PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148

PEMANFAATAN KAYU HUTAN RAKYAT UNTUK KOMPONEN BANGUNAN Oleh : Abdurachman dan Nurwati Hadjib 1) ABSTRAK Kayu untuk komponen bangunan dari hutan alam pasokannya semakin menurun sejalan dengan degradasi hutan dan kenaikan kebutuhan akan kayu. Beberapa jenis kayu rakyat yang berasal dari hutan rakyat maupun tanaman kebun, dapat dikembangkan untuk komponen bangunan baik struktural maupun bukan struktural. Kayu rakyat pada umumnya berdiameter kecil, dari jenis cepat tumbuh dan tidak mendapatkan perlakuan silvikultur seperti kayu dari hutan tanaman, sehingga sifat kayunya umumnya kurang baik dibandingkan kayu dari hutan alam bahkan dari hutan tanaman sendiri. Kayu rakyat dapat dimanfaatkan untuk komponen bangunan rumah, jembatan, kapal dan tiang listrik. Sortimen kayu rakyat yang ada di pasaran umumnya tidak sesuai dengan persyaratan SNI. Peningkatan mutu dapat dilakukan dengan meningkatkan efisiensi penggergajian, pengeringan, pengawetan dan membuat produk perekatan. Kata kunci : Kayu rakyat, komponen bangunan, mutu, ukuran.

I. PENDAHULUAN Kebutuhan kayu sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan terus meningkat. Demikian pula untuk keperluan bahan bangunan. Kayu-kayu yang beredar di pasaran sebagian besar berasal dari hutan alam yang dikelompokkan atas jenis-jensi komersial seperti kamper, bangkirai, keruing, kayu campuran (borneo). Karena kecepatan antara pemanenan dan penanaman tidak seimbang, menyebabkan pasokan kayu dari hutan alam kian menurun baik volume maupun mutunya yang mengakibatkan harga kayu menjadi relatif mahal. Berbagai upaya telah dilakukan dalam mengatasi keterbatasan jumlah pasokan kayu hutan antara lain dengan mengalihkan perhatian kepada jenis-jenis kayu yang

________________________
1)

Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan HasilHutan, Bogor

mahoni. serta mempunyai ukuran penampang dan panjang yang sesuai dengan pemakainnya dalam konstruksi. Makalah ini menyajikan informasi/gambaran mengenai spesifikasi teknis kayu rakyat. juga mengandung banyak cacat seperti mata kayu. terutama sebagai bahan baku industri pengolahan kayu. baik yang berskala kecil maupun besar. biasanya ditanam pada areal dekat hutan alam/hutan tanaman atau tanah-tanah negara yang belum dimanfaatkan (Hak Guna Garap.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 berasal dari hutan rakyat atau hutan tanaman. Oleh sebab itu. cacat bentuk dan sebagainya. gmelina. teknologi yang tepat sesuai dengan tujuan II. Oleh karena itu perlu adanya upaya lain yaitu pemasyarakatan/pengenalan jenis dan ukuran kayu yang dihasilkan dari hutan rakyat tersebut. Sebagai bahan konstruksi bangunan. kayu yang dihasilkan dari hutan tanaman dan hutan rakyat pada umumnya merupakan jenis kayu cepat tumbuh (fast growing). seperti kayu mangium. HGG). Di sisi lain. Salah satu kendala yang ada pada pemakaian kayu hutan tanaman atau hutan rakyat adalah ukuran dan mutu kayu yang dihasilkan sangat bervariasi sehingga pemakai (user) seringkali merasa kesulitan dalam memilih jenis dan ukuran yang akan dipakai. KAYU DARI HUTAN RAKYAT Jenis kayu yang berasal dari hutan rakyat ialah jenis kayu yang diusahakan atau dibudidayakan oleh rakyat dengan lokasi atau tempat tumbuh tidak teratur atau tidak terpola. sehingga pemakai/user dapat menentukan pilihan pada jenis maupun ukurannya secara tepat sesuai dengan tujuan pemanfaatannya serta teknologi peningkatan mutunya. miring serat. rasamala. kayu sudah dikenal dan banyak dipakai sebelum orang mengenal beton dan baja. mempunyai ketahanan dan keawetan yang memadai melebihi umur pakainya. sengon dan lain-lain. Sehingga untuk dapat memenuhi persyaratan bahan konstruksi bangunan diperlukan penggunaannya. Dalam pemakaiannya kayu tersebut harus memenuhi syarat : mampu menahan bermacam-macam beban yang bekerja dengan aman dalam jangka waktu yang direncanakan. Selain itu terdapat juga di 131 . Jenis-jenis kayu tersebut relatif bermutu rendah karena selain berumur muda. Demikian pula untuk keperluan bahan bangunan dan industri barang kerajinan. kayu yang berasal dari hutan tanaman maupun hutan rakyat yang potensinya cukup besar diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kayu untuk berbagai keperluan tersebut.

sengon.. hutan tanaman dan tanaman rakyat baik dari hutan rakyat maupun dari kebun. karet.25 ha dengan penutupan tajuk tanaman kayu-kayuan dan atau jenis tanaman lainnya lebih dari 50% dan atau pada tanaman tahun pertama dengan tanaman sebanyak minimal 500 tanaman per hektar.416. sengon. kemiri. kayu dipengaruhi oleh sifat-sifatnya. Jumlah pohon siap tebang 78. akasia.557 m3 (Ditjen BPK.415.541 pohon (19. kiputri. kembang susut. III. Jawa. mahoni.214. umur pohon. mahoni. Jumlah pohon siap tebang diperkirakan 77. Beberapa jenis kayu tanaman rakyat ternyata mempunyai sifat yang sesuai untuk digunakan sebagai bahan bangunan. hasil yang dipersyaratkan. kemang.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 halaman/pekarangan. Saat ini ketersediaan kayu dari hutan alam semakin menurun. S2S dsb). bambu.568. mindi. Jenis-jenis kayu yang berasal dari tanaman rakyat bervariasi tergantung permintaan pemakai atau kayu buah yang sudah tumbuh secara alami.485.621. Prima. Luas hutan rakyat di Indonesia adalah 1.25 m3/pohon) Hutan rakyat yang terkonsentrasi di P. Sebagai bahan bangunan. jati. anatomis. ukuran maksimum dan minimum 132 . pinus.480 m3). Jenis-jenis kayu yang sering dijumpai di hutan rakyat antara lain kayu meranti. 1982 dan Anonim. KAYU RAKYAT SEBAGAI KOMPONEN BANGUNAN Kayu untuk bahan bangunan berasal dari hutan alam. Sifat beberapa jenis kayu yang berasal dari tanaman rakyat disajikan pada Lampiran 1. yaitu sifat fisis. nangka. potensinya sekitar 23. perbedaan tempat tumbuh serta faktor lainnya yang mempengaruhi pertumbuhannya (Brown et al.303. manggis dan lain-lain yang memiliki diameter 30 –40 cm.480 m3 (dengan assumsi volume 0. maka kayu harus memenuhi syarat tertentu seperti kerapatan. sonokeling dan tisuk. pinus. 2005).787 m3 dari jenis akasia. mekanis. kadar air. 1952). sementara hasil kayu dari hutan tanaman belum dapat mencukupi kenaikan kebutuhan kayu yang semakin meningkat dengan pertambahan penduduk dan kemajuan teknologi. hutan rakyat adalah hutan yang dimiliki oleh rakyat dengan luas minimum 0. kihiang. Ciri kualitas kayu gergajian umumnya memuat persyaratan mutu (Standar. S1S. 2002).63 ha dengan potensi 39. Dalam penggunaannya. kimia maupun sifat lainnya.993 atau potensi produksi 19.578. kayu buah seperti kecapi. Menurut definisi. letak kayu dalam pohon. Sifat tersebut dipengaruhi oleh jenis kayu. kekuatan dan keawetannya (Surjokusumo.

Penguji kayu (grader) yang berpengalaman dapat membuat penaksiran ini dengan teliti dan dengan kecepatan yang tinggi. Selain jenis. Penggunaan kayu untuk pembangunan jembatan dan tiang pancang tidak lebih dari 5%. karena tujuan umum para pemilik bangunan maupun perencana adalah membangun/mempunyai gedung yang aman dan kuat konstruksinya. Jika kita akan bicara tentang kayu sebagai bahan struktur bangunan. maka yang harus diperhatikan antara lain adalah kekuatan dan keawetan kayu. dan untuk kayu mencakup bahan-bahan untuk kuda-kuda. jembatan. atap untuk konstruksi ringan umumnya dibuat dari papan kayu atau panel kayu. A. dan bentuk cacat kayu. Penggunaan kayu gergajian secara konvensional untuk bahan bangunan hanya terbatas untuk dimensi tertentu dan tidak bisa digunakan untuk konstruksi bangunan yang memerlukan bentangan yang lebar dan tinggi. Sampai abad ke-20 sebagian besar dari hampir semua bangunan perumahan dan struktur bangunan komersial dibangun dari kayu. Untuk mendapatkan kayu dengan 133 . Sekarang bangunan tersebut lebih banyak menggunakan bahan kayu struktural yang lebih modern. Diperkirakan sekitar 80% konsumsi kayu diperuntukkan pada bangunan rumah/gedung. tiang pancang dan sebagainya. Wirjomartono (1977) menunjukkan bahwa penggunaan kuda-kuda kayu dapat menghemat biaya sekitar 40-50% dibandingkan jika menggunakan baja. Bila dari kelas awet III atau di bawahnya. umur bangunan cukup lama serta biaya pemeliharaannya ringan. Potongan/sortimen kayu gergajian harus memenuhi persyaratan ukuran minimum yang berlaku (seperti SNI. sedangkan yang 20% untuk perancah. Konstruksi Bangunan Bahan konstruksi adalah bahan yang dipergunakan untuk mendukung beban dalam arti memerlukan analisa/perhitungan yang cukup cermat. II dan III dengan rasio kekuatan terhadap berat yang cukup tinggi. biaya konstruksinya murah. dermaga dan lain-lain. Peraturan konstruksi dan ASTM. jembatan. bangunan komersial ringan.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 yang digunakan. Karena masih berlimpahnya sumber kayu menyebakan hampir semua struktur bangunan perumahan. serta mempunyai kelas awet I atau II. ukuran/banyaknya cacat juga diatur dalam standar pengujian seperti SNI. Misalnya lantai. maka kayu tersebut harus diawetkan terlebih dahulu. pabrik dan tiang menggunakan kayu solid. jembatan. Kayu untuk keperluan bangunan umumnya dari kelas kuat I. dinding. SII dsb).

43 63. menghasilkan nilai kekuatan yang tidak berbeda nyata dengan kekuatan yang dihasilkan dari glulam sejenis dengan porsi jati lebih tinggi.71 0.520 89.65 24. hall.634 76.38 0. 2005).47 262.445 87.00 91.08 0.331 24.87 0.4 134 .70 15. karena bentang dan ukuran terbesar sesuai dengan ukuran pohonnya.319 53.83 231.30 31.25 14.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 bentangan dan ukuran yang besar sangat sulit.14 0.319 84.170.70 0.50 25. hanggar. pabrik.32 0. Laminasinya dapat terdiri dari beberapa atau satu jenis kayu.96 20.035.254.575.307 40.59 30.30 25.280 73.616.29 22.889 100.459 86.88 448.423.655 84.32 38.27 229.28 0.93 268. dan lain-lain.43 0. Untuk mengatasi hal itu perlu dibuat balok glulam yaitu gabungan dua atau lebih papan kayu gergajian yang direkat dengan menggunakan perekat tertentu dengan arah serat kayunya sejajar satu sama lain. (Abdurachman dan Hadjib.615.930.330 90.276 77.5 cm:1cm. Hasil penelitian Karnasudirdja (1989) menunjukkan glulam yang dibuat dari meranti merah dan jati dengan perbandingan meranti merah : jati = 2. Hasil penelitian sifat mekanis glulam bentang besar menggunakan beberapa jenis kayu rakyat dan beberapa jenis perekat tersaji pada Tabel 1.69 20.133.293 42.57 0.81 186.8 413.50 MOR Ket.5 333.526. Hasil penelitian ini telah dapat digunakan oleh PT PAL untuk mengganti lambung jati menjadi lamina jati-meranti.0 382.17 0.35 0. dengan jumlah lapisan dari dua sampai banyak.28 383.59 0. Nilai rata-rata sifat mekanis glulam bentang besar dari kayu hutan tanaman dan hutan rakyat Jenis kayu Sengon Jenis perekat LRF TRF Mangium LRF TRF Karet Gmelina Sengon-mangium (campuran) PF PF TRF Jumlah lapis 6 8 6 8 6 8 6 8 6 8 6 8 6 8 Kerapatan MOE (gr/am3) 0.367.29 228. Glulam ini dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan dengan bentangan yang cukup besar seperti gedung olah raga. Geser rekat 2 (kg/cm ) 211.82 19.22 382.889.312.357.18 346. Tabel 1.

demikian pula rumah dinas Kehutanan Rasamala yang dibangun pada tahun 1980-an. Lantai (Flooring) Lantai kayu dapat berupa solid atau mozaik parquet flooring. beberapa industri mensyaratkan kayu untuk lantai dipilih kayu yang bercorak indah. untuk berbagai keperluan dipersyaratkan mampu meredam suara (isolator). saat ini lebih umum digunakan kayu lapis eksterior. flakeboard atau papan partikel eksterior. C. Sedangkan untuk dinding di bagian dalam ruangan (interior) tidak diperlukan persyaratan yang tinggi. Untuk keperluan lantai diperlukan kayu dengan kekerasan tinggi. 3. selain diperlukan kayu yang bercorak indah. mindi. Papan mineral Papan mineral seperti papan gypsum dan papan mineral. Kayu gergajian Kayu gergajian yang telah dicoba dibuat untuk partisi dinding antara lain kayu karet. Sindang Barang yang dibangun pada tahun 1971. Untuk lantai lebih disukai hardwood (kayu daun lebar). juga kayu yang stabil dan awet. mindi dan mimba dapat digunakan untuk dinding dengan penampilan yang cukup bagus. jeungjing ternyata dapat digunakan untuk pembuatan dinding bangunan yang tahan lama. Sedangkan yang dibuat dari kayu mangium menunjukkan menampilan seperti jati. Beberapa produk kayu yang dapat digunakan untuk dinding : 1. Partisi dinding yang dibuat dari kayu karet yang diawetkan dengan boron menunjukkan penampilan yang mirip dengan ramin. tusam. Contoh bangunan yang menggunakan dinding papan semen jeungjing adalah rumah dinas di Kompleks Kehutanan Albizia. Dinding Untuk dinding bagian luar (eksterior) selain digunakan papan kayu. kelas kuat I-III dan kelas awet I-II. kelapa dan mangium. sampai saat ini masih layak huni. Untuk pembuatan dinding. Papan semen yang dibuat dari kayu karet. 2. Kayu lapis Kayu lapis indah yang dibuat dari venir mangium.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 B. 135 .

Jembatan Kayu Pada abad 20. beberapa bahkan dengan bahan dan rancangan yang bagus (USDA. Akan tetapi sejarah mencatat di USA selama tahun 1990-an telah dibuat ratusan jembatan kayu. Dari konstruksi jembatan muncul produk baru yang disebut stress laminated timber (SLT) untuk geladak. E. Setelah pasokan kayu yang secara alami mempunyai kekuatan dan keawetan tinggi yang berasal dari hutan alam mulai berkurang. Tekanan tersebut cukup tinggi sehingga yang terjadi tahanan geser antar sisi-sisi balok yang bersinggungan yang dapat mencegah sesaran (slip). Tiang kayu tersebut baru dapat digunakan bila telah memenuhi standar tersebut.5 – 17 m : 8 – 23 cm : 25 – 72 cm untuk bentuk persegi : 11 – 45 cm : 34 – 116 cm untuk bentuk persegi Untuk keperluan pembuatan tiang listrik. 136 .5 m dari pangkal . Di Malaysia telah dibuat jembatan dari kayu karet yang diawetkan dan dibuat glulam terlebih dahulu. Untuk pembuatan jembatan kayu solid diperlukan kayu dari kelas kuat I dan kelas awet I. SLT pada dasarnya adalah suatu sistem yang terdiri atas balok-balok yang berdiri pada sisi tebalnya. berjajar berdempetan ditekan dengan menggunakan tulangan baja mutu tinggi.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 D. SLT merupakan struktur pelat kayu yang kompak. maka penggunaan kayu untuk jalan kereta api dan jembatan mulai menggunakan beton dan baja.Panjang .Diameter pucuk . seperti sifat fisis dan mekanis.Keliling pucuk . cacat kayu yang dibatasi dan konisitas kayu yang telah ditentukan. berukuran sebagai berikut : .Diameter pada 1. Tiang Listrik Tiang listrik dari jenis kayu yang ditetapkan dalam pedoman pembuatan tiang listrik di pedesaan mempunyai bentuk persegi tanpa gubal dan atau berbentuk bulat alam tanpa kulit dan tonjolan dengan bontosnya dipotong rata dan siku.Keliling pada 1. kayu merupakan bahan utama untuk jembatan jalan raya maupun jembatan jalan kereta api. maka kayu harus memenuhi standar tertentu. 1999).5 m dari pangkal : 6.

631 (cm/meter). lapisan tengahnya diperbolehkan dari jenis kayu yang lebih ringan (450 kg/m3). lingggi buritan. linggi haluan. 1975) : Untuk lunas. Industri kapal kayu telah berkembang sejak dulu yang diawali dengan perahu-perahu tradisional hingga kapal patroli cepat yang dibuat secara modern.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap beberapa jenis kayu dari hutan tanaman dan tanaman rakyat menunjukkan bahwa tegangan lentur dan konositas tiang rata-rata kayu eucalyptus (Eucalyptus deglupta) berturut-turut 730. wrang. Untuk menjamin keselamatan pelayaran. sedangkan tiang kayu rasamala berturut-turut 764. kapal merupakan suatu alat transportasi yang telah lama dipergunakan. Bagian kulit luar. gading. dudukan mesin. balok geladak. maka Biro Klasifikasi Indonesia di bawah Departemen Perhubungan mengatur semua persyaratan kayu. 137 . Berat kayu di atas berlaku untuk kayu dengan kadar air 15 %. F. lutut balok. Kapal Kayu Indonesia termasuk negara maritim sehingga untuk perhubungan antar pulau dan usaha perikanan. Kayu yang digunakan untuk membuat kapal/perahu umumnya harus kuat dan awet. tutup sisi geladak harus digunakan minimum dari kayu dengan BJ≥ 700 kg/m3.597. antara lain (Anonim. balok buritan.716 (cm/meter) dengan koefisien regresi hubungan antara konositas-ketinggian tiang kayu eucalyptus R= 0.247 dan rasamala R= 0. Pada gading yang berlapis. kayu mati dan lain lain. Geladak dan galar bilga 450 kg/m3. jenis kayu yang digunakan mempunyai BJ minimum 500 kg/m3. bandulan geladak.37 (kg/cm2) dan 0. galar balok. pembuatan serta perlengkapan yang harus dipenuhi oleh kapal kayu.40 (kg/cm2) dan 0.

galar. Ukuran Ukuran kayu rakyat dalam bentuk kayu gergajian bervariasi untuk setiap jenis kayu tertentu seperti kayu mahoni yang biasanya dipakai sebagai bahan mebel. papan geladak Gading. balok geladak. 10. kulit. Dari beberapa jenis kayu yang direkomendasikan untuk pembuatan kapal kayu (FPB-28). rumah geladak Komponen bagian tengah atas lambung kapal Bagian kapal Gading. kulit. Pembuatan kapal rakyat di Probolinggo Beberapa syarat lainnya adalah tahan terhadap air. 6. 4. geladak IV. geladak. senta. galar. papan geladak Gading. gerunjing Johar Kosambi. kulit. lunas. 2.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 Gambar 1. Untuk bagian di bawah garis air dapat dibuat dari kayu yang tidak begitu kering. senta. galar. Beberapa jenis kayu yang digunakan untuk kapal No. lambung. Tabel 2. Untuk kamar ikan harus dibuat dari kayu dengan kelembaban yang sangat tinggi. balok geladak. 1. senta. linggi Gading. linggi. Di galangan kapal rakyat di pesisir utara P. geladak Rangka. 7. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan telah disarankan bahwa kayu jati dapat menggantikan kayu kambala (Chlorophora excelsa) yang diimpor dari Afrika. Untuk bagian konstruksi di atas garis air dibuat dari kayu yang telah dikering udarakan. 5. dinding rumah geladak Lunas. senta. Jawa terdapat beberapa jenis kayu rakyat digunakan untuk pembuatan kapal kayu tradisional. kesambi Kranji. Waru Jati Bungur Gadog. kayu 138 . papan geladak Papan geladak. jamur dan serangga. cuaca. 3. 9. lambung. gading. 8. gading. gading. tiang. keranji Kuku Mimba Jenis kayu Mahoni Gading Lunas. DIMENSI BEBERAPA JENIS KAYU RAKYAT DI PASARAN A. galar.

8/10. 180. 10/14. 12/14 Tiang 8/8. daun pintu kayu dan daun jendela kayu untuk bangunan rumah dan gedung seperti pada Tabel 3. kusen pintu kayu. 8/10. 10/10. 8/15. 100. Departemen PU Tabel 5. Departemen PU Sampai saat ini konstruksi kayu masih banyak dilakukan oleh tukang yang umumnya tidak mengikuti perhitungan konstruksi. 4 dan 5.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 buah sebagai bahan kayu pertukangan dan konstruksi. 80. 10/12. 8/12. 8/8. 6/12. 12/12 Sumber : SK SNIS – 1990. 6/12. 8/12. Dalam makalah ini diinformasikan spesifikasi ukuran balok untuk rangka dinding. 80. Tabel 4. 12/12 Palang 6/8. 10/12. Ukuran penampang balok untuk rangka dinding yang biasa digunakan Balok Ukuran penampang (cm) Untuk bantalan 6/8. 8/15. 12/14. 12/16 Kuda-kuda penopang 8/8. 10/12 Pintu 10/15 6/10. 10/10. 12/12. 10/12. Departemen PU Daun Lebar daun (mm) 720 820 528 820 Tinggi daun (mm) 1960 1120 Kusen 139 . 120 Pintu 35 150. 200 30 Jendela 35 60. 6/15. 10/12. Ukuran kayu terpilih untuk kusen Ukuran penampang (mm) 6/10. 120 Sumber : SK SNIS – 1990. Hal ini mungkin ini disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai pemanfaatan kayu rakyat yang sesuai dengan tujuan pemakaian atau jenis peralatan yang dimiliki atau dipakai sangat sederhana. Di Indonesia sendiri baru pada akhir tahun 50-an (1957). 6/15. 10/10. 8/10. 12/12 Untuk dinding 8/12. 8/8. 6/13. perhitungan mengenai konstruksi kayu mendapat perhatian yaitu setelah dicantumkannya konstruksi kayu sebagai mata kuliah di perguruan tinggi dan itupun tidak populer (Tular. 100. kusen jendela kayu. 8/10. Ukuran daun pintu dan daun jendela untuk rumah sederhana Tebal jadi Lebar rangka (mm) (mm) 33 68. 1981). 10/12 Jendela 10/15 Sumber : SK SNIS – 1990. 6/13. 8/10. Tabel 3. 10/10.

Kadar air kayu sangat bervariasi tergantung jenis dan lokasi dimana kayu 140 . kesan raba. B. serat. Mutu atau kualitas kayu secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu ukuran ciri-ciri kayu yang mempengaruhi sifat produk-produk yang dibuat dari padanya. Dalam perencanaan penggunaannya diperlukan dukungan data teknis dari masing-masing jenis kayu yang akan digunakan. hal ini karena untuk memperoleh ukuran yang sesuai standard dan persyaratan perhitungan gaya. cacat kayu yang terkandung seperti mata kayu. pemboran. kaso berukuran 5/7. Untuk keperluan konstruksi. kekerasan. Sifat-sifat fisik kayu yang perlu diperhatikan karena berkaitan langsung dengan penggunaannya antara lain . bau dan rasa. kualitas mungkin ditentukan dari kerapatan. atau untuk komponen kuda-kuda kayu berukuran 5/10. diperlukan perencanaan yang matang.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 Dalam beberapa hal ukuran tersebut sangat sulit diperoleh di pasaran. lubang gerek. Untuk pembuatan produk kayu tertentu seringkali diperlukan persyaratan ukuran maupun mutu kayu sesuai dengan standar yang berlaku. miring serat. kadar air. Selain itu kayu yang digergaji yang umumnya berasal dari hutan rakyat. berat jenis/kerapatan dan daya tahan api. sedangkan dalam hal lain sifat-sifat seperti proporsi kayu akhir. maka diperlukan ketelitian yang tinggi sejak saat penggergajian yang memperhitungkan adanya kadar air dan penyusutan arah. 6/12 dan 8/12 dan sebagainya. Selain itu disyaratkan kadar air. kerapatan dan sebagainya perlu pula diperhatikan. Dalam satu hal. Mutu dari suatu jenis kayu ditentukan oleh sifat fisiknya seperti warna. Definisi kualitas yang lebih tepat mungkin sukar dipahami. pembubutan. karena sifat penting kayu yang digunakan untuk suatu produk sering berbeda dengan sifat penting untuk produk yang lain. tekstur. Mutu Kayu Gergajian Setiap penggunaan kayu. penampilan (feature). 4/6. berdiameter kecil dengan mutu batang yang kurang bagus (bengkok dan porsi gubalnya tinggi). pengerjaan maupun pemakaiannya. nilai dekoratif dan sifat-sifat pengerjaan seperti sifat pengetaman. dan perbandingan antara serat dan pembuluh mungkin merupakan petunjuk kualitas yang utama. misalnya untuk reng berukuran 2/3. Selain itu mutu kayu ditentukan pula oleh cacat pada kayu tersebut yang akan mempengaruhi sifat kayu. sebaiknya ukurannya disesuaikan dengan ukuran standar. dan pengampelasan. kembang susut.

4 cm dan panjang 257. Kondisi kayu yang paling aman untuk dipergunakan adalah kondisi kayu kering udara. 1973). Sifat fisis dan mekanis kayu selain dipengaruhi oleh jenis kayu dan umur pohon. Pola penggergajian lain ialah system perempatan (quarter sawing). rendemen tersebut meningkat 12. modulus patah (MOR).PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 tersebut digunakan. sebagian besar merupakan kayu muda. yaitu pola dengan irisan gergaji pada permukaan lebar kayu gergajian menyinggung lingkaran tahun. 2000).60% (Rachman dan Balfas. juga dipengaruhi oleh bagian batang (gubal dan teras).al. PENGEMBANGAN KAYU RAKYAT UNTUK BAHAN BANGUNAN Kayu dari hutan rakyat seperti halnya kayu dari hutan tanaman. 1994 dalam Malik 141 .. Pola ini menghasilkan papan tangensial yang tidak sebanding pada arah radial dan tangensialnya. yang menghasilkan papan radial yang lebih stabil dimensinya. V. Di Indonesia kadar air kayu dalam kondisi kering udara berkisar antar 10 – 18 % (Kadir. Sifat fisis dan mekanis beberapa jenis kayu dari hutan rakyat dapat dilihat pada Lampiran 1. untuk keperluan bahan bangunan. Sedangkan dengan penggunaan teknik penggergajian dengan simulasi program komputer dalam penentuan posisi pembelahan pertama terbaik. karena pada kondisi ini dimensi kayu sudah stabil dan tahan terhadap perusak biologis. untuk mengolahnya menjadi bahan bangunan diperlukan beberapa teknologi antara lain : A. Sifat mekanis yang sering digunakan sebagai acuan dalam perencanaan suatu struktur bangunan antara lain modulus slastisitas (MOE). yaitu berdiameter kecil.5 cm adalah 39. Hasil penggergajian dolok mangium dengen teknik konvensional pada dolok dengan diameter rata –rata 22. 1993 dalam Malik et.4% (Rachman. keteguhan tekan sejajar serat dan keteguhan geser. yaitu pola dengan irisan gergaji membentuk sudut tegak lurus atau hampir lurus dengan lingkaran tahun. perlu diperhatikan pula sifat mekanis kayu. Selain sifat fisisnya. Teknologi Penggergajian Teknologi penggergajian yang diterapkan dan dipakai oleh masyarakat untuk mendapatkan ukuran sortimen biasanya menggunakan pola pembelahan satu sisi (live sawing).

Untuk percobaan pengeringan suhu tinggi. 1994). sedangkan kayu kibawang dan salamander agak lambat mongering. Dalam satuan waktu tertentu pemakaian kayu dapat diperkecil. Dengan demikian maka penambahan umur pakai dan diversifikasi jenis pada akhirnya dapat mengurangi tekanan terhadap sumber daya hutan yang makin terbatas.57%. C. yaitu kapasitas maksimum 1.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 et. sedangkan yang tidak diawetkan hanya 5 tahun (Abdurrohim. diperoleh rendemen 53.5 m3. terutama pada industri kecil atau pengrajin yang kemampuan modal. 2004). suren 65-90°C dan 29-78% (Basri dan Hadjib. 1990). 3 – 4 m3 dan 6 – 8 m3. sedangkan Ginoga (1999) dalam Malik et. mahoni dan suren termasuk agak cepat mengering.5 cm. 2000). B. (2000) dari rata panjang dolok 259 cm dan diameter rata-rata 21. Hasil percobaan pengeringan alami lima jenis kayu andalan Jawa Barat menunjukkan bahwa kayu pulai kongo. Umur pakai kayu yang diawetkan paling tidak sampai 15 tahun. tenaga kerja serta bahan baku kayu yang diolah terbatas dan tidak menentu. Alat pengering kayu lainnya ialah kombinasi energi surya dan energi lain dari tungku untuk 3 kapasitas kayu basah. Teknologi Pengeringan Pengeringan kayu dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber panas memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. sedangkan diversifikasi jenis dapat memperbesar volume kayu yang dapat dipungut setiap ha. Metode pengawetan yang sering dan mudah dikerjakan ialah 142 .al. Rendemen gergajian kayu mimba sampai menjadi kusen rata-rata 38%. Teknologi Pengawetan Kayu yang berasal dari hutan rakyat umunya berdiameter kecil dan mempunyai sifat yang lebih rendah dibandingkan kayu hutan alam (Martawijaya..al. kibawang 65-88°C dan 29-78%. salamander 58-83°C dan 27-82%. Salah satu sifat yang kurang menguntungkan pada kayu dari hutan rakyat adalah keawetannya yang rendah. maka suhu dan kelembaban minimum-maksimum yang diperkenankan untuk kayu pulai kongo dan mahoni 70-95°C dan 29-75%. Pengawetan kayu adalah suatu proses memasukkan bahan pengawet dengan metode tertentu sampai mencapai retensi dan penetrasi sesuai dengan spesifikasi.

Bahan pengawet yang digunakan antara lain Impralit CKB. 3. sengon telah dilakukan dengan menggunakan perekat tannin resorsinol formaldehida (TRF) dan lignin resorsinol formaldehida (LRF).. menunjukkan bahwa perekat TRF cukup baik (memenuhi standar JAS dan SNI) untuk kayu lamina kecuali untuk mangium. Untuk jenis ini perekat LRF meunjukkan hasil yang lebih baik. Teknologi Perekatan Dari kayu yang berasal dari tanaman rakyat telah dihasilkan beberapa produk perekatan yang mempunyai prospek untuk dikembangkan. D. Papan partikel Papan partikel dapat dibuat dari jenis-jenis kayu hutan rakyat antara lain. 1999 dalam Kliwon et. mangium. Glulam Glulam yang lebih dikenal sebagai balok lamina merupakan suatu balok yang diperoleh dari perekatan papan gergajian yang berdimensi lebih kecil yang direkat sejajar serat sehingga diperoleh balok dengan ukuran yang lebih besar. FPB-28). 1. Ditinjau dari emisi 143 . karet. papan mineral dan papan blok. papan partikel. 2. dan panas-dingin) dan metode pelaburan. metode pelaburan kurang efektif karena retensi dan penetrasinya rendah. Di Indonesia sendiri glulam digunakan pada konstruksi bangunan (contohnya aula di ITB) dan Kapal Patroli Cepat (Fast Patrol Boat. dingin. mangium dan sengon bahkan bambu dalam bentuk chip atau berupa serbuk. Penelitian mengenai glulam dari kayu gmelina.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 metode rendaman (panas. Balok lamina telah lama digunakan oleh masyarakat. 2002). gmelina. Kayu lapis indah Kayu lapis indah adalah kayu lapis yang permukaannya diberi lapisan venir dan kertas bercorak indah (Sulastiningsih et al. glulam. antara lain kayu lapis indah. Borak-borik atau bahan pengawet yang mudah dijangkau di pasar bebas. al. Balok lamina yang dihasilkan setara dengan kayu kelas kuat II. Papan partikel juga dapat dibuat secara komposit dari serbuk gergaji kayu sengon untuk penggunaan di luar ruangan dan dalam ruangan yang berkelembaban tinggi dengan menggunakan perekat berbasis tanin maupun isocianat. mimba dan mangium mutunya memenuhi standar Indonesia. Kayu lapis indah yang dibuat dari venir kayu manii.

234 kg/cm2 – 90. 1989) 144 .1 x 20 x 244 cm.167 kg/cm2. penyekat ataupun sebagai dinding yang tidak terlalu menahan beban. 5. Gambar 2. Nilai MOR 61 kg/cm2 – 290 kg/cm2. Papan blok Papan blok. Papan wol kayu dari kayu sengon yang dibuat telah dicoba untuk dinding di perumahan dan kantor. papan wol kayu.. Balok kotak Balok kotak (box beam) yang dibuat dari kayu meranti berbentuk kaso ( sebagai sayap=flange) dan kayu lapis dan papan partikel (sebagai badan =web pada kiri dan kanan balok) ukuran b x h x L = 9. yang merupakan kayu lapis berintikan kayu gergajian telah digunakan baik sebagai penyekat dinding atau cetakan beton. papan partikel komposit sengon aman digunakan sebagai komponen rumah baik di dalam ruangan khususnya plafon. Papan mineral Beberapa jenis papan mineral telah dikenal digunakan sebagai penyekat ruangan seperti papan gypsum.031 kg/cm2.004 kg/cm2 – 54. Hasil penelitian menunjukkan mrnunjukkan bahwa balok kotak yang dihasilkan mempunyai MOE-flatewise berkisar antara 29. Contoh produk papan partikel komposit sengon 4.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 formaldehida maupun kestabilan dimensi terhadap pengaruh kelembaban tinggi dan keteguhan rekat internalnya. 6. Secara teknis gelagar kotak ini dapat dikembangkan sebagai kayu konstruksi dimana bahan komponen penyusun banyak tersedia (Sinaga et al. MOE-edgewise antara 60.

2004. E. Ditjen Perhubungan Laut. Namun dalam pemakaiannya harus didukung oleh teknologi yang dapat memperbaiki sifat-sifat kayu. sebaiknya ukuran kayu mengikuti ukuran standar seperti ukuran reng. Teknologi pembuatan glulam bentang besar dari kayu hutan tanaman dan hutan rakyat. Makalah disampaikan pada Presentasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dicapai akhir-akhir ini. 22. Untuk keperluan kayu sebagai komponen bangunan. pengeringan. Ukuran dan mutu kayu yang berasal dari hutan rakyat. seperti pola penggergajian. Disamping itu diperlukan pula data-data teknis dari masing-masing jenis kayu yang akan digunakan. Laporan Hasil Penelitian 2004. Hadjib. 1995. Penelit. balok-balok dan lain-lain. Has. J. dan N. Hadjib. ___________. (3): 155-165 145 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. 2001. atau melalui perhitungan analisa struktur bangunan sesuai dengan spesifikasi bahan bukan kayu yang akan dipakai. kayu yang berasal dari hutan/tanaman rakyat pada dasarnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk pertukangan maupun bahan bangunan. Hubungan sifat dasar dan sifat pengeringan lima jenis kayu andalan Jawa Barat.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 VI. pengawetan dan teknologi pengolahan seperti perekatan kayu. sudah tentu bermutu rendah. tetapi karena pasokan kayu dari sumber utama (hutan alam/hutan tanaman) semakin menurun bahkan hampir habis maka pemakai kayu sudah lama cenderung memilih kayu-kayu tersebut. kaso. PENUTUP Kayu yang berasal dari hutan rakyat yang pada umumnya berumur muda. Basri. Buku peraturan klasifikasi dan konstruksi kapal laut: Peraturan kapal kayu. DAFTAR PUSTAKA Abdurachman dan N. di Cianjur Jawa Barat tanggal 4 Septembar 2001. 2005. berdiameter kecil (< 25 cm). Vol. Jakarta.Hut. Anonim. Biro Klasifikasi Indonesia.

Kadar air kering udara di Bogor. New York. Mattjik. S. Textbook of Wood Technology. Darmaga 18 September 1980. J. Vol. J. dan A. Tular. tanggal 21 Agustus 2006. Konstruksi Kayu II. Widarmana. dan I. Bogor.com.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 Brown. HP. Laporan No. R. Himpunan Sari Hasil Penelitian : Sari Hasil Penelitian Mangium dan Tusam. A. Bogor. Makalah Pengantar Falsafah Sains (PPS702). Teknik Sipil. 1973. Bogor Martawidjaya. Forsaith.. 1986. Proceedings Lokakarya Standardisasi dan Normalisai Kayu Bangunan. 1989. II. Mc. Khaerudin. 12.C. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. A. 2000. Bogor.A. 1952. 2002. R. Kartasudjana.Co. Wirjomartono.Graw-Hill Book. 1995. IPB. Ciri Umum Sifat dan Kegunaan Jenis-Jenis Kayu Indonesia. Sekilas mengenai ”Struktur Bangunan Kayu di Indonesia”. Institut Pertanian Bogor. Status pengawetan kayu di Indonesia. Dungani. S.B. November 2002. Universtas Gadjah Mada. 146 . Santoso dan O. K. Diktat Kuliah. Panshin dan C. Diakses dari Internet E-mail: rdungani@yahoo. Kadir. Analisis Biaya dan Marjin Tataniaga Kayu Gergajian di DKI Jakarta (Studi Kasus di Pelabuhan Sunda Kelapa). 1977. Skripsi Jurusan Manajemen Hutan. Sinaga. 1981. Sifat mekanis gelagar kotak percobaan untuk kayu konstruksi. Program Pasca Sarjana / S3. M. Malik. Rachman. Fak. Forest Products and Social-Economic Researc and Development Centre. Tidak diterbitkan. Idris. Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Fakultas Kehutanan. Pusat Litbang Haasil Hutan. Surjokusumo dan A.

Nielsen) Sengon buto (Enterolobium cyclocarpum) Sonokeling (Dalbergia latifolia) Sonokembang (Pterocarpus indicus) Sukun (Artocarpus altilis) Kerapatan 3 0.4 80 92.54) MOE (x1000) 4 113 97 11.5 92. 6.77-0.63 (0.94) 0.7 63.54 C// 6 436 432 334 361 374 550 385 284 370 681 360 578 323 312 539 389 440 598 545 283 263 617 519 159.5 94.2 65.3 44.85) 0.9 68.3 59.0 42.99) 0. 18. 13.1 36. 7.9 115 134 25.53 (0. 17.39-0.55 Kelas Kuat 9 III II-III III II-III III-IV II III-II III II-III II II-III II-III II-III III-II I II II II II IV-V III II II-IV III-IV Kelas Awet 10 III-IV II-III IV IV-V IV-V I V III-IV II-IV III III-IV II-IV IV-V II-IV II III II-III III IV-V IV-V I II-IV IV-V 147 .446-0.81 (0.8 51. 1 1.9 66.9 38.24-0.65 (0. 5.53-0.45-0.57 (0.6 52.1 73.62 (0.6 90.73) 0.49) 0.63 (0.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 Lampiran 1.5 47.7 115.33 (0.47-0.7 90.67-0.5 25.5 47.0 127.42 (0.8 45.00 (0.2 95.87 0. 3 4.86) 0.73 (0.24-0.5 78. 11.58-0.81) 0.4 MOR 5 942 861 503 618 691 1031 734 484 563 1215 623 1020 587 548 1298 768 800 1043 987 526 439 1162 915 244.5 81.6 47.4 89.61 (0.77 (0.577 0.0 52.69 (0. 23.42-0.0 44. 22.62-0.) Kayu manis (Cinnamomum purrectum) Laban (Vitex pubescens) Mahoni (Swietenia macrophylla) Matoa (Pometia pinnata) Meranti putih (Shorea javanica) Mindi (Melia excelsa) Pasang (Quercus lineata) Balobo (Diplodiscus sp) Puspa (Schima wallichii Noronhae) Rasamala (Altingia excelsa Noronhae) Saninten (Catanopsis argentea) Sengon (Paraserianthes falcataria L.67 (0.2 115 40.2 97.8 62.86) 0.4 71.73) 0. 24. 12.4 70.73 (0.4 48. 16. 20.94-1.67) 0.9 51.9 65.39-0.72) 0.57) 1.57) 0.9 49.54) 0.7 24.) Kayu afrika (Maesopsis eminii Enghl. 8.83 (0.7 106.29-0.47-0. 19.59 (0.43-0.1 55.5 38.4 0. 14.5 55.50-0.5 44.48-0.48 (0. 15.1 80 100.1) 0.47 Geser (T) 8 70.49 (0.) Bungur (Lagerstroemia speciosa) Damar (Agathis alba) Durian (Durio zibethinus) Jabon (Anthocephalus cadamba) Jati (Tectona grandis) Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg. 10.6 85 101 92 143 98 82 181 80 114 92 103 44.1 88.61-0.13 Geser (R) 7 61.40-0.56) 0.75) 0.69) 0.83) 0. 2.0 51. Sifat fisis dan mekanis beberapa jenis kayu rakyat No. 9.33 (0.55-0.90) 0. Jenis 2 Akasia (Acacia mangium Willd. 21.

) 30.4 61. 1989.36-0.1 65.) 0.1 9 II-III IV III III-II III-IV II 10 III IV-V IV III-IV III-IV II-IV 148 .56-0. Martawijaya et al. 27 28.67) Tusam (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) 0.52-0.79) Sumber : Martawijaya et al. 2005.3 77 5 683 532 849 438 588 486 6 317 292 449 226 342 432 7 62 32 81. 29..) 0.36-0.63 (0.PROSIDING Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan 2006 : 130-148 1 25.2 8 67.73) Suren (Toona sureni) 0.75) Waru (Hibiscus tiliaceus CAU.40-0.0 65.8 41.40 (0.2 87.6 93.64) Warugunung (Hibiscus macrophyllus 0.8 58. Oey (1991) 4 101 86.54 (0.29 (0.69 (0.27-0.2 74.4 64.5 127 43. 2 3 Sungkai (Peronema canescens) 0. Nyamplung (Calophyllu inophyllum L.55 (0. 26.56) Roxb.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful