Pengertian agronomi dan hortikultura

Agronomi Tanaman adalah tumbuhan yang sudah dibudidayakan. Sedangkan Tanaman Pertanian adalah segala tanaman yang digunakan manusia untuk tujuan apapun, yang berfaedah yang secara ekonomi cocok dengan rencana kerja dan eksistensi manusia dan dikelola sampai tingkat tertentu. Produksi tanaman adalah pengelolaan tanaman yang bermanfaat. Ilmu yang mempelajari produksi tanaman adalah Agronomi. Sehingga Agronomi adalah ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungannya untuk memperoleh produksi yang maksimum dan lestari. Secara lebih rinci Agronomi adalah ilmu yang mempelajari pengelolaan sumberdaya nabati dengan melakukan rekayasa terhadap lingkungan tumbuh, potensi genetik dan potensi fisiologinya dalam kegiatan produksi tanaman dan penanganan hasil dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, bahan baku industri, obat-obatan dan rempah, serta kenyamanan hidup. Orientasi agronomi adalah produksi maksimum dan mempertahankan sistem produksi yang berkelanjutan. Mata kuliah Agronomi Lanjut membahas sistem produksi tanaman dengan penekanan pada perekayasaan lingkungan tumbuh dan potensi fisiologi tanaman untuk peningkatan produktivitas dan kelestariannya; kaitan antara iklim, tanah, lahan dan masyarakat dengan teknologi produksi dalam rangka intensifikasi dan ektensifikasi pertanian di daerah tropis; pembahasan tentang Revolusi Hijau dan reaksi balik atas kelemahannya dengan penekanan pada konsep integrated crop management Agronomi dalam Sistem Agribisnis Sistem adalah sekumpulan bagian yang mempunyai kaitan satu dengan yang lain, terorganisir, berinteraksi, yang secara bersama-sama bereaksi menurut pola tertentu terhadap input dengan tujuan menghasilkan output. Agribisnis adalah keseluruhan rangkaian pertanian komersial yang mencakup pengadaan dan pendistribusian sumberdaya, sarana produksi dan jasa, kegiatan produksi pertanian, penanganan, penyimpanan dan transformasi hasil, pemasaran hasil dan hasil olahan. Sedangkan Agroindustri adalah sub-sistem dari agribisnis yang mencakup kegiatan pasca panen dan pengolahan, penanganan, sortasi, pengkelasan, pengemasan, pemberian label dan penyimpanan yang terdapat dalam kegiatan transformasi produk dan pemasaran. Agronomi adalah Subsistem dari Sistem Agribisnis yang menyangkut pengorganisasian dalam produksi tanaman. Hortikultura Kata Hortikultura (Horticulture) berasal dari Bahasa Latin ‘hortus’ yang artinya kebun dan ‘colere’ yang artinya membudidayakan. Jadi hortikultura adalah membudidayakan tanaman di kebun. Konsep ini berbeda dengan Agronomi, yang merupakan membudidayakan tanaman di lapangan. Budidaya di kebun bersifat lebih intensif, padat modal dan tenaga kerja. Namun, hortikultura akan akan menghasilkan pengembalian, apakah berupa keuntungan ekonomi atau kesenangan pribadi, yang sesuai dengan usaha yang intensif tersebut. Praktek hortikultura merupakan tradisi yang telah berkembang sejak sangat lama. Hortikultura merupakan perpaduan

antara ilmu, teknologi, seni, dan ekonomi. Praktek hortikultura modern berkembang berdasarkan pengembangan ilmu yang menghasilkan teknologi untuk memproduksi dan menangani komoditas hortikultura yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi maupun kesenangan pribadi. Dalam prakteknya, semua itu tidak terlepas dari seni. Komoditas hortikultura berbeda dengan komoditas agronomi.

Pada umumnya komoditas hortikultura dimanfaatkan dalam keadaan masih hidup sehingga perisibel (mudah rusak), dan air merupakan komponen penting dalam kualitas. Di lain pihak, komoditas agronomi dimanfaatkan sesudah dikeringkan, sehingga tidak hidup lagi. Tergantung pada cara pemanfaatannya, suatu spesies yang sama bisa tergolong menjadi komoditas hortikultura atau agronomi. Sebagai contoh, jagung (Zea mays). Jagung yang dipanen muda untuk sayuran (baby corn) atau sebagai jagung manis rebus (sweet corn) adalah komoditas hortikultura, tetapi jagung yang dipanen tua untuk makanan pokok, tepung maizena, atau makanan ternak adalah tanaman agronomi. Jagung tersebut walaupun sama spesiesnya, tetapi cara produksi dan pemanfaatan hasilnya sangat berbeda. Demikian pula kelapa, kalau dipanen muda untuk es kelapa, buah ini termasuk hortikultura, tetapi kalau dipanen tua untuk santan atau produksi minyak, dia menjadi komoditas agronomi. Budaya masyarakat juga mempengaruhi penggolongan tanaman. Sebagai contoh, kentang di Indonesia adalah tanaman hortikultura, tetapi di Amerika Serikat termasuk tanaman agronomi. Ubi jalar di Indonesia adalah tanaman agronomi, tetapi di Jepang adalah tanaman hortikultura. Yang menarik adalah kelompok tanaman industri seperti kopi, kakao, teh di Indonesia digolongkan pada tanaman agronomi, padahal ini adalah tanaman kebun yang secara Internasional seringkali masuk dalam kelompok tanaman hortikultura.

No 5
PERSEMAIAN/PEMBIBITAN I. PENDAHULUAN Persemaian atau pembibitan merupakan salah satu tahapan dalam sistem silvikultur. Sistem silvikultur apa saja yang diterapkan pasti akan melaksanakan kegiatan persemaian atau pengadaan bibit. Dalam konteks pengelolaan hutan produksi lestari, persemaian atau pengadaan bibit merupakan salah satu tahapan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan bibit bagi kegiatan penanaman, baik rehabilitasi maupun pengayaan guna mengembalikan kondisi hutan agar mendekati kondisi sebelum dilakukannya pemanenan. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menjamin keberlanjutannya fungsi produksi pada rotasi berikutnya. Selain itu, kegiatan persemaian juga dipersiapkan untuk menghasilkan bibit yang akan digunakan untuk merehabilitasi tempat-tempat terbuka, sehingga dapat mempercepat proses penutupan tanah, yang pada akhirnya akan menurunkan laju erosi. Dari sisi ini, kegiatan persemaian juga berfungsi menjamin keberlanjutan fungsi lingkungan. Dari aspek penggunaan tenagakerja atau kesempatan berusaha, kegiatan persemaian juga merupakan salah satu indikator yang menunjukkan upaya guna mendukung tercapainya kelestarian fungsi sosial. Dalam sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TTPI), kegiatan persemaian/pembibitan merupakan tindak lanjut dari hasil inventarisasi tegakan tinggal (ITT) yang dilaksanakan dua tahun setelah pemanenan. Hasil kegiatan ITT akan memberikan gambaran berapa luas areal yang harus di rehabiitasi dan berapa luas yang harus dilakukan pengayaan. Dari luasan tersebut, kemudian dengan pertimbangan jarak tanam yang akan digunakan, maka dapat dihitung kebutuhan bibit yang harus dipersiapkan. II. PENGERTIAN Untuk memberikan pemahaman yang sama menyangkut dalam kaitannya dengan kegiatan persemaian/pembibitan, maka di bawah ini diberikan beberapa pengertian atau definisi menyangkut beberapa istilah yang digunakan dalam persemaian :
1. Pengadaan

bibit adalah kegiatan yang meliputi penyiapan sarana, prasarana, pengumpulan bibit berkualitas baik berupa biji maupun anakan alam (wilding) ataupun teknik lainnya yang diperuntukkan sebagai penyedia materi (bibit) khususnya dalam kegiatan penanaman, pengayaan (enrichment planting), rehabilitasi hutan maupun peruntukan lainnya. 2. Persemaian adalah suatu areal pemeliharaan bibit yang lokasinya tetap dan dibangun dengan peralatan yang rapi dan teratur yang berkaitan dengan kegiatan penghutanan kembali areal tanah kosong dan rusak ataupun peruntukan lainnya. 3. Bibit adalah tanaman anakan yang akan dibudidayakan. 4. Bedeng tabur adalah suatu bedengan yang berisi media tanah, guna membiakkan biji.

PERENCANAAN PERSEMAIAN Perencanaan merupakan tahap awal dari setiap proses penyelenggaraan kegiatan. Sedangkan kekurangan dari persemaian sementara yaitu : . Pada kegiatan persemaian. Bedeng sapih adalah bedengan tempat diletakannya polybag yang berisi bibit yang berasal dari bedeng tabur maupun anakan yang berasal dari kebun bibit guna mempersiapkan ukuran dan mutu bibit yang memadai untuk pengayaan.5. FUNGSI PERSEMAIAN Persemaian atau pembibitan berfungsi untuk menyediakan bibit yang berkualitas dalam jumlah yang memadai. IV. Biji adalah suatu bakal benih yang berasal dari tegakan benih atau pohon induk yang belum dikenai perlakuan khusus atau belum disortir. yaitu persemaian sementara dan persemaian tetap. lokasi persemaian. 6. rehabilitasi ataupun peruntukan lainnya. Persemaian jenis ini biasanya digunaka tidak melebihi jangka waktu 5 tahun. tata waktunya tepat dan bibitnya dapat beradaptasi dengan tapak atau kondisi setampat. Kesuburan tanah tidak terlalu menjadi masalah karena persemaian selalu berpindah tempat setelah tanah menjadi miskin. kebutuhan bahan. III. 7. Keuntungan dari persemaian sementara antara lain : • • • • Kondisi lingkngan mendekati keadaan yang sebenarnya. dan diletakkan di dekat dengan lokasi yang akan ditanami. Media semai adalah media yang berupa tanah. Pembiakkan vegetatif adalah pembibitan yang menggunakan bahan tanaman stek yang diproduksi dari kebun pangkas. 8. a. 1. beberapa pertimbangan yang digunakan dalam merencanakan kegiatan persemaian antara lain penetapan jenis persemaian. sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan. Ongkos pengangkutan bibit murah. gambut. sekam yang dipersiapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk bibit. kebutuhan peralatan dan tenaga kerja serta tata waktu yang diperlukan. biji dapat tumbuh dengan baik. Jenis Persemaian Pada umumnya persemaian dikelompokkan menjadi 2. Tenaga kerja sedikit sehingga mudah pengurusannya. Persemaian Sementara (Flying Nursery) Persemaian sementara biasanya merupakan persemaian kecil.

Persemaian Tetap Persemaian ini biasanya berukuran besar (luas) dan lokasinya menetap di suatu tempat. Letak Persemaian Lokasi persemaian sedapat mungkin diusahakan berada di tengah areal penanaman atau berada pada jarak yang dekat denga areal penanaman. Membutuhkan biaya dan investasi lebih besar dibanding persemaian sementara. 2. Keterampilan petugas sulit ditingkatkan. a.3. Lokasi Persemaian Penentuan lokasi persemaian harus didahului dengan observasi lapangan.1.• • • • Ongkos persemaian jatuhnya mahal karena tersebarnya pekerjaan dengan hasil yang sedikit. karena sering berganti petugas. Luas Persemaian . dengan staf yang tetap dan terpilih Perencanaan pekerjaan akan lebih teratur Produktivitas semai/bibit tinggi.2. b. Seringkali gagal karena kurangnya tenaga kerja yang terlatih. Lokai atau areal persemaian harus berada pada lahan yang terbuka dan mendapat sinar matahari yang cukup/langsung. sehingga memudahkan dalam kegiatan pengangkutan dan pengawasan. mudah dijangkau setiap saat dan terlindung dari tiupan angin yang kencang. a. kualitas bibit lebih baik dan pertumbuhannya lebih seragam Adapun kekurangan dari persemaian tetap adalah : • • • Kondisi lingkungan tidak selalu mendekati keadaan yang sebenarnya. dengan tujuan untuk melayani areal penanaman yang luas. Lokasi persemaian yang terpancar menyulitkan pengawasan. Ongkos pengangkutan lebih mahal dibanding dengan jenis persemaian sementara.. beberapa persyaratan yang perlu dipertimbangkan adalah : a. Aspek Teknis a. Untuk memilih lokasi persemaian persemaian yang baik. Keuntungan dari persemaian tetap adalah : • • • • Kesuburan tanah dapat dipelihara dengan pemupukan Dapat dikerjakan secara mekanis bila dikehendaki 3 Pengawasan dan pemeliharaan lebih efisien. Jalan Angkutan Lokasi persemaian harus dilalui jalan angkutan atau sarana transportasi.

karena itu kebutuhan tenaga kerja juga berbeda.Luas areal persemaian tergantung pada : • • • Rencana jumlah semai yang akan diproduksi/tahun cara penanaman apakah sistem akar telanjang (bare root) atau sistem container yang membutuhkan ruang/tempat lebih luas.3. c. Kebutuhan tenaga kerja pada persemaian diusahakan dapat dipenuhi dari masyarakat sekitar atau yang berada dekat dengan persemaian. Lamanya semai/bibit dipelihara di pesemaian sampai diperoleh ukuran yang dinginkan . b. Aspek Fisik b. Tanaman akan tumbuh subur bila medium tumbuhnya subur dan merana bila medium tumbuhnya tidak subur. Media tumbuh semai memerlukan persyarata sebagai berikut: • • • • • Porositas dan drainase baik Bebas dari batu dan kerikil pH 5 – 7 Tidak merupakan tanah liat Banyak mengandung unsur hara (dalam hal media yang digunaka tida subur. . dalam tanah dan air hujan. Air Keberadaan sumber air dalam jumlah yang cukup amat menentukan berhasil/tidaknya persemaian yang akan dibangun. Kelerengan yang dapat dipertimbangkan sebagai areal persemaian tidak lebih dari 10 %. Pada umumnya sumber air di dalam kawasan hutan berupa sungai. maka akan semakin sulit pengerjaan persiapan lapangan dan juga semakin banyak tenaga dan biaya yang dibutuhkan.1. mata air. Semakin berat topografinya. dapat dberi pupuk sebagi pengganti) b. Topografi/ Kelerengan Lokasi persemaian diusahakan pada areal yang relatif datar. Kebutuhan tenaga kerja untuk tiap persemaian bergantung pada volume pekerjaan yang ada. Aspek Tenaga Kerja Ketersediaan tenaga kerja dalam jumlah yag cukup dan kualitas yang memadai menjadi faktor yang menentukan bagi keberhasilan kegiatan persemaian. Media Tumbuh Tanah merupakan salah satu komponen tempat tumbuh tanaman. b. 2. Volume kegiatan pekerjaan di persemaian pada umumnya berbeda pada setiap tahap kegiatan.

Kantor Persemaian . Benda-benda keras yang dimaksud antara lain kerikil. Dalam usaha untuk memacu pertumbuhan semai hasil sapihan. sekam dsb). Untuk jenis-jenis tanaman tertentu seperti meranti dan pinus media sapih berupa tanah dan pupuk juga dicampur dengan mikoriza. tanah atau bentukbentuk media tumuh yang lain (gambut. maka perlu dilakukan pengujian.1. Material/Bahan Bahan yang dibututhkan untuk kegiatan persemaian terdiri dari benih. Benih Dua faktor penting yang perlu mendapat perhatian di dalam penyediaan benih adalah kualitas dan kuantitas benih. Peralatan dan Tenaga Kerja a. Sering terjadi kekurangan benih bukan disebabkan kurangnya jumlah/berat benih yang tersedia. kantong plastik (kontiner) pupuk. Pasir untuk medium perkecambahan diusahakan sesteril mungkin antara lain dengan cara dijemur pada tempat kena sinar matahari penuh selama 2-3 hari atau disiram air panas atau digoreng untuk menghindari kemungkinan adanya jamur. Perbandingan pupuk kandang dengan tanah yaitu 1 : 2. d. Untuk menyakinkan kualitas benih sesuai dengan yag tercantum dalam label. fungsida dan pestisida. atau batu. sedang bila menggunakan pupuk TSP biasanya digunakan dosis 4 – 5 gram setiap kantong plastik. Penyediaan benih yang berkualitas baik dan dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu sangat menentukan keberhasilan persemaian. Hal ini dapat terjadi bagi suatu daerah yang tidak memiliki stok benih jenis tertentu sehingga harus didatangkan dari luar. Barak Kerja . b. bebas batu. Pekerjaan ini dilakukan dengan cara mencampur pupuk dan tanah sampai merata (diaduk) baru setelah itu diisikan kekantong plastik yang telah disiapkan. akhir-akhir ini banyak dilakukan pemberian pupuk yaitu dengan dicampur tanah yang telah dipilih untuk medium sapih. d. 3. kerikil dan benda-benda lain.d. Tanah dan Media Pasir dan tanah (jenis medium tumbuh lainnya) Pada dasarnya tanahatau medium tumbuh yang lain untuk medium sapihan dipilih yang baik.2. tetapi karena kualitas benihnya yang jelek. sehingga tidak mengganggu pertumbuhan benih yang dikecambahkan maupun pertumbuhan semai hasil sapihan. terdiri dari : • • • • • Ruang kerja Ruang data Ruang istirahat Ruang P3K Gudang. pasir.

Naungan Naungan dibuat dengan maksud untuk menghindari kerusakan semai dari cahaya dan suhu udara yang berlebihan serta kerusakan yang disebabkan oleh tempaaan air hujan.00 meter.75-1.5 meter sedang lebar jalan inspeksi antara 0. Agar tidak tergantung dari air hujan. Hanya saja untuk jenis-jenis yang tidak perlu naungan atau memerlukan cahaya penuh. .000 semai biasanya dilakukan dengan tangan. persemaian perlu dillengkapi dengan peralatan berupa pipa penyalur air. Tujuannya ialah untuk mendapatkan semai dengan pertumbuhan yang baik dengan jalan memberikan cahaya serta suhu sesuai yang dibutuhkannya. d.000 semai akan lebih menguntungkan dengan menggunakan pompa motor dengan penyiraman otomatis. yaitu menggunakan gembor. Pemagaran Persemaian Persemaian yang membutuhan pagar biasanya dalam kondisi : • • • seringkali terjadi hembusan angin yang kencang adanya gangguan ternak adanya gangguan babi hutan/rusa. Lebar jalan angkutan biasanya tidak kurang dari 2. Jalan Angkutan dan Jalan Inspeksi Jalan angkutan perlu dibuat untuk mengangkut bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan dipersemaian termasuk untuk mengangkut semai pada saat akan ditanam di lapangan. f. g.c. Untuk penyiraman persemaian dengan kurang dari 50. Sarana Pengairan Sarana pengairan dipersemaian antara lain berupa parit/saluran dan bak penampung air yang cukup memada. Rumah Jaga Rumah jaga disediakan untuk tempat tinggal dan gudang petugas (mandor persemaian). Pada persemaian modern penyiraman dilakukan dengan cara ”sprinkle irrgation” dengan cara ini air disemprotkan lewat spayer yang dapat diputar seperti air mancur e. Hal ini sangat penting agar persemaian selalu terjaga dan dapat mengambil tindakan secara apabila terdapat masalah-masalah di persemaian. Untuk perkecambahan benih dan pertumbuhannya apakah semai itu memerlukan cahaya penuh ataukah perlu naungan. Untuk memberikan naungan pada semai hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah sifat jenis semai inti mengenai kebutuhannya akan cahaya. Dalam praktiknya. Sedang untuk persemaian dengan produksi bibit/semai dari 50. naungan diperlukan baik untuk jenis yang perlu naungan maupun yang tidak perlu naungan. antara lain masalah adanya gangguan persemaian oleh hama dan penyakit yangbersifat mendadak.

naungan sering dibuka. Mengingat musim penghujan untuk masingmasing daerah kemungkinan berbeda-beda. . sehingga sebelum saat itu tata bibit (semai) harus sudah siap. Keperluan benih jangka pendek: Benih-benih yang diperoleh melalui pemilihan dan penunjukan pohon plus. naungan sama sekali ditiadakan. maka permulaan dari pembuatan persemaian juga mengukuti keadaan setempat. selain dipengaruhi oleh iklim (musim tanam) setempat. juga dipengaruhi oleh jenis tanaman yang akan disemaikan. 4. Pada umumnya 8 – 10 minggu sebelum semai dipindahkan ke lapangan. sprayer dll). besar dan bijinya seragam. secara umum dapat diklasifikasikan menjadi 2. bertajuk lebat. Benih yang bermutu baik mempunyai daya kecambah tinggi 80% dengan kemurnian tinggi yang diwujudkan dalam bentuk biji tidak berlubang. tengelam bila dimasukkan air. Hal ini dimaksudkan agar menjelang penanaman di lapangan semai dapat menyesuaikan diri dari keadaan di lapangan yang biasanya terbuka h. sabit. V. Untuk memperoleh benih yang unggul lewat program pemuliaan. percabangan tinggi. Intensitas naungan dikurangi secara berangsur-angsur. karena masing-masing jenis tanaman sampai siap tanam membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Biji yang telah terkumpul/dibeli segera diangkut ke persemaian dan diseleksi untuk memilih biji yang baik. Lamanya waktu penyelenggaraan setiap periode persemaian. tegakan-tegakan yang baik. Kalau benih dibeli dari produsen benih yang mempunyai sertifikat yang jelas. yaitu: a. Biji • • • • Biji sebaiknya dikumpulkan dari pohon induk yang berbatang lurus. misalnya naungan yang dibuat dari bahan kasa plastik atau alang-alang/daun kelapa sebagai atap yang diatur tidak terlalu rapat sehingga cahaya matahari masih bisa masuk ke bedengan /bak . kecuali jika ada hujan deras dan matahari begitu terik. Tata Waktu Penyelenggaraan Persemaian tata waktu kegiatan dipersemaian perlu direncanakan masak-masak mengingat bahwa kegiatan pembuatan tanaman di Indonesia khususnya sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim setempat. tegakan benih dan sumber provenans. TEKNIK PERSEMAIAN Teknik pengadaan bibit yang dapat dilakukan antara lain : 1. sehat dan sudah cukup umur. Sarana-sarana lain (cangkul.diberikan naungan yang ringan. Penanaman di lapangan biasanya dilakukan pada permulaan musim penghujan.

gambut dengan perbandingan 6 : 3 : 1. 4. Media yang digunakan untuk kebun pangkas adalah campuran top soil. 2. Anakan alam yang telah dipungut hendaknya segera diangkut ke lokasi bedeng sapih. sekam . Puteran • • • • • • Pengadaan bibit dengan sistem puteran dilaksanakan jika ada keperluan bibit tertentu untuk kegiatan penanaman khusus atau pencapaian target bibit. maka bibit puteran tersebut dapat dibawa kelokasi penanaman. diatur. Sebaiknya dilakukan pada saat musim penghujan atau tanah masih basah/lembab. lewat serangkaian kegiatan pemuliaan pohon hingga pembuatan kebun-kebun benih. 3. Ukuran bedeng (1. 2. Cabutan • • • • • • Pengumpulan dilakukan terhadap anakan alam disekitar pohon induk dengan radius maksimum 10 meter dari proyeksi tajuk pohon induk. Anakan yang telah dipungut. Bahan tanaman kebun pangkas sebaiknya bibit – bibit vegetatif atau bibit dari biji yang berasal dari pohon induk yang fenotipnya bagus. 4. cabutan. Bibit yang sudah diputer dibawa ke persemaian untuk dilakukan penyesuaian lingkungan. Bahan bibit puteran dapat berasal dari biji. disusun searah dimana akar dengan akar dan daun dengan daun.5–2 meter)x6 meter dengan arah utara–selatan dan jarak antar bedeng 0. Jenis bibit yang disemaikan adalah dari jenis pohon yang ditebang atau jenis-jenis yang memiliki keunggulan komersil. Setelah bibit dirawat di persemaian dan sudah siap tanam. Sasaran pengadaan bibit adalah penyiapan bahan tanaman bagi kegiatan penanaman. Perbandingan antara luas lahan untuk keperluan jalan inspeksi dengan luas bedengan adalah 1 : 3 5. . Setiap bedeng agar diberi atap sebagai pelindung bibit dari matahari dan air hujan secara langsung. pengayaan dan rehabilitasi. Stek • Pembuatan bedeng kebun pangkas 1. diisi campuran media setinggi ± 20 cm.b. Anakan dicabut dengan hati–hati yang dilakukan dengan pencabutan lurus sejajar batangnya dan diusahakan agar akarnya tidak putus. Keperluan benih jangka panjang: Usaha-usaha memperoleh benih yang benar-benar unggul. 3. atau stek. Terbuat dari bahan yang tahan lama seperti sarlon.6 meter dan disekeliling bedeng agar diberi penahan yang terbuat dari papan dengan tinggi dari permukaan tanah ±15 cm. Anakan alam biasanya memiliki tinggi 15–30 cm dengan jumlah daun 2–5 lembar.

VI. Bahan stek diambil dari anakan yang berasal dari kebun pangkas harus bersifat juvenille atau muda dan tunas autotrop bukan cabang. Multiplikasi atau perbanyakan propagasi (bahan tanaman yang diperbanyak seperti tunas atau embrio). Inisiasi kultur atau culture establishment. Ukuran bak stek dengan media padat dan media air (water rooting system) adalah 1 x 2 meter dengan tinggi 0. Untuk tahap pertama tiap bibit dapat menghasilkan ± 14 stek . Kultur Jaringan • • • • • • • Memilih dan menyiapkan tanaman induk sebagai sumber eksplan. dan sebagainya. Aklimatisasi ke lingkungan eksternal (green house). PELAKSANAAN KEGIATAN PERSEMAIAN 1. Kebun Pangkas 2. 2. bedeng semai dan polibag. Jarak tanam bak stek 5 x 5 Cm. gubuk kerja. Untuk penaungan ini dapat digunakan plastik transparan berwarna putih. Naungan perlu diberikan supaya intensitas cahaya yang masuk kedalam stek tidak terlalu tinggi (optimum 50%). Pengumpulan top soil guna pengisian bedeng tabur. bedeng sapih. Pemagaran calon lokasi persemaian. Untuk meningkatkan mutu bibit stek yang dihasilkan dari kebun pangkas dianjurkan lagi untuk digunakan sebagai bahan pembuatan kebun pangkas. Pemanjangan tunas induksi dan perkembangan akar. . 5. Dalam rangka menstabilkan suhu media konstruksi bak stek agar dibuat dengan dinding beton selebar ±10 Cm 4. 3. Persiapan Pembuatan Persemaian a. Semai alami 5. gulma dan semak belukar yang mengganggu.• Pembuatan stek 1. Pembuatan papan/plang nama persemaian. Persiapan Kegiatan • o o o o Pembersihan lapangan dari rumput. Menyiapkan media kultur Sterilisasi eksplan. • Bahan vegetatif tanaman (tunas pucuk) untuk pembuatan stek pucuk dapat diperoleh dari beberapa sumber : 1. Persemaian (pemangkasan bergulir) 3. bedeng tabur. gudang. Dipilih bibit yang pertumbuhannya seragam baik fungsi maupun jumlah daunnya.6 m .

4 m meter ukuran 7 cm atau 10 cm tinggi kantong. Tanah dicangkul dan digemburkan sampai menjadi halus. bambu dengan permukaan bedeng ditinggikan 10 s/d 15 cm dari permukaan tanah dan sekitarnya. Pembuatan bedengan Untuk beberapa jenis biji halus/sangat kecil harus ditabur dalam bak – bak penaburan dengan ukuran 0. Untuk biji/benih yang berukurean besar yang memerlukan bedeng tabur maka bedeng tabur dibuat : • • • • • • • • Penyiapan tanah untuk bedeng tabur ukuran 5 x 1 meter atau sesuai dengan kebutuhan dengan arah yang seragam. Pembuatan bedeng sapih • • • • • • • Menyiapkan tanah untuk bedeng sapih dengan ukuran 5 x 1 meter dan arah bedeng sapih seragam. Jarak antara bedeng bedeng diberi jalur antara selebar 0. Pada pengisian kantong untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sapihan dapat ditambahkan pupuk phospat dengan ukuran 1 gram tiap polibag. Sebelum biji ditabur sebaiknya lima hari sebelumnya diadakan sterilisasi media yakni dengan mencampur tiap 1 m2 tanah dengan 4 liter campuran formalin dan air (perbandingan campuran satu liter formalin dicampur 14 liter air) kemudian ditutup dan didiamkan selam 3 hari.5 m dan setiap 5 – 10 bedeng dibuat jalur inspeksi selebar 2 meter. Bedeng sapih dibersihkan dari tanaman dan akar–akaran serta diratakan sehingga datar.o pemasangan jaringan pengairan seperti : penentuan sumber air. Untuk jenis yang tidak memerlukan penyapihan maka bibitnya langsung dicabut dari bedeng tabur ke lokasi penanaman. Mengisi polibag dengan tebal 0.5 m x 0. ringan semua akar. Setelah lima hari baru benih dicampur.5 m atau sesuai dengan kebutuhan dan ditempatkan di atas rak berukuran 5 m x 1 m atau sesuai dengan kebutuhan. Saluran air dibuat sepanjang kanan kiri jalan inspeksi. b. batu dibuang. Pada tepi bedengan diperkuat dengan batu. Pada bagian pinggir disekitar dasar kantong plastik tersebut masing–masing diberi lubang antara 12–18 lubang. Apabila tanah kurang gembur bisa dicampur dengan pasir dengan perbandingan pasir dengan tanah = 1:3. sebab kontainer . penyiapan pompa air dan saluran – salurannya. Pada tepi bedeng sapih ditandai dengan kayu setinggi 20 cm. Untuk mempermudah dalam transportasi bibit dianjurkan untuk memakai kontainer dimaksudkan untuk menghindari kerusakan bibit waktu pengangkutan. c. Bagi benih yang membutuhkan naungan bedeng tabur perlu diberi atap yang dibuat miring. kayu.

zat pengatur tumbuh. Benih yang sudah mendapat perlakuan ditabur diatas media. Media Tabur 1. Gambut. vitamin. Komponen media kultur antara lain : air. Pengadaan dan Persiapan Media Kriteria umum media untuk produksi bibit 1. 2. Media yang sudah siap dimasukkan kedalam polybag.contoh: • 6. 3. Bahan stek diletak dengan baik pada media perakaran. 2. 2. 4. 2. Pembuatan media kultur disesuaikan dengan tanaman yang akan diperbanyak. b. Media Sapih 1. sekam padi dan topsoil. asam amino. Media Kultur Jaringan 1. 3. Masing-masing jenis berbeda ukuran polybag. Akasia dan Nyawai . Media diletakkan pada bak tabur dengan ketebalan 3-4 cm. Media yang bisa digunakan untuk perakaran arang sekam atau vermiculite 2. agar-agar. Setiap bedeng sapih diberi papan/plang keterangan yang memuat nama. Pada saat pencampuran media tersebut ditambahkan fertilizer berupa Kapur dan TSP. hara makro dan mikro. tanggal penyapihan dan nomor bedengan.5 x 15 cm untuk Sengon. Media diletakkan pada bak perakaran dengan ketebalan 6-10 cm. Media yang umum digunakan untuk penyapihan bibit adalah gambut. jenis. c. 3. Media yang umum digunakan adalah gambut dan sekam padi yang sebelumnya sudah disterilisasi. 2. dan lain-lain. Aerasi baik Dapat menjaga kelembaban Dapat menahan berdirinya bibit Dapat mendukung perkembangan akar Hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan dan persiapan media : a.• tersebut dapat lansung diangkat tanpa mengubah pot–pot bibit .kemudian benih ditabur lagi dengan media. sekam padi dan topsoil dicampur dengan menggunakan molen. 3. d. 4. gula. Media Perakaran Stek 1. Selain itu juga berguna memudahkan penyiangan rumput.

Kapur. - Puteran Telah dijelaskan sebelumnya Cabutan Telah dijelaskan sebelumnya Stek Pucuk • • • • Penyapihan dilakukan dibawah naungan atau didalam green House. Pemeliharaan Bibit Adapun tahapan-tahapan pemeliharaan bibit : 1. Penyapihan Teknik pelaksanaan penyapihan pada prinsipnya sama pada semua teknik/metode pengadaan bibit. Penyapihan dilakukan setelah panjang akar minimal 2. Biji • • • Penyapihan dilakukan dibawah naungan dengan hati-hati karena pada proses ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Buat lubang tanam sesuai panjang akar. yang berbeda adalah perlakuan setelah penyapihan dilakukan.5 x 15 cm untuk Meranti. Polybag yang telah terisi media disusun dalam kantong plastik dan siap untuk penayapihan.• • 7. yang berbeda hanya perlu dibersihkannya media agar-agar yang digunakan sebelumnya sebagai media perakaran. . yang sebelumnya telah disiapkan lubang tanam.5 cm. - Kultur Jaringan • Penyapihan yang dilakukan sama dengan penyapihan stek pucuk. Pisang (tananam kehidupan) 5. teknologi ini mengkondisikan iklim dalam green house terjaga terutama kelembaban dan temperature serta cahaya sehingga prosentase jadi tanaman bias tinggi. 3. Jati dan Mahoni 10 x 15 cm untuk Aren. Setelah disapih tanam disiram dan tempatkan dalam sungkup. Sekarang telah berkembang teknologi KOFFCO. Setelah disapih tanaman disiram dengan butiran air yang halus. Akar atau tunas yang tumbuh ditanam pada polybag.

Hardening off Tanaman yang telah berumur 4-8 minggu dikeluarkan dari naungan agar dapat beradaptasi dengan lingkungan. Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan menambahkan unsur hara atau bahan lainnya agar pertumbuhan tanaman bisa dipacu. 5. beberapa menit kemudian tanaman disiram dengan air untuk membersihkan daun tanaman yang terkena pupuk. 9. Penyulaman Kegiatan ini dilakukan dengan mengganti semai yang rusak/terserang penyakit/mati agar diperoleh tanaman yang seragam. herbisida (gulma). penyiraman harus hati-hati terutama tanaman yang masih kecil. Penggantian ini dilakukan 2-4 minggu setelah penyapihan. Pemupukan dilakukan setiap 2-4 minggu. 7. yaitu: fungisida (jamur). 4. jika pertumbuhannya dianggap sudah baik maka frekuensi pemupukan dapat dikurangi. Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap hari. begitu pula sebaliknya. Mutasi . Pemberantasan Hama dan Penyakit Pengendalian serangan hama dan penyakit dilakukan dengan cara pengaturan kondisi lingkungan atau penggunaan pestisida. Jenis pestisida dibedakan atas penyebab hama dan penyakit yang menjadi sasaran. Sedangkan tanaman yang belum memenuhi standar bibit siap tanaman akan mendapat perlakuan tambahan seperti pemupukan sampai bibit tersebut siap untuk ditanam. Penyiraman yang baik parameternya adalah media tanaman harus basah tidak hanya tanamannya saja yang basah. Penyiraman dilakukan agar tanaman benar-benar memperoleh air yang cukup. insektisida (serangga). Tanaman yang memiliki ukuran dan kualitas yang baik siap untuk di kirim ke lapangan. 6. 3. Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan tanaman pengganggu (rumput atau gulma lainnya) sehingga tanaman dapat tumbuh optimal. 8. Seleksi Kegiatan ini adalah mengelompokkan tanaman yang seragam dalam satu kantong plastik.2. pemupukan juga disesuaikan dengan kondisi tanaman. Pupuk dilarutkan dalam air kemudian disemprotkan kearah media tanaman.

Batas akhir tanggungjawab pihak persemaian adalah saat pengangkutan bibit dari lokasi persemaian ke lokasi penanaman. Setiap kali pengangkutan harus disertai dengan trip ticket. Pengangkutan bibit ke lokasi penanaman harus hati-hati agar resiko kerusakan tanaman dapat dikurangi. .

lilin. legin. Misalnya ZA (zwavelzuure amoniak) sering mengandung kotoran sekitar 3% berupa khlor. b. Hal ini berbeda dengan pupuk majemuk yaitu pupuk yang mempunyai dua atau lebih hara tanaman dibuat langsung dari pabriknya. c. nilai higroskopisnya menjadi lebih rendah dan mungkin agar lebih menarik. Semua usaha tersebut dinamakan pemupukan. Zat pembawa atau karier (carrier). Bahan mantel (coated) ialah bahan yang melapisi pupuk dengan maksud agar pupuk mempunyai nilai lebih baik misalnya kelarutannya berkurang. . wax dan sebagainya. Mutu pupuk atau grade fertilizer artinya angka yang menunjukkan kadar hara tanaman utama (N. Pupuk yang bermantel harganya lebih mahal dibandingkan tanpa mantel. Misalnya pupuk Rustika Yellow 15-10-12 berarti kadar N 15%. Perbandingan pupuk atau ratio fertilizer ialah perbandingan unsur N. Mixed ferilizer atau pupuk campuk ialah pupuk yang berasal dari berbagai pupuk yang kemudian dicampur oleh pemakainya. Bahan yang digunakan untuk selaput berupa aspal. malam. Misalnya pupuk Urea. Filler (pengisi). asam bebas (H2SO4) dan sebagainya. Dengan demikian bahan kapur. Double superfosfat (DS): zat pembawanya adalah CaSO4 dan hara tanamannya fosfor (P). P 2O5 dan K2O. juga dengan maksud agar mudah disebar lebih merata Dalam praktek perlu diketahui istilah-istilah khusus yang sering digunakan dalam pupuk antara lain ialah: a. Termasuk dalam pengertian ini adalah pemberian bahan kapur dengan maksud untuk meningkatkan pH tanah yang masam. Pupuk majemuk atau pupuk campur yang kadarnya tinggi sering diberi filler agar ratio fertilizer nya dapat tepat sesuai dengan yang diinginkan.No 6 A. dan K) yang dikandung oleh pupuk yang dinyatakan dalam prosen N total. Senyawa-senyawa lain berupa kotoran (impurities) atau campuran bahan lain dalam jumlah relatif sedikit. Bahan pupuk selain mengandung hara tanaman umumnya mengandung bahan lain. Demikian pula pemberian urea dalam tanah yang miskin akan meningkatkan kadar N dalam tanah tersebut. kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. pembenah tanah dan urea disebut pupuk. yaitu: 1.P dan K yang dinyatakan dalam N total. pemberian legin bersama benih tanaman kacang-kacangan serta pemberian pembenah tanah (soil conditioner) untuk memperbaiki sifat fisik tanah. PENGERTIAN PUPUK Dalam arti luas yang dimaksud pupuk ialah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik.P. dari kegiatan yang disebutkan di atas hanya urea yang dianggap pupuk karena bahan tersebut yang mengandung hara tanaman yaitu nitrogen. 4. Dalam pengertian yang khusus pupuk ialah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih hara tanaman. P2O5 10% dan K2O 12%. Dengan pengertian ini. 2. 3. P2O5 dan K2O merupakan penyederhanaan dari grade ferilizer. TSP dan KCl dicampur menjadi satu dengan perbandingan tertentu sesuai dengan mutu yang diinginkan. Misalnya grade fertilizer 16-12-20 berarti ratio fertilizernya 4:3:5.

Contoh pupuk daun adalah Gandasil B dan D.karena itu. Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap. Biasanya berupa unsur hara makro primer. . pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. serta manfaat dari berbagai unsur hara pembentuk pupuk tersebut. sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi pupuk akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. dan Dolomit. jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. misalnya urea hanya mengandung unsur nitrogen. Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran. pupuk buatan dibedakan menjadi dua yaitu pupuk daun dan pupuk akar. dan pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. perlu diketahui juga cara aplikasinya yang benar. Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya. A. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada kemasan. dan Vitabloom. Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya. Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Menurut cara aplikasinya. Namun. dari sisi harga pupuk ini lebih mahal. Grow More. NPK. Pada pupuk tunggal. sisa pelapukan tanaman dan arang kayu. Setiap kemasan pupuk yang diberi label yang menunjukkan jenis dan unsur hara yang dikandungnya. 1. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan ditemukannya deposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839. Contoh pupuk akar adalah urea. Bahkan unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan tanaman. kandungan bahan organik pupuk ini termasuk tinggi. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman. beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Penggolongan Pupuk Pupuk digolongkan menjadi dua. Selain menentukan jenis pupuk yang tepat.B. tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. yakni pupuk organik dan pupuk anorganik. Bahan pupuk yang paling awal adalah kotoran hewan. Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi. Sesuai dengan namanya. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. sangat penting untuk membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya. Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara. Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau tajuk tanaman dengan tujuan untuk melengkapi katersediaan unsur hara.

manfaat yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih lama bila dibandingkan dengan pupuk fast release. Contohnya Methylin urea. Reaksi kerjanya agak lambat sehingga cocok untuk pupuk dasar. Pupuk ini dapat membakar tanaman jika diberikan terlalu dekat dengan akara atau langsung kontak dengan daun. pupuk akar dibedakan menjadi dua yakni pupuk fast release dan pupuk slow release. Untuk menyediakan nitrogen pada tembakau. ZA dan KCL. Contohnya. Pupuk Sumber Nitrogen Hampir seluruh tanaman dapat menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat atau amonium yang disediakan oleh pupuk. Lebih disarankan dipakai didaerah panas. Jika pupuk fast release ditebarkan ke tanah dalam waktu singkat unsur hara yang ada atau terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman. 1. Amonium Sulfat (NH4)2 SO4 Pupuk ini dikenal dengan nama pupuk ZA. Amonium nitrat bersifat higroskopis sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama. polimer coated urea dan sulfur coated urea. Pada padi sawah. Jenis-jenis Pupuk 1. Selain itu. Mekanisme ini dapat terjadi karena unsur hara yang dikandung pupuk slow release dilindungi secara kimiawi dan mekanis. kecuali pada tembakau dan padi. 1. 1. sehingga bahan tersebut lepas secara terkendali. B. Amonium juga akan diubah menjadi nitrat oleh mikroorganisme tanah. Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih cepat tersedia bagi tanaman. sehingga tidak disarankan untuk tanah ber-pH rendah. Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas terkendali (controlled release) akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Yang termasuk pupuk fast release antara lain urea. nitrogen mudah berubah menjadi gas N2. umumnya pupuk dengan kadar N yang tinggi dapat membakar daun tanaman sehingga pemakaiannya perlu lebih hati-hati. Kelemahan pupuk ini adalah terlalu cepat habis. Sifat reksinya asam. Dengan demikian.Menurut cara melepaskan unsur hara. pupuk ini sangat baik untuk sumber sulfur. Amonium Nitrat Kandungan nitratnya membuat pupuk ini cocok untuk daerah dingin dan daerah panas. Ketersediaan bagi tanaman sangat cepat sehingga frekuensi pemberiannya harus lebih sering. Mengandung 21% nitrogen (N) dan 26% sulfur (S). Perlindungan secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan pupuk menggunakan zat kimia. gunakan pupuk berbentuk nitrat (NO3-) dengan kandungan nitrogen minimal 50%. 1. Tembakau tidak dapat mentoleransi jumlah amonium yang tinggi. bukan hanya karena diserap oleh tanaman tetapi juga menguap atau tercuci oleh air. berbentuk kristal dan kurang higroskopis. Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan selaput polimer atau selaput yang mirip dengan bahan pembungkus kapsul. Urea Formaldehide dan Isobutilidern Diurea. . Pupuk jenis ini harganya sangat mahal sehingga hanya digunakan untuk tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis tinggi. lebih baik gunakan pupuk berbentuk amonium (NH4+) karena pada tanah yang tergenang. b. a.

Urea (CO(NH2)2) Pupuk urea mengandung 46% nitrogen (N). wortel dan tembakau. tidak higroskopis dan bersifat membakar. Kalium Sulfat (K2SO4) Pupuk ini lebih dikenal dengan nama ZK.0. Pupuk Sumber Kalium 1. b. Khlor berpengaruh negatif terhadap tanaman yang membutuhkannya.1. SP36 Mengandung 36% fosfor dalam bentuk P2O5. 1. Dapat digunakan untuk pupuk dasar sesudah tanam. seperti tembakau disarankan untuk menggunakan pupuk ini.46. Diamonium Phospat memiliki (DAP) analisis 16. Amonium Phospat Monoamonium Phospat (MAP) memiliki analisis 11. sifatnya agak mengasamkan tanah. Reaksi kimianya tergolong netral.48. sifat lainnya adalah bereaksi basa dan higroskopis. Bentuknya berupa butiran berwarna cokelat kekuningan. bereaksi agak asam. c. a. juga menguap dalam bentuk amonia. berwarna putih. Kalium Chlorida (KCl) Mengandung 45% K2O dan khlor. Tanaman yang peka terhadap keracunan unsur Cl.0 atau 18. b. 1. Urea sangat mudah larut dalam air dan bereaksi cepat. Pupuk Sumber Fosfor 1.0. Sifat lainnya adalah tidak higroskopis sehingga tahan disimpan lebih lama dan tidak bersifat membakar karena indeks garamnya rendah. misalnya kentang. 1. pupuk ini umumnya digunakan untuk merangsang pertumbuhan awal tanaman (styarter fertillizer). 1. Berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. 2. 1. d. Bentuknya berupa tepung putih yang larut didalam air. 1.pupuk ini terbuat dari fosfat alam dan sulfat. Karena kandungan N yang tinggi menyebabkan pupuk ini sangat higroskopis. Kalium Nitrat (KNO3 . Sifatnya agak sulit larut dalam air dan bereaksi lambat sehingga selalu digunakan sebagai pupuk dasar. 3. Kadar K2O-nya sekitar 48-52%. sangat cepat larut didalam air. Kalsium Nitrat Pupuk ini berbentuk butiran. Reaksinya termasuk alkalis dan mudah larut di dalam air. c. dan sebagai sumber kalsium yang sangat baik karena mengandung 19% kalsium Ca. a. dan bersifat higroskopis.52.

. Bersifat lebih cepat larut dalam air. 5. 1. kandungannya dapat mencapai 909%. Warnanya putih dan butirannya halus. 1. b. Paten Kali (Kalium Magnesium Sulfat) Berbentuk butiran berwarna kuning. Namun. Kandungan sulfat tersebut tidak berpengaruh dalam penurunan pH tanah. Bubuk Belerang (Elemental Sulfur) Umumnya. Pupuk ini mengandung 90-99% Ca. dan 12% MgO. Kapur Gypsum Berbentuk bubuk dan berwarna putih. sulfor disuplai dalam bentuk sulfat yang terdapat pada berbagai jenis pupuk. Mengandung 39% Ca. d. bubuk belerang adalah sumber sulfur yang terbesar. Dikenal sebagai kapur pertanian yang berbentuk bubuk. Kapur Kalsit Berfungsi untuk meningkatkan pH tanah. Selain terdapat dalam berbagai jenis pupuk. Selain untuk memperbaiki defisiensi Mg. Ditebarkan dalam sekali aplikasi. 1. gypsum yang ditebarkan akan menggumpal dan mengeras seperti tanah liat (cake). 1. Pupuk Sumber Unsur Hara Sekunder 1. Pupuk Sumber Unsur Hara Mikro Saat ini kebutuhan pupuk mikro sudah mulai terasa di Indonesia. c. Jika terkena air.Mengandung 13% N dan 44% K2O. Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa tanaman padi sawah dan teh di beberapa daerah di Jawa sudah memulai membutuhkan tambahan Zn dari pupuk. a. karena bubuk sulfur dapat mengakibatkan gejala terbakarnya daun tanaman (burning effect). 12% S. Sifatnya agak sukar larut dalam air. pupuk ini juga bermanfaat untuk memperbaiki kejenuhan basa pada tanah asam. 53% S dan sedikit Mg. 1. 1. Aplikasi gypsum tidak banyak berpengaruh pada perubahan pH tanah. bubuk ini tidak lazim digunakan untuk mengatasi masalah defisiensi sulfur. Penggunaannya tidak boleh melebihi 25 gram/m2. Kelarutannya agak rendah dan kualitasnya sangat ditentukan oleh ukuran butiran. misalnya pada tanah di daerah pantai. Gypsum digunakan untuk menetralisir tanah yang terganggu karena kadar garam yang tinggi. tetapi tidak lebih banyak digunakan untuk menurunkan pH tanah. berbentuk butiran berwarna putih yang tidak bersifat higroskopis dengan reaksi yang netral. Kapur Dolomit Berbentuk bubuk berwarna putih kekuningan. 4. Mengandung 30% K2O. Dikenal sebagai bahan untuk menaikkan pH tanah. Semakin halus butirannya akan semakin baik kualitasnya. e. Dolomit adalah sumber Ca (30%) dan Mg (19%) yang cukup baik.

b. Sebaliknya. Zn dan Mn yang seluruhnya bergabung dengan sulfat. jika udara tidak terlalu panas. Cu. variasi analisis pupuk NPK 20. seperti 15. Mulut daun ini berfungsi untuk mengatur penguapan air dari tanaman sehingga air dari akar dapat sampai daun. Saat suhu udara terlalu panas. antara lain kandungan unsur hara yang tinggi. stomata akan menutup sehingga tanaman tidak akan mengalami kekeringan.15. Pupuk Daun Daun memiliki mulut yang dukenal dengan nama stomata.15. a. Kedua bentuk ini mudah larut dalam air. yakni bentuk garam anorganik dan bentuk organik sintesis. seperti saat mulai berbunga. Fungsi pupuk majemuk dengan variasi analisis seperti ini antara lain untuk mempercepat perkembangan bibit. Pupuk Majemuk Pemakaian pupuk majemuk saat ini sudah sangat luas. dan sebagai puk susulan saat tanaman memasuki fase generatif. 16. sehingga tahan disimpan dan tidak cepat menggumpal. Variasi analisis pupuk. unsur hara mikro juga disediakan oleh pupuk majemuk yang beredar di pasaran. 1. Bentuk organik sintesis ditandai dengan adanya agen pengikat unsur logam yang disebut chelat.15.16.20.20 memiliki kandungan hara yang lebih tinggi daripada NPK 15. Mn.16. Contoh pupuk mikro yang berbentuk garam organik adalah Cu.16. variasi analisis pupuk ini sebaiknya tidak dipilih karena bagian yang menggumpal tidak dapat digunakan. kualitas dan analisis telah tersedia di pasaran. Sebagai sumber boron. seperti penambahan Ca dan Mg. misalnya antara NPK 15. Dalam memilih pupuk majemuk perlu dipertimbangkan beberapa faktor.20 menunjukkan ketersediaaan unsur hara yang seimbang. Karena itu.15.20. Berbagai merk. tetapi sifatnya sangat higroskopis sehingga mudah sekali menggumpal.kendati harganya relatif lebih mahal. Sumber Mo umumnya menggunakan sodium atau amonium molibdat. Selain disediakan oleh kedua jenis pupuk diatas. dan 20. sebagai pupuk pada awal peneneman. perbedaan variasinya bisa jadi sangat kecil. 1. Chelat adalah bahan kimia organik yang dapat mengikat ion logam seperti yang dilakukan oleh koloid tanah. Meskipun demikian. Pupuk majemuk berkualitas prima memiliki besaran butiran yang seragam dan tidak terlalu higroskopis. Fe.16. Variasi analisis pupuk mejemuk sangat banyak. Unsur hara mikro yang tersedia dalam bentuk chelat adalah Fe. Hampir semua pupuk majemuk bereaksi asam. dan Zn.15.Pupuk sebagai unsur hara mikro tersedia dalam dua bentuk. kecuali yang telah mendapatkan perlakuan khusus. kandungan unsur hara mikro dan harga perkilogramnya. Sebagian besar stomata terletak di bagian bawah daun. Pupuk slow release dan pupuk daun biasanya dilengkapi dengan satu atau lebih unsur mikro.contoh cara mempertimbangkan pemilihan pupuk majemuk. stomata akan membuka sehingga air yang ada di permukaan daun dapat masuk dalam jaringan . umumnya digunakan sodium tetra borat yang banyak digunakan sebagai pupuk daun.15 dan NPK 16. pupuk majemuk tetap dipilih karena kandungan haranya lebih lengkap.

Selain itu. kandungan unsur hara pada pupuk daun identik dengan kandungan unsur hara pada pupuk majemuk. Sebagai faktor utamanya adalah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi perkembangan tanaman dan peningkatan hasil panen. faktor sifat fisik dan kimia tanah tidak dijadikan sebagai faktor utama. Cara aplikasinya juga lebih sulit karena pupuk organik dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar daripada pupuk kimia dan tenaga kerja yang diperlukan juga lebih banyak. Contoh pupuk daun yang beredar di pasaran yaitu Gandasil Daun 14. 1. Besarnya konsentrasi pupuk daun dinyatakan dalam bobot pupuk daun yang harus dilarutkan kedalam satuan volume air. Memperbaiki granulasi tanah berpasir dan tanah padat sehingga dapat meningkatkan kualitas aerasi. Kentungan menggunakan pupuk daun antara lain respon terhadap tanaman sangat cepat karena langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Karena mudah larut dalam air. Jika konsentrasi pupuk yang digunakan melebihi konsentrasi yang disarankan. Dengan sendirinya unsur hara yang disemprotkan ke permukaan daun juga masuk ke dalam jaringan daun. c. Sebenarnya. Berikut ini beberapa manfaat dari pupuk organik. daun akan terbakar. Prioritaskan penyemprotan pada bagian bawah daun karena paling banyak terdapat stomata. Tidak disarankan menyemprotkan pupuk daun pada saat suhu udara sedang panas karena konsentrasi larutan pupuk yang sampai ke daun cepat meningkat sehingga daun dapat terbakar. Penyemprotan pupuk daun idealnya dilakukan pada pagi atau pada sore hari karena bertepatan pada saat membukanya stomata. sifat pupuk daun menjadi sangat higroskopis. Pupuk Organik Kandungan unsur hara yang terdapat di dalam pupuk organik jauh lebih kecil daripada yang sempat di dalam pupuk buatan. Faktor cuaca termasuk kunci sukses dalam penyemprotan pupuk daun. B. Mg. • • Mampu menyediakan unsur hara makro dan mikro meskipun dalam jumlah yang jauh lebih kecil. Penentuan volume air dapat diketahui dengan membaca skala pada alat semprot. Kualitasnya dianggap baik jika mudah larut di dalam air tanpa menyisakan endapan. dengan catatan aplikasinya dilakukan secara benar. hingga sekarang pupuk organik tetap digunakan karena fungsinya belum tergantikan oleh pupuk buatan.daun. memperbaiki drainase tanah.12. Dua jam setelah penyemprotan jangan sampai terkena hujan karena akan mengurangi efektifitas penyerapan pupuk. Pemilihan analisis yang tepat pada pupuk daun perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang sama dengan analisis pada pupuk majemuk.14 dilengkapi dengan Mn. Akibatnya tidak dapat disimpan terlalu lama jika kemasannya telah dibuka. tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada tanaman. . Hanya saja. Bahkan pupuk daun sering lebih lengkap karena ditambah oleh beberapa unsur mikro. dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Pupuk daun berbentuk serbuk dan cair. Namun. Dalam pemakaian pupuk daun dikenal istilah konsentrasi pupuk atau kepekatan larutan pupuk. Cu dan Zn. Angka konsentrasi ini sering dicantumkan p[ada kemasan pupuk.

Penambahan pupuk organik dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Dalam dunia pupuk kandang. Pada tanah asam. sampai dengan proses penguraian sempurna. dikenal istilah pupuk panas dan pupuk dingin. daun segar memiliki C/N rasio sekitar 10-20.seperti kompos. C/N yang tinggi menyebabkan pupuk kandang terurai lebih lama dan tidak menimbulkan panas. cukup kering. kandungan unsur hara pada urine selalu lebih tinggi daripada kotoran padat. Kualitas pupuk kandang sangat tergantung pada jenis ternak.• • • • Mengandung asam humat (humus) yang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.Kompos Kompos adalah kasil pembusukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme pengurai. Pupuk dingin terjadi sebaliknya. Penyebabnya adalah kotoran padat pada unggas tercampur dengan kotoran cairnya. Karena itu disarankan . Kualitas kompos dianggap baik jika memiliki C/N rasio antara 12-15. jerami padi. Pupuk panas adalah pupuk kandang yang proses penguraiannya berlangsung cepat sehingga terbentuk panas. kualitas pakan ternak. dan tidak berbau menyengat. Bahan kompos dengan C/N rasio tinggi akan terurai atau membusuk lebih lama dibanding dengan C/N rasio rendah. tidak menggumpal. Ciri kimiawinya adalah C/N rasio kecil (bahan pembentuknya sudah tidak terlihat) dan temperaturnya relatif stabil. batang jagung dan serbuk gergaji memiliki C/N rasio antara 50-100. Pupuk kandang dari ayam atau unggas memiliki unsur hara yang lebih besar daripada jenis ternak lain. Kualitas kompos ditentukan oleh besarnya perbandingan antara jumlah karbon dan nitrogen (C/N ratio). Bahan kompos seperti sekam. pupuk kandang perlu mengalami proses penguraian.Pupuk Kandang Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak. Ciri fisiknya yaitu berwarna cokelat kehitaman. tanaman akan bersaing dengan mikroorganisme tanah untuk memperebutkan unsur hara. Dengan demikian kualitas pupuk kandang juga turut ditentukan oleh C/N rasio. Ciri-ciri pupuk kandang yang baik dapat dilihat secara fisik atau kimiawi. sebelum digunakan. berarti bahan penyusun kompos belum terurai secara sempurna. Penggunaan pupuk organik tidak menyebabkan polusi tanah dan air. Jika C/N rasio tinggi. Umumnya. . dan cara penampungan pupuk kandang. Jenis pupuk organik yang banyak dikenal sebagai berikut . Proses pembuatan kompos akan menurunkan C/N rasio hingga 12-15. penambahan pupuk organik dapat membantu meningkatkan pH tanah.

tidak disarankan menyemprotkan pestisida terutama fungisida pada tanah yang telah diaplikasi mikroba. C.4% Kalium 0. 1. Pada jenis pepohonan.untuk menambah pupuk buatan apabila bahan kompos yang belum terurai sempurna terpaksa digunakan. larikan dapat dibuat melingkar di sekeliling pohon . Kandungan unsur hara dalam kompos sangat bervariasi. Larikan Caranya. Karena itu sebaiknya baca petunjuk pada label atau brosur dengan seksamasebelum menggunakannya. agak lembab. Jenis dan fungsi mikroba sangat beragam.5% Ciri fisik kompos yang baik adalah berwarna cokelat kehitaman. Jenis bakteri dan jamur yang biasa digunakan diantaranya Rhizobium. Mikroba juga membutuhkan waktu untuk berkembang biak sehingga hasil aplikasi mikroba penyubur tanah tidak langsung terlihat pada tanaman.6% Fosfor 0. Lactobacillus. Tempatkan pupuk di dalam larikan tersebut. Alat semprot yang digunakan sebaiknya bukan yang biasa dipakai untuk menyemprot pestisida. cara penggunaanpun berbeda-beda. Aplikasi mikroba sebaiknya dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali.1 – 0. Nitrogen 0. Mikroba yang telah dikemas ini kemudian disemprotkan ke tanah hingga berkembang biak dan memberi dampak positif bagi kesuburan tanah. Kandungan unsur hara kompos sebagai berikut. Penggunaan dosis tertentu pada pupuk kompos lebih berorientasi untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah daripada untuk menyediakan unsur hara. Jumlah mikroba yang telah disemprotkan pun sangat mungkin akan berkurang karena faktor cuaca. Cara ini dapat dilakukan pada satu atau kedua sisi baris tanaman. a. Tergantung dari jenis bahan asal yang digunakan dan cara pembuatan kompos. . dan Aspergillus.8 – 1. karena pestisida akan mematikan mikroba.Mikroba Penyubur Tanah Kemajuan ilmu mikrobiologi tanah berhasil memperbanyak mikroba tanah yang bermanfaat dan mengemasnya sebagai pupuk cair. 1. Micoriza. Cara Aplikasi 1.5% Kalsium 0. kemudian tutup kembali. Streptomyces. buat parit kecil disamping barisan tanaman sedalam 6-10 cm. Cara Aplikasi Pupuk Kimia 1.8 – 1. Selain itu. gembur dan bahan pembentuknya sudah tidak tampak lagi.1 – 0.

larikan tidak perlu ditutup kembali dengan tanah. Hindari membuat larikan hanya pada salah satu sisi baris tanam karena menyebabkan perkembangan akar tidak seimbang. Setelah diberi pupuk organik. c. e. Setelah itu. d. lanjutkan dengan pengolahan tanah. Pada pertanian intensif pemupukan sering dilakukan berkali-kali sehingga beberapa cara diatas dapat dilakukan bersama-sama dalam satu musim tanam. 2. tutup kembali lubang dengan tanah untuk menghindari penguapan. atau tanah sangat padat yang mudah retak pada musim kemarau. Kemudian setelah pupuk dimasukkan. Pupuk yang digunakan harus memiliki indeks garam yang rendah agar tidak merusak benih atau biji. Jenis pupuk yang dapat diaplikasikan dengan cara ini adalah pupuk slow release dan pupuk tablet. atau nursery tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. 1. dilanjutkan dengan pengolahan tanah. Penebaran Secara Merata di Atas Permukaan Tanah Cara ini biasanya dilakukan sebelum penanaman. Tidak disarankan untuk menebar pupuk urea karena sangat mudah menguap. 1. Lubang tersebut dibuat dengan alat tugal. tanah tererosi. Cara ini lazim menggunakan pupuk jenis SP36. Lazimnya. 1. cara ini dilakukan untuk tanaman yang pengairannya menggunakan sistem sprinkle. 1. b. pupuk dimasukkan ke lubang tanam pada saat penanaman benih atau bibit. Setelah penebaran pupuk. Fertigasi Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan pada tanaman melalui air irigasi. seperti pada aplikasi kapur dan pupuk organik. 1. Cara Aplikasi Pupuk Organik Tanah berpasir.5-1 kali jari-jari tajuk. Lewat cara ini.dengan jari-jari 0. Tanaman dengan pertumbuhan cepat dan perakaran yang terbatas disarankan untuk menggunakan cara larikan. aplikasi pupuk kedua harus ditempatkan pada sisi yang belum mendapatkan pupuk (bergantian). atau pupuk slow release. Karena itu. Cara ini dapat dilakukan disamping kiri dan samping kanan baris tanaman atau sekeliling pohon. Cara ini telah banyak diterapkan pada pembibitan tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). Cara ini menyebabkan distribusi unsur hara dapat merata sehingga perkembangan akarpun lebih seimbang. akurasi dan penyerapan pupuk oleh akar dapat lebih tinggi. Biasanya cara ini dilakukan untuk memberikan pupuk susulan. Pop Up Caranya. Pupuk yang tidak mudah menguap dapat langsung ditempatkan di atas tanah. pupuk organik. Penugalan Caranya. . tempatkan pupuk ke dalam lubang di samping tanaman sedalam 10-15 cm. lapangan golf. sebaiknya diberi pupuk organik dalam jumlah besar sebelum digunakan untuk bercocok tanam. bekas pertambangan.

Namun. Pada jagung. Ca (kalsium). sekarang telah dipasarkan pupuk organik yang dipadatkan dalam bentuk pelet atau konsentrat. Pemberian pupuk organik dengan dosis kecil tetapi sering lebih baik dari pada dosis banyak yang diberikan sekaligus. Usur hara esensial (dibutuhkan tanaman jika tidak ada maka tanaman tidak dapat tumbuh secara optimal). N (Nitrogen). a. sementara itu. O (oksigen).Nitrogen (NO3 dan NH4) . dan beberapa jenis sayuran. cabai. K (kalium). Pupuk organik seperti ini diantaranya dipasarkan dengan merk dagang Ostindo. Pupuk organik dalam bentuk tersebut lebih mudah diaplikasikan dan dosis yang diperlukan menjadi lebih kecil. Mg (magnesium). Jika harus menggunakan pupuk organik yang belum terurai sempurna (rasio C/N masih tinggi) harus diberi jeda waktu antara pemberian pupuk organik dan penanaman bibit yakni minimal satu minggu. . Unsur hara makro : Unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar (minimal 500 ppm) Yang terdiri dari : C (karbon). Pada media tanam dalam pot. H (hidrogen). OCF. Hal itu dilakukan untuk menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi pada tanaman ketika proses penguraian pupuk organik berlangsung D 1. perbandingan pupuk kandang dan tanah yang ideal adalah 1:3.Kedua perlakuan tersebut dilakukan supaya sifat fisik tanah membaik dan pemakaian pupuk kimia menjadi lebih efisien. perbandingan antara kompos dan tanah yang ideal adalah 1:1. S (belerang). Kebutuhan dosis pupuk organik yang sangat besar seringkali menyulitkan proses penebarannya. dan Green Pride. pupuk organik sebaiknya ditempatkan pada lubang tanam satu minggu sebelum bibit ditanam. tomat. P (fosfor). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi pupuk organik adalah sebagai berikut. penebaran pupuk organik sebaiknya diikuti dengan pengolahan tanah seperti pembajakan atau penggemburan tanah agar pupuk organik dapat mencapai lapisan tanah yang lebih dalam.

6) Mutu dan produksi turun . 3) Buah matang tidak sempurna . 5) Ujung daun kering dan mati. 4) Mempercepat pertumbuhan bunga dan buah. 4) Memperpanjang waktu pertumbuhan vegetatif. 2) Sintesis protein kurang. 3) Mempercepat pertumbuhan akar. 2) Bagian penting klorofil. 3) Mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman. 3) Metabolisme N dan sintesis protein. H2PO4-. 5) Penetral bahan beracun asam organik. 3) Transformasi karbohidrat kurang. 3) CHO diendapkan pada sel vegetatif sehingga daun menjadi tebal. 2) Tanaman kerdil. dan daun tersebut mati.Kalium (K+) Peranan K bagi pertumbuhan tanaman :1) Berperan sebagai katalisator biologi atau aktivator enzim dalam metabolisme tubuh tanama. 5) Mempercepat pematangan.Fosfor (HPO42-. Kekurangan N dapat mengakibatkan :1) Protein dalam daun tua pecah. 4) Daun menjadi kuning . 8 ) Merangsang pertumbuhan akar Kekurangan K dapat megakibatkan :1) Produksi turun. 4) Menyalur dan pengendali unsur lain. 6) Memperbaiki mutu tanaman Kekurangan P dapat mengakibatkan :1) Pertumbuhan akar terhambat. Firin dan fosfolipid. 7) Pengatur stomata.Kalsium (Ca2+) . 2) Penyimpan energi. 6) Merangsang jaringan meristematik. 4) Tekanan turgor turun sehingga tanaman menjadi layu atau lemah. PO43-) Peranan P bagi pertumbuhan tanaman :1) Penyusun asam nukleat.Peranan N bagi tanaman adalah :1) Pembentuk Protein. 2) Perkembangan buah dan biji terhambat. H dan P menjadi gula. 2) Metabolisme C.

2) Aktivator enzim proteolitik. 4) (pada tanaman jagung) produksi jagung berkurang . 4) Membantu perpanjangan akar.wordpress. 3) Penyususn vitamin.com/ilmu-tanah/unsur-hara/ .Fungsi Ca bagi pertumbuhan tanaman adalah : 1) Sebagai pembentuk lamella tengah sel. 2) Menetukan fotosintesis. 5) Menigkatkan kadar minyak kacang Kekurangan S dapat mengakibatkan :1) Daun kuning seperti kekurangan N tapi tidak merata. 2) Membantu pembentukan protein. 6) Membantu translokasi . 3) Membantu stabilitas mitokondria. 4) Meningkatakan fiksasi N.Belerang (SO42+) Peranan S bagi tanaman adalah :1) Sintesis asam amino. 3) Aktivator berbagai enzim. 3) Pembentukan C berkurang.Magnesium (Mg2+) Peranan Mg bagi pertumbuhan tanaman antara lain :1) Sebagai inti dari klorofil. Kekurangan Mg dapat menyebabkan :1) Klorosis sepanjang tulang daun. 5) Membantu litosis. 2) Daun belang-belang kuning. 2) Produksi menurun nanogis. 4) Penting dalam sintesis minyak.

NO 4 .

SDM dan SDK atau sumber daya keuangan) dari proyek tersebut.dan ada beberapa perusahaan melakukan jungle survey beriringan dengan soil survey.PERSIAPAN PEMBUKAAN AREAL BARU PERSIAPAN PEMBUKAAN AREAL BARU UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT Tanaman Kelapa Sawit ( Elaeis guinensis jacq ) saat ini sudah tiodak asing lagi bagi kita. 2.informasi atau hal yang perlu diketahui dari survey tersebut adalah a. 3. 1.tujuan dari soil survey ini adalah untuk mengetahui jenis tanah dan kandungan hara tanah sebelum. PENGADAAN LAHAN Areal perkebunan kelapa sawit yang akan dibangun di Sumatra berupa hutan-hutan atau semak belukar dan padang alang-alang.dan juga harus ditentukan dengan lama nya waktu untuk persiapan lahan.banyak nya bibit atau kecambah harus ditentukan dengan jumlah luasan areal yang akan ditanami. kesesuian Lahan kesesuain lahan tersebut berupa sumber daya alam yang mendukung seperti .dan sudah banyak perusahaan-perusahaan yang membuka lahan perkebunan kelap sawit. PERSIAPAN KECAMBAH ATAU BIBIT Sebelum melakukan Budidaya tanaman Kelapa Sawit hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah persiapan bibit atau kecambah.namun apabila pembukaan untuk lahan pribadi ( perkebunan pribadi/masyarakat) tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan untuk pembukaan areal baru. untuk melakukan penelitian-penelitian yang seksama dan langsung dilapangan untuk mengetahui apakah areal tersebut sesuai dan layak dibangun proyek perkebunan kelapa sawit.perusahaan mengadakan penelitian dan survey langsungke lokasi yang telah ditunjuk sesuai dengan peta pencanangan lahan. begitu juga hal nya dengan masyarakat yang juga telah banyak melakukan budi daya tanaman kelap sawit. Hal-hal yang dilakukan perusahaan sebelum pembukaan lahan baru.kandungan air tanah sebelum penanaman kelapa sawit. JUNGLE SURVEY DAN SOIL SURVEY Jungle Survey dilakukan apabila pembukaan areal baru masih dimulai dari hutan belantara yang bertujuan untuk mengetahui daerah atau areal yang akan dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. Sebelum pembangunan peroyek baru perkebunan kelapa sawit dimulai atau di tanam dan sambil menungu SK pencadangan lahan yang dimohon perusahaan harus melakukan survey dan study serta penelitian-penelitian yang seksama terlebih treutama kesesuian lahan ( menyangkut SDA. Besdasarkan SK pencadangan dan izin lokasi yang dikeluarkan oleh Instansi Pemerintah.namun hal yang dilakukan oleh pihak perusahaan berbeda dengan hal yang dilakukan oleh pihak masyarakat sebelum melakukan Budi Daya Kelapa Sawit.

partisipasi dan animo penduduk dan aparat pemerintahan.Tanah. MEMBUAT BLOK Blok dibuat disetiap areal bukaan baru. PENYIAPAN DAN PEMBERSIHAN LAHAN Penyiapan lahan dan pembersihan Tanaman Baru ( New Planting ) saat ini dilakukan Tanpa Pembakaran ( Zero Burning ) melainkan hanya dengan mendorong dan memindahkan kayu-kayu atau pohon-pohon bekas tebangan keluar dari gawangan tanaman dan ditumpuk disebelah kanan atau kiri gawangan tersebut. MENGUKUR AREAL Perlu diperhatikan untukmengetahui luas areal kebun yang sebenar nya dilakukan dengan membuat rintisan sepanjang keliling kebun atau piringan sesuai dengan peta pencadangan lahan. Luas Lahan Lahan yang tersedia cukup luas untuk perkebunan kelapa sawit. Klasifikasi Jalan • Jalan Utama : adalah jalan yang menghubungkan explasement/ PKS ke divisi dan keluar kebun untuk mencapai jalan aspal ( Negara ) dengan lebar jalan + 10 Mtr. 7. 8. Penyakit Dll. MEMBUAT JALAN Fungsi jalan : • Sebagai sarana Transportasi untuk kegiatan-kegiatan kebun dan menyangkut hasil produksi.Iklim. 6. MENGUKUR BLOK Pembuatan atau printisan blok bertujuan disamping untuk penunjuk tempat/lokasi juga untuk membagi lahan dengan ukuran luas. Untuk mengukur areal. • Sebagai batas block dan petak kebun • Dimedan bergelombang atau berbukit jalan dibuat mengikuti mengikuti garis countour. • Jalan Block : adalah jalan yang membatasi blok dengan blok dengan arah U-S dan T-B dengan ukuran : Gawang jalan TB : + 18 – 22. .Terletak didalam block menjadi 4 petak yang sama luasnya Setiap 4 baris tanaman terdapat 1 tempat pengumpulan TBS yang biasa disebut dengan TPH.Topografi. dan pembuatan blok dilakukan oleh team khusus yang biasa disebut dengan GPS Team ( Growth Posisition System ) dengan alat Tripot atau dengan theodolit. 4.5 m Gawang Jalan US : + 15.dibatasi oleh jalan areal dan dengan jalan setapak atau sungai.mengukur blok.6 m Badan Jalan : + 8 m • Jalan Produksi : . PEMBUATAN TATA AIR Fungsi : Untuk menurunkan permukaan air tanah dengan mengalirkan air yang berlebihan atau tergenang kedaerah yang lebih rendah Jenis Parit : . Blok yang disusun dengan arah utara selatan sesuai dengan arah barisan tanaman. b. 9.Hama. 5.Parit Pembuangan : Parit Pembuangan air dari areal kebun kesungai.

6 0. Kacangan yang sering digunakan adalah Mucuna 12. A.Parit Primer : parit untuk menampung air yang mengalir dari parit skunder menuju parit pembuangan .0 2.50 – 2. air kaki bukit dan kemudian dielirkan ke parit skunder. Memancang Rumpukan Memancang dilakukan setelah semua dahan – dahan dan pohon –pohon yang ditumbang kering.8 1.20 10. Mengimas Semua rumput semak belukar. MENANAM PENUTUP TANAH ( COVER CROP ) Jenis tanaman yang digunakan untuk Cover Crop yaitu kacangan.75 Primer 2-3 1.sesuai dengan jadwal proyek.25 – 2. dan pohon-pohon kayu yang berdiameter kurang dari 4 di tebas rapat ke tanah dengan menggunakan parang babat.mulai dikerjakan awal tahun sampai akhir tahun. Beberapa jarak tanam 9x9 9 x 7.00 Skunder 1-2 0. PENANAMAN TANAMAN Tanaman yang ditanam dilapangan tentunya tanaman yang sudah sesuai dengan umur tanaman untuk pemindahan kelapangan ( berkisar 1 tahun dari pembibitan ) yang diambil daru areal pembibitan. UKURAN PARIT Jenis Parit Bagian Atas ( m ) Bagian Bawah ( m ) Kedalaman (m) Pembuangan 3-5 1.50 Tersier 0. . untuk areal yang miring penumbangan dibuat coutour dimulai dari bawah naik keatas yanglebih tinggi. PEMBERSIHAN LAHAN Pembersihan lahan yang terbaik dilakukan sesudah Block dan jalan dibuat.5 1.80 – 1. Menumbang Pohon Arah tumbangan searah dengan rencana penanaman yang direncanakan namun.8 – 1 0.parit Sekunder Skunder : yaitu parit penghubung antara tersier dengan primer .8 dll 11..55 – 2.4 – 0. B.dan untuk pekerjaan ini tenaga yang dipakai adalah + 25 Hk/Ha.6 – 0.Parit Tersier : yaitu Parit yang menampung air permukaan tanah. C.0 – 1.20 – 1. Pemancangan dilakukan dengan jarak tanam yang berbeda-beda.

mengukur areal 6. Diposkan oleh Penelitian Kelapa Sawit di 05:25 No 3 .membuat jalan 9.membuat blok 8.KESIMPULAN Hal – hal yang dilakukan untuk pembukaan areal tanaman Budidaya Tanaman Kelapa Sawit yang dilakukan oleh Pihak perusahaan adalah : 1.jadi mereka langsung menanam dilapangan.persiapan kecambah atau bibit 2.mengukur blok 7.pembuatan tata air 10.jungle survey dan soil survey 3.penyiapan dan pembersihan lahan 5.pengadaan lahan 4.pembersihan lahan 11.menanam penutup tanah ( cover crop ) 12. Begitu juga dengan perawatan dan pemupukan.biasanya masyarakt umum jika ingin membuka lahan itu bukan dari pembukaan hutan dan tinggal membeli bibit dari pihak-pihak yang menjual bibit kelapa sawit.penanaman tanaman Penanaman baru ( New Planting ) yang dilakukan oleh pihak perusahan berbeda hal nya dengan yang dilakukan oleh masyarakat.

kemudian ditiriskan dan dikeringanginkan sehingga antara benih satu dengan lainnya tidak lengket tetapi tidak smpai terlalu kering . Pada umur 45-50 hari atau daunnya sudah sebesar pipa sedotan air minum dan pangkal batangnya sudah membentuk bakal umbi bibit bawang merah sudah siap dipindah tanam. bibit bawang merah sebaiknya dicelupkan pada larutan bakterisida dan fungisida pada bagian akarnya. Benih yang sudah tumbuh disiram secara rutin untuk menjaga kelembabannya. Pengolahan tanah Pengolahan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi struktur tanah dan aerasi yang lebih baik. tiap 1 m3 media ditambah 1 kg ZA. yang sebelumnya bedengan semai harus dibasahi agar akar tidak rusak. II. terlebih dahulu kita harus menyiapkan media semai yang berupa campuran pupuk kandang yang sudah matang dan pasir (lebih baik media semai sudah disterilisasi) dengan perbandingan 5 : 1 Untuk memperoleh persemaian yang bagus. Perlakuan per-kecambahan yang harus diperhatikan adalah. pada bedengan persemaian harus dipasang sungkup (atap) dan sebaiknya dibuat agak tinggi. 1 Kg SP-36 dan 0. pertama benih dimasukkan ke dalam kantong plastik atau wadah yang berisi air hangat + 25 – 300C. selanjutnya pada bedengan dibuat larikan dengan jarak antar larikan 15 Cm. yaitu dengan cara mencabut bibit tersebut. dan dibiarkan selama 30 menit.5 Kg KCl. PERKECAMBAHAN Budidaya bawang merah dengan biji memerlukan penanganan yang sangat serius dan teliti terutama pada saat perkecambahan sampai pindah tanam. Bibit tersebut selanjutnya dipotong daunnya bagian atas sekitar 1/3-nya untuk mengurangi penguapan. PINDAH TANAM Persiapan yang dilakukan sebelum tanam adalah: 1.Budidaya Bawang Merah Posted on 19 November 2008 by penyair cinta (0) Comment I. . III. Media tersebut kita bentuk menjadi bedengan dengan ukuran disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah benih yang disemai. Bibit bawang merah disemprot dengan pestisida apabila ada gejala serangan hama atau penyakit. PERSEMAIAN Sebelum persemaian dilaksanakan. Sebelum tanam. Untuk menghindari panas dan hujan.

IV. dalam 50 Cm). Kegiatan membumbun dilakukan saat tanaman umur 30 dan 45 hst atau disesuaikan dengan kondisi umbi sampai menyembul ke permukaan tanah. Jarak tanam yang disarankan adalah 10 x 12 Cm per lubang 1 bibit untuk musim penghujan dan untuk musim kemarau 10 x 10 Cm per lubang 1 bibit. sehingga tanamannya tidak terganggu. yaitu kurang dari 50 Cm. 2. Pembuatan bedeng tanam Ukuran bedeng tanam disesuaikan dengan kondisi tekstur dan struktur tanah setempat. Penyiraman Penyiraman dilakukan dengan sprayer yang diisi air. tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Penanaman Sebelum ditanami sebaiknya bedeng tanam disiram terlebih dahulu untuk menciptakan kondisi tanah yang lebih basah. Bercak Ungu (Alternaria porii (ELL) Cif. 4. Akibat serangan : . Pengairan Dilakukan disesuaikan dengan kondisi tanah yang penting tanah harus tetap basah. dan dilakukan tiap pagi hari terutama sehabis hujan untuk menghindari penyebaran penyakit Alternaria porii (trotol). Pengendalian Hama dan Penyakit a.Daun bawang kering dan mati . yaitu: a. PEMELIHARAAN Meliputi kegiatan : 1. Tanah dengan tekstur liat/ tanah berat Pengolahan dengan sistem surjan dengan got/selokan dalam (lebar 40 Cm.Umbi yang berbentuk tidak sempurna ( kecil – kecil ) . Karena pengairan yang kurang akan mempengaruhi kesuburan tanaman dan ukuran umbi. b. c. 3. Tanah organik/gambut Tidak dilakukan pengolahan tanah secara intensifatau sering disebut dengan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah) dan bedengan tidak terlalu tinggi. Khusus untuk tanah berat terutama pada musim kering walaupun sudah disiram tetapi masih tetap keras perlu ditugal untuk membuat lubang tanamnya.2. Menyiang dan membumbun Menyiang dilakukan sesuai dengan kondisi gulma. 3. Tanah dengan tekstur pasir/ tanah ringan Tanah ringan sulit menyimpan air oleh karena itu bedengan diupayakan tidak terlalu tinggi.

Busuk Daun (Peronospora destructor) Akibat serangan: . Rebah bibit (Phytium debaryanum Hesse.) Akibat serangan : .Bibit di persemaian busuk.Terdapat pada ujung daun Pengendalian kimia: -Aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida dan Iprodion c. bulat.Saat tanaman mulai membentuk umbi pada cuaca yang cukup lembab maka gejala serangan akan berupa bercak hijau pucat dan selanjutnya berubah menjadi kapang.Tanaman yang baru tumbuh akan busuk dan mati Gejala serangan: .Penyemprotan dengan air bersih sehabis hujan atau pada pagi hari sebelum matahari terbit Pengendalian kimia: . cekung . Pengendalian teknis : . b.Aplikasi fungisida berbahan aktif metalaksil dan tebu konazol d.Daun kering dan mati Gejala serangan: .Bercak kecil. berwarna kuning .Warna putih hingga kelabu -Jika membesar bercak seperti membentuk cincin Pengendalian teknis : .Aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida dan Iprodion. Bercak daun Cercospora (Cercospora duddiae) Akibat serangan : -Terjadi klorosis pada daun Gejala serangan: -Bercak klorosis.Gejala serangan: . rebah dan selanjutnya akan mati Pengendalian teknis: -Menjaga kelembaban disekitar persemaian agar tidak terlalu tinggi Pengendalian kimia: -Aplikasi bakterisida.Penyemprotan dengan air bersihpada tanaman sehabis turun hujan Pengendalian kimia: . .

Cara penyimpanan disesuaikan dengan kondisi setempat.cara mengolah tanah dalam menanam bawang merah.pengolaham tanah budidaya bawang merah.kondisi tanah yang perlu diperhatikan. PASCA PANEN Umbi dapat bertahan + 1-2 bulan apabila cara penanganan pasca panennya baik. Ulat Akibat serangan: . Pemupukan Kebutuhan pupuk per hektarnya adalah sebagai berikut N = 200 Kg (ZA = 952 Kg/Ha). 5.Aplikasi insektisida yang berbahan aktif Klorpirifos. Pemupukan diberikan pada awal tanam sekitar setengah bagian dari total dan sisanya masing-masing 1/4 diberikan waktu umur 30 hst dan 55 hst.PENGENDALIAN PENYAKIT BERCAK UNGU PADA BAWANG MERAH. Cara memanen adalah dengan mencabut tanaman dan menjemurnya diteruk matahari langsung atau diletakkan di para-para.bercak ungu pada bawang merah.SISTEM OLAH TANAH UNTUK BUDIDAYA BAWANG MERAH.Daun tanaman menjadi putus-putus atau robek dan rusak Gejala serangan: -Terdapat telur ulat di sekitar tanaman. VI.PENYAKIT PADA BAWANG MERAH. Salah satu cara penyimpanannya adalah disimpan diatas para-para. .Daun bila diteropong tampak bekas dimakan ulat Pengendalian teknis: . ditandai dengan daun tanaman sudah mulai rebah dan umbi tersembul ke permukaan tanah. Incoming Search budidaya bawng merah dengan biji. PANEN Panen dilaksanakan saat tanaman umur 65-75 hst.Memotong daun yang terserang dan dibuang di lokasi yang berjauhan.ukuran bibit bawang merah untuk siap tanam .d. Pengendalian kimia: . V. Tebufenosida. K2O = 230 Kg (KCl = 383 Kg/Ha).Pengelolahan tanah terhadap bawang merah. P2O5 = 230 Kg (SP36 = 500 Kg/Ha).budidaya tanaman bawang merah pada tanah gambut.

atau individu lain yang berbeda jenis. Cakupan aspek abiotik meliputi semua komponen tidak hidup yang memengaruhi kehidupan individu yang dipelajari. dan kebijakan ekonomi-politik. cuaca dan iklim. individu lain yang sejenis. Cakupan aspek biotik meliputi individu itu sendiri.NO 1 A Agronomi adalah ilmu bercocok tanam. seperti tanah. Cabang penting ilmu-ilmu pertanian ini merupakan salah satu ilmu terapan yang berbasis biologi/botani yang mempelajari pengaruh dan manipulasi berbagai komponen biotik (hidup) dan abiotik (tidak hidup) terhadap suatu individu atau sekumpulan individu tanaman untuk dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. topografi. B .