MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW PADA

SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 MERTOYUDAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2004/2005

Skripsi

Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1 Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh
Nama NIM Program Studi Jurusan : SRI HARJONO : 4102903109 : Pendidikan Matematika : Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005

i

ABSTRAK

Pada umumnya siswa mengalami banyak kesulitan berfikir abstrak, terbukti pada belajar materi operasi hitung bentuk aljabar materi kelas VII Semester I sebagian besar siswa kurang memahami sehingga rata-rata nilai ulangannya di bawah 6,0. Bukti ini ditemukan di SMP Negeri 2 Mertoyudan Kabupaten Magelang. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah “Apakah Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Operasi Hitung Bentuk Aljabar dapat ditingkatkan ?” Tujuan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada pelajaran matematika, pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar. Ruang lingkup penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Mertoyudan Magelang. Variabel penelitian ini meliputi keaktifan siswa dalam pembelajaran dan hasil belajar siswa. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Setiap akhir siklus dilaksanakan pengamatan keaktifan siswa dan tes formatif. Hasil belajar siswa siklus I dengan ketuntasan belajar 76%, siklus II 78% dan siklus III 83%. Dari siklus I sampai siklus III peningkatannya mencapai 7%. Hasil observasi aktifitas belajar siswa siklus I 80 %, siklus II 86% dan siklus III 88%, peningkatannya dari siklus I sampai siklus III 8%. Jadi melalui penerapan metode pembelajaran jigsaw hasil belajar dan keaktifan siswa dapat ditingkatkan. Diharapkan rekan-rekan guru untuk mengembangkan dan menerapkan metode pembelajaran jigsaw yang dapat meningkatkan hasil evaluasi dan keaktifan belajar siswa. Kata kunci : metode pembelajaran Jigsaw.

ii

PENGESAHAN
Skripsi Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Operasi Hitung Bentuk Aljabar Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 2 Mertoyudan Kabupaten magelang Tahun Pelajaran 2004/2005

Telah dipertahankan di hadapan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : : Panitia Ujian Skripsi Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S, M.S. NIP 130781011 Pembimbing Utama

Drs. Supriyono, M.Si. NIP 130815345 Ketua Penguji

Drs. Wuryanto, M.Si. NIP 131281225 Pembimbing Pendamping

Prof.Dr. Y.L. Sukestiyarno NIP 131404322 Anggota Penguji 1.

Dra. Endang Retno Winarti, M.Pd. NIP 130935363

Drs. Wuryanto, M.Si. NIP 131281225 2.

Dra. Endang Retno Winarti, M.Pd. NIP 130935363

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Rad : 11) Akal dan belajar itu seperti raga dan jiwa Tanpa raga, jiwa hanyalah udara hampa Tanpa jiwa, raga adalah kerangka tanpa makna (Kahlil Gibran) Science without religion is blind Religion without science is lame (Einstein)

Karya ini kupersembahkan untuk : • • • Isteri tercinta Rizky dan Dhinda tersayang Pembaca yang budiman

iv

Supriyono.Si. Wuryanto. M. 4.T. Drs. MM. SH. 3. Drs. v . Kepala SMP Negeri 2 Mertoyudan yang telah memberikan ijin penulis sehingga terselesainya penyusunan skripsi ini.” Dengan selesainya penyusunan skripsi ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Priyana. H. 5. Drs.A. M. selaku pembimbing utama yang telah banyak memberikan petunjuk.Si. Ketua Jurusan Matematika yang telah banyak memberikan kesempatan pada penulis untuk memaparkan gagasan skripsi ini.S.. penulis telah menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul : “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Operasi Hitung Bentuk Aljabar Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 2 Mertoyudan Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005. Dr.. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin penyusunan skripsi ini. R. Soegito. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin dan mendukung dalam penyusunan skripsi ini. M.KATA PENGANTAR Dengan ragmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Kasmadi IS. Drs.. arahan dan bimbingan kepada penulis. 2.

Berbagai pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan dan semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Semarang. 29 Juni 2005 Penulis vi . Karena dangkal dan sempitnya pengetahuan yang penulis miliki.6. semoga amal sholeh beliau semua mendapat imbalan yang sesuai dari Tuhan Yang Maha Esa. skripsi ini masih jauh dari sempurna.

memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam berkehidupan. tujuan dan kegunaan. vii . Terdapat banyak jenis dan macam penelitian diantaranya penelitian tindakan kelas. Memahami berarti memperjelas suatu masalah sebelumnya tidak jelas. empiris dan rasional. Manusia dapat menggunakan hasil-hasil penelitian untuk memahami. Rasional artinya kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu secara logis. sehingga orang lain dapat mengamati cara-cara yang digunakan.BAB I PENDAHULUAN A. Berdasarkan pengertian tersebut terdapat empat hal yang pelu dipahami lebih lanjut yaitu : cara ilmiah. data. Alasan Pemilihan Judul Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Empiris artinya cara-cara yang digunakan dalam penelitian itu teramati oleh indra manusia. Memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah dan mengantisipasi masalah berarti upaya dilakukan agar masalah tidak terjadi. Menggunakan cara ilmiah yang dimaksud adalah menggunakan metode dan prinsip-prinsip keilmuan yaitu sistematis.

Penelitian tindakan kelas adalah suatu penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu dalam suatu usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas secara profesional. viii . memiliki dan mengolah informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah. logis kreatif dan kemampuan bekerja sama yang efektif. terbukti pada operasi hitung bentuk aljabar materi kelas VII semester 1 sebagian besar siswa kurang memahami sehingga rata-rata nilai ulangannya di bawah 6. sitematis. Konsep-konsep dalam matematika itu abstrak sedangkan pada umumnya siswa mengalami banyak kesulitan untuk mampu berfikir ke abstrak. tidak pasti dan kompetitif. cepat dan mudah dari berbagai sumber dan tempat di dunia. Cara berfikir seperti ini dapat dikembangkan melalui belajar matematika karena matematika memiliki struktur dan keterkaitan yang kuat dan jelas antar konsepnya sehingga memungkinkan kita terampil berfikir rasional. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah. Dengan demikian siswa perlu memiliki kemampuan memperoleh. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas terkait erat dengan pembelajaran seharihari yang dihadapi oleh seorang guru. Bukti ini ditemukan di SMP negeri 2 Mertoyudan Kabupaten Magelang tempat peneliti bertugas mengajar sehari-hari yang letaknya berbatasan dengan kota. Kemampuan ini membutuhkan pemikiran kritis.0.

Oleh karena itu diperlukan usaha-usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa salah satunya menggunakan metode pembelajaran yang tepat yaitu yang mudah dipahami dan menarik bagi siswa sehingga siswa termotivasi. Dari uraian di atas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif-Jigsaw dalam proses belajar mengajar. Permasalahan Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah “Apakah prestasi hasil belajar dan keaktifan siswa pada pelajaran matematika. Adapun judul penelitian ini adalah “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Operasi Hitung Bentuk Aljabar Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 2 Mertoyudan Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005. Cara Memecahkan Masalah Cara yang diajukan untuk memecahkan masalah pada penelitian ini adalah menyampaikan materi operasi hitung bentuk aljabar menggunakan metode pembelajaran Jigsaw. pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar dapat ditingkatkan melalui metode pembelajaran Jigsaw pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Mertoyudan Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2004/2005?” C. ix .” B.

Manfaat Penelitian 1.D. Perilaku mengganggu menjadi kecil c. Manfaat bagi siswa a. Meningkatkan pencurahan waktu pada tugas b. Tujuan Penelitian Tujuan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran materi operasi hitung bentuk aljabar. E. Konflik antar pribadi berkurang d. Meningkatkan kebaikan budi. Motivasi lebih besar g. Pemahaman yang lebih mendalam f. Sikap apatis berkurang e. kepekaan dan toleransi 2. Manfaat bagi guru a. Hasil belajar lebih tinggi h. Dengan tumbuhnya budaya meneliti di kalangan guru dan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas yang berkesinambungan berarti kalangan guru makin di berdayakan mengambil prakarsa profesional yang semakin mandiri. percaya diri dan makin berani mengambil resiko dalam mencobakan hal-hal baru yang patut diduga akan memberikan perbaikan x .

laporan skripsi ini secara garis besar dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian awal. xi . pengesahan. Bagian awal kripsi teridiri dari judul. kata pengantar. b. Pengalaman dari penelitian tindakan kelas akan menjadikan guru berani menyusun sendiri kurikulum dari bawah menjadikan guru lebih mandiri. motto dan persembahan. Sistematika Penulisan Skripsi Sistematika skripsi memegang peran penting dalam laporan penelitian.serta peningkatan. Hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik dalam rangka perbaikan pembelajaran. Manfaat bagi sekolah a. F. kerangka berfikir. Bab I Pendahuluan berisi latar belakang masalah. cara pemecahan masalah. permasalahan. Bagian inti skripsi dibagi menjadi lima bab dengan rincian sebagai berikut . tujuan penelitian. alasan pemilihan judul. inti dan akhir skripsi. Dengan pembelajaran yang baik. a. daftar isi dan daftar lampiran. manfaat penelitian. prestasi sekolah semakin meningkat. b. b. Pengetahuan yang dibangunnya dari pengalaman semakin banyak dan menjadi suatu teori yaitu teori tentang praktek. hipotesis tindakan. Bab II Landasan teori dan hipotesis tindakan berisi landasan teori. 3. abstrak. sistematika penulisan skripsi.

dan tolok ukur keberhasilan. prosedur kerja dalam penelitian. Lembar Observasi dan seterusnya. II dan III serta pembahasan. Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan yang berisi pelaksanaan siklus I. e. Bab III Metode penelitian yang berisi tentang lokasi dan subjek penelitian. Analisa Nilai. d.c. Bab V Penutup yang berisi tentang simpulan dan saran. xii . Evaluasi. LKS. sumber data dan cara pengambilan data. Bagian akhir skripsi terdiri dari daftar pustaka dan lampiran yang berisi tentang Rencana Pembelajaran.

orisinil. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalui model matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaan matematika. membuat prediksi dan dugaan serta mencoba-coba. b. konsisten dan inkonsisten. Landasan Teori 1. Mengembangkan kemampuan penyampaian informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan.BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. eksperimen. Fungsi dan Tujuan Pembelajaran Matematika di Sekolah Matematika menghitung. merumuskan menggunakan matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran dan geometri. intuisi dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran devergen. d. rasa ingin tahu. Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. xiii . menunjukkan kesamaan. c. Mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi. aljabar dan trigonometri. berfungsi mengembangkan dan kemampuan rumus mengukur. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. perbedaan. diagram. Tujuan pembelajaran matematika adalah : a. eksplorasi. misalnya melalui kegiatan penyelidikan. grafik atau tabel.

catatan. Metode Pembelajaran Kooperatif Matematika a. Sebagai misal. prestasi-prestasi permulaan. dan kemudian siswa bekerja di dalam tim telah menguasai pelajaran tersebut. pada waktu kuis ini mereka tidak dapat saling membantu. seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu. xiv . dan suku. jenis kelamin. b. diagram dalam menjalankan gagasan (Depdiknas. Akhirnya. riwayat hidup seorang tokoh dapat dibagi menjadi kehidupan awal. Guru menyajikan pelajaran.Kurikulum 2004 Matematika SMP dan MTs) 2. dan tim yang mencapai kriteria tertentu dapat diberi sertifikat atau ganjaran yang lain. Skor siswa dibandingkan dengan rata-rata skor yang lalu mereka sendiri. dan poin diberikan berdasarkan pada seberapa jauh siswa menyamai atau melampaui prestasi yang lalunya sendiri. Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi. grafik. Jigsaw I Siswa dikelompokkan ke dalam tim beranggotakan enam orang yang mempelajari materi akademik yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa sub-bab. peta. Poin tiap anggota tim ini dijumlah untuk mendapatkan skor tim.

Jigsaw II Siswa bekerja dalam tim beranggotakan empat atau lima orang. Siswa itu diberi kuis secara individual yang menghasilkan skor tim. c. anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari sub-bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk nebdiskusikan sub-bab mereka. Sementara itu setiap siswa ditugasi mempelajari suatu topik. Siswa dengan topik yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk mendiskusikan topik itu. Setelah itu mereka kembali ke tim mereka masing-masing untuk secara bergantian mengajarkan apa yang mereka pelajari kepada teman satu tim mereka. seluruh siswa membaca teks atau materi yang sama. Kemudian para siswa itu kembali ke tim asal mereka dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub-bab mereka. pengurangan. kehidupan belakangan.kemunduran-kemunduran yang dialami. Kemudian. xv . perkalian atau pembagian bentuk aljabar agar menjadi pakar dalam topik itu. Karena satu-satunya cara siswa dapat belajar sub-bab lain selain dari sub-bab yang mereka pelajari adalah dengan mendengarkan dengan sungguh-sungguh teman satu tim mereka. misalnya operasi hitung bentuk aljabar. misalnya penjumlahan. mereka termotivasi untuk mendukung dan menunjukkan minat terhadap apa yang dipelajari teman satu timnya. dan dampak terhadap sejarah. Setiap anggota tim membaca sub-bab yang ditugaskan.

karena pada pembelajaran kooperatif siswa yang sudah paham materi akan menjelaskan kepada teman yang belum paham pada kelompoknya. hasil belajar dan keaktifan dalam proses belajar mengajar siswa SMP Negeri 2 Mertoyudan Kabupaten Magelang dalam hal pengerjaan operasi hitung bentuk aljabar dapat ditingkatkan. perkalian. materi operasi hitung penjumlahan. C. maupun individu akan mudah untuk memahami materi tersebut. Dengan cara tutor sebaya siswa akan mudah menerima materi. Hipotesis Tindakan Melalui penerapan metode pembelajaran Jigsaw. akibatnya prestasi atau hasil belajar siswa akan meningkat. xvi . dan pengkuadratan bentuk aljabar siswa secara berkelompok. pembagian. pengurangan.B. Kerangka Berfikir Dari landasan teori Jigsaw II.

Siklus I xvii . kebanyakan mereka kurang perhatian terhadap anakanaknya karena kesibukan dengan pekerjaannya. Prosedur Kerja Dalam Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam tiga siklus : 1. Variabel penelitian ini meliputi hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran E.BAB III METODE PENELITIAN D. mereka juga kurang diperhatikan oleh orang tuanya karena latar belakang pendidikan orang tuanya kurang. Bagi siswa yang orang tuanya penduduk asli desa. Ruang lingkup penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Mertoyudan Magelang. Siswa yang orang tuanya berasal dari daerah lain atau sebagian pendatang. kondisi dan latar belakang siswa beragam dan orang tua mereka kebanyakan pendatang dan sebagian asli penduduk pedesaan sekitar. Lokasi dan Subyek Penelitian Lokasi penelitian ini berada di Desa Danurejo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang karena letak sekolah yang berada di perbatasan dengan Kota Magelang.

Menyusun pedoman observasi. perkalian. Pengertian bentuk aljabar Pengertian perkalian. Merencanakan waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Meminta rekan guru sebagai observer. Membimbing kelompok-kelompok tersebut. 3. Menyusun rencana pembelajaran arti bentuk aljabar. 4. xviii . Membentuk kelompok-kelompok. Arti bentuk aljabar i. Implementasi Tindakan Pelaksanaan siklus I yang dilakukan guru adalah sebagai berikut : 1. 2. Menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. 6. pemangkatan dan pembagian suku sejenis. ii. Menyusun test yang akan digunakan. ii. Penjumlahan dan pengurangan suku sejenis 3. 5. Menyusun test hasil belajar. pemangkatan dan pembagian pada bentuk aljabar suku tunggal b. Menyajikan materi pelajaran tentang : a. Setiap kelompok terdiri dari 6 siswa. 4. Perencanaan Persiapan-persiapan yang dilakukan untuk penelitian tindakan kelas sebagai berikut : 1.i. 2.

iii. iv. tentang siswa dalam menerima materi. Pengamatan terhadap cara siswa menerima materi dan situasi kelas. Mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Pengamatan Pengamatan pada siklus I meliputi : 1. Pengamatan terhadap guru dalam penyampaian materi pelajaran dengan penerapan metode pembelajaran Jigsaw. Refleksi Dari pengamatan (observer) : 1. 2. 3) dari kajian tersebut dijadikan bahan perbaikan untuk siklus ke-2. cara guru pada waktu menyampaikan materi. Pengamatan terhadap siswa mengenai minat belajar dan perhatiannya pada waktu proses belajar mengajar. 7. 2. Mengevaluasi hasil belajar. Siklus II xix . 3. 6. Dari Guru : 1) menganalisis hasil pengamatan. Meminta rekan guru untuk mengamati berlangsunya PTK.5. 2) mengkaji hasil pengamatan. 2.

iii.i. Menentukan waktu pelaksanaan siklus II. Pengamatan Pengamatan pada siklus II meliputi : 1. 2. 2. 5. Membimbing kelompok dalam mempelajari materi. Perencanaan 1. xx . 2. KPK dan FPB bentuk aljabar suku tunggal. 3. Implementasi Tindakan Pada pelaksanaan siklus II yang dilakukan guru adalah sebagai berikut : 1. 4. 3. Penelitian mengidentifikasikan dan merumuskan masalah berdasarkan masalah pada refleksi siklus I. Memberikan materi pelajaran kepada kelompok-kelompok siswa. ii. Memberikan penghargaan kepada siswa yang bisa menyelesaikan tugas dengan benar. Mempersiapkan membuat kelompok-kelompok. Pengamatan terhadap guru dalam membimbing kelompok. 4. Menyusun rencana pembelajaran materi mensubstitusikan bilangan pada bentuk aljabar. Memberikan soal test kepada kelompok dan individu. Pengamatan terhadap siswa dalam menerima materi pelajaran. Meminta guru lain sebagai pengamat (observer).

Saran perbaikan dari pengamat. 2. 3. 2. iv. Memberikan saran perbaikan untuk tujuan lebih baik. 5. Refleksi 1. ii. Memberikan materi 2. Menyusun rencana pembelajaran materi pecahan bentuk aljabar : a. Membimbing kelompok siswa dalam mempelajari materi dan soal. Implementasi Tindakan Pelaksanaan berikut : 1. Mempersiapkan membuat kelompok-kelompok. Meminta guru lain sebagai pengamat (observer). Perencanaan 1. Peneliti mengidentifikasi dan merumuskan masalah berdasarkan masalah pada refleksi siklus II. Guru menganalisis hasil pengamatan dan mengkaji untuk perbaikan pada pelaksanaan siklus III. Siklus III i. b. 4. 3. siklus III yang dilakukan guru adalah sebagai xxi . Menentukan waktu pelaksanaan siklus III. Penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar. Perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar.3.

Meminta rekan guru untuk mengamati berlangsungnya PTK. Refleksi Peneliti dan pengamat (observer) mendiskusikan hasil pengamatan. 5. Sumber Data xxii . mengamati jalannya proses pembelajaran. Sumber Data dan Cara Pengambilan Data 1. 2. Membahas evaluasi dan memberikan penghargaan kepada siswa. iv. Memberikan evaluasi pada kelompok dan individu. meneliti kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal. iii. Pengamatan Pengamatan pada siklus III meliputi : 1. F. 4.3. Setelah berakhirnya seluruh siklus tindakan peneliti memberikan test akhir untuk mengetahui tingkat keberhasilan seluruh tindakan yang telah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa materi operasi hitung bentuk aljabar melalui penerapan metode pembelajaran Jigsaw pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Mertoyudan Kabupaten Magelang.

Data yang digunakan pada siklus I. b. Tolok Ukur Keberhasilan Penelitian dikatakan berhasil apabila : 1. Aktifitas belajar siswa baik (meningkat).0. Rata-rata nilai ulangan harian siswa meningkat yaitu dari sebelum diadakan penelitian nilai rata-rata diperoleh kurang dari 6. b. 2.0 atau lebih. Catatan dari pengamat (observer) pada waktu pelaksanaan siklus I. Pemberian test setiap akhir siklus kepada siswa. II dan III. Cara Pengambilan Data Untuk mengumpulkan data diperoleh dengan cara sebagai berikut : a. 2. test tertulis. G. setelah diadakan penelitian nilai rata-rata menjadi 6. yaitu menggunakan lembar pengamatan aktifitas belajar siswa. II dan III adalah : a. xxiii . pengamatan tentang kesiapan menerima pelajaran dan aktifitas belajar.

xxiv . tahapan penelitian tindakan kelas ini meliputi 3 siklus. yaitu pada hari Selasa 10 Pebruari 2005. Merencanakan waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini. 1. Menyusun pedoman observasi. yaitu observasi aktifitas belajar siswa dan observasi pelaksanaan tindakan oleh guru. iii. tahapan tindakan (pelaksanaan). Hasil Pada Siklus I Sesuai dengan gagasan yang disampaikan oleh peneliti. tahapan pengamatan dan refleksi. Menyusun tes yang akan digunakan yaitu test lisan (pre test) tentang operasi hitung suatu bilangan untuk mengingat kembali materi yang telah lalu. Proses Perencanaan i. Dalam hal ini guru menentukan materi pelajaran yang akan disajikan kepada siswa yaitu aljabar dan aritmetika sosial dengan sub pokok bahasan arti bentuk aljabar. Test tertulis untuk mengukur daya serap materi yang disajikan kepada siswa. Permasalahan diidentifikasikan dan masalah dirumuskan. penjumlahan.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN H. ii. Dalam satu siklus terdiri atas tahapan perencanaan. iv. pengurangan suku sejenis.

Proses Pelaksanaan Pembelajaran i. dari 42 siswa menjadi 7 kelompok. yaitu : 1.v. Pengertian bentuk aljabar b. Kelompok persegi panjang 4. Kelompok jajar genjang xxv . pemangkatan dan pembagian bentuk aljabar suku tunggal 2. pemangkatan dan pembagian bentuk aljabar suku tunggal 3) Siswa dapat menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar suku tunggal ii. Meminta rekan guru sebagai pengamat (observer) 2. Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu : 1) Siswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian bentuk aljabar 2) Siswa dapat menjelaskan pengertian perkalian. Membentuk kelompok-kelompok. Kelompok segitiga 2. Arti bentuk aljabar a. Penjumlahan dan pengurangan suku sejenis iii. Pengertian perkalian. Menyiapkan materi pelajaran tentang : 1. Kelompok lingkaran 5. Kelompok persegi 3. setiap kelompok terdiri dari 6 siswa.

Kelompok layang-layang 7. Kelompok belah ketupat iv. Proses Refleksi Setelah melaksanakan pengamatan atas tindakan pembelajaran di dalam kelas. selanjutnya diadakan refleksi kegiatan atas segala kegiatan yang telah dilakukan. Proses Pengamatan i. menjawab apabila ada pertanyaan dari siswa v. Observer mengamati aktifitas belajar siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.6. dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan peneliti (Lampiran hal 71) ii. Observer mengamati pelaksanaan tindakan guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Membimbing kelompok bila ada kesulitan. Memberikan lembar kegiatan siswa untuk dikerjakan secara kelompok sekaligus membahas (Lampiran hal 36) vi. xxvi . dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan peneliti (Lampiran hal 75) 4. Kegiatan pada siklus I dihasilkan refleksi sebagai berikut. Mengevaluasi dengan test tertulis yang dikerjakan secara individual (Lampiran hal 38 ) 3.

Atas dasar hasil refleksi pada siklus I maka permasalahan diidentifikasikan dan masalah dirumuskan. Proses Perencanaan i. Hasil Pada Siklus II 1. iv. ii. iii. v. xxvii .i. I. Masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut : 1. sehingga perlu motivasi serta bimbingan lagi agar hasil belajar siswa bisa meningkat. Minat bertanya dan minat menjawab ada sebagian siswa yang tidak aktif. Secara garis besar pelaksanaan siklus I berjalan dengan baik. vi. Siswa yang kreatif membantu teman satu kelompok ada 22 siswa dari 42 siswa. ditandai dengan ketuntasan hasil evaluasi 76 %. Memberikan motivasi kepada siswa agar aktif kerjasama dalam kelompok masing-masing maupun dengan kelompok lain. Ada 4 siswa yang tidak bisa menyampaikan materi kepada temannya untuk itu perlu pembinaan khusus pada siswa tersebut. Tetapi di samping itu. untuk mengerjakan evaluasi maupun merangkum materi sudah dilaksanakan semua siswa. Terdapat beberapa siswa yang tidak aktif dalam memecahkan masalah pada diskusi kelompok. guru perlu memberi motivasi. untuk itu guru perlu memberikan motivasi agar semua siswa aktif dalam memecahkan masalah. Guru perlu memberikan motivasi.

yaitu : 1. Proses Pelaksanaan Pembelajaran i. 3. KPK dan FPB aljabar suku tunggal 3. Siswa dengan materi yang sama bertemu antar kelompok untuk berdiskusi tentang materi yang dipelajari tadi. pecahan bentuk aljabar serta penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar. Guru menyuruh siswa untuk mempelajari kembali materi yang dipelajari di rumah. Guru menyiapkan / menyusun materi yang akan disajikan kepada siswa. Penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar iii. xxviii . yang diberikan pada akhir siklus I yaitu materi mensubstitusikan bilangan pada bentuk aljabar. KPK dan FPB aljabar suku tunggal. setiap siswa mempelajari materi yang diterimakan oleh kelompoknya. iii. ii. Masing-masing kelompok membagi tugas yaitu mempelajari materi. Mensubstitusikan bilangan pada bentuk aljabar 2. Pecahan bentuk aljabar 4.2. ii. Membentuk kelompok seperti pada siklus I Menyusun pedoman observasi 2. iv. Memberikan pembinaan khusus kepada siswa yang tidak bisa menyampaikan materi di dalam kelompok masing-masing. Memberikan motivasi agar siswa aktif dalam bertanya maupun menjawab bila ada pertanyaan yang disampaikan teman yang lain.

Observer mengamati pelaksanaan tindakan guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. membeimbing apa bila ada pertanyaan atau kesulitan dari siswa.iv. Observer mengamati aktifitas belajar siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. selanjutnya diadakan refleksi kegiatan atas segala kegiatan yang telah dilakukan. vi. dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan peneliti (Lampiran hal 76) 4. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok dan dibahas bersama guru. Guru mengamati. Kegiatan pada siklus II dihasilkan refleksi sebagai berikut. dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan peneliti (Lampiran hal 72) ii. vii. xxix . Siswa kembali ke kelompok masing-masing secara bergantian mengajarkan apa yang mereka pelajari kepada teman satu kelompok. 3. Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dibahas. Proses Pengamatan i. Siswa mengerjakan evaluasi secara individual yang diberikan oleh guru. Proses Refleksi Setelah melaksanakan pengamatan atas tindakan pembelajaran di dalam kelas. viii. v.

Secara garis besar pelaksanaan siklus II berjalan dengan baik. Proses Perencanaa i. iv. iii. Ada 3 siswa yang tidak bisa menyampaikan materi kepada temannya untuk itu perlu pembinaan khusus pada siswa tersebut. Memberikan motivasi kepada siswa agar aktif kerjasama dalam kelompok masing-masing maupun dengan kelompok lain. Minat bertanya dan minat menjawab ada sebagian siswa yang tidak aktif. Terdapat beberapa siswa yang tidak aktif dalam memecahkan masalah pada diskusi kelompok. Tetapi di samping itu. sehingga perlu motivasi serta bimbingan lagi agar hasil belajar siswa bisa meningkat. Masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut : 1. Siswa yang kreatif membantu teman satu kelompok ada 30 siswa dari 42 siswa. untuk itu guru perlu memberikan motivasi agar semua siswa aktif dalam memecahkan masalah.i. guru perlu memberi motivasi. vi. ditandai dengan ketuntasan hasil evaluasi 78 %. v. Guru perlu memberikan motivasi. xxx . Hasil Pada Siklus III 1. Atas dasar hasil refleksi pada siklus II maka permasalahan diidentifikasikan dan masalah dirumuskan. ii. J. untuk mengerjakan evaluasi maupun merangkum materi sudah dilaksanakan semua siswa.

Masing-masing kelompok membagi tugas yaitu mempelajari materi. Pengkuadratan suku dua iii. perkalian istimewa bentuk aljabar. Guru menyuruh siswa untuk mempelajari kembali materi yang dipelajari di rumah. Perkalian suku dua dengan suku dua c. ii. Memberikan motivasi agar siswa aktif dalam bertanya maupun menjawab bila ada pertanyaan yang disampaikan teman yang lain. Guru menyiapkan / menyusun materi yang akan disajikan kepada siswa. pengkuadratan suku dua ii. xxxi . Perkalian dan pembagian bentuk aljabar 2. Perkalian istimewa bentuk aljabar a.2. 3. setiap siswa mempelajari materi yang diterimakan oleh kelompoknya. yaitu : 1. yang diberikan pada akhir siklus II yaitu materi perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar. iv. perkalian suatu bilangan dengan suku dua dan suku tiga. perkalian suku dua dengan suku dua. Perkalian suatu bilangan dengan suku dua dan suku tiga b. Proses Pelaksanaan Pembelajaran i. Membentuk kelompok seperti pada siklus II Menyusun pedoman observasi 2. Memberikan pembinaan khusus kepada siswa yang tidak bisa menyampaikan materi di dalam kelompok masing-masing.

dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan peneliti (Lampiran hal 73) ii. iv. Siswa kembali ke kelompok masing-masing secara bergantian mengajarkan apa yang mereka pelajari kepada teman satu kelompok. Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dibahas. Observer mengamati aktifitas belajar siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. vii. vi. 3. Observer mengamati pelaksanaan tindakan guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. viii. selanjutnya diadakan refleksi kegiatan atas segala kegiatan xxxii . dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan peneliti (Lampiran hal 77) 4.iii. Guru mengamati. v. Siswa dengan materi yang sama bertemu antar kelompok untuk berdiskusi tentang materi yang dipelajari tadi. Siswa mengerjakan evaluasi secara individual yang diberikan oleh guru. membeimbing apa bila ada pertanyaan atau kesulitan dari siswa. Proses Refleksi Setelah melaksanakan pengamatan atas tindakan pembelajaran di dalam kelas. Proses Pengamatan i. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok dan dibahas bersama guru.

Secara garis besar pelaksanaan siklus III berjalan dengan baik. ada 4 siswa yang tidak bisa menyampaikan materi kepada temanya. ii. Pembahasan Berdasarkan hasil refleksi pada Siklus I dihasilkan antara lain terdapat 86 % siswa yang aktif dalam kegiatan diskusi.yang telah dilakukan. K. Minat bertanya dan minat menjawab ada sebagian siswa yang tidak aktif. ditandai dengan ketuntasan hasil evaluasi 83 %. minat bertanya 38 %. sehingga perlu motivasi serta bimbingan lagi agar hasil belajar siswa bisa meningkat. iv. Terdapat beberapa siswa yang tidak aktif dalam memecahkan masalah pada diskusi kelompok. Tetapi di samping itu. v. Guru perlu memberikan motivasi. xxxiii . Siswa yang kreatif membantu teman satu kelompok ada 35 siswa dari 42 siswa. vi. iii. Kegiatan pada siklus III dihasilkan refleksi sebagai berikut. Ada 3 siswa yang tidak bisa menyampaikan materi kepada temannya untuk itu perlu pembinaan khusus pada siswa tersebut. untuk mengerjakan evaluasi maupun merangkum materi sudah dilaksanakan semua siswa. i. untuk itu guru perlu memberikan motivasi agar semua siswa aktif dalam memecahkan masalah. guru perlu memberi motivasi.

Karena masih ada beberapa siswa yang belum bisa menyampaikan meteri kepada temanya maka perlu dilanjutkan ke Siklus III. yang tidak bisa menyampaikan materi kepada temannya 3 siswa. Hasil dari refleksi Siklus III diketahui siswa yang aktif mencapai 92%. yang tidak bisa menyampaikan materi kepada teman kelompoknya dari 4 siswa menjadi 3 siswa dan ketuntasan belajar mencapai 78%. xxxiv . Hasil pengamatan observer menunjukkan sebagai berikut . Hasil dari refleksi II menunjukkan peningkatan yaitu siswa yang aktif 86% menjadi 90%.Penyebab dari semua itu dikarenakan siswa belum terbiasa melaksanakan model pembelajaran jigsaw ini. hasil belajar siswa menjadi meningkat. Dengan demikian. maka ternyata dengan metode pembelajaran jigsaw pada siswa kelas VIIA SMP negeri 2 Mertoyudan Magelang. maka perlu dilanjutkan ke Siklus II agar siswa terbiasa dengan metode pembelajaran ini dan ketuntasan belajarnya meningkat. ketuntasan belajar mencapai 83 % dan rata-rata nilai evaluasinya 74. di atas rata-rata nilai sebelum penelitian dilaksanakan. hipotesis tindakan dapat dicapai berdasarkan temuan hasil refleksi/evaluasi Siklus III.

Siklus III : 80 % GRAFIK PERSENTASE RATA-RATA TINDAKAN GURU 100 90 80 70 PERSENTASE 60 50 40 30 20 10 0 I II SIKLUS III Keterangan : Persentase rata-rata Tindakan Guru Siklus I Persentase rata-rata Tindakan Guru Siklus II Persentase rata-rata Tindakan Guru Siklus III xxxv . Persentase Tindakan Guru Siklus I : 78 %.1. Siklus II : 79 %.

Siklus III : 88 % GRAFIK PERSENTASE RATA-RATA AKTIVITAS BELAJAR SISWA 100 90 80 PERSENTASE 70 60 50 40 30 20 10 0 I II SIKLUS III Keterangan : Persentase rata-rata Aktifitas Belajar Siswa Siklus I Persentase rata-rata Aktifitas Belajar Siswa Siklus II Persentase rata-rata Aktifitas Belajar Siswa Siklus III xxxvi .2. Aktifitas Belajar Siswa Siklus I : 80 %. Siklus II : 86 %.

3. Siklus II : 78 %. Siklus III : 83 % GRAFIK KETUNTASAN BELAJAR HASIL TES AKHIR SIKLUS 100 90 80 70 PERSENTASE 60 50 40 30 20 10 0 I II SIKLUS III Keterangan : Persentase rata-rata Ketuntasan Belajar Hasil Tes Akhir Siklus I Persentase rata-rata Ketuntasan Belajar Hasil Tes Akhir Siklus II Persentase rata-rata Ketuntasan Belajar Hasil Tes Akhir Siklus III xxxvii . Ketuntasan Belajar Hasil Tes Akhir Siklus Siklus I : 76 %.

2. Pembelajaran dengan menggunakan metode jigsaw dapat meningkatkan hasil evaluasi. ternyata keaktifan dan hasil belajar siswa bisa lebih meningkat. 1.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. xxxviii . Kesimpulan Dari seluruh kegiatan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VII A SMP N 2 Mertoyudan ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Saran Untuk guru mata pelajaran matematika SMP di Magelang pada saat mengajar materi operasi hitung bentuk aljabar hendaknya menggunakan metode pembelajaran jigsaw. B. Pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan siswa.

2001. Center for Research on Elementary and Muddle Schools. Pembelajaran Kooperatif. Ibrahim. Semarang : UNNES. 2000. Kurikulum 2004 Matematika SMP dan MTs. Surabaya : UNESA. Sudjana.DAFTAR PUSTAKA Adinawan. Depdiknas.E.). 2002. H. 2004. Baltimore : John Hopkins University. xxxix . Jakarta : Erlangga. Nur. 2003. Winarti. Matematika 1A SLTP. 1995. Cholik. Nana.. Endang Retno. Surabaya : UNESA. Jakarta : Depdiknas. Mohamad. Muslimin. Slavin. Ed. 1994. Metode Penelitian Kelas. M. Petunjuk Teknis Mata Pelajaran Matematika. Using Student Team Learning (4th. R. Jakarta : Erlangga. Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktif dalam Pengajaran.

xl .

xli .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful