P. 1
Sistem Hukum Indonesia

Sistem Hukum Indonesia

|Views: 202|Likes:
Published by dena_melani

More info:

Published by: dena_melani on May 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2014

pdf

text

original

SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL

PENGERTIAN HUKUM Tujuan diciptakannya hukum oleh Negara pada prinsipnya adalah : 1. Pengertian Hukum • Menciptakan ketertiban/keteraturan hubungan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. • Mewujudkan keadilan dimana manusia diperlukan sesuai dengan harkat dan martabatnya, bebas dari tindakan yang sewenang – wenang.

Hukum merupakan peraturan-peraturan di dalam masyarakat yang dapat memaksa orang supaya menaati tata tertib dalam masyarakat serta memberi sanksi yang tegas (berupa hukuman) terhadap siapa saja yang tidak mau patuh menaatinya. Pengertian hukum menurut beberapa ahli :

Menciptakan kepastian hukum, dalam arti bahwa tindakan yang dilakukan masyarakat dapat segera ditentukan apakah melanggar peraturan hukum atau tidak.

1.

Hugo de Groot

Hukum adalah peraturan tentang perbuatan moral yang menjamin keadilan.

2.

Leon Duguit

Hukum adalah aturan tingkah laku anggota masyarakat,aturan yang daya penggunaanya pada saat tertentu diindahkan oleh masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersamadan pelangaran terhadapnya akan menimbulkan reaksi bersama terhadap pelakunya. 3. Drs.E.Utrecht,SH

4. Penggolongan Hukum a. Berdasarkan Wujudnya

Hukum adalah himpunan peraturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan karena itu harus ditata oleh masyarakat itu. 2. Fungsi Hukum

1. Tertulis :
Yaitu hukum yang dapat kita temui dalam bentuk tulisan dan dicantumkan dalam peraturan perundangan Negara. Contoh : UUD 1945, UU Sisdiknas.

Hukum yang berlaku di masyarakat berfungsi : • Mengatur hubungan dalam masyarakat, baik antar orang, orang dengan Negara dan antar lembaga Negara. • Melindungi kepentingan masyarakat. • Sebagai alat pengendali pemegang kekuasaan dalam menjalankan roda pemerintahan.

2.

Tak Tertulis Yaitu hukum yang tidak dapat kita temui dalam bentuk tulisan, tetapi hidup dan tumbuh dalam keyakinan masyarakat tertentu (adat). Dalam praktek ketatanegaraan disebut konveksi. Contoh : hukum adat dakwa, pidato kenegaraan presiden setiap 16 Agustus.

Sebagai alat kontrol sosial. • Sebagai sarana untuk menyelesaikan sengketa/konflik sengketa yang terjadi di masyarakat. 3. Tujuan Hukum

b. 1

Berdasarkan Ruang atau Wilayah

Negara Indonesia adalah Negara hukum itu tertuang dalam pasal 1 ayat 3 UUD 1945. Menurut pasal 10 UU No. Hukum Nasional Hukum yang berlaku pada suatu Negara tertentu. Sumber hukum formal meliputi : • • • • Undang – undang Kebiasaan ( hukum tidak tertulis ) Yurisprudensi Traktat Doktrin c. Sebagai Negara hukum Indonesia telah memenuhi ciri – ciri Negara hukum pada umumnya. Berdasarkan pribadi yang diaturnya Hukum yang berlaku bagi golongan tertentu. Sebagai perwujudan Negara hukum pemerintah Indonesia menyelenggarakan sistem peradilan yang bebas dari campuran tangan kekuasaan lain. • Adanya peradilan yang bebas dan tidak terpengaruhi oleh kekuasaan. hukum perdata. 2 . perdata. 2. hukum Islam. Contoh : hukum pidana.SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL 1. Berdasarkan tugas dan fungsinya Hukum Material Hukum yang berisi perintah dan larangan yang harus ditaati. Contoh : hukum adapt. Perbup. Sumber hukum material adalah keyakinan dan perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi materi dari hukum bersumber dari : • • • • • Nilai agama Nilai Kesusilaan Kehendak Tuhan Akal budi Jiwa bangsa Contoh : hukum acara pidana. Hukum antar golongan Hukum yang berlaku bagi dua lebih golongan yang dimasyarakat. Hukum Internasional Hukum yang berlaku antar dua Negara atau lebih Contoh : hukum Perdata Internasional. Hukum Formal Hukum yang berisi tentang tata cara melaksanakan dan mempertahankan hukum material. 1. Contoh: hukum Indonesia. Contoh : hukum pidana. a. hukum acara perdata SUMBER – SUMBER HUKUM Sumber hukum formal merupakan perwujudan bentuk dari isi dan huku material yang menetukan berlakunya hukum formal itu sendiri. • Adanya legalitas hukum dalam segala bentuk. Perda. 14 tahun 1970. • 2. dagang. MACAM – MACAM LEMBAGA PERADILAN 3. yaitu • Adanya pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia. Sumber hukum dapat dibedakan menjadi sumber hukum material dan sumber hukum formal. bahwa : • • • • Peradilan Umum Peradilan Agama Peradilan Militer Peradilan TU Negara 2. Hukum semua golongan. Hukum Amerika 3. 1. Hukum Lokal Hukum yang hanya berlaku pada daerah tertentu. Contoh : hukum adapt Batak.

Juga bukan Negara dictator yang berdasarkan kekuasaan belaka. 4. 2. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengadilan Khusus Pengadilan Militer a. melayani masyarakat serta menegakkan hukum. Dari pasal ini jelas Indonesia adalah Negara hukum. 3. Berdasarkan UU No. d. dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Persatuan Indonesia. Pengadilan Umum a. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan kebangsaan. a. nafkah. Kemanusia yang adil dan beradap. mencerdaskan kehidupan bangsa. Jaksa. Kepolisian Kepolisian merupakan alat Negara yang memiliki peran memelihara keamanan dan keteriban masyarakat. Mengadakan penyelidikan lanjutan mengenai kejahatan dan pelanggaran hukum.” b. dan Hakim. mengayomi. Negara Indonesia adalah Negara hukum ( pasal 1 ayat (3) UUD 1945 ). SIKAP YANG SESUAI DENGAN KETENTUAN HUKUM YANG BERLAKU 5. dan keadilan sosial maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang – undang Dasar Negara Indonesia. 1. c. maka disebut penuntut umum.untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi seegenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. yang berkaitan dengan masalah nikah. “ Kemudian daripada itu. talak. Pembukaan menyatakan : UUD 1945 alenia keempat Keberadaan suatu peraturan perundangan Negara tidak mungkin dapat dilaksanakan secara tegak apabila tidak didukung oleh adanya alat – alat penegak hukum seperti Polisi. Hal ini sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 30 ayat (4) yang menegaskan bahwa kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat Negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi. tugas pokok kejaksaan meliputi : a. dan lainya. b. 3 . rujuk. Jaksa adalah yang mewakili rakyat untuk menuntut seseorang yang melanggar hukum pidana. c. 5 tahun 1991. Mengadakan penuntunan perkara di pengadilan negeri. Pengadilan Tentara b. Menjalankan keputusan dan ketetapan hakim tentang perkara – perkara pidana. Pengadilan Militer Pengadilan militer adalah pemeriksa dan memutuskan perkara dalam lapangan pidana khususnya bagi anggota TNI dan Polri serta seseorang yang menurut undang – undang dapat dipersamakan dengan anggota TNI dan Polri ALAT – ALAT PENEGAK HUKUM Landasan Hukum a. waris. Kejaksaan Kejaksaan adalah alat Negara sebagai penegak hukum yang juga sebagai penuntut umum dalam perkara pidana.SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL Dari ketentuan tersebut sesungguhnya diklasifikasikan sebagai berikut : badan peradilan b. bukan Negara kekuasaan dan kekuasaan dibatasi oleh peraturan perundang – undangan. Pengadilan Agama Pengadilan agama adalah pengadilan yang memeriksa dan memutuskan perkara dalam tingkat pertama dari segala perkara – perkara yang timbul diantara orang Islam. Mengawasi berbagai aliran kepercayaan dalam masyarakat yang mengancam dan membahayakan keamanan masyarakat dan Negara. Pengadilan Tentara Tinggi Pengadilan Tentara Agung Pengadilan Negeri Pengadilan negeri adalah sesuatu pengadilan umum yang bertugas memeriksa dan memutuskan perkara dalam tingkat pertama dari segala perdata dan pidana sipil untuk semua golongan penduduk.yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha esa. perdamaian abadi. menegakan hukum dan memberikan pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat. Pengadilan Umum b.

korupsi berarti penyelewengan atau penggelapan ( uang Negara atau perusahaan dan sebagainya ) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. dan aborsi. artinya tidak dipengaruhi oleh kekuasaan lain. b. amoralitas dan segala penyimpangan dari kebenaran. b. Segala warga Negara bersama kedudukanya didalamnya hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintah itu tidak ada kecualinya ( pasal 27 ayat ( 1 ) 1945 pasal 27 ayat ( 1 ) UUD 1945 ini menegaskan bahwa setiap warga Negara sama kedudukanya dalam hukum serta tidak ada warga negara yang kebal akan hukum. di samping itu. yakni sebagai berikut : a.SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL c. Melakukan freesex. sosial. Sikap dan perbuatan yang bertentangan dengan kaidah hukum diantaranya adalah : • Mencuri. usaha ini dilakukan agar tercipta kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supermasi hukum dan tegaknya Negara hukum. supermasi hukum. bahasa Belanda ) mengandung arti kebusukan. kebejatan. Rasa kemanusiaaan rendah. b. Pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia. ketidakjujuran. dan orang lain itu adalah saudara saudara sendiri yang seharusnya diperjuangkan agar kehidupan meningkat. menyiksa dan membunuh. Melakukan sabotase. Usaha pemerintah untuk meningkatkan kesadaran hukum dilakukuan dengan cara. mengandung persamaan dalam bidang politik hukum. penggelapan. Menata system hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan menghormati hukum agama dan adat. Melakukan pembalakan hutan Membajak hasil karya orang lain. Berjudi. Peradilan yang bebas dan tidak memihak. Mengembangkan dan keputusan diseluruh lapisan masyarakat. korupsi ( koruptie. ekonomi. kita juga dituntut untuk meninggalkan atau menghindarkan sikap dan perbuatan yang jelas – jelas bertentangan dengan kaidah hukum yang berlaku agar tercipta ketentraman hidup dalam masyarakat. berarti setiap tindakan penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang seperti penyalahgunaan anggaran pembangunan. c. b. Korupsi di Indonesia a. Asal Mula Korupsi c. terror dan maker. Korupsi. 4 . lupa bahwa hidup di dunia hanya terbatas dan nanti masih ada hari pembalasan setelah mati. serta menghargai hak asasi manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sikap dan perbuatan yang Bertentangan dengan kaidah Hukum Selain kita harus bertindak berdasarkan perintah – perintah hukum. Penyebab Korupsi a. penyuapan. Rasa kengsaan hilang ( nasionalisme yang rendah ). kultural dan pendidikan. b. dan mereka melupakan bahwa kekayaan dibumi ini seharusnya diperoleh dan diperjuangkan secara adil dan beradab. minum – minuman keras dan prostitusi. keadilan dan kebenaran. Pengawasan yang belum memadai. keburukan. menjambret dan merampok. Menegakan hukum dengan tuntunan lebih menjamin kepastian hukum. artinya mereka melupakan kehidupan orang lain. b. korupsi adalah menggunakan kewenangan jabatan untuk mendapatkan keuntungan atau manfaat individu mengambil bagian yang bukan mejadi haknya. kekrakusan. memperbarui perundang – undangan warisan kolonial dan hukum yang diskriminatif. Nafsu untuk hidup mewah melalui jalan pintas dalam tempo singkat dan tidak terpuji. kolusi dan nepotisme. c. PERAN SERTA UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA Pengertian Korupsi Dalam Negara hukum dikenal tiga prinsip. Kesadaran Hukum Warga Negara Indonesia • • • • • • • Memperkosa. rasa ketuhanan yang rendah sehingga mengabaikan dosa. Menurut Sam Santoso dan kawan – kawan. artinya lembaga pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan belum dapat melaksanakan tugas secara efektif dan efisien. Dalam konteks politik. Mereka lupa bahwa rakyat Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama atas kekayaan dinegara ini. ingin lekas kaya tanpa mengingat haram dan halal. Secara etimologi. a. samapai tega membuat sebangsa menderita untuk kepentingan pribadinya. Legalitas hukum dalam segala bentuknya. mereka lupa bahwa semua warga Negara adalah saudara . yaitu sebagai berikut : a. Jiwa pancasila yang belum mantap disetiap warga Negara Indonesia. termasuk ketidakadilan gender dan ketidaksesuian dengan tuntunan reformasi melalui program legalisasi.

khususnya dalam sosial keuangan. Dalam kehdiran proses pemyelidikan. c. Masyarakat dalam hal mencari. Korupsi dapat dicegah jika perencanaan. memperoleh dan memberikan informasi adanya telah terjadi pidana korupsi. Memperoleh jawaban atas pertanyaan tentang laporan yang diberikan kepada penegak kultural dalam waktu paling lama 30 hari. Menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggung jawab kepada penegak kultural yang menangani perkara tindak pidana korupsi. d. memperoleh dan memberikan informasi adanya dugaan korupsi mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. c. c. Memperoleh pelayanan dalam mencari korupsi kepada penegak kultural yang menangani perkara tindak pidana korupsi. penuntunan dalam siding pengasilan sebagai saksi pelapor.SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL Adanya korupsi dimulai dengan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat atau orang yang diberi kepercayaan untuk mengelola keuangan milik orang banyak sehingga sulit untuk menyatakan kapan mulai adanya korupsi diantara kepentingan keuangan pribasdi dari seorang pejabat ( Negara atau jajaran direksi ( perusahaan ) dan wewenang jabatanya. Perlindungan Hukum bagi Masyarakat Dalam media cetak maupun media elektranik hamper setiap hari disajikan pengadilan – pengadilan masalah korupsi baik oleh oknum eksekutif maupun legeslatif. pengorganisasian.Prinsip ini muncul di dunia barat setelah revolusi perancis dan Negara Anglo Saxon seperti Inggris dan Amerika Serikat pada permulaan abad ke – 19. bahkan dibidang alat penegak kultural yang memperhatikan seluruh warga Negara yang masih mempunyai nurani. Pembentukan UU RI No. f. Pemerintah memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang telah berjasa membantu upaya pencegahan. a. sejak itu penyalahgunaan wewenang demi kepentingan pribadi. kekayaan atau untuk perorangan. kepemimpinan. b. 30 Tahun 2002 tentang komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. pemberantasan. Peran serta Masyarakat dalam UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi e. dan pengawasan/pengendalian dapat dilaksanakan dengan baik. b. Mengefektifkan lembaga penegak kultural yang ada seperti kepolisian. Dengan perlindungan kultural maka rakyat akan merasakan aman dalam membantu usah pemberantasan korupsi di Indonesia. Hak dan tanggung jawab masyarakat seperti diatas tetap harus dilaksanakan dengan berpegang teguh pada asas atau ketentuan perundang – undangan yang berlaku dan sesuaiy dengan norma agama dan norma sosial lainya. Kejaksaan dan lembaga peradilan. atau pengungkapan tindak pidana. Melindungi masyarakat yang menggunakan haknya dan berperan dalam usaha pemberantasan korupsi. d. d. karenanya korupsi diartikan sebagai tingkah laku yang menyimpang dari tugas – tugas resmi suatu jabatan secara sengaja dan melawan kultural untuk kepentingan sendiri yang berupa status. Peran serta itu diwujudkan dalam bentuk hak masyarkat untuk : a. Di Indonesia Dalam UU ini disebutkan bahwa masyarakat dapat berperan serta membantu upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam melaksanakan hak seperti tercantum diatas. dianggap sebagai tindak korupsi. Upaya Pemberantasan Korupsi Usaha yang dilakukan pemerintah antara lain : a. masyarakat perlu mendapatkan perlindungan kultural dari aparat penegak kultural. Negara Indonesia yang mempunyai dasar Negara dan kepribadian luhur tercoreng oleh kebiadaban oknum yang tidak bertanggung jawab yang rela menyengsarakan orang banyak. penyelidikan. Membentuk UU RI No. Mengefektifka pelajaran moral disekolah melalui pelajaran agama dan pendidikan pancasila. b. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku. b. keluarga dekat atau kelompoknya. 5 . saksi atau saksi ahli. Serta harus ada sanksi yang seberat – beratnya jika ada yang melakukan korupsi di Negara kita. Mencari. Memberi penghargaan kepada anggota masyarakat yang telah berjasa dalam usaha pemberantasan korupsi e. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidan Korupsi. Untuk melaksanakan hak – hak masyarakat dalam usaha pemberantasan korupsi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->