P. 1
Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu

Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu

|Views: 656|Likes:
Published by Suhono Sinyowku

More info:

Published by: Suhono Sinyowku on May 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu

Sejak terjadinya krisis kegiatan Posyandu juga ikut menurun, oleh karena itu untuk meningkatkan kegiatan Posyandu kembali telah diterbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor :411.3/536/SJ tanggal 3 Maret 1999 tentang Revitalisasi Posyandu. Tetapi dalam pelaksanaannya dan menghadapi era otonomi dan desentralisasi dianggap penting bahwa pedoman tersebut perlu diperbarui dan disesuaikan dengan tuntutan perkembangan. Oleh karena itu telah diterbitkan Surat Edaran M enteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor :411.3/1116/SJ tanggal 13 Juni 2001 tentang Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia, yang merupakan pembaharuan atau surat edaran Menteri Dalam Negeri yang lalu. Surat edaran tersebut diharapkan dapat dijadaikan acuan bersama dalam upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan peningkatan status gizi masyarakat melalui Posyandu dimasa yang mendatang dengan semangat kebersamaan dan keterpaduan sesuai dengan fungsi masing-masing. Revitalisasi Posyandu ini dititik beratkan pada strategi pendekatan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat dengan akses kepada modal social budaya masyarakat yang didasarkan atas nilai -nilai tradisi gotong royong yang telah mengakar didalam kehidupan masyarakat menuju kemandirian dan keswadayaan masyarakat. Ada 6 point dalam surat edaran tersebut untuk meningkatkan kegiatan Posyandu dan juga dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah yaitu : o o o o o Posyandu merupakan upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan peningkatan status gizi masyarakat. Posyandu mampu berperan sebagai wadah pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat. Pelaksanaan Posyandu perlu dihimpun seluruh kekuatan masyarakat agar berperan serta secara aktif sesuai dengan kemampuannya. Posyandu perlu dilanjutkan sebagai upaya investasi pembangunan sumber daya manusia yang dilaksanakan secara merata. Pemerintah daerah untuk mensosialisasikan dan mengkoordinasikan pelaksanaannya dengan melibatkan peran masyarakat (LSM, ormas, sektor swasta, dunia usaha, lembaga/negara donor dll). Pedoman ini dapat dipergunakan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan revitalisasi Posyandu yang secara teknis masing-masing daerah dapat menyesuaikan.

o

o

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak maka telah dilakukan suatu pendekatan keterpaduan program KB dan Kesehatan yang dalam pelaksanaannya dilakukan melalui Posyandu. Posyandu merupakan suatu kegiatan perwujudan peran serta masyarakat yang dikelola oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat dalam mencapai pelayanan kesehatan yang lebih baik (1) Penyelenggaraannya dilakukan oleh kader yang telah dilatih di bidang kesehatan dan KB dengan keanggotaannya berasal dari PKK, tokoh masyarakat, dan pemudi. (2) Pada awalnya Posyandu berkembang dari dari salah satu program puskesmas yaitu program perbaikan gizi masyarakat, untuk mendorong peran serta masyarakat maka program ini didorong ke tingkat desa dengan mengadakan pos penimbangan dan pemberian makanan tambahan Keberhasilan pos penimbangan ini mendorong pemerintah menambah program lain sehingga pos penimbangan berubah nama menjadi posyandu (pos pelayanan terpadu). Pos pelayanan terpadu semakin tahun semakin bertambah jumlahnya sehingga hampir setiap banjar memiliki posyandu. (3)

o

Persisnya. Hal ini disebabkan karena alokasi dana APBD untuk kesehatan yang begitu rendah. tersedot serentak ke berbagai posyandu. dan pemerintah mulai mengadakan program revitalisasi. Pernyataan otonomi menurunkan aktivitas posyandu ini didukung oleh Menkes Siti Fadilah. 5 persen ditentukan oleh faktor genetik atau keturunan. ternyata masih diarahkan .221 unit di seluruh tanah air. ketidak pedulian dan rendahnya partisipasi masyarakat juga berdampak pada berhasil tidaknya revitalisasi itu sendiri Kurang sadarnya masyarakat mengenai program posyan terlihat dari tingkat du kunjungan bayi ke posyandu masih rendah. Penyeragaman jadwal membuat tenaga medis pemerintah.023 posyandu lagi untuk melayani 602. Dalam pidato tersebut dikatakan bahwa jumlah Posyandu yang telah berhasil diaktifkan kembali sampai 2006. mengungkapkan bahwa dari empat faktor kunci yang mempengaruhi derajat kesehatan. (6) Di Ibukota. yang jumlahnya terbatas.Sejalan dengan otonomi daerah (desentralisasi pelayanan dasar) kehadiran posyandu semakin lama semakin berkurang tidak saja jumlahnya tetapi juga kegiatannya. Sementara sebagian besarnya. Di lain sisi. maka aspek pelayanan ternyata hanya memiliki kontribusi sebesar 20 persen. jadwal kunjungan anak-anak balita ke posyandu dijadikan serentak. dipengaruhi oleh tiga faktor lainnya. termasuk kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) juga mulai diaktifkan kembali´. 80 persen. Bahkan di beberapa daerah hampir 50% bayi tak pernah dibawa ke posyandu (8). Banyaknya angka drop out balita ketika usia 24 bulan yang menunjukan kurangnya komitmen masyarakat untuk mengikuti program posyandu Hasil penelitian Hendrik L. revitalisasi posyandu ini dikampanyekan melalui program Gebyar Posyandu 27 sejak Desember 2005 lalu. dan sisanya. Akibatnya.253 balita yang berat badannya masih di bawah garis merah (batas normal) sehingga harus dipantau intensif. 45 persen ditentukan oleh lingkungan. Blum yang sudah sering diangkat para pakar kesehatan. Sejak itu. sebanyak 3. jadwal kunjungan tiap posyandu berbeda-beda. mengingat posyandu merupakan kegiatan yang berbasis masyarakat. telah aktif kembali di DKI Jakarta. untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.353 balita.019 posyandu yang tercatat. 30 persen ditentukan oleh perilaku. sejauh ini revitalisasi itu masih menemui kendala menyangkut jumlah tenaga medis pemerintah yang tersedia. Selama 10 bulan program berjalan. banyak posyandu yang tidak kebagian tenaga paramedis. seperti dalam ucapan pidato kenegaraan tahun 2006 oleh presiden bahwa ´pemerintah akan terus berupaya.984 posyandu dari total 4. guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat. seringkali kegiatan imunisasi terpaksa ditunda karena absennya tenaga medis di posyandu. Kegiatan penyuluhan kesehatan. Dari jumlah itu masih 9. kendala revitalisasi tidak hanya datang dari pihak posyandunya saja. Kita baru tersentak ketika muncul gambaran status gizi balita persis seperti kondisi tahun tujuh puluhan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan faktor perilaku memegang peranan penting dan semestinya mendapat perhatian utama Kita ketahui bahwa sampai sekarang sebagian besar anggaran yang disediakan pemerintah untuk sektor kesehatan kira kira 80 persen nya. Sebelumnya. Idealnya masih diperlukan 6. Dimana pada masa itu bangsal anak di rumah sakit setiap hari pasti ada anak dengan gizi buruk yang dirawat (5) Masalah ini akhirnya disadari oleh pemerintah. telah mencapai 42. yaitu kurang dari 15 persen (4). (7) Namun. yakni pada tanggal 27 setiap bulannya. Oleh karena itu.

Departemen Kesehatan pada tahun 1975 menetapkan kebijakan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). Sejak saat itu Posyandu tumbuh dengan pesat. Breast Feeding. sekira 20 persen (9). Artinya. Adapun yang dimaksud dengan PKMD ialah strategi pembangunan kesehatan yang menerapkan prinsip gotong royong dan swadaya masyarakat. untuk pengobatan masyarakat di perdesaan melalui Pos Kesehatan. Pada tahap awal.untuk pelayanan atau peran pengobatan. Diperkenalkannya PKMD pada tahun 1975 mendahului kesepakatan internasional tentang konsep yang sama. Family Planning. yaitu KIA. yang dikenal dengan nama Primary Health Care (PHC). dilaksanakan melalui Karang Balita. Untuk mengatasinya. Female Education. yang sesuai dengan konsep GOBI ± 3F (Growth Monitoring. Kepala BKKBN dan Menteri Dalam Negeri. Sebaliknya. Melalui instruksi ini. . Oral Rehydration. yakni dengan keluarnya Instruksi Mneteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9 Tahun 1990 tentang Peningkatan Pembinaan Mutu Posyandu. serta untuk imunisasi dan keluarga berencana. untuk Indonesia diterjemahkan ke dalam 5 kegiatan Posyandu. yakni mengubah sikap. seluruh kepala daerah ditugaskan untuk meningkatkan pengelolaan mutu Posyandu. Perkembangan berbagai upaya kesehatan dengan prinsip dari. KB. karena memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. o POSYANDU o Sejarah Lahirnya Posyandu (10) o Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sehat. Perencanaan Posyandu yang merupakan bentuk baru ini. terjadi perkembangan yang sangat luar biasa. menyulitkan koordinasi. serta memerlukan lebih banyak sumber daya. oleh dan untuk masyarakat yang seperti ini. dilaksanakan melalui Pos Penanggulangan Diare. pelaksanaan kebijakan dan program yang ditujukan untuk memutus akar penyebabnya. yang mengintegrasikan berbagai kegiatan yang ada di masyarakat ke dalam satu wadah yang disebut dengan nama Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU). bertepatan dengan peringatan hari Kesehatan nasional. kegiatan PKMD yang pertama kali diperkenalkan di Kabupaten Banjarnegara. seperti yang tercantum dalam Deklarasi Alma Atta pada tahun 1978. hanya didukung oleh sisanya. Pengelolaan Posyandu dilakukan oleh satu Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu yang merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Imunisasi. diselenggarakan dalam pelbagai bentuk. dengan tujuan agar masyarakat dapat menolong dirinya sendiri melalui pengenalan dan penyelesaian masalah kesehatan yang dilakukan bersama petugas kesehatan secara lintas program dan lintas sector terkait. diarahkan untuk lebih mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. pada tahun 1984 dikeluarkanlah Instruksi Bersama antara Menteri Kesehatan. melalui Pos Imunisasi dan Pos KB Desa. Jawa Tengah. dan Food Suplementation). ternyata juga menimbulkan berbagai masalah. sedangkan untuk penanggulangan diare. disamping menguntungkan masyarakat. perilaku dan lingkungan masyarakatnya. yang merupakan bagian dari kesejahteraan umum seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Pada tahun 1990. bahwa pembangunan rumah sakit serta pengadaan obat dan sejenisnya masih menjadi prioritas utama. antara lain pelayanan kesehatan menjadi terkotak-kotak. dilakukan secara missal untuk pertama kali oleh Kepala Negara Republik Indonesia pada tahun 1986 di Yogyakarta. Kegiatan yang dilakukan. Imunization. Kegiatan PKMD untuk perbaikan gizi. Gizi dan penanggulangan diare.

Pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitas yang bersifat non instruktif. Surat Edaran Mendagri Nomor 411. KB. 10. 4. terutama . Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457 tahun 2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.7 tahun 2005 tentang RPJMN o o Tujuan Posyandu (10) Tujuan umum Menunjang percepatan penurunan angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat. guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. potensi yang dimiliki. merencanakan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat. terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. 6. Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 5. lintas sector dan lembaga terkait lainnya. yakni KIA. Meningkatnya peran lintas sektor dalam Penyelenggaraan Posyandu. oleh. o Landasan Hukum Posyandu (10)(11) 1. untuk dan bersama masyarakat.3/1116/SJ tahun 2001 tentang Revitalisasi Posyandu. Meningkatnya peran serta masyarakt dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat. 7. 8. Pelayanan kesehatan dasar adalah pelayanan kesehatan yang mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. pasal 28 H ayat 1 dan UU No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. o Tujuan Khusus a. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai daerah otonom. 13. Undang-undang Nomor 32 tahun 2003 tentang Pemerintah Daerah. dari.o Pengertian Posyandu (10) Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari. dikelola oleh. 9. yang dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat. UKBM adalah wahana pemberdayaan masyarakat. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan 3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 131 tahun 2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. b. PP No. agar mampu mengidentifikasi masalah yang dihadapi. yang sekurang-kurangnya mencakup 5 (lima) kegiatan. 11. gizi. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2003 tentang Organisasi Perangkat Daerah. dan penanggulangan diare. untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. 2. 12. Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional 14. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128 tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. Undang-undang Dasar tahun 1945. Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Pemerintah Daerah. imunisasi. dengan bimbingan dari petugas Puskesmas.

Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB.o o o o o berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar. pusat pemberdayaan masyarakat. 3. c. Optimalisasi fungsi Pusskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. Bagi kader. 2. terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. b. c. Ibu hamil. c. utamanya: 1. Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu kesehatan dan sektor lain terkait. ibu melahirkan. Mendapatkan informasi terdahulu tentang upaya kesehatan yang terkait dengan penurunan AKI dan AKB. Bagi sektor lain a. Memperoleh bantuan secara profesional dalam pemecahan masalah kesehatan terutama terkait kesehatan ibu dan anak. utamanya yang terkait dengan upaya penurunan AKI dan AKB sesuai kondisi setempat. dusun. tenaga dan dana melalui pemberian pelayanan secara terpadu. Dapat mewujudkan aktualisasi dirinya dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan terkait dengan penurunan AKI dan AKB. Kedudukan Posyandu Terhadap Pemerintahan Desa/Kelurahan Pemerintahan desa/kelurahan adalah instansi pemerintah yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan di desa/kelurahan adalah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang secara kelembagaan dibina oleh . Meningkatkan efisiensi melalui pemberian perlayanan secara terpadu sesuai dengan tupoksi masing-masing sektor. Lokasi Posyandu (10) Posyandu berlokasi di setiap desa/kelurahan/nagari. ibu nifas dan ibu menyusui 4. Bila diperlukan dan memiliki kemampuan. b. terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. pengurus Posyandu dan tokoh masyarakat a. b. Meningkatkan efisiensi waktu. atau sebutan lainnya yang sesuai. Manfaat Posyandu (10) 1. Bagi Puskesmas a. Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai kondisi setempat. Pasangan Usia Subur (PUS) Fungsi Posyandu (10) 1. Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah sektor terkait. Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dasar. Meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar. terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. Sasaran Posyandu (10) Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat. dimungkinkan untuk didirikan di RW. 2. pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Bayi 2. Anak Balita 3. 4. Bagi masyarakat a. b. Kedudukan Posyandu (10) 1.

2. Kedudukan Posyandu Terhadap Puskesmas Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab melaksanakan pembangunan kesehatan di kecamatan. 4. 3. Untuk lebih meningkatkan kesehatan ibu hamil. Kedudukan Posyandu Terhadap Pokja Posyandu Pokja Posyandu adalah kelompok kerja yang dibentuk di desa/kelurahan. perawatan kebersihan jalan lahir (vagina) 2. KB. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) a. Kegiatan kelompok Ibu Hamil antara lain sebagai berikut: a. keuangan. 5. Kegiatan Posyandu (10) (11)(12) Kegiatan posyandu terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan / pilihan. Secara rinci kegiatan Posyandu adalah sebagai berikut: Kegiatan utama 1.pemerintahan desa/kelurahan. Senam ibu hamil o b. Penimbangan berat badan dan pemberian tablet besi yang dilakukan oleh kader kesehatan. Peragaan pola makanan ibu hamil d. Ibu Nifas dan Ibu Menyusui Pelayanan yang diselenggarakan untuk ibu nifas dan menyusui mencakup: 1. Penyuluhan kesehatan. Perawatan payudara dan pemberian ASI c. Penyuluhan: tanda bahaya pada ibu hamil. ditambah dengan pemeriksaan tinggi fundus/usia kehamilan. Kedudukan Posyandu Terhadap Berbagai UKBM UKBM adalah bentuk umum wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. perlu diselenggarakan Kelompok Ibu Hamil pada setiap hari buka Posyandu atau pada hari lain sesuai dengan kesepakatan. yang anggotanya terdiri dari aparat pemerintahan desa/kelurahan dan tokoh masyarakat yang bertanggung jawab membina Posyandu. ibu nifas. Kedudukan Posyandu Terhadap Konsil Kesehatan Kecamatan Konsil Kesehatan Kecamatan adalah wadah pemberdayaan masyarakat di bidang keshatan yang dibentuk dari. Kedudukan Posyandu Terhadap Konsil Kesehatan Kecamatan adalah sebagai satuan organisasi yang mendapat arahan dan dukungan sumberdaya dari Konsil Kesehatan Kecamatan. Bila tersedia ruang pemeriksaan. Jika ada petugas Puskesmas ditambah dengan pengukuran tekanan darah dan pemberian imunisasi Tetanus Toksoid. oleh dan untuk masyarakat di kecamatan yang berfungsi menaungi dan mengkoordinir setiap Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Peragaan perawatan bayi baru lahir e. segera dirujuk ke Puskesmas. persiapan menyusui. Kedudukan Posyandu terhadap Pokja adalah sebagai satuan organisasi yang mendapat binaan aspek administratif. Ibu Hamil Pelayanan yang diselenggarakan untuk ibu hamil mencakup: 1. yang salah satu diantaranya adalah Posyandu. 2. ASI dan gizi. KB dan gizi b. persiapan persalinan. Apabila ditemkan kelainan. Pemberian vitamin A dan tablet besi . dan program dari Pokja. Kedudukan Posyandu terhadap Puskesmas adalah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang secara teknis medis dibina oleh Puskesmas. Kedudukan Posyandu terhadap UKBM dan pelbagai lembaga kemasyarakatan /LSM desa/kelurahan yang bergerak di bidang kesehatan adalah sebagai mitra.

Jenis imunisasi yang diberikan disesuaikan dengan program. Jika ada tenaga kesehatan Puskesmas dilakukan suntukan KB. Gizi Pelayanan gizi di Posyandu dilakukan oleh kader. Jika ruang pelayanan memadai. dan konseling KB. anak balita sebaiknya tidak digendong melainkan dilepas bermain sesama balita dengan pengawasan orang tua di bawah bimbingan kader. ibu hamil dan WUS. Apabila ditemukan kelainan. Khusus untuk ibu hamil dan ibu nifas ditambah dengan pemberian tablet besi serta kapsul Yodium untuk yang bertempat tinggal di daerah gondok endemik. Perawatan payudara 4. 5. 3. Jenis Pelayanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan. Adapun jenis pelayanan yang diselenggarakan Posyandu untuk balita mencakup: 1.o o o o o o 3. deteksi dini gangguan pertumbuhan. Jika ada tenaga kesehatan Puskesmas dan tersedia ruangan. pemberian PMT. c. Penanggulangan diare di Posyandu dilakukan antara lain penyuluhan. balita. Posted in Uncategorized | Tags: kesehatan . 2. imunisasi dan deteksi dini tumbuh kembang. Penentuan status pertumbuhan 3. Keluarga Berencana (KB) Pelayanan KB di Posyandu yang dapat diselenggarakan oleh kader adalah pemberian kondom dan pemberian pil ulangan. pemeriksaan tinggi fundus dan pemeriksaan lochia. Imunisasi Pelayanan imunisasi di Posyandu hanya dilaksanakan apabila ada petugas Puskesmas. Apabila ditemukan kelainan. segera dirujuk ke Puskesmas. Penimbangan berat badan 2. Senam ibu nifas 5. pemberian vitamin A dan pemberian sirup Fe. segera dirujuk ke Puskesmas. dilakukan pemeriksaan kesehatan umum. penyuluhan gizi. 4. Penyuluhan 4. Untuk itu perlu disediakan sarana permainan yang sesuai dengan umur balita. Apabila setelah 2 kali penimbangan tidak ada kenaikan berat badan. pemberian larutan gula garam yang dapat dibuat sendiri oleh masyarakat atau pemberian Oralit yang disediakan. pemeriksaan payudara. Jika ada tenaga kesehatan Puskesmas dilakukan pemeriksaan kesehatan. Sasarannya adalah bayi. Apabila tersedia ruangan dan peralatan yang menunjang dilakukan pemasangan IUD. Bayi dan Anak Balita Pelayanan Posyandu untuk balita harus dilaksanakan secara menyenangkan dan memacu kreativitas tumbuh kembang anak. pada waktu menunggu giliran pelayanan. baikterhadap bayi dan balita maupun terhadap ibu hamil. Pencegahan dan Penanggulangan Diare Pencegahan diare di Posyandu dilakukan antara lain dengan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). segera dirujuk ke Puskesmas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->