P. 1
Islam Peduli Satwa Liar

Islam Peduli Satwa Liar

|Views: 37|Likes:

More info:

Published by: Palembang Argus Aurelius on May 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2015

pdf

text

original

Sections

  • BAB I Pendahuluan
  • PandanganUmumIslamTerhadapSatwaDanAlam
  • A. PemanfaatanSatwa
  • B. IslamMelarangMenyakitiSatwa/binatang
  • C. KewajibanPatuhTerhadapPeraturanPemerintah
  • A. PerburuandanPerdaganganSatwaLangka
  • 1. PerburuanSatwaLangka
  • 2. HukumJual-Beli SatwaLangkayangDilindungi
  • B. MemanfaatkanSatwaLangkauntukBahanPengobatan
  • BagaimanaCarauntukMemeliharaBinatang?
  • PemeliharaanSatwaTernak
  • PanyembelihanSatwaTernak
  • D. PemanfaatanSatwauntukSirkus(PertunjukanSatwa)
  • PelatihanGajah
  • PelatihanHarimau
  • E. AduSatwa
  • DaftarPustaka
  • Lampiran

ISLAM PEDULI

TERHADAP SATWA

ISLAM PEDULI
TERHADAP SATWA

Pesantren

Al-Hikam

Animalia Foundation

.

Wb. santun dan penyayang. Diharapkan buku sederhana ini bisa meningkatkan kepedulian kita terhadap satwa yang juga merupakan mahluk ciptaanAllah. ProFauna mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Al-Hikam. ProFauna memandang bahwa salah satu jalan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kasih sayang terhadap satwa itu adalah lewat jalur agama. universitas atau kelompok-kelompok kajian Islam. ProFauna Indonesia Islam Peduli Terhadap Satwa i . Sayangnya perilaku menyayangi satwa belumlah terlalu populer. Indonesia menjadi sangat penting ketika berbicara tentang peningkatan kesadaran umat Islam akan kepedulian terhadap satwa. Sebagai negara yang mempunyai jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia.3% dari luas daratan dunia. Islam mengutuk kekejaman atau perlakuan buruk terhadap satwa. Rosek Nursahid Chairman. untuk itu kami sangat terbuka dengan masukan dari berbagai pihak. peserta lokakarya sepakat bahwa pada dasarnya Islam adalah agama yang peduli terhadap satwa. Diperkirakan 300. Perlu pendidikan dan program peningkatan kesadaran masyarakat tentang bagaimana memperlakukan satwa dengan baik. Animalia Foundation. Setelah melakukan diskusi dan kajian mendalam.Pengantar Penerbit Assalamu'alaikum Wr. masih banyak masyarakat yang memperlakukan satwa dengan buruk. sekolah. Buku ini akan kami bagikan gratis ke pesantren. Sebagai bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang ramah. Untuk itulah ProFauna Indonesia bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dengan didukung oleh Animalia Foundation dan Compassion in World Farming (CIWF) mengadakan lokakarya “Pandangan Islam terhadap Kesejahteraan Satwa” pada tanggal 22-23 Mei 2010. Semoga buku ini bermanfaat. Tentunya buku ini jauh dari sempurna. Lokakarya yang diadakan di dua tempat yaitu Pondok Pesantren Al-Hikam dan Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) tersebut dihadiri oleh perwakilan lebih dari 35 pesantren yang ada di Jawa timur. meskipun luas Indonesia hanya 1. Kepedulian terhadap satwa ini perlu ditingkatkan mengingat bahwa Indonesia mempunyai kekayaan satwa liar yang luar biasa tinggi. sudah sewajarnya jika masyarakat Indonesia juga mempunyai kepedulian terhadap satwa. Hasil dari lokakarya “Pandangan Islam terhadap Kesejahteraan Satwa” tersebut kemudian kami publikasikan dalam bentuk buku yang berjudul “Islam Peduli terhadap Satwa”. baik itu satwa liar maupun satwa domestik (ternak dan peliharaan). khususnya Islam yang merupakan agama mayoritas di Indonesia. Islam juga mengajarkan untuk peduli terhadap pelestarian jenis atau spesies satwa. Compassion in World Farming (CIWF) dan pesantren-pesantren yang telah mendukung terlaksananya lokakarya hingga terbitnya buku ini.

Masih ada banyak kisah lain yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang peduli terhadap satwa. menunjukan bahwa Islam sangat peduli terhadap pelestarian spesies.. Islam mengajarkan manusia untuk juga menyayangi satwa sebagai mahluk ciptaan Allah. Kisah Nabi Nuh dalam Surat Hud. Allah secara jelas melarang kita untuk membuat kerusakan di muka bumi ini. jangan sampai spesies atau jenis satwa itu menjadi punah. ayat 36-48. Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membawa setiap binatang itu terdiri dari jantan dan betina. sehingga diharapkan akan mendorong kepedulian umat Islam terhadap satwa. Buku yang baik ini semoga bisa bermanfaat dan menambah keimanan kita terhadapAllah SWT yang telah menciptakan alam berserta isinya sebagai tanda-tanda kebesaranNya. Ini menunjukan kepedulian Islam terhadap pelestarian spesies. November 2010 Mohammad Nafi' Kepala Pesantren MahasiswaAl-Hikam Malang ii Islam Peduli Terhadap Satwa .Kata Pengantar Pesantren Al-Hikam Allah SWT menciptakan alam sedemikian sempurnanya dan semua itu pada dasarnya adalah untuk kepentingan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Meskipun bumi beserta isi dan kekayaan alamnya diperuntukan untuk manusia. Kisah seorang wanita yang diampuni dosanya karena semasa hidupnya pernah memberi minum anjing yang kehausan adalah contoh betapa mulianya perilaku menolong binatang yang membutuhkan bantuan. Pelarangan membuat kerusakan bumi ini bermakna luas. Ada banyak kisah di Al-Quran dan Hadist yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kita untuk menyayangi satwa. namun Islam juga mengajarkan umatnya untuk memelihara kelestarian alam. Untuk itu kami mendukung dan menyambut baik terbitnya buku ini yang memuat kisah-kisah yang mengajarkan cinta kasih terhadap satwa. karena menyangkut tentang alam dan kehidupan yang ada di muka bumi. Kisah Nabi Sulaiman juga semakin mencerminkan bahwa satwa atau binatang itu tidak bisa kita perlakukan semenamena. Ketika banjir besar akan menerjang dan menghancurkan tempat dimana Nabi Nuh dan umatnya tinggal. Malang. termasuk didalamnya adalah satwa yang merupakan bagian dari alam.

Memanfaatkan Satwa langka untuk Bahan Pengobatan ___________ Haram Menggunakan obat dari sesuati yang haram dikonsumsi ________ Halal/diperbolehkan menggunakan sesuatu yang haram _____________ C.Daftar Isi Sampul Luar Halaman Judul Pengantar Penerbit ____________________________________________________ Kata Pengantar PesantrenAl-hikam _______________________________________ BAB I Pendahuluan ________________________________________________ Pengetahuan Umum Tentang Satwa Liar ____________________________ BAB II Pandangan Umum Islam terhadap Satwa danAlam _________________ A. Pemanfaatan Satwa untuk Sirkus (Pertunjukan Satwa) ___________ Pelatihan Gajah ____________________________________________ Pelatihan Harimau __________________________________________ Pelatihan Burung ___________________________________________ Pelatihan Lumba-Lumba _____________________________________ E. Adu Satwa ________________________________________________ BAB IV Penutup _____________________________________________________ Daftar Pustaka _______________________________________________________ Lampiran ___________________________________________________________ i ii 1 1 5 5 7 11 15 19 19 19 24 26 26 27 30 32 38 42 46 47 47 48 48 51 56 58 60 Islam Peduli Terhadap Satwa iii . Pemanfaatan Satwa _________________________________________ B. Pemeliharaan Satwa langka untuk Hobby dan Pemeliharaan Satwa ternak ________________________ Bagaimana Cara untuk Memelihara Binatang? _____________________ Pemeliharaan Satwa Ternak ___________________________________ Penyembelihan Satwa Ternak __________________________________ D. Hukum Jual-Beli Satwa Langka yang Dilindungi ________________ B. Islam Melarang Menyakiti Satwa/binatang _______________________ KeseimbanganAlam ________________________________________ C. Kewajiban patuh terhadap Peraturan Pemerintah ___________________ BAB III Pandangan Islam Yentang Beberapa Bentuk Pemanfaatan Satwa _____ A. Pemburuan Satwa Langka __________________________________ 2. Pemburuan dan Perdagangan Satwa __________________________ 1.

iv Islam Peduli Terhadap Satwa .

000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia. Islam Peduli Terhadap Satwa 1 . Contoh lain dalam perdagangan satwa adalah perdagangan beruang madu hidup dan bagian-bagian tubuhnya yang saat ini masih banyak terjadi di Indonesia. Sebanyak 40% satwa liar yang diperdagangkan mati akibat proses penangkapan yang menyakitkan. dan telapak tangannya untuk sup.3% dari luas daratan dunia. walaupun luas Indonesia hanya 1. Berbagai jenis satwa dilindungi dan terancam punah masih diperdagangkan secara bebas di Indonesia. Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam. Ketika ada seekor bayi orangutan yang dijual di pasar maka sedikitnya ada satu orangutan mati yang mati di tangan pemburu. Sebagai contoh. 114 jenis burung. bagian tubuh beruang lainya yang sering dijual adalah cakar. Selain empedu. Untuk menangkap seekor bayi orangutan. Jika tidak ada upaya untuk menyelamatkannya maka spesies tersebut akan benar-benar punah dari alam. Kini perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar di Indonesia. Survey ProFauna pada tahun 2001 menunjukan bahwa 64. kandang sempit dan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan satwa. termasuk satwa liar yang tinggi. kebanyakan orangutan yang diperdagangkan adalah masih bayi. Meskipun kaya. Masih banyak tempat di Indonesia seperti Papua yang belum terdata dengan lengkap daftar spesies satwa maupun tumbuhannya. Faktor utama yang mengancam punahnya satwa liar tersebut adalah berkurang atau rusaknya habitat mereka dan perburuan untuk diperdagangkan. pemburu harus membunuh induk orangutan itu yang akan mempertahankan anaknya sampai mati. Daftar spesies baru yang ditemukan di Indonesia itu akan terus bertambah. Indonesia nomer satu dalam hal kekayaan mamalia (515 jenis) dan menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung. namun Indonesia dikenal juga sebagai negara pemilik daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. seperti halnya harimau bali yang benar-benar telah punah sejak tahun 70-an. seiring dengan intensifnya penelitian atau eksplorasi alam. meski beberapa peneliti menyebutkan masih tersisa beberapa ekor di Taman Nasional Merubetiri Banyuwangi.5% toko obat tradisional di Indonesia menjual obat yang mengandung empedu beruang. pengangkutan yang tidak memadai. 28 jenis reptil. Sebanyak 45% ikan di dunia hidup di perairan Indonesia. Harimau jawa juga sudah dilaporkan sudah punah. 91 jenis ikan dan 28 jenis invertebrata (IUCN). Saat ini jumlah satwa liar yang terancam punah adalah 147 jenis mamalia.BAB I Pendahuluan Pengetahuan Umum Tentang Satwa di Indonesia Indonesia mempunyai kekayaan keanekaragaman hayati. bukan hasil penangkaran. Diperkirakan 300. taring.

sate. adapula satwa yang dijadikan pekerja sirkus. kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”. FirmanAllah dalam suratAl-An'am ayat 38 menyebutkan: ‫ْء‬ َ ‫ٍء ِ ُ َ َ ِ ﱠ َ ٌء ْء ُ ْء َ ﱠ‬ ‫َ ﻣﺎ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ ﻓِﻲ اﻷَ ْء ِ َ ﻻ َﺎﺋِﺮ َﻄ ﺮ ﺑِﺠﻨَﺎﺣ ْءﻪ إِﻻ أُﻣﻢ أَﻣﺜَﺎﻟُﻜﻢ ﻣﺎ ﻓَﺮ ْءﻨَﺎ ﻓِﻲ اﻟﻜﺘَﺎب‬ ‫َ ِ ْء ٍء‬ ِ ِ ‫ْء‬ َ‫ﻣﻦ ﺷﻲٍء ﺛُﻢ إِﻟ‬ ُ َ َ‫ِ ْء َ ْء ﱠ ﻰ َ ﺑﱢ ِﻢ ُﺤْء ﺸﺮ ن‬ ‫ْء‬ “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya. orangutan itu diberi makan nasi. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al Kitab. Di alam siamang dan owa terbiasa bergelayut dari dahan yang satu ke dahan lainnya. soto. Sebagian besar (90%) satwa yang dipelihara manusia tidak mendapatkan makanan yang sesuai dengan kebutuhan alami satwa.Maraknya perdagangan satwa liar itu disebabkan oleh faktor lemahnya penegakan hukum tentang konservasi sumber daya alam hayati dan juga masih lemahnya kesadaran masyarakat akan konsevarsi satwa. namun juga seluruh semesta alam. Dengan demikian. melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Sebenarnya hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahwa perdagangan dan kepemilikan satwa dilindungi itu dilarang (pasal 21). Namun ketika dipelihara oleh manusia. dan bahkan juga diajari merokok. Kita patut mencermati bahwa umat Nabi Muhammad saw itu tidak hanya terbatas pada manusia saja. Jika sudah tidak produktif lagi. Ini adalah perilaku alami yang tidak mudah dipenuhi jika siamang itu berada dalam sangkar. Selain itu. Orangutan di alam memakan daun. selama bertahun-tahun.(QSAl-An'am: 38) 2 Islam Peduli Terhadap Satwa . hingga ajalnya tiba. Walaupun demikian. Elang butuh melayang bukan hanya sekedar terbang sejauh 3 atau 10 meter. Siamang atau owa butuh tempat bergelayut yang tidak cukup hanya ada sebatang besi atau kayu di dalam kandangnya. tumbuhan dan benda-benda tak hidup juga termasuk sebagai umat Nabi Muhammad. Satwa sirkus itu menjalani kerja paksa mencari uang dan tinggal di tempat-tempat pengap dan sempit. sebagian masyarakat masih gemar membeli dan memelihara satwa liar di rumah mereka. buah dan juga serangga. semua binatang. Satwa mempunyai kebutuhan makan yang berbeda. Burung butuh terbang bukan hanya meloncat. Hampir semua satwa yang dipelihara diletakkan dalam kandang yang tidak sesuai dengan kebutuhan satwa itu. maka dengan mudahnya satwa itu akan ditelantarkan atau bila perlu dibunuh dan mereka akan mencari satwa yang muda lagi. Pelanggar dari ketentuan tersebut dapat dikenakan pidana penjara 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta (pasal 20).

Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya. gunung-gunung juga kepada makhluk hidup seperti sesama manusia. bebatuan. melakukan pengerusakan terhadap alam dan mendzalimi mahluk hidup lainnya. Dua ayat di atas bisa sebagai awal untuk mengkaji pandangan Islam terhadap satwa atau binatang. dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”.Manusia tidak bisa menyombongkan diri sebagai makhluk yang memiliki derajat paling tinggi karena derajat itu bergantung pada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Ada banyak FirmanNya dan sunnah-sunnah Rasul sebagai landasan kita untuk menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kita terhadap semua makhluk. (QSAn-Nur: 41) Dari kedua ayat di atas. Dalam ayat lain juga dijelaskan bahwa bukan hanya manusia tetapi seluruh makhluk di muka bumi ini beribadah menurut caranya masing-masing seperti yang disunnahkan olehAllah SWT sebagaimana firmanNya: ‫ِ َ اﻟﻄﱠ ْءﺮ ﺻﺎﻓﱠﺎ ٍء ﻛﻞ ﻗَﺪ ﻋﻠِﻢ‬ َ ُ َ َ ‫ُ ﱞ ْء‬ ‫ْء‬ ‫أَﻟَﻢ ﺗَﺮ أَن ﷲَ ُﺴﺒﱢﺢ ﻟَﻪُ ﻣﻦ ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ اﻷَ ْء‬ ُ َ ‫ْء َ ﱠ ﱠ‬ َ‫ﱠ‬ َ ََ َ‫ﺻﻼﺗَﻪُ َ ﺗَﺴﺒِ ﺤﻪُ َ ﷲُ ﻋﻠِ ﻢ ﺑِﻤﭼﺎ َﻔﻌﻠُﻮن‬ َ ‫ﱠ َ ٌء َ ْء‬ َ ‫ْء‬ “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. tanah. baik itu makhluk tidak bernyawa seperti air. Dan bentuk kepedulian Islam terhadap alam dan binatang tidak terbatas dengan kedua ayat tersebut. pohon-pohon dan tanaman serta hewan-hewan baik jinak maupun liar. Islam Peduli Terhadap Satwa 3 . jelaslah bahwa tidak ada alasan lagi bagi kita (manusia) untuk bertindak semena-mena.

Photo by Rosek Nursahid/ProFauna 4 Islam Peduli Terhadap Satwa .

maka manusia mempunyai hak untuk memanfaatkannya. Pemanfaatan tersebut bukan berarti bahwa manusia boleh memanfaatkan sekehendak hatinya.BAB II Pandangan Umum Islam Terhadap Satwa DanAlam A. manusia juga harus bertanggungjawab dan tetap memeliharanya. dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” QS: Lukman ayat 20: ‫ْء‬ ‫أَﻟَﻢ ﺗَﺮ ْء ا أَن ﷲَ ﺳﺨﺮ ﻟَﻜﻢ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻷَ ْء ِ َ أَﺳﺒَﻎ ﻋﻠَ ْءﻜﻢ ﻬﻧِﻌﻤﭼﻪُ َﺎﻫﺮةًء‬ َ ِ َ ‫ْء‬ َ َ ‫ْء َ َ ُ ْء‬ َ َ‫ﱠ‬ َ ‫ﱠ ﱠ َ ﱠ َ ُ ْء‬ ‫َ ﺑَﺎ ِ ﻨَﺔًء َ ﻣﻦَ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻣﻦ ُﺠﺎ ِ ُ ﻓِﻲ ﷲِ ﺑِﻐ ْءﺮ ﻋﻠْء‬ ‫ﱠ‬ َ ‫ٍء‬ ‫َ ِ ِ ﻢ َ ﻻ ﻫُﺪًءى َ ﻻ ﻛﺘَﺎب ﻣﻨِ ﺮ‬ َ ‫َ ْء‬ ِ ‫َ ِ ٍء ُ ٍء‬ “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan” Islam Peduli Terhadap Satwa 5 . namun perlu pemanfaatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Berkaitan erat dengan hal tersebut diatas. Nabi dan Rasul sebagai penyampai risalah dari Allah SWT mempunyai misi agar seluruh umat manusia bisa mempergunakan wewenang tersebut dengan benar dan memberikan informasi bahwa wewenang mereka akan dimintai pertanggungjawaban kelak di yaumil akhir (hari kiamat). lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan juga karena manusia mempunyai wewenang untuk memanfaatkan hasil bumi serta segala sesuatu yang hidup di atasnya seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang yang telah disediakan secara gratis oleh Allah SWT. Namun yang perlu diingat adalah. Terdapat beberapa ayatAl-Qur'an yang menjadi dalil tentang hal tersebut diantaranya: QS:Al-Baqarah ayat 29: ‫ِ ﺟﻤﭼ ﻌًءﺎ ﺛُﻢ اﺳﺘَﻮى إِﻟَﻰ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء ﻓَﺴﻮاﻫُﻦ ﺳﺒﻊ ﺳﻤﭼﻮا ٍء‬ ِ َ َ َ َ َ ‫ﱠ َ ِ َ ﱠ ﱠ َ ْء‬ َ ‫ﱠ ْء‬ ‫ْء‬ ‫ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﺧﻠَﻖ ﻟَﻜﻢ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ َ ‫َ ِ َ َ ُ ْء‬ ‫َ ﻫُﻮ ﺑِﻜﻞﱢ ﺷﻲٍء ﻋﻠِ ﻢ‬ ‫َ ُ َ ْء َ ٌء‬ “Dia-lah Allah. Pemanfaatan Satwa Manusia sebagai pemimpin di bumi “Kholifatul Fi al-Ardhi” mempunyai beberapa wewenang dan tanggung jawab yang diberikan oleh Allah SWT. yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit.

‫ْء‬ ‫َ َﺮ اﻟﻔَﺴﺎ ُ ﻓِﻲ اﻟﺒَﺮﱢ َ اﻟﺒَﺤْء ﺮ ﺑِﻤﭼﺎ ﻛﺴﺒَﺖ أَ ْءﺪي اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻟِ ُﺬ ﻘَ ُﻢ ﺑَﻌْءﺾ اﻟﱠﺬي ﻋﻤﭼﻠُﻮا ﻟَﻌﻠﱠ ُﻢ‬ ‫َ ْء‬ ‫ِ ْء‬ َ ‫َ ْء‬ َِ ِ َ ِ ‫ْء ِ َ َ َ ْء‬ َ‫َﺮْء ﺟﻌُﻮن‬ ِ 6 Islam Peduli Terhadap Satwa . Manusia diberi tanggung jawab agar memelihara. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” Dari beberapa ayat di atas ditinjau dari segi tafsir bil ma'sur maupun tafsir birra'yi semuanya membenarkan terhadap kenyataan bahwa sesungguhnya manusia berhak memanfaatkan semua yang diciptakan Allah SWT selama untuk kemaslahatan umat manusia. penuh kasih sayang. Kerusakan itu bermakna luas.S. Salah satu dari hak tersebut adalah hak untuk memanfaatkan tumbuhtumbuhan dan hewan. Allah sebagai pemilik tunggal bumi (dan seluruh alam semesta) mengizinkan kita mendayagunakan bumi dan seluruh isinya secara maksimal.Al-Jasiyah. salah satunya ArRahman. karena dari semua makhluk Allah yang dapat membuat kerusakan adalah manusia. namun juga kerusakan alam semesta beserta isinya (termasuk satwa di dalamnya).45:13 َ َ ‫ِ ْء ﱠ‬ ‫ِ ﺟﻤﭼ ﻌًءﺎ ﻣﻨﻪُ إِن ﻓِﻲ َ ﻟِﻚ ﻵَ َﺎ ٍء ﻟِﻘَﻮْء م‬ ِ َ ‫ٍء‬ ‫ْء‬ ‫ﺳﺨﺮ ﻟَﻜﻢ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ َ َ‫ﱠ‬ َ ‫َ ﱠ َ ُ ْء‬ ُ ‫ﱠ‬ َ‫َﺘَﻔَﻜﺮ ن‬ “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya. bukan hanya kerusakan bumi secara fisik. Artinya demi kelangsungan dan kepentingan kita sebagai manusia. Hal ini mengindikasikan bahwa umat manusia adalah pengatur bumi sebagai pengganti Allah. Jika manusia menjaga. …ِ ‫ْء‬ َ ‫َ ِ َ َ ُ ْء‬ ‫ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﺟﻌﻠَﻜﻢ ﺧَﻼﺋِﻒَ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi…” (QS Fatir: 39) Dalam Tafsir al-Qurthuby. Allah telah dengan jelas dan tegas melarang perusakan terhadap bumi dan alam semesta ini dengan berkali-kali menegaskannya di dalam Al-Qur'an agar kita (manusia) tidak membuat kerusakan di muka bumi.Q. menjaga serta mengelola bumi ini beserta isinya. (sebagai rahmat) daripada-Nya. yaitu pengganti Allah di muka bumi. maka segala kebijakan dan tindakan kita juga sesuai dengan sifat-sifat Allah. Namun demikian Allah SWT juga melarang manusia untuk membuat kerusakan di muka bumi ini. Sebagai pengganti Allah. mengelola dan memanfaatkan bumi dan segala isinya dengan kasih sayang niscaya akan tercipta kedamaian dan keseimbangan. Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan yang jelas yaitu agar ia menjadi khalifah di bumi ini. Khalifah dapat bermakna sebagai “pengganti”.

ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya. Di dalam Al-Qur'an terdapat kisah populer tentang Nabi Sulaiman yang peduli semut. Islam juga mengajarkan untuk menyayangi satwa. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QSAl-A'raf: 56) ‫ْء َ ِ ﱡ ْء‬ ‫ِ َ ﱡ‬ ‫َ ﻣﻦَ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻣﻦ ُﻌْءﺠﺒُﻚ ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ ﻓِﻲ اﻟﺤ َﺎة اﻟﺪﻬﻧ َﺎ َ ُﺸ ِﺪ ﷲَ ﻋﻠَﻰ ﻣﺎ ﻓِﻲ ﻗَ ْءﻠﺒِﻪ َ ﻫُﻮ أَﻟَﺪ‬ َ ِ ِ َ َ ًّ ُ ‫ْء‬ َ ‫اﻟﺨﺼﺎم‬ ِ َ ِ ‫ْء‬ “Dan apabila ia berpaling (dari kamu). Islam Melarang Menyakiti Satwa/binatang Islam pada dasarnya adalah agama yang mengatur hubungan antara manusia dan Allah. Kisah Nabi-Nabi terdahulupun mencerminkan bahwa Islam sangat peduli dan memiliki kasih sayang terhadap binatang. Ajaran Islam untuk menyayangi satwa itu bisa dilihat dari hadist/riwayat/kisah sebagai berikut: ‫ٍء ْء َ ُ ْء ِ َ ٍء ْء ُ َ ﱠٍء ْء‬ ‫َﱠ‬ ‫َﱠ‬ َ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ ﺑَﻜﺮ ﺑْءﻦُ أَﺑِﻲ ﺷ ْءﺒَﺔَ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ ﺧَﺎﻟِﺪ اﻷَﺣْء ﻤﭼﺮ ﻋَﻦ ﻫﺸﺎم ﻋَﻦ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﻋَﻦ أَﺑِﻲ‬ ِ ‫ْء‬ ‫ْء‬ َ ُ‫ﻫُﺮ ْءﺮةَ ﻋَﻦ اﻟﻨﱠﺒِﻲ ﺻﻠﱠﻰ ﷲُ ﻋﻠَ ْءﻪ َ ﺳﻠﱠﻢ أَن اﻣﺮأَةًء ﺑَﻐ ًًّءﺎ َ أَ ْء ﻛ ْءﻠﺒًءﺎ ﻓِﻲ َﻮْء م ﺣﺎ ﱟ ُﻄ ﻒ‬ َ ‫ٍء‬ َ ‫ﱠ َ ِ َ َ ﱠ ْء‬ َ ‫ﱢ‬ َ َ ِ ِ ‫ْء ٍء ْء َ َ ِ ْء ْء َ ِ َ ْء‬ ‫ﺑِﺒِﺌﺮ ﻗَﺪ أَ ْء ﻟَﻊ ﻟِﺴﺎﻬﻧَﻪُ ﻣﻦ اﻟﻌﻄَﺶ ﻓَﻨَﺰﻋَﺖ ﻟَﻪُ ﺑِﻤﭼﻮﻗِ َﺎ ﻓَﻐﻔِﺮ ﻟَ َﺎ‬ َ ُ ُ Hadist ini menceritakan tentang kisah seorang wanita yang diampuni dosa-dosanya karena telah memberikan minum kepada seekor anjing yang kehausan. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Islam mengajarkan dalam pemanfaatan satwa itu tidak diperbolehkan menyakiti binatang. manusia dan manusia. dan Allah tidak menyukai kebinasaan”. shirathal mustaqim dan shirathal maghdub/shirathal dhallin. ‫ﱠ‬ َ َ‫ِ ﺑَﻌﺪ إِﺻْء ﻼَﺣ َﺎ َ ا ْء ﻋُﻮ ُ ﺧﻮْء ﻓﺎ ًء َ َﻤﭼﻌﺎ ًء إِن َ ﺣْء ﻤﭼﺖَ ﷲِ ﻗَﺮ ﺐٌء ﻣﻦ‬ َ ‫ْء‬ ِ ‫ﱢ‬ َ َ ِ ًّ ُ ِ ‫ْء‬ ‫َ ﻻَ ﺗُﻔﺴﺪ ْءا ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ َ‫اﻟﻤﭼﺤْء ﺴﻨِ ﻦ‬ ِ ُ ‫ْء‬ “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Islam Peduli Terhadap Satwa 7 .“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. (QSAl-Baqarah: 205) B. tentunya kedua pengklasifikasian inilah yang telah diisyaratkanAllah bahwa rusaknya bumi itu karena ulah manusia. serta antara manusia dan makhluk hidup lainnya. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QSAr-Ruum: 41) Hanya terdapat dua pengklasifikasian jalan hidup manusia yaitu. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak.

dan dia berdoa: ‘Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai. seperti kisah dibawah ini: ‫أﺧﺮﺟﻪ اﻟﺒﺨﺎ ي ﻣﻦ ﺣﺪ ﺚ ﻣﺎﻟﻚ ﻋﻦ أﺑﻲ اﻟﺰﻬﻧﺎ ﻋﻦ اﻷﻋﺮ ﻋﻦ أﺑﻲ ﻫﺮ ﺮة أن‬ ‫ﺳﻮ ﷲ }ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ{ﻗﺎﻟﻨﺰ ﻬﻧﺒﻲ ﻣﻦ اﻷﻬﻧﺒ ﺎٍء ﺗﺤﺖ ﺷﺠﺮة ﻓﻠﺪﻏﺘﻪ ﻬﻧﻤﭼﻠﺔ ٌء‬ ‫ﱞ‬ ‫ﻓﺄﻣﺮ ﺑﺠ ﺎز ﻓﺄﺧﺮ ﻣﻦ ﺗﺤﺘ ﺎ ﺛﻢ أﻣﺮ ﺑﺒ ﺘ ﺎ ﻓﺄﺣﺮ ﺑﺎﻟﻨﺎ ﻓﺄ ﺣﻰ ﷲ ﻋﺰ ﺟﻞ‬ ‫إﻟ ﻪ ﻓ ﻼ ﻬﻧﻤﭼﻠﺔ ًء اﺣﺪة‬ “Abu Hurayrah menceritakan seperti yang dikisahkan Rasulullah s.a. kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Dan Islam juga mengutuk terhadap perbuatan keji kepada binatang.” Dalam ajaran Islam (syariah) mengenai hak asasi satwa disebutkan secara detail dan jelas. hukum yang berlaku adalah sebagai berikut: “Kerusakan atau perusakan karena dendam akibat terkena kerusakan adalah dilarang. karena beliau tak ingin menginjak seekorpun agar tidak melukai semut-semut itu.‫ِ ْء ُ َ ْء ﱠ‬ ‫َ َ ِث ﺳﻠَ ْءﻤﭼﺎنُ َا ُ َ َ ﻗَﺎ َ َﺎ أَ ﱡ َﺎ اﻟﻨﱠﺎ ُ ﻋﻠﱢﻤﭼﻨَﺎ ﻣﻨﻄﻖ اﻟﻄﱠ ْءﺮ َ أُ ﺗِ ﻨَﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﺷﻲٍء إِن‬ َ ِ ‫ُ ْء َ ْء‬ َ ُ َ ِ ‫ِ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ‫َ َ ْء‬ ‫ْء‬ َ‫ﻫَﺬا ﻟَ ُﻮ اﻟﻔَﻀْء ﻞ اﻟﻤﭼﺒِ ﻦُ . َ ﺣُﺸﺮ ﻟِﺴﻠَ ْءﻤﭼﺎنَ ﺟﻨُﻮ ُ ُ ﻣﻦَ اﻟﺠﻦﱢ َ اﻹﻬﻧﺲ َ اﻟﻄﱠ ْءﺮ ﻓ‬ ‫ِ ُﻢ‬ ُ ‫ْء‬ ُ ِ َ ُ َ ِ ِ ُ‫ُﻮزﻋﻮنَ . sedangkan mereka tidak menyadari’ (18). dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin. agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya. dan dia berkata: 'Hai Manusia. Pada kasus sarang semut di atas. ﺣﺘﱠﻰ إِ َ ا أَﺗَﻮْء ا ﻋﻠَﻰ َ ا ِ اﻟﻨﱠﻤﭼﻞ ﻗَﺎﻟَﺖ ﻬﻧَﻤﭼﻠَﺔٌء َﺎ أَ ﱡ َﺎ اﻟﻨﱠﻤﭼﻞ ا ْء ﺧﻠ‬ ُ َ ‫ْء ُ ُ ﻮا ﻣﺴﺎﻛﻨَﻜﻢ ﻻ‬ َ ‫َ َ ِ ُ ْء‬ ‫ْء ْء‬ َ ِ ‫ْء‬ ‫ﱠ َ َ ِ ًء ِ ْء‬ ُ ُ ‫ِ َ ُ ْء‬ ُ ُ ‫ْء‬ ‫َﺤْء ﻄﻤﭼﻨﱠﻜﻢ ﺳﻠَ ْءﻤﭼﺎنُ َ ﺟﻨُﻮ ُ ُ َ ﻫُﻢ ﻻ َﺸﻌﺮ نَ .Ada seorang nabi yang disengat semut dan dengan marah sang nabi memerintahkan untuk membakar semua sarang semut. dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh’(19).w tentang kejadian pada jaman nabi terdahulu.” (QSAn-Naml: 16-19) Dikisahkan bahwa kemudian Sulaiman dan tentaranya berhenti agar para semut masuk ke dalam sarangnya. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.)ﻻ ﺿﺮ ﻻ ﺿﺮا‬ 8 Islam Peduli Terhadap Satwa .” ( ‫. ﻓَﺘَﺒَﺴﻢ ﺿﺎﺣﻜﺎ ﻣﻦ ﻗَﻮْء ﻟِ َﺎ َ ﻗَﺎ َ َ بﱢ‬ ‫ْء‬ َ ‫ِ ْء‬ َ ‫َ ﱠ‬ َ َ ‫ْء ْء ُ َ ْء‬ َ َ َ َ ‫َ ﱠ ْء ْء‬ ‫ْء َ ْء‬ ُ ‫أَ ْء زﻋﻨِﻲ أَن أَﺷﻜﺮ ﻬﻧِﻌﻤﭼﺘَﻚ اﻟﱠﺘِﻲ أَﻬﻧﻌﻤﭼﺖَ ﻋﻠَﻲ َ ﻋﻠَﻰ َ اﻟِﺪي َ أَن أَﻋﻤﭼﻞ ﺻﺎﻟِﺤًءﺎ ﺗَﺮْء ﺿﺎ‬ ‫َ أَ ْء ﺧﻠْء‬ َ‫ِ ﻨِﻲ ﺑِﺮﺣْء ﻤﭼﺘِﻚ ﻓِﻲ ﻋﺒَﺎ ِ َ اﻟﺼﱠﺎﻟِﺤ ﻦ‬ َ َ َ ِ ِ “Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata'(16). masuklah ke dalam sarangsarangmu. manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) (17). hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: ‘Hai semut-semut. Karena kejadian ini Allah memperingatkan nabi tersebut dalam firmanNya: ‘hanya karena seekor semut engkau membakar semua komunitas yang menyembahKu’.

ada pahalanya bagi yang beramal kepada binatang yang masih hidup. lebah. telah mencoba pendekatan ala 'ganjaran dan pahala' dalam hadist berikut ini: ‫ﺣ ﺛﻬﻧﺎ ﺳﻣﺎﻋلﺎﻳر ﻗﺎ ﺣ ﺛﻬﻧﻲ ﻣﺎﻟك ﻋ ﻬﻧﺎﻓﻊ ﻋ ﻋﺑ ﷲ ﺑ ﻋﻣلﺎﻳر‬ ‫لﺎﻳرﺿﻲ ﷲ ﻋﻬﻧﻬﻣﺎ لﺎﻳرﺳ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠلﺎﻳرﻪ ﺳﻠ ﻗﺎ ﻋذﺑت‬ ‫ﻣلﺎﻳر ﻟﻬﻧﺎلﺎﻳر ﻓﻲ لﺎﻳر ﺣﺑﺳﺗﻬﺎ ﺣﺗﻰ ﻣﺎﺗت ﺟ ﻋﺎ ﻓ ﺧﻠت ﻓلﺎﻳرﻬﺎ ﻟﻬﻧﺎلﺎﻳر‬ ‫ﻗﺎ ﻓﻘﺎ ﷲ ﻋﻠ ﻻ ﻬﻧت ﻌﻣﺗﻬﺎ ﻻ ﺳﻘلﺎﻳرﺗﻬﺎ ﻻ ﻬﻧت لﺎﻳرﺳﻠﺗﻬﺎ‬ « ‫ﻓﺄﻛﻠت ﻣ ﺧﺷﺎش ﻷلﺎﻳرض‬ “Nabi berkata pada para sahabatnya tentang seorang wanita yang akan masuk neraka karena telah mengurung seekor kucing. Bahkan Rasulullah s.Dalam hadits shahih menurut Ibnu Hibban yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud. burung hudhud. Islam Peduli Terhadap Satwa 9 . sedangkan kekejaman kepada hewan sama artinya dengan kekejaman kepada manusia' dan juga 'Perbuatan baik kepada binatang akan dijanjikan pahala di akhirat nantinya. dan juga tidak melepaskannya agar kucing itu bisa mencari makan sendiri” (Hadist ini tercatat pada hampir semua kumpulan hadist yang sah.) Al-Imam Bukhori dalam kitabnya.a.w. Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam melarang membunuh empat macam binatang yaitu: semut.” “Mishkāt Al-Masābīh” yang dikutip dari Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa: 'Suatu perbuatan baik yang dilakukan kepada hewan sama saja dengan perbuatan baik terhadap manusia. tidak memberinya makan. ‫َﱠ‬ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻗُﺘَ ْءﺒَﺔُ ﺑْءﻦُ ﺳﻌ ﺪ ﻋَﻦ ﻣﺎﻟِﻚ ﺑْءﻦ أَﻬﻧَﺲ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﻗُﺮئ ﻋﻠَ ْءﻪ ﻋَﻦ ﺳﻤﭼﻲ ﻣﻮْء ﻟَﻰ أَﺑِﻲ ﺑَﻜﺮ‬ َ ‫َ ِ ٍء ْء َ ِ ِ ٍء َ ِ َ َ ِ ْء ُ َ ﱟ‬ ‫ْء ٍء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ٍء ﱠ ﱠ ِ ْء‬ ‫ْء‬ ‫َ َ ﱠ‬ َ‫ﻋَﻦ أَﺑِﻲ ﺻﺎﻟِﺢ اﻟﺴﻤﭼﺎن ﻋَﻦ أَﺑِﻲ ﻫُﺮ ْءﺮةَ أَن َ ﺳُﻮ َ ﷲِ ﺻﻠﱠﻰ ﷲُ ﻋﻠَ ْءﻪ َ ﺳﻠﱠﻢ ﻗَﺎ َ ﺑَ ْءﻨ‬ ‫ﻤﭼﺎ‬ َ َ َ َ ِ َ ‫َ َ َ ْء‬ َ ‫َ ﺟﻞ َﻤﭼﺸﻲ ﺑِﻄَﺮ ﻖ اﺷﺘَﺪ ﻋﻠَ ْءﻪ اﻟﻌﻄَﺶُ ﻓَﻮﺟﺪ ﺑِﺌﺮًءا ﻓَﻨَﺰ َ ﻓِ َﺎ ﻓَﺸﺮب ﺛُﻢ ﺧﺮ َ ﻓَﺈِ َ ا‬ َ ‫ِ ٍء ْء ﱠ َ ِ ْء‬ َ َ ‫َ ِ َ ﱠ‬ ِ ‫ُ ٌء ْء‬ َ ‫ﻛ ْءﻠﺐٌء َ ْءﻠ َﺚ َﺄْءﻛﻞ اﻟﺜﱠﺮى ﻣﻦ اﻟﻌﻄَﺶ ﻓَﻘَﺎ َ اﻟﺮﺟﻞ ﻟَﻘَﺪ ﺑَﻠَﻎ ﻫَﺬا اﻟﻜ ْءﻠﺐ ﻣﻦ اﻟﻌﻄَﺶ ﻣﺜﻞ‬ ُ ‫ﱠ ُ ُ ْء َ َ ْء َ َ ِ ْء ْء َ ِ ِ ْء‬ َ ‫ُ ُ ُ َ ِ ْء ْء‬ ِ ‫اﻟﱠﺬي ﻛﺎنَ ﺑَﻠَﻎ ﻣﻨﱢﻲ ﻓَﻨَﺰ َ اﻟﺒِﺌﺮ ﻓَﻤﭼﻸَ ﺧﻔﱠﻪُ ﻣﺎٍء ﺛُﻢ أَﻣﺴﻜﻪُ ﺑِﻔِ ﻪ ﺣﺘﱠﻰ َ ﻗِﻲ ﻓَﺴﻘَﻰ اﻟﻜﻠْء‬ َ ‫ْء‬ َ َ ‫َ ْء ْء َ َ َ ُ َ ًء ﱠ ْء‬ َ ِ َ ‫ﺐ‬ َ َ َ َ ِ ِ ‫ﱠ‬ ‫ََ َ ﱠ‬ َ ِ ‫ِ ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﻓَﺸﻜﺮ ﷲُ ﻟَﻪُ ﻓَﻐﻔَﺮ ﻟَﻪُ ﻗَﺎﻟُﻮا َﺎ َ ﺳُﻮ َ ﷲِ َ إِن ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻫَﺬ ِ اﻟﺒَ َﺎﺋِﻢ ﻷَﺟْء ﺮًءا ﻓَﻘَﺎ َ ﻓِﻲ ﻛﻞ‬ ‫ُ ﱢ‬ َ َ ‫ﻛﺒِﺪ َ ْء‬ ‫ٍء ٌء‬ ‫َ ٍء ﺒَﺔ أَﺟْء ﺮ‬ “Nabi berkata pada para sahabatnya tentang seorang petani penggarap yang diberkahi oleh Allah karena telah menyelamatkan nyawa seekor anjing dengan memberi anjing tersebut air minum untuk menghilangkan rasa haus” “Rasulullah saw ditanya apakah beramal kepada satwa akan memperoleh pahala dari Allah? Beliau menjawab: 'Ya. dan burung shurad (sejenis burung pipit).

perempuan . elemen-elemen bumi. Al Qur'an yang mengandung banyak ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk mempelajari alam – sistem tata surya. Hadist di atas mengandung suatu anjuran supaya kita semua berbuat baik terhadap binatang. kemudian memberikan pengampunan padanya. KeseimbanganAlam Semua sumber ajaran Islam. menceritakan bahwa Rasulullah s." (Muttafaq 'alaih) Dalam sebuah riwayat dari Imam Bukhari disebutkan demikian: "Allah lalu berterima kasih pada orang tersebut.a. sehingga ia keluar dari sumur tadi." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah. memberikan dasar yang kuat pada ilmu alam dengan tujuan untuk memahami kehidupan. terus memberi minum pada anjing tersebut.w. "Niscayalah anjing ini telah sampai pada kehausan sebagaimana yang telah sampai padaku tadi". tiba-tiba ada seorang pezina . terutama Al Qur'an.w. Tiba-tiba ada seekor anjing mengulur-ulurkan lidahnya sambil makan tanah karena hausnya. Al Qur'an berbicara tentang proses penciptaan dan menyebutkan bahwa makhluk ciptaan Allah diciptakan berpasang-pasangan.a. Setelah itu iapun keluarlah. bersabda: Pada suatu ketika ada seorang lelaki berjalan di suatu jalan. Tetapi yang ingin kami garis bawahi di sini adalah bahwa penciptaan satwa memperoleh tempat yang menonjol dalam firman-firmanNya. apakah sebenarnya kita juga memperoleh pahala dengan sebab memberi . Ternyata berbuat baik terhadap binatang juga mendapatkan pahala.dari golongan kaum pelacur Bani Israil melihatnya. Menurut kitab 10 Islam Peduli Terhadap Satwa .a.ada pahalanya.makan minum . Tujuan sebenarnya dari perintah yang diulang-ulang dalam Al-Qur'an adalah untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang hakekat Allah sebagai Sang Pencipta alam semesta. maka dengan perbuatannya itu diampunilah wanita tersebut. Abu Hurairah r.maksudnya setiap sesuatu yang hidup yang diberi makan minum . Iapun turun lagi ke dalam sumur lalu memenuhi sepatu khufnya dengan air.Dalam kitab Riyadus Shalihin. Beberapa diantaranya adalah: Dalam berbagai ayat. hampir saja ia mati karena kehausan. serta flora dan fauna. kemudian turun di dalamnya terus minum. Wanita itu lalu melepaskan sepatunya kemudian mengambilkan air untuk anjing tadi dan meminumkan air itu padanya. Orang itu berkata dalam hati. lalu menemukan sebuah sumur. lalu memasukkannya ke dalam syurga." Dalam riwayat lain dari Bukhari dan Muslim disebutkan pula: "Pada suatu ketika ada seekor anjing berputar-putar di sekitar sebuah sumur. kemudian memegang sepatu itu pada mulutnya. Allah berterima kasih pada orang tadi dan memberikan pengampunan padanya. menjawab: "Dalam setiap hati yang basah . ia sangat merasa haus.pada golongan binatang?" Beliau s.

sel-nya menuju keabadian-mati selamanya. Ayat-ayat berikut menunjukkan betapa pentingnya dasar-dasar dari hukum alam dan juga pentingnya urutan kejadian suatu spesies yang tidak dapat diganggu gugat. supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. memiliki organ reproduksi. kitab suci ini merupakan sumber informasi ilmiah yang paling jelas. Baru-baru ini beberapa ilmuwan menyatakan adanya harapan untuk menghidupkan kembali spesies-spesies yang telah punah dengan mengambil jaringan yang masih hidup pada bangkai spesies-spesies tersebut. َ‫ُ َ ﻣﻦ أَﻬﻧﻔُﺴ ِﻢ َ ﻣﻤﭼﺎ ﻻ َﻌﻠَﻤﭼﻮن‬ ُ ‫ِ ْء ْء ِ ْء ِ ﱠ َ ْء‬ ‫ُ ِ ﱠ ْء ُ ْء‬ ‫ِ َ َ ْء ْء‬ ‫ﺳﺒﺤﺎنَ اﻟﱠﺬي ﺧﻠَﻖ اﻷَز َ ا َ ﻛﻠﱠ َﺎ ﻣﻤﭼﺎ ﺗُﻨﺒِﺖ اﻷَ ْء‬ َ ‫ُ ْء‬ Kemuliaan pada Dia yang menciptakan nenek moyang semua makhluk hidup yang berpasang-pasangan dan tumbuh di muka bumi. stilus (pangkal putik) dan stigma (kepala putik). tetapi setiap jenis tumbuhan juga diciptakan berpasangan antara jantan dan betina.” (QSAz-Zariyat: 49) ‫ِ َ َ َ ُ ُ ْء‬ ‫اﻟﱠﺬي ﺟﻌﻞ ﻟَﻜﻢ اﻷَ ْء َ ﻣ ْءﺪًءا َ ﺳﻠَﻚ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﺳﺒُﻼ َ أَﻬﻧﺰ َ ﻣﻦَ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء ﻣﺎٍء ﻓَﺄَﺧﺮﺟْء ﻨَﺎ ﺑِﻪ‬ َ ‫ﱠ َ ِ َ ًء ْء‬ ‫َ َ ُ ْء‬ ِ ِ َ ‫ُ ًء ْء‬ َ ‫ْء‬ ‫ِ ْء‬ َ (٥٣) ‫أَز َ اﺟًءﺎ ﻣﻦ ﻬﻧَﺒَﺎ ٍء ﺷﺘﱠﻰ‬ Islam Peduli Terhadap Satwa 11 . Kita mengetahui secara ilmiah bahwa tumbuhan. dan mereka [manusia] juga. Kemampuan ilmiah kita dapat menyebabkan terjadinya mutasi genetik. Seandainya saja para ilmuwan berhasil melakukan terobosan itu. yakni benang sari (jantan) dan putik (betina) – yang terdiri dari bakal buah. Ayat-ayat berikut menggarisbawahi poin yang sangat penting bahwa setiap spesies diciptakan secara biologis untuk berkembang biak dengan tujuan melestarikan keturunannya sehingga makhluk hidup tersebut dapat terus memainkan peranannya di alam. Sekedar mengingatkan bahwa Al-Qur'an telah ada sejak 14 abad yang lalu. Stilus merupakan perpanjangan bakal buah yang menyempit ujungnya dan menyokong stigma. fakta yang sangat jelas terlihat adalah bahwa regenerasi dari spesies yang telah punah masih tergantung pada jaringan yang mengandung sel yang diciptakan oleh Allah. seperti halnya satwa. tetapi kita tidak akan pernah bisa menciptakan satu buah sel pun. Dalam ilmu botani (ilmu yang mempelajari tumbuhan) dijelaskan bahwa stigma merupakan kepala putik yang menerima serbuk sari pada saat pembuahan. Ketika suatu spesies dimusnahkan. dan mereka tidak [belum] mengetahui.suci ini. (QS Yasin:36) (٤۹) َ‫َ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﺷﻲٍء ﺧﻠَﻘﻨَﺎ ز ْء ﺟ ْءﻦ ﻟَﻌﻠﱠﻜﻢ ﺗَﺬﻛﺮ ن‬ ُ ‫ِ ْء ُ َ ْء َ ْء َ َ ِ َ ُ ْء َ ﱠ‬ “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan. tidak hanya kehidupan satwa. dan kemampuan manusia tidak akan pernah bisa untuk menciptakan kembali spesies terebut.

(QSAn-Najm:45) Cerita tentang perahu Nabi Nuh sangat terkenal. hal ini membahayakan beberapa jenis satwa dan burung karena mereka bisa punah. pahit dan manis. dan pasangan untuk binatang ternak juga. Al-Qur'an menyebutkannya dalam Surat Hud. Allah menutupkan malam kepada siang. 12 Islam Peduli Terhadap Satwa .” (QS Luqman:10) ‫َ ِ َ ﱠ ْء‬ ‫ِ َ ْء‬ ُ ‫ِ ْء‬ ‫َ ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﻣﺪ اﻷَ ْء َ َ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ َ َ اﺳﻲ َ أَﻬﻧ َﺎ ًءا َ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ اﻟﺜﱠﻤﭼﺮا ِ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ‬ َ َ َ َ َ َ َ َ َ‫ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ ُﻐﺸﻲ اﻟﻠﱠ ْءﻞ اﻟﻨﱠ َﺎ َ إِن ﻓِﻲ َ ﻟِﻚ ﻵ‬ ‫ﱠ‬ (٣) َ‫َ َ َﺎ ٍء ﻟِﻘَﻮْء م َﺘَﻔَﻜﺮ ن‬ ُ ‫ٍء ﱠ‬ َ ِ ‫َ َ ِ ْء ِ ْء‬ ”Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. dan membuatkan jalan-jalan di atasnya.”.” (QS Ta ha:53) ‫ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫ﺧﻠَﻖ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ ﺑِﻐ ْءﺮ ﻋﻤﭼﺪ ﺗَﺮ ْء ﻬﻧَ َﺎ َ أَ ْءﻟﻘَﻰ ﻓِﻲ اﻷَ ْء ِ َ َ اﺳﻲ أَن ﺗَﻤﭼ ﺪ ﺑِﻜﻢ َ ﺑَﺚ ﻓِ َﺎ‬ ‫ِ َ ْء ِ َ ُ ْء‬ َ ‫َ ِ َ ٍَء‬ َ‫َ َ ﱠ‬ ‫ٍء ْء ْء‬ ‫ْء‬ ُ ‫ِ ْء‬ َ َ ‫ِ ْء ُ ﱢ‬ ‫ﱠ‬ (۱٠) ‫ﻣﻦ ﻛﻞﱢ َاﺑﱠﺔ َ أَﻬﻧﺰَﻟﻨَﺎ ﻣﻦَ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء ﻣﺎٍء ﻓَﺄ ْءَﻬﻧﺒَﺘﻨَﺎ ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞ ز ْء ٍء ﻛﺮ ﻢ‬ ‫َ ِ َ ًء‬ ِ ‫ِ ٍء‬ “Dan Aku menjadikan setiap jenis flora tumbuh berpasang-pasangan.”..“[Allah adalah Dia] Yang telah membentangkan bumi (tanah) untukmu seperti permadani. seperti pasangan yang terdiri dari dua dan dua... dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan. putih dan hitam.. dan mengirimkan air dari awan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. sehingga kamu bisa berkembang biak.. ayat 36-48: Ketika banjir bandang melanda dan menyapu seluruh daerah.”. dan dari semua buah diciptakan di atasnya. ‫َ ِ َ ﱠ ْء‬ ‫ِ َ ْء‬ ُ ‫ِ ْء‬ ‫َ ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﻣﺪ اﻷَ ْء َ َ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ َ َ اﺳﻲ َ أَﻬﻧ َﺎ ًءا َ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ اﻟﺜﱠﻤﭼﺮا ِ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ‬ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ‫ﱠ‬ (٣) َ‫ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ ُﻐﺸﻲ اﻟﻠﱠ ْءﻞ اﻟﻨﱠ َﺎ َ إِن ﻓِﻲ َ ﻟِﻚ ﻵَ َﺎ ٍء ﻟِﻘَﻮْء م َﺘَﻔَﻜﺮ ن‬ ُ ‫ٍء ﱠ‬ َ ِ ‫َ َ ِ ْء ِ ْء‬ “Dan adalah Dia yang membentangkan bumi (tanah). (QSAsy-Syura:11) ‫ْء‬ (٤٥) ‫َ أَﻬﻧﱠﻪُ ﺧﻠَﻖ اﻟﺰ ْء ﺟ ْءﻦ اﻟﺬﻛﺮ َ اﻷﻬﻧﺜَﻰ‬ َ َ‫َ َ ﱠ َ ِ ﱠ‬ “Dan Dia menciptakan berpasang-pasangan –jantan dan betina. (QSAr-Ra'd:3) ‫ْء‬ ‫ِ ْء ْء َ ِ ْء‬ ‫َ َ َ ُ ْء ِ ْء ْء ِ ُ ْء ْء‬ ‫ﻓَﺎ ِ ﺮ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ اﻷَ ْء ِ ﺟﻌﻞ ﻟَﻜﻢ ﻣﻦ أَﻬﻧﻔُﺴﻜﻢ أَز َ اﺟًءﺎ َ ﻣﻦَ اﻷَﻬﻧﻌﺎم أَز َ اﺟًءﺎ َﺬ َ ؤﻛﻢ‬ ‫ْء ُ ُ ْء‬ َ‫ُ ﱠ‬ ‫ﻓِ ﻪ ﻟَ ْءﺲ ﻛﻤﭼﺜﻠِﻪ ﺷﻲٍء َ ﻫُﻮ اﻟﺴﻤﭼ ﻊ اﻟْء‬ َ ِ ‫ِ َ َ ِ ْء‬ (۱۱) ‫َ ﱠ ِ ُ ﺒَﺼ ﺮ‬ ُ ِ ‫ْء ٌء‬ “[Allah adalah] Sang Pencipta langit dan bumi. Dia telah menciptakan pasangan di antara kamu.” (QSAr-Ra'd: 3) Yang dimaksud berpasang-pasangan. Sehingga. Aku menciptakan berbagai macam pasangan tumbuhan – masing-masing berbeda satu sama lain.. besar kecil dan sebagainya. ialah jantan dan betina.

Bahkan di masa tersebut. Di berbagai macam surat. Seperti bagian alam lainnya. binatang amfibi. Hal ini menunjukkan bahwaAllah terkait pada kehidupan secara keseluruhan.” (QSAl-Jasiyah:3.” (QSAsy-Syura:29) Bahasa Arab Dābbatun yang digunakan dalam ayat ini mewakili semua makhluk hidup. contohnya pada atom yang mengandung proton yang bersifat positif dan elektron yang bersifat negatif. Dan bagi dirimu sebagai makhluk hidup. Allah sangat perduli untuk menyelamatkan setidaknya sepasang spesies ikut bersama dengan pengikut Nabi Nuh yang beriman dengan cara memerintahkan sang nabi untuk: ‫ِ ْء ُ َ َ ِ ْء ِ ْء َ ﱠ َ ْء‬ ‫ﺣﺘﱠﻰ إِ َ ا ﺟﺎٍء أَﻣﺮﻬﻧَﺎ َ ﻓَﺎ َ اﻟﺘﱠﻨﱡﻮ ُ ﻗُ ْءﻠﻨَﺎ اﺣْء ﻤﭼﻞْء ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱟ ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ َ أَﻫﻠَﻚ إِﻻ ﻣﻦ‬ ُ ‫َ َ ْء‬ َ ِ ‫َ َ َ ِ ْء‬ ‫َ َ ََ ﱠ‬ َ‫ﺳﺒَﻖ ﻋﻠَ ْءﻪ اﻟﻘَﻮْء ُ َ ﻣﻦ َﻣﻦَ َ ﻣﺎ َﻣﻦَ ﻣﻌﻪُ إِﻻ ﻗﻠ‬ ‫ٌء‬ (٤٠) ‫ِ ﻞ‬ َ ‫َ ْء‬ “..naikkanlah ke kapal dua dari setiap spesies – satu jantan dan satu betina. tetapi juga benda mati lainnya. Al-Qur'an juga mengelompokkan semua jenis binatang buas. seperti juga pada binatang buas yang disebarkan ke seluruh bumi. dan Dia [juga] memiliki kekuatan untuk mengumpulkan mereka menjadi satu kapanpun Dia berkehendak.” (QS Hud: 40) Dari pembahasan di atas membuktikan bahwa Al-Qur'an memaparkan dua prinsip dasar.. dan juga menyebut penciptaan mereka sebagai tanda-tanda dari Allah. Kedua. Pertama.. bahwa penyelamatan spesies sangat diutamakan. sesungguhnya terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mau beriman pada kebenaran. binatang bertulang belakang. binatang tak bertulang belakang dan primata (termasuk didalamnya adalah manusia) tergabung dalam satu kategori. telah dikaruniai dengan bakat alam untuk melengkapi seluruh ciptaanNya sebagai satu kesatuan: (٣) َ‫َ ا ِ َ اﻷ ْء ِ ﻵ َﺎ ٍء ﻟِ ْءﻠﻤﭼﺆﻣﻨِ ﻦ‬ ِ ‫ُ ْء‬ (٤) َ‫َ ﻣﺎ َﺒُﺚ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ َﺎ ٌء ﻟِﻘَﻮْء م ُﻮﻗِﻨُﻮن‬ ‫ﱡ ِ ْء ٍء‬ ‫ٍء‬ َ ‫ﱠ‬ ‫إِن ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ‬ َ‫ﱠ‬ ُ ‫ْء‬ ‫َ ﻓِﻲ ﺧَﻠﻘِﻜﻢ‬ ‫ْء‬ “Perhatikan! Di langit dan bumi terdapat tanda-tanda bagi orang yang beriman.. adalah terciptanya langit dan bumi. dan semua binatang buas yang disebarkan di dalamnya.4) ‫َ ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫ِ ْء‬ ‫َ ﻣﻦ َ َﺎﺗِﻪ ﺧَﻠﻖ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ اﻷَ ْء ِ َ ﻣﺎ ﺑَﺚ ﻓِ ِﻤﭼﺎ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ‬ ‫َ ِ ْء ٍء‬ َ ‫ِ ْء ُ ﱠ‬ َ‫َ ﻫُﻮ ﻋﻠَﻰ ﺟﻤﭼﻌ ِﻢ إِ َ ا َﺸﺎٍء ﻗ‬ َ ‫ِ ٌء‬ (٢۹) ‫ُ ﺪ ﺮ‬ َ َ ‫َ ْء ِ ْء‬ “Dan di antara tanda-tandaNya. Sama halnya dengan listrik yang membutuhkan aliran positif dan negatif untuk bisa menghasilkan energi. termasuk spesies manusia. Islam Peduli Terhadap Satwa 13 . bahwa rencana Tuhan tentang regenerasi bekerja secara berlainan jenis (jantan dan betina) tetapi saling melengkapi dengan kekuatan alam – tidak hanya satwa dan tumbuhan. Pesan mendasar dari ayat berikut bisa berarti bahwa 'setiap individu dari spesies.

Oleh karena itu di antara mereka yang merendahkan diri di hadapan Allah. fungsi dan peranan benda tersebut dapat memainkan peranan dalam rencana penciptaanAllah. mengajarnya pandai berbicara (4). matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan (5). dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada Nya (6). dan bagaimana kandungan itu membesar – karena bagi Allah.” (QS Fatir: 28) ‫ُ ﱠ َ ْء َ ْء‬ (٤۹) ‫إِﻬﻧﱠﺎ ﻛﻞ ﺷﻲٍء ﺧﻠَﻘﻨَﺎ ُ ﺑِﻘَﺪ ٍء‬ َ “Perhatikan! Semua yang Kuciptakan memiliki ukuran yang tepat dan sempurna. Makna dari kata ukuran adalah 'untuk mencapai tujuan mengapa suatu benda diciptakan. terdiri dari bermacam-macam jenis. satwa liar maupun jinak. adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan.” (QSAr-Ra'd:8) Dua kata terakhir pada ayat tersebut sangatlah penting. semua diciptakan dengan ukuran yang tepat dan sempurna. ‫ِ َ ْء ْء‬ (۱۹) ‫َ ﻣﺪ ْء ﻬﻧَﺎﻫَﺎ َ أَ ْءﻟﻘَ ْءﻨَﺎ ﻓِ َﺎ َ َ اﺳﻲ َ أَﻬﻧﺒَﺘﻨَﺎ ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﺷﻲٍء ﻣﻮْء ز ن‬ ََ ‫ِ ْء ُ َ ْء َ ُ ٍء‬ ‫ْء‬ ‫َ اﻷَ ْء‬ “Dan di muka bumi – Aku telah menyebarkan tanah dan mencetak pegunungan di atasnya dengan keseimbangan yang stabil. baik manusia maupun satwa. dan memiliki berat yang telah diukur dengan sempurna. dan kujadikan kehidupan bagi apapun yang tumbuh di atasnya. kata ukuran dalam bahasa Arab adalah Miqdār. dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) (7). Kedua.” (QSAl-Qamar:49) ‫ِ ُ ُ ْء‬ ‫ْء َ ُ َ ْء‬ ُ ‫ﷲُ َﻌﻠَﻢ ﻣﺎ ﺗَﺤْء ﻤﭼﻞ ﻛﻞﱡ أُﻬﻧﺜَﻰ َ ﻣﺎ ﺗَﻐ ﺾُ اﻷَ ْء ﺣﺎم َ ﻣﺎ ﺗَﺰ َا‬ ِ َ َ ُ ‫ﱠ ْء‬ ‫َ ﻛﻞﱡ ﺷﻲٍء ﻋﻨﺪ ُ ﺑِﻤﭼﻘْء‬ ‫ُ َ ْء ِ ْء‬ (٨) ‫َ ِ ﺪَا ٍء‬ “Allah mengetahui apa yang dikandung setiap betina dan berapa lama kandungan itu akan bertahan (masa kehamilan).” (QSAl-Hijr:19) ‫َ ْء‬ ‫ﺧﻠَﻖ اﻹﻬﻧﺴﺎنَ )٣( ﻋَﻠﱠﻤﭼﻪُ اﻟﺒَ َﺎنَ )٤( اﻟﺸﻤﭼﺲُ َ اﻟﻘَﻤﭼﺮ ﺑِﺤﺴﺒَﺎن )٥( َ اﻟﻨﱠﺠْء ﻢ َ اﻟﺸﺠﺮ‬ ُ َ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ ْء‬ َ ‫َ َ ْء ِ ْء‬ ُ ‫ْء َ ُ ُ ْء ٍء‬ ‫َﺴﺠﺪَان )٦( َ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء َ ﻓَﻌ َﺎ َ َ ﺿﻊ اﻟﻤﭼ ﺰانَ )٧( أَﻻ ﺗَﻄﻐﻮْء ا ﻓِﻲ اﻟْء‬ َ ‫ﱠ ْء‬ َ ِ ‫َ َ ْء‬ (٨) ‫ﻤﭼ ﺰَان‬ َ َ َ‫ﱠ‬ ِ ُ ‫ْء‬ ِ ِ ‫ْء‬ ‫ُ ْء َ ْء‬ َ ِ ‫ْء ِ َ ْء ِ ُ ْء‬ (۱٠) ‫َ أَﻗِ ﻤﭼﻮا اﻟﻮزنَ ﺑِﺎﻟﻘِﺴْءﻂ َ ﻻ ﺗُﺨﺴﺮ ا اﻟﻤﭼ ﺰانَ )۹( َ اﻷَ ْء َ َ ﺿﻌ َﺎ ﻟِﻸَﻬﻧَﺎم‬ ِ ‫َ َ ْء‬ ُ ‫ْء‬ ‫ﻓِ َﺎ ﻓَﺎﻛ َﺔٌء َ اﻟﻨﱠﺨﻞ َ ا ُ اﻷَﻛﻤﭼﺎم )۱۱( َ اﻟﺤﺐﱡ ُ اﻟﻌﺼْء ﻒ َ اﻟﺮ ْءﺤﺎنُ )٢۱( ﻓَﺒِﺄَيﱢ‬ َ ‫ﱠ‬ َ ‫ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ِ ِ َ ‫ْء ْء‬ (۱٣) ‫َﻻٍء َ ﺑﱢﻜﻤﭼﺎ ﺗُﻜﺬﺑَﺎن‬ ِ ‫َ ِ َُ َﱢ‬ ”Dia menciptakan manusia (3). supaya kamu jangan melampaui batas tentang 14 Islam Peduli Terhadap Satwa . Bahasa Arab Unthā berarti betina untuk semua spesies. yang digunakan dalam setiap ayat.‫ﱠ‬ ‫َ ﻣﻦَ اﻟﻨﱠﺎ ِ َ اﻟﺪ َ ابﱢ َ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻣﺨﺘَﻠِﻒ أَ ْءﻟﻮاﻬﻧُﻪُ ﻛﺬﻟِﻚ إِﻬﻧﱠﻤﭼﺎ َﺨﺸﻰ ﷲَ ﻣﻦ ﻋﺒَﺎ ِ ِ اﻟﻌﻠَﻤﭼﺎٍء‬ ُ َ ُ ‫ْء‬ ِ ‫َ َ َ َ ْء َ ﱠ ِ ْء‬ ِ َ ‫ْء ْء َ ِ ُ ْء ٌء‬ ُ‫إِن ﷲَ ﻋَﺰ ﺰ ﻏﻔ‬ (٢٨) ‫ﱠ ﱠ ِ ٌء َ ﻮ ٌء‬ “Manusia.

apabila diperintahkan untuk bermaksiat maka tidak diperkenankan untuk taat. jika kamu benarbenar beriman kepada Allah dan hari kemudian. dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu (9).neraca itu (8).(ada)” C. Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya). termasuk pemerintah. jika ada seseorang yang memiliki bibit pohon kurma di tangannya. dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya) (10). dan ulil amri di antara kamu. dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya (12)."‫ﻓ ﻤﭼﺎ أﺣﺐ ﻛﺮ ، ﻣﺎ ﻟﻢ ﺆﻣﺮ ﺑﻤﭼﻌﺼ ﺔ، ﻓﺈ ا أﻣﺮ ﺑﻤﭼﻌﺼ ﺔ ﻓﻼ ﺳﻤﭼﻊ ﻻ ﺎﻋﺔ‬ Hadist ini mengandung pengertian bahwa taat terhadap seorang muslim (pemerintah) atas sesuatu yang disenangi ataupun dibenci itu wajib asalkan bukan perintah untuk maksiat. Islam berinteraksi dengan baik dengan semua pihak. taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya). maka dia harus menanamnya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (13)” (QSAr-Rahman: 3-13) Sabda Rasulullah berikut ini menunjukkan betapa pentingnya pelestarian alam: “[Bahkan ketika dunia akan berakhir] Pada hari kiamat. Kewajiban Patuh Terhadap Peraturan Pemerintah Islam adalah agama yang tidak berdiri sendiri dan bersifat individual. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Islam Peduli Terhadap Satwa 15 . Kita bisa menilik dalil berikut yang digunakan sebagai dasar mengapa Islam wajib patuh terhadap peraturan pemerintah: ‫ﱠ‬ ‫ْء ْء ِ ِ ْء ُ ْء ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫َﺎ أَ ﱡ َﺎ اﻟﱠﺬ ﻦَ ﻣﻨُﻮا أَ ِ ﻌُﻮا ﷲَ َ أَ ِ ﻌُﻮا اﻟﺮﺳُﻮ َ َ أُ ﻟِﻲ اﻷَﻣﺮ ﻣﻨﻜﻢ ﻓَﺈِن ﺗَﻨَﺎزﻋﺘُﻢ‬ ‫َ ْء ْء‬ ِ َ ‫ﻓِﻲ ﺷﻲٍء ﻓَﺮ ﱡ ُ إِﻟَﻰ ﷲِ َ اﻟﺮﺳُﻮ ِ إِن ﻛﻨﺘُﻢ ﺗُﺆﻣﻨُﻮنَ ﺑِﺎ ﱠ ِ َ اﻟْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ‫ِ ْء ِ ِ َ َ ٌء‬ ‫َﻮْء م اﻵﺧﺮ َ ﻟِﻚ ﺧ ْءﺮ‬ ُ ‫َ ْء‬ ِ ‫ْء ُ ْء ْء ْء‬ ‫ًء‬ ‫َ أَﺣْء ﺴﻦُ ﺗَﺄْء ِ ﻼ‬ َ “Hai orang-orang yang beriman. Di dalam ajarannya Islam mewajibkan pemeluknya untuk mengikuti perintah ataupun larangan dari pemerintah.” (QSAn Nisa': 59) Dalam kitab tafsir Ibnu Kasir disampaikan hadist sebagai berikut: ‫ُ َﱠ‬ ‫ﻗﺎ أﺑﻮ ا : ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﺴﺪ ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺤ ﻰ، ﻋﻦ ﻋﺒ ﺪ ﷲ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻬﻧﺎﻓﻊ، ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﷲ ﺑﻦ‬ ‫ﻋﻤﭼﺮ، ﻋﻦ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻗﺎ : "اﻟﺴﻤﭼﻊ اﻟﻄﺎﻋﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺮٍء اﻟﻤﭼﺴﻠﻢ‬ . di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang (11). kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu.

Selain faktor kelangkaan satwa itu. “Perdagangan dan kepemilikan satwa dilindungi adalah dilarang sesuai pasal 21. l Jika yang diperintahkan berupa perkara sunnah maka perintah itu menjadi wajib. peraturan itu juga untuk menjaga keseimbangan alam. seperti jika seorang imam melarang rakyatnya menghisap tembakau maka rakyat wajib mematuhinya (kalau memang rokok hukumnya adalah makruh) l Jika dilarang terhadap sesuatu yang mubah maka kita wajib mengikuti imam/pemerintah Dalam hal ini telah dijelaskan dengan jelas tentang larangan mengeksploitasi satwasatwa langka yang telah dilindungi pemerintah. l Tapi jika memang mengandung maslahah 'ammah. Faktor utama yang mengancam punahnya satwa liar tersebut adalah berkurang atau rusaknya habitat mereka dan perburuan untuk diperdagangkan. 16 Islam Peduli Terhadap Satwa . Dengan demikian karena pemerintah sudah menetapkan peraturan yang melarang penangkapan. perdagangan dan kepemilikan satwa liar yang dilindungi maka menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk turut mengikuti aturan tersebut. wajib taat (dzahiran wa bathinan) pada semua perintah imam (pemerintah) asalkan bukan perkara haram dan makruh -sama halnya dengan perintah adalah larangan-. melalui Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber DayaAlam Hayati dan Ekosistemnya. Peraturan Pemerintah tersebut memiliki dasar dan pertimbangan yang sangat matang. adapun pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut: l Jika yang diperintahkan berupa perkara wajib maka menjadi wajib muakkad (yang lebih kuat). Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam. Pelanggar dari ketentuan tersebut dapat dikenakan pidana penjara 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta (pasal 20)”. bukan hasil penangkaran. begitu juga jika yang diperintahkan berupa perkara mubah.Dari beberapa dalil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa. Kini perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar di Indonesia.

dalam kitab “attuhfah” masih terdapat perselisihan.Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin. ketika tidak terdapat mashlahah. ﻗﻠﺖ: ﻗﺎ‬ ،‫أﻣﺮ ﺑﻪ ﺎﻫﺮاًء ﺑﺎ ﻨﺎ ًء ﻣﻤﭼﺎ ﻟ ﺲ ﺑﺤﺮام أ ﻣﻜﺮ ، ﻓﺎﻟﻮاﺟﺐ ﺘﺄﻛﺪ، اﻟﻤﭼﻨﺪ ب ﺠﺐ‬ ‫ﻛﺬا اﻟﻤﭼﺒﺎ إن ﻛﺎن ﻓ ﻪ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻛﺘﺮ ﺷﺮب اﻟﺘﻨﺒﺎ إ ا ﻗﻠﻨﺎ ﺑﻜﺮاﻫﺘﻪ ﻷن ﻓ ﻪ ﺧﺴﺔ‬ ‫ﺑﺬ ي اﻟ ﺌﺎ ، ﻗﺪ ﻗﻊ أن اﻟﺴﻠﻄﺎن أﻣﺮ ﻬﻧﺎﺋﺒﻪ ﺑﺄن ﻨﺎ ي ﺑﻌﺪم ﺷﺮب اﻟﻨﺎ ﻟﻪ ﻓﻲ‬ ، ‫اﻷﺳﻮا اﻟﻘ ﺎ ي، ﻓﺨﺎﻟﻔﻮ ﺷﺮﺑﻮا ﻓ ﻢ اﻟﻌﺼﺎة، ﺤﺮم ﺷﺮﺑﻪ اﻵن اﻣﺘﺜﺎﻻًء ﻷﻣﺮ‬ . juz 1 hal: 180 (۱٨٠ / ۱ ) . maka ada dua tinjauan.‫ﺑﻐ ﺔ اﻟﻤﭼﺴﺘﺮﺷﺪ ﻦ ﻟﻠﺴ ﺪ ﺑﺎﻋﻠﻮي اﻟﺤﻀﺮﻣﻲ‬ ( ‫ﻣﺴﺄﻟﺔ: (: ﺠﺐ اﻣﺘﺜﺎ أﻣﺮ اﻹﻣﺎم ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻟﻪ ﻓ ﻪ ﻻ ﺔ ﻛﺪﻓﻊ زﻛﺎة اﻟﻤﭼﺎ‬ ‫اﻟﻈﺎﻫﺮ، ﻓﺈن ﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﻟﻪ ﻓ ﻪ ﻻ ﺔ ﻫﻮ ﻣﻦ اﻟﺤﻘﻮ اﻟﻮاﺟﺒﺔ أ اﻟﻤﭼﻨﺪ ﺑﺔ ﺟﺎز اﻟﺪﻓﻊ‬ ‫إﻟ ﻪ اﻻﺳﺘﻘﻼ ﺑﺼﺮﻓﻪ ﻓﻲ ﻣﺼﺎ ﻓﻪ ، إن ﻛﺎن اﻟﻤﭼﺄﻣﻮ ﺑﻪ ﻣﺒﺎﺣﺎ ًء أ ﻣﻜﺮ ﻫﺎ ًء أ‬ ‫ﺣﺮاﻣﺎ ًء ﻟﻢ ﺠﺐ اﻣﺘﺜﺎ أﻣﺮ ﻓ ﻪ ﻛﻤﭼﺎ ﻗﺎﻟﻪ )م ( ﺗﺮ ﻓ ﻪ ﻓﻲ اﻟﺘﺤﻔﺔ، ﺛﻢ ﻣﺎ إﻟﻰ‬ ‫اﻟﻮﺟﻮب ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﺎ أﻣﺮ ﺑﻪ اﻹﻣﺎم ﻟﻮ ﻣﺤﺮﻣﺎ ًء ﻟﻜﻦ ﺎﻫﺮاًء ﻓﻘﻂ، ﻣﺎ ﻋﺪا إن ﻛﺎن‬ ‫ﻓ ﻪ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻋﺎﻣﺔ ﺟﺐ ﺎﻫﺮاًء ﺑﺎ ﻨﺎ ًء إﻻ ﻓﻈﺎﻫﺮاًء ﻓﻘﻂ أ ﻀﺎًء، اﻟﻌﺒﺮة ﻓﻲ‬ ، ‫اﻟﻤﭼﻨﺪ ب اﻟﻤﭼﺒﺎ ﺑﻌﻘ ﺪة اﻟﻤﭼﺄﻣﻮ ، ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟ ﻢ ﺎﻫﺮاًء أﻬﻧﻪ ﻻ ﺄﺛﻢ ﺑﻌﺪم اﻻﻣﺘﺜﺎ‬ ‫: اﻟﺤﺎﺻﻞ أﻬﻧﻪ ﺗﺠﺐ ﺎﻋﺔ اﻹﻣﺎم ﻓ ﻤﭼﺎ‬ ‫ﻣﻌﻨﻰ ﺑﺎ ﻨﺎ ًء أﻬﻧﻪ ﺄﺛﻢ اﻫـ. akan tetapi lebih condong “wajib” secara dhahir saja. Walaupun perintah imam tersebut memiliki status hukum mubah. maka hukumya hanya sebatas diperbolehkan mematuhi perintahnya. maka tidak wajib mematuhinya. seperti yang dikemukakan Imam Romli. makruh atau atupun haram. Dan ketika bukan berupa keharaman. ketika terdapat unsur “mashalahah” maka kepatuhan tersebut bersifat wajib. namun jika tidak memiliki kewenangan dalam bidang tertentu. Namun. maka cukup wajib secara dzahir saja. wajib mematuhi semua perintah imam dalam semua wilayah (kekuasaannya). seperti penyerahan zakat harta. ketika perintah imam tersebut berupa “keharaman”. dhzahir dan bathin.‫ﻟﻮ أﻣﺮ اﻹﻣﺎم ﺑﺸﻲٍء ﺛﻢ ﺟﻊ ﻟﻮ ﻗﺒﻞ اﻟﺘﻠﺒﺲ ﺑﻪ ﻟﻢ ﺴﻘﻂ اﻟﻮﺟﻮب اﻫـ‬ (Pembahasan). Islam Peduli Terhadap Satwa 17 .

18 Islam Peduli Terhadap Satwa .

membunuh makhluk yang bernafas. Perburuan satwa ada yang berburu untuk mengambil dagingnya/dikonsumsi dan ada perburuan yang hanya untuk olahraga atau kesenangan belaka. ‫. Nabi Muhammad s.” “Hal-hal yang sangat berdosa adalah: menyekutukan Allah. sebagaimana pekerjaan bertani adalah pekerjaan yang paling baik. dan bagi orang ihram haji dan umrah. membunuh makhluk yang bernafas! dilarang oleh Allah kecuali dengan alasan yang masuk akal.. Perburuan Satwa Langka Makna berburu dalam konteks fiqih adalah menangkap binatang liar yang tidak ada pemiliknya.” Banyak lagi hadist yang melarang olah raga perburuan berdarah dan penggunaan satwa sebagai target tembak.ﻗَﺎ َ » ﻻَ ﺗَﺘﱠﺨﺬ ا ﺷ ْءﺌًءﺎ ﻓِ ﻪ‬ َ ِ ِ ‫ُ ٍء‬ ‫ﱠ‬ ِ . durhaka pada kedua orang tua. Perburuan dan Perdagangan Satwa Langka 1. Sedangkan hukumnya berburu adalah mubah (boleh) dengan kesepakatan ulama kecuali di tanah haram Makah dan Madinah. seperti yang disebutkan di bawah ini: ‫َﱠ ُ ُ ﱠ‬ ‫َُ َﱠ‬ ‫َ ﱠ ُ ْء‬ 5171 .« ‫اﻟﺮﱡ ُ ﻏﺮﺿًءﺎ‬ َ َ Islam Peduli Terhadap Satwa 19 . Allah berfirman: . bahkan mempunyai urutan paling tinggi dalam kadar halalnya karena kehalalannya tidak diragukan lagi. klenik.BAB III Pandangan Islam Tentang Beberapa Bentuk Pemanfaatan Satwa A.a.w dalam sabdanya berikut ini menempatkan pembunuhan satwa yang tidak disertai alasan kuat sebagai perbuatan dosa besar: “Hindari 7 hal yang sangat diharamkan [sangat berdosa]: menyekutukan Allah..” Ayat ini adalah bentuk perintah setelah larangan maka interpretasinya adalah boleh. Daging hewan buruan boleh dimakan apabila memang halal untuk dimakan. إ ا ﺣﻠﻠﺘﻢ ﻓﺎﺻﻄﺎ‬ “Ketika kamu sudah tahalllul (menyelesaikan ihram) maka bolehlah kamu berburu.‫َ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻋﺒَ ْءﺪ ﷲِ ﺑْءﻦُ ﻣﻌﺎٍء ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑِﻰ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﺷﻌﺒَﺔُ ﻋَﻦ ﻋﺪىﱟ ﻋَﻦ ﺳﻌ ﺪ ﺑْءﻦ‬ ِ َ ‫ْء‬ ِ ِ ِ َ ‫ْء‬ ‫ﱠ‬ َ ُ ِ ‫ﺟﺒَ ْءﺮ ﻋَﻦ اﺑْءﻦ ﻋﺒﱠﺎ ٍء أَن اﻟﻨﱠﺒِﻰ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ...

w.” Dalam beberapa riwayat hadist lain juga ditekankan tentang larangan Rasulullah saw.w. Beliau menasehati mereka.w.a. melewati beberapa anak yang sedang memanah domba.ﻟَﻌﻦَ ﻣﻦ اﺗﱠﺨﺬ‬ ‫َ َ َ َ ﱠ َ ْء َ َ َ ﱠ‬ َ ِ َ َ َ . “Rasulullah s.a.a.‫َ ﺒَ َﺎﺋِﻢ‬ ُ “Rasulullah s.a.‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ اﻟﻤﭼﺜَﻨﱠﻰ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ ﺟﻌﻔَﺮ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﺷﻌﺒَﺔُ ﻗَﺎ َ ﺳﻤﭼﻌْءﺖ‬ ُ ‫ْء‬ ‫ﻫﺸﺎم ﺑﻦَ ز ْءﺪ ﺑْءﻦ أَﻬﻧَﺲ ﺑْءﻦ ﻣﺎﻟِﻚ ﻗَﺎ َ َ ﺧَﻠﺖ ﻣﻊ ﺟﺪﱢى أَﻬﻧَﺲ ﺑْءﻦ ﻣﺎﻟِﻚ َا َ اﻟﺤﻜﻢ ﺑْءﻦ‬ ‫ِ ِ َ ٍء‬ ‫ِ ِ َ ٍء‬ َ َ َ ُ ‫ْء‬ ِ ِ َ َ ‫ْء‬ ِ ِ َ ‫ِ َ َ ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫أَ ﱡﻮب ﻓَﺈِ َ ا ﻗَﻮْء م ﻗَﺪ ﻬﻧَﺼﺒُﻮا َ ﺟﺎﺟﺔًء َﺮْء ﻣﻮﻬﻧَ َﺎ ﻗَﺎ َ ﻓَﻘَﺎ َ أَﻬﻧَﺲٌء ﻬﻧَ َﻰ َ ﺳُﻮ ُ ﷲِ -ﺻﻠﻰ‬ َ َ َ ‫ٌء ْء‬ َ ُ ‫ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. seperti yang dilakukan suku Badui” “Rasulullah s. mereka kalang kabut. menjadikan makhluk hidup (satwa) sebagai target latihan berburu.a.“Rasulullah s. bersabda: 'Jangan menjadikan sesuatu yang memiliki nyawa sebagai target” ‫َ ٍء َ ﱠ‬ ‫َﱠ‬ 5174 . mengecam orang-orang yang menjadikan makhluk hidup sebagai target berburu” “Rasulullah s. 'Jangan melukai satwa malang itu. melarang perburuan berdarah.a.w. mengecam orang-orang yang memanfaatkan apa pun yang hidup untuk hobi perburuan belaka” “Rasulullah s.w.a.‫َ ﺣﺪﺛَﻨِﻰ زﻫَ ْءﺮ ﺑْءﻦُ ﺣﺮْء ب ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻫُﺸ ْءﻢ أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ أَﺑُﻮ ﺑِﺸﺮ ﻋَﻦ ﺳﻌ ﺪ ﺑْءﻦ‬ ُ ُ َ ‫َ ٌء ْء‬ ِ ِ ِ َ ‫ْء ٍء ْء‬ ُ‫ﺟﺒَ ْءﺮ ﻗَﺎ َ ﻣﺮ اﺑْءﻦُ ﻋﻤﭼﺮ ﺑِﻔِﺘ َﺎن ﻣﻦ ﻗُﺮ ْءﺶ ﻗَﺪ ﻬﻧَﺼﺒُﻮا َ ْءﺮًءا َ ﻫُﻢ َﺮْء ﻣﻮﻬﻧَﻪُ َ ﻗَﺪ ﺟﻌﻠ‬ ‫َ ﱠ‬ ‫ْء َ َ ﻮا‬ َ ‫ُ َ َ ْء ٍء ِ ْء َ ٍء ْء‬ ُ ‫ْء‬ ‫ُ ٍء‬ ‫ُ َ َ َ ْء‬ ‫ْء ُ َ َ ﱠ‬ ‫ِ ُ ﱠ‬ ‫ﻟِﺼﺎﺣﺐ اﻟﻄﱠ ْءﺮ ﻛﻞ ﺧَﺎ ِ ﺌَﺔ ﻣﻦ ﻬﻧَﺒﻠِ ِﻢ ﻓَﻠَﻤﭼﺎ َ أَ ُ ا اﺑﻦَ ﻋﻤﭼﺮ ﺗَﻔَﺮﻗُﻮا ﻓَﻘَﺎ َ اﺑْءﻦُ ﻋﻤﭼﺮ ﻣﻦ‬ ‫ٍء ِ ْء ْء ْء‬ ‫ﱠ‬ ِ ِ َ ‫ﱠ‬ َ‫ﻓَﻌﻞ ﻫَﺬا ﻟَﻌﻦَ ﷲُ ﻣﻦ ﻓَﻌﻞ ﻫَﺬا إِن َ ﺳُﻮ َ ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ.w. Ibnu Umar berkata: 'Siapa yang melakukan hal ini? Sungguh! Para nabi Allah mengutuk mereka yang melakukan hal seperti ini” ُ َِ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ ‫َ ْء ٍء َ ﱠ ُ ْء‬ 5169 .أَن ﺗُﺼْء ﺒَﺮ اﻟْء‬ ‫ْء‬ .w. Saat mereka mengetahui Ibnu Umar menghampiri.‫ﺷ ْءﺌًءﺎ ﻓِ ﻪ اﻟﺮﱡ ُ ﻏﺮﺿًءﺎ‬ َ َ ِ “Ibnu Umar pernah melewati beberapa orang yang berpesta dengan mengikat seekor ayam betina dan menembakkan panah ke binatang tersebut. bersabda: 'Jangan menjadikan makhluk hidup sebagai target berburu” “Rasulullah s. melarang binatang dijadikan target berburu” 20 Islam Peduli Terhadap Satwa .

Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu. sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.Diperbolehkannya berburu dan makan binatang buruan tercantum dalam surat Al Maidah ayat 4. dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Hukum ini akan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan situasi dan kondisi. kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu.Allah berfirman: َُ َ‫َﺴْءﺄَﻟُﻮﻬﻧَﻚ ﻣﺎ َ ا أُﺣﻞ ﻟَ ُﻢ ﻗُﻞْء أُﺣﻞ ﻟَﻜﻢ اﻟﻄﱠ ﱢﺒَﺎ ُ َ ﻣﺎ ﻋَﻠﱠﻤﭼﺘُﻢ ﻣﻦَ اﻟﺠﻮا ِ ِ ﻣﻜﻠﱢﺒِ ﻦ‬ ‫ِ ﱠ ْء‬ ُُ ‫ِ ﱠ‬ َ َ ‫ْء ْء ِ ْء‬ َ َ َ ‫ﺗُﻌﻠﱢﻤﭼﻮﻬﻧَ ُﻦ ﻣﻤﭼﺎ ﻋَﻠﱠﻤﭼﻜﻢ ﷲُ ﻓَﻜﻠُﻮا ﻣﻤﭼﺎ أَﻣﺴﻜﻦَ ﻋﻠَ ْءﻜﻢ َ ا ْء ﻛﺮ ا اﺳﻢ ﷲِ ﻋﻠَ ْءﻪ َ اﺗﱠﻘُﻮا ﱠ‬ ‫ْء َ ﱠ‬ ‫َ ُ ُ ﱠ ُ ِ ﱠ ْء َ ْء‬ ُ ُ ‫َ ُ ْء‬ ‫ﱠ ِ ﱠ‬ ِ َ ُ َ َ‫ﷲ‬ ‫ﱠ ﱠ َ ِ ُ ْء‬ .‫إِن ﷲَ ﺳﺮ ﻊ اﻟﺤﺴﺎب‬ ِ َ ِ “Mereka menanyakan kepadamu: ‘Apakah yang dihalalkan bagi mereka?’. Hal ini menjadi penguat tentang hukum keharaman berburu satwa langka yang telah dilindungi undang-undang.” (QSAl Maidah: 4) Hukum ini adalah hukum yang masih bersifat asli dan umum. Ketika mempertimbangkan akibat dari berburu hewan langka adalah dapat mengakibatkan kepunahan salah satu spesies dan hal ini juga akan membuat hilangnya keseimbangan alam. Disisi lain pemerintah juga sudah menetapkan undang-undang tentang dilarangnya perburuan satwa langka yang dilindungi. maka berburu hewan langka adalah tidak dibenarkan oleh syara'. Dan bertakwalah kepada Allah. Islam Peduli Terhadap Satwa 21 . Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu.

ﻣﻤﭼﺎ ﺆﻛﺪ ﻣﺸﺮ ﻋ ﺔ اﻟﺼ ﺪ: أﻬﻧﻪ ﻬﻧﻮ اﻛﺘﺴﺎب، اﻬﻧﺘﻔﺎ ﺑﻤﭼﺎ ﻫﻮ‬ ‫ﻣﺨﻠﻮ ﻟﻺﻬﻧﺴﺎن، ﻟ ﺘﻤﭼﻜﻦ ﻣﻦ اﻟﺒﻘﺎٍء، ﺗﻨﻔ ﺬ اﻟﺘﻜﺎﻟ ﻒ اﻟﺸﺮﻋ ﺔ. ﻫﻮ ﺣﺮام إن ﻛﺎن ﻓ ﻪ ﻠﻢ اﻟﻨﺎ‬ ‫ﺑﺎﻟﻌﺪ ان ﻋﻠﻰ ز ﻋ ﻢ أﻣﻮاﻟ ﻢ؛ ﻷن اﻟﻮﺳﺎﺋﻞ ﻟ ﺎ أﺣﻜﺎم اﻟﻤﭼﻘﺎﺻﺪ )٤) اﻟﺼ ﺪ‬ ‫أﻓﻀﻞ ﻣﺄﻛﻮ ؛ ﻷﻬﻧﻪ ﺣﻼ ﻻ ﺷﺒ ﺔ ﻓ ﻪ، ﻛﻤﭼﺎ أن اﻟﺰ اﻋﺔ أﻓﻀﻞ ﻣﻜﺘﺴﺐ؛ ﻷﻬﻧ ﺎ‬ ‫أﻗﺮب إﻟﻰ اﻟﺘﻮﻛﻞ ﻣﻦ ﻏ ﺮﻫﺎ، أﻗﺮب ﻟﻠﺤﻞ. ﻓ ﺎ ﻋﻤﭼﻞ اﻟ ﺪ، اﻟﻨﻔﻊ اﻟﻌﺎم ﻟﻺﻬﻧﺴﺎن‬ ‫اﻟﺤ ﻮان )٥( . ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺳﺒﺤﺎﻬﻧﻪ: } ﺣﺮم ﻋﻠ ﻜﻢ ﺻ ﺪ اﻟﺒﺮ ﻣﺎ ﻣﺘﻢ‬ ‫ﺣﺮﻣﺎًء{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٦۹/٥[ } ﺎأ ﺎ اﻟﺬ ﻦ ﻣﻨﻮا ﻻ ﺗﻘﺘﻠﻮا اﻟﺼ ﺪ أﻬﻧﺘﻢ‬ ‫ﺣﺮم{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٥۹/٥[ }ﻗﻞ: أﺣﻞ ﻟﻜﻢ اﻟﻄ ﺒﺎ ، ﻣﺎ ﻋﻠﱠﻤﭼﺘﻢ ﻣﻦ اﻟﺠﻮا‬ ‫ﻣﻜﻠﱢﺒ ﻦ{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٥/٤[. ﻫﺬا ﻗﺪ ﻗﺴﻢ اﻟﻤﭼﺎﻟﻜ ﺔ‬ ‫)٦( أﺣﻜﺎم اﻟﺼ ﺪ ﺧﻤﭼﺴﺔ أﻗﺴﺎم: ﻣﺒﺎ ﻟﻠﻤﭼﻌﺎ ، ﻣﻨﺪ ب ﻟﻠﺘﻮﺳﻌﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻌ ﺎ ،‬ ‫اﺟﺐ ﻹﺣ ﺎٍء اﻟﻨﻔﺲ ﻋﻨﺪ اﻟﻀﺮ ة، ﻣﻜﺮ ﻟﻠ ﻮ، ﺣﺮام إ ا ﻛﺎن ﻋﺒﺜﺎ ًء ﻟﻐ ﺮ‬ ‫ﻬﻧ ﺔ، ﻟﻠﻨ ﻲ ﻋﻦ ﺗﻌﺬ ﺐ اﻟﺤ ﻮان ﻟﻐ ﺮ ﻓﺎﺋﺪة. (al-Maktabah al‬‬‫082 .‬ ‫22‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ . ﺆﻛﻞ اﻟﻤﭼﺼ ﺪ إن ﻛﺎن‬ ‫ﻣﺄﻛﻮﻻًء ﺷﺮﻋﺎ ًء )٢( ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: } إ ا ﺣﻠﻠﺘﻢ ﻓﺎﺻﻄﺎ ا{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٢/٥[ أﻣﺮ ﺑﻌﺪ‬ ‫ﺣﻈﺮ، ﻓ ﻔ ﺪ اﻹﺑﺎﺣﺔ. 4. Hal‬‬ ‫٣٠٨٢‬ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻻﺳﻼﻣﻲ ﺟﺰ ٤‬ ‫اﻟﺼ ﺪ: اﻗﺘﻨﺎ ﺣ ﻮان ﺣﻼ ﻣﺘﻮﺣﺶ، ﺒﻌﺎ ًء ﻏ ﺮ ﻣﻤﭼﻠﻮ ، ﻻ ﻣﻘﺪ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫اﻟﻤﭼﺼ ﺪ: ﻫﻮ ﻛﻞ ﺣ ﻮان ﻣﺘﻮﺣﺶ ﺒﻌﺎًء، ﻣﻤﭼﺘﻨﻊ ﻋﻦ اﻵ ﻣﻲ، ﻣﺄﻛﻮﻻًء ﻛﺎن أ ﻏ ﺮ‬ ‫ﻣﺄﻛﻮ ، ﻻ ﻤﭼﻜﻦ أﺧﺬ إﻻ ﺑﺤ ﻠﺔ ﺣﻜﻢ اﻟﺼ ﺪ: اﻻﺻﻄ ﺎ ﻣﺒﺎ ﻟﻘﺎﺻﺪ إﺟﻤﭼﺎﻋﺎ ًء ﻓﻲ‬ ‫ﻏ ﺮ ﺣﺮم ﻣﻜﺔ ﺣﺮم اﻟﻤﭼﺪ ﻨﺔ، ﻟﻐ ﺮ اﻟﻤﭼﺤﺮم ﺑﺤﺞ أ ﻋﻤﭼﺮة. ﻋﻦ أﺑﻲ ﻗﺘﺎ ة: أﻬﻧﻪ ﻛﺎن ﻣﻊ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫ﺳﻠﻢ ، ﻓﺮأى ﺣﻤﭼﺎ اًء ﺣﺸ ﺎًء، ﻓﺎﺳﺘﻮى ﻋﻠﻰ ﻓﺮﺳﻪ، أﺧﺬ ﻣﺤﻪ، ﺛﻢ ﺷﺪ ﻋﻠﻰ‬ ‫اﻟﺤﻤﭼﺎ ، ﻓﻘﺘﻠﻪ، ﻓﻠﻤﭼﺎ أ ﻛﻮا ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ، ﺳﺄﻟﻮ ﻋﻦ ﻟﻚ، ﻓﻘﺎ :‬ ‫»ﻫﻲ ُﻌْءﻤﭼﺔ، أ ﻌﻤﭼﻜﻤﭼﻮﻫﺎ ﷲ « )٤( ﻋﻦ أﺑﻲ ﺛﻌﻠﺒﺔ اﻟﺨﺸﻨﻲ، أن اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ‬ ‫ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻗﺎ : »ﻣﺎ ﺻﺪ ﺑﻘﻮﺳﻚ، ﻓﺬﻛﺮ اﺳﻢ ﷲ ﻋﻠ ﻪ، ﻓﻜﻞ، ﻣﺎ ﺻﺪ ﺑﻜﻠﺒﻚ‬ ‫اﻟﻤﭼﻌﻠﻢ، ﻓﺬﻛﺮ اﺳﻢ ﷲ ﻋﻠ ﻪ، ﻓﻜﻞ، ﻣﺎ ﺻﺪ ﺑﻜﻠﺒﻚ ﻏ ﺮ اﻟﻤﭼﻌﻠﻢ، ﻓﺄ ﻛﺖ ﻛﺎﺗﻪ،‬ ‫ﻓﻜﻞ« )۱( . أﺟﻤﭼﻊ اﻟﻌﻠﻤﭼﺎٍء ﻋﻠﻰ إﺑﺎﺣﺔ اﻻﺻﻄ ﺎ ، اﻷﻛﻞ ﻣﻦ اﻟﺼ ﺪ.‫‪v Rujukan‬‬ ‫‪Al-Fiqhu al-Islamy wa Adillatuhu Li Wahbah al-Zuhaili. ﻜﺮ‬ ‫اﻟﺼ ﺪ ﻟ ﻮاًء، ﻷﻬﻧﻪ ﻋﺒﺚ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﻋﻠ ﻪ اﻟﺴﻼم: »ﻻ ﺗﺘﺨﺬ ا ﺷ ﺌﺎ ًء ﻓ ﻪ اﻟﺮ ﻏﺮﺿﺎًء«‬ ‫)٢( أي ﻫﺪﻓﺎ ًء »ﻣﻦ ﻗﺘﻞ ﻋﺼﻔﻮ اًء ﻋﺒﺜﺎًء، ﻋﺞ إﻟﻰ ﷲ ﻮم اﻟﻘ ﺎﻣﺔ ﻘﻮ : ﺎ ب، إن‬ ‫ﻓﻼﻬﻧﺎ ًء ﻗﺘﻠﻨﻲ ﻋﺒﺜﺎًء، ﻟﻢ ﻘﺘﻠﻨﻲ ﻣﻨﻔﻌﺔ« )٣( .‪Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). ﺛﺒﺖ ﻓﻲ اﻟﺴﻨﺔ أن اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻗﺎ ﻟﻌﺪي ﺑﻦ‬ ‫ﺣﺎﺗﻢ: »إن أ ﺳﻠﺖ ﻛﻠﺒﻚ، ﺳﻤﭼ ﺖ، ﻓﺄﺧﺬ، ﻓﻘﺘﻞ،ﻓﻜﻞ، إن أﻛﻞ ﻣﻨﻪ ﻓﻼ ﺗﺄﻛﻞ، ﻓﺈﻬﻧﻤﭼﺎ‬ ‫أﻣﺴﻚ ﻋﻠﻰ ﻬﻧﻔﺴﻪ« )٣( . Vol.

hukum berburu ada lima macam. hal. 1) Mubah: ketika untuk penghidupan.‫ﻗﺎ اﻟﻀﺤﺎ : ﻣﻌﻨﺎ ﻻ ﺗﻌﻮ ا اﻟﻤﭼﺎٍء اﻟﻤﭼﻌ ﻦ، ﻻ ﺗﻘﻄﻌﻮا اﻟﺸﺠﺮ اﻟﻤﭼﺜﻤﭼﺮ ﺿﺮا ا‬ ‫. ﻓ ﻮ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﻤﭼﻮم ﻋﻠﻰ اﻟﺼﺤ ﺢ ﻣﻦ اﻷﻗﻮا‬ . Karena hal tersebut menyebabkan “penyiksaan terhadap hewan tanpa adanya faidah” Al-Jami'u Li Ahkami al-Quran. yang hal tersebut secara jelas dilarang oleh syara'. ﺳ ﺄﺗﻲ اﻟﻜﻼم ﻓﻲ ﻗﻄﻊ اﻟﺪﻬﻧﺎﻬﻧ ﺮ‬ . demi kehidupannya. adalah bagian dari bentuk “Ifsad” perusakan. ‫ﻗﻞ أ ﻛﺜﺮ ﺑﻌﺪ ﺻﻼ ﻗﻞ أ ﻛﺜﺮ. serta jangan menebangi pepohonan yang sedang berbuah dengan tanpa tanggung jawab.Secara garis besar. Imam Dhohak mengatakan bahwa arti ayat ini adalah janganlah kalian merusak mata air yang mengalir. Islam Peduli Terhadap Satwa 23 . 4) Makruh: jika untuk main-main. 7. 98 ۹٨ ٧ ‫اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻻﺣﻜﺎم اﻟﻘﺮأن ﺟﺰ‬ ‫ﺑﻌﺪ إﺻﻼﺣ ﺎ" أﻬﻧﻪ ﺳﺒﺤﺎﻬﻧﻪ ﻬﻧ ﻰ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻓﺴﺎ‬ ‫ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: " ﻻ ﺗﻔﺴﺪ ا ﻓﻲ اﻷ‬ . Vol.‫ﻓﻲ "ﻫﻮ " إن ﺷﺎٍء ﷲ ﺗﻌﺎﻟﻰ‬ Ayat “Janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi sesudah keteraturanya”. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). ﻗﺎ‬ . Dari kedua ta'bir diatas. 5) Haram: jika dan asal-asalan tanpa ada niat apa-apa. bahwa perburuan yang akan berakibatkan terhadap kepunahan species. pada keluarganya. 2) Sunnah: untuk kebutuhan lebih. ini menunjukkan larangan Allah terhadap segala bentuk kerusakan baik kecil ataupun besar. Hal demikian sesuai dengan makna umum dan berdasarkan pendapat-pendapat yang benar. 3) Wajib: jika menuntut untuk berburu. ﻗﺎ اﻟﻘﺸ ﺮي: اﻟﻤﭼﺮا ﻻ ﺗﺸﺮﻛﻮا؛ ﻓ ﻮ ﻬﻧ ﻲ ﻋﻦ اﻟﺸﺮ ﺳﻔﻚ‬ ‫ﻓﻲ اﻷ‬ ‫، أﻣﺮ ﺑﻠﺰ م اﻟﺸﺮاﺋﻊ ﺑﻌﺪ إﺻﻼﺣ ﺎ، ﺑﻌﺪ أن أﺻﻠﺤ ﺎ‬ ‫اﻟﺪﻣﺎٍء اﻟ ﺮ ﻓﻲ اﻷ‬ ‫ﷲ ﺑﺒﻌﺜﻪ اﻟﺮﺳﻞ، ﺗﻘﺮ ﺮ اﻟﺸﺮاﺋﻊ ﺿﻮ ﻣﻠﺔ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ.‫اﺑﻦ ﻋﻄ ﺔ: ﻗﺎﺋﻞ ﻫﺬ اﻟﻤﭼﻘﺎﻟﺔ ﻗﺼﺪ إﻟﻰ أﻛﺒﺮ ﻓﺴﺎ ﺑﻌﺪ أﻋﻈﻢ ﺻﻼ ﻓﺨﺼﻪ ﺑﺎﻟﺬﻛﺮ‬ ‫ﻗﻠﺖ: أﻣﺎ ﻣﺎ ﻛﺮ اﻟﻀﺤﺎ ﻓﻠ ﺲ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﭼﻮﻣﻪ، إﻬﻧﻤﭼﺎ ﻟﻚ إ ا ﻛﺎن ﻓ ﻪ ﺿﺮ ﻋﻠﻰ‬ ‫اﻟﻤﭼﺆﻣﻦ، أﻣﺎ ﻣﺎ ﻌﻮ ﺿﺮ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺸﺮﻛ ﻦ ﻓﺬﻟﻚ ﺟﺎﺋﺰ؛ ﻓﺈن اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫ﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﻋﻮ ﻣﺎٍء ﻗﻠ ﺐ ﺑﺪ ﻗﻄﻊ ﺷﺠﺮ اﻟﻜﺎﻓﺮ ﻦ. maka nampak jelas. yang memberikan konsekuensi ketidakteraturan alam. ﻗﺪ ﻗ ﻞ: ﺗﺠﺎ ة اﻟﺤﻜﺎم ﻣﻦ اﻟﻔﺴﺎ‬ ‫: ﻗﻄﻊ اﻟﺪﻬﻧﺎﻬﻧ ﺮ ﻣﻦ اﻟﻔﺴﺎ ﻓﻲ اﻷ‬ ‫ﻗﺪ‬ ‫.

dalam konteks jual-beli satwa langka hukum jual-belinya tidak berlaku lagi. 203 ٢ ‫ﻗﻠ ﻮﺑﻲ ﺟﺰ‬ ‫َ َ ْء َ ِ ْء‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ : ) ﻓَﻤﭼﺎ ﻻ ﻬﻧَﻔﻊ ﻓِ ﻪ إﻟَﺦ ( ﻋَﻠﱠﻠَﻪُ اﻟﺮﱠاﻓِﻌﻲ ﺑِﺄَن أَﺧﺬ اﻟﻤﭼﺎ ِ ﻓِﻲ ﻣﻘَﺎﺑَﻠَﺘِﻪ ﻗَﺮ ﺐٌء ﻣﻦ‬ ُ َ ‫ِ ﱡ ﱠ ْء َ ْء‬ ِ ِ ‫ْء َ ُ ْء ُ ْء ْء‬ ُ َ ُ ‫أَﻛﻞ اﻟﻤﭼﺎ ِ ﺑِﺎﻟﺒَﺎ ِ ﻞ ، َ ﻗَﺪ ﻗَﺎ َ ﺗَﻌﺎﻟَﻰ : }ﻻ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮا أَﻣﻮاﻟَﻜﻢ ﺑَ ْءﻨَﻜﻢ ﺑِﺎﻟﺒَﺎ ِ ﻞ {ﺛُﻢ ﻓَﻮا‬ ‫ْء‬ َ َ ‫ِ ﱠ‬ ِ ‫ْء‬ َ ‫ْء ِ ْء‬ ُ ‫ِ ًًّء ْء‬ ُ ‫ْء ِ ْء‬ .” ٢٠٣ 24 Islam Peduli Terhadap Satwa . 2. اﺣـﻞ ﷲ اﻟﺒـ ﻊ ﺣـﺮم اﻟﺮﺑـﺎ‬dalam ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. walaupun sebagian kecil individu ada yang menganggapnya barang bermanfaat yang bersifat kasuistis. Hal. dan akan berdampak terhadap ketidak-seimbangannya alam. maka pemanfaatannyapun akan menjadi haram. Praktek jual-beli yang awalnya halal diperbolehkan akan menjadi haram menjadi tidak diperbolehkan karena termasuk dalam kategori tolong-menolong dalam hal kemaksiatan dan hal ini juga melanggar undang-undang yang telah dibuat oleh pemerintah. Disisi lain pemerintah juga sudah menetapkan undang-undang tentang dilarangnya perburuan satwa langka yang dilindungi. Namun. Bahkan dampak kepunahannya lebih jelas. Selain hal diatas. Hukum Jual-Beli Satwa Langka yang Dilindungi Pada dasarnya jual-beli diperbolehkan dan legal menurut syara'. ‫اﻟﻨﱠﻔﻊ ﻗَﺪ َﻜﻮنُ ﺣﺴﺎ َ ﻗَﺪ َﻜﻮنُ ﺷَﺮْء ﻋًءﺎ‬ Imam Rafi'i memberikan alasan bahwa praktek jual beli barang tidak bermanfaat sangan dekat sekali dengan hukum mengambil harta dengan cara batil. v Rujukan Al-Qolyubi (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Jika kita kembali ke hukum berburu satwa langka yang sudah jelas hukumnya haram. Allah telah berfirman “janganlah kalian makan harta diantara kamu dengan cara bathil.2. sehingga jual beli demikian adalah termasuk larangan syara'. Vol. Hal ini menjadi penguat tentang hukum keharaman berburu satwa langka dan perdagangannya. kalau dilihat dari sudut pandang lain itu sebagian praktek jual beli satwa ada unsur jual beli hewan yang tidak ada manfaatnya menurut syariat. berdasarkan firman Allah: ‫ .

tetapi yang sangat‬‬ ‫.‪mendekati benar adalah hukum haram tetap berlaku baginya‬‬ ‫721 . apakah hukum‬‬ ‫‪keharaman tersebut hanya untuk orang yang akan mengkonsumsi saja.‫‪Hasyiyah al-Jamal Li Zakaria al-Anshari (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al‬‬‫62 . Kemudian menimbulkan pertanyaan. atau yang dibuat sebagai landasan hukum adalah umumnya‬‬ ‫‪masayarakat sehingga keharaman itu tetap berlaku lagi walaupun tidak berbahaya‬‬ ‫‪baginya? Hal ini sangat butuh pemikiran yang mendalam. Hal‬‬ ‫٧٢۱‬ ‫اﺳﻌﺎ اﻟﺮﻓ ﻖ‬ ‫ﻣﻨ ﺎ اﻋﺎﻬﻧﺔ ﻋﻠﻲ اﻟﻤﭼﻌﺼ ﺔ اي ﻋﻠﻲ ﻣﻌﺼ ﺔ ﻣﻦ ﻣﻌﺎﺻﻲ ﷲ ﺑﻘﻮ ا ﻓﻌﻞ ا ﻏ ﺮ‬ ‫”‪“Sebagian larangan-larangan syara' adalah tolong-menolong dalam kemaksiatan‬‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ ‫52‬ . sehingga‬‬ ‫‪ketika barang itu tidak berbahaya baginya menjadikan hukum keharaman tidak‬‬ ‫‪berlaku lagi.‪Tsany). 3.‪Is'adurrofiq. Vol. Hal‬‬ ‫اﻟﺠﻤﭼﻞ ﺟﺰ ٣‬ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮ ﺣﺒﱠﺘَﻲ ﺑُﺮﱟ ( ﻋﺒَﺎ َ ةُ ﺷَﺮْء ِ م َ ﻻ ﺑَ ْءﻊ ﺣﺒﱠﺘَﻲ اﻟﺤﻨﻄَﺔ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮﻫَﺎ ﻛﺸﻌ ﺮ (‬ ‫ِ َ ْء‬ ‫َ ُ َ ْء ْء ِ ْء ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ َ ِ ٍء‬ ‫َ زﺑِ ﺐ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮ ﻋﺸﺮ ﻦَ ﺣﺒﱠﺔ ﺧَﺮْء َ ٍء َ ﻏ ْءﺮ َ ﻟِﻚ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﻣﺎ ﻻ ُﻘَﺎﺑَﻞ ﻓِﻲ اﻟْء‬ ‫َ ِ َ ِ ْء ُ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ ٍء‬ ‫ِ ِ ْء ِ َ ِ‬ ‫ﻌُﺮْء ف ﺑِﻤﭼﺎٍء‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ ِ ْء‬ ‫َ ْء‬ ‫ﻓِﻲ ﺣﺎﻟَﺔ اﻻﺧﺘِ َﺎ ِ ﻻﻬﻧﺘِﻔَﺎٍء اﻟﻨﱠﻔﻊ ﺑِﺬﻟِﻚ ﻟِﻘِﻠﱠﺘِﻪ َ ﻟِ َﺬا ﻟَﻢ َﻀْء ﻤﭼﻦ ﻟَﻮْء ﺗَﻠِﻒَ َ إِن ﺣﺮم‬ ‫ْء َ ُ‬ ‫ِ ْء ِ ْء ِ َ َ‬ ‫َ ْء‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ ﱠ َ ًء‬ ‫ِ َ‬ ‫ﻏَﺼْء ﺒُﻪُ َ َ ﺟﺐ َ ﱡ ُ َ ﻛﻔَﺮ ﻣﺴﺘَﺤﻠﱡﻪُ َ ﻋﺪ ﻣﺎﻻ ﺑِﻀﻤﭼﻪ ﻟِﻐ ْءﺮ ِ أَ ْء ﻟِﻨَﺤْء ﻮ ﻏَﻼٍء‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ ُ ْء ِ‬ ‫َ ﱢ ِ َ ِ‬ ‫ﱟ َ َ ْء ﱠ‬ ‫ﻛَﺎﺻْء ﻄ َﺎٍء ﺑِﺤﺒﱠﺔ ﻓِﻲ ﻓَﺦ َ ﻣﺎ ﻬﻧُﻘِﻞ ﻋَﻦ اﻟﺸﺎﻓِﻌﻲ َ ﺿﻲ ﷲُ ﻋﻨﻪُ ﻣﻦ ﺟﻮاز أَﺧْء‬ ‫ِ َ ﱠ َ ْء‬ ‫ِ ْء َ َ ِ ﺬ‬ ‫َ ٍء‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ﱢ‬ ‫ْء ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْء ِ َ ِ ِ ْء َ َ ِ ْء َ‬ ‫اﻟﺨﻼ ِ َ اﻟﺨﻼﻟَ ْءﻦ ﻣﻦ ﺧﺸﺐ اﻟﻐ ْءﺮ ﻣﺤْء ﻤﭼﻮ ٌء ﻋﻠَﻰ ﻣﺎ إ َ ا ﻋﻠِﻢ ِﺿﺎ ُ َ َﺤْء ﺮم ﺑَ ْءﻊ‬ ‫ُُ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫اﻟﺴﻢ إن ﻗَﺘَﻞ ﻛﺜِ ﺮ ُ َ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ ﻓَﺈِن ﻬﻧَﻔَﻊ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ َ ﻗَﺘَﻞ ﻛﺜِ ﺮ ُ ﻛﺎﻷَﻓ ُﻮن ﺟﺎز اﻬﻧﺘَ َﺖ َ ﻗَﻮْء ﻟُ‬ ‫َ َ ُ َ ْء ْء ِ َ َ ْء ْء‬ ‫ْء‬ ‫ﱢ ﱢ ْء َ َ‬ ‫ُ‬ ‫ﻪُ‬ ‫َ‬ ‫ْء ْء ْء‬ ‫ﻓَﺈِن ﻬﻧَﻔَﻊ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ إﻟَﺦ ﻗَﻀ ﱠﺘُﻪُ اﻟﺤُﺮْء ﻣﺔُ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﻟَﻮْء ﻟَﻢ َﻨﻔَﻊ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ َ أَﺿﺮ ﻛﺜِ ﺮ ُ َ اﻟﻈﱠﺎﻫﺮ أَﻬﻧﱠ َﺎ‬ ‫ِ ُ‬ ‫َ ﱠ َ ُ‬ ‫ْء َ‬ ‫ْء ِ‬ ‫َ‬ ‫ْء َ‬ ‫َ ْء‬ ‫ﱠ َ َ ْء ْء‬ ‫َ ُ ُ َ ٍء ِ َ َ ْء‬ ‫ﻏ ْءﺮ ﻣﺮا َة ﻷَﻬﻧﱠﻪُ ﻻ ﻣﻌﻨَﻰ ﻟِ ْءﻠﺤُﺮْء ﻣﺔ ﻣﻊ اﻬﻧﺘِﻔَﺎٍء اﻟﻀﺮ ِ ﻬﻧَﻌﻢ ﻗَﺪ ُﻘَﺎ ُ ﺑِﻔَﺴﺎ ِ اﻟﺒَ ْءﻊ‬ ‫َ ِ َ َ ْء ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْء َ ِ َ ِ ِ ْء‬ ‫َ ﺑِﺎﻟﺤُﺮْء ﻣﺔ ﻟِﻌﺪَم اﻻﻬﻧﺘِﻔَﺎ ِ ﺑِﻪ ﻛﺎﻟﺤﺸﺮا ِ َ ﺣﺒﱠﺘَﻲ اﻟﺤﻨﻄَﺔ ﻓَﺈِن ﺑَ ْءﻌ َﺎ ﺑَﺎ ِ ﻞ ﻟِﻌﺪَم اﻟﻨﱠﻔﻊ‬ ‫َ ْء ْء ِ ْء ِ ﱠ َ‬ ‫ِ َ ْء َ َ َ‬ ‫ٌء َ ِ ْء ِ‬ ‫ْء ِ ْء َ ْء‬ ‫ْء ْء‬ ‫َ إِن اﻬﻧﺘَﻔَﻰ اﻟﻀﺮ ُ ﻓَﻤﭼﺎ ﻫُﻨَﺎ أَ ْء ﻟَﻰ ﻟِﻮﺟُﻮ ِ اﻟﻀﺮ ِ ﻓِ ﻪ َ ﻫَﻞْء اﻟﻌﺒﺮةُ ﺑِﺎﻟﻤﭼﺘَﻌﺎ ِ ﻲ ﻟَ‬ ‫ﻪُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ‬ ‫ﱠ َ‬ ‫ِ‬ ‫ﱠ َ َ‬ ‫ِ ْء‬ ‫َ‬ ‫َ ْء ْء‬ ‫ﺣﺘﱠﻰ ﻟَﻮْء ﻛﺎنَ اﻟﻘَﺪ ُ اﻟﱠﺬي َﺘَﻨَﺎ َ ﻟُﻪُ ﻻ َﻀُﺮﱡ ُ ﻻﻋﺘِ َﺎ ِ ِ ﻋﻠَ ْءﻪ َ َﻀُﺮﱡ ﻏ ْءﺮ ُ ﻟَﻢ َﺤْء ﺮم أَ ْء‬ ‫َ‬ ‫ُ ْء‬ ‫َ َ ْء‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ُ َ َ ِ ْء ْء ُ ﱠ ِ ٌء ْء ْء‬ ‫ْء ِ ْء‬ ‫اﻟﻌﺒﺮةُ ﺑِﻐَﺎﻟِﺐ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻓَ َﺤْء ﺮم َ ﻟِﻚ ﻋﻠَ ْءﻪ َ إِن ﻟَﻢ َﻀﺮ ُ ﻓِ ﻪ ﻬﻧَﻈَﺮ َ اﻷَﻗﺮبُ اﻟﺜﱠﺎﻬﻧِﻲ ا‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫٦٢‬ ‫‪Menjual sesuatu yang berbahaya bagi diri manusia tidak diperbolehkan. karena‬‬ ‫‪tidak ada manfaatnya.

dan disini. sulit didapat (M. orangutan. atau bahan obat yang dilarang mengkonsumsinya. faedah. kata memanfaatkan lebih kepada menggunakan sesuatu untuk menambah volume manfaat agar lebih bermanfaat lagi. harimau dan lain-lain.B. Sedangkan kata memanfaatkan (me. contoh: sumbangan itu banyak manfaatnya bagi orang-orang miskin. Dalam Islam. tapir. adapun beberapa kata yang kami anggap penting adalah sebagai berikut: “Manfaat/memanfaatkan“. cendrawasih). 2. Dahlan al-Barry halaman 696 mengartikan satwa adalah binatang/hewan (liar). tikus. akan dibahas hukum obat yang terbuat dari sesuatu yang dilarang mengkonsumsinya seperti ular. yaitu bahan obat yang terbuat dari barang yang tidak dilarang mengkonsumsinya. tikus. Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan bahwa kata manfaat (man. Memanfaatkan Satwa Langka untuk Bahan Pengobatan Sebelum melangkah kepada pembahasan alangkah baiknya jika kita bahas dari segi bahasa/etimologi karena sebuah kata adalah ushul (dasar) dari makna kata tersebut.fa.fa.at: n) yang berarti 1.man. -penjualan ternaknya berlipat ganda-. atau empedu beruang? 26 Islam Peduli Terhadap Satwa .kan: v) mempunyai arti: menjadikan ada manfaatnya (gunanya dsb). Syariat Islam (fiqih) mengklasifikasi bahan obat yang akan digunakan.at. dan lain sebagainya. sedangkan beberapa contoh binatang yang hampir punah adalah harimau. Dalam kamus ilmiah popular yang disusun oleh M. komodo. guna. seperti misalnya ular. Dahlan al-Barry. sedangkan kata langka berarti: jarang ada. Jadi. Sedangkan satwa langka dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa: Satwa langka adalah binatang yang tinggal sedikit jumlahnya dan perlu dilindungi (seperti jalak putih. laba. contoh: mereka memanfaatkan surat kabar untuk pendidikan. apakah diperbolehkan menggunakan suatu barang yang tidak diperbolehkan/diharamkan mengkonsumsinya dijadikan sebagai obat. untung. kamus ilmiah popular:399). Adapun bahan obat yang mubah mengkonsumsinya maka hukumnya mubah juga tanpa ada khilaf para ulama.

Baihaqi juz 2 halaman 142 ‫َﱠ‬ ‫ْء َ َ ﱠ‬ َُ ُ‫ُ َ ﱠ‬ ‫اﻟﻌﺒﱠﺎ ِ : ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ َﻌﻘُﻮب ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺣْء ﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ ﻋﺒﺪ اﻟﺠﺒﱠﺎ ِ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ُﻮﻬﻧُﺲُ ﺑْءﻦُ ﺑُﻜ ْءﺮ ﻋَﻦ‬ َ ‫َ ْء ِ ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ‫َ ٍء‬ ‫اﻷَﻋﻤﭼﺶ ﻋَﻦ ﺣﺒِ ﺐ ﺑْءﻦ ﺣﺴﱠﺎنَ ﻋَﻦ ﺷﻘِ ﻖ ﺑْءﻦ ﺳﻠَﻤﭼﺔَ ﻗَﺎ َ : اﺷﺘَﻜﻰ َ ﺟﻞ ﻣﻨﱠﺎ ﺑَﻄْء‬ َ ‫ْء‬ ُ‫ﻨَﻪ‬ َ ِ ِ َ ‫ْء َ ِ ْء‬ ِ ‫ُ ٌء‬ َ َ ِ ِ َ ‫ْء‬ ‫ْء َ ُ ْء‬ ‫َ َ ْء ُ ﱠ‬ َ‫ﻓَﻮﺟﺪ ﻓِ ﻪ اﻟﺼﱡ ﻔﺮ َﻌﻨِﻰ اﻟﻤﭼﺎٍء اﻷَﺻْء ﻔَﺮ ﻓَﺄُﺗِﻰ ﻋﺒﺪ ﷲِ ﻓَﻘَﺎ َ إِﻬﻧﱢﻰ اﺷﺘَﻜ ْءﺖ ﺑَﻄﻨِﻰ ﻓَﻨُﻌﺖ‬ ‫ْء ُ ْء‬ َ ِ َِ ُ ِ َ َ ‫ْء‬ ‫َ ْء ُ ﱠ‬ ُ‫ﻟِﻰ اﻟﺴﻜﺮ ﻓَﻘَﺎ َ ﻋﺒﺪ ﷲِ : إِن ﷲَ ﻟَﻢ َﺠْء ﻌﻞْء ﺷﻔَﺎٍءﻛﻢ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﺣﺮم ﻋﻠَ ْءﻜ‬ ُ َ ِ َ ‫ﱠ ﱠ ْء‬ .ُ‫ﺑﺎب ﺷﺮاب اﻟﺤﻠﻮاٍء َ اﻟﻌﺴﻞ . karena air kencing itu termasuk kotoran yang diharamkan. Allah berfirman.Haram menggunakan obat dari sesuatu yang haram dikonsumsi Dalil yang mengharamkan menggunakan sesuatu yang haram adalah hadits nabi yang diriwayatkan oleh ImamAbi Daud.« ‫أَﻬﻧﺰ َ اﻟﺪاٍء َ اﻟﺪ َ اٍء َ ﺟﻌﻞ ﻟِﻜﻞﱢ َاٍء َ َ اٍء ﻓَﺘَﺪَا َ ْء ا َ ﻻَ ﺗَﺪَا َ ْء ا ﺑِﺤﺮام‬ ‫ﱠ َ ﱠ َ َ َ َ ُ ٍء‬ ‫ًء‬ ‫َ َ ٍء‬ “Sesungguhnya Allah SWT menurunkan penyakit dan obat. dan menjadikan setiap penyakit ada obatnya. dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram.‫أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ أَﺑُﻮ ﻋﺒﺪ ﷲِ اﻟﺤﺎﻓِﻆُ َ أَﺑُﻮ ﺳﻌ ﺪ ﺑْءﻦُ أَﺑِﻰ ﻋﻤﭼﺮ ﻗَﺎﻻَ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ‬ َ ‫َ ْء ِ ﱠ ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ َِ ‫َ ْء ٍء‬ Islam Peduli Terhadap Satwa 27 . ) ٥۱ ( َ ﻗَﺎ َ اﻟﺰﻫﺮىﱡ ﻻَ َﺤﻞﱡ ﺷﺮْء ب‬ ِ َ َ ‫َ َ ِ ْء َ ْء َ ِ ْء‬ ِ ‫ﱡ ْء‬ ، ( ُ ‫ﺑَﻮْء ِ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻟِﺸﺪة ﺗَﻨﺰ ُ ، ﻷَﻬﻧﱠﻪُ ِﺟْء ﺲٌء ﻗَﺎ َ ﷲُ ﺗَﻌﺎﻟَﻰ ) أُﺣﻞ ﻟَﻜﻢ اﻟﻄﱠ ﱢﺒَﺎ‬ َ ‫ﱠ‬ ُُ ‫ِ ﱠ‬ ِ ‫ِ ﱠٍء ْء‬ ُ‫َ ﻗَﺎ َ اﺑْءﻦُ ﻣﺴﻌُﻮٍء ﻓِﻰ اﻟﺴﻜﺮ إِن ﷲَ ﻟَﻢ َﺠْء ﻌﻞْء ﺷﻔَﺎٍءﻛﻢ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﺣﺮم ﻋﻠَ ْءﻜ‬ ُ َ ِ َ ‫ﱠ َ ِ ﱠ ﱠ ْء‬ ‫َ ْء‬ . sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat dari suatu yang diharamkan.‫ْء َ َ ﱠ َ َ ﻢ‬ ُ َ‫ﱠ‬ ‫ْء‬ “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat bagimu pada apa-apa yang diharamkankan Allah atasmu. Hendaklah kalian berobat.‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ ﻋﺒَﺎ َ ةَ اﻟﻮاﺳﻄﻰ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ َﺰ ﺪ ﺑْءﻦُ ﻫَﺎ ُ نَ أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ‬ َ َ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫ِ ُ ْء ٍء ْء‬ ‫ْء ْء‬ ‫إِﺳﻤﭼﺎﻋ ﻞ ﺑْءﻦُ ﻋ ﱠﺎ ٍء ﻋَﻦ ﺛَﻌﻠَﺒَﺔَ ﺑْءﻦ ﻣﺴﻠِﻢ ﻋَﻦ أَﺑِﻰ ﻋﻤﭼﺮانَ اﻷَﻬﻧﺼﺎ ِىﱢ ﻋَﻦ أُم‬ ُ ِ َ ‫ْء‬ َ َ َ ‫ِ ْء‬ ‫ﱢ‬ ‫اﻟﺪ ْء َاٍء ﻋَﻦ أَﺑِﻰ اﻟﺪ ْء َاٍء ﻗَﺎ َ ﻗَﺎ َ َ ﺳُﻮ ُ ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. Shahih Bukhori. ‫ْء َ َ ﱠ َ َ ﻢ‬ ‫ْء‬ Imam Zuhri berkata “Tidak diperbilehkan minum air kencing manusia karena suatu penyakit yang memberatkan. sebagai berikut: ‫ْء َ ِ ِ ﱡ َ ﱠ‬ ُ ِ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ 3876 .” ‫َﱠ‬ 20172. ‘dihalallkan bagimu segala sesuatu yang baik-baik’”.” (HRAbi Dawud) Dalil selanjutnya adalah hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Baihaqi.» إِن ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ ِ ْء‬ ِ ‫ﱠ‬ َ‫ﱠ ﷲ‬ َ ‫ْء‬ . juz 18 halaman 480 ُ ِ 15 . Ibnu Mas'ud juga berkata dalam minuman yang memabukan.

dengan syarat. v Rujukan Nihayatu al-Muhtaj. Hal. maka diperbolehkan menggunakan obat yang haram dengan cacatan/ketentuan sebagai berikut: a) Tidak ada obat lain yang halal b) Ada resep dari dokter ahli c) Dan catatan yang dikemukan oleh kalangan Madzhab Hanafi adalah diyakini bahwa barang tersebut (sesuatu yang haram) adalah obat (bukan hanya sebatas prasangka). apabila tidak terdapat obat yang halal untuk dipergunakan sebagai obat. Selain itu. Vol. telah mendapat rekomendasi dari seorang dokter. 146 ۱‫ﻗﻮاﻋﺪ اﻷﺣﻜﺎم ﻓﻲ ﻣﺼﺎﻟﺢ اﻷﻬﻧﺎم ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( اﻟﺠﺰٍء ى‬ ۱٤٦ َ‫ﻓَﺘَﻘُﻮ ُ : ﺟﺎز اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﺎﻟﻨﱠﺠﺎﺳﺎ ِ إ َ ا ﻟَﻢ َﺠﺪ َﺎﻫﺮًءا َﻘُﻮم ﻣﻘَﺎﻣ َﺎ ، ﻷَن ﻣﺼْء ﻠَﺤﺔ‬ ‫ْء ِ ْء‬ َ َ َ َ َ ِ َ َ ُ َ ‫ِ ﱠ‬ ‫اﻟﻌﺎﻓِ َﺔ َ اﻟﺴﱠﻼﻣﺔ أَﻛﻤﭼﻞ ﻣﻦ ﻣﺼْء ﻠَﺤﺔ اﺟْء ﺘِﻨَﺎب اﻟﻨﱠﺠﺎﺳﺔ ، َ ﻻ َﺠُﻮز اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﺎﻟْء‬ ‫َ َ ِ ْء‬ ُ َ ‫ﺨﻤﭼﺮ‬ ِ َ َ ِ ِ َ ِ َ ‫ْء‬ َ ‫َ ُ ِ ْء‬ ِ ‫َ ْء‬ ‫ﻋﻠَﻰ اﻷَﺻﺢ إﻻ إ َ ا ﻋﻠِﻢ أَن اﻟﺸﻔَﺎٍء َﺤْء ﺼﻞ ﺑِ َﺎ ، َ ﻟَﻢ َﺠﺪ َ َ اٍء ﻏ ْءﺮﻫَﺎ ، َ ﻣﺜْء‬ ‫ْء َ ﱢ ﱠ‬ ‫ْء ِ ْء‬ ُ‫ِ ﻠُﻪ‬ ُ ُ َ َ َ ‫ًء‬ َ ‫َ َ ﱠ ﱢ‬ ‫ْء ُ ْء‬ ‫ْء ِ ِ ْء‬ َ ‫ْء‬ ‫ﻗَﻄﻊ اﻟﺴﱢﻠﻌﺔ اﻟﱠﺘِﻲ َﺨﺸﻰ ﻋﻠَﻰ اﻟﻨﱠﻔﺲ ﻣﻦ ﺑَﻘَﺎﺋِ َﺎ‬ َ ِ َ 28 Islam Peduli Terhadap Satwa . Hal. Ila Syarhi al-Minhaj. al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). walaupun pengobatan tersebut untuk mempercepat penyembuhan. air seni. diperbolehkannya pengobatan tersebut. seperti yang telah dijelaskan dalam pembahasan makanan.Halal/diperbolehkan menggunakan sesuatu yang haram Selanjutnya. atau adonan khomar. al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Vol. muslim dan adil (ahli dalam bidang penyakit). Qawaidu al-Ahkam Fi Mashalihi al-Anam. 1. serta tidak ada lagi obat yang dari barang halal. seperti daging ular. seperti harapan yang ada. 223 (‫نﻫﺎ ﺔ اﻟﻤﭼﺤﺘﺎ إﻟﻰ ﺷﺮ اﻟﻤﭼﻨ ﺎ – )اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ‬ ٢٢٣ ٢٦‫اﻟﺠﺰٍء ى‬ ُ ‫َ ْء ِ َ ْء ٍء َ َ َ ﱠ‬ ‫َ َﺠُﻮز اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﻨَﺠﺲ ﻏ ْءﺮ ﻣﺴﻜﺮ ﻛﻠَﺤْء ﻢ ﺣ ﱠﺔ َ ﺑَﻮْء ٍء َ ﻣﻌﺠُﻮن ﺧﻤﭼﺮ ﻛﻤﭼﺎ ﻣﺮ‬ ‫ِ ٍء َ ِ ُ ْء ِ ٍء َ ِ َ ٍء‬ ُ َ َ ‫ِ ِ ِ ٍء‬ َ ُ‫ﻓِﻲ اﻷَ ْءﻌﻤﭼﺔ ، َ ﻟَﻮْء ﻛﺎنَ اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﻪ ﻟِﺘَﻌْءﺠ ﻞ ﺷﻔَﺎٍء ﻛﻤﭼﺎ َﻜﻮنُ ﻟِﺮﺟﺎﺋِﻪ ، َ أَﻬﻧﱠﻪ‬ ِ َ َ ِ ِ َ ِ ‫ْء‬ ‫َ ِ ِ ْء‬ ‫ْء‬ َ ‫ٍء ُ ْء ٍء َ ْء‬ ُ ‫َﺠُﻮز ﺑِﺸَﺮْء ِ إﺧﺒَﺎ ِ َﺒِ ﺐ ﻣﺴﻠِﻢ ﻋﺪٍء ﺑِﺬﻟِﻚ أَ ْء ﻣﻌْءﺮﻓَﺔ اﻟﻤﭼﺘَﺪَا ِي ﺑِﻪ إنْء‬ َ‫ِ ﻋﺮف‬ َ َ َ ُ ‫، َ ُﺸﺘَﺮ ُ ﻋﺪم ﻣﺎ َﻘُﻮم ﻣﻘَﺎﻣﻪُ ﻣﻤﭼﺎ َﺤْء ﺼﻞ ﺑِﻪ اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﻣﻦ اﻟﻄﱠ‬ ‫ِ ْء ﺎﻫﺮا ِ ا ﻫـ‬ َ ِ ‫ُ َ َ ِ ﱠ‬ ِ ُ ُ َ ُ َ َ َ ‫ْء‬ Dan diperbolehkan berobat dengan barang najis yang tidak memabukkan. 26.

Kami berpendapat: diperbolehkan berobat dengan barang yang najis, apabila tidak ada yang halal. Karena mashlahah kesembuhan dan keselamatan, itu lebih utama dan penting daripada hanya sekedar menghindari barang yang najis.

Prof. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu halaman 162 juz 4.

٤ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻻﺳﻼﻣﻲ أ ﻟﺘﻪ, ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( ﺟﺰ‬ ‫ﻟﻜﻦ ﻗﺎ اﻟﺤﻨﻔ ﺔ )٢( : ﺠﻮز اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﻤﭼﺤﺮم إن ﻋﻠﻢ ﻘ ﻨﺎ ًء أن ﻓ ﻪ ﺷﻔﺎٍء، ﻻ‬ .‫ﻘﻮم ﻏ ﺮ ﻣﻘﺎﻣﻪ، أﻣﺎ ﺑﺎﻟﻈﻦ ﻓﻼ ﺠﻮز. ﻗﻮ اﻟﻄﺒ ﺐ ﻻ ﺤﺼﻞ ﺑﻪ اﻟ ﻘ ﻦ‬ .‫ﻻ ﺮﺧﺺ اﻟﺘﺪا ي ﺑﻠﺤﻢ اﻟﺨﻨﺰ ﺮ، إن ﺗﻌ ﻦ‬ ‫ﻗ ﺪ اﻟﺸﺎﻓﻌ ﺔ )٣( ﺣﺮﻣﺔ اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﺨﻤﭼﺮ إ ا ﻛﺎﻬﻧﺖ ﺻﺮﻓﺎًء، ﻏ ﺮ ﻣﻤﭼﺰ ﺟﺔ ﺑﺸﻲٍء‬ ‫ﺧﺮ ﺗﺴﺘ ﻠﻚ ﻓ ﻪ. أﻣﺎ اﻟﺘﺮ ﺎ اﻟﻤﭼﻌﺠﻮن ﺑ ﺎ ﻬﻧﺤﻮ ﻣﻤﭼﺎ ﺗﺴﺘ ﻠﻚ ﻓ ﻪ، ﻓ ﺠﻮز‬ ‫اﻟﺘﺪا ي ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﻓﻘﺪ ﻣﺎ ﻘﻮم ﺑﻪ، ﻣﻤﭼﺎ ﺤﺼﻞ ﺑﻪ اﻟﺘﺪا ي ﻣﻦ اﻟﻄﺎﻫﺮا ، ﻛﺎﻟﺘﺪا ي‬ ‫ﺑﻨﺠﺲ ﻛﻠﺤﻢ ﺣ ﺔ ﺑﻮ . ﻛﺬا ﺠﻮز اﻟﺘﺪا ي ﺑﻤﭼﺎ ﻛﺮ ﻟﺘﻌﺠ ﻞ ﺷﻔﺎٍء ﺑﺸﺮ إﺧﺒﺎ‬ ‫ﺒ ﺐ ﻣﺴﻠﻢ ﻋﺪ ﺑﺬﻟﻚ، أ ﻣﻌﺮﻓﺘﻪ ﻟﻠﺘﺪا ي ﺑﻪ. ﺑﺸﺮ أن ﻜﻮن اﻟﻘﺪ اﻟﻤﭼﺴﺘﻌﻤﭼﻞ‬ .‫ﻗﻠ ﻼًء ﻻ ﺴﻜﺮ‬ ‫ﻗﺎ اﻟﻌﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺴﻼم )٤( : ﺟﺎز اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﻨﺠﺎﺳﺎ إ ا ﻟﻢ ﺠﺪ ﺎﻫﺮاًء ﻘﻮم‬ ‫ﻣﻘﺎﻣ ﺎ؛ ﻷن ﻣﺼﻠﺤﺔ اﻟﻌﺎﻓ ﺔ اﻟﺴﻼﻣﺔ أﻛﻤﭼﻞ ﻣﻦ ﻣﺼﻠﺤﺔ اﺟﺘﻨﺎب اﻟﻨﺠﺎﺳﺔ، ﻻ‬ ‫ﺠﻮز اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﺨﻤﭼﺮ ﻋﻠﻰ اﻷﺻﺢ إﻻ إ ا ﻋﻠﻢ أن اﻟﺸﻔﺎٍء ﺤﺼﻞ ﺑ ﺎ، ﻟﻢ ﺠﺪ‬ .‫اٍء ﻏ ﺮﻫﺎ‬ ۱٦٢
Menurut pendapat Madzhab Hanafi, diperbolehkan berobat dengan barang yang diharamkan, jika yakin, obat tersebut satu-satunya jalan pengobatan (kecuali daging babi, maka tetap diharamkan). Namun jika hanya masih praduga, maka tidak diperbolehkan. Perkataan seorang dokter, belum bisa menjadi dasar keyakinan. Ulama syafi'iyah memberikan batasan, tentang keharaman berobat dengan khamar (minuman keras), jika murni, artinya tidak terdapat campuran yang lain yang menyebabkan “khamar” tersebut larut. Dan jika terdapat campuran, sehingga khamar dapat larut, maka diperbolehkan, selama tidak ada obat dari barang halal yang lain. Hukum boleh “bersyarat” ini, juga berlaku pada daging ular, atau dengan air seni. Imam Izzuddin Bin Abdissalam berpendapat (menegaskan): diperbolehkan berobat dengan barang yang haram, dengan catatan tidak menemukan lagi barang suci/ halal yang bisa digunakan untuk berobat. Karena “keselamatan, dan kesembuhan” jauh lebih penting, daripada sekedar menghindari barang najis. Dan menurut pendapat yang lebih shohih, tidak diperbolehkan berobat dengan khamar (minuman keras), kecuali benar-benar tidak menemukan yang lain.

Selain dalil-dalil di atas, praktek penggunaan obat-obatan dari jenis satwa langka yang telah dilindungi juga dilarang oleh hukum pemerintah.

Islam Peduli Terhadap Satwa

29

C. Pemeliharaan Satwa Liar untuk Hobby dan Pemeliharaan Satwa Ternak Pada dasarnya, Islam memperbolehkan kita memelihara binatang. Hal ini dikarenakan ada kaidah yang berbunyi ‫( اﻻﺻﻞ ﻓﻰ اﻷﺷـ ﺎٍء اﻻﺑﺎﺣــﺔ‬pada dasarnya, semua hal itu boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya). Di samping itu, ketika manusia diperbolehkan untuk memanfaatkan binatang baik untuk dikonsumsi atau untuk keperluan yang lainnya, maka usaha-usaha untuk tercapainya pemanfaatan binatang itu juga diperbolehkan. Salah satu usaha itu adalah memelihara atau mengembangbiakkan binatang yang kita manfaatkan. Hal ini karena ada kaidah ‫) اﻟﻮﺳﺎﺋﻞ ﻓﻰ ﺣﻜﻢ اﻟﻤﭼﻘﺎﺻﺪ‬hukum sarana itu sama dengan hukum tujuan) Namun usaha untuk tercapainya pemanfaatan itu juga tidak boleh bertentangan dengan dengan syara'. Misalnya pemeliharaan itu mengandung penyiksaan binatang yang dipelihara. Kisah seorang wanita yang dimasukkan ke dalam neraka karena ia mengurung kucing tanpa memberinya makan sehingga kucing itu mati menjadi bukti bahwaAllah swt memberikan sanksi atas perlakuan zalim terhadap binatang. Pada dasarnya, seluruh jenis binatang boleh dipelihara. Karena Allah tidak menciptakan satupun ciptaanNya dengan sia-sia, semua ada manfaat dan gunanya. Namun ada beberapa binatang yang tidak boleh dipelihara misalnya anjing dan babi. Pemeliharaan babi tidak diperbolehkan secara mutlak, sedangkan pemeliharan anjing diperbolehkan jika memang untuk kebutuhan tertentu yang dilegalkan syara' misalnya untuk penjaga keamanan, atau sebagai anjing pelacak tindak kejahatan/kriminalitas.

30

Islam Peduli Terhadap Satwa

‫‪v Rujukan‬‬

‫‪Al-Mughni, Li al-Syaikh Maufiqu al-Din Abdullah Bin Ahmad al-Ma'ruf Bi Ibni‬‬ ‫.‪Qudamah al-Hanbali, Vol. 4. Hal. 173. Daru Ihya'I al-Turats al-Araby‬‬

‫اﻟﻤﭼﻐﻨﻲ ﻟﻠﺸ ﺦ ﻣﻮﻓﻖ اﻟﺪ ﻦ ﻋﺒﺪ ﷲ ﺑﻦ أﺣﻤﭼﺪ اﻟﻤﭼﻌﺮ ف ﺑﺎﺑﻦ ﻗﺪاﻣﺔ اﻟﺤﻨﺒﻠﻲ‬ ‫٢٧۱/٤ / ا إﺣ ﺎٍء اﻟﺘﺮاث اﻟﻌﺮﺑﻲ‬
‫ﻓﺼﻞ : ﻻ ﺠﻮز اﻗﺘﻨﺎٍء اﻟﻜﻠﺐ , إﻻ ﻛﻠﺐ اﻟﺼ ﺪ , أ ﻛﻠﺐ ) 8513 (‬

‫ﻣﺎﺷ ﺔ , أ ﺣﺮث ; ﻟﻤﭼﺎ ي ﻋﻦ أﺑﻲ ﻫﺮ ﺮة , ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ‬ ‫أﻬﻧﻪ ﻗﺎ }: ﻣﻦ اﺗﺨﺬ ﻛﻠﺒﺎ إﻻ ﻛﻠﺐ ﺻ ﺪ أ ﻣﺎﺷ ﺔ أ ز , ﻬﻧﻘﺺ ﻣﻦ أﺟﺮ ﻛﻞ‬ ‫ﻮم ﻗ ﺮا { . ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﭼﺮ ﻗﺎ : ﺳﻤﭼﻌﺖ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻘﻮ‬ ‫}: ﻣﻦ اﻗﺘﻨﻰ ﻛﻠﺒﺎ إﻻ ﻛﻠﺐ ﺻ ﺪ أ ﻣﺎﺷ ﺔ , ﻓﺈﻬﻧﻪ ﻨﻘﺺ ﻣﻦ أﺟﺮ ﻛﻞ ﻮم‬ ‫ﻗ ﺮا ﺎن {. ﻗﺎ ﺳﺎﻟﻢ : ﻛﺎن أﺑﻮ ﻫﺮ ﺮة ﻘﻮ : أ ﻛﻠﺐ ﺣﺮث . ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠ ﻪ .‬ ‫إن اﻗﺘﻨﺎ ﻟﺤﻔﻆ اﻟﺒ ﻮ , ﻟﻢ ﺠﺰ ; ﻟﻠﺨﺒﺮ . ﺤﺘﻤﭼﻞ اﻹﺑﺎﺣﺔ . ﻫﻮ ﻗﻮ‬ ‫أﺻﺤﺎب اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ; ﻷﻬﻧﻪ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺜﻼﺛﺔ , ﻓ ﻘﺎ ﻋﻠ ﺎ . اﻷ أﺻﺢ ; ﻷن‬ ‫ﻗ ﺎ ﻏ ﺮ اﻟﺜﻼﺛﺔ ﻋﻠ ﺎ , ﺒ ﺢ ﻣﺎ ﺘﻨﺎ اﻟﺨﺒﺮ ﺗﺤﺮ ﻤﭼﻪ . ﻗﺎ اﻟﻘﺎﺿﻲ : ﻟ ﺲ‬ ‫ﻫﻮ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﺎﻫﺎ , ﻓﻘﺪ ﺤﺘﺎ اﻟﻠﺺ ﻹﺧﺮاﺟﻪ ﺑﺸﻲٍء ﻄﻌﻤﭼﻪ إ ﺎ , ﺛﻢ ﺴﺮ‬ ‫اﻟﻤﭼﺘﺎ . أﻣﺎ اﻟﺬﺋﺐ , ﻓﻼ ﺤﺘﻤﭼﻞ ﻫﺬا ﻓﻲ ﺣﻘﻪ , ﻷن اﻗﺘﻨﺎٍء ﻓﻲ اﻟﺒ ﻮ ﺆ ي‬ ‫اﻟﻤﭼﺎ ة , ﺑﺨﻼف اﻟﺼﺤﺮاٍء .‬
‫,‪Tidak diperkenankan memelihara anjing, kecuali anjing untuk berburu‬‬ ‫‪mengembala, atau untuk membajak, karena ada hadist yang telah diriwayatkan dari‬‬ ‫‪Abi Hurairah “ barang siapa memelihara anjing yang tidak digunakan untuk‬‬ ‫‪berburu, mengembala, membajak, maka orang itu akan diambil pahalanya setiap‬‬ ‫.‪harinya satu gunung‬‬

‫‪Hasyiyah al-Muhatj, 'Ala Syarhi al-Minhaj (Daru Ihya'I al-Kutub‬‬ ‫.412 ‪al-'Arabiyah)Vol. 11. Hal‬‬

‫ﻬﻧ ﺎ ﺔ اﻟﻤﭼﺤﺘﺎ ﻋﻠﻰ ﺷﺮ اﻟﻤﭼﻨ ﺎ‬ ‫ْء ُ ْء ُ ْء ِ ْء ِ ِ ُ ْء‬ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ: َ َﻤﭼﺘَﻨِﻊ اﻗﺘِﻨَﺎٍء اﻟﺨﻨﺰ ﺮ ﻣﻄﻠَﻘًءﺎ( اﺣْء ﺘَﺎ َ إﻟَ ْءﻪ أَم ﻻ )ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ: َ ﻏ ْءﺮﻫﻤﭼﺎ( أَيْء (‬ ‫ِ ْء‬ ‫َ ِ َِ‬ ‫ِ ﱠ ِ ْء ٌء‬ ‫ﻣﻤﭼﺎ ﻓِ ﻪ ﻬﻧَﻔﻊ َ ﻟَﻮْء ﻣﺘَﻮﻗﱠﻌًءﺎ‬ ‫ُ َ‬
‫‪Tidak diperkenankan memelihara babi baik dimanfaatkan atau tidak, dan hewan‬‬ ‫.‪semisalnya yang tidak bermanfaat‬‬

‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬

‫13‬

hanya satu biji-bijian utuh. “Berapa jatah makananmu yang disediakan oleh Allah selama setahun?”. (QS Hud: 6) Dengan demikian apakah kita mampu menggantikan posisi Allah sebagai penjamin rizki bagi makhluk (satwa) saat kita memeliharanya? Kita dapat belajar dari kisahkisah Nabiyullah terdahulu. Allah tidak akan salah untuk memberikan hak mereka. kecuali Allah telah menetapkan baginya rizki yang akan menghidupinya. hanya satu biji utuh itulah jatah makanan semut itu dalam setahun yang lalu dan juga di tahun-tahun berikutnya. jenis dan rupa makhluk-makhluk yang terdapat di langit dan di bumi beserta yang ada di antara keduanya. dan Allah tidak akan pernah lupa untuk memenuhi rizkinya. Dengan segala kekuasaan yang dianugerahkan Allah kepadanya.Bagaimana Cara untuk Memelihara Binatang? Allah SWT. Sulaiman pun kaget bukan kepalang. Si semut pun membalas salam sang Nabi yang dianugerahi Allah mukjizat bahasa binatang itu. Meskipun ia berada pada lokasi yang sangat tersembunyi nan gelap gulita. Mengingat dia pun telah sanggup selama ini diamanahi 32 Islam Peduli Terhadap Satwa . ‫ﱠ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ‫ْء ُ ُ ْء ﱠ‬ ‫ِ إِﻻ ﻋﻠَﻰ ﷲِ ِزﻗُ َﺎ َ َﻌﻠَﻢ ﻣﺴﺘَﻘَﺮﻫَﺎ َ ﻣﺴﺘَﻮْء َ ﻋ َﺎ‬ َ َ ‫ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫َ ﻣﺎ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ ‫َ ِ ْء ٍء‬ ُ ‫ﻛﻞﱞ ﻓِﻲ ﻛﺘَﺎب ﻣﺒِ ﻦ‬ ُ ‫ِ ٍء‬ ‫ٍء‬ ”Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” jawab sang semut tenang.” Sulaiman perlahan tertegun dengan apa yang diungkapkan oleh sang semut itu. Sulaiman pun bertanya pada semut itu setelah. dan tiada pengganti-Nya. Allah pulalah yang menanggung seluruh rizki bagi seluruh makhluk yang telah diciptakan-Nya. Bagaimana seorang Nabi yang kekayaan dan kekuasaanya tak tertandingi oleh manusia manapun tidak mampu menggantikan posisiAllah (menjamin rizki makhluk lain). Kemudian dia bertanya pada si semut. “Aku tengah bersyukur kepada Allah atas segala rezeki yang dianugerahkanNya padaku selama ini. Allah tidak akan kesulitan untuk menemukannya. Suatu hari Nabiyullah Sulaiman menjumpai seekor semut yang tengah menengadahkan tangannya ke atas (menghadap langit). tiada tandingan-Nya. Ya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul mahfudz)”. dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Allah SWT yang telah menciptakan segala bentuk. “Jatahku selama setahun adalah satu biji-bijian utuh saja. Dia-lah Dzat Tunggal yang tiada duanya. “Apa yang tengah engkau lakukan wahai Makhluk Allah?”. Sulaiman pun berpikir bahwa dia pasti dapat memberi jatah makanan semut tadi dalam satu tahun ke depan. Tidak ada satu makhluk sekecil apapun di dunia ini.

sulaiman pun menghampiri sarang sang semut yang berada di bawah sebuah batu. Setelah sampai di tempat yang dituju. Sulaiman pun lupa dengan tugasnya untuk memberi jatah hidup sang semut tadi untuk satu tahun ke depan. manusia dan binatang sekaligus. toh hanya sebiji utuh dalam setahun. Sulaiman meminta izin seperti itu bukan untuk meremehkan kekuasaan Tuhan namun lebih sekedar pada salah satu upayanya lebih menambah grafik keimanannya pada Allah swt. Namun aku juga patut heran dengan apa yang telah kusaksikan di depan indera lihatku saat ini. Dan aku tahu bahwa meskipun engkau adalah seorang nabi yang menguasai singgasana dua dunia sekaligus. bukankah aku sama sekali belum memberikan jatah hidupnya untuk masa satu tahun ke depan. mohon kiranya perkenankanlah hamba menjamin jatah rezeki semut ini selama setahun ke depan. “Wahai semut. bukankah Allah hanya menjatah rezekimu dalam satu tahun yang lalu dengan hanya sebuah biji utuh saja.” “Lantas apa alasan engkau menyisakan separuh jatah rezekimu dari tahun lalu untuk tahun ini?” Sulaiman kembali mencecar semut itu dengan hujan tanya. padahal aku belum memberikan jatah rezekimu sama sekali untuk satu tahun ke depan?” Sang semut pun menjawab. Sulaiman pun memberanikan diri bermunajat kepada Allah. Dan Allah pun mengabulkannya. “Wahai Tuhanku. demikian kira-kira tanya hati yang menggelayut dalam benak Sulaiman. apalah arti seekor semut baginya. “separuh biji itu memang sengaja kusisakan dari jatah rezekiku dari Allah setahun yang lalu. itulah jatah rezeki si semut dari Allah selama ini. lantas bagaimana bisa kudapati sisa separuh biji di sarangmu saat ini. Karena aku tahu tahun ini jatah rezekiku telah dialih amanahkan oleh Allah kepadamu. tanpa bermaksud meragukan kekuasaanMu di semesta ini. demikian kira-kira pendapat Sulaiman di benaknya. Setelah itu mulailah jatah hidup sang semut tadi dalam satu tahun ke depan resmi dialih bebankan di tangan Sulaiman. Waktupun berjalan satu tahun. lantas darimana semut ini memperoleh separuh biji tersebut. namun engkau tetaplah manusia bukan tak mungkin akan mengalami salah dan lupa.kekuasaan oleh Tuhan untuk dapat mengendalikan bangsa jin. Dan bukankah seharusnya jatah hidupmu tahun lalu dari Nya sudah habis dan sementara dibebankan padaku. Setelah ingatannya kembali.” pinta Sulaiman dengan segala kerendahan hati. setahun kemarin kala jatah rezekiku masih dijamin oleh Allah aku percaya bahwa Dia tak akan mengingkari janji Nya dan tak akan pernah lupa akan janji Nya untuk memberikan jatah hidupku di setahun Islam Peduli Terhadap Satwa 33 . Sulaiman pun mengangkat batu tersebut dan betapa terhenyaknya dia tatkala melihat di sarang sang semut masih ada separuh (setengah) dari biji jatah hidupnya. “Begini wahai Nabiyullah yang mulia. sebelumnya maafkanlah segala khilafku yang telah lupa akan janjiku untuk menyediakan jatah rezekimu dalam satu tahun ke depan. Tanpa bermaksud meragukan kekuasaan Tuhan.

maka dari itu aku tak pernah takut maupun ragu untuk menghabiskan jatah rezekiku karena ku tahu bahwa satu tahun yang akan datang jatah rezekiku juga telah disediakan oleh Allah. 34 Islam Peduli Terhadap Satwa . Mashri. Dan semenjak Allah memberimu izin untuk memegang tugas mengurusi jatah hidupku selama satu tahun ini. Menurutnya. {Al-Hafizh B.: “Berbaik hatilah pada binatang-binatang pengangkut. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan segala sesuatu di semesta ini memang bergantung padanya. Baik itu rezekinya. ada beberapa hak yang harus dipenuhi oleh orang yang memelihara dan berinteraksi dengan hewan atau satwa. Jika kita tidak sanggup memenuhi kebutuhan binatang tersebut. maka seluruh kebutuhannya akan menjadi tanggung jawab kita. maka akan lebih baik jika kita tidak memeliharanya.” sang semut menjelaskan panjang lebar alasannya pada Nabi Sulaiman. Animals in Islam (Petersfield: The Athene Trust.a. tidak menguliti atau mematahkan tulangnya sewaktu masih hidup. maupun segala pinta dari para makhluknya. dan jangan muati mereka dengan beban yang melebihi kemampuan mereka”. Imam Izzudin mencoba merumuskan hak-hak satwa tersebut. Dilarang menempatkan binatang itu bersama dengan segala sesuatu yang dapat melukainya. entah dari spesies yang sama atau spesies berbeda yang mungkin dapat mematahkan tulang. Kita wajib memenuhi seluruh kebutuhannya baik kebutuhan jasmani atau psikologi. Sulaiman pun menyadari kekhilafannya dan beliau pun dapat mengambil sebuah pelajaran berharga bahwa memang ternyata hanya Allah lah yang mampu. menanduk atau menggigit binatang tersebut.A. Tidak boleh membebani binatang melebihi kemampuannya. maka aku berpikir lebih cermat untuk memilih zona aman yaitu dengan cara menyisakan jatah makananku dari tahun kemarin untuk persediaan tahun ini karena aku tak yakin bahwa engkau mampu memberikan jaminan sepenuhnya bahwa jatah rezekiku tak akan meleset sedikitpun dalam setahun ini. 2. jangan lukai mereka. Dan segala dugaku itu telah terbukti kini dengan lupanya engkau untuk memberikan jatah rezekiku dalam beberapa hari ini. khalifah keempat. 3. yaitu: 1. Sayyidina'Ali Bin Abi Thalib r. hal 28}. hajatnya. 1989). walaupun binatang itu sudah tua atau sakit sehingga dianggap tidak menguntungkan bagi pemiliknya. Manusia harus menyediakan makan dan minum yang cukup bagi mereka.berikutnya. dan kuasa mengurus segala urusan makhluknya. Menyembelih dengan cara atau adab yang baik. Ketika binatang telah menjadi peliharaan kita. 4.

harus dengan cara memisahkannya. luka dan penyakit Bebas mengekspresikan perilaku normal dan alami Bebas dari rasa stress dan tertekan. 7. Manusia tidak boleh menembak mereka dengan apa saja yang membuat tulangnya patah atau menghancurkan tubuhnya. 8. Bebas dari rasa tidak nyaman dipenuhi dengan penyediaan lingkungan yang layak termasuk tempat berlindung dan tempat istirahat yang nyaman. dan mengenal ijtihad kolektif (ijtihad atau penggalian hukum dengan melibatkan para ahli di berbagai bidang keilmuan). menyerahkan urusan kepada ahlinya. Bebas dari rasa lapar dan haus Bebas dari rasa tidak nyaman Bebas dari rasa sakit. Karena Islam mengharuskan bertanya kepada ahli dibidang tertentu. Mengenai hak-hak dan kebutuhan satwa. Kajian itu harus diserahkan kepada ahlinya dalam hal ini misalnya dokter hewan atau ahli-ahli zoologi (ahli binatang) lainnya. para ahli satwa telah mengeluarkan panduan dalam pemeliharaan satwa dalam kandang yang disebut lima kebebasan satwa. Apabila keadaan ini gagal dipenuhi maka akan memicu timbulnya penyakit dan penderitaan bagi binatang. Lima unsur kebebasan tersebut adalah: 1. 2. Memberi kenyamanan pada tempat istirahat dan tempat minum hewan. Dan ketika para ahli telah merumuskan secara komprehensip dan tidak bertentangan dengan dalil-dalil syara'. Dalam hal ini adalah penyediaan pakan yang sesuai dengan kebutuhan species tersebut dan adanya keseimbangan gizi. maka rumusan itu harus diterima. 4. 5.5. 9. Apabila keadaan ini gagal dipenuhi maka akan menimbulkan penderitaan dan rasa sakit secara mental yang akan berdampak pada kondisi fisik dan psikologi hewan. atau memperlakukan mereka dengan apa saja yang membuat daging mereka tidak sah untuk dimakan Jenis-jenis kebutuhan satwa memerlukan kajian tersendiri. 3. Dilarang menyembelih anaknya di depan induknya. Manusia harus menempatkan jantan dan betina bersama pada musim kawin. Dilarang membuangnya kemudian menganggapnya sebagai binatang buruan. Bebas dari rasa lapar dan haus dimaksudkan sebagai kemudahan akses akan air minum dan makanan yang dapat mempertahankan kesehatan dan tenaga. Islam Peduli Terhadap Satwa 35 . 6.

luka dan penyakit meliputi upaya pencegahan penyakit atau diagnosa dan penanganan yang cepat. Maka alangkah baiknya jika rumusan semua kebutuhan satwa yang akan dipelihara mengacu kepada pendapat para ahli di bidang kehewanan. Apabila kondisi ini terabaikan maka akan memicu timbulnya penyakit dan ancaman menularnya penyakit baik pada hewan lain maupun manusia.” 36 Islam Peduli Terhadap Satwa . sampai mati kelaparan. Karena kita memang diperintahkan untuk berbuat baik kepada siapapun dan apapun. Kondisi ini dipenuhi melalui penerapan pemeriksaan medis yang reguler. baik berupa asupan makanan yang cukup (baik waktu sehat ataupun sakit). 81 ٨۱ ۱٠ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻹﺳﻼﻣﻲ أ ﻟﺘﻪ ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ( اﻟﺠﺰٍء‬ ،‫ﺎ‬ ‫أﻣﺎ ﻬﻧﻔﻘﺔ اﻟﺤ ﻮان: ﻓ ﺠﺐ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺎﻟﻚ إ ﻌﺎم ﺑ ﺎﺋﻤﭼﻪ ﻟﻮ ﻣﺮﺿﺖ، ﺳﻘ ﺎ‬ ًّ ‫ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ : »ﻋُﺬﺑﺖ اﻣﺮأة ﻓﻲ ﻫﺮة ﺣﺒﺴﺘ ﺎ ﺣﺘﻰ ﻣﺎﺗﺖ ﺟﻮﻋﺎًء، ﻻ‬ (۱) « ‫ﻫﻲ أ ﻌﻤﭼﺘ ﺎ، ﻻ ﻫﻲ أ ﺳﻠﺘ ﺎ ﺗﺄﻛﻞ ﺣﺸﺎ اﻷ‬ Adapun nafaqoh (memenuhi kebutuhan) hewan. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu .( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hal.Bebas dari rasa sakit. Apabila keadaan ini tidak terpenuhi maka akan muncul perilaku abnormal dan berakhir dengan gangguan fisik lainnya. atas orang yang memeliharanya. apakah manusia sanggup menyediakan ruang atau kandang yang bisa memenuhi kebutuhan perilaku alami satwa tersebut? Faktor terakhir adalah bebas dari rasa takut dan tertekan yaitu memberikan kondisi dan perlakuan yang mencegah penderitaan mental. Kelima faktor dari 5 kebebasan satwa tersebut saling berkait dan akan berpengaruh pada semua faktor apabila salah satu tidak terpenuhi atau terganggu. dan tidak pula membiarkannya keluar mencari makanan. fasilitas yang tepat dan adanya teman dari jenis yang sama. Sementara bebas mengekspresikan perilaku normal adalah penyediaan ruang yang cukup. karena berlandaskan hadits “ada seorang perempuan yang akan disiksa (kelak dihari kiamat) lantaran seekor kucing yang ia kurung. ia tidak memberinya asupan makanan. Perilaku alami satwa di alam sangatlah rumit. Vol 10. Contohnya penyakit yang bisa saling menular dari manusia ke binatang dan sebaliknya adalah penyakit hepatitis dan TBC. maka dihukumi wajib. v Rujukan Prof.

. Imam Muslim.. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany).. Islam Peduli Terhadap Satwa 37 . dari Rasulullah saw. seperti untuk menjaga.Al-Jam'u baina Shohihaini. 24 ( ٤٢ ٣ ‫اﻟﺠﻤﭼﻊ ﺑ ﻦ اﻟﺼﺤ ﺤ ﻦ‬ ‫اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ ﻟﻤﭼﺴﻠﻢ ﻋﻦ أﺑﻲ اﻷﺷﻌﺚ اﻟﺼﻨﻌﺎﻬﻧﻲ . wajib memenuhi asupan makannya (dengan cukup). (HR. ia bersabda “Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik atas segala hal. maka menyembelihlah dengan baik. Vol. 6 hal.اﺳﻤﭼﻪ ﺷﺮاﺣ ﻞ ﺑﻦ ة ﻣﻦ ﺻﻨﻌﺎٍء‬ ‫ﻗﺎ ﺛﻨﺘﺎن ﺣﻔﻈﺘ ﻤﭼﺎ ﻋﻦ ﺳﻮ ﷲ }ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫ﻣﺸﻖ ﻋﻦ ﺷﺪا ﺑﻦ أ‬ ‫ﺳﻠﻢ{ﻗﺎ إن ﷲ ﻛﺘﺐ اﻹﺣﺴﺎن ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲٍء ﻓﺈ ا ﻗﺘﻠﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮا اﻟﻘﺘﻠﺔ إ ا‬ ‫ٍء‬ ‫ﺑﺤﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮا اﻟﺬﺑﺢ ﻟ ﺤﺪ أﺣﺪﻛﻢ ﺷﻔﺮﺗﻪ ﻟ ﺮ ﺑ ﺤﺘﻪ ا ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻰ ﻛﺘﺎب‬ ‫اﻟﺼ ﺪ‬ Point yang kedua: riwayat Imam Muslim dari Abi al-Asy'asts al-Shon'ani (nama aslinya Syahil Bin Adah. akan tetapi orang yang memelihara.. dalam Bab “Perburuan”) Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). atau untuk didengar suara (merdu)nya. 15 ۱٥٢ ٦ ‫اﻟﻤﭼﻮﺳﻮﻋﺔ اﻟﻔﻘ ﺔ اﻟﻜﻮ ﺘ ﻪ‬ ‫ﺠﻮز ﺣﺒﺲ ﺣ ﻮان ﻟﻨﻔﻊ ﻛﺤﺮاﺳﺔ ﺳﻤﭼﺎ ﺻﻮ ز ﻨﺔ ﻋﻠﻰ ﺣﺎﺑﺴﻪ إ ﻌﺎﻣﻪ‬ . dan memberikan kebaikan bagi hewan yang disembelih. jika kalian membunuh sesuatu maka bunuhlah dengan baik. ada dua hal yang senantiasa aku jaga. berkata. Damaskus) dari Syaddad Bin Aus. 3. dan hendaklah kau tajamkan pisaumu. untuk hiasan. dari daerah Shon'a. ‫ﻘﻮم ﻣﻘﺎﻣﻪ اﻟﺘﺨﻠ ﺔ ﻟﻠﺤ ﻮاﻬﻧﺎ‬ ‫ﺳﻘ ﻪ ﻟﺤﺮﻣﺔ اﻟﺮ‬ ‫ًء ُ ْء ِ ﱠ َ ُ ُ ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ُ‫َ ﻣﻦَ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﺣﻤﭼﻮﻟَﺔًء َ ﻓَﺮْء ﺷﺎ ﻛﻠُﻮا ﻣﻤﭼﺎ َ زﻗَﻜﻢ ﷲُ َ ﻻَ ﺗَﺘﱠﺒِﻌُﻮا ﺧﻄُﻮا ِ اﻟﺸ ْءﻄَﺎن إِﻬﻧﱠﻪ‬ ِ ُ َ ِ َ ‫ْء‬ َ ُ ‫ْء‬ ِ ‫ُ ْء َ ُ ﱡ ٌء‬ (۱٤٢) ‫ﻟَﻜﻢ ﻋﺪ ﱞ ﻣﺒِ ﻦ‬ ‫ِ ْء ُ َ َ ِ ْء ِ ْء َ ﱠ‬ ‫ﺣﺘﱠﻰ إِ َ ا ﺟﺎٍء أَﻣﺮﻬﻧَﺎ َ ﻓَﺎ َ اﻟﺘﱠﻨﱡﻮ ُ ﻗُ ْءﻠﻨَﺎ اﺣْء ﻤﭼﻞْء ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱟ ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ َ أَﻫﻠَﻚ إِﻻ‬ ُ ‫َ َ ْء‬ َ ِ ‫َ ْء َ َ َ ِ ْء‬ ‫َ َ ََ ﱠ‬ ‫ٌء‬ (٤٠) ‫ﻣﻦ ﺳﺒَﻖ ﻋﻠَ ْءﻪ اﻟﻘَﻮْء ُ َ ﻣﻦ ﻣﻦَ َ ﻣﺎ ﻣﻦَ ﻣﻌﻪُ إِﻻ ﻗَﻠِ ﻞ‬ َ ‫َ ْء‬ Diperbolehkan mengurung hewan jika terdapat manfaat. karena mulianya ruh…. Hal. dan jika kalian menyembelih hewan. Vol.

‫إﻟ ﻪ ﻣﻊ إ ﻌﺎﻣﻪ‬ Diperbolehkan bagi seseorang untuk menggunakan “jasa hewan”. dan sapi untuk ditunggangi. khusus pada satwa yang dilindungi. 14. ‫ﺣﺎﺷ ﺔ ﻗﻠ ﻮﺑﻲ ٨۹۱/٢ / ا إﺣ ﺎٍء اﻟﻜﺘﺐ اﻟﻌﺮﺑ ﺔ‬ ‫ﻟﻪ اﺳﺘﻌﻤﭼﺎﻟ ﺎ ﻟﻮ ﻓﻲ ﻏ ﺮ ﻣﺎ ﻫﻲ ﻟﻪ ﻋﺮﻓﺎ ﻛﻔﺮ ﻟﺤﻤﭼﻞ ﺑﻘﺮ ﻟﺮﻛﻮب . (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany) Vol. Melihat penjelasan di atas maka untuk memelihara satwa dalam kandang itu membutuhkan persyaratan yang sangat banyak. walaupun bukan semestinya (akan tetapi tetap dianggap baik menurut kebiasaannya). seperti kuda untuk dibuat alat pengangkut. karena pada prinsipnya kita harus memenuhi kebutuhan satwa tersebut dan tidak membuat satwa tersebut menjadi menderita. أ اﻟﺘﻔﺮ ﻋﻠ ﻪ . أ ﻬﻧﺤﻮ ﻛﻠﺐ ﻟﻠﺤﺎﺟﺔ‬ . seperti dijadikan penjaga). akan tetapi harus mencukupi makanan (kebutuhan)nya. Status satwa yang bertentangan dengan manusia juga dibahas. atau untuk hiburan.Hasyiyah al-Qolyubi. tidak batin . maka kita wajib taat secara lahir dan batin. ﻓﺮ‬ ‫: ﻟﻪ ﺣﺒﺲ ﺣ ﻮان ﻟﻮ ﻟﺴﻤﭼﺎ ﺻﻮﺗﻪ . Dasar perintah yang mengatur tentang kegunaan satwa mungkin ditujukan untuk orang-orang yang didorong untuk mencari keuntungan dari satwa tanpa kesadaran moral. Namun jika tidak ada maslalah. walaupun hanya untuk mendengarkan “merdu” suaranya. atau memelihara seekor anjing. Namun. maka perlu dipilah. maka kita hanya wajib taat lahir saja. Berikut ini adalah beberapa dari kutipan-kutipan tersebut: 38 Islam Peduli Terhadap Satwa . dalam artian pemerintah telah melarang untuk dipelihara. jika ada maslahah atau kebaikan di dalamnya. Cabang pembahasan: diperbolehkan bagi seseorang untuk menguruh hewan. dengan catatn ada “hajah” kebutuhan (untuk hal tersebut. maka pemeliharaan satwa ini hukumnya menjadi haram. Ketika pemerintah melarang sesuatu yang mubah. Pemeliharaan Satwa Ternak Al-Qur'an dan Hadist memerintahkan pemberian hak asasi kepada satwa secara berulang-ulang mengenai nilai guna dan manfaat dari satwa tersebut. Allah SWT melaknat orang yang menyebabkan penderitaan terhadap satwa apalagi yang menyebabkan kematian terhadap satwa karena kelalaian. 86. Jika kita memang tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan satwa itu maka akan lebih baik jika kita tidak memeliharanya. Hal. karena memang sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan satwa tersebut.

Dan kamu bangga pada keindahan mereka saat kamu menungganginya ketika kamu pulang ke rumah di waktu malam.‫ْء ٌء َ ُ ِ ْء‬ ُ َ َ َ ‫ْء ْء‬ َ‫َ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﺧﻠَﻘَ َﺎ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ِ فٍء َ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ َ ﻣﻨ َﺎ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )٥( َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﺟﻤﭼﺎ ٌء ﺣ ﻦ‬ ‫ُ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ِ َ َ ‫ﺗُﺮ ﺤُﻮنَ َ ﺣ ﻦَ ﺗَﺴﺮﺣُﻮنَ )٦( َ ﺗَﺤْء ﻤﭼﻞ أَﺛﻘَﺎﻟَﻜﻢ إِﻟَﻰ ﺑَﻠَﺪ ﻟَﻢ ﺗَﻜﻮﻬﻧُﻮا ﺑَﺎﻟِﻐ ﻪ إِ ﱠ‬ ُ ‫ٍء ْء‬ ُ ‫ِ ُ ْء‬ ‫ِ ﱢ‬ ‫ِ ِ ﻻ ﺑِﺸﻖ‬ ‫ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ِ ‫ْء َ َ ْء‬ ‫اﻷَﻬﻧﻔُﺲ إِن َ ﺑﱠﻜﻢ ﻟَﺮٍء ف َ ﺣ ﻢ )٧( َ اﻟﺨ ْءﻞ َ اﻟﺒِﻐَﺎ َ َ اﻟﺤﻤﭼ ﺮ ﻟِﺘَﺮْء ﻛﺒُﻮﻫَﺎ َ ز ﻨَﺔًء‬ َ َ ِ َ ‫ْء‬ ‫ْء ْء ِ ﱠ ُ ْء َ ُ ٌء ِ ٌء‬ ِ (٨) َ‫َ َﺨﻠُﻖ ﻣﺎ ﻻ ﺗَﻌﻠَﻤﭼﻮن‬ ُ ‫ْء ُ َ َ ْء‬ “Dan Dia menciptakan satwa ternak untukmu: sehingga kamu bisa mendapatkan pakaian hangat dan keuntungan lainnya. Dan [Dia telah menciptakan untukmu] kuda dan keledai untuk alat transportasi juga sebagai harta simpanan – dan Dia akan menciptakan benda-benda yang kamu tidak mengetahui sebelumnya. Pesan dari ayat di atas diulangi lagi untuk lebih menekankan maknanya: ‫َ ُ َ َ ِ ْء‬ ‫َ إِن ﻟَﻜﻢ ﻓِﻲ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻟَﻌﺒﺮةًء ﻬﻧُﺴﻘِ ﻜﻢ ﻣﻤﭼﺎ ﻓِﻲ ﺑُﻄُﻮﻬﻧِ َﺎ َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ ﻛﺜِ ﺮةٌء َ ﻣﻨ َﺎ‬ ‫ﱠ ُ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ‫ْء ْء َ ِ ِ ْء َ ْء ُ ْء ِ ﱠ‬ ‫ْء‬ ُ‫ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )۱٢( َ ﻋﻠَ ْء َﺎ َ ﻋﻠَﻰ اﻟﻔُ ْءﻠﻚ ﺗُﺤْء ﻤﭼﻠ‬ ُ (٢٢) َ‫ِ َ ﻮن‬ َ َ “Dan tentu saja ada pelajaran yang bisa dipetik dari satwa ternak. seperti halnya sebuah perahu.” (SuratAn Nahl:5-8) ‫َ إِن ﻟَﻜﻢ ﻓِﻲ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻟَﻌﺒﺮةًء ﻬﻧُﺴﻘِ ﻜﻢ ﻣﻤﭼﺎ ﻓِﻲ ﺑُﻄُﻮﻬﻧِﻪ ﻣﻦ ﺑَ ْءﻦ ﻓَﺮْء ث َ َم ﻟَﺒَﻨًءﺎ ﺧَﺎﻟِﺼًءﺎ‬ ‫ﱠ ُ ْء‬ ‫ْء ْء َ ِ ِ ْء َ ْء ُ ْء ِ ﱠ‬ ‫ِ ِ ْء ِ ٍء ٍء‬ ‫َ ًء ﱠ‬ (٦٦) َ‫ﺳﺎﺋِﻐﺎ ﻟِﻠﺸﺎ ِﺑِ ﻦ‬ “Dan tentu saja ada pelajaran yang bisa kamu petik dari binatang ternak: Aku memberikan minuman dari sesuatu [zat] yang terdapat dalam perut mereka –yang berasal dari saluran yang menghubungkan organ dalam dan darah –susu yang lezat bagi mereka yang meminumnya. kamu dapat melakukan perjalanan. dan kamu menggembalakan mereka di pagi hari. Aku memberimu minuman yang keluar dari perut mereka. Dan dari mereka. sehingga dikeluarkan oleh tubuh. Mereka mengangkut bebanmu yang berat ke tempat-tempat yang tidak mungkin kau capai jika kau mengangkatnya sendiri. dan kamu memakan dagingnya. Saat ini para penemu telah meneliti bahwa susu merupakan campuran antara partikel-partikel tersebut dengan darah.” (SuratAl-Mukminun:21. Kamu mendapatkan gizi dari mereka. Yakinlah! Penjagamu adalah segalanya –Yang Maha Pemurah.22) ‫ِ ْء‬ ‫َ ِ ْء‬ ُ ُ ‫َ ُ ْء‬ ‫ﷲُ اﻟﱠﺬي ﺟﻌﻞ ﻟَﻜﻢ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻟِﺘَﺮْء ﻛﺒُﻮا ﻣﻨ َﺎ َ ﻣﻨ َﺎ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )۹٧( َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ َ ﻟِﺘَﺒﻠُﻐﻮا‬ ‫ُ ْء‬ َ َ ‫ﱠ ِ َ َ َ ُ ُ ْء ْء‬ ‫ْء‬ ُ‫ﻋﻠَ ْء َﺎ ﺣﺎﺟﺔًء ﻓِﻲ ﺻﺪ ِﻛﻢ َ ﻋﻠَ ْء َﺎ َ ﻋﻠَﻰ اﻟﻔُ ْءﻠﻚ ﺗُﺤْء ﻤﭼﻠ‬ (٨٠) َ‫ِ َ ﻮن‬ َ َ َ ‫ُ ُ ُ ْء‬ َ َ Islam Peduli Terhadap Satwa 39 .” (SuratAn Nahl:66) Bahasa Arab 'farth' berarti kelenjar sekresi (pengeluaran) yang berisi partikel-partikel yang sudah tidak dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh. dan masih banyak lagi manfaat lain yang bisa kamu peroleh dari mereka.

a. Layaknya perahu.” Hadist ini menegaskan bahwa melukai satwa pada bagian yang sensitif dan menyebabkan cacat adalah dilarang. unta (perahu di padang pasir) ditunjukkan dengan jelas dalam ayat berikut: ‫ُ ْء‬ َ ِ ِ ‫ْء‬ (۱٧) ‫أَﻓَﻼ َﻨﻈُﺮ نَ إِﻟَﻰ اﻹﺑِﻞ ﻛ ْءﻒَ ﺧﻠِﻘَﺖ‬ ُ ‫َ ْء‬ “Tidakkah mereka bercermin pada unta. bagian yang terpotong itu adalah bangkai dan haram untuk dimakan” 40 Islam Peduli Terhadap Satwa .“Adalah Allah yang menyediakan untukmu semua jenis satwa ternak. praktek-praktek tersebut banyak dijumpai di Arab.” (SuratAl-Mukmin:79. sementara satwa-satwa tersebut masih tetap hidup dan bisa digunakan lagi. Saat Rasulullah s.: ‫اﻟﺮاﺑﻊ اﻟﺜﻼﺛﻮن ﻋﻦ ﻬﻧﺎﻋﻢ ﺑﻦ أﺟ ﻞ ﻣﻮﻟﻰ أم ﺳﻠﻤﭼﺔ أﻬﻧﻪ ﺳﻤﭼﻊ اﺑﻦ ﻋﺒﺎ ﻘﻮ أى‬ ‫ﺳﻮ ﷲ }ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ{ﺣﻤﭼﺎ اًء ﻣﻮﺳﻮم اﻟﻮﺟﻪ ﻓﺄﻬﻧﻜﺮ ﻟﻚ ﻗﺎ ﻓﻮﷲ ﻻ‬ ‫أﺳﻤﭼﻪ إﻻ ﻓﻲ أﻗﺼﻰ ﺷﻲٍء ﻣﻦ اﻟﻮﺟﻪ أﻣﺮ ﺑﺤﻤﭼﺎ ﻓﻜﻮي ﻓﻲ ﺟﺎﻋﺮﺗ ﻪ ﻓ ﻮ أ ﻣﻦ‬ ‫ﻛﻮى اﻟﺠﺎﻋﺮﺗ ﻦ‬ “Jābir berkata bahwa Nabi Muhammad s. Pada saat itu. hijrah dari Mekkah ke Madinah pada 622 M. Untuk menghentikan keserakahan ini beliau bersabda: (‫ﻣﺎ ﻗﻄﻊ ﻣﻦ ﺑ ﺔى ﻫﻲ ﺣ ﺔ ﻓﻤﭼﺎ ﻗﻄﻊ ﻣﻨ ﺎ ﻓ ﻮ ﻣ ﺘﺔ ) ا إﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ‬ “Apapun yang dipotong dari satwa saat satwa itu masih hidup. Dan ada banyak lagi kegunaan mereka untuk memenuhi keinginan hatimu. bagaimana mereka diciptakan?” (SuratAl-Ghasyiyah:17) Pada periode sebelum Islam.w.w.w.80) Ketika menyebutkan satu persatu anugerah Allah. Semua kegiatan ini dikutuk dan dihentikan oleh Islam.a. Sahabat Rasul ini juga mengatakan pada saat seekor keledai dengan cap di wajahnya melewati Rasul.a. melarang memukul wajah binatang atau memberikan cap di atas wajah mereka. Berikut sabda Rasulullah s. beliau berkata: 'Allah mengutuk orang yang memberikan cap itu’. masyarakat atheis atau pun penyembah dewa-dewa melakukan ritual penyiksaan dan kekejaman lainnya terhadap satwa. Alasan masyarakat melakukan operasi pembedahan seperti ini untuk mendapatkan punuk dan ekor yang berlemak untuk dimakan. Nabi memerintahkan untuk menghentikan kegiatan tidak manusiawi ini. masyarakat Madinah memiliki kebiasaan memotong punuk unta dan ekor domba yang berlemak. kalian melakukan perjalanan dengan mereka. sehingga kamu bisa menunggangi beberapa di antara mereka dan bisa mendapatkan bahan makanan dari yang lainnya.

mengenai hal ini adalah: ‫ﻗﺎ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ : ﻻ ﺗﺘﺴﺮﻋﻮا ﻓﻰ ﻋﻤﭼﻞ أي ﺷ ﺊ ﻟﺤ ﻮان ﻣﺬﺑﻮ‬ (‫إﻻ ﺑﻌﺪ أن ﺼﺒﺢ ﻛﺎﻟﺤﺠﺮ اﻟﻤﭼ ﺖ ) اﻟﻤﭼﺤﻠﻰ ﻻﺑﻦ ﺣﺎزم‬ “Janganlah tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu terhadap satwa yang sekarat sebelum dia benar-benar mati” ‘Umar bin Khattab berulang kali memerintahkan: “Berikan waktu pada satwa yang disembelih sampat dia benar-benar mati dalam keadaan dingin” Banyak lagi pemuka muslim yang memberikan pendapat hukum (fatwa) untuk memberikan waktu pada satwa yang baru saja disembelih untuk memberi kesempatan pada satwa untuk mengalami rigor mortis (kekakuan otot beberapa saat setelah mati). maka dia memiliki pilihan antara menyimpan atau mengembalikan binatang tersebut” Menimbun susu pada organ susu satwa mungkin pada saat itu dilakukan karena untuk mengawetkan susu lebih lama atau untuk menipu calon pembeli. mengirisiris bagian tubuhnya. malpraktek di Arab pada masa itu yang dihentikan oleh Rasulullah s. siapapun yang membeli binatang yang demikian.Untuk memastikan kita tidak melukai satwa bahkan saat satwa tersebut masih memiliki sedikit sisa nyawa.w.a. Aisyah yang memperlakukan seekor unta dengan sembarangan. menguliti. Rasulullah saw melarang kita menyiksa binatang yang sekarat itu dalam bentuk apapun. Salah satu sabda Rasulullah s. kecuali jika binatang itu betul-betul mati. dalam sabdanya berikut: “Jangan menimbun susu dalam organ susu binatang.a. Tidak hanya secara fisik. Selain itu. keperdulian Rasulullah terhadap emosi binatang juga sangat ditekankan.Aisyah sendiri berkata: “Aku sedang menunggangi seekor unta yang tidak mau diam dan aku mengendalikannya agak kasar. misalnya mematahkan leher. Contohnya Rasulullah pernah memperingatkan istrinya. Rasul bersabda padaku: 'Kamu harus memperlakukan satwa dengan lembut” Rasulullah sendiri pernah diperingatkan oleh Allah karena menelantarkan kuda beliau. seperti yang disebutkan pada Hadist berikut ini: Islam Peduli Terhadap Satwa 41 .w.

Satwa yang halal boleh dikonsumsi dagingnya namun dengan cara-cara yang segera mungkin satwa tersebut mati. juga ekornya. Secara garis besar. Rasul menjawab: 'Tadi malam aku diperingatkan oleh Allah karena menelantarkan kudaku” Hadist berikut ini melarang kita untuk menyebabkan cacat pada tubuh satwa: ‫ﻻ ﺗﻘﺼﻮا ﺷﻌﺮ ﻣﻘﺪﻣﺔ أ اﻟﺤﺼﺎن ﻟﻚ ﻷﻬﻧﻪ ﻓ ﻪ ﻟ ﺎﻗﺔ أ ﺣﺸﻤﭼﺔ اﻟﺤﺼﺎن ﻻ‬ ( ‫ﺷﻌﺮ اﻟﻌﻨﻖ ﻷ، ﺤﻤﭼﻰ اﻟﺤﺼﺎن ﻻ ﻞ ﻻﺣﺼﺎن ﻷﻬﻧﻪ ﻣﻨﺸﺘﻪ ) ا أﺑﻮ ا‬ “Rasulullah s.w. ayat 3. juga rambut pada punggungnya karena rambut itu berfungsi untuk melindungi kuda tersebut. para ulama Madzhab berbeda dalam mendefinisikan makna “al-Dzibhu”. secara bahasa berarti pemotongan.‫اﻟﺴ ﺪة ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺿﻲ ﷲ ﻋﻨ ﺎ أﻬﻧ ﺎ ﻛﺒﺖ ﺑﻌ ﺮا ﻓﻜﺎﻬﻧﺖ ﻓ ﻪ ﺻﻌﻮﺑﺔ ﻓﺠﻌﻠﺖ‬ ‫ﻓﻘﺪ‬ ‫ﺗﺮ ﻓﻘﺎ ﻟ ﺎ ﺳﻮ ﷲ : ﻋﻠ ﻚ ﺑﺎﻟﺮﻓﻖ ﻓﺈن اﻟﺮﻓﻖ ﻻ ﻜﻮن ﻓﻰ ﺷﻲٍء إﻻ زاﻬﻧﻪ ﻻ‬ (‫ﻨﺰ ﻣﻦ ﺷ ﺊ إﻻ ﺷﺎﻬﻧﻪ ) ا ﻣﺴﻠﻢ‬ “Nabi Muhammad s. Istilah Al-dzibhu dalam bahasa Arab. karena cara penyembelihan yang salah akan membuat satwa halal tersebut menjadi haram hukumnya untuk dikonsumsi. Ini menunjukan Islam sangat peduli terhadap kesejahteraan satwa. namun secara garis besar berarti. penyembelihan secara syara' dilakukan terhadap hewan darat yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. penyembelihan binatang yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. atau penyembelihan binatang. karena kehormatan kuda terletak pada rambut poninya.a. pernah terlihat mengusap muka kuda dengan jubahnya. : ،‫ﺣﺮﻣﺖ ﻋﻠ ﻜﻢ اﻟﻤﭼ ﺘﺔ اﻟﺪم ﻟﺤﻤﭼﺎﻟﺨﻨﺰ ﺮ، ﻣﺎ أﻫﻞ ﻟﻐ ﺮ ﷲ ﺑﻪ، اﻟﻤﭼﻨﺨﻨﻘﺔ‬ ‫اﻟﻤﭼﻮﻗﻮ ة، اﻟﻤﭼﺘﺮ ﺔ، اﻟﻨﻄ ﺤﺔ، ﻣﺎ أﻛﻞ اﻟﺴﺒﻊ، إﻻ ﻣﺎ ﻛ ﺘﻢ‬ 42 Islam Peduli Terhadap Satwa . Ketika ditanya mengapa beliau melakukan hal itu.a.w. Hal ini sesuai dengan firmanAllah SWT dalam surahAl-Maidah. karena ekornya berfungsi untuk keseimbangan” Panyembelihan Satwa Ternak Islam memperbolehkan umatnya mengkonsumsi satwa (ternak). namun yang perlu digarisbawahi adalah Islam mengajarkan untuk menyembelih satwa secara baik (kasih sayang) dengan sedikit mungkin rasa sakit pada satwa tersebut. bersabda: 'Janganlah memangkas poni kuda. Sehingga penyembelihan yang tidak sesuai dengan syara' maka hewan yang disembelih secara otomatis tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi.

‫ْء ْء‬ " ‫إِ َ ا ﻗَﺘ ْءَﻠﺘُﻢ ﻓَﺄَﺣْء ﺴﻨُﻮا اﻟﻘِﺘﻠَﺔ ، َ إِ َ ا َ ﺑَﺤْء ﺘُﻢ ﻓَﺄَﺣْء ﺴﻨُﻮا اﻟﺬﺑﺤﺔ‬ َ ‫ﱢ ْء‬ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ِ ِ " ‫، َ ْءﻟ ُﺤﺪ أَﺣﺪﻛﻢ ﺷﻔﺮﺗﻪ ، َ ْءﻟ ُﺮ ْء َ ﺑِ ﺤﺘﻪ‬ َ َ ‫ِ ﱠ َ ُ ْء َ ْء‬ ِ Jika kau harus membunuh suatu makhluk hidup.w.a.“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai. yang jatuh. dan diterkam binatang buas. Perhatikan beberapa hadist berikut ini: “Rasulullah bersabda: 'Segala puji bagi Allah yang telah menakdirkan kebaikan terhadap segala sesuatu [dan memerintahkan agar segala sesuatu diperlakukan dengan baik]. darah.a. yang ditanduk. pernah berkata kepada seorang laik-laki yang yang sedang mengasah pisau di hadapan binatang yang akan disembelih: ‫أﺗﺮ ﺪ ﺑﺢ ﺑ ﺤﺘﻚ ﻣﺮﺗ ﻦ ﻣﺮة ﺑﺤﺪ اﻟﺘﻚ أﻣﺎﻣﻪ ﻣﺮة أﺧﺮى ﺑﻘﻄﻊ ﻗﺒﺘﻪ‬ ‘Apakah kamu bermaksud membunuh binatang ini dua kali? pertama dengan mengasah pisaumu di hadapannya dan yang kedua dengan memotong tenggorokannya” Ini adalah bukti bahwa Islam begitu memperhatikan aspek kesejahteraan terhadap binatang. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya” Islam mengatur pemanfaatan terhadap segala sesuatu termasuk tata cara penyembelihan binatang untuk dikonsumsi. Tidak ada celah sedikitpun bagi umat Islam untuk menyakiti binatang meskipun pada akhirnya binatang itu akan dimakan. daging babi. yang tercekik. melarang kita untuk membuat satwa (ternak) atau binatang lainnya (burung) tidak segera dimatikan saat disembelih” Nabi Muhammad s. Islam Peduli Terhadap Satwa 43 . dan saat kau menyembelih seekor binatang. (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah. lakukan dengan cara yang terbaik. kamu harus [menggunakan metode yang terbaik] mengasah pisaumu sampai tajam sehingga binatang tersebut merasakan sesedikit mungkin rasa sakit” ‫ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ ﺑﻦ ﺣﻤﭼ ﺪ أﺧﺒﺮﻬﻧﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑﻦ ﺑﻜﺮ أﺧﺒﺮﻬﻧﺎ اﺑﻦ ﺟﺮ ﺢ ﺣﺪﺛﻨﻰ ﻫﺮ ن ﺑﻦ‬ ‫ﻋﺒﺪ ﷲ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺣﺠﺎ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﻗﺎ ﻗﺎ أﺑﻦ ﺟﺮ ﺢ أﺧﺒﺮﻬﻧﻰ أﺑﻮ اﻟﺰﺑ ﺮ أﻬﻧﻪ ﺳﻤﭼﻊ‬ ‫ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﷲ ﻘﻮ ﻬﻧ ﻲ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ان ﻘﺘﻞ ﺷ ﺊ ﻣﻦ‬ ( ‫ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻰ ﻛﺘﺎب اﻷﺿﺎﺣﻰ‬ ) ‫اﻟﺪ اب ﺻﺒﺮا‬ “Rasulullah s.w. yang terpukul.

“Nabi melarang kita untuk menyembelih semua binatang pada saat mereka sedang terikat atau terkurung” 'Umar pernah melihat seorang laki-laki yang menolak untuk memberi minum seekor domba saat domba tersebut akan disembelih. beri domba ini minum dengan baik saat dia menghadapi kematiannya wahai penjahat!” Dikisahkan bahwa 'Umar pernah melihat seorang laki-laki yang mengasah pisaunya untuk menyembelih seekor domba sambil menginjak muka domba itu. berakal. dan berniat untuk menyembelih. sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. karena barang siapa yang sengaja tidak menyebut nama Allah pada waktu menyembelih binatang. Penyembelih maupun hewan yang disembelih menghadap arah kiblat. 6. Umar mencambuk orang itu dan berkata: 'Pergi.Allah SWT berfirman: “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Peyembelihan hewan dilakukan siang hari. Sementara itu. domba tersebut berlari meninggalkan mereka. Umar mencambuk orang tersebut hingga dia tersungkur di kaki Umar.” (QSAl-An'aam: 118). “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebutkan nama Allah ketika menyembelihnya. ada beberapa syarat bagi seorang penyembelih. 44 Islam Peduli Terhadap Satwa . Menyebut namaAllah Adapun menyebut nama Allah ketika menyembelih binatang adalah syarat halalnya binatang sembelihan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu.” (QSAl-An'aam: 121). 4. Penyembelih. dan jika kamu menuruti mereka. antara lain: Islam. 3. baligh. maka binatang tersebut tidak halal. yang diajarkan di dalam Islam adalah sebagai berikut: 1. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. 5. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah tata cara penyembelihan. Mengasah alat penyembelihan sebelum proses penyembelihan tidak di depan hewan yang akan disembelih (hal ini dilakukan guna memperkecil rasa sakit yang diperoleh oleh binatang). 2. Senang-senangkan dulu binatang sebelum disembelih dengan diberi makan minum secukupnya.

Berlaku lembut kepada hewan dengan tidak melemparkan seenaknya ke tanah. Jangan dikuliti dulu sampai dingin badannya. Tidak menyembelih di hadapan binatang lain Imam Ali berkata: “Jangan menyembelih domba di hadapan domba lainnya. 9. 8. Memotong semua urat-urat leher dan mempercepat proses penyembelihan. Islam Peduli Terhadap Satwa 45 . Jangan pula disembelih binatang yang menyusui sebab kasihan anaknya Betapa lengkapnya aturan-aturan dalam agama Islam itu. 11. sampai menyembelih binatangpun telah diberi tuntunan secukupnya.7. atau menyembelih satwa lain di hadapan satwa lainnya” 10.

biasanya satwa tersebut akan diterlantarkan atau bila perlu dibunuh. contohnya hewan tersebut diberi makan nasi. buah-buahan dan serangga. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. (6) dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya. Allah berfirman: ‫ْء ٌء َ ُ ِ ْء‬ ُ َ َ َ ‫ْء ْء‬ َ‫َ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﺧﻠَﻘَ َﺎ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ِ فٍء َ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ َ ﻣﻨ َﺎ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )٥( َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﺟﻤﭼﺎ ٌء ﺣ ﻦ‬ ‫ُ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ِ َ َ ‫ﺗُﺮ ﺤُﻮنَ َ ﺣ ﻦَ ﺗَﺴﺮﺣُﻮنَ )٦( َ ﺗَﺤْء ﻤﭼﻞ أَﺛﻘَﺎﻟَﻜﻢ إِﻟَﻰ ﺑَﻠَﺪ ﻟَﻢ ﺗَﻜﻮﻬﻧُﻮا ﺑَﺎﻟِﻐ ﻪ إِ ﱠ‬ ُ ‫ٍء ْء‬ ُ ‫ِ ُ ْء‬ ‫ِ ﱢ‬ ‫ِ ِ ﻻ ﺑِﺸﻖ‬ ‫ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ِ ‫ْء َ َ ْء‬ ‫اﻷَﻬﻧﻔُﺲ إِن َ ﺑﱠﻜﻢ ﻟَﺮٍء ف َ ﺣ ﻢ )٧( َ اﻟﺨ ْءﻞ َ اﻟﺒِﻐَﺎ َ َ اﻟﺤﻤﭼ ﺮ ﻟِﺘَﺮْء ﻛﺒُﻮﻫَﺎ َ ز ﻨَﺔًء‬ َ َ ِ َ ‫ْء‬ ‫ْء ْء ِ ﱠ ُ ْء َ ُ ٌء ِ ٌء‬ ِ ‫ﱠ‬ ‫ُ ﱠ ِ ِ ْء َ ٌء‬ ‫َ َﺨﻠُﻖ ﻣﺎ ﻻ ﺗَﻌﻠَﻤﭼﻮنَ )٨( َ ﻋﻠَﻰ ﷲِ ﻗَﺼْء ﺪ اﻟﺴﺒِ ﻞ َ ﻣﻨ َﺎ ﺟﺎﺋِﺮ َ ﻟَﻮْء ﺷﺎٍء ﻟَ َﺪَاﻛﻢ‬ َ ‫ُ ْء‬ ُ ‫ْء ُ َ َ ْء‬ َ َ ‫أَﺟْء ﻤﭼﻌ ﻦَ )۹( َ ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﺳﺨﺮ اﻟﺒَﺤْء ﺮ ﻟِﺘَﺄْءﻛﻠُﻮا ﻣﻨﻪُ ﻟَﺤْء ﻤﭼﺎ َﺮ ًًّءﺎ َ ﺗَﺴﺘَﺨﺮﺟُﻮا ﻣﻨﻪُ ﺣ ْءﻠ َﺔًء‬ ‫ِ ْء‬ ‫ْء ْء‬ ‫َ ِ َ ﱠ َ ْء َ ُ ِ ْء‬ ِ َِ ‫ًء‬ ِ ِ ‫َ ْء َ َ َ ِ َ ِ ْء ُ ِ ْء‬ ُ ُ ‫ِ َ ُ ْء ْء‬ َ‫ﺗ ْءَﻠﺒَﺴُﻮﻬﻧَ َﺎ َ ﺗَﺮى اﻟﻔُ ْءﻠﻚ ﻣﻮاﺧﺮ ﻓِ ﻪ َ ﻟِﺘَﺒﺘَﻐﻮا ﻣﻦ ﻓَﻀْء ﻠِﻪ َ ﻟَﻌﻠﱠﻜﻢ ﺗَﺸﻜﺮ ن‬ “(5) dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu. tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar)” 46 Islam Peduli Terhadap Satwa . sambal bahkan sampai diajari merokok. Dalam Al-Quran. ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. soto. adapula satwa yang dijadikan sebagai pekerja sirkus selama bertahuntahun hingga ajalnya. Satwa tersebut dipaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan karakter alamiahnya. Dalam kenyataanya untuk menjadikan satwa itu hewan sirkus. padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat. Misalnya orang utan memakan daun. Selain itu. (9) dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus. agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Jikalau Dia menghendaki. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. sehingga dalam pelatihannya sering digunakan cara kekerasan bahkan dalam pertunjukannya satwa tersebut sering terluka bahkan mati. Namun ironisnya ketika orang utan itu dipelihara oleh manusia banyak kasus yang membuktikan bahwa kehidupannya telah keluar dari ketentuan alamiahnya. para pelatih sering menggunakan cara yang menyakiti satwa tersebut baik secara fisik atau mentalnya. dan sebahagiannya kamu makan. Adapun jika satwa tersebut sudah tidak produktif lagi (tua/lemah). Sebagian besar (90%) satwa yang dipelihara manusia seringkali tidak mendapatkan makanan dan perilaku yang sesuai dengan kebutuhan dan tabiat alami satwa itu sendiri. (7) dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya. sate. (8) dan (dia telah menciptakan) kuda. dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Hidupnya bergelantungan dengan bebas dari satu pohon ke pohon yang lain dengan bebas.D. bagal (peranakan Kuda dengan keledai) dan keledai. Pemanfaatan Satwa untuk Sirkus (Pertunjukan Satwa) Satwa mempunyai kebutuhan makan yang berbeda.

Tidak merubah karakter alamiahnya b. Pelatihan gajah dilakukan setiap hari selama 48-50 jam seminggu. singa dan leopard biasanya juga dilakukan sejak kecil agar pelatih dapat membentuk perilaku sesuai dengan yang Islam Peduli Terhadap Satwa 47 . Sementara fakta yang ada satwa sirkus itu biasanya dilatih dengan cara-cara menyakiti binatang. anus. Alat ini digunakan untuk memaksa anak gajah mengikuti perintah pelatih. Misalnya. pada belalai agar gajah mau menaikkan belalainya pada saat peragaan berdiri dengan kaki depan terangkat keatas. Dalam pertunjukannya tidak boleh ada unsur menyakiti hewan. seperti contoh di bawah ini: l Pelatihan Gajah Melatih gajah biasanya dilakukan sejak kecil. Dalam pelatihan sirkusnya tidak boleh ada unsur menyakiti hewan yang dilatih c. dengan memukul atau menusuk pada bagian tubuh tertentu sesuai dengan peragaan yang diinginkan pelatih. Dan sebagai catatan penting. ayat itu mengindikasikan pemahaman bahwa. anak gajah dirantai pada kedua atau salah satu kaki depan demikian pula kaki belakang di dalam kandang terpisah dari induk dan dibiarkan sendirian. l Pelatihan Harimau Pelatihan jenis kucing besar seperti harimau.Secara tersurat. namun tetap pada koridor-koridor yang semestinya. bahkan kadang-kadang kondisi ini dibiarkan beberapa jam agar gajah terbiasa dengan gerakan tersebut. belalai dan mulut. Penyetruman dengan elektrik dilakukan di beberapa selaput lendir atau bagian tubuh yang sensitif seperti telinga. Selain alat gancho. Dengan demikian jika dalam sirkus satwa itu terdapat unsur menyakiti binatang maka sirkus satwa tersebut itu menjadi haram hukumnya. binatang atau satwa yang ada dibumi diciptakan agar dapat dimanfaatkan oleh manusia. juga digunakan tongkat elektrik untuk menghukum gajah apabila tidak menuruti perintah pelatih. Bila pelatih menginginkan gajah memperagakan gerak bersujud atau merebahkan diri maka keempat kaki ditarik dengan tali. Alat yang digunakan untuk melatih adalah gancho (bentuk seperti palu dengan paku/kait pada ujungnya). namun dengan syarat: a. Pada saat selesai pelatihan. Dan pada dasarnya hukum asal sirkus satwa itu diperbolehkan. yang berhak menentukan apakah terjadi perubahan karakter alamiah dan batasan “menyakiti” satwa adalah para ahli (ahli binatang). Selain alat tersebut dilakukan juga pemaksaan gerak dengan menggunakan tali yang diikat pada masing-masing keempat kaki.

Kondisi ini memicu terjadinya gangguan fisiologi seperti gastritis dan serangan jantung yang berakhir dengan kematian. menurunkan aktifitas hormonal dan meningkatkan tekanan darah.diinginkan pelatih. Apabila hewan tidak mau melakukan pertunjukan yang diperintahkan maka dia akan dikurung tersendiri . sehingga beruang akan mengikuti perintah untuk menghindarkan rasa sakit akibat tali yang ditancapkan di dalam hidung. Metode ini disebut “penyiksaan psikis”. Pelatihan lumba-lumba biasanya dengan menggunakan pancingan makanan berupa ikan mati. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan aktif bergerak di dalam lautan dan hanya sekitar 20% muncul di permukaan. Sebelumnya lumba-lumba dikondisikan dalam keadaan lapar sehingga hewan akan mengikuti tangan pelatih yang memegang ikan meskipun untuk itu lumba-lumba harus melewati rintangan-rintangan. bahkan disaat istirahatpun lumba-lumba tidak berhenti bergerak. frustasi dan penyimpangan sistem sensor lumba-lumba. Biasanya sebagian besar hidup satwa setelah mengadakan pertunjukan adalah di dalam kandang kecil yang kemudian akan berfungsi sebagai kandang angkut untuk dipindahkan ke kota lain pada saat mengadakan pertunjukan di tempat lain l Pelatihan Beruang Sebagaimana halnya dengan gajah. kebosanan. Sebelumnya beruang dikondisikan dalam keadaan lapar. sehingga apabila beruang tersebut melakukan perintah pelatih makan beruang itu akan diberikan makanan sedikit sebagai hadiah. Kondisi stress pada lumba-lumba dapat mengakibatkan meningkatnya aktifitas adenocortical. l Pertunjukan Lumba-Lumba Lumba-Lumba adalah mamalia yang hidup di air dan terbiasa bergerak mengarungi lautan sejauh 40 mil per hari. 48 Islam Peduli Terhadap Satwa . diasingkan dan dibiarkan lapar. pelatihan beruang dimulai sejak anakan sehingga akan memudahkan mencetak memori dalam pikiran beruang terhadap perintah pelatih. untuk mencari ikan dan bermain di dalam kelompoknya. Melalui tali ini maka beruang dapat dikendalikan dengan menarik tali apabila pelatih memerintahkan gerakan-gerakan tertentu. Kondisi seperti ini akan menyebabkan stress. Dalam pelatihan beruang yang biasanya dilakukan adalah memasang tali pada tulang rawan di dalam hidung tanpa menggunakan bius lokal untuk menghilangkan rasa sakit. Bisa dibayangkan apabila lumba-lumba hidup di dalam aquarium dengan luas terbatas adalah suatu bentuk penyiksaan yang tidak menyenangkan bagi satwa tersebut. Pelatihan pada jenis kucing besar biasanya digunakan alat cambuk dan tongkat panjang untuk memukul.

jika jumlah unta mereka‬‬ ‫. dan Sayhru Ibnu Husyab. اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ : ي ﻋﻦ أﻬﻧﺲ ﺷ ﺮ ﺑﻦ ﺣﻮﺷﺐ ﻋﻜﺮﻣﺔ أﺑﻲ ﺻﺎﻟﺢ أن‬ ‫ﻣﻌﻨﻰ ﺗﻐ ﺮ ﺧﻠﻖ ﷲ ﻫﺎﻫﻨﺎ ﻫﻮ اﻻﺧﺼﺎٍء ﻗﻄﻊ اﻵ ان ﻓﻖٍء اﻟﻌ ﻮن ، ﻟ ﺬا‬ ‫ﻛﺎن أﻬﻧﺲ ﻜﺮ إﺧﺼﺎٍء اﻟﻐﻨﻢ ، ﻛﺎﻬﻧﺖ اﻟﻌﺮب إ ا ﺑﻠﻐﺖ إﺑﻞ أﺣﺪﻫﻢ أﻟﻔﺎ ًء‬ ‫ﻋﻮ ا ﻋ ﻦ ﻓﺤﻠ ﺎ . kemudian (tiba-tiba) sapi tersebut‬‬ ‫‪berkata “Aku tidak diciptakan untuk dikendarai (ditunggangi) melainkan untuk‬‬ ‫”)‪membajak (sawah‬‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ ‫94‬ . bersabda “Suatu‬‬ ‫‪ketika. sedangkan kebiasaan orang arab. sahabat anas tidak menyukai mengebiri‬‬ ‫‪kambing (hewan ternak). 'Ikrimah‬‬ ‫‪dan Abi Sholih. ada seorang yang menunggangi sapi. adalah pengebirian hewan. oleh karena itu. اﻟﻮﺟﻪ اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ : ﻓﻲ ﺗﻘﺮ ﺮ ﻫﺬا اﻟﻘﻮ : أن اﻟﻤﭼﺮا ﻣﻦ ﺗﻐ ﺮ ﻦ ﷲ ﻫﻮ‬ ‫ﺗﺒﺪ ﻞ اﻟﺤﻼ ﺣﺮاﻣﺎ ًء أ اﻟﺤﺮام . Rasulullah saw.‫‪v Rujukan‬‬ ‫683 ‪Ar-Razy juz 5 halaman‬‬ ‫ﻛﻞ ﻣﻮﻟﻮ ﻮﻟﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﻄﺮة « ﻟﻜﻦ أﺑﻮا ﻮ اﻬﻧﻪ ﻨﺼﺮاﻬﻧﻪ ﻤﭼﺠﺴﺎﻬﻧﻪ «‬ ‫. memotong kupingnya atau‬‬ ‫‪mencukil matanya. mereka bependapat bahwa yang dimaksud dengan merubah‬‬ ‫‪penciptaanAllah SWT disini.اﻟﻘﻮ اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ : ﺣﻤﭼﻞ ﻫﺬا اﻟﺘﻐ ﺮ ﻋﻠﻰ ﺗﻐ ﺮ‬ ‫أﺣﻮا ﻛﻠ ﺎ ﺗﺘﻌﻠﻖ ﺑﺎﻟﻈﺎﻫﺮ ، ﻛﺮ ا ﻓ ﻪ ﺟﻮﻫﺎ ًء اﻷ : ﻗﺎ اﻟﺤﺴﻦ :‬ ‫اﻟﻤﭼﺮا ﻣﺎ ى ﻋﺒﺪﷲ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ : » ﻟﻌﻦ‬ ‫ﻟﻚ ﻷن اﻟﻤﭼﺮأة ﺗﺘﻮﺻﻞ ﺑ ﺬ اﻷﻓﻌﺎ إﻟﻰ‬ ‫ﷲ اﻟﻮاﺻﻼ اﻟﻮاﺷﻤﭼﺎ « ﻗﺎ‬ ‫اﻟﺰﻬﻧﺎ .‪telah mencapai seribu ekor. mereka mencukil mata unta yang jantan‬‬ ‫52 ‪Majmu' vol 15 halaman‬‬ ‫ﻗﺎ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ " ﺑ ﻨﻤﭼﺎ ﺟﻞ ﺴﻮ ﺑﻘﺮة أ ا أن ﺮﻛﺒ ﺎ ﻓﻘﺎﻟﺖ‬ ‫" إﻬﻧﻲ ﻟﻢ أﺧﻠﻖ ﻟ ﺬا. إﻬﻧﻤﭼﺎ ﺧﻠﻘﺖ ﻟﻠﺤﺮث" ا اﻟﺸ ﺨﺎن‬ ‫‪Dalam riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim. اﻟﺜﺎﻟﺚ : ﻗﺎ اﺑﻦ ز ﺪ ﻫﻮ اﻟﺘﺨﻨﺚ ، أﻗﻮ : ﺠﺐ إ ﺧﺎ‬ ‫اﻟﺴﺤﺎﻗﺎ ﻓﻲ ﻫﺬ اﻵ ﺔ ﻋﻠﻰ ﻫﺬا اﻟﻘﻮ ، ﻷن اﻟﺘﺨﻨﺚ ﻋﺒﺎ ة ﻋﻦ ﻛﺮ ﺸﺒﻪ‬ ‫اﻷﻬﻧﺜﻰ ، اﻟﺴﺤﻖ ﻋﺒﺎ ة ﻋﻦ أﻬﻧﺜﻰ ﺗﺸﺒﻪ اﻟﺬﻛﺮ اﻟﺮاﺑﻊ : ﺣﻜﻰ اﻟﺰﺟﺎ ﻋﻦ‬ ‫ﺑﻌﻀ ﻢ أن ﷲ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺧﻠﻖ اﻷﻬﻧﻌﺎم ﻟ ﺮﻛﺒﻮﻫﺎ ﺄﻛﻠﻮﻫﺎ ﻓﺤﺮﻣﻮﻫﺎ ﻋﻠﻰ أﻬﻧﻔﺴ ﻢ‬ ‫ﻛﺎﻟﺒﺤﺎﺋﺮ اﻟﺴﻮاﺋﺐ اﻟﻮﺻﺎﺋﻞ ، ﺧﻠﻖ اﻟﺸﻤﭼﺲ اﻟﻘﻤﭼﺮ اﻟﻨﺠﻮم ﻣﺴﺨﺮة‬ ‫ﻟﻠﻨﺎ ﻨﺘﻔﻌﻮن ﺑ ﺎ ﻓﻌﺒﺪﻫﺎ اﻟﻤﭼﺸﺮﻛﻮن ، ﻓﻐ ﺮ ا ﺧﻠﻖ ﷲ ، ﻫﺬا ﺟﻤﭼﻠﺔ ﻛﻼم‬ ‫اﻟﻤﭼﻔﺴﺮ ﻦ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺒﺎب ﺨﻄﺮ ﺑﺒﺎﻟﻲ ﻫ ﻨﺎ ﺟﻪ ﺧﺮ ﻓﻲ ﺗﺨﺮ ﺞ اﻵ ﺔ ﻋﻠﻰ‬ ‫ﺳﺒ ﻞ اﻟﻤﭼﻌﻨﻰ ،‬ ‫‪Yang kedua: diriwayatkan dari sahabat Anas ra.

‫‪Hasyiyah al-Bujairomi 'Ala al-Khothib (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar‬‬ ‫19 . Hlm‬‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﻋﻠَﻰ م .‬ ‫اﻟﺪﻬﻧِ ﺌَﺔُ ﻣﻤﭼﺎ ﺗَﺨﺮم اﻟﻤﭼﺮ ٍءةَ .‪al-Tsani).‪mengadu antar hewan domba. atau sabung ayam‬‬ ‫042 ‪Ibnu Majah juz 7 halaman‬‬ ‫ِ ِ ﱠ‬ ‫ُ ْء َ ﱠ‬ ‫ِ ْء َ ِ ْء ُ‬ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﻮﺳﻰ ﺑْءﻦُ ﻋﻘﺒَﺔَ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ إِﺳﺤﺎ ُ ﺑْءﻦُ َﺤْء َﻰ ﺑْءﻦ اﻟﻮﻟِ ﺪ ﻋَﻦ ﻋﺒَﺎ َ ةَ ﺑْءﻦ اﻟﺼﱠﺎﻣﺖ أَن‬ ‫ْء َ‬ ‫َﱠ ُ َ‬ ‫ِ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ْء‬ ‫َ ﺳُﻮ َ ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. juga diharamkan‬‬ ‫.ﻗَﻀﻰ أَن » ﻻَ ﺿﺮ َ َ ﻻَ ﺿﺮا‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫‪Diriwayatkan dari Ubadah Bin Shomit. َ ﻛﺬا َﺤﻞﱡ اﻟﻠﱠﻌﺐُ ﺑِﺎﻟﺨَﺎﺗَﻢ َ ﺑِﺎﻟﺤﻤﭼﺎم ﺣ ْءﺚ ﻻ ﻣﺎ َ ا ﻫـ . Selain itu. sesungguhnya Rasulullah bersabda‬‬ ‫”‪“Dilarang berbuat sesuatu yang berbahaya. َ ﻛﻞﱡ ﺣﺮام‬ ‫َﺒﻞ اﻟﺒَﺎز ، َ ﻣﺜﻠُﻪُ َﺒﻠَﺔُ اﻟﻤﭼﺴﺤﱢﺮ ﻓَ ُﻤﭼﺎ ﺟﺎﺋِﺰَان ﻛﻤﭼﺎ ﻓِﻲ‬ ‫َ‬ ‫ْء ْء ُ َ ِ َ َ‬ ‫ُ َ َ ٍء‬ ‫ِ ََ‬ ‫ْء َ ْء ِ‬ ‫ﺣﺮم اﻟﺘﱠﻔَﺮﱡ ُ ﻋﻠَ ْءﻪ ﻷَﻬﻧﱠﻪُ إﻋَﺎﻬﻧَﺔٌء ﻋﻠَﻰ ﻣﻌْءﺼ َﺔ ، َ َﺤْء ﺮم ﻋُﻮ ٌء َ ﺻﻨﺞ ﺑِﻔَﺘﺢ أَ‬ ‫َ ْء ٌء ْء ِ ﱠ ﻟِﻪ َ ُﺴﻤﭼﻰ‬ ‫َ َ ِ ٍء‬ ‫ِ َﱠ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ُُ‬ ‫َ َُ‬ ‫َ ِ ْء ُ ْء‬ ‫َ ْء ْء َ َ‬ ‫ﱠ‬ ‫اﻟﺼﻔَﺎﻗَﺘَ ْءﻦ ، َ ﻫُﻤﭼﺎ ﻣﻦ ﺻﻔﺮ أَيْء ﻬﻧُﺤﺎ ٍء ﺗُﻀْء ﺮبُ إﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ﺑِﺎﻷُﺧﺮى ﻛﺎﻟﻨﱡﺤﺎﺳﺘَ ْءﻦ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ٍء‬ ‫ْء‬ ‫اﻟﻠﱠﺘَ ْءﻦ ُﻀْء ﺮبُ إﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ﻋﻠَﻰ اﻷُﺧﺮى ، َﻮْء م ﺧﺮ ِ اﻟﻤﭼﺤْء ﻤﭼﻞ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮ ِ ، َ ﻫُﻮ اﻟﱠ‬ ‫ْء ْء‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ﺬي‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﺗَﺴﺘَﻌﻤﭼﻠُﻪُ اﻟﻔُﻘَﺮاٍء اﻟﻤﭼﺴﻤﭼﻰ ﺑِﺎﻟﻜﺎﺳﺎ ِ َ ﻣﺜﻠُ َﺎ ﻗِﻄﻌﺘَﺎن ﻣﻦ ﺻ ﻨِﻲ ﺗُﻀْء ﺮبُ إﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ﻋﻠَﻰ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْء َ َ‬ ‫ْء ْء ِ ْء َ ُ ْء ُ َ ﱠ‬ ‫ْء َ ِ ِ ْء ِ ﱟ‬ ‫اﻷُﺧﺮى َ ﻣﺜﻠُ ُﻤﭼﺎ ﺧﺸﺒَﺘَﺎن ُﻀْء ﺮبُ ﺑِﺈِﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ، َ اﻟﺘﱠﺼْء ﻔِ ﻖ ﻣﻜﺮ ٌء ﻛﺮاﻫَﺔَ ﺗَﻨﺰ َﺔ ﻛﻤﭼﺎ‬ ‫ُ َ ْء ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْء ْء َ‬ ‫ْء ِ ٍء َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْء َ َ َ ِ‬ ‫ْء‬ ‫َ ْء ُ ْء َ َ َ ﱡ ٌء ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫. baik pada dirinya atau pada orang lain‬‬ ‫ْء ُ َ ِ َ ﱠ‬ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻋﺒﺪ َ ﺑﱢﻪ ﺑْءﻦُ ﺧَﺎﻟِﺪ اﻟﻨﱡﻤﭼ ْءﺮىﱡ أَﺑُﻮ اﻟﻤﭼﻐﻠﱢﺲ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻓُﻀ ْءﻞ ﺑْءﻦُ ﺳﻠَ ْءﻤﭼﺎنَ . dan sebagainya.ﻣﻊ ﻗَﻮْء ﻟِ ِﻢ إﻬﻧﱠ َﺎ ﻣﻦ ﻓُﺮ‬ ‫ِ ْء ُ‬ ‫ِ ﱠ ْء ِ ُ ْء ُ ُ‬ ‫ْء‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ِ‬ ‫‪Dan diharamkan memaksa kera untuk berjoget.ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ : ) َ إِﻛﺜَﺎ ُ َ ﻗﺺ ( أَيْء ﻣﺎ ﻟَﻢ َﻜﻦ ﻣﻌﻪُ ﺗَﻜﺴﺮ َ إِﻻ ﻓَ َﺤْء ﺮم َ ﺳﻮاٍء ﻛَ‬ ‫ﻓِﻲ‬ ‫ُ ُ َ َ ٌء ﺎنَ‬ ‫ٍء‬ ‫ﱠ ْء‬ ‫ِ ْء َ‬ ‫َ ُ‬ ‫اﻟﺮﻗﺺُ ﻣﻦ َ ﻛﺮ أَ ْء اﻣﺮأَة ، َ َﺤْء ﺮم ﺗَﺮْء ﻗِ ﺺُ اﻟﻘُﺮ ِ َ اﻟﺘﱠﻔَﺮﱡ ُ ﻋﻠَ ْء ِﻢ أَ ْءﻀًءﺎ َ َ ْءﻠﺤﻖ‬ ‫ْء ُ‬ ‫ْء َ ٍء‬ ‫َ ْء‬ ‫ُُ‬ ‫ٍء‬ ‫: َ ﻫَﻞْء‬ ‫ﺑِﺬﻟِﻚ ﻣﺎ ﻓِﻲ ﻣﻌﻨَﺎ ُ ﻣﻦ ﻣﻨَﺎ َﺤﺔ اﻟﻜﺒَﺎ ِ َ ﻣ َﺎ َ ﺷﺔ اﻟﺪ َﻜﺔ ز ي أ ﻗَﺎ َ‬ ‫َ ِ ﱢ َ ِ‬ ‫َ ِ ْء ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ْء ِ ْء ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْء‬ ‫ِ ْء ْء َ َ ِ ِ ْء‬ ‫ﻣﻦ اﻟﺤﺮام ﻟَﻌﺐُ اﻟﺒَ ْءﻠَﻮان : َ اﻟﻠﱠﻌﺐُ ﺑِﺎﻟﺤ ﱠﺎ ِ ، اﻟﺮﱠاﺟﺢ اﻟﺤﻞﱡ ﺣ ْءﺚ ﻏﻠَﺒَﺖ اﻟﺴﱠﻼﻣﺔُ‬ ‫ِ ُ ْء ِ َ ُ َ ْء‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َﺠُﻮز اﻟﺘﱠﻔَﺮﱡ ُ ﻋﻠَﻰ َ ﻟِﻚ .0342‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ﱠ َ ْء ُ ِ‬ ‫ُ َ‬ ‫ٍء َ ِ‬ ‫05‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ . Vol.ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ََ ِ‬ ‫ْء ِ ْء َ َ ِ َ ُ َ َ‬ ‫ْء ِ َ‬ ‫: ) َ ﺣﺮْء ﻓَﺔٌء َ ﻬﻧِ ﺌَﺔٌء ( ﻗَ ﱠﺪ َ ﻟِﻚ ﻓِﻲ اﻹ ْء ﺷﺎ ِ ﺑِﺈِ َاﻣﺘِ َﺎ ﻗَﺎ َ ﻓِﻲ ﺷَﺮْء ﺣﻪ َ ﺧﺮ َ ﺑِﺈِ َاﻣﺘِ َﺎ ﻣﺎ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ِ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْء‬ ‫َ ْء‬ ‫َ ْء‬ ‫ِ ِ َ َ ْء‬ ‫َ‬ ‫ﻟَﻮْء ﻛﺎنَ ُﺤْء ﺴﻨُ َﺎ َ ﻻ َﻔﻌﻠُ َﺎ أَ ْء َﻔﻌﻠُ َﺎ أَﺣْء َﺎﻬﻧًءﺎ ﻓِﻲ ﺑَ ْءﺘِﻪ َ ﻫﻲ ﻻ ﺗَﺰ ِي ﻓَﻼ ﺗَﻨﺨَﺮم ﺑِ َﺎ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ُِ‬ ‫ﻣﺮ ٍءﺗُﻪُ ا ﻫـ ﺳﻤﭼ َﺖ ﺑِﺬﻟِﻚ ﻻﻬﻧﺤﺮاف اﻟﺸﺨﺺ إﻟَ ْء َﺎ ﻟِﻠﺘﱠﻜﺴﺐ َ ﻫﻲ أَ‬ ‫ُ ﱢ ْء َ َ ِ ْء ِ َ ِ ﱠ ْء‬ ‫َ ﱡ ِ ْء‬ ‫َ ﱡ ِ ِ َ ﻋﻢ ﻣﻦ اﻟﺼﱢ ﻨَﺎﻋﺔ‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ِ‬ ‫. 14.ﻗَﺎ َ ز ي : َ اﻋﺘُﺮ َ ﻗَﻮْء ﻟُ ُﻢ : اﻟﺤﺮْء ﻓَﺔُ‬ ‫ْء‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﻻﻋﺘِﺒَﺎ ِ اﻵﻟَﺔ ﻓِﻲ اﻟﺼﱢ ﻨَﺎﻋﺔ ُ ﻬﻧَ َﺎ‬ ‫ْء ْء ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْء ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ِ اﻟﻜﻔَﺎ َﺔ . dan memperlihatkannya atau‬‬ ‫‪mempertontonan kepada masyarakat.

‫َ ﻟَﻢ أَ َ ﻓِ ﻪ ﻬﻧَﺼﺎ‬ ‫ْء‬ Dan dilarang memaksa hewan terhadap sesuatu yang tidak bisa dilakukan.Asnal Matholib. hukum ini berlaku. menurut pendapat Dhahir (jelas). Segala jenis adu binatang sangat ditentang oleh Islam. adalah perbuatan yang sangat kejam. jelas wajib mengenakan pakaian (khusus). Kemudian beliau mengutip pendapat Imam al-Adzru'i. kecuali sekedarnya saja. maka hukumnya diperbolehkan. Di luar sumber-sumber yang sah. Adu satwa dalam konteks ke Indonesiaan memuat dua maksud. jika membahayakan.a. misalnya adu banteng dan ayam jago. Adu satwa. Al-Tahrisy (Sabung) Para ulama sepakat. karena disebabkan pakaian yang dianggap tipis (tidak cukup untuk menjaga keselamatannya). bahwa hukum sabung pada dasarnya adalah “haram”. Vol 18. begitu juga tidak (halal) diperbolehkan memukulnya. Namun. Hal. atau sangat dingin. bagi kuda dan keledai. dan perlombaan antar satwa “al-Musabaqah”. ia berkata “(lantas) apakah diperbolehkan (memaksa) keledai untuk membajak?. Tidak ada manfaatnya yang didapat kecuali untuk kesenangan saja. dengan pakaian yang dapat menjaganya dari cuaca yang sangat panas. seseorang pernah berkata: “Rasulullah s. jika tidak membahayakan. manusia membuat mereka saling melukai demi memperoleh hiburan. Walaupun saya tidak menemukan nash tentang hukum ini. Hal ini dikarenakan beberapa alasan diantaranya: a. Karena terdapat penyiksaan (rasa sakit) terhadap binatang. jika hal tersebut membahayakan (keselamatan)nya. Sehingga. b. yaitu Sabung “al-Tahrisy”. ٢٤٦ E. melarang kita mengadu hewan hingga mereka saling bertarung” Islam Peduli Terhadap Satwa 51 .w. 246 ۱٨ ‫أﺳﻨﻰ اﻟﻤﭼﻄﺎﻟﺐ )اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ ( اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ُ ُ ْء‬ ‫ﱠ ْء‬ ( ِ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ : َ َﺤْء ﺮم ﺗَﻜﻠِ ﻔُ َﺎ ﻣﺎ ﻻ ﺗُﻄ ﻖ اﻟﺪ َ ام ﻋﻠَ ْءﻪ ( ، َ ﻻ َﺤﻞﱡ ﺿﺮْء ﺑُ َﺎ إﻻ ﺑِﻘَﺪ‬ َ ِ َ ِ َ َ ‫َ َ ِ ُ ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫اﻟﺤﺎﺟﺔ َ ﻛﺘَﺐ أَ ْءﻀًءﺎ ﻗَﺎ َ اﻷَ ْء َ ﻋﻲ ﻫَﻞْء َﺠُﻮز اﻟﺤﺮْء ث ﻋﻠَﻰ اﻟﺤﻤﭼﺮ اﻟﻈﱠﺎﻫﺮ أَﻬﻧﱠﻪُ إ َ ا ﻟَﻢ‬ ُ ِ َ ُ َ ‫ُ ْء‬ ‫ْء‬ َ َ ِ َ َ ‫ْء‬ ‫ِ ﱡ‬ ِ ُ ُ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫َ ْء َ َ ْء‬ ‫ْء‬ َ ‫ﱠ‬ َ َ ‫ُ ﱠ‬ ‫َﻀﺮﻫَﺎ ﺟﺎز ، َ إِﻻ ﻓَﻼ َ اﻟﻈﱠﺎﻫﺮ أَﻬﻧﱠﻪُ َﺠﺐُ أَن ْءُﻠﺒِﺲ اﻟﺨ ْءﻞ َ اﻟﺒِﻐَﺎ َ َ اﻟﺤﻤﭼ ﺮ ﻣﺎ َﻘِ َﺎ‬ ُ ِ ِ َ َ ِ َ ‫ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﻣﻦ اﻟﺤﺮﱢ َ اﻟﺒَﺮْء ِ اﻟﺸﺪ ﺪ ْءﻦ إ َ ا ﻛﺎنَ َ ﻟِﻚ َﻀُﺮﱡ ﻫَﺎ ﺿﺮ ًءا ﺑَ ﱢﻨًء‬ ‫ْء‬ َ ، ‫ﺎ اﻋﺘِﺒَﺎ ًءا ﺑِﻜﺴﻮة اﻟﺮﻗِ ﻖ‬ َ َ َ َ ‫ِ ْء ْء‬ ِ َ ِ ِ ‫ِ ْء َ ِ ﱠ‬ ‫ِ ًًّء‬ . maka diharamkan. 1. Adu Satwa Pada dasarnya adu satwa memiliki makna “kompetisi” diantara dua binatang.

ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ ﻛﺮ ْءﺐ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ َﺤْء َﻰ ﺑْءﻦُ َ م ﻋَﻦ ﻗُﻄﺒَﺔَ ﺑْءﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰ ﺰ ﻋَﻦ‬ ِ ِ ِ َ ‫ِ َ ْء ِ ْء‬ ‫اﻷَﻋﻤﭼﺶ ﻋَﻦ أَﺑِﻰ َﺤْء َﻰ ﻋَﻦ ﻣﺠﺎﻫﺪ ﻋَﻦ اﺑْءﻦ ﻋﺒﱠﺎ ٍء ﻗَﺎ َ ﻬﻧَ َﻰ َ ﺳُﻮ ُ ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫ْء َ ِ ْء‬ ‫ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ‬ َ ِ ِ ‫ُ َ ٍِء‬ ‫ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. al-Musabaqah (kompetisi antar satwa) Islam memang memperbolehkan manusia untuk memanfaatkan satwa di muka bumi ini.ﻋَﻦ اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶ ﺑَ ْءﻦَ اﻟْء‬ . walaupun hanya sekedar rasa payah dan lelah yang keluar dari kemampuan satwa. Akan tetapi ada beberapa pengecualian yang dilegalkan oleh Syara'. bahwa Rasulullah melarang adu antara satwa”. Tidak ada unsur 'Iwadh. antara lain : 1. apalagi yang akan mengakibatkan kematian. b.‫ﺒَ َﺎﺋِﻢ‬ ِ ِ ِ ِ “Dari Ibnu 'Abbas ra. d. dalam Islam terdapat berbagai ajaran-ajaran yang mengajarkan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan termasuk dengan satwa.2. Dalam sebuah hadits riwayat at-Tirmidzi disebutkan. Tujuannya tidak diharamkan. atau untuk kesehatan satwa itu sendiri). Sebenarnya Islam sangat melarang adanya unsur penyiksaan terhadap satwa “al-Ta'dzibu alHayawan”. Tidak ada unsur penyiksaan. Tidak adanya unsur perjudian “al-Qimar” Sesungguhnya Islam adalah agama yang mengajarkan hamba-nya agar dapat hidup di dunia ini dengan baik. c. (telah dibahas dalam bab pembahsan sebelumnya) 2. ٧ ‫اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ ( اﻟﺴﻨﻦ اﻟﺘﺮﻣ ﺬي اﻟﺠﺰٍء‬ ‫َ ْء ْء‬ ‫ُ َ ٍء َ ﱠ‬ ‫َﱠ‬ ‫٠۱٨۱ . Oleh karena itu. Berkata. namun perlombaan yang melibatkan satwa harus memenuhi beberapa keriteria : a. Adu satwa biasa diistilahkan dengan “al-Muharasyah” yang berarti “satu binatang dengan binatang yang lain saling beradu”. namun bukan berarti dalam pemanfaatan tersebut tanpa aturan. (۱ 52 Islam Peduli Terhadap Satwa . Perlombaan Secara umum perlombaan antar satwa diperbolehkan dengan tujuan yang tidak haram (melatih satwa dalam peperangan. Penyembelihan.

2. hukum mengadu binatang adalah haram. adu satwa juga sering dijadikan media maksiat berupa perjudian “alQimar”. tanpa ada tujuan yang dilegalkan oleh syariat. ﺟﺎٍء ﻓﻲ اﻷﺛﺮ : » ﻬﻧ ﻰ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ‬ « ‫ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻋﻦ اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﺑ ﻦ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ‬ Tidak ada perbedaan diantara para ulama. bahwa “Rasulullah saw melarang mengadu binatang”. adu ayam (sabung) justru dijadikan ajang perjudian. Jadi selain kekejaman terhadap satwa yang jelas-jelas terdapat larangan dari syari'at. karena hal tersebut sesuatu yang bodoh. .Dalam riwayat lain juga disebutkan. Hlm 3626. dengan cara mendorong dan menggertak satu binatang dengan binatang yang lain. Selain itu. Perhatian “Syari'” terhadap satwa sampai adanya sabda Rasulullah seperti di atas. bukan tanpa alasan. Dan sudah disebutkan dalam sebuah riwayat. Dari Ibnu Abbas ra. selain karena adu satwa itu adalah bentuk kekejaman terhadap satwa.ﻋَﻦ اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶ ﺑَ ْءﻦَ اﻟْء‬ ‫ﱠ‬ . Berkata. v Rujukan Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. ٤٧٧ ٧ ‫اﻟﺴﻨﻦ أﺑﻮ ا )ﺑﺎب ﻓﻲ اﻟﺘﺤﺮ ﺶ ﺑ ﻦ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ( اﻟﺠﺰٍء‬ ‫َ ْء ْء‬ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ ‫4652 . bahwa Rasulullah melarang Mengadu diantara binatang” adapun yang disebut “Tahrisy” adalah: menumbuhkan permusuhan. ajang adu binatang hanya digunakan untuk kesenangan manusia belaka. ٣٦٢٦ ٢ ‫اﻟﻤﭼﻮﺳﻮﻋﺔ اﻟﻔﻘ ﺔ ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻻﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ﻻ ﺧﻼف ﺑ ﻦ اﻟﻔﻘ ﺎٍء ﻓﻲ ﺣﺮﻣﺔ اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﺑ ﻦ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ ، ﺑﺘﺤﺮ ﺾ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻋﻠﻰ‬ ‫ﺑﻌﺾ ﺗ ﺠﻪ ﻋﻠ ﻪ ، ﻷﻬﻧًّﻪ ﺳﻔﻪ ﺆ ًّ ي إﻟﻰ ﺣﺼﻮ اﻷ ى ﻟﻠﺤ ﻮان ، ﺑًّﻤﭼﺎ أ ًّ ى‬ ًّ ‫إﻟﻰ إﺗﻼﻓﻪ ﺑﺪ ن ﻏﺮ ﻣﺸﺮ .ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ اﻟﻌﻼٍَء أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ َﺤْء َﻰ ﺑْءﻦُ َ م ﻋَﻦ ﻗُﻄﺒَﺔَ ﺑْءﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰ ﺰ ﺑْءﻦ‬ َ ‫ِ َ ْء ِ ْء‬ َ ‫ْء َ ِ ْء‬ ِ ِ ِ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫ْء َ ِ ْء‬ ‫ﺳ َﺎٍء ﻋَﻦ اﻷَﻋﻤﭼﺶ ﻋَﻦ أَﺑِﻰ َﺤْء َﻰ اﻟﻘَﺘﱠﺎ ِ ﻋَﻦ ﻣﺠﺎﻫﺪ ﻋَﻦ اﺑْءﻦ ﻋﺒﱠﺎ ٍء ﻗَﺎ َ ﻬﻧَ َﻰ َ ﺳُﻮ‬ ُ َ ِ ِ ‫ُ َ ٍِء‬ ِ ِ ‫ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. Islam Peduli Terhadap Satwa 53 . Dan hal tersebut juga bisa menyebabkan kebinasaan (luka). dan menggertaknya. mereka sepakat bahwa. dan hal itu dapat menyebabkan rasa sakit terhadap binatang.‫ﺒَ َﺎﺋِﻢ‬ ِ ِ ِ ِ ‫ﺗﺤﺮ ﺶ : اﻹﻏﺮاٍء اﻟﺘ ﺞ‬ “Dari Mujahid. Bahkan di banyak tempat.

adalah membangkitkan permusuhan diantara manusia. perlombaan ini ditujukan untuk melatihnya untuk berperang. 12. ketika perlombaan tersebut menjadi cara untuk peperangan demi membela diri. sebagian ulama berpendapat. 401. haram memaksa binatang untuk mengangkut barang bawaan yang berat. secara jelas bahwa membangkitkan permusuhan diantara selain anjing. ۱٢ ‫ﻬﻧ ﻞ اﻷ ﺎ )اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( . َ َﺎﻫﺮ اﻟﺤﺪ ﺚ أَن اﻹﻏﺮاٍء ﺑَ ْءﻦَ ﻣﺎ‬ َ ‫ِ ُ ْء َ ِ ِ ﱠ ْء ِ ْء‬ َ ‫ِ ْء‬ ِ َ ِ ‫ْء‬ َ َ َ ‫ﻋﺪَا اﻟﻜﻼب ﻣﻦ اﻟﺒَ َﺎﺋِﻢ ُﻘَﺎ ُ ﻟَﻪُ ﺗَﺤْء ﺮ ﺶٌء . tanpa adanya manfaat/ tidak berguna. Begitu pula dilarang menyiksanya dengan menyuruh binatang tersebut berlari melebihi kemampuannya. atau unta dengan unta. dan menyebabkan “rasa payah yang sangat”. اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ْء‬ ( ‫ﻋَﻦ اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶ ﺑَ ْءﻦَ اﻟﺒَ َﺎﺋِﻢ ( ﻗَﺎ َ ﻓِﻲ اﻟﻘَﺎﻣﻮ ِ : اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶُ : اﻹﻏﺮاٍء ﺑَ ْءﻦَ اﻟﻘَﻮْء م أَ ْء‬ ُ َ ‫ْء ِ ْء‬ ُ ‫ْء‬ ِ ‫ْء‬ ِ ‫ْء‬ ِ ِ ِ ‫َ َ ُ ْء ًًّء‬ ‫اﻟﻜﻼب ا ﻫـ . ﻣﺒﺤﺚ اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﺑ ﻦ اﻟﺨ ﻞ ﻏ ﺮﻫﺎ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ‬ ٢ ‫اﻻﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( . Adapun pengertian hadits. seperti yang telah diperinci dalam kitab-kitab. 54 Islam Peduli Terhadap Satwa . Oleh karena itu. kemudian kata “al-Tahrisy”. ٤٠۱ Al-Fiqhu 'Ala Madzahibi al-Arba'ah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar alTsani). ‫ﻟَ َﺎ ﺑِﺪ ن ﻓَﺎﺋِﺪَة ﺑَﻞْء ﻣﺠﺮ ُ ﻋﺒَﺚ‬ ‫ُ َ ﱠ َ ٍء‬ ‫ُ ِ ٍء‬ (Mengadu binatang). diistilahkan dengan “al-Tahrisy”. Hlm. َ َ ﺟْء ﻪُ اﻟﻨﱠ ْءﻲ أَﻬﻧﱠﻪُ إ ﻼم ﻟِ ْءﻠﺤ َﻮاﻬﻧَﺎ ِ َ إِﺗﻌﺎبٌء‬ َ ‫ْء‬ َ َ ‫َ ٌء‬ ِ ‫َ ْء ِ َ َ ِ ْء ْء‬ ِ ِ . dan hanya sekedar permainan belaka. 2. Oleh karena itu.Nailu al-Awthar (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. Hlm. Sedangkan alasan dilarangnya “mengadu binatang”.‫ﻋﻦ اﻟﺒﻼ ﻛﻤﭼﺎ ﻫﻮﻣﻔﺼﻞ ﻓﻲ اﻟﻤﭼﺬاﻫﺐ‬ Syariat islam melarang menyakiti binatang kecuali penyembelihan binatang untuk dimakan. atau diantara anjing. yang menyebutkan bahwa “ diperbolehkan perlombaan antara kuda dengan kuda. ﻓَﺠﻌﻠَﻪُ ﻣﺨﺘَﺼﺎ ﺑِﺒَﻌْءﺾ اﻟﺤ َﻮاﻬﻧَﺎ ِ . sehingga binatang tersebut tidak mampu untuk membawanya. Namun. “al-Tahrisy” . dalam kamus disebutkan. dengan catatan. Vol. Akan tetapi ada kaidah dasar. atau kuda dengan unta. 49 ‫اﻟﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺬاﻫﺐ اﻷ ﺑﻌﺔ. adalah karena hal tersebut dapat menyakiti binatang. perlombaan tersebut menjadi wajib. dikhususkan untuk sebagian binatang. اﻟﺠﺰٍء‬ ٤۹ ‫ﻬﻧ ﺖ اﻟﺸﺮ ﻌﺔ اﻹﺳﻼﻣ ﺔ ﻋﻦ ﺗﻌﺬ ﺐ اﻟﺤ ﻮان ﺑﻐ ﺮ اﻟﺬﺑﺢ ﻟﻸﻛﻞ ﻓﻼ ﺤﻞ إ ﻫﺎ‬ ‫اﻟﺤ ﻮان ﺑﺎﻷﺣﻤﭼﺎ اﻟﺜﻘ ﻠﺔ اﻟﺘﻲ ﻻ ﻄ ﻘ ﺎ ﻻ ﺤﻞ ﺗﻌﺬ ﺒﻪ ﺑﺪﻓﻌﻪ إﻟﻰ اﻟﺴ ﺮ اﻟﺰاﺋﺪ ﻋﻦ‬ ‫ﻗﺪ ﺗﻪ ﻟﻜﻦ ﺴﺘﺜﻨﻰ ﻣﻦ ﻫﺬ اﻟﻘﺎﻋﺪة إﺑﺎﺣﺔ اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﺑ ﻦ اﻟﺨ ﻞ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻣﻊ ﺑﻌﺾ أ‬ ‫ﺑ ﻨ ﺎ ﺑ ﻦ اﻟﺠﻤﭼﺎ أ ﺑ ﻦ اﻟﺠﻤﭼﺎ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻣﻊ ﺑﻌﺾ ﻷن اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﻋﻠ ﺎ ﻣﺮان ﻋﻠﻰ‬ ‫اﻟﺠ ﺎ ﻟﺬا ﻗﺎ ﺑﻌﺾ اﻷﺋﻤﭼﺔ : إﻬﻧ ﺎ ﺗﻜﻮن ﻓﺮﺿﺎ إ ا ﻛﺎﻬﻧﺖ ﺮ ﻘﺎ ﻟﻠﺠ ﺎ اﻟﺪﻓﺎ‬ .

3626 ٣٦٢٦ ٢ ‫اﻟﻤﭼﻮﺳﻮﻋﺔ اﻟﻔﻘ ﺔ : اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ﺗﺤﺮ ﺶ‬ ‫اﻟﺘًّﻌﺮ ﻒ‬ 1 . Atau telah tumbuh permusuhan diantara mereka. baik anjing ataupun antara sapi. atau diantara binatang. ( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hlm. Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah. 632 ٦٣٢ ‫ﻛﻼ‬ ٦ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻹﺳﻼﻣﻲ أ ﻟﺘﻪ ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻻﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( . menumbuhkan permusuhan diantara manusia. 1) perjudian.‫. Imam Jauhari menyatakan. Vol 2. Dapat dikatakan “hubungan antar manusia telah rusak”. Maka.اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﻓﻲ اﻟﻠًّﻐﺔ: إﻏﺮاٍء اﻹﻬﻧﺴﺎن أ اﻟﺤ ﻮان ﻟ ﻘﻊ ﺑﻘﺮﻬﻧﻪ ، أي ﻬﻧﻈ ﺮ‬ . اﻟﺠﺰٍء‬ ‫اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﻣﺴﺘﺜﻨﺎة ﻣﻦ ﺛﻼﺛﺔ أﻣﻮ ﻣﻤﭼﻨﻮﻋﺔ: ﻫﻲ اﻟﻘﻤﭼﺎ ، ﺗﻌﺬ ﺐ اﻟﺤ ﻮان ﻟﻐ ﺮ‬ ‫اﻟﻤﭼﻌﻮ ﻋﻨﻪ ﻟﺸﺨﺺ اﺣﺪ، ﻟﻚ إ ا ﻗﺪم اﻟﻌﻮ‬ ‫اﻷﻛﻞ، ﺣﺼﻮ اﻟﻌﻮ‬ (٣) ‫اﻟﻤﭼﺘﺴﺎﺑﻘ ﻦ ﻟ ﺄﺧﺬ اﻟﺴﺎﺑﻖ‬ Pelombaan diperbolehkan ketika tidak terdapat tiga hal. atau binatang dengan tanduknya. ‫ﻏ ﺮﻫﻤﭼﺎ ، ﺑﺘ ﺞ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ ، ﻓﻔﻲ اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﺗﺴﻠ ﻂ ﻟﻠﻤﭼﺤﺮ ﻋﻠﻰ ﻏ ﺮ‬ Definisi “Tahrisy”.‫ﺑ ﻦ اﻟﻘﻮم إ ا أﻓﺴﺪ ﺑ ﻨ ﻢ ، أﻏﺮى ﺑﻌﻀ ﻢ ﺑﺒﻌﺾ‬ ًّ ‫ﻘﺎ : ﺣﺮ‬ ‫ﻗﺎ اﻟﺠﻮﻫﺮيًّ: اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ: اﻹﻏﺮاٍء ﺑ ﻦ اﻟﻘﻮم ، أ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ ، ﻛﺎﻟﻜﻼب اﻟﺜًّ ﺮان‬ ًّ . Hal. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu. dengan cara menggertaknya (untuk beradu) dengan lawannya.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). atau selainnya. 3) unsur taruhan. Vol 6. 2) unsur penyiksaan. makna “al-Tahrisy” adalah.Prof. Islam Peduli Terhadap Satwa 55 . menurut bahasa adalah: menumbuhkan permusuhan antar manusia. dalam pemahaman “tahrisy” terdapat unsur intimidasi terhadap yang lain.

Satwa memang boleh dimanfaatkan. bukan pemanfaatan yang tanpa batas dan menyakiti terhadap satwa.BAB IV Penutup Dari pembahasan dan ulasan di atas jelas sudah bahwa Islam itu adalah agama yang peduli terhadap satwa. 56 Islam Peduli Terhadap Satwa . namun pemanfaatan ini telah diatur dan ada batasannya. Islam melarang kegiatan yang bisa menyebabkan satwa menderita. Islam mengajak kita untuk juga menjaga kelestarian alam dan menyayangi satwa.

Islam Peduli Terhadap Satwa 57 Photo by Rosek Nursahid/ProFauna .

3. Vol. 7. Hal. 280 Al-Hafizh B. 'Ala Syarhi al-Minhaj (Daru Ihya'I al-Kutub al-'Arabiyah)Vol. 58 Islam Peduli Terhadap Satwa . 4. 203 Al-Qur'an Al-Karim Asnal Matholib. 1977. Norwich. hal. Hlm. Vol. Al-Fiqhu 'Ala Madzahibi al-Arba'ah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani). Hasyiyah al-Bujairomi 'Ala al-Khothib (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani). 6 hal. Al Muhallā. Vol. Vol. 49 Al-Fiqhu al-Islamy wa Adillatuhu Li Wahbah al-Zuhaili. 91 Hasyiyah al-Jamal Li Zakaria al-Anshari (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Vol. Daru Ihya'I al-Turats al-Araby. Hal. 4. Al-Muwatta'. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). hal. 7:232. 2. 2. 3626 Al-Mughni. 'Umar ibn al-Khattāb sebagai khalifah kedua (634-644 M atau 12-22 H). 7:238. Hlm. 7:457. 24 Al-Jami'u LiAhkami al-Quran. Vol. (dalam bahasa Inggris). (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Ibn Hazm (dalam bahasa Arab).Daftar Pustaka 'Awn al Ma'būd Sharh Abū Dāwūd. 6:2811. 14. Animals in Islam (Petersfield: The Athene Trust. England. Vol. Hal. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hal. 205. Vol. hal. Mashri. 11. 246 Badā'i' al-Sanā'i (dalam bahasaArab). Hal 214. Hlm 3626 Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). 1989) Al-Jam'u baina Shohihaini. Li al-Syaikh Maufiqu al-Din Abdullah Bin Ahmad al-Ma'ruf Bi Ibni Qudamah alHanbali. Yūsuf al-Qaradāwi. Hal. Vol. 2547. 26 Hasyiyah al-Muhatj. Al-Nasā'i.A. 3. Maktabat Wahbah. 173. 2. Al-Qolyubi (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Vol 2. juz 1 hal: 180 Bukhārī. Vol 18. Juga Halal dan Haram dalam Islam (dalam bahasa Arab). 293. 98 Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). 4:23. 1982. Baihaqi juz 2 halaman 142 Bughyatul Mustarsyidin. 152 Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah. Cairo. Divan Press. Hlm. Hal. Hadist No.

10:739. Hlm. vol. bab DCCCXXII. bab 7. (dalam bahasa Inggris) Mishkāt al-Masābīh. Edisi Keempat. Qawaidu al-Ahkam Fi Mashalihi al-Anam. vol. 52 Sahīh Muslim – Kitāb al-Sayd Wa'l-Dhabā'ih. 14. Majmu' vol 15 halaman 25 Mālik ibn Anas al-Asbahi. 8:178. Tirmidhī. Hadist No. bab XXXIX. 4. 3 Hadist no. 2. 1976. 4:460. 1. Pakistan. 127 Kitāb al-Muqni. Sh. Hal. Terjemahan bahasa Inggris oleh Abdul Hamid Sidiqqi. Lahore. Musnad of Ahmad. hal. Hal. Muhammad Ashraf. ayat 151. Ila Syarhi al-Minhaj. Pakistan. 12. Bab Al-Ai'imah Islam Peduli Terhadap Satwa 59 . ProFauna Indonesia. 81 Prof. Vol. 223 Prof. no. 1480. Sh. bab 11. 1976. Hal. vol. (dalam bahasaArab). Vol 6. III. 2007 Sahīh Muslim – Kitāb al-Imān (ref. I. vol. 632 Prof. Nailu al-Awthar (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. Vol 10. Vol. Muslim. bagian 'Penyembelihan' ('Slaying').Hasyiyah al-Qolyubi. 3:542. 26. Muslim. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu . Buku 6. 46).( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). “Mengapa Satwa Liar Punah”. 401 Nihayatu al-Muhtaj. Hal. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu halaman 162 juz 4. Vol. Muhammad Ashraf. (dalam bahasaArab) Kitāb al-Nil wa Shifā' al-'Alil. al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hal. 5:440 dan 3:184.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). 146 Rosek Nursahid. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu . Muslim. 86 Ibnu Majah juz 7 halaman 240 Is'adurrofiq. Lahore. al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hal. 1958. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany) Vol.

28. 3. Pesantren/Organisasi Al-Fattah Al-Hasanah An-Nur Darul ulum MA Raudlatul Ulum Putri Ma’had Aly salafiyah Syafi. 10. 29. Rosyidi Fachrurrozi Qodirul Aini Sri Hartati Radius Nursidi Asep R. 17. Purnama Suwarno Zein Amrullah Zainuddin 60 Islam Peduli Terhadap Satwa . 15. 22. Wahid Hasyim 02 Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia ProFauna Panitia ProFauna Panitia ProFauna Panitia ProFauna Panitia ProFauna PESMA Al-Hikam Malang PESMA Al-Hikam Malang Alamat Singosari Tasikmalaya Jawa Barat Bululawang Jombang Ganjaran Gondanglegi Malang Situbondo Asem Bagus Situbondo Gajaran Gondanglegi Malang Dau Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Nama Delegasi M . 24. 11. 5. 18. 31. Sabbihis Husni Mubarok Abdullah Mohammad romli Ahmad Khuffaji Jaufan Izzul Maddit M. 12. 20. 16. 23. 27.iyah Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Miftahul Ulum PPRU IV MTs. 6. 8. 7. 13. 21. P.Lampiran Daftar Pesantren yang menghadiri lokakarya pandangan Islam terhadap kesejahteraan satwa pada tanggal 22-23 Mei 2010. farhan Abdul Qadir Abdul Rokhman Sulhan Habib Subur Wijaya Ghufron Rahmatullah Ainul Yaqin Makrus Ali Saifuddin LB Qomaruddin Lukman Hakim Saifiuddin Yulianto Asad Badruddin Abdurrohim Ach. 14. 25. 26. 2. 30. NO 1. 4. 19. 9.

AL-Ghozali Jombang PP. 57. 60. 58. Mambaul Hikam Banyuputih Lumajang PP. 56. Talun Gandusari Blitar Jl. Madura PP Miftahul ulum Ganjaran Gondanglegi Malang PP Raudlatul Ulum 1 Gasek Malang PP Sabilul Rosyad Sidogiri Keraton Pasuruan PP Sidogiri Sidogiri Keraton Pasuruan PP Sidogiri Sepanjang Gondanglegi PP Sirotulfuqoha Malang Pakis PP. 49. Adam M. 54. Ribath Al-Murtadlo Jombang PP. Miftahul Ulum Besuk Pasuruan PP. Ja’far Sh. Miftahul Ulum Banyuputih Lumajang PP. Rojib Izil M Yusuf Wahyudi Luthfi Imam Bukhori Sya’roni Ahmad Muwafiq Ahmad Muzakki Ashari Syahroni Syamsul Muzakki Ach.APIS Jl. 52. Raya Kepuh Harjo Karang PPAI Annahdhiyah Ploso Malang Grobogan Solo JATENG Sab’ul Munjiyat Ganjaran Gondanglegi Malang SMK Al-Ghoziny Malang STAI Ma’had Aly Al-Hikam PP APIS PP Al-Ittihad Syamsul Zubadi Abd. 34. Tarbiyatun Nasyiin Jombang PP. 35. 33. Wanatani Genggong Probolinggo PP. 51. 39.32. 46. 42. Tarbiyatun Nasyiin Jombang PP. Mimi D. 53. Rouf Khoiri Zaini Ali alfadani M musrif Aziz Muhadlori Alil wafa Abdurrohim Arief Zain Arifin M. 36. 50. AL-Ghozali Pakis PP. 41. Yazid Islam Peduli Terhadap Satwa 61 . Raya Kepuh Harjo Karang PPAI Annahdhiyah Ploso Malang Jl. 40. 59. Hidayaul Mubtadi’ien Tulungagung PP. 47. Raudhatul Ulum Malang PP. Zainul Hasan Genggong Genggong Probolinggo Blitar PP. Zainul Hasan PP. Hidayatul Mubtadiin Tulungagung PP. Masykuri Ahmad Bustomi Syamsul Arifin Fuad Hasyim Misbahul Huda M. Tebuireng Blitar PP. Ribath Al-Murtadlo Malang PP. 61. Raya Belung Poncokusumo Malang Jl. 62. 38. Darul Ulum Singosari PP. 43. 48. 66. Raya Belung Poncokusumo PP Al-Ittihad Malang Sampang. Hidayaul Mubtadi’ien Udanawu Blitar PP. 63. 37. Hidayatul Mubtadiin Singosari PP. 45. Syahri Syamsul Zubaidi Nasron Aziz Khusnul Rofik Nur hamid Arifin Musyaffa’ M. 65. 55. 44. Raudhatul Ulum Besuk Pasuruan PP. 64.

M. 72. Syafruddin Ngulma Simeulue Drh. 75. Spd KH. 70. 77. 76.67. 79. Sa’ad Ibrahim. Wita Wahyudi Rosek Nursahid Qodirul Aini Radius Nursidi Suwarno Asep Rahmat Sri Hartati KH. 80. 78. 71. 74. STAI Ma’had Aly Al-Hikam Darul Qur’an PP Lirboyo PP Asembagus Muhammadiyah Jawa Timur Komnas HAM PPS Bali ProFauna ProFauna ProFauna ProFauna ProFauna ProFauna Al Hikam Malang Singosari Kediri Situbondo Surabaya Jakarta Bali Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Makrus Ali M. 73. 68. 69. Hadi. M. Azizi Hasbulloh KH. Navi 62 Islam Peduli Terhadap Satwa . Afifuddin Muhajir DR.

Catatan: Islam Peduli Terhadap Satwa 63 .

Catatan: 64 Islam Peduli Terhadap Satwa .

Catatan: Islam Peduli Terhadap Satwa 65 .

Karangbesuki. Fax.org.org . Malang.profauna.ProFauna Indonesia Jl. +62 341 569506 email: profauna@profauna. 179 Klaseman. website: www. +62 341 570033. Raya Candi II No. Indonesia 65146 Telp.

.

Malang. 179 Klaseman.ProFauna Indonesia Jl. +62 341 569506 email: profauna@profauna. Fax. Raya Candi II No. Karangbesuki. website: www.org. +62 341 570033.profauna. Indonesia 65146 Telp.org Pesantren Al-Hikam Animalia Foundation .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->