan sarana yang dapat diambilnya untuk menamin mengindahkan segala pengiriman yang baik. Pasal 86. 1244. 95.Bagian 2. Ia harus menjamin pengiriman dengan rapi dan secepatnya atas barang-barang dagangan dan barang-barang yang telah diterimanya untuk itu. (KUHD 91 dst.. Ia harus juga menanggung ekspeditur-perantara yang digunakannya.) Pasal 90.) Pasal 89. Ia diwajibkan membuat catatan-catatan dalam register harian secara berturut-turut tentang sifat dan jumlah barang-barang atau barang-barang dagangan yang harus diangkut.

) Pasal 84. (s. S. (KUHD 81. (KUHD 76-79. dg. 1792. 80 sampai dengan 85. Pemberitahuan dengan telegrap atau dengan surat tercatat berlaku sebagai pemberitahuan yang sah.) . bila pemberi amanat tidak memenuhi tagihan-tagihan komisioner itu terhadapnya dan yang menurut pasal 80 diberi hak mendahului. Pasal 85.t.) Dalam hal pailitnya pemberi amanat. 240 dan 241. maka terhadapnya bertaku juga pasal-pasal 77.d. (s. 82 dan 83.) Pasal 85a. atau kalau tidak demikian. 1938-276. Seorang komisioner yang untuk pemberi amanat telah membeli barang-barang dan menerimanya. dg. dapat diberi kuasa oleh raad van justitie tempat tinggalnya dengan cara seperti ditentukan dalam pasal di atas untuk menjual barangbarang itu.d. 85a. 1906-348. Alinea terakhir pasal 82 berlaku terhadap hal ini. (KUHD 6 dst.Komisioner tersebut berkewajiban untuk memberitahukan kepada pemberi amanat baik tentang permohonan izin itu.. dengan pos pertama yang berangkat. maupun tentang penjualan yang telah terjadi berdasarkan izin itu paling lambat hari berikutnya. (KUHPerd.u. 57 dan 58 peraturan kepailitan mengenai pihak pemegang gadai atau pihak yang berutang berlaku bagi dan terhadap komisioner. S.) Pasal 83. 82 dan 83 sama sekali tidak mengurangi hak menahan yang diberikan kepada komisioner oleh pasal 1812 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.) Bila seseorang atas namanya sendiri atau firmanya dan dengan mendapat upah atau provisi tertentu. bila tiap-tiap hari ada pos ataupun telegrap. 1794. Penundaan pembayaran yang diberikan kepada pihak pemberi amanat tidak menjadi halangan baginya untuk menggunakan wewenang-wewenang yang diberikan kepadanya oleh pasal-pasal 81. KUHPerd. 76. 78. atas order dan atas beban orang lain. Pemberian wewenang-wewenang tersebut dalam pasal 81. mengadakan perjanjian tanpa menjadikannya sebagai perusahaan. 1366 dst. maka ketentuanketentuan dalam pasal-pasal 56.

juga terhadap pihak ketiga.Pasal 79. KUHD 85a. KUHD 81 dst. atau yang telah dibeli olehnya untuk pemberi amanat dan telah diterimanya.) Pasal 80. 1812. demikian pula dalam hal uang yang telah dibayarkan lebih dahulu. dan yang disebut pertama tidak memenuhi tagihantagihan komisioner terhadapnya yang diberi hak mendahului oleh pasal 80. (KUHPerd. 1134. (KUHPerd. 1792 dst. yang diambilkan dari hasil penjualannya. bunga-bunga. Ia tidak mempunyai hak mendahului seperti dimaksud dalam pasal-pasal berikut. Hak mendahului ini mengalahkan segala hak lainnya... maka komisioner membayar pada dirinya sendiri jumlah tagihan-tagihannya yang ada hak mendahuluinya menurut pasal tersebut. . 1425 dst. komisioner mempunyai hak mendahului atas barang-barang yang telah dikirim kepadanya oleh pemberi amanat untuk dijual. kecuah dari pasal 1139-10 dari Kitab Undang-undang Hukum Perdata. biayabiaya dan provisi-provisi. maka dengan memperlihatkan surat-surat bukti yang perlu. 85a. Akan tetapi bila seorang komisioner telah bertindak atas nama pemberi amanat.) Pasal 81. 85. Bila pemberi amanat telah mengirimkan barang-barang kepada komisioner. (KUHPerd. 1139-41..) Pasal 82. dengan amanat untuk menyimpannya sampai ketentuan lebih lanjut atau membatasi kekuasaan komisioner untuk menjualnya. selama barang-barang itu masih ada dalam kekuasaannya. atau untuk disimpan sampai penentuan lebih lanjut. demikian juga untuk perikatan-perikatannya yang masih berjalan. 51 dan 7'. atau bila amanat untuk menjualnya sudah dihapus. Untuk tagihan-tagihan terhadap pemberi amanat sebagai komisioner. atas surat permohonan sederhana komisioner dapat memperoleh izin dari raad van justitie tempat tinggalnya untuk menjual barang-barang itu seluruhnya atau sebagian dengan cara yang ditentukan dalam surat keputusan hakim. diatur oleh ketentuan-ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Perdata dalam Bab "Pemberian Amanat". maka hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Bila barang-barang yang dimaksud dalam pasal 80 dijual dan diserahkan atas nama pemberi amanat. KUHD 80 dst.

1812. dg. 1799. EKSPEDITUR. 79.) Pasal 78. 85a. 1694 dst. KOMISIONER. Seorang kasir yang menangguhkan pembayarannya atau jatuh pailit dianggap karena kesalahannya sendiri menjatuhkan usahanya.u.) BAB V. 262. Bagian 1. Ia langsung bertanggungjawab terhadap sesama rekan dalam perjanjian seolaholah tindakan itu urusannya sendiri. (s.. 240.) Komisioner adalah orang yang menyelenggarakan perusahaannya dengan melakukan perjanjian-perjanjian atas namanya sendiri atau firmanya. Kasir adalah orang yang diserahi kepercayaan untuk menyimpan dan membayarkan uang dengan mendapat upah atau provisi tertentu.. 1792 dst. 1938-276. Komisioner tidak berkewajiban untuk memberitahukan kepada orang dengan siapa ia bertindak tentang yang menanggung beban tindakannya itu. 1802. (KUHPerd. Pasal 76.) Pasal 77. seperti halnya pihak yang bertindak dengan komisioner tidak dapat menuntut pemberi amanat.) . PENGANGKUT DAN JURAGAN KAPAL YANG MENGARUNGI SUNGAI-SUNGAI DAN PERAIRAN PEDALAMAN. Komisioner. KUHD 78. dan dengan mendapat upah atau provisi tertentu.. Pemberi amanat tidak mempunyai hak tagihan terhadap pihak dengan siapa komisioner bertindak. (KUHPerd. 1916. 1792 dst.d. KUHD 6 dst. 85a. (KUHPerd. (KUHPerd. 59. (KUHPerd.Pasal 74. 62. KUHD 6 dst. atas order dan atas beban pihak lain. S..) Pasal 75.

menurut keadaan. Dalam hal pelanggaran larangan yang termuat dalam pasal 65 alinea kedua. 178. . 100. 65 dst. maka para makelar harus menyimpan contoh dari tiap-tiap partai barang yang telah dijual atas dasar contoh dengan perantaraan mereka. Setelah menutup jual-beli surat wesel atau efek lain semacam itu yang dapat diperdagangkan. (KUHD 62. bertanggung jawab atas kebenaran tanda tangan penjual yang ada di atasnya. Makelar yang telah dihentikan dari jabatannya tak dapat sama sekali dikembalikan ke dalam jabatannya. (KUHPerd. dengan dibubuhi catatan yang cukup untuk mengenalinya. akan dihentikan sementara dari tugasnya oleh kekuasaan umum yang mengangkat mereka. 71. dan kemudian dapat dihentikan dari jabatannya oleh hakim. harus dipecat dari jabatannya. demikian pula penggantian biaya-biaya.) Pasal 72. sejauh mengenai mereka. 110113. seorang makelar yang telah dinyatakan pailit.) Pasal 73. 69. makelar menyerahkannya kepada pembeh. Kasir.) Pasal 71. (KUHD 71 dst. 506 dst. 1801.) Bagian 3. hingga pada waktunya terselenggara penyerahan. 1803. atau dihentikan dari jabatannya. (KUHD 65. dengan tidak mengurangi hukuman-hukuman yang ditentukan untuk itu.. Pasal 70. kerugiankerugian dan bunga-bunga yang menjadi kewajibannya sebagai penerima amanat. KUHD 62.Bila tidak dibebaskan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. para makelar yang bersalah karena melanggar salah satu ketentuan yang diatur dalam bagian ini. Seorang makelar dihentikan sementara dari tugasnya oleh keadaan pailit. 187.

dan selanjutnya setiap hari memindahkannya ke dalam buku-harian mereka. 1468 dst.) Hakim dapat memerintahkan para makelar untuk membuka buku-bukunya di hadapan pengadilan untuk mencocokkan petikan-petikan yang dikeluarkan dengan aslinya.) Pasal 66. garis-garis sela. (KUHD 6. Ia tidak diperbolehkan berdagang. mengenai harga beserta syarat-syaratnya yang menjadi dasar pelaksanaan perbuatan itu. petikan-petikan dari buku mereka yang berisi segala sesuatu yang mereka catat berkenaan dengan perbuatan yang menyangkut pihak tersebut. sifatnya. para makelar diwajibkan untuk segera mencatat setiap perbuatan yang dilakukan dalam buku-saku mereka. tanpa bidang-bidang kosong. dilakukannya perbuatan dan penyerahannya. dan semua persyaratan perbuatan yang dilakukan. ataupun bersama-sama dengan pihak-pihak lain. dan mereka dapat menuntut pewelasan tentang itu. 71 dst. para makelar diwajibkan untuk memberikan kepada pihak-pihak yang bersangkutan setiap waktu dan begitu mereka ini menghendaki. ataupun menjadi penjamin perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan perantaraan mereka. ataupun secara berkongsi. KUHPerd.) Pasal 68. waktu perbuatan atau waktu penyerahan.) Pasal 67. (KUHD 62. inengenai sifat-sifat danjumlah barangnya. atau dalam akta pengangkatan disebutkan bidang atau bidang-bidang apa saja pekerjaan makelar itu boleh dilakukan. atau catatancatatan pinggir. dengan menyebutkan dengan jelas nama-nama pihak-pihak yang bersangkutan. maka catatan-catatan yang dipindahkan oleh makelar dari buku-sakunya ke buku-hariannya merupakan bukti antara pihak-pihak yang ber-sangkutan mengenai waktu.Pengangkatan makelar adalah umum. Bila perbuatannya tidak seluruhnya dipungkiri. 1905. (KUHD 66.. (KUHPerd. Dalam bidang atau bidang-bidang di mana ia menjadi makelar.) Pasal 69. yaitu dalam segala bidang. . jumlahnya dan harga barangnya. baik sendiri maupun dengan perantaraan pihak lain. (KUHD 12. 64.

Pekerjaan makelar terdiri dari mengadakan pembelian dan penjualan untuk majikannya atas barang-barang dagangan.. (s. Mereka menyelenggamkan perusahaan mereka dengan melakukan pekerjaan seperti yang dimaksud dalam pasal 64 dengan mendapat upah atau provisi tertentu. 1078.d. Sebelum diperbolehkan melakukan pekerjaan. perkreditan dengan jaminan kapal dan pemuatan kapal. KUHD 62. menyelenggarakan diskonto. dg. 1938-276. (KUHPerd. S.Jam mulai diadakan dan berakhirnya bursa.. bahwa mereka akan menunaikan kewajiban yang dibebankan dengan jujur. atas amanat dan atas nama orang-orang lain yang dengan mereka tidak terdapat hubungan kerja tetap. asuransi. KUHD 67 dst. (KUHPerd. surat-surat wesel. S. 71 dst. perutangan uang dan lain sebagainya. saham-saham dalam dana umum dan efek tainnya dan obligasi.) Makelar adalah pedagang perantara yang diangkat oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau oleh penguasa yang oleh Presiden dinyatakan berwenang untuk itu. Pasal 62. KUHD 59. 681 dst. (KUHPerd. 1906-335. mereka harus bersumpah di depan raad van justitie di mana Ia termasuk dalam daerah hukumnya. 1155.) Pasal 63. 1920-69.) Pasal 64. kapal-kapal. 681. dan segala sesuatu yang berkenaan dengan ketertibannya yang baik diatur oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Keuangan) dengan peraturan tersendiri. 1792 dst. 1078. Makelar. Perbuatan-perbuatan para pedagang perantara yang tidak diangkat dengan cara demikian tidak mempunyai akibat yang lebih jauh daripada apa yang ditimbulkan dari perjanjian pemberian amanat. . 389. surat-surat order dan surat-surat dagang tainnya.u.) Pasal 65. Bagian 2.

makelar.menyediakan suatu perhitungan untuk diperiksa dan memberitahukannya kepada para pesero. 1155. Bursa perdagangan adalah pertemuan para pedagang. Hal itu diselenggarakan atas kekuasaan Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Keuangan). Perseroan yang dibubarkan dibereskan oleh para pengurus.. harga barang-barang dagangan. 57 dan 58. 398. juragan kapal. 539-571. MAKELAR DAN KASIR. 1427. dengan jangka waktu tertentu yang ditetapkan dalam akta. 99. obligasi dalam dan luar negeri. 1938-276. 1077. 621 dst. kasir dan orang-orang lain yang bersangkut-paut dengan perdagangan.) Pasal 61. dan surat-surat berharga lainnya yang dapat digunakan untuk menetapkan kurs. Bursa Perdagangan. (KUHD 52.) Ketentuan pasal 35 berlaku untuk hal ini. Kurs-kurs atau harga-harga yang bermacam-macam itu disusun menurut peraturan atau kebiasaan setempat. (KUHPerd. Rv. Rv. dana-dana. (KUHPerd. 595-31. 262. Pasal 59. s. BAB IV. KUHD 15 13 . biaya pengangkutan laut dan darat. BURSA PERDAGANGAN. 764 dst. (KUHD 32 dst.) Pasal 60. kecuali bila dalam akta hal itu ditentukan cara lain. asuransi-asuransi dan muatan janji laut. 1156.) Pasal 56. KUHD 61. Dari perundingan-perundingan dan kesepakatan-kesepakatan yang diadakan pada bursa disusunlah ketentuan-ketentuan kurs-kurs wesel. Dihapus dg. 389. Rv. Bagian 1. .

kecuali para pesero dalam akta dengan perjanjian tegas komisaris. Setiap pemegang saham sekurang-kurangnja berhak mengeluarkan satu suara. Pasal 55. dengan ketentuan bahwa seorang pemegang saham tidak dapat mengeluarkan lebih dari enam suara apabila modal perseroan terbagi dalam seratus saham atau lebih. Pada perseroan asuransi atas benda-benda tertentu harus ditentukan dalam akta suatu maksimum. dengan atau tanpa para suatu benda yang sama. LN. dan tidak dapat mengeluarkan lebih dari tiga suara apabila modal perseroan terbagi dalam kurang dari seratus saham. Sisa suara yang belum mencapai satu suara tidak diperhitungkan. 1971-20.) Pasal 54. (5) Tidak seorang pengurus atau komisaris dibolehkan bertindak sebagai kuasa dalam pemungutan suara. Laporan itu dapat dilakukan. maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sebanjak kelipatan dari harga nominal saham yang terkecil dari perseroan terhadap keseluruhan djumlah harga nominal dari saham yang dimiliki pemegang. (3) Dalam hal modal perseroan terbagi dalam saham-saham dengan harga nominal yang berbeda. para pengurus diwajibkan setiap tahun membuat laporan tentang laba dan rugi yang diperoleh atau diderita dalam tahun yang telah lampau. yang tidak boleh dilampaui untuk mengasuransikan telah menyerahkan kepada keputusan para pengurus.Pasal 53. (KUHD 246 dst.d. dg.. (4) Pembatasan mengenai banjaknja suara yang berhak dikeluarkan oleh pemegang saham dapat diatur dalam akta pendirian. maupun dengan mengirimkan suatu daftar kepada masing-masing pesero.t. 4/1971. maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sebanyak djumlah saham yang dimilikinja. baik dalam rapat umum. (s. UU No. ataupun dengan .u. 253.) (1) Hanya pemegang saham yang berhak mengeluarkan suara. (2) Dalam hal modal perseroan terbagi dalam saham-saham dengan harga nominal yang sama.

(s. (KUHD 36 dst. kecuali bila ternyata bahwa para pendiri pertama bersama-sama mewakili paling sedikit seperlima dari modal perseroan. diambil dari pendapatan setelah dipotong Akan tetapi dapat diadakan perjanjian. selanjutnya akan ditentukan suatu jangka waktu.digunakan untuk menutupi kekurangan uang itu untuk sebagian atau untuk seluruhnya. maka mereka dalam akta dapat diberi kuasa untuk memeriksa dan mengesahkan perhitungan dan pertanggungjawaban para pengurus. bahwa pembagian-pembagian itu tidak akan melebihi suatu jumlah tertentu. (KUHD 43 dst. S. dan dengan demikian sama sekali tidak ikut serta dalam pengurusan. (KUHD 41.) Izin termaksud dalam pasal 36 tidak akan diberikan. atas nama para pesero. 50. 55. dimana sisa sero-sero atau saham-saham harus sudah ditempatkan.) Pasal 50. (KUHD 49.. (KUHD 48.) . dg. S. Dalam hal yang sebaliknya. 1938-161. 1937-572. Perseroan itu tidak akan dapat mulai berjalan sebelum paling sedikit sepuluh persen dari modal bersama disetor. 54 dst.) Pasal 51.u.) Pasal 52. Bila pekerjaan para komisaris hanya terbatas pada pengawasan terhadap para pengurus. Jangka waktu itu atas permohonan para pendiri selalu dapat diperpanjang oleh Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau oleh pejabat yang berwenang atas penunjukan Presiden berdasarkan pasal 36 alinea kedua. Dalam akta itu tidak boleh diperjanjikan bunga tetap. pemeriksaan dan pengesahan itu harus dilakukan oleh para pesero atau orang-orang yang ditunjuk dalam akta.d. Pembagian-pembagiannya harus dengan segala pengeluaran.) Pasal 49.

para pesero.) Pasal 48. 48.. KUHD 39.) Pasal 47. aktanya harus memuat ketentuan-ketentuan untuk membentuk kas cadangan yang dapat . dengan atau tanpa menerima upah. Untuk menghindari pembubaran menurut peraturan tersebut di atas. 1814 dst. 38. setiap kaii setelah waktu itu lampau.) Pasal 46. 1800 dst.Perseroan itu diurus oleh para pengurus. atau lain-lainnya yang diangkat oleh para pesero. (KUHPerd. KUHD 17. dan demikian pula dalam surat kabar resmi. dan para pengurus bertanggungiawab terhadap pihak ketiga atas perjanjian-perjanjian yang telah mereka adakan setelah mereka tahu atau harus mereka tahu tentang kerugian itu. dengan atau tanpa pengawasan komisaris. bahwa telah diderita kerugian sebesar lima puluh persen dari modal perseroan. Bila kerugian itu berjumiah twuh puluh lima persen. Bila nyata bagi para pengurus. 54 dst. 45. (KUHPerd. 47. para pengurus tak dapat diangkat dengan cara yang tidak dapat ditarik kembali. 52. KUHD 38. 55. 1636. maka mereka berkewajiban untuk mengumumkannya dalam register yang diselenggarakan untuk itu pada kepaniteraan raad van justitie. mereka tidak bertanggung jawab secara pribadi terhadap pihak ketiga atas perikatan perseroan. Perseroan terbatas itu harus didirikan untukiangka waktu tertentu. maka perseroan itu demi hukum bubar. 1646-l'. para pengurus tidak bertanggungiawab lebih daripada untuk menunaikan sebaikbaiknya tugas yang diberikan kepada mereka.) Pasal 45. maka mereka terhadap pihak ketiga bertanggungjawab masing-masing secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya untuk kerugian-kerugian yang diderita oleh pihak ketiga karenanya. (KUHD 39.. (KUHPerd. dengan tidak mengurangi kemungkinan untuk memperparoangnya. Akan tetapi bila mereka melanggar suatu ketentuan dalam akta atau perubahan syarat-syaratnya yang diadakan kemudian.

hal itu dapat dilakukan dengan Pemberitahuan suatu pernyataan kepada para pengurus dari Pesaro bersangkutan dan pihak peneiima pengoperan.) Pasal 42. kecuali bila pengurus dan para komisaris. (KUHD 42. (KUHPerd. atau ahli waris mereka atau mereka yang memperoleh hak. Ketentuan-ketentuan pasal 25 berlaku juga terhadap ini. 50 dst. Pasal 39. maka para pengurus atas perbuatan mereka. para pesero atau pemegang saham atau sero tidak bertanggung jawab lebih daripada jumlah penuh saham-saham itu. menyatakan dengan tegas persetujuan mereka untuk menerima baik penerima hak yang baru itu.) 40.. (KUHPerd. KUHD 41.) Pasal 41.) Pasal 43. bila ini ada. 1417. tetap bertanggungjawab atas penyetoran jumlah yang terutang pada perseroan. terikat secara pribadi untuk keseluruhannya terhadap pihak ketiga. KUHD 43. 613 dst. Selama peadaftaran dan pengumuman seperti yang termaktub dalam pasal yang lalu belum terjadi. Dalam akta ditentukan cara bagaimana sero-sero atau saham-sahan atas nama dioperkan. 955. 1977. atau dengan pernyataan seperti itu yang dimuat dalam buku-buku perseroan itu dan ditandatangani oleh atau atas nama kedua belah pihak.SegaIa sesuatu yang tersebut di atas berlaku terhadap perubahan-perubahan dalam syarat-syarat. (KUHPerd. 6-7. dan demikian pesero lama menjadi bebas dari egaIa tanggungjawab. Rv. para pesero aslinya. 47. Bila jumlah penuh sero atau saham demikian belum disetor. Tiada sero atau sabam blangko dapat dikeluarkan sebelum jumlah sepenuhnya disetor dalam kas perseroan. Modal perseroan dibagi atas sahain-saham atau Sero-sero atas nama atau blangko. 833. atau pada perpanJangan waktu perseroan. 1977.) Pasal 44. (KUHD 45. . 47.

1946-135.u..dg. 48 dst. 1937-572.) Sebelum perseroan tersebut dapat didirikan. 42. Bila izin itu tidak diberikan. Rv. Untuk tiap-tiap perubahan syarat-syarat dan untuk perpanjangan waktu perseroan. S. 1653. KUHD 45.) Bila perseroan itu tidak bertentangan dengan kesusilaan atau dengan ketertiban umum. 1937-572. maka perseroan tidak dapat dibubarkan atas kekuasaan umum.u. maka izinnya diberikan. (KUHD 22 dst. 58.(s. 50. kecuab sekiranya pemberitahuan itu dianggap tidak seyogyanya. KUHPerd.) Perseroan terbatas tidak mempunyai firma. Akta perseroan itu harus dibuat dalam bentuk otentik dengan ancaman akan batal. bila ada alasan-alasannya. menyatakan. S. 1870-64. dg. 1938-276. (s.d. alasan-alasannya diberitahukan kepada para pemohon agar diketahuinya. KUHD 23. dan mengumumkannya dalam surat kabar resmi. 594. (Ov.) Pasal 37.) (s. 37. melainkan mendapat namanya hanya dari twuan perusahaan saja. S. harus juga terdapat izin seperti itu. 1937-572. dan selain itu tidak ada keberatankeberatan yang penting terhadap pendiriannya. dg.. 1923-548. 1335.) . dg. Bila izin itu diberikan tanpa syarat. 23.d. yang pendapatnya dalam hal ini harus didengar.u. S. kecuali setelah Hooggerechtshof (kini: Mahkamah Agung). S. (KUHD 3 dst. 82.d. (AB. dapat digantungkan pada syarat bahwa perseroan itu akan bersedia dibubarkan.d. (s. 51. S..u. 52 dst. pun pula aktanya tidak memuat ketentuanketentuan yang berlawanan dengan hal-hal yang diatur dalam pasal 38 sampai dengan pasal 55. bahwa para pengurusnya telah tidak memenuhi ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat akta perseroan itu.. 105.) para pesero diwajibkan untuk mendaftarkan akte itu dalam keseluruhannya beserta izin yang diperolehnya dalam register yang diadakan untuk itu pada panitera raad van justitie dari daerah hukum tempat kedudukan perseroan itu. Pemberian izin itu. S. bila menurut pertimbangan Gubernur Jenderal (dalam hal ini Menteri Kehakiman) hal itu dianggap perlu untuk kepentingan umum. akta pendiriannya atau rencana pendiriannya harus disampaikan kepada Gubernur Jenderal (dalam hal ini Presiden) atau penguasa yang ditunjuk oleh Presiden untuk memperoleh izinnya. 56. dan tak memakai nama salah seorang atau lebih dari antara para pesero.) Pasal 38. 99.

(KUHPerd. dengan tidak mengurangi kebebasan para pesero atau para penerima hak untuk melihatnya. 1652.) Pasal 33. maka mereka yang bertugas untuk membereskan keperluan itu dapat menagih uang yang seharusnya akan dimasukkan dalam perseroan oleh tiap-tiap pesero menurut bagiannya masingmasing. (KUHD 33. 20. Perseroan Terbatas. KUHD 17. 1652. 56. KUHD 12.) Pasal 35. maka buku-buku dan surat-surat yang dulu menjadi milik perseroan yang dibubarkan itu tetap ada pada pesero yang terpilih dengan suara terbanyak atau yang ditunjuk oleh raad van justitie karena macetnya pemungutan suara. Bila keadaan kas perseroan yang dibubarkan tidak mencukupi untuk membayar utang-utang yang telah dapat ditagih. (Mengenai Maskapai Andil Indonesia dan perubahan Perseroan Terbatas menjadi Maskapai Andil Indonesia. Jika pemungutan suara macet. . harus dibagikan sementara. 56. Rv. Uang yang selama pemberesan dapat dikeluarkan dari kas perseroan. lihat S. 1885.) Pasal 34. 99. (KUHPerd.termasuk para pesero komanditer) mengangkat seorang pengurus lain dengan pemungutan suara seorang demi scorang dengan suara terbanyak. 31. 22. 22. 6-50. Setelah pemberesan dan pembagian itu.) Bagian 3. 1801 dst. bila tidak ada perjanjian yang menentukan lain.. 1939-569. raad van justitie mengambil keputusan sedemikian yang menurut pendapatnya paling layak untuk kepentingan perseroan yang dibubarkan itu. (KUHD 18.) Pasal 36.

Terhadap kelalaian mendaftarkan dan mengumumkan dalam hal perpanjangan waktu perseroan.. Ketentuan pasal 20 alinea pertama tidak berlaku. Firma dari suatu perseroan yang telah dibubarkan dapat dilanjutkan oleh seorang atau lebih. KUHD 30 dst. berlaku ketentuan-ketentuan pasiti 29.) Pasal 31. KUHD 26. maka terhadap pihak ketiga berlaku ketentuan-ketentuan yang berkenaan dengan pasal yang lalu yang dicantumkan dalam surat kabar resmi. (KUHPerd. Pada pembubaran perseroan. 26. 1916.) Pasal 32. para ahli waiisnya tidak menentangnya. bahwa pembubaran. diadakanjuga dengan akta otentik. demikian puia segala perubahan yang diadakan dalam petia4ian yang asfi yang berhubungan dengan pihak ketiga. Pembubaran sebuah perseroan firma sebelum waktu yang ditentukan dalam perjanjian. perpanjangan waktu setelah habis waktu yang ditentukan. baik atas kekuatan perjanjian pendiriannya maupun bila diizinkan dengan tegas oleh bekas pescro yang namanya disembut di situ. 39. serta dengan ancaman hukuman yang tercantum dalam pasal 29. penghentian atau perubahan itu tidak berlaku terhadap pihak ketiga. atau terjadi karena pelepasan diii atau penghentian. KUHD 22. Dalam hal adanya perbedaan antara yang didaftarkan dan yang diumumkan. (KUHPerd. 1651.) Pasal 30. jikalau pesero yang mengundurkan diri sebagai pesero firma menjadi pesero komanditer. kecuali bila dalam perjanjiannya ditentukan lain . 30.. Kelalaian dalam hal itu mengakibatkan.ditentukan dan dianggap tiada seorang pesero pun yang dilarang melakukan hak untuk bertindak dan bertandatangan untuk firma itu. para pesero yang tadinya mempunyai hak mengurus harus membereskan urusan-urusan bekas perseroan itu atas nama firma itu juga. dan mendaftarkannya dan mengumumkannya dalam surat kabar resmi atas dasar dan dengan cara yang ditentukan dalam pasal 23 dan berikutnya. atau bila dalam hal adanya kematian. dan terhadap ini berlaku ketentuan-ketentuan pendaftaran dan pengumuman dalam surat kabar resmi seperti telah disebut. atau seluruh pesero (tidak . dan dalam hal itu ulituk membuktikannya harus dibuat akta. 1646 dst. pelepasan diri. (KUHPerd.

1938-276.) Pasal 28. Setiap orang dapat memeriksa akta atau petikannya yang terdaftar. 2. pekerjaan dan tempat tinggal para pesero firma.d. KUHD 29. pernyataan firmanya dengan menunjukkan apakah perseroan itu umum.d. pada umumnya.u. nama. 444.Pasal 25. S. nama kecil. (KUHD 27 dst. dg. 1036. KUHPerd.u. bagian-bagian dari perjanjiannya yang harus dipakai untuk menentukan hak-hak pihak ketiga terhadap para pesero. ataukah terbatas pada suatu cabang khusus dari perusahaan tertentu. S. dengan menunjukkan cabang khusus itu. dianggap didirikan untuk waktu yang tidak . saat mulai berlakunya perseroan dan saat berakhirnya. 4.) penunjukan para pesero. Pendaftarannya harus diberi tanggal dari hari pada waktu akta atau petikannya itu dibawa kepada panitera. Di samping itu para pesero wajib untuk mengumumkan petikan aktanya dalam surat kabar resmi sesuai dengan ketentuan pasal 26. maka perseroan firma itu terhadap pihak ketiga dianggap sebagai perseroan umum untuk segala urusan. Pasal 27. S. 105. yang tidak diperkenankan bertandatangan atas nama firma.) Pasal 29. 1938-276. (KUHD 38. dan dalam hal terakhir. (KUHD 17. (s. (s. 1851-27 pasal 7.) Petikan yang disebut dalam pasal 24 harus memuat: 1. (KUHD 23. dan dapat memperoleh sahnannya atas biaya sendiri. (Ov.) Selama pendaftaran dan pengumuman belum terjadi. 5. dan selanjutnya. dg. 38.) Pasal 26.) 3.

Pasal 20. Dengan tidak mengurangi kekecualian yang terdapat dalam pasal 30 alinea kedua, maka nama pesero komanditer tidak boleh digunakan dalam firma. (KUHD 19-21.) Pesero ini tidak boleh melakukan tindakan pengurusan atau bekerja dalam perusahaan perseroan tersebut, biar berdasarkan pemberian kuasa sekalipun. (KUHD 17, 21, 32.) Ia tidak ikut memikul kerugian lebih daripada jumlah uang yang telah dimasukkannya dalam perseroan atau yang harus dimasukkannya, tanpa diwajibkan untuk mengembalikan keuntungan yang telah dinikmatinya. (KUHPerd. 1642 dst.)

Pasal 21. Pesero komanditer yang melanggar ketentuan-ketentuan alinea pertama atau alinea kedua dari pasal yang lain, bertanggungjawab secara tanggung-renteng untuk seluruhnya terhadap semua utang dan perikatan perseroan itu. (KUHD 18.)

Pasal 22. Perseroan-perseroan firma harus didirikan dengan akta otentik, tanpa adanya kemungkinan untuk disangkalkan terhadap pihak ketiga, bila akta itu tidak ada. (KUHPerd. 1868, 1874, 1895, 1898; KUHD 1, 26, 29, 31.)

Pasal 23. para pesero firma diwajibkan untuk mendaftarkan akta itu dalam register yang disecliakan untuk itu pada keparliteraan raad van justitie (pengadilan negeri) daerah hukum tempat kedudukan perseroan itu. (Ov. 82; KUHPerd. 152; KUHD 24, 27 dst., 30 dst., 38 dst.; S. 1946-135 pasal 5.)

Pasal 24. Akan tetapi para pesero firma diperkenankan untuk hanya mendaftarkan petikannya saja dari akta itu dalam bentuk otentik. (KUHD 26, 28.)

undang ini dan oleh Kitab Undang-undang Hukum Perdata. (KUHPerd. 1618 dst., KUHD 1.

Bagian 2. Perseroan Firma Dan Perseroan Dengan Cara meminjamkan Uang Atau Disebut Perseroan Komanditer.

Pasal 16. (s.d.u. dg. S. 1938-276.) Perseroan Firma adalah suatu perseroan yang didirikan untuk melakukan suatu usaha di bawah satu nama bersama. (KUHD 19 dst., 22 dst., 26-11, 29; Rv. 6-5o, 8-2 o, 99.)

Pasal 17. Tiap-tiap pesero kecuali yang tidak diperkenankan, mempunyai wewenang untuk bertindak, mengeluarkan dan menerima uang atas nama perseroan, dan mengikat perseroan kepada pihak ketiga, dan pihak ketiga kepada perseroan. tindakantindakan yang tidak bersangkutan dengan perseroan, atau yang bagi para pesero menurut perjanjian tidak berwenang untuk mengadakannya, tidak dimasukkan dalam ketentuan ini. (KUHPerd. 1632, 1636, 1639, 1642; KUHD 20, 26, 29, 32.)

Pasal 18. Dalam perseroan firma tiap-tiap pesero bertanggungjawab secara tanggungrenteng untuk seluruhnya atas perikatan-perikatan perseroannya. (KUHPerd. 1282, 1642, 1811.)

Pasal 19. Perseroan yang terbentuk dengan cara meminjamkan uang atau disebut juga perseroan komanditer, didirikan antara seseorang atau antara beberapa orang pesero yang bertanggung-jawab secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya, dan satu orang atau lebih sebagai pemberi pinaman uang. Suatu perseroan dapat sekaligus berwujud perseroan firma terhadap peseropesero firma di dalamnya dan perseroan komanditer terhadap pemberi pinjaman uang. (KUHD. 16, 20, 22 dst.)

Dari tidak dipenuhinya perintahnya itu, hakim bebas untuk mengambil kesimpulan yang sebaiknya menurut pendapatnya. (KUHPerd. 1888, 1915 dst.; KUHD 67.)

Pasal 9. Bila buku-buku, naskah atau surat-surat berada di tempat lain daripada tempat kedudukan hakim yang mengadili perkara itu, maka ia dapat mengamanatkan kepada hakim dari tempat lain untuk menyelenggarakan pemeriksaan yang dikehendaki terhadap hal itu dan membuat berita acara tentang pendapatpendapatnya serta mengirimkannya. (RO. 33; KUHD 35.)

10 dan 11. Dihapus dg. S. 1927-146.

Pasal 12. (s.d.u. dg. S. 1927-146; S. 1938-276.) Tiada seorang pun dapat dipaksa untuk memperlihatkan pembukuarinya kecuali untuk mereka yang mempunyai kepentingan langsung sebagai ahli waris, sebagai pihak yang berkepentingan dalam suatu persekutuan, sebagai pesero, sebagai pengangkat Pimpinan perusahaan atau pengeloIa dan akhirnya dalam hal kepailitan. (KUHPerd. 573, 1082; KUHD 35, 67.)

13. Dihapus dg. S. 1927-146.

BAB III. BEBERAPA JENIS PERSEROAN. Bagian 1. Ketentuan-ketentuan Umum.

14. Dihapus dg. S. 1938-276.

Pasal 15. (s.d.u. dg. S. 1938-276.) Perseroan-perseroan yang disebut dalam bab ini dikuasai oleh perjanjian pihak-pihak yang bersangkutan, oleh Kitab Undang-

u.d.d.) Sewaktu pemeriksaan perkara di sidang pengadilan berjalan. buku-buku dan surat-surat di mana ia menyelenggarakan catatan-catatan dimaksud dalam allnea pertama beserta neracanya. S. (KUHPerd.) Ia diwajibkan dalam enam bulan pertama dari tiap-tiap tahun untuk membuat neraca yang diatur menurut syarat-syarat perusahaannya dan menandatanganinya sendiri. baik pada sidang pengadilan maupun dengan cara seperti yang diatur dalam pasal-pasal 215 sampai dengan 229 Reglemen Acara Perdata. 35. (KUHD 35. dg.d. S. KUHP 396 dst.) .BAB II.) Setiap orang yang menjalankan perusahaan diwajibkan untuk menyelenggarakan catatan-catatan menurut syarat-syarat perusahaannya tentang keadaan hartanya dan tentang apa yang berhubungan dengan perusahaannya. dengan cara yang sedemikian sehingga dari catatan-catatan yang diselenggarakan itu sewaktu-waktu dapat diketahui semua hak dan kewajibannya. S. hakim bebas untuk memberikan kepada pemegang-buku. kekuatan bukti sedemikian rupa yang menurut pendapatnya harus diberikan pada masing-masing kejadian yang khusus. Pasal 6. agar dapat dilihat di dalamnya atau dibuat petikan-petikannya sebanyak yang dibutuhkan berkenaan dengan soal yang dipersengketakan. 1881. KUHD 12. (KUHPerd. (s. 96. 86. 348.u. Hakim dapat mendengar para ahli mengenai sifat dan isi surat-surat yang diperlihatkan. surat-surat dan telegram-telegram yang diterima dan salinan-salinan surat-surat dan telegiram-telegram yang dikeluarkan. (Rv. 1938-276. (s. 1881. 67. 86. dg.) Pasal 7.) Pasal 8. hakim dapat menentukan atas permintaan atau karena jabatannya.) Ia diwajibkan menyimpan selama tiga puluh tahun. dg.u.) Untuk kepentingan setiap orang. kepada masing-masing pihak atau kepada salah satu pihak untuk membuka bukubuku yang diselenggarakan. 1938-276. PEMBUKUAN. 1938-276. dan selama sepuluh tahun. surat-surat dan naskah-naskah yang harus dibuat atau disimpan oleh mereka menurut pasal 6 alinea ketiga. 66. (s. (KUHD 35.

1878. (s. KUHPerd. 168a. maka Kitab Undang-undang Hukum Perdata berlaku juga terhadap hal-hal yang dibicarakan dalam K-itab Undang-undang ini. KUHD 15. dg. . 15. 1938-276. 286. 1924556.KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG (Wetboek van Koophandel voor Indonesie) S. B. S. 747. (AB.) Selama dalam Kitab Undang-undang ini terhadap Kitab Undang-undang Hukum Perdata tidak diadakan penyimpangan khusus. pasal I sub 21.d. KETENTUAN UMUM. 79 dst. 1938-276 yang berlaku mulai pada 17 Juli 1938 maka Bab I tentang Pedagang dan Perbuatan Dagang (pasal 2 sld 5) telah dihapus. 1938-276. 1. 1617.) Alinea kedua gugur berdasarkan S. S. 1917-129.. 85. 1847-23. 119. BUKU KESATU DAGANG PADA UMUMNYA Berdasarkan S. S.u. Pas. 754. kecuali dengan perubahan redaksional pasal 396. 1774. 296. Anotasi: Seluruhnya KUHD ini berlaku untuk golongan Timur Asing bukan Tionghoa dan golongan Tionghoa. pasal 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful