Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. dan sebaliknya.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. dan profesional. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 .Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. sosial. fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. kepribadian. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi. nilai.

PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik. Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik. Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik.Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling. yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Oleh karena itu. yang dilaksanakan pada akhir PLPG. termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran. Pada uji tulis. kepribadian. sosial. Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional. Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian.

Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3. Waktu : 5 x 50 menit D. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5. Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . Indikator 1. Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6. Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B. 2. Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4. C. Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. dan PT. Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. SMK. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. SMP. SMA. 7.

sebagaimana tampak pada Gambar 1. yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan. URAIAN MATERI 1. 5. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1.1 Gambar 1.Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. (b) muatan lokal. pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 . yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan. 22/2006 tentang Standar Isi. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum. Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975. dalam Permendiknas No.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3. dan (c) Materi Pengembangan Diri.

ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. Dengan kata lain.3. konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan. Gambar 1. bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler. dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru. yang dapat dan oleh karena itu perlu. di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor.Satu Untuk UNM Gambar 1. Meskipun demikian. dan keterkaitan antara wilayah layanan. sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru. konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1. khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan.3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . keunikan. Persamaan.2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan.

Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). tawuran. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. atau searah dengan potensi. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. dan kesenjangan perkembangan tersebut. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia). penyalahgunaan alat kontrasepsi. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas. yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat. di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. baik fisik. dan moral-spiritual).Satu Untuk UNM 2. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. harapan dan nilai-nilai yang dianut. Untuk mencapai kematangan tersebut. menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. atau bebas dari masalah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. pertumbuhan kota-kota. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. emosi. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. atau di luar jangkauan kemampuan. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik. Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. sosial. minuman keras. Dengan kata lain. intelektual. meminum minuman keras. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. revolusi teknologi informasi. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. psikis maupun sosial. Psikotropika. lurus. Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat.

dan pergaulan bebas (free sex). (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. seperti: ganja. serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut. (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. (2) berakhlak mulia. Dengan demikian. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. 20 Tahun 2003). putau. klinis. Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. remedial. (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan. Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan. pendidikan yang bermutu. ectasy. hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik. kriminalitas. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. dan bidang bimbingan dan konseling. dan sabu-sabu). seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. pengembangan potensi. adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. dan terpusat pada konselor. Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. narkotika. bidang instruksional atau kurikuler.

1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. belajar (akademik). a. dan karir. belajar. dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). dan tugas-tugas perkembangannya. Atas dasar itu. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut. kekuatan. sosial. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. maupun karir. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. 3. guru-guru. baik menyangkut aspek pribadi. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. baik dalam kehidupan pribadi. belajar. yang meliputi aspek pribadi. psikis. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. sosial. sosial. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. orang tua peserta didik.Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. masyarakat. maupun lingkungan kerja. dan staf administrasi). (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. dan karir. maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. dan spiritual). (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh.

Memiliki rasa tanggung jawab. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. b. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. disiplin dalam belajar. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. seperti kebiasaan membaca buku. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. menghormati atau menghargai orang lain. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Sekolah/Madrasah. seperti keterampilan membaca buku. mengggunakan kamus. maupun masyarakat pada umumnya. tempat kerja. pergaulan dengan teman sebaya. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. 2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. 5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 .. atau silaturahim dengan sesama manusia. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. baik fisik maupun psikis.Satu Untuk UNM keluarga. 10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. mencatat pelajaran. persaudaraan. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran.

Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. mengerjakan tugas-tugas.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. dan sesuai dengan norma agama. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. 8) Mengenal keterampilan. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. yaitu kecenderungan arah karir. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. prospek kerja. 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. Fungsi Pemahaman. c. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. Oleh karena itu. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. kemampuan dan minat. tanpa merasa rendah diri. 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. 4. dan kesejahteraan kerja. asal bermakna bagi dirinya. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. kemampuan. Fungsi Bimbingan dan Konseling a. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut.

dan bimbingan kelompok. dan pergaulan bebas (free sex). b. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . penyalahgunaan obat-obatan. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. Fungsi Penyaluran. drop out. c. Fungsi Preventif. dan remedial teaching. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler. e. home room. belajar. Dalam melaksanakan fungsi ini. diantaranya: bahayanya minuman keras. jurusan atau program studi. dan norma agama). yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. baik menyangkut aspek pribadi. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. dan karyawisata. Fungsi Pengembangan. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. merokok. tutorial. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). pekerjaan. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. sosial. Melalui fungsi ini. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. d. bakat. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Fungsi Penyembuhan. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. supaya tidak dialami oleh peserta didik. maupun karir. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Berdasarkan pemahaman ini.Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. informasi. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik.

g. kemampuan. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . b. Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. a. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). minat. konselor. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah.Satu Untuk UNM f. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik. dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. c. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. dan kebutuhan peserta didik (peserta didik). Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. memilih metode dan proses pembelajaran. 5. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. maupun dewasa. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. Fungsi Adaptasi. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. baik pria maupun wanita. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. Bimbingan menekankan hal yang positif. Fungsi Penyesuaian. remaja. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik). baik anak-anak. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah.

Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. Mereka bekerja sebagai teamwork. dan masyarakat pada umumnya. yaitu meliputi aspek pribadi. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. d. lembagalembaga pemerintah/swasta. memberikan dorongan. pendidikan. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. b. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . Asas Kerahasiaan. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. sosial. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. tetapi juga di lingkungan keluarga. menyesuaikan diri. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. a. 6. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. e. dan pekerjaan. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. Asas kesukarelaan. f. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. dan peluang untuk berkembang. perusahaan/industri. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya.

Asas keterbukaan. harmonis. mampu mengambil keputusan. Asas Kedinamisan. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. e. Asas Kekinian. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. saling menunjang. g. Asas kemandirian. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. Asas Keterpaduan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. dan terpadu. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik.Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . Agar peserta didik dapat terbuka. Asas kegiatan. f. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. tidak monoton. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. h. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. c. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. d.

para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Dengan kata lain. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. adat istiadat. Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. i.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. 7. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. yaitu nilai dan norma agama. Lebih jauh. menghayati. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. hukum dan peraturan. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. dan kebiasaan yang berlaku. k. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. j. guru-guru lain. Asas Keharmonisan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Asas Alih Tangan Kasus. ilmu pengetahuan. Dalam hal ini. Di pihak lain. atau ahli lain . yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Asas Keahlian.

Secara hukum. Namun demikian. juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. a. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. Dengan kata lain. advicement. kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor. Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. Secara programatik. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. Jenjang Sekolah Menengah. Jenjang Sekolah Dasar. transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. Sebaliknya.Satu Untuk UNM signifikan. Berikut ini. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. Sampai saat ini. Jenjang Taman Kanak-kanak. meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. b. c. antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation. melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi. sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975.

maupun fungsi kuratif. alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services. dan akademik siswa. konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. serta pengembangan system support. Pada jenjang ini. serta system support. developmental. dan karier mahasiswa dibutuhkan. pemberian layanan responsive. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. individual student planning. sebagai salah satu komponen student support services. d. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. karier. Namun. Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air. Jenjang Perguruan Tinggi. sosial. akademik. SD. dan SM. yang meliputi fungsi preventif. Peran konselor. Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK. dan responsive services. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling.

Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. 3. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17. 6. Waktu : 5 x 50 menit D. dan pola komprehensif 3. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4. Indikator 1. Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. Membandingkan komponen program pada pola 17. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . Judul B.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5. 2. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pola 17 plus. pola 17 plus. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. 4. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C.

guru. belajar. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran. Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4. URAIAN MATERI 1. a. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. Namun. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah.Satu Untuk UNM 7. dan 22 . dan pengembangan karir peserta didik. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. 9. dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. bakat. D. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. rancangan. mengandung arti bahwa bentuk.

Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. dan Konseling Gambar 2. responsif.1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 . Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar. Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya.1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru.Satu Untuk UNM b. Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. c. Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor. Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor.

2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. kunjungan rumah. konseling perorangan. konferensi kasus. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. sosial. (3) perencanaan indiviual. yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. dan karir). dan (4) dukungan sistem. Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus. penempatan dan penyaluran. Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. tujuah jenis layanan (orientasi. dan pelimpahan kasus). karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. 2. serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. Dalam pola ini. himpunan data. Di sebutkan demikian. informasi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 . di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga. serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. (2) pelayanan responsif. belajar. Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. bimbingan kelompok. Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia.Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. dan konseling kelompok).

kolaborasi.4.4. konferensi kasus. konseling sebaya. penempatan & penyeluran. akuntabilitas. Gambar 2. konsultasi. konseling kelompok. kunjungan rumah. Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2.Satu Untuk UNM Gambar 2. dan pengembangan profesi). bimbingan kelompok. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi. informasi. sistem najemen. konseling individual. akses TIK. referal.3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 .

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

dan pribadinya). Melalui konseling. dan penyakit kronis. mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya. Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah.Satu Untuk UNM malas beribadah. (11) masalah tawuran. (10) masalah pergaulan bebas (free sex). dan kepolisian. dokter. (5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. (8) menampilkan pribadi yang matang. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik). (12) manajemen stress. dan prospek kerja). sosial. psikiater. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. penyebab masalah. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. penemuan alternatif pemecahan masalah. persyaratan kerja. (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. tindak kejahatan (kriminalitas). dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. seperti depresi. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. dan (13) masalah dalam keluarga. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . maupun moral-spiritual (hal ini penting. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. 3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. suasana kerja. dibantu mengidentifikasi masalah. Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. membantu memecahkan masalah peserta didik. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. seperti psikolog. baik dalam aspek emosional. (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. kehadiran. kecanduan narkoba.

6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. seperti psikolog. dapat dilakukan beberapa upaya. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan . 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. psikiater. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. pengertian. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah.Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. dan dokter. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). dan (6) pekerjaan). dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. tetapi juga oleh orang tua di rumah. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah. dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. orang tua. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. melakukan referal. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). (2) instansi swasta. (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. (3) organisasi profesi.

Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. penafsiran hasil asesmen. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. dalam upaya menggentaskan masalahnya. konseling individual. kolaborasi. baik menyangkut aspek pribadi. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . karir.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. dan rencana yang telah dirumuskannya. atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. memonitor. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. dan mengelola rencana pendidikan. perencanaan. maupun karir. tujuan. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. dan advokasi implementasi pelayanan ini. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. baik akademik maupun non-akademik. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. (2) mampu merumuskan tujuan. rujukan. informasi. c. sosial. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. perkembangan. Kegiatan orientasi. belajar. melalui kunjungan ke rumahnya.

merencanakan karir. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. dunia kerja. peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik. informasi tentang Sekolah/Madrasah. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. (2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. Melalui pelayanan perencanaan individual. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. dan sosial-pribadi. belajar. karir. sosial. Melalui kegiatan penilaian diri ini. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. dan karier. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. sosial. dan masyarakatnya. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. atau aspek-aspek pribadi. penerimaan. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif.Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. peserta didik akan memiliki pemahaman. dan pengembangan pekerjaan. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. dan penyaluran). mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat.

(3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. (b) aktif dalam organisasi profesi. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. a) Pengembangan Professionalitas. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). dan (4) pengembangan penataan kebijakan. atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana). (3) memelihara. staf. Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru.Satu Untuk UNM d. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. seperti seminar dan workshop (lokakarya). Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. staf Sekolah/Madrasah lainnya. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program. dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. (b) kegiatan manajemen. tata kerja. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. pengembangan pemanfaatan sumber daya. orang tua. (c) riset dan pengembangan.

Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. sistematis. (3) organisasi profesi. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). dokter. dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). terarah. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . seperti psikolog. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara. dan orang tua peserta didik. (2) instansi swasta. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. melakukan referal. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. dalam arti dilakukan secara jelas. psikiater.

Indikator 1. Waktu : 5 x 50 menit D. 5. 4. Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C. Judul B. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. 2. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2.

Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan. dan kepribadian. Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. atau tugas-tugas perkembangannya. minat-minatnya (pekerjaan. jurusan. Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . masalah-masalah yang dialami. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu. Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing. Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a. Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. seni. dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. Uraian Materi 1. Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. kecerdasan. guru. yang menyangkut karakteristik peserta didik. dan anggota masyarakat lainnya. staf administrasi. seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). a. menyusun suatu rencana. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik). Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. olahraga. motif belajar.Satu Untuk UNM E. Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. kondisi dan kualifikasi konselor. Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli. asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi. dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. sikap dan kebiasaan belajar. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. dan keagamaan). sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). orangtua. Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling.

b. Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. Kelas mana yang berprestasi baik. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. Sama hal dengan yang disebutkan diatas. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. b. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah. yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum. Membantu orangtua mengenal anaknya. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis. Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu. d. b.Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. c. dan sebagainya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. c. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis. Misalnya.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan. penyedia layanan. guru. pimpinan. seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. tenaga bantu. bagaimana itu dilakukan. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). staf administrasi. mana siswa yang loyo. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling. staf sekolah lainnya. Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. e. 2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. pemilihan kelanjutan studi. antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. c. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula.Satu Untuk UNM d. Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran. mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. warga masyarakat. orangtua. Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan.

Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. 4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia. bagaimana instrumen itu diadakan. interview (langsung dan tak langsung). pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya). kenang-kenangan masa muda dan case history). sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya. khususnya tes psikologi. angket (langsung dan tak langusng). orangtua. otobiografi. sosiometri. dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data. tes minat. proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. Untuk penggunaan teknik tes. guru. dan sebagainya. buku harian. daftar cek masalah (problem check-list). ataupun tes hasil belajar. Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing. guru. konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. tes kepribadian. Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan. Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. tes bakat. bogragfis (biografi. antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa.

Dalam merumuskan program. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan. kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan. Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Secara umum. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. Terakhir. Berdasarkan hasil analisis data. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. 2.Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan. menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target. dan (5) volume/beban tugas konselor. rencana. (3) format kegiatan. (4) sasaran pelayanan. Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan.

karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. dan 3) Tindakan. e. c. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. (b) Komponen Pelayanan Responsif. b. internalisasi. Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. pribadi-sosial. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. (c) Komponen Perencanaan Individual. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. Komponen Program.Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. untuk membangun pemaknaan. Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. f.

Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. dan mingguan. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Program Tahunan dan Program semester. Pelayanan Dasar 2. Tabel 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Pelayanan Responsif 3. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4.Satu Untuk UNM g. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu.1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1. semesteran. bulanan. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah.

program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. j. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. Secara operasional. i. Program Semesteran. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. 3. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. dan alih tangan (referal). rasional. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. atau majalah dinding).Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. h. Program Bulanan. program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. dan realistik. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. Program Tahunan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. k. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. yaitu: 1. konferensi kasus (case conference). 2. buku-buku. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. kunjungan rumah (home visit). brosur. Dilihat dari jenisnya.

penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani. Tugas perkembangan tersebut. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan. perlu disusun silabus bimbingan konseling. bermasyarakat. Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. teknologi. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan. Program Mingguan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. 5. Program Harian. serta 44 . Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis. persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi. meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. 3. Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia. terencana.Satu Untuk UNM 4. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. Madrasah Aliyah. sosial. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 . Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG).Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.

Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A. 5. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. 2. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 . 4. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. Indikator 1. Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. Judul : Organisasi. Fasilitas. Waktu : 4 x 60 menit D.

latihan. 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut. 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. a. semesteran. 2) Menyediakan sarana dan prasarana. 5) Menyediakan fasilitas. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. dan masyarakat. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. URAIAN MATERI a. dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. tenaga. harmonis dan dinamis. kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. b. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya).Satu Untuk UNM E. 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. orang tua peserta didik. bulanan. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan. program mingguan. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling. sehingga pepelayanan pengajaran. khususnya pepelayanan pelaksana utamanya. guru. Tugas secara kepala menyeluruh. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya. Uraian tugas masing-masing personil tersebut.

Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. d. Konselor Sebagai pelaksana utama. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. prasana dan sarana. 10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. c. dan tahunan. tenaga inti dan ahli. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . mingguan. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan. guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. semesteran. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. 9) Mempersiapkan diri.

yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan. f. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik. untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. b. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. seperti konferensi kasus. e. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik. dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik. Wali Kelas Sebagai pembina kelas. Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. program pengayaan).

jenis dan jumlah ruangan. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah. dan ruang konseling individual. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang.Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. Jumlah ruang kerja staff. dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga. dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok.1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. (2) ruang tamu. Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan. Gambar 4. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. ukuran. Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. (3) ruang konseling individual (4) ruang data.

buku program semesteran. dan tes prestasi belajar. biografi dan autobiografi. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. buku pribadi. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. daftar cek. AUM. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. c. tes bakat Sekolah/Madrasah. pedoman wawancara. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. 3) Alat penyimpan data. buku kasus. Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. dan buku harian) b. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling. maka perlu disediakan map pribadi. tes/inventori kepribadian. Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). dan format evaluasi.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. format-format surat (panggilan. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. sosiometri. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik. Untuk menyimpan berbagai keterangan. skala penilaian. angket (angket peserta didik dan orang tua). Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . khususnya dalam bentuk himpunan data. format satuan pelayanan. referal). pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. ITP. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. format pelaksanaan pelayanan. map dan file dalam komputer. himpunan data peserta didik. dan berbagai data serta informasi lainnya. catatan anekdot. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. tes bakat khusus. tes/inventori minat. Yang tidak kalah penting ialah. Fasilitas Lain Selain ruangan.

Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini.Satu Untuk UNM harus dicatat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . blanko surat. para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. OHP. paket bimbingan. leger Bimbingan dan Konseling. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. data kehadiran peserta didik. LCD. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. atau buku materi pelayanan bimbingan. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. dan agenda surat. program database peserta didik. Dalam konteks ini. laporan kegiatan pelayanan. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). seperti data informasi. mengolah data. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. blanko konferensi kasus. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien. modul bimbingan. perangkat elektronik (seperti komputer. kartu kasus. analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. dan beberapa perangkat tes tertentu. seperti alat tulis menulis. TV). buku hasil wawancara. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. kartu konsultasi. sosial. perangkat ungkap masalah. Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. dan CD interaktif. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. buku-buku panduan. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. tape recorder. film. belajar maupun karir. 4) Kelengkapan penunjang teknis. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. CD pembelajaran.

Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah. sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi. penyelenggaraan MGMP. pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . data peserta didik dalam kelompok kelas. d. Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi. Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b. belajar dan karir juga harus tersedia. Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. Komponen anggaran meliputi: a. sosial. Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. pembelian buku pendukung/sumber bacaan. data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . penyiapan perangkat konseling kelompok). Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya. atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain. e. berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah). Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan. Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka.Satu Untuk UNM c. Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. Evaluasi Bimbingan Konseling a. Menurut Shertzer dan Stone (1966). tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan.

dan hasil belajar. guru mata pelajaran. 2) Keterlaksanaan program. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. perolehan siswa dari layanan.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. 5) Respon siswa. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. pencapaian tugas-tugas perkembangan. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. personil sekolah. 2. dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. 6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. b. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. kegunaan layanan menurut siswa. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. perolehan guru pembimbing. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. orang tua. Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling.

yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). tokoh masyarakat. maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). dan (2) mengembangkan program. Untuk memperoleh data yang diperlukan. angket. Berdasarkan temuan yang diperoleh. kepala sekolah. Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. dan studi dokumentasi. para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. kurang tepat. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. Instrumen itu diantaranya inventori. dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. pedoman observasi. guru mata pelajaran. Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. para wali kelas. 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. c. Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses). Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). pedoman wawancara. 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. orang tua. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan.

Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. Kualitas pemahaman. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4. EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. observasi. Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. Respons stakeholder (siswa. organisasi profesi bimbingan. Kualitas sikap sosial siswa 7. orangtua) 1.Satu Untuk UNM depdikbud. Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . guru. dan pangarahan diri siswa 3. sekolah lanjutan. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. studi dokumentasi. dan sebagainya. angket. Prestasi belajar siswa 5. penerimaan. Tingkat partisipasi personel 3. kepala sekolah.2. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara. tes. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8. analisis hasil kerja siswa. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. dan sebagainya. Kualitas kedisiplinan siswa 6.

5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. e. 3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan. d. 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya. 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah. 1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini. Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa.

Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. dan/atau klasikal. yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud. peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif. kreatifitas. (2) media.Satu Untuk UNM a. merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. keterampilan dan keberhasilan belajar. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik. motivasi. lisan dan/atau tulisan. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan. f. seperti sikap. Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). kelompok. 3) Penilaian jangka panjang (laijapang). kemampuan personil dalam melaksanakan program. konsep diri. kebiasaan. 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. merupakan penilaian tahap awal. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. b. kemam-puan berkomunikasi. Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. seperti satu semester. apresiasi terhadap nilai dan moral. kebutuhan peserta didik yang belum terlayani. Dilihat dari jenisnya. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing.

melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing. psikologis. Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik.Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program. Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal. serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. koordinator dan kepala sekolah.

6. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. 5. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. C. 3. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4. E. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. Uraian Materi 1. Indikator: 1. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. 2. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. 2005). Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Waktu : 6 x 50 menit D. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3. Judul B.

Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif. Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). b. d. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. e. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . 2. g. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik. Bagi para ahli modifikasi perilaku. (2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. dan (c) peniruan. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. f. yaitu: a. (b) pembiasaan operan. (3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. b. c. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan.

kemungkinan manfaatnya. Goal setting. (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. kekuatan dan kelemahannya. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. 4. Assesment. mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. dan area pola hubungan Konselor interpersonal. b. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. apakah tujuan itu realistik. (4) dirumuskan secara spesifik c. Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. atau kemungkinan kerugiannya. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. (2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut.Satu Untuk UNM c. b. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. (4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . d. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli.

konselor berfungsi sebagai konsultan. b. e. c. Feedback. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan. peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . f. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. tape recorder. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. atau contoh nyata langsung). dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. e. pemberi dukungan dan fasilitator. c. d. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya.Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. atau melakukan referal. penasihat. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. Evaluation termination. Dalam proses ini. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu. d. Technique implementation. guru. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. 5. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a. 6. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial.

dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. disebut sebagai shaping. sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. Implosion dan flooding. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. b. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. c. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus. sebagai berikut: a. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental. Setelah terbentuk. c. sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0). misalnya dalam menit. konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit. Desensitisasi sistematik. frekuensi penguat dapat dikurangi. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif. 7. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu. Shaping. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. supaya perilaku tetap bertahan b. Skedul penguatan. Time-out. Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100).Satu Untuk UNM a. dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. Untuk mempelajari keterampilan baru. Selain teknik-teknik umum tersebut. Ekstingsi. Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan. Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan.

kesulitan menyatakan tidak. Tugas Latihan 1. e. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. f. Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik). Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Latihan Asertif. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan.Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. 2. 3. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. Pembentukan Tingkah laku Model. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. Flooding lebih ringan sifatnya. dapat menggunakan model audio. 4. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Pengkondisian Aversi. model fisik. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral.

C.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. 2. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif. E. dan kompeten. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4. Sebaliknya. 6. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Uraian Materi 1. 3. bahagia. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. 5. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. Judul B. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional. Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu. individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . Waktu : 5 x 50 menit D. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. Indikator: 1. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya.

dan irasional. emosional. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. dan Emotional Consequence (C). sangat personal. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . bijaksana. kelulusan bagi siswa. Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. pandangan. masuk akal. Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. Belief (B) yaitu keyakinan. dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. dan keran itu tidak produktif. interpretasi. Perceraian dalam keluarga. yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). Keyakinan seseorang ada dua macam. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. Menurut Gladding (2004). Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. 2. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. tidak masuk akal. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. kejadian. yaitu Antecedent event (A). Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. yang dapat diterima menurut akal sehat. Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. Belief (B). nilai. tingkah laku. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. atau sikap orang lain. dan kerana itu menjadi prosuktif.

pada saat yang bersamaan mereka kognitif. kebiasaan yang merugikan diri sendiri.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. Dalam hal perilaku yang terganggu. Dengan demikian. Tetapi. d. untuk kreatif. belajar dari kesalahan. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka. karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri. wishful thinking. berpikir dan merasa. supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. untuk berpikir. dan motorik. berlaku proses yang sama. untuk melakukan kesalahan yang sama. Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. rnenghindar berpikir panjang. c. sangat sugestif dan mudah terganggu. Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. Orang mempersepsi. (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . b. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. untuk percaya tahayul. mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri. untuk berminat terhadap orang lain. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. perasaan dan tindakannya. berpikir. Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). Dengan demikian. dengan memori yang terdahulu. karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. atau antara kenyatan dan imajinasi. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran. konatif. tidak toleran. penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. merasa dan berperilaku secara simultan. menyukai kesenangan sesaat. Tetapi.

insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga. rasa cemas. dalam konseling REBT. Kedua. dan (10) menerima kenyataan. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. (6) menerima ketidakpastian. (9) berani mengambil risiko. rasa marah. 3. Ketiga. (7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. (8) penerimaan diri. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap.Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. (4) toleransi terhadap pihak lain. Tujuan Konseling Menurut REBT. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. (2) minat sosial. (3) pengarahan diri. Di samping itu. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . persepsi. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang. (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media. rasa berdosa. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. rasa bersalah. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu. dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya. merasa was-was. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. cara berpikir. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi. (5) fleksibel. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama.

persisten. berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT. c. Behavioristik. Emotif-ekspreriensial. 5. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. Perlu repetisi konsisten. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. Operasionalisasi tugas konselor. sebagai berikut: a. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. konselor adalah aktif dan direktif. artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. berpengetahuan luas. Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika. Dalam Konseling REBT. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT.Satu Untuk UNM 4. b. empatik. Kognitif-eksperiensial. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan. Aktif-direktif. Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . menambah respek. d. b. lebih edukatif-direktif kepada konseli. Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. ilmiah. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. genuine. konkret. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli.

atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. humor.terutama yang menimbulkan gangguan. pelatihan asertivitas. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional. 6. REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom. b. mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. desensitisasi. c. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). dukungan dan lain-lain. afektif. d. 2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu. bermainperan.Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya. tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka . a. eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. mendorong. sugesti.

Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. atau meniru model-model sosial. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. latihan. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. Dengan tugas rumah yang diberikan. c. 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. mengobservasi. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri. maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . membiasakan diri. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. 2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis. dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru.

Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2. 4. Tugas Latihan 1. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 .Satu Untuk UNM F.

Indikator: 1. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5. Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 6. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. 2. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik. 3. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. 7. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 5. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4. Judul B. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. Waktu : 5 x 50 menit D.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 .

sebagai berikut: a. Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain. mereka mencari makna. nilai. Heidegger. Nierkegaard. Setiap pribadi adalah orang yang sadar. ingin berkembang kearah yang lebih baik. dan Sartre. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. Uraian Materi 1. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. Manusia merupakan seseorang yang ada. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. Manusia tidak pernah statis.Satu Untuk UNM E. Nietzsche. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. b. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. Menurut Rogers. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif. e. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. c. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. realistik. Manusia bersifat intensional. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. konstruktif. dan memiliki kreativitas. Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi. d. 1980). Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964). and trustworthy (Rogers. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 .

keyakinan serta pandangan-pandangan individu. Memperbaiki dan mengubah sikap. c. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. kasih sayang. Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. Makin jauh jurang antara keduanya.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. 3. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat. Dengan perkataan lain. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. antara lain: a. pengalamannya tertekan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). bila ia konform. memerlukan penghargaan positif. Tetapi. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik. karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain. Tetapi. orang akan menjadi makin maladjusted. d. Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. dan penerimaan. perhatian. Dalam pandangan pendekatan humanistik. 4. 2. ia tidak akan diterima atau dihargai. b. pada masa kanak-kanak. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. b. Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. yang unik. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. persepsi cara berfikir.

understanding (pemahaman). sebagai instrumen perubahan. e. reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. c. Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng.1980). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . Rogers. Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling. e. limited questioning (pertanyaan terbatas. Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. dan (3) congruence genuineness. reassurance (menentramkan hati). 6. yaitu 1) empathy. berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. 5. (2) positive regard (acceptance). respect (rasa hormat). acceptance (penerimaan). tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. Konselor menggunakan dirinya sendiri. (Rogers. dan g. meliputi: a. f.Satu Untuk UNM c. Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. Kongruensi centered counseling. b. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. encouragement (memberi dorongan). Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. d. Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. d.

Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling. 3. Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi. mengambil keputusan yang tepat. Tugas Latihan 1. c. skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . b. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi). memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi. 4. mengarahkan diri. mewujudkan dirinya. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. dan d. 2. F.

Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor. 2. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian. 3. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan. Selama simulasi dialog konseling. Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. Ikuti prosedur berikut: a. Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. c. yaitu bertindak sebagai konselor. Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap. dan pengamat. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. Setelah sesi dialog. Judul B. d. e. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . konseli. Waktu : 6 x 50 menit D. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut. Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. Indikator: 1.

seperti guru. terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain. proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya. 2. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. mengarahkan. Keterampilan membuat paraprase 4.Satu Untuk UNM 4. Untuk bisa menolong orang lain. Keterampilan penampilan dalam penerimaan. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. Keterampilan mengempati perasaan 5. Mereka menolong orang lain—mengajar. dan semacamnya. Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya. Bahkan. Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. mengkonseling. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. Karena itu. Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi. bahwa anda bersedia menerimanya. dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. E. Namun demikian. yaitu: 1. psikolog. pada sejumlah pekerjaan menolong. 1. menasehati. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. konselor. Keterampilan membuat ringkasan 6. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud.

5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. Kontak Mata (Eye Contact).Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan. ekspresi wajah. penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. meliputi posisi tubuh. tegang. Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending. 4) Ekspresi wajah yang responsif. 3) Pandangan mata yang berbinar. yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi. Kontak mata yang baik. 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. dan gerakan anggota badan. anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda. Penampilan badaniah yang baik. meliputi: a. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli. Yang penting diingat. jika ingin menjadi seorang penolong. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. tidak spontan. Penampilan badaniah. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. b. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat.

yaitu keterampilan badaniah saat berbicara. antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan. antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain. maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . kontak mata. 2. dan perilakunya. Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya. Pengelolaan suara yang kurang baik. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya. Pendengaran yang baik.‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan. 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. Pandengaran yang kurang baik.Satu Untuk UNM c. atau berbelit-belit. perasaan. ya. tidak teratur. Pengelolaan suara yang baik. d. lalu. Pengelolaan Suara. Pendengaran (listening). tanpa sistematika yang jelas. antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata. dan penglolaan suara.

Di samping itu. bagaimana?. Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik. mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup. seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya. Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan). Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu. atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan. meliputi: a. pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam. misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik.Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan. yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?.

Paraphrase mempunyai tiga tujuan. ―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat. mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. Paraphrase yang baik. (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan. 3. dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara.Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. ―Uh-huh‖. a. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b. misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan. dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya.

dan pemahaman (understanding).Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut. pikiran.‖ b.‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya. meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis.‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ………………. Paraphrase yang kurang baik. antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. dan motive mereka bisa dimengerti. kepedulian (compasion). Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka. keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh. interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli. 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara. kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu). seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa……………. c. atau istilah lain yang memiliki makna yang sama. tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka. Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda. 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat. Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain. Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). Berbagai hasil penelitian menunjukkan. 4. bahwa perasaan. misalnya kata-kata teknis. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong.

Bacalah daftar kosa kata perasaan. kurang percaya diri. kacau. Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan.‖ Perasaan permukaan: jengkel. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c. Contoh. maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar. selalu saja berakhir dengan kekacauan. yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. Untuk menangkap perasaan orang lain. Pertama. Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu. Mengenal berbagai kata-kata perasaan. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah. lakukan langkah-langkah berikut: b. seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh. Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian.Satu Untuk UNM dipelajari. melalaui latihan yang efektif. kurang berharga. a. Untuk latihan. kecewa. yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut. dan bahwa sebagian besar orang. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. pernyataan tersembunyi. dapat belajar menjadi empatik. marah. ―Bila saya merasa tersinggung‖. Kedua.

‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah. dengan pernyataan eksperiensial. dengan phrase.Satu Untuk UNM e. Saya membencinya. Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan. dan dengan pernyataan verbal. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan.‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda…………………. Untuk maksud ini. yaitu dengan kata tunggal. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah.‖ meriah. baik positif maupun negatif. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya. rupanya yang anda alami adalah………….‖ f.‖ 5.. Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan.‖ : ―Saya merasa seperti di surga.. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar. saat anda mendengar pembicaraan konseli. Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan. berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah………. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut.‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya.‖ : ―Guru itu jahanam. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 .

serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. 3) Tujuan. Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya. pertimbangkan tujuan anda. Di samping itu. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong. melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase. waktu. meliputi: a. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya. dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan.Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. Keterampilan meringkas. Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan. Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . b.

3. dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah…………. tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya. konseli. Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap. akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari. pertanyaan terbuka. Menggunakan keterampilan penampilan. Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving). Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik. Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem. mengenal dan merefleksi perasaan. Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1. Ke dalam setiap tahap. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem.‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut.Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut. akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini. Mengukap-kan Problem 2.‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6. serta mengenal dan merefleksi perasaan.. Karena itu.. PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan. antara lain: ―Apa yang saya dengar. yang anda katakan adalah………………. pertanyaan terbuka ketulusan.

Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. 5. Memutuskan Alternatif Terbaik 7. Apakah alternatif itu cukup spesifik? c. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. 6. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. dan membuat ringkasan. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif). Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b. Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b. Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d. Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. pertanyaan terbuka. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c. Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. paraprase. Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. dengan menjawab pertanyaan berikut: a. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu.Satu Untuk UNM 4. Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi.

Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 .Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g. e. Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i. Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g. Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful