ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menerapkan model pembelajaran interaktif pada pelajaran IPA dengan kerja

kelompok, sebagai suatu upaya perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis S, MC Toggar R (1988) yang mencakup kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), refleksi (reflection) atau evaluasi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus. Penelitian ini dilakukan dengan cara berkolaborasi antara dosen LPTK (FKIP-UT) dengan guru SD N Jakarta Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kinerja belajar siswa meningkat setelah pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran interaktif. Siswa sangat antusias membahas topik dalam diskusi, dan berusaha menjawab dan menemukan informasi tentang topik tersebut. Siswa saling berebut mengemukakan informasi (apa yang mereka ketahui) tentang topik. Setelah dilakukan pembagian tugas kelompok siswa bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing; (2) Prestasi belajar siswa meningkat setelah mengalami pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok. Pada siklus pertama nilai rata-rata siswa perorangan 5,859; nilaia rata-rata kelompok sebesar 6,102. Pada siklus kedua nilai rata-rata siswa 6,512 dan nilai rata-rata kelompok 7,615; sedangkan pada siklus ketiga nilai rata-rata siswa 7,948 dan nilai rata-rata kelompok 7,384. Berdasarkan nilai yang diperoleh siswa dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok dapat digunakan pada penelitian tindakan kelas.
Kata Kunci: model pembelajaran interaktif, penelitian tindakan kelas, IPA, SD

ANALISIS (REVIEW): Dalam abstrak hendaknya dijabarkan latar belakang permasalahan dengan singkat, jelas dan mengandung informasi yang dapat diterima oleh public karena abstrak biasanya dibaca pertama kali oleh pembaca karena berisi rangkuman penelitian. Sedangkan untuk tujuan dan hasil penelitian ini telah dijabarkan secara terperinci hasil penelitian per siklus yaitu siklus 1 dan siklus kedua serta siklus ketiga.

1

padahal penguasaan model pembelajaran sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru. Guru SD dalam melaksanakan pembelajaran selalu mengutamakan pendekatan. Namun masih sering terdengar keluhan dari guru di lapangan tentang materi yang terlalu banyak dan kekurangan waktu dalam menyampaikan materi pembelajaran Penggunaan model pembelajaran yang bervariatif di kelas masih sangat rendah dan guru cenderung menggunakan model konvensional. 2 . Guru SD adalah orang yang paling berperan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya perolehan mata pelajaran IPA kelas 5 SD di SD N Pagi Jakarta Timur.I. Dalam judul ini sudah memuat unsur-unsur: a. strategi dan metode pembelajaran yang memudahkan siswa memahami materi yang diajarkannya. materi yang diajarkan dan sumber belajar yang tersedia. karakteristik siswa. bahkan cenderung membosankan sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal. tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik. ”what” yaitu mata pelajaran IPA SD b. Kenyataannya masih banyak ditemukan pembelajaran yang kurang berkualitas. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan menjadi tanggungjawab semua pihak yang terlibat dalam pendidikan terutama guru SD. ”who” yaitu Kelas 5 SD c. jelas dan telah menampilkan sosok PTK bukan sosok penelitian formal. JUDUL Penerapan Model Pembelajaran Interaltif pada Mata Pelajaran IPA Kelas 5 SD ANALISIS (REVIEW): Judul dalam penelitian tindakan kelas ini sudah singkat. Guru perlu meningkatkan mutu pembelajaran dengan cara merancang pembelajaran yang baik dengan memperhatikan tujuan. ”how” yaitu penerapan model pembelajaran interaktif II. Hal ini dikarenakan kurangnya penguasaan guru terhadap model pembelajaran yang ada.

penerapan model pembelajaran interaktif menjadi alternatif untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok? 3 . III. Bagaimana desain model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok dalam mata pelajaran IPA di SD? 2. Karakteristik PTK tercermin dari uraian guru perlu merefleksi diri untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam mata pelajaran IPA. Sebagai guru yang baik dan profesional. permasalahan ini tentu perlu ditanggulangi dengan segera. Bagaimana kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA yang mengggunakan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok? 5.Rendahnya perolehan hasil belajar mata pelajaran IPA kelas 5 SD di SD N pagi Jakarta Timur menunjukkan rendahnya kinerja belajar siswa dan rendahnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang berkualitas. Untuk mengetahui mengapa prestasi siswa tidak seperti yang diharapkan maka guru perlu merefleksi diri untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam mata pelajaran IPA. PERMASALAHAN Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya maka permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana menerapkan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok dalam pembelajaran IPA di SD? 3. Bagaimana kinerja belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok? 4. Penelitianpenelitian terdahulu menguatkan argumentasi mengenai pentingnya permasalahan yang ditangani melalui PTK penelitian ini. Berdasarkan hal tersebut di atas. ANALISIS (REVIEW): Dalam latar belakang permasalahan PTK ini telah diuraikan pentingnya permasalahan yang diajukan ini melalui PTK dengan ditunjukkannya fakta-fakta mendukung baik yang berasal dari pengamatan guru dan dari kajian pustaka.

CARA PEMECAHAN MASALAH Permasalahan rendahnya hasil belajar IPA kelas 5 SD di SD N Pagi Jakarta Timur perlu segera ditanggulangi. Untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran IPA tersebut. maka menrapkan model pembelajaran interaktif sebagai alternatif untuk dapat meningkatkan perolehan hasil belajar IPA dengan kerja kelompok. Dalam permasalahan ini uraian permasalahan yang ada sudah didahului dengan gambaran permasalahan yang perlu ditangani dan dijelaskan secara terperinci.ANALISIS (REVIEW): Dalam permasalahan yang diusulkan pada PTK ini sudah dijabarkan secara lebih rinci dan benar-benar diangkat dari masalah keseharian di sekolah yang memang layak dan perlu diselesaikan melalui PTK. ANALISIS (REVIEW): Alternatif pemecahan yang diajukan sudah mempunyai landasan konseptual yang mantap yang didasarkan pada analisis masalah. Sosok PTK sudah ditampilkan secara konsisten. IV. V. Secara khusus 4 . Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1. Kemungkinan manfaat hasil pemecahan masalah dapat berpengaruh pada peningkatan program pembelajaran sekolah terutama di SD. TUJUAN PENELITIAN DAN MANFAAT PENELITIAN a. Secara umum a) untuk menerapkan model pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA kelas 5 SD sebagai upaya perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran 2. Artikulasi manfaaat PTK pada penelitian ini berbeda dengan manfaat penelitian formal.

b. Bagi guru a) meningkatkan kemampuan profesional.a) mengetahui kemampuan guru mendesain model pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA dengan kerja kelompok b) meningkatkan kinerja belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok c) mengetahui apakah kerja kelompok dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerja belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran interaktif d) meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA yang menggunakan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok e) Solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala dalam menerapkan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok ANALISIS (REVIEW): Pada PTK ini tujuannya sudah dirumuskan secara jelas dan dipaparkan secara umum dan secara khusus. b) pembelajaran interaktif menjadi alternatif dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan prestasi siswa 5 . Tujuan PTk berbeda dengan tujuan penelitian formal. Perumusan tujuan penelitian konsisten dengan hakekat permasalahan yang dikemukakan sebelumnya. Manfaat penelitiann Manfaat peneltitian ini antara lain: 1. mental dan emosi dalam pembelajaran 2. Bagi siswa a) memberikan pengalaman baru dan b) memberikan kontribusi terhadap peningkatan belajar siswa c) siswa memiliki kesadaran bahwa proses pembelajaran adalah dalam rangka mengembangkan potensi dirinya d) siswa terlatih untuk memecahkan masalah dengan pendekatan ilmiah dan siswa didorong aktif secara fisik.

Memiliki keterampilan untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar maupun menerapkan berbagai konsep IPA untuk menjelaskan gejala-gejala alam yang harus dibuktikan kebenarannya di laboratorium. karakteristik siswa dan kondisi pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 6 . guru dan kepala sekolah. Dalam PTK ini dipaparkan secara spesifik manfaat penelitian bagi siswa. juga dikemukakan manfaat penelitian. sikap dan nilai ilmiah pada siswa serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. KERANGKA TEORITIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Kerangka Teoritik Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar adalah program untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan keterampilan. meskipun sebenarnya hal tersebut kehadirannya tidak dapat ditolak. Teknologi dan seni tidak menjadi prioritas dalam konteks PTK. Manfaat penelitian ini berbeda dengan penelitian formal yaitu digunakan untuk pengembangan ilmu pendidikan. d) Memperkaya pengalaman guru alam melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan refleksi diri atas kinerjanya melalui PTK 3. Bagi kepala sekolah a) penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk kebijakan dalam upaya meningkatkan proses belajar mengajar dan b) meningkatkan prestasi belajar siswa serta perlunya kerjasama yang baik antar guru dan antara guru dengan kepala sekolah ANALISIS (REVIEW): Selain tujuan penelitian. materi. Tujuan IPA secara umum membantu agar siswa memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari.c) memberikan kesadaran guru untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan. a. VI.

1) Model pembelajaran interaktif Model pembelajaran interaktif memiliki lima langkah yaitu: Persiapan. guru dan siswa memilih untuk dieksplorasi lebih 7 . 2) Kegiatan penjelajahan. sebelum pembelajaran dimulai guru menugaskan siswa untuk membawa hewan peliharaannya dan mempersiapkan diri untuk menceritakan tentang hewan peliharaannya masing-masing. dilakukan perbandingan antara hewan peliharaan dengan hewan liar untuk memantapkan hal-hal yang sudah jelas dan memisahkan hal-hal yang masih perlu diselidiki lebih jauh Salah satu kebaikan dari model pembelajaran interaktif adalah siswa belajar mengajukan pertanyaan. menggendong) dan mengajukan pertanyaan 3) 4) lanjut 5) Refleksi.Penelitian tindakan kelas merupakan satu bentuk inkuiri atau penyelidikan yang dilakukan melalui refleksi diri. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam situasi sosial termasuk situasi pendidikan. Pertanyaan siswa diarahkan guru sekitar proses pemeliharaannya Penyelidikan. mencoba merumuskan pertanyaan dan mencoba menemukan jawaban terhadap pertanyaan sendiri dengan melakukan kegiatan observasi (penyelidikan). Dengan cara seperti itu siswa atau anak menjadi kritis dan aktif belajar. pada pertemuan berikutnya di kelas dibahas hasil penyelidikan mereka. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian dalam bidang sosial yang menggunakan refleksi diri sebagai metode utama yang dilakukan oleh orang yang terlibat d dalamnya serta bertujuan untuk melakukan perbaikan dalam berbagai aspek. b. Tujuan penelitian tindakan adalah untuk memperbaiki dasar pemikiran dan kepantasan dari praktek-praktek. Penelitian tindakan kelas dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang diteliti seperti guru. siswa atau kepala sekolah. pada saat pembelajaran di kelas siswa lain boleh mengamati hewan-hewan peliharaan teman-temannya dari dekat ( meraba. pemahaman terhadap praktek tersebut serta situasi atau lembaga tempat tersebut dilaksanakan. mengelus.

c. d. guru dapat mendesain model pembelajaran interaktif pada pelajaran IPA dengan kerja kelompok 3. Kerja kelompok memungkinkan siswa lebih terlibat secara aktif dalam belajar karena siswa mempunyai tanggungjawab belajar yang lebih besar dan memungkinkan berkembangnya daya kreatif dan sifat kepemimpinan pada siswa. Hipotesis Tindakan Hipotesis penelitian ini antara lain: 1. Kerja kelompok Kerja kelompok dapat membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit untuk menumbuhkan kerja sama dan membantu teman. Kreativitas Kreativitas merupakan sesuatu yang penting dalam kegiatan sehari-hari. solusi guru untuk mengatasi dalam menerapkan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok ANALISIS (REVIEW): 8 . model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok dapat meningkatkan kinerja belajar siswa dan kreativitas pembelajaran IPA 4. Proses kreatif dapat diekspresikan. Pengertian belajar Belajar membantu manusia menyesuaikan diri (adaptasi) dengan lingkungannya. model pembelajaran interaktif dapat diterapkan pada mata pelajaran IPA di kelas 5 SD sebagai upaya untuk perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran 2. e. B. Dengan adanya proses belajar inilah manusia bertahan hidup (survived). Kreativitas didorong pola kesadaran yang memberi petunjuk untuk mendeskripsikan dan menciptakan prosedur latihan yang diterapkan di sekolah. Belajar merupakan proses perubahan dari yang belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu.

interaksi belajar mengajar. B. Variabel input yaitu siswa. cara belajar siswa. model belajar interaktif.Dalam bagian kerangka teoritik diuraikan landasan substantif dan/atau metodologik yang digunakan peneliti dalam menentukan alternatif yang akan diimplementasikan yaitu penelitian tindakan kelas. guru dan media belajar yang digunakan. Variabel yang diselidiki Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah: 1. kerja kelompok. sehingga memudahkan dalam mencari data. 9 . 3. 2. Penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut. Tempat Penelitian Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di SD N Pagi Jakarta Timur. peluang waktu yang luas dan subyek penelitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis. Variabel proses penyelanggaran KBM yaitu gaya mengajar guru. pengertian belajar dan kreativitas. waktu dan tempat penelitian 1. Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Agustus s/d Oktober. Subyek penelitian Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas 5 SD di SD N Pagi Jakarta Timur Pertimbangan mengambil subyek penilitian tersebut karena siswa klas 5 SD kurang termotivasi untuk mengikuti mata pelajaran IPA. Subjek. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester I Tahun pelajaran 2010/2011. VII. Hipotesis tindakan digunakan untuk menyusun kerangka konseptual dari argumentasi logis dan kernagka teoritik yang dikemukakan sebelumnya. 2. RENCANA PENELITIAN A.

Rencana Tindakan Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Okteber. Tahap Perencanaan (Planning) 1) Mengidentifikasi masalah 2) Menganalisis dan merumuskan masalah 3) Merancang model pembelajaran interaktif 4) Mendiskusikan penerapan model pembelajaran interaktif 5) Menyiapkan instrumen (angket. Variabel output yaitu motivasi siswa. pedoman observasi. hasil belajar siswa dan kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan. Tahap Mengamati (observasi) 1) Melakukan diskusi dengan guru SMP dan kepala sekolah untuk rencana observasi 2) Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran interaktif yang dilakukan guru Biologi kelas VII 1 . Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain : 1.3. tes akhir) 6) Menyusun kelompok belajar siswa 7) Merencanakan tugas kelompok b. Tahap Melakukan Tindakan (Action) 1) Melaksanakan langkah-langkah sesuai perencanaan 2) Menerapkan model pembelajaran interaktif 3) Melakukan pengamatan terhadap setiap langkah-langkah kegiatan sesuai rencana 4) Memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan 5) Mengantisipasi dengan melakukan solusi apabila menemui kendala saat melakukan tahap tindakan c. mulai dari siklus I dan Siklus II serta Siklus III. C. meliputi a. Siklus I.

Tahap Refleksi (Reflection) 1) Menganalisis temuan saat melakukan pelaksanaan observasi 2) Menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok dan mempertimbangkan langkah selanjutnya 3) Melakukan refleksi terhadap penerapan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok 4) melakukan refleksi terhadap kreativitas siswa dalam pembelajaran Biologi 5) Melakukan refleksi terhadap hasil belajar siswa 2.3) Mencari setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi saat penerapan model pembelajara intraktif 4) Melakukan diskusi dengan guru untuk membahas tentang kelemahan-kelemahan yang dilakukan guru serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran berikutnya d. didiskusikan dan mencari upaya perbaikan untuk diterapkan pada pembelajaran berikutnya 2) Mendata masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran 3) Merancang perbaikan II berdasarkan refleksi siklus I b. Tahap Mengamati (observasi) 1) Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok 2) Mencatat perubahan yang terjadi 1 . Siklus II/ Tahap Refleksi a. Tahap Melakukan Tindakan (Action) 1) Melakukan analisis pemecahan masalah 2) Melaksanakan tindakan perbaikan II dengan memaksimalkan penerapan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok c. Tahap Perencanaan (Planning) 1) Hasil refleksi dievaluasi.

an pengukuran hasil belajar.3) Melakukan diskusi membahas masalah yang dihadapi saat pembelajaran dan memberikan latihan d. Tahap Mengamati (Observasi) 1) Mencatat perubahan yang terjadi 2)Melakukan diskusi membahas masalah yang dihadapi saat pembelajaran d. penggambaran interaksi dalam kelas. bukan hanya semata-mata sebagai sumber data. Para guru juga aktif sebagai pengumpul data. Data dan Cara Pengumpulannya Data yang digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan baik proses maupun dampak tindakan perbaikan pembelajaran bersifat kualitatif dan kuantitatif. Tahap Refleksi (Reflection) 1) Merefleksi proses pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok 2) Merefleksi hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok 3) Menganalisis temuan dan hasil akhir penelitian 3. Siklus III a. 1 . Tahap Perencanaan (Planning) 1) Merancang perbaikan III berdasarkan refleksi siklus II b. Tahap Melakukan Tindakan (Action) 1) Melakukan tindakan perbaikan III dengan memaksimalkan penerapan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok c. Tahap Refleksi 1) Merefleksi proses pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok 2) Merefleksi hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok 3) Menganalisis temuan dan hasil akhir penelitian D. Sedangkan cara pengumpulan datanya dengan cara pengamatan partisipatif. observasi aktivitas kelas (termasuk alat bantu rekam yang digunakan).

apa dan bagaimana subjek yang diteliti. Pada bagian ini sudah dijelaskan siapa.Guru merancang model pembelajaran interaktif. rencana tindakan.Guru dan peneliti melakukan diskusi mengenai penerapan model pembelajaran interaktif. Data yang diperoleh dianalisis dan dideskripsikan sesuai permasalahan yang ada dalam bentuk laporan hasil penelitian.E. Rancangan pembelajaran interaktif dan pemberian tugas kerja kelompok dilakukan validasi oleh teman sejawat dan kepala sekolah. terutama langkah-langkah kegiatan diskusi kelompok siswa . ANALISIS (REVIEW): Pada bagian rencana penelitian dijabarkan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran antara lain subjek penelitian.Peneliti dan guru bersama-sama membuat angket untuk siswa dan pedoman observasi 1 . observasi dan analisis refleksi dengan tiga (3) siklus. implementasi tindakan. data dan cara pengumpulannya dan analisis data. .Guru mencoba menganilisis dan merumuskan masalah yang mungkin muncul saat pembelajaran . Analisis Data Untuk lebih menjamin keakuratan data penelitian dilakukan perekaman data dalam video. dibantu peneliti . variabel yang diselidiki. Untuk kreativitas siswa dalam pembelajaran digunakan observasi dan angket serta perolehan hasil belajar siswa digunakan deskripsi kuantitatif. Rencana tindakan yang digunakan untuk meningkatkan pembelajaran juga sudah dijabarkan secara terperinci antara lain perencanaan. VIII.Guru mulai mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul saat pelaksanaan pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN SIKLUS 1 Tahap Perencanaan (Planning) .

Guru melaksanakan langkah-langkah kegiatan sesuai perencanaan pembelajaran .Peneliti dan para pengamat melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran interaktif yang dilakukan guru . para pengamat dan guru melakukan diskusi untuk membahas tentang kelemahan-kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran IPA/Sains berikutnya.Guru merencanakan tugas kelompok tentang topik/materi IPA/Sains Tahap Melakukan Tindakan (Action) . .Peneliti.Peneliti dan pengamat (teman sejawat dan kepala sekolah) melakukan pengamatan terhadap setiap langkah-langkah kegiatan sesuai rencana .Peneliti dan pengamat memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan .Guru menyusun kelompok berdasarkan siswa yang pandai dibagi merata kesetiap kelompok . Pada awal pembelajaran guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan prncanaan. agar guru lebih percaya 1 . namun setelah beberapa saat guru kembali kepada pola lama yang biasa dilakukan dalam pembelajaran yaitu menjelaskan materi dan siswa menyimak penjelasan guru dan mencatat hal yang dianggap penting. Saran yang diberikan peneliti dan juga para pengamat salah satunya adalah guru harus membaca materi IPA/Sains paket.Guru belum dapat mengantisipasi kendala dengan melakukan solusi mengalami kendala saat melakukan tahap tindakan Tahap Mengamati (observasi) .. pengamat (teman sejawat dan kepala sekolah) dan guru melakukan diskusi untuk rencana observasi pada pembelajaran IPA/Sains berikutnya .Guru menerapkan model pembelajaran interaktif pada pelajaran Sains/IPA . Guru juga harus membaca beberapa buku referensi lain selain buku paket dan buku wajib.Peneliti dan para pengamat mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi saat penerapan model pembelajaran interaktif. Guru nampak tidak percaya diri ketika siswa bertanya tentang materi yang tidak dimengerti ketika mengerjakan tugas di rumah.Peneliti. meskipun guru sudah sering mengajarkan materi tersebut.

. sehingga dapat merangkum materi yang dibahas. SIKLUS II Tahap Refleksi/Siklus II meliputi Tahap Perencanaan (Planning) . Terutama dalam mengelola kelas. Selama diskusi kelas guru berusaha berkeliling pada setiap kelompok. Guru menanyakan kesulitan atau masalah yang dihadapi saat melakukan percobaan.Guru mendata masalah-masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran . .Guru melakukan refleksi terhadap penerapan model pembelajaran interaktif pada pelajaran IPA/Sains. Guru harus dapat mengalokasi waktu dengan baik. Tahap refleksi (Reflection) .Guru dibantu peneliti melakukan refleksi terhadap kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA/Sains. . Kreativitas meningkat setelah mengalami pembelajaran yang dilaksanakan guru. berupaya untuk memperbaikinya.Guru melakukan refleksi terhadap hasil belajar siswa.diri dan dapat menjawab semua pertanyaan siswa dengan tepat.Guru melakukan analisis dan pemecahan masalah yang dihadapinya dalam pelaksanaan pembelajaran 1 . saat siswa melakukan kerja kelompok.Peneliti dan para pengamat menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan model pembelajaran interaktif dan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Siswa terlibat aktif dalam diksusi kelompok dan percobaan. mengevaluasi terhadap kekurangan dan kelemahannya dalam pelaksanaan pembelajaran.859. di samping itu guru mengadakan evaluasi tentang topik yang sudah dibahas dan nilai rata-rata siswa 5.Guru menlakukan analisis temuan peneliti dan para pengamatan saat melakukan observasi pelaksanaan pembelajaran oleh guru .Hasil refleksi guru dievaluasi dan didiskusikan bersama dengan peneliti dan para pengamat dan mencari upaya perbaikan untuk diterapkan pada pembelajaran IPA/Sains berikutnya.Guru merancang perbaikan pembelajaran berdasarkan refleksi siklus I Tahap Melakukan Tindakan (Action) . .

Tahap Refleksi (Reflection) .Peneliti dan para pengamat melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran interaktif . Guru sudah dapat mengelola kelas dengan baik. Tahap Mengamati (observation) . Nilai rata siswa mencapai 6. fasilitator dan mediator dengan baik.Peneliti dan para pengamat mencatat perubahan yang terjadi. Ada kemauan guru untuk menerapkan model pembelajaran interaktif pada pelajaran lainnya . peneliti dan para pengamat melakukan diskusi membahas masalah yang dihadapi saat pembelajaran dan memberikan balikan. hasil yang diharapkan adalah .Guru menganalisis temuan dan hasil akhir penelitian . guru lebih percaya diri dan menjelaskan materi/konsep dengan baik.Siswa memiliki kemampuan dan kreativitas serta selalu aktif terlibat dalam proses pembelajaran IPA.Guru merefleksi proses pembelajaran interaktif yang dilaksanakannya . Guru mempunyai kemampuan merancang dan menerapkan 1 .Guru.Guru telah memiliki kemampuan merancang dan menerapkan model pembelajaran interaktif khususnya pada mata pelajaran IPA/Sains.512 ANALISIS (REVIEW): Dari hasil penelitian PTK ini siswa telah memiliki kemampuan dan kreativitas dalam mata pelajaran IPA. .Guru merefleksi hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran interaktif .. Siswa sudah terbiasa bekerja kelompok dan berdiskusi .Prestasi siswa dalam pelajaran IPA/Sains meningkat. Dari tahap kegiatan pada siklus I dan II. Setiap pembelajaran IPA siswa selalu sudah siap dengan pertanyaan tentang materi/topik yang akan dibahas.Peneliti dan guru memberikan rekomendasi terhadap hasil akhir penelitian tindakan kelas yang dilakukan guru. Guru sudah dapat berperan sebagai nara sumber.Guru melaksanakan tindakan perbaikan pembelajaran dengan memaksimalkan penerapan model pembelajaran interaktif dan berusaha memperbaiki kekurangan dan kelemahan saat pembelajaran.

model pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA. Siswa saling berebut mengemukakan informasi (apa yang mereka ketahui) tentang topik. Siswa yang merasa dirinya pandai lebih suka belajar dan bekerja sendiri. sehingga guru 1 . bekerja sama. IX. dan berusaha menjawab dan menemukan informasi tentang topik tersebut. pada awalnya masih ragu dan belum terbiasa. Siswa terlalu melakukan diskusi. Siswa sangat antusias membahas topik dalam diskusi. bersahabat tanpa memperhatikan kepintaran atau kemampuan orang lain.Kinerja belajar siswa meningkat setelah pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran interaktif.Guru dalam menerapkan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok. mengalami kesulitan dalam pengelolaan waktu. Dan prestasi siswa pada mata pelajaran IPA meningkat dengan nilai rata-rata 6.512. . Justru siswa yang memiliki kelebihan daripada teman-temannya dapat membantunya dengan memberikan penjelasan tentang teori/materi pelajaran yang belum dipahami dan dimengerti . terutama siswa yang pintar/pandai tidak mau bergabung dengan siswa yang tidak/kurang pandai.Guru dalam mendesain model pembelajaran interaktif untuk mata pelajaran IPA. Kesimpulan . Pada awalnya siswa mengalami kesulitan bekerja dalam kelompok. . untuk dapat menyatukan siswa dalam kelompok dan bekerja sama guru berusaha memberi penjelasan tentang pentingnya berbagi. Guru belum dapat membagi waktu dalam masing-masing kegiatan pembelajaran. Setelah dilakukan pembagian tugas kelompok siswa bekerja sesuai dengan tugasnya masingmasing. KESIMPULAN DAN SARAN A. Siswa terkesan egois.Guru dalam menerapkan model pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA di SD dengan kerja kelompok.

baik waktu. Penelitian tindakan kelas sebaiknya dilakukan oleh guru dengan penuh kesadaran dan tanggung jawabnya sebagai pendidik. Pada siklus kedua nilai rata-rata siswa 6. tenaga dan pikiran untuk itu bagi guru sekolah dasar mampu melaksanakan penelitian tindakan kelas menggunakan model pembelajaran ini sebagai suatu tantangan. Pada siklus pertama nilai rata-rata siswa perorangan 5. 1 . Sebaiknya penelitian tindakan kelas dilakukan oleh semua guru.615. Guru harus dapat menilai dirinya sendiri sebelum melakukan penilaian kepada siswanya. SMP.Penelitian tindakan kelas yang dilakukan bertujuan adalah memperbaiki pembelajaran yang dilaksanakan guru. nilaia ratarata kelompok sebesar 6. Saran Penerapan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok memerlukan kemauan dan pengorbanan yang besar. peneliti hanya berusaha menjembatani dan memfasilitasi agar para guru sekolah dasar mau melakukan penelitian tindakan kelas sebagai langkah introspeksi diri sebagai tenaga profesional.512 dan nilai ratarata kelompok 7. Menggunakan model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok dapat dijadikan alternatif untuk penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan berikutnya. baik guru SD. berusaha untuk mengatasinya dan menemukan solusi yang terbaik serta mengantisipasi apabila dalam pembelajaran mengalami kendala dan masalah. . .Prestasi belajar siswa meningkat setelah mengalami pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok. maupun SMA.384. Guru harus mengetahui kelemahan dan kekurangannya dalam pembelajarannya. sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja sebagai guru. Berdasarkan nilai yang diperoleh siswa dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran interaktif dengan kerja kelompok dapat digunakan pada penelitian tindakan kelas.948 dan nilai rata-rata kelompok 7.tidak sempat merangkum/menyimpulkan materi yang dibahas karena waktunya sudah habis.859.102. B. sedangkan pada siklus ketiga nilai rata-rata siswa 7.

Pusat Studi Lembaga Penelitian Universitas Terbuka. New York : Holt. Jakarta. 1991/1992. Proses Belajar Mengajar.J. Pendidikan IPA II. Remaja Rosdakarya. J R E. Hasibuan. 2004. The Action Resesarch Planner. Kemmis. Z.1991. 1 . Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Hernawaty. S. FKIP. Penerapan Model Pembelajaran Social Science Inquiry Dalam Mata Pelajaran Sosiologi Dengan Kerja Kelompok. R. dan Toggart. Jurnal Pendidikan Volume 4. 2003. Gramedia Pustaka Utama. Psikologi Umum Buku Panduan Mahasiswa. Hal 7-11 Depdikbud Dirjen Dikti. Deakin. Bandung. Irwanto. Bandung. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Hendro D. nomor 2. M. Kaligis. J. Deakin University: Australia Lemlit-UT. The Conditions of Learning Theory of instruction (4th Edition). 1994. D.1988.Universitas Terbuka.M 1985.R. CV. Gagne. Rinehart and Winston. 1988. Remaja Karya.DAFTAR PUSTAKA Arifin. dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful