P. 1
Gaya Dan Strategi Belajar BROWN Makalah

Gaya Dan Strategi Belajar BROWN Makalah

|Views: 1,095|Likes:
Published by Khaessar Indra

More info:

Published by: Khaessar Indra on May 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2012

pdf

text

original

I PROSES, GAYA DAN STRATEGI A.

PENGERTIAN PROSES, GAYA, DAN SRATEGI Proses pada hakikatnya dinamakan suatu pengolahan atau suatu perencanaan
1).

Proses juga dapat diartikan karakteristik semua manusia. Karena semua manusia

terlibat dalam proses-proses universal tertentu. Seperti halnya kita memerlukan air, udara dan makanan untuk kelangsungan hidup, begitu pula semua manusia dengan kecerdasan normal menjalani tingkat-tingkat atau tipe-tipe tertentu pembelajaran2..Sedangkan Gagne berupaya menjelaskan secara global bagaimana orang mengindra, menyaring,

menyimpan dan mengingat informasi dalam ´delapan jenis· pembelajaran Gagne. Manusia pada umumnya membangun hubungan-hubungan stimulus-respons dan digerakkan oleh imbalan dan hukuman.Kita semua terlibat dalam asosiasi, penyimpanan makna dan hafalan, transfer, generalisasi, dan interferensi. Semua orang memiliki semacam bakat untuk mempelajari bahasa kedua, yang bisa tergambar dalam proses pembelajaran verbal tertentu. Kita semua mempunyai, dalam proporsi yang berlainan, kemampuan untuk melipatgandakan kecerdasan. Proses adalah karakteristik semua manusia.

Gaya adalah sebuah istilah yang merujuk kepada kecondongan atau kesukaan
yang konsisten dan agak tahan lama didalam diri seseorang. Gaya juga dapat diartikan karakteristik umum kerja inte lektual yang berkenaan dengan Anda sebagai individu , dan yang membedakan Anda dari orang lain.

Strategi adalah metode khusus untuk mendekati masalah atau tugas, langgamlanggam operasi untuk meraih tujuan tertentu, rancangan tersusun untuk mengendalikan dan memanipulasi tertentu. Oxford & Ehrman ( 1998, h.8) mendefinisikan srategi pembelajaran bahasa kedua sebagai ´ tindakan, perilaku, langkah, atau teknik spesifik yang dipakai oleh murid untuk meningkatkan pembelajaran mereka sendiri.

Hastuti P.H., Sri. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia, (Indonesia: Depdiknas 1997),p.8 H. Douglas Brown Prinsip pembelajaran Bahasa, (American Embassy: Pearson Education,2008)p.126 Daniel Goleman, Emotional Intelligence, (New York Toronto London Sydney Auckland: Bantam Books, 1995), p. 8.
2

1

1

B. GAYA PEMBELAJARAN

Skehan (1991,h.288) mendefinisikan gaya pembelajaran sebagai ´ sebuah
kecenderungan umum, sukarela atau tidak , untuk melakukan pemrosesan informasi dalam sebuah cara tertentuµ. C. INDEPENDENSI BIDANG

Independensi bidang artinya kemampuan dimana Anda melihat sebuah item atau
faktor tertentu yang relevan di sebuah ´bidangµ yang tersusun atas item -item yang mengacaukan. Depedensi bidang artinya kecenderungan untuk ´tergantungµ pada bidang total sehingga bagian-bagian yang melekat dalam bidang itu tidak mudah dikenali. Gaya

bebas bidang (Tidak Terpengaruh Lingkungan), atau field independent (FI) memungkinkan
Anda membedakan bagian-bagian dari suatu keseluruhan, berkonsentrasi pada sesuatu ( semisal membaca di stasiun kereta yang gaduh ). Ketergantungan bidang (Terpengaruh

Lingkungan) atau field dependent (FD) Anda melihat gambar keseluruhan, pemandangan
yang lebih luas, konfigurasi umum dari sebuah problem,ide, atau peristiwa. dependensi-

independensi bidang atau field independence-dependence (FID) ( Witkin & Goodenough, 1981;
Witkin, 1962 ) adalah sifat yang relative stabil pada usia dewasa.

DOMINASI OTAK KIRI-KANAN KARAKTERISTIK OTAK KIRI DAN OTAK KANAN (diadaptasi dari Torrance, 1980) Dominasi otak kiri ( cerdas intelektual)
Intelektual Ingat nama Merespon intruksi verbal dan penjelasan (auditif) Mencoba secara sistematis & dengan kontrol Membuat penilaian objektif Terencana dan terstruktur Menyukai informasi tertentu yang pasti Pembaca analitis Mengandalkan bahasa dalam berfikir dan Menyukai bicara dan menulis Menyukai tes pilihan ganda Tak pintar menafsir bahasa tubuh Jarang menggunakan metafora Condong pada pemecahan masalah secara logis

Dominasi otak kanan(kreatif)
Intuitif Ingat wajah Merespon intruksi yang diperagakan (visual) Mencoba secara acak dan tidak terlalu Menahan diri Membuat penilaian subjektif Mengalir dan spontan Menyukai informasi tak pasti yang sulit dipahami Pembaca yang membuatsintesis ( kreatif) Mengandalkan citra saat berfikir dan mengingat Menyukai gambar dan objek bergerak Menyukai pertanyaan terbuka Pintar menafsir bahasa tubuh Sering menggunakan metafora Condong pada pemecahan masalah secara intuitif

2

yang menyarankan bahwa orang yang reflektif secara umum bisa memetik manfaat lebih dari situasi pembelajaran induktif. setelah refleksi panjang. Doron (1973). 1970). E. Beberapa studi mengaitkan (R/I) dengan pembelajaran bahasa kedua. 19 66) penalaran induktif lebih efektif pada orang yang reflektif. dan. relatif berpikiran terbuka dalam menerima idiologi. menghindari semua jebakan. Mereka adalah sosok toleran ambiguitas. mengajukan solusi. yang berpikiran lebih tertutup dan dogmatis. Orang implusif biasanya pembaca yang lebih cepat . Gaya intuitif menyiratkan pendekatan pertaruhan dengan basis ´firasatµ. Pemikir Sistematis condong menimbang semua segi dalam semua masalah. Sedang impulsif adalah dimana seseorang membuat tebakan cepat atau untung-untungan. David Ewing (1997) merujuk dua gaya yang terkait dengan dimensi reflektifitas/impulsifitas (R/I) : gaya -gaya sistematis dan intuitif. 1965) . Orang lain. dan akhirnya menguasaiµ permainan menebak psikolinguistikµ (goodman. kejadian. mereka ingin melihat semua dalil bisa dimasukan kedalam organisasi kognitif mereka. yang sanggup mempertimbangkan dan bahkan menyerap dalil -dalil yang berlawanan. Sudah ditemui bahwa anak-anak yang reflektif cenderung memb uat kesalahan lebih sedikit dalam membaca ketimbang anak-anak implusif ( Kagan. 3 . Dalam intoleransi ambiguitas tersebut. Pada studi lain (Kagan. & Welch. TOLERANSI . jika tidak dalil ini ditolak. bahwa murid reflektif lebih lambat tetapi lebih akurat saat membaca ketimbang murid implusif. pearson. Dalam studi lain tentang murid dewasa ESL. menjumpai diantara sampelnya mengenai pembelajaran dewasa ESL di Amerika Serikat. dan orang mungkin melakukan beberapa pertaruhan berturut-turut sebelum sebuah solusi diraih. REFLEKTIVITAS DAN IMPULSIVITAS Replektif adalah sebuah gaya dalam menjawab sebuah pertanyaan atau membuat keputusan yang lebih lambat dan penuh perhitungan. Beberapa orang misalnya. Abraham (1981) menyimpulkan bahwa refleksi terkait sedikit saja dengan performa pada tugas pengoreksian kesalahan.AMBIGUITAS Gaya ini membahas sejauh mana Anda secara kognitif bersedia menerima ide atau dalil yang bertentangan sistem kepercayaan atau struktur pengetahuan Anda sendiri. cender ung menolak item-item yang berlawanan atau bahkan sedikit tidak sejalan dengan sistim mereka. dan fakta yang berlawanan dengan pandangan mereka sendiri.D.

KEMAFHUMAN. saya mempelajarinya lebih baikµ dan ´Saya belajar lebih banyak ketika saya membuat gambar saat studiµ dengan skala lima poin mulai dari setujuµ. Persoalannya. Dan pembelajar Kinestesis memperlihatkan kesukaan pada demonstrasi dan aktivis fisik yang melibatkan penggerakan tubuh. awareness. kemafhuman. atau tentang ´kiat-kiat jituµ dalam keberhasilan memperoleh sebuah bahasa tambahan. 1992). 2003). dan informasi garafis lainya. Temuan penelitian tentang gaya-gaya pembelajaran menggaris bawahi ´ sangat setujuµ sampai ´ sangat tidak pentingnya mengenali berbagai kecondongan pembelajar. Dan gaya merupakan cerminan.F. Oxford & Anderson. Joy Reid (1987) menemukan beberapa perbedaan umum yang penting dalam gaya visual dan auditoris. Ada masalah dalam pengukuran kecondongan gaya (biasanya dengan kuesioner tentang diri sendiri) ( Ehrman & Leaver. 2003). Para murid menilai pernyataan seperti ´ Ketika saya membaca instruksi. seberapa banyak murid yang tahu banyak tentang proses pembelajaran bahasa. DAN KINESTESIS Pembelajar visual condong menyukai tabel. DAN TINDAKAN Tiga konsep yang berkaitan tersirat dalam setiap pemikiran tentang peran gaya dan strategi dalam pembelajaran bahasa kedua : otonomi. GAYA VISUAL. G. latar belakang budaya seseorang (Wintetgerst. dan tindakan (autonomy. jika bukan produk langsung. DeCapua. terutama dengan meningkatnya penekanan pedagogis atas pengajaran bahasa yang berpusat pada pembelajar (Wenden. dengan bantuan penelitian otonomi (Schmenk. Fakta bahwa gaya pembelajar mewakili pendekatan yang lebih disukai ketimbang sifat-sifat dasar yang tak bjsa berubah memiliki arti bahwa pembelajar bisa beradaptasi keberbagai konteks dan situasi. 1995). seperti yang dengan sangat bagus diperlihatkan (Wenden. para subjek menilai kecondongan mereka. gambar. Dengan menggunakan kuesioner tentang diri sendiri. 4 . AUDITORIS. 2001. Namun para gu ru harus mengambil pendekatan yang hati-hati. & Itzen. Pembelajar Auditoris lebih senang mendengar ajaran dan audiotape. Tiga ´Aµ perkembangan pembelajar kian penting saja dalam tahun-tahun terakhir. and action). OTONOMI. Proses pengembangan kesadaran otonomi di dalam diri pembelajar mensyaratkan penggunaan (kadang kala penemuan) strategi-strategi. Dalam sebuah studi tentang pembelajar dewasa ESL.

Riley. dan kekuatan serta kelemahan mereka. Tidak semua stategi tepat bagi semua pelajar. 1997. 1999. pembelajar yang sebaliknya-intoleran terhadap ambiguitas. Kini. 1996. sudah menyadari bahwa dirinya toleran ambiguitas dengan gaya otak kanan pasti tak akan membutuhkan rangkaian stategi untuk membuka diri. Apakah Anda ingat kursus bahasa asing pertama yang Anda ambil? Sampai sejauh mana guru Anda atau buku teks membantu Anda menyadari apa sesungguhnya pembelajaran itu ? Apakah Anda ditawari aktivitas-aktivitas yang bakal membantu proses pembelajaran Anda sendiri? Untuk membantu Anda menaksir kekuatan dan kelemahan Anda sendiri? Menyarankan strategi-strategi yang memungkinkan membantu Anda menjadi lebih berhasil. Belakangan ini beberapa kursus bahasa memberikan kesempatan kepada pembelajar menjadi paham apa sesungguhnya pembelajaran bahasa dan apa yang mereka bisa lakukan agar menjadi pembelajar yang lebih baik. Namun. program-program bahasa menawarkan lebih banyak kesempatan bagi pembelajar untuk mengembangkan sebuah kemafhuman metakognitif atas proses berlanjut pembelajaran mereka. gaya. analistis. 5 . Begitu para pembelajar menjadi paham akan kecenderungan. Benson & Voller. 2001. mereka bisa mengambil langkah tepat dalam bentuk berbagai strategi yang tersedia bagi mereka. Benson. ´Aµ terakhir dalam bagian ini benar-benar pengingat untuk semuanya bahwa kemafhuman saja tanpa tindakan (action) adalah relative tak akan berguna. 1997. Benson & Toogoog. Cotterall & Crabbe. Stategi semacam itu secara alami sudah berjalan. Seorang pembelajar yang misalnya. atau melihat gambar utuhnya. berfikir linier. Pennycook. 1998) program dan kursus bahasa semakin menekankan kepada murid tentang pentingnya memulai sendiri dan bertanggung jawab atas pembelajaranya sendiri. Terkait dengan konsep otonomi adalah tuntutan kepada pembelajar untuk menjadi mafhum akan proses pembelaran mereka sendiri. dengan latar belakang penelitian kemafhuman dan ´penggugahan kesadaranµ. Palfreymen.2005. Apa yang kita pelajari dari studi-studi tersebut adalah bahwa pembelajar bisa benar-benar mengambil manfaat dari meningkatnya kemafhuman atas proses pembelajaran mereka sendiri. bersikap tenang dalam mempelajari bahasa yang sulit.jelas dapat memetik manfaat dari kamafhumannya akan kecondongan-kecondongan tersebut dan dari pengambilan langkah strategi yang tepat. 2003. 2002. Pemberton.

1979 mendefinisikan otonomi pembelajar adalah kemampuan untuk melakukan pembelajaran bagi diri sendiri. Apa ciri pokok otonomi pembelajar dalam pengajaran bahasa kedua? Otonomi pembelajar mengandung tiga dimensi pokok (Broady dan Kenning. gaya. ia harus banyak melakukan interaksi secara otonom. Pertama. Penggunaan bahasa untuk komunikasi memerlukan negosiasi makna dan kemampuan untuk mengatasi situasi dengan berbagai informasi yang tidak terduga sebelumnya. 1996). Kedua. Dengan kata lain mandiri.Holec. khususnya untuk pembelajar dewasa di perguruan tinggi. Pengembangan kemmpuan berkomunikasi semacam ini tidak dapat diajarkan di dalam kelas. Tanggung jawab menyangkut keputusan tentang belajar serta pelaksanaan keputusan tersbut. dan minat belajar mahasiswa. pembelajar memiliki banyak pilihan sumber pembelajaran. Dengan kata lain. Dan ketiga. Mengajar mereka secara kelompok tidak selalu cocok dengan cirri kebutuhan mereka. otonomi mengandung makna pembelajaran tanpa guru. Dengan demikian pembelajar harus mampu berinteraksi dengan orang lain secara mandiri. 6 . Menumbuhkan otonomi pembelajar merupakan model pemecahan masalah yang efesien. Lahirnya gerakan otonomi pembelajar dalam bidang pengajaran bahasa kedua didorong oleh perubahan focus pengajaran dari focus pada pengetahuan tentang system bahasa sasaran kepada pengembangan keterampilan berbahasa. adalah keterampilan dan strategi-strategi untuk menghadapi situasi-situasi komunikasi di luar kelas. pembelajar diasumsikan memiliki tanggung jawab penuh terhadap semua aspek yang terkait dengan pembelajaran dirinya. yang dapat dipilih oleh pembelajar sesuai dengan dirinya. di samping materi kebahasaan. berkaitan dengan peningkatan populasi mahasiswa yang diikuti dengan peningkatan jenis kebutuhan. Alasan lain. Yang perlu diberikan di kelas.

Kedua strategi komunikasi yang berhubungan dengan keluaran artinya bagaimana kita cara produktif mengungkapkan makna. pemikiran tentang proses pembelajaran yang sedang berlangsung. sedang strategi komunikasi berkaitan dengan keluaran pemerolehan bahasa ( bagaimana menyatakan arti dan bertindak tentang apa yang telah diketahui atau dianggap telah diketahui ). 7 .II STRATEGI Chamot (2005. strategi kognitif. Strategi belajar berkaitan dengan pemerosesan. Strategi belajar juga dibagi kedalam tiga kategori utama . (Oxford. Ada yang menggambarkan srategi belajar sebagai sifat. dan pengambilan (retrieval) masukan pemerolehan bahasa. terarah dan menyenangkan.235). 1989.112) mendefinisikan strategi adalah sebagai ´prosedur-prosedur yang memudahkan sebuah tugas pembelajaran . dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada yang lain. A. strategi metakognitif. penyimpanan. tingkah laku yang tidak teramati. 1. Oxford mendefinisikan srategi belajar sebagai tingkah laku atau tindakan yang dipakai oleh pembelajar agar supaya pembelajar bahasa lebih berhasil. h. penyimpanan. Ada dua jenis strategi pemerolehan bahasa kedua. yaitu memasukan pesan dari orang lain. dan penerimaan. strategi seringkali bersifat sadar dan di gerakan oleh tujuanµ. Strategi Metakognitif Strategi Metakognitif adalah suatu istilah yang digunakan dalam teori pemrosesan informasi untuk menunjukan fungsi ´eksekutifµ artinya strategi yang melibatkan perencanaan belajar. pertama strategi pembelajaran yang terkait dengan masukan ² dengan pemrosesan. pemberian yang yang diberikan Oxford lebih bersifat pembuatan yang diamati. atau langkah nyata yang diamati. STRATEGI BELAJAR Startegi belajar dipersepsi dan diartikan secara berbeda-beda. walaupun pengertian tersebut dapat pula mencakup tindakan kognitif yang tidak teramati. dan strategi sosioafektif. Brown (1987) menekankan konsep belajar sebagai tingkah laku yang tidak teramati didalam diri pembelajar. Brown membedakan antara strategi belajar (learning strategy) dan strategi komunikasi (communication strategy).

Si pembelajar menghindari item leksikal road sepenuhnya.1997). Penghindaran Fonologis seperti kasus mitra tenis saya yang berkebangsaan Jepang yang menghindari kata rally (karena kesulitan fonologisnya) dan memilih bilang ´ hit the ballµ. Jenis penghindaran secara langsung adalah penghindaran topik. 1995. Dorney. C. dimana seluruh topic percakapan (katakanlah. Strategi Kognitif Strategi Kognitif lebih terbatas pada tugas-tugas pembelajaran spesifik dan melibatkan pemanfaatan yang lebih langsung terhadap materi pembelajaran itu sendiri. Bialystok. McDonough. STRATEGI PENGHINDARAN ( Avoidance Strategies) Penghindaran adalah sebuah strategi komunikasi lazim yang bisa dipecah kedalam beberapa subkategori. STRATEGI KOMUNIKASI (Chamot. 3. Pembelajar Penurur asli Pembelajar : : : I lost my road You lost you road? Uh. 1999. 1989) mendefinisikan strategi komunikasi sebagai ´rencana-rencana yang sepertinya sadar untuk memecahkan apa yang menjadi masalah dalam peraihan sebuah tujuan komunikatif tertentuµ.«. Anderson. 8 . B. pembicaraan tentang kejadian kemarin jika bentuk lampau tidak familiar) mungkin dihindari sepenuhnya. 2. Strategi Sosioafektif Strategi Sosioafektif berkenaan dengan aktivitas mediasi social dan interaksi dengan yang lain. 1990. I lost got lost . Pertimbangan percakapan berikut antara seorang pembelajar dan penutur asli. 1989. I lost. dan evaluasi pembelajaran setelah sebuah aktivitas selesai (Purpura. Para pembelajar berhasil memikirkan cara-cara kreatif untuk menghindari topik: mengganti subjek. atau terlihat menghentikan pesan ketika sebuah pemikiran menjadi terlalu sulit untuk diungkapkan. Jenis yang paling umum dari strategi penghindaran adalah penghindaran sintaksis atau leksikal didalam kategori semantik. Rost & Ross.pemantauan produksi dan pemahaman seseorang. 2005. berpura -pura tak mengerti (cara klasik menghindar dari menjawab pertanyaa). Bongaerts & Poulisse. tak menjawab sama sekali. 1991. 2005. Oxford & Crookall. karena tak bisa memikirkan kata way pada saat itu.

Frase-frase semacam ini diingat melalui hafalan untuk dipakai sesuai dengan konteks mereka. langsung minta tolong kepada pembicara mahir atau guru untuk mengungkapkan yang dimaksud ( ´how do you say «««. jika macet pada kata atau frase tertentu. sering diistilahkan mengandalkan otoritas (appeal to authority).D.lam kasus semacam ini . dikenal sebagai pola tinggal pakai . Potongan potongan bahasa yang diingat ini. yang mendaftar ratusan kalimat untuk berbagai keadaan: ´Berapa Harganya?µ ´Dimana Toiletnya?µ ´Saya tak bicara bahasa Inggrisµ ´ Saya tak memahamimuµ. tetapi. Seringkali alih kode secara bawah sadar berlangsung antara dua pembelajar mahir dengan bahasa pertama yang sama. Pembelajar bisa. STRATEGI KOMPENSATORIS Para pembelajar tingkat awal. Alih kode adalah penggunaan bahasa pertama atau ketiga didalam aliran wicara bahasa kedua. misalnya biasanya mengingat beberapa frase atau kalimat tertentu tanpa menanamkan pengetahun dari komponem-komponem frase itu. 9 . da. sering ditemui dibuku saku frase bilingual. ia biasanya bukan sebagai strategi kompensatoris.?µ). atau mereka mungkin melontarkan sebuah penebakan dan kemudian minta verifikasi dari pembicara mahir akan ketepatan upaya tersebut. Strategi kompensantoris adalah permintaan tolong langsung.

Pada saat kita menjadikan kelas bahasa milieu efektif untuk pembelajaran. Memakai teknik mekanis D. 123) menyimpulkan bahwa ´ Intruksi Eksplisit jauh lebih efektif ketimbang sekadar meminta murid menggunakan satu atau lebih strategi. 2. Mengelompokkan 2. Menggunakan Citra dan bunyi 1. Pengkajian terstruktur 1. Mengasosiasikan / mengelaborasi 3. h. A. 1999. 1. 4. Chamot (2005. cara ini juga memupuk metakognisi ² kemampuan murid untuk memahami pemikiran dan proses pembelajaran mereka sendiriµ. Bertindak 10 . makin tampak jelas bahwa ´mengajari pembelajar bagaimana caranya belajarµ merupakan unsure yang sangat krusial. 3. 2. Menciptakan Pertalian Mental B. Cohen. atau sebagai pelatihan strategi pembelajar. Memakai respons atau sensasi fisik. Wenden (1985) anralain menjadi orang pertama yang menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah kunci bagi otonomi pembelajaran. Mengkaji dengan baik Menggunakan gambar Pemetaan semantic Memakai kata-kata kunci Menghadirkan kembali bunyi di Memori 1. Strategi Memori C.III PEMBELAJARAN BERBASIS STRATEGI Sebagian besar kerja peneliti dan guru atas penerapan strategi pembelajaran maupun komunikasi di ruang kelas telah dikenal secara umum sebagai pembelajaran bebasis strategi atau strategies-based instruction (SBI) ( Mc Donough. 1988). Menempatkan katakata baru ke dalam sebuah konteks 1. Cohen (1998) suka menyebutnya ´SSBIµ ² styles and strategies-based instructions ² untuk menekankan kaitan produktif antara gaya dan strategi. dan salah satu tujuan penting pengajaran bahasa semestinya adalah mendorong otonomi tersebut.

A. B. Mencari pertolongan. Strategi kompensasi A. Menerima dan Mengirim C. 1. Mencatat 2. Berlatih II. Menghindari Komunikasi sebagian atau seluruhnya. 5. 4.Menciptakan Struktur bagi Masukan dan Keluaran III. 2. Menggunakan petunjuk bahasa. Menalar secara deduktif 2. Membentuk Kata 8. Memilih Topik 6. 2. Menggunakan gerak tubuh atau gesture 4. Berlatih secara formal dengan sistem bunyi dan penulisan.Strategi kognitif 1. 3. Menggunakan Petunjuk yang lain Mengatasi Keterbatasan dalam bicara dan menulis 1. 2. Mengulang. Menggunakan sumbersumber untuk menerima dan mengirim pesan 1. Membuat hightlight. Menyesuaikan atau menepatkan pesan.Menganalisis dan menalar D. Menganalisis ekspresi 3. Menggunakan penyampain tak langsung (circumlocution) atau sinonim 11 . Menebak secara cerdas 1. Menerjemahkan. 1. Rekombinasi. Mentransfer. Beralih ke bahasa ibu. Membuat analisis perbandingan. Merangkum 3. 7. Menangkap gagasan dengan cepat. 3. 5. 2. Mengenali dan menggunakan Formula dan pola 4.

Afektif. Merangkum dan mengkaitkan dengan materi yang sudah di ketahui. Evaluasi diri. 3. Mengatur dan menata pembelajaran anda 1.Merangkum dan mengkaitkannya dengan materi yang sudah diketahui. Merencanakan sebuah tugas bahasa 6. 2. 12 . Memperhatikan 3. 2. Mengorganisir. Mengevaluasi pembelajaran anda 1.STRATEGI Tidak langsung : Strategi Metakognitif. 5. dan Sosial A. Mengidentifikasi maksud sebuah tugas bahasa (mendengar/membaca/be rbicara/menulis penuh arti. Memantau diri. Menunda produksi wicara untuk focus mendengar 1. Menetapkan maksud dan tujuan 4. 2. 1. Mencari tahu pembelajaran bahasa. Strategi Metakognitif B. Mencari kesempatan berlatih C.

Mengambil resiko secara bijak. Berkooperasi dengan yang lain C. Mengurangi kecemasan B. 2. Menulis sebuah catatan harian. 4. Mengajukan Pertanyaan 1. Mengukur Suhu. Berempati dengan orang lain 13 . Mawas pada pemikiran dan perasaan orang lain B. 3. Menggunakan relaksasi progresif (Menarik napas dalam atau meditasi. Meminta klarifikasi atau verifikasi. 3.Membuat pernyataan Positif. Mendiskusikan perasaan anda C. Strategi Kompensasi A. Meminta Koreksi 1.Menyemangati diri 1. Menggunakan bahasa 1. Mahir bahasa baru. 3. 2.) 2. Berkooperasi dengan pengguna.2. 3. Menggunakan musik. 2. Menghargai Diri sendiri 1. Menggunakan daftar periksa. 2. 2. 1. Mendengarkan tubuh anda. Berkooperasi dengan yang lain. Mengembangkan pemahaman budaya. Strategi Afektif A. 3.

Survei analisis Gaya dari Oxford (1995) dan Indikator Gaya Pembelajaran dari Wintergerst. Implikasi Pengajaran: Instruksi berbasis strategi (SBI) kian berhasil ketika guru membantu pembelajar tak hanya menjadi paham terhadap gaya dan kecondongan mereka. 2005) sangat kuat mendukung pembelajar menjadi sadar akan kecondongan. (3) menyediakan asisten ekstra kelas untuk para pembelajar. (2) menyertakan SBI ke dalam kursus dan kelas bahasa komunikatif. sebuah panduan mandiri untuk pembelajar bahasa Inggris. Metode yang paling lazim adalah kuesioner pengecekan diri sendiri di mana pembelajar merepons berbagai petanyaan. kekuatan. Kuesioner serupa bisa dijumpai dalan Strategies for Success karya Brown (2002). KONEKSI KELAS Temuan penelitian : Literatur penelitian memperlihatkan kian banyak bukti bahwa kemafhuman atas gaya dalam derajat tertentu bernilai bagi pembelajar bahasa. Dalam cara apa Anda telah dibantu oleh seorang guru (atau melalui upaya Anda sendiri) untuk menjadi sadar atas kekuatan dan kelemahan pembelajaran bahasa Anda? Tindakan (strategi) apa yang bisa anda ambil untuk menggandakan kekuatan dan menutup kelemahan Anda? Mengenali Gaya dan Strategi Pembelajar Beberapa pilihan tersedia untuk membantu pembelajar mengenali gaya. kecondongan. dan kelemahan mereka. Penelitian tentang gaya dan strategi (Chamot.Pelaksanaan efektif SBI di kelas bahasa melibatkan beberapa langkah dan pertimbangan : (1) mengenali gaya dan strategi potensial pembalajar. dan kelemahan mereka sendiri. Yang disebut 14 . biasanya dalam skala setuju dan tidak setuju. danVerna (2002) menawarkan contoh klasik mengenai bagaimana mengarahkan pembelajar mengenali kecondongan gaya mereka sendiri. tetapi juga pada tindakan dengan basis kepahaman itu. DeCapua. kekuatan. dan selanjutnya menyarankan bahwa mereka perlu membedakan antara gaya-gaya yang bermanfaat bagi mereka dan gaya-gaya yang mungkin bertentangan dengan mereka.

2000). Namun. ´Mengapa kau ragu dan mengulangi bentuk kata kerja itu/µ dan melalui portofolio murid.µ) yang harus memberi tanda oleh responden pada skala lima poin dari ´saya tidak pernah demikianµ sampai ´saya selalu demikianµ. Kotak C menandakan bahwa Anda tak punya kecondongan ke salah satu arah. Bentuk-bentuk lain pengenalan gaya dan strategi.belakangan megnambil pola kuesioner di Bagan 5. Halbach. dibagi dalam enam kategori.. catatan harian dan jurnal (Carson & Longhini. merupakan langkah logis untuk membuat daftar strategi. dan latihan pengungkapan diri (Macaro. tetapi guru harus memikul tanggung jawab pengawasan sehingga para pembelajar terbantu dalam megnamalkan strategi-strategi tertentu dalam praktek. 2001). 1990). yang masing-masing menghadirkan sebuah kemungkinan strategi (misalnya. sebuah kuesioner yang sudah diujikan di banyak negara dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Beri tanda silang di kotak untuk setiap item yang paling cocok bagi Anda. dan cara membawa mereka kekesadaran pembelajar. ´Saya memakai rima untuk mengingat kata-kata baru bahasa Inggris. Begitu kecondongan gaya dikenali. O·Malley & Chamot. Ada 50 item SILL. Alat yang banyak dipakai oleh pembelajar un tuk mengenali strategi adalah Daftar Stratei untuk Pembelajaran Bahasa atau Strategy Inventory for Language Learning (SILL) dari Oxford (1990a). dalam satu hal. 2000. 2002. betulkah pembelajar akan mengetahuibagaimana menggunakan strategi dengan hanya mengisi kuesioner seperti SILL? SILL berfungsi sebagai instrumen untuk membuka berbagai kemungkinan bagi pembelajar. yang meminta pembelajar memilih poin di antara dua kutub pada sebuah rentangan yang menggambarkan keadaan dirinya. Kotak B dan D menandakan bahwa kalimat itu agak menggambarkan Anda. pertanyaannya.2. Di sini sipewawancara atau guru memancing pembelajar dengan pertanyaan seperti. Kotak A dan E menandakan bahwa kalimat itu sangat sesuai untuk Anda. di antaranya adalah pengungkapan d ii melalui wawancara (Macaro. seorang pembelajar bisa melanjutkan langkahnya dengan st rategi-strategi. Mengenali strategi-strategi yang disukai pembelajar. Chamot (2005) menawarkan rangkuman yang berguna mengenai opsi-opsi ini. 15 .

Saya hanya suka menggunakan bahasa yang saya yakin tepat. Saya senang ´menyerapµ bahasa dan menangkap ´gagasanµ umum dari terucap dan tertulis. Saya suka menganalisis banyak rincian bahasa dan mengerti secara apa yang terucap dan tertulis 4. Saya merasa sangat yakin dengan kemampuan saya untuk sukses dalam mempelajari bahasa ini. Saya merasa tak begitu yakin dengan kemampuan saya untuk sukses dalam mempelajari bahasa ini. 2.A B C D E 1. Saya malu ketika orang menertawai ketika saya bicara. Saya ingin belajar bahasa ini karena manfaatnya secara pribadi bagi saya 5. Saya tak kebaratan orang menertawai ketikasaya bicara. 3. Saya lebih senang bekerja sendiri ketimbang dengan orang lain. Saya suka berlatih kata dan struktur baru yang belum sepenuhnya saya yakini. Saya ingin belajar bahasa ini karena orang lain mengharuskannya. 16 . Saya sunggu menikmati bekerja dengan orang lain dalam kelompok 6.

Saya sangat terganggu dengan banyaknya materi bahasa yang dihadirkan sekaligus. tak saat Saya ´memantauµ diri sendiri dengan seksama dan memikirkan betul ketika bicara. Ketika membuat kesalahan. saya mencoba menggunakan kesalahan itu untuk belajar sesuatu tentang bahasa.7. Saya mengandalkan guru dan aktivitas kelas untuk semua yang saya butuhkan agar berhasil 17 . 8. 9. saya mencobanya selangkah demi selangkah. Ketika membuat kesalahan.Saya menemukan cara-cara untuk terus belajar bahasa di luar kelas. Saya terlampau memikirkan bicara. saya terganggu karena menggambarkan betapa buruknya performa saya. Jika ada banyak sekali bahan bahasa yang mesti dikuasai. 10.

Anda bisa melibatkan mereka dalam salah satu atau semua kegiatan berikut : (1) mendiskusikan mengapa mereka merespons seperti itu. gunakan latihan kefasihan .Kurangi rasa sungkan. (4) pemberian saran. tentang mengapa beberapa praktek tertentu bisa berhasil atau sebaliknya. dan metode-metode lain yang didiskusikan di atas.d ari pengalaman Anda sendiri.2 dalam pembelajaran. banyak gunakan kerja kelompok. Memasukkan SBI ke Kelas Bahasa Beberapa manifestasi SBI yang berbeda-beda bisa dijumpai di kelas-kelas bahasa di seluruh dunia. guru bisa menjadi awas akan kecondongan murid dan kemudian menawarkan nasihat ringan dan spontan mengenai strategi-strategi yang bermanfaat di dalam dan di luar kelas. buat cerita sandiwara dan drama pendek. biarkan mereka curhat di kelompok kecil. dan bahkan anekdot tentang ´bagaimana dulu aku belajar « ketika aku masih seperti kalian.IV Kesimpulan 1. Item per item. Adakan permainan tebak-tebakan dan permainan komunikasi. (3) tabulasi informal tentang bagaimana orang merespons setiap item.µ Guru juga bisa membantu murid untuk menggunakan hasil dari kuesioner gaya seperti dalam Bagan 5. petunjuk.Dorong pengambilan resiko Puji murid karena berupaya sungguh -sungguh berlatih bahasa. 18 . Strategi-strategi ini pada dasarnya bisa diselaraskan dengan peran guru sebagai fasilitator melalui kiat. berikan penugasan luar kelas untuk bicara. menulis. Begitu murid mengisi daftar periksa.2 sebenarnya dirancang sedemikian rupa sehingga setiap item mengetengahkan sebuah ´maksimµ untuk pembelajaran bahasa yang baik. Kuesioner kecondongan gaya dalam Bagan 5. dari nomor 1 sampai 10. kuesioner tersebut berfungsi untuk mengetengahkan 10 saran berikut : 1. (2) curhat kelompok kecil tentang perasaan yang mendasari respons mereka. tertawalah bersama murid-murid. atau (5) mencapai kesepakatan umum bahwa respons-respons di kategori A dan B biasanya menandakan pendekatan yang berhasil untuk pembelajaran bahasa. atau latihan lain bahasa. 2. kesalahan tak dikoreksinpada saat itu juga. nyanyikan lagu. Melalui daftar periksa ( checklist).

Beri tahu murid secara ekplisit (secara verbal dan non verbal) bahwa Anda benar-benar mempercayai mereka.Kembangkan motivasi intrinsik Ingatkan mereka secara eksplisit tentang berkah mempelajari bahasa Inggris. dari apa yang mereka tahu atau raih sejauh ini dalam kursus. jangan selalu memberikan penjelasan atas kesalahan-koreksi saja sudah cukup. peerintahkan murid membaca kalimat dengan cepat. paparkan (atau perintahkan murid mencari) pekarjaan-pekerjaan yang memasyarakatkan bahasa Inggris. perintahkan mereka membuat daftar. ketika mereka tak paham sesuatu. adakan latihan membaca sepintas lalu.Latih intuisi Puji murid untuk tebakan yang tepat. 4. sesekali lihatlah terjemahan dalam bahasa asli untuk memeperjelas sebuah kata atau arti. 8. adakan banyak kerja kelompok keci l.Gunakan proses otak kanan Gunakan film cerita dan tape di kelas. jangan terlalu banyak merujuk kepada aturan dalam satu kesempatan.Bangun kepercayaan diri . adakan ´menulis bebasµ cepat.Terlibatlah dalam pembelajaran kooperatif Arahkan murid berbagi pengetahuan mereka. kurangi kompetisi diantara murid. 19 . utamanya yang mengganggu pembelajaran.Tingkatkan toleransi ambiguitas Dorong murid untuk bertanya kepada Anda. 6. buatlah penjelasan teoritis Anda menjadi simple dan ringkas. 7. buat kelas anda berpikir bahwa mereka satu regu. koreksi beberapa kesalahan saja. adakan latihan kefasihan lisan dimana sasarannya adalah membuat murid banyak bicara (atau menulis) dan koreksi. dan kepada sesama murid. 5.3.

Tujuan akhir melibatkan murid dalam SBI tak hanya merampungkan kursus bahasa. 10. Guru bisa mmembantu pembelajar memahami bahwa meningkatnya kesadaran mereka terhadap gaya dan strategi yang akan membantu mereka dalam menggunakan bahasa ´di luar sanaµ. dan menyadari di luar jam-jam kelas ada belasan jam setiap minggunya yang bisa dipakai untuk berlatih pe nggunaan bermakna bahasa tersebut. Ruang kelas adalah kesempatan bagi pelajar untuk memulai perjalanan menuju sukses. Arahkan lah siswa untuk terus mengejar cita-citanya dan berusaha untuk tetap focus pada cita-cita dari pekerjaan dan tujuan yang sesuai dengan minat dan bidangnya masing-masing 2. Manfaatkan umpan balik kesalahan Berikanlah motivasi pada siswa untuk berpikir jernih dalam menyelesaikan permasalahan dan berusaha untuk lebih percaya diri dan yakin akan apa yang dia kerjakan.9. Guru bisa membantu pembelajar meraih otonomi dengan mendorong mereka memandang melampaui ruang kelas dan kursus bahasa yang mereka ikuti. Tetapkan cita-cita pribadi. 20 . Menstimulasi tindakan strategi di luar kelas Banyak pembelajar yang berhasil mewujudkan cita -cita kemahiran mereka dengan memotivasi diri sendiri untuk memperluas pembelajaran melampaui batasan ruang kelas.

Hastuti P. Depdikbud: Malang. Implikasi Kajian Strategi Belajar Bahasa Kedua. Depdiknas: Jakarta Huda. Sri. H.H. 1997..Daftar pusaka Brown. Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa. Nani Pujiani 7316002239 21 .1999. Pearson Education. Inc. Kedubes Amerika Serikat: Jakarta.2007.Douglas. Nuril. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->