P. 1
Bimbingan Konseling

Bimbingan Konseling

|Views: 3,426|Likes:

More info:

Published by: Nugraha Dwi Ananta RN on May 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2015

pdf

text

original

Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling. Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. dan profesional. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. nilai. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. kepribadian. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 . yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. sosial. dan sebaliknya. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap.

dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik. kepribadian. PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor. termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. Oleh karena itu. Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik. Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran.Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005. sosial. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional. yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling. diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. yang dilaksanakan pada akhir PLPG. Pada uji tulis. Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor.

Indikator 1.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4. dan PT. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Waktu : 5 x 50 menit D. SMP. Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. 7. Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. SMA. C. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok. SMK. Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3. Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5. Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B. 2. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4.

Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E. 22/2006 tentang Standar Isi.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi. 5. sebagaimana tampak pada Gambar 1. dalam Permendiknas No. (b) muatan lokal. yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum. dan (c) Materi Pengembangan Diri.Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran. Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975.1 Gambar 1. URAIAN MATERI 1. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 . yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1.

ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. keunikan. Meskipun demikian. konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1. di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor.2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan. Gambar 1. Dengan kata lain.3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan.3. Persamaan. Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru. yang dapat dan oleh karena itu perlu. bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler. dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. dan keterkaitan antara wilayah layanan. konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan.Satu Untuk UNM Gambar 1. sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru.

Dengan kata lain. yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi.Satu Untuk UNM 2. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. harapan dan nilai-nilai yang dianut. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. psikis maupun sosial. penyalahgunaan alat kontrasepsi. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. revolusi teknologi informasi. minuman keras. tawuran. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. atau bebas dari masalah. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat. menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. dan moral-spiritual). sosial. Psikotropika. atau searah dengan potensi. atau di luar jangkauan kemampuan. Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. lurus. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . Untuk mencapai kematangan tersebut. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia). proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. emosi. meminum minuman keras. baik fisik. dan kesenjangan perkembangan tersebut. Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. pertumbuhan kota-kota. Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. intelektual.

narkotika. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan. serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. ectasy. 20 Tahun 2003).Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya. Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. seperti: ganja. yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). putau. kriminalitas. remedial. Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan. efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi. Dengan demikian. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. (2) berakhlak mulia. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. dan bidang bimbingan dan konseling. dan sabu-sabu). bidang instruksional atau kurikuler. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik. pengembangan potensi. adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan. dan pergaulan bebas (free sex). Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. pendidikan yang bermutu. tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. klinis. dan terpusat pada konselor. karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut.

Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. 3. dan karir. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . baik dalam kehidupan pribadi. dan karir. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. Atas dasar itu. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut. a. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. kekuatan. yang meliputi aspek pribadi. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. psikis. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. masyarakat. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. sosial. dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). dan staf administrasi). maupun lingkungan kerja. baik menyangkut aspek pribadi. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. maupun karir. 1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan tugas-tugas perkembangannya. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. belajar. guru-guru. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh. sosial. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. orang tua peserta didik. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. sosial. dan spiritual). belajar (akademik). perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik. belajar.

tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. atau silaturahim dengan sesama manusia. mencatat pelajaran. baik fisik maupun psikis. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. maupun masyarakat pada umumnya. 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. mengggunakan kamus. tempat kerja. 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. b. seperti keterampilan membaca buku. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 . Memiliki rasa tanggung jawab. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. pergaulan dengan teman sebaya. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut. 2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. disiplin dalam belajar. 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut.Satu Untuk UNM keluarga. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan.. 10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. persaudaraan. seperti kebiasaan membaca buku. menghormati atau menghargai orang lain. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Sekolah/Madrasah. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. 5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan.

memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. 8) Mengenal keterampilan. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. c. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. Fungsi Bimbingan dan Konseling a. kemampuan. 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. asal bermakna bagi dirinya. kemampuan dan minat. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. prospek kerja. Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. Fungsi Pemahaman. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. yaitu kecenderungan arah karir. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. Oleh karena itu. mengerjakan tugas-tugas. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. dan sesuai dengan norma agama.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. dan kesejahteraan kerja. 4. 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. tanpa merasa rendah diri. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut.

keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. jurusan atau program studi. penyalahgunaan obat-obatan. home room. e. diantaranya: bahayanya minuman keras. drop out. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Fungsi Penyaluran. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. supaya tidak dialami oleh peserta didik. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. bakat. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler. Melalui fungsi ini. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. d. Berdasarkan pemahaman ini. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 .Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. sosial. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. merokok. informasi. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). maupun karir. b. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. baik menyangkut aspek pribadi. dan karyawisata. Dalam melaksanakan fungsi ini. Fungsi Penyembuhan. dan remedial teaching. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. dan bimbingan kelompok. c. dan norma agama). tutorial. Fungsi Pengembangan. pekerjaan. belajar. Fungsi Preventif. dan pergaulan bebas (free sex).

bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. maupun dewasa. remaja. c. Bimbingan menekankan hal yang positif. dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Fungsi Adaptasi. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. 5. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . konselor. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). baik pria maupun wanita. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. b. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. memilih metode dan proses pembelajaran. g. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik. Fungsi Penyesuaian. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). dan kebutuhan peserta didik (peserta didik).Satu Untuk UNM f. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. minat. baik anak-anak. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik). karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. a. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik. Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. kemampuan.

perusahaan/industri. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. tetapi juga di lingkungan keluarga. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. yaitu meliputi aspek pribadi. menyesuaikan diri. dan pekerjaan. b. dan peluang untuk berkembang. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. dan masyarakat pada umumnya. pendidikan. Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya. d. 6. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan. Mereka bekerja sebagai teamwork. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. memberikan dorongan. sosial. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. Asas kesukarelaan. e. Asas Kerahasiaan. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. lembagalembaga pemerintah/swasta. f. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. a. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek.

Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. f. Asas kegiatan. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. tidak monoton. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). c. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. g. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . saling menunjang. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. h. Asas kemandirian. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. mampu mengambil keputusan. Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Asas Kekinian. Asas Keterpaduan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. harmonis. dan terpadu. Asas keterbukaan. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. Agar peserta didik dapat terbuka. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. e. Asas Kedinamisan. d.

Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. Di pihak lain. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. yaitu nilai dan norma agama. Asas Keharmonisan. namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. guru-guru lain. Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Dengan kata lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. ilmu pengetahuan. Asas Alih Tangan Kasus. dan kebiasaan yang berlaku. adat istiadat. namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. j. Asas Keahlian.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. i. hukum dan peraturan. 7. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. menghayati. atau ahli lain . perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . Dalam hal ini. Lebih jauh. k.

namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar. Jenjang Taman Kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. Berikut ini. advicement. Dengan kata lain.Satu Untuk UNM signifikan. a. Sebaliknya. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor. sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. Secara hukum. Secara programatik. yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. b. posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor. juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. c. melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). Jenjang Sekolah Dasar. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada. Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . Jenjang Sekolah Menengah. Namun demikian. Sampai saat ini. antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi.

Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal. Peran konselor. serta pengembangan system support. d.Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. karier. dan akademik siswa. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling. individual student planning. maupun fungsi kuratif. dan SM. Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air. pemberian layanan responsive. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . Jenjang Perguruan Tinggi. yang meliputi fungsi preventif. developmental. serta system support. sebagai salah satu komponen student support services. SD. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. sosial. Namun. dan responsive services. alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services. Pada jenjang ini. konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. akademik. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling. dan karier mahasiswa dibutuhkan.

Membandingkan komponen program pada pola 17. Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Waktu : 5 x 50 menit D. Indikator 1. 3. dan pola komprehensif 3. Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Judul B. 6. dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5. pola 17 plus. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. 2. 4. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Pola 17 plus. Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4.

dan pengembangan karir peserta didik. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. rancangan. mengandung arti bahwa bentuk. sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. D. belajar. tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran.Satu Untuk UNM 7. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. bakat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. URAIAN MATERI 1. guru. a. 9. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Namun. dan 22 . Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal.

dan Konseling Gambar 2.1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi. Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. responsif. Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor.Satu Untuk UNM b. Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum.1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru. dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. c. perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor. Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya. Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 . melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar.

karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. dan (4) dukungan sistem. 2. di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus. Di sebutkan demikian. Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. penempatan dan penyaluran. belajar. tujuah jenis layanan (orientasi. yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia. Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi. (3) perencanaan indiviual.2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 .Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. bimbingan kelompok. himpunan data. dan karir). serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. sosial. (2) pelayanan responsif. Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. informasi. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. dan pelimpahan kasus). Dalam pola ini. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. konseling perorangan. dan konseling kelompok). konferensi kasus. serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. kunjungan rumah.

referal. akses TIK. konsultasi. konseling sebaya. informasi.Satu Untuk UNM Gambar 2. Gambar 2.4.3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2. akuntabilitas.4. konseling individual. konseling kelompok. kunjungan rumah. dan pengembangan profesi). sistem najemen. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 . konferensi kasus. penempatan & penyeluran. kolaborasi. bimbingan kelompok. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi.

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

dibantu mengidentifikasi masalah. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. (11) masalah tawuran. penemuan alternatif pemecahan masalah. Melalui konseling. (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja.Satu Untuk UNM malas beribadah. (8) menampilkan pribadi yang matang. Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. dan kepolisian. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. sosial. psikiater. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. kehadiran. mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya. (10) masalah pergaulan bebas (free sex). Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. kecanduan narkoba. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. maupun moral-spiritual (hal ini penting. 3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. (12) manajemen stress. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik). dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. penyebab masalah. seperti depresi. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. (5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. suasana kerja. dan penyakit kronis. tindak kejahatan (kriminalitas). dan (13) masalah dalam keluarga. dan pribadinya). dan prospek kerja). baik dalam aspek emosional. seperti psikolog. persyaratan kerja. dokter. membantu memecahkan masalah peserta didik.

Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah.Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan . dan (6) pekerjaan). Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. orang tua. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik. (2) instansi swasta. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah. 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. tetapi juga oleh orang tua di rumah. (3) organisasi profesi. menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. melakukan referal. pengertian. seperti psikolog. dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). dapat dilakukan beberapa upaya. psikiater. yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. dan dokter. 6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling.

informasi. perkembangan. penafsiran hasil asesmen. melalui kunjungan ke rumahnya. perencanaan. karir. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. baik akademik maupun non-akademik. maupun karir. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. dalam upaya menggentaskan masalahnya. belajar. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. memonitor. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. kolaborasi. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. dan rencana yang telah dirumuskannya. Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya. dan advokasi implementasi pelayanan ini. tujuan. c. konseling individual. rujukan. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. (2) mampu merumuskan tujuan. baik menyangkut aspek pribadi. dan mengelola rencana pendidikan. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. sosial. Kegiatan orientasi. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu.

Melalui kegiatan penilaian diri ini. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. sosial. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. belajar. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. dan penyaluran). 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. Melalui pelayanan perencanaan individual. informasi tentang Sekolah/Madrasah. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. karir. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. peserta didik akan memiliki pemahaman. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. dan karier. peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. merencanakan karir. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . sosial. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. dan pengembangan pekerjaan. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh.Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. dunia kerja. dan masyarakatnya. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. dan sosial-pribadi. penerimaan. (2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. atau aspek-aspek pribadi.

Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). a) Pengembangan Professionalitas. tata kerja. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas. b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. (b) kegiatan manajemen. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). (3) memelihara. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. seperti seminar dan workshop (lokakarya). (c) riset dan pengembangan. orang tua. atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana). staf. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. staf Sekolah/Madrasah lainnya. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. pengembangan pemanfaatan sumber daya. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. (b) aktif dalam organisasi profesi.Satu Untuk UNM d. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program.

dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dan orang tua peserta didik. (2) instansi swasta. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. seperti psikolog. (3) organisasi profesi. dokter. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. terarah. psikiater. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). dalam arti dilakukan secara jelas. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. sistematis.Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. melakukan referal. Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara.

Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3. Indikator 1. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. 5. mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C. Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2. 2. Waktu : 5 x 50 menit D. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. Judul B. 4.

seni. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi. dan keagamaan). Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. jurusan. kondisi dan kualifikasi konselor. guru. Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli. yang menyangkut karakteristik peserta didik. Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal.Satu Untuk UNM E. Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. motif belajar. Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. olahraga. Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. Uraian Materi 1. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik). minat-minatnya (pekerjaan. staf administrasi. Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a. seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu. masalah-masalah yang dialami. dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan. orangtua. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. dan kepribadian. Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . sikap dan kebiasaan belajar. dan anggota masyarakat lainnya. atau tugas-tugas perkembangannya. Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing. kecerdasan. Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. menyusun suatu rencana. a.

b. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah. yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. d. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya. Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis. Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. Misalnya. Kelas mana yang berprestasi baik.Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya. b. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya. Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. Membantu orangtua mengenal anaknya. b. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis. Sama hal dengan yang disebutkan diatas. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. c. dan sebagainya. yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum. c.

2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. bagaimana itu dilakukan. staf administrasi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan. c. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran. penyedia layanan. Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. e. pemilihan kelanjutan studi. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.Satu Untuk UNM d. orangtua. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula. tenaga bantu. warga masyarakat. staf sekolah lainnya. pimpinan. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling. Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. guru. mana siswa yang loyo. Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan. pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat.

khususnya tes psikologi. otobiografi. tes kepribadian. Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing. buku harian. Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya). guru. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan. Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. angket (langsung dan tak langusng). konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa. orangtua. ataupun tes hasil belajar. Untuk penggunaan teknik tes. daftar cek masalah (problem check-list). tes bakat. proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. dan sebagainya. sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya. antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia. dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data. guru. kenang-kenangan masa muda dan case history). disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. bagaimana instrumen itu diadakan. Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. tes minat. 4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia. interview (langsung dan tak langsung). bogragfis (biografi. Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. sosiometri.

(2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. (4) sasaran pelayanan. Berdasarkan hasil analisis data. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan. Secara umum. Terakhir. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target.Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. (3) format kegiatan. kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan. menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa. buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan. dan (5) volume/beban tugas konselor. Dalam merumuskan program. Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan. 2. rencana. Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan.

untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi. b. Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). (c) Komponen Perencanaan Individual. c. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. untuk membangun pemaknaan. dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. f. Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. (b) Komponen Pelayanan Responsif. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran.Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. dan 3) Tindakan. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. e. Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. Komponen Program. yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. internalisasi. pribadi-sosial. karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan.

Pelayanan Dasar 2. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program.1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Program Tahunan dan Program semester. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Pelayanan Responsif 3. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu.Satu Untuk UNM g. bulanan. untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . dan mingguan. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4. Tabel 3. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. semesteran. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan.

Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. j. Program Tahunan. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . dan alih tangan (referal). Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. h. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. i. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. Program Semesteran. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. rasional. Dilihat dari jenisnya. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. konferensi kasus (case conference). yaitu: 1. buku-buku. 3. kunjungan rumah (home visit). 2. Program Bulanan. atau majalah dinding). dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. Secara operasional. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. brosur.Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. dan realistik. k.

terencana. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. teknologi. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. 3. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan. serta 44 . penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani. kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia.Satu Untuk UNM 4. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. Program Harian. Tugas perkembangan tersebut. Program Mingguan. Madrasah Aliyah. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. perlu disusun silabus bimbingan konseling. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. 5. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis. persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi. bermasyarakat. sosial.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 . Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG).Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling.

Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. 5. Waktu : 4 x 60 menit D. Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 . Judul : Organisasi. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Indikator 1. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Fasilitas. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 2. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B. 4. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A.

kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Uraian tugas masing-masing personil tersebut. 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. Tugas secara kepala menyeluruh.Satu Untuk UNM E. 5) Menyediakan fasilitas. a. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya). 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. latihan. bulanan. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan. semesteran. dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . sehingga pepelayanan pengajaran. URAIAN MATERI a. orang tua peserta didik. harmonis dan dinamis. Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. khususnya pepelayanan pelaksana utamanya. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut. program mingguan. 2) Menyediakan sarana dan prasarana. tenaga. b. 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. guru. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling. dan masyarakat.

10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. tenaga inti dan ahli. mingguan. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. 9) Mempersiapkan diri. dan tahunan. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. c. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. semesteran. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. prasana dan sarana.Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. d. Konselor Sebagai pelaksana utama. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan.

Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan. e. dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Wali Kelas Sebagai pembina kelas. program pengayaan). Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. f. serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling. seperti konferensi kasus.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. b. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada.

Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi. dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka. (2) ruang tamu. Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. ukuran. Gambar 4. Jumlah ruang kerja staff. jenis dan jumlah ruangan. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah. dan ruang konseling individual. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan.1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . (3) ruang konseling individual (4) ruang data. dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga.Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi.

Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. AUM.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. ITP. dan berbagai data serta informasi lainnya. 3) Alat penyimpan data. tes bakat Sekolah/Madrasah. khususnya dalam bentuk himpunan data. dan tes prestasi belajar. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan. tes bakat khusus. pedoman wawancara. tes/inventori kepribadian. map dan file dalam komputer. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. angket (angket peserta didik dan orang tua). dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling. pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). referal). Fasilitas Lain Selain ruangan. sosiometri. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . dan buku harian) b. tes/inventori minat. Yang tidak kalah penting ialah. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. format satuan pelayanan. biografi dan autobiografi. buku program semesteran. c. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. buku pribadi. catatan anekdot. Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. maka perlu disediakan map pribadi. buku kasus. skala penilaian. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik. format-format surat (panggilan. Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. daftar cek. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. dan format evaluasi. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. himpunan data peserta didik. format pelaksanaan pelayanan. Untuk menyimpan berbagai keterangan.

blanko konferensi kasus. 4) Kelengkapan penunjang teknis. data kehadiran peserta didik. dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. seperti data informasi. para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. blanko surat. LCD. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . dan CD interaktif. analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. mengolah data. tape recorder. buku-buku panduan. kartu konsultasi. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. kartu kasus. laporan kegiatan pelayanan. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien. dan agenda surat. belajar maupun karir. paket bimbingan. perangkat ungkap masalah. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. perangkat elektronik (seperti komputer. program database peserta didik. Dalam konteks ini. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. modul bimbingan. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. film. TV). serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. leger Bimbingan dan Konseling. buku hasil wawancara. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. sosial. atau buku materi pelayanan bimbingan.Satu Untuk UNM harus dicatat. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. seperti alat tulis menulis. CD pembelajaran. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. OHP. dan beberapa perangkat tes tertentu.

d. data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. data peserta didik dalam kelompok kelas. penyelenggaraan MGMP. sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi. Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . sosial. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah. Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. pembelian buku pendukung/sumber bacaan. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi. Komponen anggaran meliputi: a. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. belajar dan karir juga harus tersedia.

Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya. Evaluasi Bimbingan Konseling a. Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan. tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. e. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan. Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . penyiapan perangkat konseling kelompok). atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. Menurut Shertzer dan Stone (1966). Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan.Satu Untuk UNM c. atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah.

6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. perolehan guru pembimbing. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. orang tua. 5) Respon siswa. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. personil sekolah. pencapaian tugas-tugas perkembangan. Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. 2) Keterlaksanaan program. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. dan hasil belajar. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. kegunaan layanan menurut siswa. 2. dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. b. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. perolehan siswa dari layanan. guru mata pelajaran. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 .

kurang tepat.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. angket. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan. orang tua. 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. guru mata pelajaran. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. pedoman observasi. Berdasarkan temuan yang diperoleh. pedoman wawancara. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses). serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. Instrumen itu diantaranya inventori. Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. Untuk memperoleh data yang diperlukan. dan studi dokumentasi. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. tokoh masyarakat. Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. para wali kelas. Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. kepala sekolah. maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. dan (2) mengembangkan program. dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. c.

organisasi profesi bimbingan. penerimaan. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8. tes. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. dan sebagainya. Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. sekolah lanjutan. Kualitas pemahaman. orangtua) 1. studi dokumentasi. Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4. Kualitas kedisiplinan siswa 6.Satu Untuk UNM depdikbud. angket. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4. kepala sekolah. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. analisis hasil kerja siswa. EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1. Respons stakeholder (siswa.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . guru. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. Kualitas sikap sosial siswa 7. Prestasi belajar siswa 5.2. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. observasi. dan sebagainya. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. dan pangarahan diri siswa 3. Tingkat partisipasi personel 3. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara. Memberikan umpan balik bagi konselor 2.

Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. 3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. e. pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. d. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. 1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut. 5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan).

dan/atau klasikal. motivasi. ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. kreatifitas. 3) Penilaian jangka panjang (laijapang). dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik. seperti sikap. apresiasi terhadap nilai dan moral. kebutuhan peserta didik yang belum terlayani. peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud. 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan. konsep diri. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . merupakan penilaian tahap awal. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. lisan dan/atau tulisan. Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). kelompok. kebiasaan. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif. b. Dilihat dari jenisnya. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. seperti satu semester. merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu.Satu Untuk UNM a. Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. f. kemampuan personil dalam melaksanakan program. (2) media. Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. keterampilan dan keberhasilan belajar. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). kemam-puan berkomunikasi.

Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program. serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. koordinator dan kepala sekolah. Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing. psikologis. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal. melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain. Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik.

3. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. Indikator: 1. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4. Waktu : 6 x 50 menit D. C. Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. Uraian Materi 1. E. 5. 2. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. 2005). khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4. 6. Judul B. Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu.

Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. g. f. 2. yaitu: a. b. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. e. (3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. b. d. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a. Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik. Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif. (2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. c. (b) pembiasaan operan. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. Bagi para ahli modifikasi perilaku. dan (c) peniruan. Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik.

Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. Assesment. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli. atau kemungkinan kerugiannya. 4. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. b. d. (4) dirumuskan secara spesifik c. kekuatan dan kelemahannya. dan area pola hubungan Konselor interpersonal. (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli.Satu Untuk UNM c. (4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . (2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. apakah tujuan itu realistik. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. kemungkinan manfaatnya. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a. Goal setting. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. b. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli.

penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. 6. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a. f. atau contoh nyata langsung). penasihat. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. d. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. 5. pemberi dukungan dan fasilitator. b. peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 .Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. c. Feedback. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan. d. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. konselor berfungsi sebagai konsultan. atau melakukan referal. c. guru. e. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya. Evaluation termination. Technique implementation. Dalam proses ini. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu. tape recorder. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. e.

7. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental. Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan. sebagai berikut: a. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu. Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100). Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus. Ekstingsi. Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan. Time-out. frekuensi penguat dapat dikurangi. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. c. Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. Desensitisasi sistematik. disebut sebagai shaping. Skedul penguatan. misalnya dalam menit. c.Satu Untuk UNM a. b. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Implosion dan flooding. Untuk mempelajari keterampilan baru. Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit. dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. Selain teknik-teknik umum tersebut. Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. Shaping. supaya perilaku tetap bertahan b. Setelah terbentuk. sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0).

Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik). Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Tugas Latihan 1. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. dapat menggunakan model audio. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. Flooding lebih ringan sifatnya. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. Latihan Asertif. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. kesulitan menyatakan tidak. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Pengkondisian Aversi. 3. 2.Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral. 4. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model. Pembentukan Tingkah laku Model. f. e. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . model fisik. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung.

Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. dan kompeten. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. E. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. Waktu : 5 x 50 menit D. Indikator: 1. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . 3. Judul B. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 2. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4. Uraian Materi 1. Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu. Sebaliknya. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 6. C. bahagia. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. 5. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas.

REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. dan keran itu tidak produktif. dan Emotional Consequence (C). interpretasi. Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. yaitu Antecedent event (A). Belief (B) yaitu keyakinan. Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. Menurut Gladding (2004). Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . bijaksana. tingkah laku. dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. 2. atau sikap orang lain. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. pandangan. sangat personal. Keyakinan seseorang ada dua macam. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi. dan irasional.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. masuk akal. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. nilai. Belief (B). emosional. Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. yang dapat diterima menurut akal sehat. kejadian. Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). Perceraian dalam keluarga. dan kerana itu menjadi prosuktif. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. tidak masuk akal. kelulusan bagi siswa. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah.

Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. konatif. manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran. perasaan dan tindakannya. berpikir dan merasa.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. menyukai kesenangan sesaat. c. supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. untuk berminat terhadap orang lain. Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. untuk kreatif. tidak toleran. tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). Dengan demikian. belajar dari kesalahan. berpikir. rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. d. sangat sugestif dan mudah terganggu. Dengan demikian. merasa dan berperilaku secara simultan. atau antara kenyatan dan imajinasi. berlaku proses yang sama. Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. untuk melakukan kesalahan yang sama. pada saat yang bersamaan mereka kognitif. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. dengan memori yang terdahulu. mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri. Orang mempersepsi. Tetapi. Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. Dalam hal perilaku yang terganggu. perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. Tetapi. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. wishful thinking. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. b. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri. untuk berpikir. kebiasaan yang merugikan diri sendiri. rnenghindar berpikir panjang. untuk percaya tahayul. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. dan motorik. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka. Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 .

rasa marah. (4) toleransi terhadap pihak lain. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap. pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi. dan (10) menerima kenyataan. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. (8) penerimaan diri. cara berpikir. kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. rasa bersalah. 3. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris. dalam konseling REBT. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama. (3) pengarahan diri. Ketiga. (6) menerima ketidakpastian. rasa berdosa. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang.Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. merasa was-was. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. (7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. Tujuan Konseling Menurut REBT. (2) minat sosial. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya. (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media. (9) berani mengambil risiko. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. Di samping itu. persepsi. rasa cemas. (5) fleksibel. pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu. Kedua. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 .

Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika.Satu Untuk UNM 4. ilmiah. Operasionalisasi tugas konselor. empatik. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. persisten. artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. konselor adalah aktif dan direktif. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli. b. Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. menambah respek. c. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. konkret. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. 5. Aktif-direktif. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT. Kognitif-eksperiensial. berpengetahuan luas. lebih edukatif-direktif kepada konseli. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT. Behavioristik. d. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan. b. genuine. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a. Dalam Konseling REBT. Perlu repetisi konsisten. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. sebagai berikut: a. Emotif-ekspreriensial. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional. Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini.

atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. sugesti. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. afektif. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. c.Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya. d. tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka . desensitisasi. dukungan dan lain-lain. mendorong. humor. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. 2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional.terutama yang menimbulkan gangguan. b. dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. a. pelatihan asertivitas. Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih. REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom. 6. Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik. bermainperan.

c. konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis. 2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. membiasakan diri. dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri. mengobservasi. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru. maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. Dengan tugas rumah yang diberikan. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. latihan. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment. mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). atau meniru model-model sosial. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 .

Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3.Satu Untuk UNM F. 4. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . Tugas Latihan 1. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT.

Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. Judul B. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. 3. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. 5. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik. 7. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Indikator: 1. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3. Waktu : 5 x 50 menit D. 2. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. 6. Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C.

Manusia bersifat intensional. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers. Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. 1980). Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. realistik. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif.Satu Untuk UNM E. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. mereka mencari makna. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain. Manusia tidak pernah statis. nilai. Uraian Materi 1. dan memiliki kreativitas. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964). terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. Nierkegaard. b. dan Sartre. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Nietzsche. e. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. d. Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. Manusia merupakan seseorang yang ada. aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi. konstruktif. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. c. and trustworthy (Rogers. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. ingin berkembang kearah yang lebih baik. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen. Menurut Rogers. Heidegger. sebagai berikut: a. Setiap pribadi adalah orang yang sadar.

memerlukan penghargaan positif. Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. antara lain: a. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. keyakinan serta pandangan-pandangan individu. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat. yang unik. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. persepsi cara berfikir. Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. kasih sayang. Tetapi. Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. 4. Tetapi. ia tidak akan diterima atau dihargai. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . pengalamannya tertekan. karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. bila ia konform. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. Memperbaiki dan mengubah sikap. orang akan menjadi makin maladjusted. Dalam pandangan pendekatan humanistik.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. c. b. b. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). 2. orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. 3. dan penerimaan. pada masa kanak-kanak. d. Makin jauh jurang antara keduanya. perhatian. Dengan perkataan lain.

Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. d. Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. sebagai instrumen perubahan. meliputi: a. Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. dan (3) congruence genuineness. 6. c. limited questioning (pertanyaan terbatas. e. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. b. understanding (pemahaman). (2) positive regard (acceptance). Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. Rogers. d. Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. encouragement (memberi dorongan). 5. respect (rasa hormat). Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling. Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. (Rogers. e. reassurance (menentramkan hati). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 .1980). sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. Kongruensi centered counseling. tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. acceptance (penerimaan). f. dan g.Satu Untuk UNM c. berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka. yaitu 1) empathy. Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng. Konselor menggunakan dirinya sendiri.

Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi. mengarahkan diri. mewujudkan dirinya. 4. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. 2. b. F. Tugas Latihan 1. memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik. mengambil keputusan yang tepat. 3. Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi. c. dan d. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi).Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling.

Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. Judul B. Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut. yaitu bertindak sebagai konselor. konseli. d. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan. Indikator: 1. Selama simulasi dialog konseling. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. 3. Ikuti prosedur berikut: a. Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap. dan pengamat. Setelah sesi dialog. e. Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Waktu : 6 x 50 menit D. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. 2. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang).Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian. c. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 .

Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. menasehati. Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi. mengkonseling. Bahkan. Keterampilan mengempati perasaan 5. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. 1. konselor. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. Namun demikian. Keterampilan membuat paraprase 4. pada sejumlah pekerjaan menolong. yaitu: 1. E. Keterampilan penampilan dalam penerimaan. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi. Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik. dan semacamnya. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya. Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif.Satu Untuk UNM 4. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain. 2. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . Untuk bisa menolong orang lain. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. Karena itu. bahwa anda bersedia menerimanya. seperti guru. dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. psikolog. konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif. mengarahkan. Keterampilan membuat ringkasan 6. Mereka menolong orang lain—mengajar. proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya.

3) Pandangan mata yang berbinar. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri. ekspresi wajah. jika ingin menjadi seorang penolong.Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. Penampilan badaniah yang baik. 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. tegang. 5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda. yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi. Yang penting diingat. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending. 4) Ekspresi wajah yang responsif. antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat. b. Kontak mata yang baik. meliputi: a. dan gerakan anggota badan. Penampilan badaniah. tidak spontan. meliputi posisi tubuh. Kontak Mata (Eye Contact).

maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos. Pandengaran yang kurang baik. Pengelolaan suara yang baik. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. dan penglolaan suara. 2. Pengelolaan Suara. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya. antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan. tanpa sistematika yang jelas. antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain. ya. perasaan. Pendengaran (listening). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . d. antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara.‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan. tidak teratur. kontak mata. lalu. atau berbelit-belit. dan perilakunya. 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. yaitu keterampilan badaniah saat berbicara. Pendengaran yang baik. antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata.Satu Untuk UNM c. Pengelolaan suara yang kurang baik.

seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli. Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik. Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik. contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya. meliputi: a.Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan. Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan). yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?. misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu. pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup. atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan. Di samping itu. bagaimana?.

Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖. Paraphrase yang baik. Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. ―Uh-huh‖. Paraphrase mempunyai tiga tujuan. dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. 3. a. seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli. ―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan. Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b.

Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). misalnya kata-kata teknis. interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli. bahwa perasaan.‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya.Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut. Berbagai hasil penelitian menunjukkan. Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong. dan pemahaman (understanding). c. meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis.‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ………………. 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara. Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. Paraphrase yang kurang baik. seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa……………. Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu). pikiran. tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. 4. 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat. mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka.‖ b. dan motive mereka bisa dimengerti. Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda. Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. kepedulian (compasion). Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka. keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. atau istilah lain yang memiliki makna yang sama.

seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh. lakukan langkah-langkah berikut: b. kurang berharga. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. marah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. melalaui latihan yang efektif. selalu saja berakhir dengan kekacauan. pernyataan tersembunyi. Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut.‖ Perasaan permukaan: jengkel. kurang percaya diri. Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah. ―Bila saya merasa tersinggung‖. maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. Untuk latihan. kecewa. a. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c. dan bahwa sebagian besar orang. Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu. kacau. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri. Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian. Untuk menangkap perasaan orang lain. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. Mengenal berbagai kata-kata perasaan. dapat belajar menjadi empatik. Kedua. Pertama. yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli. Contoh. Bacalah daftar kosa kata perasaan.Satu Untuk UNM dipelajari.

yaitu dengan kata tunggal. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . baik positif maupun negatif. rupanya yang anda alami adalah…………. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan. Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar. saat anda mendengar pembicaraan konseli. Saya membencinya.‖ meriah.‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu.. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya.‖ : ―Saya merasa seperti di surga. dengan pernyataan eksperiensial. Untuk maksud ini. dengan phrase. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan.‖ : ―Guru itu jahanam. Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah.‖ f. berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah………. Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah.. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan.‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda………………….‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya. dan dengan pernyataan verbal.‖ 5.Satu Untuk UNM e.

Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. Keterampilan meringkas. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. 3) Tujuan. Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong. Di samping itu. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan. Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. b. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya. dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. waktu. meliputi: a. melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase. Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya. dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. pertimbangkan tujuan anda.

mengenal dan merefleksi perasaan. Menggunakan keterampilan penampilan. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving). Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem. pertanyaan terbuka ketulusan. dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas.. 3. akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari. Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . konseli. Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1. Karena itu. antara lain: ―Apa yang saya dengar.. yang anda katakan adalah………………. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem. pertanyaan terbuka. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini. tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya.‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. Ke dalam setiap tahap.‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6. serta mengenal dan merefleksi perasaan. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut. Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap. Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik.Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan. akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong. Mengukap-kan Problem 2. Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda. PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah………….

Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. paraprase. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. dengan menjawab pertanyaan berikut: a. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal. Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b. dan membuat ringkasan. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. 5. Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi. Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif). Memutuskan Alternatif Terbaik 7. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. 6. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b. (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Apakah alternatif itu cukup spesifik? c. pertanyaan terbuka.Satu Untuk UNM 4. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d.

Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g. Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i. e.Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g. Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f. Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i. Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->