Model Pembelajaran PQ4R

MODEL PEMBELAJARAN STRATEGI BELAJAR ELABORASI METODE PQ4R Oleh : Muhammad Ali

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendekatan pembelajaran pada mata pelajaran Sains-Biologi di SMP selama ini mengacu pada pendekatan pembelajaran keterampilan proses, yang didasarkan pada Anonim (1995a; b; c). Namun pelaksanaannya belum maksimal, yang dapat dilihat dari keterampilan siswa yang masih kurang dalam menerapkan metode ilmiah untuk mempelajari konsep-konsep biologi. Pada dua tahun terakhir, siswa kelas III SMP menunjukkan prestasi belajar pada pokok bahasan kelangsungan hidup organisme yang masih di bawah standar rata-rata, yakni kurang dari nilai 6,0. Persoalan utama yang masih sering dihadapi saat ini adalah guru kurang kreatif menemukan inovas-inovasi baru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Guru masih kurang memperhatikan karakteristik setiap pokok bahasan dalam menerapkan model-model pembelajaran kontekstual, terutama pokok bahasan yang bersifat pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pokok bahasan kelangsungan hidup organisme merupakan pokok bahasan yang bersifat pengetahuan deklaratif dan prosedural. Untuk itu perlu adanya inovasi pengajaran berupa penggunaan model-model pengajaran yang sesuai dengan ciri khas pokok bahasan tersebut. Salah satu model pembelajaran kontekstual yang mengajarkan bagaimana siswa belajar dengan benar terutama pada pengetahuan yang bersifat deklaratif dan pengetahuan prosedural adalah melalui model pembelajaran strategi-strategi belajar (Learning Strategy), dan jenis yang sering digunakan adalah metode PQ4R (Preview, Question, Read, Recite, Reflection, Review) (Indana, 2003). B. Ruang Lingkup Permasalahan Rendahnya prestasi siswa dalam penguasaan konsep pada pokok bahasan kelangsungan hidup organisme merupakan masalah yang mendesak untuk dipecahkan. Pendekatan dan metode mengajar guru yang kurang inovatif terutama dalam menerapkan model-model pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan karakteristik pokok bahasan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural diidentifikasi sebagai penyebab utama. Salah satu model pembelajaran kontekstual yang mengajarkan bagaimana siswa belajar dengan baik pada pengetahuan yang sifatnya prosedural dan deklaratif adalah strategi-stratesi belajar elaborasi metode PQ4R. Berdasarkan karakteristik pokok bahasan kelangsungan hidup organisme maka, dapat diidentifikasi penyebabnya antara ain: 1. Guru mengajarkan pokok bahasan kelangsungan hidup organisme tidak inovatif dan masih menggunakan pendekatan konvensional dengan mengandalkan metode ceramah dan diskusi yang tidak terbimbing. 2. Siswa belum diajari bagaimana teknik dan strategi belajar yang efektif dan efisien dalam mempelajari pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. 3. Siswa mudah lupa pada materi-materi yang bersifat abstrak sehingga prestasinya belum memuaskan. 4. Keterampilan proses siswa seperti mengajukan pertanyaan, mengkomunikasikan, merumuskan

masalah yang diajukan dalam perumusan model pembelajaran ini adalah: ´Apakah dengan penerapan model pembelajaran strategi-strategi belajar PQ4R dapat meningkatkan prestasi belajar dalam penguasaan konsep pokok bahasan kelangsungan hidup organisme pada mata pelajaran biologi SMP?´ C. c. dan merumuskan kesimpulan. dan tenaga kerja. b. 2. Oleh karena itu pada pembejaran kontekstual para pebelajar seharusnya sungguh-sungguh membangun makna dalam sudut pandang pembelajaran bermakna bukan sekedar hapalan atau tiruan (Corebima. melakukan prediksi. melakukan eksperimen. Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran baik secara individu maupun secara kelompok. Kajian Teori 1. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Contextual Teaching and Learning (CTL) atau pembelajaran kontekstual merupakan salah satu macam dari pembelajaran kontruktivisme yang mengajarkan tentang sifat dasar bagaimana manusia belajar. mengkomunikasikan. b. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah tersebut. Untuk meningkatkan keteramplan proses siswa dalam mengikuti pelajaran berupa keterampilan mengamati. Untuk meningkatkan penguasaan konsep pada pokok bahasan kelangsungan hidup organisme. memperluas. maka tujuan penggunaan model pembelajaran ini adalah sebagai berikut: a. II. penggunaan model pembelajaran ini akan memberi manfaat sebagai berikut: a. Lebih lanjut Nur (2001).hipotesis. 2003a). Ibrahim. mengajukan pertanyaan. dan menginterpretasikan data masih sangat rendah. KAJIAN PUSTAKA A. Untuk memecahkan masalah-masalah akademik seorang guru perlu memotivasi siswanya dengan cara . Departmen of Education and the National School-to-Work Office dalam Nur (2001) pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsepsi yang membantu guru menghubungkan konten materi ajar dengan situasi-situasi dunia nyata dan memotivasi siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya ke dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga. Siswa akan memahami teknik dan cara yang belajar yang tepat dalam menguasai konsepkonsep tertentu dan memiliki keterampilan-keterampilan yang nanti berguna bagi dirinya. Menurut U. menginterpretasi data. c. warga negara. Pola pembelajaran kontekstual sangatlah berbeda dengan pembelajaran konvensional yang selama ini kita kenal yang lebih menyandarkan kepada hapalan dan informasi ditentukan oleh guru serta penilaiannya hanya melalui kegiatan akademik. Penguasaan konsep-konsep penting akan cepat dapat tercapai sesuai tujuan pembelajaran dan kompetensi yang ingin dicapai. Tujuan dan Manfaat 1. Manfaat Berdasarkan tujuan tersebut maka. pembelajaran kontekstual merupakan pengajaran yang memungkinkan siswa menguatkan. 2003. dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan luar sekolah agar dapat memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang diasumsikan. Kata kunci kontruktivisme adalah to contruct. Berdasarkan masalah-masalah yang ditemukan sekitar pengajaran pokok bahasan kelangsungan hidup organisme begitu kompleks maka. S. Guru dalam melaksanakan pembelajaran akan memiliki arah yang jelas dalam membimbing kegiatan siswa secara bertahap.

melakukan eksperimen. dan bertanggung jawab terhadap belajarnya. penginterpretasian data. pengklasifikasian. Hasil penilaian tersebut dijadikan sebagai bahan refleksi terhadap rancangan pembelajaran dan pelaksanaannya (Corebima. 2003). guru diharuskan merencanakan. guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: (1) mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa. 3. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa pada saat melakukan komunikasi adalah pemaparan pengamatan atau dengan menggunakan perbendaharaan kata yang sesuai. demonstrasi. dan grafik. pengkomunikasian. selanjutnya memilih dan mengaitkannya dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam proses pembelajaran kontekstual. (2) memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui pengkajian secara seksama. Menurut C-Star University of Washington (Anonim. (4) merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan kehidupan mereka. suatu pendekatan pembelajaran kontekstual menjadikan pengalaman menjadi relevan dan berarti bagi siswa dalam membangun pengetahuan yang akan mereka terapkan dalam pembelajaran seumur hidup (Corebima. penggunaan bilangan. Untuk keperluan itu. gambar. Dalam mempelajari sains. mengimplementasikan. inkuiri dapat mencakup beberapa prinsip lainnya. peramalan. Pembelajaran kontekstual dapat dikatakan sebagai sebuah pendekatan pembelajaran yang mengakui dan menunjukkan kondisi alamiah dari pengetahuan. (5) constructivism. 2003). contructivism dalam penerapannya melalui keterampilan proses sains. 2003) ada tujuh prinsip pembelajaran kontekstual yaitu: (1) modeling. (4) inquiry. adalah: Pengkomunikasian. questioning. khususnya mata pelajaran biologi pengajaran dengan pendekatan pembelajaran kontekstual tidaklah sulit untuk diterapkan. dan (7) reflection. Keterampilan-keterampilan Proses Sains Menurut Ibrahim (2003d) dan Anonim (tanpa tahun) bahwa keterampilan proses sains adalah keterampilan-keterampilan yang dipelajari siswa pada saat mereka melakukan inkuiri ilmiah. Dari tujuh prinsip pembelajaran kontekstual tersebut. perumusan hipotesis. Anonim (1999) melaporkan. 2002a. merefleksikan. misalnya learning community. Agar proses pembelajaran kontekstual dapat lebih efektif kaitannya dengan pembelajaran siswa. (3) mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa. Melalui hubungan di dalam dan di luar ruang kelas. Strategi-strategi Belajar . 2. mengatakan apa yang diketahui dengan ucapan kata-kata. Sulistiyono. dan menyempurnakan pembelajaran. dan perumusan model. (2) learning community. Jelaslah bahwa penerapan pembelajaran kontekstual akan menciptakan ruang kelas yang di dalamnya siswa akan menjadi peserta aktif. Dari keterampilan-keterampilan proses di atas yang ada hubungannya dengan penelitian ini. (6) assessment authentic. karena konsep-konsep biologi banyak berhubungan dengan dunia keseharian siswa. Keterampilan-keterampilan proses tersebut adalah pengamatan. (3) questioning. bukan hanya pengamat yang pasif.menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari siswa dengan kehidupan nyata yang dialami siswa sehari-hari. tulisan. pada umumnya guru kurang terlatih melakukan praktik pengajaran yang mengarah pada segi keterampilan proses. (5) melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk mengaitkan apa yang sedang dipelajari dengan pengetahuan/pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya dan mengaitkan apa yang dipelajarinya dengan fenomena kehidupan sehari-hari. dan (6) melakukan penilaian terhadap pemahaman siswa. penginferensian. pendefinisian secara operasional. pengontrolan variabel.

berpikir.Menurut Puspitasari (2003) bahwa strategi-strategi belajar merupakan pengajaran yang mengajarkan siswa bagaimana belajar. catatan matriks. mengingat. (3) memonitor dan mengevaluasi keefektifan strategi tersebut. Strategi elaborasi yang telah lama dikenal adalah metode PQ4R. kemudian mencoba menjawabnya sendiri. (1) mendiagnosis situasi pembelajaran tertentu secara cermat. c. 1. kaidah-kaidah. Oleh sebab itu strategi-strategi belajar dalam penerapannya pada siswa memiliki tujuan untuk membentuk siswa sebagai pebelajar mandiri (Puspitasari. Jenis-jenis Strategi Belajar Ada empat jenis strategi-strategi belajar. dan bagaimana memotivasi diri sendiri. Question (bertanya). Strategi-strategi belajar juga dikenal sebagai strategi kognitif. P singkatan dari Preview (membaca selintas dengan cepat). Dapat membantu siswa yang daya ingatannya lemah untuk menghapal konsep-konsep pelajaran. (2) Question adalah mendalami topik dan judul utama dengan mangajukan pertanyaan yang jawabannya dapat ditemukan di dalam bacaan tersebut. Strategi elaborasi terdiri dari analogi. dengan mengecek jawaban yang diajukan pada langkah kedua. dan rumuskan isi bacaan tersebut membahas tentang apa. (4) Reflect adalah melakukan refleksi sambil membaca dengan cara menciptakan gambaran visual dari bacaan dan mengubungkan informasi baru di dalam bacaan tentang apa yang telah diketahui. Sangat tepat digunakan untuk pengajaran pengetahuan yang bersifat deklaratif berupa konsepkonsep. Review (mengulang secara menyeluruh). Read (membaca). Lebih lanjut dijelaskan bahwa. strategi elaborasi. definisi. Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa. 2003). Metode ini digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca. Mudah diterapkan pada semua jenjang pendidikan. Secara khusus akan diulas mengenai strategi elaborasi (Puspitasari. d. maka model pembelajaran strategi elaborasi metode PQ4R memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan antara lain. karena strategi tersebut lebih dekat pada hasil belajar kognitif daripada tujuan belajar perilaku. Lebih lanjut Puspitasari (2003) menjelaskan bahwa strategi-strategi elaborasi adalah suatu strategi pembelajaran yang membantu siswa dalam proses pengembangan makna informasi baru dengan penambahan rincian dan penemuan hubungan-hubungan. (5) Recite adalah melakukan resitasi dengan menjawab dengan suara keras pertanyaan yang ajukan tanpa membuka buku. dan (6) Review adalah langkah untuk mengulang kembali seluruh bacaan. Reflect (refleksi). (3) Read adalah tugas membaca bahan bacaan secara cermat. yaitu strategi mengulang. Recite (tanya jawab sendiri). dan strategi metakognitif. 2003). dan pengetahuan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. yaitu: (1) Preview adalah tugas membaca dengan cepat dengan memperhatikan judul-judul dan topik utama. b. (2) menentukan dan memilih strategi-strategi belajar tertentu untuk masalah atau topik belajar tertentu. Berdasarkan dari kajian tersebut. Langkah-langkah penerapan PQ4R mengikuti urutan nama-nama tersebut. Mampu membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan proses bertanya dan . dan (4) memotivasi diri sendiri untuk terlibat dalam suatu proses pembelajaran sampai masalah terselesaikan. dan sekali lagi jawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. 2003). dan PQ4R. strategi organisasi. Keunggulan a. baca ulang bila perlu. pebelajar mandiri memiliki ciri mampu melakukan empat hal yaitu. keberhasilan siswa dalam belajar sebagian besar bergantung pada kepandaian mereka belajar secara mandiri sekaligus memonitor hasil belajarnya (Corebima. baca tujuan umum dan rangkuman.

Melakukan preview dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebelum membaca mengaktifkan pengetahuan awal dan mengawali proses pembuatan hubungan antara informasi baru dan apa yang telah diketahui. B. khususnya bla disertai dengan beberapa bentuk elaborasi. dan jurnal siswa. 2000:35).mengomunikasikan pengetahuannya. Tahap Pelaksanaan Langkah-langkah dalam penerapan model pembelajaran strategi elaborasi metode PQ4R adalah sebagai berikut: Langkah 1 Preview Langkah 2 Question Langkah 3 Read Langkah 4 Reflection Langkah 5 Recite . Dapat menjangkau materi pelajaran dalam cakupan yang luas. Persiapkan sarana pendukung proses belajar mengajar seperti buku siswa. 2. Sangat sulit dilaksanakan jika sarana seperti buku siswa (buku paket) tidak tersedia di sekolah. 2. b. DESAIN MODEL PEMBELAJARAN 1. c. lembar kerja siswa. dan ternyata metode ini terbukti efektif dalam membantu siswa menghafalkan informasi dari bacaan (Nur. III. Tahap Persiapan a. Resitasi informasi dasar. sehingga memudahkan perpindahannya dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Mempelajari judul-judul dan topik-topik utama membantu siswa sadar akan organisasi bahan-bahan baru tersebut. Tidak tepat diterapkan pada pengajaran pengetahuan yang bersifat prosedural seperti pengetahuan keterampilan. Buatlah tatanan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif yang bersifat heterogen. Kelemahan a. Pada tahap persiapan pelaksanaan model pembelajaran strategi elaborasi metode PQ4R diawali dengan pemilihan materi pelajaran yang sesuai dengan karakteristik model. e. Kajian Empirik Telah banyak dilakukan penelitian tentang model pembelajaran strategi elaborasi metode PQ4R. b. c. kemungkinan sekali akan memperkaya pengkodean. Tidak efektif dilaksanakan pada kelas dengan jumlah siswa yang telalu besar karena bimbingan guru tidak maksimal terutama dalam merumuskan pertanyaan. Model pembelajaran ini sangat cocok untuk pengetahuan yang bersifat deklaratif.

Di dalam perkembangbiakan aseksual. Hafalkan daftar atau fakta-fakta penting lain yang terdapat dalam bacaan dengan suara keras atau pelan Siswa mengulangi kembali seluruh bacaan. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. Penilaian pengamatan dilaksanakan oleh siswa dan guru sedangkan penilaian fortofolio dilaksanakan oleh guru berdasarkan hasil karya siswa berupa tugas kelompok atau tugas individu. Dalam hal ini. makhluk hidup baru dibentuk dari salah satu induk tunggal. kuis. pisang. Rumput. Pada setiap kejadian tersebut. baca tujuan umum (overview) dan rangkuman. Reproduksi dimana makhluk hidup baru terbentu dari satu induk disebut perkembangbiakan aseksual (reproduksi vegetatif). Siswa mendalami topik-topik dan judul-judul utama dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya dapat ditemukan di dalam bacaan tersebut. Jika kamu menjawab ´ya´ terhadap pertanyan di atas. sehingga sifat-sifat makhluk hidup baru sama dengan sifat induknya. dan wortel mula-mula. baca ulang bila perlu.Langkah 6 Review Siswa membaca secara cepat judul-judul dan topik-topik utama. Setelah membaca siswa melakukan resitasi dengan menjawab suara keras pertanyaan yang diajukan tanpa membuka buku. kentang. dan wortel memiliki bahan genetik yang sama (identik) dengan materi genetik induknya. Siswa mencoba untuk menghubungkan informasi baru di dalam bacaan degan apa yang telah diketahui. dan fortofolio. Kemudian membuat gambaran visual dari bacaan. kentang. Penilaian proses dilaksanakan selama kegiatan pembelajaran yang terdiri dari beberapa tegihan seperti. ADN (Asam Dioksiribo Nukleat) pada mata tunas pisang. IV. Materi Pelajaran (Buku Siswa) Reproduksi dari satu Induk (Perkembangbiakan Aseksual) Pernakah kamu melihat rumput muncul dipermukaan tanah yang berasal dari sisa organ tubuh yang ada di dalam tanah pada awal musim hujan? Ataukah pernakah kamu memperhatikan kentang atau wortel yang disimpan lama akan muncul mata tunas. Tahap Penilaian Proses penilaian dalam model pembelajaran strategi elaborasi metode PQ4R ini adalah penilaian berbasis kelas yang terdiri dari penilaian proses dan penilaian hasil. Siswa melakukan refleksi sambil membaca. berarti kamu telah melihat bukti perkembangbiakan aseksual. 3. dan wortel sama dengan ADN yang terdapat pada induk pisang. dan ramalkan bacaan tersebut akan membahas tentang apa. Penilaian hasil dilaksanakan dengan menggunakan tes tertulis pada akhir pelajaran bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar yang disyaratkan oleh kurikulum. Siswa membaca ulang bahan tersebut dengan cara menggaris bawahi atau menemukan ide-ide utama kemudian mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. dengan tidak ada kombinasi baru materi genetik. pengamatan. semua materi genetik pada makhluk hidup baru diperoleh dari satu induk. kentang. . dan sekali lagi jawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan menyusun rangkuman hasil bacaannya.

yaitu meiosis I dan meiosis II. Seperti halnya perkembanganmu dari bayi. Fase-fase pada pembelahan. Anafase I setiap pasangan kromosom memisah. dan semua sel berasal dari sel sebelumnya. Metafase II. pada saat mulai meiosis I membelah untuk menghasilkan sel dengan masing-masing memiliki 23 kromosom pada akhir meiosis II. Sentrpmer terdapat di kedua kutub sel tempat melekatnya benang-benang spindel. Fase pembelahan sel secara mitosis terdiri dari: Fase 1 (Interfase) kromosm di dalam inti digandakan Fase 2 (Profase) kromosom tampak selubung inti mulai hilang Fase 3 (Metafase) kromosom berpasangan di equator selubung inti sudah tidak ada Fase 4 (Anafase) pasangan kromosom memisah dan menuju ke kutub berlawanan Fase 5 (Telofase) sel membelah selubung inti muncul kembali Selain permbelahan secara mitosis. Pada saat Hydra berkembangbiak secara aseksual.Perkembangbiakan dengan Pembelahan (Membelah Diri) Bagaimana sel membelah Tahukah bahwa kamu telah tumbuh dari bayi sampai ukuranmu dewasa sekarang? Ini disebabkan karena kebanyakan sel yang menyusun tubuh makhluk hidup membentuk sel baru dengan cara pembelahan menjadi dua yang disebut dengan pembelahan mitosis. Metafase I pasangan kromosom mengatur diri pada bagian tengah sel. seekor individu baru akan berkembang dari induk melalui proses yang disebut pembentukan tunas (budding). Sebelum sebuah sel membelah menjadi dua. Anafase II. terdapat juga pembelahan jenis lain. Semua makhluk hidup disusun oleh sel. sentromer muncul. masing-masing menuju ke kutub yang berlawanan. semua informasi genetika (penentu sifat) yang terdapat di dalam ADN digandakan terlebih dahulu. yaitu pembelahan meiosis. anak-anak. Membran inti dan nukleolus (anak inti) hilang. Telofase II. terjadi dua kali pembelahan inti. sama dengan nama fase pada pembelahan mitosis. Setiap inti mengandung hanya separuh dari jumlah kromosom inti sel yang asli atau induknya. Banyak makhluk hidup lainnya seperti jamur merang. kromosom benang ganda muncul kembali dalam masing-masing sel baru. Pembentukan Tunas Cara perkembangbiakan aseksual lainnya adalah pembentukan tunas. benang-benang spindel lenyap dan selaput inti terbentuk di sekitar kromosom pada setiap sel. kromosom benang ganda bergerak menuju ke tengah sel. Pembelahan sel secara meiosis terjadi pada saat pembentukan sel kelamin. Selain Hydra hewan lain yang . Sebagai contoh. sebuah sel mula-mula memiliki 46 kromosom. Di dalam pembelahan secara meiosis. Meiosis II terdiri dari: Profase II. Fase-fase pembelahan secara meiosis Meiosis I terdiri dari: Profase I benang-benang kromosom mengadakan penggandaan (duplikasi) dan benang-benang spinsel muncul. sentromer membelah menjadi dua pada setiap sel dan masing-masing benang dari pasangan kromosom bergerak ke kutub yang berlawanan. tumbuhan seperti pisang. dan juga beberapa jenis hewan lainnya seperti Hydra memiliki cara perkembangbiakan aseksual dengan pembentukan tunas. kamu tumbuh karena selmu selalu membelah. Telofase I sitoplasma membelah menjadi dua sel yang terpisah. sampai dewasa seperti sekarang. kromsom tetap dalam keadaan benang ganda.

yaitu daun yang subur. Peristiwa tersebut dinamakan partenogenesis. sel telur dapat tumbuh menjadi hewan utuh tanpa dibuahi. Di dalam spora terdapat ADN dan sedikit sitoplasma. Skenario/Rencana Pelaksanaan Pelajaran RENCANA PELAKSANAAN PELAJARAN Sekolah Kelas/Semester Mata pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu : : : : : : . tumbuhan lumut. misalnya lebah dan rayap. spora berasal dari sel yang berubah fungsinya menjadi alat perkembangbiaan. Spora Tahukah kamu bahwa jamur. Inti sel tersebut berubah menjadi beberapa inti yang masing-masing menjadi spora. Daun yang tidak menghasilkan spora disebut daun steril. Pada hewan tertentu. Spora yang jatuh di tempat yang lembab akan tumbuh menjadi protonema dan selanjutnya menjadi tumbuhan paku. dan tumbuhan paku berkembangbiak secara aseksual dengan spora. spora yang jatuh pada tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Pada tumbuhan paku. Spora hanya terdapat di sebelah bawah daun yang fertil. Telur yang dibuahi akan berkembang menjadi hewan betina (pekerja). Telur yang tidak dibuahi akan menjadi hewan jantan (raja) yang disebut drone. 2. Ratu lebah dapat mengeluarkan telur yang telah dibuahi dan belum dibuahi secara bersama-sama.berkembangbiak dengan pembentukan tunas adalah ubur-ubur dan koral.

memberikan contoh masing-masing cara perkembangbiakan aseksual. dan perkembangbiakan · Mengaitkan perilaku adaptasi hewan tertentu dilingkungannya dengan kelangsungan hidup · Memprediksikan punahnya beberapa jenis makhluk hidup akibat seleksi alam hubungannya dengan kemampuan yang dimiliki · Mendeskripsikan hubungan interspesifik (antar populasi) dengan seleksi alam · Menjelaskan peran perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup · Mendiskripsikan cara perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan 4 jam pelajaran (2 kali pertemuan) A. mengidentifikasi ciri-ciri perkembangbiakan generatif 6. 4. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: Pertemuan Pertama 1. Metode Pembelajaran · Strategi belajar elaborasi dengan metode PQ4R. · Guru meminta siswa mengingat kembali bagian tumbuhan seperti akar.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi. daun. menjelaskan manfaat perkembangbiakan bagi mahluk hidup 3. menjelaskan dengan contoh cara-cara perkembangbiakan generatif pada mahluk hidup. membandingkan perkembangbiakan vegetatif dengan generatif. seleski alam.: SMP Negeri 2 Kendari IX (Sembilan)/Ganjil IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) 2. dan daun pada siswa. menjelaskan keuntungan perkembangbiakan generatif. mengidentifikasi langkah-langkah perkembangbiakan generatif. 8. menjelaskan bagaimana sel membelah 2. . Pendahuluan (20 menit) · Guru memperlihatkan tanaman utuh dan beberapa organ tumbuhan seperti biji batang. bunga. B. kemudian meminta siswa untuk memperhatikannya. Materi Pembelajaran · Perkembangbiakan aseksual pada tumbuhan · Perkembangbiakan seksual pada tumbuhan C. 9. Pertemuan Kedua 5. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup 2. batang. dan sebagainya. membandingkan contoh-contoh perkembangbiakan aseksual yang berbeda. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan Pertama 1. 7. · Model pembelajaran kooperatif D.

2. siswa ditugaskan untuk menyusun pertanyaan tentang apa yang belum diketahui dari hasil bacaannya. Kegiatan Inti (100 menit) · Dengan mengacu pada strategi belajar tipe elaborasi dengan metode PQ4R.· Guru menanyakan kepada siswa. · Guru melakukan resitasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang telah disusun siswa kemudian siswa menjawab pertanyaan tersebut dengan suara keras. apa yang harus dilakukan oleh tumbuhan dan mahluk hidup lainnya agar tetap hidup. Guru menugaskan seorang siswa pada setiap kelompok untuk membacakan . · Siswa melakukan resitasi dengan merangkum seluruh pertanyaan dan jawaban yang diajukan setiap kelompok. Topik-topik yang ditanyakan siswa. jawabannya dapat ditemukan dalam bacaan tersebut. · Berdoa untuk mengakhiri pelajaran. · Siswa duduk dalam kelompok 4 sampai 5 orang kemudian siswa bekerja sama menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menemukan ide pokok pada setiap paragraf. Topik-topik yang ditanyakan siswa. guru melaksanakan preview dengan menugaskan siswa untuk membaca secara singkat materi tentang perkembangbiakan seksual pada makhluk hidup. siswa ditugaskan untuk menyusun pertanyaan tentang apa yang belum diketahui dari hasil bacaannya. Kemudian mereka mendidkusikan jawaban pertanyaan tersebut. · Melakukan refleksi dengan mempresentasikan hasil kerja kelompok kemudian kelompok lainnya menanggapi. Penutup (15 menit) · Guru mengajukan umpan balik untuk mengetahui pemahaman siswa dengan cara meminta siswa untuk mengerjakan butir-butir soal ulangan harian. Pendahuluan (15 menit) · Guru mengingatkan kembali kepada siswa tentang perkembangbiakan vegetatif yang telah dipelajarinya melalui tanya jawab. · Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai secara garis besar. Apa kegunaan telur bagi ayam. Pertemuan Kedua 1. · Melakukan refleksi dengan mempresentasikan hasil kerja kelompok kemudian kelompok lainnya menanggapi. · Guru menunjukkan pada siswa telur ayam seraya mengajukan pertanyaan. · Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. · Setelah membaca buku. Kegiatan Inti (100 menit) · Dengan mengacu pada strategi belajar tipe elaborasi dengan metode PQ4R. 2. · Siswa duduk dalam kelompok 4 sampai 5 orang kemudian siswa bekerja dengan cara menukarkan pertanyaan yang mereka susun dengan siswa lainnya dalam kelompok. jawabannya dapat ditemukan dalam bacaan tersebut. dan apakah mereka pernah menyaksikan dalam kehidupannya. 3. · Guru melakukan refiew dengan menugaskan kembali siswa untuk mengulang bacaannya dan menyusun kesimpulan pelajarannya berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. telur berkembang menjadi apa? Demikian pula halnya dengan kegunaan bunga pada tumbuhan. guru melaksanakan preview dengan menugaskan siswa untuk membaca secara singkat materi tentang perkembangbiakan aseksual pada makhluk hidup. Diskusi diarahkan kepada perkembangbiakan generatif atau seksual. · Setelah membaca buku. Pertanyaan tiap kelompok dipajang dalam ruang kelas. · Melaksanakan penilaian kelas berupa penilaian fortopolio dan jurnal kelas.

Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut di atas. 2. . Sebutkan urutan pembelahan sel secara mitosis! 4. 3. Penilaian Penilaian formatif (ulangan Harian) 1. Sebutkan dua ciri perkembangbiakan aseksual! 2. Agar lebih efektif pelaksanaan pembelajaran dengan strategi elaborasi metode PQ4R. 4. daun dll) · Berbagai macam bunga F. 4. · Melaksanakan penilaian kelas berupa ulangan harian (kuis) dan jurnal siswa. B. hendaknya rasio ketersediaan buku siswa berbanding 1 : 1. Jika pendekatan strategi elaborasi metode PQ4R ingin dikembangkan lebih jauh di sekolah. Sumber Pembelajaran · Buku Siswa · Buku lain yang relevan · Lup. Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan strategi elaborasi metode PQ4R menjadi lebih meningkat. Sebutkan tiga ciri umum pembelahan sel secara meiosis! V. Selotip. siswa membuat daftar alat dan bahan yang diperlukan untuk mengerjakan LKS tersebut. · Guru melakukan refiew dengan menugaskan kembali siswa untuk mengulang bacaannya dan menyusun kesimpulan pelajarannya berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Sebutkan 4 cara perkembangbiakan aseksual pada makhluk hidup! 3. 3. maka perlu mempertimbangkan jumlah siswa dan pengaturan tempat duduk. agar aktivitas guru dan siswa dapat lebih efektif dan efisien. Aktivitas siswa dalam kelompok pada pembelajaran dengan strategi elaborasi metode PQ4R akan lebih baik jika jawaban siswa atau hasil kerja kelompok dipertukarkan dengan hasil kerja kelompok lainnya. Penerapan model pembelajaran strategi belajar elaborasi metode PQ4R dapat peningkatan prestasi belajar siswa SMP pokok bahasan kelangsungan hidup organisme. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Keberhasilan siswa dalam menerapkan strategi-strategi belajar metode PQ4R sangat dipengaruhi oleh kreativitas guru dalam membimbing dan menfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran. Bagi guru mata pelajaran biologi di SMP hendaknya melakukan inovasi pembelajaran dengan menggunakan strategi-strategi belajar yang sesuai dengan karakteristik pokok bahasannya.hasil rangkumannya. 2. untuk dibawah pada pertemuan berikutnya. · Berdoa sebelum mengakhiri pelajaran E. tumbuhan utuh · Bagian tumbuhan (seperti biji. Pembelajaran dengan menggunakan strategi elaborasi hendaknya dipadukan dengan model pembelajaran lainnya seperti kooperetif tipe STAD agar lebih efektif. maka diberikan saran sebagai berikut: 1. Penutup (20 menit) · Siswa kemudian ditugaskan membaca LKS-01. 3. batang.

Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Direktorat TK dan SD. Jakarta. Dikdasmen. Puspitasari. 1994a. Diposkan oleh Muhammad Ali di 07:08 . _______. _________. 2003. kurikulum Berbasis Kompetensi SLTP. Ditjen Dikdasmen. 2003d. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Dikdasmen. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. 2003a.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Ditjen Dikdasmen. Depdiknas. Depdikbud. Jakarta. 2002b. Depdikbud Jakarta. Depdiknas. Jakarta. Jakarta. Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran. Sulistiyono. Depdiknas. Ditjen Dikdasmen. Jakarata. Kerja Ilmiah: Observasi. Ditjen Dikdasmen Depdinas. Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. Jakarta. Modul Umum: Wawasan Kependidikan. Teori Belajar Kontruktivisme. Depdiknas. 2003. Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. _______. M. Ditjen Dikdasmen. _________. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. Depdiknas. Strategi-Strategi Belajar. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Depdiknas. Ditjen Dikdasmen. 2003. Jakarta. Keterampilan Proses (Modul G) Science Education Quality improvement Project (SEQIP). Pedoman Khusus Pengembangan Sistem Pengujian Berbasis Kemampuan Dasar SLTP Mata Pelajaran Sains (Modul III). Jakarta. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.D. Garis-garis Program Pengajaran IPA. Ditjen Dikdasmen. Asesmen Autentik. Tanpa tahun. Ditjen Dikdasmen. 2002a. Jakarta.Direktorat PLP. _________. Jakarta. Depdiknas. Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. T.P. Corebima. Direktorat SLTP. Materi Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. 2003c.1995b. Depdiknas. _______. Buku 5 Pembelajaran dan Pengajaran Kontekstual. _______. Ibrahim. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. R. Jakarta. Pembelajaran Kontekstual. A. Ditjen Dikdasmen. Ditjen Dikdasmen. Depdiknas. 2003b. Asesmen Alternatif.

0 komentar: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful