P. 1
Referat Terapi Emotional Freedom Tecnique (EFT) pada Penderita Gangguan Fobia

Referat Terapi Emotional Freedom Tecnique (EFT) pada Penderita Gangguan Fobia

|Views: 560|Likes:
Published by Nur Ilhaini Sucipto

More info:

Published by: Nur Ilhaini Sucipto on May 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

REFERAT

Terapi Emotional Freedom Tecnique (EFT) pada Penderita Gangguan Fobia

Disusun oleh: Nur Ilhaini Sucipto, S.Ked Satrio Pratomo, S.Ked Ririn Rakhmawati., S.Ked 052011101047 052011101053 062011101040

Dokter Pembimbing: dr. Justina Evy Tyaswati, Sp.KJ

Disusun untuk melaksanakan tugas Kepaniteraan Klinik Madya Lab/SMF Ilmu Kesehatan Jiwa FK UNEJ - RSD dari.Soebandi Jember

SMF. PSIKIATRI
RSUD. DR. SOEBANDI JEMBER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JEMBER
2011

1

BAB I. PENDAHULUAN Fobia merupakan rasa takut yang irasional terhadap suatu benda atau keadaan yang tidak dapat dihilangkan atau ditekan oleh pasien, biarpun diketahui bahwa hal itu irasional. Fobia timbul disertai dengan emosi yang merupakan manifestasi afek keluar dan disertai oleh banyak faktor fisiologik, emosi tersebut berfungsi seperti organ perasaan internal yang dapat membantu mengidentifikasi situasi “baik” atau “buruk” sehingga seseorang dapat mengambil tindakan yang sesuai. Emosi kebahagiaan dan cinta yang menyenangkan dan membantu seseorang menghilangkan stres. Kemarahan membantu seseorang mengidentifikasi situasi yang berada diluar definisi “benar”. Takut mengidentifikasi situasi fisik atau emosional yang mungkin berbahaya dan menstimulasi tindakan perlawanan atau lari. Namun, emosi yang ditahan jauh melampaui apa yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan cepat atau pencegahan, dapat menjadi sangat kuat jika mereka mengganggu atau mempersingkat medan energi tubuh. Akibatnya emosi tersebut akan disimpan dalam tubuh. Ketika hal tersebut terjadi, pikiran, emosi dan tindakan seseorang akan menjadi “terwarnai” oleh emosi yang tersimpan tersebut. Berbagai contoh emosi yang mungkin tertanam: Seorang pria yang dibesarkan oleh ibu yang suka mengkritik, mungkin akan marah dengan istrinya setiap kali ia memberikan saran. Seorang wanita yang ditertawakan oleh ayahnya, menemukan pasangan yang juga sering mentertawakannya, di lingkungan kerjanya dia juga mendapatkan gaji yang lebih rendah dibandingkan ditempat lain dengan pekerjaan yang sama. Seorang pria yang diberi tugas-tugas sebagai hukuman akan selalu merasa bersalah pada setiap pekerjaan yang dia lakukan ditempat kerjanya. Hal ini mungkin diekspresikan sebagai agitasi yang ditekan dengan cara minum kopi, makan makanan ringan, merokok atau koktail setiap selesai kerja. Seorang wanita muda yang menarik mendapat pelecehan seksual oleh tetangganya, dia berusaha membuat dirinya menjadi tidak menarik, namun gagal, lalu menjadi depresi. Orang-orang tersebut telah membuat pilihan yang “berwarna” dengan emosi yang mendasari. Jika mereka dapat terbebas dari emosi tersebut, maka kehidupan yang mereka jalani akan lebih baik. Misalnya, bukan berarti seorang wanita yang sering ditertawakan oleh ayahnya, secara permanen melepaskan rasa malunya, dia menceraikan suaminya dan mendapatkan pekerjaan baru, akan tetapi ia membuat pilihan yang tidak lagi meniru perasaan diasosiasi dengan ejekan masa kecilnya (Engelmann, 2007).

2

Stres yang memicu fobia sesungguhnya adalah takut malu, takut sakit dan takut mati. Jika rasa takut yang mendasari di temukan dan dimasukkan ke dalam terapi EFT, maka fobia akan membaik. EFT adalah metode yang menguraikan hubungan singkat emosional, bekerja melalui proses mental yang memiliki fokus terhadap emosi sambil menekan dengan jari-jari pada titik-titik tertentu pada tubuh (Engelmann, 2007). Asal-usul EFT lebih dari 5000 tahun lalu, di Cina, biara Shaolin dan Taoist, menjelaskan energi dan titik meridian pertama kali diperkenalkan. Pengembangan EFT juga merupakan rangkain sukses Dr George Goodheart, founder Applied Kinesiology dan Dr Roger Callahan, founder TFT (Thought Field Therapy). Pada awal tahun 90 salah satu siswa Dr Callahan, Gary Craig, menyederhanakan algoritma TFT dan prosesnya dibuat secara universal agar bisa diterapkan untuk semua permasalahan mental, emosional dan fisik. Gary Craig adalah Stanford Engineer, Master NLP Practitioner dan pakar Personal Development. TFT diterapkan oleh praktisi terlatih dan menggunakan urutan titik meridian kompleks. Sedangkan Gary Craig, EFT protokol anda hanya mengetukan seluruh titik meridian untuk setiap masalah, sehingga anda selalu menggunakan titik yang tepat. Keduanya, yaitu EFT dan TFT adalah benar-benar efektif--perbedaannya EFT lebih mudah untuk dipelajari, dapat digunakan oleh semua orang dan dengan protokol yang sama digunakan untuk semua masalah.

3

BAB II. EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) 2.1 Pengertian Emotional Freedom Technique (EFT) Emotional Freedom Technique (EFT) adalah sebuah terapi psikologi praktis yang dapat menangani banyak penyakit, baik itu penyakit fisik dan penyakit psikologis (masalah pikiran dan perasaan). Hal ini berdasar pada revolusi yang berkembang dalam keyakinan psikologi konvensional. Hal ini menjelaskan bahwa “segala emosi negatif yang muncul dapat merusak energi sistem dalam tubuh”. Dengan hasil yang mengejutkan (50-90% tergantung dari pengalaman), EFT menghilangkan gejala-gejala penyakit yang timbul secara rutin. EFT dilakukan dengan mengetukkan dua ujung jari pada beberapa lokasi di tubuh. Ketukan-ketukan tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan energi meridian dalam tubuh ketika terjadi gejala-gejala kemunduran fisik dan emosional yang mengganggu Memori secara aktual tetap sama, namun gejala penyakit hilang. Pada umumnya hal ini akan bertahan lama. Kesadaran biasanya merubah perilaku sehat sebagai konsekuensi dari penyembuhan

Gambar 1. Proses Terjadinya Emosi. 2.2 Mekanisme Kerja EFT EFT adalah terapi meridian energi, seperti halnya akupuntur, hal ini bekeja langsung pada sistem meridian di tubuh. Namun seperti halnya menggunakan jarum, anda menstimulasi titik meridian utama dengan mengetuknya dengan ringan. Analoginya, bayangkan meridian seperti sungai. Permasalahan dalam emosi atau fisik sama halnya dengan menghambat jalannya sungai. EFT adalah tehnik penyembuhan tubuh dan pikiran yang mengkombinasikan efek fisik dari perawatan meridian dengan efek mental dalam memfokuskan pada sakit atau

4

permasalahan pada waktu yang sama Ketukan pada titik meridian mengirimkan energi kinetis kepada energi sistem dan membebaskan hambatan yang menutupi aliran energi

Gambar 2. Mekanisme EFT Mengatasi Emosi Negatif 2.3 Manfaat EFT EFT ditemukan untuk lebih mengefektifkan proses penyembuhan pada beberapa penyakit seperti: Kecanduan(makanan, rokok, alkohol, obat-obatan) Allergi Kegelisahan dan rasa panik Mudah Marah Tekanan & gangguan pikiran Depresi dan sedih Merubah citra diri Takut dan pobia Kehilangan dan kesedihan Rasa Bersalah Insomnia Ingatan buruk Rasa Sakit dan nyeri Penyembuhan fisik Meningkatkan kinerja (olah raga, berbicara di depan umum) Trauma Pelecehan seksual Menghilangkan rasa nyeri seperti migrain, radang sendi, dll

5

2.4

Kelebihan EFT dibandingkan tekhnik terapi lainnya Kelebihan EFT dibandingkan teknik terapi lainnya adalah :

• •

Menyembuhkan dengan sangat cepat dalam hitungan menit atau jam dengan EFT. Sering kali EFT hanya membutuhkan satu atau dua sesi saja untuk mendapatkan kesembuhan, dan kadang-kadang terjadi dengan seketika.

Begitu emosi negatif sudah dapat dihilangkan dengan EFT, maka masalah-masalah fisik mulai hilang dengan sendirinya. Menurut pengalaman para pengguna EFT, sakit migraine puluhan tahun, sakit punggung, kanker dan gejala-gejalanya, komplikasi ginjal, lever, dan maag bisa membaik kurang dari dua minggu.

Walaupun EFT tidak bekerja 100%. Tetapi biasanya bekerja baik dan hasilnya kadangkadang spektakuler.

EFT sangat lembut dan sering mencapai penyembuhan dengan sedikit atau tidak ada rasa sakit sama sekali.

• • • •

Tidak memerlukan alat bantu peraga, jarum, obat-obatan, herbal. Didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah Digunakan oleh lebih dari 100.000 praktisi di seluruh dunia EFT sangat sederhana dan mudah dipelajari, bahkan anak-anak pun bisa melakukan teknik EFT sendiri.

Teknik penyembuhan konvensional hanya mengatasi hambatan fisik. Tapi EFT dapat mengatasi baik hambatan-hambatan fisik dan emosional.

• •

EFT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. EFT bersifat kompatibel dan tidak bertentangan dengan penyembuhan medis. Tetapi EFT dapat membantu percepatan proses penyembuhan medis.

Dapat digunakan untuk menterapi diri sendiri dan orang lain termasuk anak-anak.

2.5

Psychological Reversal (PR) Pemahaman yang penting dalam konsep EFT adalah konsep Psychological Reversal,

atau disingkat PR. PR disebabkan ketakutan atau trauma dan menghambat segala bentuk pengobatan baik secara allopathic (pengobatan modern medicine) dan holistic (pengobatan secara menyeluruh; pikiran, jiwa dan badan). PR dikarakterisktikan sebagai pembalikan aliran energi melalui meridian yang dapat dianalogikan sebagai “baterai yang dipasang terbalik”. PR dihasilkan atas emosi negatif yang berdampak pada perilaku seseorang dalam satu permasalahan atau lebih. PR biasanya ditemukan pada kondisi kronis, depresi dan

6

kecanduan. Alasan dari keadaan ini dikarenakan adanya kejadian di masa lalu, keputusan, keyakinan, stres, energi yang berlawanan atau energi negatif. Beberapa keyakinan yang menyebabkan PR adalah ingin dihargai, keamanan, motivasi, dan keinginan besar untuk melepaskan masalah. PR dapat disembuhkan dengan EFT dengan mengusapkan telapak tangan pada “sore point’ atau ketukan pada titik di tangan (karate chop point).

2.6

Prosedur EFT Cara yang digunakan sangatlah mudah, sama prosedurnya dengan prosedur dalam

melakukan perawatan untuk gangguan emosi atau fisik. Setelah belajar, setiap putaran hanya dilakukan dalam satu atau dua menit. Prosedur yang harus dilakukan terdiri dari: 1. Set Up (persiapan) 2. Sequence (putaran) 3. Nine’th Gamut Procedure (sembilan prosedur gamut) 4. Putaran (lagi), lakukan dua putaran 5. Tarik nafas dan keluarkan secara pelan-pelan, lalu minum air putih secukupnya

2.6.1

Contoh pelaksanaan EFT:

1. Set Up: Tahapan ini dalam EFT sangat berguna. Pada tahapan ini pasien diharuskan mengetuk dengan ringan (tapping) Karate Chop Point (Gambar 5.) atau mengusap dengan telapak tangan pada “sore point” (Gambar 3.) sambil mengucapkan permasalahannya sebanyak 3 kali.

Gambar 3. Sore point untuk setup.

7

Pada tahap ini, diusahakan masalah pasien dijelaskan sejelas mungkin, seperti contoh berikut: “walaupun saya (pasien menjelaskan masalahnya), saya pasrah dan ikhlas kepada-Mu* Contoh dengan menggunakan masalah adalah sebagai berikut: “walaupun saya menderita sakit punggung, saya pasrah dan ikhlas kepada-Mu* “walaupun saya suka marah pada saat bekerja, saya pasrah dan ikhlas kepada-Mu* “walaupun rahang saya sakit, saya pasrah dan ikhlas kepada-Mu* “walaupun saya takut ketinggian, saya pasrah dan ikhlas kepada- Mu* *Mu … sebutkan Allah SWT bagi yang beragama Islam, atau menurut kepercayaan masingmasing 2. Putaran: Sementara pasien fokus pada permasalahannya dalam pikiran, pasien melakukan ketukan 7 atau 8 kali pada titik meridian (Gambar 4.).

Gambar 4. Titik meridian. Untuk mengingatkan permasalahannya, pasien menyebutkan permasalahan tersebut secara singkat pada saat melakukan ketukan sebagai kalimat pengingat. Kalimat pengingat diatas dapat berupa: “sakit punggung ini” “rasa cepat marah di tempat kerja” “sakit pada rahang ini” “rasa takut pada ketinggian ini”

8

3. Sembilan Prosedur Gamut: Titik gamut ada di punggung tangan, tepat diantara jari kelingking dan jari manis. Sementara pasien melakukan ketukan pada titik ini, pasien melakukan beberapa gerakan, untuk menyeimbangkan saraf otak agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan.

Gambar 5. Gamut point. Gamut prosedur dilakukan sesudah sesi ketukan. Langkah Prosedur gamut sembilan gerakan itu antara lain: 1. Menutup Mata 2. Membuka Mata 3. Mata digerakkan dgn kuat kekanan bawah 4. Mata digerakkan dengan kuat kekiri bawah 5. Memutar bola mata searah jarum jam 6. Memutar bola mata berlawanan arah jarum jam 7. Bersenandung dengan berirama selama tiga detik 8. Menghitung 1, 2, 3, 4, 5 9. Bersenandungl agi selama tiga detik

4. Putaran (lagi): Putaran ini dilakukan sama persis seperti sebelumnya. Hal ini disebut satu siklus pada resep EFT. Putaran lanjutan (sesuai kebutuhan). Dalam beberapa kasus, pasien dapat menghilangkan masalahnya dalam satu siklus. Namun apabila masih berlanjut, maka lakukan lagi siklus tersebut dengan melakukan penyesuaian pada kalimat anda seperti:“walaupun saya masih memiliki (masukan permasalahan anda), saya pasrah dan ikhlas pada-Mu. Sebagai contoh, walaupun saya masih takut pada ketinggian, saya pasrah dan ikhlas pada-Mu. Dan ubah pada kalimat pengingat seperti contoh:“masih (masukan masalah pasien) ”. Sebagai contoh, masih takut pada ketinggian.

9

2.6.2

Memetakan Permasalahan Pasien Pada awal sesi EFT, pasien diminta menentukan skala dari permasalahan yang

diderita, mulai dari 1 -10. permasalahan yang serius berada diskala 8-9, sementara yang agak ringan pada angka 3. (hal ini disebut juga Subjective Units of Distress atau SUDS). Setelah pasien melakukan ketukan satu siklus, minta pasien menentukan skala lagi terhadap permasalahannya. Apakah sudah berkurang? Hal tersebut bertujuan menurunkan skala sampai level 1 atau 0 yang menandakan pasien terlepas dari permasalahan tersebut. Pengalaman yang sangat luar biasa bila pasien dapat menurunkan level permasalahannya dari 7 atau 8 menjadi 0, dan bila itu terjadi, diluar dugaan pasien.

Gambar 6. Skala terhadap permasalahan. 2.6.3 Tips untuk diingat

Ingatlah tehnik dasar. Lakukan penyesuaian terhadap permasalahan dan pada saat persiapan dan ulangi pada saat melakukan ketukan Lakukan sebanyak mungkin untuk hasil yang maksimal dan untuk permasalahan yang agak sulit ditangani Usahakan lebih spesifik pada saat mengucapkan permasalahan. Masalah yang sulit dtangani memiliki beberapa aspek lain yang harus dipecahkan satu persatu Pasien tidak perlu menyelesaikan permasalahan satu persatu! Ada beberapa permasalahan yang bisa diatasi dan berdampak pada semua permasalahan Kesembuhan biasanya permanen, namun ketika permasalahan muncul, lakukan EFT!

10

BAB III. FOBIA

3.1 Pengertian Fobia merupakan rasa takut yang irasional terhadap suatu benda atau keadaan yang tidak dapat dihilangkan atau ditekan oleh pasien, biarpun diketahui bahwa hal itu irasional. Rasa takut pada fobia sangat berlebihan dan tidak wajar terhadap sesuatu obyek benda, situasi, atau kejadian tertentu, yang ditandai dengan keinginan untuk selalu menghindari sesuatu yang ditakuti itu. Perbedaan fobia dengan rasa takut biasa adalah obyek yang ditakuti oleh penderita fobia sebenarnya bukanlah obyek yang menakutkan bagi sebagain besar orang normal. Apabila seseorang penderita fobia secara tidak sengaja atau terpaksa bersinggungan dengan obyek yang ditakuti, maka akan terjadi reaksi panik, cemas, gemetar, nafas pendek dan cepat, jantung berdebar, serangan jantung, keringat dingin, ingin muntah, kepala pusing, badan lemas, tidak mampu bergerak, dan pingsan.

3.2 Penyebab Fobia Fobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya fobia. Imajinasi yang berlebihan dapat juga menyebabkan fobia. Pada fobia, reaksi dari rasa takut yang dirasakan tidak dapat dikendalikan oleh individu yang mengalaminya, sebagai akibat dari ketakutan yang berlebihan diikuti dengan reaksi stres yang besar dan efek samping fisiologis yang kuat seperti, sesak, lemah, tekanan darah meningkat, takikardi). Pada fobia, seseorang akan merasa takut hanya dengan memikirkan, menyebutkan kata atau dekat dengan benda/ sesuatu yang memicu timbulnya reaksi fobia. Fobia merupakan respon fisiologikal atau emosional berlebihan yang dapat melemahkan seseorang dan membatasi kehidupan normalnya. Phobia dapat dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu: 1. Fobia sederhana atau spesifik (fobia terhadap suatu obyek/keadaan tertentu) seperti pada binatang, tempat tertutup, ketinggian, dan lain lain. 2. Fobia sosial (fobia terhadap pemaparan situasi sosial) seperti takut jadi pusat perhatian, orang seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai. 3. Fobia kompleks (fobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka misalnya di kendaraan umum/mall) orang seperti ini bisa saja takut keluar rumah. 11

BAB IV. PEMBAHASAN 4.1 Emotional Freedom Technique (EFT) sebagai Terapi Fobia EFT (Emotional Freedom Technique) merupakan terapi emosional pengobatan alternatif yang relatif baru, EFT menggabungkan elemen-elemen dari terapi kognitif, intervensi somatik, dan terapi eksposur singkat, dikembangkan pada pertengahan tahun 1990. Hal ini tidak sama seperti praktik psikiatri, psikologi, psikoanalisis, atau jenis terapi bicara konvensional. EFT merupakan teknik akupuntur versi emosional. Berbeda dengan teknik akupuntur pada umumnya yang menggunakan jarum, EFT menggunakan tapping (ketukan ringan) dengan jari di 8 titik meredian tubuh untuk mengatasi hampir semua hambatan emosi dan fisik. Ketika seseorang mengalami hambatan emosional seperti marah, kecewa, sedih, cemas, stress, trauma dan sebagainya, aliran energi di dalam tubuh yang melalui titik meredian tubuh akan terganggu. Dan untuk menghilangkan hambatan-hambatan emosi di atas, kita perlu memperbaiki gangguan aliran di titik meredian dengan cara mengetukkan jari dengan cara tertentu sesuai teknik EFT. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian ilmiah pada EFT, penelitian medis awal ini dilakukan untuk menguji efektivitas EFT terhadap fobia dan ketakutan yang irasional. Ketika Steve Wells dkk (2003), seorang psikolog Australia, dan rekan-rekannya memutuskan untuk mempelajari EFT, mereka memilih untuk mengevaluasi dampak klinis pada fobia khusus untuk hewan-hewan kecil yang sering ditakuti oleh manusia (tikus, dan serangga seperti laba-laba dan kecoa) dibandingkan dengan metode bernapas dalam. Pada EFT dilakukan tapping meridian titik akhir, sedangkan pada metode bernapas dalam tidak disentuh sama sekali. Hasil dari Penelitian Wells ini menunjukkan bahwa Emotional Freedom Technique adalah pengobatan yang efektif dan tahan lama untuk fobia hewan kecil, meskipun terapi yang sedang diberikan sekali, hanya 30 menit. Dari penelitian yang serupa juga didapatkan hasil klinis yang lama dalam mengatasi fobia dibandingkan bernapas dalam. Penelitian ulang dilakukan oleh A. Harvey Baker, PhD, Profesor Psikologi, Queens College, New York City, dan asistennya Linda Seigel, ”Dapatkah sesi 45 menit EFT mengurangi fobia terhadap tikus, laba-laba dan kutu air, replikasi dan perluasan

12

studi laboratorium Wells et al (2003) ". Hasilnya menunjukkan bahwa EFT memiliki efektifitas langsung dan jangka panjang dalam mengurangi fobia hewan kecil. Kunci menggunakan terapi EFT adalah dengan menemukan masalah dasar atau akar dari fobia yang terjadi. Pasien jarang menyadari tentang peristiwa sesungguhnya yang memicu reaksi fobi mereka, meskipun mereka menyadari awal terjadinya fobia (fobia air terjadi setelah tenggelam saat masih kecil), mereka tidak menyadari bahwa tingkat ketakutan terdalam belum diketahui. Hal ini terjadi ketika peristiwa yang terjadi memicu timbulnya respon takut tampak sangat tidak penting atau samar dalam menjelaskan fobia. Sehingga, banyak orang berpikir fobia mereka hanya dalam pikiran saja atau hanya ekspresi penyakit mental. Stres yang memicu fobia sesungguhnya adalah takut malu, takut sakit dan takut mati. Jika rasa takut yang mendasari di temukan dan dimasukkan ke dalam terapi EFT, maka fobia akan membaik. Banyak pasien mengaku bahwa mereka tidak takut malu, takut sakit atau takut mati, namun mereka takut sendiri atau ditinggalkan atau takut akan kegelapan maupun takut kehilangan kekayaan yang merupakan ekspresi dari takut mati. Sedangkan, takut malu atau takut salah merupakan ungkapan kebutuhan yang kuat untuk selalu benar, seperti halnya takut menegur atau diabaikan, hal tersebut merupakan variasi dari takut malu atau sakit. Tampaknya takut sakit juga dapat diartikan secara luas, seperti rasa sakit karena diabaikan, merugi dalah hal finansial, mimpi yang tak terpenuhi dan sebagainya. Pada umumnya orang dewasa berpikir mereka tahut mati, banyak orang mengakui mereka takut untuk meninggalkan anak-anak mereka atau mengucapkan selamat tinggal pada seseorang. Hal tersebut sama halnya dengan takut sendirian atau ditinggalkan orang lain yang merpakan modifikasi takut mati. Sehingga, dapat disimpulkan semua ketakutan yang terjadi adalah variasi dari takut mati, takut sakit atau takut mati. Dengan cara ini tampak bahwa takut malu, takut sakit, dan terutama takut mati merupakan ketakutan yang mendasari munculnya fobia, sehingga pengobatan fobia dengan EFT difokuskan pada menghilangkan stres yang mendasari dan bukan pada efek dari fobia.

13

4.2 Metode atau Langkah-Langkah EFT pada Penderita Fobia 1. Memetakan Permasalahan Pasien Pada awal sesi EFT, pasien diminta menentukan skala dari ketakutan yang dirasakan, mulai dari 1 -10. permasalahan yang serius berada diskala 8-9, sementara yang agak ringan pada angka 3. 2. Set Up Pasien mengetuk dengan ringan (tapping) Karate Chop Point (Gambar 5.) atau mengusap dengan telapak tangan pada “sore point” (Gambar 3.) sambil mengucapkan ketakutannya sebanyak 3 kali. “walaupun saya (pasien menjelaskan ketakutannya), saya pasrah dan ikhlas kepadaMu* Contoh dengan menjelaskan ketakutannya adalah sebagai berikut: “walaupun saya takut ketinggian, saya pasrah dan ikhlas kepada- Mu* *Mu … sebutkan Allah SWT bagi yang beragama Islam, atau menurut kepercayaan masing-masing 3. Putaran Sementara pasien fokus pada ketakutannya dalam pikiran, pasien melakukan ketukan 7 atau 8 kali pada titik meridian (Gambar 4.). Adapun lokasi ketukan, sebagai berikut : 1. Top of the Head (TH) Dengan jari back-to-back di tengah-tengah tengkorak.

2. Alis Hanya di atas dan satu sisi hidung, pada awal alis.

14

3. Samping Mata Pada tulang yang berbatasan dengan sudut luar mata.

4.

Bawah Mata Pada tulang bawah mata sekitar 1 inci di bawah mata.

5. Bawah Hidung Di daerah kecil di antara bagian bawah hidung dan bagian atas bibir atas.

6. Dagu Tengah antara titik dagu dan bagian bawah bibir bawah. Meskipun tidak

langsung pada titik dagu disebut titik dagu karena cukup deskriptif bagi masyarakat untuk memahami dengan mudah.

7. Collar Bone (CB) Persimpangan di mana sternum (dada), pertemuan antara tulang selangka dan tulang rusuk pertama. Untuk cari, pertama tempatkan jari telunjuk pada lekukan berbentuk U di bagian atas tulang dada (disekitar simpul dasi seorang pria). Dari dasar

15

U, gerakkan jari telunjuk ke arah 1 inci dekat garis tengah dan kemudian ke 1 inci (atau kanan) kiri. Titik ini disebut sebagai Collar Bone meskipun tidak pada tulang selangka (atau klavikula).

8. Bawah Ketiak Di sisi tubuh, pada suatu titik bahkan dengan puting susu (untuk pria) atau di tengah-tengah tali bra (untuk perempuan). Ini adalah tentang 4 inci di bawah ketiak.

9. Pergelangan tangan Titik terakhir adalah bagian dalam kedua pergelangan tangan.

Untuk mengingatkan ketakutannya, pasien menyebutkan ketakutan tersebut secara singkat pada saat melakukan ketukan sebagai kalimat pengingat. Kalimat pengingat diatas dapat berupa: “rasa takut pada ketinggian ini” 4. Sembilan Proses Gamut: Titik gamut (Gambar 5.) ada di punggung tangan, tepat diantara jari kelingking dan jari manis. Sementara pasien melakukan ketukan pada titik ini, pasien melakukan beberapa gerakan, untuk menyeimbangkan saraf otak agar dapat membantu meringankan ketakutannya.

16

Gamut prosedur dilakukan sesudah sesi ketukan. Langkah Prosedur gamut sembilan gerakan itu antara lain: 1. Menutup Mata 2. Membuka Mata 3. Mata digerakkan dgn kuat kekanan bawah 4. Mata digerakkan dengan kuat kekiri bawah 5. Memutar bola mata searah jarum jam 6. Memutar bola mata berlawanan arah jarum jam 7. Bersenandung dengan berirama selama tiga detik 8. Menghitung 1, 2, 3, 4, 5 9. Bersenandungl agi selama tiga detik 5. Putaran (lagi): Putaran ini dilakukan sama persis seperti sebelumnya. Hal ini disebut satu siklus pada resep EFT. Putaran lanjutan (sesuai kebutuhan). Dalam beberapa kasus, pasien dapat menghilangkan ketakutannya dalam satu siklus. Namun apabila masih berlanjut, maka lakukan lagi siklus tersebut dengan melakukan penyesuaian pada kalimat anda seperti:“walaupun saya masih memiliki (pasien menyebutkan

ketakutannya), saya pasrah dan ikhlas pada-Mu. Sebagai contoh, walaupun saya masih takut pada ketinggian, saya pasrah dan ikhlas pada-Mu. Dan ubah pada kalimat pengingat seperti contoh:“masih (masukan ketakutan pasien) ”. Sebagai contoh, masih takut pada ketinggian. 6. Penilaian Skala (lagi) Setelah pasien melakukan ketukan satu siklus, minta pasien menentukan skala lagi terhadap permasalahannya. Apakah sudah berkurang?

17

DAFTAR PUSTAKA Church, Dawson. 2009. The Effect of EFT (Emotional Freedom Techniques) on Athletic Performance: Randomized Controlled Blind Trial. The Open Sports Sciences Journal: 2, 94-99. Craig, Gary. 2009. The EFT Manual Sixth https://www.emofree.com/eftstore. [13 April 2011]. Engelmann. 2007. The EFT Quick Start https://www.ChipEFT.com. [13 April 2011]. Edition. [Serial Online].

Methode.

[Serial

Online].

Herazy, Theodore. 2008. EFT and Phobias. [Serial http://www.articlealley.com/article_634055_17.html. [13 April 2011].

Online].

Kay, Jerald and Tasman, Allan. 2006. Essential of Psychiatry. USA: John Wilwy & Sons, Ltd. Saddock, A., Virginia and Saddock, L., Benjamin. 2000. Kaplan & Saddock’s Comprehensive Textbook of Psychiatry (2 volume set). USA: Lippincott Williams & Wilkins Publishers. Surijah, Adrianta, Edwin. 2010. Terapi Emotional Freedom Tecnique pada Penderita Gangguan Fobia. [Serial Online]. http://www.unair.ac.id. [13 April 2011]. Wells, S dkk. 2003. Evaluation of a Meridian-Based Intervention, Emotional Freedom Techniques (EFT), for Reducing Spesific Phobias of Small Animals. Journal of Clinical Psychology 59: 9, 934-966.

18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->