Satu Untuk UNM

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Modul disusun dengan maksud utama: memberi manfaat yang optimal bagi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan PLPG Bimbingan Konseling. Guna mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa karakteristik penting dari modul ini. Pertama, uraian materi dalam modul ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 27 tahun 2008 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Konselor. Dua kompetensi utama yang menjadi fokus kajian dalam modul adalah kompetensi pedagogik dan komptensi profesional. Modul terdiri atas 10 Kegiatan Belajar (KB). Uraian materi pada Kegiatan Belajar (KB) 1, 2, 3, dan 4 didasarkan terutama pada Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan Konseling di Institusi Pendidikan Formal (Depdiknas, 2009), sedangkan uraian materi pada KB 5, 6, 7, dan 8 dikembangkan berdasarkan referensi terkait yang tersedia. Uraian materi pada setiap kegiatan belajar diusahan sesimpel mungkin sehingga bahan yang ada dalam modul hanya memenuhi standar minimum dari apa yang seharusnya dipelajari dan dikaji. Oleh karena itu, fasilitator dan peserta perlu memperkaya dengan bahan lain dari sumber referensi terkait lainnya. Kedua, modul ini berisi lesson plan berbasis active-learning. Pelaksanaan pelatihan terutama berpusat pada peserta (trainee-centered). Keaktifan dan keterlibatan penuh setiap peserta adalah kondisi esensial yang harus menyertai pelaksanaan setiap sesi pelatihan. Walaupun sesi pelatihan banyak menggunkan format kelompok dan klasikal, namun perhatian terhadap kondisi, keunikan, dan kebutuhan khas setiap peserta merupakan faktor penentu keberhasilan pelatihan. Oleh karena itu, fasilitator perlu mengupayakan agar pada setiap sesi yang dilakukan, setiap peserta didorong untuk mampu mengeksplorasi permasalahan, pemikiran, ataupun pengalaman individualnya masing-masing. Di samping itu, model prosedur, langkah-langkah, ataupun format-format yang ada pada setiap aktivitas bersifat opsional. Fasilitator dapat meramu, mengkombinasi, atau bahkan menggantinya dengan metode/format lain yang dirasa lebih cocok, sejauh tidak menyimpang dari tujuantujuan yang ingin dicapai pada unit KB yang bersangkuitan dan tetap menggunakan prinsip

active-learning.
Ketiga, struktur modul disusun dan dengan memperhatikan urutan logis penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional konselor. Unit Kegiatan Belajar 1, 2, 3, dan 4 dimaksudkan menjadi bahan pengganti pelatihan pada bagian Pendalaman Materi dalam PLPG, sementara Unit Kegiatan Belajar 5, 6, 7, dan 8 dimaksukan untuk menjadi bahan pelatihan pada bagian Model-Model Bimbingan Konseling. Masing-masing unit KB
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 1

Satu Untuk UNM
berdurasi waktu 5 x 50 menit (kecuali unit KB 5 dan 8 yang berdurasi 6 x 50 menit). Urutan penyajian unit KB dalam modul diharapkan dapat diikuti secara konsisten agar tidak mengacaukan pemahaman peserta terhadap keseluruhan isi modul. Begitu pula, pelaksanaan pelatihan pada setiap unit KB perlu memperhatikan alokasi waktu yang disediakan untuk unit tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan pelatihan pada unit-unit KB berikutnya. Deskripsi isi dan alokasi waktu setiap unit Kegiatan Belajar diuraikan pada Matrik berikut. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kode Unit KB 1 KB 2 KB 3 KB 4 KB 5 KB 6 KB 7 KB 8 Judul Kegiatan Belajar Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan Konseling Asesmen dan Perencanaan Bimbingan Konseling Organisasi, Fasilitas, dan Evaluasi Bimbingan Knbseling Konseling Behavioristik Konseling Rational Emotive Behavior Therapy Konseling Humanistik Keterampilan Dasar Konseling 5 5 5 5 6 5 5 6 Durasi Waktu x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit x 50 menit

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
PENGANTAR Pendahuluan Keberadaan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widya iswara, fasilitator dan instruktur (UU No. 20/2003, pasal 1 ayat 6). Kesejajaran posisi antara kualifikasi tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik, termasuk konselor, memiliki konteks tugas, ekspektasi kinerja, dan seting pelayanan spesifik yang satu dan yang lainnya mengandung keunikan dan perbedaan. Oleh sebab itu, di dalam naskah ini konteks dan ekspektasi kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor mendapatkan penegasan kembali dengan maksud untuk meluruskan konsep dan praktik bimbingan dan konseling ke arah yang tepat. Merujuk pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, tenaga pendidik di bidang bimbingan dan konseling disebut dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Dengan kata lain, batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Di pihak lain, perbedaan yang lebih signifikan tampak pada sisi pengaturan birokratik, seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebagian besar tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor ditangani langsung oleh guru kelas taman kanak-kanak. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar, meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya guru bimbingan dan konseling atau konselor di setiap Sekolah Dasar, sebagaimana yang diperlukan di jenjang sekolah menengah (SMP/MTs, SMA/MA, SMK). Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan siswa didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan tenaga pendidik dan kependidikan lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan (referral). Masalah-masalah perkembangan peserta didik
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

fungsifungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. Unjuk kerja guru bimbingan dan konseling atau konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap. demikian pula masalah yang ditangani guru bimbingan dan konseling atau konselor dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya apabila itu terkait dengan proses pembelajaran mata pelajaran atau bidang studi.Pd) bidang Bimbingan dan Konseling. Ini berarti di dalam pengembangan dan proses pembelajaran bermutu. Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. dan kecenderungan pribadi yang mendukung. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan kiat penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang memandirikan. yang bermuara pada penganugerahan ijazah akademik Sarjana Pendidikan (S. yang ditumbuhkan serta diasah melalui latihan menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dalam konteks otentik Rumusan Standar Kompetensi Lulusan telah dikembangkan dan dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang menegaskan konteks tugas dan ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. maka sosok kompetensi utuh seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah sebagaimana tertuang dalam Permendiknas No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. (3) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan. kepribadian. sosial. dan sebaliknya. Berdasarkan keunikan pelayanan bimbingan dan konseling oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor. dan profesional. Pembentukan kompetensi akademik guru bimbingan dan konseling atau konselor ini merupakan proses pendidikan formal jenjang strata satu (S-1) bidang Bimbingan dan Konseling. Kompetensi akademik dan profesional guru bimbingan dan konseling atau konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogik. fungsifungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian guru bimbingan dan konseling atau konselor. Namun bila ditata ke dalam empat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 . yang meliputi: (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan profesional bimbingan dan konseling. Kompetensi akademik merupakan landasan bagi pengembangan kompetensi profesional. (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling. Sosok utuh kompetensi guru bimbingan dan konseling atau konselor mencakup kompetensi akademik dan profesional sebagai satu keutuhan.Satu Untuk UNM yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk penanganannya. dan (4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas guru bimbingan dan konseling atau konselor secara berkelanjutan. nilai.

Oleh karena itu. dan Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah pendidik professional.Satu Untuk UNM kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP RI 19/2005. termasuk guru bimbingan dan konseling atau konselor dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas. kepribadian. Merujuk pada Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. standar kompetensi lulusan PLPG guru BK atau Konselor mengacu pada Permendiknas Nomor 27 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi konselor. sedangkan bagi guru dalam jabatan diperoleh melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio atau pemberian sertifikat secara langsung. Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan. Kebijakan pemerintah untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan dan pengujian Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan upaya peningkatan kualitas guru (termasuk di dalamnya guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor) perlu diapresiasi dan dipandang sebagai salah satu proses profesionalisasi guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Sedangkan kompetensi kepribadian dan sosial diuji melalui uji praktik dan atau penilaian sejawat. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya dan menguasai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh UU Guru dan Dosen. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . Pengakuan professional bagi guru dibuktikan melalui sertifikasi pendidik. sosial. Oleh karena itu tidak semua kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas 27 tahun 2008 dilatihkan dalam PLPG yang berdurasi hanya 90 jam pelajaran. PLPG diselenggarakan sebagai salah satu upaya ―menambal‖ (melengkapi) kompetensi-kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling. Pada uji tulis. dan profesional sebagaimana termaktub dalam Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. diharuskan (a) melengkapi kekuarangan portofolio atau (b) mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian. Sertifikasi pendidik bagi guru prajabatan diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Peningkatan guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui PLPG ditunjukkan oleh hasil uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji praktik. maka rumusan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dapat dipetakan dan dirumuskan ke dalam kompetensi pedagogik. yang dilaksanakan pada akhir PLPG. yang diuji kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional BK. Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Menyebutkan contoh pelaksanaan enam prinsip bimbingan dan konseling 6. Wakil setiap pasangan kelompok secara bergantian menyajikan hasil kerja kelompok mereka di depan kelas 4. SMK. SMP. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menilai ketercapaian tujuan-tujuan tiga bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah 4. Menjelaskan konteks tugas konselor di sekolah 2. Menjelaskan urgensi pelayanan bimbimbingan konseling di sekolah 3. Waktu : 5 x 50 menit D. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . Bagilah tugas membuat evaluasi ini dengan rincian sebagai berikut: Kelompok I II III IV V VI Bahan yang dievaluasi Konteks Tugas Konselor & Urgensi pelayanan BK Tujuan Bimbingan dan Konseling Fungsi Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Azas Bimbingan dan Konseling Pelayanan BK di Berbagai Jenjang Pendidikan 3. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Setiap kelompok menilai sejauhmana butir-butir yang diuraikan dalam bahan tersebut telah terlaksana dan apa saja hambatan dalam mengimplementasikannya di lapangan. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk enam kelompok. Indikator 1. C. Membedakan fokus pelayanan konseling di SD. Menyebutkan minimal tiga contoh pelaksanaan azas bimbingan konseling yang telah dilakukan di sekolah. 2. SMA. Menjelaskan dengan contoh keterlaksanaan ketujuh fungsi bimbingan konseling di sekolah 5.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 1 A. dan PT. 7. Judul : Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling B.

pelayanan Bimbingan dan Konseling diletakkan sebagai bagian dari kurikulum yang isinya dipilah menjadi (a) kelompok mata pelajaran. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 3.1 Wilayah Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal Akan tetapi. 5. dan pelayanan di bidang pembelajaran yang dibingkai dalam Kurikulum.2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 . (b) muatan lokal. yang diposisikan sejajar dengan pelayanan Manajemen Penidikan.Satu Untuk UNM dan memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya E. dan (c) Materi Pengembangan Diri. meskipun ketika itu masih dinamakan pelayanan Bimbingan dan Penyuluhan. sebagaimana dapat dilukiskan seperti Gambar 1. Konteks Tugas Konselor Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal telah dipetakan secara tepat dalam Kurikulum 1975.1 Gambar 1. dalam Permendiknas No. URAIAN MATERI 1. sebagaimana tampak pada Gambar 1. 22/2006 tentang Standar Isi. yang harus ―disampaikan‖ oleh Konselor kepada peserta didik.

Dengan kata lain.Satu Untuk UNM Gambar 1.3 Keunikan Komplementaritas Wilayah Pelayanan Guru dan Konselor Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 1. Konselor memang juga diharapkan untuk berperan serta dalam bingkai pelayanan yang komplementer dengan layanan guru. sesungguhnya penanganan pengembangan diri lebih banyak terkait dengan wilayah pelayanan guru. yang dapat dan oleh karena itu perlu. bahu-membahu dengan Guru termasuk dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler. ke dalam wilayah pelayanan Guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan. dirajutkan ke dalam pembelajaran yang mendidik yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks pelayanan.3.2 Kerancuan Wilayah Pelayanan Konselor dengan Wilayah Pelayanan Guru dalam KTSP Haruslah dihindari dampak yang membawa Konselor yang tidak menggunakan materi pelajaran sebagai konteks layanan. Gambar 1. khususnya melalui pengacaraan berbagai dampak pengiring (nurturant effects) yang relevan. di mana Materi Pengembangan Diri berada dan merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. konteks tugas dan ekspektasi kinerja guru dengan wilayah pelayanan. Persamaan. keunikan. Meskipun demikian. dan keterkaitan antara wilayah layanan.

atau bebas dari masalah. baik fisik. peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. lurus. Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming). Perkembangan peserta didik tidak lepas dari pengaruh lingkungan. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundangundangan) atau ketentuan dari atas. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus. atau searah dengan potensi. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika. pertumbuhan kota-kota. dan moral-spiritual). seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah. dan kesenjangan perkembangan tersebut. minuman keras. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. revolusi teknologi informasi. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat. Psikotropika. ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga. harapan dan nilai-nilai yang dianut. dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup peserta didik (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia). proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. Dengan kata lain. atau di luar jangkauan kemampuan. tawuran. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. Untuk mencapai kematangan tersebut. seperti: maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik. sosial. Urgensi Bimbingan dan Konseling Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku peserta didik. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan.Satu Untuk UNM 2. intelektual. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. penyalahgunaan alat kontrasepsi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . psikis maupun sosial. di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat. yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. dan obatobat terlarang/narkoba yang tak terkontrol. meminum minuman keras. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. emosi.

dan sabu-sabu). yaitu: (1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan. dan pengentasan masalah-masalah peserta didik. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). ectasy. Pendidikan yang hanya melaksanakan bidang administratif dan instruksional dengan mengabaikan bidang bimbingan dan konseling. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). (4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. dan bidang bimbingan dan konseling. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan. (5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut. putau. hanya akan menghasilkan peserta didik yang pintar dan terampil dalam aspek akademik. Upaya ini merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta berbagai faktor yang mempengaruhinya. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. (3) memiliki pengetahuan dan keterampilan. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. Pepepelayanani bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . dan pergaulan bebas (free sex). seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003). serta (6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian. dan terpusat pada konselor. kriminalitas. yaitu bidang administratif dan kepemimpinan. pengembangan potensi. efektif atau ideal adalah yang mengintegrasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara sinergi. narkotika. bidang instruksional atau kurikuler. Dengan demikian. (2) berakhlak mulia. klinis. tetapi kurang memiliki kemampuan atau kematangan dalam aspek kepribadian. remedial. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik. pendidikan yang bermutu. seperti: ganja.Satu Untuk UNM dan Zat Adiktif lainnya.

a. Atas dasar itu. psikis. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu peserta didik atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. guru-guru. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. belajar. Tujuan Bimbingan dan Konseling Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar peserta didik dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. yang meliputi aspek pribadi. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. sosial. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. dan spiritual). masyarakat. baik dalam kehidupan pribadi. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.Satu Untuk UNM Dalam pelaksanaannya. kekuatan. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. dan karir. 3. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. maupun karir. baik menyangkut aspek pribadi. 1) Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan karir. belajar (akademik). (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . belajar. Pendekatan ini terintegrasi dengan proses pendidikan di Sekolah/Madrasah secara keseluruhan dalam upaya membantu para peserta didik agar dapat mengembangkan atau mewujudkan potensi dirinya secara penuh. dan pihak-pihak terkait lainnya (seperti instansi pemerintah/swasta dan para ahli : psikolog dan dokter). lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. dan tugas-tugas perkembangannya. atau terkait dengan pengembangan pribadi peserta didik sebagai makhluk yang berdimensi biopsikososiospiritual (biologis. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. orang tua peserta didik. dan staf administrasi). maupun lingkungan kerja. pendekatan ini menekankan kolaborasi antara konselor dengan para personal Sekolah/Madrasah lainnya (pimpinan Sekolah/Madrasah. sosial. sosial. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial peserta didik adalah sebagai berikut. maka implementasi bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah diorientasikan kepada upaya memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya.

2) 3) Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. 2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut. b. 1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. mengggunakan kamus. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. 4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. atau silaturahim dengan sesama manusia. 3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. tempat kerja. Memiliki rasa tanggung jawab. Sekolah/Madrasah. pergaulan dengan teman sebaya. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. baik fisik maupun psikis. 10) Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. 5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. menghormati atau menghargai orang lain.Satu Untuk UNM keluarga. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. maupun masyarakat pada umumnya. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. persaudaraan. mencatat pelajaran. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 .. 11) Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. disiplin dalam belajar. seperti kebiasaan membaca buku. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. seperti keterampilan membaca buku.

c. prospek kerja. Oleh karena itu. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. 3) Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. 7) Dapat membentuk pola-pola karir. dan kesejahteraan kerja. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. Apabila seorang peserta didik bercita-cita menjadi seorang guru. dan sesuai dengan norma agama.Satu Untuk UNM seperti membuat jadwal belajar. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. mengerjakan tugas-tugas. 9) Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (peserta didik) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . 1) Memiliki pemahaman diri (kemampuan. 5) Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. Fungsi Pemahaman. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. kemampuan. 8) Mengenal keterampilan. 4) Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi citra-cita karirnya masa depan. yaitu kecenderungan arah karir. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. tanpa merasa rendah diri. asal bermakna bagi dirinya. kemampuan dan minat. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut. 6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. 4. Fungsi Bimbingan dan Konseling a. 2) Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. 6) Memiliki kemampuan merencanakan masa depan.

konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.Satu Untuk UNM lingkungannya (pendidikan. Fungsi Penyaluran. Melalui fungsi ini. diantaranya: bahayanya minuman keras. dan karyawisata. jurusan atau program studi. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. e. konselor memberikan bimbingan kepada peserta didik tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. pekerjaan. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . dan norma agama). dan bimbingan kelompok. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik memilih kegiatan ekstrakurikuler. home room. bakat. merokok. Fungsi Penyembuhan. penyalahgunaan obat-obatan. dan pergaulan bebas (free sex). yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. tutorial. belajar. d. maupun karir. sosial. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. b. informasi. yang memfasilitasi perkembangan peserta didik. Berdasarkan pemahaman ini. dan remedial teaching. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para peserta didik dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. drop out. Fungsi Preventif. c. Dalam melaksanakan fungsi ini. supaya tidak dialami oleh peserta didik. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangannya. Fungsi Pengembangan. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami masalah. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. baik menyangkut aspek pribadi.

Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua peserta didik atau peserta didik. c. memilih metode dan proses pembelajaran. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai peserta didik. remaja. minat. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut. konselor. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah peserta didik. kemampuan. dan kebutuhan peserta didik (peserta didik). baik anak-anak. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan peserta didik. g. baik pria maupun wanita. Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah.Satu Untuk UNM f. 5. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. karena bimbingan merupakan cara untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . dan melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. Dalam kenyataan masih ada peserta didik yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). maupun dewasa. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik). Setiap peserta didik bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. b. Bimbingan menekankan hal yang positif. Fungsi Adaptasi. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan peserta didik secara tepat. a. Prinsip-prinsip itu adalah sebagai berikut. Fungsi Penyesuaian.

menyesuaikan diri. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Kehidupan peserta didik diarahkan oleh tujuannya. perusahaan/industri. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. tetapi juga di lingkungan keluarga. dan masyarakat pada umumnya. f. sosial. Asas kesukarelaan. d. dan pekerjaan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. pendidikan. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada peserta didik. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. memberikan dorongan. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. Bimbingan diarahkan untuk membantu peserta didik agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. dan bimbingan memfasilitasi peserta didik untuk mempertimbangkan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . lembagalembaga pemerintah/swasta. 6. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Asas Bimbingan dan Konseling Keterlaksanaan dan keberhasilan pepelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. dan peluang untuk berkembang. Asas Kerahasiaan. tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Mereka bekerja sebagai teamwork. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. yaitu meliputi aspek pribadi. b.Satu Untuk UNM membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. e. a. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama.

Asas kegiatan. Pelayanan yang berkenaan dengan ―masa depan atau kondisi masa lampau pun‖ dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. f. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. Asas Keterpaduan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Asas Kedinamisan. h. saling menunjang. e.Satu Untuk UNM pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. g. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi peserta didik-peserta didik yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. c. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. tidak monoton. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). Agar peserta didik dapat terbuka. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. harmonis. Asas kemandirian. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. Asas Kekinian. mampu mengambil keputusan. d. Asas keterbukaan. guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. dan terpadu. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 .

perbedaan yang lebih Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . Asas Alih Tangan Kasus. ilmu pengetahuan. atau ahli lain . 7. Lebih jauh. guru-guru lain. Di pihak lain. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. Asas Keharmonisan. k. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Asas Keahlian. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidahkaidah profesional. batas perbedaan antar jenjang tersebut lebih merupakan suatu wilayah. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. adat istiadat. dan kebiasaan yang berlaku. Pelayanan Bimbingan Konseling di Berbagai Jenjang Pendidikan Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. namun perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan layanan Bimbingan dan Konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. i. Dalam hal ini. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. namun batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lain tidak terbedakan sangat tajam yang tergambar sebagai gair. hukum dan peraturan. yaitu nilai dan norma agama.Satu Untuk UNM Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pepelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Dengan kata lain. j. menghayati.

melainkan mungkin dengan memosisikan diri sebagai Konselor Kunjung yang membantu guru Sekolah Dasar mengatasi perilaku mengganggu (disruptive behavior). meskipun memang ada permasalahan yang memerlukan penanganan oleh Konselor. Jenjang Sekolah Menengah. a. Pada jenjang ini fungsi bimbingan dan konseling lebih bersifat preventif dan developmental. seperti misalnya di Taman Kanak-kanak sebahagian besar tugas Konselor ditangani langsung oleh Guru Kelas Taman Kanak-kanak. Secara hukum. posisi konselor di tingkat sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. Sampai saat ini. meskipun tentu saja berbeda dari ekspektasi kinerja Konselor di jenjang Sekolah Menengah dan jenjang perguruan tinggi. Sebaliknya. Jenjang Taman Kanak-kanak. konselor juga dapat berperan serta secara produktif di jenjang Sekolah Dasar. sebagaimana yang diperlukan di jenjang Sekolah Menengah. namun cakupan pelayanannya belum menjustifikasi untuk ditempatkannya posisi struktural Konselor di tiap Sekolah Dasar. Dalam sistem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . juga nampak pada pada sisi pengaturan birokratik. bukan dengan memosisikan dari sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik yang tidak jelas posisinya. dilaksanakan terutama untuk memberikan pelayanan konsultasi kepada guru dan orang tua dalam mengatasi perilaku-perilaku disruptive siswa Taman Kanak-kanak. Berikut ini. Di jenjang Taman Kanak-kanak di tanah air tidak ditemukan posisi struktural bagi Konselor. sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik usia Sekolah Dasar. Secara programatik. Jenjang Sekolah Dasar. Dengan kata lain. advicement. b. di jenjang Sekolah Dasar pun juga tidak ditemukan posisi struktural untuk Konselor. c. antara lain dengan pendekatan Direct Behavioral Consultation.Satu Untuk UNM signifikan. yaitu sejak diberlakukannya Kurikulum Bimbingan dan Konseling. Kegiatan konselor di jenjang Taman Kanak-kanak dalam komponen responsive services. digambarkan secara umum perbedaan ciri khas ekspektasi kinerja Konselor di tiap jenjang pendidikan. komponen kurikulum bimbingan dan konseling yang perlu dikembangkan oleh konselor jenjang Taman Kanak-kanak membutuhkan alokasi waktu yang lebih besar dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. transition planning) dan responsive services (yang berupa pelayanan konseling dan konsultasi) memerlukan alokasi waktu yang lebih kecil. pada jenjang TK komponen individual student planning (yang terdiri dari: pelayanan appraisal. Sedangkan di jenjang Sekolah Dasar. kebutuhan akan pelayanannya bukannya tidak ada. Namun demikian.

Satu Untuk UNM pendidikan di Indonesia konselor di sekolah menengah mendapat ‖tempat yang cukup leluasa‖. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . SD. d. konselor perguruan tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum bimbingan dan konseling. Jenjang Perguruan Tinggi. akademik. Pada jenjang ini. Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan TK. karier. adalah men-support perkembangan aspek-aspek pribadi-sosial. sebagai salah satu komponen student support services. dan akademik siswa. sosial. namun bimbingan dan konseling dalam rangka men‖support‖ perkembangan personal. alokasi waktu yang digunakan konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan dalam individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services. Namun. yang meliputi fungsi preventif. dan SM. Meskipun secara struktural posisi konselor perguruan tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air. serta system support. Peran konselor. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling. maupun fungsi kuratif. pemberian layanan responsive. konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling. dan responsive services. developmental. pembantuan kepada siswa dalam individual student planning. individual student planning. dan karier mahasiswa dibutuhkan. serta pengembangan system support.

Membandingkan komponen program pada pola 17. Menguraikan peran bimbingan konseling dalam program pengembangan diri siswa di sekolah 2. Waktu : 5 x 50 menit D. Judul B. Pola 17 plus. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. 2. Lakukan curah pendapat dengan peserta bagaimana pendapat mereka mengenai program bimbingan konseling dan pengembangan diri siswa di sekolah. setiap kelompok : Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . dan pola komprehensif 3. Menjelaskan perbedaan strategi pelayanan dasar dan pelayanan responsif bimbingan konseling di sekolah 5. Menjelaskan bagan kerangka utuh layanan bimbingan konseling komprehensif 4. dan Pola Komprehensif Tantangan dalam melaksanakan empat komponen utama dalam program BK pada Pola Komprehensif Usaha mengatasi hambatan pelaksanaan program BK di sekolah 5. 6. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang) melakukan curah pendapat dan menyepakati butir-butir tentang:     Peran konselor dalam program pengembangan diri siswa Perbedaan pokok dalam Pola 17. Menguraikan langkah umum pelaksanaan layanan perencanaan individual dalam bimbingan konseling 6. 4. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. 3. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. pola 17 plus. Menjelaskan dengan contoh kegiatan pokok dalam komponen program dukungan sistem dalam pelayanan BK di sekolah C.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 2 A. Indikator 1.

dan 22 . tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. Penjelasan tentang Pengembangan Diri yang tertulis dalam Struktur Kurikulum dijelaskan bahwa: Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Ini berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor. bakat. Dari penjelasan yang disebutkan itu ada beberapa hal yang perlu memperoleh penegasan dan reposisi terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal.Satu Untuk UNM 7. Pengembangan diri bukan sebagai mata pelajaran. D. sehingga dapat menghindari kerancuan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 8. manakala masuk ke dalam pelayanan pengembangan minat dan bakat tak dapat dihindari akan terkait dengan substansi bidang studi dan/atau bahan ajar yang relevan dengan bakat dan minat peserta didik dan disitu adegan pembelajaran akan terjadi. a. mengandung arti bahwa bentuk. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Sekolah/Madrasah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pepelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. 9. dan metode pengembangan diri tidak dilaksanakan sebagai sebuah adegan mengajar seperti layaknya pembelajaran bidang studi. khususnya terkait dengan topik diskusi pada butir 4. dan pengembangan karir peserta didik. guru. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Namun. rancangan. belajar. Posisi Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling Seperti ditegaskan di muka bahwa Pengembangan Diri sebagaimana dimaksud dalam KTSP merupakan wilayah komplementer antara guru dan konselor. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. URAIAN MATERI 1.

Menyelenggarakan Pembelajaran yang Mendidik Muatan Lokal Mata Pelajaran/ Bidang Studi KURIKULUM (KTSP) Perkembangan Optimum Peserta Didik Wilayah Komplementer Konselor.1 Posisi Bimbingan dan Konseling dan Kurikulum (KTSP) dalam Jalur Pendidikan Formal Dapat ditegaskan di sini bahwa KTSP adalah salah satu subsistem pendidikan formal yang harus bersinergi dengan komponen/subsitem lain yaitu manajemen dan bimbingan dan konseling dalam upaya memfasilitasi peserta didik mencapai perkembangan optimum yang diwujudkan dalam ukuran pencapaian standar kompetensi. Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling Yang Memandirikan Pengembangan Diri Bimbingan. Jika dilakukan telaahan anatomis terhadap posisi bimbingan dan konseling pada jalur pendidikan formal tampak pada Gambar 2. c. melainkan di dalamnya mengandung sebagian saja dari pelayanan (dasar. responsif. Sebagian dari pengembangan diri dilaksanakan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. Telaahan di atas menegaskan bahwa bimbingan dan konseling tetap sebagai bagian yang terintegrasi dari sistem pendidikan (khususnya jalur pendidikan formal). Inipun berarti bahwa pelayanan pengembangan diri tidak semata-mata tugas konselor.Satu Untuk UNM b. Dengan demikian pengembangan diri hanya merupakan sebgian dari aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan.1 Pimpinan Satuan Pendidikan dapat terlukiskan seperti Manajemen Guru. dan tidak semata-mata sebagai wilayah bimbingan dan konseling. Kedua hal di atas menunjukkan bahwa pengembangan diri bukan substitusi atau pengganti pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian pengembangan diri tidak menggantikan fungsi bimbingan dan konseling melainkan sebagai wilayah Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 . perencanaan individual) bimbingan dan konseling yang harus diperankan oleh konselor. Pelayanan pengembangan diri yang terkandung dalam KTSP merupakan bagian dari kurikulum. Pelayanan pengembangan diri dalam bentuk ekstra kurikuler mengandung arti bahwa di dalamnya akan terjadi diversifikasi program berbasis minat dan bakat yang memerlukan pelayanan pembina khusus sesuai dengan keahliannya. dan Konseling Gambar 2.

yaitu: (1) pelayanan dasar bimbingan. konseling perorangan. serta tamnbahan layanan mediasi dan layanan konsultasi. yang dikenal dengan Pola Kompreghensif Program bimbingan dan konseling. serta lima layanan pendukung (Instrumentasi. dan (4) dukungan sistem. belajar. himpunan data.2 Program Bimbingan Konseling Pola 17 Selanjutnya. (3) perencanaan indiviual. dan pelimpahan kasus). dan konseling kelompok). Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 . Ini terdiri atas empat bidang layanan (pribadi. sosial. Dalam pola ini. program bimbingan konseling terdiri atas empat komponen pelayanan. dan karir). informasi. Komponen Program BK Program bimbingan konseling di sekolah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan profesionalisasi dan upaya aktualisasi profesi bimbingan konseling di Indonesia. bimbingan kelompok. (2) pelayanan responsif. dikembangkan Program bimbingan konseling Pola 17 Plus. tujuah jenis layanan (orientasi. kunjungan rumah. penempatan dan penyaluran. Program bimbingan konseling Pola 17 digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. Terakhir dikembangkan lagi pola program bimbingan konseling yang lebih utuh. konferensi kasus.Satu Untuk UNM komplementer dimana guru dan konselor memberikan kontribusi dalam pengembangan diri peserta didik. di mana program bimbingan konseling disempurnakan dengan menambahkan bidang bimbingan keberagamaan dan bimbingan keluarga. karena komponen program digambarkan dalam suatu skema yang terdiri atas 17 kotak. Pada sekitar akhirt tahun 1990an dikenalkan apa yang disebut dengan POLA 17. Di sebutkan demikian. 2.

sistem najemen. bimbingan kelompok. dan pengembangan profesi).3 Komponen Program Bimbingan dan Konseling Di samping empat komponen program tersebut. referal. konferensi kasus. Kerangka Kerja Utuh Bimbingan dan Konseling Pola Komprehensif Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 . akuntabilitas. kunjungan rumah. akses TIK.4. informasi. kolaborasi. konseling individual.Satu Untuk UNM Gambar 2.4. konseling sebaya. konsultasi. penempatan & penyeluran. konseling kelompok. Secara utuh keseluruhan proses kerja bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal dapat digambarkan pada gambar 2. Gambar 2. dalam Pola Komprehensif ini dikemukakan 16 strategi layanan bimbingan konseling (orientasi.

Satu Untuk UNM
Gambar 2.4 menunjukkan bahwa seluruh pelayanan bimbingan dan konseling yang selama ini dilaksanakan di Sekolah/Madrasah bisa dipayungi oleh dan terakomodasi ke dalam kerangka kerja tersebut. Berdaarkan kerangka kerja utuh dimaksud pelayanan bimbingan dan konseling harus dikelola dengan baik sehingga berjalan secara efektif dan produktif. Fungsi manajemen yang penting dijalankan dalam pelayanan bimbingan dan konseling meliputi: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. 3. Uraian Program Bimbingan Konseling a. Pelayanan Dasar Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar kompetensi kemandirian) yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Penggunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan tatap muka terjadwal di kelas sangat diperlukan untuk mendukung implementasi komponen ini. Asesmen kebutuhan diperlukan untuk dijadikan landasan pengembangan pengalaman tersetruktur yang disebutkan. Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu peserta didik agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya (sebagai standar kompetensi kemandirian). Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi kemandirian antara lain mencakup pengembangan: (1) self-

esteem, (2) motivasi berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26

Satu Untuk UNM
keterampilan pemecahan masalah, (5) keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran keragaman budaya, dan (7) perilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan perkembangan karir (terutama di tingkat SLTP/SLTA) mencakup pengembangan: (1) fungsi agama bagi kehidupan, (2) pemantapan pilihan program studi, (3) keterampilan kerja profesional, (4) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (5) perkembangan dunia kerja, (6) iklim kehidupan dunia kerja, (7) cara melamar pekerjaan, (8) kasus-kasus kriminalitas, (9) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (10) dampak pergaulan bebas. Pelayanan Dasar dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sebagai berikut: 1) Bimbingan Kelas Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 2) Pelayanan Orientasi Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempernudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah. 3) Pelayanan Informasi Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). 4) Bimbingan Kelompok Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompokkelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
5) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi) merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. b. Pelayanan Responsif Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Konseling indiviaual, konseling krisis, konsultasi dengan orangtua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain adalah ragam bantuan yang dapat dilakukan dalam pelayanan responsif. Tujuan pelayanan responsif adalah membantu peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu peserta didik yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Tujuan pelayanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus pelayanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan peserta didik. Masalah dan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan keinginan untuk memahami sesuatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya secara positif. Kebutuhan ini seperti kebutuhan untuk memperoleh informasi antara lain tentang pilihan karir dan program studi, sumber-sumber belajar, bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas. Masalah lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri peserta didik, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Masalah peserta didik pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. Gejala perilaku bermasalah yang mungkin dialami peserta didik diantaranya: (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah diri, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan-nya secara matang), (4) membolos dari Sekolah/Madrasah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9)

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

suasana kerja. dokter. dan (13) masalah dalam keluarga. dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. seperti psikolog. (3) menandai peserta didik yang diduga bermasalah. Pelayanan responsif dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut: 1) Konseling Individual dan Kelompok Pemberian pelayanan konseling ini ditujukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan. baik dalam aspek emosional. 3) Kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau Wali Kelas Konselor berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi belajar. Konseli yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki masalah. Aspek-aspek itu di antaranya: (1) menciptakan iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta didik. sosial. maupun moral-spiritual (hal ini penting. dan kepolisian. Melalui konseling. (5) mereferal (mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. (10) masalah pergaulan bebas (free sex). dan penyakit kronis. karena guru merupakan ―figur central‖ bagi peserta didik).Satu Untuk UNM malas beribadah. (12) manajemen stress. (7) memahami perkembangan dunia industri atau perusahaan. (8) menampilkan pribadi yang matang. kecanduan narkoba. (2) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. tindak kejahatan (kriminalitas). (11) masalah tawuran. seperti depresi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . 2) Referal (Rujukan atau Alih Tangan) Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah konseli. dan pribadinya). (6) memberikan informasi yang up to date tentang kaitan mata pelajaran dengan bidang kerja yang diminati peserta didik. (4) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui program remedial teaching. maka sebaiknya dia mereferal atau mengalihtangankan konseli kepada pihak lain yang lebih berwenang. persyaratan kerja. kehadiran. mengalami hambatan peserta dalam didik mencapai (konseli) tugas-tugas untuk perkembangannya. sehingga dapat memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang dunia kerja (tuntutan keahlian kerja. Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. dan (9) memberikan informasi tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang diberikannya secara efektif. penyebab masalah. membantu memecahkan masalah peserta didik. psikiater. dan prospek kerja). dibantu mengidentifikasi masalah. penemuan alternatif pemecahan masalah.

dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. melakukan referal. orang tua. atau pihak pimpinan Sekolah/Madrasah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik. (2) Sekolah/Madrasah memberikan informasi kepada orang tua (melalui surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik. Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan .Satu Untuk UNM 4) Kolaborasi dengan Orang tua Konselor perlu melakukan kerjasama dengan para orang tua peserta didik. yang pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor. tetapi juga oleh orang tua di rumah. terutama menyangkut kegiatan belajar dan perilaku sehari-harinya. seperti psikolog. psikiater. (5) MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). 7) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation) Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. (2) instansi swasta. dapat dilakukan beberapa upaya. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. Peserta didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh konselor. dan dokter. dan tukar pikiran antar konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik. dan (3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di rumah ke Sekolah/Madrasah. pengertian. Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini. 6) Konsultasi Konselor menerima pelayanan konsultasi bagi guru. 5) Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah/Madrasah Yaitu berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. seperti: (1) kepala Sekolah/ Madrasah atau komite Sekolah/Madrasah mengundang para orang tua untuk datang ke Sekolah/Madrasah (minimal satu semester satu kali). dan (6) pekerjaan). Kerjasama ini penting agar proses bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. Melalui kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi. Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. (3) organisasi profesi. menciptakan lingkungan Sekolah/ Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia).

Di samping itu dia juga berfungsi sebagai mediator yang membantu konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi. memonitor. karir. (2) mampu merumuskan tujuan. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. dan mengelola rencana pendidikan. dan advokasi implementasi pelayanan ini. penafsiran hasil asesmen. baik akademik maupun non-akademik. Pemahaman peserta didik secara mendalam dengan segala karakteristiknya. sosial. 8) Konferensi Kasus Yaitu kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. c. dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki peserta didik amat diperlukan sehingga peserta didik mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal. perkembangan. 9) Kunjungan Rumah Yaitu kegiatan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani. perencanaan. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. konseling individual. melalui kunjungan ke rumahnya. atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling.Satu Untuk UNM didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. rujukan. Perencanaan individual bertujuan untuk membantu peserta didik agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik. tujuan. belajar. baik menyangkut aspek pribadi. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik itu. dan rencana yang telah dirumuskannya. Perencanaan Individual Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. dalam upaya menggentaskan masalahnya. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk merencanakan. maupun karir. Isi layana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 diperlukan di dalam . Kegiatan orientasi. kolaborasi. informasi. Pertemuan konferensi kasus ini bersifat terbatas dan tertutup.

dan karier. untuk membentu peserta didik menempati posisi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. 4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. dan pengembangan pekerjaan. Konseli menggunakan informasi tentang pribadi. Pelayanan perencanaan individual ini dapat dilakukan juga melalui pelayanan penempatan (penjurusan. atau aspek-aspek pribadi. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik. yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. 2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. karir. dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya. peserta didik diharapkan dapat: 1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. sosial. dunia kerja. Fokus pelayanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . Melalui pelayanan perencanaan individual. peserta didik akan memiliki pemahaman. Secara rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek (1) akademik meliputi memanfaatkan keterampilan belajar. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. penerimaan. belajar. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. yaitu yang menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan.Satu Untuk UNM perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan peserta didik untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. dan penyaluran). sosial. Melalui kegiatan penilaian diri ini. dan (3) sosialketerampilan sosial yang efektif. dan masyarakatnya. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. informasi tentang Sekolah/Madrasah. dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. merencanakan karir. mengeksplorasi latihan-latihan pengembangan konsep diri yang positif. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh peserta didik. memilih kursus atau pelajar-an tambahan yang tepat. atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya. (2) karir meliputi pribadi meliputi mengeksplorasi peluang-peluang karir. pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. dan merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang pengembangan dirinya. pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan. Konselor membantu peserta didik menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh. 3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. dan sosial-pribadi. (2) melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan.

1) Pengembangan Jejaring (networking) Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru. (b) aktif dalam organisasi profesi. staf.Satu Untuk UNM d. (3) memelihara. Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memper-lancar penyelenggaraan pelayanan diatas. dan pengembangan kemampuan profesional konselor secara berkelanjutan. dan (4) pengembangan penataan kebijakan. Konselor secara terus menerus berusaha untuk memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya melalui (a) in-service training. orang tua. tata kerja. b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru. infra struktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi). merupakan pemberian bimbingan dan konseling kepada peserta didik secara langsung. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di Sekolah/Madrasah. (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. (2) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. dan pihak institusi di luar Sekolah/Madrasah (pemerintah. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen. dan (6) melakukan kerjasama atau kolaborasi dengan ahli lain yang terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling. Dukungan Sistem Ketiga komponen diatas. (c) aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. (b) kegiatan manajemen. (c) riset dan pengembangan. Dukungan sistem ini meliputi aspek-aspek: (a) pengembangan jejaring (networking). (4) bekerjasama dengan personel Sekolah/Madrasah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan kegiatan-kegiatan manajemen (1) merupakan berbagai upaya (2) untuk memantapkan. (3) berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan Sekolah/Madrasah. pengembangan pemanfaatan sumber daya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . seperti seminar dan workshop (lokakarya). staf Sekolah/Madrasah lainnya. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui pengembangan program. atau (d) melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (Pascasarjana). a) Pengembangan Professionalitas. yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik.

Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi pemerintah. psikiater. dokter.Satu Untuk UNM dan swasta) untuk memperoleh informasi. Depnaker (dalam rangka c) Manajemen Program Suatu program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara. seperti psikolog. dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu. sistematis. dan umpan balik tentang pelayanan bantuan yang telah diberikannya kepada para peserta didik. dan orang tua peserta didik. melakukan referal. terarah. (5) MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). (2) instansi swasta. Dengan kata lain strategi ini berkaitan dengan upaya Sekolah/Madrasah untuk menjalin kerjasama dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan. (4) para ahli dalam bidang tertentu yang terkait. dalam arti dilakukan secara jelas. serta meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . dan (6) analisis bursa kerja/lapangan pekerjaan). seperti ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). (3) organisasi profesi. menciptakan lingkungan Sekolah/Madrasah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik.

Fasilitatir mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. 4. Waktu : 5 x 50 menit D. Menguraikan pokok-pokok langkah kegiatan dalam perencanaan program bimbingan konseling 2. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Indikator 1. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. setiap kelompok menyusun rancangan program dan pengembangan layanan BK di sekolah. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 3 A. Merancang denah ruang BK yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing 4. Menguraikan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelaksanaan program BK di sekolah 3. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. 5. mencakup:       Analisis dan deskripsi kebutuhan Rumusan tujuan Komponen program Rencana operasional Organisasi pelaksana dan tanggung jawab Anggaran : Asesmen dan Perencanaan Program BK 3. Menyusun alokasi anggaran untuk pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah C. 2. Judul B. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 .

Agar konselor dapat melakukan sesuatu untuk siswa maka seorang konselor perlu mengetahui keadaan siswa yang dibimbing. Berdasarkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . Fungsi seleksi yaitu untuk memutuskan individu-individu yang akan dipilih. sebagai landasan untuk memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. dan kepribadian. olahraga. Fungsi Asesmen Kebutuhan Hasil-hasil yang diperoleh dalam asesmen berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Konselor di sekolah mempunyai tanggung jawab untuk membantu siswa atau konseli agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal.Satu Untuk UNM E. kondisi dan kualifikasi konselor. a. minat-minatnya (pekerjaan. dan keagamaan). seperti aspek-aspek fisik (kesehatan dan keberfungsiannya). seni. menyusun suatu rencana. Misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau suatu jenis jabatan tertentu. kecerdasan. dan (2) asesmen kebutuhan atau masalah peserta didik. Asesmen mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. Asesmen kebutuhan melibatkan proses mengumpulkan dan menguji informasi tentang isu-isu persekolahan dan selanjutnya menggunakan data itu untuk menentukan prioritas tujuan. guru. sarana dan prasarana pendukung program bimbingan. Dalam pengumpulan data perlu melibatkan siswa. motif belajar. dan anggota masyarakat lainnya. yang terkait dengan kegiatan mengidentifikasi harapan Sekolah/Madrasah dan masyarakat (orangtua peserta didik). masalah-masalah yang dialami. Kegiatan asesmen ini meliputi (1) asesmen lingkungan. jurusan. staf administrasi. Uraian Materi 1. Membantu perkembangan para siswa atau konseli berarti melakukan sesuatu untuk siswa tersebut. Berdasarkan atas keputusan yang diambil dalam asesmen psikologis mempunyai fungsi sebagai berikut: a. orangtua. sikap dan kebiasaan belajar. Asesmen Kebutuhan Bimbingan Konseling Menurut Kubinski (1999). atau tugas-tugas perkembangannya. Untuk itu sangat diperlukan berbagai informasi/data-data yang akurat dan relevan. asesmen kebutuhan (need assessment) di sekolah adalah proses sistematik untuk memperoleh gambaran akurat dan menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sekola yang dapat digunakan untuk merespon kebutuhan akademik semua siswa guna meningkatkan prestasi siswa dan memenuhi standar akademik yang dihadapi. yang menyangkut karakteristik peserta didik. dan kebijakan pimpinan Sekolah/Madrasah. dan mengalokasikan anggaran dan sumber yang diperlukan. Dalam hal ini pengukuran dan penilaian psikologis merupakan sarana dan wahana terbaik untuk mendapatkan informasi/data-data yang akurat dan relavan mengenai keadaan siswa atau konseli.

Satu Untuk UNM hasil-hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang diterima dan menolak calon-calon yang lainnya. Berdasarkan pemahaman diri tersebut siswa diharapkan dapat merencanakan masa depannya secara realistis. Sama hal dengan yang disebutkan diatas. Kelas mana yang berprestasi baik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . Berdasarkan peta kelas tersebut kepala sekolah akan dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat yang berhubungan dengan pengembangan pendidikan dan pengajaran di sekolah tersebut. Setelah pemberian remedial tersebut lalu diadakan tes untuk mengetahui apakah remedial yang diberikan sudah berhasil atau belum. Membantu kepala sekolah dalam menetapkan suatu kebijakan. seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan remedial. Gambaran tentang masing-masing kelas kita disebut peta kelas. kelas mana yang menunjukkan kinerja akademik rendah. Membantu orangtua mengenal anaknya. Misalnya. Tujuan Asesmen Kebutuhan Tujuan asesmen psikologis khususnya dlam layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat dikemukakan sebagai beriktu: a. b. c. Misalnya melaporkan profile minat dan bakat seseorang yang telah dites dengan tes minat dan bakat. Membantu siswa untuk mengenal dirinya sendiri. c. yaitu agar siswa mengerti apa kelebihan dan apa kekurangannya. Atau pengelompokkan siswa ke dalam program khusus. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai maslah yang sejenis sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai masalahnya. yaitu agar orang tua memahami segala kelebihan dan kelemahan putra putrinya. dan sebagainya. Kepala sekolah perlu mendapatkan pandangan umum tentang keadaan siswa pada masing-masing kelas. Mengevaluasi suatu treatment yaitu untuk mengetahui apakah suatu tindakan tertentu yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok individu telah mencapai hasil atau belum. Fungsi klasifikasi yaitu mengelompokan individu dalam kelompok sejenis. d. Fungsi deskripsi yaitu menyuguhkan hasil asesmen psikologis yang telah dilakukan tanpa klasifikasi tertentu. Dan dengan pemahaman tersebut pula orang tua diharapkan dapat membuat perencanaan yang realistis sehubungan dengan masa depan putra-putrinya. b. atau beberapa hasil yang ditimbulkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seorang atau kelompok orang. b.

pemilihan lapangna kerja dan penempatan lainnya). Guru perlu mengetahui mana siswa yang mempunya kemampuan yang tinggi. bagaimana itu dilakukan. penyedia layanan. tenaga bantu. dan siapa saja yang perlu terlibat dalam asesmen kebutuhan. staf administrasi. Ada beberapa pertanyaan yang perlu diklarifikasi sebelum melakukan asesmen kebutuhan. e. pemilihan kelanjutan studi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 perencanaan dan pelaksanaan . mana siswa yang suka mengganggu teman-temannya dan sebagainya. antara lain:        Apa yang anda telah ketahui? Apa yang anda pikirkan tentang yang diketahui itu? Apa yang anda ingin ketahui lagi? Mengapa anda perlu melakukan asesmen kebutuhan? Apa yang anda ingin ukur? Apa yang anda ingin lakukan dengan informasi yang anda kumpulkan? Bagaimana anda akan melaporkan informasi itu? Apakah informasi itu dimengerti dan mudah dipahami? Apakah semua kelompok peminat terlibat dala asesmen kebutuhan? Siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap kegiatan? Jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut akan membantu dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan. yaitu: 1) Mengklarifikasi maksud asesmen kebutuhan. Membantu guru dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Langkah-langkah dalam Asesmen Kebutuhan Pelaksanaan asesmen kebutuhan dilakukan dalam tujuah langkah utama. guru.Satu Untuk UNM d. staf sekolah lainnya. orangtua. 2) Mengidentifikasi populasi Siapa yang akan menjadi sasaran asesmen kebutuhan: siswa. mana yang memiliki kemampuan yang rendah atau lemah. Berdasarkan peta siswa tersebut guru dapat merencanakan dan mengelola proses pembelajaran dengan tepat. warga masyarakat. c. pimpinan. mana siswa yang selalu antusias dalam mengikuti pelajaran. seperti bahan-bahan diagnostik (baik diagnostik kesulitan belajar maupun diagnostik kesulitan pribadi lainnya) bahan informasi dalam layanan penempatan (pemilihan program khusus. Guru akan dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila ia mengenal siswa-siswanya dengan baik pula. Untuk keperluan layanan bimbingan dan konseling. mana siswa yang loyo. atau lainnya? 3) Menentukan bagaimana anda akan melakukan asesmen kebutuhan.

tes minat. Instrumen tes dapat berbentuk tes intelegensi. buku harian. guru. Beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab. tes bakat. antara lain untuk mendapatkan infomasi tentang:      kebutuhan sekarang dan masa depan dari sekolah siswa. ataupun tes hasil belajar. bagaimana instrumen itu diadakan. proses pengumpulan data perlu memperhatikan kegiatan berikut: Kembangkan sistem pengelolaan dalam mengumpulkan dan mengorganisasi data 39 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . sosiometri. kenang-kenangan masa muda dan case history). otobiografi. Untuk penggunaan teknik tes. sekolah/konselor dapat bekerja sama dengan lembaga penyedia layanan pengukuran psikologis yang berwenang untuk melaksanakannya. antara lain: apakah instrumen yang diperlukan tersedia? Apakah instrumen itu mudah digunakan? Apakah format instrumennya mudah diorganisasi dan dianalisis? Jika tersedia. 5) Mengumpulkan data Pengumpulan data diarahkan. pengumpulan bahan/portofolio siswa (bahan permainan dan hasil karya). bogragfis (biografi. Diskusikan desain dan prosedur ini dengan semua pihak yang akan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan. dan sebagainya. Konselor diharapkan mampu menyusun sendiri bentuk-bentuk instrumen non-tes sesuai kebutuhan sekolah. Yang tergolong jenis instrumen non-tes adalah: observasi. Termasuk menentukan skedul kegiatan serta organisasi pelasana yang terlibat beserta tanggung jawab masing-masing. guru. konselor dapat menggunakan instrumen berbentuk tes ataupun non-tes. tes kepribadian. interview (langsung dan tak langsung). orangtua.Satu Untuk UNM Kembangkan desain dan mekanisme yang akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan data dan analisis data. disusun sendiri atau mengadopsi dari yang sudah ada? Lembaga apa saja yang dapat diajak bekerjasama dalam mengukuran psikologis siswa di sekolah? Dalam pelaksanaan asesmen kebutuhan. 4) Menyusun instrumen survey atau mengadopsi instrumen yang telah tersedia. angket (langsung dan tak langusng). daftar cek masalah (problem check-list). khususnya tes psikologi. dan warga masyarakat sebarapa baik proses yang ada sekarang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sasaran-sasaran tersebut pola perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat akar terjadinya problem yang dihadapi siswa/sekolah bentuk program dan keahlian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan Guna  memudahkan proses analisis data.

Secara umum. dan (5) volume/beban tugas konselor. meso 1 tahun dan mikro sebagai kegiatan opersional dan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. menyediuakan balikan mengenai kinerja dan capaian siswa. Organisasi data dengan membuat kategori-kategoti kunci guna memudahkan untuk menemukan makna dan kesimpulan. Berikut adalah struktur pengembangan program berbasis tugas-tugas perkembangan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.Satu Untuk UNM     Tentukan data dasar (baseline data) Pikirkan bagaimana anda menindaklanjuti mereka yang tidak merespon dan menjawab/mengisi alat pengumpulan data yang diberikan. analisis data diarahkan untuk memetakan kedaan (kelemahan dan kekuatan) dalam rangka meningkatkan kualitas program dan layanan. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. 2. Gunakan lembar/format ringkasan data untuk membantu menentukan pola-pola informasi dan untuk mempermudah analisis data 6) Menganalisis data Analisis data diarahkan terutama untuk menjawab menjawab pertanyaan yang diajukan dan untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bagi pelaksanaan analisis kebutuhan yang dilakukan. Perencanaan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (hasil need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. (3) format kegiatan. Identifikasi dan alokasikan sumber-sumber yang diperlukan bagi pelaksanaan kebutuhan. kembangkan suatu draf rencana tentang apa yang harus dilakukan. Terakhir. rencana. serta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana kualitas kinerja yang telah dicapai dan seberapa jauh kita telah mencapainya 7) Memanfaatkan hasil Pelajari kembali tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah dirumuskan— gunakan setidaknya 3 sumber data untuk menjelaskan (menjustifikasi) pencapaian setiap tujuan atau area target. Dalam merumuskan program. (4) sasaran pelayanan. Struktur program pelayanan bimbingan konseling mencakup: (1) empat bidang layanan. buat kesimpulan mengenai temuan analisis Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . Program bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dapat disusun secara makro untuk 3-5 tahun. Berdasarkan hasil analisis data.

Tujuan hendaknya dirumuskan ke dalam tataran tujuan: 1) Penyadaran. e. yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. dan hal-hal lain yang dianggap relevan. Visi dan Misi Secara mendasar visi dan misi bimbingan dan konseling perlu dirumuskan ulang ke dalam fokus isi: Membangun iklim Sekolah/Madrasah bagi kesuksesan seluruh peserta didik. dan menjadikan perilaku atau kompetensi baru sebagai bagian dari kemampuan dirinya. (b) Komponen Pelayanan Responsif. (c) Komponen Perencanaan Individual. b. Misi: Memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik. dan d) Komponen dukungan sistem (manajemen) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . kaitan bimbingan dan konseling dengan pembelajaran/implementasi kurikulum. pribadi-sosial. Tujuan Rumuskan tujuan yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling. untuk membangun pemaknaan. Komponen program meliputi: (a) Komponen Pelayanan Dasar. c. internalisasi. karir berlandasakan pada tata kehidupan etis normatif dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa d. f. yaitu mendorong peserta didik untuk mewujudkan perilaku dan kompetensi baru itu dalam tindakan nyata sehari-hari. dampak perkembangan iptek dan sosial budaya terhadap gaya hidup masyarakat (termasuk para peserta didik). Rasionel Rumuskan dasar pemikiran tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program Sekolah/Madrasah. Rumusan ini tiada lain adalah rumusan tugas-tugas perkembangan. Deskripsi Kebutuhan Rumuskan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik. Komponen Program.Satu Untuk UNM struktur dan isi/materi program ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil penilaian kebutuhan di masing-masing Sekolah. Ke dalam rumusan ini dapat menyangkut konsep dasar yang digunakan. untuk membangun pengetahuan dan pemahamsan peserta didik terhadap perilaku atau standar kompetensi yang harus dipelajari dan dikuasai 2) Akomodasi. dan 3) Tindakan.

Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Rencana Operasional (Action Plan) Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus dikuasai peserta didik 2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan di atas. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik. Pelayanan Dasar 2. Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat. Tabel 3.Satu Untuk UNM g. sekedar perkiraan atau pedoman relatif dalam pengalokasian waktu untuk konselor dalam pelaksanaan komponen pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. bulanan.1 Perkiraan Alokasi Waktu Pelayanan KOMPONEN PELAYANAN 1. Pelayanan Perencanaan Individual dan keluarga 4. dan mingguan. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus. Dukungan Sistem JENJANG PENDIDIKAN SD/MI 45 – 55 % 20 – 30 % 5 – 10 % 10 – 15 % SMP/MTs 35 – 45 % 25 – 35 % 15 – 25 % 10 – 15 % SMA/MAN/SMK 25 – 35 % 15 – 25 % 25 – 35 % (Porsi untuk SMK lebih besar 10 – 15 % 3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi renana kegiatan. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan. semesteran. untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi tertentu. Atas dasar komponen program di atas lakukan: 1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . Program Tahunan dan Program semester. baik kegiatan di Sekolah/Madrasah maupun luar Sekolah/Madrasah. Berikut dikemukakan tabel alokasi waktu. 4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Rencana kegiatan adalah uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program. Pelayanan Responsif 3.

2. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. Program Bulanan. Evaluasi Rencana evaluasi perkembangan peserta didik dirumuskan atas dasar tujuan yang ingin dicapai. h. Anggaran Rencana anggaran untuk mendukung implementasi program dinyatakan secara cermat. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 . yaitu: 1. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Tema secara spesifik dirumuskan dalam bentuk materi untuk setiap komponen program. Pengembangan Satuan Pelayanan (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Ini dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tema/topik. dan realistik. dan alih tangan (referal). j. 3. atau majalah dinding). Dilihat dari jenisnya. Pengembangan Tema/Topik (bisa dalam bentuk dokumen tersendiri) Tema ini merupakan rincian lanjut dari kegiatan yang sudah diidentifikasikan yang terkait dengan tugas-tugas perkembangan. program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masingmasing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. brosur. Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. i. rasional. Sejauh mungkin perlu dirumuskan pula evaluasi program yang berfokus kepada keterlaksanaan program. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik.Satu Untuk UNM 5) Program bimbingan perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung. Program Tahunan. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti e-mail. konferensi kasus (case conference). k. Program Semesteran. Secara operasional. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. kunjungan rumah (home visit). sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan bimbingan dan konseling. buku-buku.

penyusunan silabus mengacu pada butir-butir tugas perkembangan individu menurut kelompok usia peserta didik yang dilayani. Silabus menjadi pemandu bagi konselor dalam melaksanakan semua layanan dasardalam program bimbingan konseling. Program Harian. serta 44 . perlu disusun silabus bimbingan konseling. dan terarah pada pencapaian tujuan yang diharapkan. Madrasah Aliyah. intelektual dan ekonomi 7) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. Peyusunan Silabus Bimbingan Konseling Guna manjamin pelaksanaan layanan bimbingan konseling dapat berjalan secara sistematis.Satu Untuk UNM 4. Dalam Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Umum/Kejuruan. 5. dikemukakan sembilan asepek tugas perkembangan yang menjadi acuan dalam merumuskan tujuan kompetensi pelayanan bimbingan konseling. kehidupan masyarakat yang lebih luas 5) Mencapai kematangan dalam pilihan karir 6) Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. Dalam pelaksanaan program bimbingan konseling berbasis perkembangan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi. bermasyarakat. berbangsa dan bernegara 8) Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni 9) Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar dan kesenian sesuai dengan program berperan dalam kurikulum. sosial. 3. yang biasanya diuraikan dalam buku psikologi perkembangan. teknologi. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. meliputi: 1) Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. Program Mingguan. dan Sederajat yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2004). serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita 3) Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4) Mengembangkan penguasaan ilmu. Tugas perkembangan tersebut. Aspek dan rumusan tugas perkembangan dapat mengacu pada salah satu sumber yang tersedia. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling. terencana.

Satu Untuk UNM
Gunan membantu peserta didik mampu merealisasi dengan optimal tugas-tugas perkembangan tersebut, maka konselor perlu menjabarkan setiap aspek tugas perkembangan tersebut ke dalam suatu silabus. Salah satu format silabus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Silabus Pelayanan BK Berbasis Kompetensi Nama Sekolah : SMA X Sub Tugas Perkembangan: Materi Bidang Rumusan Kegiatan Kegiatan Pengembangan Kelas Penilaian Bimbingan Kompetensi Layanan Pendukung Kompetensi Ket.

Contoh silabus untuk tugas perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Bimbingan Rumusan Kompetensi Materi Pengembanga n Kompetensi Kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kelas Kegiatan Layanan Kegiatan Penila Pendukung ian Ket.

1. Memiliki

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Sosial

kemantapan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama yang dianut 2. Memiliki kemantapan dalam melaksanakan kaidah-kaidah ajaran agama yang dianut 1. Memiliki kemantapan keyakinan tentang aspekaspek sosial kehidupan beragama 2. Melaksanakan secara mantap aspek-aspek sosial kehidupan beragama

Cara dan penerapan kaidah-kaidah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendalaman aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik bagi terwujudnya aspek-aspek sosial dalam kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

45

Satu Untuk UNM

Bidang Bimbingan

Rumusan Kompetensi

1. Memiliki

2.

Bimbingan Belajar

3.

1.

Bimbingan Karir

2.

kemantapan keyakinan bahwa belajar merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa kegiatan belajar yang sebaik-baiknya akan meningkatkan mutu kehidupan beragama Mampu mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang kegiatan belajar sesuai dengan ajaran agama Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa Memiliki kemantapan keyakinan bahwa bekerja dan pengembangan karir dapat meningkatkan kehidupan beragama

Materi Pengembanga n Kompetensi Pendalaman aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama

Kelas

Kegiat-an La-yanan

Kegiatan Penila Pendukung ian

Ket.

Contoh-contoh bahwa belajar keras akan meningkatkan mutu kehidupan beragama ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ APIN HPDT

Laijape n Laijapa ng

Bekerja sama dengan Guru Agama

Praktik terwujudnya aspek-aspek belajar dalam kehidupan beragama.

Pendalaman aspek-aspek bekerja dan pengembangan karir dalam kehidupan beragama. Laijape n Laijapa ng Bekerja sama dengan Guru Agama

Contoh-contoh bahwa bekerja dan pengembangan karir akan dapat meningkatkan kehidupan kehidupan beragama.

ORIN 1, 2, 3 INP PBLJ

APIN HPDT

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

46

Satu Untuk UNM

3. Mampu

mewujudkan secara efektif, efisien dan produktif tentang pengembanga n persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

Praktik bagi terwujudnya pengembangan persiapan karir sesuai dengan ajaran agama

4. Implementasi Kegiatan Bimbingan Konseling Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk renacan kegiatan bimbingan (Satlan dan Satkung) dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran, yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: a. Kegiatan tatap muka, yaitu kegiatan bimbingan konseling yang dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan peserta didik, baik secara individual, kelompok, maupun klasikal. Ini dapat dilakuan dalam bentuk layanan konseling, pemberian informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di ruang bimbingan konseling ataupun di dalam kelas. Untuk kegiatan tatap muka secara klasikal, volume kegiatan membutuhkan alokasi waktu 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. b. Kegiatan non-tatap muka, adalah kegiatan bimbingan konseling yang tidak berhadapan langsung dengan peserta didik. Bentuk kegiatan yang termasuk dalam kategori ini, antara lain: layanan konsultasi (dengan guru atau orangtua), kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Ini dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik, untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47

Satu Untuk UNM Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 .

Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 4 A. Menyusun rancangan program evaluasi bimbingan konseling di sekolah C. Menyebutkan dengan contoh aspek-aspek yang dievaluasi dalam bimbingan konseling 5. Dengan menggunakan bahan bacaan pada Uraian Materi sesi ini. Waktu : 4 x 60 menit D. khususnya pada aspek-aspek berikut:     pelaksanaan peran dan tanggung jawab persenil sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan fasilitas dalam pelayanan bimbingan konseling ketersediaan anggaran dalam pelayanan bimbingan konseling. Fasilitator menjelaskan secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesis ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. dan Evaluasi Bimbingan Konseling B. Setiap kelompok menuliskan hasil curah pendapat pada kertas plano atau kartun manila dan memajang hasil kerja di dinding atau tempat yang disediakan. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. setiap kelompok melakukan evaluasi/penilaian terhadap program bimbingan konseling di sekolah. Judul : Organisasi. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan tanggapan atas hasil kerja kelompok lain atau menanyakan hal-hal yang kurang dipahami 6. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. 4. Menjelaskan peran dan fungsi setiap persenol sekolah dalam pelayanan bimbingan konseling 2. Fasilitas. Menjelaskan pentingnya penilaian dan evaluasi dalam bimbingan konseling 4. Menguraikan kebutuhan fasilitas bagi kelancaran pelayanan bimbingan konseling 3. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Setiap kelompok diminta berjalan berkeliling rungan untuk membaca pajangan hasil kerja kelompok lain dan memberi tanggapan atau membuat catatan untuk dibahas. Indikator 1. keterlaksanaan layanan bimbingan konseling 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 . 5. 2.

khususnya pepelayanan pelaksana utamanya. harmonis dan dinamis. Organisasi Personel Bimbingan dan Konseling Personil pelaksana pepelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pepelayanan bimbingan dan konseling. semesteran. b. diprogramkan dan berlangsung di Sekolah. tenaga. terutama Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya. orang tua peserta didik.Satu Untuk UNM E. guru. Tugas secara kepala menyeluruh. 2) Menyediakan sarana dan prasarana. URAIAN MATERI a. bulanan. 4) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah kepada pihak-pihak terkait. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan bimbingan di dan Sekolah/Madrasah konseling. Koordinator Bimbingan dan Konseling Koordinator 1) 2) Bimbingan dan Konseling adalah pembantu kepala Sekolah/Madrasah bidang pelayanan bimbingan dan konseling yang bertugas: Mengkoordinasikan para konselor dalam : memasyarakatkan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga Sekolah/Madrasah (peserta didik. Uraian tugas masing-masing personil tersebut. dan masyarakat. 5) Menyediakan fasilitas. 3) 4) 5) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program pelayanan dan kegiatan pendukung. 3) Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. program mingguan. penilaian dan upaya tindak lanjut pepelayanan bimbingan dan konseling. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai sebagai berikut. sehingga pepelayanan pengajaran. dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pepelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. khusus dalam kaitannya dengan pepelayanan bimbingan dan konseling. dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. kesempatan dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. adalah Sekolah/Madrasah dan wakil kepala Sekolah/Madrasah adalah: 1) Mengkoordinir segenap kegiatan yang direncanakan. dan personil Sekolah/Madrasah lainnya). latihan. dan tahunan) melaksanakan program bimbingan dan konseling mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling 50 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . a.

Merencanakan program bimbingan dan konseling bulanan. alat dan perlengkapan pepelayanan bimbingan dan konseling. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling. 9) Mempersiapkan diri. tenaga inti dan ahli. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. mingguan. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya. Guru Mata Pelajaran/Praktik Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum. konselor bertugas: 1) 2) Melakukan studi kelayakan dan needs assessment pepelayanan bimbingan dan konseling. Program-program tersebut dikemas dalam program harian. c. semesteran. 10) Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling. d. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. prasana dan sarana. menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling.Satu Untuk UNM 6) 7) 8) 9) menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan dan konseling Mengusulkan kepada Kepala Sekolah/Madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. 10) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah/Madrasah. guru dalam pepelayanan bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai berikut: untuk satuan-satuan waktu tertentu. 11) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas Sekolah/Madrasah Bidang Bimbingan dan Konseling. Menganalisis hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling. Konselor Sebagai pelaksana utama. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pepelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator Bimbingan dan Konseling serta Kepala Sekolah/Madrasah. dan tahunan.

Wali Kelas Sebagai pembina kelas. untuk menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. serta membantu pengumpulan data tentang peserta didik. program pengayaan). b. Ruang Bimbingan dan Konseling Ruang bimbingan dan konseling merupakan salah satu sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah.Satu Untuk UNM 1) Membantu konselor mengidentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling. Mereka diharapkan membantu menyediakan formatformat yang diperlukan dan membantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas bimbingan dan konseling yang ada. 2) 3) Mereferal peserta didik yang memerlukan pepelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. f. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik. e. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik. 3) 4) Berpartisipasi aktif dalam konferensi kasus. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan 5) 6) bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. yaitu peserta didik yang menurut konselor 4) memerlukan pepelayanan pengajaran/ latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan. seperti konferensi kasus. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan konseling dan upaya tindak lanjutnya. pengadaan ruang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 . dalam pepelayanan bimbingan dan konseling Wali Kelas berperan : 1) 2) Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor. Staf Administrasi Staf administrasi memiliki peranan yang tidak kecil dalam memperlancar pelaksanaan program bimbingan dan konseling.

1: Contoh Minimal Ruangan Bimbingan dan Konseling Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia ialah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur. Dengan demikian seluruh peserta didik bisa dengan mudah dan tertarik mengunjungi ruang bimbingan dan konseling. dan (5) ruang bimbingan dan konseling kelompok. ukuran. serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . jenis dan jumlah ruangan.Satu Untuk UNM bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan letak atau lokasi. serta ruang bimbingan dan konseling kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan jumlah konselor yang ada di suatu Sekolah/Madrasah. Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang. Berikut dikemukakan gambar contoh minimal ruangan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. Ukuran ruang bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kebutuhan akan jenis dan jumlah ruangan. Jumlah ruang kerja staff. (2) ruang tamu. dan prinsip-prinsip convidential tetap terjaga. (3) ruang konseling individual (4) ruang data. serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Gambar 4. dan ruang konseling individual. Letak atau lokasi ruang bimbingan dan konseling di suatu Sekolah/Madrasah dipilih lokasi yang mudah diakses oleh peserta didik (strategis) tetapi tidak terlalu terbuka. Jenis ruangan yang perlu ada antara lain (1) ruang kerja staf dan administrasi.

angket (angket peserta didik dan orang tua). sehingga mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. sosiometri. format satuan pelayanan. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling. Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu. dan tes prestasi belajar. Fasilitas Lain Selain ruangan. himpunan data peserta didik. AUM. 2) Alat pengumpul data teknik non-tes yaitu: biodata peserta didik. skala penilaian. pedoman observasi (seperti pedoman observasi dalam kegiatan pembelajaran. dan berbagai data serta informasi lainnya. seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. pedoman wawancara. ruangan itu hendaklah nyaman yang disediakan. ITP. Yang tidak kalah penting ialah. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program pelayanan yang . maka perlu disediakan map pribadi. dan buku harian) b. Alat penyimpan data itu dapat berbentuk kartu. tes bakat Sekolah/Madrasah. format-format surat (panggilan. biografi dan autobiografi. dan format evaluasi. buku pribadi. catatan anekdot. c. tes bakat khusus. map dan file dalam komputer. daftar cek. tes/inventori minat.Satu Untuk UNM pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu. Dokumen program Bimbingan dan Konseling (buku program tahunan. informasi atau pun data untuk masing-masing peserta didik. Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan. fasilitas lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan bimbingan dan konseling antara lain: a. buku kasus. dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling. Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman. pedoman observasi dalam bimbingan dan konseling kelompok). Instrumen pengumpul data dan kelengkapan administrasi seperti: 1) Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data peserta didik yang perlu dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. Untuk menyimpan berbagai keterangan. tes/inventori kepribadian. 3) Alat penyimpan data. format pelaksanaan pelayanan. khususnya dalam bentuk himpunan data. Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman. nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. buku program semesteran. referal).

serta kelengkapan akses internet agar dapat mengakses informasi penting yang diperlukan peserta didik maupun dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan e-counseling. filing kabinet/lemari data (tempat penyimpanan dokumentasi dan data peserta didik). menampilkan data maupun memaknai data sehingga dapat diakases secara cepat dan secara interaktif. buku-buku panduan. Dalam kerangka pikir dan kerangka kerja Bimbingan dan Konseling terkini. buku hasil wawancara. data kehadiran peserta didik. perangkat ungkap masalah. dan CD interaktif. analisis tugas dan tingkat perkembangan peserta didik. konselor dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan konseling secara lebih efisien. Komputer yang disediakan di ruang Bimbingan dan Konseling hendaknya memiliki memori yang cukup besar karena akan menyimpan semua data peserta didik. perangkat elektronik (seperti komputer. mengolah data. dan dengan daya jangkau pelayanan yang lebih luas. film. perangkat komunikasi dan berbagai software untuk membantu mengumpulkan data. Perangkat tersebut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pelayanan Bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah dewasa ini. tape recorder. bahan-bahan informasi pengembangan keterampilan pribadi. Dalam konteks ini. Sebagai contoh perangkat lunak itu antara lain. maka diperlukan adanya suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . kartu konsultasi. sosial. 4) Kelengkapan penunjang teknis. alat bantu bimbingan perlengkapan administrasi. para konselor dituntut untuk menguasai sewajarnya penggunaan beberapa perangkat lunak dan perangkat keras komputer. TV). memiliki kelengkapan audio agar dapat dimanfaatkan setiap peserta didik untuk menggunakan berbagai CD interaktif informasi maupun pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan masalah. CD pembelajaran. kartu kasus. modul bimbingan. dan beberapa perangkat tes tertentu. buku informasi tentang studi lanjutan atau kursus-kursus. seperti alat tulis menulis. program database peserta didik. paket bimbingan. seperti data informasi. para konselor Sekolah/Madrasah perlu terampil menggunakan perangkat komputer. blanko surat. atau buku materi pelayanan bimbingan. leger Bimbingan dan Konseling. Banyak sekali perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam upaya memberikan pepelayanan terbaik kepada para peserta didik. Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak komputer. laporan kegiatan pelayanan. belajar maupun karir. buku realisasi kegiatan Bimbingan dan Konseling. dan agenda surat. OHP. LCD.Satu Untuk UNM harus dicatat. dan papan informasi Bimbingan dan Konseling. dan buku/ bahan informasi pengembangan keterampilan hidup. blanko konferensi kasus.

Komponen anggaran meliputi: a.Satu Untuk UNM Salah satu perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk mendeteksi kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling adalah Inventori Tugas Perkembangan (ITP). Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program b. Berbagai film dan CD interaktif sebagai bahan penunjang pengembangan keterampilan pribadi. data peserta didik dalam kelompok kelas. Kondisi ini memungkinkan karena data setiap peserta didik. d. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah/Madrasah. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk home visit. Memilih strategi manajemen yang tepat dalam usaha mencapai tujuan program bimbingan dan konseling memerlukan analisa terhadap anggaran yang dimiliki. sehingga para peserta didik tidak hanya memperoleh informasi melalui buku ataupun papan informasi. belajar dan karir juga harus tersedia. Pengolahan data secara komputerisasi memungkinkan kebutuhan peserta didik terdeteksi secara rinci sehingga dapat diturunkan manjadi program umum sekoloha. Kepala Sekolah/Madrasah harus memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. pembelian CD pelayanan bimbingan dan konseling) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . Pembiayaan: Sumber dan Alokasi Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. program untuk tingkatan kelas maupun program individual setiap peserta didik. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk mendukung implementasi program. Kebijakan lembaga yang kondusif perlu diupayakan. Media bimbingan merupakan pendukung optimalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. Strategi yang dipilih tanpa mempertimbangkan anggaran yang dimiliki mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang mungkin sulit untuk sampai mencapai tujuan program. penyelenggaraan MGMP. mengikuti seminar/ workshop atau kegiatan profesi dan pengembangan staf. sosial. data peserta didik sebagai bagian dari tingkatan kelas maupun data seluruh Sekolah/Madrasah dapat tertampilkan. Strategi manajemen program yang dipilih harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. pembelian buku pendukung/sumber bacaan. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus diperlakukan sebagai kegiatan yang utuh dari seluruh program pendidikan.

evaluasi melibatkan kegiatan pembuatan penilaian sistematis mengenai keefektifan program dalam mencapai tujuan berdasarkan standar khusus tertentu. Sumber biaya selain dari RABS (rencana anggaran belanja Sekolah). Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pepelayanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala. Evaluasi dapat pula diartikan sebagai proses pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan ketercapaian) kegiatankegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil keputusan. Menurut Shertzer dan Stone (1966). atau menggunakan sumber yang dialokasikan oleh komite Sekolah/Madrasah. Penilaian program bimbingan merupakan usaha untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program itu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. tindakan atau proses untuk menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan.Satu Untuk UNM c. penyiapan perangkat konseling kelompok). e. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi keberhasilan pelaksanaan program bimbingan yang telah direncanakan. pengadaan buku-buku untuk terapi pustaka. berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku. Kriteria atau patokan yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah mengacu pada terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan siswa dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu siswa memperoleh perubahan perilaku dan pribadi ke arah yang lebih baik. atau tugas-tugas perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan. Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala upaya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . Dengan kata lain bahwa keberhasilan program dalam pencapaian tujuan merupakan suatu kondisi yang hendak dilihat lewat kegiatan penilaian. Evaluasi Bimbingan Konseling a. Konsep Dasar dan Fungsi Evaluasi Evaluasi atau penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. dengan dukungan kebijakan kepala Sekolah/Madrasah jika memungkinkan dapat mengakses dana dari sumber-sumber lain melalui kesepakatan lembaga dengan pihak lain.

2) Keterlaksanaan program. personil sekolah. sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. pencapaian tugas-tugas perkembangan. penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektivan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. 6) Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan. 2. dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat. guru mata pelajaran. dan hasil belajar. Berbeda dengan hasil evaluasi pengajaran yang pada umumnya berbentuk angka atau skor. 4) Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar. Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah adalah: 1.Satu Untuk UNM Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Dengan informasi ini dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan. dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah. maka hasil evaluasi bimbingan dan konseling berupa deskripsi tentang aspekaspek yang dievaluasi (seperti partisipasi/aktivitas dan pemahaman siswa. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: 1) Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya. perkembangan siswa dari waktu ke waktu. agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah. kegunaan layanan menurut siswa. orang tua. Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling. 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai. b. atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. 5) Respon siswa. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . yaitu penilain proses dan penilaian hasil. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya. dan minat siswa terhadap layanan lebih lanjut. perolehan guru pembimbing. dan masyarakat terhadap layanan bimbingan. Aspek-aspek yang Dievaluasi Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan. perolehan siswa dari layanan.

yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah. Di samping itu penilaian kegiatan bimbingan dilakukan juga oleh pejabat yang berwenang (pengawas bimbingan dan konseling) dari instansi yang lebih tinggi (Departemen Pendidikan Nasional Kota atau kabupaten). Deskripsi tersebut mencerminkan memberikan sejauh yang mana proses bagi penyelenggaraan kemajuan dan layanan/pendukung terhadap siswa. orang tua. dan (2) tingkat ketercapaian tujuan program (aspek hasil). 3) Mengumpulkan dan menganalisis data. Setelah data diperoleh maka data itu dianalisis. yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan.Satu Untuk UNM komitmen pihak-pihak terkait. 2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpul data. Langkah-langkah Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi program ditempuh langkah-langkah berikut. maka konselor perlu mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan halhal yang akan dievaluasi. angket. pedoman wawancara. guru mata pelajaran. yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program. serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai. serta kelancaran dan suasana penyelenggaraan kegiatan). 1) Merumuskan masalah atau beberapa pertanyaan. Karena tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan. c. tokoh masyarakat. atau kurang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. Pertanyaan-pertanyaan itu pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok yang dievaluasi yaitu : (1) tingkat keterlaksanaan program (aspek proses). kurang tepat. Berdasarkan temuan yang diperoleh. para wali kelas. 4) Melakukan tindak lanjut (Follow Up). dengan cara merubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektivitas program. Instrumen itu diantaranya inventori. para pejabat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 sesuatu berharga perkembangan dan/atau memberikan bahan atau kemudahan untuk kegiatan layanan . Sumber informasi untuk keperluan penilaian ini antara lain siswa. dan studi dokumentasi. Penilaian di tingkat sekolah merupakan tanggung jawab kepala sekolah yang dibantu oleh pembimbing khusus dan personel sekolah lainnya. kepala sekolah. Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan. maka konselor perlu menyusun instrumen yang relevan dengan kedua aspek tersebut. pedoman observasi. maka dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut. dan (2) mengembangkan program. Untuk memperoleh data yang diperlukan.

Dengan dilakukan penilaian secara komprehensif. dan pangarahan diri siswa 3. Prestasi belajar siswa 5. Secara skematis evaluasi program bimbingan dan konseling tersebut dapat digambarkan pada bagan 4. Sikap siswa terhadap program BK Bagan 4. analisis hasil kerja siswa.2. dan sebagainya. Kualitas sikap sosial siswa 7. Penilaian perlu diprogramkan secara sistematis dan terpadu. Kualitas kedisiplinan siswa 6. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. organisasi profesi bimbingan. Pemahaman dan persiapan karir siswa 8. Keberhasilan dan hambatan yang dialami 4. Penilaian dilakukan dengan menggunakan berbagai cara dan alat seperti wawancara.Satu Untuk UNM depdikbud. jelas dan cermat maka diperoleh data atau informasi tentang proses dan hasil seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Kualitas ketaqwaaan dan akhlak siswa 2. penerimaan. tes. angket. Tingkat partisipasi personel 3. guru. Kegiatan penilaian perlu dianalisis untuk kemudian dijadikan dasar dalam tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan program layanan bimbingan. dan sebagainya. Kesesuaian pelaksanaan dan rancangan program 2. Respons stakeholder (siswa. orangtua) 1. kepala sekolah. studi dokumentasi. Data dan informasi ini dapat dijadikan bahan untuk pertanggungjawaban (akuntabiltas) pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa LANGKAH-LANGKAH 1. Sikap dan kebiasaan belajar siswa 4.2 Skema Evaluasi Program Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . EVALUASI PROGRAM TUJUAN Mengetahui keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program FUNGSI 1. Memberikan umpan balik bagi konselor 2. observasi. Kualitas pemahaman. Memberikan informasi kepada pihak lain tentang perkembangan siswa ASPEK YANG DIEVALUASI PROSES HASIL 1. sekolah lanjutan.

Penilaian Proses Kegiatan Penilaian proses dimaksudkan untuk menilai keterlaksanaan berbagaai proses dan pengelolaan dalam bimbingan dan konseling. 6) Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan. Ini dapat mencakup penilaian terhadap: 1) layanan bimbingan dan konseling 2) kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 3) mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam layanan 4) pengelolaan dan administrasi layanan Penilaian proses dalam bimbingan konseling dapat dilakukan dengan cara berikut ini. dari pendidik di sekolah sebagai person yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan siswa. pimpinan sekolah terkait dengan ketercapaian tujuan dan dukungan terhadap program sekolah. Konselor dapat mengembangkan instrumen yang dapat menjaring umpan balik secara triangulasi yaitu dari siswa sebagai objek dan subjek bimbingan. Perolehan ini diorientasikan pada: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 . 2) Mengungkapkan pemahaman siswa atas bahan-bahan yang disajikan atau pemahaman/pendalaman siswa atas masalah yang dialaminya. orang tua terkait dengan perubahan perilaku dan perkembangan siswa. Penilaian Hasil Layanan Penilaian hasil layanan dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian. 1) Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegiatan layanan bimbingan. e. 3) Mengungkapkan kegunaan layanan bagi siswa dan perolehan siswa sebagai hasil dari partisipasi/aktivitasnya dalam kegiatan layanan bimbingan. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. Minimal evaluasi dilakukan pada akhir tahun ajaran dan menjadi slaah satu dasar pengembangan program untuk tahun ajaran berikutnya. Evaluasi proses sebaiknya dilakukan setiap bulan melalui forum pertemuan staf (MGBK di sekolah) dan dapat dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah.Satu Untuk UNM Pengawas melakukan pembinaan dan pengawasan dalam bentuk mendorong konselor dan personil layanan bimbingan dan konseling untuk melakukan evaluasi program dan keterlaksanaan program. 4) Mengungkapkan minat siswa tentang perlunya layanan bimbingan lebih lanjut. Dokumen pelaksanaan evaluasi menjadi salah satu indikator unjuk kerja konselor. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. 5) Mengamati perkembangan siswa dari waktu ke waktu (butir ini terutama dilakukan dalam kegiatan layanan bimbingan yang berkesinambungan). d.

(2) media. kebutuhan peserta didik yang belum terlayani. Pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif. konsep diri. apresiasi terhadap nilai dan moral. merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. motivasi. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. f. penilaian bimbingan konseling dapat dibedakan atas: 1) Penilaian segera (laiseg). Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa. dan/atau klasikal. Semua fokus penilaian tersebut mengacu kepada kompetensi yang ditunjukkan dan mampu aplikasikan oleh p[eserta didik untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Dilihat dari jenisnya. ataupun (3) penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. 2) Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. merupakan penilaian tahap awal. seperti sikap. Penilaian dapat dilakukan dalam bentuk: (1) format individual. serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan. kelompok. kemampuan personil dalam melaksanakan program. keterampilan dan keberhasilan belajar. yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud. kebiasaan.Satu Untuk UNM a. 3) Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . b. kemam-puan berkomunikasi. 2) Penilaian jangka pendek (laijapen). kreatifitas. dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. Secara khusus fokus penilaian bimbingan konseling diarahkan kepada berkembangnya: 1) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. seperti satu semester. lisan dan/atau tulisan. 3) Penilaian jangka panjang (laijapang).

Hasil evaluasi proses juga digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. bakat dan minat siswa yang ditandatangani guru pembimbing. diketahui orang tua Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . Laporan hasil penilaian dalam bentuk ‗portofolio‘ dituangkan berbentuk profil laporan siswa berisi prestasi kegiatan akademik. serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan bimbingan dna koseling selanjutnya. psikologis.Satu Untuk UNM Hasil analisa harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program. mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan bimbingan dan konseling lebih optimal. melakukan referal bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain. koordinator dan kepala sekolah.

Konsep Dasar Terapi behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultural (Corey. C. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). 6. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Indikator: 1. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling behavioristik. E. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling Behavioristik 4. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling Behavioristik 2. 2. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan Behavioristik 3. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. Waktu : 6 x 50 menit D. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Behavioristik 4. Menentukan teknik konseling Behavioristik yang sesuai pada kasus tertentu. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling Behavioristik 5. 2005). Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 5 A. 5. 3. Judul B. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Modifikasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakteristik konseling behavioristik. Uraian Materi 1.

d. Tipe belajar ini tidak memerlukan partisipasi aktif. (3) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah konseli. (2) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling.Satu Untuk UNM perilaku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunya lebih banyak pilihan dalam memilih suatu perilaku. b. Bagi para ahli modifikasi perilaku. f. Karakteristik konseling behavioral adalah: (1) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . Beberapa ahli yang menyikapi pembelajaran sosial-kognitif menekankan bahwa orang memperoleh pengetahuan dan perilaku baru dengan cara mengamati orang lain dan berbagai macam kejadian tanpa mereka sendiri harus melakukan perilaku tersebut dan tanpa konsekuensi langsung kepada diri mereka (misalnya modeling). c. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentuk dari cara belajar atau lingkungan yang salah. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Berikut dikemukakan berapa konsep kunci yang mendasari pemikiran konseling behavioristik. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. dan (4) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. penting untuk menemukan bukti empirik dan dukungan ilmiah bagi teknik yang mereka pakai. 2. b. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. (b) pembiasaan operan. dan (c) peniruan. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. g. e. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukumhukum belajar: (a) pembiasaan klasik. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. yaitu: a. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah a.

Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar 3. mendorong tingkah konseli laku untuk penyesuaian. (3) Konselor dan konseli mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan konseli: apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan konseli. kekuatan dan kelemahannya. 4. (3) konseli dapat mencapai tujuan tersebut. Tujuan Konseling Konseling behavioral mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. kemungkinan manfaatnya. dan area pola hubungan Konselor interpersonal. Konselor dan konseli bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling. b. apakah tujuan itu realistik. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik: (1) diinginkan oleh konseli. yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. masalahnya) mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut. Goal setting. (4) dirumuskan secara spesifik c. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling adalah proses belajar. (2) Konseli mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling. Assesment. (4) konselor dan konseli membuat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . atau kemungkinan kerugiannya.Satu Untuk UNM c. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan konseli menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Konselor dan konseli mendifinisikan masalah yang dihadapi konseli. Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan konseli. b. Langkah utama yang dilakukan dalam proses konseling mencakup: a. yaitu langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan konseli (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya. (2) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut. d. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah.

Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral a. Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. atau melakukan referal.Satu Untuk UNM keputusan apakah melanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan. pemberi dukungan dan fasilitator. d. penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku konseli. Evaluation termination. Technique implementation. f. mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai. Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. Feedback. c. 6. Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. e. Dalam proses ini. e. penasihat. guru. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial. Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film. 5. d. atau contoh nyata langsung). konselor berfungsi sebagai konsultan. yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling. yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling. tape recorder. Peran Konselor Pada umumnya konselor yang berorientasi behavioral bersikap aktif dalam sesi-sesi konseling. Agar konseli terdorong untuk merubah tingkah lakunya. peran utama konselor adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling. Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan. c. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut Dalam konseling behavioristik. b. Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan dapat mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali berperilaku tertentu.

Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Konseli diminta supaya menggambarkan situasi yang menimbulkan kecemasan dan kemudian harus membuat urutan situasi yang paling menimbulkan kecemasan (100). Time-out. Teknik Konseling Pelaksanaan konseling behavioral menggunakan teknik-teknik umum modofikasi perilaku seperti: a. 7. Sangat efektif bila digunakan untuk waktu yang singkat. supaya perilaku tetap bertahan b. Shaping. khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling c. misalnya dalam menit. c. Perilaku yang dipelajari secara bertahap dengan pendekatan suksesif. Desensitisasi sistematik. b. Time-out adalah teknik aversif yang sangat ringan. Selain teknik-teknik umum tersebut. Implosion dan flooding. Desensitisasi sistematik dirancang untuk membantu konseli mengatasi anxietas dalam situasi-situasi tertentu. dengan perkataan lain memakai penguat intermiten. Setelah terbentuk. maka perilaku itu harus diperkuat setiap kali muncul-dengan perkataan lain penguatan yang berlangsung terus. sampai yang tidak menimbulkan keprihatinan (0). c. Untuk mempelajari keterampilan baru. Ekstingsi. frekuensi penguat dapat dikurangi. Konseli dipisahkan dari kemungkinan mendapatkan penguat positif. Skedul penguatan. konselor dapat memecah-mecah perilaku ke dalam unit-unit. Gladding (2004) menjelaskan terapi implosif sebagai suatu teknik yang sudah lanjut (advanced) yang mencakup mendesensitisasi konseli Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap.Satu Untuk UNM a. Mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya. Eliminasi dari perilaku karena penguat tidak diberikan lagi. Bila suatu perilaku baru saja dipelajari. Konselor mengajar konseli untuk rileks secara fisik dan mental. sering pula digunakan beberapa teknik-teknik khusus. Merumuskan masalah yang dialami konseli dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak b. Memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling. sebagai berikut: a. disebut sebagai shaping. dan mempelajarinya dalam unit-unit kecil. Hanya sedikit individu yang mau melakukan sesuatu yang tidak memberi keuntungan.

Pengkondisian Aversi. Konseli tidak diajarkan untuk rileks terlebih dahulu (seperti dalam desensitisasi sistematik). 4. Latihan Asertif. Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada konseli. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial F. Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. 2. model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada konseli tentang tingkah laku model. kesulitan menyatakan tidak. 3. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. Pembentukan Tingkah laku Model. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang Konseling Behavioral. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan skenario wawancara Konseling Behavioral. f. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Tugas Latihan 1. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 .Satu Untuk UNM dengan cara meminta konseli membayangkan suatu situasi penimbul anxietas yang bisa berakibat parah. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Behavioral. karena situasi penimbul anxietas yang dibayangkan tidak menimbulkan konsekuensi yang parah d. e. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. Flooding lebih ringan sifatnya. Teknik ini dugunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. dapat menggunakan model audio. dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. model fisik. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Behavioral. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan.

Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. bahagia. dan kompeten. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 6 A. Waktu : 5 x 50 menit D. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan REBT 3. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling REBT 5. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. 3. 2. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling REBT 2. Hasil rumusan Tim Perumus dibacakan di depan kelas. 6. E. ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Rational Emtove Behavior Therapy 4. Konsep Dasar Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Menentukan teknik konseling REBT yang sesuai pada kasus tertentu. individu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling REBT. 5. Uraian Materi 1. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. C. Judul B. Indikator: 1. Sebaliknya. Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenbai karakterstik konseling REBT. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling REBT 4. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif.

Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. Belief (B) yaitu keyakinan. Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsepkonsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi. dan keran itu tidak produktif. yaitu Antecedent event (A). Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . 2. dan kerana itu menjadi prosuktif. tidak masuk akal. pandangan. bijaksana. dan irasional. kejadian. Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. dan Emotional Consequence (C). Belief (B). masuk akal. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. Keyakinan seseorang ada dua macam. atau sikap orang lain. nilai. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. Menurut Gladding (2004). serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional.Satu Untuk UNM akan menjadi tidak efektif. yang dapat diterima menurut akal sehat. sangat personal. Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). tingkah laku. Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. emosional. Perceraian dalam keluarga. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional. kelulusan bagi siswa. interpretasi. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan.

Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi. untuk berpikir. merasa dan berperilaku secara simultan. Dalam hal perilaku yang terganggu. Orang mempersepsi. karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif. Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri. berlaku proses yang sama. d. untuk melakukan kesalahan yang sama. Tetapi. pada saat yang bersamaan mereka kognitif. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi. perasaan dan tindakannya. (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self- defeating (B) tentang hal itu. wishful thinking. Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. berpikir. berpikir dan merasa. emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional. Tetapi. dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka. untuk berminat terhadap orang lain. tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk). Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut: a. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C). penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka. konatif. dan motorik. untuk percaya tahayul. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self- defeating). manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran.Satu Untuk UNM masuk akal (sensible) dan gila. Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional. c. untuk kreatif. karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman. b. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. Dengan demikian. perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang. rnenghindar berpikir panjang. atau antara kenyatan dan imajinasi. dengan memori yang terdahulu. adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang. belajar dari kesalahan. rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri. sangat sugestif dan mudah terganggu. tidak toleran. supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri. menyukai kesenangan sesaat. kebiasaan yang merugikan diri sendiri. Menurut Ellis (1973) anakanak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. Dengan demikian.

Tujuan Konseling Menurut REBT. pemikiran-pemikiran ini dapat dikenali sebagai sesuatu yang palsu atau salah dan kemudian diminimalisasi. irasional dan yang tidak ada buktinya Tujuan konseling REBT adalah memperbaiki dan merubah sikap. insight dicapai ketika konseli memahami bahwa tingkah laku penolakan diri berhubungan dengan penyebab yang sebagian besar berkaitan dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) pada saat yang lalu. Kedua. (8) penerimaan diri. dan bila ide-ide yang menimbulkan gangguan ini ditantang habis-habisan melalui pemikiran logis-empiris. (9) berani mengambil risiko. Tiga tingkatan insight yang perlu dicapai konseli dalam konseling dengan pendekatan rasional-emotif: Pertama. insight terjadi ketika konselor membantu konseli untuk memahami bahwa apa yang menganggu konseli pada saat ini adalah keyakinan irasional yang dipelajari dari dan diperoleh sebelumnya. yaitu tidak ada jalan lain untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan melawan keyakinan yang irasional itu. dalam konseling REBT. (4) toleransi terhadap pihak lain. rasa bersalah. cara berpikir. Di samping itu.Satu Untuk UNM pemikiran orang lain. alasan utama mereka sekarang ini bereaksi berlebih atau tak bereaksi adalah karena mereka sekarang ini mempunyai keyakinan yang dogmatik. Konseli yang telah memiliki keyakinan rasional akan memiliki peningkatan dalam hal: (1) minat kepada diri sendiri. (7) komitmen terhadap sesuatu di luar dirinya. rasa berdosa. (2) minat sosial. dan tidak peduli bagaimana traumatiknya pengalaman seseorang. rasa marah. 3. (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media. Tidak peduli seberapa defektifnya hereditas seseorang. (5) fleksibel. pemikiran yang secara empirik tidak dapat divalidasi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . (3) pengarahan diri. konseli dibantu untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti rasa takut. dan (10) menerima kenyataan. meningkatkan aktualisasi dirinya seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. insight dicapai pada saat konselor membantu konseli untuk mencapai pemahaman ketiga. persepsi. keyakinan serta pandangan konseli yang irasional dan tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis agar dia dapat mengembangkan diri. (6) menerima ketidakpastian. kebanyakan problem nerotik menyangkut pemikiran magis. rasa cemas. Ketiga. merasa was-was.

genuine. kemudian memperbaiki mereka untuk dapat mendidik dirinya sendiri Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . Operasionalisasi tugas konselor. Perlu repetisi konsisten. Kognitif-eksperiensial. Proses Konseling REBT memiliki karakteristik. konselor adalah aktif dan direktif. menambah respek. Menentang keyakinan yang sudah berakar mendalam memerlukan lebih daripada sekadar logika. artinya bahwa dalam hubungan konseling konselor lebih aktif membantu mengarahkan konseli dalam menghadapi dan memecahkan masalahnya. Behavioristik. Emotif-ekspreriensial. menggunakan pendekatan yang dapat memberi semangat dan memperbaiki cara berpikir konseli. b. ilmiah. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku konseli. lebih edukatif-direktif kepada konseli. Mereka adalah instruktur yang mengajari dan membetulkan kognisi konseli. khususnya pada tahap awal mengkonfrontasikan masalah konseli secara langsung. empatik. konkret. persisten. Seorang konselor REBT hams mempunyai ciriciri berikut: pandai. mencakup fungsi-fungsi sebagai berikut: a. artinya bahwa hubungan konseling yang dikembangkan juga memfokuskan pada aspek emosi konseli dengan mempelajari sumber-sumber gangguan emosional. d. berminat membantu orang lain dan ia sendiri) menggunakan REBT.Satu Untuk UNM 4. dengan cara lebih banyak memberikan cerita dan penjelasan. Deskripsi Proses Konseling Konseling rasional emotif dilakukan dengan menggunakan prosedur yang bervariasi dan sistematis yang secara khusus dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku dalam batasbatas tujuan yang disusun secara bersama oleh konselor dan konseli. b. c. sebagai berikut: a. (2) bahwa usaha untuk mengatasi masalah adalah harus kembali kepada sebabsebab permulaan. berpengetahuan luas. Dalam Konseling REBT. Karena itu konselor harus mendengarkan dengan hati-hati pernyataan-pernyataan konseli yang tidak logis atau salah dan menantang keyakinan ini. tugas konselor adalah menunjukkan kepada konseli bahwa: (1) masalahnya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak rasional. 5. Peran Konselor Dalam pendekatan REBT. sekaligus membongkar akar-akar keyakinan yang keliru yang mendasari gangguan tersebut. artinya bahwa hubungan yang dibentuk berfokus pada aspek kognitif dari konseli dan berintikan pemecahan masalah yang rasional. Aktif-direktif.

mendorong konseli menggunakan kemampuan rasional dari pada emosinya. dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi konseli. afektif. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri konseli. desensitisasi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . mendorong. b. 6. eknik ini dimaksudkan untuk membongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada konseli dan menggantinya dengan sistem nilai yang positif. sugesti. Beberapa teknik dimaksud antara lain adalah sebagai berikut. tetapi juga membantu orang untuk memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka . Teknik Konseling Dalam konseling REBT konselor menggunakan berbagai macam teknik. 3) Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif. REBT tidak hanya bertujuan menghilangkan simtom. dukungan dan lain-lain. a. Teknik-Teknik Emotif (Afektif) 1) Assertive adaptive Teknik yang digunakan untuk melatih. bermainperan. Teknik-teknik Behavioristik 1) Reinforcement Teknik untuk mendorong konseli ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). dan membiasakan konseli untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. Pendekatan konseling REBT menggunakan berbagai teknik yang bersifat kogntif. c. d. atau apa saja yang efektif untuk membantu konseli mengubah keyakinan yang sudah begitu menetap dalam. humor. menggunakan pendekatan didaktif dan filosofis dengan menggunakan humor dan ―menekan‖ sebagai jalan mengkonfrontasikan berpikir secara irasional.Satu Untuk UNM dengan gigih dan berulang-ulang menekankan bahwa ide irrasional itulah yang menyebabkan hambatan emosional pada dirinya.terutama yang menimbulkan gangguan. 2) Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga konseli dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu. pelatihan asertivitas.

2) Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada konseli. mengobservasi. 2) Latihan assertive Teknik untuk melatih keberanian konseli dalam mengekspresikan tingkah laku tertentu yang diharapkan melalui bermain peran. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola tingkah laku yang diharapkan.Satu Untuk UNM Dengan memberikan reward ataupun punishment. konseli diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak dan tidak logis. latihan. mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . c. Dengan tugas rumah yang diberikan. dan menyesuaikan dirinya dan menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor. Teknik-teknik Kognitif 1) Home work assigments Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru. pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. Maksud utama teknik latihan asertif adalah: (a) mendorong kemampuan konseli mengekspresikan berbagai hal yang berhubungan dengan emosinya. dan (d) meningkatkan kemampuan untuk memilih tingkah laku-tingkah laku asertif yang cocok untuk diri sendiri. membiasakan diri. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. (b) membangkitkan kemampuan konseli dalam mengungkapkan hak asasinya sendiri tanpa menolak atau memusuhi hak asasi orang lain. atau meniru model-model sosial. Pelaksanaan homework assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh konseli dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. (c) mendorong konseli untuk meningkatkan kepercayaan dan kemampuan diri. Teknik ini dilakukan agar konseli dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). maka konseli akan menginternalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya.

Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang REBT 2. 4. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan konseling REBT. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara konseling REBT. Tugas Latihan 1.Satu Untuk UNM F. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling REBT 3. skenario Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 .

7. Anggota tim perumus dari setiap kelompok kembali ke kelompk masing-masing untuk menjelaskan hasil rumusan Tim Perumus. Menjelaskan konsep kunci dalam konseling humanistik 2. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan membuat rangkuman mengenai karakteristik konseling humanistik. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 3. khususnya mengenai:      Asumsi dasar tentang perilaku bermasalah Tujuan konseling Proses konseling Peran konselor Teknik-teknik konseling yang digunakan : Konseling Humanistik (Berpusat Pada Pribadi) 4. Menejelaskan peran konselor dalam konseling humanistik C. Menjelaskan prosedur pokok dalam proses konseling humanistik 5. Indikator: 1. 5. Judul B. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . Tim perumus selanjutnya membuat resume hasil diskusi kelas mengenai karakteristik konseling humanistik. Fasilitator memberi penjelasan tambahan yang diperlukan. Bentuk tim perumus yang merupakan wakil dari setiap kelompok. Menjelaskan fokus yang menjadi tujuan utama dalam konseling humanistik 4. Waktu : 5 x 50 menit D. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang).Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 7 A. 6. 2. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. khususnya terkait dengan topik diskusi dan hasil kerja kelompok. Menyebutkan dengan contoh penyebab individu mengalami problem menurut pandangan humanistik 3. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya.

1980). d. dan memiliki kreativitas. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964). Menurut Rogers. nilai. mereka mencari makna. dan Sartre. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain. Setiap pribadi adalah orang yang sadar. Pendekatan konseling ini memandang manusia sebagai individu yang unik. Pemikiran humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Konseling ini memfokuskan perhatian pada potensi individu untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. Nierkegaard. sebagai berikut: a. c. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Uraian Materi 1. ingin berkembang kearah yang lebih baik. realistik. menyempurnakan esensi dan fakta eksistensinya. aktualisasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. Para konselor yang memakai Konseling berpusat pada pribadi membantu konseli untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka. Heidegger. e. Konsep Dasar Konseling humanistik berakar dari aliran pemikiran humanistik dalam psikologi. konstruktif. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri. sadar dan waspada akan keberadaannya sendiri. terarah dari dalam (inner directed) dan bergerak ke arah aktualisasi diri. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. Manusia tidak pernah statis. and trustworthy (Rogers. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen. Konseling humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik Karakteristik manusia adalah positif. b. Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Setiap orang menciptakan tujuannnya sendiri dengan segala kreatifitasnya. Manusia bersifat intensional.Satu Untuk UNM E. Manusia merupakan seseorang yang ada. Konseling humanistik seringpula disebut konseling berpusat pada pribadi dikembangkan oleh Carl Rogers. Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegard. Nietzsche.

c. Deskripsi Proses Konseling Proses konseling humanistik ditandai beberapa karakteristik. kasih sayang. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. ia akan membuka jurang antara ideal self (apa yang orang inginkan dirinya untuk menjadi) dan real self (apa adanya dirinya). keyakinan serta pandangan-pandangan individu. Tetapi. b. bila ia konform. pengalamannya tertekan. orang biasanya menerima conditional regards dari orangtua dan orang lain. Tetapi. persepsi cara berfikir. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . pada masa kanak-kanak. antara lain: a. 3. Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. ia tidak akan diterima atau dihargai.Satu Untuk UNM diri adalah dorongan yang paling menonjol dan memotivasi eksistensi dan mencakup tindakan yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian. Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah Kemunculan diri (self) yang sehat. Dalam pandangan pendekatan humanistik. d. orang akan menjadi makin maladjusted. memerlukan penghargaan positif. dan penerimaan. Perasaan berharga berkembang bila seseorang berperilaku dengan cara tertentu sesuai dengan yang dikehendaki oleh orang yang persetujuannya diharapkan. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya—―Saya adalah saya‖. perhatian. 4. Dengan perkataan lain. yang unik. Tujuan Konseling Konseling humanistik mengarahkan proses konseling pada pencapaian tujuan-tujuan berikut: a. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. Makin jauh jurang antara keduanya. b. karena akseptansi kondisional mengajarkan orang untuk merasa berharga hanya bila ia konform dengan keinginan orang lain. gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. Kalau orang tidak melakukan seperti yang dikehendaki orang lain. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. Memperbaiki dan mengubah sikap. 2.

Empati dalam hubungan konseling adalah faktor yang paling berpengaruh dan membawa perubahan dan pembelajaran. encouragement (memberi dorongan). dan (3) congruence genuineness.1980). Empati adalah kemampuan konselor untuk merasakan bersama dengan konseli dan menyampaikan pemahaman ini kembali kepada mereka. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu konseli untuk tumbuh. Peran Konselor Peran konselor bersifat holistik. sebagai instrumen perubahan. b. dan g. meliputi: a. (2) positive regard (acceptance). berakar pada cara mereka berada dan sikap-sikap mereka. Teknik Konseling Pendekatan ini menganggap kualitas hubungan konseling jauh lebih penting daripada teknik. c. limited questioning (pertanyaan terbatas. reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). 5. d. tidak pada teknik-teknik yang dirancang agar konseli melakukan sesuatu. Konselor hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial. Kongruensi centered counseling. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. e. Konselor dan konseli tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan dicapai. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. Konselor menyadari bahasa verbal dan nonverbal konseli dan merefleksikannya kembali. reassurance (menentramkan hati). acceptance (penerimaan). e. Positive regard atau akseptansi adalah kondisi transparan dalam hubungan terapeutik dengan tidak memakai topeng. Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client adalah penerimaan yang tulus dan penghargaan yang mendalam terhadap konseli. (Rogers. understanding (pemahaman). 6. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. Konselor percaya bahwa konseli akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin dicapainya. Konselor menggunakan dirinya sendiri. Rogers.Satu Untuk UNM c. sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. respect (rasa hormat). d. f. yaitu 1) empathy. Ada tiga kondisi yang dibutuhkan dalam konseling.

memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik. 4. mengambil keputusan yang tepat. c. Tugas Latihan 1. Tetapkan satu kasus dan deskripsikan kasus tersebut menggambarkan permasalahan konseli dari sudut pandang konseling humanistik (Berpusat pada Pribadi). skenario Berpusat pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . 3. F. Buat laporan program pelaksanaan konseling dengan melampirkan wawancara Konseling Berpusat pada Pribadi. Melalui penggunaan teknikteknik tersebut diharapkan konseli dapat: a. Lakukan wawancara konseling secara tertulis yang menggambarkan proses pelaksanakan Konseling Berpusat pada Pribadi. dan d. Buat rencana tindakan dalam bentuk satuan layanan Konseling Pribadi.Satu Untuk UNM Teknik-teknik tersebut sesungguhnya mendasari dan diterapkan pada pelaksanaan proses konseling pada hampir semua pendekatan konseling. mengarahkan diri. b. 2. mewujudkan dirinya.

dan pengamat. anggota kelompok lainnya bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati dan mencatat perilaku keterampilan dari pemeran konselor. Setelah sesi dialog. Fasilitator memberi penjelasan singkat tetntang keterampilan yang akan dipraktikkan. e. Pemeran konseli mengungkapkan suatu problem hipotetik dan pemeran konselor mempraktikkan keterampilan dasar konseling yang telah dipelajari. Praktikkan setiap keterampilan komunikasi secara bertahap. Indikator: 1. : Keterampilan Dasar dalam Konseling Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Judul B. Disarankan fasilitator dapat memeragakan langsung keterampilan yang dimaksud b. Memperagakan contoh pelaksanaan setiap keterampilan dasar konseling 3. d. Menjelaskan keterampilan komunikasi yang terlibat dalam prosedur pemecahan masalah C. Pemeran konselor dan pemeran konseli diminta memerankan suatu dialog konseling. lakukan revie dan refleksi atas pelaksanaan simulasi dialog konseling tersebut. Menentukan letak ketidakefektifan suatu respons konselor dalam percakapan konseling 4. konseli. Menjelaskan pentingnya setiap keterampilan dasar konseling 2. Lanjutkan simulasi dialog konseling kepada peserta lainnya sampai semua anggota berkesempatan melakukan peran konselor. Selama simulasi dialog konseling. Jelaskanlah secara ringkas tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini serta ruang lingkup materi yang akan dikaji. Mintalah setiap kelompok membaca bahan pada Uraian Materi sesi ini dan kemudian melakukan permainan peran secara bergantian. 3. 2. Ikuti prosedur berikut: a. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.Satu Untuk UNM KEGIATAN BELAJAR 8 A. yaitu bertindak sebagai konselor. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membentuk kelompok kecil (5-6 orang). c. Waktu : 6 x 50 menit D.

Keterampilan penampilan dalam penerimaan. Konseli yang dibantu dapat merasa aman dan merasa diterima sehingga mereka bisa lebih percaya dan terbuka untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapinya. seperti guru. Perilaku penampilan yang tepat dapat menunjukkan kepada orang yang anda ajak berbicara bahwa anda menghormatinya sebagai pribadi. Uraian Materi Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan menolong orang lain (helping job) pasti melibatkan proses komunikasi. Namun demikian. Konselor membutuhkan sejumlah keterampilan komunikasi. Dengan menerapkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. dan bahwa anda bersungguh-sungguh ingin menolongnya. Keterampilan membuat paraprase 4. mengarahkan. Keterampilan Attending (Penampilan Dalam Penerimaan) Perhatian yang baik adalah komponen penting dalam menjalin komunikasi yang baik. psikolog. Karena itu. Untuk bisa menolong orang lain. Keterampilan mengempati perasaan 5. Keterampilan bertanya dan membuka percakapan 3. Dalam uraian ini dikemukakan sebagian dari keterampilan komunikasi dasar yang dimaksud. keenam keterampilan tersebut merupakan unsur keteram[ilan penting yang perlu dikuasai guna melaksanakan suatu proses konseling yang efektif. dan semacamnya. 1. Kegiatan menolong seperti yang dilakukan oleh konselor sekolah juga melibatkan dan mempersyaratkan keterampilan berkomunikasi. mengkonseling.Satu Untuk UNM 4. Bahkan. dan sebagainya—dengan menerapkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi. konselor harus bisa berkomunikasi secara efektif. 2. yaitu: 1. terampil berkomunikasi menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin bekerja secara efektif dalam peranan dan tugas menolong orang lain. Fasilitator mereviu tujuan sesi ini dan meminta peserta menilai sendiri dan mengungkapkan ketercapaiannya. Keterampilan pemecahan masalah Keenam keterampilan tersebut hanyalah sebagian dari keseluruhan keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam kegiatan menolong orang lain. E. bahwa anda bersedia menerimanya. konselor dapat menciptakan suasana yang kondusuf bagi pelaksanaan proses konseling. konselor. pada sejumlah pekerjaan menolong. Keterampilan membuat ringkasan 6. Berikut dikjelaskan secara ringkat keenam keterampilan dasar tersebut. Mereka menolong orang lain—mengajar. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . menasehati. proses komunikasi ini menjadi wahana utama kegiatan kerjanya.

yaitu keterampilan menggunakan mata dalam berkomunikasi. Penampilan badaniah. tegang. meliputi: a. atau dilakukan pada saat yang tidak tepat. ekspresi wajah. penampilan melibatkan berbagai proses dan pengelolaan diri. Kontak mata yang baik. jika ingin menjadi seorang penolong. 3) Pandangan mata yang berbinar. b. Penampilan badaniah yang baik. antara lain: 1) Pandangan mata yang diarahkan langsung ke konseli 2) Kontak pandangan dengan gerakan mata yang spontan. tanpa senyum 7) Senyum yang dibuat-buat. misalnya tersenyum spontan atau anggukan kepala sebagai tanda persetujuan dan mengerutkan dahi sebagai tanda kurang mengerti. meliputi posisi tubuh. antara lain: 1) Memandang ke arah lain saat berbicara 2) Menghindari memandang konseli 3) Pandangan kosong dan kaku 4) Pandangan terlalu tajam atau melotot Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . Kontak Mata (Eye Contact). anda harus menunjukkan diri secara fisik bahwa anda memiliki keinginan dan kesediaan menolong orang yang datang kepada anda. tidak spontan. Unsur keterampilan yang terlaku dengan attending. 2) Posisi tangan di atas pangkuan 3) Gerakan tangan yang sesuai mengikuti komunikasi verbal. 4) Ekspresi wajah yang responsif.Satu Untuk UNM Sebagai suatu keterampilan. 5) Duduk dengan kepala tegak dan dengan badan yang agak condong ke arah konseli Penampilan badaniah yang kurang baik: 1) Duduk dengan badan dan kepala tidak menghadap ke arah konseli 2) Kepala selalu menunduk atau duduk terpaku dalam posisi yang kaku tanpa gerak 3) Penampilan badan ekspresi wajah yang gelisah atau tidak tenang 4) Mempermainkan tangan atau benda tertentu yang dipegang atau menggigit kuku 5) Tangan tidak memperlihatkan gerakan isyarat yang menyertai komunikasi verbal 6) Muka tampak kaku. pupil mata agak terbuka Kontak mata kurang baik. Yang penting diingat. antara lain: 1) Duduk dengan badan menghadap ke arah konseli. dan gerakan anggota badan.

antara lain: 1) Menunjukkan perhatian penuh pada isi pembicaraan konseli 2) Mendengarkan semua apa yang disampaikan oleh konseli 3) Menyimak secara utuh pesan yang disampaikan—kata-kata. 4) Menggunakan ransangan minimal (seperti hmm. maka anda memerlukan alat yang disebut ―pertanyaan terbuka. tidak teratur. Pengelolaan suara yang kurang baik. Pendengaran yang baik. yaitu keterampilan badaniah saat berbicara. d. 3) Intonasi suara yang terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah 4) Gaya bicara ceplas-ceplos. antara lain: 1) Nada suara yang hangat dan lembut 2) Kecepatan suara yang sedang dan diatur sesuai isi pembicaraan 3) Intonasi dan kekerasan (lodness) suara yang tepat yang tepat sesuai materi pembicaraan 4) Gaya bicara (diction) yang cermat dan teratur. perasaan. dan perilakunya. antara lain: 1) Nada suara yang monoton 2) Cara bicara terlalu cepat atau sebaliknya terlalu pelan. atau berbelit-belit. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 mendengar orang lain . 2. ya. Pengelolaan Suara. Pendengaran (listening).‖ suatu jenis pertanyaan yang membuka kemungkinan jawaban baru namun tidak menyimpang dari konteks permasalahan yang sedang dibicarakan.Satu Untuk UNM c. antara lain: 1) Perhatian terbagi atau melakukan kegiatan lain saat mendengarkan konseli 2) Cepat membuat penilaian dan tanggapan sebelum mendengarkan semua yang disampaikan oleh konseli 3) Memotong pembicaraan ketika konseli masih ingin berbicara 4) Melompat dari satu topik ke topik yang lain. dsb) 5) Menunjukkan minat mendengarkan melalui penerapan keterampilan penampilan badaniah. yaitu keterampilan menglola nada dan intonasi suara saat berbicara. Keterampilan Bertanya dan Membuka Percakapan Konseli yang datang meminta bantuan kepada anda membawa sejumlah perasaan yang merupakan masalah baginya. lalu. dan penglolaan suara. tanpa sistematika yang jelas. kontak mata. Pandengaran yang kurang baik. Pengelolaan suara yang baik. Agar anda dapat memahami bagaimana konseli melihat situasi permasalahannya.

Coba jelaskan lebih jauh hal tersebut?‖ ―Bagaimana perasaan anda terhadap perlakuan teman anda itu?‖ Pertanyaan yang kurang baik. pertanyaan dalam proses bantuan mempunyai empat macam. atau dapatkah? 3) Bersifat spesifik dan jelas maksudnya 4) Menanyakan hanya satu topik untuk satu pertanyaan yang diajukan.Satu Untuk UNM Unsur keterampilan yang terlibat dalam bertanya dan membuka percakapan. Di samping itu. contoh:   ―Apa yang anda ingin kemukakan sekarang?‖ ―Bagaimana keadaan anda sesudah pertemuan kita yang terakhir?‖ 2) Pertanyaan untuk memnacing konseli berbicara lebih jauh tentang masalahnya. meliputi: a. misalnya:  ―Mengapa anda melakukan hal itu?‖ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . Contoh: ―Dapatkah anda mengatakan apa yang anda lakukan ketika sedang marah?‖ ‖Anda tampaknya sangat mencemaskan hal itu. bagaimana?. mancakup: 1) Banyak menggunakan pertanyaan tertutup. Contoh: ―Apakah anda merasa kecewa dengan keadaan tersebut?‖ 2) Menggunakan pertanyaan-pertanyaan beruntun dan membutuhkan jawaban yang beruntun pula. seperti:  4) Pertanyaan untuk memokuskan perasaan konseli. Contoh:   ―Dapatkah anda mengemukakan lebih jauh tentang hal tersebut?‖ ―Saya ingin tahu lebih jauh tentang apa yang menyebabkan anda bereaksi seperti itu?‖ untuk 3) Pertanyaan    memberi contoh untuk membantu konseli memahami perilakunya dengan lebih baik. yaitu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang bersifat mengurai dan menjelaskan 2) Menggunakan kata tanya: apa?. yaitu: 1) Pertanyaan untuk membuka percakapan. seperti:  ―Dapakah anda mengemukakan hal itu kepada saya? Di manakah terjadinya? Kapan itu terjadi? Bagaimana perasaan anda atas kejadian itu?‖ 3) Menggunakan kata tanya mengapa (sehingga menyulitkan konseli untuk memberi jawaban yang diinginkan). Keterampilan Bertanya Pertanyaan yang baik bercirikan antara lain: 1) Menggunakan pertanyaan terbuka.

―Yaaah‖ 2) ucapan-ucapan verbal yang singkat.Satu Untuk UNM 4) Mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah inklusif dalam pertanyaan itu. seperti: Ransangan minimal yang kurang baik. Paraphrase yang baik. mencakup: 1) Posisi badan yang kaku 2) Gerakan badan yang berlebihan (overacting) 3) Malu dan diam 4) Bermasa bodoh dan kebingungan. ―Uh-huh‖. Keterampilan ini membutuhkan kemampuan untuk ―menangkap‖ esensi isi pembicaraan dan ―menyatakannya kembali‖ kepada lawan bicara. misalnya:         memelihara kontak mata badan yang condong ke depan sebagai tanda penuh perhatian gerakan-gerakan anggota badan yang wajar gerakan isyarat yang memadai anggukan kepala ―Oh?‖ ―dan?‖ ―lalu?‖ ―terus?‖ ―Coba anda teruskan?‖ ―Umm-mmm‖. Keterampilan Membuat Paraprhase Paraphrase adalah suatu kerampilan dasar komunikasi untuk memperbaiki hubungan interpersonal dengan konseli. 3. mencakup: 1) mengelaborasi aspek-aspek non-verbal dari perlaku penampilan yang baik. dan (3) mengecek kembali mengenai persepsi kita terhadap masalah yang diajukan oleh konseli. lalu anda tidak mau lagi berbicara kepadanya?‖ b. yakni: (1) menyatakan kepada konseli bahwa kita ada bersamanya. (2) mengendapkan apa yang dibicarakan konseli tentang dirinya dengan membuat ringkasan yang berguna untuk memberi arah wawancara yang dilakukan. dan bahwa kita berusaha memahami apa yang dikatakannya. a. Paraphrase mempunyai tiga tujuan. Ransangan Minimal (Minimal Encourages) Ransangan minimal yang baik. misalnya:  ―Apakah anda tidak menyenanginya. mencakup pernyataan kembali pesan dasar konseli dengan kata-kata yang lebih sederhana tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 .

interpretasi atau penilaian terhadap pesan yang disampaikan oleh konseli. pikiran. bahwa perasaan. Empati seringkali disebutkan dan dikaitkan dengan istilah lain seperti: kehangatan (warmth). 3) Amatilah apakah perilaku konseli menunjukkan respon yanbg tegas terhadap paraphrase yang anda buat.‖ ―Tampaknya yang anda katakan adalah ………………. c. kata-kata jargon (istilah khusus pada bidang tertentu). antara laian: 1) Dengarkan secara teliti pesan dasar yang disampaikan oleh klein 2) Nyatakan kembali kepada konseli kesimpulan atau ringkasan singkat pesan dasar tersebut. tapi kok tiba-tiba saja ia memusuhi saya. dan pemahaman (understanding). 4. Mengempati Perasaan Empati berarti memahami individu secara penuh.‖ Misalnya: Konseli : ―Biasanya ia selalu senang dengan saya. Pokok-pokok yang disarankan untuk membuat paraphrase yang baik. Aatau mintalah konseli menanggapi paraphrase tersebut. misalnya kata-kata teknis.‖ Konselor: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa perilakunya tidak konsisten lagi terhadap anda. Empati merupakan unsur terpenting dalam berhubungan dengan orang lain. Paraphrase yang baik ditandai dengan suatu kalimat awal. meliputi: 1) Memasukkan respon yang bersifat analisis.Satu Untuk UNM dalam pernyataan tersebut. Empati berarti menyelam ke dalam diri individu dan mencoba melihat dunia melalui mata mereka. Berbagai hasil penelitian menunjukkan. keterampilan ini dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . dan motive mereka bisa dimengerti. mencoba mengalami dunia individu seolaholah anda adalah mereka. atau istilah lain yang memiliki makna yang sama. kepedulian (compasion). Keterampilan ini juga merupakan sentral di hampir semua teori bantuan terapi. Keterampilan ini sangat vital dalam menjalankan peranan sebagai seorang penolong. Paraphrase yang kurang baik. 2) Memberikan respon terhadap hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan pesan yang disampaikan konseli 3) Menggunakan kata-kata atau phrase yang sifatnya tidak cocok terhadap wawancara. seperti: ―Apakah yang anda katakan adalah bahwa…………….‖ b.

pernyataan tersembunyi. anda perlu mengetahui banyak kata-kata perasaan. ―down‖ Dipercaya Hebat Bangga c. Untuk latihan. dan bahwa sebagian besar orang. Pertama. selalu saja berakhir dengan kekacauan. a. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . melalaui latihan yang efektif. kacau. Anda perlu mengembangkan satu daftar kosa-kata perasaan. Kedua. Sungguh berat dan mengecewakan untuk tetap berbuat sesuatu. perasaan yang tampak atau perasaan permukaan. dapat belajar menjadi empatik. Perhatikan contoh berikut: Konseli : ―Saya sangat marah pada diri sendiri. lakukan langkah-langkah berikut: b. maka:       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berharga seperti badan teriris-iris seperti ingin menangis malu sekali hancur terpojok       Saya Saya Saya Saya Saya Saya merasa merasa merasa merasa merasa merasa tidak berguna apa-apa seperti binatang saja terpukul divonis dilimpari kotoran seperti ditampar saja d. tolol Cemburu Bingung Tegang Terganggu Disaingi Disayangi Bebas Frustrasi Berdosa Terbuka Intim Gembira Curiga Kesepian Mencintai Ditinggalkan Terpukul Sedih Puas Takut Kalah. Contoh.Satu Untuk UNM dipelajari. Mengenal berbagai kata-kata perasaan. Setiap kali saya mencoba berbuat sesuatu yang benar.‖ Perasaan permukaan: jengkel. Perasaan tersembunyi: kasihan pada diri sendiri. seperti contoh berikut: Tersinggung Diterima Ditolak Dimarahi Cemas Diperhatikan Bosan Terkekang Gagal Tertekan Rendah diri Malu Gugup Bersemang at Dihargai Gelisah Sakit hati Bodoh. yaitu perasaan yang tersirat di balik kata-kata dan pernyataan konseli. ―Bila saya merasa tersinggung‖. marah. kurang percaya diri. Untuk menangkap perasaan orang lain. kurang berharga. Menggambarkan perasaan Perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dapat dikelompokkan menadi dua bagian. Bacalah daftar kosa kata perasaan. kecewa. yaitu perasaan yang dinyatakan langsung oleh konseli. Cobalah gambarkan diri anda jika berada situasi mengalami perasaan atau emosi tersebut.

Saya membencinya.‖ meriah. baik positif maupun negatif.‖ 5. Keterampilan membuat ringkasan diperlukan untuk membantu anda mengklarifikasikan dan memfokuskan serangkaian ide yang agak berkepanjangan dan leboh menjelaskan cara bagaimana suatu ide akan dibicarakan lebih lanjut..‖ : ―Saya merasa seperti pergi ke acara resepsi yang 3) Pernyataan eksperiensial: ―Saya merasa ia menyukai pekerjaan saya. yaitu dengan kata tunggal. dan dengan pernyataan verbal. Saya tidak akan mengerjkan tugas-tugas darinya‖ Penolong : ―Tampaknya anda merasa sungguh-sungguh marah. saat anda mendengar pembicaraan konseli. Jangan mengulang setiap pertanyaan 3) Memparaphrasa kata-kata perasaan dan maksud pesan yang diungkapkan.‖ : ―Guru itu jahanam.‖ ―Barangkali anda merasa…………………………‖ ―Kalau begitu. disarankan melakukan perilaku berikut: 1) Menyimak semua kata-kata yang mengungkapkan perasaan. Berikuit dikemukakan contoh ekspresi perasaan gembira dengan menggunakan keempat cara tersebut: 1) Dengan kata tunggal 2) Menggunakan kiasan 4) Pernyataan behavioral : ―Saya merasa marah. Untuk maksud ini. Saya tidak akan mengerjakan Contoh: Konseli tugas PR yang diberikannya.‖ f. 2) Mengatur waktu yang tepat dalam memberi komentar. Menanggapi dan merefleksi perasaan Anda perlu belajar menanggapi isi perasaan yang terkandung dalam pernyataan konseli dan kemudiaan menyatakannya kembali kepada konseli. Keterampilan Membuat Ringkasan Biasanya dalam setiap wawancara banyak bermunculan ide dan perasaan. dengan pernyataan eksperiensial. Keterampilan ini juga membantu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 .. Gunakan kata-kata kunci pendahuluan. Mengenali bentuk pengungkapan perasaan Individu dalam mengungkapkan perasaannya dapat menggunakan salah satu dari empat bentuk. rupanya yang anda alami adalah………….‖ ―Adakah kamu mengatakan bahwa anda………………….‖ : ―Saya merasa seperti di surga. berikut:     ―Tampaknya yang anda katakan adalah……….Satu Untuk UNM e. dengan phrase.

bahwa anda tetap mengikuti semua pokok pembicaraannya. waktu. Unsur keterampilan yang terkait dengan keterampilan membuat kesimpilan.Satu Untuk UNM memberi konseli kemungkinan hasrat untuk mengungkapkan berbagai ide dan perasaan. 2) Ambillah perasaan dan ide-ide kunci yang dinyatakan konseli ke dalam pernyataan umum dari pengertian dasarnya. Keterampilan meringkas melibatkan perilakumendengar secara penuh problem konseli dan kemudian meringkas pernyataan-pernyataan tentang problem itu dengan memberi sorotan baru kepada konseli. dan efek dari pernyataan-pernyatan konseli (proses)—suatu pernyataan dari mana proses bantuan itu dimulai dan berlangsung hingga ankhir. antara lain: 1) Mencerminkan bermacam-macam tema dan dengan nada suara emosional sebagaimana konseli mengucapkannya. 5) Dalam proses pembuatan keputusan ini. 3) Jangan menambahkan ide baru dalam ringkasan yang dibuat 4) Putuskan membuat ringkasan jika itu sangat membantu anda sebagai penolong. 3) Tujuan. keterampilan ini juga memberi efek ―jaminan‖ kepada konseli bahwaanda berada bersama-sama dengannya. 2) Bagaimana konseli mengemukakan perasaan dan berbibicara---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan merefleksi perasaan. Di samping itu. pertimbangkan tujuan anda. dan nyatakan rumusan ringkasan anda kepada konseli. Pembuatan ringkasan yang memadai hanya terbatas pada suatu aspek saja atau dapat pula merupakan kombinasi dua atau tiga aspek lainnya. b. Keterampilan meringkas. serta memberi kesadaran akan kemajuan dalam pemahaman diri dan proses pemecahan masalah. meliputi: a. Beberapa petunjuk untuk membuat ringkasan. apakah karena didasari oleh pertimbangan berikut:     Adakah hal itu menghangatkan konseli pada permulaan wawancara? Adakah hal itu berpusat pada pemikiran dan perasaan yang diungkapkan oleh konseli? Adakah itu merupakan pembahasan yang intensif terhadap topik/tema pembicaraan? Adakah hal itu mengecek pemahaman anda? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . melibatkan perhatian terhadap: 1) Apa yang dikatakan konseli---yang selanjutnya merupakan perluasan dari keterampilan paraphrase.

Berbagai keterampilan komunikasi dasar yang telah anda pelajari juga akan digunakan dalam tindakan dan pelaksanaan pemecahan masalah Tujuh Tahap Dalam Pemecahan Masalah TAHAP 1.. akan digunakan keterampilan komunikasi tertentu sebegaimana yang sudah anda pelajari. Mengukap-kan Problem 2. yang anda katakan adalah………………. mengenal dan merefleksi perasaan. Membatasi Problem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . Keterampilan pemecahan masalah melibatkan tujuh tahap. dan paraprase Mendapatkan persetujuan mengenai problem konseli yanng sebenarnya melalui penggunaan keterampilan paraprase dan meringkas. Karena itu. PERAN KONSELOR Menggunakan keterampilan penampilan. Memahami Problem PERAN KONSELI Mengemukakan dan menjelaskan aspek permukaan problem yang dihadapi dalam bahasa yang sangat umum Melihat semua aspek problem.‖ ―Maksud utama di balik yang anda rasakan adalah…………………‖ 6. Ke dalam setiap tahap. konseli. tapi juga pada tujuan yang ingin dicapai oleh konseli dengan mengatasi problemnya.‖ ―Tampak bagi saya bahwa yang anda katakan adalah…………. serta mengenal dan merefleksi perasaan. Pembatasan dibutuhkan tidak hanya pada dimensi problem. antara lain: ―Apa yang saya dengar. disertai gambaran mengenai peran konseli dan peran anda sebagai penolong. Proses pemberian bantuan seperti ini akan melibatkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving). Menyatakan secara jelas problem yang dihadapi dalam ungkapan yang lebih spesifik. Menggunakan keterampilan penampilan. Keterampilan Pemecahan Masalah Konseli yang datang mengemukakan masalahnya kepada anda. anda perlu melengkapi diri dengan keterampilan pemecahan masalah ini. akan mengharapkan anda untuk membantunya dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Berikut dikemukakan ketujuh tahap dalam pemecahan masalah tersebut. pertanyaan terbuka ketulusan.. alasan sehingga membutuhkan perhatian dan menggarisbawahi perasaan terhadap berbagai aspek problem tersebut. 3.‖ ―Makna yang sebenarnya di balik semua yang anda katakan adalah……………. pertanyaan terbuka.Satu Untuk UNM        Adakah hal itu mendorong konseli mengeksplorasi topik/tema secara lebih mendalam? Adakah hal itu merupakan terminasi hubungan dengan suatu ringkasan kemajuan (summary of progress)? Adakah hal itu menjamin kelangsungan wawancara? 6) Kata-kata kunci yang dapat digunakan untuk membuat ringkasan.

pertanyaan terbuka. Apakah alternatif itu cukup sfesifik? c. Konseli juga menguji kekuatan dan kelemahan setiap alternatif yang diidentifikasi. Mencatat solusi terbaik dan nilai yang terlibat dalam membuat keputusan. Konseli perlu menguji alternatif pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: a. Apakah alternatif itu membantu saya bertumubh sebagai pribadi? e. (Nilai adalah sesuatu yang dipandang sangat penting oleh konseli. Apa tujuan saya sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang saya inginkan? Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan alternatif terbaik. Apa tindakan pertama yang anda perlukan untuk menjalankan rencana? c. Apakah anda memililiki data yang diperlukan? b. Membuat daftar nilai yang berkaitan dengan problem konseli dan menggaris-bawahi nilai paling penting yang dianut konseli. Apakah saya memililiki data yang diperlukan? b. Keterampilan yang digunakan meliputi memahami dan merefleksi perasaan. Mengevaluasi Alternatif Menguji setiap alternatif sehubungan dengan nilai yang dianut. Konseli menguji keku-atan yang dimiliki untuk menerapkan alternatif itiu. Apa tujuan anda sayang perlu dipenuhi dengan mengatasi problem ini? b. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. paraprase. Apakah alternatif itu adalah sesuatu yang anda inginkan Membantu konseli membuat rencana tindakan yang masuk akal.Satu Untuk UNM 4. dan membuat ringkasan. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang saya anut? d. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan anda lakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin alternatif yang bisa dibayangkan. Apa tindakan pertama yang diperlukan untuk menjalankan rencana? c. 6. Apa kekuatan yang saya miliki Bersama konseli mengungkapkan semua jalan tindakan (alternatif) yang bisa ditempuh untuk mengatasi problem konseli. 5. Kemudian mencatat kekuatan dan kelemahan konseli dalam menerapkan setiap alternatif. Nilai ini membantu untuk membuat priorotas dan menentukan pilihan alternatif). dengan menjawab pertanyaan berikut: a. Menerapkan Alternatif Memutuskan alternatif terbaik sesuai nilai yang dianut. Anda dapat meng-usulkan alternatif tertentu jika konseli mengalami kesulitan atau mengaju-kan pertanyaan terbuka untuk mendorong konseli memikirkan alternatif. Apa saja rencana kegiatan berikutnya yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang saya harapkan? d. Apakah alternatif itu cukup spesifik? c. Apakah alternatif itu meyakinkan dan sesuai dengan nilai yang anda anut? d. Apa kendala yang akan anda tempuh untuk mencapai tujuan? 94 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Apakah alternatif membantu an-da bertumbuh sebagai pribadi? e. Kemudian membuat daftar kekuatan konseli dalam menerapkan alternatif. Memutuskan Alternatif Terbaik 7. Apa kendala yang akan saya tempui untuk mencapai tujuan? e. dengan mengajukan pertanyaan berikut: a. Mengungkapkan Aternatif Pemecahan Memikirkan dan mengungkapkan semua alternatif pemecahan masalah yang mungkin ditempuh tanpa mengevaluasinya.

Kapan saya memulai melaksakan tindakan pertama? f. Kapan anda mulai melaksakan tindakan pertama? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Di manakah alternatif dan rencana tindakan akan dilaksanakan? i. Apa kekuatan yang anda miliki untuk mengatasi kendala itu? f. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan? h. Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yg dipilih? g.Satu Untuk UNM untuk mengatasi kendala itu? Apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan alternatif yang dipilih? g. e. Di manakah alternatif dan renca-na tindakan akan dilaksanakan? i.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful