P. 1
Cara Budidaya Ternak Bebek

Cara Budidaya Ternak Bebek

|Views: 10,644|Likes:
Published by zainal-arif-5178

More info:

Published by: zainal-arif-5178 on May 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

Cara Budidaya Ternak Bebek Peking

Bebek Peking merupakan salah satu jenis bebek dalam kategori bebek pedaging, karena itu para peternak bebek peking memanen ternakannya sebagai daging. Olahan makanan dari daging bebek peking sangat bervariasi dan cukup mendapat tempat di masyarakat. Selain itu pertumbuhan bebek peking relatif cepat, sehingga tidak heran bisnis bebek peking ini cukup prospektif untuk ditekuni. Sebagai upaya untuk memaksimalkan budidaya dan bisnis Bebek peking ini telah dikembangkan pola Kemitraan Peternakan Bebek Peking. Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik). Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang mempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok. Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu: 1. Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000INA; 2. Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga; 3. Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood. Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itikitik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak).

1

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Mengapa Bisnis Bebek Peking? Bisnis bebek peking merupakan peluang bisnis yang cukup potensial, jika anda masih penasaran dengan bisnis ini ada beberapa hal yang membuat peluang bisnis ini layak dipertimbangkan: 1. Dari segi laju pertumbuhannya, ternak itik dapat tumbuh lebih cepat dari ternak ayam, apalagi itik yang tergolong tipe pedaging seperti itik peking. Pada umur satu bulan berat itik peking sudah mencapai 1,5 kg dan pada umur 2 bulan beratnya sudah bisa mencapai 3 kg, sedangkan untuk ayam potong (broiler) pada umur yang sama hanya bisa mencapai berat sekitar 1 kg dan 2 kg. 2. Ternak itik diyakini jauh lebih tahan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ternak ayam. Sekalipun penyakit-penyakit yang menyerang ternak ayam pada umumnya juga menyerang itik, namun akibat yang diderita oleh itik tidak terlalu parah. Hal ini terkecuali hanya pada kepekaannya terhadap aflatoxin di mana itik amat peka terhadap aflatoxin yaitu jamur pada biji-bijian. 3. Dalam bentuk usaha peternakan rakyat, peternakan itik dapat diusahakan dengan memanfaatkan peralatan yang amat sangat sederhana, misalnya perkandangannya serta alat-alat yang digunakan dalam kandang. Bahkan itik dapat bertahan hidup di alam terbuka dengan model kandang seperti kemahnya anak pramuka. 4. Dalam usaha peternakan itik yang diusahakan secara ekstensif kita dapat memanfaatkan alam sekitar di mana banyak terdapat sumber-sumber karbohidrat dan protein yang terbuang sia-sia seperti sisa-sisa panen padi di sawah, cacing, ikan-ikan kecil di sungai-sungai, dan lain sebagainya. Di samping itu, karena itik memiliki insting berkelompok (flocking instinct) yang amat kuat, maka ini sangat membantu dalam hal pengendalian terutama untuk model pemeliharaan yang bersifat ekstensif (digembalakan). 5. Kulit telur itik pada umumnya lebih tebal dibandingkan dengan kulit telur ayam. Ini mempunyai arti penting dalam hal mengurangi resiko pecah atau retak terutama dalam penanganan (product handling) dan transportasi. Terlebih untuk usaha penetasan telur dan pembuatan telur asin. 6. Pada umumnya unggas air seperti ternak itik dan yang lainnya jarang bahkan bisa dikatakan tidak memiliki sifat kanibal dan agonistik (berkelahi) 7. Sisi lain pemanfaatan limbah terutama bulu, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan kasur, bantal, atau pakaian, maka untuk bulu itik jenis tertentu seperti entok dan yang lainnya dapat dipergunakan sebagai bahan suttle kock. Ini berarti ada nilai lebih dari limbah yang berasal dari ternak itik. 8. Jika dibandingkan dengan telur ayam ras maka telur itik terkesan lebih dihargai karena telur itik dijual dengan satuan butir/biji sedangkan untuk telur ayam ras dijual dengan satuan kilogram (kg).

2

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

9. Secara umum harga produk ternak itik baik untuk komoditi telur atau daging terasa lebih stabil jika dibandingkan dengan produk ternak ayam. Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengembangkan budidaya peternakan bebek peking karena meningkatnya permintaan pangsa pasar nasional dan internasional terhadap daging bebek tersebut. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Pertenakan Babel, Bayodandari, di Pangkalpinang, mengatakan, pemerintah daerah memotivasi para pengusaha dan peternak untuk mengembangkan bebek peking seiring dengan permintaan pasar terhadap daging bebek peking cukup tinggi. "Pada 2009 ekspor daging peking ke manca negara seperti Singapura, Cina, Jepang, Taiwan berkisar 150 ton dan permintaan pasar nasional berkisar 20 ton pertahun, sementara produksi daging bebek peking terbatas seiring masih kurang minat masyarakat," ujarnya. Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman di lapangan, bebek peking mempunyai kemampuan menghasilkan daging dengan waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging. Bebek peking mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari dua bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 - 3,3 kilogram dan siap panen. "Hal ini telah dibuktikan peternak bebek peking di Belinyu Kabupaten Bangka yang menjadikan bekas tambang timah dalam mengembangkan bebek peking dan bebek peking umur 53 hari bisa mencapai berat badan sekitar 3,25 kilogram," ujarnya. Menurut dia, permasalahan yang dihadapi peternak dalam mengembangkan bebek peking yakni ketersediaan bibit yang terbatas dan tingginya pakan bebek peking. "Kita masih mengandalkan bibit dari Malaysia karena untuk melakukan pembibitan bebek peking harus memiliki ketersediaan SDM dan sarana listrik yang memadai. Sementara ketersediaan bahan pakan ternak peking, peternak mengandalkan pasokan pakan dari Pulau Jawa dan Sumatera sehingga biaya produksi bebek peking tinggi," ujarnya. Menurut dia, Bangka Belitung (Babel) bisa mengimpor daging itik atau bebek paking ke sejumlah negara jika didukung oleh sarana yang memadai seperti listrik, pakan ternak dan lokasi pembibitan yang bisa membuat mempercepat perkembangbiakan bebek paking. "Geografis daerah di Babel cukup mendukung sebagai sentra pembibitan bebek paking jika benar-benar dikelola lebih serius, tentu juga didukung oleh dana yang memadai," katanya. Banyak pertanyaan yang masuk kepada kami seputar DOD itik peking dan cara beternak itik jenis pedaging ini. Karena kapasitas kami yang kurang memadai dan waktu yang kami miliki juga sangat terbatas maka kami menurunkan sebuah artikel yang ditulis oleh Bapak

3

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Ir. H. Idih Purnama Alam dengan judul “BUDIDAYA ITIK PEKING (PEKING DUCK)”. Beliau adalah pegawai Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, sehingga menjadi sangat pas lah ketika pakar dan ahlinya yang berbicara. Namun tidak menutup kemungkinan kalau ada pertanyaan dari pembaca seputar produk ini kami akan berusaha menjawabnya sebatas kemampuan dan kapasitas kami, insyaallah. Semoga bermanfaat. Seperti kita ketahui bersama, bahwa perkembangan perunggasan sejak awal tahun 2004 telah banyak didera dengan berbagai cobaan yang banyak mengakibatkan terpuruknya usaha di bidang perunggasan, baik itu peternak ayam ras (petelur/pedaging), ayam buras maupun peternak itik. Dimulai dengan adanya serangan penyakit unggas yang terkenal ganas yaitu penyakit avian influenza (AI) atau yang lebih populer dengan sebutan penyakit flu burung sampai dengan kenaikan harga bahan baku pakan ternak maupun pakan ternak jadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, kondisi seperti itu dirasa sangat menekan terhadap perkembangan perunggasan secara menyeluruh.Pembangunan sub sektor peternakan tidak bisa terlepas dari kegiatan pembangunan pertanian, karena pembangunan sub sector peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian, hal ini sejalan dengan apa yang telah dicanangkan oleh bapak presiden republik indonesia pada tanggal 11 juni 2005 tentang revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan (RPPK) di mana peternakan termasuk di dalamnya. Apabila kita amati bersama dari kondisi yang telah terjadi dalam pengembangan pembangunan peternakan fokus yang paling menonjol dan perlu mendapat perhatian serius adalah komoditi perunggasan, hal ini disebabkan dengan banyaknya kasus penyakit ai maupun kenaikan harga pakan serta penurunan minat masyarakat terhadap budidaya unggas terutama unggas berupa ayam buras, malahan tidak sedikit kasus penyakit ai ini yang menyerang terhadap manusia, sehingga pembangunan perunggasan perlu disikapi dengan arif dan selectif serta harus bisa menciptakan terobosan alternatif untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan daging yang berasal dari unggas. Dari pengalaman di lapangan ternyata ada komoditi lain selain ayam ras pedaging yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan daging dengan waktu cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging yaitu unggas air berupa itik peking (peking duck). Di mana peking duck mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produksi daging kurang dari 2 bulan bisa menghasilkan berat badan sekitar 3 - 3,3 kg, sehingga sudah siap untuk dipotong.hal ini telah dibuktikan oleh peternak di kapetakan kecamatan kroya kabupaten Cirebon di mana itik peking umur 53 hari bisa mencapai berat badan sekitar 3,25 kg. Seperti yang telah dimuat dalam harian kompas terbitan Juni 2007. Dengan melihat kondisi seperti tersebut di atas kami mencoba membuat tulisan mengenai budi daya itik peking dalam rangka akselerasi pembangunan peternakan unggas air untuk pemenuhan kebutuhan akan daging dalam waktu yang relatif cepat, mudah dan bisa dikembangkan oleh masyarakat di pedesaan. Maksud dan Tujuan Maksud dari pola pengembangan pemeliharaan itik peking ini antara lain:

4

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

1. Untuk mencari alternatif terobosan dalam rangka mempercepat produksi daging yang berasal dari unggas air (itik). 2. Merubah pola usaha unggas air (itik) dari yang nomaden ke arah yang intensif. 3. Menjadikan usaha unggas air (itik) menjadi usaha pokok masyarakat. 4. Menciptakan peternak yang mandiri dan berkualitas (peternak tangguh). 5. Menyediakan permintaan pasar terutama permintaan daging itik yang bekualitas. Sedangkan tujuan dari budi daya itik peking (peking duck) ini antara lain: 1. Meningkatkan produksi daging itik yang berkualitas. 2. Meningkatkan pendapatan dari para peternak itik. 3. Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan. 4. Mengurangi tingkat pengangguran. 5. Memperkenalkan usaha peternakan itik jenis pedaging yang bisa menghasilkan daging kualitas prima dalam waktu relatif singkat 6. Disamping penyediaan daging, juga bisa menghasilkan bulu itik (feathers duck) sebagai bahan kerajinan seperti shutle cok, jok kursi, kamoceng dll. Permasalahan Dalam setiap kegiatan, tentunya selalu timbul permasalahan baik permasalahan yang besar maupun pemasalahan kecil, dan setiap permasalahan perlu dicarikan alternatif pemecahannya. Masalah itik peking ini ada sedikit permasalahan yang kiranya perlu diambil langkah-langkah untuk mencapai keberhasilan dan yang timbul pada saat ini diantaranya : 1. Permintaan daging itik peking di pasaran cukup tinggi, tetapi sumber pasokan daging pada saat ini masih mengandalkan kepada daging import. 2. Budidaya itik peking pada saat ini masih dikuasai oleh pengusaha besar, sedangkan peternak di pedesaan masih relatif sedikit. 3. Penyediaan bakalan (DOD) peking masih bersifat tertutup, belum secara mudah didapatkan oleh masyarakat luas. Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah: 1. Penyakit Duck Cholera Penyebab: bakteri Pasteurela avicida. Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan. Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat. 2. Penyakit Salmonellosis Penyebab: bakteri typhimurium.Gejala: pernafasan sesak, mencret. Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

5

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Pola Pengembangan Budidaya Itik Peking (Peking Duck) System pemeliharaan Untuk menentukan suatu bentuk usaha terutama dalam usaha ternak itik, maka yang pertama kali diperhatikan yaitu tujuan usaha, apakah tujuannya untuk menghasilkan daging konsumsi atau mau menghasilkan bibit supaya untuk langkah selanjutnya bisa ditentukan system pemeliharaan yang akan diambil. Dalam usaha perunggasan terutama unggas air (itik) dikenal dengan system pemeliharaan yaitu: 1. System pemeliharaan extensif 2. System pemeliharaan semi intensif 3. System pemeliharaan intensif System pemeliharaan extensif, di mana pada system ini ternak-ternak dipelihara dengan cara di abur/digembalakan tanpa memperhatikan kandang maupun makanan, karena ternak-ternak tersebut dilepas di tempat-tempat yang mempunyai sumber pakan alami misalnya di daerah-daerah persawahan yang baru panen. Pemeliharaan ini dilaksanakan oleh para peternak yang bersifat tradisional dan nomaden, kondisi ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat bagian utara, karena daerah pantura ini merupakan daerah persawahan yang cukup luas sehingga menjadi potensi bagi pengembangan itik dengan system extensif. Pemeliharaan dengan system semi intesif, di mana ternak-ternak yang di pelihara sudah memperhatikan kandang ternak dan diberi makan tetapi sewaktu-waktu dilepas untuk mencari makan sewaktu ada peluang pada saat panen padi ataupun pada tempat-tempat yang mempunyai potensi sumber pakan yang alami Sedangkan pemeliharaan yang intensif, ternak-ternak peliharaan selalu di tempatkan dikandang dan diberi makan secara terus menerus serta sudah memperhatikan aspekaspek teknis pemeliharaan ternak secara ilmiah dan sudah menggunakan teknologiteknologi yang dianjurkan. Untuk pemeliharaan itik peking (peking duck), lebih tepat apabila dilaksanakan dengan system intensif, hal ini disebabkan itik peking (peking duck) merupakan itik ras pedaging yang mempunyai kemampuan kecepatan pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, di mana dalam kurun waktu pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah bisa mencapai di atas 3 kg dengan kondisi makanan yang baik dan itik sudah siap dijual sebagai itik pedaging, dengan kualitas daging yang prima. Dalam usaha budi daya itik peking (peking duck) ini dikenal beberapa tahapan pemeliharaan, terutama untuk usaha budidaya pembibitan sedangkan untuk budi daya penggemukan (penghasil daging) hanya dikenal 1 (satu) tahapan pemeliharaan.

6

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Tahapan Pemeliharaan Pembibitan : A. Pemeliharaan anak (masa starter) Pemeliharaan anak/masa starter dimulai pada saat itik peking (peking duck) berumur 1 hari sampai umur 60 hari, di mana anak-anak itik dipelihara dalam kandang khusus yaitu untuk kandang anak dengan memakai pemanas/induk buatan dalam rangka menghangatkan tubuh dari anak itik tersebut, hal ini disebabkan pada umur 1-14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca dingin karena belum dilengkapi dengan bulu yang sempurna untuk menahan dingin, sehingga perlu adanya bantuan induk buatan sebagai penghangat tubuh, serta anak itik diberi makan khusus yaitu pakan anak yang mempunyai kandungan protein sekitar 19 - 21% kadar protein dan lebih dikenal dengan pakan “starter”. Setelah umur 14 hari anak itik tersebut sudah mampu untuk menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan induk buatan (pemanas), di kandang ini bisa dipelihara sampai umur 60 hari bagi pemeliharaan pembibitan, selanjutnya setelah umur di atas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (grower). Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang box, untuk kandang box biasanya dilakukan pada umur 1 - 14 hari sedangkan dari umur 15 60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik sudah mulai besar. Kapasitas kandang pada periode ini yaitu 10 - 15 ekor/m2. B. Pemeliharaan masa pertumbuhan (periode grower) Periode pemeliharaan itik peking pada masa pertumbuhan/masa grower, perlu diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang banyak dipelihara adalah itik peking (peking duck) betina sebagai calon bibit pengganti /replacement stock atau persediaan bibit dan juga itik peking jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengganti. Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit pengganti yang mempunyai kelebihan atau keunggulan tertentu sebagai bibit pengganti, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 ( 1 jantan 4 betina). Pada periode ini itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150 hari, sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6 - 8 ekor/m2. C. Pemeliharaan peking duck layer/periode bertelur Itik peking/peking duck yang sudah berumur 5 bulan atau lebih baik jantan maupun betina dikategorikan sebagai itik layer karena pada saat ini kondisi itik sudah bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan. Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang itik dewasa , kandang itik ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi untuk mandi itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar 1 : 4 ( 1 jantan banding 4 betina). Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan sebagai sumber dod yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan itik peking. Kapasitas dikandang dewasa sekitar 3 - 5 ekor/m2.

7

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Tahap Pemeliharaan Penggemukan Untuk pemeliharaan itik peking/peking duck dengan tujuan penggemukan hanya dilaksanakan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu dari itik berumur 1 (satu) hari sampai itik peking tersebut siap dijual. Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik ,berat badan itik peking yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan kurang lebih 55- 60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari. Pada umumnya itik-itik yang dipelihara untuk tujuan ini adalah itik peking yang jantan, tetapi yang betinanya pun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat. Kalau kita bandingkan antara waktu pemeliharaan dengan hasil produksi daging yang dihasilkan antara itik peking/peking duck dengan ayam ras pedaging akan lebih unggul itik peking, di mana untuk itik peking dengan waktu pemeliharaan sekitar 53 - 55 hari bisa menghasilkan daging berat hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk ayam ras pedaging dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar 32- 35 hari menghasilkan daging berat hidup sekitar 1,2 - 1,5 kg, sehingga apabila kita bandingkan dengan waktu yang sama maka akan diperoleh berat daging itik peking melebihi berat dari pada ayam ras pedaging. Silahkan buktikan! Sistem Perkandangan Sistem perkandangan dalam budi daya itik peking/peking duck bisa dikenal 3 tipe kandang diantaranya : 1. Tipe kandang battery Dalam tipe kandang ini, ternak dikandangkan satu persatu dalam satu kotak dengan ukuran yang hanya cukup untuk 1 ekor itik peking/peking duck dewasa, dengan ukuran kandang panjang x lebar x tinggi (45 x 45 x 35 cm). Dengan tipe kandang ini biaya untuk kandang relatif lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tipe kandang yang lain. Dengan tipe kandang battery ini, maka sistem perkawinannya harus menggunakan kawin buatan (insiminasi buatan) yang dilakukan oleh tenaga manusia yang ahli dalam insiminasi buatan dengan istilah inseminator. Pada tipe kandang ini kondisi ternak maupun produksi telur dari pada itik peking/peking duck bisa terkontrol secara satu persatu, apakah produktivitasnya tinggi atau rendah, begitu juga dalam pengontrolan penyakitnya akan lebih mudah terkontrol. 2. Tipe kandang postal Dalam usaha ternak itik yang menggunakan tipe kandang postal, di mana ternak-ternak peliharaan ditempatkan dalam satu ruangan besar dengan jumlah ternak tertentu, di mana pemberian makan dan minuman ditempatkan di dalam ruangan kandang, sehingga ternak itik yang dipelihara selalu berada di dalam ruangan, biasanya tipe ini dalam pemeliharaan itik hanya digunakan untuk itik starter dan grower/masa pertumbuhan tetapi adakalanya digunakan untuk itik periode layer. Kapasitas itik untuk tipe kandang postal ini tergantung dari pada jenis itik yang dipelihara apakah jenis itik starter atau itik grower, untuk umur itik periode starter kapasitas kandang yang digunakan yaitu sekitar

8

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

10 - 15 ekor/m2, sedangkan apabila digunakan untuk preiode grower yaitu sekitar 6 - 8 ekor/m2, seandainya digunakan untuk periode layer kapasitas kandang sekitar 3 - 5 ekor/m2. 3. Tipe kandang ranch Tipe kandang ranch ini merupakan pengembangan dari tipe kandang postal, di mana dalam kandang tipe ranch ini selain ada ruangan tempat ternak juga di bagian luar/di halaman depannya disediakan halaman tempat bermain yang biasa dikenal dengan nama kandang umbaran yang dilengkapi dengan saluran air atau kolam, yang berfungsi untuk mandi/membersihkan kotoran yang menempel di badannya serta berfungsi pula untuk mendinginkan tubuh di waktu siang hari, hal ini disebabkan itik peking merupakan jenis unggas yang tidak tahan terhadap panas, sehingga harus disediakan air untuk pendingin tubuhnya. Tipe kandang ini lebih cocok untuk pemeliharaan ternak unggas air dengan cara pemeliharaan yang intensif.

BUDIDAYA TERNAK ITIK PETELUR
( Anas spp. )

1. SEJARAH SINGKAT Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Awalnya bebek berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik). 2. SENTRA PERIKANAN Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang mempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.

9

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

3. JENIS Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu: 1. Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000INA; 2. Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga; 3. Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood. Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itikitik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor. 4. MANFAAT 1. Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri. 2. Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik. 3. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija. 4. Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun. 5. Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat. 5. PERSYARATAN LOKASI Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi. 6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu (1). Perkandangan; (2). Bibit Unggul; (3). Pakan Ternak; (4). Tata Laksana dan (5). Pemasaran Hasil Ternak. Penyiapan Sarana dan Peralatan 1. Persyaratan temperatur kandang ± 39 ° C. 2. Kelembaban kandang berkisar antara 60-65% 3. Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang 4. Kondisi kandang dan perlengkapannyaKondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:

10

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

  

kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 mete

Pembibitan Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan. 1. Pemilihan bibit dan calon induk Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :  membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya  memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas  membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap. 2. Perawatan bibit dan calon induk 1. Perawatan Bibit. -> Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m² mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral. 2. Perawatan calon Induk. -> Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina. 3. Reproduksi dan Perkawinan. -> Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami). 3. Pemeliharaan  Sanitasi dan Tindakan Preventif. -> Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.

11

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

 

Pengontrol Penyakit. -> Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik. Pemberian Pakan. -> Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0– 8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu: 1. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder) 2. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai 3. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai. 4. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).

Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen. Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :    umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam. umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus) umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

4. Pemeliharaan Kandang Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada. 7. HAMA DAN PENYAKIT Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu: 1. penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa 2. penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:  Penyakit Duck Cholera  Penyebab: bakteri Pasteurela avicida. Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan. Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.  Penyakit Salmonellosis

12

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Penyebab: bakteri typhimurium. Gejala: pernafasan sesak, mencret. Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

8. PANEN 1. Hasil Utama Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik 2. Hasil Tambahan Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga 9. PASCAPANEN Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:  Pengawetan dengan air hangat  Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.   Pengawetan telur dengan daun jambu biji Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang. Pengawetan telur dengan minyak kelapaPengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah. Pengawetan telur dengan natrium silikatBahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna,jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan. Pengawetan telur dengan garam dapurGaram direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu.

 

13

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA 1. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya itik di Semarang tahun 1999 adalah sebagai berikut:.  Permodalan  Modal kerja  Anak itik siap telur um 6 bl 36 paketx500 ek x Rp 6.000 ====== Rp108.000.000, Biaya kelancaran usaha dan lain-lain ========================= Rp 4.000.000, Modal Investasi  Kebutuhan kandang 36 paket x Rp 500.000,- ================== Rp 18.000.000,-. Jumlah kebutuhan modal : Rp 130.000.000,- Prasyaratan kredit yang dikehendaki:  Bunga (menurun) 20% /tahun  Masa tanggung angsuran 1 tahun  Lama kredit 3 tahun Biaya-biaya  Biaya kelancaran usaha dan lain-lain ======================= Rp 4.000.000, Biaya tetap  Biaya pengambalian kredit:  Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun I ============ Rp 14.723.000, Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun II =========== Rp 86.125.000, Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun III ========== Rp 73.125.000, Biaya penyusutan kandang:  biaya penyusutan kandang tahun I ================== Rp 3.600.000, biaya penyusutan kandang tahun II ================== Rp 3.600.000, biaya penyusutan kandang tahun III ================= Rp 3.600.000,Biaya tidak tetap Biaya pembayaran ransum: biaya ransum tahun I ============================== Rp 245.700.000,biaya ransum tahun II ============================== Rp 453.600.000,biaya ransum tahun III ============================= Rp 453.600.000,Biaya pembayaran itik siap produksi: pembayaran tahun I =============================== Rp 108.000.000,pembayaran tahun II pembayaran tahun III Biaya pembayaran obat-obatan: biaya pembayaran obat-obatan tahun I================== Rp 2.457.000,-

         

14

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

      

biaya pembayaran obat-obatan tahun II ================= Rp 4.536.000,biaya pembayaran obat-obatan tahun III ================= Rp 4.436.000,-( Biaya obat-obatan adalah 1% dari biaya ransum) Pendapatan Penjualan telur tahun I ================================ Rp 384.749.920,Penjualan telur tahun II =============================== Rp 615.600.000,Penjualan telur tahun III =============================== Rp 615.600.000,Penjualan itik culling 2 x 1.425 x Rp 2.000,- ================= Rp 5.700.000,-

2. Gambaran Peluang Agribisnis Telur dan daging itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangat besar dan masih tidak seimbang dari persediaan yang ada. Hal ini dapat dilihat bahwa baru dua negara Thailand dan Malaysia yang menjadi negara pengekspor terbesar. Hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanji untuk dikembangkan secara intensif. 11. DAFTAR PUSTAKA 1. Bambang Suharno, Ir. dan Khairul Amri. Beternak itik secara intensif. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1998 2. Redaksi Trubus. Beternak Itik CV. 2000-INA. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1999 3. Prawoto; Peternak ternak itik. Desa Sitemu Kec. Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361 12. KONTAK HUBUNGAN 1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829 2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

15

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Budidaya Itik

1) Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu: 1) Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA; 2) Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga; (3). Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood. Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor. MANFAAT 1) Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri. 2) Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik. 3) Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija. 4) Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun. 5) Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat. 5. PERSYARATAN LOKASI Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi. 6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu (1). Perkandangan; (2). Bibit Unggul; (3). Pakan Ternak; (4). Tata Laksana dan (5). Pemasaran Hasil Ternak.

16

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan 1) Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C. 2) Kelembaban kandang berkisar antara 60-65% 3) Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang 4) Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu: a. kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD b. kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok c. kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter). 5) Kondisi kandang dan perlengkapannya Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen 6.2. Pembibitan Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan. 1) Pemilihan bibit dan calon induk Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut : a. membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya b. memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas c. membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap. 2) Perawatan bibit dan calon induk a. Perawatan Bibit Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.

17

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

b. Perawatan calon Induk Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina. 3) Reproduksi dan Perkawinan Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami). 6.3. Pemeliharaan 1) Sanitasi dan Tindakan Preventif Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit. 2) Pengontrol Penyakit Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik. 3) Pemberian Pakan Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu: a. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder) b. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai c. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai. d. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus). Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu : a. umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam. b. umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus) c. umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan. 4) Pemeliharaan Kandang Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada. Sumber:ebookkeluarga

18

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Panduan Praktis Budidaya Itik Potong Poultryindonesia.com, Tips. Peternakan itik umumnya untuk menghasilkan telur. Tetapi itik yang telah lewat masa produksinya maupun itik jantan, sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi itik potong. Masyarakat kita, saat ini semakin menggemari daging itik/bebek. Hal ini dapat dilihat dari menjamurnya rumah makan yang menyajikan nasi bebek. Akan tetapi pemenuhan kebutuhan bebek potong masih amat tradisional dan dalam bentuk bebek petelur afkir atau pejantan pejantan yang dipelihara seadanya. Untuk memenuhi kebutuhan dan kegemaran masyarakat akan daging itik tersebut, perlu diusahakan suatu usaha peternakan itik potong yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pengembangan dan pemeliharaan itik potong agar tercapai efisiensi pemanfaatannya menurut D.L Satie (1991), dapat menggunakan itik yang telah lewat masa produksinya maupun itik jantan. Hal ini dimaksudkan karena itik jantan mempunyai beberapa keunggulan dan keuntungan kalau ditinjau dari segi ekonomisnya. Untuk harga bibit, itik jantan lebih murah jika dibandingkan itik betina, karena msyarakat selama ini hanya mengenal dan memetik keuntungan dari itik betina sebagai petelur. Pemeliharaannya tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya dalam waktu 2-3 bulan sudah dapat dipetik hasilnya. Ini disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada itik betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg. Dengan memanfaatkan itik jantan, dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat dicapai berat yang lebih dibutuhkan. Hal ini sangat menguntungkan konsumen jika dibandingkan dengan itik afkir. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi. Kandang dan pakan Sistem perkandangan dan pemberian pakan merupakan hal terpenting untuk melaksanakan peternakan secara intensif. Perkandangan itik potong jantan, seperti halnya ayam broiler dengan sistem kandang kering, dimana luas per ekor sekitar 0,25 m2. Separuh bagian kandang ditutup dengan atap rumbia, genteng atau yang lainnya sebagai pelindung dan tempat istirahat. Sedangkan separuh bagian yang lain digunakan sebagai tempat untuk makan,minum atau bermain dalam bentuk kandang terbuka. Pakan itik jantan yang disiapkan sebagai itik potong perlu diperhatikan atas periode pertumbuhannya. Pertumbuhan itik jantan terbagi atas periode pertumbuhan awal (fase starter) dan pertumbuhan lanjut.

19

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Untuk mencapai pertumbuhan maksimal pada fase starter, perlu ditunjang dengan pemberian pakan yang mengandung protein tinggi, yaitu berkisar antara 20-25%. Agar tercapai nilai efisien dan ekonomis, harga pakan dapat ditekan serendah mungkin dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat, murah harganya dan nilai gizi yang cukup tinggi. Misalnya protein yang didapat secara murah, yakni melalui pemanfaatan limbah-limbah hasil kelautan atau tambak, daging bekicot dan lain-lain. Bisa juga dengan menambahkan enzym-enzym pencernaan agar didapatkan pertumbuhan yang lebih cepat.PI/dw http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&file=article&sid=205

Pemeliharaan Itik
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
    

JENIS - JENIS TERNAK ITIK YANG DIBUDIDAYAKAN : Itik Mojosari Itik Alabio Itik Persilangan Mojosari – Alabio Persilangan Itik dan Entok ( Tiktok ) Itik Tegal Itik Bali Itik Khaki Campbell MANFAAT YANG BISA DIPEROLEH DARI BETERNAK ITIK : Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri. Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija. Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun. Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat

1. 2. 1. 1. 2.

PRASARANA Lokasi : Lokasi usaha harus memenuhi ketentuan : Tidak bertentangan dengan RUTR dan RDTR Letak dan ketinggian lokasi dengan wilayah sekitarnya harus memperhatikan lingkungan dan topografi 3. Tidak terletak dipusat kota 2. Lahan : Satus lahan untuk skala komersial hendaknya jelas status peruntukkannya sedangkan usaha keluarga lahannya jauh dari pemukiman 3. Air : Air untuk minum hendaknya memenuhi persyaratan baku mutu air 4. 3. SARANA 1. Bangunan  Jenis bangunan Kandang anak itik; pembesaran;itik petelur; kandang isolasi ( itik sakit ); gudang pakan; peralatan dn obat.  Konstruksi Bangunan  Bangunan dari bahan yang ekonomis, kuat , mudah dibersihkan dan didesinfeksi serta ternak

20

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

terhinadr dari kecelakaan  Suhu optimal 26-30 C ; memiliki saluran pembuangan limbah dan ventilasi udara 2. Tata Letak Bangunan  Ruang kantor, tempat tinggal karyawan terpisah dan dibatasi pagar rapat  Kandang anak itik dan itik pembesaran terpisah  Jarak antara kandang : 1 x lebar kandang dan jarak dengan bangunan lain minimal 25 meter  Kandang, kandang isolasi dan bangunan lainnya harus ditata supaya aliran air, saluran pembuatan limbah, tidak menimbulkan pencemaran penyakit  Lebar kandang membujur dari timur ke barat

1. Alat Penerangan : Hendaknya menyediakan alat penerang yang dapat digunakan setiap saat sesuai kebutuhan dan peruntukannya 2. Alat dan Mesin : Hendaknya memiliki sejumlah peralatan pemeliharaan sesuai dengan kapasitas/jumlah itik dipelihara 3. 4. Bibit itik 1. Dari bibit petelur yang produksi telurnya tinggi dan itik jantan yang unggul 2. Seragam dari warna bulu, bobot badan dan bobot sesuai umur 3. Harus bebas dari penyakit a.l : Avian Influenza, Fowl Cholera, Fowl Pox, Avian Chlamydiasis, Salmonellosis ( S. Pullorum, S. Enteridis) Aspergillosis dan penyakit unggas lainnya yang ditetapkan 4. Pakan : Harus cukup, memnuhi persyaratan, berkualitas dan terdaftar 5. Sediaan biologik, premix, pharmacetix dan sediaan obat alami dapat digunakan sebagai pelengkap 5. 6. Obat Hewan : Yang diergunakan untuk vaksinasi, pengobatan dan keperluan lainnya sesuai dengan peruntukannya, terdaftar serta penggunaannya harus sesuai. TENAGA KERJA Hendaknya berbadan sehat serta menggunakan pakaian kandang yang dianjurkan ( baju khusus, sarung tangan serta sepatu boot ) PROSES PRODUKSI 1. Pemilihan Bibit 1. Bibit yang dibudidayakan yaitu DOD/ Day Old Duck ( anak itik umur sehari) atau itik siap telur 2. Ciri-Ciri bibit yang baik : kondisi fisik sehat, kaki normal, aktif, tidak dehidrasi, tidak ada kelainan bentuk dan cacat fisik, dubur kering dan bersih, warna bulu seragam sesuai warna galur dengan bulu kering, mengembang serta itik dara umur 5 bulan berat 1,4 kg 2. Kandang 1. Persyaratan teknis lokasi pembuatan kandanga adalah 2. Harus memeperhatiakan tata letak kandang, drainese, sirkulasi udara, mendapat sinar matahari cukup, dan bersih 3. Memeperhatikan sarana transportasi, sumber pakan, sumber air, dan tidak bising 4. Itik yang dipelihara dalam kandang baterei/kandang litter dilengkapi dengan umbaran pagar

21

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Tabel 1 : Ukuran kandang Itik Umur ( minggu) 1 1-2 2-3 3-7 Jumlah ekor/m² 50 20 12 9-5

Pakan disesuaikan jumlah, mutu, umur atau periode pertumbuhan itik. Mutu pakan harus sesuai ketentuan yaitu SNI 01-3908-1995 untuk pakan meri ( Duck starter); SNI 01-3909-1995 untuk pakan itik petelur dara; SNI 01-3910-1995 untuk pakan itik petelur ( Duck Layer) Kandungan Protein air ( max) Protein kasar (min) Lemak kasar ( min) Serat kasar (max) Abu (ma) Kalsium/Ca (min) Fosfor total Fosdor tersedia ME(min)/Kkal/kg Aflatoxin (max) /ppb Asam amino Lisin( min) Methionin (min) Meth+sistin(min) Pakan Itik Dara 14 15 3,5 7 8 0,6-1,06 0,6 0,4 2700 20

Meri 14 18-22 3,5 5,5 8 0,6-1,06 0,6 0,4 3.000 20

Dewasa 14 18 3,5 7,5 14 3,25-4,0 0,6 0,4 2800 20

0,96 0,41 0,8

0,75 0,35 0,65

0,70 0,35 0,65

1. 1. 2. 3. 2. 1. 2. 3.

Kesehatan Hewan Jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah: Penyakit Duck Cholera Penyebab : Bakteri Pasteurela avicida. Gejala : mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan. Pengendalian : sanitasi kandang, pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat. Penyakit Salmonellosis Penyebab : bakteri typhimurium. Gejala : pernafasan sesak, mencret. Pengendalian : sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan

22

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

1. 2. 3. 4.

label obat. Pengolahan Hasil Untuk mendapatkan hasil yang bermutu maka : Telur dikumpulkan dalam keadaan segar, disimpan ditempat yang sejuk dan aman Telur dibersihkan secara kering, apabila ada kotoran maka dibersihkan dengan air hangat kuku dengan PH 4 (campuran 2-3 tets deterjen cair dan 10 lt air ) Telur dipilah sesuai ukuran dan beratnya Sebelum telur dimasukkan ke dalam alat trasportasi khusus, sebaiknya telur dikemas khusus untuk telur

PENGALAMAN SELAMA BETERNAK BEBEK PETELUR http://centralunggas.blogspot.com/2009_02_01_archive.html
Iwan Setiawan, 03 Februari 2009

Dari : RIKMA, Peternak bebek ,Blitar Beternak bebek petelur adalah sesuatu pekerjaan yang memang sulit-sulit mudah. Mudah bila kita tahu cara pemeliharaannya dan mengetahui pakan yang berkulitas serta ekonomis untuk bebek kita. Dan sulit kalau kita hanya berharap keuntungan dari telur bebek tanpa mengetahui teknis pemeliharaan dan pakan yang berkualitas serta ekonomis untuk ternak bebek petelurnya.

Dari segi pemeliharaan beternak bebek petelur kalau kita lihat memang lebih mudah dibandingkan dengan beternak ayam petelur . kegiatan yang dilakukan lebih sedikit di bandingkan beternak ayam petelur dan para peternak bebek tidak dipusingkan dengan jadwal vaksin terjadwal yang harus dilakukan .

Dari segi pakan dalam beternak bebek banyak sekali bahan yang dapat dijadikan bahan pakan campuran dengan konsentrat antara lain: katul, jagung, karak nasi, roti kadaluarsa , krupuk kadaluarsa, menir dll, maka tidak heran dari setiap daerah peternakan bebek ransum yang digunakan berbeda antara daerah yang satu dengan yang lainnya, dan dalam beternak bebek menurut saya tidak ada formula ransum yang terhebat yang dapat diterapkan Justru yang terhebat adalah strategi untuk mengungkap dan mengolah bahan pakan potensial setempat untuk menjadi pakan aman dan sehat atau produk ekonomis yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh itik petelurnya..

Disekitar peternak bebek didaerah blitar sini beredar yang dinamakan Kebi, yang berbagai macam jenis dan kualitasnya..Kebi adalah bahan pakan campuran sumber kalori , biasanya bahan untuk kebi terdiri dari menir, katul, gaplek , roti kadaluarsa, karak nasi dll.

23

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Kebanyakan peternak bebek di blitar mencampurkan kebi dan sedikit katul sebagai sumber kalori dan konsentrat pabrik sebagai sumber proteinnya. untuk ransum bebek petelurnya. Sekedar saran dari saya untuk teman-teman peternak bebek di blitar dalam memilih kebi jangan terfokus pada warna yang putih, wangi dan kelembutan dari kebi. Bisa saja warna putih lembut karena gaplek nya yang lebih banyak. Dan kalau bisa juga mengetahui kandungan kalori dan protein kebi yang akan di gunakan, sebab bagus atau tidaknya kebi akan menentukan jumlah konsentrat dalam ransum dan menghabiskan banyak atau tidaknya pakan bebek petelur kita.

Read more: http://centralunggas.blogspot.com/2009/02/pengalaman-selama-beternak-bebek.html#ixzz1DGbnbjQp

Kandang Ideal untuk Itik Petelur
www.sentralternak.com, Menggembalakan ternak khususnya itik di areal persawahan atau di pinggir sungai merupakan ciri khas sebagian besar peternak itik di Indonesia. Dari kegiatan menggembalakan tersebut timbul pertanyaan, sampai kapan system tersebut akan dapat bertahan seiring dengan semakin sempitnya areal pertanian akibat kebutuhan manusia akan tempat tinggal? Di tambah lagi dengan banyaknya kasus kematian ternak itik dan ternak lainnya di areal persawahan akibat keracunan pestisida? Maka, menurut hemat kami cara beternak seperti ini kurang patut untuk dipertahankan dan mungkin sudah saatnya untuk dirubah untuk hasil yang lebih baik. Salah satu usaha yang dipandang mampu mengatasi masalah ini adalah dengan mengalihkan sistem beternak dari sistem tradisional (menggembala) ke sistem intensif yaitu dengan cara beternak itik tanpa air atau di kandangkan. Banyak manfaat kalau kita menerapkan cara beternak itik secara intensif yang pada intinya ternak akan mampu meningkatkan produktivitasnya dan biaya pemeliharaan akan lebih efisien. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa dalam beternak itik tidak mutlak membutuhkan banyak air untuk berenang. Terbukti bahwa pemeliharaan itik secara intensif dan terkurung dapat mencapai produksi yang optimal yaitu sebanyak 203 butir/ekor/tahun, sedangkan pada itik yang digembalakan hanya mampu menghasilkan telur sebanyak 124 butir/ekor/tahun. Berikut akan kami uraikan sedikit beberapa persyaratan kandang itik petelur : Lokasi kandang Masalah perkandangan adalah salah satu kunci utama dalam keberhasilan pemeliharaan itik petelur karena itik yang bisa beristirahat dengan nyaman produktivitasnya akan lebih tinggi dibandingkan dengan itik yang berada di lokasi yang bising alias tidak nyaman. Lokasi peternakan itik dapat didirikan di mana saja, akan tetapi kita juga perlu memperhatikan aspek kenyamanan baik untuk ternak sendiri dan juga manusia yang ada disekitarnya. Lokasi yang ideal untuk beternak itik adalah lokasi yang jauh dari suara bising, berdrainase baik, transportasi mudah, mudah mendapatkan air bersih, aman baik dari segi binatang pengganggu atau orang, dan dekat dengan sarana dan prasarana. Banyak peternak pemula yang kurang memperhatikan masalah lokasi kandang ini,

24

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

sehingga tak heran kalau di tengah jalan mendapatkan protes dari masyarakat sekitar. Mending kalau hanya diminta untuk menghentikan atau menutup usaha, kalau sampai didemo dan bahkan dijarah ternak kita maka habislah riwayat ternak dan usaha kita. Untuk itu perlu kiranya kita memikirkan ulang lokasi usaha yang akan kita dirikan. Bangunan kandang Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bangunan kandang antara lain : 1. Atap , diusahakan mampu menahan panas matahari dan tampisan hujan. Bahan atap yang diyakini mempunyai kemampuan terbaik dalam hal tersebut adalah bahan genting. Model atap seyogyanya didesain sedemikian rupa sehingga bisa mengurangi bau dan panas di dalam kandang. 2. Bangunan kandang membujur dari arah Timur-Barat, hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan sinar matahari pagi masuk ke dalam kandang, dengan demikian diharapkan ruangan kandang menjadi sehat, cukup terang dan litter kandang tetap kering. 3. Luas kandang, berhubungan dengan efisiensi penggunaan pakan. Akan sangat tidak efisien kalau kita menyediakan luasan kandang yang terlalu lebar karena energy yang semestinya untuk menghasilkan telur terbuang untuk berlarian ke sana-ke mari atau aktifitas lainnya. 4. Kalau dibuat tempat minum yang permanen (selokan atau lainnya) maka dibuat agak dalam agar kepala itik bisa masuk. 5. Kandang yang dibangun harus memenuhi syarat ekonomis, artinya tidak terlalu mahal tetapi memenuhi syarat perkandangan yang baik. 6. Dinding kandang sebaiknya ditutup tembok/bambu setinggi 60 cm dari lantai, sedangkan sisanya dibiarkan terbuka cukup ditutup dengan kawat atau bilah-bilah bambu 7. Sekat kandang dibuat dengan memperhatikan kepadatan kandang. Kepadatan kandang untuk itik petelur maksimal 4 ekor/m2 dan kalau bisa per kelompok hanya terdiri dari 50 ekor itik masa produksi 8. Tinggi kandang dibuat tidak kurang dari 2 meter, sehingga peternak tidak perlu merunduk ketika melakukan pekerjaan di dalam kandang. Pengertian system pemeliharaan basah dan kering Pada system pemeliharaan itik dikenal dengan dua cara yaitu system basah dan system kering. System basah yaitu cara beternak itik dengan menyediakan cukup air di dalam kandang untuk aktivitas itik seperti berenang, mandi, minum dan membantu proses kawin. System ini cocok untuk beternak itik petelur untuk menghasilkan telur tetas. Yang perlu diperhatikan adalah jarak antara ruang atau tempat istirahat dengan kolam harus mempunyai jarak yang cukup. Tujuannya agar lantai tidak cepat becek karena aktivitas itik yang keluar-masuk kolam bisa cepat membuat lantai menjadi basah. System kering kebalikannya yaitu cara beternak itik dengan menyediakan air yang sedikit, sekedar hanya untuk minum dan „cuci muka‟ saja. Kelebihan system kering adalah kemampuan produksi itik lebih optimal karena energi akan terpakai secara efisien untuk menghasilkan telur dan tidak untuk aktifitas berenang, dll. System ini sangat cocok untuk beternak itik petelur untuk menghasilkan telur konsumsi. Sarana dan prasarana di dalam kandang 1. Tempat pakan, jumlah harus diperhatikan, bahan yang bisa dipakai seperti bak/ember plastic.

25

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

2. Tempat minum, jumlahnya harus diperhatikan, bahan yang bisa dipakai seperti belahan bambo, pipa paralon, bak/ember plastic, atau tempat minum yang banyak dijual di toko pakan ternak. 3. Sarang bertelur, untuk memberikan kenyamanan lebih pada itik yang akan atau sedang bertelur. 4. Alas atau litter, untuk membantu memberikan kehangatan terutama di malam hari. Bahan litter yang sering digunakan adalah sekam padi, serutan gergajian kayu (grajen=jawa), atau jerami padi. Sebelum ditutupi bahan litter tersebut lantai sebaiknya ditaburi pasir yang dicampur dengan kapur. Pemberian kapur dimaksudkan untuk menyerap zat amoniak yang dihasilkan dari kotoran itik, sehingga bau amoniak akan berkurang dan udara akan menjadi lebih sehat. 5. Kolam, ukuran panjang dan lebarnya bisa disesuaikan dengan luasan kandang, dan sekali lagi kolam hanya cocok untuk pemeliharaan itik petelur untuk menghasilkan telur tetas. Perawatan kandang 1. Menjaga kebersihan kandang tiap hari. Kegiatan membersihkan kandang biasanya dilakukan di pagi hari bersamaan dengan waktu pemberian pakan. 2. Litter kandang perlu diganti ketika bau amoniak sudah mulai terasa dan litter sudah basah dan menggumpal. 3. Apabila menerapkan system basah maka kolam senantiasa di jaga kebersihannya termasuk airnya juga. 4. Pohon disekitar kandang perlu untuk diperhatikan ketinggiannya tujuannya agar sinar matahari tetap bisa masuk dan tetap bisa mengendalikan hembusan angin 5. Menjaga kandang dari binatang pengganggu 6. Segera membuang bangkai binatang atau itik yang mati Kiat-kiat menghindari stress pada itik karena faktor kandang dan lingkungan 1. Menghindari kepadatan kandang yang terlalu padat karena biasa memperbesar kemungkinan itik-itik yang agresif untuk mengganggu itik yang lain. 2. Air harus tersedia secara terus menerus. Kekurangan air menjadi salah satu sebab proses rontok bulu (moulting) datang lebih cepat. 3. Itik sangat peka dengan suara bising sehingga lokasi kandang jangan terlalu dekat dengan permukiman penduduk serta jalan raya. 4. Pada malam hari berikan cahaya lampu kecil (jangan terlalu terang). Hal ini untuk mengurangi keterkejutan itik bila ada suara bising atau berisik yang lewat. 5. Beberapa peternak itik memelihara 1-2 ekor merpati disekitar kandang itik. Hal ini bertujuan untuk membiasakan itik dengan suara-suara lain. 6. Kandang cukup mendapat sinar matahari. Itik perlu mendapatkan sinar matahari untuk merangsang pembentukan telur. 7. Jangan memilih bahan atap yang gampang menimbulkan suara gaduh seperti seng dan yang lainnya Kandang yang Ideal Dengan memperhatikan sebagian besar aspek yang telah kami uraikan diatas, insyaallah kita telah menyediakan kandang yang ideal untuk ternak kita. Sekarang kita tinggal menunggu reward dari ternak kita. Penyediaan kandang yang ideal saja tidak cukup, orang yang mengelola kandang pun semestinya orang yang ideal. Jangan memilih pekerja yang pemalas atau bergelar ABS (Asal Bapak senang) karena fungsi kandang

26

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

tidak akan berjalan di tangan orang-orang seperti itu. Saatnya berubah kepada hal yang lebih baik!!! *(SPt) Anda dapat mengcopy artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com
http://itikmojosari.blogspot.com/2010/07/kandang-ideal-untuk-itik-petelur.html http://itikmojosari.blogspot.com/2010/07/buku-ternakitik.html?showComment=1297075090890#c7559510001584649644

Mesin Penetas Telur

MESIN PENETAS TELUR SISTEM RAK PUTAR

Mesin penetas telur sistem rak putar adalah generasi terbaru alat penetas telur kapasitas kecil yang betujuan untuk mengoptimalkan efisiensi penetasan dengan teknik yang jauh lebih praktis dan mudah. Mesin penetas telur sistem rak putar merupakan inovasi terbaru yang menerapkan teknologi canggih dari mesin penetas kapasitas besar. Mesin penetas ini muncul tidak hanya berdasarkan pengalaman kami yang bertahun-tahun, namun juga berdasar atas permintaan dan suara konsumen. Bahan yang digunakan adalah multiplex (kayu lapis) dan sebagai alternatif kami memakai MDF (medium Density Fiberboard) karena kedua bahan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga anda dapat menilainya sendiri. Multiplex dengan lapisan vinil di samping ringan, kuat, awet juga tahan terhadap air, tidak mudah berubah dalam kondisi panas maupun dingin juga dapat menyimpan panas secara maksimal. Dengan ukuran yang bervariasi mesin ini sangat cocok untuk sarana penunjang penelitian, pengaplikasian teknologi tepat guna bagi yang ingin memulai usaha mandiri, dan lain-lain.

27

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Keunggulan : * Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan sekali operasi (handling) tanpa membalik dengan tangan satu persatu * Rak telur desain baru terbuat dari bahan full alumunium dengan ram profil “U” sangat baik dalam meratakan panas pada telur, tahan karat dan lebih higienis * Efisiensi penetasan (daya tetas) tinggi, 70-80% dengan mengikuti petunjuk dan prosedur yang benar, bisa dibandingkan dengan mesin penetas telur jenis lain * Pemanas darurat dengan pelat pemanas, cukup memakai lampu minyak kecuali untuk tipe C-500 dan C-1000 * Kontrol panas otomatis dengan thermostat yang dapat distel dari luar mesin, dengan fluktuasi suhu hanya 1ºF * Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur. Untuk telur itik dan ayam tidak perlu mengganti tray atau rak telur, sedang untuk telur puyuh, dara, perkutut, dan wallet perlu rak telur khusus * Desain lebih indah dan artistik * Harga yang murah dan terjangkau Kode Produk ST (C-30)

PenetastelurC-30 * Kapasitas maks 42 butir ayam kampung * Ukuran 30×30×32 cm * Daya Listrik 10 watt, 220 volt * Bahan : multipleks * Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan * Harga Rp 210.000, Kode Produk ST (C-50)

PenetastelurC-50 * Kapasitas maks 66 butir telur ayam kampung * Ukuran 40×30×32 cm

28

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

* Daya Listrik 10 watt, 220 volt * Bahan : multipleks * Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan * Harga Rp 230.000,Kode Produk ST (C-75)

PenetastelurC-75 * Kapasitas maks 84 butir telur ayam kampung * Ukuran 50×30×32 cm * Daya Listrik 20 watt, 220 volt * Bahan : multipleks * Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan * Harga Rp 260.000,Kode Produk ST (C-100)

PenetastelurC-100 * Kapasitas maks 102 butir telur ayam kampung * Ukuran 60×30×32 cm * Daya Listrik 20-30 watt, 220 volt * Bahan : multipleks * Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan * Harga Rp 280.000,Kode Produk ST (C-200)

PenetastelurC-200 * Kapasitas maks 224 butir telur ayam kampung

29

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

* Ukuran 90×40×36 cm * Daya Listrik 40 watt, 220 volt * Bahan : multipleks * Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan * Harga Rp 410.000,Kode Produk ST (C-500)

PenetastelurC-500 * Kapasitas maks 560 butir telur ayam kampung * Ukuran 60×60×125 cm * Daya Listrik 200 watt, 220 volt * Bahan : multipleks * Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan * Harga Rp 2.150.000,Kode Produk ST (C-1000)

30

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Penetastelur C-1000 * Kapasitas maks 1100 butir telur ayam kampung * Ukuran 90×60×125 cm * Daya Listrik 250 watt, 220 volt * Bahan : multipleks * Kelengkapan produk : thermometer, bak air, thermostat, dan buku panduan * Harga Rp 3.000.000,Setelah uji coba beberapa waktu dan berdasarkan masukan dari pengguna mesin penetas telur, kami merenovasi kembali mesin tetas untuk kapasitas 500 butir dan 1000 butir telur. Untuk itu kami terpaksa menyesuaikan harga karena ada penambahan dan penggantian komponen. Mohon untuk dimaklumi DAPATKAN DISKON UNTUK TENDER ATAU PROYEK Jangan ragu untuk investasi jangka panjang anda. Membeli Mesin penetas telur adalah salah satu pilihan investasi yang tepat. Buktikan dan raih keuntungannya!!! Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi : Sentralternak Jl. Mertojoyo Blok N-2 Malang - Indonesia Phone : * +62341 9127374 (Flexy) * +6281 555 640 540 (Indosat)only SMS * +62812 33 363618 (Telkomsel) Order via SMS tetap kami layani Rek BCA No.1840101092 a.n Agus Harianto

31

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Email : sentralternak@yahoo.com atau cukup ketik MT#Kode produk#Kota Pengiriman ke salah satu no diatas. Diposkan oleh Agus Harianto S.Pt di 20.17 0 komentar MINGGU, 23 MEI 2010 Daging itik dan Permasalahannya

Membicarakan daging itik yang konon amis, alot dan keras, kami langsung teringat ketika harus menyantap sepiring nasi lalapan bebek di daerah Surabaya. Maklum di beberapa tempat di Surabaya memang menu lalapan bebek menjadi menu andalan warung pinggir jalan. Harganya memang sedikit mahal akan tetapi kelezatannya sedikit bisa menyembunyikan harga yang sedikit mahal tersebut. Dari ukuran bagian tubuh itik yang di sajikan kami sedikit mengetahui bahwa daging yang diolah adalah daging itik afkir, tapi karena kepiawaian dari sang pedagang daging tersebut agak sedikit lunak daripada daging itik pada umumnya. Daging itik umumnya mempunyai tekstur warna agak sedikit gelap jika dibandingkan daging ayam baik sebelum atau sesudah dimasak. Kandungan gizi daging itik adalah sebagai berikut : kalori 129 (kal), protein 20 (g), lemak 5 (g), besi 2 (mg), vitamin B 100 (IU), berbeda agak jauh pada sisi kandungan vitamin B pada daging ayam yang hanya sekitar 30 (IU). Ada beberapa faktor yang menyebabkan daging itik kurang menarik simpati masyarakat di Indonesia, antara lain karena selama ini variasi pengolahan daging itik yang bisa mengundang selera konsumen sangat terbatas jika dibandingkan daging ternak lainnya seperti daging sapi, kado (kambing dan domba), dan daging ayam. Harga daging itik sendiri juga relatif mahal sehingga kurang menarik minat beli masyarakat. Apabila pengolahan daging itik ini bisa dikuasai oleh masyarakat kita maka kemungkinan masalah pemasaran daging itik akan sedikit terpecahkan. Pada hakikatnya, kelunakan daging itik tidak terlepas dari komposisi daging yang terdiri dari sel-sel serabut otot, tenunan pengikat, dan lemak-lemak dalam struktur serabut otot. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai kelunakan daging ternak, antara lain : 1.Genetic : faktor keturunan menyebabkan lunak tidaknya daging 2.Umur : makin tua umur ternak, makin keras pula sel-sel serabut otot dan tenunan pengikat 3.Makanan : makanan tertentu dapat mempengaruhi nilai kelunakan daging ternak 4.Pemotongan : pemotongan yang baik dapat mempengaruhi nilai kelunakan daging ternak 5.Pemuliaan : dengan pemuliaan bisa diperoleh keturunan ternak yang memiliki daging dengan kelunakan tertentu

32

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

6.Pengolahan : penggunaan enzim proteolitik dapat melunakkan daging ternak 7.Penyimpanan : penyimpanan dalam suhu tertentu akan mempengaruhi kelunakan daging ternak Beberapa cara melunakkan daging ternak Penggunaan enzin pelunak daging Penggunaan enzim pelunak daging adalah cara yang paling sederhana dan praktis untuk kalangan ibu rumah tangga. Karena enzim tertentu dapat memecah jaringan pengikat pada daging, juga dapat dilakukan pada ternak yang masih hidup atau yang sudah dipotong. Sebenarnya masyarakat sudah lama mengenal cara tradisional untuk melunakkan daging, seperti penggunaan daun papaya untuk membungkus daging, penggunaan daun atau papaya muda untuk merebus daging, penggunaan nanas muda untuk memasak daging, dan peragian dengan menggunakan papaya muda atau nanas muda Cara tradisional itu sesungguhnya memanfaatkan enzim papain dan enzim bromelin karena papaya atau daun papaya mengandung banyak enzim papain, sedangkan nanas banyak mengandung enzim bromelin. Jadi, secara tidak langsung masyarakat kita sudah memahami bahwa kelunakan daging bisa diperoleh dengan menggunakan getah-getah yang mampu mencerna, menghidrolisa atau memecahkan protein daging, baik sebelum pengolahan atau waktu pengolahan daging. Bubuk pelunak daging Bubuk pelunak daging bisa diperoleh di toko bumbu masakan Cina, biasanya digunakan di restoran karena sangat praktis dan dapat mempercepat pengolahan daging. Bubuk pelunak daging yang disebut “meat tenderizer” biasanya dihasilkan dari sisa industri pengalengan nanas, terutama bonggol nanas yang kaya akan enzim bromelin dibanding kulit atau buah nanasnya sendiri. Penggunaan bubuk pelunak daging dalam pengolahan mempunyai kelemahan, yaitu tidak bisa melunakkan daging secara sempurna. Bubuk ini hanya dapat melunakkan daging bagian luar, sedangkan bagian dalam masih keras. Lagi pula, proses pelunakan hanya bisa berlangsung pada suhu sekitar 60-70° Celsius Pelunakan daging secara “antemortem” Pelunakan daging antemortem pada hakikatnya adalah memberi perlakuan khusus pada ternak sebelum ternak di potong. Caranya, sebelum dipotong ternak diberi suntikan larutan enzim pelunak daging yang dimasukkan ke dalam vena jugularis (saluran darah). Secara teoritis, perlakuan tersebut berdasarkan pertimbangan : 1.Aliran darah ternak yang masih hidup merupakan system distribusi yang paling sempurna, dapat membagi dosis darah dan enzim ukuran yang diharapkan 2.Jantung ternak hidup dapat bekerja sebagai pompa yang mengalirkan larutan enzim yang disuntikkan merata ke seluruh tubuh 3.Darah tidak dapat bekerja sebagai pengencer enzim Apabila sulit memperoleh bubuk pelunak daging, dapat dilakukan isolasi enzim pelunak daging yang praktis atau penyuntikan antemortem.

33

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Cara mengisolasi enzim papain (papaya) 1.Ambil beberapa buah papaya muda dan bersihkan dengan air bersih 2.Kulit papaya muda dogores-gores atau ditoreh dengan pisau atau garpu 3.Tampung getah papaya yang keluar di atas piring bersih 4.Keringkan dengan sinar matahari 5.Enzim papain yang berbentuk kristal bisa dilembutkan dengan sendok sampai halus Cara mengisolasi enzim bromelin (nanas) 1.Kumpulkan beberapa bonggol nenas kemudian cuci dengan air bersih 2.Bonggol nenas diblender atau diparut lembut 3.Parutan diperas dan disaring dengan kain yang berlubang lembut 4.Keringkan dengan sinar matahari 5.Enzim bromelin yang benbentuk kristal bisa dilembutkan dengan sendok sampai halus Cara penyuntikan antemortem 1.10 gram bubuk pelunak daging dicampur dengan 10 gram cairan pengencer gliserin 2.Campuran tadi dikocok rata hingga berbentuk pasta 3.Campuran berbentuk pasta kemudian dilarutkan dalam air suling (aquades)sebanyak 200 cc, kemudian dikocok sampai terlihat jernih 4.Bisa langsung digunakan dengan dosis 2 cc untuk setiap kilogram berat ternak yang akan dipotong Untuk itu penyuntikan bisa dilakukan pada pembuluh di bawah sayap. Setelah penyuntikan dilakukan, itik bisa segera dipotong karena enzim proteolitik sudah cukup merata terbagi di seluruh jaringan daging. Namun, apabila itik tidak jadi dipotong, enzim tersebut tidak mempunyai pengaruh buruk bagi itik karena akhirnya enzim itu akan dikeluarkan lewat kotoran. Daging ternak yang mendapat suntikan antemortem tidak mempunyai dampak negatif bila dikonsumsi sebab setelah proses pengolahan, enzim akan hancur. Namun, cara ini mengandung kelemahan yaitu organ itik seperti jantung, hati, dan ginjal menjadi terlalu lunak karena pengaruh enzim proteolitik Pelunakan daging dengan penyuntikan postmortem Penyuntikan postmortem adalah penyuntikan yang dilakukan pada karkas atau daging ternak yang sudah dipotong. Dosis yang digunakan boleh lebih banyak dan dapat disuntikkan pada bagian-bagian karkas tertentu yang kurang lunak. Selanjutnya karkas ditiriskan dengan posisi vertikal, sekurang-kurangnya 30 menit setelah ditiriskan karkas bisa dimasak. Disarikan dari buku Mengelola Itik karya Bambang Agus Murtidjo dengan sedikit tambahan yang diperlukan dari team Diposkan oleh Agus Harianto S.Pt di 20.20 0 komentar

34

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

KAMIS, 20 MEI 2010 Peluang Usaha Ternak Itik Bag. 2

www.sentralternak.com, Membicarakan peluang bisnis dari ternak itik untuk sekarang ibarat membicarakan sebuah sumber air yang terus mengalir. Bagaimana tidak, itik yang dulu di kenal sebagai ternak penghasil telur saja sekarang sudah mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai ternak penyedia daging juga. Ternak itik begitu banyak membawa dampak perubahan dalam kehidupan sosial ekonomi kemasyarakatan. Setelah mendapat apresiasi dan tanggapan yang cukup banyak dari artikel kami yang sebelumnya dengan judul “Darimana Memulai Usaha Ternak Itik” maka kami berusaha mencoba menggali lagi usaha-usaha apa yang masih bisa diusahakan dari ternak yang satu ini. Dan Alhamdulillah dengan izin Allah kami menemukan 6 macam usaha alternatif dari ternak ini. Kalau digali lebih jauh kami yakin masih ada peluang usaha yang lainnya. Macam usaha tersebut adalah : 1. Pemeliharaan itik yang telah mengalami rontok bulu (moulting) kali pertama. Banyak di antara peternak itik yang menjual itiknya ketika telah mengalami rontok bulu untuk kali pertama. Beberapa alasan mereka diantaranya : 1) ketika itik mengalami rontok bulu produksi sangat rendah bahkan bisa 0% tapi peternak tetap mengeluarkan biaya untuk pakan, 2) produktifitas itik akan menurun pada periode peneluran ke dua (setelah rontok bulu pertama) hingga 40%, 3) ketidaktahuan peternak akan itik yang masih akan berproduksi tinggi atau rendah pada periode peneluran ke dua atau setelahnya. Alasan lain yang kadang muncul antara lain : kebutuhan uang mendesak, pingin ganti usaha, ingin peremajaan lagi (pemeliharaan dari DOD) tapi tidak ada modal, dan alasan-alasan lainnya. Apakah benar itik pada periode peneluran ke dua produktifitasnya rendah? Kami jawab ya, tapi ada solusi untuk mengatasinya yaitu 1) menggembalakan itik di areal persawahan atau sungai-sungai untuk meminimalkan biaya pakan, 2) melakukan seleksi dan culling karena itik yang sudah mengalami penyeleksian dan pengafkiran produksinya bisa 90-100%. Mengapa? karena itik-itik yang kita beri pakan hampir semuanya berproduksi. 2. Mengusahakan itik persilangan seperti itik MA atau AM (hasil persilangan itik Mojosari x Alabio), Tiktok (hasil persilangan itik x menthok), dan sebagainya. Banyak sudah model orientasi bisnis yang muncul akhir-akhir ini salah satunya adalah menciptakan strain baru untuk unggas air. Itik MA atau AM di yakini orang sebagai itik yang mempunyai kemampuan produksi (bertelur) tinggi dari induk tetuanya yaitu mojosari dan alabio. Telur yang di hasilkan juga berukuran lebih besar dan warna kerabang juga masih menarik. Sedangkan untuk tujuan daging sudah ada yang menciptakan tiktok yaitu strain baru dari

35

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

hasil persilangan itik betina dengan enthok jantan. Hasilnya juga sudah terbukti nyata yaitu laju pertumbuhan yang cepat dengan kualitas karkas yang cukup baik. Terus bagaimana kalau persilangan itu dibalik? Yaitu itik jantan yang mengawini enthok betina. Kami berharap anda lah yang memulai untuk terjun di peluang ini dan perlu anda ketahui bahwa permintaan akan dod tiktok juga cukup tinggi padahal harga yang ditawarkan juga relatif mahal. Semoga bisa menjadi pertimbangan. 3. Memelihara itik yang sudah berumur 1 bulan untuk tujuan penggemukan (fattening). Lama waktu untuk penggemukan cukup 3-4 minggu sehingga waktu usaha bisa lebih pendek dan perputaran modal bisa lebih cepat. Dengan memanfaatkan fase pembentukan lemak dari periode pertumbuhan dan juga compensatory growth (menggenjot laju pertumbuhan ternak yang semula mendapat pakan kurang bagus tapi ternak mempunyai potensi untuk bisa gemuk dengan perlakuan (treatment) pakan yang bagus pula). Tapi ada juga sisi kelemahannya yaitu ternak yang awalnya dipelihara dengan pakan ala kadarnya biasanya laju pertumbuhannya juga biasa-biasa saja. Di samping itu kadang kala ada itik yang sudah berumur tapi kelihatan badanya masih kecil sehingga kalau kita tidak pandai-pandai memilih atau kenal peternak yang jujur juga akan mengalami kesulitan. Alih-alih untung yang kita peroleh, buntung yang akan kita petik. Tapi sebaliknya kalau kita sudah terjun di dalamnya dan menguasai permasalahan maka tidak mustahil keuntungan yang berlipat dengan waktu yang singkat yang akan kita dapat.

4. Suplyer pakan ternak Jarang kita jumpai di toko pakan ayam (yang popular dengan nama poultry shop) bahan pakan seperti nasi kering (karak, aking), dedak, kulit kerang, bekicot, ikan segar (sortiran) dan sebagainya. Kita ketahui bersama bahwa itik termasuk ternak yang konsumsi pakannya cukup banyak. Untuk itik yang sudah bertelur saja konsumsi pakannya dalam sehari rata-rata 150 gram dan bisa kita dibayangkan kalau seorang peternak mempunyai 500 ekor akan menghabiskan pakan sebanyak 75 kg/hari. Dan kalau kita bisa mengantongi keuntungan dari pakan Rp 200,-/kg maka keuntungan kita adalah Rp 15.000,- per hari untuk satu orang peternak. Kalau ada 10 saja peternak yang kebutuhan pakan ternaknya kita yang supplay bisa dibayangkan keuntungan kita perharinya. Kami yakin gaji orang-orang yang pakai sepatu kalau pergi ke kantor, berpakaian necis dan berdasi akan kalah dengan penghasilan kita. 5. Suplyer daging itik Semakin merebaknya warung, restoran atau rumah makan yang menyediakan menu masakan daging bebek seperti bebek goreng, bebek presto, bbebek panggang atau menu lainnya membuka peluang usaha untuk kita terjun di dalamnya sebagai suplyer daging itik. Daging itik yang dibutuhkan biasanya daging itik muda (umur 2-3 bulan) dan daging itik afkir. Memang butuh modal besar dan bisa 2-3 kali lipat untuk mengantisipasi kecurangan rekan bisnis. Keuntungan memang tidak banyak tapi kontinyuitas usaha bisa kita jadikan pegangan. Untuk satu ekor itik paling bisa untung sekitar Rp 2.000 – Rp 3.000. Tapi jangan lupa rasa syukur akan menambah keberkahan rezeki yang kita peroleh dan tentu akan mendatangkan keridhoan Yang Memberi Rezeki. Jangan lupa untuk selalu waspada dan hati-hati dengan rekan bisnis karena tidak sedikit

36

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

yang gulung tikar pada usaha ini. Masalah bukan pada permintaan produk tapi pada manajemen pembayaran produk. 6. Suplyer telur itik baik untuk tujuan konsumsi (seperti tukang jamu, tukang martabak, industri bakery, produsen telur asin), atau untuk kebutuhan telur tetas. Peluang untuk terjun di dalamnya masih sangat terbuka luas. Kalau anda tidak percaya, anda bisa datang langsung ke peternak itik dan cobalah untuk membeli telurnya dengan jumlah banyak dan kontinyu. Kami yakin anda tidak akan mendapatkannya karena mereka sudah punya pengepul atau pelanggan tetap. Berdasarkan pengamatan di tempat kami juga, telur itik selalu habis terserap oleh pasar baik pasar lokal atau pasar luar daerah. Anda juga bisa sedikit kreatif dengan menjadi penyedia telur itik dari pemeliharaan non intensif, artinya telur itik yang dihasilkan dari hasil penggembalaan. Telur ini biasanya di buru oleh orang yang mempunyai alergi telur. Anda dapat mencopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : www.sentralternak.com Diposkan oleh Agus Harianto S.Pt di 23.45 0 komentar MINGGU, 09 MEI 2010 Usaha Penggemukan Itik Jantan dalam 40 hari

Kalau kita perhatikan, tingkat konsumsi protein hewani masyakarakat sekarang menunjukkan grafik yang terus meningkat seiring dengan tingkat pendapatan dan kesadaran masyarakat. Sebenarnya ini adalah peluang usaha dari sisi pemenuhan kebutuhan daging baik daging ruminansia maupun daging unggas. Dari segi tingkat kebutuhan daging unggas, daging itik menduduki peringkat kedua setelah daging ayam disusul kemudian oleh daging puyuh dan merpati. Selama ini pemenuhan kebutuhan daging itik hanya berasal dari itik petelur yang sudah habis masa produktifnya alias sudah di afkir. Hal ini tidak sejalan dengan marak dan berkembangnya bisnis kuliner seperti resto dan yang semisalnya yang menyajikan menu masakan daging bebek (itik). Maraknya resto dan warung tenda yang menyajikan menu bebek seperti lalapan bebek goreng, bebek bakar, dan bebek presto di berbagai daerah bisa menjadi sandaran bagi peternak itik pedaging. Menu olahan daging bebek ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner. Tak ayal jumlah permintaan daging itik naik sedangkan ketersediaan barang sedikit sehingga peluang pasar itik pedaging pun kian menjanjikan dan semakin terbuka lebar. Kualitas dari daging itik afkir tidak sebaik daging itik yang memang dikembangkan sebagai itik pedaging. Daging itik muda mempunyai tekstur lebih lembut, lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi lantaran mulai dipotong rata-rata umur 5-6 minggu.

37

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Berikut kami sajikan beberapa pertanyaan yang akan dapat menghilangkan keraguan anda untuk memulai usaha penggemukan itik jantan : Kenapa mesti itik? Kita semua tahu dan akan mufakat bahwa satu porsi nasi bebek harganya lebih mahal 1-2 kali lipat jika dibandingkan dengan harga satu porsi nasi ayam (goreng, bakar, crispy, dll). Mengapa? Karena daging itik mempunyai cita rasa khas tersendiri apalagi daging itik muda. Mengapa itik jantan? Harga DOD itik jantan lebih murah daripada yang betina, di samping itu secara teori dan praktek pun menyimpulkan bahwa laju pertumbuhan itik jantan lebih cepat dari pada itik betina. Mengapa 40 hari? Sebesar 30% biaya produksi masuk untuk biaya pakan. Kebutuhan pakan meningkat seiring dengan bertambahnya umur itik. Selain itu itik jantan relatif lebih banyak mengkonsumsi pakan daripada itik betina. Semakin cepat waktu pemeliharaan harapannya adalah semakin sedikit biaya yang kita keluarkan untuk pakannya. Kedua adalah dengan memperhitungkan harga jual bebek umur 40 hari yang lumayan tinggi. Dan ketiga karena pada rentang umur tersebut adalah laju pertumbuhan yang optimal. Harga jual dan peluang pasar Kalau kita cermati harga itik afkir sekarang sekitar Rp 27.000-30.000/ekor dengan berat sekitar 1,5-1,8kg. Dengan harga yang sama kita akan bisa mendapatkan 2 ekor itik remaja. Setelah beberapa pertanyaan dan keraguan anda sedikit terjawab, dan keinginan untuk usaha ini tetap ada maka kita melangkah pada usaha manajemen pemeliharaan antara lain masalah bibit, pakan, kandang dan penyakit. Berikut akan kami uraikan sedikit tentang ke-4 hal tersebut. Bibit Umur itik antara 1-7 hari disebut dengan DOD (Day Old Duck). Banyak cara untuk mendapatkan DOD antara lain dengan menetaskan sendiri, beli telur tetasnya, atau beli DOD langsung dari supplier atau produsen DOD. Kami di sini tidak bicara untung-rugi tentang cara mendapatkan DOD, tapi yang kita bicarakan dalam konteks ketersediaan bibit. Kalau lokasi anda dekat dengan penyedia DOD maka mintalah DOD yang sudah berumur 3-7 hari meskipun harganya terpaut sekitar Rp 200-300/ekor tapi akan lebih menguntungkan kalau kita hitung lebih teliti. Keuntungan kalau kita membeli pada umur tersebut adalah sudah bisa diketahui DOD yang kerdil atau tali pusatnya bermasalah dan tingkat kematian (mortalitas) rendah.

38

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Pakan Pakan DOD umur 1-3 minggu sebaiknya menggunakan pakan pabrikan (concentrate). Yang sering digunakan adalah jenis pakan starter untuk ayam pedaging. Multivitamin dan antibiotika juga perlu diberikan seperti vitachick, rhodivit, sorbitol dan lain sebagainya. Frekuensi pemberian pakan kalau bisa diusahakan lebih banyak dan teratur. Keuntungannya yang akan di dapat dengan frekuensi pemberian pakan lebih banyak adalah pakan yang kita berikan senantiasa fresh dan terkontrol. Setelah umur 3 minggu pakan bisa diganti dengan komposisi 1 bagian konsentrat dengan 2 bagian dedak. Bahan pakan alternatif lain yang bisa diberikan antara lain : siput, rejekan mie instan, ampas kelapa, bihun afkir, roti afkir dan lain sebagainya. Kadar protein yang dibutuhkan antara 16-22% dan energy metabolisme sekitar 2900-3000 kkal/kg. Kebutuhan pakan dan minum per 100 ekor Umur (minggu) Jumlah pakan (kg) Jumlah minum (ltr) 1 1,5 3,2 2 3 7,2 3 4 10,4 4 6,1 13,6 5 6,5 16 6 6,8 17,6 Kandang Model kandang untuk penggemukan itik jantan cukup sederhana yaitu kandang bok dan postal. Kandang box digunakan untuk pemeliharaan 1-3 minggu, sedangkan kandang postal untuk pemeliharaan 3 minggu sampai panen. Kunci utama dalam pemeliharaan di kandang box adalah faktor pemanas. Pemanas yang bisa anda gunakan antara lain pemanas buatan (brooder) dengan sumber panas dari minyak tanah, briket batubara, LPG, lampu neon, dop dan sebagainya. Kepadatan kandang per m2 sekitar 30-40 ekor. Sedangkan pada kandang postal yang perlu mendapatkan perhatian adalah kepadatan kandang dan pemantauan laju pertumbuhan. Sering-seringlah mengganti atau menambah alas kandang baik dengan jerami, sekam, atau bahan lain sejenis. Analisa usaha Analisa usaha yang kami berikan dengan meniadakan biaya sewa lahan, pembuatan kandang dan tenaga kerja. Mengapa? Anda tentu lebih mengerti jawabannya. Berikut perhitungan usaha penggemukan itik jantan per 100 ekor dalam 40 hari (6 minggu) :

39

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Biaya • DOD 100 ekor x Rp 3.000 = Rp 300.000 • Pakan dedak l.k 50 kg x Rp 1.200 = Rp 60.000 • Pakan pabrik 100 kg x Rp 5.500 = Rp 550.000 • Obat-obatan Rp 50.000 • Biaya lain-lain Rp 100.000 • Total Pengeluaran Rp 1.060.000,Pendapatan Asumsi bebek yang mati sebelum 6 minggu sebesar 15% (termasuk tinggi) Sehingga yang tersisa adalah 85 ekor dengan harga jual Rp 13.000/ekor maka akan di dapat pendapatan sebesar 85 ekor x Rp 13.000 = Rp 1.275.000,- (harga jual di beberapa daerah bisa tembus angka Rp 18.000-20.000/ekor dengan berat yang sama) Keuntungan Keuntungan = total pendapatan - total biaya = Rp 1.275.000 – 1.060.000 = Rp 215.000 Mungkin keuntungan di atas jauh dari bayangan kita, akan tetapi jangan berpaling dulu. Perhitungan di atas hanya untuk jumlah pemeliharaan 100 ekor maka kami menyarankan kepada anda untuk memulainya dengan jumlah minimal 500 ekor. Di samping itu waktu kita juga tidak banyak terpakai karena ini sifatnya usaha sambilan dan anda dapat membandingkanya dengan waktu yang terbuang seorang buruh pabrik yang kerja 8 jam per hari dengan gaji yang diterima. Anda perlu tengok kembali waktu perputaran modal anda. Keuntungan bisa kita maksimalkan dengan usaha berikut : • Penggunaan pakan alternatif • Menekan angka kematian • Mencari harga jual tertinggi Tak selamanya usaha selalu mulus dan mendatangkan fulus alias duit, sehingga kita mesti siap-siap dengan resiko dan kendala yang siap menghadang. Resiko jangan membuat kita lari akan tetapi kita perlu menghadapinya dengan optimisme akan berhasil. Beberapa kendala antara lain : 1. Keamanan kurang yang bisa mengakibatkan itik mati semua karena penyakit, dicuri orang 2. Bencana alam yang tidak bisa di duga dan ini kita serahkan dengan yang di atas (Allah SWT) 3. Hasil panenan tidak ada yang membeli atau belum menemukan pengepul yang cocok. 4. Limbah bau yang ditimbulkan sehingga mengundang reaksi tetangga sekitar dan bisa jadi kandang kita dirusak, dihancurkan dan bisa jadi ternak kita di jarah alias dirampok 5. Anakan bebek yang kita beli adalah „palsu‟, bisa jadi betina atau kualitasnya kurang bagus sehingga laju pertumbuhannya kurang 6. Harga pakan di tengah jalan melambung tinggi 7. Pesaing usaha yang mungkin terusik dengan usaha baru kita dan melakukan cara tidak sportif untuk mematikan usaha kita

40

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

8. Tidak mendapat dukungan keluarga dan masyarakat Anda dapat mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan sumbernya : Diposkan oleh Agus Harianto S.Pt

Usaha Itik Petelur atau Itik Pedaging?

www.sentralternak.com, Sebuah pertanyaan masuk kepada kami yang membuat kami sedikit berpikir sejenak untuk menjawabnya. Pertanyaan tersebut adalah “saya tertarik dengan usaha ternak itik akan tetapi saya masih bingung mana yang lebih menguntungkan : apakah usaha itik petelur atau usaha itik pedaging?”. Sebuah pertanyaan yang singkat menurut kami akan tetapi untuk menjawabnya bukanlah hal yang mudah. Maka pada kesempatan kali ini kami mencoba memberikan sedikit gambaran dan solusi dalam menghadapi masalah tersebut. Pada awal domestikasi (penjinakan), sebenarnya semua itik sama dalam bentuk, berat badan, kemampuan menghasilkan telur , bahkan dalam warna bulu. Jadi, pada awalnya tidak ada pembedaan antara itik petelur dengan itik pedaging. Setelah domestikasi, seleksi dan pemuliaan terbentuklah itik dengan berat, bentuk, dan kemampuan menghasilkan telur, dan warna bulu yang beragam. Itik yang produktif menghasilkan telur disebut dengan itik petelur dalam hal ini terwakili oleh itik betina sedang itik yang tidak produktif menghasilkan telur disebut dengan itik pedaging yang dalam hal ini terwakili oleh itik jantan dan itik betina afkir. Itik lokal petelur unggul banyak jenisnya antara lain itik mojosari, itik tegal, itik alabio, itik magelang, itik cirebon, itik bali, sedang itik pedaging berasal dari itik lokal jantan, enthok, tiktok, dan itik peking. Dengan perkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi banyak dihasilkan itik persilangan yang mempunyai kemampuan produksi baik telur maupun daging lebih baik dari tetuanya seperti tiktok (perkawinan itik dan enthok), itik ratu dan raja (perkawinan itik mojosari dan alabio), dan yang lainnya Berikut adalah hal-hal yang bisa menjadi pertimbangan kita untuk memilih dan memulai usaha apa yang tepat bagi kita, apakah usaha itik petelur atau usaha itik pedaging. Modal Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha itik petelur lebih besar daripada modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha itik pedaging. Itik petelur butuh waktu sekitar 5-6 bulan baru bisa dipetik hasilnya sedangkan itik pedaging hanya butuh waktu sekitar 5-6 minggu untuk bisa dipetik hasilnya.

41

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

Manajemen pemeliharaan Umur pemeliharaan itik pedaging hanya sampai 5-6 minggu, kebutuhan protein untuk starter 20-22%, grower 16-18%, pemberian pakan secara bebas (ad libitum). Sedangkan umur pemeliharaan itik petelur bisa sampai 2-3 tahun dengan berproduksi awal sekitar umur 5-6 bulan, kebutuhan protein untuk starter 20-22%, grower 15-16% dan layer 1920%, pemberian pakan dibatasi ketika umur 4-16 minggu. Pemasaran Memasarkan telur itik memang lebih mudah daripada memasarkan itik pedaging siap potong. Resiko menampung telur juga lebih kecil daripada harus menampung itik siap potong karena menampung atau menahan penjualan untuk itik siap potong berarti kita mesti keluar uang yang tidak sedikit untuk biaya pakan dan tenaga kerja. Resiko Harapan kita dalam merintis usaha baru adalah keberhasilan, akan tetapi tidak sedikit orang yang gagal ditengah jalan. Dalam menekuni usaha ternak orang pedesaan menyebutnya dengan istilah jodoh-jodohan, karena kadang ada orang yang cocok dalam beternak kambing atau sapi akan tetapi ketika beralih untuk beternak itik atau ayam maka kerugian yang selalu dia alami. Begitu juga dengan usaha itik ini, resiko beternak itik pedaging tidak sebesar kalau kita beternak itik petelur. Setelah jangka waktu 5-6 minggu kemudian di lakukan analisa usaha dan apabila hasilnya negatif maka bisa saja usaha tersebut ditutup sehingga kerugian hanya sekitar 5-6 minggu saja. Sedangkan untuk itik petelur kita mesti menunggu minimal 7 bulan untuk mengetahui kira-kira usaha kita mendapat keuntungan atau tidak. Kalau ternyata dianalisa hasilnya negatif maka kerugian kita bisa kita bayangkan sendiri Kesimpulan dan Solusi Menurut kami pilihan yang terbaik adalah menggabungkan ke dua usaha tersebut dalam satu urutan waktu. Usaha itik petelur diusahakan berjalan bersama-sama dengan usaha itik pedaging. Mengapa? Panen itik petelur masih sekitar 5-6 bulan, dalam kurun tersebut kita mesti keluar biaya terus menerus. Nah, untuk menunjang biaya tersebut bisa diusahan itik pedaging. Sehingga keuntungan dari penjualan itik pedaging bisa menunjang biaya itik petelur. Kontek dalam hal ini lain lagi kalau kita memulai usaha itik petelurnya langsung dari itik siap telur (bayah) dan anda adalah orang yang bermodal tebal. Semoga bermanfaat* (SPt) Silahkan mengcopy isi artikel ini sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan

42

Syaiful Rahman, S.ST, Materi dari Internet .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->