P. 1
teori pembelajaran

teori pembelajaran

|Views: 49|Likes:

More info:

Published by: CathrineNina Binti Sulaiman on May 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

JAN 10

1

TEORI, PRINSIP DAN KONSEP PEMBELAJARAN
A. TEORI PEMBELAJARAN Teori ialah prinsip kasar yang menjadi dasar pembentukan sesuatu ilmu pengetahuan. Dasar teori ini yang akan di kembangkan pada ilmu pengetahuan agar dapat di ciptakan pengetahuan baru yang lebih lengkap dan detail sehingga dapat memperkuat pengetahuan tersebut.Teori juga merupakan satu rumusan daripada pengetahuan sedia ada yang memberi panduan untuk menjalankan penyelidikan dan mendapatkan maklumat baru. Sehingga ada ahli yang mengemukakan asumsinya terhadap kebutuha adanya sebuah rumusan teori. Menurut Snelbecker(di situs www.teknologi-pembelajaran.com) menjelaskan sejumlah asumsi dijadikan dasar untuk menentukan gejala yang diamati dan atau teori yang dirumuskan. Asumsi-asumsi itu adalah: 1. 2. 3. 4. 5. Ilmu dan pengetahuan berkembang dengan pesat dengan implikasi bagi kebanyakan orang untuk mengikuti perkembangan itu. Pertambahan penduduk akan senantiasa terjadi meskipun dengan derajat perbandingan yang kian mengecil. Perkembangan penduduk ini membawa implikasi makin banyaknya mereka yang perlu memperoleh pendidikan. Terjadinya perubaha-perubahan mendasar dan bersifat menetap di bidang sosial, politik, ekonomi, industri, atau secara luas kebudayaan, yang menghendaki re-edukasi atau pendidikan terus-menerus bagi semua orang. Penyebaran teknologi ke dalam kehidupan masyarakat yang makin meluas. Masyarakat mengandung budaya dan teknologi, yang memengaruhi segenap bidang kehidupan, termasuk di dalamnya bidang pendidikan. Makin terbatasnya sumber-sumber tradisional sehingga harus diciptakan sumber-sumber baru dan sementara itu memanfaatkan sumber yang makin terbatas itu secara lebih berdaya guna dan berhasil guna. Termasuk dalam sumber tradisional ini adalah sumber insani untuk keperluan pendidikan.

Dan untuk asumsi tersebut dapat di buktikan kebenarannya atau tidak itu tidak menjadi masalah dalam teori Pembelajaran. Yang terpenting adalah hasil Teori -teori yang di kemukakan ahli dapat memberikan rumusan baru pada pembelajaran. Pada asasnya, teori-teori pembelajaran masa kini dapat diklasifikasikan kepada teori yang utama yaitu yaitu behavioris, kognitif, sosial, humanis, Piaget, Vygotsky, Ausubel, dan Konstruktivisme. Untuk lebih jelasnya, disini akan di bahas satu-persatu di bawah ini. 1. Teori Behavioris Teori behavioris yang diperkenalkan oleh Ivan Pavlov dan dikembangkan oleh Thorndike dan Skinner, berpendapat bahwa pembelajaran adalah berkaitan dengan perubahan tingkah laku. Teori pembelajaran mereka kebanyakannya dihasilkan dengan. Mereka menumpukan ujian kepada perhubungan antara µrangsangan¶ dan µgerakbalas¶ yang menghasilkan perubahan tingkah laku. Ujian ini bisa bersifat sebagai suatu usaha yang dapat merubah tingkah laku orang agar bisa lebih baik. Maka perubahan inilah yang di sebut pembelajaran. Secara umumnya memang teori behavioris menyatakan bahwa pengajaran dan pembelajaran akan mempengaruhi segala perbuatan atau tingkah laku pelajar sama ada baik atau sebaliknya. Teori ini juga menjelaskan bahwa tingkah laku pelajar dapat diperhatikan dan diprediksi apakah mengarah ke hal positif atau negative. 2. Teori Kognitif Teori kognitif pula berpendapat bahwa pembelajaran ialah suatu proses pendalaman yang berlaku dalam akal pikiran, dan tidak dapat diperhatikan secara langsung dengan tingkah laku. Ahli-ahli psikologi kognitif seperti Bruner

3. setiap individu mengalami tingkat-tingkat perkembangan intelektual dalam pembelajaran. guru hendaknya menjaga psikologi pelajar dan memberi bimbingan supaya potensi mereka dapat diperkembangkan ke tahap maksimal. kehidupan anak juga ditandai dengan sikap egosentris. urgensi penyelesaian masalah. yaitu meskipun suatu benda berubah bentuknya. Beliau juga menjelaskan bahwa setiap individu mempunyai potensi dan keinginan untuk mencapai aktualisasi diri. Beliau menjelaskan lagi. Tahap Concrete (7-11 thn) Pada umumnya. Menurut teori ini. Maka. Masa 2-7 tahun. Perilaku bayi pada tahap ini semata-mata berdasarkan pada stimulus yang diterimanya. Tahap.dan Piaget menjelaskan kajian kepada berbagai jenis pembelajaran dalam proses penyelesaian masalah dan akal berdasarkan berbagai peringkat umur dan kecerdasan pelajar. Ciri lain dari anak yang perkembangan kognisinya ada pada tahap preporational adalah ketidakmampuannya membedakan bahwa 2 objek yang sama memiliki masa. 5. 4. seorang tokoh teori sosial ini menyatakan bahwa proses pembelajaran akan dapat dilaksanakan dengan lebih berkesan dengan menggunakan pendekatan µpermodelan¶. Sebelum usia 8 bulan bayi pada umumnya beranggapan benda yang tak mereka lihat berarti tak ada. Teori Sosial Teori sosial pula menyarankan teori pembelajaran dengan menggabungkan teori behavioris bersama dengan kognitif. Surya 2003). 3. bayi memiliki pengetahuan object permanence yaitu walaupun objek pada suatu saat tak terlihat di depan matanya. Tingkat Sensorimotor (0-2 tahun) Anak mulai belajar dan mengendalikan lingkungannya melalui kemampuan panca indra dan gerakannya. Sehingga dalam pembelajaran perlu ada obyek belajar sehingga seorang guru dapat mempraktekkan materinya untuk lebih dipahami siswa dengan obyek tadi. pada tahap ini anak-anak sudah memiliki kemampuan memahami konsep konservasi (concept of conservacy). Karena belum berpikir abstrak. Tahap Preoporational (2-7 tahun) Pada tahap ini anak sudah mampu berpikir sebelum bertindak. 2. bahwa aspek pemerhatian pelajar terhadap apa yang disampaikan atau dilakukan oleh guru dan juga aspek peniruan oleh pelajar akan dapat memberikan kesan yang menarik kepada kepahaman pelajar. otak akan menyusun segala pernyataan di dalam ingatan. Pada tahap ini.tahap tersebut berdasarkan umur seorang anak. di mana mereka berpikir subyektif dan tidak mampu melihat obyektifitas pandangan orang lain. Teori Humanisme Teori humanis juga berpendapat pembelajaran manusia bergantung kepada emosi dan perasaannya. manusia memiliki struktur kognitif. maka anak-anak di usia ini lebih mudah belajar jika guru melibatkan penggunaan benda yang konkrit daripada menggunakan hanya kata-kata. penemuan dan pengkategorian. Carl Rogers menyatakan bahwa setiap individu itu mempunyai cara belajar yang berbeda dengan individu yang lain. namun masa. Anak juga sudah mampu melakukan observasi. sehingga mereka sukar menerima pandangan orang lain. Sekitar usia 8 bulan. Seorang ahli teori ini. jumlah atau volumenya adalah tetap. meskipun kemampuan berpikirnya belum sampai pada tingkat kemampuan berpikir logis. Teori Piaget Menurut Piaget (Dahar 1996. bayi memiliki dunianya berdasarkan pengamatannya atas dasar gerakan/aktivitas yang dilakukan orang-orang di sekelilingnya. Teori ini juga dikenal sebagai Teori Perlakuan Model. dan semasa proses pembelajaran. Oleh karena itu. Hasan 1996. Teori-teori pembelajaran mereka adalah bertumpu kepada cara pembelajaran seperti pemikiran cerdik. menilai dan mengevaluasi sehingga mereka tidak se-egosentris . Albert Bandura. strategi dan pendekatan dalam proses pengajaran dan pembelajaran hendaklah dirancang dan disusun mengikut kehendak dan perkembangan emosi pelajar itu. Tahap-tahap tersebut sebagai berikut: 1. tak berarti objek itu tidak ada. jumlah atau volume yang tetap walau bentuknya berubah-ubah.

Aktifitas pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pengalaman langsung sangat efektif dibandingkan penjelasan guru dalam bentuk verbal (kata-kata). Oleh yang demkian. Teori Vygotsky Vygotsky adalah salah seorang tokoh konstrutivisme.sebelumnya. Mereka mampu mengajukan hipotesa. Sumbangan teori Vigotsky adalah penekanan pada bakat sosio budaya dalam pembelajaran. Zona perkembangan proksima adalah tingkat perkembangan sedikit di atas tingkat perkembangan seseorang pada ketika pembelajaran berlaku. Kalau dihadapkan pada suatu persoalan. Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. menguraikan masalah pada langkah-langkah pemecahan. 4. namun tugastugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuannya atau tugas-tugas itu berada dalam zona perkembangan proksimal (zone of proximal development). siswa pada tahap perkembangan formal operational mampu memformulasikan semua kemungkinan dan menentukan kemungkinan yang mana yang paling mungkin terjadi berdasarkan kemampuan berpikir analistis dan logis. Menurut Ausubel. Astuty (2000) secara terperinci. yaitu memberikan sejumlah bantuan kepada siswa pada tahap-tahap awal pembelajaran. Struktur kognitif ialah fakta-fakta. Bantuan tersebut berupa petunjuk. memberi contoh ataupun hal-hal lain yang memungkinkan siswa tumbuh sendiri. pembelajaran terjadi ketika siswa bekerja dalam zona perkembangan proksima (zone of proximal development). Suparno (1997) mengatakan pembelajaran bermakna adalah suatu proses pembelajaran di mana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dimiliki seseorang yang sedang melalui pembelajaran. 5. dan generalisasi-generalisasi yang telah disiswai dan diingat siswa. mengemukakan bahwa yang dimaksudkan dengan ³zona per-kembangan proksima´ adalah jarak antara tingkat per-kembangan sesungguhnya dengan tingkat perkembangan potensial. maka tingkat perkembangan potensial dapat disalurkan melalui model pembelajaran koperatif. mereka belum mampu berpikir abstrak. Sehingga pada yang terakhir inilah merupakan kesempurnaan dari penerimaan pembelajaran yang baik dan mengembangkan potensi diri yang sempurna. Hal terpenting dari teorinya adalah pentingnya interaksi antara aspek internal dan eksternal pembelajaran dengan menekankan aspek ling-kungan sosial pembelajaran. Menurutnya. konsep-konsep. kemampuan siswa sudah berada pada tahap berpikir abstrak. 6. Menurut Ausubel (Dahar 1996) bahan subyek yang dipelajari siswa haruslah ³bermakna´ (meaningfull). kemudian menguranginya dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengambil alih tanggung jawab sekadar yang mereka mampu. pemecahan masalah yang sesuai adalah lebih bermanfaat bagi siswa dan merupakan strategi yang efisien dalam pembelajaran. dorongan. Teori Ausubel David Ausubel adalah seorang ahli psikologi pendidikan. Vygotsky yakin bahwa pembelajaran terjadi ketika siswa bekerja menangani tugas-tugas yang belum dipelajari. Ide penting lain juga diturunkan Vygotsky ialah konsep pemenaraan (scaffolding) (Nur 2000). menghitung konsekuensi yang mungkin terjadi serta menguji hipotesa yang mereka buat. Kekuatan dan makna proses pemecahan masalah dalam pembelajaran sejarah terletak pada kemampuan siswa dalam mengambil peranan pada kumpulannya. Tingkat perkembangan sesungguhnya adalah kemampuan pemecahan masalah secara mandiri sedangkan tingkat perkembangan potensial adalah kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa melalui kerja sama dengan rakan sebaya yang lebih mampu. Kemampuan berpikir anak pada tahap ini masih dalam bentuk konkrit. Tahap Formal Operations (11 tahun ke atas) Pada tahap ini. peringatan. Untuk melancarkan proses tersebut . sehingga mereka juga hanya mampu menyelesaikan soal-soal pelajaran yang bersifat konkrit.

Manakala mengikut Mc Brien dan Brandt (1997). mengimplikasikannya pada satu situasi baru dan mengintegerasikan pengetahuan baru yang diperoleh dengan binaan intelektual yang sedia wujud. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai prinsip pembelajaran tersebut. ide atau perkaitan yang tak bermakna pada mereka. 1. guru dapat lebih meningkatkan kepedulian terhadap siswanya. Apabila mereka bertemu dengan objek. Sehingga dapat ditemukan cara yang sesuai dengan dirinya. Pada teori menekankan pada siswa untuk mencari cara sendiri untuk setiap penyelesaian masalah. Brooks dan Books (1993) pula menyatakan konstruktivisme berlaku apabila siswa membina makna tentang dunia dengan mensintesis pengalaman baru pada apa yang mereka telah faham sebelum ini. yaitu belajar bermakna (meaningful learning) dan belajar menghafal (rote learning). Belajar akan bermakna bila siswa mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Bahan pelajaran yang dipelajari haruslah bermakna. baik bagi guru. Teori Konstruktivisme Teori konstruktivisme lahir dari idea Piaget dan Vygotsky. Selanjutnya Ausubel mengatakan bahwa ada dua jenis belajar. konstruktivisme adalah satu pendekatan pembelajaran berasaskan kepada penelitian tentang bagaimana manusia belajar. konsep konsep dan generalisasigeneralisasi yang telah dipelajari dan diingat oleh siswa. kepala sekolah. siswa membina sendiri konsep dan membuat penyelesaian kepada masalah (Sushkin 1999).maka diperlukan bimbingan secara langsung daripada guru. pembelajaran secara konstruktivisme berlaku di mana siswa membina pengetahuan dengan menguji ide dan pendekatan berasaskan pengetahuan dan pengalaman sedia ada. manakala siswa diberi kebebasan untuk membangun pengetahuannya sendiri. A. Justru. Ini karena siswalah yang bertindak balas dengan bahan dan peristiwa dan memperoleh kepahaman tentang bahan dan peristiwa tersebut. pemerintah. 7. Hal ini menjadikan pembelajaran akuntansi tidak hanya sebagai konsep-konsep yang perlu dihapal dan diingat hanya pada saat siswa mendapat materi itu saja tetapi juga bagaimana siswa mampu menghubungkan pengetahuan yang baru didapat kemudian dengan konsep yang sudah dimilikinya sehingga terbentuklah kebermaknaan logis. pengalaman dan fakta-fakta baru ke dalam skemata yang telah dipelajari. Lebih lanjut Ausubel (dalam Kartadinata. Guru dapat membantu siswa ketika melewati masa- . Kebanyakan peneliti berpendapat setiap individu membina pengetahuan dan bukannya hanya menerima pengetahuan daripada orang lain. Dengan seringnya kontak antara guru-siswa ini. Struktur kognitif ialah fakta-fakta. siswa akan menyesuaikan pengetahuan yang diterima dengan pengetahuan sedia ada untuk membina pengetahuan baru. Konstruktivisme adalah satu faham bahwa siswa membina sendiri pengetahuan atau konsep secara aktif berasaskan pengetahuan dan pengalaman sedia ada. PRINSIP PEMBELAJARAN Arthur W. penekanan diberikan pada siswa lebih daripada guru. Encourages Contact Between Students and Faculty Frekuensi kontak antara guru dengan siswa. sama ada secara lisan maupun dengan tingkah laku. Mereka akan membentuk peraturan melalui cerminan tentang tindak balas mereka dengan objek dan idea.( disalin dari http://arminrasyid. baik di dalam maupun di luar kelas merupakan faktor yang amat penting untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam belajar. Dalam teori konstruktivisme.wordpress. Belajar bermakna adalah suatu proses di mana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang belajar. Dalam Proses ini. Gamson mengetengahkan tentang 7 (tujuh) prinsip praktik pembelajaran yang baik yang dapat dijadikan sebagai panduan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Chickering dan Zelda F.com/2009/10/31/7-prinsip-pembelajaran-yg-baik/). seseorang belajar dengan mengasosiasikan fenomena. 2001) mengemukakan. maka mereka akan sama ada menginterpretasikan apa yang mereka lihat supaya sesuai dengan peraturan yang telah dibentuk atau disesuaikan dengan peraturan agar dapat menerangkan informasi baru. maupun pihak lainnya yang terkait dengan pendidikan. Mengikut Briner (1999). siswa.

Pada bagian lain. apa yang masih perlu diketahui. Tetapi mereka harus berbicara tentang apa yang mereka pelajari dan dapat menuliskannya. Chickering dan Zelda F. Emphasizes Time on Task Ada pernyataan waktu + energi = belajar.masa sulitnya. Para siswa datang dengan membawa bakat dan gaya belajarnya masing-masing Ada yang kuat dalam matematika. Siswa membutuhkan bantuan dalam mengelola waktu efektif belajarnya. Ketika hendak memulai belajar. Mengalokasikan jumlah waktu yang realistis artinya sama dengan belajar yang efektif bagi siswa dan pengajaran yang efektif bagi guru. Siswa tidak hanya sekedar duduk di kelas untuk mendengarkan penjelasan guru. 3. Respects Diverse Talents and Ways of Learning Ada banyak jalan untuk belajar. dan staf lainnya untuk membangun kinerja yang tinggi bagi semuanya 6. Gamson mengatakan bahwa guru dan siswa memegang peran dan tanggung jawab penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran. guru dapat berusaha memelihara semangat belajar. Communicates High Expectations Berharap lebih dan Anda akan mendapatkan lebih. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan tersebut meliputi: (a) adanya rasa tujuan bersama yang kuat. yakni kolaboratif dan sosial. meningkatkan komitmen intelektual siswa. tetapi mereka tetap membutuhkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak untuk membentuk sebuah lingkungan belajar yang kondusif bagi praktik pembelajaran yang baik. siswa perlu diberikan kesempatan untuk merefleksikan apa yang telah dipelajari. Saling berbagi ide dan mereaksi atas tanggapan orang lain dapat semakin mempertajam pemikiran dan memperdalam pemahamannya tentang sesuatu. mengaitkan dengan pengalaman masa lalu. 2. . kepala sekolah. serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. ada yang mahir dalam praktik tetapi lemah dalam teori. tetapi lemah dalam bahasa. Sekolah seyogyanya dapat mendefinisikan ekspektasi waktu bagi para siswa. Develops Reciprocity and Cooperation Among Students Upaya meningkatkan belajar siswa lebih baik dilakukan secara tim dibandingkan melalui perpacuan individual (solo race). Dalam hal ini. Arthur W. yang mungkin ini bukanlah hal mudah bagi guru untuk melakukannya. 4. dan sebagainya. Belajar yang baik tak ubahnya seperti bekerja yang baik. mendorong mereka untuk berpikir tentang nilai-nilai mereka sendiri serta membantu menyusun rencana masa depannya. Harapan yang tinggi merupakan hal penting bagi semua orang. Mereka harus menjadikan apa yang mereka pelajari sebagai bagian dari dirinya sendiri. Kemudian mereka didorong untuk belajar dengan cara-cara baru. menghafal paket materi yang telah dikemas guru. siswa membutuhkan bantuan untuk menilai pengetahuan dan kompetensi yang ada. Melalui bekerja dengan orang lain. Dan pada bagian akhir. bukan kompetitif dan terisolasi. siswa perlu diberi kesempatan untuk menunjukkan bakatnya dan belajar dengan cara kerja mereka masing-masing. atau menjawab pertanyaan guru. Di kelas. siswa perlu sering diberi kesempatan tampil dan menerima saran agar terjadi perbaikan. dan bagaimana menilai dirinya sendiri. 5. Encourages Active Learning Belajar bukanlah seperti sedang menonton olahraga atau pertunjukkan film. Memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya merupakan sesuatu yang sangat penting bagi siswa. guru. Begitu juga. Mengharapkan para siswa berkinerja atau berprestasi baik pada gilirannya akan mendorong guru maupun sekolah bekerja keras dan berusaha ekstra untuk dapat memenuhinya 7. siswa dapat meningkatkan keterlibatannya dalam belajar. Gives Prompt Feedback Siswa membutuhkan umpan balik yang tepat dan memadai atas kinerjanya sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari apa yang telah dipelajarinya.

KONSEP PEMBELAJARAN Ada banyak sekali konsep pembelajaran yang diterapkan khususnya di Indonesia. demonstrasi. Konsep pembelajaran yang konstekstual ini merupakan pembelajaran aktif antara guru dan siswa. Pemodelan ini dapat dilakukan oleh guru (sebagai teladan). kemudian mengomunikasikan hasilnya. Biasanya untuk inkuiri ini berbentuk kasus untuk dianalisis berdasarkan teori yang ada. Bentuknya dapat berupa kesan. . Belajar berarti menyediakan kondisi agar memungkinkan peserta didik membangun sendiri pengetahuannya. catatan atau hasil karya yang dapat memberikan imbal balik. mengumpulkan data.(b)dukungan kongkrit dari kepala sekolah dan para administrator pendidikan untuk mencapai tujuan . peserta didik. Modelling Berguna sebagai contoh yang baik yang dapat ditiru oleh peserta didik seperti cara menggali informasi. Learning Community Dilakukan melalui pembelajaran kolaboratif. dan lain-lain. Tetapi disini penulis hanya mengambil beberapa saja. bukan menerima pengetahuan sehingga belajar dimulai dari apa yang diketahui peserta didik. yang dilakukan secara pribadi dan sosial untuk mencari makna dengan memproses informasi sehingga dirasakan masuk akal sesuai dengan kerangka berpikir yang dimiliki. A. Salah satunya konsep pembelajaran konstekstual yang dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran. dan pengetahuan peserta didik. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut penjelasannya. menggali informasi tentang pemahaman. perhatian. Constructivisme Belajar adalah proses aktif mengonstruksi pengetahuan dari abstraksi pengalaman alami maupun manusiawi. Sehingga ada respon terhadap kejadian. analisis data. Belajar dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil sehingga kemampuan sosial dan komunikasi berkembang. menerapkan ide-ide. aktivitas/pengetahuan yang baru. Dan di dalam konsep pembelajaran konstekstual ada unsur-unsurnya. (d) kebijakan dan prosedur yang konsisten dengan tujuan. Inquiri merupakan pembelajaran untuk dapat berpikir nyata dan kritis dalam menyikapinya. mengajukan hipotesis. Hasilnya nanti merupakan konstruksi pengetahuan yang baru. dan (e) evaluasi yang berkesinambungan tentang sejauh mana ketercapaian tujuan. Reflection Yaitu tentang cara berpikir apa yang baru dipelajari. membimbing dan menilai peserta didik. Jika pertanyaan bagus maka akan memberikan rasa ingin tahu kepada peserta didik. Questioning Berguna bagi guru untuk: mendorong. kemudian peserta didik mencari strategi belajar yang efektif agar mencapai kompetensi dan memberikan kepuasan atas penemuannya itu. prinsip) baru. (c) dana yang memadai sesuai dengan tujuan. Inquiry Siklus inkuiri: observasi dimulai dengan bertanya. dan tokoh lain. Dari selain prinsip diatas sebenarnya masih banyak prinsip pembelajaran yang dikembangkan sampai saat ini. melakukan observasi. Peserta didik menemukan ide dan pengetahuan (konsep. Berguna bagi peserta didik sebagai salah satu teknik dan strategi belajar. Langkah-langkah inkuiri dengan merumuskan masalah. Kegiatan belajar dikemas menjadi proses mengonstruksi pengetahu-an. dan menarik simpulan.

Hal iuni berlangsung selama proses pembelajaran secara terintegras. Banyak para pengajar yang menggunakan kombinasi berbagai konsep. Suripto.PASSING GRADE UNS IPS June 5. portofolio. 2010 -.Autentic Assesment Yaitu menilai sikap. 2009 -. REFERENSI Abrari Rusyan. observasi. 2010 -.GENDER DALAM KONTEKS HUBUNGAN INTERNASIONAL . Kita tidak bisa mengajar orang lain tetapi kita hanya bisa menfasilitasi belajarnya. 2009 -.100 Persen Siswa di 3 SMA di Gorontalo Tak Lulus Ujian Nasional May 3. 2009 -.Panduan SNMPTN ( by www.1989.prinsip dan konsep pembelajaran ternyata merupakan hal yang beraneka ragam di pembelajaran.ac. Alternative bentuk yang dapat dilakukan kinerja. dan adanya perbedaan persepsi/pendapat difasilitasi/diakomodir. dan/atau jurnal Seorang ahli yang bernama Carl R Rogers (1951) mengajukan konsep pembelajaran laian daripada konsep pembelajaran konstektual yaitu ³Student Centered Learning´ yang intinya yaitu : 1. Maryanto.Bandung:Remadja Gino. Perbangkan. Manusia tidak bisa belajar kalau berada dibawah tekanan.2007. PENUTUP Dari berbagai penjelasan mengenai Teori.snmptn. Suwarni. Perindustrian. Pendidikan akan membelajarkan peserta didik secara signifkan bila tidak ada tekanan terhadap peserta didik. 2. Biasanya yang terjadi kekeliruan adalah pada saat prakteknya. A. 4. 3. Pada unsur ini dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu test dan non-test. Karena hal itulah yang menjadi cita-cita setiap pembelajaran agar lebih mutunya daripada yang lalu.A.KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR April 30. 2009 -. Banyak pengajar yang mempraktekkan sesuka dirinya sehingga jika dikatakan seorang pengajar itu hanya menggunakan satu konsep.id) May 3.ARTI PERATURAN HUKUM November 24. Ketika seorang pengajar menggunakan konsep terdiri hanya satu itupun sebenarnya tidak salah. pengetahuan. 2009 -.2000. Hal ini agar menunjang pembelajaran yang baik dan agar bisa di mengerti oleh siswanya dengan baik. itu merupakan pernyataan yang salah. Dari kedua konsep tersebut memang tidak ada yang salah dalam pembelajaran.Surakarta: UNS Mulyasa. 2009 -.Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bidang Usaha Perdagangan January 21.Belajar dan Pembelajaran I. 2010 -.Pendaftaran Calon Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta ( UNS) Tahun 2010 June 2. Proses Perizinan Di Indonesia Untuk Mendirikan Perusahaan. karena banyak sekali pengajar yang mengajar dengan konsep sama tetapi terjadi perbedaan di teknik-teknik pembelajarannya. Maka haruslah dimengerti untuk konsep ini bebas dilakukan oleh pengajar apakah mimilih satu atau dua konsep. Seseorang akan belajar secarasignifikan hanya pada hal-hal yang dapat memperkuat/menumbuhkan ³self´nya. Sehingga hal ini perlu dihubungkan dan dikaitkan agar bisa menjadi sebuah kesatuan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.Bandung : PT Remadja Kosdakarya Random Posts y y y y y y y y y January 1. dan ketrampilan. Sutijan. Menjadi Guru Profesional.Profil JK-WIRANTO October 24.

SAKA KB .y May 31. 2009 -.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->