P. 1
PKP - Media Gambar Pada Matematika Dan Model Interaktif Pada IPS

PKP - Media Gambar Pada Matematika Dan Model Interaktif Pada IPS

5.0

|Views: 6,444|Likes:
Published by Eka L. Koncara
Read online only.

Lebih lanjut langsung saja ke: ka_koncara@yahoo.co.id
Read online only.

Lebih lanjut langsung saja ke: ka_koncara@yahoo.co.id

More info:

Published by: Eka L. Koncara on May 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

MATEMATIKA – IPS

LAPORAN PKP – PGSD
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATERI MENGURUTKAN DAN MENENTUKAN POLA BILANGAN PADA GARIS BILANGAN DAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PDGK 4501)

Disusun Oleh: Nama; : NENENG MULYANINGSIH NIM : 816549243 Program Studi : 089/PGSD-S1 Pokjar : Purwakarta Masa Registrasi : 2010.2

UNIVERSITAS TERBUKA UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH BANDUNG TAHUN 2010

LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL

:

Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Materi Mengurutkan dan Menentukan Pola Bilangan pada Garis Bilangan dan Penerapan Model Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Lingkungan Alam dan Buatan Neneng Mulyaningsih 816549243 PGSD-S1 Purwakarta 2010.2 SD Negeri 2 Cibogogirang

Nama Mahaiswa : NIM Program Studi Pokjar Masa Registrasi : : : :

Tempat Penelitian :

Menyetujui, Supervisor

Purwakarta, Oktober 2010 Peneliti,

H. Radis, DR. M.Pd NIP. 195107051983031001

Neneng Mulyaningsih NIM. 816549243

i

MOTTO “Ilmu menyebabkan seseorang menjadi sabar dan menyebabkan seseorang mengetahui ke mana dia harus melangkah”
(QS. Al-Kahfi) Janganlah menjadi buih yang akan pecah apabila tiba di pantai lebih baik jadilah ombak yang akan melahirkan gelombang (Iqbal)

Karya sederhana ini kupersembahan untuk orang-orang terkasih: Ibunda Hj. Ayum Karyumi Suamiku Dedi Mulyadi Ananda: 1. Dodi Eka Nugraha 2. Dandy Chandra Purnama 3. Salma Fatin Naurah Keluarga Besarku di Plered Rekan-rekan Kerja di SDN 2 Cibogogirang
ii

BIODATA MAHASISWA

UPBJJ Masa Registrasi Pokjar Nama Mahasiswa NIM Program Studi Tempat Mengajar Teman Sejawat Supervisor/Pembimbing

: Bandung : 2010.2 : Purwakarta : Neneng Mulyaningsih : 816549243 : PGSD-S1 : SD Negeri 2 Cibogogirang : Linda Marliani, S.Pd : H. Radis, DR. M.Pd

Jadwal Bimbingan/Tutorial : 1. Sabtu, 31 Juli 2010 2. Sabtu, 07 Agustus 2010 3. Sabtu, 14 Agustus 2010 4. Sabtu, 21 Agustus 2010 5. Sabtu, 28 Agustus 2010 6. Sabtu, 18 September 2010

iii

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Penelitian Tindakan Kelas ini untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) dengan judul “Penggunaan Media Gambar Untuk

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Materi Mengurutkan dan Menentukan Pola Bilangan Pada Garis Bilangan dan Penerapan Model Pembelajaran Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Materi Lingkungan Alam dan Buatan”, yang merupakan salah satu syarat dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PDGK 4501) pada Universitas Terbuka UPBJJ Bandung. Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada seluruh umatnya sampai akhir zaman. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 2 Cibogogirang Plered

Purwakarta. Laporan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) ini telah diupayakan seoptimal mungkin, meskipun tidak menutup kemungkinan terdapat kekurangan di dalamnya. Laporan ini dapat disusun berkat kerjasama semua pihak, maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Bapak H. Radis, DR. M.Pd, sebagai Dosen Pembimbing. 2. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purwakarta sebagai pengurus Pokjar 3. Bapak Hasanudin,A.Ma.Pd, Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang 4. Ibu Tati Rubianti A.Md,sebagai fasilitator. 5. Ibu Linda Marliani,S.Pd,selaku Teman Sejawat. 6. Suami dan Anak-anakku terkasih yang telah memberikan doa,dorongan serta memberikan semangat yang tulus selama penyusunan laporan ini. 7. Guru-guru SD Negeri 2 Cibogogirang yang membantu dalam pembuatan laporan ini.

iv

8. Rekan-rekan seperjuangan Mahasiswa UT Pokjar Purwakarta yang telah menjadi inspirator,dan senantiasa memberikan support. Penulis berharap semoga Laporan PKP ini dapat memberikan manfaat yang berharga bagi pengembangan ilmu pendidikan, khususnya di lingkungan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan pembaca pada umumnya. Hanya kepada Allah SWT jualah kita semua berserahdiri, semoga langkah kita senantiasa dalam bimbingan dan mendapat ridho dariNya. Akhirnya penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan laporan ini.

Purwakarta,

Oktober 2010

Penulis

v

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. MOTTO ........................................................................................................... BIODATA MAHASISWA .............................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………. DAFTAR TABEL……………………………………………………………. DAFTAR GRAFIK…………………………………………………………... BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... B. Rumusan Masalah ................................................................................ C. Tujuan Perbaikan D. Manfaat Perbaikan ............................................................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA ........................................................................... A. Media Gambar ...................................................................................... 1. Pengertian Media Belajar ............................................................... 2. Jenis dan Karakteristik Media Belajar ........................................... 3. Media Gambar dalam Pembelajaran .............................................. 4. Media Gambar sebagai Bentuk Inovasi ......................................... B. Model Pembelajaran Interaktif ............................................................. 1. Model dan Metode Pembelajaran................................................... 2. Model Pembelajaran Interaktif dalam Proses Pembelajaran .......... C. Hasil Belajar………………………………………………………….. 1. Pengertian Hasil Belajar………………………………………….. 2. Pengukuran Hasil Belajar ............................................................. D. Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar………………………... E. Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar................................................... BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN ..................... A. Subjek Penelitian.................................................................................. B. Deskripsi Per-Siklus ............................................................................. 1. Mata Pelajaran Matematika............................................................ a. Tindakan Perbaikan Siklus I…………………………………. b. Tindakan Perbaikan Siklus II ................................................... 2. Mata Pelajaran IPS……………………………………………….. a. Tindakan Perbaikan Siklus I…………………………………. b. Tindakan Perbaikan Siklus II………………………………… BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................. A. Hasil Penelitian .................................................................................... 1. Mata Pelajaran Matematika............................................................ a. Deskripsi Tindakan Pembelajaran Pra siklus ........................... b. Deskripsi Tindakan Pembelajaran siklus I ............................... c. Deskripsi Tindakan Pembelajaran siklus II .............................. 2. Mata Pelajaran IPS .........................................................................

ii iii v

1 1 5 5 7 7 7 8 9 10 13 13 14

17 17 18

22 22 22

32

vi

a. Deskripsi Tindakan Pembelajaran Pra siklus ........................... b. Deskripsi Tindakan Pembelajaran siklus I ............................... c. Deskripsi Tindakan Pembelajaran siklus II ..............................

vii

B. Pembahasan .......................................................................................... 1. Pembahasan Hasil Pembelajaran Matematika ............................... 2. Pembahasan Hasil Pembelajaran IPS ............................................. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .......................................................................................... B. Saran ..................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN………………………………………………….. RIWAYAT HIDUP ......................... ……………………………………........

53 53 54 55 56 57 58

viii

DAFTAR LAMPIRAN Surat Pernyataan............................................................................................... Kesediaan Sebagai Teman Sejawat .................................................................. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika ............................................ Lembar Kerja Siswa ......................................................................................... Rencana Perbaikan Pembelajaran Matematika Siklus I ................................... Lembar Pengamatan Kegiatan Pembelajaran Siklus I ..................................... Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I ..................................................... Contoh Hasil Nilai Tertinggi dan Terendah Siklus I ....................................... Rencana Perbaikan Pembelajaran Matematika Siklus II ................................. Lembar Pengamatan Kegiatan Pembelajaran Siklus II .................................... Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ................................................... Contoh Hasil Nilai Tertinggi dan Terendah Siklus II ...................................... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran IPS .......................................................... Lembar Kerja Siswa ......................................................................................... Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS Siklus I ................................................ Lembar Pengamatan Kegiatan Pembelajaran Siklus I ..................................... Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I ..................................................... Contoh Hasil Nilai Tertinggi dan Terendah Siklus I ....................................... Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS Siklus II ............................................... Lembar Pengamatan Kegiatan Pembelajaran Siklus II .................................... Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ................................................... Contoh Hasil Nilai Tertinggi Dan Terendah Siklus II ..................................... Tanda Bukti Setoran ......................................................................................... Kartu Mahasiswa .............................................................................................. 58 59 60 63 64 67 68 69 70 73 74 75 76 79 80 83 84 85 86 89 90 91 92 93

ix

DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran.................................. Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Pembelajaran Matematika Pra Siklus ......................................................................................... Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran Matematika Pra Siklus ......... Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Pembelajaran Matematika Siklus I ............................................................................................. Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran Matematika Siklus I............. Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Pembelajaran Matematika Siklus II ........................................................................................... Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran Matematika Siklus II ........... Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran Matematika .......................... Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Pembelajaran Matematika Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Pembelajaran IPS Pra Siklus ......................................................................................... Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPS Pra Siklus ...................... Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Proses Pembelajaran IPS Siklus I ............................................................................................. Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPS Siklus I .......................... Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Proses Pembelajaran IPS Siklus II ........................................................................................... Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPS Siklus II ......................... Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPS ....................................... Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Pembelajaran IPS ........... 22 29 30 32 33 35 37 38 40 42 43 45 46 48 49 51 52

x

DAFTAR GRAFIK Grafik 1 Grafik Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika........... Grafik 2 Grafik Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPS ........................ 39 52

xi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.” Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab penuh dalam menjalankan amanat pendidikan. Sekolah merupakan suatu institusi yang dirancang untuk membawa siswa pada proses belajar, di bawah pengawasan guru atau tenaga pendidik profesional. Sadulloh (2007:185) menyatakan: “Sejalan dengan proses perkembangannya sampai saat ini dapat dijelaskan bahwa sekolah merupakan suatu lembaga khusus, suatu wahana, suatu tempat untuk menyelenggarakan pendidikan, yang di dalamnya terdapat suatu proses mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.” Sekolah terdiri atas jenjang-jenjang pendidikan, yaitu tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Proses pendidikan memang tidak sepenuhnya dapat terlaksana di sekolah, karena terdapat faktor keluarga dan

12

13

lingkungan masyarakat yang juga memiliki pengaruh penting dalam pendidikan peserta didik. Namun, sebagai lembaga formal sekolah memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pembentukan karakter dan perilaku peserta didik. Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. ”Pembelajaran adalah suatu proses yang akan membuat seseorang menjadi lebih baik atau lebih meningkat sesuatunya dari sebelumnya. Inti dari pembelajaran itu adalah segala upaya yang dilakukan oleh guru (pendidik) agar terjadi proses belajar pada diri siswa.” (Sutikno, 2008:33) Setiap proses, apapun bentuknya, memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai hasil yang optimal. Begitu pula proses pembelajaran yang diselenggarakan dengan tujuan agar siswa mencapai hasil belajar yang optimal pada materi yang diajarkan. Hasil belajar merupakan segala perilaku yang dimiliki seseorang sebagai akibat proses belajar yang telah ditempuhnya. Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas, dan kemampuan yang dicapai oleh pembelajar/peserta didik. Hasil belajar bukan sekedar penguasaan suatu hasil latihan melainkan adanya perubahan perilaku tahap-demi tahap, baik dalam ranah kognitif, afektif, ataupun psikomotor, yang lambat laun terintegrasi menjadi suatu kepribadian. Seseorang yang telah melakukan proses belajar akan terlihat perubahan dalam salah satu atau beberapa ranah tingkah laku tersebut. William Burton dalam skripsi karya Supartini (2008:11) menyatakan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas, dan kemampuan yang dicapai oleh pembelajar/peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, berbagai upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada suatu materi ajar. Kurangnya pemahaman siswa terhadap suatu materi ajar, dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya ialah kurangnya penggunaan metode dan media pembelajaran yang sesuai. Demi meningkatkan pemahaman peserta didiknya, guru yang ideal senantiasa berupaya dengan berbagai strategi, termasuk di antaranya ialah dengan menggunakan metode dan media belajar yang efektif dan menyenangkan bagi siswa. Metode belajar merupakan strategi guru untuk mempermudah penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya. Sedangkan media belajar dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan siswa. (Sutikno, 2008:101)

14

Metode dan media belajar yang tepat dan sesuai akan membuat peserta didik lebih termotivasi, lebih aktif, dan lebih mudah mencerna ilmu pengetahuan yang diberikan gurunya selama proses pembelajaran, serta membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan. Mata pelajaran Matematika dan IPS merupakan mata pelajaran utama eksak dan non-eksak di sekolah dasar. Pembelajaran mata pelajaran ini biasa diajarkan secara konvensional hampir di setiap sekolah dasar, dengan metode klasik, seperti ceramah dan diskusi kelompok, yang pada umumnya kurang memanfaatkan media belajar dalam prosesnya, sehingga menciptakan kejenuhan dalam lingkungan belajar. Pada prosesnya, pembelajaran macam ini kurang membentuk sikap antusias pada diri siswa. Siswa cenderung bosan dan kurang memahami dengan hanya mendengarkan dan mendengarkan. Dan hal tersebut menyebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap suatu materi ajar. SD Negeri 2 Cibogogirang merupakan salah satu SD Negeri di wilayah Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta, dengan NSS. 101022002029, beralamat di Kp. Cibogogirang peuntas Rt. 08/03 Ds. Cibogogirang Kec. Plered Kab. Purwakarta. Sekolah yang berdiri sejak tahun 1980 ini memiliki sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar yang memadai, di antaranya: luas tanah 4800 m2, yang terdiri dari Lapangan Upacara, Bangunan 2 Unit dengan Ruang Kelas 6 Unit, Ruang Kantor 1 Unit, Ruang Perpusakaan/UKS 1 Unit, Mushola 1 Unit, WC/Kamar Mandi 2 Unit. Selain itu terdapat pula arena olahraga. Berbagai sarana penunjang belajar pun tersedia, seperti perlengkapan olahraga, perlengkapan kesenian, komputer, dan sarana penunjang kegiatan ekstrakurikuler. Fasilitas belajar yang ada di SDN 2 Cibogogirang berupa bangunan sekolah yang terdiri dari dua unit bangunan permanen yang cukup baik, berada di tengah pemukiman warga dan lingkungan yang cukup kondusif dengan udara yang cukup bersih karena tidak terlalu dekat dengan jalan raya namun terjangkau oleh kendaraan bermotor roda dua. Dalam proses belajar mengajar, siswa/siswi SD Negeri 2 Cibogogirang dibagi menjadi 12 rombongan belajar, yaitu kelas I A, I B, II A, II B, III A, III B, IV A, IV B, V A, V B, VI A, dan VI B. SD Negeri 2 Cibogogirang memiliki 14 orang guru dan 1 orang penjaga sekolah, yang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 6 orang perempuan, yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah. Pada mata pelajaran Matematika di kelas 3 SD Negeri 2 Cibogogirang pada materi “Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan”, terdapat beberapa permasalahan pada siswa, antara lain: 1. Kurangnya minat siswa pada mata pelajaran Matematika. 2. Kurangnya kemampuan siswa dalam mengurutkan bilangan pada garis bilangan. 3. Kurangnya pemahaman siswa dalam menentukan pola pada garis bilangan. Sedangkan pada mata pelajaran IPS pada materi “Lingkungan Alam dan Buatan”, terdapat beberapa permasalahan pada siswa, antara lain:

15

1. Kurangnya pemahaman siswa dalam membedakan lingkungan alam dan buatan. 2. Kurangnya kemampuan siswa dalam menjelaskan manfaat lingkungan alam dan buatan. Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas mengenai penggunaan media gambar pada materi “Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan” dan penerapan model pembelajaran interaktif pada materi “Lingkungan Alam dan Buatan”, sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, penulis bermaksud untuk melakukan penelitian tindakan kelas yang mengambil judul “Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Mengurutkan dan Menentukan Pola Bilangan pada Garis Bilangan dan Penerapan Model Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Lingkungan Alam dan Buatan di Kelas 3 SD Negeri 2 Cibogogirang Plered - Purwakarta”. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah merupakan pertanyaan yang dicarikan jawabannya melalui penelitian, yang dirumuskan dalam suatu kalimat pertanyaan, merupakan hal yang dipertanyakan. (Arikunto, 2006:61) Mengacu pada apa yang telah diuraikan sebelumnya, untuk mata pelajaran matematika (eksak) penulis mengidentifikasi masalah penelitian yaitu, “Apakah media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pada materi Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan di kelas 3 SD Negeri 2 Cibogogirang?” Dari rumusan masalah tersebut, maka muncul pertanyaan masalah sebagai berikut: Bagaimana penggunaan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dalam materi Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan? Sedangkan untuk mata pelajaran IPS (non-eksak) penulis mengidentifikasi masalah penelitian yaitu, “Apakah model pembelajaran interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS pada materi Lingkungan Alam dan Buatan di kelas 3 SD Negeri 2 Cibogogirang?”

16

Dari rumusan masalah tersebut, maka muncul pertanyaan masalah sebagai berikut: Bagaimana penerapan model pembelajaran interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS pada materi Lingkungan Alam dan Buatan? C. Tujuan Perbaikan Tujuan penelitian merupakan keinginan yang ada pada peneliti untuk halhal yang akan dihasilkan oleh penelitian, dirumuskan dalam kalimat pernyataan, merupakan jawaban yang ingin dicari. (Arikunto, 2006:61) Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, penulis menentukan tujuan penelitian ini sebagai berikut: 1. Mata Pelajaran Matematika (Eksak) a. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan media gambar pada mata pelajaran matematika pada materi Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan. b. Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pada materi Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan. c. Untuk mengetahui sejauhmana peningkatan hasil belajar yang terjadi dengan penggunaan media gambar pada mata pelajaran matematika pada materi Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan. 2. Mata Pelajaran IPS (Non-Eksak) a. Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran

interaktif pada mata pelajaran IPS pada materi Lingkungan Alam dan Buatan. b. Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS pada materi Lingkungan Alam dan Buatan. c. Untuk mengetahui sejauhmana peningkatan hasil belajar yang terjadi dengan penerapan model pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPS pada materi Lingkungan Alam dan Buatan. D. Manfaat Perbaikan Manfaat penelitian merupakan hasil yang akan disumbangkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan, merupakan follow up kesimpulan. (Arikunto, 2006:61)

17

1. Bagi Guru Bagi para pendidik, diharapkan agar penelitian/perbaikan ini dapat meningkatkan motivasi dan kreatifitas guru dalam memilih model dan media pembelajaran yang tepat dan sesuai untuk proses pembelajaran bersama peserta didiknya. Diharapkan juga agar guru sebagai pendidik lebih keras lagi dalam upaya meningkatkan kualitas diri demi peningkatan kualitas pendidikan. 2. Bagi Siswa Bagi siswa, diharapkan dengan penelitian/perbaikan ini dapat meningkatkan minat dan motivasi belajarnya, sehingga mampu mendongkrak hasil belajarnya di kemudian hari. Proses belajar yang lebih menarik dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. 3. Bagi Institusi Sekolah Bagi institusi sekolah, dari penelitian/perbaikan ini diharapkan agar lembaga sekolah dapat memperoleh data yang nyata dan akurat tentang pelaksanaan pembelajaran di lingkungan pendidikannya, sehingga dari data tersebut dapat dilakukan upaya-upaya yang jelas dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga tersebut. 4. Bagi Peneliti Bagi peneliti sendiri, diharapkan agar dari penelitian/perbaikan ini dapat lebih meningkatkan kualitas diri peneliti, sehingga di kemudian hari peneliti dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang lebih baik serta mampu menghasilkan produk pendidikan yang baik pula.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Media Gambar 1. Pengertian Media Belajar Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Secara garis besar, media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak bisa menjadi tidak bisa. Winataputra (2005:2.3) menyatakan: ”Belajar merupakan proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan. Seseorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaannya aktif. Terdapat tiga atribut pokok belajar, yaitu: proses, perilaku, dan pengalaman” Sikun Pribadi, guru besar IKIP Bandung, yang dikutip oleh Ahmad Tafsir (2008:7) berpendapat: ”Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak mengenai segi kognitif dan psikomotor semata.” Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari komponen-komponen berikut: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, media, sumber belajar, dan evaluasi. “Dalam aktifitas pembelajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan siswa.” (Sutikno, 2008:101) 2. Jenis dan Karakteristik Media Belajar Akhmad Sudrajat dalam artikel Media Pembelajaran (http://akhmad sudrajat/wordpress.com/, 12 Januari 2008) menyebutkan berbagai jenis media belajar, diantaranya: a. Media Visual: grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik b. Media Audial: radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya c. Projected still media: slide, projector, dan sejenisnya.

18

19

d. Projected motion media: film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya. Terdapat beberapa karakteristik media, antara lain : a. Kemampuan dalam menyajikan gambar (presentation) b. Faktor ukuran (size): besar atau kecil c. Faktor warna (color): hitam putih atau berwarna d. Faktor gerak: diam atau bergerak e. Faktor bahasa: tertulis atau lisan f. Faktor keterkaitan antara gambar dan suara: gambar saja, suara saja, atau gabungan antara gambar dan suara. Winataputra (2005:5.5) mengemukakan beberapa alasan mengapa media pembelajaran sangat penting sehingga harus terintegrasi dalam proses pembelajaran, yaitu: a. Proses pembelajaran akan lebih berhasil bila siswa turut aktif dalam pembelajaran tersebut, dan hal ini hanya dapat terjadi dengan adanya media. b. Rata-rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indera memiliki komposisi sebagai berikut: 1) 75% melalui penglihatan (visual) 2) 13% melalui pendengaran (audio) 3) 6% melalui sentuhan 4) 6% melalui penciuman dan pengecap. c. Pengetahuan yang dapat diingat seseorang antara lain bergantung pada melalui indera apa ia memperoleh pengetahuannya. Dalam bukunya yang lain, Materi dan Pembelajaran IPS SD, Winataputra (2008:9.23) mengemukakan sifat media pengajaran sebagai berikut: a. Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, sehingga mengurangi verbalisme. b. Memperbesar perhatian dan minat siswa terhadap materi pembelajaran. c. Membuat pembelajaran lebih menetap dan tidak mudah dilupakan. d. Memberikan pengalaman yang nyata kepada siswa. e. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkelanjutan. f. Membantu tumbuhnya pengertian dan perkembangan berbahasa. g. Menarik minat siswa untuk membicarakannya lebih lanjut.

20

3. Media Gambar dalam Pembelajaran Berikut beberapa pengertian media belajar menurut Hamalik, Sadiman, dan Soerlako yang dikutip oleh Budiono dan kawan-kawan (http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/strategi-memanfaatkan-mediagambar.html): 1. Segala sesuatu yang diwujudkan secara visual kedalam bentuk 2 dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacam-macam seperti lukisan, potret, slide, film, proyektor. 2. Media yang paling umum dipakai, yang merupakan bahasan umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja. 3. Peniruan dari benda-benda dan pemandangan dalam hal bentuk, rupa serta ukurannya relatif terhadap lingkungan. Media gambar merupakan salah satu jenis media yang sangat disukai peserta didik, terutama peserta didik usia anak-anak (tingkat Sekolah Dasar). Media gambar sangat mudah dibuat oleh guru serta lebih memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran, apalagi peserta didik kelas bawah yang sebagian besar belum lancar baca tulis. Menilik pada pernyataan Winataputra di atas, dapat dilihat bahwa media visual memiliki peranan yang paling besar dalam memudahkan peserta didik untuk memperoleh informasi. Adapun kelebihan media gambar menurut Sadiman yang dikutip oleh Budiono (http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/strategi-memanfaatkanmedia-gambar.html) antara lain: sifatnya konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika dibandingkan dengan bahasa verbal, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita, memperjelas masalah bidang apa saja, dan harganya murah serta mudah didapat dan digunakan. Sedangkan kelemahan media gambar menurut Rahadi yang dikutip oleh Budiono (http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/strategi-memanfaatkanmedia-gambar.html): hanya menampilkan persepsi indera mata, ukurannya terbatas hanya dapat dilihat oleh sekelompok siswa, gambar diinterpretasikan secara personal dan subyektif, gambar disajikan dalam ukuran yang sangat kecil, sehingga kurang efektif dalam pembelajaran. Sebagai mediator, guru harus mampu memilih dan menggunakan media yang sesuai dengan tujuan, materi, metode, dan evaluasi, serta tetap bertujuan untuk memperlancar pencapaian tujuan dan mampu menarik minat siswa. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad ke–20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan semakin mudah diperoleh, terutama dengan adanya komputer dan internet. 4. Media Gambar sebagai Bentuk Inovasi

21

Pendidikan tidak akan berkembang tanpa adanya suatu usaha yang disebut inovasi pendidikan. Everett M. Rogers, sebagaimana dikutip oleh Wahyudin (2008:9.3), mendefinisikan bahwa “innovation is an idea, practice, or object that is perceived as new by an individual or another unit of adoption.” Ahli lainnya, Stephen Robbins, yang juga dikutip oleh Wahyudin (2008:9.3), mendefinisikan inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses, dan jasa. Berdasarkan pengertian tersebut, Robbins lebih memfokuskan pada tiga hal utama, yaitu: gagasan baru, produk dan jasa, serta upaya perbaikan. Sedangkan Santoso S. Harnidjojo dalam Pengantar Pendidikan karya Wahyudin (2008:9.5), menyatakan bahwa inovasi pendidikan merupakan suatu perubahan yang baru dan secara kualitatif berbeda dari hal yang ada sebelumnya dan sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu. Terdapat empat ciri utama inovasi (Wahyudin, 2008:9.5), termasuk inovasi dalam pendidikan, yaitu: a. Memiliki kekhasan khusus, artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan. b. Memiliki ciri atau unsur kebaruan, artinya suatu inovasi harus memiliki karakteristik sebagai sebuah buah karya dan buah pikir yang memiliki kadar orisinalitas dan kebaruan. c. Program inovasi dilaksanakan melalui program terencana, tidak tergesagesa, dan dipersiapkan secara matang. d. Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan dan arah yang ingin dicapai. Sifat perubahan dalam inovasi pendidikan terbagi ke dalam enam kelompok, yaitu: penggantian (substitution), perubahan (alternation), penambahan (addition), penyusunan kembali (restructuring), penghapusan (elimination), dan penguatan (reinforcement). (Wahyudin, 2008:9.7) B. Model Pembelajaran Interaktif 1. Model dan Metode Pembelajaran Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Secara khusus, istilah model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Sunarwan (1991) dalam Sutikno (2004:15) mengartikan model merupakan gambaran tentang keadaan nyata. Model pembelajaran atau model mengajar sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam mengatur materi pelajaran, dan memberi

22

petunjuk kepada pengajar di kelas dalam pengaturan pengajaran. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. (Sudrajat: http://www.psb-psma.org/content/blog/pengertian -pendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran) Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran. Metode secara harfiah berarti cara. Dalam pemakaian yang umum, metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan kata “pembelajaran” berarti segala upaya yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa. Sutikno (2008:84) menyimpulkan bahwa metode pembelajaran ialah cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa dalam upaya mencapai tujuan. Sedangkan Winataputra (2005:4.12) menyebutkan bahwa metode mengajar merupakan cara yang digunakan guru dalam membelajarkan siswa agar terjadi interaksi dalam proses pembelajaran. Muhibin Syah (2008:201) juga menyebutkan bahwa metode mengajar ialah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan pendidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa. Intinya, beberapa ahli tersebut sepakat bahwa metode mengajar adalah bagaimana cara guru menyampaikan materi ajar kepada siswa. Sedangkan tujuan penggunaan metode mengajar yang tepat ialah agar tercipta proses belajar pada diri siswa. Metode pembelajaran sangat beraneka ragam. Dengan berbagai pertimbangan, guru harus mampu memilih dan memanfaatkan metode yang efektif sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran menekankan pada proses belajar siswa secara aktif dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar. Secara umum, penerapan metode pembelajaran meliputi empat kegiatan utama (Sumiati, 2008:97), yaitu:

23

a. b. c. d.

Kegiatan awal yang bersifat orientasi. Kegiatan inti dalam proses pembelajaran. Penguatan dan umpan balik. Penilaian/Evaluasi.

Sutikno (2008:85) menyebutkan beberapa ciri metode yang baik, yaitu: a. Berpadunya metode dari segi tujuan dan alat dengan jiwa. b. Bersifat luwes, fleksibel, dan memiliki daya yang sesuai dengan watak siswa dan materi. c. Bersifat fungsional dalam menyatukan teori dan praktek serta menghantarkan siswa pada kemampuan praktis. d. Tidak mereduksi materi. e. Memberi keleluasaan bagi siswa. f. Mampu menempatkan guru pada posisi yang tepat. Sutikno (2008:87) juga menyebutkan beberapa faktor yang berpengaruh dalam pemilihan metode yang tepat, yaitu: Tujuan yang hendak dicapai, materi pelajaran, siswa, situasi, dan guru. 2. Model Pembelajaran Interaktif dalam Proses Pembelajaran Model pembelajaran interaktif sering dikenal dengan nama pendekatan pertanyaan anak. Model ini dirancang agar siswa akan bertanya dan kemudian menemukan jawaban pertanyaan mereka sendiri. Meskipun anak-anak

mengajukan pertanyaan dalam kegiatan bebas, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terlalu melebar dan seringkali kabur sehingga kurang terfokus. Guru perlu mengambil langkah khusus untuk mengumpulkan, memilah, dan mengubah pertanyaan-pertanyaan tersebut ke dalam kegiatan khusus. Pembelajaran interaktif merinci langkah-langkah ini dan menampilkan suatu struktur untuk suatu pelajaran yang melibatkan pengumpulan dan pertimbangan terhadap pertanyaanpertanyaan siswa sebagai pusatnya. (Prayekti: http://www.teknologipendidikan. net) Dalam model pembelajaran interaktif, dikenal model kelompok interaktif, yaitu bendera atau payung dari sekelompok model pembelajaran yang menata kegiatan pembelajaran dalam aneka bentuk interaksi sosial dalam kelompok besar atau kecil. Dalam kategori model belajar Jayce dan Wail, model kelompok interaktif termasuk kelompok model kelompok sosial, personal, dan perilaku. Sasaran dari pembelajaran interaktif ini antara lain untuk mengembangkan aneka kemampuan sebagai berikut: a. Keterampilan berkomunikasi, yang pada dasarnya berkenaan dengan kemampuan menangkap pengertian atau makna dari apa yang didengar,

24

dibaca, dilihat, dicium, diraba, atau dilakukan dan kemudian menjelaskan pengertian atau makna hasil tangkapan dan pengolahan pikiran dengan bahasa atau kata-kata sendiri sehingga dapat dipahami oleh orang lain. b. Inisiatif dan kreatifitas, yang pada intinya merupakan kesediaan atau kesiapan untuk melakukan suatu hal baru atau cara lain dalam menangani suatu pekerjaan atau memanfaatkan sumber daya atau memecahkan persoalan. c. Sinergi atau kerjasama, yaitu semangat atau spirit dan kesediaan untuk berbuat bersama orang lain secara kompak dalam menangani suatu kegiatan yang secara sadar dirancang bersama guna mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. Model pembelajaran interaktif memiliki lima langkah: a. Persiapan, sebelum pembelajaran dimulai guru menugaskan siswa untuk membawa gambar pemandangan alam, hutan, atau gambar pasar dan mempersiapkan diri untuk menceritakan tentang gambar yang dibawanya masing-masing. b. Kegiatan penjelajahan, pada saat pembelajaran di kelas siswa lain boleh mengamati gambar teman-temannya dari dekat dan mereka boleh mengajukan pertanyaan. c. Pertanyaan siswa diarahkan guru sekitar proses kenampakan alam atau buatan mengenai gambar dari masing-masing. d. Penyelidikan, guru dan siswa memilih pertanyaan untuk dieksplorasi lebih jauh. Misalnya siswa diminta mengamati keadaan alam, hutan atau pasar. e. Refleksi, pada pertemuan berikutnya di kelas dibahas hasil penyelidikan mereka, dilakukan pembandingan antara lingkungan alam dan buatan untuk memantapkan hal-hal yang sudah jelas dan memisahkan hal-hal yang masih perlu diselidiki lebih jauh. Pada akhir kegiatan guru dapat memberikan tugas kepada siswa untuk mengamati benda-benda di sekitar siswa untuk mengamati benda-benda di sekitar mereka seperti taman sekolah, kebun, sawah, dll.

25

Beberapa model yang dapat diterapkan dengan mudah dalam pelaksanaan model pembelajaran interaktif antara lain: a. Membaca Berpasangan b. Kelompok Pendukung c. Proyek d. Latihan Keterampilan Bersama e. Tugas Rumah Kelompok f. Ungkapan Nilai g. Forum h. Panel i. Tutorial j. Sajian Situasi Salah satu kebaikan dari model pembelajaran interaktif adalah bahwa siswa belajar mengajukan pertanyaan, mencoba merumuskan pertanyaan, dan mencoba menemukan jawaban terhadap pertanyaannya sendiri dengan melakukan kegiatan observasi (penyelidikan). Dengan cara seperti itu siswa atau anak menjadi kritis dan aktif belajar.

C. Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil Belajar William Burton dalam skripsi karya Supartini (2008:11) menyatakan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas, dan kemampuan yang dicapai oleh pembelajar/peserta didik. Hasil belajar bukan sekedar penguasaan suatu hasil latihan melainkan adanya perubahan perilaku tahap-demi tahap, baik dalam ranah kognitif, afektif, ataupun psikomotor, yang lambat laun terintegrasi menjadi suatu kepribadian. Seseorang yang telah melakukan proses belajar akan terlihat perubahan dalam salah satu atau beberapa ranah tingkah laku tersebut. Oemar Hamalik, sebagaimana dikutip oleh Marliani (2009:23) menyatakan bahwa tingkah laku manusia terdiri dari sejumlah aspek. Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut, yaitu: pengetahuan, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis atau budi pekerti, dan sikap. 2. Pengukuran Hasil Belajar Hasil belajar anak didik dapat dilihat dengan melakukan kegiatan evaluasi. Evaluasi berguna untuk mengetahui sampai mana pencapaian siswa terhadap

26

suatu tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan evaluasi pendidik juga dapat memperoleh timbal balik yang kemudian digunakan untuk memperbaiki serta mengembangkan proses pembelajaran berikutnya. ”Evaluasi berarti penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Padanan kata evaluasi adalah assessment yang berarti proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.” (Syah, 2008:141) Berdasarkan UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pasal 58 ayat 1, ”evaluasi hasil belajar siswa dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan.” Lebih rinci, Sutikno (2008:114) menyebutkan beberapa keguanaan evaluasi, antara lain: a. Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai siswa. b. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompok kelasnya. c. Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan proses belajar mengajar. d. Bahan pertimbangan bagi bimbingan individual siswa. e. Membuat diagnosis mengenai kelemahan-kelemahan dan kemampuan siswa. f. Bahan pertimbangan bagi perubahan arau perbaikan kurikulum. g. Mengetahui status akademis seorang siswa dalam kelompok. h. Mengetahui efisiensi metode mengajar yang digunakan. i. Memberikan laporan kepada siswa dan orang tua. j. Sebagai alat motivasi. k. Mengetahui efektifitas cara belajar mengajar yang telah dilakukan. l. Sebagai bahan umpan balik bagi siswa, guru, dan program pembelajaran. Pada umumnya, ada dua teknik evaluasi, yaitu tes dan non-tes. Tes adalah alat pengukuran berupa pertanyaan, perintah, dan petunjuk yang ditujukan kepada siswa untuk mendapat respon sesuai petunjuk. (Sutikno, 2008:117) Secara umum tes dibagi dua, yaitu tes kepribadian (personality test) dan tes prestasi (achivement test). Adapun bentuk-bentuk tes antara lain: a. Tes tertulis, yaitu tes yang soal dan jawaban diberikan kepada siswa berupa bahasa tertulis, yang terdiri atas: 1) Tes uraian, yaitu tes yang menuntut anak untuk menguraikan jawabannya dengan kata-kata dan cara tersendiri. 2) Tes obyektif, yaitu tes yang itemnya dapat dijawab dengan memilih jawaban yang sudah tersedia. b. Tes lisan, yaitu tes yang soal dan jawabannya menggunakan bahasa lisan.

27

c. Tes perbuatan/tindakan, yaitu tes dimana jawaban yang dituntut dari siswa berupa tindakan atau tingkah laku konkrit. Non-tes merupakan cara pengumpulan data yang tidak menggunakan alatalat baku, tidak bersifat mengukur, dan tidak memperoleh angka-angka sebagai hasil pengukuran. (Sutikno, 2008:130) Yang termasuk teknik non-tes, seperti: a. Observasi, yaitu penghimpunan bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap berbagai fenomena yang dijadikan objek pengamatan. b. Wawancara, yaitu komunikasi langsung antara yang mewawancarai dengan yang diwawancarai. c. Skala sikap, yaitu kumpulan pernyataan mengenai sikap suatu objek. d. Chek list, yaitu daftar yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan diamati. e. Ranting scale, yaitu daftar yang mengukur persepsi objek terhadap berbagai fenomena lingkungan. f. Angket, yaitu alat untuk mengumpulkan dan mencatat data/informasi, sikap, dan faham dalam hubungan kausal.

D. Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar Matematika (dari bahasa Yunani: mathēmatiká) yang artinya mempelajari, secara umum ditentukan sebagai kajian pola dari struktur, perubahan, dan ruang; tak resminya, seseorang dapat mengatakannya sebagai penulisan bilangan dan angka. Dalam pandangan formalis, matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika; pandangan lain tergambar dalam filosofi matematika. Struktur spesifik yang diselidiki oleh matematikus sering mempunyai berasal dari ilmu pengetahuan alam, sangat umum di fisika, tetapi mathematikus juga menegaskan dan menyelidiki struktur untuk sebab hanya dalam ilmu pasti, karena struktur mungkin menyediakan, untuk kejadian, generalisasi pemersatu bagi beberapa sub-bidang, atau alat membantu untuk perhitungan biasa.

28

Akhirnya, banyak matematikus belajar bidang dilakukan mereka untuk sebab yang hanya estetis saja, melihat ilmu pasti sebagai bentuk seni daripada sebagai ilmu praktis atau terapan. Secara umum, semakin kompleks suatu fenomena, semakin kompleks pula alat (dalam hal ini jenis matematika) yang melalui berbagai perumusan (model matematikanya) diharapkan mampu untuk mendapatkan atau sekedar mendekati solusi eksak seakurat-akuratnya. Tingkat kesulitan suatu jenis atau cabang matematika bukan disebabkan oleh jenis atau cabang matematika itu sendiri, tetapi disebabkan oleh sulit dan kompleksnya fenomena yang solusinya diusahakan dicari atau didekati oleh perumusan (model matematikanya) dengan menggunakan jenis atau cabang matematika tersebut. Sebaliknya berbagai fenomena fisik yg mudah di amati, misalnya jumlah penduduk di seluruh Indonesia, tak memerlukan jenis atau cabang matematika yang canggih. Kemampuan aritmetika sudah cukup untuk mencari solusi (jumlah penduduk) dengan keakuratan yang cukup tinggi.

E. Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial, biasa disingkat IPS, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penulisan dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu. IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.

29

Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan. Karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial, di Indonesia IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Sedangkan untuk tingkat di atasnya, mulai dari sekolah menengah tingkat atas (SMA/SMU) dan perguruan tinggi, ilmu sosial dipelajari berdasarkan cabang-cabang dalam ilmu tersebut khususnya jurusan atau fakultas yang memfokuskan diri dalam mempelajari hal tersebut. Ilmu Pengetahuan Sosial secara umum mempelajari berbagai bidang ilmu seperti: Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Antropologi, Psikologi, dan Tata Negara.

BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Subyek Penelitian 1. Tempat Penelitian Proses pelaksanaan dan perbaikan pembelajaran dilaksanakan di SD Negeri 2 Cibogogirang Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta. 2. Waktu Penelitian Tabel 1 Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran Matematika (Eksakta) dan IPS (Non Eksakta) No 1. 2. 3. 4. Mata Pelajaran Matematika Matematika IPS IPS
Pelaksanaan Tindakan

Hari/Tanggal Senin, 9 Agustus 2010 Jumat,13 Agustus 2010 Senin, 16 Agustus 2010 Kamis,19 Agustus 2010

Waktu 1 x 35 Menit 1 x 35 Menit 1 x 35 Menit 1 x 35 Menit

Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II

3. Mata Pelajaran yang Diteliti Mata pelajaran yang dilakukan perbaikannya pada penelitian ini adalah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas III Semester I. Untuk pelajaran matematika materinya adalah mengurutkan dan menentukan pola bilangan pada garis bilangan sedangkan untuk mata pelajaran IPS materinya adalah lingkungan alam dan buatan.

4. Karakteristik Kelas dan Siswa yang Diteliti Kelas yang menjadi subjek penelitian adalah kelas III.A dengan jumlah siswa 24 orang, yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan.Siswa kelas ini rata-rata berusia 8-10 tahun dan berasal dari latar belakang yang berbeda baik dari pendidikan maupun dari segi ekonomi orang tua. Pada umumnya siswa-siswa tersebut berasal dari ekonomi rendah. 22

23

Proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas ini hampir berlangsung dengan lancar dan kondusif. Lokasi sekolah yang berada di lingkungan pedesaan dan jauh dari jalan raya membuat proses belajar lebih nyaman. namun tetap saja perlu diadakan tindakan lebih lanjut untuk terus meningkatkan hasil belajar dan kualitas pembelajaran di kelas ini. Dilihat dari prestasi akademik, siswa di kelas ini dapat dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu : 1. Siswa berprestasi jumlah 5 orang 2. Siswa berkemampuan sedang jumlah 9 orang 3. Siswa berkemampuan kurang jumlah 10 orang Adapun salah satu tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi siswa yang berkemampuan kurang.

B. Deskripsi Persiklus 1. Mata Pelajaran Matematika a. Tindakan Perbaikan Siklus I 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan pada siklus ini berdasarkan pada hasil pembelajaran sebelumnya yang akan dicari solusinya. Melihat dari hasil analisis dan masalah, peneliti berdiskusi dengan kepala sekolah untuk menentukan waktu pelaksanaan penelitian,

menentukan guru yang dilanjutkan dengan

akan membantu dalam penelitian dan menyusun rencana

merancang

pembelajaran, membuat rencana perbaikan pembelajaran dengan menentukan langkah-langkah yang akan dilaksanakan pada proses pembelajaran, menyusun lembar observasi, dan menyusun instrumen penilaian. 2) Pelaksanaan Tindakan pembelajaran siklus ini dilaksanakan pada hari Senin, 9 Agustus 2010 kompetensi dasarnya yaitu menentukan letak bilangan pada garis bilangan dengan indikator mengurutkan dan

24

menentukan pola bilangan pada garis bilangan. Metode yang digunakan berupa pemberian tugas, tanya jawab dan ceramah bervariasi dengan menggunakan media gambar yang beralokasi waktu 1 x 35 menit. Peneliti bertindak sebagai guru, dan dibantu oleh seorang pengamat sebagai teman sejawat yang mencatat kejadian-kejadian selama proses pembelajaran dengan mengisi lembar observasi. 3) Instrumen instrumen yang digunakan pada penelitian dan proses perbaikan ini adalah berupa tes prestasi belajar yang diberikan kepada siswa untuk mengukur pencapaian hasil belajar. 4) Refleksi Refleksi adalah kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang terjadi pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Setelah selesai proses pembelajaran, peneliti dan pengamat mendiskusikan hasil temuan, kelebihan, kekurangan, dan kendalakendala yang dihadapi untuk menentukan upaya dan tindakan yang akan dilakukan pada siklus II yaitu memaksimalkan penggunaan gambar.

b. Tindakan Perbaikan siklus II 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan pada tahap ini adalah menyusun rencana perbaikan pembelajaran dengan menentukan langkahlangkah yang akan ditempuh, menentukan metode dan teknik pembelajaran yang akan digunakan, selain itu peneliti menyusun instrumen obsevasi dan soal tes yang akan dikerjakan oleh siswa. 2) Pelaksanaan Pembelajaran dilaksanakan pada hari Jumat 13 Agustus 2010 kompetensi dasarnya yaitu menentukan letak bilangan pada garis bilangan dengan indikator mengurutkan dan menentukan pola

25

bilangan pada garis bilangan. Pada dasarnya perbaikan pada siklus ini hampir sama dengan pelaksanaan siklus sebelumnya hanya berbedaan terletak pada pembahasan materi pembelajaran. Pada proses pembelajaran peneliti dibantu oleh seorang pengamat yang memantau jalannya proses pembelajaran dengan mengisi lembar observasi keaktifan anak dan peneliti. 3) Instrumen Instrumen yang digunakan pada penelitian dan proses perbaikan ini masih sama dengan siklus I yaitu berupa tes prestasi belajar yang diberikan kepada siswa untuk mengukur pencapaian hasil belajar. 4) Refleksi Setelah peneliti selesai melaksanakan perbaikan maka berdiskusi dengan pengamat menganalisis penguasaan hasil belajar dari mulai daya serap secara klasikal, hasil aktifitas siswa selama

pembelajaran berlangsung, sehingga peneliti mengetahui berhasil atau tidaknya proses perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dan dinyatakan pembelajaran telah berhasil.

2. Mata Pelajaran IPS a. Tindakan Perbaikan Siklus I 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan pada siklus ini berdasarkan pada hasil pembelajaran sebelumnya yang akan dicari solusinya. Melihat dari hasil analisis dan masalah, peneliti berdiskusi dengan kepala sekolah untuk menentukan waktu pelaksanaan penelitian,

menentukan guru yang dilanjutkan dengan

akan membantu dalam penelitian dan menyusun rencana

merancang

pembelajaran, membuat rencana perbaikan pembelajaran dengan menentukan langkah-langkah yang akan dilaksanakan pada proses pembelajaran, menyusun lembar observasi, dan menyusun

instrumen penilaian.

26

2) Pelaksanaan Tindakan pembelajaran siklus ini dilaksanakan pada hari Senin, 16 Agustus 2010 kompetensi dasarnya yaitu menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitar rumah dan sekolah dengan indikator menjelaskan lingkungan alam dan buatan serta manfaatnya bagi kehidupan. Metode yang digunakan berupa pemberian tugas, tanya jawab dan ceramah bervariasi dengan menerapkan model pembelajaran interaktif dan menggunakan media gambar yang beralokasi waktu 1 x 35 menit. Peneliti bertindak sebagai guru, dan dibantu oleh seorang pengamat sebagai teman sejawat yang mencatat kejadian-kejadian selama proses pembelajaran dengan mengisi lembar observasi. 3) Instrumen instrumen yang digunakan pada penelitian dan proses perbaikan ini adalah berupa tes prestasi belajar yang diberikan kepada siswa untuk mengukur pencapaian hasil belajar. 4) Refleksi Refleksi adalah kegiatan mengulas secara kritis tentang perubahan yang terjadi pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Setelah selesai proses pembelajaran, peneliti dan pengamat mendiskusikan hasil temuan, kelebihan, kekurangan, dan kendalakendala yang dihadapi untuk menentukan upaya dan tindakan yang akan dilakukan pada siklus II dengan memaksimalkan penerapan model pembelajaran interaktif pada materi lingkungan alam dan buatan.

b. Tindakan Perbaikan siklus II 1) Perencanaan Perencanaan yang dilakukan pada tahap ini adalah menyusun rencana perbaikan pembelajaran dengan menentukan langkahlangkah yang akan ditempuh, menentukan metode dan teknik

27

pembelajaran yang akan digunakan, selain itu peneliti menyusun instrumen obsevasi dan soal tes yang akan dikerjakan oleh siswa. 2) Pelaksanaan Pembelajaran dilaksanakan pada hari Jumat 19 Agustus 2010 kompetensi dasarnya yaitu menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitar rumah dan sekolah dengan indikator menjelaskan lingkungan alam dan buatan serta manfaatnya bagi kehidupan. Metode yang digunakan berupa pemberian tugas, tanya jawab dan ceramah bervariasi dengan menerapkan model pembelajaran interaktif dan menggunakan media gambar yang beralokasi waktu 1 x 35 menit. Peneliti bertindak sebagai guru, dan dibantu oleh seorang pengamat sebagai teman sejawat yang mencatat kejadiankejadian selama proses pembelajaran dengan mengisi lembar observasi. 3) Instrumen Instrumen yang digunakan pada penelitian dan proses perbaikan ini masih sama dengan siklus I yaitu berupa tes prestasi belajar yang diberikan kepada siswa untuk mengukur pencapaian hasil belajar. 4) Refleksi Setelah peneliti selesai melaksanakan perbaikan maka berdiskusi dengan pengamat menganalisis penguasaan hasil belajar dari mulai daya serap secara Perorangan, hasil aktifitas siswa selama pembelajaran berlangsung, sehingga peneliti mengetahui berhasil atau tidaknya proses perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran interaktif dinyatakan berhasil.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian Pada Bab ini penulis akan melaporkan data hasil penelitian dan pembahasannya mulai dari kegiatan pembelajaran pra-siklus. Siklus 1 dan siklus 2 yang telah dilaksanakan. 1. Mata Pelajaran Matematika a. Deskripsi Tindakan Pembelajaran Pra Siklus Kegiatan awal penelitian yaitu melakukan observasi terhadap pembelajaran Matematika di kelas 3 yang menjadi objek penelitian. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2010 dengan materi mengurutkan dan menentukan pola bilangan pada garis bilangan. Metode yang digunakan adalah ceramah bervariasi, tanya jawab dan penugasan dan diskusi. Dalam pelaksanaan penelitian, penulis mengamati mencatat kemudian mendokumentasikan berbagai temuan dan informasi yang didapat pada saat kegaitan pembelajaran pra siklus. Pada proses pembelajaran di kelas kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan rutin seperti berdo’a bersama, guru mengabsen siswa, mencatat materi pelajaran, melakukan tanya jawab dan diakhiri dengan pemberian tes tertulis sebagai alat penilaian.

28

29

Dari langkah-langkah pembelajaran tersebut di atas dapat terlihat masih adanya dominasi guru dalam kegiatan belajar di kelas dan siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan

berfikirnya. Hal ini dapat dilihat dari lembar observasi tentang hasil aktivitas siswa selama pembelajaran. Tabel 2 Lembar Observasi Tentang Aktivitas Siswa pada Proses Pembelajaran Matematika Pra Siklus No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Deden Ahmad Bakri Deden Syarif Desi Fitriani Dindin Sirojudin Elin Siti N Euis Saadah Fajar Franjani Firman Badrujaman Fitri Nurajijah Hana Nurjanah Herdianto Iik Jakiah Ika Siti Jamilah Imam Sihabudin Siti Rahmah Ripal Muhamad P Aktivitas Siswa + ++ + + + + ++ + + + + + ++ Keterangan - = Kurang + = Cukup ++ = Baik

30

Selain proses pembelajaran dan aktivitas siswa yang relatif kecil. Pembelajaran pra siklus menghasilkan nilai yang kurang memuaskan di mana hanya sebagaian siswa yang memperoleh nilai yang baik dan seluruh siswa hanya mendapatkan rata-rata kelas 56,67.s elanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3 Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran Matematika Pra Siklus No. Nama Siswa 1 Ahmad Rifa 2 Aisyah 3 Akang Ibnu Safei 4 Anggi Budiansyah 5 Ani Haryani 6 Ardiansyah 7 Cici Roudatul Zahro 8 Dedeh Siti Saadah 9 Deden Ahmad Bakri 10 Deden Syarif 11 Desi Fitriani 12 Dindin Sirojudin 13 Elin Siti N 14 Euis Saadah 15 Fajar Franjani 16 Firman Badrujaman 17 Fitri Nurajijah 18 Hana Nurjanah 19 Herdianto 20 Iik Jakiah 21 Ika Siti Jamilah 22 Imam Sihabudin 23 Siti Rahmah 24 Ripal Muhamad P Jumlah Rata-rata Presentase Nilai 70 50 50 40 80 50 70 40 50 40 70 80 70 50 60 60 40 50 60 40 50 40 70 80 1360 56,67 56,67% Keterangan

31

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan masih banyak siswa yang mendapat nilai di bawah rata-rata KKM. Hal tersebut menjadi refleksi bagi peneliti yang ingin memaksimalkan hasil belajar dan mengidentifikasi masalah untuk memperbaiki tindakan pembelajaran dengan cara memaksimalkan penggunaan media gambar yang akan dilaksanakan pada siklus 1.

b. Deskripsi Tindakan Pembelajaran Siklus 1 Pelaksanaan tindakan pembelaharan pada siklus 1 dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 Agustus 2010 yang berpedoman pada rencana pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang telah disusun peneliti. Pada pelaksanaan tindakan pembelajaran materi yang dibahas adalah

“mengurutkan dan menentukan pola bilangan pada garis bilangan” dengan alokasi waktu 1 x 35 menit. Proses pembelajaran seperti biasa diawali dengan berdo’a bersama. Setelah rutinitas dilaksanakan kemudian guru mengabsen siswa dan pada waktu itu seluruh siswa hadir. Selanjutnya guru melakukan apersepsi untuk mengecek pengetahuan awal siswa khususnya tentang mengurutkan bilangan dan menentukan polanya pada garis bilangan. Adapun kegiatan apersepsi pada pembelajaran siklus 1 sebagai berikut: “anak-anak masih ingatkah tentang garis bilangan?”, serta pertanyaan “coba sebutkan pola bilangan loncat dua-dua dari 0 sampai 4 loncatan!”.

32

Pada kegiatan inti guru menunjukkan gambar garis bilangan yang ditempel di papan tulis, siswa mengamati gambar yang sudah ditempel, kondisi ruang kelas sedikit gaduh pada situasi seperti itu guru menenangkan siswa dengan menjelaskan materi secara singkat. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang hal yang belum dipahami. Kondisi pembelajaran masih kurang kondusif karena siswa masih ada yang belum paham. Melihat kondisi itu guru menugaskan 4 orang siswa untuk mengisi garis bilangan yang belum ada angkanya di papan tulis. Pada kegiatan akhir guru memberikan 5 soal latihan kepada siswa secara individu sebagai post test, sasaran yang ingin dicapai pada post test ini yaitu untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa terhadap materi yang diajarkan selama pembelajaran dengan menggunakan media gambar. Selain tes hasil belajar, penelitian dilakukan juga pada aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung untuk melihat hasil penilaiannya dapat dijabarkan pada tabel berikut: Tabel 4 Lembar Observasi Tentang Aktivitas Siswa pada Proses Pembelajaran Matematika Siklus I No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Aktivitas Siswa ++ + ++ + ++ Keterangan - = Kurang + = Cukup ++ = Baik

33

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Deden Ahmad Bakri Deden Syarif Desi Fitriani Dindin Sirojudin Elin Siti N Euis Saadah Fajar Franjani Firman Badrujaman Fitri Nurajijah Hana Nurjanah Herdianto Iik Jakiah Ika Siti Jamilah Imam Sihabudin Siti Rahmah Ripal Muhamad P

+ + ++ ++ + + + + ++ ++

Berdasarkan tabel di atas, pada siklus I terlihat bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkatkan dibandingkan dengan aktivitas siswa pada pembelajaran pra siklus. Refleksi tindakan pembelajaran siklus I yaitu penggunaan media gambar yang belum bisa dilaksanakan secara maksimal sesuai dengan perencanaan. Hasil post test dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5 Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran Matematika Siklus I No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Nilai 80 50 70 50 90 60 80 40 Keterangan

34

9 Deden Ahmad Bakri 10 Deden Syarif 11 Desi Fitriani 12 Dindin Sirojudin 13 Elin Siti N 14 Euis Saadah 15 Fajar Franjani 16 Firman Badrujaman 17 Fitri Nurajijah 18 Hana Nurjanah 19 Herdianto 20 Iik Jakiah 21 Ika Siti Jamilah 22 Imam Sihabudin 23 Siti Rahmah 24 Ripal Muhamad P Jumlah Rata-rata Presentase

60 50 70 80 80 50 60 70 40 50 60 50 60 40 80 90 1510 62,92 62,92%

Dari data daftar nilai di atas pada siklus I dapat terlihat bahwa siswa yang dianggap berhasil memperoleh nilai > 60 sebanyak 15 orang, sedangkan yang memperoleh nilai di bawah 60 sebanyak 9 orang, nilai rata-rata yang diperoleh dari siklus I adalah 62,92. Hal ini menunjukkan telah adanya peningkatan nilai dari pembelajaran pra siklus.

c. Deskripsi Tindakan Pembelajaran Siklus II Pelaksanaan tindakan pembelajaran siklus II masih berpedoman pada perencanaan perbaikan pembelajaran yang telah disusun peneliti. Materi yang diajarkan sama seperti pembelajaran pada siklus I, begitupun metodenya juga masih sama pada kegiatan awal siswa diberi pertanyaan “coba sebutkan pola bilangan loncat tiga-tiga dari 0 sampai 4 loncatan”

35

sebagai apersepsi dan untuk mengecek pengetahuan siswa terhadap materi yang telah disampaikan pada siklus I. Pada kegiatan inti peneliti menempel gambar garis bilangan di papan tulis. Siswa mengamati gambar tersebut dan peneliti menerangkan materi dengan singkat. Dalam kegiatan tersebut masih ada saja siswa yang tidak memperhatikan. Untuk mengantisipasi hal tersebut kemudian peneliti menyuruh beberapa orang siswa untuk maju ke depan mengisi garis bilangan yang masih kosong, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Kegiatan tanya jawab berlangsung, dan membahas hasil pekerjaan siswa yang dipapan tulis. Kegiatan akhir ditutup dengan menyimpulkan materi dan pemberian tes akhir (post test). Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus II mengalami peningkatan yang baik, di mana pada umumnya hampir seluruh siswa dalam kegiatan pembelajaran memperhatikan dan ikut berpartisipasi dalam memaksimalkan media gambar garis bilangan. Aktivitas siswa dapat dilihat pada tabel: Tabel 6 Lembar Observasi Tentang Aktivitas Siswa pada Proses Pembelajaran Matematika Siklus II No. 1 2 3 4 5 6 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Aktivitas Siswa ++ + + ++ + Keterangan - = Kurang + = Cukup ++ = Baik

36

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Deden Ahmad Bakri Deden Syarif Desi Fitriani Dindin Sirojudin Elin Siti N Euis Saadah Fajar Franjani Firman Badrujaman Fitri Nurajijah Hana Nurjanah Herdianto Iik Jakiah Ika Siti Jamilah Imam Sihabudin Siti Rahmah Ripal Muhamad P

++ + ++ + ++ ++ ++ + + ++ + + ++ + + ++ ++

Berdasarkan tabel di atas pada siklus II aktivitas siswa meningkat dibandingkan siklus sebelumnya. Pada siklus II siswa aktif selama proses pembelajaran. Selain aktivitas siswa yang meningkat tingkat penguasaan dan hasil belajar pada siklus II mengalami peningkatan yang baik. Hal ini disebabkan karena siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran

menggunakan media gambar. Selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut:

37

Tabel 7 Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran Matematika Siklus II No. Nama Siswa 1 Ahmad Rifa 2 Aisyah 3 Akang Ibnu Safei 4 Anggi Budiansyah 5 Ani Haryani 6 Ardiansyah 7 Cici Roudatul Zahro 8 Dedeh Siti Saadah 9 Deden Ahmad Bakri 10 Deden Syarif 11 Desi Fitriani 12 Dindin Sirojudin 13 Elin Siti N 14 Euis Saadah 15 Fajar Franjani 16 Firman Badrujaman 17 Fitri Nurajijah 18 Hana Nurjanah 19 Herdianto 20 Iik Jakiah 21 Ika Siti Jamilah 22 Imam Sihabudin 23 Siti Rahmah 24 Ripal Muhamad P Jumlah Rata-rata Presentase Nilai 90 60 70 60 100 70 90 60 80 70 80 90 90 60 70 80 60 60 80 70 70 50 90 90 1790 74,58 74,58% Keterangan

Berdasarkan tabel daftar nilai tes akhir pada siklus II dapat terlihat adanya peningkatan yang cukup signifikan. Siswa yang dianggap berhasil memperoleh nilai > 60 sebanyak 23 orang. Sedangkan hanya 1 orang yang mendapatkan nilai < 60, nilai rata-rata dari siklus II adalah 74,58.

38

Refleksi tindakan pembelajaran siklus

II yaitu terjadinya

peningkatan hasil belajar, keaktifan siswa serta kinerja guru dalam mengajar pun mengalami perubahan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar garis bilangan pada pembelajaran Matematika materi mengurutkan dan menentukan pola bilangan pada garis bilangan sangat efektif dan efisien guna meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan peneliti, dilakukan serangkaian analisis tingkat penguasaan siswa, terhadap pemahaman

pembelajaran dengan menghasilkan nilai belajar dan daya serap klasikal terhadap materi mulai dari pra siklus hingga siklus II. Data yang diperoleh dari hasil belajar dapat dirangkum dalam tabel di bawah ini: Tabel 8 Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran Matematika No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Deden Ahmad Bakri Deden Syarif Desi Fitriani Dindin Sirojudin Elin Siti N Euis Saadah Pra Siklus 70 50 50 40 80 50 70 40 50 40 70 80 70 50 Hasil Perbaikan Siklus I Siklus II 80 90 50 60 70 70 50 60 90 100 60 70 80 90 40 60 60 80 50 70 70 80 80 90 80 90 50 60 Ket

39

15 Fajar Franjani 16 Firman Badrujaman 17 Fitri Nurajijah 18 Hana Nurjanah 19 Herdianto 20 Iik Jakiah 21 Ika Siti Jamilah 22 Imam Sihabudin 23 Siti Rahmah 24 Ripal Muhamad P JUMLAH RATA-RATA PRESENTASE

60 60 40 50 60 40 50 40 70 80 1360 56,67 56,67%

60 70 40 50 60 50 60 40 80 90 1510 62,92 62,92%

70 80 60 60 80 70 70 50 90 90 1790 74,58 74,58%

Grafik 1 Grafik Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika
80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Presentase Hasil Belajar Pra Siklus Siklus I Siklus II

Berdasarkan tabel 8 dan grafik 1 di atas dapat dilihat tingkat keberhasilan pembelajaran di mana dalam pembelajaran pra siklus penguasaan hasil belajar siswa kelas 3 A hanya 56,67%, pada siklus I menjadi 62,92% dan pada siklus II 74,58%.

40

Dengan demikian maka pembelajaran Matematika mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga dapat dikatakan berhasil. Tabel 9 Lembar Observasi Tentang Aktivitas Siswa pada Proses Pembelajaran Matematika No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Deden Ahmad Bakri Deden Syarif Desi Fitriani Dindin Sirojudin Elin Siti N Euis Saadah Fajar Franjani Firman Badrujaman Fitri Nurajijah Hana Nurjanah Herdianto Iik Jakiah Ika Siti Jamilah Imam Sihabudin Siti Rahmah Ripal Muhamad P Pra Siklus + ++ + + + + ++ + + + + + ++ Hasil Perbaikan Siklus I Siklus II ++ ++ + + + ++ ++ + + ++ ++ + + ++ + + ++ ++ ++ ++ ++ + + + + ++ + + + ++ + + + ++ ++ ++ ++ Ket

41

Dari hasil observasi proses pembelajaran diperoleh gambaran aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan penggunaan media gambar garis bilangan berhasil dengan baik terbukti dengan adanya peningkatan dari pra siklus, siklus I dan ke siklus II. Berdasarkan data hasil observasi dan perolehan penguasaan akhir pada setiap siklus disertai diskusi dengan teman sejawat, maka pembelajaran Matematika dengan menggunakan media gambar mengalami kemajuan dan penelitian dianggap berhasil.

2. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial a. Deskripsi Tindakan Pembelajaran Pra Siklus Kegiatan awal penelitian yaitu melakukan observasi terhadap pembelajaran IPS di kelas 3 yang menjadi objek penelitian. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2010 dengan materi lingkungan alam dan lingkungan buatan metode, yang digunakan adalah ceramah bervariasi, dan diskusi. Dalam pelaksanaan penelitian, penulis mengamati, mencatat kemudian mendokumentasikan berbagai temuan dan informasi yang didapat pada saat kegiatan pembelajaran pra siklus. Pada kegiatan awal guru memberikan apersepsi untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi dan siswa melakukan diskusi pada kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan materi dan memberikan tes tertulis sebagai alat penilaian.

42

Dari langkah-langkah pembelajaran tersebut dapat terlihat bahwa masih adanya dominasi guru dalam pembelajaran walaupun dengan menggunakan metode diskusi. Hal ini dapat dilihat dari lembar hasil observasi tentang aktivitas siswa selama pembelajaran di bawah ini. Tabel 10 Lembar Observasi Tentang Aktivitas Siswa pada Proses Pembelajaran IPS Pra Siklus No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Deden Ahmad Bakri Deden Syarif Desi Fitriani Dindin Sirojudin Elin Siti N Euis Saadah Fajar Franjani Firman Badrujaman Fitri Nurajijah Hana Nurjanah Herdianto Iik Jakiah Ika Siti Jamilah Imam Sihabudin Siti Rahmah Ripal Muhamad P Aktivitas Siswa + ++ + + + ++ + + + + Keterangan - = Kurang + = Cukup ++ = Baik

43

Selain proses pembelajaran dan aktivitas siswa yang masih rendah. Kegiatan pembelajaran pra siklus menghasilkan nilai yang kurang memuaskan pada hasil belajar tes tertulis pada akhir pembelajaran. Hasil dapat dilihat pada tabel 11. Tabel 11 Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPS Pra Siklus No. Nama Siswa 1 Ahmad Rifa 2 Aisyah 3 Akang Ibnu Safei 4 Anggi Budiansyah 5 Ani Haryani 6 Ardiansyah 7 Cici Roudatul Zahro 8 Dedeh Siti Saadah 9 Deden Ahmad Bakri 10 Deden Syarif 11 Desi Fitriani 12 Dindin Sirojudin 13 Elin Siti N 14 Euis Saadah 15 Fajar Franjani 16 Firman Badrujaman 17 Fitri Nurajijah 18 Hana Nurjanah 19 Herdianto 20 Iik Jakiah 21 Ika Siti Jamilah 22 Imam Sihabudin 23 Siti Rahmah 24 Ripal Muhamad P Jumlah Rata-rata Presentase Nilai 70 40 50 50 80 50 60 50 60 40 60 80 70 50 50 50 40 50 60 50 40 30 60 70 1310 54,58 54,58% Keterangan

44

Berdasarkan data nilai di atas, siswa mendapat nilai yang kurang memuaskan di mana hanya 8 siswa yang mendapat nilai sesuai di atas KKM. 16 siswa mendapat nilai di bawah KKM dengan perolehan nilai rata-rata hanya 54,58%. Hal tersebut menjadi refleksi bagi peneliti yang ingin memaksimalkan hasil belajar dan mengidentifikasi masalah dengan memperbaiki pembelajaran dengan cara menerapkan model pembelajaran interaktif pada siklus I.

b. Deskripsi Tindakan Pembelajaran Siklus I Pelaksanaan tindakan pembelajaran pada siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 16 Agustus 2010 yang berpedoman pada rencana perbaikan pembelajaran yang telah disusun oleh peneliti. Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I materi yang dibahas adalah lingkungan alam dan buatan dengan alokasi waktu 1 x 35 menit. Metode yang digunakan adalah ceramah bervariasi dan tanya jawab disertai dengan penerapan model pembelajaran interaktif. Pada awal pembelajaran guru memberikan apersepsi untuk mengecek pengetahuan siswa dengan memberikan pertanyaan, “Sebutkan lingkungan alam yang ada di sekolahmu! Dan apa manfaat danau?” Pada kegiatan inti guru menunjukkan gambar lingkungan alam sambil bertanya jawab tentang gambar tersebut kemudian guru menjelaskan materi secara singkat. Siswa mulai antusias dengan adanya sedikit penjelasan guru dan siswa mengadakan tanya jawab tentang

45

lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar rumah dan sekolah. Kemudian siswa secara bergiliran diberikan pertanyaan dan guru pun merespon jawaban siswa. Pada akhir pembelajaran diadakan tes tertulis yang bertujuan

untuk mengukur hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran interaktif untuk mengetahui keaktifan/aktivitas siswa dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 12 Lembar Observasi Tentang Aktivitas Siswa pada Proses Pembelajaran IPS Siklus I No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Deden Ahmad Bakri Deden Syarif Desi Fitriani Dindin Sirojudin Elin Siti N Euis Saadah Fajar Franjani Firman Badrujaman Fitri Nurajijah Hana Nurjanah Herdianto Iik Jakiah Ika Siti Jamilah Imam Sihabudin Siti Rahmah Ripal Muhamad P Aktivitas Siswa ++ ++ + + + ++ + ++ ++ ++ + + + + + + + ++ Keterangan - = Kurang + = Cukup ++ = Baik

46

Berdasarkan tabel di atas aktivitas siswa dalam pembelajaran sudah ada peningkatan dibandingkan dengan pembelajaran pada pra siklus. Hasil belajar pun sudah ada peningkatan tetapi belum maksimal. Hasil belajar dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 13 Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPS Siklus I No. Nama Siswa 1 Ahmad Rifa 2 Aisyah 3 Akang Ibnu Safei 4 Anggi Budiansyah 5 Ani Haryani 6 Ardiansyah 7 Cici Roudatul Zahro 8 Dedeh Siti Saadah 9 Deden Ahmad Bakri 10 Deden Syarif 11 Desi Fitriani 12 Dindin Sirojudin 13 Elin Siti N 14 Euis Saadah 15 Fajar Franjani 16 Firman Badrujaman 17 Fitri Nurajijah 18 Hana Nurjanah 19 Herdianto 20 Iik Jakiah 21 Ika Siti Jamilah 22 Imam Sihabudin 23 Siti Rahmah 24 Ripal Muhamad P Jumlah Rata-rata Presentase Nilai 90 50 50 50 90 70 70 70 80 70 80 90 80 80 70 70 50 50 70 60 60 50 70 90 1660 69,17 69,17% Keterangan

47

Berdasarkan data nilai di atas dapat dilihat bahwa siswa yang dianggap berhasil memperoleh nilai > 60 sebanyak 18 orang, sedangkan yang memperoleh nilai di bawah 60 sebanyak 6 orang, dengan nilai ratarata yang diperoleh 69,17. Hal ini menunjukkan telah adanya peningkatan nilai dari pembelajaran pra siklus. Refleksi tindakan pembelejaran siklus I yaitu penerapan model pembelajaran interaktif yang belum maksimal sesuai dengan perencanaan.

c. Deskripsi Tindakan Pembelajaran Siklus II Pelaksanaan tindakan pembelajaran siklus II masih berpedoman pada perencanaan perbaikan pembelajaran yang telah disusun peneliti, materi yang dibahas sama seperti pembelajaran pada siklus I begitupun metodenya. Pada kegiatan awal siswa diberi pertanyaan “Coba sebutkan lingkungan alam yang ada disekitar sekolahmu!” sebagai apersepsi untuk mengecek pengetahuan siswa terhadap materi yang telah dibahas pada siklus I. Pada kegiatan inti guru kembali menunjukkan gambar lingkungan alam sambil melakukan tanya jawab. Guru menerangkan materi secara singkat. Aktivitas siswa pun meningkat. Siswa dengan antusias bertanya kepada guru dan guru pun kondusif karena terjadinya tanya jawab antara siswa dengan guru, kemudian secara bergiliran siswa diberikan pertanyaan, guru pun merespon jawaban dari siswa. Pada kegiatan akhir

48

ditutup dengan menyimpulkan materi dan pemberian tes akhir secara tertulis. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus II mengalami peningkatan, di mana pada umumnya hampir seluruh siswa dalam kegiatan pembelajaran ikut berpartisipasi dalam aktivitas siswa dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 14 Lembar Observasi Tentang Aktivitas Siswa pada Proses Pembelajaran IPS Siklus II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Deden Ahmad Bakri Deden Syarif Desi Fitriani Dindin Sirojudin Elin Siti N Euis Saadah Fajar Franjani Firman Badrujaman Fitri Nurajijah Hana Nurjanah Herdianto Iik Jakiah Ika Siti Jamilah Imam Sihabudin Siti Rahmah Ripal Muhamad P Aktivitas Siswa ++ + + + ++ + ++ + ++ + ++ ++ ++ ++ ++ + + + + + + ++ ++ Keterangan - = Kurang + = Cukup ++ = Baik

49

Berdasarkan tabel di atas, pada siklus II aktivitas siswa meningkat dibandingkan siklus I, pada siklus II siswa pada umumnya terlihat aktif selama proses pembelajaran. Selain aktivitas siswa yang meningkat, tingkat penguasaan dan hasil belajar pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran dengan penerapan model interaktif. Selanjutnya hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 15 Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPS Siklus II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Deden Ahmad Bakri Deden Syarif Desi Fitriani Dindin Sirojudin Elin Siti N Euis Saadah Fajar Franjani Firman Badrujaman Fitri Nurajijah Hana Nurjanah Herdianto Iik Jakiah Ika Siti Jamilah Imam Sihabudin Nilai 100 60 80 60 100 90 80 70 80 70 80 100 100 80 80 80 60 60 70 70 70 50 Keterangan

50

23 Siti Rahmah 24 Ripal Muhamad P Jumlah Rata-rata Presentase

90 100 1880 78,33 78,33%

Berdasarkan tabel daftar nilai tes akhir pada siklus II dapat terlihat adanya peningkatan yang baik. Siswa yang berhasil memperoleh nilai > 60 sebanyak 23 orang, dan hanya 1 orang yang mendapatkan nilai < 60 dengan nilai rata-rata yang peroleh adanya 78,33. Refleksi tindakan pembelajaran siklus II yaitu terjadinya

peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kinerja guru dalam proses belajar mengajarkan pun mengalami perubahan yang positif. Hal ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran interaktif pada pembelajaran IPS dalam materi lingkungan alam dan buatan sangat efektif dan efisien guna meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan peneliti, dilakukan serangkaian analisis tingkat penguasaan siswa terhadap pemahaman pembelajaran dengan menghasilkan nilai belajar dan pemahaman pembelajaran dengan menghasilkan nilai belajar dan daya serap perorangan terhadap materi mulai dari pra siklus, siklus I hingga siklus II data yang diperoleh dari hasil belajar dapat dirangkum dalam tabel berikut:

51

Tabel 16 Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPS No. Nama Siswa Pra Siklus 70 40 50 50 80 50 60 50 60 40 60 80 70 50 50 50 40 50 60 50 40 30 60 70 1310 54,58 54,58% Hasil Perbaikan Siklus I Siklus II 90 100 50 60 50 80 50 60 90 100 70 90 70 80 70 70 80 80 70 70 80 80 90 100 80 100 80 80 70 80 70 80 50 60 50 60 70 70 60 70 60 70 50 50 70 90 90 100 1660 69,17 69,17% 1880 78,33 78,33% Ket 1880 78,33 78,33%

1 Ahmad Rifa 2 Aisyah 3 Akang Ibnu Safei 4 Anggi Budiansyah 5 Ani Haryani 6 Ardiansyah 7 Cici Roudatul Zahro 8 Dedeh Siti Saadah 9 Deden Ahmad Bakri 10 Deden Syarif 11 Desi Fitriani 12 Dindin Sirojudin 13 Elin Siti N 14 Euis Saadah 15 Fajar Franjani 16 Firman Badrujaman 17 Fitri Nurajijah 18 Hana Nurjanah 19 Herdianto 20 Iik Jakiah 21 Ika Siti Jamilah 22 Imam Sihabudin 23 Siti Rahmah 24 Ripal Muhamad P JUMLAH RATA-RATA PRESENTASE

52

Grafik 2 Grafik Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPS
90,00% 80,00% 70,00%

60,00%
50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Pra Siklus Siklus I Siklus II

Presentase Hasil Belajar

Berdasarkan tabel 16 dan grafik 2 di atas dapat dilihat tingkat keberhasilan pembelajaran, di mana dalam pembelajaran pra siklus penguasaan hasil belajar siswa kelas 3 A hanya 54,58%. Pada siklus I menjadi 69,17% dan siklus II 78,33%. Dengan demikian maka pembelajaran IPS mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga dapat dikatakan berhasil. Tabel 17 Lembar Observasi Tentang Aktivitas Siswa pada Proses Pembelajaran IPS No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Siswa Ahmad Rifa Aisyah Akang Ibnu Safei Anggi Budiansyah Ani Haryani Ardiansyah Cici Roudatul Zahro Dedeh Siti Saadah Deden Ahmad Bakri Pra Siklus + ++ + + Hasil Perbaikan Siklus I Siklus II ++ ++ + + + ++ ++ + + + ++ + + ++ ++ Ket

53

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Deden Syarif Desi Fitriani Dindin Sirojudin Elin Siti N Euis Saadah Fajar Franjani Firman Badrujaman Fitri Nurajijah Hana Nurjanah Herdianto Iik Jakiah Ika Siti Jamilah Imam Sihabudin Siti Rahmah Ripal Muhamad P

+ ++ + + + +

+ ++ ++ ++ + + + + + + + ++

+ ++ ++ ++ ++ ++ + + + + + + ++ ++

Dari hasil observasi proses pembelajaran diperoleh gambaran bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran interaktif berhasil dengan baik, terbukti dengan adanya peningkatan dari pembelajaran pra siklus, siklus I hingga siklus II. Berdasarkan data hasil observasi dan perolehan penguasaan akhir pada setiap siklus disertai diskusi dengan teman sejawat, maka pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran interaktif mengalami kemajuan dan penelitian dianggap berhasil.

B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Pembahasan Hasil Pembelajaran Matematika Dari hasil analisis yang dilakukan bahwa penggunaan media gambar dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada umumnya berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang diinginkan. Tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran dengan penggunaan media gambar dapat meningkat dibandingkan dengan pembelajaran pra siklus yang belum menggunakan media gambar. Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh adalah 62,92 ini dirasakan belum mencapai hasil yang optimal, dikarenakan siswa masih beradaptasi

54

dengan penggunaan media gambar dan lemahnya pengetahuan siswa dalam menentukan pola bilangan terutama pada garis bilangan. Peningkatan hasil belajar siswa menjadi acuan guru untuk melakukan evaluasi pembelajaran yang cukup tinggi. Pada pembelajaran tindakan siklus II mencapai hasil 74,58% aktivitas siswa dalam menggunakan media gambar juga baik. Siswa memperhatikan penjelasan dan pertanyaan guru. Siswa dengan antusias ke depan mengisi bilangan yang belum ada angkanya pada garis bilangan. Suasana pembelajaran pun dapat kondusif karena hampir seluruh siswa ikut berpartisipasi aktif menggunakan media gambar yang ada. Sehingga dapat diperoleh hasil belajar yang maksimal siswa berhasil mencapai hasil belajar yang memuaskan artinya ketuntasan belajar telah tercapai.

2. Pembahasan Hasil Pembelajaran IPS Hasil analisis yang dilakukan, penerapan model pembelajaran interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkungan alam dan buatan sesuai yang diharapkan. Pada pembelajaran pra siklus sebelum penerapan model pembelajaran interaktif nilai rata-rata siswa 54,48 hal ini menunjukkan di bawah KKM. Kemudian setelah melakukan tindakan pembelajaran siklus I yang menerapkan model pembelajaran interaktif rata-rata hasil belajar siswa pun meningkat menjadi 69,17 hal ini belum mencapai hasil yang maksimal dikarenakan siswa belum memahami benar model pembelajaran interaktif yang guru kembangkan hanya beberapa siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran selebihnya masih pasif, akan tetapi pada pembelajaran siklus II aktivitas dan hasil belajar pun meningkat. Aktivitas siswa pada siklus II pada umumnya baik. Hampir semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga hasil belajar yang diperoleh pun meningkat. Nilai rata-rata pada siklus II adalah 78,33 hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran interaktif dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan, artinya ketuntasan belajar telah dicapai.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan

menggunakan 2 siklus Penelitian Tindakan Kelas, maka penelitian yang berjudul” Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Materi Mengurutkan dan Menentukan Pola Bilangan pada Garis Bilangan’’dan“Penerapan Model Pembelajaran Interaktif dalam

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Lingkungan Alam dan Buatan” dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Sebelum menggunakan Media Gambar dalam pembelajaran Matematika pada Materi Mengurutkan dan Menentukan Pola Bilangan pada Garis bilangan, hasil belajar yang diperoleh siswa kurang baik,hal ini terbukti dari hasil penilaian Tes Akhir yang memperoleh nilai rata-rata 56,67.Oleh karena itu Media Gambar dirasakan sangat efektif bagi Guru untuk melakukan perbaikan pembelajaran.Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus 1 hasil belajar siswa naik dengan memperoleh nilai rata-rata 62,92 kemudian pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II hasil belajar siswa naik kembali dengan memperoleh nilai ratarata 74,58.Selain dapat meningkatkan hasil belajar Media Gambar juga dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa selama proses

pembelajaran berlangsung,ini terbukti dari hasil observasi tentang aktivitas siswa yang meningkat pada setiap siklus. 2. Sebelum menerapkan Model Pembelajaran Interaktif dalam pembelajaran IPS pada materi Lingkungan Alam dan Buatan,hasil belajar yang diperoleh siswa kurang memuaskan/kuranng baik, hal ini terbukti dari hasil penilaian tes akhir yang memperoleh nilai rata-rata 54,58. Oleh karena itu Model Pembelajaran Interaktif dirasakan sangat efekitf bagi Guru untuk melakukan perbaikan pembelajaran.Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I hasil belajar siswa naik dengan

55

56

memperoleh nilai rata-rata 69,17 kemudian pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II hasil belajar siswa naik kembali dengan memperoleh nilai rata-rata 78,33. Selain dapat meningkatkan hasil belajar Model Pembelajaran Interaktif juga dapat memotivasi siswa

untuk belajar lebih aktif dan komunikasi yang baik dengan guru maupun teman sendiri,ini terbukti dari hasil observasi tentang aktivitas siswa yang meningkat pada setiap siklus.

B. Saran Beberapa saran yang dapat penulis sampaikan, antara lain: 1. Pemilihan penggunaan media dan model pembelajaran yang sesuai akan berdampak positif dalam perbaikan pembelajaran oleh karena itu diharapkan untuk melakukan perbaikan pada setiap pembelajaran dengan pemilihan media dan model pembelajaran yang sesuai. 2. Tingkatkan terus inovasi pendidikan, terutama dalam hal pemilihan media dan model pembelajaran yang sesuai. 3. Kurangnya sarana dan prasarana jangan dijadikan alasan untuk tidak berinovasi, karena media dan model belajar bisa didapat dari berbagai sumber yang murah bahkan tanpa biaya yaitu dengan memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar. 4. Untuk memacu tenaga pendidik lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan media dan model pembelajaran sehingga hasil belajar siswa akan lebih baik. 5. .Untuk meningkatkan kualitas guru yang profesional perlu terus dilakukan kegiatan yang berkesinambungan melalui KKG dalam upaya berbagi pendapat dan tukar pengalaman.

DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Badan Nasional Standar Pendidikan. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Tngkat SD, MI, dan SD-LB. Jakarta: BNSP. Budiono. Strategi Memanfaatkan Media Gambar. http://tpcommunity05.blogspot. com/2008/05/strategi-memanfaatkan-media-gambar.html. diakses 15 Agustus 2010. Marliani, Linda. 2009. Penerapan Metode Inkuiri dalam Pembelajaran IPA di SD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Cahaya. Skripsi S1 UPI-Purwakarta: tidak diterbitkan. Republik Indonesia. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sadulloh, U., Robandi, B., Muharam, A. 2007. Pedagogik. Cipta Utama. Sudrajat, Akhmad. Media Pembelajaran. http://akhmadsudrajat/wordpress.com/. tanggal 12 Januari 2008. _______. Pengertian Pendekatan Strategi Metode Teknik Taktik dan Model Pembelajaran. http://www.psb-psma.org/content/blog/pengertianpendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran. diakses 15 Agustus 2010. Sumiati. 2008. Metode Pembelajaran. Banduing: Wacana Prima. Supartini. 2008. Hubungan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa di SMK AlHidayah 1 Jakarta Selatan. Skripsi Sarjana Pendidikan STKIP Purnama Jakarta: Tidak diterbitkan. Sutikno, M. S., 2004. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Prospect. _______, 2008. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Prospect. Syah, Muhibbin. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Tafsir, Ahmad. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Wahyudin, Dinn. 2008. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Universitas Terbuka Winataputra, Udin S. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka. _________. 2008. Materi dan Pembelajaran IPS SD. Jakarta: Universitas Terbuka

57

60

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Tema Kelas/Semester Alokasi Waktu : Matematika : Kegiatan : III (tiga) / 1 (satu) : 2 x 35 menit

1. Standar Kompetensi Melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga angka. 2. Kompetensi Dasar Menentukan letak bilangan pada garis bilangan. 3. Indikator a. Mengurutkan bilangan dengan membuat garis bilangan. b. Menentukan pola pada garis bilangan. 4. Tujuan Pembelajaran a. Peserta didik dapat mengurutkan bilangan dengan membuat garis bilangan. b. Peserta didik dapat menentukan pola pada garis bilangan. 5. Materi Pokok Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan a. Mengurutkan Bilangan pada Garis Bilangan Contoh: 39 42 40 45 46 43 41 44 Bilangan diatas dapat diurutkan pada garis bilangan seperti berikut: 39 40 41 42 43 44 45 46 b. Menentukan Pola pada Garis Bilangan Contoh: Bobi membilang loncat dua-dua dari 0 sampai 4 loncatan. 0 1 2 3 4 5 6 7 8

Urutan bilangan yang ditulis: 0,2,4,6,8 6. Metode Pembelajaran a. Diskusi b. Penugasan c. Ceramah Bervariasi

60

61

7. Kegiatan Pembelajaran a. Kegiatan Awal (5 menit) 1) Mempersiapkan materi dan alat peraga. 2) Mengulas materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan. 3) Menjelaskan indikator yang akan dicapai. b. Kegiatan Inti (40 menit) 1) Peserta didik menyimak materi menentukan letak bilangan pada garis bilangan. 2) Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. 3) Peserta didik berdiskusi kelompok mengisi LKS. c. Kegiatan Akhir (25 menit) 1) Mengadakan penilaian. 2) Menyimpulkan materi. 3) Memberikan tindak lanjut berupa PR. 8. Penilaian a. Teknik Tes : Tes b. Bentuk Tes : Tertulis - Isian c. Instrumen : 1) Soal Isilah titik-titik di bawah ini dengan bilangan yang tepat! 1. 13 14 20 22 …… …… diisi bilangan …… 2. 4 , 8 , 12 , …… 3. 1 5 9 b 17 21 b diisi bilangan …… 4. Gambarlah garis bilangan berpola loncat tiga-tiga antara 20 dan 37! 5. 7 Bilangan ganjil secara berurutan setelah 11 adalah …… , …… , …… , …… , …… , …… , …… 2) Kunci Jawaban 1. 18 2. 16 3. 13 4. 23 26 29 32 35 5. 13 , 15 , 17 , 19 , 21 , 23 , 25 3) LKS (terlampir)

61

62

9. Alat dan Sumber Belajar a. Sumber Belajar 1) Buku Matematika Kelas 3 PT. Aneka Ilmu, hal 3-11. 2) Kurikulum KTSP. b. Alat Peraga 1) Garis Bilangan

Mengetahui, Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang

Purwakarta, Juli 2010 Mahasiswa

Hasanudin, A.Ma.Pd. NIP. 195807271978031003

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

62

63

LEMBAR KERJA SISWA 1. Kerjakan LKS dengan baik! 2. Diskusikan bersama kelompok! Soal 1. Tunjukkan pada garis bilangan pola bilangan yang dimulai dari 0 loncat duadua sampai 5 loncatan! Tulislah pola bilangan tersebut! 2. Tulislah bilangan loncat lima-lima dari 0 sampai 4 loncatan! 3. Tulislah bilangan loncat enam-enam dari 0 sampai 5 loncatan! 4. Tulislah 10 bilangan ganjil secara berurutan mulai dari 15! 5. Tulislah 10 bilangan genap secara berurutan mulai dari 30!

Jawaban 1. ………………………………………………………………………………. 2. ………………………………………………………………………………. 3. ………………………………………………………………………………. 4. ………………………………………………………………………………. 5. ……………………………………………………………………………….

Kelompok : Anggota : 1. …………………………. 2. …………………………. 3. …………………………. 4. …………………………. 5. …………………………. 6. …………………………. 7. …………………………. 8. ………………………….

63

64

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 Mata Pelajaran Kelas/Semester Hari, Tanggal Alokasi Waktu : Matematika : III (tiga) / 1 (satu) : Senin, 9 Agustus 2010 : 1 x 35 menit

1. Kompetensi Dasar Menentukan letak bilangan pada garis bilangan. 2. Hasil Belajar Siswa dapat mengurutkan bilangan dan menentukan pola bilangan pada garis bilangan. 3. Indikator Mengurutkan dan menentukan pola bilangan pada garis bilangan. 4. Tujuan Perbaikan Pembelajaran a. Siswa mampu mengurutkan bilangan dengan membuat garis bilangan dengan tepat. b. Siswa dapat menentukan pola bilangan pada garis bilangan dengan menggunakan media gambar garis bilangan. 5. Materi Pembelajaran Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan a. Menentukan letak bilangan pada garis bilangan dengan membuat garis bilangan -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5

Garis bilangan digambar dengan tanda anak panah di kedua ujungnya. Pada garis bilangan hitungan mempunyai pola langkah yang tetap dan sama baik ke kanan maupun ke kiri. Contoh: -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5

Pada garis bilangan, jarak setiap bilangan ke bilangan , jarak setiap bilangan ke bilangan yang terdekat adalah sama, setiap bergerak 1 satuan petak ke kanan menunjukkan bilangan bertambah. Misalnya dari angka 2 bergerak 1 petak ke kanan sampailah pada angka 3. Demikian juga setiap bergerak 1 petak ke kiri berarti bilangannya berkurang satu. Misalnya dari angka 10 bergerak 1 satuan ke kiri maka sampailah pada angka 9. Garis bilangan dapt diteruskan baik ke kiri maupun ke kanan sampai tak terbatas.

64

65

b. Mengenal pola bilangan (membilang loncat) Contoh: 0 1
3

2

3

4
3

5

6

7
3

8

9

Garis bilangan di atas menunjukkan bilangan yang meloncat tiga-tiga. 0 1 2
5

3

4

5

6

7
5

8

9

10

Garis bilangan di atas menunjukkan bilangan yang meloncat lima-lima. 6. Metode a. Ceramah Bervariasi b. Tanya Jawab c. Penugasan 7. Kegiatan Pembelajaran a. Kegiatan Awal (5 menit) 1) Guru mengkondisikan dan mengarahkan perhatian siswa pada pembelajaran yang akan diajarkan. 2) Melakukan tanya jawab tentang pelajaran yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Adapun pertanyaan yang diajukan antara lain: a) Masih ingatkah tentang garis bilangan? b) Sebutkan pola bilangan loncat dua-dua dari 0 sampai 4 loncatan! 3) Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran. b. Kegiatan Inti (20 menit) 1) Guru menunjukkan gambar garis bilangan di papan tulis kepada siswa. 2) Siswa mengamati gambar garis bilangan. 3) Guru menjelaskan materi tentang cara mengurutkan dan menentukan pola bilangan / membilang loncat. 4) Memberikan kesempatan bertanya kepada siswa tentang hal-hal yang belum dipahami mengenai cara mengurutkan dan menentukan pola bilangan loncat. 5) Beberapa siswa ditugaskan ke depan untuk mengisi garis bilangan yang belum ada angkanya di papan tulis. c. Kegiatan Akhir (10 menit) 1) Menyimpulkan materi pelajaran. 2) Mengadakan penilaian. 3) Tindak lanjut dengan memberikan PR.

65

66

8. Alat dan Sumber Belajar a. Sumber Belajar 1) Buku Nur Fajariah & Devi Triratnawati; Matematika Kelas 3; PT. Aneka Ilmu, hal. 3-11. 2) Kiat Gemilang (Penunjang Kegiatan Belajar) Matematika kelas 3 PT. Cipta Pustaka, hal. 2-3 3) Kurikulum KTSP. b. Alat Belajar 1) Gambar Garis Bilangan 9. Penilaian a. Prosedur : Tes Awal dan Tes Akhir b. Jenis : Lisan dan Tulisan c. Bentuk : Isian d. Instrumen : 1) Soal Isilah titik-titik di bawah ini dengan bilangan yang tepat! 1. 13 14 20 22 …… …… diisi bilangan …… 2. 4 , 8 , 12 , …… 3. 1 5 9 b 17 21 b diisi bilangan …… 4. Gambarlah garis bilangan berpola loncat tiga-tiga antara 20 dan 37! 5. 7 Bilangan ganjil secara berurutan setelah 11 adalah …… , …… , …… , …… , …… , …… , …… 2) Kunci Jawaban 1. 18 2. 16 3. 13 4. 23 26 29 32 35 5. 13 , 15 , 17 , 19 , 21 , 23 , 25

Mengetahui, Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang

Purwakarta, 9 Agustus 2010 Mahasiswa

Hasanudin, A.Ma.Pd. NIP. 195807271978031003

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

66

67

LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN EKSAKTA SIKLUS I Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Pengamatan : Matematika : III / 1 : Senin, 9 Agustus 2010 : Penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran Kemunculan Tidak Ada Ada      

No. 1. 2. 3.

Aspek Yang Diamati Guru menyiapkan media gambar Guru menggunakan media gambar yang telah disiapkan Siswa secara bergilir menggunakan media gambar yang telah tersedia Media gambar dapat membantu proses pembelajaran Siswa mendemontrasikan media gambar yang tersedia Siswa aktif menggunakan media gambar yang tersedia Guru melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran

Komentar Media gambar sudah digunakan, tetapi tidak semua siswa bisa mendemontrasikan media tersebut

4. 5. 6. 7.

Pengamat Teman sejawat

Linda Marliani, S.Pd. NIP. 19821216 200801 2 003

67

68

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SIKLUS 1 Hari, Tanggal : Senin, 9 Agustus 2010 Kemunculan Tidak Ada Ada         

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Aspek Penilaian Siswa konsentrasi saat pembelajaran Siswa komunikatif saat pembelajaran Siswa kesulitan mengerjakan soal evaluasi Siswa gaduh saat evaluasi Siswa mengerjakan soal evaluasi tepat waktu Siswa menangis saat pembelajaran Siswa masih ada yang ngobrol Siswa mengantuk di kelas Siswa lupa membawa alat tulis

Komentar Komunikasi guru dan siswa belum terlihat, karena masih ada siswa yang gaduh dan mengobrol saat pembelajaran

Mahasiswa

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

68

69

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 2 Mata Pelajaran Kelas/Semester Hari, Tanggal Alokasi Waktu : Matematika : III (tiga) / 1 (satu) : Jum’at, 13 Agustus 2010 : 1 x 35 menit

1. Kompetensi Dasar Menentukan letak bilangan pada garis bilangan. 2. Hasil Belajar Siswa dapat mengurutkan bilangan dan menentukan pola bilangan pada garis bilangan. 3. Indikator Mengurutkan dan menentukan pola bilangan pada garis bilangan. 4. Tujuan Perbaikan Pembelajaran a. Siswa mampu mengurutkan bilangan dengan membuat garis bilangan dengan tepat. b. Siswa dapat menentukan pola bilangan pada garis bilangan dengan menggunakan media gambar garis bilangan. 5. Materi Pembelajaran Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan a. Menentukan letak bilangan pada garis bilangan dengan membuat garis bilangan -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5

Garis bilangan digambar dengan tanda anak panah di kedua ujungnya. Pada garis bilangan hitungan mempunyai pola langkah yang tetap dan sama baik ke kanan maupun ke kiri. Contoh: -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5

Pada garis bilangan, jarak setiap bilangan ke bilangan , jarak setiap bilangan ke bilangan yang terdekat adalah sama, setiap bergerak 1 satuan petak ke kanan menunjukkan bilangan bertambah. Misalnya dari angka 2 bergerak 1 petak ke kanan sampailah pada angka 3. Demikian juga setiap bergerak 1 petak ke kiri berarti bilangannya berkurang satu. Misalnya dari angka 10 bergerak 1 satuan ke kiri maka sampailah pada angka 9. Garis bilangan dapt diteruskan baik ke kiri maupun ke kanan sampai tak terbatas.

69

70

b. Mengenal pola bilangan (membilang loncat) Contoh: 0 1
3

2

3

4
3

5

6

7
3

8

9

Garis bilangan di atas menunjukkan bilangan yang meloncat tiga-tiga. 0 1 2
5

3

4

5

6

7
5

8

9

10

Garis bilangan di atas menunjukkan bilangan yang meloncat lima-lima. 6. Metode a. Ceramah Bervariasi b. Tanya Jawab c. Penugasan 7. Kegiatan Pembelajaran a. Kegiatan Awal (5 menit) 1) Guru mengkondisikan dan mengarahkan perhatian siswa pada pembelajaran yang akan diajarkan. 2) Melakukan tanya jawab tentang pelajaran yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Adapun pertanyaan yang diajukan antara lain: a) Sebutkan pola bilangan loncat tiga-tiga dari 0 sampai 4 loncatan! 3) Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran. b. Kegiatan Inti (20 menit) 1) Siswa mengamati gambar garis bilangan. 2) Guru menjelaskan materi tentang cara mengurutkan dan menentukan pola bilangan / membilang loncat. 3) Memberikan kesempatan bertanya kepada siswa tentang hal yang belum dipahami mengenai cara mengurutkan dan menentukan pola bilangan loncat. 4) Beberapa siswa ditugaskan ke depan untuk mengisi garis bilangan yang belum ada angkanya di papan tulis. 5) Guru membahas hasil jawaban siswa. c. Kegiatan Akhir (10 menit) 1) Menyimpulkan materi pelajaran. 2) Mengadakan penilaian. 3) Tindak lanjut berupa pesan agar rajin belajar di rumah.

70

71

8. Alat dan Sumber Belajar a. Sumber Belajar 1) Buku Nur Fajariah & Devi Triratnawati; Matematika Kelas 3; PT. Aneka Ilmu, hal. 3-11. 2) Kiat Gemilang (Penunjang Kegiatan Belajar) Matematika kelas 3 PT. Cipta Pustaka, hal. 2-3 3) Kurikulum KTSP. b. Alat Belajar 1) Gambar Garis Bilangan 9. Penilaian a. Prosedur : Tes Awal dan Tes Akhir b. Jenis : Lisan dan Tulisan c. Bentuk : Isian d. Instrumen : 1) Soal Isilah titik-titik di bawah ini dengan bilangan yang tepat! 1. 20 22 23 24 25 26 a b a b diisi bilangan …… diisi bilangan ……

28

29

2. 3 , 6, 9, 12, ……, ……,…… 3. 1 6 11 b 21 26

b diisi bilangan …… 4. Gambarlah garis bilangan berpola loncat empat-empat antara 20 dan 32! 5. 5 Bilangan ganjil secara berurutan setelah 9 adalah …… , …… , …… , …… , …… , 2) Kunci Jawaban 1. 21, 27 2. 15, 18 , 21 3. 16 4. 20 24 28 5. 11, 13, 15, 17, 19

32

Mengetahui, Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang

Purwakarta, 13 Agustus 2010 Mahasiswa

Hasanudin, A.Ma.Pd. NIP. 195807271978031003

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

71

72

LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN EKSAKTA SIKLUS 2 Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Pengamatan : Matematika : III / 1 : Jum’at, 13 Agustus 2010 : Penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran Kemunculan Tidak Ada Ada       

No. 1. 2. 3.

Aspek Yang Diamati Guru menyiapkan media gambar Guru menggunakan media gambar yang telah disiapkan Siswa secara bergilir menggunakan media gambar yang telah tersedia Media gambar dapat membantu proses pembelajaran Siswa mendemontrasikan media gambar yang tersedia Siswa aktif menggunakan media gambar yang tersedia Guru melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran

Komentar Pada siklus II media gambar sudah dapat digunakan secara maksimal, dan siswa hampir seluruhnya bisa menggunakan media tersebut.

4. 5. 6. 7.

Pengamat Teman sejawat

Linda Marliani, S.Pd. NIP. 19821216 200801 2 003

72

73

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SIKLUS 2 Hari, Tanggal : Jum’at, 13 Agustus 2010 Kemunculan Tidak Ada Ada         

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Aspek Penilaian Siswa konsentrasi saat pembelajaran Siswa komunikatif saat pembelajaran Siswa kesulitan mengerjakan soal evaluasi Siswa gaduh saat evaluasi Siswa mengerjakan soal evaluasi tepat waktu Siswa menangis saat pembelajaran Siswa masih ada yang ngobrol Siswa mengantuk di kelas Siswa lupa membawa alat tulis

Komentar Pembelajaran berjalan sesuai dengan yang diharapkan

Mahasiswa

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

73

74

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Tema Kelas/Semester Alokasi Waktu : IPS : Tempat Umum : III (tiga) / 1 (satu) : 2 x 35 menit

1. Standar Kompetensi Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. 2. Kompetensi Dasar Menceritakan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah. 3. Indikator a. Menyebutkan contoh lingkungan alam di sekitar rumah dan sekolah. b. Menyebutkan contoh lingkungan buatan di sekitar rumah dan sekolah. c. Menjelaskan manfaat lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah. 4. Tujuan Pembelajaran a. Peserta didik dapat menyebutkan contoh lingkungan alam di sekitar rumah dan sekolah. b. Peserta didik dapat menyebutkan contoh lingkungan buatan di sekitar rumah dan sekolah. c. Peserta didik dapat menjelaskan manfaat lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah. 5. Materi Pokok Lingkungan Alam dan Buatan a. Lingkungan alam adalah kenampakan permukaan bumi yang merupakan ciptaan Tuhan melalui proses alam. Seperti: gunung, sungai, laut, hutan, danau, pantai, teluk, dan lain-lain. b. Lingkungan buatan adalah kenampakan permukaan bumi yang dibuat oleh manusia. Seperti: sawah, rumah, kebun, terminal, stasiun, sekolah, dan lain-lain. 6. Metode Pembelajaran a. Diskusi b. Ceramah Bervariasi

74

75

7. Kegiatan Pembelajaran a. Kegiatan Awal (10 menit) 1) Berdo’a, mengabsen, mempersiapkan materi ajar dan alat peraga. 2) Menyanyikan lagu “Naik-Naik ke Puncak Gunung”. 3) Menjelaskan kompetensi dasar yang akan dicapai. b. Kegiatan Inti (40 menit) 1) Peserta didik menyimak materi lingkungan alam dan lingkungan buatan. 2) Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok; 1 kelompok = 8 orang. 3) Peserta didik berdiskusi tentang lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar rumah dan sekolah serta manfaatnya. 4) Peserta didik mengisi LKS secara berkelompok. c. Kegiatan Akhir (25 menit) 1) Mengadakan penilaian. 2) Menyimpulkan materi. 3) Tindak lanjut berupa pemberian PR. 8. Penilaian a. Teknik Tes : Tes b. Bentuk Tes : Tertulis - Isian c. Instrumen : 1) Soal Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar! 1. Lingkungan alam adalah ………… 2. Manfaat danau antara lain adalah ………… 3. Tempat mendaratnya pesawat terbang disebut ………… 4. Manfaat rumah antara lain adalah ………… 5. Lingkungan buatan dibuat oleh ………… 2) Kunci Jawaban 1. kenampakan permukaan bumi yang merupakan ciptaan Tuhan melalui proses alam 2. untuk pariwisata, PLTA, perikanan 3. Bandara 4. Tempat tinggal 5. Manusia 3) LKS (terlampir)

75

76

9. Alat dan Sumber Belajar a. Sumber Belajar 1) Buku IPS Kelas 3 PT. Sarana Panca Karya Nusa, hal 1-9. 2) Buku IPS Kelas 3 PT. Erlangga, hal 1-9. 3) Kurikulum KTSP. b. Alat Peraga 1) Gambar pemandangan alam, gunung, dan laut. 2) Lingkungan sekitar sekolah.

Mengetahui, Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang

Purwakarta, Juli 2010 Mahasiswa

Hasanudin, A.Ma.Pd. NIP. 195807271978031003

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

76

77

LEMBAR KERJA SISWA

Perhatikan lingkungan sekitar sekolah dan rumahmu! Catatlah lingkungan buatan apa saja yang kamu lihat! Tulislah dalam daftar di bawah ini!

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Nama Lingkungan Buatan

Manfaat

Kelompok : Anggota : 1. …………………………. 2. …………………………. 3. …………………………. 4. …………………………. 5. …………………………. 6. …………………………. 7. …………………………. 8. ………………………….

77

78

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 Mata Pelajaran Kelas/Semester Hari, Tanggal Alokasi Waktu : IPS : III (tiga) / 1 (satu) : Senin, 16 Agustus 2010 : 1 x 35 menit

1. Kompetensi Dasar Menceritakan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah. 2. Hasil Belajar Siswa dapat menjelaskan lingkungan alam dan buatan serta manfaatnya bagi kehidupan. 3. Indikator Menjelaskan lingkungan alam dan buatan serta manfaatnya bagi kehidupan. 4. Tujuan Perbaikan Pembelajaran a. Siswa lebih memahami lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar rumah dan sekolah. b. Siswa dapat menjelaskan manfaat dari lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar rumah dan sekolah. 5. Materi Pembelajaran Lingkungan Alam dan Buatan a. Lingkungan alam adalah kenampakan permukaan bumi yang merupakan ciptaan Tuhan melalui proses alam. Seperti: gunung, sungai, laut, hutan, danau, pantai, teluk, dan lain-lain. b. Lingkungan buatan adalah kenampakan permukaan bumi yang dibuat oleh manusia. Seperti: sawah, rumah, kebun, terminal, stasiun, sekolah, dan lain-lain. 6. Metode a. Ceramah Bervariasi b. Tanya Jawab c. Penugasan 7. Kegiatan Pembelajaran a. Kegiatan Awal (5 menit) 1) Guru mengkondisikan dan mengarahkan perhatian siswa pada pembelajaran yang akan diajarkan. 2) Melakukan tanya jawab tentang pelajaran yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Adapun pertanyaan yang diajukan antara lain: a) Sebutkan lingkungan alam yang ada di sekolahmu! b) Apa manfaat dari danau? 3) Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran.

78

79

b. Kegiatan Inti (20 menit) 1) Guru menunjukkan gambar lingkungan alam sambil bertanya jawab tentang gambar tersebut. 2) Siswa menceritakan gambar yang telah dibawanya di depan kelas. 3) Siswa yang lain mengamati gambar yang dibawa temannya sambil mengajukan pertanyaan. 4) Guru mengarahkan dan menjelaskan gambar yang telah dibawa siswa. 5) Guru dan siswa mengadakan tanya jawab tentang keadaan alam sesuai gambar (hutan, pasar, dll). c. Kegiatan Akhir (10 menit) 1) Menyimpulkan materi pelajaran. 2) Mengadakan penilaian. 3) Tindak lanjut berupa PR. 8. Alat dan Sumber Belajar a. Sumber Belajar 1) Buku Dra. Lilih S., M.Pd., dkk; IPS Kelas 3; PT. Sarana Panca Karya Nusa, hal. 1-9. 2) Buku Asy’ari, dkk; IPS Kelas 3; PT. Erlangga, hal. 1-9. 3) Sarana Aktif untuk Anak Kreatif LKS IPS SD Kelas 3 Semester 1; CV. Sarana Mukti Karya; hal. 2-3. 4) Kurikulum KTSP. b. Alat Belajar 1) Gambar pemandangan alam, gunung, dan laut. 2) Lingkungan sekitar sekolah. 9. Penilaian a. Prosedur : Tes Awal dan Tes Akhir b. Jenis : Lisan dan Tulisan c. Bentuk : Isian d. Instrumen : 1) Soal Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar! 1. Lingkungan alam adalah ………… 2. Manfaat danau antara lain adalah ………… 3. Tempat mendaratnya pesawat terbang disebut ………… 4. Manfaat rumah antara lain adalah ………… 5. Lingkungan buatan dibuat oleh …………

79

80

2) Kunci Jawaban 1. kenampakan permukaan bumi yang merupakan ciptaan Tuhan melalui proses alam 2. untuk pariwisata, PLTA, perikanan 3. Bandara 4. Tempat tinggal 5. Manusia

Mengetahui, Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang

Purwakarta, 16 Agustus 2010 Mahasiswa

Hasanudin, A.Ma.Pd. NIP. 195807271978031003

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

80

81

LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN PERBAIKAN PERBELAJARAN NON EKSAK SIKLUS 1 Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Pengamatan : Ilmu Pengetahuan Sosial : III / 1 : Senin, 16 Agustus 2010 : Penerapan model pembelajaran interaktif dalam proses pembelajaran Kemunculan Tidak Ada Ada  

No. 1. 2.

Aspek Yang Diamati Mengelola ruang dan fasilitas pembelajaran Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan isi pembelajaran Menggunakan alat bantu pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, siswa, situasi dan lingkungan Menangani pertanyaan dan respon siswa Mengembangkan pemahaman konsep IPS terpadu Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi Membantu siswa menumbuhkan kepercayaan diri Melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran

Komentar Peneliti sudah dapat mengelola ruang dan fasilitas pembelajaran Penggunaan alat bantu sudah digunakan, dan penerapan model pembelajaran interaktif tapi belum maksimal

3.

     

4. 5. 6.

7. 8.

Pengamat Teman sejawat

Linda Marliani, S.Pd. NIP. 19821216 200801 2 003

81

82

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SIKLUS 1 Hari, Tanggal : Senin, 16 Agustus 2010 Kemunculan Tidak Ada Ada         

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Aspek Penilaian Siswa konsentrasi saat pembelajaran Siswa komunikatif saat pembelajaran Siswa kesulitan mengerjakan soal evaluasi Siswa gaduh saat evaluasi Siswa mengerjakan soal evaluasi tepat waktu Siswa menangis saat pembelajaran Siswa masih ada yang ngobrol Siswa mengantuk di kelas Siswa lupa membawa alat tulis

Komentar Pembelajaran belum berjalan dengan kondusif dan belum sesuai dengan prosedur yang dibuat

Mahasiswa

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

82

83

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN SIKLUS 2 Mata Pelajaran Kelas/Semester Hari, Tanggal Alokasi Waktu : IPS : III (tiga) / 1 (satu) : Kamis, 19 Agustus 2010 : 1 x 35 menit

1. Kompetensi Dasar Menceritakan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan sekolah. 2. Hasil Belajar Siswa dapat menjelaskan lingkungan alam dan buatan serta manfaatnya bagi kehidupan. 3. Indikator Menjelaskan lingkungan alam dan buatan serta manfaatnya bagi kehidupan. 4. Tujuan Perbaikan Pembelajaran a. Siswa lebih memahami lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar rumah dan sekolah. b. Siswa dapat menjelaskan manfaat dari lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar rumah dan sekolah. 5. Materi Pembelajaran Lingkungan Alam dan Buatan a. Lingkungan alam adalah kenampakan permukaan bumi yang merupakan ciptaan Tuhan melalui proses alam. Seperti: gunung, sungai, laut, hutan, danau, pantai, teluk, dan lain-lain. b. Lingkungan buatan adalah kenampakan permukaan bumi yang dibuat oleh manusia. Seperti: sawah, rumah, kebun, terminal, stasiun, sekolah, dan lain-lain. 6. Metode a. Ceramah Bervariasi b. Tanya Jawab c. Penugasan 7. Kegiatan Pembelajaran a. Kegiatan Awal (5 menit) 1) Guru mengkondisikan dan mengarahkan perhatian siswa pada pembelajaran yang akan diajarkan. 2) Melakukan tanya jawab tentang pelajaran yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Adapun pertanyaan yang diajukan antara lain: c) Sebutkan lingkungan buatan yang ada di sekolahmu! d) Apa manfaat dari sawah? 3) Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran.

83

84

b. Kegiatan Inti (20 menit) 1) Guru menunjukkan gambar lingkungan alam sambil bertanya jawab tentang gambar tersebut. 2) Guru dan siswa mengadakan tanya jawab tentang lingkungan buatan yang ada di sekitar rumah dan sekolah. 3) Siswa secara bergiliran diberi pertanyaan tentang lingkungan alam dan buatan serta manfaatnya bagi kehidupan. 4) Guru merespon jawaban siswa. c. Kegiatan Akhir (10 menit) 1) Menyimpulkan materi pelajaran. 2) Mengadakan penilaian. 3) Tindak lanjut berupa pesan agar memelihara lingkungan alam dan buatan yang ada di sekitar rumah atau sekolah. 8. Alat dan Sumber Belajar a. Sumber Belajar 1) Buku Dra. Lilih S., M.Pd., dkk; IPS Kelas 3; PT. Sarana Panca Karya Nusa, hal. 1-9. 2) Buku Asy’ari, dkk; IPS Kelas 3; PT. Erlangga, hal. 1-9. 3) Sarana Aktif untuk Anak Kreatif LKS IPS SD Kelas 3 Semester 1; CV. Sarana Mukti Karya; hal. 2-3. 4) Kurikulum KTSP. b. Alat Belajar 1) Gambar pemandangan alam, gunung, dan laut. 2) Lingkungan sepkitar sekolah. 9. Penilaian a. Prosedur : Tes Awal dan Tes Akhir b. Jenis : Lisan dan Tulisan c. Bentuk : Isian d. Instrumen : 1) Soal Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar! 1. Lingkungan alam adalah ………… 2. Manfaat dari sekolah adalah………… 3. Berikan 2 contoh dari lingkungan alam ! 4. Tempat berhentinya kereta api disebut………… 5. Berikan 2 contoh lingkungan buatan yang ada di sekitar sekolahmu!

84

85

2) Kunci Jawaban 1. Kenampakan permukaan bumi yang merupakan ciptaan Tuhan melalui proses alam 2. Untuk belajar, menuntut ilmu 3. Gunung, sungai, laut dll 4. Stasiun 5. Sawah, rumah, taman

Mengetahui, Kepala SD Negeri 2 Cibogogirang

Purwakarta, 19 Agustus 2010 Mahasiswa

Hasanudin, A.Ma.Pd. NIP. 195807271978031003

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

85

86

LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN NON EKSAK SIKLUS 2 Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Pengamatan : Ilmu Pengetahuan Sosial : III / 1 : Kamis, 19 Agustus 2010 : Penerapan model pembelajaran interaktif dalam proses pembelajaran Kemunculan Tidak Ada Ada  

No. 1. 2.

Aspek Yang Diamati Mengelola ruang dan fasilitas pembelajaran Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan isi pembelajaran Menggunakan alat bantu pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, siswa, situasi dan lingkungan Menangani pertanyaan dan respon siswa Mengembangkan pemahaman konsep IPS terpadu Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi Membantu siswa menumbuhkan kepercayaan diri Melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran

Komentar Penerapan model pembelajaran interaktif sudah dilaksanakan dan terlihat ada interaksi yang baik antara guru dengan siswa

3.

     

4. 5. 6.

7. 8.

Pengamat Teman sejawat

Linda Marliani, S.Pd. NIP. 19821216 200801 2 003

86

87

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SIKLUS 2 Hari, Tanggal : Kamis, 19 Agustus 2010 Kemunculan Tidak Ada Ada         

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Aspek Penilaian Siswa konsentrasi saat pembelajaran Siswa komunikatif saat pembelajaran Siswa kesulitan mengerjakan soal evaluasi Siswa gaduh saat evaluasi Siswa mengerjakan soal evaluasi tepat waktu Siswa menangis saat pembelajaran Siswa masih ada yang ngobrol Siswa mengantuk di kelas Siswa lupa membawa alat tulis

Komentar Dalam pembelajaran guru dan siswa sudah ada interaksi, situasi kelas kondusif

Mahasiswa

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

87

88

LEMBAR PENGAMATAN SISWA

Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari, Tanggal

: Matematika : III / 1 : Senin, 9 Agustus 2010

No. 1

Perilaku Siswa Yang Diamati Siswa sering bertanya

Kemunculan Ada Tidak Ada

Komentar

2

Siswa rukun dengan teman sekelas Siswa selalu menjawab pertanyaan dari guru Siswa serius dalam belajar

3

4

5

Aktivitas siswa di kelas

6

Siswa gaduh di kelas

Pengamat

Linda Marliani, S.Pd. NIP. 19821216 200801 2 003

88

89

LEMBAR PENGAMATAN SISWA

Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari, Tanggal

: Matematika : III / 1 : Jum’at, 13 Agustus 2010

No. 1

Perilaku Siswa Yang Diamati Siswa sering bertanya

Kemunculan Ada Tidak Ada

Komentar

2

Siswa rukun dengan teman sekelas Siswa selalu menjawab pertanyaan dari guru Siswa serius dalam belajar

3

4

5

Aktivitas siswa di kelas

6

Siswa gaduh di kelas

Pengamat

Linda Marliani, S.Pd. NIP. 19821216 200801 2 003

89

90

LEMBAR PENGAMATAN SISWA

Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari, Tanggal

: Ilmu Pengetahuan Sosial : III / 1 : Senin, 16 Agustus 2010

No. 1

Perilaku Siswa Yang Diamati Siswa sering bertanya

Kemunculan Ada Tidak Ada

Komentar

2

Siswa rukun dengan teman sekelas Siswa selalu menjawab pertanyaan dari guru Siswa serius dalam belajar

3

4

5

Aktivitas siswa di kelas

6

Siswa gaduh di kelas

Pengamat

Linda Marliani, S.Pd. NIP. 19821216 200801 2 003

90

91

LEMBAR PENGAMATAN SISWA

Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari, Tanggal

: Ilmu Pengetahuan Sosial : III / 1 : Kamis, 19 Agustus 2010

No. 1

Perilaku Siswa Yang Diamati Siswa sering bertanya

Kemunculan Ada Tidak Ada

Komentar

2

Siswa rukun dengan teman sekelas Siswa selalu menjawab pertanyaan dari guru Siswa serius dalam belajar

3

4

5

Aktivitas siswa di kelas

6

Siswa gaduh di kelas

Pengamat

Linda Marliani, S.Pd. NIP. 19821216 200801 2 003

91

92

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SIKLUS 1 Hari, Tanggal : Senin, 9 Agustus 2010 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aspek Penilaian Siswa konsentrasi saat pembelajaran Siswa komunikatif saat pembelajaran Siswa kesulitan mengerjakan soal evaluasi Siswa gaduh saat evaluasi Siswa mengerjakan soal evaluasi tepat waktu Siswa menangis saat pembelajaran Siswa masih ada yang ngobrol Siswa mengantuk di kelas Siswa lupa membawa alat tulis        Kemunculan Komentar Ada Tidak Ada  

Mahasiswa

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

92

93

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SIKLUS 2 Hari, Tanggal : Jum’at, 13 Agustus 2010 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aspek Penilaian Siswa konsentrasi saat pembelajaran Siswa komunikatif saat pembelajaran Siswa kesulitan mengerjakan soal evaluasi Siswa gaduh saat evaluasi Siswa mengerjakan soal evaluasi tepat waktu Siswa menangis saat pembelajaran Siswa masih ada yang ngobrol Siswa mengantuk di kelas Siswa lupa membawa alat tulis      Kemunculan Komentar Ada Tidak Ada    

Mahasiswa

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

93

94

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SIKLUS 1 Hari, Tanggal : Senin, 16 Agustus 2010 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aspek Penilaian Siswa konsentrasi saat pembelajaran Siswa komunikatif saat pembelajaran Siswa kesulitan mengerjakan soal evaluasi Siswa gaduh saat evaluasi Siswa mengerjakan soal evaluasi tepat waktu Siswa menangis saat pembelajaran Siswa masih ada yang ngobrol Siswa mengantuk di kelas Siswa lupa membawa alat tulis        Kemunculan Komentar Ada Tidak Ada  

Mahasiswa

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

94

95

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SIKLUS 2 Hari, Tanggal : Kamis, 19 Agustus 2010 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aspek Penilaian Siswa konsentrasi saat pembelajaran Siswa komunikatif saat pembelajaran Siswa kesulitan mengerjakan soal evaluasi Siswa gaduh saat evaluasi Siswa mengerjakan soal evaluasi tepat waktu Siswa menangis saat pembelajaran Siswa masih ada yang ngobrol Siswa mengantuk di kelas Siswa lupa membawa alat tulis      Kemunculan Komentar Ada Tidak Ada    

Mahasiswa

Neneng Mulyaningsih NIM. 816 549 243

95

96

Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran Matematika No. Nama Siswa Pra Siklus 70 50 50 40 80 50 70 40 50 40 70 80 70 50 60 60 40 50 60 40 50 40 70 80 1360 56,67 56,67% Hasil Perbaikan Siklus I Siklus II 80 90 50 60 70 70 50 60 90 100 60 70 80 90 40 60 60 80 50 70 70 80 80 90 80 90 50 60 60 70 70 80 40 60 50 60 60 80 50 70 60 70 40 50 80 90 90 90 1510 62,92 62,92% 1790 74,58 74,58% Ket

1 Ahmad Rifa 2 Aisyah 3 Akang Ibnu Safei 4 Anggi Budiansyah 5 Ani Haryani 6 Ardiansyah 7 Cici Roudatul Zahro 8 Dedeh Siti Saadah 9 Deden Ahmad Bakri 10 Deden Syarif 11 Desi Fitriani 12 Dindin Sirojudin 13 Elin Siti N 14 Euis Saadah 15 Fajar Franjani 16 Firman Badrujaman 17 Fitri Nurajijah 18 Hana Nurjanah 19 Herdianto 20 Iik Jakiah 21 Ika Siti Jamilah 22 Imam Sihabudin 23 Siti Rahmah 24 Ripal Muhamad P JUMLAH RATA-RATA PRESENTASE

96

97

Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran IPS No. Nama Siswa Pra Siklus 70 40 50 50 80 50 60 50 60 40 60 80 70 50 50 50 40 50 60 50 40 30 60 70 1310 54,58 54,58% Hasil Perbaikan Siklus I Siklus II 90 90 50 60 50 60 50 60 90 100 70 70 70 80 70 70 80 80 70 70 80 80 90 90 80 90 80 80 70 80 70 70 50 60 50 60 70 70 60 70 60 70 50 50 70 80 90 100 1660 69,17 69,17% 1790 74,58 74,58% Ket

1 Ahmad Rifa 2 Aisyah 3 Akang Ibnu Safei 4 Anggi Budiansyah 5 Ani Haryani 6 Ardiansyah 7 Cici Roudatul Zahro 8 Dedeh Siti Saadah 9 Deden Ahmad Bakri 10 Deden Syarif 11 Desi Fitriani 12 Dindin Sirojudin 13 Elin Siti N 14 Euis Saadah 15 Fajar Franjani 16 Firman Badrujaman 17 Fitri Nurajijah 18 Hana Nurjanah 19 Herdianto 20 Iik Jakiah 21 Ika Siti Jamilah 22 Imam Sihabudin 23 Siti Rahmah 24 Ripal Muhamad P JUMLAH RATA-RATA PRESENTASE

97

94

RIWAYAT HIDUP

Neneng Mulyaningsih dilahirkan di Purwakarta pada tanggal 21 Juni 1972. Penulis merupakan anak kedua dari 5 bersaudara dari pasangan suami istri, Bapak H. Isep Bakar Sidik dan Ibu Hj. Ayum Karyumi. Pendidikan yang pernah ditempuhnya yaitu SDN Citeko Kecamatan Plered lulus tahun 1985. Dan melanjutkan ke SMP Negeri Tegalwaru lulus tahun 1988. setelah itu melanjutkan lagi ke SPG Negeri Purwakarta lulus tahun 1991. Setelah lulus dari SPG Penulis membaktikan diri menjadi tenaga honorer di SD Negeri Citeko sampai tahun 1993. Namun keluar dari mengabdikan dirinya karena lain hal yang bersifat pribadi. Kemudian diterima bekerja di PT. INDORAMA SYNTHETICS. Dalam masa kerjanya yaitu tahun 1994 menikah

dengan Dedi Mulyadi. Tahun 1995 dikaruniai anak pertama yang diberi nama Dodi Eka Nugraha, namun pada kelahiran anak pertama mengundurkan diri dan fokus menjadi ibu rumah tangga. Tahun 2001 lahirlah anak kedua diberi nama Dandy Chandra Purnama. Tahun 2005 Penulis mengikuti testing Guru Bantu Daerah Terpencil (GBDT) Alhamdulillah diterima dan ditempatkan di SD Negeri 2 Cibogogirang Plered hingga sekarang. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke D2 PGSD UT untuk meningkatkan dan menambah wawasan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan perkembangan serta tuntutan masyarakat. Dengan berjalannya waktu kemudian penulis diangkat menjadi PNS tahun 2007. Pada bulan Nopember 2008 dikaruniai kembali anak ketiga diberi nama Salma Fatin Naurah. Dengan adanya kebijakan dari pemerintah bahwa guru SD minimal harus S1 kemudian melanjutkan kembali pendidikannya ke S1 PGSD UT hingga saat ini dengan prediksi kelulusan tahun 2011.

94

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->