P. 1
Karya Ilmiah Fitri H. Islami

Karya Ilmiah Fitri H. Islami

|Views: 693|Likes:
Published by Faizal

More info:

Published by: Faizal on May 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2012

pdf

text

original

KARYA ILMIAH

Disusun Oleh :

NAMA ISLAMI NIS KELAS

: FITRI

HIDAYATUL

: 5458 : XII IPA . 3

SMA NEGERI 2 MAROS TAHUN AJARAN 2006-2007

HALAMAN PENGESAHAN

PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN BIJI KACANG HIJAU

Disusun Oleh : Nama Nis Kelas : FITRI HIDAYATUL ISLAMI : 5458 : XII IPA.3

Telah Diperiksa dan Disetujui oleh Pembimbing dan Kepala SMA Negeri 2 Maros pada hari ...................................... 2007

Kepala SMA Negeri 2 Maros

Pembimbing

Drs. KENCANG Nip.

Dra. DARMAWATI Nip. 132 013 959

ii

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya sehingga penulisan Karya Ilmiah ini dapat diselesaikan dengan rencana semula. Penulisan Karya Ilmiah ini berpedoman pada literatur yang ada hubungannya dengan judul, serta bimbingan dan petunjuk dari Bapak dan Ibu guru. Menyadari akan keterbatasan disiplin ilmu yang dimiliki, hingga dalam penulisan mungkin masih ditemukan adanya kesalahan dan kelemahan. Tanpa bantuan, bimbingan, arahan, dorongan dan pengertian serta saran dari berbagai pihak, penulisan karya ilmiah ini tidak mungkin terwujud. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada : Dra. Darmawati, sebagai Guru pembimbing dan ......................................... sebagai wali kelas, serta segenap guruguru yang telah berjasa dalam memperlancar seluruh kegiatan dalam proses pembelajaran di sekolah ini. Kepada semua pihak, penulis mengucapkan terima kasih, semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda. Selanjutnya, penulis menyatakan bahwa hasil penelitian ini mungkin masih banyak kekurangannya, oleh karena itu penulis tetap membuka diri menerima segala kritikan yang membangun. Maros, ...... Januari 2007 Penulis

iii

DAFTAR ISI Halaman Judul ............................................................................................. Halaman Pengesahan .................................................................................. Kata Pengantar ............................................................................................. Daftar Isi ...................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... i ii iii iv 1 1 2 2 2 3 3 9 10 12 12 12 12 13 13 14 18 18 18 19

A. Latar Belakang ........................................................................ B. Rumusan Masalah .................................................................. C. Tujuan Penelitian ..................................................................... D. Manfaat Penelitian ...................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................

A. Kajian Teori ............................................................................. B. Hipotesis ................................................................................. C. Kerangka Pikir ........................................................................
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................

A. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................. B. Populasi dan Sampel Penelitian .............................................. C. Instrumen Penelitian ................................................................ D. Teknik Pengumpulan Data ...................................................... E. Analisis Data ...........................................................................
BAB IV BAB V HASIL PENELITIAN ...................................................................... KESIMPULAN DAN SARAN .........................................................

A. Kesimpulan ............................................................................. B. Saran-Saran ............................................................................
Daftar Pustaka ..............................................................................................

iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tumbuh merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup dimana makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dua istilah ini berbeda maknanya, tapi sepintas lalu, kita mengalami kesulitan untuk membedakannya. Pertumbuhan merupakan proses pertambahan Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran (volume, massa, tinggi dan panjang) yang kuantitatif yang artinya dapat dinyatakan dengan satuan bilangan. Sedangkan perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan pada makhluk hidup dan bersifat kualitatif yang artinya tidak dapat dinyatakan dengan satu bilangan. Pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 yaitu : Pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan primer. Pertumbuhan sekunder yaitu pertumbuhan yang terjadi sebagai hasil aktivitas jaringan meristem sekunder dan pertumbuhan sekunder terletak pada cambium, sedangkan pertumbuhan primer yaitu pertumbuhan yang terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel sekunder, dan pertumbuhan ini terjadi pada embriom ujung akar, dan ujung batang. Pertambahan tinggi tanaman dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam terdiri atas faktor gen dan faktor hormon, dimana faktor hormon ini terdiri atas hormon auksin yang berfungsi menggiatkan pembelahan sel. Hormon ginerelin yang merangsang pembelahan sel cambium, asam abisat yang dapat menghambat perkecambahan biji, Asam trumalin berfungsi regenerasi sel, gas etilen yang mempengaruhi proses pematangan buah, dan hormon kalin yang dapat merangsang pertumbuhan organ tanaman sedangkan faktor luar terdiri dari : Cahaya yang merupakan sumber energi untuk melakukan fotosintesis, Tanah merupakan tempat untuk menancapkan akar tanaman, Air merupakan faktor yang sangat diperlukan oleh tumbuhan, Suhu pada tumbuhan yang baik adalah suhu optimum, Kelembaban sangat mempengaruhi tumbuhan, dan Mineral sangat diperlukan oleh tumbuhan agar tidak terjadi gangguan.

1

Pada pengalaman penelitian, ada 2 tumbuhan yang sama jenisnya, tetapi tempat untuk menanamnya berbeda yaitu ada di tempat gelap dan di tempat terang. Pada tempat gelap pertumbuhan tanaman sangat cepat sedangkan pada tempat terang pertumbuhannya sangat lambat. Hal inilah yang mendasari sehingga kami ini meneliti apakah cahaya matahari mempengaruhi pertumbuhan biji kacang hijau. B. Rumusan Masalah Apakah ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau ? C. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan biji kacang hijau. D. Manfaat Penelitian


hijau.

Sebagai bahan informasi bagi siswa-siswi yang ingin

mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan biji kacang

 

Sebagai bahan masukan bagi siswa-siswi yang ingin

melakukan penelitian terhadap pertumbuhan biji kacang hijau. Sebagai bahan pertimbangan bagi siswa-siswi yang ingin

agar biji kacang hijau yang ditanam dapat tumbuh dengan cepat.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan secara stimulant (pada waktu yang bersamaan). Perbedaannya terletak pada faktor kuantitatif. Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif karena mudah diamati, yaitu terjadi perubahan jumlah dan ukurannya, sebaliknya perkembangan tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif, melainkan terjadi perubahan fungsional organisme menjadi lebih sempurna. Jadi pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali seperti asalnya) karena adanya pembelahan mitosis atau pembedaran sel (Pratiwi dkk, 2006). Pertumbuhan dan perkembangan diawali dengan perkecambahan dimana perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi yaitu berhentinya pertumbuhan pada tanaman dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Setelah itu apabila daun sudah terbentuk, maka tumbuhan sudah mampu melakukan fotosintesis yang akan menghasilkan energi. Biji dapat berkecambah karena didalamnya terdapat embrio. Embrio mempunyai 3 bagian yaitu : a. b. Akar lembaga yang berfungsi sebagai akar Daun lembaga yang berfungsi sebagai tempat pertumbuhan

makanan, sebagai alat untuk melakukan fotosintesis, dan sebagai alat pengisap makanan untuk embrio (lembaga). c. Batang lembaga terdiri atas 2 yaitu :

1)
2)

Epikotil : ruas batang di atas daun lembaga yang akan Hypogeal : ruas batang dibawah daun lembaga yang

tumbuh batang. akan tumbuh menjadi akar.

3

Tipe perkecambahan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :

a. Perkembangan epigeal yaitu perkecambahan yang ditandai dengan
bagian hipokotil terangkat ke atas permukaan tanah. Kotiledon sebagai cadangan energi akan melakukan proses pembelahan dengan sangat cepat untuk membentuk daun. Contohnya perkecambahan kacang hijau. b. Perkecambahan hypogeal yaitu perkecambahan yang ditandai dengan terbentuknya bakal batang yang muncul ke dalam permukaan tanah, sedangkan kotiledon tetap berada di dalam tanah, contohnya perkecambahan jagung kacang kapri. Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu : a. Pertumbuhan Primer Pertumbuhan primer adalah pertambahan panjang batang dan akar yang merupakan aktivitas sel-sel meristem pada titik tumbuh batang dan akar, pertumbuhan primer terjadi pada embrio, ujung akar, dan ujung batang. Zigot sebagai hasil pembuahan sel telur sel kelamin jantan akan tumbuh dan berkembang mengetahui menjadi embrio. Kumpulan sel yang dapat membentuk embrio disebut jaringan meristem. Untuk mistar. b. Pertumbuhan Sekunder Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan diameter batang yang merupakan aktivitas sel-sel meristem yang terdapat pada cambium. Pertumbuhan sekunder dapat diamati pada setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tahap pertambahan panjang akar dan batang disebut pertumbuhan primer. Pada tahap berikutnya terlihat makin lama batang tumbuhan makin besar disebut pertumbuhan sekunder. pertambahan panjang kecambah menggunakan alat yang disebut auksanometer atau menggunakan

4

Jaringan tumbuhan (Imam Wahyu. S) mengemukakan : 1) Jaringan primer terdapat pada bagian tumbuhan seperti ujung batang, pucuk daun dan akar. Peristiwa bertambah tingginya batang tanaman dan bertambah panjangnya akar tanaman disebabkan oleh adanya suatu aktivitas pertumbuhan jumlah sel pada bagian-bagian meristematik primer, yaitu aktivitas pertumbuhan jumlah sel pada ujung batang pucuk daun dan ujung akar.

2)

Jaringan sekunder adalah jaringan yang terdiferensiasi dari

jaringan dewasa. Peristiwa inilah yang menyebabkan batang menjadi besar (terbentuknya cambium dan cambium gabus) dan akar menjadi besar. Peristiwa pertumbuhan batang dan akar menjadi besar disebut pertumbuhan sekunder.

3)

Jaringan parenkim memiliki struktur dinding sel yang tipis

dan memiliki ruang antar sel yang relative besar, misalnya dapat kita temukan pada korteks batang, mesofil dan akar. Jaringan parenkim berfungsi sebagai penghasil pigmen warna hijau (klorofil) yang berperan dalam peristiwa fotosintesis dan juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan dan alat transportasi air dan pigmen lainnya pada tumbuhan. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman . Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu : 1) a. Faktor Lingkungan Suhu Suhu berpengaruh terhadap kerja enzim, sehingga suhu juga berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan. Perubahan suhu dapat mempengaruhi yang meliputi reproduksi, fotosintesis, respirasi dan transpirasi. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses tersebut. Suhu optimum paling baik untuk pertumbuhan adalah 100 – 380 C. umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 00C dan di atas 400 C. keberadaan suhu ini erat

5

hubungannya dengan kerja enzim. Bila suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah, enzim akan rusak. b. Tumbuhan Cahaya memerlukan cahaya, banyaknya cahaya yang

dibutuhkan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan, meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormon tumbuhan). Hal ini dapat dibuktikan pada tumbuhan yang berupa tempat gelap, akan lebih cepat ditempat gelap disebut Etilaso. c. utama yang Air Tanpa air tumbuhan tidak akan timbul air termasuk senyawa sangat dibutuhkan tumbuhan. Air berfungsi untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik, manjaga kelembaban dan membantu perkecambahan biji Nutrition tumbuhan umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion dan beberapa diambil dari udara. d. Tanah Tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanaman, tanah merupakan tempat untuk menancapkan akar tanaman. e. Oksigen Oksigen mempengaruhi pertumbuhan bagian tumbuhan di atas tanah, pertumbuhan akar yang berada di dalam tanah. Tanah yang gembur mempunyai kemampuan besar dalam menyimpan oksigen. Jika kandungan oksigen banyak maka pertumbuhan akar tumbuhan semakin baik. f. Kelembaban Tanah dan udara lembab berpengaruh baik bagi pertumbuhan. Kondisi lembab menyebabkan banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi tersebut mendukung aktivitas

6

pemanjangan sel-sel. Dengan demikian, sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum sehingga tumbuhan bertambah besar. 2) a. Faktor dalam Gen Gen berfungsi untuk mengontrol reaksi kimia di dalam sel misalnya sintesis protein. Pembentukan protein yang merupakan bagian dasar penyusun tumbuh-tumbuhan oleh gen secara langsung. b. Hormon Regulator pertumbuhan yang sangat esensial yang dibuat pada satu bagian tumbuhan, sedangkan respon pertumbuhan terjadi di akar, batang dan daun. Hormon yang kita kenal pada tumbuhan yaitu :

1)

Auksin : tempat sintesis auksin ialah meristem apical misalnya

ujung batang, akar muda, dan kucup bunga. Yang fungsinya sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel si daerah belakang meristem ujung. Pengaruhnya adalah merangsang pembelahan sel-sel cambium, meningkatkan perkembangan buah dan bunga. Dan juga berperan sebagai pembentukan akar adventif pada tanaman yang dibiakkan dengan setek.

2)

Giberalin : kurosowa menemukan bahwa padi yang terserang

jamur tinggi dan berwarna pucat, setelah diisolasi, senyawa yang dihasilkan jamur tersebut disebut giberalin. Jenisnya yaitu : GA1, GA3, GA4 dan GA7. Yang berfungsi merangsang pembelahan sel, merangsang pembentukan tunas dan menghilangkan dormensi biji.

3)

Sitokinin : sitokinin dapat ditemukan pada jaringan yang aktif

membelah. Sitokinin yang pertama kali ditemukan adalah kinotin. Struktur kimia sitokinin lebih sederhana dari pada Giberalin dan auksin. Contoh sitokinin ialah zoatin (ditemukan pada jagung) dan

7

BAP. Yang fungsinya merangsang pembelahan sel, mempercepat pertumbuhan memanjang. Menghambat efek dominasi apical oleh auksin.

4)

Gas Etilen : gas yang dikeluarkan terutama oleh buah yang

sudah tua. Jika buah diletakkan di tempat tetutup, maka buah akan cepat masak. Hal ini disebabkan karena buah tersebut mengeluarkan gas etilen yang mempercepat pemasakan buah dan etilen juga menyebabkan batang menjadi tebal, untuk pengaruh angin.

5)

Asam Abisat (aba) : Asam absisat merupakan senyawa

inhibiter (penghambat) yang bekerja antaginis (berlawanan) dengan auksin dan giberalin. Asam absitat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun. Yang berfungsi untuk mempertahankan tumbuhan dari tekanan lingkungannya buruk, misalnya kekurangan air, dengan cara dormansi (tidur) dan juga untuk mengambat pembelahan dan pemanjangan sel, merangsang penutupan mulut daun pada musim kering sehingga mengurangi aktivitas transpirasi. 6) Kalin : merupakan hormon yang berperan dalam proses

organogenesis tumbuhan, berdasarkan organ yang dibentuk, kalin dikelompokkan menjadi : a) Rizokolin Kaulokalin Filokalin Autokalin dibutuhkan dalam yaitu yaitu yaitu yaitu hormon hormon hormon hormon yang yang yang yang mempengaruhi mempengaruhi mempengaruhi mempengaruhi cahaya pembentukan akar

b)
c) d) Cahaya

pembentukan batang. pembentukan daun. pembentukan bunga. fotosintesis dengan demikian berpengaruh langsung pada tersedianya makanan, klorofil dibuat dari hasil-hasil

8

fotosintesis. Tumbuhan yang tidak terkena cahaya tidak dapat membentuk klorofil sehingga daun menjadi pucat. Akan tetapi, jika intensitas cahaya terlalu tinggi, klorofil akan rusak. Intensitas cahaya dan lama penyiraman berpengaruh terhadap tumbuhan, terutama terhadap pertumbuhan vegetatif dan kegiatan reproduksi tumbuhan. Di daerah tropis, lama hari siang dan malam kira-kira sama, yaitu 12 jam. Di daerah yang memiliki empat musim, lama siang hari dapat mencapai 1620 jam. Respon tumbuhan terhadap lama penyiraman yang bervariasi disebut fotoperiodisme. Yaitu berupa pembungaan, dormansi, perkecambahan dan perkembangan. Respon ini dikendalikan oleh pigmen yang mengabsorpsi cahaya yaitu fitokrom. Cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Ada tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek dari pada waktu gelapnya). Adapula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran lebih panjang dari pada waktu gelapnya). Hal tersebut ada hubungannya dengan aktivitas hormon. Fitokrom dalam tumbuhan. Fitokrom berupa protein dengan kremotofera yang mirip fikosianis. Berdasarkan pengaruh lamanya siang, tumbuhan dibedakan menjadi :

1.

Tumbuhan hari pendek, tumbuhan ini berbunga pada akhir musim panas atau musim gugur, pada saat matahari bersinar kurang dari 12 jam misalnya aster, dahlia, stroberi, dan ubi jalar.

2.

Tumbuhan hari panjang, tumbuhan ini berbunga pada musim semi dan awal musim panas, yaitu pada saat matahari bersinar selama lebih dari 12 jam, biasanya antara 14 – 16 jam. Contoh kentang, lebak, bayam dan kol.

3.

Tumbuhan

hari sedang, tumbuhan yang berbunga jika mendapat

penyinaran sekitar 12 jam sehari contoh kacang dan tebu. B. Hipotesis Berikut ini beberapa hipotesis untuk rencana percobaan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau, yaitu sebagai berikut :

9

1.
2. 3.

Cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan biji kacang hijau Cahaya dapat mempercepat pertumbuhan biji kacang hijau Cahaya dapat memperlambat pertumbuhan biji kacang hijau

C. Kerangka Pikir

Faktor Dalam

Hormon

Protein
Gas Etilan Asam Asitat Asam Traumalin Sitokinin

Gen

Giberalin

Tanah

Auksin

Kalon

Faktor Luar

Cahaya

Suhu

Pertumbuhan Tinggi Setiap Tanaman Biji Kacang Hijau

Pertumbuhan Tanaman

Air

10

11

Pertumbuhan Tanaman Dipengaruhi oleh dua faktor yaitu : A. Faktor dalam yang terdiri atas : 1. 2. a. dan buah Faktor gen yang berfungsi mengontrol reaksi kimia di dalam sel, Faktor hormon yang merupakan substansi kimia yang sangat aktif, Auksin yang berfungsi merangsang pembentukan bunga Giberalin yang berfungsi merangsang pembentukan tunas Sitokinin yang berfungsi mempengaruhi pertumbuhan tanpa Asam traumalin berperan dalam rensentrasi sel Asam abisat yang mempengaruhi pembuangan akar Gas etilen yang mempengaruhi proses pematangan buahKalin terdiri atas : Filokalin, merangsang pertumbuhan daun Kaulokalin, merangsang pertumbuhan batang] Rizokalin, merangsang pertumbuhan akar Anthokalin, merangsang pertumbuhan bunga misalnya sintesis protein. yang tersusun atas senyawa protein. Faktor hormon terdiri atas :

b.
c. biji d. e. f. buahan g.

buah tanpa biji

B. Faktor Luar terdiri atas : fotosinetesis para suhu optimal tekanan turgor akar tanaman. Tanah, yang merupakan tempat untuk menancapkan Air, berperan dalam metabolisme dan meningkatkan Suhu cahaya, tumbuhan dapat tumbuh dengan baik, Cahaya matahari yang berperan dalam proses

12

13

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Waktu Penelitian

: Penelitian dilakukan selama 7 hari tanggal 2 Agustus s/d 8 Agustus 2006.

2. Tempat Penelitian : Di SMA Negeri 2 Maros, di ruangan Kelas XII EXACT III
B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. selama 24 jam. 2. Sampel 16 biji kacang hijau yang terdiri atas 2 perlakuan, 80 tetes air dalam cawan Petri untuk penyiraman setiap perlakuan terdiri atas 8 biji. Air yang digunakan untuk menyiram Populasi Sejumlah biji kacang hijau yang sudah direndam

C. Instrumen Penelitian 1. Alat

2. 3. Bahan

Cawan Petri Alat Tulis Gelas Ukur Mistar Air

-

Kapas Label

Pipet Tetes

Biji Kacang Hijau sebanyak 16 biji Variabel Penelitian Variabel Bebas Ditempat yang terkena cahaya matahari Ditempat yang gelap

14

4. a. hijau.

Variabel Terikat Tumbuhan tanaman kacang hijau Mengelompokkan 16 biji kacang hijau menjadi 2 kelompok Prosedur Kerja

sehingga diperoleh kelompok A dan B masing-masing 8 butir biji kacang

b.
c. d. e. f. g. h. tetes i. j.

Merendam biji kacang hijau selama 24 jam Menyediakan Cawan Petri Memberi tanda A pada Cawan Petri dan tanda B pada Memasukkan kapas ke Cawan Petri yang diperkirakan Menempatkan 8 biji kacang hijau pada cawan Petri Memberi tanda pada cawan Petri di setiap masing-masing Menyiram biji kacang hijau masing-masing sebanyak 10 Menyiram bagian tengah cawan Petri sebanyak 10 tetes Menempatkan cawan Petri A pada tempat terang dan cawan Mengukur panjang pertumbuhan kacang hijau setiap hari Pada No. 8,9 dan 11 dilakukan setiap hari

Cawan Petri yang satunya lagi mempunyai berat yang sama

biji yang telah diletakkan

Petri B pada tempat gelap

k.
l.

pada jam 10:45

D. Teknik Pengumpulan Data Data penelitian dikumpulkan dengan cara mencari nilai rata-rata setiap perlakuan. E. Analisis Data

15

Untuk

menganalisis

data

dapat

menggunakan

metode

deskriptif

sederhana dengan menghitung rata-rata atau mean pada setiap perlakuan.

16

BAB IV HASIL PENELITIAN Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Tinggi Kecambah di tempat Terang Hari ke 1 2 3 4 5 6 7 A1 1,8 2 1,3 1,4 0,8 1,2 A2 2,1 1,8 1,1 1,5 1 1,1 Tinggi Kecambah (cm) A3 A4 A5 A6 2 2,1 1,5 1,8 0,5 0,8 0,9 1,1 0,9 1,0 0,5 0,9 1,1 1,2 1,1 1,0 0,4 1 1,3 1,4 1,3 1,4 0,4 1,6 A7 1,7 1,9 1 2 0,5 1,5 A8 0,3 0,6 0,6 0,6 0,3 0,4 Panjang Rata-2 1,4 1,5 1,0 1,3 0,5 1 Ket. Riska Ilyas Wahyu Ihksan Minggu Ilsyas Nanang

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata tinggi kecambah pada 1 hari yaitu : 1,4 cm, pada hari ke 2 rata tinggi kecambah meningkat menjadi 1,5 cm, pada hari ke 3 rata-rata tinggi kecambah menurun menjadi 1,0 cm, pada hari ke 4 rata tinggi kecambah meningkat menjadi 1,3 cm pada hari ke 6 rata tinggi kecambah turun drastis menjadi 0,5 cm, dari pada hari ke 7 pertumbuhan kecambah meningkat menjadi 1,0 cm. Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Tinggi Kecambah di tempat Gelap Hari ke 1 2 3 4 5 6 7 A1 2 4,5 8,5 13,3 24 22,5 A2 1,9 3 4,6 10 18,4 22,4 Tinggi Kecambah (cm) A3 A4 A5 A6 2,6 3,1 4,3 2,3 2,5 2,3 2,4 3,2 5 8,6 22,5 23,5 3 4,6 5,1 9 22,2 23,5 2,8 5,6 7,9 13,4 26,5 27,5 A7 2,8 6,8 6,3 12 27,5 27 A8 2,7 4,4 7,5 12 18,2 26,2 Panjang Rata-2 2,5 4,4 6,1 10,7 20,2 22,5 Ket. Asriani Dewi Sartika Nanang Ihksan Minggu Riska Asriani

17

Dari tabel di atas dapat diketahui rata-rata panjang kecambah pada hari 1 yaitu 2,5 cm pada hari ke 2 panjang kecambah 4,4 pada hari ke 3 panjang kecambah meningkat menjadi 6,1 cm pada hari ke 4 panjang kecambah menjadi 10,7 cm dan pada hari ke 6 panjang kecambah meningkat menjadi 20,2 cm serta pada hari ke 7 panjang kecambah meningkat menjadi 22,5 cm. Jadi dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa tinggi kecambah di tempat gelap meningkat terus. Grafik 1.3 Hasil Pengamatan Tinggi Kecambah pada Tempat terang Tinggi Kecambah 2

1

1

2

3

4

5

6

7

Hari ke

18

Grafik 1.2 Hasil pengamatan tinggi kecambah di tempat gelap Tinggi Kecambah 20 15 10 5

1

2

3

4

5

6

7

Hari ke Grafik 1.2 Hasil pengamatan tinggi kecambah di tempat gelap

20 15 10 50 1 2 3 4 6 7 Dari grafik dapat diketahui bahwa pada hari 1 ditempat terang panjangnya 1,4 dan ditempat gelap panjangnya 2,5 cm pada hari ke 2 ditempat terang panjangnya 1,5 dan ditempat gelap panjangnya 4,4 pada hari ke 3 ditempat terang

19

panjangnya 1,0 dan ditempat gelap panjangnya 6,1 pada hari ke 4 ditempat terang panjangnya 1,3 dan ditempat gelap panjangnya 10,7 pada hari ke 6 ditempat terang panjangnya 0,5 dan ditempat gelap panjangnya 20,2 dan pada hari ke 7 panjangnya 1 dan tempat gelap panjangnya 22,5 cm. Dari grafik disimpulkan bahwa perbandingan antara ditempat terang dan ditempat gelap ternyata pertumbuhan kacang hijau ditempat terang sangat lambat dibandingkan pada tempat gelap pertumbuhannya sangat cepat. Setelah melakukan penelitian ternyata pertumbuhan kacang hijau ditempat gelap sangat lambat, ini mungkin terjadi karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, ketika penelitian ditempat terang sering kekeringan ini mungkin karena faktor angin dan yang lainnya. Pertumbuhan ditempat terang juga terhambat karena pengaruh faktor hormon auksin yang sangat peka terhadap cahaya sehingga auksin akan terurai. Sedangkan pertumbuhan ditempat gelap pertumbuhannya sangat cepat. Hal ini terjadi karena hormon auksin yang tidak pernah kena cahaya. Meskipun ditempat gelap pertumbuhan kacang hijau sangat cepat akan tetapi ketiak daun sudah ada maka batang kacang hijau tersebut tidak dapat berdiri tegak. Hal ini terjadi karena tidak ada cadangan makanan pada batang karena daun dari tanaman tersebut tidak pernah melakukan fotosintesis untuk mendapatkan energi, daun pada tempat gelap berwarna kekuning-kuningan. Pada tumbuhan yang berada di tempat terang pertumbuhannya memang lambat akan tetapi, daunnya tebak, batang dan akarnya kuat, serta warna daunnya hijau. Hal ini terjadi karena daunnya mampu melakukan fotosintesis sehingga daunnya subur menghijau.

20

BAB V KESIMPULAN & SARAN A. Kesimpulan 1) Pertumbuhan di tempat terang sangat lambat sedangkan pertumbuhan di tempat gelap sangat cepat.

2) 3)
4)

Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh cahaya dan faktor hormon Perbandingan pertumbuhan di tempat terang sangat rendah daripada Pertumbuhan di tempat terang memang sangat cepat, akan tetapi

terutama hormon auksin. pertumbuhan di tempat gelap. mempunyai daun yang berwarna kekuningan dan batangnya sangat lemah atau tidak tegak. 5) Banyak faktor yang bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman misalnya air, suhu, kelembaban gen, hormon dan lain-lain. B. Saran-saran 1) Untuk memperoleh pertumbuhan tanaman dengan baik, sebaiknya tanaman tersebut pada mulanya disimpan pada tempat yang gelap, dan apabila sudah ada daunnya, maka tanaman tersebut dipindahkan ke tempat yang terang, agar tanaman tersebut bisa berfotosintesis. 2) 3) Apabila ingin mengukur tinggi suatu kecambah / kecambah sebaiknya Dalam percobaan, jangan menyiram tanaman dengan air yang sangat kecambah tersebut tidak dicabut dari tanah atau tempat penanaman. berlebihan, kita harus menyiram tanaman dengan air secukupnya.

21

DAFTAR PUSTAKA Akhyar, M. Salman. 2004. Biologi. Bandung : Grafindo Aryulina. Diah. 2005. Biologi. Jakarta : Esis Atalia, Ummu. 2006. Biologi (LKS). Surakarta : Era Pustaka Utama Pratiwi, dkk. 2006. Biologi. Jakarta : Erlangga Prawirohartono, dkk. 2003. Biologi 2. A. Jakarta : Bumi Aksara Syamsuri, Istamas. 2004. Biologi. Jakarta : Erlangga

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->