P. 1
Jenis Dan Layanan Bimb. Konseling

Jenis Dan Layanan Bimb. Konseling

|Views: 6,430|Likes:
Published by Faizal

More info:

Published by: Faizal on May 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2015

pdf

text

original

Ada beberapa pertimbangan yang perlu mendapat perhatian para konselor
dalam penerapan instrumental bimbingan dan konseling. Antara lain adalah :
a.Instrumen yang dipakai haruslah yang sahih dan terandalkan. Pemilihan
instrumen yang akan dipergunakan didasarkan atas ketepatan kegunaan dan
tujuan yang hendak dicapai. Dalam hal ini Anastasi (1992) mengingatkan
bahwa keefektifan penggunaan instrumen dalam konseling tergantung pada
ketepatan pilihan instrumen yang akan dipakai berkenaan dengan individu
(yang akan mengikuti tes) dan permasalahan yang sedang ditangani.
Konselor dituntut memiliki wawasan yang memadai tentang kegunaan

berbagai instrumen dalam kaitannya dengan karakteristik individu dan
berbagai permasalahan.
b.Pemakai instrumen (dalam hal ini konselor) bertanggung jawab atas
pemilihan instrumen yang akan dipakai (misalnya tee), monitoring
pengadministrasiannya dan skoring, penginterpretasian skor dan
penggunaannya sebagai sumber informasi bagi pengambilan keputusan
tertentu (Anastasi, 1992). Adakalanya pemakai instrumen tidak mampu
mengambil seluruh tanggung jawab tersebut; maka ia memerlukan penyelia
ataupun konsultan. Dalam hal ini diingatkan oleh Anastasia bahwa instrumen
hanyalah alat; baik-buruknya instrumen itu sebagai alat tergantung pada
pemakaiannya.
c.Pemakaian instrumen, misalnya, harus dipersiapkan secara matang, bukan
hanya persiapan instrumennya saja, tetapi persiapan klien yang akan
mengambil tes itu. klien hendaknya memahami tujuan dan kegunaan tes itu
dan bagaimana kemungkinan hasilnya. Bagi klien-klien yang secara khusus
meminta tes, perlu diungkapkan mengapa ia merasa perlu di tes. Lebih jauh,
klien itu juga dipersiapkan untuk menerima hasil tes sebagaimana adanya.
Apabila hasil ternyata baik, bagaimana reaksi klien dan apa yang akan
dilakukannya? Sebaliknya, apabila hasilnya ternyata tidak sebaik yang
diharapkan, bagaimana pula reaksinya? Konselor perlu memperoleh
kejelasan tentang alasan klien, dan apakah alasan yang dikemukakan itu
dapat diterima. Konselor juga perlu membimbing klien agar nantinya dapat
menerima hasil tes secara positif dan dinamis. Kalau hasilnya baik klien tidak
menjadi sombong atau besar kepala, dan apabila hasilnya jelas tidak menjadi
kecewa atau putus asa. Hasil apa pun yang dicapai hendaknya diterima
sebagaimana adanya, dan menjadi pendorong bagi klien untuk berbuat dan
berusaha lebih baik lagi untuk mencapai hasil yang lebih tinggi.
d.Perlu diingat bahwa tes atau instrumen apa pun hanya merupakan salah satu
sumber dalam rangka memahami individu secara lebih luas dan dalam. Oleh
karena itu pemahaman terhadap klien hendaknya tidak hanya didasarkan atas

data tunggal, yang dihasilkan oleh tes semata-mata, melainkan harus
dilengkapi dengan data lain dari sumber-sumber yang relevan sehingga
gambaran tentang klien lebih bersifat komprehensif dan bermakna. Dalam
kaitan ini, Mortensen & Schmuller (1976) mengingatkan bahwa kesalahan-
kesalahan yang sering dilakukan oleh para petugas bimbingan dan konseling
dimasa lampau adalah memaksakan pemahaman tingkah laku individu hanya
berdasarkan pada hasil tes tunggal semata-mata, tanpa memahami secara
menyeluruh keadaan individu itu dalam batas-batas perkembangan
individualnya.
e.Ada dan dipergunakannya berbagai instrumen lainnya bukanlah syarat
mutlak bagi pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Tes dan
berbagai instrumen itu sekedar alat bantu. Seperti telah dikemukakan di atas
pemahaman tentang klien dan permasalahannya dapat dilaksanakan melalui
wawancara dan dialog mendalam. Oleh karena itu, kekurangan ataupun
ketiadaan instrumen hendaknya tidak merupakan penghambat bagi
pelaksanaan bimbingan dan konseling (lihat kembali “kesalahpahaman
tentang instrumentasi BK” pada Bab III).
1)

Instrumen Tes
Secara umum kegunaan berbagai tes itu ialah membantu konselor

dalam :
a)Memperoleh dasar-dasar pertimbangan berkenaan dengan berbagai
masalah pada individu yang di tes, seperti masalah penyesuaian
dengan lingkungan, masalah prestasi atau hasil belajar, masalah
penempatan dan penyaluran;
b)Memahami sebab-sebab terjadinya masalah diri individu;
c)Mengenali individu (misalnya siswa di sekolah) yang memiliki
kemampuan yang sangat tinggi dan sangat rendah yang memerlukan
bantuan khusus;
d)Memperoleh gambaran tentang kecakapan, kemampuan, atau
keterampilan seseorang individu dalam bidang tertentu.

Berbagai hal yang diperoleh konselor dari hasil tes dipergunakan
konselor untuk menetapkan jenis layanan yang perlu diberikan kepada
individu yang dimaksudkan.
2)

Instrumen Non-Tes
Instrumen non-tes meliputi berbagai prosedur, seperti
pengamatan, wawancara, catatan anekdot, angket, sosiometri, inventori
yang dibakukan. Agar diperoleh hasil yang terandalkan, pengamatan dan
wawancara dilakukan dengan mempergunakan pedoman pengamatan
atau pedoman wawancara. Catatan anekdot merupakan hasil pengamatan,
khususnya tentang tingkah laku yang tidak biasa atau khusus yang perlu
mendapatkan perhatian tersendiri. Angket dan daftar isian dipergunakan
untuk mengungkapkan berbagai hal, biasanya tentang diri individu, oleh
individu sendiri. Sosiometri untuk melihat dan memberikan gambaran
tentang pola hubungan sosial di antara individu-individu dalam
kelompok. Dengan sosiometri akan dapat dilihat individu-individu yang
populer, yang membentuk klik atau kelompok-kelompok tertentu, dan
mereka yang terpencil (terisolasi). Sedangkan melalui inventori yang
dibakukan akan dapat diungkapkan berbagai hal yang biasanya
merupakan pokok pembahasan dalam rangka pelayanan bimbingan dan
konseling secara lebih luas, seperti pengungkapan jenis-jenis masalah
yang dialami individu, sikap dan kebiasaan belajar siswa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->