P. 1
(Tugas Kelompok) Makalah Kepemimpinan , Jadi

(Tugas Kelompok) Makalah Kepemimpinan , Jadi

|Views: 5,224|Likes:
Published by riufa

More info:

Published by: riufa on May 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

³MAKALAH KEPEMIMPINAN DAN GAYA KEPEMIMPINAN´ (Analisa Gaya Kepemimpinan SBY) Diajukan untuk memenuhi Tugas Kelompok MK.

Komunikasi Organisasi Dosen : Prof.Dr.Yosi Adiwisastra. MA.Ph,D / Dr.Ani Yuningsih, Dra, M.SI

Disusun Oleh : Enung Nurhayati 20080010010 Ine Anggraeni 20080010006 Suhendra Atmaja 20080010009

PASCASARJANA KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2011

DAFTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah B.Tujuan Penulisan Makalah ««««««««««.««««««««««««. ««««««««.««««««««««««««.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.Makna dan Tujuan Kepemimpinan B.Teori-Teori Kepemimpinan C.Model gaya Kepemimpinan «««««««««««««««««««. ««««««««««««««««««««««. ««««««««««««««««««««««. «««««««««««««.

D.Ciri-ciri Pemimpin dan Kepemimpinan Yang Baik BAB.III A. Paparan Kasus & Konsep Tiga Gaya Kepemimpinan

«««««««««««««.

B.Analisa Gaya kepemimpinan SBY ««««««««««««««««««««««..

BAB IV PENUTUP A.Kesimpulan B.Saran

PUSTAKA

Dengan kata lain tercapai atau tidak tujuan suatu organisasi sangat tergantung pada pimpinannya. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berjiwa pemimpin. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah.Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Untuk mewujudkan tujuan tersebut. kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungannya. membimbing. gaya kepemimpinan para pejabat negara pasca reformasi senantiasa menarik perhatian rakyat Indonesia dan disoroti secara berbeda. pemimpin perlu melakukan serangkaian kegiatan diantaranya adalah mengarahkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi yang dipimpinnya. Kepemimpinan pada hakikatnya merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk membina. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Sebagai mahluk Alloh yang menempati derajat tertinggi diantara mahluk lainnya. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. mengarahkan dan mengerakkan orang lain agar dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. . Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir. Dalam hidup.BAB I PENDAHULUAN A. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. kelompok & lingkungan dengan baik. Dengan berjiwa pemimpin manusia diharapkan akan dapat mengelola diri. Di Indonesia. dan menimbulkan pro kontra dikalangan masyarakat seperti halnya kepemipinan SBY dengan 2 periode kepemimpinannya. menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan serta kehidupan sosialnya dengan baik.

Bagaimanakah Teori-Teori Kepemimpinan itu? 3. Bagaimanakah Tipe / gaya Kepemimpinan? . maka yang menjadi pembahasan adalah hal-hal yang berkaitan dengan : 1.Rumusan Masalah Berkaitan dengan masalah apa sebenarnya kepemimpnan itu dan bagaimana gaya kepemimpinan itu.B. Apakah Makna Kepemimpinan itu? 2.

Rajawali.5 1 2 Thoha. termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. 4 Ahmadi. Hal 124-125 5 Tannebaum. 2) Di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin. serta merasa tidak terpaksa´.3 Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain: 1) Kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi. 1999. penuh semangat. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.BAB II Landasan Teoritis A. Psikologi Sosial. 1983:123). Rineka Cipta. CV. Weschler and Nassarik. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Bandung 1991. ada kegembiraan batin.4 2.2 Sementara menurut Ngalim Purwanto Kepemimpinan adalah ´ sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian. dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu.Makna Kepemimpinan Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Stephen Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Bandung 2002 3 Purwanto. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha. M.1 Sedangkan menurut Robbins ³Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan´. 1961. 24 . Ngalim. Remaja Rosdakarya. dan 3) Adanya tujuan bersama yang harus dicapai. Jakarta 1983 Robbins. Perilaku Organisasi. Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki. Menurut John Piffner. Beberapa pendapat ahli mengenai Kepemimipinan : 1. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi.

29 10 Thoha. 2002: 29 8 Shared Goal. memotivasi dan mengkoordinasi.10 8. 1957.3. Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian. Weschler and Nassarik. 1990. Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan. 6 Jacobs & Jacques. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utama seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan programprogram saja. 1961. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi. membujuk. termasuk didalamnya kewibawaan.11 Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan.1991:26 7 . Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. Hemhiel & Coons. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama. atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. penuh semangat. ada kegembiraan batin. baik dengan cara mempengaruhi. tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya.8 6. 7 9 Tannebaum. dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu.7 5. anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang positif dalam usaha mencapai tujuan. 281 Slamet. Kepemimpinan adalah sikap pribadi.9 7. 1983:123 11 Ngalim Purwanto . serta merasa tidak terpaksa. proses.6 4.

Dari sekian banyak model teori dan analisis. kemudian sejak tahun 1991 disebut sebagai kisi kepemimpinan (leadership grid).Teori-Teori Kepemimpinan Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang produktifitas organisasi secara keseluruhan.Proses Komunikasi. Kisi ini menggambarkan bagaimana perhatian pemimpin pada tugas dan manusia berkelindan sehingga menciptakan gaya pengelolaan dan kepemimpinan. adalah: 1.Hubungan Antar Manusia 3. dan 4. 1964) Teori ini awalnya disebut sebagai kisi manajerial (managerial grid). serta menghindari sikap memihak. perhatiannya pada tugas atau pada hal-hal yang direncanakan untuk diselesaikan oleh organisasi. Unsur-unsur yang mendasari kepemimpinan dari definisi-definisi yang dikemukakan di atas.Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok. B. 12 Pace&faules. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. 2.Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan: 1. Pendayagunaan Pengaruh 2. Gaya Pengalah (impoverished style) yang ditandai oleh kurangnya perhatian terhadap produksi. 3.Pencapaian Suatu Tujuan. berikut ini adalah enam sistem popular yang dapat menjelaskan gaya kepemimpinan12: 1. Teori Kisi Kepemimpinan (Blake dan Mouton. a. Komunikasi Organisasi: 280- .Kemampuan mempengaruhi orang lain (kelompok/bawahan). Kisi ini berasal dari hal-hal yang mendasari perhatian manajer. ia cenderung menerima keputusan orang lain.Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. dan perhatian pada orang-orang dan unsur-unsur organisasi yang memengaruhi mereka.

Ia berusaha mempertahankan agar keadaan tetap baik dan stabil. c. Ia lebih suka mendengar pendapat. Orientasi Hubungan. Gaya Santai (country club style). e. Kisi 3D menghasilkan delapan gaya kepemimpinan yang terbagi dalam dua jenis gaya utama yakni lebih efektif dan kurang efektif. 1967) Reddin membuat teori berdasarkan pada kisi tugas manusia yang dikemukakan Blake dan Mouton dengan menambahkan dimensi ketiga yaitu efektivitas. d. Ia menghargai keputusan yang logis dan kreatif sebagai hasil dari pengertian dan kesepakatan anggota organisasi. ditandai dengan perhatian yang seimbang antara terhadap produksi dan manusia. sikap. Bila terdapat perbedaan sikap dan gagasan ia berusaha untuk jujur tapi tegas dan mencari pemecahan yang tidak memihak. Ada saatnya seorang manajer menggunakan keempat . Orientasi Kerja. gaya ini ditandai oleh rendahnya perhatian terhadap tugas tetapi tinggi terhadap manusia. Manfaat gaya lebih efektif kurang lebih sama tergantung pada situasi yang dihadapi. Ketiga dimensi tersebut didefinisikan sebagai berikut : a. Gaya Kerja (task style). Pemimpin seperti ini sangat menjunjung tinggi keputusan yang telah dibuat dengan perhatian utama adalah pelaksanaan dan penyelesaian kerja secara efisien. gaya ini memberikan perhatian yang tinggi terhadap tugas dan manusia. gaya ini ditandai dengan perhatian yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas tetapi kurang memperhatikan manusianya. Teori 3-D (Reddin. Keefektifan. yakni tingkat pengarahan manajer atas usaha bawahan untuk mencapai tujuan. menghormati gagasan. Gaya Tim (team style). dan gagasan dari orang lain daripada memaksakan kehendaknya. tingkat persyaratan produksi yang dicapai sesuai yang ditetapkan manajemen. Ia lebih bersifat menolong daripada memimpin. dan memperhatikan perasaan bawahan. Gaya Pemimpin Pertengahan (middle of the road style). c. b.b. 2. tingkat hubungan pribadi antara manajer dengan bawahan ditandai dengan adanya sikap saling memercayai.

a. bersedia dan mampu bertanggung jawab untuk mengatur perilaku mereka sendiri. kapan. Tugas berat hubungan kuat. Ditandai pemimpin dan anak buah sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan melalui komunikasi dua arah yang sebenarnya. 3. 1974. Dari penelitian tersebut disimpulkan ada empat gaya kepemimpinan situasional yaitu. ditandai hubungan komunikasi dua arah. Memberitahu (Telling). Ditandai dengan pemimpin membiarkan anak buah bertanggung jawab atas keputusan mereka. Pemimpin mendelegasikan kewenangannya karena anak buah mempunyai tingkat kesiapan yang tinggi. . meskipun semua pengaturan dilakukan pemimpin. ia menyediakan dukungan sosioemosional supaya anak buah turut bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan. Pemimpin lebih banyak memberikan kemudahan karena anak buah memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugasnya. penelitian ini menunjukkan banyak kemiripan dengan teori yang dikemukakan Blake dan Mouton yaitu ada dua dimensi gaya kepemimpinan yakni struktur pertimbangan dan pengawalan. Tugas berat hubungan lemah. c. Hersey dan Blanchard gaya ini paling besar memberikan hasil terbaik karena didukung tingkat kesiapan anak buah. 1957). Mereka menyebut bahwa perbedaan antara gaya efektif dan tidak efektif seringkali bukan hanya karena perilaku pemimpin yang sesungguhnya tetapi lebih pada masalah kecocokan antara perilaku dengan situasi yang dihadapi. Hersey dan Blanchard memperkenalkan kematangan sebagai variabel ketiga. d. Mempromosikan (Selling). Mewakilkan (Delegating). Partisipasi (Partcipate). Faktor yang menentukan efektivitas dijelaskan sebagai tingkat kesiapan anak buah yang meliputi kesediaan seseorang untuk bertanggung jawab.gaya secara bersamaan. pemimpin menentukan peranan anak buah dan memberitahu apa. Hubungan kuat tugas berat. b. ditandai hubungan komunikasi satu arah. tetapi di saat menjalankan tugas lain hanya menggunakan satu atau dua gaya secara konsisten. Teori Kepemimpinan Situasional (Hersey dan Blanchard. kisi yang dihasilkan juga serupa. 1977) Konsep kepemimpinan ini dikembangkan dari penelitian di Ohio State University (Stogdill & Coons. dimana. Hubungan lemah tugas ringan. dan bagaimana cara melaksakan berbagi macam tugas. Berlawanan dengan teori Blake dam Mouton dan Reddin.

Penguasa mutlak (exploitive authoritative). Informasi berjalan baik atas ke bawah maupun bawah ke atas dengan sedikit penekanan bahwa ide dan gagasan berasal dari atas. 1967) Likert menemukan empat gaya kepemimpinan atau sistem manajerial yang berdasarkan pada suatu analisis atas delapan variabel yaitu kepemimpinan. pengambilan keputusan. motivasi. dan hukuman. Interaksi atasan bawahan amat sedikit. penentuan tujuan. Teori Empat Sistem (Likert. . Pengajakserta (participate). Informasi berjalan ke segala arah dan pengendalian dilakukan di setiap tingkatan. interaksi. dan kinerja. komunikasi. semua keputusan berasal dari atas dan komunikasi ke bawah semata-mata berisi instruksi atau perintah. gaya ini melibatkan interaksi yang cukup sering pada tingkat pribadi sampai moderat antara atasan dan bawahan dalam organisasi. gaya ini pada dasarnya bersifat otoritarian tetapi mendorong komunikasi ke atas untuk ikut berpendapat maupun mengemukakan keluhan bawahan tetapi interaksi di antara tingkatan dalam organisasi dilakukan melalui jalur resmi. Manajer menaruh kepercayaan besar meskipun tidak mutlak dan adanya keyakinan pada pegawai. b. gaya ini amat sportif dengan tujuan agar organisasi berjalan baik dengan adanya partisipasi pegawai. ancaman. Secara umum sistem komunikasi formal dan informal identik dan menjamin integrasi tujuan pribadi dan tujuan organisasi yang sebenarnya. Likert membagi gaya kepemimpinan dengan kriteria sebagai berikut: a. pengendalian. Komunikasi yang terjadi jarang bersifat bebas dan terus terang. gaya ini berdasarkan pada asumsi teori X McGregor. d. Pemimpin memberikan bimbingan sepenuhnya dan pengawasan ketat pada pegawai dengan anggapan bahwa cara terbaik untuk memotivasi pegawai adalah dengan cara memberikan rasa takut. Orang berkomunikasi secara bebas dan terbuka tanpa ada rasa takut terhadap hukuman.4. Penasihat (consultative). c. Penguasa semi mutlak (benevolent authoritative).

penghargaan. Tannenbaum dan Schmidt menyebutkan bahwa ciri pemimpin yang berhasil adalah tidak terlalu mengawasi secara ketat atau terlalu longgar. Pemimpin yang paling efektif adalah mereka yang mempunyai gaya yang konsisten sesuai dengan tuntutan situasi. Kekuasaan jabatan pemimpin. menyatakan sejauh mana cara-cara melakukan pekerjaan diterangkan secara terperinci tahap demi tahap. Teori Kontinum (Tannenbaum dan Schmidt. Hal ini dianggap sebagai satu-satunya kondisi terpenting bagi kepemimpinan yang efektif. Teori Kebergantungan (Fiedler. Struktur tugas. kenaikan pangkat. 6. Karakteristik suatu situasi kepemimpinan terpenting adalah : 1. Kontinum tersebut menunjukkan sifat kepemimpinan terhadap bawahan: 1) Manajer membuat keputusan dan mengumumkannya 2) Manajer membuat keputusan dan menawarkannya 3) Manajer mengemukakan keputusan dan memberi kesempatan untuk mempertanyakannya 4) Manajer mengemukakan keputusan sementara sehingga masih dapat diubah 5) Manajer menentukan beberapa batasan dan meminta bawahan untuk mengambil keputusan 6) Manajer mengizinkan bawahan mengambil keputusan. mempercayai. didefinisikan sebagai tingkat hukuman. dianggap baik jika anggota menyukai. Relasi pemimpin-anggota. 3. Efektivitas kepemimpinan bergantung pada hubungan-hubungan dalam gaya kepemimpinan dan situasi yang dihadapinya. dan teguran dapat diberikan secara adil dan transparan bagi . 1957) Analisisnya meneliti pengambilan keputusan sebagai konsep utama dalam kontinum perilaku kepemimpinan. Makin terstruktur tugasnya makin besar pengaruh pemimpin atas tim tersebut.5. Gaya kepemimpinan tergambar dalam variabel tugas dan hubungan. disiplin. 1967) Fiedler mengembangkan teori gaya kepemimpinan berdasarkan pada konsep kebergantungan. 2. Jadi pemimpin ditinjau berdasarkan motivasi tugas (task motivated) atau motivasi hubungan (relationship motivated). dan menghardai pemimpinnya.

Tipe indegenous. sehingga hubungan tersebut bersifat tidak langsung. laissez faire dan demikratik. Yaitu : 1. Pemimpin mempunyai kekuatan yang lebih besar bila ia mampu memberi penghargaan dan mampu menjatuhkan hukuman. kurang adadnya kontak pribadi dengan bawahannya. intruksi-intruksi. Tipe non pribadi. sekolah dan sebagainya. cenderung terlalu ³kebapakan³sehingga sangat memikirkan keinginan dan kesejahteraan anak buahnya. terlalu melindungi dan membimbing. laissez faire dan demokratik. 4.Tipe / Gaya Kepemimpinan Berdasarkan konsep. Tipe demokratis. sifat. Tipe demokratis. seperti perkumpulan-perkumpulan sepak bola.anggotanya. 5. 6. yaitu Tipe pribadi. karena diantara mereka ada sarana atau media tertentu seperti rencana-rencana. C. Ketiga tipe tersebut sebagaimana telah dikemukakan oleh para ahli seperti Hadari Nawawi menyebutkan ³ada tiga tipe kepemimpinan yaitu otokratif. menitik beratkan kepada partisipasi kelompok dengan memanfaatkan pandangan-pandangan atau pendapat-pendapat kelompok. maka tipe/ gaya kepemimpinan dapat diklarifikasikan kedalam tiga tipe pokok kepemimpinan. menitik beratkan kepada partisipasi kelompok dengan memanfaatkan pandangan-pandangan atau pendapat-pendapat kelompok didasarkan pada kontak pribadi secara langsung dengan bawahannya . 2. sikap dan cara-cara pemimpin melaksanakan dan mengembangkan kegiatan memimpin dalam lingkungan kerja yang dipimpinnya.´ Sementara itu Susilo Martoyo menyebutkan ada 6 tipe kepemimpinan. yaitu otokratik. dimana interaksi antara orang seorang dalam organisasi tersebut ditentukan oleh sifat dan pembawaan pemimpin. timbul dalam organisasi-organisasi kemasyarakatan yang bersifat informal. sumpahsumpah. Tipe otoriter kepemimpinan merupakan hak pribadi dan berpendapat bahwa ia dapat menentukan apa saja dalam organisasi. 3. Tipe paternalistis.

Keputusan dapat diambil secara cepat dan efisien b.BAB III ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN SBY B. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap anggota ± anggota kelompoknya. Sangat cocok digunakan pada saat kelompok mengalami krisis 13 Macionis. KELEBIHAN: a. dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu. dan sikapnya. kuasa. kami mencoba mengidentifikasi kondisi kepemimpinan SBY melalui tiga konsep kepemimpinan. Batasan kekuasaan dari pemimpin otoriter hanya dibatasi oleh undang ± undang. kewajiban bawahan hanyalah mengikuti dan menjalankan perintah dan tidak boleh membantah atau mengajukan saran. Walaupun kepemimipinan otoriter sedikit disenangi bawahannya namun kepemimpinan otoriter sangat tepat digunakan saat krisis. yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat. Bawahan hanya bersifat sebagai pembantu. Paparan Kasus & Konsep Tiga Gaya Kepemimpinan Teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). 2008) Dalam kepemimpinan ini. Mudah dilakukan pengawasan (controling) c. Sebagaimana dikemukakan oleh Macionis 13 : 1. ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap. Gaya tersebut bisa berbeda ± beda atas dasar motivasi. Gaya Otoriter Gaya kepemimpinan otoriter adalah gaya kepemimpinan yang menekankan pada perintah. Mereka harus patuh dan setia kepada pemimpin secara mutlak. 2008 . Baginya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. mengambil keputusan personal dan meminta bawahan untuk mematuhinya. keterampilan.(Macionis. berkomunikasi. Di antara beberapa gaya kepemimpinan yang ada.

Pemimpin yang demokratik. namun gaya ini dapat berjalan dalam suasana yang rileks dan memiliki kecenderungan untuk menghasilkan produktivitas dan kreativitas. kemudian orang ± orang tersebut diancam dengan hukuman. d.Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan kegiatan yang tidak bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya tujuan. e. Dominasi yang berlebihan mudah menghidupkan oposisi atau menimbulkan sifat apatis. Gaya Demokratik Dalam gaya kepemimpinan demokratik. b.Mereka melaksanakan inspeksi. pembangkangan.Setiap perbedaan di antara anggota kelompoknya diartikan sebagai kelicikan. Pemimpin demokratik mengharapkan seluruh anggotanya untuk berbagi tanggung jawab dan mampu mengembangkan potensi kepemimpinan yang dimilikinya. f. Pemimpin tidak menghendaki rapat atau musyawarah. Inisiatif dan daya pikir anggota sangat dibatasi. karena gaya kepemimpinannya ini mampu memaksimalkan kemampuan yang dimiliki para anggotanya.Pengawasan bagi pemimpin yang otoriter hanyalah berarti mengontrol. pemimpin tidak banyak menggunakan kontrol apabila dibandingkan dengan ketiga gaya kepemimpinan sebelumnya. dijadikan anak emas dan bahkan diberi penghargaan. a.KELEMAHAN: a. c. orang ± orang yang berlaku taat dan menyenangkan pribadinya. b. Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi. dsb. Sebaliknya. memiliki kepedulian terhadap hubungan antarpribadi maupun hubungan tugas di antara para anggota kelompok. apakah segala perintah yang telah diberikan ditaati atau dijalankan dengan baik oleh anggotanya. atau pelanggaran disiplin terhadap perintah atau instruksi yang telah diberikan oleh pemimpin. mencari kesalahan dan meneliti orang ± orang yang dianggap tidak taat kepada pemimpin. sehingga tidak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. Meskipun nampaknya kurang terorganisasi dengan baik. dipecat. Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan tingkatnya . Kekuasaan berlebih ini dapat menimbulkan sikap menyerah tanpa kritik dan kecenderungan untuk mengabaikan perintah dan tugas jika tidak ada pengawasan langsung g. 2. c.

SBY tidak melakukannya sendiri namun melalui persetujuan pihakpihak yang berwenang dan terkait misalkan DPR. Dari proses pengambilan kebijakan. gaya kepemimpinan laissez-faire ini adalah yang paling layak dan efektif dari gaya-gaya kepemimpinan terdahulu. Analisis Gaya Kepemimpinan SBY 1. Namun dalam kondisi negara krisis peran SBY untuk menganut gaya kepemimpinan otoriter sangatlah diperlukan karena pada kondisi tersebut diperlukan tindakan yang cepat dan tepat. Seorang pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan ini menginginkan seluruh anggota kelompoknya berpartisipasi tanpa memaksakan atau menuntut kewenangan yang dimilikinya. tidak produktif dan anggotanya akan apatis. Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dan tanggung ± jawab. Gaya kepemimpinan Laissez Faire Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan. B.Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menunjang harkat dan martabat manusia.d. Gaya ini tidak berdasarkan pada aturan-aturan. Tindak komunikasi dari pemimpin ini cenderung berlaku sebagai seorang penghubung yang menghubungkan kontribusi atau sumbangan pemikiran dari anggota kelompoknya. Jika tidak ada yang mengendalikannya. Namun dalam proses kepemimpinannya banyak sekali masalah masalah yang timbul terutama masalah korupsi di Indonesia yang sudah mendarah daging yang sulit diberantas dan merupakan tugas wajib bagi seorang pemimpin untuk menyelesaikannya. kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan maupun menanggulangi masalahnya sendiri. Walau begitu. struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Otoriter Menurut pendapat kami gaya kepemimpinan SBY apabila ditinjau dari gaya kepemimpinan otoriter. e. 3. seorang SBY merupakan sosok pemimpin negara yang sedikit menganut gaya kepemimpinan otoriter. kelompok yang memakai gaya ini akan menjadi tidak terorganisasi. sebab mereka merasa bahwa kelompoknya tidak memiliki maksud dan tujuan yang hendak dicapai. MA dan lain-lain. Seorang pemimpin demokratik disegani bukannya ditakuti. . walaupun secara dominan menganut gaya kepemimpinan demokrasi sesuai dengan asas demokrasi yang dianut oleh negara ini (Indonesia). dalam situasi tertentu khususnya dalam kelompok terapi. MPR.

Selain itu latar belakang budaya SBY yang berasal dari suku jawa. Rasa inilah yang harus dihilangkan oleh seorang pemimpin. Pemimpin harus bisa bersikap dan bertindak objektif dan tegas demi kepentingan publik. Saat pertama kali KPK didirikan.Menurut kelompok kami. Sebenarnya keberadaan lembaga-lembaga yang berdiri dalam kepemimpinan SBY untuk mengatasi permasalahan yang ada dan merupakan langkah yang baik. Sangat jauh dari anggapan sementara kalangan yang menyebut SBY sebagai figur peragu. dalam kasus ini yaitu bidang pertahanan. Sosok yang demokratis. sebuah lembaga yang mengatasi masalah korupsi. seperti pengadopsian filsafat Jawa yaitu rasa ³pekewuh´ atau rasa sungkan yang menimbulkan perasaan tidak enak atau tidak etis apabila mengadili teman sejawat. dimana banyak pejabat-pejabat yang bermasalah dengan hukum dan kemudian bersembunyi dan berlindung pada SBY (dengan dalih koalisi ). lambat. 2. Laissez faire Dari sini dapat disimpulkan ada beberapa kondisi dimana seorang pemimpin tidak harus turun tangan memberikan instruksi yang harus dikerjakan kepada anggotanya dikarenakan masalah memerlukan pemecahan dengan waktu yang singkat dan anggota yang sudah ahli di bidang tersebut. mengingat kemenangan SBY dalam Pemilu selama 2 periode berturut-turut lebih dikarenakan koalisi dari pada perolehan suara tunggal. SBY merupakan sosok yang kurang tegas. dan tidak "decisive" (tegas). Sikap tidak tegas SBY tentunya dipengaruhi oleh beberapa factor seperti halnya kepentingan koalisi. tentu ada sisi positif dari segi kepemimpinan SBY dimana SBY adalah tipe pemimpin yang baik dalam mentransformasikan gaya kepemimpina otoriter ke demokratis. Terlepas dari segala kekurangan dari kepemimpinan SBY. mungkin juga turut mempengaruhi gaya kepemimpinannya. Sehingga dalam perjalanan pemerintahannya SBY dibebani dengan berbagai kepentingan Koalisi yang akhirnya mempengaruhi gaya kepemimpinan SBY yang terkesan kurang tegas bahka tidak tegas. 3. di manapun. Hal ini menujukkan bahwa di era kepemimpinan SBY banyak sekali lembaga-lembaga yang berdiri namun penegakan sangat kurang. . dan dalam kondisi apapun. Misalkan KPK. Demokratis SBY sebagai pemimpin yang mampu mengambil keputusan kapanpun. banyak sekali kasus kasus korupsi yang terbongkar namun ironinya sangatlah sedikit dari jumlah kasus korupsi yang terungkap dan belum lagi usaha-usaha dari para oknum untuk melemahkan KPK dengan menjerat para pemimpin KPK dalam suatu kasus. sikap kurang tegas SBY sangat tampak terutama dalam proses penegakan hukum.

Secara garis besar gaya kepemimpinan SBY adalah demokratis sesuai dengan asas demokrasi yang dianut oleh negara ini (Indonesia). konsistensi Yudhoyono dinilai buruk. Hanya sayang. Ia dipandang sering berubah-ubah dan membingungkan publik. \ . MPR.menghargai perbedaan pendapat. SBY tidak melakukannya sendiri namun melalui persetujuan pihak-pihak yang berwenang dan terkait misalkan DPR. Dari proses pengambilan kebijakan. MA dan lain-lain. Namun dalam kondisi negara krisis peran SBY untuk menganut gaya kepemimpinan otoriter sangatlah diperlukan karena pada kondisi tersebut diperlukan tindakan yang cepat dan tepat. tetapi selalu defensif terhadap kritik.

Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang memahami akan tugas dan kewajibannya. mana yang realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan.BAB IV PENUTUP A. dan memiliki suatu kebebsan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. tipe kepemimpinan menurut bakat. Tipe-tipe kepemimpinan pada umumnya adalah tipe kepemimpinan pribadi. tentram. Kesimpulan Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Disamping. Demokratis. Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengerahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. tipe kepemimpinan paternalistis. meyakinkan kelompoknya mengenai apa. menyelami kebutuhankebutuhan kelompok. sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman.apa yang menjadi kehendak mereka. tipe kepemimpinan otoriter. tipe kepemimpinan demokratis. Tugas pemimpin dalam kepemimpinannya meliputi . serta dapat menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan. dari keinginan itu dapat dipetiknya kehendak-kehendak yang realistis dan yang benar-benar dapat dicapai. . Tipe kepemimpinan non pribadi. tipe-tipe kepemimpinan tersebut juga ada pendapat yang mengemukakan menjadi tiga tipe antara lain : Otokratis. dan Laisezfaire.

Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. ensiklopedia bebas (H. 7) .N. 1961. Kenry Pratt Fairchild dalam ³Dictionary of Sociologi and Related Sciences´. Kepemimpinan dalam Manajemen. Weschler and Nassarik. (Shared Goal. Stephen P. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. 1961. Macionis. Cooley dalam ³ The Man Nature and the Social Order¶ Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999) Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994 : 33) Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983 : 255) (Tannebaum. 24). 1991.DAFTAR PUSTAKA Purwanto. Jakarta: Erlangga. Hemhiel & Dari Wikipedia bahasa Indonesia. M. Ngalim. Abu Ahmadi. 2002. SE. Servant Leadeship atau Kepemimpinan Hamba oleh Meme Mery.2008 Coons. Weschler and Nassarik. C. Miftah. 29) (Tannebaum. 1957.Thoha. Trainer di PT PHILLIPS. John J. Inc JKT. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1999:124-125) Sociology 11th edition. 1983. Jakarta: Rajawali Pers. Robbins.

ada pemimpin yang menjadi moster bagi rakyatnya. pun ditembakinya. presiden Libia. Sebagian negara di Timur Tengah yang baru menikmati badai revolusi menunjukan kekuasaan itu nikmat. Kadhafi. . mereka pun melakukan cara-cara picik. seperti ditunjukan oleh beberapa pemimpin di Timur Tengah adalah ketika hendak kehilangan atau pun saat kekuasaannya diganggu. Presiden keenam kita memang terlihat begitu santun. Ketakutan seorang penguasa. Akibatnya. rakyat yang seharusnya mereka lindungi. tak terlihat garang. sampai-sampai nampak bagai seorang penakut . Untuk mempertahankan kekuasaan.com OPINI| 16 March 2011 Tak berlebihan kita bertanya demikian.Lampiran Liputan Berita di Media Massa Mengenai Kepemimpinan SBY SBY Bisa Tegas? KOMPASIANA@kompas. Sikap penguasa yang menolak desakan mundur membuktikan bahwa adalah kebodohan kalau melepaskan kekuasaaan secara suka rela. Bahkan demi mempertahankan kekuasaan.

SBY cukup mencuri perhatian publik.Kerap kali. mereka menjadi garang dan bersikap serius hanya karena membela kepentingannya. SBY secara tegas menegur dan mengingatkan akan mengeluarkan mereka dari koalisi-otomatis akan ada perombakan kabinet. Publik bisa melihat ada pertanggungjawaban serta komitmen dari SBY dalam menyikapi persoalan ini. Sikap tegas ala-SBY juga bisa ditunjukan saat merespon kebijakan membelot parpol anggota koalisinya (PKS dan Golkar). SBY sering kali nampak garang. bahwa koalisi adalah urusan internal Partai Demokrat dan dirinya. Tuduhan ini tentu serius. Umumnya. sejak pembentukannya. Bagaimana tidak. Ambil contoh kasus foto wajah SBY yang dijadikan sasaran tembak latihan para teroris. akan tetap menjaga integritas karena itulah tugas saya sebagai pemimpin. Penyataan SBY Sangat Positif . Dari sisi tertentu. Padahal. maka hal itu bisa dimaklumi. beredar kabar Ibu Ani Yudhoyono. sikap dan penyataan SBY kian membuktikan bahwa seorang pemimpin baru terlihat amat gelisah kalau kepentingan diri dan kekuasaannya mengalami guncangan. Para pemimpin bisa berubah menjadi pembunuh dan garang kalau kekuasaan serta posisinya sedang mengalami guncangan. terlihat begitu santun. Kesantunan yang terlihat dalam pencitraannya cukup memberi dampak positif di mata publik. pun suatu saat bisa berubah menjadi penjahat. istri SBY. SBY pun bisa dicopot dari jabatan. Kehebatan itu membuat Sinar Harapan(SH) dalam Tajuk Rencana hari ini (15/03). demikian judul tajuk rencana SH. saat dirinya mengalami ancaman. Ini terlihat dari sikap reaktif yang ditunjukan oleh banyaknya orang dalam istana yang mengeluarkan penyataan. saya mempertanggungjawabkan apa yang saya lakukan. terlihat serius. mengurangi jatah menteri. Jarang terjadi seorang pemimpin berubah menjadi garang hanya karena ingin menegakan hukum. sampai menangis mendengar kabar pemberitaan itu. memberi sapaan positif terhadap penyataan SBY kaitan pemberitaan The Age dan The Sydney Morning Herald menyangkut surat kawat diplomat AS yang dibocorkan Wikileaks. Apalagi. Bahkan. bentuk lain kegarangannya. Tapi. yang tidak mencakup kepentingan masyarakat luas. Penegakan hukum. konflik antara rakyat dan pemimpin ditimbulkan oleh adanya rasa terancam. penyataan SBY itu adalah baik. Publik pun kaget mendengar curahkan penakut itu. koalisi selalu sibuk dengan kepentingan transaksinya. Ketegasan itu membuat SBY lupa. mestinya polemik itu tak menjadi keharusan diwacanakan ke ruang publik. Maka. perubahan sikap pemimpin itu disebabkan oleh upaya mempertahankan kekuasaan. SBY begitu diharapkan membawa perubahan menuju perbaikan kehidupan berbangsa. Saya. dari sisi lain. Respon presiden muncul mengingat pemberitaan surat kawat itu cukup memberi guncangan baginya. Percayalah. serta pernah menjadi korban sikap politik (arogan) Megawati menjadi modal kuat yang membawanya ke tampuk kekuasaan. Pemimpin yang dulunya nampak baik. Bagaimana dengan penguasa Indonesia? Sejak memulai kiprah politiknya di tahun 2004. Dalam catatan. Gaya berkomunikasi yang (nampak) santun. bahwa dirinya sedang menjadi korban sikap curang PKS dan Golkar. SBY dan kroninya dituding telah melakukan berbagai penyimpangan yang melanggar hukum (konstitusi) dalam menjalankan kekuasaan. SBY adalah ahlinya. sebab besar kemungkinan hal itu menjatuhkan legitimasi kepemimpinannya. Soal akting menjadi korban. dan menjadi pahlawan pada zamannya. insya Allah. Hal itu cukup diselesaikan di ruang tertutup. tidak semua guncangan pasti menimbulkan tsunami yang mengulingkannya. yang jauh dari urusan kepentingan publik. SBY adalah salah satu pemimpin negeri yang kerap berkeluh kesah. Kata SBY. dan suka mencari dukungan politik publik. Namun. kalau SBY ingin mencari simpatik publik. dst. Reformasi birokrasi yang dalam proses menuju perbaikan diharapkan maksimal di bawah kepemimpinannya. Yang sering. ataupun karena ingin melindungi rakyatnya dari ketidakadilan. serta komitmen terhadap kebhinekaan dan kemajemukan dirasa memadai berada di tangan SBY. . berbahasa Indonesia baik dan benar.

"Selain itu. Bertempat di markas besar TNI respon pemerintah dikeluarkan. Minggu (13/6/2010). diskriminasi dan kekerasan berlatar belakang agama yang masih menjadi momok. namun terbatas pada wacana-wacana yang terlampau tidak penting. ia mengaktifkan koalisi untuk membunuh musuh politiknya. SBY lebih bersikap garang terhadap berbagai persoalan yang lebih menyentuh kepentingan masyarakat luas." ungkap Ahmad Suryono. sikap tegas untuk membekukan mereka-yang juga datangnya sangat terlambat-sekedar wacana di depan microphone. JAKARTA. Sikap tegas dan garang ala-SBY tak juga datang kala sedang dinantikan dan mencakup kepentingan masyarakat luas." ujar anggota Petisi 28. Sejatinya. SBY harus lebih serius dan tegas dalam menyikapi persoalan-persoalan mendasar di negeri ini. di Doekoen Cafe. kepada para wartawan. Petisi 28. hingga pencalonan tunggal Gubernur BI. "Di satu sisi SBY seperti ingin dinilai menegakkan presidensil. Rakyat hanya dijadikan alat dalam demokrasi untuk menguntungkan para pemodal besar. adalah sederet persoalan yang membutuhkan ketegasan.com Sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali dipertanyakan kelompok pengkritisi pemerintahan. SBY terkesan hanya mengambil keuntungan sendiri. Jelas ini adalah hal yang membingungkan! Kerap kali SBY tampil tegas dan cepat memberi respon. menjawab pertanyaan pembuka di atas (judul artikel). KOMPAS. tetapi kalau dibandingkan. sebab sikap (penyataan) tegas yang diharapkan malah tak juga keluar dari mulut sang Jenderal. Dengan begitu. Begitu juga dengan respon SBY terhadap berbagai tindakan kekerasan ormas-ormas perusuh terhadap Ahmadiyah. keseriusan dan bahkan sikap garang dari seorang SBY. Lalu Hilman. Menurutnya. Masyarakat sangat berharap bahwa sikap tegas dan garang itu tidak melulu ditunjukan SBY saat kepentingan pribadi dan kekuasaaanya terancam. misalkan. Sebagai penguasa dan penerima mandat konstitusi. sikap SBY masih lebih tegas ketika menyikapi sikap parpol koalisi yang membelot. sebagai seorang pemimpin negeri. . "Yang ada sekarang liberalisme justru bisa memecahkan kehancuran suatu bangsa. Kasus Ariel. Komitmen pemerintah terhadap penegakan hukum mafia pajak dan hukum. pertemuan lembaga negara di Bogor. tetapi SBY adalah pemimpin yang tegas. SBY dinilai telah memberlakukan liberalisme yang menyengsarakan rakyat." ujar anggota Petisi 28. SBY tidak lagi punya panduan kemana bangsa ini mau diarahkan karena GBHN sudah dianulir UUD 1945 yang diamandemen. yang menangkap petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Indonesia. dibandingkan dengan respon terhadap kekerasan terhadap jemaat HKBP (yang berlarut-larut sejak tahun 2010). Dengan sikap seperti itu. kasus GKI Taman Yasmin. Jakarta. SBY mestinya lebih mengutamakan sikap tegas saat kepentingan masyarakat luas terancam dan terganggu. bentuk anomali sikap SBY dapat dilihat dari pembentukan Setgab koalisi. dan tuntutan para orang tua mahasiswa korban kekerasan 1998-setiap hari Kamis berdemo di depan istana-sangat berbeda jauh. tapi di sisi lain ia takut terhadap parlemen. di bidang ekonomi. Ahmad Suryono. Petisi 28 juga mengkritisi pembentukan Satgas Mafia Hukum yang memiliki wewenang yang begitu besar hingga terlihat seperti menggantikan fungsi lembaga hukum. penuntasan berbagai kasus pelanggaran HAM berat. Publik Indonesia dibuat kecewa. Bahkan. serta pendidikan gratis yang masih sekedar mimpi.Lebih mencolok lagi saat sikap santun ditunjukan SBY dalam merespon arogansi Malaysia. SBY dianggap anomali dalam menjalankan pemerintahan. inpres Gayus yang tak juga jelas. Bogor. publik tak akan segan untuk berkata: bukan hanya bisa. Selain itu.

pemerintah harus mengultimatum kepada pimpinan dan segenap pengikut aliran Ahmadiyah untuk memilih membubarkan diri kembali ke ajaran yang benar. Menurut Yuddy. lanjut Januar. Pemerintah bersama aparat keamanan. pemerintah gagal menjamin keselamatan negara dan rakyatnya. Demikian juga. polisi sangat cepat sigap menangkap tersangka teroris dan cepat mengumumkannya. harta benda warga negaranya tanpa membeda-bedakan SARA. dalam menyikapi kontroversi aliran Ahmadiyah. pemerintah tidak cukup hanya memberikan pertanyaan atau peringatan. tutur mantan anggota DPR RI ini. Secara persuasif. "Misalnya. Kini kasus-kasus kerusuhan SARA bisa mengarah terjadinya konflik horsontal yang membahayakan keberlangsungan NKRI. seperti skandal Bank Century. yang dilindungi oleh UU sesuai prinsip HAM. Tubagus Januar Soemawinata menduga rezim penguasa SBY sengaja memelihara kontroversial keberadaan Ahmadiyah untuk sewaktu-waktu dipakai senjata mengalihkan isu apabila diperluikan. termasuk Kapolri yang baru Jenderal Pol Timur Pradopo. Hanya dengan ketegasan dan keputusan pemerintah yang diperlukan sekarang. Kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan karena melanggar HAM.com. kasus mafia hukum Gayus Tambunan. Apa gunaya ada pergantian pejabat penegak hukum sepertti contohnya diangkatnya Jenderal Timur Pradopo yang diharapkan bisa mengungkap kasus-kasus korupsi yang membuat kesengsaraan bangsa ini. Anehnya. SBY . Menurut Yuddy. papar mantan aktivis ini." duganya. karut marut situasi dan amburadulnya hokum di negara ini adalah akibat kebobrokan sistem pemerintahan rezim pemerintah SBY sekarang ini. pemerintah lelet dalam menyikapi kasus penyerangan jemaat Ahmadiyah yang menimbulkan insiden kerusuhan. Selasa (15/2) malam. Harus ada keputusan yang permanen terhadap kedudukan aliran Ahmadiyah. tegas Yuddy dalam pesan pendeknya kepada jakartapress.Pemerintah Lelet Sikapi Kasus Ahmadiyah sumber: Jakartapress. kasus kriminalisasi pimpinan KPK. tuntutan umat Islam untuk membubarkan Ahmadiyah adalah hal yang wajar. namun tidak boleh dilakukan dengan tindakan anarkis dan kekerasan. aparat hukum seperti kehilangan tenaga alias loyo dalam menangani kasus-kasus yang menyeret keterlibatan petinggi di negara ini. atau mendeklarasikan agama baru di luar Islam. tuturnya. Dari awal memimpin sampai sekarang. polisi tidak secara cepat menangkap dan mengumumkan otak pelaku kasus penyerangan jemaat Ahmadiyah di Cikeusik dan pembakaran gereja di Temanggung. 15/02/2011 | 23:13 WIB Jakarta Ketua DPP Partai hati Nurani Rakyat (Hanura) Yuddy Chrisnandi menilai. pengamat Universitas Nasional (Unas) Jakarta. Januar menilai. Hingga kini. Januar menduga. sikap tidak tegas Presiden SBY ternyata diikuti oleh para pejabat bawahannya. pemeriksaan saksi kunci kasus Miranda Nunun Nurbaeti. Secara terpisah. begitu publik menyerang skandal Century yang menyeret keterlibatan pihak Istana atau kasus Nunun Nurbaeti yang diduga melibatkan petingghi negara ini. wajib mencegah dan melindungi nyawa.com Selasa. maka bentrokan Ahmadiyah dengan umat Islam digulirkan. Bahkan. kasus rekening gendut sejumlah jenderal Polri dan lain sebagainya. Selanjutnya diperlukan Keppres untuk mengesahkan agama baru yang menampung aliran ini.

menganut sistem demokrasi emosional dibungkus pencitraan semu. Kalangan DPR pun menafsiri pernyataan SBY dengan melanjutkan pembangunan gedung DPR. 2011 | Jakarta Pernyataan Presiden SBY tidak tegas dalam menanggapi kontroversi pembangunan gedung baru DPR. Kalau saya baca di media. Dengan sikap seperti itu. kata pengamat politik dari Unas Jakarta. ungkap pakar paranormal asal Banten ini. Ini artinya. hampir seluruh fraksi menyetujui melanjutkan pembangunan gedung baru itu. Ketidakmampuan ini nampak jelas dengan terjadinya banyak penyimpangan dan penyelewengan di bidang hukum. pernyataan presiden tadi dianggap diperbolehkannya pembangunan gedung baru. Politik Indonesia Today 19:01 | 7 April. selalu ragu dalam mengambil keputusan. Suhanto kepada itoday. jika dengan tegas menolak pembangunan gedung itu citra SBY akan naik. Pidato SBY Terkait Gedung Baru DPR Multitafsir Headline. Padahal. Sikap SBY tidak pernah berubah. Kelihatannya SBY tidak mau mengambil resiko dengan bersikap tidak tegas menolak pembangunan gedung baru DPR.. paparnya. Kamis (7/4). . Seharusnya sebagai kepala negara. citra SBY di hadapan rakyat semakin turun. Ia meminta menghentikan pembangunan itu. ia bisa mengambil momentum persoalan ini dengan meminta menghentikan pembangunan baru wakil rakyat. Menurut Suhanto. kata Suhanto.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->