P. 1
Konseling kelompok

Konseling kelompok

|Views: 637|Likes:
Published by Ridho Hudayana

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ridho Hudayana on May 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Pengertian Konseling kelompok Pendekatan Konseling kelompok Tujuan Konseling kelompok Manfaat dan keterbatasan Konseling kelompok Struktur

dalam Konseling kelompok Tahapan Konseling kelompok Faktor kuratif Konselor, ko-konselor, dan klien Proses kelompok dan perilaku anggota Interaksi dalam kelompok

`

`

`

`

Hubungan antara (beberapa) konselor dg beberapa klien. Konseling kelompok berfokus pd pemikiran dan tingkah laku yang disadari. Dalam konseling kelompok terdapat factorfaktor yang merupakan aspek terapi bagi klien. Bermaksud memberikan dorongan dan pemahaman kepada klien, untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien.

1. 2. 3. 4. 5.

Psikoterapi Kelompok Konseling Kelompok Kelompok Latihan dan Pengembangan Diskusi kelompok Terfokus Self-help

membantu klien dalam melakukan perubahan dengan menaruh perhatian pada perkembangan dan penyesuaian sehari-hari. misalnya berupa modifikasi perilaku, pengembangan ketrampilan hubungan personal, nilai, sikap, atau membuat keputusan karier

1.

2.

3.

Pd dasarnya kelompok dapat memecahkan masalah individu/ sejumlah individu Kelompok dapat dijadikan sebagai media terapeutik Sebagai proses belajar dan upaya membantu klien dlm pemecahan masalahnya

` `

` `

`

Klien terlebih dahulu harus sudah berpengalaman dalam konseling individual. Konselor akan menghadapi masalah yang lebih kompleks dan secara spontan konselor harus dapat memberi perhatian pada setiap klien. Dan hal itu tidak mudah dilakukan oleh seorang konselor. Kelompok dapat berhenti karena masalah µproses kelompok¶. Kekurangan informasi individu yang man yang lebih baik ditangani dengan konseling kelompok dan yang mana yang sebaiknya ditangani dengan konveling individual. Seorang sulit percaya pada anggota kelompok,akhirnya perasaan,sikap,nilai dan tingkah laku tidak dapat di ³bawah´ kesituasi kelompok.

` ` ` ` ` `

Prakonseling : pembentukan kelompok. Tahap I: tahap permulan ( orientasi dan eksplorasi) Tahap II : transisi. Tahap III : Tahap kerja ± kohensi dan produktivitas. Tahap IV : tahap akhir ( konselidasi dan terminasi ) Setelah konseing : tindak lanjut dan evaluasi

` ` ` ` ` ` ` ` ` ` `

Membina harapan Universalitas Pemberian inspirasi Altruisme Pengulangan korektif kelompok primer Pengembangan teknik sosialisasi Peniruan tingkah laku Belajar menjalin hubungan interpersonal Kohesitas kelompok Katarsis Faktor-faktor eksistensial

` `

`

Konselor berperan sebagai pembimbing kelompok Ko-konselor adalah orang yang membantu konselor dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin kelompok Klien adalah anggota kelompok, yang juga berperan sebagai agen penolong bagi anggota yang lain

Konflik : suatu pertentangan antar anggota kelompok tersebut dapat terjadi jika ada anggota kelompok yang tidak menerima kritik dan umpan balik dari anggota lain. Kecemasan : Seorang anggota yang memiliki perasaan rendah diri dan selalu merasa cemas jika harus menyatakan diri secara terbuka didepan anggota lain. Kecemasan tersebut dapat mengurangi keterlibatannya dalam proses kelompok. Penarikan diri : bahwa sebagian anggota merasa kurang berguna mengikuti konseling kelompok. Jika perasaan yang demikian sudah terjadi pada diri kita, maka kita tidak akan berminat untuk terlibat dalam proses kelompok dan dapat pula keluar dari kegiatan konseling kelompok. Transferensi : suatu anggota kelompok yang melimpahkan pengalamanpengalaman masa lalunya kepada konseor atau kepada anggota kelompok lain. Transferensi ini juga dapat digunakan untuk memahami kehidupan masa lalu klien sekaligus reaksi emosionalnya. Dominansi : sebagian anggota kelompok dapat menguasai pembicaraan sementara lainnya tidak diberikan kesempatan untuk berbicara atau memberi umpan balik. Karena factor adanya seseorang yang dominant, maka anggota kelompok yang lain memilih diam.

Interaksi dapat terjadi karena seorang memberi perhatian kepada anggota kelompok, dan seorang anggota memberikan perhatian kepada kelompok lain, setiap anggota kelompok saling meberi perhatian, dan sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->