P. 1
FIQHI

FIQHI

|Views: 65|Likes:

More info:

Published by: Luthfi fharuq Al Fairuz on May 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2011

pdf

text

original

Tugas individu

FIQHI
³Thaharah, Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah, Puasa, Zakat, Haji dan Umrah´

Oleh:

Lutfi
2040 3109 030

JURUSAN PEDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERASITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2011

Thaharah
1

PengertianThaharah Thaharah atau bersuci adalah membersihkan diri dari hadats, kotoran, dan najis dengan cara yang telah ditentukan, Firman Allah swt. Dalam surat Al-Baqarah:222

Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Macam ± macam Thaharah Thahharah terbagi dalam 2 bagian : 1. Suci dari hadats ialah bersuci dari hadats kecil yang dilakukan dengan wudhu atau tayamum, dan bersuci dari hadats besar yang dilakukan dengan mandi. 2. Suci dari najis ialah membersihkan badan, pakaian dan tempat dengan menghilangkan najis dengan air. Macam ± macam najis dibagi 3 : 1. Najis mughallazhah (berat/besar), yaitu najis yang disebabkan sentuhan atau jilatan anjing dan babi. Cara menyucikannya ialah dibasuh 7x dengan air dan salah satunya dengan tanah.2 2. . Najis mukhaffafah (ringan), yaitu najis air seni anak laki ± laki yang belum makan atau minum apa ± apa selain ASI. Cara menyucikannya dipercikkan air sedangkan air seni anak perempuan harus dibasuh dengan air yang mengalir hingga hilang zat atau sifatnya. 3. Najis mutawassithah (pertengahan), yaitu najis yang ditimbulkan dari air kencing, kotoran manusia, darah,dan nanah. Cara menyucikkannya dibasuh dengan air di tempat yang terkena najis sampai hilang warna, rasa, dan baunya. Macam ± macam Hadats dibagi 2:  Hadats besar ialah keadaan seseorang tidak suci dan supaya ia menjadi suci, maka ia harus mandi atau jika tidak ada air dengan tayamum. Hal ± hal yang menyebabkan seseorang berhadats besar ialah : a. Bersetubuh baik keluar mani ataupun tidak b. Keluar mani, baik karena bermimpi atu sebab lain c. Meninggal dunia d. Haid, nifas dan wiladah  Hadats kecil adalah keadaan seseorang tidak suci dan supaya ia menjadi suci maka ia harus wudhu atau jika tidak ada air dengan tayamum. Hal ± hal yang menyebabkan seseorang berhadats kecil ialah : a. Karena keluar sesuatu dari dua lubang yaitu qubul dan dubur b. Karena hilang akalnya disebabkan mabuk, gila atau sebab lain seperti tidur
2

c. Karena persentuhan antara kulit laki ± laki dan perempuan yang bukan mahramnya tanpa batas yang menghalanginya Karena menyentuh kemaluan. Perbedaan antara hadats, kotoran, dan najis merupakan sesuatu yang menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat. Hadats berbeda dengan najis karena hadats berarti keadaan dan bukan suatu benda atau zat tertentu sedangkan najis berarti benda atau zat tertentu dan bukan suatu keadaan. Adapun kotoran memiliki makna yang lebih umum dari najis, sebab meliputi pula sesuatu yang kotor namun tidak menghalangi seseorang melakukan ibadah, contohnya tanah, debu dan lain - lain. Pengertian Wudhu Wudhu menurut bahasa artinya bersih dan indah sedang menurut syara¶ artinya membersihkan anggota wudlu untuk menghilangkan hadas kecil. Syarat Wudhu a. b. c. d. e. Islam Mumayiz (dapat membedakan baik buruknya sesuatu pekerjaan). Tidak berhadas besar. Dengan air yang suci dan menyucikan. Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit seperti getah dsb yang melekat di atas kulit anggota wudhu.

Rukun Wudhu a. Niat. b. Membasuh seluruh muka. c. Membasuh kedua tangan sampai ke siku. d. Menyapu sebagian kepala. e. Membasuh dua telapak kaki sampai kedua mata kaki. f. Menertibkan rukun-rukun diatas. Sunnah Wudhu a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Membaca basmalah pada permulaan wudhu. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan. Berkumur-kumur. Membasuh lubang hidung sebelum berniat. Menyapu seluruh kepala dengan air. Mendahulukan anggota kanan dari pada kiri. Menyapu kedua telinga luar dan dalam. Menigakalikan membasuh. Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki. Membaca doa sesudah wudhu.
3

Yang Membatalkan Wudhu a. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur. b. Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk, dan tidur nyenyak. c. Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak memakai tutup. d. Tersentuh kemaluan dengan telapak tangan atau jari-jari yang tidak memakai tutup. Cara Berwudhu a. Membaca basmalah, sambil mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan sampai bersih. b. Berkumur-kumur tiga kali sambil membersihkan gigi. c. Mencuci lubang hidung tiga kali. d. Mencuci muka tiga kali. e. Mencuci kedua belah tangan hingga siku-siku tiga kali. f. Menyapu sebagian rambut kepala tiga kali. g. Menyapu kedua belah telinga tiga kali. h. Mencuci kedua belah kaki tiga kali sampai mata kaki. Pengertian Tayamum Tayamum ialah mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu yang suci. Tayamum adalah pengganti wudlu dan mandi dengan syarat-syarat tertentu Syarat Tayamum a. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya tetapi tidak bertemu b. Berhalangan menggunakan air misalnya; karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya. c. Telah masuk waktu shalat. d. Dengan debu yang suci. Rukun Tayamum a. b. c. d. Mengusapkan muka dengan debu tanah dengan dua kali usapan. Mengusap dua belah tangan hingga siku dengan debu tanah dua kali. Memindahkan debu kepada anggota yang diusapkan. Tertib.

Sunah Tayamun a. b. c. Membaca basmalah. Mendahulukan anggota kanan dari pada kiri. Menepiskan debu.

4

Yang Membatalkan Tayamum a. Segala yang membatalkan wudhu. b. Melihat air sebelum shalat kecuali yang bertayamum karena sakit c. Murtad. Pengertian mandi jinabah

Artinya : ³dan jika kamu junub maka mandilah´ Mandi Jinabah adalah mandi dikarenakan keadaan junub yaitu disebabkan hal-hal berikut : a. b. c. d. e. f. Bersetubuh, baik keluar mani ataupun tidak. Keluar mani, baik keluarnya karena bermimpi ataupun sebab lain dengan sengaja atau tidak; dengan perbuatan sendiri atau bukan. Mati; dan matinya itu bukan mati syahid. Karena selesai nifas. Karena wiladah. Karena selesai haid.

Rukun mandi a. Niat: b. Membasuh seluruh badan dengan air yakni meratakan air kesemua rambut dan kulit. c. Menghilangkan najis Sunnah mandi a. b. c. d. e. f. Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari seluruh badan. Membaca basmalah pada permulaan mandi. Menghadap kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan bagian kanan dari pada kiri. Membasuh badan sampai tiga kali. Membaca do¶a sebagaimana membaca do¶a sesudah berwudlu. Mendahulukan mengambil air wudlu yakni sebelum mandi; disunahkan berwudlu lebih dahulu.

Larangan bagi yang haid a. Bersenang-senang dengan apa yang antara pusar dan lutut. b. Berpuasa baik sunah maupun wajib. c. Dijatuhi thalak (cerai).

5

d. Melakukan tawaf di Baitullah

Penyelenggaraan dan shalat Jenazah
Pengertian Shalat Jenazah Shalat jenazah adalah shalat yang dikerjakan dengan empat kali takbir. Setelah takbir pertama, dilanjutkan dengan membaca surat Al_Fatihah. Setelah takbir kedua, membaca shalawat ke atas Nabi Muhammad shallallahu µalaihi wa sallam. Setelah takbir ketiga, membacakan doa untuk jenazah. Setelah itu dilakukan takbir keempat dan diakhiri dengan salam. Shalat jenazah dilakukan manakala jenazah masih ada dan belum dimakamkan. Hukum Shalat Jenazah Shalat jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah, maksudnya suatu kewajiban kolektif. Apabila sudah ada di antara kaum muslimin yang mengerjakan atau mewakili, maka kewajiban muslim yang lainnya menjadi gugur. Keutamaan Shalat Jenazah Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda, ³Siapa yang menyaksikan jenazah dan ikut menshalatinya, dia mendapat (pahala) satu qirat. Siapa yang menyaksikannya sampai dikuburkan, dia mendapat (pahala) dua qirat. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam ditanya, Apakah dua qirat itu? Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam menjawab: Seperti dua buah gunung yang besar.´ [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Bukhari dan Muslim] Tata Cara Mendampingi Seseorang Menghadapi Sakratulmaut 1. bagi orang yang hampir meninggal dunia, disunnahkan untuk diajari meng-ucapkan tahlil, yaitu kalimat ³Laa ilaaha illallahu.´ yang artinya tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam, ³Ajarkanlah kalimat Laa ilaaha illallahu (kepada orang yang hampir meninggal di antara kamu.´ [Hadits shahih, diriwayat-kan oleh Muslim] 2. Menghadapkan orang yang hampir meninggal dunia ke arah kiblat. Tata Cara Merawat Jenazah Sebelum Dikuburkan 1. Memejamkan matanya

6

2. Memandikan jenazah. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam, ³Mandikanlah dia (anak perempuan Nabu Muhammad shallallahu µalaihi wa sallam) tiga kali atau lima kali atau lebih banyak dari itu, jika kalian memandang perlu.´ [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Bukhari dan Muslim] 3. Mengkafankan jenazah. Berdasarkan riwayat dari Aisyah radhiyallahu µanha bahwa Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam difafani dalam tiga lembar kain putih bersih, tidak ada padanya baju dan tidak pula sorban. [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al_Bukahri dan Muslim] 4. Diberi farfum atau kapur barus, bunga, atau yang lainnya (wewangian). rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda, ³Jika kalian memberi parfum pada mayat, beri parfum tiga kali.´ [Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Al_Hakim] 5. Dishalatkan 6. Dimakamkan/dikuburkan Cara Memandikan Jenazah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Letakkan mayat di tempat mandi yang disediakan. Tutup seluruh anggota mayat kecuali muka. Semua Bilal hendaklah memakai sarong tangan sebelah kiri. Sediakan air sabun. Sediakan air kapur barus. Istinjakkan mayat terlebih dahulu. Mengeluarkan kotoran dalam perutnya dengan menekan atau mimicit-micit perutnya secara perlahan-lahan dan hati serta kotoran dalam mulutnya dengan menggunakan kain alas agar tidak tersentuh auratnya. 8. Siram dan basuh dengan air sabun. Kemudian gosokkan giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari tangan dan kakinya dan rambutnya. 9. Selepas itu siram atau basuh seluruh anggota mayat dengan air sabun. 10. Kemudian bilas dengan air yang bersih seluruh anggota mayat sambil berniat :

Lafaz niat memandikan jenazah lelaki :

³Niat saya memandikan jenazah (laki-laki) kerana Allah Taala´

Lafaz niat memandikan jenazah perempuan :

7

³Niat saya memandikan jenazah (perempuan) kerana Allah Taala´ 11. Telentangkan mayat, siram atau basuh dari kepala hingga hujung kaki 3 kali dengan air bersih. 12. Siram sebelah kanan 3 kali. 13. Siram sebelah kiri 3 kali. Kemudian mengiringkan mayat ke kiri basuh bahagian lambung kanan sebelah belakang. Mengiringkan mayat ke kanan basuh bahagian lambung sebelah kirinya pula.Telentangkan semula mayat, ulangi menyiram 14. Lepas itu siram dengan air kapur barus. 15. Lepas itu wudukkan mayat. Lafaz niat mewudukkan jenazah lelaki :

³Sahaja aku berniat mewudukkan jenazah (lelaki) ini kerana Allah s.w.t´ Lafaz niat mewudukkan jenazah perempuan :

³Sahaja aku berniat mewudukkan jenazah (perempuan) ini kerana Allah s.w.t´ 16. Setelah selesai dimandikan dan diwudukkannya dengan baik dan sempurna hendaklah dilapkan menggunakan tuala pada seluruh badan mayat. 17. Lepas itu usung dengan menutup seluruh anggotanya. 18. Segala apa-apa yang tercabut dari anggota mayat, hendaklah dimasukkan ke dalam kapan berama (Contoh : rambut, kuku dll). Mengafani Jenazah Disunatkan bagi jenazah laki-laki dgn tiga lapis kain tanpa baju dan surban. Masing-masing lapis menutupi seluruh jenazah. Cara memakaikannya kain kafan dihamparkan sehelai-sehelai dan ditaburkan harum-haruman. Kemudian jenazah diletakkan diatasnya. Kedua tangannya diletakkan diatas dadanya Disunatkan bagi jenazah wanita dikafani dengan lima lembar kain yaitu basahan,baju, tutup kepala,cadar dan kain yang menutupi seluruh tubuhnya. Cara memakaikannya dihamparkan kain

8

untuk membungkus seluruh tubuh,diberi harum-haruman, kemudian jenazah dibungkus seluruh tubuhnya dengan kain pembungkus. Cara-cara mengkafankan jenazah Pertama Hendaklah disediakan tiga lembar kain kafan dibentangkan dengan disusun, kain yang : paling lebar diletakkan di bawah atau dengan cara kain tiga lembar dibentangkan dan letaknya agak serong yang atas melebar dan yang bawah mengecil, setiap lembar disapu dengan wangi-wangian atau minyak wangi yang tidak mengandungi alkohol. Kedua : Hendaklah disediakan tali pengikat sebanyak tiga atau lima utas yang diletakkan di bawah kain kafan tersebut. Ketiga : Hendaklah disediakan kapas yang disapu dengan wangi-wangian dan kayu cendana yang digunakan untuk menutup antara lain : 1. Kemaluan 2. Wajah (muka) 3. Kedua buah dada 4. Kedua Telinga 5. Kedua siku tangannya 6. Kedua tumitnya Keempat Angkatlah mayat tersebut dengan berhati-hati kemudian baringkan di atas kain kafan yang sudah dibentangkan. : Kelima : Tutupkan jenazah itu dengan kapas yang telah disediakan pada bahagian-bahagian yang telah disebutkan di atas. Keenam Hendaklah kain kafan tersebut diselimutkan atau ditutupkan dari lembar yang paling atas sampai lembar yang paling bawah, kemudian ikatlah dengan tali daripada kain yang telah disediakan sebanyak tiga atau lima ikatan. Semua tali pengikat mayat hendaklah disimpul hidup di sebelah kiri. Sebelum diikat di bahagian kepala, benarkan warisnya melihat atau menciumnya. Tulislah kalimah ³ALLAH dan MUHAMMAD´ di dahi mayat dengan menggunakan minyak wangi. Setelah siap diikat renjislah dengan air mawar dan sapulah minyak wangi.

Menshalatkan Jenazah
9

1.Syarat shalat jenazah Menutup aurat,suci dari hadats kecil dan besar, bersih pakaian ,tempat dari najis, menghadap kiblat. o Jenazah telah dimandikan dan dikafani o Letak jenazah didepan orang yang menshalatkan, kecuali shalat gaib.
o

2. Rukun Shalat Jenazah 1. Niat 2. Berdiri bagi yang mampu 3. Takbir 4x a. Pertama, membaca surah al-fatihah b. Kedua, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW c. Ketiga, membaca doa untuk jenazah Membaca doa untuk jenazah ³Allahummagh firlahu warhamhu wa µaafihi wa¶fu µanhu,´ yang artinya Ya Allah ampunilah dia dan kasihanilah dia. Sejahterakanlah dia dan maafkan-lah kesalahannya. d. Keempat, Membaca doa untuk diri sendiri dan jenazah ³Allahumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba¶dahu waghfirlanaa wa lahu,´ yang artinya Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kami sebagai penghalang bagi dia untuk mendapatkan pahalanya dan janganlah Engkau beri kami fitnah sepeninggalannya dan ampunilah kami dan dia. e. Memberi salam. Dalam mengerjakan shalat jenazah, yang paling utama ialah dikerjakan secara berjemaah dan harus dijadikan tiga saf (barisan) sekurang-kurangnya setiap satu saf dua orang. 3. Cara mengerjakan Shalat Jenazah a. Bagi jenazah lelaki, Imam yang akan mendirikan shalat ke atasnya hendaklah berdiri searah dengan kepala jenazah itu. b. Bagi jenazah perempuan, Imam hendaklah berdiri searah dengan lambung atau bahagian tengah jenazah itu. c. Tentang tempat untuk mengerjakan shalat jenazah, diperbolehkan di dalam masjid, di surau atau di tempat lainnya yang memungkinkan shalat berjemaah dengan syarat tempatnya itu luas dan bersih. 4. Sunat Shalat jenazah a. Mengangkat tangan pada setiap takbir
10

b. c. d. e.

Merendahkan suara bacaan Membaca Taawudz Disunatkan banyak pengikutnya. Memperbanyak shaf.

Menguburkan jenazah Tata cara menguburkan jenazah 1. Dibuat liang lahad sepanjang badan jenazah, dalamnya kira-kira satu meter. Didasar lubang dibuat miring lebih dalam kearah kiblat 2. Ketika meletakan jenazah hendaknya dibacakan lafal ³Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah SAW´. 3. Tali-tali pengikat kain dilepas, pipi kanan dan ujung kaki ditempelkan pada tanah. 4. Jenazah ditutup dengan papan/kayu lalu ditimbun tanah 5. Menyiram dengan air diatas tanah kubur 6. Mendoakan dan memohon ampun.

Puasa
Perintah dalam Al-Quran Perintah berpuasa dari Allah terdapat dalam Al-Quran di surat Al-Baqarah ayat 183. "Yaa ayyuhaladziina aamanuu kutiba alaikumus siyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la allakum tataquun" ³ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." Puasa dalam agama Islam atau Shaum (dalam Bahasa Arab ) artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183. Berpuasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Jenis-jenis Puasa
11

a. Puasa yang hukumnya wajib o Puasa Ramadan o Puasa karena nazar o Puasa kifarat atau denda b. Puasa yang hukumnya sunah o Puasa 6 hari di bulan Syawal o Puasa Arafah o Puasa Senin-Kamis Waktu yang haram untuk berpuasa
y y y

Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal) Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijjah) Hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

Syarat wajib puasa 1. 2. 3. 4. 5. Beragama Islam Berakal sehat Baligh (sudah cukup umur) Mampu melaksanakannya Orang yang sedang berada di tempat (tidak sedang safar)

Syarat sah puasa 1. Islam (tidak murtad) 2. Mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk) 3. Suci dari hadast Yang menbatalkan puasa 1. Makan dan minum dengan sengaja. 2. Muntah dengan sengaja 3. Haidh dan nifas 4. Keluarnya mani dengan sengaja. 5. Berniat membatalkan puasa. 6. Jima¶ (bersetubuh) di siang hari.

Rukun puasa
12

1. Niat 2. Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Zakat
´Dirikanlah Shalat dan berikanlah zakat. Apa yang kamu dahulukan dari kebaikan untuk

dirimu, akan kamu dapatkan dia pada ALLAH. Bahwa ALLAH melihat apa yang kamu kerjakan´. Menurut Bahasa(lughat), zakat berarti : tumbuh; berkembang; kesuburan atau bertambah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10). Menurut Hukum Islam (istilah syara'), zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu(Al Mawardi dalam kitab Al-Hawiy). Selain itu, ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqh, mengatakan bahwa sadaqah wajib dinamakan zakat, sedang sadaqah sunnah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunnah dinamakan shadaqah Penyebutan Zakat dan Infaq dalam Al-Quran dan As-Sunnah 1. Zakat (QS. Al Baqarah : 43) 2. Shadaqah (QS. At Taubah : 104) 3. Haq (QS. Al An'am : 141) 4. Nafaqah (QS. At Taubah : 35) 5. Al 'Afuw (QS. Al A'raf : 199) A. Hukum Zakat Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia. B. Macam-macam Zakat a. Zakat Nafs (jiwa), juga disebut zakat fitrah. b. Zakat Maal (harta). C. Syarat-syarat Wajib Zakat 1. Muslim 2. Aqil 3. Baligh 4. Memiliki harta yang mencapai nishab D. Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati 1. Milik Penuh (Almilkuttam)
13

Yaitu : harta tersebut berada dalam kontrol dan kekuasaanya secara penuh, dan dapat diambil manfaatnya secara penuh. Harta tersebut didapatkan melalui proses pemilikan yang dibenarkan menurut syariat islam, seperti : usaha, warisan, pemberian negara atau orang lain dan cara-cara yang sah. 2. Berkembang Yaitu : harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau mempunyai potensi untuk berkembang. 3. Cukup Nishab Artinya harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara'. sedangkan harta yang tidak sampai nishabnya terbebas dari Zakat 4. Lebih Dari Kebutuhan Pokok (Alhajatul Ashliyah) Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya. 5. Bebas Dari hutang Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi senishab yang harus dibayar pada waktu yang sama (dengan waktu mengeluarkan zakat), maka harta tersebut terbebas dari zakat. 6. Berlalu Satu Tahun (Al-Haul) Maksudnya adalah bahwa pemilikan harta tersebut sudah belalu satu tahun. Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Sedang hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul. E. Harta(maal) yang Wajib di Zakati 1. Binatang Ternak Hewan ternak meliputi hewan besar (unta, sapi, kerbau), hewan kecil (kambing, domba) dan unggas (ayam, itik, burung). 2. Emas Dan Perak Emas dan perak merupakan logam mulia yang selain merupakan tambang elok, juga sering dijadikan perhiasan. Emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke waktu. Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang (potensial) berkembang. Oleh karena syara' mewajibkan zakat atas keduanya, baik berupa uang, leburan logam, bejana, souvenir, ukiran atau yang lain. Termasuk dalam kategori emas dan perak, adalah mata uang yang berlaku pada waktu itu di masing-masing negara. Oleh karena segala bentuk penyimpanan uang seperti tabungan, deposito, cek, saham atau surat berharga lainnya, termasuk kedalam kategori emas dan perak. sehingga penentuan nishab dan besarnya zakat disetarakan dengan emas dan perak. 3. Harta Perniagaan, Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya. Perniagaan tersebut di usahakan secara perorangan atau perserikatan seperti CV, PT, Koperasi, dsb.
14

4. Hasil Pertanian Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumputrumputan, dedaunan, dll. 5. Ma-din dan Kekayaan Laut Ma'din (hasil tambang) adalah benda-benda yang terdapat di dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti emas, perak, timah, tembaga, marmer, giok, minyak bumi, batu-bara, dll. Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti mutiara, ambar, marjan, dll. 6. Rikaz Rikaz adalah harta terpendam dari zaman dahulu atau biasa disebut dengan harta karun yang tidak ada pemiliknya. Zakat, infaq dan shadaqah memiliki fadhilah dan faedah yang sangat banyak, bahkan sebagian ulama telah menyebutkan lebih dari duapuluh faedah, diantaranya: a. Ia bisa meredam kemurkaan Allah, Rasulullah SAW, bersabda: " Sesunggunhnya shadaqah secara sembunyi-sembunyi bisa memadamkan kemurkaan Rabb (Allah)" (Shahih At-targhib) b. Menghapuskan kesalahan seorang hamba, beliau bersabda: "Dan Shadaqah bisa menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api" (Shahih At-targhib) c. Orang yang besedekah dengan ikhlas akan mendapatkan perlindungan dan naungan Arsy di hari kiamat. Rasulullah saw bersabda: "Tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya diantaranya yaitu: "Seseorang yang menyedekahkan hartanya dengan sembunyisembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya." (Muttafaq 'alaih) d. Sebagai obat bagi berbagai macam penyakit baik penyakit jasmani maupun rohani. Rasulullah saw, bersabda: "Obatilah orang-orang yang sakit diantaramu dengan shadaqah." (Shahih At-targhib) beliau juga bersabda kepada orang yang mengeluhkan tentang kekerasan hatinya: "Jika engkau ingin melunakkan hatimu maka berilah makan pada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim." (HR. Ahmad) e. Sebagai penolak berbagai macam bencana dan musibah. f. Orang yang berinfaq akan didoakan oleh malaikat setiap hari sebagaimana sabda Rasulullah saw: "Tidaklah dating suatu hari kecuali akan turun dua malaikat yang salah satunya mengatakan, "Ya, Allah berilah orang-orang yang berinfaq itu balasan, dan yang lain mengatakan, "Ya, Allah berilah pada orang yang bakhil kebinasaan (hartanya)." (Muttafaq 'alaihi) g. Orang yang membayar zakat akan Allah berkahi hartanya, Rasulullah saw bersabda: "Tidaklah shadaqah itu mengurangi harta." (HR. Muslim)

15

h. Allah akan melipatgandakan pahala orang yang bersedekah, (QS. Al-Baqarah: 245) i. Shadaqah merupakan indikasi kebenaran iman seseorang, Rasulullah saw bersabda, "Shadaqah merupakan bukti (keimanan)." (HR.Muslim) j. Shadaqah merupakan pembersih harta dan mensucikannya dari kotoran. sebagaimana wasiat beliau kepada para pedagang, "Wahai para pedagang sesungguhnya jual beli ini dicampuri dengan perbuatan sia-sia dan sumpah oleh karena bersihkanlah ia dengan shadaqah."

Haji dan Umrah
Jenis ± jenis haji 1. Haji Tamattu : Jenis ini yang paling afdhal, yaitu ketika di miqot mengucapkan niat: ( ). Jadi anda harus berumrah dulu lalu tahallul dengan melepaskan pakaian ihram dan halal melakukan hal-hal yang dilarang pada waktu ihram. Kemudian pada hari ke-8 anda berniat haji dan melakukan petunjuk-petunjuk yang ada dalam risalah singkat ini, tetapi anda harus ingat bahwa anda harus membayar atau menyembelih hadyi. ). 2. Haji Ifrad: Yaitu berniat untuk haji saja dengan mengucapkan niat ketika di miqot: ( Bila anda thawaf qudum maka itulah yang terbaik dan disunnahkan, dan anda tetap berihram hingga hari penyembelihan, kemudian pada tanggal 8 dan seterusnya anda dapat melakukan petunjuk-petunjuk yang ada dalam risalah ini, tetapi anda tidak perlu membayar atau menyembelih hadyi. 3. Haji Qiran: Yaitu berihram dari miqot untuk haji dan umrah bersama-sama dengan mengucapkan niatnya: ( ). Bila telah sampai ke Baitullah, anda thawaf 7 putaran (thawaf qudum) lalu bersa¶i 7 putaran dengan niat sa¶i untuk haji dan umrah. Tetapi anda boleh menunda sa¶i ini hingga selesai thawaf ifadhah. Dan yang lebih baik adalah bila melakukannya setelah thawaf qudum. Anda tetap dalam keadaan ihram hingga hari penyembelihan, kemudian pada tanggal 8 dan seterusnya anda dapat melakukan petunjuk-petunjuk yang ada dalam risalah ini, tetapi anda tidak wajib membayar atau menyembelih hadyi. Cara umrah 1. Jika seorang muslim hendak berihram untuk umrah maka ia harus melepaskan seluruh pakaiannya, mandi sebagaimana ia mandi junub lalu memakai minyak wangi dan semacamnya, lalu dioleskan di kepala dan jenggot.

16

2. Setelah mandi, memakai pakaian ihram, kemudian sholat jika telah masuk waktu sholat fardhu, bila tidak, maka ia langsung ihram (niat) untuk umrah tanpa sholat, dan mengucapkan: ) ( lalu bertalbiyah:

((

-

-

))

³Saya memenuhi panggilan-Mu ya Allah, saya memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, saya memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian, nikmat dan kerajaan itu adalah milikMu, tiada sekutu bagi-Mu.´ Pria bertalbiyah dengan mengeraskan suara, sedang wanita mengucapkannya sekedar didengar oleh orang yang ada di sebelahnya. 3. Bila orang yang ingin ihram itu khawatir adanya gangguan yang menghalangi kesempurnaan umrahnya, maka sebaiknya mengucapkan syarat ketika membaca niat ihram yang berbunyi:

(

)

³Jika aku tertahan oleh suatu rintangan maka tempat dan waktu tahallulku adalah di mana saya tertahan.´ Karena ketika ia mengucapkan syarat ini kemudian terjadi sesuatu yang menghalanginya menyempurnakan umrahnya maka ia bisa bertahallul tanpa membayar tebusan. 4. Disunnahkan baginya ketika memasuki Mesjid Haram untuk mendahulukan kaki kanan sambil membaca:

)) ((
³Dengan nama Allah, sholawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah! Ampunilah dosadosaku dan bukalah pintu-pintu rahmat-Mu. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dan dengan wajah-Nya Yang Mulia serta dengan kekuasaan-Nya yang qodim (tidak berawal) dari setan yang dirajam.´ Kemudian menuju Hajar Aswad untuk memulai thawaf, mengusapnya dengan tangan kanan lalu menciumnya, bila sulit menyentuhnya dengan tangan, cukup menghadap ke arah Hajar Aswad lalu memberi isyarat kepadanya tanpa mencium tangan. Dan sebaiknya tidak berdesak-desakan sehingga tidak mengganggu orang lain terutama orang-orang lemah. Doa yang dibaca ketika menyentuh Hajar Aswad:

)) ((
17

³Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah! Dengan beriman kepada-Mu, membenarkan Kitab-Mu (Al-Qur¶an), setia kepada janji-Mu dan dengan mengikuti Sunnah Nabi-Mu (aku berthawaf di sekeliling Ka¶bah ini).´ 5. Kemudian memutar ke sisi kanan dan menjadikan Ka¶bah di sebelah kirinya. Bila telah sampai pada Rukun Yamani, ia mengusapnya tanpa mencium, tetapi bila sulit maka tidak perlu berdesak-desakan. Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca ayat:

³Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.´ (Q.S. Al-Baqorah: 201) Dan setiap melewati Hajar Aswad, memberi isyarat dengan tangan dan bertakbir. Selebihnya ia membaca dzikir, doa atau baca Al-Qur¶an. Perintah thawaf di Baitullah, sa¶i antara Shafa dan Marwah dan melempar jumrah adalah untuk menegakkan Dzikrullah. 6. Dalam thawaf qudum ini (thawaf yang pertama kali dilakukan ketika tiba) disunnahkan bagi laki-laki untuk mengerjakan dua perkara berikut ini: Pertama: Al-Idhthiba¶ sejak mulai thawaf hingga selesai. Adapun bentuknya adalah meletakkan bagian tengah selendang ihram di bawah ketiak kanan, dan kedua ujungnya disampirkan di atas bahu kiri. Setelah selesai thawaf, selendang itu diletakkan kembali seperti semula, sebelum melakukan sa¶i. Karena Al-Idhthiba¶ hanya pada waktu thawaf saja. Kedua: Lari-lari kecil pada 3 putaran pertama, adapun 4 putaran terakhir hanya berjalan biasa saja. 7. Setelah menyelesaikan thawaf 7 putaran lalu menuju maqom Ibrahim sambil membaca ayat:

³Dan jadikanlah sebahagian makam Ibrahim tempat sholat.´ (Q.S. Al-Baqorah: 125) Kemudian sholat dua raka¶at di belakangnya jika memungkinkan, kalau tidak maka ia boleh melaksanakan sholat di mana saja di dalam mesjid. Dalam raka¶at pertama setelah membaca Al-Fatihah membaca surah Al-Kafirun dan pada raka¶at kedua membaca surah AlIkhlas. 8. Kemudian menuju tempat sa¶i, setelah dekat ke bukit Shafa, lalu membaca ayat:

18

³Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagian dari syi¶ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa¶i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.´ (Q.S.Al-Baqorah: 158) Lalu membaca:

((
³Mulailah dengan apa yang dimulai oleh Allah.´

))

Kemudian naik ke bukit Shafa hingga melihat Ka¶bah, lalu menghadap kepadanya sambil mengangkat tangan, memuji Allah dan memohon doa kepada-Nya dengan doa yang disenangi. Adapun doa yang disenangi Rasulullah SAW:

((

))

³Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, Pemilik kerajaan dan pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada tuhan selain Allah semata, Dia melaksanakan janjiNya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan bala tentara musuh sendirian.´ Doa ini dibaca sebanyak tiga kali kemudian berdoa di sela-selanya dengan doa yang disenangi. Kemudian turun dari bukit Shafa menuju Marwah, bila sampai ke tanda hijau, berlari secepatnya sesuai dengan kemampuan tanpa mengganggu orang lain. Bila sampai pada tanda hijau kedua ia kembali berjalan sebagaimana biasa hingga sampai ke bukit Marwah dan menaikinya, lalu menghadap kiblat, mengangkat tangan dan berdoa dengan doa yang disenangi. Kemudian turun dari Marwah kembali menuju Shafa, berjalan kaki di tempat berjalan kaki dan berlari di tempat berlari. Ketika sampai ke bukit Shafa, ia melakukan apa yang ia lakukan di awal mula dengan membaca doa dan dzikir. Demikian pula ketika sampai ke bukit Marwah, hingga sempurna 7 putaran. Dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali putaran dan kembali dari Marwah ke Shafa dihitung satu kali putaran. Ketika sa¶i membaca apa saja yang disenangi seperti dzikir, doa dan bacaan Al-Qur¶an. Bila ia telah melengkapi sa¶inya 7 kali putaran, bagi laki-laki mencukur habis atau memendekkan rambut dan bagi perempuan memotong setiap ujung kelabang rambutnya sepanjang satu ruas jari-jari. Mencukur rambut hendaklah merata ke seluruh kepala, demikian pula ketika memangkas pendek harus merata. Mencukur gundul lebih baik dari sekedar mencukur pendek, karena Rasulullah SAW mendoakan orang-orang yang mencukur gundul tiga kali dan hanya sekali
19

mendoakan orang-orang yang memangkas pendek. Kecuali bila waktu pelaksanaan haji sudah dekat yang tidak memungkinkan rambut bisa tumbuh cepat. Maka yang paling baik ia lakukan adalah memotong pendek, agar bisa dipotong gundul pada waktu haji. Cara haji Rukun-rukun haji adalah: a. b. c. d. Ihram Wukuf di arafah Tawaf ifadah Sa¶i antara safa dan marwah

Barangsiapa yang meninggalkan salah satu rukun, maka hajinya tidak sah dan tidak sempurna kecuali dengannya. Wajib-wajib haji adalah: 1. Berihram dari Miqot. 2. Wuquf di Arafah hingga matahari terbenam, bagi yang wuquf di siang hari. 3. Mabit di Muzdalifah sampai masuk waktu fajar hingga langit menguning, kecuali orang-orang yang lemah dan kaum wanita, boleh keluar pada waktu tengah malam. 4. Mabit di Mina pada malam-malam hari tasyriq. 5. Melempar jumrah pada hari-hari tasyriq. 6. Mencukur gundul atau memendekkan rambut setelah melempar jumrah Aqobah. 7. Thawaf Wada¶. Barangsiapa yang meninggalkan salah satu wajib haji maka ia harus memotong dam (tebusan) untuk dibagikan kepada orang-orang fakir miskin. Larangan-larangan ketika berihram adalah: Memakai wangi-wangian, memotong rambut dan kuku, menutup kepala dengan sesuatu yang bersentuhan langsung dengan kepala (topi, kopiah dll), membunuh binatang buruan, melakukan hubungan suami-istri (jima¶), melakukan akad nikah, memakai pakaian berjahit seperti baju kaos, celana dan sebagainya serta menebang pohon atau tumbuh-tumbuhan hijau di tanah haram.

20

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->