P. 1
BAB 1-Konsep Dasar Audit Manajemen

BAB 1-Konsep Dasar Audit Manajemen

|Views: 1,251|Likes:
Published by AnisyaCahyaningrum

More info:

Published by: AnisyaCahyaningrum on May 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

Pratiwi Prisilia K.

Akuntansi A / F1310070

Konsep Pengauditan Manajemen
1 . Defenisi Auditing dan Karakteristik Audit Manajemen Secara umum, auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan – pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkaan tingkat kesesuaian antara pernyataan – pernyataan tersebut dengan kinerja yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil - hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Ditinjau dari pemeriksa (auditor) yang melaksanakan audit, pada dasarnya audit digolongkan menjadi dua jenis, yaitu audit eksternal dan audit internal. Audit manajemen sendiri merupakan bagian dari audit internal. Audit manajemen mempunyai beberapa karakteristik penting, yaitu : 1. Tujuan Pemeriksaan. Tujuan pemeriksaan manajemen adalah membantu manajemen dalam meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen dengan cara mengidentifikasikan aspek – aspek sistem dan prosedur serta rekomendasi kepada manajemen untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan kehematan. 2. Independensi. Agar manfaat pemeriksaan manajemen dapat dicapai, maka pemeriksaan tersebut harus bersifat independen. 3. Pendekatan Sistematis. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit manajemen perlu digunakan pendekatan yang sistematis dan metode – metode yang konsisten. 4. Kriteria Prestasi. Dengan kriteria prestasi pelaksanaan dapat dibandingkan dan dievaluasi. 5. Bukti Pemeriksaan. Auditor harus dapat merencanakan dan melaksanakan prosedur yang dirancang untuk memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung temuan – temuan dan kesimpulan – kesimpulan serta rekomendasi yang dibuatnya. 6. Pelaporan dan Rekomendasi. Karakteristik yang membedakan antara audit manajemen dengan jenis audit lainnya adalah terletak pada laporan audit. Dalam audit manajemen , laporan audit menekankan pada temuan – temuan selama pemeriksaan, pembuatan kesimpulan, dan rekomendasi untuk meningkatkan sistem perencanaan dan pengendalian manajemen. Tujuh Prinsip Dasar Audit Manajemen: 1. Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai potensi untuk diperbaiki. 2. Audit merupakan prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit. 3. Pengungkapan dalam laporan mengenai adanya temuan-temuan yang positif dan negative.

4. Identifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan

yang terjadi.
5. Penentuan tindakan terhadap individu yang seharusnya bertanggung jawab. 6. Pengungkapan adanya pelanggaran hukum. 7. Penyelidikan dan pencegahan kecurangan (fraud).

2. Norma Audit Manajemen Lingkup Pekerjaan Audit Lingkup audit suatu organisasi, program, kegiatan, atau fungsi yang harus meliputi :
• • •

Keuangan dan kepatuhan Kehematan dan efisiensi Hasil – hasil program

Norma Umum
• • • •

Kualifikasi Independensi Kemahiran Profesional Lingkup kerusakan

Norma Lainnya Selain norma umum terdapat juga norma – norma lainnya, yaitu :
• •

Norma pelaksanaan pemeriksaan (pemeriksaan dan evaluasi dan pelaporan pemeriksaan keuangan dan kepatuhan. Norma pelaporan pemeriksaan kehematan, efisiensi, serta pemeriksaan hasil – hasil program.

3. Manfaat dan Keterbatasan Audit Manajemen Audit manajemen bertujuan untuk meningkatkan peranan perencanaan dan pengendalian manajemen. Audit manajemen memberikan manfaat sebagai berikut:

• • • •

Mengidentifikasi tujuan, kebijakan, saran, peraturan, prosedur, dan sruktur organisasi yang belum ditentukan sebelumnya. Bila telah di tentukan sebelumnya maka ditentukan apakah organisasi telah mematuhi hal – hal tersebut. Mengidentifikasikan kriteria pengukuran pencapaian tujuan organisasi dan penilaian manajemen. Menilai prestasi individual dan kegiatan unit organisasi tertentu. Menentukan efisiensi, efektifitas, dan kehematan sistem perencanaan dan pengendalian manajemen. Menentukan reabilitas dan manfaat berbagai laporan pengendalian manajemen.

• • • • •

Menentukan masalah – masalah organisasi yang timbul dan jika mungkin menentukan penyebabnya. Mengidentifikasikan kemacetan potensial yang mungkin terjadi di masa yang akan datang dan mengidentifikasikan cara – cara mengatasinya. Mengidentifikasikan kesempatan potensial untuk meningkatkan laba. Mengidentifikasikan alternatif tindakan dalam berbagai bidang kegiatan. Menyediakan saluran komunikasi tambahan antara manajemen pelaksana dengan manajemen puncak.

Ada tiga faktor yang membatasi pemeriksaan manajemen yaitu:
• • •

Pengetahuan audit manajemen. Waktu audit. Biaya audit.

4. Tahap – tahap Audit Manajemen 1. Persiapan Pendahuluan. Informasi yang dikumpulkan dalam persiapan pendahuluan meliputi:
• • • • •

Tujuan dan kebijaksanaan manajer unit organisasi yang diperiksa. Proses produksi. Sumber yang digunakan meliputi sumber keuangan, sumber bahan, sumber daya manusia. Elemen – elemen organisasi. Sistem pengendalian yang digunakan oleh unit organisasi yang diperiksa.

2. Penelitian Lapangan. Penelitian lapangan dilakukan dengan tujuan untuk menentukan luasnya dan tekanan audit manajemen. 3. Program Pemeriksaan. Penyusutan program pemeriksaan dalam bentuk dokumen tertulis dapat bermanfaat untuk:
• • •

Perencanaan audit Menyediakan pedoman untuk pengumpulan dan evaluasi bukti pemeriksaan Menunjukkan langkah – langkah terinci untuk mengumpulkan dan menganalisis bukti yang cukup dan kompeten dalam rangka mencapai tujuan pemeriksaan yang telah ditentukan sebelumnya.

4. Pelaksanaan Pemeriksaan. Meliputi semua pelaksanaan langkah – langkah yang ada dalam program audit untuk memperoleh dan menganalisis bukti, menarik kesimpulan audit, dan menyusun rekomendasi. 5. Pelaporan dan Tindak Lanjut. Pelaporan merupakan tahap kritis audit manajemen. Dalam tahap ini temuan – temuan dan rekomendasi untuk perbaikan kelemahan dan kekurangan unit organisasi yang diperiksa dikomunikasikan kepada

manajemernya sehingga manajernya dapat melaksanakan perbaikan – perbaikan terhadap unit organisasi yang dipimpinnya. 5. Syarat – syarat Efektivitas Audit Manajemen Syarat – syarat efektivitas audit manajemen meliputi:
• • •

Dukungan yang berkesinambungan dari organisasi secara menyeluruh terhadap pemeriksaan manajemen, khususnya dari manajemen puncak. Pengakuan dari para pemakai bahwa informasi yang dihasilkan oleh pemeriksaan manajemen penting dan bermanfaat. Kesadaran para pemeriksa itu sendiri terhadap status organisasi pemeriksa yang independent.

6. Aspek Hubungan Manusia Dalam Pemeriksaan Manajemen Pertentangan antara manajemen dan karyawan unit organisasi yang diperiksa karena audit dapat mengakibatkan:
• •

Gangguan atau menambah pekerjaan karyawan unit organisasi yang diperiksa. Timbulnya kecendrungan dari manajemen dan karyawan unit organisasi yang diperiksa menjadi khawatir atau bersikap mempertahankan diri karena laporan audit dapat mengakibatkan diketahuinya kelemahan – kelemahan manajer unit yang diperiksa dalam melaksanakan wewenangnya.

· Timbulnya keinginan unit organisasi yang diperiksa agar laporan pemeriksaan hanya menyajikan informasi yang baik – baik saja menurut pandangannya, namun auditor harus melaporkan kelemahan – kelemahan dalam sistem perencanaan dan pengendalian unit tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->