P. 1
Sifat-Sifat Bahan Teknik PRINT

Sifat-Sifat Bahan Teknik PRINT

|Views: 491|Likes:
Published by Joko Purnama

More info:

Published by: Joko Purnama on May 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2011

pdf

text

original

PENGETAHUAN

BAHAN TEKNÌK
ÌWAN SUSANTO, M.T.
Sifat-Sifat Bahan Teknik
1. Sifat-sifat Mekanik
2. Sifat Thermal
3. Sifat kelistrikan
1.1 Sifat-sifat Mekanik
Kekuatan (strength)
Elastisitas (elasticity)
Kekakuan (stiffness)
Keuletan (ductility)
Kerapuhan (Brittleness)
Kemamputempaan (malleability)
Kekerasan (Hardness)
Daya lenting (resilience)
Keuletan (taughness)
Kemuluran (creep)
Mampu mesin (machinability)
Kekuatan (strength)
Kemampaun bahan untuk menahan tegangan
tanpa kerusakan
Beberapa bahan seperti baja struktur, besi
tempa, alumunium dan tembaga, mempunyai
kekuatan tarik dan tekan yang hampir sama
Sementara kekuatan gesernya adalah kira-kira
dua-pertiga kekuatan tariknya
Ukuran dari kekuatan bahan adalah tegangan
maksimumnya atau gaya terbesar persatuan
luas yang dapat ditahan bahan tanpa patah.
Elastisitas (elasticity)
Sifat kemampuan bahan untuk kembali
ke ukuran dan bentuk asalnya, setelah
gaya luar dilepas
Sifat ini penting pada semua struktur
yang mengalami beban yang berubah-
ubah, terlebih-lebih pada alat-alat dan
mesin-mesin presisi.
Kekakuan (stiffness)
Sifat yang didasarkan pada sejauh mana bahan
mampu menahan perubahan bentuk
Sifat ini sangat penting pada bahan yang
digunakan sebagai balok, kolom, mesin dan
alat-alat mesin
Ukuran kekakuan suatu bahan adalah modulus
elastisitasnya, yang diperoleh dengan membagi
tegangan satuan dengan perubahan bentuk
satuan-satuan yang disebabkan oleh tegangan
tesebut.
Keuletan (ductility)
Sifat dari suatu bahan yang memungkinkannya
bisa dibentuk secara permanen melalui
perubahan bentuk yang besar tanpa
kerusakan, misalnya tembaga yang dibentuk
menjadi kawat
Keuletan diperlukan pada batang atau bagian
yang mungkin mengalami beban yang besar
secara tiba-tiba, karena perubahan bentuk
yang berlebihan akan memberikan tanda-
tanda ancaman kerusakan.
Kerapuhan (Brittleness)
Lawan dari keuletan
Bahan-bahan yang rapuh dapat rapuh
secara tiba-tiba, tanpa tanda-tanda, bila
tegangan melampaui kekuatannya.
Kemamputempaan (malleability)
Sifat suatu bahan yang bentuknya bisa
diubah dengan memberikan tegangan-
tegangan tekan tanpa kerusakan
Seperti tembaga, alumunium, atau besi
tempa yang dipukul menjadi berbagai
bentuk atau baja yang dirol menjadi
bentuk struktur atau lembaran.
Kekerasan (Hardness)
Kemampaun suatu bahan untuk menahan
takik dan kikisan
Kekerasan umumnya diukur dengan uji
brinell di mana suatu bola baja yang
dikerasakan dengan diameter 10 mm di
tekan pada permukaan datar suatu
spesimen uji dengan gaya 29,420 N.
Daya lenting (resilience)
Sifat bahan yang mampu meyerap energi yang
terjadi akibat beban benturan atau pukulan
secara tiba-tiba tanpa menyebabkan
perubahan bentuk yang permanen
Sifat ini pada paja digunakan pada pegas,
pegas mobil, kreta api, jam dan sebagainya
dimana energi harus cepat diserap tanpa
terjadi perubahan bentuk permanen.
Keuletan (taughness)
Sifat suatu abahan yang memungkinkan
meyerap energi pada tegangan yang
tinggi tanpa patah, yang biasanya diatas
batas elastis
Besi tempa misalnya adalah ulet, oleh
karena itu dapat dibengkokan tanpa
mengalami kerusakan.
Kemuluran (creep)
Sifat yang menyebabkan beberapa
bahan pada tegangan konstan
mengalami perubahan bentuk dengan
perlahan, tetapi makin lama makin
bertambah dalam suatu selang waktu
Pada perancangan ketel, turbin dan
motor bakar serta mesin-mesin yang
bekerja diatas 600 oF, sifat kemuluran ini
adalah sangat penting.
Mampu mesin (machinability)
Kesiapan suatu bahan dibentuk menjadi
bentuk tertentu dengan alat-alat
pemotong.
Pengujian bahan untuk mengetahui
sifat mekniknya
Pengujian Tarik
Pengujian Tekan
Pengujian Puntir
Pengujian Kekerasan
Pengujian Ìmpac
Pengujian Kelelahan(fatique)
Pengujian Perambatan(Creep)
Pengujian Tarik
Pada uji tarik benda uji diberi beban gaya
tarik sesumbu yang bertambah besar
secara kontinu, bersamaan itu dilakukan
pengamatan mengenai perpajangan yang
dialami benda uji.
S=F/A= E x e
Pengujian Tekan
Uji tekan mirip dengan uji tarik,
perbedaannya adalah arah gaya/beban
yang diberikan berlawanan dengan arah
beban pada uji tarik
Tegangan dan regangan yang terjadi
bertanda negatif.
Pengujian Puntir
Puntiran adalah suatu pembebanan yang
penting
Sebagai contoh, kekuatan puntir menjadi
permasalahan pada poros-poros
Pengujian ini digunakan untuk menetukan
keliatan dan kegetasan suatu bahan.
Pengujian Kekerasan
Uji Kekerasan Brinell
Uji Kekerasan Vickers
Uji Kekerasan Brinell
Uji kekerasan Brinell berupa pembentukan
lekukan pada permukaan logam dengan
menggunakan bola baja
Untuk menghindarkan jejak yang dalam dan
untuk bahan yang sangat keras digunakan
paduan karbida tungsten, untuk memperkecil
terjadinya distorsi indentor
Beban diterapkan selama waktu tertentu,
biasanya 30 detik dan diameter lekukan diukur
dengan mikroskop daya rendah, setelah beban
tersebut dihilangkan
Kemudian dicari harga rata-rata dari 2 buah pengukuran
diameter pada jejak yang berarah tegak lurus
Besarnya angka kekerasan Brinell adalah:
BHN = P/(¬ D) ( D ÷ ( D² ÷ d² )½)
= P/(¬ D t) ( kg/mm²)
Dimana :
P = beban yang diterapkan, kg
D = diameter bola, mm
d = diameter lekukan, mm
t = kedalaman jejak, mm
Uji Kekerasan Vickers
Uji kekerasan Vickers menggunakan penumbuk
piramida intan yang dasarnya berbentuk bujur
sangkar
Besarnya sudut antara permukaan-permukaan
yang saling berhadapan adalah 136º
Angka kekerasan Vickers adalah :
VHN= 1,854 P / L²
Dimana :
P = beban yang diterapkan, kg
L = panjang diagonal rata-rata, mm
Pengujian Ìmpac
Uji impac dilakukan karena kemungkinan
besar bahan akan rusak karena:
1. Deformasi pada termperatur rendah
2. Laju regangan yang tinggi
3. Keadaan tegangan tiga sumbu
4. Untuk melihat kerapuhan dan kelihatan
bahan
Pengujian Kelelahan(fatique)
Pengujian ini digunakan untuk mengetahui sifat
lelah bahan(batas kelelahan bahan/endurance
limit) di lakukan pengujian dengan cara, benda
uji dijepit pada kedua ujungnya, kemudian
dikenakan ¨STRESS¨ dan diputar sampai
putaran tertentu dan dilihat hasilnya
Apakah terjadi retak atau tidak. Putaran akan
terus dilanjutkan hingga bahan putus.
Pengujian Perambatan(Creep)
Pengujian ini dimaksudkan untuk
mengetahui kekuatan bahan yang bekerja
pada temperatur tinggi dengan beban
statis
Creep terjadi pada logam jika kenaikan
suhu lebih besar dari 0,4 suhu cairnya
Bahan-bahan amorphous seperti polimer,
plastik dan karet juga peka terhadap
terjadinya creep.
Deformasi terjadi bila bahan mengalami
gaya
Sedangkan regangan (strain), e adalah
besar deformasi persatuan panjang (AL/L)
Tegangan (stress), s, adalah gaya
persatuan luas ( N/m²)
Selama deformasi, bahan menyerap
energi sebagai akibat adanya gaya yang
bekerja sepanjang jarak deformasi.
Modulus Elastisitas ( Modulus Young), E,
adalah perbandingan antara tegangan S
dan regangan elastis, e, (MPa).
1 pascal (Pa) = 1 newton / m² = 0,145 x
10-3 psi
1000 psi = 6,894 MPa
1 kg = 9,8 newton
Contoh soal:
1.Batang alumunium berukuran 24,6 mm x 30,7
mm. Beban yang diberikan 7640 kg. Berapakah
tegangan yang dialami bahan batang tersebut.
Jawab:
S=F/A
= (7640 kg) (9,8 m/det²)/(0,0246 m) (0,0307 m)
= 100 MPa
2. Batang baja berdiameter 12,8 mm dengan
beban 5000 kg. Berapakah tegangan yang
yang dialami bahan tersebut.
Jawab:
S=F/A
= (5000 kg) (9,8 m/det²)/(¬/4) (0,0128 m)²
= 380 MPa
3. Batang tembaga dengan panjang 50
mm. Batang tersebut ditarik hingga
mempunyai panjang 59 mm. Hitunglah
regangannya.
Jawab :
e =(AL/L)=(59 m ÷ 50 m)/50 m
= 0,18 mm/mm (atau 18 %)
4. Modulus Elastisitas baja 205.000 MPa.
Berapakah regangan dan perpanjangan kawat
berdiameter 2,5 mm dengan panjang mula-
mula 3 meter bila dibebani 500 kg (=4900 N)
Jawab :
e=(AL/L) = S/E
S= 4900 N/(¬/4) (0,0025 m)² Pa
e= 0,005 m/m
E= 205.000 x 1000000 Pa
Perpanjangan = (0,005 m/m) ( 3 m )
= 15 mm
1.2 Sifat Thermal
Suhu atau Temperatur adalah level aktivitas
termal sedangkan kandungan kalor adalah
energi termal
Keduanya berkaitan dengan kapasitas kalor
Bila tidak ada perubahan isi maka kapasitas
kalor sama dengan perubahan kandungan kalor
per ºC atau (kal/g.ºC)
Dalam tabel teknik sering kali tercatat panas
jenis sebagai pengganti kapasitas kalor.
Panas jenis suatu bahan adalah panas yang
diperlukan untuk pergerakan termal dari moleku-
molekul dalam strukturnya
atau perbandingan antara kapasitas kalor dari
bahan tersebut dengan kapasitas kalor air
Kapasitas panas air adalah 1 kal/g.ºC (= 4,184
joule/g. ºC = 1 Btu/lb ºF)
Panas peleburan dan panas penguapan adalah
kalor yang diperlukan untuk mencairkan atau
menguapakan suatu bahan. Keduanya
melibatkan struktur atom atau molekul.
Muai panas (thermal expansion)
Pemuaian yang lazim dialami oleh bahan
yang dipanaskan ditimbulkan oleh
peningatan getaran termal atom-atom
Pendekatan pertama menghasilkan
hubungan pertambahan panjang:
AL/L=qL AT
Koefisien muai volume qV
Mempunyai hubungan yang serupa
dengan pertambahan panjang
Dengan perubahan volume AV/V dan
kenaikan suhu AT
Nilai qV adalah tiga kali nilai qL
Daya hantar panas (Thermal
conductivity)
Aliran panas pada benda padat biasanya terjadi
oleh konduksi
Koefisien daya hantar panas k adalah konstanta
yang menghubungkan aliran panas Q dengan
gradien suhu, AT /Axi
Q=k ( T1-T2)/(x1-x2)
Koefisien daya hantar panas juga tergantung
pada suhu. Koefisien ini akan berkurang nilainya
dengan naiknya suhu. Jadi satuan daya hantar
panas adalah (J/(mm².s)/(ºC/mm) atau
(W/mm²)/(ºC/mm)
Contoh :
Suatu plat baja tahan karat setebal 0,4 cm, dialiri
air panas pada satu sisinya dan aliran udara
cepat pada sisi satunya sehingga suhu kedua
permukaan plat itu masing-masing 90ºC dan
20ºC. Berapa joule dialihkan melalui pelat
tersebut setiap menitnya?
Jawab :
Q = [ 0,015 (J/(mm².s)/(ºC/mm)]/(70 ºC / 4 mm) (60 s/min)
= 15,75 J/mm².min
1.3 Sifat kelistrikan
Tahanan jenis p adalah sifat bahan, oleh karena itu tidak
tergantung pada bentuk. Untuk bentuk yang uniform,
tahanan bahan dapat di hitung dengan persamaan:
R=pL/A
Dimana:
L = Panjang bahan (m)
A = Luas penampang (m²)
p = Tahanan jenis (ohm . m)
Dengan mengetahui R, ahli teknik dapat menggunakan
persamaan dasar fisika untuk menghitung arus (Ì) dalam
amper dan daya (P) dalam watt, yaitu Ì=E/R dan P=E Ì =
̲ R = E² /R = J/s
Contoh :
Kawat tembaga berdiameter 0,9 mm
(a) Berapakah tahanan permeternya?
(b) Berapa watt akan dihasilkan sekiranya terdapat tegangan
sebesar 1,5 Volt pada jarak 30 meter.
Jawab :
p = 17 ohm, nm
(a) R = (17 x 10-9 ohm. m) (0,305 m)/ (¬/4) (9x10-4 m)²
= 0,008 ohm
(b) P = E²/R = E² A / p L
= (1,5 V)² (¬/4) (9x10-4 m)² /(17x10-9ohm.m)(30m)
= 2,8 watt
Selesai

$1,9
$1,9,,3%03  
$1,9
81,90,3  $1,9%072,  $1,90897,3

 $1,9
81,90,3 
0:,9,3 897039  ,8989,8 0,89.9  0,:,3 89113088  0:09,3 /:.99  07,5:,3 79903088  02,25:9025,,3 2,0,-9  007,8,3 ,7/3088  ,,0393 70803.0  0:09,3 9,:3088 02::7,3 .7005  ,25:2083 2,.3,-9 

0:,9,3 897039 
02,25,:3-,,3:39:203,,390,3,3 9,35,07:8,,3 0-07,5,-,,3805079-,,897:9:7 -08 9025, ,:2:3:2/,3902-,, 2025:3, 0:,9,39,7/,390,3,3,2578,2, $02039,7,0:,9,308073,,/,,7, 
7, /:,
5079,0:,9,39,73, &:7,3/,70:,9,3-,,3,/,,90,3,3 2,82:23,,9,:,,907-08,75078,9:,3 :,8,3/,5,9/9,,3-,,39,35,5,9,

9 .9/. :-.. 0::7.9  $1.8 $1.3-039:.902. 8090..25:.802:.:.897:9:7 ../.3:39:02-.8.8 0. .8989.. 9070- 0-5.7/05..3 2083 208357088 .3-...3.89.3./.3203.3-07:-.2-0-.3/.93503935.

938.9:.7.24/::8 0. 90.3 /:3.3.38:.3 .:.:.25:203.34090.80.-.3.83.3 2.3.3.92083 &:7.3202-..3-039: 8..3-039: $1. .9503935.30.3 9080-:9 ..3.38.8989.9:..3/80-.9..9 .3507:-.3/03./..0.8.-..4 442 2083/.3507:-./.3 8.380-..35..-..3 89113088 $1.3/50740/03.3..9:-.:2./.3.3//.9:.-.

3....33.35.:-... -8.3/-039: 203.507:-.9-.35...3/.9:-.902-.7. 9-.79.3..3.9/.3202:33.3-070-.99  $1.7 80.703../. 9..3 .0:09.3..: 507:-..30320.3/.3-08.9.5072.3-039:.3 /:.307:8.3 28../.3.9 0:09.78:.2-0-. 07:8.3-039: ../-039:80. ..2.-.3 .3-08.3202-07.3/507:.3.9.39.32:33203.7.

07.70:09.320.33.3.9. 9.. 90.25.3/.:0:.3/. -.97.5: 80.3/.3 -.9.9-.5:.5. . 9.35..7..3 .. 9-.3.37.5:/.3 79903088 .

:-08 9025.3/74203.39.3 .3.-9 $1./03.9.3202-07./ -039:897:9:7.02..:-.07:8.-8.3 2.98:.3 90../-07-. /:-.:2:3:2 .. .9:-.3..35.7.9.25:9025.3 $05079902-.390.0.9.....3/5::203.3.:02-.3-039:3. -039:.390.

3 ./.9:-.3..3 /07..8.   .3/.007.5072:.8.25..9: 8508203:/03.:38:.3:2:23.8:.-.3:39:203..35.3 9..8..3/.9:-4.3 007.20907 22/ 90.3: -730/2.78:.9./..3/03.38.3.7/3088 02./::7/03.

3-039:7.9-0-.32.3.5 .35072.9-.05.3-039:5072.35.9-..3 907. 907.25:2007./.0 $1.3...2030-. /2.3 80.9.7:8.824- 709.50.3 507:-.9..5.-./.-.935.:5::.3.. 9-.303  .59...2/.8  50.0307..35./.50307.3.3-039:.9/807./507:-.0393 70803.380-.35.303 $1..7./:3..

.3202:33.9.898 089025.8.:09 40 .0:09..503075. ..3.39.28.5.35.3.:3088  $1.90.703./.80.98:.3.3.35./.9.9:.207:8.3 2007..9.3.9:/.3 9.-. 203.3 939.3-.5.9/-034.3 ../.8 -.

/.8../.3.5.02::7.9.9:80.78079.3./.-.2.3090 9:7-3/.35..8 4 81.7005 $1.3.9: !./.3-039:/03.33 .950393 .34389.3 909..3.52..3 -007.3-0-07..32030-..902::7.3 -079.90.3 203./.507.28:.2083 2083.2.3..3 507.3.9. -.2-.3 24947-.3 ..2507:-.

-9  08...9:-.9 .9 5024943  .3/-039:203.5.38:.3.25:2083 2./ -039:9079039:/03..3...

9.8.3-.3!:397 !03:.96:0 !03:.. !03:..2-.3007.7 !03:. !03:.300.3 1.: 81.3!07.3:39:20309.3 7005 .3%0.3%.325..3 !03:.!03:.92033.3 !03:.

2-.3.3..9.....7808:2-:.320303.7 !.7-03/.2.5075.:.:/-07-0-.3 /.!03:.:9.3%. 9.3 503.7.-08.39:/.3./.7 80.4393: -078.3-079.2-03/.2.:  $.

0 .

./.3%0.3:9.3275/03..33.!03:..7..7  507-0/..3 &90..

/ -079. -0-.3.35.3/03.30.-0-.3.:9../.3-07.91 .7.3.3.370.3/-07.3907.3.7 %0.3/.3/.3 .

3:39:20309:.3!:397 !:397./ 5072...8:..8.9.4394 0:.9.9:-.38:...3 50393 $0-..9:502-0-.3./.3./.3/.33/:3.3 0..54748 54748 !03:.3009.!03:.35.8.3  .35:397203.3.

078 .8.3007.8.3 &007.8.3'.3730 &007.!03:.

35./3. &39:2033/.3.9:9079039:  -.5072:.3/...3730 &007.&007.3-4.2.3 ./894783/03947 0-. 907.502-039:.3.5.703/..9:38903 :39:2025070../:.30..-.3 203:3.3 90780-:9/.209070:.-0-.7.3 5.8/:3.907.3 0:..8. /09/.3730-07:5..3.3/. 8090.2/.3 :39:-.8...3.2/03.380./.3274845/.3/::7 /03.3.7-/.34.38.8.3/907.

.7.90./.007. 7.:7:8 08..7.3730..0.9.3-07.7../. !.73.7./.02:/.8.503::7.209075.3.3 /.7-:.3/.9.

    /  !.

9  .

.2.22 2. 22 //.3.20907-4.5.3 22 90/. 22 .209070:. !-0-.30.3/907.3  /.3.

3'.3-07.3503:2-: 57.3 5072:.078.5072:..-07-039:-::7 8.3.39.7. ' !.39.7 08.8. 3./..078203:3..007.38.8.73.3'.73.3'.3.8:/:9./.3/.078 &007.5.2/.8.3 ..8.&007../.3.

7.9.3  5. !-0-.3/907.9.3.43. 7. 22 .3. 2.5.3/.3.

3 -08.3..390..     01472.3 .393 0.85../.3 -.37:8.9072507.02:33.703.!03:.7-..703.39.9.907.325.30./.3..:.3.8:2-: &39:20.. .:70./.9:7703/. &25.3.3..3/.5:.

33/:3.3..3 -...:81.!03:.-.9 0..800.3 1..3-.96:0 !03:.9.300.3:39:20309.

-.33.3./.78. 02:/.907.0 29 /.7.3:9...3.83.35:9:8  .9.3/.9. :/0595.39079039:/.7.3/03.:.3.:9/.3 /03..::33.3 907:8/. !:9.0/:.7./709. 5.03/:7. 5:9..3503:.3/5:9.25.3 $%#$$ /... -03/.

.3:39: 20309.7/. 5.9:793/03.!03:.50.3 7005 !03:..9.:0:./.9.3!07.03.902507./5.3-007.3-0-.33/2./3.3.7 8::.3 8::0--08.8:/..2.7005 .89/.4.709:..3-.2-././..3 89.24754:880507954207  5.5 907.73.3. .3..98 7005907.907.3 -.

85078.35.2 . -08.9:.370.-.3 .3.7/01472.01472..3./-...3 897.3 0.. $0/.3.8907./.3203.

/.3 897088 8 .8 .3:. 5078...3..9:. %0.

5 030780-.3./..7.8 -..3..2.805./01472.3./01472..8 .-..9.2 $0..320307.3 -007.

8989.4/::8.3. 5.39.898 0  !..8./.8 4/::84:3   .90.3/3. 30943.370.3.30.3$ /.7.3. !.507-..

2    58  58 !.  30943 .

  .3.5.9..3.2-.390780-:9 .3/-07.3.3  07.9.:2:3:2-07::7.439484.3/.. 90.3-...3.3 22  22 0-.- $.

      2.

/09 .

2   2   !. .

.-07/.3 -0-.2-.3 ..90..3  07.390780-:9 ..3. .3-.3/.- $.20907 22/03.9.5.3..

      2.

/09 .

.

  2  !. .

390780-:9/9.- 0  ..322 9:3.5.3902-.35.3.3  22 .9.3. 2025:3.9.73. . 70.3./03.33.. .

  2  2 .

 2  22.

: .22 .9.

/-0-.20907-...3..9 -07/.3.3    .8989.5.20907 22/03.  07.3.35075. 4/::8.3..3/.8-.- 0 .  !.35.32:.3. 2:.70.

 $.

 $ .

.

  2 !. 0 2.

!075.2    !.3  2.3.3.

2  2 22 .

.9.478.47.89..9. $1.3. $::.3.3./.3507:-./.2.3.3/03..80/.9%072. 0/:.9..3.9:7.5.9.9/./03.8.8 .8 9072.5.: .507:-.9.0.382..0. 03079072.3..-07.:%02507./.3/:3.3/:3.47 507 .89.47 .3...

47  ..  .-09038073.3.5.95.907.39.29..8 03880-.89.503..9.8.

3.89.89.7 .!.8./...9:-.390780-:9/03.5./..7.3:39:50707. .3.5.8..47.../.3 /507:.7240: 240:/.80388:.9.8.3/3.39072.85.7.5.3.:507-.3..7 -.47/.5.2897:9:73..3..8.3.89.39.

    4:0.

  9:.

./.:240:  .3/.-   !.9..8500-:7.: 203:.47.7.942.3/507:.5.38:.9:-.8503:.9.3.3..3.3897:9:7. 20-.5.3 0/:.3.9.35.3.3:39:203. ..

35079.3.240-.9..35079.3.203.3/5..8 9072.3 :-:3..3..5.3843 !02:.3.2/.8.7.9.942 .942 !03/0..3 .340 5033.3/92-:.35.3.39072.2-.8.:.3 .05.2.309.

.

% .

4018032:.4:20..

3507:-.2-..3807:5.3.3.3 03.35.4:20'. /03.3..35079.' 025:3.:-:3.

3 03..38::% .'/..

3..9.'../..

 .

/.39.35.7. .4389.8.75..39.3.907...3.8 %072.9-.5.3203:-:3.3 7./038:: %.43/:..8"/03.3..-03/./ 4043/:8 401803/.9  7.35../. .3.9.8.39.3.75.85.3./.

 " % % .

75./..8:.907..33..8:: 4018033.3/. .9:.3.33./..3./8.39.   401803/.8:: .. /03.39.39:3 5.3.3.7 5.8.3-07:7..

22 8 .

.

22 .: .9.

22 .

.

22 .

9:3.95. .4394 $:.8.803.7.2 /.8::0/:...3:/.9:5.3   07.7.888././.83 /.:50. .- "  .9 90780-:9809.3.05.9:883../.9-.3.. 5072:.9.85..5.4:0/.75.35.7.83 2.99:2.520393.98090-.7 . .3.320.

22 8 .

.

22 (.

  .

22   8.

23  .

22 23 .

9-..2..703.5..9:9/.3-..3 #Ý.3038Ý .3 %.39:35.3.90897.3.3/. 907.3:31472  9.9/9:3/03..81.-039: &39:-039:././.3 40. $1.35078..

:39:2039:3.9203:3.8503. 2.2507/..2 .718.3.:# .2.3/...3 2 :.5.9:.8.3 5078..3.25.7:8  /. ! /. !.3/.3.3 2 Ý %.903/.3-..3038 42 2 03.320309..99 .2..

#/.3!  # .

#.

8 .

-07/.5.5.907/.07.7.4394 .7 '495..3/. 20907 .9902-.3807. #  42 2   2 ..8.9. ./..3 80-08.20907 22 .- Ý42 32 .3.3..990. 07.3...99.3507209073..5..

 .

   2  42 .! .

# .

Ý   ' .

   2 .

99 .  42 2  2  .

$008. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->