P. 1
ILMU FALAK/ HISAB RUKYAH: Toleransi Galat Qiblat

ILMU FALAK/ HISAB RUKYAH: Toleransi Galat Qiblat

|Views: 89|Likes:
Published by Jayusman Djusar
Toleransi Kesalahan Arah Kiblat ini penting untuk tidak saling menyalahkan ketika ada temuan arah kiblat masjid tidak presisi.
Toleransi Kesalahan Arah Kiblat ini penting untuk tidak saling menyalahkan ketika ada temuan arah kiblat masjid tidak presisi.

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Jayusman Djusar on May 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

ARAH KIBLAT: ANTARA PRESISI DAN TOLERANSI GALAT

1


Abstrak
Arah kiblat yang presisi memiliki makna yang signiIikan untuk kesempurnaan ibadah salat
yang kita laksanakan. Namun untuk mengeriakan salat dengan posisi benar-benar lurus ke
arah kiblat dari awal sampai akhir adalah sulit. Demikian iuga membangun masiid yang arah
kiblatnya presisi sesuai dengan perhitungan yang benar bukan hal yang mudah. Mungkin telah
diukur secara benar tapi dalam pembangunannya teriadi pergeseran. Posisi ataupun masiid
tempat melaksanakan salat boleh iadi bergeser beberapa deraiat dari arah kiblat yang
seharusnya. Adakah toleransi galat (kesalahan) arah kiblat tersebut sehingga kita terhindar
dari kesulitan dalam beribadah.

Kata Kunci: Galat Kiblat, Ka`bah, Pengecekan Arah Kiblat, Presisi, Koreksi Arah Kiblat

Pendahuluan
Menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah dalam pelaksanaan ibadah salat.
Bagi orang-orang di kota Mekah dan sekitarnya perintah ini tidak meniadi persoalan, karena
dengan mudah mereka dapat melaksanakannya. Karena mereka dalam melaksanakan salat
dapat langsung menghadap ke Ka`bah. Namun bagi orang-orang yang iauh dari Mekah
tentunya timbul permasalahan tersendiri, terlepas dari perbedaan pendapat para ulama tentang
cukup menghadap arahnya (iihah al-Kabah) saia ataukah harus menghadap ke arah yang
sedekat mungkin dengan posisi Ka`bah yang sebenarnya (´ain al-Kabah).
Jarak antara Indonesia dengan Ka`bah di Saudi Arabia sangat iauh. Akibat iarak yang
iauh tersebut menyebabkan pergeseran sedikit saia dari arah yang presisi menyebabkan
kemelencengan yang iauh. Padahal ketika tanpa sengaia bergeser beberapa deraiat di tempat
salat, itu berarti boleh iadi arah tersebut telah bergeser hingga iauh dari arah kiblat yang
benar.
2
Sehingga salat yang dikeriakan bukan lagi mengadap Ka`bah tapi ke tempat lain.

Jayusman, Lektor Iakultas Ushuluddin IAIN Raden Intan Lampung.
http://iayusmanIalak.bolgspot.com dan E mail iayIalak(yahoo.co.id

2
$0nsitifnva Arah Qiblat, http://pakar.blogsome.com diakses pada tanggal 6 November 2009

Untuk kasus di Indonesia misalnya melenceng 1° atau 2° deraiat saia bisa bergeser ratusan
kilometer dari Ka`bah. Apa lagi iika salat yang hanya mencukupkan menghadap ke Barat
(yang seharusnya ke arah Barat serong ke Utara), boleh iadi yang bersangkutan menghadap ke
salah satu negara di AIrika Tengah.
Jika tanpa sengaia bergeser beberapa deraiat di tempat salat boleh iadi telah melenceng
ratusan kilometer dari Ka`bah. Padahal disadari untuk salat dalam posisi yang benar-benar
lurus adalah suatu yang sulit. Hal ini karena gerakan-gerakan dalam salat yang dilakukan
memungkinkan seseorang itu berpindah posisi beberapa deraiat. Atau andaikan masiid tempat
kita melaksanakan salat tidak persis menghadap KiblatKa`bah, karena mungkin teriadi
pergeseran-pergeseran dari perhitungan arah kiblatnya sebelum pembangunannya dan ketika
pembangunannya.
Tentulah permasalah ini akan meresahkan kita. Ibadah salat yang kita laksanakan tidak
atau kurang sesuai dengan tuntunan Syari`ah. Karena arah kiblatnya kurang atau tidak presisi.
Kemelencengan yang sedikit mungkin masih mengarah ke Ka`bah atau Masiid al-Haram atau
Kota Mekah. Tapi iika melencengnya iauh tentunya telah mengarah ke arah lain sama sekali.
Misalnya iika salat yang hanya mencukupkan menghadap ke Barat (yang seharusnya ke arah
Barat serong ke Utara), boleh iadi yang bersangkutan menghadap ke salah satu Negara di
AIrika Tengah. Jadi persepsi arah kiblat cukup ke arah Barat saia adalah salah. Namun
keyakinan inilah yang banyak dianut oleh masyarakat kita. Pada kasus yang lain arah kiblat
yang melenceng iauh ke arah Utara mungkin saia mengarah ke salah satu negara di Eropa.
Dalam makalah ini akan dibahas lebih laniut tentang masalah kiblat dalam
pelaksanaana ibadah. Serta mengulas toleransi galat dalam menghadap kiblat dalam upaya
mencarikan solusi bagi penyelesaian persoalan kontroversi arah kiblat di kalangan umat
Islam.

Pengertian Kiblat
Kata kiblat berasal dari bahasa Arab al-qiblat. Disebutkan sebanyak empat kali dalam
al-Qur`an. Diambil dari kata qabala- vaqbulu yang artinya menghadap. Dalam kamus al-
Munawwir diartikan sebagai Ka`bah, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai
arah ke Ka`bah di Mekah (pada waktu salat). Dalam ilmu Falak, kiblat adalah arah terdekat
menuiu ka`bah melalui r0at circl0 pada waktu mengeriakan ibadah salat.
3
Ka`bah atau
aitullah adalah sebuah bangunan suci yang merupakan pusat berbagai peribadatan kaum
muslimin yang terletak di kota Mekah. Ia berbentuk kubus yang dalam bahasa arab disebut
mukaab. Dan dari kata itulah muncul sebutan ka`bah
4

Masalah kiblat tiada lain adalah masalah arah, yakni arah Ka`bah di Mekah. Arah
Ka`bah ini ditentukan dari setiap titik atau tempat di permukaan Bumi dengan melakukan
perhitungan dan pengukuran. Oleh sebab itu, perhitungan arah kiblat pada dasarnya adalah
perhitungan yang dimaksudkan untuk mengetahui ke arah mana Ka`bah di Mekah itu dilihat
dari suatu tempat di permukaan Bumi, sehingga semua gerakan orang yang sedang
melaksanakan salat, baik ketika berdiri, ruku`, maupun suiudnya selalu berimpit dengan arah
yang menuiu Ka`bah
5

Pensyari`atan Menghadap Kiblat dalam pelaksanaan ibadah antara lain berdasarkan
Iirman Allah dalam QS al-Baqarah/2: 149-150:

´·´v.´ ´8´H´= +6´¬´M´. ´X.¬´ ´Ó´·´¬.´ ´M´´A´
´M´´´´ù´ÒBb ´ób´M´´ÒBb F ´´=´ò´f.´ :C´´1Ò ·´v
´Ó´.)´: N B´v.´ ´ãBb VV´´´´´´) B´ù´´ ´´¬´1´ù´´V ´´´´´
´·´v.´ ´8´H´= +6´¬´M´. ´X.¬´ ´Ó´·´¬.´ ´M´´A´
´M´´´´ù´ÒBb ´ób´M´´ÒBb P ´8´T´=.´ B´v ´ó´J1´H
Fb¬´Ò.¬´ ´ò´P´´¬´¬´´ ´´`´M´´A´ ´A´´´Ò ´´¬´N´·
´´B´o1´Ò ´ò´N´H`1´´ ´´´= ´N´f ´´´´C´ãBb Fb¬´ù`1´
´ò´÷´8´v ´A´ ´ò´´´¬´´´·´v Ê´ë´¬´´´.Bb.´ ´ò´Vë..´
´´/´ù´´´ò ´)´N´H`1´´ ´ò´N´1´´Ò.´ ´´´´M´J´V ´´´´´

Dan dari mana saia kamu k0luar (datan Maka palinkanlah waiahmu k0 arah
Masiid al-Haram $0sunuhnva k0t0ntuan itu b0nar-b0nar s0suatu van hak dari
Tuhanmu. dan Allah s0kali-kali tidak l0nah dari apa van kamu k0riakan. Dan dari
mana saia kamu (k0luar Maka palinkanlah waiahmu k0 arah Masiid al-Haram. dan
dimana saia kamu (s0kalian b0rada Maka palinkanlah waiahmu k0 arahnva aar
tidak ada huiiah bai manusia atas kamu k0cuali oran-oran van zalim diantara
m0r0ka. Maka iananlah kamu takut k0pada m0r0ka dan takutlah k0pada-Ku (saia.
dan aar Ku-s0mpurnakan nikmat-Ku atasmu dan supava kamu m0ndapat p0tuniuk.

3
pt0k dan Arah Kiblat, http://astroscientist.multiply.comdiakses pada tanggal 15 November 2009

4
Ibid

5
KhaIid, !0n0ntuan Arah Kiblat, Makalah Pelatihan Penentuan Arah Kiblat, Cibinong, 22 Februari
2009

Serta hadis Rasulullah yang menielaskan bahwa ¨aitullah adalah kiblat bai oran-
oran di al-Masiid al-Haram. Al-Masiid al-Haram adalah kiblat bai oran-oran p0nduduk
tanah haram (M0kah dan tanah haram adalah kiblat bai s0mua umatku di umi baik di
arat ataupun di Timur` (HR. al-Baihaqi dari Abu Hurairah).

ſ .Ƈ -- · ~ . - ^ŝ --' -- ƈ- ' - -ŝ - = ;- - - .Ƈ ^ŝ --' -ƈ - '-; ƈ= ſ ;: ~- - .Ƈ ·' =~ ƃ ' - -ŝ - = ¸ Ƈ ſ . - s ; ƈ- --' -- · ~ ¸ Ƈ
^- - ^ŝ --' ¸ ~; Ɖ ;-; » ^-- - ^ŝ --' _ŝ - ~ ^ŝ --' J:~; J' - Ɗ-ƈ --' J ƈ- Ǝ~' ŝ ~- -: ~ :-' ¿ƈ~ ƀ - Ɖ'-ŝ ~-' _- ƃ ƌ-- ' - ƃ ~ŝ - ~ :
; ƈ - - ) s;'=ƈ-' -':; (
Artinva . shaq bin Mansvur m0nc0ritakan k0pada kita Abdullah bin Umar
m0nc0ritakan k0pada kita Ubaidullah m0nc0ritakan dari $aid bin Abi $aid al-Maqburi.
Dari Abi Hurairah r.a b0rkata Rasulullah saw. b0rsabda . 'ila kamu h0ndak salat maka
s0mpurnakanlah wudu lalu m0nhadap kiblat k0mudian b0rtakbirlah ' (HR. Bukhari)
6


Nash-nash tersebut diiadikan landasan pensyari`atan kewaiiban menghadap kiblat
dalam pelaksanaan ibadah. Fuqaha kemudian menyatakan bahwa menghadap kiblat
merupakan syarat sah dalam pelaksanaan salat lima waktu. Dengan lain perkataan iika
seseorang salat tidak menghadap kiblat, maka salat yang dilaksanakannya tidak sah.
Di dalam al-Qur`an terdapat beberapa term yang digunakan untuk menerangkan
tentang Kiblat atau lebih khusus mengacu kepada Ka`bah, di antaranya adalah:
1. Kata Qiblat, dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kata atau istilah Kiblat; sebagaimana
yang terdapat dalam QS Yunus/10: 87 maksudnya adalah tempat menghadap kepada
Allah; arah yang tuiu ketika seseorang mengeriakan salat.
7


ãB.1´H´=´´´0.´ PÊ`L´f P´´´¬´v ´=H´.´0.´ ´´0 b.´´¬´ÓV
B´ù´N´v´¬f´Ò .M´´´ù´) BoV¬´H´) Fb¬´1´´´¬Bb.´
´ò´PV¬´H´) 40b´P´C Fb¬´ùT´C´0.´ `×P¬`1´´ÒBb N
´M´´×I.´ ´´´´1´v´´ù´ÒBb ´´´´

Bukhari, Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al $hahih al-ukhari, Juz I, Beirut: Darul Kutub al-
Ilmiyyah, t.th, h. 130

7
Shihab, M Quraish, Tafsir Al-Misbah. !0san K0san dan K0s0rasian Al-Quran Vol 6, Jakarta:
Lentera Hati, 2004, h. 142-143

Dan kami wahvukan k0pada Musa dan saudaranva. "Ambillah ol0hmu b0rdua
b0b0rapa buah rumah di M0sir untuk t0mpat tinal bai kaummu dan iadikanlah
ol0hmu rumah-rumahmu itu t0mpat shalat dan Dirikanlah ol0hmu s0mbahvan s0rta
0mbirakanlah oran-oran van b0riman". QS Yunus/10: 87
2. ait al-Atiq (rumah tua). Ada yang memahaminya demikian karena Ka`bah adalah rumah
peribadatan tertua. Sedang yang lain memahaminya dengan pengertian rumah yang tidak
dimiliki oleh siapapun (kecuali oleh Allah). Bila dipahami dengan makna ini, maka ini
mengandung sindirin kepada kaum musyrikin yang bermaksud mengusai Ka`bah. Mereka
melarang kaum muslimin untuk thawaI dan beribadat di sana.
8
Ka`bah ini iuga dinyatakan
sebagai kiblat semua nabi. Karena menurut M Quraish Shihab terdapat riwayat yang
menerangkan hal tersebut.

Firman Allah:
´´´f ´X´´´0 16´T´) ´´´´´´ ´´B´o1´Ò ´´C´bÒ ´N´P´)
C1H.:B´Ó´v ´oM´´.´ ´´´´ù`1´´´´1´¹Ò ´´´´
$0sunuhnva rumah van mula-mula dibanun untuk (t0mpat b0ribadat manusia ialah
aitullah van di akkah (M0kah van dib0rkahi dan m0niadi p0tuniuk bai s0mua
manusia
10
QS Ali Imran/3: 96.

Dalam al-Qur`an iuga diielaskan peristiwa nabi Ibrahim dan putranya Ismail yang
membangun Ka`bah dan membina kehidupan di sana.
´ß´f.´ ´´´´M´· ´ó´´´´´M´)´f ´M´´b.¬f´ÒBb .·´v
´6´×´Ó´ÒBb ´VT´´´´ù´´´f.´ B.1´).: ´V´ÓfV ãB´o´v F ´Ó´ò´f
+6ò´0 ´´T´ù´´ÒBb ´óT´1´´´ÒBb ´´´´´
Dan (inatlah k0tika brahim m0ninikan (m0mbina dasar-dasar aitullah
b0rsama smail (s0rava b0rdoa. "Ya Tuhan Kami t0rimalah daripada Kami (amalan
kami $0sunuhnva Enkaulah van Maha m0nd0nar lai Maha M0n0tahui". QS
al-Baqarah/2: 127
Ayat-ayat yang menggunakan redaksi bait al-Atiq itu adalah:

8
Shihab, M Quraish, Tafsir Al-Misbah. !0san K0san dan K0s0rasian Al-Quran Vol 9, Jakarta:
Lentera Hati, 2004, h. 46

9
Shihab, M Quraish, TaIsir Al-Misbah Vol 6, op.cit, h. 143

10
Ahli kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh
karena itu Allah membantahnya.

´ó´ó Fb¬´´´f.H´Ò ´ò´·dA´V Fb¬´´¬´H´Ò.´ ´ò´´.:´´H´ò
Fb¬´´´¬´´.H´Ò.´ ´6´T´Ó´ÒBB´) ´CT´J´´´ÒBb ´´´´
K0mudian h0ndaklah m0r0ka m0nhilankan kotoran
11
van ada pada badan m0r0ka dan
h0ndaklah m0r0ka m0nv0mpurnakan nazar-nazar m0r0ka dan h0ndaklah m0r0ka m0lakukan
m0lakukan thawaf s0k0lilin rumah van tua itu (aitullah. QS. Al-Haii/22: 29

´)´NÒ B÷M´´ ´´´´´×o´v bÊ`L´f ÒV´¬´0 :N/+´´v ´ó´ó
ãB´·´1´´Aó Ê`L´f ´6´×´Ó´ÒBb ´CT´J´´´ÒBb ´´´´
ai kamu pada binatan-binatan dam itu ada b0b0rapa manfaat sampai k0pada waktu
van dit0ntukan K0mudian t0mpat waiib (s0rta akhir masa m0nv0mb0lihnva ialah s0t0lah
sampai k0 ait al-Atiq (aitullah QS al-Haii/22: 33
3. Kata Ka`bah sebagaimana yang terdapat dalam QS.al-Maidah/5: 95
B÷´M´0´´´· ´´´´C´ãBb Fb¬´o´vb.´ ´N Fb¬´1´J´fV ´M´T´´ÒBb
´ò´Jò´0.´ ´ò´M´= P ·´v.´ ´´0b´JC ò´N1´v boM´´ù´´´J´v
´´ãb´´´´ ´V´d´.v B´v ´V´JC .·´v ´ó´´´1ÒBb ´ò´N´´´
´´=´) b.´ß 6X´M´´ ´ò´No´.v Bò·´M´´ A´´1´´) ´´Ó´´N´ÒBb
´´´0 ´×´M´´´AH ´óB´´´ ´´´´N´+´´v ´´´0 ´X´M´´ ´Ó´Ò´ß
BovB.H´´ H´´H.H´¹Ò ´XB´).´ ´´`´U´ò´0 N BA´´´ ´ãBb B´ù´´
´b`1´´ P ´·´v.´ ´TB´´ ´ò´f´J1.T´ ´ãBb ´=´1´v N ´ãBb.´
´´·´´´´ ´´ß vóBf´JòBb ´´´´

Hai oran-oran van b0riman iananlah kamu m0mbunuh binatan buruan k0tika
kamu s0dan ihram. baransiapa di antara kamu m0mbunuhnva d0nan s0naia
Maka d0ndanva ialah m0nanti d0nan binatan t0rnak s0imban d0nan buruan
van dibunuhnva m0nurut putusan dua oran van adil di antara kamu s0baai dam
van dibawa sampai k0 Ka´bah atau (d0ndanva m0mbavar kaffarat d0nan m0mb0ri
makan oran-oran miskin atau b0rpuasa s0imban d0nan makanan van
dik0luarkan itu supava dia m0rasakan akibat buruk dari p0rbuatannva. Allah T0lah
m0maafkan apa van t0lah lalu. dan baran siapa van k0mbali m0n0riakannva
niscava Allah akan m0nviksanva. Allah Maha Kuasa lai m0mpunvai (k0kuasaan
untuk m0nviksa. QS.al-Maidah/5: 95
4. Kata al-Masiid al-Haram sebagaimana yang terdapat dalam Iirman Allah QS al-
Baqarah/2: 149-150 di atas. Al-Masiid al-Haram adalah masiid yang di bagian tengahnya
terdapat bangunan Ka`bah.
5. Kata baitullah, dinamakan baitullah (rumah Allah) karena dia dibangun hanya untuk
pengabdi kepada-Nya, bukan untuk maksud selain itu. Menurut al-Biqa`i sebagaimana

11
yang dimaksud dengan menghilangkan kotoran di sini ialah memotong rambut, memotong kuku, dan
sebagainya.
yang dikutip oleh M Quraish Shihab bahwa Ka`bah akan selalu dirindukan setiap muslim
untuk datang ke sana bahkan kembali dan kembali lagi walaupun telah berulang kali
menguniunginya. Hal ini sebagaimana doa nabi Ibrahim yang terdapat dalam QS.
Ibrahim/14: 37.
12

ãB.1´)´: ´Ê´×ë´f ´61N´´´0 ·´v ´´/´·´:´ß LTb.¬´)
´M´MA´ ´´ß V´´:´´ ´Mo´´ ´Ó´J´×´) ´ò´M´´ù´ÒBb
B.1´).: Fb¬´ùH´f´H´Ò `×P¬`1´´ÒBb ´V´´´¬BB´
1×´M´´´´´0 ´´´.v ´´B´1ÒBb ´´´¬´÷õ ´ò´÷´MÒ´f
ò´·´C´´´:Bb.´ .·´.v ´ò´´M´ù´dÒBb ´ó´·´1´´Ò
´´´´M´N´´×· ´´´´

Ya Tuhan Kami $0sunuhnva aku t0lah m0n0mpatkan s0bahaian k0turunanku
di l0mbah van tidak m0mpunvai tanam-tanaman di d0kat rumah Enkau
(aitullah van dihormati Ya Tuhan Kami (van d0mikian itu aar m0r0ka
m0ndirikan shalat Maka iadikanlah hati s0baian manusia c0nd0run k0pada
m0r0ka dan b0ri r0zkilah m0r0ka dari buah-buahan mudah-mudahan m0r0ka
b0rsvukur. QS Ibrahim/14: 37

Pandangan Mazhab Tentang Menghadap Kiblat
Terdapat ikhlilaf para ulama tentang menghadap kiblat. Perbedaan pendapat para
ulama tersebut disarikan oleh Ali MustaIa Ya`qub sebagai berikut:
1. Para ulama sepakat bahwa orang yang melihat Ka`bah secara langsung, maka dalam
salatnya ia waiib menghadap ke bangunan Ka`bah. Maka orang yang salat melihat
Ka`bah, kemudian ia tidak menghadap ke bangunan Ka`bah, salatnya tidak sah.
2. Para ulama berbeda pendapat tentang orang yang salat sedang ia tidak melihat
Ka`bah. Apakah ia waiib menghadap ke bangunan Ka`bah (ain al-Kabah) atau
menghadap ke arah Ka`bah (iihah al-Kabah)
a. Mayoritas ulama mazhab HanaIi berpendapat bahwa waiib baginya
menghadap arah Ka`bah (iihah al-Ka`bah). Sedangkan sebagian ulama
HanaIi lainnya berpendapat bahwa waiib menghadap bangunan Ka`bah (`ain
al-Ka`bah).

12
Shihab, M Quraish, Tafsir Al-Misbah. !0san K0san dan K0s0rasian Al-Qur`an Vol 7, Jakarta:
Lentera Hati, , 2004, h. 71

b. Mayoritas ulama mazhab Maliki berpendapat bahwa waiib bagi orang yang
tidak melihat Ka`bah untuk menghadap ke arah Ka`bah (iihah al-Ka`bah).
Sementara sebagian Malikiah ada yang berpendapat bangunan Ka`bah (`ain
al-Ka`bah)
c. Adapun ulama-ulama mazhab SyaIi`i, sebagian di antaranya ada yang
berpendapat bahwa yang waiib adalah menghadap ke bangunan Ka`bah (ain
al-Kabah), sedangkan sebagian SyaIi`ah berpendapat bahwa waiib
menghadap ke arah Ka`bah (iihah al-Kabah).

d. Sementara ulama-ulama mazhab Hambali berpendapat bahwa yang waiib
adalah menghadap arah Ka`bah (iihah al-Kabah).
13


Dengan demikian dapat digarisbawahi para ulama mazhab dari keempat mazhab (al-
Mazahib al-Arbaah) satu kata dalam pensyari`atan menghadap kiblat. Mereka yang melihat
Ka`bah secara langsung, maka dalam salatnya ia waiib menghadap ke bangunan Ka`bah (ain
al-Kabah). Sedang bagi mereka yang tidak melihat Ka`bah secara langsung, maka dalam
salatnya ia waiib mengupayakan untuk menghadap ke bangunan Ka`bah (ain al-Kabah),
atau setidaknya ke arah Ka`bah (iihah al-Kabah).

Problematika Seputar Arah Kiblat
Diskusi seputar arah kiblat inipun berkembang. Apa lagi dengan perkembangan
teknologi inIormasi, banyak kita temui diskusi di internet yang membahas tema arah kiblat.
Terkait dengan kontroversi arah kiblat ini terdapat beberapa tema pokok. Setidaknya menurut
penulis terdapat tiga tema utama yaitu: pertama, temuan beberapa orang ahli Falak ternyata
banyak masiid yang arah kiblatnya kurang tepat. Kedua, masiid-masiid yang arah kiblatnya
diduga berubah karena pergerakan lempeng bumi dan akibat peristiwa gempa bumi. Ketiga,
Iatwa MUI bahwa Letak georaIis Indonesia yang berada di bagian timur Ka`bah/Mekah, maka
kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah Barat.

13
Ya`qub, Ali MustaIa, Kiblat anunan dan Arah Kabah, makalah Seminar Menggugat Fatwa MUI
Tentang Kiblat, IAIN Walisongo, 2010, h. 17-18
Ketiga tema diskusi tentang arah kiblat tersebut berkembang luas di tengah-tengah
masyarakat. Tema pertama, temuan beberapa orang ahli Falak ternyata banyak masiid yang
arah kiblatnya kurang tepat. Masiid yang diteliti bukan hanya di Indonesia tapi iuga di
beberapa Negara Islam lainnya. Misalnya temuan lembaga Rukyatul Hilal Indonesia (RHI)
yang dalam salah satu tulisan yang dimuat dalam blog mereka bahwa lima dari enam belas
masiid yang mereka teliti menggunakan soItware Google Earth dan Qiblalocator ditemukan
arah kiblatnya melenceng. Adapun masiid-masiid yang diteliti itu adalah sebagai berikut:
1. Masiid PPMI Assalaam, Lokasi : Kartasura Sukohario Jateng (Kiblat÷kurang Ke utara
11° s/d 12°, beberapa perhitungan malahan lebih, sampai 14°).
2. Masiid Assalaam Surabaya, Lokasi Perum Puri Mas Surabaya (Kiblat÷Presisi)
3. Masiid Jamik Sumenep Madura Jawa Timur (Kiblat÷kurang ke utara 25° dari arah
Barat atau 15° dari arah saat ini.)
4. Masiid Kubah Emas Dian al-Mahri` Depok Jawa Barat (Kiblat÷kurang ke utara 6,5°).
5. Masiid Istiqlal Jakarta (Kiblat÷Presisi).
6. Masiid Sunda Kelapa Menteng Jakarta (Kiblat÷Presisi).
7. Masiid Baitul Ihsan, kompleks Bank Indonesia Jakarta (Kiblat÷Presisi).
8. Masiid Islamic Center Jakarta Utara (Kiblat÷Presisi).
9. Masiid Agung Semarang Jawa Tengah (Kiblat÷Presisi).
10. Masiid Kampus ITS Surabaya (Kiblat÷kurang 10° ke arah utara).
11. Masiid Kampus UGM (Kiblat÷Presisi).
12. Masiid Jamik kota Gresik Jawa Timur (Kiblat÷Presisi).
13. Masiid Jamik Istiqomah Ungaran Jawa Tengah (Kiblat÷Presisi).
14. Masiid Agung Kediri Jawa Timur (Kiblat÷Presisi).
15. Masiid AR Fahruddin UMM Malang Jawa Timur (Kiblat÷Presisi).
16. Masiid R Fatah Unibraw Malang Jawa Timur (Kiblat÷kurang ke utara 2°-3°).
14


Beberapa laporan dari Arab Saudi menyebutkan, sekitar 200 masiid di kota Mekah
tidak menghadap ke arah kiblat. Surat kabar $audi Gaz0tt0 melaporkan, orang-orang yang
melihat ke bawah dari atas gedung-gedung tinggi yang baru di Mekah menemukan, mihrab di

14
Qiblat, http://blogcasa.wordpress.com diakses pada tanggal 11 Maret 2010

banyak masiid tua Mekah tidak mengarah langsung ke Ka`bah. Saat menunaikan salat, warga
Muslim sedapat mungkin menghadap ke Ka`bah.
15

Wartawan BBC, Sebastian Usher, mengatakan, pihak berwenang belakangan
melakukan pembangunan kembali kawasan di dan sekitar al-Masiid al-Haram. Namun,
masiid-masiid lama di Mekah tetap dipertahankan keberadaannya. Kini bila dilihat dari
gedung-gedung tinggi yang baru, seiumlah warga menemukan lokasi mihrab di sebagian
masiid tersebut tidak tepat arah. Pada saat masiid-masiid tersebut dibangun, digunakan
perkiraan kasar arah kiblat karena saat itu belum ada alat yang akurat.
16

Jika memang ini benar adanya, problem arah kiblat ternyata bukan cuma hanya di
Indonesia saia tapi mungkin meliputi negara-negara Islam lainnya. Untuk kasus Indonesia, di
Jawa tengah misalnya, seperti dituliskan Ahmad Izzudin, 70 ° masiid yang ada memiliki arah
kiblat yang tidak tepat.
17

Lalu berkembang lagi diskusi bahwa perlu dilakukan perhitungan ulang arah kiblat
masiid-masiid kuno. Alasannya masiid-masiid tersebut dimungkinkan arah kiblatnya berubah
karena pergerakan lempeng bumi. Bahkan karena akhir-akhir ini kerapkali teriadi peristiwa
gempa bumi di Indonesia, maka masiid-masiid yang relatiI belum lama dibangunpun perlu
dihitung ulang arah kiblatnya. Hal ini karena mungkin saia akibat keiadian-keiadian tersebut
arah kiblatnya telah berubah dari yang seharusnya.
Masyarakat yang mulai tercerahkan lewat diskusi tentang kedua tema di atas tiba-tiba
dibuat bingung oleh dikeluarkannya himbauan Maielis Ulama Indonesia (MUI) terkait arah
kiblat sebagai konsekuensi dari pergeseran lempeng bumi. Dalam konIerensi persnya MUI
meminta masiid di Indonesia menyesuaikan arah kiblat agar tepat mengarah Kabah di Kota
Mekkah, Arab Saudi. Alasannya, akibat pergeseran lempengan bumi, arah kiblat dari
Indonesia ke Mekkah bergeser sekitar 30 centimeter lebih ke kanan.

15
Masiid di M0kah Tidak M0nhadap Kiblat, http://blogcasa.wordpress.com diakses pada tanggal
11 Maret 2010

16
Ibid

17
Ibid

Karena itu, arah kiblat masiid perlu disesuaikan. Jadi, harus disesuaikan dengan penemuan
terbaru. Kalau melenceng 1-2 atau 5 cm tidak begitu masalah. Ini kan bergeser cukup besar
sekitar 30 centimeter lebih.
18

Menyusul kemudian dikeluarkannya Iatwa MUI No. 03 Tahun 2010 tentang Kiblat.
Diktum dalam Iatwa tersebut menyebutkan, pertama, tentang ketentuan hukum. Dalam
kententuan hukum tersebut diielaskan bahwa: (1) Kiblat bagi orang salat dan dapat melihat
Ka`bah adalah menghadap ke bangunan Ka`bah (ainul kabah). (2) Kiblat bagi orang yang
salat dan tidak dapat melihat Ka`bah adalah arah Ka`bah (iihah kabah). (3). Letak georaIis
Indonesia yang berada di bagian Timur Ka`bah/Mekkah, maka kiblat umat Islam Indonesia
adalah menghadap ke arah Barat. Kedua, rekomendasi. MUI merekomendasikan agar
bangunan masiid/musala di Indonesia sepaniang kiblatnya menghadap ke arah Barat, tidak
perlu diubah, dibongkar, dan sebagainya.
19

Poin (3) dari diktum pertam Iatwa MUI di atas yang menyatakan bahwa letak georaIis
Indonesia yang berada di bagian timur Ka`bah/Mekah, maka kiblat umat Islam Indonesia
adalah menghadap ke arah Barat. Pada hal para pakar ilmu Falak dan astronomi sepakat
bahwa arah kiblat masyarakat muslim Indonesia arah Barat serong ke Utara. Besaran sudut
serong ke arah utara untuk suatu kota atau daerah tergantung pada hasil perhitungan arah
kiblatnya.
Jika dinyatakan arah kiblat Indonesia ke arah Barat menurut berhitungan ilmu Falak
bukan lagi mengarah ke Ka`bah atau bahkan kota Mekah tetapi mengarah ke Somalia di benua
AIrika. Nauzubillah. Penulis menyatakan bahwa Iatwa MUI tentang arah kiblat di atas
meniadi kontraproduktiI terhadap perkembangan ilmu Falak di Indonesia.

Penyebab Kesalahan Dalam Penentuan Arah Kiblat
Selaniutnya menurut penulis terdapat beberapa Iaktor diduga kuat meniadi penyebab
kesalahan dalam penentuan arah kiblat masiid di masyarakat, antara lain:
1. Arah kiblat masiid ditentukan sekadar perkiraan dengan mengacu secara kasar pada
arah kiblat masiid yang sudah ada. Pada hal masiid yang diiadikan acuan belum tentu

18
Diamaluddin, T, G0mpa Tidak $0babkan !0r0s0ran Kiblat, http: //t-diamaluddin.space.live.com
diakses pada tanggal 1 Mei 2010

19
Fatwa t0ntan Arah Kiblat, http://www.mui.or.id diakses pada tanggal 2 Mei 2010

akurat. Ketika membangun sebuah masiid baru, arah kiblatnya hanya mengikuti
masiid yang berdekatan yang telah lebih dahulu dibangun.
2. Sebagian masiid arah kiblatnya ditentukan menggunakan alat yang kurang atau tidak
akurat. Misalnya untuk penggunaan kompas dalam penentuan arah, termasuk dalam
penentuan arah kiblat perlu dilakukan koreksian pengaruh daya magnetik di Bumi.
InIormasi ini tentang besaran koreksian/deklinasi magnetik kompas ini dapat
diperoleh dari Badan Metorologi Klimatologi dan GeoIisika (BMKG). Di samping itu
kita iuga perlu diperhatikan bahwa di pasaran banyak beredar berbagai macam merek
kompas, kita perlu terlebih dahulu mengecek tingkat akurasinya terlebih dahulu.
3. Terkadang dalam penentuan arah kiblat masiid atau musala ditentukan oleh seseorang
yang ditokohkan dalam masyarakat tersebut. Pada hal belum tentu sang tokoh tersebut
mampu melakukan penentuan arah kiblat secara benar dan akurat. Sehingga boleh iadi
yang bersangkutan menetapkannya dengan mengira-ngira saia dengan mengarah ke
Barat yang mungkin melenceng dari yang seharusnya.
20

4. Sebelum pembangunan arah kiblat masiid telah diukur secara benar oleh ahlinya. Tapi
dalam tahap pembangunannya teriadi pergeseran-pergeseran oleh tukang yang
mengeriakannya.
5. Bahkan ada iuga masiid yang dibangun lebih mempertimbangkan nilai artistik dan
keindahan alih-alih perhitungan dan pengukuran arah kiblatnya yang presisi. Misalnya
masiid yang bangunannya diseiaiarkan dengan ialan yang terdapat di depan masiid
walaupun dengan mengabaikan arah kiblatnya.

Itulah beberapa Iaktor yang berpotensi menyebabkan arah kiblat suatu masiid tidak
tepat atau tidak presisi. Dari penielasan di atas dapat digarisbawahi bahwa Iaktor yang
menyebabkan arah kiblat masiid itu melenceng adalah Iaktor tidak diukur secara benar
sebelum atau dalam proses pembangunannya.
Menanggapi kontroversi arah kiblat ini, T Diamaluddin menyatakan bahwa masalah
arah kiblat yang seolah bergeser akibat gempa perlu segera diluruskan. Karena hal itu tidak

20
T Diamaluddin, !0nv0mpurnaan Arah Kiblat dari avanan Matahari, Makalah Perkuliahan
Astronomi, 26 Mei 2009

berdasar logika ilmiah dan berpotensi meresahkan masyarakat. Pergeseran lempeng bumi
hanya berpengaruh pada perubahan peta bumi dalam rentang waktu puluhan atau ratusan iuta
tahun, karenanya tidak akan berdampak signiIikan pada perubahan arah kiblat dalam rentang
peradaban manusia saat ini. Jadi, saat ini tidak ada pergeseran arah kiblat akibat pergeseran
lempeng bumi atau gempa. Semua pihak (terutama Kementerian Agama dan MUI) iangan
terbawa pada opini yang didasari pada inIormasi yang keliru.
21


Toleransi Galat Arah Kiblat
Dalam penentuan arah kiblat kesalahan sampai beberapa deraiat.
masih bisa ditolerir. Hal ini mengingat seseorang yang sedang mengeriakan salat tidak
mungkin meniaga sikap tubuh untuk benar-benar selalu tepat lurus ke arah kiblat. Arah
iamaah salat tidak akan terlihat berbeda, bila perbedaan antar iamaah hanya beberapa deraiat.
Sangat mungkin, dalam kondisi shaI yang sangat rapat (seperti sering teriadi di
beberapa masiid), posisi bahu kadang agak miring, bahu kanan di depan iamaah
sebelah kanan, bahu kiri di belakang iamaah sebelah kiri.
22

Jadi, perbedaan arah kiblat yang tidak terlalu signiIikan
hendaknya tidak terlalu dipermasalahkan. Kiranya perbedaan kurang dari 2
deraiat masih dianggap tidak terlalu signiIikan. Ibaratnya dua masiid
berdampingan yang paniangnya 10 meter, perbedaan di uiungnya sekitar 35 cm.
Jamaah di kedua masiid akan tampak tidak berbeda arahnya.
23

Dengan demikian arah kiblat masiid-masiid yang melenceng iauh secara signiIikan
yang perlu dikoreksi. Sedangkan masiid yang arah kiblatnya hanya melenceng beberapa
deraiat saia, tidak perlu melakukan koreksi.
Yaum Rashd al-Qiblat: Solusi Mudah Mengoreksi Galat Arah Kiblat

21
Ibid

Diamaluddin, T , Arah Kiblat. Janan !0rsulit Diri, http://isnet.org/tdiamal diakses pada tanggal 31
Oktober 2009

Ibid

Masalah ketidakakuratan arah kiblat yang teriadi pada banyak masiid, bukanlah
masalah pergeseran arah kiblat, tetapi karena ketidakakuratan pengukuran pada awal
pembangunannya. Itu bukan masalah serius dan mudah dikoreksi. Badan Hisab Rukyat (BHR)
Kementerian Agama dan BHR Daerah serta kelompok-kelompok peminat hisab rukyat bisa
memberikan bantuan penyempurnaan arah kiblat tersebut. Bisa iuga dilakukan koreksi massal
dengan panduan bayangan matahari pada saat matahari berada di atas Mekkah atau dengan
panduan arah kiblat berbasis internet Google Earth/Qiblalocator.
24

Di samping itu terdapat cara yang mudah namun akurat untuk mengoreksi galat arah
kiblat. Untuk melakukan koreksian arah kiblat dengan pengukuran arah kiblat menggunakan
bayangan matahari. Yang dimaksud pengukuran arah kiblat dengan bayangan matahari ialah
waktu yang pada saat itu semua benda yang berdiri tegak, menghadap ke arah kota Mekah,
inilah yang disebut Yaum Rashd al-Qiblat. Ini teriadi karena pada saat itu azimut matahari
sama dengan azimut kiblat tempat tersebut, atau nilainya berlawanan 180°. Saat bayangan
matahari itu menghadap ke arah kota Mekah kalau deklinsai matahari nilainya plus (antara
MaretSeptember) maka bayang-bayang kiblat teriadi sesudah Zuhur. Jika deklinsai matahari
nilainya mines (antara SeptemberMaret) maka bayang-bayang Kiblat teriadi sebelum Zuhur.
Mari kita lakukan pengecekan dan penyempurnaan arah kiblat masiid di tempat kita masing-
masing. Ini bukan berarti adanya perubahan arah kiblat. Sebenarnya arah kiblat tidak
berubah. Perlunya penyempurnan atau pemeriksaan ulang iika terdapat kesalahan setelah
dilakukan mengecekan.
25

Dengan bayangan matahari pada saat-saat tertentu yang disebutkan di bawah ini, arah
kiblat dapat lebih mudah dan lebih akurat ditentukan. Waktunya diberikan banyak pilihan,
silakan gunakan waktu yang sesuai dengan mempertimbangkan keadaan cuaca dan konversi
waktu setempat. Arah kiblat bisa ditentukan dari bayangan benda vertikal, misalnya tongkat,
kusen iendela/pintu, atau sisi bangunan masiid.
Saat matahari dinyatakan tepat berada di suatu daerah yakni ketika pada awal waktu
salat Zuhur. Untuk daerah yang mengalami siang bersamaan dengan Mekah Indonesia Barat
dan Indonesia Tengah menggunakan iadwal berikut ini untuk menentukan arah kiblat.

24
T Diamaluddin, !0nv0mpurnaan 2009, loc.cit

25
Ibid

28 Mei, pukul 16:18 WIB
16 Juli, pukul 16:27 WIB
Rentang waktu plus/minus 5 menit masih cukup akurat. Arah kiblat adalah dari uiung
bayangan ke arah tongkat, kusen iendela/pintu, atau sisi bangunan masiid ke uiung bayangan.
Untuk daerah yang mengalami siang berlawanan dengan Mekah seperti Indonesia
Timur menggunakan iadwal berikut ini untuk menentukan arah kiblat menurut waktu
setempat.
14 Jan, pukul 04:30 WIB
29 Nov, pukul 04:09 WIB
Rentang dua hari sebelum dan dua sesudahnya serta waktu plus/minus 5 menit dari waktu di
atas masih cukup akurat. Arah kiblat adalah dari tongkat, kusen iendela/pintu, atau sisi
bangunan masiid ke uiung bayangan.
26


Upaya Koreksi Galat Arah Kiblat: Bukan Membongkar Mihrab Masjid tetapi
Pembetulan Shaf
Jika dalam pengecekan arah kiblat, ditemukan masiid yang kurang tepat arah kiblatnya
dengan kemelencengan yang cukup besar tentulah hal ini perlu dikoreksi atau dibetulkan.
Dalam melakukan pembetulan arah kiblat ini perlu adanya satu kata antara pengurus (takmir)
masiid dan seluruh iamaah. Jangan sampai pembetulan arah kiblat ini iustru menimbulkan
permasalahan baru, yang mungkin saia dapat menimbulkan Iriksi-Iriksi di tengah-tengah
iamaah yang tentu saia hal ini tidak kita inginkan bersama.
Pembetulan arah kiblat ini bukan berarti merombak masiid atau musala, atau mungkin
menghancurkan mihrabnya. Tapi yang dimaksud di sisi adalah membuat garis shaI yang baru.
ShaI baru yang sesuai dengan perhitungan arah kiblat yang benar. Konsekuensinya shaI yang
baru mungkin tidak simetris lagi dengan mihrab atau tidak seiaiar lagi dalam dindingnya.
Masalah yang penting selaniutnya setelah kita melakukan pengecekan arah kiblat
masiid adalah sosialisasi. Ibarat mengambil rambut dalam tepung. Rambutnya dapat
dikeluarkan dan tepungnya tidak tumpah. Penting kiranya dilakukan pendekatan persuasiI dan

26
Ibid
pemberian pemahaman tentang permasalahan ini secara komprehensiI sebelum melangkah
lebih laniut.
Tantangannya, bagaimana melakukan pengukuran dengan benar di lapangan,
menyampaikan hasil-hasilnya kepada masyarakat dan sekaligus mengedukasi publik agar
tidak teriadi situasi di mana ada pihak yang merasa 'tersakiti¨, yang teriadi semata-mata
hanya karena ketidakpahaman atas duduk perkara yang sebenarnya. Kementerian Agama
bersama MUI, BHR, BHRD, dan kelompok-kelompok peminat hisab rukyat bisa melakukan
sosialisasi penyempurnaan arah kiblat tersebut.

Penutup
Guna memperoleh kesempurnaan ibadah salat yang dikeriakan haruslah menghadap ke
arah kiblat yang benar. Untuk mengecek arah kiblat masiid; benar atau tidaknya bisa melalui
pengecekan dari anggota BHR atau mengeceknya secara bersama-sama pada Yaum Rashd al-
Qiblat. Jika dari hasil pengukuran atau pengamatan tersebut ternyata melenceng dengan
kemelencengan yang besar, maka perlu dilakukan koreksian dengan cara pembetulan shaI.
Dengan demikian akan menambah keyakinan dan melenyapkan keragu-raguan dalam
beribadah. Insya Allah ibadah salat yang kita laksanakan lebih sempurna secara syari`ah.


Daftar Pustaka

Bukhari, Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al $hahih al-ukhari, Juz I, Beirut: Darul
Kutub al-Ilmiyyah, t.th

Diamaluddin, T , !0nv0mpurnaan Arah Kiblat dari avanan Matahari, Makalah
Perkuliahan Astronomi, 26 Mei 2009

, Arah Kiblat. Janan !0rsulit Diri, http://isnet.org/tdiamal diakses pada
tanggal 31 Oktober 2009

Fatwa t0ntan Arah Kiblat, http://www.mui.or.id diakses pada tanggal 2 Mei 2010

Kiblat Masiid kita. m0l0nc0n lho?, http://blogcasa.wordpress.com diakses pada tanggal 15
November 2009

KhaIid, !0n0ntuan Arah Kiblat, Makalah Pelatihan Penentuan Arah Kiblat, Cibinong, 22
Februari 2009

pt0k dan Arah Kiblat, http://astroscientist.multiply.com diakses pada tanggal 15 November
2009

Makna Arah Kiblat, http://casa.assalaam.or.id diakses pada tanggal 15 November 2009


Qiblat, http://blogcasa.wordpress.com diakses pada tanggal 11 Maret 2010

Sayyis, as- Muhammad Ali, TaIsir Ayat al-Ahkam, Tt: Tp
$0nsitifnva Arah Qiblat, http://pakar.blogsome.com diakses pada tanggal 6 November 2009
Shihab, M Quraish, Tafsir Al-Misbah. !0san K0san dan K0s0rasian Al-Qur`an Vol 6,
Jakarta: Lentera Hati, 2004

, Tafsir Al-Misbah. !0san K0san dan K0s0rasian Al-Quran Vol 7, Jakarta:
Lentera Hati, 2004

, Tafsir Al-Misbah. !0san K0san dan K0s0rasian Al-Quran Vol 9, Jakarta:
Lentera Hati, 2004
Ya`qub, Ali MustaIa, Kiblat anunan dan Arah Kabah, makalah Seminar Menggugat
Fatwa MUI Tentang Kiblat, IAIN Walisongo, 2010

Masiid di M0kah Tidak M0nhadap Kiblat, http://blogcasa.wordpress.com diakses pada
tanggal 11 Maret 2010






You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->