P. 1
BAB I

BAB I

|Views: 336|Likes:
Published by Ayub Gazali

More info:

Published by: Ayub Gazali on May 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Sel adalah unit terkecil, fungsional, struktural, hereditas, produksi, dan kehidupan yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu membran, sitoplasma, dan inti. Membran atau plasmalemma menyelubungi sel dengan fungsi mengatur keluar mansuknya zat, menyampaikan atau menerima rangsang, dan strukturnya terdiri dari dua lapisan lipoprotein yang diantara molekul terdapat pori. Peranan membran dalam aktivitas seluler yaitu mengatur keluar masuknya bahan antara sel dengan lingkungannya, antara sel dengan organel-organelnya.Selain itu membran juga berperan dalam metabolisme sel. Organel-organel sel seperti nukleus, kloroplas, mitokondria, dan retikulum endoplasma juga diselubungi membran.Berdasarkan dari komposisi kimia membran dan pemeabilitasnya terhadap solut maka dapat disimpulkan bahwa membran sel terdiri atas lipid dan protein. Pada membran terdapat lapisan ganda dan molekul-molekul posfolipid yang letaknya teratur sedemikian rupa sehingga ujung karbon yang hidropobik terbungkus sedemikian rupa di dalam sebuah lapisan amorf dalam senyawa lipid.Komponen protein membran digambarkan sebagai suatu selaput yang menutupi kedua belah permukaan dan lapisa biomolekul posfolipid. Membran plasma merupakan batas kehidupan, batas yang memisahkan sel hidup dari sekelilingnya yang mati. Lapisan tipis yang luar biasanya ini tebalnya kira-kira hanya 8 nm dibutuhkan lebih dari 8000 membran plasma mengontrol lalu lintas ke dalam dan ke luar sel yang dikelilinginya. Permeabilitas dan semi permeabilitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh membran sel dalam dalam menyaring partikel-partikel yang akan melalui membran sel. Keduanya dibedakan oleh kemampuan yang dimiliki masing-masing akibat kondisi yang kurang menguntungkan. Permeabilitas dan semi permeabilitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh membran sel dalam dalam menyaring partikel-partikel yang akan melalui membran sel. Permeabilitas membran tergantung pada fluiditas inti hidrofobik membran dan aktivitas protein pengangkutnya. Oleh karena itu, keadaan lingkungan yang dapat mengganggu keduanya akan mempengaruhi permeabilitas membran terhadap suatu solut. .

Sehingga dapat dikatakan bahwa permeabilitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh membran sel dalam menyaring partikel-partikel yang akan melalui membran, maka semi permeabilitas merupakan kemampuan membran sel menyaring partikel-partikel, yang menyerupai sifat permeabilitas membran, hal ini dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sel serta fluiditas inti hidrofobik membran dan aktivitas protein pengangkutnya.

B.Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari percobaan ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui sifat permeabilitas dinding sel pada buah hortikultura, terutama buah pisang.

C.Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari percobaan dan pengamatan ini adalah : 1. Bagaimana sifat permeabilitas dinding sel terhadap buah pisang? 2. Bagaimana mengatasi sifat permeabilitas dinding sel pada setiap tanaman hortikultura? 3. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi permeabilitas sel pada tanaman hortikultura?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tujuan fraksionasi sel ialah untuk memisahkan sel menjadi bagian-bagian, memisahkan organel-organel utama sehingga fungsinya masing-masing dapat dipelajari. Ada beberapa perbedaan besar antara karakter permeabilitas pada tanaman yang berbeda tetapi mempunyai prinsip umum yang sama. Salah satu faktanya adalah komposisi relatif dari daerah lipid dan area penjaringan terhadap permeabilitas yang berbeda dari tiap tanaman. Pada Chara, permeabilitas diatur oleh solubilitas lipid pada penyerapan larutan. Sedangkan pada Beggiataa, ukuran merupakan penentu paling utama. Pada tumbuhan tingkat tinggi yang memiliki sifat permeabilitas yang sama dengan Chara, solubilitas lipid merupakan faktor dominan penyerapan walaupun perbedaan kuantitatif dapat diperhitungkan pada angka penyerapan. (Kimball, 2000).

Beberapa teori-teori klasik tentang permeabilitas mempunyai kesulitan dalam menjelaskan gejala-gejala yang teramati.Seperti peleburan zat terlarut pada membran oleh pelarut.Semua perrcobaan permeabilitas membran melibatkan sistem yang tidak seimbang yang berubah sepanjang lintasan tidak baik apabila beberapa molekul yang tidak dapat menemdus lubang batas itu. Bermuatan pada membran akan terjadi potensial, untuk potensial ini dinamakan potensial dominan. Dalam hal ini konsentrasi keseimbangan ion dari dua belah sisi membran berbeda. Proses tercapainya keseimbangan dari berbagai keadaan tidak seimbang merupakan contoh termodinamika larutan balik yang terjadi pada sistem biologi. Membran mempunyai dua fungsi yaitu memberikan kerangka luar dari proses kehidupan dan pemisahan sitoplasma menjadi bahang. Membran memisahkan protoplasma menjadi bagian-bagian tetapi pemisahan itu selektif. (Lovelles,1991) . Untuk melakukan hal seperti itu, bagian hidrofilik molekul tersebut harus melewati inti hidrofobik membranya.Suatu membran tetap berwujud fluida begitu suhu turun, hingga akhirnya pada beberapa suhu kritis, fosfolipid mengendap dalam suatu susunan yang rapat dan membrannya membeku, tak ubahnya seperti minyak babi yang membentuk kerak lemak ketika lemaknya mendingin.Suhu beku membran tergantung pada komposisi lipidnya.Membran tetap berwujud fluida pada suhu yang lebih rendah jika membran itu mengandung banyak fosfolipid dengan ekor hidrokarbon tak jenuh.Karena adanya kekusutan di tempat ikatan gandanya, hidrokarbon tak jenuh tidak tersusun serapat hidrokarbon.(Campbell, dkk, 2002).

Membran haruslah bersifat fluida agar dapat bekerja dengan baik, membran itu biasanya sekental minyak salad.Apabila membran membeku, permeabilitasnya berubah, dan protein enzimatik di dalamnya mungkin menjadi inaktif.Suatu sel dapat mengubah komposisi lipid membrannya dalam tingkatan tertentu sebagai penyesuaian terhadap suhu yang berubah. Misalnya, dalam banyak tumbuhan yang dapat bertahan pada kondisi yang sangat dingin, persentase fosfolipid tak jenuh meningkat dalam musim gugur, suatu adaptasi yang menghalangi pembekuan membran selama musim dingin. Terdapat dua populasi utama protein membran.Protein integral umumnya merupakan protein transmembran, dengan daerah hidrofobik yang seluruhnya membentang sepanjang interior hidrofobik membran tersebut.Daerah hidrofobik protein integral terdiri atas satau atau lebih rentangan asam amino nonpolar. Protein periferal sama sekali tidak tertanam dalam bilayer lipid, protein ini merupakan anggota yang terikat secrara longgar pada permukaan membran, sering juga pada bagian integral yang dibiarkan terpapar.(Campbell,dkk,2002).

Membran sangat beragam, tapi osmosis terjadi tanpa menghiraukan bagaimana fungsi membran, sepanjang pergerakan pergerakan linarut lebih dibatasi dibandingkan dengan pergerakan air.Membran bisa berupa satu lapis bahan yang lebih mampu melarutkan pelarut daripada partikel linarut, sehingga melewatkan lebih banyak molekul pelarut daripada partikel linarut. Selapis udara diantara dua larutan air merupakan pembatas yang menahan sama sekalim perpindahan linarut yang tidak menguap, yang ketiga berupa saringan (tapis) dengan sejumlah lubang berukuran tertentu sehingga molekul air dapat melaluinya. Pergerakan air yang cepat melintasi antar permukaan ke dalam larutan akan menciptakan tegangan dalam air yang tertinggal di pori, dan akan menarik air bersamanya dalam bentuk aliran massa. Mekanisme membran ini menggambarkan kerumitan pada alam. (Salisbury dan Ross,1995).

Ada beberapa perbedaan besar antara karakter permeabilitas pada tanaman yang berbeda tetapi mempunyai prinsip umum yang sama. Salah satu faktanya adalah komposisi relatif dari daerah lipid dan area penjaringan terhadap permeabilitas yang berbeda dari tiap tanaman. Pada Chara, permeabilitas diatur oleh solubilitas lipid pada penyerapan larutan. Sedangkan pada Beggiataa, ukuran merupakan penentu paling utama. Pada tumbuhan tingkat tinggi yang memiliki sifat permeabilitas yang sama dengan Chara, solubilitas lipid merupakan faktor dominan penyerapan walaupun perbedaan kuantitatif dapat diperhitungkan pada angka penyerapan. Model membran uap merupakan contoh membran semipermeabel yang sejati, padahal semua membran pada tumbuhan harus dapat melewatkan linarut tertentu saja.Membran seperti itu dikatakan bersifat permeabel diferensial, tidak lagi disebut semi permeabel sejati.Meskipun membran hidup bersifat permeabel terhadap pelarut maupun linarut, tapi umumnya jauh lebih permeabel terhadap pelarut (Salisbury dan Ross, 1995).

BAB III METODE PRAKTIKUM

A.Waktu dan Tempat Praktikum Sifat Permeabilitas Dinding Sel pada buah pisang ini dilaksanakan pada tanggal 27 April 2011 di Laboratorium 1 Budidaya Pertanian (Jurusan Agronomi).

B.Alat dan Bahan Alat yang disediakan pada praktikum ini adalah timbangan, cawan petridis, dan cutter. Adapun bahan yang digunakan antara lainbuah pisang, air, dan kertas label.

C.Prosedur Percobaan Adapun prosedur percobaan sifat permeabilitas dinding sel pada buah pisang adalah: 1.Siapkan bahan berupa buah pisang yang dijadikan objek praktikum permeabilitas dinding sel. 2.Kemudian ambil satu sampel, buah pisang di cuci, lalu dikeringkan. 3.Setelah di keringkan, buah tersebut ditimbang berat awalnya (utuh). 4.Sesudah ditimbang, kemudian buah pisang diiris melintang 1 cm. 5.Setelah itu, buah ditimbang, lalu direndam di cawan petridis selama 15 menit. Kemudian potongan buah pisang tersebut diangkat dan ditimbang lagi, sampai mencapai berat konstan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Hasil Dari hasil praktikum tentang Sifat Permeabilitas Dinding Sel, maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Berat awal (utuh) pada potongan buah pisang 1 cm dan perlakuan yang direndam di cawan petridis selama 15 menit Berat (gram) = 90 gram. 2. 120 gram. 3. 90,5 gram. 4. 0,89 gram, 10,9 gram, 10,9 gram / 10 gram, 10 gram, 10 gram. 5. 100 gram.

B.Pembahasan Dari hasil praktikum di atas, maka dapat diketahui bahwa berat awal (utuh) pada potongan pisang 1 cm dengan perlakuan yang direndam di cawan petridis selama 15 menit berat (gram) sekitar 90 gram. Hal ini dapat dinyatakan bahwa semakin lama buah disimpan, maka ketahanan sifat permeabilitas dinding sel pada buah pisang akan semakin rendah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi yaitu suhu (kelembaban) lingkungan dan masuknya air pada dinding sel yang ketahanannya sangat rendah. Hal ini sesuai dengan pendapat Salisbury dan Ross (1995), yang menyatakan bahwa pergerakan air yang cepat melintasi antar permukaan ke dalam larutan akan menciptakan tegangan dalam air yang tertinggal di pori dan akan menarik air bersamanya dalam bentuk aliran massa.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan. Dari hasil dan pembahasan tentang praktikum Sifat Permeabilitas Dinding Sel pada buah pisang, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Sifat permeabilitas dinding sel pada buah pisang dipengaruhi oleh faktor ketahanan struktur jaringan buah, lama penyimpanan, dan suhu (kelembaban) lingkungan. 2. Karakter sifat permeabilitas pada tanaman yang berbeda tetapi mempunyai prinsip umum yang sama. Salah satunya adalah komposisi relatif dari daerah lipid dan area penjaringan terhadap permeabilitas yang berbeda dari tiap tanaman.

B.Saran. Supaya dalam praktikum di dalam laboratorium benar-benar diperhatikan supaya kita dapat berkerja sendiri tanpa bantuan dari asisten tetapi asisten cuma mengarahkan kita pada saat praktikum berlangsung.Untuk itu, kedepannya asisten lebih memberikan bimbingan dan pengarahannya tentang praktikum ini lebih baik dan lebih baik lagi.Sebaiknya dalam pelaksanaan praktikum, efektivitas dan efisisensi lebih diutamakan agar praktikum lebih optimal sehingga mahasiswa/peserta praktikan tidak sekedar ikut paraktikum saja, tapiada manfaat yang bisa didapatkan dari pelaksanaan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil. A., Jane B. Reece, Lawrence G. Mitchel. 2002. Biologi Edisi kelima Jilid II. Penerbit Erlangga: Jakarta. Kimball, 2000.Membran Struktur and Fungsi.http://cellbio.utmb.edu/cellbio««.basic arsitecture.htm.Tanggal akses 13 November 2000. Lovelles, W. M.. Lewis J.K., Jeff H. 1991. The World of the Cell. Addison Wesley Longman, Inc: San Fransisco. Salisbury dan Ross, 1995.Sifat Permeabilitas Dinding Sel: Pengaruh Suhu dan Pelarut.http://bima.ipb.ac.id/~tpbipb/materi/prak_biologi/ Permeabilitas %20 Membran % 20 Sel.pdf. Tanggal Akses 13 November 2008.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->