ISLAM PEDULI

TERHADAP SATWA

ISLAM PEDULI
TERHADAP SATWA

Pesantren

Al-Hikam

Animalia Foundation

.

sudah sewajarnya jika masyarakat Indonesia juga mempunyai kepedulian terhadap satwa. Untuk itulah ProFauna Indonesia bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dengan didukung oleh Animalia Foundation dan Compassion in World Farming (CIWF) mengadakan lokakarya “Pandangan Islam terhadap Kesejahteraan Satwa” pada tanggal 22-23 Mei 2010.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia. santun dan penyayang. Sayangnya perilaku menyayangi satwa belumlah terlalu populer. universitas atau kelompok-kelompok kajian Islam. baik itu satwa liar maupun satwa domestik (ternak dan peliharaan). khususnya Islam yang merupakan agama mayoritas di Indonesia. ProFauna mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Al-Hikam. Perlu pendidikan dan program peningkatan kesadaran masyarakat tentang bagaimana memperlakukan satwa dengan baik. Tentunya buku ini jauh dari sempurna. Rosek Nursahid Chairman. ProFauna memandang bahwa salah satu jalan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kasih sayang terhadap satwa itu adalah lewat jalur agama. sekolah. Sebagai negara yang mempunyai jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia. Indonesia menjadi sangat penting ketika berbicara tentang peningkatan kesadaran umat Islam akan kepedulian terhadap satwa.Pengantar Penerbit Assalamu'alaikum Wr. Semoga buku ini bermanfaat. masih banyak masyarakat yang memperlakukan satwa dengan buruk. Islam juga mengajarkan untuk peduli terhadap pelestarian jenis atau spesies satwa. ProFauna Indonesia Islam Peduli Terhadap Satwa i . Wb. Islam mengutuk kekejaman atau perlakuan buruk terhadap satwa. meskipun luas Indonesia hanya 1. Setelah melakukan diskusi dan kajian mendalam.3% dari luas daratan dunia. Compassion in World Farming (CIWF) dan pesantren-pesantren yang telah mendukung terlaksananya lokakarya hingga terbitnya buku ini. peserta lokakarya sepakat bahwa pada dasarnya Islam adalah agama yang peduli terhadap satwa. Hasil dari lokakarya “Pandangan Islam terhadap Kesejahteraan Satwa” tersebut kemudian kami publikasikan dalam bentuk buku yang berjudul “Islam Peduli terhadap Satwa”. Diharapkan buku sederhana ini bisa meningkatkan kepedulian kita terhadap satwa yang juga merupakan mahluk ciptaanAllah. Diperkirakan 300. Buku ini akan kami bagikan gratis ke pesantren. Sebagai bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang ramah. Animalia Foundation. untuk itu kami sangat terbuka dengan masukan dari berbagai pihak. Lokakarya yang diadakan di dua tempat yaitu Pondok Pesantren Al-Hikam dan Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) tersebut dihadiri oleh perwakilan lebih dari 35 pesantren yang ada di Jawa timur. Kepedulian terhadap satwa ini perlu ditingkatkan mengingat bahwa Indonesia mempunyai kekayaan satwa liar yang luar biasa tinggi.

Kisah seorang wanita yang diampuni dosanya karena semasa hidupnya pernah memberi minum anjing yang kehausan adalah contoh betapa mulianya perilaku menolong binatang yang membutuhkan bantuan. Ini menunjukan kepedulian Islam terhadap pelestarian spesies. jangan sampai spesies atau jenis satwa itu menjadi punah. Islam mengajarkan manusia untuk juga menyayangi satwa sebagai mahluk ciptaan Allah. Masih ada banyak kisah lain yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang peduli terhadap satwa. Kisah Nabi Sulaiman juga semakin mencerminkan bahwa satwa atau binatang itu tidak bisa kita perlakukan semenamena. Ketika banjir besar akan menerjang dan menghancurkan tempat dimana Nabi Nuh dan umatnya tinggal. November 2010 Mohammad Nafi' Kepala Pesantren MahasiswaAl-Hikam Malang ii Islam Peduli Terhadap Satwa . ayat 36-48. Pelarangan membuat kerusakan bumi ini bermakna luas. Buku yang baik ini semoga bisa bermanfaat dan menambah keimanan kita terhadapAllah SWT yang telah menciptakan alam berserta isinya sebagai tanda-tanda kebesaranNya. Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membawa setiap binatang itu terdiri dari jantan dan betina. Meskipun bumi beserta isi dan kekayaan alamnya diperuntukan untuk manusia. sehingga diharapkan akan mendorong kepedulian umat Islam terhadap satwa.. namun Islam juga mengajarkan umatnya untuk memelihara kelestarian alam. karena menyangkut tentang alam dan kehidupan yang ada di muka bumi. Allah secara jelas melarang kita untuk membuat kerusakan di muka bumi ini. Untuk itu kami mendukung dan menyambut baik terbitnya buku ini yang memuat kisah-kisah yang mengajarkan cinta kasih terhadap satwa. Malang. Kisah Nabi Nuh dalam Surat Hud.Kata Pengantar Pesantren Al-Hikam Allah SWT menciptakan alam sedemikian sempurnanya dan semua itu pada dasarnya adalah untuk kepentingan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ada banyak kisah di Al-Quran dan Hadist yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kita untuk menyayangi satwa. termasuk didalamnya adalah satwa yang merupakan bagian dari alam. menunjukan bahwa Islam sangat peduli terhadap pelestarian spesies.

Pemburuan dan Perdagangan Satwa __________________________ 1. Kewajiban patuh terhadap Peraturan Pemerintah ___________________ BAB III Pandangan Islam Yentang Beberapa Bentuk Pemanfaatan Satwa _____ A. Adu Satwa ________________________________________________ BAB IV Penutup _____________________________________________________ Daftar Pustaka _______________________________________________________ Lampiran ___________________________________________________________ i ii 1 1 5 5 7 11 15 19 19 19 24 26 26 27 30 32 38 42 46 47 47 48 48 51 56 58 60 Islam Peduli Terhadap Satwa iii .Daftar Isi Sampul Luar Halaman Judul Pengantar Penerbit ____________________________________________________ Kata Pengantar PesantrenAl-hikam _______________________________________ BAB I Pendahuluan ________________________________________________ Pengetahuan Umum Tentang Satwa Liar ____________________________ BAB II Pandangan Umum Islam terhadap Satwa danAlam _________________ A. Pemburuan Satwa Langka __________________________________ 2. Pemeliharaan Satwa langka untuk Hobby dan Pemeliharaan Satwa ternak ________________________ Bagaimana Cara untuk Memelihara Binatang? _____________________ Pemeliharaan Satwa Ternak ___________________________________ Penyembelihan Satwa Ternak __________________________________ D. Pemanfaatan Satwa untuk Sirkus (Pertunjukan Satwa) ___________ Pelatihan Gajah ____________________________________________ Pelatihan Harimau __________________________________________ Pelatihan Burung ___________________________________________ Pelatihan Lumba-Lumba _____________________________________ E. Pemanfaatan Satwa _________________________________________ B. Memanfaatkan Satwa langka untuk Bahan Pengobatan ___________ Haram Menggunakan obat dari sesuati yang haram dikonsumsi ________ Halal/diperbolehkan menggunakan sesuatu yang haram _____________ C. Hukum Jual-Beli Satwa Langka yang Dilindungi ________________ B. Islam Melarang Menyakiti Satwa/binatang _______________________ KeseimbanganAlam ________________________________________ C.

iv Islam Peduli Terhadap Satwa .

Diperkirakan 300.5% toko obat tradisional di Indonesia menjual obat yang mengandung empedu beruang.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia. Harimau jawa juga sudah dilaporkan sudah punah. pemburu harus membunuh induk orangutan itu yang akan mempertahankan anaknya sampai mati. termasuk satwa liar yang tinggi. Jika tidak ada upaya untuk menyelamatkannya maka spesies tersebut akan benar-benar punah dari alam. seperti halnya harimau bali yang benar-benar telah punah sejak tahun 70-an. Sebanyak 45% ikan di dunia hidup di perairan Indonesia. Daftar spesies baru yang ditemukan di Indonesia itu akan terus bertambah. Sebanyak 40% satwa liar yang diperdagangkan mati akibat proses penangkapan yang menyakitkan. Indonesia nomer satu dalam hal kekayaan mamalia (515 jenis) dan menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung. Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam. Masih banyak tempat di Indonesia seperti Papua yang belum terdata dengan lengkap daftar spesies satwa maupun tumbuhannya.BAB I Pendahuluan Pengetahuan Umum Tentang Satwa di Indonesia Indonesia mempunyai kekayaan keanekaragaman hayati. Untuk menangkap seekor bayi orangutan. walaupun luas Indonesia hanya 1. dan telapak tangannya untuk sup. Meskipun kaya. meski beberapa peneliti menyebutkan masih tersisa beberapa ekor di Taman Nasional Merubetiri Banyuwangi. pengangkutan yang tidak memadai. Berbagai jenis satwa dilindungi dan terancam punah masih diperdagangkan secara bebas di Indonesia. seiring dengan intensifnya penelitian atau eksplorasi alam. Survey ProFauna pada tahun 2001 menunjukan bahwa 64. 28 jenis reptil. bagian tubuh beruang lainya yang sering dijual adalah cakar. bukan hasil penangkaran. Faktor utama yang mengancam punahnya satwa liar tersebut adalah berkurang atau rusaknya habitat mereka dan perburuan untuk diperdagangkan. 114 jenis burung. Islam Peduli Terhadap Satwa 1 . namun Indonesia dikenal juga sebagai negara pemilik daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah.3% dari luas daratan dunia. Ketika ada seekor bayi orangutan yang dijual di pasar maka sedikitnya ada satu orangutan mati yang mati di tangan pemburu. Kini perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar di Indonesia. Selain empedu. Saat ini jumlah satwa liar yang terancam punah adalah 147 jenis mamalia. Sebagai contoh. taring. kebanyakan orangutan yang diperdagangkan adalah masih bayi. 91 jenis ikan dan 28 jenis invertebrata (IUCN). Contoh lain dalam perdagangan satwa adalah perdagangan beruang madu hidup dan bagian-bagian tubuhnya yang saat ini masih banyak terjadi di Indonesia. kandang sempit dan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan satwa.

Kita patut mencermati bahwa umat Nabi Muhammad saw itu tidak hanya terbatas pada manusia saja. semua binatang. Satwa sirkus itu menjalani kerja paksa mencari uang dan tinggal di tempat-tempat pengap dan sempit. kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”. Hampir semua satwa yang dipelihara diletakkan dalam kandang yang tidak sesuai dengan kebutuhan satwa itu. Namun ketika dipelihara oleh manusia. soto. tumbuhan dan benda-benda tak hidup juga termasuk sebagai umat Nabi Muhammad.Maraknya perdagangan satwa liar itu disebabkan oleh faktor lemahnya penegakan hukum tentang konservasi sumber daya alam hayati dan juga masih lemahnya kesadaran masyarakat akan konsevarsi satwa. Burung butuh terbang bukan hanya meloncat. dan bahkan juga diajari merokok. Orangutan di alam memakan daun. Satwa mempunyai kebutuhan makan yang berbeda. Elang butuh melayang bukan hanya sekedar terbang sejauh 3 atau 10 meter. Dengan demikian. FirmanAllah dalam suratAl-An'am ayat 38 menyebutkan: ‫ْء‬ َ ‫ٍء ِ ُ َ َ ِ ﱠ َ ٌء ْء ُ ْء َ ﱠ‬ ‫َ ﻣﺎ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ ﻓِﻲ اﻷَ ْء ِ َ ﻻ َﺎﺋِﺮ َﻄ ﺮ ﺑِﺠﻨَﺎﺣ ْءﻪ إِﻻ أُﻣﻢ أَﻣﺜَﺎﻟُﻜﻢ ﻣﺎ ﻓَﺮ ْءﻨَﺎ ﻓِﻲ اﻟﻜﺘَﺎب‬ ‫َ ِ ْء ٍء‬ ِ ِ ‫ْء‬ َ‫ﻣﻦ ﺷﻲٍء ﺛُﻢ إِﻟ‬ ُ َ َ‫ِ ْء َ ْء ﱠ ﻰ َ ﺑﱢ ِﻢ ُﺤْء ﺸﺮ ن‬ ‫ْء‬ “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya. selama bertahun-tahun.(QSAl-An'am: 38) 2 Islam Peduli Terhadap Satwa . Ini adalah perilaku alami yang tidak mudah dipenuhi jika siamang itu berada dalam sangkar. Jika sudah tidak produktif lagi. namun juga seluruh semesta alam. Sebenarnya hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahwa perdagangan dan kepemilikan satwa dilindungi itu dilarang (pasal 21). Selain itu. Di alam siamang dan owa terbiasa bergelayut dari dahan yang satu ke dahan lainnya. buah dan juga serangga. adapula satwa yang dijadikan pekerja sirkus. sate. maka dengan mudahnya satwa itu akan ditelantarkan atau bila perlu dibunuh dan mereka akan mencari satwa yang muda lagi. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al Kitab. hingga ajalnya tiba. Siamang atau owa butuh tempat bergelayut yang tidak cukup hanya ada sebatang besi atau kayu di dalam kandangnya. orangutan itu diberi makan nasi. Walaupun demikian. Sebagian besar (90%) satwa yang dipelihara manusia tidak mendapatkan makanan yang sesuai dengan kebutuhan alami satwa. Pelanggar dari ketentuan tersebut dapat dikenakan pidana penjara 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta (pasal 20). melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. sebagian masyarakat masih gemar membeli dan memelihara satwa liar di rumah mereka.

baik itu makhluk tidak bernyawa seperti air. Islam Peduli Terhadap Satwa 3 .Manusia tidak bisa menyombongkan diri sebagai makhluk yang memiliki derajat paling tinggi karena derajat itu bergantung pada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya. bebatuan. pohon-pohon dan tanaman serta hewan-hewan baik jinak maupun liar. Ada banyak FirmanNya dan sunnah-sunnah Rasul sebagai landasan kita untuk menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kita terhadap semua makhluk. (QSAn-Nur: 41) Dari kedua ayat di atas. Dua ayat di atas bisa sebagai awal untuk mengkaji pandangan Islam terhadap satwa atau binatang. tanah. gunung-gunung juga kepada makhluk hidup seperti sesama manusia. Dalam ayat lain juga dijelaskan bahwa bukan hanya manusia tetapi seluruh makhluk di muka bumi ini beribadah menurut caranya masing-masing seperti yang disunnahkan olehAllah SWT sebagaimana firmanNya: ‫ِ َ اﻟﻄﱠ ْءﺮ ﺻﺎﻓﱠﺎ ٍء ﻛﻞ ﻗَﺪ ﻋﻠِﻢ‬ َ ُ َ َ ‫ُ ﱞ ْء‬ ‫ْء‬ ‫أَﻟَﻢ ﺗَﺮ أَن ﷲَ ُﺴﺒﱢﺢ ﻟَﻪُ ﻣﻦ ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ اﻷَ ْء‬ ُ َ ‫ْء َ ﱠ ﱠ‬ َ‫ﱠ‬ َ ََ َ‫ﺻﻼﺗَﻪُ َ ﺗَﺴﺒِ ﺤﻪُ َ ﷲُ ﻋﻠِ ﻢ ﺑِﻤﭼﺎ َﻔﻌﻠُﻮن‬ َ ‫ﱠ َ ٌء َ ْء‬ َ ‫ْء‬ “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. melakukan pengerusakan terhadap alam dan mendzalimi mahluk hidup lainnya. Dan bentuk kepedulian Islam terhadap alam dan binatang tidak terbatas dengan kedua ayat tersebut. dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”. jelaslah bahwa tidak ada alasan lagi bagi kita (manusia) untuk bertindak semena-mena.

Photo by Rosek Nursahid/ProFauna 4 Islam Peduli Terhadap Satwa .

namun perlu pemanfaatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit. dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” QS: Lukman ayat 20: ‫ْء‬ ‫أَﻟَﻢ ﺗَﺮ ْء ا أَن ﷲَ ﺳﺨﺮ ﻟَﻜﻢ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻷَ ْء ِ َ أَﺳﺒَﻎ ﻋﻠَ ْءﻜﻢ ﻬﻧِﻌﻤﭼﻪُ َﺎﻫﺮةًء‬ َ ِ َ ‫ْء‬ َ َ ‫ْء َ َ ُ ْء‬ َ َ‫ﱠ‬ َ ‫ﱠ ﱠ َ ﱠ َ ُ ْء‬ ‫َ ﺑَﺎ ِ ﻨَﺔًء َ ﻣﻦَ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻣﻦ ُﺠﺎ ِ ُ ﻓِﻲ ﷲِ ﺑِﻐ ْءﺮ ﻋﻠْء‬ ‫ﱠ‬ َ ‫ٍء‬ ‫َ ِ ِ ﻢ َ ﻻ ﻫُﺪًءى َ ﻻ ﻛﺘَﺎب ﻣﻨِ ﺮ‬ َ ‫َ ْء‬ ِ ‫َ ِ ٍء ُ ٍء‬ “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Berkaitan erat dengan hal tersebut diatas. manusia juga harus bertanggungjawab dan tetap memeliharanya. Terdapat beberapa ayatAl-Qur'an yang menjadi dalil tentang hal tersebut diantaranya: QS:Al-Baqarah ayat 29: ‫ِ ﺟﻤﭼ ﻌًءﺎ ﺛُﻢ اﺳﺘَﻮى إِﻟَﻰ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء ﻓَﺴﻮاﻫُﻦ ﺳﺒﻊ ﺳﻤﭼﻮا ٍء‬ ِ َ َ َ َ َ ‫ﱠ َ ِ َ ﱠ ﱠ َ ْء‬ َ ‫ﱠ ْء‬ ‫ْء‬ ‫ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﺧﻠَﻖ ﻟَﻜﻢ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ َ ‫َ ِ َ َ ُ ْء‬ ‫َ ﻫُﻮ ﺑِﻜﻞﱢ ﺷﻲٍء ﻋﻠِ ﻢ‬ ‫َ ُ َ ْء َ ٌء‬ “Dia-lah Allah.BAB II Pandangan Umum Islam Terhadap Satwa DanAlam A. dan juga karena manusia mempunyai wewenang untuk memanfaatkan hasil bumi serta segala sesuatu yang hidup di atasnya seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang yang telah disediakan secara gratis oleh Allah SWT. Pemanfaatan Satwa Manusia sebagai pemimpin di bumi “Kholifatul Fi al-Ardhi” mempunyai beberapa wewenang dan tanggung jawab yang diberikan oleh Allah SWT. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan” Islam Peduli Terhadap Satwa 5 . maka manusia mempunyai hak untuk memanfaatkannya. Nabi dan Rasul sebagai penyampai risalah dari Allah SWT mempunyai misi agar seluruh umat manusia bisa mempergunakan wewenang tersebut dengan benar dan memberikan informasi bahwa wewenang mereka akan dimintai pertanggungjawaban kelak di yaumil akhir (hari kiamat). Namun yang perlu diingat adalah. Pemanfaatan tersebut bukan berarti bahwa manusia boleh memanfaatkan sekehendak hatinya.

Kerusakan itu bermakna luas. Allah sebagai pemilik tunggal bumi (dan seluruh alam semesta) mengizinkan kita mendayagunakan bumi dan seluruh isinya secara maksimal. Khalifah dapat bermakna sebagai “pengganti”. menjaga serta mengelola bumi ini beserta isinya. Artinya demi kelangsungan dan kepentingan kita sebagai manusia.45:13 َ َ ‫ِ ْء ﱠ‬ ‫ِ ﺟﻤﭼ ﻌًءﺎ ﻣﻨﻪُ إِن ﻓِﻲ َ ﻟِﻚ ﻵَ َﺎ ٍء ﻟِﻘَﻮْء م‬ ِ َ ‫ٍء‬ ‫ْء‬ ‫ﺳﺨﺮ ﻟَﻜﻢ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ َ َ‫ﱠ‬ َ ‫َ ﱠ َ ُ ْء‬ ُ ‫ﱠ‬ َ‫َﺘَﻔَﻜﺮ ن‬ “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya.Q. karena dari semua makhluk Allah yang dapat membuat kerusakan adalah manusia. Jika manusia menjaga. Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan yang jelas yaitu agar ia menjadi khalifah di bumi ini. mengelola dan memanfaatkan bumi dan segala isinya dengan kasih sayang niscaya akan tercipta kedamaian dan keseimbangan. Manusia diberi tanggung jawab agar memelihara.Al-Jasiyah.S. maka segala kebijakan dan tindakan kita juga sesuai dengan sifat-sifat Allah. (sebagai rahmat) daripada-Nya. yaitu pengganti Allah di muka bumi. Namun demikian Allah SWT juga melarang manusia untuk membuat kerusakan di muka bumi ini. ‫ْء‬ ‫َ َﺮ اﻟﻔَﺴﺎ ُ ﻓِﻲ اﻟﺒَﺮﱢ َ اﻟﺒَﺤْء ﺮ ﺑِﻤﭼﺎ ﻛﺴﺒَﺖ أَ ْءﺪي اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻟِ ُﺬ ﻘَ ُﻢ ﺑَﻌْءﺾ اﻟﱠﺬي ﻋﻤﭼﻠُﻮا ﻟَﻌﻠﱠ ُﻢ‬ ‫َ ْء‬ ‫ِ ْء‬ َ ‫َ ْء‬ َِ ِ َ ِ ‫ْء ِ َ َ َ ْء‬ َ‫َﺮْء ﺟﻌُﻮن‬ ِ 6 Islam Peduli Terhadap Satwa . salah satunya ArRahman. penuh kasih sayang. …ِ ‫ْء‬ َ ‫َ ِ َ َ ُ ْء‬ ‫ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﺟﻌﻠَﻜﻢ ﺧَﻼﺋِﻒَ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi…” (QS Fatir: 39) Dalam Tafsir al-Qurthuby. Sebagai pengganti Allah. Hal ini mengindikasikan bahwa umat manusia adalah pengatur bumi sebagai pengganti Allah. namun juga kerusakan alam semesta beserta isinya (termasuk satwa di dalamnya). Salah satu dari hak tersebut adalah hak untuk memanfaatkan tumbuhtumbuhan dan hewan. Allah telah dengan jelas dan tegas melarang perusakan terhadap bumi dan alam semesta ini dengan berkali-kali menegaskannya di dalam Al-Qur'an agar kita (manusia) tidak membuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” Dari beberapa ayat di atas ditinjau dari segi tafsir bil ma'sur maupun tafsir birra'yi semuanya membenarkan terhadap kenyataan bahwa sesungguhnya manusia berhak memanfaatkan semua yang diciptakan Allah SWT selama untuk kemaslahatan umat manusia. bukan hanya kerusakan bumi secara fisik.

sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Ajaran Islam untuk menyayangi satwa itu bisa dilihat dari hadist/riwayat/kisah sebagai berikut: ‫ٍء ْء َ ُ ْء ِ َ ٍء ْء ُ َ ﱠٍء ْء‬ ‫َﱠ‬ ‫َﱠ‬ َ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ ﺑَﻜﺮ ﺑْءﻦُ أَﺑِﻲ ﺷ ْءﺒَﺔَ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ ﺧَﺎﻟِﺪ اﻷَﺣْء ﻤﭼﺮ ﻋَﻦ ﻫﺸﺎم ﻋَﻦ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﻋَﻦ أَﺑِﻲ‬ ِ ‫ْء‬ ‫ْء‬ َ ُ‫ﻫُﺮ ْءﺮةَ ﻋَﻦ اﻟﻨﱠﺒِﻲ ﺻﻠﱠﻰ ﷲُ ﻋﻠَ ْءﻪ َ ﺳﻠﱠﻢ أَن اﻣﺮأَةًء ﺑَﻐ ًًّءﺎ َ أَ ْء ﻛ ْءﻠﺒًءﺎ ﻓِﻲ َﻮْء م ﺣﺎ ﱟ ُﻄ ﻒ‬ َ ‫ٍء‬ َ ‫ﱠ َ ِ َ َ ﱠ ْء‬ َ ‫ﱢ‬ َ َ ِ ِ ‫ْء ٍء ْء َ َ ِ ْء ْء َ ِ َ ْء‬ ‫ﺑِﺒِﺌﺮ ﻗَﺪ أَ ْء ﻟَﻊ ﻟِﺴﺎﻬﻧَﻪُ ﻣﻦ اﻟﻌﻄَﺶ ﻓَﻨَﺰﻋَﺖ ﻟَﻪُ ﺑِﻤﭼﻮﻗِ َﺎ ﻓَﻐﻔِﺮ ﻟَ َﺎ‬ َ ُ ُ Hadist ini menceritakan tentang kisah seorang wanita yang diampuni dosa-dosanya karena telah memberikan minum kepada seekor anjing yang kehausan. Islam mengajarkan dalam pemanfaatan satwa itu tidak diperbolehkan menyakiti binatang. Kisah Nabi-Nabi terdahulupun mencerminkan bahwa Islam sangat peduli dan memiliki kasih sayang terhadap binatang. manusia dan manusia. ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya. dan Allah tidak menyukai kebinasaan”. Islam Melarang Menyakiti Satwa/binatang Islam pada dasarnya adalah agama yang mengatur hubungan antara manusia dan Allah. ‫ﱠ‬ َ َ‫ِ ﺑَﻌﺪ إِﺻْء ﻼَﺣ َﺎ َ ا ْء ﻋُﻮ ُ ﺧﻮْء ﻓﺎ ًء َ َﻤﭼﻌﺎ ًء إِن َ ﺣْء ﻤﭼﺖَ ﷲِ ﻗَﺮ ﺐٌء ﻣﻦ‬ َ ‫ْء‬ ِ ‫ﱢ‬ َ َ ِ ًّ ُ ِ ‫ْء‬ ‫َ ﻻَ ﺗُﻔﺴﺪ ْءا ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ َ‫اﻟﻤﭼﺤْء ﺴﻨِ ﻦ‬ ِ ُ ‫ْء‬ “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QSAl-Baqarah: 205) B. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QSAr-Ruum: 41) Hanya terdapat dua pengklasifikasian jalan hidup manusia yaitu.“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. tentunya kedua pengklasifikasian inilah yang telah diisyaratkanAllah bahwa rusaknya bumi itu karena ulah manusia. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. serta antara manusia dan makhluk hidup lainnya. shirathal mustaqim dan shirathal maghdub/shirathal dhallin. Islam juga mengajarkan untuk menyayangi satwa. Islam Peduli Terhadap Satwa 7 . Di dalam Al-Qur'an terdapat kisah populer tentang Nabi Sulaiman yang peduli semut. dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak. (QSAl-A'raf: 56) ‫ْء َ ِ ﱡ ْء‬ ‫ِ َ ﱡ‬ ‫َ ﻣﻦَ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻣﻦ ُﻌْءﺠﺒُﻚ ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ ﻓِﻲ اﻟﺤ َﺎة اﻟﺪﻬﻧ َﺎ َ ُﺸ ِﺪ ﷲَ ﻋﻠَﻰ ﻣﺎ ﻓِﻲ ﻗَ ْءﻠﺒِﻪ َ ﻫُﻮ أَﻟَﺪ‬ َ ِ ِ َ َ ًّ ُ ‫ْء‬ َ ‫اﻟﺨﺼﺎم‬ ِ َ ِ ‫ْء‬ “Dan apabila ia berpaling (dari kamu).

” ( ‫.w tentang kejadian pada jaman nabi terdahulu. َ ﺣُﺸﺮ ﻟِﺴﻠَ ْءﻤﭼﺎنَ ﺟﻨُﻮ ُ ُ ﻣﻦَ اﻟﺠﻦﱢ َ اﻹﻬﻧﺲ َ اﻟﻄﱠ ْءﺮ ﻓ‬ ‫ِ ُﻢ‬ ُ ‫ْء‬ ُ ِ َ ُ َ ِ ِ ُ‫ُﻮزﻋﻮنَ . dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh’(19).” Dalam ajaran Islam (syariah) mengenai hak asasi satwa disebutkan secara detail dan jelas.” (QSAn-Naml: 16-19) Dikisahkan bahwa kemudian Sulaiman dan tentaranya berhenti agar para semut masuk ke dalam sarangnya. dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin. karena beliau tak ingin menginjak seekorpun agar tidak melukai semut-semut itu. masuklah ke dalam sarangsarangmu. sedangkan mereka tidak menyadari’ (18). Karena kejadian ini Allah memperingatkan nabi tersebut dalam firmanNya: ‘hanya karena seekor semut engkau membakar semua komunitas yang menyembahKu’. hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: ‘Hai semut-semut. manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) (17).‫ِ ْء ُ َ ْء ﱠ‬ ‫َ َ ِث ﺳﻠَ ْءﻤﭼﺎنُ َا ُ َ َ ﻗَﺎ َ َﺎ أَ ﱡ َﺎ اﻟﻨﱠﺎ ُ ﻋﻠﱢﻤﭼﻨَﺎ ﻣﻨﻄﻖ اﻟﻄﱠ ْءﺮ َ أُ ﺗِ ﻨَﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﺷﻲٍء إِن‬ َ ِ ‫ُ ْء َ ْء‬ َ ُ َ ِ ‫ِ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ‫َ َ ْء‬ ‫ْء‬ َ‫ﻫَﺬا ﻟَ ُﻮ اﻟﻔَﻀْء ﻞ اﻟﻤﭼﺒِ ﻦُ . seperti kisah dibawah ini: ‫أﺧﺮﺟﻪ اﻟﺒﺨﺎ ي ﻣﻦ ﺣﺪ ﺚ ﻣﺎﻟﻚ ﻋﻦ أﺑﻲ اﻟﺰﻬﻧﺎ ﻋﻦ اﻷﻋﺮ ﻋﻦ أﺑﻲ ﻫﺮ ﺮة أن‬ ‫ﺳﻮ ﷲ }ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ{ﻗﺎﻟﻨﺰ ﻬﻧﺒﻲ ﻣﻦ اﻷﻬﻧﺒ ﺎٍء ﺗﺤﺖ ﺷﺠﺮة ﻓﻠﺪﻏﺘﻪ ﻬﻧﻤﭼﻠﺔ ٌء‬ ‫ﱞ‬ ‫ﻓﺄﻣﺮ ﺑﺠ ﺎز ﻓﺄﺧﺮ ﻣﻦ ﺗﺤﺘ ﺎ ﺛﻢ أﻣﺮ ﺑﺒ ﺘ ﺎ ﻓﺄﺣﺮ ﺑﺎﻟﻨﺎ ﻓﺄ ﺣﻰ ﷲ ﻋﺰ ﺟﻞ‬ ‫إﻟ ﻪ ﻓ ﻼ ﻬﻧﻤﭼﻠﺔ ًء اﺣﺪة‬ “Abu Hurayrah menceritakan seperti yang dikisahkan Rasulullah s. agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya.)ﻻ ﺿﺮ ﻻ ﺿﺮا‬ 8 Islam Peduli Terhadap Satwa . ﻓَﺘَﺒَﺴﻢ ﺿﺎﺣﻜﺎ ﻣﻦ ﻗَﻮْء ﻟِ َﺎ َ ﻗَﺎ َ َ بﱢ‬ ‫ْء‬ َ ‫ِ ْء‬ َ ‫َ ﱠ‬ َ َ ‫ْء ْء ُ َ ْء‬ َ َ َ َ ‫َ ﱠ ْء ْء‬ ‫ْء َ ْء‬ ُ ‫أَ ْء زﻋﻨِﻲ أَن أَﺷﻜﺮ ﻬﻧِﻌﻤﭼﺘَﻚ اﻟﱠﺘِﻲ أَﻬﻧﻌﻤﭼﺖَ ﻋﻠَﻲ َ ﻋﻠَﻰ َ اﻟِﺪي َ أَن أَﻋﻤﭼﻞ ﺻﺎﻟِﺤًءﺎ ﺗَﺮْء ﺿﺎ‬ ‫َ أَ ْء ﺧﻠْء‬ َ‫ِ ﻨِﻲ ﺑِﺮﺣْء ﻤﭼﺘِﻚ ﻓِﻲ ﻋﺒَﺎ ِ َ اﻟﺼﱠﺎﻟِﺤ ﻦ‬ َ َ َ ِ ِ “Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata'(16). Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: ‘Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai.a.Ada seorang nabi yang disengat semut dan dengan marah sang nabi memerintahkan untuk membakar semua sarang semut. Pada kasus sarang semut di atas. hukum yang berlaku adalah sebagai berikut: “Kerusakan atau perusakan karena dendam akibat terkena kerusakan adalah dilarang. Dan Islam juga mengutuk terhadap perbuatan keji kepada binatang. dan dia berkata: 'Hai Manusia. ﺣﺘﱠﻰ إِ َ ا أَﺗَﻮْء ا ﻋﻠَﻰ َ ا ِ اﻟﻨﱠﻤﭼﻞ ﻗَﺎﻟَﺖ ﻬﻧَﻤﭼﻠَﺔٌء َﺎ أَ ﱡ َﺎ اﻟﻨﱠﻤﭼﻞ ا ْء ﺧﻠ‬ ُ َ ‫ْء ُ ُ ﻮا ﻣﺴﺎﻛﻨَﻜﻢ ﻻ‬ َ ‫َ َ ِ ُ ْء‬ ‫ْء ْء‬ َ ِ ‫ْء‬ ‫ﱠ َ َ ِ ًء ِ ْء‬ ُ ُ ‫ِ َ ُ ْء‬ ُ ُ ‫ْء‬ ‫َﺤْء ﻄﻤﭼﻨﱠﻜﻢ ﺳﻠَ ْءﻤﭼﺎنُ َ ﺟﻨُﻮ ُ ُ َ ﻫُﻢ ﻻ َﺸﻌﺮ نَ . kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu.

w. telah mencoba pendekatan ala 'ganjaran dan pahala' dalam hadist berikut ini: ‫ﺣ ﺛﻬﻧﺎ ﺳﻣﺎﻋلﺎﻳر ﻗﺎ ﺣ ﺛﻬﻧﻲ ﻣﺎﻟك ﻋ ﻬﻧﺎﻓﻊ ﻋ ﻋﺑ ﷲ ﺑ ﻋﻣلﺎﻳر‬ ‫لﺎﻳرﺿﻲ ﷲ ﻋﻬﻧﻬﻣﺎ لﺎﻳرﺳ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠلﺎﻳرﻪ ﺳﻠ ﻗﺎ ﻋذﺑت‬ ‫ﻣلﺎﻳر ﻟﻬﻧﺎلﺎﻳر ﻓﻲ لﺎﻳر ﺣﺑﺳﺗﻬﺎ ﺣﺗﻰ ﻣﺎﺗت ﺟ ﻋﺎ ﻓ ﺧﻠت ﻓلﺎﻳرﻬﺎ ﻟﻬﻧﺎلﺎﻳر‬ ‫ﻗﺎ ﻓﻘﺎ ﷲ ﻋﻠ ﻻ ﻬﻧت ﻌﻣﺗﻬﺎ ﻻ ﺳﻘلﺎﻳرﺗﻬﺎ ﻻ ﻬﻧت لﺎﻳرﺳﻠﺗﻬﺎ‬ « ‫ﻓﺄﻛﻠت ﻣ ﺧﺷﺎش ﻷلﺎﻳرض‬ “Nabi berkata pada para sahabatnya tentang seorang wanita yang akan masuk neraka karena telah mengurung seekor kucing. lebah. dan juga tidak melepaskannya agar kucing itu bisa mencari makan sendiri” (Hadist ini tercatat pada hampir semua kumpulan hadist yang sah. Bahkan Rasulullah s.Dalam hadits shahih menurut Ibnu Hibban yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud. burung hudhud.a.” “Mishkāt Al-Masābīh” yang dikutip dari Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa: 'Suatu perbuatan baik yang dilakukan kepada hewan sama saja dengan perbuatan baik terhadap manusia.) Al-Imam Bukhori dalam kitabnya. tidak memberinya makan. Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam melarang membunuh empat macam binatang yaitu: semut. dan burung shurad (sejenis burung pipit). ‫َﱠ‬ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻗُﺘَ ْءﺒَﺔُ ﺑْءﻦُ ﺳﻌ ﺪ ﻋَﻦ ﻣﺎﻟِﻚ ﺑْءﻦ أَﻬﻧَﺲ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﻗُﺮئ ﻋﻠَ ْءﻪ ﻋَﻦ ﺳﻤﭼﻲ ﻣﻮْء ﻟَﻰ أَﺑِﻲ ﺑَﻜﺮ‬ َ ‫َ ِ ٍء ْء َ ِ ِ ٍء َ ِ َ َ ِ ْء ُ َ ﱟ‬ ‫ْء ٍء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ٍء ﱠ ﱠ ِ ْء‬ ‫ْء‬ ‫َ َ ﱠ‬ َ‫ﻋَﻦ أَﺑِﻲ ﺻﺎﻟِﺢ اﻟﺴﻤﭼﺎن ﻋَﻦ أَﺑِﻲ ﻫُﺮ ْءﺮةَ أَن َ ﺳُﻮ َ ﷲِ ﺻﻠﱠﻰ ﷲُ ﻋﻠَ ْءﻪ َ ﺳﻠﱠﻢ ﻗَﺎ َ ﺑَ ْءﻨ‬ ‫ﻤﭼﺎ‬ َ َ َ َ ِ َ ‫َ َ َ ْء‬ َ ‫َ ﺟﻞ َﻤﭼﺸﻲ ﺑِﻄَﺮ ﻖ اﺷﺘَﺪ ﻋﻠَ ْءﻪ اﻟﻌﻄَﺶُ ﻓَﻮﺟﺪ ﺑِﺌﺮًءا ﻓَﻨَﺰ َ ﻓِ َﺎ ﻓَﺸﺮب ﺛُﻢ ﺧﺮ َ ﻓَﺈِ َ ا‬ َ ‫ِ ٍء ْء ﱠ َ ِ ْء‬ َ َ ‫َ ِ َ ﱠ‬ ِ ‫ُ ٌء ْء‬ َ ‫ﻛ ْءﻠﺐٌء َ ْءﻠ َﺚ َﺄْءﻛﻞ اﻟﺜﱠﺮى ﻣﻦ اﻟﻌﻄَﺶ ﻓَﻘَﺎ َ اﻟﺮﺟﻞ ﻟَﻘَﺪ ﺑَﻠَﻎ ﻫَﺬا اﻟﻜ ْءﻠﺐ ﻣﻦ اﻟﻌﻄَﺶ ﻣﺜﻞ‬ ُ ‫ﱠ ُ ُ ْء َ َ ْء َ َ ِ ْء ْء َ ِ ِ ْء‬ َ ‫ُ ُ ُ َ ِ ْء ْء‬ ِ ‫اﻟﱠﺬي ﻛﺎنَ ﺑَﻠَﻎ ﻣﻨﱢﻲ ﻓَﻨَﺰ َ اﻟﺒِﺌﺮ ﻓَﻤﭼﻸَ ﺧﻔﱠﻪُ ﻣﺎٍء ﺛُﻢ أَﻣﺴﻜﻪُ ﺑِﻔِ ﻪ ﺣﺘﱠﻰ َ ﻗِﻲ ﻓَﺴﻘَﻰ اﻟﻜﻠْء‬ َ ‫ْء‬ َ َ ‫َ ْء ْء َ َ َ ُ َ ًء ﱠ ْء‬ َ ِ َ ‫ﺐ‬ َ َ َ َ ِ ِ ‫ﱠ‬ ‫ََ َ ﱠ‬ َ ِ ‫ِ ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﻓَﺸﻜﺮ ﷲُ ﻟَﻪُ ﻓَﻐﻔَﺮ ﻟَﻪُ ﻗَﺎﻟُﻮا َﺎ َ ﺳُﻮ َ ﷲِ َ إِن ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻫَﺬ ِ اﻟﺒَ َﺎﺋِﻢ ﻷَﺟْء ﺮًءا ﻓَﻘَﺎ َ ﻓِﻲ ﻛﻞ‬ ‫ُ ﱢ‬ َ َ ‫ﻛﺒِﺪ َ ْء‬ ‫ٍء ٌء‬ ‫َ ٍء ﺒَﺔ أَﺟْء ﺮ‬ “Nabi berkata pada para sahabatnya tentang seorang petani penggarap yang diberkahi oleh Allah karena telah menyelamatkan nyawa seekor anjing dengan memberi anjing tersebut air minum untuk menghilangkan rasa haus” “Rasulullah saw ditanya apakah beramal kepada satwa akan memperoleh pahala dari Allah? Beliau menjawab: 'Ya. ada pahalanya bagi yang beramal kepada binatang yang masih hidup. Islam Peduli Terhadap Satwa 9 . sedangkan kekejaman kepada hewan sama artinya dengan kekejaman kepada manusia' dan juga 'Perbuatan baik kepada binatang akan dijanjikan pahala di akhirat nantinya.

terus memberi minum pada anjing tersebut.w.w. Tetapi yang ingin kami garis bawahi di sini adalah bahwa penciptaan satwa memperoleh tempat yang menonjol dalam firman-firmanNya. bersabda: Pada suatu ketika ada seorang lelaki berjalan di suatu jalan. menjawab: "Dalam setiap hati yang basah . sehingga ia keluar dari sumur tadi. hampir saja ia mati karena kehausan. Orang itu berkata dalam hati. Tujuan sebenarnya dari perintah yang diulang-ulang dalam Al-Qur'an adalah untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang hakekat Allah sebagai Sang Pencipta alam semesta.pada golongan binatang?" Beliau s.maksudnya setiap sesuatu yang hidup yang diberi makan minum . ia sangat merasa haus." (Muttafaq 'alaih) Dalam sebuah riwayat dari Imam Bukhari disebutkan demikian: "Allah lalu berterima kasih pada orang tersebut.makan minum . Al Qur'an berbicara tentang proses penciptaan dan menyebutkan bahwa makhluk ciptaan Allah diciptakan berpasang-pasangan. Wanita itu lalu melepaskan sepatunya kemudian mengambilkan air untuk anjing tadi dan meminumkan air itu padanya. kemudian memegang sepatu itu pada mulutnya.Dalam kitab Riyadus Shalihin. apakah sebenarnya kita juga memperoleh pahala dengan sebab memberi . KeseimbanganAlam Semua sumber ajaran Islam. elemen-elemen bumi. Abu Hurairah r. Hadist di atas mengandung suatu anjuran supaya kita semua berbuat baik terhadap binatang. Allah berterima kasih pada orang tadi dan memberikan pengampunan padanya. Tiba-tiba ada seekor anjing mengulur-ulurkan lidahnya sambil makan tanah karena hausnya. Al Qur'an yang mengandung banyak ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk mempelajari alam – sistem tata surya. serta flora dan fauna.a. Ternyata berbuat baik terhadap binatang juga mendapatkan pahala.perempuan . tiba-tiba ada seorang pezina . Beberapa diantaranya adalah: Dalam berbagai ayat. Menurut kitab 10 Islam Peduli Terhadap Satwa . "Niscayalah anjing ini telah sampai pada kehausan sebagaimana yang telah sampai padaku tadi".a. Setelah itu iapun keluarlah. kemudian turun di dalamnya terus minum. lalu menemukan sebuah sumur. maka dengan perbuatannya itu diampunilah wanita tersebut." Dalam riwayat lain dari Bukhari dan Muslim disebutkan pula: "Pada suatu ketika ada seekor anjing berputar-putar di sekitar sebuah sumur.dari golongan kaum pelacur Bani Israil melihatnya. Iapun turun lagi ke dalam sumur lalu memenuhi sepatu khufnya dengan air. lalu memasukkannya ke dalam syurga. kemudian memberikan pengampunan padanya.ada pahalanya. menceritakan bahwa Rasulullah s. memberikan dasar yang kuat pada ilmu alam dengan tujuan untuk memahami kehidupan." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah.a. terutama Al Qur'an.

Ayat-ayat berikut menggarisbawahi poin yang sangat penting bahwa setiap spesies diciptakan secara biologis untuk berkembang biak dengan tujuan melestarikan keturunannya sehingga makhluk hidup tersebut dapat terus memainkan peranannya di alam. dan kemampuan manusia tidak akan pernah bisa untuk menciptakan kembali spesies terebut. fakta yang sangat jelas terlihat adalah bahwa regenerasi dari spesies yang telah punah masih tergantung pada jaringan yang mengandung sel yang diciptakan oleh Allah. supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. Seandainya saja para ilmuwan berhasil melakukan terobosan itu. seperti halnya satwa. dan mereka tidak [belum] mengetahui. Kemampuan ilmiah kita dapat menyebabkan terjadinya mutasi genetik. tidak hanya kehidupan satwa. Stilus merupakan perpanjangan bakal buah yang menyempit ujungnya dan menyokong stigma. Dalam ilmu botani (ilmu yang mempelajari tumbuhan) dijelaskan bahwa stigma merupakan kepala putik yang menerima serbuk sari pada saat pembuahan. stilus (pangkal putik) dan stigma (kepala putik). tetapi kita tidak akan pernah bisa menciptakan satu buah sel pun. memiliki organ reproduksi.” (QSAz-Zariyat: 49) ‫ِ َ َ َ ُ ُ ْء‬ ‫اﻟﱠﺬي ﺟﻌﻞ ﻟَﻜﻢ اﻷَ ْء َ ﻣ ْءﺪًءا َ ﺳﻠَﻚ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﺳﺒُﻼ َ أَﻬﻧﺰ َ ﻣﻦَ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء ﻣﺎٍء ﻓَﺄَﺧﺮﺟْء ﻨَﺎ ﺑِﻪ‬ َ ‫ﱠ َ ِ َ ًء ْء‬ ‫َ َ ُ ْء‬ ِ ِ َ ‫ُ ًء ْء‬ َ ‫ْء‬ ‫ِ ْء‬ َ (٥٣) ‫أَز َ اﺟًءﺎ ﻣﻦ ﻬﻧَﺒَﺎ ٍء ﺷﺘﱠﻰ‬ Islam Peduli Terhadap Satwa 11 . َ‫ُ َ ﻣﻦ أَﻬﻧﻔُﺴ ِﻢ َ ﻣﻤﭼﺎ ﻻ َﻌﻠَﻤﭼﻮن‬ ُ ‫ِ ْء ْء ِ ْء ِ ﱠ َ ْء‬ ‫ُ ِ ﱠ ْء ُ ْء‬ ‫ِ َ َ ْء ْء‬ ‫ﺳﺒﺤﺎنَ اﻟﱠﺬي ﺧﻠَﻖ اﻷَز َ ا َ ﻛﻠﱠ َﺎ ﻣﻤﭼﺎ ﺗُﻨﺒِﺖ اﻷَ ْء‬ َ ‫ُ ْء‬ Kemuliaan pada Dia yang menciptakan nenek moyang semua makhluk hidup yang berpasang-pasangan dan tumbuh di muka bumi. yakni benang sari (jantan) dan putik (betina) – yang terdiri dari bakal buah. kitab suci ini merupakan sumber informasi ilmiah yang paling jelas. Ketika suatu spesies dimusnahkan.suci ini. sel-nya menuju keabadian-mati selamanya. Sekedar mengingatkan bahwa Al-Qur'an telah ada sejak 14 abad yang lalu. Ayat-ayat berikut menunjukkan betapa pentingnya dasar-dasar dari hukum alam dan juga pentingnya urutan kejadian suatu spesies yang tidak dapat diganggu gugat. Kita mengetahui secara ilmiah bahwa tumbuhan. Baru-baru ini beberapa ilmuwan menyatakan adanya harapan untuk menghidupkan kembali spesies-spesies yang telah punah dengan mengambil jaringan yang masih hidup pada bangkai spesies-spesies tersebut. (QS Yasin:36) (٤۹) َ‫َ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﺷﻲٍء ﺧﻠَﻘﻨَﺎ ز ْء ﺟ ْءﻦ ﻟَﻌﻠﱠﻜﻢ ﺗَﺬﻛﺮ ن‬ ُ ‫ِ ْء ُ َ ْء َ ْء َ َ ِ َ ُ ْء َ ﱠ‬ “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan. dan mereka [manusia] juga. tetapi setiap jenis tumbuhan juga diciptakan berpasangan antara jantan dan betina.

. sehingga kamu bisa berkembang biak. pahit dan manis.” (QS Luqman:10) ‫َ ِ َ ﱠ ْء‬ ‫ِ َ ْء‬ ُ ‫ِ ْء‬ ‫َ ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﻣﺪ اﻷَ ْء َ َ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ َ َ اﺳﻲ َ أَﻬﻧ َﺎ ًءا َ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ اﻟﺜﱠﻤﭼﺮا ِ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ‬ َ َ َ َ َ َ َ َ َ‫ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ ُﻐﺸﻲ اﻟﻠﱠ ْءﻞ اﻟﻨﱠ َﺎ َ إِن ﻓِﻲ َ ﻟِﻚ ﻵ‬ ‫ﱠ‬ (٣) َ‫َ َ َﺎ ٍء ﻟِﻘَﻮْء م َﺘَﻔَﻜﺮ ن‬ ُ ‫ٍء ﱠ‬ َ ِ ‫َ َ ِ ْء ِ ْء‬ ”Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya.. ialah jantan dan betina.. putih dan hitam.”.”. (QSAsy-Syura:11) ‫ْء‬ (٤٥) ‫َ أَﻬﻧﱠﻪُ ﺧﻠَﻖ اﻟﺰ ْء ﺟ ْءﻦ اﻟﺬﻛﺮ َ اﻷﻬﻧﺜَﻰ‬ َ َ‫َ َ ﱠ َ ِ ﱠ‬ “Dan Dia menciptakan berpasang-pasangan –jantan dan betina. dan membuatkan jalan-jalan di atasnya. seperti pasangan yang terdiri dari dua dan dua.”. ‫َ ِ َ ﱠ ْء‬ ‫ِ َ ْء‬ ُ ‫ِ ْء‬ ‫َ ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﻣﺪ اﻷَ ْء َ َ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ َ َ اﺳﻲ َ أَﻬﻧ َﺎ ًءا َ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ اﻟﺜﱠﻤﭼﺮا ِ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ‬ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ‫ﱠ‬ (٣) َ‫ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ ُﻐﺸﻲ اﻟﻠﱠ ْءﻞ اﻟﻨﱠ َﺎ َ إِن ﻓِﻲ َ ﻟِﻚ ﻵَ َﺎ ٍء ﻟِﻘَﻮْء م َﺘَﻔَﻜﺮ ن‬ ُ ‫ٍء ﱠ‬ َ ِ ‫َ َ ِ ْء ِ ْء‬ “Dan adalah Dia yang membentangkan bumi (tanah).” (QSAr-Ra'd: 3) Yang dimaksud berpasang-pasangan.. ayat 36-48: Ketika banjir bandang melanda dan menyapu seluruh daerah. dan mengirimkan air dari awan. dan pasangan untuk binatang ternak juga.. Aku menciptakan berbagai macam pasangan tumbuhan – masing-masing berbeda satu sama lain.“[Allah adalah Dia] Yang telah membentangkan bumi (tanah) untukmu seperti permadani. 12 Islam Peduli Terhadap Satwa . Dia telah menciptakan pasangan di antara kamu. dan dari semua buah diciptakan di atasnya. dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan. hal ini membahayakan beberapa jenis satwa dan burung karena mereka bisa punah. (QSAn-Najm:45) Cerita tentang perahu Nabi Nuh sangat terkenal. besar kecil dan sebagainya. Sehingga. Allah menutupkan malam kepada siang. Al-Qur'an menyebutkannya dalam Surat Hud.” (QS Ta ha:53) ‫ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫ﺧﻠَﻖ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ ﺑِﻐ ْءﺮ ﻋﻤﭼﺪ ﺗَﺮ ْء ﻬﻧَ َﺎ َ أَ ْءﻟﻘَﻰ ﻓِﻲ اﻷَ ْء ِ َ َ اﺳﻲ أَن ﺗَﻤﭼ ﺪ ﺑِﻜﻢ َ ﺑَﺚ ﻓِ َﺎ‬ ‫ِ َ ْء ِ َ ُ ْء‬ َ ‫َ ِ َ ٍَء‬ َ‫َ َ ﱠ‬ ‫ٍء ْء ْء‬ ‫ْء‬ ُ ‫ِ ْء‬ َ َ ‫ِ ْء ُ ﱢ‬ ‫ﱠ‬ (۱٠) ‫ﻣﻦ ﻛﻞﱢ َاﺑﱠﺔ َ أَﻬﻧﺰَﻟﻨَﺎ ﻣﻦَ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء ﻣﺎٍء ﻓَﺄ ْءَﻬﻧﺒَﺘﻨَﺎ ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞ ز ْء ٍء ﻛﺮ ﻢ‬ ‫َ ِ َ ًء‬ ِ ‫ِ ٍء‬ “Dan Aku menjadikan setiap jenis flora tumbuh berpasang-pasangan. (QSAr-Ra'd:3) ‫ْء‬ ‫ِ ْء ْء َ ِ ْء‬ ‫َ َ َ ُ ْء ِ ْء ْء ِ ُ ْء ْء‬ ‫ﻓَﺎ ِ ﺮ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ اﻷَ ْء ِ ﺟﻌﻞ ﻟَﻜﻢ ﻣﻦ أَﻬﻧﻔُﺴﻜﻢ أَز َ اﺟًءﺎ َ ﻣﻦَ اﻷَﻬﻧﻌﺎم أَز َ اﺟًءﺎ َﺬ َ ؤﻛﻢ‬ ‫ْء ُ ُ ْء‬ َ‫ُ ﱠ‬ ‫ﻓِ ﻪ ﻟَ ْءﺲ ﻛﻤﭼﺜﻠِﻪ ﺷﻲٍء َ ﻫُﻮ اﻟﺴﻤﭼ ﻊ اﻟْء‬ َ ِ ‫ِ َ َ ِ ْء‬ (۱۱) ‫َ ﱠ ِ ُ ﺒَﺼ ﺮ‬ ُ ِ ‫ْء ٌء‬ “[Allah adalah] Sang Pencipta langit dan bumi. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan..

sesungguhnya terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mau beriman pada kebenaran. tetapi juga benda mati lainnya.” (QSAl-Jasiyah:3. binatang tak bertulang belakang dan primata (termasuk didalamnya adalah manusia) tergabung dalam satu kategori. Allah sangat perduli untuk menyelamatkan setidaknya sepasang spesies ikut bersama dengan pengikut Nabi Nuh yang beriman dengan cara memerintahkan sang nabi untuk: ‫ِ ْء ُ َ َ ِ ْء ِ ْء َ ﱠ َ ْء‬ ‫ﺣﺘﱠﻰ إِ َ ا ﺟﺎٍء أَﻣﺮﻬﻧَﺎ َ ﻓَﺎ َ اﻟﺘﱠﻨﱡﻮ ُ ﻗُ ْءﻠﻨَﺎ اﺣْء ﻤﭼﻞْء ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱟ ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ َ أَﻫﻠَﻚ إِﻻ ﻣﻦ‬ ُ ‫َ َ ْء‬ َ ِ ‫َ َ َ ِ ْء‬ ‫َ َ ََ ﱠ‬ َ‫ﺳﺒَﻖ ﻋﻠَ ْءﻪ اﻟﻘَﻮْء ُ َ ﻣﻦ َﻣﻦَ َ ﻣﺎ َﻣﻦَ ﻣﻌﻪُ إِﻻ ﻗﻠ‬ ‫ٌء‬ (٤٠) ‫ِ ﻞ‬ َ ‫َ ْء‬ “.4) ‫َ ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫ِ ْء‬ ‫َ ﻣﻦ َ َﺎﺗِﻪ ﺧَﻠﻖ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ اﻷَ ْء ِ َ ﻣﺎ ﺑَﺚ ﻓِ ِﻤﭼﺎ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ‬ ‫َ ِ ْء ٍء‬ َ ‫ِ ْء ُ ﱠ‬ َ‫َ ﻫُﻮ ﻋﻠَﻰ ﺟﻤﭼﻌ ِﻢ إِ َ ا َﺸﺎٍء ﻗ‬ َ ‫ِ ٌء‬ (٢۹) ‫ُ ﺪ ﺮ‬ َ َ ‫َ ْء ِ ْء‬ “Dan di antara tanda-tandaNya. Islam Peduli Terhadap Satwa 13 . Pertama.. seperti juga pada binatang buas yang disebarkan ke seluruh bumi.naikkanlah ke kapal dua dari setiap spesies – satu jantan dan satu betina. Hal ini menunjukkan bahwaAllah terkait pada kehidupan secara keseluruhan. dan semua binatang buas yang disebarkan di dalamnya. dan Dia [juga] memiliki kekuatan untuk mengumpulkan mereka menjadi satu kapanpun Dia berkehendak. telah dikaruniai dengan bakat alam untuk melengkapi seluruh ciptaanNya sebagai satu kesatuan: (٣) َ‫َ ا ِ َ اﻷ ْء ِ ﻵ َﺎ ٍء ﻟِ ْءﻠﻤﭼﺆﻣﻨِ ﻦ‬ ِ ‫ُ ْء‬ (٤) َ‫َ ﻣﺎ َﺒُﺚ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ َﺎ ٌء ﻟِﻘَﻮْء م ُﻮﻗِﻨُﻮن‬ ‫ﱡ ِ ْء ٍء‬ ‫ٍء‬ َ ‫ﱠ‬ ‫إِن ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ‬ َ‫ﱠ‬ ُ ‫ْء‬ ‫َ ﻓِﻲ ﺧَﻠﻘِﻜﻢ‬ ‫ْء‬ “Perhatikan! Di langit dan bumi terdapat tanda-tanda bagi orang yang beriman. Kedua. binatang bertulang belakang.. Al-Qur'an juga mengelompokkan semua jenis binatang buas. dan juga menyebut penciptaan mereka sebagai tanda-tanda dari Allah.” (QS Hud: 40) Dari pembahasan di atas membuktikan bahwa Al-Qur'an memaparkan dua prinsip dasar.Bahkan di masa tersebut. Dan bagi dirimu sebagai makhluk hidup. Pesan mendasar dari ayat berikut bisa berarti bahwa 'setiap individu dari spesies. bahwa rencana Tuhan tentang regenerasi bekerja secara berlainan jenis (jantan dan betina) tetapi saling melengkapi dengan kekuatan alam – tidak hanya satwa dan tumbuhan.” (QSAsy-Syura:29) Bahasa Arab Dābbatun yang digunakan dalam ayat ini mewakili semua makhluk hidup. termasuk spesies manusia. Di berbagai macam surat. Seperti bagian alam lainnya... bahwa penyelamatan spesies sangat diutamakan. Sama halnya dengan listrik yang membutuhkan aliran positif dan negatif untuk bisa menghasilkan energi. contohnya pada atom yang mengandung proton yang bersifat positif dan elektron yang bersifat negatif. binatang amfibi. adalah terciptanya langit dan bumi.

semua diciptakan dengan ukuran yang tepat dan sempurna. dan kujadikan kehidupan bagi apapun yang tumbuh di atasnya. baik manusia maupun satwa. fungsi dan peranan benda tersebut dapat memainkan peranan dalam rencana penciptaanAllah.‫ﱠ‬ ‫َ ﻣﻦَ اﻟﻨﱠﺎ ِ َ اﻟﺪ َ ابﱢ َ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻣﺨﺘَﻠِﻒ أَ ْءﻟﻮاﻬﻧُﻪُ ﻛﺬﻟِﻚ إِﻬﻧﱠﻤﭼﺎ َﺨﺸﻰ ﷲَ ﻣﻦ ﻋﺒَﺎ ِ ِ اﻟﻌﻠَﻤﭼﺎٍء‬ ُ َ ُ ‫ْء‬ ِ ‫َ َ َ َ ْء َ ﱠ ِ ْء‬ ِ َ ‫ْء ْء َ ِ ُ ْء ٌء‬ ُ‫إِن ﷲَ ﻋَﺰ ﺰ ﻏﻔ‬ (٢٨) ‫ﱠ ﱠ ِ ٌء َ ﻮ ٌء‬ “Manusia. dan memiliki berat yang telah diukur dengan sempurna. terdiri dari bermacam-macam jenis.” (QS Fatir: 28) ‫ُ ﱠ َ ْء َ ْء‬ (٤۹) ‫إِﻬﻧﱠﺎ ﻛﻞ ﺷﻲٍء ﺧﻠَﻘﻨَﺎ ُ ﺑِﻘَﺪ ٍء‬ َ “Perhatikan! Semua yang Kuciptakan memiliki ukuran yang tepat dan sempurna. kata ukuran dalam bahasa Arab adalah Miqdār.” (QSAl-Hijr:19) ‫َ ْء‬ ‫ﺧﻠَﻖ اﻹﻬﻧﺴﺎنَ )٣( ﻋَﻠﱠﻤﭼﻪُ اﻟﺒَ َﺎنَ )٤( اﻟﺸﻤﭼﺲُ َ اﻟﻘَﻤﭼﺮ ﺑِﺤﺴﺒَﺎن )٥( َ اﻟﻨﱠﺠْء ﻢ َ اﻟﺸﺠﺮ‬ ُ َ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ ْء‬ َ ‫َ َ ْء ِ ْء‬ ُ ‫ْء َ ُ ُ ْء ٍء‬ ‫َﺴﺠﺪَان )٦( َ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء َ ﻓَﻌ َﺎ َ َ ﺿﻊ اﻟﻤﭼ ﺰانَ )٧( أَﻻ ﺗَﻄﻐﻮْء ا ﻓِﻲ اﻟْء‬ َ ‫ﱠ ْء‬ َ ِ ‫َ َ ْء‬ (٨) ‫ﻤﭼ ﺰَان‬ َ َ َ‫ﱠ‬ ِ ُ ‫ْء‬ ِ ِ ‫ْء‬ ‫ُ ْء َ ْء‬ َ ِ ‫ْء ِ َ ْء ِ ُ ْء‬ (۱٠) ‫َ أَﻗِ ﻤﭼﻮا اﻟﻮزنَ ﺑِﺎﻟﻘِﺴْءﻂ َ ﻻ ﺗُﺨﺴﺮ ا اﻟﻤﭼ ﺰانَ )۹( َ اﻷَ ْء َ َ ﺿﻌ َﺎ ﻟِﻸَﻬﻧَﺎم‬ ِ ‫َ َ ْء‬ ُ ‫ْء‬ ‫ﻓِ َﺎ ﻓَﺎﻛ َﺔٌء َ اﻟﻨﱠﺨﻞ َ ا ُ اﻷَﻛﻤﭼﺎم )۱۱( َ اﻟﺤﺐﱡ ُ اﻟﻌﺼْء ﻒ َ اﻟﺮ ْءﺤﺎنُ )٢۱( ﻓَﺒِﺄَيﱢ‬ َ ‫ﱠ‬ َ ‫ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ِ ِ َ ‫ْء ْء‬ (۱٣) ‫َﻻٍء َ ﺑﱢﻜﻤﭼﺎ ﺗُﻜﺬﺑَﺎن‬ ِ ‫َ ِ َُ َﱢ‬ ”Dia menciptakan manusia (3). yang digunakan dalam setiap ayat. ‫ِ َ ْء ْء‬ (۱۹) ‫َ ﻣﺪ ْء ﻬﻧَﺎﻫَﺎ َ أَ ْءﻟﻘَ ْءﻨَﺎ ﻓِ َﺎ َ َ اﺳﻲ َ أَﻬﻧﺒَﺘﻨَﺎ ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﺷﻲٍء ﻣﻮْء ز ن‬ ََ ‫ِ ْء ُ َ ْء َ ُ ٍء‬ ‫ْء‬ ‫َ اﻷَ ْء‬ “Dan di muka bumi – Aku telah menyebarkan tanah dan mencetak pegunungan di atasnya dengan keseimbangan yang stabil. Oleh karena itu di antara mereka yang merendahkan diri di hadapan Allah. dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) (7).” (QSAr-Ra'd:8) Dua kata terakhir pada ayat tersebut sangatlah penting. dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada Nya (6). supaya kamu jangan melampaui batas tentang 14 Islam Peduli Terhadap Satwa . mengajarnya pandai berbicara (4). satwa liar maupun jinak. adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan. Bahasa Arab Unthā berarti betina untuk semua spesies. matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan (5). Kedua. dan bagaimana kandungan itu membesar – karena bagi Allah.” (QSAl-Qamar:49) ‫ِ ُ ُ ْء‬ ‫ْء َ ُ َ ْء‬ ُ ‫ﷲُ َﻌﻠَﻢ ﻣﺎ ﺗَﺤْء ﻤﭼﻞ ﻛﻞﱡ أُﻬﻧﺜَﻰ َ ﻣﺎ ﺗَﻐ ﺾُ اﻷَ ْء ﺣﺎم َ ﻣﺎ ﺗَﺰ َا‬ ِ َ َ ُ ‫ﱠ ْء‬ ‫َ ﻛﻞﱡ ﺷﻲٍء ﻋﻨﺪ ُ ﺑِﻤﭼﻘْء‬ ‫ُ َ ْء ِ ْء‬ (٨) ‫َ ِ ﺪَا ٍء‬ “Allah mengetahui apa yang dikandung setiap betina dan berapa lama kandungan itu akan bertahan (masa kehamilan). Makna dari kata ukuran adalah 'untuk mencapai tujuan mengapa suatu benda diciptakan.

maka dia harus menanamnya. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Islam Peduli Terhadap Satwa 15 .” (QSAn Nisa': 59) Dalam kitab tafsir Ibnu Kasir disampaikan hadist sebagai berikut: ‫ُ َﱠ‬ ‫ﻗﺎ أﺑﻮ ا : ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﺴﺪ ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺤ ﻰ، ﻋﻦ ﻋﺒ ﺪ ﷲ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻬﻧﺎﻓﻊ، ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﷲ ﺑﻦ‬ ‫ﻋﻤﭼﺮ، ﻋﻦ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻗﺎ : "اﻟﺴﻤﭼﻊ اﻟﻄﺎﻋﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺮٍء اﻟﻤﭼﺴﻠﻢ‬ . taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya). Kita bisa menilik dalil berikut yang digunakan sebagai dasar mengapa Islam wajib patuh terhadap peraturan pemerintah: ‫ﱠ‬ ‫ْء ْء ِ ِ ْء ُ ْء ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫َﺎ أَ ﱡ َﺎ اﻟﱠﺬ ﻦَ ﻣﻨُﻮا أَ ِ ﻌُﻮا ﷲَ َ أَ ِ ﻌُﻮا اﻟﺮﺳُﻮ َ َ أُ ﻟِﻲ اﻷَﻣﺮ ﻣﻨﻜﻢ ﻓَﺈِن ﺗَﻨَﺎزﻋﺘُﻢ‬ ‫َ ْء ْء‬ ِ َ ‫ﻓِﻲ ﺷﻲٍء ﻓَﺮ ﱡ ُ إِﻟَﻰ ﷲِ َ اﻟﺮﺳُﻮ ِ إِن ﻛﻨﺘُﻢ ﺗُﺆﻣﻨُﻮنَ ﺑِﺎ ﱠ ِ َ اﻟْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ‫ِ ْء ِ ِ َ َ ٌء‬ ‫َﻮْء م اﻵﺧﺮ َ ﻟِﻚ ﺧ ْءﺮ‬ ُ ‫َ ْء‬ ِ ‫ْء ُ ْء ْء ْء‬ ‫ًء‬ ‫َ أَﺣْء ﺴﻦُ ﺗَﺄْء ِ ﻼ‬ َ “Hai orang-orang yang beriman. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (13)” (QSAr-Rahman: 3-13) Sabda Rasulullah berikut ini menunjukkan betapa pentingnya pelestarian alam: “[Bahkan ketika dunia akan berakhir] Pada hari kiamat. di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang (11)."‫ﻓ ﻤﭼﺎ أﺣﺐ ﻛﺮ ، ﻣﺎ ﻟﻢ ﺆﻣﺮ ﺑﻤﭼﻌﺼ ﺔ، ﻓﺈ ا أﻣﺮ ﺑﻤﭼﻌﺼ ﺔ ﻓﻼ ﺳﻤﭼﻊ ﻻ ﺎﻋﺔ‬ Hadist ini mengandung pengertian bahwa taat terhadap seorang muslim (pemerintah) atas sesuatu yang disenangi ataupun dibenci itu wajib asalkan bukan perintah untuk maksiat. dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya) (10).(ada)” C. dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu (9). kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu. dan ulil amri di antara kamu. jika kamu benarbenar beriman kepada Allah dan hari kemudian. jika ada seseorang yang memiliki bibit pohon kurma di tangannya. termasuk pemerintah. Islam berinteraksi dengan baik dengan semua pihak. Kewajiban Patuh Terhadap Peraturan Pemerintah Islam adalah agama yang tidak berdiri sendiri dan bersifat individual. apabila diperintahkan untuk bermaksiat maka tidak diperkenankan untuk taat.neraca itu (8). dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya (12). Di dalam ajarannya Islam mewajibkan pemeluknya untuk mengikuti perintah ataupun larangan dari pemerintah. Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya).

l Tapi jika memang mengandung maslahah 'ammah. perdagangan dan kepemilikan satwa liar yang dilindungi maka menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk turut mengikuti aturan tersebut. 16 Islam Peduli Terhadap Satwa . Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam. seperti jika seorang imam melarang rakyatnya menghisap tembakau maka rakyat wajib mematuhinya (kalau memang rokok hukumnya adalah makruh) l Jika dilarang terhadap sesuatu yang mubah maka kita wajib mengikuti imam/pemerintah Dalam hal ini telah dijelaskan dengan jelas tentang larangan mengeksploitasi satwasatwa langka yang telah dilindungi pemerintah. bukan hasil penangkaran. l Jika yang diperintahkan berupa perkara sunnah maka perintah itu menjadi wajib. Dengan demikian karena pemerintah sudah menetapkan peraturan yang melarang penangkapan. peraturan itu juga untuk menjaga keseimbangan alam. adapun pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut: l Jika yang diperintahkan berupa perkara wajib maka menjadi wajib muakkad (yang lebih kuat). begitu juga jika yang diperintahkan berupa perkara mubah. Selain faktor kelangkaan satwa itu. Pelanggar dari ketentuan tersebut dapat dikenakan pidana penjara 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta (pasal 20)”. Kini perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar di Indonesia. Peraturan Pemerintah tersebut memiliki dasar dan pertimbangan yang sangat matang. wajib taat (dzahiran wa bathinan) pada semua perintah imam (pemerintah) asalkan bukan perkara haram dan makruh -sama halnya dengan perintah adalah larangan-.Dari beberapa dalil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa. Faktor utama yang mengancam punahnya satwa liar tersebut adalah berkurang atau rusaknya habitat mereka dan perburuan untuk diperdagangkan. “Perdagangan dan kepemilikan satwa dilindungi adalah dilarang sesuai pasal 21. melalui Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber DayaAlam Hayati dan Ekosistemnya.

seperti penyerahan zakat harta.‫ﻟﻮ أﻣﺮ اﻹﻣﺎم ﺑﺸﻲٍء ﺛﻢ ﺟﻊ ﻟﻮ ﻗﺒﻞ اﻟﺘﻠﺒﺲ ﺑﻪ ﻟﻢ ﺴﻘﻂ اﻟﻮﺟﻮب اﻫـ‬ (Pembahasan). Walaupun perintah imam tersebut memiliki status hukum mubah. juz 1 hal: 180 (۱٨٠ / ۱ ) . namun jika tidak memiliki kewenangan dalam bidang tertentu. Dan ketika bukan berupa keharaman. ketika terdapat unsur “mashalahah” maka kepatuhan tersebut bersifat wajib. ketika perintah imam tersebut berupa “keharaman”. Namun.Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin. seperti yang dikemukakan Imam Romli. dalam kitab “attuhfah” masih terdapat perselisihan. maka ada dua tinjauan. maka tidak wajib mematuhinya. makruh atau atupun haram. akan tetapi lebih condong “wajib” secara dhahir saja. wajib mematuhi semua perintah imam dalam semua wilayah (kekuasaannya). dhzahir dan bathin. ketika tidak terdapat mashlahah. maka cukup wajib secara dzahir saja.‫ﺑﻐ ﺔ اﻟﻤﭼﺴﺘﺮﺷﺪ ﻦ ﻟﻠﺴ ﺪ ﺑﺎﻋﻠﻮي اﻟﺤﻀﺮﻣﻲ‬ ( ‫ﻣﺴﺄﻟﺔ: (: ﺠﺐ اﻣﺘﺜﺎ أﻣﺮ اﻹﻣﺎم ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻟﻪ ﻓ ﻪ ﻻ ﺔ ﻛﺪﻓﻊ زﻛﺎة اﻟﻤﭼﺎ‬ ‫اﻟﻈﺎﻫﺮ، ﻓﺈن ﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﻟﻪ ﻓ ﻪ ﻻ ﺔ ﻫﻮ ﻣﻦ اﻟﺤﻘﻮ اﻟﻮاﺟﺒﺔ أ اﻟﻤﭼﻨﺪ ﺑﺔ ﺟﺎز اﻟﺪﻓﻊ‬ ‫إﻟ ﻪ اﻻﺳﺘﻘﻼ ﺑﺼﺮﻓﻪ ﻓﻲ ﻣﺼﺎ ﻓﻪ ، إن ﻛﺎن اﻟﻤﭼﺄﻣﻮ ﺑﻪ ﻣﺒﺎﺣﺎ ًء أ ﻣﻜﺮ ﻫﺎ ًء أ‬ ‫ﺣﺮاﻣﺎ ًء ﻟﻢ ﺠﺐ اﻣﺘﺜﺎ أﻣﺮ ﻓ ﻪ ﻛﻤﭼﺎ ﻗﺎﻟﻪ )م ( ﺗﺮ ﻓ ﻪ ﻓﻲ اﻟﺘﺤﻔﺔ، ﺛﻢ ﻣﺎ إﻟﻰ‬ ‫اﻟﻮﺟﻮب ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﺎ أﻣﺮ ﺑﻪ اﻹﻣﺎم ﻟﻮ ﻣﺤﺮﻣﺎ ًء ﻟﻜﻦ ﺎﻫﺮاًء ﻓﻘﻂ، ﻣﺎ ﻋﺪا إن ﻛﺎن‬ ‫ﻓ ﻪ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻋﺎﻣﺔ ﺟﺐ ﺎﻫﺮاًء ﺑﺎ ﻨﺎ ًء إﻻ ﻓﻈﺎﻫﺮاًء ﻓﻘﻂ أ ﻀﺎًء، اﻟﻌﺒﺮة ﻓﻲ‬ ، ‫اﻟﻤﭼﻨﺪ ب اﻟﻤﭼﺒﺎ ﺑﻌﻘ ﺪة اﻟﻤﭼﺄﻣﻮ ، ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟ ﻢ ﺎﻫﺮاًء أﻬﻧﻪ ﻻ ﺄﺛﻢ ﺑﻌﺪم اﻻﻣﺘﺜﺎ‬ ‫: اﻟﺤﺎﺻﻞ أﻬﻧﻪ ﺗﺠﺐ ﺎﻋﺔ اﻹﻣﺎم ﻓ ﻤﭼﺎ‬ ‫ﻣﻌﻨﻰ ﺑﺎ ﻨﺎ ًء أﻬﻧﻪ ﺄﺛﻢ اﻫـ. Islam Peduli Terhadap Satwa 17 . ﻗﻠﺖ: ﻗﺎ‬ ،‫أﻣﺮ ﺑﻪ ﺎﻫﺮاًء ﺑﺎ ﻨﺎ ًء ﻣﻤﭼﺎ ﻟ ﺲ ﺑﺤﺮام أ ﻣﻜﺮ ، ﻓﺎﻟﻮاﺟﺐ ﺘﺄﻛﺪ، اﻟﻤﭼﻨﺪ ب ﺠﺐ‬ ‫ﻛﺬا اﻟﻤﭼﺒﺎ إن ﻛﺎن ﻓ ﻪ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻛﺘﺮ ﺷﺮب اﻟﺘﻨﺒﺎ إ ا ﻗﻠﻨﺎ ﺑﻜﺮاﻫﺘﻪ ﻷن ﻓ ﻪ ﺧﺴﺔ‬ ‫ﺑﺬ ي اﻟ ﺌﺎ ، ﻗﺪ ﻗﻊ أن اﻟﺴﻠﻄﺎن أﻣﺮ ﻬﻧﺎﺋﺒﻪ ﺑﺄن ﻨﺎ ي ﺑﻌﺪم ﺷﺮب اﻟﻨﺎ ﻟﻪ ﻓﻲ‬ ، ‫اﻷﺳﻮا اﻟﻘ ﺎ ي، ﻓﺨﺎﻟﻔﻮ ﺷﺮﺑﻮا ﻓ ﻢ اﻟﻌﺼﺎة، ﺤﺮم ﺷﺮﺑﻪ اﻵن اﻣﺘﺜﺎﻻًء ﻷﻣﺮ‬ . maka hukumya hanya sebatas diperbolehkan mematuhi perintahnya.

18 Islam Peduli Terhadap Satwa .

membunuh makhluk yang bernafas. Perburuan dan Perdagangan Satwa Langka 1.. sebagaimana pekerjaan bertani adalah pekerjaan yang paling baik.. seperti yang disebutkan di bawah ini: ‫َﱠ ُ ُ ﱠ‬ ‫َُ َﱠ‬ ‫َ ﱠ ُ ْء‬ 5171 ..« ‫اﻟﺮﱡ ُ ﻏﺮﺿًءﺎ‬ َ َ Islam Peduli Terhadap Satwa 19 .BAB III Pandangan Islam Tentang Beberapa Bentuk Pemanfaatan Satwa A. bahkan mempunyai urutan paling tinggi dalam kadar halalnya karena kehalalannya tidak diragukan lagi.” Ayat ini adalah bentuk perintah setelah larangan maka interpretasinya adalah boleh.‫َ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻋﺒَ ْءﺪ ﷲِ ﺑْءﻦُ ﻣﻌﺎٍء ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑِﻰ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﺷﻌﺒَﺔُ ﻋَﻦ ﻋﺪىﱟ ﻋَﻦ ﺳﻌ ﺪ ﺑْءﻦ‬ ِ َ ‫ْء‬ ِ ِ ِ َ ‫ْء‬ ‫ﱠ‬ َ ُ ِ ‫ﺟﺒَ ْءﺮ ﻋَﻦ اﺑْءﻦ ﻋﺒﱠﺎ ٍء أَن اﻟﻨﱠﺒِﻰ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. Perburuan satwa ada yang berburu untuk mengambil dagingnya/dikonsumsi dan ada perburuan yang hanya untuk olahraga atau kesenangan belaka.a. Allah berfirman: .ﻗَﺎ َ » ﻻَ ﺗَﺘﱠﺨﺬ ا ﺷ ْءﺌًءﺎ ﻓِ ﻪ‬ َ ِ ِ ‫ُ ٍء‬ ‫ﱠ‬ ِ .. Perburuan Satwa Langka Makna berburu dalam konteks fiqih adalah menangkap binatang liar yang tidak ada pemiliknya. إ ا ﺣﻠﻠﺘﻢ ﻓﺎﺻﻄﺎ‬ “Ketika kamu sudah tahalllul (menyelesaikan ihram) maka bolehlah kamu berburu. dan bagi orang ihram haji dan umrah. durhaka pada kedua orang tua. ‫.” Banyak lagi hadist yang melarang olah raga perburuan berdarah dan penggunaan satwa sebagai target tembak. Nabi Muhammad s. klenik. membunuh makhluk yang bernafas! dilarang oleh Allah kecuali dengan alasan yang masuk akal. Sedangkan hukumnya berburu adalah mubah (boleh) dengan kesepakatan ulama kecuali di tanah haram Makah dan Madinah.w dalam sabdanya berikut ini menempatkan pembunuhan satwa yang tidak disertai alasan kuat sebagai perbuatan dosa besar: “Hindari 7 hal yang sangat diharamkan [sangat berdosa]: menyekutukan Allah. Daging hewan buruan boleh dimakan apabila memang halal untuk dimakan.” “Hal-hal yang sangat berdosa adalah: menyekutukan Allah.

w. Saat mereka mengetahui Ibnu Umar menghampiri. seperti yang dilakukan suku Badui” “Rasulullah s.‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ اﻟﻤﭼﺜَﻨﱠﻰ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ ﺟﻌﻔَﺮ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﺷﻌﺒَﺔُ ﻗَﺎ َ ﺳﻤﭼﻌْءﺖ‬ ُ ‫ْء‬ ‫ﻫﺸﺎم ﺑﻦَ ز ْءﺪ ﺑْءﻦ أَﻬﻧَﺲ ﺑْءﻦ ﻣﺎﻟِﻚ ﻗَﺎ َ َ ﺧَﻠﺖ ﻣﻊ ﺟﺪﱢى أَﻬﻧَﺲ ﺑْءﻦ ﻣﺎﻟِﻚ َا َ اﻟﺤﻜﻢ ﺑْءﻦ‬ ‫ِ ِ َ ٍء‬ ‫ِ ِ َ ٍء‬ َ َ َ ُ ‫ْء‬ ِ ِ َ َ ‫ْء‬ ِ ِ َ ‫ِ َ َ ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫أَ ﱡﻮب ﻓَﺈِ َ ا ﻗَﻮْء م ﻗَﺪ ﻬﻧَﺼﺒُﻮا َ ﺟﺎﺟﺔًء َﺮْء ﻣﻮﻬﻧَ َﺎ ﻗَﺎ َ ﻓَﻘَﺎ َ أَﻬﻧَﺲٌء ﻬﻧَ َﻰ َ ﺳُﻮ ُ ﷲِ -ﺻﻠﻰ‬ َ َ َ ‫ٌء ْء‬ َ ُ ‫ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. “Rasulullah s.a.w.a.‫َ ﺒَ َﺎﺋِﻢ‬ ُ “Rasulullah s. melarang perburuan berdarah. bersabda: 'Jangan menjadikan sesuatu yang memiliki nyawa sebagai target” ‫َ ٍء َ ﱠ‬ ‫َﱠ‬ 5174 . mengecam orang-orang yang menjadikan makhluk hidup sebagai target berburu” “Rasulullah s.w.ﻟَﻌﻦَ ﻣﻦ اﺗﱠﺨﺬ‬ ‫َ َ َ َ ﱠ َ ْء َ َ َ ﱠ‬ َ ِ َ َ َ .a.‫ﺷ ْءﺌًءﺎ ﻓِ ﻪ اﻟﺮﱡ ُ ﻏﺮﺿًءﺎ‬ َ َ ِ “Ibnu Umar pernah melewati beberapa orang yang berpesta dengan mengikat seekor ayam betina dan menembakkan panah ke binatang tersebut. melewati beberapa anak yang sedang memanah domba.a.a. mengecam orang-orang yang memanfaatkan apa pun yang hidup untuk hobi perburuan belaka” “Rasulullah s.” Dalam beberapa riwayat hadist lain juga ditekankan tentang larangan Rasulullah saw.w.‫َ ﺣﺪﺛَﻨِﻰ زﻫَ ْءﺮ ﺑْءﻦُ ﺣﺮْء ب ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻫُﺸ ْءﻢ أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ أَﺑُﻮ ﺑِﺸﺮ ﻋَﻦ ﺳﻌ ﺪ ﺑْءﻦ‬ ُ ُ َ ‫َ ٌء ْء‬ ِ ِ ِ َ ‫ْء ٍء ْء‬ ُ‫ﺟﺒَ ْءﺮ ﻗَﺎ َ ﻣﺮ اﺑْءﻦُ ﻋﻤﭼﺮ ﺑِﻔِﺘ َﺎن ﻣﻦ ﻗُﺮ ْءﺶ ﻗَﺪ ﻬﻧَﺼﺒُﻮا َ ْءﺮًءا َ ﻫُﻢ َﺮْء ﻣﻮﻬﻧَﻪُ َ ﻗَﺪ ﺟﻌﻠ‬ ‫َ ﱠ‬ ‫ْء َ َ ﻮا‬ َ ‫ُ َ َ ْء ٍء ِ ْء َ ٍء ْء‬ ُ ‫ْء‬ ‫ُ ٍء‬ ‫ُ َ َ َ ْء‬ ‫ْء ُ َ َ ﱠ‬ ‫ِ ُ ﱠ‬ ‫ﻟِﺼﺎﺣﺐ اﻟﻄﱠ ْءﺮ ﻛﻞ ﺧَﺎ ِ ﺌَﺔ ﻣﻦ ﻬﻧَﺒﻠِ ِﻢ ﻓَﻠَﻤﭼﺎ َ أَ ُ ا اﺑﻦَ ﻋﻤﭼﺮ ﺗَﻔَﺮﻗُﻮا ﻓَﻘَﺎ َ اﺑْءﻦُ ﻋﻤﭼﺮ ﻣﻦ‬ ‫ٍء ِ ْء ْء ْء‬ ‫ﱠ‬ ِ ِ َ ‫ﱠ‬ َ‫ﻓَﻌﻞ ﻫَﺬا ﻟَﻌﻦَ ﷲُ ﻣﻦ ﻓَﻌﻞ ﻫَﺬا إِن َ ﺳُﻮ َ ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. Ibnu Umar berkata: 'Siapa yang melakukan hal ini? Sungguh! Para nabi Allah mengutuk mereka yang melakukan hal seperti ini” ُ َِ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ ‫َ ْء ٍء َ ﱠ ُ ْء‬ 5169 . melarang binatang dijadikan target berburu” 20 Islam Peduli Terhadap Satwa .a. mereka kalang kabut.a.أَن ﺗُﺼْء ﺒَﺮ اﻟْء‬ ‫ْء‬ . bersabda: 'Jangan menjadikan makhluk hidup sebagai target berburu” “Rasulullah s. menjadikan makhluk hidup (satwa) sebagai target latihan berburu.w.w. 'Jangan melukai satwa malang itu.“Rasulullah s. Beliau menasehati mereka.w.

Allah berfirman: َُ َ‫َﺴْءﺄَﻟُﻮﻬﻧَﻚ ﻣﺎ َ ا أُﺣﻞ ﻟَ ُﻢ ﻗُﻞْء أُﺣﻞ ﻟَﻜﻢ اﻟﻄﱠ ﱢﺒَﺎ ُ َ ﻣﺎ ﻋَﻠﱠﻤﭼﺘُﻢ ﻣﻦَ اﻟﺠﻮا ِ ِ ﻣﻜﻠﱢﺒِ ﻦ‬ ‫ِ ﱠ ْء‬ ُُ ‫ِ ﱠ‬ َ َ ‫ْء ْء ِ ْء‬ َ َ َ ‫ﺗُﻌﻠﱢﻤﭼﻮﻬﻧَ ُﻦ ﻣﻤﭼﺎ ﻋَﻠﱠﻤﭼﻜﻢ ﷲُ ﻓَﻜﻠُﻮا ﻣﻤﭼﺎ أَﻣﺴﻜﻦَ ﻋﻠَ ْءﻜﻢ َ ا ْء ﻛﺮ ا اﺳﻢ ﷲِ ﻋﻠَ ْءﻪ َ اﺗﱠﻘُﻮا ﱠ‬ ‫ْء َ ﱠ‬ ‫َ ُ ُ ﱠ ُ ِ ﱠ ْء َ ْء‬ ُ ُ ‫َ ُ ْء‬ ‫ﱠ ِ ﱠ‬ ِ َ ُ َ َ‫ﷲ‬ ‫ﱠ ﱠ َ ِ ُ ْء‬ .” (QSAl Maidah: 4) Hukum ini adalah hukum yang masih bersifat asli dan umum. maka berburu hewan langka adalah tidak dibenarkan oleh syara'. Hal ini menjadi penguat tentang hukum keharaman berburu satwa langka yang telah dilindungi undang-undang. sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya. Dan bertakwalah kepada Allah. Hukum ini akan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan situasi dan kondisi.Diperbolehkannya berburu dan makan binatang buruan tercantum dalam surat Al Maidah ayat 4. Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu. Islam Peduli Terhadap Satwa 21 . Disisi lain pemerintah juga sudah menetapkan undang-undang tentang dilarangnya perburuan satwa langka yang dilindungi.‫إِن ﷲَ ﺳﺮ ﻊ اﻟﺤﺴﺎب‬ ِ َ ِ “Mereka menanyakan kepadamu: ‘Apakah yang dihalalkan bagi mereka?’. kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu. Ketika mempertimbangkan akibat dari berburu hewan langka adalah dapat mengakibatkan kepunahan salah satu spesies dan hal ini juga akan membuat hilangnya keseimbangan alam.

أﺟﻤﭼﻊ اﻟﻌﻠﻤﭼﺎٍء ﻋﻠﻰ إﺑﺎﺣﺔ اﻻﺻﻄ ﺎ ، اﻷﻛﻞ ﻣﻦ اﻟﺼ ﺪ. (al-Maktabah al‬‬‫082 . ﺛﺒﺖ ﻓﻲ اﻟﺴﻨﺔ أن اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻗﺎ ﻟﻌﺪي ﺑﻦ‬ ‫ﺣﺎﺗﻢ: »إن أ ﺳﻠﺖ ﻛﻠﺒﻚ، ﺳﻤﭼ ﺖ، ﻓﺄﺧﺬ، ﻓﻘﺘﻞ،ﻓﻜﻞ، إن أﻛﻞ ﻣﻨﻪ ﻓﻼ ﺗﺄﻛﻞ، ﻓﺈﻬﻧﻤﭼﺎ‬ ‫أﻣﺴﻚ ﻋﻠﻰ ﻬﻧﻔﺴﻪ« )٣( . ﻋﻦ أﺑﻲ ﻗﺘﺎ ة: أﻬﻧﻪ ﻛﺎن ﻣﻊ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫ﺳﻠﻢ ، ﻓﺮأى ﺣﻤﭼﺎ اًء ﺣﺸ ﺎًء، ﻓﺎﺳﺘﻮى ﻋﻠﻰ ﻓﺮﺳﻪ، أﺧﺬ ﻣﺤﻪ، ﺛﻢ ﺷﺪ ﻋﻠﻰ‬ ‫اﻟﺤﻤﭼﺎ ، ﻓﻘﺘﻠﻪ، ﻓﻠﻤﭼﺎ أ ﻛﻮا ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ، ﺳﺄﻟﻮ ﻋﻦ ﻟﻚ، ﻓﻘﺎ :‬ ‫»ﻫﻲ ُﻌْءﻤﭼﺔ، أ ﻌﻤﭼﻜﻤﭼﻮﻫﺎ ﷲ « )٤( ﻋﻦ أﺑﻲ ﺛﻌﻠﺒﺔ اﻟﺨﺸﻨﻲ، أن اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ‬ ‫ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻗﺎ : »ﻣﺎ ﺻﺪ ﺑﻘﻮﺳﻚ، ﻓﺬﻛﺮ اﺳﻢ ﷲ ﻋﻠ ﻪ، ﻓﻜﻞ، ﻣﺎ ﺻﺪ ﺑﻜﻠﺒﻚ‬ ‫اﻟﻤﭼﻌﻠﻢ، ﻓﺬﻛﺮ اﺳﻢ ﷲ ﻋﻠ ﻪ، ﻓﻜﻞ، ﻣﺎ ﺻﺪ ﺑﻜﻠﺒﻚ ﻏ ﺮ اﻟﻤﭼﻌﻠﻢ، ﻓﺄ ﻛﺖ ﻛﺎﺗﻪ،‬ ‫ﻓﻜﻞ« )۱( . ﺆﻛﻞ اﻟﻤﭼﺼ ﺪ إن ﻛﺎن‬ ‫ﻣﺄﻛﻮﻻًء ﺷﺮﻋﺎ ًء )٢( ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: } إ ا ﺣﻠﻠﺘﻢ ﻓﺎﺻﻄﺎ ا{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٢/٥[ أﻣﺮ ﺑﻌﺪ‬ ‫ﺣﻈﺮ، ﻓ ﻔ ﺪ اﻹﺑﺎﺣﺔ. ﻣﻤﭼﺎ ﺆﻛﺪ ﻣﺸﺮ ﻋ ﺔ اﻟﺼ ﺪ: أﻬﻧﻪ ﻬﻧﻮ اﻛﺘﺴﺎب، اﻬﻧﺘﻔﺎ ﺑﻤﭼﺎ ﻫﻮ‬ ‫ﻣﺨﻠﻮ ﻟﻺﻬﻧﺴﺎن، ﻟ ﺘﻤﭼﻜﻦ ﻣﻦ اﻟﺒﻘﺎٍء، ﺗﻨﻔ ﺬ اﻟﺘﻜﺎﻟ ﻒ اﻟﺸﺮﻋ ﺔ. ﻜﺮ‬ ‫اﻟﺼ ﺪ ﻟ ﻮاًء، ﻷﻬﻧﻪ ﻋﺒﺚ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﻋﻠ ﻪ اﻟﺴﻼم: »ﻻ ﺗﺘﺨﺬ ا ﺷ ﺌﺎ ًء ﻓ ﻪ اﻟﺮ ﻏﺮﺿﺎًء«‬ ‫)٢( أي ﻫﺪﻓﺎ ًء »ﻣﻦ ﻗﺘﻞ ﻋﺼﻔﻮ اًء ﻋﺒﺜﺎًء، ﻋﺞ إﻟﻰ ﷲ ﻮم اﻟﻘ ﺎﻣﺔ ﻘﻮ : ﺎ ب، إن‬ ‫ﻓﻼﻬﻧﺎ ًء ﻗﺘﻠﻨﻲ ﻋﺒﺜﺎًء، ﻟﻢ ﻘﺘﻠﻨﻲ ﻣﻨﻔﻌﺔ« )٣( .‫‪v Rujukan‬‬ ‫‪Al-Fiqhu al-Islamy wa Adillatuhu Li Wahbah al-Zuhaili. ﻫﻮ ﺣﺮام إن ﻛﺎن ﻓ ﻪ ﻠﻢ اﻟﻨﺎ‬ ‫ﺑﺎﻟﻌﺪ ان ﻋﻠﻰ ز ﻋ ﻢ أﻣﻮاﻟ ﻢ؛ ﻷن اﻟﻮﺳﺎﺋﻞ ﻟ ﺎ أﺣﻜﺎم اﻟﻤﭼﻘﺎﺻﺪ )٤) اﻟﺼ ﺪ‬ ‫أﻓﻀﻞ ﻣﺄﻛﻮ ؛ ﻷﻬﻧﻪ ﺣﻼ ﻻ ﺷﺒ ﺔ ﻓ ﻪ، ﻛﻤﭼﺎ أن اﻟﺰ اﻋﺔ أﻓﻀﻞ ﻣﻜﺘﺴﺐ؛ ﻷﻬﻧ ﺎ‬ ‫أﻗﺮب إﻟﻰ اﻟﺘﻮﻛﻞ ﻣﻦ ﻏ ﺮﻫﺎ، أﻗﺮب ﻟﻠﺤﻞ. ﻓ ﺎ ﻋﻤﭼﻞ اﻟ ﺪ، اﻟﻨﻔﻊ اﻟﻌﺎم ﻟﻺﻬﻧﺴﺎن‬ ‫اﻟﺤ ﻮان )٥( . 4. Hal‬‬ ‫٣٠٨٢‬ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻻﺳﻼﻣﻲ ﺟﺰ ٤‬ ‫اﻟﺼ ﺪ: اﻗﺘﻨﺎ ﺣ ﻮان ﺣﻼ ﻣﺘﻮﺣﺶ، ﺒﻌﺎ ًء ﻏ ﺮ ﻣﻤﭼﻠﻮ ، ﻻ ﻣﻘﺪ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫اﻟﻤﭼﺼ ﺪ: ﻫﻮ ﻛﻞ ﺣ ﻮان ﻣﺘﻮﺣﺶ ﺒﻌﺎًء، ﻣﻤﭼﺘﻨﻊ ﻋﻦ اﻵ ﻣﻲ، ﻣﺄﻛﻮﻻًء ﻛﺎن أ ﻏ ﺮ‬ ‫ﻣﺄﻛﻮ ، ﻻ ﻤﭼﻜﻦ أﺧﺬ إﻻ ﺑﺤ ﻠﺔ ﺣﻜﻢ اﻟﺼ ﺪ: اﻻﺻﻄ ﺎ ﻣﺒﺎ ﻟﻘﺎﺻﺪ إﺟﻤﭼﺎﻋﺎ ًء ﻓﻲ‬ ‫ﻏ ﺮ ﺣﺮم ﻣﻜﺔ ﺣﺮم اﻟﻤﭼﺪ ﻨﺔ، ﻟﻐ ﺮ اﻟﻤﭼﺤﺮم ﺑﺤﺞ أ ﻋﻤﭼﺮة. Vol. ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺳﺒﺤﺎﻬﻧﻪ: } ﺣﺮم ﻋﻠ ﻜﻢ ﺻ ﺪ اﻟﺒﺮ ﻣﺎ ﻣﺘﻢ‬ ‫ﺣﺮﻣﺎًء{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٦۹/٥[ } ﺎأ ﺎ اﻟﺬ ﻦ ﻣﻨﻮا ﻻ ﺗﻘﺘﻠﻮا اﻟﺼ ﺪ أﻬﻧﺘﻢ‬ ‫ﺣﺮم{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٥۹/٥[ }ﻗﻞ: أﺣﻞ ﻟﻜﻢ اﻟﻄ ﺒﺎ ، ﻣﺎ ﻋﻠﱠﻤﭼﺘﻢ ﻣﻦ اﻟﺠﻮا‬ ‫ﻣﻜﻠﱢﺒ ﻦ{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٥/٤[.‪Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). ﻫﺬا ﻗﺪ ﻗﺴﻢ اﻟﻤﭼﺎﻟﻜ ﺔ‬ ‫)٦( أﺣﻜﺎم اﻟﺼ ﺪ ﺧﻤﭼﺴﺔ أﻗﺴﺎم: ﻣﺒﺎ ﻟﻠﻤﭼﻌﺎ ، ﻣﻨﺪ ب ﻟﻠﺘﻮﺳﻌﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻌ ﺎ ،‬ ‫اﺟﺐ ﻹﺣ ﺎٍء اﻟﻨﻔﺲ ﻋﻨﺪ اﻟﻀﺮ ة، ﻣﻜﺮ ﻟﻠ ﻮ، ﺣﺮام إ ا ﻛﺎن ﻋﺒﺜﺎ ًء ﻟﻐ ﺮ‬ ‫ﻬﻧ ﺔ، ﻟﻠﻨ ﻲ ﻋﻦ ﺗﻌﺬ ﺐ اﻟﺤ ﻮان ﻟﻐ ﺮ ﻓﺎﺋﺪة.‬ ‫22‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ .

maka nampak jelas. yang hal tersebut secara jelas dilarang oleh syara'. bahwa perburuan yang akan berakibatkan terhadap kepunahan species. Hal demikian sesuai dengan makna umum dan berdasarkan pendapat-pendapat yang benar. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). pada keluarganya. 7.‫اﺑﻦ ﻋﻄ ﺔ: ﻗﺎﺋﻞ ﻫﺬ اﻟﻤﭼﻘﺎﻟﺔ ﻗﺼﺪ إﻟﻰ أﻛﺒﺮ ﻓﺴﺎ ﺑﻌﺪ أﻋﻈﻢ ﺻﻼ ﻓﺨﺼﻪ ﺑﺎﻟﺬﻛﺮ‬ ‫ﻗﻠﺖ: أﻣﺎ ﻣﺎ ﻛﺮ اﻟﻀﺤﺎ ﻓﻠ ﺲ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﭼﻮﻣﻪ، إﻬﻧﻤﭼﺎ ﻟﻚ إ ا ﻛﺎن ﻓ ﻪ ﺿﺮ ﻋﻠﻰ‬ ‫اﻟﻤﭼﺆﻣﻦ، أﻣﺎ ﻣﺎ ﻌﻮ ﺿﺮ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺸﺮﻛ ﻦ ﻓﺬﻟﻚ ﺟﺎﺋﺰ؛ ﻓﺈن اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫ﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﻋﻮ ﻣﺎٍء ﻗﻠ ﺐ ﺑﺪ ﻗﻄﻊ ﺷﺠﺮ اﻟﻜﺎﻓﺮ ﻦ. Imam Dhohak mengatakan bahwa arti ayat ini adalah janganlah kalian merusak mata air yang mengalir. demi kehidupannya. 5) Haram: jika dan asal-asalan tanpa ada niat apa-apa. hal. ﻓ ﻮ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﻤﭼﻮم ﻋﻠﻰ اﻟﺼﺤ ﺢ ﻣﻦ اﻷﻗﻮا‬ . Karena hal tersebut menyebabkan “penyiksaan terhadap hewan tanpa adanya faidah” Al-Jami'u Li Ahkami al-Quran. adalah bagian dari bentuk “Ifsad” perusakan. ﺳ ﺄﺗﻲ اﻟﻜﻼم ﻓﻲ ﻗﻄﻊ اﻟﺪﻬﻧﺎﻬﻧ ﺮ‬ . ‫ﻗﻞ أ ﻛﺜﺮ ﺑﻌﺪ ﺻﻼ ﻗﻞ أ ﻛﺜﺮ. Dari kedua ta'bir diatas.‫ﻗﺎ اﻟﻀﺤﺎ : ﻣﻌﻨﺎ ﻻ ﺗﻌﻮ ا اﻟﻤﭼﺎٍء اﻟﻤﭼﻌ ﻦ، ﻻ ﺗﻘﻄﻌﻮا اﻟﺸﺠﺮ اﻟﻤﭼﺜﻤﭼﺮ ﺿﺮا ا‬ ‫. 1) Mubah: ketika untuk penghidupan. ﻗﺎ‬ .‫ﻓﻲ "ﻫﻮ " إن ﺷﺎٍء ﷲ ﺗﻌﺎﻟﻰ‬ Ayat “Janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi sesudah keteraturanya”. 4) Makruh: jika untuk main-main. ﻗﺎ اﻟﻘﺸ ﺮي: اﻟﻤﭼﺮا ﻻ ﺗﺸﺮﻛﻮا؛ ﻓ ﻮ ﻬﻧ ﻲ ﻋﻦ اﻟﺸﺮ ﺳﻔﻚ‬ ‫ﻓﻲ اﻷ‬ ‫، أﻣﺮ ﺑﻠﺰ م اﻟﺸﺮاﺋﻊ ﺑﻌﺪ إﺻﻼﺣ ﺎ، ﺑﻌﺪ أن أﺻﻠﺤ ﺎ‬ ‫اﻟﺪﻣﺎٍء اﻟ ﺮ ﻓﻲ اﻷ‬ ‫ﷲ ﺑﺒﻌﺜﻪ اﻟﺮﺳﻞ، ﺗﻘﺮ ﺮ اﻟﺸﺮاﺋﻊ ﺿﻮ ﻣﻠﺔ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. yang memberikan konsekuensi ketidakteraturan alam. serta jangan menebangi pepohonan yang sedang berbuah dengan tanpa tanggung jawab. hukum berburu ada lima macam. ini menunjukkan larangan Allah terhadap segala bentuk kerusakan baik kecil ataupun besar. ﻗﺪ ﻗ ﻞ: ﺗﺠﺎ ة اﻟﺤﻜﺎم ﻣﻦ اﻟﻔﺴﺎ‬ ‫: ﻗﻄﻊ اﻟﺪﻬﻧﺎﻬﻧ ﺮ ﻣﻦ اﻟﻔﺴﺎ ﻓﻲ اﻷ‬ ‫ﻗﺪ‬ ‫. Islam Peduli Terhadap Satwa 23 . 2) Sunnah: untuk kebutuhan lebih. 98 ۹٨ ٧ ‫اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻻﺣﻜﺎم اﻟﻘﺮأن ﺟﺰ‬ ‫ﺑﻌﺪ إﺻﻼﺣ ﺎ" أﻬﻧﻪ ﺳﺒﺤﺎﻬﻧﻪ ﻬﻧ ﻰ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻓﺴﺎ‬ ‫ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: " ﻻ ﺗﻔﺴﺪ ا ﻓﻲ اﻷ‬ . Vol.Secara garis besar. 3) Wajib: jika menuntut untuk berburu.

203 ٢ ‫ﻗﻠ ﻮﺑﻲ ﺟﺰ‬ ‫َ َ ْء َ ِ ْء‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ : ) ﻓَﻤﭼﺎ ﻻ ﻬﻧَﻔﻊ ﻓِ ﻪ إﻟَﺦ ( ﻋَﻠﱠﻠَﻪُ اﻟﺮﱠاﻓِﻌﻲ ﺑِﺄَن أَﺧﺬ اﻟﻤﭼﺎ ِ ﻓِﻲ ﻣﻘَﺎﺑَﻠَﺘِﻪ ﻗَﺮ ﺐٌء ﻣﻦ‬ ُ َ ‫ِ ﱡ ﱠ ْء َ ْء‬ ِ ِ ‫ْء َ ُ ْء ُ ْء ْء‬ ُ َ ُ ‫أَﻛﻞ اﻟﻤﭼﺎ ِ ﺑِﺎﻟﺒَﺎ ِ ﻞ ، َ ﻗَﺪ ﻗَﺎ َ ﺗَﻌﺎﻟَﻰ : }ﻻ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮا أَﻣﻮاﻟَﻜﻢ ﺑَ ْءﻨَﻜﻢ ﺑِﺎﻟﺒَﺎ ِ ﻞ {ﺛُﻢ ﻓَﻮا‬ ‫ْء‬ َ َ ‫ِ ﱠ‬ ِ ‫ْء‬ َ ‫ْء ِ ْء‬ ُ ‫ِ ًًّء ْء‬ ُ ‫ْء ِ ْء‬ . Vol. sehingga jual beli demikian adalah termasuk larangan syara'.2. Namun.” ٢٠٣ 24 Islam Peduli Terhadap Satwa . 2. dalam konteks jual-beli satwa langka hukum jual-belinya tidak berlaku lagi. Praktek jual-beli yang awalnya halal diperbolehkan akan menjadi haram menjadi tidak diperbolehkan karena termasuk dalam kategori tolong-menolong dalam hal kemaksiatan dan hal ini juga melanggar undang-undang yang telah dibuat oleh pemerintah. Jika kita kembali ke hukum berburu satwa langka yang sudah jelas hukumnya haram. Disisi lain pemerintah juga sudah menetapkan undang-undang tentang dilarangnya perburuan satwa langka yang dilindungi. dan akan berdampak terhadap ketidak-seimbangannya alam. walaupun sebagian kecil individu ada yang menganggapnya barang bermanfaat yang bersifat kasuistis. ‫اﻟﻨﱠﻔﻊ ﻗَﺪ َﻜﻮنُ ﺣﺴﺎ َ ﻗَﺪ َﻜﻮنُ ﺷَﺮْء ﻋًءﺎ‬ Imam Rafi'i memberikan alasan bahwa praktek jual beli barang tidak bermanfaat sangan dekat sekali dengan hukum mengambil harta dengan cara batil. maka pemanfaatannyapun akan menjadi haram. Bahkan dampak kepunahannya lebih jelas. Hukum Jual-Beli Satwa Langka yang Dilindungi Pada dasarnya jual-beli diperbolehkan dan legal menurut syara'. Allah telah berfirman “janganlah kalian makan harta diantara kamu dengan cara bathil. Hal. kalau dilihat dari sudut pandang lain itu sebagian praktek jual beli satwa ada unsur jual beli hewan yang tidak ada manfaatnya menurut syariat. Selain hal diatas. اﺣـﻞ ﷲ اﻟﺒـ ﻊ ﺣـﺮم اﻟﺮﺑـﺎ‬dalam ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. v Rujukan Al-Qolyubi (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hal ini menjadi penguat tentang hukum keharaman berburu satwa langka dan perdagangannya. berdasarkan firman Allah: ‫ .

tetapi yang sangat‬‬ ‫.‫‪Hasyiyah al-Jamal Li Zakaria al-Anshari (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al‬‬‫62 . Hal‬‬ ‫اﻟﺠﻤﭼﻞ ﺟﺰ ٣‬ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮ ﺣﺒﱠﺘَﻲ ﺑُﺮﱟ ( ﻋﺒَﺎ َ ةُ ﺷَﺮْء ِ م َ ﻻ ﺑَ ْءﻊ ﺣﺒﱠﺘَﻲ اﻟﺤﻨﻄَﺔ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮﻫَﺎ ﻛﺸﻌ ﺮ (‬ ‫ِ َ ْء‬ ‫َ ُ َ ْء ْء ِ ْء ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ َ ِ ٍء‬ ‫َ زﺑِ ﺐ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮ ﻋﺸﺮ ﻦَ ﺣﺒﱠﺔ ﺧَﺮْء َ ٍء َ ﻏ ْءﺮ َ ﻟِﻚ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﻣﺎ ﻻ ُﻘَﺎﺑَﻞ ﻓِﻲ اﻟْء‬ ‫َ ِ َ ِ ْء ُ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ ٍء‬ ‫ِ ِ ْء ِ َ ِ‬ ‫ﻌُﺮْء ف ﺑِﻤﭼﺎٍء‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ ِ ْء‬ ‫َ ْء‬ ‫ﻓِﻲ ﺣﺎﻟَﺔ اﻻﺧﺘِ َﺎ ِ ﻻﻬﻧﺘِﻔَﺎٍء اﻟﻨﱠﻔﻊ ﺑِﺬﻟِﻚ ﻟِﻘِﻠﱠﺘِﻪ َ ﻟِ َﺬا ﻟَﻢ َﻀْء ﻤﭼﻦ ﻟَﻮْء ﺗَﻠِﻒَ َ إِن ﺣﺮم‬ ‫ْء َ ُ‬ ‫ِ ْء ِ ْء ِ َ َ‬ ‫َ ْء‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ ﱠ َ ًء‬ ‫ِ َ‬ ‫ﻏَﺼْء ﺒُﻪُ َ َ ﺟﺐ َ ﱡ ُ َ ﻛﻔَﺮ ﻣﺴﺘَﺤﻠﱡﻪُ َ ﻋﺪ ﻣﺎﻻ ﺑِﻀﻤﭼﻪ ﻟِﻐ ْءﺮ ِ أَ ْء ﻟِﻨَﺤْء ﻮ ﻏَﻼٍء‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ ُ ْء ِ‬ ‫َ ﱢ ِ َ ِ‬ ‫ﱟ َ َ ْء ﱠ‬ ‫ﻛَﺎﺻْء ﻄ َﺎٍء ﺑِﺤﺒﱠﺔ ﻓِﻲ ﻓَﺦ َ ﻣﺎ ﻬﻧُﻘِﻞ ﻋَﻦ اﻟﺸﺎﻓِﻌﻲ َ ﺿﻲ ﷲُ ﻋﻨﻪُ ﻣﻦ ﺟﻮاز أَﺧْء‬ ‫ِ َ ﱠ َ ْء‬ ‫ِ ْء َ َ ِ ﺬ‬ ‫َ ٍء‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ﱢ‬ ‫ْء ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْء ِ َ ِ ِ ْء َ َ ِ ْء َ‬ ‫اﻟﺨﻼ ِ َ اﻟﺨﻼﻟَ ْءﻦ ﻣﻦ ﺧﺸﺐ اﻟﻐ ْءﺮ ﻣﺤْء ﻤﭼﻮ ٌء ﻋﻠَﻰ ﻣﺎ إ َ ا ﻋﻠِﻢ ِﺿﺎ ُ َ َﺤْء ﺮم ﺑَ ْءﻊ‬ ‫ُُ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫اﻟﺴﻢ إن ﻗَﺘَﻞ ﻛﺜِ ﺮ ُ َ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ ﻓَﺈِن ﻬﻧَﻔَﻊ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ َ ﻗَﺘَﻞ ﻛﺜِ ﺮ ُ ﻛﺎﻷَﻓ ُﻮن ﺟﺎز اﻬﻧﺘَ َﺖ َ ﻗَﻮْء ﻟُ‬ ‫َ َ ُ َ ْء ْء ِ َ َ ْء ْء‬ ‫ْء‬ ‫ﱢ ﱢ ْء َ َ‬ ‫ُ‬ ‫ﻪُ‬ ‫َ‬ ‫ْء ْء ْء‬ ‫ﻓَﺈِن ﻬﻧَﻔَﻊ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ إﻟَﺦ ﻗَﻀ ﱠﺘُﻪُ اﻟﺤُﺮْء ﻣﺔُ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﻟَﻮْء ﻟَﻢ َﻨﻔَﻊ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ َ أَﺿﺮ ﻛﺜِ ﺮ ُ َ اﻟﻈﱠﺎﻫﺮ أَﻬﻧﱠ َﺎ‬ ‫ِ ُ‬ ‫َ ﱠ َ ُ‬ ‫ْء َ‬ ‫ْء ِ‬ ‫َ‬ ‫ْء َ‬ ‫َ ْء‬ ‫ﱠ َ َ ْء ْء‬ ‫َ ُ ُ َ ٍء ِ َ َ ْء‬ ‫ﻏ ْءﺮ ﻣﺮا َة ﻷَﻬﻧﱠﻪُ ﻻ ﻣﻌﻨَﻰ ﻟِ ْءﻠﺤُﺮْء ﻣﺔ ﻣﻊ اﻬﻧﺘِﻔَﺎٍء اﻟﻀﺮ ِ ﻬﻧَﻌﻢ ﻗَﺪ ُﻘَﺎ ُ ﺑِﻔَﺴﺎ ِ اﻟﺒَ ْءﻊ‬ ‫َ ِ َ َ ْء ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْء َ ِ َ ِ ِ ْء‬ ‫َ ﺑِﺎﻟﺤُﺮْء ﻣﺔ ﻟِﻌﺪَم اﻻﻬﻧﺘِﻔَﺎ ِ ﺑِﻪ ﻛﺎﻟﺤﺸﺮا ِ َ ﺣﺒﱠﺘَﻲ اﻟﺤﻨﻄَﺔ ﻓَﺈِن ﺑَ ْءﻌ َﺎ ﺑَﺎ ِ ﻞ ﻟِﻌﺪَم اﻟﻨﱠﻔﻊ‬ ‫َ ْء ْء ِ ْء ِ ﱠ َ‬ ‫ِ َ ْء َ َ َ‬ ‫ٌء َ ِ ْء ِ‬ ‫ْء ِ ْء َ ْء‬ ‫ْء ْء‬ ‫َ إِن اﻬﻧﺘَﻔَﻰ اﻟﻀﺮ ُ ﻓَﻤﭼﺎ ﻫُﻨَﺎ أَ ْء ﻟَﻰ ﻟِﻮﺟُﻮ ِ اﻟﻀﺮ ِ ﻓِ ﻪ َ ﻫَﻞْء اﻟﻌﺒﺮةُ ﺑِﺎﻟﻤﭼﺘَﻌﺎ ِ ﻲ ﻟَ‬ ‫ﻪُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ‬ ‫ﱠ َ‬ ‫ِ‬ ‫ﱠ َ َ‬ ‫ِ ْء‬ ‫َ‬ ‫َ ْء ْء‬ ‫ﺣﺘﱠﻰ ﻟَﻮْء ﻛﺎنَ اﻟﻘَﺪ ُ اﻟﱠﺬي َﺘَﻨَﺎ َ ﻟُﻪُ ﻻ َﻀُﺮﱡ ُ ﻻﻋﺘِ َﺎ ِ ِ ﻋﻠَ ْءﻪ َ َﻀُﺮﱡ ﻏ ْءﺮ ُ ﻟَﻢ َﺤْء ﺮم أَ ْء‬ ‫َ‬ ‫ُ ْء‬ ‫َ َ ْء‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ُ َ َ ِ ْء ْء ُ ﱠ ِ ٌء ْء ْء‬ ‫ْء ِ ْء‬ ‫اﻟﻌﺒﺮةُ ﺑِﻐَﺎﻟِﺐ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻓَ َﺤْء ﺮم َ ﻟِﻚ ﻋﻠَ ْءﻪ َ إِن ﻟَﻢ َﻀﺮ ُ ﻓِ ﻪ ﻬﻧَﻈَﺮ َ اﻷَﻗﺮبُ اﻟﺜﱠﺎﻬﻧِﻲ ا‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫٦٢‬ ‫‪Menjual sesuatu yang berbahaya bagi diri manusia tidak diperbolehkan. Kemudian menimbulkan pertanyaan.‪Tsany). sehingga‬‬ ‫‪ketika barang itu tidak berbahaya baginya menjadikan hukum keharaman tidak‬‬ ‫‪berlaku lagi.‪Is'adurrofiq. Hal‬‬ ‫٧٢۱‬ ‫اﺳﻌﺎ اﻟﺮﻓ ﻖ‬ ‫ﻣﻨ ﺎ اﻋﺎﻬﻧﺔ ﻋﻠﻲ اﻟﻤﭼﻌﺼ ﺔ اي ﻋﻠﻲ ﻣﻌﺼ ﺔ ﻣﻦ ﻣﻌﺎﺻﻲ ﷲ ﺑﻘﻮ ا ﻓﻌﻞ ا ﻏ ﺮ‬ ‫”‪“Sebagian larangan-larangan syara' adalah tolong-menolong dalam kemaksiatan‬‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ ‫52‬ . atau yang dibuat sebagai landasan hukum adalah umumnya‬‬ ‫‪masayarakat sehingga keharaman itu tetap berlaku lagi walaupun tidak berbahaya‬‬ ‫‪baginya? Hal ini sangat butuh pemikiran yang mendalam. Vol. karena‬‬ ‫‪tidak ada manfaatnya. 3.‪mendekati benar adalah hukum haram tetap berlaku baginya‬‬ ‫721 . apakah hukum‬‬ ‫‪keharaman tersebut hanya untuk orang yang akan mengkonsumsi saja.

Sedangkan kata memanfaatkan (me.fa. Dalam kamus ilmiah popular yang disusun oleh M. sulit didapat (M. Syariat Islam (fiqih) mengklasifikasi bahan obat yang akan digunakan. contoh: sumbangan itu banyak manfaatnya bagi orang-orang miskin. laba. sedangkan kata langka berarti: jarang ada. untung. atau empedu beruang? 26 Islam Peduli Terhadap Satwa .at: n) yang berarti 1. -penjualan ternaknya berlipat ganda-. Dalam Islam.B.at. tapir.fa. cendrawasih). Sedangkan satwa langka dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa: Satwa langka adalah binatang yang tinggal sedikit jumlahnya dan perlu dilindungi (seperti jalak putih. Memanfaatkan Satwa Langka untuk Bahan Pengobatan Sebelum melangkah kepada pembahasan alangkah baiknya jika kita bahas dari segi bahasa/etimologi karena sebuah kata adalah ushul (dasar) dari makna kata tersebut. dan lain sebagainya. faedah. guna. dan disini. seperti misalnya ular. kamus ilmiah popular:399). sedangkan beberapa contoh binatang yang hampir punah adalah harimau. komodo. adapun beberapa kata yang kami anggap penting adalah sebagai berikut: “Manfaat/memanfaatkan“. akan dibahas hukum obat yang terbuat dari sesuatu yang dilarang mengkonsumsinya seperti ular. tikus. Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan bahwa kata manfaat (man. tikus.kan: v) mempunyai arti: menjadikan ada manfaatnya (gunanya dsb). 2. harimau dan lain-lain. orangutan. apakah diperbolehkan menggunakan suatu barang yang tidak diperbolehkan/diharamkan mengkonsumsinya dijadikan sebagai obat. kata memanfaatkan lebih kepada menggunakan sesuatu untuk menambah volume manfaat agar lebih bermanfaat lagi. Jadi. Adapun bahan obat yang mubah mengkonsumsinya maka hukumnya mubah juga tanpa ada khilaf para ulama. atau bahan obat yang dilarang mengkonsumsinya. Dahlan al-Barry halaman 696 mengartikan satwa adalah binatang/hewan (liar). contoh: mereka memanfaatkan surat kabar untuk pendidikan.man. Dahlan al-Barry. yaitu bahan obat yang terbuat dari barang yang tidak dilarang mengkonsumsinya.

Haram menggunakan obat dari sesuatu yang haram dikonsumsi Dalil yang mengharamkan menggunakan sesuatu yang haram adalah hadits nabi yang diriwayatkan oleh ImamAbi Daud. ‘dihalallkan bagimu segala sesuatu yang baik-baik’”. karena air kencing itu termasuk kotoran yang diharamkan. Hendaklah kalian berobat.‫أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ أَﺑُﻮ ﻋﺒﺪ ﷲِ اﻟﺤﺎﻓِﻆُ َ أَﺑُﻮ ﺳﻌ ﺪ ﺑْءﻦُ أَﺑِﻰ ﻋﻤﭼﺮ ﻗَﺎﻻَ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ‬ َ ‫َ ْء ِ ﱠ ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ َِ ‫َ ْء ٍء‬ Islam Peduli Terhadap Satwa 27 . sebagai berikut: ‫ْء َ ِ ِ ﱡ َ ﱠ‬ ُ ِ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ 3876 . Allah berfirman.ُ‫ﺑﺎب ﺷﺮاب اﻟﺤﻠﻮاٍء َ اﻟﻌﺴﻞ .« ‫أَﻬﻧﺰ َ اﻟﺪاٍء َ اﻟﺪ َ اٍء َ ﺟﻌﻞ ﻟِﻜﻞﱢ َاٍء َ َ اٍء ﻓَﺘَﺪَا َ ْء ا َ ﻻَ ﺗَﺪَا َ ْء ا ﺑِﺤﺮام‬ ‫ﱠ َ ﱠ َ َ َ َ ُ ٍء‬ ‫ًء‬ ‫َ َ ٍء‬ “Sesungguhnya Allah SWT menurunkan penyakit dan obat. ‫ْء َ َ ﱠ َ َ ﻢ‬ ‫ْء‬ Imam Zuhri berkata “Tidak diperbilehkan minum air kencing manusia karena suatu penyakit yang memberatkan. Baihaqi juz 2 halaman 142 ‫َﱠ‬ ‫ْء َ َ ﱠ‬ َُ ُ‫ُ َ ﱠ‬ ‫اﻟﻌﺒﱠﺎ ِ : ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ َﻌﻘُﻮب ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺣْء ﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ ﻋﺒﺪ اﻟﺠﺒﱠﺎ ِ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ُﻮﻬﻧُﺲُ ﺑْءﻦُ ﺑُﻜ ْءﺮ ﻋَﻦ‬ َ ‫َ ْء ِ ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ‫َ ٍء‬ ‫اﻷَﻋﻤﭼﺶ ﻋَﻦ ﺣﺒِ ﺐ ﺑْءﻦ ﺣﺴﱠﺎنَ ﻋَﻦ ﺷﻘِ ﻖ ﺑْءﻦ ﺳﻠَﻤﭼﺔَ ﻗَﺎ َ : اﺷﺘَﻜﻰ َ ﺟﻞ ﻣﻨﱠﺎ ﺑَﻄْء‬ َ ‫ْء‬ ُ‫ﻨَﻪ‬ َ ِ ِ َ ‫ْء َ ِ ْء‬ ِ ‫ُ ٌء‬ َ َ ِ ِ َ ‫ْء‬ ‫ْء َ ُ ْء‬ ‫َ َ ْء ُ ﱠ‬ َ‫ﻓَﻮﺟﺪ ﻓِ ﻪ اﻟﺼﱡ ﻔﺮ َﻌﻨِﻰ اﻟﻤﭼﺎٍء اﻷَﺻْء ﻔَﺮ ﻓَﺄُﺗِﻰ ﻋﺒﺪ ﷲِ ﻓَﻘَﺎ َ إِﻬﻧﱢﻰ اﺷﺘَﻜ ْءﺖ ﺑَﻄﻨِﻰ ﻓَﻨُﻌﺖ‬ ‫ْء ُ ْء‬ َ ِ َِ ُ ِ َ َ ‫ْء‬ ‫َ ْء ُ ﱠ‬ ُ‫ﻟِﻰ اﻟﺴﻜﺮ ﻓَﻘَﺎ َ ﻋﺒﺪ ﷲِ : إِن ﷲَ ﻟَﻢ َﺠْء ﻌﻞْء ﺷﻔَﺎٍءﻛﻢ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﺣﺮم ﻋﻠَ ْءﻜ‬ ُ َ ِ َ ‫ﱠ ﱠ ْء‬ . Shahih Bukhori. Ibnu Mas'ud juga berkata dalam minuman yang memabukan. dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram.» إِن ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ ِ ْء‬ ِ ‫ﱠ‬ َ‫ﱠ ﷲ‬ َ ‫ْء‬ . sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat dari suatu yang diharamkan.” ‫َﱠ‬ 20172. juz 18 halaman 480 ُ ِ 15 . ) ٥۱ ( َ ﻗَﺎ َ اﻟﺰﻫﺮىﱡ ﻻَ َﺤﻞﱡ ﺷﺮْء ب‬ ِ َ َ ‫َ َ ِ ْء َ ْء َ ِ ْء‬ ِ ‫ﱡ ْء‬ ، ( ُ ‫ﺑَﻮْء ِ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻟِﺸﺪة ﺗَﻨﺰ ُ ، ﻷَﻬﻧﱠﻪُ ِﺟْء ﺲٌء ﻗَﺎ َ ﷲُ ﺗَﻌﺎﻟَﻰ ) أُﺣﻞ ﻟَﻜﻢ اﻟﻄﱠ ﱢﺒَﺎ‬ َ ‫ﱠ‬ ُُ ‫ِ ﱠ‬ ِ ‫ِ ﱠٍء ْء‬ ُ‫َ ﻗَﺎ َ اﺑْءﻦُ ﻣﺴﻌُﻮٍء ﻓِﻰ اﻟﺴﻜﺮ إِن ﷲَ ﻟَﻢ َﺠْء ﻌﻞْء ﺷﻔَﺎٍءﻛﻢ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﺣﺮم ﻋﻠَ ْءﻜ‬ ُ َ ِ َ ‫ﱠ َ ِ ﱠ ﱠ ْء‬ ‫َ ْء‬ .” (HRAbi Dawud) Dalil selanjutnya adalah hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Baihaqi. dan menjadikan setiap penyakit ada obatnya.‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ ﻋﺒَﺎ َ ةَ اﻟﻮاﺳﻄﻰ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ َﺰ ﺪ ﺑْءﻦُ ﻫَﺎ ُ نَ أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ‬ َ َ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫ِ ُ ْء ٍء ْء‬ ‫ْء ْء‬ ‫إِﺳﻤﭼﺎﻋ ﻞ ﺑْءﻦُ ﻋ ﱠﺎ ٍء ﻋَﻦ ﺛَﻌﻠَﺒَﺔَ ﺑْءﻦ ﻣﺴﻠِﻢ ﻋَﻦ أَﺑِﻰ ﻋﻤﭼﺮانَ اﻷَﻬﻧﺼﺎ ِىﱢ ﻋَﻦ أُم‬ ُ ِ َ ‫ْء‬ َ َ َ ‫ِ ْء‬ ‫ﱢ‬ ‫اﻟﺪ ْء َاٍء ﻋَﻦ أَﺑِﻰ اﻟﺪ ْء َاٍء ﻗَﺎ َ ﻗَﺎ َ َ ﺳُﻮ ُ ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ.‫ْء َ َ ﱠ َ َ ﻢ‬ ُ َ‫ﱠ‬ ‫ْء‬ “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat bagimu pada apa-apa yang diharamkankan Allah atasmu.

Vol. atau adonan khomar. Hal. Qawaidu al-Ahkam Fi Mashalihi al-Anam. Selain itu. v Rujukan Nihayatu al-Muhtaj. Ila Syarhi al-Minhaj. 26. 1. diperbolehkannya pengobatan tersebut.Halal/diperbolehkan menggunakan sesuatu yang haram Selanjutnya. Hal. maka diperbolehkan menggunakan obat yang haram dengan cacatan/ketentuan sebagai berikut: a) Tidak ada obat lain yang halal b) Ada resep dari dokter ahli c) Dan catatan yang dikemukan oleh kalangan Madzhab Hanafi adalah diyakini bahwa barang tersebut (sesuatu yang haram) adalah obat (bukan hanya sebatas prasangka). muslim dan adil (ahli dalam bidang penyakit). al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). 223 (‫نﻫﺎ ﺔ اﻟﻤﭼﺤﺘﺎ إﻟﻰ ﺷﺮ اﻟﻤﭼﻨ ﺎ – )اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ‬ ٢٢٣ ٢٦‫اﻟﺠﺰٍء ى‬ ُ ‫َ ْء ِ َ ْء ٍء َ َ َ ﱠ‬ ‫َ َﺠُﻮز اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﻨَﺠﺲ ﻏ ْءﺮ ﻣﺴﻜﺮ ﻛﻠَﺤْء ﻢ ﺣ ﱠﺔ َ ﺑَﻮْء ٍء َ ﻣﻌﺠُﻮن ﺧﻤﭼﺮ ﻛﻤﭼﺎ ﻣﺮ‬ ‫ِ ٍء َ ِ ُ ْء ِ ٍء َ ِ َ ٍء‬ ُ َ َ ‫ِ ِ ِ ٍء‬ َ ُ‫ﻓِﻲ اﻷَ ْءﻌﻤﭼﺔ ، َ ﻟَﻮْء ﻛﺎنَ اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﻪ ﻟِﺘَﻌْءﺠ ﻞ ﺷﻔَﺎٍء ﻛﻤﭼﺎ َﻜﻮنُ ﻟِﺮﺟﺎﺋِﻪ ، َ أَﻬﻧﱠﻪ‬ ِ َ َ ِ ِ َ ِ ‫ْء‬ ‫َ ِ ِ ْء‬ ‫ْء‬ َ ‫ٍء ُ ْء ٍء َ ْء‬ ُ ‫َﺠُﻮز ﺑِﺸَﺮْء ِ إﺧﺒَﺎ ِ َﺒِ ﺐ ﻣﺴﻠِﻢ ﻋﺪٍء ﺑِﺬﻟِﻚ أَ ْء ﻣﻌْءﺮﻓَﺔ اﻟﻤﭼﺘَﺪَا ِي ﺑِﻪ إنْء‬ َ‫ِ ﻋﺮف‬ َ َ َ ُ ‫، َ ُﺸﺘَﺮ ُ ﻋﺪم ﻣﺎ َﻘُﻮم ﻣﻘَﺎﻣﻪُ ﻣﻤﭼﺎ َﺤْء ﺼﻞ ﺑِﻪ اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﻣﻦ اﻟﻄﱠ‬ ‫ِ ْء ﺎﻫﺮا ِ ا ﻫـ‬ َ ِ ‫ُ َ َ ِ ﱠ‬ ِ ُ ُ َ ُ َ َ َ ‫ْء‬ Dan diperbolehkan berobat dengan barang najis yang tidak memabukkan. apabila tidak terdapat obat yang halal untuk dipergunakan sebagai obat. air seni. telah mendapat rekomendasi dari seorang dokter. serta tidak ada lagi obat yang dari barang halal. 146 ۱‫ﻗﻮاﻋﺪ اﻷﺣﻜﺎم ﻓﻲ ﻣﺼﺎﻟﺢ اﻷﻬﻧﺎم ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( اﻟﺠﺰٍء ى‬ ۱٤٦ َ‫ﻓَﺘَﻘُﻮ ُ : ﺟﺎز اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﺎﻟﻨﱠﺠﺎﺳﺎ ِ إ َ ا ﻟَﻢ َﺠﺪ َﺎﻫﺮًءا َﻘُﻮم ﻣﻘَﺎﻣ َﺎ ، ﻷَن ﻣﺼْء ﻠَﺤﺔ‬ ‫ْء ِ ْء‬ َ َ َ َ َ ِ َ َ ُ َ ‫ِ ﱠ‬ ‫اﻟﻌﺎﻓِ َﺔ َ اﻟﺴﱠﻼﻣﺔ أَﻛﻤﭼﻞ ﻣﻦ ﻣﺼْء ﻠَﺤﺔ اﺟْء ﺘِﻨَﺎب اﻟﻨﱠﺠﺎﺳﺔ ، َ ﻻ َﺠُﻮز اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﺎﻟْء‬ ‫َ َ ِ ْء‬ ُ َ ‫ﺨﻤﭼﺮ‬ ِ َ َ ِ ِ َ ِ َ ‫ْء‬ َ ‫َ ُ ِ ْء‬ ِ ‫َ ْء‬ ‫ﻋﻠَﻰ اﻷَﺻﺢ إﻻ إ َ ا ﻋﻠِﻢ أَن اﻟﺸﻔَﺎٍء َﺤْء ﺼﻞ ﺑِ َﺎ ، َ ﻟَﻢ َﺠﺪ َ َ اٍء ﻏ ْءﺮﻫَﺎ ، َ ﻣﺜْء‬ ‫ْء َ ﱢ ﱠ‬ ‫ْء ِ ْء‬ ُ‫ِ ﻠُﻪ‬ ُ ُ َ َ َ ‫ًء‬ َ ‫َ َ ﱠ ﱢ‬ ‫ْء ُ ْء‬ ‫ْء ِ ِ ْء‬ َ ‫ْء‬ ‫ﻗَﻄﻊ اﻟﺴﱢﻠﻌﺔ اﻟﱠﺘِﻲ َﺨﺸﻰ ﻋﻠَﻰ اﻟﻨﱠﻔﺲ ﻣﻦ ﺑَﻘَﺎﺋِ َﺎ‬ َ ِ َ 28 Islam Peduli Terhadap Satwa . Vol. dengan syarat. walaupun pengobatan tersebut untuk mempercepat penyembuhan. seperti daging ular. seperti harapan yang ada. seperti yang telah dijelaskan dalam pembahasan makanan.

Kami berpendapat: diperbolehkan berobat dengan barang yang najis, apabila tidak ada yang halal. Karena mashlahah kesembuhan dan keselamatan, itu lebih utama dan penting daripada hanya sekedar menghindari barang yang najis.

Prof. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu halaman 162 juz 4.

٤ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻻﺳﻼﻣﻲ أ ﻟﺘﻪ, ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( ﺟﺰ‬ ‫ﻟﻜﻦ ﻗﺎ اﻟﺤﻨﻔ ﺔ )٢( : ﺠﻮز اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﻤﭼﺤﺮم إن ﻋﻠﻢ ﻘ ﻨﺎ ًء أن ﻓ ﻪ ﺷﻔﺎٍء، ﻻ‬ .‫ﻘﻮم ﻏ ﺮ ﻣﻘﺎﻣﻪ، أﻣﺎ ﺑﺎﻟﻈﻦ ﻓﻼ ﺠﻮز. ﻗﻮ اﻟﻄﺒ ﺐ ﻻ ﺤﺼﻞ ﺑﻪ اﻟ ﻘ ﻦ‬ .‫ﻻ ﺮﺧﺺ اﻟﺘﺪا ي ﺑﻠﺤﻢ اﻟﺨﻨﺰ ﺮ، إن ﺗﻌ ﻦ‬ ‫ﻗ ﺪ اﻟﺸﺎﻓﻌ ﺔ )٣( ﺣﺮﻣﺔ اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﺨﻤﭼﺮ إ ا ﻛﺎﻬﻧﺖ ﺻﺮﻓﺎًء، ﻏ ﺮ ﻣﻤﭼﺰ ﺟﺔ ﺑﺸﻲٍء‬ ‫ﺧﺮ ﺗﺴﺘ ﻠﻚ ﻓ ﻪ. أﻣﺎ اﻟﺘﺮ ﺎ اﻟﻤﭼﻌﺠﻮن ﺑ ﺎ ﻬﻧﺤﻮ ﻣﻤﭼﺎ ﺗﺴﺘ ﻠﻚ ﻓ ﻪ، ﻓ ﺠﻮز‬ ‫اﻟﺘﺪا ي ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﻓﻘﺪ ﻣﺎ ﻘﻮم ﺑﻪ، ﻣﻤﭼﺎ ﺤﺼﻞ ﺑﻪ اﻟﺘﺪا ي ﻣﻦ اﻟﻄﺎﻫﺮا ، ﻛﺎﻟﺘﺪا ي‬ ‫ﺑﻨﺠﺲ ﻛﻠﺤﻢ ﺣ ﺔ ﺑﻮ . ﻛﺬا ﺠﻮز اﻟﺘﺪا ي ﺑﻤﭼﺎ ﻛﺮ ﻟﺘﻌﺠ ﻞ ﺷﻔﺎٍء ﺑﺸﺮ إﺧﺒﺎ‬ ‫ﺒ ﺐ ﻣﺴﻠﻢ ﻋﺪ ﺑﺬﻟﻚ، أ ﻣﻌﺮﻓﺘﻪ ﻟﻠﺘﺪا ي ﺑﻪ. ﺑﺸﺮ أن ﻜﻮن اﻟﻘﺪ اﻟﻤﭼﺴﺘﻌﻤﭼﻞ‬ .‫ﻗﻠ ﻼًء ﻻ ﺴﻜﺮ‬ ‫ﻗﺎ اﻟﻌﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺴﻼم )٤( : ﺟﺎز اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﻨﺠﺎﺳﺎ إ ا ﻟﻢ ﺠﺪ ﺎﻫﺮاًء ﻘﻮم‬ ‫ﻣﻘﺎﻣ ﺎ؛ ﻷن ﻣﺼﻠﺤﺔ اﻟﻌﺎﻓ ﺔ اﻟﺴﻼﻣﺔ أﻛﻤﭼﻞ ﻣﻦ ﻣﺼﻠﺤﺔ اﺟﺘﻨﺎب اﻟﻨﺠﺎﺳﺔ، ﻻ‬ ‫ﺠﻮز اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﺨﻤﭼﺮ ﻋﻠﻰ اﻷﺻﺢ إﻻ إ ا ﻋﻠﻢ أن اﻟﺸﻔﺎٍء ﺤﺼﻞ ﺑ ﺎ، ﻟﻢ ﺠﺪ‬ .‫اٍء ﻏ ﺮﻫﺎ‬ ۱٦٢
Menurut pendapat Madzhab Hanafi, diperbolehkan berobat dengan barang yang diharamkan, jika yakin, obat tersebut satu-satunya jalan pengobatan (kecuali daging babi, maka tetap diharamkan). Namun jika hanya masih praduga, maka tidak diperbolehkan. Perkataan seorang dokter, belum bisa menjadi dasar keyakinan. Ulama syafi'iyah memberikan batasan, tentang keharaman berobat dengan khamar (minuman keras), jika murni, artinya tidak terdapat campuran yang lain yang menyebabkan “khamar” tersebut larut. Dan jika terdapat campuran, sehingga khamar dapat larut, maka diperbolehkan, selama tidak ada obat dari barang halal yang lain. Hukum boleh “bersyarat” ini, juga berlaku pada daging ular, atau dengan air seni. Imam Izzuddin Bin Abdissalam berpendapat (menegaskan): diperbolehkan berobat dengan barang yang haram, dengan catatan tidak menemukan lagi barang suci/ halal yang bisa digunakan untuk berobat. Karena “keselamatan, dan kesembuhan” jauh lebih penting, daripada sekedar menghindari barang najis. Dan menurut pendapat yang lebih shohih, tidak diperbolehkan berobat dengan khamar (minuman keras), kecuali benar-benar tidak menemukan yang lain.

Selain dalil-dalil di atas, praktek penggunaan obat-obatan dari jenis satwa langka yang telah dilindungi juga dilarang oleh hukum pemerintah.

Islam Peduli Terhadap Satwa

29

C. Pemeliharaan Satwa Liar untuk Hobby dan Pemeliharaan Satwa Ternak Pada dasarnya, Islam memperbolehkan kita memelihara binatang. Hal ini dikarenakan ada kaidah yang berbunyi ‫( اﻻﺻﻞ ﻓﻰ اﻷﺷـ ﺎٍء اﻻﺑﺎﺣــﺔ‬pada dasarnya, semua hal itu boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya). Di samping itu, ketika manusia diperbolehkan untuk memanfaatkan binatang baik untuk dikonsumsi atau untuk keperluan yang lainnya, maka usaha-usaha untuk tercapainya pemanfaatan binatang itu juga diperbolehkan. Salah satu usaha itu adalah memelihara atau mengembangbiakkan binatang yang kita manfaatkan. Hal ini karena ada kaidah ‫) اﻟﻮﺳﺎﺋﻞ ﻓﻰ ﺣﻜﻢ اﻟﻤﭼﻘﺎﺻﺪ‬hukum sarana itu sama dengan hukum tujuan) Namun usaha untuk tercapainya pemanfaatan itu juga tidak boleh bertentangan dengan dengan syara'. Misalnya pemeliharaan itu mengandung penyiksaan binatang yang dipelihara. Kisah seorang wanita yang dimasukkan ke dalam neraka karena ia mengurung kucing tanpa memberinya makan sehingga kucing itu mati menjadi bukti bahwaAllah swt memberikan sanksi atas perlakuan zalim terhadap binatang. Pada dasarnya, seluruh jenis binatang boleh dipelihara. Karena Allah tidak menciptakan satupun ciptaanNya dengan sia-sia, semua ada manfaat dan gunanya. Namun ada beberapa binatang yang tidak boleh dipelihara misalnya anjing dan babi. Pemeliharaan babi tidak diperbolehkan secara mutlak, sedangkan pemeliharan anjing diperbolehkan jika memang untuk kebutuhan tertentu yang dilegalkan syara' misalnya untuk penjaga keamanan, atau sebagai anjing pelacak tindak kejahatan/kriminalitas.

30

Islam Peduli Terhadap Satwa

‫‪v Rujukan‬‬

‫‪Al-Mughni, Li al-Syaikh Maufiqu al-Din Abdullah Bin Ahmad al-Ma'ruf Bi Ibni‬‬ ‫.‪Qudamah al-Hanbali, Vol. 4. Hal. 173. Daru Ihya'I al-Turats al-Araby‬‬

‫اﻟﻤﭼﻐﻨﻲ ﻟﻠﺸ ﺦ ﻣﻮﻓﻖ اﻟﺪ ﻦ ﻋﺒﺪ ﷲ ﺑﻦ أﺣﻤﭼﺪ اﻟﻤﭼﻌﺮ ف ﺑﺎﺑﻦ ﻗﺪاﻣﺔ اﻟﺤﻨﺒﻠﻲ‬ ‫٢٧۱/٤ / ا إﺣ ﺎٍء اﻟﺘﺮاث اﻟﻌﺮﺑﻲ‬
‫ﻓﺼﻞ : ﻻ ﺠﻮز اﻗﺘﻨﺎٍء اﻟﻜﻠﺐ , إﻻ ﻛﻠﺐ اﻟﺼ ﺪ , أ ﻛﻠﺐ ) 8513 (‬

‫ﻣﺎﺷ ﺔ , أ ﺣﺮث ; ﻟﻤﭼﺎ ي ﻋﻦ أﺑﻲ ﻫﺮ ﺮة , ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ‬ ‫أﻬﻧﻪ ﻗﺎ }: ﻣﻦ اﺗﺨﺬ ﻛﻠﺒﺎ إﻻ ﻛﻠﺐ ﺻ ﺪ أ ﻣﺎﺷ ﺔ أ ز , ﻬﻧﻘﺺ ﻣﻦ أﺟﺮ ﻛﻞ‬ ‫ﻮم ﻗ ﺮا { . ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﭼﺮ ﻗﺎ : ﺳﻤﭼﻌﺖ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻘﻮ‬ ‫}: ﻣﻦ اﻗﺘﻨﻰ ﻛﻠﺒﺎ إﻻ ﻛﻠﺐ ﺻ ﺪ أ ﻣﺎﺷ ﺔ , ﻓﺈﻬﻧﻪ ﻨﻘﺺ ﻣﻦ أﺟﺮ ﻛﻞ ﻮم‬ ‫ﻗ ﺮا ﺎن {. ﻗﺎ ﺳﺎﻟﻢ : ﻛﺎن أﺑﻮ ﻫﺮ ﺮة ﻘﻮ : أ ﻛﻠﺐ ﺣﺮث . ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠ ﻪ .‬ ‫إن اﻗﺘﻨﺎ ﻟﺤﻔﻆ اﻟﺒ ﻮ , ﻟﻢ ﺠﺰ ; ﻟﻠﺨﺒﺮ . ﺤﺘﻤﭼﻞ اﻹﺑﺎﺣﺔ . ﻫﻮ ﻗﻮ‬ ‫أﺻﺤﺎب اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ; ﻷﻬﻧﻪ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺜﻼﺛﺔ , ﻓ ﻘﺎ ﻋﻠ ﺎ . اﻷ أﺻﺢ ; ﻷن‬ ‫ﻗ ﺎ ﻏ ﺮ اﻟﺜﻼﺛﺔ ﻋﻠ ﺎ , ﺒ ﺢ ﻣﺎ ﺘﻨﺎ اﻟﺨﺒﺮ ﺗﺤﺮ ﻤﭼﻪ . ﻗﺎ اﻟﻘﺎﺿﻲ : ﻟ ﺲ‬ ‫ﻫﻮ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﺎﻫﺎ , ﻓﻘﺪ ﺤﺘﺎ اﻟﻠﺺ ﻹﺧﺮاﺟﻪ ﺑﺸﻲٍء ﻄﻌﻤﭼﻪ إ ﺎ , ﺛﻢ ﺴﺮ‬ ‫اﻟﻤﭼﺘﺎ . أﻣﺎ اﻟﺬﺋﺐ , ﻓﻼ ﺤﺘﻤﭼﻞ ﻫﺬا ﻓﻲ ﺣﻘﻪ , ﻷن اﻗﺘﻨﺎٍء ﻓﻲ اﻟﺒ ﻮ ﺆ ي‬ ‫اﻟﻤﭼﺎ ة , ﺑﺨﻼف اﻟﺼﺤﺮاٍء .‬
‫,‪Tidak diperkenankan memelihara anjing, kecuali anjing untuk berburu‬‬ ‫‪mengembala, atau untuk membajak, karena ada hadist yang telah diriwayatkan dari‬‬ ‫‪Abi Hurairah “ barang siapa memelihara anjing yang tidak digunakan untuk‬‬ ‫‪berburu, mengembala, membajak, maka orang itu akan diambil pahalanya setiap‬‬ ‫.‪harinya satu gunung‬‬

‫‪Hasyiyah al-Muhatj, 'Ala Syarhi al-Minhaj (Daru Ihya'I al-Kutub‬‬ ‫.412 ‪al-'Arabiyah)Vol. 11. Hal‬‬

‫ﻬﻧ ﺎ ﺔ اﻟﻤﭼﺤﺘﺎ ﻋﻠﻰ ﺷﺮ اﻟﻤﭼﻨ ﺎ‬ ‫ْء ُ ْء ُ ْء ِ ْء ِ ِ ُ ْء‬ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ: َ َﻤﭼﺘَﻨِﻊ اﻗﺘِﻨَﺎٍء اﻟﺨﻨﺰ ﺮ ﻣﻄﻠَﻘًءﺎ( اﺣْء ﺘَﺎ َ إﻟَ ْءﻪ أَم ﻻ )ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ: َ ﻏ ْءﺮﻫﻤﭼﺎ( أَيْء (‬ ‫ِ ْء‬ ‫َ ِ َِ‬ ‫ِ ﱠ ِ ْء ٌء‬ ‫ﻣﻤﭼﺎ ﻓِ ﻪ ﻬﻧَﻔﻊ َ ﻟَﻮْء ﻣﺘَﻮﻗﱠﻌًءﺎ‬ ‫ُ َ‬
‫‪Tidak diperkenankan memelihara babi baik dimanfaatkan atau tidak, dan hewan‬‬ ‫.‪semisalnya yang tidak bermanfaat‬‬

‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬

‫13‬

Allah pulalah yang menanggung seluruh rizki bagi seluruh makhluk yang telah diciptakan-Nya. “Apa yang tengah engkau lakukan wahai Makhluk Allah?”. Allah tidak akan salah untuk memberikan hak mereka. kecuali Allah telah menetapkan baginya rizki yang akan menghidupinya. Mengingat dia pun telah sanggup selama ini diamanahi 32 Islam Peduli Terhadap Satwa .” Sulaiman perlahan tertegun dengan apa yang diungkapkan oleh sang semut itu. Meskipun ia berada pada lokasi yang sangat tersembunyi nan gelap gulita. Sulaiman pun bertanya pada semut itu setelah. Bagaimana seorang Nabi yang kekayaan dan kekuasaanya tak tertandingi oleh manusia manapun tidak mampu menggantikan posisiAllah (menjamin rizki makhluk lain). Ya. ‫ﱠ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ‫ْء ُ ُ ْء ﱠ‬ ‫ِ إِﻻ ﻋﻠَﻰ ﷲِ ِزﻗُ َﺎ َ َﻌﻠَﻢ ﻣﺴﺘَﻘَﺮﻫَﺎ َ ﻣﺴﺘَﻮْء َ ﻋ َﺎ‬ َ َ ‫ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫َ ﻣﺎ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ ‫َ ِ ْء ٍء‬ ُ ‫ﻛﻞﱞ ﻓِﻲ ﻛﺘَﺎب ﻣﺒِ ﻦ‬ ُ ‫ِ ٍء‬ ‫ٍء‬ ”Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. “Aku tengah bersyukur kepada Allah atas segala rezeki yang dianugerahkanNya padaku selama ini. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul mahfudz)”. Sulaiman pun kaget bukan kepalang.Bagaimana Cara untuk Memelihara Binatang? Allah SWT. dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. “Berapa jatah makananmu yang disediakan oleh Allah selama setahun?”. dan Allah tidak akan pernah lupa untuk memenuhi rizkinya. Allah tidak akan kesulitan untuk menemukannya. hanya satu biji utuh itulah jatah makanan semut itu dalam setahun yang lalu dan juga di tahun-tahun berikutnya. Si semut pun membalas salam sang Nabi yang dianugerahi Allah mukjizat bahasa binatang itu. tiada tandingan-Nya. Suatu hari Nabiyullah Sulaiman menjumpai seekor semut yang tengah menengadahkan tangannya ke atas (menghadap langit). jenis dan rupa makhluk-makhluk yang terdapat di langit dan di bumi beserta yang ada di antara keduanya. (QS Hud: 6) Dengan demikian apakah kita mampu menggantikan posisi Allah sebagai penjamin rizki bagi makhluk (satwa) saat kita memeliharanya? Kita dapat belajar dari kisahkisah Nabiyullah terdahulu. Allah SWT yang telah menciptakan segala bentuk. dan tiada pengganti-Nya. Dengan segala kekuasaan yang dianugerahkan Allah kepadanya. “Jatahku selama setahun adalah satu biji-bijian utuh saja. Dia-lah Dzat Tunggal yang tiada duanya.” jawab sang semut tenang. Kemudian dia bertanya pada si semut. hanya satu biji-bijian utuh. Sulaiman pun berpikir bahwa dia pasti dapat memberi jatah makanan semut tadi dalam satu tahun ke depan. Tidak ada satu makhluk sekecil apapun di dunia ini.

demikian kira-kira tanya hati yang menggelayut dalam benak Sulaiman. sebelumnya maafkanlah segala khilafku yang telah lupa akan janjiku untuk menyediakan jatah rezekimu dalam satu tahun ke depan. “Wahai Tuhanku. Sulaiman pun mengangkat batu tersebut dan betapa terhenyaknya dia tatkala melihat di sarang sang semut masih ada separuh (setengah) dari biji jatah hidupnya.” pinta Sulaiman dengan segala kerendahan hati. “Wahai semut. Setelah sampai di tempat yang dituju. bukankah aku sama sekali belum memberikan jatah hidupnya untuk masa satu tahun ke depan. Setelah ingatannya kembali. Namun aku juga patut heran dengan apa yang telah kusaksikan di depan indera lihatku saat ini. Karena aku tahu tahun ini jatah rezekiku telah dialih amanahkan oleh Allah kepadamu. “Begini wahai Nabiyullah yang mulia. lantas darimana semut ini memperoleh separuh biji tersebut. mohon kiranya perkenankanlah hamba menjamin jatah rezeki semut ini selama setahun ke depan. bukankah Allah hanya menjatah rezekimu dalam satu tahun yang lalu dengan hanya sebuah biji utuh saja. manusia dan binatang sekaligus. Dan aku tahu bahwa meskipun engkau adalah seorang nabi yang menguasai singgasana dua dunia sekaligus. tanpa bermaksud meragukan kekuasaanMu di semesta ini. apalah arti seekor semut baginya. toh hanya sebiji utuh dalam setahun.kekuasaan oleh Tuhan untuk dapat mengendalikan bangsa jin. padahal aku belum memberikan jatah rezekimu sama sekali untuk satu tahun ke depan?” Sang semut pun menjawab.” “Lantas apa alasan engkau menyisakan separuh jatah rezekimu dari tahun lalu untuk tahun ini?” Sulaiman kembali mencecar semut itu dengan hujan tanya. “separuh biji itu memang sengaja kusisakan dari jatah rezekiku dari Allah setahun yang lalu. Waktupun berjalan satu tahun. demikian kira-kira pendapat Sulaiman di benaknya. Dan Allah pun mengabulkannya. Sulaiman meminta izin seperti itu bukan untuk meremehkan kekuasaan Tuhan namun lebih sekedar pada salah satu upayanya lebih menambah grafik keimanannya pada Allah swt. itulah jatah rezeki si semut dari Allah selama ini. Sulaiman pun memberanikan diri bermunajat kepada Allah. namun engkau tetaplah manusia bukan tak mungkin akan mengalami salah dan lupa. sulaiman pun menghampiri sarang sang semut yang berada di bawah sebuah batu. Tanpa bermaksud meragukan kekuasaan Tuhan. Setelah itu mulailah jatah hidup sang semut tadi dalam satu tahun ke depan resmi dialih bebankan di tangan Sulaiman. setahun kemarin kala jatah rezekiku masih dijamin oleh Allah aku percaya bahwa Dia tak akan mengingkari janji Nya dan tak akan pernah lupa akan janji Nya untuk memberikan jatah hidupku di setahun Islam Peduli Terhadap Satwa 33 . lantas bagaimana bisa kudapati sisa separuh biji di sarangmu saat ini. Sulaiman pun lupa dengan tugasnya untuk memberi jatah hidup sang semut tadi untuk satu tahun ke depan. Dan bukankah seharusnya jatah hidupmu tahun lalu dari Nya sudah habis dan sementara dibebankan padaku.

1989). Manusia harus menyediakan makan dan minum yang cukup bagi mereka. tidak menguliti atau mematahkan tulangnya sewaktu masih hidup.” sang semut menjelaskan panjang lebar alasannya pada Nabi Sulaiman. jangan lukai mereka. {Al-Hafizh B. 4. 3.a. Dan semenjak Allah memberimu izin untuk memegang tugas mengurusi jatah hidupku selama satu tahun ini. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan segala sesuatu di semesta ini memang bergantung padanya. Tidak boleh membebani binatang melebihi kemampuannya.: “Berbaik hatilah pada binatang-binatang pengangkut. maupun segala pinta dari para makhluknya. maka akan lebih baik jika kita tidak memeliharanya. Sayyidina'Ali Bin Abi Thalib r. hal 28}. dan kuasa mengurus segala urusan makhluknya. maka aku berpikir lebih cermat untuk memilih zona aman yaitu dengan cara menyisakan jatah makananku dari tahun kemarin untuk persediaan tahun ini karena aku tak yakin bahwa engkau mampu memberikan jaminan sepenuhnya bahwa jatah rezekiku tak akan meleset sedikitpun dalam setahun ini. hajatnya. Ketika binatang telah menjadi peliharaan kita. Mashri. Imam Izzudin mencoba merumuskan hak-hak satwa tersebut. 2.A. 34 Islam Peduli Terhadap Satwa . Animals in Islam (Petersfield: The Athene Trust. Menurutnya. menanduk atau menggigit binatang tersebut.berikutnya. Menyembelih dengan cara atau adab yang baik. dan jangan muati mereka dengan beban yang melebihi kemampuan mereka”. ada beberapa hak yang harus dipenuhi oleh orang yang memelihara dan berinteraksi dengan hewan atau satwa. khalifah keempat. Dan segala dugaku itu telah terbukti kini dengan lupanya engkau untuk memberikan jatah rezekiku dalam beberapa hari ini. entah dari spesies yang sama atau spesies berbeda yang mungkin dapat mematahkan tulang. Baik itu rezekinya. Dilarang menempatkan binatang itu bersama dengan segala sesuatu yang dapat melukainya. yaitu: 1. Kita wajib memenuhi seluruh kebutuhannya baik kebutuhan jasmani atau psikologi. maka seluruh kebutuhannya akan menjadi tanggung jawab kita. Sulaiman pun menyadari kekhilafannya dan beliau pun dapat mengambil sebuah pelajaran berharga bahwa memang ternyata hanya Allah lah yang mampu. maka dari itu aku tak pernah takut maupun ragu untuk menghabiskan jatah rezekiku karena ku tahu bahwa satu tahun yang akan datang jatah rezekiku juga telah disediakan oleh Allah. Jika kita tidak sanggup memenuhi kebutuhan binatang tersebut. walaupun binatang itu sudah tua atau sakit sehingga dianggap tidak menguntungkan bagi pemiliknya.

6. Lima unsur kebebasan tersebut adalah: 1. 9. Mengenai hak-hak dan kebutuhan satwa. menyerahkan urusan kepada ahlinya. Memberi kenyamanan pada tempat istirahat dan tempat minum hewan. Apabila keadaan ini gagal dipenuhi maka akan menimbulkan penderitaan dan rasa sakit secara mental yang akan berdampak pada kondisi fisik dan psikologi hewan. Islam Peduli Terhadap Satwa 35 . 8. Apabila keadaan ini gagal dipenuhi maka akan memicu timbulnya penyakit dan penderitaan bagi binatang. 7.5. harus dengan cara memisahkannya. 4. Karena Islam mengharuskan bertanya kepada ahli dibidang tertentu. Manusia tidak boleh menembak mereka dengan apa saja yang membuat tulangnya patah atau menghancurkan tubuhnya. Bebas dari rasa lapar dan haus Bebas dari rasa tidak nyaman Bebas dari rasa sakit. Kajian itu harus diserahkan kepada ahlinya dalam hal ini misalnya dokter hewan atau ahli-ahli zoologi (ahli binatang) lainnya. Dan ketika para ahli telah merumuskan secara komprehensip dan tidak bertentangan dengan dalil-dalil syara'. Bebas dari rasa tidak nyaman dipenuhi dengan penyediaan lingkungan yang layak termasuk tempat berlindung dan tempat istirahat yang nyaman. 3. 2. maka rumusan itu harus diterima. Dilarang membuangnya kemudian menganggapnya sebagai binatang buruan. atau memperlakukan mereka dengan apa saja yang membuat daging mereka tidak sah untuk dimakan Jenis-jenis kebutuhan satwa memerlukan kajian tersendiri. Manusia harus menempatkan jantan dan betina bersama pada musim kawin. dan mengenal ijtihad kolektif (ijtihad atau penggalian hukum dengan melibatkan para ahli di berbagai bidang keilmuan). Dalam hal ini adalah penyediaan pakan yang sesuai dengan kebutuhan species tersebut dan adanya keseimbangan gizi. luka dan penyakit Bebas mengekspresikan perilaku normal dan alami Bebas dari rasa stress dan tertekan. 5. Dilarang menyembelih anaknya di depan induknya. Bebas dari rasa lapar dan haus dimaksudkan sebagai kemudahan akses akan air minum dan makanan yang dapat mempertahankan kesehatan dan tenaga. para ahli satwa telah mengeluarkan panduan dalam pemeliharaan satwa dalam kandang yang disebut lima kebebasan satwa.

Karena kita memang diperintahkan untuk berbuat baik kepada siapapun dan apapun. baik berupa asupan makanan yang cukup (baik waktu sehat ataupun sakit). dan tidak pula membiarkannya keluar mencari makanan.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hal. Contohnya penyakit yang bisa saling menular dari manusia ke binatang dan sebaliknya adalah penyakit hepatitis dan TBC. sampai mati kelaparan. 81 ٨۱ ۱٠ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻹﺳﻼﻣﻲ أ ﻟﺘﻪ ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ( اﻟﺠﺰٍء‬ ،‫ﺎ‬ ‫أﻣﺎ ﻬﻧﻔﻘﺔ اﻟﺤ ﻮان: ﻓ ﺠﺐ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺎﻟﻚ إ ﻌﺎم ﺑ ﺎﺋﻤﭼﻪ ﻟﻮ ﻣﺮﺿﺖ، ﺳﻘ ﺎ‬ ًّ ‫ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ : »ﻋُﺬﺑﺖ اﻣﺮأة ﻓﻲ ﻫﺮة ﺣﺒﺴﺘ ﺎ ﺣﺘﻰ ﻣﺎﺗﺖ ﺟﻮﻋﺎًء، ﻻ‬ (۱) « ‫ﻫﻲ أ ﻌﻤﭼﺘ ﺎ، ﻻ ﻫﻲ أ ﺳﻠﺘ ﺎ ﺗﺄﻛﻞ ﺣﺸﺎ اﻷ‬ Adapun nafaqoh (memenuhi kebutuhan) hewan. karena berlandaskan hadits “ada seorang perempuan yang akan disiksa (kelak dihari kiamat) lantaran seekor kucing yang ia kurung. Sementara bebas mengekspresikan perilaku normal adalah penyediaan ruang yang cukup. Apabila kondisi ini terabaikan maka akan memicu timbulnya penyakit dan ancaman menularnya penyakit baik pada hewan lain maupun manusia. maka dihukumi wajib. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu . fasilitas yang tepat dan adanya teman dari jenis yang sama. luka dan penyakit meliputi upaya pencegahan penyakit atau diagnosa dan penanganan yang cepat. ia tidak memberinya asupan makanan. Apabila keadaan ini tidak terpenuhi maka akan muncul perilaku abnormal dan berakhir dengan gangguan fisik lainnya. Kelima faktor dari 5 kebebasan satwa tersebut saling berkait dan akan berpengaruh pada semua faktor apabila salah satu tidak terpenuhi atau terganggu. apakah manusia sanggup menyediakan ruang atau kandang yang bisa memenuhi kebutuhan perilaku alami satwa tersebut? Faktor terakhir adalah bebas dari rasa takut dan tertekan yaitu memberikan kondisi dan perlakuan yang mencegah penderitaan mental. v Rujukan Prof. Perilaku alami satwa di alam sangatlah rumit.Bebas dari rasa sakit. atas orang yang memeliharanya. Vol 10.” 36 Islam Peduli Terhadap Satwa . Kondisi ini dipenuhi melalui penerapan pemeriksaan medis yang reguler. Maka alangkah baiknya jika rumusan semua kebutuhan satwa yang akan dipelihara mengacu kepada pendapat para ahli di bidang kehewanan.

Vol.اﺳﻤﭼﻪ ﺷﺮاﺣ ﻞ ﺑﻦ ة ﻣﻦ ﺻﻨﻌﺎٍء‬ ‫ﻗﺎ ﺛﻨﺘﺎن ﺣﻔﻈﺘ ﻤﭼﺎ ﻋﻦ ﺳﻮ ﷲ }ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫ﻣﺸﻖ ﻋﻦ ﺷﺪا ﺑﻦ أ‬ ‫ﺳﻠﻢ{ﻗﺎ إن ﷲ ﻛﺘﺐ اﻹﺣﺴﺎن ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲٍء ﻓﺈ ا ﻗﺘﻠﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮا اﻟﻘﺘﻠﺔ إ ا‬ ‫ٍء‬ ‫ﺑﺤﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮا اﻟﺬﺑﺢ ﻟ ﺤﺪ أﺣﺪﻛﻢ ﺷﻔﺮﺗﻪ ﻟ ﺮ ﺑ ﺤﺘﻪ ا ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻰ ﻛﺘﺎب‬ ‫اﻟﺼ ﺪ‬ Point yang kedua: riwayat Imam Muslim dari Abi al-Asy'asts al-Shon'ani (nama aslinya Syahil Bin Adah. 24 ( ٤٢ ٣ ‫اﻟﺠﻤﭼﻊ ﺑ ﻦ اﻟﺼﺤ ﺤ ﻦ‬ ‫اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ ﻟﻤﭼﺴﻠﻢ ﻋﻦ أﺑﻲ اﻷﺷﻌﺚ اﻟﺼﻨﻌﺎﻬﻧﻲ .Al-Jam'u baina Shohihaini. dari Rasulullah saw. dan hendaklah kau tajamkan pisaumu. Hal. Damaskus) dari Syaddad Bin Aus. dalam Bab “Perburuan”) Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany).. dan jika kalian menyembelih hewan. Vol. ia bersabda “Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik atas segala hal. ‫ﻘﻮم ﻣﻘﺎﻣﻪ اﻟﺘﺨﻠ ﺔ ﻟﻠﺤ ﻮاﻬﻧﺎ‬ ‫ﺳﻘ ﻪ ﻟﺤﺮﻣﺔ اﻟﺮ‬ ‫ًء ُ ْء ِ ﱠ َ ُ ُ ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ُ‫َ ﻣﻦَ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﺣﻤﭼﻮﻟَﺔًء َ ﻓَﺮْء ﺷﺎ ﻛﻠُﻮا ﻣﻤﭼﺎ َ زﻗَﻜﻢ ﷲُ َ ﻻَ ﺗَﺘﱠﺒِﻌُﻮا ﺧﻄُﻮا ِ اﻟﺸ ْءﻄَﺎن إِﻬﻧﱠﻪ‬ ِ ُ َ ِ َ ‫ْء‬ َ ُ ‫ْء‬ ِ ‫ُ ْء َ ُ ﱡ ٌء‬ (۱٤٢) ‫ﻟَﻜﻢ ﻋﺪ ﱞ ﻣﺒِ ﻦ‬ ‫ِ ْء ُ َ َ ِ ْء ِ ْء َ ﱠ‬ ‫ﺣﺘﱠﻰ إِ َ ا ﺟﺎٍء أَﻣﺮﻬﻧَﺎ َ ﻓَﺎ َ اﻟﺘﱠﻨﱡﻮ ُ ﻗُ ْءﻠﻨَﺎ اﺣْء ﻤﭼﻞْء ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱟ ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ َ أَﻫﻠَﻚ إِﻻ‬ ُ ‫َ َ ْء‬ َ ِ ‫َ ْء َ َ َ ِ ْء‬ ‫َ َ ََ ﱠ‬ ‫ٌء‬ (٤٠) ‫ﻣﻦ ﺳﺒَﻖ ﻋﻠَ ْءﻪ اﻟﻘَﻮْء ُ َ ﻣﻦ ﻣﻦَ َ ﻣﺎ ﻣﻦَ ﻣﻌﻪُ إِﻻ ﻗَﻠِ ﻞ‬ َ ‫َ ْء‬ Diperbolehkan mengurung hewan jika terdapat manfaat. dari daerah Shon'a. untuk hiasan. maka menyembelihlah dengan baik. seperti untuk menjaga. 15 ۱٥٢ ٦ ‫اﻟﻤﭼﻮﺳﻮﻋﺔ اﻟﻔﻘ ﺔ اﻟﻜﻮ ﺘ ﻪ‬ ‫ﺠﻮز ﺣﺒﺲ ﺣ ﻮان ﻟﻨﻔﻊ ﻛﺤﺮاﺳﺔ ﺳﻤﭼﺎ ﺻﻮ ز ﻨﺔ ﻋﻠﻰ ﺣﺎﺑﺴﻪ إ ﻌﺎﻣﻪ‬ . ada dua hal yang senantiasa aku jaga. 6 hal. akan tetapi orang yang memelihara. jika kalian membunuh sesuatu maka bunuhlah dengan baik. atau untuk didengar suara (merdu)nya. berkata. wajib memenuhi asupan makannya (dengan cukup). Imam Muslim. dan memberikan kebaikan bagi hewan yang disembelih.. 3. karena mulianya ruh…. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). (HR. Islam Peduli Terhadap Satwa 37 ...

(al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany) Vol. 86. atau memelihara seekor anjing. Namun. jika ada maslahah atau kebaikan di dalamnya.Hasyiyah al-Qolyubi. dan sapi untuk ditunggangi. maka kita wajib taat secara lahir dan batin. Hal. atau untuk hiburan. Allah SWT melaknat orang yang menyebabkan penderitaan terhadap satwa apalagi yang menyebabkan kematian terhadap satwa karena kelalaian. walaupun hanya untuk mendengarkan “merdu” suaranya. ‫ﺣﺎﺷ ﺔ ﻗﻠ ﻮﺑﻲ ٨۹۱/٢ / ا إﺣ ﺎٍء اﻟﻜﺘﺐ اﻟﻌﺮﺑ ﺔ‬ ‫ﻟﻪ اﺳﺘﻌﻤﭼﺎﻟ ﺎ ﻟﻮ ﻓﻲ ﻏ ﺮ ﻣﺎ ﻫﻲ ﻟﻪ ﻋﺮﻓﺎ ﻛﻔﺮ ﻟﺤﻤﭼﻞ ﺑﻘﺮ ﻟﺮﻛﻮب . walaupun bukan semestinya (akan tetapi tetap dianggap baik menurut kebiasaannya). ﻓﺮ‬ ‫: ﻟﻪ ﺣﺒﺲ ﺣ ﻮان ﻟﻮ ﻟﺴﻤﭼﺎ ﺻﻮﺗﻪ . khusus pada satwa yang dilindungi. karena pada prinsipnya kita harus memenuhi kebutuhan satwa tersebut dan tidak membuat satwa tersebut menjadi menderita. seperti dijadikan penjaga). tidak batin . maka kita hanya wajib taat lahir saja. Berikut ini adalah beberapa dari kutipan-kutipan tersebut: 38 Islam Peduli Terhadap Satwa . dalam artian pemerintah telah melarang untuk dipelihara. akan tetapi harus mencukupi makanan (kebutuhan)nya. Jika kita memang tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan satwa itu maka akan lebih baik jika kita tidak memeliharanya. Status satwa yang bertentangan dengan manusia juga dibahas. 14. dengan catatn ada “hajah” kebutuhan (untuk hal tersebut.‫إﻟ ﻪ ﻣﻊ إ ﻌﺎﻣﻪ‬ Diperbolehkan bagi seseorang untuk menggunakan “jasa hewan”. أ ﻬﻧﺤﻮ ﻛﻠﺐ ﻟﻠﺤﺎﺟﺔ‬ . Dasar perintah yang mengatur tentang kegunaan satwa mungkin ditujukan untuk orang-orang yang didorong untuk mencari keuntungan dari satwa tanpa kesadaran moral. Namun jika tidak ada maslalah. أ اﻟﺘﻔﺮ ﻋﻠ ﻪ . maka perlu dipilah. seperti kuda untuk dibuat alat pengangkut. karena memang sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan satwa tersebut. Ketika pemerintah melarang sesuatu yang mubah. maka pemeliharaan satwa ini hukumnya menjadi haram. Cabang pembahasan: diperbolehkan bagi seseorang untuk menguruh hewan. Melihat penjelasan di atas maka untuk memelihara satwa dalam kandang itu membutuhkan persyaratan yang sangat banyak. Pemeliharaan Satwa Ternak Al-Qur'an dan Hadist memerintahkan pemberian hak asasi kepada satwa secara berulang-ulang mengenai nilai guna dan manfaat dari satwa tersebut.

‫ْء ٌء َ ُ ِ ْء‬ ُ َ َ َ ‫ْء ْء‬ َ‫َ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﺧﻠَﻘَ َﺎ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ِ فٍء َ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ َ ﻣﻨ َﺎ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )٥( َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﺟﻤﭼﺎ ٌء ﺣ ﻦ‬ ‫ُ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ِ َ َ ‫ﺗُﺮ ﺤُﻮنَ َ ﺣ ﻦَ ﺗَﺴﺮﺣُﻮنَ )٦( َ ﺗَﺤْء ﻤﭼﻞ أَﺛﻘَﺎﻟَﻜﻢ إِﻟَﻰ ﺑَﻠَﺪ ﻟَﻢ ﺗَﻜﻮﻬﻧُﻮا ﺑَﺎﻟِﻐ ﻪ إِ ﱠ‬ ُ ‫ٍء ْء‬ ُ ‫ِ ُ ْء‬ ‫ِ ﱢ‬ ‫ِ ِ ﻻ ﺑِﺸﻖ‬ ‫ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ِ ‫ْء َ َ ْء‬ ‫اﻷَﻬﻧﻔُﺲ إِن َ ﺑﱠﻜﻢ ﻟَﺮٍء ف َ ﺣ ﻢ )٧( َ اﻟﺨ ْءﻞ َ اﻟﺒِﻐَﺎ َ َ اﻟﺤﻤﭼ ﺮ ﻟِﺘَﺮْء ﻛﺒُﻮﻫَﺎ َ ز ﻨَﺔًء‬ َ َ ِ َ ‫ْء‬ ‫ْء ْء ِ ﱠ ُ ْء َ ُ ٌء ِ ٌء‬ ِ (٨) َ‫َ َﺨﻠُﻖ ﻣﺎ ﻻ ﺗَﻌﻠَﻤﭼﻮن‬ ُ ‫ْء ُ َ َ ْء‬ “Dan Dia menciptakan satwa ternak untukmu: sehingga kamu bisa mendapatkan pakaian hangat dan keuntungan lainnya. kamu dapat melakukan perjalanan. Mereka mengangkut bebanmu yang berat ke tempat-tempat yang tidak mungkin kau capai jika kau mengangkatnya sendiri. Dan [Dia telah menciptakan untukmu] kuda dan keledai untuk alat transportasi juga sebagai harta simpanan – dan Dia akan menciptakan benda-benda yang kamu tidak mengetahui sebelumnya. dan masih banyak lagi manfaat lain yang bisa kamu peroleh dari mereka. Aku memberimu minuman yang keluar dari perut mereka. Kamu mendapatkan gizi dari mereka. Saat ini para penemu telah meneliti bahwa susu merupakan campuran antara partikel-partikel tersebut dengan darah.” (SuratAn Nahl:66) Bahasa Arab 'farth' berarti kelenjar sekresi (pengeluaran) yang berisi partikel-partikel yang sudah tidak dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh. dan kamu menggembalakan mereka di pagi hari. Dan kamu bangga pada keindahan mereka saat kamu menungganginya ketika kamu pulang ke rumah di waktu malam.” (SuratAn Nahl:5-8) ‫َ إِن ﻟَﻜﻢ ﻓِﻲ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻟَﻌﺒﺮةًء ﻬﻧُﺴﻘِ ﻜﻢ ﻣﻤﭼﺎ ﻓِﻲ ﺑُﻄُﻮﻬﻧِﻪ ﻣﻦ ﺑَ ْءﻦ ﻓَﺮْء ث َ َم ﻟَﺒَﻨًءﺎ ﺧَﺎﻟِﺼًءﺎ‬ ‫ﱠ ُ ْء‬ ‫ْء ْء َ ِ ِ ْء َ ْء ُ ْء ِ ﱠ‬ ‫ِ ِ ْء ِ ٍء ٍء‬ ‫َ ًء ﱠ‬ (٦٦) َ‫ﺳﺎﺋِﻐﺎ ﻟِﻠﺸﺎ ِﺑِ ﻦ‬ “Dan tentu saja ada pelajaran yang bisa kamu petik dari binatang ternak: Aku memberikan minuman dari sesuatu [zat] yang terdapat dalam perut mereka –yang berasal dari saluran yang menghubungkan organ dalam dan darah –susu yang lezat bagi mereka yang meminumnya. Dan dari mereka. Pesan dari ayat di atas diulangi lagi untuk lebih menekankan maknanya: ‫َ ُ َ َ ِ ْء‬ ‫َ إِن ﻟَﻜﻢ ﻓِﻲ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻟَﻌﺒﺮةًء ﻬﻧُﺴﻘِ ﻜﻢ ﻣﻤﭼﺎ ﻓِﻲ ﺑُﻄُﻮﻬﻧِ َﺎ َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ ﻛﺜِ ﺮةٌء َ ﻣﻨ َﺎ‬ ‫ﱠ ُ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ‫ْء ْء َ ِ ِ ْء َ ْء ُ ْء ِ ﱠ‬ ‫ْء‬ ُ‫ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )۱٢( َ ﻋﻠَ ْء َﺎ َ ﻋﻠَﻰ اﻟﻔُ ْءﻠﻚ ﺗُﺤْء ﻤﭼﻠ‬ ُ (٢٢) َ‫ِ َ ﻮن‬ َ َ “Dan tentu saja ada pelajaran yang bisa dipetik dari satwa ternak. Yakinlah! Penjagamu adalah segalanya –Yang Maha Pemurah.22) ‫ِ ْء‬ ‫َ ِ ْء‬ ُ ُ ‫َ ُ ْء‬ ‫ﷲُ اﻟﱠﺬي ﺟﻌﻞ ﻟَﻜﻢ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻟِﺘَﺮْء ﻛﺒُﻮا ﻣﻨ َﺎ َ ﻣﻨ َﺎ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )۹٧( َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ َ ﻟِﺘَﺒﻠُﻐﻮا‬ ‫ُ ْء‬ َ َ ‫ﱠ ِ َ َ َ ُ ُ ْء ْء‬ ‫ْء‬ ُ‫ﻋﻠَ ْء َﺎ ﺣﺎﺟﺔًء ﻓِﻲ ﺻﺪ ِﻛﻢ َ ﻋﻠَ ْء َﺎ َ ﻋﻠَﻰ اﻟﻔُ ْءﻠﻚ ﺗُﺤْء ﻤﭼﻠ‬ (٨٠) َ‫ِ َ ﻮن‬ َ َ َ ‫ُ ُ ُ ْء‬ َ َ Islam Peduli Terhadap Satwa 39 . seperti halnya sebuah perahu.” (SuratAl-Mukminun:21. dan kamu memakan dagingnya. sehingga dikeluarkan oleh tubuh.

bagian yang terpotong itu adalah bangkai dan haram untuk dimakan” 40 Islam Peduli Terhadap Satwa .a. melarang memukul wajah binatang atau memberikan cap di atas wajah mereka. Layaknya perahu. sehingga kamu bisa menunggangi beberapa di antara mereka dan bisa mendapatkan bahan makanan dari yang lainnya. Alasan masyarakat melakukan operasi pembedahan seperti ini untuk mendapatkan punuk dan ekor yang berlemak untuk dimakan.” Hadist ini menegaskan bahwa melukai satwa pada bagian yang sensitif dan menyebabkan cacat adalah dilarang. sementara satwa-satwa tersebut masih tetap hidup dan bisa digunakan lagi. Saat Rasulullah s.a. unta (perahu di padang pasir) ditunjukkan dengan jelas dalam ayat berikut: ‫ُ ْء‬ َ ِ ِ ‫ْء‬ (۱٧) ‫أَﻓَﻼ َﻨﻈُﺮ نَ إِﻟَﻰ اﻹﺑِﻞ ﻛ ْءﻒَ ﺧﻠِﻘَﺖ‬ ُ ‫َ ْء‬ “Tidakkah mereka bercermin pada unta. Berikut sabda Rasulullah s.w. masyarakat atheis atau pun penyembah dewa-dewa melakukan ritual penyiksaan dan kekejaman lainnya terhadap satwa. Sahabat Rasul ini juga mengatakan pada saat seekor keledai dengan cap di wajahnya melewati Rasul.“Adalah Allah yang menyediakan untukmu semua jenis satwa ternak. Nabi memerintahkan untuk menghentikan kegiatan tidak manusiawi ini.80) Ketika menyebutkan satu persatu anugerah Allah. beliau berkata: 'Allah mengutuk orang yang memberikan cap itu’. Pada saat itu.” (SuratAl-Mukmin:79. hijrah dari Mekkah ke Madinah pada 622 M.: ‫اﻟﺮاﺑﻊ اﻟﺜﻼﺛﻮن ﻋﻦ ﻬﻧﺎﻋﻢ ﺑﻦ أﺟ ﻞ ﻣﻮﻟﻰ أم ﺳﻠﻤﭼﺔ أﻬﻧﻪ ﺳﻤﭼﻊ اﺑﻦ ﻋﺒﺎ ﻘﻮ أى‬ ‫ﺳﻮ ﷲ }ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ{ﺣﻤﭼﺎ اًء ﻣﻮﺳﻮم اﻟﻮﺟﻪ ﻓﺄﻬﻧﻜﺮ ﻟﻚ ﻗﺎ ﻓﻮﷲ ﻻ‬ ‫أﺳﻤﭼﻪ إﻻ ﻓﻲ أﻗﺼﻰ ﺷﻲٍء ﻣﻦ اﻟﻮﺟﻪ أﻣﺮ ﺑﺤﻤﭼﺎ ﻓﻜﻮي ﻓﻲ ﺟﺎﻋﺮﺗ ﻪ ﻓ ﻮ أ ﻣﻦ‬ ‫ﻛﻮى اﻟﺠﺎﻋﺮﺗ ﻦ‬ “Jābir berkata bahwa Nabi Muhammad s. bagaimana mereka diciptakan?” (SuratAl-Ghasyiyah:17) Pada periode sebelum Islam.w. kalian melakukan perjalanan dengan mereka.a. masyarakat Madinah memiliki kebiasaan memotong punuk unta dan ekor domba yang berlemak.w. praktek-praktek tersebut banyak dijumpai di Arab. Untuk menghentikan keserakahan ini beliau bersabda: (‫ﻣﺎ ﻗﻄﻊ ﻣﻦ ﺑ ﺔى ﻫﻲ ﺣ ﺔ ﻓﻤﭼﺎ ﻗﻄﻊ ﻣﻨ ﺎ ﻓ ﻮ ﻣ ﺘﺔ ) ا إﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ‬ “Apapun yang dipotong dari satwa saat satwa itu masih hidup. Semua kegiatan ini dikutuk dan dihentikan oleh Islam. Dan ada banyak lagi kegunaan mereka untuk memenuhi keinginan hatimu.

mengirisiris bagian tubuhnya.Aisyah sendiri berkata: “Aku sedang menunggangi seekor unta yang tidak mau diam dan aku mengendalikannya agak kasar. misalnya mematahkan leher.Untuk memastikan kita tidak melukai satwa bahkan saat satwa tersebut masih memiliki sedikit sisa nyawa. siapapun yang membeli binatang yang demikian.w. Tidak hanya secara fisik. Rasul bersabda padaku: 'Kamu harus memperlakukan satwa dengan lembut” Rasulullah sendiri pernah diperingatkan oleh Allah karena menelantarkan kuda beliau. dalam sabdanya berikut: “Jangan menimbun susu dalam organ susu binatang. malpraktek di Arab pada masa itu yang dihentikan oleh Rasulullah s.a. Rasulullah saw melarang kita menyiksa binatang yang sekarat itu dalam bentuk apapun. maka dia memiliki pilihan antara menyimpan atau mengembalikan binatang tersebut” Menimbun susu pada organ susu satwa mungkin pada saat itu dilakukan karena untuk mengawetkan susu lebih lama atau untuk menipu calon pembeli. mengenai hal ini adalah: ‫ﻗﺎ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ : ﻻ ﺗﺘﺴﺮﻋﻮا ﻓﻰ ﻋﻤﭼﻞ أي ﺷ ﺊ ﻟﺤ ﻮان ﻣﺬﺑﻮ‬ (‫إﻻ ﺑﻌﺪ أن ﺼﺒﺢ ﻛﺎﻟﺤﺠﺮ اﻟﻤﭼ ﺖ ) اﻟﻤﭼﺤﻠﻰ ﻻﺑﻦ ﺣﺎزم‬ “Janganlah tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu terhadap satwa yang sekarat sebelum dia benar-benar mati” ‘Umar bin Khattab berulang kali memerintahkan: “Berikan waktu pada satwa yang disembelih sampat dia benar-benar mati dalam keadaan dingin” Banyak lagi pemuka muslim yang memberikan pendapat hukum (fatwa) untuk memberikan waktu pada satwa yang baru saja disembelih untuk memberi kesempatan pada satwa untuk mengalami rigor mortis (kekakuan otot beberapa saat setelah mati). keperdulian Rasulullah terhadap emosi binatang juga sangat ditekankan. seperti yang disebutkan pada Hadist berikut ini: Islam Peduli Terhadap Satwa 41 . Contohnya Rasulullah pernah memperingatkan istrinya.w. Salah satu sabda Rasulullah s. Selain itu. Aisyah yang memperlakukan seekor unta dengan sembarangan.a. kecuali jika binatang itu betul-betul mati. menguliti.

bersabda: 'Janganlah memangkas poni kuda. namun secara garis besar berarti. penyembelihan binatang yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. atau penyembelihan binatang.‫اﻟﺴ ﺪة ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺿﻲ ﷲ ﻋﻨ ﺎ أﻬﻧ ﺎ ﻛﺒﺖ ﺑﻌ ﺮا ﻓﻜﺎﻬﻧﺖ ﻓ ﻪ ﺻﻌﻮﺑﺔ ﻓﺠﻌﻠﺖ‬ ‫ﻓﻘﺪ‬ ‫ﺗﺮ ﻓﻘﺎ ﻟ ﺎ ﺳﻮ ﷲ : ﻋﻠ ﻚ ﺑﺎﻟﺮﻓﻖ ﻓﺈن اﻟﺮﻓﻖ ﻻ ﻜﻮن ﻓﻰ ﺷﻲٍء إﻻ زاﻬﻧﻪ ﻻ‬ (‫ﻨﺰ ﻣﻦ ﺷ ﺊ إﻻ ﺷﺎﻬﻧﻪ ) ا ﻣﺴﻠﻢ‬ “Nabi Muhammad s. juga ekornya.w.w. Rasul menjawab: 'Tadi malam aku diperingatkan oleh Allah karena menelantarkan kudaku” Hadist berikut ini melarang kita untuk menyebabkan cacat pada tubuh satwa: ‫ﻻ ﺗﻘﺼﻮا ﺷﻌﺮ ﻣﻘﺪﻣﺔ أ اﻟﺤﺼﺎن ﻟﻚ ﻷﻬﻧﻪ ﻓ ﻪ ﻟ ﺎﻗﺔ أ ﺣﺸﻤﭼﺔ اﻟﺤﺼﺎن ﻻ‬ ( ‫ﺷﻌﺮ اﻟﻌﻨﻖ ﻷ، ﺤﻤﭼﻰ اﻟﺤﺼﺎن ﻻ ﻞ ﻻﺣﺼﺎن ﻷﻬﻧﻪ ﻣﻨﺸﺘﻪ ) ا أﺑﻮ ا‬ “Rasulullah s. karena kehormatan kuda terletak pada rambut poninya.a. pernah terlihat mengusap muka kuda dengan jubahnya. ayat 3. penyembelihan secara syara' dilakukan terhadap hewan darat yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. para ulama Madzhab berbeda dalam mendefinisikan makna “al-Dzibhu”. secara bahasa berarti pemotongan. Istilah Al-dzibhu dalam bahasa Arab. namun yang perlu digarisbawahi adalah Islam mengajarkan untuk menyembelih satwa secara baik (kasih sayang) dengan sedikit mungkin rasa sakit pada satwa tersebut.a. Secara garis besar. : ،‫ﺣﺮﻣﺖ ﻋﻠ ﻜﻢ اﻟﻤﭼ ﺘﺔ اﻟﺪم ﻟﺤﻤﭼﺎﻟﺨﻨﺰ ﺮ، ﻣﺎ أﻫﻞ ﻟﻐ ﺮ ﷲ ﺑﻪ، اﻟﻤﭼﻨﺨﻨﻘﺔ‬ ‫اﻟﻤﭼﻮﻗﻮ ة، اﻟﻤﭼﺘﺮ ﺔ، اﻟﻨﻄ ﺤﺔ، ﻣﺎ أﻛﻞ اﻟﺴﺒﻊ، إﻻ ﻣﺎ ﻛ ﺘﻢ‬ 42 Islam Peduli Terhadap Satwa . Satwa yang halal boleh dikonsumsi dagingnya namun dengan cara-cara yang segera mungkin satwa tersebut mati. Hal ini sesuai dengan firmanAllah SWT dalam surahAl-Maidah. juga rambut pada punggungnya karena rambut itu berfungsi untuk melindungi kuda tersebut. Sehingga penyembelihan yang tidak sesuai dengan syara' maka hewan yang disembelih secara otomatis tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi. Ketika ditanya mengapa beliau melakukan hal itu. Ini menunjukan Islam sangat peduli terhadap kesejahteraan satwa. karena cara penyembelihan yang salah akan membuat satwa halal tersebut menjadi haram hukumnya untuk dikonsumsi. karena ekornya berfungsi untuk keseimbangan” Panyembelihan Satwa Ternak Islam memperbolehkan umatnya mengkonsumsi satwa (ternak).

‫ْء ْء‬ " ‫إِ َ ا ﻗَﺘ ْءَﻠﺘُﻢ ﻓَﺄَﺣْء ﺴﻨُﻮا اﻟﻘِﺘﻠَﺔ ، َ إِ َ ا َ ﺑَﺤْء ﺘُﻢ ﻓَﺄَﺣْء ﺴﻨُﻮا اﻟﺬﺑﺤﺔ‬ َ ‫ﱢ ْء‬ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ِ ِ " ‫، َ ْءﻟ ُﺤﺪ أَﺣﺪﻛﻢ ﺷﻔﺮﺗﻪ ، َ ْءﻟ ُﺮ ْء َ ﺑِ ﺤﺘﻪ‬ َ َ ‫ِ ﱠ َ ُ ْء َ ْء‬ ِ Jika kau harus membunuh suatu makhluk hidup.a.w. yang terpukul.“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai. dan diterkam binatang buas. (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah. daging babi. yang tercekik. Islam Peduli Terhadap Satwa 43 . dan saat kau menyembelih seekor binatang. lakukan dengan cara yang terbaik. Tidak ada celah sedikitpun bagi umat Islam untuk menyakiti binatang meskipun pada akhirnya binatang itu akan dimakan. pernah berkata kepada seorang laik-laki yang yang sedang mengasah pisau di hadapan binatang yang akan disembelih: ‫أﺗﺮ ﺪ ﺑﺢ ﺑ ﺤﺘﻚ ﻣﺮﺗ ﻦ ﻣﺮة ﺑﺤﺪ اﻟﺘﻚ أﻣﺎﻣﻪ ﻣﺮة أﺧﺮى ﺑﻘﻄﻊ ﻗﺒﺘﻪ‬ ‘Apakah kamu bermaksud membunuh binatang ini dua kali? pertama dengan mengasah pisaumu di hadapannya dan yang kedua dengan memotong tenggorokannya” Ini adalah bukti bahwa Islam begitu memperhatikan aspek kesejahteraan terhadap binatang.w. yang jatuh. Perhatikan beberapa hadist berikut ini: “Rasulullah bersabda: 'Segala puji bagi Allah yang telah menakdirkan kebaikan terhadap segala sesuatu [dan memerintahkan agar segala sesuatu diperlakukan dengan baik]. yang ditanduk. darah. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya” Islam mengatur pemanfaatan terhadap segala sesuatu termasuk tata cara penyembelihan binatang untuk dikonsumsi. melarang kita untuk membuat satwa (ternak) atau binatang lainnya (burung) tidak segera dimatikan saat disembelih” Nabi Muhammad s. kamu harus [menggunakan metode yang terbaik] mengasah pisaumu sampai tajam sehingga binatang tersebut merasakan sesedikit mungkin rasa sakit” ‫ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ ﺑﻦ ﺣﻤﭼ ﺪ أﺧﺒﺮﻬﻧﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑﻦ ﺑﻜﺮ أﺧﺒﺮﻬﻧﺎ اﺑﻦ ﺟﺮ ﺢ ﺣﺪﺛﻨﻰ ﻫﺮ ن ﺑﻦ‬ ‫ﻋﺒﺪ ﷲ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺣﺠﺎ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﻗﺎ ﻗﺎ أﺑﻦ ﺟﺮ ﺢ أﺧﺒﺮﻬﻧﻰ أﺑﻮ اﻟﺰﺑ ﺮ أﻬﻧﻪ ﺳﻤﭼﻊ‬ ‫ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﷲ ﻘﻮ ﻬﻧ ﻲ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ان ﻘﺘﻞ ﺷ ﺊ ﻣﻦ‬ ( ‫ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻰ ﻛﺘﺎب اﻷﺿﺎﺣﻰ‬ ) ‫اﻟﺪ اب ﺻﺒﺮا‬ “Rasulullah s.a.

Menyebut namaAllah Adapun menyebut nama Allah ketika menyembelih binatang adalah syarat halalnya binatang sembelihan. 2. 5. 44 Islam Peduli Terhadap Satwa . Sementara itu. Senang-senangkan dulu binatang sebelum disembelih dengan diberi makan minum secukupnya. antara lain: Islam. Umar mencambuk orang tersebut hingga dia tersungkur di kaki Umar. “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebutkan nama Allah ketika menyembelihnya.” (QSAl-An'aam: 118).Allah SWT berfirman: “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya. baligh.” (QSAl-An'aam: 121). dan berniat untuk menyembelih. dan jika kamu menuruti mereka. karena barang siapa yang sengaja tidak menyebut nama Allah pada waktu menyembelih binatang. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Penyembelih. Umar mencambuk orang itu dan berkata: 'Pergi.“Nabi melarang kita untuk menyembelih semua binatang pada saat mereka sedang terikat atau terkurung” 'Umar pernah melihat seorang laki-laki yang menolak untuk memberi minum seekor domba saat domba tersebut akan disembelih. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah tata cara penyembelihan. berakal. Mengasah alat penyembelihan sebelum proses penyembelihan tidak di depan hewan yang akan disembelih (hal ini dilakukan guna memperkecil rasa sakit yang diperoleh oleh binatang). yang diajarkan di dalam Islam adalah sebagai berikut: 1. Penyembelih maupun hewan yang disembelih menghadap arah kiblat. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. domba tersebut berlari meninggalkan mereka. ada beberapa syarat bagi seorang penyembelih. sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. Peyembelihan hewan dilakukan siang hari. 3. beri domba ini minum dengan baik saat dia menghadapi kematiannya wahai penjahat!” Dikisahkan bahwa 'Umar pernah melihat seorang laki-laki yang mengasah pisaunya untuk menyembelih seekor domba sambil menginjak muka domba itu. 6. maka binatang tersebut tidak halal. 4.

Tidak menyembelih di hadapan binatang lain Imam Ali berkata: “Jangan menyembelih domba di hadapan domba lainnya. 11. 8. Berlaku lembut kepada hewan dengan tidak melemparkan seenaknya ke tanah. Jangan pula disembelih binatang yang menyusui sebab kasihan anaknya Betapa lengkapnya aturan-aturan dalam agama Islam itu. Jangan dikuliti dulu sampai dingin badannya. atau menyembelih satwa lain di hadapan satwa lainnya” 10. 9. sampai menyembelih binatangpun telah diberi tuntunan secukupnya. Memotong semua urat-urat leher dan mempercepat proses penyembelihan.7. Islam Peduli Terhadap Satwa 45 .

ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. adapula satwa yang dijadikan sebagai pekerja sirkus selama bertahuntahun hingga ajalnya. Sebagian besar (90%) satwa yang dipelihara manusia seringkali tidak mendapatkan makanan dan perilaku yang sesuai dengan kebutuhan dan tabiat alami satwa itu sendiri. Dalam kenyataanya untuk menjadikan satwa itu hewan sirkus. (9) dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus. para pelatih sering menggunakan cara yang menyakiti satwa tersebut baik secara fisik atau mentalnya.D. Namun ironisnya ketika orang utan itu dipelihara oleh manusia banyak kasus yang membuktikan bahwa kehidupannya telah keluar dari ketentuan alamiahnya. contohnya hewan tersebut diberi makan nasi. soto. dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. (6) dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya. Allah berfirman: ‫ْء ٌء َ ُ ِ ْء‬ ُ َ َ َ ‫ْء ْء‬ َ‫َ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﺧﻠَﻘَ َﺎ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ِ فٍء َ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ َ ﻣﻨ َﺎ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )٥( َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﺟﻤﭼﺎ ٌء ﺣ ﻦ‬ ‫ُ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ِ َ َ ‫ﺗُﺮ ﺤُﻮنَ َ ﺣ ﻦَ ﺗَﺴﺮﺣُﻮنَ )٦( َ ﺗَﺤْء ﻤﭼﻞ أَﺛﻘَﺎﻟَﻜﻢ إِﻟَﻰ ﺑَﻠَﺪ ﻟَﻢ ﺗَﻜﻮﻬﻧُﻮا ﺑَﺎﻟِﻐ ﻪ إِ ﱠ‬ ُ ‫ٍء ْء‬ ُ ‫ِ ُ ْء‬ ‫ِ ﱢ‬ ‫ِ ِ ﻻ ﺑِﺸﻖ‬ ‫ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ِ ‫ْء َ َ ْء‬ ‫اﻷَﻬﻧﻔُﺲ إِن َ ﺑﱠﻜﻢ ﻟَﺮٍء ف َ ﺣ ﻢ )٧( َ اﻟﺨ ْءﻞ َ اﻟﺒِﻐَﺎ َ َ اﻟﺤﻤﭼ ﺮ ﻟِﺘَﺮْء ﻛﺒُﻮﻫَﺎ َ ز ﻨَﺔًء‬ َ َ ِ َ ‫ْء‬ ‫ْء ْء ِ ﱠ ُ ْء َ ُ ٌء ِ ٌء‬ ِ ‫ﱠ‬ ‫ُ ﱠ ِ ِ ْء َ ٌء‬ ‫َ َﺨﻠُﻖ ﻣﺎ ﻻ ﺗَﻌﻠَﻤﭼﻮنَ )٨( َ ﻋﻠَﻰ ﷲِ ﻗَﺼْء ﺪ اﻟﺴﺒِ ﻞ َ ﻣﻨ َﺎ ﺟﺎﺋِﺮ َ ﻟَﻮْء ﺷﺎٍء ﻟَ َﺪَاﻛﻢ‬ َ ‫ُ ْء‬ ُ ‫ْء ُ َ َ ْء‬ َ َ ‫أَﺟْء ﻤﭼﻌ ﻦَ )۹( َ ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﺳﺨﺮ اﻟﺒَﺤْء ﺮ ﻟِﺘَﺄْءﻛﻠُﻮا ﻣﻨﻪُ ﻟَﺤْء ﻤﭼﺎ َﺮ ًًّءﺎ َ ﺗَﺴﺘَﺨﺮﺟُﻮا ﻣﻨﻪُ ﺣ ْءﻠ َﺔًء‬ ‫ِ ْء‬ ‫ْء ْء‬ ‫َ ِ َ ﱠ َ ْء َ ُ ِ ْء‬ ِ َِ ‫ًء‬ ِ ِ ‫َ ْء َ َ َ ِ َ ِ ْء ُ ِ ْء‬ ُ ُ ‫ِ َ ُ ْء ْء‬ َ‫ﺗ ْءَﻠﺒَﺴُﻮﻬﻧَ َﺎ َ ﺗَﺮى اﻟﻔُ ْءﻠﻚ ﻣﻮاﺧﺮ ﻓِ ﻪ َ ﻟِﺘَﺒﺘَﻐﻮا ﻣﻦ ﻓَﻀْء ﻠِﻪ َ ﻟَﻌﻠﱠﻜﻢ ﺗَﺸﻜﺮ ن‬ “(5) dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu. Pemanfaatan Satwa untuk Sirkus (Pertunjukan Satwa) Satwa mempunyai kebutuhan makan yang berbeda. biasanya satwa tersebut akan diterlantarkan atau bila perlu dibunuh. Hidupnya bergelantungan dengan bebas dari satu pohon ke pohon yang lain dengan bebas. Dalam Al-Quran. Satwa tersebut dipaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan karakter alamiahnya. sate. tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar)” 46 Islam Peduli Terhadap Satwa . (8) dan (dia telah menciptakan) kuda. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Misalnya orang utan memakan daun. padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat. Selain itu. (7) dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya. melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. sehingga dalam pelatihannya sering digunakan cara kekerasan bahkan dalam pertunjukannya satwa tersebut sering terluka bahkan mati. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. buah-buahan dan serangga. bagal (peranakan Kuda dengan keledai) dan keledai. dan sebahagiannya kamu makan. Adapun jika satwa tersebut sudah tidak produktif lagi (tua/lemah). dan Jikalau Dia menghendaki. sambal bahkan sampai diajari merokok.

Pelatihan gajah dilakukan setiap hari selama 48-50 jam seminggu. Dengan demikian jika dalam sirkus satwa itu terdapat unsur menyakiti binatang maka sirkus satwa tersebut itu menjadi haram hukumnya. Dan sebagai catatan penting.Secara tersurat. Alat yang digunakan untuk melatih adalah gancho (bentuk seperti palu dengan paku/kait pada ujungnya). Bila pelatih menginginkan gajah memperagakan gerak bersujud atau merebahkan diri maka keempat kaki ditarik dengan tali. Dalam pertunjukannya tidak boleh ada unsur menyakiti hewan. namun dengan syarat: a. juga digunakan tongkat elektrik untuk menghukum gajah apabila tidak menuruti perintah pelatih. Dan pada dasarnya hukum asal sirkus satwa itu diperbolehkan. Misalnya. l Pelatihan Harimau Pelatihan jenis kucing besar seperti harimau. anus. yang berhak menentukan apakah terjadi perubahan karakter alamiah dan batasan “menyakiti” satwa adalah para ahli (ahli binatang). singa dan leopard biasanya juga dilakukan sejak kecil agar pelatih dapat membentuk perilaku sesuai dengan yang Islam Peduli Terhadap Satwa 47 . Selain alat gancho. Pada saat selesai pelatihan. Penyetruman dengan elektrik dilakukan di beberapa selaput lendir atau bagian tubuh yang sensitif seperti telinga. binatang atau satwa yang ada dibumi diciptakan agar dapat dimanfaatkan oleh manusia. Dalam pelatihan sirkusnya tidak boleh ada unsur menyakiti hewan yang dilatih c. dengan memukul atau menusuk pada bagian tubuh tertentu sesuai dengan peragaan yang diinginkan pelatih. belalai dan mulut. bahkan kadang-kadang kondisi ini dibiarkan beberapa jam agar gajah terbiasa dengan gerakan tersebut. Selain alat tersebut dilakukan juga pemaksaan gerak dengan menggunakan tali yang diikat pada masing-masing keempat kaki. seperti contoh di bawah ini: l Pelatihan Gajah Melatih gajah biasanya dilakukan sejak kecil. Sementara fakta yang ada satwa sirkus itu biasanya dilatih dengan cara-cara menyakiti binatang. Tidak merubah karakter alamiahnya b. Alat ini digunakan untuk memaksa anak gajah mengikuti perintah pelatih. namun tetap pada koridor-koridor yang semestinya. pada belalai agar gajah mau menaikkan belalainya pada saat peragaan berdiri dengan kaki depan terangkat keatas. ayat itu mengindikasikan pemahaman bahwa. anak gajah dirantai pada kedua atau salah satu kaki depan demikian pula kaki belakang di dalam kandang terpisah dari induk dan dibiarkan sendirian.

Bisa dibayangkan apabila lumba-lumba hidup di dalam aquarium dengan luas terbatas adalah suatu bentuk penyiksaan yang tidak menyenangkan bagi satwa tersebut. Apabila hewan tidak mau melakukan pertunjukan yang diperintahkan maka dia akan dikurung tersendiri . Sebelumnya lumba-lumba dikondisikan dalam keadaan lapar sehingga hewan akan mengikuti tangan pelatih yang memegang ikan meskipun untuk itu lumba-lumba harus melewati rintangan-rintangan. menurunkan aktifitas hormonal dan meningkatkan tekanan darah. Pelatihan lumba-lumba biasanya dengan menggunakan pancingan makanan berupa ikan mati. pelatihan beruang dimulai sejak anakan sehingga akan memudahkan mencetak memori dalam pikiran beruang terhadap perintah pelatih. Biasanya sebagian besar hidup satwa setelah mengadakan pertunjukan adalah di dalam kandang kecil yang kemudian akan berfungsi sebagai kandang angkut untuk dipindahkan ke kota lain pada saat mengadakan pertunjukan di tempat lain l Pelatihan Beruang Sebagaimana halnya dengan gajah. 48 Islam Peduli Terhadap Satwa . sehingga beruang akan mengikuti perintah untuk menghindarkan rasa sakit akibat tali yang ditancapkan di dalam hidung. Melalui tali ini maka beruang dapat dikendalikan dengan menarik tali apabila pelatih memerintahkan gerakan-gerakan tertentu. Pelatihan pada jenis kucing besar biasanya digunakan alat cambuk dan tongkat panjang untuk memukul. frustasi dan penyimpangan sistem sensor lumba-lumba. Kondisi stress pada lumba-lumba dapat mengakibatkan meningkatnya aktifitas adenocortical. Metode ini disebut “penyiksaan psikis”. Kondisi seperti ini akan menyebabkan stress.diinginkan pelatih. diasingkan dan dibiarkan lapar. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan aktif bergerak di dalam lautan dan hanya sekitar 20% muncul di permukaan. l Pertunjukan Lumba-Lumba Lumba-Lumba adalah mamalia yang hidup di air dan terbiasa bergerak mengarungi lautan sejauh 40 mil per hari. Dalam pelatihan beruang yang biasanya dilakukan adalah memasang tali pada tulang rawan di dalam hidung tanpa menggunakan bius lokal untuk menghilangkan rasa sakit. Kondisi ini memicu terjadinya gangguan fisiologi seperti gastritis dan serangan jantung yang berakhir dengan kematian. bahkan disaat istirahatpun lumba-lumba tidak berhenti bergerak. sehingga apabila beruang tersebut melakukan perintah pelatih makan beruang itu akan diberikan makanan sedikit sebagai hadiah. kebosanan. untuk mencari ikan dan bermain di dalam kelompoknya. Sebelumnya beruang dikondisikan dalam keadaan lapar.

'Ikrimah‬‬ ‫‪dan Abi Sholih.‪telah mencapai seribu ekor. memotong kupingnya atau‬‬ ‫‪mencukil matanya. اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ : ي ﻋﻦ أﻬﻧﺲ ﺷ ﺮ ﺑﻦ ﺣﻮﺷﺐ ﻋﻜﺮﻣﺔ أﺑﻲ ﺻﺎﻟﺢ أن‬ ‫ﻣﻌﻨﻰ ﺗﻐ ﺮ ﺧﻠﻖ ﷲ ﻫﺎﻫﻨﺎ ﻫﻮ اﻻﺧﺼﺎٍء ﻗﻄﻊ اﻵ ان ﻓﻖٍء اﻟﻌ ﻮن ، ﻟ ﺬا‬ ‫ﻛﺎن أﻬﻧﺲ ﻜﺮ إﺧﺼﺎٍء اﻟﻐﻨﻢ ، ﻛﺎﻬﻧﺖ اﻟﻌﺮب إ ا ﺑﻠﻐﺖ إﺑﻞ أﺣﺪﻫﻢ أﻟﻔﺎ ًء‬ ‫ﻋﻮ ا ﻋ ﻦ ﻓﺤﻠ ﺎ . mereka mencukil mata unta yang jantan‬‬ ‫52 ‪Majmu' vol 15 halaman‬‬ ‫ﻗﺎ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ " ﺑ ﻨﻤﭼﺎ ﺟﻞ ﺴﻮ ﺑﻘﺮة أ ا أن ﺮﻛﺒ ﺎ ﻓﻘﺎﻟﺖ‬ ‫" إﻬﻧﻲ ﻟﻢ أﺧﻠﻖ ﻟ ﺬا. oleh karena itu. اﻟﺜﺎﻟﺚ : ﻗﺎ اﺑﻦ ز ﺪ ﻫﻮ اﻟﺘﺨﻨﺚ ، أﻗﻮ : ﺠﺐ إ ﺧﺎ‬ ‫اﻟﺴﺤﺎﻗﺎ ﻓﻲ ﻫﺬ اﻵ ﺔ ﻋﻠﻰ ﻫﺬا اﻟﻘﻮ ، ﻷن اﻟﺘﺨﻨﺚ ﻋﺒﺎ ة ﻋﻦ ﻛﺮ ﺸﺒﻪ‬ ‫اﻷﻬﻧﺜﻰ ، اﻟﺴﺤﻖ ﻋﺒﺎ ة ﻋﻦ أﻬﻧﺜﻰ ﺗﺸﺒﻪ اﻟﺬﻛﺮ اﻟﺮاﺑﻊ : ﺣﻜﻰ اﻟﺰﺟﺎ ﻋﻦ‬ ‫ﺑﻌﻀ ﻢ أن ﷲ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺧﻠﻖ اﻷﻬﻧﻌﺎم ﻟ ﺮﻛﺒﻮﻫﺎ ﺄﻛﻠﻮﻫﺎ ﻓﺤﺮﻣﻮﻫﺎ ﻋﻠﻰ أﻬﻧﻔﺴ ﻢ‬ ‫ﻛﺎﻟﺒﺤﺎﺋﺮ اﻟﺴﻮاﺋﺐ اﻟﻮﺻﺎﺋﻞ ، ﺧﻠﻖ اﻟﺸﻤﭼﺲ اﻟﻘﻤﭼﺮ اﻟﻨﺠﻮم ﻣﺴﺨﺮة‬ ‫ﻟﻠﻨﺎ ﻨﺘﻔﻌﻮن ﺑ ﺎ ﻓﻌﺒﺪﻫﺎ اﻟﻤﭼﺸﺮﻛﻮن ، ﻓﻐ ﺮ ا ﺧﻠﻖ ﷲ ، ﻫﺬا ﺟﻤﭼﻠﺔ ﻛﻼم‬ ‫اﻟﻤﭼﻔﺴﺮ ﻦ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺒﺎب ﺨﻄﺮ ﺑﺒﺎﻟﻲ ﻫ ﻨﺎ ﺟﻪ ﺧﺮ ﻓﻲ ﺗﺨﺮ ﺞ اﻵ ﺔ ﻋﻠﻰ‬ ‫ﺳﺒ ﻞ اﻟﻤﭼﻌﻨﻰ ،‬ ‫‪Yang kedua: diriwayatkan dari sahabat Anas ra. ada seorang yang menunggangi sapi. إﻬﻧﻤﭼﺎ ﺧﻠﻘﺖ ﻟﻠﺤﺮث" ا اﻟﺸ ﺨﺎن‬ ‫‪Dalam riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim. sahabat anas tidak menyukai mengebiri‬‬ ‫‪kambing (hewan ternak). bersabda “Suatu‬‬ ‫‪ketika. jika jumlah unta mereka‬‬ ‫. sedangkan kebiasaan orang arab.‫‪v Rujukan‬‬ ‫683 ‪Ar-Razy juz 5 halaman‬‬ ‫ﻛﻞ ﻣﻮﻟﻮ ﻮﻟﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﻄﺮة « ﻟﻜﻦ أﺑﻮا ﻮ اﻬﻧﻪ ﻨﺼﺮاﻬﻧﻪ ﻤﭼﺠﺴﺎﻬﻧﻪ «‬ ‫. اﻟﻮﺟﻪ اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ : ﻓﻲ ﺗﻘﺮ ﺮ ﻫﺬا اﻟﻘﻮ : أن اﻟﻤﭼﺮا ﻣﻦ ﺗﻐ ﺮ ﻦ ﷲ ﻫﻮ‬ ‫ﺗﺒﺪ ﻞ اﻟﺤﻼ ﺣﺮاﻣﺎ ًء أ اﻟﺤﺮام . adalah pengebirian hewan. mereka bependapat bahwa yang dimaksud dengan merubah‬‬ ‫‪penciptaanAllah SWT disini. dan Sayhru Ibnu Husyab.اﻟﻘﻮ اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ : ﺣﻤﭼﻞ ﻫﺬا اﻟﺘﻐ ﺮ ﻋﻠﻰ ﺗﻐ ﺮ‬ ‫أﺣﻮا ﻛﻠ ﺎ ﺗﺘﻌﻠﻖ ﺑﺎﻟﻈﺎﻫﺮ ، ﻛﺮ ا ﻓ ﻪ ﺟﻮﻫﺎ ًء اﻷ : ﻗﺎ اﻟﺤﺴﻦ :‬ ‫اﻟﻤﭼﺮا ﻣﺎ ى ﻋﺒﺪﷲ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ : » ﻟﻌﻦ‬ ‫ﻟﻚ ﻷن اﻟﻤﭼﺮأة ﺗﺘﻮﺻﻞ ﺑ ﺬ اﻷﻓﻌﺎ إﻟﻰ‬ ‫ﷲ اﻟﻮاﺻﻼ اﻟﻮاﺷﻤﭼﺎ « ﻗﺎ‬ ‫اﻟﺰﻬﻧﺎ . kemudian (tiba-tiba) sapi tersebut‬‬ ‫‪berkata “Aku tidak diciptakan untuk dikendarai (ditunggangi) melainkan untuk‬‬ ‫”)‪membajak (sawah‬‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ ‫94‬ . Rasulullah saw.

juga diharamkan‬‬ ‫.ﻗَﻀﻰ أَن » ﻻَ ﺿﺮ َ َ ﻻَ ﺿﺮا‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫‪Diriwayatkan dari Ubadah Bin Shomit. dan memperlihatkannya atau‬‬ ‫‪mempertontonan kepada masyarakat. dan sebagainya.‪mengadu antar hewan domba.ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ : ) َ إِﻛﺜَﺎ ُ َ ﻗﺺ ( أَيْء ﻣﺎ ﻟَﻢ َﻜﻦ ﻣﻌﻪُ ﺗَﻜﺴﺮ َ إِﻻ ﻓَ َﺤْء ﺮم َ ﺳﻮاٍء ﻛَ‬ ‫ﻓِﻲ‬ ‫ُ ُ َ َ ٌء ﺎنَ‬ ‫ٍء‬ ‫ﱠ ْء‬ ‫ِ ْء َ‬ ‫َ ُ‬ ‫اﻟﺮﻗﺺُ ﻣﻦ َ ﻛﺮ أَ ْء اﻣﺮأَة ، َ َﺤْء ﺮم ﺗَﺮْء ﻗِ ﺺُ اﻟﻘُﺮ ِ َ اﻟﺘﱠﻔَﺮﱡ ُ ﻋﻠَ ْء ِﻢ أَ ْءﻀًءﺎ َ َ ْءﻠﺤﻖ‬ ‫ْء ُ‬ ‫ْء َ ٍء‬ ‫َ ْء‬ ‫ُُ‬ ‫ٍء‬ ‫: َ ﻫَﻞْء‬ ‫ﺑِﺬﻟِﻚ ﻣﺎ ﻓِﻲ ﻣﻌﻨَﺎ ُ ﻣﻦ ﻣﻨَﺎ َﺤﺔ اﻟﻜﺒَﺎ ِ َ ﻣ َﺎ َ ﺷﺔ اﻟﺪ َﻜﺔ ز ي أ ﻗَﺎ َ‬ ‫َ ِ ﱢ َ ِ‬ ‫َ ِ ْء ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ْء ِ ْء ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْء‬ ‫ِ ْء ْء َ َ ِ ِ ْء‬ ‫ﻣﻦ اﻟﺤﺮام ﻟَﻌﺐُ اﻟﺒَ ْءﻠَﻮان : َ اﻟﻠﱠﻌﺐُ ﺑِﺎﻟﺤ ﱠﺎ ِ ، اﻟﺮﱠاﺟﺢ اﻟﺤﻞﱡ ﺣ ْءﺚ ﻏﻠَﺒَﺖ اﻟﺴﱠﻼﻣﺔُ‬ ‫ِ ُ ْء ِ َ ُ َ ْء‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َﺠُﻮز اﻟﺘﱠﻔَﺮﱡ ُ ﻋﻠَﻰ َ ﻟِﻚ . sesungguhnya Rasulullah bersabda‬‬ ‫”‪“Dilarang berbuat sesuatu yang berbahaya.‪al-Tsani).ﻗَﺎ َ ز ي : َ اﻋﺘُﺮ َ ﻗَﻮْء ﻟُ ُﻢ : اﻟﺤﺮْء ﻓَﺔُ‬ ‫ْء‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﻻﻋﺘِﺒَﺎ ِ اﻵﻟَﺔ ﻓِﻲ اﻟﺼﱢ ﻨَﺎﻋﺔ ُ ﻬﻧَ َﺎ‬ ‫ْء ْء ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْء ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ِ اﻟﻜﻔَﺎ َﺔ . َ ﻛﺬا َﺤﻞﱡ اﻟﻠﱠﻌﺐُ ﺑِﺎﻟﺨَﺎﺗَﻢ َ ﺑِﺎﻟﺤﻤﭼﺎم ﺣ ْءﺚ ﻻ ﻣﺎ َ ا ﻫـ .ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ََ ِ‬ ‫ْء ِ ْء َ َ ِ َ ُ َ َ‬ ‫ْء ِ َ‬ ‫: ) َ ﺣﺮْء ﻓَﺔٌء َ ﻬﻧِ ﺌَﺔٌء ( ﻗَ ﱠﺪ َ ﻟِﻚ ﻓِﻲ اﻹ ْء ﺷﺎ ِ ﺑِﺈِ َاﻣﺘِ َﺎ ﻗَﺎ َ ﻓِﻲ ﺷَﺮْء ﺣﻪ َ ﺧﺮ َ ﺑِﺈِ َاﻣﺘِ َﺎ ﻣﺎ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ِ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْء‬ ‫َ ْء‬ ‫َ ْء‬ ‫ِ ِ َ َ ْء‬ ‫َ‬ ‫ﻟَﻮْء ﻛﺎنَ ُﺤْء ﺴﻨُ َﺎ َ ﻻ َﻔﻌﻠُ َﺎ أَ ْء َﻔﻌﻠُ َﺎ أَﺣْء َﺎﻬﻧًءﺎ ﻓِﻲ ﺑَ ْءﺘِﻪ َ ﻫﻲ ﻻ ﺗَﺰ ِي ﻓَﻼ ﺗَﻨﺨَﺮم ﺑِ َﺎ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ُِ‬ ‫ﻣﺮ ٍءﺗُﻪُ ا ﻫـ ﺳﻤﭼ َﺖ ﺑِﺬﻟِﻚ ﻻﻬﻧﺤﺮاف اﻟﺸﺨﺺ إﻟَ ْء َﺎ ﻟِﻠﺘﱠﻜﺴﺐ َ ﻫﻲ أَ‬ ‫ُ ﱢ ْء َ َ ِ ْء ِ َ ِ ﱠ ْء‬ ‫َ ﱡ ِ ْء‬ ‫َ ﱡ ِ ِ َ ﻋﻢ ﻣﻦ اﻟﺼﱢ ﻨَﺎﻋﺔ‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ِ‬ ‫.ﻣﻊ ﻗَﻮْء ﻟِ ِﻢ إﻬﻧﱠ َﺎ ﻣﻦ ﻓُﺮ‬ ‫ِ ْء ُ‬ ‫ِ ﱠ ْء ِ ُ ْء ُ ُ‬ ‫ْء‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ِ‬ ‫‪Dan diharamkan memaksa kera untuk berjoget. َ ﻛﻞﱡ ﺣﺮام‬ ‫َﺒﻞ اﻟﺒَﺎز ، َ ﻣﺜﻠُﻪُ َﺒﻠَﺔُ اﻟﻤﭼﺴﺤﱢﺮ ﻓَ ُﻤﭼﺎ ﺟﺎﺋِﺰَان ﻛﻤﭼﺎ ﻓِﻲ‬ ‫َ‬ ‫ْء ْء ُ َ ِ َ َ‬ ‫ُ َ َ ٍء‬ ‫ِ ََ‬ ‫ْء َ ْء ِ‬ ‫ﺣﺮم اﻟﺘﱠﻔَﺮﱡ ُ ﻋﻠَ ْءﻪ ﻷَﻬﻧﱠﻪُ إﻋَﺎﻬﻧَﺔٌء ﻋﻠَﻰ ﻣﻌْءﺼ َﺔ ، َ َﺤْء ﺮم ﻋُﻮ ٌء َ ﺻﻨﺞ ﺑِﻔَﺘﺢ أَ‬ ‫َ ْء ٌء ْء ِ ﱠ ﻟِﻪ َ ُﺴﻤﭼﻰ‬ ‫َ َ ِ ٍء‬ ‫ِ َﱠ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ُُ‬ ‫َ َُ‬ ‫َ ِ ْء ُ ْء‬ ‫َ ْء ْء َ َ‬ ‫ﱠ‬ ‫اﻟﺼﻔَﺎﻗَﺘَ ْءﻦ ، َ ﻫُﻤﭼﺎ ﻣﻦ ﺻﻔﺮ أَيْء ﻬﻧُﺤﺎ ٍء ﺗُﻀْء ﺮبُ إﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ﺑِﺎﻷُﺧﺮى ﻛﺎﻟﻨﱡﺤﺎﺳﺘَ ْءﻦ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ٍء‬ ‫ْء‬ ‫اﻟﻠﱠﺘَ ْءﻦ ُﻀْء ﺮبُ إﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ﻋﻠَﻰ اﻷُﺧﺮى ، َﻮْء م ﺧﺮ ِ اﻟﻤﭼﺤْء ﻤﭼﻞ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮ ِ ، َ ﻫُﻮ اﻟﱠ‬ ‫ْء ْء‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ﺬي‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﺗَﺴﺘَﻌﻤﭼﻠُﻪُ اﻟﻔُﻘَﺮاٍء اﻟﻤﭼﺴﻤﭼﻰ ﺑِﺎﻟﻜﺎﺳﺎ ِ َ ﻣﺜﻠُ َﺎ ﻗِﻄﻌﺘَﺎن ﻣﻦ ﺻ ﻨِﻲ ﺗُﻀْء ﺮبُ إﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ﻋﻠَﻰ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْء َ َ‬ ‫ْء ْء ِ ْء َ ُ ْء ُ َ ﱠ‬ ‫ْء َ ِ ِ ْء ِ ﱟ‬ ‫اﻷُﺧﺮى َ ﻣﺜﻠُ ُﻤﭼﺎ ﺧﺸﺒَﺘَﺎن ُﻀْء ﺮبُ ﺑِﺈِﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ، َ اﻟﺘﱠﺼْء ﻔِ ﻖ ﻣﻜﺮ ٌء ﻛﺮاﻫَﺔَ ﺗَﻨﺰ َﺔ ﻛﻤﭼﺎ‬ ‫ُ َ ْء ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْء ْء َ‬ ‫ْء ِ ٍء َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْء َ َ َ ِ‬ ‫ْء‬ ‫َ ْء ُ ْء َ َ َ ﱡ ٌء ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫.0342‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ﱠ َ ْء ُ ِ‬ ‫ُ َ‬ ‫ٍء َ ِ‬ ‫05‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ . 14. Hlm‬‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﻋﻠَﻰ م .‫‪Hasyiyah al-Bujairomi 'Ala al-Khothib (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar‬‬ ‫19 . Selain itu. atau sabung ayam‬‬ ‫042 ‪Ibnu Majah juz 7 halaman‬‬ ‫ِ ِ ﱠ‬ ‫ُ ْء َ ﱠ‬ ‫ِ ْء َ ِ ْء ُ‬ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﻮﺳﻰ ﺑْءﻦُ ﻋﻘﺒَﺔَ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ إِﺳﺤﺎ ُ ﺑْءﻦُ َﺤْء َﻰ ﺑْءﻦ اﻟﻮﻟِ ﺪ ﻋَﻦ ﻋﺒَﺎ َ ةَ ﺑْءﻦ اﻟﺼﱠﺎﻣﺖ أَن‬ ‫ْء َ‬ ‫َﱠ ُ َ‬ ‫ِ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ْء‬ ‫َ ﺳُﻮ َ ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ.‬ ‫اﻟﺪﻬﻧِ ﺌَﺔُ ﻣﻤﭼﺎ ﺗَﺨﺮم اﻟﻤﭼﺮ ٍءةَ . Vol. baik pada dirinya atau pada orang lain‬‬ ‫ْء ُ َ ِ َ ﱠ‬ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻋﺒﺪ َ ﺑﱢﻪ ﺑْءﻦُ ﺧَﺎﻟِﺪ اﻟﻨﱡﻤﭼ ْءﺮىﱡ أَﺑُﻮ اﻟﻤﭼﻐﻠﱢﺲ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻓُﻀ ْءﻞ ﺑْءﻦُ ﺳﻠَ ْءﻤﭼﺎنَ .

misalnya adu banteng dan ayam jago. ia berkata “(lantas) apakah diperbolehkan (memaksa) keledai untuk membajak?. jika membahayakan. bahwa hukum sabung pada dasarnya adalah “haram”. jelas wajib mengenakan pakaian (khusus). dan perlombaan antar satwa “al-Musabaqah”. manusia membuat mereka saling melukai demi memperoleh hiburan.a. Namun. jika hal tersebut membahayakan (keselamatan)nya. Tidak ada manfaatnya yang didapat kecuali untuk kesenangan saja. karena disebabkan pakaian yang dianggap tipis (tidak cukup untuk menjaga keselamatannya). seseorang pernah berkata: “Rasulullah s.Asnal Matholib. Walaupun saya tidak menemukan nash tentang hukum ini. Al-Tahrisy (Sabung) Para ulama sepakat. Vol 18. dengan pakaian yang dapat menjaganya dari cuaca yang sangat panas. Adu Satwa Pada dasarnya adu satwa memiliki makna “kompetisi” diantara dua binatang. Di luar sumber-sumber yang sah. b. begitu juga tidak (halal) diperbolehkan memukulnya. ٢٤٦ E. 1. Kemudian beliau mengutip pendapat Imam al-Adzru'i. hukum ini berlaku. atau sangat dingin. Hal. adalah perbuatan yang sangat kejam. menurut pendapat Dhahir (jelas). yaitu Sabung “al-Tahrisy”. 246 ۱٨ ‫أﺳﻨﻰ اﻟﻤﭼﻄﺎﻟﺐ )اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ ( اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ُ ُ ْء‬ ‫ﱠ ْء‬ ( ِ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ : َ َﺤْء ﺮم ﺗَﻜﻠِ ﻔُ َﺎ ﻣﺎ ﻻ ﺗُﻄ ﻖ اﻟﺪ َ ام ﻋﻠَ ْءﻪ ( ، َ ﻻ َﺤﻞﱡ ﺿﺮْء ﺑُ َﺎ إﻻ ﺑِﻘَﺪ‬ َ ِ َ ِ َ َ ‫َ َ ِ ُ ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫اﻟﺤﺎﺟﺔ َ ﻛﺘَﺐ أَ ْءﻀًءﺎ ﻗَﺎ َ اﻷَ ْء َ ﻋﻲ ﻫَﻞْء َﺠُﻮز اﻟﺤﺮْء ث ﻋﻠَﻰ اﻟﺤﻤﭼﺮ اﻟﻈﱠﺎﻫﺮ أَﻬﻧﱠﻪُ إ َ ا ﻟَﻢ‬ ُ ِ َ ُ َ ‫ُ ْء‬ ‫ْء‬ َ َ ِ َ َ ‫ْء‬ ‫ِ ﱡ‬ ِ ُ ُ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫َ ْء َ َ ْء‬ ‫ْء‬ َ ‫ﱠ‬ َ َ ‫ُ ﱠ‬ ‫َﻀﺮﻫَﺎ ﺟﺎز ، َ إِﻻ ﻓَﻼ َ اﻟﻈﱠﺎﻫﺮ أَﻬﻧﱠﻪُ َﺠﺐُ أَن ْءُﻠﺒِﺲ اﻟﺨ ْءﻞ َ اﻟﺒِﻐَﺎ َ َ اﻟﺤﻤﭼ ﺮ ﻣﺎ َﻘِ َﺎ‬ ُ ِ ِ َ َ ِ َ ‫ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﻣﻦ اﻟﺤﺮﱢ َ اﻟﺒَﺮْء ِ اﻟﺸﺪ ﺪ ْءﻦ إ َ ا ﻛﺎنَ َ ﻟِﻚ َﻀُﺮﱡ ﻫَﺎ ﺿﺮ ًءا ﺑَ ﱢﻨًء‬ ‫ْء‬ َ ، ‫ﺎ اﻋﺘِﺒَﺎ ًءا ﺑِﻜﺴﻮة اﻟﺮﻗِ ﻖ‬ َ َ َ َ ‫ِ ْء ْء‬ ِ َ ِ ِ ‫ِ ْء َ ِ ﱠ‬ ‫ِ ًًّء‬ .w. bagi kuda dan keledai. Adu satwa dalam konteks ke Indonesiaan memuat dua maksud. jika tidak membahayakan. kecuali sekedarnya saja. Adu satwa. Karena terdapat penyiksaan (rasa sakit) terhadap binatang. Segala jenis adu binatang sangat ditentang oleh Islam.‫َ ﻟَﻢ أَ َ ﻓِ ﻪ ﻬﻧَﺼﺎ‬ ‫ْء‬ Dan dilarang memaksa hewan terhadap sesuatu yang tidak bisa dilakukan. melarang kita mengadu hewan hingga mereka saling bertarung” Islam Peduli Terhadap Satwa 51 . Sehingga. Hal ini dikarenakan beberapa alasan diantaranya: a. maka hukumnya diperbolehkan. maka diharamkan.

Berkata. Tujuannya tidak diharamkan. Akan tetapi ada beberapa pengecualian yang dilegalkan oleh Syara'. walaupun hanya sekedar rasa payah dan lelah yang keluar dari kemampuan satwa. bahwa Rasulullah melarang adu antara satwa”. namun bukan berarti dalam pemanfaatan tersebut tanpa aturan. Tidak adanya unsur perjudian “al-Qimar” Sesungguhnya Islam adalah agama yang mengajarkan hamba-nya agar dapat hidup di dunia ini dengan baik.ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ ﻛﺮ ْءﺐ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ َﺤْء َﻰ ﺑْءﻦُ َ م ﻋَﻦ ﻗُﻄﺒَﺔَ ﺑْءﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰ ﺰ ﻋَﻦ‬ ِ ِ ِ َ ‫ِ َ ْء ِ ْء‬ ‫اﻷَﻋﻤﭼﺶ ﻋَﻦ أَﺑِﻰ َﺤْء َﻰ ﻋَﻦ ﻣﺠﺎﻫﺪ ﻋَﻦ اﺑْءﻦ ﻋﺒﱠﺎ ٍء ﻗَﺎ َ ﻬﻧَ َﻰ َ ﺳُﻮ ُ ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫ْء َ ِ ْء‬ ‫ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ‬ َ ِ ِ ‫ُ َ ٍِء‬ ‫ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. antara lain : 1. ٧ ‫اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ ( اﻟﺴﻨﻦ اﻟﺘﺮﻣ ﺬي اﻟﺠﺰٍء‬ ‫َ ْء ْء‬ ‫ُ َ ٍء َ ﱠ‬ ‫َﱠ‬ ‫٠۱٨۱ .ﻋَﻦ اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶ ﺑَ ْءﻦَ اﻟْء‬ . Perlombaan Secara umum perlombaan antar satwa diperbolehkan dengan tujuan yang tidak haram (melatih satwa dalam peperangan.2. Tidak ada unsur 'Iwadh. al-Musabaqah (kompetisi antar satwa) Islam memang memperbolehkan manusia untuk memanfaatkan satwa di muka bumi ini. atau untuk kesehatan satwa itu sendiri). Penyembelihan. Sebenarnya Islam sangat melarang adanya unsur penyiksaan terhadap satwa “al-Ta'dzibu alHayawan”. c. Oleh karena itu. apalagi yang akan mengakibatkan kematian. Tidak ada unsur penyiksaan. (۱ 52 Islam Peduli Terhadap Satwa . namun perlombaan yang melibatkan satwa harus memenuhi beberapa keriteria : a. d.‫ﺒَ َﺎﺋِﻢ‬ ِ ِ ِ ِ “Dari Ibnu 'Abbas ra. b. (telah dibahas dalam bab pembahsan sebelumnya) 2. dalam Islam terdapat berbagai ajaran-ajaran yang mengajarkan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan termasuk dengan satwa. Dalam sebuah hadits riwayat at-Tirmidzi disebutkan. Adu satwa biasa diistilahkan dengan “al-Muharasyah” yang berarti “satu binatang dengan binatang yang lain saling beradu”.

Islam Peduli Terhadap Satwa 53 . bukan tanpa alasan. Dan hal tersebut juga bisa menyebabkan kebinasaan (luka). Dan sudah disebutkan dalam sebuah riwayat. Selain itu. ٤٧٧ ٧ ‫اﻟﺴﻨﻦ أﺑﻮ ا )ﺑﺎب ﻓﻲ اﻟﺘﺤﺮ ﺶ ﺑ ﻦ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ( اﻟﺠﺰٍء‬ ‫َ ْء ْء‬ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ ‫4652 . ajang adu binatang hanya digunakan untuk kesenangan manusia belaka. mereka sepakat bahwa. hukum mengadu binatang adalah haram.ﻋَﻦ اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶ ﺑَ ْءﻦَ اﻟْء‬ ‫ﱠ‬ . Hlm 3626. tanpa ada tujuan yang dilegalkan oleh syariat.ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ اﻟﻌﻼٍَء أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ َﺤْء َﻰ ﺑْءﻦُ َ م ﻋَﻦ ﻗُﻄﺒَﺔَ ﺑْءﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰ ﺰ ﺑْءﻦ‬ َ ‫ِ َ ْء ِ ْء‬ َ ‫ْء َ ِ ْء‬ ِ ِ ِ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫ْء َ ِ ْء‬ ‫ﺳ َﺎٍء ﻋَﻦ اﻷَﻋﻤﭼﺶ ﻋَﻦ أَﺑِﻰ َﺤْء َﻰ اﻟﻘَﺘﱠﺎ ِ ﻋَﻦ ﻣﺠﺎﻫﺪ ﻋَﻦ اﺑْءﻦ ﻋﺒﱠﺎ ٍء ﻗَﺎ َ ﻬﻧَ َﻰ َ ﺳُﻮ‬ ُ َ ِ ِ ‫ُ َ ٍِء‬ ِ ِ ‫ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. Bahkan di banyak tempat.‫ﺒَ َﺎﺋِﻢ‬ ِ ِ ِ ِ ‫ﺗﺤﺮ ﺶ : اﻹﻏﺮاٍء اﻟﺘ ﺞ‬ “Dari Mujahid. selain karena adu satwa itu adalah bentuk kekejaman terhadap satwa. Perhatian “Syari'” terhadap satwa sampai adanya sabda Rasulullah seperti di atas. Berkata. ﺟﺎٍء ﻓﻲ اﻷﺛﺮ : » ﻬﻧ ﻰ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ‬ « ‫ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻋﻦ اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﺑ ﻦ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ‬ Tidak ada perbedaan diantara para ulama. Dari Ibnu Abbas ra. 2. bahwa Rasulullah melarang Mengadu diantara binatang” adapun yang disebut “Tahrisy” adalah: menumbuhkan permusuhan. . adu satwa juga sering dijadikan media maksiat berupa perjudian “alQimar”.Dalam riwayat lain juga disebutkan. dan hal itu dapat menyebabkan rasa sakit terhadap binatang. adu ayam (sabung) justru dijadikan ajang perjudian. karena hal tersebut sesuatu yang bodoh. ٣٦٢٦ ٢ ‫اﻟﻤﭼﻮﺳﻮﻋﺔ اﻟﻔﻘ ﺔ ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻻﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ﻻ ﺧﻼف ﺑ ﻦ اﻟﻔﻘ ﺎٍء ﻓﻲ ﺣﺮﻣﺔ اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﺑ ﻦ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ ، ﺑﺘﺤﺮ ﺾ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻋﻠﻰ‬ ‫ﺑﻌﺾ ﺗ ﺠﻪ ﻋﻠ ﻪ ، ﻷﻬﻧًّﻪ ﺳﻔﻪ ﺆ ًّ ي إﻟﻰ ﺣﺼﻮ اﻷ ى ﻟﻠﺤ ﻮان ، ﺑًّﻤﭼﺎ أ ًّ ى‬ ًّ ‫إﻟﻰ إﺗﻼﻓﻪ ﺑﺪ ن ﻏﺮ ﻣﺸﺮ . dengan cara mendorong dan menggertak satu binatang dengan binatang yang lain. bahwa “Rasulullah saw melarang mengadu binatang”. v Rujukan Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. dan menggertaknya. Jadi selain kekejaman terhadap satwa yang jelas-jelas terdapat larangan dari syari'at.

tanpa adanya manfaat/ tidak berguna. dan hanya sekedar permainan belaka. Oleh karena itu. adalah membangkitkan permusuhan diantara manusia. diistilahkan dengan “al-Tahrisy”. kemudian kata “al-Tahrisy”. Begitu pula dilarang menyiksanya dengan menyuruh binatang tersebut berlari melebihi kemampuannya. perlombaan ini ditujukan untuk melatihnya untuk berperang. اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ْء‬ ( ‫ﻋَﻦ اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶ ﺑَ ْءﻦَ اﻟﺒَ َﺎﺋِﻢ ( ﻗَﺎ َ ﻓِﻲ اﻟﻘَﺎﻣﻮ ِ : اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶُ : اﻹﻏﺮاٍء ﺑَ ْءﻦَ اﻟﻘَﻮْء م أَ ْء‬ ُ َ ‫ْء ِ ْء‬ ُ ‫ْء‬ ِ ‫ْء‬ ِ ‫ْء‬ ِ ِ ِ ‫َ َ ُ ْء ًًّء‬ ‫اﻟﻜﻼب ا ﻫـ . yang menyebutkan bahwa “ diperbolehkan perlombaan antara kuda dengan kuda. seperti yang telah diperinci dalam kitab-kitab. dikhususkan untuk sebagian binatang. ﻣﺒﺤﺚ اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﺑ ﻦ اﻟﺨ ﻞ ﻏ ﺮﻫﺎ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ‬ ٢ ‫اﻻﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( . atau kuda dengan unta. Hlm.‫ﻋﻦ اﻟﺒﻼ ﻛﻤﭼﺎ ﻫﻮﻣﻔﺼﻞ ﻓﻲ اﻟﻤﭼﺬاﻫﺐ‬ Syariat islam melarang menyakiti binatang kecuali penyembelihan binatang untuk dimakan. اﻟﺠﺰٍء‬ ٤۹ ‫ﻬﻧ ﺖ اﻟﺸﺮ ﻌﺔ اﻹﺳﻼﻣ ﺔ ﻋﻦ ﺗﻌﺬ ﺐ اﻟﺤ ﻮان ﺑﻐ ﺮ اﻟﺬﺑﺢ ﻟﻸﻛﻞ ﻓﻼ ﺤﻞ إ ﻫﺎ‬ ‫اﻟﺤ ﻮان ﺑﺎﻷﺣﻤﭼﺎ اﻟﺜﻘ ﻠﺔ اﻟﺘﻲ ﻻ ﻄ ﻘ ﺎ ﻻ ﺤﻞ ﺗﻌﺬ ﺒﻪ ﺑﺪﻓﻌﻪ إﻟﻰ اﻟﺴ ﺮ اﻟﺰاﺋﺪ ﻋﻦ‬ ‫ﻗﺪ ﺗﻪ ﻟﻜﻦ ﺴﺘﺜﻨﻰ ﻣﻦ ﻫﺬ اﻟﻘﺎﻋﺪة إﺑﺎﺣﺔ اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﺑ ﻦ اﻟﺨ ﻞ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻣﻊ ﺑﻌﺾ أ‬ ‫ﺑ ﻨ ﺎ ﺑ ﻦ اﻟﺠﻤﭼﺎ أ ﺑ ﻦ اﻟﺠﻤﭼﺎ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻣﻊ ﺑﻌﺾ ﻷن اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﻋﻠ ﺎ ﻣﺮان ﻋﻠﻰ‬ ‫اﻟﺠ ﺎ ﻟﺬا ﻗﺎ ﺑﻌﺾ اﻷﺋﻤﭼﺔ : إﻬﻧ ﺎ ﺗﻜﻮن ﻓﺮﺿﺎ إ ا ﻛﺎﻬﻧﺖ ﺮ ﻘﺎ ﻟﻠﺠ ﺎ اﻟﺪﻓﺎ‬ . dan menyebabkan “rasa payah yang sangat”. Vol. 12. atau diantara anjing. atau unta dengan unta. dalam kamus disebutkan. َ َﺎﻫﺮ اﻟﺤﺪ ﺚ أَن اﻹﻏﺮاٍء ﺑَ ْءﻦَ ﻣﺎ‬ َ ‫ِ ُ ْء َ ِ ِ ﱠ ْء ِ ْء‬ َ ‫ِ ْء‬ ِ َ ِ ‫ْء‬ َ َ َ ‫ﻋﺪَا اﻟﻜﻼب ﻣﻦ اﻟﺒَ َﺎﺋِﻢ ُﻘَﺎ ُ ﻟَﻪُ ﺗَﺤْء ﺮ ﺶٌء . Adapun pengertian hadits. perlombaan tersebut menjadi wajib. sebagian ulama berpendapat. 401.Nailu al-Awthar (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. ketika perlombaan tersebut menjadi cara untuk peperangan demi membela diri. “al-Tahrisy” . haram memaksa binatang untuk mengangkut barang bawaan yang berat. 54 Islam Peduli Terhadap Satwa . adalah karena hal tersebut dapat menyakiti binatang. ٤٠۱ Al-Fiqhu 'Ala Madzahibi al-Arba'ah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar alTsani). Namun. Akan tetapi ada kaidah dasar. Oleh karena itu. َ َ ﺟْء ﻪُ اﻟﻨﱠ ْءﻲ أَﻬﻧﱠﻪُ إ ﻼم ﻟِ ْءﻠﺤ َﻮاﻬﻧَﺎ ِ َ إِﺗﻌﺎبٌء‬ َ ‫ْء‬ َ َ ‫َ ٌء‬ ِ ‫َ ْء ِ َ َ ِ ْء ْء‬ ِ ِ . ‫ﻟَ َﺎ ﺑِﺪ ن ﻓَﺎﺋِﺪَة ﺑَﻞْء ﻣﺠﺮ ُ ﻋﺒَﺚ‬ ‫ُ َ ﱠ َ ٍء‬ ‫ُ ِ ٍء‬ (Mengadu binatang). 49 ‫اﻟﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺬاﻫﺐ اﻷ ﺑﻌﺔ. sehingga binatang tersebut tidak mampu untuk membawanya. Sedangkan alasan dilarangnya “mengadu binatang”. ۱٢ ‫ﻬﻧ ﻞ اﻷ ﺎ )اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( . dengan catatan. Hlm. secara jelas bahwa membangkitkan permusuhan diantara selain anjing. 2. ﻓَﺠﻌﻠَﻪُ ﻣﺨﺘَﺼﺎ ﺑِﺒَﻌْءﺾ اﻟﺤ َﻮاﻬﻧَﺎ ِ .

dalam pemahaman “tahrisy” terdapat unsur intimidasi terhadap yang lain. Hlm. 632 ٦٣٢ ‫ﻛﻼ‬ ٦ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻹﺳﻼﻣﻲ أ ﻟﺘﻪ ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻻﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( .Prof. ( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Islam Peduli Terhadap Satwa 55 .‫. اﻟﺠﺰٍء‬ ‫اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﻣﺴﺘﺜﻨﺎة ﻣﻦ ﺛﻼﺛﺔ أﻣﻮ ﻣﻤﭼﻨﻮﻋﺔ: ﻫﻲ اﻟﻘﻤﭼﺎ ، ﺗﻌﺬ ﺐ اﻟﺤ ﻮان ﻟﻐ ﺮ‬ ‫اﻟﻤﭼﻌﻮ ﻋﻨﻪ ﻟﺸﺨﺺ اﺣﺪ، ﻟﻚ إ ا ﻗﺪم اﻟﻌﻮ‬ ‫اﻷﻛﻞ، ﺣﺼﻮ اﻟﻌﻮ‬ (٣) ‫اﻟﻤﭼﺘﺴﺎﺑﻘ ﻦ ﻟ ﺄﺧﺬ اﻟﺴﺎﺑﻖ‬ Pelombaan diperbolehkan ketika tidak terdapat tiga hal. Imam Jauhari menyatakan. 3) unsur taruhan. menurut bahasa adalah: menumbuhkan permusuhan antar manusia. Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah. Maka. makna “al-Tahrisy” adalah.‫ﺑ ﻦ اﻟﻘﻮم إ ا أﻓﺴﺪ ﺑ ﻨ ﻢ ، أﻏﺮى ﺑﻌﻀ ﻢ ﺑﺒﻌﺾ‬ ًّ ‫ﻘﺎ : ﺣﺮ‬ ‫ﻗﺎ اﻟﺠﻮﻫﺮيًّ: اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ: اﻹﻏﺮاٍء ﺑ ﻦ اﻟﻘﻮم ، أ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ ، ﻛﺎﻟﻜﻼب اﻟﺜًّ ﺮان‬ ًّ . 1) perjudian. 2) unsur penyiksaan. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu. Dapat dikatakan “hubungan antar manusia telah rusak”. ‫ﻏ ﺮﻫﻤﭼﺎ ، ﺑﺘ ﺞ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ ، ﻓﻔﻲ اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﺗﺴﻠ ﻂ ﻟﻠﻤﭼﺤﺮ ﻋﻠﻰ ﻏ ﺮ‬ Definisi “Tahrisy”. Hal. Vol 6. menumbuhkan permusuhan diantara manusia. atau selainnya. baik anjing ataupun antara sapi. dengan cara menggertaknya (untuk beradu) dengan lawannya.اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﻓﻲ اﻟﻠًّﻐﺔ: إﻏﺮاٍء اﻹﻬﻧﺴﺎن أ اﻟﺤ ﻮان ﻟ ﻘﻊ ﺑﻘﺮﻬﻧﻪ ، أي ﻬﻧﻈ ﺮ‬ . Vol 2. atau binatang dengan tanduknya. 3626 ٣٦٢٦ ٢ ‫اﻟﻤﭼﻮﺳﻮﻋﺔ اﻟﻔﻘ ﺔ : اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ﺗﺤﺮ ﺶ‬ ‫اﻟﺘًّﻌﺮ ﻒ‬ 1 . Atau telah tumbuh permusuhan diantara mereka.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). atau diantara binatang.

namun pemanfaatan ini telah diatur dan ada batasannya.BAB IV Penutup Dari pembahasan dan ulasan di atas jelas sudah bahwa Islam itu adalah agama yang peduli terhadap satwa. bukan pemanfaatan yang tanpa batas dan menyakiti terhadap satwa. 56 Islam Peduli Terhadap Satwa . Islam mengajak kita untuk juga menjaga kelestarian alam dan menyayangi satwa. Islam melarang kegiatan yang bisa menyebabkan satwa menderita. Satwa memang boleh dimanfaatkan.

Islam Peduli Terhadap Satwa 57 Photo by Rosek Nursahid/ProFauna .

Cairo. 4. 11. Vol 18. 293. 2. Al Muhallā. 4. Hal 214. 3626 Al-Mughni. Hlm. Hal. Yūsuf al-Qaradāwi. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hlm 3626 Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Vol. (dalam bahasa Inggris). Vol 2. 1989) Al-Jam'u baina Shohihaini. 58 Islam Peduli Terhadap Satwa . Maktabat Wahbah. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Juga Halal dan Haram dalam Islam (dalam bahasa Arab). Hal. Hal. 2. Hal. 280 Al-Hafizh B. Vol. 14. 6:2811. England. 4:23. 2. Vol. Mashri. 173. 6 hal. 7. Hlm. 49 Al-Fiqhu al-Islamy wa Adillatuhu Li Wahbah al-Zuhaili. Vol. 3. Vol. Divan Press. 246 Badā'i' al-Sanā'i (dalam bahasaArab). 203 Al-Qur'an Al-Karim Asnal Matholib. 205. hal. 7:457. 'Ala Syarhi al-Minhaj (Daru Ihya'I al-Kutub al-'Arabiyah)Vol. hal. Vol. Hadist No. 7:238. juz 1 hal: 180 Bukhārī. 1977. Li al-Syaikh Maufiqu al-Din Abdullah Bin Ahmad al-Ma'ruf Bi Ibni Qudamah alHanbali. Hal. 3. Al-Qolyubi (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hlm. Daru Ihya'I al-Turats al-Araby. 98 Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. Ibn Hazm (dalam bahasa Arab).A. Baihaqi juz 2 halaman 142 Bughyatul Mustarsyidin. Al-Muwatta'.Daftar Pustaka 'Awn al Ma'būd Sharh Abū Dāwūd. 152 Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah. Al-Fiqhu 'Ala Madzahibi al-Arba'ah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani). 1982. Vol. hal. 24 Al-Jami'u LiAhkami al-Quran. Al-Nasā'i. 7:232. Vol. 26 Hasyiyah al-Muhatj. Hasyiyah al-Bujairomi 'Ala al-Khothib (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani). Vol. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). 'Umar ibn al-Khattāb sebagai khalifah kedua (634-644 M atau 12-22 H). 2547. 91 Hasyiyah al-Jamal Li Zakaria al-Anshari (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Norwich. Animals in Islam (Petersfield: The Athene Trust. Hal.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany).

26. 12. 1.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hal. al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Muslim. 632 Prof. 8:178. Terjemahan bahasa Inggris oleh Abdul Hamid Sidiqqi. vol. 223 Prof. 3 Hadist no. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu .Hasyiyah al-Qolyubi. Hadist No. Pakistan. Hal. 5:440 dan 3:184. Tirmidhī. 1480. Vol. bab XXXIX. ProFauna Indonesia. Muslim. bab 7. Bab Al-Ai'imah Islam Peduli Terhadap Satwa 59 . vol. Vol. Hal. Hlm. Muhammad Ashraf. al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). 4:460. Hal. Sh. Sh. I. vol. Majmu' vol 15 halaman 25 Mālik ibn Anas al-Asbahi. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu halaman 162 juz 4. 1976. 2007 Sahīh Muslim – Kitāb al-Imān (ref. (dalam bahasaArab). 2. bagian 'Penyembelihan' ('Slaying'). 46). Muslim. Vol. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu . Lahore. no. bab DCCCXXII. Pakistan. bab 11. vol. Buku 6. 86 Ibnu Majah juz 7 halaman 240 Is'adurrofiq. Hal. 3:542. 146 Rosek Nursahid. Muhammad Ashraf. Ila Syarhi al-Minhaj. III. “Mengapa Satwa Liar Punah”. (dalam bahasa Inggris) Mishkāt al-Masābīh. 10:739. Nailu al-Awthar (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. Hal. 4. Vol 6. ayat 151. Musnad of Ahmad. 81 Prof. hal. 1958. Lahore. Qawaidu al-Ahkam Fi Mashalihi al-Anam. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany) Vol. 401 Nihayatu al-Muhtaj.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). 127 Kitāb al-Muqni. (dalam bahasaArab) Kitāb al-Nil wa Shifā' al-'Alil. 1976. Vol 10. Edisi Keempat. 14. 52 Sahīh Muslim – Kitāb al-Sayd Wa'l-Dhabā'ih.

4. Pesantren/Organisasi Al-Fattah Al-Hasanah An-Nur Darul ulum MA Raudlatul Ulum Putri Ma’had Aly salafiyah Syafi. 22. Wahid Hasyim 02 Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia ProFauna Panitia ProFauna Panitia ProFauna Panitia ProFauna Panitia ProFauna PESMA Al-Hikam Malang PESMA Al-Hikam Malang Alamat Singosari Tasikmalaya Jawa Barat Bululawang Jombang Ganjaran Gondanglegi Malang Situbondo Asem Bagus Situbondo Gajaran Gondanglegi Malang Dau Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Nama Delegasi M . 5. 25. 14. NO 1. 16. 7. 15. 8. 30. farhan Abdul Qadir Abdul Rokhman Sulhan Habib Subur Wijaya Ghufron Rahmatullah Ainul Yaqin Makrus Ali Saifuddin LB Qomaruddin Lukman Hakim Saifiuddin Yulianto Asad Badruddin Abdurrohim Ach. 31. 11.Lampiran Daftar Pesantren yang menghadiri lokakarya pandangan Islam terhadap kesejahteraan satwa pada tanggal 22-23 Mei 2010. 3. 17. 12. 9. 26. 23. 29. 18. P. 19. Rosyidi Fachrurrozi Qodirul Aini Sri Hartati Radius Nursidi Asep R. Purnama Suwarno Zein Amrullah Zainuddin 60 Islam Peduli Terhadap Satwa . 6. 10. 27. 20. 2. 24. 21.iyah Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Miftahul Ulum PPRU IV MTs. 13. Sabbihis Husni Mubarok Abdullah Mohammad romli Ahmad Khuffaji Jaufan Izzul Maddit M. 28.

61. Darul Ulum Singosari PP. 63. Rouf Khoiri Zaini Ali alfadani M musrif Aziz Muhadlori Alil wafa Abdurrohim Arief Zain Arifin M. Raya Belung Poncokusumo Malang Jl. Miftahul Ulum Banyuputih Lumajang PP. Mambaul Hikam Banyuputih Lumajang PP.32. Talun Gandusari Blitar Jl. Raudhatul Ulum Malang PP. 51. 45. 53. 47. 55. 38. Syahri Syamsul Zubaidi Nasron Aziz Khusnul Rofik Nur hamid Arifin Musyaffa’ M. 40. 65. 37. Adam M. Tebuireng Blitar PP. Madura PP Miftahul ulum Ganjaran Gondanglegi Malang PP Raudlatul Ulum 1 Gasek Malang PP Sabilul Rosyad Sidogiri Keraton Pasuruan PP Sidogiri Sidogiri Keraton Pasuruan PP Sidogiri Sepanjang Gondanglegi PP Sirotulfuqoha Malang Pakis PP. 50. 33. 58. Raudhatul Ulum Besuk Pasuruan PP. 44. Ribath Al-Murtadlo Malang PP. Hidayatul Mubtadiin Tulungagung PP. Wanatani Genggong Probolinggo PP. Raya Kepuh Harjo Karang PPAI Annahdhiyah Ploso Malang Grobogan Solo JATENG Sab’ul Munjiyat Ganjaran Gondanglegi Malang SMK Al-Ghoziny Malang STAI Ma’had Aly Al-Hikam PP APIS PP Al-Ittihad Syamsul Zubadi Abd. AL-Ghozali Pakis PP. 64. Zainul Hasan Genggong Genggong Probolinggo Blitar PP. 52. Hidayatul Mubtadiin Singosari PP. Tarbiyatun Nasyiin Jombang PP. 34. Raya Belung Poncokusumo PP Al-Ittihad Malang Sampang. 66. Yazid Islam Peduli Terhadap Satwa 61 . Ribath Al-Murtadlo Jombang PP. 36. 49. Hidayaul Mubtadi’ien Udanawu Blitar PP. 59. 57. 56. Hidayaul Mubtadi’ien Tulungagung PP. 54. 35. AL-Ghozali Jombang PP. 43. 60. 42. Ja’far Sh. 48. Miftahul Ulum Besuk Pasuruan PP. 41. Rojib Izil M Yusuf Wahyudi Luthfi Imam Bukhori Sya’roni Ahmad Muwafiq Ahmad Muzakki Ashari Syahroni Syamsul Muzakki Ach. 39.APIS Jl. Tarbiyatun Nasyiin Jombang PP. Mimi D. 46. Raya Kepuh Harjo Karang PPAI Annahdhiyah Ploso Malang Jl. 62. Zainul Hasan PP. Masykuri Ahmad Bustomi Syamsul Arifin Fuad Hasyim Misbahul Huda M.

M. 76. M. STAI Ma’had Aly Al-Hikam Darul Qur’an PP Lirboyo PP Asembagus Muhammadiyah Jawa Timur Komnas HAM PPS Bali ProFauna ProFauna ProFauna ProFauna ProFauna ProFauna Al Hikam Malang Singosari Kediri Situbondo Surabaya Jakarta Bali Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Makrus Ali M. 68. 71. 80. 74. 73. 77. 72. Sa’ad Ibrahim. Wita Wahyudi Rosek Nursahid Qodirul Aini Radius Nursidi Suwarno Asep Rahmat Sri Hartati KH. 70. Afifuddin Muhajir DR.67. 78. Azizi Hasbulloh KH. 69. Navi 62 Islam Peduli Terhadap Satwa . 79. Hadi. Spd KH. 75. Syafruddin Ngulma Simeulue Drh.

Catatan: Islam Peduli Terhadap Satwa 63 .

Catatan: 64 Islam Peduli Terhadap Satwa .

Catatan: Islam Peduli Terhadap Satwa 65 .

+62 341 569506 email: profauna@profauna. 179 Klaseman. website: www.org .profauna. Raya Candi II No. Karangbesuki.ProFauna Indonesia Jl. Fax.org. Indonesia 65146 Telp. Malang. +62 341 570033.

.

website: www.ProFauna Indonesia Jl.org Pesantren Al-Hikam Animalia Foundation . Karangbesuki. +62 341 570033. +62 341 569506 email: profauna@profauna. 179 Klaseman.org. Fax. Indonesia 65146 Telp.profauna. Raya Candi II No. Malang.