Pengembangan Bahan Ajar

Rangkuman Mata Kuliah

MODUL 1 PERAN DAN JENIS BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN Kegiatan Belajar 1 Peran Bahan Ajar dalam Pembelajaran
y

Bahan ajar adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Bahan ajar dapat berperan bagi guru dan siswa. Bagi guru, bahan ajar dapat berperan dalam hal: menghemat waktu guru mengajar, mengubah peran guru menjadi fasilitator, dan membantu proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Sementara peran bahan ajar bagi siswa adalah membantu siswa dapat belajar tanpa harus ada guru atau siswa lain, siswa dapat belajar kapan dan di mana saja, siswa dapat belajar dengan kecepatannya sendiri, siswa dapat belajar menurut urutannya sendiri dan membantu potensi siswa untuk menjadi pelajar mandiri. Peran bahan ajar dalam pembelajaran klasikal adalah sebagai bahan yang tak terpisahkan atau pelengkap dari buku utama. Pemanfaatan bahan ajar dalam pembelajaran klasikal dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Peran bahan ajar dalam pembelajaran individual adalah sebagai bahan utama dan sangat menentukan dalam proses pembelajaran. Di samping itu, bahan ajar juga dapat dijadikan sebagai alat yang dapat digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses siswa memperoleh informasi. Bahan ajar merupakan bahan yang terintegrasi dalam pembelajaran kelompok.

y

y

y

y

Kegiatan Belajar 2 Jenis Media Cetak dan Noncetak 1. Bahan ajar dikelompokkan menjadi bahan ajar cetak, noncetak dan bahan ajar display. 2. Bahan ajar cetak adalah sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran dan penyampaian informasi. Contohnya adalah buku teks, modul, handout, dan lembar kerja siswa. 3. Kelebihan bahan ajar cetak adalah: a. mudah diperoleh dan dibawa ke mana-mana, b. mudah dipelajari kapan dan di mana pun, c. tidak memerlukan alat khusus untuk menggunakannya, d. pengirimannya relatif mudah dan murah dibanding media lainnya, serta e. merupakan media yang paling canggih untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk belajar tentang fakta dan prinsip-prinsip umum serta abstrak dengan menggunakan argumentasi yang logis. 4. Kekurangan bahan ajar cetak adalah: a. tidak mampu mempresentasikan gerakan,

terlalu kecil untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. c. adhesive. keterkaitan. b. tidak mampu mempresentasikan kejadian secara berurutan. harganya relatif murah. audio. membutuhkan kemampuan baca yang tinggi dari pembacanya. untuk membuat bahan ajar cetak yang bagus. mampu memperjelas arti. 6. serta c. Kegiatan Belajar 3 Jenis Bahan Ajar Display Jenis bahan ajar display adalah jenis bahan ajar yang berisi materi tulisan atau gambar yang dapat ditampilkan di dalam kelas. serta g. pada umumnya membutuhkan alat khusus untuk menggunakannya. b. dapat menggambarkan gerakan. serta c. 7. 5. Jenis bahan ajar noncetak di antaranya adalah OHT. Jenis bahan ajar display memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya di antaranya adalah: y y y dapat diletakkan dengan mudah di kelas atau di ruang-ruang sekolah. chart. video dan komputer. kecuali yang telah dirancang khusus untuk keperluan itu. dapat dikembangkan sendiri oleh guru yang memiliki bakat seni dan dapat dikembangkan untuk hampir semua mata pelajaran. sulit untuk memberikan umpan balik untuk pertanyaan-pertanyaan kompleks yang memiliki kemungkinan banyak jawaban. foto dan realia. Kekurangan bahan ajar noncetak secara umum adalah: a. tidak dapat atau sulit memberikan bimbingan kepada pembacanya yang mengalami kesulitan memahami bagian tertentu dari bahan ajar tersebut. serta display yang bagus mampu menarik perhatian siswa. yaitu: 1. sehingga tidak cocok untuk mengajarkan halhal yang berkaitan dengan gerakan. f. slide. jenis bahan ajar display merupakan media diam. dapat dikombinasikan antara gambar dengan gerakan. y y Kekurangannya juga ada. Kelebihan bahan ajar noncetak secara umum adalah: a. dan mampu menyederhanakan informasi yang kompleks. di kelompok kecil atau siswa secara perseorangan tanpa menggunakan alat proyeksi. e. Yang termasuk jenis bahan ajar display di antaranya adalah flipchart. d. merangsang minat. MODUL 2 FAKTOR DAN PROSEDUR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR . peta. tidak kompatibel antarjenis yang ada. dan memberikan dampak terhadap topik yang dibahas. pemaparan materi dalam bahan ajar cetak cenderung linier.b. fleksibel dan mudah diadaptasi. aliran informasi yang disampaikan sangat fixed. poster. diperlukan biaya yang tidak sedikit. serta 2.

Kecermatan isi. berkenaan dengan kemudahan bahan ajar tersebut dipahami dan dimengerti oleh siswa sebagai pengguna. Dalam proses pengembangan bahan ajar tersebut. tidak perlu harus urut. 1.Kegiatan Belajar 1 Faktor-faktor yang Dipertimbangkan dalam Pengem-bangan Bahan Ajar Seorang guru diharapkan dapat mengembangkan bahan ajar untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelasnya. Perwajahan/pengemasan. komunikatif. 4. ada lima langkah utama yang sebaiknya diikuti yaitu: Tahap analisis merupakan tahap untuk mencari informasi mengenai perilaku dan karakteristik awal yang dimiliki siswa. serta keutuhan konsep yang dibahas berdasarkan bidang ilmunya. 7. berkenaan dengan keluasan dan kedalaman materi. 6. Tulislah apa yang dapat Anda tulis. pemilihan media dan sumber. komponen pelengkap. pemilihan kata. Ketepatan cakupan. Berdasarkan komentar yang diperoleh pada setiap tahap evaluasi. Tahap evaluasi merupakan tahap yang harus dilalui untuk memperoleh masukan bagi penyempurnaan bahan ajar yang telah dikembangkan. berkenaan dengan variasi penyampaian pesan dalam bahan ajar agar lebih menarik. berkenaan dengan validitas isi dan keselarasan isi. revisi dilakukan terhadap bagian bahan ajar yang perlu diperbaiki dan penyesuaian pada bagian lainnya agar bahan ajar yang dikembangkan tersebut menjadi bahan ajar yang utuh dan terpadu. Kelengkapan komponen. berkenaan dengan paket bahan ajar yang dapat berfungsi sebagai komponen utama. Ilustrasi. . Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut. pemilihan topik mata pelajaran. dan uji coba lapangan. Tahap pengembangan merupakan tahap penulisan bahan ajar secara utuh. penggunaan kalimat efektif. dan komponen evaluasi hasil belajar. Ketercernaan bahan ajar. berkenaan dengan penataan letak informasi dalam satu halaman cetak. 5. Kegiatan Belajar 2 Prosedur Pengembangan Bahan Ajar Dalam mengembangkan bahan ajar yang baik. 3. uji coba kelompok kecil. uji coba satu-satu. Penggunaan bahasa. berkenaan dengan pemilihan ragam bahasa. Ada empat cara yang dapat dilakukan yaitu telaah oleh ahli materi. serta pemilihan strategi pembelajaran. 2. dan membantu pemahaman siswa terhadap isi pesan. dan penyusunan paragraf yang bermakna. terdapat 7 (tujuh) faktor yang harus dipertimbangkan oleh guru agar bahan ajarnya menjadi efektif. Tahap perancangan adalah tahap perumusan tujuan pembelajaran berdasarkan hasil analisis. memotivasi.

Dalam proses pembelajaran. pemilihan materi. Read. Manfaat penggunaan medium modul yang utama dalam proses pembelajaran adalah memfasilitasi pembaca untuk mempelajari dan memahami materi tanpa perlu secara fisik didampingi guru/dosen/fasilitator. yaitu penentuan tujuan instruksional. Desain untuk LKS harus memperhatikan variabel ukuran. Metode SQ3R (Survey. tahapan pengembangan medium modul terdiri dari empat tahap. Dalam LKS siswa akan mendapat uraian materi. Kegiatan Belajar 3 Pengembangan dan Pemanfaatan LKS dalam Pembelajaran 1. Medium modul dapat digunakan pada setiap tahap dalam proses belajar. HANDOUT DAN LKS DALAM PEMBELAJARAN Kegiatan Belajar 1 Pengembangan dan Pemanfaatan Modul dalam Pembelajaran 1. (2) pengumpulan materi. 2. 4. dan latihan yang berkaitan dengan materi yang diberikan. Pengembangan handout dilakukan dengan mengikuti tahapan tertentu. medium modul harus dipersiapkan dengan memperhatikan aspek kedalaman materi dan kesiapan pembaca. dan tampilan fisik. Empat langkah dalam pengembangan LKS adalah (1) penentuan tujuan instruksional. 2. (3) penyusunan elemen. 4. serta (4) cek dan penyempurnaan. MODUL 4 PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MEDIA CETAK: TAMPILAN VISUAL DAN STORY BOARD Kegiatan Belajar 1 Tampilan Visual . yaitu (1) identifikasi tujuan instruksional. Handout lebih bersifat ringkas daripada modul karena fungsi utamanya sebagai suplemen. (2) memformulasi garis besar materi. 3.MODUL 3 PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MEDIA CETAK: MODUL. kepadatan halaman. 5. Review) merupakan salah satu metode yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan hasil yang optimal dari pemanfaatan media cetak untuk bahan ajar. Kegiatan Belajar 2 Pengembangan dan Pemanfaatan Handout dalam Pembelajaran 1. 3. Secara umum. Handout merupakan salah satu bentuk media cetak. serta (4) menentukan format dan tata letak. Recite. Untuk dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran. (3) menulis materi. dan kejelasan. Question. tugas. 3. handout dapat digunakan sebagai sumber materi dan pengayaan. 2. LKS (Lembar Kerja Siswa) adalah materi ajar yang dikemas secara terintegrasi sehingga memungkinkan siswa mempelajari materi tersebut secara mandiri.

Medium transparansi atau OHT merupakan salah satu alat bantu yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. atau (3) disusun ulang. Di samping itu. Kartu dapat menggunakan kertas indeks. menerangkan suatu konsep atau teori yang bersifat abstrak. Masing-masing pengembang dapat menggunakan format yang berbeda. 2. (c) kontras. (b) energi atau usaha yang dibutuhkan untuk memahami pesan tampilan. (b) petunjuk. 3. 5. Story board digunakan karena fleksibilitas yang diberikan dalam proses pengembangannya. Pemanfaatan elemen sesuai dengan karakteristiknya akan meningkatkan kualitas tampilan visual. potongan kertas biasa. Manfaat medium transparansi antara lain adalah untuk membantu Anda: 1. Kegiatan Belajar 2 Pengembangan dan Pemanfaatan Story Board dalam Pembelajaran 1. (2) diedit. pemilihan pola untuk digunakan dalam tampilan. Kualitas tampilan ditentukan oleh pemilihan dan penyusunan elemen untuk disatukan dalam tampilan. dengan cara mem-visualkannya dalam lembaran transparansi. Elemen dapat dibagi menjadi tiga yaitu (a) elemen visual. atau kertas lem. 3. Dasar atau alas story board dibuat dengan memperhatikan jenis kayu dan bahan. . dan (c) elemen yang menambah daya tarik. yaitu: (a) kedekatan. dan 3. manfaat story board adalah untuk (1) mengurutkan informasi. dan penyatuan elemen dengan berpedoman pada pola yang telah ditentukan. 2.1. MODUL 5 PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NONCETAK: TRANSPARANSI. (2) praktek menarik kesimpulan. Empat faktor yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas komunikasi melalui perbaikan desain tampilan visual adalah (a) kejelasan tampilan. DAN AUDIOTRANSPARANSI Kegiatan Belajar 1 Pemanfaatan dan Pengembangan Medium Transparansi Nah. dan (d) fokus perhatian peserta didik. 2. dan (d) konsistensi. sekarang mari kita lihat kembali apa yang telah dibahas di muka. Story board menggunakan kartu-kartu yang masing-masing berisi pesan untuk disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan pesan utuh. 4. Kartu-kartu yang digunakan dalam proses pengembangan story board dapat berakhir dengan cara (1) dibuang. 4. Pengaturan elemen sehingga didapat tampilan yang efektif dalam menyampaikan pesan perlu dilakukan dengan memperhatikan empat faktor. (c) keterlibatan aktif peserta didik. mengajar pada kelas besar untuk pembelajaran yang bersifat massal. Tidak ada aturan baku mengenai kartu. dan (3) membuat perencanaan. Format story board ditentukan oleh tujuan pengembangan story board. (b) elemen verbal. AUDIO. memperjelas ringkasan materi yang diajarkan. Story board tidak memiliki format baku.

MODUL 6 PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NONCETAK: PROGRAMVIDEO DAN BAHAN AJAR BERBANTUAN KOMPUTER Kegiatan Belajar 1 Pemanfaatan dan Pengembangan Program Video Sekarang mari kita lihat kembali apa yang telah kita bahas dalam kegiatan belajar ini. Program audio merupakan alat bantu mengajar yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran massal. Kegiatan Belajar 3 Pemanfaatan dan Pengembangan Audiotransparansi Audiotransparansi merupakan alat bantu mengajar yang menggabungkan kekuatan visual dan suara. Pemanfaatan medium video terutama efektif untuk menghadirkan suatu gambaran riil yang dapat membangkitkan emosi siswa untuk tujuan pembelajaran yang bersifat afektif. Anda telah mempelajari mengenai manfaat dan jenis bahan ajar berbantuan komputer. serta (2) pembuatan lembaran transparansi itu sendiri. Manfaat utama penggunaan program audio adalah untuk memberikan ilustrasi konkret suatu materi pelajaran. Pemanfaatan program audio di kelas sebaiknya diikuti dengan diskusi dan praktek untuk memperkuat manfaat penggunaan program dalam proses belajar siswa. yaitu: (1) penyiapan materi. Bahan ajar berbantuan komputer pada dasarnya dapat bersifat satu arah dan dua arah. Bahan ajar berbantuan komputer sangat efektif untuk menghadirkan aktivitas pembelajaran seperti drill. simulasi. Kaset video merupakan alat bantu mengajar yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran massal. dan permainan. sehingga dapat memfasilitasi komunikasi dan interaksi antara siswa dengan guru/tutor dan antara siswa dengan siswa lainnya. Bahan ajar berbantuan komputer seperti CAI dan CBI pada umumnya bersifat satu arah dan dirancang untuk digunakan pada komputer mandiri. Sedangkan bahan ajar berbantuan komputer dua arah seperti WBC pada umumnya dirancang untuk digunakan pada komputer yang tersambung ke suatu jaringan lokal ataupun Internet. Program audio juga dapat digunakan sebagai bahan ajar utama ataupun bahan ajar pendukung yang diintegrasikan dengan pembelajaran lisan. ataupun kelompok.Proses pengembangan medium transparansi dapat dibagi dalam dua tahap. individual. Dengan demikian. individual. MODUL 7 BAHAN AJAR DISPLAY . Kegiatan Belajar 2 Pemanfaatan dan Pengembangan Program Audio Sekarang mari kita lihat kembali apa yang telah kita bahas dalam kegiatan belajar ini. tergantung dari rancangan dan jenis komputer yang digunakan. Manfaat utama penggunaan kaset video adalah untuk memberikan ilustrasi konkret suatu materi pelajaran. ataupun kelompok. Kegiatan Belajar 2 Pemanfaatan dan Jenis Bahan Ajar Berbantuan Komputer Pada kegiatan belajar ini. materi yang disajikan dapat menjadi suatu bahan pembelajaran yang utuh dan terpadu. Medium ini juga dapat digunakan sebagai bahan ajar utama ataupun bahan ajar pendukung yang diintegrasikan dengan pengajaran lisan di dalam kelas.

papan buletin. juga dapat berupa bahan tiga dimensi. model. papan magnetis. dan 4. 3. poster. papan flanel. Penggunaan papan buletin dapat disebut efektif apabila mampu membuat siswa mau mempelajari isi informasi dan pengetahuan yang terdapat di dalamnya. dan bulletin board. Papan buletin umumnya digunakan sebagai salah satu sumber informasi dan pengetahuan di sekolah. (b) tujuan pembelajaran. ketiga faktor tersebut di atas harus merupakan satu kesatuan. model. dan diorama. 2. dan diorama dapat berupa benda riil atau benda-benda yang digunakan untuk mewakili benda riil tersebut. Kegiatan Belajar 2 Mendesain dan Membuat Papan Buletin (Bulletin Board) Bulletin board atau papan buletin adalah salah satu bentuk papan display yang relatif mudah dan murah pembuatannya. chart. Bahan ajar display tiga dimensi yang berupa realia. penyampaian informasi dan ilmu pengetahuan. seperti realia. Kegiatan Belajar 2 Merancang Gambar untuk Bahan Ajar Display Untuk menciptakan bahan ajar display yang efektif. grafik. grafik. kartun. . Di samping faktor di atas ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan khususnya dalam memproduksi bahan ajar display dua dimensi seperti poster.Kegiatan Belajar 1 Bentuk Informasi dan Pengetahuan dalam Bahan Ajar Display Bahan ajar display pada dasarnya digunakan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan pada audiens dalam jumlah sedang. Gambar yang merupakan bahan ajar dua dimensi dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu: diagram. (b) menentukan tata letak. (c) informasi yang tersedia. (d) keterlibatan siswa. MODUL 8 PAPAN DISPLAY Kegiatan Belajar 1 Jenis Papan Display Display atau pameran mempunyai maksud adanya upaya untuk memperlihatkan sesuatu yang berupa informasi dan pengetahuan kepada khalayak (audience). Bentuk informasi yang digunakan dalam bahan ajar display selain dapat berupa bahan dua dimensi seperti gambar dan foto. Jika digunakan untuk keperluan pembelajaran. dan (c) mendisplay bahan informasi. Penggunaan papan display untuk mengkomunikasikan informasi dan pengetahuan mempunyai beberapa tujuan yaitu: dekoratif. motivasional dan instruksional. dan produk fotografi. papan tulis (blackboard atau whiteboard). dan (e) evaluasi. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengkomunikasikan informasi dan pengetahuan tertentu. chart. yang terdiri dari beberapa jenis yaitu: 1. Faktorfaktor yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain dan membuat bahan ajar display dua dimensi yaitu (a) mengumpulkan bahan/informasi. penyampaian pesan dan informasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: (a) karakteristik siswa. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menggunakan papan display.

(e) memerlukan pengetahuan prasyarat. Papan buletin dapat digunakan tidak hanya untuk memamerkan benda-benda dua dimensi. karena dapat digunakan untuk memamerkan baik benda-benda dua dimensi maupun benda-benda tiga dimensi. Segi negatif penggunaan bahan ajar cetak meliputi (a) ketidakmampuan mempresentasikan gerak. (c) kesulitan memberikan umpan balik. (b) aspek pengajaran. Segi positif pemakaian bahan ajar cetak dapat dikelompokkan dalam lima aspek.Papan buletin dapat digunakan sebagai papan informasi serbaguna. dan asal bahan ajar cetak. dan (c) Aspek apa yang dievaluasi? 2. Kegiatan Belajar 2 Variabel dan Evaluasi 1. (c) ketercernaan pemaparan. Papan buletin bahkan dapat digunakan untuk memamerkan benda nyata. (c) aspek kualitas penyampaian. 2. yaitu (a) aspek media. Hasil akhir dari kegiatan evaluasi adalah rekomendasi atau usulan yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan suatu tindakan. (d) memerlukan tingkat kemampuan baca tertentu. (g) memuat terlalu banyak terminologi. MODUL 10 EVALUASI BAHAN AJAR NONCETAK Kegiatan Belajar 1 Evaluasi Formatif vs Evaluasi Sumatif Evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menilai sesuatu. Papan buletin dapat berukuran sedang atau besar. (e) perwajahan. Format untuk evaluasi bahan ajar cetak dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dengan memperhatikan bentuk bahan ajar cetak. 3. aspek yang dievaluasi. (d) aspek penggunaan. dan (g) kelengkapan komponen. MODUL 9 EVALUASI BAHAN AJAR CETAK Kegiatan Belajar 1 Kelebihan dan Kelemahan Bahan Ajar Cetak 1. Evaluasi bahan ajar oleh karenanya. . Pada umumnya papan buletin berukuran panjang 4 m dan lebar 1. (f) kemungkinan digunakan sebagai alat menghapal. (f) penggunaan ilustrasi. (d) penggunaan bahasa. tetapi juga benda-benda tiga dimensi atau benda nyata.5 m. dan (h) cenderung pasif dan satu arah. dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan untuk menilai efektivitas dan efisiensi sebuah bahan ajar. (b) kesulitan dalam pemberian bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi. Guru dapat memamerkan informasi dan ilmu pengetahuan secara lebih kreatif dengan menggunakan papan buletin. (b) Siapa yang akan dilibatkan?. (b) ketepatan cakupan isi. dan (e) aspek ekonomi. Ada tiga pertanyaan yang harus dijawab sebelum seseorang dapat menentukan evaluasi seperti apa yang akan dilakukan terhadap bahan ajar cetak. yaitu: (a) Apa yang dievaluasi?. Faktor yang perlu diperhatikan pada saat mengembangkan bahan ajar meliputi: (a) kecermatan isi / materi.

Ada beberapa model evaluasi formatif yang dapat digunakan yaitu reviu program oleh pakar (expert review). Kegiatan uji coba dan revisi bahan ajar membentuk suatu siklus yang akan berhenti apabila bahan ajar telah mencapai kualitas yang memuaskan. Hasil akhir dari evaluasi formatif adalah rekomendasi atau usulan untuk memilih bahan ajar yang tepat. Evaluasi formatif pada umumnya diterapkan dalam proses pengembangan dan produksi sebuah bahan ajar. Sebagian besar model evaluasi formatif yang digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap sebuah bahan ajar pada umumnya menggunakan siswa sebagai responden atau sumber informasi/data. Kegiatan Belajar 2 Model dan Prosedur Evaluasi Formatif y Pada dasarnya Evaluasi Formatif digunakan untuk menemukan kelemahan-kelemahan dalam sebuah bahan ajar dengan tujuan untuk memperbaiki kelemahan tersebut. (b) kualitas teknis bahan ajar. dan model tiga tahap (three stages model). y y y y Kegiatan Belajar 3 Evaluasi Bahan Ajar Noncetak Evaluasi bahan ajar pada dasarnya dilakukan dengan maksud untuk mengetahui tingkat efektivitasnya jika digunakan dalam aktivitas pembelajaran. evaluasi bahan ajar juga sering dilakukan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada di dalamnya dengan tujuan untuk melakukan revisi. Di samping itu. Karena jenisnya yang beragam. Teknik lain yaitu uji coba bahan ajar dengan melakukan pretest dan post-test. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi yaitu kuesioner dan wawancara. evaluasi dapat diklasifikasikan menjadi evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Hal ini disebabkan pengguna bahan ajar yang dievaluasi adalah siswa. pengembangan dan pengujian bahan ajar (developmental testing). Untuk mengetahui kualitas bahan ajar noncetak kita perlu mengetahui komponen-komponen bahan ajar noncetak yang pada dasarnya terdiri dari: (a) kualitas isi/materi bahan ajar. Tujuan evaluasi yang akan dicapai dapat tercermin dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada waktu melakukan kegiatan pengumpulan data dan informasi. dan (c) kemasan bahan ajar . Evaluasi formatif adalah evaluasi yang bertujuan untuk menemukan kelemahan yang terdapat dalam sebuah bahan ajar dengan tujuan untuk memperbaikinya. verifikasi dan revisi program oleh siswa (learner verification and revision). Evaluasi sumatif dilakukan dengan tujuan untuk menentukan nilai akhir dari sebuah bahan ajar. Inti dari kegiatan evaluasi formatif adalah uji coba dan revisi bahan ajar. Program dalam hal ini adalah bahan ajar yang tengah dikembangkan. evaluasi bahan ajar noncetak harus dilakukan secara spesifik sesuai dengan karakteristik bahan ajar tersebut.Berdasarkan tujuan akhir yang akan dicapai. Penggunaan siswa sebagai responden dimaksudkan agar data dan informasi yang diperoleh tentang bahan ajar sangat akurat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful