PERSYARATAN PENELITIAN : 1. Mengikuti konsep ilmiah; 2. Sistematis : Pola tertentu; 3.

Terencana

PENELITIAN DIKATAKAN BAIK BILA: 1. Purposiveness (Tujuan yang jelas) 2. Exactitude (Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti) 3. Testability (Dapat diuji atau dikaji) 4. Replicability (Dapat diulang oleh peneliti lain) 5. Precision and Confidence (Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel) 6. Objectivity (Bersifat objektif) 7. Generalization (Berlaku umum) 8. Parismony (Hemat, tidak berlebihan) 9. Consistency (data atau ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata atau ungkapan yang memiliki arti sama) 10. Coherency (Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya) PROSEDUR / LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN : Garis besar : a. Pembuatan rancangan; b. Pelaksanaan penelitian; c. Pembuatan laporan penelitian Bagan arus kegiatan penelitian 1. Memilih Masalah; memerlukan kepekaan 2. Studi Pendahuluan; studi eksploratoris, mencari informasi; 3. Merumuskan Masalah; jelas, dari mana harus mulai, ke mana harus pergi dan dengan apa 4. Merumuskan anggapan dasar; sebagai tempat berpijak, (hipotesis); 5. Memilih pendekatan; metode atau cara penelitian, jenis / tipe penelitian : sangat emenentukan variabel apa, objeknmya apa, subjeknya apa, sumber datanya di mana; 6. Menentukan variabel dan Sumber data; Apa yang akan diteliti? Data diperoleh dari mana? 7. Menentukan dan menyusun instrumen; apa jenis data, dari mana diperoleh? Observasi, interview, kuesioner? 8. Mengumpulkan data; dari mana, dengan cara apa? 9. Analisis data; memerlukan ketekunan dan pengertian terhadap data. Apa jenis data akan menentukan teknis analisisnya 10. Menarik kesimpulan; memerlukan kejujuran, apakah hipotesis terbukti? 11. Menyusun laporan; memerlukan penguasaan bahasa yang baik dan benar. Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian. 2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan. 3. Membangun sebuah bibliografi. 4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah. 5. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan. 6. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung. 7. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah. 8. Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak.

15. Mengatur data untuk persentase dan penampilan. Hipotesis hendaklah dirumuskan secara jelas dan padat d. Pengalaman pribadi f. Mengidentifikasi variabel. Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian atau faktor-faktor yang berperanan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti . Hipotesis hendaklah dinyatakan dalam kalimat deklaratif atau pernyataan.9. Penelaahan sumber-sumber yang berupa laporan hasil penelitian Penilikan berdasarkan atas prinsip a. Pernyataan pemegang otoritas d. Identifikasi. Perumusan hendaklah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya b. Identifikasi. Menggunakan citasi. 11. diskusi. 14. Pemilihan dan Perumusan Masalah Penelitian 1. Pemilihan masalah penelitian Pertimbangan: a. Rumusan hendaklah padat dan jelas c. Identifikasi masalah penelitian Sumber: a. referensi dan footnote (catatan kaki). Perumusan Hipotesis Perumusan hipotesis hendaklah mempertimbangkan: a. Pemilihan berdasarkan pada prinsip: a. Relevansi b. Penelaahan sumber-sumber yang berupa buku 2. c. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan. Klasifikasi dan Pendefinisian Variabel 1. Relevansi b. 10. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak. Hipotesis hendaklah menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih b. Hipotesis hendaklah dapat diuji. Kemutakhiran (kecuali studi sejarah) 3. Kemutakhiran c. Pengamatan selintas e. Rumusan itu hendaknya memberi petunjuk tentang mungkinnya mengumpulkan data guna menjawab pertanyaanpertanyaan yang terkandung dalam rumusan itu B. Seminar. artinya hendaklah orang mungkin mengumpulkan data menguji kebenaran hipotesis itu Secara garis besar dapat dibedakan: 1) Hipotesis tentang hubungan 2) Hipotesis tentang perbedaan D. Pertimbangan dari arah masalahnya b. Penelaahan Kepustakaan 1. Bacaan. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi. Perumusan masalah penelitian a. Menulis laporan penelitian LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN (Suryabrata. Bobot C. Perasaan intuitif 2. 1989) A. konferensi dan lain-lain pertemuan ilmiah c. Pertimbangan dari arah calon peneliti 3. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa. terutama bacaan yang berisi laporan hasil penelitian b. 13. 12.

2001. Laporan Buku. Essei. Metodologi penelitian kedokteran. O. 1987. Cetakan Pertama. Variabel bebas c. Penyusunan rancangan penelitian G. 6) Sutrisno dan SRDm Rita Hanafie. Disertasi. Tesis. Panduan Membuat Karya Tulis: Resensi. Jakarta : Bumi Aksara. Zaenal. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian. Jakarta. Setiawan. 4) Nasution. Pengolahan dan analisis data J. Variabel moderator d. Yang berdasar atas kegiatan-kegiatan (operations) yang harus dilakukan agar yang didefinisikan itu terjadi b. Variabel rasio Berdasarkan atas fungsinya dalam penelitian variabel dibedakan menjadi: a. Cetakan 8.2004. Variabel kendali e. . Berita. Jakarta: PT Gramedia. Metode Penelitian. Reliabilitas F. Pemilihan atau Pengembangan Alat Pengambil Data Alat pengambil data harus memenuhi syarat-syarat: 1. Variabel rambang 3. 2006 5) Arifin. Pengumpulan data I.2. Variabel ordinal c. Penentuan sampel H. EGC. I Made. 3) Budiarto E. Yang berdasar atas bagaimana hal yang didefinisikan itu nampaknya (seringkali menunjuk kepada alat pengambil datanya) E. Cetakan 8. Variabel nominal b. Interpretasi hasil analisis K. Merumuskan definisi operasional variabel-variabel Definisi operasional dirumuskan berdasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati (diobservasi) a.Bogor. Variabel tergantung b. Makalah. Bandung: Yrama Widya. Variabel interval d. Pedoman Penulisan : Usulan Penelitian. S. Yrama Widya. 2001. Penyusunan laporan sumber 1) Wiratha. Skripsi dan Tesis. Metode Reasearch. skripsi. 2) Nazir M. O. Yogyakarta: CV. variabel digolongkan menjadi: a.2005. Tesis. Bandung. Pedoman Penulisan Skripsi. Mengklarifikasi variabel Berdasarkan proses kauantifikasinya. Andi Offset. Artikel. Dasar-Dasar Penulisan Karangan Ilmiah. 7) Djuharie. Dll. Setiawan. 2005. Ghalia Indonesia. Validitas 2. 8) Djuharie. E. Yogyakarta: Andi. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful