Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling. sosial. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. kepribadian. dan sebaliknya.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 . maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan.Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. nilai. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi. fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor. dan profesional. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik.

Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik. Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor.Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005. diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . yang dilaksanakan pada akhir PLPG. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor. termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. kepribadian. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional. Oleh karena itu. Pada uji tulis. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling. dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. sosial. maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik.

Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4. Indikator 1. Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. 7. Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6. C. 2. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3. Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B. SMP. Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. Waktu : 5 x 50 menit D. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4. SMA. dan PT. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. SMK. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3.

Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E.Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan.1 Gambar 1. dalam Permendiknas No. 5. Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1. dan (c) Materi Pengembangan Diri. yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik. URAIAN MATERI 1. 22/2006 tentang Standar Isi. yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum. (b) muatan lokal. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi. pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran. sebagaimana tampak pada Gambar 1.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 .

konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1. dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. dan keterkaitan antara wilayah layanan. Meskipun demikian. konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan. keunikan. Gambar 1. Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru.Satu Untuk UNM Gambar 1. yang dapat dan oleh karena itu perlu. bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler.3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru. ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. Dengan kata lain.2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan. khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan. di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. Persamaan.3.

proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. psikis maupun sosial. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). penyalahgunaan alat kontrasepsi. minuman keras. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. revolusi teknologi informasi. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. atau di luar jangkauan kemampuan. dan kesenjangan perkembangan tersebut. baik fisik. atau bebas dari masalah. pertumbuhan kota-kota. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Psikotropika. lurus. meminum minuman keras. intelektual. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia). menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. harapan dan nilai-nilai yang dianut. Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. tawuran. seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. dan moral-spiritual). atau searah dengan potensi. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Dengan kata lain. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . sosial. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik. emosi. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat.Satu Untuk UNM 2. Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. Untuk mencapai kematangan tersebut. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat.

seperti: ganja. (2) berakhlak mulia. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. Dengan demikian. karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling. dan sabu-sabu). remedial. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. dan pergaulan bebas (free sex). bidang instruksional atau kurikuler. (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. narkotika. adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan. tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. pendidikan yang bermutu. dan bidang bimbingan dan konseling. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi. (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan. 20 Tahun 2003). Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. kriminalitas.Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya. putau. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. ectasy. yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. pengembangan potensi. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik. serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. dan terpusat pada konselor. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . klinis.

Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut. kekuatan. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. masyarakat. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. belajar (akademik). baik dalam kehidupan pribadi. maupun karir. 3. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. belajar. baik menyangkut aspek pribadi.Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. psikis. guru-guru. belajar. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. dan staf administrasi). lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. orang tua peserta didik. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. sosial. maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik. sosial. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. a. sosial. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. 1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan tugas-tugas perkembangannya. dan karir. yang meliputi aspek pribadi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). Atas dasar itu. dan spiritual). (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. maupun lingkungan kerja. dan karir.

Memiliki rasa tanggung jawab. mencatat pelajaran. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 . mengggunakan kamus. b. pergaulan dengan teman sebaya. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. maupun masyarakat pada umumnya. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. 2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. Sekolah/Madrasah. disiplin dalam belajar. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. 10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. seperti kebiasaan membaca buku. persaudaraan. menghormati atau menghargai orang lain. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. tempat kerja. atau silaturahim dengan sesama manusia. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif.Satu Untuk UNM keluarga. baik fisik maupun psikis. 5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. seperti keterampilan membaca buku. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah).

dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. dan kesejahteraan kerja. Fungsi Bimbingan dan Konseling a. Oleh karena itu. dan sesuai dengan norma agama. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . kemampuan. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. 8) Mengenal keterampilan. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. prospek kerja. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. mengerjakan tugas-tugas. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. tanpa merasa rendah diri. kemampuan dan minat. 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. yaitu kecenderungan arah karir. Fungsi Pemahaman. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. 4. asal bermakna bagi dirinya. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. c. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut.

tutorial. Melalui fungsi ini. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. c. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Fungsi Penyaluran. supaya tidak dialami oleh peserta didik. diantaranya: bahayanya minuman keras. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik. jurusan atau program studi. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah. Berdasarkan pemahaman ini.Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. bakat. b. drop out. dan pergaulan bebas (free sex). yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. belajar. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). e. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . dan remedial teaching. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. Fungsi Penyembuhan. dan bimbingan kelompok. dan norma agama). yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. informasi. baik menyangkut aspek pribadi. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. d. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. maupun karir. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. sosial. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. home room. penyalahgunaan obat-obatan. Fungsi Pengembangan. pekerjaan. Dalam melaksanakan fungsi ini. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. merokok. dan karyawisata. Fungsi Preventif. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler.

baik anak-anak. remaja. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. baik pria maupun wanita. dan kebutuhan peserta didik (peserta didik). dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. a. konselor. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik). Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. maupun dewasa. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. c. kemampuan. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . 5. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. minat. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). Fungsi Penyesuaian. b.Satu Untuk UNM f. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. Bimbingan menekankan hal yang positif. dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. g. memilih metode dan proses pembelajaran. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. Fungsi Adaptasi. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah.

memberikan dorongan. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. tetapi juga di lingkungan keluarga. sosial. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. Asas kesukarelaan. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . a. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. yaitu meliputi aspek pribadi. Asas Kerahasiaan. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. f. e. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. dan masyarakat pada umumnya. lembagalembaga pemerintah/swasta. dan pekerjaan.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. dan peluang untuk berkembang. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. perusahaan/industri. pendidikan. 6. d. menyesuaikan diri. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Mereka bekerja sebagai teamwork. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. b.

yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. c. tidak monoton. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. Asas Keterpaduan. mampu mengambil keputusan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. h. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju.Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. f. d. Asas kegiatan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. harmonis. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. e. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Asas keterbukaan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. Asas Kedinamisan. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. g. Agar peserta didik dapat terbuka. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . saling menunjang. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Asas kemandirian. Asas Kekinian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. dan terpadu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.

para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. dan kebiasaan yang berlaku. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. guru-guru lain. i. Di pihak lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. Dalam hal ini. menghayati. Lebih jauh. yaitu nilai dan norma agama. Asas Alih Tangan Kasus. ilmu pengetahuan. Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. adat istiadat. batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. j. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . hukum dan peraturan. namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. 7. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. Dengan kata lain. atau ahli lain . Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. k.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. Asas Keharmonisan. Asas Keahlian.

c. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor. namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. Berikut ini. Namun demikian. sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. a. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. Jenjang Sekolah Dasar. posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. advicement. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. Secara programatik.Satu Untuk UNM signifikan. Sebaliknya. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor. Sampai saat ini. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. b. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan. meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. Jenjang Taman Kanak-kanak. Jenjang Sekolah Menengah. Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. Secara hukum. melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi. Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan kata lain.

Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal. dan karier mahasiswa dibutuhkan. Peran konselor. Jenjang Perguruan Tinggi. sebagai salah satu komponen student support services. d. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. Pada jenjang ini. yang meliputi fungsi preventif. serta system support. serta pengembangan system support. akademik. konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. sosial. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling. individual student planning. Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK. karier. dan SM. developmental. dan akademik siswa. maupun fungsi kuratif. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling. alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services. Namun.Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. dan responsive services. SD. pemberian layanan responsive. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 .

6. Indikator 1. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Pola 17 plus. Judul B. dan pola komprehensif 3. Waktu : 5 x 50 menit D. Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. 3. pola 17 plus. Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17. Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6. 4. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. 2. Membandingkan komponen program pada pola 17.

D. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. a. dan pengembangan karir peserta didik. bakat. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran. mengandung arti bahwa bentuk. rancangan. Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. 9. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. Namun. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. URAIAN MATERI 1. Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. guru. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8.Satu Untuk UNM 7. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. belajar. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4. Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. dan 22 .

Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum. Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor. dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor.1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 . c. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar.1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru. responsif. perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor. Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan.Satu Untuk UNM b. dan Konseling Gambar 2.

belajar. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus.Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. 2. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. himpunan data. Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. Dalam pola ini. kunjungan rumah. dan karir). dan konseling kelompok). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 . konseling perorangan. serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. dan pelimpahan kasus). dan (4) dukungan sistem. (3) perencanaan indiviual. penempatan dan penyaluran. (2) pelayanan responsif. bimbingan kelompok.2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. Di sebutkan demikian. Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi. konferensi kasus. informasi. di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga. Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. tujuah jenis layanan (orientasi. yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. sosial.

Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2. akses TIK.4. sistem najemen. informasi.Satu Untuk UNM Gambar 2. kunjungan rumah. penempatan & penyeluran. bimbingan kelompok.4. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi.3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 . konseling individual. konferensi kasus. kolaborasi. dan pengembangan profesi). konseling kelompok. akuntabilitas. referal. konsultasi. konseling sebaya. Gambar 2.

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

dan (13) masalah dalam keluarga. psikiater. (12) manajemen stress. (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. dan kepolisian. persyaratan kerja. kehadiran. suasana kerja. (8) menampilkan pribadi yang matang. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. (10) masalah pergaulan bebas (free sex). penemuan alternatif pemecahan masalah. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. dibantu mengidentifikasi masalah. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. seperti psikolog. baik dalam aspek emosional. 3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. dokter. (11) masalah tawuran. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik). dan prospek kerja). kecanduan narkoba. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. seperti depresi. dan penyakit kronis. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif.Satu Untuk UNM malas beribadah. Melalui konseling. dan pribadinya). Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. (5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. penyebab masalah. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. maupun moral-spiritual (hal ini penting. membantu memecahkan masalah peserta didik. sosial. tindak kejahatan (kriminalitas).

dan (6) pekerjaan). yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. 6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah. melakukan referal. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. orang tua. (3) organisasi profesi. seperti psikolog. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). dan dokter. menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. tetapi juga oleh orang tua di rumah. dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. psikiater. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik. (2) instansi swasta. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan . pengertian. dapat dilakukan beberapa upaya. (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia).Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik.

dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. (2) mampu merumuskan tujuan. memonitor. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. dan advokasi implementasi pelayanan ini. perkembangan. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. perencanaan. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. maupun karir. baik akademik maupun non-akademik. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. kolaborasi. karir. sosial. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. belajar. dan rencana yang telah dirumuskannya. Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya. tujuan.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. konseling individual. informasi. Kegiatan orientasi. c. penafsiran hasil asesmen. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . melalui kunjungan ke rumahnya. rujukan. dalam upaya menggentaskan masalahnya. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. dan mengelola rencana pendidikan. baik menyangkut aspek pribadi. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling.

belajar. dunia kerja. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. Melalui kegiatan penilaian diri ini. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar.Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Melalui pelayanan perencanaan individual. dan karier. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. sosial. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. penerimaan. dan sosial-pribadi. dan masyarakatnya. dan penyaluran). peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. sosial. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. dan pengembangan pekerjaan. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. (2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. merencanakan karir. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. peserta didik akan memiliki pemahaman. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. informasi tentang Sekolah/Madrasah. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. atau aspek-aspek pribadi. karir. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik.

seperti seminar dan workshop (lokakarya). (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). (c) riset dan pengembangan. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. staf. tata kerja. dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan.Satu Untuk UNM d. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. (3) memelihara. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. (b) kegiatan manajemen. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . orang tua. staf Sekolah/Madrasah lainnya. pengembangan pemanfaatan sumber daya. a) Pengembangan Professionalitas. b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). (b) aktif dalam organisasi profesi. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana).

psikiater. sistematis. seperti psikolog. melakukan referal. dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). dokter. (3) organisasi profesi. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. dalam arti dilakukan secara jelas. terarah. Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara. Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. dan orang tua peserta didik.Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). (2) instansi swasta. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu.

Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2. mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Waktu : 5 x 50 menit D. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Indikator 1. 4. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Judul B. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3. 5.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C. 2. setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah.

dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. dan keagamaan). guru. dan kepribadian. Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. kecerdasan. motif belajar. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan. Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. kondisi dan kualifikasi konselor. seni. masalah-masalah yang dialami. dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. sikap dan kebiasaan belajar. dan anggota masyarakat lainnya. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. yang menyangkut karakteristik peserta didik. minat-minatnya (pekerjaan. Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik). asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi. dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu. jurusan. Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a. Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. atau tugas-tugas perkembangannya. orangtua. Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli. staf administrasi. Uraian Materi 1. olahraga. Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. a. menyusun suatu rencana. Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing.Satu Untuk UNM E.

Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. dan sebagainya. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah. c. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis. yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. b. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. Membantu orangtua mengenal anaknya. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. b. Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu.Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Sama hal dengan yang disebutkan diatas. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis. b. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. Misalnya. Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . Kelas mana yang berprestasi baik. d. c. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya.

Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula. pimpinan. Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. tenaga bantu. pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . e. pemilihan kelanjutan studi. staf sekolah lainnya. 2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. guru. mana siswa yang loyo. warga masyarakat. bagaimana itu dilakukan. Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan. orangtua. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran. Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat.Satu Untuk UNM d. penyedia layanan. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan. staf administrasi. c.

Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. daftar cek masalah (problem check-list). Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. guru. ataupun tes hasil belajar. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan. tes kepribadian. proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . tes bakat. guru. bogragfis (biografi. Untuk penggunaan teknik tes. Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. sosiometri. antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa. kenang-kenangan masa muda dan case history). tes minat. otobiografi. angket (langsung dan tak langusng). interview (langsung dan tak langsung). khususnya tes psikologi. sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya. dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data. orangtua. konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia. bagaimana instrumen itu diadakan. Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. dan sebagainya. buku harian. 4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia. Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya).

kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. Secara umum. Dalam merumuskan program. Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan.Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. dan (5) volume/beban tugas konselor. (4) sasaran pelayanan. Terakhir. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan. (3) format kegiatan. rencana. buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . Berdasarkan hasil analisis data. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan. serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target. 2. Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa. Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun.

Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 .Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. Komponen Program. untuk membangun pemaknaan. f. (b) Komponen Pelayanan Responsif. internalisasi. kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran. yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). dan 3) Tindakan. karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. b. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. e. pribadi-sosial. c. Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. (c) Komponen Perencanaan Individual.

Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Tabel 3. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Pelayanan Responsif 3. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. semesteran. Program Tahunan dan Program semester. bulanan. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah. dan mingguan. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4. Pelayanan Dasar 2. 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan.Satu Untuk UNM g. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program.1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1.

brosur. Program Bulanan. 3. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. atau majalah dinding). yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. i. j. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. 2. program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. buku-buku. k. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. Program Semesteran. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat.Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. yaitu: 1. h. kunjungan rumah (home visit). Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. dan realistik. rasional. konferensi kasus (case conference). Secara operasional. dan alih tangan (referal). Dilihat dari jenisnya. Program Tahunan. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program.

Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. 5.Satu Untuk UNM 4. 3. serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi. Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan. Program Harian. Tugas perkembangan tersebut. Program Mingguan. meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. teknologi. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan. Madrasah Aliyah. terencana. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. bermasyarakat. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. serta 44 . perlu disusun silabus bimbingan konseling. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan. sosial. Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia. intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 .

Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. 2. Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Fasilitas. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. Waktu : 4 x 60 menit D. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. 4. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. Indikator 1. Judul : Organisasi. 5. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 . setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B.

khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. 2) Menyediakan sarana dan prasarana. URAIAN MATERI a. dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. latihan.Satu Untuk UNM E. 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. dan masyarakat. Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. Uraian tugas masing-masing personil tersebut. a. harmonis dan dinamis. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut. orang tua peserta didik. guru. bulanan. Tugas secara kepala menyeluruh. tenaga. 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. khususnya pepelayanan pelaksana utamanya. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya). semesteran. dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. b. 5) Menyediakan fasilitas. 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling. dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. sehingga pepelayanan pengajaran. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. program mingguan.

mingguan. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Konselor Sebagai pelaksana utama. konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling. 10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. 9) Mempersiapkan diri. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. c. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . semesteran. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling.Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. d. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan. dan tahunan. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. tenaga inti dan ahli. Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. prasana dan sarana.

dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Wali Kelas Sebagai pembina kelas. e. serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik. f. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. program pengayaan). Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada. b. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. seperti konferensi kasus.

dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga. Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah. Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi. Gambar 4. Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. ukuran. (2) ruang tamu. Jumlah ruang kerja staff. dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok. Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang.Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka. (3) ruang konseling individual (4) ruang data.1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. dan ruang konseling individual. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . jenis dan jumlah ruangan.

Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . format-format surat (panggilan. dan berbagai data serta informasi lainnya. referal). dan format evaluasi. buku program semesteran. tes bakat khusus. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. daftar cek.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. buku kasus. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. AUM. pedoman wawancara. tes/inventori kepribadian. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. maka perlu disediakan map pribadi. c. format satuan pelayanan. Yang tidak kalah penting ialah. dan buku harian) b. tes/inventori minat. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. 3) Alat penyimpan data. biografi dan autobiografi. ITP. dan tes prestasi belajar. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling. buku pribadi. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. Fasilitas Lain Selain ruangan. pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. catatan anekdot. map dan file dalam komputer. Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik. angket (angket peserta didik dan orang tua). Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. Untuk menyimpan berbagai keterangan. khususnya dalam bentuk himpunan data. format pelaksanaan pelayanan. skala penilaian. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. tes bakat Sekolah/Madrasah. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. sosiometri. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. himpunan data peserta didik.

buku-buku panduan. perangkat elektronik (seperti komputer. paket bimbingan. belajar maupun karir. dan CD interaktif. seperti alat tulis menulis. blanko surat. Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. seperti data informasi. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. mengolah data. OHP. Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. dan agenda surat. CD pembelajaran. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. blanko konferensi kasus. perangkat ungkap masalah. dan beberapa perangkat tes tertentu. leger Bimbingan dan Konseling. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). kartu kasus. dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. program database peserta didik.Satu Untuk UNM harus dicatat. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. tape recorder. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini. kartu konsultasi. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. modul bimbingan. data kehadiran peserta didik. laporan kegiatan pelayanan. analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. sosial. TV). dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. Dalam konteks ini. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien. 4) Kelengkapan penunjang teknis. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. LCD. film. atau buku materi pelayanan bimbingan. buku hasil wawancara.

Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. pembelian buku pendukung/sumber bacaan. data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah. Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit. belajar dan karir juga harus tersedia. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. Komponen anggaran meliputi: a. sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi. Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. data peserta didik dalam kelompok kelas. sosial. penyelenggaraan MGMP. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. d. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki.

Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Menurut Shertzer dan Stone (1966). dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain. penyiapan perangkat konseling kelompok). berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. Evaluasi Bimbingan Konseling a. Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. e. tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan. Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah).Satu Untuk UNM c. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . 5) Respon siswa. perolehan siswa dari layanan. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. 2. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. perolehan guru pembimbing. 2) Keterlaksanaan program. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. dan hasil belajar.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. guru mata pelajaran. 6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. orang tua. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. b. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. kegunaan layanan menurut siswa. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. personil sekolah. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. pencapaian tugas-tugas perkembangan. Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa.

maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. para wali kelas. dan studi dokumentasi. dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. pedoman observasi. Untuk memperoleh data yang diperlukan. dan (2) mengembangkan program. maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. guru mata pelajaran. 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. pedoman wawancara. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan. serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). kurang tepat. tokoh masyarakat. angket.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. Berdasarkan temuan yang diperoleh. 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. c. yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. kepala sekolah. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses). orang tua. Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. Instrumen itu diantaranya inventori. para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai.

Satu Untuk UNM depdikbud. dan sebagainya. Tingkat partisipasi personel 3. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara.2. studi dokumentasi. Respons stakeholder (siswa. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2. dan sebagainya. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8. Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. guru. dan pangarahan diri siswa 3. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. observasi. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. angket. Kualitas sikap sosial siswa 7. Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. Kualitas kedisiplinan siswa 6. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. tes. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Prestasi belajar siswa 5. penerimaan. organisasi profesi bimbingan.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . orangtua) 1. kepala sekolah. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4. sekolah lanjutan. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. Kualitas pemahaman. analisis hasil kerja siswa. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1.

1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . d. Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor. pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. 5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut. 3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan. Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah. 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. e. Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

seperti sikap. kelompok. kebutuhan peserta didik yang belum terlayani. b. kemam-puan berkomunikasi. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan. kreatifitas. merupakan penilaian tahap awal. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud. apresiasi terhadap nilai dan moral. konsep diri. 3) Penilaian jangka panjang (laijapang). dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). motivasi. Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif.Satu Untuk UNM a. 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. Dilihat dari jenisnya. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. kebiasaan. seperti satu semester. dan/atau klasikal. ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. f. keterampilan dan keberhasilan belajar. (2) media. kemampuan personil dalam melaksanakan program. lisan dan/atau tulisan. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik.

Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik. Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain. koordinator dan kepala sekolah. serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal. psikologis. bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing.Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program.

3. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 2005). Uraian Materi 1. Judul B. Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu. Indikator: 1. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Waktu : 6 x 50 menit D. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 5. C. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . 2.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. E. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. 6. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3.

(3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. e.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. dan (c) peniruan. dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik. f. Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif. Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Bagi para ahli modifikasi perilaku. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. (2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. 2. b. (b) pembiasaan operan. c. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. yaitu: a. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. g. d. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a. b. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian.

(4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. Assesment. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli. Goal setting. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. 4. apakah tujuan itu realistik. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. d. (4) dirumuskan secara spesifik c. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. atau kemungkinan kerugiannya. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. kemungkinan manfaatnya. (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. b.Satu Untuk UNM c. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a. dan area pola hubungan Konselor interpersonal. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. kekuatan dan kelemahannya. (2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. b.

Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Feedback. guru. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. d. tape recorder. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. Technique implementation. d. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. 6. pemberi dukungan dan fasilitator. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. f. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. konselor berfungsi sebagai konsultan. atau contoh nyata langsung). b. penasihat. penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. atau melakukan referal. Evaluation termination. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan. Dalam proses ini. e. 5. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. e. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu. peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . c. c.

Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. b. Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100). Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. Selain teknik-teknik umum tersebut. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. c. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu. sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0). Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. c. 7. supaya perilaku tetap bertahan b. dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan. Shaping. Implosion dan flooding. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Setelah terbentuk. frekuensi penguat dapat dikurangi. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. Skedul penguatan.Satu Untuk UNM a. disebut sebagai shaping. sebagai berikut: a. Time-out. konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit. dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan. Desensitisasi sistematik. misalnya dalam menit. Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. Untuk mempelajari keterampilan baru. Ekstingsi. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya.

Latihan Asertif. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral. e. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Pembentukan Tingkah laku Model. kesulitan menyatakan tidak.Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. 2. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. model fisik. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Pengkondisian Aversi. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. f. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model. Flooding lebih ringan sifatnya. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. dapat menggunakan model audio. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . 4. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Tugas Latihan 1. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. 3. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh.

Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. C.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. Sebaliknya. 3. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. 6. 5. Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. Uraian Materi 1. E. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4. Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. Judul B. dan kompeten. 2. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. bahagia. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Waktu : 5 x 50 menit D. Indikator: 1. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 .

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. Belief (B). dan irasional. yang dapat diterima menurut akal sehat. Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. interpretasi. sangat personal. yaitu Antecedent event (A). Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. 2. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. tidak masuk akal. emosional. tingkah laku. Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. kelulusan bagi siswa. serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. atau sikap orang lain. pandangan. yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). Menurut Gladding (2004). bijaksana. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. Perceraian dalam keluarga. dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. kejadian. dan keran itu tidak produktif. dan kerana itu menjadi prosuktif. Belief (B) yaitu keyakinan. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi. dan Emotional Consequence (C). Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. nilai. masuk akal.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Keyakinan seseorang ada dua macam.

Orang mempersepsi. sangat sugestif dan mudah terganggu. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. untuk berminat terhadap orang lain. c. (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . untuk kreatif. dan motorik. Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. wishful thinking. tidak toleran. Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. berlaku proses yang sama. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. untuk percaya tahayul. dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka. untuk melakukan kesalahan yang sama. penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. Tetapi. merasa dan berperilaku secara simultan. rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. belajar dari kesalahan. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. Dengan demikian. mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri. dengan memori yang terdahulu. supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. pada saat yang bersamaan mereka kognitif. berpikir.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. untuk berpikir. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. Tetapi. berpikir dan merasa. Dalam hal perilaku yang terganggu. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. menyukai kesenangan sesaat. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri. konatif. tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran. perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. rnenghindar berpikir panjang. d. perasaan dan tindakannya. b. Dengan demikian. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). atau antara kenyatan dan imajinasi. kebiasaan yang merugikan diri sendiri.

(7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. Kedua. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. cara berpikir. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. dan (10) menerima kenyataan. Tujuan Konseling Menurut REBT. pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu. insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga. (9) berani mengambil risiko. rasa cemas. Di samping itu. (2) minat sosial. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. merasa was-was. rasa bersalah. (5) fleksibel. (6) menerima ketidakpastian. dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris. rasa berdosa. (3) pengarahan diri. rasa marah. 3. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya.Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . (8) penerimaan diri. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama. dalam konseling REBT. (4) toleransi terhadap pihak lain. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi. persepsi. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. Ketiga.

mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. 5. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli. Operasionalisasi tugas konselor. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. Behavioristik. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan. konselor adalah aktif dan direktif. b. Perlu repetisi konsisten. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT. Kognitif-eksperiensial. ilmiah. Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. Dalam Konseling REBT. Aktif-direktif. b. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung. lebih edukatif-direktif kepada konseli. empatik. Emotif-ekspreriensial. berpengetahuan luas. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . persisten.Satu Untuk UNM 4. berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT. Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. menambah respek. artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. konkret. Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika. genuine. c. d. sebagai berikut: a.

a. mendorong. dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. b. Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka . dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom. dukungan dan lain-lain. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih.terutama yang menimbulkan gangguan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . afektif. d. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. desensitisasi. atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. humor. pelatihan asertivitas. c. 2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu. sugesti.Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya. 6. mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. bermainperan. eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif.

latihan. dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. membiasakan diri. konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. 2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. mengobservasi. 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan. Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri. maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. Dengan tugas rumah yang diberikan.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment. c. atau meniru model-model sosial. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru.

4. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT.Satu Untuk UNM F. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT. Tugas Latihan 1. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2.

Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C. 3. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. Indikator: 1. 6. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4. Waktu : 5 x 50 menit D. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. 5. 2. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 .Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3. Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. 7. Judul B. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji.

Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. 1980). Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. Menurut Rogers.Satu Untuk UNM E. konstruktif. nilai. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. Setiap pribadi adalah orang yang sadar. Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi. Heidegger. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. b. mereka mencari makna. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. Manusia bersifat intensional. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif. aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964). Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Nierkegaard. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. ingin berkembang kearah yang lebih baik. Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Manusia merupakan seseorang yang ada. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain. and trustworthy (Rogers. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. Manusia tidak pernah statis. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. e. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Uraian Materi 1. realistik. c. d. dan memiliki kreativitas. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. sebagai berikut: a. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. Nietzsche. dan Sartre.

karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain. Dalam pandangan pendekatan humanistik. Tetapi. perhatian. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. Memperbaiki dan mengubah sikap. 3. Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. yang unik. 2. keyakinan serta pandangan-pandangan individu. orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. kasih sayang. antara lain: a. dan penerimaan. d. b. b. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik. 4. Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. c. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. pengalamannya tertekan. ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). ia tidak akan diterima atau dihargai. Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. bila ia konform. pada masa kanak-kanak. Dengan perkataan lain. Tetapi. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. Makin jauh jurang antara keduanya. persepsi cara berfikir. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . memerlukan penghargaan positif. orang akan menjadi makin maladjusted. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . e. Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. 5. Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng. meliputi: a. Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling. Kongruensi centered counseling. reassurance (menentramkan hati). Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. acceptance (penerimaan). (2) positive regard (acceptance). reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). dan (3) congruence genuineness. tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. sebagai instrumen perubahan. respect (rasa hormat). Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. e. Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. 6. Konselor menggunakan dirinya sendiri. c. Rogers. limited questioning (pertanyaan terbatas. Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. understanding (pemahaman). Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. dan g. Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling.Satu Untuk UNM c. berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka. d. d. sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. b. yaitu 1) empathy. encouragement (memberi dorongan). f. (Rogers.1980).

4. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi. 2. mengambil keputusan yang tepat. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi). Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi.Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling. b. mengarahkan diri. 3. Tugas Latihan 1. dan d. F. c. mewujudkan dirinya.

Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap. c. Selama simulasi dialog konseling.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. Judul B. dan pengamat. yaitu bertindak sebagai konselor. Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor. e. d. 2. Indikator: 1. lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut. konseli. Ikuti prosedur berikut: a. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Waktu : 6 x 50 menit D. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian. 3. Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. Setelah sesi dialog.

Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi.Satu Untuk UNM 4. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. pada sejumlah pekerjaan menolong. mengkonseling. E. 1. Namun demikian. seperti guru. konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif. Keterampilan penampilan dalam penerimaan. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud. Bahkan. psikolog. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya. terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain. bahwa anda bersedia menerimanya. Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Keterampilan mengempati perasaan 5. proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya. menasehati. Karena itu. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . mengarahkan. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. Keterampilan membuat ringkasan 6. konselor. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. dan semacamnya. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling. Keterampilan membuat paraprase 4. yaitu: 1. Untuk bisa menolong orang lain. Mereka menolong orang lain—mengajar. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik. dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. 2. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi.

jika ingin menjadi seorang penolong. penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri. pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . meliputi: a. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. 3) Pandangan mata yang berbinar. dan gerakan anggota badan. Yang penting diingat. tidak spontan. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat. antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli. Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending. ekspresi wajah. anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda. 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. Kontak mata yang baik. Penampilan badaniah yang baik. Kontak Mata (Eye Contact). yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi. 5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. meliputi posisi tubuh. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. tegang. Penampilan badaniah. 4) Ekspresi wajah yang responsif.Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. b.

antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. Pengelolaan Suara.‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan. 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. Pengelolaan suara yang baik. antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata.Satu Untuk UNM c. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . dan perilakunya. Pandengaran yang kurang baik. atau berbelit-belit. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. d. tidak teratur. dan penglolaan suara. Pengelolaan suara yang kurang baik. antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain. ya. kontak mata. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya. Pendengaran yang baik. 2. Pendengaran (listening). antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan. perasaan. Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya. tanpa sistematika yang jelas. maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. yaitu keterampilan badaniah saat berbicara. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara. lalu.

Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik. misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?. meliputi: a. contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya. Di samping itu. Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik. pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan). mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup. Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan. bagaimana?. Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu. seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli.Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan.

Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya. 3. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. ―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b. Paraphrase yang baik.Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . ―Uh-huh‖. (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan. Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan. Paraphrase mempunyai tiga tujuan. a. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara. dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya. misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖. dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli.

antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. 4. c. Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. kepedulian (compasion). meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong. kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu).Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut. Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain. 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara. atau istilah lain yang memiliki makna yang sama. keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . dan pemahaman (understanding).‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ………………. Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka. Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka. tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat. bahwa perasaan. dan motive mereka bisa dimengerti. misalnya kata-kata teknis. Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal.‖ b. Paraphrase yang kurang baik.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda. Berbagai hasil penelitian menunjukkan. Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh. interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli. seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa……………. pikiran.‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya.

dan bahwa sebagian besar orang. Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan. Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut.‖ Perasaan permukaan: jengkel. yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar. Mengenal berbagai kata-kata perasaan. a. selalu saja berakhir dengan kekacauan. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah. Untuk menangkap perasaan orang lain. yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli. melalaui latihan yang efektif. kecewa. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. kacau. Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. pernyataan tersembunyi. maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . lakukan langkah-langkah berikut: b. kurang percaya diri. Untuk latihan. dapat belajar menjadi empatik. Contoh. seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh. marah. Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian. Bacalah daftar kosa kata perasaan. ―Bila saya merasa tersinggung‖. kurang berharga.Satu Untuk UNM dipelajari. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri. Kedua. Pertama. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c.

Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli.‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya.‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu. Untuk maksud ini.Satu Untuk UNM e. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya. dengan pernyataan eksperiensial.‖ f. Saya membencinya. berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah………. Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan.‖ meriah.. Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk.‖ : ―Saya merasa seperti di surga. dengan phrase. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah.‖ 5. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut.‖ : ―Guru itu jahanam. dan dengan pernyataan verbal. saat anda mendengar pembicaraan konseli. rupanya yang anda alami adalah………….. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . baik positif maupun negatif. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah. yaitu dengan kata tunggal.‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda…………………. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar.

Keterampilan meringkas. serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong. pertimbangkan tujuan anda. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan.Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. meliputi: a. 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase. bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya. waktu. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya. dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya. Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan. b. dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. Di samping itu. 3) Tujuan.

PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan. pertanyaan terbuka ketulusan.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah…………. Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving). dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem. Ke dalam setiap tahap. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong. tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya. Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik.Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan.‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6. mengenal dan merefleksi perasaan. akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut. Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini. Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda. Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem. pertanyaan terbuka.. Karena itu. antara lain: ―Apa yang saya dengar. 3. akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut. Menggunakan keterampilan penampilan.. Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . serta mengenal dan merefleksi perasaan. yang anda katakan adalah……………….‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. Mengukap-kan Problem 2. konseli.

dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. 6. Memutuskan Alternatif Terbaik 7. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. paraprase. dengan menjawab pertanyaan berikut: a. Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. pertanyaan terbuka.Satu Untuk UNM 4. Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c. (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal. Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif). 5. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d. dan membuat ringkasan. Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. Apakah alternatif itu cukup spesifik? c.

Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i.Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i. Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f. Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f. Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g. e. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful