Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling. yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. nilai. kepribadian. Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. sosial. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor. dan sebaliknya. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. dan profesional. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu. Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional.Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 .

Oleh karena itu. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik. yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. kepribadian. yang dilaksanakan pada akhir PLPG. Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor. sosial. Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik. Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. Pada uji tulis. diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling. dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik.Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005.

Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . 7. 2. SMP. Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. Waktu : 5 x 50 menit D. SMA. Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B. Indikator 1. dan PT. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. SMK. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4. Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3. Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6. Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok. Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4. Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3. C.

5. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1. sebagaimana tampak pada Gambar 1. yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan. dan (c) Materi Pengembangan Diri. Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan.1 Gambar 1. dalam Permendiknas No. (b) muatan lokal. 22/2006 tentang Standar Isi. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3. yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik. URAIAN MATERI 1.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 .Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi. pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran.

2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan. Meskipun demikian. yang dapat dan oleh karena itu perlu. Dengan kata lain.3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. dan keterkaitan antara wilayah layanan. khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan. konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan. keunikan. Persamaan. sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru. konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1.3. Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru. Gambar 1. bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler. ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan.Satu Untuk UNM Gambar 1.

Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. lurus. Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). tawuran. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. dan kesenjangan perkembangan tersebut. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat. minuman keras. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas. intelektual. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. atau di luar jangkauan kemampuan. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia).Satu Untuk UNM 2. seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. revolusi teknologi informasi. atau searah dengan potensi. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat. sosial. meminum minuman keras. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. Dengan kata lain. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. atau bebas dari masalah. Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. dan moral-spiritual). masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Psikotropika. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat. baik fisik. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. penyalahgunaan alat kontrasepsi. psikis maupun sosial. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik. pertumbuhan kota-kota. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. Untuk mencapai kematangan tersebut. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. emosi. harapan dan nilai-nilai yang dianut.

ectasy. dan sabu-sabu). 20 Tahun 2003). remedial. dan bidang bimbingan dan konseling. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. bidang instruksional atau kurikuler. Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . seperti: ganja. (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. (2) berakhlak mulia. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. pengembangan potensi. pendidikan yang bermutu. narkotika. Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan.Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya. Dengan demikian. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). klinis. kriminalitas. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. dan pergaulan bebas (free sex). dan terpusat pada konselor. tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. putau. (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik. yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan.

psikis. belajar. maupun lingkungan kerja. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. belajar. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik.Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. dan karir. sosial. 1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. orang tua peserta didik. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. dan karir. baik dalam kehidupan pribadi. sosial. kekuatan. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut. dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. dan staf administrasi). Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. baik menyangkut aspek pribadi. dan tugas-tugas perkembangannya. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. belajar (akademik). penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. 3. guru-guru. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. masyarakat. sosial. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. Atas dasar itu. dan spiritual). maupun karir. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. yang meliputi aspek pribadi. a.

Memiliki rasa tanggung jawab. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 . Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. 2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. b.. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. mencatat pelajaran. seperti keterampilan membaca buku. seperti kebiasaan membaca buku. baik fisik maupun psikis. 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. tempat kerja. maupun masyarakat pada umumnya. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Sekolah/Madrasah. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut. 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. menghormati atau menghargai orang lain. 5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. 10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. mengggunakan kamus. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship).Satu Untuk UNM keluarga. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. persaudaraan. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. pergaulan dengan teman sebaya. atau silaturahim dengan sesama manusia. disiplin dalam belajar.

yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. c. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. Fungsi Pemahaman. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. tanpa merasa rendah diri. yaitu kecenderungan arah karir. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan. asal bermakna bagi dirinya. Oleh karena itu. Fungsi Bimbingan dan Konseling a. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. prospek kerja. 4. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. kemampuan. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. dan sesuai dengan norma agama. 8) Mengenal keterampilan. 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. kemampuan dan minat. mengerjakan tugas-tugas. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. dan kesejahteraan kerja. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu.

Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. Berdasarkan pemahaman ini. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . Fungsi Preventif. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. bakat. Melalui fungsi ini. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. informasi. dan remedial teaching. tutorial. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. Dalam melaksanakan fungsi ini.Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. home room. jurusan atau program studi. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. sosial. supaya tidak dialami oleh peserta didik. Fungsi Penyaluran. belajar. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. maupun karir. pekerjaan. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. Fungsi Penyembuhan. dan karyawisata. drop out. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler. dan norma agama). merokok. d. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. penyalahgunaan obat-obatan. b. dan bimbingan kelompok. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. e. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. diantaranya: bahayanya minuman keras. baik menyangkut aspek pribadi. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. Fungsi Pengembangan. c. dan pergaulan bebas (free sex). Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif.

bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik). dan kebutuhan peserta didik (peserta didik). dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). c. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. minat. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. b. Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut. kemampuan. a. baik anak-anak. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. g. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . 5. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. memilih metode dan proses pembelajaran. maupun dewasa. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Fungsi Adaptasi. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. baik pria maupun wanita. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik.Satu Untuk UNM f. remaja. Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). Fungsi Penyesuaian. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik. Bimbingan menekankan hal yang positif. konselor. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik.

Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. d. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. f. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. e. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan. Asas kesukarelaan. Mereka bekerja sebagai teamwork. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. 6. menyesuaikan diri. lembagalembaga pemerintah/swasta. memberikan dorongan. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. b. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . sosial.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. dan peluang untuk berkembang. tetapi juga di lingkungan keluarga. a. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. perusahaan/industri. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. pendidikan. dan pekerjaan. yaitu meliputi aspek pribadi. dan masyarakat pada umumnya. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. Asas Kerahasiaan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan.

h. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. e. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. Asas Keterpaduan. Asas kegiatan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. Asas kemandirian. d.Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. tidak monoton. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. saling menunjang. f. dan terpadu. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Asas keterbukaan. Asas Kekinian. c. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. g. Asas Kedinamisan. Agar peserta didik dapat terbuka. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. harmonis. mampu mengambil keputusan.

i. Lebih jauh. Dengan kata lain. j. adat istiadat. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 7. perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. ilmu pengetahuan. Di pihak lain. Asas Keharmonisan. menghayati. guru-guru lain. namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. dan kebiasaan yang berlaku. atau ahli lain . batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Asas Keahlian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. Dalam hal ini. hukum dan peraturan. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. yaitu nilai dan norma agama. Asas Alih Tangan Kasus. k. namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua.

Secara hukum. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. Jenjang Sekolah Menengah. posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. advicement. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. Secara programatik. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. a. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun demikian. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi. kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada. antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation. namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan. Dengan kata lain. b. Berikut ini. Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. Sebaliknya. Sampai saat ini. sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. c. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. Jenjang Taman Kanak-kanak. Jenjang Sekolah Dasar.Satu Untuk UNM signifikan.

alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services. developmental. karier. yang meliputi fungsi preventif. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. akademik. Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air. dan SM. Peran konselor. d. sosial. sebagai salah satu komponen student support services. maupun fungsi kuratif. serta system support.Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. pemberian layanan responsive. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling. dan responsive services. dan akademik siswa. Namun. Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK. serta pengembangan system support. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. dan karier mahasiswa dibutuhkan. Pada jenjang ini. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . SD. Jenjang Perguruan Tinggi. individual student planning.

Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. Judul B. Indikator 1. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4. Membandingkan komponen program pada pola 17. 3. Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. 2. Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. 6. Waktu : 5 x 50 menit D. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. dan pola komprehensif 3.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C. 4. pola 17 plus. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17. dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Pola 17 plus. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.

dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. rancangan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. dan 22 . Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. D. Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4.Satu Untuk UNM 7. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. 9. a. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Namun. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran. bakat. sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. belajar. guru. tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8. URAIAN MATERI 1. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. mengandung arti bahwa bentuk. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. dan pengembangan karir peserta didik.

Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum.Satu Untuk UNM b. Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling.1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi. Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor. Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling.1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru. Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. c. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. responsif. Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 . Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. dan Konseling Gambar 2. perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor.

2. (2) pelayanan responsif. (3) perencanaan indiviual. penempatan dan penyaluran. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus. yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. bimbingan kelompok. belajar. serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. tujuah jenis layanan (orientasi. dan konseling kelompok). dan karir). dan (4) dukungan sistem. sosial. kunjungan rumah. konseling perorangan.2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 . dan pelimpahan kasus). konferensi kasus. Di sebutkan demikian.Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. Dalam pola ini. Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. informasi. Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia. yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. himpunan data. di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga. Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi.

sistem najemen. dan pengembangan profesi).4. Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2. konsultasi. konferensi kasus. referal. konseling sebaya. Gambar 2. bimbingan kelompok. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 . penempatan & penyeluran. informasi. kolaborasi.Satu Untuk UNM Gambar 2. konseling individual. akuntabilitas. akses TIK. konseling kelompok.4.3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. kunjungan rumah. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi.

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. dan (13) masalah dalam keluarga. seperti depresi. seperti psikolog. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. (5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik). suasana kerja. Melalui konseling. (12) manajemen stress. kehadiran. dan pribadinya). (10) masalah pergaulan bebas (free sex). (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. dokter. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. dan penyakit kronis. kecanduan narkoba. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. maupun moral-spiritual (hal ini penting. penyebab masalah. membantu memecahkan masalah peserta didik. mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya. (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. baik dalam aspek emosional. Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. dibantu mengidentifikasi masalah. psikiater. penemuan alternatif pemecahan masalah. 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. persyaratan kerja. dan prospek kerja). (8) menampilkan pribadi yang matang.Satu Untuk UNM malas beribadah. (11) masalah tawuran. tindak kejahatan (kriminalitas). Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. dan kepolisian. sosial. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 .

(3) organisasi profesi. psikiater. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. tetapi juga oleh orang tua di rumah. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling.Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. orang tua. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. seperti psikolog. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan . dan (6) pekerjaan). (2) instansi swasta. dan dokter. melakukan referal. pengertian. dapat dilakukan beberapa upaya. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. 6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik.

memonitor. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. melalui kunjungan ke rumahnya.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. perkembangan. Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya. baik akademik maupun non-akademik. kolaborasi. informasi. rujukan. tujuan. atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling. maupun karir. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. penafsiran hasil asesmen. dalam upaya menggentaskan masalahnya. dan advokasi implementasi pelayanan ini. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. karir. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. sosial. perencanaan. (2) mampu merumuskan tujuan. dan mengelola rencana pendidikan. konseling individual. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. belajar. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. c. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . baik menyangkut aspek pribadi. dan rencana yang telah dirumuskannya. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Kegiatan orientasi.

tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. informasi tentang Sekolah/Madrasah. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. merencanakan karir. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. belajar. mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. dan sosial-pribadi. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. karir. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. peserta didik akan memiliki pemahaman. dan penyaluran). dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. penerimaan. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. Melalui pelayanan perencanaan individual. Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya.Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. dan masyarakatnya. sosial. atau aspek-aspek pribadi. dunia kerja. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. (2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. Melalui kegiatan penilaian diri ini. sosial. dan pengembangan pekerjaan. peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. dan karier. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh.

b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. orang tua. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas.Satu Untuk UNM d. (b) kegiatan manajemen. dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. (c) riset dan pengembangan. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. staf Sekolah/Madrasah lainnya. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. 1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). (3) memelihara. Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. staf. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program. (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. tata kerja. merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. seperti seminar dan workshop (lokakarya). (b) aktif dalam organisasi profesi. pengembangan pemanfaatan sumber daya. a) Pengembangan Professionalitas.

Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. (2) instansi swasta. Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). terarah. seperti psikolog. dalam arti dilakukan secara jelas. psikiater. sistematis. melakukan referal. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). (3) organisasi profesi. (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). dan orang tua peserta didik.Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. dokter.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah. 5. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Indikator 1. Judul B. 2. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Waktu : 5 x 50 menit D. Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. 4. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2.

jurusan. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu. Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing. a. yang menyangkut karakteristik peserta didik. Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. masalah-masalah yang dialami. Uraian Materi 1. menyusun suatu rencana. Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. dan kepribadian. asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). sikap dan kebiasaan belajar. dan keagamaan). dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a. seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. kecerdasan. staf administrasi. dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. atau tugas-tugas perkembangannya. orangtua. olahraga. Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli. Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. motif belajar. kondisi dan kualifikasi konselor. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik.Satu Untuk UNM E. minat-minatnya (pekerjaan. Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. guru. Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik). sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . dan anggota masyarakat lainnya. seni. Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan.

d. yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis.Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya. Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis. b. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. b. Kelas mana yang berprestasi baik. c. Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. b. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. c. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya. yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. Misalnya. Membantu orangtua mengenal anaknya. Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. dan sebagainya. Sama hal dengan yang disebutkan diatas.

Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat. pimpinan. Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. orangtua. tenaga bantu. staf administrasi. seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. bagaimana itu dilakukan. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan. mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. pemilihan kelanjutan studi. staf sekolah lainnya. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. e. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. 2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). c. penyedia layanan. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling. Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula.Satu Untuk UNM d. antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. guru. warga masyarakat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . mana siswa yang loyo. Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan.

orangtua. Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. bagaimana instrumen itu diadakan. khususnya tes psikologi. dan sebagainya. disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa. interview (langsung dan tak langsung). tes kepribadian. konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data. sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya. antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia. Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing. Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya). Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. kenang-kenangan masa muda dan case history). guru. Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . tes minat. guru. daftar cek masalah (problem check-list). otobiografi. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan. angket (langsung dan tak langusng). 4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. tes bakat. bogragfis (biografi. Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. sosiometri. ataupun tes hasil belajar. buku harian. Untuk penggunaan teknik tes.

menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa. Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan. Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan. Secara umum. (4) sasaran pelayanan. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. Terakhir. Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan. serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target. 2. Dalam merumuskan program. Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan.Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. (3) format kegiatan. buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . Berdasarkan hasil analisis data. dan (5) volume/beban tugas konselor. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. rencana. kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan.

yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi. Komponen Program. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. untuk membangun pemaknaan. (b) Komponen Pelayanan Responsif. e. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. internalisasi. (c) Komponen Perencanaan Individual. kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. dan 3) Tindakan. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. f.Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. b. c. Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. pribadi-sosial. Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran. yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan.

Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. dan mingguan.1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Program Tahunan dan Program semester. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. bulanan. Pelayanan Responsif 3. Tabel 3. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. semesteran. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . Pelayanan Dasar 2. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah. untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor.Satu Untuk UNM g.

2. rasional. Program Tahunan. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. 3. Secara operasional. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. kunjungan rumah (home visit). yaitu: 1. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. konferensi kasus (case conference). program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. Program Semesteran. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. j. brosur. dan alih tangan (referal). Dilihat dari jenisnya. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. Program Bulanan. i. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. k. h. atau majalah dinding). sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. buku-buku. dan realistik.Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik.

Madrasah Aliyah. meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. 5. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. bermasyarakat.Satu Untuk UNM 4. 3. Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. perlu disusun silabus bimbingan konseling. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi. Tugas perkembangan tersebut. teknologi. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan. Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. sosial. Program Mingguan. Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis. intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan. terencana. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. serta 44 . serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan. Program Harian.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 . diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG).Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.

Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. Indikator 1. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. Waktu : 4 x 60 menit D. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Judul : Organisasi. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B. 5. 4. Fasilitas. Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A. Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 .

5) Menyediakan fasilitas. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. orang tua peserta didik. kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu.Satu Untuk UNM E. khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. Uraian tugas masing-masing personil tersebut. a. khususnya pepelayanan pelaksana utamanya. guru. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. sehingga pepelayanan pengajaran. Tugas secara kepala menyeluruh. bulanan. Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya). 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. tenaga. dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . latihan. URAIAN MATERI a. dan masyarakat. program mingguan. 2) Menyediakan sarana dan prasarana. harmonis dan dinamis. b. semesteran. 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya.

guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. d. 9) Mempersiapkan diri. mingguan. tenaga inti dan ahli. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. 10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. prasana dan sarana. Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan. Konselor Sebagai pelaksana utama. alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. dan tahunan. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. semesteran. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya. c.Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga.

yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. f. serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik. b. e. dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. program pengayaan). untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. seperti konferensi kasus. Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. Wali Kelas Sebagai pembina kelas.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik. 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik.

ukuran. (2) ruang tamu. Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah.1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok. jenis dan jumlah ruangan. Gambar 4. Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi.Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. Jumlah ruang kerja staff. (3) ruang konseling individual (4) ruang data. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . dan ruang konseling individual. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah.

dan tes prestasi belajar. referal). buku kasus. c. tes/inventori minat. Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. buku pribadi. Yang tidak kalah penting ialah. catatan anekdot. biografi dan autobiografi. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. dan buku harian) b. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. dan format evaluasi. format-format surat (panggilan. pedoman wawancara. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. dan berbagai data serta informasi lainnya. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. skala penilaian. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . buku program semesteran. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. tes/inventori kepribadian. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. tes bakat khusus. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan. sosiometri. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. maka perlu disediakan map pribadi. 3) Alat penyimpan data. khususnya dalam bentuk himpunan data. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling. pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). Untuk menyimpan berbagai keterangan. Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. format satuan pelayanan. Fasilitas Lain Selain ruangan. map dan file dalam komputer. tes bakat Sekolah/Madrasah. ITP. himpunan data peserta didik. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. format pelaksanaan pelayanan. Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. AUM. angket (angket peserta didik dan orang tua). Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. daftar cek. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman.

buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. paket bimbingan. modul bimbingan. LCD. blanko konferensi kasus. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien. perangkat ungkap masalah. mengolah data. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. buku-buku panduan. atau buku materi pelayanan bimbingan. buku hasil wawancara. kartu konsultasi. menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. film. perangkat elektronik (seperti komputer. seperti data informasi. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. 4) Kelengkapan penunjang teknis. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. OHP. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. seperti alat tulis menulis. dan CD interaktif. dan agenda surat. CD pembelajaran. tape recorder. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . Dalam konteks ini. Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. dan beberapa perangkat tes tertentu. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. blanko surat. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). leger Bimbingan dan Konseling. sosial. belajar maupun karir. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. kartu kasus. memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah.Satu Untuk UNM harus dicatat. program database peserta didik. serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. laporan kegiatan pelayanan. TV). analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. data kehadiran peserta didik.

data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. penyelenggaraan MGMP. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. sosial. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). data peserta didik dalam kelompok kelas. Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah. sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi. Komponen anggaran meliputi: a. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan. pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. pembelian buku pendukung/sumber bacaan. belajar dan karir juga harus tersedia. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b. Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. d. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah). Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan.Satu Untuk UNM c. Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. penyiapan perangkat konseling kelompok). tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. Evaluasi Bimbingan Konseling a. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. Menurut Shertzer dan Stone (1966). dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah. Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. e. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala.

dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. guru mata pelajaran. Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. 5) Respon siswa. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. b.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. pencapaian tugas-tugas perkembangan. 2. yaitu penilain proses dan penilaian hasil. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. 6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. perolehan siswa dari layanan. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. dan hasil belajar. 2) Keterlaksanaan program. perolehan guru pembimbing. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. kegunaan layanan menurut siswa. orang tua. dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai. personil sekolah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan.

para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . Untuk memperoleh data yang diperlukan. para wali kelas. serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. pedoman observasi. guru mata pelajaran. 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. pedoman wawancara. angket. 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan. Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). c. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. tokoh masyarakat. Instrumen itu diantaranya inventori.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. Berdasarkan temuan yang diperoleh. dan studi dokumentasi. kurang tepat. dan (2) mengembangkan program. serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). kepala sekolah. Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. orang tua. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses).

EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1. studi dokumentasi. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. Respons stakeholder (siswa. sekolah lanjutan. tes. angket. Kualitas pemahaman. Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. dan pangarahan diri siswa 3. dan sebagainya. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. Prestasi belajar siswa 5. analisis hasil kerja siswa. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara. kepala sekolah. Tingkat partisipasi personel 3. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. penerimaan. Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. Kualitas sikap sosial siswa 7. orangtua) 1. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4. observasi.Satu Untuk UNM depdikbud. organisasi profesi bimbingan. guru. Kualitas kedisiplinan siswa 6. dan sebagainya.2. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan.

Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. 5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini. Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. e. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya. 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut. Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah. d. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. 1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. 3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor.

merupakan penilaian tahap awal. Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. kemam-puan berkomunikasi. motivasi. 3) Penilaian jangka panjang (laijapang). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . kebutuhan peserta didik yang belum terlayani. dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. seperti satu semester. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik. Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. kreatifitas.Satu Untuk UNM a. seperti sikap. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. kemampuan personil dalam melaksanakan program. kelompok. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif. keterampilan dan keberhasilan belajar. lisan dan/atau tulisan. 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. b. peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. (2) media. kebiasaan. Dilihat dari jenisnya. yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. apresiasi terhadap nilai dan moral. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan. f. dan/atau klasikal. konsep diri.

mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal.Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program. Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik. koordinator dan kepala sekolah. psikologis. serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain. Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh.

Judul B. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. 6. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. E. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik. Uraian Materi 1. Waktu : 6 x 50 menit D.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 5. Indikator: 1. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . 2005). Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3. 2. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. 3. Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. C.

(2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. d. c.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. (3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. g. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. (b) pembiasaan operan. e. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . yaitu: a. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. b. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). Bagi para ahli modifikasi perilaku. 2. f. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a. Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. dan (c) peniruan. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. b. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik.

Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli. (2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut. b. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a. atau kemungkinan kerugiannya.Satu Untuk UNM c. yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. Assesment. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. d. dan area pola hubungan Konselor interpersonal. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. Goal setting. apakah tujuan itu realistik. kekuatan dan kelemahannya. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. (4) dirumuskan secara spesifik c. b. (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. (4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . 4. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. kemungkinan manfaatnya.

tape recorder. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. e. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. b. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a. peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling.Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya. d. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. e. Evaluation termination. Technique implementation. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan. Dalam proses ini. f. Feedback. pemberi dukungan dan fasilitator. penasihat. atau contoh nyata langsung). Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. guru. d. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. c. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu. atau melakukan referal. 5. 6. penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. konselor berfungsi sebagai konsultan. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. c. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling.

Satu Untuk UNM a. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. c. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. Skedul penguatan. Ekstingsi. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. supaya perilaku tetap bertahan b. Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100). sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. misalnya dalam menit. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. disebut sebagai shaping. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu. b. frekuensi penguat dapat dikurangi. Selain teknik-teknik umum tersebut. dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan. sebagai berikut: a. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan. Setelah terbentuk. maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus. konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit. Untuk mempelajari keterampilan baru. Desensitisasi sistematik. Implosion dan flooding. Time-out. sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0). Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. Shaping. c. 7. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental.

Tugas Latihan 1. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. 2.Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. Latihan Asertif. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model. Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik). e. kesulitan menyatakan tidak. dapat menggunakan model audio. Flooding lebih ringan sifatnya. 3. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Pembentukan Tingkah laku Model. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. model fisik. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. 4. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Pengkondisian Aversi. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. f. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk.

Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. 6. C. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4. 3. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. dan kompeten. individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . bahagia. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. 5. Waktu : 5 x 50 menit D. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. Uraian Materi 1. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional. Indikator: 1. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. E. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. Sebaliknya. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Judul B.

emosional. Menurut Gladding (2004). Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. bijaksana. Belief (B). sangat personal. pandangan. Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi. yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . Keyakinan seseorang ada dua macam. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. Belief (B) yaitu keyakinan.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. dan keran itu tidak produktif. atau sikap orang lain. Perceraian dalam keluarga. tidak masuk akal. Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. dan irasional. dan kerana itu menjadi prosuktif. serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. kejadian. interpretasi. yaitu Antecedent event (A). 2. nilai. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. kelulusan bagi siswa. Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. dan Emotional Consequence (C). Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. yang dapat diterima menurut akal sehat. masuk akal. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. tingkah laku. Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari.

Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. berlaku proses yang sama. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). wishful thinking. penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. untuk kreatif. Dengan demikian. untuk berpikir. Dengan demikian. b. berpikir dan merasa. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. untuk percaya tahayul. karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. rnenghindar berpikir panjang. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri. tidak toleran. supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. atau antara kenyatan dan imajinasi. perasaan dan tindakannya. perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. konatif. untuk melakukan kesalahan yang sama. dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka. rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. c. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. Tetapi. Dalam hal perilaku yang terganggu. dengan memori yang terdahulu. merasa dan berperilaku secara simultan. (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . berpikir. belajar dari kesalahan. tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). pada saat yang bersamaan mereka kognitif. untuk berminat terhadap orang lain. Tetapi. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. dan motorik. Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. menyukai kesenangan sesaat. Orang mempersepsi. d. Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran. karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. kebiasaan yang merugikan diri sendiri.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. sangat sugestif dan mudah terganggu. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. (4) toleransi terhadap pihak lain. (8) penerimaan diri. rasa berdosa. dalam konseling REBT. (2) minat sosial. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. rasa marah. dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris. persepsi. merasa was-was. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. Di samping itu. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu. (3) pengarahan diri. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang. cara berpikir. (7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media.Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. rasa bersalah. dan (10) menerima kenyataan. rasa cemas. Kedua. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya. (9) berani mengambil risiko. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. 3. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. (5) fleksibel. pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi. Ketiga. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. Tujuan Konseling Menurut REBT. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. (6) menerima ketidakpastian. insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga.

empatik. Behavioristik.Satu Untuk UNM 4. Aktif-direktif. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. 5. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. Dalam Konseling REBT. berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT. sebagai berikut: a. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli. Kognitif-eksperiensial. menambah respek. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika. d. Emotif-ekspreriensial. lebih edukatif-direktif kepada konseli. Operasionalisasi tugas konselor. berpengetahuan luas. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung. Perlu repetisi konsisten. konselor adalah aktif dan direktif. persisten. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. ilmiah. b. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . c. genuine. Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT. b. konkret. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional.

afektif. pelatihan asertivitas. dukungan dan lain-lain. 6.terutama yang menimbulkan gangguan. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. sugesti. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 .Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya. eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. c. Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih. desensitisasi. 2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu. humor. a. Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional. mendorong. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. b. d. dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. bermainperan. atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka .

dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. atau meniru model-model sosial. (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri. 2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. membiasakan diri. konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment. latihan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan. c. mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Dengan tugas rumah yang diberikan. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. mengobservasi. maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya. Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab.

Satu Untuk UNM F. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2. 4. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT. Tugas Latihan 1. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT.

Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. 5. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4. Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Judul B. 7.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . 6. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. Waktu : 5 x 50 menit D. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Indikator: 1. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik.

dan memiliki kreativitas. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers. Setiap pribadi adalah orang yang sadar. c. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. konstruktif. e. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. Manusia tidak pernah statis. b. sebagai berikut: a. realistik. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. Menurut Rogers. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. d. Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Nierkegaard. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. Manusia merupakan seseorang yang ada. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen. Nietzsche. ingin berkembang kearah yang lebih baik. and trustworthy (Rogers. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964).Satu Untuk UNM E. Heidegger. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. 1980). Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Uraian Materi 1. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. nilai. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. Manusia bersifat intensional. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain. dan Sartre. terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. mereka mencari makna. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif.

antara lain: a. karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain. persepsi cara berfikir. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. perhatian. 4. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. b. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat. Tetapi. Dengan perkataan lain. d. Tetapi. memerlukan penghargaan positif. Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan. pengalamannya tertekan. 2. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. 3. bila ia konform. ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). kasih sayang. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. yang unik. ia tidak akan diterima atau dihargai. dan penerimaan. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. Memperbaiki dan mengubah sikap. b. keyakinan serta pandangan-pandangan individu. orang akan menjadi makin maladjusted. Makin jauh jurang antara keduanya. orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. pada masa kanak-kanak. Dalam pandangan pendekatan humanistik. c.

Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. dan (3) congruence genuineness. encouragement (memberi dorongan). b. respect (rasa hormat). Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. d. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling. Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. sebagai instrumen perubahan. Rogers. tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. yaitu 1) empathy. (2) positive regard (acceptance).Satu Untuk UNM c. reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). c. acceptance (penerimaan). Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng. (Rogers. 6. berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka.1980). Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. f. limited questioning (pertanyaan terbatas. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . e. reassurance (menentramkan hati). Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. e. Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. d. Kongruensi centered counseling. 5. dan g. meliputi: a. Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. understanding (pemahaman). Konselor menggunakan dirinya sendiri.

Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi). Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. b. Tugas Latihan 1. c. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi. memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik. 3. mewujudkan dirinya. skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . 2. 4.Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling. mengambil keputusan yang tepat. mengarahkan diri. dan d. F. Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi.

Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. Judul B. Ikuti prosedur berikut: a. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor. Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian. Selama simulasi dialog konseling. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. konseli. Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap. Indikator: 1. Waktu : 6 x 50 menit D. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. d. Setelah sesi dialog. Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . e. 2. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan. Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut. 3. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. c. yaitu bertindak sebagai konselor. dan pengamat.

mengarahkan. menasehati. dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. pada sejumlah pekerjaan menolong. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. bahwa anda bersedia menerimanya. terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain.Satu Untuk UNM 4. Mereka menolong orang lain—mengajar. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud. mengkonseling. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . Keterampilan penampilan dalam penerimaan. Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. Karena itu. Keterampilan membuat paraprase 4. Keterampilan membuat ringkasan 6. seperti guru. proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya. dan semacamnya. Untuk bisa menolong orang lain. Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi. Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. yaitu: 1. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. Namun demikian. psikolog. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya. Bahkan. konselor. 1. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling. Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. E. 2. Keterampilan mengempati perasaan 5. konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif.

Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan. Penampilan badaniah yang baik. Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending. 5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. Penampilan badaniah. 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. tegang. tidak spontan. b. yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi. dan gerakan anggota badan. Kontak Mata (Eye Contact). jika ingin menjadi seorang penolong. Kontak mata yang baik. ekspresi wajah. 3) Pandangan mata yang berbinar. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat. antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli. meliputi posisi tubuh. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . Yang penting diingat. pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. 4) Ekspresi wajah yang responsif. meliputi: a.

Satu Untuk UNM c. tanpa sistematika yang jelas. antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. atau berbelit-belit. Pendengaran (listening). antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. Pandengaran yang kurang baik. Pendengaran yang baik. dan perilakunya. kontak mata. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara. 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. d.‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan. Pengelolaan Suara. Pengelolaan suara yang kurang baik. Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya. Pengelolaan suara yang baik. dan penglolaan suara. maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya. antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain. lalu. perasaan. 2. yaitu keterampilan badaniah saat berbicara. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos. antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . ya. tidak teratur.

Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik. seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli. misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . bagaimana?. mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup. yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?. Di samping itu. pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam. contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya. atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan.Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan. Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka. meliputi: a. Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik. Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan).

mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . Paraphrase mempunyai tiga tujuan. a. seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b.Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. ―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan. dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli. misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖. ―Uh-huh‖. 3. Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. Paraphrase yang baik. Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya.

Paraphrase yang kurang baik. dan motive mereka bisa dimengerti. 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara. Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal. tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. pikiran. Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. Berbagai hasil penelitian menunjukkan. antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain. misalnya kata-kata teknis. meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis. Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). atau istilah lain yang memiliki makna yang sama. keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda. Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. bahwa perasaan. c. 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat.Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut. kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu). Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka. Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh.‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya. seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa……………. kepedulian (compasion). mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka.‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ……………….‖ b. Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. dan pemahaman (understanding). 4.

Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian. melalaui latihan yang efektif. Contoh. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri. ―Bila saya merasa tersinggung‖. yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar. dapat belajar menjadi empatik. kacau. marah. dan bahwa sebagian besar orang. maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. kurang berharga. Untuk menangkap perasaan orang lain.Satu Untuk UNM dipelajari. Kedua. Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu. kecewa. seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh.‖ Perasaan permukaan: jengkel. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c. kurang percaya diri. Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan. Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut. lakukan langkah-langkah berikut: b. Untuk latihan. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. Bacalah daftar kosa kata perasaan. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. Mengenal berbagai kata-kata perasaan. pernyataan tersembunyi. Pertama. selalu saja berakhir dengan kekacauan. a. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli.

Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk. dengan phrase. yaitu dengan kata tunggal.. saat anda mendengar pembicaraan konseli. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan. Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli. dan dengan pernyataan verbal. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah. rupanya yang anda alami adalah…………. Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan.‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya.. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya. Untuk maksud ini.‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu.‖ 5. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan.‖ meriah. dengan pernyataan eksperiensial.‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda…………………. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 .‖ : ―Guru itu jahanam. berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah………. Saya membencinya.Satu Untuk UNM e. baik positif maupun negatif. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar.‖ f.‖ : ―Saya merasa seperti di surga.

Di samping itu. melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan. Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya. serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. 3) Tujuan. Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya. Keterampilan meringkas. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. pertimbangkan tujuan anda. bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya. dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. meliputi: a. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya. b. 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan. dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. waktu.Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong.

Mengukap-kan Problem 2. akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . mengenal dan merefleksi perasaan. Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1. Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik. Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut. konseli. pertanyaan terbuka. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem. Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem. Menggunakan keterampilan penampilan. Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda. Ke dalam setiap tahap. PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan. 3. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini. akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari.. serta mengenal dan merefleksi perasaan.‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6. dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah…………. yang anda katakan adalah……………….Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan. antara lain: ―Apa yang saya dengar. tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya.‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. Karena itu. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving). pertanyaan terbuka ketulusan.. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut.

Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal. dengan menjawab pertanyaan berikut: a. (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Apakah alternatif itu cukup spesifik? c. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi. Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. pertanyaan terbuka. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. paraprase. 6. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif). Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. dan membuat ringkasan. Memutuskan Alternatif Terbaik 7. 5. Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya.Satu Untuk UNM 4. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c. Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b.

Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h.Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g. Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i. Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i. Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g. Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f. e.