P. 1
PKP - Probing pada Matematika dan Diskusi pada B. Indonesia

PKP - Probing pada Matematika dan Diskusi pada B. Indonesia

|Views: 9,137|Likes:
Published by Eka L. Koncara
Read online only.

Lebih lanjut langsung saja ke: ka_koncara@yahoo.co.id
Read online only.

Lebih lanjut langsung saja ke: ka_koncara@yahoo.co.id

More info:

Published by: Eka L. Koncara on May 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

Empat keterampilan berbahasa (language skill) yang fungsional dalam

interaksi linguistik meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Keempat aspek keterampilan berbahasa itu dapat dibagi menjadi dua kelompok

besar, yaitu keterampilan yang besifat mengungkapkan (ekspresif) dan

keterampilan yang bersifat menerima (reseptif). Keterampilan berbicara dan

menulis termasuk ke dalam keterampilan ekspresif. Keempat aspek keterampilan

berbahasa tersebut memiliki keterkaitan secara fungsional.

Sebagai keterampilan reseptif, membaca merupakan kegiatan pikiran

untuk memperoleh dan memahami informasi dari lambang-lambang informasi

dari bahasa tulis. Dalam konteks teknologi makna ini, Nurgiyantoro (1988:225)

mengemukakan bahwa “membaca merupakan suatu aktifitas memahami apa yang

dituturkan pihak lain melalui sarana tulisan.” Batasan ini memberi arti hakikat

membaca sebagai suatu proses kejiwaan untuk mengubah lambang-lambang

verbal menjadi wujud makna atau proses indetifikasi dan interprestasi terhadap

simbol-simbol tertulis dan mengasosiasikannya dengan makna secara luas.

Patede (1998:93) memutuskan hakikat membaca yaitu sebagai berikut:

Membaca merupakan suatu proses mengindentifikasi dan membaca
mengandung pengertian menyelusuri pesan yang disampaikan melalui
sistem bahasa. Jadi, membaca merupakan pengenalan dan persepsi struktur
bahasa sebagai keseluruhan untuk memadukan makna yang tersurat dan
yang tersirat dengan mengkomunikasikan struktur- struktur bahasa itu.

Aktifitas membaca dilakukan dengan beragam cara sesuai dengan fase,

tujuan dan metode membaca. Brongton seperti yang dikutip tangan (1990:11)

mengemukakan dua aspek keterampilan membaca yang dikaitkan dengan tujuan

membaca yaitu: “Keterampilan yang bersifat mekanis dan keterampilan yang

bersifat pemahaman (compreheurson skill).” Keterampilan mekanis bertujuan

untuk mengawali dan menyuarakan lambang tulisan yang bermakna, sedangkan

14

keterampilan pemahaman bertujuan untuk mengubah wujud tulisan menjadi

wujud makna atau menskontruksi dan menangkap makna informasi dari lambang-

lambang berbahasa tulis.

Tujuan setiap pembaca adalah memahami bacaan yang dibacanya. Dengan

demikian pemahan merupakan faktor yang amat penting dalam membaca.

Pemahaman terhadap bacaan dipandang suatu proses yang terus menerus, dan

berkelanjutan. Membaca pemahaman sebagai sebuah proses mempercayai bahwa

upaya memahami bacaan sudah terjadi ketika kita belum membaca buku apapun.

Begitu besar peran membaca untuk menambah pengetahuan seseorang.

Begitu besar pola peran orang lari dalam penyempurnaan pemahaman seseorang

terhadap apa yang dibacanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->