P. 1
Achmad Baiquni Filsafat Fisika Dan AlQuran Reupload

Achmad Baiquni Filsafat Fisika Dan AlQuran Reupload

|Views: 669|Likes:
Published by Rifka Aisyah

More info:

Published by: Rifka Aisyah on May 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

pengamatan terhadap alarn nyata di sekeliling kita.

Fisika akan dihadapkan pada al-Qur'an yang merupakan himpunan wahyu Ilahi yang harus kita terirna seperti apa adanya; suatu sikap percaya yang menjadi salah satu rukun bagi keirnanan tiap pribadi Muslim.

----~-- ___.J.fmu dan TeknoCo9'_· _

FILSAFAT FISIKA DAN AL·QUR'AN

Selama ini pandangan yang materialistik dalam fisika seperti hukum "Kekekalan Materi" masih tetap dominan dan diajarkan

di sekolah-sekolah atau universitas-universitas. Padahal pandangan semacam itu, menurut Prof. Achmad Baiquni, telah mendapat tantangan keras dari teori-teori fisika mutakhir, Sesuai dengan teori-teori fisika rnutakhir tersebur ia menjelaskan kebenaran ayat-ayat al-Qur'an yang berkaitan dengan fenomena fisika, di samping memandang mendesak untuk melakukan "Islarnisasi' sains dalam rangka "membebaskan" sains dari asumsi-asumsi yang bertentangan dengan ajaran al-Qur'an.

Prof Dr. Achmad Baiquni, manum Dirjen.

Badon Tmaga Itlom Nasioual (BATAN) dari tahun. /97 J - 1984 dan DlllJI!J Indonesia WIIIJ,k Swedi!" dari tahun. 198j - /988; odalah. penerimo: Anllgerah Binumg Malta Putera Utama, /984, Kin; ia ada/alt Kstua Bidang Sumber Daya Alam dat: Em!rgi, Dmuan. Riset Nasional dan ImggQla Badan Penim/Ja'l1gall Plmdidika.'II Nasional (BPPN). la juga, me?ljadi Ketua Deumn Kuraior, Universitas lslam Asy-Syafi'i),ah. Di [orum. intemasumal, uJa.k la/11m /97/ hingga sekaraug tn(~lih menjadi (mggolalntern.Qtiof1(d Center Jor Theoritif Physics yang berpusa: di Trieste, ltoli. la l'tga salak ssarang a'llggola pendiri (founding member}, Islamic. A.cademy oJ Science, be-./JWal di A mmaIJ , Yordanm.

whir di Solo, J 1 Ag'UJ't1J.1, 1923, Baiquni muda, disamping belaiar di sekula/! 'umWlI, pernah. bela jar di Madrasah Mamba'ttl Ulum Solo dan bertemasi dmgan MUnllwir StUhali, kini M enteri Agamn.RI. Dtmgan bekal ilmunya m pernah mengajar di Madrosah. SUfm~)'ah di Keprabon, S()/J}. fa meraih. gelar M{lSler of Science di biJnng Nuclear Enginuring jJada tahun. 1956., dan Ph.D. di Uniuersitas ChiaJgQ poda lahun 1965.

4 mRNAL OLUMUL OUR'AN

Oleh Prof. Dr. Achmad Baiquni

M emang tidak seorang pun da.pat menyangkal bahwa di dalarn al-Qur'an tidak hanya diletakkan dasar-dasar peraturan hidup rnanusia dalam hubungannya dengan Tuhan Sang Pencipta, dalarn interaksinya dengan sesarna manusia, scrta tindakannya terhadap alarn di sekelilingnya, tetapi juga dinyatakan untuk apa manusia diciptakan. Dasar-dasar yang rnerupakan garis besar itu uraiannya dapat ditemukan dalarn ayat yang lain atau dalam sunnah RasuI. Di dalam al-Qur'an disebutkan juga, secara garis besar, tentang kejadian alarn semesta dan berbagai proses kealarnan iainnya, tentang penciptaan makhluk hidup, terrnasuk manusia yang di dorong hasrat ingin tahunya, dipacu akalnya untuk menyelidiki segala apa yang ada di sekelilingnya, meskipun al-Qur'an bukan buku pelajaran kosmologi, atau sains pada umumnya.

Namun judul di atas , yang diberikan redaksi untuk saya bahas dalarn majalah ini, tampak agak aneh, bagi orang awam tentunya, karena fisika yang merupakan himpunan rasionalitas kolektif insani, yang diperoleh melalui penalaran dengan akal sehat serta penelaahan dengan pikiran yang kritis terhadap data pengukuran, yang dihimpun dari serangkaian

Ilmu Watak

Saya sendiri pun sempat rerperanjat keuka mernbaca kata-kara "filsafat fisika," karena saya Lelah terbiasa mernahami kata filsafat sebagai suatu disiplin ilmu yang , intinya mengandung logika, estetika, erika, metafisika dan epistemologi, yang, menurut Webster's Collegiate Dictionary, mencari pengertian umurn tentang nilai-nilai serta realitas secara spekulatif, bukan observasional. Sedangkan seperti disebutkan di atas, fisika didukung oleh data-data pengamatan yang dianalisis secara kritis dan disimpuLkan secara rasional sehingga di dalam fisika tidak ada tempat bagi spekulasi; sebab, semua pernyataan harus didukung oleh pembuktian eksperirnental atau observasional, atau secara tidak langsung dapat ditunjukkan kebenarannya secara maternatis.

Untung saja saya ingat bahwa, dalam bahasa Arab, fisika dinarnakan juga ilmuthobi'ah atau ilrnu

watak, karena pada waktu keja ya~ an umat I lam. i1mu tersebut, yang rneman pad a dasarn berusaha untuk mengungkapkan sifat dan kelakuan alarn di sekitar kita ini pada kondisi-kondisi tertentu, menyatakan bahwa kelakuan yang dip rlihatkan itu menuojukkan watak alam itu ndiri. Ingat n itu m rnbawa saya kernbali ke zarnan Imam Ghazali, ketika berbagai i1mu dipe1ajari dan dikembangkan d ngan giat di lingkungan umat

e uai dengan dorongan al-Qur'an dan sunnah Rasul. Itulah watak alam dan begitulah kemauannya: begitulah b rkata ahliilrnu tabiat

ang pad a zarnan itu di ebut Iiloof. karena m'mang caban ilmu itu telah digolongkan sebagai ilmu filsafati pada saat itu. 0\ h karenanya, maka saya tidak mernandang kata-kata "Iilsafat fi ika" seb ai uaru contradiaia in I rmmis m lainkan m ngartikan kala filsaat sebagai pemikiran yang rn Ian-

dasi lingkup kegiaran serta gagasan dalam bidang tertentu.

alam m nghadapkan p rnikiran ang melandai s genap u aha, s ha berbagai konsepsi, dalarn Iingkup fisika pada ajaran alQur'an, kita akan mernpergunakan beberapa a at yang relevan d ngan peng mbangan fi ika itu

ndiri, Oi amping itu kita p rlu m ngingat bahwa fisika, s perti bidang sains lainnya, berusaha m ngungkapkan kelakuan 313m pada kondisi rertenru; mi alnya d ngan melihat respons atau reak'i dari sebagian alam di sek liIing kita, jika kita bertindak terhad pnya. Air yang keadaannya panas tampak mengeluarkan uap, udara tertutup yang dipaksa d ngan memperkecil volumenya m nunjukkan kenaikan tekanan, dan sebagainya. Kelakuan itu juga dapat ditilik dengan pengamatan pada 313m luBS, misalnya gerak planet di langit, terja inya gerhana bulan, pembelokan cahaya bin tang oleh marahari. dan lain-lamnya.

Usaha-usaha jtu dapat kita maklumi, karena manusia ditunjuk Mlah S.W.t. menjadi khalifah di bumi. sebagaimana tercanLUm di antaranya dalam ayat 65 surah alAn'am:

Dan DiaAo.h yang menjadika .. kamll f1e'IK'lma-perIgufJ.!(J di buoo dan ml'ninggika:n s~bagia-n dari ko.u alas .ll'oogian yang lam btbuajxJ rillgluu, Wlluk m'lllJltjimu alas a/XL yang leUM dihtri/umNya liep(utamu.

Dan sebagai p. nguasa yang rnernpunyai ra a tanggung-jawab, rnanusia tak dapat b rbuat lain kecuali harm mengahlikan diri dalam rnengelola alam sekitarnya.

edangkan untuk rnernperol h kemampuan itu ia harus meng nal aJam lingkungannya dengan s - baik-baiknya. Manusia haru

ring mengamati alarn di sekitarnya, s rta mengingat-ingat gejalagejala ang ia lihat pada pengarnatan itu,

Tiga Unsur Kerja Fisika _

Marilah kita kaji satu derni satu apa yang rnenda ari kegiatan Ii ika, dan membandingkann a d - ngan ajaran Islam yang terkandung dalam kitab su i al-Qur'an, Sebagairnana kita. ketahui UI1SUI" pertama dalam kegiatan fisika yang p ming adalah ob rva i atau p ngamatan ( rhadap bagi n alarn yang ingin kita ketahui sifat dan kelakuannya pada kondisi tertentu, idaklah dib narkan dalam kegiatan fisika p nggantian pen amatan d ngan p ngkha alan t ruang kelakuan alam itu, k ua!i apabila khayalan tersebut e11- dukung oleh hasll. perhitungan rnarernatik yang dUabarkan dad k lakuan-kelakuan lain yang Lelah dik tahui,

Memeriksa alam semesta dapat diartikan "membaca ayatullah" yang dapat merinci dan menguraikan serla menerangkan ayat-ayat di dalam al-Qur'an yang merupakan garis besar; sebab di dalam kitab suci itu sendiri, alam semestfl serla proses-proses yang terjadi di dalamnya sering hali dinyatakan sebagai ayat Allah.

Sehubungan d ngan keharusan manu ia untuk mengenaJ alarn - kelilingnya dengan baik, maka Allah .w.t, rnemerintahkan dalam ayat 10 J surah Yunus:

Kaulko.nlah (wahoJ MuJuHnmad): pcriJc: a10h rlmgan inliz./iqr

apa-a/Xl yawg ada cJj III "gil dnn di bumi;

P rintah itu menunjukkan agar rnanusia mengetahui sifat-sifat dan kelakuan alarn di sekitarnya, yang akan menja . t mpal tingga! dan umber bahan erta rnakanan selama hidupnya. Di sini saya p rgunakan kata merneriksa dengan inlizhor untuk kala-kala unzhuru kar na p ngertian aya akan ayat ter but ialah bahwa perintah untuk m liha iru idaklah sek dar untuk melihat dengan pikiran yang kosong, rnelainkan dengan perhatian pada keb aran dan k - kua aan Tuhan ang Maha a, dan rnakna daripada gJala-g jala yang t ramati. Hal ini akan tampak lebih jelas lagi jika kita ikuti teguran-teguran Allah S.W.l. dalam a t J 7-20 surah al-Ghosyiyah yang 1 rikut:

M {Ilia aim/wi! "'6r~lu, tidoh meiaAlIJulfi iTllitilor dan ml!mperllaii!llln on/a, oogaitJlll'tlll ill tiiri/JI-llkm. Dan {mlgit, bagaimana fa cJj(l1Igltal. Dan IJImulIg-gunUf!g, baguimmw rrtM'tlta dillgOJUUI.Il. Dan bumi, bagaiIllI:nla ia dibtmlQrJglul1l.

Dari lima ayat yang say a sebutkan terakhir ini nyata bahwa Allah S.W.t. m rnberikan bimbingan-Nya lebih lanjur dalarn al-Qur'an, bagaimana caranya agar manusia dapat memahami ayat-ayat yang berkaitan dengan alarn sernesta, yang secara garis besar meluki kan pro es-proses alarniah yang terjadi di dalamnya. Dan ini pulalah yang dilakukan orang dalam fisika, atau pengembangan sains pada urnumnya.: meJakukan obse.rvasi dengan penuh perhatian untuk dapat menjawab pertanyaan "bagaimana proses itu rerjadi." Memeriksa alam semesta dapal diartikan "membaca ayatullah" yang dapat merinci dan menguraikan serta mener3ngkan ayat-ayat di daJam al-QuT'an yang merupakan garis besar; sebab di dalam kitab suci itu sendiri, alam semesta serta prosesproses yang terjadi di dalamuya

JURNAL ULUMUL QUR'AN 5

I)ill !II ,II lUI! 1m "kim bagi 111,11, d ~nga n Iii r hI/jIm itu, tanaman /:a'UlIT/On urilun, kormo; ImgglJr. dan .frgala macom buah·lmnharl Jf£!wggull"Jo podn ym!g dimiltiarr ltu /n-U"r-b'"l1f ItrflaJia/ ,o)'fIlullah bag! m~rtlri! yang "IIl'UPU brrpikir.DaI! Dia ",,/wllduUau ,malam dall Jiallg,. ,mIllahnn (/,1'1 611lcm untukmu; dan /Jinu!TIg-binlang rill d iltmt1l1& n (bagi II! III dengan fJl'ri utahNYII,; Jr.wnanl)'11 pada ,vang demikinn jill lur/opal !lyall/liail baiJi lU1Ilm .l'Img menalar,

sering kali dinyatakan sebagaiayat Allah,

Setelah pengamatan, unsur penting yang kedua dalam pengembangan fisika adalah pengukuran. Kuantifikasi dilakukan sernaksimal mungkin; sebab, segala sesuatu akan menjadi kabur dalam fisika apabila hanya dinyatakan secara kualitatif saja. Seora ng {isi ka wa n yang mendengar ucapan seperti:

"Angin rneniup sepoi-sepoi basa' akan berkomentar bahwa ungkapan tersebut bukanlah pernyataan (isis tetapi puisi; tetapi "Udara

. mengaJir dengan keccpatan B kilometer per jam, dengan suhu 22 derajat celsius dan kelembaban 85 pros en " akan dikatakannya sebagai suatu pemyataan Iisika. Memang demfkianlah keadaannya; sebab, di dalarn fisika semua eksperimen yang rnelandasi pernyataan fisika hams dapat direproduksikan agar dapat dikaji ulang oleh fisikawan lainnya.

Kalau saya harus rnenimbulkan kernbali keadaan yang ada dalam pernyataan yang puitisilu saya akan angkat tangan, karenasaya tidak tabut'sepci-sepoi basa" yang bagaimanakah yang harus saya timbulkan. Sedangkan untuk pernyataan yang kedua, tiap rnahasiswa akan dapat mereproduksikannya dalam laboratoriurn. Ia akan segera mengambil uermometer untuk rnengukur suhu udara yangakan diturunkan suhunya sampai 22 derajat, mengambil higroraerer urunk mengukur kebasahan ndara dingin yang akan ia lernbabkan sampai 8.5 prosen, dan memasang pipa pilot unruk mengukur kelajuan udara yang akan ia timbulkan, Memang fisika adalah ilmu yang kuanritatlf, seperti halnya sains pada umumnya. Dan tidak salah pula perlakuan para ahli fisika dalarn menangani rnasalah proses-prosea alamiah itu. Di dalam al-Qur'an sendiri dinyatakan dalam ayat 49 surah alQomar:

SarmgguhnyaKllmi mm~iptahan s~gClI.a J~suaru dtmgan ukUTan.

Besaran-besaran yang dapat diukur itu dinamakan besaran fisika atau besaran fisis, Baik suhu maupun kelernbaban udara yang di-

6 JURNAL ULUMULQUR'AN

Isaac Newton

perbincangkan di atas itu rnerniliki ukuran tertentu, berapa tingginya dalarn satuan ukur; begitu pula gerak udara tersebut rang diciptakan Tuhan Yang Maha Perkasa, rncmpunyai ukuran kecepatan, berapa besar kelajuannya dan ke mana arahnya, Kalau besaranbesaran llsis yang tampil dalarn suatu proses alamiah berhubungan saw sama lain, maka hubungan antara rnerekaitu dapat dirumuskan dalam beruuk rnatematis, Dalam bentuk ini, perhuungan-perhitungan yang diperlukan dalarn penerapannya dapat dilakukan dengan rnudah.

Unsur penting yang ketiga, dalam pengemba ngan fisi ka,adalah analisis terhadap data yang terkumpul dari berbagai pengukuran atas besaran-besaran fisis yang rerlibat, yang dilakukan melalui proses pemikiran yang kritis, yang kemudian dilanjurkan dengan evalu as! hasil-hasiln ya. . dengan penalaran yang sehat uatuk mencapai kesimpulan yang rasional; yang terakhir lni merupakan unsur penting yang keernpat. Pendngnya peranan pikiran yang kritis dan penalaran yang rasional in! bagi pengungkapari kelakuan alarn sernesta ditekankan dalam ayat 11 dan 12 surah an-Nahl:

Alam sernesta dan proses-proses di dalamnya yang pada kedua ayar tersebut di alas dikatakan sebagai "'j'aluilah itu "dibaca" oleh para pakar Iisika dan kelakuan alam yang mereka temukan sebagai kesimpulan itu rnereka namakan "hukum alam." Bagi ilrnuwan muslim, hukurn alarn itu tidak lain adalah peraturan Allah S.W.t. (sunamllah), yang diberlakukan pada alam sernesta, sesaat setelah ia diciptakan, untuk diikutinya. Bahwa seluruh jagad raya berjanji unruk menaatinya dapat kita baca dalam ayat 11 surah Fushshilar:

[)alam poda il" Di.a mrngar(Jh M{x1da {allgil )'ong pmuh ":rmlnman." lah: Diu lMrkdla lttj1<uia la ngil . da n h~pada Imm i: silahkan' kdlian mrogikuli (pmnl4h.KII) dmgan ,mAil. hati alau dmgan Itrpalua;' jawab mereka: kami iAul dntgan toot.

Jika kita rnenguasai fisika, atau sains pada umumnya, klta akan

mengetahui bagaimana alam akan bertingkah laku pada kondisi tertentu; kita akan dapat meramalkan bagaimana alamakan mernberikan respons, akan bereaksi, terhadap tindakan yang kita Iakukan terhadapnya. Dengan ilmu pengetahuan kealaman yang ia rniliki, manusia dapat menimbulkan kondisi yang ia pilih sedemikian rupa sehingga alam rnemberilean respons yang rnenguntungkannya; ia dapat terbang, ia dapat mernbuat berbagai baban sintetik, ia dapar menghubungi ternannya yang berada di bela han burni yang lain, begitu seterusnya. Sains yang ia kuasai dijadikannya sumb r teknologi bagi kesejahieraannya cialam mernanfaatkan lingkungannya. yang dikelolanya dengan baik hingga pantas disebur "khalifah di bumi,"

Keberhasilan suatu teknologi bergantung pada kemampuan rnanusia untuk memilih kondisi-kondis! yang mendorong alam untuk bertindak seperti yang diinginkanoya; dan sudah barang tentu tingkah laku alam ini dikendalikan oleh sunnatullah yang mengatur bagaimana alam hams berkelakuan pada kondisi tersebut, karena ia. tidak dapat berbuat lain. Marilah kita perhatikan misalnya apa yang terdapai dalarn ayat 13 surah a].J31siyal1:

Dfm dill me1I'!l'1!dtIAAa'll ImJukmu apa. yang ada di langit dar! afJa'J!mg atin di bumi ltlllllllnya. (ltMgoi rQhmal) darirxuJaNyo. SUlmggrJm)'1l pada J{Jllg dtrn Wat> iluln17lilr-6enllr le1iJajm I landaII1mia I!4ltuaiaa,n Allah bag! haUl/! )'(Jng berpiMr-

Ayat ini menyatakan bahwa seluruh isi langit dan bumi akan ditundukkan alAKholiq bagi umat manusia dengan. sains yang di(erapkan, dengan teitnoiogi. yang ilkan diberi,k_an kepada mereka yang mau meHbatkan aka-Inya dan menggunakan pikirannya.

Sebag,ai contoh daripada ketaatan alam itu dapat dikemukakan apa yang terkandung di dalam ayat 74surahal-Baqor-oh yang menyatakan sebagai berikut:

PadI.JMl di anki-ra balu-liaIoon .iIu sunggu/l ada .rungai,mngai yang m.mgali, d4ripodnnya, d4n di anlaranya mngguh

tufa yang l61'b~ilth sellingga mala air keluar do.ripatlml,ya. do.ndi anlanmya sungguh ada yang me/uncuT jatuh harmD /dul Coon hormat] .l<rjKJdlJ· !llIall.

Mereka tak dapat berbuat lain kecuali mengikuti sunnatullah, Dan dalam kasus terakhir, peraturan itu adaJah hukum gravitasi yang menyebabkan sernua benda di bum! memiliki berat, yang memaksa air mengalir ke laut, dan bulan mengelillngi burni, dan sebagainya. Di dalam contoh ini memang saya sengaja menonjolkan hukurn gravitasi, Sebabia adalah hukum alam,yang melukiskan sunnatullah, yang mengatur gara lank antara dua benda, yang difahami orang pertama kali dan dapat dirumuskan dalam bentuk marematls mendahului kelistrikan dan kemagnetan, namun ia gaya terakhir di antara keempat gaya yang diketahui berperan dalarn alam nyata, yang hingga s karang belum berhasil dimanunggaJkan dengao gaya elektrornagner, gaya nuklir lemah dan gaya nuklir kuat,

Abu Raihan al-Biruni, ilmuwan muslim yang hldup dalam abad ke-X dan rajin rnengukur berat jenis berbagai benda,adalah orang yang pertama kali menyatakan universalitas hukumalam dengan meogatakan bahwa gravitasi yang ada di bumi sama dengan yang ada di langit. lalahorang yang mengatakan bahwa model alarn Ptolemaeos, yang geosentris, secant fisis tidak rnasuk aka I dan bahkan ia mempersoalkan kemungkinan adanya orbit yang eliptik pada planet dalam komunikasinya dengan Ibnu Sina, Ketika enamabad kemudian Johan Kepler berhasil menernukan hubungan an tara waktu edar planet~plap net dengan sumbu utama elips masing·masing, maka muncullah dalam abaci ke-XVJl karya Isaac Newton Principia yang berisi teorl gravilasinya. Sejak itu orang mengetahui apa kendala yang meogekang planet~plan.et tata surya umtik hergerak. mengilari matahari.

Dan ayat-ayat tersebut di atas nyatalah hahwa untuk d~pa.t memanfaatkan. alam, manusla hams mengelah ui pe nttu ran- peraturan Allah s.w.t. yaitu sunnatullah,

yang mengenclalikan kelakuan alarn sernesta; jadi ia hams menguasai sains, Ia tidak akan dapat memaksa slam melakukansesuatu kecuali yang sesuai dengan surmatullah yang mengendalikannya. Teknologi hanya dapar berhasil apabiJa prosesnya sesuai dengan hukum-hukum alam; artinya jika ia dirancang dengan memperhaclkan sains yang terkait, Jelaslah sekarang bahwa teknologi .. meruA pakan penerapan sains, Bidang reknologi yang mana pun yang ki~a tewpon.g. kita selalu akan menjumpai sams pendukung; apakah kimia, fisika atau biologi, atau kornbinasi bidang-bidang ini.

Sains dan teknoiogi rnerupakan dua sejoli yang tak dapar dipisahkan; sains yang rnerupakan sumber teknologi dapat memberikan kemungkinan bagi rnunculnya teknologi baru, dan sebaliknya, teknologi yang merupakan penarapan sains dapat rnenghasilkan peralatan yang lebih canggih yang rnemberikan peluang pada sains untuk berkernbang leblh pesat, Mereka saling mengumpani dan mer ka saling menyuburkan pertumbuhan masing~masing. Hal lni dapar dihayati di negara-negara yang maju. Suatu bangsa yang rnencoba unurk menguasai teknologilaopa dukungan sains dapat diibaratkan seperti burung yang berkhayal untuk terbang dengan satu sayap, Hal ini dapat dilihat di banyak negara berkembang.

Sejak umar Islam mulal. melepaskan kegiatannya di bidang sains pada abad ke-XIJI,. setelah memonopoli sains danteknologi selarna Iirna abad, dan berangsurangsur memberikan pelita ilrnu itu kepada bangsa Barat, ia. menjadi lemab dan bertambah rapuh sehingga tak mampu . menaban Eropa yang dala.mabad ke~XVIl mulai memaksakan penjajaban ata$ dirinya. Usaha keras KesulA tanan Turki untuk mengembangkan .teknologi, tanpa dukungan sains yang sepadan, agar dapal menanding! persenjataan Barat menemui kegagaian, karena apa yang dimilikin.ya adalah teknologi y.ang tak bersumber. Ia merupakan· 8uam teknologi yang cepat menjadi usang. sebab tek:nologi-hu

JURNAL ULUMUL QIJR'AN 1

KODsepsi Fisika dan Ajaran 31· Qur'an

Sekian temang lingkup kegiatan dalam fisika, serta pemikiran yang rnelandasinya, y.ang telah kita hadapkan pada ajaran-ajaran alQur'an, Marilah sekarang kita mengu n gkapkan gagasan-gagasan apa yang terdapat dalam t'isika tentang alam sernesta yang dapat dikaji dengan ayat-ayar kitab sud pegangan umat Islam. Barryak ayal sebenarnya yang menyebutkan tentang gejaJa alarniah yang dapat kim pergunakan umuk melakukan hal itu, tetapi untuk mudahnya saya akan rnengambil yang ada sangkut paumya dengan ayat-ayat yang Lelah saya kernukakan di alas; yaitu ayar-ayat yang menyebutkan teruang penciptaan alarn semesta ..

Bagairnanakah konsepsi fisika tentang penciptaanjagad raya dan pernikiran apa yang rnelandasiora? Konsepsi itu berubah-ubah sepanjang sejarah, bergantung pada tingkar ke anggihanalat-alat

arana observasinya, dan berganlung pada tingkat kemajuanfisika

mandeg, karena tidak diumpani dengan jdea-idea baru; berbeda dengan teknologi bangsa Barai yang didukung oleb sains yang hidup, yang selaln berkembang dan memperbarui did.

Kita dapat menyimpulkan dad uraian di atas, bahwa untuk dapat mernaharni ayat·ayat al-Qur'an, yang rnenyangkut alarn yang kita huni ini serta proses· proses alarniah di dalamnya, dan dinyatakan dalam garis besar itu, kita harus meneliti alam .. ai-Kaun itu sendiri dengan melakukan serangkaian tindakan seperti mengukur apa yang diobservasi, menganalisls data pengukuran secarakrltis, dan rnenarik kesimpulan yang rasiona 1.1:-1 asil-hasil penyimpulanini dan garis besar Jangkah-langkah yang rnendahuluinya biasanya diumurnkan sebagai karya tulis, untuk disidik. dikaji, disanggah atau didukung oleh fisikawan lainnya di seluruh dunia. Konsensus yang t rcapai mengenai masalah yang diperbin angkan itulah yangm - rupakan mated ilmu yang dikandung fisika.

Dan himpunan rasionalitas insam kolekrifini kernudian dijabarkan penggunaannya, sebagai teknologi, bagi pernanfaatan alarn dan pengelolaannya secara balk, hingga lingkunganhidup yang lestari ini dapat menjadi sumber penghidupan dan tempat berlindung bagi manusia yang mengelolanya. Al-Qur'an mcngajarkan lebih dari itu; seerang muslim rak dapat tidak harus menjadi manusia yang utuh. La tidak boleh menyebelah, karena di dalam arat 77 surah al-Qoshosh ditegaskan:

Dl1l1 rl1illlllil.ajm .wmg dia'mg~rahklm A/I/JJ! kl'/J{lurllllll dar,! .k.rbaiUJl,rial1t! allJdrlU, cum jal1;gflu/ail "'I'II/palla'l liagiawlul (.ultm IlImgabailul/l Ilasibmu) didunia; dan Iffrbual baililah J'liagaimlJllO. Allah btrbual /Jail< itPpadaml!, dan jallgaJ' Iwmu ml'mbmU kmlJaAmr Iii bwm. Sl'slmgguhl!),a tllla" lidok ,,,,"!IYI/Jiai rlll;rrlio ymrg membua! kerusokan.

La diarahkan untuk men car! kebahagiaan akhirat tanpa mengabaikan nasibnya di dunia. Hal ini berarti bahwa ia harus rnenguasai kedua ilmunya; ilmu keakhiratan dan ilmu keduniaan,

Komer Halley

81URNAL ULUMUL QUR'AN

itu sendiri. Dalarn dasawarsa-dasawarsa pertama abad ini para ahli fisika mempunyai konsepsi bahwa, sesuai dengan hasil observasi mereka; jagad ray a ini tak rerbatas dan besamya tak-berhingga; sebab kalau ia berbatas, bintang dan galaksi yang ada di tepi akan merasakan gaya tank gravitasi dan suatu sisi saja, yaitu ke arah pusat alam semesta, sehingga lama kelamaan benda-benda langit itu alum mengumpul di sekitar pusat tersebut. Karena kecenderungan semacam itu tidak pernah tarnpak pada pengamatan. maka orang berkesimpulan bahwa alarn ini tak berbatas.

Tidak hanya itu konsepsinya; alam menurut para pakar fisika tidak hanya tak-berhingga besarnya dan tak berbatas, tetapi juga tidak berubah keadaannya sejak wakru tak-berhingga lamanya yang telah lampau sarnpai waktu tak-berhingga lamanya yang akan datang. Sebab menurut pengaJaman para fisikawan di laboratoium, materi itu kekal adanya. Apa pun reaksi yang di alaminya, kimiawi atau fisis masanya iak pemah hilang atau paling akan berubah menjadi energi yang setara. Deogao konsepsi bahwa alam ini Itadim dan kekal, fisika tidak mengakui adanya pen iptaan alarn. Sudah barang tentu gaga an semacam itu ridak sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana ia terkandung dalam al-Qur'an,

Pandangan para ilmuwan itu berasal dari Newton, yang melontarkan konsepsi tersebut sekiiar akhir abad ke-XVll; namun kekekalan massa ditegaskan oleh Lavoisier sekitar akhir abad yang 13 ke-XVlll, dan diperluas oleh Einstein dalam abad ini menjadi kekekalan massa dan energi atau secara singkat kekekalan mated. Dalam dasawarsa kedua abad keXX ini saja Einstein rnasih percaya bahwa konsepsi klasik itu benar. Dan prinsip-prinsip dasar ia membuat suatu ~rumusan matematis yang ia harapkan akan dapat melukiskan alam yang sesuai dengan pengerlian para ilmuwan pada waktu itu; namun Friedman mengungkapkan bahwa model ini tidak melukiskan alam yang 51a-

(is, yang menjadi konsensus para astronom-kosmolog, melainkan jagad raya yang dinamis. Model ini kemudian dikenal sebagai model Friedman.

Hal ini tldak berkenan di hati Ei ntein dan dengan kecewa ia melakukan perubahan pada perumusannya dengan rnenambahkan bilangan konstan padanya sehingga hasilnya memenuhi selera sang genius; ia ternyata rnelukiskan alam yang statis. Einst in m - rasa puas dengan perumusannya, meskipun alarn sernesta yang dilukiskannya bukan alam yang ada menurut ajaran Islam', yakni yang diciptakan pad a suatu waktu dan akan ditiadakan pada saar yang lain, melainkan alam sem sta yang tidak pernah diciptakan, yang kadim dan langgeng, sesuai dengan konsensus yang dida arkan pada k simpulan yang rasional s - bagai hasil analisa yang kritis terhadap berbagai data yang diperoleh dad p ngLlkuran dalam pengamata n .Pada taha p .it u .fisika m mpunyai kon ep i yang rtenLangan dengan agama kita.

Al-Qur'an yang ayat-ayatnya diturunkan s kitar 14 abad yang lalu mengandung uraian secara garis

ar temang p nciptaan alam seme La itu, namun umat yang awam tidak m ng tahui maknanya secara jelas; bab perincian dari pen iptaan itu terdapat dalam al-Kaun sebagai ayatullah yang harus "dibaca," dan umat tidak mampu membacanya karena fisika, dan sains pad a umumnya. L - lah dilepaskannya 6 abad yang lalu. Tidak lagi urnat secara umum dapai dimasukkan dalarn golongan yang kita ternukan dalarn ayat 190 serta 1.91 surah al-Irnron:

S~sungguAnya dalam Ptflcipuum lallgil dan bu '" i, $0'1"1/1 sWh b.~Tganlinyll lIIalam tum dilltlg. t(:rdapoJ tanda lw/twJ.slUln AUaJ! bagi m~relw yang beralwl. Yakni f1mngorang yang mmginga/ At/ah so.mbi/ ~t1"(liri, sambil dudult., cum diJlnm lr.eadaaTi '-baring, dan mmnillirllDn tenlang pmciptaan Inngil dan burn; (ma~ btirlli1.la)." Ya Tuhan Mrni, liadiJlah ETlglwu JTIIJmipwiwn iTii dtmgan ria-sill, Maiw. Suei Engiwtl, maAa f1tliharalnh leam i diJri' adUlb nerolla.

Dalam tahun 1929 terjadi peristiwa peming yang menjadi permulaan daripada penggeseran

pandangan fisika tentang penciptaan alarn, yang mengubah secara radikal konsepsi para fisikawan mengenai munculnya jagad raya. Sebab dalam lahunitu Hubble, yang mempergunakan teropong bintang terbesar di dunia, melihat galaksi-galaksi di sekeliling IOta, yang menurut analisis pada spektrum cahaya yang dipancarkannya menjauhi kita dengan kelajuan yang sebanding dengan jaraknya dari bumi; yang terjauh bergerak paling cepat meninggaJkan kita, Kejadian ini merupakan pukulan berat bagi Einstein, karena observasi Hubble itu menunjukkan bahwa alam kita ini tidak statis, melainkan merupakan alam yang dinami seperti modeInya yang pertama.

Dengan kecewa ia rnenerima kekeliruannya itu dan kembali pada modelnya yang terdahulu, karena ob erva i mendorong para ilmuwan untuk berkesimpulan bahwa alam yang kita huniini mengembang· volume ruangjagad raya ini bertarnbah setiap saar. Orang berbicara ten tang uniuersum. yang berekspansi, dan rnereka bingung tidak mengerti apr.!. artinya; sebab di mana-mana terdapat rnang alamo Kalau jagad raya ini melakukan ekspan i, ke mana lagi harus dicari ruang yang akan menampung pengembangannya? Tidak hanya ejauh ini saja kejutan itu dirasakan.Dari perhitungan mengenai perbandingan jarak dan kelajuan gerak masing-masing galaksi yang teramati, para fisikawan-astronorn rnenarik kesimpulan bahwa sernua galaksi di jagad raya ini semula bersaru padu dengan galaksi kita, Bimasakti, kirakira 15 milyar tahun yang lalu.

Gamow, Alpher dan Herman rnengatakan bahwa pada saat itu terjadi ledakan yang maha dahsyat yang melemparkan rnateri seluruh jagad raya ke semua arah, yang kemudian membentuk bintangbintang dan galabi. Karena tidak mungkin materi seluruh alam itu berkumpul di suatu tempat daIam ruang alam tanpa meremas diri dengan gaya gravitasinya yang sangat kua[ hlngga volumenya mengecil menjadi titik, maka disimpulkan kemudian bahwa "den-

JURNAL ULUMUL QUR'AN 9

dalarn observasinya ke segenap penjurualam menernukan sisasisa kilatan dentuman besar yang terjadi sekitar 15 milyar tahun yang lalu itu,

tuman besar" (Big-Bang) itu rerjadi ketika seluruh rnateri kosmos keluar dengan kerapatan yang S3- ngat besar dansuhu yang sangat tinggi dari volume yang sangat kecil. AIam semestalahirdari sebuah singularitas dengan keadaan ekstrern, Nyata di sini bahwa akhirnya fisika mengakui bahwa sernula alarn tiada tetapi kernudian, sekitar 15 milyar tahun yang lalu, terci pta dari ketiadaan; sebab fakta hasil observasi yang menelorkan kesirnpulan itu tidak dapat disangkal,

Kalau kita ingin rnernbandingkan konsepsi fisika tentang penciptaan alam itu dengan ajaran alQur'an, kita dapat merneriksa apa ,yang dlnyatakan dalam ayat 30 surah al-Anbiya':

Dan Tidakkal: orang-orang kafirilll mt1lg~ta.llUi bl'JllUJ(J ianf,'il (rlumg (lImn) dan. bu.mi (maim: a/am) ilu dahulll sesua/u .wmg padu, kemudiar: Kami /Jirali/um hl.duaIlY(l,

Keterpaduan ruang dan mated seperti dinyatakan di dalarn ayat itu hanya dapat kita Iaharni jika keduanya berada eli sam titik: titik singularitas yang merupakan volume dan berisi seLuruh rnateri, Sedangkan pernisahan mereka terjadi dalarn suatu deruuman besar yang rnelontarkan mated ke seluruh penjuru ruang alarn yang berkembang dengan sangat cepat sehingga tercipta uniuersusn yang berekspansi, Selanjutnya, mengenai ekspansi alam semesta ini, yang rnengharnburkan mated paling tidak sebanyak 100 milyar galaksi yang berisi masing-masing rata-rata 100 rnilyar bintang iru, al-Qur'an mengatakan dalam ayat 47 surah adz-Dzariyat:

Dan langil (numg alam} ill! Kami hang'lm dengan, .kd"aHm dan Kamila/! sesunggulmya yang melua.skMmya.

Kekuatan yang terlibat dalam pembangunan alam ini, dan yang mampu melem parka n kira-kira 10.000 milyar-milyar bintang yang masing-masing massanya sekitar massa matahari ke seluruh pelosok alam itu, tentu saja tidak dapat kita bayangkan. Dad pembandingan semacam ini dapat kita ketahui bahwa pada akhirnya, fisika, yang dikembangkan untuk

IOJURNAL ULUMUL QUR'AN

OmarKhavam

rnencari kebenaran, sarnpai juga pada fakta yang ditunjuk oleh alQur'an. Kenyataan ini menggusarkan para fisikawan pada umumnya karena penciptaan kosmos dari ketiadaan rnernerlukan adanya Sang Pencipta Yang Maha Kuasa: suatu keadaan ya.ng mereka ingin hindari, karena ·f1sika hanya mernbicarakan . apa..p:pa yang dapat diarnati dan dapat diII kur,

Oleh karenanya maka beberapa pakar fisika mencoba rnengelakkan penciptaan alam ini dengan meiontarkan teori-teori tandingan seperti teori alarn yang berisolasi, yaitu alam yang berkembang-kempis, yang rneledak dan berekspansi untuk kemudian kembali lagi mengecil berulang-ulang tanpa awal dan ranpa akhir: namun kosmos yang berkelakuan seperti itu tidak dapat dibenarkan secara termodinamis. Usaha lain ialah dengan mengemukakan teori alarn yang ajeg, yang mengatakan bahwa galaksi-galaksi boleh terbang ke seberang sana tetapi ruang yang ditinggafkannya akan terisi Jagi oleh mated baru; teori ini rnenjadi tidak laku setelah pada tahun 1964 Wilson dan Penzias

tlk''!'1 Kami Ila/ihalkan /irf/ada mertka aYIII-·a.l'al Kami eli segmap Imrjurll elml dfllam diri merek« sendiri sehirlgga jelaslali bagi merek« Imliu'(l ia (a/.QiJr'a·lI) ilu/ali yarlg benar.

hulah ayat 5.3 surah Fushshilat, Maha benar Allah dengan segala firman-Nya, Dan Allah S.W.t. relah memenuhi janjinya itu dengan mem perlihatka neks pa nsi kosmos, dan memperlihatkan sisa-sisa kilatan dentuman besar: dan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih akan memperlihatkan herkali-kali lag! ayat-ayat-Nya, untuk menolong hamba-hamba-Nya dari kesesatan. Semoga kita term as uk mereka yang disayangi-Nya. Meskipun telah jelas fakra-fakta yal')g diungkapkan oleh Sang Pencipta, dan para pakar fisika dapat me. nangkap dan mengetahuinya, namun terdapat perbedaan besar antara filsafat fisika dengan ajaran agama. Kalau dalam filsafat fisika, ilrnu itu mendorong pakar-pakarnya untuk menghindar dari tin-

dakan rnelibatkan Tuhan Yang Maha Esa dan rnengatakan bahwa alam rercipta dengan sendirinya, maka dalam ajaran agama justru Sang Pencipra menjadi pemegang peran utama dan dikatakan bahwa Allah s.w.t.-lah yang menciptakan universum ini.

Sains, Teknologi dan NUai

Sebagai penutup sara ingin mernbicarakan suatu hal yang sering dilomarkanorang sebagai rnasalah konrroversial yaitu mengenai netral atau tidaknya sains danteknologi, meskipun yang telah saya bahas dalam tulisan ini adalah filsafat fisika; sebab flsika adalah bagian dari sains, Berbagai pandangan telah beredar dalam rnasyarakat, yang satu sarna lain tidak sesuai, karena barangkaJi kala-kala yang sama diartikan berbeda-beda. Untuk rnenghindarkan kesimpang-siuran ini sebaiknya kita memberikan definisi yang tegas pada kata-kata yang kita p rgunakan.

Ambillah misalnya kata ·'5aiI15."

Kalan kira mendefinisikan sains sebagai himpunan pengetahuan manusia lemang alam yang diperoleh sebagai konsensus para pakar, dalam penyimpuJan secara rasional mengenai hasil-hasil analisis yang kritis terhadap data-data p ngukuran yang diperoleh dan observasi pada gejala-gejala alam, rnaka kiranya cukup jelaslah apa yang kita rnaksudkan dengan kata sains tersebut. Selanjutnya kita dapat mendcfinisikan "teknoJogi" sebagal hirnpunan pengetahuan manusia tentang proses-proses pernanfaatan alam yang diperoleh dari penerapan salns, dalam kerangka kegiatan yang produktif ekonomis.

Orang mengatakan bahwa sains bersifat netral, tidak jahat dan ~idak pula balk, dan bahwa yang jahat atau yang baik adalah mcreka yang menggunakan_oya, Dapat dikemu kakan sebaga.icontoh misalnya, reaksi kimiawi antara hidrogen dan oksigen yang menghasilkan air. Ia kemudian akan benanya "apakah pengetahuan tentang reaksi ini baik atau jeJek?" Dan "di mana kebaikannya alau kejelekannya?" Selanjutnya La

akan menyatakan bahwa ilmu kirnia itu ne tra I. Kalan orang menggunakan reaksi itu untuk mengelas pipa saluran air rninum yang bocor, itu tindakan yang balk; tetapi jib: ia rnempergunakannya untuk rneledakkan rumah orang lain, itu jahat.

Memang dernikianlah tarnpakoya kalau kita hanya meninjau se· kelumit saja dari ilrnu kimia .. Tetapi ilrnu kimia tidak hanya berisi kumpulan p ngetahuan tentang reaksi kimlawi saja. Ia rnengajarkan juga hukum kekekalan rnassa atau kekekalan rnateri dalam reaksi-reaksi kimiawi; dan ajaran sernacarnitu, ji ka tidak kita pagan secara bijaksana, rnempunyai po tens i untuk rnenjerumuskan para siswa padasuatu kepercayaan "babwa alamsemesta ini tidak pernah diciptakan, tetap! ada selarna-larnanya, sejak waktu rak-berhlngga yang telah larnpau sampai waktu tak-berhingga yang akan datang .. " lhnu kimia tidak netral, 1a mengandung potensi yang berbahaya,

Bahaya ini sudah barang tentu tidak akan menimpa siswa yang pendidikan .agamanya kuae; tetapi bagi rnereka yang irnannya tidak begilu kuat, goncangan akan terjadi dalarn rnenghadapi ketidakselarasan antara sains yang mengajarkan kekekalan materi, yang tak p rnah diciptakan, dan ~gama yang mengajarkan bahwa segala

Memang kekadiman dan kelanggengan alam inilah yang d'iajarhandalam kosmologi, sejak dulu sampai lewat pertengahan abad keXX ini. Pada akhir tahun 1960Man barulah konsensus para ilmuwan mengakui bahwa alam tercipta se.kitar 15 milyar tahun yang lalu; tetapi pandangan bahwa alam bersifat kekal diusahakan beberapa pakar dengan berbagai cara untuk di,akui secara konsensus.

sesuaru diciptakan Tuhan V.ang Maba Esa, Kalan guru agama atau orang tua siswa yang terjerumus ito mengatakan bahwa alam ini didptakan, rnereka akan rnenertawakannya, karena di dalam laboratorium di sekolah mereka dapat meyakinkan din bahwa hukum kekekalan rnassa berlaku dalam reaksi kimiawi yang mana pun. Krisis kornunikasi antara anak denganorang tua akanterjadi, dan pengingkaran terhadap agama akan berlanjut.

Kalal! kebetulan orang tua itu, atau guru agama tersebur, mengenal Tisika, rnereka dapat mengatakan bahwa massa tak kekal karena elektron dan pasitron, atau partikel lain dengan imi-partikelnya, dapat saling menirnbulkan "dematerialisasi, "atau "anlhilasi," hingga keduanya lenyap. Namun siswa yang bersangkutan, yang biasanya sangat krltis itu, akan menunjuk juga pada Iakta yang telah dip lajarinya di sekolah bahwa pada dernaterialisasi antara partikel dengan anti-partikel itu tirnbul energi yang setara dengan apa yang Jenyap; ia alan rnenunjuk juga pada fakta bahwa energi . sinar garna, yang rnenyusur dekat sekali dengan inti atom, dapar mengalami materialisasi menjadi pasangan partikel dan anti-pantkel. Ia akan mengatakan bahwa mated kekal: dapat muncul sebagai massa dan dapat menampakkan did sebagai energi.

Hukum kekekalan rnassa diperluas dalarn fisika menjadi hukum kekekalan rnassa danenergi, Memang kekadiman dan kelanggengan alarn inilah yang diajarkan dalam kosmologi, sejak dulu sampai lewat pertengahan abad ke~XX ini. Pada akhir tahun 1960~an baruIah konsensus para ilmuwan meng~ aku! bahwa alam tercipta sekitar 15 miIyar tahun yang laJu;tetapi pandangan bahwa alam bersifat kekal diusahakan bebera.pa pakar dengan berbagai cara untuk di~ akui se·cara konsensus. Malahan ada pakar-pakar kosmologi yang mencoba memutar kembali per~ kembangan sains meujurus ke arah pengingkaran penciptaan alam semestaoleh Tuhan Se.ru Se~ KaHan Alam dengan mengatakan

JURNAL ULUMULQUR'AN II

bahwa terciptanya alam adalah karena kebetulan saja. Dan ketiadaan, vakum yang bergoncanggoncang, secara kebetulan ia berada dalam keadaan yang energinya san gat tinggi selarna wakru yang arnat pendek; namun waktu yang sekejap ini pun sudah cukup untuk mengubah energi me njadi materi, Begitulah ujar mereka, y.ang "dijual unruk rnencari konsensus .. " Dapatkah kita mengatakan bahwa kosmologi ajarannya netral?

U nsur "kebetulan" inilah yang dipergunakan juga oleh pakarpakar biologi untuk mengingkari penciptaan makhluk-rnakhluk hidup oleh _ uhan Sang Pencipta, Mereka mengatakan bahwa di dalam presesevolusi yang berperan adalah unsur "kebetulan." Mulai dari rerbenruknya untai DNA dad mole kul-molekul, sampai pembentukan gen-gen dan· kromosorn, serta evolusinya menjadi berbagai jenis makhluk hidup, rermasuk rnanusia, sernua rerjadikarena kebetulan saja. -Tak ada yang rnengarahkan, tak ada yang mengatur. Alam mengatur dirinya sendiri d - ngan hukurn kebolehjadian: menyebut nama Allah mereka jadikan tabu, dan mereka ingin meng~ hindarinya di dalam setiap perbincangan ilmu, karena hal sernacam itu rnereka katakan hanya "mernpunyai tempat dalam metafisika." N etralkah oialogi?

Dan uraian di atas, dapatlah disirnpulkan bahwa, pada hernat saya, biologi, kimia,fisika, astronomi, atau sains pada umumnya, iak dapar dikatakan netral, melainkan mengandung nilai-nilai yang menyusup rnelalui konsensus pakar-pakar yang mengernbangkannya, 1a sarat dengan nilai kebudayaan mereka, Dan karena sains telah sejak lamaterlepas dari tangan umat Islam, jamh ke dalam tangan bangsa Eropa yang mempunyai kebudayaan lain, sains berkembang; selarna tiga abad dalam Iingkungantak.Isiami dan selam itu pula telah mewarisi nilar-nilai tak-Islami. Celakanya '. puLa, dasar pemikiran sains yang mereka susun membatasi sains iru sendiri sedernikian rupa hingga ia ridak dapat rnenerima rnasukan dan agama; agama dimasukkan

12 JURNAL ULUMUL QUR'AN

dalam kelompok ilmu lain, yang dapat rnemberikan pernyataan yang rnenurut sifatnya, mereka golongkan dalam rnetafisika dan bukan fisika,

Karena itulah saya selalu rnenganjurkanagar sains "di-Islarnkan." Hal ini tidak berarti, misalnya, bahwa kita harus mengubah rumus-rumus reaksi kimia, yang kebenarannya Lelah terbukti melalui eksperimentasi, atau mengubab teorinya yang mempunyai pegangan kuat seperti hukum kekekalan massa danenergi, mclainkan kita harus memagarinya agar pam siswa tidak terjerumus ke dalam ajaran-ajaran yang bertentangan dengan agama klta, Perna- I garan yang serupa harus klta lakukan juga dalarn fisika atau sains pada umumnya, sehingga nilai-nilai "tak-Islarni'' tidak mencernari iman anak-didik kita,

Kita harus menekankan pada para siswa bahwa sains sekarang didasarkan pada , eksperimentasi dan observasi terhadap alam yang tampa], ini dan ridak mempunyai sekelumir pun pengetahuan tentang alam gaib. Kita harus menegaskan bahwa ekstrapolasi sains sampai pada periode penciptaan alam sernesta ridak dapai dijamin kebenarannya karena para pakar sains sendiri tidak tabu apa yang terjadi sebelurn apa yang mereka narnakan wak:tuPlanck; yaitu seper-sepu 1 uh-ju ta-tril yu n -trilyu ntrilyun sekon sesudah penciptaan. Dan kita harus menjelaskan bahwa sains berkembang rnelalui berbagai tahapan, Pada eahapan-tahapan tertentu mungkin saja konsensus dalam sains cidak sesuai, atau bahkan bertentangan, dengan isi al-Qur'an; akan tetapi karena sains dikembangkan umuk mencari kebenaran rnaka pada akhirnya ia akan bersesuaian juga dengan al-Qur'an, Sebab ayatullah di dalam al-Kae» yang diteliti oleb para saintis cidak mungkin bertentangan dengan ayatollah di dalam al-Qur'an, Jika terdapat perbedaan antara pandangan sains dengan salah sam ayat di dalam al-Qur'an maka: sains masih berada dalarn tahapan yang sesat, atau pernahaman kita tentang ayat al-Qur'an tersebut kurang benar,

Asuransl Kendaraan Efektif

Jaminan lebihluas, manfaatlebih banyak !

iii PT ASURANSI ..lASA INDONESIA 1WfTlJIiI; I'\ISAT

j teIjen f<I.T,·~ K;l\I_ '61. ~SeIi!t¥I.

Tel. 10211 79'J.4501l. m.41011. TeIP 4736&'47366 kI!1(!' lA, "ax. 62.021 7995364.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->