P. 1
Makalah TGT

Makalah TGT

|Views: 941|Likes:
Published by Eris A. Dark

More info:

Published by: Eris A. Dark on May 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembelajaran, Menurut Usman ( 2000 : 4 ) “ … proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu” Proses pembelajaran merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam pembelajaran yang satu sama lain saling berhubungan dalam sebuah rangkaian untuk mencapai tujuan. Menurut Sudjana ( 1989 : 30 ) yang termasuk dalam komponen pembelajaran adalah “ tujuan, bahan, metode dan alat serta penilaian “Metode mengajar yang digunakan guru hampir tidak ada yang sisa-sia, karena metode tersebut mendatangkan hasil dalam waktu dekat atau dalam waktu yang relatif lama. Hasil yang dirasakan dalam waktu dekat dikatakan seabagi dampak langsung (Instructional effect) sedangkan hasil yang dirasakan dalam waktu yang reltif lama disebut dampak pengiring (nurturant effect) biasanya bekenaan dengan sikap dan nilai. Bila kita berbicara masalah pendidikan pasti , dalam diri kita semua kita ingin mempunyai anak yang terdidik, pandai, berahlak, punya daya kreatifitas, motivasi yang tinggi dalam menjalani studinya sehingga ketika mereka lulus, mereka dapat menjadi manusia-manusia yang berguna bagi keluarga , masyarakat , negara dan agamanya. Kewajiban sebagai pendidik atau guru , tidak hanya transfer of Knowlegde tapi juga dapat mengubah prilaku, memberikan dorongan yang positif sehingga siswa termotivasi, memberi suasana belajar yang menyenangkan, agar mereka bisa berkembang semaksimal mungkin. Guru tidak hanya mengolah otak siswanya tapi juga mengolah jiwa anak didiknya, bila seorang guru hanya mengolah otak tampa mempedulikan jiwa anak

1

didiknya, alhasil mereka tumbuh menjadi manusia robot yang tidak berhati. Anak yang cerdas, bukan saja anak yang nilai ulangannya baik, nilai rapornya tinggi, tapi emosional dan fungsi motoriknya berjalan dengan baik Mungkin tidak salah kalau kita menyimak apa kata paul Lawrence dan Nitin Nohria (Driveb : How Human Nature Shapes Our Choice) seperi yang dikutip oleh taufik pasiak 4 dorongan manusia melakukan sesuatu: (1) to aquire (dorongan untuk memperoleh sesuatu), (2) to bond (dorongan membangun hubungan), (3) to learn (dorongan untuk memahami), (4) to defend (dorongan untuk mempertahankan semua yang dimiliki). Seorang guru yang baik dapat menciptakan iklim belajar dan mengajar yang sehat dan menyenangkan kelasnya sehingga bisa memberikan dorongan kepada para siswanya agar mempunyai motivasi yang tinggi , dan memberikan dorongan yang positif. UNESCO menjelaskan bahwa pendidikan pada abad ini harus diorientasikan terhadap pencapaian 4 pilar pembelajaran: (1) Learning to know (belajar untuk tahu), (2) learning to do (belajar untuk melakukan), (3) Lerning to be (belajar untuk menjadi diri sendiri), (4) learning to live together (belajar bersama dengan orang lain). Bila seorang guru dapat membekali siswanya dan memberi pondasi agar 4 pilar tadi dapat berdiri kokoh, betapa bahagianya siswa yang mempunyai guru atau pendidik yang berkualitas seperti itu. Dan betapa bangganya bangsa dan negara ini bila pendidikan bisa menjadi tonggak berdirinya suatu negara yang kokoh. Karenanya guru harus mengetahui model-model pembelajaran sebagai bagian dalam perencanaan mengajarnya, agar siswa dapat memahami yang berikan oleh gurunya secara seksama. Kurikulum 2004 berbasis kompetensi (KBK), yang diperbaharui dengan Kurikulum 2006 (KTSP), telah berlaku selama 4 tahun dan semestinya dilaksanakan secara utuh pada setiap sekolah. Namun pada kenyataannya, pelaksanaan pembelajaran di sekolah, masih kurang memperhatikan ketercapaian kompetensi siswa. Hal ini tampak pada RPP yang dibuat oleh guru dan dari cara guru mengajar di kelas masih tetap menggunakan cara lama, yaitu dominan menggunakan metode ceramah-ekspositori. Guru masih dominan dan siswa resisten, guru masih menjadi pemain dan siswa penonton, guru aktif dan siswa pasif.

2

Paradigma lama masih melekat karena kebiasaan yang susah diubah, paradigma mengajar masih tetap dipertahankan dan belum berubah menjadi peradigma membelajarkan siswa. Padahal, tuntutan KBK, pada penyusunan RPP menggunakan istilah skenario pembelajaran untuk pelaksanaan pembelajaran di kelas, ini berarti bahwa guru sebagai sutradara dan siswa menjadi pemain, jadi guru memfasilitasi aktivitas siswa dalam mengembangkan kompetensinya sehingga memiliki kecakapan hidup (life skill) untuk bekal hidup dan penghidupannya sebagai insan mandiri. Demikian pula, pada pihak siswa, karena kebiasaan menjadi penonton dalam kelas, mereka sudah merasa enjoy dengan kondisi menerima dan tidak biasa memberi. Selain dari karena kebiasaan yang sudah melekat mendarah daging dan sukar diubah, kondisi ini kemungkinan disebabkan karena pengetahuan guru yang masih terbatas tentang bagaimana siswa belajar dan bagaimana cara membelajarkan siswa. Karena penghargaan terhadap profesi guru sangat minim, sehingga para guru tidak mempunyai waktu yang cukup untuk membaca buku yang aktual. Karena mereka sangat sibuk untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, dan memang itu kewajiban utama, apalagi untuk membeli buku pembelajaran yang inovatif, itu adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Mereka bukan tidak mau meningkatkan kualitas pemebelajaran, tetapi situasi dan kondisi kurang memungkinkan. Permasalahannya adalah bagaimana mengubah kebiasaan prilaku guru dalam kelas, mengubah paradigma mengajar menjadi membelajarkan, sehingga misi KBK dapat terwujud. Dengan paradigma yang berubah, kemungkinan kebiasaan murid yang bersifat pasif sedikit demi sedikit akan berubah pula menjadi aktif. Tugas utama guru adalah membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan siswa agar belajar aktif sehingga potensi dirinya (kognitif, afektif, dan konatif) dapat berkembang dengan maksimal. Dengan belajar aktif, melalui partisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, akan terlatih dan terbentuk kompetensi yaitu kemampuan siswa untuk melakukan sesuatu yang sifatnya positif yang pada akhirnya akan membentuk life skill sebagai bekal hidup dan penghidupannya. Agar hal tersebut di atas dapat terwujud, guru sepantasnya mengetahui bagaimana cara siswa belajar dan menguasai berbagai cara

3

membelajarkan siswa. Model belajar akan membahas bagaimana cara siswa belajar, sedangkan model pembelajaran akan membahas tentang bagaimana cara membelajarkan siswa dengan berbagai variasinya sehingga terhindar dari rasa bosan dan tercipta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dan di dalam makalah ini, penulis akan membahas mengenai model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) yang diterapkan pada pelajaran Fisika.

B.

PERMASALAHAN
Di dalam makalah ini ada beberapa permasalahan pokok yang akan kita bahas, yaitu: 1. 2. 3. 4. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran ? Bagaimana konsep dasar model pembelajaran kooperatif ? Apa yang dimaksud pembelajaran kooperatif tipe TGT ? Bagaimana prosedur pelaksanaan pembelajaran model kooperatif tipe TGT ?

C.

TUJUAN
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Strategi Belajar Mengajar. Tetapai penulis berharap agar mafaat dari pembuatan makalah ini tidak sebatas hanya sampai disitu saja. Penulis berharap, agar para pembaca makalah ini akan lebih memahami mengenai apa itu model pembelajaran. Dan dengan adanya makalah ini, penulis berharap agar para pembaca yang tertarik dengan penerapan model pembeajaran TGT, bisa lebih memahami dan lebih mengerti bagaimana menerapkan model TGT ini. Dan di dalam makalah ini juga terdapat sedikit pembahasan mengenai model koopertaif, dimana para pembaca bisa melihat bagimana penerapan pembelajaran kooperaif yang tepat dan apa keuntungan serta kekurangannya.

4

Dalam pendidikan kita mengenal istilah mengajar. menurut Hamalik seperti yang dikutip oleh syafaruddin mengajar adalah pemberian bimbingan kepada siswa untuk belajar atau menciptakan lingkungan atau kemudahan bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Models of Teaching merupakan perencanaan yang dapat digunakan sebagai pola face to face/saling berhadapan dalam pengajaran di kelas. Setiap model di desian untuk membantu siswa mendapatkan bermacammacam hasil. dan kurikulum. tape. computer. Termasuk buku-buku. Sekolah dan kelas merupakan komunitas pelajar yang dibawa untuk mengeksplorasi dunia dan dinavigasi secara produktif. PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN Pendidikan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. karena teaching mode adalah suatu system mengajar yang dibuat sedemian rupa dijadikan pedoman perencanaan. guru sebagai pemimpin melakukan dua usaha utama: (1) memperkokoh motivasi siswa (2) memilih strategi mengajar yang tepat. Untuk memberikan pengaruh dan bimbingan dalam konteks mengajar. Adalah menjadi kewajiban bagi pendidik untuk mengetahui model-model pembelajaran. serta berketerampilan yang tingi. 5 . pelaksanaan . Guru adalah motivator untuk mempengaruhi siswa melakukan kegiatan belajar. dan evaluasi.BAB II PEMBAHASAN A. film. atau pengaturan dalam tutorial atau bentuk dari bahan-bahan instruksional. Disini guru berusaha memfungsikan seluruh sub system pengajaran dalam mencapai tujuan. mereka diharapkan berilmu yang tinggi dan berdedikasi .

cara berfikir. Tujuan proses mengajar secara ideal adalah agar bahanbahan yang dipelajari. karena mereka sudah memdapat proses pembelajaran yang tuntas. dan pengertian yang diekspresiakan mereka. dan dapat mengaktualisasi diri.internat sehingga dapat membuka wawasan siswa . Model pembelajaran adalah bantuan alat-alat yang mempermudah siswa belajar. 6 . kemampuan berfikir. keterampilan. juga diajarkan kepada siswa bagaimana belajar yang efektif dan sistematis sehingga kedepan dihasilkan siswa yang dapat meningkatkan kemampuannya belajar lebih mudah dan efektif dalam keilmuan dan keterampilan. Untuk jangka panjang sebenarnya pembelajaran harus menciptakan iklim yang memungkinkan siswa meningkatkan kemampuan pembelajaran yang lebih mudah dan efektif pada masa depan. nilai-nilai. dkk. perpustakaan . keterampilan. didukung oleh sumber pengetahuan yang memadai seperti buku. memotivasi mereka untuk mencari. dan saling bekerja sama dengan temannya. Model pembelajaran ini membutuhkan guru yang berpengalaman mengarahkan siswanya. Jadi pembelajaran tuntas merupakan salah satu metode pembelajaran seperti halnya model pembelajaran bersama (cooperative learning). Models of teaching atau model pembelajaran adalah model pelajaran. Jadi keberadaan model pengajaran adalah berfungsi membantu siswa memperoleh informasi. Sebab pengertian dan keterampilan diperoleh mereka dengan baik apabila mereka sudah melakukan pembelajaran tuntas (mastering learning). menggali informasi. untuk membantu siswa mendapatkan informasi. sehingga timbul kreatifitas yang dapat menambah pengetahuan dan keterampilannya dikemudian hari dalam masyarakat. gagasan. ide. Karena itu posisi guru adalah mengajar siswa bagaimana cara belajar. dikuasai murid sepenuhnya dan ini disebut Mastery Learning (belajar tuntas).Menurut Bruce Joyce. nilainilai.

6). 1994). setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. Para siswa diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi kelompok. 3). Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. KONSEP DASAR MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF Istilah Pembelajaran Kooperatif berasal dari kata Cooperative Learning. 4). selain tanggungjawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi. belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. Para siswa membagi tugas dan berbagi tanggungjawab di antara para anggota kelompok. Unsur-unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut (Lungdren.” Para siswa harus memiliki tanggungjawab terhadap siswa atau peserta didik lain dalam kelompoknya. 5). 1). 7 . Pembelajaran kooperatif membentuk kelompok kerja dengan lingkungan yang positif. Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja sama selama belajar. Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama. Penggunaan model pembeljaran kooperatif merupakan suatu pendekatan yang membutuhkan partisipasi dan kerja sama dalam kelompok. 2). Pembelajaran dengan kelompok kooperatif lebih dari sekedar belajar belajar kelompok tradisional. Dalam pembelajaran kooperatif. Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktivis.B.

siswa diberi lembar kegiatan yang berisi pertanyaan atau tugas yang direncanakan untuk diajarkan. membahas dan membuat laporannya. et al. 2. (1995). Kelas disusun dalam kelompok yang terdiri dari 4 atau 6 orang siswa. Jones. Menurut Thompson. Jhonson & Jhonson-Holubec (dalam Vernon F. konfrontasi terhadap yang lain dengan problem yang baru dan berkembang menjadi sesuatu siklus activitas yang mandiri. sehingga siswa dapat terstimulasi bereaksi. Saling ketergantungan positif Pemberian tangungjawab individu Interaksi berhadap-hadapan 8 . pembelajaran kooperatif turut menambah unsur-unsur interaksi sosial pada pembelajaran sains. 1998 : 214) ada 5 elemen dasar dalam penerapan model pembelajaran kooperatif. Di dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang saling membantu satu sama lain. akhirnya setiap kelompok mengevaluasi tujuan yang mendasar. Jadi terdapat siklus mulai dari mengulang sendiri. mereka menjadi lebih interes dalam berbagai reaksi terhadap permasalahan yang dihadapi. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan. 3. siswa kemudian mengadakan analisis data dan masalah. dan suku. yaitu: 1. masalah dapat secara verbal maupun pengalaman. seperti menjadi pendengar yang baik. Selama kerja kelompok. Pada pembelajaran kooperatif diajarkan keterampilan-keterampilan khusus agar dapat bekerja sama dengan baik di dalam kelompoknya. Pada pembelajaran kooperatif dapat dimulai dengan melempar masalah secara konfrontasi. Jones & Louise S. Menurut Jhonson. jenis kelamin. Maksud kelompok heterogen adalah terdiri dari campuran kemampuan siswa. Hal ini bermanfaat untuk melatih siswa menerima perbedaan dan bekerja dengan teman yang berbeda latar belakangnya. dengan kemampuan yang heterogen.7). Setiap siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Rasa menghargai terhadap orang lain dan dapat menerima semua perbedaan (pruralism) yang ada (respect for dignity of all and commitment to prulism) Mempunyai kepercayaan diri sebagai seorang pelajar yang memang tugasnya adalah belajar (independence as a learner) kesanggupan bersosial (commitment to Social ) mempunyai kepribadian yang hangat (interpersonal warmth and affiliation) kostruksi bagaimana kita memandang ilmu pengetahuan kedisiplinan dalam mencari efektivitas proses pembelajaran kelompok dan kepemimpinan Dalam setiap model pembelajaran yang sangat banyak jenisnya. 7. social integrasi. guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan. 6. Kemampuan untuk bekerja sama Proses kelompok Dalam merancan kelompok pembelajaran sekolah membutuhkan perpustakaan yang baik yang dapat menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan siswa. guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok (5). 9 .4. Beberapa ciri dari pembelajaran kooperatif adalah. 2. social proses learning. tentu setiap masing-masing model pembelajaran tersebut mempunyai ciri dan karakteristik yang berbeda. Model pembelajaran ini cukup menyeluruh dan serba guna. mereka harus distimulasi untuk selalu mencari ilmu pengetahuan. setiap anggota memiliki peran (2). setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya (4). 3. 5. terjadi hubungan interaksi langsung di antara siswa (3). (1). 4. Dengan model pembelajaran berkelompok akan dihasilkan: 1. dapat meramu tujuan akademik . 5.

Kadang-kadang dapat juga diselingi dengan pertanyaan yang berkaitan dengan kelompok (identitas kelompok mereka). Permainan dapat disusun guru dalam bentuk kuis berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games 10 . akan mengambil sebuah kartu yang diberi angka tadi dan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang sesuai dengan angka tersebut. Hal ini dimaksudkan agar semua anak mempunyai kemungkinan memberi skor bagi kelompoknya. dalam TGT siswa memainkan permainan-permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masingmasing. soal sulit untuk anak pintar. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. Permainan yang dikemas dalam bentuk turnamen ini dapat berperan sebagai penilaian alternatif atau dapat pula sebagai reviu materi pembelajaran. Menurut Saco (2006). Tiap siswa. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Prinsipnya. persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Turnamen harus memungkinkan semua siswa dari semua tingkat kemampuan (kepandaian) untuk menyumbangkan poin bagi kelompoknya. namun masih rendahnya keterampilan siswa dalam pemecahan masalah menuntut diterapkannya berbagai model pembelajaran dengan harapan dapat menarik perhatian siswa agar menyukai pelajaran dan untuk mempermudah siswa dalam memecahkan suatu masalah. kerjasama. dan soal yang lebih mudah untuk anak yang kurang pintar. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Pemilikan kemamampuan pemecahan suatu masalah oleh siswa sangatlah penting.C. PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Permainan dalam TGT dapat berupa pertanyaan-pertanyaan yang ditulis pada kartu-kartu yang diberi angka. misalnya.

kecuali kuis dan skor penelitian. TGT menggunakan pertandingan akademik sebagai pengganti kuis dalam STAD.Tournaments (TGT) adalah salah satu model pembelajaran yang menarik karena di dalamnya terdapat kegiatan turnamen akademik yang diharapkan dapat membuat siswa agar lebih kreatif. Secara umum ada 5 komponen utama dalam penerapan model TGT. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. yaitu: 1. mendorong siswa berpartisipasi aktif dan dapat menghadapkan siswa pada keterampilan yang menantang agar siswa terlatih melakukan pemecahan suatu masalah dan berpikir analitik. Menurut Jhonson-Jhonson (dalam Carolyn W Rouviere) TGT adalah belajar kooperatif yang terdiri dari pengajaran (teaching). Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah yang dipimpin olehguru. dan pertandingan akademik (game tournament). serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. cepat dan tepat dalam memecahkan masalah matematika dan dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap pelajaran. balajar dalam tim (team study). santun. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak. ramah . setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Penyajian kelas (Class Presentations) Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas atau sering juga disebut dengan presentasi kelas (Class Presentations). 11 . tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. TGT sama dengan STAD dalam beberapa hal. Siswa bertanding sebagai wakil timnya dengan anggota tim lainnya yang berkemampuan sama. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. Setelah memperoleh tugas. dan ada sajian bodoran. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. lembut. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas.

Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Turnamen (Tournament) Turnamen adalah struktur belajar. tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja siswa (LKS). jenis kelamin dan ras atau etnik. dan dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Kelompok (Teams) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. kelompok (tim belajar) bertugas untuk mempelajari lembar kerja. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. 4. Daam belajar kelompok ini kegiatan siswa adalah mendiskusikan masalah-masalah. membandingkan jawaban. Permainan (Games) Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi. Game ini dimainkan pada meja turnamen oleh 3 orang siswa yang mewakili timnya masing-masing. diamana game terjadi. 3. memeriksa. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Setelah guru memberikan penyajian kelas. dan memperbaiki kesalahan-kesalahan konsep temannya jika teman satu kelompok melakukan kesalahan.2. 12 . Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I.

Begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 50 atau lebih. “Great Team” apabila rata-rata mencapai 50-40 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 40 kebawah. Dan dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. Siswa bisa mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai. dan seterusnya. kemudian berikan informasi pokok materi dan mekanisme kegiatan. misal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. Siswa pada tiap meja tunamen sesuai dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar) superior. berikan penghargaan kelompok dan individual. Kemudian buat kelompok siswa heterogen 4-5 orang. 5. Guru menyampaiakan tujuan yang ingin di capai dan menyampaiakan materi yang akan dibahas pada hari ini. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. good dan medium. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Penghargaan Kelompok (Team recognition) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. 13 . maka secara singkat skenario dalam model TGT ini adalah sebagai berikut: 1. 3. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu tertentu (misal 3 menit). 2. Sesuai dengan kelima komponen diatas.5. very good. Siapkan meja turnamen secukupnya. Selanjutnya adalah pelaksanaan turnamen. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesepakatan kelompok. 4.

2. guru yang menggunakan model pembelajaran ini.Kelebihan model pembelajara kooperatif tipe TGT : 1. Kelemahan dalam model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah : 1. dalam model pembelajaran ini. akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai sesama anggota kelompoknya. guru menjanjikan sebuah penghargaan pda siswa atau kelompok terbaik. Misalnya membuat soal untuk setiap meja touramen. guru harus pandai memilih materi pelajaran yang cocok untuk model ini. 3. dalam pembelajaran siswa ini membuat siswa menjadi lebih senang dalam mengikuti pelajaran karena ada kegiatan permainan berupa tournamen dalam model ini. 14 . 2. dalam model pembelajaran ini. 4. Karena dalam pembelajaran ini. Dengan model pembelajaran ini. guru harus mempersiapkan model ini dengan baik sbelum diterapkan. 3. Model TGT tidak hanya membuat siswa yang cerdas (berkemampuan kademis tinggi) lebih menonjol dalm pembelajaran. dan guru harus tau urutan akademis siswa dari yang tertinggi hingga terrendah. harus menggunakan waktu yang sangat lama. membuat siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran. tetapi siswa yang berkemampuan akademi lebih rendah juga ikut aktif dan mempunyai peranan yang penting dalam kelompoknya.

sedang dan rendah. seaiknya beranggotakan 4 orang siswa jika mungkin. Usahakan agar rata-rata kemampuan siswa dalam setiap kelompok relatif sama. perlu disiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan dipelajari oleh kelompok kooperatif. maka kita bisa menggunakan huruf A sampai H. Persiapan TGT Persiapan materi TGT digunakan untuk meyajikan materi kurikulum pada pembeajaran kelompok. 2. Contoh : jika menggunakan 8 kelompok.D. Untuk membentuk siswa dalam kelompok perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. (2). Untuk menentukan banyaknya siswa dalam kelompok yang akan dibentuk. Jika hasilnya tidak bulat. bagilah jumlah siswa dalam kelas dengan 4. Mulai 15 . Gunakan informasi apa saja yang dapat digunakan untuk erangking siswa tersebut. Sebelum presentasi materi dimulai. Rangking siswa dalam kelas berdasarkan prestasi akademis dari yang tertinggi sampai pada yang berkemampuan rendah. (1). PROSEDUR PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT Secara lebih lengkap. 3. misalnya : jumlah siswa 34 orang maka ada 8 kelompok yang beranggotakan 4 orang dan 2 kelompok yang beranggotakan 5 orang. prosedur pelaksanaan pembelajaran model kooperatif tipe TGT dapat kita lihat sebagai berikut: 1). Lembar jawaban dari LKS tersebut. Gunakan rangking dalam menentukan anggota kelompok. satu set dengan kartu bernomor 1-30 atau paling sedikit 1-15 untuk setiap siswa dalam kelas. Membagi siswa dalam kelompok Untuk setiap kelompok belajar kooperatif beranggotakan 4 atau 5 orang siswa yang terdiri atas siswa berkemampuan akademis tinggi. Menentukan jumlah anggota setiap tim.

misalnya jumlah siswa ada 29 orang siswa. Isilah nama siswa pada tiap tim yang dibentuk. Isilah lembar ringkasan yang memuat nama tim. sehingga keseimbangan tim bisa tercapai. Ketika sampai pada huruf terakhir. Katakan bahwa mereka akan belajar bersama dalam timnya dan akan bertanding dalam turnamen akademik untuk menambah skor timnya dan tim yang memperoleh skor tertinggi akan mendapat penghargaan. Hitung jumlah siswa dalam kelas. Membagi siswa dalam meja turnamen Daftarlah kemampuan siswa dari yang berkemamapuan tertinggi sampai yang berkemampuan terendah. Sesudah guru memberikan pelajaran. Tetapi jika ada sisa. empat orang siswa selanjutnya menempati meja 2 dan seterusnya. maka seluruh meja turnamen terdiri atas 4 orang siswa (sesuaikan dengan jumlah anggota dalam kelompok). 16 . kembalilah lagi pemberian abjad berlawanan dengan urutan abjad yang telah dibuat. (3). jika jumlahnya bisa dibagi 4. Siswa harus dicek apakah ras. gunakan rangking yang sama ketika saat membentuk tim. Empat orang siswa pertama menempati meja 1. atur siswa supaya setiap tim memiliki tingkat kemampuan yang relatif sama. etnik dan jenis kelamin telah seimbang. berikan abjad sampai seterusnya. 2). Bagaimana Memulai TGT TGT dilakukan dengan jadwal aktivitas yang dideskripsikan sebagai berikut ini.pada posisi rangking atas berialah tanda A . maka ada 7 meja turnamen dengan 1 meja turnamen terdiri atas 5 orang siswa. Tetapi jika tim yang dibentuk berdasarkan rangking kemampuan bukan atas dasar penyeimbang jenis kelamin atau suku. 4. umumkan pembagian tim dan suruh siswa untuk membentuk meja kelompok.

Dalam proses pembelajaran ini. dan materi yang diajarkan difokuskan pada pokok-pokok tertentu. banyak pertanyaan dan lanjutkan materi. b). Penyajian materi pelajaran dilakukan oleh guru secara individual. Pengembangan (Development)  dalam pembelajaran. pengembangan. Tiap pelajaran dalam TGT dimulai dengan presentasi.  prasyarat. Presentasi mencakup pembukaan. Pengajaran kelas Guru menyampaikan materi pelajaran.  contoh. tekankanlah hal-hal sebagai berikut: a). Demonstrasikan konsep/keterampilan secara aktif menggunakan bantuan visual. Materi diperkenalkan melalui presentasi kelas.3).  hafalan. dan praktek terkendali.  Periksalah sesering mungkin pemahaman Pertahankan keadaan dengan mengurangi siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. yang umumnya melaui pembelajaran langsung. munculkan rasa ingin tahu siswa dengan demonstrasi masalah-masalah yang nyata atau cara lain. Jadwal Aktivitas (1).  interupsi. Pembukaan (Opening)  Beritahu siswa tentang apa yang ingin mereka pelajari dan mengapa ini penting. manipulasi-manipulasi dan banyak Tekankan konsep pada pemahaman bukan Sampaikan tujuan yang ingin dicapai Ulas secara singkat keterampilan 17 .

Beri satu atau dua latihan/contoh. Prosedur turnamen akademik ini adalah sebagai berikut: 18 . siswa diwajibkan bertanya dengan teman satu kelompoknya sebelum bertanya pada guru.   balik. Siswa mengerjakan LKS dan lembar jawaban dapat mereka gunakan untuk melatih keterampilan mereka.c). Belajar kelompok Tim belajar terdiri atas 4 sampai 5 orang siswa yang berbeda dalam kemampuan akademik ataupun jenis kelamin. anggota tim belajar bertugas untuk menguasai materi yang diajarkan dalam pelajaran dan menolong anggota timnya untuk menguasai materi. (3). Tutnamen biasanya dilakukan pada setiap akhir belajar mingguan. Jangan memberikan tugas yang lama Mintalah siswa mengerjakan soal-soal latihan atau buat contoh soal dan siswa diminta siap-siap untuk menjawab penyelesaiannya. sebelum memulai kerja kelompok diskusikan aturan-aturan berikut: 1. Panggil siswa secara acak. dan terutama untuk menyiapkan turnamen akademik. Secara khusus. tidak seorang siswapun yang berhenti belajar sebelum teman sekelompoknya menguasai materi. Fungsi kelompok belajar ini adalah untuk memastikan bahwa anggota kelompok telah belajar dalam timnya. Turnamen akademik Turnamen adalah struktur belajar dimana game terjadi. Selama belajar dalam kelompok. Praktek Terkendali (Guided Practice)  pertanyaan dari guru. siswa bertanggungjawab bahwa timnya sungguh-sungguh mempelajari materi. kemudian berilah umpan (2). 3. 2.

Kemudian sesuai dengan kesepakatan dari setiap kelompok. diisi oleh siswa-siswa yang berkemampuan akademik tinggi. disesuaikan denagan kemampuan siswa yang diperkirakan akan mengisi meja turnamen. Soal-soal yang dibuat guru ini mempunyai tingkatan yang berbeda. Dan begitu juga untuk meja-meja turnamen selanjutnya. setiap siswa pada meja turnamen bisa mulai mengerjakan soal-soal pada kartu yang telah terdapat didepan mereka. 10 menit sebelum waktu berakhir. Dimana soal-soal yang dibuat ini. Kemudian pada meja turnamen 2. untuk mengirim satu orang anggota timnya untuk mengisi satu meja turnamen yang telah disipakan. Untuk memulai game. Siswa boleh melewatkan kartu soal yang mereka jawab jika mereka merasa tidak mampu mengerjakannya. Saat turnamen dimulai. siswa diminta berhenti mengerjakan soal dan diminta mengumpulkan soal-soal yang mereka 19 . 2. diisi oleh siswa-siswa yang berkemampuan sedang. Acak buatlah nomor meja tersebut. dimulai dari kartu yang paling atas hingga yang paling bawah. guru bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dan yakinkan bahwa setiap siswa mengerti prosedur game. Kartu-kartu yang berisi soal (pertanyaan) ini telah dipersiapkan oleh guru terlebih dahulu sebelumnya. Maka soal-soal yang diletakkan pada meja 1 ini adalah soal-soal yang mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. 3. guru bisa membagaikan kartu pertanyaan untuk setiap meja turnamen sesuai dengan jumlah peserta yang akan mengisi setiap meja. Maka soalsoal yang diletakkan pada meja 2 ini mempunyai tingkat kesukaran yang sedang. sehingga siswa bisa mengetahui mana meja yang digunakan untuk turnamen siswa yang berkemampuan akademik tinggi dan meja mana yang digunakan untuk siswa yang berkemampuan akademik yang kurang. Semua siswa yang mengikuti turnamen harus bermain pada waktu yang sama. Setelah meja untuk turnamen selesai dipersiapkan. telah dirancang gru dengan sebaikbaiknya. Ketika siswa bermain. Pada awal masuk turnamen. umumkan pembagian meja turnamen dan mintalah siswa membentuk meja bersama.1. Demikian juga untuk meja-meja turnamen yang lainnya. siswa bisa mempersiapkan semua peralatan yang mungkin diperlukan saat turnamen berlangsung. Misalkan pada meja turnamen 1.

Contoh lembar poin game Meja Turnamen 1 Nama Pemain Dina Afrianti M. Pedoman pemberian poin untuk 4 (empat) orang pemain Tanpa Seri 60 Seri Di Atas 50 Seri Di Tengah 60 Seri Di Bawah 60 3 Seri Di Atas 50 3 Seri di Bawah 60 Ke-4 nya Seri 40 Seri di bawah & di atas 50 Pemain Poin Tertinggi Poin Menengah Ke Atas 40 50 40 40 50 30 40 50 20 . guru bisa menggunakan tabel berikut sebagai pedoman. siswa mendapat skor tertinggi diberi poin 60. Pedoman pemberian poin dapat dilihat pada tebel berikut ini: Tabel 4. Tabel 1. Setelah menghitung jumlah kartu yang telah dijawab setiap siswa dengan benar siswa mengisi nama. Guru bisa mengoreksi soal-soal yang dijawab dengan benar oleh siswa dan menghitung jumlah kartu yang terjawab oleh setiap siswa bersama-sama dengan semua siswa. Jika ada kurang atau lebih dari 3 pemain dalam satu meja turnamen atau jika ada seri.jawab. tim dan jumlah kartu yang dijawab pada lembar poin game. Ketika semua siswa telah menghitung poin turnamen. skor kedua mendapat poin 40 dan skor terendah mendapat poin 20. mintalah siswa mengumpulkan lember skor game. Zaqie Maria Nama Tim Einstein Dalton Newton Soal yang Dijawab 10 7 12 Poin 40 20 60 Secara umum pada meja yang terdiri dari 3 orang siswa dengan tidak ada seri.

html (4). jumlahkan skor anggota tim dan bagi jumlah skor total tim dengan jumlah anggotanya yang bermain. disebut Super Team.edu/EDUC/GLC/ike/tgt. disebut Great Team. Rata-rata skor 40 atau dibawahnya. disebut Good Team.Poin Menegah Ke Bawah Poin Terendah 30 30 40 30 50 30 40 30 20 20 20 30 20 30 40 30 Sumber : http//www. Rata-rata skor antara 40 sampai kurang dari 50.postdam. 21 . Penghargaan tim Secepatnya setelah turnamen selesai. pedoman pemberian poin untuk 2 (dua) orang pemain Pemain Poin Tertinggi Poin Terendah Tanpa Seri 60 20 Seri 40 40 Sumber : http//www. yaitu:    Rata-rata skor 50 atau lebih.edu/EDUC/GLC/ike/tgt.html Tabel 5. pedoman pemberian poin untuk 3 (tiga) orang pemain Pemain Poin Tertinggi Poin Tengah Poin Terendah Tanpa Seri 60 40 20 Seri Di Atas 50 50 20 Seri Di Bawah 60 30 30 Ke-3 nya Seri 40 40 40 Sumber : http//www. Dalam penerapan model TGT ini ada 3 tingkatan penghargaan yang diberikan berdasarkan rat-rata skor tim.html Tabel 5. Untuk melakukan ini.edu/EDUC/GLC/ike/tgt. periksa poin turnamen pada skor game kemudian pindahkan poin turnamen tiap siswa pada lembar rangkuman untuk timnya.postdam. tentukan skor tim dan siapkan sertifikat tim atau tulis berita kelas untuk mengumumkan hasil turnamen.postdam.

Mengidentifikasi suhu : Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat. II. Menyelesaikan soal-soal tentang suhu dan termometer 22 .E. Standar kompetensi IV. III. : 2. : Suhu dan Kalor : Suhu dan termometer : Menerapkan kosep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi. V. Mengidentifikasi alat ukur suhu (termometer) 3. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan pendidikan : SMA / MA Mata pelajaran Kelas / semester Alokasi waktu : Fisika : X (sepuluh) / 2 (genap) : 2 x 45 menit I. Kompetensi dasar Indikataor 1. Materi pokok Sub Materi Pokok A.

VII. 3. dan menurut kalian apa yang menyebabkan hal itu terjadi? 3.VI. Guru menyampaikan materi yang akan dibahas secara singkat. benar. 2. 4. 1. Menyelesaikan soal-soal tentang termometer dengan benar. Kegiatan awal (15 menit) Guru memberikan salam kepada siswa (menyapa siswa). Menyebutkan definisi suhu dengan benar Menyebutkan jenis-jenis termometer. Mengkonversikan skala dari satu termometer ke termometer Menyelesaikan soal-soal tentang suhu dengan benar. 2. Apersepsi lainnya dengan benar. 5. Tujuan pembelajaran : Setelah pembelajaran siswa dapat: 1. : Model kooperatif tipe Teams Games Tournamen (TGT) VIII. sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. minimal 4 buah dengan Model pembelajaran Apakah kalian pernah memegang es? Atau pernahkah kalian merasakan saat tangan kalian didekatkan dengan api? Pada dua kejadian di atas apa yang kalian rasakan. 23 . 4. Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Kegiatan belajar mengajar : A.

Dan siswa yang mejawab paling banyak. Waktu untuk kegiatan turnamen ini sekitar 30 menit. Kegiatan inti (60 menit) Guru membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 4-5 orang dalam satu kelompok dengan setiap anggotanya mempunyai kemampuan akademik yang berbeda-beda.B. Guru menyampaikan bahwa di dalam turnamen ini. 3. Siswa diberikan kesempatan untuk mempelajari materi yang telah dibagikan oleh guru kepada setia kelompok bersama-sama denga teman satu kelompoknya. Guru menyampaikan bahwa waktu untuk belajar bersama kelompoknya telah habis. 5. 2. Dan meja kedua terdapat soal-soal dengan tingkat kesukaran yang sedikit lebih rendah dari meja turnamen pertama. akan mendapatkan poin yang aling tinggi pada meja turnamennya. Pada meja turnamen pertama terdapat soal-soal dengan tingkat kesukatan yang paling tinggi. Setiap siswa bisa menjawab maksimal 10 kartu soal yang telah dipersiapkan di atas meja turnamen. 4. Dan setiap kelompok boleh mengirim satu orang anggota kelompoknya untuk mengisi satu meja turnamen. dan turnamen akan segera dimulai. 1. 24 . Waktu untuk kegiatan ini sekitar 15 menit. dan kelompok yang mendapat skor tertinggi (pemenang) akan mendapatkan penghargaan. satu meja turnamen diisi oleh 4 orang. Dan selanjutnya mengerjakan LKS yang telah dibagikan oleh guru. dan begitu seterusnya. Kemudian akan diadakan turnamen. Siswa melakukan kegiatan turnamen dan guru mengamati jalannya kegiatan sambil memastikan bahwa semua siswa mengerti prosedur kegiatan yang dilakukan. Guru menyampaiakn bahwa pada pertemuan kali ini siswa akan belajar dengan teman-teman satu kelompoknya.

Good dan Medium.Sc. 2. Halaman 153-166. dan akan diberikan gelar Super Team. M. M. Penialaian : Dalam penerapan model pembelajaran ini. Sehingga penialaian untuk model ini adalah: 25 . 4. Marthen Kanginan. Supiyanto.si.6. Kegiatan akhir (15 menit) Jumlah poin yang didapat untuk setiap kelompok dijumlahkan Semua kelompok diurutkan dari kelompok dengan skor tertinggi menjadi satu. Buku teks : Seribu pena FISIKA SMA untuk kelas X. 1. Karangan Drs. Sambil menuliskan poin yang didapat setiap peserta di papan tulis dan siswa pada setiap meja turnamen diurutkan dari siswa yang mendapat poin tertinggi hingga terendah. untuk diberi gelar Superior. semua siswa diikut sertakan dalam kegiatan turnamen. Very Good. IX. sesuai poin yang didapat. hingga skor terendah. X. salam. Sumber belajar ⊗ ⊗ : Siswa dan kelompok yang mendapat poin tertinggi pada saat Guru menutup kegiatan belajar-mengajar dengan memberikan turnamen akan mendapatkan penghargaan dari guru. C. Great Team dan Good Team sesuai dengan skor yang didapat siswa. Jilid 1. 3. mengoreksi kartu-kartu yang dijawab oleh peserta turnamen. Dan setiap siswa akan menjawab maksimal 10 soal. Buku teks : FISIKA untuk SMA kelas X. Guru bersama-sama dengan siswa. Pemberian poin pada siswa berdasarkan dengan tabel pedoman pemberian poin untuk model tgt dan waktu untuk kegiatan ini sekitar 15 menit. Karangan Ir. halaman: 139-155.

volume zat cair. pemuaian zat cair. Sifat-sifat benda yang bisa berubah akibat adanya perubahan suhu. regangan zat padat. suhu adalah ukuran energi kinetik rata-rata yang dimiliki oleh partikel dalam suatu benda. pemuaian gas. dan lain sebagainya. hambatan zat terhadap arus listrik. disebut sifat termometrik. Contoh sifat termometrik tersebut adalah panjang logam. Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi. suhu mengambarakan bagaimana gerakan molekul-molekul benda. sedangkan benda yang dingin memiliki suhu yang rendah. Beberapa jenis termometer yang biasa digunakan untuk pengukuran suhu 26 . Dan berdasarkan sifat termometrik tersebut. tekanan udara. seperti pemuaian zat padat. Pembuatan termometer didasarkan pada beberapa sifat termometrik zat. tekanan zat cair. beberapa sifat fisik benda tersebut berubah.Nilai = Jumlah soal maksimal yang dijawab setiap siswa ×100 Jumlah soal yang dijawab dengan benar Lampiran : Uraian Materi Ajar A. kita mengenal alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda yaitu Termometer. dan intensitas cahaya (radiasi benda). Suhu dan Termometer Suhu didefenisikan sebagai ukurn derajat panas atau dinginnya suatu benda atau sistem. Pada saat kita memanaskan atau mendinginkan suatu benda sampai pada suhu tertentu. Dengan demikian adanya perubahan sifat termoetrik menunjukkan adanya perubahan suhu suatu benda. Pada hakikatnya. Dengan demikian.

yaitu: 1). termometer bimetal. yaitu termometer raksa. sehingga lebih mudah diamati tanpa harus dicampurkan pewarna terlebih dahulu. dan cocok untuk mengukur suhu benda yang sangat tinggi Raksa dalam pipa Ekspansi atau kontraksi Sederhana. termokopel. Kebanyakan. 3). Jenis-jenis termometer Termometer Sifat fisis yang diukur Karakteristik Tekanan dan volume Jangkauan luas.diantaranya. termometer yang umum dikenal dan digunakan dimasyarakat adalah termometer air raksa. murah. 2). Tabel 1. sangat teliti dan peka. dibandingkan air dan alkohol. termometer gas. mudah dibawa. dan pirometer. Air raksa memili wara. reaksi lambat. dan tidak Hambatan listrik Sifat magnetik bahan logam Warna Pirometer optik terpancar cahaya yang Tanpa kotak langsung dengan benda yang diukur. Ada beberapa hal yang menjadi alsan mengapa air raksa sering digunakan unruk mengisi termometer. dan tidak cocok untuk perubahan suhu mendadak Cocok untuk suhu rendah yang konstan Beda muai diantara dua Sering digunakan dalam termostat Gas ideal 27 . gas cair ukuran relatif besar. dan fluida langsung dapat dibaca dapat dbawa langsung untuk mengkalibrasi termometer lain Hambatan platina Paramagnetik Plat bimetlik Jangkauan luas. Air raksa lebih cepat berubah terhadap perubahan suhu yang sangat kecil. termometer hambatan. sangat akurat. Air raksa tidak menempel (membekas / meninggalkan sisa) pada dinding kaca termometer. termometer alkohol.

Sebagai contoh. 28 . serta cocok untuk perubahan suhu mendadak logam Pembuatan skala pada termoemter memerlukan dua titik acuan. sehingga ada 100 pembagian skala. Pada skala Celsius digunakan titik lebur es murni sebagai titik tetap bawah dan ditandai dengan angka 0. 3.Tegangan Termokopel antara berbeda listrik di Jangkauan luas. yaitu skala Celcius. suhu suatu benda menunjukkan skala X ketika diukur dengan termometer X yang memiliki Tb = Xb dan Ta = Xa. ketika suhu benda tersebut diukur dengan menggunakan termometer Y yang memiliki Tb = Yb dan Ta = Ya. Kalibrasi termometer adalah penetapan tanda-tanda untuk pebagian skala pada suatu termometer. Titik acuan kedua yang disebut titik tetap atas dipilih titik didih. cukup akurat. 2. skala Y akan menunjukkan angka yang dapat dihitung dengaan rumus: X −X b Y − Yb = X a − X b Ya − Yb Terdapat empat macam skala yang biasa digunakan dalam pemgukuran suhu. Adapun langkah-langkah kalibrasi termometer adalah sebagai berikut: 1. 4. dan skala Kelvin. Maka. skala Fahrenheit. sedangkan untuk menyatakan titik tetap atas digunakan titik didih air pada tekanan atmsofer dan ditandai dengan angka 100. yaitu suhu campuran antara es dan air pada tekanan normal. yaitu suhu ketika air mendidih pada tekanan normal. kuat dan yang kompak. Titik acuan pertama yang disebut sebagai titki tetap bawah pada umumnya dipilih tititk beku air. skala Reamur. menentukan titik tetap bawah (Tb) menentukan titik tetap atas (Ta) menentukan jumlah skala diantara titik-titik tetap memperluas skala diluar titik tetap Kita dapat melakukan konversi skala dari satu termometer ke termometer yang lain.

Pada skala Reamur. sehingga ada 180 pembagian skala. Perbandingan skala Celcius.15oC. Konversi skala termometer 29 . 100oC 212oF 80oR 373 K Titik didih air Titik beku air 0C o 32 F o 0R o 273 K Gambar 1. penentuan suhu nol derajat digunakan suhu campuran es dan garam. dan skaligus Kelvin digunakan sebagai satuan SI untuk suhu. Titik tetap bawah dan titik tetap atasnya dinyatakan pada skala 32 dan 212. Berikut adalah table yang menunjukkan persamaan untuk mengkonversikan skala termometer. Fahrenheit. Perbandingan keempat skala suhu adalah tampak pada gambar di bawah ini. namun dinyatakan dalam skala 0 dan 80. penentuan titik tetpa nawah dan titik tetap atas seperti pada skal Celcius. Reamur dan Kelvin Kita dapat mengkonversikan skala temometer dari termometer yang satu ke termeometer yang lainnya. Setiap satu skala Kelvin sama denga satu skala Celcius.Pada skala Fahrenheit. penentuan suhu nol derajat digunakan suhu terendah yang dimiliki oleh suatu partikel yang setara dengan -273. sehingga tidak ada panas yang terukur atau sering disebut denga suhu nol mutlak. sehingga titik tetap bawah dan titik tetap atas skala Kelvin masing-masing adalah 273 K dan 373 K. Pada skala Kelvin. yaitu keadaan dimana energi kinetik rata-rata partikel sama dengan nol. Pada skala tidak ada suhu yang bernilai negative sehingga disebut sebagai skala suhu mutlak atau skala termodinamik. sehingga ada 80 pembagian skala. Table 2.

30 .273) 5 F= 9 C + 32 5 4 C 5 9 R + 32 4 R= R= K= 4 ( F .32) 9 K = C + 273 5 ( F . Sebutkan definisi dari suhu! Jawaban : …………………………………………………………………………….32) 9 Reamur C= F= 5 R 4 Kelvin C = K .Skala Celsius Fahrenheit Reamur Kelvin Celsius Fahrenheit C= 5 ( F . 2.273 F= 9 ( K . …………………………………………………………………………….32) + 273 9 K= 5 R + 273 4 Lembar Kerja Siswa (LKS) 1.273) + 32 5 4 R = ( K . minimal 4 buah! Jawaban : ……………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………. Sebutkan jenis-jenis termometer.

……………………………………………………………………………. Jika suhu suatu benda diukur denga termometer Celsius terbaca 32oC. 3. ……………………………………………………………………………. 31 .………………………………………………………………………….. maka berapa suhu benda tersebut jika diukur dengan termometer Kelvin? Jawaban : ……………………………………………………………………………. Reamur dan Kelvin! Jawaban : ……………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………. 5... utuk termometer Celcius. ……………………………………………………………………………. Sebutkan pengertian dari suhu nol mutlak! Jawaban : ……………………………………………………………………………. Fahrenheit. ……………………………………………………………………………. Tuliskan perbadingan skala suhu. 4..

Kunci Jawaban LKS 1. 5). Jenis-jenis termometer diantaranya adalah: 1). 2. 6). 3. 2). 4).……………………………………………………………………………. Termometer gas ideal Termometer hambatan platina Termometer paramagnetic Termometer plat bimetalik Pirometer optic Termometer raksa dalam pipa Termokopel Perbandingan skala-skala pada termometer adalah: Termometer Celcius Termometer Fahrenheit Termometer Reamur Termometer Kelvin : 0o C – 100o C : 32o F – 212o F : 0o R – 80o R : 273o K – 373o K 4. 7). Diketahui Ditanyakan : : Pada skala Celcius = 32oC berapa suhu pada skala Kelvin…? Penyelesaian : K = C + 273 K = 32 + 273 32 . Suhu didefenisikan sebagai ukuran atau derajat panas atau dinginnya suatu benda atau sistem. 3).

Reamour dan Kelvin! 7.15o C? Sebutakan minimal 3 sifat termometrik zat yang dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan termometer! 10. 8. saat berada pada suhu –273. Tuliskan rumus untuk mengkonversikan skala Fahrenheit menjadi Kelvin! Apa yang terjadi pada partikel suatu zat. 6. sehingga tidak ada panas yang terukur.K = 305 K 5. Soal untuk meja turnamen 1 1. 5. 2. Suhu nol mutlak adalah suhu dimana energi kinetic rata-rata yang bekerja pada partikel-partikel zat sama dengan nol. 4. Pada suhu berpakah skala Fahrenheit dan skala Celcius menunjukkan angka yang sama? 33 . Fahrenheit. Sebutkan langkah-langkah dalam mengkalibrasi termometer? Sebutkan alasan mengapa air raksa lebih baik digunakan pada termometer. 9. Sebutkan karakteristik dari termometer hambatan platina! Apa yang dimaksud dengan suhu nol mutlak! Konversikan skala termometer 25o C menjadi skala Fahrenheit dan Reamour! tuliskan perbandingan skala antara termometer Celcius. jika dibandingkan dengan alkohol dan air! 3.

utuk termometer Celcius. Fahrenheit. Sebutkan karakteristik dari termometer paramagnetik! Apa yang dimaksud dengan suhu nol mutlak! Konversikan skala termometer 122o F menjadi skala Celcius! Apa yang terjadi pada energi kinetik rata-rata partikel suatu zat. 9. Tuliskan rumus untuk mengkonversikan skala Fahrenheit menjadi Remur! Apa yang terjadi pada partikel suatu zat. 6. Reamur dan Kelvin! 3.15oC? Sebutakan minimal 3 sifat termometrik zat yang dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan termometer! 10. Apa dasar penentuan titik tetap bawah dan titik tetap atas pada skala termometer Celcius? 34 . 4. Sebutkan pengertian suhu jika dilihat dari segi energi kinetik? Tuliskan perbadingan skala suhu. 2.Soal untuk meja turnamen 2 1. 5. jika suhu zat tersebut dinaikkan! 7. 8. saat berada pada suhu –273.

4.Soal untuk meja turnamen 3 1. 2. jika dibandingkan dengan alkohol dan air? 10. 6. 5. 9. jika suhu zat tersebut dinaikkan! 7. 8. Tuliskan rumus untuk mengkonversikan skala Reamur menjadi Fahrenheit! Sebutkan minimal 4 jenis termometer yang kamu ketahui? Mengapa air raksa lebih sering digunakan untuk mengisi tabung termometer. 3. Apa dasar penentuan titik tetap bawah dan titik tetap atas pada skala termometer Celcius? 35 . Apa yang dimaksud denga kalibrasi termometer? Sebutakn dua titik acuan yang digunakan pada pembuatan termometer! Sebutkan karakteristik dari termometer Plat bimetalik! Mengapa skala Kelvin disebut sebagai skala suhu mutlak? Konversikan skala termometer 173 K menjadi skala Reamur! Apa yang terjadi pada energi kinetik rata-rata partikel suatu zat.

Fahrenheit. jika dibandingkan dengan alkohol dan air? 10. Reamur dan Kelvin! 7. 3. Apa nama alat yang digunakan untuk mengukur suhu? Sebutakn dua titik acuan yang digunakan pada pembuatan termometer! Sebutkan karakteristik dari termometer Raksa dalam pipa! Mengapa skala Kelvin disebut sebagai skala suhu mutlak? Konversikan skala termometer 173 K menjadi skala Celcius! Tuliskan perbandingan antara skala termometer Celcius. 9.Soal untuk meja turnamen 4 1. Apa yang dimaksud dengan sifat termometrik suatu zat? 36 . 6. 5. Tuliskan rumus untuk mengkonversikan skala Celcius menjadi Reamur! Sebutkan minimal 4 jenis termometer yang kamu ketahui! Mengapa air raksa lebih sering digunakan untuk mengisi tabung termometer. 2. 8. 4.

Air raksa lebih cepat berubah terhadap perubahan suhu yang sangat kecil. Langkah-langkah dalam mengkalibrasi termometer adalah sebagai berikut: 1). sehingga lebih mudah diamati tanpa harus dicampurkan pewarna terlebih dahulu. Jangkauan luas.Kunci Jawaban Untuk Meja Turnamen 1 1. 3). Dimana energi kinetik rata-rata partikel zat tersebut sama dengan nol. 2. jika dibandingkan degan air dan alkohol.? 9 9 C + 273 = ⋅ 25 + 273 = 318o F 5 5 37 . Suhu nol mutlak adalah suhu paling rendah yang mungkin dimiliki oleh suatu zat. Air raksa memili wara. menentukan titik tetap bawah (Tb) menentukan titik tetap atas (Ta) menentukan jumlah skala diantara titik-titik tetap memperluas skala diluar titik tetap Air raksa lebih sering digunakan untuk mengisi termometer. 4). karena: 1). 2). 5. Air raksa tidak menempel (membekas / meninggalkan sisa) pada dinding kaca termometer. 3).? Dan R = …. 2). dan tidak cocok untuk perubahan suhu mendadak. 4. Diketahui Ditanyakan Penyelesaian F= : C = 25o C : : F = …. 3. sehingga tidak ada kalor yang mengalir. sangat akurat.

R= 4 4 C = ⋅ 25 = 20o R 5 5 6. maka diperoleh: 38 . dari hubungan antara skala Fhrenheit dan Celcius. 5). 2). 7). Pemuaian zat padat Pemuaian zat cair Pemuaian gas Tekanan zat cair Tekanan udara. 8). maka TF = TC = X. Perbandingan skala-skala pada termometer adalah: Termometer Celcius Termometer Fahrenheit Termometer Reamur Termometer Kelvin : 0o C – 100o C : 32o F – 212o F : 0o R – 80o R : 273o K – 373o K 7. 10. 9. partikel-partikel suatu zat akan berhenti bergerak (diam). 3). 4). Misalkan skala Fahrenheit dan skala Celcius menunjukkan angka yang sama (X). Regangan zat padat Hambatan zat terhadap arus listrik Intensitas cahaya (radiasi benda). Beberapa sifat termometrik zat yang dijadikan sebagai dasar pembuatan termometer diantaranya ialah: 1). karena energi kinetik rata-ratnya adalah sama dengan nol.32) + 273 9 Saat berada pada suhu -273. 8. 6).15o C. K= 5 (F .

Perbandingan skala-skala pada termometer adalah: Termometer Celcius Termometer Fahrenheit Termometer Reamur Termometer Kelvin 3.F= 9 C + 32 5 9 ⋅X 5 ⇔ ⇔ ⇔ F . Diketahui Ditanyakan Penyelesaian C= : F = 122o F : : C = …. sehingga tidak ada kalor yang mengalir. Jika dilihat dari segi enegri kinetik.32) = 50o C 9 9 39 .? 5 5 (F . : 0o C – 100o C : 32o F – 212o F : 0o R – 80o R : 273o K – 373o K Karakteristik termometer paramagnetik ialah. 2.32 = 9 ⋅C 5 X .32 = − 5 9 X . suhu merupakan ukuran energi kinetik rata-rata partikel dalam suatu benda. 4.32) = ⋅ (122 . termometer ini cocok untuk suhu rendah yang konstan.X = 32 5 5 5 X = − ⋅ 32 4 4 X = 32 5 X = -40 Kunci Jawaban Untuk Meja Turnamen 2 1. Suhu nol mutlak adalah suhu paling rendah yang mungkin dimiliki oleh suatu zat. 5. Dimana energi kinetik rata-rata partikel zat tersebut sama dengan nol.

R= 4 (F . maka energi kinetik rata-rata partikel zat tersebut juga akan semakin tinggi. 6). jika suhu zat tersebut dinaikkan. 7). partikel-partikel suatu zat akan berhenti bergerak (diam). 5). Suhu merupakan ukuran energi kinetik rata-rata yang dimiliki partikel zat.15o C. 2). 4). digunakan titik lebur es murni sebagai dasar penentuan titik tetap bawah dan untuk menyatakan titik tetap atas digunakan titik didih air pada tekanan atmsofer. Sehingga. 10. 8). 8. Pemuaian zat padat Pemuaian zat cair Pemuaian gas Tekanan zat cair Tekanan udara. 9. Beberapa sifat termometrik zat yang dijadikan sebagai dasar pembuatan termometer diantaranya ialah: 1).32) 9 Saat berada pada suhu -273. Pada skala Celcius. 7. 3). 40 . karena energi kinetik rata-ratnya adalah sama dengan nol. Regangan zat padat Hambatan zat terhadap arus listrik Intensitas cahaya (radiasi benda).6.

maka energi kinetik rata-rata partikel zat tersebut juga akan semakin tinggi. 2). 5. Suhu merupakan ukuran energi kinetik rata-rata yang dimiliki partikel zat. 3. Titik tetap atas.273) = ⋅ (173 . Diketahui Ditanyakan Penyelesaian R= : K = 173 K : : R = …. Dua titik acuan yang digunakan dalam pembuatan termometer adalah: 1).? 4 4 (K . Titik tetap bawah. 4. jika suhu zat tersebut dinaikkan. Skala suhu Kelvin disebut sebagai skala suhu mutlak karena pada skala ini tidak ada suhu yang bernilai negatif. pada umumnya dipilih titik beku air. Sehingga. termometer ini sering digunakan dalam termostat. Kalibrasi termometer adalah penetapan tanda-tanda untuk pebagian skala pada suatu termometer. 41 .273) = -80o R 5 5 6. 2. Karakteristik termometer plat bimetalik ialah.Kunci Jawaban Untuk Meja Turnamen 3 1. pada umumnya dipilih titik didih air.

Air raksa tidak menempel (membekas / meninggalkan sisa) pada dinding kaca termometer.7. 5). Pada skala Celcius. 2). F= 9 R + 32 4 Perbandingan skala-skala pada termometer adalah: Termometer Celcius Termometer Fahrenheit Termometer Reamur Termometer Kelvin : 0o C – 100o C : 32o F – 212o F : 0o R – 80o R : 273o K – 373o K 9. 8. dibandingkan air dan alkohol. Air raksa lebih cepat berubah terhadap perubahan suhu yang sangat kecil. 6). 7). sehingga lebih mudah diamati tanpa harus dicampurkan pewarna terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa air raksa sering digunakan untuk mengisi termometer. yaitu: 1). 2). Air raksa memili wara. 4). 11. digunakan titik lebur es murni sebagai dasar penentuan titik tetap bawah dan untuk menyatakan titik tetap atas digunakan titik didih air pada tekanan atmsofer. 3). 42 . Jenis-jenis termometer diantaranya adalah: 1). Termometer gas ideal Termometer hambatan platina Termometer paramagnetic Termometer plat bimetalik Pirometer optic Termometer raksa dalam pipa Termokopel 10. 3).

maka energi kinetik rata-rata partikel zat tersebut juga akan semakin tinggi. dan langsung dapat dibaca. 43 . Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer. pada umumnya dipilih titik beku air.? C = K . Dua titik acuan yang digunakan dalam pembuatan termometer adalah: 1). murah. Titik tetap bawah. Sehingga.273 = 173 . Skala suhu Kelvin disebut sebagai skala suhu mutlak karena pada skala ini tidak ada suhu yang bernilai negatif. 3. mudah dibawa. Karakteristik termometer raksa dalam pipa ialah. Titik tetap atas. 4. jika suhu zat tersebut dinaikkan. 2). Diketahui Ditanyakan Penyelesaian : K = 173 K : : C = …. Suhu merupakan ukuran energi kinetik rata-rata yang dimiliki partikel zat.273 = -100o C 6. sederhana. 5.Kunci Jawaban Untuk Meja Turnamen 3 1. pada umumnya dipilih titik didih air.

Termometer paramagnetic 11). dibandingkan air dan alkohol. 10. Air raksa lebih cepat berubah terhadap perubahan suhu yang sangat kecil. Sifat termometrik suatu zat ialah sifat-sifat suatu benda yang dapat berubah karena disebabkan oleh perubahan suhu. Air raksa memili wara. 5). yaitu: 4). 44 . Termokopel 9. Air raksa tidak menempel (membekas / meninggalkan sisa) pada dinding kaca termometer. sehingga lebih mudah diamati tanpa harus dicampurkan pewarna terlebih dahulu. 9). Termometer raksa dalam pipa 14).R= 4 C 5 Jenis-jenis termometer diantaranya adalah: 8). Termometer gas ideal Termometer hambatan platina 10). Pirometer optic 13). 6). Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa air raksa sering digunakan untuk mengisi termometer. Termometer plat bimetalik 12).

kemampuan berfikir. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. Menurut Bruce Joyce. setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. karena mereka sudah memdapat proses pembelajaran yang tuntas. 45 . untuk membantu siswa mendapatkan informasi. Models of teaching atau model pembelajaran adalah model pelajaran. ide. juga diajarkan kepada siswa bagaimana belajar yang efektif dan sistematis sehingga kedepan dihasilkan siswa yang dapat meningkatkan kemampuannya belajar lebih mudah dan efektif dalam keilmuan dan keterampilan. dkk. dan dapat mengaktualisasi diri. keterampilan. KESIMPULAN Ada beberapa hal pokok yang dapat kita sipulkan dari pembahasan di atas. yaitu: 1. 2.BAB III PENUTUP A. nilai-nilai. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktivis.

kelompok 46 . Saling ketergantungan positif Pemberian tangungjawab individu Interaksi berhadap-hadapan Kemampuan untuk bekerja sama Proses kelompok 4. 5. yaitu: 1). 5). Kadang-kadang dapat juga diselingi dengan pertanyaan yang berkaitan dengan kelompok (identitas kelompok mereka). yaitu: 1). Penyajian kelas (Class Presentations) Kelompok (Teams) Permainan (Games) Turnamen (Tournament) Penghargaan Kelompok (Team recognition) B. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. 4). sebaiknya guru yang ingin menerpkan model ini. Menurut Saco (2006). Permainan dapat disusun guru dalam bentuk kuis berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran. harus mempersiapkan secara matang materi. 3). 4). SARAN Sesuai dengan kelemahan dari model pembelajaran ini. dalam TGT siswa memainkan permainan-permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing. Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Ada 5 elemen dasar dalam penerapan model pembelajaran kooperatif. 2). Secara umum ada 5 komponen utama dalam penerapan model TGT. 2). pertanyaan.3. 3). 6. 5).

1995. Bandung: Jemars Nasution.yang dibuat secara heterogen menurut kemampuan akademis. Strategi Belajar Mengajar. Pendidikan Science.php http://educare.net/downloadmakalah. Jakarta: Bina Aksara Roestiyah. Psikologi Pendidikan suatu Pendekatan Baru. Dahar.W. R.e-fkipunla. Syah Muhibbin. Interaksi Belajar Mengajar IPA.html http://www.pendidikan. 1986. 2004. Strategi Belajar Mengajar. http://pakguruonline. Dirdjosoemarto dkk. Darftar Pustaka Amien. Penerapan Model TGT dalam Mengajar Konsep Fisika di Sekolah Menengah Umum. M. Teknologi Pendidikan.net/index2. Jakarta UT. S. Bandung : FPMIPA UPI Jamiah. Jakarta : Rineka Cipta.1996. 1991. S. Yogyakarta: FKIE IKIP. 1982. Pomtianak : Makalah FKIP untan Nasution. Dan dalam menerapkan model ini. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosda Karya.php?option=com_content&do_pdf=1&id=43 47 . 1987. sebaiknya guru memperhiungkan dengan sebaik-baiknya pembagian waktu untuk skenario pembelajaran. 1988.guruindonesia.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_b11.v .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->