P. 1
Makalah Enzym Biokim Kel 4 2010

Makalah Enzym Biokim Kel 4 2010

|Views: 509|Likes:

More info:

Published by: Prahesty Nur Handayani on May 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Beberapa reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup terjadi sangat cepat. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. Apabila zat ini tidak ada, maka proses tersebut berjalan lambat atau tidak berlangsung sama sekali. Zat tersebut adalah enzim atau fermen. Enzim adalah biokatalisator, yang artinya dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Menurut Kuhne, seorang ahli yang banyak melakukan penyelidikan tentang fermentasi pada tahun 1878, enzim berasal dari kata in dan zyme yang berarti sesuatu di dalam ragi. Enzim terdiri atas bagian yang berupa protein dan bagian lain yang bukan protein. Bagian yang berupa protein biasanya bersifat termolabil atau tidak tahan panas, yang disebut apoenzim. Bagian yang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik, biasanya berupa logam seperti besi, tembaga, seng, atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam. Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim. Ada pula enzim yang bagian apoenzim dan gugus prostetiknya tidak bersatu. Bagian gugus prostetik yang lepas disebut koenzim, yang bersifat aktif seperti halnya gugus prostetik. B. RUMUSAN MASALAH 1. Menjelaskan pengertian dari enzim 2. Menjelaskan tata nama dan kekhasan enzim 3. Menjelaskan fungsi dan cara kerja enzim 4. Menjelaskan penggolongan enzim 5. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim 6. Menjelaskan pengertian dan peranan koenzim

1

Pada umumnya enzim tersusun dari protein. Enzim sangat penting dalam kehidupan. urease. Reaksi biokimia yang paling sering saat mengaplikasian enzim secara industri adalah peruraian hidrolitik komponen bahan pangan yang memiliki berat molekul (BM) tinggi seperti pati. B. Hal ini disebabkan nama tersebut digunakan sebelum pedoman pemberian nama diterima dan nama tersebut sudah umum digunakan. atau nama reaksi yang dikatalisis. dan lain-lain. Tetapi pedoman pemberian nama tersebut diatas tidak selalu digunakann. atau aktivitas enzim terganggu maka reaksi metabolisme sel akan terhambat hingga partum. Enzim berfungsi seperti katalisator anorganik. Misal : selulase. sehingga jumlah enzim sebelum dan setelah reaksi adalah tetap.. Banyak enzim yang hanya te Enzim tersusun atas protein (Apoenzim). dehidrogenase. Dalam Daftar Istilah Kimia Organik (1978). yaitu untuk mempercepat reaksi kimia. akhiran –ase tersebut diganti dengan –asa. Pengertian enzim Enzim atau biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh sel. 2 . Tata Nama (Nomenklatur) Enzim dan Kekhasan Enzim Biasanya enzim mempunyai akhiran –ase. tersedia di alam dan mengontrol pembentukan dan dekomposisi bahan-bahan penting yang ada di sayuran. Jika tidak ada enzim. tripsin. Setelah reaksi berlangsung. dan sebagainya.rdiri protein saja. Misalnya pepsin. Di depan –ase digunakan nama substrat di mana enzim itu bekerja. karena semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. selulosa. Protein penyusun enzim dapat berupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein. Enzim mempunyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi. protein. enzim tidak mengalami perubahan jumlah. dan lain-lain. buah-buahan dan hewan.BAB II PEMBAHASAN A. misal tripsin.

Karena adanya kekhasan ini maka suatu enzim dapat digunakan untuk memisahkan komponen D dari L pada suatu campuran rasemik. sedangkan bagian kedua menunjukkan tipe reaksi yang dikatalisisnya ditambah akhiran –ase. NAD+ bertindak sebagai ko-substrat. Enzim dibagi menjadi enam klas. Contoh : Alkohol : NSD oksidoreduktase = alkohol dehidrogenasi yang mengkatalisis di bawah ini : Alkohol + NAD+-----+aldehid atau keton + NADH + H+. Suatu enzim bekerja secara khas terhadap suatu substrat tertentu. sedangkan oksidoreduktase menunjukkan bahwa enzim tersebut mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi. bagian pertama menunjukkan substrat. Misalnya Esterase dapat menghidrolisis beberapa ester asam lemak. Karena itu disamping nama trivial (biasa) maka oleh Commision on Enzymes of the International Union of Biochemistry telah ditetapkan pula tata nama yang sistematik disesuaikan dengan pembagian atau penggolongan enzim yang didasarkan pada fungsinya. 3 . Suatu contoh tentang kekhasan ini misalnya enzim Arginase bekerja terhadap L-Arginin dan tidak terhadap D-Arginin. masing-masing di bagi lagi menjadi 4-13 subklas. Ini sangat berbeda dengan katalis lain (bukan enzim) yang dapat bekerja terhadap berbagai macam reaksi. esterase dan D-Asam amino Oksidase yang dapat bekerja D-asam amino dan L-asam amino tetapi berbeda kecepatannya. berdasarkan jenis reaksi yang dikatalisisnya. namun enzim tersebut tetap mempunyai kekhasan tertentu. 2. Alkohol sebagai substrat enzim tersebut. yaitu: 1. misalnya hidrolase adalah kelompok enzim yang mempunyai fungsi sebagai katalis dalam reaksi hidrolisis. Suatu enzim dikatakan mempunyai kekhasan nisbi apabila ia dapat bekerja terhadap beberapa substrat misalnya. tetapi tidak dapat menghidrolisir substrat lain yang bukan ester.Kelompok enzim yang mempunyai fungsi sejenis diberi nama menurut fungsinya. Sistem penamaan enzim menurut IUB berdasarkan 4 kaidah pokok.Kekhasan inilah ciri suatu enzim. Enzim Urease hanya bekerja terhadap urea sebagai substratnya. Ada juga enzim yang bekerja terhadap lebih dari satu substrat. Nama enzim terdiri atas 2 bagian.

3. Teori Kunci dan Gembok (Lock and Key Theory). 4 . Terjadinya reaksi antara substrat dengan enzim karena adanya kesesuaian bentuk ruang antara substrat dengan situs aktif dari enzim. sehingga sisi aktif enzim cenderung kaku. Contoh : Enzim yang mengkatalisis reaksi L-malat + NAD+ ® piruvat + CO2 + NADH + H + diberi nama L-malat : NAD+ oksidoreduktase (dekarboksilasi). Enzim yang dimaksud mengkatalisis reaksi oksidasi reduksi yang disertai dengan pelepasan CO2 (dekarboksilasi). Enzim dan substrat memiliki bentuk geometri komplemen yang sama persis sehingga bisa saling melekat. dapat dituliskan dalam tanda kurung pada bagian akhir. C. Cara Kerja Enzim 1. Substrat sebagai kunci masuk ke dalam situs aktif yang berperan sebagai gembok sehingga terjadi kompleks enzim-substrat. enzim bekerja sangat spesifik. untuk menjelaskan reaksi. Apabila diperlukan informasi tambahan. Fungsi dan Cara Kerja Enzim a. Menurut teori ini. diusulkan oleh Emil Fischer pada tahun 1894.

b. 5 . 4. 3. Ketika substrat melekat pada sisi aktif enzim. Bentuk sisi aktif enzim hanya menyerupai substrat. Mempunyai spesifisitas tinggi terhadap substrat dan reaksi. yaitu : 1. Dapat berfungsi baik dalam larutan pada pH dan suhu sedang (kondisi physiologic). enzim tidak merupakan struktur yang spesifik melainkan struktur yang fleksibel. 2. Teori Kecocokan Induksi (Induced Fit Theory). Hasil samping jarang terbentuk. Fungsi Enzim Sebagai katalis.2. enzim dapat diregulasi. diusulkan oleh Daniel Koshland pada tahun 1958. jauh lebih baik dari katalis anorganik atau sintetik (kecepatan Reaksi dapat meningkat sampai 1 juta kali). Menurut teori ini. Karena strukturnya yang kompleks. sisi aktif enzim berubah bentuk untuk menyerupai substrat. Mempunyai daya katalitik yang sangat baik. enzim sangat luar biasa fungsinya. 5.

untuk dijadikan molekul yang lebih sederhana dengan BM lebih rendah sehingga dapat masuk melewati membran sel. Umumnya pemberian nama enzim didasarkan atas nama substrat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan penambahan kata – ase. yang merupakan pemindahan elektron. oksigenase. dan cara terbentuknya. Penggolongan enzim berdasarkan daya katalisis a. Umumnya berfungsi untuk “mencernakan” substrat secara hidrolisis. misal dalam proses respirasi. 6 . substrat yang dikatalisis. Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pembentukan energi (ATP) yang berguna untuk proses kehidupan sel. . Ada beberapa macam enzim elektron transfer oksidase. . PENGGOLONGAN ENZIM Enzim dapat digolongkan berdasarkan tempat bekerjanya. yaitu enzim oksidase. Penggolongan enzim berdasarkan tempat bekerjanya a. Eksoenzim Eksoenzim disebut juga enzim ekstraseluler. Sebagai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidrogen peroksidase (katalase). hidrogen atau oksigen.Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan amina. yaitu enzim yang bekerjanya di dalam sel. Misal proteinase adalah enzim yang dapat mengkatalisis pemecahan protein.Transasilase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil. 2. hidroksilase dan dehidrogenase. Endoenzim Endoenzim disebut juga enzim intraseluler. 1. daya katalisisnya.Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat.D. Sebagai contoh adalah beberapa enzim sebagai berikut: . yaitu enzim yang bekerjanya di luar sel. Oksidoreduktase Enzim ini mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi. Transferase Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain. b. b. Energi yang dibebaskan pada reaksi pemecahan substrat di luar sel tidak digunakan dalam proses kehidupan sel.

Isomerase Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi.Cis-trans isomerase.L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengambilan air dari malat sehingga dihasilkan fumarat. Ligase Enzim ini mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan dibebaskannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat.Intramolekul transferase atau mutase. Liase Enzim ini berfungsi untuk mengkatalisis pengambilan atau penambahan gugusan dari suatu molekul tanpa melalui proses hidrolisis. . g. dan sebagainya serta enzim yang termasuk enzim permease. sebagai contoh adalah: . .Lipase adalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida). yaitu: .Dekarboksiliase (dekarboksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengambilan gugus karboksil.Epimerase. dengan contoh enzim adalah: . Permease 7 .Rasemase. Hidrolase Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis. . merubah transmetinal cisrentolal . merubah D-ribulosa-5-fosfat D-xylulosa-5-fosfat . triosin. merubah metilmalonil-CoA suksinil-CoA f.Peptidase adalah hidrolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida d.Intramolekul ketol isomerase.c.Karboksilesterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester karboksil. misalnya enzim pepsin. merubah D-gliseraldehid-3-fosfat dihidroksi aseton fosfat . merubah l-alanin D-alanin . Enzim lain dengan tatanama berbeda Ada beberapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas. sebagai contoh adalah enzim asetat=CoASH ligase. e.

sehingga enzim tersebut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup. Enzim adaptif Perubahan lingkungan mikroba dapat menginduksi terbentuknya enzim tertentu. E. coli membentuk enzim beta galaktosidase yang digunakan untuk merombak laktosa. misalnya enzim amilase. Penambahan kadar substrat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap. Sebagai contoh adalah enzim beta galaktosidase yang dihasilkan oleh bakteri E. Enzim adaptif adalah enzim yang pembentukannya dirangsang oleh adanya substrat. Induksi menyebabkan kecepatan sintesis suatu enzim dapat dirangsang sampai beberapa ribu kali. akan mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum. 3. Penggolongan enzim berdasar cara terbentuknya a. Kecepatan reaksi enzimatik juga 8 . Substrat (reaktan) Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar substrat. Selama fase lag tersebut E. Enzim konstitutif Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan bagian dari susunan sel normal.coli yang ditumbuhkan di dalam medium yang mengandung laktosa. 1. b. Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipengaruhi kadar substratnya. Penambahan substrat selanjutnya tidak akan menambah kecepatan reaksi. coli tidak dapat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya pertumbuhan (fase lag/fase adaptasi panjang) setelah beberapa waktu baru menampakkan pertumbuhan. Mulamula E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERJA ENZIM Protein adalah bagian utama enzim yang dihasilkan sel. Sedangkan enzim-enzim yang berperan dalam proses respirasi jumlahnya tidak dipengaruhi oleh kadar substratnya. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim.adalah enzim yang berperan dalam menentukan sifat selektif permiabel dari membran sel. maka semua hal yang dapat mempengaruhi protein dan sel akan berpengaruh terhadap reaksi enzimatik.

Apabila nilai Km besar berarti enzim mempunyai afinitas rendah terhadap substrat. maka reaksi enzimatik dipengaruhi oleh suhu. Sebagai contoh amilase jamur mempunyai pH optimum 5. Kenaikan suhu sampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi enzimatik. Suhu Seperti reaksi kimia pada umumnya. Enzim mempunyai gugus aktif yang bermuatan positif (+) dan negatif (-). dan pada keadaan basis muatannya cenderung negatif sehingga aktivitas enzimnya menjadi berkurang atau bahkan menjadi tidak aktif. jumlah enzim yang terikat substrat (ES) dan konstanta Michaelis (Km). 3. 4. 2. Kepekaan enzim terhadap suhu pada keadaan suhu melebihi optimum disebabkan terjadinya perubahan fisikokimia protein penyusun enzim. Kemasaman (pH) pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim.dipengaruhi kadar enzim. arginase mempunyai pH optimum 10. Walaupun demikian ada beberapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi. Nilai Km kecilnberarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap substrat maka kompleks ES sangat mantap. sehingga kesetimbangan reaksi kearah kompleks ES. Penghambat enzim (inhibitor) Inhibitor enzim adalah zat atau senyawa yang dapat menghambat enzim dengan beberapa cara penghambatan sebagai berikut: a. Umumnya enzim mengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu diatas 50°C. pH optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama. Aktivitas enzim akan optimum kalau terdapat keseimbangan antara kedua muatannya. Misalnya asam malonat dapat 9 . Daya katalisis enzim menjadi rendah pada pH rendah maupun tinggi. Penghambat bersaing (kompetitif) Penghambatan disebabkan oleh senyawa tertentu yang mempunyai struktur mirip dengan substrat saat reaksi enzimatik akan terjadi. sehingga kesetimbangan reaksi kearah E + S. Km menggambarkan mesetimbangan disosiasi kompleks ES menjadi enzim dan substrat. Pada keadaan masam muatannya cenderung positif. misalnya taka-diastase dan tripsin. karena terjadinya denaturasi protein enzim.

Pada penghambatan nonkompetitif tidak terjadi persaingan antara zat penghambat dengan substrat. yaitu dengan terjadinya reaksi antara senyawa-senyawa tersebut dengan ion Fe yang menyebabkan enzim menjadi tidak aktif. Penghambatan nonkompetitif tidak dapat dikurangi dengan penambahan jumlah substrat. b. sulfida. Dalam reaksi ini asam malonat bersaing dengan asam suksinat (substrat) untuk dapat bergabung dengan bagian aktif protein enzim dehidrogenase. Penghambatan oleh inhibitor dapat dikurangi dengan menambah jumlah substrat sampai berlebihan. Misalnya enzim sitokrom oksidase dihambat oleh CO (karbon monooksida) dengan mengikat Fe yang merupakan gugusan aktif enzim tersebut. natrium azida.menghambat enzim dehidrogenase suksinat pada pembentukan asam fumarat dari suksinat. Senyawa-senyawa seperti sianida. Struktur asam suksinat mirip dengan asam malonat. Penghambat represor Represor adalah hasil akhir suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pembentukan enzim-enzim pada reaksi sebelumnya. Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan penghambat enzim yang mengandung gugusan sulfhidril (-SH). Daya penghambatannya dipengaruhi oleh kadar penghambat. Penghambat umpan balik (feed back inhibitor) Penghambatan umpan balik disebabkan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enzimatik yang menghambat aktifitas enzim pada reaksi pertama. 10 . Hasil akhir reaksi juga mempengaruhi pembentukan enzim. kadar substrat dan aktivitas relatif antara penghambat dan substrat. dan karbon monooksida adalah senyawa penghambat untuk enzim yang mengandung Fe. oleh karena daya penghambatannya dipengaruhi oleh kadar penghambat dan afinitas penghambat terhadap enzim. d. Penghambat tidak bersaing (non-kompetitif) Zat-zat kimia tertentu mempunyai afinitas yang tinggi terhadap ion logam penyusun enzim. c.

Co.Sebagai Galaktosida. Penginduksi (induktor) Induktor adalah suatu substrat yang dapat merangsang pembentukan enzim. Enzim alosterik adalah enzim yang mempunyai dua bagian aktif. contoh adalah laktosa dapat menginduksi pembentukan enzim beta F. Zn. dan enzim lain. Koenzim yang berikatan secara erat dengan enzim lewat ikatan kovalen atau gaya nonkovalen kerap kali disebut sebagai gugus prostetik. enzim tersebut tidak aktif. 5. yang menyusun massa enzim tersebut.e. Cu. atau berupa koenzim. sehingga enzim dapat aktif mereaksikan substrat menjadi produk. Kofaktor dapat berbentuk ion-ion dari unsur H. sebuah molekul organik sekunder yang dikenal sebagai koenzim karena tanpa koenzim. Penghambat alosterik Penghambat alosterik adalah penghambat yang dapat mempengaruhi enzim alosterik. Apabila enzim menangkap substrat maka penghambat tidak dapat terikat pada enzim. Enzim yang belum aktif disebut pre-enzim atau zymogen (simogen). Koenzim akan memperbesar kemampuan katalitik sebuah enzim sehingga menjadi jauh melebihi kemampuan yang ditawarkan hanya oleh gugus fungsional asam aminonya. Pengikatan penghambat alosterik pada enzim menyebabkan enzim tidak aktif. Koenzim yang mampu berdifusi secara bebas umumnya berfungsi sebagai unsur pembawa (yang didaur ulang secara kontinu) hydrogen (FADH). hidrida (NADH dan 11 . Mg.. di samping substratnya. senyawa penghambat tersebut merupakan penghambat alosterik. Apabila ada senyawa yang dapat memasuki bagian yang menangkap penghambat maka enzim menjadi tidak aktif. KOENZIM Banyak enzim yang megatalisis proses pemindahan gugus dan reaksi lain memerlukan. Struktur senyawa penghambat alosterik tidak mirip dengan struktur substrat. Aktivator (penggiat) atau kofaktor Aktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semula belum aktif. 6. Mo. sehingga substrat tidak dapat dikatalisis dan tidak menghasilkan produk. Fe. vitamin. yaitu bagian aktif yang menangkap substrat dan bagian yang menangkap penghambat.

Jenis-jenis enzim yang membutuhkan koenzim adalah enzim yang mengatalisis reaksi oksidoreduksi. Contoh-contoh koenzim dan peranannya No Kode 1.NADPH). 10. 7. atau unit-unit kimia seperti gugus asil (koenzim A) atau gugus metil (folat). koenzim yang disebut belakangan ini dapat dianggap sebagai substrat sekunder. NAD NADP FMN FAD Ko-Q sit Fd ATP PAPS UDP Biotin Ko-A TPP Singkatan dari Yang dipindahkan Nikotinamida-adenina dinukleotida Hidrogen Nikotinamida-adenina dinukleotida Hidrogen fosfat Flavin mononukleotida Flavin-adenina dinukleotida Koenzim Q atau Quinon sitokrom Ferredoksin Adenosina trifosfat Fosfoadenil sulfat Uridina difosfat Biotin Koenzim A Tiamin pirofosfat Hidrogen Hidrogen Hidrogen Elektron Elektron Gugus fosfat Gugus sulfat Gula Karboksil (CO2) Asetil C2-aldehida BAB III PENUTUP A. termasuk reaksi hidrolisis yang dikatalisis oleh enzim-enzim pencernaan. tidak memerlukan koenzim. 5. 6. Oleh karena itu.2. dan 6). 11. dan reaksi yang membentuk ikatan kovalen (kelas IUB 1. 8. 9.5. pemindahan gugus serta isomerisasi. Reaksi lisis. 13. KESIMPULAN 12 . 12. 4. Tabel 2. 3. membawanya bolak-balik antara tempat pembentukannya dan pemakaiannya. 2.

4. Sri dkk. SARAN Peranan enzim dalam kesehatan sangat penting untuk itu manusia hendaknya lebih menjaga kesehatan. dan Pengaruh Aktivator dan Inhibitor. dan biasanya ditambah dengan akhiran –ase.yaitu: Oksireduktase. Isomerase. Schaum’s Easy Ooutlines Biokimia. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim. serta teori ketepatan induksi. dan Ligase. Transferase. Jakarta : Erlangga. Jakarta : Erlangga. Enzim diberi nama sesuai dengan nama substrat dan reaksi yang dikatalisis. 2008. antara lain : Konsentrasi dan Kepekatan Enzim. yang mudah terdisosiasi dan dapat dipisahkan dari enzimnya dengan cara dialysis. 2006. Enzim memiliki enam golongan. mpercepat reaksi pada suhu dan tekanan tetap tanpa mengubah besarnya tetapan seimbangnya.tahan terhadap panas. 2. 5. Cara kerja enzim yaitu seperti teori kunci dan gembok. DAFTAR PUSTAKA Kuchel.dan mengendalikan reaksi. Biologi SMA Jilid 3 untuk Kelas XII. 2006. Konsentrasi dan Kepekatan Substrat. Liase. Suhu. Fungsi enzim antara lain : menurunkan energi aktivasi. Jakarta : Erlangga. Enzim merupakan senyawa organik bermolekul besar yang berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi metabolisme di dalam tubuh tanpa mempengaruhi keseimbangan reaksi. Michael. Pengaruh pH. Hidrofase. Kimia SMA Jilid 3 untuk Kelas XII. B. Maryati. Purba. 3. Koenzim merupakan molekul organik kecil. 13 .1. 6. Philip dkk. Dan kami penyusun mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini.

Anna dan FM.com/enzyme http://www.2006. 2008. Titin Supriyanti. Dasar-dasar Biokimia. Yogyakarta : Primagama. Jakarta : Universitas Indonesia Sumardjito. Panduan Belajar Kelas 12 SMA IPA. http://www.com 14 .google.Poediadji.scribd.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->