Modul 4 “ Mekanika Teknik “

Oleh Arief Suwandi

PERLETAKAN & Konstruksi Kokoh

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Arief Suwandi

MEKANIKA TEKNIK

1

4. Macam-macam Perletakan 1. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Melalui Pusat Sumbu 2. gaya atau kombinasi antara momen dan gaya. Agar cara kerjanya baik. Reaksi ada yang berupa momen. Gaya yang ditimbulkan ini disebut REAKSI. 2. Bekerja hanya dua gaya : sejajar sumbu X dan sumbu Y.PERLETAKAN Hal yang paling utama di dalam suatu konstruksi adalah mengumpulkan gaya akibat muatan yang bekerja pada konstruksi tersebut dan meneruskan gaya-gaya yang bekerja kembali ke bumi. maka konstruksi dibuat berdiri kokoh (stabil dan tidak bergeming apabila ada gaya). Syarat Konstruksi Kokoh Pondasi dibuat yang baik dan arah melawan gaya yang ditimbulkan muatan pada konstruksi. Muatan yang terjadi pada konstruksi bersifat non konkuren koflanar dan gaya yang mengimbangi gaya non konkuren koflanar. Perletakan SENDI Perletakan GESER Perletakan PENDEL Perletakan JEPIT Perletakan SENDI Sifat-sifat Reaksi pada Sendi : 1. Arief Suwandi MEKANIKA TEKNIK 2 . 3.

atau hanya ada satu gaya yaitu pada sumbu Y. Perletakan JEPIT Sifat-sifat Reaksi pada JEPIT : • • • Ada gaya Horisontal Ada gaya Vertikal Ada gaya Momen Cara Menghitung REAKSI Salah satu konstruksi yang lazim dibahas di dalam perhitungan perletakan biasanya berupa balok sederhana yang dipikul oleh : Sebelah kiri : SENDI Sebelah kanan : ROL Pada umumnya konstruksi tersebut muatannya diketahui dan yang harus dihitung adalah reaksi perletakannya.Perletakan GESER atau ROL Sifat-sifat Reaksi pada ROL : Gaya Tegak lurus dengan Pergeseran pada sumbu 2. Arief Suwandi MEKANIKA TEKNIK 3 . Perletakan PENDEL Sifat-sifat Reaksi pada ROL : Arahnya selalu tegak lurus dengan bidang permukaan perletakan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Gaya Horisontal tidak ada = 0.

3 N 3. 20 m = 0  100 + 259.5 / 20 = 17. ∑Y = 0.Syarat Konstruksi Setimbang : 1. ∑Y = 0 Ay + By – P1 – P2y = 0 Ay + By = P1 + P2y = 10 N + 17. jumlah aljabar semua gaya sejajar sumbu Y. ∑X = 0 Ax – P2x = 0 2. Arief Suwandi MEKANIKA TEKNIK 4 . P1 = 10 N P2 = 20 N 600 A 10 m 5m B 5m Maka gambar gaya yang bekerja pada balok AB P1 Ax P2y P2x Ay P2x = P2 cos 600 = 20 N .5 = 10 N P2y = P2 sin 600 = 20 N .866 = 17. 0.3 N By Perhitungan Perletakan : 1.98 N  maka Ax = P2x = 10 N PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. jumlah aljabar semua gaya dikali dengan lengan masing-masing terhadap titik yang ditinjau = 0. 0. ∑MA = 0 P1 . 3. 10 m + P2y . 15 m – By . ∑X = 0.3 N = 27.5 – 20 By = 0 By = 359. jumlah aljabar semua gaya sejajar sumbu X 2. ∑M = 0.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. maka  Ay + By = 27. Hal ini memerlukan sekurang-kurangnya adanya 3 reaksi non konkuren dan tidak sejajar.32 N Jadi Reaksi Perletakannya adalah Ax = 10 N Ay = 9. 2.3 – 17. Suatu konstruksi akan stabil bila segala macam gejala gerak mengakibatkan perlawanan terhadap gerak tersebut. Demikian juga sebaliknya. maka ongkos (biaya) yang akan timbul akan besar dan resiko kegagalan akan kecil.32 N By = 17. tetapi perlu juga diperhitungkan perubahan bentuknya. sedangkan resiko untuk kegagalan akan menjadi besar.98 N. jika konstruksi besar.3 N Ay = 27. apabila reaksi-reaksinya dapat dihitung dengan persamaan statis tertentu. Dalam hal ini akan selalu timbul dua tujuan yang saling bertentangan yaitu meminimumkan ongkos dan memaksimalkan pelayanan. ongkos yang timbul akan kecil.By = 17. Jika konstruksi sedikit. Suatu konstruksi akan statis tertentu bila reaksi-reaksinya tidak dapat dihitung dengan persamaan static tertentu saja.98 = 9. 3.98 N STABILITAS SUATU KONSTRUKSI Syarat Konstruksi Stabil adalah : 1. Arief Suwandi MEKANIKA TEKNIK 5 . Pada dasarnya persoalan yang dihadapi dalam konstruksi adalah penentuan besarnya yang optimal. Suatu Konstruksi statis.

dan pemakaian yang tidak perlu. Menghindari dan melindungi persedian terhadap kerusakan. kekuatan diutamakan sedikit pada material dan banyak pada jasa pasokan karena konsumsi sering kali bersamaan dengan pengadaan jasa sehingga tidak memerlukan konstruksi. Pada produk barang. Dari sudut pandng sebuah perusahaan maka konstruksi adalah sebuah investasi modal yang dibutuhkan untuk menyimpan material pada kondisi tertentu. 2.3 Konsep Konstruksi Inventory atau konstruksi merupakan simpanan material yang berupa bahan mentah. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. • Tujuan operasi / pelaksanaan 1. 2. 3. Kekuatan terhadap konstruksi atau inventory control adalah aktifitas mempertahankan jumlah konstruksi pada tingkat yang dikehendaki. kekuatan konstruksi ditekankan pada kekuatan material.Ada tiga dasar tujuan konstruksi yang dapat diuraikan sebagai berikut: • Tujuan keuangan Maksudnya agar modal atau dana yang tertanam dalam konstruksi selalu dalam batas-batas yang dizinkan. Pada produk jasa. Memberikan jaminan dalam batas tertentu bahwa modal yang tertanam dalam konstruksi sesuai dalam pembukuan perusahaan. • Tujuan perlindungan hak milik (kekayaan) 1. barang dalam proses dan barang jadi. Untuk memperoleh suatu hubungan yang seimbang antara produksi dan biaya penyimpanan barang di gudang serta pelayanan terhadap konsumen. pemborosan. Untuk mencapai kerugian yang minimum akibat barang yang disimpan menjadi rusak / ketinggalan zaman atau harga yang menurun. Arief Suwandi MEKANIKA TEKNIK 6 .

Harus ada keseimbangan antara mempertahankan tingkat konstruksi yang tepat dengan pengaruh keuangan minimum terhadap pelanggan. Material disimpan pada beberapa konstruksi yang ditempatkan pada posisi yang disesuaikan dengan tahapan proses produksi sehingga konstruksi ini menguntungkan karena : 1. Satu bagian dapat di jadwalkan tidak tergantung pada jadwal yang lain. akhirnya ke pelanggan yang akan membentuk system distribusi. Barang jadi atau finished good. Investasi untuk konstruksi harus bersaing dengan investasi lain yang juga memerlukan dana. Susunan inventory seperti ini dinamakan “multiechelon inventory” Aliran Material dan Informasi Inventory adalah konstruksi material yang digunakan sebagai sarana produksi atau untuk memuaskan dan memenuhi permintaan pelanggan. Disamping itu. Pemisahan operasi berarti semua kejadian pada satu bagian tidak akan mempengaruhi bagian lain. 2. Jika investasi sangat besar akan mengakibatkan biaya modal yang sangat besar sehingga akan mengakibatkan juga biaya operasi yang tinggi. Barang dalam proses atau barang setengah jadi atau work in process. Susunan inventory seperti ini dinamakan “multi stage inventory” dimana hal yang penting adalah mengembangkan tingkat masing-masing inventory untuk menunjang system secara keseluruhan karena pada akhirnya semua material dari masing-masing inventory pada waktu yang sama akan menjadi satu barang jadi.2) 1. Arief Suwandi MEKANIKA TEKNIK 7 . 2. 3. Termasuk dalam inventory adalah : (Lihat pada gambar 3. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Bahan baku atau bahan mentah atau raw material. material juga disimpan dengan cara bertingkat yaitu dari mula-mula pabrik terus ke gudang grosor pengecer.

Arief Suwandi MEKANIKA TEKNIK 8 . Berikut ini diuraikan beberapa sifat dari permintaan: 1. dan aspek adanya keharusan untuk mengadakan konstruksin agar permintaan tersebut terpenuhi Adanya permintaan menyebabkan berkurangnya konstruksi. yaitu: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Permintaan bahan untuk waktu yang akan datang tidak dapat dikewtahui dengan pasti. Permintaan bahan untuk waktu yang akan datang tidak dapat diketahui dengan pasti (inventory problem under certainly) 2. Permintaan bahan baku waktu yang akan datang tidak dapat diketahui. yaitu aspek adanya permintaan bahan. keadaan ini dapat diimbangi dengan penambahan bahan sehingga konstruksi bertambah. Keadaan ini disebut persoalan konstruksi dengan ketidakpastiaan (inventory problem under un certainly). baik jumlah maupun kemungkinannya. baik itu untuk waktu sekarang maupun waktu yang akan datang. 3.Vendor (pemasok) Barang dalam Proses Bahan Mentah Barang dalam Proses Barang dalam Proses Barang jadi Ada dua aspek yang berkaitan sehubungan dengan persoalan konstruksi. Keadaan ini disebut persoalan konstruksi dengan resiko (inventory problem and risk). Ada empat unsur utama yang harus diperhatikan dengan baik dalam melakukan analisa terhadap system konstruksi. tetapi hanya dapat diketahui distribusi kemungkinannya.

waktu kedatangannya dapat diketahui atau tidak diketahui. 3. Arief Suwandi MEKANIKA TEKNIK 9 . keterbatasan tempat penyimpanan karena penambahan. baik yang berupa unit distrik ataupun kontinyu. yaitu suatu yang dibutuhkan oleh pemakai yang perlu dikeluarkan dari konstruksi. dan penambahannya dapat dengan waktu ancang-ancang atau tidak. yaitu biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk mengadakan konstruksi. yaitu faktor-faktor yang membatasi jumlah konstruksi. 2.1. Permintaan. Beberapa sifat dari penambahan ini adalah ukurannya dapat tetap atau berubah-ubah. dan umumnya dapat dikendalikan. yaitu menambahkan bahan pada konstruksi. Penambahan konstruksi. periode penjadwalannya dapat tetap atau berubah-ubah. jadi bersifat probabilistik maka distribusi permintaanya harus dapat diketahui. Beberapa sifat permintaan ini adalah ukurannya dapat tetap atau berubah-ubah. Batasan-batasan. Ongkos-ongkos konstruksi. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. seperti keterbatasan tempat unit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful