P. 1
Bab i. Landasan Ilmiah Pendidikan Kewarganegaraan

Bab i. Landasan Ilmiah Pendidikan Kewarganegaraan

|Views: 2,190|Likes:
Published by atalenanii

More info:

Published by: atalenanii on May 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2013

pdf

text

original

Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian, S.

Pd BAB I LANDASAN ILMIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
106991 NIM :

I. Pendahuluan

Dalam rangka mendidik warga negara yang demokratis tampaknya telah menjadi kecenderungan nasional maupun global. Upaya tersebut dilakukan melalui Pendidikan Kewarganegaraan, baik dalam pengertian citizenship education maupun civic education. Untuk itu harus diketahui terlebih dulu mengenai landasan ilmiah dari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri, oleh karena itu, dalam pembahasan ini akan diuraikan perkembangan citizenship education dan civic education, yang mencakup perkembangan historis epistemologis terutama di Amerika Serikat dan di Indonesia sendiri. Lebih dari itu, akan diuraikan pula unsur-unsur yang menopang Pendidikan Kewarganegaraan sebagai suatu kajian ilmiah, yakni ontologis, epistemologis, maupun aksiologis Pendidikan Kewarganegaraan.
II. Substansi Kajian Ada pun substansi kajian dalam pembahasan Landasan Ilmiah Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagai berikut: A. Perkembangan Citizenship Education dan Civic Education 1. Perkembangan Historis Epistimlogis

Secara historis epistemologis, Amerika Serikat (USA) dapat dicatat sebagai negara perintis kegiatan akademis dan kurikulum dalam pengembangan konsep dan paradigma “citizenship education” dan “civic education”. Perkembangan itu berawal dari mata pelajaran “civic” kemudian pengembangannya menjadi “citizenship” atau “civic education”, yang akan di uraikan dalam tahapan berikut: a. Civics Pada pertengahan tahun 1880-an di Amerika Serikat untuk pertama kalinya mulai diperkenalkan mata pelajaran “civics” sebagai mata pelajaran di sekolah yang berisikan materi mengenai pemerintahan (Allen:1960), lebih lanjut Chresore (1886) menjelaskan bahwa saat itu, “Civics” sebagai “ the science of citizenship “ atau ilmu kewarganegaraan, yang isinya mempelajari hubungan antar individu dan antar individu dengan negara. Selanjutnya pada tahun 1900-an, berkembang menjadi
1

Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian, S.Pd

“civics” yang diisi dengan materi mengenai struktur pemerintahan negara bagian dan federal (Gross dan Zeleny, 1958).Selenjutnya, Dunn (1915) mengembangkan gagasan “New Civics” yang menitikberatkan pada “community living” atau kehidupan masyarakat. Dengan demikian sampai dengan tahun 1920-an , istilah civics telah digunakan untuk menunjukan bidang pengajaran yang lebih khusus, yakni; “ vocational civics, “community Civics”, dan “econemic civics” (Gross dan Zeleny, 1958) atau kewarganegaraan yang berkenaan dengan mata pencaharian, kemasyarakatan, dan perekonomian. Diantara tujuan dari mata pelajaran “civics” pada tahun 1900-an itu adalah pengembangan “social skill and civic competence” (Allen,1960) atau ketrampilan sosial dan kompetensi warganegara, dan “ideals of good character” (Best, 1960) atau ide-ide tentang karakter atau watak yang baik.
b. Citizenship Education
106991 NIM :

Istilah “ Citizenship education “ yang digunakan untuk menunjukan suatu bentuk “ character education” atau pendidikan watak, karakter dan “ teaching personal ethics and virtues” atau pendidikan etika dan kebijakan (Best, 1960). Groos dan Zeleny (1958:247), mengaitkan penggunaan istilah “civics” dan “citizenship education” yakni, “civics” pada dasarnya berkenaan dengan pembahasan mengenai pemerintahan demokrasi dalam teori dan praktek, sedangkan “citizenship education” berkenaan dengan keterlibatan dan partisipasi warga negara dalam masyarakat. Kedua aspek ini diajarkan dalam satu mata pelajaran. Disini, kita melihat bahwa penggunaan istilah “civics” dan “citizenship education” secara bergantian (interchangeably), untuk menunjukan suatu studi mengenai pemerintahan yang diberikan di sekolah.
c. Civic Education

Pada tahun 1900-an, muncul juga istilah “civic education” sebagai istilah baru, yang juga digunakan secara bertukar-pakai dengan istilah “citizenship education” . Menurut Mahoney dalam Somantri,(1972:8) mengatakan bahwa “citizenship education” merupakan suatu proses pendidikan yang mencakup proses pembelajaran

2

Allen (1960:11) melihat “citizenship education” lebih luas. Sejalan dengan pendapat tersebut “ The National Council for the Social Studies” atau NCSS dalam Somantri (1972:9). yang pada era itu memang disiplin sejarah menjadi komponen utama ” social studies”. Dalam posisi ini "civic education' diperlakukan sebagai mata pelajaran dasar yang dirancang untuk mempersiapkan para pemuda warga 3 106991 NIM : . menurut Cogan (1999:3) bahwa perkembangan pemikiran lebih maju mengenai “civic education”. pada saat tersebut “ The National Education Association “ membentuk “The Commision on the Reorganization of Secondary Education” yang bertugas untuk mengkaji secara komprehensif kurikulum sekolah lanjutan dan memberikan rekomendasi untuk menyempurnakan kurikulum tersebut.Pd semua mata pelajaran. Adapun “citizenship education” lebih cenderung digunakan dalam visi yang lebih luas untuk menunjukan “insructional effects” dan “ nurturant effects” dari keseluruhan proses pendidikan terhadap pembentukan karakter individu sebagai warganegara yang cerdas dan baik. mempertegas pengertian "civic education" versus "citizenship education' bahwa"Civics" di kelas sembilan dan "problems of Democracy" di kelas 12. menekankan bahwa “citizenship education” sesungguhnya mencakup “all positive influence coming from formal and informal education “ atau segala macam dampak yang datang baik dari pendidikan formal maupun informal. yakni sebagai produk dari keseluruhan progran pendidikan persekolahan. S. Dengan demikian maka tampak bahwa istilah-istilah “civics dan civic education”.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. Di pihak lain. dapat ditelusurbalik ke perkembangannya di Amerika Serikat pada tahun 1916. Sementara itu. Salah satu kelompok kekuatan dan kelemahan “civics” yang sebelum tahun 1916 diajarkan melalui kurikulum sejarah. di mana mata pelajaran “civics” merupakan unsur yang paling utama dalam upaya mengembangkan warga negara yang baik. Selanjutnya Cogan (1999). ternyata lebih cenderung digunakan dalam makna yang serupa untuk mata pelajaran di sekolah yang memiliki tujuan utama mengembangkan siswa sebagai warga negara yang cerdas dan baik. proses administrasi dan pembinaan dalam upaya mengembangkan perilaku warganegara yang baik. kegiatan siswa.

Dilihat visi lain perkembangan "citizenship education" dan "civic education". Adapun "citizenship education" atau "education for citizenship" dipandang sebagai istilah generik yang mencakup pengalaman belajar di sekolah dan di luar sekolah.Pd negara untuk dapat melakukan peran aktif dalam masyarakat.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. Sementara itu secara epistemologis. karena di situ termasuk kegiatan pembelajaran formal dan dampakn pengiring dan berbagai kegiatan yang ada dalam masyarakat. karena memang antara kedua program pendidikan tersebut memiliki saling keterkaitan konseptual. seperti dapat dilihat di USA. kelak setelah mereka dewasa. adalah upaya yang disengaja untuk menggunakan data dari ilmu-ilmu sosial dan wawasan dari humaniora sebagai upaya untuk mempersiapkan warga negara dalam kehidupan demokrasi. Oleh karena itu oleh Cogan (1999:5) disimpulkan bahwa "education for citizenship" merupakan suatu konsep yang lebih luas di mana “ Civic education “ termasuk bagian penting didalamnya. S. seperti yang terjadi di lingkungan keluarga. makna perpaduan yang dimaksud dalam pengertian di atas. Pandangan pertama melihat "citizenship education" dan "civic education" sebagai bagian dari 'social studies". Mengenai saling keterkaitan antara "citizenship education" dan "civic education" dan "social studies". dan pandangan kedua melihat "citizenship education' dan "civic education" sebagai esensi atau inti dari "social studies". Mengenai keterkaitan "social studies" dengan "citizenship education" ditegaskan oleh Mehlinger (1977) bahwa "citizenship education" 4 106991 NIM : . dalam kenyataannya secara historis-epistemologis memang tidaklah bisa dipisahkan dari perkembangan pemikiran tentang "social studies” atau “social studies education". Karena itu tampaknya kita perlu menganalisis kedua jenis bidang kajian mata pelajaran dalam satu latar. pada dasarnya ada dua pandangan utama. S ehingga "citizenship education" ditempatkan sebagai esensi atau tujuan akhir dari "social studies". sesungguhnya "social studies' juga memiliki kaitan sangat erat dengan social science. dalam organisasi keagamaan. “So c i a l s t u d i e s " d i s i k a p i sebagai perpaduan ilmu-ilmu sosial dan humaniora untuk tujuan pembelajar an d alam rangka "citiz ens hip education". dalam organisasi kemasyarakatan dan dalam media.

Pada saat itu. Tradisi "citizenship transmision' merupakan tradisi tertua dari "social studies". Perkembangan evolusioner dari "social studies" di USA. deklarasi hak asasi manusia. Adapun dalam kurikulum 1946 terdapat mata pelajaran pengetahuan umum yang di dalamnya memasukkan pengetahuan mengenai pemerintahan. yang isinya menekankan pada esensi bahwa para siswa perlu mendapatkan pengetahuan sebagai "self-evident truth" atau kebenaran yang diyakini sendiri. Istilah 'Civics' secara formal tidak dijumpai dalam Kurikulum 1957 maupun 1946.Pd dan "social studies" tidak bisa dipisahkan satu sama lain. dan pengetahuan tentang perserikatan bangsa-bangsa (Somantri. 2. itu. semuanya akan kacau dan sembrawut. dan politik.1978)" dikelompokkan ke dalam tiga tradisi pedagogic yakni: "social studies" diajarkan sebagai "citizenship transmision".Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. Di dalam kurikulum tahun 1968 dan 1969 istilah "civics' dan pendidikan kewargaan negara digunakan secara bertukar-pakai. civics pada dasarnya berisikan pengalaman belajar yang digali dan dipilih dari disiplin sejarah. pidato-pidatc. presiders. "social studies" tanpa 'citizenship education" sebagai intinya. Mata pelajaran ini berisikan materi tentan g pemerintahan Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 (Dept. dan sebagai "reflective inquiry". dkk (1977. Karena itu tugas guru menurut tradisi ini. oleh Barr. ekonomi. Misalnya dalam kurikulum SD 1968 5 . pada tataran konseptual dan praksis.P&K: 1962). Namun secara material dalam Kurikulum SMP dan SMA tahun 1957 terdapat mata pelajaran tata negara dan tata hukum yang di dalamnya dibahas konsep kewarganegaraan khususnya mengenai status legal warganegara dan syarat-syarat kewarganegaraan (Somantri:2001). geografi. S. Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia 106991 NIM : Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia mulai dari secara formal munculnya mata pelajaran "civics" dalam kurikulum SMA tahun 1962. laksana benang tanpa gulungan. adalah menyampaikan pengetahuan yang telah diyakini kebenarannya. sebagai "social science". 1969: 7). Dengan cara ini kelangsungan hidup masyarakat diyakini dapat dipertahankan.

geografi Indonesia. Di sini istilah pendidikan kewargaan negara kelihatannya diartikan sama dengan pendidikan IPS. pengetahuan kemasyarakatan dan hak asasi manusia (Dept. 1968c. Untuk SD 8 tahun pada PPSP digunakan istilah Pendidikad Kewargaan Negara yang merupakan mata palajaran IPS terpadu atau identik dengan 'integrated social studies" di Amerika. Studi Sosial. Di Sekolah Menengah 4 tahun digunakan istilah studi sosial sebagai pengajaran IPS yang terpadu untuk semua kelas dan pengajaran IPS yang terpisah-pisah dalam bentuk pengajaran geografi. selanjutnya dalam Kurikulum 1975 istilah Pendidikan Kewargaan Negara diubah menjadi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang berisikan materi Pancasila sebagaimana diuraikan dalam Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P4. 1968b. dan ekonomi sebagai program mayor pada jurusan IPS. Mata pelajaran PMP ini merupakan mata pelajaran wajib untuk SD. MPR II/MPR/ 1973. dan "civics" (yang diterjemahkan sebagai pengetahuan kewargaan negara). 1973a. 1973b). digunakan beberapa istilah.Pd digunakan istilah pendidikan kewargaan negara yang digunakan sebagai nama mata pelajaran. sejarah. Perubahan ini sejalan dengan misi pendidikan yang diamanatkan oleh Tap. Di dalam Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) . Mata pelajaran PMP ini ter-us dipertahankan baik istilah maupun isinya sampai dengan berlakunya Kurikulum 1984 yang pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 1975 (Depdikbud: 1975 6 106991 NIM : . Di dalam kurikulum SMP 1968 digunakan istilah pendidikan kewargaan negara yang berisikan sejarah Indonesia dan Konstitusi' termasuk UUD 1945. Selain itu juga terdapat mata pelajaran Pendidikan Kewargaan Negara sebagai mata pelajaran inti yang harus ditempuh oleh semua siswa. sedangkan mata pelajaran "Civics" dan Hukum diberikan sebagai mata pelajaran mayor pada jurusan IPS (PPSP IKIP Bandung. Sedangkan di dalam kurikulum SMA 1968 mata pelajaran kewargaan negara berisikan materi terutama 'yang ' berkenaan dengan UUD 1945. konstitusi. P&K 1968a. "Civics" dan Hukum. yang di dalamnya tercakup sejarah Indonesia.1969). Sementara itu di dalam kurikulum SPG 1969 mata pelajaran pendidikan kewargaan negara terutama berkenaan dengan sejarah Indonesia. SPG dan Sekolah Kejuruan. yakni Pendidikan Kewargaan Negara.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. SMA. S. SMP.

Selain itu.1993) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) diartikan sebagai ".. yakni'.dan 1976). tetapi atas dasar konsep nilai yang disaripatikan dari P4 dan sumber resmi lainnya yang ditata dengan menggunakan pendekatan spiral meluas atau "spiral of concept development"(Taba. Dengan berlakunya Undang-Undang No. Pendekatan ini mengartikulasikan sila-sila Pancasila dengan jabaran nilainya untuk setiap jenjang pendidikan dan kelas serta catur wulan dalam setiap kelas. 2/1989 tentang Sistim Pendidikan Nasional yang menggariskan adanya Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai bahan kajian wajib kurikulum semua jalur.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya. jenis dan jenjang pendidikan (Pasal 39). Nilai luhur dan moral tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk prilaku kehidupan sehari-hari siswa. b. jika dilihat dari fungsinya mata pelajaran PPKn tersebut memiliki tiga misi besar. dan memberikan bekal kemampuan untuk mengikuti pendidikan di SLIP". mengembangkan dan melestarikan nilai luhur Pancasila". Pertama.mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. Dari rumusan tujuan tersebut tersimpul konsep 'articulation" (Tyler 1949) dalam pengertian bahwa materi yang diberikan di jenjang pendidikan yang lebih rendah secara sinambung dikembangkan di jenjang pendidikan berikutnya. Dari pengertian ini dapat ditangkap dengan jelas bahwa mata pelajaran PPKn termasuk kategori ke dalam "social studies" tradisi "citizenship transmision" dengan nilai dan moral yang bersumber dari budaya Indonesia sebagai muatannya yang pada gilirannya diharapkan akan dapat diwujudkan dalam prilaku sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat. c. 7 106991 NIM : .1967). Sebagaimana dapat dibaca dalam tujuannya Iebih jauh dinyatakan bahwa mata pelajaran PPKn di SD bertujuan untuk" Menanamkan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang didasarkan kepada nilai-nilai Pancasila baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.. Pendidikan Dasar dan Menengah 1994 mengakomodasikan misi barn pendidikan tersebut dengan memperkenalkan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau PPKn. Kurikulum.Pd a. misi "conservation education". S. dan mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kurikulum PPKn 1994 mengorganisasikan materi pembelajarannya bukan atas dasar rumusan butir-butir nilai P4. Menurut kurikulum 1994 (Depdiknas. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

S. Namun demikian di dalam praksis pembelajarannya ternyata misi PPKn untuk pendidikan nilai dan moral tersebut tergelincir menjadi pembelajaran pengetahuan tentang nilai dan moral (Puskur. keserasian. Salah satu penyebanya adalah mungkin karena masih dominanya penerapan konsep dan prinsip "faculty psychology" yang menekankan pada proses latihan memorisasi guna mematangkan potensi fungsi-fungsi dalam pikiran secara terpisah. tenggang rasa. keyakinan. taat pada peraturan yang berlaku. kebanggaan.1998) sebagai akibat proses pembelajaran yangi lebih terpusat pada guru dan pendidikan nilai yang lebih terperangkap oleh proses "value inculcation" (CICED:1999)..Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara". kepuasan hati. yakni "'.mengembangkan dan membina siswa yang sadar akan hak dan kewajibannya. ketertiban. percaya diri. yakni ".membina siswa agar memahami dan menyadari hubungan antar sesama anggota keluarga. Dari situ dapat disimpulkan bahwa PPKn yang ada selama ini secara konseptual masih belum koheren. persatuan dan kesatuan. Sementara itu konsep dan prinsip "field psychology" yang menekankan pada proses tilikan atau "insight" yang bersifat holistik. keyakinan. ketaatan. dalam pengertian tidak tercapai kesinambungan dan keutuhan antara konsepsi tujuan dengan instrumentasi dan praksis pedagogisnya. yang akan melahirkan proses belajar yang lebih bermakna (meaningful). berterus terang. Ketiga misi tersebut tampak sekah bahwa mata pelajaran PPKn lebih mencerminkan tradisi "citizenship transmision" yang ditopang oleh filsafat pendidikan "perenialism" yang menekankan pada pendidikan untuk melestarikan "accepted and tested values". misi "social and moral development'. kedisiplinan. kasih sayang. keindahan. seperti proses pemecahan masalah dan "inquiry" kurang 8 106991 NIM : . serta berbudi pekerti luhur". fungsi "socio-civic development". tata krama.. dan "essentialism" yang menekankan pada pengembangan "essential values" (Brameld:1965). tolong menolong. rela berkorban.Pd kedua. dan ketiga. dan masyarakat.. ketekunan. sekolah. Misi PPKn tersebut memang diwujudkan dalam bentuk organisasi "curriculum content and learning experiences" yang berpijak dan bermuara pada jabaran nilai-nilai Pancasila seperti: ".kerapihan.. dan kebijaksanaan" (Depdiknas:1993). lapang dada. persamaan hak dan kewajiban keteguhan hati.. kebebasan.

Sementara itu untuk mengimbangi dinamika perkembangan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan. banyak lulusan pendidikan tidak memiliki kompetensi. Evaluasi yang dilakukan masih menggunakan metode tes klasikal (secara kelas). Banyak di antara mereka tidak memiliki kesiapan dan kematangan ketika memasuki lapangan kerja. peserta didik belajar dengan jalan menghafal materi pelajaran yang telah disampaikan guru di kelas. S. Untuk menjawab soal-soal tersebut. Materi pengetahuan diberikan pada peserta didik sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Banyak buku-buku kumpulan soal yang dipelajari oleh peserta didik.Pd mendapat perhatian. Dengan jalan menghafal. Apa perubahan yang paling esensial dari Kurikulum 1994 ke Kurikulum 2004 itu ? Pembelajaran berdasarkan Kurikulum 1994 lebih mengarahkan peserta didik untuk menguasai materi pengetahuan. sejak 2004 dilakukan pembaruan kurikulum persekolahan. Mereka tidak memiliki sikap.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. pemilikan pengetahuan seperti itu belum mampu mengembangkan kompetensi peserta didik. dan keterampilan yang diperlukan untuk bekerja. tak heran jika berkembang lembaga bimbingan belajar di berbagai kota. Sekalipun pernah dilakukan upaya perbaikan. namun tetap saja bahwa 9 106991 NIM : . Lembaga tersebut melatih peserta didik menjawab soal-soal. tak jarang malam sebelum ujian peserta didik kurang tidur untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian. Guru dalam posisi lebih banyak berceramah. Akibatnya. Selebihnya. Metode belajar di kelas yang terutama digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Karena itu. peserta didik dapat lebih berpeluang mendapatkan nilai yang tinggi. dan seni (ipteks) yang demikian cepat. Untuk menghafal materi tersebut. sementara siswa mendengarkan. pertanyaan-pertanyaan disusun dalam bentuk tes pilihan ganda dan sebagiannya lagi essai atau tes bentuk uraian. teknologi. pengetahuan. Di sekolah dasar hingga sekolah menengah. mencatat dan bertanya. Pola pembelajaran seperti di atas tentu dapat menghasilkan peserta didik yang mampu mengerjakan soal-soal dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Buku-buku yang dibeli dan dikumpulkan siswa banyak yang merupakan kumpulan soal-soal. misalnya dengan mengeluarkan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) tahun 1999. diberi tugas mengerjakan soal-soal yang disebut PR (pekerjaan rumah).Tetapi.

Mengacu pada pengertian tersebut. adalah pengetahuan Selanjutnya pengembangan Kurikulum 2004. seperti Mangan atau tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Proses pengembangan kurikulum berbasis kompetensi juga menggunakan asumsi bahwa siswa yang akan belajar telah memiliki pengetahuan dan keterampilan awal yang dibutuhkan untuk menguasai kompetensi tertentu. organisasi pengalaman belajar.bentuk pilihan ganda aau soal uraian. yang mencakup komponenkomponen: (1) standar kompetensi. Oleh 10 106991 NIM : . KBK diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performansi tertentu sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu (Mulyasa.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian.Pd pembelajaran berdasarkan Kurikulum 1994 lebih berorientasi pada kemampuan akademik dan kurang mengembangkan kompetensi peserta didik. dan (4) indikator pencapaian. Silabus merupakan acuan untuk merencanakan dan melaksanakan program pembelajaran. S. maka salah satu kegiatan yang perlu dilakukan oleh pemerintah. Standar kompetensi diartikan sebagai kebulatan pengetahuan. keterampilan. (3) materi pokok. 2003). dan sikap. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional adalah menyusun standar nasional untuk seluruh mata pelajaran. (2) kompetensi dasar. yang ciri paradigmanya adalah berbasis kompetensi. Pengembangan Kurikulum 2004 harus berkaitan dengan tuntutan Standar kompetensi.25/2000.seperti. dan aktivitas untuk mengembangkan dan menguasai kompetensi seefektif mungkin. dan tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata pelajaran. Untuk mengatasi keterbatasan Kurikulum 1994. Bentuk instrumen terkait dengan jawaban yang harus dilakukan oleh siswa. maka dlakukanlah penyempurnaan ke arah kurilulum yang lebih mengutamakan pencapaian kompetensi siswa yakni suatu desain kurikulum yang dikembangkan berdasarkan seperangkat kompetensi tertentu yang pada mulanya dikenal sebagai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kompetensi dasar merupakan jabaran dari standar kompetensi. Cakupan standar kompetensi meliputi standar isi (content standard) dan standar penampilan (performance standard). akan mencakup pengembangan silabus dan sistem penilaiannya. sedangkan sistem penilaian mencakup jenis tagihan. dan juga untuk merespons terhadap keberadaan Peraturan Pemerintah (PP) No.

kurikulum masih disusun oleh pemerintah. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. secara aktif dan bertanggung jawab. Mengembangkan aspek belajar secara utuh dan menyeluruh (holistik). yang dikenal 106991 NIM : dengan sebutan kegiatan filoting. Jika hal ini dibiarkan berarti kita melanggar aturan. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. serta anti-korupsi. 11 . S. dan bernegara. terampil. Dengan menggunakan bahan dasar Kurikulum 2004 BSNP mengembangkan Standar Isi (Permen Nomor 22 Tahun 2006) dan Standar Kompetensi Lulusan (Permen Nomor 23 Tahun 2006). P P K n d i u b a h l a g i n a m a n y a m e n j a d i P e n d i d i k a n Kewarganegaraan (PKn). Pada saat Kurikulum 2004 disosialisasikan di sekolah-sekolah. Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. Menerapkan prinsip ketuntasan belajar (matery learning). Maka dilakukanlah perubahan berkelanjutan (kontinu) yang dilakukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sementara dalam Kurikulum 2004. rasional. (1)Berpikir secara kritis. berbangsa.Pd karenanya pengembangan Kurikulum 2004 perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Berorientasi pada pencapaian hasil dan dampaknya (outcome oriented). dan bertindak secara cerdas dalam (2)Berpartisipasi kegiatan bermasyarakat. PP tersebut mengamanatkan bahwa yang berwenang menyusun kurikulum adalah satuan pendidikan yang disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berbasis pada Standard Kompetensi dan Kompetensi Dasar. dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. Dalam Standar Isi maupun Standar Kompetensi L u l u s a n . Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan itu merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam menyusun KTSP. Peraturan Pemerintah (PP) tentang Standar Nasional Pendidikan (PP SNP) diterbitkan. (3)Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter- karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya. M emperhatikan prinsip pengembangan kurikulum yang berdiferensiasi. Bertolak dari Kompetensi Lulusan.

S. Dalam Standar Isi juga dijelaskan ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Cinta lingkungan. Norma yang berlaku di masyarakat. Prestasi diri . Sumpah Pemuda.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Pemajuan. Hak dan kewajiban anggota masyarakat. Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Budaya demokrasi menuju masyarakat madam. meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga. Partisipasi dalam pembelaan negara. 1 (2)Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya. (2)Norma. Pancasila sebagai ideologi terbuka. Harga diri sebagai warga masyarakat. Budaya politik. (6)Kekuasan dan Politik. Peraturan-peraturan daerah. Demokrasi dan sistem politik. Normanorma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tata tertib di sekolah. Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. Kebebasan berorganisasi. Sistem pemerintahan. hukum dan peraturan. Instrumen nasional dan internasional HAM. (1)Persatuan dan Kesatuan bangsa. (4)Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. penghormatan dan perlindungan HAM. (1)Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. Pemerintahan daerah dan otonomi. Sistim hukum dan peradilan nasional. Kemerdekaan mengeluarkan pendapat.Pd (4)Berinteraksi 106991 NIM : dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pemerintah pusat. Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pers dalam masyarakat demokrasi. Persamaan kedudukan warga negara. Menghargai keputusan bersama. (3)Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak. Politik luar negeri Indonesia di era 12 . (5)Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. Hubungan dasar negara dengan konstitusi. Hukum dan peradilan internasional. meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan. meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan. Keterbukaan dan jaminan keadilan.

B. misi dan isi mata pelajaran "Civics"/ Pengetahuan Kewargaan Negara. 0ntologi Pendidikan Kewarganegaraan 106991 NIM : Unsur ontologi Pendidikan Kewarganegaraan memiliki dua dimensi. instrumental. Keadaan ini mirip dengan situasi yang juga pemah dialami di Amerika Serikat. dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Objek telaah adalah keseluruhan aspek idiil. temyata sampai sejauh ini baik istilah yang dipakai. yang tentunya berdampak pada terjadinya krisis operasional kurikuler. geografi. Bila dianalisis dengan cermat. Namun sampai saat ini rasanya belum juga tercapai. Tampaknya mereka kini telah berhasil mengatasi krisis konseptual dan kurikuler. dan ekonomi pada jenjang pendidikan dasar. Pendidikan Moral Pancasila. dan mata pelajaran sosial yang berdiri sendiri secara terpisah seperti geografi. S. yang berkembang selama hampir empat dasawarsa (1962-1998) menunjukkan terjadinya inkonsistensi pemikiran yang secara mendasar mencerminkan terjadinya krisis konseptual. Social Studies/Social Science Education" sejak kelahirannya tahun 1880-an sampai dengan terbitnya dokumen akademis NCSS (1994) 'Curriculum Standards for Social Studies: Expectations of Excellence" dan dokumen akademis Civitas (1994) 'National Standards for Civics and Government'.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. terdapat tiga jenis pendidikan bidang sosial yakni Pendidikan Kewarganegaraan yang diwajibkan untuk semua jenis. Pendidikan Kewargaan Negara. dan Mengevaluasi globalisasi. Bagi Indonesia konsensus serupa sangatlah penting dan didambakan untuk mendapatkan paradigma yang cocok mengenai pendidikan bidang sosial di sekolah. Hubungan internasional dan organisasi internasional. Dampak globalisasi. sosiologi. Ilmu Pengetahuan Sosiat (IPS) sebagai benders dari kelompok mata pelajaran sosiologi. Setidaknya mereka kini telah mencapai suatu konsensus akademis dan programatik yang pada gilirannya akan memandu terjadinya proses kurikulum yang lebih koheren.Pd globalisasi. 2001). Citizenship Education. dan praksis pendidikan kewarganegaraan yang secara internal dan 13 . dimana "Civics. ekonomi. jalur dan jenjang pendidikan. dan antropologi di sekolah menengah. yakni objek telaah dan objek pengembangan (Winataputra. Civic Education. sejarah. Sampai dengan saat ini sesuai dengan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. sejarah.

hak. afektif. S. 1986. semangat. instrumental. Sementara itu yang dimaksud dengan aspek instrumental Pendidikan Kewarganegaraan adalah sarana programatik kependidikan yang sengaja dibangun dan dikembangkan untuk menjabarkan substansi aspek-aspek idiil. Adapun yang dimaksud dengan objek pengembangan atau sasaran pembentukan (Joni:1999) adalah keseluruhan ranah sosio-psikologis peserta didik. Murdiono:1995). dan praksis. serta konteks Pendidikan Kewarganegaraan. clan baik". konatif. dan psikomotorik yang menyangkut status. prinsip. Objek Telaah Pendidikan Kewarganegaraan Objek telaah Pendidikan Kewarganegaraan terdiri atas aspek idiil. yakni ranah kognitif. serta format gerakan sosial-kutural kewarganegaraan masyarakat. dan lingkungan. media dan sumber belajar. dalam pendidikan kewarganegaraan sebagai dimensi “poietike” (Carr dan Kemis. prosedur. bahan belajar. Adapun yang dimaksud dengan praksis atau "praxis" dalam bahasa Latin (Carr dan Kemis:1986. berbangsa. serta perundangan lainnya yang relevan. dan bemegara. Yang termasuk ke dalam praksis Pendidikan Kewarganegaraan adalah interaksi belajar di kelas dan atau 14 . nilai. Kedua dimensi ontologis tersebut dapat dikemukakan lebih jauh sebagai berikut. dalam arti demokratis. dan berkeadaban dalam konteks kehidupan bermasyarakat. murdiono. Yang dimaksud dengan aspek idiil Pendidikan Kewarganegaraan adalah landasan dan kerangka filosofik yang menjadi titik tolak clan sekaligus sebagai muaranya Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia. yang perlu dimuliakan dan dikembangkan secara programatik guna mencapai kualitas warganegara yang "cerdas. ruang belajar. Yang termasuk ke dalam aspek instrumental tersebut adalah kurikulum. Murdiono:1995) Pendidikan Kewarganegaraan adalah perwujudan nyata dari sarana programatik kependidikan yang kasat mata.Pd ekstemal 106991 NIM : mendukung sistem kurikulum dan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dan di luar sekolah. 1. dan kemampuan para praktisi. sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 clan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan kewajibannya sebagai warganegara. yang pada hakekatnya merupakan penerapan konsep. 1995) yang berinteraksi dengan keyakinan. Yang termasuk ke dalam aspek idiil Pendidikan Kewarganegaraan adalah landasan dan tujuan Pendidikan Nasional.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. alat penilaian belajar. yang diikat oleh substansi idiil sebagai dimensi "pronesis" yakni 'truth and justice" (Carr dan Kemis:1986. guru. religius.

"civic knowledge and :skills" (Quigley:1991). keterampilan berpikir kritis/reflektif. pengetahuan dan kemampuan (Depdikbud:1993).Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. dan psikomotorik. Ranch sosial-psikologis. afektif. "reflective thinking" (Engle:1960).Pd di luar kelas.1978). keterampilan memecahkan masalah. dkk (1956). Ranch-ranch tersebut. instrumental. Simpson (1967) dikategorikan kedalam ranah kognitif. kecerdasan aqliyah (otak logisrasional). berbangsa. dan pergaulan sosial-budaya dalam kehidupan bermasyarakat.1960. memecahkan masalah yang kontroversial atau "closed areas" (Hunt dan Metcalf:1955). C. kecerdasan membuat putusan dan memecahkan masalah (decision making and problem solving). "ability to make informed and reasoned decision" (NCSS:1994). keterampilan membuat keputusan bernalar. dan keterampilan sosial. konatif. keterampilan. Kesemua itu dapat direkonseptualisasi menjadi pengetahuan kewarganegaraan. S. dan praksis. dan sikap (U-LJ 20/2003). seperti dapat disimak dalam perkembangan "citizenship /civic education atau pendidikan kewarganegaraan dikemas dalam berbagai label kompetensi atau kemampuan dan atau kepribadian warganegara. dan bernegara yang memberi dampak edukatif kewarganegaraan. Kratzwohl (1962). yang secara programatik diupayakan untuk ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya melalui kegiatan pendidikan. Epistimologi Pendidikan Kewarganegaraan Epistemologi Pendidikan Kewarganegaraan mencakup metodologi penelitian dan metodologi pengembangan Metodologi penelitian digunakan untuk mendapatkan 15 . Schwab:1960. (Sanusi:1998). Yang termasuk kategori kompetensi atau kemampuan itu adalah pengetahuan. Objek Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Jika objek telaah Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek idiil. adalah keseluruhan potensi sosialpsikologis peserta didik yang oleh Bloom. 106991 NIM : 2. sedangkan objek pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan adalah ranah sosial-psikologis. "critical attitudes and analytical perspective" (NCSS:1989). Barr dkk:1977. mode of inquiry (Bruner.

dan/atau penelitian dan pengembangan. dan pendidikan ilmu pengetahuan sosial. Model pembelajaran nilai merupakan model utama dalam mengembangkan warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab dalam konteks kehidupan yang berjiwakan nilai-nilai Pancasila. E. penelitian relevan dengan dan guna cara metode mengorganisasikan berbagai unsur instrumental dan kontekstual pendidikan. dapat pula disikapi dan diperlakukan secara terintegrasi sebagai kegiatan penelitian dan pengembangan ( r e s e a r c h and d e v e l o p m e n t ) . khususnya untuk dunia persekolahan dan pendidikan tenaga kependidikan.metode pengembangan. pengembangan. S. Disamping dapat disikapi dan diperlakukan secara sendiri-sendiri. Adapun metodologi pengembangan digunakan untuk mendapatkan paradigma pedagogic dan rekayasa kurikuler mengembangkan aspek-aspek sosial-psikologis peserta yang didik. Salah satu contoh penting manfaat tersebut adalah dikembangkannya berbagai model pembelajaran nilai yang merupakan salah satu misi dari Pendidikan Kewarganegaraan sendiri. Aksiologi Pendidikan Kewarganegaraan Y an g di pa nd an g s e ba ga i a s p ek aks io lo gi P en di di ka n Kewarganegaraan adalah berbagai manfaat dari hasil penelitian. D. Kaitan Pendidikan Kewarganegaraan dan Masyarakat Multikultural 16 . seperti dalam bentuk kegiatan penelitian tindakan atau "action research" (curriculumaction research/classroom. Sepanjang sejarah perkembangan epistemologi "social studies. tercatat berbagai kegiatan epistemologis penelitian. hasil pengembangan. dan atau hasil penelitian dan pengembangan dalam bidang kajian Pendidikan Kewarganegaraan yang telah dicapai bagi kepentingan dunia pendidikan. Berta Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia.Pd pengetahuan baru melalui: (1) metode penelitian kuantitatif 106991 NIM : yang memfokuskan proses pengukuran dan generalisasi untuk mendukung proses konseptualisasi. dan (2) metode penelitian kualitatif yang memfokuskan pada pemahaman holistik terhadap fenomena alamiah untuk membangun suatu teori.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. citizenship /civic education" secara umum.

Individu dalam hal ini dilihat sebagai refleksi dari kesatuan sosial budaya dimana mereka menjadi bagian darinya. multikulturalisme dikembangkan dari konsep pluralism budaya dengan menekankan pada kesederajatan kebudayaan yang ada dalam sebuah masyarakat. 17 106991 NIM : setiap warganegara atau masyarakat . corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman suku bangsa dan kebudayaanya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. dan Konstitusi yang berlaku di Indonesia. Empat dimensi kewarganegaraan sebagaimana dikemukakan di atas. “Masyarakat multikultural Indonesia” berbeda dengan masyarakat majemuk yang menunjukan keanekaragaman suku bangsa dan budaya. Pendidikan kewarganegaraan yang berperan penting dalam pendidikan multikultural mempersiapkan peserta didik menjadi warganegara yang memiliki komitmen kuat dan konsistensi untuk mempertahankan NKRI. adat serta perbedaan kedaerahan dan kedua secara vertikal ditandai oleh adanya perbedaan-perbedaan vertical antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam. pendidikan kewarganegaraan merupakan nama mata pelajaran wajib untuk kurikulum pendidikan dasar dan menengah dan mata kuliah wajib untuk kurikulum perguruan tinggi (pasal 37). agama. S. Bagi Indonesia. Dalam UU No.Pd Kemajemukan masyarakat Indonesia paling tidak dapat dilihat dari dua cirinya yang unik. Dengan demikian. yakni Pancasila. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peranan penting dalam upaya pengembangan masyarakat multikultural. Penjelasan UU ini menyebutkan bahwa “Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air”. pertama secara horizontal. menjadi acuan untuk menggambarkan kompetensi yang semestinya dimiliki multikultural. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. Multikulturalisme ini mengusung semangat hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan kultur yang ada baik secara individual maupun secara kelompok masyarakat. karakter kewarganegaraan akan memiliki kekhususan sesuai dengan ideologi yang dianut. ialah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). ia ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa.

Amerika Serikat (USA) dapat dicatat sebagai negara perintis kegiatan akademis dan kurikuler dalam pengembangan konsep dan paradigms "citizenship education" dan "civic education".Pd Menurut Branson (1998:16) ada tiga kompetensi sebagai komponen penting yang harus dimiliki setiap warga negara/masyarakat multikultur. yakni pada pertengahan tahun 1880-an di USA mulai diperkenalkan mata pelajaran "Civics" sebagai mata pelajaran di sekolah yang berisikan materi mengenai pemerintahan. adalah kecakapan intelektual dan partisipatoris warganegara yang relevan. seperti dapat dilihat di USA. Pandangan pertama melihat 18 . Dalam kenyataannya secara historis-epistemologis tidak bias dipisahkan dari perkembangan pemikiran tentang "social studies/ social studies education". pada dasarnya ads dua pandangan utama. 3. Secara historis-epistemologis. Dilihat visi lain perkembangan "citizenship education" dan "civic education". Civic Disposition (Watak Kewarganegaraan) yang mengisyaratkan pada karakter public maupun privat yang penting bagi pemeliharaan dan pengembangan demokrasi konstitusional. Kesimpulan 106991 NIM : Dari substansi kajian diatas maka. Istilah-istilah "civics.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. yaitu : 1. b. Mengenai saling keterkaitan antara "citizenship education" dan "civic education" dan "social studies". III. dapat disimpulkan bahwa: a. Untuk pertama kalinya. lebih cenderung digunakan dalam makna yang serupa untuk mata pelajaran di sekolah yang memiliki tujuan utama mengembangkan siswa sebagai warga negara yang cerdas dan baik. berkaitan dengan kandungan atau apa yang seharusnya diketahui oleh warganegara. Selanjutnya lahir sebutan-sebutan lain seperti civic education dan citizenship education. S. Civic Knowledge (Pengetahuan Kewarganegaraan). "Citizenship education" lebih cenderung digunakan dalam visi yang lebih luas untuk menunjukkan "instructional effects" dan "nurturant effects" dari keseluruhan proses pendidikan terhadap pembentukan karakter individu sebagai warganegara yang cerdas dan baik. dan "civic education". 2. Civic Skill (Keterampilan Kewarganegaraan).

yang perlu dimuliakan dan 19 . Setidaknya mereka kini telah mencapai suatu konsensus akademis dan programatik yang pads gilirannya akan memandu terjadinya proses kurikulum yang Iebih koheren. dan praksis pendidikan kewarganegaraan yang secara internal dan ekstemal mendukung sistem kurikulum dan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dan di luar sekolah. c.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. dan Pendidikan Kewarganegaraan yang berkembang selama hampir empat dasawarsa (1962-1998) menunjukkan terjadinya inkonsistensi pemikiran yang secara mendasar mencerminkan terjadinya krisis konseptual. S. hak. yakni objek telaah dan objek pengembangan. Mencermati perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia. Objek pengembangan atau sasaran pembentukan adalah keseluruhan ranah sosio-psikologis peserta didik. Bagi Indonesia konsensus serupa sangatlah penting dan didambakan untuk mendapatkan paradigma yang cocok mengenai pendidikan bidang sosial di sekolah. yakni ranah kognitif. Citizenship Education. Civic Education. Unsur ontologi Pendidikan kewarganegaraan memiliki dua dimensi. dan psikomotorik yang menyangkut status. yang tentunya berdampak pads terjadinya krisis operasional kurikuler. serta format gerakan sosial-kutural kewarganegaraan masyarakat. dimana "Civics. Objek telaah adalah keseluruhan aspek idiil. Tampaknya mereka telah berhasil mengatasi krisis konseptual dan kurikuler. konatif. instrumental. misi dan isi mats pelajaran "Civics" atau Pengetahuan Kewargaan Negara. sesungguhnya "social studies' juga memiliki kaftan sangat erat dengan "social sciences". Pendidikan Moral Pancasila. Pendidikan Kewargaan Negara. sampai 106991 NIM : sejauh ini baik istilah yang dipakai. afektif. Keadaan ini mirip dengan situasi yang juga pemah dialami di Amerika Serikat.Pd "citizenship education" dan "civic education” sebagai bagian dari “social studies” dan pandangan kedua melihat "citizenship education' dan "civic education" sebagai esensi atau inti dari "social studies". d. Sementara itu secara epistemologis. dan kewajibannya sebagai warganegara. Social Studies/Social Science Education" sejak kelahirannya tahun 1880-an sampai dengan terbitnya dokumen akademis NCSS (1994) “ Curriculum Standards for Social Studies: Expectations of Excellence" dan dokumen akademis Civitas (1994) 'National Standards for Civics and Government'.

dengan cars mengorganisasikan berbagai unsur instrumental dan kontekstual pendidikan. dan (2) metode penelitian kualitatif yang memfokuskan pada pemahaman holistik terhadap fenomena alamiah untuk membangun suatu teori. f. S. 1-36 20 . Metodologi penelitian digunakan untuk mendapatkan pengetahuan barn melalui: (1) metode penelitian kuantitatif yang memfokuskan proses pengukuran dan generalisasi untuk mendukung proses konseptualisasi. IV. khususnya untuk dunia persekolahyan dan pendidikan tenaga kependidikan. h. e. Adapun metodologi pengembangan digunakan untuk mendapatkan paradigms pedagogic dan rekayasa kurikuler yang relevan guns mengembangkan aspek-aspek sosial-psikologis peserta didik. Epistemologi Pendidikan Kewarganegaraan mencakup metodologi penelitian dan 106991 NIM : metodologi pengembangan. hasil pengembangan. Bandung-Program Studi Pendidikan kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia. religius.Tugas Rangkuman Mata Kuliah PKN dan Masyarakat Multikultural Oleh : Martalena Siburian. dan berkeadaban dalam konteks kehidupan bermasyarakat. dan baik". dan/atau hasil penelitian dan pengembangan dalam bidang kajian Pendidikan Kewarganegaraan yang telah dicapai bagi kepentingan dunia pendidikan. berbangsa. Sumber Bacaan : Budimansyah dan Suryadi. dan bemegara. dalam arti demokratis.Pd dikembangkan secara programatik guns mencapai kualitas warganegara yang "cerdas. Aspek aksiologi Pendidikan Kewarganegaraan adalah berbagai manfaat dari hasil penelitian. (2008): Pendidikan Kewarganegaraan dan Masyarakat Multikultural.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->