Latar Belakang Program Imunisasi

Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum perlu diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945 melalui Pembangunan Nasional yang berkesinambungan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh tersedianya sumber daya manusia yang sehat, terampil dan ahli, serta disusun dalam satu program kesehatan dengan perencanaan terpadu yang didukung oleh data dan informasi epidemiologi yang valid. Pembangunan bidang kesehatan di Indonesia saat ini mempunyai beban ganda (double burden). Penyakit menular masih merupakan masalah, sementara penyakit degeneratif juga muncul sebagai masalah. Penyakit menular tidak mengenal batas wilayah administrasi, sehingga menyulitkan pemberantasannya. Dengan tersedianya vaksin yang dapat mencegah penyakit menular tertentu, maka tindakan pencegahan untuk mencegah berpindahnya penyakit dari satu daerah atau negara ke negara lain dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat dan dengan hasil yang efektif.
Object 1

Salah satu strategi pembangunan kesehatan nasional untuk mewujudkan “Indonesia Sehat 2010” adalah menerapkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, yang berarti setiap upaya program pembangunan harus mempunyai kontribusi positif terhadap terbentuknya lingkungan yang sehat dan perilaku sehat. Sebagai acuan pembangunan kesehatan mengacu kepada konsep “Paradigma Sehat” yaitu pembangunan kesehatan yang memberikan prioritas utama pada upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) dibandingkan upaya pelayanan penyembuhan/pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) secara menyeluruh dan terpadu dan berkesinambungan. Menurut Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992, “Paradigma Sehat” dilaksanakan melalui beberapa kegiatan antara lain pemberantasan penyakit. Salah satu upaya pemberantasan penyakit menular adalah upaya pengebalan (imunisasi). Penerapan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah memberikan otonomi luas kepada kabupaten/kota dan otonomi terbatas pada provinsi, sehingga pemerintah daerah akan semakin leluasa menentukan prioritas pembangunan sesuai kondisi daerah. Oleh sebab itu daerah harus memiliki kemampuan mengidentifikasi masalah sampai memilih prioritas penanggulangan masalah kesehatan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan daerah, serta mencari sumber-sumber dana yang dapat digunakan untuk mendukung penyelesaian masalah. Dalam hal ini imunisasi merupakan upaya prioritas yang dapat dipilih oleh semua wilayah mengingat bahwa imunisasi merupakan upaya yang efektif dan diperlukan oleh semua daerah. Upaya imunisasi diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956. Upaya ini merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost effective. Dengan upaya imunisasi terbukti bahwa penyakit cacar telah terbasmi dan Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit cacar sejak tahun 1974. Mulai tahun 1977, upaya imunisasi diperluas menjadi Program Pengembangan Imunisasi dalam rangka pencegahan penularan terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) yaitu, tuberculosis, difteri, pertusis, campak, polio, tetanus serta hepatitis B. Dengan upaya imunisasi pula, kita sudah dapat menekan penyakit polio dan sejak tahun 1995 tidak ditemukan lagi virus polio liar di Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk membasmi polio di dunia dengan Program Eradikasi Polio (ERAPO).

yaitu penyakit-penyakit yang meningkat kembali setelah sebelumnya mengalami penurunan angka kejadian yang bermakna. yaitu penyakit yang angka kejadiannya meningkat dalam dua dekade terakhir ini. atau sudah ada tetapi tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang serius pada manusia). upaya imunisasi perlu disertai dengan upaya surveilans epidemiologi agar setiap peningkatan kasus penyakit atau terjadinya KLB dapat terdeteksi dan segera diatasi. Untuk itu. cakupan imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata. Selain itu. dan lain-lain). . aman bagi petugas serta tidak mencemari lingkungan.Penyakit lain yang sudah dapat ditekan sehingga perlu ditingkatkan programnya adalah tetanus maternal dan neonatal serta campak. Beberapa jenis vaksin dapat digabung sebagai vaksin kombinasi yang terbukti dapat meningkatkan cakupan imunisasi. MNTE dan RECAM juga merupakan komitmen global yang wajib diikuti oleh semua Negara di dunia. dan penyakit yang tadinya mudah dikontrol dengan obatobatan namun kini menjadi resisten. Japanese encephalitis. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa program imunisasi kedalam penyelenggaraan yang bermutu dan efisien. Dari uraian diatas jelaslah bahwa upaya imunisasi perlu terus ditingkatkan untuk mencapai tingkat population imunity (kekebalan masyarakat) yang tinggi sehingga dapat memutuskan rantai penularan PD3I. Disamping itu. atau sudah ada tetapi penyebarannya sangat terbatas. mengurangi jumlah suntikan dan kontak dengan petugas imunisasi. atau mempunyai kecenderungan untuk meningkat dalam waktu dekat. Yang juga tergolong ke dalamnya adalah penyakit-penyakit yang mencuat (emerging diseases). Dalam PP Nomor 25 Tahun 2000 kewenangan surveilans epidemiologi. termasuk juga penyakit-penyakit yang mencuat kembali (reemerging diseases). dunia juga menaruh perhatian terhadap mutu pelayanan dan menetapkan standar pemberian suntikan yang aman (safe injection practices) yang dikaitkan dengan pengelolaan limbah tajam yang aman (save waste disposal management). bagi penerima suntikan. ERAPO. penyakit yang area geografis penyebarannya meluas. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi. ibu serta masyarakat lainnya. Selama beberapa tahun terakhir ini. Penyakit-penyakit infeksi “baru” oleh WHO dinamakan sebagai Emerging Infectious Diseases adalah penyakit-penyakit infeksi yang betul-betul baru (new diseases) yaitu penyakit-penyakit yang tadinya tidak dikenal (memang belum ada. Walaupun PD3I sudah dapat ditekan. upaya imunisasi dapat semakin efektif dan efisien dengan harapan dapat memberikan sumbangan yang nyata bagi kesejahteraan anak. Upaya tersebut didukung dengan kemajuan yang pesat dalam bidang penemuan vaksin baru (Rotavirus. kekawatiran akan kembalinya beberapa penyakit menular dan timbulnya penyakitpenyakit menular baru kian meningkat. termasuk penanggulangan KLB merupakan kewenangan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Kegagalan untuk menjaga tingkat perlindungan yang tinggi dan merata dapat menimbulkan letusan (KLB) PD3I. Untuk tetanus telah dikembangkan upaya Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (MNTE) sedangterhadap campak dikembangkan upaya Reduksi Campak (RECAM).

pada bayi yang lahir dari ibu dengan hep B.Jadwal Imunisasi / Vaksinasi www.infoibu. Yakinlah bahwa dengan membawa bayi anda untuk melakukan imunisasi adalah salah satu yang terpenting dari bagian tanggung jawab anda sebagai orang tua. Imunisasi (atau “vaksinasi”) diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak. Imunisasi yang diwajibkan Vaksinasi Jadwal pemberianusia BCG Hepatitis B Waktu lahir Waktulahirdosis I 1bulan-dosis 2 6bulan-dosis 3 DPT dan Polio 4 bulan-dosis2 5 bulan-dosis3 campak 9 bulan 6tahun-booster 2 12tahun-booster3 -Campak 3 bulan-dosis1 18bulan-booster1 Dipteria. dan polio -1 tahun-. pertusis. Imunisasi biasanya diberikan selama waktu pemeriksaan rutin ke dokter atau klinik. tetanus. Tuberkulosis Hepatitis B Booster/Ulangan Imunisasi untuk melawan Imunisasi yang dianjurkan: .com Memberikan suntikan imunisasi pada bayi anda tepat pada waktunya adalah faktor yang sangat penting untuk kesehatan bayi anda.

rubella Hib 3bulan-dosis 1 4bulan-dosis 2 5bulan-dosis 3 18 bulan Hemophilus influenza tipe B Hepatitis A Cacar air 12-18bulan 12-18bulan --- Hepatitis A Cacar air Yang harus diperhatikan. atau menderita penyakit system saraf.Waspadai POLIO -Mengapa Imunisasi itu penting . tapi rasa sakit yang sementara akibat suntikan ini adalah untuk kesehatan anak dalam jangka waktu panjang.Vaksinasi Jadwal pemberian-usia Booster/Ulangan Imunisasi melawan untuk MMR 1-2 tahun 12 tahun Measles. meningitis. Imunisasi adalah suatu prosedur rutin yang akan menjaga kesehatan anak anda. menderita kejang-kejang sebelumnya . Walaupun pengalaman sewaktu mendapatkan vaksinasi tidak menyenangkan untuk bayi anda (karena biasanya akan mendapatkan suntikan).Suririnah-www. Kebanyakan dari imunisasi ini adalah untuk memberi perlindungan menyeluruh terhadap penyakit-penyakit yang berbahaya dan sering terjadi pada tahun-tahun awal kehidupan seorang anak.infoibu. © Dr.com Baca artikel yang berhubungan: . tanyakan dahulu dengan dokter anda sebelum imunisasi jika bayi anda sedang sakit yang disertai panas.

Antibodi itu uumnya bisa terus ada di dalam tubuh orang yang telah diimunisasi untuk melawan penyakit yang mencoba menyerang. www. campak. Lalu bagaimana vaksin dinyatakan aman? Seperti obat dinyatakan aman. dan lain sebagainya.8:37am — godam64 Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Teknik atau cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan dengan melemahkan virus atau bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada seseorang dengan cara suntik atau minum / telan. Pemakaian Informasi di situs ini diluar tanggung jawab penerbit www. Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa. 30/11/2008 . Cara dan Jenis Imunisasi Pada Manusia Sun. tentu saja. Dan jika statistik hanya dijadikan alat untuk mendapat uang. polio. Infoibu. Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. bagaimana bisa menjamin hasilnya 100%? Apakah dengan memakai helm kita tidak akan terluka? Tidak. yang semata sebagai penyebaran informasi dan edukasi. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. tetanus.infoibu.com tidak bertanggung jawab terhadap penyalahgunaan informasi bila dipublikasikan diluar Infoibu.com memberikan panduan informasi kesehatan keluarga anda. batuk rejan. sehingga rentan terhadap serangan penyakit berbahaya. tbc. dengan segala keberagamannya.com. cacar air.com. Manfaat.com. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja. gondongan. Setelah bibit penyakit masuk ke dalam tubuh kita maka tubuh akan terangsang untuk melawan penyakit tersebut dengan membantuk antibodi. tapi helm akan membantu melindungi dan memperkecil risiko trauma pada kepala. difteri. yang jadi ‘subject’ email yang ‘bagus’ untuk diteruskan ke teman-teman. umumnya berupa berita yang cenderung negatif. Mana ada? Ini untuk vaksin apapun. Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang. Tetaplah berkonsultasi kepada dokter anda untuk menjalani pengobatan dan perawatan kesehatan. Kenapa? Karena mereka selamat. . uang dapat diperoleh. yang laris diangkat sebagai topik di media cetak (dan elektronik). Kuncinya ada pada statistik. tetapi harus dilakukan secara bertahap dan lengkap terhadap berbagai penyakit yang sangat membahayakan kesehatan dan hidup anak. pengobatan dan perawatan. Yang menjadi ‘berita’. Tujuan.infoibu. Nyatanya kita memang bermain statistik setiap hari. idak ada jaminan 100%.com. Macam-macam / jenis-jenis imunisasi ada dua macam. mempublikasikan. Apakah ‘keberhasilan’ pemakaian helm terlihat jelas? Saya berani bilang tidak. Kita bisa berkata itu hanya hasil permainan statistik oleh para produsen vaksin dan obat.© Hak cipta pada www. statistik dapat menyelamatkan jiwa. sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya. Kalau dimanfaatkan dengan baik. dan kita berurusan dengan mahluk hidup. yaitu imunisasi pasif yang merupakan kekebalan bawaan dari ibu terhadap penyakit dan imunisasi aktif di mana kekebalannya harus didapat dari pemberian bibit penyakit lemah yang mudah dikalahkan oleh kekebalan tubuh biasa guna membentuk antibodi terhadap penyakit yang sama baik yang lemah maupun yang kuat.infoibu. Dilarang menyalin. meng-copy isi situs tanpa seizin Infoibu. Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali. Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B. yang tidak merupakan dasar diagnosa. Arti Definisi/Pengertian Imunisasi.

Sebagian besar orang (yang menerima vaksin) tidak rugi. Vaksin Hepatitis menyebabkan Hepatitis: Hepatitis yang mana? 1. Banyak kasus penyakit bayi/balita yang timbul setelah mereka disuntik imunisasi. Atau sebaliknya.Uang dan kekayaan orang lain Satu dari sekian alasan gerakan anti-imunisasi adalah mengalirnya uang ke para produsen vaksin. dua hari kemudian malah terkena campak. tapi tertular hepatitis A dari makanan yang terkontaminasi. Tetangga kami yang lain. Mohon JANGAN teruskan ke mana-mana TANPA anda sertakan uraian yang ada di artikel ini. Terutama pula karena para carrier virus Hepatitis B biasanya tidak sadar mereka telah terinfeksi. Kecuali mungkin. . Tidak perlu apa-apa dari orang lain. anak pertamanya rutin diimunisasi. hampir . Ah.Pasien lain di RS yang sama mengatakan pada saya. anak yang sedang bertumbuh (6 bulan ke atas). diare. Bagaimana dengan pemberian ASI atau susu formula? Atau pola makan? Atau ada kelainan bawaan? Selain itu. ia akan semakin jarang sakit. sedangkan anak keduanya sama sekali tidak pernah imunisasi namun malah sehat. Bisa saja anak diberi imunisasi hepatitis B. Fisik lemah belum tentu karena imunisasi. Seiring usianya bertambah. atau lahan pertanian milik sendiri. Jika kita menolak mengeluarkan biaya hanya dengan alasan ‘hanya memperkaya orang lain’ atau ‘bikin kaya juragan yang udah kaya’. kecuali sebagian kecil yang ‘rugi’ karena tubuhnya memberi reaksi negatif terhadap vaksin. sistem kekebalan tubuhnya sedang belajar. Berikut ini adalah bagian yang -bagi saya.Tetangga saya. Masa iya? Anda dapat membaca email lengkapnya di sini (format pdf) atau di sini (format rtf). kemudian tidak lama setelah itu akhirnya anak saudaranya positif terkena Hepatitis akut. akibatnya dapat dengan mudah menularkannya kepada bayi. Tentang terjangkit hepatitis setelah diimunisasi. Faktor lain juga perlu dipertimbangkan. Atau diimunisasi hepatitis A tapi sebenarnya ibu adalah carrier virus hepatitis B dan menurunkannya ke anak. flu. Apa ada yang salah? Tampaknya menurut mereka. Imunisasi dan fisik anak . Rasanya ini sudah cukup untuk dijadikan alasan mengapa bayi baru lahir direkomendasikan untuk mendapat vaksin hepatitis B. tergantung jenis hepatitisnya. setelah ada dokter (spesialis anak) yang tahu. Indonesia adalah daerah endemik Hepatitis B. hidup di peternakan. kita memasukkan uang ke kantong produsen vaksin dan menjadikan mereka kaya adalah salah.lebih penting untuk dibahas. wajar saja jika bolak-balik sakit ringan. namun fhisiknya malah lemah sering sakit-sakitan. Kenapa membuat orang menjadi kaya itu salah? Apalagi jika kita tidak rugi. sehabis Imunisasi campak. saya ralat. Hepatitis A menular lewat oral-fecal. kecil kemungkinan kita bisa berbuat apapun. anak saudaranya sampai dengan usia 2 tahun belum pernah suntik Imunisasi Hepatitis namun. diimunisasi hepatitis A tapi tertular hepatitis B dari kontak cairan tubuh dengan carrier (misalnya lewat luka terbuka). yang tidak terlindungi karena tidak diberi vaksin hepatitis B segera setelah lahir. perkebunan. lalu disarankan diimunisasi Hepatitis. dan harus bolak-balik berobat ke dokter. Selesma.

malah kita suntikan penyakit (walaupun sudah dilemahkan) ke tubuhnya. umur 10 bulan sudah lincah berjalan. ia perlu ‘diajari.Kita “Mendzolimi”. ketika anak yang sudah diimunisasi polio juga dianjurkan ikut. Bibit penyakit yang sudah dilemahkan ini dimasukkan ke tubuh dalam dosis yang sedemikian rupa sehingga cukup untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar membangun pasukan yang memadai. Anak tidak menjadi sehat jika tidak diimunisasi. Bahkan bayi yang diberi ASI eksklusif -yang notabene mendapat asupan antibodi dari ibu setiap menyusu. anak kita sendiri yang memang sedang masa pertumbuhan dan pertahanan tubuhnya masih lemah. Betul. Apakah jika saya katakan anak yang tidak diimunisasi baru bisa berjalan di usia 1. Misalnya PIN polio. lalu menjadi dasar bagi pernyataan ‘anak menjadi lambat berjalan karena tidak diimunisasi’? Tidak ada hubungannya antara imunisasi dengan berjalan. Pernyataan ‘yang diimunisasi sering sakit dan yang tidak diimunisasi sehat’ ini tidak memberikan keterangan ‘sebab’ yang kuat. Justru karena kekebalan tubuhnya masih lemah.5 tahun. misalnya anak punya alergi terhadap putih telur atau tidak dapat menerima vaksin hidup)? .tidak pernah sakit (kalaupun sakit cepat sembuh/ringan) Anak yang diimunisasi tidak dijamin selalu sehat. Anak yang sedang selesma atau flu tidak menjadi hambatan untuk diimunisasi. Berjalan kaitannya dengan kesiapan mental dan motorik anak. karena terutama anak yang masih di bawah 1 tahun biasanya belum bisa bicara mengenai kondisi badannya. Anak yang tidak diimunisasi juga tidak dijamin selalu sehat atau selalu sakit. dan juga boleh dibilang tidak pernah sakit (kalaupun sakit hanya ringan saja). Selain . Bukan supaya sakit. (Jangan) hindari imunisasi! 2. dan banyak lagi kasus-kasus serupa yang tidak mungkin saya tulis satu persatu. yang terselamatkan oleh vaksin.juga tidak dijamin selalu sehat. Menurut saya. sedangkan imunisasi harus dilakukan pada bayi/balita yang sehat (tidak sedang lemah fisiknya/sakit). Akan jauh lebih banyak lagi deret nama yang dapat ditulis. Tanpa maksud untuk ‘menghilangkan’ mereka yang ‘menderita’ akibat vaksin. tidak ada imunisasi yang aneh-aneh. itu sudah dijawab sendiri. Jika bisa Hindari Imunisasi. Koreksi sedikit. Teman sekolah saya anaknya tidak pernah Imunisasi malah sehat. siapa yang harus dikenali sebagai musuh dan bagaimana melawannya. Sedangkan imunisasi lanjutan bukanlah imunisasi di luar imunisasi wajib (yang ditetapkan oleh IDAI). Tidakkah lebih zhalim jika kita tahu bagaimana pencegahannya tapi kita memilih diam karena ketakutan (ketimbang ada dasar pemikiran lain. . di luar dosis ‘wajib’ atas alasan tertentu.Kita tidak pernah tahu kondisi anak kita sedang benar-benar sehat atau tidak. Usia anak dapat berjalan bervariasi. Bagaimana perbandingan kondisi kedua anak? Jangan hanya dilihat diimunisasi atau tidaknya. kalaupun perlu/terpaksa pilihlah imunisasi yang pokok saja (bukan imunisasi lanjutan/yang aneh-aneh) alasannya: IMHO. tapi imunisasi yang diberikan sebagai tambahan (booster). I condole with you.

Tampaknya para orangtua memang harus lebih aktif mencari informasi tentang vaksin. bukti nyata di depan mata pun sanggup (mereka) (di)jadikan mentah. Sama saja seperti kita berbelanja. Anda bisa telusuri sendiri di internet dan situs resmi pemerintah AS. jadwal imunisasi tetap dikeluarkan setiap tahun. biasanya kita juga harus mengeluarkan banyak biaya. Tentu saja kita mengeluarkan biaya untuk layanan kesehatan. maka tidak semua anak pula boleh dianggap tidak memerlukan vaksin. Konsumen yang dituntut untuk teliti terhadap barang yang dibeli. dan terus berusaha dihilangkan dan tidak dipergunakan lagi. kita bisa kok menilai kondisi kesehatan anak. justru Imunisasi sudah tidak populer di Amerika Serikat. Gerakan anti-imunisasi: global! Menurut seorang rekan yang pernah membaca Literatur terbitan Prancis.5 dan 7 bulan ). imunisasi. bahkan di Israel Imunisasi telah di STOP samasekali. tapi yang dikutip sebagai sumber/literatur berasal dari ‘golongan’ anti-imunisasi. Dan anak saya baik-baik saja setelah diimunisasi HiB secara simultan dengan DPT dan polio. Vaksin flu bahkan dikembangkan di sana dan ada program vaksinasi flu setiap tahunnya. padahal sebelumnya dokter bilang imunisasi HIB untuk menghindari penyakit Radang Otak. Dan tempat kita berbelanja juga umumnya tidak menjamin produk yang dijual. Tentu saja anda dapat mengharapkan segala informasi negatif tentang imunisasi ada di sana. Tanpa mengurangi rasa hormat. Again. jika perilaku anak tetap aktif dan riang. Ini dapat menjadi pertimbangan bahwa tidak semua anak sama. Jika tidak ada tanda fisik bahwa ia sedang sakit. Jika tidak semua anak dianggap memerlukan vaksin. Memang tidak ada jaminan. Literatur mana? Terbitan mana? Imunisasi tidak populer di AS? Tragis sekali. Apakah kuman yang menyebabkan radang otak sama dengan yang terkandung dalam vaksin? Jika tidak. (Jasa dokter/RS. Israel adalah . mana ada? Sesudah kita memasukan penyakit ke tubuh anak kita. padahal anak saya sudah 2 kali imunisasi HIB ketika berusia +/. jika insting ibu (biasanya nurani ibu lebih peka terhadap kondisi anaknya) tidak merasakan sesuatu yang aneh. Atau.itu. maka tidak ada masalah. Mengapa kita tidak memberlakukan hal yang sama dengan produk kesehatan? Contoh nyata yang terjadi pada anak saya. Sudah saya jelaskan di awal tadi. Dan jika berawal dengan prasangka negatif. bagaimana. padahal kita tahu negara-negara itu merupakan pelopor “industri”. dan sampai seberapa tinggi orangtua dapat berharap dari vaksin. berita tersebut tidak benar. namun nyatanya anak saya malah meninggal akibat penyakit Radang Otak. jika rekannya tidak berbohong. dsb). mungkin berita itu benar dan rekannya tidak berbohong. harga imunisasi. tentu dapat dimengerti. Bahkan anakanak yang tidak melengkapi jadwal imunisasinya tidak diperbolehkan mendaftar di banyak sekolah (yang kemudian juga memancing reaksi dari para orangtua). apa. Tidak ada jaminan (Dokter/RS/puskesmas) apabila setelah imunisasi anak kita bebas dari penyakit yang telah dimasukan ketubuhnya. I condole. Biaya dan jaminan: tidak ada. jika ia tidak memiliki kelainan bawaan sejak lahir.

. karena banyak prosedur/step-step pengobatan yang akhirnya akan melemahkan tubuh pasiennya. Dan titer antibodi ini tidak berhubungan dengan berat badan. Weaver. boleh dong”. Tentu saja. tentulah kadarnya disesuaikan dengan berat/fisik orang Luar (Barat) yang jelas lebih basar dan kuat fisiknya dibanding orang Asia. Jika tidak “urgent” sekali. karena dinyatakan dalam konsentrasi. operasi.pelopor industri vaksin? Sejak kapan? Bagaimana ini bisa menjadi bukti bahwa imunisasi dihilangkan? Menurut pengalaman saya jumlah kadar/isi setiap pipet/tabung imunisasi semua sama. Nah. I would also remind you that NO MEDICATION. namun kita malah sama-sama menggunakan dengan takaran yang sama. pengambilan darah yang terus menerus. RN. Tidak ‘adil’. terbantah sudah dugaan bahwa radang otak tersebut diakibatkan oleh bakteri yang terkandung dalam vaksin HiB. foto Rontgen. vaksin wajib di Indonesia sudah diproduksi di dalam negeri. (Contoh: keharusan berpuasa. Donna L. Apakah dilakukan juga jika tidak urgent? Jika pengobatan alternatif lebih dipilih. kan. hindari rawat inap di RS. The doses are either pediatric or adult. Apakah sudah dibandingkan antara vaksin impor dan vaksin lokal? Berbedakah jumlahnya? Yang penting diperhatikan sebelum memberikan vaksin tertentu adalah titer antibodi. pemasangan infus. kemoteraphy. Also. Jikalau perlu coba dulu dengan cara pengobatan alternatif/tradisional. Saya menanyakan langsung kepada penyelenggara program imunisasi (NIP. but CANNOT cause disease. HiB is NOT THE ONLY ORGANISM that causes meningitis. Juga pilihan untuk pengobatan alternatif/tradisional. Maaf. Langkah itu memang seharusnya tidak ditempuh jika tidak penting DAN mendesak. Kalau tidak berhasil. There are bacterial and VIRAL organisms that can cause meningitis. padahal kalau Obat/Imunisasi itu Impor. “Ya namanya juga alternatif. there are several different organisms that can cause meningitis (saya agak kesulitan dengan radang otak yang dimaksud dalam email tersebut. dan berikut adalah salinan jawabannya: In general terms. tidak lagi impor. (akibatnya overdosis). Namanya juga usaha. apakah reaksinya akan tetap sama jika hasilnya negatif? Atau mirip reaksi terhadap ramalan? Kalau berhasil. which can induce an immune response. manjur”. And one last point – HiB vaccine is made with INACTIVATED (dead) bacteria. a vaccine dose is based on AGE and the development of the immune system – NOT height and weight. dsb). ya. including HiB vaccine is 100% effective. “Tuh. bukan berat badan. MN Nurse Educator National Immunization Program Penekanan pada beberapa kata berasal dari saya. jadi imunisasi tidak melihat berdasarkan berat tubuh/perbedaan Ras/warna kulit. National Immunization Program) di CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mengenai vaksin HiB ini. karena tidak ada keterangan apakah meningitis [radang selaput otak] atau ensefalitis [radang otak]). 3.

bisa ada kemungkinan buang air (besar/kecil) ketika operasi sedang berlangsung. akibat-akibatnya. Karena itu saya khusus minta bantuan ekstra dari cak Moki (yang dokter tulen). Dan jika memang ‘menyakiti’ adalah cara terbaik yang dapat menguntungkan. mengapa akan di lakukan. Jika perlu dengan tegas untuk menolak suatu tindakan medis yang akan dilakukan RS. None other than agree. Jika perlu lakukan 2nd opinion pada RS/dokter lain yang setara/lebih baik. dan cermati semua pekerjaan perawatannya. Misalnya trombosit. karena setiap saat bisa ada tindakan medis yang memerlukan persetujuan. Memang harus begitu. 7. karena segala sesuatunya telah ditetapkan oleh “Yang Maha Kuasa”. Bagus. 8. saya masih sedikit penasaran. Berhubung operasi harus dilakukan dalam keadaan aseptik. tidak hanya ‘menerima sabda’. Terus berdoa. ada tidak cara-cara lain/alternatif lain yang lebih baik/tidak terlalu menyakiti pasien. sangatlah manusiawi mengungkapkan . padahal manfaatnya juga tidak benar-benar jelas. orangtua seringkali juga terima saja jika diresepkan vitamin macam-macam dengan alasan untuk kesehatan/memperkuat kekebalan tubuh. Biasanya ini untuk mengawasi keadaan yang cepat berubah. Berat sebelah? 5. Setuju. Ini bahaya. dan bisa diamati segera dengan menganalisa darah. jika kita yakini manfaatnya tidak benar-benar berpengaruh terhadap kesembuhan pasien. Banyak tanya. 6. Kalau lambung terisi. saya sependapat. alih-alih bikin suasana tambah runyam. jika ada yang habis/kurang jangan sungkan melaporkan ke tenaga medis yang ada segera. Sayangnya. leukosit. bersiaplah untuk memilihnya. manusia hanya bisa ikhtiar dan berusaha. 4. Dengan demikian orangtua juga harus aktif memperkaya ilmu sehingga dapat berdiskusi secara sejajar dengan dokter. Terus temani pasien (bisa bergantian dengan keluarga yang lain). maka keluarnya kotoran dapat memperbesar kontaminasi kuman patogen ke luka operasi yang sedang terbuka. dan sebagainya. Jika email tersebut kita anggap benar. Saya salut pada keluarga ini yang sanggup berlapang dada dan mengajak pada kepasrahan. Betul sekali.Berpuasa memang biasanya dilakukan sebelum operasi. Orang tua yang baru kehilangan anak tercinta. Pengambilan darah secara periodik hanya dilakukan apabila tidak ada jalan lain untuk mengetahui kondisi pasien. Jangan hanya berserah dan melimpahkan tanggungjawab kepada dokter. biarlah kita dibilang “bawel”. Saya salinkan sebagian tanggapan beliau: “tapi kalau ternyata kejadian betulan kan ya kejam betul saya langsung menuding itu bohong” *Ini kata-kata dari email saya Ya. Saya betul-betul berharap dapat membantu mencerahkan. tanyalah setiap tindakan medis yang akan dilakukan.

Big thanks. Malu saya. Sejujurnya. saya tidak mampu menulis sebagus itu. sedangkan email (original) 29 April 2005. lebih merepresentasikan seorang ibu. Meninggal 12 April 2005. bahkan header-header yang timbul akibat tindakan ‘forward’ juga dibiarkan apa adanya. Sungguh.kedukaannya. monggo diposting. mewakili kaum terpelajar. Coba kita perhatikan. Mungkin salah tulis atau saya salah memahami. Pada usia 7 bulan masuk RS (17 Maret 2005). si bayi malang dilahirkan pada pertengahan bulan Juni 2005.itu tidak diedit. cak! Anda yang ingin mengetahui langsung dapat membaca 10 Things You Need Know about Immunization di sini. Semesta di dunia. kok. Mengapa melalui email berantai? Mengapa diakhiri dengan sikap toleransi (pementahan) pada point 7 dan 8? Rasa penasaran saya berikutnya adalah kesinambungan waktu. Eko . bukan basa-basi. Lebih adil jika yang menulis Bu Lita. Sisanya cak Moki mengaku: Akhirnya. Apalagi jika sudah menyangkut anak. Sesal kemudian betul-betul tidak berguna. Dan saya bangga seandainya banyak yang seperti itu. Saya prihatin jika banyak orangtua mengambil keputusan dengan tergesa-gesa hanya karena takut. Sungguh hanya ingin berbagi. Waks. atau bahkan bertanya langsung ke CDC Information Contact Center via email. berikutnya pribadi (ehm). kata mbak Dinar -juga yang saya lakukan. Terimakasih buanget ya. Artikel ini juga layak dibaca: Smallpox must have never existed! Circular logic. saya malah ndak memperhatikan tanggal itu hehehe… Sekian. cak. Emailnya apa adanya kan? Iya.

" kata Menkes. 1996 dan 1997. Jabar diduga karena virus polio. Sabtu (30/4).Seluruh anak di bawah usia lima tahun (balita) di Provinsi Banten. Untuk memastikan penyakit lumpuh layuh keenam balita itu berasal dari virus polio.KASUS IMUNISASI Pernik Balita Wajibkan Imunisasi Polio Setelah Ditemukan 6 Kasus Kelumpuhan • • Share • 0diggsdigg • Object 2 Minggu.com . pemda dan masyarakat di seluruh Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan khususnya melaporkan ke pelayanan kesehatan terdekat jika menemukan anak menderita penyakit lumpuh layuh. Menkes berharap. "Depkes bekerjasama dengan tim dari Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) telah menyelidiki laporan bahwa enam balita menderita kasus lumpuh pada 24 . virus polio liar tidak pernah lagi ditemukan di Indonesia sejak tahun 1995. Depkes telah menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio pada 1995. Untuk mencegah kemungkinan kasus lumpuh layuh di Sukabumi menular ke daerah sekitar. dan Jawa Barat (Jabar) wajib mengikuti imunisasi polio selama 2005 menyusul ditemukan enam kasus sakit lumpuh layuh pada balita di Sukabumi. DKI Jakarta. "Seluruh anak usia kurang dari setahun di seluruh Indonesia juga diberikan imunisasi polio secara rutin setiap tahun untuk mencegah penularan virus polio liar yang dapat mengakibatkan penyakit lumpuh. 01 Mei 2005 13:29 Kapanlagi. namun untuk menghapus virus polio liar dari bumi Indonesia." kata Menkes Siti Fadilah Supari di Jakarta. maka Depkes memberikan imunisasi polio sebanyak dua kali bagi balita di Jabar. India. "PIN Polio kembali dilaksanakan pada tahun 2002 untuk mempertahankan tingkat .27 April 2005 dan memberikan imunisasi polio di Sukabumi. Menkes menambahkan. maka Depkes bekerjasama dengan WHO dan Unicef (badan PBB urusan anak-anak) mengirimkan contoh darah dan tinja untuk diteliti ke laboraorium polio internasional di Mumbai. DKI dan Banten pada 2005 untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan polio liar.

hotmail.indokado.balita-anda. tetapi pada awal 2005. Eh..com >> Info balita. email ke: [EMAIL PROTECTED] Stop berlangganan. Nigeria. masih terdapat enam negara di seluruh dunia yang endemis polio. Kok ngeri sih kedengarannya.com Etika berinternet. kok katanya ada "kasus" bayi meninggal krn imunisasi di Lombok. 25 Aug 2000 09:53:01 -0700 Saya denger-2.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya << >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik.. Sudan. Setiap tahun.. beberapa negara yang sudah bebas polio seperti Chad dan Yaman terserang kembali oleh virus polio yang berasal dari negera endemis polio. Apa bener. tiga hari belakangan ini milis rameeee banget ya. (*/dar) [balita-anda] Kasus Imunisasi Bayi di Lombok Quinike N. regards." katanya. yakni India.. kan jam saya bobok. saya sampai kewalahan nge-del satu-satu... soalnya kalau rekan-2 lagi rame-nya ngirim email. kalau ngasih komentarnya belakangan.. Sukirwan Fri. ceritanya gimana.kekebalan anak terhadap ancaman virus polio liar.indoglobal. Jadinya ketinggalan deh. Free E-mail from MSN Hotmail at http://www. abis. http://www.. Menurut Menkes.. sekitar 90 persen bayi di Indonesia mendapatkan imunisasi polio secara rutin.com >> www. Quinike ________________________________________________________________________ Get Your Private. udah ngga' seru! Yaaa. Afghanistan... Dan bikin saya nyesel juga nih..jajak. e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] . nasib saya tinggal 12 jam lebih muda! Ihik. Mesir dan Pakistan... ada yg tahu? Saya udah coba cari artikelnya di koran on-line belum ada tuh. kalau ngga' dibaca ngga' seru. http://www..