Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 . nilai. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. dan sebaliknya. sosial. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. dan profesional. fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. kepribadian. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan.Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri.

Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling. yang dilaksanakan pada akhir PLPG. Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik. Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional.Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005. kepribadian. Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. Pada uji tulis. sosial. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik. Oleh karena itu. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor. dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Waktu : 5 x 50 menit D. Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6. Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4. Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. SMK. dan PT. Indikator 1. 7. SMP. SMA. Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. C. 2. Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5.

Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975. yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan. URAIAN MATERI 1. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 . Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E. sebagaimana tampak pada Gambar 1.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1. dan (c) Materi Pengembangan Diri. 22/2006 tentang Standar Isi. pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran. dalam Permendiknas No. yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik. 5. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3.1 Gambar 1.Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. (b) muatan lokal.

bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler. Persamaan. Gambar 1. khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan. Meskipun demikian. konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan. sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru. ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan.Satu Untuk UNM Gambar 1. Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru. konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1.2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan. dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. dan keterkaitan antara wilayah layanan. yang dapat dan oleh karena itu perlu.3. Dengan kata lain. di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor.3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . keunikan.

Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat. minuman keras. penyalahgunaan alat kontrasepsi. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. emosi. meminum minuman keras. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. Untuk mencapai kematangan tersebut. Dengan kata lain. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas. Psikotropika. harapan dan nilai-nilai yang dianut. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. pertumbuhan kota-kota. baik fisik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi.Satu Untuk UNM 2. Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat. revolusi teknologi informasi. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik. sosial. dan kesenjangan perkembangan tersebut. Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. psikis maupun sosial. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. intelektual. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia). kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat. atau bebas dari masalah. dan moral-spiritual). Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. atau searah dengan potensi. menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. lurus. atau di luar jangkauan kemampuan. tawuran.

Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut. efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi. hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik. Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling. (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan. seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling).Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya. Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. narkotika. serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dengan demikian. pendidikan yang bermutu. (2) berakhlak mulia. 20 Tahun 2003). karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan. (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. klinis. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. putau. dan bidang bimbingan dan konseling. dan terpusat pada konselor. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. kriminalitas. remedial. bidang instruksional atau kurikuler. pengembangan potensi. dan pergaulan bebas (free sex). adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). seperti: ganja. ectasy. yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. dan sabu-sabu). Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik.

dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. maupun karir. belajar (akademik). guru-guru. a. belajar. 1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. sosial. dan karir. sosial. dan staf administrasi). psikis. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. Atas dasar itu. belajar. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. baik menyangkut aspek pribadi. maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik.Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut. dan tugas-tugas perkembangannya. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. orang tua peserta didik. dan karir. yang meliputi aspek pribadi. dan spiritual). 3. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. baik dalam kehidupan pribadi. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. sosial. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. maupun lingkungan kerja. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . masyarakat. kekuatan.

seperti keterampilan membaca buku. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. disiplin dalam belajar. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 . Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. atau silaturahim dengan sesama manusia. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. 10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar.Satu Untuk UNM keluarga. pergaulan dengan teman sebaya. persaudaraan. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah).. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. seperti kebiasaan membaca buku. b. mencatat pelajaran. baik fisik maupun psikis. 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. mengggunakan kamus. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. 2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. Memiliki rasa tanggung jawab. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. tempat kerja. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Sekolah/Madrasah. menghormati atau menghargai orang lain. 5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. maupun masyarakat pada umumnya. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.

prospek kerja. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. dan sesuai dengan norma agama. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. Oleh karena itu. Fungsi Pemahaman. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. mengerjakan tugas-tugas. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. asal bermakna bagi dirinya. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. 4. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. tanpa merasa rendah diri. Fungsi Bimbingan dan Konseling a. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. yaitu kecenderungan arah karir. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. kemampuan. Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. kemampuan dan minat. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. dan kesejahteraan kerja. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. c. 8) Mengenal keterampilan.

yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. merokok. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). dan remedial teaching. jurusan atau program studi. drop out. supaya tidak dialami oleh peserta didik.Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. d. Fungsi Penyembuhan. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah. dan bimbingan kelompok. Fungsi Pengembangan. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. Fungsi Penyaluran. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik. dan pergaulan bebas (free sex). dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. b. Melalui fungsi ini. e. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. belajar. dan karyawisata. home room. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. informasi. sosial. Fungsi Preventif. pekerjaan. Dalam melaksanakan fungsi ini. diantaranya: bahayanya minuman keras. baik menyangkut aspek pribadi. dan norma agama). penyalahgunaan obat-obatan. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. bakat. maupun karir. tutorial. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Berdasarkan pemahaman ini. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. c. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.

baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. a. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. g. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. minat. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. Fungsi Penyesuaian. Fungsi Adaptasi. dan kebutuhan peserta didik (peserta didik). Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. konselor. b. Bimbingan menekankan hal yang positif. maupun dewasa. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik).Satu Untuk UNM f. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. remaja. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). kemampuan. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. 5. baik pria maupun wanita. memilih metode dan proses pembelajaran. dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. c. baik anak-anak. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan.

pendidikan. lembagalembaga pemerintah/swasta. yaitu meliputi aspek pribadi. Asas kesukarelaan. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan. dan peluang untuk berkembang. f.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. sosial. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. e. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. dan pekerjaan. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. 6. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. menyesuaikan diri. dan masyarakat pada umumnya. memberikan dorongan. a. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. tetapi juga di lingkungan keluarga. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . perusahaan/industri. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. b. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya. Mereka bekerja sebagai teamwork. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. Asas Kerahasiaan. d. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama.

mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . g. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. c. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. Asas kemandirian. tidak monoton. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. dan terpadu. saling menunjang. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). e. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. h. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain.Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Asas keterbukaan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. d. Asas kegiatan. Asas Kekinian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. Agar peserta didik dapat terbuka. Asas Keterpaduan. mampu mengambil keputusan. f. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. harmonis. Asas Kedinamisan.

namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Lebih jauh. yaitu nilai dan norma agama. hukum dan peraturan. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. atau ahli lain . Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. adat istiadat. perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. dan kebiasaan yang berlaku. menghayati. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. Dengan kata lain. namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. Asas Keahlian. k. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. guru-guru lain. Dalam hal ini. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. Asas Alih Tangan Kasus. Asas Keharmonisan. ilmu pengetahuan. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. i. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. j.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. 7. Di pihak lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli.

melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). Jenjang Taman Kanak-kanak. Sebaliknya. Sampai saat ini. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan. kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada. Berikut ini. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. Secara programatik. yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. Jenjang Sekolah Dasar. antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation. sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. Secara hukum. b. advicement. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. Dengan kata lain. a. Jenjang Sekolah Menengah. c. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor. transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi. Namun demikian. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor.Satu Untuk UNM signifikan. namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar.

yang meliputi fungsi preventif. pemberian layanan responsive. Pada jenjang ini. serta pengembangan system support. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. d. Namun. dan SM. dan akademik siswa. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal. SD. serta system support. alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services. individual student planning. akademik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . maupun fungsi kuratif. Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air. konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling. sebagai salah satu komponen student support services. sosial.Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. karier. Peran konselor. developmental. Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK. dan responsive services. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. dan karier mahasiswa dibutuhkan. Jenjang Perguruan Tinggi.

Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. 4. dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. dan pola komprehensif 3. pola 17 plus. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Pola 17 plus. 6. Indikator 1. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . Judul B. Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. 3. Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Waktu : 5 x 50 menit D. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Membandingkan komponen program pada pola 17. Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17. 2. Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6.

Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. rancangan. Namun. D. Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. mengandung arti bahwa bentuk. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan.Satu Untuk UNM 7. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. URAIAN MATERI 1. sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. guru. bakat. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8. dan pengembangan karir peserta didik. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4. dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. belajar. a. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran. 9. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. dan 22 . tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling.

Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya. perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor. Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). dan Konseling Gambar 2.Satu Untuk UNM b. Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum. dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. responsif.1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi. Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. c. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 . Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan.1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru.

Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. konseling perorangan. Dalam pola ini. dan konseling kelompok). Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia. Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. belajar. serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 . 2. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. (2) pelayanan responsif. sosial.Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. himpunan data.2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. tujuah jenis layanan (orientasi. dan pelimpahan kasus). bimbingan kelompok. konferensi kasus. informasi. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus. karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. dan karir). dan (4) dukungan sistem. (3) perencanaan indiviual. serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. penempatan dan penyaluran. Di sebutkan demikian. kunjungan rumah. di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga.

konseling individual.4. konseling sebaya.Satu Untuk UNM Gambar 2. referal. Gambar 2. Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2. konseling kelompok. kunjungan rumah. dan pengembangan profesi). kolaborasi. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 .4. penempatan & penyeluran. bimbingan kelompok. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi.3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. sistem najemen. konferensi kasus. konsultasi. akses TIK. akuntabilitas. informasi.

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

dan penyakit kronis. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . (5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. (11) masalah tawuran. suasana kerja.Satu Untuk UNM malas beribadah. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. seperti psikolog. seperti depresi. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. (8) menampilkan pribadi yang matang. baik dalam aspek emosional. 3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. psikiater. dibantu mengidentifikasi masalah. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik). sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. penemuan alternatif pemecahan masalah. (10) masalah pergaulan bebas (free sex). Melalui konseling. maupun moral-spiritual (hal ini penting. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. dokter. dan prospek kerja). Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. kehadiran. (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. persyaratan kerja. membantu memecahkan masalah peserta didik. dan (13) masalah dalam keluarga. (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. kecanduan narkoba. sosial. dan pribadinya). (12) manajemen stress. dan kepolisian. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. penyebab masalah. tindak kejahatan (kriminalitas). mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya.

Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik. dapat dilakukan beberapa upaya. atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. (3) organisasi profesi. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. tetapi juga oleh orang tua di rumah. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan . Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. dan (6) pekerjaan). (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dan dokter. (2) instansi swasta. (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah. pengertian. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). psikiater. seperti psikolog. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. orang tua. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi.Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. 6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. melakukan referal. 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya.

Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. dan advokasi implementasi pelayanan ini. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. memonitor. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. maupun karir. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. rujukan. tujuan. baik akademik maupun non-akademik.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. baik menyangkut aspek pribadi. konseling individual. sosial. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. kolaborasi. c. penafsiran hasil asesmen. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. perkembangan. dan rencana yang telah dirumuskannya. belajar. melalui kunjungan ke rumahnya. Kegiatan orientasi. (2) mampu merumuskan tujuan. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. perencanaan. dan mengelola rencana pendidikan. dalam upaya menggentaskan masalahnya. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. karir. informasi. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya.

memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. sosial. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. karir. atau aspek-aspek pribadi. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. dunia kerja. merencanakan karir.Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik. dan karier. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. Melalui kegiatan penilaian diri ini. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. dan penyaluran). dan masyarakatnya. (2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. Melalui pelayanan perencanaan individual. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. peserta didik akan memiliki pemahaman. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. belajar. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. dan pengembangan pekerjaan. penerimaan. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. sosial. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. informasi tentang Sekolah/Madrasah. dan sosial-pribadi.

dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . (b) aktif dalam organisasi profesi. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. staf Sekolah/Madrasah lainnya. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. (3) memelihara. b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. tata kerja.Satu Untuk UNM d. a) Pengembangan Professionalitas. pengembangan pemanfaatan sumber daya. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana). (c) riset dan pengembangan. staf. (b) kegiatan manajemen. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. seperti seminar dan workshop (lokakarya). dan (4) pengembangan penataan kebijakan. dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas. orang tua. Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat.

dan orang tua peserta didik.Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. sistematis. dokter. (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. (2) instansi swasta. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. melakukan referal. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. dalam arti dilakukan secara jelas. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. terarah. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). psikiater. seperti psikolog. (3) organisasi profesi. dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan).

setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Judul B. Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Indikator 1. Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. 2. 5. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. 4. Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2. Waktu : 5 x 50 menit D. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang).

orangtua. minat-minatnya (pekerjaan. jurusan. dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. masalah-masalah yang dialami. Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli. dan anggota masyarakat lainnya. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu. Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. motif belajar. Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan. sikap dan kebiasaan belajar. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. dan keagamaan). a. staf administrasi. menyusun suatu rencana. Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a. Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. dan kepribadian. kecerdasan. dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. kondisi dan kualifikasi konselor. Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. yang menyangkut karakteristik peserta didik. asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi. guru. atau tugas-tugas perkembangannya. seni. Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 .Satu Untuk UNM E. Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. Uraian Materi 1. olahraga. dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik).

Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah. b. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum. Membantu orangtua mengenal anaknya. c. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. Sama hal dengan yang disebutkan diatas. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. d. Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. c. dan sebagainya. yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya. Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. Misalnya. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis. b. Kelas mana yang berprestasi baik. Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu. Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. b. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 .Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya.

Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. c.Satu Untuk UNM d. 2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. staf administrasi. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling. warga masyarakat. guru. Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. pemilihan kelanjutan studi. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran. pimpinan. penyedia layanan. orangtua. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan. mana siswa yang loyo. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . bagaimana itu dilakukan. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan. seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. tenaga bantu. Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. e. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula. staf sekolah lainnya.

4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia. dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data. konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. buku harian. disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. khususnya tes psikologi. Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. daftar cek masalah (problem check-list). Untuk penggunaan teknik tes. angket (langsung dan tak langusng). sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya. interview (langsung dan tak langsung). antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia. dan sebagainya. guru. otobiografi. tes kepribadian. sosiometri. bagaimana instrumen itu diadakan. Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. tes bakat. kenang-kenangan masa muda dan case history). Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. tes minat. Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa. orangtua. pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya). proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . guru. bogragfis (biografi. Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing. ataupun tes hasil belajar. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data.

Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan. kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan. (4) sasaran pelayanan. Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Dalam merumuskan program. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. Terakhir. Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan.Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. rencana. Secara umum. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. 2. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan. menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan. dan (5) volume/beban tugas konselor. buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . (3) format kegiatan. serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target. Berdasarkan hasil analisis data.

(c) Komponen Perencanaan Individual. untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi. karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. internalisasi. dan 3) Tindakan. Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. b. pribadi-sosial. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. c. f. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. untuk membangun pemaknaan. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. e.Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . Komponen Program. (b) Komponen Pelayanan Responsif. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan.

Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus.1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1. Program Tahunan dan Program semester. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4. untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. Pelayanan Dasar 2. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. dan mingguan. Pelayanan Responsif 3. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Tabel 3. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. bulanan. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program.Satu Untuk UNM g. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. semesteran. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah. Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien.

Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. buku-buku. 3. dan alih tangan (referal). Program Semesteran. j. program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. brosur. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. dan realistik. Program Bulanan. Program Tahunan. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. 2. atau majalah dinding). k. rasional. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. kunjungan rumah (home visit). Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. i. Secara operasional. sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai.Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. konferensi kasus (case conference). Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. yaitu: 1. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . h. Dilihat dari jenisnya. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah.

Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. teknologi. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan. intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga.Satu Untuk UNM 4. sosial. 3. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani. Program Harian. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan. Program Mingguan. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis. serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi. terencana. serta 44 . Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan. meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. Madrasah Aliyah. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. 5. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. bermasyarakat. perlu disusun silabus bimbingan konseling. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. Tugas perkembangan tersebut. kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 . Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling.

Waktu : 4 x 60 menit D. 4. Indikator 1. Fasilitas. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A. Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. 2. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 5. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Judul : Organisasi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 .

Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling.Satu Untuk UNM E. sehingga pepelayanan pengajaran. dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan. tenaga. orang tua peserta didik. a. 2) Menyediakan sarana dan prasarana. b. 5) Menyediakan fasilitas. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya. dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . dan masyarakat. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. program mingguan. khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. semesteran. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya). 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. latihan. guru. harmonis dan dinamis. Uraian tugas masing-masing personil tersebut. khususnya pepelayanan pelaksana utamanya. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. bulanan. URAIAN MATERI a. 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. Tugas secara kepala menyeluruh. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut.

Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan. d. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya. guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling. c. semesteran. alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. dan tahunan. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. Konselor Sebagai pelaksana utama. prasana dan sarana. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. mingguan. Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. tenaga inti dan ahli.Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. 9) Mempersiapkan diri. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. 10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling.

Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik. yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan. seperti konferensi kasus.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling. program pengayaan). khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. b. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . Wali Kelas Sebagai pembina kelas. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. f. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik. e. Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada. 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling.

Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 .Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. Gambar 4. (3) ruang konseling individual (4) ruang data. jenis dan jumlah ruangan. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka. Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan. ukuran. Jumlah ruang kerja staff. dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok. dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga. Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi. Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. (2) ruang tamu. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. dan ruang konseling individual.

maka perlu disediakan map pribadi. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. tes/inventori minat. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling. sosiometri. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. buku pribadi. Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. dan berbagai data serta informasi lainnya. pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). Fasilitas Lain Selain ruangan. Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . Untuk menyimpan berbagai keterangan. tes bakat khusus. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. dan format evaluasi. angket (angket peserta didik dan orang tua). Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. khususnya dalam bentuk himpunan data. dan tes prestasi belajar. AUM. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. map dan file dalam komputer. dan buku harian) b. 3) Alat penyimpan data. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. pedoman wawancara. c. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik. referal). format pelaksanaan pelayanan. format-format surat (panggilan. himpunan data peserta didik. ITP. daftar cek.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. format satuan pelayanan. tes/inventori kepribadian. biografi dan autobiografi. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. Yang tidak kalah penting ialah. tes bakat Sekolah/Madrasah. buku kasus. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. catatan anekdot. buku program semesteran. skala penilaian. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan.

Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. data kehadiran peserta didik. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. seperti alat tulis menulis. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. blanko surat. leger Bimbingan dan Konseling.Satu Untuk UNM harus dicatat. atau buku materi pelayanan bimbingan. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. dan beberapa perangkat tes tertentu. tape recorder. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. dan agenda surat. buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. sosial. Dalam konteks ini. Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. LCD. blanko konferensi kasus. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien. perangkat ungkap masalah. analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. buku hasil wawancara. film. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. seperti data informasi. dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . perangkat elektronik (seperti komputer. kartu kasus. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. paket bimbingan. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. CD pembelajaran. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. kartu konsultasi. TV). program database peserta didik. belajar maupun karir. modul bimbingan. laporan kegiatan pelayanan. buku-buku panduan. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini. OHP. mengolah data. dan CD interaktif. 4) Kelengkapan penunjang teknis.

Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. belajar dan karir juga harus tersedia. d. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit. pembelian buku pendukung/sumber bacaan. pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). sosial. Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik. data peserta didik dalam kelompok kelas. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. Komponen anggaran meliputi: a. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. penyelenggaraan MGMP. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b. Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi.

pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah). penyiapan perangkat konseling kelompok). Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan. Evaluasi Bimbingan Konseling a. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya. atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan. evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. e.Satu Untuk UNM c. dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain. Menurut Shertzer dan Stone (1966). Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku.

perolehan siswa dari layanan. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1. 2) Keterlaksanaan program. 2. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. kegunaan layanan menurut siswa. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. pencapaian tugas-tugas perkembangan. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. 5) Respon siswa. b. orang tua. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. guru mata pelajaran. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. dan hasil belajar. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . 6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. personil sekolah. perolehan guru pembimbing.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling.

dan (2) mengembangkan program. pedoman observasi. Berdasarkan temuan yang diperoleh. 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. c. yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. tokoh masyarakat. guru mata pelajaran. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses). Instrumen itu diantaranya inventori. serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). pedoman wawancara. yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. kepala sekolah. 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. Untuk memperoleh data yang diperlukan. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. dan studi dokumentasi.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. angket. yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. para wali kelas. orang tua. dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. kurang tepat.

kepala sekolah. guru. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4. studi dokumentasi. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. dan sebagainya. organisasi profesi bimbingan. Tingkat partisipasi personel 3. Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1. sekolah lanjutan. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2.2. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. angket. Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. tes. orangtua) 1. penerimaan. Respons stakeholder (siswa. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. Memberikan umpan balik bagi konselor 2.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . dan pangarahan diri siswa 3. dan sebagainya. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara.Satu Untuk UNM depdikbud. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8. Kualitas sikap sosial siswa 7. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. analisis hasil kerja siswa. Kualitas kedisiplinan siswa 6. Prestasi belajar siswa 5. observasi. Kualitas pemahaman.

3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan. 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini. e. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. 1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. 5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. d. Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut.

3) Penilaian jangka panjang (laijapang). dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . kemampuan personil dalam melaksanakan program. merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. dan/atau klasikal. b. seperti satu semester. Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. konsep diri. peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. keterampilan dan keberhasilan belajar.Satu Untuk UNM a. kemam-puan berkomunikasi. kelompok. f. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. (2) media. kebiasaan. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik. kebutuhan peserta didik yang belum terlayani. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. merupakan penilaian tahap awal. ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan. lisan dan/atau tulisan. Dilihat dari jenisnya. kreatifitas. Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). apresiasi terhadap nilai dan moral. seperti sikap. motivasi. yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud.

Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik. melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain. serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. psikologis. mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal. Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. koordinator dan kepala sekolah.Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing.

Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu. Uraian Materi 1. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. 5.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. E. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik. 2005). Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. C. 6. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4. Judul B. Waktu : 6 x 50 menit D. Indikator: 1. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. 2. Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. 3.

Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. (3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. f. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. (2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. b. g. Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). yaitu: a. c. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a. e. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. 2. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. d. b. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. (b) pembiasaan operan. dan (c) peniruan.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. Bagi para ahli modifikasi perilaku. Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku.

(2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut. dan area pola hubungan Konselor interpersonal. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a.Satu Untuk UNM c. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. 4. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. (4) dirumuskan secara spesifik c. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. b. b. (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Goal setting. atau kemungkinan kerugiannya. kemungkinan manfaatnya. Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli. (4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. apakah tujuan itu realistik. yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli. kekuatan dan kelemahannya. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. Assesment. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. d.

Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. Dalam proses ini. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. e. penasihat. c. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. 6. guru. e. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. d. d. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu. yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. Technique implementation. tape recorder. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan. peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya. 5. penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. atau melakukan referal. Evaluation termination. c. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a. konselor berfungsi sebagai konsultan. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. b. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. pemberi dukungan dan fasilitator. Feedback. atau contoh nyata langsung). f.

Shaping. Selain teknik-teknik umum tersebut. Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan. maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus. Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif. Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan. dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu. disebut sebagai shaping. Skedul penguatan. b. 7. dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. supaya perilaku tetap bertahan b. Untuk mempelajari keterampilan baru. c. misalnya dalam menit. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. c. Time-out.Satu Untuk UNM a. frekuensi penguat dapat dikurangi. konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit. sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0). sebagai berikut: a. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Desensitisasi sistematik. Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100). Ekstingsi. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental. Setelah terbentuk. Implosion dan flooding.

Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. Latihan Asertif. f. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. dapat menggunakan model audio. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral. Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik). kesulitan menyatakan tidak. Tugas Latihan 1. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model.Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. Pengkondisian Aversi. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Pembentukan Tingkah laku Model. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Flooding lebih ringan sifatnya. 3. model fisik. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. 4. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . 2. e. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk.

Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 3. E. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. 2. 5. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Uraian Materi 1. Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Sebaliknya. individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. 6. C. Indikator: 1. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. Waktu : 5 x 50 menit D. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. dan kompeten. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4. bahagia. Judul B. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan.

masuk akal. tidak masuk akal.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. pandangan. dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. Menurut Gladding (2004). Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. dan keran itu tidak produktif. Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. 2. interpretasi. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. yang dapat diterima menurut akal sehat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. kejadian. emosional. atau sikap orang lain. dan Emotional Consequence (C). yaitu Antecedent event (A). Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi. Keyakinan seseorang ada dua macam. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. sangat personal. dan irasional. nilai. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. bijaksana. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. Perceraian dalam keluarga. dan kerana itu menjadi prosuktif. yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). tingkah laku. Belief (B). Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. Belief (B) yaitu keyakinan. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. kelulusan bagi siswa. Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari.

Dalam hal perilaku yang terganggu. belajar dari kesalahan. d. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri. tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. Dengan demikian. dan motorik. wishful thinking. Dengan demikian. untuk melakukan kesalahan yang sama.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. rnenghindar berpikir panjang. b. dengan memori yang terdahulu. karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. Orang mempersepsi. Tetapi. menyukai kesenangan sesaat. penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. c. berlaku proses yang sama. Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. untuk percaya tahayul. pada saat yang bersamaan mereka kognitif. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. berpikir dan merasa. untuk kreatif. perasaan dan tindakannya. merasa dan berperilaku secara simultan. rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. atau antara kenyatan dan imajinasi. Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. untuk berpikir. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. kebiasaan yang merugikan diri sendiri. tidak toleran. sangat sugestif dan mudah terganggu. konatif. Tetapi. perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). berpikir. untuk berminat terhadap orang lain. (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 .

Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. persepsi. Tujuan Konseling Menurut REBT. insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga. (9) berani mengambil risiko. dan (10) menerima kenyataan. Di samping itu. (3) pengarahan diri. (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media. (7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. rasa marah. merasa was-was. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. rasa cemas. (2) minat sosial. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang. cara berpikir. rasa berdosa. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. (4) toleransi terhadap pihak lain. (5) fleksibel. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya. (8) penerimaan diri. Ketiga. dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris. kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama. rasa bersalah. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . Kedua. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap. dalam konseling REBT. pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. 3. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. (6) menerima ketidakpastian.

artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika. c. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT. Kognitif-eksperiensial. b. mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung. Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . ilmiah. Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. 5. Behavioristik. genuine. konkret. Operasionalisasi tugas konselor.Satu Untuk UNM 4. berpengetahuan luas. berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional. Emotif-ekspreriensial. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli. menambah respek. b. empatik. Dalam Konseling REBT. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. lebih edukatif-direktif kepada konseli. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. d. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. Aktif-direktif. persisten. Perlu repetisi konsisten. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. konselor adalah aktif dan direktif. sebagai berikut: a.

2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). humor.terutama yang menimbulkan gangguan. mendorong.Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya. pelatihan asertivitas. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. afektif. dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional. dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. 6. c. atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik. d. a. desensitisasi. sugesti. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. dukungan dan lain-lain. tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka . mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. b. bermainperan. eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom.

dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. 2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. atau meniru model-model sosial. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri. membiasakan diri. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment. Dengan tugas rumah yang diberikan. c. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. mengobservasi. Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan. mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. latihan. dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri.

Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3.Satu Untuk UNM F. Tugas Latihan 1. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT. 4. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2.

Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. 5. Indikator: 1. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Judul B. Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 2. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 6. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . 7.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. Waktu : 5 x 50 menit D. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5. 3. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik.

aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . c. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers. mereka mencari makna. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. konstruktif. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. Nierkegaard. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. Manusia bersifat intensional. Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. and trustworthy (Rogers. 1980). b. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Manusia tidak pernah statis. Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. d. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964). e.Satu Untuk UNM E. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. Menurut Rogers. Heidegger. Nietzsche. sebagai berikut: a. Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi. Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. realistik. dan memiliki kreativitas. terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. Setiap pribadi adalah orang yang sadar. ingin berkembang kearah yang lebih baik. Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. nilai. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif. dan Sartre. Uraian Materi 1. Manusia merupakan seseorang yang ada. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen.

orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). Tetapi. orang akan menjadi makin maladjusted. Dalam pandangan pendekatan humanistik. persepsi cara berfikir. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. c. Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. perhatian. karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik. memerlukan penghargaan positif. dan penerimaan. 2. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. Dengan perkataan lain. 4. 3. b. keyakinan serta pandangan-pandangan individu. bila ia konform. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. b. pada masa kanak-kanak. Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. Memperbaiki dan mengubah sikap. yang unik. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. Makin jauh jurang antara keduanya. d. kasih sayang. pengalamannya tertekan. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. Tetapi. ia tidak akan diterima atau dihargai. Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat. antara lain: a.

f. Kongruensi centered counseling. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. yaitu 1) empathy.Satu Untuk UNM c. tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. (Rogers.1980). e. sebagai instrumen perubahan. Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. d. (2) positive regard (acceptance). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka. Rogers. e. d. Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. dan g. b. dan (3) congruence genuineness. Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. 5. Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng. Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. reassurance (menentramkan hati). Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. understanding (pemahaman). Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. limited questioning (pertanyaan terbatas. encouragement (memberi dorongan). reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. 6. Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. meliputi: a. respect (rasa hormat). c. Konselor menggunakan dirinya sendiri. sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. acceptance (penerimaan).

mengarahkan diri. 2. dan d. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi. b. c. 3. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi. skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . Tugas Latihan 1. F. mewujudkan dirinya. memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik. mengambil keputusan yang tepat.Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling. Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. 4. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi).

Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan. Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap. dan pengamat. yaitu bertindak sebagai konselor.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . e. konseli. Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor. 3. Judul B. Indikator: 1. d. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Ikuti prosedur berikut: a. Waktu : 6 x 50 menit D. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. c. Setelah sesi dialog. lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut. Selama simulasi dialog konseling. Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. 2.

Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. yaitu: 1. Namun demikian. Keterampilan mengempati perasaan 5.Satu Untuk UNM 4. Karena itu. Keterampilan membuat ringkasan 6. mengarahkan. pada sejumlah pekerjaan menolong. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya. seperti guru. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling. dan semacamnya. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. menasehati. proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya. Mereka menolong orang lain—mengajar. mengkonseling. konselor. Keterampilan penampilan dalam penerimaan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . Keterampilan membuat paraprase 4. konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. bahwa anda bersedia menerimanya. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain. Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. E. 1. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi. Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik. Untuk bisa menolong orang lain. Bahkan. Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi. 2. psikolog.

5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. dan gerakan anggota badan. tegang. 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli. Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending. meliputi posisi tubuh. tidak spontan. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat. Kontak mata yang baik. penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . 4) Ekspresi wajah yang responsif. anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda.Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan. 3) Pandangan mata yang berbinar. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. Penampilan badaniah. ekspresi wajah. jika ingin menjadi seorang penolong. Penampilan badaniah yang baik. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. Kontak Mata (Eye Contact). pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. meliputi: a. Yang penting diingat. b.

kontak mata. tidak teratur. yaitu keterampilan badaniah saat berbicara. Pendengaran (listening). 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. ya. Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya. maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. lalu. atau berbelit-belit. perasaan. Pengelolaan suara yang baik. Pandengaran yang kurang baik. antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain. dan penglolaan suara. tanpa sistematika yang jelas. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos.Satu Untuk UNM c. antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata. dan perilakunya. d. Pendengaran yang baik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . Pengelolaan suara yang kurang baik.‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya. antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. Pengelolaan Suara. 2.

Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli. contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya. Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?. bagaimana?. misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan. Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik. Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik. Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan). pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam.Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan. mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup. meliputi: a. Di samping itu.

dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya. (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan. mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖. 3. ―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat. Paraphrase yang baik. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya. seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. a. Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara.Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b. Paraphrase mempunyai tiga tujuan. dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli. ―Uh-huh‖.

‖ b.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda. Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh. atau istilah lain yang memiliki makna yang sama. 4. seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa……………. Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal. kepedulian (compasion). 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara. pikiran. Paraphrase yang kurang baik. meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain. interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli. c. antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong. Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). dan pemahaman (understanding). Berbagai hasil penelitian menunjukkan. Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka.Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut. Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu). bahwa perasaan.‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya. 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat. misalnya kata-kata teknis.‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ………………. keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka. dan motive mereka bisa dimengerti.

kacau. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c. dan bahwa sebagian besar orang. Bacalah daftar kosa kata perasaan. kecewa. seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh. ―Bila saya merasa tersinggung‖. Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. dapat belajar menjadi empatik. pernyataan tersembunyi. kurang berharga.‖ Perasaan permukaan: jengkel. Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut. Untuk menangkap perasaan orang lain. kurang percaya diri. Untuk latihan. lakukan langkah-langkah berikut: b. selalu saja berakhir dengan kekacauan. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah. yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu. Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan.Satu Untuk UNM dipelajari. Kedua. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. Contoh. maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. Pertama. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri. yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . Mengenal berbagai kata-kata perasaan. a. marah. melalaui latihan yang efektif.

Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan. rupanya yang anda alami adalah………….Satu Untuk UNM e. dengan pernyataan eksperiensial.‖ : ―Saya merasa seperti di surga. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan.. baik positif maupun negatif. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan.‖ : ―Guru itu jahanam. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya.‖ 5.‖ meriah. Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan. Untuk maksud ini. yaitu dengan kata tunggal.‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya. dengan phrase.‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah.‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda…………………. Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli. saat anda mendengar pembicaraan konseli.‖ f.. Saya membencinya. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah. dan dengan pernyataan verbal. berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah………. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 .

dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. b. dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya. Di samping itu. pertimbangkan tujuan anda. meliputi: a. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan. 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase. Keterampilan meringkas. Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan. 3) Tujuan. serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. waktu.Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya.

akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Ke dalam setiap tahap. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut. mengenal dan merefleksi perasaan. yang anda katakan adalah……………….‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas. Mengukap-kan Problem 2. Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah…………. Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut.. pertanyaan terbuka ketulusan. Menggunakan keterampilan penampilan. serta mengenal dan merefleksi perasaan. pertanyaan terbuka.. Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap. konseli. PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan. akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini. 3. Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem. Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 .Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan. Karena itu. Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik. antara lain: ―Apa yang saya dengar. tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving).‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong.

Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. 6. Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c. Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. dan membuat ringkasan. dengan menjawab pertanyaan berikut: a. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal. Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b. (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. Apakah alternatif itu cukup spesifik? c.Satu Untuk UNM 4. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu. Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif). Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. 5. paraprase. pertanyaan terbuka. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. Memutuskan Alternatif Terbaik 7. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi. Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif.

Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g. e. Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i. Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f. Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i. Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful