³MAKALAH KEPEMIMPINAN DAN GAYA KEPEMIMPINAN´ (Analisa Gaya Kepemimpinan SBY) Diajukan untuk memenuhi Tugas Kelompok MK.

Komunikasi Organisasi Dosen : Prof.Dr.Yosi Adiwisastra. MA.Ph,D / Dr.Ani Yuningsih, Dra, M.SI

Disusun Oleh : Enung Nurhayati 20080010010 Ine Anggraeni 20080010006 Suhendra Atmaja 20080010009

PASCASARJANA KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2011

DAFTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah B.Tujuan Penulisan Makalah ««««««««««.««««««««««««. ««««««««.««««««««««««««.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.Makna dan Tujuan Kepemimpinan B.Teori-Teori Kepemimpinan C.Model gaya Kepemimpinan «««««««««««««««««««. ««««««««««««««««««««««. ««««««««««««««««««««««. «««««««««««««.

D.Ciri-ciri Pemimpin dan Kepemimpinan Yang Baik BAB.III A. Paparan Kasus & Konsep Tiga Gaya Kepemimpinan

«««««««««««««.

B.Analisa Gaya kepemimpinan SBY ««««««««««««««««««««««..

BAB IV PENUTUP A.Kesimpulan B.Saran

PUSTAKA

Sebagai mahluk Alloh yang menempati derajat tertinggi diantara mahluk lainnya. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berjiwa pemimpin. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. kelompok & lingkungan dengan baik. Kepemimpinan pada hakikatnya merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk membina. mengarahkan dan mengerakkan orang lain agar dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain tercapai atau tidak tujuan suatu organisasi sangat tergantung pada pimpinannya. gaya kepemimpinan para pejabat negara pasca reformasi senantiasa menarik perhatian rakyat Indonesia dan disoroti secara berbeda. manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungannya. Dalam hidup. dan menimbulkan pro kontra dikalangan masyarakat seperti halnya kepemipinan SBY dengan 2 periode kepemimpinannya. Untuk mewujudkan tujuan tersebut.Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. pemimpin perlu melakukan serangkaian kegiatan diantaranya adalah mengarahkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi yang dipimpinnya. kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.BAB I PENDAHULUAN A. paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Di Indonesia. Dengan berjiwa pemimpin manusia diharapkan akan dapat mengelola diri. membimbing. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan serta kehidupan sosialnya dengan baik. . Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai.

Rumusan Masalah Berkaitan dengan masalah apa sebenarnya kepemimpnan itu dan bagaimana gaya kepemimpinan itu. maka yang menjadi pembahasan adalah hal-hal yang berkaitan dengan : 1. Bagaimanakah Teori-Teori Kepemimpinan itu? 3. Bagaimanakah Tipe / gaya Kepemimpinan? .B. Apakah Makna Kepemimpinan itu? 2.

Rajawali. penuh semangat. Menurut John Piffner. dan 3) Adanya tujuan bersama yang harus dicapai. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.4 2.5 1 2 Thoha. dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu. 1961. Psikologi Sosial. CV. serta merasa tidak terpaksa´. Rineka Cipta. M.1 Sedangkan menurut Robbins ³Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan´. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. 1983:123). Beberapa pendapat ahli mengenai Kepemimipinan : 1. ada kegembiraan batin. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi. Remaja Rosdakarya. Jakarta 1983 Robbins. Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki.Makna Kepemimpinan Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Hal 124-125 5 Tannebaum.3 Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain: 1) Kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi.2 Sementara menurut Ngalim Purwanto Kepemimpinan adalah ´ sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian. Ngalim. Perilaku Organisasi.BAB II Landasan Teoritis A. termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. 24 . Stephen Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Bandung 2002 3 Purwanto. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha. Weschler and Nassarik. 2) Di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin. 4 Ahmadi. Bandung 1991. 1999.

yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. 1990. 2002: 29 8 Shared Goal. baik dengan cara mempengaruhi. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi. membujuk. penuh semangat. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utama seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan programprogram saja.9 7. 281 Slamet. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan. 1961. 1983:123 11 Ngalim Purwanto .3. Hemhiel & Coons. 1957. dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu. 6 Jacobs & Jacques. 7 9 Tannebaum. memotivasi dan mengkoordinasi. Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. termasuk didalamnya kewibawaan. anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang positif dalam usaha mencapai tujuan. proses. serta merasa tidak terpaksa. Kepemimpinan adalah sikap pribadi.10 8. ada kegembiraan batin. 29 10 Thoha. Weschler and Nassarik.7 5.1991:26 7 . Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian.6 4.8 6. tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya.11 Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.

Teori Kisi Kepemimpinan (Blake dan Mouton. Dari sekian banyak model teori dan analisis. Kisi ini berasal dari hal-hal yang mendasari perhatian manajer.Hubungan Antar Manusia 3. kemudian sejak tahun 1991 disebut sebagai kisi kepemimpinan (leadership grid). berikut ini adalah enam sistem popular yang dapat menjelaskan gaya kepemimpinan12: 1. a. serta menghindari sikap memihak. perhatiannya pada tugas atau pada hal-hal yang direncanakan untuk diselesaikan oleh organisasi.Pencapaian Suatu Tujuan. Unsur-unsur yang mendasari kepemimpinan dari definisi-definisi yang dikemukakan di atas.Proses Komunikasi. Pendayagunaan Pengaruh 2. 3.Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Kemampuan mempengaruhi orang lain (kelompok/bawahan). Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. ia cenderung menerima keputusan orang lain. 1964) Teori ini awalnya disebut sebagai kisi manajerial (managerial grid).Teori-Teori Kepemimpinan Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang produktifitas organisasi secara keseluruhan. 12 Pace&faules. Kisi ini menggambarkan bagaimana perhatian pemimpin pada tugas dan manusia berkelindan sehingga menciptakan gaya pengelolaan dan kepemimpinan.Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan: 1. dan perhatian pada orang-orang dan unsur-unsur organisasi yang memengaruhi mereka. Gaya Pengalah (impoverished style) yang ditandai oleh kurangnya perhatian terhadap produksi. dan 4. B. Komunikasi Organisasi: 280- . adalah: 1.Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok. 2.

b. Ia lebih bersifat menolong daripada memimpin. Ketiga dimensi tersebut didefinisikan sebagai berikut : a. Gaya Santai (country club style). Ia menghargai keputusan yang logis dan kreatif sebagai hasil dari pengertian dan kesepakatan anggota organisasi. Gaya Pemimpin Pertengahan (middle of the road style). d. Keefektifan. Manfaat gaya lebih efektif kurang lebih sama tergantung pada situasi yang dihadapi. e. gaya ini ditandai oleh rendahnya perhatian terhadap tugas tetapi tinggi terhadap manusia. gaya ini memberikan perhatian yang tinggi terhadap tugas dan manusia. menghormati gagasan. 2. Ia berusaha mempertahankan agar keadaan tetap baik dan stabil. Pemimpin seperti ini sangat menjunjung tinggi keputusan yang telah dibuat dengan perhatian utama adalah pelaksanaan dan penyelesaian kerja secara efisien. yakni tingkat pengarahan manajer atas usaha bawahan untuk mencapai tujuan. ditandai dengan perhatian yang seimbang antara terhadap produksi dan manusia. Gaya Tim (team style).b. Orientasi Kerja. tingkat persyaratan produksi yang dicapai sesuai yang ditetapkan manajemen. Ada saatnya seorang manajer menggunakan keempat . Bila terdapat perbedaan sikap dan gagasan ia berusaha untuk jujur tapi tegas dan mencari pemecahan yang tidak memihak. Orientasi Hubungan. tingkat hubungan pribadi antara manajer dengan bawahan ditandai dengan adanya sikap saling memercayai. Kisi 3D menghasilkan delapan gaya kepemimpinan yang terbagi dalam dua jenis gaya utama yakni lebih efektif dan kurang efektif. Teori 3-D (Reddin. c. c. dan gagasan dari orang lain daripada memaksakan kehendaknya. gaya ini ditandai dengan perhatian yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas tetapi kurang memperhatikan manusianya. Ia lebih suka mendengar pendapat. sikap. dan memperhatikan perasaan bawahan. 1967) Reddin membuat teori berdasarkan pada kisi tugas manusia yang dikemukakan Blake dan Mouton dengan menambahkan dimensi ketiga yaitu efektivitas. Gaya Kerja (task style).

Pemimpin lebih banyak memberikan kemudahan karena anak buah memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Memberitahu (Telling). Dari penelitian tersebut disimpulkan ada empat gaya kepemimpinan situasional yaitu. 1957). 1974. bersedia dan mampu bertanggung jawab untuk mengatur perilaku mereka sendiri. kapan. dan bagaimana cara melaksakan berbagi macam tugas. Mewakilkan (Delegating). . ditandai hubungan komunikasi satu arah. Ditandai pemimpin dan anak buah sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan melalui komunikasi dua arah yang sebenarnya.gaya secara bersamaan. Mempromosikan (Selling). Partisipasi (Partcipate). tetapi di saat menjalankan tugas lain hanya menggunakan satu atau dua gaya secara konsisten. Hersey dan Blanchard memperkenalkan kematangan sebagai variabel ketiga. ditandai hubungan komunikasi dua arah. Tugas berat hubungan lemah. c. penelitian ini menunjukkan banyak kemiripan dengan teori yang dikemukakan Blake dan Mouton yaitu ada dua dimensi gaya kepemimpinan yakni struktur pertimbangan dan pengawalan. pemimpin menentukan peranan anak buah dan memberitahu apa. Mereka menyebut bahwa perbedaan antara gaya efektif dan tidak efektif seringkali bukan hanya karena perilaku pemimpin yang sesungguhnya tetapi lebih pada masalah kecocokan antara perilaku dengan situasi yang dihadapi. d. Tugas berat hubungan kuat. meskipun semua pengaturan dilakukan pemimpin. Pemimpin mendelegasikan kewenangannya karena anak buah mempunyai tingkat kesiapan yang tinggi. a. Teori Kepemimpinan Situasional (Hersey dan Blanchard. Hubungan lemah tugas ringan. b. Berlawanan dengan teori Blake dam Mouton dan Reddin. ia menyediakan dukungan sosioemosional supaya anak buah turut bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan. 1977) Konsep kepemimpinan ini dikembangkan dari penelitian di Ohio State University (Stogdill & Coons. Hubungan kuat tugas berat. Ditandai dengan pemimpin membiarkan anak buah bertanggung jawab atas keputusan mereka. dimana. Faktor yang menentukan efektivitas dijelaskan sebagai tingkat kesiapan anak buah yang meliputi kesediaan seseorang untuk bertanggung jawab. Hersey dan Blanchard gaya ini paling besar memberikan hasil terbaik karena didukung tingkat kesiapan anak buah. 3. kisi yang dihasilkan juga serupa.

b. c. Likert membagi gaya kepemimpinan dengan kriteria sebagai berikut: a. gaya ini amat sportif dengan tujuan agar organisasi berjalan baik dengan adanya partisipasi pegawai. Penguasa mutlak (exploitive authoritative). pengendalian. komunikasi. Secara umum sistem komunikasi formal dan informal identik dan menjamin integrasi tujuan pribadi dan tujuan organisasi yang sebenarnya. dan hukuman. Pemimpin memberikan bimbingan sepenuhnya dan pengawasan ketat pada pegawai dengan anggapan bahwa cara terbaik untuk memotivasi pegawai adalah dengan cara memberikan rasa takut. gaya ini pada dasarnya bersifat otoritarian tetapi mendorong komunikasi ke atas untuk ikut berpendapat maupun mengemukakan keluhan bawahan tetapi interaksi di antara tingkatan dalam organisasi dilakukan melalui jalur resmi. semua keputusan berasal dari atas dan komunikasi ke bawah semata-mata berisi instruksi atau perintah. Penasihat (consultative). dan kinerja. Teori Empat Sistem (Likert. Penguasa semi mutlak (benevolent authoritative). gaya ini berdasarkan pada asumsi teori X McGregor. Komunikasi yang terjadi jarang bersifat bebas dan terus terang. Pengajakserta (participate). Orang berkomunikasi secara bebas dan terbuka tanpa ada rasa takut terhadap hukuman. Informasi berjalan ke segala arah dan pengendalian dilakukan di setiap tingkatan. pengambilan keputusan. penentuan tujuan. 1967) Likert menemukan empat gaya kepemimpinan atau sistem manajerial yang berdasarkan pada suatu analisis atas delapan variabel yaitu kepemimpinan. ancaman.4. . Manajer menaruh kepercayaan besar meskipun tidak mutlak dan adanya keyakinan pada pegawai. interaksi. motivasi. Interaksi atasan bawahan amat sedikit. Informasi berjalan baik atas ke bawah maupun bawah ke atas dengan sedikit penekanan bahwa ide dan gagasan berasal dari atas. d. gaya ini melibatkan interaksi yang cukup sering pada tingkat pribadi sampai moderat antara atasan dan bawahan dalam organisasi.

Hal ini dianggap sebagai satu-satunya kondisi terpenting bagi kepemimpinan yang efektif. Gaya kepemimpinan tergambar dalam variabel tugas dan hubungan. Tannenbaum dan Schmidt menyebutkan bahwa ciri pemimpin yang berhasil adalah tidak terlalu mengawasi secara ketat atau terlalu longgar.5. Karakteristik suatu situasi kepemimpinan terpenting adalah : 1. kenaikan pangkat. mempercayai. Relasi pemimpin-anggota. 2. 6. Kontinum tersebut menunjukkan sifat kepemimpinan terhadap bawahan: 1) Manajer membuat keputusan dan mengumumkannya 2) Manajer membuat keputusan dan menawarkannya 3) Manajer mengemukakan keputusan dan memberi kesempatan untuk mempertanyakannya 4) Manajer mengemukakan keputusan sementara sehingga masih dapat diubah 5) Manajer menentukan beberapa batasan dan meminta bawahan untuk mengambil keputusan 6) Manajer mengizinkan bawahan mengambil keputusan. Kekuasaan jabatan pemimpin. Teori Kontinum (Tannenbaum dan Schmidt. 1967) Fiedler mengembangkan teori gaya kepemimpinan berdasarkan pada konsep kebergantungan. 1957) Analisisnya meneliti pengambilan keputusan sebagai konsep utama dalam kontinum perilaku kepemimpinan. Jadi pemimpin ditinjau berdasarkan motivasi tugas (task motivated) atau motivasi hubungan (relationship motivated). Struktur tugas. penghargaan. dan menghardai pemimpinnya. dianggap baik jika anggota menyukai. Efektivitas kepemimpinan bergantung pada hubungan-hubungan dalam gaya kepemimpinan dan situasi yang dihadapinya. didefinisikan sebagai tingkat hukuman. menyatakan sejauh mana cara-cara melakukan pekerjaan diterangkan secara terperinci tahap demi tahap. disiplin. Pemimpin yang paling efektif adalah mereka yang mempunyai gaya yang konsisten sesuai dengan tuntutan situasi. 3. Teori Kebergantungan (Fiedler. Makin terstruktur tugasnya makin besar pengaruh pemimpin atas tim tersebut. dan teguran dapat diberikan secara adil dan transparan bagi .

Ketiga tipe tersebut sebagaimana telah dikemukakan oleh para ahli seperti Hadari Nawawi menyebutkan ³ada tiga tipe kepemimpinan yaitu otokratif. Yaitu : 1. Tipe demokratis. cenderung terlalu ³kebapakan³sehingga sangat memikirkan keinginan dan kesejahteraan anak buahnya. Tipe non pribadi. seperti perkumpulan-perkumpulan sepak bola. timbul dalam organisasi-organisasi kemasyarakatan yang bersifat informal. kurang adadnya kontak pribadi dengan bawahannya.´ Sementara itu Susilo Martoyo menyebutkan ada 6 tipe kepemimpinan. 3. intruksi-intruksi.anggotanya. 2. sikap dan cara-cara pemimpin melaksanakan dan mengembangkan kegiatan memimpin dalam lingkungan kerja yang dipimpinnya. sumpahsumpah. sekolah dan sebagainya. terlalu melindungi dan membimbing. sifat. menitik beratkan kepada partisipasi kelompok dengan memanfaatkan pandangan-pandangan atau pendapat-pendapat kelompok didasarkan pada kontak pribadi secara langsung dengan bawahannya . 6. Pemimpin mempunyai kekuatan yang lebih besar bila ia mampu memberi penghargaan dan mampu menjatuhkan hukuman. maka tipe/ gaya kepemimpinan dapat diklarifikasikan kedalam tiga tipe pokok kepemimpinan.Tipe / Gaya Kepemimpinan Berdasarkan konsep. Tipe otoriter kepemimpinan merupakan hak pribadi dan berpendapat bahwa ia dapat menentukan apa saja dalam organisasi. karena diantara mereka ada sarana atau media tertentu seperti rencana-rencana. laissez faire dan demikratik. yaitu Tipe pribadi. C. Tipe paternalistis. yaitu otokratik. sehingga hubungan tersebut bersifat tidak langsung. Tipe demokratis. laissez faire dan demokratik. 4. dimana interaksi antara orang seorang dalam organisasi tersebut ditentukan oleh sifat dan pembawaan pemimpin. Tipe indegenous. menitik beratkan kepada partisipasi kelompok dengan memanfaatkan pandangan-pandangan atau pendapat-pendapat kelompok. 5.

BAB III ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN SBY B. Gaya Otoriter Gaya kepemimpinan otoriter adalah gaya kepemimpinan yang menekankan pada perintah. Batasan kekuasaan dari pemimpin otoriter hanya dibatasi oleh undang ± undang. 2008 . Baginya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. mengambil keputusan personal dan meminta bawahan untuk mematuhinya. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin bersikap. Keputusan dapat diambil secara cepat dan efisien b. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap anggota ± anggota kelompoknya. Sangat cocok digunakan pada saat kelompok mengalami krisis 13 Macionis. kewajiban bawahan hanyalah mengikuti dan menjalankan perintah dan tidak boleh membantah atau mengajukan saran. kuasa. Sebagaimana dikemukakan oleh Macionis 13 : 1. Paparan Kasus & Konsep Tiga Gaya Kepemimpinan Teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). kami mencoba mengidentifikasi kondisi kepemimpinan SBY melalui tiga konsep kepemimpinan. KELEBIHAN: a. 2008) Dalam kepemimpinan ini. Mereka harus patuh dan setia kepada pemimpin secara mutlak. berkomunikasi. Mudah dilakukan pengawasan (controling) c. Bawahan hanya bersifat sebagai pembantu. yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat. dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu. Di antara beberapa gaya kepemimpinan yang ada. keterampilan. Walaupun kepemimipinan otoriter sedikit disenangi bawahannya namun kepemimpinan otoriter sangat tepat digunakan saat krisis.(Macionis. Gaya tersebut bisa berbeda ± beda atas dasar motivasi. dan sikapnya.

Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan tingkatnya . Inisiatif dan daya pikir anggota sangat dibatasi.Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan kegiatan yang tidak bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya tujuan. memiliki kepedulian terhadap hubungan antarpribadi maupun hubungan tugas di antara para anggota kelompok. dipecat. Gaya Demokratik Dalam gaya kepemimpinan demokratik. pemimpin tidak banyak menggunakan kontrol apabila dibandingkan dengan ketiga gaya kepemimpinan sebelumnya. sehingga tidak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. 2. b. Pemimpin demokratik mengharapkan seluruh anggotanya untuk berbagi tanggung jawab dan mampu mengembangkan potensi kepemimpinan yang dimilikinya. b. f. Pemimpin tidak menghendaki rapat atau musyawarah. Kekuasaan berlebih ini dapat menimbulkan sikap menyerah tanpa kritik dan kecenderungan untuk mengabaikan perintah dan tugas jika tidak ada pengawasan langsung g.Pengawasan bagi pemimpin yang otoriter hanyalah berarti mengontrol. orang ± orang yang berlaku taat dan menyenangkan pribadinya. Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi. dsb. e.KELEMAHAN: a. c. Meskipun nampaknya kurang terorganisasi dengan baik. apakah segala perintah yang telah diberikan ditaati atau dijalankan dengan baik oleh anggotanya. d.Mereka melaksanakan inspeksi.Setiap perbedaan di antara anggota kelompoknya diartikan sebagai kelicikan. kemudian orang ± orang tersebut diancam dengan hukuman. a. c. Dominasi yang berlebihan mudah menghidupkan oposisi atau menimbulkan sifat apatis. mencari kesalahan dan meneliti orang ± orang yang dianggap tidak taat kepada pemimpin. Sebaliknya. namun gaya ini dapat berjalan dalam suasana yang rileks dan memiliki kecenderungan untuk menghasilkan produktivitas dan kreativitas. pembangkangan. Pemimpin yang demokratik. dijadikan anak emas dan bahkan diberi penghargaan. atau pelanggaran disiplin terhadap perintah atau instruksi yang telah diberikan oleh pemimpin. karena gaya kepemimpinannya ini mampu memaksimalkan kemampuan yang dimiliki para anggotanya.

Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menunjang harkat dan martabat manusia. Analisis Gaya Kepemimpinan SBY 1. Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dan tanggung ± jawab. walaupun secara dominan menganut gaya kepemimpinan demokrasi sesuai dengan asas demokrasi yang dianut oleh negara ini (Indonesia). Dari proses pengambilan kebijakan.d. Gaya ini tidak berdasarkan pada aturan-aturan. Namun dalam kondisi negara krisis peran SBY untuk menganut gaya kepemimpinan otoriter sangatlah diperlukan karena pada kondisi tersebut diperlukan tindakan yang cepat dan tepat. Tindak komunikasi dari pemimpin ini cenderung berlaku sebagai seorang penghubung yang menghubungkan kontribusi atau sumbangan pemikiran dari anggota kelompoknya. dalam situasi tertentu khususnya dalam kelompok terapi. Otoriter Menurut pendapat kami gaya kepemimpinan SBY apabila ditinjau dari gaya kepemimpinan otoriter. SBY tidak melakukannya sendiri namun melalui persetujuan pihakpihak yang berwenang dan terkait misalkan DPR. kelompok yang memakai gaya ini akan menjadi tidak terorganisasi. tidak produktif dan anggotanya akan apatis. Seorang pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan ini menginginkan seluruh anggota kelompoknya berpartisipasi tanpa memaksakan atau menuntut kewenangan yang dimilikinya. Namun dalam proses kepemimpinannya banyak sekali masalah masalah yang timbul terutama masalah korupsi di Indonesia yang sudah mendarah daging yang sulit diberantas dan merupakan tugas wajib bagi seorang pemimpin untuk menyelesaikannya. gaya kepemimpinan laissez-faire ini adalah yang paling layak dan efektif dari gaya-gaya kepemimpinan terdahulu. Gaya kepemimpinan Laissez Faire Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan. Jika tidak ada yang mengendalikannya. . 3. Walau begitu. Seorang pemimpin demokratik disegani bukannya ditakuti. sebab mereka merasa bahwa kelompoknya tidak memiliki maksud dan tujuan yang hendak dicapai. B. e. kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan maupun menanggulangi masalahnya sendiri. MA dan lain-lain. struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. seorang SBY merupakan sosok pemimpin negara yang sedikit menganut gaya kepemimpinan otoriter. MPR.

banyak sekali kasus kasus korupsi yang terbongkar namun ironinya sangatlah sedikit dari jumlah kasus korupsi yang terungkap dan belum lagi usaha-usaha dari para oknum untuk melemahkan KPK dengan menjerat para pemimpin KPK dalam suatu kasus. lambat. Selain itu latar belakang budaya SBY yang berasal dari suku jawa. seperti pengadopsian filsafat Jawa yaitu rasa ³pekewuh´ atau rasa sungkan yang menimbulkan perasaan tidak enak atau tidak etis apabila mengadili teman sejawat. Sikap tidak tegas SBY tentunya dipengaruhi oleh beberapa factor seperti halnya kepentingan koalisi. di manapun. Misalkan KPK. dimana banyak pejabat-pejabat yang bermasalah dengan hukum dan kemudian bersembunyi dan berlindung pada SBY (dengan dalih koalisi ). dan tidak "decisive" (tegas). Sangat jauh dari anggapan sementara kalangan yang menyebut SBY sebagai figur peragu. mengingat kemenangan SBY dalam Pemilu selama 2 periode berturut-turut lebih dikarenakan koalisi dari pada perolehan suara tunggal. SBY merupakan sosok yang kurang tegas. mungkin juga turut mempengaruhi gaya kepemimpinannya. 3. Sebenarnya keberadaan lembaga-lembaga yang berdiri dalam kepemimpinan SBY untuk mengatasi permasalahan yang ada dan merupakan langkah yang baik. . dalam kasus ini yaitu bidang pertahanan. 2. Saat pertama kali KPK didirikan. Demokratis SBY sebagai pemimpin yang mampu mengambil keputusan kapanpun. Sehingga dalam perjalanan pemerintahannya SBY dibebani dengan berbagai kepentingan Koalisi yang akhirnya mempengaruhi gaya kepemimpinan SBY yang terkesan kurang tegas bahka tidak tegas. sikap kurang tegas SBY sangat tampak terutama dalam proses penegakan hukum. sebuah lembaga yang mengatasi masalah korupsi. Hal ini menujukkan bahwa di era kepemimpinan SBY banyak sekali lembaga-lembaga yang berdiri namun penegakan sangat kurang.Menurut kelompok kami. Pemimpin harus bisa bersikap dan bertindak objektif dan tegas demi kepentingan publik. Terlepas dari segala kekurangan dari kepemimpinan SBY. Sosok yang demokratis. Rasa inilah yang harus dihilangkan oleh seorang pemimpin. dan dalam kondisi apapun. tentu ada sisi positif dari segi kepemimpinan SBY dimana SBY adalah tipe pemimpin yang baik dalam mentransformasikan gaya kepemimpina otoriter ke demokratis. Laissez faire Dari sini dapat disimpulkan ada beberapa kondisi dimana seorang pemimpin tidak harus turun tangan memberikan instruksi yang harus dikerjakan kepada anggotanya dikarenakan masalah memerlukan pemecahan dengan waktu yang singkat dan anggota yang sudah ahli di bidang tersebut.

Dari proses pengambilan kebijakan. MPR. MA dan lain-lain. \ . Secara garis besar gaya kepemimpinan SBY adalah demokratis sesuai dengan asas demokrasi yang dianut oleh negara ini (Indonesia).menghargai perbedaan pendapat. konsistensi Yudhoyono dinilai buruk. Hanya sayang. Namun dalam kondisi negara krisis peran SBY untuk menganut gaya kepemimpinan otoriter sangatlah diperlukan karena pada kondisi tersebut diperlukan tindakan yang cepat dan tepat. SBY tidak melakukannya sendiri namun melalui persetujuan pihak-pihak yang berwenang dan terkait misalkan DPR. tetapi selalu defensif terhadap kritik. Ia dipandang sering berubah-ubah dan membingungkan publik.

serta dapat menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan. Tugas pemimpin dalam kepemimpinannya meliputi . meyakinkan kelompoknya mengenai apa. Kesimpulan Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. tipe kepemimpinan paternalistis. . dan Laisezfaire. Demokratis. mana yang realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan. tipe kepemimpinan otoriter. menyelami kebutuhankebutuhan kelompok. tipe kepemimpinan demokratis.apa yang menjadi kehendak mereka. Tipe-tipe kepemimpinan pada umumnya adalah tipe kepemimpinan pribadi. dan memiliki suatu kebebsan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengerahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang memahami akan tugas dan kewajibannya. tipe kepemimpinan menurut bakat. tentram. tipe-tipe kepemimpinan tersebut juga ada pendapat yang mengemukakan menjadi tiga tipe antara lain : Otokratis. dari keinginan itu dapat dipetiknya kehendak-kehendak yang realistis dan yang benar-benar dapat dicapai. Tipe kepemimpinan non pribadi. sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman.BAB IV PENUTUP A. Disamping.

7) . Hemhiel & Dari Wikipedia bahasa Indonesia. C. Bandung: Remaja Rosdakarya. (Shared Goal. 1961. Weschler and Nassarik. 1961. Macionis. 2002. Kepemimpinan dalam Manajemen.Thoha. Kenry Pratt Fairchild dalam ³Dictionary of Sociologi and Related Sciences´.DAFTAR PUSTAKA Purwanto. 1991. Cooley dalam ³ The Man Nature and the Social Order¶ Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999) Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994 : 33) Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983 : 255) (Tannebaum. Abu Ahmadi. Weschler and Nassarik. ensiklopedia bebas (H. Trainer di PT PHILLIPS. 29) (Tannebaum. M. SE. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Miftah. Servant Leadeship atau Kepemimpinan Hamba oleh Meme Mery.N. 24). 1957. 1999:124-125) Sociology 11th edition. Jakarta: Rajawali Pers. John J. Ngalim. Robbins. 1983. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi.2008 Coons. Stephen P. Jakarta: Erlangga. Inc JKT.

. seperti ditunjukan oleh beberapa pemimpin di Timur Tengah adalah ketika hendak kehilangan atau pun saat kekuasaannya diganggu. Bahkan demi mempertahankan kekuasaan. Presiden keenam kita memang terlihat begitu santun.com OPINI| 16 March 2011 Tak berlebihan kita bertanya demikian. ada pemimpin yang menjadi moster bagi rakyatnya. Akibatnya. Untuk mempertahankan kekuasaan. tak terlihat garang. mereka pun melakukan cara-cara picik. Kadhafi.Lampiran Liputan Berita di Media Massa Mengenai Kepemimpinan SBY SBY Bisa Tegas? KOMPASIANA@kompas. Sebagian negara di Timur Tengah yang baru menikmati badai revolusi menunjukan kekuasaan itu nikmat. presiden Libia. rakyat yang seharusnya mereka lindungi. Ketakutan seorang penguasa. pun ditembakinya. sampai-sampai nampak bagai seorang penakut . Sikap penguasa yang menolak desakan mundur membuktikan bahwa adalah kebodohan kalau melepaskan kekuasaaan secara suka rela.

Kata SBY. konflik antara rakyat dan pemimpin ditimbulkan oleh adanya rasa terancam. pun suatu saat bisa berubah menjadi penjahat. Penyataan SBY Sangat Positif . SBY adalah ahlinya. Gaya berkomunikasi yang (nampak) santun. Dari sisi tertentu. dari sisi lain. sikap dan penyataan SBY kian membuktikan bahwa seorang pemimpin baru terlihat amat gelisah kalau kepentingan diri dan kekuasaannya mengalami guncangan. bahwa koalisi adalah urusan internal Partai Demokrat dan dirinya. dan suka mencari dukungan politik publik. demikian judul tajuk rencana SH. Soal akting menjadi korban. yang jauh dari urusan kepentingan publik. perubahan sikap pemimpin itu disebabkan oleh upaya mempertahankan kekuasaan. SBY dan kroninya dituding telah melakukan berbagai penyimpangan yang melanggar hukum (konstitusi) dalam menjalankan kekuasaan. Para pemimpin bisa berubah menjadi pembunuh dan garang kalau kekuasaan serta posisinya sedang mengalami guncangan. SBY cukup mencuri perhatian publik. dst. SBY secara tegas menegur dan mengingatkan akan mengeluarkan mereka dari koalisi-otomatis akan ada perombakan kabinet. SBY sering kali nampak garang. bahwa dirinya sedang menjadi korban sikap curang PKS dan Golkar. terlihat serius. mengurangi jatah menteri. dan menjadi pahlawan pada zamannya. Hal itu cukup diselesaikan di ruang tertutup. Percayalah. Ini terlihat dari sikap reaktif yang ditunjukan oleh banyaknya orang dalam istana yang mengeluarkan penyataan. kalau SBY ingin mencari simpatik publik. Dalam catatan. maka hal itu bisa dimaklumi. Saya. saat dirinya mengalami ancaman. Tapi. Apalagi. Ambil contoh kasus foto wajah SBY yang dijadikan sasaran tembak latihan para teroris. sejak pembentukannya. Jarang terjadi seorang pemimpin berubah menjadi garang hanya karena ingin menegakan hukum. mereka menjadi garang dan bersikap serius hanya karena membela kepentingannya. serta komitmen terhadap kebhinekaan dan kemajemukan dirasa memadai berada di tangan SBY. bentuk lain kegarangannya. yang tidak mencakup kepentingan masyarakat luas. terlihat begitu santun. Sikap tegas ala-SBY juga bisa ditunjukan saat merespon kebijakan membelot parpol anggota koalisinya (PKS dan Golkar). tidak semua guncangan pasti menimbulkan tsunami yang mengulingkannya. insya Allah. Namun. koalisi selalu sibuk dengan kepentingan transaksinya. Pemimpin yang dulunya nampak baik. SBY pun bisa dicopot dari jabatan. Penegakan hukum. . sebab besar kemungkinan hal itu menjatuhkan legitimasi kepemimpinannya. Bahkan. Kehebatan itu membuat Sinar Harapan(SH) dalam Tajuk Rencana hari ini (15/03). penyataan SBY itu adalah baik. saya mempertanggungjawabkan apa yang saya lakukan. memberi sapaan positif terhadap penyataan SBY kaitan pemberitaan The Age dan The Sydney Morning Herald menyangkut surat kawat diplomat AS yang dibocorkan Wikileaks. SBY begitu diharapkan membawa perubahan menuju perbaikan kehidupan berbangsa. Ketegasan itu membuat SBY lupa. berbahasa Indonesia baik dan benar. istri SBY. Publik bisa melihat ada pertanggungjawaban serta komitmen dari SBY dalam menyikapi persoalan ini. mestinya polemik itu tak menjadi keharusan diwacanakan ke ruang publik. Kesantunan yang terlihat dalam pencitraannya cukup memberi dampak positif di mata publik. serta pernah menjadi korban sikap politik (arogan) Megawati menjadi modal kuat yang membawanya ke tampuk kekuasaan. Respon presiden muncul mengingat pemberitaan surat kawat itu cukup memberi guncangan baginya. Publik pun kaget mendengar curahkan penakut itu.Kerap kali. Bagaimana tidak. Reformasi birokrasi yang dalam proses menuju perbaikan diharapkan maksimal di bawah kepemimpinannya. Tuduhan ini tentu serius. sampai menangis mendengar kabar pemberitaan itu. ataupun karena ingin melindungi rakyatnya dari ketidakadilan. Umumnya. Yang sering. SBY adalah salah satu pemimpin negeri yang kerap berkeluh kesah. Bagaimana dengan penguasa Indonesia? Sejak memulai kiprah politiknya di tahun 2004. beredar kabar Ibu Ani Yudhoyono. Padahal. Maka. akan tetap menjaga integritas karena itulah tugas saya sebagai pemimpin.

sikap tegas untuk membekukan mereka-yang juga datangnya sangat terlambat-sekedar wacana di depan microphone. Jakarta. keseriusan dan bahkan sikap garang dari seorang SBY. "Di satu sisi SBY seperti ingin dinilai menegakkan presidensil. SBY mestinya lebih mengutamakan sikap tegas saat kepentingan masyarakat luas terancam dan terganggu. dan tuntutan para orang tua mahasiswa korban kekerasan 1998-setiap hari Kamis berdemo di depan istana-sangat berbeda jauh. di bidang ekonomi. bentuk anomali sikap SBY dapat dilihat dari pembentukan Setgab koalisi. Komitmen pemerintah terhadap penegakan hukum mafia pajak dan hukum. kepada para wartawan. Publik Indonesia dibuat kecewa. tetapi SBY adalah pemimpin yang tegas. menjawab pertanyaan pembuka di atas (judul artikel). Sikap tegas dan garang ala-SBY tak juga datang kala sedang dinantikan dan mencakup kepentingan masyarakat luas. Rakyat hanya dijadikan alat dalam demokrasi untuk menguntungkan para pemodal besar. Lalu Hilman. Bogor. Petisi 28. SBY lebih bersikap garang terhadap berbagai persoalan yang lebih menyentuh kepentingan masyarakat luas.com Sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali dipertanyakan kelompok pengkritisi pemerintahan. ia mengaktifkan koalisi untuk membunuh musuh politiknya." ujar anggota Petisi 28. Kasus Ariel. Selain itu. Petisi 28 juga mengkritisi pembentukan Satgas Mafia Hukum yang memiliki wewenang yang begitu besar hingga terlihat seperti menggantikan fungsi lembaga hukum. tapi di sisi lain ia takut terhadap parlemen. yang menangkap petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Indonesia. . Menurutnya. Sejatinya. SBY harus lebih serius dan tegas dalam menyikapi persoalan-persoalan mendasar di negeri ini. namun terbatas pada wacana-wacana yang terlampau tidak penting. adalah sederet persoalan yang membutuhkan ketegasan. diskriminasi dan kekerasan berlatar belakang agama yang masih menjadi momok. tetapi kalau dibandingkan. inpres Gayus yang tak juga jelas. serta pendidikan gratis yang masih sekedar mimpi." ujar anggota Petisi 28. Bertempat di markas besar TNI respon pemerintah dikeluarkan. Bahkan. SBY dianggap anomali dalam menjalankan pemerintahan. sikap SBY masih lebih tegas ketika menyikapi sikap parpol koalisi yang membelot. JAKARTA. kasus GKI Taman Yasmin. KOMPAS. di Doekoen Cafe. penuntasan berbagai kasus pelanggaran HAM berat. Sebagai penguasa dan penerima mandat konstitusi. misalkan. Jelas ini adalah hal yang membingungkan! Kerap kali SBY tampil tegas dan cepat memberi respon. dibandingkan dengan respon terhadap kekerasan terhadap jemaat HKBP (yang berlarut-larut sejak tahun 2010). sebagai seorang pemimpin negeri. Dengan sikap seperti itu. SBY tidak lagi punya panduan kemana bangsa ini mau diarahkan karena GBHN sudah dianulir UUD 1945 yang diamandemen. Masyarakat sangat berharap bahwa sikap tegas dan garang itu tidak melulu ditunjukan SBY saat kepentingan pribadi dan kekuasaaanya terancam. pertemuan lembaga negara di Bogor. Dengan begitu." ungkap Ahmad Suryono. publik tak akan segan untuk berkata: bukan hanya bisa. sebab sikap (penyataan) tegas yang diharapkan malah tak juga keluar dari mulut sang Jenderal. "Selain itu. hingga pencalonan tunggal Gubernur BI. Ahmad Suryono. SBY terkesan hanya mengambil keuntungan sendiri. SBY dinilai telah memberlakukan liberalisme yang menyengsarakan rakyat. Minggu (13/6/2010). "Yang ada sekarang liberalisme justru bisa memecahkan kehancuran suatu bangsa. Begitu juga dengan respon SBY terhadap berbagai tindakan kekerasan ormas-ormas perusuh terhadap Ahmadiyah.Lebih mencolok lagi saat sikap santun ditunjukan SBY dalam merespon arogansi Malaysia.

lanjut Januar. 15/02/2011 | 23:13 WIB Jakarta Ketua DPP Partai hati Nurani Rakyat (Hanura) Yuddy Chrisnandi menilai. polisi sangat cepat sigap menangkap tersangka teroris dan cepat mengumumkannya. pemerintah lelet dalam menyikapi kasus penyerangan jemaat Ahmadiyah yang menimbulkan insiden kerusuhan. pengamat Universitas Nasional (Unas) Jakarta. pemerintah tidak cukup hanya memberikan pertanyaan atau peringatan.com Selasa. dalam menyikapi kontroversi aliran Ahmadiyah. Selanjutnya diperlukan Keppres untuk mengesahkan agama baru yang menampung aliran ini. yang dilindungi oleh UU sesuai prinsip HAM. Anehnya. begitu publik menyerang skandal Century yang menyeret keterlibatan pihak Istana atau kasus Nunun Nurbaeti yang diduga melibatkan petingghi negara ini. aparat hukum seperti kehilangan tenaga alias loyo dalam menangani kasus-kasus yang menyeret keterlibatan petinggi di negara ini. Menurut Yuddy. Apa gunaya ada pergantian pejabat penegak hukum sepertti contohnya diangkatnya Jenderal Timur Pradopo yang diharapkan bisa mengungkap kasus-kasus korupsi yang membuat kesengsaraan bangsa ini. kasus kriminalisasi pimpinan KPK. sikap tidak tegas Presiden SBY ternyata diikuti oleh para pejabat bawahannya. Januar menduga. Dari awal memimpin sampai sekarang. Pemerintah bersama aparat keamanan. kasus rekening gendut sejumlah jenderal Polri dan lain sebagainya. Hanya dengan ketegasan dan keputusan pemerintah yang diperlukan sekarang.com. tegas Yuddy dalam pesan pendeknya kepada jakartapress. Selasa (15/2) malam. pemerintah gagal menjamin keselamatan negara dan rakyatnya. namun tidak boleh dilakukan dengan tindakan anarkis dan kekerasan. polisi tidak secara cepat menangkap dan mengumumkan otak pelaku kasus penyerangan jemaat Ahmadiyah di Cikeusik dan pembakaran gereja di Temanggung. atau mendeklarasikan agama baru di luar Islam. Januar menilai. tutur mantan anggota DPR RI ini. Demikian juga." duganya. pemeriksaan saksi kunci kasus Miranda Nunun Nurbaeti. SBY . seperti skandal Bank Century. Hingga kini. Menurut Yuddy. Secara terpisah. wajib mencegah dan melindungi nyawa. tuntutan umat Islam untuk membubarkan Ahmadiyah adalah hal yang wajar. Bahkan. tuturnya. pemerintah harus mengultimatum kepada pimpinan dan segenap pengikut aliran Ahmadiyah untuk memilih membubarkan diri kembali ke ajaran yang benar. Tubagus Januar Soemawinata menduga rezim penguasa SBY sengaja memelihara kontroversial keberadaan Ahmadiyah untuk sewaktu-waktu dipakai senjata mengalihkan isu apabila diperluikan. Kini kasus-kasus kerusuhan SARA bisa mengarah terjadinya konflik horsontal yang membahayakan keberlangsungan NKRI. termasuk Kapolri yang baru Jenderal Pol Timur Pradopo. Harus ada keputusan yang permanen terhadap kedudukan aliran Ahmadiyah. Secara persuasif. kasus mafia hukum Gayus Tambunan. karut marut situasi dan amburadulnya hokum di negara ini adalah akibat kebobrokan sistem pemerintahan rezim pemerintah SBY sekarang ini. Kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan karena melanggar HAM. "Misalnya. harta benda warga negaranya tanpa membeda-bedakan SARA.Pemerintah Lelet Sikapi Kasus Ahmadiyah sumber: Jakartapress. papar mantan aktivis ini. maka bentrokan Ahmadiyah dengan umat Islam digulirkan.

Ia meminta menghentikan pembangunan itu. Menurut Suhanto. Suhanto kepada itoday. kata Suhanto. Kalau saya baca di media. pernyataan presiden tadi dianggap diperbolehkannya pembangunan gedung baru. Sikap SBY tidak pernah berubah. selalu ragu dalam mengambil keputusan. Seharusnya sebagai kepala negara. 2011 | Jakarta Pernyataan Presiden SBY tidak tegas dalam menanggapi kontroversi pembangunan gedung baru DPR.. ungkap pakar paranormal asal Banten ini. Pidato SBY Terkait Gedung Baru DPR Multitafsir Headline. kata pengamat politik dari Unas Jakarta. ia bisa mengambil momentum persoalan ini dengan meminta menghentikan pembangunan baru wakil rakyat. Kamis (7/4). paparnya. Ini artinya. hampir seluruh fraksi menyetujui melanjutkan pembangunan gedung baru itu. jika dengan tegas menolak pembangunan gedung itu citra SBY akan naik. .menganut sistem demokrasi emosional dibungkus pencitraan semu. citra SBY di hadapan rakyat semakin turun. Ketidakmampuan ini nampak jelas dengan terjadinya banyak penyimpangan dan penyelewengan di bidang hukum. Kelihatannya SBY tidak mau mengambil resiko dengan bersikap tidak tegas menolak pembangunan gedung baru DPR. Kalangan DPR pun menafsiri pernyataan SBY dengan melanjutkan pembangunan gedung DPR. Dengan sikap seperti itu. Padahal. Politik Indonesia Today 19:01 | 7 April.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful