ISLAM PEDULI

TERHADAP SATWA

ISLAM PEDULI
TERHADAP SATWA

Pesantren

Al-Hikam

Animalia Foundation

.

Islam juga mengajarkan untuk peduli terhadap pelestarian jenis atau spesies satwa. Sayangnya perilaku menyayangi satwa belumlah terlalu populer. sudah sewajarnya jika masyarakat Indonesia juga mempunyai kepedulian terhadap satwa. Lokakarya yang diadakan di dua tempat yaitu Pondok Pesantren Al-Hikam dan Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) tersebut dihadiri oleh perwakilan lebih dari 35 pesantren yang ada di Jawa timur. Kepedulian terhadap satwa ini perlu ditingkatkan mengingat bahwa Indonesia mempunyai kekayaan satwa liar yang luar biasa tinggi. Sebagai negara yang mempunyai jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia. khususnya Islam yang merupakan agama mayoritas di Indonesia. baik itu satwa liar maupun satwa domestik (ternak dan peliharaan). meskipun luas Indonesia hanya 1. Diperkirakan 300.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia. sekolah. Tentunya buku ini jauh dari sempurna. ProFauna memandang bahwa salah satu jalan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kasih sayang terhadap satwa itu adalah lewat jalur agama. Diharapkan buku sederhana ini bisa meningkatkan kepedulian kita terhadap satwa yang juga merupakan mahluk ciptaanAllah. Hasil dari lokakarya “Pandangan Islam terhadap Kesejahteraan Satwa” tersebut kemudian kami publikasikan dalam bentuk buku yang berjudul “Islam Peduli terhadap Satwa”. Untuk itulah ProFauna Indonesia bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dengan didukung oleh Animalia Foundation dan Compassion in World Farming (CIWF) mengadakan lokakarya “Pandangan Islam terhadap Kesejahteraan Satwa” pada tanggal 22-23 Mei 2010. Perlu pendidikan dan program peningkatan kesadaran masyarakat tentang bagaimana memperlakukan satwa dengan baik. universitas atau kelompok-kelompok kajian Islam. Compassion in World Farming (CIWF) dan pesantren-pesantren yang telah mendukung terlaksananya lokakarya hingga terbitnya buku ini. Islam mengutuk kekejaman atau perlakuan buruk terhadap satwa. Semoga buku ini bermanfaat. Setelah melakukan diskusi dan kajian mendalam. untuk itu kami sangat terbuka dengan masukan dari berbagai pihak. ProFauna Indonesia Islam Peduli Terhadap Satwa i .3% dari luas daratan dunia. peserta lokakarya sepakat bahwa pada dasarnya Islam adalah agama yang peduli terhadap satwa. Buku ini akan kami bagikan gratis ke pesantren. Sebagai bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang ramah. Indonesia menjadi sangat penting ketika berbicara tentang peningkatan kesadaran umat Islam akan kepedulian terhadap satwa. Animalia Foundation. Rosek Nursahid Chairman. santun dan penyayang. Wb.Pengantar Penerbit Assalamu'alaikum Wr. ProFauna mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Al-Hikam. masih banyak masyarakat yang memperlakukan satwa dengan buruk.

namun Islam juga mengajarkan umatnya untuk memelihara kelestarian alam. jangan sampai spesies atau jenis satwa itu menjadi punah.. Ada banyak kisah di Al-Quran dan Hadist yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kita untuk menyayangi satwa. ayat 36-48. Allah secara jelas melarang kita untuk membuat kerusakan di muka bumi ini. Pelarangan membuat kerusakan bumi ini bermakna luas. Kisah Nabi Sulaiman juga semakin mencerminkan bahwa satwa atau binatang itu tidak bisa kita perlakukan semenamena. Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membawa setiap binatang itu terdiri dari jantan dan betina. Meskipun bumi beserta isi dan kekayaan alamnya diperuntukan untuk manusia. Kisah Nabi Nuh dalam Surat Hud. termasuk didalamnya adalah satwa yang merupakan bagian dari alam. Masih ada banyak kisah lain yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang peduli terhadap satwa. Islam mengajarkan manusia untuk juga menyayangi satwa sebagai mahluk ciptaan Allah. menunjukan bahwa Islam sangat peduli terhadap pelestarian spesies.Kata Pengantar Pesantren Al-Hikam Allah SWT menciptakan alam sedemikian sempurnanya dan semua itu pada dasarnya adalah untuk kepentingan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ini menunjukan kepedulian Islam terhadap pelestarian spesies. Untuk itu kami mendukung dan menyambut baik terbitnya buku ini yang memuat kisah-kisah yang mengajarkan cinta kasih terhadap satwa. sehingga diharapkan akan mendorong kepedulian umat Islam terhadap satwa. Buku yang baik ini semoga bisa bermanfaat dan menambah keimanan kita terhadapAllah SWT yang telah menciptakan alam berserta isinya sebagai tanda-tanda kebesaranNya. Ketika banjir besar akan menerjang dan menghancurkan tempat dimana Nabi Nuh dan umatnya tinggal. Malang. November 2010 Mohammad Nafi' Kepala Pesantren MahasiswaAl-Hikam Malang ii Islam Peduli Terhadap Satwa . karena menyangkut tentang alam dan kehidupan yang ada di muka bumi. Kisah seorang wanita yang diampuni dosanya karena semasa hidupnya pernah memberi minum anjing yang kehausan adalah contoh betapa mulianya perilaku menolong binatang yang membutuhkan bantuan.

Pemeliharaan Satwa langka untuk Hobby dan Pemeliharaan Satwa ternak ________________________ Bagaimana Cara untuk Memelihara Binatang? _____________________ Pemeliharaan Satwa Ternak ___________________________________ Penyembelihan Satwa Ternak __________________________________ D. Pemanfaatan Satwa _________________________________________ B. Adu Satwa ________________________________________________ BAB IV Penutup _____________________________________________________ Daftar Pustaka _______________________________________________________ Lampiran ___________________________________________________________ i ii 1 1 5 5 7 11 15 19 19 19 24 26 26 27 30 32 38 42 46 47 47 48 48 51 56 58 60 Islam Peduli Terhadap Satwa iii . Kewajiban patuh terhadap Peraturan Pemerintah ___________________ BAB III Pandangan Islam Yentang Beberapa Bentuk Pemanfaatan Satwa _____ A. Hukum Jual-Beli Satwa Langka yang Dilindungi ________________ B.Daftar Isi Sampul Luar Halaman Judul Pengantar Penerbit ____________________________________________________ Kata Pengantar PesantrenAl-hikam _______________________________________ BAB I Pendahuluan ________________________________________________ Pengetahuan Umum Tentang Satwa Liar ____________________________ BAB II Pandangan Umum Islam terhadap Satwa danAlam _________________ A. Pemburuan Satwa Langka __________________________________ 2. Pemanfaatan Satwa untuk Sirkus (Pertunjukan Satwa) ___________ Pelatihan Gajah ____________________________________________ Pelatihan Harimau __________________________________________ Pelatihan Burung ___________________________________________ Pelatihan Lumba-Lumba _____________________________________ E. Islam Melarang Menyakiti Satwa/binatang _______________________ KeseimbanganAlam ________________________________________ C. Memanfaatkan Satwa langka untuk Bahan Pengobatan ___________ Haram Menggunakan obat dari sesuati yang haram dikonsumsi ________ Halal/diperbolehkan menggunakan sesuatu yang haram _____________ C. Pemburuan dan Perdagangan Satwa __________________________ 1.

iv Islam Peduli Terhadap Satwa .

seperti halnya harimau bali yang benar-benar telah punah sejak tahun 70-an.3% dari luas daratan dunia. pengangkutan yang tidak memadai. dan telapak tangannya untuk sup. bukan hasil penangkaran. Harimau jawa juga sudah dilaporkan sudah punah. Daftar spesies baru yang ditemukan di Indonesia itu akan terus bertambah. Contoh lain dalam perdagangan satwa adalah perdagangan beruang madu hidup dan bagian-bagian tubuhnya yang saat ini masih banyak terjadi di Indonesia. Untuk menangkap seekor bayi orangutan. termasuk satwa liar yang tinggi.BAB I Pendahuluan Pengetahuan Umum Tentang Satwa di Indonesia Indonesia mempunyai kekayaan keanekaragaman hayati. 114 jenis burung. Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam. Selain empedu.5% toko obat tradisional di Indonesia menjual obat yang mengandung empedu beruang. Masih banyak tempat di Indonesia seperti Papua yang belum terdata dengan lengkap daftar spesies satwa maupun tumbuhannya. Islam Peduli Terhadap Satwa 1 . Indonesia nomer satu dalam hal kekayaan mamalia (515 jenis) dan menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung. walaupun luas Indonesia hanya 1. Saat ini jumlah satwa liar yang terancam punah adalah 147 jenis mamalia.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia. Berbagai jenis satwa dilindungi dan terancam punah masih diperdagangkan secara bebas di Indonesia. 28 jenis reptil. pemburu harus membunuh induk orangutan itu yang akan mempertahankan anaknya sampai mati. seiring dengan intensifnya penelitian atau eksplorasi alam. Sebanyak 45% ikan di dunia hidup di perairan Indonesia. Kini perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar di Indonesia. meski beberapa peneliti menyebutkan masih tersisa beberapa ekor di Taman Nasional Merubetiri Banyuwangi. taring. Jika tidak ada upaya untuk menyelamatkannya maka spesies tersebut akan benar-benar punah dari alam. namun Indonesia dikenal juga sebagai negara pemilik daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Survey ProFauna pada tahun 2001 menunjukan bahwa 64. Meskipun kaya. Faktor utama yang mengancam punahnya satwa liar tersebut adalah berkurang atau rusaknya habitat mereka dan perburuan untuk diperdagangkan. kandang sempit dan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan satwa. 91 jenis ikan dan 28 jenis invertebrata (IUCN). Ketika ada seekor bayi orangutan yang dijual di pasar maka sedikitnya ada satu orangutan mati yang mati di tangan pemburu. Sebagai contoh. kebanyakan orangutan yang diperdagangkan adalah masih bayi. bagian tubuh beruang lainya yang sering dijual adalah cakar. Diperkirakan 300. Sebanyak 40% satwa liar yang diperdagangkan mati akibat proses penangkapan yang menyakitkan.

semua binatang. Satwa sirkus itu menjalani kerja paksa mencari uang dan tinggal di tempat-tempat pengap dan sempit. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al Kitab. Elang butuh melayang bukan hanya sekedar terbang sejauh 3 atau 10 meter. maka dengan mudahnya satwa itu akan ditelantarkan atau bila perlu dibunuh dan mereka akan mencari satwa yang muda lagi. Satwa mempunyai kebutuhan makan yang berbeda. sate. adapula satwa yang dijadikan pekerja sirkus. Dengan demikian. sebagian masyarakat masih gemar membeli dan memelihara satwa liar di rumah mereka. melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Ini adalah perilaku alami yang tidak mudah dipenuhi jika siamang itu berada dalam sangkar. orangutan itu diberi makan nasi. Orangutan di alam memakan daun.(QSAl-An'am: 38) 2 Islam Peduli Terhadap Satwa . Walaupun demikian. selama bertahun-tahun. Jika sudah tidak produktif lagi. tumbuhan dan benda-benda tak hidup juga termasuk sebagai umat Nabi Muhammad. FirmanAllah dalam suratAl-An'am ayat 38 menyebutkan: ‫ْء‬ َ ‫ٍء ِ ُ َ َ ِ ﱠ َ ٌء ْء ُ ْء َ ﱠ‬ ‫َ ﻣﺎ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ ﻓِﻲ اﻷَ ْء ِ َ ﻻ َﺎﺋِﺮ َﻄ ﺮ ﺑِﺠﻨَﺎﺣ ْءﻪ إِﻻ أُﻣﻢ أَﻣﺜَﺎﻟُﻜﻢ ﻣﺎ ﻓَﺮ ْءﻨَﺎ ﻓِﻲ اﻟﻜﺘَﺎب‬ ‫َ ِ ْء ٍء‬ ِ ِ ‫ْء‬ َ‫ﻣﻦ ﺷﻲٍء ﺛُﻢ إِﻟ‬ ُ َ َ‫ِ ْء َ ْء ﱠ ﻰ َ ﺑﱢ ِﻢ ُﺤْء ﺸﺮ ن‬ ‫ْء‬ “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya.Maraknya perdagangan satwa liar itu disebabkan oleh faktor lemahnya penegakan hukum tentang konservasi sumber daya alam hayati dan juga masih lemahnya kesadaran masyarakat akan konsevarsi satwa. buah dan juga serangga. Di alam siamang dan owa terbiasa bergelayut dari dahan yang satu ke dahan lainnya. kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”. Namun ketika dipelihara oleh manusia. Siamang atau owa butuh tempat bergelayut yang tidak cukup hanya ada sebatang besi atau kayu di dalam kandangnya. Pelanggar dari ketentuan tersebut dapat dikenakan pidana penjara 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta (pasal 20). dan bahkan juga diajari merokok. Selain itu. Kita patut mencermati bahwa umat Nabi Muhammad saw itu tidak hanya terbatas pada manusia saja. Hampir semua satwa yang dipelihara diletakkan dalam kandang yang tidak sesuai dengan kebutuhan satwa itu. Burung butuh terbang bukan hanya meloncat. Sebenarnya hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahwa perdagangan dan kepemilikan satwa dilindungi itu dilarang (pasal 21). soto. Sebagian besar (90%) satwa yang dipelihara manusia tidak mendapatkan makanan yang sesuai dengan kebutuhan alami satwa. namun juga seluruh semesta alam. hingga ajalnya tiba.

pohon-pohon dan tanaman serta hewan-hewan baik jinak maupun liar. tanah. Dan bentuk kepedulian Islam terhadap alam dan binatang tidak terbatas dengan kedua ayat tersebut. (QSAn-Nur: 41) Dari kedua ayat di atas. jelaslah bahwa tidak ada alasan lagi bagi kita (manusia) untuk bertindak semena-mena. Dalam ayat lain juga dijelaskan bahwa bukan hanya manusia tetapi seluruh makhluk di muka bumi ini beribadah menurut caranya masing-masing seperti yang disunnahkan olehAllah SWT sebagaimana firmanNya: ‫ِ َ اﻟﻄﱠ ْءﺮ ﺻﺎﻓﱠﺎ ٍء ﻛﻞ ﻗَﺪ ﻋﻠِﻢ‬ َ ُ َ َ ‫ُ ﱞ ْء‬ ‫ْء‬ ‫أَﻟَﻢ ﺗَﺮ أَن ﷲَ ُﺴﺒﱢﺢ ﻟَﻪُ ﻣﻦ ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ اﻷَ ْء‬ ُ َ ‫ْء َ ﱠ ﱠ‬ َ‫ﱠ‬ َ ََ َ‫ﺻﻼﺗَﻪُ َ ﺗَﺴﺒِ ﺤﻪُ َ ﷲُ ﻋﻠِ ﻢ ﺑِﻤﭼﺎ َﻔﻌﻠُﻮن‬ َ ‫ﱠ َ ٌء َ ْء‬ َ ‫ْء‬ “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Islam Peduli Terhadap Satwa 3 . gunung-gunung juga kepada makhluk hidup seperti sesama manusia. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya. baik itu makhluk tidak bernyawa seperti air. melakukan pengerusakan terhadap alam dan mendzalimi mahluk hidup lainnya. bebatuan. dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”. Ada banyak FirmanNya dan sunnah-sunnah Rasul sebagai landasan kita untuk menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kita terhadap semua makhluk.Manusia tidak bisa menyombongkan diri sebagai makhluk yang memiliki derajat paling tinggi karena derajat itu bergantung pada keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dua ayat di atas bisa sebagai awal untuk mengkaji pandangan Islam terhadap satwa atau binatang.

Photo by Rosek Nursahid/ProFauna 4 Islam Peduli Terhadap Satwa .

Namun yang perlu diingat adalah. manusia juga harus bertanggungjawab dan tetap memeliharanya. Berkaitan erat dengan hal tersebut diatas. Pemanfaatan Satwa Manusia sebagai pemimpin di bumi “Kholifatul Fi al-Ardhi” mempunyai beberapa wewenang dan tanggung jawab yang diberikan oleh Allah SWT. maka manusia mempunyai hak untuk memanfaatkannya. lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” QS: Lukman ayat 20: ‫ْء‬ ‫أَﻟَﻢ ﺗَﺮ ْء ا أَن ﷲَ ﺳﺨﺮ ﻟَﻜﻢ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻷَ ْء ِ َ أَﺳﺒَﻎ ﻋﻠَ ْءﻜﻢ ﻬﻧِﻌﻤﭼﻪُ َﺎﻫﺮةًء‬ َ ِ َ ‫ْء‬ َ َ ‫ْء َ َ ُ ْء‬ َ َ‫ﱠ‬ َ ‫ﱠ ﱠ َ ﱠ َ ُ ْء‬ ‫َ ﺑَﺎ ِ ﻨَﺔًء َ ﻣﻦَ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻣﻦ ُﺠﺎ ِ ُ ﻓِﻲ ﷲِ ﺑِﻐ ْءﺮ ﻋﻠْء‬ ‫ﱠ‬ َ ‫ٍء‬ ‫َ ِ ِ ﻢ َ ﻻ ﻫُﺪًءى َ ﻻ ﻛﺘَﺎب ﻣﻨِ ﺮ‬ َ ‫َ ْء‬ ِ ‫َ ِ ٍء ُ ٍء‬ “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan juga karena manusia mempunyai wewenang untuk memanfaatkan hasil bumi serta segala sesuatu yang hidup di atasnya seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang yang telah disediakan secara gratis oleh Allah SWT. namun perlu pemanfaatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pemanfaatan tersebut bukan berarti bahwa manusia boleh memanfaatkan sekehendak hatinya. Terdapat beberapa ayatAl-Qur'an yang menjadi dalil tentang hal tersebut diantaranya: QS:Al-Baqarah ayat 29: ‫ِ ﺟﻤﭼ ﻌًءﺎ ﺛُﻢ اﺳﺘَﻮى إِﻟَﻰ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء ﻓَﺴﻮاﻫُﻦ ﺳﺒﻊ ﺳﻤﭼﻮا ٍء‬ ِ َ َ َ َ َ ‫ﱠ َ ِ َ ﱠ ﱠ َ ْء‬ َ ‫ﱠ ْء‬ ‫ْء‬ ‫ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﺧﻠَﻖ ﻟَﻜﻢ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ َ ‫َ ِ َ َ ُ ْء‬ ‫َ ﻫُﻮ ﺑِﻜﻞﱢ ﺷﻲٍء ﻋﻠِ ﻢ‬ ‫َ ُ َ ْء َ ٌء‬ “Dia-lah Allah.BAB II Pandangan Umum Islam Terhadap Satwa DanAlam A. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan” Islam Peduli Terhadap Satwa 5 . yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit. Nabi dan Rasul sebagai penyampai risalah dari Allah SWT mempunyai misi agar seluruh umat manusia bisa mempergunakan wewenang tersebut dengan benar dan memberikan informasi bahwa wewenang mereka akan dimintai pertanggungjawaban kelak di yaumil akhir (hari kiamat).

penuh kasih sayang. Namun demikian Allah SWT juga melarang manusia untuk membuat kerusakan di muka bumi ini. Allah SWT menciptakan manusia dengan tujuan yang jelas yaitu agar ia menjadi khalifah di bumi ini. Manusia diberi tanggung jawab agar memelihara. maka segala kebijakan dan tindakan kita juga sesuai dengan sifat-sifat Allah.45:13 َ َ ‫ِ ْء ﱠ‬ ‫ِ ﺟﻤﭼ ﻌًءﺎ ﻣﻨﻪُ إِن ﻓِﻲ َ ﻟِﻚ ﻵَ َﺎ ٍء ﻟِﻘَﻮْء م‬ ِ َ ‫ٍء‬ ‫ْء‬ ‫ﺳﺨﺮ ﻟَﻜﻢ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ ﻣﺎ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ َ َ‫ﱠ‬ َ ‫َ ﱠ َ ُ ْء‬ ُ ‫ﱠ‬ َ‫َﺘَﻔَﻜﺮ ن‬ “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya.Al-Jasiyah. (sebagai rahmat) daripada-Nya. Hal ini mengindikasikan bahwa umat manusia adalah pengatur bumi sebagai pengganti Allah. Sebagai pengganti Allah. Allah telah dengan jelas dan tegas melarang perusakan terhadap bumi dan alam semesta ini dengan berkali-kali menegaskannya di dalam Al-Qur'an agar kita (manusia) tidak membuat kerusakan di muka bumi.Q. Khalifah dapat bermakna sebagai “pengganti”. yaitu pengganti Allah di muka bumi. mengelola dan memanfaatkan bumi dan segala isinya dengan kasih sayang niscaya akan tercipta kedamaian dan keseimbangan. Allah sebagai pemilik tunggal bumi (dan seluruh alam semesta) mengizinkan kita mendayagunakan bumi dan seluruh isinya secara maksimal. ‫ْء‬ ‫َ َﺮ اﻟﻔَﺴﺎ ُ ﻓِﻲ اﻟﺒَﺮﱢ َ اﻟﺒَﺤْء ﺮ ﺑِﻤﭼﺎ ﻛﺴﺒَﺖ أَ ْءﺪي اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻟِ ُﺬ ﻘَ ُﻢ ﺑَﻌْءﺾ اﻟﱠﺬي ﻋﻤﭼﻠُﻮا ﻟَﻌﻠﱠ ُﻢ‬ ‫َ ْء‬ ‫ِ ْء‬ َ ‫َ ْء‬ َِ ِ َ ِ ‫ْء ِ َ َ َ ْء‬ َ‫َﺮْء ﺟﻌُﻮن‬ ِ 6 Islam Peduli Terhadap Satwa . karena dari semua makhluk Allah yang dapat membuat kerusakan adalah manusia. bukan hanya kerusakan bumi secara fisik.S. namun juga kerusakan alam semesta beserta isinya (termasuk satwa di dalamnya). …ِ ‫ْء‬ َ ‫َ ِ َ َ ُ ْء‬ ‫ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﺟﻌﻠَﻜﻢ ﺧَﻼﺋِﻒَ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi…” (QS Fatir: 39) Dalam Tafsir al-Qurthuby. Jika manusia menjaga. Artinya demi kelangsungan dan kepentingan kita sebagai manusia. salah satunya ArRahman. Salah satu dari hak tersebut adalah hak untuk memanfaatkan tumbuhtumbuhan dan hewan. menjaga serta mengelola bumi ini beserta isinya. Kerusakan itu bermakna luas. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” Dari beberapa ayat di atas ditinjau dari segi tafsir bil ma'sur maupun tafsir birra'yi semuanya membenarkan terhadap kenyataan bahwa sesungguhnya manusia berhak memanfaatkan semua yang diciptakan Allah SWT selama untuk kemaslahatan umat manusia.

supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya. Islam Peduli Terhadap Satwa 7 . sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). serta antara manusia dan makhluk hidup lainnya. shirathal mustaqim dan shirathal maghdub/shirathal dhallin. dan Allah tidak menyukai kebinasaan”. Di dalam Al-Qur'an terdapat kisah populer tentang Nabi Sulaiman yang peduli semut. Islam mengajarkan dalam pemanfaatan satwa itu tidak diperbolehkan menyakiti binatang. manusia dan manusia. Islam juga mengajarkan untuk menyayangi satwa. ‫ﱠ‬ َ َ‫ِ ﺑَﻌﺪ إِﺻْء ﻼَﺣ َﺎ َ ا ْء ﻋُﻮ ُ ﺧﻮْء ﻓﺎ ًء َ َﻤﭼﻌﺎ ًء إِن َ ﺣْء ﻤﭼﺖَ ﷲِ ﻗَﺮ ﺐٌء ﻣﻦ‬ َ ‫ْء‬ ِ ‫ﱢ‬ َ َ ِ ًّ ُ ِ ‫ْء‬ ‫َ ﻻَ ﺗُﻔﺴﺪ ْءا ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ َ‫اﻟﻤﭼﺤْء ﺴﻨِ ﻦ‬ ِ ُ ‫ْء‬ “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. (QSAl-A'raf: 56) ‫ْء َ ِ ﱡ ْء‬ ‫ِ َ ﱡ‬ ‫َ ﻣﻦَ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻣﻦ ُﻌْءﺠﺒُﻚ ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ ﻓِﻲ اﻟﺤ َﺎة اﻟﺪﻬﻧ َﺎ َ ُﺸ ِﺪ ﷲَ ﻋﻠَﻰ ﻣﺎ ﻓِﻲ ﻗَ ْءﻠﺒِﻪ َ ﻫُﻮ أَﻟَﺪ‬ َ ِ ِ َ َ ًّ ُ ‫ْء‬ َ ‫اﻟﺨﺼﺎم‬ ِ َ ِ ‫ْء‬ “Dan apabila ia berpaling (dari kamu). Islam Melarang Menyakiti Satwa/binatang Islam pada dasarnya adalah agama yang mengatur hubungan antara manusia dan Allah. dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak. (QSAl-Baqarah: 205) B. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QSAr-Ruum: 41) Hanya terdapat dua pengklasifikasian jalan hidup manusia yaitu. Ajaran Islam untuk menyayangi satwa itu bisa dilihat dari hadist/riwayat/kisah sebagai berikut: ‫ٍء ْء َ ُ ْء ِ َ ٍء ْء ُ َ ﱠٍء ْء‬ ‫َﱠ‬ ‫َﱠ‬ َ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ ﺑَﻜﺮ ﺑْءﻦُ أَﺑِﻲ ﺷ ْءﺒَﺔَ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ ﺧَﺎﻟِﺪ اﻷَﺣْء ﻤﭼﺮ ﻋَﻦ ﻫﺸﺎم ﻋَﻦ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﻋَﻦ أَﺑِﻲ‬ ِ ‫ْء‬ ‫ْء‬ َ ُ‫ﻫُﺮ ْءﺮةَ ﻋَﻦ اﻟﻨﱠﺒِﻲ ﺻﻠﱠﻰ ﷲُ ﻋﻠَ ْءﻪ َ ﺳﻠﱠﻢ أَن اﻣﺮأَةًء ﺑَﻐ ًًّءﺎ َ أَ ْء ﻛ ْءﻠﺒًءﺎ ﻓِﻲ َﻮْء م ﺣﺎ ﱟ ُﻄ ﻒ‬ َ ‫ٍء‬ َ ‫ﱠ َ ِ َ َ ﱠ ْء‬ َ ‫ﱢ‬ َ َ ِ ِ ‫ْء ٍء ْء َ َ ِ ْء ْء َ ِ َ ْء‬ ‫ﺑِﺒِﺌﺮ ﻗَﺪ أَ ْء ﻟَﻊ ﻟِﺴﺎﻬﻧَﻪُ ﻣﻦ اﻟﻌﻄَﺶ ﻓَﻨَﺰﻋَﺖ ﻟَﻪُ ﺑِﻤﭼﻮﻗِ َﺎ ﻓَﻐﻔِﺮ ﻟَ َﺎ‬ َ ُ ُ Hadist ini menceritakan tentang kisah seorang wanita yang diampuni dosa-dosanya karena telah memberikan minum kepada seekor anjing yang kehausan.“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. tentunya kedua pengklasifikasian inilah yang telah diisyaratkanAllah bahwa rusaknya bumi itu karena ulah manusia. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”. Kisah Nabi-Nabi terdahulupun mencerminkan bahwa Islam sangat peduli dan memiliki kasih sayang terhadap binatang.

kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. dan dia berdoa: ‘Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.w tentang kejadian pada jaman nabi terdahulu. Karena kejadian ini Allah memperingatkan nabi tersebut dalam firmanNya: ‘hanya karena seekor semut engkau membakar semua komunitas yang menyembahKu’. Dan Islam juga mengutuk terhadap perbuatan keji kepada binatang. ﻓَﺘَﺒَﺴﻢ ﺿﺎﺣﻜﺎ ﻣﻦ ﻗَﻮْء ﻟِ َﺎ َ ﻗَﺎ َ َ بﱢ‬ ‫ْء‬ َ ‫ِ ْء‬ َ ‫َ ﱠ‬ َ َ ‫ْء ْء ُ َ ْء‬ َ َ َ َ ‫َ ﱠ ْء ْء‬ ‫ْء َ ْء‬ ُ ‫أَ ْء زﻋﻨِﻲ أَن أَﺷﻜﺮ ﻬﻧِﻌﻤﭼﺘَﻚ اﻟﱠﺘِﻲ أَﻬﻧﻌﻤﭼﺖَ ﻋﻠَﻲ َ ﻋﻠَﻰ َ اﻟِﺪي َ أَن أَﻋﻤﭼﻞ ﺻﺎﻟِﺤًءﺎ ﺗَﺮْء ﺿﺎ‬ ‫َ أَ ْء ﺧﻠْء‬ َ‫ِ ﻨِﻲ ﺑِﺮﺣْء ﻤﭼﺘِﻚ ﻓِﻲ ﻋﺒَﺎ ِ َ اﻟﺼﱠﺎﻟِﺤ ﻦ‬ َ َ َ ِ ِ “Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud. hukum yang berlaku adalah sebagai berikut: “Kerusakan atau perusakan karena dendam akibat terkena kerusakan adalah dilarang. masuklah ke dalam sarangsarangmu.a.)ﻻ ﺿﺮ ﻻ ﺿﺮا‬ 8 Islam Peduli Terhadap Satwa .” Dalam ajaran Islam (syariah) mengenai hak asasi satwa disebutkan secara detail dan jelas.‫ِ ْء ُ َ ْء ﱠ‬ ‫َ َ ِث ﺳﻠَ ْءﻤﭼﺎنُ َا ُ َ َ ﻗَﺎ َ َﺎ أَ ﱡ َﺎ اﻟﻨﱠﺎ ُ ﻋﻠﱢﻤﭼﻨَﺎ ﻣﻨﻄﻖ اﻟﻄﱠ ْءﺮ َ أُ ﺗِ ﻨَﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﺷﻲٍء إِن‬ َ ِ ‫ُ ْء َ ْء‬ َ ُ َ ِ ‫ِ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ‫َ َ ْء‬ ‫ْء‬ َ‫ﻫَﺬا ﻟَ ُﻮ اﻟﻔَﻀْء ﻞ اﻟﻤﭼﺒِ ﻦُ . Pada kasus sarang semut di atas. َ ﺣُﺸﺮ ﻟِﺴﻠَ ْءﻤﭼﺎنَ ﺟﻨُﻮ ُ ُ ﻣﻦَ اﻟﺠﻦﱢ َ اﻹﻬﻧﺲ َ اﻟﻄﱠ ْءﺮ ﻓ‬ ‫ِ ُﻢ‬ ُ ‫ْء‬ ُ ِ َ ُ َ ِ ِ ُ‫ُﻮزﻋﻮنَ . dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin. hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: ‘Hai semut-semut. karena beliau tak ingin menginjak seekorpun agar tidak melukai semut-semut itu. dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh’(19). sedangkan mereka tidak menyadari’ (18). dan dia berkata: 'Hai Manusia. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata'(16).” ( ‫. seperti kisah dibawah ini: ‫أﺧﺮﺟﻪ اﻟﺒﺨﺎ ي ﻣﻦ ﺣﺪ ﺚ ﻣﺎﻟﻚ ﻋﻦ أﺑﻲ اﻟﺰﻬﻧﺎ ﻋﻦ اﻷﻋﺮ ﻋﻦ أﺑﻲ ﻫﺮ ﺮة أن‬ ‫ﺳﻮ ﷲ }ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ{ﻗﺎﻟﻨﺰ ﻬﻧﺒﻲ ﻣﻦ اﻷﻬﻧﺒ ﺎٍء ﺗﺤﺖ ﺷﺠﺮة ﻓﻠﺪﻏﺘﻪ ﻬﻧﻤﭼﻠﺔ ٌء‬ ‫ﱞ‬ ‫ﻓﺄﻣﺮ ﺑﺠ ﺎز ﻓﺄﺧﺮ ﻣﻦ ﺗﺤﺘ ﺎ ﺛﻢ أﻣﺮ ﺑﺒ ﺘ ﺎ ﻓﺄﺣﺮ ﺑﺎﻟﻨﺎ ﻓﺄ ﺣﻰ ﷲ ﻋﺰ ﺟﻞ‬ ‫إﻟ ﻪ ﻓ ﻼ ﻬﻧﻤﭼﻠﺔ ًء اﺣﺪة‬ “Abu Hurayrah menceritakan seperti yang dikisahkan Rasulullah s. ﺣﺘﱠﻰ إِ َ ا أَﺗَﻮْء ا ﻋﻠَﻰ َ ا ِ اﻟﻨﱠﻤﭼﻞ ﻗَﺎﻟَﺖ ﻬﻧَﻤﭼﻠَﺔٌء َﺎ أَ ﱡ َﺎ اﻟﻨﱠﻤﭼﻞ ا ْء ﺧﻠ‬ ُ َ ‫ْء ُ ُ ﻮا ﻣﺴﺎﻛﻨَﻜﻢ ﻻ‬ َ ‫َ َ ِ ُ ْء‬ ‫ْء ْء‬ َ ِ ‫ْء‬ ‫ﱠ َ َ ِ ًء ِ ْء‬ ُ ُ ‫ِ َ ُ ْء‬ ُ ُ ‫ْء‬ ‫َﺤْء ﻄﻤﭼﻨﱠﻜﻢ ﺳﻠَ ْءﻤﭼﺎنُ َ ﺟﻨُﻮ ُ ُ َ ﻫُﻢ ﻻ َﺸﻌﺮ نَ . manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) (17). agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya.” (QSAn-Naml: 16-19) Dikisahkan bahwa kemudian Sulaiman dan tentaranya berhenti agar para semut masuk ke dalam sarangnya.Ada seorang nabi yang disengat semut dan dengan marah sang nabi memerintahkan untuk membakar semua sarang semut.

telah mencoba pendekatan ala 'ganjaran dan pahala' dalam hadist berikut ini: ‫ﺣ ﺛﻬﻧﺎ ﺳﻣﺎﻋلﺎﻳر ﻗﺎ ﺣ ﺛﻬﻧﻲ ﻣﺎﻟك ﻋ ﻬﻧﺎﻓﻊ ﻋ ﻋﺑ ﷲ ﺑ ﻋﻣلﺎﻳر‬ ‫لﺎﻳرﺿﻲ ﷲ ﻋﻬﻧﻬﻣﺎ لﺎﻳرﺳ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠلﺎﻳرﻪ ﺳﻠ ﻗﺎ ﻋذﺑت‬ ‫ﻣلﺎﻳر ﻟﻬﻧﺎلﺎﻳر ﻓﻲ لﺎﻳر ﺣﺑﺳﺗﻬﺎ ﺣﺗﻰ ﻣﺎﺗت ﺟ ﻋﺎ ﻓ ﺧﻠت ﻓلﺎﻳرﻬﺎ ﻟﻬﻧﺎلﺎﻳر‬ ‫ﻗﺎ ﻓﻘﺎ ﷲ ﻋﻠ ﻻ ﻬﻧت ﻌﻣﺗﻬﺎ ﻻ ﺳﻘلﺎﻳرﺗﻬﺎ ﻻ ﻬﻧت لﺎﻳرﺳﻠﺗﻬﺎ‬ « ‫ﻓﺄﻛﻠت ﻣ ﺧﺷﺎش ﻷلﺎﻳرض‬ “Nabi berkata pada para sahabatnya tentang seorang wanita yang akan masuk neraka karena telah mengurung seekor kucing. dan burung shurad (sejenis burung pipit). Islam Peduli Terhadap Satwa 9 .) Al-Imam Bukhori dalam kitabnya.” “Mishkāt Al-Masābīh” yang dikutip dari Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa: 'Suatu perbuatan baik yang dilakukan kepada hewan sama saja dengan perbuatan baik terhadap manusia.w.a. lebah. ada pahalanya bagi yang beramal kepada binatang yang masih hidup. Bahkan Rasulullah s.Dalam hadits shahih menurut Ibnu Hibban yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud. burung hudhud. sedangkan kekejaman kepada hewan sama artinya dengan kekejaman kepada manusia' dan juga 'Perbuatan baik kepada binatang akan dijanjikan pahala di akhirat nantinya. tidak memberinya makan. dan juga tidak melepaskannya agar kucing itu bisa mencari makan sendiri” (Hadist ini tercatat pada hampir semua kumpulan hadist yang sah. Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam melarang membunuh empat macam binatang yaitu: semut. ‫َﱠ‬ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻗُﺘَ ْءﺒَﺔُ ﺑْءﻦُ ﺳﻌ ﺪ ﻋَﻦ ﻣﺎﻟِﻚ ﺑْءﻦ أَﻬﻧَﺲ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﻗُﺮئ ﻋﻠَ ْءﻪ ﻋَﻦ ﺳﻤﭼﻲ ﻣﻮْء ﻟَﻰ أَﺑِﻲ ﺑَﻜﺮ‬ َ ‫َ ِ ٍء ْء َ ِ ِ ٍء َ ِ َ َ ِ ْء ُ َ ﱟ‬ ‫ْء ٍء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ٍء ﱠ ﱠ ِ ْء‬ ‫ْء‬ ‫َ َ ﱠ‬ َ‫ﻋَﻦ أَﺑِﻲ ﺻﺎﻟِﺢ اﻟﺴﻤﭼﺎن ﻋَﻦ أَﺑِﻲ ﻫُﺮ ْءﺮةَ أَن َ ﺳُﻮ َ ﷲِ ﺻﻠﱠﻰ ﷲُ ﻋﻠَ ْءﻪ َ ﺳﻠﱠﻢ ﻗَﺎ َ ﺑَ ْءﻨ‬ ‫ﻤﭼﺎ‬ َ َ َ َ ِ َ ‫َ َ َ ْء‬ َ ‫َ ﺟﻞ َﻤﭼﺸﻲ ﺑِﻄَﺮ ﻖ اﺷﺘَﺪ ﻋﻠَ ْءﻪ اﻟﻌﻄَﺶُ ﻓَﻮﺟﺪ ﺑِﺌﺮًءا ﻓَﻨَﺰ َ ﻓِ َﺎ ﻓَﺸﺮب ﺛُﻢ ﺧﺮ َ ﻓَﺈِ َ ا‬ َ ‫ِ ٍء ْء ﱠ َ ِ ْء‬ َ َ ‫َ ِ َ ﱠ‬ ِ ‫ُ ٌء ْء‬ َ ‫ﻛ ْءﻠﺐٌء َ ْءﻠ َﺚ َﺄْءﻛﻞ اﻟﺜﱠﺮى ﻣﻦ اﻟﻌﻄَﺶ ﻓَﻘَﺎ َ اﻟﺮﺟﻞ ﻟَﻘَﺪ ﺑَﻠَﻎ ﻫَﺬا اﻟﻜ ْءﻠﺐ ﻣﻦ اﻟﻌﻄَﺶ ﻣﺜﻞ‬ ُ ‫ﱠ ُ ُ ْء َ َ ْء َ َ ِ ْء ْء َ ِ ِ ْء‬ َ ‫ُ ُ ُ َ ِ ْء ْء‬ ِ ‫اﻟﱠﺬي ﻛﺎنَ ﺑَﻠَﻎ ﻣﻨﱢﻲ ﻓَﻨَﺰ َ اﻟﺒِﺌﺮ ﻓَﻤﭼﻸَ ﺧﻔﱠﻪُ ﻣﺎٍء ﺛُﻢ أَﻣﺴﻜﻪُ ﺑِﻔِ ﻪ ﺣﺘﱠﻰ َ ﻗِﻲ ﻓَﺴﻘَﻰ اﻟﻜﻠْء‬ َ ‫ْء‬ َ َ ‫َ ْء ْء َ َ َ ُ َ ًء ﱠ ْء‬ َ ِ َ ‫ﺐ‬ َ َ َ َ ِ ِ ‫ﱠ‬ ‫ََ َ ﱠ‬ َ ِ ‫ِ ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﻓَﺸﻜﺮ ﷲُ ﻟَﻪُ ﻓَﻐﻔَﺮ ﻟَﻪُ ﻗَﺎﻟُﻮا َﺎ َ ﺳُﻮ َ ﷲِ َ إِن ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻫَﺬ ِ اﻟﺒَ َﺎﺋِﻢ ﻷَﺟْء ﺮًءا ﻓَﻘَﺎ َ ﻓِﻲ ﻛﻞ‬ ‫ُ ﱢ‬ َ َ ‫ﻛﺒِﺪ َ ْء‬ ‫ٍء ٌء‬ ‫َ ٍء ﺒَﺔ أَﺟْء ﺮ‬ “Nabi berkata pada para sahabatnya tentang seorang petani penggarap yang diberkahi oleh Allah karena telah menyelamatkan nyawa seekor anjing dengan memberi anjing tersebut air minum untuk menghilangkan rasa haus” “Rasulullah saw ditanya apakah beramal kepada satwa akan memperoleh pahala dari Allah? Beliau menjawab: 'Ya.

Iapun turun lagi ke dalam sumur lalu memenuhi sepatu khufnya dengan air.ada pahalanya.maksudnya setiap sesuatu yang hidup yang diberi makan minum . Abu Hurairah r. sehingga ia keluar dari sumur tadi. hampir saja ia mati karena kehausan. Orang itu berkata dalam hati. lalu memasukkannya ke dalam syurga. menjawab: "Dalam setiap hati yang basah . Beberapa diantaranya adalah: Dalam berbagai ayat.Dalam kitab Riyadus Shalihin. elemen-elemen bumi. Al Qur'an yang mengandung banyak ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk mempelajari alam – sistem tata surya." Dalam riwayat lain dari Bukhari dan Muslim disebutkan pula: "Pada suatu ketika ada seekor anjing berputar-putar di sekitar sebuah sumur. Ternyata berbuat baik terhadap binatang juga mendapatkan pahala. Menurut kitab 10 Islam Peduli Terhadap Satwa . kemudian turun di dalamnya terus minum. apakah sebenarnya kita juga memperoleh pahala dengan sebab memberi .a. lalu menemukan sebuah sumur. terutama Al Qur'an.makan minum .dari golongan kaum pelacur Bani Israil melihatnya. Tiba-tiba ada seekor anjing mengulur-ulurkan lidahnya sambil makan tanah karena hausnya. memberikan dasar yang kuat pada ilmu alam dengan tujuan untuk memahami kehidupan.perempuan .w. kemudian memberikan pengampunan padanya.a. "Niscayalah anjing ini telah sampai pada kehausan sebagaimana yang telah sampai padaku tadi". ia sangat merasa haus.pada golongan binatang?" Beliau s. maka dengan perbuatannya itu diampunilah wanita tersebut. Tetapi yang ingin kami garis bawahi di sini adalah bahwa penciptaan satwa memperoleh tempat yang menonjol dalam firman-firmanNya. tiba-tiba ada seorang pezina . bersabda: Pada suatu ketika ada seorang lelaki berjalan di suatu jalan. serta flora dan fauna. terus memberi minum pada anjing tersebut." (Muttafaq 'alaih) Dalam sebuah riwayat dari Imam Bukhari disebutkan demikian: "Allah lalu berterima kasih pada orang tersebut.w. Tujuan sebenarnya dari perintah yang diulang-ulang dalam Al-Qur'an adalah untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang hakekat Allah sebagai Sang Pencipta alam semesta. Wanita itu lalu melepaskan sepatunya kemudian mengambilkan air untuk anjing tadi dan meminumkan air itu padanya. menceritakan bahwa Rasulullah s. KeseimbanganAlam Semua sumber ajaran Islam. Setelah itu iapun keluarlah.a. Al Qur'an berbicara tentang proses penciptaan dan menyebutkan bahwa makhluk ciptaan Allah diciptakan berpasang-pasangan." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah. kemudian memegang sepatu itu pada mulutnya. Hadist di atas mengandung suatu anjuran supaya kita semua berbuat baik terhadap binatang. Allah berterima kasih pada orang tadi dan memberikan pengampunan padanya.

seperti halnya satwa. dan mereka [manusia] juga. َ‫ُ َ ﻣﻦ أَﻬﻧﻔُﺴ ِﻢ َ ﻣﻤﭼﺎ ﻻ َﻌﻠَﻤﭼﻮن‬ ُ ‫ِ ْء ْء ِ ْء ِ ﱠ َ ْء‬ ‫ُ ِ ﱠ ْء ُ ْء‬ ‫ِ َ َ ْء ْء‬ ‫ﺳﺒﺤﺎنَ اﻟﱠﺬي ﺧﻠَﻖ اﻷَز َ ا َ ﻛﻠﱠ َﺎ ﻣﻤﭼﺎ ﺗُﻨﺒِﺖ اﻷَ ْء‬ َ ‫ُ ْء‬ Kemuliaan pada Dia yang menciptakan nenek moyang semua makhluk hidup yang berpasang-pasangan dan tumbuh di muka bumi. Seandainya saja para ilmuwan berhasil melakukan terobosan itu. Ayat-ayat berikut menunjukkan betapa pentingnya dasar-dasar dari hukum alam dan juga pentingnya urutan kejadian suatu spesies yang tidak dapat diganggu gugat. yakni benang sari (jantan) dan putik (betina) – yang terdiri dari bakal buah. Stilus merupakan perpanjangan bakal buah yang menyempit ujungnya dan menyokong stigma. tidak hanya kehidupan satwa. supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. kitab suci ini merupakan sumber informasi ilmiah yang paling jelas.suci ini. memiliki organ reproduksi. Kita mengetahui secara ilmiah bahwa tumbuhan. stilus (pangkal putik) dan stigma (kepala putik). Baru-baru ini beberapa ilmuwan menyatakan adanya harapan untuk menghidupkan kembali spesies-spesies yang telah punah dengan mengambil jaringan yang masih hidup pada bangkai spesies-spesies tersebut. Ketika suatu spesies dimusnahkan. Dalam ilmu botani (ilmu yang mempelajari tumbuhan) dijelaskan bahwa stigma merupakan kepala putik yang menerima serbuk sari pada saat pembuahan. Kemampuan ilmiah kita dapat menyebabkan terjadinya mutasi genetik. dan mereka tidak [belum] mengetahui. fakta yang sangat jelas terlihat adalah bahwa regenerasi dari spesies yang telah punah masih tergantung pada jaringan yang mengandung sel yang diciptakan oleh Allah. sel-nya menuju keabadian-mati selamanya. Sekedar mengingatkan bahwa Al-Qur'an telah ada sejak 14 abad yang lalu. (QS Yasin:36) (٤۹) َ‫َ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﺷﻲٍء ﺧﻠَﻘﻨَﺎ ز ْء ﺟ ْءﻦ ﻟَﻌﻠﱠﻜﻢ ﺗَﺬﻛﺮ ن‬ ُ ‫ِ ْء ُ َ ْء َ ْء َ َ ِ َ ُ ْء َ ﱠ‬ “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan. dan kemampuan manusia tidak akan pernah bisa untuk menciptakan kembali spesies terebut. Ayat-ayat berikut menggarisbawahi poin yang sangat penting bahwa setiap spesies diciptakan secara biologis untuk berkembang biak dengan tujuan melestarikan keturunannya sehingga makhluk hidup tersebut dapat terus memainkan peranannya di alam.” (QSAz-Zariyat: 49) ‫ِ َ َ َ ُ ُ ْء‬ ‫اﻟﱠﺬي ﺟﻌﻞ ﻟَﻜﻢ اﻷَ ْء َ ﻣ ْءﺪًءا َ ﺳﻠَﻚ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﺳﺒُﻼ َ أَﻬﻧﺰ َ ﻣﻦَ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء ﻣﺎٍء ﻓَﺄَﺧﺮﺟْء ﻨَﺎ ﺑِﻪ‬ َ ‫ﱠ َ ِ َ ًء ْء‬ ‫َ َ ُ ْء‬ ِ ِ َ ‫ُ ًء ْء‬ َ ‫ْء‬ ‫ِ ْء‬ َ (٥٣) ‫أَز َ اﺟًءﺎ ﻣﻦ ﻬﻧَﺒَﺎ ٍء ﺷﺘﱠﻰ‬ Islam Peduli Terhadap Satwa 11 . tetapi kita tidak akan pernah bisa menciptakan satu buah sel pun. tetapi setiap jenis tumbuhan juga diciptakan berpasangan antara jantan dan betina.

besar kecil dan sebagainya.”. Dia telah menciptakan pasangan di antara kamu. Aku menciptakan berbagai macam pasangan tumbuhan – masing-masing berbeda satu sama lain. dan dari semua buah diciptakan di atasnya. ialah jantan dan betina. (QSAr-Ra'd:3) ‫ْء‬ ‫ِ ْء ْء َ ِ ْء‬ ‫َ َ َ ُ ْء ِ ْء ْء ِ ُ ْء ْء‬ ‫ﻓَﺎ ِ ﺮ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ اﻷَ ْء ِ ﺟﻌﻞ ﻟَﻜﻢ ﻣﻦ أَﻬﻧﻔُﺴﻜﻢ أَز َ اﺟًءﺎ َ ﻣﻦَ اﻷَﻬﻧﻌﺎم أَز َ اﺟًءﺎ َﺬ َ ؤﻛﻢ‬ ‫ْء ُ ُ ْء‬ َ‫ُ ﱠ‬ ‫ﻓِ ﻪ ﻟَ ْءﺲ ﻛﻤﭼﺜﻠِﻪ ﺷﻲٍء َ ﻫُﻮ اﻟﺴﻤﭼ ﻊ اﻟْء‬ َ ِ ‫ِ َ َ ِ ْء‬ (۱۱) ‫َ ﱠ ِ ُ ﺒَﺼ ﺮ‬ ُ ِ ‫ْء ٌء‬ “[Allah adalah] Sang Pencipta langit dan bumi. pahit dan manis. (QSAsy-Syura:11) ‫ْء‬ (٤٥) ‫َ أَﻬﻧﱠﻪُ ﺧﻠَﻖ اﻟﺰ ْء ﺟ ْءﻦ اﻟﺬﻛﺮ َ اﻷﻬﻧﺜَﻰ‬ َ َ‫َ َ ﱠ َ ِ ﱠ‬ “Dan Dia menciptakan berpasang-pasangan –jantan dan betina.“[Allah adalah Dia] Yang telah membentangkan bumi (tanah) untukmu seperti permadani. Sehingga. ‫َ ِ َ ﱠ ْء‬ ‫ِ َ ْء‬ ُ ‫ِ ْء‬ ‫َ ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﻣﺪ اﻷَ ْء َ َ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ َ َ اﺳﻲ َ أَﻬﻧ َﺎ ًءا َ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ اﻟﺜﱠﻤﭼﺮا ِ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ‬ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ‫ﱠ‬ (٣) َ‫ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ ُﻐﺸﻲ اﻟﻠﱠ ْءﻞ اﻟﻨﱠ َﺎ َ إِن ﻓِﻲ َ ﻟِﻚ ﻵَ َﺎ ٍء ﻟِﻘَﻮْء م َﺘَﻔَﻜﺮ ن‬ ُ ‫ٍء ﱠ‬ َ ِ ‫َ َ ِ ْء ِ ْء‬ “Dan adalah Dia yang membentangkan bumi (tanah).”.” (QS Ta ha:53) ‫ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫ﺧﻠَﻖ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ ﺑِﻐ ْءﺮ ﻋﻤﭼﺪ ﺗَﺮ ْء ﻬﻧَ َﺎ َ أَ ْءﻟﻘَﻰ ﻓِﻲ اﻷَ ْء ِ َ َ اﺳﻲ أَن ﺗَﻤﭼ ﺪ ﺑِﻜﻢ َ ﺑَﺚ ﻓِ َﺎ‬ ‫ِ َ ْء ِ َ ُ ْء‬ َ ‫َ ِ َ ٍَء‬ َ‫َ َ ﱠ‬ ‫ٍء ْء ْء‬ ‫ْء‬ ُ ‫ِ ْء‬ َ َ ‫ِ ْء ُ ﱢ‬ ‫ﱠ‬ (۱٠) ‫ﻣﻦ ﻛﻞﱢ َاﺑﱠﺔ َ أَﻬﻧﺰَﻟﻨَﺎ ﻣﻦَ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء ﻣﺎٍء ﻓَﺄ ْءَﻬﻧﺒَﺘﻨَﺎ ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞ ز ْء ٍء ﻛﺮ ﻢ‬ ‫َ ِ َ ًء‬ ِ ‫ِ ٍء‬ “Dan Aku menjadikan setiap jenis flora tumbuh berpasang-pasangan. dan membuatkan jalan-jalan di atasnya.. dan mengirimkan air dari awan..” (QS Luqman:10) ‫َ ِ َ ﱠ ْء‬ ‫ِ َ ْء‬ ُ ‫ِ ْء‬ ‫َ ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﻣﺪ اﻷَ ْء َ َ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ َ َ اﺳﻲ َ أَﻬﻧ َﺎ ًءا َ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ اﻟﺜﱠﻤﭼﺮا ِ ﺟﻌﻞ ﻓِ َﺎ‬ َ َ َ َ َ َ َ َ َ‫ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ ُﻐﺸﻲ اﻟﻠﱠ ْءﻞ اﻟﻨﱠ َﺎ َ إِن ﻓِﻲ َ ﻟِﻚ ﻵ‬ ‫ﱠ‬ (٣) َ‫َ َ َﺎ ٍء ﻟِﻘَﻮْء م َﺘَﻔَﻜﺮ ن‬ ُ ‫ٍء ﱠ‬ َ ِ ‫َ َ ِ ْء ِ ْء‬ ”Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan.” (QSAr-Ra'd: 3) Yang dimaksud berpasang-pasangan.. Allah menutupkan malam kepada siang.”. ayat 36-48: Ketika banjir bandang melanda dan menyapu seluruh daerah. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. sehingga kamu bisa berkembang biak. Al-Qur'an menyebutkannya dalam Surat Hud. hal ini membahayakan beberapa jenis satwa dan burung karena mereka bisa punah... dan pasangan untuk binatang ternak juga. 12 Islam Peduli Terhadap Satwa . (QSAn-Najm:45) Cerita tentang perahu Nabi Nuh sangat terkenal.. seperti pasangan yang terdiri dari dua dan dua. putih dan hitam.

bahwa rencana Tuhan tentang regenerasi bekerja secara berlainan jenis (jantan dan betina) tetapi saling melengkapi dengan kekuatan alam – tidak hanya satwa dan tumbuhan.” (QSAl-Jasiyah:3. Hal ini menunjukkan bahwaAllah terkait pada kehidupan secara keseluruhan. sesungguhnya terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mau beriman pada kebenaran. Allah sangat perduli untuk menyelamatkan setidaknya sepasang spesies ikut bersama dengan pengikut Nabi Nuh yang beriman dengan cara memerintahkan sang nabi untuk: ‫ِ ْء ُ َ َ ِ ْء ِ ْء َ ﱠ َ ْء‬ ‫ﺣﺘﱠﻰ إِ َ ا ﺟﺎٍء أَﻣﺮﻬﻧَﺎ َ ﻓَﺎ َ اﻟﺘﱠﻨﱡﻮ ُ ﻗُ ْءﻠﻨَﺎ اﺣْء ﻤﭼﻞْء ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱟ ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ َ أَﻫﻠَﻚ إِﻻ ﻣﻦ‬ ُ ‫َ َ ْء‬ َ ِ ‫َ َ َ ِ ْء‬ ‫َ َ ََ ﱠ‬ َ‫ﺳﺒَﻖ ﻋﻠَ ْءﻪ اﻟﻘَﻮْء ُ َ ﻣﻦ َﻣﻦَ َ ﻣﺎ َﻣﻦَ ﻣﻌﻪُ إِﻻ ﻗﻠ‬ ‫ٌء‬ (٤٠) ‫ِ ﻞ‬ َ ‫َ ْء‬ “. bahwa penyelamatan spesies sangat diutamakan.. Sama halnya dengan listrik yang membutuhkan aliran positif dan negatif untuk bisa menghasilkan energi. Kedua. tetapi juga benda mati lainnya. binatang tak bertulang belakang dan primata (termasuk didalamnya adalah manusia) tergabung dalam satu kategori. binatang amfibi. dan semua binatang buas yang disebarkan di dalamnya. dan Dia [juga] memiliki kekuatan untuk mengumpulkan mereka menjadi satu kapanpun Dia berkehendak. Seperti bagian alam lainnya. adalah terciptanya langit dan bumi. binatang bertulang belakang.” (QS Hud: 40) Dari pembahasan di atas membuktikan bahwa Al-Qur'an memaparkan dua prinsip dasar.Bahkan di masa tersebut. termasuk spesies manusia. Islam Peduli Terhadap Satwa 13 . dan juga menyebut penciptaan mereka sebagai tanda-tanda dari Allah. seperti juga pada binatang buas yang disebarkan ke seluruh bumi. Dan bagi dirimu sebagai makhluk hidup..4) ‫َ ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫ِ ْء‬ ‫َ ﻣﻦ َ َﺎﺗِﻪ ﺧَﻠﻖ اﻟﺴﻤﭼﺎ َ ا ِ َ اﻷَ ْء ِ َ ﻣﺎ ﺑَﺚ ﻓِ ِﻤﭼﺎ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ‬ ‫َ ِ ْء ٍء‬ َ ‫ِ ْء ُ ﱠ‬ َ‫َ ﻫُﻮ ﻋﻠَﻰ ﺟﻤﭼﻌ ِﻢ إِ َ ا َﺸﺎٍء ﻗ‬ َ ‫ِ ٌء‬ (٢۹) ‫ُ ﺪ ﺮ‬ َ َ ‫َ ْء ِ ْء‬ “Dan di antara tanda-tandaNya.” (QSAsy-Syura:29) Bahasa Arab Dābbatun yang digunakan dalam ayat ini mewakili semua makhluk hidup.. Pertama. telah dikaruniai dengan bakat alam untuk melengkapi seluruh ciptaanNya sebagai satu kesatuan: (٣) َ‫َ ا ِ َ اﻷ ْء ِ ﻵ َﺎ ٍء ﻟِ ْءﻠﻤﭼﺆﻣﻨِ ﻦ‬ ِ ‫ُ ْء‬ (٤) َ‫َ ﻣﺎ َﺒُﺚ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ َﺎ ٌء ﻟِﻘَﻮْء م ُﻮﻗِﻨُﻮن‬ ‫ﱡ ِ ْء ٍء‬ ‫ٍء‬ َ ‫ﱠ‬ ‫إِن ﻓِﻲ اﻟﺴﻤﭼﺎ‬ َ‫ﱠ‬ ُ ‫ْء‬ ‫َ ﻓِﻲ ﺧَﻠﻘِﻜﻢ‬ ‫ْء‬ “Perhatikan! Di langit dan bumi terdapat tanda-tanda bagi orang yang beriman.naikkanlah ke kapal dua dari setiap spesies – satu jantan dan satu betina. Al-Qur'an juga mengelompokkan semua jenis binatang buas. Di berbagai macam surat. contohnya pada atom yang mengandung proton yang bersifat positif dan elektron yang bersifat negatif. Pesan mendasar dari ayat berikut bisa berarti bahwa 'setiap individu dari spesies..

adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan. terdiri dari bermacam-macam jenis.‫ﱠ‬ ‫َ ﻣﻦَ اﻟﻨﱠﺎ ِ َ اﻟﺪ َ ابﱢ َ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻣﺨﺘَﻠِﻒ أَ ْءﻟﻮاﻬﻧُﻪُ ﻛﺬﻟِﻚ إِﻬﻧﱠﻤﭼﺎ َﺨﺸﻰ ﷲَ ﻣﻦ ﻋﺒَﺎ ِ ِ اﻟﻌﻠَﻤﭼﺎٍء‬ ُ َ ُ ‫ْء‬ ِ ‫َ َ َ َ ْء َ ﱠ ِ ْء‬ ِ َ ‫ْء ْء َ ِ ُ ْء ٌء‬ ُ‫إِن ﷲَ ﻋَﺰ ﺰ ﻏﻔ‬ (٢٨) ‫ﱠ ﱠ ِ ٌء َ ﻮ ٌء‬ “Manusia.” (QSAl-Qamar:49) ‫ِ ُ ُ ْء‬ ‫ْء َ ُ َ ْء‬ ُ ‫ﷲُ َﻌﻠَﻢ ﻣﺎ ﺗَﺤْء ﻤﭼﻞ ﻛﻞﱡ أُﻬﻧﺜَﻰ َ ﻣﺎ ﺗَﻐ ﺾُ اﻷَ ْء ﺣﺎم َ ﻣﺎ ﺗَﺰ َا‬ ِ َ َ ُ ‫ﱠ ْء‬ ‫َ ﻛﻞﱡ ﺷﻲٍء ﻋﻨﺪ ُ ﺑِﻤﭼﻘْء‬ ‫ُ َ ْء ِ ْء‬ (٨) ‫َ ِ ﺪَا ٍء‬ “Allah mengetahui apa yang dikandung setiap betina dan berapa lama kandungan itu akan bertahan (masa kehamilan). Kedua.” (QSAr-Ra'd:8) Dua kata terakhir pada ayat tersebut sangatlah penting. yang digunakan dalam setiap ayat. ‫ِ َ ْء ْء‬ (۱۹) ‫َ ﻣﺪ ْء ﻬﻧَﺎﻫَﺎ َ أَ ْءﻟﻘَ ْءﻨَﺎ ﻓِ َﺎ َ َ اﺳﻲ َ أَﻬﻧﺒَﺘﻨَﺎ ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﺷﻲٍء ﻣﻮْء ز ن‬ ََ ‫ِ ْء ُ َ ْء َ ُ ٍء‬ ‫ْء‬ ‫َ اﻷَ ْء‬ “Dan di muka bumi – Aku telah menyebarkan tanah dan mencetak pegunungan di atasnya dengan keseimbangan yang stabil.” (QS Fatir: 28) ‫ُ ﱠ َ ْء َ ْء‬ (٤۹) ‫إِﻬﻧﱠﺎ ﻛﻞ ﺷﻲٍء ﺧﻠَﻘﻨَﺎ ُ ﺑِﻘَﺪ ٍء‬ َ “Perhatikan! Semua yang Kuciptakan memiliki ukuran yang tepat dan sempurna.” (QSAl-Hijr:19) ‫َ ْء‬ ‫ﺧﻠَﻖ اﻹﻬﻧﺴﺎنَ )٣( ﻋَﻠﱠﻤﭼﻪُ اﻟﺒَ َﺎنَ )٤( اﻟﺸﻤﭼﺲُ َ اﻟﻘَﻤﭼﺮ ﺑِﺤﺴﺒَﺎن )٥( َ اﻟﻨﱠﺠْء ﻢ َ اﻟﺸﺠﺮ‬ ُ َ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ ْء‬ َ ‫َ َ ْء ِ ْء‬ ُ ‫ْء َ ُ ُ ْء ٍء‬ ‫َﺴﺠﺪَان )٦( َ اﻟﺴﻤﭼﺎٍء َ ﻓَﻌ َﺎ َ َ ﺿﻊ اﻟﻤﭼ ﺰانَ )٧( أَﻻ ﺗَﻄﻐﻮْء ا ﻓِﻲ اﻟْء‬ َ ‫ﱠ ْء‬ َ ِ ‫َ َ ْء‬ (٨) ‫ﻤﭼ ﺰَان‬ َ َ َ‫ﱠ‬ ِ ُ ‫ْء‬ ِ ِ ‫ْء‬ ‫ُ ْء َ ْء‬ َ ِ ‫ْء ِ َ ْء ِ ُ ْء‬ (۱٠) ‫َ أَﻗِ ﻤﭼﻮا اﻟﻮزنَ ﺑِﺎﻟﻘِﺴْءﻂ َ ﻻ ﺗُﺨﺴﺮ ا اﻟﻤﭼ ﺰانَ )۹( َ اﻷَ ْء َ َ ﺿﻌ َﺎ ﻟِﻸَﻬﻧَﺎم‬ ِ ‫َ َ ْء‬ ُ ‫ْء‬ ‫ﻓِ َﺎ ﻓَﺎﻛ َﺔٌء َ اﻟﻨﱠﺨﻞ َ ا ُ اﻷَﻛﻤﭼﺎم )۱۱( َ اﻟﺤﺐﱡ ُ اﻟﻌﺼْء ﻒ َ اﻟﺮ ْءﺤﺎنُ )٢۱( ﻓَﺒِﺄَيﱢ‬ َ ‫ﱠ‬ َ ‫ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ِ ِ َ ‫ْء ْء‬ (۱٣) ‫َﻻٍء َ ﺑﱢﻜﻤﭼﺎ ﺗُﻜﺬﺑَﺎن‬ ِ ‫َ ِ َُ َﱢ‬ ”Dia menciptakan manusia (3). dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) (7). Bahasa Arab Unthā berarti betina untuk semua spesies. matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan (5). dan memiliki berat yang telah diukur dengan sempurna. fungsi dan peranan benda tersebut dapat memainkan peranan dalam rencana penciptaanAllah. dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada Nya (6). baik manusia maupun satwa. Makna dari kata ukuran adalah 'untuk mencapai tujuan mengapa suatu benda diciptakan. mengajarnya pandai berbicara (4). dan bagaimana kandungan itu membesar – karena bagi Allah. supaya kamu jangan melampaui batas tentang 14 Islam Peduli Terhadap Satwa . satwa liar maupun jinak. semua diciptakan dengan ukuran yang tepat dan sempurna. Oleh karena itu di antara mereka yang merendahkan diri di hadapan Allah. dan kujadikan kehidupan bagi apapun yang tumbuh di atasnya. kata ukuran dalam bahasa Arab adalah Miqdār.

dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya) (10). apabila diperintahkan untuk bermaksiat maka tidak diperkenankan untuk taat. maka dia harus menanamnya. jika ada seseorang yang memiliki bibit pohon kurma di tangannya. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu. Islam Peduli Terhadap Satwa 15 .(ada)” C. termasuk pemerintah. Kita bisa menilik dalil berikut yang digunakan sebagai dasar mengapa Islam wajib patuh terhadap peraturan pemerintah: ‫ﱠ‬ ‫ْء ْء ِ ِ ْء ُ ْء ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫َﺎ أَ ﱡ َﺎ اﻟﱠﺬ ﻦَ ﻣﻨُﻮا أَ ِ ﻌُﻮا ﷲَ َ أَ ِ ﻌُﻮا اﻟﺮﺳُﻮ َ َ أُ ﻟِﻲ اﻷَﻣﺮ ﻣﻨﻜﻢ ﻓَﺈِن ﺗَﻨَﺎزﻋﺘُﻢ‬ ‫َ ْء ْء‬ ِ َ ‫ﻓِﻲ ﺷﻲٍء ﻓَﺮ ﱡ ُ إِﻟَﻰ ﷲِ َ اﻟﺮﺳُﻮ ِ إِن ﻛﻨﺘُﻢ ﺗُﺆﻣﻨُﻮنَ ﺑِﺎ ﱠ ِ َ اﻟْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ‫ِ ْء ِ ِ َ َ ٌء‬ ‫َﻮْء م اﻵﺧﺮ َ ﻟِﻚ ﺧ ْءﺮ‬ ُ ‫َ ْء‬ ِ ‫ْء ُ ْء ْء ْء‬ ‫ًء‬ ‫َ أَﺣْء ﺴﻦُ ﺗَﺄْء ِ ﻼ‬ َ “Hai orang-orang yang beriman. di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang (11). dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya (12). taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya). dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu (9).neraca itu (8). yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. jika kamu benarbenar beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (QSAn Nisa': 59) Dalam kitab tafsir Ibnu Kasir disampaikan hadist sebagai berikut: ‫ُ َﱠ‬ ‫ﻗﺎ أﺑﻮ ا : ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﺴﺪ ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺤ ﻰ، ﻋﻦ ﻋﺒ ﺪ ﷲ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻬﻧﺎﻓﻊ، ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﷲ ﺑﻦ‬ ‫ﻋﻤﭼﺮ، ﻋﻦ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻗﺎ : "اﻟﺴﻤﭼﻊ اﻟﻄﺎﻋﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺮٍء اﻟﻤﭼﺴﻠﻢ‬ . Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya). Islam berinteraksi dengan baik dengan semua pihak. Di dalam ajarannya Islam mewajibkan pemeluknya untuk mengikuti perintah ataupun larangan dari pemerintah. Kewajiban Patuh Terhadap Peraturan Pemerintah Islam adalah agama yang tidak berdiri sendiri dan bersifat individual."‫ﻓ ﻤﭼﺎ أﺣﺐ ﻛﺮ ، ﻣﺎ ﻟﻢ ﺆﻣﺮ ﺑﻤﭼﻌﺼ ﺔ، ﻓﺈ ا أﻣﺮ ﺑﻤﭼﻌﺼ ﺔ ﻓﻼ ﺳﻤﭼﻊ ﻻ ﺎﻋﺔ‬ Hadist ini mengandung pengertian bahwa taat terhadap seorang muslim (pemerintah) atas sesuatu yang disenangi ataupun dibenci itu wajib asalkan bukan perintah untuk maksiat. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (13)” (QSAr-Rahman: 3-13) Sabda Rasulullah berikut ini menunjukkan betapa pentingnya pelestarian alam: “[Bahkan ketika dunia akan berakhir] Pada hari kiamat. dan ulil amri di antara kamu.

seperti jika seorang imam melarang rakyatnya menghisap tembakau maka rakyat wajib mematuhinya (kalau memang rokok hukumnya adalah makruh) l Jika dilarang terhadap sesuatu yang mubah maka kita wajib mengikuti imam/pemerintah Dalam hal ini telah dijelaskan dengan jelas tentang larangan mengeksploitasi satwasatwa langka yang telah dilindungi pemerintah. wajib taat (dzahiran wa bathinan) pada semua perintah imam (pemerintah) asalkan bukan perkara haram dan makruh -sama halnya dengan perintah adalah larangan-. peraturan itu juga untuk menjaga keseimbangan alam. begitu juga jika yang diperintahkan berupa perkara mubah. Pelanggar dari ketentuan tersebut dapat dikenakan pidana penjara 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta (pasal 20)”. Faktor utama yang mengancam punahnya satwa liar tersebut adalah berkurang atau rusaknya habitat mereka dan perburuan untuk diperdagangkan. perdagangan dan kepemilikan satwa liar yang dilindungi maka menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk turut mengikuti aturan tersebut. adapun pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut: l Jika yang diperintahkan berupa perkara wajib maka menjadi wajib muakkad (yang lebih kuat). 16 Islam Peduli Terhadap Satwa . Peraturan Pemerintah tersebut memiliki dasar dan pertimbangan yang sangat matang. Selain faktor kelangkaan satwa itu. bukan hasil penangkaran. Dengan demikian karena pemerintah sudah menetapkan peraturan yang melarang penangkapan. l Tapi jika memang mengandung maslahah 'ammah. “Perdagangan dan kepemilikan satwa dilindungi adalah dilarang sesuai pasal 21. melalui Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber DayaAlam Hayati dan Ekosistemnya. l Jika yang diperintahkan berupa perkara sunnah maka perintah itu menjadi wajib. Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam. Kini perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar di Indonesia.Dari beberapa dalil diatas dapat diambil kesimpulan bahwa.

‫ﻟﻮ أﻣﺮ اﻹﻣﺎم ﺑﺸﻲٍء ﺛﻢ ﺟﻊ ﻟﻮ ﻗﺒﻞ اﻟﺘﻠﺒﺲ ﺑﻪ ﻟﻢ ﺴﻘﻂ اﻟﻮﺟﻮب اﻫـ‬ (Pembahasan). juz 1 hal: 180 (۱٨٠ / ۱ ) . namun jika tidak memiliki kewenangan dalam bidang tertentu. akan tetapi lebih condong “wajib” secara dhahir saja.Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin. dhzahir dan bathin. maka cukup wajib secara dzahir saja. maka ada dua tinjauan. Dan ketika bukan berupa keharaman. Islam Peduli Terhadap Satwa 17 . seperti yang dikemukakan Imam Romli. seperti penyerahan zakat harta. maka tidak wajib mematuhinya. ﻗﻠﺖ: ﻗﺎ‬ ،‫أﻣﺮ ﺑﻪ ﺎﻫﺮاًء ﺑﺎ ﻨﺎ ًء ﻣﻤﭼﺎ ﻟ ﺲ ﺑﺤﺮام أ ﻣﻜﺮ ، ﻓﺎﻟﻮاﺟﺐ ﺘﺄﻛﺪ، اﻟﻤﭼﻨﺪ ب ﺠﺐ‬ ‫ﻛﺬا اﻟﻤﭼﺒﺎ إن ﻛﺎن ﻓ ﻪ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻛﺘﺮ ﺷﺮب اﻟﺘﻨﺒﺎ إ ا ﻗﻠﻨﺎ ﺑﻜﺮاﻫﺘﻪ ﻷن ﻓ ﻪ ﺧﺴﺔ‬ ‫ﺑﺬ ي اﻟ ﺌﺎ ، ﻗﺪ ﻗﻊ أن اﻟﺴﻠﻄﺎن أﻣﺮ ﻬﻧﺎﺋﺒﻪ ﺑﺄن ﻨﺎ ي ﺑﻌﺪم ﺷﺮب اﻟﻨﺎ ﻟﻪ ﻓﻲ‬ ، ‫اﻷﺳﻮا اﻟﻘ ﺎ ي، ﻓﺨﺎﻟﻔﻮ ﺷﺮﺑﻮا ﻓ ﻢ اﻟﻌﺼﺎة، ﺤﺮم ﺷﺮﺑﻪ اﻵن اﻣﺘﺜﺎﻻًء ﻷﻣﺮ‬ . Namun. Walaupun perintah imam tersebut memiliki status hukum mubah. makruh atau atupun haram.‫ﺑﻐ ﺔ اﻟﻤﭼﺴﺘﺮﺷﺪ ﻦ ﻟﻠﺴ ﺪ ﺑﺎﻋﻠﻮي اﻟﺤﻀﺮﻣﻲ‬ ( ‫ﻣﺴﺄﻟﺔ: (: ﺠﺐ اﻣﺘﺜﺎ أﻣﺮ اﻹﻣﺎم ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻟﻪ ﻓ ﻪ ﻻ ﺔ ﻛﺪﻓﻊ زﻛﺎة اﻟﻤﭼﺎ‬ ‫اﻟﻈﺎﻫﺮ، ﻓﺈن ﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﻟﻪ ﻓ ﻪ ﻻ ﺔ ﻫﻮ ﻣﻦ اﻟﺤﻘﻮ اﻟﻮاﺟﺒﺔ أ اﻟﻤﭼﻨﺪ ﺑﺔ ﺟﺎز اﻟﺪﻓﻊ‬ ‫إﻟ ﻪ اﻻﺳﺘﻘﻼ ﺑﺼﺮﻓﻪ ﻓﻲ ﻣﺼﺎ ﻓﻪ ، إن ﻛﺎن اﻟﻤﭼﺄﻣﻮ ﺑﻪ ﻣﺒﺎﺣﺎ ًء أ ﻣﻜﺮ ﻫﺎ ًء أ‬ ‫ﺣﺮاﻣﺎ ًء ﻟﻢ ﺠﺐ اﻣﺘﺜﺎ أﻣﺮ ﻓ ﻪ ﻛﻤﭼﺎ ﻗﺎﻟﻪ )م ( ﺗﺮ ﻓ ﻪ ﻓﻲ اﻟﺘﺤﻔﺔ، ﺛﻢ ﻣﺎ إﻟﻰ‬ ‫اﻟﻮﺟﻮب ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﺎ أﻣﺮ ﺑﻪ اﻹﻣﺎم ﻟﻮ ﻣﺤﺮﻣﺎ ًء ﻟﻜﻦ ﺎﻫﺮاًء ﻓﻘﻂ، ﻣﺎ ﻋﺪا إن ﻛﺎن‬ ‫ﻓ ﻪ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻋﺎﻣﺔ ﺟﺐ ﺎﻫﺮاًء ﺑﺎ ﻨﺎ ًء إﻻ ﻓﻈﺎﻫﺮاًء ﻓﻘﻂ أ ﻀﺎًء، اﻟﻌﺒﺮة ﻓﻲ‬ ، ‫اﻟﻤﭼﻨﺪ ب اﻟﻤﭼﺒﺎ ﺑﻌﻘ ﺪة اﻟﻤﭼﺄﻣﻮ ، ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟ ﻢ ﺎﻫﺮاًء أﻬﻧﻪ ﻻ ﺄﺛﻢ ﺑﻌﺪم اﻻﻣﺘﺜﺎ‬ ‫: اﻟﺤﺎﺻﻞ أﻬﻧﻪ ﺗﺠﺐ ﺎﻋﺔ اﻹﻣﺎم ﻓ ﻤﭼﺎ‬ ‫ﻣﻌﻨﻰ ﺑﺎ ﻨﺎ ًء أﻬﻧﻪ ﺄﺛﻢ اﻫـ. wajib mematuhi semua perintah imam dalam semua wilayah (kekuasaannya). ketika perintah imam tersebut berupa “keharaman”. dalam kitab “attuhfah” masih terdapat perselisihan. ketika terdapat unsur “mashalahah” maka kepatuhan tersebut bersifat wajib. ketika tidak terdapat mashlahah. maka hukumya hanya sebatas diperbolehkan mematuhi perintahnya.

18 Islam Peduli Terhadap Satwa .

membunuh makhluk yang bernafas. Nabi Muhammad s. sebagaimana pekerjaan bertani adalah pekerjaan yang paling baik. Perburuan satwa ada yang berburu untuk mengambil dagingnya/dikonsumsi dan ada perburuan yang hanya untuk olahraga atau kesenangan belaka.BAB III Pandangan Islam Tentang Beberapa Bentuk Pemanfaatan Satwa A.” Banyak lagi hadist yang melarang olah raga perburuan berdarah dan penggunaan satwa sebagai target tembak.ﻗَﺎ َ » ﻻَ ﺗَﺘﱠﺨﺬ ا ﺷ ْءﺌًءﺎ ﻓِ ﻪ‬ َ ِ ِ ‫ُ ٍء‬ ‫ﱠ‬ ِ .w dalam sabdanya berikut ini menempatkan pembunuhan satwa yang tidak disertai alasan kuat sebagai perbuatan dosa besar: “Hindari 7 hal yang sangat diharamkan [sangat berdosa]: menyekutukan Allah. membunuh makhluk yang bernafas! dilarang oleh Allah kecuali dengan alasan yang masuk akal. bahkan mempunyai urutan paling tinggi dalam kadar halalnya karena kehalalannya tidak diragukan lagi. dan bagi orang ihram haji dan umrah.a. Sedangkan hukumnya berburu adalah mubah (boleh) dengan kesepakatan ulama kecuali di tanah haram Makah dan Madinah. ‫. إ ا ﺣﻠﻠﺘﻢ ﻓﺎﺻﻄﺎ‬ “Ketika kamu sudah tahalllul (menyelesaikan ihram) maka bolehlah kamu berburu..” Ayat ini adalah bentuk perintah setelah larangan maka interpretasinya adalah boleh. Perburuan Satwa Langka Makna berburu dalam konteks fiqih adalah menangkap binatang liar yang tidak ada pemiliknya. Perburuan dan Perdagangan Satwa Langka 1.. durhaka pada kedua orang tua.” “Hal-hal yang sangat berdosa adalah: menyekutukan Allah. seperti yang disebutkan di bawah ini: ‫َﱠ ُ ُ ﱠ‬ ‫َُ َﱠ‬ ‫َ ﱠ ُ ْء‬ 5171 .. klenik. Allah berfirman: .« ‫اﻟﺮﱡ ُ ﻏﺮﺿًءﺎ‬ َ َ Islam Peduli Terhadap Satwa 19 ..‫َ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻋﺒَ ْءﺪ ﷲِ ﺑْءﻦُ ﻣﻌﺎٍء ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑِﻰ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﺷﻌﺒَﺔُ ﻋَﻦ ﻋﺪىﱟ ﻋَﻦ ﺳﻌ ﺪ ﺑْءﻦ‬ ِ َ ‫ْء‬ ِ ِ ِ َ ‫ْء‬ ‫ﱠ‬ َ ُ ِ ‫ﺟﺒَ ْءﺮ ﻋَﻦ اﺑْءﻦ ﻋﺒﱠﺎ ٍء أَن اﻟﻨﱠﺒِﻰ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. Daging hewan buruan boleh dimakan apabila memang halal untuk dimakan.

melarang perburuan berdarah. mengecam orang-orang yang menjadikan makhluk hidup sebagai target berburu” “Rasulullah s.a. bersabda: 'Jangan menjadikan sesuatu yang memiliki nyawa sebagai target” ‫َ ٍء َ ﱠ‬ ‫َﱠ‬ 5174 . mengecam orang-orang yang memanfaatkan apa pun yang hidup untuk hobi perburuan belaka” “Rasulullah s.‫ﺷ ْءﺌًءﺎ ﻓِ ﻪ اﻟﺮﱡ ُ ﻏﺮﺿًءﺎ‬ َ َ ِ “Ibnu Umar pernah melewati beberapa orang yang berpesta dengan mengikat seekor ayam betina dan menembakkan panah ke binatang tersebut.w. Ibnu Umar berkata: 'Siapa yang melakukan hal ini? Sungguh! Para nabi Allah mengutuk mereka yang melakukan hal seperti ini” ُ َِ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ ‫َ ْء ٍء َ ﱠ ُ ْء‬ 5169 .ﻟَﻌﻦَ ﻣﻦ اﺗﱠﺨﺬ‬ ‫َ َ َ َ ﱠ َ ْء َ َ َ ﱠ‬ َ ِ َ َ َ .” Dalam beberapa riwayat hadist lain juga ditekankan tentang larangan Rasulullah saw.a.‫َ ﺒَ َﺎﺋِﻢ‬ ُ “Rasulullah s. melarang binatang dijadikan target berburu” 20 Islam Peduli Terhadap Satwa .w. seperti yang dilakukan suku Badui” “Rasulullah s. mereka kalang kabut.a.“Rasulullah s.أَن ﺗُﺼْء ﺒَﺮ اﻟْء‬ ‫ْء‬ . Saat mereka mengetahui Ibnu Umar menghampiri. Beliau menasehati mereka.‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ اﻟﻤﭼﺜَﻨﱠﻰ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ ﺟﻌﻔَﺮ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﺷﻌﺒَﺔُ ﻗَﺎ َ ﺳﻤﭼﻌْءﺖ‬ ُ ‫ْء‬ ‫ﻫﺸﺎم ﺑﻦَ ز ْءﺪ ﺑْءﻦ أَﻬﻧَﺲ ﺑْءﻦ ﻣﺎﻟِﻚ ﻗَﺎ َ َ ﺧَﻠﺖ ﻣﻊ ﺟﺪﱢى أَﻬﻧَﺲ ﺑْءﻦ ﻣﺎﻟِﻚ َا َ اﻟﺤﻜﻢ ﺑْءﻦ‬ ‫ِ ِ َ ٍء‬ ‫ِ ِ َ ٍء‬ َ َ َ ُ ‫ْء‬ ِ ِ َ َ ‫ْء‬ ِ ِ َ ‫ِ َ َ ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫أَ ﱡﻮب ﻓَﺈِ َ ا ﻗَﻮْء م ﻗَﺪ ﻬﻧَﺼﺒُﻮا َ ﺟﺎﺟﺔًء َﺮْء ﻣﻮﻬﻧَ َﺎ ﻗَﺎ َ ﻓَﻘَﺎ َ أَﻬﻧَﺲٌء ﻬﻧَ َﻰ َ ﺳُﻮ ُ ﷲِ -ﺻﻠﻰ‬ َ َ َ ‫ٌء ْء‬ َ ُ ‫ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ.w. bersabda: 'Jangan menjadikan makhluk hidup sebagai target berburu” “Rasulullah s.a.w.a.a.‫َ ﺣﺪﺛَﻨِﻰ زﻫَ ْءﺮ ﺑْءﻦُ ﺣﺮْء ب ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻫُﺸ ْءﻢ أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ أَﺑُﻮ ﺑِﺸﺮ ﻋَﻦ ﺳﻌ ﺪ ﺑْءﻦ‬ ُ ُ َ ‫َ ٌء ْء‬ ِ ِ ِ َ ‫ْء ٍء ْء‬ ُ‫ﺟﺒَ ْءﺮ ﻗَﺎ َ ﻣﺮ اﺑْءﻦُ ﻋﻤﭼﺮ ﺑِﻔِﺘ َﺎن ﻣﻦ ﻗُﺮ ْءﺶ ﻗَﺪ ﻬﻧَﺼﺒُﻮا َ ْءﺮًءا َ ﻫُﻢ َﺮْء ﻣﻮﻬﻧَﻪُ َ ﻗَﺪ ﺟﻌﻠ‬ ‫َ ﱠ‬ ‫ْء َ َ ﻮا‬ َ ‫ُ َ َ ْء ٍء ِ ْء َ ٍء ْء‬ ُ ‫ْء‬ ‫ُ ٍء‬ ‫ُ َ َ َ ْء‬ ‫ْء ُ َ َ ﱠ‬ ‫ِ ُ ﱠ‬ ‫ﻟِﺼﺎﺣﺐ اﻟﻄﱠ ْءﺮ ﻛﻞ ﺧَﺎ ِ ﺌَﺔ ﻣﻦ ﻬﻧَﺒﻠِ ِﻢ ﻓَﻠَﻤﭼﺎ َ أَ ُ ا اﺑﻦَ ﻋﻤﭼﺮ ﺗَﻔَﺮﻗُﻮا ﻓَﻘَﺎ َ اﺑْءﻦُ ﻋﻤﭼﺮ ﻣﻦ‬ ‫ٍء ِ ْء ْء ْء‬ ‫ﱠ‬ ِ ِ َ ‫ﱠ‬ َ‫ﻓَﻌﻞ ﻫَﺬا ﻟَﻌﻦَ ﷲُ ﻣﻦ ﻓَﻌﻞ ﻫَﺬا إِن َ ﺳُﻮ َ ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ.w.a.w. menjadikan makhluk hidup (satwa) sebagai target latihan berburu. 'Jangan melukai satwa malang itu. “Rasulullah s.w. melewati beberapa anak yang sedang memanah domba.

Disisi lain pemerintah juga sudah menetapkan undang-undang tentang dilarangnya perburuan satwa langka yang dilindungi. Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu. kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Hukum ini akan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan situasi dan kondisi. Ketika mempertimbangkan akibat dari berburu hewan langka adalah dapat mengakibatkan kepunahan salah satu spesies dan hal ini juga akan membuat hilangnya keseimbangan alam.Allah berfirman: َُ َ‫َﺴْءﺄَﻟُﻮﻬﻧَﻚ ﻣﺎ َ ا أُﺣﻞ ﻟَ ُﻢ ﻗُﻞْء أُﺣﻞ ﻟَﻜﻢ اﻟﻄﱠ ﱢﺒَﺎ ُ َ ﻣﺎ ﻋَﻠﱠﻤﭼﺘُﻢ ﻣﻦَ اﻟﺠﻮا ِ ِ ﻣﻜﻠﱢﺒِ ﻦ‬ ‫ِ ﱠ ْء‬ ُُ ‫ِ ﱠ‬ َ َ ‫ْء ْء ِ ْء‬ َ َ َ ‫ﺗُﻌﻠﱢﻤﭼﻮﻬﻧَ ُﻦ ﻣﻤﭼﺎ ﻋَﻠﱠﻤﭼﻜﻢ ﷲُ ﻓَﻜﻠُﻮا ﻣﻤﭼﺎ أَﻣﺴﻜﻦَ ﻋﻠَ ْءﻜﻢ َ ا ْء ﻛﺮ ا اﺳﻢ ﷲِ ﻋﻠَ ْءﻪ َ اﺗﱠﻘُﻮا ﱠ‬ ‫ْء َ ﱠ‬ ‫َ ُ ُ ﱠ ُ ِ ﱠ ْء َ ْء‬ ُ ُ ‫َ ُ ْء‬ ‫ﱠ ِ ﱠ‬ ِ َ ُ َ َ‫ﷲ‬ ‫ﱠ ﱠ َ ِ ُ ْء‬ . maka berburu hewan langka adalah tidak dibenarkan oleh syara'. Islam Peduli Terhadap Satwa 21 .‫إِن ﷲَ ﺳﺮ ﻊ اﻟﺤﺴﺎب‬ ِ َ ِ “Mereka menanyakan kepadamu: ‘Apakah yang dihalalkan bagi mereka?’. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu.” (QSAl Maidah: 4) Hukum ini adalah hukum yang masih bersifat asli dan umum. Hal ini menjadi penguat tentang hukum keharaman berburu satwa langka yang telah dilindungi undang-undang. sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.Diperbolehkannya berburu dan makan binatang buruan tercantum dalam surat Al Maidah ayat 4. Dan bertakwalah kepada Allah.

ﻣﻤﭼﺎ ﺆﻛﺪ ﻣﺸﺮ ﻋ ﺔ اﻟﺼ ﺪ: أﻬﻧﻪ ﻬﻧﻮ اﻛﺘﺴﺎب، اﻬﻧﺘﻔﺎ ﺑﻤﭼﺎ ﻫﻮ‬ ‫ﻣﺨﻠﻮ ﻟﻺﻬﻧﺴﺎن، ﻟ ﺘﻤﭼﻜﻦ ﻣﻦ اﻟﺒﻘﺎٍء، ﺗﻨﻔ ﺬ اﻟﺘﻜﺎﻟ ﻒ اﻟﺸﺮﻋ ﺔ.‫‪v Rujukan‬‬ ‫‪Al-Fiqhu al-Islamy wa Adillatuhu Li Wahbah al-Zuhaili. ﻫﻮ ﺣﺮام إن ﻛﺎن ﻓ ﻪ ﻠﻢ اﻟﻨﺎ‬ ‫ﺑﺎﻟﻌﺪ ان ﻋﻠﻰ ز ﻋ ﻢ أﻣﻮاﻟ ﻢ؛ ﻷن اﻟﻮﺳﺎﺋﻞ ﻟ ﺎ أﺣﻜﺎم اﻟﻤﭼﻘﺎﺻﺪ )٤) اﻟﺼ ﺪ‬ ‫أﻓﻀﻞ ﻣﺄﻛﻮ ؛ ﻷﻬﻧﻪ ﺣﻼ ﻻ ﺷﺒ ﺔ ﻓ ﻪ، ﻛﻤﭼﺎ أن اﻟﺰ اﻋﺔ أﻓﻀﻞ ﻣﻜﺘﺴﺐ؛ ﻷﻬﻧ ﺎ‬ ‫أﻗﺮب إﻟﻰ اﻟﺘﻮﻛﻞ ﻣﻦ ﻏ ﺮﻫﺎ، أﻗﺮب ﻟﻠﺤﻞ. ﻫﺬا ﻗﺪ ﻗﺴﻢ اﻟﻤﭼﺎﻟﻜ ﺔ‬ ‫)٦( أﺣﻜﺎم اﻟﺼ ﺪ ﺧﻤﭼﺴﺔ أﻗﺴﺎم: ﻣﺒﺎ ﻟﻠﻤﭼﻌﺎ ، ﻣﻨﺪ ب ﻟﻠﺘﻮﺳﻌﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻌ ﺎ ،‬ ‫اﺟﺐ ﻹﺣ ﺎٍء اﻟﻨﻔﺲ ﻋﻨﺪ اﻟﻀﺮ ة، ﻣﻜﺮ ﻟﻠ ﻮ، ﺣﺮام إ ا ﻛﺎن ﻋﺒﺜﺎ ًء ﻟﻐ ﺮ‬ ‫ﻬﻧ ﺔ، ﻟﻠﻨ ﻲ ﻋﻦ ﺗﻌﺬ ﺐ اﻟﺤ ﻮان ﻟﻐ ﺮ ﻓﺎﺋﺪة.‪Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). أﺟﻤﭼﻊ اﻟﻌﻠﻤﭼﺎٍء ﻋﻠﻰ إﺑﺎﺣﺔ اﻻﺻﻄ ﺎ ، اﻷﻛﻞ ﻣﻦ اﻟﺼ ﺪ. (al-Maktabah al‬‬‫082 . ﻓ ﺎ ﻋﻤﭼﻞ اﻟ ﺪ، اﻟﻨﻔﻊ اﻟﻌﺎم ﻟﻺﻬﻧﺴﺎن‬ ‫اﻟﺤ ﻮان )٥( . ﻜﺮ‬ ‫اﻟﺼ ﺪ ﻟ ﻮاًء، ﻷﻬﻧﻪ ﻋﺒﺚ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﻋﻠ ﻪ اﻟﺴﻼم: »ﻻ ﺗﺘﺨﺬ ا ﺷ ﺌﺎ ًء ﻓ ﻪ اﻟﺮ ﻏﺮﺿﺎًء«‬ ‫)٢( أي ﻫﺪﻓﺎ ًء »ﻣﻦ ﻗﺘﻞ ﻋﺼﻔﻮ اًء ﻋﺒﺜﺎًء، ﻋﺞ إﻟﻰ ﷲ ﻮم اﻟﻘ ﺎﻣﺔ ﻘﻮ : ﺎ ب، إن‬ ‫ﻓﻼﻬﻧﺎ ًء ﻗﺘﻠﻨﻲ ﻋﺒﺜﺎًء، ﻟﻢ ﻘﺘﻠﻨﻲ ﻣﻨﻔﻌﺔ« )٣( . ﺆﻛﻞ اﻟﻤﭼﺼ ﺪ إن ﻛﺎن‬ ‫ﻣﺄﻛﻮﻻًء ﺷﺮﻋﺎ ًء )٢( ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: } إ ا ﺣﻠﻠﺘﻢ ﻓﺎﺻﻄﺎ ا{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٢/٥[ أﻣﺮ ﺑﻌﺪ‬ ‫ﺣﻈﺮ، ﻓ ﻔ ﺪ اﻹﺑﺎﺣﺔ. ﺛﺒﺖ ﻓﻲ اﻟﺴﻨﺔ أن اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻗﺎ ﻟﻌﺪي ﺑﻦ‬ ‫ﺣﺎﺗﻢ: »إن أ ﺳﻠﺖ ﻛﻠﺒﻚ، ﺳﻤﭼ ﺖ، ﻓﺄﺧﺬ، ﻓﻘﺘﻞ،ﻓﻜﻞ، إن أﻛﻞ ﻣﻨﻪ ﻓﻼ ﺗﺄﻛﻞ، ﻓﺈﻬﻧﻤﭼﺎ‬ ‫أﻣﺴﻚ ﻋﻠﻰ ﻬﻧﻔﺴﻪ« )٣( . 4.‬ ‫22‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ . ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺳﺒﺤﺎﻬﻧﻪ: } ﺣﺮم ﻋﻠ ﻜﻢ ﺻ ﺪ اﻟﺒﺮ ﻣﺎ ﻣﺘﻢ‬ ‫ﺣﺮﻣﺎًء{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٦۹/٥[ } ﺎأ ﺎ اﻟﺬ ﻦ ﻣﻨﻮا ﻻ ﺗﻘﺘﻠﻮا اﻟﺼ ﺪ أﻬﻧﺘﻢ‬ ‫ﺣﺮم{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٥۹/٥[ }ﻗﻞ: أﺣﻞ ﻟﻜﻢ اﻟﻄ ﺒﺎ ، ﻣﺎ ﻋﻠﱠﻤﭼﺘﻢ ﻣﻦ اﻟﺠﻮا‬ ‫ﻣﻜﻠﱢﺒ ﻦ{]اﻟﻤﭼﺎﺋﺪة:٥/٤[. Hal‬‬ ‫٣٠٨٢‬ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻻﺳﻼﻣﻲ ﺟﺰ ٤‬ ‫اﻟﺼ ﺪ: اﻗﺘﻨﺎ ﺣ ﻮان ﺣﻼ ﻣﺘﻮﺣﺶ، ﺒﻌﺎ ًء ﻏ ﺮ ﻣﻤﭼﻠﻮ ، ﻻ ﻣﻘﺪ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫اﻟﻤﭼﺼ ﺪ: ﻫﻮ ﻛﻞ ﺣ ﻮان ﻣﺘﻮﺣﺶ ﺒﻌﺎًء، ﻣﻤﭼﺘﻨﻊ ﻋﻦ اﻵ ﻣﻲ، ﻣﺄﻛﻮﻻًء ﻛﺎن أ ﻏ ﺮ‬ ‫ﻣﺄﻛﻮ ، ﻻ ﻤﭼﻜﻦ أﺧﺬ إﻻ ﺑﺤ ﻠﺔ ﺣﻜﻢ اﻟﺼ ﺪ: اﻻﺻﻄ ﺎ ﻣﺒﺎ ﻟﻘﺎﺻﺪ إﺟﻤﭼﺎﻋﺎ ًء ﻓﻲ‬ ‫ﻏ ﺮ ﺣﺮم ﻣﻜﺔ ﺣﺮم اﻟﻤﭼﺪ ﻨﺔ، ﻟﻐ ﺮ اﻟﻤﭼﺤﺮم ﺑﺤﺞ أ ﻋﻤﭼﺮة. Vol. ﻋﻦ أﺑﻲ ﻗﺘﺎ ة: أﻬﻧﻪ ﻛﺎن ﻣﻊ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫ﺳﻠﻢ ، ﻓﺮأى ﺣﻤﭼﺎ اًء ﺣﺸ ﺎًء، ﻓﺎﺳﺘﻮى ﻋﻠﻰ ﻓﺮﺳﻪ، أﺧﺬ ﻣﺤﻪ، ﺛﻢ ﺷﺪ ﻋﻠﻰ‬ ‫اﻟﺤﻤﭼﺎ ، ﻓﻘﺘﻠﻪ، ﻓﻠﻤﭼﺎ أ ﻛﻮا ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ، ﺳﺄﻟﻮ ﻋﻦ ﻟﻚ، ﻓﻘﺎ :‬ ‫»ﻫﻲ ُﻌْءﻤﭼﺔ، أ ﻌﻤﭼﻜﻤﭼﻮﻫﺎ ﷲ « )٤( ﻋﻦ أﺑﻲ ﺛﻌﻠﺒﺔ اﻟﺨﺸﻨﻲ، أن اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠًّﻰ ﷲ‬ ‫ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻗﺎ : »ﻣﺎ ﺻﺪ ﺑﻘﻮﺳﻚ، ﻓﺬﻛﺮ اﺳﻢ ﷲ ﻋﻠ ﻪ، ﻓﻜﻞ، ﻣﺎ ﺻﺪ ﺑﻜﻠﺒﻚ‬ ‫اﻟﻤﭼﻌﻠﻢ، ﻓﺬﻛﺮ اﺳﻢ ﷲ ﻋﻠ ﻪ، ﻓﻜﻞ، ﻣﺎ ﺻﺪ ﺑﻜﻠﺒﻚ ﻏ ﺮ اﻟﻤﭼﻌﻠﻢ، ﻓﺄ ﻛﺖ ﻛﺎﺗﻪ،‬ ‫ﻓﻜﻞ« )۱( .

hal. Dari kedua ta'bir diatas. yang hal tersebut secara jelas dilarang oleh syara'. Vol. ﻗﺪ ﻗ ﻞ: ﺗﺠﺎ ة اﻟﺤﻜﺎم ﻣﻦ اﻟﻔﺴﺎ‬ ‫: ﻗﻄﻊ اﻟﺪﻬﻧﺎﻬﻧ ﺮ ﻣﻦ اﻟﻔﺴﺎ ﻓﻲ اﻷ‬ ‫ﻗﺪ‬ ‫. hukum berburu ada lima macam. Hal demikian sesuai dengan makna umum dan berdasarkan pendapat-pendapat yang benar. demi kehidupannya. 1) Mubah: ketika untuk penghidupan. Imam Dhohak mengatakan bahwa arti ayat ini adalah janganlah kalian merusak mata air yang mengalir. ﻗﺎ اﻟﻘﺸ ﺮي: اﻟﻤﭼﺮا ﻻ ﺗﺸﺮﻛﻮا؛ ﻓ ﻮ ﻬﻧ ﻲ ﻋﻦ اﻟﺸﺮ ﺳﻔﻚ‬ ‫ﻓﻲ اﻷ‬ ‫، أﻣﺮ ﺑﻠﺰ م اﻟﺸﺮاﺋﻊ ﺑﻌﺪ إﺻﻼﺣ ﺎ، ﺑﻌﺪ أن أﺻﻠﺤ ﺎ‬ ‫اﻟﺪﻣﺎٍء اﻟ ﺮ ﻓﻲ اﻷ‬ ‫ﷲ ﺑﺒﻌﺜﻪ اﻟﺮﺳﻞ، ﺗﻘﺮ ﺮ اﻟﺸﺮاﺋﻊ ﺿﻮ ﻣﻠﺔ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ.‫ﻓﻲ "ﻫﻮ " إن ﺷﺎٍء ﷲ ﺗﻌﺎﻟﻰ‬ Ayat “Janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi sesudah keteraturanya”. bahwa perburuan yang akan berakibatkan terhadap kepunahan species. 7.Secara garis besar. 4) Makruh: jika untuk main-main. yang memberikan konsekuensi ketidakteraturan alam. Islam Peduli Terhadap Satwa 23 . 98 ۹٨ ٧ ‫اﻟﺠﺎﻣﻊ ﻻﺣﻜﺎم اﻟﻘﺮأن ﺟﺰ‬ ‫ﺑﻌﺪ إﺻﻼﺣ ﺎ" أﻬﻧﻪ ﺳﺒﺤﺎﻬﻧﻪ ﻬﻧ ﻰ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻓﺴﺎ‬ ‫ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: " ﻻ ﺗﻔﺴﺪ ا ﻓﻲ اﻷ‬ .‫ﻗﺎ اﻟﻀﺤﺎ : ﻣﻌﻨﺎ ﻻ ﺗﻌﻮ ا اﻟﻤﭼﺎٍء اﻟﻤﭼﻌ ﻦ، ﻻ ﺗﻘﻄﻌﻮا اﻟﺸﺠﺮ اﻟﻤﭼﺜﻤﭼﺮ ﺿﺮا ا‬ ‫. adalah bagian dari bentuk “Ifsad” perusakan. 2) Sunnah: untuk kebutuhan lebih. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). ini menunjukkan larangan Allah terhadap segala bentuk kerusakan baik kecil ataupun besar. ‫ﻗﻞ أ ﻛﺜﺮ ﺑﻌﺪ ﺻﻼ ﻗﻞ أ ﻛﺜﺮ. 5) Haram: jika dan asal-asalan tanpa ada niat apa-apa. ﺳ ﺄﺗﻲ اﻟﻜﻼم ﻓﻲ ﻗﻄﻊ اﻟﺪﻬﻧﺎﻬﻧ ﺮ‬ .‫اﺑﻦ ﻋﻄ ﺔ: ﻗﺎﺋﻞ ﻫﺬ اﻟﻤﭼﻘﺎﻟﺔ ﻗﺼﺪ إﻟﻰ أﻛﺒﺮ ﻓﺴﺎ ﺑﻌﺪ أﻋﻈﻢ ﺻﻼ ﻓﺨﺼﻪ ﺑﺎﻟﺬﻛﺮ‬ ‫ﻗﻠﺖ: أﻣﺎ ﻣﺎ ﻛﺮ اﻟﻀﺤﺎ ﻓﻠ ﺲ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﭼﻮﻣﻪ، إﻬﻧﻤﭼﺎ ﻟﻚ إ ا ﻛﺎن ﻓ ﻪ ﺿﺮ ﻋﻠﻰ‬ ‫اﻟﻤﭼﺆﻣﻦ، أﻣﺎ ﻣﺎ ﻌﻮ ﺿﺮ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺸﺮﻛ ﻦ ﻓﺬﻟﻚ ﺟﺎﺋﺰ؛ ﻓﺈن اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫ﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﻋﻮ ﻣﺎٍء ﻗﻠ ﺐ ﺑﺪ ﻗﻄﻊ ﺷﺠﺮ اﻟﻜﺎﻓﺮ ﻦ. pada keluarganya. ﻗﺎ‬ . Karena hal tersebut menyebabkan “penyiksaan terhadap hewan tanpa adanya faidah” Al-Jami'u Li Ahkami al-Quran. ﻓ ﻮ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﻤﭼﻮم ﻋﻠﻰ اﻟﺼﺤ ﺢ ﻣﻦ اﻷﻗﻮا‬ . 3) Wajib: jika menuntut untuk berburu. maka nampak jelas. serta jangan menebangi pepohonan yang sedang berbuah dengan tanpa tanggung jawab.

203 ٢ ‫ﻗﻠ ﻮﺑﻲ ﺟﺰ‬ ‫َ َ ْء َ ِ ْء‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ : ) ﻓَﻤﭼﺎ ﻻ ﻬﻧَﻔﻊ ﻓِ ﻪ إﻟَﺦ ( ﻋَﻠﱠﻠَﻪُ اﻟﺮﱠاﻓِﻌﻲ ﺑِﺄَن أَﺧﺬ اﻟﻤﭼﺎ ِ ﻓِﻲ ﻣﻘَﺎﺑَﻠَﺘِﻪ ﻗَﺮ ﺐٌء ﻣﻦ‬ ُ َ ‫ِ ﱡ ﱠ ْء َ ْء‬ ِ ِ ‫ْء َ ُ ْء ُ ْء ْء‬ ُ َ ُ ‫أَﻛﻞ اﻟﻤﭼﺎ ِ ﺑِﺎﻟﺒَﺎ ِ ﻞ ، َ ﻗَﺪ ﻗَﺎ َ ﺗَﻌﺎﻟَﻰ : }ﻻ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮا أَﻣﻮاﻟَﻜﻢ ﺑَ ْءﻨَﻜﻢ ﺑِﺎﻟﺒَﺎ ِ ﻞ {ﺛُﻢ ﻓَﻮا‬ ‫ْء‬ َ َ ‫ِ ﱠ‬ ِ ‫ْء‬ َ ‫ْء ِ ْء‬ ُ ‫ِ ًًّء ْء‬ ُ ‫ْء ِ ْء‬ . Disisi lain pemerintah juga sudah menetapkan undang-undang tentang dilarangnya perburuan satwa langka yang dilindungi. walaupun sebagian kecil individu ada yang menganggapnya barang bermanfaat yang bersifat kasuistis. Allah telah berfirman “janganlah kalian makan harta diantara kamu dengan cara bathil. sehingga jual beli demikian adalah termasuk larangan syara'. 2. Jika kita kembali ke hukum berburu satwa langka yang sudah jelas hukumnya haram. Hal ini menjadi penguat tentang hukum keharaman berburu satwa langka dan perdagangannya. maka pemanfaatannyapun akan menjadi haram. Namun. berdasarkan firman Allah: ‫ . Praktek jual-beli yang awalnya halal diperbolehkan akan menjadi haram menjadi tidak diperbolehkan karena termasuk dalam kategori tolong-menolong dalam hal kemaksiatan dan hal ini juga melanggar undang-undang yang telah dibuat oleh pemerintah. ‫اﻟﻨﱠﻔﻊ ﻗَﺪ َﻜﻮنُ ﺣﺴﺎ َ ﻗَﺪ َﻜﻮنُ ﺷَﺮْء ﻋًءﺎ‬ Imam Rafi'i memberikan alasan bahwa praktek jual beli barang tidak bermanfaat sangan dekat sekali dengan hukum mengambil harta dengan cara batil. Bahkan dampak kepunahannya lebih jelas. Selain hal diatas.” ٢٠٣ 24 Islam Peduli Terhadap Satwa . Hal.2. Vol. dalam konteks jual-beli satwa langka hukum jual-belinya tidak berlaku lagi. Hukum Jual-Beli Satwa Langka yang Dilindungi Pada dasarnya jual-beli diperbolehkan dan legal menurut syara'. kalau dilihat dari sudut pandang lain itu sebagian praktek jual beli satwa ada unsur jual beli hewan yang tidak ada manfaatnya menurut syariat. v Rujukan Al-Qolyubi (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). dan akan berdampak terhadap ketidak-seimbangannya alam. اﺣـﻞ ﷲ اﻟﺒـ ﻊ ﺣـﺮم اﻟﺮﺑـﺎ‬dalam ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

‪Is'adurrofiq. tetapi yang sangat‬‬ ‫. Vol.‪mendekati benar adalah hukum haram tetap berlaku baginya‬‬ ‫721 . apakah hukum‬‬ ‫‪keharaman tersebut hanya untuk orang yang akan mengkonsumsi saja. sehingga‬‬ ‫‪ketika barang itu tidak berbahaya baginya menjadikan hukum keharaman tidak‬‬ ‫‪berlaku lagi. 3. Hal‬‬ ‫اﻟﺠﻤﭼﻞ ﺟﺰ ٣‬ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮ ﺣﺒﱠﺘَﻲ ﺑُﺮﱟ ( ﻋﺒَﺎ َ ةُ ﺷَﺮْء ِ م َ ﻻ ﺑَ ْءﻊ ﺣﺒﱠﺘَﻲ اﻟﺤﻨﻄَﺔ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮﻫَﺎ ﻛﺸﻌ ﺮ (‬ ‫ِ َ ْء‬ ‫َ ُ َ ْء ْء ِ ْء ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ َ ِ ٍء‬ ‫َ زﺑِ ﺐ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮ ﻋﺸﺮ ﻦَ ﺣﺒﱠﺔ ﺧَﺮْء َ ٍء َ ﻏ ْءﺮ َ ﻟِﻚ ﻣﻦ ﻛﻞﱢ ﻣﺎ ﻻ ُﻘَﺎﺑَﻞ ﻓِﻲ اﻟْء‬ ‫َ ِ َ ِ ْء ُ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ ٍء‬ ‫ِ ِ ْء ِ َ ِ‬ ‫ﻌُﺮْء ف ﺑِﻤﭼﺎٍء‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ ِ ْء‬ ‫َ ْء‬ ‫ﻓِﻲ ﺣﺎﻟَﺔ اﻻﺧﺘِ َﺎ ِ ﻻﻬﻧﺘِﻔَﺎٍء اﻟﻨﱠﻔﻊ ﺑِﺬﻟِﻚ ﻟِﻘِﻠﱠﺘِﻪ َ ﻟِ َﺬا ﻟَﻢ َﻀْء ﻤﭼﻦ ﻟَﻮْء ﺗَﻠِﻒَ َ إِن ﺣﺮم‬ ‫ْء َ ُ‬ ‫ِ ْء ِ ْء ِ َ َ‬ ‫َ ْء‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ ﱠ َ ًء‬ ‫ِ َ‬ ‫ﻏَﺼْء ﺒُﻪُ َ َ ﺟﺐ َ ﱡ ُ َ ﻛﻔَﺮ ﻣﺴﺘَﺤﻠﱡﻪُ َ ﻋﺪ ﻣﺎﻻ ﺑِﻀﻤﭼﻪ ﻟِﻐ ْءﺮ ِ أَ ْء ﻟِﻨَﺤْء ﻮ ﻏَﻼٍء‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ ُ ْء ِ‬ ‫َ ﱢ ِ َ ِ‬ ‫ﱟ َ َ ْء ﱠ‬ ‫ﻛَﺎﺻْء ﻄ َﺎٍء ﺑِﺤﺒﱠﺔ ﻓِﻲ ﻓَﺦ َ ﻣﺎ ﻬﻧُﻘِﻞ ﻋَﻦ اﻟﺸﺎﻓِﻌﻲ َ ﺿﻲ ﷲُ ﻋﻨﻪُ ﻣﻦ ﺟﻮاز أَﺧْء‬ ‫ِ َ ﱠ َ ْء‬ ‫ِ ْء َ َ ِ ﺬ‬ ‫َ ٍء‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ﱢ‬ ‫ْء ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْء ِ َ ِ ِ ْء َ َ ِ ْء َ‬ ‫اﻟﺨﻼ ِ َ اﻟﺨﻼﻟَ ْءﻦ ﻣﻦ ﺧﺸﺐ اﻟﻐ ْءﺮ ﻣﺤْء ﻤﭼﻮ ٌء ﻋﻠَﻰ ﻣﺎ إ َ ا ﻋﻠِﻢ ِﺿﺎ ُ َ َﺤْء ﺮم ﺑَ ْءﻊ‬ ‫ُُ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫اﻟﺴﻢ إن ﻗَﺘَﻞ ﻛﺜِ ﺮ ُ َ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ ﻓَﺈِن ﻬﻧَﻔَﻊ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ َ ﻗَﺘَﻞ ﻛﺜِ ﺮ ُ ﻛﺎﻷَﻓ ُﻮن ﺟﺎز اﻬﻧﺘَ َﺖ َ ﻗَﻮْء ﻟُ‬ ‫َ َ ُ َ ْء ْء ِ َ َ ْء ْء‬ ‫ْء‬ ‫ﱢ ﱢ ْء َ َ‬ ‫ُ‬ ‫ﻪُ‬ ‫َ‬ ‫ْء ْء ْء‬ ‫ﻓَﺈِن ﻬﻧَﻔَﻊ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ إﻟَﺦ ﻗَﻀ ﱠﺘُﻪُ اﻟﺤُﺮْء ﻣﺔُ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﻟَﻮْء ﻟَﻢ َﻨﻔَﻊ ﻗَﻠِ ﻠُﻪُ َ أَﺿﺮ ﻛﺜِ ﺮ ُ َ اﻟﻈﱠﺎﻫﺮ أَﻬﻧﱠ َﺎ‬ ‫ِ ُ‬ ‫َ ﱠ َ ُ‬ ‫ْء َ‬ ‫ْء ِ‬ ‫َ‬ ‫ْء َ‬ ‫َ ْء‬ ‫ﱠ َ َ ْء ْء‬ ‫َ ُ ُ َ ٍء ِ َ َ ْء‬ ‫ﻏ ْءﺮ ﻣﺮا َة ﻷَﻬﻧﱠﻪُ ﻻ ﻣﻌﻨَﻰ ﻟِ ْءﻠﺤُﺮْء ﻣﺔ ﻣﻊ اﻬﻧﺘِﻔَﺎٍء اﻟﻀﺮ ِ ﻬﻧَﻌﻢ ﻗَﺪ ُﻘَﺎ ُ ﺑِﻔَﺴﺎ ِ اﻟﺒَ ْءﻊ‬ ‫َ ِ َ َ ْء ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْء َ ِ َ ِ ِ ْء‬ ‫َ ﺑِﺎﻟﺤُﺮْء ﻣﺔ ﻟِﻌﺪَم اﻻﻬﻧﺘِﻔَﺎ ِ ﺑِﻪ ﻛﺎﻟﺤﺸﺮا ِ َ ﺣﺒﱠﺘَﻲ اﻟﺤﻨﻄَﺔ ﻓَﺈِن ﺑَ ْءﻌ َﺎ ﺑَﺎ ِ ﻞ ﻟِﻌﺪَم اﻟﻨﱠﻔﻊ‬ ‫َ ْء ْء ِ ْء ِ ﱠ َ‬ ‫ِ َ ْء َ َ َ‬ ‫ٌء َ ِ ْء ِ‬ ‫ْء ِ ْء َ ْء‬ ‫ْء ْء‬ ‫َ إِن اﻬﻧﺘَﻔَﻰ اﻟﻀﺮ ُ ﻓَﻤﭼﺎ ﻫُﻨَﺎ أَ ْء ﻟَﻰ ﻟِﻮﺟُﻮ ِ اﻟﻀﺮ ِ ﻓِ ﻪ َ ﻫَﻞْء اﻟﻌﺒﺮةُ ﺑِﺎﻟﻤﭼﺘَﻌﺎ ِ ﻲ ﻟَ‬ ‫ﻪُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ‬ ‫ﱠ َ‬ ‫ِ‬ ‫ﱠ َ َ‬ ‫ِ ْء‬ ‫َ‬ ‫َ ْء ْء‬ ‫ﺣﺘﱠﻰ ﻟَﻮْء ﻛﺎنَ اﻟﻘَﺪ ُ اﻟﱠﺬي َﺘَﻨَﺎ َ ﻟُﻪُ ﻻ َﻀُﺮﱡ ُ ﻻﻋﺘِ َﺎ ِ ِ ﻋﻠَ ْءﻪ َ َﻀُﺮﱡ ﻏ ْءﺮ ُ ﻟَﻢ َﺤْء ﺮم أَ ْء‬ ‫َ‬ ‫ُ ْء‬ ‫َ َ ْء‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ُ َ َ ِ ْء ْء ُ ﱠ ِ ٌء ْء ْء‬ ‫ْء ِ ْء‬ ‫اﻟﻌﺒﺮةُ ﺑِﻐَﺎﻟِﺐ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻓَ َﺤْء ﺮم َ ﻟِﻚ ﻋﻠَ ْءﻪ َ إِن ﻟَﻢ َﻀﺮ ُ ﻓِ ﻪ ﻬﻧَﻈَﺮ َ اﻷَﻗﺮبُ اﻟﺜﱠﺎﻬﻧِﻲ ا‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫٦٢‬ ‫‪Menjual sesuatu yang berbahaya bagi diri manusia tidak diperbolehkan. Hal‬‬ ‫٧٢۱‬ ‫اﺳﻌﺎ اﻟﺮﻓ ﻖ‬ ‫ﻣﻨ ﺎ اﻋﺎﻬﻧﺔ ﻋﻠﻲ اﻟﻤﭼﻌﺼ ﺔ اي ﻋﻠﻲ ﻣﻌﺼ ﺔ ﻣﻦ ﻣﻌﺎﺻﻲ ﷲ ﺑﻘﻮ ا ﻓﻌﻞ ا ﻏ ﺮ‬ ‫”‪“Sebagian larangan-larangan syara' adalah tolong-menolong dalam kemaksiatan‬‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ ‫52‬ . karena‬‬ ‫‪tidak ada manfaatnya. atau yang dibuat sebagai landasan hukum adalah umumnya‬‬ ‫‪masayarakat sehingga keharaman itu tetap berlaku lagi walaupun tidak berbahaya‬‬ ‫‪baginya? Hal ini sangat butuh pemikiran yang mendalam.‪Tsany). Kemudian menimbulkan pertanyaan.‫‪Hasyiyah al-Jamal Li Zakaria al-Anshari (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al‬‬‫62 .

Dalam kamus ilmiah popular yang disusun oleh M. Syariat Islam (fiqih) mengklasifikasi bahan obat yang akan digunakan. harimau dan lain-lain. apakah diperbolehkan menggunakan suatu barang yang tidak diperbolehkan/diharamkan mengkonsumsinya dijadikan sebagai obat. sulit didapat (M. Dahlan al-Barry.man. 2. sedangkan beberapa contoh binatang yang hampir punah adalah harimau. seperti misalnya ular. Dahlan al-Barry halaman 696 mengartikan satwa adalah binatang/hewan (liar). atau empedu beruang? 26 Islam Peduli Terhadap Satwa . cendrawasih). tapir. Memanfaatkan Satwa Langka untuk Bahan Pengobatan Sebelum melangkah kepada pembahasan alangkah baiknya jika kita bahas dari segi bahasa/etimologi karena sebuah kata adalah ushul (dasar) dari makna kata tersebut. Adapun bahan obat yang mubah mengkonsumsinya maka hukumnya mubah juga tanpa ada khilaf para ulama. kata memanfaatkan lebih kepada menggunakan sesuatu untuk menambah volume manfaat agar lebih bermanfaat lagi. orangutan. Dalam Islam.at. guna.at: n) yang berarti 1. Jadi. dan lain sebagainya. -penjualan ternaknya berlipat ganda-. Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan bahwa kata manfaat (man.fa. yaitu bahan obat yang terbuat dari barang yang tidak dilarang mengkonsumsinya. faedah. untung. contoh: sumbangan itu banyak manfaatnya bagi orang-orang miskin. akan dibahas hukum obat yang terbuat dari sesuatu yang dilarang mengkonsumsinya seperti ular. laba. sedangkan kata langka berarti: jarang ada. komodo.kan: v) mempunyai arti: menjadikan ada manfaatnya (gunanya dsb). contoh: mereka memanfaatkan surat kabar untuk pendidikan. kamus ilmiah popular:399). atau bahan obat yang dilarang mengkonsumsinya. tikus. adapun beberapa kata yang kami anggap penting adalah sebagai berikut: “Manfaat/memanfaatkan“. tikus. Sedangkan kata memanfaatkan (me. dan disini.fa. Sedangkan satwa langka dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa: Satwa langka adalah binatang yang tinggal sedikit jumlahnya dan perlu dilindungi (seperti jalak putih.B.

Haram menggunakan obat dari sesuatu yang haram dikonsumsi Dalil yang mengharamkan menggunakan sesuatu yang haram adalah hadits nabi yang diriwayatkan oleh ImamAbi Daud. karena air kencing itu termasuk kotoran yang diharamkan. ‘dihalallkan bagimu segala sesuatu yang baik-baik’”.‫ْء َ َ ﱠ َ َ ﻢ‬ ُ َ‫ﱠ‬ ‫ْء‬ “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat bagimu pada apa-apa yang diharamkankan Allah atasmu. Allah berfirman.» إِن ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ‫ﱠ ِ ْء‬ ِ ‫ﱠ‬ َ‫ﱠ ﷲ‬ َ ‫ْء‬ . sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat dari suatu yang diharamkan. Baihaqi juz 2 halaman 142 ‫َﱠ‬ ‫ْء َ َ ﱠ‬ َُ ُ‫ُ َ ﱠ‬ ‫اﻟﻌﺒﱠﺎ ِ : ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ َﻌﻘُﻮب ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺣْء ﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ ﻋﺒﺪ اﻟﺠﺒﱠﺎ ِ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ُﻮﻬﻧُﺲُ ﺑْءﻦُ ﺑُﻜ ْءﺮ ﻋَﻦ‬ َ ‫َ ْء ِ ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ‫َ ٍء‬ ‫اﻷَﻋﻤﭼﺶ ﻋَﻦ ﺣﺒِ ﺐ ﺑْءﻦ ﺣﺴﱠﺎنَ ﻋَﻦ ﺷﻘِ ﻖ ﺑْءﻦ ﺳﻠَﻤﭼﺔَ ﻗَﺎ َ : اﺷﺘَﻜﻰ َ ﺟﻞ ﻣﻨﱠﺎ ﺑَﻄْء‬ َ ‫ْء‬ ُ‫ﻨَﻪ‬ َ ِ ِ َ ‫ْء َ ِ ْء‬ ِ ‫ُ ٌء‬ َ َ ِ ِ َ ‫ْء‬ ‫ْء َ ُ ْء‬ ‫َ َ ْء ُ ﱠ‬ َ‫ﻓَﻮﺟﺪ ﻓِ ﻪ اﻟﺼﱡ ﻔﺮ َﻌﻨِﻰ اﻟﻤﭼﺎٍء اﻷَﺻْء ﻔَﺮ ﻓَﺄُﺗِﻰ ﻋﺒﺪ ﷲِ ﻓَﻘَﺎ َ إِﻬﻧﱢﻰ اﺷﺘَﻜ ْءﺖ ﺑَﻄﻨِﻰ ﻓَﻨُﻌﺖ‬ ‫ْء ُ ْء‬ َ ِ َِ ُ ِ َ َ ‫ْء‬ ‫َ ْء ُ ﱠ‬ ُ‫ﻟِﻰ اﻟﺴﻜﺮ ﻓَﻘَﺎ َ ﻋﺒﺪ ﷲِ : إِن ﷲَ ﻟَﻢ َﺠْء ﻌﻞْء ﺷﻔَﺎٍءﻛﻢ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﺣﺮم ﻋﻠَ ْءﻜ‬ ُ َ ِ َ ‫ﱠ ﱠ ْء‬ .‫أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ أَﺑُﻮ ﻋﺒﺪ ﷲِ اﻟﺤﺎﻓِﻆُ َ أَﺑُﻮ ﺳﻌ ﺪ ﺑْءﻦُ أَﺑِﻰ ﻋﻤﭼﺮ ﻗَﺎﻻَ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ‬ َ ‫َ ْء ِ ﱠ ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ َِ ‫َ ْء ٍء‬ Islam Peduli Terhadap Satwa 27 .« ‫أَﻬﻧﺰ َ اﻟﺪاٍء َ اﻟﺪ َ اٍء َ ﺟﻌﻞ ﻟِﻜﻞﱢ َاٍء َ َ اٍء ﻓَﺘَﺪَا َ ْء ا َ ﻻَ ﺗَﺪَا َ ْء ا ﺑِﺤﺮام‬ ‫ﱠ َ ﱠ َ َ َ َ ُ ٍء‬ ‫ًء‬ ‫َ َ ٍء‬ “Sesungguhnya Allah SWT menurunkan penyakit dan obat. dan menjadikan setiap penyakit ada obatnya. Ibnu Mas'ud juga berkata dalam minuman yang memabukan.” ‫َﱠ‬ 20172.‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ ﻋﺒَﺎ َ ةَ اﻟﻮاﺳﻄﻰ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ َﺰ ﺪ ﺑْءﻦُ ﻫَﺎ ُ نَ أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ‬ َ َ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫ِ ُ ْء ٍء ْء‬ ‫ْء ْء‬ ‫إِﺳﻤﭼﺎﻋ ﻞ ﺑْءﻦُ ﻋ ﱠﺎ ٍء ﻋَﻦ ﺛَﻌﻠَﺒَﺔَ ﺑْءﻦ ﻣﺴﻠِﻢ ﻋَﻦ أَﺑِﻰ ﻋﻤﭼﺮانَ اﻷَﻬﻧﺼﺎ ِىﱢ ﻋَﻦ أُم‬ ُ ِ َ ‫ْء‬ َ َ َ ‫ِ ْء‬ ‫ﱢ‬ ‫اﻟﺪ ْء َاٍء ﻋَﻦ أَﺑِﻰ اﻟﺪ ْء َاٍء ﻗَﺎ َ ﻗَﺎ َ َ ﺳُﻮ ُ ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ.ُ‫ﺑﺎب ﺷﺮاب اﻟﺤﻠﻮاٍء َ اﻟﻌﺴﻞ . Shahih Bukhori. juz 18 halaman 480 ُ ِ 15 . Hendaklah kalian berobat. dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram. sebagai berikut: ‫ْء َ ِ ِ ﱡ َ ﱠ‬ ُ ِ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ 3876 . ‫ْء َ َ ﱠ َ َ ﻢ‬ ‫ْء‬ Imam Zuhri berkata “Tidak diperbilehkan minum air kencing manusia karena suatu penyakit yang memberatkan. ) ٥۱ ( َ ﻗَﺎ َ اﻟﺰﻫﺮىﱡ ﻻَ َﺤﻞﱡ ﺷﺮْء ب‬ ِ َ َ ‫َ َ ِ ْء َ ْء َ ِ ْء‬ ِ ‫ﱡ ْء‬ ، ( ُ ‫ﺑَﻮْء ِ اﻟﻨﱠﺎ ِ ﻟِﺸﺪة ﺗَﻨﺰ ُ ، ﻷَﻬﻧﱠﻪُ ِﺟْء ﺲٌء ﻗَﺎ َ ﷲُ ﺗَﻌﺎﻟَﻰ ) أُﺣﻞ ﻟَﻜﻢ اﻟﻄﱠ ﱢﺒَﺎ‬ َ ‫ﱠ‬ ُُ ‫ِ ﱠ‬ ِ ‫ِ ﱠٍء ْء‬ ُ‫َ ﻗَﺎ َ اﺑْءﻦُ ﻣﺴﻌُﻮٍء ﻓِﻰ اﻟﺴﻜﺮ إِن ﷲَ ﻟَﻢ َﺠْء ﻌﻞْء ﺷﻔَﺎٍءﻛﻢ ﻓِ ﻤﭼﺎ ﺣﺮم ﻋﻠَ ْءﻜ‬ ُ َ ِ َ ‫ﱠ َ ِ ﱠ ﱠ ْء‬ ‫َ ْء‬ .” (HRAbi Dawud) Dalil selanjutnya adalah hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Baihaqi.

muslim dan adil (ahli dalam bidang penyakit). 1. Vol.Halal/diperbolehkan menggunakan sesuatu yang haram Selanjutnya. seperti daging ular. Selain itu. 26. al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). serta tidak ada lagi obat yang dari barang halal. seperti yang telah dijelaskan dalam pembahasan makanan. Hal. atau adonan khomar. Ila Syarhi al-Minhaj. dengan syarat. Hal. maka diperbolehkan menggunakan obat yang haram dengan cacatan/ketentuan sebagai berikut: a) Tidak ada obat lain yang halal b) Ada resep dari dokter ahli c) Dan catatan yang dikemukan oleh kalangan Madzhab Hanafi adalah diyakini bahwa barang tersebut (sesuatu yang haram) adalah obat (bukan hanya sebatas prasangka). air seni. telah mendapat rekomendasi dari seorang dokter. 146 ۱‫ﻗﻮاﻋﺪ اﻷﺣﻜﺎم ﻓﻲ ﻣﺼﺎﻟﺢ اﻷﻬﻧﺎم ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( اﻟﺠﺰٍء ى‬ ۱٤٦ َ‫ﻓَﺘَﻘُﻮ ُ : ﺟﺎز اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﺎﻟﻨﱠﺠﺎﺳﺎ ِ إ َ ا ﻟَﻢ َﺠﺪ َﺎﻫﺮًءا َﻘُﻮم ﻣﻘَﺎﻣ َﺎ ، ﻷَن ﻣﺼْء ﻠَﺤﺔ‬ ‫ْء ِ ْء‬ َ َ َ َ َ ِ َ َ ُ َ ‫ِ ﱠ‬ ‫اﻟﻌﺎﻓِ َﺔ َ اﻟﺴﱠﻼﻣﺔ أَﻛﻤﭼﻞ ﻣﻦ ﻣﺼْء ﻠَﺤﺔ اﺟْء ﺘِﻨَﺎب اﻟﻨﱠﺠﺎﺳﺔ ، َ ﻻ َﺠُﻮز اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﺎﻟْء‬ ‫َ َ ِ ْء‬ ُ َ ‫ﺨﻤﭼﺮ‬ ِ َ َ ِ ِ َ ِ َ ‫ْء‬ َ ‫َ ُ ِ ْء‬ ِ ‫َ ْء‬ ‫ﻋﻠَﻰ اﻷَﺻﺢ إﻻ إ َ ا ﻋﻠِﻢ أَن اﻟﺸﻔَﺎٍء َﺤْء ﺼﻞ ﺑِ َﺎ ، َ ﻟَﻢ َﺠﺪ َ َ اٍء ﻏ ْءﺮﻫَﺎ ، َ ﻣﺜْء‬ ‫ْء َ ﱢ ﱠ‬ ‫ْء ِ ْء‬ ُ‫ِ ﻠُﻪ‬ ُ ُ َ َ َ ‫ًء‬ َ ‫َ َ ﱠ ﱢ‬ ‫ْء ُ ْء‬ ‫ْء ِ ِ ْء‬ َ ‫ْء‬ ‫ﻗَﻄﻊ اﻟﺴﱢﻠﻌﺔ اﻟﱠﺘِﻲ َﺨﺸﻰ ﻋﻠَﻰ اﻟﻨﱠﻔﺲ ﻣﻦ ﺑَﻘَﺎﺋِ َﺎ‬ َ ِ َ 28 Islam Peduli Terhadap Satwa . 223 (‫نﻫﺎ ﺔ اﻟﻤﭼﺤﺘﺎ إﻟﻰ ﺷﺮ اﻟﻤﭼﻨ ﺎ – )اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ‬ ٢٢٣ ٢٦‫اﻟﺠﺰٍء ى‬ ُ ‫َ ْء ِ َ ْء ٍء َ َ َ ﱠ‬ ‫َ َﺠُﻮز اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﻨَﺠﺲ ﻏ ْءﺮ ﻣﺴﻜﺮ ﻛﻠَﺤْء ﻢ ﺣ ﱠﺔ َ ﺑَﻮْء ٍء َ ﻣﻌﺠُﻮن ﺧﻤﭼﺮ ﻛﻤﭼﺎ ﻣﺮ‬ ‫ِ ٍء َ ِ ُ ْء ِ ٍء َ ِ َ ٍء‬ ُ َ َ ‫ِ ِ ِ ٍء‬ َ ُ‫ﻓِﻲ اﻷَ ْءﻌﻤﭼﺔ ، َ ﻟَﻮْء ﻛﺎنَ اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﺑِﻪ ﻟِﺘَﻌْءﺠ ﻞ ﺷﻔَﺎٍء ﻛﻤﭼﺎ َﻜﻮنُ ﻟِﺮﺟﺎﺋِﻪ ، َ أَﻬﻧﱠﻪ‬ ِ َ َ ِ ِ َ ِ ‫ْء‬ ‫َ ِ ِ ْء‬ ‫ْء‬ َ ‫ٍء ُ ْء ٍء َ ْء‬ ُ ‫َﺠُﻮز ﺑِﺸَﺮْء ِ إﺧﺒَﺎ ِ َﺒِ ﺐ ﻣﺴﻠِﻢ ﻋﺪٍء ﺑِﺬﻟِﻚ أَ ْء ﻣﻌْءﺮﻓَﺔ اﻟﻤﭼﺘَﺪَا ِي ﺑِﻪ إنْء‬ َ‫ِ ﻋﺮف‬ َ َ َ ُ ‫، َ ُﺸﺘَﺮ ُ ﻋﺪم ﻣﺎ َﻘُﻮم ﻣﻘَﺎﻣﻪُ ﻣﻤﭼﺎ َﺤْء ﺼﻞ ﺑِﻪ اﻟﺘﱠﺪَا ِي ﻣﻦ اﻟﻄﱠ‬ ‫ِ ْء ﺎﻫﺮا ِ ا ﻫـ‬ َ ِ ‫ُ َ َ ِ ﱠ‬ ِ ُ ُ َ ُ َ َ َ ‫ْء‬ Dan diperbolehkan berobat dengan barang najis yang tidak memabukkan. v Rujukan Nihayatu al-Muhtaj. Qawaidu al-Ahkam Fi Mashalihi al-Anam. seperti harapan yang ada. diperbolehkannya pengobatan tersebut. walaupun pengobatan tersebut untuk mempercepat penyembuhan. apabila tidak terdapat obat yang halal untuk dipergunakan sebagai obat. Vol.

Kami berpendapat: diperbolehkan berobat dengan barang yang najis, apabila tidak ada yang halal. Karena mashlahah kesembuhan dan keselamatan, itu lebih utama dan penting daripada hanya sekedar menghindari barang yang najis.

Prof. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu halaman 162 juz 4.

٤ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻻﺳﻼﻣﻲ أ ﻟﺘﻪ, ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( ﺟﺰ‬ ‫ﻟﻜﻦ ﻗﺎ اﻟﺤﻨﻔ ﺔ )٢( : ﺠﻮز اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﻤﭼﺤﺮم إن ﻋﻠﻢ ﻘ ﻨﺎ ًء أن ﻓ ﻪ ﺷﻔﺎٍء، ﻻ‬ .‫ﻘﻮم ﻏ ﺮ ﻣﻘﺎﻣﻪ، أﻣﺎ ﺑﺎﻟﻈﻦ ﻓﻼ ﺠﻮز. ﻗﻮ اﻟﻄﺒ ﺐ ﻻ ﺤﺼﻞ ﺑﻪ اﻟ ﻘ ﻦ‬ .‫ﻻ ﺮﺧﺺ اﻟﺘﺪا ي ﺑﻠﺤﻢ اﻟﺨﻨﺰ ﺮ، إن ﺗﻌ ﻦ‬ ‫ﻗ ﺪ اﻟﺸﺎﻓﻌ ﺔ )٣( ﺣﺮﻣﺔ اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﺨﻤﭼﺮ إ ا ﻛﺎﻬﻧﺖ ﺻﺮﻓﺎًء، ﻏ ﺮ ﻣﻤﭼﺰ ﺟﺔ ﺑﺸﻲٍء‬ ‫ﺧﺮ ﺗﺴﺘ ﻠﻚ ﻓ ﻪ. أﻣﺎ اﻟﺘﺮ ﺎ اﻟﻤﭼﻌﺠﻮن ﺑ ﺎ ﻬﻧﺤﻮ ﻣﻤﭼﺎ ﺗﺴﺘ ﻠﻚ ﻓ ﻪ، ﻓ ﺠﻮز‬ ‫اﻟﺘﺪا ي ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﻓﻘﺪ ﻣﺎ ﻘﻮم ﺑﻪ، ﻣﻤﭼﺎ ﺤﺼﻞ ﺑﻪ اﻟﺘﺪا ي ﻣﻦ اﻟﻄﺎﻫﺮا ، ﻛﺎﻟﺘﺪا ي‬ ‫ﺑﻨﺠﺲ ﻛﻠﺤﻢ ﺣ ﺔ ﺑﻮ . ﻛﺬا ﺠﻮز اﻟﺘﺪا ي ﺑﻤﭼﺎ ﻛﺮ ﻟﺘﻌﺠ ﻞ ﺷﻔﺎٍء ﺑﺸﺮ إﺧﺒﺎ‬ ‫ﺒ ﺐ ﻣﺴﻠﻢ ﻋﺪ ﺑﺬﻟﻚ، أ ﻣﻌﺮﻓﺘﻪ ﻟﻠﺘﺪا ي ﺑﻪ. ﺑﺸﺮ أن ﻜﻮن اﻟﻘﺪ اﻟﻤﭼﺴﺘﻌﻤﭼﻞ‬ .‫ﻗﻠ ﻼًء ﻻ ﺴﻜﺮ‬ ‫ﻗﺎ اﻟﻌﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺴﻼم )٤( : ﺟﺎز اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﻨﺠﺎﺳﺎ إ ا ﻟﻢ ﺠﺪ ﺎﻫﺮاًء ﻘﻮم‬ ‫ﻣﻘﺎﻣ ﺎ؛ ﻷن ﻣﺼﻠﺤﺔ اﻟﻌﺎﻓ ﺔ اﻟﺴﻼﻣﺔ أﻛﻤﭼﻞ ﻣﻦ ﻣﺼﻠﺤﺔ اﺟﺘﻨﺎب اﻟﻨﺠﺎﺳﺔ، ﻻ‬ ‫ﺠﻮز اﻟﺘﺪا ي ﺑﺎﻟﺨﻤﭼﺮ ﻋﻠﻰ اﻷﺻﺢ إﻻ إ ا ﻋﻠﻢ أن اﻟﺸﻔﺎٍء ﺤﺼﻞ ﺑ ﺎ، ﻟﻢ ﺠﺪ‬ .‫اٍء ﻏ ﺮﻫﺎ‬ ۱٦٢
Menurut pendapat Madzhab Hanafi, diperbolehkan berobat dengan barang yang diharamkan, jika yakin, obat tersebut satu-satunya jalan pengobatan (kecuali daging babi, maka tetap diharamkan). Namun jika hanya masih praduga, maka tidak diperbolehkan. Perkataan seorang dokter, belum bisa menjadi dasar keyakinan. Ulama syafi'iyah memberikan batasan, tentang keharaman berobat dengan khamar (minuman keras), jika murni, artinya tidak terdapat campuran yang lain yang menyebabkan “khamar” tersebut larut. Dan jika terdapat campuran, sehingga khamar dapat larut, maka diperbolehkan, selama tidak ada obat dari barang halal yang lain. Hukum boleh “bersyarat” ini, juga berlaku pada daging ular, atau dengan air seni. Imam Izzuddin Bin Abdissalam berpendapat (menegaskan): diperbolehkan berobat dengan barang yang haram, dengan catatan tidak menemukan lagi barang suci/ halal yang bisa digunakan untuk berobat. Karena “keselamatan, dan kesembuhan” jauh lebih penting, daripada sekedar menghindari barang najis. Dan menurut pendapat yang lebih shohih, tidak diperbolehkan berobat dengan khamar (minuman keras), kecuali benar-benar tidak menemukan yang lain.

Selain dalil-dalil di atas, praktek penggunaan obat-obatan dari jenis satwa langka yang telah dilindungi juga dilarang oleh hukum pemerintah.

Islam Peduli Terhadap Satwa

29

C. Pemeliharaan Satwa Liar untuk Hobby dan Pemeliharaan Satwa Ternak Pada dasarnya, Islam memperbolehkan kita memelihara binatang. Hal ini dikarenakan ada kaidah yang berbunyi ‫( اﻻﺻﻞ ﻓﻰ اﻷﺷـ ﺎٍء اﻻﺑﺎﺣــﺔ‬pada dasarnya, semua hal itu boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya). Di samping itu, ketika manusia diperbolehkan untuk memanfaatkan binatang baik untuk dikonsumsi atau untuk keperluan yang lainnya, maka usaha-usaha untuk tercapainya pemanfaatan binatang itu juga diperbolehkan. Salah satu usaha itu adalah memelihara atau mengembangbiakkan binatang yang kita manfaatkan. Hal ini karena ada kaidah ‫) اﻟﻮﺳﺎﺋﻞ ﻓﻰ ﺣﻜﻢ اﻟﻤﭼﻘﺎﺻﺪ‬hukum sarana itu sama dengan hukum tujuan) Namun usaha untuk tercapainya pemanfaatan itu juga tidak boleh bertentangan dengan dengan syara'. Misalnya pemeliharaan itu mengandung penyiksaan binatang yang dipelihara. Kisah seorang wanita yang dimasukkan ke dalam neraka karena ia mengurung kucing tanpa memberinya makan sehingga kucing itu mati menjadi bukti bahwaAllah swt memberikan sanksi atas perlakuan zalim terhadap binatang. Pada dasarnya, seluruh jenis binatang boleh dipelihara. Karena Allah tidak menciptakan satupun ciptaanNya dengan sia-sia, semua ada manfaat dan gunanya. Namun ada beberapa binatang yang tidak boleh dipelihara misalnya anjing dan babi. Pemeliharaan babi tidak diperbolehkan secara mutlak, sedangkan pemeliharan anjing diperbolehkan jika memang untuk kebutuhan tertentu yang dilegalkan syara' misalnya untuk penjaga keamanan, atau sebagai anjing pelacak tindak kejahatan/kriminalitas.

30

Islam Peduli Terhadap Satwa

‫‪v Rujukan‬‬

‫‪Al-Mughni, Li al-Syaikh Maufiqu al-Din Abdullah Bin Ahmad al-Ma'ruf Bi Ibni‬‬ ‫.‪Qudamah al-Hanbali, Vol. 4. Hal. 173. Daru Ihya'I al-Turats al-Araby‬‬

‫اﻟﻤﭼﻐﻨﻲ ﻟﻠﺸ ﺦ ﻣﻮﻓﻖ اﻟﺪ ﻦ ﻋﺒﺪ ﷲ ﺑﻦ أﺣﻤﭼﺪ اﻟﻤﭼﻌﺮ ف ﺑﺎﺑﻦ ﻗﺪاﻣﺔ اﻟﺤﻨﺒﻠﻲ‬ ‫٢٧۱/٤ / ا إﺣ ﺎٍء اﻟﺘﺮاث اﻟﻌﺮﺑﻲ‬
‫ﻓﺼﻞ : ﻻ ﺠﻮز اﻗﺘﻨﺎٍء اﻟﻜﻠﺐ , إﻻ ﻛﻠﺐ اﻟﺼ ﺪ , أ ﻛﻠﺐ ) 8513 (‬

‫ﻣﺎﺷ ﺔ , أ ﺣﺮث ; ﻟﻤﭼﺎ ي ﻋﻦ أﺑﻲ ﻫﺮ ﺮة , ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ‬ ‫أﻬﻧﻪ ﻗﺎ }: ﻣﻦ اﺗﺨﺬ ﻛﻠﺒﺎ إﻻ ﻛﻠﺐ ﺻ ﺪ أ ﻣﺎﺷ ﺔ أ ز , ﻬﻧﻘﺺ ﻣﻦ أﺟﺮ ﻛﻞ‬ ‫ﻮم ﻗ ﺮا { . ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﭼﺮ ﻗﺎ : ﺳﻤﭼﻌﺖ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻘﻮ‬ ‫}: ﻣﻦ اﻗﺘﻨﻰ ﻛﻠﺒﺎ إﻻ ﻛﻠﺐ ﺻ ﺪ أ ﻣﺎﺷ ﺔ , ﻓﺈﻬﻧﻪ ﻨﻘﺺ ﻣﻦ أﺟﺮ ﻛﻞ ﻮم‬ ‫ﻗ ﺮا ﺎن {. ﻗﺎ ﺳﺎﻟﻢ : ﻛﺎن أﺑﻮ ﻫﺮ ﺮة ﻘﻮ : أ ﻛﻠﺐ ﺣﺮث . ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠ ﻪ .‬ ‫إن اﻗﺘﻨﺎ ﻟﺤﻔﻆ اﻟﺒ ﻮ , ﻟﻢ ﺠﺰ ; ﻟﻠﺨﺒﺮ . ﺤﺘﻤﭼﻞ اﻹﺑﺎﺣﺔ . ﻫﻮ ﻗﻮ‬ ‫أﺻﺤﺎب اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ; ﻷﻬﻧﻪ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺜﻼﺛﺔ , ﻓ ﻘﺎ ﻋﻠ ﺎ . اﻷ أﺻﺢ ; ﻷن‬ ‫ﻗ ﺎ ﻏ ﺮ اﻟﺜﻼﺛﺔ ﻋﻠ ﺎ , ﺒ ﺢ ﻣﺎ ﺘﻨﺎ اﻟﺨﺒﺮ ﺗﺤﺮ ﻤﭼﻪ . ﻗﺎ اﻟﻘﺎﺿﻲ : ﻟ ﺲ‬ ‫ﻫﻮ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﺎﻫﺎ , ﻓﻘﺪ ﺤﺘﺎ اﻟﻠﺺ ﻹﺧﺮاﺟﻪ ﺑﺸﻲٍء ﻄﻌﻤﭼﻪ إ ﺎ , ﺛﻢ ﺴﺮ‬ ‫اﻟﻤﭼﺘﺎ . أﻣﺎ اﻟﺬﺋﺐ , ﻓﻼ ﺤﺘﻤﭼﻞ ﻫﺬا ﻓﻲ ﺣﻘﻪ , ﻷن اﻗﺘﻨﺎٍء ﻓﻲ اﻟﺒ ﻮ ﺆ ي‬ ‫اﻟﻤﭼﺎ ة , ﺑﺨﻼف اﻟﺼﺤﺮاٍء .‬
‫,‪Tidak diperkenankan memelihara anjing, kecuali anjing untuk berburu‬‬ ‫‪mengembala, atau untuk membajak, karena ada hadist yang telah diriwayatkan dari‬‬ ‫‪Abi Hurairah “ barang siapa memelihara anjing yang tidak digunakan untuk‬‬ ‫‪berburu, mengembala, membajak, maka orang itu akan diambil pahalanya setiap‬‬ ‫.‪harinya satu gunung‬‬

‫‪Hasyiyah al-Muhatj, 'Ala Syarhi al-Minhaj (Daru Ihya'I al-Kutub‬‬ ‫.412 ‪al-'Arabiyah)Vol. 11. Hal‬‬

‫ﻬﻧ ﺎ ﺔ اﻟﻤﭼﺤﺘﺎ ﻋﻠﻰ ﺷﺮ اﻟﻤﭼﻨ ﺎ‬ ‫ْء ُ ْء ُ ْء ِ ْء ِ ِ ُ ْء‬ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ: َ َﻤﭼﺘَﻨِﻊ اﻗﺘِﻨَﺎٍء اﻟﺨﻨﺰ ﺮ ﻣﻄﻠَﻘًءﺎ( اﺣْء ﺘَﺎ َ إﻟَ ْءﻪ أَم ﻻ )ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ: َ ﻏ ْءﺮﻫﻤﭼﺎ( أَيْء (‬ ‫ِ ْء‬ ‫َ ِ َِ‬ ‫ِ ﱠ ِ ْء ٌء‬ ‫ﻣﻤﭼﺎ ﻓِ ﻪ ﻬﻧَﻔﻊ َ ﻟَﻮْء ﻣﺘَﻮﻗﱠﻌًءﺎ‬ ‫ُ َ‬
‫‪Tidak diperkenankan memelihara babi baik dimanfaatkan atau tidak, dan hewan‬‬ ‫.‪semisalnya yang tidak bermanfaat‬‬

‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬

‫13‬

hanya satu biji-bijian utuh. dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. ‫ﱠ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ‫ْء ُ ُ ْء ﱠ‬ ‫ِ إِﻻ ﻋﻠَﻰ ﷲِ ِزﻗُ َﺎ َ َﻌﻠَﻢ ﻣﺴﺘَﻘَﺮﻫَﺎ َ ﻣﺴﺘَﻮْء َ ﻋ َﺎ‬ َ َ ‫ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫َ ﻣﺎ ﻣﻦ َاﺑﱠﺔ ﻓِﻲ اﻷَ ْء‬ ‫َ ِ ْء ٍء‬ ُ ‫ﻛﻞﱞ ﻓِﻲ ﻛﺘَﺎب ﻣﺒِ ﻦ‬ ُ ‫ِ ٍء‬ ‫ٍء‬ ”Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Tidak ada satu makhluk sekecil apapun di dunia ini.” Sulaiman perlahan tertegun dengan apa yang diungkapkan oleh sang semut itu. “Aku tengah bersyukur kepada Allah atas segala rezeki yang dianugerahkanNya padaku selama ini. Allah tidak akan kesulitan untuk menemukannya. Meskipun ia berada pada lokasi yang sangat tersembunyi nan gelap gulita. hanya satu biji utuh itulah jatah makanan semut itu dalam setahun yang lalu dan juga di tahun-tahun berikutnya. “Jatahku selama setahun adalah satu biji-bijian utuh saja.Bagaimana Cara untuk Memelihara Binatang? Allah SWT. Allah tidak akan salah untuk memberikan hak mereka. Kemudian dia bertanya pada si semut. dan tiada pengganti-Nya. Ya. Mengingat dia pun telah sanggup selama ini diamanahi 32 Islam Peduli Terhadap Satwa . Allah SWT yang telah menciptakan segala bentuk. kecuali Allah telah menetapkan baginya rizki yang akan menghidupinya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul mahfudz)”. Dia-lah Dzat Tunggal yang tiada duanya. Bagaimana seorang Nabi yang kekayaan dan kekuasaanya tak tertandingi oleh manusia manapun tidak mampu menggantikan posisiAllah (menjamin rizki makhluk lain). Dengan segala kekuasaan yang dianugerahkan Allah kepadanya.” jawab sang semut tenang. (QS Hud: 6) Dengan demikian apakah kita mampu menggantikan posisi Allah sebagai penjamin rizki bagi makhluk (satwa) saat kita memeliharanya? Kita dapat belajar dari kisahkisah Nabiyullah terdahulu. tiada tandingan-Nya. “Apa yang tengah engkau lakukan wahai Makhluk Allah?”. “Berapa jatah makananmu yang disediakan oleh Allah selama setahun?”. jenis dan rupa makhluk-makhluk yang terdapat di langit dan di bumi beserta yang ada di antara keduanya. Si semut pun membalas salam sang Nabi yang dianugerahi Allah mukjizat bahasa binatang itu. dan Allah tidak akan pernah lupa untuk memenuhi rizkinya. Allah pulalah yang menanggung seluruh rizki bagi seluruh makhluk yang telah diciptakan-Nya. Suatu hari Nabiyullah Sulaiman menjumpai seekor semut yang tengah menengadahkan tangannya ke atas (menghadap langit). Sulaiman pun berpikir bahwa dia pasti dapat memberi jatah makanan semut tadi dalam satu tahun ke depan. Sulaiman pun kaget bukan kepalang. Sulaiman pun bertanya pada semut itu setelah.

toh hanya sebiji utuh dalam setahun. bukankah Allah hanya menjatah rezekimu dalam satu tahun yang lalu dengan hanya sebuah biji utuh saja. Sulaiman pun memberanikan diri bermunajat kepada Allah.” “Lantas apa alasan engkau menyisakan separuh jatah rezekimu dari tahun lalu untuk tahun ini?” Sulaiman kembali mencecar semut itu dengan hujan tanya. Setelah sampai di tempat yang dituju. Setelah itu mulailah jatah hidup sang semut tadi dalam satu tahun ke depan resmi dialih bebankan di tangan Sulaiman. itulah jatah rezeki si semut dari Allah selama ini.” pinta Sulaiman dengan segala kerendahan hati. “Wahai semut. Tanpa bermaksud meragukan kekuasaan Tuhan. demikian kira-kira tanya hati yang menggelayut dalam benak Sulaiman. Namun aku juga patut heran dengan apa yang telah kusaksikan di depan indera lihatku saat ini. Waktupun berjalan satu tahun. “Wahai Tuhanku. Dan aku tahu bahwa meskipun engkau adalah seorang nabi yang menguasai singgasana dua dunia sekaligus. Dan bukankah seharusnya jatah hidupmu tahun lalu dari Nya sudah habis dan sementara dibebankan padaku. Sulaiman pun lupa dengan tugasnya untuk memberi jatah hidup sang semut tadi untuk satu tahun ke depan. sebelumnya maafkanlah segala khilafku yang telah lupa akan janjiku untuk menyediakan jatah rezekimu dalam satu tahun ke depan.kekuasaan oleh Tuhan untuk dapat mengendalikan bangsa jin. lantas bagaimana bisa kudapati sisa separuh biji di sarangmu saat ini. manusia dan binatang sekaligus. “separuh biji itu memang sengaja kusisakan dari jatah rezekiku dari Allah setahun yang lalu. Dan Allah pun mengabulkannya. Sulaiman meminta izin seperti itu bukan untuk meremehkan kekuasaan Tuhan namun lebih sekedar pada salah satu upayanya lebih menambah grafik keimanannya pada Allah swt. lantas darimana semut ini memperoleh separuh biji tersebut. bukankah aku sama sekali belum memberikan jatah hidupnya untuk masa satu tahun ke depan. apalah arti seekor semut baginya. tanpa bermaksud meragukan kekuasaanMu di semesta ini. Setelah ingatannya kembali. demikian kira-kira pendapat Sulaiman di benaknya. namun engkau tetaplah manusia bukan tak mungkin akan mengalami salah dan lupa. sulaiman pun menghampiri sarang sang semut yang berada di bawah sebuah batu. setahun kemarin kala jatah rezekiku masih dijamin oleh Allah aku percaya bahwa Dia tak akan mengingkari janji Nya dan tak akan pernah lupa akan janji Nya untuk memberikan jatah hidupku di setahun Islam Peduli Terhadap Satwa 33 . Karena aku tahu tahun ini jatah rezekiku telah dialih amanahkan oleh Allah kepadamu. “Begini wahai Nabiyullah yang mulia. mohon kiranya perkenankanlah hamba menjamin jatah rezeki semut ini selama setahun ke depan. padahal aku belum memberikan jatah rezekimu sama sekali untuk satu tahun ke depan?” Sang semut pun menjawab. Sulaiman pun mengangkat batu tersebut dan betapa terhenyaknya dia tatkala melihat di sarang sang semut masih ada separuh (setengah) dari biji jatah hidupnya.

4.A. jangan lukai mereka. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan segala sesuatu di semesta ini memang bergantung padanya. 3. dan kuasa mengurus segala urusan makhluknya. Mashri. hajatnya. 2. Sulaiman pun menyadari kekhilafannya dan beliau pun dapat mengambil sebuah pelajaran berharga bahwa memang ternyata hanya Allah lah yang mampu. entah dari spesies yang sama atau spesies berbeda yang mungkin dapat mematahkan tulang. Ketika binatang telah menjadi peliharaan kita. {Al-Hafizh B. dan jangan muati mereka dengan beban yang melebihi kemampuan mereka”. Baik itu rezekinya. Kita wajib memenuhi seluruh kebutuhannya baik kebutuhan jasmani atau psikologi.a. Menyembelih dengan cara atau adab yang baik. khalifah keempat. Dan semenjak Allah memberimu izin untuk memegang tugas mengurusi jatah hidupku selama satu tahun ini. 34 Islam Peduli Terhadap Satwa .” sang semut menjelaskan panjang lebar alasannya pada Nabi Sulaiman. Manusia harus menyediakan makan dan minum yang cukup bagi mereka. 1989). Animals in Islam (Petersfield: The Athene Trust.berikutnya. maka akan lebih baik jika kita tidak memeliharanya. Jika kita tidak sanggup memenuhi kebutuhan binatang tersebut. maka aku berpikir lebih cermat untuk memilih zona aman yaitu dengan cara menyisakan jatah makananku dari tahun kemarin untuk persediaan tahun ini karena aku tak yakin bahwa engkau mampu memberikan jaminan sepenuhnya bahwa jatah rezekiku tak akan meleset sedikitpun dalam setahun ini. Imam Izzudin mencoba merumuskan hak-hak satwa tersebut. hal 28}. Sayyidina'Ali Bin Abi Thalib r. maupun segala pinta dari para makhluknya. maka seluruh kebutuhannya akan menjadi tanggung jawab kita. Menurutnya. Tidak boleh membebani binatang melebihi kemampuannya. maka dari itu aku tak pernah takut maupun ragu untuk menghabiskan jatah rezekiku karena ku tahu bahwa satu tahun yang akan datang jatah rezekiku juga telah disediakan oleh Allah.: “Berbaik hatilah pada binatang-binatang pengangkut. tidak menguliti atau mematahkan tulangnya sewaktu masih hidup. menanduk atau menggigit binatang tersebut. ada beberapa hak yang harus dipenuhi oleh orang yang memelihara dan berinteraksi dengan hewan atau satwa. Dilarang menempatkan binatang itu bersama dengan segala sesuatu yang dapat melukainya. yaitu: 1. Dan segala dugaku itu telah terbukti kini dengan lupanya engkau untuk memberikan jatah rezekiku dalam beberapa hari ini. walaupun binatang itu sudah tua atau sakit sehingga dianggap tidak menguntungkan bagi pemiliknya.

Dilarang membuangnya kemudian menganggapnya sebagai binatang buruan. 8. 2. Dan ketika para ahli telah merumuskan secara komprehensip dan tidak bertentangan dengan dalil-dalil syara'. para ahli satwa telah mengeluarkan panduan dalam pemeliharaan satwa dalam kandang yang disebut lima kebebasan satwa. Dilarang menyembelih anaknya di depan induknya. 4. Manusia tidak boleh menembak mereka dengan apa saja yang membuat tulangnya patah atau menghancurkan tubuhnya. maka rumusan itu harus diterima. Bebas dari rasa lapar dan haus Bebas dari rasa tidak nyaman Bebas dari rasa sakit. Karena Islam mengharuskan bertanya kepada ahli dibidang tertentu. Manusia harus menempatkan jantan dan betina bersama pada musim kawin. 7. harus dengan cara memisahkannya. 9. Islam Peduli Terhadap Satwa 35 . Bebas dari rasa tidak nyaman dipenuhi dengan penyediaan lingkungan yang layak termasuk tempat berlindung dan tempat istirahat yang nyaman. 6. Bebas dari rasa lapar dan haus dimaksudkan sebagai kemudahan akses akan air minum dan makanan yang dapat mempertahankan kesehatan dan tenaga. dan mengenal ijtihad kolektif (ijtihad atau penggalian hukum dengan melibatkan para ahli di berbagai bidang keilmuan). atau memperlakukan mereka dengan apa saja yang membuat daging mereka tidak sah untuk dimakan Jenis-jenis kebutuhan satwa memerlukan kajian tersendiri. 3. luka dan penyakit Bebas mengekspresikan perilaku normal dan alami Bebas dari rasa stress dan tertekan. Mengenai hak-hak dan kebutuhan satwa. Kajian itu harus diserahkan kepada ahlinya dalam hal ini misalnya dokter hewan atau ahli-ahli zoologi (ahli binatang) lainnya. Apabila keadaan ini gagal dipenuhi maka akan memicu timbulnya penyakit dan penderitaan bagi binatang. Memberi kenyamanan pada tempat istirahat dan tempat minum hewan.5. Dalam hal ini adalah penyediaan pakan yang sesuai dengan kebutuhan species tersebut dan adanya keseimbangan gizi. Apabila keadaan ini gagal dipenuhi maka akan menimbulkan penderitaan dan rasa sakit secara mental yang akan berdampak pada kondisi fisik dan psikologi hewan. menyerahkan urusan kepada ahlinya. Lima unsur kebebasan tersebut adalah: 1. 5.

81 ٨۱ ۱٠ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻹﺳﻼﻣﻲ أ ﻟﺘﻪ ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ( اﻟﺠﺰٍء‬ ،‫ﺎ‬ ‫أﻣﺎ ﻬﻧﻔﻘﺔ اﻟﺤ ﻮان: ﻓ ﺠﺐ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺎﻟﻚ إ ﻌﺎم ﺑ ﺎﺋﻤﭼﻪ ﻟﻮ ﻣﺮﺿﺖ، ﺳﻘ ﺎ‬ ًّ ‫ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠًّﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ : »ﻋُﺬﺑﺖ اﻣﺮأة ﻓﻲ ﻫﺮة ﺣﺒﺴﺘ ﺎ ﺣﺘﻰ ﻣﺎﺗﺖ ﺟﻮﻋﺎًء، ﻻ‬ (۱) « ‫ﻫﻲ أ ﻌﻤﭼﺘ ﺎ، ﻻ ﻫﻲ أ ﺳﻠﺘ ﺎ ﺗﺄﻛﻞ ﺣﺸﺎ اﻷ‬ Adapun nafaqoh (memenuhi kebutuhan) hewan. sampai mati kelaparan. dan tidak pula membiarkannya keluar mencari makanan.Bebas dari rasa sakit. v Rujukan Prof. luka dan penyakit meliputi upaya pencegahan penyakit atau diagnosa dan penanganan yang cepat. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu . Karena kita memang diperintahkan untuk berbuat baik kepada siapapun dan apapun. Kondisi ini dipenuhi melalui penerapan pemeriksaan medis yang reguler. Apabila kondisi ini terabaikan maka akan memicu timbulnya penyakit dan ancaman menularnya penyakit baik pada hewan lain maupun manusia. karena berlandaskan hadits “ada seorang perempuan yang akan disiksa (kelak dihari kiamat) lantaran seekor kucing yang ia kurung. atas orang yang memeliharanya. Maka alangkah baiknya jika rumusan semua kebutuhan satwa yang akan dipelihara mengacu kepada pendapat para ahli di bidang kehewanan.” 36 Islam Peduli Terhadap Satwa . Apabila keadaan ini tidak terpenuhi maka akan muncul perilaku abnormal dan berakhir dengan gangguan fisik lainnya. fasilitas yang tepat dan adanya teman dari jenis yang sama. Contohnya penyakit yang bisa saling menular dari manusia ke binatang dan sebaliknya adalah penyakit hepatitis dan TBC. Hal. ia tidak memberinya asupan makanan.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Vol 10. Kelima faktor dari 5 kebebasan satwa tersebut saling berkait dan akan berpengaruh pada semua faktor apabila salah satu tidak terpenuhi atau terganggu. maka dihukumi wajib. apakah manusia sanggup menyediakan ruang atau kandang yang bisa memenuhi kebutuhan perilaku alami satwa tersebut? Faktor terakhir adalah bebas dari rasa takut dan tertekan yaitu memberikan kondisi dan perlakuan yang mencegah penderitaan mental. Sementara bebas mengekspresikan perilaku normal adalah penyediaan ruang yang cukup. baik berupa asupan makanan yang cukup (baik waktu sehat ataupun sakit). Perilaku alami satwa di alam sangatlah rumit.

. 24 ( ٤٢ ٣ ‫اﻟﺠﻤﭼﻊ ﺑ ﻦ اﻟﺼﺤ ﺤ ﻦ‬ ‫اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ ﻟﻤﭼﺴﻠﻢ ﻋﻦ أﺑﻲ اﻷﺷﻌﺚ اﻟﺼﻨﻌﺎﻬﻧﻲ . Vol. Damaskus) dari Syaddad Bin Aus. ada dua hal yang senantiasa aku jaga. dari daerah Shon'a. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). maka menyembelihlah dengan baik.. dari Rasulullah saw. atau untuk didengar suara (merdu)nya.اﺳﻤﭼﻪ ﺷﺮاﺣ ﻞ ﺑﻦ ة ﻣﻦ ﺻﻨﻌﺎٍء‬ ‫ﻗﺎ ﺛﻨﺘﺎن ﺣﻔﻈﺘ ﻤﭼﺎ ﻋﻦ ﺳﻮ ﷲ }ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ‬ ‫ﻣﺸﻖ ﻋﻦ ﺷﺪا ﺑﻦ أ‬ ‫ﺳﻠﻢ{ﻗﺎ إن ﷲ ﻛﺘﺐ اﻹﺣﺴﺎن ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲٍء ﻓﺈ ا ﻗﺘﻠﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮا اﻟﻘﺘﻠﺔ إ ا‬ ‫ٍء‬ ‫ﺑﺤﺘﻢ ﻓﺄﺣﺴﻨﻮا اﻟﺬﺑﺢ ﻟ ﺤﺪ أﺣﺪﻛﻢ ﺷﻔﺮﺗﻪ ﻟ ﺮ ﺑ ﺤﺘﻪ ا ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻰ ﻛﺘﺎب‬ ‫اﻟﺼ ﺪ‬ Point yang kedua: riwayat Imam Muslim dari Abi al-Asy'asts al-Shon'ani (nama aslinya Syahil Bin Adah. berkata. jika kalian membunuh sesuatu maka bunuhlah dengan baik. akan tetapi orang yang memelihara. Imam Muslim. dan hendaklah kau tajamkan pisaumu. karena mulianya ruh…. wajib memenuhi asupan makannya (dengan cukup). dan memberikan kebaikan bagi hewan yang disembelih. 15 ۱٥٢ ٦ ‫اﻟﻤﭼﻮﺳﻮﻋﺔ اﻟﻔﻘ ﺔ اﻟﻜﻮ ﺘ ﻪ‬ ‫ﺠﻮز ﺣﺒﺲ ﺣ ﻮان ﻟﻨﻔﻊ ﻛﺤﺮاﺳﺔ ﺳﻤﭼﺎ ﺻﻮ ز ﻨﺔ ﻋﻠﻰ ﺣﺎﺑﺴﻪ إ ﻌﺎﻣﻪ‬ . untuk hiasan. Hal. Vol. dalam Bab “Perburuan”) Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). (HR. ‫ﻘﻮم ﻣﻘﺎﻣﻪ اﻟﺘﺨﻠ ﺔ ﻟﻠﺤ ﻮاﻬﻧﺎ‬ ‫ﺳﻘ ﻪ ﻟﺤﺮﻣﺔ اﻟﺮ‬ ‫ًء ُ ْء ِ ﱠ َ ُ ُ ﱠ‬ ‫ﱠ‬ ُ‫َ ﻣﻦَ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﺣﻤﭼﻮﻟَﺔًء َ ﻓَﺮْء ﺷﺎ ﻛﻠُﻮا ﻣﻤﭼﺎ َ زﻗَﻜﻢ ﷲُ َ ﻻَ ﺗَﺘﱠﺒِﻌُﻮا ﺧﻄُﻮا ِ اﻟﺸ ْءﻄَﺎن إِﻬﻧﱠﻪ‬ ِ ُ َ ِ َ ‫ْء‬ َ ُ ‫ْء‬ ِ ‫ُ ْء َ ُ ﱡ ٌء‬ (۱٤٢) ‫ﻟَﻜﻢ ﻋﺪ ﱞ ﻣﺒِ ﻦ‬ ‫ِ ْء ُ َ َ ِ ْء ِ ْء َ ﱠ‬ ‫ﺣﺘﱠﻰ إِ َ ا ﺟﺎٍء أَﻣﺮﻬﻧَﺎ َ ﻓَﺎ َ اﻟﺘﱠﻨﱡﻮ ُ ﻗُ ْءﻠﻨَﺎ اﺣْء ﻤﭼﻞْء ﻓِ َﺎ ﻣﻦ ﻛﻞﱟ ز ْء ﺟ ْءﻦ اﺛﻨَ ْءﻦ َ أَﻫﻠَﻚ إِﻻ‬ ُ ‫َ َ ْء‬ َ ِ ‫َ ْء َ َ َ ِ ْء‬ ‫َ َ ََ ﱠ‬ ‫ٌء‬ (٤٠) ‫ﻣﻦ ﺳﺒَﻖ ﻋﻠَ ْءﻪ اﻟﻘَﻮْء ُ َ ﻣﻦ ﻣﻦَ َ ﻣﺎ ﻣﻦَ ﻣﻌﻪُ إِﻻ ﻗَﻠِ ﻞ‬ َ ‫َ ْء‬ Diperbolehkan mengurung hewan jika terdapat manfaat.Al-Jam'u baina Shohihaini. 3. Islam Peduli Terhadap Satwa 37 . seperti untuk menjaga. dan jika kalian menyembelih hewan... 6 hal. ia bersabda “Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik atas segala hal.

Ketika pemerintah melarang sesuatu yang mubah.Hasyiyah al-Qolyubi. maka kita hanya wajib taat lahir saja. dalam artian pemerintah telah melarang untuk dipelihara. walaupun hanya untuk mendengarkan “merdu” suaranya. khusus pada satwa yang dilindungi. Pemeliharaan Satwa Ternak Al-Qur'an dan Hadist memerintahkan pemberian hak asasi kepada satwa secara berulang-ulang mengenai nilai guna dan manfaat dari satwa tersebut. أ ﻬﻧﺤﻮ ﻛﻠﺐ ﻟﻠﺤﺎﺟﺔ‬ . seperti dijadikan penjaga). atau memelihara seekor anjing. maka pemeliharaan satwa ini hukumnya menjadi haram. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany) Vol. dan sapi untuk ditunggangi. Status satwa yang bertentangan dengan manusia juga dibahas. jika ada maslahah atau kebaikan di dalamnya. maka perlu dipilah. Allah SWT melaknat orang yang menyebabkan penderitaan terhadap satwa apalagi yang menyebabkan kematian terhadap satwa karena kelalaian. akan tetapi harus mencukupi makanan (kebutuhan)nya. dengan catatn ada “hajah” kebutuhan (untuk hal tersebut. tidak batin . atau untuk hiburan. karena pada prinsipnya kita harus memenuhi kebutuhan satwa tersebut dan tidak membuat satwa tersebut menjadi menderita. Dasar perintah yang mengatur tentang kegunaan satwa mungkin ditujukan untuk orang-orang yang didorong untuk mencari keuntungan dari satwa tanpa kesadaran moral. 86. maka kita wajib taat secara lahir dan batin. seperti kuda untuk dibuat alat pengangkut. ‫ﺣﺎﺷ ﺔ ﻗﻠ ﻮﺑﻲ ٨۹۱/٢ / ا إﺣ ﺎٍء اﻟﻜﺘﺐ اﻟﻌﺮﺑ ﺔ‬ ‫ﻟﻪ اﺳﺘﻌﻤﭼﺎﻟ ﺎ ﻟﻮ ﻓﻲ ﻏ ﺮ ﻣﺎ ﻫﻲ ﻟﻪ ﻋﺮﻓﺎ ﻛﻔﺮ ﻟﺤﻤﭼﻞ ﺑﻘﺮ ﻟﺮﻛﻮب . Cabang pembahasan: diperbolehkan bagi seseorang untuk menguruh hewan. ﻓﺮ‬ ‫: ﻟﻪ ﺣﺒﺲ ﺣ ﻮان ﻟﻮ ﻟﺴﻤﭼﺎ ﺻﻮﺗﻪ . walaupun bukan semestinya (akan tetapi tetap dianggap baik menurut kebiasaannya).‫إﻟ ﻪ ﻣﻊ إ ﻌﺎﻣﻪ‬ Diperbolehkan bagi seseorang untuk menggunakan “jasa hewan”. أ اﻟﺘﻔﺮ ﻋﻠ ﻪ . Jika kita memang tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan satwa itu maka akan lebih baik jika kita tidak memeliharanya. Berikut ini adalah beberapa dari kutipan-kutipan tersebut: 38 Islam Peduli Terhadap Satwa . Melihat penjelasan di atas maka untuk memelihara satwa dalam kandang itu membutuhkan persyaratan yang sangat banyak. 14. karena memang sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan satwa tersebut. Namun. Namun jika tidak ada maslalah. Hal.

Kamu mendapatkan gizi dari mereka. Dan kamu bangga pada keindahan mereka saat kamu menungganginya ketika kamu pulang ke rumah di waktu malam. Saat ini para penemu telah meneliti bahwa susu merupakan campuran antara partikel-partikel tersebut dengan darah. dan kamu menggembalakan mereka di pagi hari. dan masih banyak lagi manfaat lain yang bisa kamu peroleh dari mereka. kamu dapat melakukan perjalanan. seperti halnya sebuah perahu.” (SuratAl-Mukminun:21. Pesan dari ayat di atas diulangi lagi untuk lebih menekankan maknanya: ‫َ ُ َ َ ِ ْء‬ ‫َ إِن ﻟَﻜﻢ ﻓِﻲ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻟَﻌﺒﺮةًء ﻬﻧُﺴﻘِ ﻜﻢ ﻣﻤﭼﺎ ﻓِﻲ ﺑُﻄُﻮﻬﻧِ َﺎ َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ ﻛﺜِ ﺮةٌء َ ﻣﻨ َﺎ‬ ‫ﱠ ُ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ‫ْء ْء َ ِ ِ ْء َ ْء ُ ْء ِ ﱠ‬ ‫ْء‬ ُ‫ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )۱٢( َ ﻋﻠَ ْء َﺎ َ ﻋﻠَﻰ اﻟﻔُ ْءﻠﻚ ﺗُﺤْء ﻤﭼﻠ‬ ُ (٢٢) َ‫ِ َ ﻮن‬ َ َ “Dan tentu saja ada pelajaran yang bisa dipetik dari satwa ternak.‫ْء ٌء َ ُ ِ ْء‬ ُ َ َ َ ‫ْء ْء‬ َ‫َ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﺧﻠَﻘَ َﺎ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ِ فٍء َ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ َ ﻣﻨ َﺎ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )٥( َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﺟﻤﭼﺎ ٌء ﺣ ﻦ‬ ‫ُ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ِ َ َ ‫ﺗُﺮ ﺤُﻮنَ َ ﺣ ﻦَ ﺗَﺴﺮﺣُﻮنَ )٦( َ ﺗَﺤْء ﻤﭼﻞ أَﺛﻘَﺎﻟَﻜﻢ إِﻟَﻰ ﺑَﻠَﺪ ﻟَﻢ ﺗَﻜﻮﻬﻧُﻮا ﺑَﺎﻟِﻐ ﻪ إِ ﱠ‬ ُ ‫ٍء ْء‬ ُ ‫ِ ُ ْء‬ ‫ِ ﱢ‬ ‫ِ ِ ﻻ ﺑِﺸﻖ‬ ‫ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ِ ‫ْء َ َ ْء‬ ‫اﻷَﻬﻧﻔُﺲ إِن َ ﺑﱠﻜﻢ ﻟَﺮٍء ف َ ﺣ ﻢ )٧( َ اﻟﺨ ْءﻞ َ اﻟﺒِﻐَﺎ َ َ اﻟﺤﻤﭼ ﺮ ﻟِﺘَﺮْء ﻛﺒُﻮﻫَﺎ َ ز ﻨَﺔًء‬ َ َ ِ َ ‫ْء‬ ‫ْء ْء ِ ﱠ ُ ْء َ ُ ٌء ِ ٌء‬ ِ (٨) َ‫َ َﺨﻠُﻖ ﻣﺎ ﻻ ﺗَﻌﻠَﻤﭼﻮن‬ ُ ‫ْء ُ َ َ ْء‬ “Dan Dia menciptakan satwa ternak untukmu: sehingga kamu bisa mendapatkan pakaian hangat dan keuntungan lainnya.” (SuratAn Nahl:5-8) ‫َ إِن ﻟَﻜﻢ ﻓِﻲ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻟَﻌﺒﺮةًء ﻬﻧُﺴﻘِ ﻜﻢ ﻣﻤﭼﺎ ﻓِﻲ ﺑُﻄُﻮﻬﻧِﻪ ﻣﻦ ﺑَ ْءﻦ ﻓَﺮْء ث َ َم ﻟَﺒَﻨًءﺎ ﺧَﺎﻟِﺼًءﺎ‬ ‫ﱠ ُ ْء‬ ‫ْء ْء َ ِ ِ ْء َ ْء ُ ْء ِ ﱠ‬ ‫ِ ِ ْء ِ ٍء ٍء‬ ‫َ ًء ﱠ‬ (٦٦) َ‫ﺳﺎﺋِﻐﺎ ﻟِﻠﺸﺎ ِﺑِ ﻦ‬ “Dan tentu saja ada pelajaran yang bisa kamu petik dari binatang ternak: Aku memberikan minuman dari sesuatu [zat] yang terdapat dalam perut mereka –yang berasal dari saluran yang menghubungkan organ dalam dan darah –susu yang lezat bagi mereka yang meminumnya. Yakinlah! Penjagamu adalah segalanya –Yang Maha Pemurah. sehingga dikeluarkan oleh tubuh.22) ‫ِ ْء‬ ‫َ ِ ْء‬ ُ ُ ‫َ ُ ْء‬ ‫ﷲُ اﻟﱠﺬي ﺟﻌﻞ ﻟَﻜﻢ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﻟِﺘَﺮْء ﻛﺒُﻮا ﻣﻨ َﺎ َ ﻣﻨ َﺎ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )۹٧( َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ َ ﻟِﺘَﺒﻠُﻐﻮا‬ ‫ُ ْء‬ َ َ ‫ﱠ ِ َ َ َ ُ ُ ْء ْء‬ ‫ْء‬ ُ‫ﻋﻠَ ْء َﺎ ﺣﺎﺟﺔًء ﻓِﻲ ﺻﺪ ِﻛﻢ َ ﻋﻠَ ْء َﺎ َ ﻋﻠَﻰ اﻟﻔُ ْءﻠﻚ ﺗُﺤْء ﻤﭼﻠ‬ (٨٠) َ‫ِ َ ﻮن‬ َ َ َ ‫ُ ُ ُ ْء‬ َ َ Islam Peduli Terhadap Satwa 39 .” (SuratAn Nahl:66) Bahasa Arab 'farth' berarti kelenjar sekresi (pengeluaran) yang berisi partikel-partikel yang sudah tidak dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh. Dan [Dia telah menciptakan untukmu] kuda dan keledai untuk alat transportasi juga sebagai harta simpanan – dan Dia akan menciptakan benda-benda yang kamu tidak mengetahui sebelumnya. dan kamu memakan dagingnya. Dan dari mereka. Aku memberimu minuman yang keluar dari perut mereka. Mereka mengangkut bebanmu yang berat ke tempat-tempat yang tidak mungkin kau capai jika kau mengangkatnya sendiri.

unta (perahu di padang pasir) ditunjukkan dengan jelas dalam ayat berikut: ‫ُ ْء‬ َ ِ ِ ‫ْء‬ (۱٧) ‫أَﻓَﻼ َﻨﻈُﺮ نَ إِﻟَﻰ اﻹﺑِﻞ ﻛ ْءﻒَ ﺧﻠِﻘَﺖ‬ ُ ‫َ ْء‬ “Tidakkah mereka bercermin pada unta. Semua kegiatan ini dikutuk dan dihentikan oleh Islam.“Adalah Allah yang menyediakan untukmu semua jenis satwa ternak. hijrah dari Mekkah ke Madinah pada 622 M.a.80) Ketika menyebutkan satu persatu anugerah Allah.a. Berikut sabda Rasulullah s.” Hadist ini menegaskan bahwa melukai satwa pada bagian yang sensitif dan menyebabkan cacat adalah dilarang.w. sementara satwa-satwa tersebut masih tetap hidup dan bisa digunakan lagi. Dan ada banyak lagi kegunaan mereka untuk memenuhi keinginan hatimu. praktek-praktek tersebut banyak dijumpai di Arab. masyarakat Madinah memiliki kebiasaan memotong punuk unta dan ekor domba yang berlemak.w. masyarakat atheis atau pun penyembah dewa-dewa melakukan ritual penyiksaan dan kekejaman lainnya terhadap satwa. Nabi memerintahkan untuk menghentikan kegiatan tidak manusiawi ini. bagaimana mereka diciptakan?” (SuratAl-Ghasyiyah:17) Pada periode sebelum Islam. kalian melakukan perjalanan dengan mereka. Saat Rasulullah s. Pada saat itu. Untuk menghentikan keserakahan ini beliau bersabda: (‫ﻣﺎ ﻗﻄﻊ ﻣﻦ ﺑ ﺔى ﻫﻲ ﺣ ﺔ ﻓﻤﭼﺎ ﻗﻄﻊ ﻣﻨ ﺎ ﻓ ﻮ ﻣ ﺘﺔ ) ا إﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ‬ “Apapun yang dipotong dari satwa saat satwa itu masih hidup. beliau berkata: 'Allah mengutuk orang yang memberikan cap itu’. sehingga kamu bisa menunggangi beberapa di antara mereka dan bisa mendapatkan bahan makanan dari yang lainnya. bagian yang terpotong itu adalah bangkai dan haram untuk dimakan” 40 Islam Peduli Terhadap Satwa .a.w.” (SuratAl-Mukmin:79. melarang memukul wajah binatang atau memberikan cap di atas wajah mereka. Sahabat Rasul ini juga mengatakan pada saat seekor keledai dengan cap di wajahnya melewati Rasul. Layaknya perahu.: ‫اﻟﺮاﺑﻊ اﻟﺜﻼﺛﻮن ﻋﻦ ﻬﻧﺎﻋﻢ ﺑﻦ أﺟ ﻞ ﻣﻮﻟﻰ أم ﺳﻠﻤﭼﺔ أﻬﻧﻪ ﺳﻤﭼﻊ اﺑﻦ ﻋﺒﺎ ﻘﻮ أى‬ ‫ﺳﻮ ﷲ }ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ{ﺣﻤﭼﺎ اًء ﻣﻮﺳﻮم اﻟﻮﺟﻪ ﻓﺄﻬﻧﻜﺮ ﻟﻚ ﻗﺎ ﻓﻮﷲ ﻻ‬ ‫أﺳﻤﭼﻪ إﻻ ﻓﻲ أﻗﺼﻰ ﺷﻲٍء ﻣﻦ اﻟﻮﺟﻪ أﻣﺮ ﺑﺤﻤﭼﺎ ﻓﻜﻮي ﻓﻲ ﺟﺎﻋﺮﺗ ﻪ ﻓ ﻮ أ ﻣﻦ‬ ‫ﻛﻮى اﻟﺠﺎﻋﺮﺗ ﻦ‬ “Jābir berkata bahwa Nabi Muhammad s. Alasan masyarakat melakukan operasi pembedahan seperti ini untuk mendapatkan punuk dan ekor yang berlemak untuk dimakan.

Rasul bersabda padaku: 'Kamu harus memperlakukan satwa dengan lembut” Rasulullah sendiri pernah diperingatkan oleh Allah karena menelantarkan kuda beliau. seperti yang disebutkan pada Hadist berikut ini: Islam Peduli Terhadap Satwa 41 . Aisyah yang memperlakukan seekor unta dengan sembarangan. maka dia memiliki pilihan antara menyimpan atau mengembalikan binatang tersebut” Menimbun susu pada organ susu satwa mungkin pada saat itu dilakukan karena untuk mengawetkan susu lebih lama atau untuk menipu calon pembeli. Contohnya Rasulullah pernah memperingatkan istrinya. malpraktek di Arab pada masa itu yang dihentikan oleh Rasulullah s. Selain itu. Rasulullah saw melarang kita menyiksa binatang yang sekarat itu dalam bentuk apapun. siapapun yang membeli binatang yang demikian. Salah satu sabda Rasulullah s. kecuali jika binatang itu betul-betul mati.Untuk memastikan kita tidak melukai satwa bahkan saat satwa tersebut masih memiliki sedikit sisa nyawa.w. dalam sabdanya berikut: “Jangan menimbun susu dalam organ susu binatang.w. mengirisiris bagian tubuhnya. mengenai hal ini adalah: ‫ﻗﺎ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ : ﻻ ﺗﺘﺴﺮﻋﻮا ﻓﻰ ﻋﻤﭼﻞ أي ﺷ ﺊ ﻟﺤ ﻮان ﻣﺬﺑﻮ‬ (‫إﻻ ﺑﻌﺪ أن ﺼﺒﺢ ﻛﺎﻟﺤﺠﺮ اﻟﻤﭼ ﺖ ) اﻟﻤﭼﺤﻠﻰ ﻻﺑﻦ ﺣﺎزم‬ “Janganlah tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu terhadap satwa yang sekarat sebelum dia benar-benar mati” ‘Umar bin Khattab berulang kali memerintahkan: “Berikan waktu pada satwa yang disembelih sampat dia benar-benar mati dalam keadaan dingin” Banyak lagi pemuka muslim yang memberikan pendapat hukum (fatwa) untuk memberikan waktu pada satwa yang baru saja disembelih untuk memberi kesempatan pada satwa untuk mengalami rigor mortis (kekakuan otot beberapa saat setelah mati). misalnya mematahkan leher.a. Tidak hanya secara fisik. keperdulian Rasulullah terhadap emosi binatang juga sangat ditekankan.Aisyah sendiri berkata: “Aku sedang menunggangi seekor unta yang tidak mau diam dan aku mengendalikannya agak kasar.a. menguliti.

atau penyembelihan binatang. karena cara penyembelihan yang salah akan membuat satwa halal tersebut menjadi haram hukumnya untuk dikonsumsi.‫اﻟﺴ ﺪة ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺿﻲ ﷲ ﻋﻨ ﺎ أﻬﻧ ﺎ ﻛﺒﺖ ﺑﻌ ﺮا ﻓﻜﺎﻬﻧﺖ ﻓ ﻪ ﺻﻌﻮﺑﺔ ﻓﺠﻌﻠﺖ‬ ‫ﻓﻘﺪ‬ ‫ﺗﺮ ﻓﻘﺎ ﻟ ﺎ ﺳﻮ ﷲ : ﻋﻠ ﻚ ﺑﺎﻟﺮﻓﻖ ﻓﺈن اﻟﺮﻓﻖ ﻻ ﻜﻮن ﻓﻰ ﺷﻲٍء إﻻ زاﻬﻧﻪ ﻻ‬ (‫ﻨﺰ ﻣﻦ ﺷ ﺊ إﻻ ﺷﺎﻬﻧﻪ ) ا ﻣﺴﻠﻢ‬ “Nabi Muhammad s. : ،‫ﺣﺮﻣﺖ ﻋﻠ ﻜﻢ اﻟﻤﭼ ﺘﺔ اﻟﺪم ﻟﺤﻤﭼﺎﻟﺨﻨﺰ ﺮ، ﻣﺎ أﻫﻞ ﻟﻐ ﺮ ﷲ ﺑﻪ، اﻟﻤﭼﻨﺨﻨﻘﺔ‬ ‫اﻟﻤﭼﻮﻗﻮ ة، اﻟﻤﭼﺘﺮ ﺔ، اﻟﻨﻄ ﺤﺔ، ﻣﺎ أﻛﻞ اﻟﺴﺒﻊ، إﻻ ﻣﺎ ﻛ ﺘﻢ‬ 42 Islam Peduli Terhadap Satwa .w. bersabda: 'Janganlah memangkas poni kuda. secara bahasa berarti pemotongan. juga rambut pada punggungnya karena rambut itu berfungsi untuk melindungi kuda tersebut. juga ekornya. penyembelihan secara syara' dilakukan terhadap hewan darat yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. Hal ini sesuai dengan firmanAllah SWT dalam surahAl-Maidah.a. ayat 3. karena kehormatan kuda terletak pada rambut poninya. Ini menunjukan Islam sangat peduli terhadap kesejahteraan satwa. Secara garis besar. pernah terlihat mengusap muka kuda dengan jubahnya. para ulama Madzhab berbeda dalam mendefinisikan makna “al-Dzibhu”. namun yang perlu digarisbawahi adalah Islam mengajarkan untuk menyembelih satwa secara baik (kasih sayang) dengan sedikit mungkin rasa sakit pada satwa tersebut. Istilah Al-dzibhu dalam bahasa Arab. penyembelihan binatang yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. namun secara garis besar berarti. Satwa yang halal boleh dikonsumsi dagingnya namun dengan cara-cara yang segera mungkin satwa tersebut mati.a. Rasul menjawab: 'Tadi malam aku diperingatkan oleh Allah karena menelantarkan kudaku” Hadist berikut ini melarang kita untuk menyebabkan cacat pada tubuh satwa: ‫ﻻ ﺗﻘﺼﻮا ﺷﻌﺮ ﻣﻘﺪﻣﺔ أ اﻟﺤﺼﺎن ﻟﻚ ﻷﻬﻧﻪ ﻓ ﻪ ﻟ ﺎﻗﺔ أ ﺣﺸﻤﭼﺔ اﻟﺤﺼﺎن ﻻ‬ ( ‫ﺷﻌﺮ اﻟﻌﻨﻖ ﻷ، ﺤﻤﭼﻰ اﻟﺤﺼﺎن ﻻ ﻞ ﻻﺣﺼﺎن ﻷﻬﻧﻪ ﻣﻨﺸﺘﻪ ) ا أﺑﻮ ا‬ “Rasulullah s. Ketika ditanya mengapa beliau melakukan hal itu.w. karena ekornya berfungsi untuk keseimbangan” Panyembelihan Satwa Ternak Islam memperbolehkan umatnya mengkonsumsi satwa (ternak). Sehingga penyembelihan yang tidak sesuai dengan syara' maka hewan yang disembelih secara otomatis tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi.

pernah berkata kepada seorang laik-laki yang yang sedang mengasah pisau di hadapan binatang yang akan disembelih: ‫أﺗﺮ ﺪ ﺑﺢ ﺑ ﺤﺘﻚ ﻣﺮﺗ ﻦ ﻣﺮة ﺑﺤﺪ اﻟﺘﻚ أﻣﺎﻣﻪ ﻣﺮة أﺧﺮى ﺑﻘﻄﻊ ﻗﺒﺘﻪ‬ ‘Apakah kamu bermaksud membunuh binatang ini dua kali? pertama dengan mengasah pisaumu di hadapannya dan yang kedua dengan memotong tenggorokannya” Ini adalah bukti bahwa Islam begitu memperhatikan aspek kesejahteraan terhadap binatang. yang terpukul.“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai. yang jatuh. yang ditanduk. Perhatikan beberapa hadist berikut ini: “Rasulullah bersabda: 'Segala puji bagi Allah yang telah menakdirkan kebaikan terhadap segala sesuatu [dan memerintahkan agar segala sesuatu diperlakukan dengan baik]. (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah. dan diterkam binatang buas. dan saat kau menyembelih seekor binatang.a.w. Tidak ada celah sedikitpun bagi umat Islam untuk menyakiti binatang meskipun pada akhirnya binatang itu akan dimakan. lakukan dengan cara yang terbaik. Islam Peduli Terhadap Satwa 43 .w.a. kamu harus [menggunakan metode yang terbaik] mengasah pisaumu sampai tajam sehingga binatang tersebut merasakan sesedikit mungkin rasa sakit” ‫ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ ﺑﻦ ﺣﻤﭼ ﺪ أﺧﺒﺮﻬﻧﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑﻦ ﺑﻜﺮ أﺧﺒﺮﻬﻧﺎ اﺑﻦ ﺟﺮ ﺢ ﺣﺪﺛﻨﻰ ﻫﺮ ن ﺑﻦ‬ ‫ﻋﺒﺪ ﷲ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺣﺠﺎ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﻗﺎ ﻗﺎ أﺑﻦ ﺟﺮ ﺢ أﺧﺒﺮﻬﻧﻰ أﺑﻮ اﻟﺰﺑ ﺮ أﻬﻧﻪ ﺳﻤﭼﻊ‬ ‫ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﷲ ﻘﻮ ﻬﻧ ﻲ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ان ﻘﺘﻞ ﺷ ﺊ ﻣﻦ‬ ( ‫ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻰ ﻛﺘﺎب اﻷﺿﺎﺣﻰ‬ ) ‫اﻟﺪ اب ﺻﺒﺮا‬ “Rasulullah s. darah. yang tercekik. ‫ْء ْء‬ " ‫إِ َ ا ﻗَﺘ ْءَﻠﺘُﻢ ﻓَﺄَﺣْء ﺴﻨُﻮا اﻟﻘِﺘﻠَﺔ ، َ إِ َ ا َ ﺑَﺤْء ﺘُﻢ ﻓَﺄَﺣْء ﺴﻨُﻮا اﻟﺬﺑﺤﺔ‬ َ ‫ﱢ ْء‬ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ِ ِ " ‫، َ ْءﻟ ُﺤﺪ أَﺣﺪﻛﻢ ﺷﻔﺮﺗﻪ ، َ ْءﻟ ُﺮ ْء َ ﺑِ ﺤﺘﻪ‬ َ َ ‫ِ ﱠ َ ُ ْء َ ْء‬ ِ Jika kau harus membunuh suatu makhluk hidup. melarang kita untuk membuat satwa (ternak) atau binatang lainnya (burung) tidak segera dimatikan saat disembelih” Nabi Muhammad s. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya” Islam mengatur pemanfaatan terhadap segala sesuatu termasuk tata cara penyembelihan binatang untuk dikonsumsi. daging babi.

Umar mencambuk orang itu dan berkata: 'Pergi. Umar mencambuk orang tersebut hingga dia tersungkur di kaki Umar. Peyembelihan hewan dilakukan siang hari. Menyebut namaAllah Adapun menyebut nama Allah ketika menyembelih binatang adalah syarat halalnya binatang sembelihan. karena barang siapa yang sengaja tidak menyebut nama Allah pada waktu menyembelih binatang.Allah SWT berfirman: “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya. beri domba ini minum dengan baik saat dia menghadapi kematiannya wahai penjahat!” Dikisahkan bahwa 'Umar pernah melihat seorang laki-laki yang mengasah pisaunya untuk menyembelih seekor domba sambil menginjak muka domba itu. dan jika kamu menuruti mereka. 4. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. domba tersebut berlari meninggalkan mereka. 44 Islam Peduli Terhadap Satwa .” (QSAl-An'aam: 118). 6. 2. Penyembelih. 3. ada beberapa syarat bagi seorang penyembelih. berakal. yang diajarkan di dalam Islam adalah sebagai berikut: 1. 5. Sementara itu. antara lain: Islam. maka binatang tersebut tidak halal. Penyembelih maupun hewan yang disembelih menghadap arah kiblat.” (QSAl-An'aam: 121). baligh. dan berniat untuk menyembelih. sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah tata cara penyembelihan. Mengasah alat penyembelihan sebelum proses penyembelihan tidak di depan hewan yang akan disembelih (hal ini dilakukan guna memperkecil rasa sakit yang diperoleh oleh binatang). “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebutkan nama Allah ketika menyembelihnya. Senang-senangkan dulu binatang sebelum disembelih dengan diberi makan minum secukupnya. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu.“Nabi melarang kita untuk menyembelih semua binatang pada saat mereka sedang terikat atau terkurung” 'Umar pernah melihat seorang laki-laki yang menolak untuk memberi minum seekor domba saat domba tersebut akan disembelih.

7. Berlaku lembut kepada hewan dengan tidak melemparkan seenaknya ke tanah. Memotong semua urat-urat leher dan mempercepat proses penyembelihan. Islam Peduli Terhadap Satwa 45 . Jangan pula disembelih binatang yang menyusui sebab kasihan anaknya Betapa lengkapnya aturan-aturan dalam agama Islam itu. Jangan dikuliti dulu sampai dingin badannya. 8. 9. 11. sampai menyembelih binatangpun telah diberi tuntunan secukupnya. Tidak menyembelih di hadapan binatang lain Imam Ali berkata: “Jangan menyembelih domba di hadapan domba lainnya. atau menyembelih satwa lain di hadapan satwa lainnya” 10.

bagal (peranakan Kuda dengan keledai) dan keledai. Pemanfaatan Satwa untuk Sirkus (Pertunjukan Satwa) Satwa mempunyai kebutuhan makan yang berbeda. Dalam kenyataanya untuk menjadikan satwa itu hewan sirkus. soto. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (8) dan (dia telah menciptakan) kuda. Misalnya orang utan memakan daun. dan sebahagiannya kamu makan. contohnya hewan tersebut diberi makan nasi. Selain itu. adapula satwa yang dijadikan sebagai pekerja sirkus selama bertahuntahun hingga ajalnya. Dalam Al-Quran. (7) dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya. biasanya satwa tersebut akan diterlantarkan atau bila perlu dibunuh. dan Jikalau Dia menghendaki. para pelatih sering menggunakan cara yang menyakiti satwa tersebut baik secara fisik atau mentalnya.D. dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. (6) dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya. Sebagian besar (90%) satwa yang dipelihara manusia seringkali tidak mendapatkan makanan dan perilaku yang sesuai dengan kebutuhan dan tabiat alami satwa itu sendiri. sambal bahkan sampai diajari merokok. Satwa tersebut dipaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan karakter alamiahnya. agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Namun ironisnya ketika orang utan itu dipelihara oleh manusia banyak kasus yang membuktikan bahwa kehidupannya telah keluar dari ketentuan alamiahnya. sate. ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. (9) dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus. Adapun jika satwa tersebut sudah tidak produktif lagi (tua/lemah). Allah berfirman: ‫ْء ٌء َ ُ ِ ْء‬ ُ َ َ َ ‫ْء ْء‬ َ‫َ اﻷَﻬﻧﻌﺎم ﺧﻠَﻘَ َﺎ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ِ فٍء َ ﻣﻨَﺎﻓِﻊ َ ﻣﻨ َﺎ ﺗَﺄْءﻛﻠُﻮنَ )٥( َ ﻟَﻜﻢ ﻓِ َﺎ ﺟﻤﭼﺎ ٌء ﺣ ﻦ‬ ‫ُ ْء‬ ‫ُ ْء‬ ِ َ َ ‫ﺗُﺮ ﺤُﻮنَ َ ﺣ ﻦَ ﺗَﺴﺮﺣُﻮنَ )٦( َ ﺗَﺤْء ﻤﭼﻞ أَﺛﻘَﺎﻟَﻜﻢ إِﻟَﻰ ﺑَﻠَﺪ ﻟَﻢ ﺗَﻜﻮﻬﻧُﻮا ﺑَﺎﻟِﻐ ﻪ إِ ﱠ‬ ُ ‫ٍء ْء‬ ُ ‫ِ ُ ْء‬ ‫ِ ﱢ‬ ‫ِ ِ ﻻ ﺑِﺸﻖ‬ ‫ْء‬ َ ‫ْء‬ ِ ِ ‫ْء َ َ ْء‬ ‫اﻷَﻬﻧﻔُﺲ إِن َ ﺑﱠﻜﻢ ﻟَﺮٍء ف َ ﺣ ﻢ )٧( َ اﻟﺨ ْءﻞ َ اﻟﺒِﻐَﺎ َ َ اﻟﺤﻤﭼ ﺮ ﻟِﺘَﺮْء ﻛﺒُﻮﻫَﺎ َ ز ﻨَﺔًء‬ َ َ ِ َ ‫ْء‬ ‫ْء ْء ِ ﱠ ُ ْء َ ُ ٌء ِ ٌء‬ ِ ‫ﱠ‬ ‫ُ ﱠ ِ ِ ْء َ ٌء‬ ‫َ َﺨﻠُﻖ ﻣﺎ ﻻ ﺗَﻌﻠَﻤﭼﻮنَ )٨( َ ﻋﻠَﻰ ﷲِ ﻗَﺼْء ﺪ اﻟﺴﺒِ ﻞ َ ﻣﻨ َﺎ ﺟﺎﺋِﺮ َ ﻟَﻮْء ﺷﺎٍء ﻟَ َﺪَاﻛﻢ‬ َ ‫ُ ْء‬ ُ ‫ْء ُ َ َ ْء‬ َ َ ‫أَﺟْء ﻤﭼﻌ ﻦَ )۹( َ ﻫُﻮ اﻟﱠﺬي ﺳﺨﺮ اﻟﺒَﺤْء ﺮ ﻟِﺘَﺄْءﻛﻠُﻮا ﻣﻨﻪُ ﻟَﺤْء ﻤﭼﺎ َﺮ ًًّءﺎ َ ﺗَﺴﺘَﺨﺮﺟُﻮا ﻣﻨﻪُ ﺣ ْءﻠ َﺔًء‬ ‫ِ ْء‬ ‫ْء ْء‬ ‫َ ِ َ ﱠ َ ْء َ ُ ِ ْء‬ ِ َِ ‫ًء‬ ِ ِ ‫َ ْء َ َ َ ِ َ ِ ْء ُ ِ ْء‬ ُ ُ ‫ِ َ ُ ْء ْء‬ َ‫ﺗ ْءَﻠﺒَﺴُﻮﻬﻧَ َﺎ َ ﺗَﺮى اﻟﻔُ ْءﻠﻚ ﻣﻮاﺧﺮ ﻓِ ﻪ َ ﻟِﺘَﺒﺘَﻐﻮا ﻣﻦ ﻓَﻀْء ﻠِﻪ َ ﻟَﻌﻠﱠﻜﻢ ﺗَﺸﻜﺮ ن‬ “(5) dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu. buah-buahan dan serangga. Hidupnya bergelantungan dengan bebas dari satu pohon ke pohon yang lain dengan bebas. tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar)” 46 Islam Peduli Terhadap Satwa . melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat. sehingga dalam pelatihannya sering digunakan cara kekerasan bahkan dalam pertunjukannya satwa tersebut sering terluka bahkan mati.

Selain alat tersebut dilakukan juga pemaksaan gerak dengan menggunakan tali yang diikat pada masing-masing keempat kaki. anus. Bila pelatih menginginkan gajah memperagakan gerak bersujud atau merebahkan diri maka keempat kaki ditarik dengan tali. Sementara fakta yang ada satwa sirkus itu biasanya dilatih dengan cara-cara menyakiti binatang. Penyetruman dengan elektrik dilakukan di beberapa selaput lendir atau bagian tubuh yang sensitif seperti telinga. pada belalai agar gajah mau menaikkan belalainya pada saat peragaan berdiri dengan kaki depan terangkat keatas. Pada saat selesai pelatihan. singa dan leopard biasanya juga dilakukan sejak kecil agar pelatih dapat membentuk perilaku sesuai dengan yang Islam Peduli Terhadap Satwa 47 . Dan sebagai catatan penting. Alat ini digunakan untuk memaksa anak gajah mengikuti perintah pelatih. dengan memukul atau menusuk pada bagian tubuh tertentu sesuai dengan peragaan yang diinginkan pelatih. Pelatihan gajah dilakukan setiap hari selama 48-50 jam seminggu. Alat yang digunakan untuk melatih adalah gancho (bentuk seperti palu dengan paku/kait pada ujungnya). Dengan demikian jika dalam sirkus satwa itu terdapat unsur menyakiti binatang maka sirkus satwa tersebut itu menjadi haram hukumnya. anak gajah dirantai pada kedua atau salah satu kaki depan demikian pula kaki belakang di dalam kandang terpisah dari induk dan dibiarkan sendirian. yang berhak menentukan apakah terjadi perubahan karakter alamiah dan batasan “menyakiti” satwa adalah para ahli (ahli binatang). namun tetap pada koridor-koridor yang semestinya. Misalnya. ayat itu mengindikasikan pemahaman bahwa. Dalam pertunjukannya tidak boleh ada unsur menyakiti hewan. Selain alat gancho. binatang atau satwa yang ada dibumi diciptakan agar dapat dimanfaatkan oleh manusia. bahkan kadang-kadang kondisi ini dibiarkan beberapa jam agar gajah terbiasa dengan gerakan tersebut. Dan pada dasarnya hukum asal sirkus satwa itu diperbolehkan. juga digunakan tongkat elektrik untuk menghukum gajah apabila tidak menuruti perintah pelatih.Secara tersurat. Tidak merubah karakter alamiahnya b. seperti contoh di bawah ini: l Pelatihan Gajah Melatih gajah biasanya dilakukan sejak kecil. l Pelatihan Harimau Pelatihan jenis kucing besar seperti harimau. namun dengan syarat: a. Dalam pelatihan sirkusnya tidak boleh ada unsur menyakiti hewan yang dilatih c. belalai dan mulut.

l Pertunjukan Lumba-Lumba Lumba-Lumba adalah mamalia yang hidup di air dan terbiasa bergerak mengarungi lautan sejauh 40 mil per hari. Pelatihan pada jenis kucing besar biasanya digunakan alat cambuk dan tongkat panjang untuk memukul. Sebelumnya beruang dikondisikan dalam keadaan lapar. untuk mencari ikan dan bermain di dalam kelompoknya. Kondisi seperti ini akan menyebabkan stress. diasingkan dan dibiarkan lapar. pelatihan beruang dimulai sejak anakan sehingga akan memudahkan mencetak memori dalam pikiran beruang terhadap perintah pelatih. sehingga beruang akan mengikuti perintah untuk menghindarkan rasa sakit akibat tali yang ditancapkan di dalam hidung. kebosanan.diinginkan pelatih. bahkan disaat istirahatpun lumba-lumba tidak berhenti bergerak. Melalui tali ini maka beruang dapat dikendalikan dengan menarik tali apabila pelatih memerintahkan gerakan-gerakan tertentu. Kondisi stress pada lumba-lumba dapat mengakibatkan meningkatnya aktifitas adenocortical. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan aktif bergerak di dalam lautan dan hanya sekitar 20% muncul di permukaan. Bisa dibayangkan apabila lumba-lumba hidup di dalam aquarium dengan luas terbatas adalah suatu bentuk penyiksaan yang tidak menyenangkan bagi satwa tersebut. Pelatihan lumba-lumba biasanya dengan menggunakan pancingan makanan berupa ikan mati. menurunkan aktifitas hormonal dan meningkatkan tekanan darah. Sebelumnya lumba-lumba dikondisikan dalam keadaan lapar sehingga hewan akan mengikuti tangan pelatih yang memegang ikan meskipun untuk itu lumba-lumba harus melewati rintangan-rintangan. Apabila hewan tidak mau melakukan pertunjukan yang diperintahkan maka dia akan dikurung tersendiri . sehingga apabila beruang tersebut melakukan perintah pelatih makan beruang itu akan diberikan makanan sedikit sebagai hadiah. Kondisi ini memicu terjadinya gangguan fisiologi seperti gastritis dan serangan jantung yang berakhir dengan kematian. Dalam pelatihan beruang yang biasanya dilakukan adalah memasang tali pada tulang rawan di dalam hidung tanpa menggunakan bius lokal untuk menghilangkan rasa sakit. frustasi dan penyimpangan sistem sensor lumba-lumba. Metode ini disebut “penyiksaan psikis”. Biasanya sebagian besar hidup satwa setelah mengadakan pertunjukan adalah di dalam kandang kecil yang kemudian akan berfungsi sebagai kandang angkut untuk dipindahkan ke kota lain pada saat mengadakan pertunjukan di tempat lain l Pelatihan Beruang Sebagaimana halnya dengan gajah. 48 Islam Peduli Terhadap Satwa .

mereka bependapat bahwa yang dimaksud dengan merubah‬‬ ‫‪penciptaanAllah SWT disini. bersabda “Suatu‬‬ ‫‪ketika. ada seorang yang menunggangi sapi. kemudian (tiba-tiba) sapi tersebut‬‬ ‫‪berkata “Aku tidak diciptakan untuk dikendarai (ditunggangi) melainkan untuk‬‬ ‫”)‪membajak (sawah‬‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ ‫94‬ . sahabat anas tidak menyukai mengebiri‬‬ ‫‪kambing (hewan ternak). jika jumlah unta mereka‬‬ ‫. dan Sayhru Ibnu Husyab.‪telah mencapai seribu ekor.اﻟﻘﻮ اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ : ﺣﻤﭼﻞ ﻫﺬا اﻟﺘﻐ ﺮ ﻋﻠﻰ ﺗﻐ ﺮ‬ ‫أﺣﻮا ﻛﻠ ﺎ ﺗﺘﻌﻠﻖ ﺑﺎﻟﻈﺎﻫﺮ ، ﻛﺮ ا ﻓ ﻪ ﺟﻮﻫﺎ ًء اﻷ : ﻗﺎ اﻟﺤﺴﻦ :‬ ‫اﻟﻤﭼﺮا ﻣﺎ ى ﻋﺒﺪﷲ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ : » ﻟﻌﻦ‬ ‫ﻟﻚ ﻷن اﻟﻤﭼﺮأة ﺗﺘﻮﺻﻞ ﺑ ﺬ اﻷﻓﻌﺎ إﻟﻰ‬ ‫ﷲ اﻟﻮاﺻﻼ اﻟﻮاﺷﻤﭼﺎ « ﻗﺎ‬ ‫اﻟﺰﻬﻧﺎ .‫‪v Rujukan‬‬ ‫683 ‪Ar-Razy juz 5 halaman‬‬ ‫ﻛﻞ ﻣﻮﻟﻮ ﻮﻟﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﻔﻄﺮة « ﻟﻜﻦ أﺑﻮا ﻮ اﻬﻧﻪ ﻨﺼﺮاﻬﻧﻪ ﻤﭼﺠﺴﺎﻬﻧﻪ «‬ ‫. oleh karena itu. اﻟﺜﺎﻟﺚ : ﻗﺎ اﺑﻦ ز ﺪ ﻫﻮ اﻟﺘﺨﻨﺚ ، أﻗﻮ : ﺠﺐ إ ﺧﺎ‬ ‫اﻟﺴﺤﺎﻗﺎ ﻓﻲ ﻫﺬ اﻵ ﺔ ﻋﻠﻰ ﻫﺬا اﻟﻘﻮ ، ﻷن اﻟﺘﺨﻨﺚ ﻋﺒﺎ ة ﻋﻦ ﻛﺮ ﺸﺒﻪ‬ ‫اﻷﻬﻧﺜﻰ ، اﻟﺴﺤﻖ ﻋﺒﺎ ة ﻋﻦ أﻬﻧﺜﻰ ﺗﺸﺒﻪ اﻟﺬﻛﺮ اﻟﺮاﺑﻊ : ﺣﻜﻰ اﻟﺰﺟﺎ ﻋﻦ‬ ‫ﺑﻌﻀ ﻢ أن ﷲ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺧﻠﻖ اﻷﻬﻧﻌﺎم ﻟ ﺮﻛﺒﻮﻫﺎ ﺄﻛﻠﻮﻫﺎ ﻓﺤﺮﻣﻮﻫﺎ ﻋﻠﻰ أﻬﻧﻔﺴ ﻢ‬ ‫ﻛﺎﻟﺒﺤﺎﺋﺮ اﻟﺴﻮاﺋﺐ اﻟﻮﺻﺎﺋﻞ ، ﺧﻠﻖ اﻟﺸﻤﭼﺲ اﻟﻘﻤﭼﺮ اﻟﻨﺠﻮم ﻣﺴﺨﺮة‬ ‫ﻟﻠﻨﺎ ﻨﺘﻔﻌﻮن ﺑ ﺎ ﻓﻌﺒﺪﻫﺎ اﻟﻤﭼﺸﺮﻛﻮن ، ﻓﻐ ﺮ ا ﺧﻠﻖ ﷲ ، ﻫﺬا ﺟﻤﭼﻠﺔ ﻛﻼم‬ ‫اﻟﻤﭼﻔﺴﺮ ﻦ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺒﺎب ﺨﻄﺮ ﺑﺒﺎﻟﻲ ﻫ ﻨﺎ ﺟﻪ ﺧﺮ ﻓﻲ ﺗﺨﺮ ﺞ اﻵ ﺔ ﻋﻠﻰ‬ ‫ﺳﺒ ﻞ اﻟﻤﭼﻌﻨﻰ ،‬ ‫‪Yang kedua: diriwayatkan dari sahabat Anas ra. Rasulullah saw. إﻬﻧﻤﭼﺎ ﺧﻠﻘﺖ ﻟﻠﺤﺮث" ا اﻟﺸ ﺨﺎن‬ ‫‪Dalam riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim. 'Ikrimah‬‬ ‫‪dan Abi Sholih. اﻟﻮﺟﻪ اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ : ﻓﻲ ﺗﻘﺮ ﺮ ﻫﺬا اﻟﻘﻮ : أن اﻟﻤﭼﺮا ﻣﻦ ﺗﻐ ﺮ ﻦ ﷲ ﻫﻮ‬ ‫ﺗﺒﺪ ﻞ اﻟﺤﻼ ﺣﺮاﻣﺎ ًء أ اﻟﺤﺮام . mereka mencukil mata unta yang jantan‬‬ ‫52 ‪Majmu' vol 15 halaman‬‬ ‫ﻗﺎ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ " ﺑ ﻨﻤﭼﺎ ﺟﻞ ﺴﻮ ﺑﻘﺮة أ ا أن ﺮﻛﺒ ﺎ ﻓﻘﺎﻟﺖ‬ ‫" إﻬﻧﻲ ﻟﻢ أﺧﻠﻖ ﻟ ﺬا. sedangkan kebiasaan orang arab. adalah pengebirian hewan. اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ : ي ﻋﻦ أﻬﻧﺲ ﺷ ﺮ ﺑﻦ ﺣﻮﺷﺐ ﻋﻜﺮﻣﺔ أﺑﻲ ﺻﺎﻟﺢ أن‬ ‫ﻣﻌﻨﻰ ﺗﻐ ﺮ ﺧﻠﻖ ﷲ ﻫﺎﻫﻨﺎ ﻫﻮ اﻻﺧﺼﺎٍء ﻗﻄﻊ اﻵ ان ﻓﻖٍء اﻟﻌ ﻮن ، ﻟ ﺬا‬ ‫ﻛﺎن أﻬﻧﺲ ﻜﺮ إﺧﺼﺎٍء اﻟﻐﻨﻢ ، ﻛﺎﻬﻧﺖ اﻟﻌﺮب إ ا ﺑﻠﻐﺖ إﺑﻞ أﺣﺪﻫﻢ أﻟﻔﺎ ًء‬ ‫ﻋﻮ ا ﻋ ﻦ ﻓﺤﻠ ﺎ . memotong kupingnya atau‬‬ ‫‪mencukil matanya.

dan memperlihatkannya atau‬‬ ‫‪mempertontonan kepada masyarakat.ﻣﻊ ﻗَﻮْء ﻟِ ِﻢ إﻬﻧﱠ َﺎ ﻣﻦ ﻓُﺮ‬ ‫ِ ْء ُ‬ ‫ِ ﱠ ْء ِ ُ ْء ُ ُ‬ ‫ْء‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ِ‬ ‫‪Dan diharamkan memaksa kera untuk berjoget. 14.‪al-Tsani).‪mengadu antar hewan domba.ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ََ ِ‬ ‫ْء ِ ْء َ َ ِ َ ُ َ َ‬ ‫ْء ِ َ‬ ‫: ) َ ﺣﺮْء ﻓَﺔٌء َ ﻬﻧِ ﺌَﺔٌء ( ﻗَ ﱠﺪ َ ﻟِﻚ ﻓِﻲ اﻹ ْء ﺷﺎ ِ ﺑِﺈِ َاﻣﺘِ َﺎ ﻗَﺎ َ ﻓِﻲ ﺷَﺮْء ﺣﻪ َ ﺧﺮ َ ﺑِﺈِ َاﻣﺘِ َﺎ ﻣﺎ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ِ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْء‬ ‫َ ْء‬ ‫َ ْء‬ ‫ِ ِ َ َ ْء‬ ‫َ‬ ‫ﻟَﻮْء ﻛﺎنَ ُﺤْء ﺴﻨُ َﺎ َ ﻻ َﻔﻌﻠُ َﺎ أَ ْء َﻔﻌﻠُ َﺎ أَﺣْء َﺎﻬﻧًءﺎ ﻓِﻲ ﺑَ ْءﺘِﻪ َ ﻫﻲ ﻻ ﺗَﺰ ِي ﻓَﻼ ﺗَﻨﺨَﺮم ﺑِ َﺎ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ُِ‬ ‫ﻣﺮ ٍءﺗُﻪُ ا ﻫـ ﺳﻤﭼ َﺖ ﺑِﺬﻟِﻚ ﻻﻬﻧﺤﺮاف اﻟﺸﺨﺺ إﻟَ ْء َﺎ ﻟِﻠﺘﱠﻜﺴﺐ َ ﻫﻲ أَ‬ ‫ُ ﱢ ْء َ َ ِ ْء ِ َ ِ ﱠ ْء‬ ‫َ ﱡ ِ ْء‬ ‫َ ﱡ ِ ِ َ ﻋﻢ ﻣﻦ اﻟﺼﱢ ﻨَﺎﻋﺔ‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ِ‬ ‫. َ ﻛﺬا َﺤﻞﱡ اﻟﻠﱠﻌﺐُ ﺑِﺎﻟﺨَﺎﺗَﻢ َ ﺑِﺎﻟﺤﻤﭼﺎم ﺣ ْءﺚ ﻻ ﻣﺎ َ ا ﻫـ .ﻗَﻀﻰ أَن » ﻻَ ﺿﺮ َ َ ﻻَ ﺿﺮا‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫‪Diriwayatkan dari Ubadah Bin Shomit. atau sabung ayam‬‬ ‫042 ‪Ibnu Majah juz 7 halaman‬‬ ‫ِ ِ ﱠ‬ ‫ُ ْء َ ﱠ‬ ‫ِ ْء َ ِ ْء ُ‬ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﻮﺳﻰ ﺑْءﻦُ ﻋﻘﺒَﺔَ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ إِﺳﺤﺎ ُ ﺑْءﻦُ َﺤْء َﻰ ﺑْءﻦ اﻟﻮﻟِ ﺪ ﻋَﻦ ﻋﺒَﺎ َ ةَ ﺑْءﻦ اﻟﺼﱠﺎﻣﺖ أَن‬ ‫ْء َ‬ ‫َﱠ ُ َ‬ ‫ِ‬ ‫ﱠ‬ ‫َ ْء‬ ‫َ ﺳُﻮ َ ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. َ ﻛﻞﱡ ﺣﺮام‬ ‫َﺒﻞ اﻟﺒَﺎز ، َ ﻣﺜﻠُﻪُ َﺒﻠَﺔُ اﻟﻤﭼﺴﺤﱢﺮ ﻓَ ُﻤﭼﺎ ﺟﺎﺋِﺰَان ﻛﻤﭼﺎ ﻓِﻲ‬ ‫َ‬ ‫ْء ْء ُ َ ِ َ َ‬ ‫ُ َ َ ٍء‬ ‫ِ ََ‬ ‫ْء َ ْء ِ‬ ‫ﺣﺮم اﻟﺘﱠﻔَﺮﱡ ُ ﻋﻠَ ْءﻪ ﻷَﻬﻧﱠﻪُ إﻋَﺎﻬﻧَﺔٌء ﻋﻠَﻰ ﻣﻌْءﺼ َﺔ ، َ َﺤْء ﺮم ﻋُﻮ ٌء َ ﺻﻨﺞ ﺑِﻔَﺘﺢ أَ‬ ‫َ ْء ٌء ْء ِ ﱠ ﻟِﻪ َ ُﺴﻤﭼﻰ‬ ‫َ َ ِ ٍء‬ ‫ِ َﱠ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ُُ‬ ‫َ َُ‬ ‫َ ِ ْء ُ ْء‬ ‫َ ْء ْء َ َ‬ ‫ﱠ‬ ‫اﻟﺼﻔَﺎﻗَﺘَ ْءﻦ ، َ ﻫُﻤﭼﺎ ﻣﻦ ﺻﻔﺮ أَيْء ﻬﻧُﺤﺎ ٍء ﺗُﻀْء ﺮبُ إﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ﺑِﺎﻷُﺧﺮى ﻛﺎﻟﻨﱡﺤﺎﺳﺘَ ْءﻦ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ٍء‬ ‫ْء‬ ‫اﻟﻠﱠﺘَ ْءﻦ ُﻀْء ﺮبُ إﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ﻋﻠَﻰ اﻷُﺧﺮى ، َﻮْء م ﺧﺮ ِ اﻟﻤﭼﺤْء ﻤﭼﻞ َ ﻬﻧَﺤْء ﻮ ِ ، َ ﻫُﻮ اﻟﱠ‬ ‫ْء ْء‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ﺬي‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﺗَﺴﺘَﻌﻤﭼﻠُﻪُ اﻟﻔُﻘَﺮاٍء اﻟﻤﭼﺴﻤﭼﻰ ﺑِﺎﻟﻜﺎﺳﺎ ِ َ ﻣﺜﻠُ َﺎ ﻗِﻄﻌﺘَﺎن ﻣﻦ ﺻ ﻨِﻲ ﺗُﻀْء ﺮبُ إﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ﻋﻠَﻰ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْء َ َ‬ ‫ْء ْء ِ ْء َ ُ ْء ُ َ ﱠ‬ ‫ْء َ ِ ِ ْء ِ ﱟ‬ ‫اﻷُﺧﺮى َ ﻣﺜﻠُ ُﻤﭼﺎ ﺧﺸﺒَﺘَﺎن ُﻀْء ﺮبُ ﺑِﺈِﺣْء ﺪَاﻫُﻤﭼﺎ ، َ اﻟﺘﱠﺼْء ﻔِ ﻖ ﻣﻜﺮ ٌء ﻛﺮاﻫَﺔَ ﺗَﻨﺰ َﺔ ﻛﻤﭼﺎ‬ ‫ُ َ ْء ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْء ْء َ‬ ‫ْء ِ ٍء َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْء َ َ َ ِ‬ ‫ْء‬ ‫َ ْء ُ ْء َ َ َ ﱡ ٌء ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫.0342‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ﱠ َ ْء ُ ِ‬ ‫ُ َ‬ ‫ٍء َ ِ‬ ‫05‬ ‫‪Islam Peduli Terhadap Satwa‬‬ . dan sebagainya. juga diharamkan‬‬ ‫.‫‪Hasyiyah al-Bujairomi 'Ala al-Khothib (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar‬‬ ‫19 .‬ ‫اﻟﺪﻬﻧِ ﺌَﺔُ ﻣﻤﭼﺎ ﺗَﺨﺮم اﻟﻤﭼﺮ ٍءةَ .ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ : ) َ إِﻛﺜَﺎ ُ َ ﻗﺺ ( أَيْء ﻣﺎ ﻟَﻢ َﻜﻦ ﻣﻌﻪُ ﺗَﻜﺴﺮ َ إِﻻ ﻓَ َﺤْء ﺮم َ ﺳﻮاٍء ﻛَ‬ ‫ﻓِﻲ‬ ‫ُ ُ َ َ ٌء ﺎنَ‬ ‫ٍء‬ ‫ﱠ ْء‬ ‫ِ ْء َ‬ ‫َ ُ‬ ‫اﻟﺮﻗﺺُ ﻣﻦ َ ﻛﺮ أَ ْء اﻣﺮأَة ، َ َﺤْء ﺮم ﺗَﺮْء ﻗِ ﺺُ اﻟﻘُﺮ ِ َ اﻟﺘﱠﻔَﺮﱡ ُ ﻋﻠَ ْء ِﻢ أَ ْءﻀًءﺎ َ َ ْءﻠﺤﻖ‬ ‫ْء ُ‬ ‫ْء َ ٍء‬ ‫َ ْء‬ ‫ُُ‬ ‫ٍء‬ ‫: َ ﻫَﻞْء‬ ‫ﺑِﺬﻟِﻚ ﻣﺎ ﻓِﻲ ﻣﻌﻨَﺎ ُ ﻣﻦ ﻣﻨَﺎ َﺤﺔ اﻟﻜﺒَﺎ ِ َ ﻣ َﺎ َ ﺷﺔ اﻟﺪ َﻜﺔ ز ي أ ﻗَﺎ َ‬ ‫َ ِ ﱢ َ ِ‬ ‫َ ِ ْء ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ْء ِ ْء ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْء‬ ‫ِ ْء ْء َ َ ِ ِ ْء‬ ‫ﻣﻦ اﻟﺤﺮام ﻟَﻌﺐُ اﻟﺒَ ْءﻠَﻮان : َ اﻟﻠﱠﻌﺐُ ﺑِﺎﻟﺤ ﱠﺎ ِ ، اﻟﺮﱠاﺟﺢ اﻟﺤﻞﱡ ﺣ ْءﺚ ﻏﻠَﺒَﺖ اﻟﺴﱠﻼﻣﺔُ‬ ‫ِ ُ ْء ِ َ ُ َ ْء‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َﺠُﻮز اﻟﺘﱠﻔَﺮﱡ ُ ﻋﻠَﻰ َ ﻟِﻚ . Vol. sesungguhnya Rasulullah bersabda‬‬ ‫”‪“Dilarang berbuat sesuatu yang berbahaya. baik pada dirinya atau pada orang lain‬‬ ‫ْء ُ َ ِ َ ﱠ‬ ‫ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻋﺒﺪ َ ﺑﱢﻪ ﺑْءﻦُ ﺧَﺎﻟِﺪ اﻟﻨﱡﻤﭼ ْءﺮىﱡ أَﺑُﻮ اﻟﻤﭼﻐﻠﱢﺲ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻓُﻀ ْءﻞ ﺑْءﻦُ ﺳﻠَ ْءﻤﭼﺎنَ .ﻗَﺎ َ ز ي : َ اﻋﺘُﺮ َ ﻗَﻮْء ﻟُ ُﻢ : اﻟﺤﺮْء ﻓَﺔُ‬ ‫ْء‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﻻﻋﺘِﺒَﺎ ِ اﻵﻟَﺔ ﻓِﻲ اﻟﺼﱢ ﻨَﺎﻋﺔ ُ ﻬﻧَ َﺎ‬ ‫ْء ْء ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْء ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ِ اﻟﻜﻔَﺎ َﺔ . Hlm‬‬ ‫ِ ْء‬ ‫ﻋﻠَﻰ م . Selain itu.

jika hal tersebut membahayakan (keselamatan)nya. adalah perbuatan yang sangat kejam. Di luar sumber-sumber yang sah. kecuali sekedarnya saja. Kemudian beliau mengutip pendapat Imam al-Adzru'i.‫َ ﻟَﻢ أَ َ ﻓِ ﻪ ﻬﻧَﺼﺎ‬ ‫ْء‬ Dan dilarang memaksa hewan terhadap sesuatu yang tidak bisa dilakukan. Al-Tahrisy (Sabung) Para ulama sepakat. maka diharamkan. maka hukumnya diperbolehkan. begitu juga tidak (halal) diperbolehkan memukulnya. Adu satwa. hukum ini berlaku. manusia membuat mereka saling melukai demi memperoleh hiburan.a.Asnal Matholib. 1. Walaupun saya tidak menemukan nash tentang hukum ini. Adu Satwa Pada dasarnya adu satwa memiliki makna “kompetisi” diantara dua binatang. Hal. seseorang pernah berkata: “Rasulullah s. Vol 18. karena disebabkan pakaian yang dianggap tipis (tidak cukup untuk menjaga keselamatannya). Adu satwa dalam konteks ke Indonesiaan memuat dua maksud. Segala jenis adu binatang sangat ditentang oleh Islam. atau sangat dingin. dan perlombaan antar satwa “al-Musabaqah”.w. dengan pakaian yang dapat menjaganya dari cuaca yang sangat panas. Tidak ada manfaatnya yang didapat kecuali untuk kesenangan saja. 246 ۱٨ ‫أﺳﻨﻰ اﻟﻤﭼﻄﺎﻟﺐ )اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ ( اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ُ ُ ْء‬ ‫ﱠ ْء‬ ( ِ ‫ﻗَﻮْء ﻟُﻪُ : َ َﺤْء ﺮم ﺗَﻜﻠِ ﻔُ َﺎ ﻣﺎ ﻻ ﺗُﻄ ﻖ اﻟﺪ َ ام ﻋﻠَ ْءﻪ ( ، َ ﻻ َﺤﻞﱡ ﺿﺮْء ﺑُ َﺎ إﻻ ﺑِﻘَﺪ‬ َ ِ َ ِ َ َ ‫َ َ ِ ُ ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫اﻟﺤﺎﺟﺔ َ ﻛﺘَﺐ أَ ْءﻀًءﺎ ﻗَﺎ َ اﻷَ ْء َ ﻋﻲ ﻫَﻞْء َﺠُﻮز اﻟﺤﺮْء ث ﻋﻠَﻰ اﻟﺤﻤﭼﺮ اﻟﻈﱠﺎﻫﺮ أَﻬﻧﱠﻪُ إ َ ا ﻟَﻢ‬ ُ ِ َ ُ َ ‫ُ ْء‬ ‫ْء‬ َ َ ِ َ َ ‫ْء‬ ‫ِ ﱡ‬ ِ ُ ُ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫َ ْء َ َ ْء‬ ‫ْء‬ َ ‫ﱠ‬ َ َ ‫ُ ﱠ‬ ‫َﻀﺮﻫَﺎ ﺟﺎز ، َ إِﻻ ﻓَﻼ َ اﻟﻈﱠﺎﻫﺮ أَﻬﻧﱠﻪُ َﺠﺐُ أَن ْءُﻠﺒِﺲ اﻟﺨ ْءﻞ َ اﻟﺒِﻐَﺎ َ َ اﻟﺤﻤﭼ ﺮ ﻣﺎ َﻘِ َﺎ‬ ُ ِ ِ َ َ ِ َ ‫ْء‬ ‫ﱠ‬ ‫ﻣﻦ اﻟﺤﺮﱢ َ اﻟﺒَﺮْء ِ اﻟﺸﺪ ﺪ ْءﻦ إ َ ا ﻛﺎنَ َ ﻟِﻚ َﻀُﺮﱡ ﻫَﺎ ﺿﺮ ًءا ﺑَ ﱢﻨًء‬ ‫ْء‬ َ ، ‫ﺎ اﻋﺘِﺒَﺎ ًءا ﺑِﻜﺴﻮة اﻟﺮﻗِ ﻖ‬ َ َ َ َ ‫ِ ْء ْء‬ ِ َ ِ ِ ‫ِ ْء َ ِ ﱠ‬ ‫ِ ًًّء‬ . yaitu Sabung “al-Tahrisy”. jika membahayakan. menurut pendapat Dhahir (jelas). b. misalnya adu banteng dan ayam jago. Karena terdapat penyiksaan (rasa sakit) terhadap binatang. Namun. melarang kita mengadu hewan hingga mereka saling bertarung” Islam Peduli Terhadap Satwa 51 . bagi kuda dan keledai. ٢٤٦ E. bahwa hukum sabung pada dasarnya adalah “haram”. Sehingga. jika tidak membahayakan. Hal ini dikarenakan beberapa alasan diantaranya: a. ia berkata “(lantas) apakah diperbolehkan (memaksa) keledai untuk membajak?. jelas wajib mengenakan pakaian (khusus).

٧ ‫اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ ( اﻟﺴﻨﻦ اﻟﺘﺮﻣ ﺬي اﻟﺠﺰٍء‬ ‫َ ْء ْء‬ ‫ُ َ ٍء َ ﱠ‬ ‫َﱠ‬ ‫٠۱٨۱ . Oleh karena itu. Tujuannya tidak diharamkan. Adu satwa biasa diistilahkan dengan “al-Muharasyah” yang berarti “satu binatang dengan binatang yang lain saling beradu”. walaupun hanya sekedar rasa payah dan lelah yang keluar dari kemampuan satwa. Berkata. Tidak adanya unsur perjudian “al-Qimar” Sesungguhnya Islam adalah agama yang mengajarkan hamba-nya agar dapat hidup di dunia ini dengan baik.ﻋَﻦ اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶ ﺑَ ْءﻦَ اﻟْء‬ . atau untuk kesehatan satwa itu sendiri). (۱ 52 Islam Peduli Terhadap Satwa . apalagi yang akan mengakibatkan kematian. bahwa Rasulullah melarang adu antara satwa”. Tidak ada unsur 'Iwadh. Akan tetapi ada beberapa pengecualian yang dilegalkan oleh Syara'. Sebenarnya Islam sangat melarang adanya unsur penyiksaan terhadap satwa “al-Ta'dzibu alHayawan”. c. Dalam sebuah hadits riwayat at-Tirmidzi disebutkan. Tidak ada unsur penyiksaan. (telah dibahas dalam bab pembahsan sebelumnya) 2. dalam Islam terdapat berbagai ajaran-ajaran yang mengajarkan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan termasuk dengan satwa.‫ﺒَ َﺎﺋِﻢ‬ ِ ِ ِ ِ “Dari Ibnu 'Abbas ra. Perlombaan Secara umum perlombaan antar satwa diperbolehkan dengan tujuan yang tidak haram (melatih satwa dalam peperangan. namun perlombaan yang melibatkan satwa harus memenuhi beberapa keriteria : a.2. b.ﺣﺪﺛَﻨَﺎ أَﺑُﻮ ﻛﺮ ْءﺐ ﺣﺪﺛَﻨَﺎ َﺤْء َﻰ ﺑْءﻦُ َ م ﻋَﻦ ﻗُﻄﺒَﺔَ ﺑْءﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰ ﺰ ﻋَﻦ‬ ِ ِ ِ َ ‫ِ َ ْء ِ ْء‬ ‫اﻷَﻋﻤﭼﺶ ﻋَﻦ أَﺑِﻰ َﺤْء َﻰ ﻋَﻦ ﻣﺠﺎﻫﺪ ﻋَﻦ اﺑْءﻦ ﻋﺒﱠﺎ ٍء ﻗَﺎ َ ﻬﻧَ َﻰ َ ﺳُﻮ ُ ﱠ‬ ‫ْء‬ ‫ْء َ ِ ْء‬ ‫ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ‬ َ ِ ِ ‫ُ َ ٍِء‬ ‫ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. antara lain : 1. Penyembelihan. d. namun bukan berarti dalam pemanfaatan tersebut tanpa aturan. al-Musabaqah (kompetisi antar satwa) Islam memang memperbolehkan manusia untuk memanfaatkan satwa di muka bumi ini.

ﺟﺎٍء ﻓﻲ اﻷﺛﺮ : » ﻬﻧ ﻰ ﺳﻮ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ‬ « ‫ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ ﻋﻦ اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﺑ ﻦ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ‬ Tidak ada perbedaan diantara para ulama. tanpa ada tujuan yang dilegalkan oleh syariat. Hlm 3626. dan menggertaknya. Dan sudah disebutkan dalam sebuah riwayat. ٣٦٢٦ ٢ ‫اﻟﻤﭼﻮﺳﻮﻋﺔ اﻟﻔﻘ ﺔ ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻻﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ﻻ ﺧﻼف ﺑ ﻦ اﻟﻔﻘ ﺎٍء ﻓﻲ ﺣﺮﻣﺔ اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﺑ ﻦ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ ، ﺑﺘﺤﺮ ﺾ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻋﻠﻰ‬ ‫ﺑﻌﺾ ﺗ ﺠﻪ ﻋﻠ ﻪ ، ﻷﻬﻧًّﻪ ﺳﻔﻪ ﺆ ًّ ي إﻟﻰ ﺣﺼﻮ اﻷ ى ﻟﻠﺤ ﻮان ، ﺑًّﻤﭼﺎ أ ًّ ى‬ ًّ ‫إﻟﻰ إﺗﻼﻓﻪ ﺑﺪ ن ﻏﺮ ﻣﺸﺮ .Dalam riwayat lain juga disebutkan. v Rujukan Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. Berkata. Bahkan di banyak tempat. karena hal tersebut sesuatu yang bodoh. 2.‫ﺒَ َﺎﺋِﻢ‬ ِ ِ ِ ِ ‫ﺗﺤﺮ ﺶ : اﻹﻏﺮاٍء اﻟﺘ ﺞ‬ “Dari Mujahid. Perhatian “Syari'” terhadap satwa sampai adanya sabda Rasulullah seperti di atas. Dan hal tersebut juga bisa menyebabkan kebinasaan (luka). selain karena adu satwa itu adalah bentuk kekejaman terhadap satwa. dan hal itu dapat menyebabkan rasa sakit terhadap binatang. bahwa Rasulullah melarang Mengadu diantara binatang” adapun yang disebut “Tahrisy” adalah: menumbuhkan permusuhan. Jadi selain kekejaman terhadap satwa yang jelas-jelas terdapat larangan dari syari'at. bahwa “Rasulullah saw melarang mengadu binatang”. ٤٧٧ ٧ ‫اﻟﺴﻨﻦ أﺑﻮ ا )ﺑﺎب ﻓﻲ اﻟﺘﺤﺮ ﺶ ﺑ ﻦ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ( اﻟﺠﺰٍء‬ ‫َ ْء ْء‬ ُ‫َﱠ ُ َ ﱠ‬ ‫4652 . mereka sepakat bahwa.ﺣﺪﺛَﻨَﺎ ﻣﺤﻤﭼﺪ ﺑْءﻦُ اﻟﻌﻼٍَء أَﺧﺒَﺮﻬﻧَﺎ َﺤْء َﻰ ﺑْءﻦُ َ م ﻋَﻦ ﻗُﻄﺒَﺔَ ﺑْءﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰ ﺰ ﺑْءﻦ‬ َ ‫ِ َ ْء ِ ْء‬ َ ‫ْء َ ِ ْء‬ ِ ِ ِ ‫ْء‬ ‫ْء‬ ‫ْء َ ِ ْء‬ ‫ﺳ َﺎٍء ﻋَﻦ اﻷَﻋﻤﭼﺶ ﻋَﻦ أَﺑِﻰ َﺤْء َﻰ اﻟﻘَﺘﱠﺎ ِ ﻋَﻦ ﻣﺠﺎﻫﺪ ﻋَﻦ اﺑْءﻦ ﻋﺒﱠﺎ ٍء ﻗَﺎ َ ﻬﻧَ َﻰ َ ﺳُﻮ‬ ُ َ ِ ِ ‫ُ َ ٍِء‬ ِ ِ ‫ﷲِ -ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠ ﻪ ﺳﻠﻢ. adu satwa juga sering dijadikan media maksiat berupa perjudian “alQimar”. Islam Peduli Terhadap Satwa 53 . Selain itu. .ﻋَﻦ اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶ ﺑَ ْءﻦَ اﻟْء‬ ‫ﱠ‬ . bukan tanpa alasan. adu ayam (sabung) justru dijadikan ajang perjudian. ajang adu binatang hanya digunakan untuk kesenangan manusia belaka. dengan cara mendorong dan menggertak satu binatang dengan binatang yang lain. Dari Ibnu Abbas ra. hukum mengadu binatang adalah haram.

12. اﻟﺠﺰٍء‬ ٤۹ ‫ﻬﻧ ﺖ اﻟﺸﺮ ﻌﺔ اﻹﺳﻼﻣ ﺔ ﻋﻦ ﺗﻌﺬ ﺐ اﻟﺤ ﻮان ﺑﻐ ﺮ اﻟﺬﺑﺢ ﻟﻸﻛﻞ ﻓﻼ ﺤﻞ إ ﻫﺎ‬ ‫اﻟﺤ ﻮان ﺑﺎﻷﺣﻤﭼﺎ اﻟﺜﻘ ﻠﺔ اﻟﺘﻲ ﻻ ﻄ ﻘ ﺎ ﻻ ﺤﻞ ﺗﻌﺬ ﺒﻪ ﺑﺪﻓﻌﻪ إﻟﻰ اﻟﺴ ﺮ اﻟﺰاﺋﺪ ﻋﻦ‬ ‫ﻗﺪ ﺗﻪ ﻟﻜﻦ ﺴﺘﺜﻨﻰ ﻣﻦ ﻫﺬ اﻟﻘﺎﻋﺪة إﺑﺎﺣﺔ اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﺑ ﻦ اﻟﺨ ﻞ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻣﻊ ﺑﻌﺾ أ‬ ‫ﺑ ﻨ ﺎ ﺑ ﻦ اﻟﺠﻤﭼﺎ أ ﺑ ﻦ اﻟﺠﻤﭼﺎ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻣﻊ ﺑﻌﺾ ﻷن اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﻋﻠ ﺎ ﻣﺮان ﻋﻠﻰ‬ ‫اﻟﺠ ﺎ ﻟﺬا ﻗﺎ ﺑﻌﺾ اﻷﺋﻤﭼﺔ : إﻬﻧ ﺎ ﺗﻜﻮن ﻓﺮﺿﺎ إ ا ﻛﺎﻬﻧﺖ ﺮ ﻘﺎ ﻟﻠﺠ ﺎ اﻟﺪﻓﺎ‬ . 401. “al-Tahrisy” . ٤٠۱ Al-Fiqhu 'Ala Madzahibi al-Arba'ah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar alTsani). Hlm. haram memaksa binatang untuk mengangkut barang bawaan yang berat. 54 Islam Peduli Terhadap Satwa . 49 ‫اﻟﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﭼﺬاﻫﺐ اﻷ ﺑﻌﺔ. dan menyebabkan “rasa payah yang sangat”. Namun. Vol. seperti yang telah diperinci dalam kitab-kitab. tanpa adanya manfaat/ tidak berguna. secara jelas bahwa membangkitkan permusuhan diantara selain anjing. ﻓَﺠﻌﻠَﻪُ ﻣﺨﺘَﺼﺎ ﺑِﺒَﻌْءﺾ اﻟﺤ َﻮاﻬﻧَﺎ ِ . Akan tetapi ada kaidah dasar. atau kuda dengan unta. َ َﺎﻫﺮ اﻟﺤﺪ ﺚ أَن اﻹﻏﺮاٍء ﺑَ ْءﻦَ ﻣﺎ‬ َ ‫ِ ُ ْء َ ِ ِ ﱠ ْء ِ ْء‬ َ ‫ِ ْء‬ ِ َ ِ ‫ْء‬ َ َ َ ‫ﻋﺪَا اﻟﻜﻼب ﻣﻦ اﻟﺒَ َﺎﺋِﻢ ُﻘَﺎ ُ ﻟَﻪُ ﺗَﺤْء ﺮ ﺶٌء . dan hanya sekedar permainan belaka. kemudian kata “al-Tahrisy”. atau unta dengan unta.Nailu al-Awthar (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. ۱٢ ‫ﻬﻧ ﻞ اﻷ ﺎ )اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻹﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( . adalah karena hal tersebut dapat menyakiti binatang. ‫ﻟَ َﺎ ﺑِﺪ ن ﻓَﺎﺋِﺪَة ﺑَﻞْء ﻣﺠﺮ ُ ﻋﺒَﺚ‬ ‫ُ َ ﱠ َ ٍء‬ ‫ُ ِ ٍء‬ (Mengadu binatang). 2. Adapun pengertian hadits. adalah membangkitkan permusuhan diantara manusia. dikhususkan untuk sebagian binatang. اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ْء‬ ( ‫ﻋَﻦ اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶ ﺑَ ْءﻦَ اﻟﺒَ َﺎﺋِﻢ ( ﻗَﺎ َ ﻓِﻲ اﻟﻘَﺎﻣﻮ ِ : اﻟﺘﱠﺤْء ﺮ ﺶُ : اﻹﻏﺮاٍء ﺑَ ْءﻦَ اﻟﻘَﻮْء م أَ ْء‬ ُ َ ‫ْء ِ ْء‬ ُ ‫ْء‬ ِ ‫ْء‬ ِ ‫ْء‬ ِ ِ ِ ‫َ َ ُ ْء ًًّء‬ ‫اﻟﻜﻼب ا ﻫـ . Hlm. َ َ ﺟْء ﻪُ اﻟﻨﱠ ْءﻲ أَﻬﻧﱠﻪُ إ ﻼم ﻟِ ْءﻠﺤ َﻮاﻬﻧَﺎ ِ َ إِﺗﻌﺎبٌء‬ َ ‫ْء‬ َ َ ‫َ ٌء‬ ِ ‫َ ْء ِ َ َ ِ ْء ْء‬ ِ ِ . ketika perlombaan tersebut menjadi cara untuk peperangan demi membela diri. dengan catatan. Oleh karena itu. Begitu pula dilarang menyiksanya dengan menyuruh binatang tersebut berlari melebihi kemampuannya. sehingga binatang tersebut tidak mampu untuk membawanya. perlombaan ini ditujukan untuk melatihnya untuk berperang. atau diantara anjing.‫ﻋﻦ اﻟﺒﻼ ﻛﻤﭼﺎ ﻫﻮﻣﻔﺼﻞ ﻓﻲ اﻟﻤﭼﺬاﻫﺐ‬ Syariat islam melarang menyakiti binatang kecuali penyembelihan binatang untuk dimakan. Sedangkan alasan dilarangnya “mengadu binatang”. perlombaan tersebut menjadi wajib. sebagian ulama berpendapat. Oleh karena itu. dalam kamus disebutkan. yang menyebutkan bahwa “ diperbolehkan perlombaan antara kuda dengan kuda. ﻣﺒﺤﺚ اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﺑ ﻦ اﻟﺨ ﻞ ﻏ ﺮﻫﺎ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ‬ ٢ ‫اﻻﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( . diistilahkan dengan “al-Tahrisy”.

Maka. menurut bahasa adalah: menumbuhkan permusuhan antar manusia. Islam Peduli Terhadap Satwa 55 . baik anjing ataupun antara sapi. Vol 2. atau diantara binatang. dalam pemahaman “tahrisy” terdapat unsur intimidasi terhadap yang lain. atau selainnya. Imam Jauhari menyatakan. 3) unsur taruhan. atau binatang dengan tanduknya. اﻟﺠﺰٍء‬ ‫اﻟﻤﭼﺴﺎﺑﻘﺔ ﻣﺴﺘﺜﻨﺎة ﻣﻦ ﺛﻼﺛﺔ أﻣﻮ ﻣﻤﭼﻨﻮﻋﺔ: ﻫﻲ اﻟﻘﻤﭼﺎ ، ﺗﻌﺬ ﺐ اﻟﺤ ﻮان ﻟﻐ ﺮ‬ ‫اﻟﻤﭼﻌﻮ ﻋﻨﻪ ﻟﺸﺨﺺ اﺣﺪ، ﻟﻚ إ ا ﻗﺪم اﻟﻌﻮ‬ ‫اﻷﻛﻞ، ﺣﺼﻮ اﻟﻌﻮ‬ (٣) ‫اﻟﻤﭼﺘﺴﺎﺑﻘ ﻦ ﻟ ﺄﺧﺬ اﻟﺴﺎﺑﻖ‬ Pelombaan diperbolehkan ketika tidak terdapat tiga hal. 1) perjudian. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu. makna “al-Tahrisy” adalah.Prof. Hal. ‫ﻏ ﺮﻫﻤﭼﺎ ، ﺑﺘ ﺞ ﺑﻌﻀ ﺎ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ ، ﻓﻔﻲ اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﺗﺴﻠ ﻂ ﻟﻠﻤﭼﺤﺮ ﻋﻠﻰ ﻏ ﺮ‬ Definisi “Tahrisy”. ( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Atau telah tumbuh permusuhan diantara mereka.‫ﺑ ﻦ اﻟﻘﻮم إ ا أﻓﺴﺪ ﺑ ﻨ ﻢ ، أﻏﺮى ﺑﻌﻀ ﻢ ﺑﺒﻌﺾ‬ ًّ ‫ﻘﺎ : ﺣﺮ‬ ‫ﻗﺎ اﻟﺠﻮﻫﺮيًّ: اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ: اﻹﻏﺮاٍء ﺑ ﻦ اﻟﻘﻮم ، أ اﻟﺒ ﺎﺋﻢ ، ﻛﺎﻟﻜﻼب اﻟﺜًّ ﺮان‬ ًّ . 632 ٦٣٢ ‫ﻛﻼ‬ ٦ ‫اﻟﻔﻘﻪ اﻹﺳﻼﻣﻲ أ ﻟﺘﻪ ) اﻟﻤﭼﻜﺘﺒﺔ اﻟﺸﺎﻣﻠﺔ اﻻﺻﺪا اﻟﺜﺎﻬﻧﻲ( .اﻟﺘًّﺤﺮ ﺶ ﻓﻲ اﻟﻠًّﻐﺔ: إﻏﺮاٍء اﻹﻬﻧﺴﺎن أ اﻟﺤ ﻮان ﻟ ﻘﻊ ﺑﻘﺮﻬﻧﻪ ، أي ﻬﻧﻈ ﺮ‬ . 3626 ٣٦٢٦ ٢ ‫اﻟﻤﭼﻮﺳﻮﻋﺔ اﻟﻔﻘ ﺔ : اﻟﺠﺰٍء‬ ‫ﺗﺤﺮ ﺶ‬ ‫اﻟﺘًّﻌﺮ ﻒ‬ 1 . Vol 6. Dapat dikatakan “hubungan antar manusia telah rusak”. Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah.‫. 2) unsur penyiksaan. menumbuhkan permusuhan diantara manusia. dengan cara menggertaknya (untuk beradu) dengan lawannya.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hlm.

bukan pemanfaatan yang tanpa batas dan menyakiti terhadap satwa. Islam mengajak kita untuk juga menjaga kelestarian alam dan menyayangi satwa. Islam melarang kegiatan yang bisa menyebabkan satwa menderita. Satwa memang boleh dimanfaatkan.BAB IV Penutup Dari pembahasan dan ulasan di atas jelas sudah bahwa Islam itu adalah agama yang peduli terhadap satwa. namun pemanfaatan ini telah diatur dan ada batasannya. 56 Islam Peduli Terhadap Satwa .

Islam Peduli Terhadap Satwa 57 Photo by Rosek Nursahid/ProFauna .

hal. 2. hal. Al-Muwatta'. Daru Ihya'I al-Turats al-Araby. Hasyiyah al-Bujairomi 'Ala al-Khothib (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani). Vol. 49 Al-Fiqhu al-Islamy wa Adillatuhu Li Wahbah al-Zuhaili. Vol 18. 2547. Vol. Mashri. 173. Juga Halal dan Haram dalam Islam (dalam bahasa Arab). Hlm. 4. Vol. Al-Fiqhu 'Ala Madzahibi al-Arba'ah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani). 58 Islam Peduli Terhadap Satwa . (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Animals in Islam (Petersfield: The Athene Trust. 11. Norwich. hal. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Al Muhallā. Hal. Hlm. 3626 Al-Mughni. Hal. Al-Qolyubi (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Al-Nasā'i. juz 1 hal: 180 Bukhārī. 3. Divan Press. Hlm 3626 Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany).Daftar Pustaka 'Awn al Ma'būd Sharh Abū Dāwūd. 3. Hlm. Vol. Vol. 98 Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. 2. Baihaqi juz 2 halaman 142 Bughyatul Mustarsyidin. 1982. 4:23.A. 26 Hasyiyah al-Muhatj. 4. 6 hal. 7:232. Hal 214. 14. Yūsuf al-Qaradāwi. 'Ala Syarhi al-Minhaj (Daru Ihya'I al-Kutub al-'Arabiyah)Vol. (dalam bahasa Inggris). Hadist No. Vol. 'Umar ibn al-Khattāb sebagai khalifah kedua (634-644 M atau 12-22 H). England. 91 Hasyiyah al-Jamal Li Zakaria al-Anshari (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Hal. 203 Al-Qur'an Al-Karim Asnal Matholib. Vol. 7:457. 2. 7:238. 24 Al-Jami'u LiAhkami al-Quran. Vol. Hal. 293.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). 205. Li al-Syaikh Maufiqu al-Din Abdullah Bin Ahmad al-Ma'ruf Bi Ibni Qudamah alHanbali. Hal. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). 1977. Cairo. Vol. Maktabat Wahbah. 152 Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah. Ibn Hazm (dalam bahasa Arab). 280 Al-Hafizh B. 1989) Al-Jam'u baina Shohihaini. Hal. 7. 246 Badā'i' al-Sanā'i (dalam bahasaArab). 6:2811. Vol 2.

vol. 3:542. Sh. Hal. 4. 146 Rosek Nursahid. Muhammad Ashraf. vol. Hal. 2. “Mengapa Satwa Liar Punah”. Buku 6. Musnad of Ahmad. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu . no. Hal. bab DCCCXXII. Muslim. Hal. Hal. Hadist No. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu . vol. 1958. Edisi Keempat. ayat 151. 127 Kitāb al-Muqni. 81 Prof. Hal. Vol 10. al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). 8:178. bab 11. al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). bagian 'Penyembelihan' ('Slaying'). 632 Prof. III. Pakistan. 4:460. ProFauna Indonesia. 1. 52 Sahīh Muslim – Kitāb al-Sayd Wa'l-Dhabā'ih. (dalam bahasaArab) Kitāb al-Nil wa Shifā' al-'Alil. 1976. Lahore. Sh. 10:739. Lahore. Hlm. Dr Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami Waadillatuhu halaman 162 juz 4. Muslim. Vol 6. Vol. 223 Prof.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). Vol. 2007 Sahīh Muslim – Kitāb al-Imān (ref. 46). Terjemahan bahasa Inggris oleh Abdul Hamid Sidiqqi. (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany) Vol. I. Pakistan. Vol. 26. Tirmidhī. Qawaidu al-Ahkam Fi Mashalihi al-Anam. 3 Hadist no. Muhammad Ashraf. hal. Nailu al-Awthar (al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdar al-Tsani) vol. bab XXXIX.Hasyiyah al-Qolyubi. 1480. 5:440 dan 3:184. (dalam bahasaArab). Bab Al-Ai'imah Islam Peduli Terhadap Satwa 59 . (dalam bahasa Inggris) Mishkāt al-Masābīh. 1976. Muslim. 86 Ibnu Majah juz 7 halaman 240 Is'adurrofiq. Majmu' vol 15 halaman 25 Mālik ibn Anas al-Asbahi. Ila Syarhi al-Minhaj. vol. 14. 401 Nihayatu al-Muhtaj.( al-Maktabah al-Syamilah al-Ishdaru al-Tsany). bab 7. 12.

15. 31. 29.iyah Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Miftahul Ulum PPRU IV MTs. 20. 27. 10. 6. 23. farhan Abdul Qadir Abdul Rokhman Sulhan Habib Subur Wijaya Ghufron Rahmatullah Ainul Yaqin Makrus Ali Saifuddin LB Qomaruddin Lukman Hakim Saifiuddin Yulianto Asad Badruddin Abdurrohim Ach.Lampiran Daftar Pesantren yang menghadiri lokakarya pandangan Islam terhadap kesejahteraan satwa pada tanggal 22-23 Mei 2010. 5. 13. 21. 12. 3. 26. 28. 9. 19. Pesantren/Organisasi Al-Fattah Al-Hasanah An-Nur Darul ulum MA Raudlatul Ulum Putri Ma’had Aly salafiyah Syafi. Sabbihis Husni Mubarok Abdullah Mohammad romli Ahmad Khuffaji Jaufan Izzul Maddit M. 24. 30. Rosyidi Fachrurrozi Qodirul Aini Sri Hartati Radius Nursidi Asep R. 17. 25. 11. Wahid Hasyim 02 Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia Al-Hikam Panitia ProFauna Panitia ProFauna Panitia ProFauna Panitia ProFauna Panitia ProFauna PESMA Al-Hikam Malang PESMA Al-Hikam Malang Alamat Singosari Tasikmalaya Jawa Barat Bululawang Jombang Ganjaran Gondanglegi Malang Situbondo Asem Bagus Situbondo Gajaran Gondanglegi Malang Dau Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Nama Delegasi M . 7. 18. NO 1. 22. 8. Purnama Suwarno Zein Amrullah Zainuddin 60 Islam Peduli Terhadap Satwa . P. 14. 16. 4. 2.

63. Tarbiyatun Nasyiin Jombang PP. Zainul Hasan PP. Mimi D. Masykuri Ahmad Bustomi Syamsul Arifin Fuad Hasyim Misbahul Huda M. Darul Ulum Singosari PP. 54. 43. 36. Raya Kepuh Harjo Karang PPAI Annahdhiyah Ploso Malang Grobogan Solo JATENG Sab’ul Munjiyat Ganjaran Gondanglegi Malang SMK Al-Ghoziny Malang STAI Ma’had Aly Al-Hikam PP APIS PP Al-Ittihad Syamsul Zubadi Abd. 56. Hidayatul Mubtadiin Tulungagung PP. 48. Hidayaul Mubtadi’ien Tulungagung PP.APIS Jl. AL-Ghozali Jombang PP. Yazid Islam Peduli Terhadap Satwa 61 . 41. 64. Talun Gandusari Blitar Jl. 33. 42. 59. 58. Raudhatul Ulum Besuk Pasuruan PP. 60. Mambaul Hikam Banyuputih Lumajang PP. Raya Belung Poncokusumo PP Al-Ittihad Malang Sampang. 49. 34. Madura PP Miftahul ulum Ganjaran Gondanglegi Malang PP Raudlatul Ulum 1 Gasek Malang PP Sabilul Rosyad Sidogiri Keraton Pasuruan PP Sidogiri Sidogiri Keraton Pasuruan PP Sidogiri Sepanjang Gondanglegi PP Sirotulfuqoha Malang Pakis PP. Raya Belung Poncokusumo Malang Jl. Wanatani Genggong Probolinggo PP. 38. 45. 44. Miftahul Ulum Banyuputih Lumajang PP. 35. Miftahul Ulum Besuk Pasuruan PP. 65. Tebuireng Blitar PP. 40. Zainul Hasan Genggong Genggong Probolinggo Blitar PP. 51. 57. 52. Rojib Izil M Yusuf Wahyudi Luthfi Imam Bukhori Sya’roni Ahmad Muwafiq Ahmad Muzakki Ashari Syahroni Syamsul Muzakki Ach. 66. Ja’far Sh. Tarbiyatun Nasyiin Jombang PP. 37. Raya Kepuh Harjo Karang PPAI Annahdhiyah Ploso Malang Jl. 50. Ribath Al-Murtadlo Malang PP. 46. 53. 47. 61.32. Adam M. Rouf Khoiri Zaini Ali alfadani M musrif Aziz Muhadlori Alil wafa Abdurrohim Arief Zain Arifin M. 55. Ribath Al-Murtadlo Jombang PP. 39. Hidayatul Mubtadiin Singosari PP. Hidayaul Mubtadi’ien Udanawu Blitar PP. Raudhatul Ulum Malang PP. 62. Syahri Syamsul Zubaidi Nasron Aziz Khusnul Rofik Nur hamid Arifin Musyaffa’ M. AL-Ghozali Pakis PP.

78. 73. 70. M. Hadi. Navi 62 Islam Peduli Terhadap Satwa . Sa’ad Ibrahim. 80. 72. Syafruddin Ngulma Simeulue Drh. 77. 76. 74. Azizi Hasbulloh KH.67. 71. 75. 68. 69. 79. Wita Wahyudi Rosek Nursahid Qodirul Aini Radius Nursidi Suwarno Asep Rahmat Sri Hartati KH. M. Spd KH. Afifuddin Muhajir DR. STAI Ma’had Aly Al-Hikam Darul Qur’an PP Lirboyo PP Asembagus Muhammadiyah Jawa Timur Komnas HAM PPS Bali ProFauna ProFauna ProFauna ProFauna ProFauna ProFauna Al Hikam Malang Singosari Kediri Situbondo Surabaya Jakarta Bali Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Makrus Ali M.

Catatan: Islam Peduli Terhadap Satwa 63 .

Catatan: 64 Islam Peduli Terhadap Satwa .

Catatan: Islam Peduli Terhadap Satwa 65 .

website: www.profauna. Raya Candi II No. Indonesia 65146 Telp. 179 Klaseman.org . Fax. +62 341 570033. Malang. +62 341 569506 email: profauna@profauna.ProFauna Indonesia Jl.org. Karangbesuki.

.

Malang.profauna.org. +62 341 569506 email: profauna@profauna. 179 Klaseman. Karangbesuki. Raya Candi II No.org Pesantren Al-Hikam Animalia Foundation . Indonesia 65146 Telp.ProFauna Indonesia Jl. website: www. Fax. +62 341 570033.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful